Hukum Internasional Tentang Pelanggaran HAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan lahirnya Deklarasi HAM Sedunia pada 10 Desember 1948 diharapkan keadilan di dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat di dunia ini dapat ditegakkan. Deklarasi tersebut mempunyai arti penting yang besar karena menjadi dasar untuk mengubah dan membebaskan peradaban manusia yang telah berabadabad didominasi ketidak-adilan, di mana hak asasi manusia tidak mendapat perlindungan, jutaan manusia sampai abad XIX masih berstatus budak, yang kehilangan hak-hak asasinya dan dianggap sebagai benda yang dapat diperjual belikan. Baru di abad XX dengan meningkatnya kesadaran akan rasa keadilan dan kemanusiaan maka lahirlah Deklarasi HAM Sedunia PBB. Meskipun demikian deklarasi tersebut hanyalah suatu deklarasi semata-mata, yang tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat bagi negara anggota PBB, apalagi bagi negara yang tidak menjadi anggota PBB. Hanya sesudah materi dari deklarasi tersebut diadopsi di dalam perundang-undangan (konstitusi, UU dan lain-lainnya) negara bersangkutan barulah mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Meskipun UUD 1945 (asli) tidak memuat banyak pasal tentang HAM tetapi hal itu tidak berarti bahwa RI tidak menyetujui HAM. Sebab Dasar Negara Pancasila memuat inti dasar dari normanorma HAM. Di samping itu dalam Pembukaan UUD 1945 memuat suatu pernyataan tentang hak asasi yang lebih agung dan mulia nilainya, sebab sifatnya tidak individualistik, melainkan sifat kolektif besar manusia – bangsa: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Deklarasi yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut lahir 3 tahun lebih awal dari pada Deklarasi HAM Sedunia, dan 1

yang lebih super-penting lagi deklarasi dalam UUD 1945 tersebut adalah deklarasi Hak Asasi mengenai hak dan kedaulatan atas tanah air, atas sumberdaya alam yang berabad-abad telah dirampas oleh kaum kolonialis. Jelas di sini terdapat dikotomi antara penjajah dan yang dijajah, yang tidak mungkin dikaburkan. Sedang HAM dari Deklarasi PBB hanyalah bersifat perorangan – individualistik, meskipun tidak diragukan arti pentingnya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, tapi individualisme (nyawa dari ideologi libralisme) ini di era globalisasi bisa mencampuradukkan atau mengaburkan antara sipenjajah dan yang dijajah dengan selimut hak kebebasan berpendapat dan hak asasi lainnya. Jelasnya, dalam era globalisasi neokolonialisme bisa menggunakan baju HAM. Maka kita harus dengan bijak menggunakan HAM, jangan latah, jangan sampai HAM menelan HAB – hak asasi bangsa Indonesia atas kemerdekaan dan kedaulatan atas kekayaan alamnya. Setelah mencapai kemerdekaan, stadium selanjutnya bagi bangsa Indonesia ialah berjuang menegakkan nilai-nilai HAM. Ketentuan-ketentuaan hak asasi manusia yang tercantum dalam dokumen PBB (Deklarasi HAM Sedunia, Kovenan Hak Sipil dan Politik, Kovenan Hak Ekonomi dan Sosial-budaya, dll) sudah diratifikasi dan diadopsi dalam perundang-undangan Indonesia. UUD 1945 setelah mengalami 4 kali amandemen telah memuat banyak pasal mengenai hak asasi manusia. UU organik juga sudah terbentuk. Dengan telah terbentuknya UU Pengadilan HAM, seharusnya banyak kasus pelanggaran HAM yang sudah bisa dituntaskan. Tapi kenyataannya tidak demikian. Banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia tidak mendapat penyelesaian semestinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa keadilan tidak ditegakkan. Bisa dihitung dengan jari mengenai berapa kasus HAM yang sudah diselesaikan oleh Pengadilan. Yang sangat menyolok mata dan memprihatinkan adalah belum dijamahnya oleh para penegak hukum kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang terjadi tahun 1965-66 berkaitan dengan peristiwa G30S. Sudah berlalu 42 tahun pelanggaran HAM berat tersebut sepertinya dianggap tidak terjadi apa-apa. Padahal tanpa dibuktikan kesalahannya berdasarkan hukum yang berlaku jutaan manusia telah dibantai, ribuan orang dibuang ke pulau Buru dan dijebloskan di penjara-penjara, ratusan warganegara Indonesia di luar negeri dicabuti paspornya. Sejatinya fakta-fakta tersebut di atas saja sudah merupakan bukti yang cukup dan tak terbantahkan adanya tindak pelanggaran HAM berat. Tambahan pula adanya jutaan sanak saudara mereka yang tak mengerti apa-apa didiskriminasikan hak-hak politik dan sipilnya oleh penguasa Orde Baru, yang praktis, mereka tersebut juga menjadi korban pelanggaran 2

HAM kedua. Nah kasus para korban pelanggaran HAM tersebut di atas semuanya sampai detik ini belum dituntaskan oleh para penegak hukum. kebenaran dan keadilan masih belum ditegakkan di Indonesia, yang dinamakan negara hukum. Dalam usaha penegakan kebenaran dan keadilan, berkaitan dengan pelanggaran HAM berat 1965-66, tampak ada dua jalan: pertama melalui pengadilan HAM dan kedua melalui Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. Jalan Pengadilan HAM agaknya sangat sulit dilaksanakan. Sebab terlalu banyak oknum yang berkepentingan agar jalan tersebut tertutup. Mantan rejim Suharto dan pendukungnya yang sampai sekarang masih berperan di mana-mana tidak menghendaki adanya pengadilan terhadap pelanggaran HAM berat 1965-66. Sedang jalan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang merupakan jalan kompromi dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lampau (terutama yang berkaitan dengan tahun 1965-66) ternyata mengalami kegagalan, sebab UU KKR 2004 dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, karena dianggapnya bertentangan dengan UUD 1945. Meskipun UU KKR tersebut jelas tidak akan menghasilkan keadilan sejati, sebab masih menyisakan eksistensi impunity, toh telah dimatikan sebelum sempat berjalan. Kalau kedua jalan tersebut dewasa ini tidak dapat ditembus, berarti para korban pelannggaran HAM berat masa lampau (1965-66) sampai waktu tak tertentu tidak bakal mendapatkan keadilan. Tampaknya masa waktu 42 tahun yang telah dilalui masih harus diperpanjang lagi. Sampai kapan, itulah pertanyaannya. Berhubung dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia Ifdhal Kasim, Ketua KOMNAS HAM baru mempunyai niat untuk melaksanakan fungsinya sebaik mungkin sebagai penanggung jawab kebijakan institusi penegak HAM. Hal ini perlu didukung dan disokong sepenuhnya. Hanya kepada Ifdhal Kasim diharapkan agar pembelaan terhadap korban pelanggaran HAM masa lampau tidak mengulang atau melanjutkan praktek diskrimnatif (pilih kasih) seperti telah diterangkan di atas. Kami (para korban) melihat penanganan kasus korban pelanggaran HAM berat masa lampau (1965-66) sangat minim sekali, sehingga terasa adanya perlakuan diskriminasi. Padahal pendiskriminasian penanganan kasus pelanggaran HAM tersebut di atas identik dengan membiarkan berlangsungnya ketidak adilan dan eksistensi impunitas. Dan bersamaan dengan itu tersirat arti pembenaran terhadap tindak kejahatan melawan kemanusiaan. Juga di dunia internasional tidak terdengar suara kepedulian para institusi/lembaga hak asasi manusia terhadap jutaan korban pelanggaran HAM berat 1965-66 dibanding dengan kepeduliannya terhadap para korban pelanggaran HAM lain-lainnya. Ini jelas 3

Adalah suatu hal yang positif putusan Mahkamah Konstitusi baru-baru ini. mestinya fakta pembuangan ke pulau Buru saja sudah merupakan bukti kuat yang tak terbantahkan tentang adanya pelanggaran HAM berat. Kalau mantan terpidana politik (jadi ada putusan pengadilan) saja menurut Mahkamah Konstitusi dapat menjadi pejabat publik. Mereka di sana mendapat perlakuan yang biadab dan disiksa dengan kejam. Bahkan kalau pun dokumen-dokumen tersebut sudah dimusnakan. Tapi sebaliknya mereka ini bahkan mendapatkan perlakuan-perlakuan yang sangat jelek – bertentangan dengan HAM. Sekali lagi kita tidak melihat jamahannya kepada para korban pelanggaran HAM berat 1965-66. yaitu penguasa-penguasa militer rejim Suharto pada waktu itu. tetapi mereka adalah korban tindak kejahatan kemanusiaan. yang seharusnya dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun ini dijadikan bagian tema penting demi transparansi dan sosialisasi penegakan HAM. Pejabat publik bisa diartikan sebagai presiden. tidak boleh menjadi guru dan larangan-larangan lainnya. bahwa: “Mantan terpidana kealpaan dan politik dapat menjadi pejabat publik”. Tidak perlu susah-susah njlimet mencari data-data. Mereka bukan pelaku kejahatan. walikota dan lai-lainnya. bukan mantan terpidana) secara logika mestinya menjadi pejabat publik bukan masalah lagi. menteri. Tampak perjuangan untuk tegaknya 4 . bahkan pernah KTPnya ditempeli kata “ET” sehingga di mana-mana mendapatkan kesulitan dalam hidupnya. gubernur. Sebab merekalah yang membuang orang-orang tersebut di atas ke pulau Buru dan menjebloskan ke dalam penjara-penjara. sebab semuanya ada di arsip kopkamtib (kalau belum keburu dimusnahkan). tetapi orang-orang yang dilanggar hak asasinya. Sayang sekali hal tersebut di atas tidak mendapat singgungan dari Mahkamah Konstitusi. Contoh: ribuan orang yang dibuang ke pulau Buru belasan tahun tidak pernah dibuktikan kesalahannya berdasarkan hukum. Dan kalau penegak hukum berkemauan menjalankan fungsinya sebagai penegak keadilan maka mudah saja menunjuk hidung siapa yang melakukan pelanggaran HAM berat 1965-66. Mereka ini bukan orang-orang terpidana politik. Fenomena tentang tindakan diskriminasi di luar negeri dan di dalam negeri yang tampak berjalan seiring tentu menimbulkan pertanyaan logis dan adil: Mengapa demikian terjadi? Apakah donasi dari luar negeri kepada lembaga-lembaga di Indonesia mempunyai pengaruh kuat terhadap timbulnya fenomena tindakan diskriminasi tersebut di atas?. sebab tidak pernah diproses berdasar hukum.juga merupakan tindakan diskriminasi. maka mantan tapol pulau Buru (korban pelanggaran HAM. Keadilan dan Konstitusi di Indonesia. misalnya tidak boleh menjadi pegawai negeri.

terutama pelanggaran HAM yang menimpa TKI kita saat ini? 1. Mengingat besarnya korban pelanggaran HAM berat 1965-66 maka penyelesaian hukum secara adil kasus pelanggaran HAM berat 1965-66 seharusnya mendapat prioritas utama. keadilan dan HAM. yaitu memperoleh informasi melalui buku – buku yang memuat isi tentang kasus pelanggaran HAM . Kalau penyelenggara negara dan lembaga-lembaga HAM menyadari hal-hal tersebut di atas penanganan untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat 196566 paling tidak harus berjalan sejajar/paralel dengan penanganan masalah pelanggaran HAM lainnya. Untuk mengetahui bagaimana peranan pemerintah yang bekerja sama dengan pihak hukum dalam menangani kasus pelanggaran HAM yang telah menimpa TKI kita sampai hari ini. Untuk mengetahui kasus pelanggaran HAM yang sering terjadi di luar negeri.2 Rumusan Masalah Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam pembuatan makalah ini adalah sebagi berikut : a) b) c) Apa yang menyebabkan seringnya terjadi pelanggaran HAM di luar negeri ? Kasus pelanggaran HAM apa saja yang sering terjadi di luar negeri? Bagaimana tanggapan dan peranan pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan pihak hukum melihat kasus pelanggaran HAM yang terjadi di luar negeri hari ini.Keadilan dan Hak Asasi Manusia di Indonesia masih jauh dari sukses untuk menggeser sasarannya dari titik mati. 5 . 1. 1. Sedang diskriminasi dalam penanganan kasus pelanggaran HAM (terutama kasus pelanggaran HAM berat 1965-66) masih terus berjalan. data – data pendukung diperoleh melalui media internet.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : a) b) c) Untuk mengetahuiapa penyebab atau motif seringnya terjadi pelanggaran HAM di luar negeri. Semoga masa depan penyelesaian masalah tersebut mempunyai perspektif yang positif bagi penegakan demokrasi. selain itu.4 Metode Penelitian Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah melalui metode pustaka.

5 Kegunaan Adapun kegunaan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah referensi serta informasi bagi penulis. Di samping itu juga dapat dimanfaatkan oleh pembaca pada umumnya untuk lebih mengetahui sistem dan tata cara penanganan kasus – kasus pelanggaran HAM. 6 .1.

satusatunya aspek pengecualian dari pelanggaran di Abu Ghuraib adalah potret. pelanggaran hak-hak sipil dan politik oleh Pemerintahan AS terhadap mereka yang ada di dunia dalam apa yang disebut “ perang terhadap teror ” tak dapat disamakan dengan pelanggaran HAM oleh sebuah pemerintahan kecil dalam wilayah yang kecil. dan juga memperlakukan dengan buruk tahanan di penjara Abu Ghuraib di Irak. kerja segelintir tentara yang buruk yang bertindak tanpa perinta. pemerintahan AS berulangkali mencoba memotret pelanggaran HAM itu sebagai insiden yang terpisah. Iran. Tetapi 7 . menyiksa.1 Pelanggaran Ham Amerika Serikat Artikel ini dikutip dari buku “Human Rights Violation by The United States of America” yang dikeluarkan pada 2007 oleh Departemen HAM—Kementerian Politik Luar Negeri. Karena itu. yang ditandai dengan globalisasi yang sedang tumbuh. itu akan digunakan sebagai rujukan oleh pihak lain. Negaranegara bertanggung jawab dalam domain HAM berdasarkan kenyataan mereka memiliki instrumen-instrumen kekuatan yang diperlukan untuk memberi arah dan efektualitas kepada kekuatan aktif globalisasi. menemukan interpretasi negatif atas ketentuan hukum internasional terhadap HAM di dalam kultur unilateralisme yang sedang tumbuh. Ketaatan. Ini merupakan buku pertama yang ditulis mengenai pelanggaran HAM berat oleh AS yang terang-terangan berdasarkan sumber-sumber dari berbagai lembaga internasional. perangai HAM para pemain yang lebih berpengaruh di dunia memiliki dampak besar pada semua aspek kehidupan modern. Musim Semi 2007 94 halaman Direview oleh Hamid Sultan Saleki (Atase Pres Kedubes Iran di Jakarta) Jelas. ketika potret pertama muncul mengenai personel militar AS menghina.BAB II PEMBAHASAN 2. Kenyataannya. Buku ini menggunakan lebih dari 117 referensi sebagai sumber data dan informasi tentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh AS. promosi dan perlindungan HAM berdasarkan penghormatan pada perbedaan budaya dalam kerangka universalitas merupakan salah satu pilar kehidupan modern saat ini. Lebih parah lagi. termasuk penetapan standar dan aplikasi HAM di dunia. Sejak April 2004. Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran. Situasi yang mengerikan di tempat-tempat seperti Tanjung Guantanamo dan Bagram dan kisah – kisah tentang pusat-pusat penahanan rahasia di seluruh dunia akan berdampak negatif terhadap struktur konsep hukum internasional tentang HAM dan penerapannya di dunia.

Afghanistan. terlihat bahwa Pemerintahan Bush mengklaim para tahanan yang diambil dari Abu Ghuraib tidak digolongkan sebagai tahanan perang di bawah hukum internasional. Bagaimanapun. Kejadian itu berasal dari keputusan yang dibuat oleh Pemerintahann AS untuk membelokkan. Fasilitas penahanan AS yang utama di Afghanistan adalah di pangkalan udara Bagram. Dalam hal ini. CIA juga menahan tahanan yang tak jelas jumlahnya. dan lokasi di luar negeri lainnya. di pangkalan udara Bagram dan lokasi lain di Afghanistan. deprivasi indera. mengabaikan. Human Rights Committee kekuarangan-kekurangan menyangkut telah mencatat dengan keprihatinan ketidak-berpihakan. beberapa ahli hukum telah mengungkapkan bahwa AS dapat diwajibkan untuk mengadili beberapa prajuritnya untuk kejahatan perang dan dibawah Konvensi Ketiga dan Keempat. dan pada kasus-kasus kematian 8 . Sejak kejatuhan pemerintahan Taliban di Afganistan. menerapkan metode interogasi yang bersifat memaksa dan pendekatan tidak melihat kejahatan. dalam jawaban. Kebijakan administrasi yang menciptakan iklim Abu Ghuraib dalam tiga cara fundamental pengelakkan dari hukum intenasional. Ada banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi manusia oleh personel militer dan intelijen AS di Afghanistan. AS telah gagal memberi penjelasan yang cukup atas tuduhan perlakukan buruk terhadap tahanan oleh personel militar dan intelijen AS di Afghanistan. tidak mendengar kejahatan pemerintahan Bush. tahanan perang orang sipil yang ditahan dalam suatu perang tak dapat diperlakukan dalam perangai yang merendahkan. perlakukan atau hukuman yang tidak manusiawi atau merendahkan yang ditimpakan oleh militer dan personel non militer AS atau pekerja kontrak.. efektivitas investigasi menjadi tuduhan penyiksaan dan kekejian.kenyataannya pola pelanggaran ini tidak berasal dari aksi beberapa tentara yang melanggar hukum. personel militer dan intelijen AS di Afghanistan melakukan sistem interogasi yang meliputi penggunaan deprivasi tidur. Kendati fakta bahwa AS telah meratifikasi Konvensi PBB yang menentang penyiksaan dan Konvensi Ketiga dan Keempat Geneva. termasuk di Kabul. dan pelanggaran dalam seksi itu adalah “pelanggaran berat”. atau mengesampingkan hukum. dan bahwa Pemerintahan AS telah mengakui bahwa perjanjian – perjanjian dimaksud mengikat dalam perang untuk pembebasan Irak. dan memaksa tahanan untuk duduk atau berdiri dalam posisi yang menyakitkan untuk periode waktu yang lama. dan kemerdekaan. di fasilitas penahanan di Guantanmo. Irak. Menurut Human Rights Watch. pasukan pimpinan AS telah menangkap dan menahan ribuan orang Afghanistan dan warga negara asing lain di seluruh Afghanistan.

Sejak 2002 Kamp Guantanamo telah menjalankan perannya sebagai penjara militer dan kamp interogasi dan menahan lebih dari 775 tahanan dari 44 negara dan kebanyakan orang-orang yang dicurigai oleh pemerintahan AS sebagai operatif AlQaeda dan Taliban. Juga menjadi keprihatinan bahwa investigasi dan penuntutan banyak kasus-kasus ini. sejak negara adidaya itu mengeluarkan kebijakan perang terhadap terorisme dan invasinya ke Iraq. Invasi dan penguasaan wilayah Iraq oleh otoritas yang dibentuk 9 . dan menjamin mereka dihukum secara wajar. Selain itu. lembaga HAM yang berbasis di London ini menyebutkan. dan membuat dunia menjadi tempat yang mengerikan. miskin visi dan tidak punya dasar yang kuat. hukuman-hukuman dan reparasi yang dijamin buat korban. The Committee Against Torture (CAT) menyuarakan keprihatinannya atas laporan-laporan yang bisa dipercaya mengenai tindakan penyiksaan atau kekejian.yang dicurigai di tempat tahanan di salah satu lokasi-lokasi ini. menyerang negara lain dengan mengerahkan tentaranya. termasuk sifat administratif atau kurang dari satu tahun penjara. AS juga di klaim sebagai Negara pelanggar HAM terburuk selama 50 tahun terakhir. merupakan pelanggaran hak asasi. dan harus segera serta melakukan tidakan investigasi secara mendalam. Dalam laporan tahun 2004-nya. Dalam hal ini. Jelas. agenda keamanan global yang dipromosikan oleh AS. tidak manusiawi dan perlakukan yang menghina atau hukuman yang dilakukan oleh anggota militer dan sipil tertentu di Afghanistan dan Irak. terlebih. menurut keseriusan kejahatan. di teritori mana saja dibawah juridiksinya. telah membawa pada hukuman yang lembut. yang mengutip laporan-laporan bahwa para tahanan telah disiksa atau diperlakukan secara kejam. penggunaaan Guantanamo sebagai penjara militer telah diserang oleh organisasi-organisasi hak asasi manusia dan para pengritik lain. Apa yang dilakukan AS. menuntut semua yang bertanggung jawab bagi tindakan semacam itu. mengganggu rasa keadilan dan kebebasan. The Committee menyesal AS tidak memberikan informasi cukup menyangkut penuntutan yang dilontarkan. Amnesti Internasional (AI) menilai Amerika Serikat sebagai pelaku pelanggaran HAM terburuk selama 50 tahun terakhir. AS harus mengambil tindakan cepat untuk menghapus semua bentuk penyiksaan dan perlakukan buruk terhadap tahanan oleh personel militer dan sipil. AS telah secara eksplisit dan sistematik melanggar standar internastional menyangkut perlakukan manusiawi terhadap tahanan yang membawa pada keberatan yang dimunculkan oleh organisasi internasional inter alias Human Rights Commission and Committee Against Torture. termasuk suatu hasil dalam kematian tahanan.

pihak Departemen Kehakiman AS telah mengakui ada problem besar dalam menangani ratusan tahanan warga negara asing sejak peristiwa 11 September. Yang paling hangat. antara lain. Sekretaris Jenderal Irene Khan menyatakan. telah menyalahgunakan senjata dan menggunakan bahan kimia terhadap para tahanannya.” kata Khan dalam keterangan persnya di London. dari perburuan yang membabi buta yang dilakukan AS sejak peristiwa 11 September. AS juga tidak memberi akses agar para tahanan bisa didampingi pengacar agar proses hukumnya bisa segera dilakukan. Sepanjang tahun 2003. kampanye anti terorisme dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Selain tidak memberikan akses pada keluarganya. pelanggaran Ham lainnya yang dilakukan AS. perang terhadap terorisme seharusnya dibarengi dengan upaya melindungi hak asasi manusia. Laporan itu juga menyebutkan.” papar laporan tersebut. Khan mengatakan. Amnesti Internasional juga memaparkan. yang menyebabkan kasus tewasnya sejumlah tahanan di penjara AS. bukti-bukti menunjukkan adanya pola penyiksaan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh para penyidik. AS telah mengabaikan dan menempatkan dirinya diluar sistem hukum yang ada. Amnesti Internasional menyatakan. “Lebih dari 600 warga negara asing ditahan tanpa tuduhan yang jelas atau proses hukum. Selain itu. Amnesti Internasional. Orang-orang ini ditahan atas dugaan terkait dengan Al-Qaeda. Amnesti Internasional juga mengkritisi penerapan hukuman mati di AS. sudah 65 orang yang menjalani hukuman mati di AS. ratusan orang dari sekitar 40 negara. Selain di Guantanamo. di penjara Guantanamo. Kuba. diduga AS menahan sejumlah tawanannya di beberapa lokasi yang tidak diketahui. Disamping itu. polisi dan penjaga penjara di AS. Mereka tidak diberi akses ke keluarga atau ke penasehat hukum. saling bertentangan.negara-negara koalisi. Anak-anak ini ditahan sampai berbulan-bulan. Total. AS dinilai juga telah melanggar aturan internasional dalam menerapkan hukuman mati ini. AS telah kehilangan moral dan potensinya untuk melakukan segalanya dengan cara yang damai. karena telah mengenakkannya pada anak dibawah umur 18 tahun. penahanan sekitar 6. Ini adalah konsekuensi logis. setelah foto-foto penyiksaan dan pelecehan di penjara Abu Graib tersebar di masyarakat luas. sudah ada 885 orang yang menjalani hukuman mati sejak AS menerapkan kembali hukuman itu pada tahun 1976. tapi pada kenyataannya. mengkritik AS karena berupaya mendapatkan kekebalan 10 . di penjarakan AS tanpa proses hukum di Afghanistan.000 anak-anak migran dengan tuduhan melakukan kenakalan remaja. menyebabkan ribuan orang di Iraq ditahan. dunia telah melihat kenyataan yang sebenarnya.

penyebab munculnya kemiskinan. diskriminasi. Selain AS. terbukti setelah AS-Inggris mencaplok Irak. sepanjang tahun 2003-2004 telah terjadi intervensi AS atas Irak dalam masalah-masalah internasional. IISS juga melontarkan kritikan pedas atas AS-Inggris. Amnesti Internasional menilai Inggris juga telah melakukan pelanggaran Ham di Iraq. Hal ini menurut IISS. kini mulai melakukan evaluasi atas kekuasaan eksekutif yang sudah melanggar hak asasi. Lembaga ini bahkan menyebut Israel sebagai penjahat perang karena tindakan brutal yang dilakukannya. menurutnya. keberhasilan demokratisasi di Irak akan menjadi sebuah model bagi reformasi negara-negara Teluk dan Timur Tengah di mana Timteng sebagai kunci bagi keamanan regional dan stabilitas internasional. semena-mena. Menurut IISS. Namun demikian. Laporan lembaga hak asasi manusia Amnesti Internasional ini. Ketika AS dan Inggris terobsesi dengan adanya ancaman senjata pemusnah massal. rasis. Amnesti Internasional menyatakan. Maksud hati hendak menjadi polisi dunia apa daya jadi teroris dunia. Begitulah ungkapan yang klop bagi AS yang tengah dihantam kutukan dunia internasional atas kasus Abu Gharib.hukum dari pengadilan internasional bagi tentaranya yang melakukan kejahatan perang. Adalah The International Institute for Strategic Studies (IISS) yang menuduh AS dan Inggris sebagai pemicu utama kian merebaknya rasa tak aman di dunia.000 anggota yang tengah bersiap melakukan aksi penyerangan atas Barat. juga menyoroti masalah pendudukan Israel di Palestina. mereka sendiri telah menjadi senjata pemusnah massal yang sesungguhnya.” tulis laporan tersebut. perdagangan senjata gelap dan melakukan kejahatan terhadap anak-anak dan wanita. akhirnya AS akan dipandang sebagai penjajah bukan sebagai pembebas. mereka tak akan mampu membayar harga kegagalannya di Irak. “Pengadilan di Inggris dan AS. kedua negara ini mengklaim Iraq punya senjata pemusnah massal hanya untuk membenarkan tindakannya di negara lain. Sebelumnya IISS pada tahun 2003 telah memprediksi bahwa. AS – Inggris ancaman terbesar bagi keamanan dunia. IISS adalah sebuah lembaga studi terkenal yang bermarkas di London Inggris. Laporan itu menilai. Mereka sudah bertindak tidak adil. jika gagal dan Irak kembali menjadi negara otoriter maka harapan itu akan sirna. Setiap tahunnya IISS selalu merilis laporan-laporan yang berkaitan dengan isu-isu internasional strategis dan mengkaitkannya dengan perkembangan paling anyar di berbagai belahan dunia. Selain itu. ancaman terorisme anti-Barat akan makin 11 . dan hal itu akan menjadi mimpi buruk bagi strategi AS dan Barat. AS-Inggris juga telah menyebabkan makin bertambahnya pengikut jaringan Al-Qaeda menjadi sekitar 18.

memperlakukannya dengan semena mena. Padahal waktu itu kita tidak pernah melakukan genosida. Selanjutnya AS mengklaim bahwa Negara kita sebagai pelanggar HAM. mereka adalah satu tanah tumpah darah dengan kita. 2.Asal kita tahu saja Timor Timur itu memang daerah miskin tidak punya sumber daya alam yang dapat diandalkan.asal diketahui saja setelah merdeka mereka malah hidup jauh lebih susah daripada hidup bersama kita dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. ratusan ribu orang tewas di Iraq dan Aghanistan dan rakyat Palestina juga menderita akibat senjata buatan Amerika yang diberikan kepada majikanya.pembunuhan dan pembantaian.Kita dianggap bangsa yang tidak beradab tidak mengerti tentang apa itu hak asasi manusia. Masih ingatkah pendapat Amerika terhadap kita.itu bukan keputusan sedikit orang dan tidak main – main . Di berbagai media internasional kita dituduh menjajah Timor Leste.Tidakkah Amerika sadar bahwa setelah genderang perang ditabuh jutaan orang menderita akibat ulahnya. Pria lajang berkulit putih dan berambut lurus. Peter yang berumur 23 tahun. kelahiran Jakarta.Israel.itu dari lubuk hati kita yang terdalam.bangsa Indonesia tentang pelanggaran HAM yang kita lakukan di Aceh. dan beralamat di Pondok Pinang 12 . berikut dideskripsikan kasus yang menimpa Peter (asal Jakarta) dan dua orang rekannya (asal Sunda) berdasarkan penuturan mereka di Konsulat Jenderal R.I. pelecehan seksual/pemerkosaan dan sebagainya. tindak kekerasan.mendukung agresor sebagainya.meningkat pasca aneksasi atas Irak. tapi yang terjadi adalah zionis Amerika membantai menyerang Palestina Iraq dan dan lain Afghanistan.Timor Leste (dulu Timor Timur) dan Papua.Amerika menuduh kita sebagai bangsa yang tidak becus mengatur negara kita sendiri. Sebagai gambaran.yang terjadi kita justru membantu Timor Timur (sebutan dahulu) membangun sarana infrastruktur dan pemerataan pembangunan. (KJRI).mana mungkin? Mereka adalah saudara kita sendiri. Bahkan menurut IISS. over worked. Kebijakan Pemerintah Malaysia yang mengizinkan calon majikan Malaysia merekrut langsung TKI di Indonesia. sekarang ini AS tengah menebar benih-benih perpecahan antara dirinya dengan Eropa.senasib sepenanggungan dan bahkan pendahulu kita berjanji untuk mengikrarkan Indonesia Raya dari Sabang sampai Merauke. dan menelantarkanya.2 Kasus Pelanggaran HAM Melalui Perekrutan Langsung TKI Salah satu faktor penyebab kompleksitas permasalahan yang terus silih berganti menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia adalah penipuan.

Disamping itu. ditanggung sepenuhnya oleh sang calon majikan. kejengkelan. Peter menemui sang calon majikan di sebuah hotel di kawasan Senen dan menyatakan kesanggupan beserta dua orang rekannya. mereka bertiga bersama sang calon majikan menuju rumah kediamannya di kawasan KL. Selanjutnya. tertarik pada penjelasan Peter dan menyambut baik ajakannya untuk bersama-sama bekerja di negeri jiran. antara lain: di Hotel Horison. kekesalan mereka bertiga bertambah lagi. Kesemuanya itu harus mereka kembalikan melalui pemotongan gaji. Ketika ia sedang bekerja di tempat kerjanya di kawasan Senen. memutuskan menerima tawaran bekerja di Malaysia. Pada hari pertama mereka bekerja . sang calon majikan sudah menunggu mereka bertiga. dan terakhir di sebuah restoran di kawasan Senen. gaji setara dua jutaan rupiah. gajinya setara tiga jutaan rupiah. juga minta pendapat orang tuanya. adalah salah satu tamatan Sekolah Mengah Pariwisata (SMIP) yang mencoba menambah pengalaman dan mengadu nasib ke negeri seberang (Malaysia). datang menghampiri seorang pria paroh baya pengunjung restoran yang memperkenalkan diri berasal dari negeri jiran (Melaysia). biaya pengurusan paspor dan transportasi. sedangkan untuk posisi cook (tukang masak). atas kerjasama pria asal negeri jiran tersebut dengan “calo” di Jakarta (kawasan Senen). Pendek kata. ia menemui beberapa orang kenalannya dan menginformasikan jenis pekerjaan dan gaji dengan bekerja di Malaysia. Kegundahan. dan menawari pekerjaan serupa dengan gaji yang lebih besar di Malaysia . Untuk posisi helper. sejak hari pertama mereka 13 . kedua temannya tersebut salah satunya tamatan STM (23 tahun) jurusan mesin sebagai calon helper. hitung-hitung untuk menambah pengalaman. namun telah banyak pengalaman sebagai tukang masak―. Sesampai di bandara KL. berangkatlah mereka bertiga menuju Kuala Lumpur (KL). serta menyampaikan identitas mereka bertiga guna pengurusan paspor. dan seorang lainnya lulusan SMP (30-an tahun) sebagai calon tukang masak.Kebayoran Lama Lebak Bulus ini. Padahal. setelah pengurusan paspor selesai. Peter yang terakhir bekerja di sebuah restoran di kawasan Senen sebagai coffe maker dan telah bergaji 1. Pria tersebut juga memintanya untuk mencarikan beberapa orang pekerja lainnya. Sekitar tiga-lima bulanan kemudian. Dapat ditebak. kepada mereka bertiga sudah disodori kwitansi atas sejumlah biaya proses pengurusan paspor dan biaya transportasi (Jakarta-KL). Selanjutnya. di Jakarta tidak ada informasi dan perjanjian mengenai hal itu. mereka bertiga sangat terkejut. Ia mempuyai pengalaman kerja di beberapa tempat di Jakarta sebagai coffee maker. Tanpa pikir panjang. Dom Cafe.5 juta rupiah tersebut. Setelah beberapa hari berpikir.

dan RM. 200 X Rp. Demikianlah sehari-harinya mereka bekerja. itupun tidak diperbolehkan mengambil lauk-pauk. untuk sekedar mengganjal perut. 750-an lebih untuk posisi coffe maker dan helper. Di KJRI Johor Bahru inilah mereka bertiga untuk beberapa hari tinggal (tidur di ruang istirahat driver KJRI). perlakuan tidak humanis juga sudah mereka rasakan. mereka bertiga tidak diperbolehkan duduk. mereka hanya mendapat jatah secangkir teh (manis). mereka bertiga meninggalkan KBRI KL dan menuju KJRI Johor Bahru. Kebetulan tetangga dekat Peter bertiga ada seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang menolong mereka. Pagi hari.00 hingga sekitar jam 24. dengan susah payah (hanya) diberi gaji RM. 2. karena di KBRI KL tidak ada shelter untuk menampung TKI laki-laki. Jakarta. secara sembuyi-sembuyi mereka makan sesuatu. yang pada akhirnya mereka bertiga hanya bertahan sekitar 1./KBRI) di Kuala Lumpur. terutama setelah terulangnya penyiksaan terhadap TKI di negara itu beberapa waktu lalu. sekitar jam 15-16-an waktu setempat. menyatakan Duta Besar Indonesia di Malaysia Da`i Bachtiar 14 .= Rp. 1. dan majikan mengetahuinya. 200 (RM. Sesampai di sana.5 bulan bekerja di rumah makan milik majikan tersebut.I. yaitu: sejak buka restoran/kedai jam 09.00 waktu setempat. dalam sehari.3 Penanganan Kasus TKI Di Malaysia Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Indonesia meminta Malaysia mempercepat penanganan hukum terhadap kekerasan yang menimpa TKI di negara tetangga itu . (Kedutaan Besar R. Juru Bicara Kepresidenan Dino Pati Djalal di Kantor Kepresidenan.600. mereka bertiga menceritakan kasus yang mereka alami kepada aparat di KBRI. 520. mereka hanya di beri makan nasi satu kali saja.000. mereka bertiga di pagi buta sebelum subuh melarikan diri dengan merangkai sarung dan apa saja yang bisa dirangkai untuk menuruni rumah sang majikan yang bertingkat itu secara bergantian. yang akhirnya dipulangkan ke tanah air melalui Batam/Tanjung Pinang..I. dan dengan sangat hati-hati juga.-) dari janji semula di Jakarta (Indonesia) dua-tiga jutaan rupiah setara RM. dan masing-masing mereka. Atas bantuan dan petunjuk PRT itulah Peter dan dua orang rekannya dengan sangat hati-hati (menghindari aparat berwajib setempat) menuju Kantor Perwakilan R.bekerja. Jika. Tidak itu saja. mereka di maki-maki. dan hanya dengan kuah saja. Tetapi. sedang malam hari tidak ada jatah makan lagi. dan diancam dipotong gaji. mereka bertiga di sarankan ke KJRI di Johor Bahru.200an untuk posisi tukang masak. Akhirnya. Dengan asa yang masih tersisa. 2.

pmerintah akan terus bernegosiasi dengan Malaysia untuk merevisi moratorium pengiriman TKI ke Malaysia yang saat ini masih dalam tahap finalisasi. Meski demikian. dan 15 . Dino menuturkan Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia yang dulu.telah menyurati Kementerian Luar Negeri dan instansi lain di Malaysia tentang penyiksaan yang dialami TKI di Malaysia. penelitian ini fokus pada kelembagaan. Dino menyebutkan kasus yang mengalami kemacetan di antaranya adalah kasus Ceriyati yang belum ada keputusan sejak 2006 serta sidang pemukulan terhadap wasit karate Indonesia. Indonesia tetap menghargai sikap Malaysia yang menyatakan akan mengusut tuntas semua kasus penyiksaan TKI di Malaysia dan berjanji akan melindungi warga negara Indonesia sebagaimana warga mereka sendiri. “Itu yang menjadi komplain Presiden. Munti Binti Bani.” ujarnya. Untuk melindungi TKI di Malaysia sebagai tindakan preventif. Demikian pula dengan kasus Nirmala Bonat yang majikannya sudah dihukum 20 tahun namun eksekusinya harus tertunda karena pelakunya mengajukan banding. Donald Kolopita. masalahnya memang kelambatan di sistem peradilan Malaysia dan ini terus kita dorong. Non Goverment Organization (NGO)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dino mengaku telah menelepon Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia untuk menyampaikan posisi pemerintah Indonesia yang mengutuk dan menyesalkan pembunuhan Munti. yang seharusnya dimulai pada Agustus 2009 namun ditunda hingga Januari 2010. Pemerintah Indonesia mendorong agar kasus ini segera dituntaskan dan pelaku yang diduga majikannya diganjar hukuman yang setimpal. penanganan hukum kasus kekerasan TKI di Malaysia memang lambat dan bahkan macet karena masalah proses pengadilan di Malaysia. hingga perempuan asal Jombang itu meninggal dunia pada 26 Oktober 2009. Jadi ada beberapa kasus. Sesuai rencana pada trip 1. pernah mengadakan pertemuan bilateral untuk hanya membahas 18 kasus kekerasan yang menimpa TKI di Malaysia. “November ini akan ada pertemuan lagi. yang meliputi: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). “Pemerintah Indonesia menegaskan kembali agar Kepala Polisi Malaysia untuk menginvestigasi. Dino mengakui. banyak kasus hukumannya ringan dan deadlock karena terlalu bertele. Pemerintah juga akan terus melindungi TKI di Malaysia melalui tindakan preventif melalui unit khusus antar departemen di Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Dino mengatakan. Abdullah Badawi.” ujar Dino. dan ini akan menjadi agenda penting hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan hasil diskusi mengenai permasalahan TKI dengan institute terkait di Malaysia .” ujarnya.

Peningkatan jejaring kerja dan pertemuan reguler dengan instansi terkait di dalam negeri dan Malaysia. 2. Kegiatan penyuluhan dan pelayanan publik di daerah konsentrasi TKI. Pelayanan pengaduan melalui SMS 33044. Meningkatkan upaya perlindungan secara maksimal bagi seluruh WNI/TKI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Kuala Lumpur Meningkatkan upaya dan bentuk pelayanan WNI/TKI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) yang bermasalah. Dalam kunjungan ke UKM tersebut tim peneliti juga sempat wawancara dengan Darul Amin. Penampungan sementara di KBRI Kuala Lumpur. Anggotanya meliputi elemen struktur KBRI a) b) c) d) e) f) g) h) i) Fungsi Protokol dan Konsuler Fungsi Sosial Budaya dan Penerangan Fungsi Penerangan Atase Imigrasi Atase Ketenagakerjaan Atase Pendidikan Atase Perhubungan Atase Riset (BIN) SLO POLRI yakni: Tujuan Satgas adalah: 1. Pendataan dan pendampingan bagi WNI yang menghadapi masalah hukum. Kegiatan outreach di kantong-kantong TKI di berbagai daerah di Indonesia. Unsur perguruan tinggi di Kuala Lumpur yang dapat ditemui adalah Prof. seorang pengamat pekerja migran di Malaysia. saat ini telah dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pelayanan Warga Negara Indonesia (PPWNI) berdasarkan SK Kepala Perwakilan RI untuk Malaysia No. Mr. Penanganan kasus yang menimpa WNI/TKI. Di KBRI Kuala Lumpur. yakni Migrant Care. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Upaya-upaya yang dilakukan Satgas PPWNI meliputi. Peluncuran awarness campaign melalui berbagai media masa. Azizah Kasim dari Institut Kajian Malaysia dan Antar Bangsa (IKMA). 3. 16 . Alex Ong. secara individual berupaya menangani masalah pekerja migran terutama TKI bermasalah. ditemui satu NGO/LSM. 02/SK-DB/I/2006 tanggal 9 Januari 2006. Dari NGO/LSM di Kuala Lumpur.Perguruan Tinggi. khususnya perempuan.

bahwa TKI yang bersangkutan dalam pengawasan KBRI Kuala Lumpur. Untuk itu. Hal tersebut dikuatkan pihak KBRI.I. Meskipun demikian. pihak KBRI memberikan surat keterangan. Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia yang ada di Malaysia. curiga. Untuk mengatasi kendala tersebut. dan bahkan dijadikan pekerja seks komersial (PSK). tindak kekerasan/penganiyaan. para TKI bermasalah di shelter tersebut berharap agar kasus mereka segera selesai dan segera pulang ke tanah air. bahwa waktu penyelesaian kasus sangat tergantung pada cepat atau tidaknya hasil musyawarah kesepakatan antara majikan dan agency dengan TKI yang bersangkutan. pihak KBRI merekrut relawan (dari perguruan tinggi setempat). bahkan terdapat beberapa orang TKI bermasalah yang diindikasikan mengalami gangguan jiwa dan penyimpangan perilaku. Pada kasus-kasus yang diselesaikan melalui proses pengadilan ada kecenderungan memerlukan waktu yang cukup lama dan tidak adanya kepastian. Pada umumnya. shelter KBRI menampung 71 orang TKI (Wanita) bermasalah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. terkait:apakah masalah mereka bisa segera selesai dan atau dapat dimenangkan oleh TKI dan tidak adanya kepastian waktu penyelesaian masalah. Saat dilakukan studi ini (5 Juni 2007). kondisi mereka: lesu. Selain itu juga melibatkan NGO/LSM (Migrant Care dan IOM ). Kasus-kasus menonjol yang menimpa TKI adalah: gaji tidak dibayar. dimungkinkan Departemen Sosial R. stress. Hasil observasi secara umum tim peneliti terhadap TKI di Shelter menunjukkan. Dalam permasalahan TKI ini terdapat perbedaan cara pandang pemerintah 17 .Dalam mewujudkan upaya dimaksud. Ada kecemasan pada diri TKI bermasalah. Penanganan oleh IOM ini dalam tahun 2007 akan segera berakhir. dan lain-lain. Dalam kasus-kasus seperti tersebut itu. dalam upaya melindungi mereka dari tindakan aparat pemerintah Malaysia. (Depsos) mengambil peran khususnya dalam hal pemulangan TKI dari Malaysia ke tanah air. memang terdapat TKI di shelter mengalami kondisi tersebut. takut. Pengalaman menunjukkan. dan tidak ada sarana penampungan bagi TKI Pria bermasalah. pelecehan seksual/perkosaan. pihak KBRI melibatkan organisasi Dharma Wanita. Khusus permasalahan TKI korban traficking dilaksanakan melalui kerjasama dengan IOM dengan kegiatan konseling dan bantuan pemulangan ke tanah air. pihak KBRI sering mengalami kesulitan karena tenaga yang ada tidak mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan dalam menangani masalah sosial psikologis.

Namun demikian pengaruh dari hasil penelitian/kajian terhadap kebijakan pemerintah bukan lagi menjadi tanggung jawab perguruan tinggi. advokasi. Upaya yang dilakukan antara lain dengan membantu TKI dalam pelayanan konseling. sejak berada di Malaysia sampai pemulangan ke tanah air dan penanganan di daerah asal TKI. menggunakan dokumen palsu. sedangkan dana untuk kegiatan operasional berasal dari perorangan baik dari pengurus maupun pihak lain yang tidak mengikat.Indonesia dan Malaysia. Sementara ini. dinilai kurang adanya kontrol dari pemerintah 18 . c) d) Alex Ong juga membangun image kepada Parlemen Malaysia tentang dampak yang muncul bila permasalahan migran tidak tertangani. Misalnya. masuk sebagai pelancong. sementara Indonesia disamping keimigrasian juga melihat pendekatan ketenagakerjaan (perburuhan). penyuluhan sosial. dan membangun capacity building. beaya pemulangan TKI bermasalah dari Malaysia ke tanah air. Hal ini diharapkan agar dapat mempengaruhi dalam pengambilan kebijakan. sebagai mahasiswa. tidak hanya dipahami oleh penentu kebijakan. banyak hasil penelitian/kajian tentang pekerja migran oleh perguruan tinggi di Malaysia. b) Alex Ong membantu permasalahan TKI terutama yang berada di luar shelter dan belum ditangani oleh KBRI. antara lain. Ada beberapa kasus migran ilegal yang teridentifikasi oleh perguruan tinggi. Alex Ong bergerak atas dukungan Partai PAS (Partai Islam se Malaysia). Pada akhirnya pihak KBRI berharap ada program dan kegiatan Depsos yang dapat diakses WNI/TKI dalam upaya perlindungan dan pelayanan WNI/TKI bermasalah. dan pemberdayaan TKI di daerah asal. Prof. e) Alex Ong mengharapkan agar mekanisme infrastruktur kedua negara bisa diperbaiki. dengan kerjasama dengan KBRI. dan telah disampaikan ke pihak kerajaan. dimana Malaysia memandang permasalahan TKI dari sudut keimigrasian semata. NGO/LSM : a) Menurut Alex Ong (Migrant Care). Menurut pimpinan IKMA– UKM. tetapi harus sampai pada level TKI. Penanganan TKI mulai dari daerah asal harus terintegrasi antar lembaga pemerintah dan penyalur TKI (Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia/PJTKI). Yang berarti setiap hari ada 82 orang TKI yang kehilangan dokumen resmi dan menjadi TKI ilegal. masuk tanpa dokumen. dan menggunakan dokumen orang yang sudah meninggal. Azizah Kasim. setiap hari rata-rata terjadi kasus TKI lari dari majikan sebanyak 82 orang.

4 Implikasi Pelanggaran HAM Amerika Serikat Di Irak Sangat tepat. namun mampu mengembangkan usaha di daerahnya dengan modal yang diperoleh dari hasil kerja di luar negeri. pengetahuan dan keterampilan dari perusahaan tempat kerja. seharusnya mereka tidak mempraktikkan politik teror dan teror politik atas warga sipil Irak serta 19 . bahwa Amerika Serikat secara moral tak lagi memiliki hak untuk menilai pelaksanaan hak-hak asasi manusia di negara lain. dikemudian hari bisa menjadi vendor dari perusahaan yang bersangkutan. apa yang dilakukan tentaranya di Irak tidak mewakili perilaku bangsa AS secara keseluruhan. yang utama adalah bagaimana kita berupaya memberdayakan (empowerment) TKI. Irak. sehingga penanganan migran lebih obyektif dan fokus. Probability.Pernyataan Departemen Luar Negeri itu mengacu pada mencuatnya skandal penyiksaan dan pelecehan seksual yang dilakukan tentara AS di penjara Abu Ghraib. 21 Mei lalu. dan atau “family net working”. Terkait dengan hal itu disarankan perlu adanya suatu lembaga yang bertugas mengontrol keberadaan TKI di Malaysia.Indonesia untuk melihat perkembangan TKI. tidak melibatkan agen seperti saat ini. Rekruitmen pekerja migran dimungkinkan ditangani melalui Goverment to Govermnet (G to G) antara Indonesia dan malaysia. Bila perlu eks TKI dengan bekal pengalaman. Terbunuhnya 40 warga sipil Irak (yang sedang merayakan pesta pernikahan) oleh pasukan pendudukan AS dan terbunuhnya 45 warga sipil Palestina oleh tentara pendudukan Israel baru-baru ini hanya merupakan bagian bentuk terorisme negara yang secara sistematis dilakukan AS dan Israel.Seorang pengamat TKI menyebutkan. Marty Natalegawa. baik di Indonesia maupun di Malaysia.Bagaimana AS dapat mengklaim diri sedang memerangi terorisme jika tentaranya di Irak dan Afghanistan membunuh warga sipil dan merusak tempat-tempat suci keagamaan? AS mendukung penguasa Israel yang tak henti membantai warga Palestina. Presiden AS George Walker Bush dengan susah payah membela diri dengan mengatakan. 2. dalam penanganan masalah TKI. Begitu pula jika AS benar-benar hendak memerangi terorisme. seperti yang selama ini terjadi di lingkungan migran asal Bawean (Komunitas Madura -orang Malaysia umumnya menyebut “Boyan”-). pernyataan Departemen Luar Negeri RI melalui juru bicaranya. dimungkinkan adanya pusat informasi migran (Migrant Centre Information). Dengan demikian diharapkan eks TKI tidak lagi menjadi TKI.

Terjalinnya persekutuan antara kaum Syiah dan Sunni Irak serta pembangkangan yang dilakukan tokoh penting Irak pro-AS. anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan PBB. atas pasukan pendudukan AS menunjukkan betapa makin meningkatnya ketidakpuasan rakyat Irak terhadap kebijakan Bush di Irak. membasmi terorisme. dan membangun sistem demokrasi di Irak) dalam realitasnya justru terbalik. Jajak pendapat terakhir menunjukkan hanya 42 persen warga AS yang masih mendukung politik Bush di Irak. Begitu pula popularitas Bush di dalam negeri AS sendiri yang cenderung merosot. Invasi AS ke Irak yang semula bertujuan “mulia” (menghancurkan senjata pemusnah massal. G-7. serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan stabilitas dan pembangunan politik. termasuk tenaga kerja. Setelah invasi dan pendudukan AS berkepanjangan. bangsa dan rakyat Irak kini dihadapkan kehancuran infrastruktur sosial-ekonomi yang luar biasa. sosial.tak lagi mendukung penuh terorisme negara Israel di bawah PM Ariel Sharon. OKI. yang sedang 20 . Bush tak punya banyak pilihan. Idealnya. penyelesaian tuntas atas tragedi Irak harus dilakukan melalui sebuah konferensi internasional yang disponsori PBB dengan melibatkan seluruh elemen di dalam negeri Irak. Pemerintah Inggris di bawah PM Tony Blair-yang selama ini dikenal pendukung setia Bush-menghadapi tekanan dari dalam negeri agar menjaga jarak dengan AS. membebaskan rakyat Irak dari rezim tiran. 4 November mendatang. seperti Liga Arab. negara-negara tetangga Irak. Setelah Spanyol (salah satu sekutu AS di Eropa) menarik dukungannya atas pendudukan AS di Irak. 2. seperti serangan yang dilakukan terhadap sejumlah masjid di kota-kota suci Najaf dan Karbala serta makam Imam Ali. Apa yang dilakukan penguasa Israel terhadap warga Palestina serta yang dilakukan tentara pendudukan AS terhadap warga sipil Irak pada hakikatnya tak lebih dari menanamkan benih-benih terorisme. bahkan mengembang-biakkan terorisme. mengabaikan tempat-tempat suci agama Islam Syiah di Irak. Apalagi keganasan tentara AS kian membabi buta. Ahmad Chalabi.Tak hanya dari sejumlah pemimpin negara lain yang sebelumnya mendukung politik AS di Irak. dan Gerakan Nonblok.5 Peran Perwakilan Ri Dalam Penanganan TKI Bermasalah Sebagai salah satu tugas dan fungsi Perwakilan RI di luar negeri adalah memberikan bantuan dan pelayanan kepada WNI. kecuali jika sekadar meraih kemenangan dalam pemilu AS. dan ekonomi di Irak. tetapi juga dari kalangan tokoh-tokoh Irak sendiri yang sebelumnya mendukung penggulingan rezim Saddam Hussein.

tertimpa musibah. Satgas PPWNI melaukan beberapa langkah yaitu berupa pemanggilan majikan dan agen dari TKI yang bermasalah ataupun melakukan penyerbuan ke rumah atau kantor agen. Dalam prosedur penyelesaian TKI bermasalah selanjutnya. di beberapa Perwakilan yang mempunyai TKI cukup besar telah dibentuk Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI (Satgas PPWNI) yang salah satunya berada di Kuala Lumpur. Dalam proses penyelesaian.” kata Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M Yamani dalam siaran persnya di Jakarta. 1 kasus pelecehan seksual dan 9 kasus lainnya. Dengan langkah tersebut. maka Satgas PPWNI berupaya untuk melakukan upaya pencegahan dan pendidikan publik kepada TKI agar kiranya dapat terhindar dari kemungkinan masalah yang dapat menimpa mereka. Yunus mendapat sejumlah pertanyaan dari kalangan PJTKI 21 .884. Satgas PPWNI KBRI Kuala Lumpur telah secara aktif melakukan kampanye kesadaran kepada TKI tentang hak dan kewajiban sebagai tenaga kerja asing di Malaysia.1 atau setar Rp. Satgas PPWNI telah berhasil menyelesaikan 55 kasus yang terdiri dari 44 kasus gaji tidak dibayar.809. Dalam periode tersebut jumlah TKI yang dipulangkan kembali sebanyak 109 orang dan 2 bayi. 2. 398. Dalam proses pemulangan ini. Sejauh ini. Dalam penanganan kasus selama bulan September-Oktober 2007 terhadap TKI yang bermasalah di Malaysia. Dalam kaitan ini. Bekerjasama dengani berbagai instansi di Indonesia juga selalu ditekankan agar kiranya kepada calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri agar memperhatikan kontrak kerja yang akan ditandatangani serta selalu membina hubungan dengan Perwakilan RI terdekat sehingga jika mengalami masalah akan dengan cepat dapat ditangani secara baik. maka gaji dan kompensasi yang berhasil didapatkan adalah RM 140. Satgas PPWNI juga menjalin kerjasama dengan LSM International Organization on Migration (IOM) disamping juga meminta tanggung jawab dari agen TKA yang ada di Malaysia maupun tidak sedikit juga yang menggunakan dana KBRI. Mencermati makin banyaknya kasus TKI yang mempunyai kasus di Malaysia khususnya dan beberapa negara lain yang banyak menerima TKI. 1 kasus penganiayaan.00.909.6 Penanganan Kasus Pembunuhan TKW di Kuwait Kalangan pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) mempertanyakan tewasnya seorang TKI asal Cirebon yang diduga kuat dibunuh oleh majikannya di Kuwait. Malaysia. “Jenazah telah dimakamkan di sana tanpa sepengetahuan KBRI di Kuwait. maka Satgas PPWNI juga melakukan upaya pemulangan ke tempat asal masing-masing TKI.

menolak penggalian kembali mayat tersebut karena hal itu tabu di Kuwait. pada 25 April 2009. jika katakata itu tercantum maka akan bertentangan dengan UU Perlindungan WNI dan BHI karena Deplu dan KBRI wajib melindungi WNI selama berada di luar negeri. seharusnya beban tersebut menjadi tanggung jawab majikan yang membunuh atau konsorsium asuransi perlindungan TKI.p. kata Yunus.39/2004 hanya memiliki satu ayat yang berbunyi segala biaya yang diperlukan dalam kegiatan perekrutan CTKI dibebankan dan menjadi tanggung jawab PPTKIS.39/2004.500 Kuwait Dinar (KD) dan membebankan biaya pemberitahuan. mencari informasi. KBRI.39/2004 yang dikutip dalam surat dari KBRI Kuwait. Dia juga mengoreksi. kata Yunus. KBRI menyatakan pihaknya tidak diberitau secara resmi oleh pemerintah Kuwait tentang pembunuhan tersebut dan proses pemakamannya. bahwa Pasal 39 UU No. kematian serta pengeluaran biaya penguburan kepada PT BT dengan dalih tanggung jawab PPTKIS sesuai Pasal 73 ayat 2 UU No. KBRI. Yunus juga menjelaskan bahwa pasal 73 ayat 2 UU No. Pada 4 Mei 2009. Depnakertrans dan BNP2TKI atas kasus itu. Sementara. “Kami menyesalkan tewasnya Royati dan menuntut keadilan atas kematian tersebut. Dir. asal Cirebon. Wisantoro. dalam suratnya menawarkan uang diyat sebesar 11.13B/03/KUWAIT/V/2009 yang isinya menyatakan bahwa betul TKI atas nama Royati telah dibunuh oleh majikannya sendiri. Yunus berharap agar kasus tewasnya Royati diusut tuntas dan dia mengimbau 22 . Kami ingin pelaku pembunuhan dihukum seberatberatnya agar memberi efek jera kepada majikan lainnya. PT BT mendapat informasi melalui faksimili dari KBRI Kuwait yang ditujukan kepada Menteri Luar negeri u. PT Bidar Timur (BT) mendapat informasi dari mitra kerjanya. KBRI hanya bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan dan perlindungan TKI sesuai Pasal 39 ayat 2 UU No.” kata Yunus. Berdasarkan informasi yang diterimanya. telah meninggal dunia. 39 tahun 2004. “Tidak ada kata-kata bahwa tugas KBRI hanya melakukan pengawasan terhadap PPTKIS yang termaktub dalam ayat 2. PT BT mempertanyakan kebenaran berita tersebut ke KBRI di Kuwait melalui Atase Ketenagakerjaan. Menurut dia.tentang kasus ini.” kata Yunus. Jabar. Perlindungan WNI dan BHI dengan No. Fadel Muhammad Abbas Al-Sharaf Manpower bahwa TKI bernama Royati binti Dakina Karsida. Keluarga TKI yang mengetahui peristiwa itu merasa sedih dan meminta agar jenazah Royati dipulangkan ke Indonesia. Dia juga menyayangkan lambannya kinerja KBRI Kuwait dan tidak adanya respon balik dari Deplu.

Saro Wiwa menuduh Shell mendukung penekanan pemerntah Nigeria terhadap rakyat Ogoni serta penyiksaan terhadap pemimpinnya.7 Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Nigeria Pengadilan New York akan dihadapkan pada kasus terbesar dalam soal pertangunggjawaban perusahaan. Banyak di antara desadesa di Ogoni dibakar dan pemimpinnya dijebloskan ke penjara. Sembilan orang dieksekusi oleh diktatur Nigeria saat itu Sani Abacha. Shell yang menyangkal keras tuduhan tersebut. pengadilan akan memulai proses perusahaan Royal Dutch Shell–perusahaan yang mendominasi sektor perminyakan Nigeria dalam beberapa dasawarsa terakhir–yang didakwa meminta bantuan junta militer Nigeria untuk membungkam aktivis hak-hak asasi manusia Saro Wiwa. Pencemaran minyak dan gas.penempatan TKI ke Kuwait dihentikan selama proses pengusutan berlangsung agar menjadi perhatian bagi pemerintah Kerajaan Kuwait. tentara Nigeria melakukan tindakan brutal dan besar-besaran untuk membungkam gerakan protes yang semakin meningkat. bahkan sebaliknya mengatakan: berupaya membujuk pemerintah untuk memberikan grasi. Pengacara hak-hak asasi 23 . Shell dinyatakan mendukung tindakan tersebut. Mereka menuduh Shell menyingkirkan kekhawatiran itu dengan melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak-hak asasi manusia. setelah didakwa melakukan pembunuhan dan diadili oleh tribunal militer yang sengaja didirikan untuk tujuan itu. juga didakwa membiayai tentara yang melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia secara besar-besaran di wilayah kaya minyak Delta Niger. Pelanggaran kemanusiaan terhadap rakyat Ogoni mencapai puncaknya pada 10 November 1995. Perusahaan minyak Royal Dutch Shell memulai produksi minyaknya di Delta Niger pada 1958. Antara tahun 1990 dan 1995. Gerakan untuk Perjuangan Rakyat Ogoni MOSOP. Shell menyangkal tuduhan pembungkaman Saro Wisa. Mereka juga mengatakan bahwa Shell khawatir bahwa protes akan menganggu kegiatan mereka dan menodai citra mereka di luar negeri. 2. penebangan hutan. Sejak Rabu mendatang. yang dipimpinnya mewakili rakyat Delta yang paling terkena dampak dari kegiatan Shell. Namun protes terhadap penekanan dan ekspolitasi baru dimulai pada awal 90 – an. Di antara pemimpin Ogoni saat itu yang paling terkenal adalah Ken Saro Wiwa (1941-1995). merusak sumber alam di Delta dan menghancurkan pertanian dan penangkapan ikan yang merupakan dasar penghasilan rakyat asli Ogoni. Ia dikenal sebagai penentang yang sering melontarkan kritik terhadap pengoperasian Shell di Nigeria.

Dalam kasus lainnya. termasuk di antaranya sejumlah eksekusi. meminta markas besar Shell bulan Mei lalu memberikan penjelasan peran perusahaan itu dalam pencemaran minyak minyak di Nigeria. Pengadilan yang akan berlangsung pekan ini digelar berdasarkan UU 1789 yang dapat menyeret seorang warga Negara non Amerka untuk dituntut di pengadilan Amerika dengan dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. penguasa China harus segera membebaskan rakyat Tibet dari segala bentuk penindasan sebelum pelaksanaan Olimpiade Beijing 2008. Sementara itu perusahaan itu mengatakan Nigeria lah yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut.manusia Amerika mencoba menyeret Shell ke pengadilan untuk dimintai pertanggungjawabannya atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Nigeria.8 Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi di Tibet Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Jakarta mengutuk kekerasan yang terjadi di Lhasa Tibet. tanpa peduli di mana kejahatan itu terjadi. Komunitas internasional dan para pemimpin dunia juga didesak untuk segera menekan rejim komunis China supaya memperbaiki catatan HAM-nya yang buruk di Tibet maupun di Daratan China. Liesbeth Zegveld. 2. mewakili desanya di pengadilan Belanda. empat warga Nigeria. Baginya China tidak layak menggelar Olimpiade jika kondisi HAM-nya masih buruk. nelayan dan petani di Delta Niger. Insiden kekerasan yang terjadi di Lhasa. Chevron terancam harus membayar 27 milyar dollar atas dakwaan melakukan pencemaran hutan dan Exxon Mobil dituntut oleh penduduk desa di Aceh utara yang menuduh perusahaan tersebut menyewa tentara menjaga sumber gas dan melakukan pelanggaran terhadap kemanusiaan. Namun upaya itu membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya kasus ini dapat diseret ke pengadilan. Aksi damai ini diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari sejumlah lembaga antara lain 24 . Tibet pada pekan lalu yang menewaskan ratusan jiwa manusia tak berdosa adalah sebuah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berat. pembela keempat warga Nigeria itu. Karena itu. Mereka menuduh Shell merusak sumber penghasilan mereka dan menyatakan Shell tidak mematuhi standard internasional mengenai pengelolaan minyak yang benar. Dakwaan yang dilakukan terhadap perusahaan minyak terbesar di dunia atas kejahatan yang dilakukan di negara berkembang bukanlah yang pertama kali. kejahatan terhadap kemanusiaan dan penyiksaan. Demikian pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh Masyarakat Indonesia Untuk Pembebasan Tibet yang menggelar aksi solidaritas di Depan Kedubes China Jakarta pada Rabu (19/3).

“Kalau kondisi HAM di China semakin buruk. pengacara pembela rakyat yang tergusur. Solidamor. Hikmah Budhi. Pahitnya keadaan ini tak menyurutkan perjuangan Dalai Lama dan para pengikutnya di Dharamsala. Mereka adalah aktivis HAM dan lingkungan. “Di luar itu.” tandas Muhammad Gatot. Tekanan terhadap kegiatan keagamaan di kuil Tibet semakin meningkat sejak akhir 20007 lalu. Tempat-tempat ibadah banyak yang dirusak. pengikut Falun Gong.” demikian bunyi siaran pers mereka. penguasa China juga terbukti melakukan pelanggaran HAM berat terhadap rakyatnya yang menuntut kebebasan berkeyakinan (pluralisme) dan demokrasi. sikap tersebut perlu dilakukan mengingat sejak 1959. semakin memperburuk catatan hak asasi manusia di China yang sebentar lagi akan menggelar Olimpiade. Sebelumnya ribuan rakyat dan biksu tewas dalam peristiwa pengambilalihan wilayah ini. “Itu berarti penguasa China telah mengingkari janjinya pada tahun 2001 untuk memperbaiki kondisi HAM-nya jika terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade. rakyat Tibet berada di bawah pendudukan rejim Beijing. India untuk menuntut otonomi lebih luas. Mereka menganggap pemerintah China tidak layak menyelenggarakan Olimpiade karena tindakannya yang semakin represif menjelang Olimpiade. Sebagai contoh. perwakilan sejumlah lembaga memberikan kecamannya atas kekerasan yang masih terjadi di Tibet. Menurut Masyarakat Indonesia Untuk Kebebasan Tibet. Sebagian besar tokoh Tibetan masih meringkuk di tahanan. penganut Kristen-Katolik. sasaran tembaknya adalah kelompok-kelompok yang dianggapnya potensial menggagalkan pesta olah raga dunia itu. serta membebaskan rakyat Tibet dari cengkraman militer China. Merujuk pada laporan Amnesty International pada tahun 2007 ditunjukan adanya peningkatan pelanggaran HAM di negeri Tirai Bambu ini. Rakyat Tibet diperlakukan sebagai warga negara kelas dua. Disebutkan.dari Yayasan Atap Dunia. dimana sampai sekarang masih terjadi. Apa yang terjadi di Tibet. Selain Tibet. muslim Uighur. Budaya setempat dihancurkan pemimpin spiritual Dalai Lama menyebutnya sebagai ‘genosida budaya’. tindakan represif justru semakin intensif dilakukan oleh penguasa China menjelang dilangsungkannya Olimpiade Beijing 2008. The Coalition to Investigate the Persecution of Falun Gong (CIPFG) perwakilan Indonesia LBH Jakarta. Pemuda PGI dll. Dalam aksi ini. Piagam Olimpiade yang memberi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan 25 . Perwakilan CIPFG Indonesia. kita harus menolak pesta olah raga dunia itu dilangsungkan di China. kasus pengambilan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup di kampkamp konsentrasi China yang sempat menjadi perhatian dunia.

mereka mengutuk tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan China terhadap rakyat Tibet yang mengadakan aksi damai. hingga sekarang. dalam bentuk apa pun. Ribuan bahkan jutaan nyawa sudah melayang dalam berbagai serbuan dan tindakan militer terhadap para pembangkang. Berdasarkan kenyataan tersebut. kembali mati sia-sia di tangan militer Cina yang menghadapi mereka dengan kekerasan. merupakan pelanggaran atas nilai-nilai universal HAM. serta bentuk pelanggaran HAM lain yang terjadi di China selama ini. Selain itu. ketika 26 . dan Panitia Olimpiade internasional untuk menggunakan pengaruhnya– menekan penguasa China supaya segera memperbaiki keadaan HAM-nya yang buruk. Isu dan usaha penegakan HAM sudah tidak lagi bersifat personal atau eksklusif tetapi menjadi perjuangan bersama. Pada waktu Cina menduduki Tibet di tahun 50-an. hingga pekan di awal bulan ini. demonstrasi anti Cina sudah meluas ke beberapa negara dan juga belum berhenti. Berlanjut dan meluasnya protes antiCina mengenai masalah Tibet. Tak ketinggalan. mendesak kepada penguasa China untuk segera mengakhiri kekerasan di Tibet. Kesadaran politik masyarakat dunia juga sudah semakin mengglobal. Terdapat beberapa alasan penting untuk itu. Malah menjadi sebuah momentum yang makin besar terutama setelah isyu Tibet ini dikaitkan dengan boikot Olimpiade Cina 2008. Tetapi yang paling signifikan adalah sikap ambivalensi Barat yang ’’masa bodo’’ terhadap pelanggaran HAM di Tibet. Mereka mengajak masyarakat Indonesia dan komunitas internasional untuk memberikan solidaritasnya terhadap para korban pelanggaran HAM yang terjadi di Tibet dan China. Mereka juga mendesak kepada Komisi HAM PBB dan organisasi hak asasi internasional lainnya agar melakukan penyelidikan independen atas kerusuhan yang terjadi di Lhasa. sejumlah aktivis Tibet antarnegara merancang sebuah obor perdamaian. Sebab. Pada saat ini. memberi satu indikasi penting bahwa dunia internasional harus menaruh perhatian serius. kemerdekaan sudah menjadi bagian dari hak azasi manusia. Tentu saja usaha tersebut adalah bagian dari kampanye internasional masyarakat Tibet yang mencoba mencari simpati dunia. sejumlah pemrotes Tibet. Surat kabar memberitakan. mereka juga menyerukan kepada para pemimpin dunia termasuk pemerintah Indonesia. yang telah menelan korban ratusan orang.Yang menjadi pertanyaan kita adalah. sebagai tandingan dan mengaraknya ke sejumlah negara yang juga menjadi rute obor olimpiade. sudah bukan rahasia umum lagi. Penindasan. pelenggaran-pelenggaran berat HAM oleh aparat militer Cina dalam memberangus gerakan perlawanan Tibet. Bahkan dalam kejadian yang berlangsung bulan lalu.perdamaian telah dilanggarnya.

China adalah sebuah raksasa yang sedang menggeliat. Seolah-olah. Dengan demikian. China menjadi sebuah negara yang susah diatur atau didikte.produk tersebut menggunakan zat-zat beracun yang sangat berbahaya. Terlihat sangat tidak adil menyaksikan tanggapan Barat dan Eropa yang seolah menutup mata atas sejumlah pelanggaran HAM berat di negara bambu kuning tersebut. Coba kita pergi jalan-jalan ke pasar. mari kita bandingkan. maka kuasailah ekonominya. justru tidak tersentuh sama sekali oleh Barat. strategi dan korban. Dalam kancah politik internasional pun. kejadian tersebut sudah menjadi milik dunia dan menimbulkan reaksi politik cukup besar. Kita akan dengan mudah menjumpai produk. negara ini sedang mempraktikkan salah satu filosofi China yang sangat terkenal yakni. Masih ingat insiden penembakan di Liquisa Timor Timur yang menimbulkan korban jiwa? Indonesia berada di dalam tekanan politik yang sangat besar. maka dalam hitungan dua puluh empat jam. Tetapi toh semua itu tidak menghambat ekspansi pemasaran berbagai produk China ke dunia internasional. Mulai dari pasar kaki lima hingga ke super market atau hyper market. Anggaran belanja negaranya sangat besar dan terjamin. apa yang berlangsung puluhan tahun di Cina.produk yang made in China. bahwa produk. Itu sebabnya beberapa waktu lalu muncul sebuah black campaign terhadap produk China yang dihembuskan oleh Barat. Dari segi isu. Kekuatan ekonomi China semakin lama semakin kokoh. Barang-barang milik negara ini ada di mana-mana dan murah. Amerika Serikat sempat gusar karena terjadi ketidakseimbangan neraca dagang dengan China. Sekarang. Hal inilah yang kemudian menjadikan negara-negara pejuang 27 .delegasi China di PBB menjadi pemain baru yang patut diperhitungkan negara-negara Barat. Mengapa? Cina adalah sebuah negara yang sedang tumbuh menjadi sebuah raksasa ekonomi di dalam banyak hal.masalah pelanggaran HAM seperti ini terjadi di negara dunia ketiga yang amat bergantung pada Barat dan Eropa. Beberapa waktu lalu. China memang sedang tumbuh besar menjadi negara adidaya baru yang dapat menyalip hegemoni Barat. yang jika diusik secara politik. China sudah tampil sebagai sebuah kekuatan yang tak tertandingi. jika hendak menguasai sebuah negara. Delegasi. Kemampuan militer dan persenjataannya juga semakin dahsyat tetapi tersembunyi. Mulai dari hal-hal sederhana hingga teknologi tinggi. kita menyaksikan bagaimana China mampu mengimbangi politik global yang dikotomi antara demokratis vs komunis menjadi Amerika Eropa vs Asia (baca: China). Barang-barang China lebih banyak masuk ke negara itu sehingga ’’mematikan’’ pengusaha dalam negeri. pasti akan membawa perubahan tatanan global.

maka pelanggaran HAM yang lebih berat akan terus terjadi. Tapi itulah China. Jika tidak. Soalnya. Perhatian dunia yang lebih serius harus tertuju ke sana. terutama Amerika Serikat. Tidak melulu campur tangan di wilayah Timur Tengah. seperti anak yang keras kepala. Barat dan Eropa. Jika tidak. Salah satu contoh terkini adalah seruan Presiden Perancis Sarkozy untuk memboikot Olimpiade China. Justru sebaliknya. karena kekhasannya. yang paradigma politiknya berbeda dengan para pendahulunya. Sebuah solusi yang selama ini dihindari oleh China. Sekalipun tetap menjadi wilayah otonomi khusus China. Bukan lagi sekadar masalah dalam negeri China seperti yang selama ini didengungdengungkan oleh pemerintah China di kancah internasional. sama seperti sikap mereka pada Taiwan. pengikutnya dan negara-negara Barat pejuang HAM. isu Olimpiade ini dapat dijadikan batu pijakan untuk memaksa China duduk di meja perundingan dengan Dalai Lama. Aneksasi China di Tibet harus diakhiri dan pemerintahan di wilayah itu harus dikembalikan ke dalam situasi seperti sebelum tahun 1951. Tokoh-tokoh negara tirai bambu ini harus ditekan dan didesak oleh kekuatan politik dunia untuk duduk membicarakan masalah ini dalam jalur politik. tidak mampu menekan China dengan kebijakan politik atau ekonomi dan menghasilkan sikap ambivalensi. terutama jika mereka harus duduk semeja dengan Dalai Lama. sesuatu yang tidak dikehendaki China selama ini. harus memotori pertemuan ini. Tekanan internasional harus diarahkan kepada pemerintah China. Sambil menunggu keputusankeputusan politik. Seruan Presiden Perancis Sarkozy sepertinya sebuah ide yang sangat menarik. dalam pemerintahan sipil Dalai Lama. maka angkatan muda Tibet. dengan duduk di meja perundingan. dapat melakukan hal-hal yang akan mengejutkan k 28 . pemerintah negara tirai bambu ini harus membiarkan Tibet sebagai negara atap dunia yang unik dan khas. tidak mendapat tanggapan serius dari kolega-koleganya di Barat. Hanya mau tunduk jika dipukul pantatnya. maka mau tidak mau China akan mengakui keberadaan Dalai Lama di hadapan dunia. diberikan otonomi khusus dengan hak-hak istimewa yang berbeda dari propinsi lain. Seperti Aceh di negara kita. Satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah Tibet adalah menjadikannya sebagai isu internasional dan membawa masalah ini sebagai masalah antar-bangsa.HAM kelas berat seperti Amerika Serikat dan Eropa. China dapat setiap saat mengguncang ekonomi Barat. Bukan justru sebaliknya menangkapi para pemrotes Tibet atau memenjarakan mereka atas permintaan pemerintah China. maka wilayah Tibet dapat dinyatakan sebagai status quo internasional dengan penempatan pasukan atau pengawas perdamaian.

2 Saran Adapun saran – saran yang dapat penulis sampaikan yaitu kepada para pembaca yang sempat membaca tulisan ini diharapkan dapat mengkaji lebih jauh lagi materi tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia karena materi yang penulis sajikan mengenai kasus pelanggaran HAM dalam makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. yaitu sebagai berikut : • Negara barat yang sampai hari ini sering melakukan pelanggaran HAM adalah Amerika Serikat Amerika adalah Negara pelanggar HAM terburuk hingga 50 tahun terakhir Motif utama seringnya terjadi pelanggaran HAM adalah lemahnya atau tidak adanya Undang – Undang yang berfungsi sebagai pelindung Hak Asasi Manusia. 3. maka perlu adanya perancangan UU yang bertugas untuk melindungi Hak Asasai Manusia. • • • Solusi utama untuk mengatasi terjadinya kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia secara terus menerus. terutama untuk melindungi saudara – saudara kita yang sedang menjalankan berbagai profesi di luar negeri. sekaligus mensosialisasikannya dengan cepat.BAB III PENUTUP 3. 29 . maka penulis dapat memaparkan beberapa kesimpulan.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan.

Implikasi Pelanggaran Ham. Natalegawa. Review On Books. 2009. Catatan Tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia Oleh Amerika Serikat. Teguh.Hum 30 . 2009. Pelanggaran Hak Asasi Manusia Amerika. Kalsum. Malaysia Santosa. Umi. Hukumit. Hamid Sultan.com TUGAS HUKUM INTERNASIONAL PELANGGARAN HAM (HAK ASASI MANUSIA) Dosen: Ahmad SH. Kasus TKI Pertahun. Jakarta : Atase Pres Kedubes Iran. M.blogspot. Departemen Luar Negeri Republik Indonesia Luar Negeri. 2007.DAFTAR PUSTAKA Saleki. Narty. 2007. Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful