Munculnya kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim hampir bisa dipastikan berkaitan erat dengan perdagangan internasional antara

India dan Cina dan perdagangan regional di antara daerah-daerah di Nusantara, antara daerah di Nusantara dan kawasan Asia Tenggara dan antara daerah di Nusantara dengan Cina. Dengan kemampuan untuk mengelola aktivitas perdagangan yang berlalu-lalang di kawasan Nusantara bagian barat, pada puncak perkembangannya Sriwijaya mampu mengontrol kawasan Selat Malaka dan Selat Sunda. Seperti diketahu bahwa jika suatu negara hidup dari perdagangan berarti penguasanya harus menguasai jalur-jalur perdagangan dan pelabuhan-pelabuhan tempat barang-barang dagangan itu ditimbun untuk diperdagangkan. Tindakan yang demikian ini jelas memerlukan kontrol langsung dari penguasa. Kesetiaan dan kontrol langsung merupakan persoalan yang sangat penting dalam negara maritim. Oleh karena itu Sriwijaya mengembangkan politik yang berorientasi pada kontrol atas sumber-sumber perdagangan. 1(Pierre-Yves Manguin, „Palembang and Sriwijaya: An Early Malay Harbour-City Rediscovered‟, JMBRAS 1 (66) (1993) 33). Dengan kemampuannya mengamankan alur pelayaran di kawasan selat Malaka, Sriwijaya yang berpusat di Palembang ini pada abad ke-13 mampu menguasai titik-titik simpul perdagangan di kawasan Asia Tenggara.2(Lihat R. Braddell, „An Introduction to the Study of Ancient Times in the Malay Peninsula and the Straits of Malacca‟, JMBRAS 14 (1936) 1-71). Sriwijaya sebagai sebuah negara maritim, telah mengembangkan strateginya untuk bertahan dan sekaligus untuk meneguhkan dan mengembangkan kekuasaannya. Sriwijaya telah mengembangan diplomasi internasional dengan negara-negara adidaya di sekitarnya yang diperkirakan memiliki kemampuan untuk menghancurkannya, yaitu India dan Cina. Diplomasi dengan India, misalnya, dilakukan dengan pendirian sebuah wihara di Nalanda atas perminataan raja sriwijaya yang bernama Balaputadewa. Sementara itu dengan Cina, Sriwijaya telah mengirimkan utusan yang pada intinya mengakui kekuasaan kekaisaran Cina yang patut mendapatkan upeti. Setiap saat ada ancaman terhadapnya, Sriwijaya selalu memohon bantuan Cina. Di pihak lain untuk meneguhkan dan mengembangkan kekuasaannya, Sriwijaya melakukan penguasaan-penguasaan terhadap simpul-simpul perdagangan dan arus perdagangan yang ada dengan menggunakan berbagai cara termasuk cara ekspedisi militer.3 ( J.W. Christie, „Asia Sea Trade between the Tenth and Thirteenth Centuries and Itas Impact on the States of Java and Bali‟, in: H.P. Ray (ed.), Archeology of Seafaring: The India Acean in the Ancient Period (Delhi: Pragati, 1999), hlm. 221-222).

Tulisan ini salah satu bukti kongkrit yang bisa memberikan pemahaman kepada kita keberadaan Sejarah Maritim sebagai salah satu bentuk sejarah bernuansa keruangan. . AB.Namun Sriwijaya bukan satu-satunya kekuatan maritim yang pernah berjaya di kawasan Nusantara. 74. Chauduri dengan Laut di Asia Tenggara. Semacam dengan tulisan-tulisan sejarah maritim lainnya seperti tulisan Braudel tentang Laut Mediterania. 124-161). hlm. 1944). Oleh karena itu hampir selalu terjadi persaingan antara Sriwijaya dengan kekuatan kerajaan-kerajaan di Jawa terutama sejak masa wangsa Isyana hingga masa Majapahit.Lapian dengan Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut. The Suma Oriental of Tome Pires: An Account of the East.4 (A. Ada kekuatankekuatan maritim yang muncul di Jawa yang juga memiliki ambisi untuk mengontrol urat nadi perdagangan di perairan Nusantara khususnya kawasan sekitar Selat Malaka. Kerajaan Majapahit akhirnya mampu menghacurkan Sriwijaya dan menggantikan dominasinya atas kawasan di Nusantara. Lihat juga B.E. Cortesao. JMBRAS 2 (1975). Kunjungan Tome Pires di pelabuhan-pelabuhan di Jawa pada awal abad ke-16 (sekitar satu abad setelah kehancuran Majapahit) mendengarkan dengan telinganya sendiri mengenai kebesaran Majapahit yang masih beredar di kalangan banyak orang pada waktu itu. „Majapahit Revisited: External evidence on the Geography and Ethnology of East Java in the Majapahit Perios‟. hlm. Susanto Zuhdi dengan Sejarah Pelabuhan Cilacap. Colless. from the Red Sea to Japan. Written in Malacca and India in 1512-1515 (London: Hakluyt Society Series. dll.

Konflik sosial dapat berupa horizontaldan konflik vertical. Kasus kerusuhan sosial yang berdasarkan nuansa ke-etnikan danagama pada Mei 1998 berhubungan dengan jurang sosial dan ekonomi dalam masyarakat. menunjukkan intensitas dan pelebarankonflik sosial di masyarakat benar-benar terjadi. Konflik sosisal horizontal adalah konflik yang terjadi diantaraanggota masyarakat. Orang-orang dengan mudah terprovokasi olehyang lainnyadan mereka cenderung memposisikan sikap ekslusif berdasarkan aga. Kedua. kemudian menggunakan ke-etnikan dalam konflik untuk memperolehkekuasaan tertentu. dan para pemeluk agama.Indonesia di masa mendatang menjadi sensitive oleh konflik-konflik sosial yang tidak terukur yang mengancam integrasi sosial. seperti tawuran antar kampong. Analisa ini. pandangan dan klaim dengan cara tersebut dapat mengaburkan penguatan integrasi sosialdan integrasi bangsa.”Hal yang senada disampaikan Syafuan Rozy (2003: 121-122) bahwa konflik sosialterjadi dikarenakan oleh kondisi yang buruk dalam struktur sosial yang menyebabkanorang mudah untuk marah satu sama lain. Potensi integrasi sosial dibuat dari kompetisidari individu dan kelompok dalam bentuk “sumber sosial” menggunakan ke-etnikanuntuk menguatkan kekuatan. studiini membutuhkan keberadaan proses dialektika antara nilai-nilai local atau integrasi nilainilai sosial kerajaan Sriwijaya dengan realitas sosial yang berjalan saat ini.Lingkungan sosial. etnik. ekonomi. jurang politik dan pendidikan masih terjadi. berhubungan dengan perasaankebencian dan dendam yang terakumulasi. seperti politik dan ke-etnikansebagai potensi yang dapat menghancurkan struktur sosial dan tingkat komunitas. dari aspek pengetahuan sosialterlihat seperti mengarahkan kita untuk pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentangmasalah kebangsaan sekarang ini secara komprehensif dan mencegah dari analisa parsialdan subjektif yang hanya akan mengaburkan masalah substantive. Poso. Franz Magnis Susesno (2003: 121)mengatakan bahwa setidaknya ada empat factor tambahan dalam konflik sosial diIndonesia.Terlebih. Ketiga.a dankelompok etnik. pada struktur kekuasaan sosial local.prediksi selanjutnya adalah disintegrasi yang memungkinkan menuju perpecahan bangsa. sistem politik era yang baru memposisikan kekuatan militer yang cenderung untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang tidak demokratis.Walaupun. ras. budaya. etnik. Ketapang. budaya. padaumumnya.Dalam sepuluh tahun terakhir (1997-2007). realitas sosial kehidupan bangsa sekarang ini telah menguatkan hubungandengan realitas sejarah sosial sebelumnya. sosial. konfli budaya berhubungan dengan konflik primordialisme berdasarkan agama. Pertama. dan daerah. ada seseorang yang mengklaim bahwa jurang ekonomi dan sosial identik dengan tindakan dominan dari orang-orang Cina dalam bidang ekonomi. Tentu saja. bangsa Indonesia telah mencapai kemerdekaan sejak 63 tahun yang lalu. . dan perkembangan kebijakan politik terhadap semua partai di masyarakat yang multikultural di Indonesia. Untuk itu. pendidikan. Mempengaruhi satu sama lain akan memanipulasi ke-etnikan sebagai sebuah jalan untuk mengumpulkan kekuatan berdasarkan solidaritas dankelompok. Nuansa konflik ke-etnikan dan agama terjadi seperti di Pontianak. Oleh karena itu. Pasurdi Suparlan (2003:79) juga mengatakan bahwa beberapa masyarakat plural. ekonomi.

Dariindicator keberadaan level propinsu. sehingga teknologikelautan/ perkapalan menjadi prioritas utama. Kedua. Oleh karena itu. peran nilai-nilai local. pengetahuan. Sambas. Implikasi penting darinilai-nilai integrasi Sriwijaya.Walaupun bangsa yang plural. Konflik sebagai sebuah proses merupakanmekanisme yang dibentuk oleh kelompok-kelompok dan batasannya. sebagai kerajaan maritime yang kuat.Kerajaan Sriwijaya dulunya merupakan kerajaan Budhisme memiliki ikatan emosial yangkuat dengan Tiongkok. memiliki muatan “sumber daya alam”. cara untuk bagaimanamenangani stress. Bagaimanapun. tingkatan ancaman disintegrasi bangsa seperti dinyatakan oleh sejumlah peneliti sosial diharapkan dapat diminimalisir. disebut konflik antara masyarakat dengan pemerintah. karena orang Cina yang datang ke Sriwijaya pada umumnyamemeluk Budhisme. yang dalamartikel ini disebut sebagai “nilainilai integrasi sosial” di Sriwijaya. berbagai konflik sosial dan agama di Indonesia hampir diluar masalah idiologi keagamaan. dalam dimensi konflik verticalseperti kasus di Aceh. dan dukungan serta birokrasi masyarakat yang kokoh. pembajakan. D. Inclusifisme dan . Wilayah perairan tidak hanya dilihatsebagai sebuah sumber ekonomi dan transportasi tapi juga sebagai pertahanan keamanankerajaan.Kupang. Konflik dapatmenyatukan semua anggota kelompok melalui inagurasi ulang terhadap identitaskelompok.agama. tapi lebihdisebabkan oleh aspek-aspek lainnya. perdagangandunia (ekonomi). dan Ambon-Maluku. seperti ketidakadilan distribusi hasil alam. Potensi konflik memiliki nuansa kesukuan. Keberadaan kerajaan Budhisme telah mendorong I-Tsing untuk memperdalam pengetahuan agama Budhisme melalui penelitian sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ke Nalanda. isu tentang konflik. dan penelitian pada Budhisme. Kemungkinan konflik sebagai sumber dari pembuaran kelompok diejawantahkan dalam bentuk perasaan stress. Coser (1985:47-48). nilai-nilaiintegrasi kerajaan Sriwijaya sangat positif dalam membangun ulang dan menguatkanintegrasi sosial dan nasional nanti. disebutkan: Pertama. Implikasi Taksiran Integritas Sriwijaya Kemajuan Sriwijaya pada realitasnya paling sedikit telah ditentukan oleh kemajuanteknologi maritime. Antara konfli horizontal dan certikal dapat dihubungkan dan dipicu satusama lain.Kebanyakan wilayah kerajaan memiliki beckground wilayah perairan.Louwis A. hal ini sangat beresiko untuk munculnya konflik sosial. Ketika Negara kita mengalami berbagai masalah konflik sosial yang membahayakanuntuk terciptanya disintegrasi sosial dan bangsa. kerajaan Sriwijaya telah memfokuskan pada potensi samudra sebagai sumber kehidupan dan kelangsungan kerajaan. India. dan status sosial (SARA) tidak dapat dilihat ke dalam konsekuensi karenaseperti halnya “api dalam sekam” yang suatu saat dapat membara lebih dasyat lagi. dsb. Permintaankemerdekaan dari sebagian orang di propinsi merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dalam perkembangan hasil manajemen sumber daya yang ada. dan pentingnya tipe struktur dimana bahwa konflik meluas. halini tidak berarti tidak dapat diminimalisir. jumlah keseluruhan dari angka investasi asingmemiliki korelasi positif dengan potensi dengan keberadaan konflik sosial. pengembangan pendidikan. Hal inimerupakan sebuah ancaman disintegrasi sosial dan disintegrasi bangsa memberikanlegitimasi untuk memotivasi perjuangan separatism. Perhatian pada pengembangan wilayah perairan harusnya menjadi prioritas bagi Negara kepulauan seperti Indonesia yang riskan terhadap ancaman keamanan wilayah. konflik merupakan disfungsi bagi sebuah kelompok. ras. pendidikan dan pendalaman agama (etika/ moral). Papua. dan Maluku. dan pencurian ikan.Konflik sosial yang bernuansa vertical. Kebanyakan daerah di Indonesia memiliki separatism.

Sebagai atapnya yaitu Budhisme danyang lainnya ada komunitas Islam Cina. agam Budha semakin berkembang ketika banyak pendeta dari negeri Cina dan India berdatangan ke Sriwijaya. Aplikasi otonomi wilayah di Indonesia pada arti yang sesungguhnya diharapkan untuk mampu mengurangi intensitas berbagai potensi konflik sosial.etika.sangat pesat.) Buddha di Sriwijaya. mereka masih menikmatiotonomi yang luas.Yang terakhir bahwa kerajaan Sriwijaya telah mengaplikasikan “wilayah otonomi” yangwalaupun secara formal Sriwijaya di bawah sayap Cina daratan. aktifitas ekonomi dan perdagangan di kerajaan Sriwijaya pada masa itu telah berskala Internasional. yang dikembangkan oleh orang-orang IslamCina yang datang ke Tiongkok. Hubungankerajaan tidak hanya dengan gugus kepulauan nusantara tapi juga dengan berbagai Negara luar seperti Cina. Hal ini merupakan beberapa nilai-nilai integrasi sosial yang dimiliki oleh kerajaanSriwijaya yang diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam melengkapi pengembanganIndonesia yang lebih baik nantinya. Arab. Sumber sejaraha. PrasastiBerikut merupakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri. sebagai sebuah usaha untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat. dan moralitas menjadi elemen penting bagi sebuah kerajaan. potensi dan pluralitas. Hal ini telah menunjukkan bahwa masalah keagamaan. keadilan. tapi rasa saling menghargai antar sesamemembutuhkan (simbiosis mutualisme) seperti yang dicontohkan oleh Sriwijaya denganCina Daratan yang focus pada nilai-nilai demokrasi. seperti yang ditulis oleh Taher (1997:40). Prasasti tersebut menggunakan bahasatersebut menggunakan bahasa Sanskerta Sanskerta atauatau Tamil Tamil ♠♠ Prasasti LigorPrasasti Lig orditemukan di thailandditemukan di thailand ♠♠ Prasasti KantonPrasasti Kantonditemukan di Kantonditemukan di Kanton ♠♠ . dan Persia. Di Sriwijaya terdapat Pendeta Budha yang mahsyur dan telah menjelajah lima negeri di India untukPendeta Budha yang mahsyur dan telah menjelajah lima negeri di India untuk menambah ilmunya. yaitu SAKYAKIRTI. Dia adalah salah seorang mahagurub. Tidak ada maslah perbedaan minoritas dan mayoritas. Dia adalah salah seorang mahagurumenambah ilmunya. perguruan di Sriwijaya mengalami kemajuan yang sangat pesat. agam Budha semakin berkembang ketika banyak pendetaMenurut I-tsing.)a. Di Sriwijaya terdapatdari negeri Cina dan India berdatangan ke Sriwijaya.toleransi beragama sangat terlihat jelas pada masa Sriwijaya. perguruan di Sriwijaya mengalami kemajuan yangIndia yaitu Dharmapala. Atas bantuan seorang guru besar agama Buddha dari India yaitu Dharmapala. Kelemahan dalamimplementasi otonomi wilayah (2001-2008) diharapkan untuk diperbaiki sebagai usahauntuk penghargaan dan kepentingan reformasi 1998. masa ini dapat dibilang sebagai hubungan intensiveantara nusantara dengan bangsa Cina. Berikut merupakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri. Oleh karena itu. Perdagangan menjadi prioritas utama bagi kerajaan. Atas bantuan seorang guru besar agama Buddha darib.)Menurut I-tsing. Ketiga. yaitu SAKYAKIRTI.) Buddha di Sriwijaya.

Prasasti SiwagrahaPrasasti Siwag raha ♠♠ Prasasti NalandaPrasasti Nalandaditemukan di Indiaditemukan di India ♠♠ Piagam LeidenPiag am Leidenditemukan di Indiaditemukan di India ♠♠ Prasasti SrilangkaPrasasti Srilang kaditemukan di srilangkaditemukan di srilangka ♠♠ Prasasti TanjorPrasasti Tanj oree ♠♠ Piagam GrahiPiag am Grahi SUMBER SEJARAH YANG BERASAL DARI KRONIK CHINA YAITU :SUMBER SEJARAH YANG BERASAL DARI KRONIK CHINA YAITU :oKRONIK dari Dinasti TangoKRONIK dari Dinasti TangoKRONIK dari Dinasti SungoKRONIK dari Dinasti SungoKRONIK dari Dinasti MingoKRONIK dari Dinasti MingoKRONIK PERJALANAN I – tsingoKRONIK PERJALANAN I – tsingoKRONIK CHUoKRONIK CHU -FAN-CHI -FAN-CHI oleh Chau Ju-kuaoleh Chau Ju-kuaoKRONIK TAO CHIN LIO oleh Wang Ta YanoKRONIK TAO CHIN LIO oleh Wang Ta YanoKRONIK LING-WAI TAI-TA oleh Chou Ku FeioKRONIK LING-WAI TAI-TA oleh Chou Ku FeioKRONIK YING-YAI SHENG-LAN oleh Ma HuanoKRONIK YING-YAI SHENG-LAN oleh Ma HuanKerajaan Sriwijaya juga mempunyai peninggalan sejarah antara lain :Kerajaan Sriwijaya juga mempunyai peninggalan sejarah antara lain :JJPrasasti Kedukan BukitPrasasti Kedukan BukitJJPrasasti Talang TuoPrasasti Talang TuoJJPrasasti Telaga BatuPrasasti Telaga BatuJJCandi Biaro BahalCandi Biaro Bahal .

)b.( 1030 )dapat diketahui dari prasasti Tanjore ( 1030 ) b.) Pada saat tahun 990 M Kerajaan Sriwijaya diserang oleh raja Dharmawangsa dari .

JawaPada saat tahun 990 M Kerajaan Sriwijaya diserang oleh raja Dharmawangsa dari P. Jawa c.)c.) Banyak daerah atau kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan .P.

) Sriwijaya pernah diserang oleh raja Rajendra Coladewa dari Colamandala India dua .diriBanyak daerah atau kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri d.)d.

Sriwijaya pernah diserang oleh raja Rajendra Coladewa dari Colamandala India dua kali.) .)e. yaitu tahun 1025 M dan 1030 Myaitu tahun 1025 M dan 1030 M e.kali.

) .Adanya ekspedisi Pamalayu dari kerajaan Singasari pada tahun 1275 MAdanya ekspedisi Pamalayu dari kerajaan Singasari pada tahun 1275 M f.)f.

)g.) Pada sekitar pertengahan abad ke- .Terjadinya serangan dari kerajaan Majapahit pada tahun 1477MTerjadinya serangan dari kerajaan Majapahit pada tahun 1477M g.

.14. nama Sriwijaya sudah tidak pernah lagi disebut – sebutPada sekitar pertengahan abad ke14. nama Sriwijaya sudah tidak pernah lagi disebut – sebut dalam sumber sejarah apapun.

Kerajaan Sriwijaya benar – benar runtuh akibat serangandalam sumber sejarah apapun. Kerajaan Sriwijaya benar – benar runtuh akibat serangan Kerajaan Majapahit dari .

Kerajaan Majapahit dari Jawa.Jawa. KERAJAAN SRIWIJAYA DAN NILAI INTEGRITAS SOSIALA. Pendahuluan .

Dalam perkemban gannya. meluas dan .Kerajaan Sriwijaya dahulu dikenal sebagai kerajaan maritime yang kokoh. kerajaan ini telah tumbuh.

Untuk itu. artikel ini menjelaskan tentang nilai integrasisosial apa yang ada pada .terintegrasi secara bervariasi(integras i dalam heterogenitas).

kerajaan Sriwijaya? Apa implikasi dari nilai-nilai integrasisosial terhadap Indonesia? B. Kerajaan Sriwijaya dan .

opinitersebut berdasarkan .Nilai-nilai Integritas Sosial Gabried Ferrand mengatakan bahwa kerajaan Sriwijaya berdiri sejak 392 M.

I-Tsing menyebut .sumber orang Cina yang mengklaim bahwa Negara She-Yeh (Cho-Ye) berarti Jaya atau Wijaya atau Sriwijaya. Kemudian.

. yang berbeda dengan sumber orang Cina.Sriwijaya disebut sebagai Syarbazah.Sriwijayasebagai Shih-Li-Fo-Shih. Dalam bahasa Arab.

Kerajaan Sriwijaya dahulu merupakan kerejaan besar di Nusantara disamping kerajaan Majapahit dan kerajaan Mataram. .

Kekuatanregional kerajaan Sriwijaya menyebar dari sebagian besar pulau Jawa dan Sumaterahingga ke Peninsula Malaya. yang dikenal sebagai .

1998: 127). Kerajaan Sriwijayadikenal oeh masyarakat dunia (Stannia.Swarnadwipa.Kerajaan Sriwijaya. dikenal sebagai kerejaan .

pusat aktifitas pendidikan dan penyebaran keagamaan (Budhisme). pusat aktifitas perdaganganintern asional. .maritime.

Sriwijaya memiliki pasukan .dansebagai pusat pertemuan berbagai bangsa (tempat bercampur). Sebagai kerajaanmaritime.

yang kuat. bahkan lebih daripada Cina. Teknologi pembuatan perkapalan dannavigasi yang maju. seperti yang dikatakan oleh .

1998:1): “Sriwijay a menggunakan perahu-perahu besar pada rute transportasi perdagangan dilaut .Piere YvesManguin (Stannia.

1.d.000 ton dan panjangnya 60 meter. Perahuperahu tersebut mampu . Beratnya sekitar 250 s.di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

mengangkut sekitar 1.” Sebagai pusat perdagangan. belum termasuk barang.000 orang. kerajaan Sriwijaya melakukan hubungan dagang .

India. Jacobb Cornellis of van .dan Negara-negara Barat. Timur Tengah. Cina (Tiongkok).dengan Negaranegara asing. Persia. seperti Mainland.

sepertikayu Gaharu. ke Negara-negara Arab. contoh. Kamper.Leur mencatat komoditas ekspor kerajaan Sriwijaya ke Negara-negara tersebut. .

bubuk gergaji. air . kayu eboni. bunga pala. Sedangkan. ke Cina. gading. timah. mengekspor gading.kayu sandal. dan kemenyan/dupa.

gula putih. cincin Kristal.putih. bumbu masak. kamper.kemenyan/d upa. tanduk badak. dan obat- . bajukatun. batu karang. buah-buahan. parfum. kaca.

Menurut Tarmizi Taher (1997:35-40).obatan (Stannia. Kerajaa n Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat penelitian dan pendidikan agama. 1998:26). .

informasi tentang socio-sejarah dapat dilihat didalam catatan perjalanan I-Tsing (seorang pengembara dan pelajar Cina yangmempelajari .

I-Tsing tinggal di Sriwijaya selama 6 .masyarakat) datang ke Palembang pada 671 M setelah berlayar selama 20hari dari Kanton.

Di India. dia tinggal selama 10 tahun untuk memperoleh .bulan untuk belajar bahasaSansekerta sebelum meninggalkan India.

Selama di Sriwijaya. dan kembali lagi ke Sriwijaya untuk tinggal selama4 tahun.pengetahuan di Nalanda. I-Tsing sukses mengalihbahasaka .

Kemudian. dankembali lagi ke . dia pulang untuk sementara ke Kanton.n teks Budisme dalam bahasaSansekerta ke bahasa Cina.

Sriwijaya dengan beberapa temannya untuk menulis kembali buku. sehingga .Menurut ITsing Sriwijaya pada saat itu merupakan pusat Budisme.

baginya. Peneliti terkenal yang .Sriwijaya merupakan tempat yang ideal untuk memperoleh pengetahuan sebelummemasuki sekolah Nalanda di India.

padaawal dekade abad ke . seorangfigur agama Budha yang mencoba untuk mengumpulkan skrip-skrip Budhisme.bernama Fa Hsien.

Disamping itu.5. setelah satu setengah abad. ada juga sebuah catatan peneliti bernamaWang Ming yang melakukan penelitian terhadap .

671 M. Slamet Mulyana (2006:131) juga menulis bahwa pada November.Budhisme di kerajaan Sriwijaya sekitar 675 M. ITsingmeninggalka .

Setelahhamper 20 hari berlayar. perahu sampai di pelabuhan Sriwijaya dan .n Kanton untuk bersama-sama dengan pelayar kea rah selatan.

struktur Sansekerta. Kerajaan Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat pertemuan .tersisa 6 bulan untuk belajar Sabdavidya.

Burhannudin Dava (200:1) menyatakan tentang pertemuan(hubung an) antar suku. melalui transaksi perdagangan .antar bangsa.

internasional. Berlainan denganhal tersebut. hubungan antara Nusantara dengan Cina Daratan (Tiongkok) tidak diketahui pada saat .

telah dimulainya. pulau Jawa sering dikunjungi oleh . Sebuah informasi yang dapat dipercaya sebelum keberadaankerajaa n Majapahit dan Sriwijaya.

para pelayar dari berbagai asal dari Cina (tiongkok) sejak abad dahulu. Catatan sejarah tentang pelayaransamuder a dilakukan oleh .

Chien Han Shue pada periode Dinasti Han (202 SM – 220 M).memberitahuk an bahwa sejak abad tersebut telah berhubungan dengan Cina .

Daratan(Tiongkok ) dengan tujuan investigasi. persahabatan dan perdagangan. Usm an Effendy (200:1). menyatakan bahwa sejarah .

pengembaraan pendeta dan pelajar Cina. I-Tsing. yang berakhir di pelabuhan Sribusa pada 671 M telah mencatatkeberadaa n orang-orang .

Arab dan Persia disana. Sejarah pengembaraan Chau Ju-Kua juga memberitahukan tentang keberadaan “koloni Arab” di .

Sumber dari Tiongkok sangat penting tapi ada sebuahkesulitan dalam . sepertidi Barus (Tapanuli tengah).pantai barat Sumatra.

mengidentifikasi nama-nama seperti yang dikenal dalam sejarah Nusantara kita. Hal ini menggambarkan bahwa kerajaan Sriwijaya dapat .

Sriwijaya telah menjadi . Sebagai kerajaan terbesar di Nusantara pada saat itu.dikatakan sebagai “starting points” dari hubungan Nusantara dengan yang lain.

pusat aktifitaskeagamaa . pusat aktifitas perdagangan Internasional.kerajaan terkuat dalam hal pasukan danteknologi pembuatan perahu.

telah ada komunitas Islam . Bahkan. dan sebagai pusat pertemuan antar bangsa yang bertujuan untuk membuatsebuag kerajaan yang terintegrasi.n.

Cina yangmerupakan “starting-points” dalam menyebarkan agama Islam ke berbagai wilayahterpencil di .

Nusantara. Hal inikarena Islam pada kenyataannya bukanlah sebuah .Kebera daan komunitas Islam Cina di Sriwijaya adalah sebuah hal yang logis.

Islam dipercaya telah menyebar sejak .agama baru bagi masyarakat CiaDaratan (Tiongkok). Di Cina Daratan atau Cung–Guo (Tiongkok).

1Hijriyah (abad ke 7). dibawa pertama kali oleh sahabat Rasullullah (Nabi MuhammadSAW) yang bernama Sa’ad Ibnu Lubaid. Diluar .

hubungan antara dunia Islam. contoh bangsa Arab dengan Tiongkok telah secara berulang dilakukan. Selama .dari kesulitan mengidentifikasi Sa’ad.

tidak kurang dari 17 duta besar Muslim telah dating ke Tiongkok.kurang lebih 90 tahun pada periode Dinasti Ummayah. kemudian .

dilanjutkan jugaoleh 18 duta besar yang didelegasikan dari pimpinan Dinasti Abbasiyah pada periode750-798 M.Keberadaan hubungan antara .

dunia Islam dengan Cina Daratan atau CungGuo(Tiongkok) telah mendorong pertumbuhan Islam. ada cukup banyak komunitas .

Muslimsejak pertengahan abad ke 8 di pulau Hainan dan Zhung-Ciu. Di jalur pulau ada juga perluasan komunitas dan koloni Muslim .

yang cukup besar di daerah Asia Tengah yangmeliputi Uighurs dan suku Hui di wilayah Xian Jiang (Turkistan Timur). Mereka .

000 muslim .sampaisekarang merupakan komunitas Muslim terbesar di Republik Cina (RRC). khususnyaBeijing ada sekitar 300.

sebuah jumlah yang .(Usman Effendy.d. Total orang muslim Cinadi Cina sekarang diperkirakan antara 60 a. 2000:1). 100 juta orang.

melebihi penganut Kristen disana (Budisetyagraha. 200:3). Burhanudi n Daya (2001:1) menyatakan hubungan yang terjadi pada saat itu adalahantara .

keluarga Wang Ming dari Dinasty Han dengan penguasa Aceh. Huantse danmereka yang berhenti di Jawa menjalin persahabatan .

Yehtiao. pada 132 (M). Data historis oleh Hamka disebut catatan Cina menjadi salah satu rujukanuntuk data historis yang .dengan penguasa Jawa.

seperti Jendral . Sejum lah pengembara yang mempunyai identitas Islam.diharapkan untuk menggali informasi tentang Nusantara di abaddahulu.

Zhen He oleh peneliti .Chen Ho(Zhen He) atau dikenal sebagai Haji Sam Po Kong yang melakukan perjalanan lautsekitar 14051433 M.

.sementara dianggap sebagai keturunan ke 37dari Nabi Muhammad SAW telah meninggalkan warisan Mushola.

Disamp ing Zheng He.yang dikenal sebagai Klenteng Sam Po Kong di daerah Gunung Batu (Semarang. Indonesia). ada . Jawa Tengah.

dan perkampungan CinaIslam tapi tidak beruntungnya sejarah mereka sulit untuk dicari .juga beberapa pengembara. pelayar.

Haji Mah Hwang dan Haji Feh Tsin. anggota pelayar Tiongkok yang sering bersembahy ang di mesjid Semarang. Haji . Contoh.secara akurat.

Haji Gan Eng Cudi Tuban. Jin Bun yang disebut Raden Fatah (Demak).Boh Tak Keng dari Cgampa. dan Tung Ka Lo yang dipanggilsebagai .

J. H.Sultan Trenggana (Usman Effendy. 2001:1). de Graaf dan Th. Pranowo (1998:90) dituliskan bahwa .Pigeaud dalam Bambang M.Th.G.

pada saat Diniasti Ming (1386-1645 M) ada beberapa suku Cina Islam dari Yunanyang menggunakan Mazhab Hanafi dalam pemerintahannya. .

Pasukan Tiongkok di bawahkepemimpin an Haji Sam Pobo (Cheng Ho) menguasai territorial perairan dan pantai NanYang (Asia .

mereka . pasukan Cina merebut Kukang (Palembang) yang pada waktu itu dikuasai oleh Cina non Muslim.Tenggara). Disana. Pada 1407 M.

Jawa seperti diAncol (Jakarta) dan Cangki .membentuk komunitasCina Islam pertama di SambasKalimantan Barat. Peninsula Malaka.

M.F. diketahui juga ada komunitas Cina Islam di Bangka. Heidhues (1992:178) .(Mojokerto). Sela ma masa kerajaan Sriwijaya.S.

pernah ada sekitar 4.000 Cina Islam yang bekerja sebagai pekerja tambang (termasuk sejumlah kecil .menulis bahwa pada 1823 M di Bangka.

Jumlah mereka semuanya sekitar 9. dan dari jumlah tersebutada sekitar 754 klan (28 diantara mereka adalah .wanitadan anakanak).000 orang.

ada banyak orang Cina Daratan yang bermigrasi ke Bangka untuk .Muslim). Benar adanya bahwa sejak pembukaan tambang timah di tahun 1709 M.

bekerja sebagai penambang timah. Karena pada umumnyamereka tidak membawa istri-istri dan anakanak mereka. banyak dari mereka .

Kerajaan . Untuk berbagai alasan tersebut.menikahdengan wanita pribumi dari daerah setempat yang pada umumnya memeluk Islam.

Sriwijaya yang mempunyai latar belakangkepercaya an Budhisme. yangkemudian . memiliki “Nilai Integritas” yang mana sangat berarti.

menghormati perbedaan agama dan budaya untuk berdampingan demikepentingan umum “kedamaian”. Kepentingan umum merupakan .

yang terpenting dalam perdaganga n internasional multi-latera. langkah utama dalam . pendalaman dan pendidikan keagamaan(Budhis me).

perkembangan Islam di Nusantara. Kerajaan Sriwijayamenguas ai nilai-nilai lokal “nilai-nilai integritas sosial” melalui proses .

Budhisme dari Negaraterdahuluny a yaitu India .alamiah. DarwisHidayat (2001:1) menyatakan bahwa dalam perjalanan sejarah.

ataupun perang . perselisihan. pada kenyataannya tidak membuat oposisi.sukses untuk menyebarkan ke berbagai tempat terpencil didunia.

Di Nusantara. Budhismetelah mengalami sebuah masa gemilang ketika masa . dan juga kebudayaan. sekte.yangdisebabkan oleh perbedaan agama.

Nil ai-nilai integrasi sosial Sriwijaya mengalami perubahan drastis.Sriwijaya. ketika bangsaEropa . Syailendra danMajapahit.

Pada tahun 1854 M contohnya.mulai datang ke Nusantara pada abad ke 15. bangsa Belanda menyatakan bahwa bangsa pribumi .

merupakan kelas pekerja (inlender)setelah bangsa Eropa sebagai kelas pertama dan bangsa timur dan (bangsa Cina.dan India) . Arab.

Klasifikasi oleh Belanda dipercaya sebagai penyebab utama munculnya keretakan hubungan antara bangsa Cina .sebagai kelas dua.

dengan pribumi yang telah tebentuk sebelum itu. Bentuk tindakandiskrimin . bersamaan dengan keberadaan kerajaan Sriwijaya.

Pranowo (1998:85-96). dikatakan oleh Bambang M.asi. membuat . bangsa Belanda yangtelah ada di Indonesia sejak kira-kira 365 tahun.

system sosial. hokum. yang kemudian menjadi menyulitkan proses penguatan . pendidika n. politik. dan ekonomi yang diskriminasi.

Tujuan bangsa Belanda dating ke Indonesia adalah untuk mengeksploi tasi bangsa pribumi melalui politik devide et impera. Sebagai .persatuan bagsa.

akibat dari tindakan repressive. beberapa orang Cina yang dulunya memiliki hubungan baik . eksploitatif dan diskriminatif oleh Belanda.

dengan pribumi mulaimerasakan perubahan berbeda dari bangsa pribumi karena mereka telah mendapat statussosial yang berbeda. Hal ini .

ekonomi.sangat buruk. hokum dan politik yang lebih . orang pribumi memandang orang Cina sebagaiyang memiliki status sosial yang baik.

walaupun pada kenyataannya tidak selalu begitu. Kondisi ini menjadi semakin jauhdengan menumbuhkan benih kecemburuan .baik.

.orang pribumi terhadap orang Cina. Sriwijaya danBelanda. Faktasejarah sosial tentang dua penguasa yang berbeda masa di Nusantara ini.

menunjukkan sebuah kondisi yang kontras satu sama lain. Nilainilai integrasi pada masa pendudukan Belanda pada dasarnya merupakan .

tindakan represif dandiskriminatif. Nilai integrasi sosial yang dimunculkan pada masa Sriwijaya haruslahditunjukka n dalam usaha untuk menguatkan .

dalam mengembalikan keutuhan tingkatansosial dan keutuhan Negara Indonesia dalam 10 tahun terakhir (sejak 1998 – .

C.2008)hampir mengalami fluktuasi. Indonesia Sekarang Hal ini merupakan keinginan Sang Pencipta bahwa Indonesia .

Furnival (1980:86103) menyatakan bahwa sebagai sebuahtipe masyarakat tropis dimana mereka .S. J.ditakdirkan sebagaimasyarakat yang plural.

Orang Belanda sebagai sebuah kelompok minor. jumlahnya secara progresif .mengatur dan mereka dijajah untuk memiliki sukuyang berbeda.

meningkat pada akhir abad ke 19. pada saat yang sama sebagai penguasaterhadap mayoritas pribumi. Secara keseluruhan. dinyatakan oleh J. .

masyarakat Indonesia pada masa pendudukan Belanda merupakan masyarakat yang berkembang .Nasikun (1995:287-302).

Cina danPribumi. dan gaya hidup. cara berpikir. budaya. .dalam sistem kasta tanpa hubungan religious. melalui agama. bahasa. Orang Belanda.

sebagai tandauntuk tidak memposisikan kepentingan bersama. Sebagai sebuah masyarakat plural. bangsa Indonesia sangat sensitive .

untuk munculnya konflik sosial dan ancaman disintegrasi bangsa. Henk Schulte Nordhholt danHanneman Samuel (2004: 12) .

menyatakan: “Sete lah beberapa decade kekuasaan pemerintahan terpusat. berusaha untuk memperken alkan perubahan politik dan ekonomi terlihat .

oportunisme jangka pendek.sebagai malapetaka. dalammenghadapi sabotase birokrasi. kekuasaan politik yang korup. dan ketiadaan .

.pembagian visi di masa mendatang. Dalam hal munculnya ledakan pembangk angan etnik dan agama di berbagai wilayah di Nusantara.

ketidakmampuan untuk korupsi. rasa pesimis cenderungmengkla sifikasikan Indonesia dalam kategori “Negara .pergerakan penent angan wilayah.

dari aspek pengetahuan sosialterlihat seperti mengarahkan kita untuk pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentangmasalah kebangsaan sekarang ini secara komprehensif dan mencegah dari analisa parsialdan subjektif yang hanya akan mengaburkan masalah substantive. Franz Magnis Susesno (2003: 121)mengatakan bahwa setidaknya ada empat factor tambahan dalam konflik sosial diIndonesia. dan perkembangan kebijakan politik terhadap semua partai di masyarakat yang multikultural di Indonesia.Dalam sepuluh . ada seseorang yang mengklaim bahwa jurang ekonomi dan sosial identik dengan tindakan dominan dari orang-orang Cina dalam bidang ekonomi.”Hal yang senada disampaikan Syafuan Rozy (2003: 121-122) bahwa konflik sosialterjadi dikarenakan oleh kondisi yang buruk dalam struktur sosial yang menyebabkanorang mudah untuk marah satu sama lain. Untuk itu. ras. Orang-orang dengan mudah terprovokasi olehyang lainnyadan mereka cenderung memposisikan sikap ekslusif berdasarkan aga. etnik. studiini membutuhkan keberadaan proses dialektika antara nilai-nilai local atau integrasi nilainilai sosial kerajaan Sriwijaya dengan realitas sosial yang berjalan saat ini. Oleh karena itu. dan daerah. Ketiga. kemudian menggunakan ke-etnikan dalam konflik untuk memperolehkekuasaan tertentu. realitas sosial kehidupan bangsa sekarang ini telah menguatkan hubungandengan realitas sejarah sosial sebelumnya. Analisa ini. sistem politik era yang baru memposisikan kekuatan militer yang cenderung untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang tidak demokratis. pada struktur kekuasaan sosial local.yang morat-marit”.Lingkungan sosial. jurang politik dan pendidikan masih terjadi. seperti politik dan ke-etnikansebagai potensi yang dapat menghancurkan struktur sosial dan tingkat komunitas. pendidikan. Kedua. pandangan dan klaim dengan cara tersebut dapat mengaburkan penguatan integrasi sosialdan integrasi bangsa. Pasurdi Suparlan (2003:79) juga mengatakan bahwa beberapa masyarakat plural. budaya. ekonomi. prediksi selanjutnya adalah disintegrasi yang memungkinkan menuju perpecahan bangsa. berhubungan dengan perasaankebencian dan dendam yang terakumulasi. Pendek kata. bangsa Indonesia telah mencapai kemerdekaan sejak 63 tahun yang lalu. padaumumnya.Indonesia di masa mendatang menjadi sensitive oleh konflik-konflik sosial yang tidak terukur yang mengancam integrasi sosial. Tentu saja. Kasus kerusuhan sosial yang berdasarkan nuansa ke-etnikan danagama pada Mei 1998 berhubungan dengan jurang sosial dan ekonomi dalam masyarakat. ekonomi.Walaupun.Terlebih. budaya. konfli budaya berhubungan dengan konflik primordialisme berdasarkan agama. Mempengaruhi satu sama lain akan memanipulasi ke-etnikan sebagai sebuah jalan untuk mengumpulkan kekuatan berdasarkan solidaritas dankelompok. Potensi integrasi sosial dibuat dari kompetisidari individu dan kelompok dalam bentuk “sumber sosial” menggunakan ke-etnikanuntuk menguatkan kekuatan. Pertama. sosial.a dankelompok etnik.

hal ini sangat beresiko untuk munculnya konflik sosial. disebut konflik antara masyarakat dengan pemerintah. halini tidak berarti tidak dapat diminimalisir. peran nilai-nilai local. seperti tawuran antar kampong. Konflik sebagai sebuah proses merupakanmekanisme yang dibentuk oleh kelompok-kelompok dan batasannya. Oleh karena itu. jumlah keseluruhan dari angka investasi asingmemiliki korelasi positif dengan potensi dengan keberadaan konflik sosial. dan status sosial (SARA) tidak dapat dilihat ke dalam konsekuensi karenaseperti halnya “api dalam sekam” yang suatu saat dapat membara lebih dasyat lagi. Papua. pembajakan. Poso. tapi lebihdisebabkan oleh aspek-aspek lainnya. disebutkan: Pertama. tingkatan ancaman disintegrasi bangsa seperti dinyatakan oleh sejumlah peneliti sosial diharapkan dapat diminimalisir. Konflik sosisal horizontal adalah konflik yang terjadi diantaraanggota masyarakat. seperti ketidakadilan distribusi hasil alam. perdagangandunia (ekonomi). sebagai kerajaan maritime yang kuat. dan pentingnya tipe struktur dimana bahwa konflik meluas.tahun terakhir (1997-2007). menunjukkan intensitas dan pelebarankonflik sosial di masyarakat benar-benar terjadi. Konflik dapatmenyatukan semua anggota kelompok melalui inagurasi ulang terhadap identitaskelompok. dsb. nilai-nilaiintegrasi kerajaan Sriwijaya sangat positif dalam membangun ulang dan menguatkanintegrasi sosial dan nasional nanti. Implikasi Taksiran Integritas Sriwijaya Kemajuan Sriwijaya pada realitasnya paling sedikit telah ditentukan oleh kemajuanteknologi maritime.Konflik sosial yang bernuansa vertical. Nuansa konflik ke-etnikan dan agama terjadi seperti di Pontianak. dan para pemeluk agama. Kemungkinan konflik sebagai sumber dari pembuaran kelompok diejawantahkan dalam bentuk perasaan stress.Kebanyakan wilayah kerajaan memiliki beckground wilayah perairan. Kedua.agama. Bagaimanapun. cara untuk bagaimanamenangani stress. pengetahuan. dan pencurian ikan. Implikasi penting darinilai-nilai integrasi Sriwijaya. Antara konfli horizontal dan certikal dapat dihubungkan dan dipicu satusama lain. pendidikan dan pendalaman agama (etika/ moral). Wilayah perairan tidak hanya dilihatsebagai sebuah sumber ekonomi dan transportasi tapi juga sebagai pertahanan keamanankerajaan. konflik merupakan disfungsi bagi sebuah kelompok. Hal inimerupakan sebuah ancaman disintegrasi sosial dan disintegrasi bangsa memberikanlegitimasi untuk memotivasi perjuangan separatism. Potensi konflik memiliki nuansa kesukuan. Ketapang. Permintaankemerdekaan dari sebagian orang di propinsi merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dalam perkembangan hasil manajemen sumber daya yang ada. dan Ambon-Maluku. pengembangan pendidikan. Perhatian pada pengembangan wilayah perairan harusnya menjadi prioritas bagi Negara kepulauan seperti Indonesia yang riskan terhadap ancaman keamanan wilayah. Dariindicator keberadaan level propinsu. dan dukungan serta birokrasi masyarakat yang kokoh. Sambas. Kebanyakan daerah di Indonesia memiliki separatism. Coser (1985:47-48). Konflik sosial dapat berupa horizontaldan konflik vertical. ras. dalam dimensi konflik verticalseperti kasus di Aceh. sehingga teknologikelautan/ perkapalan menjadi prioritas utama. berbagai konflik sosial dan agama di Indonesia hampir diluar masalah idiologi keagamaan.Kerajaan Sriwijaya dulunya merupakan kerajaan Budhisme . yang dalamartikel ini disebut sebagai “nilainilai integrasi sosial” di Sriwijaya. kerajaan Sriwijaya telah memfokuskan pada potensi samudra sebagai sumber kehidupan dan kelangsungan kerajaan. dan Maluku. isu tentang konflik. Ketika Negara kita mengalami berbagai masalah konflik sosial yang membahayakanuntuk terciptanya disintegrasi sosial dan bangsa.Walaupun bangsa yang plural. Kupang. memiliki muatan “sumber daya alam”.Louwis A. etnik. dan penelitian pada Budhisme. D.

Inclusifisme dan toleransi beragama sangat terlihat jelas pada masa Sriwijaya. Arab. Oleh karena itu. potensi dan pluralitas. Dia adalah salah seorang mahagurumenambah ilmunya. Atas bantuan seorang guru besar agama Buddha dari India yaitu Dharmapala. perguruan di Sriwijaya mengalami kemajuan yang sangat pesat.)Menurut I-tsing.etika. Di Sriwijaya terdapatdari negeri Cina dan India berdatangan ke Sriwijaya. masa ini dapat dibilang sebagai hubungan intensiveantara nusantara dengan bangsa Cina. karena orang Cina yang datang ke Sriwijaya pada umumnyamemeluk Budhisme. Keberadaan kerajaan Budhisme telah mendorong I-Tsing untuk memperdalam pengetahuan agama Budhisme melalui penelitian sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ke Nalanda. agam Budha semakin berkembang ketika banyak pendetaMenurut I-tsing. Berikut merupakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri. Sumber sejaraha.) Buddha di Sriwijaya. agam Budha semakin berkembang ketika banyak pendeta dari negeri Cina dan India berdatangan ke Sriwijaya. tapi rasa saling menghargai antar sesamemembutuhkan (simbiosis mutualisme) seperti yang dicontohkan oleh Sriwijaya denganCina Daratan yang focus pada nilai-nilai demokrasi. yang dikembangkan oleh orang-orang IslamCina yang datang ke Tiongkok. Atas bantuan seorang guru besar agama Buddha darib. PrasastiBerikut merupakan sumber sejarah yang berasal dari luar negeri.memiliki ikatan emosial yangkuat dengan Tiongkok. India.Yang terakhir bahwa kerajaan Sriwijaya telah mengaplikasikan “wilayah otonomi” yangwalaupun secara formal Sriwijaya di bawah sayap Cina daratan. seperti yang ditulis oleh Taher (1997:40). mereka masih menikmatiotonomi yang luas. Di Sriwijaya terdapat Pendeta Budha yang mahsyur dan telah menjelajah lima negeri di India untukPendeta Budha yang mahsyur dan telah menjelajah lima negeri di India untuk menambah ilmunya. yaitu SAKYAKIRTI. Dia adalah salah seorang mahagurub. Hubungankerajaan tidak hanya dengan gugus kepulauan nusantara tapi juga dengan berbagai Negara luar seperti Cina.sangat pesat.)a. Perdagangan menjadi prioritas utama bagi kerajaan. sebagai sebuah usaha untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Hal ini telah menunjukkan bahwa masalah keagamaan. dan Persia. dan moralitas menjadi elemen penting bagi sebuah kerajaan. perguruan di Sriwijaya mengalami kemajuan yangIndia yaitu Dharmapala. Kelemahan dalamimplementasi otonomi wilayah (2001-2008) diharapkan untuk diperbaiki sebagai usahauntuk penghargaan dan kepentingan reformasi 1998. Aplikasi otonomi wilayah di Indonesia pada arti yang sesungguhnya diharapkan untuk mampu mengurangi intensitas berbagai potensi konflik sosial. Tidak ada maslah perbedaan minoritas dan mayoritas. keadilan. Prasasti tersebut menggunakan bahasatersebut menggunakan bahasa Sanskerta Sanskerta atauatau Tamil Tamil ♠♠ Prasasti LigorPrasasti Lig orditemukan di thailandditemukan di thailand ♠♠ . yaitu SAKYAKIRTI.) Buddha di Sriwijaya. Hal ini merupakan beberapa nilai-nilai integrasi sosial yang dimiliki oleh kerajaanSriwijaya yang diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam melengkapi pengembanganIndonesia yang lebih baik nantinya. aktifitas ekonomi dan perdagangan di kerajaan Sriwijaya pada masa itu telah berskala Internasional. Sebagai atapnya yaitu Budhisme danyang lainnya ada komunitas Islam Cina. Ketiga.

Prasasti KantonPrasasti Kantonditemukan di Kantonditemukan di Kanton ♠♠ Prasasti SiwagrahaPrasasti Siwag raha ♠♠ Prasasti NalandaPrasasti Nalandaditemukan di Indiaditemukan di India ♠♠ Piagam LeidenPiag am Leidenditemukan di Indiaditemukan di India ♠♠ Prasasti SrilangkaPrasasti Srilang kaditemukan di srilangkaditemukan di srilangka ♠♠ Prasasti TanjorPrasasti Tanj oree ♠♠ Piagam GrahiPiag am Grahi SUMBER SEJARAH YANG BERASAL DARI KRONIK CHINA YAITU :SUMBER SEJARAH YANG BERASAL DARI KRONIK CHINA YAITU :oKRONIK dari Dinasti TangoKRONIK dari Dinasti TangoKRONIK dari Dinasti SungoKRONIK dari Dinasti SungoKRONIK dari Dinasti MingoKRONIK dari Dinasti MingoKRONIK PERJALANAN I – tsingoKRONIK PERJALANAN I – tsingoKRONIK CHUoKRONIK CHU -FAN-CHI -FAN-CHI oleh Chau Ju-kuaoleh Chau Ju-kuaoKRONIK TAO CHIN LIO oleh Wang Ta YanoKRONIK TAO CHIN LIO oleh Wang Ta YanoKRONIK LING-WAI TAI-TA oleh Chou Ku FeioKRONIK LING-WAI TAI-TA oleh Chou Ku FeioKRONIK YING-YAI SHENG-LAN oleh Ma HuanoKRONIK YING-YAI SHENG-LAN oleh Ma HuanKerajaan Sriwijaya juga mempunyai peninggalan sejarah antara lain :Kerajaan Sriwijaya juga mempunyai peninggalan sejarah antara lain :JJPrasasti Kedukan BukitPrasasti Kedukan BukitJJPrasasti Talang TuoPrasasti Talang TuoJJPrasasti Telaga BatuPrasasti Telaga BatuJJCandi Biaro BahalCandi Biaro Bahal .