TUGAS BIOLOGI Oleh : DANAN LESMANA WIWASWAN XII IPA 4 13 2011 Praktikum Pembuktian Percobaan Ingenhousz Percobaan Ingenhousz - Latar Belakang Teori : Setiap makhuk hidup memiliki beberapa ciri atau sifat dasar. Salah satu yang utama adalah makhluk hidup perlu makanan dan mengeluarkan zat sisa. Apabila kita cermati, sifat dasar tersebut mengarahkan kita kepada suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup yang disebut dengan metabolisme. Metabolisme yang terjadi pada setiap jenis makhluk hidup tentunya tidak sama. Bergantung komponen penyusun makhluk hidup tersebut dari tingkat seluler hingga organisme. Dalam proses metabolisme terjadi berbagai reaksi kimia baik untuk menyusun maupun menguraikan senyawa tertentu. Proses penyusunan tersebut disebut anabolisme, sedang proses penguraiannya disebut katabolisme. Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering kita dengar adalah proses fotosintesis. Proses tersebut terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan tiang / palisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau bunga karang, proses ini terjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas. Seperti yang telah diketahui, proses ini hanya dapat terjadi pada saat ada cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari maupun cahaya lampu, yang penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang merupakan spektrum cahaya dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Selain cahaya matahari, proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida dan air.  cahaya Pada proses fotosintesis ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen.  klorofil CO2 + H2O C6H12O6 +O2 + H2O Untuk mengetahui kandungan glukosa sebenarnya dapat diketahui dengan percobaan Sact sedang untuk mengetahui kandungan oksigen dapat diketahui dengan menggunakan lidi yang membara seperti pada percobaan Ingenhouz. Akan tetapi pada kesempatan ini, yang akan dilihat bukanlah kandungannya, akan tetapi kecepatan proses tersebut bila diberi perlakuan yang berbeda – beda terkait suhu, intensitas cahaya, dan NaHCO3. Percobaan kami kali ini merupakan percobaan Ingenhousz. - Alat dan bahan : 1. Baker glass 2. Corong 3. Tabung reaksi 4. Kawat 5. Dupa 6. Plastic 7. Karet gelang 8. Tumbuhan Hydrilla 9. Air 10. Kristal NaHCO3 - Tujuan : Untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis memerlukan air dan menghasilkan O2 - Langkah Kerja : 1. Siapkan alat dan bahan 2. Pasang kawat yang telah di bengkokan di sekitar baker glass untuk menyangga mulut corong agar tidak menyentuh dasar baker glass Masukan tumbuhan Hydrilla ke mulut corong tetapi usahakan agar tumbuhan hydrilla tidak masuk ke dalam lubang corong. 3. Letakkan mulut corong yang sudah berisi tumbuhan Hydrilla ke dalam baker glass yang telah berisi kawat penyangga. 4. Celupkan baker glass ke dalam washtafel yang sudah penuh berisi air, dan masukkan tabung reaksi ke ujung corong usahakan agar tabung reaksi penuh terisi air. 5. 6. Letakkan rangkaian tersebut di bawah sinar matahari yang terik. 7. Amati beberapa saat Sesudah keluar gelembung-gelembung taburkan Kristal NaHCO3 ke dalam rangkaian tersebut 8. 9. Amati kecepatan gelembung 10. Perhatikan perbedaannya Pertanyaan : 1. Gelembung-gelembung pada tabung reaksi merupakan gas apa ? Jawab : gelembung-gelembung tersebut adalah Oksigen. Hal ini dapat dilihat dari dupa yang hidup saat didekatkan pada mulut tabung reaksi yang berisi larutan tersebut. 2. Apa fungsi dari NaHCO3 ? Jawab : NaHCO3 berfungsi untuk baku fotosintesis menambah CO2 sebagai bahan Kesimpulan : Pada percobaan ini dapat kita simpulkan bahwa pada proses fotosintesis dihasilkan oksigen dan memerlukan sinar matahari. - Gambar : Praktikum Pembuktian Percobaan Sachs Percobaan Sachs - Dasar Teori Fotosintesis adalah proses penyusunan zat organik (gula) dari zat anorganik (air, karbon dioksida) dengan pertolongan energi cahaya. Karena bahan baku yang digunakan adalah karbon (CO2), maka fotosintesis dapat juga disebut asimilasi karbon. Secara singkat, persamaan reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: 6CO2 + 12H2O >> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Reaksi fotosintesis terdapat pada membran fotosintesis tumbuhan. Pada bakteri fotosintesis, membran tersebut merupakan lipatan membran sel. Pada tumbuhan, alga, dan protista bersel satu, reaksi fotosintesis terjadi di dalam organel sel yang disebut kloroplas. Kloroplas mempunyai sistem membran dalam. Membran ini terorganisasi menjadi kantong pipih berbentuk cakram yang disebut tilakoid. Tiap-tiap tilakoid merupakan ruang tertutup dan berfungsi sebagai tempat pembentukan ATP. Di sekeliling tialkoid terdapat cairan yang disebut stroma yang berperan dalam reaksi fotosintesis. - Alat dan bahan : 1. Daun 2. Aluminium foil 3. Tabung reaksi 4. Air 5. Alkohol 6. Gelas ukur 7. Kaki tiga 8. Kasa Asbes 9. Spiritus 10.Pinset 11.Yodium 12.Arloji - Tujuan : Untuk membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan amilum - Langkah Kerja : 1. Tutupi daun dengan aluminium foil, dan pastikan daun dari tanaman tersebut terkena sinar matahari langsung. Diamkan selama beberapa hari. 2. Petik daun yang telah ditutupi aluminium foil tersebut, 3. Masukkan daun ke dalam tabung reaksi dan isi tabung reaksi dengan alkohol. 4. Siapkan spiritus, kaki tiga, kasa asbes dan gelas ukur. Lalu isi gelas ukur dengan air. 5. Nyalakan sumbu spiritus dan masukkan tabung reaksi ke dalam gelas ukur. Lalu rebus hingga mendidih. 6. Setelah mendidih, angkat tabung reaksi dari air dan keluarkan daun dari tabung reaksi dengan menggunakan pinset. 7. Cuci daun tersebut dengan bersih, lalu letakkan daun pada kaca arloji. 8. Teteskan yodium pada permukaan daun. 9. Amati daun yang sudah ditetesi yodium tersebut dan perhatikan perbedaan pada bagian yang ditutupi aluminium foil dan yang tidak. - Metode penelitian Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Merumuskan operasional variable a) Variable bebas Bagian daun yang di tutupi kertas timah dan daun yang tidak di timah b) Variable control Air , suhu dan kelembapan c) Variable terikat Amilum yang terdapat pada daun - Tabel pengamatan : Bintik bintik Bagian daun yang ditutupi aluminium foil Tidak ada Bagian daun yang tidak ditutupi aluminium foil Ada Dari percobaan tersebut dapat diketahui bahwa pada bagian daun yang ditutupi aluminium foil, tidak ada bintik-bintik. Sedangkan pada bagian daun yang tidak ditutupi ada bintik-bintik. Hal ini membuktikan, bahwa pada bagian daun yang berisi bintikbintik mengalami proses fotosintesis dan menghasilkan amilum. Sedangkan pada daun yang tidak ada bintik-bintik, berarti tidak mengalami proses fotosintesis dan tidak menghasilkan amilum. - Kesimpulan : Dari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam proses fotosintesis dihasilkan amilum. - Gambar :
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful