Aspek pokok dalam ilmu Tauhid adalah keyakinan akan eksistensi Allah Yang Maha Sempurna.

Karena itu, ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid yang pokok adalah : 1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau mabda. Dalam bagian ini termasuk pula masalah takdir. 2. Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah sebagai perantara antara manusia dan Allah, atau disebut pula wasithah. Meliputi : Malaikat, Nabi/Rasul, dan kitab-kitab suci. 3. Hal-hal yang berhubungan dengan hari yang akan datang, atau disebut juga ma’ad, meliputi : surga, neraka, dan sebagainya. Ketiga ruang lingkup di atas terangkum dalam pembahasan rukun iman, yaitu Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul-Rasul, hari Kiamat, dan iman kepada qadha dan qadar. 1. Iman kepada Allah Yang dimaksud dengan iman kepada Allah ialah percaya sepenuhnya, tanpa keraguan sedikitpun, akan adanya Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Sempurna, baik zat, sifat, maupun af’al (perbuatan)-Nya. Kemudian mengkuti sepenuhnya bimbingan Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan perintah dan menjauhi Larangan-Nya dengan penuh keikhlasan. Keimanan seseorang kepada Allah ini sangat berpengaruh terhadap hidup dan kehidupannya, antara lain : a. Ketakwaannya akan selalu meningkat. b. Kekuatan batin, ketabahan, keberanian, dan harga dirinya akan timbul karena ia hanya mengabdi kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya. Tidak kepada yang lain. c. Rasa aman, damai, dan tentram akan bersemi dalam jiwanya karena ia telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. 2. Iman kepada Malaikat Iman kepada malaikat mengandung arti bahwa seseorang percaya sepenuhnya bahwa Allah mempunyani sejenis makhluk yang disebut malaikat, makhluk mulia yang tidak pernah durhaka kepada Tuhan dan senantiasa taat menjalankan tugas dan kewajibannya. Keimanan kepada malaikat membawa pengaruh positif bagi seseorang, antara lain ia akan selalu berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan sebab malaikat selalu berada di dekatnya, merekam apa yang ia katakana dan ia perbuat itu.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah Beriman kepada kitab-kitab Allah ialah mempercayai bahwa Allah menurunkan beberapa kitab kepada Rasul untuk menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul itu cukup banyak, namun yang secara jelas disebutkan di dalam Al-Quran hanya empat : Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Masing-masing kitab tersebut diturunkan kepada Nabi Musa, Daud, Isa, dan Muhammad. Pengaruh-pengaruh keimanan kepada kitab-kitab Allah terhadap seseorang antara lain : a. Mendidik toleransi terhadap pemeluk agama lain. b. Memberikan keyakinan yang penuh bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang paling lengkap dan sempurna, lebih baik dari kitab-kitab suci lainnya, karena ia diturunkan kemudian dan merupakan kitab suci terakhir dari Allah SWT. 4. Iman kepada Nabi/ Rasul Pengertiannya beriman kepada nabi dan rasul ialah keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah telah memilih beberapa orang di antara manusia, memberikan wahyu kepada mereka, dan menjadikan mereka sebagai utusan (rasul) untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Para ulama biasanya membedakan antara nabi dan rasul. Nabi adalah seseorang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri tanpa kewajiban menyampaikan wahyu itu kepada umat. Sedangkan rasul adalah seseorang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk dirinya dan untuk orang lain (umat). Rasul dibebani tugas menyampaikan wahyu tersebut kepada kaum dan umatnya. Jumlah nabi/ rasul yang dicantumkan Allah di dalam Al-Qur’an adalah 25 orang. Dampak positif dari beriman kepada nabi dan rasul ini antara lain : a. Menebalkan rasa toleransi beragama. b. Memberi keyakinan bahwa misi para rasul adalah untuk membahagiakan umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat. c. Mempertebal keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT sebab Allah dengan penuh cinta dan kasih-Nya selalu mengutus rasul untuk membimbing umat manusia agar mereka tidak tersesat dan dapat mencapai kebahagiaan hidup. 5. Iman kepada Hari Kiamat.

Yang dimaksud dengan hari kiamat (hari akhir) ialah hari kehancuran alam semesta. Iman kepada Qadha dan Qadar Beriman kepada qadha dan qadar berarti seseorang mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menjadikan segala makhluk dengan kudrat dan iradat-Nya dan dengan segala hikmahnya. b. Manusia akan sabar dalam menghadapi segala cobaan dan penderitaan hidup karena ia yakin bahwa kesenangan dan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti. statis. Iman kepada qadha dan qadar atau sering pula disebut iman kepada takdir sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjadikan manusia lemah. Manusia akan senantiasa menjaga dan memelihara diri dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat dan akan selalu taat dan bakti kepada Tuhan karena segala amal. bulan mengedari bumi. c. Sedangkan qadar berarti sesuatu yang belum ditetapkan benar-benar. Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh yang beriman kepada qadha dan qadar antara lain : a. dan apatis. api sifatnya membakar. bahkan. manusia yang menyerah tanpa usaha. tetapi jika diqadhakan barulah ia menjadi kenyataan. al-shirath (jalan yang terbentang di atas punggung neraka). baik atau buruk akan ada balasannya di hari akhirat. Iman kepada takdir. Qadha artinya ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah SWT dalam alam semesta. dan neraka. hisab (perhitungan amal baik dan buruk manusia yang dilakukan selama ia berada di dunia). b. surga. tidak putus asa dalam menghadapi setiap . Menimbulkan ketenangan jiwa dan pikiran. 6. pasif. mengharuskan manusia bangkit dan berusaha keras untuk mencapai takdir yang sesuai dengan kehendak yang diinginkan. Hal-hal yang berhubungan dengan hari kiamat ini antara lain adalah al-ba’ts (kebangkitan dari kubur). Keimanan kepada hari kiamat memberikan pengaruh positif bagi kehidupan manusia : a. Segala yang ada di dunia ini akan musnah dan semua makhluk hidup akan mati. dan benda tajam sifatnya melukai. Selanjutnya alam berganti dengan yang baru disebut dengan alam akhirat. Misalnya. Manusia memiliki tujuan yang jelas yang ingin dicapai dalam setiap gerak dan tindakan yang dilakukannya. yaitu kebijakan yang dapat membawanya kepada kebahagiaan hidup di akhirat. Mendorong lahirnya keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Murtad : Sebelumnya beriman. tauhid qauli. Tauhid qauli dan tauhid amali dimaksudkan bahwa tauhid tidak hanya terhujam di dalam hati (iktikad belaka). Bagian-bagian tauhid sebagai suatu ilmu dapat dibagi menjadi lima aspek : Tauhid rububiyah. tetapi secara batiniah tidak beriman. kemusyrikan. dan hidup keseharian seorang muslim. c. Kafir : Tidak percaya/ beriman kepada Allah. 2.persoalan. tapi harus diikrarkan (diucapkan) dengan lidah dan dibuktikan dengan amal dan perbuatan. kepribadian. 3. 1. Tauhid uluhiyah atau ubudiyah merupakan tekad yang bulat dari seorang muslim bahwa segala pujian. dan kemunafikan. Tauhid sifat berarti segala sifat Allah SWT sebagaimana dijelaskan di dalam al-Qur’an dan hadist harus tertanam dalam jiwa. masalah-masalah yang bertentangan dengan tauhid adalah kekafiran. Tauhid rububiyah ialah keyakinan seorang muslim bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT dan selalu mendapat pengawasan dan pemeliharaan Allah. Musyrik : Beriman tidak hanya kepada Allah (menyekutukan Allah). kemudian keluar dari Islam. dan harapan. Inti ajaran islam itu adalah tauhid dan lebih dalam lagi adalah pengakuan yang bulat bahwa Tuhan adalah Allah kemudian berpegang teguh (istiqamah) terhadap pengakuan itu. C. . Aspek-Aspek dalam Ilmu Tauhid. dan tauhid amali. tauhid sifat. 4. Secara garis besar. dan selalu tawakal kepada Allah SWT. B. amal dan perbuatannya hanya semata untuk pengabdian dan kebaktian kepada Allah SWT. Munafik : Secara lahiriah beriman kepada Allah. Masalah-Masalah yang Bertentangan dengan Tauhid. kemuradan. doa. tauhid uluhiyah atau ubudiyah.

sehingga seseorang tidak dilarang meninggalkannya. Nadb adalah tuntutan untuk melaksanakan sesuatu perbuatan yang tidak bersifat memaksa. B. Pembagian Hukum Syara Hukum syara terbagi dua macam: a. Orang yang meninggalkannya dikenai sanksi. Misalnya. Hukum wadh’i adalah firman Allah swt. berubah menjadi nadb. Hukum taklifi adalah firman Allah yang menuntut manusia untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu atau memilih antara berbuat atau meninggalkan. C.HUKUM SYARA A. apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. Pengertian Hukum syara Hukum syara adalah seperangkat peraturan berdasarkan ketentuan Allah tentang tingkah laku manusia yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat untuk semua umat yang beragama Islam. Indikasi yang membawa perubahan . b. dalam surat An-Nur: 56 yang artinya: “Dan dirikanlah sholat dan tunaikan zakat…. apabila sebagian kamu mempercai sebagian yang lain. Misalnya: dalam surah al-Baqarah ayat 282 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman.” b. hendaklah kamu menuliskannya…. karahah dan tahrim. melainkan anjuran. a. nadb. hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanatnya…. tetapi terdapat indikasi yang memalingkan perintah itu kepada Nadb yang terdapat dalam kelanjutan dari ayat tersebut (al-Baqarah: 283). dalam ayat itu pada dasarnya mengandung perintah. ibahah.” Tuntutan perintah dalam ayat itu. yaitu ijab.” Kalimat maka tuliskanlah olehmu”. syarat atau penghalang dari sesuatu yang lain. adalah tuntutan syar’i yang bersifat untuk melaksanakan sesuatu dan tidak boleh ditinggalkan. yang menuntuk untuk menjadikan sesuatu sebab. Bentuk-Bentuk Hukum Syara Bentuk-bentuk hukum taklifi menurut jumhur ulama ushul fiqih/mutakallimin ada lima macam. Ijab. yang artinya: “Akan tetapi.

Ibn Majah. dan perbuatan yang dituntut untuk ditinggalkan. Dan seseorang yang mengerjakan perbuatan yang dituntut untuk ditinggalkan itu tidak tidak dikenai hukuman. Syarat. Karanah..” Pada ayat tersebut.” . Akibat adai khitab Allah ini disebut juga dengan ibahah. D. Tuntutan Allah seperti disebut dalam Nadb. Sebab. yang artinya: “perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah talak. adalah sesuatu yang berada diluar hukum syara’tetapi keberadaan hukum syara bergantung kepadanya.” (HR. yaitu Allah menyatakan jika ada sikap saling mempercayai. Akibat dari tuntutan ini disebut hurmah dan perbuatan yang dituntut itu disebut dengan haram. tergelincir matahari dijadikan sebab wajibnya shalat. Akibat dari tuntutan ini disebut juga karanah.” Khitab ayat ini disebut dengan tahrim. tetapi tuntutan itu diungkapkan melalui redaksi yang tidak bersifat memaksa. Misalnya firman Allah dalam surat an-Nisa: 6 yang artinya: “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin (dewasa).ini adalah kelanjutan ayat. e. Abu Daud. Macam-Macam Hukum Wadh’i a. Yang artinya: “Jangan kamu membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah…. dan perbuatan yang boleh dipilih itu disebut mubah. b. Contoh memakan bangkai dan sebagainya. Misalnya dalam firman Allah dalam surat al-Isra: 78.adalah tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan. yang artinya: “Apabila kamu telah selesai melaksanakan ibadah haji bolehlah kamu berburu”. yaitu membunuh jiwa seseorang disebut dengan haram. maka penulisan utang tersebut tidak begitu penting. Misalnya. c. akibat dari tuntutan ini disebut hurmah. Al-Baihaqi dan Hakim). tentang larangan membunuh. Tahrim adalah tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang memaksa. misalnya hadis Nabi Muhammad saw. adalah suatu hukum yang dijadikan syar’i sebagai tanda adanya hukum. yang artinya: “Dirikanlah shalat sesudah matahari tergelincir. Ibahah adalah khitab Allah yang bersifat fakultatif mengandung pilihan antara berbuat atau tidak berbuat atau tidak berbuat secara sama. d. firman Allah dalam surah Al-An’am: 151. Misalnya firman Allah dalam surah al-Maidah ayat 2.

2. Bathil. adalah suatu hukum yang sesuai dengan tuntutan syara. yaitu terpenuhnya sebab. Ia memahami atau mengetahui titah Allah tersebut yang menyatakan bahwa ia terkena . E. Akad ini dipandang batal. tidak mungkin memberatkan seseorang melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan seperti mencat langit. adalah terlepasnya hukum syara dari ketentuan yang ditetapkan dan tidak ada akibat hukum yang ditimbulkannya. adalah sifat yang keberadaannya menyebabkan tidak ada hukum atau tidak ada sebab.Ayat tersebut menunjukan kedewasaan anak yatim menjadi syarat hilangnya perwalian atas dirinya. Mani’ (penghalang).” c. Perbuatan itu sesuat yang mungkin dilakukan oleh mukallaf dan berada dalam kemampuannya untuk melakukannya. e. d. syarat dan tidak ada mani. dan segala tingkah lakunya telah diperhitungkan berdasarkan tuntutan Allah. Adapun syarat-syarat untuk suatu perbuatan sebagai objek hukum menurut para ahli Ushul Fiqh adalah sebagai berikut: 1. Misalnya dalam hadis nabi yang berbunyi: “Pembunuh tidak memdapat waris. 3. Misalnya: memperjualbelikan minuman keras. F. SUBJEK HUKUM (MAHKUM ‘ALAIH) Subjek hukum atau pelaku hukum ialah orang-orang yang dituntut oleh Allah untuk berbuat. karena minuman keras tidak bernilai harta dalam pandangan syara’. adalah sebagai berikut: 1. Shahih. Adapun syarat-syarat taklif atas subjek hukum. Perbuatan itu sah dan jelas adanya. Perbuatan itu tertentu adanya dan dapat diketahui oleh orang yang akan mengerjakan serta dapat dibedakan dengan perbuatan lainnya. OBJEK HUKUM (MAHKUM BIH) Objek hukum atau mahkum nih yaitu perbuatan mukallaf yang bersangkutan dengan hukum syar’i.” Hadis tersebut menunjukkan bahwa pembunuhan sebagai penghalang untuk mendapatkan warisan.

Tauhid Uluhiyah Mentauhidkan Allah dalam perbuatan-perbuatan yang dilakukan hamba. Ia telah mampu menerima beban taklif atau beban hukum. maupun hubungan manusia dengan sesamanya dan alam sekitarnya. hal ini juga bertentanga dengan aqidah yang lurus.” Tauhid Rububiyah Yaitu mentauhidkan Allah dalam perbuatan-Nya. pengharapan.tuntutan dari Allah. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pembuat hukum (syar’i) satu-satunya bagi umat Islam adalah Allah. takut. G. Jadi seseorang belum cukup untuk mentauhidkan Allah dalam perbuatan-Nya (Tauhid Rububiyah) tanpa menyertainya dengan mengikhlaskan semua ibadah hanya kepada- . khosyah. Sebagaimana ditegaskan firman Allah dalam surat al-An’am: 57. Yusuf: 40 dan 67 yang artinya: “Sesungguhnya tidak ada hukum kecuali bagi Allah. menguasai. seperti mencipta. baik aturan yang menyangkut hubungan manusia dengan Allah. nadzar. Dia menciptakan manusia di atas bumi ini dan Dia pula yang menetapkan aturan-aturan bagi kehidupan manusia. Tauhid inilah yang membedakan umat Islam dengan kaum musyrikin. dll. dll. yang mencakup berbagai macam ibadah seperti : tawakal. Yaitu mengikhlaskan ibadah kepada Allah. Ahliyah al-Ada Kamilah atau cakap berbuat hukum secara sempurna. 3. 2. Diantara penyimpangan yang lain yaitu kaum Zoroaster yang meyakini adanya Pencipta Kebaikan dan Pencipta Kejelekan. yaitu manusia yang telah mencapai usia dewasa. baik dalam hubungannya dengan kepentingan hidup di dunia maupun untuk kepentingan hidup di akhirat. dll yang semuanya hanya Allah semata yang mampu. menguasai. Dan semua orang meyakini adanya Rabb yang menciptakan. Kecuali orang atheis yang berkeyakinan tidak adanya Rabb. mengurusi makhluk. PEMBUAT HUKUM (HAKIM) Pembuat hukum (syar’i) dalam pengertian Islam adalah Allah SWT. memberikan rizki.

maka dia telah menjadikan sekutu bagi Allah di dalam melaksanakan ibadah. . Apabila ketiga tauhid di atas ada yang tidak lengkap. Mengakibatkan sifat syirk melekat pada seseorang. dan apa hak hamba terhadap Allah ?”. tetapi hal tersebut belum cukup memasukkan mereka ke dalam Islam. yaitu menjadikan sesuatu mempunyai sekutu dalam suatu urusan. mengingkari. Tauhid inilah yang menjadi inti pembahasan dari Kitab Tauhid. oleh karena itu penulis memberikan judul “Kitab Tauhid yang merupakan hak Allah terhadap hamba-Nya”. Maka barang siapa yang telah syirk. Muadz bin Jabbal. Tauhid Asma Wa Sifat Mengimani dan menetapkan apa yang sudah ditetapkan Allah di dalam Al Quran dan oleh NabiNya di dalam hadits mengenai nama dan sifat Allah tanpa merubah makna. mendeskripsikan bentuk/cara. dan memisalkan. Karena orang musyrikin dulu juga meyakini bahwa Allah yang mencipta dan mengatur. Qowaidul Mutsla. maka seorang hamba bisa berkurang imannya atau bahkan telah keluar dari Islam. Pembagian Syirk Pembagian syirk menjadi 2 bagian  Syirk besar : Mengeluarkan seseorang dari Islam. Syirk Lawan tauhid adalah syirk. “Tahukah engkau apa hak Allah terhadap hamba-Nya. Judul ini diambil dari perkataan Rasulullah terhadap Muadz bin Jabbal di atas keledai. Untuk pembahasan yang lebih lengkap bisa merujuk ke beberapa kitab diantaranya Aqidah Washithiyah. Hak Allah kepada hambanya yaitu agar hamba beribadah mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan Allah. dll.Nya (Tauhid Uluhiyah). “Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui”.

seperti menyembah patung.  Syirk kecil yang nyata : Melakukan amalan syirk kecil yang nyata. “Alhamdu lillaahi Rabbil ‘Alamin”   Al-Hamdu = Tauhid Asma wa Sifat. . Syirk kecil : Jalan menuju syirk akbar tapi tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. Dikatakan bahwa. lillaahi = Tauhid Asma wa Sifat dan Tauhid Uluhiyah.  Syirk yang tersembunyi : Melakukan amalan syirk yang tersembunyi Syirk yang tersembunyi dibagi menjadi  Syirk tersembunyi yang besar (riya’nya orang munafiq) : Hal ini mengeluarkan seseorang dari Islam. jumlah nabi ada 124 ribu orang.[1] sebagaimana disebutkan di dalam hadits Muhammad. menetapkan nama Allah dan menetapkan peribadahan kepada Allah  Rabbi = Tauhid Rububiyah Nabi (Arab:‫ )ن بي‬dalam agama Islam adalah laki-laki yang diberi oleh Allah wahyu dan tidak wajib di sampaikan kepada umatnya. Misalkan dalam ayat Al Fathihah. Sifat syirk tidak melekat seluruhnya pada seseorang. Pembagian syirk menjadi 3 bagian  Syirk besar yang nyata : Melakukan amalan syirk besar yang nyata. misalkan bersumpah dengan nama selain Allah.  Syirk tersembunyi yang kecil (riya’nya kaum muslimin) : Hal ini tidak mengeluarkan seseorang dari Islam. sifat Al Hamid. Pembagian tauhid dan syirk menjadi 3 bagian memiliki dasar di dalam Al Quran dan As Sunnah tidak secara tersurat tapi tersirat.

Sedangkan orang suci yang masih menjadi perdebatan sebagai seorang Nabi atau hanya wali adalah Luqman al-Hakim dalam Surah Luqman. Sementara. Terdapat juga kisah Uzayr dan Syamuil. Karena itu. Selain ke-25 nabi sekaligus rasul. kata "rasul" berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. para rasul. Percaya kepada para nabi dan para rasul merupakan Rukun Iman yang keempat dalam Islam. ada juga nabi lainnya seperti dalam kisah Khidir bersama Musa yang tertulis dalam Surah Al-Kahf ayat 66-82. karena itu orang 'yang di tempat tinggi' semestinya punya penglihatan ke tempat yang jauh (prediksi masa depan) yang disebut nubuwwah. bertugas menyampaikan wahyu dengan kewajiban atas suatu umat atau wilayah tertentu. Juga nabi-nabi yang tertulis di Hadits dan Al-Qur'an. dan Syits. Nabi pertama adalah Adam. Isa yang lahir dari perawan Maryam binti Imran juga merupakan seorang nabi. Zulqarnain. Kata "nabi" berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi". Nabi sekaligus rasul terakhir ialah Muhammad yang ditugaskan untuk menyampaikan Islam dan peraturan yang khusus kepada manusia di zamannya sehingga hari kiamat. Para Nabi boleh menyampaikan wahyu yang diterimanya tetapi tidak punya kewajiban atas umat tertentu atau wilayah tertentu. setelah lebih dulu diangkat sebagai nabi. . Muhammad sebagai 'Nabi Penutup' yang mendapat gelar resmi di dalam Al-Qur'an Rasulullah adalah satu-satunya yang kewajibannya meliputi umat dan wilayah seluruh alam semesta 'Rahmatan lil Alamin'. [Nabi dan rasul dalam Al-Qur'an Al-Qur'an menyebut beberapa orang sebagai nabi. Iys. seperti Yusya' bin Nun. Perbedaan nabi dan rasul Rasul adalah laki-laki yang diperintahkan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada kaumnya pada zamannya. Dari semua rasul.

Nabi Muhammad SAW 2. Nabi Nuh AS Tugas para nabi dan Rasul : 1. Memberi kabar buruk dan peringatan bagi yang tidak mau mengikuti perintah Allah SWT dengan ancaman dan penderitaan yang tidak berkesudahan dan pedih.Kriteria nabi dan rasul Dikatakan bahwa nabi dan rasul memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Nabi Ibrahim AS 5. Nabi Isa AS alias Yesus 3. 1. Bersifat cerdas. diantaranya adalah:      Dipilih dan diangkat oleh Allah. Menyampaikan kabar gembira / risalah mengenai janji akan kebahagiaan dan kenikmatan abadi jika mau melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Nabi dan Rasul adalah seorang pria Ulul Azmi adalah gelar yang diberikan kepada para rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa baiknya dalam menjalankan tugas yang suci. Malaikat (Bahasa Arab: ‫()مالءك ة‬baca: malaa-ikah) adalah makhluk yang memiliki kekuatan- kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. . Nabi Musa AS 4. 2. Mendapat mandat (wahyu) dari Allah. Dari umat Bani Adam (Manusia).

Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. [sunting] Malaikat di dalam ajaran Islam Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur). yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi. dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat. hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya. mereka tidak pernah berdosa. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut: . kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak ( ‫)م لك‬ yang berarti kekuatan. berdasarkan salah satu hadist Muhammad. kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul. berdasarkan Al Qur'an dan hadits.”[1] Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. [sunting] Nama dan tugas para Malaikat Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya. yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. walaupun kita tidak dapat melihat mereka. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim. [sunting] Etimologi Arab Menurut bahasa. “Malaikat telah diciptakan dari cahaya. Allah menciptakan mereka dari cahaya.

pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.[9][10]  Arham .Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api.Malaikat yang mencari orang yang berdo'a.Para malaikat pencatat yang mulia. Raqib dan 'Atid .Pemimpin Malaikat Zabaniah dan penjaga neraka. Jibril .Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia. bertaubat. keberuntungan.Membagi rezeki kepada seluruh makhluk.Mencabut nyawa seluruh makhluk.[3]   Harut dan Marut . Zabaniah . Darda'il . Ridwan .Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.Malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan rejeki.[7][8] o Mu’aqqibat .Pemimpin para malaikat. ia memiliki wajah kuning tembaga.[rujukan?] Izrail .          Mikail . Munkar dan Nakir .19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan. An-Nuqmah . ajal dan lainnya pada 4 bulan kehamilan.[4]  Hafazhah (Para Penjaga):[5][6] o Kiraman Katibin . ditugaskan mencatat amal manusia.Dua Malaikat yang turun di negeri Babil. bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul. Israfil .Memeriksa amal manusia di alam barzakh. Malik .MEncatat amal manusia di dunia. minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah.    Jundallah .[11][12][13] Ad-Dam'u .[2] Hamalat al 'Arsy .Menjaga pintu syurga. .

munafik.Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[17][18] Malaikat Rahmat .[20]  Pembeda Haq dan Bathil .Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir. Ahlul Adli .Penyebar keberkahan.Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[21]  Penentram Hati .Malaikat pengatur awan dan hujan.[26] .[22]  Penjaga 7 Pintu Langit .Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju. zalim.7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit. Ar-Ra'd .[25]  Pemohon Ampunan Manusia di Bumi . Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. rahmat.[24]  Pemohon Ampunan Orang Beriman .[14][15] Malaikat Berbadan Api dan Salju . ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.[23]  Pemberi Salam Ahli Surga .Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh.[16]     Penjaga Matahari .[19]  Malaikat `Adzab . ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.Pembawa roh orang-orang kafir.

Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut. Sedangkan Israfil. (Faathir 35:1) ” Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap. karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[27] tidak akan mampu . Yang menjadikan malaikat sebagai utusanutusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya.Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail. Israfil memiliki 1200 sayap. Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang. walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an. 3 dan 4. yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ruh al-Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya. Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. [sunting] Wujud Malaikat Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2. dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil. Malaikat Jibril. Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik didalam Al Qur'an. tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits.98 dan QS 66 At Tahrim: 4). tiga dan empat. surah Faathir 35:1 yang berbunyi: “ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi. Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits. masing-masing (ada yang) dua. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus.

didengar. diraba. ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya. Tidak makan dan minum. 3. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga. Memiliki kekuatan[37][38] dan kecepatan cahaya. Sebagai makhluk ghaib. seperti hawa nafsu. dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera. kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu. keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. [sunting] Sifat Malaikat Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut: 1. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud . seperti rupa manusia. tidur. berdebat. Dalam ajaran Islam. hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. lapar.[35] 8. Selalu takut dan taat kepada Allah. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin. bercanda. Mempunyai sifat malu. karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. anjing dan patung. wujud Malaikat tidak dapat dilihat. Mampu merubah wujudnya.[28] Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda.[33] 6.[34] 7.[30][31] 4. dicium dan dirasakan oleh manusia. makan. Yaitu wujud asli malikat Jibril .[39] Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka.[29] 2. dan lainnya. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap.[36] 9. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti. sakit.[32] 5.melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya.

Bukhari. adalah nenek moyang Jin. pertanian dan berburu). Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah. Tirmidzy. Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang. penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali. . seperti dalam kisah Ibrahim. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu diantara lain adalah: 1.[44] Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam.[40][41] 2. Tempat yang didalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim. diantaranya adalah Ahmad.aslinya. Hambali. Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia. yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj. [sunting] Tempat yang tidak disukai Malaikat Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut.[43] 4. Maryam. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap'. dan yang lainnya. Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis. Imam Al-Khaththabi. Muhammad dan lainnya. Tempat yang terdapat patung (gambar). Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan. Muslim dan lainnya. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.[42] 3. sedang malaikat dicipta dari cahaya. seperti Adam nenek moyang Manusia. Luth. Tempat yang didalamnya terdapat anjing.

Dalam firman Allah ayat Al Imraan 3 ayat 4: “ Sebelum (Al Quran). dan Dia menurunkan Al Furqaan. Harun dan Sulaiman.[45] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing. هللا ك تاب‬Kitabullah) adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. Isa. dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur. Isma'il. —(An Nissa 4:136) ” “ Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya. rasul-rasul-Nya. dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim.[1] Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat. kitab-kitabNya. malaikat-malaikat-Nya.Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. Ya'qub dan anak cucunya. Ishak. dan hari kemudian. ” . Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.[46] Kitab Allāh (Arab: ‫ . Umat Islam diwajibkan meyakininya. dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. —(Al Imran 3:4) ” Kemudian An Nissa 4 ayat 136 dan 163: “ Wahai orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang kafir kepada Allah. menjadi petunjuk bagi manusia. Ayyub. karena mempercayai kitabkitab selain Al Qur'an sesuai dengan salah satu Rukun Iman. Yunus.

Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan didalam Qur'an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. seperti 2 cover dalam satu isi. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur'an. Kata Suhuf pula terdapat di surah al A'laa “ (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa. tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi. yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Dalam suhuf tersebut susunan tiap ayat didalam surah telah tepat. kulit. tiap ayat didalam surah telah disusun dengan rapi. Sedangkan mushaf (Arab:‫ م صحف‬Jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf. papirus dan media lain. Sahafa "Menulis". suhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qur'an dikumpulkan pada masa Abu Bakar. yang dibundel menjadi satu. [sunting] Shuhuf Beberapa nabi yang dikatakan memiliki shuhuf adalah:  Adam . [2] Dalam sejarah penulisan dari teks Qur'an.10 shuhuf . —(al A'laa 87:19) ” Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu. Shuhuf (Arab:‫ صح ي فة‬Tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas. tidak dibundel menjadi satu isi.—(An Nissa 4:163)  [sunting] Etimologi Tulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis. Pada saat itu. yang mana memiliki keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf.

Selain itu. Diantaranya adalah: Taurat (Torah) Taurat adalah tulisan berbahasa Ibrani.10 shuhuf Untuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum didalam firman Tuhan.    Syits .30 shuhuf Musa . (yaitu) Kitabkitab Ibrahim dan Musa. berisikan syariat (hukum) dan kepercayaan yang benar dan diturunkan melalui Musa.30 shuhuf Ibrahim . Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. . Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi bangsa Israel. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. lalu dia sembahyang. —(Al A’la : 14-19) ” “ Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? —(An Najm : 36-37) ” Mushaf Beberapa suhuf yang telah dicatat dari firman Allah kemudian dijadikan satu yang memiliki nama bermacam-macam.60 shuhuf Idris . yang telah diberikan kepada para rasul-Nya. surah Al A'la dan An Najm. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. yang berbunyi. Taurat berisikan tentang sejarah nabi-nabi terdahulu hingga Musa dan kumpulan hukum. dan dia ingat nama Tuhannya. “ Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman).

—(Ali Imran: 3) ” Zabur (Mazmur) Zabur berisi mazmur (nyanyian pujian bagi Allah) yang dibawakan melalui Daud yang berbahasa Qibti. dan membenarkan kitab yang sebelumnya. yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa. yaitu Kitab Taurat. yaitu: Taurat. Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai satu tema atau tema-tema tertentu. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. Kitab ini tidak mengandung syariat. lagi menurunkan Taurat dan Injil. —(An-Nisa. membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya. 163) ” Injil Injil pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani melalui murid-murid Isa untuk bangsa Israel sebagai penggenap ajaran Musa. —(Al-Maa`idah 5:46) ” . Injil yang ada saat ini mengandung firman Allah dan riwayat Isa. “ Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi). membenarkan Kitab yang sebelumnya.“ (Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya.[3] meskipun di dalamnya banyak membahas hal kerajaan Surga. Kata Injil sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelion yang berarti "kabar gembira". “ Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam. karena Daud diperintahkan untuk meneruskan syariat yang telah dibawa oleh Musa.

catatan sejarah.[sunting] Al-Qur`an Artikel utama untuk bagian ini adalah: Al-Qur'an Al-Qur`an merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. atau Injil. Isi Al-Qur`an juga dianggap unik. tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat. telah dimasukkan ke dalam kitab Al-Qur`an. “ Pada bulan Ramadan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. dasar-dasar hukum. berupa paduan filsafat semesta. selalu terjaga dari kesalahan. serta doa-doa. Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadan. karena berupa prosa berirama. dan merupakan tuntunan membentuk ketaqwaan manusia. dan simfoni dalam keterpaduan teks yang indah. . dan Injil yang ada saat ini. —(Al-Baqarah: 185) ” Tampilan Al-Qur`an dianggap unik. [sunting] Semua kitab turun pada bulan Ramadan Menurut sumber berdasarkan hadits shahih dari Imam Ahmad. karena menurut ajaran Islam. Zabur. karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya. shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadan. Namun tidak diperlukan juga upaya untuk menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat.[5] Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan berdasarkan pada salah satu surah didalam Al Qur'an yang berbunyi. kitab ini dinyatakan sebagai kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Menurut syariat Islam. Zabur. dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar[4] dan karena isi kesemua kitab yang masih diperlukan. kesemua kitab-kitab suci tersebut turun pada bulan Ramadan. peringatan-peringatan dan hiburan. puisi epik. Bagi umat Islam.

Didalam Al Quran membenarkan tentang adanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. [sunting] Janji Allah terhadap orang beriman Menurut keyakinan ajaran Islam.“ Bulan Ramadan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an. yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana kesemua kitab-kitab suci diturunkan di dalamnya. Sebagai contoh dalam ayat: “ Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya. serta pemisah antara haq dan batil. . Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. tetapi Al Quran membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut. —(Al Maidah 66:5) ” [sunting] Hubungan Al-Qur'an dengan kitab terdahulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al Qur'an dengan kitab lain Semua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif. kepada orang yang jujur. niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat. Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuhtumbuhan yang buahnya melimpah ruah. lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran. —(Al Baqarah 2:185) ” Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah menyanjung bulan Ramadan diatas bulan-bulan yang lain. sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu.

—(Al Maidah 5:68) ” Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al Quran.Diawal tahun kenabian Muhammad. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. “ Katakanlah: Hai Ahli Kitab. kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat... sebuah wahyu diberitakan kepadanya. Injil. .

Diawal tahun kenabian Muhammad.. Didalam Al Quran membenarkan tentang adanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat. dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat. ” . bahwa wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok dari masyarakat. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. —(Al Maidah 5:68) Kalimat ini diyakini oleh pemeluk agama Islam bahwa konversi agama lama menjadi agama Islam akan dimulai dengan segala ketulusan hati mengikuti firman dari kita-kitab suci sebelum Al Quran. Injil. “ Katakanlah: Hai Ahli Kitab.. tetapi Al Quran membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut. —(Al Maidah 66:5) [sunting] Hubungan Al-Qur'an dengan kitab terdahulu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al Qur'an dengan kitab lain Semua muslim meyakini bahwa adanya wahyu progresif.pertengahan. sebuah wahyu diberitakan kepadanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful