Hukum Internasional Tentang Pelanggaran HAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan lahirnya Deklarasi HAM Sedunia pada 10 Desember 1948 diharapkan keadilan di dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat di dunia ini dapat ditegakkan. Deklarasi tersebut mempunyai arti penting yang besar karena menjadi dasar untuk mengubah dan membebaskan peradaban manusia yang telah berabadabad didominasi ketidak-adilan, di mana hak asasi manusia tidak mendapat perlindungan, jutaan manusia sampai abad XIX masih berstatus budak, yang kehilangan hak-hak asasinya dan dianggap sebagai benda yang dapat diperjual belikan. Baru di abad XX dengan meningkatnya kesadaran akan rasa keadilan dan kemanusiaan maka lahirlah Deklarasi HAM Sedunia PBB. Meskipun demikian deklarasi tersebut hanyalah suatu deklarasi semata-mata, yang tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat bagi negara anggota PBB, apalagi bagi negara yang tidak menjadi anggota PBB. Hanya sesudah materi dari deklarasi tersebut diadopsi di dalam perundang-undangan (konstitusi, UU dan lain-lainnya) negara bersangkutan barulah mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Meskipun UUD 1945 (asli) tidak memuat banyak pasal tentang HAM tetapi hal itu tidak berarti bahwa RI tidak menyetujui HAM. Sebab Dasar Negara Pancasila memuat inti dasar dari normanorma HAM. Di samping itu dalam Pembukaan UUD 1945 memuat suatu pernyataan tentang hak asasi yang lebih agung dan mulia nilainya, sebab sifatnya tidak individualistik, melainkan sifat kolektif besar manusia – bangsa: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Deklarasi yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut lahir 3 tahun lebih awal dari pada Deklarasi HAM Sedunia, dan 1

yang lebih super-penting lagi deklarasi dalam UUD 1945 tersebut adalah deklarasi Hak Asasi mengenai hak dan kedaulatan atas tanah air, atas sumberdaya alam yang berabad-abad telah dirampas oleh kaum kolonialis. Jelas di sini terdapat dikotomi antara penjajah dan yang dijajah, yang tidak mungkin dikaburkan. Sedang HAM dari Deklarasi PBB hanyalah bersifat perorangan – individualistik, meskipun tidak diragukan arti pentingnya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, tapi individualisme (nyawa dari ideologi libralisme) ini di era globalisasi bisa mencampuradukkan atau mengaburkan antara sipenjajah dan yang dijajah dengan selimut hak kebebasan berpendapat dan hak asasi lainnya. Jelasnya, dalam era globalisasi neokolonialisme bisa menggunakan baju HAM. Maka kita harus dengan bijak menggunakan HAM, jangan latah, jangan sampai HAM menelan HAB – hak asasi bangsa Indonesia atas kemerdekaan dan kedaulatan atas kekayaan alamnya. Setelah mencapai kemerdekaan, stadium selanjutnya bagi bangsa Indonesia ialah berjuang menegakkan nilai-nilai HAM. Ketentuan-ketentuaan hak asasi manusia yang tercantum dalam dokumen PBB (Deklarasi HAM Sedunia, Kovenan Hak Sipil dan Politik, Kovenan Hak Ekonomi dan Sosial-budaya, dll) sudah diratifikasi dan diadopsi dalam perundang-undangan Indonesia. UUD 1945 setelah mengalami 4 kali amandemen telah memuat banyak pasal mengenai hak asasi manusia. UU organik juga sudah terbentuk. Dengan telah terbentuknya UU Pengadilan HAM, seharusnya banyak kasus pelanggaran HAM yang sudah bisa dituntaskan. Tapi kenyataannya tidak demikian. Banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia tidak mendapat penyelesaian semestinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa keadilan tidak ditegakkan. Bisa dihitung dengan jari mengenai berapa kasus HAM yang sudah diselesaikan oleh Pengadilan. Yang sangat menyolok mata dan memprihatinkan adalah belum dijamahnya oleh para penegak hukum kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang terjadi tahun 1965-66 berkaitan dengan peristiwa G30S. Sudah berlalu 42 tahun pelanggaran HAM berat tersebut sepertinya dianggap tidak terjadi apa-apa. Padahal tanpa dibuktikan kesalahannya berdasarkan hukum yang berlaku jutaan manusia telah dibantai, ribuan orang dibuang ke pulau Buru dan dijebloskan di penjara-penjara, ratusan warganegara Indonesia di luar negeri dicabuti paspornya. Sejatinya fakta-fakta tersebut di atas saja sudah merupakan bukti yang cukup dan tak terbantahkan adanya tindak pelanggaran HAM berat. Tambahan pula adanya jutaan sanak saudara mereka yang tak mengerti apa-apa didiskriminasikan hak-hak politik dan sipilnya oleh penguasa Orde Baru, yang praktis, mereka tersebut juga menjadi korban pelanggaran 2

HAM kedua. Nah kasus para korban pelanggaran HAM tersebut di atas semuanya sampai detik ini belum dituntaskan oleh para penegak hukum. kebenaran dan keadilan masih belum ditegakkan di Indonesia, yang dinamakan negara hukum. Dalam usaha penegakan kebenaran dan keadilan, berkaitan dengan pelanggaran HAM berat 1965-66, tampak ada dua jalan: pertama melalui pengadilan HAM dan kedua melalui Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. Jalan Pengadilan HAM agaknya sangat sulit dilaksanakan. Sebab terlalu banyak oknum yang berkepentingan agar jalan tersebut tertutup. Mantan rejim Suharto dan pendukungnya yang sampai sekarang masih berperan di mana-mana tidak menghendaki adanya pengadilan terhadap pelanggaran HAM berat 1965-66. Sedang jalan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang merupakan jalan kompromi dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lampau (terutama yang berkaitan dengan tahun 1965-66) ternyata mengalami kegagalan, sebab UU KKR 2004 dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, karena dianggapnya bertentangan dengan UUD 1945. Meskipun UU KKR tersebut jelas tidak akan menghasilkan keadilan sejati, sebab masih menyisakan eksistensi impunity, toh telah dimatikan sebelum sempat berjalan. Kalau kedua jalan tersebut dewasa ini tidak dapat ditembus, berarti para korban pelannggaran HAM berat masa lampau (1965-66) sampai waktu tak tertentu tidak bakal mendapatkan keadilan. Tampaknya masa waktu 42 tahun yang telah dilalui masih harus diperpanjang lagi. Sampai kapan, itulah pertanyaannya. Berhubung dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia Ifdhal Kasim, Ketua KOMNAS HAM baru mempunyai niat untuk melaksanakan fungsinya sebaik mungkin sebagai penanggung jawab kebijakan institusi penegak HAM. Hal ini perlu didukung dan disokong sepenuhnya. Hanya kepada Ifdhal Kasim diharapkan agar pembelaan terhadap korban pelanggaran HAM masa lampau tidak mengulang atau melanjutkan praktek diskrimnatif (pilih kasih) seperti telah diterangkan di atas. Kami (para korban) melihat penanganan kasus korban pelanggaran HAM berat masa lampau (1965-66) sangat minim sekali, sehingga terasa adanya perlakuan diskriminasi. Padahal pendiskriminasian penanganan kasus pelanggaran HAM tersebut di atas identik dengan membiarkan berlangsungnya ketidak adilan dan eksistensi impunitas. Dan bersamaan dengan itu tersirat arti pembenaran terhadap tindak kejahatan melawan kemanusiaan. Juga di dunia internasional tidak terdengar suara kepedulian para institusi/lembaga hak asasi manusia terhadap jutaan korban pelanggaran HAM berat 1965-66 dibanding dengan kepeduliannya terhadap para korban pelanggaran HAM lain-lainnya. Ini jelas 3

Fenomena tentang tindakan diskriminasi di luar negeri dan di dalam negeri yang tampak berjalan seiring tentu menimbulkan pertanyaan logis dan adil: Mengapa demikian terjadi? Apakah donasi dari luar negeri kepada lembaga-lembaga di Indonesia mempunyai pengaruh kuat terhadap timbulnya fenomena tindakan diskriminasi tersebut di atas?. Tidak perlu susah-susah njlimet mencari data-data. Keadilan dan Konstitusi di Indonesia. bahwa: “Mantan terpidana kealpaan dan politik dapat menjadi pejabat publik”. sebab tidak pernah diproses berdasar hukum. misalnya tidak boleh menjadi pegawai negeri. Kalau mantan terpidana politik (jadi ada putusan pengadilan) saja menurut Mahkamah Konstitusi dapat menjadi pejabat publik. maka mantan tapol pulau Buru (korban pelanggaran HAM. yaitu penguasa-penguasa militer rejim Suharto pada waktu itu. tetapi mereka adalah korban tindak kejahatan kemanusiaan.juga merupakan tindakan diskriminasi. Tapi sebaliknya mereka ini bahkan mendapatkan perlakuan-perlakuan yang sangat jelek – bertentangan dengan HAM. bahkan pernah KTPnya ditempeli kata “ET” sehingga di mana-mana mendapatkan kesulitan dalam hidupnya. tetapi orang-orang yang dilanggar hak asasinya. Adalah suatu hal yang positif putusan Mahkamah Konstitusi baru-baru ini. Sebab merekalah yang membuang orang-orang tersebut di atas ke pulau Buru dan menjebloskan ke dalam penjara-penjara. sebab semuanya ada di arsip kopkamtib (kalau belum keburu dimusnahkan). Tampak perjuangan untuk tegaknya 4 . Sekali lagi kita tidak melihat jamahannya kepada para korban pelanggaran HAM berat 1965-66. Sayang sekali hal tersebut di atas tidak mendapat singgungan dari Mahkamah Konstitusi. Dan kalau penegak hukum berkemauan menjalankan fungsinya sebagai penegak keadilan maka mudah saja menunjuk hidung siapa yang melakukan pelanggaran HAM berat 1965-66. mestinya fakta pembuangan ke pulau Buru saja sudah merupakan bukti kuat yang tak terbantahkan tentang adanya pelanggaran HAM berat. gubernur. Mereka bukan pelaku kejahatan. walikota dan lai-lainnya. Mereka di sana mendapat perlakuan yang biadab dan disiksa dengan kejam. tidak boleh menjadi guru dan larangan-larangan lainnya. Pejabat publik bisa diartikan sebagai presiden. Contoh: ribuan orang yang dibuang ke pulau Buru belasan tahun tidak pernah dibuktikan kesalahannya berdasarkan hukum. Mereka ini bukan orang-orang terpidana politik. menteri. yang seharusnya dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun ini dijadikan bagian tema penting demi transparansi dan sosialisasi penegakan HAM. Bahkan kalau pun dokumen-dokumen tersebut sudah dimusnakan. bukan mantan terpidana) secara logika mestinya menjadi pejabat publik bukan masalah lagi.

Untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah yang bekerja sama dengan pihak hukum dalam menangani kasus pelanggaran HAM yang telah menimpa TKI kita sampai hari ini. keadilan dan HAM.2 Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam pembuatan makalah ini adalah sebagi berikut : a) b) c) Apa yang menyebabkan seringnya terjadi pelanggaran HAM di luar negeri ? Kasus pelanggaran HAM apa saja yang sering terjadi di luar negeri? Bagaimana tanggapan dan peranan pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan pihak hukum melihat kasus pelanggaran HAM yang terjadi di luar negeri hari ini. 1. 1. Sedang diskriminasi dalam penanganan kasus pelanggaran HAM (terutama kasus pelanggaran HAM berat 1965-66) masih terus berjalan. Untuk mengetahui kasus pelanggaran HAM yang sering terjadi di luar negeri.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : a) b) c) Untuk mengetahuiapa penyebab atau motif seringnya terjadi pelanggaran HAM di luar negeri.4 Metode Penelitian Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah melalui metode pustaka. Kalau penyelenggara negara dan lembaga-lembaga HAM menyadari hal-hal tersebut di atas penanganan untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat 196566 paling tidak harus berjalan sejajar/paralel dengan penanganan masalah pelanggaran HAM lainnya. data – data pendukung diperoleh melalui media internet. Mengingat besarnya korban pelanggaran HAM berat 1965-66 maka penyelesaian hukum secara adil kasus pelanggaran HAM berat 1965-66 seharusnya mendapat prioritas utama. terutama pelanggaran HAM yang menimpa TKI kita saat ini? 1.Keadilan dan Hak Asasi Manusia di Indonesia masih jauh dari sukses untuk menggeser sasarannya dari titik mati. yaitu memperoleh informasi melalui buku – buku yang memuat isi tentang kasus pelanggaran HAM . selain itu. 5 . Semoga masa depan penyelesaian masalah tersebut mempunyai perspektif yang positif bagi penegakan demokrasi.

5 Kegunaan Adapun kegunaan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah referensi serta informasi bagi penulis.1. 6 . Di samping itu juga dapat dimanfaatkan oleh pembaca pada umumnya untuk lebih mengetahui sistem dan tata cara penanganan kasus – kasus pelanggaran HAM.

Situasi yang mengerikan di tempat-tempat seperti Tanjung Guantanamo dan Bagram dan kisah – kisah tentang pusat-pusat penahanan rahasia di seluruh dunia akan berdampak negatif terhadap struktur konsep hukum internasional tentang HAM dan penerapannya di dunia. Ketaatan.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pelanggaran Ham Amerika Serikat Artikel ini dikutip dari buku “Human Rights Violation by The United States of America” yang dikeluarkan pada 2007 oleh Departemen HAM—Kementerian Politik Luar Negeri. termasuk penetapan standar dan aplikasi HAM di dunia. itu akan digunakan sebagai rujukan oleh pihak lain. Iran. menemukan interpretasi negatif atas ketentuan hukum internasional terhadap HAM di dalam kultur unilateralisme yang sedang tumbuh. dan juga memperlakukan dengan buruk tahanan di penjara Abu Ghuraib di Irak. Musim Semi 2007 94 halaman Direview oleh Hamid Sultan Saleki (Atase Pres Kedubes Iran di Jakarta) Jelas. promosi dan perlindungan HAM berdasarkan penghormatan pada perbedaan budaya dalam kerangka universalitas merupakan salah satu pilar kehidupan modern saat ini. Karena itu. pemerintahan AS berulangkali mencoba memotret pelanggaran HAM itu sebagai insiden yang terpisah. perangai HAM para pemain yang lebih berpengaruh di dunia memiliki dampak besar pada semua aspek kehidupan modern. ketika potret pertama muncul mengenai personel militar AS menghina. Kenyataannya. Ini merupakan buku pertama yang ditulis mengenai pelanggaran HAM berat oleh AS yang terang-terangan berdasarkan sumber-sumber dari berbagai lembaga internasional. pelanggaran hak-hak sipil dan politik oleh Pemerintahan AS terhadap mereka yang ada di dunia dalam apa yang disebut “ perang terhadap teror ” tak dapat disamakan dengan pelanggaran HAM oleh sebuah pemerintahan kecil dalam wilayah yang kecil. Negaranegara bertanggung jawab dalam domain HAM berdasarkan kenyataan mereka memiliki instrumen-instrumen kekuatan yang diperlukan untuk memberi arah dan efektualitas kepada kekuatan aktif globalisasi. Sejak April 2004. Buku ini menggunakan lebih dari 117 referensi sebagai sumber data dan informasi tentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh AS. kerja segelintir tentara yang buruk yang bertindak tanpa perinta. Lebih parah lagi. Tetapi 7 . menyiksa. yang ditandai dengan globalisasi yang sedang tumbuh. Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran. satusatunya aspek pengecualian dari pelanggaran di Abu Ghuraib adalah potret.

Menurut Human Rights Watch. mengabaikan. Dalam hal ini. dan lokasi di luar negeri lainnya. dan kemerdekaan. perlakukan atau hukuman yang tidak manusiawi atau merendahkan yang ditimpakan oleh militer dan personel non militer AS atau pekerja kontrak. menerapkan metode interogasi yang bersifat memaksa dan pendekatan tidak melihat kejahatan. AS telah gagal memberi penjelasan yang cukup atas tuduhan perlakukan buruk terhadap tahanan oleh personel militar dan intelijen AS di Afghanistan. Kendati fakta bahwa AS telah meratifikasi Konvensi PBB yang menentang penyiksaan dan Konvensi Ketiga dan Keempat Geneva. tahanan perang orang sipil yang ditahan dalam suatu perang tak dapat diperlakukan dalam perangai yang merendahkan. Afghanistan. di pangkalan udara Bagram dan lokasi lain di Afghanistan. Fasilitas penahanan AS yang utama di Afghanistan adalah di pangkalan udara Bagram. Human Rights Committee kekuarangan-kekurangan menyangkut telah mencatat dengan keprihatinan ketidak-berpihakan. Ada banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia oleh personel militer dan intelijen AS di Afghanistan. Kebijakan administrasi yang menciptakan iklim Abu Ghuraib dalam tiga cara fundamental pengelakkan dari hukum intenasional. terlihat bahwa Pemerintahan Bush mengklaim para tahanan yang diambil dari Abu Ghuraib tidak digolongkan sebagai tahanan perang di bawah hukum internasional. pasukan pimpinan AS telah menangkap dan menahan ribuan orang Afghanistan dan warga negara asing lain di seluruh Afghanistan. dan pelanggaran dalam seksi itu adalah “pelanggaran berat”. dan memaksa tahanan untuk duduk atau berdiri dalam posisi yang menyakitkan untuk periode waktu yang lama. dan pada kasus-kasus kematian 8 . Sejak kejatuhan pemerintahan Taliban di Afganistan.kenyataannya pola pelanggaran ini tidak berasal dari aksi beberapa tentara yang melanggar hukum. Irak. Bagaimanapun. Kejadian itu berasal dari keputusan yang dibuat oleh Pemerintahann AS untuk membelokkan.. dan bahwa Pemerintahan AS telah mengakui bahwa perjanjian – perjanjian dimaksud mengikat dalam perang untuk pembebasan Irak. termasuk di Kabul. deprivasi indera. atau mengesampingkan hukum. tidak mendengar kejahatan pemerintahan Bush. CIA juga menahan tahanan yang tak jelas jumlahnya. efektivitas investigasi menjadi tuduhan penyiksaan dan kekejian. beberapa ahli hukum telah mengungkapkan bahwa AS dapat diwajibkan untuk mengadili beberapa prajuritnya untuk kejahatan perang dan dibawah Konvensi Ketiga dan Keempat. personel militer dan intelijen AS di Afghanistan melakukan sistem interogasi yang meliputi penggunaan deprivasi tidur. di fasilitas penahanan di Guantanmo. dalam jawaban.

lembaga HAM yang berbasis di London ini menyebutkan. Selain itu. agenda keamanan global yang dipromosikan oleh AS. merupakan pelanggaran hak asasi. Sejak 2002 Kamp Guantanamo telah menjalankan perannya sebagai penjara militer dan kamp interogasi dan menahan lebih dari 775 tahanan dari 44 negara dan kebanyakan orang-orang yang dicurigai oleh pemerintahan AS sebagai operatif AlQaeda dan Taliban. tidak manusiawi dan perlakukan yang menghina atau hukuman yang dilakukan oleh anggota militer dan sipil tertentu di Afghanistan dan Irak. dan harus segera serta melakukan tidakan investigasi secara mendalam. mengganggu rasa keadilan dan kebebasan. di teritori mana saja dibawah juridiksinya. sejak negara adidaya itu mengeluarkan kebijakan perang terhadap terorisme dan invasinya ke Iraq. Dalam hal ini. The Committee Against Torture (CAT) menyuarakan keprihatinannya atas laporan-laporan yang bisa dipercaya mengenai tindakan penyiksaan atau kekejian. hukuman-hukuman dan reparasi yang dijamin buat korban. The Committee menyesal AS tidak memberikan informasi cukup menyangkut penuntutan yang dilontarkan. dan membuat dunia menjadi tempat yang mengerikan. miskin visi dan tidak punya dasar yang kuat. telah membawa pada hukuman yang lembut. penggunaaan Guantanamo sebagai penjara militer telah diserang oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia dan para pengritik lain. Invasi dan penguasaan wilayah Iraq oleh otoritas yang dibentuk 9 . AS juga di klaim sebagai Negara pelanggar HAM terburuk selama 50 tahun terakhir. termasuk suatu hasil dalam kematian tahanan. Jelas. AS telah secara eksplisit dan sistematik melanggar standar internastional menyangkut perlakukan manusiawi terhadap tahanan yang membawa pada keberatan yang dimunculkan oleh organisasi internasional inter alias Human Rights Commission and Committee Against Torture. Apa yang dilakukan AS. Amnesti Internasional (AI) menilai Amerika Serikat sebagai pelaku pelanggaran HAM terburuk selama 50 tahun terakhir. dan menjamin mereka dihukum secara wajar. termasuk sifat administratif atau kurang dari satu tahun penjara. Dalam laporan tahun 2004-nya. AS harus mengambil tindakan cepat untuk menghapus semua bentuk penyiksaan dan perlakukan buruk terhadap tahanan oleh personel militer dan sipil. yang mengutip laporan-laporan bahwa para tahanan telah disiksa atau diperlakukan secara kejam. menurut keseriusan kejahatan. terlebih. menyerang negara lain dengan mengerahkan tentaranya. Juga menjadi keprihatinan bahwa investigasi dan penuntutan banyak kasus-kasus ini.yang dicurigai di tempat tahanan di salah satu lokasi-lokasi ini. menuntut semua yang bertanggung jawab bagi tindakan semacam itu.

antara lain. menyebabkan ribuan orang di Iraq ditahan.negara-negara koalisi. sudah 65 orang yang menjalani hukuman mati di AS. setelah foto-foto penyiksaan dan pelecehan di penjara Abu Graib tersebar di masyarakat luas. Sepanjang tahun 2003. dari perburuan yang membabi buta yang dilakukan AS sejak peristiwa 11 September. bukti-bukti menunjukkan adanya pola penyiksaan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh para penyidik. tapi pada kenyataannya. Amnesti Internasional. AS telah mengabaikan dan menempatkan dirinya diluar sistem hukum yang ada. penahanan sekitar 6. telah menyalahgunakan senjata dan menggunakan bahan kimia terhadap para tahanannya. Total. Laporan itu juga menyebutkan. diduga AS menahan sejumlah tawanannya di beberapa lokasi yang tidak diketahui. Selain tidak memberikan akses pada keluarganya. AS dinilai juga telah melanggar aturan internasional dalam menerapkan hukuman mati ini. di penjara Guantanamo. ratusan orang dari sekitar 40 negara. Selain di Guantanamo. pelanggaran Ham lainnya yang dilakukan AS.000 anak-anak migran dengan tuduhan melakukan kenakalan remaja.” kata Khan dalam keterangan persnya di London. Kuba. Amnesti Internasional juga mengkritisi penerapan hukuman mati di AS. dunia telah melihat kenyataan yang sebenarnya. saling bertentangan.” papar laporan tersebut. di penjarakan AS tanpa proses hukum di Afghanistan. yang menyebabkan kasus tewasnya sejumlah tahanan di penjara AS. Khan mengatakan. Ini adalah konsekuensi logis. Amnesti Internasional juga memaparkan. Yang paling hangat. “Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa tuduhan yang jelas atau proses hukum. Amnesti Internasional menyatakan. kampanye anti terorisme dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. polisi dan penjaga penjara di AS. Sekretaris Jenderal Irene Khan menyatakan. Orang-orang ini ditahan atas dugaan terkait dengan Al-Qaeda. Anak-anak ini ditahan sampai berbulan-bulan. mengkritik AS karena berupaya mendapatkan kekebalan 10 . Disamping itu. AS telah kehilangan moral dan potensinya untuk melakukan segalanya dengan cara yang damai. pihak Departemen Kehakiman AS telah mengakui ada problem besar dalam menangani ratusan tahanan warga negara asing sejak peristiwa 11 September. Selain itu. sudah ada 885 orang yang menjalani hukuman mati sejak AS menerapkan kembali hukuman itu pada tahun 1976. perang terhadap terorisme seharusnya dibarengi dengan upaya melindungi hak asasi manusia. karena telah mengenakkannya pada anak dibawah umur 18 tahun. Mereka tidak diberi akses ke keluarga atau ke penasehat hukum. AS juga tidak memberi akses agar para tahanan bisa didampingi pengacar agar proses hukumnya bisa segera dilakukan.

Mereka sudah bertindak tidak adil. kedua negara ini mengklaim Iraq punya senjata pemusnah massal hanya untuk membenarkan tindakannya di negara lain. akhirnya AS akan dipandang sebagai penjajah bukan sebagai pembebas. menurutnya. sepanjang tahun 2003-2004 telah terjadi intervensi AS atas Irak dalam masalah-masalah internasional. Laporan itu menilai. Lembaga ini bahkan menyebut Israel sebagai penjahat perang karena tindakan brutal yang dilakukannya. semena-mena. keberhasilan demokratisasi di Irak akan menjadi sebuah model bagi reformasi negara-negara Teluk dan Timur Tengah di mana Timteng sebagai kunci bagi keamanan regional dan stabilitas internasional.hukum dari pengadilan internasional bagi tentaranya yang melakukan kejahatan perang. Selain AS. juga menyoroti masalah pendudukan Israel di Palestina. penyebab munculnya kemiskinan. Amnesti Internasional menilai Inggris juga telah melakukan pelanggaran Ham di Iraq. IISS juga melontarkan kritikan pedas atas AS-Inggris. Adalah The International Institute for Strategic Studies (IISS) yang menuduh AS dan Inggris sebagai pemicu utama kian merebaknya rasa tak aman di dunia. Setiap tahunnya IISS selalu merilis laporan-laporan yang berkaitan dengan isu-isu internasional strategis dan mengkaitkannya dengan perkembangan paling anyar di berbagai belahan dunia. Amnesti Internasional menyatakan. Menurut IISS. perdagangan senjata gelap dan melakukan kejahatan terhadap anak-anak dan wanita. “Pengadilan di Inggris dan AS. rasis. diskriminasi. jika gagal dan Irak kembali menjadi negara otoriter maka harapan itu akan sirna. Laporan lembaga hak asasi manusia Amnesti Internasional ini. dan hal itu akan menjadi mimpi buruk bagi strategi AS dan Barat. Sebelumnya IISS pada tahun 2003 telah memprediksi bahwa. Hal ini menurut IISS. AS-Inggris juga telah menyebabkan makin bertambahnya pengikut jaringan Al-Qaeda menjadi sekitar 18. mereka tak akan mampu membayar harga kegagalannya di Irak. IISS adalah sebuah lembaga studi terkenal yang bermarkas di London Inggris.” tulis laporan tersebut.000 anggota yang tengah bersiap melakukan aksi penyerangan atas Barat. Maksud hati hendak menjadi polisi dunia apa daya jadi teroris dunia. Namun demikian. mereka sendiri telah menjadi senjata pemusnah massal yang sesungguhnya. Ketika AS dan Inggris terobsesi dengan adanya ancaman senjata pemusnah massal. Begitulah ungkapan yang klop bagi AS yang tengah dihantam kutukan dunia internasional atas kasus Abu Gharib. AS – Inggris ancaman terbesar bagi keamanan dunia. Selain itu. kini mulai melakukan evaluasi atas kekuasaan eksekutif yang sudah melanggar hak asasi. terbukti setelah AS-Inggris mencaplok Irak. ancaman terorisme anti-Barat akan makin 11 .

over worked. mereka adalah satu tanah tumpah darah dengan kita.mendukung agresor sebagainya.pembunuhan dan pembantaian. Bahkan menurut IISS.Asal kita tahu saja Timor Timur itu memang daerah miskin tidak punya sumber daya alam yang dapat diandalkan. tapi yang terjadi adalah zionis Amerika membantai menyerang Palestina Iraq dan dan lain Afghanistan.Israel. berikut dideskripsikan kasus yang menimpa Peter (asal Jakarta) dan dua orang rekannya (asal Sunda) berdasarkan penuturan mereka di Konsulat Jenderal R.Timor Leste (dulu Timor Timur) dan Papua.2 Kasus Pelanggaran HAM Melalui Perekrutan Langsung TKI Salah satu faktor penyebab kompleksitas permasalahan yang terus silih berganti menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia adalah penipuan. Padahal waktu itu kita tidak pernah melakukan genosida. Selanjutnya AS mengklaim bahwa Negara kita sebagai pelanggar HAM. Kebijakan Pemerintah Malaysia yang mengizinkan calon majikan Malaysia merekrut langsung TKI di Indonesia.bangsa Indonesia tentang pelanggaran HAM yang kita lakukan di Aceh.itu dari lubuk hati kita yang terdalam. dan menelantarkanya. 2. Masih ingatkah pendapat Amerika terhadap kita. ratusan ribu orang tewas di Iraq dan Aghanistan dan rakyat Palestina juga menderita akibat senjata buatan Amerika yang diberikan kepada majikanya. Sebagai gambaran. Pria lajang berkulit putih dan berambut lurus. dan beralamat di Pondok Pinang 12 . tindak kekerasan.Tidakkah Amerika sadar bahwa setelah genderang perang ditabuh jutaan orang menderita akibat ulahnya. sekarang ini AS tengah menebar benih-benih perpecahan antara dirinya dengan Eropa. (KJRI).Kita dianggap bangsa yang tidak beradab tidak mengerti tentang apa itu hak asasi manusia.asal diketahui saja setelah merdeka mereka malah hidup jauh lebih susah daripada hidup bersama kita dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.senasib sepenanggungan dan bahkan pendahulu kita berjanji untuk mengikrarkan Indonesia Raya dari Sabang sampai Merauke.Amerika menuduh kita sebagai bangsa yang tidak becus mengatur negara kita sendiri. pelecehan seksual/pemerkosaan dan sebagainya. Di berbagai media internasional kita dituduh menjajah Timor Leste. Peter yang berumur 23 tahun.meningkat pasca aneksasi atas Irak.itu bukan keputusan sedikit orang dan tidak main – main .yang terjadi kita justru membantu Timor Timur (sebutan dahulu) membangun sarana infrastruktur dan pemerataan pembangunan. kelahiran Jakarta. memperlakukannya dengan semena mena.I.mana mungkin? Mereka adalah saudara kita sendiri.

Ketika ia sedang bekerja di tempat kerjanya di kawasan Senen. sejak hari pertama mereka 13 . hitung-hitung untuk menambah pengalaman. mereka bertiga bersama sang calon majikan menuju rumah kediamannya di kawasan KL. tertarik pada penjelasan Peter dan menyambut baik ajakannya untuk bersama-sama bekerja di negeri jiran. Untuk posisi helper. sedangkan untuk posisi cook (tukang masak). Peter menemui sang calon majikan di sebuah hotel di kawasan Senen dan menyatakan kesanggupan beserta dua orang rekannya.5 juta rupiah tersebut. dan seorang lainnya lulusan SMP (30-an tahun) sebagai calon tukang masak. sang calon majikan sudah menunggu mereka bertiga. gaji setara dua jutaan rupiah. gajinya setara tiga jutaan rupiah. setelah pengurusan paspor selesai. dan menawari pekerjaan serupa dengan gaji yang lebih besar di Malaysia . Pria tersebut juga memintanya untuk mencarikan beberapa orang pekerja lainnya. Ia mempuyai pengalaman kerja di beberapa tempat di Jakarta sebagai coffee maker. antara lain: di Hotel Horison. kejengkelan. Sesampai di bandara KL. adalah salah satu tamatan Sekolah Mengah Pariwisata (SMIP) yang mencoba menambah pengalaman dan mengadu nasib ke negeri seberang (Malaysia). ia menemui beberapa orang kenalannya dan menginformasikan jenis pekerjaan dan gaji dengan bekerja di Malaysia.Kebayoran Lama Lebak Bulus ini. atas kerjasama pria asal negeri jiran tersebut dengan “calo” di Jakarta (kawasan Senen). Selanjutnya. biaya pengurusan paspor dan transportasi. Tanpa pikir panjang. namun telah banyak pengalaman sebagai tukang masak―. kekesalan mereka bertiga bertambah lagi. Kesemuanya itu harus mereka kembalikan melalui pemotongan gaji. mereka bertiga sangat terkejut. ditanggung sepenuhnya oleh sang calon majikan. kedua temannya tersebut salah satunya tamatan STM (23 tahun) jurusan mesin sebagai calon helper. kepada mereka bertiga sudah disodori kwitansi atas sejumlah biaya proses pengurusan paspor dan biaya transportasi (Jakarta-KL). serta menyampaikan identitas mereka bertiga guna pengurusan paspor. Padahal. berangkatlah mereka bertiga menuju Kuala Lumpur (KL). Sekitar tiga-lima bulanan kemudian. Pendek kata. Dapat ditebak. Selanjutnya. Kegundahan. memutuskan menerima tawaran bekerja di Malaysia. Peter yang terakhir bekerja di sebuah restoran di kawasan Senen sebagai coffe maker dan telah bergaji 1. Pada hari pertama mereka bekerja . Setelah beberapa hari berpikir. datang menghampiri seorang pria paroh baya pengunjung restoran yang memperkenalkan diri berasal dari negeri jiran (Melaysia). di Jakarta tidak ada informasi dan perjanjian mengenai hal itu. juga minta pendapat orang tuanya. Disamping itu. dan terakhir di sebuah restoran di kawasan Senen. Dom Cafe.

dengan susah payah (hanya) diberi gaji RM.5 bulan bekerja di rumah makan milik majikan tersebut. dalam sehari.I. 1. dan dengan sangat hati-hati juga. menyatakan Duta Besar Indonesia di Malaysia Da`i Bachtiar 14 . terutama setelah terulangnya penyiksaan terhadap TKI di negara itu beberapa waktu lalu. Demikianlah sehari-harinya mereka bekerja. dan diancam dipotong gaji. 200 X Rp. secara sembuyi-sembuyi mereka makan sesuatu. Akhirnya.00 hingga sekitar jam 24. karena di KBRI KL tidak ada shelter untuk menampung TKI laki-laki. mereka bertiga meninggalkan KBRI KL dan menuju KJRI Johor Bahru. 2. yang pada akhirnya mereka bertiga hanya bertahan sekitar 1.3 Penanganan Kasus TKI Di Malaysia Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia meminta Malaysia mempercepat penanganan hukum terhadap kekerasan yang menimpa TKI di negara tetangga itu . Kebetulan tetangga dekat Peter bertiga ada seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang menolong mereka.200an untuk posisi tukang masak.-) dari janji semula di Jakarta (Indonesia) dua-tiga jutaan rupiah setara RM. dan majikan mengetahuinya. Tetapi. itupun tidak diperbolehkan mengambil lauk-pauk. mereka bertiga tidak diperbolehkan duduk. dan masing-masing mereka. 2. mereka bertiga menceritakan kasus yang mereka alami kepada aparat di KBRI.bekerja. Juru Bicara Kepresidenan Dino Pati Djalal di Kantor Kepresidenan.I.= Rp. untuk sekedar mengganjal perut. Di KJRI Johor Bahru inilah mereka bertiga untuk beberapa hari tinggal (tidur di ruang istirahat driver KJRI). 200 (RM. (Kedutaan Besar R./KBRI) di Kuala Lumpur. 750-an lebih untuk posisi coffe maker dan helper. mereka hanya di beri makan nasi satu kali saja. mereka bertiga di pagi buta sebelum subuh melarikan diri dengan merangkai sarung dan apa saja yang bisa dirangkai untuk menuruni rumah sang majikan yang bertingkat itu secara bergantian. Jika. dan hanya dengan kuah saja. Pagi hari. sedang malam hari tidak ada jatah makan lagi. mereka hanya mendapat jatah secangkir teh (manis). Sesampai di sana. 520. Atas bantuan dan petunjuk PRT itulah Peter dan dua orang rekannya dengan sangat hati-hati (menghindari aparat berwajib setempat) menuju Kantor Perwakilan R. mereka di maki-maki.600. Jakarta. yang akhirnya dipulangkan ke tanah air melalui Batam/Tanjung Pinang. sekitar jam 15-16-an waktu setempat. mereka bertiga di sarankan ke KJRI di Johor Bahru.00 waktu setempat.000. Tidak itu saja.. yaitu: sejak buka restoran/kedai jam 09. dan RM. Dengan asa yang masih tersisa. perlakuan tidak humanis juga sudah mereka rasakan.

Dino menyebutkan kasus yang mengalami kemacetan di antaranya adalah kasus Ceriyati yang belum ada keputusan sejak 2006 serta sidang pemukulan terhadap wasit karate Indonesia. Munti Binti Bani. Untuk melindungi TKI di Malaysia sebagai tindakan preventif. Berdasarkan hasil diskusi mengenai permasalahan TKI dengan institute terkait di Malaysia . penanganan hukum kasus kekerasan TKI di Malaysia memang lambat dan bahkan macet karena masalah proses pengadilan di Malaysia. Pemerintah juga akan terus melindungi TKI di Malaysia melalui tindakan preventif melalui unit khusus antar departemen di Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Demikian pula dengan kasus Nirmala Bonat yang majikannya sudah dihukum 20 tahun namun eksekusinya harus tertunda karena pelakunya mengajukan banding. “Itu yang menjadi komplain Presiden. pmerintah akan terus bernegosiasi dengan Malaysia untuk merevisi moratorium pengiriman TKI ke Malaysia yang saat ini masih dalam tahap finalisasi. Dino mengaku telah menelepon Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia untuk menyampaikan posisi pemerintah Indonesia yang mengutuk dan menyesalkan pembunuhan Munti. Meski demikian. Dino mengakui.” ujarnya. Jadi ada beberapa kasus. masalahnya memang kelambatan di sistem peradilan Malaysia dan ini terus kita dorong. Abdullah Badawi. penelitian ini fokus pada kelembagaan. Indonesia tetap menghargai sikap Malaysia yang menyatakan akan mengusut tuntas semua kasus penyiksaan TKI di Malaysia dan berjanji akan melindungi warga negara Indonesia sebagaimana warga mereka sendiri. Non Goverment Organization (NGO)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pemerintah Indonesia mendorong agar kasus ini segera dituntaskan dan pelaku yang diduga majikannya diganjar hukuman yang setimpal. dan 15 .” ujar Dino. Sesuai rencana pada trip 1. yang meliputi: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). “Pemerintah Indonesia menegaskan kembali agar Kepala Polisi Malaysia untuk menginvestigasi.telah menyurati Kementerian Luar Negeri dan instansi lain di Malaysia tentang penyiksaan yang dialami TKI di Malaysia. yang seharusnya dimulai pada Agustus 2009 namun ditunda hingga Januari 2010. pernah mengadakan pertemuan bilateral untuk hanya membahas 18 kasus kekerasan yang menimpa TKI di Malaysia. “November ini akan ada pertemuan lagi. Dino mengatakan. dan ini akan menjadi agenda penting hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Dino menuturkan Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia yang dulu. hingga perempuan asal Jombang itu meninggal dunia pada 26 Oktober 2009. banyak kasus hukumannya ringan dan deadlock karena terlalu bertele. Donald Kolopita.” ujarnya.

Pelayanan pengaduan melalui SMS 33044. Anggotanya meliputi elemen struktur KBRI a) b) c) d) e) f) g) h) i) Fungsi Protokol dan Konsuler Fungsi Sosial Budaya dan Penerangan Fungsi Penerangan Atase Imigrasi Atase Ketenagakerjaan Atase Pendidikan Atase Perhubungan Atase Riset (BIN) SLO POLRI yakni: Tujuan Satgas adalah: 1. Dalam kunjungan ke UKM tersebut tim peneliti juga sempat wawancara dengan Darul Amin. Peningkatan jejaring kerja dan pertemuan reguler dengan instansi terkait di dalam negeri dan Malaysia. Di KBRI Kuala Lumpur. khususnya perempuan. 2. 16 . Kegiatan outreach di kantong-kantong TKI di berbagai daerah di Indonesia. seorang pengamat pekerja migran di Malaysia. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). secara individual berupaya menangani masalah pekerja migran terutama TKI bermasalah. Peluncuran awarness campaign melalui berbagai media masa. Kegiatan penyuluhan dan pelayanan publik di daerah konsentrasi TKI. Dari NGO/LSM di Kuala Lumpur. yakni Migrant Care. 3. saat ini telah dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pelayanan Warga Negara Indonesia (PPWNI) berdasarkan SK Kepala Perwakilan RI untuk Malaysia No. Meningkatkan upaya perlindungan secara maksimal bagi seluruh WNI/TKI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Kuala Lumpur Meningkatkan upaya dan bentuk pelayanan WNI/TKI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) yang bermasalah. Azizah Kasim dari Institut Kajian Malaysia dan Antar Bangsa (IKMA). Unsur perguruan tinggi di Kuala Lumpur yang dapat ditemui adalah Prof. Pendataan dan pendampingan bagi WNI yang menghadapi masalah hukum.Perguruan Tinggi. Penampungan sementara di KBRI Kuala Lumpur. Alex Ong. Penanganan kasus yang menimpa WNI/TKI. Mr. Upaya-upaya yang dilakukan Satgas PPWNI meliputi. 02/SK-DB/I/2006 tanggal 9 Januari 2006. ditemui satu NGO/LSM.

(Depsos) mengambil peran khususnya dalam hal pemulangan TKI dari Malaysia ke tanah air. bahwa TKI yang bersangkutan dalam pengawasan KBRI Kuala Lumpur. Penanganan oleh IOM ini dalam tahun 2007 akan segera berakhir. Meskipun demikian. bahwa waktu penyelesaian kasus sangat tergantung pada cepat atau tidaknya hasil musyawarah kesepakatan antara majikan dan agency dengan TKI yang bersangkutan. tindak kekerasan/penganiyaan.I. terkait:apakah masalah mereka bisa segera selesai dan atau dapat dimenangkan oleh TKI dan tidak adanya kepastian waktu penyelesaian masalah. Khusus permasalahan TKI korban traficking dilaksanakan melalui kerjasama dengan IOM dengan kegiatan konseling dan bantuan pemulangan ke tanah air. Hal tersebut dikuatkan pihak KBRI. dan tidak ada sarana penampungan bagi TKI Pria bermasalah.Dalam mewujudkan upaya dimaksud. Kasus-kasus menonjol yang menimpa TKI adalah: gaji tidak dibayar. Pada kasus-kasus yang diselesaikan melalui proses pengadilan ada kecenderungan memerlukan waktu yang cukup lama dan tidak adanya kepastian. dalam upaya melindungi mereka dari tindakan aparat pemerintah Malaysia. memang terdapat TKI di shelter mengalami kondisi tersebut. pelecehan seksual/perkosaan. para TKI bermasalah di shelter tersebut berharap agar kasus mereka segera selesai dan segera pulang ke tanah air. dan lain-lain. pihak KBRI memberikan surat keterangan. Pada umumnya. Dalam kasus-kasus seperti tersebut itu. Saat dilakukan studi ini (5 Juni 2007). Pengalaman menunjukkan. Hasil observasi secara umum tim peneliti terhadap TKI di Shelter menunjukkan. Untuk mengatasi kendala tersebut. shelter KBRI menampung 71 orang TKI (Wanita) bermasalah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. dimungkinkan Departemen Sosial R. pihak KBRI melibatkan organisasi Dharma Wanita. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia. bahkan terdapat beberapa orang TKI bermasalah yang diindikasikan mengalami gangguan jiwa dan penyimpangan perilaku. Dalam permasalahan TKI ini terdapat perbedaan cara pandang pemerintah 17 . Ada kecemasan pada diri TKI bermasalah. Untuk itu. pihak KBRI merekrut relawan (dari perguruan tinggi setempat). stress. takut. dan bahkan dijadikan pekerja seks komersial (PSK). kondisi mereka: lesu. pihak KBRI sering mengalami kesulitan karena tenaga yang ada tidak mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan dalam menangani masalah sosial psikologis. curiga. Selain itu juga melibatkan NGO/LSM (Migrant Care dan IOM ).

Pada akhirnya pihak KBRI berharap ada program dan kegiatan Depsos yang dapat diakses WNI/TKI dalam upaya perlindungan dan pelayanan WNI/TKI bermasalah. beaya pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia ke tanah air. advokasi. e) Alex Ong mengharapkan agar mekanisme infrastruktur kedua negara bisa diperbaiki. Penanganan TKI mulai dari daerah asal harus terintegrasi antar lembaga pemerintah dan penyalur TKI (Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia/PJTKI). dan membangun capacity building. Misalnya. Ada beberapa kasus migran ilegal yang teridentifikasi oleh perguruan tinggi.Indonesia dan Malaysia. sejak berada di Malaysia sampai pemulangan ke tanah air dan penanganan di daerah asal TKI. setiap hari rata-rata terjadi kasus TKI lari dari majikan sebanyak 82 orang. Sementara ini. dimana Malaysia memandang permasalahan TKI dari sudut keimigrasian semata. sebagai mahasiswa. masuk tanpa dokumen. Namun demikian pengaruh dari hasil penelitian/kajian terhadap kebijakan pemerintah bukan lagi menjadi tanggung jawab perguruan tinggi. Azizah Kasim. sedangkan dana untuk kegiatan operasional berasal dari perorangan baik dari pengurus maupun pihak lain yang tidak mengikat. Prof. dinilai kurang adanya kontrol dari pemerintah 18 . dengan kerjasama dengan KBRI. masuk sebagai pelancong. NGO/LSM : a) Menurut Alex Ong (Migrant Care). dan menggunakan dokumen orang yang sudah meninggal. tidak hanya dipahami oleh penentu kebijakan. c) d) Alex Ong juga membangun image kepada Parlemen Malaysia tentang dampak yang muncul bila permasalahan migran tidak tertangani. Alex Ong bergerak atas dukungan Partai PAS (Partai Islam se Malaysia). Hal ini diharapkan agar dapat mempengaruhi dalam pengambilan kebijakan. banyak hasil penelitian/kajian tentang pekerja migran oleh perguruan tinggi di Malaysia. sementara Indonesia disamping keimigrasian juga melihat pendekatan ketenagakerjaan (perburuhan). menggunakan dokumen palsu. Menurut pimpinan IKMA– UKM. dan telah disampaikan ke pihak kerajaan. Upaya yang dilakukan antara lain dengan membantu TKI dalam pelayanan konseling. dan pemberdayaan TKI di daerah asal. b) Alex Ong membantu permasalahan TKI terutama yang berada di luar shelter dan belum ditangani oleh KBRI. tetapi harus sampai pada level TKI. penyuluhan sosial. antara lain. Yang berarti setiap hari ada 82 orang TKI yang kehilangan dokumen resmi dan menjadi TKI ilegal.

21 Mei lalu. Terkait dengan hal itu disarankan perlu adanya suatu lembaga yang bertugas mengontrol keberadaan TKI di Malaysia.Seorang pengamat TKI menyebutkan. Begitu pula jika AS benar-benar hendak memerangi terorisme.Indonesia untuk melihat perkembangan TKI. 2. Probability. dalam penanganan masalah TKI. seharusnya mereka tidak mempraktikkan politik teror dan teror politik atas warga sipil Irak serta 19 . namun mampu mengembangkan usaha di daerahnya dengan modal yang diperoleh dari hasil kerja di luar negeri. pernyataan Departemen Luar Negeri RI melalui juru bicaranya. Rekruitmen pekerja migran dimungkinkan ditangani melalui Goverment to Govermnet (G to G) antara Indonesia dan malaysia. sehingga penanganan migran lebih obyektif dan fokus. Irak. bahwa Amerika Serikat secara moral tak lagi memiliki hak untuk menilai pelaksanaan hak-hak asasi manusia di negara lain.Bagaimana AS dapat mengklaim diri sedang memerangi terorisme jika tentaranya di Irak dan Afghanistan membunuh warga sipil dan merusak tempat-tempat suci keagamaan? AS mendukung penguasa Israel yang tak henti membantai warga Palestina. pengetahuan dan keterampilan dari perusahaan tempat kerja. tidak melibatkan agen seperti saat ini. dimungkinkan adanya pusat informasi migran (Migrant Centre Information). Marty Natalegawa.4 Implikasi Pelanggaran HAM Amerika Serikat Di Irak Sangat tepat. Bila perlu eks TKI dengan bekal pengalaman. baik di Indonesia maupun di Malaysia. dan atau “family net working”. seperti yang selama ini terjadi di lingkungan migran asal Bawean (Komunitas Madura -orang Malaysia umumnya menyebut “Boyan”-). Dengan demikian diharapkan eks TKI tidak lagi menjadi TKI. apa yang dilakukan tentaranya di Irak tidak mewakili perilaku bangsa AS secara keseluruhan.Pernyataan Departemen Luar Negeri itu mengacu pada mencuatnya skandal penyiksaan dan pelecehan seksual yang dilakukan tentara AS di penjara Abu Ghraib. yang utama adalah bagaimana kita berupaya memberdayakan (empowerment) TKI. dikemudian hari bisa menjadi vendor dari perusahaan yang bersangkutan. Terbunuhnya 40 warga sipil Irak (yang sedang merayakan pesta pernikahan) oleh pasukan pendudukan AS dan terbunuhnya 45 warga sipil Palestina oleh tentara pendudukan Israel baru-baru ini hanya merupakan bagian bentuk terorisme negara yang secara sistematis dilakukan AS dan Israel. Presiden AS George Walker Bush dengan susah payah membela diri dengan mengatakan.

mengabaikan tempat-tempat suci agama Islam Syiah di Irak. Setelah Spanyol (salah satu sekutu AS di Eropa) menarik dukungannya atas pendudukan AS di Irak.Tak hanya dari sejumlah pemimpin negara lain yang sebelumnya mendukung politik AS di Irak. Apalagi keganasan tentara AS kian membabi buta. atas pasukan pendudukan AS menunjukkan betapa makin meningkatnya ketidakpuasan rakyat Irak terhadap kebijakan Bush di Irak. Apa yang dilakukan penguasa Israel terhadap warga Palestina serta yang dilakukan tentara pendudukan AS terhadap warga sipil Irak pada hakikatnya tak lebih dari menanamkan benih-benih terorisme. membasmi terorisme. Terjalinnya persekutuan antara kaum Syiah dan Sunni Irak serta pembangkangan yang dilakukan tokoh penting Irak pro-AS. bahkan mengembang-biakkan terorisme.5 Peran Perwakilan Ri Dalam Penanganan TKI Bermasalah Sebagai salah satu tugas dan fungsi Perwakilan RI di luar negeri adalah memberikan bantuan dan pelayanan kepada WNI. 2. kecuali jika sekadar meraih kemenangan dalam pemilu AS. negara-negara tetangga Irak. membebaskan rakyat Irak dari rezim tiran. seperti serangan yang dilakukan terhadap sejumlah masjid di kota-kota suci Najaf dan Karbala serta makam Imam Ali. tetapi juga dari kalangan tokoh-tokoh Irak sendiri yang sebelumnya mendukung penggulingan rezim Saddam Hussein. yang sedang 20 . bangsa dan rakyat Irak kini dihadapkan kehancuran infrastruktur sosial-ekonomi yang luar biasa. termasuk tenaga kerja. serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan stabilitas dan pembangunan politik. dan membangun sistem demokrasi di Irak) dalam realitasnya justru terbalik. Invasi AS ke Irak yang semula bertujuan “mulia” (menghancurkan senjata pemusnah massal. seperti Liga Arab. Pemerintah Inggris di bawah PM Tony Blair-yang selama ini dikenal pendukung setia Bush-menghadapi tekanan dari dalam negeri agar menjaga jarak dengan AS. Ahmad Chalabi. anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. G-7. OKI. 4 November mendatang. Jajak pendapat terakhir menunjukkan hanya 42 persen warga AS yang masih mendukung politik Bush di Irak.tak lagi mendukung penuh terorisme negara Israel di bawah PM Ariel Sharon. Bush tak punya banyak pilihan. Setelah invasi dan pendudukan AS berkepanjangan. Idealnya. dan ekonomi di Irak. Begitu pula popularitas Bush di dalam negeri AS sendiri yang cenderung merosot. dan Gerakan Nonblok. sosial. penyelesaian tuntas atas tragedi Irak harus dilakukan melalui sebuah konferensi internasional yang disponsori PBB dengan melibatkan seluruh elemen di dalam negeri Irak.

maka gaji dan kompensasi yang berhasil didapatkan adalah RM 140.884. Dalam kaitan ini. Satgas PPWNI juga menjalin kerjasama dengan LSM International Organization on Migration (IOM) disamping juga meminta tanggung jawab dari agen TKA yang ada di Malaysia maupun tidak sedikit juga yang menggunakan dana KBRI. Mencermati makin banyaknya kasus TKI yang mempunyai kasus di Malaysia khususnya dan beberapa negara lain yang banyak menerima TKI. 1 kasus penganiayaan. 1 kasus pelecehan seksual dan 9 kasus lainnya. 398. Dalam proses penyelesaian. Bekerjasama dengani berbagai instansi di Indonesia juga selalu ditekankan agar kiranya kepada calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri agar memperhatikan kontrak kerja yang akan ditandatangani serta selalu membina hubungan dengan Perwakilan RI terdekat sehingga jika mengalami masalah akan dengan cepat dapat ditangani secara baik. maka Satgas PPWNI juga melakukan upaya pemulangan ke tempat asal masing-masing TKI.00. di beberapa Perwakilan yang mempunyai TKI cukup besar telah dibentuk Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI (Satgas PPWNI) yang salah satunya berada di Kuala Lumpur. Dalam prosedur penyelesaian TKI bermasalah selanjutnya. Satgas PPWNI telah berhasil menyelesaikan 55 kasus yang terdiri dari 44 kasus gaji tidak dibayar. Dalam proses pemulangan ini. Dengan langkah tersebut.1 atau setar Rp. Malaysia. Dalam periode tersebut jumlah TKI yang dipulangkan kembali sebanyak 109 orang dan 2 bayi. Dalam penanganan kasus selama bulan September-Oktober 2007 terhadap TKI yang bermasalah di Malaysia. “Jenazah telah dimakamkan di sana tanpa sepengetahuan KBRI di Kuwait. Sejauh ini.909.tertimpa musibah.” kata Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M Yamani dalam siaran persnya di Jakarta.6 Penanganan Kasus Pembunuhan TKW di Kuwait Kalangan pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) mempertanyakan tewasnya seorang TKI asal Cirebon yang diduga kuat dibunuh oleh majikannya di Kuwait. Yunus mendapat sejumlah pertanyaan dari kalangan PJTKI 21 . maka Satgas PPWNI berupaya untuk melakukan upaya pencegahan dan pendidikan publik kepada TKI agar kiranya dapat terhindar dari kemungkinan masalah yang dapat menimpa mereka. Satgas PPWNI KBRI Kuala Lumpur telah secara aktif melakukan kampanye kesadaran kepada TKI tentang hak dan kewajiban sebagai tenaga kerja asing di Malaysia.809. 2. Satgas PPWNI melaukan beberapa langkah yaitu berupa pemanggilan majikan dan agen dari TKI yang bermasalah ataupun melakukan penyerbuan ke rumah atau kantor agen.

Yunus berharap agar kasus tewasnya Royati diusut tuntas dan dia mengimbau 22 . bahwa Pasal 39 UU No. Depnakertrans dan BNP2TKI atas kasus itu. KBRI. Wisantoro.39/2004. Fadel Muhammad Abbas Al-Sharaf Manpower bahwa TKI bernama Royati binti Dakina Karsida. Dia juga mengoreksi. Kami ingin pelaku pembunuhan dihukum seberatberatnya agar memberi efek jera kepada majikan lainnya. kata Yunus. KBRI menyatakan pihaknya tidak diberitau secara resmi oleh pemerintah Kuwait tentang pembunuhan tersebut dan proses pemakamannya. 39 tahun 2004. Keluarga TKI yang mengetahui peristiwa itu merasa sedih dan meminta agar jenazah Royati dipulangkan ke Indonesia.” kata Yunus. jika katakata itu tercantum maka akan bertentangan dengan UU Perlindungan WNI dan BHI karena Deplu dan KBRI wajib melindungi WNI selama berada di luar negeri. Pada 4 Mei 2009. KBRI hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan dan perlindungan TKI sesuai Pasal 39 ayat 2 UU No. PT BT mendapat informasi melalui faksimili dari KBRI Kuwait yang ditujukan kepada Menteri Luar negeri u. telah meninggal dunia. PT Bidar Timur (BT) mendapat informasi dari mitra kerjanya.” kata Yunus. Dia juga menyayangkan lambannya kinerja KBRI Kuwait dan tidak adanya respon balik dari Deplu. Berdasarkan informasi yang diterimanya. pada 25 April 2009. kematian serta pengeluaran biaya penguburan kepada PT BT dengan dalih tanggung jawab PPTKIS sesuai Pasal 73 ayat 2 UU No.13B/03/KUWAIT/V/2009 yang isinya menyatakan bahwa betul TKI atas nama Royati telah dibunuh oleh majikannya sendiri. Yunus juga menjelaskan bahwa pasal 73 ayat 2 UU No.tentang kasus ini. “Tidak ada kata-kata bahwa tugas KBRI hanya melakukan pengawasan terhadap PPTKIS yang termaktub dalam ayat 2. Menurut dia. seharusnya beban tersebut menjadi tanggung jawab majikan yang membunuh atau konsorsium asuransi perlindungan TKI.500 Kuwait Dinar (KD) dan membebankan biaya pemberitahuan. PT BT mempertanyakan kebenaran berita tersebut ke KBRI di Kuwait melalui Atase Ketenagakerjaan. Sementara. menolak penggalian kembali mayat tersebut karena hal itu tabu di Kuwait. dalam suratnya menawarkan uang diyat sebesar 11.39/2004 yang dikutip dalam surat dari KBRI Kuwait. asal Cirebon. mencari informasi.p. Jabar. Dir. “Kami menyesalkan tewasnya Royati dan menuntut keadilan atas kematian tersebut. Perlindungan WNI dan BHI dengan No. kata Yunus. KBRI.39/2004 hanya memiliki satu ayat yang berbunyi segala biaya yang diperlukan dalam kegiatan perekrutan CTKI dibebankan dan menjadi tanggung jawab PPTKIS.

Pelanggaran kemanusiaan terhadap rakyat Ogoni mencapai puncaknya pada 10 November 1995. Di antara pemimpin Ogoni saat itu yang paling terkenal adalah Ken Saro Wiwa (1941-1995). Antara tahun 1990 dan 1995. Sejak Rabu mendatang. Gerakan untuk Perjuangan Rakyat Ogoni MOSOP. yang dipimpinnya mewakili rakyat Delta yang paling terkena dampak dari kegiatan Shell. Mereka menuduh Shell menyingkirkan kekhawatiran itu dengan melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak-hak asasi manusia. Pengacara hak-hak asasi 23 . penebangan hutan. pengadilan akan memulai proses perusahaan Royal Dutch Shell–perusahaan yang mendominasi sektor perminyakan Nigeria dalam beberapa dasawarsa terakhir–yang didakwa meminta bantuan junta militer Nigeria untuk membungkam aktivis hak-hak asasi manusia Saro Wiwa. Shell menyangkal tuduhan pembungkaman Saro Wisa. Perusahaan minyak Royal Dutch Shell memulai produksi minyaknya di Delta Niger pada 1958. Ia dikenal sebagai penentang yang sering melontarkan kritik terhadap pengoperasian Shell di Nigeria. Mereka juga mengatakan bahwa Shell khawatir bahwa protes akan menganggu kegiatan mereka dan menodai citra mereka di luar negeri. tentara Nigeria melakukan tindakan brutal dan besar-besaran untuk membungkam gerakan protes yang semakin meningkat. Shell dinyatakan mendukung tindakan tersebut. merusak sumber alam di Delta dan menghancurkan pertanian dan penangkapan ikan yang merupakan dasar penghasilan rakyat asli Ogoni.penempatan TKI ke Kuwait dihentikan selama proses pengusutan berlangsung agar menjadi perhatian bagi pemerintah Kerajaan Kuwait. Namun protes terhadap penekanan dan ekspolitasi baru dimulai pada awal 90 – an. Banyak di antara desadesa di Ogoni dibakar dan pemimpinnya dijebloskan ke penjara.7 Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Nigeria Pengadilan New York akan dihadapkan pada kasus terbesar dalam soal pertangunggjawaban perusahaan. setelah didakwa melakukan pembunuhan dan diadili oleh tribunal militer yang sengaja didirikan untuk tujuan itu. juga didakwa membiayai tentara yang melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia secara besar-besaran di wilayah kaya minyak Delta Niger. Saro Wiwa menuduh Shell mendukung penekanan pemerntah Nigeria terhadap rakyat Ogoni serta penyiksaan terhadap pemimpinnya. Pencemaran minyak dan gas. 2. Shell yang menyangkal keras tuduhan tersebut. Sembilan orang dieksekusi oleh diktatur Nigeria saat itu Sani Abacha. bahkan sebaliknya mengatakan: berupaya membujuk pemerintah untuk memberikan grasi.

tanpa peduli di mana kejahatan itu terjadi. Komunitas internasional dan para pemimpin dunia juga didesak untuk segera menekan rejim komunis China supaya memperbaiki catatan HAM-nya yang buruk di Tibet maupun di Daratan China. termasuk di antaranya sejumlah eksekusi. empat warga Nigeria. Namun upaya itu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya kasus ini dapat diseret ke pengadilan. Insiden kekerasan yang terjadi di Lhasa. Baginya China tidak layak menggelar Olimpiade jika kondisi HAM-nya masih buruk. Tibet pada pekan lalu yang menewaskan ratusan jiwa manusia tak berdosa adalah sebuah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berat. Karena itu.manusia Amerika mencoba menyeret Shell ke pengadilan untuk dimintai pertanggungjawabannya atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Nigeria. Aksi damai ini diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari sejumlah lembaga antara lain 24 . Chevron terancam harus membayar 27 milyar dollar atas dakwaan melakukan pencemaran hutan dan Exxon Mobil dituntut oleh penduduk desa di Aceh utara yang menuduh perusahaan tersebut menyewa tentara menjaga sumber gas dan melakukan pelanggaran terhadap kemanusiaan. nelayan dan petani di Delta Niger. Demikian pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Masyarakat Indonesia Untuk Pembebasan Tibet yang menggelar aksi solidaritas di Depan Kedubes China Jakarta pada Rabu (19/3). mewakili desanya di pengadilan Belanda. Dalam kasus lainnya. kejahatan terhadap kemanusiaan dan penyiksaan. Mereka menuduh Shell merusak sumber penghasilan mereka dan menyatakan Shell tidak mematuhi standard internasional mengenai pengelolaan minyak yang benar. Liesbeth Zegveld. Pengadilan yang akan berlangsung pekan ini digelar berdasarkan UU 1789 yang dapat menyeret seorang warga Negara non Amerka untuk dituntut di pengadilan Amerika dengan dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan.8 Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi di Tibet Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Jakarta mengutuk kekerasan yang terjadi di Lhasa Tibet. penguasa China harus segera membebaskan rakyat Tibet dari segala bentuk penindasan sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008. Sementara itu perusahaan itu mengatakan Nigeria lah yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut. 2. pembela keempat warga Nigeria itu. meminta markas besar Shell bulan Mei lalu memberikan penjelasan peran perusahaan itu dalam pencemaran minyak minyak di Nigeria. Dakwaan yang dilakukan terhadap perusahaan minyak terbesar di dunia atas kejahatan yang dilakukan di negara berkembang bukanlah yang pertama kali.

penganut Kristen-Katolik. Sebagai contoh. Menurut Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet. muslim Uighur.dari Yayasan Atap Dunia. rakyat Tibet berada di bawah pendudukan rejim Beijing. Tempat-tempat ibadah banyak yang dirusak. “Di luar itu. Sebelumnya ribuan rakyat dan biksu tewas dalam peristiwa pengambilalihan wilayah ini. tindakan represif justru semakin intensif dilakukan oleh penguasa China menjelang dilangsungkannya Olimpiade Beijing 2008. serta membebaskan rakyat Tibet dari cengkraman militer China. Budaya setempat dihancurkan pemimpin spiritual Dalai Lama menyebutnya sebagai ‘genosida budaya’. sasaran tembaknya adalah kelompok-kelompok yang dianggapnya potensial menggagalkan pesta olah raga dunia itu. Hikmah Budhi. pengikut Falun Gong. Dalam aksi ini. The Coalition to Investigate the Persecution of Falun Gong (CIPFG) perwakilan Indonesia LBH Jakarta. Perwakilan CIPFG Indonesia. semakin memperburuk catatan hak asasi manusia di China yang sebentar lagi akan menggelar Olimpiade.” tandas Muhammad Gatot. Selain Tibet. penguasa China juga terbukti melakukan pelanggaran HAM berat terhadap rakyatnya yang menuntut kebebasan berkeyakinan (pluralisme) dan demokrasi. Merujuk pada laporan Amnesty International pada tahun 2007 ditunjukan adanya peningkatan pelanggaran HAM di negeri Tirai Bambu ini. kita harus menolak pesta olah raga dunia itu dilangsungkan di China. pengacara pembela rakyat yang tergusur. Sebagian besar tokoh Tibetan masih meringkuk di tahanan. Apa yang terjadi di Tibet. Rakyat Tibet diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. kasus pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup di kampkamp konsentrasi China yang sempat menjadi perhatian dunia. Disebutkan. “Itu berarti penguasa China telah mengingkari janjinya pada tahun 2001 untuk memperbaiki kondisi HAM-nya jika terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade. Pemuda PGI dll. dimana sampai sekarang masih terjadi. Mereka adalah aktivis HAM dan lingkungan. Mereka menganggap pemerintah China tidak layak menyelenggarakan Olimpiade karena tindakannya yang semakin represif menjelang Olimpiade. Solidamor. perwakilan sejumlah lembaga memberikan kecamannya atas kekerasan yang masih terjadi di Tibet. Tekanan terhadap kegiatan keagamaan di kuil Tibet semakin meningkat sejak akhir 20007 lalu. sikap tersebut perlu dilakukan mengingat sejak 1959. India untuk menuntut otonomi lebih luas.” demikian bunyi siaran pers mereka. “Kalau kondisi HAM di China semakin buruk. Pahitnya keadaan ini tak menyurutkan perjuangan Dalai Lama dan para pengikutnya di Dharamsala. Piagam Olimpiade yang memberi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan 25 .

demonstrasi anti Cina sudah meluas ke beberapa negara dan juga belum berhenti. Selain itu. Surat kabar memberitakan. ketika 26 . hingga pekan di awal bulan ini. Bahkan dalam kejadian yang berlangsung bulan lalu. Mereka juga mendesak kepada Komisi HAM PBB dan organisasi hak asasi internasional lainnya agar melakukan penyelidikan independen atas kerusuhan yang terjadi di Lhasa. kembali mati sia-sia di tangan militer Cina yang menghadapi mereka dengan kekerasan. pelenggaran-pelenggaran berat HAM oleh aparat militer Cina dalam memberangus gerakan perlawanan Tibet. mendesak kepada penguasa China untuk segera mengakhiri kekerasan di Tibet. Tak ketinggalan. memberi satu indikasi penting bahwa dunia internasional harus menaruh perhatian serius. Tentu saja usaha tersebut adalah bagian dari kampanye internasional masyarakat Tibet yang mencoba mencari simpati dunia. dan Panitia Olimpiade internasional untuk menggunakan pengaruhnya– menekan penguasa China supaya segera memperbaiki keadaan HAM-nya yang buruk. sejumlah aktivis Tibet antarnegara merancang sebuah obor perdamaian. Ribuan bahkan jutaan nyawa sudah melayang dalam berbagai serbuan dan tindakan militer terhadap para pembangkang.Yang menjadi pertanyaan kita adalah. Mereka mengajak masyarakat Indonesia dan komunitas internasional untuk memberikan solidaritasnya terhadap para korban pelanggaran HAM yang terjadi di Tibet dan China. mereka mengutuk tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan China terhadap rakyat Tibet yang mengadakan aksi damai. Tetapi yang paling signifikan adalah sikap ambivalensi Barat yang ’’masa bodo’’ terhadap pelanggaran HAM di Tibet. yang telah menelan korban ratusan orang. merupakan pelanggaran atas nilai-nilai universal HAM. Terdapat beberapa alasan penting untuk itu. serta bentuk pelanggaran HAM lain yang terjadi di China selama ini. Pada waktu Cina menduduki Tibet di tahun 50-an. kemerdekaan sudah menjadi bagian dari hak azasi manusia. hingga sekarang. Berdasarkan kenyataan tersebut. sebagai tandingan dan mengaraknya ke sejumlah negara yang juga menjadi rute obor olimpiade. sejumlah pemrotes Tibet. dalam bentuk apa pun. Malah menjadi sebuah momentum yang makin besar terutama setelah isyu Tibet ini dikaitkan dengan boikot Olimpiade Cina 2008. Kesadaran politik masyarakat dunia juga sudah semakin mengglobal. mereka juga menyerukan kepada para pemimpin dunia termasuk pemerintah Indonesia. Isu dan usaha penegakan HAM sudah tidak lagi bersifat personal atau eksklusif tetapi menjadi perjuangan bersama. Pada saat ini.perdamaian telah dilanggarnya. Penindasan. Berlanjut dan meluasnya protes antiCina mengenai masalah Tibet. Sebab. sudah bukan rahasia umum lagi.

Kita akan dengan mudah menjumpai produk. Mulai dari pasar kaki lima hingga ke super market atau hyper market. Sekarang. jika hendak menguasai sebuah negara. China adalah sebuah raksasa yang sedang menggeliat. Mulai dari hal-hal sederhana hingga teknologi tinggi. Dari segi isu. maka dalam hitungan dua puluh empat jam. Hal inilah yang kemudian menjadikan negara-negara pejuang 27 . Kemampuan militer dan persenjataannya juga semakin dahsyat tetapi tersembunyi. strategi dan korban. kejadian tersebut sudah menjadi milik dunia dan menimbulkan reaksi politik cukup besar. maka kuasailah ekonominya. Terlihat sangat tidak adil menyaksikan tanggapan Barat dan Eropa yang seolah menutup mata atas sejumlah pelanggaran HAM berat di negara bambu kuning tersebut. China memang sedang tumbuh besar menjadi negara adidaya baru yang dapat menyalip hegemoni Barat. justru tidak tersentuh sama sekali oleh Barat. apa yang berlangsung puluhan tahun di Cina.produk yang made in China. Coba kita pergi jalan-jalan ke pasar. Seolah-olah. Delegasi. Dengan demikian. Itu sebabnya beberapa waktu lalu muncul sebuah black campaign terhadap produk China yang dihembuskan oleh Barat. Kekuatan ekonomi China semakin lama semakin kokoh. Beberapa waktu lalu. Mengapa? Cina adalah sebuah negara yang sedang tumbuh menjadi sebuah raksasa ekonomi di dalam banyak hal. pasti akan membawa perubahan tatanan global. bahwa produk.delegasi China di PBB menjadi pemain baru yang patut diperhitungkan negara-negara Barat. kita menyaksikan bagaimana China mampu mengimbangi politik global yang dikotomi antara demokratis vs komunis menjadi Amerika Eropa vs Asia (baca: China). negara ini sedang mempraktikkan salah satu filosofi China yang sangat terkenal yakni.masalah pelanggaran HAM seperti ini terjadi di negara dunia ketiga yang amat bergantung pada Barat dan Eropa. Barang-barang milik negara ini ada di mana-mana dan murah. yang jika diusik secara politik. Dalam kancah politik internasional pun. mari kita bandingkan. Masih ingat insiden penembakan di Liquisa Timor Timur yang menimbulkan korban jiwa? Indonesia berada di dalam tekanan politik yang sangat besar. China sudah tampil sebagai sebuah kekuatan yang tak tertandingi. China menjadi sebuah negara yang susah diatur atau didikte. Anggaran belanja negaranya sangat besar dan terjamin. Barang-barang China lebih banyak masuk ke negara itu sehingga ’’mematikan’’ pengusaha dalam negeri. Tetapi toh semua itu tidak menghambat ekspansi pemasaran berbagai produk China ke dunia internasional.produk tersebut menggunakan zat-zat beracun yang sangat berbahaya. Amerika Serikat sempat gusar karena terjadi ketidakseimbangan neraca dagang dengan China.

Tekanan internasional harus diarahkan kepada pemerintah China. Sebuah solusi yang selama ini dihindari oleh China. Sambil menunggu keputusankeputusan politik. Tapi itulah China. Bukan lagi sekadar masalah dalam negeri China seperti yang selama ini didengungdengungkan oleh pemerintah China di kancah internasional. karena kekhasannya. Jika tidak. pengikutnya dan negara-negara Barat pejuang HAM. Salah satu contoh terkini adalah seruan Presiden Perancis Sarkozy untuk memboikot Olimpiade China. Barat dan Eropa. Hanya mau tunduk jika dipukul pantatnya. harus memotori pertemuan ini. Tidak melulu campur tangan di wilayah Timur Tengah. sama seperti sikap mereka pada Taiwan. diberikan otonomi khusus dengan hak-hak istimewa yang berbeda dari propinsi lain. maka pelanggaran HAM yang lebih berat akan terus terjadi. yang paradigma politiknya berbeda dengan para pendahulunya. pemerintah negara tirai bambu ini harus membiarkan Tibet sebagai negara atap dunia yang unik dan khas. China dapat setiap saat mengguncang ekonomi Barat. Seperti Aceh di negara kita. Seruan Presiden Perancis Sarkozy sepertinya sebuah ide yang sangat menarik. maka wilayah Tibet dapat dinyatakan sebagai status quo internasional dengan penempatan pasukan atau pengawas perdamaian. Bukan justru sebaliknya menangkapi para pemrotes Tibet atau memenjarakan mereka atas permintaan pemerintah China. Sekalipun tetap menjadi wilayah otonomi khusus China. tidak mendapat tanggapan serius dari kolega-koleganya di Barat. maka mau tidak mau China akan mengakui keberadaan Dalai Lama di hadapan dunia. Perhatian dunia yang lebih serius harus tertuju ke sana. Justru sebaliknya. terutama Amerika Serikat. Soalnya. Tokoh-tokoh negara tirai bambu ini harus ditekan dan didesak oleh kekuatan politik dunia untuk duduk membicarakan masalah ini dalam jalur politik. dapat melakukan hal-hal yang akan mengejutkan k 28 . dengan duduk di meja perundingan. isu Olimpiade ini dapat dijadikan batu pijakan untuk memaksa China duduk di meja perundingan dengan Dalai Lama. Jika tidak. sesuatu yang tidak dikehendaki China selama ini. tidak mampu menekan China dengan kebijakan politik atau ekonomi dan menghasilkan sikap ambivalensi. dalam pemerintahan sipil Dalai Lama.HAM kelas berat seperti Amerika Serikat dan Eropa. maka angkatan muda Tibet. seperti anak yang keras kepala. terutama jika mereka harus duduk semeja dengan Dalai Lama. Aneksasi China di Tibet harus diakhiri dan pemerintahan di wilayah itu harus dikembalikan ke dalam situasi seperti sebelum tahun 1951. Satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah Tibet adalah menjadikannya sebagai isu internasional dan membawa masalah ini sebagai masalah antar-bangsa.

1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan. sekaligus mensosialisasikannya dengan cepat. maka perlu adanya perancangan UU yang bertugas untuk melindungi Hak Asasai Manusia. terutama untuk melindungi saudara – saudara kita yang sedang menjalankan berbagai profesi di luar negeri.2 Saran Adapun saran – saran yang dapat penulis sampaikan yaitu kepada para pembaca yang sempat membaca tulisan ini diharapkan dapat mengkaji lebih jauh lagi materi tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia karena materi yang penulis sajikan mengenai kasus pelanggaran HAM dalam makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. • • • Solusi utama untuk mengatasi terjadinya kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia secara terus menerus. 3. maka penulis dapat memaparkan beberapa kesimpulan.BAB III PENUTUP 3. yaitu sebagai berikut : • Negara barat yang sampai hari ini sering melakukan pelanggaran HAM adalah Amerika Serikat Amerika adalah Negara pelanggar HAM terburuk hingga 50 tahun terakhir Motif utama seringnya terjadi pelanggaran HAM adalah lemahnya atau tidak adanya Undang – Undang yang berfungsi sebagai pelindung Hak Asasi Manusia. 29 .

Teguh. Pelanggaran Hak Asasi Manusia Amerika. Catatan Tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia Oleh Amerika Serikat. Kalsum. Implikasi Pelanggaran Ham. 2007. M. 2009. Natalegawa. Kasus TKI Pertahun. Review On Books.Hum 30 . Umi. Narty. Hukumit.blogspot. Hamid Sultan.com TUGAS HUKUM INTERNASIONAL PELANGGARAN HAM (HAK ASASI MANUSIA) Dosen: Ahmad SH. Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Luar Negeri. Kedutaan Besar Republik Indonesia. 2007. Jakarta : Atase Pres Kedubes Iran. Malaysia Santosa.DAFTAR PUSTAKA Saleki. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful