FILSAFAT HUKUM SEJARAH, ALIRAN DAN PEMAKNAAN ·

Abdul Ghofur Anshori

GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

KATA PENGANTAR
Bismillaliirrahma nil' rahiim Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat AIIah SWT karena atas rahmat dan kar unia-Nya Penu lis dapat berhasil menyusun buku den gan judul Filsafat Hukum , Sejarah, Aliran, dan Pemaknaan. Shalawat serta salam PenuIis haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SA W yang karena atas perjuangannya, dapat mendatangkan pencerahan bagi umat manu sia sampai akhir zaman. Berfilsafat adalah berfikir radikal, radix artinya akar, sehingga berfikir radikal artinya berfikir sampai ke akar suatu masalah, mendalam sampai ke akar-akarnya, bahkan melewati batas-batas fisik yang ada , memasuki medan pengembaraan di luar sesuatu yang fisik. BerfiIsafat adalah berfikir dalam tahap makna , ia mencari hakikat makna dari sesuatu. Berfikir dalam tahap makna artinya menemukan makna terdalam dari sesuatu, yang berada dalam kandungan sesuatu itu. Dalam fiIsafat, seseorang mencari dan menemukan jawaban dan bukan hanya dengan memperlihatkan penampakan (app earance) semat a, melainkan meneIusurinya jauh di balik penampakan itu dengan maksud menentukan sesuatu yan g disebut nilai dari sebuah realitas. Secara garis besar ada dua hal yang akan disajikan dalam buku ini, yang pertama ada lah yang tertuang dalam Bab I sampai dengan Bab IV yait u mengenai pengertian fiIsafat , fiIsafat hukum dan aliran pemikiran fiIsafat hukum dalam lintasan sejarah umat manusia. Pada bagian yang kedua akan membicarakan tentang hukum itu sendiri yang dikaji secara filsafati mel iputi ontologi, epistemologi, aksiologi hukum, teori hukum, fungsi dan tujuan hukum, hak dan kewajiban, masalah keadilan, poIitik hukum, dan penegakan hukum. Secara detail mengenai bagian yang kedua ini dapat dibaca dalam Bab

Hak Penerbitan © 2006 GADJAH MADA UNIVERSITY. PRESS p.a. Box 14, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 E-mail : gmupress@ugm.ac.id Homepage: http://www.gmup.ugm.ac.id Oilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertu/is dari penerbit, sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apa pun, baik cetak, ptiotoprint, microfilm dan sebagainya. Cetakan pertama 1374.58.12.06 Diterbitkan dan dicetak oleh: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS Anggota IKAPI 0609188-C1E ISBN 979-420-635-0 Desember 2006

VI

V sampai dengan Bab X . Buku filsafat hukum ini diharapkan dapat menstimulasi para mahasiswa, akademisi, dan praktisi di bidang hukum untuk dapat berfikir secara filsafati terhadap realitas hukum yang ada di sekelilingnya. Mereka diharapkan tidak hanya "tahu hukumnya", akan tetapi juga dapat menangkap makna dan hakikat hukum. Sehingga dapat menjadi bekal para insan hukum dalam upaya mengaplikasikan hukum, menemukan hukum (rechtvindingi, mewujudkan cita-cita hukum, asas-asas hukum, melakukan interpretasi terhadap "kemauan" undang-undang, dan melakukan penilaian terhadap gejala-gejala yang ada dalam masyarakat dari sudut filsafat hukum. Keberhasilan Penulis dalam penyusunan buku filsafat hukum ini tidak lepas dari dukungan para pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Namun dalam kesempatan ini Penulis mengucapkan terima kasih kepada Saudara Ahmad Adipurawan yang telah dengan sabar dan antusias membantu penulis dalam proses editing naskah buku ini. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Pihak Penerbit Gadjah Mada University Press yang telah bersedia menerbitkan buku ini. Penulisan buku ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan dalam proses belajar mengajar bagi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan masyarakat umum yang memerlukannya . Akhimya tiada gading yang tidak retak, maka begitu pula dengan buku ini yang di dalamnya masih ban yak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu Penulis dalam kesempatan ini menyampaikan terirna kasih atas kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca untuk penyempumaan buku ini dalarrr edisi-edisi mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dalam upaya pembangunan hukum di negeri ini . Amin. Yogyakarta, Desember 2006 Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H.

DAFTARISI

KATA PENGANTAR BAB I A. B.

..

V

PENDAHULUAN .. Pengertian Filsafat, Pembidangan Filsafat dan Letak Filsafat Hukum Pengertian Filsafat Hukum, Manfaat Mempelajari Filsafat Hukum, dan Kedudukan Filsafat Hukum dalam Konstelasi Ilmu . 1. Pengertian Filsafat Hukum .. 2. Manfaat Mempelajari Filsafat Hukum .. 3. Ilmu-ilmu yang Berobjek Hukum . PANDANGAN TENTANG ZAMAN KLASIK Hukum Zaman Yunani Kuno Hukum Zaman Romawi Hukum pada Abad Pertengahan HUKUM PADA . .. .. . PADA . .. . . .. . ..

3 3 6 8
11 11 12 13

BABII

A. B. C.

BAB III PANDANGAN TENTANG HUKUM ZAMAN MODERN , A. Zaman Renaissance B. Zaman Aufklarung C. Pengertian Hukum Abad XIX 1. Pandangan Ilmiah atas Hukum 2. Pandangan Historis atas Hukum D. Pengertian Hukum Abad XX

19 19 21 23 23 24 25 26

BAB IV PANDANGAN TENTANG HUKUM ERA POSTMODERNISME .

Vlll

IX

A. B. C.

Latar Belakang . .. . . .. .. . . .. . . .. . . . .. . .. . . . .. . . .. .. .. .. .. .. . Tradisionalisme Islam Filsafat Perennial sebagai Jemb atan

26 28 32 35 35 38 39 40 42

B.

# <b

/

BAB V ASPEK, ONTOLOGI, NI LAI ETIKA dan LOGIKA DALAM HUKUM A. Pengertian Hukum B. Hukum dan Undang-Undang Neg ara C. Keberlakuan Hukum I. Membedakan Dua Je nis Kaidah Hukum 2 . Stufenbau Theorie D . Hukum sebagai Norma .J E. Hukum dan Keadilan 1. Konsep Keadil an ,......... 2. Hukum dan Keadil an v' F. Keadilan Menurut Filsafat Hukum Islam 1. Ruang Lingkup Hukum Islam 2. Hukum Islam dan Keadilan 3. Hukum Islam dan Kemaslahatan v G. Aspek Nilai Etika dalam Hukum (Juristic Ethics) H. Juristic Logics (Penggun aan Logika dalam Hukum atau Ilmu Hukum) BAB VI ALIRAN-ALIRAN HUKUM A. Hukum Alam . . .. . .. . . .. .. . . . . .. . . . .. . .. . . . . .. . .. .. . . . .. ... I. Hukum Kodrat (Alam) dal am Sej ara h 2. Perkembangan Hukum Kod rat B. Positivisme Hukum I. Pengertian . . .. . . . .. .. .. . .. .. . . ... .. . 2. Positivisme Analitik 3. Positivisme Pragmatik C. Teori Hukum Mumi D . Hukum Berlandaskan Wahyu BAB VII AZAS HUKUM A. Azas ObjektifHukum ,.. . .. .. ..

I. Rasional 2. Moral . .. .. . .. .. .. . .. . .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. . . .. . .. Nilai Subjektif Hukum 1. Hak dan Kewajiban 2. Hak Azasi

108 108 110 110 112 114 114 115 11 ~ 118 121 126 127 128 133 135 135 135 137 140 141 142 143 143 145 145 147 148 150 153 153 155

@
46 53 57 57 63 68 73 84 87 87 88 90 92
92

45

BAB VIII. KEBEBASAN MANUSIA dan PEMB EBAN AN HUKUM A. Eksistensi .. .. .. .. . .. .. . .. .. .. .. . .. .. ... .. . .. .. . .. .. .. B. Kebebasan Eksistensial C. Kebebasan Manusia dan Kehendak Tuhan .. .. .. . . 1. Pengertian Kehendak Tuhan (Ta qdir) 2. Aliran 3. Kritik terhadap Keberadaan Taqdir 4. Hikmah Percaya pada Taqdir D. Kebebasan Moral E. Ko-Eksistensi F. Kepemilikan .. 1. Pengertian Hak Milik 2. Sebab Hak Milik 3. Prinsip Kepemilikan BAB IX POLITIK HUKUM A. Negara sebagai Sumber Hukum 1. Pengertian Negara 2. Terbentuknya Negara 3. Unsur Negara .. ... .. .. .. .. . .. . .. .. .. 4. Bentuk Negara 5. Susunan Negara B. Hukum dan Kekuasaan C. Hukum dan Masyarakat D . Tujuan Politik Hukum BABX PENEGAKANHUKUM A. Perampasan Kemerdekaan dan Pemidanaan B. Masalah-masalah dalam Pen egakan Hukum

.. .. .

94 97 98 102 107 108

Sehingga ia terus terikat dengan tata kosmik.x 1. bahwa bagaimana ia harus berhubungan dengan orang lain. Maka muncullah tata aturan. Filsafat atau disebut juga ilmu filsafat. I1mu tentang nilai atau aksiologi adalah bag ian dari filsafat yang khusus membahas mengenai hakikat . I'EMBIDANGAN FILSAFAT DAN LETAK FILSAFAT HUKUM Secara historis zaman terus berkembang melalui hierarkis perkembangan yang terus dibarengi pula dengan perubahan-perubahan sosial. Ontologi (metafisika) membahas tentang hakikat mendasar atas keberadaan sesuatu . menjadi hal yang problematis ketika ia hidup dalam komunitas sosial.I'ENGERTlAN FILSAFAT. epistimologi. dengan alam. Fenomena "Pengadilan Rakyat" 3. Ca bang I1mu utama dari filsafat adalah ontologi. Semacam hal tersebut di ataslah peradaban manusia dimulai. tentang nilai (aksiologi). Keberadaan manusia yang dasar pertamanya bebas. Mafia Peradilan 155 157 158 160 165 DAFTAR PUS TAKA INDEKS BABI PENDAHULUAN A. Ironi "Negara Hukum" Indonesia 2. misalnya mengena i asa lnya (sumber) dari man a sajakah pengetahuan itu diperoleh manusia. dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya. mempunyai beberapa cabang ilmu utama . Epistimologi membahas pengetahuan yang diperoleh manusia. dimana dua hal ini selalu berjalan beriringan. dan moral (etika). dimana manusia harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. la harus memegangi nilai-nilai aturan yang berlaku mengatur hidup manusia. apakah ukuran kebenaran pengetahuan yang telah diperaleh manusia itu dan bagaimanakah susunan pengetahuan yang sudah diperaleh manusia. Kemerdekaan dirinya mengalami benturan dengan kemerdekaan individu-individu lain atau bahkan dengan makhluk yang lain. norma atau nilai-nilai yang menjadi kesepakatan universal yang harus ditaati.

seseorang meneari dan menernukan jawaban da n buka n han ya dengan memperlihatka n pen am pakan (appearance ) sern ata. Hu kum yang des kriptif . Berfilsafat adalah berpikir rad ikal. Konscp hu kum mungkin dapat dikatakan me mp unya i pen gertian yang ambigu. DAN KEDUDUKAN FILSAFAT HUKUM DALAM KONSTELASI ILMU 1. Persoalan-persoalan mendasar ya ng tid ak dijawab ole h ilmu hukum menjadi objek bahasan ilmu filsafat. ba hkan me lewati ba tas-batas fisik yang ada. Pertanyaan tentang "apa (hakikat) hukum itu ?" sekaligus merupakan pertanyaan filsafat hukum juga. dan beru sah a memaknai dun ia da lam hal makna (A ns hori. Menurut Apeldoorn (1985) hal tersebut tidak lain karena hukum hanya memberikan jawaban yang sepihak. filsafat hukum adalah ilmu yang mempel ajari hukum secara filosofi s. Berfi lsafat ada lah berpikir dalam ta hap ma kna. Dalam kontek s umum kesalehan ban yak dikaitkan den gan . Berpikir da lam tahap makna artinya menemukan makna tcrdalam dari sesuatu. MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT HUKUM. Fi lsafat mern p unyai objek berupa segala ses uatu yang dap at dij an gkau olch pikiran manusia (A nshori. Pengertian Filsafat Hukum See ara sederhana dapat dikatak an bahwa filsafat hukum adalah eabang filsafat. me ndalam sampai ke akar-akarnya. Pada kenyataannya banyak pertanyaan-pertanyaan mendasar itu tidak dapat dijawab lagi oleh ilm u hu kum . dan hanya seeara parsial saj a berurusan dengan hal-hal batiniah (Madjid. 1998: 2-3). orientas i hukum lebih berat men garah pada dimensi eksoteris. Banyak persoa lan. dan objek tersebut dikaji seea ra me ndalam sampai kepada inti atau dasarnya.decriptive laws . sehingga berpikir ra dikal arti nya sampai ke akar suatu masalah. Divergensi ant ara kedua orientasi kea gam aan yang lahiri (eksoteri s) dan batini (esoteri s) memuneulkan eab an g ilmu yang berbeda. yaitu syariah (hukum) dan thariqah (tasawuj). IImu hu kum memi liki ruang lingkup yang terbatas. Hukum inilah yang merupakan bahan penelitia n filsafat hukum. yang berada dalam kandungan sesuatu itu . scd an gkan hukurn yang deskriptif menjadi obj ek penelitian ilmu pengetahuan (A sdi . ia meneari hak ikat makna dari ses ua tu. karcna hanya mempel aj ari tentang norma ata u aturan (hukum).persoalan bcrken aan de nga n hu ku m memban gkitkan pe rtanyaan-pe rtanyaan leb ih lanj ut yang mem erl ukan jawaban mendasar. Di sa mp ing itu . yang mernpelajari hakikat hukum. . B.misalnya hukum yan g diatur oleh para otoritas yang mengatur apa yang boleh dan ap a yang tid ak boleh dikerj akan. yaitu filsafat tingkah laku atau etika. m isalnya hukum gravitas i. mel ainkan menelusurinya jauh dibalik pe na rnpa kan itu de ngan maksud menentukan sesuatu yang disebut ni lai dari se buah realit as. Jadi objek filsafat hukum adalah hukum. PENGERTlAN FILSAFAT HUKUM. 2005: 3). Dengan kata lain . ya it u huk um yang deskriptif dan hukum yang pr eskri pt if. me liputi se mua hal yang da pa t dij an gkau o leh pikiran ma nusia. 2002: 3). Dapat dikatakan ada d ua macarn huku m .2 nila i berkaitan de ngan sesuatu . den gan kernungkinan men gabaikan dimen si esoteris. 2005: 4). Dengan kat a lain . me masuk i medan pe nge mbaraan diluar sesuatu yang fisik (Asy'arie. ketaatan kepada ketentuan hukum.ada lah hukum yang menunjukkan se suatu itu dapat terj adi. huku m Are hi medes ata u huk um yang berhubungan den gan ilmu-i lmu kealam an . Pertanyaan tersebut mungkin saja dapat dijawab oleh ilmu hukum. sehingga dapat menimbul kan kekeli ru an pengertian. dapat p ula terpikirkan oleh kita 3 mengenai hukum yang telah ditentukan atau hukum yang memberi petunjuk . Seda ngkan filsafat moral membahas nilai berkai tan de nga n tingkah laku manusia di ma na nilai disini meneakup baik dan buruk serta be nar dan sa lah.precriptive law . Fi lsa fat memil iki objek bahasan ya ng sa ngat lua s. Dalam filsafat. dwiarti. Namun kesalehan yang bertumpu kepada kesadaran hukum akan banyak berurusan dengan tin gkah laku manusia. tetapi jawaban yang diberikan temyata serba tidak memuaskan. bai k seeara intelektual ma upu n seeara moral. yang disebut hakikat. radix artinya akar. 1992: 256).

Oleh mereka kata jurisprudensi (sic!) dianggap lebih tep at. filsafat hukum sudah menjadi produk utama yang dibahas sendiri oleh para ahl i hukum.. Many of the problems ofjurisprudence cross doctrina l. perspective that cannot be reduced to legal doctrines or to legal reasoning.. tampak bahwa masalah-masalah yang dianggap penting dalam pembahasan filsafat hukum terus bertambah. Apeldoom ( 1985) misalnya menyebutkan tiga pertanyaan penting yang dibahas oleh filsafat hukum. and theoritica l plain of analys es of the social phenomenon called law. (2) apakah dasar kekuatan mengikat dari hukum. dimana istilah yuri sprudensi lebih menunjuk pad a putusan hakim yang diikuti hakim-hakim lain . yaitu: (1) apakah pengertian hukum yang ber laku umum. tetapi berada pada dunia lain (sol/en dan mogeni. Lili Rasyidi (1990) menyebutka n pertanyaan yang menjadi masalah filsafat hukum. Tentu saja tidak semua masalah atau pertanyaan itu akan dijawab dalam perk uliahan filsafat hukum. Sebagai catatan tambahan. dan (3) apakah yang dimaksud dengan hukum kodrat. hubun gan hukum kodrat dan hukum positif. (6) masalah hak milik. maka masal ah atau pertanyaan yang dibahas oleh filsafat hukum itupun antara lain berkisar pada apa-a pa yang diuraikan diata s. problem that cannot be solved by reference to or by reasoning from conventional legal materials. seperti hubungan hukum dan kekuasaan. Huijbers (1988) menyatakan.4 Ilm u huku m hanya melihat gejala-gejala hukum sebagaimana dapat diamati oleh panca indera manusia mengenai perbuatan-perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat.. yakni suatu kepandaian dan kecakapan yan g tinggal dalam batas ilm u hukum. dan (8) masalah peranan hukum sebagai sarana pembaruan masyarakat. the most fundamental. antara lain: ( 1) hubungan hukum dan kekuasaan. sampai kepada masalahmasalah filsafat hukum yan g ramai dibicarakan saat ini (oleh sebagian orang disebut masa lah filsafat hukum kontemporer. filsafat hukum hanyalah produk sampingan di antara sekia n banyak objek penyelidikan para filsuf. general. pertimbangan nilai di balik gejala-gej ala hukum tersebut luput dari pengamatan ilmu hukum. Mengingat objek filsafat hukum adalah hukum. suatu istilah yang kurang tepat. filsafa t hukum memprioritaskan pembahasannya pada pertanyaan-pertanyaan yang dipandang pokok-pokok saja. (5) masa lah pert anggungjawaban. dalam banyak tuli san filsafa t hukum sering diidentikkan dengan jurisprudence yang diaj arkan teru tama di fakultas-fakulta s hukum di Amerika Serikat. . Agar tidak membingungkan sebaiknya istilah jurisprudence tidak diterjemahkan ke dalam Bahsa Indon esia (seperti yang dilakukan Huijbers di atas menjadi yurisprudensi). (2) hubungan hukum dengan nilai-nilai sosial budaya. Istilah jurisprudence (bahasa Inggri s) atau jurisprudenz (bahasa Jerman) sudah digunakan dalam Codex Iuris Civilis di zaman Romawi. For the most part it deals with problems and use perspectives. Pada masa sekarang. Jika kita bandingkan antara apa yang dikemukakan oleh Apeldoom dan Lili Rasyidi tersebut. Istilah ini dipopulerkan terutama oleh penganut aliran positivisme hukum. (4) apa sebab orang menaati hukum.. . meng ingat sejak dulu masalah tersebut juga telah diperbincangkan) sepert i masalah hak asasi manusia dan etika profesi hukum.. sehingga norma hukum bukan dunia penyelidikan ilmu hukum. Sementara itu. Maka namp aklah bahwa penganut-penganut positivisme yuridis tidak mau bicara mengenai suatu filsa fat hukum. remote from daily concerns of legal practioncrs . Pada jaman dulu. apa sebab orang menaati hukum. Norma (kaidah) hukum tidak termasuk dunia kenyataan (sein). (3) apa sebab negara berhak menghukum seseorang. Hal ini sesungguhnya tidak terlepas dari semakin banyaknya para ahli 5 hukum yang menekuni filsafat hukum. apa tujuan hukum. Menurut Richard A Posner (19 94) yan g dimaksud dengan jurisprudence adalah . Kata jurisprudence harus dibedakan dengan kata yuriprudensi sebagaimana dikenal daIam sistem hukum Indonesia dan Eropa Kontinental pada umumnya. di lnggri s jurisprudence berarti ajaran atau ilmu hukum. Seba gaimana telah disinggung dim uka. . tetapi tetap dipertaha nkan dalam ejaan aslinya. (7) masalah kontra k.

yan g dapat d ipertanggungj awabkan secara ilmiah. C iri berikutnya ya ng tid ak kal ah pe nti ng nya adalah sifat filsafat yan g spekulatif. mahasiswa atau siapa saja yan g mempelajari filsafat hukum diajak untuk berwawasan luas dan terbuka. filsafat hukum berguna untuk membimbing kita menganalisis masalah-masalah hukum secara ras ional dan kemudian mernpertanyakan jawaban itu secara terus menerus. jadi pengertian tradi sional dari jurisprudence adalah filsafat hukum. Sifat ini men gaj ak merek a yang mempelajari filsafat hukum untuk berpikir inovati f. diharapkan ia tidak ak an bersi kap arogan dan apriori . kita diajak untuk berpikir kritis dan radi kal. Mereka diaj ak untuk me nghargai pemikiran. temporal dan national bounderies . Manfaat Mempelajar i Filsafat Huk um Bagi sebagian besar ma hasiswa. sini adalah tindakan yang terarah. Tentu saja tind akan spekulatif yang dirnaksud di . Banyak dari masa lah-masalah jurisprudence yang bersifat linta s doktrin. Jadi Posner sendiri tidak membedakan pengertian dari dua istilah itu. Dengan demikian apa bila mahasiswa tersebut telah lulus sebagai sarjana hukum umpamanya. tetap sukar untuk mencari batas-batasnya yang tegas. . Ciri yan g lai n. Meman g salah satu ciri orang yan g berp ikir rad ikal adalah senang kepada hal-hal baru. masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan rujukan atau jawaban-jawaban dari sumber hukum biasa. 7 ini filsafat hukum) memiliki tiga sifat yang membedakannya dengan ilmu-ilmu lain. Sebagaimana din yatakan o leh Suriasumantri (1985) bahwa se mua ilmu yan g berkernb an g saa t ini bermula dari sifat spekulatif ters ebut. narn a tersebut kita berikan untuk menganal isi s pertanyaan-pertanyaan mendasar. 2. thus the traditional definition ofjur/sprudence as the philosophy of law. filsafat hukum juga memil iki sifat yan g menda sar. itulah sebabnya dalam filsafat hukum pun diajark an berb agai aliran pemikiran tentang hukum. bahwa di siplin ilmu yang dimilikinya lebih tinggi dibandin gkan den gan disiplin ilmu yang lainnya. Sifat ini tidak bol ch dia rtikan secara negatif sebagai sifat gambling . Hanya saja sebagaimana dikatakan oleh Lili Rasyi di (1988) sekalipun ada perbedaan antara keduanya. Dengan berpikir spe kulatif (dalam arti positif) itulah hukum dapat dikembangkan ke arah ya ng dicita-citakan bersama. tetapi sudah Lalu filsafat diartikannya dengan: '" the name we give to the analysis of'fundamental questions . or as the application of philosophy of law.. sekalipun banyak juga para ahli hu ku m yang mencoba mencari di stingsi dari keduanya. yaitu prima facie appropriate. Melalui sifat ini . Jawaban tersebut seharusnya tidak sekedar diangkat dari gejala-gejala yang tampak. misalnya di khawat irkan ia ak an menjadi "coron g undang-undan g" bel aka . umum.6 tempora l and nationa l boundaries. yaitu pandangan yang tidak dapat direduksi dalam doktrin hukum. is pr ima fa cie appropriate. Artinya dalam menganalisi s suatu masalah. filsafat memiliki kar akteristik yang bersifat menyeluruh. Pertama. pertanyaan yang sering dilontarkan adalah: apakah manfaatnya mempelajari filsafat hukum itu? Apakah tidak cukup mahasiswa dibekali dengan ilm u hukum saja? Seperti telah disinggung di muka. dan merupakan analisi s teoritis dari suatu fenomena sosial yang disebut dengan hukum. atau penerapan dari filsafat hukum. filsafat (termasuk dalam ha l . '" yang paling mendasar. Mereka yan g mem pelajari filsafat hukum diaj ak untuk mem ahami hukum tidak dal am art i hu kum po sitif semata. se lalu m encari sesuatu yang baru. Pada sebagian besar bagiannya sesuai dengan ma salah dan menggunakan berbagai macam pandangan seperti remote dari masalah keseharian yang sering dihadapi para praktisi hukurn. Ciri lain lagi adalah sifat filsafat yang reflektif kritis. Den gan cara berpikir yang holi stik tersebut.. Or an g yan g mempcl ajari hukum dalam arti positif semata tidak akan mampu memanfaatkan dan men gembangkan hukum secara baik apa bil a ia menjadi hakim. pendap at dan pend irian orang lain.

mengalami penipisanperupisan.ilmu lain yang juga berobjek hukum. isi dan sifat norma hukum. Antropologi Hukum mempelajari pola pola sengketa dan penyelesaiannya baik pada masyarakat sederhana maupun masyarakat yang sedang mengalami proses modemisasi. Hal ini tampak dalam terjemahan karya Friedmann oleh Pumadi Purbacarakan dan Chidir Ali (1986) yang diberi kata sambutan oleh Soerjono Soekanto. baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya (Poerwartana. Psikologi Hukum. perlu juga diketahui keterkaitan antara filsafat hukum ini dengan ilmu. sebagaiman dimaksudkan oleh W. Disiplin hukum oleh Purbacaraka. diharapkan para calon sarjana hukum dapat menjadi pengemban amanat luhur profesinya. peristiwa hukum dan hubungan hukum. hak dan kewajiban. Suatu pembidangan yang agak lengkap tentang ilrnu-ilmu yang objeknya hukum diberikan oleh Pumadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto (1989) . Teori hukum dalam arti sempit inilah yang disebut dengan ilmu hukum. Sejak dini mereka diajak untuk memahami nilai-nilai luhur profesi tersebut dan mernupuk terus ideal isme mereka. Seperti yang diungkapkan oleh Radhakrishnan dalam bukunya The History of Philosophy. Perbandingan Hukum adalah cabang ilmu (hukum) yang memperbandingkan sistem-sistem hukum yang berlaku di dalam sesuatu atau beberapa masyarakat. dan Chidir Ali diartikan sama dengan teori hukum dalam arti luas yang mencakup politik hukum. 1988). objek hukum. ras dan agama itu mengabdi kepada cita-cita mulia kemanusiaan . Fungsi filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menopang dunia baru. Ilmu-i1mu yang Berobjek Hukum Setelah memahami filsafat hukum dengan berbagai sifatnya. Sosiologi Hukum mempelajari secara empiris dan analitis hubungan timbal balik antara hukum sebagai gejala dengan gejala-gejala sosial lainnya. filsafat hukum dan teori hukum dalam arti sempit. dan ilmu tentang kenyataan hukum (tatsach enwissenschaft). Ilmu tentang kenyataari hukum antara lain: Sosiologi Hukum. essensialia norma hukum. apa yang dimaksud norma hukum abstrak dan konkrit itu. mata kuliah filsafat hukum juga memuat materi tentang etika profesi hukum.8 sampai kepada nilai-nilai yang ada dibalik gejala-gejala itu . Soekanto. Sebagai bagian dari filsafat tingkah laku. Sejarah Hukum me mpelajari tentang perkembangan dan asal-usul dari sistem hukum dalam suatu masyarakat tertentu. mengingat untuk istilah yang sama oleh pen erjemah lain (Mohammad Arifin. 9 akan membingungkan. Selanjutnya ilmu ten tang pengertian hukum antara lain membahas tentang apa yang dimaksud dengan masyarakat hukum. subyek hukum. Penerjemahan legal theory dengan "disiplin hukum" disini mungkin . Kedua jenis ilmu ini disebut dengan ilmu tentang dogmatik hukum. 1990) digunakan istilah "teori hukum". Psikologi Hukum mempelajari hukum sebagai suatu perwujudan perkembangan jiwa manusia. penyimpangan terhadap norma hukum dan keberlakuan norma hukum. Sekalipun disadari bahwa dalam kenyataannya mungkin saja nilai-nilai itu telah . Ciri dogmatik hukum tersebut adalah teoritis rasional dengan menggunakan logika deduktif. 1989). Dengan mempelajari etika profesi tersebut. Berbeda 3. pemyataan dan tanda pemyataan norma hukum. Istilah "disiplin hukum" sendiri sebenamya dialihbahasakan oleh Pumadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto dari kata legal theory. Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal. Ilmu hukum dibedakan menjadi ilmu tentang norma (normwissenschafii. manfaat mempelajari filsafat (ten tu saja termasuk mempelajari filsafat hukum) bukan hanya sekedar mencerminkan seman gat masa ketika kita hidup. tugas dan kegunaan norma hukum. Perbandingan Hukum dan Sejarah Hukum. melainkan membimbing kita untuk maju. (Purbacaraka dan Soekanto. Analisis nilai inilah yang membantu kita untuk menentukan sikap secara bijaksana dalam menghadapi suatu masalah. ilmu tentang pengertian hukum (begriffenwissenschafii. Antropologi Hukum. mencetak manusia-manusia yang tergo long ke dalam berbagai bangsa. Ilmu tentang norma antara lain membahas tentang perumusan norma hukum. Friedmann.

filsafat hukum. Karena itulah teori hukum dapat saja pada suatu ketika membicarakan sesuatu yang bersifat universal. Teori hukum dengan demikian tidak sama dengan filsafa t hukum. Dalam pandangan tradi sional hukum lebih dipandang sebagai sesuatu yang bersifat idiil atau etis (Huijbers. dan sebagainya. hakikat hukum dan divergens inya . 1995: 21) . Dalam buku ters ebut Plato mengungkapkan gagasannya ten tang kenyataan bahwa dalam negara .15 M) hukum yang dituju ada lah peraturan-peraturan yan g mem ancarkan ketentuan-ke tentuan Allah. Pada zama n klas ik (abad 6 SM-abad 5 M) hukum dian ggap sebagai cermin aturan alam semesta. Teori hukum memang berb icara tentang ban yak hal yang dapat masuk ke dalam Iapangan politik hukum. Namun pada perjalanannya. antara kebendaan (materialisme) dan keakhlakan (idealisme). Dapat pu la ditambahkan bahwa po litik hukum selalu berbicara tentang hukum yang dicitacitakan (Jus Constituendu nu dan berupa menjadikannya sebagai hukum positif (Jus Constitutuniy pada suatu masa mendatang. karena yang satu mencakup yang lainnya. Sejak awa l zaman modem (abad ke-15) ban yak oran g secara spontan menyamakan hukum dengan hukum negara. Akan tetapi pengerti an hukum secara tradisional tidakl ah demi kian. A. Hal ini berkaitan dengan perubahan pandangan hidup dari zaman ke zaman. tepa tnya sejak abad 4 SM ada beberapa filosof yang men gartikan hukum secara berbeda. Satji pto Raharjo (1986) menyatakan bahwa teori hukum boleh dise but sebagai kelanjutan dari usaha mem pe lajari hukum positif. BAB 11 PANDANGAN TENTANG HUKUM PADA ZAMAN KLASIK Peng ertian tent ang hukum tidak selalu sama. Buku Politeia melu kiskan model negara yang adil. Pada abad pcrtengahan (abad 5 M . Politik Hukum mencakup kegiatan-kegiatan memilih nilai-nilai dan mcnerapkan nilai-nilai . hukum ada lah undang-und ang. ciri ilmu tentang kenyataan ilmu ini adalah teoritis empiris dengan menggunakan logika induktif. Pad a zaman itu huku m dipan da ng sebaga i keharu san alamiah (nomos) baik semest a alam maup un manu sia. Dari pembidangan yang diuraikan di atas. kecuali itu filsafat hukum juga mencakup penyerasian nilai-nilai.10 dengan ilmu tentang norma dan ilmu tentang pengertian hukum . ilmu hukum atau kombinasi dari ketiga bidang itu. misalnya penyerasian antara ketertiban dan ketentraman. HUKUM ZAMAN YUNANI KUNO Pad a mul anya tanggapan orang-orang yunani terhadap pengertian hukum masih primitif. setidak-tidaknya dalam urutan yang demikian itula h kita mengkonstruksikan kehadi ran teori hukum secara jelas. Plato (42 7-347 SM) yang menulis buku Polit eia dan Nom oi memberikan taw aran peng ertian hukum. 1989). Uraia n tentang filsafa t hukum dan teori hukum di atas kiranya aka n berguna da lam rangka menjelaskan kelak mengenai apa dan dimana letak filsafat hukum dan teori hukum Indonesia. tetapi tidak tertutup kem ungkinan ia berb icara mengenai hal-ha l yang sangat khas menurut tempat dan wakt u tertentu. antara kelanggengan nilai-nilai lama (konservatisme) dan pembaharuan (Purbacaraka dan Soekanto. tampak bahwa filsafat hukum tidak dimasukkan sebagai cabang dari filsafa t hukum tetapi sebagai bagia n dari teori hukum (lega l theory) ata u disiplim hukum. Filsafat Hukum ada lah perenunga n dan perumusan nila-nilai. bud ak ada lah budak. contoh: laki-l aki berkuasa.

ketika kita mau membaca atau menyimak sejarah. HUKUM PADA ABAD PERTENGAHAN Sering kali kita membaca dua sejarah besar antar Islam dan Barat seakan-akan tak pemah saling bertemu antara keduanya atau seperti dua sejarah yang harus dibedakan antara keduanya. hukum romawi tersebut menjadi tulang punggung hukum perdata modem dalam Code Civil Napoleon (1804). yaitu suatu hukum yang diterima semua bangsa sebagai dasar suatu kehidupan bersama yang beradab. HUKUM ZAMAN ROMAWl Pada permulaan Kerajaan Romawi (abad 8 SM). Menurut Plato. Menurut F. dimana manusia harus ikut dalam kegiatan politik dan taat pada hukum polis. Hukum Romawi dikembangkan oleh Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium). Padahal tidaklah begitu. Pertama adalah hukum alam (kodrat). Setelah menjadi ius gentium. Tahun 528-534 seluruh perundangan kekaisaran Romawi dikumpulkan dalam satu Kodeks atas perintah Kaisar Yustinianus. Galius. Jus belum tentu ditemukan dalam peraturan. Perkembangan tersebut sesuai juga dengan pendapat sarjana hukum Romawi saat itu seperti Cicero. Terakhir. Ulpanus. manusia merupakan "makhluk po lis" (zoon politicon). yang ia sebut sebagai Codex Juris Rumaui/Codex Iustinianus/Corpus Juris Civilis. Schultz bagi bangsa Romawi perundang-undangan tidak begitu penting . 13 berfungsi sebagai pedoman para gubemur wilayah (yang berperan juga sebagai hakim). Menurut Aristoteles. selalu berlaku dan tidak pemah berubah. Yang kedua adalah hukum positif. hukum alam yang melebihi hukum positif adalah pemyataan kehendak ilahi (Huijbers. dimana peraturan tersebut hanya dijadikan pedoman bagi para hakim dalam memutus suatu perkara. Selain peraturan yang ada yurisdiksi awalnya hanya untuk kota Roma. sains dan ilmu pengetahuan yang kini telah berkembang pesat di era millenium sekarang ini. dan lain-lain. Oleh kaum Stoa. peraturan tersebut juga bersifat kasuistis. dicerminkan dari pemyataan "Das Volk des Rechts ist nichts das Volk des Gesetzes" (bangsa hukum itu bukanlah bangsa undangundang) (Apeldoom. Slogan yang menjelaskan tentang hakikat keadilan menurut Aristoteles adalah "kepada yang sama penting diberikan yang sama. peraturan Romawi hanya untuk kota Roma (753 SM). Peraturan tersebut hanya berlaku untuk untuk kasus-kasus tertentu saja. Filosof lain seperti Aristoteles (348-322 SM) yang menulis buku Politika juga memberikan tawaran baru pada pengertiannya tentang hukum. Pada zaman ini. Kemudian dikembangkan pad a abad pertengahan. karena jika tidak penyelewengan dari hukum yang adil sulit dihindarkan. Peraturan yang telah meluas dan universal tersebut disebut juga dengan "ius gentium". Lebih jauh Aristoteles menjelaskan dalam bukunya tersebut bahwa pembentukan hukum harus selalu dibimbing rasa keadilan. yaitu yang mencerminkan aturan alam. yaitu hukum yang dibuat oleh manusia. kepada yang tidak sama penting diberikan yang tidak sama". dan dipraktekkan kembali padakekaisaran Jerman. yaitu rasa yang baik dan pantas bagi orang yang hidup bersama. tetapi terwujud dalam hukum alamiah yang mengatur alam dan manusia. Plato menjelaskan tentang petunjuk dibentuknya tata hukum. kemudian meluas dan menjadi universal. 1995 : 25). 1986: 15). melainkan hukum yang dicita-citakan dan yang dicerminkan dalam leges terse but (hukum sebagai ius). Kemudian Aristoteles membagi hukum menjadi 2 (dua). Sedangkan dalam buku Nomoi. paham yang berkembang adalah bahwa filsafat hukum (bersifat idiil) yang menerangkan dan mendasari sistem hukum bukanlah hukum yang ditentukan (hukum positiflleges. lalu diwarisi kepada generasi-generasi selanjutnya dalam bentuk Kodeks Hukum. peraturan tersebut c. peraturan-peraturan yang berlaku ditulis dalam kitab perundangan. Secara filosofis bisa dilihat ketika dunia Islam . B.12 terdapat kelompok-kelompok dan yang dimaksud dengan keadilan adalah jika tiap-tiap kelompok berbuat dengan apa yang sesuai dengan tempat dan tugasnya.

dan ini berarti tidak diciptakan.Mujtahid. Semenjak itu lahirlah sarjana-sarjana Islam yang membidangi masalah-masalah tertentu seperti Abbas ibn Famas yang ahli dalam Ilmu Kimia. Percikan pemikiran filsuf-filsuf pada fase awal perkembangan filsafat diantaranya adalah: (l) Alam qadim dalam arti tak bermula dalam zaman. Pada perkembangan selanjutnya Ibnu Rusyd melahirkan aliran filsafat baru tersendiri di Eropa. (3) Tuhan tidak mengetahui perincian yang terjadi di alam. Banyak orang-orang Eropa (Barat) pada umumnya. filsuf lain yang banyak berbicara mengenai pemumian tauhid adalah al-Farabi (870-950 M). Dalam bidang filsafat juga lahir beberapa tokoh seperti Ibnu Bajjah (lahir di Saragosa. 1304-1377). Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash dalam bidang astronomi dimana ia dapat menghitung gerhana dan penemu teropong bintang untuk pertama kali. 1145-1228) ahli dalam Sejarah dan Geografi. Mengenai pembangkitan jasmani. 15 Filsuf Arab Islam yang dikenal pertama adalah al-Kindi. Sehingga Barat hams mengakui kemundurannya.14 dalam keemasan. Pada masa pemerintahannya Abdurrahman ad-Dakhil membangun masjid. Ini adalah tiga dari dua puluh kritikan yang diajukan alGhazali (l 058-1111 M) terhadap pcmikiran para filsufIslam. Yasin "Siapa yang menghidupkan tulangtulang yang telah rapuh ini? Katakanlah: Yang menghidupkan adalah Yang Menciptakannya pertama kali. setelah berapa saat mengalami kemajuan di bidang filsafat-khususnya di negara Yunani-diawal abad Masehi. Agama dalam pada itu juga menjelaskan yang benar. al-Qur'an menggambarkan adanya pembangkitan jasmani itu . negara-negara Barat mengalami kegelapan dan kemunduran. Jaman ini memberikan pemikiranpemikiran baru meskipun tidak menghilangkan sama sekali kebudayaan Yunani dan Romawi. Ibn Rusyd (1126-1198) yang merupakan pewaris pemikiran Aristoteles) menulis buku Bidayalt al. Karya-karya Aristoteles dipelajari oleh para ahli pikir Islam yang kemudian diteruskan oleh ahli pikir di Barat. Ibn Abbas dalam bidang Farmakologi. berlawanan . Avoreisme. al-Kindi. Ibnu Jubair (Valencia. (796-873M). sekolah dan perpustakaan di Cordova. Ibn alKhatib (1317-1374). Yang tidak diciptakan adalah Tuhan. berusaha memumikan keesaan Tuhan dari arti banyak. dan ini membawa pula kepada atheisme. ini membawa kepada paham syirik atau politheisme. maka alam adalah pula Tuhan dan terdapatlah dua Tuhan. la dengan tegas mengatakan bahwa antara filsafat dan agama tak ada pertentangan. Umpamanya ayat 78-79 dari QS. Kronologi Sejarah kemajuan di Barat bisa ditelusuri sejak Kekhalifahan Umayah masuk ke Spanyol (Andalusia) tahun 711 dibawah pimpinan Abdurrahrnan ad-Dakhil (755 M) . Dengan filsafat "al-Haqq al-Awwal"nya. Konsep alam qadim membawa kepada kekufuran dalam pendapat al-Ghazali karena qadim dalam filsafat berarti sesuatu yang wujudnya tidak mempunyai permulaan dalam zaman yaitu tidak pemah tidak ada di zaman lampau. Selanjutnya filsafat dalam pembahasannya memakai akal dan agama. la menulis buku Tadbir al-Mutawahhid yang mernbahas masalah etos dan eskatologis. " Kemudian tentang masalah ketiga. Kalau alam qadim. Ibn Batuthah (Tangier. Maka kedua-duanya membahas yang benar. Abad Pertengahan ini didominasi oleh agama. dan dalam penjelasan tentang yang benar juga memakai argumen-argumen rasional. Alam pikir mereka cenderung mengarah pada profanistik. (2) Pembangkitan jasmani tak ada. ilallah. agama Kristiani di Barat dan agama Islam di Timur. Tuhan tidak mengetahui perincian yang ada di alam juga didasarkan atas keadaan falsafat itu. Selain al-Kindi. tidak ada yang qadim selain Allah. Tidak diciptakan bisa pula berarti tidak perlu adanya Pencipta yaitu Tuhan. sekitar kurang lebih abad pertengahan. wafat th 1185 M) menulis buku Hay ibn Yaqzhan. maka syahadat dalam teologi Islam adalah: la qadim a. wafat tahun 1138 M) yang hidup di Spanyol menyaingi al-Farabi dan Ibn Sina yang hidup di Baghdad ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah. dan Ibn Khaldun. Filosof lain Abu Bakr ibn Tufail (lahir di Granada. Filsafat ia artikan sebagai pembahasan tentang yang benar (al-bahs'an al-haqq).

yaitu hukum alam. tetapi keadilan legal menduduki peranan yang sangat penting. Apabila hukum positif ini bertentangan dengan hukum alam. yaitu paham yang menetapkan bahwa hukum yang ditetapkan harus dicocokkan dengan aturan yang telah ada. hukum mufakat. dan para sarjana Islam. Hukum alam bersifat umum. . Pengertian hukum yang berbeda ini membawa konsekuensi dalam pandangannya terhadap hukum alam. Al-Ghazali mengeluarkan pendapat bahwa jalan sebenamya untuk mencapai hakikat bukanlah filsafat tetapi tasawuf. Menurut Thomas Aquinas aturan alam tidak lain dari partisipasi aturan abadi (lex aeterna) yang ada pada Tuhan sendiri. keadilan tukar-rnenukar. hukum ini juga disebut sebagai hukum alam. antara lain AI-Safii (820).16 17 pada Hukum Tuhan. Keadilan juga merupakan suatu hat yang utama dalam teori hukum Thomas Aquinas. Berbeda dengan Syafi 'i. "Jangan berbuat kepada orang lain. sebab mentaati hukum merupakan sikap yang baik. Thomas Aquinas (1225-1275). 1996: 12-13). Teori-teori mengenai hukum pada Abad Pertengahan ini dikemukakan oleh Agustinus (354-430). I-Iukum Islam hidup dalam jiwa orangorang Islam. dan keadilan legal. Menurut Agustinus. yaitu analogi atau persamaan. Sumber hukum Islam adalah AI-Quran. Hal ini disebabkan karena keadilan legal menuntut agar orang tunduk pada undang-undang. Hukum Islam ini meliputi segala bidang kehidupan manusia. dan hukum positif manusiawi. langsung sebagai wahyu." Dalam prinsip ini nampak adanya rasa keadilan. Meskipun Thomas Aquinas membedakan antara keadilan distributif. Hukum yang didapat dari wahyu dinamakan hukum Ilahi positif. hukum bangsa-bangsa. Oleh karena Hukum Islam berdasarkan pada Al Quran maka Hukum Islam adalah hukum yang mempunyai hubungan dengan Allah. yaitu ketentuan-ketentuan agama. maka hukum alamlah yang berlaku. Telah menjadi fitrah manusia untuk memuja dan sikap pasrah kepada sesuatu yang jatu}i dengan al-Qur'an ayat 59 dari surat al-An'am: Tiada daun yang yang tidak diketahui-Nya. Peraturanperaturan yang disetujui oleh umat juga menjadi hukum. Dalam Islam. akan tetapi bukan disebabkan oleh alam yang dapat mencipta hukum melainkan karena alam merupakan ciptaan Tuhan. Jelaslah bahwa kedua tokoh Kristiani ini mendasarkan teori hukumnya . I-Iukum ini disebut hukum positif. lebih agung dan lebih kuat dari mereka. dan berdasarkan pad a agama. Aturan hukum harus dibuat berdasarkan wahyu (Muhammad Khalid Masud. Pemikir Islam mendasarkan teori hukurnnya pada agama Islam. Dalam bidang hukum muncul aliran ancilla theologiae. sehingga hukum dipandang sebagai bagian dari wahyu. Menurut Syafi'i mengapa hukum harus dicocokkan dengan ketentuan agama karena hukum berhubungan dengan wahyu secara langsung. Dengan kata lain pada abad pertengahan ini ada dua pandangan yang berbeda. I-lukum Islam merupakan hidup ideal bagi penganutnya. hukum abadi ada pada Budi Tuhan. 1995: 27). Oleh karena itu. apa yang engkau tidak ingin berbuat kepadamu. yang disebut juga ijmak. menurut Agustinus dan Thomas Aquinas hukum berhubungan dengan wahyu secara tidak langsung. disusun di bawah inspirasi agama dan wahyu (Huijbers. Tuhan mempunyai ide-ide Abadi yang merupakan contoh bagi segala sesuatu yang ada dalam dunia nyata. yaitu hukum yang dibuat manusia. Para tokoh Kristiani cenderung untuk mempertahankan hukum alam sebagai norma hukum. Sumber hukum yang lainnya adalah qiyas. Hukum wahyu ada pad a norma-norma moral agama. kemudian Hadis yang merupakan ajaran-ajaran dalam hidup Nabi Muhammad saw . Arti hukum menurut Thomas Aquinas adalah adanya hukum yang datang dari wahyu. yang mempunyai prinsip. Dari ahli pikir Islam AI-Syafii-Iah aturan-aturan hukum diolah secara sistematis. agama merupakan pengakuan manusia untuk bersikap pasrah kepada sesuatu yang lebih tinggi. dan hukum yang dibuat oleh manusia. Maka perlu disusun hukum yang lebih jelas yang merupakan undang-undang negara yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. sedangkan hukum yang datang dari akal budi manusia ada tiga mac am. dan karena itu tidak jelas. yaitu pada wahyu Ilahi yang disampaikan kepada Nabi . yang bersifat transedental.

terutama mengenai prinsipprinsip keadilan. A. e. Selanjutnya berkembang pada era baru yaitu eramodem. tata hukum negara. maka pada zaman modem perhatiannya hanya padakehidupan dunia saja. Hukum alam (lex natura/is) : hukum Allah sebagaimana nampak dalam aturan semesta alam melalui akal budi manusia. Hukum bangsa-bangsa (ius ge ntium): hukum yang diterima oleh semua atau kebanyakan bangsa. Hukum abadi itu merupakan suatu pen gertian teologis tentang asal mula segala hukum. 1995). maka fitrah berarti pembebasan manusia dari keterjajahan terhadap kemauan jasmaninya yang serba tidak terb atas pada kemauan ruhani yang mendekat pada Tuhan . 01eh karena Tuhan telah menetapkan hukum-hukumnya bag i manusia. lambat Iaun hilang sebab diresepsi dalam hukum positif.18 dia agung-agungkan untuk dijadikan sebagai Tuhannya . atau bahkan sains Islam mulai ditransfer ke daratan Eropa. Namun pemaknaan fitrah dalam Islam jauh lebih tinggi daripada pemaknaan hukum alam sebagaimana dipahami dalam kont eks ilmu hukum. Hukum ini pada zaman modem ditanggapi sebagai hukum yang sejati. dimana gereja memiliki kekuasaan mutlak di Eropa (teokrasi). Era ini merupakan manifestasi dari protes para ahli yang belajar dari Islam terhadap kekuasaan gereja yang mutlak terse but. Pada zaman ini hidup manusia mengalami banyak perubahan. rasional dan filosofis. maka tiada lain sebagai konsekuensi dari kepasrahan terse but manusia harus taat pada hukum-hukurn terse but. Hukum ilahi positif (lex divino positiva): hukum Allah yang terkandung dalam wahyu agama. Jika hukum alam (lex naturae) dipahami sebagai eara segala yang ada berjalan sesuai dengan aturan semesta alam seperti manusia dalam bertindak meng) kuti kecenderungan-kecenderungan dalam jasmaninya (Huijbers. b. Pada abad ini para ahli kemudian membedakan ada Iima jenis hukum. BAB III PANDANGAN TENTANG HUKUM PADA ZAMAN MODERN Kemajuan yang terjadi di dunia Islam. Hukum positif (lex humana positiva): hukum sebagaimana ditentukan oleh yang berkuasa. yang dalam Islam disebut fitrah . temyata memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka orang-orang Barat. Hukum abadi (lex aetema): reneana Allah tentang aturan seme sta alam. Bila pada abad pertengahan perhatian orang diarahkan kepada dunia dan akhirat. yaitu: a. Hukum itu yang berasal dari hukum romawi . menimbulkan era baru renaissance' (kelahiran kembali). Dari pemikiranpemikiran ilmiah. Kemudian hal ini menjadi jembatan informasi antara Barat dan Islam. d. e. ·karena syariat yang ditetapkan Allah dalam Al-Quran sesuai dengan hukum alam itu sendiri. yang kurang berpengaruh atas pengertian hukum lainnya. Maka pada masa seperti inilah banyak orang-orang Barat yang datang ke dunia Islam untuk mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan. Islam memandang tidak ada perbedaan antara hukum alam dengan hukum Tuhan (syariat) . Kontak antara dunia Barat dan Islam pad a lima Abad berikutnya temyata mampu mengantarkan Eropa pada masa kebangkitannya kembali (renaisance) pada bidang ilmu pengetahuan dan filsafat. Hal ini di latarbelakangi oleh keadaan Eropa yang saat itu pemahaman tentang . ZAMAN RENAISSANCE Berkebalikan dengan apa yang dialami oleh para pelajar Barat dengan apa yang mereka dapatkan dari Islam.

baik oleh raja maupun rakyat yaitu hukum positif atau tata hukum negara. Dengan semangat ini pula Eropa kemudian mencari dunia baru yang ditandai dengan pen emu an sebuah wilayah pada tahun 1492 yang kemudian dinamai Amerika. B. dan Thomas More (1478-1535). telah membuat gerakan Humanisme ini dengan eepat berkembang luas di Eropa. Jean Bodin (1530-1596). Kenyataan ini dapat dipahami karena abad modem Barat ditandai dengan adanya upaya pemisahan antara ilmu pengetahuan dan filsafat dari pengaruh Agama (sekulerisme). Kep1er (1571-1630). (3) Dalam membentuk tata hukum makin banyak dipikirkan tentang fakta-fakta empiris. Newton (1642-1727) dalam bidang fisika. empirisme. Tertib hukum diwujudkan dalam bentuk negara. agama berubah peran dan menjadi sebatas masalah individu yang hanya dimanfaatkan kala seseorang memerlukan sandaran untuk mengusir kegelisahan batin dan kesendirian. Tokoh-tokoh Humanisme itu adalah Petraea (1303-1374). Galilei (1564-1642). Akibatnya. Menurut Huijbers (1995: 29) hal ini berarti bahwa: (1) Tekanan tidak lagi pada hukum sebagai tatanan yang ideal (hukum alam). melainkan pada hukum yang dibentuk manusia sendiri. 1985: 29) menyebut era ini sebagai "penernuan kembali dunia dan manusia". yaitu kebudayaan bangsa dan situasi sosio-ekonomis masyarakat yang bersangkutan. Perpaduanantara rasionalisme. untuk selanjutnya membangun Tatanan Antropomorphisme suatu tatanan yang semata-mata berpusat pada manusia. Hugo Grotius (1583-1645). Percikan Pemikiran tentang hukum pada zaman ini adalah: I. dimana hukum terjalin dengan politik negara. yang mewujud dalam agama baru yaitu agarna Protestan (1217). Mereka menuduh Gereja telah bersikap selama seribu tahun layaknya polisi yang memeriksa keyakinan setiap orang. Oengan demikian. Lantas. Menurut Humanisme. 21 Bila pengertian hukum zaman klasik lebih bersifat klasik. (2) Tata hukum negara diolah oleh para sarjana hukum seeara Iebih ilmiah. Manusia menjadi tuan atas nasibnya sendiri. Kondisi di masa itu yang dipenuhi dengan kegetiran abad pertengahan. Peneipta hukum adalah raja. Hukum merupakan bagian dari kebijakan manusia. Desiderius Erasmus (1469-1537). Manusia hanya dipandang sebagai mahluk yang bebas yang independen dari Alam dan Tuhan. Masa kekuasaan Gereja yang biasa disebut sebagai masa kegelapan Eropa telah melahirkan sentimen anti Gereja. Burekhardt (dalam Huijbers. dimana di dalamnya memuat peraturan perundang-undangan yang harus ditaati oleh warga negara dan memuat peraturan hukum dalam hubungannya dengan negara lain. maka pengertian hukum pada zaman modem lebih bersifat empiris. 1985). dan Thomas Hobbes (1588-1679). khususnya dalam peran manusia sebagai peneipta kebudayaan. ·Perubahan pandangan ini berpengaruh juga pada agama Kristen. Agama ini lahir sebagai hasil dari reformasi agama Kristen oleh Maarten Luther (1483-1546) & Johannes Calvin (1509-1564).20 akhirat dibajak oleh Gereja. manusialah yang menjadi tolok ukur kebaikan dan keburukan. 2. Manusia di Barat sengaja membebaskan dari Tatanan Ilahiah (Theo Morphisnie]. ZAMAN AUFKLARUNG Zaman Aufklarung yang lahir kurang lebih pad a abad ke-17 merupakari awal kemenangan supermasi rasionalisme. Filsuf-filsuf yang memunculkan pemikiran tersebut adalah Macchiavelli (1469-1527). 3. lahirlah teori yang menempatkan manusia sebagai segala-galanya menggantikan Tuhan. empirisme dan positivisme . Era baru ini telah melahirkan teori yang men gee am segala sesuatu yang membatasi • kebebasan individu manusia . Berdasarkan teori ini. dan positivisme dari dogmatis Agama. ketika manusia menemukan dirinya sebagai kekuatan yang dapat menyelesaikan segala persoalan-persoalan hidupnya. Agama seeara perlahan tergeser dari kehidupan masyarakat di Eropa (Huijbers. Dalam bidang keilmuwan muneul juga beberapa ilmuwan seperti: Copemieus (1473-1543). Zaman Modem atau Abad Modem di Barat adalah zaman. manusia bersifat unggul sebagai pribadi diantara segala makhluk lainnya.

yang menekankan perlunya basis empms bagi semua pengertian. Rasionalisme.22 dalam satu paket epistimologi melahirkan apa yang T. dan Immanuel Kant (1724-1804). telah muncul ide dasar konsepsi mengenai negara yang ideal. yang menyatak an bahwa sejarah kebudayaan manusia dibagi dalarn tiga tahap: tahap pertama adalah tahap teologis yaitu tahap dimana orang mencari . Perintisnya adalah Rene Descartcs (1596-1650) yang mendudukkan manusia sebagai subjek dalam usahanya menjawab tantangan keberadaan manusia sebagai mahluk mikro kosmik. seorang filsuf Perancis. Montesqieu (1689-1755). 2). Empirisme. filsafat zaman ini menjurus ke dua arah: 1). C. Manusia dijadikan titik tolak seluruh pandangan hidupnya. kebenaran sesuatu hanya mereka perhitungkan dari sudut fisiologis -lahiriah yang sangat bersifat profanik (keduniawian atau kebend aan). Dengan wataknya tersebut sudah dapat dipastikan bahwa. Tata hukum baru ters ebut kemudian dibentuk oleh para sarjana Perancis atas perintah Kaisar Napoleon. Rousseau menyatakan jika hukum menjadi bagian dari suatu kehidupan bersama yang demokratis. Tokohnya adalah: Wolff (1679-1754).Perancis (1789). fraternite. Revolusi Perancis dijiwai oleh semboyan: liberte.I 857). maka raja sebagai pencipta hukum perlu diganti dengan rakyat seb agai pencipta hukum dan subjek hukum. Tata hukum baru terscbut mencapai keberhasilannya setelah dirumuskannya Code Civil (1 804). J. Kedua. yang berkembang di Inggris sejak abad ke-17 ini merupakan sua tu cara berpikir yang rasionalis juga. Code Civil terse but pada era berikutnya merupakan sumber kodeks negara-negara modem. cita-cita negara hukum mengkristal berdirinya negara Amerika Serikat (1776) dan terjadinya Revolusi . hukum dimengerti sebagai bagian suatu sistem pikiran yang lengkap yang 23 bersifat rasional. Voltaire (1694-1778). egalite. termasuk di dalamnya pengetahuan yang bersumber pad a religi. Pada akhir abad VIII . kebenaran ilmu pengetahuan hanya diukur dari sudut koherensi dan korespodensi. Pada zaman ini negara yang ideal adalah negara hukum. Immanuel Kant menyatakan bahwa pembentukan hukum merupakan inisiatif manusia guna mengembangkan kehidupan bersama yang bermoral (Huijbers. zaman terang budi. 1995: 32) . Dengan metode ilmi ah itu. Beberapa pemikiran berkaitan deng an ide tersebut diantaranya John Locke yan g meny atakan tentang pembelaan hak warga negara terh adap pemerintahan yang ber kuasa. Percikan pemikiran pada zaman ini adalah pertama. PENGERTIAN HUKUM ABAD XIX 1. Rousseau (1712-1778). Munculnya aliran-aliran tersebut sangat berpengaruh pada peradaban Barat selanjutnya. Dasar dari aliran ini digagas oleh August Cornte ( 1789. antara lain Belanda. Oleh karena itu zaman ini disebut juga zaman rasionalisme. mengunggulkan ide-ide aka I mumi. zaman pencerahan. legislatif dan yudikatif (trias polit ica). yang menuntut suatu tata hukum baru atas dasar kedaulatan rakyat. Descartes lah yang membawa pemikiran rasionalisme.J . Atau dengan istilah lain . namun dalam emprisme lebih mengutamakan penggunaan metode empiris yaitu apa yang tidak dapat dialami tidak dapat diakui kebenarannya. segala pengetahuan yan g berada diluar jangkauan indra dan rasio serta pengujian ilmiah ditolaknya. Dengan falsafahnya yang amat terkenal "cogito ergo SlIIl/" (karena berpikir maka aku ada).H Huaxley disebut dengan Metode IImiah (Scientifi c Method). Rousseau menyatakan tentang keunggulan manusia scbagai subjek hukum. Pandangan lImiah atas Hukum Pada zaman ini Empirisrne yang menekankan perlunya basis ernpiris bagi semua pengertian berkernbang menjadi Positivisme yang menggunakan metode pengolahan ilmiah. Montesqiu menyatakan tentang pemisahan keku asaan ncgara dalam tiga bagian. yaitu eksekutif. Setelah Descartes. Sebenamya empirisme. an sich. Tokohnya antara lain John Locke (16321704) dan David Hume (1711-1776).

yaitu hidup sebagai perkembangan manusiadan kebudayaan. hingga revolusi industri. Pada abad-abad sebelumnya. sub bab Positivisme Hukum). ] 991: 27-28). 2. 1986: 43-61 ). hukum di abad pertengahan amat dipengaruhi oleh pertirnbangan-pertimbangan teologis. orang merasa kehidupan manusia sebagai sesuatu yang konstan yang hampir tidak berbeda dengan kehidupan masa lalu. Hegel menempatkan hukum dalam keseluruhan perwujudan roh yang objektif dalam kchidupan manusia. neohegelianisme dan fiIsafat eksistensi. dan terjadinya perubahanperubahan sosial beserta masalah-rnasalah sosial yang mucul kernudian memberi ruang kepada para sarjana untuk berpikir tentang gejala perkembangan itu sendiri. yaitu sebuah sikap ilrniah. Ada dua arus besar pandangan ten tang pengertian hukum yang hakiki (K.I883). pengertian tentang hukum merupakan pandangan baru atas hidup. Von Savigny (1779-186]). Hukum seharusnya dipandang sebagai bagian kehidupan etis manusia di dunia. .24 kebenaran dalam agama. Prinsip ini diambil dari · filsafat neoskolastik. (penjelasan berikutnya tcntang positivisme hukum ini akan dijelaskan dalam Bab VI Teori I-Iukum. Ajaran hukum alam klasik maupun filsafat-filsafat hukum revolusioner yang didukung oleh Savigny. 2. yaitu sebagai norma hukurn yang de facto berlaku. Oleh kacna itu disini diakui adanya hubungan antara hukum positif dengan pribadi manusia. namun pada abad XX ini ada perbedaan tentang pengertian hukum yang hakiki. Bcrtens. Tolak ukurnya adalah kepentingan umum dilihat sebagai bagian kebudayaan dan scjarah suatu bangsa. tentang kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan yang memberikan nilai baru dalam kehidupannya. Von Savigny menentukan hukum sebagai unsur kebudayaan suatu bangsa yang berubah dalam Iintasan sejarah. penemuan alat-alat teknologi. Pada pertengahan abad ke-19 sebuah gerakan mulai menentang tendensi-tcndensi metafisika yang ada pada abad-abad sebelumnya. Terakhir. 1981): I. Teoriteori ini mcncoba menjelaskan si fat hukum dengan menunjuk kepada ide-ide tertentu atau prinsip-prinsip tertinggi. Hukum sebaiknya dipandang dalam hubungannya dengan pemerintah negara . terutama akibat perkembangan ilmu pcngetahuan dan teknologi. neokantismc. F. Tahap ketiga adalah tahap positif yaitu tahap dimana kebenaran dicari melaui ilmuilmu pengetahuan. Pandangan ini bersumber dari aliran sosiologi hukum dan rcalisme hukum. D. Pandangan Historis atas Hukum Abad XIX ditandai perubahan bcsar di segala bidang. Bagi filsafat hukum. Menurut Comte yang terakhir inilah yang merupakan icon dari zaman modem (Comte. Beberapa pemikiran tokoh yang mencerminkan ha] ini adalah Hegel (1770-]831). Hegel dan Marx diwarnai oleh unsur-unsur metafisis tertentu. Gerakan ini mungkin dijelaskan sebagai positivisme. Perubahan yang dimulai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. yang berpegang pada norma-norma keadilan. tahap kedua adalah tahap metafisis yaitu tahap dimana orang mencari kebenaran melalaui filsafat. Sedangkan rentang waktu dari renaissance hingga kira-kira pertengahan abad ke-19 termasuk dalam tahap metafisis. 1874: 2). orang telah sadar tentang segi historis kehidupannya. F . mcnolak spekulasi-spekulasi apriori dan mcmbatasi dirinya pada data pengalarnan (Muslehuddin. Pada abad ini perasaan itu hilang. PENGERTIAN HUKUM ABAD XX Mcskipun tcrdapat persamaan tentang pembentukan sistem hukum yang berlaku. 25 Pada abad ini. dan KarI Marx (18] 8. Karl Marx memandang hukum sebagai cermin situasi ekonomis masyarakat (Soetiksno.

m ini seolah-olah Barat masih seperti Barat pada abad pertengahan. dengan perkecualian minoritas penganut Yahudi. Memang dengan apa yang dilakukannya sekarang-memberi perhatian pada dirinya yang secara kuantitatif sangat mengagumkan. perlu juga ditegaskan antar hubungan Barat yang modem dan peran Agama resmi yang berlaku di sana. Akhimya berakibat pada sejumlah orang Barat yang secara praktis tidak lagi menganut Agama Kristen atau Yahudi. kemajuan iptek justru identik dengan bencana. Manusia modem melihat segala sesuatu hanya dari pinggiran eksistensinya saja . Kondisi inilah yang tampaknya membuat masyarakat Barat mengalami apa yang disebut Cak Nur (Or. LATAR BELAKANG Oengan konteks ini. Sejarah pemikiran Barat modem.27 kan adanya ketidakn1ampuan sistem keimanan yang berlaku disana untuk mengakomodasikan perkembangan masyarakat modern dengan ilmu pengetahuanya. Kemajuan masyarakat yang sudah berhasil dan begitu percaya pada iptek.Namun dalam kurung waktu yang panjang iptek ternyata menghianati kepercayaan manusia. Ada juga sebagian yang lain beranggapan sebaliknya. dan menjadi bergantung berhubungan dengan dirinya. ketika terjadi perang salib yang peradabannya saat itu adalah disebut abad keimanan . Belakangan ini baru disadari adanya krisis spiritual dan krisis pengenalan diri. Oitambah dengan ajaran filsafat sosial (sosialisme). Pandangan semacam ini bisa disebut keliru. telah terjadi upaya membawa dunia Barat kearah sekularisme dan penipisan peran Agama dalam kehidupan sehari-hari manusia. Anggapan scmaca. Pada Abad ke-17. sejak Rene Oescartes ditandai dengan usaha menjawab tantangan keberadaan manusia sebagai mahluk mikro kosmik. yaitu bahwa seluruh orang Barat bersifat materialik atau agnostik serta skeptik dan tidak menganut satu Agama apapun. Tetapi sayangnya. Ada sebagian orang beranggapan bahwa seluruh orang Barat menganut Agama Kristen. yang karenanya ia harus ditinggalkan. Segala kebutuhan Agama seolah bisa terpenuhi dengan iptek. dunia ini menurut pandangan manusia adalah dunia yang memang tak memiliki dimensi transedental. sehingga mengakibatkan ia lupa siapa dirinya. tapi secara kualitatif dan keseluruhan tujuan hidupnya-menyangkut pengertian-pengertian mengenai dirinya sendiri-ternyata dangkal. narnun justru keadaan yang semakin menjauh dari eksistensi dan pengertian yang tepat . bukan pengerian yang makin mendalam yang didapat. Krisis Epistimologis. Oekadensi atau kejatuhan manusia di zaman modern ini terjadi karena mansuia kehilangan 'pengetahuan langsung' mengenai dirinya itu. akhimya berkembang lepas dari kontrol Agama. yaitu ketika renaissance. Puncak penolakan terhadap Agama Kristen di Barat disuarakan oleh Nietzsche dengan statemennya yang banyak di kenal orang The God is dead. Iptek yang landasan pokoknya bersifat sekuler bagi sebagian besar orang di Barat akhimya menggantikan posisi Agama. Kemunculan gagasan-gagasan semacam itu mungkin diakibat- Life). karena yang terjadi tidaklah demikian. Dengan demikian menjadi wajar jika peradaban modem yang dibang un selama ini tidak menyertakan hal yang paling esensial dalam kehidupan manusia.Oengan falsafahnya yang amat terkenal "cogito ergo sum" (karena berpikir maka aku ada). yaitu dimensi spiritual. Marx (Marxisme) yang menegaskan bahwa Agama adalah candu masyarakat. yakni masyarakat Barat tidak lagi mengetahui tentang makna dan tujuan hidup (Meaning and Purpose oJ BABIV PANDANGAN TENTANG HUKUM ERA POST-MODERNISME A. Orang semacam Comte. tidak pada pusat spiritualitas dirinya. yang pikiran-pikirannya begitu anti metafisis menjadi jalan mulus menuju kearah sekularisme Ounia Barat. bahkan sebelumnya. yakni kristen. Nurkholis Madjid) yang dikutipnya dari Baigent. Itu sebabnya.

karena itu mudah dihinggapi kehampaan spiritual. Aliran-aliran filsafat ini. Tapi kita tidak merniliki gambaran yang jelas dan konsisten tentang keberadaan manusia (Human being). Coomaraswamy. malah sebaliknya semakin membingungkan dan mengaburkannya. jika kita kembalikan pada bahasan semula tentang metode ilmiah yang berwatak rasional dan empiris. tetapi juga tclah mengakibatkan terjadinya intrusi massif dan krisis yang mendalam pada berbagai aspek kehidupan. Semakin bertumbuh dan banyaknya ilmu-ilmu khusus yang terjun konsepsi kita tentang manusia. muncul suatu . manusia modem menderita keterasingan (alienasi). Fritcjof Schoun. Titus Burckhart. yang sekarang hilangdari tradisi pemikiran manusia modem. . Manusia perlu untuk memikirkan kembali hubungan antara Yang Suci (Sacred) dan yang sekuler (Profany. 29 gerakan yang mencoba menggugat dan mengkritik teori-teori modernisasi. seperti pada periode kita ini . dan bahkan terhadap sebagian kelompok pemikir Islam yang mencoba mencari altematif non-Barat. antropologi filosofis. dan antropologis teologis yang tak saling mengenal satu sama lain. . pragmatisme. Untuk menyebut beberapa nama tokoh yang melopori gerakan-gerakan tersebut antara lain. sekulerisme dan materialisme. pada abad ke-20. telah menghantarkan kehidupan manusia pada suasana modemisme. atau lebih tepat 'Neo-Revivalis Islam') B. Hingga kemudian mulai bermunculan gerakan-gerakan responsif altematif sebagai respon balik terhadap perilaku mas yarakat modem yang tidak lagi mengenal dunia metafisik. atau gerakan New Age di Barat pada akhir dewasa ini. Maka dari itulah. Manusia modem kian dihinggapi rasa cemas dan tidak bermakna dalam kehidupannya. Menyadari kondisi masyarakat modem yang sedemikian. Martin Lings. Masyarakat pada Era Post-Modernisme mencoba untuk keluar dari lingkaran krisis tersebut dengan kembali pada hikmah spiritual yang terdapat dalam semua Agama otentik. Filsafat Jerman dari awal abad ini mengatakan. Ananda K. Abul A'al al-Maududi (1979). Sementara di kalangan modemis Islam gerakan pembaharuan dan pemikiran dalam Islam sejak fase 60-an hingga dewasa ini mencoba bersikap lebih kritis terhadap ide-ide modemisasi sebelumnya. ataupun prinsip-prinsip yang asal. Manusia membutuhkan pola pemikiran baru yang diharapkan membawa kesadaran dan pol a kehidupan baru. TRADISIONALISME ISLAM Proses modemisasi yang dijalankan Barat yang diikuti negaranegara lain. Cahaya Yang Asal. Louis Massignon ( 1962). terutama sejak beberapa dekade terakhir ini. modemisme melahirkan corak pemikiran yang mengarah pada rasioanalisme. Modemisme justru telah dirasakan membawa dampak terhadap terjadinya kerancauan dan penyimpangan nilai-nilai. Mereka telah kehilangan visi keillahiahan atau dimensi transedental. tak ada periode lain dalam pengetahuan bagi dirinya sendiri. Termasuk did alamnya Tradisonalisme Islam yang dihidupkan Nasr. Gerakan ini dikenal den gan se butan perenneialisme atau tradisionalisme: adalah sebuah gerakan yang ingin mengembalikan bibit Yang Asal. Sebagai akibatnya. Kita-katanyapunya antropologi ilmiah. baik teralienasi dari dirinya sendiri. Sayyid Quthub (1965). dari lingkungan sosialnya maupun teralienasi dari Tuhannya. Max Scheeler. Kelompok yang disebut terakhir misalnya Hasan Albana (1949). dengan watak dasamya yang sekuleris -merninjam istilahnya Fritchjof Schuon. Masa ini seperti yang dikatakan Jurgen Habermes seorang Sosiolog dan Filosof Jennan tidak hanya ditandai dengan kchidupan yang semakin materialistik dan hedonistik. Kritik terhadap modemisme dan usaha pencarian ini sering disebut dengan masa pasca modemisme (post-modernisme). positivisme. Kemudian pada perkembangan selanjutnya. temyata tidak selalu berhasil me menuhi janjinya mengangkat harkat kernanusiaan dan sekaligus memberi makna yang lebih dalam bagi kehidupan. dan pemuka-pemuka Al-Ikhwan (sering disebut kelompok fundamental is. dan masih banyak lagi.sudah terlepas dari Scintia Sacra (Pengetahuan suci) atau Philosophia Perenneis (Filsafat Keabadian).28 mengenai hakekat diri yang diperoleh. Rene Guenon. Henry Corbin (1978).

bagi mereka. sekalipun terdapat wilayah-wilayah tertentu. Sekalipun gerakan-gerakan seperti itu. as-Sunnah dan kehidupan para Sahabat dalam pengertian tekstual. Merupakan gerakan respon terhadap kekacauan Barat mod ern yang sedang mengalami kebobrokan spiritual. yakni Sayyed Hussein Nasr yang mencoba menawarkan konsep nilai -nilai kc-Islarnan yang kemudian terkenal dengan sebutan "Iradisionalisme Islam'. Sayyed Hussein Nasr beranggapan. yang bagian-bagiannya dekat sekali dengan interpreta si trad isional tentang Islam. Kelompok ini dalam pernbaharuannya berkecendrungan ke arah hum anistik. Dengan demikian perbedaan yang tajam antara keduanya terju stifikasi. tema tradisi menyiratkan sesuatu Yang Sakral. adalah al-Qur 'a n dan as-Sunnah yang meski ditangkap pesan-pesan tersebut. Fazlur Rahman (1989). Pad a momen sejarah ini pulalah saat yang tepat untuk me mbedakan gerakan-gerakan yang disebut sebagai 'Fundamentalisme Islam' dari Islam Tradisional yang sering dikelirukan siapapun yang telah membaca karya-karya yang bercorak tradisional tentang Islam 31 dan membandingkannya dengan perjuangan aliran-aliran ' fundarnentalis ' tersebut segera dapat melihat perbedaan-perbedaan mendasar diantara mereka . Tetapi tekanan utama macam gerakan poli to-religius yang sekarang ini disebut fundamentali sme itu mempunyai perbedaan yang mendasar dengan Islam Tradisional.30 menghendaki agar semua persoalan kemoderenan selalu dikembalikan kepada acuan al-Quran. dengan mencoba menghubungkan antara sekuler (Barat) dengan dimensi ke-Ilahiahan yang bersumber pada wahyu Agama. Hassan Hannafi (1935). dan Yang Absolut. rakyat tertindas dan menampilkan Islam sebagai keku atan revolusioner-politik. dan AbdiIlah Larraui (serin g disebut penyebar paham Kiri Islam) berkepentingan membela massa. dimana menurut penilaian Nasr menyarankan agar Timur menjadikan Barat seba gai case study guna mengambil hikmah dan pelajaran sehingga Timur tidak mengulangi kesalahankesalahan Barat. Usaha Nasr untuk menelorkan ide semacam itu paling tidak merupakan tawaran alternatif sebuah nilainilai hidup bagi manusia modern maupun sebuah negara yang telah terjangkit pola pikir modem (yan g cenderung bersifat profanik dengan gaya sekuleristiknya) untuk kemudian kembali pada sebuah akar tradisi yang bersifat transedental. Sebagimana yang dipergunakan oleh para kelompok Tradisionalis. dan Isma 'il Raji al-Faruqi (1986)-yang sering disebut kelompok Neo-Modernis-berusaha mcncari rele vansi Islam bagi dunia modern Islam. Mereka mengutuk westernisasi dan sekulerisasi masyarakat Islam. dimana beberapa jenis fundamentalisme dan dimensi-dimensi khusus Islam Tradisonal bersesuaian. Yang Suci. Tradisionalisme Islam boleh dikatakan juga disebut sebagai gerakan intelektual secara universal untuk mampu merespon arus pemikiran Barat modern (merupakan efek dari filsafat modern) yang eenderung bersifat profanik. Mal ahan yang dijuluki sebagai fundamentalisme mencakup satu spektrum yan g luas. dan liberalistik. Gerakan Tradisonalisme Islam yang diidekan dan dikembangkan Nasr. Turki dan kelornpokkelompok fundamental is lain . rasi onalistik. dan selanjutnya untuk sekaligus dapat membedakan gerakan Tradisionalisme Islam tersebut dengan gerakan Fundamentalisme Islam. atas nama pembaharuan-pembaharuan tradisional Islam. Oleh karenanya kelompok terkhir ini. sejauh ini gerakan-gerakan fundamental is atau revivalis Islam tak lebih merupakan dikotorni tradisionalisme-modernisme. Nasionalisme. tidak saja di dalam kandungan tetapi juga di dalam 'iklim' yang mereka nafaskan. Seperti disampaikan manusia melalui wahyu mau pun pengungkapan dan pengembangan peran sakral itu di dalam . sering juga disebut sebagai penyebar sosialisme Islam dan Marxisme Islam sebagai model pembangunan di dunia Islam. Kemudian selanjutnya lahir tokoh-tokoh pemikir kontemporer lain sebagai pemikir alternatif . Muhammad Arkoun (1928). keberadaannya justru menjadi terlalu radikal dan terlalu mengarah kepada misi politis dari pada normatik-religius (nilai-nilai ke-Agamaan). merupakan gerakan untuk mengajak kembali ke 'akar tradisi \ yang merupakan kebenaran dan sumbcr asal segala sesuatu. demikian juga materialisme serta ke-takbertuhanan Marxisme. dan ekses-ekses kapitalisme. Sedang tokoh-tokoh muslim lain seperti A li Syari'ati (1979). Tradisionalisme Islam adalah gambaran awal sebuah konsepsi pemikiran dalam sebuah bentuk Sophia Perenu eis (keabadian). seperti halnya yang dilakukan di Iran .

wahyu Islam dan kristalisasi khazanah spiritual Agama dalam bentuk-bentuk yang tampak dan terdengar. transeden meta-historikal. C. kaitannya dengan dimensi batini. Inti pandangan filsafat perennial adalah bahwa dalam setiap agama dan tradisi esoterik terdapat suatu pengetahuan dan pesan keagamaan yang sama . yang imanen dan transeden.32 sejarah kemanusiaan tertentu untuk mana ia maksudkan. Kesamaan itu diistilahkan dengan transc endent unity of religions (kesatuan transenden agama-agama) (Sukidi. Filsafat perennial atau philosophia perennis didefinisikan oleh Frithjof Schuon dalam Echoes of Perennial Wisdom (1992) sebagai the univ ersal Gnosis which always has existed and always will exist. 1997) . Islam Tradisional memmpertahankan Islamitas seni Islam. (kata Huston Smith) atau pacla tingkat transcendent (kata kaum perennialis) semua agama mempunyai kesatuan. India dan Romawi. yang langgeng. Jauh sebelum Miskawih. Ibn Maska wih membicarakan sejenis wawasan filsafat perennial dengan mengulas gagasan dan pemikiran orang-orang dan filsuf yang dianggap suci yang berasal dari Persia Kuno. (2) Psikologi yang hendak menemukan sesuatu yang serupa dengan jiwa. jika ticlak climulai dari syariat. Sehingga tampak bahwa ranah tasawuf sekalipun telah masuk clalam filsafat perennial ini. tasawuf dan filsafat per ennial atau para sufi clan filsuf (perennialis) memiliki dasar pijakan yang berbeda. Perennialis berangkat dari filsafat metafisika pada konsepsi kearifan tradisional. yang immemorial dan universal. serta penerapan bersinambungan prinsip-prinsipnya yang langsung perennei terhadap berbagai situasi ruang dan waktu. Di dalam karyanya itu. atau bahkan identik dengan realitas ilahi. Doktrin sem acam itu juga ditemukan dalam tradisi Yunani Kla sik. yang muncul melalui beragam nama. Aldous Huxley dalam The Perrenial Philosophy (1984) filsafat perennial didefinisikan sebagai (1) metafisika yang mengakui adanya realitas illahi yang substansial atas dunia bendawi. Maka. yang melalui jalan thariqat untuk mencapai hakikat. Hukum menyangkut kesufistikkan. Sekaligus makna abso lut memiliki kaitan emanasi dan nominasi dari sesuatu sesua tu yang profan dan aksidental. Namun jika kita telaah lebih jauh. dan dalam domain politik. pemeluk Hindu Vendata telah menghayati doktrin fundamental filsafat perennial dalam istilah Sanatana Dharma "agama abadi" . Menurut para sufi seseorang tidak akan dap at melakukan pengembaraan spiritual. Untuk itulah Islam Tradisional mempertahankan syariah sebagai hukum Ilahi sebagaimana ia dipahami dan diartikan selama berabad-abad dan sebagaimana ia dikristalkan dalam mad zab-madzab klasik. FILSAFAT PERENNIAL SEBAGAI JEMBATAN 33 Menurut Seyyed Hossein Na sr dalam Knowledge and the Sacred (1989). . Dalam dunia Islam yang semacam dengan filsafat perennial ban yak ditemukan dalam karya -karya kaum sufi. Sedangkan tasawuf (para sufi) berangkat clari syariat. Sedangkan dalam dunia Kristen banyak ditemukan pada tulisan mistikus Jerman dan teolog Kristen Meiter Eckhart. Dengan demikian cara berpikir filsafat telah sampai pacla puncak ilmu yang dalam Islam sering disebut Ilmu Laduni. (3) etika yang menempatkan tujuan akhir manusia di dalam pengetahuan tentang yang dasar. yang tetap. Tradisi menyiratkan kebenaran yang kudus. Logika filsuf aclalah seperti lingkaran dengan satu titik ditengah lingkaran dengan garis radial Pembicaraan mengenai Tuhan dalam kerangka spiritualitas universal dan religiusitas transhistoris merupakan topik pembicaraan utama dalam filsafat perennial. beragam bentuk yang dibungkus oleh sistem-sistem formal institusi keagamaan. kalau tidak malah kesamaan gaga san clasar. dikalangan muslim Persia telah dikenal istilah Javidan Khirad atau al-Hiktnah al-Khalidah yan g ditemukan dari karya Ma skawih (932-1030). terutama dalam formulasi filsafat Plato. dalam satu cara yang mengimplikasikan baik kesinambungan horizontal dengan sumber maupun mata rantai vertikal yang menghubungkan setiap denyut kehidupan tradisi yang sedang diperbincangkan dengan realitas . pada tingkat the COl/ill/on vision. hayati dan akali. Perspektif tradisional se1alu berpegang pada realisme yang didasarkan pad a norm a-norma Islam. kebijaksanaan yang abadi (sophia perenneisy.

kebahagiaan dan tata tertib masyarakat itu. dimana satu sinar tersebut menggambarkan sinar Tuhan dan sinar yang berwama-wami adalah kearifan tradisional yang ada pada masing-masing agama. 2000 : 3 14-3 15). yang berorientasi pada dua asas yaitu keadilan dan daya guna. Pendapat ini didukung oleh ahli hukum Indonesia Wirjono Projodikoro (1992) yang menyatakan bahwa hukum adalah rangkaian peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat. Definisi tentang hukum yang dikemukakan para ahli hukum sangat beragam. dimana cahaya (energi) adalah fungsi dan bisa muncul dari suatu benda fisik yang digerakkan menyentuh partike l udara dengan kecepatan tertentu (Mulkhan. bergantung dari sudut mana mereka melihatnya. PENGERTIAN HUKUM Hakikat hukum dapat dijelaskan dengan cara memberikan suatu definisi tentang hukum. demi tata tertib dan damai . Kasyf akan lahir dan muncul dari saat kerja rasio dilakukan dengan membebaskan rasio dari mekan isme bendawi (Burckha rdt. Hans Kelsen menyatakan hukum terdiri dari norma-norma bagaimana orang harus berperilaku. Dalam bahasa yang berbeda. tetapi merupakan hasil dari kerja intelek atau rasio itu sendiri. Tugas filosof disini adalah menelusuri sinar-sinar tersebut untuk mencapai satu sinar utama yakni sinar Tuhan. BABV ASPEK ONTOLOGI. kasyf adalah hasil evolusikontinu intelek atau rasio ketika menempatkan seluruh tingkat pengetahuan tentang realitas lebih rendah yang diperoleh sebelurnnya dalam kesatuan sintetik baru (Rahman . Ahli hukum Belanda J. NILAI ETlKA DAN LOGlKA DALAM HUKUM A. Kasyf adalah suatu bentuk kerja intelek atau rasio melalu i suatu mekanisme yang disebut oleh Suhrawardi aktivitas Iiudlu ri (Yazdi. 1994).34 penghubung dari tiap sudut garis lingkaran ke titik tengah lingkaran. Hubungan realitas bendawi dan ruhani bisa dipahami dalam model mutasi benda ke energi (idea) . Sufi menggunakan kasyf (intuisi) untuk mencapai Realitas Mutlak sedang kan filosof masih mengguna kan logika hermen eutik. 1984: 127131). Sedangkan filsafat perennial dapat digambarkan seperti gelas kaca atau mutiara yang mendapat satu sinar dan kemudian sinar itu berpendar (divergen) menjadi beberapa sinar lain yang berwam a-wam i. Sampai saat ini menurut Apeldoom sebagaimana dikutipnya dari Immanuel Kant. Dengan demikian kasyfbukanlah metode yang tiba-tib a muncul tanpa kerja intelek. Notohamidjojo (1975) berpendapat bahwa hukum adalah keseluruhan peraturan yang tertulis dan tidak tertulis yang biasanya bersifat memaksa untuk kelakuan manusia dalam masyarakat negara serta antar negara. dimana untuk mencapai titik tengah filsuf melalui garis-garis radial yang merupakan j alur-ja lur thariqat. para ahli hukum masih mencari tentang apa definisi hukum (Noch suchen die juristen eine Definition zu ihrem BegrifJe von Recht). Pendapat tersebut mirip dengan definisi dari Rudolf van Jhering yang menyatakan bahwa hukum adalah kese1uruhan norma-norma yang memaksa yang berlaku dalam suatu negara. 2004). yang melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. van Kan (1983) mendefi nisikan hukum sebagai keseluruhan ketentuan-ketentuan kehidupan yang bersifat memaksa. Se1anjutnya O. sedangkan satu-satunya tujuan dari hukum ialah menjamin keselamatan.

yaitu suatu sistem ajaran kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi. yaitu pedoman atau patokan sikap tindak atau perilakuan yang pantas atau diharapkan. tetapi seeara umum hukum dipandang sebagai norma. (5) petugas. Hukum adalah aturan perbuatan manusia. Kcndati demikian. tidak lain karcna pelaksanaan norma hukum dikatakan lebih memuaskan dibandingkan dengan norma-norma yang lain. norma kepereayaan tidak memberikan sanksi yang dapat dirasakan seeara langsung didunia ini. Di sini terlihat betapa erat hubungan antara hukum dan kekuasaan itu. (2) kepentingan-kepentingan manusia yang telah mendapat perlindungan dari ketiga norma sosial tersebut belum eukup terlindungi. karena dalam hat terjadi pelanggaran. norma hukum hanyalah salah satu saja dari sekian banyak pedoman tingkah laku itu. yaitu struktur dan proses perangkat norma-norma hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk tertulis. Demikian pula jika norma kesusilaan dilanggar. yaitu pengetahuan yang tersusun seeara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran. masyarakat mungkin akan merasa tidak aman. Keluasan bidang hukum itu dilukiskan oleh Pumadi Purbaearaka dan Soerjono Soekanto (1986) dengan menyebut sembilan arti hukum. hanya akan menimbulkan rasa malu atau penyesalan bagi pelakunya. yang oleh sebagian ahli hukum disebut dengan hukum kodrat atau hukum alam. yaitu proses hubungan timbal balik antara unsur-unsur pokok dari sistem kenegaraan. Purbaearaka dan Soekanto (1989) menyebutkan ada empat norma. tidak lalu berarti hukum identik dengan norma. tidak lain karena pelaksanaan norma hukum itu dapat dipaksakan. yaitu norma hukum. (2) disiplin. Hukum bukan hanya dalam keputusan. Tiga norma yang disebutkan dimuka dalam kenyataannya belum dapat mernberikan perlindungan yang memuaskan sehingga diperlukan norma yang 37 keempat. (2) kesusilaan. Gunawan Setiardja (1990: 79-90) yaitu: 1. Sebagai eontoh. Apabila tidak dilaksanakan. Suatu pekerjaan yang tidak mudah! Walaupun hukum dapat didefinisikan menurut sekian banyak pengertian. Menurut mereka hukum dapat diartikan sebagai: (1) ilmu pengetahuan. (7) proses pemerintahan. dan (4) hukum. Dengan demikian. reaksi atau sanksinya dirasakan belum eukup memuaskan. bukan tidak mungkin terdapat norma-norma hukum yang berlaku universal dan abadi (tidak dibatasi oleh ruang dan waktu). Kekuasaan yang dimiliki itupun terbatas sifatnya sehingga norma hukum yang ingin ditegakkannya pun memiliki daya jangkau yang terbatas. yaitu pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan dengan penegakan hukum (Iawenforcement officer). (8) sikap tindaktanduk atau perikelakuan "teratur". sebagaimana dikutip oleh A. (6) keputusan penguasa. yaitu norma yang mengandung nilai-nilai tertentu. Jika kita batasi hukum dalam pengertian sebagai norma. Definisi-definisi tersebut menggambarkan betapa luas sesungguhnya hukum itu. Menurut Sudikno Mertokusumo (1991) penyebabnya adalah: (1) masih ban yak kepentingan-kepentingan lain manusia yang memerlukan perlindungan. yaitu jalinan dari konscpsikonsepsi abstrak tentang apa yang dianggap ba ik dan buruk. menurut Paul Seholten ada beberapa eiri-eiri hukum. kita harus dapat merumuskan suatu kalimat yang meliputi paling tidak sembilan arti hukum itu. tatanan hukum adalah hukum positif yang dibuat oleh pemerintah dan pemerintah adalah sumber hukum 2. pada prinsipnya akan dikenakan sanksi oleh penguasa. yaitu hasil proses diskresi.36 da1am masyarakat. tetapi dengan tidak ditangkap dan diadili nya pelaku tersebut. tetapi belum mendapat perlindungan dari ketiga norma sosial tersebut. Dengan demikian apabila kita ingin mendefinisikan hukum seeara memuaskan. (3) sopan santun. Di luar norma hukum terdapat norma-norma lain. (4) tata hukum. yaitu perikelakuan yang diulangulang dengan eara yang sama yang bertujuan untuk meneapai kedamaian. Dengan demikian menurut ahli hukum. melainkan juga dalam . Dari sekian banyak definisi yang ada. Dari sini timbul hubungan yang erat antara hukum kodrat dengan hukum positif. Perlindungan yang diberikan oleh norma hukum dikatakan lebih memuaskan dibandingkan dengan norma-norma yang lain. Norma adalah pedoman manusia dalam bertingkah laku. dan (9) jalinan nilai-nilai. (3) norma. yaitu (I) kepereayaan.

yaitu undang-undang (Huij bers .38 realisasinya. membutuhkan peneguhan dari negara supaya berlaku sungguh-sungguh secara yuridis . hukum yang berlaku dalam suatu negara mencerminkan perpaduan sikap dan pendapat pimpinan pemerintah dan masyarakat mengenai hukum tersebut. 1984: 92-99). mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa suatu masyarakat yang tidak merniliki peraturan-peraturan yang abstrak dianggap sebagai masyarakat tanpa hukum. sebab memang benar bahwa perintah-perintah yang dise but hukum dikeluarkan oleh seseorang yang berkuasa dan biasanya ditaati. maka sudah seharusnya disini kita mampu mencari makna yang hakiki dari hukum itu sendiri. Sebaliknya aspek intern tidak akan dirasakan oleh orang-orang yang hidup diluar wilaya h dimana peraturan tersebut diberlakukan. Pelaksanaannya dengan ideologi bangsa. bila terdapat pengakuan oleh negara kepad a warga negara yang akan menggunakan hukum adatnya tersebut. meskipun secara hakiki pengertiannya adalah sama. kita sampai pada keyakinan bahwa hukum yang mempunyai arti yuridis yang sungguh-sungguh adalah hukum yang ditentukan oleh pemerintah suatu negara. .L. Padmo Wahyono. hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang hidup pada wilayah dimana peraturan terse but berlaku. 1995: 40). Orang-orang yang hidup dal am suatu wilyah tertentu menerima hukum yang ditetapkan sebagai hukum mereka dan mer eka merasa terikat padanya sebab ditentukan oleh pemerintah sendiri. Hukum positif merupakan hukum institusional dan melindungi masyarakat. Hukum ini mewajibkan. Dasar hukum. 5. 4. namun jika kita definisikan hukum dalam tata hidup masyarakat modern tentu akan lebih mudah mendefinisikannya. Leopold Pospisil misalnya. yaitu mewajibkan dan mengharuskan. 3.H. KEBERLAKUAN HUKUM Perbedaan antara peraturan yuridis dan tidak yuridis digambarkan secara tepat oleh H. Sebagaimana halnya hukum adat hanya dipandang seb agai hukum yang sah . Setiap hukum mempunyai dasar. 39 Bila kita menghadapi bentuk-bentuk hukum yang aktual pada zaman modem ini . Bil a peraturan- B. Aspek intern untuk menta ati suatu aturan . Apabila hukum positif telah ditetapkan maka setiap warga negara wajib untuk menaati hukum sesuai dengan undang-undang. Institusionali hukum.. jika tidak akan dikenakan sanksi (gunman situation). yaitu aspek intern. Jika filsafat berusaha mencari makna yang hakiki dari suatu fenomena. Hal ini jelas dalam kenyataan bahwa peraturanperaturan yang berlaku dalam lembaga non -negara. Ciri mendasar dari fenomena yang termasuk dalam 'kategori konseptual ini adalah bahwa gejala itu haruslah merupakan pengawasan sosial yang melembaga (Ihromi. melewati ruang dan waktu. Men urut Hart sejauh dipandang dari luar pengertian Au stin ten tang hukum tepat. Hart menyatakan bahwa suatu negara tidak boleh disarnakan dengn negara polisi dan kaidahkaid ah hukum suatu negara tidak boleh disamakan dengan seperti perintah seorang perampok yan g dapat memaksa orang lain untuk meny erahkan harta yang dimiliki agar diserahkan kepada perampok tersebut. Menurut Prospisil pengawasan sosial merupakan unsur inti dari hukum. Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa hukum yang sesungguhnya adalah hukum yang legal atau sah . namun sesungguhnya ada aspek lain yang tidak diperhatikan oleh Au stin . modern maupun prirnitif Para antropolog menekankan hal ini . S.A Hart (1979). C. Menurut Prof. HUKUM DAN UNDANG-UNDANG NEGARA Ada banyak pengertian ten tang hukum. Tentu saja pengertian hukum zaman modern dengan zaman primitif akan berbeda.

Menurut Sudikno Mertokusumo. Menurut teori kekuatan (/Ilachtstheorie) hukum berlaku secara sosiologis j ika dipaksakan berlakunya oleh penguasa. terkait dengan bahasa hukum/perundang-undangan. agar suatu peraturan perundang-undangan dapat berlaku efektif dalam masyarakat harus memiliki kekuatan berlaku. Dimulai dari tahap persiapan pembuatan peraturan perundang-undangan dan motivasi dibuatnya suatu peraturan perundang-undangan. Kaidah ini juga yang merupakan syarat bagi perubahan kaidah primer (rules of change). dan ditentukan menurut kriteria yang berlaku maka peraturan-peraturan tersebut bersifat sah atau legal dan mempunyai kekuatan yuridis (validity). yaitu terkait dengan substansi suatu peraturan perundang-undangan. terkait dengan sejauh man a peraturan perundang-undangan mendesak untuk dibentuk. karena tidak memenuhi aspek legalitas. dalam hal ini pemerintah yang sah. Yaitu bisa dimengerti oleh orang awam. Asas perlunya pengaturan.at bagi berlakunya kaidah primer. Asas tujuan yang jelas. terkait dengan perlunya suatu masalah tertentu diatur dalam suatu peraturan perundangundangan. Hukum memilki kekuatan berlaku filosofis apabila kaedah hukum tersebut sesuai dengan cita-cita hukum (rechtsidee) suatu bangsa. Agar berfungsi. 1996: 87): I. b. kaidah primer dan kaidah sekunder. c. Ada tiga macam kekuatan berlaku. terkait dengan prosedur pembuatan peraturan perundang-undangan. maka kaedah hukum harus memenuhi ketiga unsur tersebut sekaligus. Kaidah primer. dan bagi dipecahkannya konflik (rules ofadjudication). yaitu kesepakatan antara rakyat dengan pembentuk peraturan perundang-undangan. Van Oer Vlies membahasakannya sebagai asas formal dan asas material. Asas konsensus. Sehingga pada saat diundangkan masyarakat siap. Jika tidak dapat ditegakan maka suatu peraturan perundang-undangan akan kehilangan fungsi dan tujuannya serta menggerogoti kewibawaan pembentuknya. terkait dengan kewenangan lembaga pembentuk peraturan perundang-undangan dengan materi muatan yang dimuat didalamnya. Asas formal meliputi: a.40 peraturan ditentukan oleh suatu instansi yang berwenang. Kaidah primer disebut petunjuk pengenal (rules ofrecognition). Membedakan Dua Jenis Kaidah Hukum 41 Kaidah sekunder. Yang kedua adalah asas materiil. terkait dcngan penegakkan suatu peraturan perundang-undangan. baik strukuktur maupun sistematikanya. Asas formal. Undang-undang memiliki kekuatan yuridis apabila persyaratan formal terbentuknya undangundang telah terpenuhi. Menurut teori pengakuan ianerkennungstheoriei hukum berlaku secara sosiologis jika diterima dan diakui masyarakat. Asas terminologi dan sistematika yang benar. . Asas materiil meliputi: a. Asas organ/lembaga yang tepat. Oleh karena itu hal ini berbeda dengan kebiasaan yang tidak berlaku secara yuridis. karena peraturan perundang-undangan terse but akan diberlakukan kepada rakyat. Asas dapat dilaksanakan. sebab kaidah ini menyatakan manakah hukum yang sah. Kekuatan berlakunya hukum secara sosiologis di dalam masyarakat ada dua macam (Mertokusumo. Kaidah hukum terbagi menjadi dua bagian. d. yaitu kaidah yang menentukan kelakuan orang. Sedangkan undang-undang memiliki kekuatan berlaku secara sosiologis apabila undang-undang tersebut berlaku efektif sebagai sebuah aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat serta dapat dilaksanakan. 2. yaitu kaidah yang menentukan syar. e. yaitu kekuatan berlaku filosofis. sosiologis dan yuridis. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa suatu peraturan bersi fat legal? Menurut Hart ada dua cara untuk menjawabnya: 1.

Hans Kelsen dan H. Asas per lakuan yan g sama dalam hukum. Asas lex specialis derogate legi generali. Ada peraturan yang lebih tinggi dan ada peraturan yang lebih rendah. pelaksanaan dan peraturan-peraturan . Sedangkan Mahkamah Agung sebagaimana tercantum dalam Pasal 24A ayat (1) redaksi berwenang menguji peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang. Peraturan Pemerintah (PP) 4. d. Menurut Sudikno Mertokusumo. Seluruh sistem hukum mempunyai struktur piramidal. Seperti disebutkan dalam Pasal 24C UUD 1945 bahwa Mahkamah Konstutusi berwenang mengadili tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Und ang-Undang Dasar. dan Asas lex posteriori Pemerintah Pengganti 2. Peraturan Presiden 5. Undang-Undang (UU)/Peraturan Undang-Undang (Perpu) 3. 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dalam pasal 7 ayat (1) disebutkan jenis dan hierarkhi Peraturan Perundang undangan adalah sebagai berikut: 1. Asas kepastian hu kum. Norma dasar negara dan hukum yang meru pa kan landasan akhir bagi peraturan-peraturan lebih lanjut. Menurut Hans Nawiasky dalam"Theorie von Stufenbau des Rechtsordnung" ada empat ke lompok penj enjangan perundang -und ang an: 1. Suatu peraturan baru dapat diakui secara legal. 43 Di dalam sistem perundang-undangan dikenal adanya hierarki (kewerdaan atau urutan). Norma dasar (grundnorm).A Ha rt. norma-norm a yang menjamin berlansungnya negara dan penjagaan hak-hak anggota masyarakat. Peraturan-peratura n otonom. Jika ternyata ada pertentangan yang terjadi dalam suatu sistem peratur an perundang-undangan maka salah satu dari keduanya harus ada yang dimenangkan dan ada yang dikalahkan. Menurut uu No . Stufenbau Theorie Teori ini dikembangkan oleh beberapa pemikir antara lain Merkl. Aturan ini bersifat umum dan tidak meng andung sanksi. UUD 1945 2. maka tidak termasuk perundangundangan. bila tidak bertentangan dengan peraturan-peratu ran yang berlaku pada suatu j enjang yang lebih tinggi. e. Undang-undang formal yang di dalamnya telah masuk sanksisanksi dan diberlakukan dalam rangka mengatur lebih lanjut ha l-hal yang dimuat dalam undang-undang dasar. maka dapat dilakukan Judi cial Review (uji materiap yang diajukan melalui gugatan dan keberatan kepada Mahkmah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Aturan-aturan dasar negara atau konstitusi. setidaknya ada 3 asas (adagium) dalam tata urutan peraturan perundang-undangan: Asas lex sup eriori iderogat legi inferiori. Pada intinya teori ini dima ksud kan untuk menyusun suatu hierarki norma-no rma sehingga berlapislapis dan berjenjang-jenj ang. yang menentukan . Peraturan Daerah (Perda) Bagi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. mulai dari yang abstrak (ideologi negara dan UUD) sampai yang konkrit (UU dan peraturan pelaksanaan). 2. yaitu dapat dikenali jenis dan bentuknya.42 b. Asas dapat dikenali. c. Ada beberapa asas yang mendasari pengaturan kedudukan masing-masing peraturan perundang-undangan. 4. Asas pelaksanaan hukum sesu ai dengan keadaan individu . 3. Perundang-undangan suatu negara merupakan suatu sistem yang tidak menghendaki atau membenarkan atau membiarkan adanya pertentangan atau konflik di da lamnya.L.

Ini juga bermakna bahwa jika suatu peraturan tidak ditaati atau banyak dilanggar. maka yang digunakan adalah peraturan yang lebih tinggi tersebut. karena sekali lagi hukurn I1}emang mengatur apa yang seharusnya (das Sol/ell) chin bukan proposisi tentang sesuatu yang terjadi (das Sein). Dalam tata urutan peraturan perundang-undangan ada ketentuan umum bahwa setiap peraturan perundang-undangan harus memiliki dasar hukum pada peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi tingkatannya. Asas lex specialis derogate legi generali berarti pada peraturan yang sederajat. Jadi peraturan yang telah diganti dengan peraturan yang baru. yaitu : 1). jika ada pertentangan diantara keduanya maka yang digunakan adalah peraturan yang lebih khusus. 1996: 85-87). Jadi jika ada suatu peraturan yang lebih rendah bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Oleh karena itu pemyataan ini harus dibalik dengan pemyataan adanya norma/hukum/eus Sol/en/atllran tentang apa yang seharusnya saja masih terjadi banyak pelanggaran. peraturan tersebut ditanggapi sebagai norma yang berlaku secara yuridis. maka hukum harus ditaati. peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi . Bila hukum diakui sebagai norma. dan untuk menjaga dan menjamin prinsip tersebut agar tidak disimpangi atau dilanggar. Memahami hukum sebagai norma berarti juga memahami hukum sebagai sesuatu yang seharusnya (das Sol/en). Memahami hukum sebagai das Sol/en berarti juga menginsyafi bahwa hukum merupakan bagian dari kehidupan kita yang berfungsi sebagai pedoman yang harus diikuti dengan maksud supaya kehidupan kita diatur sedernikian rupa sehingga hak-hak dan kewajiban-kewajiban orang dibagi sebagaimana mestinya.44 45 peraturan perundang-undangan atau kebijakan maupun tindakan pemerintah lainnya. dimana peraturan perundang-undangan yang lebih rendah dapat dituntut untuk dibatalkan. HUKUM SEBAGAI NORMA Yang dimaksud hukum bersifat normatif yaitu apabila pemerintah yang sah mengeluarkan peraturan menurut perundang-undangan yang berlaku. yang dibuat tanpa wewenang (onbevoegheid) atau melampaui wewenang tdetournement de pouvoir). Asas lex posteriori derogat legi priori berarti pada peraturan yang sederajat. derogat legi priori (Mertokusumo. bukan berarti kekuatan peraturan tersebut sebagai norma hilang. Di samping itu ada asas lain yang perlu diperhatikan dalam prinsip tata urutan peraturan perundang-undangan seperti dikemukakan oleh Bagir Manan. bukan berarti juga membawa kita pada kesimpulan untuk meniadakan suatu peraturan. yaitu peraturan tersebut terasa mewajibkan sedemikian rupa sehingga orang yang tidak mematuhi peraturan dapat dituntut hukuman melalui pengadilan. peraturan yang paling baru melumpuhkan peraturan yang lama. apalagi jika tidak ada. Selain itu banyaknya pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan yang ada. Hukurn ditaati bukan karena terdapat suatu kekuasaan di belakangnya. Asas lex superiori derogat legi inJeriori berarti peraturan yang lebih tinggi akan melumpuhkan peraturan yang lebih rendah. melainkan karena mewajibkan itu termasuk hakikat hukum itu sendiri . Hans Kelsen (1881-1973) mendefinisikan yurisprudensi sebagai . terhadap peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi tingkatannya atau tingkat yang tertinggi yaitu Undang-Undang Dasar. Jadi dalam tingkatan perundang-undangan yang sederajat yang mengatur mcngenai materi yang sama . Isi atau materi peraturan perundang-undangan tingkatan lebih rendah tidak boleh menyimpangi atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. maka terdapat mekanisme pengujian secara yudisial atas setiap D. peraturan yang lebih khusus melumpuhkan peraturan yang umum. secara otomatis dengan asas ini peraturan yang lama tidak berlaku lagi. bahkan batal demi hukum. 2) .

E. Muslehuddin di dalam bukunya Philosophy of Islamic Law and Orientalists. yang dilaksanakan oleh pengadilan-pengadilan dan peradilan-peradilan administratif. 1986 : 42). Every citizen must do his duty in his appointed place and do the thing for which his nature is best suited (Muslehuddin. Pembuat peraturan harus menempatkan dengan jelas posisi setiap kelompok masyarakat di mana dan situasi bagaimana yang eoeok untuk seseorang. Pendapat Plato tersebut merupakan pemyataan kela s. Norma umum dan menyediakan organ-organ dan prosedurprosedur (pengadilan dan pengadilan-pengadilan administratif) bagi pelaksanaan norma-norma ini. maka keadilan Platonis berarti bahwa para anggota setiap masyarakat haru s menyelesaikan pekerjaan masing-rnasing dan tidak boleh meneampuri urusan anggota kelas lain. Hukum merupakan suatu sistem yang dibagi ke dalam norma-norma pemaksaan semaeam itu. Lain halnya dengan Aristoteles. keadilan dalam konsep Plato sangat terkait dengan peran dan fungsi individu dalam masyarakat. kiranya perlu meninjau berbagai teori para ahli. sebuah alat yang nilainya timbul lebih dari sekedar tujuan yang melebihi hukum itu (Bodenheimer.46 pengetahuan akan norma-norma. justice consists in a harmonious relation. menyebutkan pandangan Plato sebagai berikut: Dalam mengartikan keadilan. Kesan lainnya adalah Plato membentuk manusia dalam kotak-kotak kelompok (rasis). esensinya merupakan sebuah tatanan memaksa yang datang dari luar (Bodenheimer. Jadi kemungkinan hukum alam seeara kategoris ditolak oleh Kelsen. 1967: 101). between the various parts of the social organism . Barangsiapa seeara tidak sah mengambil suatu benda bergerak milik orang lain. Pendapat tersebut berangkat dari asumsi dasar bahwa manusia bukanlah suatu jiwa yang terisolir dan bebas melakukan apa saja yang dikehendakinya. Dari sini terkesan pemahaman bahwa. Setiap warga negara harus melakukan tugasnya sesuai dengan posisi dan sifat alamiahnya. keadilan distributif. Dengan istilah nonna-nonna ia memahami sebuah pertimbangan hipotesis yang menyatakan bahwa melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan tertentu akan diikuti oleh suatu tindakan memaksa dari negara. Alat dalam proses mengkonkretkan norma-norma adalah kekuatan yudisial. Pertama. Plato sangat dipengaruhi oleh eita-eita kolektivistik yang memandang keadilan sebagai hubungan harmonis dengan berbagai organisme sosial. suatu norma berarti bahwa dalam situasi tertentu negara akan melakukan pemaksaan untuk berperilaku tertentu. Fungsi pengundangan (legislasi) adalah untuk menentukan isi norma. selanjutnya tidak dapat meneampuri urusan dan tugas kelompok lain. peran suatu kelompok tidak dapat menyeberang ke kelompok lain. adalah keadilan yang ditentukan oleh . Hukum menurut Kelsen merupakan sebuah teknik khusus organisasi sosial. 47 In his view. tetapi manu sia adalah jiwa yang terikat dengan peraturan dan tatanan universal yang harus menundukkan keinginan pribadinya kepada organik kolektif. bahwa semua benda-benda yang ada di alam ini dibagi seeara rata yang pelaksanaannya dikontrol oleh hukum. Dalam pandangan Aristoteles keadilan dibagi menjadi dua bentuk. sebagai sebuah alat pernaksaan yang dengan demikian tidak ada nilai politik atau etik menempel. HUKUM DAN KEADILAN 1. Konsep Keadilan Berbieara mengenai keadilan. 1967: 100). 1dealisme keadilan akan tereapai bila dalam kehidupan semua unsur masyarakat berupa individu dapat menempatkan dirinya pada proporsi masing-rnasing dan bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang diemban. menurutnya keadilan berisi suatu unsur kesamaan. Ciri khas hukum bukan sebagai suatu tujuan akhir tetapi sebagai alat khusus. Salah satunya adalah Plato. Otoritas keputusan pengadilan menentukan apakah dan dalam eara apa suatu norma umum harus diaplikasikan ke dalam kasus konkret. Keadilan hanya akan terwujud manakala manusia menyadari status sosial dan tugasnya sebagai delegasi kelompoknya sendiri.

Sedangkan kesamaannya terletak pada pengertian tidak dapat mengganggu kepentingan orang lain. Tipe rasional sebagai tipe yang berusaha menjawab pertanyaan tentang keadilan dengan cara mendefinisikannya dalam suatu po la ilmiah atau quasiilmiah. Sedangkan tipe Metafisik merupakan realisasi sesuatu yang diarahkan ke dunia lain di ba lik pengalaman manusia. the equalitarian democrats (Feinberg (ed). 49 Sedangkan Herbert Spencer mengartikan keadi lan adalah kebebasan . income and weal th. pandangan A~istoteles tentang keadilan sebagai pembagian sama rata adalah sisi yang ditolak. Rasional dan Metafisik. aligning himself with Aristotle old adversaries..liberty and opportunity. Kebebasan individualis adalah sesuatu yang sangat dihindari oleh Plato. Frankena beg ins b)' accepting Aristotle 's formal pr inciple ofj ustice. but disagree over which characteristics are relevantly similar and which discrim inations are arbitrary. kebebasan individu yang ditawarkan oleh Spencer tetap pada asumsi bahwa manusia hidup berdampingan dengan manusia lain. Kelsen adalah tokoh yang berusaha mereduksi sejumlah teori keadilan menjadi dua pola dasar. ia merupakan idealisme yang tidak rasional (Muslehuddin. Kedua.48 pembuat un dang-undang. Rawls menegaskan bahwa kebebasan dan kesamaam seharusnya tidak dikorbankan demi manfaat sosial atau ekonomi. Fungsi korektif keadilan pada prinsipnya diatur oleh hakim dan menstabilkan kembali status quo dengan cara mengembalikan milik korban yang bersangkutan atau dengan cara mengganti rugi atas mi lik nya yang hilang (Muslehuddin. He agrees with Aristotle that the essence of distrib utive of injustice is arb itrary discrimination between relevan tly similar cases.beli o lak dari sua tu konsep keadi lan yang lebih umum yang dirumuskannya sebagai berikut: All social values -. Manusia o leh Aristoteles dipandang sejajar dan mempunyai hak yang sama atas kepernilikan suatu barang (materi). 199 1: 36). keadilan justru berangkat dari kebebasan individu . sementara Herbert Spencer sebaliknya. akan tetapi berbeda dalam keadaan tertentu juga merupakan keadilan. sehingga setiap tindakan harus mengacu pada dua pertimbangan. but Fra nkena devotes more attention than Aristotle did to the selection of a material principle of distrib ution. 1975: 214). distribusinya memuat jasa. sedangkan pandangan yang diterima Frankena adalah keadilan merupakan distribusi barang. Menurut John Rawls kebebasan : dan kesamaan merupakan unsur yang menjadi bagian inti teori keadilan. Aristoteles dalam mengartikan keadilan sangat dipengaruhi oleh unsur kepemilikan benda tertentu. Artinya. Dalam pa ndangan Dewey keadilan tidak dapat didefinisikan. Rawls percaya bahwa sua tu perlakuan yang sama bagi semua anggota masyarakat yang terakomodasi da lam keadi lan formal atau juga disebut keadilan regulatif. akan tetapi distribusi yang adil bukan hanya distribusi sama rata. Keadilan ideal dalam pandangan Aristoteles adalah ketika semua unsur masyarakat mendapat bagian yang sama dari semua benda yang ada di alam. yaitu keadilan yang menjamin. Setiap orang bebas melakukan apa yang ia inginkan asal tidak menggan ggu orang lain (Muslehuddin. Frankena. yaitu pertimbangan kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain sebagai bentuk perhatian kolektif. hak. and the bases ofself-respect-rare to be distributed equally unless and . Pendapat Frankena se lengkapnya sebagaimana dikutip Feinberg: Like most other write rs. that relevantly similar cases shou ld be treated similarly. Teori keadilan Rawls yang disebut prinsip-prinsip pertarna keadilan itu . betapapun besarnya manfaat yang dapat diperoleh dari sudut itu. Pola in] diwaki li oleh Plato. 1991: 36). 1991: 37). Pandangan ini sangat kontras bila dihadapkan dengan pandangan Plato. Dalam memecahkan persoalan keadilan tipe rasional berlandaskan pada aka!' Pola ini diwaki li oleh Aristoteles. dan kebaikan bagi anggota-anggota masyarakat menurut prinsip kesamaan proporsiona!. mengawasi dan memelihara distribusi ini melawan serangan-serangan ilega!. 1971: 59). sesungguhnya mengandung pengakuan akan kebebasan dan kesamaan bagi sem ua orang (Rawls. keadilan korektif. Pandangan Aristoteles tersebut di satu sisi ditolak oleh seorang filsuf Kontemporer William K.

bahkan persaingan adalah wajar dan adil dalam kapitalisme kompetitif-individualistik. Akhirnya Freidmann (Muslehuddin. kebebasan ditempatkan sejajar dengan nilai-nilai lainnya. Second. secara luas azas ini berarti " Apa yang anda tidak ingin alami. Dengan pengaturan seperti itu. para filsuf hukum kemasyarakatan telah merumuskan teori keadilan tidak dalam istilah-istilah yang mutlak. yakni "jangan merugikan orang lain". 1991 :79) mengomentari. Namin em Laedere. Ini merupakan dua tun tutan dasar yang dipenuhi dan dengan demikian juga membedakan secara tegas konsep keadilan sebagai Fairness dari teori-teori yang dirumuskan dalam napas intuisionisme dalam cakrawala teologis. Standar keadilan yang mutlak adalah keadilan dengan dasar agama. Rawls merumuskan kedua prinsip keadilan sebagai berikut: First. Soekanto menyebut dua kutub citra keadilan yang harus melekat dalam setiap tindakan yang hendak dikatakan sebagai tindakan adil. Azas pertama merupakan sendi equality yang ditujukan kepada umum sebagai azas pergaulan hidup. Prinsip keadilan barn dapat dikatakan bersifat universal jika Ada dua hal yang penting dapat dicatat sehubungan dengan konsep " keadilan umum tersebut. Artinya penerapan dan pelaksanaan prinsip keadilan yang kedua tidak boleh bertentangan dengan prinsip keadilan yang pertama. Rawls memberikan tempat dan menghargai hak setiap orang untuk menikmati suatu hidup yang layak sebagai manusia. Rawls menegaskan bahwa keduanya harus diatur dalam suatu tatanan yang disebutnya serial order. or all. Sementara Hobbes mengemukakan konsep yang lain tentang keadilan. 1971: 62).50 unequal distribution of any. Suum Cuique Tribuere. kekuatan dalam keadilan dalam arti Fairness justru terletak pada tuntutan bahwa ketidaksamaan dibenarkan sejauh juga memberikan keuntungan bagi semua pihak dan sekaligus memberi prioritas pada kebebasan. keadilan tidak selalu berarti semua orang harus selalu mendapatkan sesuatu dalam jumlah yang sama. biarkanlah orang lain berusaha mendapatkannya" (Soekanto. bahwa kegagalan standar keadilan selama ini adalah akibat kesalahan standar dasar pembentuk keadilan itu. keadilan tidak selalu berarti semua orang harus diperlakukan secara sama tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan penting yang secara objektif ada pad a setiap individu. Pertama. 51 menegaskan bahwa hak-hak serta kebebasan-kebebasan dasar tidak dapat ditukar dengan keuntungan sosial dan ekonomis. janganlah menyebabkan orang lain mengalaminya". Kedua. 1991 :78). Kedua . each person is to have an equal right to the most extensive basic liberty compatible with similar liberty for others. baginya keadilan tidak dapat digambarkan dalam pengertian yang terbatas. ketidaksamaan dalam distribusi nilai-nilai sosial selalu dapat dibenarkan asalkan kebijakan itu ditempuh demi menjamin dan mernbawa manfaat bagi semua orang. Ini berarti prinsip keadilan yang kedua hanya bisa mendapat tempat dan diterapkan apabila prinsip keadilan yang pertama telah dipenuhi. Hal ini berbeda dengan konsep keadilan Rawls yang berakar pada prinsip hak dan bukan pada prinsip manfaat. dan dengan itu juga konsep umum keadilan tidak memberi tempat istimewa terhadap kebebasan. Keadilan adalah apabila perjanjian dilaksanakan sebagaimana mestinya (Muslehuddin. Lain lagi pendapat Dewey (Muslehuddin. Untuk terjaminnya efektivitas dari kedua prinsip keadilan itu. Secara luas azas ini berarti "Apa yang boleh anda dapat. tetapi berkaitan dengan peradaban. termasuk mereka yang paling tidak beruntung. Rawls . Keadilan adalah kebaikan yang tidak berubah-ubah. Pertama . Sedangkan azas kedua merupakan azas equity yang diarahkan pada penyamaan apa yang tidak berbeda dan membedakan apa yang memang tidak sama. of these values is to everyone 's advantage (Rawls. Berlandaskan dari prinsip umum tersebut di atas . 1988: 28). Nietzsche memahami keadilan sebagai kebenaran dari orang yang kuat. yakni "bertindaklah sebanding". and (b) attached to positions and offices open to all (Rawls . social and economic inequlities are to be range so that they are both (a) reasonable expected to be to every one's advantage. 1971: 60) Menurut Rawls. 1991: 170). Dengan demikian hak-hak dan kebebasan-kebebasan dasar dalam konsep keadilan memiliki priroritas utama atas keuntungan sosial dan ekonomis. Di balik pengertian keadilan tersebut.

maka prinsip-prinsip tersebut harus dapat diumumkan dan dimengerti setiap orang. bila suatu hukum konkrit. Undang-undang yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan seringkali dianggap sebagai undang-undang yang telah usang dan tidak berlaku lagi . konsep hukum. adil merupakan unsur konstitutif segala pengertian tentang hukum (Huijbers. maka prinsipprinsip keadilan harus mampu tampil sebagai pemberi keputusan dan penentu akhir bagi perselisihan masalah keadilan. konsep etis. Perkembangan keadilan di Barat misalnya. Pemerintah negara manapun selalu membela tindakan dengan memperlihatkan keadilan yang nyata di dalamnya B. artinya manusia wajib membentuk hidup bersama yang baik dengan mengatumya secara adil. sedangkan sifatnya selalu statis dan politis. Agar dapat dikernbangkan dan membimbing tindakan warga masyarakat. pada masa ini keadilan hanya terdapat pada para dewa. konsep sosiologis. Hukum harus terjalin erat dengan keadilan. segala usaha yang terkait dengan hukum mutlak harus diarahkan untuk menemukan sebuah sistem hukum yang paling coeok dan sesuai dengan prinsip keadilan. Perubahan konsep keadilan dari waktu ke waktu lebih banyak terjadi pada dataran operasional. Keadilan kemudian dikaitkan dengan institusi dan kolektifitas kehidupan manusia. Huijbers menambahkan alasan penunjang mengapa keadilan menjadi unsur konstitutifhukum: A. Oleh karena itu. Universal dalam penerapannya mempunyai alii tun tutantuntutannya harus berlaku bagi seluruh anggota masyarakat. bahkan konsep kepastian dan kebenaran akan selalu berevolusi. Dengan demikian seseorang kemudian mempertimbangkan "biaya psikologis" yang harus ditanggung dalam memenuhi kompensasi kesepakatan pengikat gerak sosial dan individual terse but. konsep keadilan yang pad a mulanya sifatnya my tologicaI. Konsep keadilan. Aristoteles dan Plato kemudian mengembangkan konsep keadilan tersebut menjadi intelektual-rasional. Prinsip keadilan yang dapat diterima seluruh masyarakat akan menjadi prinsip keadilan yang bukan sekedar lahir dari kata "setuju". maka hukum itu tidak bersifat normatif lag i dan tidak dapat dikatakan sebagai hukum lagi. yakni undang-undang bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan. suatu pemerintahan sebenamya bertindak di luar wewenangnya yang tidak sah seeara hukum. Dengan kata lain kesadaran manusia yang timbul dari hati nurani tentang tugas suei pengemban misi keadilan secara spontan adalah penyebab mengapa keadilan menjadi unsur konstitutif hukurn. Undang-undang hanya menjadi hukum bila memenuhi prinsip-prinsip keadilan. konsep politik. 1995: 70). dan konsep ekonomi. . Masalah keadilan muneul ketika individu-individu yang berlainan mengalami kontlik atas kepentingan mereka. Sifat adil dianggap sebagai bagian konstitutif hukum adalah karena hukum dipandang sebagai bagian tugas etis manusia di dunia ini. Dapat diuniversalkan dalam alii harus menjadi prinsip yang universalitas penerimaannya dapat dikembangkan seluruh warga masyarakat. tetapi benar-benar merupakan jelmaan kesepakatan yang mengikat dan mengandung isyarat komitmen menjaga kelestarian prinsip keadilan tersebut. ideologi. Artinya 53 konsep prinsip keadilan menjadi sangat majemuk karena bisa berbentuk konsep teologis. Dengan kata lain.52 dapat meneakup semua persoalan keadilan sosial dan individual yang muneul. Dari konsep perubahan dan dengan berpegang pada konsep "hak" kemudian dikembangkan diferensiasi jenis keadilan. Dengan bertindak tidak adil. Hukum dan Keadilan Tujuan akhir hukum adalah keadi lan. 2. dan teknologi. oleh karena itu keadilan harus mampu melakukan interaksi sirkular dengan perkembangan ilmu-ilmu lain. terutama yang menyangkut perkembangan ekonomi. sehingga keadilan menjadi erat kaitannya dengan ekonomi. hukum adalah undang-undang yang adil. antara lain teologi. Tantangan utama dalam pembentukan prinsip keadilan di zaman sekarang ini adalah bagaimana meneari eelah di antara benturan liberalisme dan sosialisme. C.

Terutamasetelah perang dunia kedua. dan pada saat yang lain. hanya peraturan yang adil yang disebut hukum: a. Akan tetapi jika yang dipersoalkan adalah bidang kehidupan spiritual atau sensitif. prinsip-prinsip pembentukan hukum (prinsip-prinsip keadilan) bersifat etis.54 Konsekuensi pandangan kontinental sistem tentang nilai keadilan: hukum adalah undang-undang yang adil . Secara ideal kepastian hukum merupakan pencerminan azas tidak merugikan orang lain. hukum melebihi negara . Penegakan hukum bukan tujuan akhir dari proses hukum karena keadilan belum tentu tercapai dengan penegakan hukum. Taraf kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat e. adil merupakan unsur konstitutif dari segala pengertian hukum. maka hukum hanya pantas disebut sebagai I . hunger and evel}' type of injustice FOI1l among its citizens so that everybody may pursue a happy life in a Fee way. Hal ini disebabkan keadilan merupakan proses yang bergerak di antara dua kutub citra keadilan. Keadilan yang menjadi tugas hukum merupakan hasil penyerasian atau keserasian antara kepastian hukum dengan kesebandingan hukum. sikap kebanyakan orang terhadap hukum mencerminkan pengertian hukum ini. maka hukum sebagai keseluruhan mewajibkan secara batiniah. Pada suatu ketika keadilan lebih dekat pada satu kutub. makin banyak orang yang sampai pada keyakinan bahwa hukum harus berkaitan dengan prinsip-prinsip keadilan . Oleh karena keserasian antara kepastian hukum dengan kesebandingan hukum merupakan inti penegakan hukum. Kepribadian penegak hukum c. Dalam bidang hukum. Professor and Head Department of Political Science Univesity of Sind: Every state has undertaken to eradicate the scourges of ignorance disease. Ungkapan tersebut sejalan dengan komentar Khan (1978:7). yaitu hukum sebagai moral hidup (norma ideal). keadilan menjadi tugas hukum atau merupakan kegunaan hukum. Keadilan yang mendekati kutub Naminem Laedere adalah pada saat manusia berhadapan dengan bidang-bidang kehidupan yang bersifat netral. bahwa tujuan akhir hukum berupa keadilan harus dicapai melalui sebuah institusi legal dan independen dalam sebuah negara. squalor. sedangkan kesebandingan hukum merupakan pencerminan azas bertindak sebanding. maka yang disebut adil berada lebih dekat dengan kutub Suum Cuique Tribuere. Lebih percaya pada prinsipprinsip moral yang dimuat dalam undang-undang dari pada kebijaksanaan manusia dalam bentuk putusan-putusan hakim. padahal tujuan akhimya adalah keadilan . Keadilan bergerak di atara dua kutub tersebut. keadilan lebih condong pada kutub lainnya. maka penegakan hukum sesungguhnya dipengaruhi oleh: a. Fasilitas kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat d. Hal tersebut menunjukkan pentingnya mewujudkan keadilan bagi setiap warga negara (manusia) sebagai orientasi hukum. Pengertian tersebut meng- I Dari ungkapan tersebut tergambar sebuah pengertian. Naminem Laedere semata bukanlah keadilan. 1995: 71). Bila tidak. demikian pula Suum Cuique Tribuere yang berdiri sendiri tidak dapat dikatakan keadilan. seringkali akibat pengalaman pahit yang ditinggalkan kaum Nazi yarig menyalahgunakan kekuasaannya untuk membentuk undang-undang yang melanggar norma-norma keadilan. Hukum itu sendiri b. 1988: 29). Negara (pemerintah) tidak boleh membentuk hukum yang tidak adil. Kebudayaan yang dianut masyarakat (Soekanto.untuk dapat dipandang sebagai hukum. b. c. Pemyataan di atas merupakan isyarat bahwa keadilan yang hidup di masyarakat tidak mungkin seragam. 55 tindakan kekerasan belaka (Huijbers.

di lain sisi keadilan haru s diusahakan oleh para pembuat hukum sebagai tujuan akhir yang lebih 57 jauh. sebab memisahkan antara hukum Islam dengan Islam ada lah ses uatu yang mustahil. Pada prinsipnya hukum tidak melebi hi negara (yang dianggap sama dengan rakyat) . Hukum harus ditaati sebab ada sanksi bag i pelanggaran berupa hukuman. tetapi lebih banyak diwarnai oleh realitas pragmatis. maka otoritas publik akan mengalami kesulitan dalam menjaga sistem hukum melawan usaha-usaha subversif. 1991: 38). 1991:38) mengatakan. Pertanyaan tentang sebab musabab . Pemerintah yang memp ertahankan aturan semacam itu akan terjerat dalam kesulitan-kesulitan serius dalam pelaksanaannya. Konsekuensi pandangan ini adalah: 1.56 isyaratkan bahwa hanya melalui suatu tata hukum yang adil orangorang dap at hidup dengan damai menuju suatu kesejahteraan jasmani maup un rohani. 1991: 38) . tidak ada instansi yang lebih tinggi dari hukum. "ada keraguan serius". Menurut aliran emp irisme. Pada intinya pandangan ini beranggapan bahwa kebenaran berasal dari penga laman dan praktek hidup. Ruang Lingkup Hukum Islam Membicarakan hukum Islam berarti berbicara Islam itu send iri. apakah sistem sosial yang memenuhi syarat-syarat kepastian aturan atau hukum bisa efektif tanpa kehadiran unsur yang substansial yaitu keadilan. Para sarj ana Inggris dan Amerika dalam memegang prinsip keadilan lebih banyak diwarnai deng an filsafa t emp irisme dan pragmatisme. sebuah tatanan yang tidak berakar pad a keadilan sama arti nya dengan bersandar pada landasan yang tidak aman dan berbahaya. Sementara rakya t juga menyadari bahwa hukum tak lain dari apa yang telah ditentukan. bukan dengan prinsip-prinsip abstrak tentang kead ilan. sedangkan ketaatan secara batiniah lebih banyak disebabkan oleh keyakinan agama (Huijbers. Karenanya yang diutamakan dalam menangani hukum adalah hubungan dengan realitas hidup. Jika rasa keadilan sebagian besar masya rakat dihina dan diperkosa oleh sebuah sistem yang mengaku hukum untuk menegakkan kondisi-kond isi hidup yang sesuai dengan aturan. akan tetapi dalam seb uah nilai yang lebih rendah. diharapkan bahwa dalam praktik hukum keyakinankeyakinan rakyat dan kebijaksanaan para hakim menghindari penyimpangan yang terlalu besar. manusia membuat hukum tidak dijawab dalam struktur teori keadilan. hukum Islam juga tidak dapat dipisahkan dari iman dan kesusilaan . Hukum adalah sarana pemerintah untuk mengatur masyarakat secara adi!. KEADILAN MENURUT FILSAFAT HUKUM ISLAM 1. Bodenheimer (Muslehuddin. Karena kemu ngkinan dari ketidakadilan tetap ada. dan itulah akhirnya tidak lain daripada keputusan hakim dan juri rakyat. sebab tidak dipandang sebagai bag ian tugas etis manusia. keamanan adalah sesuatu yang lebih cocok bagi manusia (Muslehuddin. Seoran g filsuf hukum Amerika Latin Louis Recasens Siches mengatakan bahwa di satu sisi kepastian dan keamanan merupakan tuj uan primer dan mendesak bagi hukum. 2. Artinya . 1995: 70). 3. hukum sebagai sistem tidak rnewaji bkan secara batiniah. F. Sebagaimana diungkapkan John Dickinson "Ki ta tidak hanya membutuhkan sebuah sistem peraturan umum yang bercampur baur. Hukum adalah apa yang berlaku de fa cto. Oleh karena itu adil dan tidak adil tidak terpengaruh oleh pen gerti an tentang hukum. tetapi atura n yang berdasarkan pada prinsip keadilan" (Muslehuddin. Orang-orang tidak akan bertahan lama menghadapi sebua h tatanan yang mereka rasa sama sekali tidak sesuai dan tidak masuk aka!. Hukum tidak dilahirkan untuk manusia karena alasan ingin memberikan upeti atau penghormatan kepada teori keadilan. selain hukum Islam itu bersumber dari agama Islam. tetapi untuk memenuhi urgensi yang tidak bisa dihindarkan bag i keamanan dan kepastian kehidupan sosia!.

dan sasarannya adalah manusia juga. Rasul. dan ibadah lewat alam. dan alam (Cosmology). Dengan kata lain al-Quran membawa ajaran yang memuat aspek-aspek jasa terhadap Tuhan. Akidah. manusia (Anthrophology). Dari proses aktualisasi ajaran Islam kemudian melahirkan nilai. sedang ibadah melalui manusia adalah nilai yang terkandung dalam pelayanan kepada sesama manusia. Kumpulan ajaranajaran pokok Islam tersebut terangkum . Kitab. muamalah terhadap manusia adalah ekspresi sosiologik yang berwujud pelayanan terhadap sesama manusia. Tatanan keseimbangan tersebut bersifat supranatural dan amat mendukung kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. dan akidah tentang alam. Sebagai muslim. akidah tentang Tuhan. Takdir. akidah tentang manusia. maka Islam menjadi rahmatan 1iI 'dlamin yang mencakup seluruh aspek kehidupan. la tetap sama untuk segala zaman dan untuk semua orang. menjadi nilai yang berhubungan langsung antara manusia dengan Tuhan. sedangkan akidah tentang manusia yakni ekspresi teoritik yang berwujud keyakinan (faith) atau pemikiran (thought) tentang manusia. yakni muamalah terhadap Tuhan. 1996: 25). bahwa hubungan keseimbangan hanyalah pelayanan sesama manusia untuk manusia lainnya (Sabiq. Pelayanan yang telah berbentuk nilai ibadah. walaupun mereka mungkin terdiri . nilai ini juga menjadi nilai yang berguna bagi manusia dalam hubungannya dengan Tuhan. 1996: 28).58 (akhlak). yang sasarannya adalah manusia juga. dan nantinya kembali juga kepada manusia. Setelah mengkristal menjadi Islam dan diturunkan ke muka bumi. universal dan abadi. Sedangkan ibadah lewat alam adalah nilai yang terkandung dalam pelayanan terhadap alam (lingkungan hidup). ke-alaman. muamalah. alam dan manusia. Meyakini Islam berarti terikat dengan hukum Islam itu sendiri. dan ibadah adalah gerakjiwa raga manusia. sebagaimana di kutip Muslehuddin (1991. dan akhlak adalah satu rangkaian kesatuan yang membentuk agama Islam itu sendiri (Ali. Muamalah bukanlah hal yang hanya bertalian antara manusia dengan manusia. Muamalah terhadap Tuhan. dengan sifat gandanya. sedangkan hukum Islam hanya akan berwujud manakala hukum tersebut diterapkan (tanjidz) oleh perneluk-pemeluknya dengan dorongan batin yang kuat (AsShiddieqy. ibadah melalui manusia.baik tersurat maupun tersiratdalam al-Quran dan Hadis yang membentuk sebuah ajaran tentang Islam yang lazim disebut 'aqidah. sedangkan muamalah terhadap alam adalah ekspresi sosiologik yang berwujud pelayanan terhadap alam. selain alam manusia sendiri (Sabiq. keseluruhan gerak jiwa raga tersebut diatur dengan suatu perangkat yang disebut hukum Islam. 48) mengungkapkan: Hukum Islam menemukan sumber utamanya pada kehendak Allah sebagaimana diwahyukan kepada Nabi Muhammad. 1993: 153). la menciptakan sebuah masyarakat mukmin. Selama ini pemahaman tentang akidah dibatasi pada bagian tauliid menyangkut Tuhan. tetapi seluruhnya dijangkau. Ibadah kepada Tuhan. Aspek kehidupan itu sendiri terdiri atas tiga bagian pokok (Cardinal Subject Matter) yaitu Tuhan (Theology). dan kemanusiaan. dan nantinya kembali kepada manusia juga baik dalam konteks kehidupan dunia maupun kehidupan sesudah kehidupan dunia (akhirat). Akhimya akidah juga terbagi menjadi tiga bagian. muamalah terhadap manusia. Ikatan akidah terse but perIu diaktualisasikan dalam tindakan nyata yang biasa disebut muamalah. Malaikat. Sebab ketiga komponen inti ajaran Islam yakni iman. dan hari kiamat. nilai ini yang umum dikatakan ibadah. Dengan 59 demikian apa yang dimuat dalam al-Quran kaitannya dengan hubungan hubungan keseimbangan temyata jauh lebih luas dari anggapan selama ini. yakni ekspresi sosiologik yang berwujud pelayanan terhadap kehendak Tuhan di alam ini. dan akidah tentang alam adalah ekspresi teoritik yang berwujud keyakinan (faith) atau pemikiran (thought) tentang alam . 1996: 18). Jakson. padahal akidah menyangkut totalitas masalah tentang ke-Tuhanan. hukum. dan muamalah terhadap alam. maka ibadah-pun kemudian terbagi ke dalam tiga kategori. Ibadah kepada Tuhan adalah nilai pengabdian yang secara langsung dijalankan berdasarkan tuntunan akidah syariat. Akidah tentang Tuhan adalah ekspresi teoritik yang berwujud keyakinan (faith) atau pemikiran (thought) tentang Tuhan.

dari mana tidak (otoritas bumi yang) bisa mernbe bastugaskannya. Ini menimbulkan hukum tentang kcwajibankcwajiban daripada hak-hak. sosial dan politik. kewajiban moral mengikat individu. dan dalam Islam discbut Sunnatullah. yang mengatur tata tertib flora. Tidak mungkin memisahkan teori-teori politik dan keadilan dari ajaran-ajaran Nabi yang menegaskan aturan-aturan tingkah laku . 1981: 12). maka tentu kita harus pula mengakui bahwa setiap masyarakat yang di dalamnya terjadi tata tertib adalah diatur oleh hukum. Dalam masyarakat tersebut di atas terlihat adanya tata tertib. Apabila kita memberikan arti kepada kata masyarakat sebagai suatu keadaan berkumpul bersarna-sarna dalam suatu tcmpat yang tertentu dan menjalankan fungsinya masing-masing. 1996: 20). Dunia ini hanya dipandang sebagai ruang depan bagi orang lain dan sesuatu yang lebih baik bagi orang yang beriman. Negara itu sendiri berada di bawah (subordinate) alQuran. tetapi juga pada seluruh masyarakat yang maujud ini. 61 Selama ini sepertinya orang sepakat bahwa hukum hanya mengatur urusan manusia dengan manusia yang lain dan hukum baru ada setelah adanya manusia. Beragamnya tumbuh-tumbuhan yang hidup di daerah dan iklim yang berlainan menunjukkan adanya hukum tumbuh-tumbuhan. Ada masyarakat benda mati. Akan tetapi ada perbedaan antara hukum yang ada dalam masyarakat manusia dcngan hukum di luar masyarakat manusia. tumbuhan. Timbulnya matahari setiap pagi disebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Pcrbedaan itu ditimbulkan oleh berbedanya objek yang diatur oleh hukum itu masing-masing. tumbuh-tumbuhan tidak perlu belajar dan mencari pengalaman bagaimana caranya tumbuh dan berkernbang. Pengertian di atas menunjukkan bahwa ada tata tertib di luar masyarakat manusia. Hukum menurut al-Quran jauh lebih luas dari pada hukum yang diartikan oleh sebagian besar ahli hukum selama ini. bukan hanya . Benda mati dan tumbuh-tumbuhan tidak memiliki pengalaman psikis. maka keadaan bermasyarakat itu bukan saja terjadi pad a masyarakat manusia. Sunnatullah adalah ketentuan-ketentuan atau hukum-hukurn Allah yang berlaku untuk alam semesta yang menjadi sebab keserasian hubungan antar benda yang ada di dalamnya termasuk manusia (Ali . merupakan kekuatan kohesif utama . seperti otak dan susunan syaraf. Walaupun binatang nampak memiliki alat untuk membentuk pengalaman psikis. maka untuk alam masyarakat benda mati. yang memberikan ruang gerak sempit bagi pengundangan tambahan. Orang Barat memberikan istilah pada hukum yang mengatur seluruh gerak dan tata tertib benda mati dan hidup sebagai Natural Law (Nashr. Seekor burung tidak perlu mencari pengalaman dan belajar untuk membuat sarangnya. dan hewan Allah menjadikan hukum bagi mereka tidak berubah-ubah (konstan). Al-Quran juga menentukan aturan-aturan bagi tingkah laku menghadapi orang-orang lain maupun masyarakat untuk menjamin sebuah tradisi yang aman . keluarga. yang mengatur tata tertib benda cair. 1998: 3). tidak untuk dikritik maupun perbedaan pendapat. baik mengenai kehidupan beragama. Karena tidak adanya unsur alat untuk menjadikan pengalaman psikis. menunjukkan adanya hukum dalam perputaran dan peredaran bumi. dan masyarakat yang lebih luas yaitu masyarakat tata surya. masyarakat tumbuh-tumbuhan. akan tetapi tingkah lakunya sudah ditentukan oleh naluri (instinc). masyarakat binatang. yang berarti pula hukum hanya ada dalam masyarakat manusia dan seolah-olah hukum di luar masyarakat manusia tidak pernah ada . Manusia sebagai subyek sekaligus objek hukum Islam memegang peranan sentral dalam aktualisasi hukum Islam yang selalu memperhatikan bentuk keseimbangan di segala bidang.60 atas berbagai suku dan berada di wilayah yang amat jauh terpisah. dan orang yang tidak mentaati akan merugikan kehidupan masa mendarang". Akan tetapi kalau kita mempunyai pendapat bahwa hukum itu mempunyai fungsi mengurus tata tertib masyarakat. tidak seperti nasionalisme atau geografi. Agama. karena kedua makhluk ini memang tidak mernpunyai alat untuk terbentuknya pengalaman psikis. Berarti hukum ada dalam masyarakat yang di dalamnya tcrdapat tata tertib. yang mengatur tata tertib tata surya (Abdoerraoef. Adanya unta di padang pasir dan adanya kerbau terse bar di seluruh dun ia adalah tanda adanya hukum yang mengatur tata tertib fauna. Hukum Archimedes dalam ilmu fisika menunjukkan adanya hukum masyarakat benda mati.

tujuan akhir hukum adalah keadilan. tentulah manusia harus patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang telah ditentukan oleh hukum itu. sebab hukum tidak mengatur perbuatan orang secara batin (jiwa) dan fikiran. ya ng kua t men indas yan g lemah akibatnya kesejahteraan tidak akan terwujud. Lantas timbul pertanyaan. Agar tujuan tersebut dapat tercapai . Akan tetapi al-Quran mengatur perkembangan jiwa manusia. manu sia bagaimanapun tetap dibatasi oleh sifat insdniyyahtvye. sehingga manusia berbuat dalam masyarakat den gan kebe basan penuh. Artinya penanaman jiwa kesadaran mematuhi hukum yang ada harus didahulukan sebelum dikenalkan pada hukum itu sendiri . Perpaduan dua . Artinya tujuan keadilan melalui jalur hukum harus berawal dari dua segi dan mengarah kepada keadilan dua segi pula. tetapi di samping itu menuntut pula supaya dalam jiwa manusia ada kesadaran untuk mematuhi hukum. sebab pelanggaran hukum mengakibatkan sanksi yang dengan kesadaran penuh berusaha untuk dihindari.agar mampu tampil sesuai dengan prinsip keadilan secara umum. Hukum Islam dan Keadilan Dalam pandangan filsafat. maka yang timbul adalah kesewenang-wenangan. Kaitannya dengan hukum Islam. keadilan yang harus dicapai mesti mengacu pada pedoman pokok agama Islam.62 keseimbangan antara hubungan manusia dengan manusia. Dengan dasar pengertian di ata s. karena sunnatullah sendiri adalah hukum. Tugas awal yang kemudian dihadapi adalah upaya formulasi al-Quran dan Hadis . tidak perIu diatur. hukum hanya mengatur perbuatan secara lahir saja. mungkin kesan itu akibat renaissance yang membuat 63 manusia mabuk oleh kemerdekaan formil . Perta 111 a. Kedua .khususnya yang berkaitan dcngan hukum . faktor internal. maka berarti al-Quran memberikan dasar supaya hukum dipatuhi oleh manusia berdasarkan kesadaran hukum dalam jiwanya. sehingga banyak hal yang terkait dengan sunnatullah tidak mampu ditelaah. yaitu dorongan yang timbul dari dalam diri manusia itu sendiri. yaitu dorongan yang timbul sebab adanya pengaruh unsur dari luar diri manusia. . sehingga perternuan dua unsur kepatuhan hukum dapat melahirkan tindakan yang sesuai dengan kehendak hukum. tetapi lebih jauh dari itu keseimbangan antara manusia den gan alam. Hukum Islam dikatakan meny angkut seluruh aspek yang maujtid didasarkan pada asumsi bah wa ke seimbangan yang ada di seluruh alam adalah tata tertib hukum All ah SWT (sunnatullah) yang wajib diyakini kebenarannya. Oleh sebab itu harus ada peraturan yang membawa hawa nafsu seseorang ke arah perkernbangan yang po sitif. faktor ekstern al. Dengan kata lain. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengatur jiwa seseorang agar mau mematuhi hukum. Dikatakan berawal dari dua segi karena pedoman Islam berupa al-Quran dan Hadis di satu segi harus mampu menyatu dengan pedoman prinsip keadilan secara umum menurut pandangan manusia di lain segi . unsur di luar diri manusia juga memerlukan perhatian serius. dan manusia dengan Tuhan. Persoalan ini tentu tidak dap at dibicarakan oleh hukum itu sendiri. sunnatu llah menjadi penting untuk ditelaah. Mempelajari sunnatullah tak beda pentingnya dengan mempelajari hukum. dan menjadikannya sebagai way oflife. I-Iukum sebagai penyebab kepatuhan eksternal harus disosialisasikan ke dalam jiwa manusia. Di samping unsur jiwa. Apabila hawa nafsu manusi a tidak diatur. yaitu al-Quran dan Hadis. hubungan bagaiman a yang dapat menjaga keseimbangan . akhirnya ada sunnatullah yang tetap menjadi misteri sampai hari kiamat. sehingga manusia mempunyai jiwa yang tidak lagi menindas pihak yang lemah hanya untuk memuaskan hawa nafsunya . Akan tetapi. Kesan yang timbul selama ini sepertinya ilmu hukum membiarkan saja jiwa manusia berkembang apa adanya. bagairnana bentuk kes eimbangan itu. Akibatnya nafsu menjadi raja gerak langkah manusia yang mendapat kekuatan dari kekuasaan masyarakat. faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan seseorang terhadap hukum adalah faktor hukum dan akibat pelanggaran hukum itu sendiri. Kepatuhan seseorang terhadap hukum dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor internal yang mempengaruhi kepatuhan seseorang terhadap hukum adalah jiwa orang itu sendiri. bagaimana agar orang Islam mau patuh terhadap hukum Islam. 2.

64
segi ini diharapkan menj ad i produk stan dar panduan me ncari keadilan lewat jalur hukum. Pada akhimya pedoman tersebut mamp u menjadi standar hukum universal yang mampu tampil di manapun dan kap anpun sesuai dengan fitrah diturunkannya Islam ke muka bumi. Maksud da ri muara ke adilan dua segi adalah tujuan akh ir berupa keadilan yang harus dicapai oleh sebuah sistem hu kum univer sal mesti berorientasi pada keadilan terhadap manusi a (makhluk ) dan keadilan kep ada Allah (kh aliq) . Keadilan bagi manusia me ngarah pad a berbagai defini si keadilan yang bukan tidak mungkin antara satu masyarakat manusia den gan lainnya bcrbeda dalam mengartikan keadilan hukum. Artinya fleksibelitas produk keadi lan mutlak diperlu kan dalam het erogenitas manusia dan lingkungannya, sedangkan muara keadilan kep ada Allah ad alah produk hukum ya ng ada tetap menempatkan All ah scsuai dengan proporsi-N ya sebagai T uhan , dan kegiatan manu sia dal am upaya for mul asi tuj uan hukum be ru pa keadil an juga tetap berada dalam koridor ibadah kepada-Nya. Pendapat sc maca m ini sejalan dengan ung ka pa n Fri edmann, bahwa "selama standa r prin sip ke adil an tidak berpegang pada agama, maka pedoman itu tid ak akan mencapai titik ideal prinsip keadilan". Padahal sebuah prinsip adalah standar yang tidak pemah berubah. Perubahan hanya ada pada tataran operasional yang me ng eliling inya. Pengertian hukum Islam yan g dcmikian luas dengan berb agai hal yang terkait dengannya menj ad i singkat dalam ungkapan MacDonald yan g menyebut hukum Isla m adalah "the science of all things, human and devine" (Mac Don ald , 1965: 66). Pandan gan MacDonald tersebut merupakan kri stal isasi dari sis tem hukum Islam yang mampu melihat pluralitas sebagai real itas emp iris. Plural di sini bukan hanya manusia dalam bentuk hubunga ll garis horizontal , tetapi plural yang menyangkut hubungan ho r izontal dan vertikal. Isyarat keadilan hukum yang dikehendaki Allah tertuan g dalam firman-Nya:
"Hai oran g-orang yang beriman, hendaklah kamu j adi oran gorang yang selalu menegakkan (kebcnaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum , mendorong kamu untuk berlaku tidak adil . Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah

65
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yan g kamu perbuat" (QS . Al Ma-idah: 8).

Ayat di atas turun berawal dari peristiwa yang menimpa Nu'man Bin Basyir. Pada suatu ketika Nu 'man Bin Basyir mendapat suatu pemberian dari ayahnya, kemudian Umi Umrata binti Rawahah berkata "Aku tidak akan ridha sampai peristiwa ini disaksikan oleh Rasulullah". Persoalan itu kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah SAW. untuk disaksikan. Rasul kemudian berkata "Apakah semua anakmu mendapat pemberian yang sama?" Jawab ayah Nu 'man "Tidak". Rasul berkata lagi "Takutlah eng ka u kepada Allah dan ber buat adillah engkau kepada anak-anakrnu". Sebagian perawi menyebutkan, "Sesungguhnya aku tidak mau menj adi saksi dalam kecurangan". Mendengar jawaban itu lantas ayah Nu'man pergi dan me mbatalkan pemberian kepada Nu 'man (HR. Bukhari Muslim). Esensi ayat tersebut di atas adalah se man gat menegakkan keadilan kepada siapapun tanpa pandang bulu. Islam memiliki standar keadilan yang mutlak dengan penggabungan norma dasar Ilahi dengan prinsip dasar keadilan insani. Hukum diterapkan kepada semua orang atas dasar persamaan, tidak dibedakan antara yang kaya dengan yang miskin, antara kulit hitam dengan kulit putih, antara penguasa dengan rakyat jelata. Keadilan hukum juga diterapkan dalam lapangan keseimbangan kescjahteraan imbalan atas jasa, dalam artian keseimbangan antara 'hak dan kewajiban. Kehidupan majemuk dalam ma sya rakat menuntut keadilan ditegakkan dengan cara setiap individu terpenuhi haknya, baik hak jasmani maupun hak rohani, material maupun spiritual. Setiap individu berhak untuk mengekploitasi kemarnpuan dan bakatnya bagi kepentingan pribadi dan masyarakatnya. Keadilan dalam Islam merupakan pcrpaduan harmonis antara hukum dengan moralitas, Islam tidak bertujuan untuk menghancurkan kebebasan individu, tetapi mengontrol keb ebasan itu demi keselarasan dan harmonisasi masyarakat yang terdiri dari individu itu sendiri . Hukum Islam memiliki peran dalam mendamaikan pribadi dengan kepentingan kolektif, bukan sebaliknya. individu diberi hak untuk mengembangkan hak pribadinya dengan syarat tidak mengganggu

66 kepentingan orang ban yak Syariat Islam adalah kode hukum dan kode moral sekaligus. Syariat Islam merupakan pola yang luas tentang tingkah laku manusia yang berasal dari otoritas kehendak Allah yang tertinggi, sehingga garis pemisah antara hukum dan moralitas sama sekali tidak bisa ditarik secara jelas seperti pada masyarakat Barat pada umumnya. Itulah sebabnya mengapa kepentingan dan signifikansi semacam ini melekat dalam pengambilan keputusan hukum dalam Islam (Djamil, 1997:154). Dalam meletakkan aturan-aturan universal bagi perbuatan manusia, Allah menjadikan norma dan moralitas hukum sebagai landasannya (Syah, (ed)., 1992: 163). Dengan adanya standar moral Islam itulah, maka lapangan pergeseran moral dalam Islam menjadi sangat sempit. Artinya, pergerakan ke arah keburukan selalu dihadang dari berbagai arah dengan standar aturan baik dan buruk menurut hukum Islam. Basyir (1984: 27-31) menganulir tujuan hukum Islam sebagai: Pertama, pendidikan pribadi, pendidikan pribadi dimaksudkan untuk menjadikan individu sebagai manusia yang berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya. Dicontohkan, orang yang menjalankan puasa dididik pribadinya untuk menjadi orang yang mempunyai kepekaan sosial. Kedua, menegakkan keadilan, keadilan yang harus ditegakkan meliputi keadilan pribadi, keadilan hukum, keadilan sosial, dan keadilan dunia. Keadilan pribadi diartikan sebagai setiap individu berkewajiban untuk memenuhi standar kebutuhan pribadinya, baik yang menyangkut hak jasmaniah maupun ruhaniah. Hak jasmaniah menyangkut hak atas pangan, sandang, dan papan yang memenuhi standar kesehatan. Sedangkan hak ruhaniah meliputi pemenuhan kebutuhan pendidikan, kebutuhan akan ajaran agama agar dipenuhi sebagaimana mestinya. Keadilan hukum adalah keadilan setiap individu di depan hukum. Setiap individu mempunyai hak dan kewajiban yang sama di depan hukum. Sedangkan keadilan sosial berarti individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi secara seimbang. Keadilan dunia merupakan keadilan hubungan antar negara di dunia. Setiap negara dalam hubungannya

67 dengan negara lain harus didasarkan pada prinsip k.ebersamaan dan kesamaan hak dan kewajiban. Ketiga, memelihara kebaikan hidup, hukum Islam bertujuan untuk mewujudkan kebaikan hidup hakiki, semua yang menjadi kepentingan hidup manusia diperhatikan. Sedangkan kepentingan manusia menuju hidup hakiki dibagi menjadi tiga hal: a. Kepentingan esensial (al-Mashdlih adh-Dharuriyalu, yaitu kepentingan yang mutlak dibutuhkan oleh manusia dalam hidupnya. Kepentingan itu meliputi kepentingan agama, kepentingan memelihara jiwa, kepentingan memelihara harta, kepentingan memelihara akal, dan kepentingan memelihara keturunan. b. Kepentingan yang tidak esensial (al-Maslidlih al-Hajiyyah), yaitu kepentingan yang tidak esensial, akan tetapi dibutuhkan manusia untuk menghindari masaqqat. Misalnya diperbolehkannya orang meninggalkan puasa dalam keadaan sakit dan diperbolehkan melakukan perceraian dalam kehidupan perkawinan yang tidak hannonis. c. Kepentingan pelengkap ial-Maslrdlih al-Katndliyahs, yaitu kepentingan yang apabila tidak terpenuhi tic1ak akan menimbulkan mudliarat bagi kehic1upan manusia apalagi merusak kehidupan manusia. Misalnya mengenakan pakaian yang bagus ketika pergi ke masjid, mengadakan walimah perkawinan, dan lain-lain. Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dari Yang Maha Adil. kedaulatan hukum Islam adalah milik Allah semata:
"Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alarn" (QS. VII: 54). "Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik " (QS. V: 47).

Kedaulatan Allah berada c1i atas seluruh definisi keclaulatan yang telah dikemukakan manusia karena Allah merupakan kedaulatan

68 bagi seluruh alam dan manusia. Tidak ada kata kecuali Rabb yang bisa meliputi pengertian kedaulatan Allah. la sebagai penguasa, pelindung, pemberi harapan, pemberi rejeki, pengatur sekaligus penyernpuma. Austin, sebagaimana dikutip Muslehuddin (1991: 46) memberikan definisi hukum sebagai perintah dari yang berdaulat, hukum adalah aturan yang ditentukan untuk membimbing manusia oleh manusia itu sendiri . Hukum ala Austin terpisah dari keadilan, hukum yang dulunya berlandaskan baik dan buruk, sekarang diganti menjadi hukum berdasarkan kekuasaan dari atasan. Pengertian ini mengisyaratkan bahwa hukum adalah perintah seorang Tiran. Akan tetapi Allah bukanlah Tiran. Perintah Tuhan merupakan hukum positif, akan tetapi tetap dalam koridor keadilan, karena Allah Maha Adil, Maha Kasih, dan Maha penyayang. Hukum Islam sebagai jelmaan dari hukum Allah SWT, merupakan perpaduan dari "apa" hukum itu dan "bagairnana" hukum itu seharusnya. Dengan kata lain, hukum Islam, di samping hukum positif juga hukum ideal, sebab hukum Islam memandang objek hukum Islam bukan hanya manusia dengan segala persoalan yang ada di dalamnya. Akan tetapi hukum Islam menjangkau seluruh aspek keseimbangan sebagai salah satu unsur keadilan.

69 hui sebab-sebab turunnya suatu hukum terhadap kasus-kasus tertentu yang terjadi saat itu . Tetapi untuk yang terakhir ini akan dijelaskan dalam kitab tafsir, asbabun nuzul dan sunnah yang sahih. Setidaknya ada tiga sasaran hukum Islam:
I. Penyucianjiwa ttazkiyah an-natsy

./

yaitu agar setiap muslim menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat lingkungannya. Hal ini diimplementasikan dengan berbagai macam bentuk-bentuk ibadah mahdhoh yang disyari'atkan. 2. Keadilan sosial
v

hal ini berlaku baik bagi sesama muslim maupun dengan non muslim. Firman Allah: "Dan janganlah sekali-kali kebencian terhadap suatu ka Ulll , mendorong kamu untuk berlaku tidak add. Berlaku add lah, karena add itu lebih dekat kepada taqwa" (al-Maidah:8). 3. Kemaslahatan
v

3. Hukum Islam dan Kemaslahatan - "
Pengetahuan tentang tujuan umum syar'i dalam pembentukan suatu hukum merupakan hal terpenting untuk memahami nash dan menerapkannya pad a berbagai kejadian. Pengetahuan tentang tujuan umum syar 'i juga berfungsi untuk mengistimbathkan hukum dalam permasalahan yang tidak ada nashnya. Kerena sering terjadi bahwa suatu nash terkadang secara lahiriyah seperti bertentangan, dan persoalan terse but hanya bisa diselesaikan jika kita mengetahui tujuan umum syar 'i yaitu dengan menghilangkan pertentangan tersebut dan membuat sintesis dari tesis-tesis dan anti tesis nash-nash tersebut atau mentarjihkan salah satunya. Nash-nash syar'i juga tidak akan dapat dipahami dengan benar, jika kita tidak mengetahui maksud umum .syar'i dalam pensyariatan hukum. Dernikian pula kita harus mengeta-

Maslahat yang dikehendaki Islam adalah maslahat yang hakiki, dan bukan maslahat yang berdasarkan hawa nafsu. Akan tetapi maslahat yang hakiki yang menyangkut kepentingan umum, bukan kepentingan pihak tertentu saja. Maslahat ini mengacu kepada pemeliharaan terhadap lima hal, yaitu memelihara agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan (Zahrah, 1994: 543548). Menurut Abdul Wahab Khalaf, tujuan umum syar'i dalam mensyariatkan hukum-hukumnya ialah mewujudkan kemaslahatan manusia dengan menjamin hal-hal yang dharuri (primer), hajiyyat (sekunder), dan tahsiniyat (tersier). Hal yang dharuriy ialah sesuatu yang menjadi landasan berlangsungnya kehidupan manusia yang mesti ada untuk konsistensi kemslahatan manusia. Apabila tidak ada, maka akan rusaklah struktur kehidupan manusia, terjadi kekacauan, kerusakan dan disharmony dalam kehidupan. Hal-hal yang dharury bagi manusia meliputi agama, jiwa, akal, kehormatan, dan harta kekayaan. Menjaga kelima hal terse but merupakan hal yang dharury bagi manusia.

70

71 bangkai binatang laut, dan memakan binatang yang diharamkan jika dalam keadaan terpaksa. Sedangkan dalam bidangjinayat, Islam mensyariatkan pembayaran diat oleh pembunuh kepada pihak dari keluarga yang dibunuh. c. Kepentingan pelengkap (al-Mashdlih al-Kamdliyahy Islam telah mensyariatkan hukum-hukum pada bidang muamalah, jinayah dan 'ibadah yang bertujuan untuk perbaikan dan keindahan serta membiasakan manusia dengan perilaku yang baik. Dalam bidang muainalah, Islam mensyariatkan bersuci bagi badan, pakaian dan menutup aurat, tempat, dan menghindari najis. Dalam bidang muamalah, Islam mengharamkan penipuan, tadlis (menyembunyikan cacat), taghrir, berlebih-lebihan, dan melarang berlaku kikir. Islam melarang akad yang kauasa-nya tidak halal atau mengandung najis atau mengandung bahaya. Dalam bidang jinayat, Islam mengharamkan membunuh para pendeta, anak-anak dan kaum wanita dalam peperangan. Islam , melarang membunuh orang yang tidak bersenjata, membakar orang mati atau hidup. Para ulama ahli fiqh sepakat bahwa semua ajaran yang dibawa oleh Islam mengandung maslahat yang nyata. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai keterkaitan antara hukum Islam dengan maslahat, yaitu diawali dengan pertanyaan "apakah maslahat itu mengikat hukum syara?" atau "apakah setiap hukum syara yang diturunkan, mutlak mengandung maslahat?" Ada tiga golongan yang mengemukakan pendapat yang berbeda:
1. Golongan Asy'ariyah dan Zhahiriyah menolak bahwa hukum Islam terkait dengan maslahat. Walaupun berdasarkan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa semua hukum syara' disyariatkan untuk kemaslahatan manusia. Menurut mereka Allah tidak layak ditanya ten tang apa yang diperbuatNya.

Hal yang hajiy adalah sesuatu yang diperlukan manusia untuk kelapangan dan keleluasaan terhadap beban taklif yang ditanggungnya. Hajiy mengacu kepada penghilangan kesulitan manusia dan memberikan keringanan kepada manusia atas beban taklif yang ditanggungnya dan mempermudah bagi manusia untuk melakukan berbagai mac am perbutan dalam bidang muamalah. Sedangkan tahsini adalah sesuatu yang dikehendaki oleh moral dan etika terhadap perbuatan manusia. Tahsiniy mengacu pada akhlak yang mulia, adat istiadat yang baik dan segala sesuatu yang dianggap baik terhadap perilaku dan perbuatan manusia. a. Kepentingan esensial (al-Mashdlih adh-Dhaniriyahj Yaitu kepentingan yang mutlak dibutuhkan oleh manusia dalam hidupnya. Kepentingan itu meliputi kepentingan agama, kepentingan memelihara jiwa, kepentingan memelihara harta, kepentingan memelihara akal, dan kepentingan memelihara keturunan. b. Kepentingan yang tidak esensial (al-Masluilih al-Hajiyyah) Islam telah mensyariatkan hukum-hukum pada bidang tnuatnalah, jinayah dan 'ibadah yang bertujuan untuk menghilangkan kesulitan dan memberikan kemudahan bagi manusia. Jadi disamping memberikan pembebanan (taklif), islam juga memberikan keringanan ketika bentuk-bentuk taklif tersebut tidak dapat dilaksanakan secara penuh karena adanay kondisi atau keadaan yang tidak memungkinkannya dilaksanakan perbuatan tersebut. Dalam bidang ibadah, Islam memsyariatkan adanya rukhshah untuk memberikan keringanan kepada mukallaf, apabila terdapat kondisi yang memberatkan mereka. Bentuk rukhshoh tersebut yaitu kebolehan untuk berbuka untuk orang yang sakit atau berada dalam perjalanan, kebolehan untuk mengqoshor shalat bagi orang yang bepergian, kebolehan untuk tayammum apabila tidak ditemukan air, dan rukhshoh-rukhshoh lainnya. Dalam bidang muamalah, Islam mensyariatkan thalak untuk me1epaskan ikatan perkawinan ketika diperlukan, menghalalkan

2. Sebagian madzhab Syafi'I dan sebagian madzhab Hanafi berpendapat bahwa maslahat patut menjadi illat bagi hukum, tetapi

dan mendatangkan kemaslahatan yang paling besar. 1994: 552). Ketiga. Maslahat ini berlaku terbatas dan bersifat perorangan. Perbedaan ini sebenamya hanya pada tataran teoritis. Firman Allah: "Dia tidak ditanya ten tang apa yang diperbuatNya. Jika substansi maslahat tidak jelas diotak kita. tetapi mereka yang justru ditanya. G. Imam Izzuddin Abdus Salam membagi maslahat menjadi tiga macam. maslahat yang diwajibkan oleh Allah bagi hambaNya. Kesadaran ini berdasarkan pada nilai-nilai yang fundamental dan sangat mendalam. Maslahat afdhal adalah maslahat yang wajib dikerjakan. Kaidah-kaidah ini adalah aturan-aturan moral yang mengharuskan manusia untuk mengikutinya. Untuk mengatur hubungan ini tentu diperlukan kaidah-kaidah tertentu yang bersifat mengikat dan mengarahkan hubungan antar sesama manusia berlangsung dengan baik. Golongan Mu'tazilah. Drijarkara (1966 : 25) . Jika tingkat kemaslahatannya lebih besar. Sementara itu. sepanjang ta 'lil (perikatan) itu tidak mengakibatkan gugumya nash jika tidak mengandung maslahat." (al-Anbiya: 23). tanpa dikaitkan dengan iradat (kehendak) Allah. Contoh: menyelamatkan orang yang tenggelam pada saat sedang berpuasa Ramadhan. Sinyalemennya adalah bahwa setiap perintah dan larangan Allah sering diakhiri dengan penjelasan bahwa orang yang menetangNya sama artinya menganiaya dirinya sendiri (Zahrah. Manusia dikatakan mempunyai moral yang baik dan dapat dikatakan manusia susila apabila ia menaati aturan-aturan moral (Asdi. tidak hanya kalau berhadapan dengan orang lain saja. Dengan demikian maka tingkah laku yang baik berdasar pada otoritas kesadaran pribadi dan bukan atas pengaruh dari luar diri manusia. seperti: makan dan minum. Kedudukan maslahat sunnah adalah dibawah maslahat wajib. sebagian madzhab Hambali dan Maliki berpendapat bahwa segala hukum islam terkait dengan maslahat. Sedangkan maslahat didalam perkara wajib dan sunnah tidak bersifat perorangan. afdhal (paling utama). Hukum-hukum yang terdapat pad a nash me mpunyai ilIat berupa maslahat. Kedua. kesadaran untuk bertingkah laku baik. Kesadaran moral ini. tetapi berlaku terus menerus tanpa kehadiran orang lain. Melakukan perbuatan maslahat mubah tidak membawa pahala. Menyelamatkan 73 jiwa didahulukan atas memenuhi kewajiban mengerjakan puasa. walaupun puasa sebagai ash! (hukum pokok). menghilangkan mafsadah (kerusakan) yang besar. dinikmati khusus bagi pelakunya. karena dalam tataran empiris semua fuqoha' menyepakati bahwa hukumhukum syara' mengandung maslahat yang hakiki. 1998: 1I). Faktor yang penting bagi manusia untuk menjadi manusia susila adalah adanya kesadaran moral yang dapat direalisasikan dalam tingkah laku sehari-hari. Tidak ada satu pun hukum yang didatangkan kecuali mengandung maslahat bagi umat manusia. 3. kewajiban bertingkat-tingkat sesuai dengan kadar maslahat yang terkandung di dalamnya. dan mutawassith (pertengahan). karena moral menyangkut hubungan antar manusia yang mempersoalkan tentang apa yang baik dan apa yang buruk dalam persoalan tersebut. Maturidiyah.72 sekedar hanya sebagai tanda (amarah) bagi hukum dan bukan sebagai penggerak yang mendorong Allah menetapkan hukum. yaitu: pertama. maka kita boleh melakukan rasionalisasi sendiri dan menghindarkan nash dari kemungkinan adanya anggapan tidak mengandung maslahat. maslahat mubah. persoalan tentang moral dapat dikatakan merupakan persoalan pokok. maka kewajibannya untuk dikerjakan lebih kuat dan harus didahulukan. Dasar ini terletak pada kodrat manusia. kemaslahatannya tidak saja kembali kepada pelakunya tetapi juga kepada masyarakat luas. Maslahat wajib bertingkat-tingkat terbagi menjadi fadhil (utama). maslahat ini adalah maslahat yang mengandung kemuliaan. ASPEK NILAI ETHICS) ETlKA DALAM HUKUM (JURISTIA Dari persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupan manusia. maslahat yang disunnahkan oleh syari' kepada hambaNya demi untuk kebaikannya.

pada satu pihak menyebabkan terasingnya manusia dari nilai-nilai moral. 1997: 6). Dapat disimpulkan bahwa moral atau kesusilaan merupakan persoalan yang mendasar bagi kehidupan manusia sepanjang waktu. Bentuk lain dari Eudamonisme adalah Stoisisme. Immanuel kant bertanya . Di samping itu. Pada dasamya manusia selalu menginginkan kebaikan dan berusaha untuk mewuju dkannya. Teori-teori ini selalu mencari jawaban yang benar mengenai pertanyaan tentang moral. "men gapa saya harus bermoral?" Kant menjawab. manusia harus belajar bagaimana caranya untuk mencapai kebahagiaan. Manusia dikatakan baik apabila ia berusaha untuk mengejar kenikmatan yang sebesar-besamya. Jadi Utilisme dapat disamakan dengan hedonisme. manusia juga harus hidup dalam kelompok. persoalan tentang moral hendaknya dapat ditampilkan dengan lebih tegas. maka ia berusaha untuk membuat alasan yang dapat membenarkan tindakannya tersebut. Kebaikan yang Tertinggi atau The Supreme Good itu? Kebaikan Tertinggi ini adalah sesuatu yang ideal. Apabila seseorang berbuat kurang baik. Dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat dewasa ini. Aliran Utilisme dapat dikatakan bentuk lain dari Eudamonisme pula. Oleh karena itu. 1963 dalam Asdi. perlu pula diperhatikan motif apa yang dipakai sebagai dasar tindakan moral. Berbeda dengan aliran hedonisme adalah aliran Eudamonisme. Dalam menghadapi diri sendiri. Dasar inilah yang dipandang sebagai realitas yang tertinggi atau bahkan kenyataan yang sejati . Dalam hal norma-norma moral. "Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang lain. Etika atau teori moral dapatmendasarkan pada kodrat manusia untuk mendapatkan kenikmatan . atau dapat dikatakan merupakan humanisasi. sehingga manusia menjadi kuat dan teguh. Akan tetapi Summun Bonum sukar dinilai. seperti misalnya. Seorang hedonis dikatakan orang yang baik karena hidup sesuai kodratnya dan mencapai tujuan hidupnya. Manusia harus menemukankebahagiaan serta menyesuaikan diri dengan alam dan menerimanya dengan baik. Untuk mencapai itu harus ada norma-norma untuk menilai agar dapat mencapai Summun Bonum. Di dalam kehidupan sosial. Untuk itu Eudamonisme dijadikan pandangan hidup. Perkembangan kebudayaan manusia yang tampak pada ilmu dan teknologi . 1998: 13). melainkan juga secara batiniah. peningkatan sumber daya manusia dalam bidang ilmu dan teknologi hendaknya dapat diimbangi dengan peningkatan dalam bidang moral (Asdi. yaitu pada manusia yang harus bekerja untuk dapat bertahan hidup. dari kota Yunani hedon e yang berarti kenikmatan. "Apa yang saya dapatkan kalau saya bermoral?". moral atau kesusilaan adalah kesempumaan manusia sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. tidak hanya secara lahiriah. suatu cita-cita yang merupakan ukuran yang tertinggi bagi segala sesuatu yang dinilai. karena untuk mempertahankan hidup pribadi manusia juga harus memperhatikan . yaitu aliran ctika yang memandang tujuan manusia adalah kebahagiaan. Dengan kata lain. Manusia dikatakan baik apabila ia bermanfaat. yaitu yang menimbulkan kebahagiaandan kenikmatan. Di dalam dunia ini semua makhluk merasa bahagia (Immanuel Kant. Aliran ini disebut hedonisme . Sistem-sitem Etika atau teori moral pada Yunani Kuno mendasarkan pada Summun Bonum. manusia harus dapat menguasai perasaannya dan juga menggunakan akalnya.74 75 berpendapat bahwa : Moral atau kesusilaan adalah nilai sebenamya bagi manusia. yang dapat dikatakan mencapai kebahagiaan. Teori moral yang dikemukakan oleh Marx berdasar pada fakta. satu-satunya nilai yang betul-betul dapat disebut nilai bagi manusia . pada satu pihak membantu manusia membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. karena merupakan cita-cita yang tertinggi dan merupakan konsep dunia yang sempuma. karena peristiwa alarn itu tidak dapat dihindari. Oleh karena itu. Moral atau kesusilaan adalah perkembangan manusia yang sebenar nya. Dasardasar ini dapat berbeda-beda sehingga menimbulkan aliran etika yang berbeda pula. moralitas menun tut suatu kehidupa n tertentu sehingga dapat dikatakan moralitas itu merupakan aturanaturan dalam kehidupan bermasyarakat dari masyarakat untuk anggota masyarakat tersebut. terciptanya bermacam-macarn teori moral. sebab kenikmatan merupakan kebaikan yang paling penting .

Dalam usaha manusia untuk mencapai kesempumaan diperlukan adnya kesadaran moral yang secara nyata dapat menjelma menjadi suara batin. Dengan niat ini manusia siap menghadapi peraturan moral yang meliputi dan melingkungi hidup manusia . dan dalam keadaan pingsan. Menurut faham ini memang ada norma-norma moral yang harus diwujudkan oleh manusia. Drijarkara (1962: 20-21) juga mengatakan bahwa manusia selalu menuju ke kesempurnaan. pengertian. tidak dapat dikatan perbuatan yangmempunyai 77 tujuan (Asdi . dari kata Vi/a. Dengan demikian. Manusia akan merasa bersalah apabila melanggar kewajibannya. suatu imperatif yang memaksa dari diri manusia sendiri. bukan dari luar diri manusia. dapat disimpulkan bahwa manusia itu penuh dengan usaha untuk dapat mencapai tujuan hidupnya. yaitu Tuhan sebagai pencipta.' yang mendasarkan diri pada kehidupan manusia disebut Vitalisme. imperatif kategoris (Harold H. dan roh ini mempunyai kekuasaan yang besar.76 orang lain . Dapatkah manusia mencapai tujuan akhir. Namun jalan yang ditempuh dapat berlainan. menyeru memperingatkan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itu. dapat lain mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk rohani. Dengan demikian aturan moral adalah moral kelompok. Manusia harus bersatu dengan kehidupan. Dari uraian diatas. Wajib itu bukan paksaan. hukum moral disebut sebagai hukum kodrat atau hukum alam (N. Pen. "suara itu datang dariku tetapi mengatasi diriku. Dengan demikian maka manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Menurut A. yang berarti kehidupan. Hanya dengan menjalankan wajib. Yang pertama adalah aliran idealisme rasionalistik. yaitu kebahagiaan. yang berpendapat bahwa manusia dengan akalnya harus dapat mengenal norma-norma etika. Tujuan akhir objektif adalah sama untuk semua orang. der Ruf ko 111111/ alls mir und doch ueber tnmich. moral yang ada dalam masyarakat tanpa kelas. Aliran ini menghargai kehidupan sangat tinggi sehingga mereka pada akhimya medewa-dewakan kehidupan . Tindakan moral harus datang dari dalam diri manusia sendiri dan tidak datang dari luar manusia. dalam keadaan mabuk. setiap realitas itu menuju ke sempumaan yang merupakan cerminan dari kesempumaan Tuhan. manusia tidak dapat mencapai tujuan akhir di dunia ini. manusia dan kehidupannya adalah suatu seni. karena datang dari dalam diri manusia. Manusia adalah pribadi rohani. sedangkan perbuatan manusia di luar kesadarannya. Aliran etika ini dikenal sebagai aliran Idealisme. melainkan juga.Gunawan Setiardja (1990: 92). Perkembangan manusia yang sesungguhnya adalah moral. Yang kedua adalah etika estetik. Untuk itu diperlukan kehidupan dalam masyartakat itu harus selaras. yang di dalamnya terkandung pengertian. Untuk itu diperlukan niat untuk berbuat baik dan siap sedia untuk kebaikan. manusia itu mempunyai tujuan akhir objektif dan tujuan akhir subyektif. karena manusia wajib untuk itu. etik . Perlu diingat bahwa perbuatan manusia untuk mencapai tujuan tersebut haruslah perbuatan yang dilakukan dengan sadar. consience. Manusia barulah manusia apabila ia melaksanakan kewajibannya. Yang juga melekat pada manusia untuk melakukan perbuatan baik adalah "wajib". etika adalah sesuatu yang indah. Jadi kesadaran moral itutidak hanya rasa . karena mempunyai kehendak yang tidak dapat dipuaskan. Etika yang semacam ini adal ah etika yang diperintah oleh diri manusia sendiri. Titus . 1970: 363-375). 1998: 15-16). hukum moral adalah hukum kodrat manusia. Menurut kodratnya. 1966: 9-30). misalnya dalam keadaan tidur. manusia menjadi luhur. manusia harus bertindak baik. Suara batin pada dasarnya adalah panggilan Tuhan. MenU11 Martin Heidegger. Menurut Kant . Kehidupan adalah kebaikan yang tertingi . lebih-lebih harus ada kerja sama dengan kelompok. Suatu etika . . yaitu kebah agiaan yang sernpurna? Kebahagiaan yang memuaskan tanpa ada rasa yang menimbulkan kekecewaan? Dalam kenyataannya. Banyak yang kurang sepaham dengan etika rasionalistik dan etika estetik. sesuai dengan keyakinan masing-masing. Ada tiga aliran yang masing masing mendasarkan pada bagian dari roh. sedangkan tujuan akhir subyektif adalah penyempumaan diri manusia sebagai manusia .. seperti yang diajarkan oleh Immanuel Kant. . Yang ketiga adalah etika. Suara batin itu tidak diucapkan melainkan hanya ada dalam batin yang seolah-olah. Drijarkara. yang menentukan rohani. masuk di dalamnya.

Hukum menuntut kesetiaan padajanji. (2) Bersifat intern atau moral. sehingga terbentukl ah undan g-undang yang adi l. Memang benar bahwa hukum secara langsung berasal dari kehendak yuridis. 4. sehingga dengan demikian kehendak yuridis merupakan bagian dari kehendak etis rnanusia ' (D. unter denen die Willkur des einen mit der Willkur des anderen nach einem allgmeinen Gesetze der Freiheit Zusammen vereinigt werden kann) . misalnya rasa takut akan hukuman. 1995: 66). Hukum memasukkan timbal balik dalam relasi-relasi yang digalang. Suatu norma hukum bersifat etis yuridis bila isinya menyangkut nilai-nilai dasar hidup. tetapi kehendak yuridis itu merupakan bagian dari kehendak etis man usia untuk mengatur kehidupan bersama dalam segala relasi-relasinya. Dari uraian mengenai hukum dan moral. yakni penyesuaian diri dengan apa yang telah ditentukan dalam undang-undang (Kant dalam Huijbers. Karenanya kewajiban yang timbul akibat normanorma yuridis ada dua jenis: (1) Bersifat ekstern karena adanya sanksi. bila kita insyaf bahwa hukum merupakan salah satu hasil kegiatan manusia sebagai ko-eksistensi etisnya . bersifat etisyuridis. Definisi hukum menurut Kant adalah sejumlah syarat yang menjarninbahwa kehendak seorang prib adi disesuaikan dengan kehendak pribadi lain menurut norm a umum kebebasan (Das Recht ist. dimana menurut Kant. sedangkan hak-hak yuridis dapat hilang dan dapat pindah (sesu ai dengan perjanjian). disini hati nurani menjadi motivasi yang sebenarnya dari kelakuan dan tindakan. Karena dalam tataran praksis. sedangkan moral bertujuan untuk membentuk pribadi setiap individu.78 Apa perbedaan antara moral dan hukum? Menurut Immanuel Kant. Hukum bertujuan untuk mem bentuk ketertiban dalam masyarakat. Norma-norma moral dan norma-norma hukum memang berbeda . Di samping itu hukum dituangkan dalam bentuk tertulis. akan tetapi kedu anya memiliki hubungan yang erat satu sama lain. juga dapat menjadi norma hukum. . perbedaan antara hukum dan moral teletak pada tujuannya. Menurut Fernand Van Neste (1982) . yakni penyesuaian diri dengan kewajiban batin . dapat diketahui adanya perbedaan dan persamaan antara keduanya. 2. Reinach (1883-1917) menambahkan perbedaan antara moral dan hukum. Hukum menciptakan kebebasan. Disamping itu norma moral mengatur baik hidup batin maupun hidup lahir . 1988: 231-234) . Dari pernyataan ini juga kita dapat memahami definisi hukum Kant memuat unsur etis. ia akan menjadi efektif keberlakuannya. norm a moral menimbulkan sikap "moralitat". ada 4 unsur etis yang ada pada hukum : I . Namun pernyataan bahwa suatu pcraturan yuridis dapat mcnghasilkan suatu kcwajiban etis dibantah oleh ImmanucI Kant. 1984: 65-66). sehingga dapat diketahui dengan jelas dan . Dari sini kita mengetahui bahwa tata hukum oleh Kant diartikan sebagai buah sikap moral manusia (Huijbers. Norma hukum menimbulkan sikap "legalitat". bukan bidang "yang scharusnya". A. Supaya relasi-relasi itu baik dan karenanya kehidupan manusia sendiri menjadi baik dan bahagia. 3. Imperatif itu mengharuskan orang untuk mengatur hidup bersama sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Scheltens & Siregar. sedangkan norma yuridis berlaku atas dasar suatu perjanjian. dapat menjadi norma hukum. norma-norma yang merupakan norma 79 sopan santun misalnya. bersifat yuridis belaka. Hukum mengatur relasi-relasi antara orang. Mcnurut Kant rnacam-rnacam motif diperbolehkan dalam menaati hukum. Menurut Reinach. Hubungan antara moral dan hukum sebenarnya lebih erat lagi sebab perbedaan antar norma tersebut dalam tataran konseptual saja . Bahkan dengan norma moral menjadi norma hukum. Immanuel Kant menjelaskan hubungan antara moral dan hukum dengan menyatakan bahwa pembentukan hukum sebenarnya merupakan bagian tuntutan moral (imp eratlf kategoris) yang dialami manu sia dan hidupnya. demikian pula dengan norma moral . Hak-hak moral tidak pernah hilang dan tidak dapat pindah ke orang lain. sedangkan norma hukum hanya men gatur kehidupan lahiriah saj a (de internis praetor non indican (Huijbers. norma moral men gena pada suara hati pribadi manusia.: der InbegrifJ der Bedingungen. karcna mcnurut Kant undang-undang yang telah tersusun termasuk bidang "yang ada". Adanya nilai etis pada hukum dapat dirnengerti. 1988: 94-102).

1998: 19). adalah hukum yang dibentuk oleh para ahli hukum dan para anggota perwakilan rakyat. Tesis ini mengakibatkan antitesis. Pemaksaan mungkin dapat menycbabkan transaksinya batin scseorang. norma-norma moral bersifat subjektif dan individual. malu dan merasa bersalah terus menerus. juga setelah manusia melakukan kejahatan. Itulah salah satu sebab mengapa orang yang merasa bersalah tadi melakukan bunuh diri. Apabila dilihat dari dasar hukum dan dasar moral. Sebagai antitesis. Memang apabila kesalahan itu kecil. Sanksi yang diterapkan pada pelanggaran moral adalah sanksi yang mungkin berbentuk penyesalan diri. Hukum yang akan disusun harus mengingat manusia sebagai manusia pribadi maupun manusia dalam masyarakat. Hukum mengatur perbuatan manusia sesuai dengan pcngaturan yang berlaku yang ditetapkan oleh pcnguasa atau negara dengan tujuan kesejahteraan dalam masyarakat. tcntunya ia akan menyadari bahwa suara batin yang memerintah ke arah kebaikan itu adalah peringatan dari Tuhan. baik kehidupan individu maupun kehidupan sosial. Di pihak yang lain. sedangkan nqrma-norma moral tidak dipaksakan. Dapat juga terjadi bahwa orang tersebut akan merasa tidak berguna lagi dan tidak pantas untuk hidup. Tidak demikian halnya apabila seseorang melakukan kesalahan atau pelanggaran moral yang besar. Orang akan menyesal. seolah-olah ada suara dalam dirinya dan batinnya yang memberikan peringatan (Asdi.9rarig yang mclanggamya. maka antara kcdua garis itu ada titik yang berkesinambungan. Pada dasamya musyawarah untuk mendapatkan kcputusan yang terakhir adalah proses yang terjadi secara dialektis. karena telah berbuat kesalahan. Tindakan moral atau tindakan untuk bertingkah laku baik seolah-seolah tidak mempunyai kckuasaan atau kewenangan apapun terhadap manusia. Menurut A. Periode ini-tesis. kesalahan itu mudah dilupakan. Gunawan Setiardja (1990: 116). antitesis dan sintesis akan terusmenerus berlangsung sampai pada sintesis yang tcrakhir dan sempurna . juga ada kesamaannya. 1998: 17-18). yang harus selalu ingat pada hukum alam. Hukum dan Moral keduanya menberikan sanksi. Wajib hukum adalah wajib yang datang dari luar diri manusia. membcri perlindungan dan keamanan. Antara hukum dan Moral. Aparatur . Kesadaran moral ini adalah rasa dan juga pengartian yang mendalam. Moral mengatur scgala segi kehidupan manusia. scdangkan moral juga merupakan peraturan-peraturan yang mengatur perbuatan manusia ditinjau dari perilaku baik dan buruk. Akan tetapi hukum dapat dipaksakan dan meberikan sanksi pada . Hukum yang dibentuk harus pula mencakup tatanan hukum yang memberi kcsempatan pada manusia untuk membangkitkan dirinya sebagai manusia. dapat dilihat sebagai tesis adalah hukum alam yang ada pada manusia yang diatur oleh moral.80 bersifat objektif. Pelanggaran hukum moral adalah pelanggaran hukum kodrat atau hukum Tuhan. Apabila kita terapkan teori dialektika ini pada hukum dan moral. Drijarkara (1996 : 19) mengatakan bahwa suara batin itu masih tetap ada. serta para ahli yang lainnya. tergantung pada suara batin setiap individu. yaitu hukum alam. di samping ada perbedaannya. Akan tctapi scsungguhnya suara batin itu merupakan suatu peringatan agar orang tersebut kembali pada kebaikan. Dalam hal ini orang yang bersalah akan merasa rendah diri . Tujuan moral adalah peningkatan manusia sebagai manusia. dapatlah kita temukan bahwa antara keduanya mepunyai dasar yang sama. maka suara batin itu akan terus menerus memperingatkan. dalam hukum alam ditemukan dialektika antara hukum dan moral. atau antara kcdua garis itu ada titik potongnya. Dialektika adalah suatu pcnyesuaian yang terjadi yang dimulai dari sua tu tesis . Apabila hukum merupakan garis lurus a dan moral adalah garis lurus b. Apabila manusia mcnyadari bahwa manusia itu adalah makhluk Tuhan. menyadari kesalahannya dan bertaubat untuk tidak berbuat kesalahan lagi. Ini berarti bahwa antara hukum dan moral mem- 81 punyai titik yang sama. Hukum dim moral mempunyai persamaan dalam pcngatahuan perbuatan manusia. Tesis dan anitetis ini akan menghasilkan sintesis. dan wajib moral adalah wajib yang datang dari dalam diri manusia (Asdi. kehidupan lahir dan batin. Kedua peraturan manusia untuk menaati hukum dan juga menaati moral. karena perbuatan susila mcnyangkut perbuatan yang bersifat rohaniah. karena tindakan moral itu terhagantung pada kesadaran pribadi . perbedaan lain juga dapat dilihat dalam sanksi-sanksinya.

Menurut Kant. Menurut A. Hukum alam adalah sumber norma-norma moral. Sah menurut hukum. yaitu tesis. Thomas aquinas justru mengatakan bahwa hukum positif haru s membantu manusia untuk memahami hukum alam. menuju tujuan sekaligus menjadi kewajiban. seda ngkan kewajiban terhadap moral. adal ah suatu tindakan yang mempunyai kesesuaian atau tidak kesesuaian dengan hukum lahiriah. dapat diketahui bahwa dasar hukum dan moral itu sama. dalam mengambil keputusan harus menunjunjung tinggi hukum dalam menjalankan keaj iban mereka. hukum alam Otonomi Datang dari luar manusia. Menurut Immanuel Kant dalam bukunya Die Metaphy sik der Sitten (Immanuel Kant . masih ada "pamrih". Norma Hukum Norma Moral a. 1997. Plato sudah berusaha ke arah itu. sanksi lahiria h Batiniah: menyesal. yang taat pada moral dan hukum. Tindakan semaeam ini oleh Kant dinamakan legalitas. 80-8 1). melainkan tunduk pada hukum dari dalam manusia. ma lu terhadap diri sendiri Tuj uan Me ngatur hidup manusia da lam Mengatur hidup manusia kehidupan bernegara sebagai manusia Waktultempat Te rgantung pada waktu secara objektif tidak dan tergantung pada wak tu dan tempat Dasar 83 Hegel yang terdiri atas tiga tingkatan. Ka dangkadang hukum itu datang kepada kita dalam keadaan kurang menyenangkan. meskipun merupakan dorongan batin . kewajiban terhadap hukum dan kewaj iban terhadap moral. Kadang-kadang huku m datang dengan amat baik. waktu dan tempat. Kewajiban terhadap hukum dilaksanakan karena ada hukum yang datang dari luar pribadi manusia. Suatu tindakan bemil ai mora l apabila tindakan tersebut dilaksanakan karena orang merasa wajib dan karena adanya kesadaran untuk melaksanakan kewaj iban. tidak berarti amoral atau bertentangan dengan moral.82 peme rintahan. pelaksanaan. apabila hukum itu memb erikan perlindungan kepada kita. Meskipun tindakan itu ba ik. yang tidak tunduk pada hukum dari luar pribadi manusia. Manusia hidup dalam suatu sistem hukum yang harus dikon frontasikan dengan bermaeam-maeam aspek kehidupan. Inilah yang dinamakan Kant moralitas (Asdi. yaitu sesuai dengan hukum. dari yang tertinggi sampai yang terendah. Akan tetapi tindakan tersebut belum dapat dikatakan mempunyai nil ai moral. antit esis dan sintesis. dialektika antara hukum dan moral dapat dilihat pada dasar. dalam kehidupan bermasyarakat dan bemegara. Juga tid ak karena adanya tekanan dari luar ataupun karena adanya kein ginan tertentu. apabila hukum itu meng haruskan kita untuk memilih apa yang kita sukai dan yang tidak kita sukai. Sanksi kodrati. misalnya rasa belas kasihan . Perumusan Yurudis Hukum alam b. tuju an.otonomi dan teonomi ronomi Pe laksa naan Lahiriah. maka tindakan ini belum dapat dikatan bemilai moral. namun mas ih ada motivasi tertentu. sanksi. jadi dapat dipaksakan lahiriah dan batiniah. yaitu hukum dasar dan hukum alam. karena tindakan itu dapat dipengaruhi oleh keinginan . Dasar terda lam. 119). Dalam hukum ada larangan-larangan yan g tidak boleh Pendapat Setiardja di atas sesungguhnya belum dapat menu njukkan adanya dialektika apabila kita memakai rumusan dialekt ika . tidak dapat dipaksakan Sanksi Sanksi yur idis. ada perbedaan antara hukum dan moral. belum tentu sah menurut hukum moral. yang oleh Kant dinamakan Legalitaet atau Gesetzma egkeit. manusia yang harus dihormati sebagai manusia. 1970 dalam Asdi . hete. Gunawan Setiardja ( 1990. Sintesis yang diharapkan dari uraian di atas adala h terbentuknya man usia yang mempunyai budi luhur. ada dua maeam kewajiban. 1998: 22). Konsensus c. Ini disebabkan karena hukum alam tidak dapat dimengerti dengan jelas. Perlu dieatat bahwa tind akan yang belum mempunyai nilai moral . maka yang mereka hadapi adalah manusia yang mempuny ai hak asasi. otonomi. Beberapa filusuf telah pula berusaha memberikan pendapatnya mengenai hubungan anta ra hukum dan moral. Dari bagan diatas. rasa takut atau ingin mendapatkan keuntungan. Sah menurut hukum.

suka atau tidak suka . Manusia memiliki nilai yang berbeda. Logika induktif dan logika deduktif lazim berlaku dalam bidang ilrnu alam. Evaluasi ini dapat bersifat dialektis maupun aplikatif. Kedua metode itu adalah berfikir secara induktif dan berfikir secara deduktif. Kebenaran yang dicapai dengan menggunakan metode berfikir demikian scbagaimana diterapkan dalam berbagai bidang pengetahuan ilmiah adalah dua macam kebenaran. Tugas ini adalah memahami hukum positif sebagai hukum dan membentuk suatu teori yang bersifat rasional mengenai bagaimana hukum itu yang seharusnya. Demikian pula hukum-hukum matematis tidak dapat diterapkan begitu saja secara sama kepada manusia seperti halnya pada objek-objek fisik. 1998: 27-28) . Dalam penelitian hukum. karena bidang ilmu hukum memil iki objek manusia yang karakteristiknya berbeda dan tidak dapat semata-mata disamakan dengan objek-objek fisik.. atau dikatakan juga ada logika deduktif. H. atas dasar proposisi-proposisi atas sesuatu kenyataan guna sampai kepada kesimpulan dengan menggunakan hukum-hukum berfikir. dan penalaran (ratiocinium . Tugas aturan moral mengadakan evaluasi pada hukum. Akan tetapi sesungguhnya metode-metode tersebut tidak serta merta berlaku dalam bidang hukum. khususnya kita pakai untuk menyoroti tujuan memberi hukuman pada orang yang melanggar hukum. 61) berpendapat bahwa penelitian hukum sesungguhnya adalah berbeda dengan penelitian ilmu sosial lainnya. aturan-aturan moral juga mengikat. Bentuk-bentuk pemikiran yang lain adalah: pengertian atau konsep (conceptus. 200 I:3). JURISTIC LOGICS (PENGGUNAAN LOGIKA DI DALAM HUKUM ATAU ILMU HUKUM) Logika adalah satu di antaranya cabang-cabang utarna fiIsafat. Aplikatif. dari sesuatu yang mutlak. 84 85 gunakan dua cara atau metode. Penerapan metode-metode berfikir yang lazim berlaku pada berbagai bidang ilmu lain selain ilmu hukum untuk diterapkan dalam hukum atau ilrnu hukum perlu dikaji kembali secara kritis tentang kesesuaian atau ketepatannya.. tidak dapat menghindari hukum. Jadi dalam kehidupan sehari-hari . Proses berfikir manusia dapat dengan meng- . kita tidak dapat lepas dari hukum. Begitu pula halnya dengan moral. Di dalam scjarah pcrkembangan ilrnu. juga harus mengingat dampak positifyang akan didapat di masa depan (Asdi . suka atau tidak suka . Juristic logic yang dimaksudkan dalam buku ini adalah untuk menyebutkan aspek logika yang terdapat atau digunakan di dalam hukum atau pengetahuan ilmiah hukum. MarzJki (2005 : 47. Tujuan ini selain melihat latar belakang sejarah si pelan ggar. apabila moral kita pakai scbagai evaluator pada hukum. concept). Dikenal ada logika formal (dapat juga disebut logika bentuk). menipu. Cara berfikir dengan metode-rnetode ini dapat melibatkan penggunaan silogisme yang di dalamnya ada proposisi sebagai premise mayor dan premise minor. logika berarti suatu metoda atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. statement) . Mau tidak mau. yang kemudian penerapannya menyebar ke dalam bidang ilmu-ilrnu sosial. reasoning) (Soekadijo. Penalaran adalah suatu bentuk pemikiran. kebenaran yang pasti.} . Dialektis. Logika atau penalaran berkaitan dengan proses bekerjanya rasio atau akal manusia dalam upaya menangkap atau mencapai kebenaran. seperti misalnya mencuri. hukum selalu ada di sekitar kita dan mempunyai peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bemegara. sesuai dengan titik sing gung yang disentuh. hingga kebenaran sebagai suatu kemungkinan. Kebenaran yang dicapai juga bervariasi dalam tingkatannya. meningkatkan manusia sebagai manusia. Aturan-aturan moral juga ada di sekiling kita. sehingga sampai kepada sebuah kesirnpulan dalam upaya mencapai atau rnenemukan ' kebenaran. dan logika material (Iogika isi). termasuk ilmu hukum. logika silogistik yang diterapkan berkenan dengan adanya premis mayor dan premis minor dalam sebuah argumentasi hukum guna mencapai sebuah kebenaran (sebagai sebuah kita langgar. yaitu kebenaran formal dan kebenaran material. proposisi atau pemyataan (propositio. menggangu keamanan dan perbuatan-perbuatan lain yang dapat dikategorikan melanggar hukum. Sebagai sebuah istilah. apabila kita pakai untuk meningkatkan pribadi manusia. metode penclitian di dalam ilmu-ilmu alam adalah met ode yang lebih dahulu muncul.

Adam senang sekali . Hukum alam ditanggapi tiap-tiap orang sebagai huku m oleh sebab men yatakan apa yang termasuk alam manusia sendiri. penel itian huku m harus memperhatikan ketiga lapisan tersebut. 200 I: 40 .. hu kum alam itu menguasai kehidupan manusia juga seperti makhluk hidu p lainnya yang mengikuti kecenderungan-kecenderungan jasmaninya. teori hukum. Semua pahlaw an adalah orang berjasa. huku m alam yang diterima sebagai hukum tersebut bersifat tidak tertulis. Ch . Dari Medan pacamya datang menengok dan men ginap di rumah abangnya. Huijbers (1995 : 82) membedakan penggunaa n istilah hukum alam dengan hukum kodrat. se buah peneliti an atas suatu isu atau masal ah itu haru s mempertimb angkan terlebih dahulu apakah isu atau masalah itu adalah isu hukum atau masalah hukum atau bukan. Menurut para sofis Yunani (abad 5 SM) dan Thomas Hobbes. Darwin. Penelitian hukum da lam tataran teori hukum adalah bilamana isu atau masalah hukumnya mengandung ko nse p hukum. dan lain sebagainya.86 simpulannya ) adalah tidak sesederhana silogisme-silogisme tradisional. Kartini adalah pahlawan. Dal am silogisme ada hukum-hukum yang berlaku dalam menarik sebuah kesimpul an dan men entukan apakah kesimpulan yang diambil itu salah atau benar. Maka Adam senang sekali. Huijbers menggunakan istilah tersebut berdasarkan pengertian istilah latin lex naturalis (bhs. Lex natura e merupakan cara sega la yang ada berj alan sesuai dengan aturan semesta alam. kerakusan. yai tu kodratnya (H uijbers. dan filsafat hukum. dkk. lex naturalis menandakan bahwa terdapat tuntu tan fundamental dalam hidup man usia yang menjadi nya ta dalam wuj udnya sebagai makluk yang berakal budi. H Spencer.Inggris: law of nature) yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi " hukum alam" . Sebaliknya. saling memangsa. Jadi: Kartini adalah oran g yang berjas a 2. Inggris: natural law) yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi "hukum kodrat" dan bukan lex naturae (bhs. Berbeda dengan hukum positif sebagaimana diterima oleh orang dewasa ini. 88): 1.hukum terdapat tiga lapisan ya itu dogmatik hukum. Selain itu perlu untuk diketahui bahwa dalam ilmu . isu hukum harus menyangkut asas-asas hukum. HUKUM ALAM Para pemikir zaman dahulu umumnya menerima suatu hukum. Co ntoh silogisme tradisional yang sederhana misalnya (Soekad ijo. Dengan mengikuti lex naturalis . Menurut Huijbers istilah yang benar untuk menyatakan hukum yang dimaksud ada lah "hukum kodrat" dan bukan "hukum alam". Kemudian. Sedangkan penelitian hukum dalam tataran filos ofis. Penelitian atas masalah hukum dalam tataran dogmatik ada lah apabila sesuatu ma salah atau isu hukum itu menyangkut ketentuan hukum yan g re leva n dengan fakta yang dihadapi. Secara panjang lebar Huijbers menerangkan sebagai berikut: . 1995 : 82). Berhubung dengan haI ini . Kal au pacamya dari Medan datang men engok. BABVI ALl RAN-ALl RAN HUKUM A. yaitu hukum alam atau hukum kodrat. contoh: sifat ketamakan.

Dalam hal ini Thomas Aquinas menggabungkan lex naturalis dengan lex aeterna (hukum abadi) yang ada pada Tuhan. prinsip perlunya hukuman. me liputi hak atas kebebasan. b. Prinsip-prinsip dasar. Karenanya hukum itu mendahului hukum yang dirumuskan dalam undang-undang dan berfungsi sebagai azas bagi hukum yang dirumuskan dalam undangundang tersebut. Menurut Aristoteles manusia sebagai makhluk politik (ZOO/1 polticoni harus menyumbang bagi Negara yang merupakan kewajiban alamiah bagi laki -Iaki yang mempunyai hak-hak yuridis sebagai warga polis. Prinsip hukum kodrat sekunder. istilah "hukum alam" lebih menandakan lex naturae dalam arti yang umum. hak untuk berkuasa atas milik. Awal abad XX Pada awal abad ini beberapa pemikir berusaha lagi untuk menyusun suatu daftar hukum kodrat. Menurut Grotius.88 manusia tidak mengikuti nalurinya yang irasional. 89 dirumuskan oleh para pemikir Stoa zaman klasik. 1. melainkan pertimbangan akal budi dan rasa moral. Dengan kata lain hukum adalah aturan. hak untuk berkuasa atas orang lain. yaitu prinsip hukum yang telah . Abad pertengahan Tokohnya adalah Thomas Aquinas. Prinsip-prinsip yang melekat pad a subjek hukum. yaitu sebagai daya yang menyebabkan bahwa segala yang ada di dunia ini berjalan menurut aturan yang telah ditetapkan. Karenanya untuk mengungkapkan arti lex naturalis sebaiknya dipakai istilah lain yaitu hukum kodrat. Hukum kodrat lebih kuat dari pada hukum positif. basis bagi aturan itu ditentukan dalarn aturan alamiah yang terwujud da lam kodrat manusia. yaitu norma-norma moral seperti jangan membunuh. Para pemikir zarnan ini cenderung menyusun suatu daftar hukum kodrat yang dianggap tetap berlaku dan abadi. Prinsip hukum kodrat primer. prinsip ganti rugi. ada dua macam prinsip-prinsip dalam konsepnya tersebut. Prinsipprinsip tersebut dibagi menjadi dua. meliputi: prinsip kupunya-kaupunya. c. Menurut Aquinas hukum kodrat sebagai prinsip-prinsip segala hukum positif. Prinsip hukum kodrat primer yaitu: honeste vivere (hidup terhonnat). berhubungan langsung dengan manusia dan dunia sebagai ciptaan Tuhan. 2). yaitu: I). unicuique suutn tribuere (memberikan orang lain sesuai haknya). Zaman klasik Tokohnya adalah Aristoteles. d. Namun dalam lex naturalis juga diakui bahwa hukum yang dianut bukanlah kegiatan rasional melulu. 2). Hukum Kodrat dalam Sejarah a. yaitu hukum kodrat yang berlaku positif. hak untuk berkuasa sebagai majikan. dalam definisinya: lex naturalis nihil aliud est quam participatio legis aeternae in rationali creatura (hukum kodrat itu tidak lain adalah partisipasi hukum abadi dalam ciptaan yang berakal budi) (Huijbers. yaitu: 1). Hukum itu merupakan bagian aturan alam semesta alam (natura) yang sebenarnya merupakan suatu keseluruhan kosmis yang penuh rahasia yang tidak dapat dijangkau oleh akal budi manusia. mencuri dan lain sebagainya. Menurut Messner hukum kodrat sama dengan prinsip-prinsip dasar bagi kehi- Dalam Bahasa Indonesia. 1995: 83). neminem laedere (tidak merugikan orang lain). sebab menyangkut makna kehidupan manusia sendiri. Zarnan rasionalisme Pada zaman ini lazim diterima bahwa hukum kodrat sebagai pernyataan akalbudi praktis manusia. diantaranya Messner. prinsip kesetiaan pada janji. Pada zaman ini Hugo Grotius menyatakan prinsip hukum a priori.

namun bila undang-undang yang ada seandainya bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum kodrat. yang satu telah menjadi undang-undang dan yang lain yang dipikirkan sebagai hukum dasar yang Iebih kuat daripada undang-undang. Oleh karena para ahli hukum senantiasa melembagakan/institusionalisasi atau formalisasi prinsip-prinsip hukum dengan memasukkannya dalam undang-undang dengan mengadopsinya dalam kerangka rasionaI. maka undang-undang tersebut tetap sah berlaku. 2. dan . bahwa manusia mampu mengatasi situasi historisnya dan mampu menerapkan aturan-aturan hidup yang kurang lebih tetap. Hukum kodrat sekunder. 2) . 91 bahwa gambaran manusia ten tang dirinya terus berubah dalam lintasan sejarah. dan seterusnya. Dinamisnya masyarakat tercermin dalam pandangan-pandangannya. Hukum kodrat primer yang mutlak. dan lain sebagainya. dibandingkan dengan sarjana tradisional yang lebih memperhatikan prinsip keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat. oleh karena itu dewasa ini muncul satu anggapan bahwa hukum kodrat seperti bangkit kembali sebagaimana disuarakan Roscoe Pound (1982: 24). karena dinamisnya kehidupan manusia. Prinsip itu memiliki ketetapan. dan sebagainya. Namun adanya kesadaran tentang perubahan pandanganpandangan tertentu membuktikan juga. dengan lebih umum seperti keadilan. yaitu: 1). hak atas nama baik. hak atas pemikahan. kejujuran. Namun prinsip itu tetap ada . kebebasan agama. zaman dulu hat ini sesuatu yang wajar dan sesuai dengan martabat kemanusiaan. dan Wolfgang Kluxen (1979) . 1995: 85).90 dupan sosial dan individual. Hak fundamental. Artinya prinsip-prinsip tersebut memang harus diindahkan pad a saat undang-undang dibentuk. namun kita harus akui bahwa pandangan tersebut keliru. misalnya masalah perbudakan. Contoh yang lain misalnya masalah kesetaraan gender. Sekarang ini ban yak sarjana tidak rela menerima adanya dua macam hukum. tetapi prinsip-prinsip itu umumnya tidak dipandang lagi sebagai prinsip yang abadi (Huijbers. yaitu kebebasan batin. pemikir zaman ini menginsyafi bahwa hidup manusia bersifat dinamis. Demikianlah dapat dipastikan bahwa manusia melalui pikirannya meIihat dirinya dalam suatu situasi hsitoris aktual tertentu. hak atas privacy. Namun berbeda dengan pemikir zaman dulu. Karenanya pada zaman sekarang ini diterima adanya prinsip-prinsip yang harus digunakan dalam menyusun peraturan-peraturan. kesopanan dan lain-lain. Eikema Hommes (1961). Saat ini hukum kodrat yang terperinci seperti zaman klasik dan pertengahan tidak lagi dianggap bersifat abadi . dan bukan sebagai prinsip konstitutif dari hukum. Menurut Messner terdapat tiga macam hukum kodrat. 3). Definisi hukum kodrat dari Messner berbunyi: Das Naturrecht ist die Ordnung del' in del' menschilchen Natur mit ihren Eigenverantwortlichkeiten begrundeten eizelmen schlichen und gesellschaftlichen Eigenzustandigkeiten (hukum kodrat adalah aturan hak-hak (kompetensi) khas baik pribadi maupun masyarakat yang berakar dalam kodrat manusia yang bertanggungjawab sendiri). tetapi juga suatu kelonggaran untuk berubah sesuai perkembangan zaman. Dengan ini pula sebenamya berarti ban yak pemikir menolak positivisme hukum. yaitu hak yang diperoleh karena berkaitan dengan situasi kebudayaan. Dengan kata lain menurut para postivis cenderung menganut prinsip kepastian hukum. tetapi sekaligus mengakui bahwa hukum yang benar adalah hukum positif. hak untuk membentuk keluarga. Perkembangan Hukum Kodrat Pemikir zaman ini menerima bahwa terdapat prinsip-prinsip tertentu yang menjadi pedoman bagi pembentukan undang-undang. misalnya hak milik dan azasazas hukum adat . yaitu sebagai pedoman bagi terbentuknya hukum. Namun demikian para positivis memandang bahwa prinsipprinsip hukum yang terdapat dalam hukum kodrat sebagai prinsip regulatifbelaka. yaitu memberikan kepada tiap orang sesuai haknya. Dari prinsip ini diturunkan prinsipprinsip umum seperti jangan membunuh.

yang disini disebut Positivisme Analitik. prinsipnya memisahkan hukum yang ada (das sein) dengan hukum yang seharusnya (das sol/en) (Friedmann. Dengan cara ini. Tokohnya adalah: R.92 93 Prinsip-prinsip positivisme yuridis adalah: 1. positivisme telah mendapatkan pengertian umum. Dalam teori hukum modem. Tidak ada hubungan mutlak' antara hukum dan moral. Tujuan postivisme yuridis adalah pembentukan struktur-struktur rasional system-sistem yuridis yang berlaku. kemudian membandingkannya dengan perbedaan-perbedaan. politik dan moral melainkan cukup disimpulkan dari undang-undang. Dengan demikian hukum bersifat terbuka bagi kehidupan masyarakat. B. yaitu positivisme yuridis dan positivisme sosiologis: a. la juga menekankan pemisahan ketat hukum positif dari etika dan kebijaksanaan sosial dan cenderung mengidentifikasikan keadilan dengan legalitas. dan mendobak tatanan hukum positif. Hukum adalah sama dengan undang-undang. ia berusaha untuk mendepak pertimbanganpertimbangan nilai-nilai dari ilmu Yurisprudensi dan membatasi tugas ilmu-ilmu ini pada analisa. 2. Hukum adalah suatu closed logical system . / . H~I ini didasarkan pemikiran bahwa hukum muncul berkaitan dengan Negara. von Jhering dan John Austin (analytical jurisprudence). Para positivis mengajarkan bahwa hukum positiflah yang merupakan hukum yang berlaku. Positivisme Analitik bertitik tolak dari suatu tatanan hukum tertentu. dan hukum positif disini adalah norma-norma yudisial yang dibangun oleh otoritas negara. Untuk menafsirkan hukum tidak perlu bimbingan norma sosial. hukum dipandang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. 1991: 27). pengertian-pengertian dan perbedaan-perbedaan fundamental tertentu dengan menggunakan metode yang sepenuhnya induktif. menolak spekulasi-spekulasi apriori dan berusaha membangun dirinya pada data pengalaman. positivisme menjalar ke dalam segala cabang ilmu pengetahuan sosial. Dalam praksisnya konsep ini menurunkan suatu teori bahwa pembentukan hukum bersifat professional yaitu hukum merupakan ciptaan para ahli hukum. 1990: 257). Positivisme Analitik berarti melengkapi ilmu pengetahuan hukum dengan anatomi suatu sistem hukum. Positivisme hukum telah memanifestasikan dirinya ke dalam yurisprudensi analitik. Dimulai dengan pertengahan kedua abad ke-19. Dengan kata lain. hukum dipandang sebagai suatu gejala tersendiri yang perlu diolah secara ilmiah. Keterbukaan tersebut menurut positivisme sosiologis harus diselidiki melalui metode ilmiah. Hukum adalah ciptaan para ahli hukum belaka. konsep-konsep dan pemikiran-pemikiran fundamental tertentu dari tatanan hukum lain untuk memastikan sejumlah unsur yang sama (Bodenheimer. b. Tokohnya adalah Auguste Comte (17891857) yang menciptakan ilmu pengetahuan baru. 1967: 93). sehingga hukum yang benar adalah hukum yang berlaku dalam suatu Negara. Teori ini dikembangkan oleh August Comte. sosiologi. seorang sarjana Perancis yang hidup pada tahun 1798 hingga 1857. yaitu ketaatan kepada aturan-aturan yang ditentukan oleh negara. termasuk ilmu pengetahuan hukum. Dengan hubungan objektif fakta-fakta ini dan hukurn-hukum yang menentukannya. Pengertian Positivisme dalam pengertian modem adalah suatu sistem filsafat yang mengakui hanya fakta-fakta positif dan fenomena-fenomena yang bisa diobservasi. positivisme merupakan sebuah sikap ilmiah. Positivisme sosiologis Dalam perspektif positivisme sosiologis. 3. POSITIVISME HUKUM 1. meninggalkan semua penyelidikan menjadi sebab-sebab atau asal-asul tertinggi (Muslehuddin. Positivisme hukum ada 2 bentuk. Positivisme yuridis Dalam perspektif positivisme yuridis. dimana dari situ dijaring konsep-konsep.

yakni segala peraturan yang dibuat oleh manusia sendiri. sebuah lernbaga atau sekumpulan individu. 1967: 95). bukan dalam kebiasaan ketaatan kepada seorang yang seakan-akan superiori dan yang menerima kebiasaan ketaatan dari suatu masyarakat tertentu. dan sebagainya. menurut pandangannya hanya perintah-perintah umum yang mengharuskan seseorang atau orangorang untuk bertindak atau bersabar dari suatu kelas pantas mendapat atribut hukum (Bodenheimer. yang dipisahkan dari keadilan dan sebagai gantinya didasarkan pada ide-ide baik dan buruk. . la mendefinisikan penguasa sebagai seorang manusia superiori yang menentukan. seorang yuris Inggris. Bidang yuridis mendapat tempat yang terbatas. Jika kita mengacu pada apa yang dikatakan oleh Austin maka menurut Huijbers (1995: 41) ada dua turunan pandangan: 1. b. sebagai yang berdaulat. Peraturan-peraturan ini bukan hukum dalam arti yang sesungguhnya. Positivisme Analitik Sarjana yang membahas secara komprehen sif sistem positivisme hukum analitik adalah John Austin ( 1790-1859). merupakan suatu moral hidup daripada hukum dalam arti sejati. 1990: 258). Seperti peraturan-peraturan yang berlaku bagi suatu klub olahraga. Hukum yang sebenamya bukan hukum (improperly so called). yaitu menjadi unsur negara. 2. 2. Hukum yang sungguh-sungguh (properly so called). Hukum Allah. pabrik. karena aturan-aturan yang dibuat hakim melalui kekuatan hukum mereka berupa kekuasaan yang . la mendefinisikan hukum sebagai suatu aturan yang ditentukan untuk membimbing makhluk berakal oleh makhluk berakal yang telah memiliki kekuatan mengalahkannya. 1967 : 96). Penguasa tidak dengan sendirinya diikat oleh batasan hukum baik dipaksakan oleh prinsip-prinsip atasan atau oleh hukum-hukumnya sendiri. Semua hukum positif berasal dari pembuat hukum yang sangat menentukan. la bisa saja keluar dari sebuah badan resmi (pemerintah) dimana otoritas pembuatan hukum telah didelegasikan oleh penguasa. tetapi tidak memiliki arti yuridis yang sesungguhnya. Menurut Austin. ilmu yurisprudensi membicarakan hukumhukum positif. tapi biasanya ia memberinya melalui persetujuan (secara diam-diam) (Bodenheimer. Hukum dalam arti yang sesungguhnya adalah hukum yang berasal dari negara dan yang dikukuhkan oleh negara. la menjelaskan bahwa atasan itu mungkin seorang individu. Wilayah hukum bertepatan dengan wilayah suatu negara. Hukum manusia. walaupun bidang-bidang itu tidak mempunyai arti hukum dalam arti yang penuh.94 95 diberikan oleh negara. Menurut Austin hukum buatan hakim adalah hukum positif dalam pengertian yang sebenamya dari istilah ini. Sehingga karenanya hukum. Hukum ini adalah undang-undang yang berasal dari suatu kekuasaan politik. Adanya berbagai jenis hukum diterangkan oleh tokoh positivisme John Austin (1970-1859). Akan tetapi memang tidak semua perintah oleh Austin dianggap sebagai hukum. Menurut dia hukum dibedakan menjadi dua: I). Hukum dipahami sebagai suatu perintah dari penguasa. dilandaskan pada kekuasaan yang tertinggi (Friedmann. semi sal Parlemen di Inggris. atau peraturan-peraturan pribadi-pribadi swasta yang menurut undang-undang yang berlaku. Hukum-hukum lain tetap dapat disebut hukum. Hukum mengandung arti kemajemukan sebab terdapat beberapa bidang hukum di samping negara. Menurut Austin sebuah perintah yang memenuhi syarat sebagai hukum tidak harus keluar langsung dari sebuah badan legislatif suatu negara. Dengan otoritas semacam itu mungkin telah dijamin secara jelas. Karakteristik hukum yang terpenting menurut teori Austin terletak pada karakter imperatifnya . 2). karena mempertimbangkan tanpa memperhatikan baik atau buruknya hukum-hukum itu. sebab tidak berkaitan dengan pemerintah sebagai pembentuk hukum. .Hukum manusia dibedakan lagi menjadi: a.

Tidak penting mengapa orang menaati perintah-perintah tersebut. takut akan kekacauan. sebagaimana dikatakan oleh Friedman (1990). yang mengarah pada akhir segala sesuatu. Maka untuk dap at dise but hukum menurut Austin diperlukan adanya unsur-unsur sebagai berikut: (1) adanya penguasa (souvereighnityy . Hal ini merupakan sua tu pendekatan pragmatis terhadap hukum. 1990 : 294). skeptisisme yang sehat yang menyerang pendirian jurisprudensi analitis mengambil dua bentuk yang amat berbeda: suatu idealisme hukum baru yang sebagian bersifat metafisik dan sebagian lagi bersifat sosiologis. lentur dan bertekad melawan asumsi positivisme analitis dan mengarah untuk meneliti realitas-realitas masyarakat modem dalam hubungan mereka dengan hukum modem (Friedmann. yang menganggap hak-hak privat. Hal ini berarti jika peraturan-peraturan tersebut secara de fa cto ditaati. 97 Teori Austin yang berlandaskan pada perintah penguasapenguasa dalam arti negara modem kemudian dikembangkan oleh Rudolf von Jhering dan George Jellinek.96 Austin menyatakan demikian karena bertolak dari kenyataan bahwa terdapat suatu kekuasaan yang mernberikan perintah-perintah dan ada orang yang menaati perintah-perintah tersebut. terpaksa dan lain sebagainya tidak menjadi persoalan. dimana yang membentuk hukum adalah yang tcrtinggi. Dicey. Menurut Huijbers (1995) kelemahan utama teori Austin terletak pada pandangan bahwa negara dan hukum adalah kenyataan belaka. yang mempelajari hukum sebagai karya-karya dan fungsi-fungsinya bukan scbagai yang tertulis di atas kertas. 1990) tentang hukum berbunyi sebagai berikut: Every positive law is directly or circuitously. 3. menurut Huijbers hukum yang sesungguhnya adalah hukum yang legal. teori Austin tidak menawarkan pemecahan dalam menghadapi interpretasi-interpretasi yang bertentangan den gan suatu keadaan atau preseden. Hukum adalah tiap -tiap undang-undang positif yang ditentukan secara langsung atau tidak Iangsun g oleh seorang pribadi atau sekelompok orang yang berwibawa bag i scorang anggota atau anggotaanggota suatu masyarakat politik yang bcrdaulat. mengganti ideal keadilan yang secara tradisional dipandang sebagai pokok utama segala hukum. Sebagaimana dinyatakan oleh Friedmann. Hal ini menurut Huijbers tidak dapat dibenarkan. . hasil dari akibat-akibatnya. Yang jelas jika tidak mentaati. to a member or members of the independent political society wherein its author is supreme. amat terpengaruh oleh teori hukum dengan mengubah penekanan dari teori-teori keadilan menjadi teori-teori negara berdaulat nasional sebagai gudang dan sumber kekuasaan hukum. by sou vereighn individual or body. Dengan demikian Austin. Kritik atas Teori Austin Penggolongan Austin yang mengkategorikan semua hukum sebagai perintah telah dikritik oleh berbagai penulis seperti Bryce. Pemisahan hukum secara ketat dari citacita keadilan juga dibantah oleh pemikir-pernikir lain . (3) kewajiban untuk menaati (duty) . (2) suatu perintah (command) . undang-undang administratif dan hukum-hukum deklaratori tidak bisa digolongkan seb agai perintah. ada orang yang mentaati karena rnerasa memiliki kew ajib an untuk memperhatikan kepentingan umum. maka akan dikenakan sanksi . menjelang akhir abad ke-19. Hans Kelsen dan para pengikutnya yang secara kolektif dikenal seba gai " Mazhab Wina" kemudian mengembangkan positivi sme ana litis Austin. Definisi Austin (dalam Friedman. peraturanperaturan tersebut dianggap berlaku juga secara de jure. dengan perintah seorang penguasa. dan (4) sanksi bagi mereka yang tidak taat (sanction ). Kaum positivisme sej ak dar i Austin. Disamping itu. Hukum dianggapnya tidak lain daripada perintah-perintah yang dikeluarkan oleh yang berkuasa dan yang biasanya ditaati . Gray. Positivisme Pragmatik Sebagai lawan dari teori Austin adalah gerakan kaum Realis Amerika yang disebut Positivisme Pragmatis.

suatu peraturan yang a-normatiftidak masuk akal . tetapi esensi dari kebaikan -sebagairnana dinyatakan oleh WiIIiam James. dalam arti tempat. sebab memang beginilah pengertian kita tentang hukum. kcadilan berarti memelihara sebuah tatanan (hukum) positif melalui aplikasi kesadaran atasnya. yaitu karena ada paksaan/ancaman dari pihak luar jika tidak menaati. Pandangan kedua menyatakan bahwa hal ini tersangkut dengan suatu kewajiban intern. Bukan demikian halnya dengan pengertian hukum. Hukum menurut Positivisme Pragmatik. Kcadilan misalnya. dan lain-lain.98 Positivisme Pragmatik dan Analitik merupakan kubu-kubu yang terpisah dalam konsep-konsep hukum mereka. sedangkan tcori Austin hanya mementingkan 'apa hukum itu?'. Semua un sur ini termasuk 'ide hukum ' atau ' isi hukum' . harus ditentukan oleh fakta-fakta sosial yang berarti sebuah konsepsi hukum dalam perubahan terus menerus dan konsep masyarakat yang berubah lebih cepat dibandingkan hukum. psikis. oleh Kelsen dipandang sebagai sebuah konsep ideologis. hukum yang murni (das reine Recht). sementara Positivisme Analitik mempertahankan kestabilan yang kaku dalam hukum. Oalam relasi negara ada penguasa dan ada rakyat. Jika keadilan harus diidentikkan dengan legaIitas. yaitu "mewajibkan" harus diterima sebagi syarat yang tidak dapat dielakkan untuk mengerti hukum sebagai hukum. Kaum Positivis Pragmatis mementingkan hukum seharusnya. politik. Mengapa kewajiban yang terIetak dalam kaidah hukum adalah suatu kewajiban yuridis? Menurut pcnganut positivisme. karena ia menganggap tujuan akhir hukum dalam rangka memuaskan keinginankeinginan semaksimal mungkin. sosialbudaya. Inilah hukum dalam arti yang benar. Roscoe Pound (lahir 1870) pendiri fiIsafat sosial Amerika. benar-benar terpengaruh oleh filsafat Pragmatis yang dikemukakan oleh William lames.adalah benarbenar memuaskan keinginan-keinginan. sejarah. maka menurut Hans Kelsen dalam hukum juga terdapat suatu norma dasar yang harus dianggap sebagai sumber keharusan dibidang hukum. Kewajiban yuridis dianggap sebagai suatu dorongan batin yang tidak dapat dielakkan. la melihat dalam keadilan sebuah ide yang tidak rasional dan teori hukum murni tidak bisa menjawab tentang pertanyaan tentang apa yang membentuk keadilan karena pernyataan ini sama sekali tidak bisa dijawab secara ilmiah. Kelsen memisahk an pengertian hukum dari segala unsur yang berperan dal am pembentukan hukum seperti unsur-unsur psikologi . Jika menurut Kant ada norma dasar (grundnorm) bagi moral (yang berbunyi: berlakulah sesuai dengan suara hatimu). ada yang memberi perintah dan ada yang harus menaati perintah. yaitu karena dorongan dari batin untuk menerimanya sebagai suatu kewajiban yang harus ditaati. Bagi kaum positivis Analitis. hal ini tersangkut dengan suatu kcharusan ekstem. dan tidak merupakan hukum. Kelsen menyatakan bahwa kewajiban hukum tennasuk dalam pengertian transedental-logis. Pengertian hukum menyatakan hukum dalam arti formalnya. hukum dipisahkan dari etika. Teori ini berusaha menjawab pertanyaan "apa hukum . dan bahkan juga etika. Teori ini mengkonsentrasikan diri pada hukum semata-mata dan berusaha melepaskan ilmu pengetahuan hukum dari campur tan gan ilrnu pengetahuan asing seperti psikologi dan etika. Meminjam istilah Immanuel Kant. Teori hukum murni menenurut Kelsen adalah sebuah teori hukum positif. Norma dasar (grundnorm) tersebut berbunyi: C. 99 itu?" tetapi bukan pertanyaan "apa hukum itu seharusnya?". Isi hukum tidak pernah lepas dari unsur politik. Perbedaan ini disamping yang lainnya membuat Positivisme menjadi scbuah teori yang mengalami kontradiksi dalam dirinya sendiri. Lalu bagaimana hukum dapat mewajibkan secara batin? Menurut Hans Kelsen (1881-1973) adalah karena adanya kewajiban yuridis. yaitu sebagai pcraturan yang berIaku secara yuridis. sosiologi. Dasarnya adalah bahwa asal mula segala hukum adalah undang-undang dasar negara. sernentara kaum Positivis Pragmatis melekatkan makna penting kebaikan etik . TEORI HUKUM MURNI Pembahasan utama Hans Kelsen (lahir 1881) dalam teori hukum murni adalah untuk membebaskan ilmu hukum dari unsur ideologis.

yang menjadi sumber keberadaan garis radial. Pertanyaan. Menurut Kelsen syarat satu-satunya bagi suatu peraturan untuk dapat disebut sebagai hukum yang mewaj ibkan adalah bahwa terdapat suatu minimum efektivitas (yaitu orang harus menaatinya). walaupun Kelsen menyerang keras ideologi hukum alam (Friedmann. hukum memiliki kontribusi dalam kehidupan . 1990: 285). Semua bagian lingkaran. karena tanpa itu maka keseluruhan bangunan itu akan runtuh (Friedrnann. dengan titik di tengah. Menurut Sayyid Hossein Nasr (2003: 90) melalui syariat. Dari sisi lain. Seorang muslim harus menginsyafi bahwa kehidupannya telah diatur oleh syariat. diluar proses pengadilan atau penuntutan perdata. dan dengan dernikian agama itu sendiri tidak akan dapat dipraktikan. Kelsen harus mengakui manakala teori ini memasuki pertanyaan tentang norma-norma fundamental yang bertentangan. dan sudut garis yang membentuk lingkaran. Dari sini kita mengetahui bahwa konsep Nasr diatas telah menjelaskan konsep transedental-Iogis hukum yang dikemukakan Immanuel Kant. Kritik ini membawa Kelsen menerima teori stufenbau. tiap-tiap titik dalam garis yang melingkar tersebut mewakili tempat berpijak umat muslim. Tiap-tiap radius yang menghubungkan setiap titik sudut pada garis lingkaran ke titik di tengah lingkaran itu menyirnbolkan thariqat. Syariat tersebutlah yang memberi makna sakral pada setiap aspek kehidupan. dan menyediakan media bagi umat manusia agar dapat menjalankan kehidupan sal eh sarat dengan nilai. Dengan pernberian kekuasaan. Sedemikian besar makna syariat. meneiptakan keseimbangan pada masyarakat. Jawaban yang lain diberikan oleh konsepsi Islam tentang makna syariat sebagai hukum yang mewajibkan. Meskipun Kelsen telah berusaha menjawab pertanyaan tentang mengapa hukum mewaj ibkan secara batin. tidak: melalui tatanan yang digaransi oleh aneaman-aneaman. teori ini menolak mernberikan bimbingan apapun juga bagi pemeeahan atas-atas konflik semaeam itu. serta untuk memenuhi fungsi manusia sebagai makhluk Tuhan yang ditempatkan di muka bumi agar mengabdikan diri kepada kehendak-Nya. semisal interpretasi-interpretasi yang memperdebatkan undang-undang. Seseoranng diperkenankan untuk memilih salah sa tu garis radial sebagai rute yang mengantarkannya ke titik yang berada di tengah-tengah lingkaran. Kritik atas teori Kelsen Singkatnya teori Kelsen mernbatasi dirinya pada hukum sebagaimana adanya tanpa memperhatikan keadilan atau ketidakadilannya. Tidak dapat disangkal bahwa hukum dalam kasus-kasus semaeam itu tidak bisa diinterpretasikan dengan tanpa menunjuk kepada cita-cita hukum. garis lingkaran dan garis radialnya dapat diumpamakan mewakili totalitas tradisi Islam. sehingga tanpanya pengembaraan spiritual tidak akan mungkin dapat ditempuh. seorang muslim mempunyai potensi untuk dapat melampui makna esoterik syariat itu sendiri dan menempuh jalan (thariqat) menuju kebenaran (hakikat) yang terkandung di balik sisi lahir dan ajaran-ajaran hukum yang suei. .ia mengabaikan fungsi utama hukum sebagai alat kontrol sosial. namun dengan satu syarat yakni melalui garis perrnulaan dari lini yang I 101 membentuk lingkaran. Dengan kesimpulan ini Kelsen sudah beralih ke positivisme hukum. Lauterpaeht seorang pengikut Kelsen telah mernpertanyakan apakah teori hierarki norma-norma hukum tidak menyatakan seeara langsung sebuah pengakuan akan prinsip-prinsip hukum alam. dirnana teori murninya tidak bisa menghindari. yang merupakan norma-norma fundamental yang valid. Akan tetapi menurut Stammer kemurnian mutlak bagi teori hukum : apapun adalah tidak mungkin.100 orang-orang harus menyesuaikan diriya dengan apa yang telah ditentukan. dan titik yang berada ditengah adalah hakikat. 1990: 286). Nasr menjelaskan bahwa syariat adalah garis yang mernbentuk sebuah lingkaran.namun jawaban Kelsen banyak dikritik karena konsep norma dasar abstraknya tidak dapat dipahami. Selanjutnya hukum menurut Austin dan Kelsen merupakan sebuah tatanan yang digaransi oleh aneaman-aneaman -yang menurut Friedmann merupakan eiri khas hukum kriminal. Keeuali teori hukum murni menyatakan bahwa situasi-situasi yang mengabaikan pilihan diantara dua ideologi alternatif.

Starkey mcngajukan kodifikasi kepada Henry VIII dan Durnoulin menghimbau harmonisasi dan unifikasi hukum adat Perancis dengan kcdifikasi akhirnya. Perbuatan manusia yang 'rnasuk akal'. Jadi setiap yuris nasional biasa menafsirkan sendiri hukum alam berkat kemarnpuan akalnya. Menurutnya akal hanyalah semata-mata khayalan. ruembutuhkan sebuah hukum nasional yang disatukan dalarn dominasi nasional. 1953: 13-14). sebagai bahan bagi pengalaman dan observasi. dan hukum positif sebagai sistem ideal yang mengekspresikan hukum sebuah negara yang tidak menyatu (Pound.102 sosial. nation menggantikan tumpukan teritorial yang dipegang oleh budak. dan dibuat-buat. Hume memperjelas bahwa akal seperti dipahami dalam sistem hukum alam mengacaukan tiga hal berbeda: a. Hubungan antara fakta-fakta atau kejadian-kejadian yang seeara formal dijelaskan melalui 'sebab dan akibat' karena fakta dan kejadian selalu diasosiasikan dalam suatu pola khusus. yang amat sedikit sekali seperti aksioma-aksioma metematika. Aksioma tersebut tidak ada dalam kawasan tingkah laku manusia.19 mencmukan scbuah basis filsafat untuk me menu hi keinginankeinginan waktu itu dalarn negara yang dinobatkan sebagai bersifat ketuhanan dan dalam hukum alam yang dipisahkan dari teologi dan berlandaskan semata-mata kepada akal. wasiat. la mengatakan: Karena kemacetan organisasi sosial feodal. merefleksikan keyakinan tak terbatas pada akal dengan datangnya renaissance. . bersarnaan dengan rnunculnya nation. 1991: 40). Teori hukum alam ditandaskan pada scbuah konsepsi akal sebagai potensi yang melekat pada diri setiap manusia dan menciptakan norma-norma perbuatan yang abadi dan pasti. Kebenaran-kebenaran yang tidak dapat dihindarkan dan penting. hanyalah sebuah kekaeauan dari tiga faktor yang pengertiannya amat berbeda ini. sebagaimana setiap orang Kristcn bisa menafsirkan finnan Tuhan untuk dirinya sendiri seperti yang ditunjukkan oleh akal dan kesadarannya. Para teolog yuris Protestan abad ke. ia semata-rnata sebuah bahan bagi hubungan empirik sedangkan observasi atas hubungan-hubungan ini merupakan objek ilmu pengetahuan empirik. kolonisasi dan eksploitasi atas sumbersumber benua-benua barn. kenaikan perdagangan dan era penemuan. Tetapi tidak ada keperluan logis dalam asosiasi semacam itu. perkawinan dan tindakan hukum lainnya.I 9 yang memberi sebuah rangkaian baru kepada hukum alarn dengan hasil bahwa hukum alam diinterpretasikan sesuai dengan perubahan sosial dan kehilangan karakter idealnya sebagai hukum yang lebih tinggi . Disisi lain para Yuris Katolik kalangan Kontra-reformasi menemukan sebuah basis filsafat untuk memenuhi keinginankeinginan yang sama dalarn sebuah konsepsi hukurn alam sebagai suatu sistem batasan-batasan perbuatan manusia yang mengekspesikan sifat manusia. Untuk ini Muslehuddin menyatakan: I D. e. Hume menolak akal. yaitu gagasan rnanusia sebagai makhluk rasional. 1964: 59). ambruk karena hukum alam ditafsirkan oleh setiap yuris menurut akalnya sendiri padahal berbeda dari satu ke lain orang dan lain tempat (Muslehuddin. 103 Dari sini filsafat hukum dengan akal sebagai basisnya. Karena itu. I-Iume telah memberikan rembesan analisis logis yang menghancurkan pretensi hukum alam terhadap validitas ilmiah. Analisa diatas menunjukkan bahwa konsep akal yang dijadikan tumpuan teori hukum alam. HUKUM BERLANDASKAN WAHYU Menarik untuk dieatat bahwa Roseoe Pound menandai kejadian-kejadian pada abad ke. la memungkinkan individu-individu bisa membentuk hubungan-hubungan hukum mereka dengan orang-orang lain melalui kontrak. b. Teori-teori hukum alam mengasumsikan bahwa ada prinsip-prinsip tingkah laku rasional yang karenanya mcrupakan bagian dari validitas universal dan penting (Sabine.

Memelihara agama Agama adalah sekumpulan akidah. puasa Ramadhan. berupa pem- . Memelihara akal (al-Muhafadzah ala al. b. Untuk mewujudkan dan memeIihara agama. Sebab denagan akal tersebut. 105 bunuhan. ibadah. dan menjamin pemeIiharaan terhadap kelima hal tersebut. menjadi landasa~a. Setiap individu sebagai bagian dari sebuah tatanan masyarakat. 1994: 549-550). Islam telah mensyariatkan iman dan hukum pokok ajaran dasar islam tsyahadatain. c. tetapi wahyu telah menjadi sumber abadi bagi keadilan dan pada kenyataanya sebagai keadilan mutlak. 1. 1994: 314). 2. Abu Zahroh (1994). zakat. walaupun ia talah berjuang keras untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. karena konsep keadilan tidak pemah berubah maupun bervariasi tetapi tetap abadi dibawah wahyu (Muslehuddin. 1995: 41) . 3. Oleh karena itu Islam melarang menikah dan berhubungan kelamin dengan muhrimnya (incest) dan melarang berzina dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya Menurut As Syatibi. Abdul Wahab Khalaf (1994).104 Filsafat hukum yang bertujuan mencapai keadilan mutlak berlandaskan pada hukum alam. Islam telah mensyariatkan berbagai hukum yang menjamin terwujudnya hal-hal yang dharuri (primer) yang meIiputi: agama. Orang yang membiarkan akalnya dalam kerusakan. hukuman terhadap orang yang murtad dari agama. setiap individu ikut membentuk po la kehidupan masyarakat. Arti penting pemeliharaan akal: a. Termasuk memelihara kemuliaan dan harga diri manusia dengan jalan mencegah perbuatan qadzcf (menuduh berzina). Karena hanya Tuhanlah yang mengetahui apa yang mutlak baik dan adil untuk manusia. jiwa. sholat. Oleh karena itu Islam mensyariatkan pengharaman minuman khamar dan segala hal yang memabukkan yang menyebabkan hilangnya (rusaknya) akal. Memeliharajiwa ial-Muhafadzah ala an-Nafsy Yaitu memelihara hak untuk hidup terhormat dan memelihara jiwa agar terhindar dari tindakan penganiayaan. 1994: 549-550). dan hukuman terhadap pembuat bid 'ah (mengada-ada dalam agama). kewajiban berjihad untuk memerangi orang-orang yang menghalangi agama. akal. Memelihara keturunan tal-Muhafadzah ala an-Naslt Yaitu memelihara tatanan nilai dalam proses pergaulan diantara sesama manusia dan mencegah terjadinya kerusakan biologis yang diakibatkan oleh ketidakterjagaan didalam proses interaksi sesama manusia. dan haji). Akal gaga] mencapai keadilan. kehormatan. kewajiban berdakwah untuk menyeru manusia kepada agama. maka akal yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat memiliki fungsi sosial. berkarya dan bergerak ditengah dinamika sosial sepanjang tidak merugikan orang lain (Zahrah. Masyarakat akan menanggung resiko atas terjadinya kejahatan dan pelanggaran yang disebabkan oleh rusaknya akal (Zahrah. dan hubungan antar manusia (Khalaf.'aql) Yaitu menjaga akal agar tidak terkena bahaya (kerusakan) yang mengakibatkan orang yang bersangkutan tidak berguna lagi dimasyarakat. Demikina pula keadilan itu sendiri merupakan karakter cair dan tidak bisa memberikan sebuah definisi yang tepat. dan harta kekayaan. Karena itu Islam mendekati keadilan dengan cara yang dijel'askan oleh Tuhan dan menurut petunjuk yang digariskan oleh wahyu. 4. Kedua faktor ini menyebabkan kelemahan filsafat hukum. berpendapat. akan menjadi beban yang harus dipikul oleh masyarakat. pemotongan anggota badan maupun tindakan melukai. dan melindungi kebebasan berpikir. Ini membuktikan perbedaan antara akal dan wahyu. menjadi sumber keburukan dan penyakit bagi orang lain. tidak akan bertahan lama selama akal. yang selalu berubah. hukum dan undangundang yang disyariatkan oleh Allah untuk mengatur hubungan manusia denganNya. Dengan rusaknya akal seseorang maka memungkinkan timbulnya ketidaktertiban dalam masyarakat.

Hukum dalam arti objektif menandakan kaidah yang sebagai normatif mengatur kaidah keh idup an bermasyarakat. Azas subjektif hukum yang bersifat moral dan rasional. 5. Azas obj ektif hukum yang bersifat moral. Perkembangan hukum paling nampak pada bidang ini. Azas obj ekti f hukum yang bersifat rasional. yaitu sejak timbulnya negara-negara nasional dan hukum yan g dibuat oleh kaum yuris secara profesional. Ada tiga ma cam azas hukum (H uijbers. dan mengharamkan riba karena termasuk perbuatan aniaya (dzalim) terhadap orang lain dalam hal harta. Prinsip-prinsip ini juga telah diterima sej ak dahu lu. yaitu hak-hak yang ada pada manusia dan yang menjadi titik tolak pembentukan hukum.106 berupa hukuman hadd. akan tetap i baru diungkapk an secara nyata sejak mulainya zaman modem. 1995: 82) : I. Islam mensyaratkan kew aj iban beru saha untuk mernperoleh rezeki . Prin sip ini telah ada pada para pemikir Zaman Kla sik 2. Seperti azas -azas yang . Hukum dalam arti subjektif menand akan hak dan kewajiban yang ada pada orang yang merupakan anggota masyarakat. Memelihara harta tal-Muhafadzah ala al-Mali Untuk menghasilkan dan mernperoleh harta kekayaan. BAB VII AZASHUKUM Pengertian azas hukum adalah prinsip -prin sip yang dianggap dasar atau fundamen hukum atau pengertian dan nilai-nilai yang menj adi titik tolak berpi kir tentang huku rn ata u titik tolak bagi pemb entukan undang-undang dan interpretasi undang-undang atau prinsipprinsip yang kedudukannya lebih tin ggi daripada hukum yang ditentukan manusia. yakni sebagai subjek hukum. perdagangan dan kerjasama dalarn usaha. 3. pertukaran. Islam mensyariatkan pengharaman pencurian dengan hukuman hadd bagi setiap orang yang melakukannya. kebebasan bermuamalah. Sedangkan untuk mem elihara harta . yaitu prinsip-prinsip yang term asuk pengertian hukum dan aturan hidup bersama yang rasional.

artinya undangundang itu tetap hukum. Aturan hidup itu menjadi sasaran bagi seorang yang bersikap adil adalah aturan Sang Pencipta. AZAS OBJEKTIF HUKUM 1. Muhammad Iqbal (1934: 1966) mendukung pandangan bahwa hukum merupakan hasil upaya manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. 3. bila dipandang secara tersendiri. 2. Tidak ada ganti rugi tanpa kesalahan (Huijbers. tidak dapat diakui sebagai hukum. Norma-norma masyarakat. yaitu antara lain: a. yaitu hukum kodrat. Tugasnya itu tidak selalu sama. Kehendak yang sama juga mendorong manusia untuk membuat suatu aturan hidup bersama yang sesuai dengan prinsipprinsip moral tersebut. atau norma-norma sopan santun yang mengatur pergaulan secara umum. Sikap adil dan baik diperlukan guna membangun suatu hidup bersama yang diatur melalui hukum dan cinta kasih. Seorang yang beriman akan menerima petunjuk dari firman Tuhan. 1979: 76). Norma moral yang mewajibkan tiap-tiap orang secara batiniah. Kehendak untuk mengatur hidup menghasilkan tiga macam norma: 1. Sejak zaman Romawi prinsip-prinsip moral ini dipandang sebagai hukum kodrat. Emil Brunner (1889-1966) menyatakan bahwa negara harus tunduk pada suatu norma kritis. Selain itu norma ini juga bersifat "menuntut" untuk ditaati. sebab berkembang bersama dengan kesadaran etis manusia. entah hukum itu dianggap berkaitan dengan kehendak Tuhan atau tidak. yang menjadi nyata dalam kesadaran manusia tentang tugasnya di dunia. 2. karena berkaitan dengan suara hati nurani subjek yang bersangkutan. Hak manusia sebagai pribadi. Norma ini bers ifat objektif. Norma inilah yang dimaksud dengan norma hukum. H. Azas Rasional Azas rasional hukum. akan tetapi orang yang tidak beriman seperti Aristoteles akan memikirkan makna keadilan juga (Brunner. yaitu hukum kodrat mengandaikan . Norma ini bersifat objektif. b. d.A. Sikap ini dianggapnya sebagai suatu rasa dasar kemanusiaan yang berkaitan erat dengan sikap keagamaan juga. seorang positivis berpandangan bahwa undang-undang harus dibuat dengan berpedoman pada prinsip moral ("minimum hukum kodrat") . Sehingga undangundang yang tidak menurut hukum kodrat. Azas rasional hukum meIiputi azas bagi hukum objektif (undangundang) dan hukum subjektif (hak). dan karenanya diterima sebagai titik tolak bagi pembentukan suatu tata hukum yang baik. Kepentingan masyarakat. walaupun melawan prinsip moral (Hart. karena berhubungan dengan masyarakat dan kebudayaan dan bersifat tidak "menuntut". 1943 dalam Huijbers. c. akan tetapi berfungsi sebagai prinsip konstitutif bagi undang-undang. Azas Moral Azas moral hukum. Gustav Radbruc berpendapat bahwa diperIukan sedikit natural law yang berfungsi sebagai prinsip konstitutifhukum. Norma ini bersifat subjektif. Hukum kodrat itu bukan hukum. yaitu azas yang lebih dipandang sebagai sesuatu yang idiil. Menurut isinya hukum kodrat itu merupakan buah usaha manusia untuk bertindak secara adil. Norma-norma yang mengatur hidup bersama secara umum dengan menentukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban.L. 1995: 87). yang belum tentu dapat diwujudkan dalam tata hukum yang direncanakan. Akan tetapi prinsip ini hanya sebagi prinsip regulatif saja. PerIindungan terhadap yang kurang mampu. tetapi hanya "mengundang". yaitu azas yang bertalian dengan suatu aturan hidup bersama yang masuk akal. e. Kesamaan hak didepan pengadilan. berdasarkan prinsip-prinsip rasional dan moral.108 109 kerelaan hati orang-orang untuk mengakui suatu aturan hidup yang melebihi kesukaan individual. 1988: 256-259). yaitu dengan membentuk suatu sistem normanorma yang harus ditaati semua pihak yang termasuk dalam suatu masyarakat tertentu. Hart. A. Kehendak untuk berIaku baik terhadap sesama manusia bermuara pada pergaulan antar pribadi.

relasinya. "Th e state of nature has a law of nature to gove rn it. "sesuatu yang menghendaki" itu adalah warga negara yang bersama-sama mau mengatur hidupnya secara yuridis. John Locke menerangkan bahwa manusia pada zaman purbakala pun mengetahui hak dan kewajiban yang ada pada dirinya sebagaimana diajarkan oleh alam. Karena memberikan harta bukanlah suatu kewajiban yuridis. sebabnya adalah bahwa suatu keharusan yang dalam tiap-tiap norma mengandaikan bahwa ada "sesuatu yang menghendaki". dan tidak ada sangkut pautnya dengan isi suatu tata hukum yang bcrsifat materiil. Menurut Locke. kesehatannya. which obliges everyone. Manusia memiliki martabat. yang berbeda dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang. Oleh karena itu harus dibedakan dcngan teliti antara pengertian hukum yang formal. R. Hak yang dianggap melekat pada tiap-tiap manusia sebagai manusia sebab berkaitan dengan realitas hidup manusia sendiri. melainkan semata-mata oleh sebab takut (psikis). Max Scheler: manusia merupakan suatu makhluk ruhani yang B. sustu kehendak yuridis merupakan akar dan syarat scluruh hukum (positif). tidak ada yang saling menyakiti satu sama lain dalam kehidupannya. 1961-1975: 138) 2). tetapi menjadi hak sebab termuat dalam undang-undang yang sah. III Hak ini merupakan bagian dari eksistensi etis manusia di dunia ini. Oleh karcna itu kehendak psikologis termasuk bidang "ada". sebagai wujud yang berakal budi dan/atau ciptaan Tuhan. Kewajiban adalah permintaan berupa sikap atau tindakan yang sesuai dengan keistimewaan yang ada pada orang lain. . dengan memperlakukannya sama rata dan tidak saling bergantung. no one ought to to harm another in his life. Keistimewaan manusia dapat diterangkan sebagai berikut: a. Bukan sebagai makhluk individual. Demikian pula dalam bidang hukum. Menurut Stammler kehendak bebas dan otonom yang membangun hidup bersama secara yuridis bersifat formal belaka (dalam arti Fortnen a priori Kanti. 1988: 150-156). Ada dua macam hak: 1). dan ide hukum yang material (Huijbers. health. Hak yang ada pada manusia akibat adanya peraturan perundang-undangan. Hak ini tidak langsung berhubungan dengan martabat manusia. sedangkan kehendak yuridis bersifa netral dan objektif (Kelsen). mengapa? Karena manusia merupakan makhluk istimewa yang tidak ada bandingannya di dunia. mengajarkan semua jenis manusia yang akan meminta petunjuknya. manusia adalah makhluk istimewa yang tinggal pada tangga yang paling atas seluruh hierarki makhluk-makhluk. seperti halnya kehendak untuk memberikan harta jika seseorang dirampok. liberty or possesions" ("Negara alam" telah memiliki "hukum alam" untuk mengatumya. Hak dan Kewajiban Hak adalah keistimewaan yang membuka kemungkinan baginya untuk diperlukan sesuai dengan keistimewaan tersebut. Tampak juga bahwa kehendak psikologis itu bersifat subjektif. fungsinya sebagai manusia. teaches all mankind who will but consult it. bukan bidang "harus". NILAI SUBJEKTIF HUKUM 1. bobotnya. b). kebebasan atau dalam hal kepemilikan (Copleston. which is that law.110 karena berkaitan dengan negara dan bersifat menuntut untuk ditaati. and reason. melainkan sebagai anggota kelas manusia. Menurut filsuf Yunani. yang mewajibkan seseorang dan dengan alasan tersebut ia kita sebut sebagai hukum. Diatas dinyatakan bahwa norma-norma berdasar atas kehendak. Secara ontologis a). Keistimewaan ini nampak dalam pangkatnya. Hak dan kewajiban manusia melekat sebagai akib at manusia memiliki martabat. Skolastik dan Arab. Stammler menerangkan bahwa kehendak yuridis tersebut bukanlah suatu realitas psikologis. Oleh karcna itu dalam bidang hukum. that being all equal and independent.

tetapi hanya memaklumkannya. dalam hidup moralnya. G Marcel: manusia bersifat istimewa karena sebagai pribadi yang memerlukan orang lain. yang dibagi dalam hak-hak ekonomis. Tetapi hidup moral yang bemilai itu berakar dalam nilai religiusnya. Hak azasi individual yaitu hak atas hidup dan perkembangan hidup seperti hak atas kebebasan batin. hak atas nama baik. Hak -hak azasi dibagi dalam dua jenis: 1). kesehatan dan pendidikan. Universal Declaration of Human Right (1948) tidak menciptakan hak-hak azasi. sosial dan kulturaI. Hak-hak dasar ini disusun terutama demi perlindungan pribadi manusia terhadap kekuasaan Negara.112 melebihi makhluk-makhluk lainnya karena akal budinya yang transeden. . yang nyata dalam praksis hidup. perawatan. Hak Azasi Hak-hak asasi manusia diakui sebagai bagian humanisasi hidup yang telah mulai tergalang sejak manusia menjadi sadar tentang ternpatnya dan tugasnya di dunia ini. sebab kebebasannya berasal dari Tuhan . Manusia mempunyai hak-hak kebebasan politik. c). yaitu hak untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang. pangan. meliputi: a). b. b). dan sebagainya. Manusia mempunyai hak-hak kebebasan sosial. hak atas kebebasan agama. Hak azasi sebagai makhluk sosial. 2. 113 Manusia mempunyai hak-hak kebebasan sipil dan politik dalam menentukan pemerintahan dan policy pemerintahan tersebut. 2). dimana tiap pribadi harus dilindungi terhadap penyelewengan dari pihak pemerintah. Secara etis Immanuel Kant menyatakan bahwa nilaimanusia terletak dalam kebebasannya dan otonominya. Oleh karena itu hak asasi dianggap sebagai fundamen yang diatasnya seluruh organisasi hidup bersama harus dibangun.

Kebebasan eksistensial adalah A. cogito ergo sum (saya bcrpikir maka saya ada). yaitu kebebasan. Tindakan manusia (actus hominist adalah tindakan yang dapat dilakukan manusia. bagaimana bentuk tubuhnya dan lain sebagainya. dimana tekanannya tcrletak dalam kchidupan batin . Namun setelah manusia berada di dunia sesungguhnya ia merupakan makhluk yang bebas . memperkosa. Dengan kata lain manusia yang tidak berbudaya dan tidak beradab berarti telah kehilangan eksistensinya sebagai manusia sebagai makhluk yang bebas (kehilangan kebebasan eksistensialisnya). yaitu manusia tidak hidup dalam batin saja . yaitu apa saja yang dilakukan manusia berpusat pad a kesadaran manusia tentang dirinya. tidak dimaksudkan bahwa semua tindakannya bebas. pertama-tama manusia dimengcrti secara obyektif-abstrak yaitu dalam dcfinisi home est animal rationale (manusia adalah rnakhluk yang bcrakal budi). Pengertian manusia sebagai subjek yang konkrit disini maksudnya adalah manusia dalam pengertian subj ektif-konkrit yaitu manusia dalam kedudukannya sebagai subj ek di dunia (khalijah( Eksistensi meliputi dua dimensi: dimensi immanensi. Kultur merupakan simbol keistimewaan dirinya sebagai makhluk yang bebas. menolong orang lain. KEBEBASAN EKSISTENSIAL Manusia memang tid ak bebas untuk masuk ke dunia karena ia tidak dapat memilih dari siapa ia dilahirkan. Ma sa yang lampau merupakan masa yang harus ia terima dan sebagai kenyataan dari dirinya yang tidak dapat ia hilangkan. seperti berjalan. membunuh dan lain sebagainya. Kebebasan disini adalah bebas akan suatu tindakan manusiawi (actus humanusy. Terakhir dalam filsafat eksistcnsial manusia dimengerti scc ara subjektif-konkrit. Kebebasan tersebut menyangkut masa depan. BAB VIII KEBEBASAN MANUSIA DANPEMBEBANANHUKUM Hukum bersifat mewajibkan/membebankan dan lawan dari pembebanan adalah kcbcbasan . Oleh eksistensi manusia ada ketika ia sebagai subjek di dunia mampu menciptakan budaya dan peradaban dalam rangka mewujudkan kehidupannya. dan dimensi transedensi . hal ini ditandai dengan kenyataan bahwa manusia berkembang menuju arah ke depan. Manusia diciptakan oleh Tuhan dalam keadaan bebas dan merdeka. I Dalam filsafat tentan g manusia. Manusia kemudian men entukan arti dirinya dan mewujudkan kehidupannya sebagai kultur (kebudayaan) . lalu bagaimana kedudukan hukum dalam konteks kebebasan manusia? B. EKSISTENSI Eksi stcnsi adalah cara manusia berad a di dunia sebagai subj ek yang konkrit. Lihat Huijbers (1995 : 52) . . manusia adalah subjek di dunia. Sifat manu sia yang dinamis tersebut memunculkan ide kunci bagi pengertian manusia. dan bukan bebas akan suatu tindakan manusia (actus hominisi. tctapi apa yang dirasakannya dalam batin itu adalah apa yang ada di luar dirinya. dimana ia akan lahir . apa jenis kelaminnya. Selain itu manusia juga berkembang melalui tindakannya sendiri. Mengapa sebagai makhluk yang bebas manusia justru terikat dengan budaya dan adab? Manusia diartikan sebagai makhluk bebas. mencuri. namun bukan ini yang dimaksud dengan kebebasan eksistensial manu sia. bukan masa yang lampau . Kultur tersebut dalam tingkatan yang lebih tinggi termanifestasi menjadi peradaban.115 Manusia seba gai subj ek yang immanen dan transeden bersifat dinamis. sehingga se luruh hidupnya dialami sebagai bagian dirinya (batinlsistit) . Kcmudian manusia dimengerti sccara subjektif-abstrak dalam ucapan Descartcs.

menurut K Bertens (1985: 399-412) hal ini disebabkan: • a. pilihannya berasal dari dirinya sendiri. Kebebasan manusia tidak tanpa batas. Teriebih. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebebasan berupa inisiatif (bebas bertindak. b. Di luar batin situasi fisik seseorang dan perlawanan yang berasal dari lingkungan. dengan pernyataan seperti ini berarti intisari kebebasan sebagai inisiatif/pilihan atas dasar pengertian telah diabaikan. b. Tiap-tiap pilihan adalah terbatas. Intisari kebebasan adalah bahwa manusia dapat bertindak menurut inisiatif sendiri dan pilihan sendiri atas dasar pandangannya yang universal. Menurut paham materialisme-deterministis. ketakutan (metus) dan nafsu (passio). penggunaan kekerasan dari pihak luar kebebasan dapat hilang sama sekali. yaitu kekerasan (violentia) atau tekanan atau paksaan (Huijbers. Terbatasnya pilihan disebabkan halangan-halangan ba ik yang bersifat eksternal maupun yang bersifat internal. ketidak pengetahuan merupakan halangan dalam bertindak. Manusia sebagai makhlukjasmani tidak luput dari hukum sebab akibat ini. Di dalam batin. ada empat halangan yang dimaksud: a. Halangan yang berasal dari luar batin. Halangan yang berasal dari batin. Makna kebebas- . baik karena faktor eksternal maupun internal. Sedangkan ketakutan dan nafsu merupakan halangan bertindak karena ia menyebabkan kegiatan kehendak dikurangi. keterbatasan itu dialami sebagai ketidakbebasan. Menurut Huijbers (1995: 54) inisiatif/pilihan sendiri merupakan unsur yang menentukan bagi kebebasan suatu tindakan.116 kebebasan yang berpangkal pada kebebasan akan tindakan manusiawi (actus humanus). tetapi dapat dibenarkan berdasarkan pengalaman sendiri . Menurut paham strukturalisme. Manusia terbelenggu dalam struktur-struktur masyarakat. 1995: 55). Dasar kebebasan manus ia adalah bahwa ia mempunyai suatu pandangan yang luas atas beberapa kemungkinan yang ada pada dirinya sendiri maupun pada lapangan tindakannya. Lebih lanjut Huijbers menyatakan bahwa manusia bersifat bebas sebab ia mempunyai 'akalbudi' dengan pandangan universal dan 'kehendak' untuk memilih apa yang dikehendakinya sendiri. bebas memilih) merupakan kebebasan dari halangan dan paksaan. (2) asal tindakan. dapat dipandang sebagai halangan bagi bertindak secara bebas juga. Dari sini kita dapat memahami jika dalam sejarah filsafat senantiasa timbul keraguan tentang kemungkinan manusia memiliki tindakan bebas/sejati. semuanya berjalan menurut sebab-akibat yang kita kenal dari alam material. merupakan suatu khayalan (ilusi). Bila keterbatasan bertindak disebabkan oleh orang lain secara tidak wajar. yaitu perbuatan yang sesuai dengan kodratlfitrah manusia sesuai dengan petunjuk dari yang menciptakannya. manusia terbelenggu dalam struktur-struktur yang menggenggam kehidupannya di dunia.P. Yang bersifat hakiki bagi kebebasan manusia adalah bahwa tindakannyal . yaitu ketidakpengetahuan (ignorantia) . Freud dalam "teori bawah sadar" mengatakan bahwa seluruh kelakuan manusia berasal dari dorongan bawah sadar yang tidak dikuasai kehendak kita. Menurut Huijbers. Bahwa manusia adalah suatu makhluk yang bebas tidak dapat dibuktikan secara matematis. Bahwa dia merasa dirinya individu. Pandangan universal ini yang menimbulkan alternatif bertindak. c. sedemikian rupa sehingga ia tidak mampu membuat sejarahnya sendiri . Kebebasan dari halangan-halangan tersebut berupa pilihan atau inisiatif untuk memilih dan bertindak. Sartre L 'etre et le neant yang menyetakan bahwa kebebasan menurut maknanya terletak dalam kemampuan manusia untuk mengatakan 'tidak' terhadap masa lalunya. dan (3) tujuan tindakan. Huijbers mengkritik pengertian kebebasan manusia dalam 117 buku J. khususnya penggunaan kekerasan. Tiap-tiap tindakan terdiri dari tiga unsur: (1) tindakan itu sendiri. sebab karenanya kegiatan akal budi dikurangi. Menurut filsuf struktura'lisme manusia sebenarnya bukan individu . Dalam filasafat tradisional.

Menurut Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin dalam bukunya Aqidah Ahl SU/111ah wal jama 'ah menyebutkan bahwa tingkatan taqdir C. seperti: hidup. 119 qadamya itulah timbu l ilmu pengetahuan . Dari pengertian itu dapat disimpulkan bahwa qadha merupakan manifcstasi dari qadar. yaitu kehendak atau ketetapan hukum Allah terhadap segala sesuatu. undang-undang. peraturan dan hukum yang ditetapkan secar pasti oleh Allah untuk segala yang ada (tnaujudi . Menurut Hilabi . pelaksanaan penciptaan segala sesuatu. Yang membedakan. yang seka rang te lah terwujud. Muhammad Na 'im Yasin menyatakan: secar a terminologis ada ulama yang berpendapat bahwa kedua istilah tadi mempunyai pengertian yang sama dan ada pula yang mcmb edakan pengertian keduanya. Hillabi lebih lanjut mengemukakan bahwa dengan mempelajari qadha (apa yang diciptakan Allah) untuk mengetahui . Niet szhe dan Sartre mengatakan bahwa hanya orang yang kuatlah yang akan berha sil hidup secara bebas. Tauhid Asma ' wa Shifat ialah men gesakan Allah dalam asma dan sifat Nya yaitu mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah dalam zat. kini bahwa Allah yang mencipt a. Secara etimologis qadha adalah bentuk tnashdar dari kata kerja qadha yang berarti kehendak atau ketetapan hukum. untuk mengembangkan eksistensinya ses uai dengan cita-c ita inti pribadinya. Pengertian Kehendak Tuhan (T aqdir) Yang dimaksud dengan istilah taqdir pada pembahasan ini adalah Qadar (AI-Qadar Kh airuhu wa Syarruhu) atau Qadlia' dan Qadar (AI Qadha wal Qadar). 1995: 56) . Tauhid Rububiyah ialah mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya. Schingga baik atau j ahat tidak termasuk dalam pertimbangan bahwa itu merupakan kebebasan eks istensial. yaitu: tal/hid uluhiyah . adalah: Kebebasan eksistensial adal ah kebebasan yang digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidupnya.118 an adalah bila manu sia mampu mengarahkan dirinya kearah suatu tujuan yang bernilai baginya. Iman qadha dan qadar adalah termasuk Tauhid Rububiyah. sedang Qadar adalah ketentuan-ketentuan yang ada pada ciptaan itu (Jaiz. Dan qadha adalah Penciptaan segala sesuatu oleh Allah sesuai ilmu dan iradah Nya. yaitu beribadah hanya kepada Allah dan karena-Nya semata. yaitu ukuran atau ketentuan Allah terhadap segala sesuatu (Ilyas. dan dengan demikian mengembangkan eksistensinya ses uai dengan cita-cita inti pribadinya (Huijbers. Dari sini dapat disimpul kan bahwa konsep kebebasan eksistensial. Ulama yang lain menyata kan bahwa qadha adalah kenyataan hukum yang telah ditetapkan Alla h sej ak zaman azaly (dalam ilmu Tuh an) terhadap sesuatu. mati . qadlia adalah ekesekusi. Sedangka n qadar adalah rencana atau program yang berada di dalam ilmu Tu han (zaman azaly) untuk menentukan segala sesuatu (teoritis). Tujuan inti pribadi tidak harus baik. dan sebagainya. 1992: 182). senang. yang mengikat antara sebab dan akibat segala sesuatu yang terjadi. yaitu mengimani dan meya. mendefinisikan Qadar sebagai Ilmu Allah tentang apa-apa yang akan terjadi pada seluruh makhluknya dim asa yang akan datang. susah . 1996: 40-41). tetapi j uga dapat bersifat jahat. menguasai dan mengatur alam semesta. asm a maupun sifat. Sedangkan qadar secara etimologis adalah bentuk mashdar dari qadara yang berarti ukuran atau ketentuan. karena kebebasan dipandang sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidupnya. yaitu segala ketentuan. 1996: 37) . tauliid rububiyah dan tauliid asm a wa sifat (Jaiz . qadha dan qadar termasuk kedalam salah satu di antara tiga macam tauhid. 1992: 183). yaitu orang yang mamp u mengatasi halan gan-halangan di atas. Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin menyatakan : menurut para ulama shalaf as-shalih. Makna kebeb asan scmacam inilah yang disebut sebagai kebebasan eksisten sial . Pengertian ini sej alan dengan pengguanaan kata qadar dalam AI Qur'an dengan berbagai derivasinya (I1yas. Ulama lain mcnganggap bahwa istilah qadh a dan qadhar memiliki pengertian yang sama. KEBEBASAN MANUSIA DA N KEHENDAK TUHAN 1. Tauhid Uluhiyah ialah mengesakan Allah dalam ibadah.

tiadalah yang mengetah uinya kecuali Dia sendiri. Aliran Umat Islam dalam menyikapi keberadaan taqdir bermacammac am dan sccara umum digolongkan menjadi tiga golongan: I. Dalam QS. tcr masuk atas perbuatanNya sendiri maupun atas perb uatan makhluk-Nya. " (QS . secara umum maupun terperinci. Al An'am ayat 59 Allah berfirman: "D i sisi-Nya segala anak kunei y ang ghaib. Tiadal ah gugur sehelai daun kay u p Ull. " 2. Kelompok yan g ekstrim dalam menetapkan qadar dan meno lak adanya kchendak dan kemarnpuan makhluk (paham Jabariya h). Hal ini sangat bertentangan dengan apa yang Allah firmankan dalam nash-nash AI Qur'an. tidak ada sesuatu pun terj adi di langit dan di bumi kecuali atas kehendak Allah. ntelainkun seinuanya da latn kitab y ang terang. termasuk perbuatan manu sia . Allah ber- 121 firman : "(yaitu) bagi siapa diantara kamu yang tnau menempult jalan yang lurus. At Takwir: 28-29) 4. AI Hadid : 22-23) 3.120 atau qadar ada empat tingkatan: 1. Dia mengetahui apa -apa yang ada di darat dan di lauta n. da n supaya kantu jangan terla lu gembira terh adap apa ya ng diberkan-Nya kepadamu. 3. Mereka yang ber iman seh ingga dib eri petunjuk oleh Alla h untuk menemukan kebenaran yang mcreka perselisihkan (Jaiz . 2. As Shafaat: 96) 2. AI Maisyah Ba hwa sega la sesuatu yang terj adi atau tidak terja di ada lah dengan kehendak Allah. Al An 'am ayat 148: . sedang dan akan terjadi . melainkan Dia mengetahui. Ke hendak Allah meliputi sega la sesuatu. Kelompok yan g ekstrim menol ak adanya qadar dan men ganggap bahwa apa yang dilakukan dan terjadi pada manusia adalah atas usaha dan akibat dari perbuatannya sendiri (paham Qadariy ah ). " (QS. Allah berfirman: "Tiada suatu ntusibah pun yang nienimpa di butni dan tidak pula pada dirimu se ndiri melainkan telalt tertu lis dalam kitab (lauh Mahfudz) sebelum Ka mi menciptakanny a. Dan Alla h tidak menyukai setiap ora ng yang so mbong lagi tnembanggakan diri. . Allah berfirman: "Padalial Alla h lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu " (QS. Dan Allah telah menetapkan bahwa apa yang diperb uat-Nya adalah kehendak-Nya termasuk apa yang diperbu at hamba-Nya termasuk kehendak-Nya juga. dan tiada sebuah biji dalam ge lap gulita dan tiada pula benda y ang basah dan yang kering. Dan kamu tidak dapat tnettghendaki (meu empuh jalan itu] kecuali apabila dikeliendaki Allah. Dia mc ngc tahui apa yang ada di langit dan di bumi. Timbulnya golongan-golongan tadi disebabkan oleh. Jika kita mengikuti pandangan kelompok yang pertama tjabariyah) maka mengapakah Allah menurunkan syariat ke muka bumi? Padahal semua perbuatan yang kita lakukan merupakan kehendak dan keinginan Allah. Dia mengetahui apa yang telah. dan apa yang telah terjadi pada masa lalu. Tuhan sem esta Alam. A I Kitabah A llah telah menuliskan segala sesu atu di Lauh Mahfudz. Sesungguhnya yang detnikian itu inudah bagi Allah . All/m Allah mengetahui sega la sesuatu. adanya berbagai pemahaman yang berbeda (kcliru) dalam mempercayai adanya taqdir. A! khalq Allah menciptakan segala sesuatu. (kami jelaskan yang dem ikian itu) supaya katnu jangan berduka eita terhadap apa yang luput dari kamu . Apa yang ada sekarang. yang terli hat ataupun yang tersembunyi. 1996 : 42). seperti dalam Qs. serta apa yang akan terjadi pad a masa yang akan datang telah Allah tuliskan dalam lauh Mahfudz.

Dan kehendak Allah tidak lepas dari hikmah dan kebijaksanaanNya. Sebelum terjadi kita diperintahkan oleh syariat untuk mcnjalankan hal-hal yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat sesuai dengan petunjuk agama (AI Qardhawi. sebaliknya memahami ayat al Qur'an tentang maisyah dan irodah manusia tanpa memahami kemutlakan dan iradah dan maisyah Allah akan melahirkan pemahaman dan sikap qadariyali (manusia sepenuhnya yang menentukan perbuatannya sendiri tanpa campur tangan Allah) (Ilyas.i"') -- 123 kehendak Allah. Masalah taqdir jika kita kaitkan dengan perbuatan manusia seringkali menimbulkan berbagai macam pertanyaan: a.. Jika Allah yang menyesatkan siapa saja yang dikehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.. Sebenamya qadha dan qadar adalah sesuatu hal yang gaib. 1996: 49). Percaya akan qadha dan qadar. tetapi keinginan dan kemauannya itu tidak lepas dari kemauan dan . Lalu kenapa orang yang tidak mendapat petunjuk disiksa di neraka nanti? Pertanyaan-pertanyaan diatas dan pertanyaan-pertanyaan lain yang semacamnya timbul karena pemahaman yang parsial terhadap Islam.. membuat beberapa soal untuk diujikan kepada murid-muridnya. niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh . Katakanlah: "adakah kaniu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga kamu dapat mengemukakannya kepada kami?" kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan be/aka. 1992: 187). dan kamu tidak lain hanya berdusta ". Yang demikian itu menunjukkan dalil kelemahan dan Iarinya dari tanggung jawab (AI Qardhawi. Jika segala sesuatu tergantung pada kehendak Allah. Syaikh Muhammad bin shaleh AI Ustaimin menyatakan: mereka yang menganut pendapat ini sebenamya telah mengingkari salah satu aspek dari rububiyah Allah. atau dengan ungkapan lain karena mcmahami taqdir sebagai suatu ajaran yang terlepas dari konteks keseluruhan ajaran Islam. sedang la yang menciptakannya? d. Firman Allah: ". " (Qs. yang tersembunyi bagi kita. Memahami ayat alqur'an tentang kemutlakan maisyah Allah tanpa memahami bahwa Allah juga memberikan maisyah kepada manusia akan me1ahirkan pemahaman dan sikap jabariyah (meniadakan kehendak dan ikhtiar manusia). Tidak dapat diterima alasan bagi orang malas dalam meletakkan kesalahan. kecuali setelah itu terjadi. Ali Imran: 154) Sedangkan pendapat yang ketiga men ganggap bahwa manusia berbuat atas dasar kemauannya dan berkata menurut keinginannya. lalu mengapa la mengadili perbuatan jahat yang kita lakukan.. dosanya. 1993: 55). 1993: 54). Sedangkan jika kita mengikuti pendapat yang kedua iqadariyah) maka hal ini pun bertentangan dengan nash AI Qur'an maupun yang terjadi dalam kenyataan. " Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan kami. lalu apakah manusia tidak mempunyai pilihan dalam melakukan sesuatu didalam kehidupannya? b. dan berprasangka bahwa ada dalam kerajaan Allah ini apa yang tidak dikehendaki dan tidak diciptakanNya (Jaiz. Abdul Mujid Az Zandany memberikan satu analogi: seperti seorang guru yang cerdas dan tahu betul tentang keadaan murid-rnuridnya. Jika Allah yang menciptakan kita dan semua perbuatan kita.. bukan kehendak yang mutlak dan absolute. la menulis di atas kertas daftar narna-nama murid yang ia yakini dapat lulus ujian dan dan nama-nama yang tidak akan lulus ujian. lalu untuk apa manusia berusaha? Apa peran dari usahanya itu? c. Katakanlah (wahai nabi) : sekiranya kamu berada di rutnah kamu. dan tanggungjawabnya atas qadha dan qadar. tidaklah bertentangan dengan usa ha dan perjuangan untuk mengejar sesuatu yang dikehendaki atau mencegah sesuatu yang dibenci. Waktu "Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan akan mengatakan: "jika Allah mengliendaki niscaya kami tidak akan mempersekutukan Allah dan tidak pula kami mengharatnkan barang sesuatu pun. Jika segala sesuatu sudah ditentukan Allah dan sudah dituliskan di Lauh Mahfudz. kita tidak mengetahui bahwa hal itu qadlia dan qadar.

keturunan. Apakah murid-murid yang tidak lulus ujian dapat menyatakan bahwa apa yang ditulis diatas kertas itulah yang menyebabkan mereka tidak lulus. 1984: 165). Al Ustaimin memaparkan bukti-bukti tentang adanya ikhtiar bagi manusia: a. maka Dialah yang menciptakan akibatnya (AI Utsaimin dalam Jaiz. Memahami ayat alqur'an yang menyatakan bahwa segala sesuatu telah dituliskan di Lauh Mahfudz tanpa memahami bahwa tidak ada seorang manusia pun yang tahu apa yang telah dituliskan disana akan menyebabkan sesorang mempertanyakan untuk apa manusia berusaha. Al Utsaimin mengatakan bahwa perbuatan dan perkataan kita timbul karena dua faktor. dan memberikan balasan yang sesuai bagi keduanya. kita sering menyebutnya sebagai prediksi/perkiraan. Siapa yang menciptakan sebab. Dan disisi lain adalah makhluk Mukhayyar yaitu memiliki kebebasan untuk menerima atau menolak yang berupa ikhtiar (Ilyas. d. Adanya perintah dan larangan Allah terhadap hambanya. Tetapi taqdir Allah dengan segala ilmu-Nya tentu tidak akan meleset dan pasti terjadi . Allah telah mengutus para Rasul untuk menjadi mubasyirin dan munzirin supaya tidak ada alasan lagi bagi umat manusia untuk membantah Allah sesudah diutus para Rasul itu (lihat QS. Didalam alqur'an Allah menyebutkan secara eksplisit tentang adanya Maisyah dan iradah manusia seperti dalam surat Al Baqarah ayat 223 dan At Taubah ayat 46. Sedangkan hidayah inayah merupakan tahap berikutnya . la menuliskan kegagalan orang yang gagal dan kebahagian orang yang yang berhasil sesuai dengan ilmu-Nya. kematian. Hidayah irsyad dilakukan oleh para Rasul dalam membimbing kita ke jalan kebenaran. Demikian juga jika ia mampu tetapi tidak berkehendak tentu juga ia tidak akan berbuat. Memang penilaian seoarang manusia seringkali tidak tepat. 1996: 62) . mencela orang yang berbuat jahat. hidayah irsyad dan hidayah I'anah (Az Zandany. Andaikata tidak ada kehendak dan kemampuan tentu manusia tidak akan berbuat. yaitu kehendak dan kemampuan. Sangat bisa dibedakan mana perbuatan yang dilakukan dengan terpaksa dan perbuatan yang dilakukan atas kemauan sendiri. Tetapi pada hakikatnya manusialah yang berbuat.124 ujian tiba. Bahkan Islam tidak akan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakuka n dengan terrpaksa. Dalam kehidupan sehari-hari manusia melakuakan sesuatu atau tidak berdasarkan kemauannya sendiri tanpa ada yang memaksakannya. 1992 : 188). Kita tahu bahwa apa yang ditulis di atas kertas tadi oleh sang guru adalah kenyataan yang berkaitan dengan pengetahuan dan pengalamannya mengenai kedaaan murid-muridnya. tetapi tidak mampu maka ia tidak akan dapat berbuat. Bahwa sesungguhnya hidayah (petunjuk) ada dua mac am. c. hanya yang menciptakan perbuatan manusia adalah Allah. termasuk manusia dan perbuatannya tanpa memahami bahwa Allah tidak pemah menyuruh manusia berbuat kejahatan. 125 e. bahkan menyuruh mereka berbuat kebaikan. b. Memami ayat yang menyatakan bahwa Allah menyesatkan siapa saja yang dikehendaki dan memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. An Nisa: 165). Tanpa memahami makna hidayah dan perintahperintah Allah untuk mencari hidayah dan mernbimbing orang lain dalam mencarinya akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan semacam ini. 1984: 165) . padahal Allah dengan sangat jelas telah memerintahkan manusia untuk melakukan amal kebajikan dan melarang melakukan kejahatan. Dan penyebab kegagalan mereka adalah karena kelalaian dan kemalasan mereka sendiri (Az Zandany. Karena jika ia menghendaki. Allah memuji orang-orang yang baik. yaitu tidak rnernpunyai kebebasan untuk menerima atau menolak seperti tentang jenis kelamin. Semua perbuatan yang manusia lakukan didasari oleh kehendak dan kemampuan yang diciptakan Allah. Yang menciptakan kehendak dan kemampuan tadi adalah Allah. kelahiran dan sebagainya. dan hasilnya pun terbukti. Memahami bahwa Allah menciptakan segala sesautu. Manusialah yang melakukan kejahatan tersebut atas kehendak dan ikhti amya sendiri sehingga manusialah yang nantinya harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya tersebut. Manusia disatu sisi adalah makhluk inussayar.

Rasul Menjawab : "Engkau beriman kepada Allah. dan Allah lebih mengetahui ormzg-orG.. karena dalam faham taqdir yang bahasa arabnya jabariyah dan bahasa baratnya fatalisme. Allah berfirman: "Hai api menjadi dinginlah kamu. dan hukum yang telah ditetapkan pasti oleh Allah tsunnatullah). . rasul-rasullvya. dan yang ini mutIak miIik Allah. 2.ng yang mau menerima petunjuk. (HR. kitab -kitablvya. dan selamatlah bagi Ibrahim. 1996). dalam Al Qur'an hanya menyebutkan bahwa rukun iman itu hanya ada lima.. Firman Allah: "maka tatkala mereka be/paling (dari kebenaran). Ada beberapa hikmah yang dapat dipetik dari mempercayai adanya taqdir. Tetapi hal ini kemudian dib antah oleh Muhammad bin Shaleh AI Utsaimin. (QS. yaitu sebagai berikut: 1. semuanya berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. sedangkan dalam IPTEK yang membakar adalah api itu sendiri . Seperti disebutkan dalam ayat berikut: Beberapa ulama seperti Harun Na sution menyetujui bahwa rukun iman itu ada lima sesuai dengan yang tertera dalam AI Qur'an.126 yang di dapat manusia seteIah datangnya hiday ah irsyad. undang-undang. dan Allah tiada member! petunjuk orang yang fasik" (Q5. sebab seandainya api dapat membakar dengan sendirinya ten tu ketika Nabi Ibrahim as dilernparkan kedalam api. Para rasul menunaikan hidayah irsyad tetapi mereka tidak memiliki taujik dan 1I1a 'unah. Beliau mengatakan bahwa yang menjadikan api dapat membakar adalah Allah. 4." (QS. 3. Sikap Kritis terhadap Keberadaan Taqdir Percaya akan adan ya qadlia dan qadar termasuk rukun iman yang keen am. hadist nabi tersebut sama sekaIi tidak bertentangan dengan AI Qur'an. Beliau mencontohkan misalnya api . As Shaf: 5). Hikmah Percaya kepada Taqdir Berkaitan dengan uraian diatas. Dia menyatakan bahwa hadis yang diriwayatkan Muslim dari Umar bin Khattab bukan hadis yang mutawattir. karena Allah hanya akan memberikannya kepada para hamb a yang dike tahui-Nya berha k menerimanya. Dan diharapkan kita semua bisa memahami masalah taqdir secara benar karena pemahaman yang salah akan melahirkan sikap yang salah pula dalam menempuh kehidupan.. seorang muslim wajib mempercayai taqdir. dan kepada Izari akhir. Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa mempercayai qadha dan qadar bertentangan dengan . . AI Anbiya: 69). mengikuti hukum sebab akibat yang telah ditetapkan Allah . Tetapi temyata tidak. serta engkau beritnan kepada taqdir-Nya y ang baik ' maupun yang buruk. ia akan hangus terbakar. menurut Jabariyyalz yang membakar adalah Tuhan. Melahirkan kesadaran bagi umat manusia bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan sesuai aturan. AI Qashosh: 56) 127 ilmu pengetahuan dan teknologi. . Api tidak dapat membakar dengan sendirinya. Mendorong manusia untuk berusaha dan beramal dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat. seperti disebutkan dalam hadi st nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar ibn Khattab ra. tetapi Allah mentberi petunjuk kepada orang yang dik ehendakilvya. Dan Allah tidak akan menyesatkan manusia kecu ali kepada mereka yang menolak hiday ah Irsyad . Karena di ayat-ayat yang lain Allah menegaskan tentang kekuasaannya atas taqdir makhluknya (Jaiz. Firman Allah: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk pada orang yang kamu kasihi. yang berbunyi: "Beritahulah aku tentang iman . Tetapi dalam Al Qur 'an sendiri tidak secara lengkap menyebutkan bahwa rukun iman itu ada enam. Muslim) Dan jika kita perhatikan secara seksama. karena Allah menghendaki lain. Allah metnalingkan hati mereka. semuanya dikehendaki.

Adanya panggilan atau keyakinan yang berasal dari suara hati bahwa suatu nilai hidup tertentu patut diwujudkan. Tanggung jawab langsung berkaitan dengan manusia sebagai makhluk yang bebas di dunia . Bertindak dengan penuh tanggung jawab itu khas manusia . 1995: 60-61) . bila tidak diikuti maka ia bersalah. Rasa kewajiban dalam kesadaran manusia itu disebut oleh Emmanuel Kant: imperatif kategoris. Yang "harus ada" itu menimbulkan suatu keharusan berupa kewajiban untuk bertindak dengan cara tertentu. van Eck (1971 : 133) keyakinan hati nurani tentang baik tidaknya suatu tindakan . kewajiban ini merupakan kewajiban yang sesungguhnya. Menanamkan sikap tawakal dalam diri manusia. manusia menyatakan cara ia berada di dunia dan senant iasa menentukan nilainya sendiri . harus diterima seba- D. 1995: 59).yang bersumber pada pertimbangan akal budi . Timbulnya rasa kewajiban pada manus ia ada karena rasa 'tanggungjawab '. tiap-tiap tindakan bebas merupakan bagian dari dirinya sendiri . akan tetapi hanya dapat meng ikuti nalurinya saja. Alam itu merupakan kenyat aan yang ada. Manusia bertanggungjawab dan harus mempertanggungj awabkan tindakannya kepada dirinya send iri. Alasannya. melainkan dengan yang belum ada dan harus diwujudkan. bidang hidup. Suatu tindakan yang penuh tanggungjawab menjadi tanda dan ungkapan martabat manusia (Huijbers . hati nurani ialah satu-satunya sarana untuk sampai pada norma-norma moral (de zedenwet bereikt hem slechts via zijn innerlijk oordeel) . Seekor hewan berhadapan dengan altematif-altematif juga. Namun orang dianggap tetap bersalah. Mempercayai kekuasaan (qudrat) -Nya atas segala sesuatu yang tidak dapat diduga dan dinalar oleh manu sia biasa. yaitu: 1). Mendatangkan ketenangan jiwa dan ketenteraman hidu p. 4. Emmanuel Kant membedakan hidup manusia sebagai bidang praktis dengan bidang alam sebagai bidang teoritis . Kehendak bebas adalah kemamp uan untuk berbuat yang baik dan yang jahat (Liberum arbitirium et ad malum et ad bonum faci endum confitenduni est 1I0 S habere). . karena meyakini apapun yang terj adi adalah atas kehendak dan qadar Allah. pendirian orang lain. kepada masyarakat dan kepada Tuhan . didekati sebagaimana adanya dan dapat diselidiki secara ilmiah . Menurut D. ubi jam p eccato servire non possinti. 129 Kategoris artinya mutlak. 2). Kesadaran bahwa tindakannya yangbebas tidak pemah dapat lepas dari dirinya . Berhubungan dengan pengertian ini. Hanya manusia yang dapat menentukan tindakannya sendiri. Artinya nilai -nilai hidup yang ditanggapi secara rasional. yaitu nilai-nilai hidup. Sebaliknya bidang praktis. yaitu alam. sekalipun tindakan itu secara objek tif dinyatakan salah. homines) in libertatem beatitudinis sempiternam. dibangun dengan bert indak secara bebas . Agusti nus telah membedakan antara kehendak beba s (liberum arbitirium) dan kebebasan (moral)/libertas . bila mereka tidak berusaha menghindarkan supaya suara hatinya tidak tersesat. yaitu dengan menuju ke arah nilai hidup yang sejati .tetap mengikat. Bidang teoritis adalah bidang yang "ada". dan wahyu dalam Kitab Suci. Sebaliknya manusia mengikuti nilainilai hidup yang sesuai dengan martabatnya. karena menyadari bahwa manus ia hanya bisa beru saha dan berdo'a sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah. 1995: 60). yang dengan ini berarti juga ia mempertanggungjawabkan hidupnya (Huijbers. KEBEBASAN MORA L Kebebasan moral ialah kemampuan manusia untuk mewujudkan hidupnya sesuai dengan prinsip-prinsip moral (Huijbers. Maka dibidang ini orang tidak berhadapan dengan yang sudah ada. Kebebasan rasional sebenamya suatu kebebasan moral. 5. sedangkan kebebasan (moral) adalah kemampuan untuk berbuat yang baik (Redimuntur autem (scil. berdasarkan kehendak (iradah)-Nya bahwa sesuatu pasti terjadi dengan izinNya .128 3. Dengan bertindak secara bertanggungjawab. Guna menerangkan kebebasan moral itu.

Dengan ini suda h menj adi j ela s bahwa kebe basa n ra sional digolongkan pada 'keb ebasan untuk' . Sesuatu yang dulu oleh akal dianggap benar. atau sebaliknya sesuatu yang dulu oleh akal di anggap salah. Namun menurut penulis.yang berdasarkan suatu pertimban gan yan g matang ten tan g fakta dan nila idapat dibentuk suatu kehidupan bersam a yang baik.130 gai norma. Dari sini kita mengetahui bahwa akal merupakan pijakan yang absurd dalam penilaian kebenaran sejati. Unsur ini dalam masya ra kat dis ebut n0l111a. tidak menguasa i diri. Contohnya adalah praktik perbudakan. . Untuk sa mpai pada pada keb eba san rasional ora ng haru s men gindahkan fakta dan nilai-nilai suatu keh idup an yang sejati yang be lum tentu ditemukan dalam eksistensinya sendiri . Kedudukan perempuan yang seperti ini pun terus bertahan. dia tidak berhak mewaris dan bahkan diperlakukan sebagai harta waris yang bisa diwariskan. Kedua. akan tetapi hal ini terjadi demi terwujudnya keh idu pan bersama sebagaimana dicita-citakan. bahkan kedudukan perempuan yang tersebut masih kita jumpai hingga hari ini. membiarkan dirinya dibawa arus. Kebebasan rasional adalah kebebasan yang menentukan bahwa tujuan hidup yang hendak dicapai harus ad a tuj uan yang wajar menurut pandangan umum. dan menurut akal:inilah yang benar. dan di indonesia sendiri hal ini telah dikoreksi dengan diundangkannya VU No . Karena sej arah telah membuktikan bahwa akal tidak bersifat tetap. Memang den gan ad anya larangan-larangan. Karl Lazen menulis: 131 Tidak bebas . M elalui bepikir ten tang nilai-nil ai hidup orang sampai berkehendak untuk melepaskan diri dari kebutuhan-kebutuhan yang alamiah belaka. 1984: 52). Oleh karena itu ada tiga unsur obj ektif yang harus diperhitungkan: I) . yaitu keb ebasan dilihat dari segi tujuannya. pada zaman dahulu oleh aka I hal ini dianggap sesuatu yang benar dan ini menjadi kebenaran yang umum. Fakta bahwa tiap-t iap orang hidup bersama orang-orang lain . Unsur boleh-tidak boleh . Paramete r suatu tindakan dikat akan wajar atau tidak didasarkan pad a nilai-nilai universal.j adi saat ini oleh akal pula itu dianggap salah. ya itu terdapat larangan untuk bertindak semau-maunya . menurut akal pada zaman dahulu perempuan memiliki kedudukan yang tidak berharga sama sekali. oleh karena itu tidak heran jika pada zaman tersebut praktek perbudakan terjadi pada setiap bangsa. adalah manusia yang hanya mengikuti kecenderungan-kecenderungan dan nafsunya yang mendadak . sehingga penilaian yang diberikan pada sesuatu pun tidak akan tetap pula. dimana perempuan tidak dapat melakukan perbuatan hukum apapun ketika ia telah menikah. 2) . perempuan sejajar dengan laki-Iaki. Absurditas itu disebabkan oleh keadaan akal sendiri yang memang selalu berubah.. penggunaan akal dalam setiap penilaian benar dan salah juga merupakan kesewang-wenangan. keb ebasan individual dibatasi . ia akan sel alu berubah dari waktu ke waktu. Larangan-Iaran gan untuk bertindak semaunya dap at disambut deng an segala kerelaan hati . boleh . 1995: 58). yaitu rnembuka ' peluang untuk bertindak demi kebaikan hidup yang sej ati (Huijbers. Akan tetapi disini istilah tersebut mend apat nilai suatu arti yang lebih obj ekti f darip ad a keb ebasan eksis tens ial. Suatu kehendak 'alamiah ' merupakan kesewenang-wenangan. Dia menjadi bola permainan dari rangsangan-rangsangan yang mempengaruhinya (Scheltens & Siregar. Iarangan-Iaran gan untuk bertindak secara individual belaka membina suatu keb ebasan baru. Namun hari ini kedudukan perempuan yang se macam ini telah berubah. boleh jadi saat ini oleh akal pula dianggap benar. Ada dua fungsi larangan dalam hal ini: pertama. melaui hukum perdata yang katanya modem dalam Code Civil Napoleon yang dirumuskan pada tahun 1804 . OIeh sebab hanya melalui suatu kebe basan ya ng ra siona l . 3). 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyamakan kedudukan perempuan dan laki-Iaki dalam bidang harta kekayaan. Lalu . larangan-Iarangan menj elaskan kew aj iban-kewaj iban seseorang sebagai makhluk sosial. dan kedudukannya berada dibawah pengampuan suaminya. Contoh yang lain misalnya masalah kedudukan perempuan.

homo social (Arsitoteles). apakah bisa menjadi patokan peniIaian moralitas manusia? Berbagai pandangan para sarjana Barat di atas memposisikan hati nurani sebagai patokan bagi moralitas manusia. Perbedaan itu tampak dari karakteristik sebagaimana para filosof menyebut hakikat manusia dengan istilah-istilah homo rationale. Professor Notonagoro (aIm) memandang hakikat dasar ontologis manusia dalam Negara Republik Indonesia yang ber-Pancasila sebagai makhluk yang monopluralis. b. man a sebenamya suara hati nurani yang objektif? Moralitas mana yang dianggap benar oleh hati nurani? Ahli-ahli Barat yang dalam haI ini menganggap bahwa suara hati nurani itu selalu benar dan menjadi ukuran moralitas manusia. Nafsu al-muthmainnah merupakan jiwa yang baik. homo ludens (Huizinga). Keyakinan hati nurani dalam praktiknya hanya bersumber pada "keinginan pribadi" subjek. van Eck (197 I: 133) mengatakan bahwa hati nurani ialah satu-satunya sarana untuk sampai pada norma-norma moral (de zedenwet bereikt hem slechts via zijn innerlijk oordeel). Oleh karena itu mereka tidak segan-segan untuk mempertontonkannya kepada orang lain dan bahkan memperjuangkannya hingga ke parlemen. E. yang menjustifikasi adanya aturan/norma/hukum. namun pada kenyataanya tidak seperti itu. homo mensura (Protagoras). karena _ meminjam istilah Muhammad Iqbal. Dengan demikian ukuran benar dan salah dalam hal ini menjadi mutlak. fenomena waria dan sebagainya. c. pendirian orang lain. dan wahyu dalarn Kitab Suci. bagi penganut/penderita masalah ini. yaitu manusia sebagai makhluk yang berdiri sendiri dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. hal ini mereka anggap sesuai dengan hati nuraninya. homo creator (Michael Landman) . sex bebas. Manusia sebagai makhluk yang monopluralis oleh Professor Notonagoro (aIm) diartikan sebagai makhluk yang merniliki 3 (tiga) hakikat kodrat sebagai berikut: a Sifat kodrat. nafsu al-Iawwamah merupakan jiwa moderat yang mampu memilah 133 sesuatu itu baik atau buruk. la akan terus relevan sepanjang zaman. yaitu manusia sebagai makhluk yang tersusun dari dua unsur. sebagaimana D. sebelum Tuhan sendiri yang menggantinya.dibuat oleh Realitas Mutlak. yaitu wahyu yang diturunkan kepada manusia yang menurut Tuhan hal ini sesuai denganjitrah (kodrat) manusia. dihadap-hadapkan dengan orang yang dalam hati nuraninya menganggap bahwa perbuatan-perbuatan seperti itu merupakan penyimpangan. Bagaimana dengan hati nurani. nafsu al-Iawwamah. homo viator (Gabriel Marcel). meskipun hal ini sesungguhnya juga bertentangan dengan filsafatnya zaman dahulu: homo hotnini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia lain). homo econotnicus. van Eck yang dikutip oleh Huijbers (1995: 6) keyakinan hati nurani ten tang baik tidaknya suatu tindakan bersumber pada pertimbangan akal budi.132 apa pijakan yang mutlak? Jawabannya adalah wahyu. Jika demikian. sebaliknya orang yang tidak memedomani wahyu berarti ia mengikuti kecenderungan nafsu al-amarah bissu '. homo simbolicuin. dan nafsu alamarah bissu '. Islam membagi jiwa manusia dalam tiga kecenderungan: nafsu al-muthmainnah. ditentukan oleh hati nurani yang dibimbing oleh wahyu. Penilaian yang diberikan oleh wahyu bersifat objektif. Kedudukan kodrat. Wahyu merupakan sebuah kebenaran mutlak yang bersifat aksiomatik. Susunan kodrat. yaitu manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. tidak relatif sebagaimana pandangan para ahli dan realitas di Barat. homo mechanicus (La Mettrie). KO-EKSISTENSI Manusia adalah makhluk yang paling sempuma di alam ini. dan yang menjadi pijakan dalam memandang bahwa sesuatu itu salah atau benar adalah wahyu. incest. . Terlepas dari pertentangan itu. yaitu raga danjiwa. Meskipun daJam tulisan D. berbeda dari makhluk-makhluk lain. Menurut Islam manusia sesungguhnya mempunyai tiga potensi itu secara bersama-sama. Sikap dan pandangan manusia benar ketika ia memedomani wahyu. Orang yang memedomani wahyu berarti ia menggunakan nafsu al-muthmainnalnvye. Sebagai contoh masalah berhubungan kelamin/pekawinan dengan sesama jenis. dan nafsu al-amarali bissu ' merupakan jiwa yang tidak baik.

dapat diperoleh dengan cara: 1). 1961-1975: 142-168). Ko-eksistensi etis berdasarkan kesamaan hak. Akibatnya hidup bersama itu ditandai dengan eksploitasi dan dominasi manusia pada manusia lain. Dalam keadaan ini 'aku' dipandang lebih tinggi daripada manusia lain. Bila kebutuhan-kebutuhan pribadi itu menjadi satu-satunya tiang bagi pembentukan hidup. · 2). Sebab Hak Milik Selanjutnya dapat dikemukakan sebab-sebab seseorang mempunyai hak milik menurut Hukum Islam. Hak milik yang kurang sempuma (milkun naqish). 1995: 62-64): 1). Sedangkan pengertian 'penghalang' adalah sesuatu ketentuan yang mencegah pemilik untuk bertindak terhadap hart a miliknya. Menurut istilahi milik didefinisikan sebagai suatu iklitisas yang menghalangi orang lain. 3). Sesuai dengan teori evolusi Charles Darwin dijelaskan bahwa prinsip-prinsip evolusi berlaku bagi kehidupan manusia juga. 2. Disebabkan Ihra zul mubaltat (memiliki benda yang boleh dimiliki) Baranglbenda yang dapat dijadikan sebagai objek kepemilikan adalah bukan benda yang menjadi hak orang lain dan bukan pula benda dimana ada larangan hukum agama untuk diambil . Teori ini disebut Darwinisme sosial. Kata 'menghalangi' dalam definisi diatas maksudnya adalah sesuatu yang mencegah orang yang bukan pemilik sesuatu barang untuk mempergunakan atau memanfaatkan dan bertindak tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemiliknya. kecuali ada penghalang (Hasbi Ash-Shiddieqy. 2. yang memb enarkan pemilik ikhtisas itu bertindak terhadap barang miliknya sekehendaknya. 135 F. Hak milik dalam pandangan Hukum Islam dapat dibedakan menjadi: I . Herbert Spencer (1820-1903) berpendirian bahwa memang inilah situasi hidup yang sebenamya. the survival ofthe fittest. Oleh karena itu eksistenis manusia selalu berarti juga ko-eksistensi. disebut demikian karena kepemilikan tersebut hanya meliputi bendanya saja . Ko-eksistensi biologis-psikis. hukum dibuat untuk mengatur evolusi kehidupan bersama dalam masyarakat industri modem yang bertumpu pada egoisme individual (Copleston. yang berdasarkan kebutuhan 'aku'. Orang lain sedapat-dapatnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan 'aku'. seperti struggle for life. Pengertian Hak Milik Istilah milik berasal dari bahasa arab yaitu milk. nya (hasil) benda secara keseluruhan . 1989: 8). maka dengan demikian hidup itu bertumpu pada suatu egoisme individual belaka. Dalam keadaan ini manusia lain dipandang lebih tinggi daripada aku. Prinsip rasional ini yang menjadi sumber hukum. KEPEMILIKAN 1. 1989: 8). menurut syariat. Milik secara lughowi diartikan sebagai "memiliki sesuatu dan sanggup bertindak secara bebas terhadapnya" (Hasbi Ash-Shiddieqy. Pada kenyataannya manusia hidup bersama-sama dengan orang lain dan kebersamaan ini nyata dalam seluruh hidup manusia dalam segala tindakannya. yaitu kepemilikan yang meliputi penguasaan terhadap bendanya (zatnya) dan manfaat. Ko-eksistensi etis berdasakan kewajiban. Dalam koeksistensi terdapat tiga tingkat (Huijbers. natural selection. Prinsip rasional ini yang menjadi sumber moral hidup manusia.~ 134 Atas dasar pemahaman hakikat kodrat ontologi manusia yang monopluralis itu maka kita dapat dengan mudah memahami hubungan antara manusia dengan nilai-nilai hidupnya. atau manfaatnya saja. Dalam keadaan ini aku dipandang sama tinggi dengan manusia lain. Hak milik yang sempuma tmilkut tam) .

membuka tanah baru yang belum ada pemiliknya. Prinsip Kepemilikan Pemilikan pribadi dalam pandangan Islam tidak bersi fat mutlak (absolute). Ada beberapa prinsip dasar mengenai kepemilikan terhadap harta benda. perjanjian kerja dan lain sebagainya. b. apapun bentuk kepemilikan pribadi (yang diperoleh berdasarkan usaha-usaha yang tidak menyimpang dari syariat Islam) akan didapati hak masyarakat. 3). dan arsyul jinayat) menjadi sepenuhnya milik dari yang menenma. Lahimya hak milik ini dapat dikelompokkan menjadi dua: a. 2004: 11). Disebabkan al-Khalafiyah (pewarisan) Yaitu seseorang memperoleh hak milik disebabkan karena menempati temp at orang lain (Suhrawardi. 2). Sedangkan yang menjadi pemil ik mutlak dari harta benda terse but adalah Allah.yang lah ir dari induknya. 1996: 122-123). Barang ganti kerugian (diyatl iwald. Maksudnya apabila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang merugikan orang lain. dan pemberian hadiah (hibah). yaitu perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu pihak saja dan menimbulkan hak dan kewajiban pada pihak yang lainnya. sering dinamakan juga dengan tadlmin atau ta'wild atau menjamin kerugian. Sesungguhnya keseluruhan harta benda tersebut secara umum adalah hak milik masyarakat. 2). Harta benda tidak boleh hanya berada di tangan pribadi (sekelompok) anggota masyarakat. Prinsip ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan dan ke- . misal: pembuatan surat wasiat. Perbuatan sepihak. Dalam bahasa sederhana dapat dikemukakan bahwa hak kepemilikan pribadi dalam Islam mempunyai dimensi fungsi sosial. Hal ini didasarkan pada finnan Allah: "Beritnanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya ". Dalam berbagai ketentuan. AI-Hadid:7). Khalafiyah syakhsyan syakhsy. seperti dikemukakan oleh Sayyid Quthb berikut ini: 1). yaitu ahli waris menempati tempat si pewaris meliputi kepemilikan segala harta yang ditinggalkan oleh pewaris terse but. misal: jual beli. pengusahaan barang tambang (rikaz) dan hart a rampasan perang. yaitu mengurus dan memegang harta benda. misal: anak binatang . b. Attawalludu minal mamluk (beranak pinak) Segala yang lahir/terjadi dari benda yang dimi liki merupakan hak bagi pemilik barang atau benda tersebut. Dengan demikian. Diantaranya dengan: berburu. (QS. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemilikan pribadi atas sesuatu harta benda dalam pandangan Islam sebenamya hanya bersifat "pemilikan hak pembelanjaan dan pemanfaatan belaka. 137 4). sering juga diistilahkan dengan irts. susu lembu yang keluar dari seekor lembu . maka orang tersebut diwajibkan untuk mengganti kerugian tersebut. air di sungai. yaitu perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua pihak dan menimbulkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kedua belah pihak secara timbal balik. Perbuatan hukum dua pihak. Islam melakukan pembatasan terhadap pengelolaan dan pemanfaatan harta benda mil ikny a.136 sebagai hak milik. sewa menyewa. 3. Disebabkan al-Uqud (akad) Pengertian akad atau perikatan dalam lapangan hukum harta kekayaan adalah suatu hubungan hukum (mengenai kekayaan harta benda) antara dua orang yang memberi hak pada yang satu untuk menuntut sarang sesuatu dari yang lainnya. sedangkan orang yang lainnya ini diwajibkan memenuhi tuntutan itu (Soebekti. khalafiyah syai'an syaiin. Pada hakikatnya individu hanyalah wakil masyarakat Prinsip ini menekankan bahwa sesungguhnya individu (pribadi) hanya merupakan wakil masyarakat yang diserahi amanah. Adapun klasifikasi perbuatan hukum tersebut adalah: a.

kartel dan yang sejenis dengannnya merupakan sikap mental pengingkaran nurani kemanusiaan dan jelas-jelas menyimpang dari aturan Islam (Suhrawardi. . Karena seperti kita keta hui bahwa kepemilikan hanya pada satu orang atau kelompok anggota ma syarakat (monopoli) memberikan dampak yang dapat merugikan masyarakat. maka sangat mungkin untuk dimanfaatkan bagi usaha-usaha produktif yang bermanfaat bagi oran g terse but maupun masyarakat secara luas. Walaupun di dalam syariat Islam diakui adanya hak -hak yang bersifat perorangan terhadap suatu benda. dibuktikan dengan kctentuan sebagai berikut (Suhrawardi. " b. Padahal di sisi lain j ika barang tersebut dikuasai oleh orang lain.. baik fisik maupun non-fisik seperti membahayakan keh idupan beragama. monopoli. AI-Hasyr: 7). Ketidakbolehan penumpukan harta ini didasarkan pada finnan Allah: " . Oalam konteks kekinian. " (QS . 2000: 7). membahayakan akal pikiran manusia maupun mem- 139 bahayakan keutuhan dan per satu an masyarakat. c. Larangan menimbun barang Dalam ketentuan syariat Islam seseorang pemilik harta tidak diperbolehkan untuk menimbun barang dengan maksud agar harga barang tcrsebut naik. kemudian penirnbun akan menj ual barang pad a harga yang tinggi tersebut.. AtTirmidzi dan Muslim dari Mu'ammar bahwa Nab i SAW bersabda. hal tersebut yang diambi l ilustrasi bahwa sikap mental oligopoli.. bukan berarti atas sesuatu benda yang dimilikinya tersebut sesorang dapat berbuat sewenangwenang. Larangan tersebut tercermin dari hadis yang diriwayatkan oleh Ab u Oaud. Adanya hak masyarakat yang melekat terhadap hak mi lik yang diperoleh seseorang. . supaya liar/a itu jangan hanya beredar di antara orangorang yang kaya saja diantara kamu . 2004: 12-14): a. dan tidak produktif. "siapa yang tnelak ukan penitnbunan. Larangan memanfaatkan harta untuk hal-hal yang mernbahayakan masyarakat Pengertian membahayakan di sini adalah hal-hal yang yang dapat mengakibatkan ba haya atau kerusakan bagi masyarakat. Larangan pembekuan harta Pemb ekuan hart a di sini maksudnya adalah mem bia rkan harta atau bend a miliknya terla ntar.138 stabilan dalam masyarakat. tidak berman faat.. ia dianggap bersalah.

dan (d) kewajiban yang ditimbulkan oleh tujuan politik itu. (c) kemungkinan kemungkinan dan kebutuhan. yaitu secara rasional dan moral. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik. la menyebut tatanan itu sebagai alMadinah al-Fadilali. kelas sosial. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma atau nilai (noli valutionali. kedaulatan. Teori politik sistematis (syst ematic political theory) Teori ini menjelaskan realisasi dari nomm dan nilai-nilai ke dalam suatu program politik. modemisasi dan sebagainya. keyakinan yang dimiliki orang atau sekelompok orang atas dasar mana ia menentukan sikapnya atas sua tu problema politik. Hukum dianggap sungguh-sungguh hukum. hak dan kewajiban. Al-Farabi menyatakan bahwa ilmu politik dan etika merupakan pcrluasaan atau perkembangan metafisika atau sebagai manifestasinya yang tertinggi yaitu teologi. Idiologi politik (political ideology) Merupakan himpunan nilai-nilai . Contoh beberapa ideologi seperti Marxisme-Leninisme. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain masyarakat. kekuasaan.141 Filsafat politik mencari pilihan berdasarkan rasio. karena tanpa kekuasaan politik. BABIX POLITIK HUKUM Kegiatan politik adalah kegiatan yang bertujuan untuk merebut dan memperoleh kekuasaan. Teori-teori yang valuational dapat dibagi dalam tiga golongan: a. lernbaga-lernbaga negara. 1959: 109110). b. yang bahasannya meliputi : (a) tujuan dari kegiatan politik. Filsafat politik (political philosophy) A. Jenkin dalam The Study ofPolitical Theory dibedakan dua macam teori politik yaitu: 1. Namun pada kenyataannya hukum diciptakan oleh negara. perubahan sosial. teori politik sistematis idiologi dan sebagainya. Bahkan kekuasaan politik dianggap sebagai kekuatan nyata untuk mengatur kehidupan masyarakat dalam berbagai aspeknya.kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik tertentu. Teori politik adalah bahasan dan generalisasi dari fenomena yang bersifat politik. . politik pemerintahan merupakan jelmaan dari gambaran nyata kondisi ideal. yaitu bila dikukuhkan oleh negara. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai maka teori-teori ini dinamakan volutional (mengandung nilai). c. norma-norma. bersifat deskriptif dan komparatif. ide . 1999 : 107). (b) cara-cara mencapai tujuan itu. karena dengan kekuasaan dianggap seseorang atau kelompok masyarakat akan mempunyai akses yang besar untuk ikut merumuskan dan menetapkan kebijakan publik yang menguntungkan dirinya atau kelompoknya. 2. Liberalisme. dengan bcrtumpu pada hak-hak manusia. suatu kondisi masyarakat ideal yang bersumber dari ide-ide Yang Sempuma atau Wujud Azali (AI-Farabi. disini terdapat hubungan antara sifat dan hakikat dari kehidupan politik di dunia fana. kepercayaan. kemerdekaan. pembangunan politik. pengaruh seseorang atau kelornpok tidak akan efektif dalam kehidupan masyarakat (Asy'arie. Manusia memenuhi tugasnya di dunia ini dengan menciptakan suatu aturan hidup bersama yang baik. Hal ini sekurang-kurangnya berlaku bagi hukum sebagaimana dibentuk pada zaman modem ini. NEGARA SEBAGAI SUMBER HUKUM Hukum berkaitan dengan manusia sebagai manusia. Menurut Thomas P. negara. bila sah.

Proklamasi kemerdekaan berarti pemyataan sepi hak dari suatu bangsa bahwa dirinya melepaskan diri dari kekuasaan negara lain dan mengambi l penentuan nasibnya ditangan sendiri. karena seperti yang dikatakan oleh John Locke : "Su atu pemerintahan tanpa hukum adalah suatu misteri dalam politik.mengemukakan karakteristik-karakteristik pok ok dari suatu negara: "N egara sebaga i subjek hukum internasional harus merniliki syarat-syarat berikut: (a) RakyatSubjek tctap . (c) Pemerimtah. Wilayah/Daerah Negara Wilayah negara terdiri atas daratan dan lautan. Luas wilayah daratan suatu negara dapat terjadi karena ditentukan sendiri secara sepihak oleh negara itu sendiri. atau karena adanya plebisit (1stanto. Sehing ga seperti Hans Kelsen misalnya mend efinisikan negara sebagai kesatuan ketentuan hukum yang mengikat sekelompok individu yang hidup dalam wilayah tert entu. Unsur Negara a. Dari berba gai kon sep si yang ada mengenai pengerti an negara dapat disimpulkan bahwa negara merupakan suatu alat ata u wewenang (auth ority ) yang meng atu r atau mengendalikan pesoalanpersoalan bersama dar i masyarakat. . Dengan anali sis yan g lebih mendalam akan tampak bahwa teori ini merupakan suatu penyingkatan dari keempat karakteristik negara di atas karena adanya sistem hukum merup akan persyaratan dari suatu pemerintahan sebagai suatu unsur ketatanegaraan (Starke. (b) Wilayah tertentu. ditentukan dalam perjanjian internasional. menata sistem pemerintahannya sendiri untuk mencapai tujuan negara sesuai falsafah yang dianutnya. Pengertian Negara 143 2. Pada tingkat pertama. Yang dimaksud dengan wilayah daratan negara adalah bagian dunia yang kering yang merupakan bagian dari benua atau pulau yang mencakup juga wilayah perairan daratan seperti danau dan sungai. 3. Rakyat Negara Kiranya perlu dibedakan antara penduduk dan warga negara. Pasal 1 konvensi Mont evideo 1963 mengenai hak-hak dan kewajiban-kewajiban negara -yang ditandatangani oleh Am erika Seri kat dan beb erapa negara-n egara Amerika latin. yang sulit untuk dibayangkan secara manusiawi dan tidak konsisten dengan masyarakat manusia ". 1. ditentukan kebiasaan dimasa lampau atau ditentukan oleh perkembangan setelah terbentuknya negara tersebut (lstanto. 1994: 22).142 Keny ataan ini men imbulkan keyakinan bahwa terdapat dua tingkat bag i berlakunya hukum. Yang dimaksud dengan wi layah laut negara ada lah massa air di dunia yang mengelilingi daratan beserta tanah yang ada di bawahnya. hukum berada sebagai tuntutan ras ional dan moral. dan (d) Kemampu an melakukan hubungan-hubun gan dengan negara lain" . perjanjian intemasional. b. Bagi negara pantai dan negara kep ula uan yang wilayah daratannya berbatasan dengan laut memiliki previlige yaitu menguasai wilayah lautan tcrsebut.1994: 22). Selanjutnya pada tingkatan kedua hukum berl aku secara yuridis bila disahkan oleh Lembaga yang berwenang/ma syarakat. dimana hukum berlaku secara yuridis. Dengan adanya proklamasi berarti suatu masyarakat membentuk organisasi kekuasaan berupa pemerintahan yang berdaulat. karena satu sama lain memiliki hubungan hukum yang Konvensi Montevideo di ata s tidak menj ela skan tentang peng ertian negara tetapi lebih merupakan penetap an syarat yang harus dimiliki oleh negara. Dengan demikian Kelsen menyamakan anta ra negara dengan hukum. Dengan proklamasi juga berarti suatu masyarakat menerapkan sis tem hukurnnya sendiri. 1989: 127). Terbentuknya Nega ra Terbentuknya negara dapat terjadi karena proklamasi kemerdekaan negara.

Kedaulatan Jean Bodin mengatakan bahwa kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk membuat hukum dalam suatu negara yang bersifat tunggal. Oalam negara federasi. mereka yang mempunyai kekuatan diplomatik bebas dari pungutan pajak dan bea. Bagi mereka pada prinsipnya berlaku semua hukum yang berlaku dengan beberapa pengecualian bagi yang bukan warga negara yaitu misalnya mereka tidak mempunyai hak suara dalam pemilu. Sedangkan sebagai . adalah republik. Pemerintah Menurut Prins Pemerintah dalam arti luas adalah suatu organisasi kekuasaan yang mempunyai wilayah tertentu dan berdaulat atas sejumlah orang tertentu sebagai warga negara. 145 4. Sedangkan pada negara federasi kedaulatan ada pad a keseluruhannya yaitu pada negara federasi itu sendiri. Bentuk Negara Dalam Ilmu Negara pengertian tentang bentuk negara sejak dulu kala dibagi menjadi dua yaitu: monarchie dan republik. Selanjutnya antara negara federal dan negara kesatuan dapat ditunjukkan perbedaannya sebagai berikut: a. 1976: 168). federasi atau konfederasi. Pada negara konfederasi kedaulatan terletak pada negaranegara bagiannya. Mereka tunduk pada hukum negara Indonesia. Jika kehendak negara ditentukan oleh satu orang saja maka bentuk negara itu adalah monarki. sedangkan wewenang ini tidak terdapat pad a negara konfederasi (Kusnardi & Ibrahim. dan tidak dapat dibagi-bagi . Tetapi jika kepala negaranya dipilih melaui suatu pemilihan umum untuk masa jabatan tertentu. Bagi warga negara dimanapun ia berada tunduk pada kekuasaan dan hukum negara. d. maka bentuk negaranya disebut monarki. . Jika kehendak negara ditentukan oleh banyak orang dalam suatu majelis. Pada negara federal negara-negara bagian mempunyai wewe- . abadi. Jellineck membedakan negara federasi dan negara konfederasi pad a letak kedaulatannya. maka bentuk negaranya adalah republik. Sedangkan CF.pengeli ian ekstern. kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi yang tidak diturunkan dari kekuasaan lain yang mengandung konsekwensi bahwa tidak ada campur tangan negara lain dalam menentukan hukumnya sendiri. baik warga negara maupun orang asing. c. Susunan Negara Istilah susunan ditujukan untuk menentukan apakah negara itu merupakan negara kesatuan. pemerintah pusat dapat mempergunakan wewenangnya secara Iangsung terhadap setiap warga negara dalam ncgara-negara bagiannya. Yang dinamakan penduduk adalah semua orang yang dalam waktu tertentu berada dalam wilayah negara. tidak berhak menduduki jabatan tertentu. Sedangkan dalam arti sempit adalah lembaga yang ada dalam suatu negara yang memiliki kekuasaan melaksanakan setiap peraturan yang dibuat oleh kembaga legislatif. 5. Alat pengukur lain untuk membedakan negara federasi dan konfederasi adalah sejauh mana pemerintah pusat dapat secara langsung mempengaruhi rakyat dari negara-negara bagian melalui peraturan-peraturan yang dikeluarkannya. Untuk menentukan suatu negara berbentuk monarki atau republik banyak ukuran yang dipakai.144 berbeda. Sebagai pengertian intern kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi untuk menentukan serta melaksanakan hukum terhadap semua orang dan semua golongan yang terdapat dalam lingkungan kekuasaannya. Jika seorang kepala negara berdasarkan hak waris atau keturunan. Strong membagi pengertian kedaulatan menjadi pengertian intern dan pengertian ekstern. asli. Jellineck memakai kriteria bagaimana caranya kehendak negara dinyatakan. Sedangkan Leon Ouguit menggunakan kriteria bagaimana caranya kepala negara itu diangkat.

yakni aturan yang adil. Kedaulatan negara sebagai sumber hukum tidak mutlak. Negara harus tunduk pada aturan yang dikehendaki Tuhan. 147 Sifat negara merupakan manifestasi dari kedaulatan yang dirnilikinya. all embracing). diantaranya: I). dapat berupa penggunaan kekuasaan secara fisik secara legal. Untuk melindungi kepentingannya dan menghindari terjadinya kebebasan tanpa batas maka manusia membentuk suatu asosiasi yang bertujuan untuk mernudahkan memperoleh kebutuhannya dan membatasi kompetisi. ditujukan untuk menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Negara adalah asosiasi yang lahir untuk memenuhi kebutuhan politik warga negara. Sebaliknya dalam negara kesatuan. yang berada di tangan pemerintah. Bagian dari kekuasaan sosial yang khususnya terwujud dalam negara (kekuasaan negara atau state power).146 nang untuk membuat UUD-nya sendiri (Pouvoir Constituant) dan dapat menentukan bentuk organisasinya masing-masing dalam batas-batas yang tidak bertentangan dengan konstitusi negara federal. HUKUM DAN KEKUASAAN Kekuasaan merupakan kemampuan seseorang atau kelompok orang untuk mempengaruhi orang atau kelompok lain sehingga sesuai dengan keinginan orang yang mempunyai kekuasaan tersebut. Pada negara kesatuan daerah daerah tidak dapat membuat UUD sendiri. Sifat monopoli . Dari sini muncul adanya politik hukum suatu negara tertentu. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. . Sikap mencakup semua (all-encompassing. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat. 2. Ossip K. Dalam suatu negara yang demokratis hal ini ditekan seminimal mungkin. yang bertujuan untuk menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Kedaulatan dalam arti yuridis ada pada negara. seperti lembaga pemerintahan. Dalam negara federasi wewenang pembuat undang-undang pemerintah federasi ditentukan secara terperinci sedangkan wewenang lainnya ada pada negara-negara bagian iresidu power atau reserved power). dalam setiap kebijakan-kebijakan negara berlaku merata bagi setiap orang tanpa kecuali . Sifat memaksa. Masyarakat merupakan kelompok manusia yang saling berhubungan dan menempati suatu wilayah. Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik. wewenang secara terperinci terdapat pada daerah-daerah dan residu powemya ada pada pemerintah pusat (Kranenburg. maupun akibat-akibatnya sesuai dengan keinginan pemilik kekuasaan. Sehingga negara merupakan sumber hukum. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan ke arah tercapainya tujuan dari masyarakat secara keseluruhan. dalam hal ini organisasi kekuasannya telah ditentukan oleh pembuat undang-undang dipusat. Secara umum negara mempunyai dua tugas yaitu: I. supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 1939) . Dalam penggunaan kekuasaan harus ada penguasa dan sarana kekuasaan agar penggunaan kekuasaan itu berjalan dengan baik. Kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan umum (pemerintah) baik terbentuknya.Flechtheim membedakan kekuasaan politik atas: 1. 2). yakni bertentangan satu sarna lain. B. Kekuasaan politik bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada negara sebagai satusatunya institusi yang berkuasa. b.

berkembang dan lenyap dalam sejarah. namun terdapat suatu universalitas juga dalam tata hukum-tata hukum yang berlaku di dunia. dan pengaeara. 1988 : 118-121). dan juga kontrak perjanjian. Akan tetapi hukum bukan hanya di dalam pengadilan saja. Hukum tidak melawan pemerintah negara. waktu dan tempat. hukum merupakan bagian kebudayaan suatu bangsa. gejala hukum dapat kita lihat dalam undang-undang. ada hakim. I-Iukum kehilangan artinya jika disamakan dengan kekuasaan karena hukum bermaksud meneiptakan suatu masyarakat yang adil. Peraturan-peraturan itu rneru pakan peraturan yang " mengej awantah" dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dalam pembentukan hukum perIu pula diperhatikan eita-eita ban gsa dan nilai-nilai yang terdapat dalam bangsa tersebut. HUKUM DAN MASYARAKAT Apabila kita berbieara mengenai hukum. yang lahir. Hukum tidak sama dengan kekuasaan. oleh sebab itu tiap-tiap bangsa memiliki hukum masing-masing melalui proses sejarah dan kebudayaannya. dan yang berkuasa dalam suatu negara adalah pemerintah. Apakah ada hubungan antara hukum dan kekuasaan? Ada dua pandangan untuk menjawab hal ini: 1. Hal ini didasarkan pada dua alasan: a. G ejala hukum inilah yang dipclajari dalam ilmu hukum. jaksa. dan 'teknik hukum' yang menyangkut eara membentuk hukum (Huijbers. Dalam masyarakat yang lua s. Mungkin ada peraturan yang sudah berlaku sejak jaman dahulu. Menurut von Savigny (Theo Huijbers. sebaliknya membutuhkannya guna mengatur hidup bersama. lembaga-Iembaga sosial yang mempengaruhi jalannya kekuasaan Negara. ketetapan-ketetapan. yang semuanya meneoba untuk menyelesaikan suatu perkara agar terpenuhi suatu keadilan. yaitu pemerintah. Keamanan dalam hidup bersama hanya terjarnin bila ada pemerintah sebagai petugas tertib negara. b. 1998: 3-4). baik dalam kehidupan manusia secara individu maupun seeara sosial. Tujuan ini hanya tereapai jika pemerintah juga adil dan tidak semena-mena dengan kekuasaannya. Bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada negara. maka hukum pun berbeda antara bangsa sa tu dengan bangsa yang lainnya.karena pada dasamya hukum tidak dibuat oleh manusia. Dengan demikian hukum berkembang pula dalam sejarah. Hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam pergaulan seharihari juga tidak lep as da ri peraturan-peraturan yang menyebabkan adanya keh idupan yang baik dan teratur. I-Iukum tidak hanya membatasi kebebasan individual terhadap keb ebasan individual yang lain. 2.Volksgeist .148 2. namun mungkin pula ada peraturan baru yang sesuai dengan keadaan. Meskipun. tetapi tumbuh dalam masyarakat. c. yan g jika dilihat dari sudut ilmu pengetahuan merupakan bagian dari kebudayaan (A sdi . sehingga kadang-kadang tidak kita sadari keberadaannya. Jumlah gej ala hukum itu sangatlah banyak. Hukum berasal dari negara. Karenanya perlu dibedakan antara 'politik hukum' yang menyangkut makna dan jiwa sebuah tata hukum. Dapat saja peraturan itu berbeda antar satu bangsa dengan bangsa yang lain. 149 masyarakat. maka akan terpikirkan oleh kita suatu proses pengadilan. Pemerintah melalui politiknya menetapkan hukum. Setiap ban gsa mempunyai kebudayaannya sendiri-sendiri. Hal ini didasarkan pada dua alasan : a. melainkan hukum itu ada juga di ' dalam . Gejala hukum dapat terI ihat dalam kehidupan manusia sehari-hari. konflik hanya dapat diatasi oleh entitas yang berada di atas kepentingan individu-individu . seperti partai politik. Setiap waktu kita dikuasai' oleh hukum. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum berlaku di seluru h dunia dan dapat dikatakan sebagai gej ala yang ber sifat universal. b. 1990 : 114) . penuntut. hukum adalah pemyataan jiwa bangsa . Yang dilawan adalah kesewenang-wenangan individual. melainkan juga kebebasan (wewenang) dari yang berkuasa dalam negara. Namun secara nyata. sej ak manusia lah ir sampai sesudah mati.

tetapi alat perjuan gan dari cita-cita moral dan kemanusiaan. Kepentingan . c. 2.150 Hukum dalam hubungannya dengan kebudayaan suatu bangsa dalam perkembangannya dipelajari secara empiris dalam antropologi hukum. Masyarakat tidak hanya ditandai oleh kebudayaannya sebagai ciri khasnya. Tujuan mana yang harus diprioritaskan antara keadilan. Disini hukum dipandang berkaitan dengan nilai-nilai budaya. dimana yang dimaksud adalah bahwa undang-undang yang dibentuk sungguh-sungguh cocok dengan kebutuhan-kebutuhan dan cita-cita suatu masyarakat tertentu . Kekuasaan . kekuasaan bukan merupakan tujuan akhir. Pemcrintah mengatur kehidupan masyarakat secara hukum atas dasar situasi sosial-ekonomis konkret yang tertentu. 4. Sedangkan dalam pol itik moral. Menciptakan ketentraman hidup dengan memelihara kepastian hukum. yang ada adalah kepentingan abadi. kawan dan lawan politik ditentukan sepenuhnya oleh kepentingan-kepentingan poIi tik semata sehingga tidak ada lawan dan kawan abadi. Ada bebcrapa tujuan poIitik hukum yang diuraikan oleh para sarjana. 3. Musa Asy 'ari (1999: 107) membedakan politik menjadi dua.hasil dari interaksi antara kekuasaan dan kepentingan. Budaya politik . yaitu pemeliharaan hak-hak yang berkaitan dengan tiap -tiap manusia sebagai pribadi. Tujuan sosiologi hukum bersifat praktis. dalam konteks ma syarakat modem adalah sosiologi hukum. sccara khusus dalam masyarakat sederhana atau primitif. b. dan bahwa putusan-putusan hakim bersifat konstan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. melainkan juga oleh situasi sosial ekonominya yang aktual. Karena hak-hak azasi tidak jatuh dibawah wewenang pemerintah dan tidak pemah dapat diserahkan kepada orang lain. politik kekuasan dan politik moral.tujuan yang dikejar oleh pelaku atau kelompok poIitik. Undang-undang yang tidak adil adaIah yang melanggar hak-hak manusia atau mcngunggulkan kepentingan saIah satu kelompok saja. me lainkan lebih-Iebih diarahkan pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang bersifat material. Kepentingan ters ebut nampak dalam cita-cita masyarakat secara kolektif. 151 politik yang semata-mata ditujukan untuk merebut dan memperoleh kekuasaan. norrna-norma sosial dan lembaga-Iembaga sosial . yaitu: a. Undang-undang disebut adil yaitu undang-undang yan g mengatur sed emikan rupa kehidupan manusia dimana untung dan beban dibagi sec ara pantas.sebagai cara untuk mencapai hal yang diinginkan antara lain membagi sumber-sumber di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Kepastian hukum berarti bahwa dalam Negara tcrs ebut undangundang sungguh berlaku sebagai hukum. Menangani kepentingan-kepentingan yang nyata dalam kehidupan bersama secara konkret. biasanya dalam bentuk perundang-undangan. yaitu kepentingan kekuasaan. Negara didirikan atas dasar hak-hak itu D.orientasi subyektif dari individu terhadap sistem politik. Politik kekuasaan adalah tindakan . I1mu yang mempelajari hukum dalam hubungan dengan situasi masyarakat. Pemerintah kemudian menetapkan undang-undang untuk mendukung dan mengembangkan cita-cita tersebut. Kebijaksanaan . Oleh sebab itu perhatian pemerintah dan para sarjana hukum tidak dibatasi pada nilai-nilai kebudayaan yang bersigat spiritual. Menjamin keadilan dalam masyarakat. kepastian hukum atau nilai -nilai khusus? Menurut Huijbers yang harus diutamakan adalah keadilan. TUJUAN POLITIK HUKUM Secara urnum dalam sistcm politik terdapat empat variabel yaitu: 1. Tugas utama pemerintah suatu Negara ialah mewujudkan keadilan social (iustitia socialis) yang dulu disebut keadilan distributive (iustitia distributive).

maka hukuman itu hams mengandung aspek legal dan aspek moral. jera. Secara umum. Menurut teori ini. PERAMPASAN KEMERDEKAAN DAN PEMIDANAAN Pelanggaran hukum membawa akibat diberikannya hukuman kepada si pelanggar. Untuk mengetahui hal ini perlu dilihat perbuatan orang itu pada masa lalu . tidak hanya untuk si pelanggar hukum. Teori yang membenarkan pemberian hukuman pada seseorang yang melanggar hukum dan dibenarkan secara moral adalah teori Retributivisme. sehingga tidak melakukannya lagi. melainkan juga masyarakat pada umumnya. Sesudah keadilan baru kepastian hukum. hukuman denda ataupun hukuman dalam bentuk lain. sesuai dengan cita-cita dan kebutuhan-kebutuhan bangsa (Huijbers. khususnya hukuman yang diberikan sesuai dengan keputusan hakim dan dalam hukum legal. 1995: 120). "Apakah sesungguhnya tujuan memberi hukuman? Kecuali itu apakah hukuman terse but sesuai dengan nilai-nilai moral?" Mungkin ada yang berpendapat bahwa memberi hukuman tersebut balas dendam. Adanya hukuman yang diberikan tersebut akan menimbulkan masalah yang mengacu pad a keadilan. Sudah adilkah hukuman yang diberikan. Agar suatu hukuman dapat dikatakan adil . BABX PENEGAKAN HUKUM A. atau biar orang bersalah itu "kapok". sehingga tercapai ketentraman lahir maupun batin. lalu salah satu nilai khusus dapat dipilh sebagai tujuan poltik hukum. Atau mungkin pula sebagai contoh agar orang lain tid ak melakukan pelanggaran yang sama. Berdasarkan pemberian hukuman itu akan timbul pertanyaan. Kalau memang . dapat dikatakan bahwa memberikan hukuman merupakan pengobatan atau treatment .152 sebagai azas-azas segala hukum. Hukuman itu dapat berbentuk hukuman fisik . dalam memberi hukuman haruslah dilihat apakah seseorang itu melanggar hukum. atau merupakan denda karena melanggar peraturan.

hukuman merupakan sesuatu yang harus diterima oleh orang yang bersalah. Kedua. Dampak apa yang akan terjadi' apabila seseorang menerima hukuman. sudah sepantasnyalah ia . ada aliran yang lain. begitu yang dinyatakan . namun keduanya menyetujui teori Retributivisme. ada hubungan logi s antara . Berbeda dengan teori Retributivisme yang memandang pada mementingkan masa depan. Menurut Bentham. Pengdukung teori ini adalah Immanuel Kant dan Friedrich Hegel. Pada dasamya teori ini berpendirian bahwa hukuman tidak dapat membatalkan kesalahan yang telah dibuat oleh seseorang. Di samping Retributivisme yang mengadakan evaluasi hukum.hukuman dan pelanggaran. hukuman mempunyai efek baik. yaitu siapa yang melanggar akan mendapat hukuman. Teori ini telah ada sejak jaman Plato. apabila memang terbukti sescorang itu melakukan kesalahan. menerima hukuman . Jadi menurut teori ini. Mungkin lembaga pemasyarakatan di Indonesia diharapkan untuk merehabilitir para terhukum. Hukuman sebagai pendidikan moral. Jadi menurut Kant. Melanggar hukum berarti melanggar kehendak bebas. Pendapat ini tentu tidak jauh berbeda dengan teori moral Utilitarisme yang mengatakan bahwa suatu tindakan mempunyai nilai moral apabila tindakan tersebut memberikan konsekuensi yang baik pada orang-orang lain sebanyak-banyaknya. Prinsip manfaat inilah yang menjadi ukuran bagi utilitarianisme. 1997: 9-17). Pandapat 'Kant ini dapat dikatakan bahwa ada dua macam hubungan antara hukuman dan pelanggaran. hukuman adalah konsekuensi dari perbuatan yang melanggar hukum (Yong Ohoitimer. 2. Maka menurut Hegel. Hal ini disebabkan karena orang itu di hukum seumur hidup atau dikurung. Kedua filsuf Jerman pada abad ke-18 ini mempunyai pan dangan yang berbeda. dan dikenal sebagai hukum positif yaitu hukum yang sesuai dengan rasio. Hukuman dapat memberikan akibat jera seseorang yang diberi hukuman. Pertama hukuman yang diberikan mengakibatkan seseorang yang dihukum tidak mempunyai kemampuan untuk mengulangi perbuatan pelanggaran. tetapi general will menyatakan dirinya dalam hukum. bahwa menghukum adalah kewajiban moral. karena seseorang yang berbuat harus bertanggungj awab (Yong Ohoitimur. Dengan demikian telah sesuai pemberian hukuman itu dan karena itu teori retribusi ini juga dinamakan teori Proporsionalitas (Yong Ohoitimur. general will. Kaum utilitarianisme mengatakan bahwa pemberian hukuman berarti pencegahan. memberi kesempatan pada terhukum untuk memperbaiki diri. 1997: 7-10). Ironi "Negara Hukum" Indonesia Negara Indonesia adalah negara hukum. Maka hukuman yang diberikan tersebut merupakan retribusi bagi pelanggaran yang diakibatkan oleh pelanggarannya . yaitu aliran Utilitarisme. 3. 1997: 6). Yang pertama. 1997: 2648) . Ini tidak berarti bahwa gen eral will adalah kehendak kolektif. lni berarti bahwa hukuman memberikan efek preventif. Hegel berpendapat bahwa hukuman merupakan kehendak umum. Hukuman sebagai rehabilitasi. Hukum mengharuskan setiap individu garus dihargai dan iperlakukan sebagai manusia bebas. bersifat edukatif agar si terhukum menjadi taat pada hukum (Yong Ohoitimur. Teori Plato ini juga diikuti 155 oleh beberapa orang filsuf. Kant mengatakan. dan masyarakat pada umumnya. preventif. yaitu untuk memperbaiki si terhukum. hukuman menimbulkan rasa moral. MASALAH-MASALAH DALAM PENEGAKAN HUKUM 1. tetapi hukuman itu justru mengingatkan pada masa depan si pelaku pelanggaran. B.154 orang tersebut pada masa lalu telahmelanggar hukum. di antaranya oleh Jeremy Bentham dari 1nggris. sehingga ia tidak akan membuat pclanggaran lagi. atau bahkan dihukum mati . Hukuman yang diberikan diharapkan mengandung konsekuensi positifbagi si terhukum danjuga bagi orang lain khususnya. dan hukuman itu adalah hadiah baginya. I. kedua. konsekuensi yang merupakan akibat dari hukuman yang berbentuk preventif ini ada dua macam.

maka kelanjutan kasus tersebut semakin suram. serta sernakin menguatnya paham-paham otoriter dan fasisme (Fakih. hampir sebagian besar permasalahan yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi tidak pernah tersentuh oJeh hukum. dan penguasa yang menyembah berhala materialisme. Rakyat yang . kebekuan dan kejumudan. pemberian keringanan terhadap konglomerat hitam yang 'ngemplang' 157 dana BLBl. konglomerat hitam. namun tidak mampu menahan hewan besar tetapi hewan tersebutlah yang mungkin menghancurkan seluruh jaring laba-laba. masyarakat juga tidak lagi mau rnernperhatikan nilai-nilai moral dan susila yang selama ini mapan. Mungkin hal ini disebabkan karena sudah sangat kronisnya krisis kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Para pencari keadilan yang notebene adalah masyarakat kecil sering dibuat frustasi oleh para penegak hukum yang nyatanya lebih memihak pada golongan berduit. penjarah uang rakyat. intoleransi. 'penertiban' pedagang kaki lima. Di sisi lain kita melihat proses dehumanisasi ini semakin cepat yang diakibatkan oleh kehancuran moral dan akhlak manusia. kaidah. pencabutan subsidi kepada rakyat.156 dalam konstitusi kita UUD Negara RI 1945 pasal 1 ayat (3) yang dirumuskan dalam amandemennya yang ketiga. Kesemuanya itu dilakukan oleh pemerintah dengan dalih untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. 1996: 23). 2. Masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada keadilan yang ditegakkan oleh hukum. 'penggarukan' anak jalanan. istilah ini tidak lazim dipakai dalam bahasa Indonesia dimana penyumbang terbesar krisis tersebut adalah dari para penegak hukumnya sendiri. tetapi disisi lain penguasa malah mernbiarkan pencurian harta negara dan uang rakyat oleh koruptor. Apalagi jika kasus tersebut melibatkan "orang-orang besar" yang dekat dengan kekuasaan dan konglomerat. Eigenriclzting atau tindakan main hakim sendiri yang oleh Prof. maka akan dikenakan pemidanaan yang sangat ringan atau putusan bebas. Sehingga orang sering menggambarkan kalau hukum Indonesia seperti jaring laba-laba yang hanya mampu menangkap hewan-hewan kecil . masyarakat dan Negara. Artinya hukum harus dijadikan panglima dalam penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan individu. Kernudian kita rasakan bahwamasyarakat Indonesia sekarang ini mengarah pada pemikiran yang formalistik. Sudikno Mertokusumo diartikan sebagai tindakan untuk melaksanakan hak menurut kehendak sendiri yang bersifat sewenang-wenang tanpa persetujuan pihak lain yang berkepentingan (Mertokusumo. kasus busung lapar yang terjadi di N1T dan NTB yang menistakan pembangunan yang kita lakukan selama ini . Saat ini sering kita menyaksikan peristiwa-peristiwa miris. Sistem tersebut lebih memihak kepada para pemodal. sepertinya menjadi satu jawaban atas ketidakpercayaan terhadap sistem sosial yang kita bangun selama ini yang termanifestasi dalam tata aturan kehidupan bernegara dan bermasyarakat melalui seperangkat norma. fanatisme buta. industrialisasi pendidikan dan penjualan asetaset negara kepada pihak swasta asing. Fenomena "Pengadilan Rakyat" Fenomena "pengadilan rakyat" kiranya bisa menjadi satu sinyalemen adanya kebekuan tersebut. di sisi lain negara telah tidak lagi "rnengurusi" rakyatnya. Agustus 2001 yang lalu. politisi busuk. penjahat kernanusiaan. Masyarakat mulai frustasi dengan sistem yang dibuat oleh negara. Karena biasanya kasus-kasus yang melibatkan "orang-orang besar" akan di"peti-es"kan oleh kejaksaan dengan mengeluarkan SP3 (surat perintah penghentian penyidikan) atau kalaupun sampai masuk ke pengadilan. penggusuran orang miskin kota. Tetapi sampai saat ini dalam kenyataannya masyarakat seperti tidak percaya kepada hukum sebagai satu-satunya solusi atas permasalahan yang terjadi disekitarnya. Kalaupun hal ini ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan. Manusia tidak lagi memiliki rasa empati terhadap manusia lainnya yang ditimpa kemalangan. Sehingga seharusnya seluruh sendi kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara kita harus berdasarkan pada norma-norma hukum. Contoh paling nyata adalah penanganan kasus-kasus korupsi. dan peraturan legal formal perundang-undangan Negara. 2002: xiv). karena jelas bahwa sistem yang ada sangat tidak memihak kepentingan orang banyak.

yang juga melibatkan Pengacara. Uang menjadi suatu ha] yang sangat prinsipil dalam penyelesaian persoalanpersoalan hukum. Sehingga dengan demikian sudah pasti tidak ada peluang untuk menyelesaikannya dengan cara ber-KKN atau suap-menyuap sebagairnana kebiasaan dari kebanyakan para penegak hukum se lama ini . 1976) merumuskan bahwa ketika pengendalian sosial oleh pemerintah yang sering dinamakan hukum tidak jalan. 159 Istilah mafia yang mungkin kita kenal selama ini adalah ceritacerita tentang mafia Sisilia di Italia yang menjalankan kejahatan secara terorganisasi. Kejaksaan. Adanya praktik "pengadilan rakyat" yang bukan lagi sebagai fenomena. wakil-wakil rakyat yang diberi amanah untuk itu dan terutama kepada para penegak dan pembela hukum di negeri InI. sulit kita membedakan apakah ini oknum ataukah memang institusinya yang bobrok. bukan institusi. Kejaksaan. maka bentuk lain dari pengendalian sosial secara otornatis akan muncul (Ali dalam Kompas 26/06/2002). akan tetapi sudah semakin menguat dalam tradisi masyarakat ini. karena kata ini dianggap mewakili jejaring korupsi di lingkup peradilan dan penegak hukum. cepat dan biaya ringan hanya menjadi slogan saja. hingga ke Pengadilan (disini termasuk Hakim dan Panitera). Kepolisian. Tetapi pertanyaannya jika yang melakukan perilaku korup tersebut adalah semua orang yang ada dalam institusi. paling tidak perlu dijadikan cambuk yang sangat keras bagi para pemimpin bangsa. Hakim dan Pengacara seakan menjadi satu jejaring (baca: mafia) peradilan yang terus mencari "rnangsa" yang notabene para pencari keadilan. Kata ini menunjuk pada satu bentuk korupsi yang dilakukan dimulai dari Kepolisian. Peradilan menjadi seperti kantor lelang yang menjajakan "dagangan-hukumnya" dengan variasi harga dengan penawaran tertinggi. Azas peradilan yang sederhana. pada umurnnya lebih didasarkan pada perasaan emosional sesaat dengan perlakuan yang tanpa kompromi sedikit pu n. Suka atau tidak suka. 3. pada hakikatnya merupakan wujud pengendalian sosial oleh rakyat. dalam "mengadili" pelaku yang diduga meresahkan dan mengacaukan kehidupan masyarakat. karena kenyataannya malah berbelit-belit. tindakan-tindakan individu maupun massa yang dari kacamata yuridis dapat digolongkan sebagai tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) . . Mafia Peradilan Masalah yang sering menjadi sorotan sejak dulu adalah mandulnya institusi penegak hukum. lama dan mahal. baik secara berkelompok-kelompok maupun secara massal. Profesor Donald Black (dalam The Behavior of Law.158 dalam wujud kesehariannya dikenal sebagai massa. Kita disini menggunakan kata "mafia" untuk menunjuk pad a praktik korup peradilan. Yang sering dijadikan apologi oleh para petinggi penegak hukum tersebut adalah perilaku korup tersebut dilakukan oleh oknum.

Itnplikasi Teori-Teori Mora l p ada Hukum .. 2005 .161 . eet 1 Anshori. Yogyakarta: UII Press.. .. 1984. 1990. 2002.. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta: UII Press. . Jakarta: Pustaka Firdaus. Susunan 11. 2002. 1990. Philosopy of Law. Ushul al-Fiqh. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. London: Westview. William C. Hukum Kewarisan Bilateral Menurut Al-Quran dan Hadist. Jakarta: Tinta Mas. Hend ak Kemana Hukum Islam. Teori dan Filsaf at Hukum. J. Yogyakarta.. Endang Daruni. Hukum Internasional.. 200 3. Yogyakarta: Penerbitan DAFTAR PUSTAKA Abu Zahrah. Morality. Ali. t. Bertens. D ar al-Ma'arif . Oxford: Carendom.. 1975.. Teori dan Filsafat Hukum . Belmont. 1971. ed . Kuliab Aqidah Islam. California: Wadsworth Publisher Company.-. Filsafat Hukum . Tujuh Serangkai Tentang Hukum. (ed).. 2001. Jakarta: Rajawali Press . Fiqh Perbandingan dalam Masalah Nikah dan Rujuk.. Filsafat Hukum Kewarisan Islam. The Concept ofLaw Hazairin. Yogyakarta: Lukman Offset. Harm and the law. Filsafat Islam . Bandung: Mizan. . 1994. 1976.. terjem ah.. 1993. Mansour. Tahafut al-Falasifah. Ilyas. . Al Iman. 1982. Drijarkara. Jakarta: Bina Aksara. 1952. Fakih. Huijbers.-. Ibrahim. cet 9. Djakarta: Pembangunan. 1998.. Jalan Lain Manifesto Intelektual Orga nik..-. 1984) cet V edisi ketiga him 165 Basyir. fa tawa qardhawi: permasalaha n. . Theo . Panduan Ja lan Ruhani. Chittick.. 1990. W. Yogyakarta: LPPI UMY.H. 1966.. Hukum Perkawinan Islam . Abdul Ghofur.. Kairo. 1966. Friedman. 1994. Yunahar. Jakarta: Bumi Restu.. Pertjikan Filsafat. Hyderab ad.. Rasail. Edisi Revisi . 2 Istanto. 1971. Susunan I. Y ogyakarta: Insist Press Feinberg. Al-Ghazali.. Filsafat Hukutn dalatn Lintasan Sejarah.-. Inc. Jakarta: Ihya Ulumuddin. Al -Farabi. Mengenal Ajaran Kaum Sufi. Surabaya: Risalah Gusti. pemecahan dan hikmah. Pidato Pengukuhan Guru Besa r Fakultas Filsafat Univ ersitas Gadjah Mada . Imp ertif Kategoris dala m Filsafat Moral Immanu el Kant.. 1994. N. Jakarta: Rajawali Press . 1993. 1981..-. terj emah . Etika. Jakarta: Gramedia. Buckhardt. . F... Asy'ari. Ahmad. Sugeng. Tasawuf di Mata Kaum Sufi .. Muhammad. Dworkin. Gerald. sec . Yogyakarta: Kanisius. Komp as 26 Juni2000 Al Qardhawi... Jakarta: Tinta Mas. 1991. "M enyoal Anarki dan Penegakan Hukum".. terjemah (Jakarta : Pustaka Al Kautsar. Abdul Mujid Az Zandany dkk . .. . Sunnah Na bi dalam Berpikir. Haart. Ahmad Azhar. Filsafat Barat dalam Abad xx. ed .-. Musa. AI-QuI' 'an dan Terjemahnya.. eet. HLA. Jakarta: Pustaka Jaya . Asdi. Ethical Studies. Departemen Agama RI.-. Yusuf. 1992. Hosen. 1981. Y ogyakart a: Pustaka Sufi...t.. Bradly. Hukum Waris Islam.. 2002. 1990. . Yogyakarta: UII Press.-. 1999. Yogyakarta: LE SFI. Titus. cet 3.

2000. 1990. Sukris. . Jakarta: Artikel Yayasan Paramadina. Khallaf Abdul Wahab.. Jakarta: PSAP Muhammadiy ah. Muh amm ad Khalid. Immanu el. Yogyakarta: Tiara Wacana. Soekadijo. Jalan Pembebasan Manusia dari Mekani sme Konflik" dalam Begawan Muh ammadiyah: Bunga Rampai Pidato Pengu kuhan Guru Besa r Tokoh Muh am tnadiyah. Transfigurasi Manusia.. Studi Perbandingan Sistem Hukum Islam. HLA. 1989. cet 2 Mulkan. Filsafat Islam. . The Nature of Moral Thinking.. Yogyakarta :Kanisius.. dernan . A.M.. Jakarta: Pradnya Paramita. Soejadi. Yogyakarta: Liberty. Hukum Perkawinan Islam. A. 'Jaiz.. Pokok-pokok Hukum Perdata. 1994.. Schuon. Quraish. Sejarah. Masyarakat Relight s . 1996.. 2002 . 1992. P. Harun. Revised ed . 2003. Notohamidjojo. 1963. transl. Inroduction To Int enational Law. New York : Cambridge Uni versity. Bandung: Mizan. t. 2004. Roregoard.. Frithjof. 1990. HJ. M. Jakarta: Penerbit Paramadina Marzuki.. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum Soetiksno.. 2005 ..-. Pembukaan UUD 1945. 2001. 1994. Franci s. 1996. 1986.. Yogyakarta: Penerbit Qalam.. Transedensi Keadilan Hukum Waris Islam Transformatif. 1996. 1989. Nasr. Lili. Pusat Studi Hukum Tata Negara FHU I. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. 1997. M. Starke. Philosop hy of Law.. Rejleksi Antrosophia Perennialis. Yong . Rasyidi. Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaa h Kristis tentang Mas alah Ke ima nan Kemanusiaan. Ohoitimur. Bandung: Citra Aditya Bakti. 1996. cet .'I Groundwork oJ the Metaphysic ofMoral. Suatu Analisis dari UU No . A Theory oJ Justi ce. New Delhi: Taj Company. Setiardja. (Oxford Univ ersity Press . Coleman. Abdul Munir. Poltical Theory. Pan casila sebagai Sumber Tertib Hukutn Indon esia. . Jakarta: Intermasa. cet V.. 1971. simbolik. cet 11. Notonagoro. . Jakarta. Ma ssachusetts: The Belknap Press of Harvard University Press of Cambridge. dan induktif. Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia. Teori Etika tentang Hukuman Legal. Islam : Agama. Muslehuddin. Soal-soal Pokok Falsafat Hukum . Dialektika Hukum dan Moral.. dan Peradaban. . Raja Grafindo Persada. Shihab. Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis.162 UAJY. Rawls. Rukun Iman digun cang. Logika Dasar. and Jules L. 1991. The Moral Law. Sarmadi. Ramulyo. Jakarta: Penerbi t Paramadina. Bandung: Pustaka. Bandung: Pustaka. Gregor . R. Harmaily.. JG. 1990. M embumikan AI-Qur 'an. 1939) Kusnardi Moh & dan Ibrahim. London: Routledge. 1997. Surabaya: Risalah Gusti . 1992.: Jakarta: PT. Murphy.G.. Notohamidjojo. Peneliti an Hukum. Kant '. Gunawan. Madjid. Nasution. Nurcholish. Filsafat Shadra . Sudikno. Hartono Ahmad. Terjemah oleh 163 Yudian Wahyudi Asmin. Fazlur. Seyyed Hossein. dan Kemo . Philosophy oJ Islam ic La w A nd The Orientalist. 1976. Mertokusumo.. Jakarta: Kencana Masud. Lectures on Ethics. Idris. Semarang: Dina Utama . Hutchinson University Library. tradisional.t. Filsafa t Hukum Islam . New York: Harper & Row. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Men genal Hukutn (Suatu Penga ntar). Dasar-dasar FilsaJat Hukum.. cet 2 Kant . Paton. terj emah . London. 1991. Snare. Butterworth & Co Publisher Ltd Subekti. FilsaJat Hukum . Kranenburg dalam buku terj emah an R. London : Westview. 2000 . 2005. The Me tap hys ics oJ Mo rals. Rahman. Jeffri e G. Ilmu Ushul Fiqh. "M a 'rifat Queti ont . by Mary . J. 1972. Jakarta : Pustaka An Nab a' .

148. 1992. 1970. 10. 94. 14. 37. 125. 68. 87-91 .37. 80. Jumat.58 Al Farabi. Bandung: Mizan.. 83.48. 1974. 22. 5. 152. 12.100. Komp as. 150 Spekul atif. 152. 94. 15 61-72. 4. INDEKS A . 54. 12. 126. 46. 7.12. 33. 82.7 StuJenbau theorie. Sukardja. "Dari Pluralisme Agama Menuju Konvergensi Agamaagama". 14. 17. 16 Al Hadi st.1 48.108 Hukum po sitif.1 51. 30. 12. 13.1 33..25..25 . 24. 25.34 Ibnu Ru syd . 23. 98.92. 156-158 Hegel. 15 Al Ghazali. 1995. 77.60. Piagam Madinah dan UUD 1945. 34 Kea dilan. 7. 77. 151. 74-79 . 10 1-104. 16. 123..92. 17 Oktober 1997 Thalib. 87.14. Titus. Ilmu Hudluri.164 XXVIII. 2 1.69. 1 Akhlak.135 . Abb asiyah .28-33.68. 16-18. 104. 4. 9. 33 Sos iologi Hukum.1 55157 R Rene Descartes. 18 J Jurisprudence. 10 Ius Constitutum.18. 137. 153 Hukum alam.18. 10 Ius gentium. 13. 5. 15. 5. 100 Sufi .38. cet XXv. 9 1.63-66. 1994. 57-59. 132. 25. Ahmad. 102. 153 Islam. Mehdi Ha 'iri .88. . 37.3 3. Prinsip-prinsip Epsitimologi dalam Filsafat Islam . 27 Romawi.88. Cet 1. 12 1. 93 K H Hakim. 42 . 17 Aksiologi. 138 Ius Constituendum.84.16. 14 lmmanuel Kan t. 13-1 9.1 0 1. 101. 16. 108 S Sey yed Hossein Nasr. 127 Al Kindi. 12. 35.87.91 . Jakarta: Pradnya Paramita. Sajuti. 104. 109. Living Issues in Philosophy . 153 I Kap italisme. 24. 14 Abdul Wahab Khalaf.8 1-83. 51 Karl Marx. Yazdi. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek). 104 Agustinus. 83.21 . 112. Hukutn Kekeluargaan Indonesia. Harold H. 13.106. 69.-. 56. 12. Jakarta: Penerbit VI. 10. Jakarta: VI Pre ss. 6. 18. 35. 99. New York: Van Nostrand Rein Hold.. 46-57 .96-98. Sukidi. 25 Kasyf.94. 111 Hukum kod rat.

14. 137. 118. 121.66.32. 104. 92-94 . 18. 124. 126.33 Teori hukum mumi . 135.100.129. 111 Yurisprudensi. 16-18. 98. 74. 87.104-106.33.33 . 119.59. 102. 28-31 Yunani.133 Taqdir . 127 Tasawuf.101. 122.6871.ll. 17. 153 Tradisionalisme. 138 T y w Wahyu .121. 5. 45.31. 75.166 Syariat. 101 Teori proporsionalitas. 123.132.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful