P. 1
Urgensi Psikologi Agama dalam Pendidikan

Urgensi Psikologi Agama dalam Pendidikan

|Views: 398|Likes:
Published by Dabuy Ciye-ciye

More info:

Published by: Dabuy Ciye-ciye on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2014

pdf

text

original

A. Urgensi Psikologi Agama dalam Pendidikan (keluarga, Sekolah, dan Masyarakat).

Education (pendidikan) dan jiwa keagamaaan sangat terkait, karena pendidikan tanpa agama ibaratnya bagi manusia akan pincang. Sedang jiwa keagamaan yang tanpa melalui menegemant pendidikan yang baik, maka juga akan percuma. Dengan kata lain, pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam upaya menanamkan rasa keagamaan pada seseorang. a. Pendidikan Keluarga Perkembangan agama menurut W.H. Clark, berjalin dengan unsur-unsur kejiwaan sehingga sulit untuk diidentifikasikan secara jelas, karenaa masalah yang menyangkut kejiwaan, manusia demikian rumit dan kompleksnya. Namun demikian, melalui fungsi-fungsi jiwa yang masih sangat sederhana tersebut, agama terjalin dan terlibat didalamnya. Melalui jalinan unsurunsur dan tenaga kejiwaan ini pulalah agama itu bekembang (W.H. Clark, 1964: 4). Menurut Rosul Allah swt, fungsi dan peran orang tua bahkan mampu untuk membentuk arah keyakinan anak-anak mereka. Menurut beliau, setiap bayi yang dilahirkan sudah memiliki potensi untuk beragama, namun bentuk keyakinan agama yang akan dianut anak sepenuhnya tergantung dari bimbingan, pemeliharaan dan pengaruh kedua orang tua mereka. b. Pendidikan Kelembagaan Pendidikan agama di lembaga pendidikan bagaimanapun akan memberi pengaruh bagi pembentukan jiwa keagamaan pada anak. Namun demikian, besar kecilnya pengaruh tersebut sangat tergantung pada berbgai faktor yang dapat memotivasi nak untuk memahami nilai-nilai agama. Sebab, pendidikan agama pada hakikatnya merupakan pendidikan nilai. Oleh karena itu, pendidikan agama lebih dititik beratkan pada bagaimana membentuk kebiasaan yang selaras dengan tuntunan agama. Fungsi sekolah dalam kaitannya dengan pembentukan jiwa keagamaan pada anak, antara lain sebagai pelanjut pendidikan agama di lingkungan keluarga atau membentuk jiwa keagamaan pada diri anak yang tidak menerima pendidikan agama dalam keluarga. Dalam konteks ini guru agama harus mampu mengubah sikap anak didiknya agar menerima pendidikan agama yang diberikannya. Menurut Mc Guire, proses perubahan sikap dari tidak menerima kesikap menerima berlangsung melalui tiga tahap perubahan sikap. Proses:

para guru agama harus mampu memberikan pemahaman kepada anak didik tentang materi pendidikan yang diberikannya. Untuk menopang pencapaian itu. Pendidikan Masyarakat Masyarakat merupakan lapangan pendidikan yang ketiga. Penerimaan ini sangat tergantung dengan hubungan antara materi dengan kebutuhan dan nilai bagi kehidupan anak didik. Yang mana pertumbuhan psikis akan berlangsung seumur hidup. maka Allah pun enggan menaikkanny. kita wajib memberikan perhatian penuh utuk menghidupkan kontrol agama pada jiwa seseorang dan kita jadikan hal itu sebagai sarana untuk menjaga nilai-nilai akhlak yang ada padanya. Kedua sikap ini akan sangat menentukan dalam mengubah sikap para anak didik. kontrol . artinya kita telah menegakkan pilar-pilar pendidikan yang sangat kokoh. kedua. Hati yang bersih dan sehat adalah cahaya yang seseorang pada langkah-langkah kehidupan yang benar. Sehingga sangat besarnya pengaruh masyarakat terhadap pertumbuhan jiwa keagamaan sebagai bagian dari aspek kepribadian yang terintegrasi dalam pertumbuhan psikis. pendidikan agama yang diberikan harus dapat menarik perhatian peserta didik. Jadi. dan ketiga. adanya pemahaman. . Artinya jka kekuatan rasa beragama atau pengawasan jiwa. Pertama. Umar bin Khattab r. Berangkat dari sinilah. maka guru agama harus dapat merencanakan materi. metode serta alat-alat bantu yang memungkinkan anak-anak memberikan perhatiannya.Pertama adalah adanya perhatian.a menyatakan “Barang siapa yang kebal dididik oleh syari’at. dan yang memberikan rasa ketenangan dan kepuasan pada jiwa. tidak terbatas pada kegiatan yang bersifat hapalan semata. Apabila kita mendapat pendidikan dan kesadaran hati pada waktu kecil. adanya penerimaa. antara lain memiliki keahlian dalam bidang agama dan memiliki sifat-sifat yang sejalan dengan ajaran agama seperti jujur dan dapat dipercaya.Kedua. Peran psikologi agama dalam lembaga ini adalah memupuk jiwa keagamaan karenma masyarakat akan memberi dampak dalam pembentukan pertumbuhan baik fidik maupub psikis. c. pengaruh kelembagaan pendidikan dalam pembentukan jiwa keagamaan pada anak sangat tergantung dari kemampuan para pendidik untuk menimbulkan ketiga proses itu. Dengan demikian. Ketiga. Pemahaman ini akan lebih mudah diserap jika pendidikan agama yang diberikan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.. penerimaan siswa terhadap materi pendidikan agama yang diberikan. Dan sikap menerima tersebut pada garis besarnya banyak ditentukan oleh sikap pendidk itu sendiri.

jiwa. rasa bertuhan ini meliputi merasa ada sesuatu yang maha besar yang berkuasa atas dirinya dan alam semesta. rasa rindu.” pergi yang berarti tetap di tempat dan diwarisi turun menurun. Kedua yaitu rasa taat. untuk bertaqwa kepadaNya. Pertama yaitu rasa bertuhan. oleh karena itu pendidikan agama islam adalah sebuah upaya nyata yang akan mengantarkan umat islam kepada perkembangan rasa agama. Pendidikan memang mempunyai peranan yang sangat penting bagi manusia. karena itu maksimal dan tidaknya pendidikan agama tergantung dari faktor yang dapat memotivasi untuk memahami nilai agama. Atau dengan kata yang lebih singkat dan sering digunakan oleh al Qur`an. Jiwa keagamaan ini akan tumbuh bersama dengan suasana . “gam. Semakin suasana pendidikan agama membuat betah maka perkembangan jiwa keagamaan akan dapat tumbuh dengan optimal. mengarahkan dan melatih potensi jasmani. agama berasal darikata Al-Din yang berarti undang-undang/ hokum. Pendidikan agama adalah bentuk pendidikan nilai. rasa taat ini meliputi ada rasa ingin mengarahkan diri pada kehendak-Nya dan ada rasa ingin mengikuti aturan-aturan-Nya. ada rasa ikatan dengan sesuatu tersebut. Menurut Harun Nasution.hati tidak ada pengaruhnya. akal dan fisik manusia seoptimal mungkin agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. suatu ilmu yang mempelajari kepercayaan jiwa manusia secara keseluruhan baik dari sisi jasmani maupun rohani manusia. Dan kata Agama terdiri dari kata akronim dari “a” . kedua-duanya mempunyai makna yang berbeda. Sedangkan agama memiliki sangkut paut dengan kehidupan batin manusia. rasa kagum dan lain-lain. Kemudian religare berarti mengikat. tujuan pendidikan al Qur`an (Islam) adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba dan khalifah-Nya. Psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gejala jiwa amnesia yang normal. dewasa dan beradab. maka peraturan atau undang-undang apapun yang ada dimuka bumi ini juga tidak akan ada pengaruhnya Hubungan psikologi agama dengan pendidikan adalah. tidak. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah. religi (latin) atau relege berarti mengumpulkan dan membaca. Menurut Quraish Shihab. rasa dekat. Dengan demikian pendidikan harus mampu membina. Umat islam akan lebih memahami dan terinternalisasi esensi rasa agama itu sendiri. Dari pengertian tersebut dapat dirumuskan pengertian psikologi agama adalah.

Iman yang bersikap dinamis . Di sampinga itu.lingkungan sekitarnya. Zakiah Darajat bahwa psikologi agama meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisne yang bekerja dalam diri seseorang. Dimana Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajarigejala jiwa manusia yang normal. serta faktor-faktor yang mem pengaruhi kenyakinan tersebut. bagaimana prilaku dan kepribadiannya mencerminkan keyakinannnya. karena keyakinan itu masuk dalam kostruksi pribadi Belajar psikologi agama tidak untuk membuktikan agama mana yang paling benar. kata iman menunjukan adanya kehangatan emosi dan mengandung keharusankeharusan atau kewajiban-kewajiban sebagai akibat adanya keimanan. . psikologi agama adalah meneliti dan menelaah kehidupan beragama pada seseorang yang mempelajari berapa besar pengaruh kenyakinan agama itu dalam sikap dan tingkah laku serta keadaan hidup pada umumnya. bersikap.lah tumbuh maka akan terbentuk sikap keagamaan yang termanifestasikan dalam kehidupan sehari-harinya Menurut Prof. dewasa dan beradap. Remaja adalah cikal bakal calon pemimpin Negara. Dr. tapi hakekat agama dalam hubungan manusia dengan kejiwaannya . berpendapat bahwa psikologi agama adalah cabang dari psikologi yang bertujuan mengembangkan pemahaman terhadap perilaku keagamaan dengan megaplikasikanprinsip-prinsip psikologi yang dipungut dari kajian terhadap perilaku bukan keagamaan . Sehubugan dengan psikologi agama Jalaludin berpendapat bahwa Psikologi Agama menggunakan dua kata yaitu Psikologi dan Agama. bereaksi dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya. kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. psikologi agama jua mempelajari pertumbuhan dan perkembangan jiwa agama pada seseorang. Sedangkan menurut Zakiah Darajat. Agama berasal dari kata latin religio. membentuk psikologi yang benar pada remaja telah di atur di dalam Islam sebagai agama yang satu-satunya Haq. karena cara seseorang berpikir. Apabila jiwa keagamaan te. Taules . yang dapat berarti obligation/kewajiban.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->