P. 1
Bahan Semen

Bahan Semen

|Views: 171|Likes:
Published by Didik Rahmad

More info:

Published by: Didik Rahmad on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2015

pdf

text

original

1850 ). 14. 21dan 28 hari. misalnya Piramida dan Sphinx di mesir.1824). membentuk satu kesatuan massa yang kompak. Baru pada akhir abad 17 setelah Revolusi Industri yang bermula dari daratan Eropa. banyak peneliti dan ilmuwan berusaha mengembangkan proses pembuatan semen dengan metode yang lebih baik. Colloseum dan jaringan – jaringan Aquaduct (pengairan) di romawi. serta penggunaan tanah liat untuk bangunan oleh orang-orang Assyria dan Babilonia di Timur Tengah. hanya sedikit yang diketahui tentang susunan kimiawinya. james Parker (1797) yang meneliti Roman Cement yang berasal dari batu kapur dan batu silica LJ Vicat (Perancis. Meskipun penggunaan mineral semen telah dilakukan berabad-abad lamanya. Saylor ( Amerika Serikat. 7. serta David O. Big Bryan (Inggris. Joseph Aspdin memperoleh hak paten dengan penemuannya mengenai sejenis semen yang didapatkan dari kalsinasi campuran batu kapur dengan tanah liat dan menggiling hasilnya menjadi bubuk halus yang kemudian dikenal dengan nama . Sejarah penggunaan semen sebenarnya telah dimulai berabad-abad yang lalu.Tentang hubungan antara penambahan Lime Stone terhadap % residu pada material semen PCC (Portland Composite Cement) maka perlu diadakan penelitian lanjutan terhadap adanya pengaruh perbedaan karakteristik type semen Ordinary Portland Cement dengan type Portland Composite Cement terhadap kuat tekan pada mortar dengan adanya optimasi penambahan zat aditif Fly Ash dan Trass pada mutu semen PCC (Portland Composite Cement). Dari peneliti-peneliti tersebut. padat dan keras. Semen merupakan senyawa/zat pengikat hidrolis yang terdiri dari senyawa C-S-H ( Kalsium Silikat Hidrat ) yang apabila bereaksi dengan air akan dapat mengikat bahanbahan padat lainnya. penulis membuat benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 5 cm x 5cm x 5cm sebanyak 5 variasi penambahan aditif dengan 3 benda uji pada setiap umur morta dan umur yang dipakai untuk perencanaan adalah 3.1956) yang ditugaskan untuk membangun sebuah mercu suar di Selat Inggris. Semen berasal dari bahasa latin “ CAEMENTUM ” yang berarti bahan perekat. terbukti dengan banyaknya bangunan atau peninggalan sejarah yang menggunakan semen yang masih berdiri sampai sekarang. menemukan suatu campuran kapur dan tanah liat yang akan mengeras dibakar ( Hydroulic Lime ) . Untuk percobaan mortar. tercatat antara lain John Smeaton (Inggris.1780) .

periode ini disebut Dormant Periode yang terjadi selama 1-2 jam. . Syarat utama kimia dan fisika 2. dan selama itu pasta masih dalam keadaan plastis dan mudah dibentuk. Proses ini akhirnya menghasilkan perpanjangan setting time. kehalusan semen. 3H2 O yang bersifat kaku dan berbentuk gel.“ Portland Cement ”.C Johnson yang berjasa meletakkan dasar-dasar proses kimia pada pembuatan semen.Al2O3. maka akan terjadi air dengan C3 A membentuk 3CaO. membentuk lapisan etteringete yang akan membungkus permukaan senyawa tersebut. periode ini berakhir dengan pecahnya coating dan reaksi hidrasi terjadi kembali dan initial set mulai terjadi. 4 buah pabrik semen tanur tegak berdiri di Inggris).Al2O3. Sifat – Sifat Semen Sifat fisika dan kimia masing-masing jenis semen memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang harus memenuhi syarat kimia dan fisika. 3H2 O. Syarat mutu tersebut antara lain kandungan senyawa dalam semen Portland. barulah semen mulai diproduksi dengan kualitas yang dapat diandalkan (Tahun 1850.4.Al2O3. Selain itu tercatat nama seorang ilmuwan I. namun akan segera terbentuk lapisan etteringete kembali yang akan membungkus 3CaO. Peristiwa diatas mengakibatkan reaksi hidarsi tertahan. Untuk menjaga tetap terjaminnya mutu semen Portland maka syarat kimia dan fisika harus terus diperhatikan. Dua puluh tahun setelah hak paten dari Joseph Aspdin. residu. Maka untuk mengatur pengikatan perlu ditambahkan gypsum dan bereaksi dengan 3CaO. 3H2 O kembali sampai gypsum habis.1 Sifat Fisika a) Pengikatan dan Pengerasan ( Setting Time dan Hardening ). hilang pijar dan lain-lain. Mekanisme terjadinya setting dan hardening yaitu ketika terjadi pencampuran dengan air. Namun karena ada peristiwa osmosis lapisan etteringete akan pecah dan reaksi hidarsi C3A akan terjadi lagi.

reaksi dari 3CaO. Misalnya. Sulfat bereaksi dengan (Ca(OH)2 dan kalsium aluminat hidrat.Al2 O3. 2H2O + Mg(OH) 2 3CaO.SiO2) + 4 H2O Ca(OH) 2 + MgSO4 + 2 H2O SO4. Reaksi : Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + CO2 + H2O CaCO3 + H2O Ca (HCO3)2 Berbagai macam sulfat umumnya dapat menyerang beton ataupun mortar. Reaksi yang terjadi : 2(CaO.2SiO2. sebenarnya tidak menimbulkan kerusakan pada beton tetapi proses berikutnya yaitu CO2 dalam air akan bereaksi dengan kalsium karbonat yang larut dalam air.Al2 O3.3Ca 3CaO. b) Ketahanan Terhadap Sulfat dan asam Beton atau mortar dari Portland semen dapat mengalami kerusakan oleh pengaruh asam dari sekitarnya. yang umumnya serangan asam tersebut yaitu dengan merubah kontruksi-kontruksi yang tidak larut dalam air. HCl merubah C4AF menjadi FeCl2 Serangan asam tersebut terjadi karena CO2 bereaksi dengan Ca(OH)2 dari semen yang terhidrasi membentuk kalsium karbonat yang tidak larut dalam air . 2H2O) + 2H2O .SiO2 terjadi dan menghasilkan C–S–H (3CaO. dan reaksi yang terjadi dapat mengahsilkan pengembangan volume sehingga akan terjadi keretakan pada beton.3 H2O + Ca(OH) 2 3CaO.Selama periode ini beberapa jam.SiO2) + 6 H2O 2(CaO.SiO2 ) semen dan akan mengisi rongga dan membentuk titik-titik kontak yang menghasilkan kekakuan.6H2 O + 3(Ca SO4. lalu proses pengerasan mulai terjadi.pembentukan kalsium karbonat. 2H2O 3CaO.3 H2O + Ca(OH) 2 Ca SO4. Pada tahap berikutnya terjadi pengikatan konsentrasi C–S–H yang akan menghalangi mobilitas partikel – partikel semen yang akhirnya pasta menjadi kaku dan final setting tercapai.2SiO2.

2SiO2.2SiO2. Hasil reaksi hidrasi. Reaksi hidarsi atau reaksi hidrolisis sendiri adalah reaksi yang terjadi ketika mineral-mineral yang terkandung didalam temperature.3H2O + Ca(OH)2 3CaO.2H2O 3CaO.Al2 O3 . Kuat tekan dipengaruhi oleh komposisi mineral utama.3CaSO4 32H2O ( Trikalsium sulfoaluminat) .SiO2) + 4H2O 2(3CaO. d) Kuat Tekan ( Compressive Strength ) Kuat tekan merupakan sifat yang paling penting bagi mortar ataupun beton. sebagai berikut : 2(CaO. jumlah air yang digunakan dan bahan-bahan lain yang ditambahkan.3H2O + 3Ca(OH)2 Tobermorite 3CaO.c) Kehalusan Kehalusan dapat mewakili sifat-sifat fisika lainnya terutama terhadap kekuatan. e). sedangkan C2S memberikan kekuatan semen pada umur yang lebih lama.Al2 O3 + 6H2O 3CaO. sekitar 50% Dari jumlah senyawa yang dihasilkan. C3A mempengaruhi kuat tekan sampai pada umur 28 hari dan selanjutnya pada umur berikutnya pengaruh ini semakin kecil.6H2O Kalsium aluminat hidrat 3CaO. Kuat tekan dimaksud sebagai kemampuan suatu material untuk menahan suatu beban tekan. Panas Hidrasi Panas hidrasi yaitu panas yang dihasilkan selama semen mengalami reaksi hidarsi. bertambahnya kehalusan pada umumnya akan bertambah pula kekuatan. mempercepat reaksi hidarsi begitu pula waktu pengikatannya semakin singkat. tobermorite gel merupakan jumlah yang terbesar. Reaksi tersebut dapat dikemukakan secara sederhana.Al2 O3.SiO2) + 6H2O 3CaO.Al2 O3 + 6H2O + 3CaSO4. C2 S memberikan kontribusi yang besar pada perkembangan kuat tekan awal.

karena MgO akan menimbulkan magnesia expansion pada semen setelah jangka waktu lebih daripada setahun.Al2 O3 .Al2 O3 6H2O + 3CaO. . Karena kalau pemberian retarder terlalu banyak akan menimbulkan kerugian pada sifat expansive dan dapat menurunkan kekuatan tekan.Fe2 O3 + XH2O 3CaO. b) Magnesium oksida (MgO) Pada umumnya semua standard semen membatasi kandungan MgO dalam semen Portland. 2.4. c) SO3 Kandungan SO3 dalam semen adalah untuk mengatur/memperbaiki sifat setting time (pengikatan) dari mortar (sebagai retarder) dan juga untuk kuat tekan. d) Hilang Pijar (Loss On Ignition) Persyaratan hilang pijar dicantumkan dalam standard adalah untuk mencegah adanya mineral-mineral yang dapat diurai dalam pemijaran. berdasarkan persamaan reaksi sbb : Mg O + H2O Mg (OH) 2 Reaksi tersebut diakibatkan karena MgO bereaksi dengan H2O Menjadi magnesium hidroksida yang mempunyai volume yang lebih besar.2 Sifat Kimia a) Lime saturated Factor (LSF) Batasan agar semen yang dihasilkan tidak tercampur dengan bahan-bahan alami lainnya. Fe2 O3 6H2O Kalsium Aluminoferrite hidrat Untuk semen yang lebih banyak mengandung C3S dan C3 A akan bersifat mempunyai panas hidrasi yang lebih tinggi.4CaO. Sebagai sumber utama SO3 yang sering banyak digunakan adalah gypsum.

C4AF) Pada umumnya standard yang ada tidak membatasi besarnya mineral compound tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dicampurnya semen dengan bahan-bahan alami lain yang tidak dapat dibatasi dari persyaratan fisika mortar. g) Mineral compound (C3S. meskipun perhitungan tidak teliti. . adanya kandungan C3A dalam semen pada dasarnya adalah untuk mengontrol sifat plastisitas adonan semen dan beton. dimana metamorfosa tersebut dapat menimbulkan kerusakan. Tetapi ada standard yang mensyaratkan mineral compound ini untuk jenisjenis semen tertentu. misalnya ASTM untuk standard semen type IV dan type V. C3A . Mineral compound tersebut dapat di estimasi melalui perhitungan dngan rumus. Apabila agregatnya tidak mengandung silikat yang reaktif terhadap alkali.Kristal mineral-mineral tersebut pada umumnya dapat mengalami metamorfosa dalam waktu beberapa tahun. Oleh karena itu tidak semua standard mensyaratkannya. apabila dipakai agregat yang mengandung silkat reaktif terhadap alkali. Tetapi karena C3A bereaksi terhadap sulfat. Karena reaksi antara C3A dengan sulfat dapat menimbulkan korosi pada beton. maka kandungan alkali dalam semen tidak menimbulkan kerugian apapun. C2S. Salah satu mineral yang penting yaitu C3A. e) Residu tak larut Bagian tak larut dibatasi dalam standard semen. karena pengukurannya membutuhkan peralatan mikroskopik yang mahal. maka untuk pemakaian di daerah yang mengandung sulfat dibatasi. f) Alkali (Na2O dan K2O) Kandungan alkali pada semen akan menimbulkan keretakan pada beton maupun pada mortar.

2. 21 dan 28 hari. umur rencana. daya dukung atau kuat tekan dari beton yang dihasilkan dan yang terpenting adalah aplikasi atau penggunaan dari type jenis semen tersebut yang terkadang konsumen hanya tinggal menggunakannya saja tanpa memperhatikan type jenis semen tersebut dan pengaplikasikannya. Dari hasil table quality Character type semen OPC dan PCC dibawah ini dapat diketahui data kuantitatif melalui beberapa macam percobaan dengan menggunakan metode-metode yang sesuai dengan beberapa buku pedoman.5 SEMEN PCC ( Portland Composite Cement) Semen komposit Portland (PCC) merupakan semen produk terbaru yang dikeluarkan oleh PT. sehingga dari kedua semen diatas ada kelebihan atau keunggulan masing-masing semen tersebut seperti yang terlihat pada table dibawah. dan senyawa kimia didalam semen. residu. Semen PCC merupakan turunan oleh semen OPC (Ordinary Portland Cement) yang bahan baku pembuatannya sama dengan bahan baku OPC (Ordinary Portland Cement) tetapi pada Type semen PCC ditambahkan pula aditif selain Gypsum ada Zat Aditif lain yang ditambahkan yang tidak terdapat pada semen OPC yaitu : Lime stone. 14. Analisis terhadap kuat tekan semen dilakukan dengan cara memberikan tekanan terhadap mortar yang telah dilakukan perendaman sebelumnya dengan air kapur selama 3. workability. secara umum dapat dilihat adanya perbedaan hasil kuat tekan pada tiap-tiap umur rencana dari masing-masing type jenis semen dan ini membuktikan bahwa type jenis semen mempunyai karakteristik yang berbeda dan sudah barang tentu akan berpengaruh terhadap kualitas. Pengaruh perendaman adalah untuk mengkondisikan mortar agar senyawa yang terdapat didalam semen stabil.ITP Tbk. Pengaruh kuat tekan dari masing-masing type jenis semen pada tiap-tiap umur rencana dapat dilihat pada table 5. Besar kecilnya kuat tekan yang diberikan oleh semen merupakan parameter terhadap kualitas semen.5 dibawah ini. 7. Ada beberapa factor yang mempengaruhi terhadap kuat tekan semen yaitu kehalusan. . Fly Ash dan Trass. Kuat tekan merupakan kemampuan semen untuk menahan beban yang diberikan. Ketiga Aditif tersebut mempunyai kontribusi yang sangat-sangat penting sehingga semen type PCC (Portland Composite Cement) mempunyai kualitas yang dihasilkan lebih baik dari semen type OPC (Ordinary Portland Cement).1 – 5.

Berikut table Quality character type jenis OPC dan PCC. Nilai kuat . Kekuatan ini disebabkan oleh kohesi partikel-partikel semen dan adhesi terhadap pasir atau agregat lain yang dicampur sebagai adukan. Air digunakan sebagai mencari data Flow table yang sudah ditentukan. Dari hasil analisa data pengujian dalam penelitian ini dan memperhatikan perkembangan nilai kuat tekan serta pengamatan terhadap karakteristik suatu mortar dengan penggunaan type jenis semen yang berbeda-beda dalam suatu campuran mortar. Flow table berfungsi untuk mencari kelecakan atau penyebaran semen yang telah dicampur dengan pasir.Kuat tekan kedua semen tersebut memiliki perbedaan dari bahan yang digunakan seperti air.45 dalam hal ini waktu pengikatan awal dan final masih sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan yaitu untuk pengikatan awal minimum selama 45 menit dan pengikatan awal maksimum selama 375 menit.63 % dan semen Type OPC sebesar 25. Dengan kebutuhan air setiap sample semen untuk membuat pasat standard (Normal Consistensi / NC) pada percobaan ini yaitu pada type semen PCC sebesar 25. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Tetapi pada waktu pengikatan terakhir (final set) pada type semen PCC waktu pengikatannya lebih cepat bila dibandingkan dengan semen type OPC sebesar 285 menit dan 345 menit. Pengukuran waktu pengikatan (setting time) dibagi menjadi 2 yaitu : waktu pengikatan awal (initial set) dan waktu pengikatan terakhir (final set). Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Zat Aditif seperti yang terjadi pada type semen PCC (Portland Composite Cement) yang menggunakan Zat Aditif Fly Ash dan Trass dapat meningkatkan kuat tekan pada semen. Penambahan gypsum pada semen akan menghambat waktu pengikatan pada proses pengerasan semen karena gypsum dapat mengatur reaksi antara 3 Cao Al2O3 (C3A) dengan air agar tidak terlalu cepat mengeras. Kekuatan semen tergantung pada kekuatan mekanik dalam keadaan kaku (set) dan keras. Selain kuat tekan juga ada factor lain yang mempengaruhi kuat tekan pada mortar yaitu setting time. sehingga flow table sangat penting dalam mencari kuat tekan pada semen. Jadi waktu pengikatan pada semen type PCC yaitu pada waktu pengikatan awal (initial set) sebesar 167 menit lebih lama jika dibandingkan dengan semen OPC yaitu sebesar 145 menit.

hal ini terjadi karena Limestone mempunyai bentuk fisik yang mudah halus. kadar SO3.tekan dari perbandingan Zat Aditif Fly Ash dan Trass (1 : 1) lebih besar nilainya dibandingkan Zat Aditif Fly Ash dan Trass ( 0:1 ) dan Penambahan Zat Aditif Fly Ash dan Trass pada semen PCC (Portland Composite Cement) bisa menggantikan peranannya sebagai klinker dan penambahan klinker pada semen menjadi lebih sedikit / irit bahan baku. artinya partikel tersebut kecil dan nantinya akan berpengaruh terhadap setting. Jika dalam semen mengandung residu yang tinggi maka ekspansi (pemuaian semen) dan keretakan akan mudah terjadi. 2. Pada type semen PCC (Portland Composite Cement) untuk memperlambat terjadinya proses pembekuan semen maka kedalam semen ditambahkan gypsum sebagai bahan yang akan memperlambat proses pembekuan awal semen (Initial Set) yang terjadi pada umur 3 hari. Kuat tekan semen juga dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain kehalusan (Blaine). hilang pijar (LOI). . sehingga dengan nilai kehalusan tersebut Limestone dapat menutup rongga-rongga yang terdapat didalam semen adapun Semen dengan mutu bagus memiliki residu yang kecil. residu 45 μm dan lain-lain. Penambahan Zat Aditif Limestone dapat berfungsi meningkatkan kuat tekan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->