PERCOBAAN 3 KOEFISIAN MUAI PANJANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Percobaan Menentukan koefisien muai panjang suatu batang logam 1.2 Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat banyak sekali hal-hal yang terjadi berkaitan dengan pemuaian dan pengerutan suatu benda. Misalnya pada suatu hari yang panas, kawatkawat listrik atau kawat telepon yang bergantung pada tiangnya akan bergantung kendur. Tetapi sebaliknya pada hari yang dingin. Rel kereta api dibangun dengan memberikan sedikit ruang pemisah diantara sambungansambungan antar relnya sehingga rel tersebut tidak akan melengkung ketika musim panas. Pesawat supersonik Concorde akan bertambah panas selama melakukan penerbangan kerena adanya gesekan dengan udara, pesawat tersebut akan bertambah panjang 25 cm. Dan banyak hal lainnya yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Oleh karena itu, percobaan kali ini mengenai “Muai Panjang Zat Padat”, untuk dapat memberikan suatu pengetahuan lebih mengenai hal tersebut, dan dapat kita terapakan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II DASAR TEORI Pada umumnya, ukuran suatu benda akan berubah apabila suhunya berubah. Pada benda-benda yang berbentuk batang, perubahan ukuran panjang akibat perubahan suhu adalah sangat nyata, sedangkan perubahan ukuran luas dapat diabaikan karena kecilnya. Perubahan panajng akibat perubahan suhu dapat dirumuskan sebagai berikut : ∆L = œ. Lo. ∆T ……………………………………………………..(1) Persamaan tersebut dapat diubah menjadi dimana ∆L/Lo adalah perubahan relative dari panjang dan ∆T adalah perubaha suhu. Dengan demikian koefisien muai panjang ( œ ) suatu zat didefinisikan sebagai perubahan relative dari panjang zat itu perdrajat perubahan suhu (Tim Penyusun, 2007). Efek-efek yang lazim dari perubahan temperatur (suhu) adalah suatu perubahan ukuran bahan. Bils te,epratur dinaikan maka jarak rata-rata diantara atom-atom akan bertambah yang mengakibatkan suatu ekspansi dari seluruh benda padat tersebut. Perubahan dari setiap dimensi linier tersebut, seperti panjang , lebar, atau tebalnya dinamakan ekspansi linier. Koefisien ekspansi linier mempunyai nilai yang berbeda-beda untuk bahan-bahan yang berbeda. Tegasnya boleh dikatakan bahwa kooegisien ekspansi linier atau koefisien muai panjang tergantung pada temperatur referensi yang dipilih unutk menentukan panjang awal. Akan tetapi variasinya biasanya dapat diabaikan dibandingkan terhadap ketelitian dengan nama pengukuran (Tepler, 1998). Salah satu sifat zat pada umumnya adalah akan mengalami perubahan dimensi (panjang, luas dan

. Steam Generator . 1969) BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3. ∆T ) ………………………………………………(2) Bila umumnya œ berharga sangat kecil.. Satu set “Expansiion Apparatus” Berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan logam besi dan kuningan yang akan digunakan dalam percobaan. f. L2 dL3 ………………………… (5) dt dt dt dt Ini kita bagi dengan Ll. c.(3) Persamaan diatas menyatakan bahwa panjang batang pada suatu kondisi dapat dinyatakan dalam panjang batang disetiap kondisi lain asal suhu kedua kondisi itu diketahui (Tim Pnusun. Sedangkan platina dengan titik lebur tinggi memperlambat kelajuan pemuaiannya. L3. dV = 1. L3 …………………………………………………………… (4) dV = L1. sehingga œ2 dapat diabaikan.1 Alat dan Fungsi Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. Lt = Lo ( 1 + œ . Kehilangan logam seperti timah seola-olah mengetahui bahwa ia akan cepat melebar.volume) bila dikenai panas. Koefisien volume dapat dihitung dalam bentuk koefisien linier (lurus) sebagai berikut. 2003). Maka volumenya ialah : V = L1. dL1 + L1.(6) V dt L1 dt L2 dt L3 dt (Sears&Zemansky. sehingga ia memuai dengan cepat sesuai dengan kenaikan temperatur. L2. Selang Karet Berfungsi untuk menghubungkan steam generator denngan batang logam dan menyalurkan air yang keluar dari steam generator ke batang logam. b. Cawan Petri Berfungsi untuk menampung air yang keluar dari lubang yang ada pada batang logam pada saat air mendidih. seandainya benda tersebut berwujud batang atau kabel maka yang banyak menarik perahatian adalah perubahan panjangnya... d. L2.L3 dL2 + L1.. maka : 1. Bila ∆L = Lt – Lo Maka. L2. dan L3. L2. Untuk itu didefinisikan suatu besaran yang disebut koefisien muai panjang ( œ ) suattu perubahan fraksional panjang ∆L/Lo dibagi perubahan suhu. Termometer Digital Berfungsi untuk mengukur suhu (temperatur) zat yang digunakan dalam percobaan.. maka : L2 = L1 ( 1 + œ ( T2 – T1 ) ………………………………………………. e. dL1 + 1 dL2 + 1 dL3 ……………………………. misalnya sebuah benda padat berbentuk paralepedium tegak yang panjang isinya L1. Dial Gauge Berfungsi untuk mengukur perubahan relatif panjang suatu logam. Semua logam memuai pada fraksi yang sama dari volume semula.

4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 3. 5. Memperhatikan jarum penunjuk dial gauge dan mencatat sebagai ∆L bila sudah maksimum. T (°C) ∆L(mm) 1. 5.Berfungsi untuk menampung air yang akan dididihkan atau sebagai tempat untuk memanaskan air.2 Prosedur Percobaan 1.10-2 56. T (°C) ∆L (mm) 1.10-2 To = 32 °C Lo = 640 mm Tabel. 3.4 0 21. Mengulangi percobaan namun dengan menggunakan kuningan. Hasil Percobaan Muai Panjang Terhadap Besi No. Menghubungkan steam generator dengan listrik dan menuggu sampai mendidih.1 Hasil Percobaan Tabel 1. 2. Merangakai peralatan dan mengatur penunnjuk dial gauge supaya menunjukkan angka nol. 3. 4. No. Merendam pipa besi dalam air dan mengukur suhunya sebagai suhu awal. Mengisi steam generator dengan air hingga kurang lebih 3/4nya.10-2 81.10-2 78. 32 40 60 80 99. 6. 2. . 2 Hasil Percobaan Muai Panjang Terhadap Kuningan.

Kesalahan relatif pada logam besi sebesar 68. Dari percobaan yang dilakukan ddapatkan nilai œ sebesar 1. Besar muai panjang pada logam kuningan yaitu 1. Perbedaan perubahan panjang dan suhu pada msing-masing logam menyebabkan hasil yang diperoleh untuk koefisien muai panjang juga berbeda-beda. 10-5 K-1 . Dan hal ini terbukti dalam percobaan yang telah dilakukan. 10-5 dalam 5 kali percobaan. 5.1 Kesimpulan 1. 2. Kesalahan relative didapat dengan cara y persamaan dikurang y data dan dikalikan 100 %.5. Dan dari percobaan inilah kita dapat menentukan koefisien muai panjang dari logam besi dan kuningan tersebut. yaitu pada kuningan petambahan panjang lebih besar dari pada besi.4376 %..1625 % 5. 10-5 K-1 4.1652 % sedangkan kesalahan relative pada kunigan sebesar 60.9054. Kenaikan suhu menyebabkan ukuran dari suatu logam bertambah panjang. 3. Nilai œ ( koefisien muai panjang ) dari hasil perhitungan lebih kecil dari pada nilai œ menurut dasar teori.9054. 3.10-2 27. BAB V PENUTUP 5.2.10-5 pada besi dalam 5 kali percobaan sedangkan œ pada kuningan seesar 1.5 40 60 80 99.10-2 48. hal ini diduga kerena kunigan memiliki densitas yang lebih kecil dari pada besidan merupakan penghantar panas yagn baik dibandingkan besi. 4. dimana logam besi dan kuningan mengalami perubahan panjang jika terjadi kenaikan suhu.5 °C Lo = 640 mm 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya koefisien muai panjang yaitu temperatur / suhu. Pertambahan pajang pada kuningan lebih besar dari pada besi.2 Pembahasan Suatu benda akan berubah ukurannya jika suhunya juga berubah. Pada percobaan ini logam besi dan kuningan mengalami pertambahan panjang yang berbeda karena pemanasan. Kesalahan relative rata-rata pada besi yaitu sebesar 68.5. kemampuan masing-masing logam untuk memuai.1643. 31.1643.3 0 7. Besar muai panjang pada logam besi yaitu 1. dan tingkat kepekaan jenis benda dalam menghantarkan panas.10-2 42.10-2 To = 31.5.

Fisika Untuk Universitas.425 80 6. Banjarbaru. 99.075 40 1.5 ( 1.6.5 ( 22452.10-1 ∑ x. 2003. Penuntun Ilmu Pengetahuan Pembakaran dan Peleburan.58376. 10-3 . 80 640.n ∑ xy œ== ( ∑x )2 . Sears & Zemansky.182421091 = .5 0 2.8 ) b== n5 . 2007. Jakarta. 1969.8 . ITS.312496.960936. Universitas Lambung Mangkurat.10-2 ∑ 310.10-4 6400 5.49 7. Fisika I. Binacipta. Perhitungan Tabel. 10-3 . Kesalahan relatif pada logam kuningan sebesar 60.8 )2 .10-3 3.255 310.437 % 5.5250731. 10-5 ( 310.21875. DAFTAR PUSTAKA Lafferti. FMIPA.10-4 1600 4.5 640 31. adi Prasetya.27 60 4.17187. 1.3 7. 1993.8 1.06 = 1.10-4 9860. 40 640. Tim Penyusun.960936.960936. ∑ y .57812. T(°C) L (mm) X = T y = x2 xy 1. Semarang. 3 Hasil Perhitungan Untuk Logam Besi No.1643. Surabaya.10-2 4. Fisika Untuk Sains dan Teknik.15667.93125. 1998.6875.10-4 3600 2. Peter. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Tim Penyusun. Tepller.10-3 22452. Erlangga.10-2 5.0.74 1. Bandung.2 Saran Penyusun menyarankan agar percobaan ini dijalankan dengan teliti dan tepat dalam melihat temperatur digital dan dial gauge yang terus berputar. 10-1 ) = ( 310.64062.74 ) .8 3201.1.5 0 992. 10-5 ∑ y – œ ∑x 1.58376. 31. 1643.3 640. 60 640.n ( ∑ x2 ) 310.485 99.

31.0.005276343 340.000698294 0.21875.5 40 60 80 99.1.00126298 0.64062.3 0 1.4 Hasil Perhitungan Kesalahan Relatif Pada Besi No.00079726 0.826 . T ( °C ) Y data Y persamaan y = œ x . 3. 10-4 7.001487689 100 85. 10-3 . 4.57812.06 ∑ 310.960936.8 1.30 59.001657708 = 5 = 0.0. 10-4 6.42 49.b kesalahan relatif (%) 1. 5.17187.960936. 10-3 0. 10-4 0.00033154 Tabel.003618644 = 5 .00103012 0.046 47. 2. 10-4 4.

5.75. 5 Hasil Perhitugan Muai Panjang Untuk Logam Kuningan No.78 640.21875.288925 ∑ x.0975 0. 3. 0. 10-3 1024 1600 3600 6400 9880.4 0.n ∑ xy 311.36 311.0525 0.1652 % Tabel.265625.013125 0.81 32 40 60 80 99.4 640 640. 4.0036875 . 5. 10-4 1.0036875 22504. 0. ∑ y .4 0 3. 2. T (°C ) L (mm) x = T x 2 xy 1.56 640.1258 ∑ 311. 10-4 8.4 3202.21 640.36 0 0.28125.288925 œ== .36 0. 10-3 1.= 68. 32 40 60 80 99.4 .

T (°C) Y data Y pers kesalahan realtif (%) 1.296375 = .a ∑x 0.1555184 = 1. 32 40 60 80 99.0. 3.0. 2.1.0.(∑x)2 . 311.5 ( 22504. 10-4 1.5 = 5 . 10-5 .10-3 0.21875.265625. 6 Hasil Perhitungan Kesalahan Relatif pada Logam Kuningan No.0036875 . 5.4 0 3.9054.001592423 0.001973503 .0036875 .10-3 1. 10-4 8.36 ) .001211343 0.4 )2 .000449183 Tabel.4 b== n5 0.0. 4.n (∑x2) ( 311.75.28125.0059334.001058911 0. 10-5 ∑y .9054.002245915 =5 = 0.

4 0.188 = 60.986 ∑ 311.0.05 38.44376 % .0036875 0.912 45.00817933 302.24 45.00234315 100 72.

.8!079:3.3#0.91!.308.../.                      %.-0 ...91                                                           c        .2.3    -08.08  4  % S  /.  5078.9.370.

!.3&39:4.-0 .3:.8!079:.3.        %.2:33.3  4 % S  22 %                                                                    c            c c 3c        .

915..370..3#0.308.9.3  4 % S /.c         - 3                %.8!079:3...91                                              .-0 .2:33.c  3 c                       c .4./.  5078  08.

          c               .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful