P. 1
HAKIKAT SOSIOLOGI

HAKIKAT SOSIOLOGI

|Views: 524|Likes:
Published by Odi SilverKid

More info:

Published by: Odi SilverKid on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

A.

HAKIKAT SOSIOLOGI Ketika pertama kali membuka buku sosiologi ini, anda mungkin bertanya apakah sosiologi itu? Apa saja yang di pelajari dalam sosiologi? Apa saja yang dilakukan oleh seorang sosiolog? Jawaban atas pertanyaan pertanyaan itu bisa kita dapatkan secara sederhana dengan memperhatikan dan membaca berbagai berita di surat kabar atau majalah. Bila kita perhatikan, surat-surat kabar atau majalah selalu menghadirkan cerita tentang apa yang di lakukan manusia baik secara individu, kelompok, organisasi atau masyarakat secara keseluruhan. Sebagai contoh, dalam sebuah surat kabar kita membaca berita tentang pembunuhan. Terhadap peristiwa tersebut, kita mungkin bertanya apa latar belakang sang pembunuh melakukan tindakan keji tersebut. Kita coba menjawabnya dengan menelusuri pengalaman sosial orang tersebut, misalnya mungkin dari latar belakang keluarga, pengalaman pendidikan, pengalaman dalam kelompok, dan sebagainya. Dengan penelusuran tersebut kita mungkin menemukan hal-hal rasional yang mungkin mengakibatkan orang tersebut dapat melakukan tindakan pembunuhan. Dengan cara berfikir analitis seperti itu, kita sebenarnya telah menjadi seorang sosiolog. Namun sosiologi tidak hanya berbicara tentang kriminalitas (perilaku menyimpang). Fenomena social lain seperti kemiskinan, ketidakadilan, konflik , dan kekuasaan juga menjadi objek kajian sosiologi. Singkatnya, sosiologi berusaha mengkaji drama kehidupan sosial manusia terutama tentang tindakan-tindakan manusia baik tindakan individual, tindakan kelompok, tindakan yang lazim (Commonplace) maupun tindakan yang tidak lazim (unusual). Dengan mengambil contoh dan paparan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sosiologi adalah sebuah studi sistematis tentang: 1. Prilaku sosial dari individu-individu; 2. Cara kerja kelompok-kelompok social, organisasi, kebudayaan, dan masyarakat; 3. Pengaruh dari kelompok , organisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap prilaku individu dan kelompok. Lalu apa pandangan para ahli tentang pengertian dan subjek sosiologi? Ada banyak tokoh yang berusaha mendefinisikan sosiologi. Di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Charles Ellwood mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya. 2. Gustav Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya. 3. Herbert Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.

11. yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia. 6. 10. kelompok dengan kelompok.hokum dengan ekonomi). Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social (misalnya. Ogburn dan Meyer F. objek sosiologi adalah masyarakat. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social. 8. dan cirri-ciri umum dari semua jenis gajala-gejala social. pengungsian dengan bencana alam). baik formal maupun material. gejala ekonomi dengan agama. Nimkoff mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya adalah organisasi social. Dari pandangan para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang objek studinya adalah masyarakat. Faktafakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu. Joseph Roucek dan Warren mendefinisikan sosisologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia di dalam kelompok. hubungan dan pengaryh timbal balik antara gejala social dan non-sosial (misalnya. Hasan Shadily menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu. 9.4. ilmu sosiologi berarti ilmu yang berbicara mengenai masyarakat. yakni: . 12. termasuk perubahn-perubahan social. Sebagai bagian dari ilmu social. 7. 5. keluarga dengan moral. Dengan demikian. Emile Durkheim menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta yang berisikan cara bertindak berfikir. statis maupun dinamis. William F. Mayor Polak menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan. Pitirim A. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat. Max Weber mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan social. Ada beberapa unsur yang terkandung dalam istilah masyarakat ini. OBJEK SOSIOLOGI Istilah sosiologi berasal dari kata socius dan logos. dan berperasaan yang ada di luar individu. manusia dengan kelompok. Socius (bahasa latin) berarti kawan dan logos (bahasa yunani) berarti kata atau berbicara.

pokok kajian sosiologi adalah tindakan social. BEBERAPA IDE MENDASAR DALAM SOSIOLOGI . POKOK BAHASAN SOSIOLOGI Untuk mengetahui apa saja yang merupakan pokok bahasan sosiologi. Wright Mills terkenal dengan sebutan Khayalan Sosiologis (the sociological imagination). Terdapat sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam masyarakat tersebut. SPESIALISASI DALAM SOSIOLOGI Telah kita bahas sebelumnya bahwa sosiologi menaruh minat pada studi tentang prilaku manusia dalam masyarakat. yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan di mana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masingterkait dengan kelompoknya. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu sistem hidup bersama. 2. Berger Pokok bahasan sosiologi menurut Berger adalah pengungkapan Realitas Sosial. para sosiologi umumnya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam melihat objek sosiologi ini. Peter L. Wright Mills Pokok bahasan sosiologi menurut C. lebih dulu kita melihat beberapa pandangan tokoh-tokoh sosiologi tentang hal tersebut. berfikir. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu kesatuan.1. tetapi ada juga yang mungkin lebih tertarik mengupas tentang aspek politik dari kehidupan social masyarakat (sosiologi politik). 3. Yang di maksud dengan fakta social adalah polas-pola atau system yang mempengaruhi cara manusia bertindak . Ada yang mungkin lebih tertarik untuk mengupas tentang prilaku manusia yang menyimpang (sosiologi criminal). Emile Durkheim Menurut Durkheim. pokok pembahasan sosiologi adalah fakta-fakta social. Namun demikian. dan merasa. Max Weber Menurut Weber. Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relative lama. Di dalamnya manusia saling mengerti dan merasa dan mempunyai harapan-harapan sebagai akibat dari hidup bersama itu.

memperluas. serta memiliki tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat. Peter L. objektivasi. Sosiologi bersifat teoritis. B. dan internalisasi. Dengan kata lain. 3. ia akan mencari pengetahuan tentang hal yang lain. Namun demikian. Abstraksi adalah kerangka dari unsure-unsur yang di dapat di dalam observasi. dan hanya menggunakan akal sehat (commonsense). Idea tau konsep mendasar itu adalah sebagai berikut. kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa yang di maksud dengan ilmu pengetahuan. yakni eksternalisasi. Masyarakat dan social setting lainnya seperti nilai dan norma social adalah hasil karya atau produk manusia. Masyarakat mempengaruhi dan membentuk prilaku manusia. Dengan demikian. Sistematis berarti ada urutan-urutan tertentu yang bisa menggambarkan garis besar apa yang ada dalam sebuah pengetahuan. tidak semua pengetahuan merupakan ilmu. dan aturan-aturan social yang menuntun mereka semuanya adalah produk dan buatan manusia. masyarakat di mana manusia-manusia berada. tidak spekulatif. Hanya pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran saja dapat di sebut ilmu pengetahuan (Science). Sosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. 2. Sosiologi dalam melakukan kajian tentang masyarakat di dasarkan pada hasil observasi.Setelah manusia memperoleh pengetahuan tentang satu hal.Kita telah mempelajari bahwa dalam sosiologi terdapat berbagai macam spesialis atau cabang-cabang ilmu. 1. Sosiologi bersifat empiris. dan memperhalus teori-teori lama. dan dapat di selidiki secara kritis oleh orang lain atau umum (objektif). CIRI-CIRI SOSIOLOGI Adapun cirri-ciri sosiologi srbagai ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut. Berger dan Thomas Luckman mengungkapkan bahwa masyarakat sebagai kenyataan objektif adalah produk manusia. Penyelidikan ini harus berdasarkan metode-metode ilmiah. tersusun secara sistematis. Unsur-unsur itu adalah pengetahuan(knowledge). Sosiologi bersifat komulatif. apakah sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan? Sebelum menjawab pertanyaan di atas. manusia sebagai pencipta masyarakat adalah kenyataan objektif dan masyarakat akan mempengaruhi kembali manusia yang menciptakannya. Bagi Berger. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN Kita telah membahas objek dan pokok bahasan sosiologi. nilai. 2. Dalam buku The Social Construction of Reality. di susun secara logis. Manusia dengan segala dinamikanya adalah pembentuk masyarakat itu sendiri. . Proses ini berlangsung dalam tiga proses. menggunakan pemikiran. Pengetahuan muncul karena ada rasa ingin tahu manusia tentang hal-hal dalam kehidupan yang tidak ia mengerti. Namun. Kita mulai dengan apa itu pegetahuan . Teori-teori sosiologi di bentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki. setiap ilmu pengetahuan memiliki beberapa unsure pokok yang tergabung dalam satu kebulatan. 1.

METODE-METODE SOSIOLOGI Mengenai metode ilmiah. Meningkatnya individualisme. 4. Menurut Berger dan Berger. langkah-langkah utama dalam sebuah penelitian sosiologi adalah sebagai berikut. atau uji statistik. Perubahan yang terjadi akibat gerakan reformasi yang di cetuskan Martin Luther. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI EROPA Dalam perkembangan selanjutnya. 1. Metode kuantitatif mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka atau gejalagejala yang di ukur dengan skala. Sosiologi bersifat non-etis.4. Metode ini di pakai apabila data hasil penelitian tidak dapat di ukur dengan angka. sosiologi mengenal dua macam metode ilmiah. table. Menidentifikasi masalah. Menafsirkan data. Terjadinya dua revolusi. 6. 2. Menarik kesimpulan. 3. 1. Merumuskan hipotesa yang relavan dengan masalah yang di ajukan. Itulah sebabnya para sosiolog tidak bertugas untuk berkhotbah dan mempergunjingkan baik buruknya tingkah laku social suatu masyarakat. 4. indeks. Laeyendecker mengindetifikasi ancaman tersebut meliputi: 1. 2. Merumuskan masalah dan mementukan ruang lingkup penelitian. 3. 2. Yang di lakukan sosiologi bukan mencari baik buruknya suatu fakta. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15. tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut secara analitis. Sementara itu. 5. C. sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan social yang selama ini di anggap sudah seharusnya demikian nyata dan benar (threats to the taken for granted world). pembahasan tentang masyarakat meningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang di harapkan dan normanorma yang harus di taati oleh seluruh anggota masyarakat. . 7. yakni metode kualitatif dan kuantitatif. Perubahan di bidang social dan politik. berkembanglah satu kajian baru tentang masyarakat yang di sebut sosiologi. Mengumpulkan data. Metode kualitatif mengutamakan cara kerjanya dengan mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan penelitian-penelitian terhadap data yang di peroleh. Sejak itu. L. Memilih metode pengumpulan data. 5. yakni revolusi industry dan revolusi prancis.

sementara sosiologi memusatkan perhatiannya pada segi-segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola yang juga umum. Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.6. SOSIOLOGI DAN EKONOMI Ekonomi mempelajari usaha –usaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan materiilnya. Dengan kata lain. sosiologi belum di anggap cukup penting untuk di pelajari dan di gunakan sebagai ilmu prngetahuan. mempertahankan. Sosiologi di Indonesia pada awalnya. Auguste Comte. Sosiologi baru berkembang menjadi ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules of Socialogical Method. Setelah proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945. Lahirnya ilmu pengetahuan modern. dan menggunakan kekuasaan. PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI INDONESIA Sosiologi di Indonesia sebenarnya telah berkembang sejak zaman dahulu. Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri. Herbert Spencer-lah yang mempopulerkan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology. Meskipun Comte menciptakan istilah sosiologi. seorang filsuf prancis. Oleh karena itu. Akibatnya. sosiologi mendapat tempat dalam insane akademis di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia menuntut ilmu di luar negri sejak tahun 1950. Meskipun demikian. Banyak para pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negri. Adalah Soenario Kolopaking yang pertama kali memberikan kuliah sosiologidalam bahasa Indonesia pada tahun 1948 di akademi ilmu politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM). kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia. . KEDUDUKAN SOSIOLOGI DI ANTARA ILMU-ILMU LAIN SOSIOLOGI DAN ILMU POLITIK Ilmu politik pada dasarnya mempelajari daya upaya untuk memperoleh. 7. para pujangga dan tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukan unsure-unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka. sosiologi di indinesia mengalamiperkembangan yang cukup signifikan. tetapi juga berdampak negative. yang terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Walaupun tidak mempelajari sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Auguste Comte tetap di sebut sebagai Bapak Sosiologi. atas jasanya terhadap lahirnya sosiologi. sementara sosiologi mempelajari unsur-unsur dalam masyarakat secara keseluruhan. melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat. yakni sebelum perang dunia II hanya di anggap sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

REALITAS SOSIAL . pokok bahasan. dan sejarah perkembangan sosiologi.Sedangkan ilmu sosiologi hanya memperhatikan peristiwa yang merupakan proses kemasyarakatan yang timbul dari hubungan antar manusia dalam situasi berbeda. 4. Sosiologi berguna untuk memberikan data social yang di perlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. sosiologi menggunakan angka-angka matematis. 2. E. PERAN SOSIOLOGI Bentuk-bentuk peran para ahli tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut.Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis. Sosiologi sebagai ahli riset Sosiologi sebagai konsultan kebijakan Sosiologi sebagai teknisi Sosiologi sebagai guru atau pendidik F. Untuk penelitian.Kita juga telah mendapatkan bukti bahwa sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan sebagaimana ilmu-ilmu lainnya. Untuk pembangunan. seperti data-data statistik. agak sulit di bedakandengan sosiologi. sebagai salah satu alat analisisnya. yang mulai melihat masyarakat pedesaan. 2. 3. Sejarah melihat berbagai kejadian atau peristiwa yang di alami manusia pada masa silam dan mencari hubungan antar pristiwa tersebut. SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI Antropologi. seperti munculnya kajian antropologi perkotaan. terutama dengan matematika. Demikian pula dengan sosiologi. SOSIOLOGI DAN ILMU-ILMU PASTI Sosiologi juga memiliki hubungan dengan ilmu-ilmu pasti. Menurut Koentjaraningrat. khususnya antropologi social.SOSIOLOGI DAN ILMU SEJARAH Sosiologi dan sejarah merupakan ilmu social yang mempelajari kejadian dan hubungan yang di alami manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. KEGUNAAN SOSIOLOGI DALAM MASYARAKAT Kita telah membahas pengertian. akan di peroleh suatu perencanaan atau pemecahan masalah social yang baik. Namun. 1. 1. Dalam suatu penelitian. objek. yang membedakan sosiologi dan antropologi adalah metode ilmiahnya. KEGUNAAN SOSIOLOGI Kegunaan sosiolosi bagi masyarakat adalah sebagai berikut. sekarang ini antropologi juga menaruh perhatian pada masyarakat modern.

MASALAH SOSIAL Sebuah masalah social sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi social antar individu dengan kelompok atau antar suatu kelompok dengan kelompok lain. Masalah social dari factor psikologis. PERHATIAN MASYARAKAT DAN MASALAH SOSIAL Suatu kejadian atau rentetan peristiwa berubah menjadi masalah social ketika hal itu menarik perhatian masyarakat. yang membahayakan kehidupan kelompok social. SUMBER MASALAH SOSIAL Selain dari proses-proses social. Masalah social dari factor ekonomis. Soerjono Soekanto membedakan masalah social menjadi empat. Inilah yang kita sebut sebagai realitas sosial. d. MASALAH SOSIAL NYATA DAN LATEN Masalah social nyata adalah masalah social yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan yang di sebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.Dari uraian di atas kita telah paham bahwa sosiologi membahas pola-pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat. b. a. yaitu sebagai berikut. c. Masalah social dari factor kebudayaan. PIHAK YANG MENETAPKAN MASALAH SOSIAL Dalam masyarakat umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang lebih besar dari yang lainnya untuk membuat atau menentukan apakah sesuatu di anggap masalah social atau bukan. Pola-pola tersebut dapat menciptakan kestabilan atau keadaan yang normal namun dapat pula menimbulkan keadaan yang tidak normal. penyimpangan dan masalah social lainnya. KRITERIA UMUM Masalah social terjadi Karena ada perbedaan yang mencolok antar nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa masalah social adalah suatu ketidaksesuaian antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. masalah social juga berasal dari bencana alam. seperti terjadinya perubahan berupa modernisasi. BEBERAPA MASALAH SOSIAL DEWASA INI KEMISKINAN KEJAHATAN DISORGANISASI KELUARGA MASALAH GENERASI MUDA DALAM MASYARAKAT MODERN PEPERANGAN . kemarau panjang. seperti gempa bumi. Masalah social dari factor biologis. dan banjir.

.- PELANGGARAN TERHADAP NORMA-NORMA MASYARAKAT.

 .

   f½°n n¾¾–¾ f–f¯½ °– ff°f ff¾ f–f     ¾– ¾€f ¯½¾ ¾– ff¯¯ ff°f©f° °f°–¯f¾fff  f¾ff°½f ff¾ ¾ f¾  f¾½ f€  f°f°f¯ °––°ff°ff¾ f %n¯¯°¾ °¾ %    ¾– ¾€f ¾ ¾– ¾ff¯ °¾°f ¾f¾ ff¾ f¾  ¾ f¾  ¾f¾f ff f°–f f°¾ °¾f°–  f½f  ff¯ ¾ f¾  ¾¾°¾ nff–¾ ¾ f¯ ¯©f°°¯ °© f¾f° °–f°¾ f f f    ¾– ¾€f¯f€ @   ¾¾–  °  f¾ff°   f°–  ff f¾ ¯°f ff¯f¯ ¯½  f ¯ ¯½ f¾  f°¯ ¯½ f¾    f¯f  .

¯¯  ½ °–¯½f° ff    . ¯¾f°¯f¾ff f°¯ ¯ °f°f°–°–½½ ° f°    . ¯¾f°½ ¾ff°– ff° °–f°¯f¾fff°– f©f°    .@ . °–¯½f° ff    . °f€¾f° ff    .@  . °f ¾¯½f°   .  f°f€¯ °–f¯ff°  f°–f°  f¾ff°f°–f f°–fff– ©ff – ©fff°–  °–f°¾ff ° ¾ f  ff©¾f¾    ¯ °ff f°–f f°–ff¯f ff¯¾ f½ ° f°¾¾–f ff¾ f–f     . °– °f¯  ¯f ¾¾–¯ °– °f f¯fnf¯¯  ¯f f° ¯  ff€ f°f°f€    .  ¾– ¾€f°° ¾ f°– ff°¾¾– f°¯ °nf f °f¾f €ff  f½¯ °© f¾f°€ff €ff ¾ ¾ nfff°f¾ f¾ f °f½ff ¾¾– f –f¾°  f f°¯ ¯½ –°©°–f° f °f°–f f¾nf¾f¯f¾fff  .  ff€¯ °–f¯ff°nff ©f°f °–f°¯ ° ¾½¾f°f¾½ ° f°  f¾ff°½ ° f° ½ ° f° f f½ fff°– ½   . ° °€f¾¯f¾ff    .  ° ½ff f½f f fff¾½ ° f° f f½f  °–f°f°–f    .

9. ° –  f° –  ¾¾–  ¯ f°–¯ °©f ¯f°–  ¾ ° f °f f f°ff°nf¯f° f f½ff°f°¾nff°–¾ f¯f° f°––f½¾ f¾ f¾°f ¯f°°ff f° °f% f¾ f °€–f°  %  f  ° n  ¯ °–° €f¾f°nf¯f° ¾ ¯ ½    @ ©f °f f ¾ f° ¾° ¾ f° ¾½f°n¾    @¯ °ff½f¾¯ ½f fff f      9  ff°   f°–¾nf f°½    9  ff°f°– ©f f f– ff° €¯f¾f°– n ¾f°.f°     . --9 ff¯½  ¯ f°–f°¾ f°©°f ½ ¯ ff¾f° °f°–¯f¾fff¯ °°–f½f fnf½f° f°– ¯ ° ff¯f°¯ °f°–¾¾°f°  ½f°f°– ff½f° f°°¯f °¯ff°–f¾ ff ¾ f°––f¯f¾fff  ©f   ¯ f°–f¾f f©f° f °f°–¯f¾ffff°– ¾ ¾¾–  . °°–f°f°  f¾¯  . -- 9.

  f°f¯½ °– ff°¯ °     ¯ f°–°f ½ nfff°½f f ¾ °    –¾ .

¯ ¾ f°–€¾€½f°n¾ ¯ f½  ff° ½  ff° ¾  f¾f©f ¾€f½¾€¾ ½   ¯ f°–°f ¯f¾f¾ ff¯¯f¾fff  f½©–f  f¯½f° –f  f °f .

¯ ¯ °ff°f°f–f¾ ¯f½ ° f°  °f°–¯f¾fff °–ff°¯ °©f ¾f¯f°–  ¾ °   ¾– f  ¯ f°–¯ °©f ¯¾  f¯  ¯¯ °– ¯ f°–f° ¯  –¾¾–¯ f °f ¾€nf–nf. ¾½° ¯f°  ff¾©f¾f°f f f½f°f¾¾– –¾ .  .

¾½°.¯  f½ ¾ ¾ f–f f½f ¾– .

D- -.D . ----  ¾– ° ° ¾f¾ °f°f f  ¯ f°–¾ ©ff¯f° f Jff½°  f¯ ¯½ f©f¾¾–¾ f–f¯½ °– ff° ½ff½©f°––f f° f°–¾f ° ° ¾f f f°f¯ ¯f¾f°°¾ °¾¾¾– ff¯f©ff° f©ff°¯  f  ¾– ° ° ¾f½f fff°f f°¾ ¯½ f°– °ff°f f°––f½ ¾ f–f¯½ ¯ f° f–¯ ¯½ °– ff°f°°f  °–f°fff° ¾¾– ¯ f°––f½n½½ °°–° ½ f©f f° –°ff°¾ f–f¯ ½°– ff° f°–  ½f¾ f¯ ¯½ °– ff°f°°f    f½f¯f¾ ¯  ff°f–¾¾ ¾¾– ° ° ¾f ¯ °–ff¯½  ¯ f°–f°f°–n½¾–°€f°  ff °f½f°–f°– ½ f¯ff¯ ¯ f°f¾¾– ff¯ ff¾f° ° ¾f½f ff°  ff ¯¯½–fff%¾ ff°–¯ °©f ff¾¯¾f f°9D.¯ ¯ °n½ff°¾f¾¾–   ½ °n  ff°– ¯ ¯½½ f°¾f ¾ ¯ f 9°n½ ¾€n–   9.D9@  ¯½½f f f¾f°f¯ ¯½ f©f ff½ff°¯ ¯½    ¯ ¯½ ff°f°  f°¯ °––°ff° f¾ff° ¾ ¯ °ff¾¾–¯ ¯¾ff° ½ ff°°f½f f¾ – ¾ –¯f¾ffff°– ¾€f¯¯ f° ¾ff° ¯ ° f½ff°½f ½ff°–©–f¯¯  --.  °¯¯ ¯½ f©f¾ff ¾ff¯f°¾f ff¯¯ ¯ ° °–°f° f°  f°¯f °f ¾ ¯ °ff¾¾–¯ ¯½ f©f°¾ °¾ ff¯¯f¾fff ¾ nff ¾ f°  .%   f°f ¾¾–¯ ° f½f ¯½f ff¯°¾f° ff ¯¾ ° ° ¾ff½ff– ¾  f¾ ¯f°  f°f ¾ ¯½ff° f–¯f¾fff° ° ¾f¯ °°¯  f° –¾ ©ff°  f°f½ff½ f©f° ° ¾ff°–¾¾¯ ¯½  ff¯ ¾¾– f° –  ¯ f°¯ °–f©ff°¯ ° ° ¾f   DD--@.

D  ¾– f°¾ ©ff¯ ½ff°¯¾nff°–¯ ¯½ f©f ©f f° f°  °–f°f°– ff¯¯f°¾f¾ f–f°   f°¾ f–ff°––f¯f¾fff   ©ff¯ f  f–f ©f f°ff½ ¾ff°– ff¯¯f°¾f½f f¯f¾f¾f¯ f°¯ °nf °–f°f°f½¾f ¾   f°–f°¯¾¾–f°f ¯ ¯½ ff°½ ¾ff°–¯ ½ff°½¾ ¾ ¯f¾ffff°f°–¯  f  °–f°f°f¯f°¾f ff¯¾f¾  f  --@9  °½– ¾¾°ff°½–¾nf f–f¾  ff° °–f°¾¾–  -f¯° ¾ ff°–°f°½–©–f¯ °f½ ff°½f f¯f¾fff¯ °  ¾ ½ ¯°n°ff©f°f°½–½ ff°  ¯f°½f °–f°¾¾– f°– ¯f¯ f¯f¾fff½ ¾ff° .@ f f¯ ¯ ff¾½ °– f°  ©  ½ ff¾f°  f°¾ ©ff½  ¯ f°–f° ¾¾– f©–f f¯ ° f½ff°  ff¾¾–f ff¾ f¯½ °– ff° ¾ f–f¯f°f¯ ¯f°°f  D--   –°ff°¾¾¾ f–¯f¾ffff ff¾ f–f     D°½ ¯ f°–°f° ¾– –°f°¯ ¯ f° ff¾nff°– ½ f° ½f fff½½  °nf°ff°½ f¾f°ff°¯f½°½ °ff°½ ¯ f°–°f°    D°½ ° f°  °–f°½ ° f° f°½ °  f°¾¾–¾ ff° ½  ¾f ½  °nf°ff°ff½ ¯ nff°¯f¾ff¾nff°– f  9-      ° °½ f°½fff ¾  f½ff–f¯ ff°¾ f–f   ¾–¾ f–ff¾  ¾–¾ f–f°¾f° ©ff° ¾–¾ f–f °¾ ¾–¾ f–f–ff½ °     @ .D .-.D9@  ¾–©–f¯ ¯ °–f° °–f°¯ ¯½f¾  f¯f °–f° ¯f ¯ff ff¯¾f½ ° f° ¾¾–¯ °––°ff°f°–f f°–f¯f ¯f¾  ¾ ½  ff ff¾f¾ ¾ f–f¾ff¾ffff°f¾¾°f    D--. ° °©ff°°–f f°–¯ ¯ ff° ¾¾– f°f°½–f ff¯  ¯f°f  -..

  .f¾ff¾nf f€fn½¾–¾   .f¾ff¾nf f€fn  fff°  @D.   f° f½¾ ¾ ½¾ ¾¾nf ¯f¾ff¾nf©–f f¾f f °nf°f ff¯ ¾ ½ – ¯½f ¯  ¯ff½f°©f°–  f° f°©  9-.- 99-- .D.f¾ff¾nf f€fn –¾  n  .f¾ff¾nf f€fn °¯¾   .-- @- -D .f¾ff¾nf°fff ff¯f¾ff¾nff°–¯ ¾ f–ff f  ©f °f ½°nf°–f°  ½°nf°–f°f°– ¾ f f° f¾ ¾f°f° ff° °–f°°¯f f°°ff°– f ff¯¯f¾fff  9@-. .@. fff° ff¾f f½ff¯ ff¾¾–¯ ¯ ff¾½f ½f °–f° f°– ©f  ff¯¯f¾fff 9f ½f ¾  f½f¯ °n½ff° ¾f f°ff  f ff°f°–°¯f°f¯° f½f½f¯ °¯ f° f ff°f°– f°¯f ¾ ½   ©f °f½  ff° ½f¯ °¾f¾ ½ °¯½f°–f° f°¯f¾ff¾nff°°f  °ff°–f¾ ¾ f–f ff¾¾¾f  .J-      .  f ©f f°ff ° f°½ ¾f  f¯ °©f ¯f¾ff¾nf f f¯ °f½ ff°¯f¾fff   9.-.   f¯f¾ff¾nf¾ ¾°––°f¯ ½ff°f f f° f¾¾nff°f °   °–f° ¯½fff°f¾f ¯½ °–f° ¯½f°   ©° f°¯ °–fff° ff¯f¾ff¾nff ff¾f  f¾ ¾ff°f°f °¾ °¾  fff°ff¯f¾fff f°–¯ ¯ ffff°  ½f° ¯½ ¾nf   ©° f°¯ ¯ ff°¯f¾ff¾nf¯ °©f  ¯½f f¾ f–f   f  ..  ff¯¯f¾fff¯¯°f  f½f¾  ¯½ n°  f°– ¯ ¯½°f f¾ff° f°  °f°–  ¾f ff°–f°°f°¯ ¯ f ff¯ ° °f°f½ff¾ ¾f f°––f½¯f¾ff¾nfff f°  .D.f¾ff¾nf ©f f °ff f½  ff°f°–¯ °nf°f°f °f ff¯¾f¯f¾fff °–f°° ¾ ° ¾°ff  ½f°  D.-@9-.-@-@-  .@-.

.@  .   9--@9-. -.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->