PERPUSTAKAAN

UNIVERSITAS

WI DYATAMA

PERANAN SISTEMINFORMASI AKUNTANSI DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PENGGAJIAN
(Studi Kasus Pada PT. INTI (Persero) di Bandung)

SKRIPSI Diajukan untuk rnernenuhi salah satu syarat dalarn rnenernpuh Ujian Sarjana Ekonorni Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonorni Universitas Widyatarna

Disusun oleh: NAMA NRP : Eni Musriani Amir : 01.93.430

FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS

WIDYATAMA

Terakreditasi (Accredited) SK. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) N ornor: 00 lIB AN -PT/ AK -INIIII19 98 Tanggal 11 Agustus 1998

2003

ABSTRAK PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PENGGAJIAN Sistem infonnasi akuntansi penggajian diperlukan dalam menunjang keefektifan pengendalian internal penggajian. Untuk mengetahui peranan sistem informasi akuntansi dalam menunj ang keefektifan pengendalian internal penggajian. Penulis melakukaiwpe=iglitian pada PT INTI (Persero) perusahaan yang bergerak di bidang industrniupup Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan sistem infonnasi akuntansi penggajian yang ada d perusahaan terhadap pelaksanaan kegiatan pengendalian internal penggajian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus dan studi pustaka. Dari hasil penelitan yang penulis lakukan, ternyata PT INTI (Persero) telah menerapkan sistem informasi akuntansi penggajian dengan memadai, hal ini terlihat dari kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, yaitu terdiri dari unsur-unsur sistem infonnasi akuntansi seperti adanya tujuan, masukan, keluaran, penyimpanan data, pengolahan, instruksi dan prosedur, pengguna, pengendalian dan pengukuran keamanan, sehingga dapat menunjang keefektifan pengendalian internal penggajian yaitu : (1) Lingkungan pengendalian, (2) Penetapan resiko, (3) Aktivitas pengendalian, (4) Infonnasi dan komunikasi, (5) Pemantauan. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem infonnasi akuntansi gaji yang memadai dapat menunjang keefektifan pengendalian internal penggajian.

BABI
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam melaksanakan kegiatan operasi perusahaan diperlukan adanya

manajemen perusahaan yang baik dengan ditunjang oleh personil yang berkualitas agar dapat berkarya secara efisien. Hal penting yang harus diperhatikan oleh

perusahaan adalah faktor manusia. Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan merupakan faktor dominan dalam pencapaian suatu tujuan perusahaan. Sebagai imbalan kepada sumber daya tersebut, kontrak prestasi yang berupa gaji. Gaji mempunyai arti sebagai suatu penghargaan dari usaha karyawan atau tenaga kerja yang sudah pasti jumlahnya pada setiap waktu yang telah ditentukan, misalnya bflanan. Gaji merupakan biaya tenaga kerja yang merupakan unsur terbesar yang memerlukan ketelitian dalam penepatan, penggolongan, pencatatan serta pembayarannya. Untuk mengatasi penetapan, penggolongan, kekeliruan pencatatan akibat tidak teliti dan tidak tepatnya atas gaji, maka perlu maka perusahaan menjanjikan suatu

serta pembayaran

diatur tingkatan kerj a yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Demikian juga mengenai ketentuan-ketentuan untuk kesejahteraan sosial para karyawannya hams ditetapkan kebijakan-kebijakan maupun sistem dan prosedur yang didukung

dengan formulir-formulir berlaku pada perusahaan

atau catatan-catatan yang sesuai dengan peraturan yang tersebut. Dalam suatu perusahaan apabila sistem

informasi akuntansi tidak baik akan menimbulkan suatu gejala yang merugikan, misalnya terjadi pembayaran yang fiktif atau pengalokasian dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam suatu perusahaan yang besar, pimpinan perusahaan tidak mungkin mengendalikan secara menyeluruh terhadap biaya tenaga kerja. Oleh karena itu, biaya tidak sesuai

diperlukan suatu pengendalian internal yang memadai terhadap gaji.

1

Untuk menciptakan pengendalian internal yang memadai diperlukan suatu sistem infonnasi akuntansi yang baik. Sistem infonnasi akuntansi ini merupakan keselumhan prosedur dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data dan mengolahnya sehingga menjadi infonnasi yang diperlukan sebagai alat bantu

pimpinan perusahaan dalam melakukan pengawasan kerja. Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penyusunan Skripsi ini penulis memilih judul: "PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PENGGAJIAN". (Studi Kasus di PT BVTI (Persero) Bandung)

1.2 Identifikasi

Masalah masalah dalam penulisan Skripsi ini sebagai

Penulis mengidentifikasikan berikut:

l.Apakah sistem infonnasi akuntansi penggajian yang ditetapkan perusahaan telah efektif ? 2.Apakah pengendalian telah efektif? 3.Apakah sistem infonnasi akuntasi penggajian efektivitas pengendalian internal atas penggajian ? berperan dalam menunjang internal atas penggajian yang ditetapkan perusahaan

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud penelitian ini adalah untuk memperoleh data dalam penyusunan Skripsi sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Sarjana Jurusan Akuntansi di Universitas Widyatama. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: l.Untuk mengetahui dan menilai apakah penerapan sistem informasi akuntasi penggajian yang ditetapkan perusahaan telah efektif. 2.Untuk mengetahui dan menilai apakah pengendalian internal atas penggajian yang ditetapkan perusahaan telah efektif. Program Pendidikan

2

maka diharapkan akan diperoleh suatu informasi akuntansi yang pasti mengenai gaji sehingga perusahaan dapat mengalokasikan seefisien mungkin dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.4 Kegunaan Penelitian Melalui penelitian ini penulis berharap dapat memberikan manfaat sebagai berikut: l. 1.3. maka diperlukan tenaga kerja yang berkualitas dengan tingkat kontra prestasi yang berbeda sesuai dengan prestasi yang disumbangkan pada perusahaan.Bagi penulis sendiri. penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga dalam membandingkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di masyarakat dan kuliah maupun secara mandiri dengan penerapannya sebagai syarat untuk menempuh ujian Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama. 3. 2. Karena aktivitas gaji bersifat berulang-ulang diperlukan adanya suatu sistem informasi akuntansi dan rutin.Bagi pemsahaan atau pihak manajemen perusahaan. Dengan adanya suatu sistem informasi akuntansi penggajian yang baik dalam perusahaan. 1. Untuk mengetahui dan menilai apakah sistem informasi penggajian dalam menunjang efektivitas pengendalian internal atas penggajian.5 Kerangka Pemikiran Aktivitas manusia operasi perusahaan di perusahaan. penulis berharap hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menambah wawasan dan pengetahuan.Bagi masyarakat khususnya. sangat bergantung Agar perusahaan pada sumber dapat bertahan daya dan yang bekerja semakin berkembang. Cushing dan Romney (1990: 18) memberikan informasi akuntansi sebagai berikut: definisi tentang sistem biaya gaji 3 . diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan yang berarti. maka agar dalam penggajian pelaksanaannya dapat terkoordinir dengan baik. di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.

seperti yang dikemukakan oleh La Midjan (1995: 12) sebagai berikut: 1. Jadi sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan sumber daya manusia dan modal dalam organisasi yang bertanggung jawab atas pengolahan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan pemprosesan data transaksi. karena gaji merupakan pos yang rawan bagi perusahaan. Menurut Bodnar dan Hopwood (1995:8) definisi pengendalian internal adalah sebagai berikut: "An organization's internal to control consist of the policies reasonable assurance and that procedures established provide spesific organizational objectives will be achieved"."Accounting information system is defined as a set ofhuman and capital resources within an organization that is responsible for the preparation offinancial information and also of the information obtainedfrom the collection andprocessing of transaction data".Untuk meningkatkan informasi yang tepat guna maupun tepat waktu. Dalam dan perusahaan yang besar. Jadi pengendalian internal terdiri dari kebijakan dan prosedur yang ditetap\kan untuk memberikan jaminan yang layak bahwa tujuan yang spesifik 4 . Dengan kata lain sistem infonnasi akuntansi hams dengan cepat dan tepat memberikan informasi yang diperlukan.Untuk meningkatkan struktur pengendalian internal sehingga informasi yang dihasilkan lebih dapat dipercaya dan sanggup melindungi harta perusahaan. 2. pembayaran. kerja dan lembur. Hal ini besar dan penggajian disebabkan karena terdapatnya pegawai dalamjumlah merupakan kegiatan yang kompleks yang meliputi aktivitas pencatatan. perbitunganjam Oleh karen a itu diperlukan suatu pengendalian internal yang memadai atas gaji. 3. sehingga dalarn pos ini sangat mudah terjadi kecurangan dan in-efisiensi. Penyusunan suatu sistem infonnasi akuntansi mempunyai beberapa tujuan utama.Untuk mengurangi seminimal mungkin biaya pemeliharaan catatan. pimpinan perusahaan tidak mungkin mengendalikan secara menyeluruh pengawasan terhadap biaya tenaga kerjanya.

1. Jadi tujuan dari diadakannya suatu pengendalian internal adalah: l. maka penulis mengajukan hipotesis : "Sis tern inforrnasi akuntansi yang dilaksanakan secara efektif akan berperan rnenunjang efektivitas pengendalian internal atas penggajian". macam data yang ditemukan sehingga dapat ditarik suatu simpulan dan dibuat suatu rekomendasi bilamana dirasakan perIu.Rebiability of financial reporting 3. Compliance with applicable laws and regulations. bila dilakukan dengan memadai akan sangat membantu pimpinan perusahaan dalam melakukan pengambilan keputusan terhadap gaji.Kepatuhan pada hukum dan peraturan yang berIaku. Kedua unsur diatas yaitu sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal. 2.6 Metodologi Penelitian Metode penelitian analitis kualitatif yaitu yang digunakan suatu metode penulis penelitian adalah metode yang deskriftif untuk bertujuan mengembangkan keadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada mengolah. menyajikan serta menganalisis berbagai dengan cara mengumpulkan. Penelitian Lapangan (Field Research) Merupakan penelitian secara langsung atas perusahaan yang menjadi objek penelitian. Effectiveness and efficiency of operation 2.Efektivitas dan efisiensi operasi. Teknik penelitian yang digunakan oleh penulis dalam pengumpulan data adalah: 1. Adapun tujuan dari pengendalian menurut Arens dan Loebbecke (1997:290) internal sebagai perusahaan /. Pengumpulan data diperoleh melalui: 5 . Berdasarkan uraian diatas. maka memungkinkan penggajian dilakukannya yang ada di perusahaan pengendalian internal telah yang memadai atas penggajian.Keandalan pelaporan keuangan. Apabila sistem informasi memadai. 3.dari perusahaan dalam berikut: akan tercapai.

6 . Sedangkan waktu penelitian ini dilakukan pada awal Maret 2002 sarnpai akhir Mei 2002. b. Penelitian Kepustakaan (Library Reseach) Merupakan peneljjian dengan caja. jnempelajari Iiteratur-r'iteratur. 77 Bandung.a Observasi yaitu suatu teknik pengurnpulan data dengan rnengarnati secara langsung objek penelitian. buku-buku perkuliahan serta referensi-referensi lain yang berkaitan dengan nrasalaji yang diteliti. 2. 1. Wawancara yaitu suatu teknik pengurnpulan data dengan cara rnernbuat daflar pertanyaan yang diajukan penulis kepada pihak yang berhubungan dengan masaja" yang di{elitj. penulis yaitu PT INTI Industri Telekornunikasi (Persero) yang berlokasi di Jalan Moch. Toha No.7 Lokasi dan Waktu Penelitian Dalarn rangka pengurnpulan rnelakukan penelitian di Perusahaan data untuk penulisan Skripsi ini.

2.1 Sistem Infonnasi Akuntansi Pada perusahaan yang masih kecil skala operasinya.1 Pengertian Sistem Infonnasi Akuntansi Terdapat beberapa definisi mengenai pengertian sistem informasi akuntansi yang telah dikemukakan oleh para ahli. Sejalan dengan semakin kompleksnya masalah yang timbul dalam perusahaan serta semakin berkembangnya skala operasi. Dalam situasi ini. maka informasi akuntansi belum dirasakan manfaatnya. dan pengelolaan dan supervisi dilakukan secara langsung dan pribadi. mencatat dan melaporkan transaksi suatu satuan usaha. fungsi akuntansi hanya diselenggarakan secara informal saja atau diselenggarakan sebagai bagian dari fungsi yang lain atau sarna sekali diabaikan dan diselenggarakan sekali setahun pada saat informasi untuk tujuan fiskal diperlukan. antara lain dikemukakan oleh / Romneyjkk(1997: 2)] sebagai berikut: "An accounting information system (AIS processes data and transaction to provide users with the information operate their business". maka nilai kegunaan dari hasil akuntansi sebagai salah satu fungsi informasi dalam suatu perusahaan akan semakin meningkat pula.1. Hal ini disebabkan karena kedudukan manajer dan pemilik terdiri dari satu atau beberapa orang saja serta terbatasnya jumlah karyawan. informasi akuntansi yang berguna untuk mengindentifikasikan. Dalam situasi ini. control and 7 . mengklasifikasikan. pimpinan perusahaan masih dapat langsung terjun ke dalam setiap bagian pekerjaan sehingga ia dapat langsung mengetahui dan mengawasi keadaan perusahaan.BABII TINJAUAN PUSTAKA 2. they need to plan. tugas yang dihadapi oleh pihak manajemen menjadi lebih banyak dan rumit sehingga membutuhkan suatu alat bantu berupa sistem menggabungkan.

Stored data must be updated frequently to keep in current Process or Data must be processed to produce information. this information is communicated to a wide variety of decision maker. mengendalikan dan mengoperasikan perusahaan guna mencapai tujuannya. 5. dalam bukunya mengemukakan sebagai berikut: "Accounting information system is a collection of resources.Sedangkan menurut Bodnar dan Hopwood (1995: 1).1. 4. seperti manusia dan peralatan yang didesain untuk mengubah data dan informasi yang menjadi dasar bagi para pemakai untuk mengambil keputusan dalam merencanakan. Instructions and procedures for user are typically placed in procedure manuals. Data Storage Data are often stored in the AIS for later use. designed to transform financial and other data into information. li Each AIS is designed to accomplish one or more goals or objectives. 8 . 2. Outputs Information produced by a system is called output. yaitu : 1. Inputs Data must be gathered and entered as input into the system.2 Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi Menurut Romney dkk (1997: 10-12) terdapat 8 (delapan) unsur dari suatu sistem informasi akuntansi. which reflect the drivingforce behind the system and its purpose. Dari kedua definisi diatas dapat ditarik simpulan bahwa sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber. The most common inputs to an AIS are transactions data andjournal entries. Most business process their data using computers. such as people and equipment. budget and cash flow projections. 3. The most common AIS output is financial statements and internal reports such as account receiveable listings. Accounting information system perform this transformation with they are essentially manual systems or thoroughly computerized" . Goals or objectives 2. Instructions and Procedures Information systems cannot process data to produce informations without detailed instructions and procedures.

Data yang disimpan harus dimutakhirkan secara teratur.7. Berdasarkan unsur-unsur disimpulkan sebagai berikut: L Tujuan Sistem inforrnasi akuntansi dirancang untuk mencapai satu atau lebih tujuan yang menggambarkan tenaga penggerak dibelakang sistem dan tujuannya. Instruksi dan prosedur untuk pemakai biasanya terdapat pada prosedur manual. 9 . free of errors and protected from unauthorized access. 5. anggaran dan proyeksi cashflow. users include those who execute and record transactions and those who manage and control the system. Keluaran Inforrnasi yang dihasilkan oleh sistem disebut keluaran. Sebagian perusahaan memproses data mereka dengan komputer. Control and Security Measures Informations produced by a system must be accurate. Users People who interact with a system and use the information it produces are refered to as users. Pengolahan Data hams diolah untuk menghasilkan inforrnasi. 6. In a business. Penyimpanan Data Data disimpan dalarn sistem inforrnasi akuntansi untuk pemakaian berikutnya. 2. maka dapat Masukan yang umum dari suatu sistem informasi transaksi dan jurnal 3. Keluaran yang umum dari sistem inforrnasi akuntansi adalah laporan keuangan dan laporan-laporan internal seperti daftar piutang dagang. akuntansi adalah data sistem informasi akuntansi diatas. Masukan Data hams dikumpuikan dan dimasukan sebagai input ke dalam sistem. Instruksi dan Prosedur sistem inforrnasi akuntansi tidak dapat memproses data untuk menghasilkan inforrnasi tanpa instruksi dan prosedur yang terinci. Securities measures and controls are built into AIS to ensure accurate information and proper system operation. 4. 8.

1. Pengguna Orang-orang yang berhubungan dengan sistem dan pemakai informasi yang dihasilkan disebut pengguna. bebas dari kesalahan dan dilindungi dari akses-akses yang tidak sah. 8. Dalam perusahaan. Dalam mencapai tujuan tersebut manajemen membutuhkan suatu alat yang dapat membantu mencapai tujuan. 10 . 2. pengguna meliputi semua orang yang melaksanakan dan mencatat transaksi dan semua orang yang mengatur dan mengendalikan sistem.7.3 Tujuan Sistem Infonnasi Akuntansi Setiap perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan. Dalam pemenuhan informasi. Pengendalian dan Pengukuran Keamanan Informasi yang dihasilkan oleh suatu sistem harus akurat. Kutipan diatas mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi bertujuan untuk menyedikan data akuntansi untuk berbagai pengambilan keputusan menurut pemberi hak informasinya. Demikian pula suatu sistem informasi dalam memenuhi fungsinya memenuhi tujuan-tujuan yang dapat memberikan pedoman pada manajer dalam merancang suatu sistem yang dapat menghasilkan suatu informasi yang berguna terutama dalam hal perencanaan dan pengendalian. Menurut Bodnar (1997:5) mengatakan tujuan sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut: "The purpose of an accounting information system is to provide accounting data to varietief decision makers according to their and entitlement to the information" . sistem informasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat meneuhi fungsinya. salah satu alat tersebut adalah sistem informasi akuntansi yang akan memberikan informasi yang berguna dalam mengambil keputusan. baik untuk ke butuhan intern maupun kebutuhan ekstern. Pengendalian dan pengukuran keamanan dibuat dalam suatu sistem informasi akuntansi untuk menjamin informasi yang akurat dan pengoperasian sistem secara tepat.

To fulfil obligations relating to stewardship.Mendukung pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan intern. Keterlambatan atau kesalahan yang terjadi dalam sistem penggajian dapat menyebabkan para pegawai tidak dapat menerima penghasilannya lain pihak kebutuhan hidupnya hams tetap terpenuhi. " Dengan demikian akuntansi adalah: 1.2 Sistem Infonnasi Akuntansi Penggajian Sistem akuntansi penggajian merupakan salah satu sistem akuntansi yang penting untuk menetapkan secara tetap dan teliti mengenai jumlah gaji yang hams diterima oleh setiap pegawai. 2. "To support the day to day operations 2. dapat disimpulkan bahwa tujuan sistem informasi 2. 3.2. misalnya untuk 11 .Memenuhi kewajiban dan berkenaan dengan pengamanan. tujuan utama sistem informasi akuntansi adalah: "To provide accounting information to a wide varied of user". Sedangkan tujuan spesifik sistem informasi akuntansi adalah: /.Mendukung operasi sehari-hari.Menurut Wilkinson (2000:8). Pengeluaran gaji merupakan hal yang penting karena karyawan sangat dalam penggajian atau terhadap hallainnya sensitif terhadap kesalahan-kesalahan yang bersifat tidak wajar dan juga penting untuk menjaga suasana kerja yang baik. prosedur dan catatan atau formulir yang digunakan untuk menetapkan secara tepat dan akurat berapa gaji yang hams diterima oleh setiap pegawainya.1 Pengertian Sistem Infonnasi Akuntansi Penggajian Yang dimaksud kebanyakan perusahaan dengan sistem informasi akuntansi penggaJlan untuk yaitu suatu sistem. berapa gaji yang hams dipotong. sedangkan di 2. To support decision making by internal decision makers 3.

Imbalan balas jasa dan suatu perusahaan biasanya merupakan faktor pertama kali yang dinilai oleh seseorang untuk bekerja di suatu perusahaan.2. 2. pinjaman pegawai pada perusahaan serta gaji serta sisa gaji yang benar-benar dibayarkan kepada pegawai. yang dibuat untuk menjamm penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. gaji.3 Sistern dan Prosedur Akuntansi Penggajian Sistem penggajian terdiri dari beberapa prosedur yang saling berhubungan. Bagi perusahaan. insentif. menyangkut gaji merupakan hal yang penting dan sensitif sebab yang akan kepentingannya secara langsung terhadap perusahaan mempengaruhi motivasinya di dalam bekerja.pajak penghasilan pegawai. 12 . Prosedur adalah suatu urutan kegiatan yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih. gaji merupakan bagian yang penting bagi unsur biaya perusahaan serta menyangkut jumlah yang materil. often monthly. Menurut Patrick Hanks (1990: 1144) definisi gaji dapat diuraikan sebagai berikut: "AflXedpayment an office work".2 Definisi Gaji Gaji adalah pemberian karyawan imbalan balas jasa oleh perusahaan kepada baik dalam bentuk upah. pencatatan waktu. made by an employer. tetap bekerja atau berganti pekerjaan ke perusahaan lain. for profesional 2. karenanya perlu ditekankan agar tujuan efisiensi atas gaji tersebut dapat tercapai. Yang termasuk ke dalam sistem akuntansi penggajian terdiri dari prosedur penerimaan dan penempatan karyawan. bonus atau dalam bentuk tunjangan merupakan hal yang rutin dihadapi oleh pimpinan perusahaan. Bagi karyawan. prosedur pembuatan daftar gaji dan prosedur pembayaran gaji.

Pemilihan dari berkas pegawai yang diberhentikan sementara (lard off) c. Sumber dari luar perusahaan Pemilihan karyawan dari sumber luar perusahaan dilakukan melalui lamaran pekerjaan. Pemilihan dengan mencari karyawan diantara para pelamar yang dahulunya belum diterima dan sekarang baru dibutuhkan. Atas permintaan terse but. dengan cara : -Karyawan yang sudah ada dipromosikan ke dalam kedudukan yang diminta. Sumber dari dalam perusahaan a Pemilihan diantara karyawan yang ada sekarang. > Tahap I Prosedur pengaturan permintaan karyawan dalam jumlah tertentu dan bagian lain yang memerlukan kepada bagian personalia. b. Karena faktor sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat penting yang hams dikelola secara hati-hati dalam melakukan prosedur tersebut dilakukan terlebih dahuiujob analysis.1 Prosedur Penerimaan dan Penempatan Karyawan Prosedur penerimaan dan penempatan karyawan merupakan prosedur yang sangat penting dalam pemilihan sumber daya manusia yang berkualitas dan penempatan sumber daya tersebut pada posisi yang sesuai (the right man in the right place) sehingga sasaran perusahaan dapat dicapai. -Memasang iklan dalam surat kabar. dan lain-lain. -Karyawan terse but diberikan pendidikan lanjutan sampai tercapai sesuai dengan apa yang diinginkan.3. Job Analysis merupakan penentuan sifat dan keadaan suatu pekerjaan dan penentuan sifat dan kecakapan orang yang diperlukan untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik.2. maka bagian personalia mencan data karyawan dalam berkas. Apabila cara-cara diatas telah dilakukan dan masih belum ditentukan adanya karyawan yang memiliki kualiflkasi yang dibutuhkan dalam job specification": maka penarikan karyawan dilakukan secara lebih meluas lagi. 2. dengan cara: -Menghubungi sumber-sumber yang menyediakan tenaga kerja. 13 . l.

maka barulah karyawan tersebut dapat dinyatakan sebagai karyawan tetap. maka tahap selanjutnya dilakukan seleksi karyawan.3.> TahapII Setelah dilakukan pemilihan karyawan. Dan karyawan tersebut akan mengalami masa percobaan selama 3 bulan. yaitu pencatatan jumlah jam kerja karyawan selama satu periode dengan cara menggunakan kartu hadir (clock card).2 Prosedur Pencatatan Waktu Prosedur pencatatan waktu merupakan aktivitas dalam mencatat waktu hadir di perusahaan. Seleksi karyawan ini dilakukan dengan cara calon karyawan dipanggil untuk diadakan test untuk menguji kemampuan calon karyawan. kartu ini dimasukkan dalam mesin pencatat waktu (time clock). yaitu: l. pada tahap percobaan karyawan belum dapat dinyatakan sebagai pegawai tetap. Prosedur pencatatan waktu ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian. > Tahap IV Setelah karyawan dinyatakan diterima karena telah berhasil meialui tahaptahap sebelumnya. 2. surat keputusan Perusahaan khususnya bagian personalia mengeluarkan atau surat peijanjian kerja atau biasa juga pengangkatan disebut dengan surat kontak. Setelah meialui mas a percobaan selama 3 bulan. yang telah lulus seleksi akan dipanggil kembali keputusan untuk apakah dan potensi dan Tahap ini merupakan tahap penentuan karyawan tersebut diterima atau tidak. Dimana setiap kali memulai kerja. begitupun sehabis pulang kerja ke 14 . Pencatatan waktu hadir (attendance time keeping). > TahapV Tahap terakhir adalah tahap penempatan. > Tahap HI Karyawan diwawancara. personalia informasi membuat mengenai Dalam tahap penempatan bagian yang isinya memuat semua kartu induk karyawan karyawan tersebut.

3.sehingga akan tercatat jam masuk dan jam keluar setiap karyawan yang diawasi oleh pencatat waktu. Daftar gaji dibuat untuk menghitung gaji yang hams dibayarkan kepada masingmasing karyawan.Waktu kerja lembur (over time) 2. 3. 3. susunan keluarga dan gaji pokok.Atau kombinasi catatan waktu hadir dan waktu kerja. Cara lain dapat dilakukan hadir dimana setiap hari pegawai daftar membubuhi paraf atau tandatangan sebagai bukti kehadiran. Waktu yang diperoleh terdiri dari dua bagian. Pencatat waktu kerja (shop time keeping). Tujuannya mengecek hasil adalah untuk kebenaran pekerj aan dan untuk akuntansi biaya dan perhitungan dengan cara menggunakan harga pokok. pada tiap-tiap karyawan yang bekerja diberikan daftar tersebut setiap hari. Sedangkan laporan waktu kerja diperoleh dari : lDaftar waktu (time sheet) 2. 2. Mengumpulkan Adapun perincian kegiatan penetapan gaji adalah sebagai catatan waktu kehadiran dari masing-masing karyawan dari kartu jam kehadiran. yaitu: -Waktu kerja biasa (straight time) . 2. prestasi Umumnya yang telah nama karyawan pangkat dan pada data produksi tentang banyaknya dihasilkan sesudah itu dihitung tunjangan.Mengumpulkan didasarkan data untuk pembayaran berdasarkan insentif. berikut: 1. ini bekerj a.3 Prosedur Perhitungan Gaji Prosedur pembuatan daftar gaji dilakukan oleh bagian pembuat daftar gaji. yaitu pencatatan jumlah jam kerja menurut mengecek bagian dimana pengawai kehadiran. tunjangan antara lain: -Tunjangan perusahaan -Tunjangan kesehatan 15 .Menyusun daftar gaj i dengan mencatumkan bagian.Kartu atau tiket kerja (Job card/job tickets) yang diisi oleh petugas pencatat waktu.

maka disusun kebutuhan uang kertas yang akan dan pecahan dimasukkan ke dalam amplop gaji.Membuat daftar check pembayaran atau amplop pembayaran gaji atau cek gaji.Membuat statistik tentang gaji. semua pengurangan untuk with holding fax. yaitu : /. dan potongan-potongan. membuat catatan (journal entry) dan berbagai formulir dan laporan dilaksanakan sebagai berikut : 1. Menghitung semua pajak penghasilan. 5.5 Prosedur Pencatatan Gaji dan Pelaporan Menurut La Midjan (1993:63) laporan gaji yang diperlukan oleh pihak internal maupun pihak eksternal dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) jenis. 2. Membuat daftar gaj i.Membuat daftar earning statement yaitu suatu penjelasan tentang perhitungan gaji yang diberikan pada masing-masing karyawan yaitu setelah dihitung gaji kotor. 2.4 Prosedur Pembayaran Gaji Prosedur pembayaran gaji dilaksanakan setelah prosedur pembuatan daftar gaJl dijalankan sesuai dengan proses diatas.3.Membuat formulir-formulir yang diperlukan untuk berbagai keperluan sesuai dengan ketentuan.-Tunjangan istri dan anak -Tunjangan transportasi -Tunjangah-tunjangan lainnya. 4. dengan tahap 2. Jika pembayaran dilaksanakan bermacam-macam uang logam secara tunai.Membuat employee's earning record yaitu daftar gaji pada suatu masa yang dibayarkan pada pegawai tersebut. pinjaman pegawai. 3. membuat formulir dan laporan yang ditetapkan dalam peraturan perusahaan. 4.3. allowance. 6. asuransi. kemudian dicatat dalam daftar gaji. kemudian dilanjutkan dengan mencatat hal-hal yang berhubungan dengan pembayaran gaji. Schedul report 16 .

biasanya akhir periode penggajian teknik dalarn laporan ini adalah daftar potongan. Bentuk dan isi laporan ini tergantung perrnintaan. laporan status karyawan serta untuk keperluan perpajakan.4. 2. b. Demand report Merupakan laporan yang sifatnya tidak rutin yang diterbitkan pada saat dirninta oleh pihak yang rnernbutuhkan. pimpman untuk dapat rnernonitor sernua kegiatan yang rnenjadi tanggung jawabnya secara langsung. Sedangkan rnenurut Davis dkk (1990:423) rnengernukakan pengertian pengendalian internal adalah sebagai berikut: "As the policies and procedures established to provide reasonable assurance that specijic entity objectives will be achieved These policies and procedures are a means of controlling an entity's activities to help ensure that they accomplish the desired objectives'".1 Pengertian Pengendalian Internal Pengertian pengendalian internal rnenurut Arens dan Loebbecke (1997:290) adalah sebagai berikut : "The System consists of many spesijic policies and procedures designed to provide management with reasonable assurance that the goals and objectives it believes important to the entity will be met These policies and procedures are often called controls and collectively they comprise the entity's internal control * *. 17 . Oleh karena itu diperlukan suatu pengendalian internal yang rnernadai yang dapat digunakan sebagai alat bantu rnanajernen dalarn rnernastikan tercapainya sasaran dan tujuan perusahaan. Demand report Dan dua jenis laporan diatas penj elasannya adalah sebagai berikut: a Schedul report Merupakan laporan yang diterbitkan secara rutin dalarn periode tertentu. 2.2.4 Pengendalian Internal Sejalan dengan sernakin luas dan kornpleksnya perusahaan dihadapkan pada realita keterbatasannya perusahaan.

Aktivitas Pengendalian (Control Activities) 4.4.2 Unsur-unsur Pengendalian Internal lima kategori pengendalian yang dirancang Pengendalian dan diimplementasikan internal mencakup oleh manajemen untuk memberikan keyakinan yang layak bahwa tujuan pengendalian oleh manajemen akan terpenuhi.Lingkungan Pengendalian (Control Enviroment) 2. Nilai etika dan integritas (integrity and ethical value) Nilai etika dan integritas tersebut dikomunikasikan adalah produk dari standar etika dan bagaimana dan dijalankan dalam praktik. keyakinan yang layak bahwa tujuan yang penting Istilah pengendalian internal telah mengisyaratkan yang diambil di dalam organisasi untuk mengatur dan mengarahkan operasi. puncak. termasuk juga komunikasi standar nilai dari perilaku perusahaan kepada pegawai melalui pernyataan kebijakan dan aturan pelaksanaan dan melalui contoh-contoh. 2. Menurut Arens dan Loebbecke pengendalian internal.Penetapan Risiko (Risk Assesment) 3.Dari pengertian yang telah dikemukakan diatas. maka penulis dapat menarik dan prosedur simpulan bahwa pengendalian internal terdiri dari beberapa kebijakan yahg ditetapkan untuk memberikan bagi organisasi tindakan-tindakan aktivitas-aktivitas akan terpenuhi. yaitu : l.l. melanggar hukum. 18 . lni meliputi standar tindakan manajemen untuk menghilangkan atau mengurangi insentif pegawai yang bertindak tidak jujur.Pemantauan (Monitoring) Ad. Lingkungan Terdiri menyeluruh Pengendalian kebijakan direktur dan prosedur dan pemilik yang mencerminkan sikap (1997:295). manajemen suatu satuan usaha terhadap pengendalian yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: l.Sistem Informasi dan Komunikasi Akuntansi (Information & Communication System) 5. terdapat 5 (lima) komponen dari dari tindakan.

Pemegang melalui dewan dibebani dan para ahli yang memahami saham mempercayakan dan komite pengendalian audit. Dewan Komisaris merupakan perusahaan. Struktur organisasi (organizational structure) Struktur organisasi diidentifikasikan sebagai otoritas dan pertanggungjawaban yang terdapat dalam perusahaan serta menunjukkan pola komunikasi di dalam orgarusasi. pemilik merupakan penghubung antara pemegang yang saham yang perusahaan dan manajemen mengoperasikan Sedangkan Komite Audit terdiri dan anggota dewan komisaris masalah pengendalian internal. Jika manajemen percaya bahwa pengendalian itu penting. Partisipasi dewan komisaris atau komite audit (board of director or audit committee participation).2. Komite audit harus memelihara komunikasi yang baik dan berkesinambungan dengan auditor ekstern. 19 . yang mencakup pengendalian internal dan ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang telah ditetapkan agar menjadi efektif. Perilaku mengenai pengendalian ini akan dikomunikasikan kepada para bawahan melalui gaya operasional manajemen. maka mereka akan melihat apakah kebijakan dan prosedur pengendalian yang efektif telah ditetapkan. Komite audit memiliki kedudukan di atas dewan komisaris. Filosofi manajemen dan gaya operasi (management's philosophy and operating style) Pengendalian yang efektif dalam suatu organisasi dimulai dan diakhiri dengan filosofi manajemen. 3. Komite atas manajemen komisaris Audit yang independen tanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan. 5. 4. Suatu pengendalian dipengaruhi oleh dewan komisaris dan oleh komite audit. Komitmen terhadap kompetensi (Commitment to competence) Komitmen kecakapan bagaimana terhadap seseorang tingkat kompetensi dalam termasuk pertimbangan manajemen tertentu keahlian akan dan dan menyelesaikan tugas-tugas dalam kecakapannya diterjemahkan pengetahuan yang dibutuhkan.

Penaksiran Risiko Penaksiran risiko merupakan ldentifikasi dan analisis oleh manaJemen tehadap risiko-risiko yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. konseling. Kebijakan dan pelatihan sumber daya manusia (human resources policies and practices) Kebijakan dan pelatihan sumber daya manusia berhubungan dengan proses penerimaan. promosi. Pelimpahan dan memperjelas tingkat kepemimpinan wewenang dan tanggung jawab mencakup cara-cara seperti memo dari manajemen tentang pentingnya pengendalian dan masalah yang berkaitan dengan pengendalian. Ad. penggantian dan tindakan perbaikan. 2) Karyawan baru (New personet) Karyawan baru mungkin memiliki pandangan atau pengertian yang berbeda atas pengendalian intern yang sedang diterapkan dalarn perusahaan. organisasi fonnal dan rencana operasi. 20 . 3) Sistem inforrnasi barn (New information system) Perubahan pesat dalam sistem informasi dapat mengubah risiko yang perubahan dalam berhubungan dengan pengendalian intern. 7. proses pelaporan dalam perusahaan. keuangan secara tepat. mengikhtisar pelaporan keuangan data. beberapa kemampuan risiko yang harus dipertimbangkan yang dapat Terdapat mempengaruhi dan entitas usaha untuk mencatat. deskripsi tugas pegawai dan kebijakan terkait. pelatihan. yaitu: 1) Perubahan dalam lingkungan operasi perusahaan (Changes in operating environment) Perubahan dalam lingkungan operasi dapat mengakibatkan risiko yang mungkin timbul secara signifikan. penempatan. evaluasi.6. mernproses. 2. Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab (assignment responsibility) of authority and Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dimasukkan agar memperrnudah proses operasi.

Kelemahan dalam pengendalian umum akan mempunyai dampak terhadap 21 . operasi fasilitas lingkungan yang baik bagi pengolahan data. 5) Teknologi bam (New technology) Teknologi bam yang diterapkan pada sistem informasi dapat merubah risiko yang sebelumnya telah diperkirakan terjadi pada pengendalian internal. dan metode. Pengendalian umum menyediakan pengolahan data dalam aplikasi tertentu.4) Pertambuhan yang pesat (Rapid growth) Pertumbuhan pesat operasi perusahaan dapat meningkatkan risiko akibat pengendalian yang sudah tidak berfungsi secara memadai. Perluasan wilayah usaha dapat menimbulkan risiko-risiko bam yang menimbulkan dampak terhadap pengendalian internal. dan jika komputer digunakan sebagai alat bantu dalam mengelola data akan terjadi pergeseran dari sistem yang berorientasi pada orang ke sistem yang berorientasi kepada komputer (computer oriented system). Sistem Pengendalian Internal dalam perusahaan yang menggunakan sistem manual dalam akuntansinya lebih dititikberatkan kepada orang yang melaksanakan sistem tersebut (tipe oriented system). 6)Lingkup. Pada intern akuntansi dalam lingkungan pengolahan data elektronik dibagi 2 meliputi: 1. Pengendalian Umum (General Controls) Merupakan standard dan panduan yang digunakan oleh karyawan untuk melaksanakan prosedur fungsinya. 8) Keputusan akuntansi (accounting pronouncements) Penerapan atau perubahan prinsip-prinsip akuntansi dapat menimbulkan risiko dalam mempersiapkan laporan keuangan. Bidang usaha atau transaksi yangdiketahui secara samar oleh perusahaan akan menimbulkan risiko bam yang sebelumnya tidak diperkirakan pada pengendalian internal. 7)Operasi perusahaan secara internasional (foreign operation). pengembangan sistem. Pengendalian dan perubahan umum meliputi dokumentasi sistem. produk atau kegiatan bam (new line. product or activities).

2. c. Dokumen dan catatan hams memadai untuk 22 . d. Pengendalian Dirancang untuk memenuhi persyaratan pengendalian khusus untuk setiap aplikasi pengelolaan data. Pemisahan pemegang aktiva dari akuntansi. penjualan dan penggaJlan. pengendalian Pengendalian aplikasi aplikasi yang terutama dirancang dalam suatu dengan bersangkutan ketelitian dan kelengkapan data dalam aplikasi tertentu. Pemisahan otorisasi transaksi dari pemegang aktiva yang bersangkutan. Kebijakan dan prosedur ini terdiri dari : 1) Pemisahan tugas yang cukup a. b. aplikasi (aplication controls). 2. Ad. 3) Dokumen dan catatan yang memadai Dokumen dan catatan berfungsi sebagai penghantar informasi keseluruh bagian organisasi perusahaan. Aktivitas Pengendalian (ControlActivies) Komponen ketiga dari pengendalian internal adalah terdiri dari bermacammacam kebijakan dan prosedur yang membantu meyakinkan manajemen bahwa tindakan-tindakan yang penting telah diambil untuk mengurangi risiko di dalam mencapai tujuan perusahaan. Kebijakan otorisasi dibuat oleh manajemen puncak. dan dan peringkatan yang telah diotonsasi pemutakhiran arsip induk (master file) dapat menghasilkan infonnasi yang lengkap pada waktu yang seharusnya. 3. 2) Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas Setiap transaksi dan aktivitas hams diotorisasi dengan pantas kalau pengendalian ingin memuaskan. maka kekacauan akan terjadi.semua jerus perusahaan. Pemisahan tugas dalam EDP. Pemisahan tanggungjawab operasional dari tanggung jawab pembukuan. seperti pembelian. Pengendalian penggolongan aplikasi dirancang untuk transaksi menjamin bahwa pencatatan. Bila setiap orang dalam organisasi dapat menggunakan aktiva dengan sekehendak hati tanpa otorisasi oleh pihak yang berwenang.

sistem informasi dan komunikasi hams memenuhi tujuan-tujuan berikut atas transaksi-transaksinya. 2)Menggambarkan secara periodik transaksi yang terperinci dalam klasifikasi yang layak dalam laporan keuangan. 4) Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan Dilakukan perlindungan terhadap aktiva dan catatan dengan tindakan pencegahan secara fisik. manaj emen Manajemen adalah menetapkan dan kepada karyawan. 4)Melakukan pencatatan pada periode yang tepat. 5. pengendalian memantau pengendalian berdasarkan pemikiran apakah pengendalian telah beroperasi secara memadai atau belum dan manajemen menyesuaikan pengendalian internal sesuai dengan perubahan yang terjadi. Ad. 4.memberikan keyakinan yang layak bahwa seluruh aktiva dikendalikan dengan pantas dan seluruh transaksi dicatat dengan benar. Pernantauan (Monitoring) Salah memelihara satu tanggung jawab internal. memproses. Misalnya penggunaan gudang persediaan yang dijaga oleh pegawai untuk mencegah pencurian. 5) Pengecekan independen atas pelaksanaan Kebutuhan pengecekan independen meningkat karena pengendalian intenal cenderung untuk berubah setiap saat. 5)Melakukan penyajian dan pengungkapan secara memadai. yaitu : 1)Mengindentifikasikan dan mencatat semua transaksi yang sah. 6)Mengkomunikasikan tanggangjawab Ad. Sistern infonnasi dan komunlkasi Sistem informasi dan komunikasi terdiri atas metode-metode dan catatancatatan yang diadakan untuk mencatat. agar efektif. Pengecekan ini harus dilakukan oleh orang yang terjamin keindepedensiannya data. 3)Mengukur nilainya secara tepat. 23 . meringkas dan melaporkan transaksi-transaksi perusahaan dan untuk memelihara akuntabilitas dari aktivadari tanggung jawab menyiapkan aktiva hutang-hutang terkait.

evaluasi secara terpisah atau kornbinasi dari keduanya.Aktivitas pernantauan dapat dilakukan secara terus rnenerus. Manajernen rnerniliki tanggung jawab dengan layak sesuai bahwa inforrnasi telah disajikan dengan prinsip akuntansi yang berlaku urnurn. fisik seperti piutang usaha. dokurnen penting dan catatan-catatan (buku besar dan jurnal). Compliance with applicable laws and regulations Tujuan pengendalian internal adalah rnernastikan bahwa segala peraturan dan hukurn yang telah ditetapkan rnanajernen untuk rnencapai tujuan perusahaan ditaati oleh karyawan perusahaan itu.4. 24 . Bagian penting lainnya dari efektivitas dan efisiensi adalah pengarnanan atas aset perusahaan. Aktivitas pernantauan yang terus rnenerus dirancang untuk aktivitas yang berulang seperti penjualan dan pernbelian. disalahgunakan atau dirusak bila tidak dilindungi oleh pengendalian yang rnernadai. Kondisi yang sarna berlaku untuk aset non investor. adalah sebagai berikut: 1. Effectiveness and efficiency of operations. Pengendalian dalarn organisasi dibutuhkan untuk rnendorong efisiensi dan efektivitas pernakaian surnber daya yang dirniliki perusahaan. evaluasi terpisah kadang dilakukan oleh internal auditor atau personal yang lain atau kadang-kadang rnencakup kornunikasi rnengenai inforrnasi tentang kekuatan dan kelernahan serta rekornendasi untuk rnernperbaiki pengendalian internal. 3. Manajernen harus rnerniliki inforrnasi yang akurat dalarn rnenjalankan usahanya karena berbagai jenis inforrnasi digunakan untuk pengarnbilan keputusan bisnis yang penting.3 Tujuan Pengendalian Internal Tujuan pengendalian internal rnenurut Arens dan Loebbecke (1997:290) yang diterjernahkan oleh Amir Abadi Yusuf. Aset fisik perusahaan dapat dicuri. terrnasuk para personilnya untuk rnengoptirnalkan tujuan perusahaan. Aktivitas pernantauan dapat pula dilakukan oleh pihak eksternal. 2. Reliability of financial reporting Manajernen bertanggungjawab atas penyajian laporan keuangan kepada kreditur dan pernakai-pernakai untuk rneyakinkan lain. 2.

7.Perlu diciptakan falsafah manajemen sebagai landasan gaya operasl internal atas penggajian pemsahaan atas gaji untuk mendukung ketepatan dan kebenaran berikut atas efisiensi atas gaji yang di bayar berikut menghindari kemungkinan manipulasi atas upah. Midjan (1999:279). 8.Hams ditetapkan pembayaran gaji yang tepat untuk karyawan yang tepat. bagian akuntansi umum baik gaji kotor maupun gaji bersih •Fungsi pembayaran gaji oleh bagian keuangan. •Fungsi pencatatan yang mencatat atas absensi.Untuk mengambangkan akan absensi.Hams ada prosedur yang baik mengenai pembayaran gaji. 3.Tunjangan dan potongan berikut penjumlahan telah betul dan telah melalui pengecekan. pengendalian mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut: l. 4. internal cek dengan menggunakan sistem pencatatan 25 . jangan sampai membayar gaji karyawan yang fiktif.2.5 Pengendalian Internal atas Penggajian Masalah gaji hams mendapatkan perhatian pimpinan pemsahaan. -Fungsi perhitungan atas gaji oleh bagian akuntansi gaji. Menurut La. Oleh karena itu manajemen pemsahaan hams menyelengarakan pengendalian internal penggajian yang baik untuk mencegah terj adinya inefisiensi dan kecurangan. lO. 9. karena jumlah pos gaji yang sangat mudah untuk terjadi inefisiensi dan kecurangan.Dikembangkan pengawasan pihak ketiga mengenai kebenaran gaji yang diterima karyawan sesuai dengan prestasi kerjanya.Hams adanya organisasi internal yang memadai dim ana terdapat pemisahan tugas yang serasi antara: •Fungsi penguasaan yang berwenang untuk menyetujui besarnya gaji.Pemantauan penggunaan formulir-formulir penggajian. 5. 6. 2.Hams adanya standar atas tarif gaji yang memadai.Secara periodik hams dilakukan pengamatan atas pembayaran gaji dan pencatatan kehadiran.

14. 6. Existing payroll transactions are recorded (complitenenss) 3. with holdings are properly calculated (completeness). "Recorded 26 . cepat dan akurat untuk disampaikan kepada manajemen.5.Pengamanan yang cukup untuk akses gaji berikut otorisasinya untuk akses ke program dari data komputernya.Secara periodik bila perlu menyampaikan laporan kepada komisaris dan audit komite. 16. independen oleh pengendalian eksternal atas untuk potongan-potongan atas gaji itu benar 2. 12. Apapun tujuan pengendalian internal gaji menurut Arens dan Loebecke (200:564) adalah sebagai berikut: Payroll payment for work actually ferpormend by non fictious employees (exixtence) 2.Payroll transaction are properly classified (classidication) 5. 4.Sedapatnya petugas kas meneliti setiap karyawan yang akan megambil gajinya baik itu orangnya maupun tanda tangannya.Recordedpayroll transaction arefor the amount time actually warked and at the proper pay rate.Payroll transaction are properly included in the payroll master file and are properly summarized (posting And summarization) " Dari kutipan diatas dapat diuaraikan tentang pembayaran berikut: gaji sebagai 1.Perlu dilakukan pengecekan adanya.Harus dicek bahwa karyawan yang ada dalam daftar gaji itu berhak untuk dicantumkan dalam daftar.1 Tujuan Pengendalian Internal atas Penggajian Tujuan pengendalian internal penggajian adalah agar gaji dapat ditetapkan dan dibayarkan kepada pegawai dapat ditetapkan dan dibayarkan kepada pegawai secara tepat dan benar.Payroll transaction and recorded on the correct dates (timing).11. 17. 15.Perlu diadakan pengecekan akuntan publik. serta disinilah pihak untuk menyajikan inforaiasi atau data yang tepat. 13.Secara periodik bagian pengembalian internal melaksanakan atas sistem dan prosedur penggajian dan kemungkinan penyimpangan.

maka diharapkan pembayaran gaji yang dilaksanakan dengan baik tanpa kesaiahan atau kecurangan. didistribusikan dan dilaporkan dengan cepat".Akurasi. setiap transaksi penggajian yang ada telah dicatat untuk pekerjaan yang secara actual dilakuakn oleh kaiyawan fiktif. transaksi penggajian dimasukan dalam berkas induk penggajian dengan semestinya dan diikthisarkan dengan semestinya. transaksi penggajian diklasifikasikan dengan memadai 5.Eksistensi atau keberadaan.Posting dan pengikthisaran. Sedangkan menurut Wilkinson yang dialih bahasalkan oleh Agus Maulana dan Herman Wibowo. transaksi penggajian yang dicatat adalah jumlah waktu jam aktual dan tingkat gaji yang semestinya. maka dapat dikatakan semakin efektif pula unit tersebut. Pengertian efektivitas diatas dapat juga dipahami sebagai derajat Anthonny Govindarajan (1995:111). diklasifikasikan.Kelengkapan. pemotongan dihitung dengan semestinya 4. dapat dikatakan bahwa semakin besar kontribusi keluaran yang dihasilkan terhadap nilai sasaran tersebut. transaksi penggajian yang dicatat tepat waktu 6. Dengan tercapainya tujuan pengendalian internal gaji diatas. 2.6 Efektivitas Pengendalian Internal atas Penggajian Menurut adalah: "Effetiveness is determined by the relationship between input and output". tujuan pengendalian (1995:196) adaiah sebagai berikut: internal atas penggajian "Memastikan bahwa status. setiap transaksi penggajian yang ada telah dicatat 3.l. tarif pembayaran atau gaji dan pengurangan pembayaran kaiyawan telah diotorisasidan juga pembayaran dilakukan untuk jasa-jasa yang benar-benar diberikan dan bahwa biaya-biaya yang berhubungan dengan karyawan dicatat. Dengan dernikian. pengertian efektivitas keberhasilan suatu organisasi. 2. Pengertian sebagai berikut: efektivitas menurut Arens dan Loebbecke (1997) adalah 27 .Kalsifikasi.Tepat waktu.

Telah kita ketahui. catatan. 2. Dengan kata lain. 28 . dokumen. Dari kedua definisi di atas dapat dijelaskan bahwa efektivitas merupakan kemampuan suatu organisasi untuk memperoleh dan memanfaatkan sumber daya yang ada sebaik mungkin dalam usahanya mencapaui tujuan organisasi."Effectiveness refers to the accomplishment of objective where as efficiency refers to resources used to achieve those objectives * *.7 Peranan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Penggajian Tujuan pengendalian internal atas penggajian adalah untuk menetapkan jumlah yang benar atas gaji yang dibayarkan kepada setiap karyawan dan untuk memperoleh keyakinan (jaminan) bahwa gaji yang dibayarkan adalah kepada orang yang berhak menerimanya. Suatu unit dikatakan efektif apabila kontribusi keluaran yang dihasilkan semakin besar terhadap sebagai nilai pencapaian tolak sasaran tersebut. tujuan pengendalian internal penggajian dapat dicapai dengan dilaksanakannya komponen pengendalian internal penggajian dan peranan sistem informasi akuntansi penggaj ian dalam menyediakan prosedur dan laporan. . Efektivitas juga dapat dikatakan tujuan ukur keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai organisasi tersebut yang berhubungan dengan hasil operasi perusahaan. terlampau kecil atau tidak benar. berapa yang hams dipotong dan berapa sisa gaji yang benar-benar hams membayar kepada karyawan . Untuk mencapai sistem informasi penting dimana tujuan pengendalian atas penggajian informasi internal atas penggaJlan. dokumen dan catatan yang memadai yang berguna dalam pengendalian internal penggajian. maka akuntansi sistem mempunyai peranan yang sangat dalam akuntansi penggaj ian berperan menyediakan dan mengkoordinir formulir. Selain itu juga untuk mencegah pembayaran gaji kepada karyawan fiktif atau jumlah gaji yang dibayarkan terlampau besar. bahwa sistem informasi akuntansi atas penggajian merupakan sistem dan prosedur yang digunakan untuk menetapkan berapa gaji yang hams diterima karyawan.

3. 77 Bandung. Kedua bagian dan kendaraan ini selanjutnya di bawah direktorat akan menentukan perlengkapan perkembangan perusahaan. Melalui mengetahui penelitian ini. objek penelitian yang dipilih oleh penulis adalah PTINTI (Persero) yang berlokasi di Jalan Moch. Toha No. Sejarahnya dimulai pada tahun 1926 dengan didirikannya Laboratorium Pos. sehingga pada tahun 1929 berdirilah lokasi yang sarna.1 Objek Penelitian Dalam penyusunan skripsi ini. Laboratorium Radio dan Pusat Perlengkapan Radio di Jawatan Pos. Kemudian melalui Peraturan Pemerintah No.BABIII OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3. data yang diperoleh akan dianalisis untuk dalam bagaimana peranan sistem informasi akuntansi penggajian menunjang efektifitas pengendalian internal penggajian sehingga dapat diketahui apakah benar sistem informasi akuntansi penggajian yang berjalan dalam perusahaan dapat menunjang efektivitas penggajian internal penggajian. 240 Tahun 1961. 300 Tahun 1965. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. Dalam hal ini bagian penelitian dan bagian 29 . Telepon dan Telegram (PTT) diubah status hukumnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).1. Dalam struktur organisasinya terdapat bagian peneliti di bawah direktorat riset dan perencanaan. Telepon dan Telegram (PIT) di daerah Tegalega Bandung. PN Postel dikembangkan menjadi PN Telkom. serta bagian perlengkapan kantor.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT Industri Telekomunikasi merupakan Pengelolaan Indonesia (Persero) atau disingkat PT INTI dalam lingkungan Badan Badan U saha Milik N egara (BUMN) Industri Strategis (BPIS) yang bergerak dalam bidang industri telekomunikasi.

Proyek ini ditujukan sebagai realisasi Iangkah-langkah diatas. Realisasi kerjasama ini dimulai pada tanggal 17 Pebruari 1986. 17711MKIV174 tanggal 28 Desember 1974. maka proyek industri telekomunikasi Indonesia diubah status hukumnya menjadi PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI (Persero). maka dalam struktur organisasi LPPI Postel dibentuk bagian pabrik telepon yang bertujuan dan Industri Pos dan memproduksi alat-alat telekomunikasi yang diresmikan oleh Menteri EKUIN pada waktu itu yaitu Sri Sultan Hemengkubuwono Akibat perkembangan perusahaan terutama pada tanggal 22 Juni 1986. bidang penelitian dan antara dalam pengembangan industri. 30 . Selanjutnya pada tanggal 16 Oktober 1989 PT INTI (Persero) yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pariwisata. Pos dan Telekomunikasi diserahterimakan kepada Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS). digabung dan diganti menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Telepon dan Telegram (LPP Postel). ditandatangani naskah kerja sarna antara PT Telkom dengan Siemens A.G (Perusahaan Jennan). Dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. 34 Tahun 1974 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. penelitian dan pengembangan baik dari segi teknologi maupun segi operasional. Pada tahun 1972 didirikan proyek industri telekomunikasi yang berasal dari lembaga industri. maka pada tahun 1971 diterapkan pemisahan dan pengembangan yang mempunyai lembaga penelitian tugas pokok dalam bidang pengujian. Pelaksanaan kerja sarna ini direkomendasikan kepada Laboratorium Pos.perlengkapan sebagai bagian dari struktur organisasi PN Postel. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1989. dengan diubahnya LPP Postel menjadi Lembaga Penelitian Pengembangan Telekomunikasi (LPPI Postel). Pada tanggal 25 Mei 1966. sarana pos dan telekomunikasi Lembaga industri sebagai badan hukum yang berdiri sendiri dengan tugas pokok memproduksi sarana dan alat-alat telekomunikasi sesuai dengan kebutuhan nasional.

Juni 1968. Toha No. 77 Bandung dan kemudian menyusul dengan didirikannya Laboratorium Radio dan Pusat Perlengkapan Radio di lokasi yang sarna pada tabun 1929. maka pelaksanaannya diserahkan kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pos dan Telekomunikasi (lPP Postel). sedangkan pusat perlengkapan radio meniadi Bengkel Pusat Telekomunikasi. Pada mulanya keberadaan PI INTI (persero) berawal dari didirikannya Laboratorium Pos Telepon dan Telegraf (PTT) dan kemudian mengalami perubahan dan perkembangan hingga menjadi PI Industri Telekomunikasi Indonesia Berdasarkan Keppres Nomor 44 Tabun 1989. Toha No. Sejak berdirinya hingga sekarang PT INTI (persero) berkedudukan di Jalan Moch. maka penulis akan membagi berdasarkan LembagaPenelitian dan Pengembangan Industri Pos dan Telekomunikasi (LPP Postel) yang diresmikan oleh Presiden RI Bapak Soeharto pada tanggal22. 77 Bandung Untuk lebih jelasnya mengenai sejarah petkembangan petkembangannya. telegraf dan radio. sekarang Jalan Moch. 31 . Untuk merealisasikan kejasama tersebut. maka pada tanggal 17 Februari 1968 dibentuk suatu bagian pabrik telepon dalam organisasi LPP-POS1EL yang kemudian berubah meniadi PI INTI (persero). • Periode Tahtnl1945 -1960 Setelah Perang Dunia ke-2 selesai.PI INTI (persero) yang merapakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perusahaan perseroan berada di bawah naungan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS). Laboratorium PTT dan Laboratorium Radio ditingkatkan menjadi Laboratorium Telekomunikasi yang mencakup bidang telepon. PI INTI (persero) masuk kedalam kelompok industri strategis. • PeriodeTahtnl1960-1989 Perkembangan lebih laqjut PI INTI (persero) sejak diadakannya kerjasama antara PI Telekomunikasi dengan Siemens AG pada tanggal 25 Mei 1966. • Periode Sebelum Tahtnl1945 Pada tahun 1926 didirikannya Laboratorium Pos Telepon dan Telegraf (PTT) di daerah Tegalega.

Membuka lapangan kerja barn yang dapat menampung sejumlah besar tenaga kerja. Lembaga industri sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri dengan tugas pokok memproduksi semua alat-alat telekomunikasi. Maksud dan tujuan proyek Industri Telekomunikasi adalah sebagai berikut: a Meningkatkan produksi dalam negeri yang berupa alat-alat telekomunikasi baik untuk memenuhi kebutuhan Perumtel (sekarang Telkom) maupun organisasi lain yang berada di Indonesia atau di luar negeri (ekspor). Peraturan-peraturan fasihtas lembaga. Peneiitian dimanfaatkan bersangkutan. kepegawaian din agar dapat berdiri sendin di Sejalan dengan perkembangan dan peralatan. Tugas proyek Industri Telekomunikasi adalah merancang dan menetapkan: Bentuk us aha dan bentuk hukum industri telekomunikasi yang diperlukan. Berdasarkan pemisahan diatas. Tata cara prosedur penelitian badan hukum perusahaan dan pengembangan pos dan telekomunikasi untuk yang tentang pemisahan atau persediaan material dan oleh badan badan us aha perindustrian telekomunikasi perindustrian dan luar telekomunikasi dengan mengikutsertakan modal dalam negeri yang sesuai dengan undang-undang yang beriaku.• Peri ode Tahun Pada tanggal 1969-1979 1 . c. negeri Pelaksanaan maka pendirian perseroan dikuasakan kepada Menteri Keuangan. perusahaan terutama pada bidang penelitian dan bidang industri. tertanggal 29 32 . b. Penghematan devisa bagi kebutuhan alat-alat telekomunikasi. 19711MK/IV/12174 keputusan Menteri Keuangan RI No. maka pada tahun 1971 dilakukan pemisahan tugas pokok sebagai berikut: Lembaga Penelitian dan Pengembangan yang mempunyai tugas sarana pos dan telekomunikasi baik dari struktur maupun dan segi operasional. pada tahun 1972 didirikan proyek Industri dan Telekomunikasi yang berasal dari lembaga industri.3 Oktober 1970 diadakan rapat kerja pos dan telekomunikasi di Jakarta. Kep. hasil rapat tersebut antara lain LPP Postel diberi waktu kurang lebih 4 tahun untuk mempersiapkan bidang keuangan.

evaluasi ulang dan persiapan pembangunan. Proyek Industri Telekomunikasi diubah bentuknya menjadi PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) pada tanggal 30 Desember 1974 dengan menggunakan modal sebesar Rp 3. 332. * Peri ode Tahun 1990-1995 Dalam periode ini diharapkan parameter pembangunan sudah tampak. dikaj i kembali dan disesuaikan dengan kenyataan. meliputi inventarisasi.00. PT INTI (Persero) telah menyusun tahapan-tahapan pembangunan dalam menghadapi perubahan teknologi analog yang selama ini mendominasi sistem telekomunikasi dan dunia menuju teknologi digital berdasarkan kemampuan pembangunan dan pengalaman di masa lampau.1985 (Periode Konsilidasi) Melakukan beberapa langkah persiapan dan penyesuaian pembangunan selama dasawarsa sebelumnya (1970-1979). akte notaris Abdul Latief Jakarta No.1990 (Periode Industri) Mencoba model-model telekomunikasi yang telah direncanakan sebelumnya jaringan dasar baik switching maupun transmisi yang merupakan bagian terpenting dari jaringan telekomunikasi nasional masa depan.000. * Periode Tahun 1980 . Pada tanggal 16 Oktober 1989.000. Standar nasional mengenai ASDN akan tersedia dan direalisasikan. Untuk membangun telekomunikasi Indonesia di masa depan. PT INTI (Persero) yang berada di bawah naungan Departemen Postel diserahterimakan ke Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS).200.Desember 1974. 33 . Pembangunan industri telekomunikasi nasional diharapkan telah mencapai tahap pemantapan. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perencanaan. * Periode Tahun 1985 . sehingga jaringan telekomunikasi dapat disusun secara mantap. sehingga pembangunan telekomunikasi nasional dapat didukung sepenuhnya pada tahap mi.

Wawancara yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara membuat daftar pertanyaan yang diajukan penulis kepada pihak yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. buku-buku perkuliahan serta referensi lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam hal ini variabel-variabel dibagi menjadi 2 (dua).Variabel Bebas (Independent Variable) 2. Kuesioner yaitu membuat daftar pertanyaan yang ada hubungannya dengan peranan sistem akuntansi penggajian dalam menunjang efektivitas pengendalian internal penggajian. Penelitian Lapangan (Field Research) Yaitu pengumpulan data dengan melakukan survei secara lang sung pada penisahaan yang menjadi objek penelitian.2. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif analitis kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang menggambarkan dan membahas keadaan penisahaan berdasarkan fakta yang ada disertai suatu analisis. yaitu : l.1 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan untuk memperoleh data meliputi: 1. Mengumpulkan data lainnya dengan cara mengumpulkan dokumen dan catatan administrasi perusahaan. Penelitian Kepustakaan (Li brary Reseach) Merupakan penelitian dengan cara mempelajari literatur-Iiteratur. c. 3. Variabel yang akan diteliti Terikat (Dependent Variable) 34 . d.2 OperasionaIisasi Varia bel Agar penulisan Skripsi ini lebih terarah.3. b. 2. sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas. maka perlu ditentukan variabelvariabel yang akan diteliti.2 Metode Penelitian Dalam menyusun Skripsi ini. Survei ini dilakukan dengan cara: a. 3.2. Observasi yaitu mengumpulkan data dengan mengamati secara langsung pada sumber data yang akan dianalisis.

3 Variabel dan Ska la Pengukuran Skala pengukuran variabel yang diambil adalah skala ordinal dengan model pertanyaan kepada responden berikut 2 (dua) pilihan jawaban. Penyimpanan Data 5. Skala Pengukuran dan Instrmnen Variabel Peranan Sistem Informasi Akuntansi (Variabel Independen) Indikator Variabel Unsur-unsur Sistem Informasi: Sub Indikator l. Mendukung operasi sehari-hari 2. Keluaran 4. Dalam hal ini yang merupakan variabel terikat adalah pengendalian internal penggajian. Pengolahan 6. Memenuhi kewajiban berkenaan dengan pengamanan Ordinal Kuesioner 35 . yaitu dengan bentuk atau model jawaban "Ya" dan "Tidak".2. 3. Variabel Terikat (Varia bel Dependen) Yang dimaksud dengan veriabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain atau dengan kata lain variabel tidak bebas adalah suatu variabel yang tergantung pada variabel bebas.l\1asukan 3. Variabel Bebas (Variabellndependen) Yang dimaksud dengan variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengamhi variabellain. Instruksi dan Prosedur 7. indikator variabel.Adapun penj elasannya adalah sebagai berikut : 1.Pengguna 8. Dalam hal ini yang merupakan variabel bebas adalah sistem informasi akuntansi penggajian. Mendukung pengambilan keputusan 3. Sub Indikator. Tujuan 2. Variabel. sub indikator. Indikator Variabel. Ikhtisar Variabel. Pengendalian dan Pengukuran Keamanan Skala Pengukuran Ordinal Instrumen Kuesioner Tujuan Sistem Informasi Akuntansi: 1. 2. skala pengukuran dan instrumen yang digunakan diikhtisarkan pada tabel dibawah ini.

Dokurnen dan catatan yang Mernadai d.Nilai etika dan Kejujuran b. 5. Pemantauan Ordinal Kuesioner Tujuan PengenDalian Internal: 1. variabel independen sistem internal penelitian simpulan.2. Lingkungan Pengendalian a.Penetapan resiko 3. Pernisahan tugas yang cukup b. 3.4 Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Hubungan dengan variabel efektif yang antara dependen.Filosofi rnanajemen dan Gaya opersi e. Pengecekan independen Atas pelaksanaan 4.Partisipasi dewan kornisaris Atau kornite audit d.Struktur organisasi f. Eksistensi Kelengkapan Akurasi Klasifikasi Tepat waktu Posting& pengihtisaran Ordinal Kuesioner 3. 6.ian Internal Penggajian (Variabel Dependen) Unsur-unsur Pengendalian Internal: 1.Efektivitas Pengendal.Kebijakan & pelatihan surnber daya rnanusia 2. Sistern Informasi dan kornunikasi 5.Aktivitas Pengendalian: a. Pengendalian fisik atas Aktiva dan catatan e. Otoritasi yang pantas atas transaksi & aktiva c. Kornitmen terhadap Kornetensi c. Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab g. informasi akuntansi yang yaitu pengendalian dalam melakukan atas penggajian ini perlu digunakan diketahui dengan melakukan analisis guna menghasilkan 36 . 4. 2.

hasilnya tidak pasti apakah jawabannya itu "Ya" dan "Tidak". hasil dari efektivitas yang ada. dimana setiap variabel dijabarkan dalam indikator-indikator berurutan dan saling berhubungan. Prosedur pengujian hipotesis yang ditempuh adalah sebagai berikut: l. dimana masing-masing jawaban memiliki skor sebagai berikut: >Jawaban "ya' diberi skor 2 >Jawaban "tidak" diberi skor 1 Analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan persentase yang menunjukkan besarnya peranan sistem informasi akuntansi atas penggajian terhadap pengendalian internal atas penggajian. Pertanyaan yang diajukan merupakan bentuk pertanyaan tertutup. ini mengindikasikan hal-hal yang menunjang efektivitas 3. 37 .Menggunakan rumus Champion.Skala pengukuran yang digunakan untuk variabel-variabel diatas adalah secara dari dua skala ordinal. Responden denganjawaban tersebut senantiasa tidak menunjukkan pengendalian internal atas penggajian. sehingga jawaban kuesioner yang diperoleh dari para responden tidak sarna. Dengan kata lain. Responden dengan jawaban ini mengindikasikan senantiasa menunjukkan adanya hal-hal yang bahwa indikator tersebut menunjang efektivitas pengendalian internal atas penggajian. kemudian dilakukan perhitungan dengan cara sebagai berikut: Jumlah jawaban "Ya" x 100% Jumlah seluruh jawaban responden Rumus Champion digunakan karena terdapatnya kriteria jawaban "Ya" dan "Tidak". 2. Setiap item dari indikator-indikator variabel diatas dijabarkan sebagai bahan pertanyaan dalam bentuk kuesioner yang kemudian disebarkan kepada responden dari perusahaan yang diteliti. yaitu dengan menghitungjumlahjawaban "Ya".Menghitung setiap indikator jumlah responden dengan jawaban "Ya".Menghitung untuk setiap indikator jumlah responden dengan jawaban bahwa indikator "Tidak".

51%d. Pengendalian 38 ... 26% c.50% ___...100% ___.Sistem informasi akuntansi kurang berperan dalam menunjang efektivitas atas pengendalian internal atas penggajian. Penilaian hasil jawaban untuk varia bel independen sistem informasi akuntansi atas penggajian yang berperan adalah: a) 0%...Hasil jawaban yang diperoleh dengan cara perhitungan berupa angka skor berguna untuk pengambilan simpulan seperti yang telah dikemukakan oleh Champion (1991:301).50% c)51%. 2. Sistem informasi akuntansi cukup berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal atas penggajian. Pengendalian internal atas penggajian cukup efektif internal atas penggajian efektif b)26%... d)76%-100% ___.... yaitu: 0% b.75% d)76%...25% ___. 76% a 25% = no association or low association 50% = moderately low association 75% = moderately high association 100% = high association up to prefect association diatas. Pengendalian internal atas penggajian kurang efektif ___. c)51%.. Sistem informasi akuntansi berperan dalam menunjang efektivitas pengendalian internal atas penggajian.. Sistem informasi akuntansi tidak berperan menunjang efektivitas pengendalian internal atas penggajian.. yaitu pengendalian internal atas penggajian yang efektif adalah : a) 0%....75% ___. b)26%... maka dapat disimpulkan dengan penjelasan Dari keterangan sebagai berikut: l... Penilaian hasiljawaban untuk varia bel dependen.25% ___.. Pengendalian internal atas penggajian tidak efektif ___.

Instruksi dan prosedur 7.Penggunan 8. Partisipasi dewan komisaris atau komite audit d. Nilai etika dan kejujuran b. Penyimpanan data 5. Keluaran 4. Memenuhi kewajiban berkenaan dengan pengamanan 1. Struktur orgamsasl f. Mendukung Skala Pengukuran Ordinal Instrmnen Kuesioner Tujuan Sistem Informasi Akuntansi: Ordinal Kuesioner operasi sehari-hari 2. Pengolahan 6. Pelimpahan wewenang dan Ordinal Kuesioner Efekti vitas Pengendalian Internal atas Penggajian (Variabel Dependen) Unsur-unsur Pengendalian Internal: 39 . Komitmen terhadap kompentensi c.Variabel Peranan Sistem Informasi Akuntansi (Varia bel Independen) Indikator Variabel Unsur-unsur Sistem Informasi: Sub Indikator 1. Filosopi manajemen & gaya operasi e.Pengendalian dan pengukuran keamanan l. Tujuan 2. Mendukung pengambilan keputusan 3. Lingkungan pengendalian atas penggaj ian meliputi: a. Masukan 3.

tinjauan ulang atas pe rarnpilan kerja b. pernisahan tugas 4. rengendalian fisisk ata s kekayaan d.Tepat waktu transaksi penggaJlan 6.Akuntansi penggaJlan 4. Kelengkapan setiap transaksi penggaJlan 3.Kegiatan pengendalian gaji meliputi: a . Pengolahan inf ormasi c. Klasifikasi transaksi penggaJlan 5. Kebijakan dan pe latihan SD M 2 Penetapan resiko 3. Posting dan pengikhtisaran Ordinal Kuesioner 40 .Tanggung jawab g.Eksistensi atau keberadaan transaksi penggaJlan 2. Tindak lanjut Tujuan Pengendalian Internal: 1 . Adanya infc rmasi dankc munikasi 5.

Prestasi yang ditujukan PT INTI (Persero) dalam penguasaan teknologi.1. akan tetapi juga sebagai wahana alih teknologi dalam menguasai teknologi proses. yaitu seluruh komponen impor yang selanjutnya 41 . PT INTI (Persero) sebagai BUMN pemasok perangkat telekomunikasi dan pelopor dalam digitalisasi telepon di Indonesia melalui perangkat Sentral Telepon Digital Indonesia (STDI) telah mampu memproduksi berbagai perangkat terminal. Produk-produk yang dihasilkan PT INTI (Persero). 4. perangkat transmisi dan perangkat penyambungan (sentral telepon). Penelitian dilakukan di PT DSTTI (Persero) yang beralamat di J1. produk-produk elektronika umum yang masih berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan telekomunikasi serta pelayanan danjasa instalasi.1 Aktivitas Perusahaan Aktivitas utama yang dilakukan PT INTI (Persero) meliputi manirfacturing dan assembling perangkat telekomunikasi. Dalam ini. sebagain besar berupa rakitan dimana komponennya diimpor dari luar negeri dalam bentuk CKD (Completely Knocked Down).BABIV BASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Moch.1 HasH Penelitian Penulis akan menerangkan masalah mengenai "Peranan hasil penelitian Informasi yang berhubungan dalam dengan Sistem Akuntansi Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Penggajian". 77 Bandung. Toha No. baik piranti lunak manual maupun komputerisasi. Hal ini dibuktikan dengan mempunyai peralatan STDI sebagai sentral penyambungan untuk mengimplementasikan ke konsep ISDN di samping untuk penyambungan peralatan terminal yang masih konvensial. PT pengembangan dan usaha penguasaan teknologi peralatan telekomunikasi INTI (Persero) juga memperhatikan arah pengembangan teknologi telekomunikasi yang menuju ke ISDN. tidak hanya tertuju pada teknologi produk saja.

42 . fungsi-fungsi ketentuan pelaksanaan kegiatan direksi dalam pengelolaan baik yang bersifat strategis maupun operasional sesuai dengan direksi agar misi perusahaan dasar dapat dicapai sesuai rapat dengan umum dalam anggaran dan keputusan-keputusan pemegang saham. Dengan adanya struktur organisasi yang baik akan memudahkan bagi karyawan maupun tanggung para pimpinan jawab untuk mengetahui batas-batas tugas. Berdasarkan SK No. Impor komponen juga dilakukan dalam bentuk SKD (Semi Knocked Down). rencananya kepada top manajer yaitu Direktur Berikut ini adalah uraian tugas dari struktur organisasi PT ENTI (Persero) yang terdiri dari: 1. wewenang tersebut.1 Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan bagian dari manaJemen perusahaan. Direktur Utama Direktur Utama mempunyai wewenang untuk merencanakan. Untuk merealisasikan pelaksanaan struktur yang telah telah ditetapkan keseragaman dalam tugas dan kewajiban diperlukan mengatur berbagai suatu struktur organisasi. yaitu sebagian komponen diimpor dan sebagian lagi dibuat sendiri yang bahan bakunyajuga diimpor dari negara yang sama. yang merupakan BUMN maka kekuasaan tertinggi di tang an pemerintah RI sebagai pemegang saham. dan serta hubungan kerja tiap-tiap personil Struktur organisasi PT ENTI (Persero) berdasarkan prinsip organisasi lini dan staff.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas 4. Fungsi dalam perusahaan sehingga organisasi kegiatan tanggung jawab dan wewenang masing-masing dapat digahskan dengan tegas dan hubungan suatu bagian yang lain menjadi lebih jelas. mengendalikan.dirakit menjadi produk jadi. dan mengkoordinasikan perusahaan. KN 001/97 tanggal 10 lanuaril997 dibentuk struktur organisasi PT INTI (Persero). Dalam aktivitas sehari-hari Dewan Komisaris menyerahkan Utama.2. 4.

5. 6. Direktur Pemasaran Direktur pemasaran dan mempunyal mengendalikan wewenang kebijakan untuk umum merencanakan. melaksanakan dan mengendalian kegiatan-kegiatan untuk memberikan dukungan dalam pada setiap unit organtsasi memberikan saran-saran kaitannya dengan bidang hukum.2. sistem informasi. Divisi Sumber Daya Manusia Divisi Sumber Daya Manusia mempunyai wewenang untuk merencanakan. Direktur Teknologi Direktur Teknologi mempunyai wewenang untuk merencanakan. merumuskan dan mengendalikan kebijakan umum di bidang penelitian. 7. merumuskan dan mengendalikan kebijakan umum produksi yang selanjutnya akan menjadi acuan dalam penyusunan strategi produksi SBU. 3. pemasaran yang merumuskan selanjutnya akan menjadi acuan dalam penyusunan strategi pemasaran SBU. Direktur Administrasi dan Keuangan Direktur Administrasi dan Keuangan mernpunyai wewenang untuk merencanakan. perencanaan perusahaan. kehumasan. penyelenggaraan ketatausahaan atau perkantoran umum sesuai dengan kebijakan strategi perusahaan. Satuan Pengawas Intern Satuan Pengawas Intern mempunyai wewenang untuk membantu Direktur Utama dalam mengadakan penilaian atas pelaksanaan manajemen serta sistem pengendaliannya perbaikannya. melaksanakan dan mengendalikan serta mengembangkan sumber daya manusia dan organisasi berdasarkan kebijakan strategis perusahaan 43 . 4. Divisi Sekretariat Divisi Sekretariat mempunyai wewenang untuk merencanakan. pengembangan dan penerapan teknologi. merumuskan dan mengendalikan kebijakan umum di bidang keuangan dan akuntansi serta sumber daya manusia. 8. Direktur Produksi Direktur produksi mempunyai wewenang untuk merencanakan.

melaksanakan dan mengendalikan pengelolaan produksi untuk meningkatkan kontribusi usaha pada perusahaan dalam meraih keuntungan sesuai dengan kebijakan perusahaan.9. SBU Pemasaran Sentral SBU Pemasaran sentral mempunym wewenang untuk merencanakan. Divisi Quality Assurance & P6 Divisi Quality Assurance & P6 mempunyai wewenamg untuk merencanakan dan mengendalikan kehandalan mutu fungsi produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan. penelitian dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pengembangan produk-produk yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan bisnis berdasarkan kebijakan strategis perusahaan. SBU Transmisi SBU Transmisi mempunyai wewenang untuk merencanakan. 12. Divisi Penelitian dan Pengembangan Divisi Penelitian dan Pengembangan mempunym wewenang untuk merencanakan. pengadaan barang dan jasa. Produksi sentral SBU Produksi Sentral mempunym wewenang untuk merencanakan. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan penelitian dan pengembangan produk-produk yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan bisnis berdasarkan kebijakan strategis perusahaan. 10. melaksanakan dan mengendalikan pengelolaan produksi untuk meningkatkan kontribusi usaha pada perusahaan dalam meraih keuntungan sesuai dengan kebijakan strategis perusahaan. 13. 44 . 14. melaksanakan dan mengendalikan pengelolaan kegiatan pemasaran dan produk-produk lain yang transmisi. 11. Divisi Keuangan Divisi Keuangan dan mernpunyai mengendalikan kewenangan untuk merencanakan. serta kegiatan-kegiatan berkaitan dengan fungsi organisasi pada umumnya untuk meningkatkan kontribusi usaha pada perusahaan dalam meraih keuntungan sesuai dengan kebijakan strategis perusahaan.

agar produktivitas surnber daya rnanusia tercapai secara rnaksirnal.2. pengadaan pengelolaan kegiatan pernasaran rnelaksanakan dan produk-produk lain yang barang atas jasa. 4. pernberian konpensasi pada karyawan. rnenjarnin kesejahteraan karyawan dan rnenentukan hubungan karyawan yang dapat rnenirnbulkan kekuatan pada penisahaan. Divisi Smnber Daya Manusia Tugas pokok Divisi Surnber Daya Manusia adalah: a)Merencanakan.Divisi Akuntansi 1. rnelaksanakan dan rnengendalikan kegiatan pengelolaan tenaga kerja penisahaan.Divisi Surnber Daya Manusia 2. 16. pengernbangan karyawan. SBU Terminal SBU Terminal rnernpunyai wewenang untuk merencanakan. dan rnengendalikan transmisi.Divisi Keuangan 3.2 Struktur Organisasi Penggajian Bagian adrninistrasi dan keuangan dipirnpin oleh Direktur yang bertanggung jawab kepada Direktur Utarna dan rnernbawahi: l. serta kegiatan-kegiatan berkaitan dengan fungsi organisasi bisnis pada urnurnnya untuk rneningkatkan kontribusi usaha pada penisahaan dalarn rneraih keuntungan kebijakan strategis penisahaan. baik untuk kebutuhan rneningkatkan kontribusi intern rnaupun usaha pada perusahaa dalarn rneraih keuntungan sesuai dengan kebijakan strategis penisahaan. SBU Pelayanan Sentral SBU Pelayanan Sentral rnernpunyai wewenang untuk merencanakan. sesuai dengan rnelaksanakan dan rnengendalikan kegiatan pernasaran dan jasa pelayanan ekstern penisahaan untuk sentral. b)Berwenang untuk rnernutuskan hal-hal yang berkaitan dengan: seleksi karyawan. 45 .15.

c)Bagian Perencanaan dan Pengembangan SDM dan organisasi dengan tugas pokok merencanakan. b)Mengkoorginasikan Administrasi Keuangan kegiatan agar Bagian kegiatan Permodalan/Pajak. Divisi Sumber Daya Manusia membawahi: a)Bagian Pendidikan dan Pelatihan dengan tugas pokok mengernbangkan. melaksanakan dan mengendalikan kemampuan pendidikan dan pelatihan pegawai untuk meningktakan karyawan. serta bagian Diklat agar memenuhi tuntutan kemampuan layak. 2. d)Menyampaikan Administrasi usulan-usulan serta laporan-laporan kepada Direktur perusahaan dan kebutuhan yang dan Keuangan mengenai pencapaian kemampuan tenaga untuk peningkatan kerja. Divisi Keuangan Tugas pokok Divisi Keuangan adalah: a)Merencanakan. bagian Administrasi dan Kepegawaian. 46 . sebagai umpan balik keputusan manajemen produktivitas tenaga kerja. dan sikap seluruh b)Bagian Administrasi kepegawaian dengan tugas pokok menyelenggarakan seluruh kegiatan administrasi dan pelayanan yang berhubungan dengan pegaWaI. penyimpanan serta pengeluaran uang perusahan sesuai dengan kebijakan yang digariskan perusahaan. merencanakan.c)Mengkoordinasi kegiatan Bagian Perencanaan dan Pengembangan SDM dan organisasi. dalam bidang Bagian keuangan dilaksanakan secara terpadu. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan perencanaan. mengembangkan dan mengendalikan sumber daya manusia serta organisasi sebagai suatu sistem. c)Memberikan pekerjaan tenaga fungsional dan personil di lingkungan Divisi Keuangan dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Divisi Keuangan. penerimaan.

mengelola. pendapatan dan dana perusahaan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. b)Bagian Akuntansi Biaya dengan tugas pokok melakukan perhitungan. Divisi Akuntansi membawahi : a)Bagian Akuntansi Keuangan dengan tugas pokok melakukan pemeriksaan dan pencataan penerimaan dan pengeluaran perusahaan sesuai dengan sistem akuntansi yang berlaku. rekapitulasi dan pencatatan biaya produksi dan biaya usaha untuk mendukung peningkatan efisiensi biaya.Divisi Keuangan membawahi: a)Bagian Anggaran dengan tugas pokok merencanakan pengeluaran keuangan perusahaan tahunan. melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pengendalian keuangan perusahaan agar penerimaan dan pengeluaran uang mengikuti prosedur akuntansi yang sudah ditetapkan. c)Bagian Sistem Akuntansi dan Akuntansi Manajemen dengan tugas pokok mengembangkan sistem akuntansi dan akuntansi manajemen yang sesuai 47 . Divisi Akuntansi Tugas pokok Divisi Akuntansi: a)Merencanakan. b)Mengkoordinasikan akuntansi kegiatan bagian akuntansi manajemen biaya. c)Bagian Pendapatan mengembangkan dengan tugas pokok menyediakan. 3. bagian sistem keuangan dan akuntansi agar pengendalian perusahaan dilaksanakan secara efektif dan efisien. d)Membantu pekerjaan tenaga fungsional dan personil di lingkungan Divisi Akuntansi dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Divisi Akuntansi. b)Bagian Perbendaharaan dengan tugas pokok menyimpan. memeiihara dan mengembangkan kekayaan dan milik perusahaan. c)Menyampaikan laporan kepada Direksi melalui Direktur Administrasi dan Direktur Keuangan mengenai indikator-indikator kinerja keuangan sebagai umpan balik keputusan manajemen dalam kriteria keuangan.

baik itu mulai dari penerimaan dan kenaikan jabatan.1 Prosedur Kepegawaian Dalam berhubungan pegawai. Masalah kepegawaian ini memerlukan penanganan serius.Prosedur Pencatatan Waktu 3. karen a karyawan merupakan penggerak aktivitas perusahaan. prosedur kepegawaian ini menyangkut segala sesuatu yang dengan permasalahan pegawai karyawan. Kebutuhan tenaga kerja dapat disebabkan karena: l. operasi perusahaan. sehingga diperlukan penambahan 48 .3 Sistem Infonnasi Akuntansi atas Penggajian di FT INTI (Persero) Pelaksanaan prosedur penggajian di PT INTI (Persero) meliputi: l.Prosedur Perhitungan Gaj i 4. Dengan sepengetahuan Bagian Administrasi dan Kesejahteraan Pegawai.Adanya perluasan pegaWaI.Prosedur Kepegawaian 2. Bagian Perencanaan dan Pengendalian Sumber Daya Manusia merencanakan perekrutan tenaga kerja untuk kemudian diserahkan ke bagian diklat untuk dididik dan dilatih sesuai dengan keterampilanlbidangnya.3.Prosedur Pembayaran Gaji 5. dengan kegiatan 4.dengan kondisi perusahaan serta mengintegrasikannya dalam proses manajemen. adalah sebagai berikut: 1) Penerimaan pegawai Adapun urutan prosedur kepegawaian tersebut Bagian penerimaan pegawai bekerj asama dengan bagian pengadaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja oleh tiap-tiap direktorat yang diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 2. Pelaksanaan prosedur pengangkatan kepegawaian ini merupakan tugas dan tanggung jawab bagian personalia.Prosedur Pencatatan Gaj i 4.Adanya pegawai yang berhenti dikarenakan oleh permintaan sendiri maupun diberhentikan oleh perusahaan.

c. Susunan golongan pegawai PT INTI (Persero) dari yang terendah dan tertinggi adalah sebagai berikut: Tabel 4. bagian personalia akan rnenerbitkan Surat Pengangkatan Calon Pegawai (SPCP). f. apabila dalarn rnasa percobaan tersebut calon pegawai dianggap baik dan rnarnpu rnaka dapat diangkat rnenjadi karyawan tetap. 3) Jenjang karier pegawai/kenaikan jabatan Karyawan dilaksanakan rneningkatkan diberikan Bagian kesernpatan Diklat. 2) Pengangkatan pegawai Bagi calon pegawai yang lolos seleksi diangkat sebagai calon karyawan sernentara dengan rnasa percobaan selarna tiga bulan. Penilaian ini akan rnenunjang karier karyawan dan kenaikan pangkat karyawan Setiap pegawai diangkat dalarn pangkat atau golongan rnenunjukan jenjang seorang pegawai dalarn susunan kepegawaian dan digunakan sebagi dasar penuntuan gaji dan fasilitas. Setelah rnelalui rnasa percobaan selarna tiga bulan.3. SPCP ini disetujui oleh Direktur dan dibuat dalarn rangkap delapan. karyawan untuk dididik pendidikan dengan kernarnpuannya ini adalah yang untuk oleh Tujuan sesuai kernarnpuan pekerjaan dan potensi karyawan yang dapat rnengarahkan pada spesialisasi. Kepangkatan Pelaksana Muda Pelaksana Madya Pelaksana Pratarna Pelaksana Utarna Pengatur Muda Pengatur Madya IA=17 IB= 16 IC=15 ID=14 IIA=13 IIB=12 49 . d e. Karyawan yang berprestasi atas kecakapannya akan dinilai oleh setiap bagian dalarn Daftar Penilaian Pre stasi Kerja.1 Golongan Pegawai Golongan a. Telah dianggarkan untuk diadakan penarnbahan tenaga kerja pada Direktorat tertentu sesuai dengan RUPS. b.

gh.
1.

TIC= 11 IID=10 IIIA=9 IIIB =8 IIIC= 7 HID=6 IVA = 5 IVB=4 IVC=3 IVD=2 IVE=l

Pengatur Pratama Pengatur Utama Penata Mvida Penata Madya Penata Pratama Penata Utarna Pembina Pembina Muda Pembina Madya Pembina Pratama Pembina Utama

Jk.
l. m. n.

o. pq-

4.3.2 Prosedur Pencatatan Waktu Hadir Prosedur ini bertujuan untuk mencatat kehadiran-kehadiran setiap

pegawai, yang diperlukan untuk menentukan apakah pegawai yang bersangkutan dapat memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong akibat adanya ketidakhadiran mereka. PT INTI (Persero) menerapkan sistem pencatatan waktu dengan sistem

Attendance Time Record. Mesin pencatat waktu yang digunakan sekarang adalah mesitt Northern Computer yang mencatat secara otomatis setiap pegawai yang menempelkan sidik jarinya di tempat yang telah ditentukan pada mesin tersebut. Mesin pencatat waktu otomatis ini ditempatkan di ruangan depan perusahaan. Pencatatan waktu hadir juga digunakan untuk daftar penilaian prestasi pegawai, guna menilai disiplin pegawai dan kesempatan untuk mencapai jenjang karier yang lebih tinggi. Ketidakhadiran akan mempengaruhi pendapatan atau izin dan

karyawan setiap buian, karena ketidakhadiran tanpa pemberitahuan

sakit tanpa surat keterangan dokter akan dikenakan sanksi potongan absensi.

4.3.3 Prosedur Perhitungan Gaji Perhitungan gaji dilakukan oleh bagian keuangan yang berpedoman pada keputusan gaji karyawan dari bagian personalia pada saat pengangkatan pegawai.

50

Fonnulir pencatatan waktu hadir pegawai yang sebelumnya telah direkapitulasi, berapa pegawai yang hadir atau masuk kerja dan sebagainya sebagai dasar perhitungan gaji. A. Struktur Gaji Adapun struktur gaji adalah sebagai berikut: l.Gaji dasar diberikan menurut pangkat, golongan dan ruang gaji, serta meja kerja setiap pegawai yang besamya tetap sesuai dengan keputusan Direksi. 2.Tunjangan keluarga diberikan pada karyawan berdasarkan status keluarga dan jumlah anak yang ditanggung sesuai dengan peraturan perusahaan yang yang digunakan

berlaku. Besamya nilai tunjangan keluarga ditentukan berdasarkan persentase dari gaji dasar masing-masing karyawan yaitu 5% untuk istri/suami dan 2% untuk masing-masing anak. Nilai tunjangan keluarga didasarkan status karyawan dan jumlah anak yang dimiliki, dengan ketenfuan sebagai berikut:
a

Jumlah anggota keluarga

yang mendapat

tunjangan

adalah 1 orang

istril suarni dan maksimal 3 orang anak. b. Usia maksimal 25 tahun dan atau belum bekerja/kawin. 3.Tunjangan jabatan adalah penghasilan tetap bulanan yang merupakan

kompensasi perusahaan terhadap beban kerja dan tanggung jawab pegawai yang menduduki jabatan, baik struktural maupun fungsional sesuai eselon jabatan. 4.Tunjangan premi prestasi adalah penghasilan kepada pegawai sesuai prestasi perangsang tidak tetap yang diberikan sebagai

yang telah dicapai perusahaan prestasi pe gawai.

atau insentif bagi peningkatan

Sedangkan

sasaran yang ingin dicapai adalah produktivitas kerja yang tinggi. 5.Tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi: Tunjangan transportasi

adalah sejumlah uang yang ditetapkan oleh Direksi bagi karyawan sebagai biaya transportasi. Apabila kondisi memungkinkan maka pemberian

tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi dapat dibayarkan di muka secara sekaligus untukjangka 5 (lima) tahun.

51

6. Lembur : Kerja lembur adalah pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja yang melebihi waktu normal pada hari-hari kerja, atau pekerjaan itu dilakukan pada hari istirahat mingguan, hari libur resmi atau hari yang diliburkan. Pada

dasamya kerja lembur diadakan atas dasar kebutuhan operasional perusahaan dalam keadaan mendesak, kepala satuan/divisi/unit kerja lembur sah jika dilakukan yang bersangkutan. Karyawan atas perintah

yang menduduki

jabatan struktural dan fungsional mengingat tanggung jawab jabatannya tidak diberi upah lembur. Perhitungan lembur: a Lembur hari kerja biasa (maksimallembur Untuk 1jam pertama = 1,5 x upah sejarri Untukjam berikutnya
=

3 jam)

2 x upah sejarri 6 jam)

b. Lembur hari libur (maksimallembur Untuk 1 jam pertama Untukjam berikutnya Upah sejam
= = =

2 x upah sejam 3 x upah sejam

1/173 x (gaji minlkotor x 75%)

Selain penghasilan yang diterima karyawan setiap bulannya, terdapat juga penghasilan tahunan yaitu penghasilan yang diterima karyawan dalam tahun yang bersangkutan. Komponen-komponen penghasilan tahunan terdiri dan:

l.Tunjangan Hari Raya: Tunjangan yang diterima karyawan menjelang Hari Raya keagamaan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku. Tunjangan hari Raya diberikan kepada karyawan sebesar minimal I kali penghasilan bulanan dan pembayaran dilaksanakan selambat-Iambatnya sebelum Hari Raya tersebut. 2.Tunjangan pendidikan: Diberikan kepada karyawan sebagai bantuan 2 (dua) minggu

pendidikan untuk menunjang usaha peningkatan pengetahuan, kualitas dan keterampilan karyawan maupun keluarganya. Tunjangan pendidikan

diberikan kepada karyawan sebesar minimall

(satu) kali penghasilan bulanan

dan pembayaran dilakukan pada waktu menjelang tahun anjaran bam.

52

3.Tunjangan

Cuti : Diberikan

pada karyawan

yang mengambil

hak cuti

tahunan/cuti besamya dalm rangka pemulihan kesegaran rohani dan jasmani. Tunjangan cuti diberikan sebesar minimall 4.Insentif: (satu) kali penghasilan bulanan. atas pencapaian

Diberikan pada karyawan sebagai penghargaan

kinerj a yang didasarkan atas prestasi perusahaan pada tahun berj alan sesuai laporan intern perusahaan pada akhir tahun yang bersangkutan. 5.Bonus : Diberikan pada karyawan, didasarkan dari keuntungan perusahaan yang telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). B. Potongan-potongan Potongan-potongan Gaji gaji merupakan potongan-potongan langsung yang ditarik

dari gaji pegawai yang telah disetujui oleh Direksi atau pejabat yang ditunjuk untuk melakukan pemotongan dilakukan adalah sebagai berikut:
l. Potongan absen, dikarenakan hal-hal yang berhungan dengan kehadiran

secara langsung. lenis-jenis pemotongan yang

pegawai

yang bersangkutan.

Hal-hal

yang

menyebabkan

pegaWaI

dikenakan potongan absen adalah sebagai berikut:
a

Pegawai yang mangkir (alpa), pegawai ini akan dipotong sebagian gaji berdasarkan tarif perhari tunjangan prestasi.

b. Pegawai yang terlambat masuk kerja atau pulang sebelum waktunya, pegawai ini akan dipotong sebagian gajinya berdasarkan tarif perjam tunjangan prestasi. Waktu keterlambatan dihitung dalam kurun waktu satu bulan kerja dengan ketentuan sebagai berikut: -Keterlambatan di bawah 30 menit diperhitungkan Vi jam -Keterlambatan 31 - 60 menit diperhitungkan 1jam -Keterlambatan 61-90 menit diperhitungkan
llA jam

-Demikian seterusnya setiap orde kelipatan 30 menit c. Pegawai yang tidak masuk kerja karena iz in, pegawai diperhitungkan ini akan

sebagian gajinya berdasarkan tarif perhari tunjangan

prestasi sebesar 25% dari potongan mangkir. 2. luran Dana Pensiun (lDP), potongan iuran dana pensiun mi sebesar 12,8% yang ditanggung perusahaan sebesar 3,8%,3% ditanggung karyawan dan

53

00 dan menenma potongan iuran dana pensiun sebesar 12.000.Iuran Pembangunan Mesjid.Potongan BPFT: Biaya fasiiitas transportasi.00.00 maka gaji yang akan diterima karyawan tersebut sebesar Rp 490.Struk Gaji (STG) sebanyak 3 rangkap. Contoh: Karyawan memiliki gaji sebesar Rp 500.00 = Rp 32.00 tetapi karena kebijakan yang dimiliki perusahaan maka karyawan menanggung ASTEK sebesar 2% x Rp 500.00. 9.54% yang ditanggung perusahaan adalah 4.000.Potongan BPFP: Biaya fasiiitas perumahan.700. 2.000.8% x gaji dasar.Koperasi: Pinjaman terhadap koperasi.54% x Rp 500.54% yang ditanggung oleh karyawan adalah sebesar 2% semuanya ini dikalikan dengan gaji pegawai.000.00 = Rp 64.00 = Rp 10.Daftar Gaji dan Potongan (DGP) sebanyak 3 rangkap.700.54% x Rp 500.BTN: iuran perumahan yang dibayarkan melalui perusahaan. 6. 4.00 perusahaan menanggung sebesar 4.Potongan terminal: Potongan karena adanya hasil produk telkom yang dibeli karyawan dengan cicilan. 1O. Gaji kotor bruto setiap pegawai adalah sepeiti yang telah dikemukakan sebelurnnya merupakan gaji dasar ditambah tunjangan-tunjangan.00 = sedangkan Rp 22. Adapun laporan gaji yang dibuatterdiri dari: l. 5.8% x Rp 500.000. Ketentuan untuk semua jenis tunjangan dan potongan diberikan berdasarkan ketetapan tabel golongan danjabatan karyawan. besarnya potongan yang dibayarkan sebesar 6. 7. 3.PMI 8. Sedangkan gaji 54 . Tapi hitungan dalam potongan dana pensiun adalah 12. ASTEK yang hams dibayarkan sebesar 6. 3.6% untuk pensiun hari tua.000.Rekaptulasi Daftar Gaji dan Potongan (RDGP) sebanyak 3 rangkap.00.00.Voucher Gaj i (VG) sebanyak 3 rangkap. Jadi yang dipotongkan sebesar Rp 64.000.000. 4.000.Jamsostek.000. C Contoh: Ibu Sintya memiliki gaji pokok Rp 500.

00 PPh ps 21 Setahun = 10% x Rp 7.760.00 Rp 4.00 Rp 1. yang ditanggung penuh oleh perusahaan dan perhitungannya sesuai dengan PPh pasal 2l.640.760. yaitu STG (3 rangkap).00 (maks. RYG (4 rangkap).000.00) : Rp 13.00 oleh Arif Rahman setiap bulannya 4.000.000.296. l. Penghasilan satu tahun Biaya Jabatan (5%xRp 14.00) : Rp 720.000.000. Setiap pegawai PT INTI (Persero) dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 terhadap gaji yang diterimanya.000.000.000.400.000. RDGP (3 rangkap).200.000.680. kemudian kepala urusan gaJI 55 . 1999 Rp 2.000.000.000. =Rp 66.880.00 Penghasilan tidak kena pajak (Kl) Penghasilan kena pajak : Rp 5.00 dengan status Kl-Kawin dengan tanggungan 1 orang.00 = Rp 7.320.00 (max Rp.3.00.00 Rp 5.00112 Jadi PPh pasal 21 yang harus dibayarkan sebesar Rp 66.200. serta voucer gaji (3 rangkap.4 Prosedur Pembayaran Gaji Prosedur pembayaran gaji adalah sebagai berikut: a) Kepala urusan gaji menerima semua hasil laporan pencetakan dari petugas pelaksana urusan gaji dan pensiun.000.000.400.) besamya pajak untuk 1 tahun * Ketentuan Misalnya Perhitungan pajak secara manual adalah sebagai berikut: : Arif Rahman dari bagian personalia memiliki gaji sebesar Rp 1.000) : Rp 14.000.296.920.00 Rp 8.00 Rp 7.000.92.200.000.00 : Rp 7. 1.920.bersih yang diterima pegawai (take home pay) adalah gaji bruto dikurangi potongan-potongan lainnya.000.00 (12 x Rp. Keterangan Tidak kawin (TK) Kawin tidak ada tanggungan (KO) Kawin dengan tanggungan 1 orang (Kl) Kawin dengan tanggungan 2 orang (K2) Kawin dengan tanggungan 3 orang (K3) Biayajabatan Ketentuan Perpajakan Th.00 PPh ps 21 Sebulan = Rp 792.

yaitu: STG 3 rangkap. e)Direktur Utama menerima voucher sebanyak 3 rangkap dari Dir. Kemudian memberikan voucher gaji sebanyak 3 rangkap kepada General ditandatangani Manager SDM. f)Bagian Pembendaharaan menerima semua laporan penggajian dari manager Adkespeg. Kemudian oleh bagian pembendaharaan 3 rangkap ke Divisi dan voucher 56 . DGP 2 rangap. semua hasil pencetakan tersebut untuk diserahkan ke Manajer b)Manajer Adkespeg menerima semua hasillaporan penggajian dari kepala urusan gaji. (lampiran ke-l/asli) Setelah selesai menandatangani semua DGP maka Manajer Adkespeg menyerahkan dan RDGP (lampiran Ke-3) kepada petugas pelaksana yang ada urusan gaji dan pensiun untuk disimpan sebagai arsip pada urusan gaji dan pensiun. Adkug serta Dirut menandatangani voucher. d)Direktur Adkug menerima voucher sebarryak 3 rangkap dari Generl Manager SDM. Adkug dan Dirut. kemudian semua hasillaporan penggajian tersebut ditandatangani pada temp at yang telah ditentukan. RVG 44 rangkap serta menerima voucher 3 rangkap yang telah ditandatangani Dir. c)General Manager SDM menerima voucher sebanyak 3 rangkap dari manager Adkespeg. Dir. RDGP 2 rangkap. Adkug dan Direkur Utama untuk sedangkan STG (3 rangkap).menyetujui Adkespeg. Setelah General Manager SDM. DGP (2 rangkap). kemudian menandatangani telah ditentukan. SDM. untuk kemudian ditandatangani pada tempat yang telah ditentukan dan menyerahkan voucher tersebut kepada Direktur Utama. yang telah Utama menandatangani Direktur menandatangani voucher tersebut kepada Manager Adkespeg. maka semua laporan yang ada pada Manager Adkespeg diberikan pada Divisi Keuangan bagian Pembendaharaan. Lalu mengirimkan voucher tersebut pada tempat yang voucher yang telah ditandatangani tersebut kepada Direktur Adkug. Adkug dan kemudian ditentukan menandatangani setelah selesai voucher tersebut pada tempat voucher. RDGP (2 rangkap) serta RVG (4 rangkap). Dir. untuk sementara disimpan pada manager Adkespeg. Dir. mendistribusikan RVG 3 rangkap. hasil laporan penggajian.

setelah itu mengarsipkan RVG dan voucher tersebut. PT INTI (Persero) diharuskan membayar biaya. DGP (lampiran ke-2) serta RDGP (lampiran ke-l). Dan untuk menggunakan jasa orang-orang dari Bank. Didisi Keuangan PT INTI (Persero) ke yang 57 . DGP (lampiran ke-2) dan RDGP (lampiran ke-l). untuk melaksanakan Biayafee administrasi ini dihitung berdasarkan untuk melakukan gaji kepada lamanya waktu kerja (perjam) yang dipergunakan administrasi pembayaran gaji. Yaitu: STG 3 raagkap. Setelah itu bagian pembendaharaan menyerahkan data-data penggajian ke Bank.kemudian Bank memberikan karyawan berdasarkan nomor unit yang telah diindeks sesuai abjad nama dari pegawai. Bank mengirimkan (Persero) untuk melaksanakan administrasi karyawan. Kemudian Bank menyimpan struk gaji pegawai (lampiran ke-2) sebagai arsip Bank dan yang aslinya (lampiran ke-l) dikembalikan bagian Pembendaharaan. Kemudian pada waktu dan tanggal yang telah ditentukan (28 dan 29 menjelang pembayaran akhir bulan) untuk melaksanakan orang-orangnya pembayaran administrasi ke PT INTI gaji kepada gaji. Kemudian orang-orang dari Bank (yang dipekerjakan untuk melaksanakan administrasi pembayaran gaji) memberikan gaji kepada pegawai yang menyerahkan struk gaji (lampiran ke-3). fee yaitu biaya atas pemakaian jasa beberapa orang yang dipekerjakan pembayaran gaji bagi karyawan. 2)Divisi Akuntansi menerima RVG sebanyak 3 rangkap dan voucher kemudian membuat sebanyak 3 rangkap ke bagian Pembendaharaan laporan pembukuan sebagai bukti telah melaksanakan administrasi pembayaran gaji. yaitu: l)STG 3 rangkap. RDGP (lampiran ke-2) dan RVG (lampiran ke-4) sebagai arsip keuangan PTINTI (Persero) Bandung. 4)Pegawai mengambil gaji berdasarkan nomor unit yang telah diindeks berdasarkan abjad nama dari pegawai dan waktu pengambilan dilakukan sesuai tanggal yang telah ditetapkan. lalu menyimpan DGP (lampiran ke-3).Akuntansi. 3)Bank (Bank Dagang Negara) menerima data-data penggajian dari bagian Pembendaharaan.

-Tembusan 2 arsip. b. Dan apabila salah satu diantara karyawan yang tidak dapat mengambil gajinya pada waktu yang telah ditentukan dikarenakan ada halangan atau dinas ke luar kota. Laporan ini dibuat 3 rangkap dengan pendistribusiannya sebagai berikut: -Asli diserahkan kepada Direktur. bagian personalia membuat laporan mengenai kegiatan yang tercakup dalam aktivitas tersebut terdiri dari: a Rekapitulasi tenaga kerja/absensi untuk mengetahui jumlah karyawan di kehadiran setiap minggu/bulan. 4. Laporan gaji karyawan untuk mengetahui jumlah gaji yang telah dibayarkan setiap bulannya. setelah itu orang-orang dari Bank menyerahkan semua sisa uang penggajian yang ada disertai dengan struk gaji yang belum diambil gajinya. karena batas pelayanan orang-orang dari Bank dalam melaksanakan administrasi pembayaran gaji hanya berlaku selama 2 hari. izin dan alpa serta persentase -Jumlah hari dan jumlah karyawan absen setiap bulannya. lingkungan perusahaan. Laporan ini berisi: serta persentase -Jumlah absensi yang disebabkan penyebab ketidakhadiran. -Tembusan 1 kepada Kepala bagian Keuangan.5 Prosedur Pencatatan Gaji Berkaitan dengan aktivitas pengelolaan penggaJlan yang diterapkan perusahaan.3.membuktikan proses pelaksanaan administrasi penggaJlan telah selesai dilakukan oleh Bank. maka karyawan yang bersangkutan dapat mengambilnya ke bagian Pembendaharaan. Divisi Akuntansi menerima sebagai berikut: Dr Biaya Umum Administrasi/Gaji Biaya Penjualan/Gaji Biaya LangsungiGaji RVG 3 rangkap kemuadian menjumlahnya 58 . sakit.

Surat Panggilan 3.Bukti Kas Keluar 14. Laporan Laba-Rugi.Kartu Induk Karyawan 5.Rekaptulasi Gaji dan Potongan 9.StrukGaji 10.Biaya tidak Langsung/Gaji Cr Kas/Bank Hasil penjurnalan ini di entry ke dalam program General Ledger dan Neraca.Daftar Permintaan Tenaga Kerja 2.4 Pengendalian Internal Gaji di PT INTI (Persero) Pengendalian sebagai berikut: internal gaji di PT INTI (Persero) memiliki unsur-unsur 59 .Formulir Absensi Hadir 6. Neraca diposting setiap bualn untuk menghasilkan: Lajur dan Laporan Realisasi dan Anggaran.Surat Perintah Membayar 13.Surat Pengangkatan Karyawan 4.Daftar Gaji dan Potongan 8.Voucher Gaji 12. Sehubungan formulir dengan aktivitas penggaJlan.Rekaptulasi Voucher Gaji dan Potongan 11. Formulir yang digunakan meliputi: l.Register Gaji Bulanan 16. aktivitas tersebut diperlukan adanya formulirbahwa harta yang menunjang untuk menjamin perusahaan berada pada pengawasan yang semestinya dan setiap transaksi dicatat dengan benar.Bukti Pengeluaran Keuangan 15.Surat Perintah Lembur 7.Perincian Gaji Bulanan 4.

Direktorat Teknik. e) Dewan Komisaris atau Komite Audit Komite audit yang bertanggung jawab untuk mengatasi proses pelaporan keuangan. b) Komitmen terhadap kompetensi Pegawai yang berada di PT INTI (Persero) berkompotensi akan tugas-tugas yang ada dalam bagian-bagiannya memadai. prosedur pembayaran gaji. Direktorat Administrasi dan Keuangan. sistem dan prosedur pencatatan waktu. a) Integrasi dan nilai-nilai etika Perusahaan menetapkan peraturan yang tertulis antara lain jam masuk dan jam pulang kerja. Struktur organisasi PT INTI (Persero) terdiri dari Direktur Utama yang membawahi Direktorat Produksi. d) Struktur Organisasi PT INTI (Persero) memiliki struktur organisasi yang menerrninkan dan tanggung jawab yang ada dalam pencapaian tujuan perusahaan. Perusahaan selalu menekankan kepada pegawai untuk mentaati kebijakan mengenai gaji dan sistem akuntansi gaji yaitu sistem dan prosedur penempatan karyawan. (Satuan Pengawasan Internal) 60 . aman dan akurat dapat menunjang pengendalian internal gaji. prosedur penggajian. tepat waktu. dan hukuman disiplin yang berkaitan dengan ketidakhadiran setiap pegawai seorang pegawai. c) Falsafah manajemen dan gaya operasi PT INTI (Persero) mempunyai pandangan bahwa pengelolaan gaJl dengan latar belakang bagian yang pegawai dengan benar.Lingkungan pengendalian dari tindakan. Direktorat Pemasaran. kebijakan dan prosedur yang mencerminkan sikap menyeluruh manajemen. serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan tindak terdapat dalam PT INTI (Persero) yaitu Divisi Internal Audit. pengendalian internal. Peraturan tersebut untuk dijalankan oleh dalam praktik kerja sehingga dapat menjadi etika dan perilaku pegawai.

Bagian Administrasi dan Kesehatan Pegawai melimpahkan wewnang pengolahan data gaji kepada bagian personalia. 2. maka PT INTI (Persero) menerapkan aplikasi yang menggunakan payroll yang dapat memperkecil kesalahan yang akan terjadi. Elemen gaji penting dalam sistem informasi yang berhubungan dengan pengolahan adalah sistem aplikasi payroll. 4. khususnya pengendalian internal gaji. elemenelemen pengendalian di PT INTI (Persero) adalah: a) Pemisahan tugas yang cukup Struktur oranisasi menunjukkan adanya pemisahan fungsi khususnya bagian-bagian yang terkait dengan pengendalian internal gaji. Sedangkan komunikasi di PT INTI (Persero) dilakukan lewat telepon dan faximili. Aktivitas pengendalian Dalam pengendalian internal. yaitu: 61 .f) Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab Pelimpahan wewenang dan tanggunga jawab khususnya berkaitan dengan prosedur penggajian pada PT INTI (Persero) yaitu: l. Sistem informasi dan komunikasi akuntansi Sistem informasi bagian penggajian di PT INTI (Persero) telah terkomputerisasi dari entry data sampai menghasilkan khususnya laporan. g) Kebijakan dan praktek kepegawaian Dalam PT INTI (Persero) selain sistem akuntansi yang baik sehingga internal tetapi aspek yang paling penting dapat menunjang pengendalian dalam pengendalian adalah pegawai. Pegawai yang terdapat di PT INTI kerja dan diberitahukan mengenai (Persero) melewati masa percobaan sanksi yang ada.Bagian personalia mempunyai wewenang dan tanggung j awab untuk mengelola penggajian dan pelaporan kegiatan penggajian. 3. Penetapan Resiko Untuk menghindari penetapan resiko dalam pengelolaan gaji. 2.

b) Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas l. pelaksanaan pegawai berdasarkan seleksi pegawai oleh Divisi SDM.Fungsi pencatatan waktu dan penyiapan pembayaran gaji Perhitungan gaji dilaksanakan oleh bagian keuangan yang berpedoman pada keputusan gaji pegawai dari bagian personalia pada saat pengangkatan pegawai. 2.Setiap potongan gaji selain potongan gaji yang bersikap masal. 3. 4. 62 .Laporan yang dihasilkan dalam aplikasi payroll dalam perhitungan gaji hams terlebih dahulu diotorisasi oleh Direksi.1.Setiap ada perubahan akan ada dari aplikasi payroll tersebut bagian personalia harusiah mendapatkan Manajer Personalia.Semua pegawai yang namanya terdaftar sebagai karyawan di PTINTI (Persero) harusiah memilki surat pengangkatan yang ditandatangani oleh Direksi. maka setiap potongan gaji harusiah diotorisasi oleh yang berwenang. c) Dokumen dan catatan yang memadai Dokumen dan catatan merupakan objek dimana setiap transaksi ijin atau pemeriksaan ulang dari diiktisakan. 3.Fungsi pembayaran gaji Pelaksanaan pembayaran gaji dilakukan oleh Bank Dagang Negara setelah menerima data-data dari bagian pembendaharaan. Dokumen dan catatan yang digunakan oleh bagian personalia sesuai dengan prosedur yang ada sehingga memberikan jaminan bahwa setiap transasksi telah dicatat dengan benar. Fungsi kepegawaian dan penetapan karyawan Penerimaan pegawai berdasarkan instruksi dari Direktur Administrasi keuangan. Penempatan Sur at Mutasi Manager administrasi dan kesejahteraan pegawai. 2. Misalnya kenaikan jabatan berdasarkan SK maka bagian personalia harusiah merubah data yang ada dalam aplikasi payroll yang sesuai dengan ketentuan SK tersebut.

Pengendalian aplikasi berhubungan dengan tugas-tugas khusus yang dilakukan oleh pengelolaan data elektrik. Fungsi penyimpanan program dan kepustakaan. Fungsi operasi fasilitas pengolahan data.d) Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan Untuk memenuhi unsur pengendalian fisik atas aktiva dan catatan. fungsi dari pengendalian aplikasi ini memberikan jaminan yang cukup bahwa pencatatan. e) Pengecekan independen atas pelaksanaan 5. karyawan operator system melakukan terhadap program tanpa izin dan tanpa pengujian sebelumnya. Pengendalian yang berhubungan dengan perlindungan peralatan. Program dan berkas data komputer mengakses data. proses dan pelaporan data sudah dilaksanakan dengan benar. Pemantauan Pemantauan memasukkan pengawasan bagian personalia dipantau terus oleh Direksi. karena yang adalah dengan digunakan password untuk data dan mengolah data adalah bagian personalia. a Fungsi perencanaan system dan penyusunan program b. Pemisahan ke 3 fungsi tersebut dilakukan untuk menciptakan pengecekan silang terhadap mencegah ketelitian dan kepantasan perubahan yang dimasukan perubahan dalam sistem. C. program komputer dapat dirancang sebagai salah satu pengendalian intern dalam menciptakan sistem pengendalian intern di lingkungan pengendalian data elektronik diadakan pemisahan fungsi. 63 . mencegah akses terhadap computer oleh bukan karyawan operator computer dan oleh orang lain yang tau mengenai system dan mendorong efisiensi. Dalam pengendalian internal akuntansi perusahaan yang menggunakan sistem komputer. dalam hal ini fungsi operasi akuntansi digabung dalam sistern komputer. Bagian personalia menyediakan lemari arsip untuk menyimpan catatan penting. agar tidak terjadi penyimpangan laporan atas Dilakukan aktivitas pengelolaan data gaji.

64 .5 Pembahasan 4. tingkat produktifitas kerja serta dedikasi pegawai kepada perusahaan. 3) Keluaran Adanya keluaran personalia berupa mengkaji personalia ulang laporan yang diberikan bagian slip gaji oleh manajer dan dalam pendistribusian karyawan diberikan kepada orang yang bersangkutan. 4) Penyimpanan Data Segala data yang berkaitan dengan gaji.4. maka dalam sub bab ini penulis akan menguraikan sistem informasi akuntansi penggajian dalam menunjang efektivitas pengendalian internal penggajian.1 Peranan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian dalam Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Penggajian Setelah melihat sistem infonnasi akuntansi penggajian yang diterapkan pada PT INTI (Persero). Sistem infonnasi akuntasi penggajian yang telah diterapkan oleh PT INTI telah memadai. disimpan dalam bentuk arsip maupun file komputer.5. perusahaan telah melakukan pencatatan atas gaji dan perhitungan gaji dilaksanakan oleh bagian keuangan yang berpedoman pada keputusan gaji karyawan dari bagian personalia pada saat pengangkatan pegawai. karena unsur-unsur yang dibutuhkan dalam sistem infonnasi akuntasi penggajian yang memadai telah terpenuhi. sehingga dapat menunjang pengendalian internal atas gaji perusahaan yang tercennin dengan adanya : 1) Tujuan Secara umum tujuan diadakannya sistem infonnasi akuntansi penggajian pada PT INTI (Persero) bertujuan tentang gaji yang dihasilkan untuk meningkatkan dan membantu kualitas dari infonnasi pengendalian mengefektifkan intern penggajian. 2) Masukan Dalam aktivitas pembayaran penggajian. Masalah gaji merupakan hal yang penting bagi perusahaan karena akan mempengaruhi prestasi.

7) Pengguna Para pengguna sistem inforrnasi akuntasi penggajian pada PT. 2. INTI (Persero) adalah pejabat dan pegawai yang ada pada seksi administrasi serta seluruh pejabat dan pegawai lain yang ada di perusahaan. 8) Pengendalian dan pengukuran keamanan Pada PT INTI telah diterapkan penggunaan password khusus untuk membatasi akses ke data penggaj ian dan penggunaan kartu hadir dan daftar tertulis yang akan dijadikan dasar besarnya gaji yang dibayarkan kepada pegawai. Untuk mendukung operasi sehari-hari perusahaan Sistem Inforrnasi Akuntansi pada PT. Hal uu dilakukan untuk menjamin akurasi dan inforrnasi yang dihasilkan. Untuk memenuhi kewajiban berkenaan dengan pengarnanan Pada PT INTI. Hal ini dapat mendukung pengendalian internal atas dan keuangan penggajian di perusahaan yang tercermin dari tujuan-tujuan sebagai berikut: 1. INTI bandung yang telah memadai terse but didukung pula oleh terpenuhinya tujuan-tujuan Sitem Informasi Akuntansi. INTI sangat berguna bagi internal manaJemen perusahaan. 6) Instruksi dan Prosedur Instruksi dan prosedur yang terinci mengenai penggajian .dapat dilihat melalui selebaran yang memuat mengenai keputusan direksi PT.5) Pengolahan Perusahaan selalu menggunakan komputer dalam mengolah datanya. INTI (Persero) maupun melalui buku-buku panduan yang diterbitkan. sehingga memudahkan manajemen perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan. INTI digunakan untuk mendukung operasi sehari-hari dalarn perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi sangat berguna untuk memenuhi kewajiban berkenaan dengan pengamanan. Sistem Informasi Akuntansi penggajian yang diterapkan oleh PT. Untuk mendukung pengambilan keputusan Sistem Informasi dalam Akuntansi perusahaan pada untuk PT. Penggunaan system 65 . pengambilan keputusan 3.

Hal ini dapat ditunjukkan dengan pelaksanaan unsur-unsur pengendalian internal dalam perusahaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1.17 %.Komitmen terhadap kompetensi Karyawan yang berada di PT INTI berkompeten dalam bagaian-bagiannya. yang dinilai telah memadai. dan hukuman disiplin yang berkaitan dengan ketidakhadiran untuk dijalankan seorang karyawan. Berdasarkan pengendalian internal penggajian yang diterapkan pada PT INTI. etika dan kejujuran dapat dijadikan dasar pengendalian yang dilakukan oleh manajemen perusahaan dalam mengurangi dan mencegah tindakan penyelewengan perusahaan. dapat mendukung penggaJlan. nmengenai penyebaran kuesioner peranan Informasi Akuntansi penggajian pada PT INTI dengan tingkat presentase sebesar 79.Nilai Etika dan kejujuran Pada PT INTI ditetapkan peraturan yang tertulis antara lain mengenai jam masuk kerja. dengan demikian peranan Sistem Informasi Akuntansi Penggajian pada PT INTI telah mernadai. .dengan menggunakan password khusus sangat membantu untuk menjaga keamanan informasi dalam perusahaan. jam pulang kerja. akan tugas yang ada yang dilakukan oleh individu-individu dalam ditunjang dengan latar belakang pengalaman 66 . yang memadai. Dengan demikian jelaslah bahwa unsur-unsur Akuntansi keefektifan didukung penggajian pengendalian dengan hasil yang diterapkan pada dan tujuan Sistem Informasi PT INTI dapat mendukung Hal ini juga Sistem internal penggajian dengan memadai. Peraturan tersebut dalam praktik kerja sehingga Dengan demikian nilai oleh setiap karyawan dapat menjadi etika dan perilaku karyawan. Lingkungan pengendalian . maka penulis akan menguraikan mengenai efektivitas pengendalian internal keefektifan pengendalian internal atas penggajian yang ada pada PT INTI.

Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. karen a Dewan Direksi dan Komite Audit dalam perusahaan telah bekerja sama dengan baik. serta ketaatan hukum dan peraturan.Dewan Komisaris atau Komite Audit Pada PT INTI tidak terdapat Komite Audit yang bertanggung jawab secara langsung untuk mengawasi proses pelaporan keuangan. pelimpahan berkaitan dengan prosedur wewenang penggajian dan tanggung jawab yang ditekankan pada bagian personalia yang melimpahkan wewenang pelimpahan data gaji kepada bagian Administrasi Personalia. Kegiatan ditangani dilaksanakan sudah berjalan dengan baik. Pada PT INTI. oleh bagian Accounting. aman. tetapi yang pengendalian langsung internal. sehingga dapat mempermudah pelaporan dan memperjelas tingkat kepemimpinan. sehingga dapat mendukung pengendalian internal penggajian. Struktur organisasi PT INTI terdiri dari General Manager yang membawahi beberapa departemen. dan akurat. Executive Assistant Manager dan Head Departement. tepat waktu. General Manager dibantu secara langsung oleh Executive Secretary. Perusahaanjuga kepada karyawannya selalu menekankan untuk mentaati kebijakan mengenai gaji dan sistem akuntansi penggajian yang berlaku di PT INTI. Falsafah manajemen dan gaya operasi Pada PT INTI. sangat ditekankan pengelolaan gaji dengan benar. tepat waktu. Job Description Hal ini juga didukung struktur organisasi dan pelimpahan wewenang dalam proses yang telah menggambarkan dengan jelas dan tegas. baik dengan Auditor Internal maupun Auditor Eksternal dalam melakukan tugasnya. Struktur Organisasi PT INTI memiliki struktur organisasi yang mencerminkan gans tujuan wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam pencapaian perusahaan. dan bagian Administrasi Personalia mempunyai wewenang dan tanggung jawab ini dapat mempermudah 67 .

dalam perusahaan. 3. Control Activities (Kegiatan pengendalian) Pada PT INTI.Prosedur otorisasi yang jelas Pada PT INTI. Karyawan yang terdapat dalam PT INTI melewati masa percobaan kerja selama tiga bulan sebelum menjadi karyawan tetap dan sebelumnya telah diberitahukan mengenai sanksi yang ada. dengan adanya pengolahan informasi yang dalam bentuk dokumen dan catatan-catatan 68 . pelatihan. ditujukan timbulnya kesalahan-kesalahan berhubungan transaksi penggajian.dalam proses operasi perusahaan. . Risk Assesment (perkiraan risiko) Untuk menghindari penetapan risiko dalam pengelolaan gaJl. 2. selain itu dapat memperjelas dalam proses pelaporan dan memperjelas tingkat kepemimpinan . PT INTI menerapkan aplikasi yang menggunakan payroll yang dapat memperkecil kesalahan yang terjadi sehingga perkiraan risiko yang mungkin timbul dapat diantisipasi secara memadai. Hal ini ditunjukkan berkaitan dengan penggajian yang buat rangkap. tingkat berbagai tindakan pengendalian dan dilakukan tingkat dengan otorisasi memeriksa keakuratan. kebijakan khusus sehubungan dengan proses pada perusahaan. penernpatan. kelengkapan transaksi. promosi. hal-hal yang menyangkut aktivitas pengendalian dapat diuraikan sebagai berikut: .Pemisahan tugas yang cukup Pada PT INTI. yang terdapat ada pemisahan tug as hal yang diantara ini departemenuntuk dengan departemen menghindari dalam perusahaan. maupun tindakan perbaikan dilaksanakannya program pelatihan serta mengenai sumber daya manusia.Kebijakan dan pelatihan sumber daya manusia Pada PT INTI terdapat penerimaan.

kelengkapan dan otorisasi dalam transaksi penggajian dapat dilaksanakan secara mamadai.Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan.Dokumen dan catatan yang memadai Dokumen dan catatan pada PT INTI merupakan objek dimana setiap transaksi diikhtisarkan melalui prosedur yang ada sehingga memberikan jaminan bahwa setiap transaksi telah dicatat dengan benar. peralatan. dan akurat. Pemantauan Pada PT. Untuk memenuhi unsur pengendalian fisik atas aktiva dan catatan. hal ini tercermin dengan adanya: 69 .. dan berkas data komputer asset dari perbedaan digunakan password khusus perhitungan antara catatan pengendalian dengan hasil perhitungan fisik. 5. INTI Bandung diadakan program khusus untuk melakukan mengenai aktivitas penggajian. INTI Bandung menyediakan untuk menyimpan dengan perlindungan adalah dengan catatan penting. Hal ini didukung pula dengan penerapan tujuan-tujuan pengendalian internal penggajian yang terpenuhi dengan efektif. INTI Bandung dinilai telah efektif dalam melaksanakan pengendalian internal penggajian pada perusahaan. maka PT. Informasi dan Komunikasi Sistem informal dan komunikasi pada PT. Dengan diterapkan unsur-unsur pengendalian internal yang telah diuraikan di atas. Pengendalian yang berhubungan program. INTI Bandung telah cukup memadai. sehingga apabila terdapat kelemahan atau kesalahan dalam kegiatan penggajian dapat segera diantisipasi. 4. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penggunaan alat bantu berupa komputer sehingga dapat memudahkan pengguna internal maupun eksternal untuk mengambil keputusan dalam transaksi penggajian. sehingga manajemen mendapatkan informasi yang relevan. tepat waktu. lemari arsip bagian personalia pada PT. Sehingga tingkat keakuratan. Dan pemantauan secara berkesinambungan dilakukan evaluasi secara berkala terhadap pengendalian internal. .

Klasifikasi Pada PT. 3. INTI Bandung. INTI yang berwenang diotorisasi berdarnpak dalarn dapat pada pant as oleh pihak transaksi curang bila terdapat yang yang tidak dan akan transaksi pernborosan aktiva yang akan rnerugikan perusahaan. perkiraan transaksi gaji diklasifikasikan dengan ada penilaian struktur pantas sesuai dengan bagan perkiraan klien yang dibut dalarn jurnal laporan keuangan. Eksistensi atau Keberadaan Pada PT. karen a pihak yang berwenang karena pihak yang berwenang teliti transaksi-transaksi dalarn perusahaan dalarn perusahaan selalu akuntansi lainnya. dicatat pada waktu yang tepat. Bila transaksi sesudah waktu terjadinya. Hal ini dilakukan untuk rnenjarnin kebenaran klasifikasi dan pengikhtisaran. Akurasi Pencatatan transaksi yang berhubungan Bandung perusahaan. dalarn j urnlah yang pantas. INTI Bandung. karena dalarn proses pencatatannya pengendalian internal yang rnernadai. sehingga dapat dinyatakan dengan wajar. selalu rnengawasi dengan yang berhubungan dengan penggajian. agar laporan keuangan tidak salah saji. Posting dan pengikhtisaran Pada PT. Kelengkapan PT. INTI Bandung. rnenyebabkan diotorisasi karena dengan dengan penggaJlan pada PT. INTI Bandung selalu rnenghindari kekeliruan dalarn perhitungan gaji di berbagai tahap. tidak rnernungkinkan dirnasukannya transaksi fiktif atau transaksi yang tidak ada dalarn jurnal atau catatan akuntansi lainnya. 2. rnernperbesar kernungkinan dicatat sebelurn atau transaksi tidak dicatat 70 . 5. transaksi penggajian perusahaan diikhtisarkan dalarn bentuk jurnal dan berdasarkan perkiraan yang dicatat dalarn buku besar dan berkas induk. INTI Bandung. Ketepatan waktu Transaksi penggajian pada PT. 4.1. 6.

Dengan demikian keefektifan pengendalian internal atas penggajian pada PT INTI Bandung dapat dinilai dengan efektif. INTI Bandung dengan tingkat persentase sebesar 94%. Hal ini juga didukung penyebaran kuesioner mengenai efektivitas pengendalian internal penggajian pada PT. didapat jawaban "Ya" sebanyak 109. dan "Tidak" sebanyak 27. 4. Kemudian dilakukan hasil bagi atas pertanyaan jawaban kuesioner terse but dengan menyimpulkan total jawaban "Ya" dengan jumlah pertanyaan kuesioner untuk tiap-tiap variabel X dan variabel Y kemudian menentukan variabel dikalikan 100% untuk memperoleh tingkat nilai prosentase dalam apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. 71 . jadi yang dihitung adalah j awaban "Y a".Dengan demikian jelaslah tujuan-tujuan pengendalian bahwa dengan terpenuhinya unsur-unsur dan internal penggajian yang diterapkan pada PT. penggajian dengan pengendalian internal dilakukan pengujian hipotesis. maka perhitungannya adalah : (109 x 2) XlOO%= 79. dan jawaban "Tidak" dengan skor 1. berdasarkan jawaban atas pengisian data kuesioner terhadap lima responden PT INTI (Persero) sebanyak 54 pertanyaan dengan memilih jawaban "Ya" dengan skor 2.6 Pengujian Hipotesis Untuk akuntansi mengetahui erat tidaknya keefektifan hubungan antara sistem informasi penggajian. Untuk pertanyaan sebanyak 27 dan variabel dependen juga sebanyak 27 independen pertanyaan. INTI dengan hasil Bandung dapat dinyatakan telah efektif.17% ((109X2)+ (27Xl) Berdasarkan informasi akuntansi hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sistem secara dalam perusahaan telah disusun dan diterapkan memadai untuk membantu pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan daftar pertanyaan di atas variabel independen yang diajukan kepada lima orang responden.

Dengan demikian terhadap penerimaan dari hasil olahan kuesioner hipotesis yang diajukan oleh penulis 72 . Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan internal penggajian pada PT INTI (Perseto) telah efektif. dan "Tidak" sebanyak 27 maka perhitungannya adalah : (108X2) ------XlOO%= 88. dukungan diterima.88% ((108X2)+ (27Xl)) Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal penggaj ian pada PTINTI (Persero) telah efektif.09% ((217X2)+ (S4Xl)) Berdasarkan hasil tersebut. Untuk mengukur peranan sistem informasi akuntansi penggaJlan dalam menunjang keefektifan pengendalian internal penggajian. maka dilakukan bahwa pengendalian perhitungan sebagai berikut: ( 217X2) -XIOO% = 79.Berdasarkan daftar pertanyaan atas variabel dependen yang diajukan kepada lima orang responden didapat jawaban "Ya" sebanyak 108. maka dapat disimpulkan bahwa sistem akuntansi penggajian yang ada dalam perusahaan telah disusun dan diterapkan secara memadai sehingga menunjang keefektivan pengendalian tersebut internal diperoleh dapat penggajian.

e)Adanya pengolahan data dengan menggunakan komputer maupun slip gaji karyawan diberikan pada orang yang yang diberikan bagian personalia perhitungan secara manual. Mengkaji ulang setiap hasillaporan oleh manager personalia Dalam pendistribusian bersangkutan d)Adanya penyimpanan data yang tersimpan dalam bentuk arsip maupun file komputer. c) Adanya keluaran berupa. INTI (Persero) telah menetapkan sistem informasi akuntansi penggajian secara efektif. -Otorisasi transaksi dengan cara pemberian paraf atau tanda tangan pada setiap laporan yang dikelurkan oleh bagian gaji -Pencatatan data yang mempunyai dokumen sumber -Dalam pengurutan data dilakukan langsung dalam komputer Sebelum data diprint laporan tersebut harus diperiksa ulang oleh Manager personalia. penulis menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1). hal ini dapat dilihat melalui: a)Adanya tujuan yang jelas tentang diadakannya sistem informasi akuntansi penggajian diperusahaan yaitu untuk meningkatkan kualitas dari informasi tentang gaji yang dihasilkan dan membantu mengefektifkan pengendalian internal penggajian. 73 . b)Adanya masukan berupa .BABV SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Sim pu Ian Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan. PT .

h) Adanya pengendalian NTI (Persero) dan pengukur keamanan yaitu perusahaan sistem log on untuk PT. untuk dan akurat gaJl dapat selalu menunJang menekankan pengendalian kepada pegawai internal selalu Perusahaan mentaati kebijakan mengenai gaji dan 74 . aman gaJl. Nilai etika dan integritas Perusahaan menetapkan peraturan yang tertulis antara lain jam masuk kerja dan jam pulang kerja. Komite terhadap kompentensi Pegawai yang berada di PT. 2. serta ketaatan terhadap hukum dan peraturan tindak terdapat dalarn PT. INTI (Persero) kompeten akan tugas yang ada dalam bagian-bagiannya ditunjang dengan latar belakang pengalaman yang memadai. I menggunakan menghindari adanya pengaksesan yang tidak bertanggungjawab 2). 3. tepat waktu. pengandalian internal. Peraturan tersebut untuk dijalankan oleh setiap pegawai dalam praktik kerja sehingga dapat menjadi etika dan prilaku pegawai.f)Adanya instruksi dan prosedur mengenai penggajian yang dapat dilihat melalui selebaran yang memuat keputusan direksi maupun melalui bukubuku panduan yang diterbitkan . g)Adanya pengguna sistem inforrnasi akuntansi penggajian yaitu seluruh pejabat dan pegawai yang ada dilingkungan perusahaan. dari departemen lain. Falsafah manajemen dan gaya operasi PT. INTI (Persero) yang disebut Divisi internal Audit (Satuan Pengawas Internal). dan hukuman disiplin yang terkait dengan ketidakhadiran pegawai. Partisipasi Dewan komisaris dan komite audit Komite audit yang bertanggung jawab untuk mengawasl proses pelaporan keuangan. INTI (Persero) dengan berpedoman pada pelaksanaan komponen pengendalian internal yaitu : a) Lingkungan pengendalian yang memadai 1. Pengendalian internal penggajian pada PT.INTI (Persero) mempunyai pandangan bahwa pengelolaan pegawai dengan benar. 4.

Sistem dan prosedur pencatatan waktu. Direktorat Pemasaran e. Direktorat Tehnik d. Direktorat Produksi c. 75 . Kebijakan dan pelatihan sumber daya manusia Terdapat sejumlah kebijakan merencanakan tenaga dan melaksanakan kerja perusahaan serta agar mengendalikan kegiatan pengelolaa produktivitas SDM tercapai secara maksimal. INTI (Persero) menerapkaan aplikasi payroll yang dapat memperkecil kesalahan yang terjadi. Pemisahan tug as yang cukup Dalam aktivitas penggajian fungsi pencatatan waktu dan pencatatan akuntansi dilakukan oleh pegawai.akuntansi gaji yaitu sistem dan prosedur penempatan karyawan. Pelimpahan wewenangdan tanggungj awab Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab khususnya berkaitan dan dengan mengelola penggajian dan pelaporan kegiatan penggajian melaporkan kegiatannya ke Devisi keuangan. prosedur pencatatan gaji dan prosedur penggajian. Direktorat Administrasi dan Keuangan 6. INTI (Persero) memiliki struktur organisasi yang mencerminkan garis wewenang dan tanggung jawab yang terdiri dari : a Direktur Utama b. fungsi perhitungan gaji dilakukan oleh bagian keuangan yang berpedoman pada keputusan gaji karyawan dari bagian personalia sedangkan fungsi pembayaran gaji dilakukan oleh Bank Dagang Negara setelah menerima data-data penggajian dari bagian perbendaharaan. b) Penaksiran Risiko Untuk menghindari penilaian risiko dalam pengelolaan gaji maka PT. Struktur Organisasi PT. c) Aktivitas Pengendalian 1. sistem dan prosedur pembayaran gaji. 7. 5.

INTI (Persero) pada setiap unit organisasi telah terkomputerisasi khususnya bagian penggajian dari entry data sampai menghasilkan laporan. 4. program dan berkas data komputer adalah dengan digunakan password untuk mengakses data. Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas Setip ada perubahan personalia haruslah akan data dari aplikasi payroll tersebut mendapatkan ijin atau pemeriksaan bagian dari ulang manajer personalia. Dokumen dan catatan yang memadai Dokumen dan catatan merupakan objek dimana setiap transaksi diikhtisarkan. Elemen penting dalam sistem informasi yang berhubungan dengan pengelolaan gaji adalah sistem payrol. Sedangkan sistem komunikasi dilakukan lewat telepon dan faxsimili. d) Sistem inforrnasi dan komunikasi Sistem informasi PT. e) Pemantauan Kegiatan bagian personalia dipantau terus oleh manajer personalia. bagian personalia menyediakan lemari arsip untuk menyimpan catatan penting. 3. karena yang memasukan data dan mengolah data adalah bagian personalia.2. 5. dan juga laporan yang dihasilkan dalam aplikasi payroll dalarn perhitungan gaji haruslah terlebih dahulu diotorisasi ole Direksi. 76 . Pengendalian Independen atas pelaksanaan Satuan Direktur pengawas Utama interen dalam mempunyai mengadakan wewenang penilaian untuk atas membantu pelaksanaan manaj emen serta sistem pengendaliannya memberikan saran-saran perbaikan. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan Untuk memenuhi unsur pengendalian fisik atas aktiva dan catatan. Prosedur yang ada sehingga memberikan jaminan bahwa setiap transaksi telah dicatat dengan benar. Pengendalian yang berhubungan dengan perlindungan peralatan.

catatan laporan hasil kerja 2. tidak hanya dengan cara kaderisasi. dan . Hal ini untuk memudahkan pembagian tugas dan memudahkan pengawasan. 5. sehingga setiap personil mempunyai tugas-tugas masing-masing dan dapat saling mengawasi. sebaiknya ditentukan periodenya antara satu atau dua tahun. Oleh karena itu setiap personil dapat berkosentrasi dengan masing-masing data yang dihasilkan lebih akurat dan cepat waktu. Mengenai peningkatan prestasi. Sebagai penunjang peningkatan prestasi kerja karyawan antara lain: a catatan waktu hadir b. Sebaiknya adanya pemisahan tugas antara bagian yang mengentri data gaji dengan bagian yang mengolah data gaji. catatan waktu kerja c. tetapi dilihat dari pre stasi yang diberikan karyawan terhadap perusahaan. sehingga memotivasi karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.Dilakukan pengawas oleh kepala personalia agar tidak terjadi penyimpangan laporan atas aktivitas pengelolaan data gaji.2 Saran Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada pelaksanaan penggajian pada PTINTI (Persero) penulis menyarankan sebagai berikut: 1.

1995. ________ . 1990. Penerbit: Salemba.. Glasgow William Collins Son & Co La Midjan. edisi kesembilan.2000. Pendekatan Manual Praktika Penyusunan Metode dan Prosed ur. Auditing Pendekatan Terpadu. Paul 1.. Binarupa Aksara. Hoopwood. New YorkMac Milan Publishing Co. "Accounting Information System". Accounting Information System. edisi revisi.DAFTAR PUSTAKA Arens. 1997. dialihbahasakan oleh Agus Maulana. dialihbahasakan oleh Amir Abadi Yusuf. Penerbit. sixth edition.. Loebbecke. Hank's Patrick. 1995. United State of America: Addison Wesley Publishing Company. seventh edition. 78 . 1981. Joseph W. New Jersey: Prentice Hall. and William S. Englewood Cliffs. Bodnar. Marshall B. Steinbart. Alvin A dan James K. Sistem Informasi. 1995. George H. Basic Statisticfor Social Research. dialihbahasakan oleh Marianus Sinaga. Inc. Sistem Akuntansi dan Infonnasi. Jakarta. Cushing. Barry E. Inc. Wilkinson. Jakarta: Erlangga. Concice Dictionary. 2nd Edition. edisi kedua. 1996. Jakarta. Champion. Dean 1. Bandung : Binanyanti Romney.. Accounting Information System. Third Edition.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful