Aspek pokok dalam ilmu Tauhid adalah keyakinan akan eksistensi Allah Yang Maha Sempurna.

Karena itu, ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid yang pokok adalah : 1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau mabda. Dalam bagian ini termasuk pula masalah takdir. 2. Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah sebagai perantara antara manusia dan Allah, atau disebut pula wasithah. Meliputi : Malaikat, Nabi/Rasul, dan kitab-kitab suci. 3. Hal-hal yang berhubungan dengan hari yang akan datang, atau disebut juga ma’ad, meliputi : surga, neraka, dan sebagainya. Ketiga ruang lingkup di atas terangkum dalam pembahasan rukun iman, yaitu Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul-Rasul, hari Kiamat, dan iman kepada qadha dan qadar. 1. Iman kepada Allah Yang dimaksud dengan iman kepada Allah ialah percaya sepenuhnya, tanpa keraguan sedikitpun, akan adanya Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Sempurna, baik zat, sifat, maupun af’al (perbuatan)-Nya. Kemudian mengkuti sepenuhnya bimbingan Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan perintah dan menjauhi Larangan-Nya dengan penuh keikhlasan. Keimanan seseorang kepada Allah ini sangat berpengaruh terhadap hidup dan kehidupannya, antara lain : a. Ketakwaannya akan selalu meningkat. b. Kekuatan batin, ketabahan, keberanian, dan harga dirinya akan timbul karena ia hanya mengabdi kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya. Tidak kepada yang lain. c. Rasa aman, damai, dan tentram akan bersemi dalam jiwanya karena ia telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. 2. Iman kepada Malaikat Iman kepada malaikat mengandung arti bahwa seseorang percaya sepenuhnya bahwa Allah mempunyani sejenis makhluk yang disebut malaikat, makhluk mulia yang tidak pernah durhaka kepada Tuhan dan senantiasa taat menjalankan tugas dan kewajibannya. Keimanan kepada malaikat membawa pengaruh positif bagi seseorang, antara lain ia akan selalu berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan sebab malaikat selalu berada di dekatnya, merekam apa yang ia katakana dan ia perbuat itu.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah Beriman kepada kitab-kitab Allah ialah mempercayai bahwa Allah menurunkan beberapa kitab kepada Rasul untuk menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul itu cukup banyak, namun yang secara jelas disebutkan di dalam Al-Quran hanya empat : Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Masing-masing kitab tersebut diturunkan kepada Nabi Musa, Daud, Isa, dan Muhammad. Pengaruh-pengaruh keimanan kepada kitab-kitab Allah terhadap seseorang antara lain : a. Mendidik toleransi terhadap pemeluk agama lain. b. Memberikan keyakinan yang penuh bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang paling lengkap dan sempurna, lebih baik dari kitab-kitab suci lainnya, karena ia diturunkan kemudian dan merupakan kitab suci terakhir dari Allah SWT. 4. Iman kepada Nabi/ Rasul Pengertiannya beriman kepada nabi dan rasul ialah keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah telah memilih beberapa orang di antara manusia, memberikan wahyu kepada mereka, dan menjadikan mereka sebagai utusan (rasul) untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Para ulama biasanya membedakan antara nabi dan rasul. Nabi adalah seseorang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri tanpa kewajiban menyampaikan wahyu itu kepada umat. Sedangkan rasul adalah seseorang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk dirinya dan untuk orang lain (umat). Rasul dibebani tugas menyampaikan wahyu tersebut kepada kaum dan umatnya. Jumlah nabi/ rasul yang dicantumkan Allah di dalam Al-Qur’an adalah 25 orang. Dampak positif dari beriman kepada nabi dan rasul ini antara lain : a. Menebalkan rasa toleransi beragama. b. Memberi keyakinan bahwa misi para rasul adalah untuk membahagiakan umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. c. Mempertebal keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT sebab Allah dengan penuh cinta dan kasih-Nya selalu mengutus rasul untuk membimbing umat manusia agar mereka tidak tersesat dan dapat mencapai kebahagiaan hidup. 5. Iman kepada Hari Kiamat.

bahkan. dan neraka. 6. Iman kepada takdir. Manusia akan sabar dalam menghadapi segala cobaan dan penderitaan hidup karena ia yakin bahwa kesenangan dan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. tidak putus asa dalam menghadapi setiap . statis. Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh yang beriman kepada qadha dan qadar antara lain : a.Yang dimaksud dengan hari kiamat (hari akhir) ialah hari kehancuran alam semesta. Iman kepada qadha dan qadar atau sering pula disebut iman kepada takdir sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjadikan manusia lemah. dan benda tajam sifatnya melukai. mengharuskan manusia bangkit dan berusaha keras untuk mencapai takdir yang sesuai dengan kehendak yang diinginkan. Manusia memiliki tujuan yang jelas yang ingin dicapai dalam setiap gerak dan tindakan yang dilakukannya. Mendorong lahirnya keberanian dalam menegakkan kebenaran. Manusia akan senantiasa menjaga dan memelihara diri dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat dan akan selalu taat dan bakti kepada Tuhan karena segala amal. Keimanan kepada hari kiamat memberikan pengaruh positif bagi kehidupan manusia : a. al-shirath (jalan yang terbentang di atas punggung neraka). Hal-hal yang berhubungan dengan hari kiamat ini antara lain adalah al-ba’ts (kebangkitan dari kubur). api sifatnya membakar. Sedangkan qadar berarti sesuatu yang belum ditetapkan benar-benar. Selanjutnya alam berganti dengan yang baru disebut dengan alam akhirat. b. Misalnya. c. dan apatis. Iman kepada Qadha dan Qadar Beriman kepada qadha dan qadar berarti seseorang mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menjadikan segala makhluk dengan kudrat dan iradat-Nya dan dengan segala hikmahnya. bulan mengedari bumi. hisab (perhitungan amal baik dan buruk manusia yang dilakukan selama ia berada di dunia). Segala yang ada di dunia ini akan musnah dan semua makhluk hidup akan mati. b. Menimbulkan ketenangan jiwa dan pikiran. manusia yang menyerah tanpa usaha. Qadha artinya ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah SWT dalam alam semesta. baik atau buruk akan ada balasannya di hari akhirat. surga. pasif. tetapi jika diqadhakan barulah ia menjadi kenyataan. yaitu kebijakan yang dapat membawanya kepada kebahagiaan hidup di akhirat.

Munafik : Secara lahiriah beriman kepada Allah. 2. doa. Tauhid rububiyah ialah keyakinan seorang muslim bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT dan selalu mendapat pengawasan dan pemeliharaan Allah. Tauhid sifat berarti segala sifat Allah SWT sebagaimana dijelaskan di dalam al-Qur’an dan hadist harus tertanam dalam jiwa. Aspek-Aspek dalam Ilmu Tauhid. tauhid sifat. amal dan perbuatannya hanya semata untuk pengabdian dan kebaktian kepada Allah SWT. tetapi secara batiniah tidak beriman. tapi harus diikrarkan (diucapkan) dengan lidah dan dibuktikan dengan amal dan perbuatan. Murtad : Sebelumnya beriman. masalah-masalah yang bertentangan dengan tauhid adalah kekafiran. Inti ajaran islam itu adalah tauhid dan lebih dalam lagi adalah pengakuan yang bulat bahwa Tuhan adalah Allah kemudian berpegang teguh (istiqamah) terhadap pengakuan itu. Kafir : Tidak percaya/ beriman kepada Allah. Tauhid qauli dan tauhid amali dimaksudkan bahwa tauhid tidak hanya terhujam di dalam hati (iktikad belaka). kemuradan. Tauhid uluhiyah atau ubudiyah merupakan tekad yang bulat dari seorang muslim bahwa segala pujian. B. Bagian-bagian tauhid sebagai suatu ilmu dapat dibagi menjadi lima aspek : Tauhid rububiyah. kemusyrikan. dan tauhid amali. 3. 1. . tauhid uluhiyah atau ubudiyah. kepribadian. kemudian keluar dari Islam. dan selalu tawakal kepada Allah SWT. 4.persoalan. c. Musyrik : Beriman tidak hanya kepada Allah (menyekutukan Allah). Secara garis besar. C. dan hidup keseharian seorang muslim. dan kemunafikan. tauhid qauli. Masalah-Masalah yang Bertentangan dengan Tauhid. dan harapan.

Misalnya: dalam surah al-Baqarah ayat 282 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanatnya…. C. syarat atau penghalang dari sesuatu yang lain. Nadb adalah tuntutan untuk melaksanakan sesuatu perbuatan yang tidak bersifat memaksa. melainkan anjuran.” Tuntutan perintah dalam ayat itu. dalam ayat itu pada dasarnya mengandung perintah.” b. tetapi terdapat indikasi yang memalingkan perintah itu kepada Nadb yang terdapat dalam kelanjutan dari ayat tersebut (al-Baqarah: 283). Pembagian Hukum Syara Hukum syara terbagi dua macam: a. dalam surat An-Nur: 56 yang artinya: “Dan dirikanlah sholat dan tunaikan zakat….” Kalimat maka tuliskanlah olehmu”. yang artinya: “Akan tetapi. karahah dan tahrim. b. adalah tuntutan syar’i yang bersifat untuk melaksanakan sesuatu dan tidak boleh ditinggalkan. sehingga seseorang tidak dilarang meninggalkannya. ibahah. Hukum wadh’i adalah firman Allah swt. Orang yang meninggalkannya dikenai sanksi. Bentuk-Bentuk Hukum Syara Bentuk-bentuk hukum taklifi menurut jumhur ulama ushul fiqih/mutakallimin ada lima macam. a. Misalnya. hendaklah kamu menuliskannya…. Hukum taklifi adalah firman Allah yang menuntut manusia untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu atau memilih antara berbuat atau meninggalkan. apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. berubah menjadi nadb. B. Indikasi yang membawa perubahan . yaitu ijab. Ijab. nadb. yang menuntuk untuk menjadikan sesuatu sebab. Pengertian Hukum syara Hukum syara adalah seperangkat peraturan berdasarkan ketentuan Allah tentang tingkah laku manusia yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat untuk semua umat yang beragama Islam.HUKUM SYARA A. apabila sebagian kamu mempercai sebagian yang lain.

maka penulisan utang tersebut tidak begitu penting. tentang larangan membunuh. misalnya hadis Nabi Muhammad saw. Akibat dari tuntutan ini disebut hurmah dan perbuatan yang dituntut itu disebut dengan haram. Misalnya dalam firman Allah dalam surat al-Isra: 78. Karanah. c. b. Abu Daud. Contoh memakan bangkai dan sebagainya. yang artinya: “Apabila kamu telah selesai melaksanakan ibadah haji bolehlah kamu berburu”. Yang artinya: “Jangan kamu membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah…. Sebab. dan perbuatan yang boleh dipilih itu disebut mubah. firman Allah dalam surah Al-An’am: 151.. yaitu membunuh jiwa seseorang disebut dengan haram.” Khitab ayat ini disebut dengan tahrim.” (HR. akibat dari tuntutan ini disebut hurmah. Ibahah adalah khitab Allah yang bersifat fakultatif mengandung pilihan antara berbuat atau tidak berbuat atau tidak berbuat secara sama. Dan seseorang yang mengerjakan perbuatan yang dituntut untuk ditinggalkan itu tidak tidak dikenai hukuman. e.” Pada ayat tersebut.ini adalah kelanjutan ayat. tergelincir matahari dijadikan sebab wajibnya shalat. adalah sesuatu yang berada diluar hukum syara’tetapi keberadaan hukum syara bergantung kepadanya. yang artinya: “perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah talak. Akibat dari tuntutan ini disebut juga karanah. Ibn Majah. Macam-Macam Hukum Wadh’i a. tetapi tuntutan itu diungkapkan melalui redaksi yang tidak bersifat memaksa. Tahrim adalah tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang memaksa. yang artinya: “Dirikanlah shalat sesudah matahari tergelincir. yaitu Allah menyatakan jika ada sikap saling mempercayai. Akibat adai khitab Allah ini disebut juga dengan ibahah. Syarat. adalah suatu hukum yang dijadikan syar’i sebagai tanda adanya hukum. Misalnya firman Allah dalam surah al-Maidah ayat 2. Misalnya. Tuntutan Allah seperti disebut dalam Nadb. dan perbuatan yang dituntut untuk ditinggalkan.adalah tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan. Al-Baihaqi dan Hakim). d. D. Misalnya firman Allah dalam surat an-Nisa: 6 yang artinya: “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin (dewasa).” .

SUBJEK HUKUM (MAHKUM ‘ALAIH) Subjek hukum atau pelaku hukum ialah orang-orang yang dituntut oleh Allah untuk berbuat. syarat dan tidak ada mani. tidak mungkin memberatkan seseorang melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan seperti mencat langit. karena minuman keras tidak bernilai harta dalam pandangan syara’.” c. Bathil. adalah terlepasnya hukum syara dari ketentuan yang ditetapkan dan tidak ada akibat hukum yang ditimbulkannya. Shahih. F. Misalnya: memperjualbelikan minuman keras. Misalnya dalam hadis nabi yang berbunyi: “Pembunuh tidak memdapat waris. Adapun syarat-syarat taklif atas subjek hukum. Perbuatan itu sesuat yang mungkin dilakukan oleh mukallaf dan berada dalam kemampuannya untuk melakukannya. adalah suatu hukum yang sesuai dengan tuntutan syara. OBJEK HUKUM (MAHKUM BIH) Objek hukum atau mahkum nih yaitu perbuatan mukallaf yang bersangkutan dengan hukum syar’i. Adapun syarat-syarat untuk suatu perbuatan sebagai objek hukum menurut para ahli Ushul Fiqh adalah sebagai berikut: 1. E. 3. 2. Akad ini dipandang batal. Perbuatan itu tertentu adanya dan dapat diketahui oleh orang yang akan mengerjakan serta dapat dibedakan dengan perbuatan lainnya. e. Ia memahami atau mengetahui titah Allah tersebut yang menyatakan bahwa ia terkena . adalah sebagai berikut: 1. Mani’ (penghalang). yaitu terpenuhnya sebab. dan segala tingkah lakunya telah diperhitungkan berdasarkan tuntutan Allah. d. Perbuatan itu sah dan jelas adanya.” Hadis tersebut menunjukkan bahwa pembunuhan sebagai penghalang untuk mendapatkan warisan. adalah sifat yang keberadaannya menyebabkan tidak ada hukum atau tidak ada sebab.Ayat tersebut menunjukan kedewasaan anak yatim menjadi syarat hilangnya perwalian atas dirinya.

Dia menciptakan manusia di atas bumi ini dan Dia pula yang menetapkan aturan-aturan bagi kehidupan manusia. khosyah. dll yang semuanya hanya Allah semata yang mampu. Dan semua orang meyakini adanya Rabb yang menciptakan. PEMBUAT HUKUM (HAKIM) Pembuat hukum (syar’i) dalam pengertian Islam adalah Allah SWT. dll. nadzar. mengurusi makhluk. seperti mencipta. 3. menguasai. menguasai. 2. Yaitu mengikhlaskan ibadah kepada Allah. baik aturan yang menyangkut hubungan manusia dengan Allah. takut. yang mencakup berbagai macam ibadah seperti : tawakal. Yusuf: 40 dan 67 yang artinya: “Sesungguhnya tidak ada hukum kecuali bagi Allah.” Tauhid Rububiyah Yaitu mentauhidkan Allah dalam perbuatan-Nya. Kecuali orang atheis yang berkeyakinan tidak adanya Rabb. Diantara penyimpangan yang lain yaitu kaum Zoroaster yang meyakini adanya Pencipta Kebaikan dan Pencipta Kejelekan. yaitu manusia yang telah mencapai usia dewasa. memberikan rizki. pengharapan. Jadi seseorang belum cukup untuk mentauhidkan Allah dalam perbuatan-Nya (Tauhid Rububiyah) tanpa menyertainya dengan mengikhlaskan semua ibadah hanya kepada- . G. hal ini juga bertentanga dengan aqidah yang lurus. Ia telah mampu menerima beban taklif atau beban hukum. dll. Tauhid Uluhiyah Mentauhidkan Allah dalam perbuatan-perbuatan yang dilakukan hamba. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pembuat hukum (syar’i) satu-satunya bagi umat Islam adalah Allah. baik dalam hubungannya dengan kepentingan hidup di dunia maupun untuk kepentingan hidup di akhirat.tuntutan dari Allah. Ahliyah al-Ada Kamilah atau cakap berbuat hukum secara sempurna. maupun hubungan manusia dengan sesamanya dan alam sekitarnya. Sebagaimana ditegaskan firman Allah dalam surat al-An’am: 57. Tauhid inilah yang membedakan umat Islam dengan kaum musyrikin.

oleh karena itu penulis memberikan judul “Kitab Tauhid yang merupakan hak Allah terhadap hamba-Nya”. yaitu menjadikan sesuatu mempunyai sekutu dalam suatu urusan. dll. “Tahukah engkau apa hak Allah terhadap hamba-Nya. Apabila ketiga tauhid di atas ada yang tidak lengkap. Hak Allah kepada hambanya yaitu agar hamba beribadah mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan Allah. Untuk pembahasan yang lebih lengkap bisa merujuk ke beberapa kitab diantaranya Aqidah Washithiyah. mendeskripsikan bentuk/cara. mengingkari. dan memisalkan. Tauhid inilah yang menjadi inti pembahasan dari Kitab Tauhid.Nya (Tauhid Uluhiyah). tetapi hal tersebut belum cukup memasukkan mereka ke dalam Islam. Syirk Lawan tauhid adalah syirk. “Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui”. maka dia telah menjadikan sekutu bagi Allah di dalam melaksanakan ibadah. Qowaidul Mutsla. . dan apa hak hamba terhadap Allah ?”. Judul ini diambil dari perkataan Rasulullah terhadap Muadz bin Jabbal di atas keledai. Karena orang musyrikin dulu juga meyakini bahwa Allah yang mencipta dan mengatur. Muadz bin Jabbal. Maka barang siapa yang telah syirk. maka seorang hamba bisa berkurang imannya atau bahkan telah keluar dari Islam. Tauhid Asma Wa Sifat Mengimani dan menetapkan apa yang sudah ditetapkan Allah di dalam Al Quran dan oleh NabiNya di dalam hadits mengenai nama dan sifat Allah tanpa merubah makna. Mengakibatkan sifat syirk melekat pada seseorang. Pembagian Syirk Pembagian syirk menjadi 2 bagian  Syirk besar : Mengeluarkan seseorang dari Islam.

 Syirk kecil : Jalan menuju syirk akbar tapi tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. Pembagian tauhid dan syirk menjadi 3 bagian memiliki dasar di dalam Al Quran dan As Sunnah tidak secara tersurat tapi tersirat. menetapkan nama Allah dan menetapkan peribadahan kepada Allah  Rabbi = Tauhid Rububiyah Nabi (Arab:‫ )ن بي‬dalam agama Islam adalah laki-laki yang diberi oleh Allah wahyu dan tidak wajib di sampaikan kepada umatnya. lillaahi = Tauhid Asma wa Sifat dan Tauhid Uluhiyah.  Syirk kecil yang nyata : Melakukan amalan syirk kecil yang nyata. . Sifat syirk tidak melekat seluruhnya pada seseorang. jumlah nabi ada 124 ribu orang.  Syirk tersembunyi yang kecil (riya’nya kaum muslimin) : Hal ini tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. Dikatakan bahwa. Pembagian syirk menjadi 3 bagian  Syirk besar yang nyata : Melakukan amalan syirk besar yang nyata.  Syirk yang tersembunyi : Melakukan amalan syirk yang tersembunyi Syirk yang tersembunyi dibagi menjadi  Syirk tersembunyi yang besar (riya’nya orang munafiq) : Hal ini mengeluarkan seseorang dari Islam. seperti menyembah patung. misalkan bersumpah dengan nama selain Allah.[1] sebagaimana disebutkan di dalam hadits Muhammad. Misalkan dalam ayat Al Fathihah. sifat Al Hamid. “Alhamdu lillaahi Rabbil ‘Alamin”   Al-Hamdu = Tauhid Asma wa Sifat.

Dari semua rasul. Selain ke-25 nabi sekaligus rasul. Nabi sekaligus rasul terakhir ialah Muhammad yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam dan peraturan yang khusus kepada manusia di zamannya sehingga hari kiamat. Sedangkan orang suci yang masih menjadi perdebatan sebagai seorang Nabi atau hanya wali adalah Luqman al-Hakim dalam Surah Luqman. Kata "nabi" berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi". Juga nabi-nabi yang tertulis di Hadits dan Al-Qur'an. para rasul. Sementara. Nabi pertama adalah Adam. Terdapat juga kisah Uzayr dan Syamuil. Muhammad sebagai 'Nabi Penutup' yang mendapat gelar resmi di dalam Al-Qur'an Rasulullah adalah satu-satunya yang kewajibannya meliputi umat dan wilayah seluruh alam semesta 'Rahmatan lil Alamin'. karena itu orang 'yang di tempat tinggi' semestinya punya penglihatan ke tempat yang jauh (prediksi masa depan) yang disebut nubuwwah. Isa yang lahir dari perawan Maryam binti Imran juga merupakan seorang nabi. bertugas menyampaikan wahyu dengan kewajiban atas suatu umat atau wilayah tertentu. Percaya kepada para nabi dan para rasul merupakan Rukun Iman yang keempat dalam Islam. [Nabi dan rasul dalam Al-Qur'an Al-Qur'an menyebut beberapa orang sebagai nabi. Para Nabi boleh menyampaikan wahyu yang diterimanya tetapi tidak punya kewajiban atas umat tertentu atau wilayah tertentu. Perbedaan nabi dan rasul Rasul adalah laki-laki yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada kaumnya pada zamannya. dan Syits. Zulqarnain. kata "rasul" berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Iys. seperti Yusya' bin Nun. Karena itu. ada juga nabi lainnya seperti dalam kisah Khidir bersama Musa yang tertulis dalam Surah Al-Kahf ayat 66-82. setelah lebih dulu diangkat sebagai nabi. .

Nabi Ibrahim AS 5. Nabi Muhammad SAW 2.Kriteria nabi dan rasul Dikatakan bahwa nabi dan rasul memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Memberi kabar buruk dan peringatan bagi yang tidak mau mengikuti perintah Allah SWT dengan ancaman dan penderitaan yang tidak berkesudahan dan pedih. Malaikat (Bahasa Arab: ‫()مالءك ة‬baca: malaa-ikah) adalah makhluk yang memiliki kekuatan- kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Nabi Isa AS alias Yesus 3. Mendapat mandat (wahyu) dari Allah. 1. 2. Nabi dan Rasul adalah seorang pria Ulul Azmi adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa baiknya dalam menjalankan tugas yang suci. Dari umat Bani Adam (Manusia). . diantaranya adalah:      Dipilih dan diangkat oleh Allah. Nabi Musa AS 4. Nabi Nuh AS Tugas para nabi dan Rasul : 1. Bersifat cerdas. Menyampaikan kabar gembira / risalah mengenai janji akan kebahagiaan dan kenikmatan abadi jika mau melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya.

dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul. [sunting] Etimologi Arab Menurut bahasa. berdasarkan Al Qur'an dan hadits. yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim. kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak ( ‫)م لك‬ yang berarti kekuatan. hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat. walaupun kita tidak dapat melihat mereka. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya. “Malaikat telah diciptakan dari cahaya. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat. mereka tidak pernah berdosa. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. [sunting] Malaikat di dalam ajaran Islam Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur). [sunting] Nama dan tugas para Malaikat Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman. berdasarkan salah satu hadist Muhammad.”[1] Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia. yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut: .

Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.Pemimpin para malaikat.Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah.Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api.[9][10]  Arham . Zabaniah .Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.    Jundallah .[2] Hamalat al 'Arsy . An-Nuqmah . Darda'il .[11][12][13] Ad-Dam'u .[4]  Hafazhah (Para Penjaga):[5][6] o Kiraman Katibin . bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.Mencabut nyawa seluruh makhluk. bertaubat. ditugaskan mencatat amal manusia.Para malaikat pencatat yang mulia. ajal dan lainnya pada 4 bulan kehamilan. Raqib dan 'Atid .Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan.Menjaga pintu syurga.[7][8] o Mu’aqqibat . Ridwan . .Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka.          Mikail .[3]   Harut dan Marut . Malik . Jibril . Israfil .Malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan rejeki.MEncatat amal manusia di dunia.Memeriksa amal manusia di alam barzakh. ia memiliki wajah kuning tembaga.Membagi rezeki kepada seluruh makhluk. pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.Malaikat yang mencari orang yang berdo'a. minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan. keberuntungan.Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.[rujukan?] Izrail . Munkar dan Nakir .Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.

[25]  Pemohon Ampunan Manusia di Bumi . munafik.Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[22]  Penjaga 7 Pintu Langit .[16]     Penjaga Matahari . Ar-Ra'd .Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala. ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.[21]  Penentram Hati .[23]  Pemberi Salam Ahli Surga . ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.[24]  Pemohon Ampunan Orang Beriman .[20]  Pembeda Haq dan Bathil . Ahlul Adli .[14][15] Malaikat Berbadan Api dan Salju .Pembawa roh orang-orang kafir.[26] .[19]  Malaikat `Adzab .Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.Malaikat pengatur awan dan hujan.7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit.Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[17][18] Malaikat Rahmat . permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh.Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut. zalim.Penyebar keberkahan. rahmat.

Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail. tiga dan empat. ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus. (Faathir 35:1) ” Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap. 3 dan 4. dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil. Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits. Malaikat Jibril. Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. surah Faathir 35:1 yang berbunyi: “ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi. [sunting] Wujud Malaikat Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2. yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97. Sedangkan Israfil. walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an. Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang. Ruh al-Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya. karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[27] tidak akan mampu . masing-masing (ada yang) dua. Israfil memiliki 1200 sayap. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.98 dan QS 66 At Tahrim: 4). Yang menjadikan malaikat sebagai utusanutusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik didalam Al Qur'an.

karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta.[33] 6. hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. wujud Malaikat tidak dapat dilihat. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti. sakit. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud . Suci dari sifat-sifat manusia dan jin. Yaitu wujud asli malikat Jibril . didengar. dicium dan dirasakan oleh manusia. Mempunyai sifat malu. kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu.[28] Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda. Memiliki kekuatan[37][38] dan kecepatan cahaya. bercanda. dan lainnya.[32] 5. Mampu merubah wujudnya.[34] 7. ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat. keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. makan. dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera.[36] 9.[30][31] 4.[29] 2. lapar. diraba. 3. [sunting] Sifat Malaikat Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut: 1.[39] Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib. tidur. Tidak makan dan minum.melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya. seperti hawa nafsu.[35] 8. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga. seperti rupa manusia. berdebat. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Selalu takut dan taat kepada Allah. anjing dan patung. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap. Dalam ajaran Islam.

[44] Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam. diantaranya adalah Ahmad. Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu diantara lain adalah: 1.[42] 3. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat. Bukhari. penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. Imam Al-Khaththabi. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah. Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi. Muslim dan lainnya. dan yang lainnya. Tempat yang terdapat patung (gambar). Maryam. seperti Adam nenek moyang Manusia.aslinya. Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel).[40][41] 2. Luth. yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj. . [sunting] Tempat yang tidak disukai Malaikat Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. adalah nenek moyang Jin. Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap'. seperti dalam kisah Ibrahim. Tempat yang didalamnya terdapat anjing.[43] 4. Tirmidzy. Tempat yang didalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim. sedang malaikat dicipta dari cahaya. (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan. pertanian dan berburu). Hambali. Muhammad dan lainnya.

dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).[45] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. Ishak. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.[46] Kitab Allāh (Arab: ‫ . tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. dan hari kemudian.Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya. malaikat-malaikat-Nya. Ayyub. Umat Islam diwajibkan meyakininya. dan Dia menurunkan Al Furqaan. هللا ك تاب‬Kitabullah) adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim. Ya'qub dan anak cucunya. Dalam firman Allah ayat Al Imraan 3 ayat 4: “ Sebelum (Al Quran). rasul-rasul-Nya. Harun dan Sulaiman. Yunus. —(An Nissa 4:136) ” “ Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya. kitab-kitabNya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah. —(Al Imran 3:4) ” Kemudian An Nissa 4 ayat 136 dan 163: “ Wahai orang-orang yang beriman. karena mempercayai kitabkitab selain Al Qur'an sesuai dengan salah satu Rukun Iman. Isa.[1] Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat. Isma'il. dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur. menjadi petunjuk bagi manusia. ” .

yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan didalam Qur'an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. [sunting] Shuhuf Beberapa nabi yang dikatakan memiliki shuhuf adalah:  Adam . [2] Dalam sejarah penulisan dari teks Qur'an.—(An Nissa 4:163)  [sunting] Etimologi Tulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis. tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi. kulit. seperti 2 cover dalam satu isi. yang dibundel menjadi satu. Shuhuf (Arab:‫ صح ي فة‬Tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas. —(al A'laa 87:19) ” Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu. tidak dibundel menjadi satu isi. Sedangkan mushaf (Arab:‫ م صحف‬Jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf.10 shuhuf . Kata Suhuf pula terdapat di surah al A'laa “ (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. yang mana memiliki keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf. tiap ayat didalam surah telah disusun dengan rapi. Dalam suhuf tersebut susunan tiap ayat didalam surah telah tepat. Pada saat itu. papirus dan media lain. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur'an. suhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qur'an dikumpulkan pada masa Abu Bakar. Sahafa "Menulis".

lalu dia sembahyang. (yaitu) Kitabkitab Ibrahim dan Musa. —(Al A’la : 14-19) ” “ Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? —(An Najm : 36-37) ” Mushaf Beberapa suhuf yang telah dicatat dari firman Allah kemudian dijadikan satu yang memiliki nama bermacam-macam. surah Al A'la dan An Najm. dan dia ingat nama Tuhannya.    Syits . Diantaranya adalah: Taurat (Torah) Taurat adalah tulisan berbahasa Ibrani. yang telah diberikan kepada para rasul-Nya. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. yang berbunyi. . Taurat berisikan tentang sejarah nabi-nabi terdahulu hingga Musa dan kumpulan hukum.30 shuhuf Ibrahim .10 shuhuf Untuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum didalam firman Tuhan. Selain itu. “ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).30 shuhuf Musa . Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. berisikan syariat (hukum) dan kepercayaan yang benar dan diturunkan melalui Musa. Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi bangsa Israel.60 shuhuf Idris .

—(Ali Imran: 3) ” Zabur (Mazmur) Zabur berisi mazmur (nyanyian pujian bagi Allah) yang dibawakan melalui Daud yang berbahasa Qibti. yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa. dan membenarkan kitab yang sebelumnya. Kitab ini tidak mengandung syariat.“ (Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya. membenarkan Kitab yang sebelumnya. Injil yang ada saat ini mengandung firman Allah dan riwayat Isa. 163) ” Injil Injil pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani melalui murid-murid Isa untuk bangsa Israel sebagai penggenap ajaran Musa.[3] meskipun di dalamnya banyak membahas hal kerajaan Surga. lagi menurunkan Taurat dan Injil. yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. —(Al-Maa`idah 5:46) ” . —(An-Nisa. yaitu: Taurat. karena Daud diperintahkan untuk meneruskan syariat yang telah dibawa oleh Musa. “ Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi). “ Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud. Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai satu tema atau tema-tema tertentu. membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya. Kata Injil sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelion yang berarti "kabar gembira".

dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar[4] dan karena isi kesemua kitab yang masih diperlukan. peringatan-peringatan dan hiburan. dasar-dasar hukum. dan Injil yang ada saat ini.[5] Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan berdasarkan pada salah satu surah didalam Al Qur'an yang berbunyi. serta doa-doa. “ Pada bulan Ramadan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. atau Injil. shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan. Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan. telah dimasukkan ke dalam kitab Al-Qur`an. karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya. berupa paduan filsafat semesta. Isi Al-Qur`an juga dianggap unik. puisi epik. tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat. . catatan sejarah. Zabur. kesemua kitab-kitab suci tersebut turun pada bulan Ramadan. [sunting] Semua kitab turun pada bulan Ramadan Menurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad. dan merupakan tuntunan membentuk ketaqwaan manusia. karena menurut ajaran Islam. Menurut syariat Islam. dan simfoni dalam keterpaduan teks yang indah. Namun tidak diperlukan juga upaya untuk menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat. selalu terjaga dari kesalahan. karena berupa prosa berirama.[sunting] Al-Qur`an Artikel utama untuk bagian ini adalah: Al-Qur'an Al-Qur`an merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. kitab ini dinyatakan sebagai kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Bagi umat Islam. Zabur. —(Al-Baqarah: 185) ” Tampilan Al-Qur`an dianggap unik.

kepada orang yang jujur. yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana kesemua kitab-kitab suci diturunkan di dalamnya. —(Al Baqarah 2:185) ” Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah menyanjung bulan Ramadan diatas bulan-bulan yang lain. lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. . sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu. Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuhtumbuhan yang buahnya melimpah ruah.“ Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an. serta pemisah antara haq dan batil. —(Al Maidah 66:5) ” [sunting] Hubungan Al-Qur'an dengan kitab terdahulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al Qur'an dengan kitab lain Semua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif. Didalam Al Quran membenarkan tentang adanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat. [sunting] Janji Allah terhadap orang beriman Menurut keyakinan ajaran Islam. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. tetapi Al Quran membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut. Sebagai contoh dalam ayat: “ Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya. bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat.

..Diawal tahun kenabian Muhammad. sebuah wahyu diberitakan kepadanya. —(Al Maidah 5:68) ” Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al Quran. “ Katakanlah: Hai Ahli Kitab. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Injil.. kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat.

Injil.. —(Al Maidah 66:5) [sunting] Hubungan Al-Qur'an dengan kitab terdahulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al Qur'an dengan kitab lain Semua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif. sebuah wahyu diberitakan kepadanya.. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. —(Al Maidah 5:68) Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al Quran. bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat.pertengahan. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. ” . “ Katakanlah: Hai Ahli Kitab. kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat. Diawal tahun kenabian Muhammad. Didalam Al Quran membenarkan tentang adanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat. tetapi Al Quran membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful