SINTESIS PROTEIN

BAB I PENDAHULUAN
Kemajuan utama di tahun 1950an membentuk pikiran kita terhadap pengetahuan terkini tentang biosintesis protein. Pada awal 1950an, Paulus Zamecnik dan para rekan-rekannya merancang suatu eksperimen untuk menyelidiki pertanyaan: Dibagian mana dalam sel, protein terdapat? Mereka menyuntik asam amino radioaktif ke dalam tikus, dan pada interval waktu yang berbeda setelah suntikan hati dipindahkan, dibuat sejenis dan dipecah dengan sentrifugasi. Fraksi subselular kemudian diuji untuk menguji keberadaan protein radioaktif. Sesudah beberapa hari setelah suntikan asam amino yang diberi label, semua fraksi subseluler berisi protein berlabel. Ketika hati itu dipindahkan dan dipecah hanya beberapa menit setelah suntikan asam amino yang diberi label, protein yang diberi label hanya ditemukan pada pecahan yang berisi ribonukleoprotein kecil. Partikel, yang ditemukan sebelumnya dalam jaringan binatang dengan mikroskop elektron, yang kemudian dikenali sebagai lokasi sintesis protein dari asam amino; yang kemudian dinamai ribosom. Kemajuan ini mengantarkan pada pengenalan tahapan utama sintesis protein dan akhirnya dapat diterangkan dengan kata-kata kode genetik untuk asam amino. Dasar teori untuk memahami sintesis protein dimulai tahun 1909 oleh Archibald Garrod. Dia pertama kali menduga bahwa gen secara kimia diekspresikan oleh enzim yang mengkatalisa reaksi kimia spesifik dalam sel. Teori ini kemudian dibuktikan pada penyakit yang diturunkan secara genetik, yaitu ada ketidakmampuan enzim utama. Tahun 1930 George Beadle dan Edward Tatum menetapkan teori hubungan antara gen dan enzim. Melalui penelitiannya, mereka berhasil membuktikan bahwa satu gen satu enzim. Hal ini pada akhirnya ditemukan bahwa gen menghasilkan protein.
1

Sintesis protein adalah proses dimana sel dapat mengubah asam amino menjadi polimer rantai panjang yang disebut protein. Protein merupakan molekul yang mempunyai berbagai fungsi di dalam sel seperti sebagai struktur sel/jaringan, cadangan energi, pergerakan, transportasi beberapa substansi, mengkatalisa reaksi biokimia, dan melindungi terhadap terjangkitnya penyakit. Protein tersusun dari lebih 50% dari berat kering sel. Sintesis protein diprogram oleh DNA. Selama proses ini DNA akan diubah menjadi RNA yang kemudian ditranslasikan menjadi protein di ribosom.

Key Word 1. Gen 2. Sintesis protein 3. Terapi radasi 4. Mutasi gen 5. Xerostomia

Batasan Konsep 1. Pengertian dan struktur gen 2. Struktur, fungsi dan sintesis DNA 3. Struktur, lokasi, macam dan fungsi molekul RNA 4. Lokasi dan tahapan sintesis protein yang meliputi transkripsi dan translasi 5. Regulasi/pengendalian sintesis protein 6. Macam-macam protein yang terdapat dalam saliva beserta fungsinya 7. Lokasi dan proses sintesis protein yang terdapat dalam saliva 8. Definisi, sebab dan macam mutasi 9. Pengertian dan mekanisme xerostomia akibat sinar radiasi

2

Peta Konsep Terapi Radiasi Mutasi Gen DNA Replikasi DNA baru Sintesis Protein RNA Translasi Protein Transkripsi Gangguan Komposisi Saliva Xerostomia 3 .

(Wildan Y. Gen  Definisi : Segmen molekul DNA yang mengandung semua informasi yang diperlukan untuk sintesis produk (rantai polipeptida atau molekul RNA) yang termasuk rangkaian pengkodean dan nonpengkodean.BAB II PEMBAHASAN 1. (Dorland 29th ed. 1996) 2. operator dan gen pengatur. P:907)  Struktur : DNA + Protein (Histon). Setiap gen memiliki posisi (lokus) spesifik pada peta kromosom. dan ditularkan dari orang tua ke anak-anak. DNA (Deoxyribonucleic acid)  Definisi : Polimer asam nukleat yang tersusun secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang diturunkan ke keturunannya.  Lokasi : Nukleus dan mitokondria  Bentuk : Terdiri dari rantai panjang. gen mencakup gen struktural. Dari segi fungsinya. Ini merupakan unit biologi keturunan. berpilin dan doubel helix  Sifat :  Berhubungan erat dengan sintesis protein dan penurunan sifat  Kadar tak dipengaruhi sintesis protein  Sebagai zarah yang terkandung dalam kromosom  Mengatur sifat-sifat menurun tertentu  Dapat menduplikasi diri secara tepat  Ditentukan oleh urutan basa nitrogen 4 . reproduksi sendiri.

2. yaitu untuk membuang RNA primer (primase) DNA polymerase II.2 Fungsi :  Mengatur perkembangan dan metabolisme individu  Menurunkan informasi genetik untuk generasi berikutnya  Sintesis mRNA 2. Molekul deoxyribonucleotida terdiriatas 3 komponen yaitu basa purin atau pirimidin. yaitu enzim yan mengkatalisis sintesa primer untuk memulai replikasi DNA. 2. Komponen utama dalam replikasi  DNA cetakan.  Enzim DNA polymerase. yaitu dATP. yaitu molekul DNA yang akan direplikasi  Molekul deoxyribonucleotida. : Deoxyribosa : : Adenin (A) dan Guanin (G) : Timin (T) dan Sitosin (S) 5 . Ada 3 macam DNA polymerase :    DNA polymerase I. yaitu enzim utama yang mengkatalisa proses polimerasi nukleotida menjadi untaian DNA.3. yaitu untuk suatu pembentukan. dCTP dan dGTP. yaitu untuk mensintesis fragmen okazaki  Enzim Primase. tapi enzim ini tidak terlibat sintesis DNA polymerase III. Sintesis (Replikasi) DNA  Merupakan proses penyalinan rangkaian molekul DNA sehingga dihasilkan molekul anakan yang sangat identik.1. gula pentosa. Komponen penyusun :  Gula pentosa  Basa Nitrogen  Purin  Pirimidin  Gugus fosfat 2. dTTP. dan gugus fosfat.3.1.

 Enzim Helikase. Pemutusan (denaturasi) DNA induk  Molekul DNA untai-ganda terdiri dari 2 untai molekul DNA yang berpasangan secara komplementer yaitu A dengan T dan C dengan G. yaitu : 1. Pengawalan (inisiasi) sintesis DNA  Terjadi proses enzimatik  Denaturasi awal terjadi pada bagian DNA yang dikenal sebagai ori atau titik awal replikasi  Ikatan hidrogen antara A-T dan C-G akan terputus dan diikuti dengan pembukaan untaian DNA  Untaian DNA membuka dibantu oleh enzim DNA helikase membentuk struktur yang disebut sebagai garpu replikasi.2.  Tujuan pemutusan : agar masing-masing untaian dapat bertindak sebagai cetakan.3. Oleh karena itu.  Molekul primer dapat berupa molekul DNA. yaitu enzim pembuka ikatan untaian DNA induk dan enzim lain yang membantu proses tersebut adalah enzim girase (enzim topoisomerase) yang mengubah topologi DNA  SSB.  Garpu replikasi akan bergerak sehingga molekul DNA induk membuka secara bertahap. yaitu enzim yang berfungsi menyambung fragmen okazaki  Replikasi DNA hanya dapat memulai jika tersedia molekul primer  Molekul primer merupakan suatu molekul yang digunakan untuk mengawali prosespolimerisasi untaian DNA. 2. RNA atau protein spesifik. 6 . yaitu protein yang menstabilkan untaian DNA yang sudah terbuka. replikasi harus diawali dengan pemutusan (denaturasi) ikatan antara DNA yang satu dengan komplementernya. 2. Langkah-langkah replikasi  Replikasi DNA berlangsung dalam beberapa tahap.  Enzim DNA ligase.

namun semuanya tetap dengan orientasi 5’ ke 3’ 3. Ligasi fragmen-fragmen DNA  Ligasi fragmen-fragmen DNA disintesis secara lambat (fragmen okazaki pada lagging strand)  Fragmen okazaki tersebut disambung oleh DNA ligase sehingga menjadi unit yang utuh 5’. tumbuh secara menyeluruh dalam arah 3’ Fragmen ini biasa disebut fragmen okazaki 4. Kedua untaian DNA induk digunakan sebagai cetakan untuk mensintesis DNA baru  Sintesis DNA berlangsung dengan orientasi 5’ (rantai peptida) ke 3’ (rantai hidroksil)  Sintesis kedua untai DNA berlangsung dengan arah geometris yang berlawanan namun semuanya tetap dengan arah geometris yang berlawanan.  Leading Strand (Untaian DNA awal) o Salah satu untaian DNA yang disintesis dengan arah geometri yang searah dengan pembukaan garpu replikasi o Dilakukan tanpa terputus (sintesis secara kontinyu) dalam arah 5’ 3’ sehingga molekul DNA baru yang disintesis merupakan 1 unit  Lagging Strand (Untaian DNA lambat) o Salah satu untaian DNA yang berlawanan arah geometrinya dengan arah pembukaan garpu replikasi o Dilakukan fragmen demi fragmen (sintesis secara diskontinyu). Pemanjangan (elongasi) untaian DNA  Garpu replikasi akan membuka secara bertahap dimulai dari titik awal replikasi/ori dan akan bergerak sepanjang DNA cetakan sampai semua molekul DNA induk direplikasi  Kedua untaian DNA yang baru disintesis dengan arah geometris yang berlawanan. 7 .

 Replikasi hanya berlangsung 1 arah yaitu 5’ 3’. ribosom dan mitokondria 3.4. rantai pendek dan tidak berpilin 3. Komponen Penyusun RNA :  Terdiri atas tiga makromolekul. yaitu :   Gula Pentosa o Purin o Pirimidin  Gugus Fosfat : Berasal dari gula golongan ribosa Basa Nitrogen : : Adenin (A) dan Guanin (G) : Urasil (U) dan Sitosin (S) 3. sehingga hanya ada satu untaian DNA awal (Leading Strand) dan satu untaian DNA lambat (Lagging Strand). Sifat :  Berhubungan erat dengan sintesis protein  Kadarnya dipengaruhi oleh aktifitas sintesis protein 3. sitoplasma. Bentuk : Pita tunggal. 3.5.2.3. Fungsi : Melakukan sintesis protein di sitoplasma 8 . RNA (Ribonucleic Acid)  Definisi : Makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpanan dan penyalur informasi genetik  Lokasi : Nukleus. Pengakhiran (terminasi) replikasi  Pada akhir satu kali putaran replikasi akan dihasilkan 2 molekul DNA yang identik  Masing-masing molekul DNA untai-ganda yang terbentuk terdiri atas untai DNA induk dan untai DNA baru hasil polimerasi selama proses replikasi.1.

RNA genetik terdiri dari :  RNA duta (RNAd)/RNA massanger (mRNA) o o o o  o o o  RNA terpanjang Disintesis di nukleus Dicetak oleh salah satu pita DNA disebut pita sense saat proses transkripsi Fungsi : menerjemahkan rantai sense DNA RNA transfer (tRNA) RNA terpendek Terdapat di sitoplasma Fungsi : penerjemah kodon dan membawa asam amino di sitoplasma ke ribosom RNA ribosom (rRNA) o o o RNA terbanyak Terdapat di ribosom Fungsi : menyusun ribosom dan mensintesis protein dari asam amino yang dibawa oleh tRNA berdasarkan kode genetik yang dibawa oleh mRNA  RNA nuklear kecil (snRNA) o Tidak terlibat langsung dalam sintesis protein. Macam RNA berdasarkan fungsinya 1. 2.3. RNA non genetik : Tidak mengendalikan sintesa protein 9 . RNA genetik : Berperan seperti DNA yaitu mengontrol sintesa protein.5. tapi berperan dalam pemrosesan RNA serta arsitektur sel.

mitokondria RNA Ribosa Adenin. ganda dan berpilin (double helix) 4 Letak Nukleus. 4. Guanin Urasil.  Proses transkripsi terjadi di nukleus 4. Mekanisme transkripsi secara garis besar 1. Sitosin Rantai panjang. Sintesis Protein  Adalah suatu proses pembuatan rangkaian polipeptida yang berasal dari DNA melalui beberapa tahapan proses antara lain transkripsi dan translasi. tunggal. Guanin Timin.  Merupakan sintesis RNA dari salah satu rantai DNA yaitu rantai cetakan atau sense. tapi masih belum terikat secara kuat dan struktur promoter masih dalam keadaan tertutup 2.PERBEDAAN DNA & RNA NO 1 2 PARAMETER Gula Basa Purin Basa Pirimidin 3 Bentuk DNA Deoksiribosa Adenin. Faktor-faktor yang mengendalikan transkripsi (RNA polymerase) menempel pada bagian promoter. Sitosin Rantai pendek. Transkripsi (Sintesis RNA)  Merupakan proses penyalinan kode-kode genetik yang ada pada urutan DNA menjadi molekul RNA (mRNA). mitokondria 5 Kadar tetap Tidak tetap 4.1. tidak berpilin Nukleus.1. sitoplasma.1. Penempelan RNA polymerase secara kuat dapat menyebabkan ikatan hydrogen molekul DNA pada bagian promoter terbuka (open promoter complex) 10 .

GTP.3. Prekursor untuk sintesis RNA adalah 4 macam ribonukleotida yaitu 5’ – trifosfat ATP.1. Nukleotida RNA yang digabungkan adalah nukleotida yang komplementer dengan cetakannya 5. RNA polymerase membaca cetakan (DNA template) dan mulai melakukan pengikatan nukleotida yang komplementer dengan cetakannya (menempel pada DNA). Urutan nukleotida RNA hasil sintesis ditentukan oleh cetakannya yaitu urutan DNA yang ditranskripsi 4.1. UTP. selanjutnya diikuti dengan proses pengakhiran (terminasi) transkripsi yang ditandai dengan pelepasan RNA polymerase dari DNA yang ditranskripsi  Yang diperlukan dalam transkripsi antara lain :     DNA cetakan RNA polymerase NTP (ribonukleotida) Molekul protein regulator 4. CTP. Karakteristik kimiawi sintesis RNA 1. Hasil transkripsi berupa molekul RNA untai-tunggal. Setelah terjadi proses pemanjangan untaian RNA hasil sintesis. Tahap-tahap transkripsi  Tahap-tahap trnskripsi antara lain : 1. 4. Inisiasi (Permulaan) transkripsi Meliputi 4 langkah :  Pembentukan kompleks promoter tertutup  Pembentukan kompleks promoter terbuka  Penggabungan beberapa nukleotida awal 11 .2. 4. Molekul DNA yang ditranskripsi adalah molekul untai ganda tapi yang berperan sebagai cetakan hanyalah salah satu untaiannya 6. Reaksi polimerasi RNA pada prinsipnya sama dengan polimerase DNA yaitu dengan arah 5’ 3’ 3. 2.3.

Antara nukleotida RNA yang satu dengan berikutnya ada ikatan fosfodiester 12 . tapi tidak mempercepat laju penambahan untai RNA  Setelah proses inisiasi terjadi. basa-basa molekul RNA membentuk hybrid dengan DNA template ± 12 nukleotida  Hybrid tersebut bersifat sementara karena hybrid akan terlepas setelah RNA polymerase berjalan dan bagian DNA yang terbuka akan menutup  RNA polymerase akan berjalan membaca DNA template untuk melakukan proses pemanjangan atau elongasi untai RNA  Nukleotida ditambahkan secara kovalen pada ujung 3’ molekul RNA yang baru terbentuk dan sifatnya komplementer dengan nukleotida pada untaian DNA cetakan. Keterangan :  Bagian DNA yang terbuka setelah RNA polymerase menempel. RNA polymerase melakukan inisiasi transkripsi dengan menggunakan urutan DNA cetakan sebagai panduan  Nukleotida RNA digabungkan sehingga membentuk transkrip RNA  Nukleotida pertama yang digabungkan hampir selalu berupa molekul purin  Subunit berperan menstimulasi inisiasi. Perubahan konformasi RNA polymerase karena subunit dilepaskan dari kompleks holoenzim. subunit terlepas dari enzim inti dan dapat digunakan lagi oleh enzim inti RNA polymerase lain 2. Elongasi (pemanjangan) transkripsi  Pada bagian gelembung transkripsi. sehingga menjadi struktur untai tunggal  Bagian DNA yang berikatan dengan RNA polymerase membentuk gelembung transkripsi sepanjang ± 17 pasangan basa  Setelah struktur promoter terbuka stabil.

3. Terminasi (pengakhiran) transkripsi  Sinyal terminasi terletak di ujung rantai 3’ pada DNA template  Berhubungan dengan penambahan ekor 3’ poli A mRNA dan mungkin melibatkan penstabilan kompleks DNA/RNA pada region pasangan basa A-U. disebut proses penyambungan RNA  Terbentuklah mRNA matang dan selanjutnya akan ditranslasi o Poliadenilasi  Yaitu penambahan gugus poli A pada ujung 3’ mRNA  Dilakukan oleh enzim poli A polymerase yang ada di nukleus  Peranan penambahan poli A :  Meningkatkan stabilitas mRNA  Meningkatkan efisiensi translasi  Bagian mRNA yang disintesis setelah sisi poliadenilasi selanjutnya akan didegradasi o Penambahan tudung (cap) pada mRNA  Berlangsung pada awal transkrip sebelum mencapai panjang 30 nukleotida  mRNA mengalami metilisasi yang akan dipakai sebagai cap (tudung) mRNA  Fungsi cap (tudung) mRNA :  Melindungi mRNA dari degradasi 13 . Pasca transkripsi  Antara trnskripsi dan translasi terdapat jeda waktu yang disebut pasca transkripsi  Terdiri dari : o Pemotongan dan penyambungan RNA (RNA splicing)  Pada awalnya gen terdiri atas ekson dan intron ditranskripsi menghasilkan pre-mRNA karena masih mengandung sekuens intron  Selanjutnya terjadi proses pemotongan intron dan penyambungan ekson.  Transkripsi berakhir saat RNA polymerase mencapai ujung gen terminator 4.

 Meningkatkan efisiensi translasi mRNA  Meningkatkan pengangkutan mRNA dari nukleus ke sitoplasma  Meningkatkan efisiensi splicing pre-mRNA o Penyuntingan mRNA  Dilakukan oleh guide RNA (gRNA) yang berhibridisasi dengan bagian mRNA yang tidak diedit dan menyediakan nukleotida A dan G sebagai cetakan untuk penggabungan nukleotida yang tidak ada pada mRNA  Kalau gRNA tidak menyediakan nukleotida A dan G. Selanjutnya energi pada aminoasil-AMP digunakan untuk memindahkan gugus asam 14 . karena merupakan salinan DNA yang menyusun suatu gen dalam bentuk ORF (Open Reading Frame)  ORF dicirikan oleh : 1. Translasi (Sintesis Protein)  Translasi adalah proses penterjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu protein  Translasi terjadi di ribosom  Hanya mRNA yang ditranslasi. UAG.1. Tahap-tahap translasi :  Pra-Inisiasi (aktivasi) translasi  Aktifasi asam amino dengan menggunakan ATP sebagai sumber energi menghasilkan aminoasil-AMP. ada 60 kodon 3. Serangkaian urutan nukleotida yang menyusun banyak kodon. maka nukleotida yang tidak memiliki pasangan basa tersebut dihilangkan menggunakan enzim eksonuklease 4.2. Kodon inisiasi (start) translasi yaitu AUG (Methionin) 2. Kodon stop (terminasi) translasi yaitu UAA.2. UGA 4.

eIF-4. eIF-3. terbentuklah kompleks 43S  Dengan bantuan eIF-4. eIF-2.amino ke tRNA dengan dibantu oleh enzim aminoasil tRNA sintetase menghasilkan aminoails-tRNA  Disosiasi ribosom menjadi 2 subunit : subunit besar dan subunit kecil. dipindahkan ke sisi A sehingga terbentuklah dipeptidil-tRNA  Sehingga sisi P hanya terisi tRNA yang kosong dan sisi A terisi dipeptidil-tRNA 15 . eIF-5 dan eIF-6  Disosiasi ribosom menjadi subunit besar (60S) dan subunit kecil (40S)  eIF-3 mengubah subunit kecil (40S) menjadi siap menerima aminoasil-tRNA yang pertama  Dengan bantuan eIF-2. maka akan dibentuk ikatan peptidil dengan bantuan enzim peptidil transferase  Molekul metionil-RNA pada sisi P. mRNA melekat pada kompleks 43S membentuk kompleks 48S  eIF-5 membantu subunit 60S melekat pada kompleks 48S sehingga dihasilkan 80S yang siap melakukan translasi  Elongasi (pemanjangan) polipeptida  Proses elongasi terjadi dalam 3 tahapan : o Pengikatan aminoasil-tRNA pada sisi A yang ada di ribosom yang dilakukan oleh protein faktor elongasi Tu (EF-Tu) dan dibantu dengan proses hidrolisis GTP menjadi GDP o Pemindahan rantai polipeptida yang tumbuh dari tRNA yang ada pada sisi P (Peptidil) ke arah sisi A dengan membentuk ikatan peptida  Setelah sisi P dan sisi A terisi.  Disosiasi ribosom dibantu oleh : eIF-6 yang bertugas mencegah subunit 60S (unit Svedberg) berasosiasi dengan subunit 40S  Inisiasi (awal) translasi  Kodon insiasi adalah methionin (AUG)  Faktor inisiasi yang diperlukan eIF-1.

o Translokasi ribosom sepanjang mRNA ke posisi kodon selanjutnya yang ada di sisi A  Tejadi pemindahan dipeptidil-tRNA dari sisi A ke sisi P  Molekul tRNA kosong pada sisi P ditranslokasikan pada sisi E (Exit)  mRNA bergerak sepanjang 3 nukleotida sehingga kodon berikutnya terletan pada posisi A untuk menunggu masuknya aminoasil-tRNA berikutnya. UGA) yang ada pada mRNA mencapai posisi A (Aminoasil) pada ribosom. proses ttranslasi terhenti. sehingga jika ribosom mencapai salah satu dari ketiga kodon tersebut. UAG.  Dalam keadaan normal tidak ada aminoasil-tRNA yang membawa asam amino sesuai dengan ketiga kodon tersebut.  Transloksi memerlukan GTP dan faktor elongasi G (EF-G)  Ribosom membaca kodon-kodon pada mRNA dari ujung 5’ (ujung amino) ke ujung 3’ (ujung karboksil)  Terminasi (pengakhiran) translasi  Translasi akan berakhir pada salah satu dari ketiga kodon stop (UAA. maka tRNA akan dikeluarkan dari ribosom Semakin tinggi akurasi translasi maka semakin rendah laju translasinya 16 . Sistem ini disebut “proofreading”  Akurasi sistem ini dipengaruhi oleh 2 hal : o o   Pada saat penambahan muatan tRNA (tRNA charging) Pada saat aminoasil melekat pada sisi A ribosom Jika terjadi kesalahan pengikatan aminoasil-tRNA.  Koreksi translasi  Mekanisme translasi juga mempunyai sistem untuk melakukan koreksi jika ada kesalahan dalam penggabungan aminoasiltRNA pada ribosom.

pada suatu operon artinya operon tersebut diaktifkan oleh produk ekspresi gen regulator yaitu oleh aktifator 2. 2010) 5. pengendalian ekspresi genetik dapat ditinjau dari 3 sisi yaitu :  Sinyal pengendali ekspresi  Arah pengendali ekspresi  Mekanisme pengendali ekspresi 17 . Pasca translasi   Modifikasi polipeptida hasil sintesis di ribosom Polipeptida yang disintesis di dalam ribosom akan mengalami beberapa modifikasi antara lain : o o Pembentukan ikatan disulfida Penambahan gugus karbohidrat pada beberapa asam amino tertentu (glikosilasi). yaitu : 1. pada suatu operon artinya operon tersebut dinonaktifkan oleh produk ekspresi gen regulator yaitu oleh represor  Pengendalian positif maupun negatif dapat dibedakan lagi menjadi 2 sistem. Inducible system : Sistem yang dapat diinduksi 2. Pengendalian positif. Yang terjadi mulai transkripsi sampai pasca translasi  Secara umum. (Mulawarmanti D. Regulasi (Pengaturan) Sintesis Protein  2 sistem pengendalian ekspresi genetik yaitu : 1. Pengendalian negatif. Represible system : Sistem yang dapat ditekan  Secara garis besar pengendalian ekspresi gen dilakukan pada banyak titik pengendalian.

yaitu : o Domain pengikat DNA : bagian protein yang berikatan langsung dengan DNA o Domain yang mengaktifkan transkripsi : bagian struktur protein yang berperan dalam aktivasi transkripsi o Domain dimerisasi : protein yang mempunyai daerah tempat pengikatan antara 1 monomer dengan monomer yang lain  Regulasi faktor transkripsi  Merupakan protein yang berperan didalam pengaturan ekspresi gen. Macam protein yang terdapat dala saliva beserta fungsinya  Mucoid : sekelompok protein yang sering disebut mucin dan memberi konsistensi pada mukus pada saliva. yaitu : o Regulasi temporal o Regulasi dengan pengikatan ligan o Regulasi dengan sequestration o Regulasi dengan modifikasi pasca-translasi o Regulasi dengan pengeblokan tempat ikatan pada DNA o Regulasi dengan pengeblokan aktivitas o Regulasi dengan mekanisme silencing (pengendali negatif) 6. Enzim yang ada di saliva adalah amilase dan lisozyme yang berperan dalam mengontrol pertumbuhan bakteri di rongga mulut  Protein serum : albumin dan globulin 18 . Mucin berperan sebagai glikoprotein karena terdiri dari rangkaian protein yang panjang dengan ikatan rantai karbohidran yang lebih pendek  Enzim : dihasilkan oleh kelenjar saliva dan beberapa diantaranya dihasilkan oleh bakteri dan leukosit yang berada pada rongga mulut. Oleh karena itu. protein pengendali mempunyai 3 domain fungsional. faktor transkripsi juga mengalami regulasi yang dapat mempengaruhi aktivasinya  Faktor transkripsi diatur oleh beberapa cara. Motif-motif protein pengendali ekspresi gen  Secara umum.

glossofaringeus pada saat proses salivasi. Waste product : pada saliva ditemukan urea dan uric acid  Fungsi saliva :  Sensasi rasa  Perlindungan mukosa dan lubrikasi  Kapasitas buffering  Integritas enamel gigi  Menjaga kebersihan mulut  Membantu proses pencernaan  Perbaikan jaringan  Membantu proses bicara  Menjaga keseimbangan cairan (http://repository. khususnya pada suatu kondisi bibir kering.1. Lokasi :  Saliva disekresi oleh major salivary glands.usu.yaitu :  Kelenjar parotid  Kelenjar submandibularis  Kelenjar sublingualis 7. 2009) 19 . Proses salivasi :  Dikontrol oleh ANS (Autonomic Nervous System)  Rangsangan parasimpatis memulai sekresi saliva secara terus menerus  Rangsangan simpatis mendominasi selama stres. yang biasanya disebabkan saat dehidrasi  Ikut berperannya fiber-fiber n. Lokasi dan proses sintesis protein yang terdapat dalam saliva 7.pdf) 7.id/bitstream/123456789/4/chapter%20II.2. (Tortora GJ.facialis dan n.ac.

Syarat terjadinya mutasi :  Adanya perubahan materi genetik (DNA)  Perubahan tersebut bersifat dapat/tidak dapat diperbaiki  Hasil perubahan tersebut diwariskan secara genetik pada keturunannya  Mutan  Mutagen : Individu yang mengalami mutasi  Mutagenesis : Proses terjadinya mutasi : Faktor penyebab terjadinya mutasi  Mutagen terdiri dari :  Mutagen fisis  Mutagen kimia : radioaktif. siklamat. Mutasi 8. sinar UV. sinar kosmis : HNO2.2.3. akridin. Macam-macam mutasi :  Macam mutasi berdasarkan faktor penyebabnya :  Mutasi spontan  Mutasi buatan tujuan tertentu  Macam mutasi berdasarkan jenis sel :  Mutasi somatis : terjadi pada sel tubuh dan tidak diwariskan : Mutasi yang terjadi dengan sendirinya : Mutasi yang terjadi karena disengaja untuk pada keturunannya  Mutasi germinal : terjadi pada sel kelamin dan dapat diwariskan pada keturunannya  Macam mutasi berdasarkan materi genetik :  Mutasi kecil/gen A.1. Substitusi basa  Mengakibatkan macam basa nitrogen berubah 20 . bakteri 8.8. Definisi : perubahan pada materi genetik yang dapat diwariskan secara genetik pada keturunannya 8.pestisida  Mutagen biologi : virus.

Letak urutan basa nitrogen berubah  Mutasi besar/kromosom A. Hal : 2432) 21 . Aneuploidi : perubahan set kromosom. sedangkan yang mengalami kekurangan disebut delesi o Translokasi : erjadi jika suatu kromosom patah dan patahannya melekat di kromosom yang bukan homolognya o Kartenasi : kromosom homolog yang ujungnya saling berlekatan. (Dorland. Pergeseran rangka  Mengakibatkan jumlah basa nitrogen berubah  Terdiri dari : o Delesi : penghapusan suatu nukleotida tunggal dalam sebuah gen o Inversi : penyisipan satu atau dua nukleotida dalam sebuah gen C. Kromosom yang mengalami pertambahan jumlah gennya disebut duplikasi. Xerostomia  Merupakan kekeringan pada mulut karena disfungsi saliva. Aneusomik : susunan kromosom menjadi lebih/kurang dari jumlah kromosom normal C. Ed 29. Terdiri dari : o Transisi : suatu pirimidin berubah menjadi pirimidin lainnya atau suatu purin berubah menjadi purin lainnya o Transversi : perubahan suatu basa purin menjadi pirimidin atau sebaliknya B. sehingga hampir membentuk lingkaran 9. lalu patahannya mengikat kembali. yaitu perubahan pada jumlah genom (n)-nya B. Kerusakan kromosom o Inversi : perubahan urutan letak gen dalam suatu kromosom o Duplikasi dan delesi : terjadi karena kromosom homolog patah.

kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis  Produksi saliva ± 1 liter/hari  Aliran rata-rata : fluktuatif. Mekanisme :  Saliva diekskresi di kelenjar parotis. mencapai 50% dengan ritme diurnal  Aliran saliva: o Unstimulated/resting o Stimulated 22 .

29th Ed. 2009.pdf 23 . 5. 2010. PRINCIPLES of ANATOMY and PHYSIOLOGY.s Illustrated Biochemistry. Mulawarmanti D. mutasi gen menyebabkan xerostomia Daftar Pustaka : 1. 2008. Biologi Sel.ac. Jakarta 3. 2006. http://repository. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Dorland. 12th Ed. KAMUS KEDOKTERAN.usu. EGC : Jakarta 2. Edisi 9. 2002. Kuliah Asam Nukleat dan Sintesis Protein 4. Tortora GJ & Derrickson BH. Harper. Guyton A & Hall J.id/bitstream/123456789/4/chapter%20II. Wiley : Asia Pte Ltd. 6.BAB III PENUTUP Kesimpulan : Pada kasus ini. terapi radiasi menyebabkan mutasi gen. Biologi Modern. Murray RK. Edisi Pertama. Yatim W. 2003. Tarsito : Bandung 7. 27th ed.

.7..5./..  03..3:-7..32:48.89.8-:11073  39079..  $038./.7.8.3:70.32::9  02-.87.3 995.0-078.803. .3.3...8./902:.3  !07-.073..0802-.39:574808-.8  ..95.3  02-../.3:7./  :388.39:574808503.3.890574/:..  !073/:3.73.20  03.

.

70548947 :8: . /..

-98970.2.

.

.

7.8  $..3-.         .89708 :8:83.80.38.3/8 .35..75....33 48841.3.78:-2.9/.8..33.. 8:.8/.3907/.78:-3:.7.7...5. 8.8/.8  4397440$ :94342...8   !748088.3..3/-:.749/  003..28./80-.9:  003..-.3574808839088574903.807088.880..1-07 1-073 1./.98202:.3.730:85.4:8$8902   #...2.825..9/0/7.8  :9-07507./80708402.9:43/8--7073 .8  %47947.5.5907  5/1   4..07.38.478.3825.95748088.98203/423./.38.907:8 20307:8  #..   4.78  003.

9070309.9.78.8   0138507:-.9/.09:7:3..9070309    !07:-.390780-:9-0781.5..03095.7.8  /.2. :9.   $./..507:-.33..3/.3 80.7.3.2:9.9/.5.9907./3.32.35./.

/4.8-07/.-907.22:9.39079039:  ..380.-3.8  .22:9.2:9.32.7  :9.80723.390780-:9/.3803/73.03 3/.907   .2:9..8. 7..9.  :9.33./3. 09:7:3.78.9/.5.03907/7/./5.3203.7&' 83.7:8 -.  :9..2 2.8-07/.8507:-..22:9.03088!74808907.  .885439.9475030-.23/..9475030-..09:7:3.809:-:/. 907./.31.78.9 50898/.7.9/.8 .8.7/3 8.80.  .9070309  :9.5./.8-07/.8-:.  :9.91 83../3.03188  :9.03-44 ./:.8  :9.22:9.74828   .33.33.98 907.3  :9...3 :9.032.3907.09:7:3./5.8  :9.8.7.303880  :9.78.  :9../.22:9.7././/03.3 5.../.9/507-..3/.7.  :9.3 5././.2.39/.03095.8842.3 9::.800.8.

03   $:-899:8-.397403-07:-./.-.8.2-.8.  03./803.3907.    :9.32.8..9.703...:39: .

5:73203./5:73.. %07/7/./572/3 .8.9.9:3:049/.  %07/7/.33.2 80-:.:/:.078507:-.9:572/3-07:-.03   09. .7./.9.397403-07:-.203.5:8.8-08.   !070807.7 4 008503.3.2 80-:.:8:.3-.3:049/.8.33.  :9.38. 4 %7.3888:.203.397403-07:-.38.:7:9.07850385.37..-.9:-.38:./572/3.03 4 3./.:80-.-.7 4 %7.9:.  03..38:.9.9:3.9:5:73-07:-.8.9.3:2.3.

0342 3 3.38097424842 ../0-.9:507:-..35.37424842203.7424842  30:54/507:-./.  30:8428:8:3. :2.

9..3/008907.9.74248423472.3 5.3 803.20:7.03/..703.8. .203.7 :2.3/80-:9/008 4 %7.    .3 203.8/.9...37424842 4 3./.9.3203.078507:-./.  07:8.3./.35.  07:5.3 -070../80-:9/:5.28:. 4 .25079./81:388.3/ / .30073.3:7:9.807.257202-039:3..200.874248424244.309.9.3:2..9/7424842.3/.902-.3  0748942.7903.. 7424842.3::33.3.33./.703.2-.384.8:.74248424244 5.:5..3-:.3..  47.8  80/.:7.342443.033..9: 7424842 4 :5.7.9:74248425..33.2::9.

78 /. 0.3820  $./08708/003.]907..3003.78:-3:..75.8  !74/:88..7498 003.78:-2..3/-:.

  7..9.5.37920/:73..7  7.38. /03.37. 4 &3892:.1:9:..91 203. 7..9.90/.

90/                  .70893 4 $92:.

30748942..   47.3/ !$   9/ 08.#   .75078:897.!909/    .79.72.843   !#!$41% .79. .3/:3   995..7894 ./.-./.8:83 907.3$39088!74903   :77.02897 90/    %47947.7!:89.. %..32:9.-.803 2030-. 077.57.803 2:9.19.2.3/   &$ %# 9/ .8.39   :.9/.   ::.82030-.3 /8  .   :.. !&%&! 0825:.   :943 .78440/4907.2:0.90/4.92   444/073 44$0 /8!079.3  !.

.

70548947 :8: .. /.

-98970.2.

.

.

5907  5/1   ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful