KEWAJIBAN BELAJAR-MENGAJAR DALAM AL-QUR’AN

KEWAJIBAN BELAJAR-MENGAJAR DALAM AL-QUR’AN
A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Manusia diciptakan Allah dengan berbagai potensi yang dimilikinya, tentu dengan alasan yang sangat tepat potensi itu harus ada pada diri manusia, sebagaimana sudah diketahui manusia diciptakan untuk menjadi khalifatullah fil ardh. Potensi yang dimiliki manusia tidak ada artinya kalau bukan karena bimbingan dan hidayah Allah yang terhidang di alam ini. Namun manusia tidak pula begitu saja mampu menelan mentah-mentah apa yang dia lihat, kecuali belajar dengan megerahkan segala tenaga yang dia miliki untuk dapat memahami tanda-tanda yang ada dalam kehidupannya. Tidak hanya itu, manusia setelah mengetahui wajib mengajarkan ilmunya agar fungsi kekhalifahan manusia tidak terhenti pada satu masa saja, Dan semua itu sudah diatur oleh Allah SWT. Menuntut ilmu merupakan kewajiban dan kebutuhan manusia. Tanpa ilmu manusia akan tersesat dari jalan kebenaran. Tanpa ilmu manusia tidak akan mampu merubah suatu peradaban. Bahkan dirinyapun tidak bisa menjadi lebih baik. 2. Rumusan Masalah a. Apa itu yang dimaksud dengan belajar dan mengajar. b. Mengapa menuntut ilmu (belajar) sebagai kewajiban. c. Kapan proses belajar berlangsung dan sampaikan kapan d. Bagaiamana kaitan hadis dengan kewajiban belajar mengajar 3. Tujuan Pembahasan Adapun tujuan penulisan ini adalah : a. ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan belajar dan mengajar

b. ingin mengetahui mengapa menuntut ilmu itu suatu kewajiban bagi muslim laki-laki maupun perempuan. c. Ingin mengetahui kapan proses belajar maupun mengajar dimulai

d. Ingin menambah wawasan atau pengetahuan mengenai hal ini. B. Pengertian Belajar dan Mengajar Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang “Belajar”. Seringkali pula perumusan dan tafsiran berbeda satu sama lain. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. (learning is defined as the modification or trengthening of behavior through experiencing). Menurut pengertian diatas, belajar adalah merupakan proses suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengiat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan. Ada juga yang mengatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya. Sedangkan pengertian mengajar lebih identik kepada proses mengarahkan seseorang agar lebih baik. Didalam ilmu pendidikan islam adalah setiap orang dewasa yang karena kewajiban agamanya bertanggung jawab atas pendidikan dirinya dan orang lain. Atau konsekuensi dari pada pengetahuan yang didapat.

C. Alasan menuntut ilmu (belajar). Menuntut ilmu merupakan kewajiban dan kebutuhan manusia. Tanpa ilmu manusia akan tersesat dari jalan kebenaran. Tanpa ilmu manusia tidak akan mampu merubah suatu peradaban. Bahkan dirinyapun tidak bisa menjadi lebih baik. Karena menuntut ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dari urian tadi sudah menjadi keseharusan dalam menuntut ilmu. D. Awal Perintah Membaca Mengingat hal diatas sangat tepat jika wahyu pertama turun kepada nabi SAW mengisyaratkan tentang perintah membaca (menuntut ilmu). Yakni Surat Al-Alaq ayat 1

datanglah jibril kepada beliau dan menyuruhnya membaca. Kemudian sekembali beliau pulang mengambil bekal dari rumah istri beliau. Peranan Akal dalam proses belajar Segala potensi yang dimiliki manusia sebagai jalan untuk mengetahui sesuatu baik berupa isyarat yang jelas (tampak) maupun yang tersembunyi yang hanya mampu ditangkap dengan indra yang abstrak merupakan cara Allah mendidik manusia. meneliti. Lalu. Wujudmu. membaca. dirangkulnya lagi dan dilepaskannya sambil berkata: "Bacalah". al-Qur‟an tidak hanya sekedar menyuruh membaca.[2] Syekh “Abdul Halim Mahmud (mantan pemimpin tinggi Al-Azhar Mesir) sebagaimana dikutip Quraish Shihab dia menulis dalam bukunya al-Qur‟an Fi Syahr alQur‟an: “ dengan kalimat iqra‟ bismi Rabbika. Kalimat tersebut dalam pengertian dan semangatnya ingin menyatakan “bacalah demi Tuhanmu. baik yang sifatnya aktif maupun pasif. datang ke gua Hira' suatu gua yang terletak di atas sebuah bukit di pinggir kota Mekah untuk berkhalwat beberapa malam. .” Kata Iqra‟ terambil dari kata kerja kara‟a yang pada mulanya berarti menghimpun. demikian juga ketika kita berhenti melakukan aktifitas hendaklah didasari pada Bismi rabbika sehingga akhirnya ayat itu berarti “jadilah seluruh kehidupanmu. kesemuanya demi karena Allah semata”. E. Khadijah. sambil berkata: "Bacalah". realisasi perintah tersebut tidak mengharuskan adanya suatu teks tertulis sebagai objek bacaan. bekerjalah demi Tuhanmu” . Jibril melepaskannya. Nabi menjawab: "Aku tidak bisa membaca" sehingga Nabi merasa payah. Nabi menjawab: "Aku tidak bisa membaca". bergeraklah demi Tuhanmu.[3] Adapun Asbabun Nuzul ayat ini adalah Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dinyatakan bahkan Nabi SAW.n=y{ “Ï%©!$# y7În/u„ ÉOó™$$Î/ ù&t�ø%$# Artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan.[1] Dengan demikinan. Nabi menjawab: "Aku tidak bisa membaca" Jibril merangkulnya sehingga Nabi merasa sesak nafas.ÇÊÈ t. menela‟ah. Karena dalam kamus-kamus ditemukan aneka ragam arti dari kata tersebut adalah bisa menyampaikan. maka Jibril membacakan ayat 1 sampai ayat 5. tetapi membaca adalah lambang dari segala apa yang dilakukan oleh manusia. Apabila kita merangkai huruf kemudian mengucapkan rangkaian tersebut maka kita sudah menghimpunnya yakni membacanya. dalam cara dan tujuanmu. tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar oleh orang lain. mendalami.

islam mewajibkan orang menuntut ilmu melalui sabda Nabi SAW : Artinya : Menuntut ilmu itu adalah kewajiban atas setiap orang islam. . maka tidak pantas manusia sebagai penuntut ilmu melepaskan diri dari wahyu Ilahi Sebagai ayat-ayat Qauliyah.Jelaslah alasan manusia menuntut ilmu (Belajar) tidak luput dari unsur wahyu ilahiyah. Sedangkan didalam Al-qur‟an meraka yang berilmu dan tidak berilmu itu berbeda dalam pandangan islam. (H.R Ibn.Bar). Karena petunjuk yang tidak akan ditemui di alam (ayat-ayat kauniyah Allah) hanya dapat ditemukan dalam al-Qur‟an dan Sunnah Rasulullah SAW. F. maka didalam islampun memerintahkan manusia untuk menuntut ilmu. Bukhari dan Muslim). umat islam mempertahankan kemuliaannya diperintahkan untuk menuntut ilmu dalam waktu yang tidak terbatas selama hayat dikandung badan. Karena akal adalah sebagai alat untuk menuntut ilmu. Prinsip belajar selama hidup ini merupakan ajaran islam yang penting. laki-laki ataupun perempuan. bukan saja ilmu agama. Waktu dan derajat atau kedudukan menuntut ilmu (belajar) Sebagai makhluk yang berakal. tetapi juga ilmu-ilmu lainnya. Lebih tegas lagi. (H.Abd.R. Disini peranan akal sangat mempunyai otoritas yang sangat tinggi dalam proses belajar yakni menuntut ilmu. dan ilmu adalah alat untuk menghilangkan kesulitan manusia. Sabda Rasulullah SAW : Artinya : Tuntutan ilmu itu sejak dari ayunan sampai keliang lahat (mulai dari kecil sampai mati).

ia memeperoleh pahala seperti orang yang berperang menegakkan agama. al-„alim daripada ahli ibadah. 39 Ar-Zumar 9). Di kalangan kaum muslimin hadits ini sangat popular sehingga mereka memandang bahwa mencari ilmu merupakan bagian integral dari ibadah. Para pengikut atau murid Nabi telah berhasil meneruskan dan menerapkan ajaran tentang semangat menuntut dan mencari ilmu. Dalam Islam. adalah seperti kelebihan Muhammad atas orang Islam seluruhnya. Rihla. Firmannya : (#qè?ré& tûïÏ%©!$#ur öNä3ZÏB (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# ª!$# Æìsùö�tƒ . nilai keutamaan dari pengetahuan keagamaan berikut penyebarannya tidak pernah diragukan lagi. tapi juga merupakan kebutuhan untuk menuntut ilmu dan mencari ilmu yang didorong oleh nilai-nilai religius. Kelebihan ahli ilmu. Hadits-hadits Nabi membuktikan suatu hubungan tertentu :” Seseorang yang pergi mencari ilmu dijalan Allah hingga ia kembali. .” Karena sungguh dalam Islam mereka yang tekun mencari ilmu lebih dihargai daripada mereka yang beribadah sepanjang masa.(orang yang berilmu itu lebih tinggi beberapa derejat dari orang yang tidak berilmu).„abid.” (Q. Nabi menjamin bahwa orang yang berjuang dalam rangka menuntut ilmu akan diberikan banyak kemudahan oleh Tuhan menuju surga.Firman Allah : Ÿw tûïÏ%©!$#ur tbqçHs>ôètƒ tûïÏ%©!$# “ÈqtGó¡o„ ö@yd ö@è% ô3 ÇÒÈ É=»t7ø9F{$# (#qä9'ré& ã�©. 58 Al-Mujadalah 11).(Q. tidak hanya merupakan tradisi ulama. tidaklah sama orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu! Sesungguhnya yang memilki akal pikiranlah yang dapat menerima pelajaran. al.x‹tGtƒ $yJ¯RÎ) 3 tbqßJn=ôètƒ Artinnya : “Katakanlah (ya Muhammad). Motivasi religius ini juga bisa ditemukan dalam tradisi Rihla. Allah meninggikan derajat orang yang berilmu itu.(Allah)meniggikan derejat orang beriman dan berilmu pengetahuan itu.M»y_u„yŠ zOù=Ïèø9$# Artinya “……. Suatu tradisi ulama yang disebut al-rihla fi talab al-„ilm „ Suatu perjalanan dalam rangka mencari ilmu‟adalah bukti sedemikian besarnya rasa keingintahuan dikalangan para ulama. Para malaikat membentangkan sayap kepadanya dan semua makhluk berdoa untuknya termasuk ikan dan air”.S.S.

Yang pertama mari kita lihat penjelasan yang kami dapatkan dari tafsir Al-Misbah. sebagai ilustrasi unik terhadap kemuliaan nilai ilmu pengetahuan.S. Dari kedua hadits tersebut diungkapkan untuk memberi penekananan bahwa terdapat hubungan simbiosis antara ilmu pengetahuan dan dengan kemajuan serta ketahanan peradapan Islam. bahkan sampai ke negeri Cina. G. Nabi menyatakan bahwa jauhnya letak suatu Negara tidaklah menjadi masalah.Islam secara mutlaq mendorong para pengikutnya untuk menuntut ilmu sejauh mungkin. para pelaku dalam proses belajar mengajar. `ÏB t�xÿtR öNÍköŢs9Î) (#þqãèy_u„ #sŒÎ) óOßgtBöqs% (#râ„É‹YãŠÏ9ur Ç`ƒÏe$!$# ÇÊËËÈ šcrâ„x‹øts† óOßg¯=yès9 Artinya : Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Quraish Shihab dan tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Musthafa Al-Maraghi. yaitu guru dan murid dipandang sebagai „„ orang-orang terpilih‟‟ dalam masyarakat yang telah termotivasi secara kuat oleh agama untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan mereka. $tBur * ‟Îû (#qßg¤)xÿtGuŠÏj9 ×pxÿͬ!$sÛ öNåk÷]ÏiB 7ps%ö�Ïù Èe@ä. Menurut Nabi . menekankan betapa pentingnya mencari ilmu lebih-lebih ilmu agama yang dikategorikan Imam Ghozali sebagai fardlu „ain.[5] Disamping Hadits Nabi yang berkenaan dengan al. supaya mereka itu dapat menjaga dirinya ( Q. mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya. Orang-orang yang terpilih dalam proses belajar mengajar Dalam hal ini.[4] Siapaun sepakat hadits Nabi yang berbunyi Utlub al „ilm walau kana bi alshin. . tinta para pelajar nilainya setara dengan darah para syuhada‟ pada hari pembalasan. AlTaubah: 122) Penjelasan : Ada dua versi yang kami temukan yaitu pada tafsir Al-Misbah karya M. hal ini sejalan dengan ayat al-Qur‟an surat al-Taubah ayat 122 yang artinya berbunyi : Ÿwöqn=sù 4 Zp©ù!$Ÿ2 (#rã�ÏÿYuŠÏ9 tbqãZÏB÷sßJø9$# šc%x.shin nabi juga menyinggung tentang al-yahud yang mana dikisahkan bahwa Nabi menyuruh sekretarisnya untuk mempelajari kitab al-Yahud sebagai proteksi diri dari penipuan kaum yahudi.

yakni kelompok besar diantara mereka beberapa orang dari golongan itu untuk bersungguh-sungguh memperdalam pengetahuan tentang agama sehingga mereka dapat memperoleh manfaat untuk diri mereka dan orang lain dan juga untuk memberi peringatan kepada kaum merka yang menjadi anggota yang di tugaskan oleh Rasulullah SAW. Artinya bahwa pendalaman ilmu agama itu merupakan cara berjuang dengan menggunakan hujjah dan penyampaian bukti-bukti dan juga merupakan rukun terpenting dalam menyeru kepada iman dan menegakan sendi-sendi Islam. Ayat ini menerangkan kelengkapan dari hukum-hukum yang menyangkut perjuangan yakni hukum mencari ilmu dan mendalami agama. Terbaca di atas bahwa yang dimaksud dengan orang yang memperdalam pengetahuan demikian juga yang memberi peringatan adalah mereka yang tinggal bersama Rasulullah SAW. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Karena perjuangan yang menggunakan pedang itu sendiri tidak di syaratkan kecuali untuk jadi benteng dan pagar dari da‟wah tersebut agar jangan dipermainkan oleh tangan-tangan ceroboh dari orang-orang kafir dan munafik. Karena kebaikan menuntut ilmu dan mengajarkannya sama pahalanya disisi Allah dengan jihad. Barang siapa yang memberi contoh kebaikan . kemudian kebaikan itu . Jika memang ada panggilan yang bersifat mobilisasi umum maka mengapa tidak pergi dari setiap golongan. Ayat ini mengggaris bawahi terlebih dahulu motivasi bertafaqquh/ memperdalam pengetahuan bagi mereka yang dianjurkan keluar sedang motivasi utama mereka yang berperang bukanlah tafaqquh.Ayat itu menuntun kaum muslimin untuk membagi tugas dengan menegaskan bahwa “Tidak sepatutnya bagi orang-orang mu‟min yang selama ini dianjurkan agar bergegas menuju medan perang pergi semua ke medan perang sehingga tidak tersisa lagi yang melaksanakan tugas yang lain”. Berdasarkan dua penafsiran bahwa kami dari penulis makalah cenderung kepada tafsir Al-Maraghi bahwa pendalaman ilmu agama itu merupakan cara berjuang dengan menggunakan hujjah dan penyampaian bukti-bukti dan juga merupakan rukun terpenting dalam menyeru kepada iman dan menegakan sendi-sendi Islam. Yang kedua kita lihat menurut tafsir Al-Maraghi. Karena perjuangan yang menggunakan pedang itu sendiri tidak di syaratkan kecuali untuk jadi benteng dan pagar dari da‟wah tersebut agar jangan dipermainkan oleh tangan-tangan ceroboh dari orang-orang kair dan munafik.

346-349. 1981.dicontoh oleh orang lain. Sebagai makhluk yang berakal. Maka hal ini bisa digunakan sebagai motivasi dalam meraih kehidupan yang lebih baik diakherat kelak. Ahmad Mustafa. maka dia akan mendapat kebaikan yang sama dengan orang yang melakukan tersebut. Oleh karena itu proses belajar atau menuntut ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang harus benar-benar dilaksanakan. b. DAFTAR PUSTAKA Al-Maraghi. begitu juga sebaliknya. c. Toha Putra : Semarang. Mengingat orang yang menuntut ilmu lalu mengajarkannya memiliki kedudukan yang sama dengan kebaikan orang yang jihad di perang melawan orang-orang kafir. Terjemah Tafsir Al-Maraghi Vol 30 hal.…. Demikian ungkapan yang sementara dianggap dari Rasulullah SAW. umat islam mempertahankan kemuliaannya diperintahkan untuk menuntut ilmu dalam waktu yang tidak terbatas selama hayat masih dikandung badan 2. Terjemah Tafsir Al-Maraghi Vol … hal. Mengingat belajar mengajar adalah suatu keharusann dilakukan oleh seorang muslim dalam rangka memanfaatkan potensi akal yang diberikan Allah SWT maka isilah akal itu dengan pengetahuan Al-Qur‟an (Agama) agar bisa tertujunya tujuan insane kamil. . Saran Dari uraian diatas penulis dapat memberikan saran kepada pembaca khususnya untuk penulis sendiri. Toha Putra : Semarang. a. akan semakin membuka peluan terciptanya ilmu-ilmu baru dan peradaban baru yang lebih baik. Dengan semakin banyak belajar atau mengkaji dan mendalami ayat-ayat Allah Baik Qauliyah maupun Qaauniayah. _______________________. E. tentunya dalam hal ini ada kaitannya dengan membaca maupun mengamati baik itu yang berbaur Agama maupun ilmu-ilmu umum. CV. CV. Penutup 1. Kesimpulan Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman agar lebih baik. tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya. 1993. D.

1969. Zakiah. 2006. (: lentera Hati. 2002.2009 Abdurrahman Mas‟ud. 83. hlm 74 [1] . _______________. 2002. Mizan . Jakarta : Kalam Mulia. Kesan. CV. Cet 12. Jakarta. M. [5] Ibid. Darajat. 2002. Volume 15) hal 392 [2] Ibid hal 393 [3] Ibid hal 394 [4] [4] Abdurrahman Mas‟ud.Multiply.com/journal/Item/37 Quraish Shihab. Gema Media. Tafsir al-Misbah.Ph. PT. 794.360. Prof. 2003. Kesan. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Bandung. Tafsir al-Misbah hlm. Ash-Shiddieqy. alMa‟arif. 2002. Quraish Shihab. Ilmu pendidikan islam.hlm 24-27. 2003. Mahmud Junus. M. hlm. Ilmu Pendidikan islam. Membumikan Al-Qur‟an. Yogyakarta. 2000 Al-Imam Abul Fida Isma‟il Ibnu Kasir. Sinar Baru Algensindo. Yogyakarta. Tafsir Al-Qur‟an Juz IV hal.A. Terjemah Tafsir Al-Maraghi Vol 5 hal. Http://alakaycisero._______________________. Lentera Hati : Jakarta. 157-159. Bulan Bintang.A. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung. Hamalik Oemar. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Hasbi. 2008 Ramayulis. lentera Hati. 2002. Gema Media. Tafsir Ibnu Kasir. 1997. Tarjamah Al-Qur‟an Al-Karim. Kurikulum dan pembelajaran. Dan Keserasian AlQur‟an. Shihab. Dan Keserasian Al-Qur‟an. Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik. Bandung . M. 1993. Quaisy.D.Ph. Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik.H. Quraish Shihab. Lentera Hati : Jakarta. Toha Putra : Semarang.D.Jakarta : Bumi Aksara.

(Majmu‟ Fatawa 15/242) Demikian juga orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan kebodohan. dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan. keutamaan ilmu. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih. bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran. ulama Kebodohan adalah salah satu sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kefasikan. maka agama memberikan resep obat untuk menghilangkan penyakit tersebut. Yaitu mewajibkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu. Tags: belajar.ILMU DAN KEUTAMAANNYA Category: Manhaj. kebalikan dari ilmu. (Majmu‟ Fatawa 25/281) KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU Oleh karena bahaya penyakit kebodohan yang begitu besar. Manhaj. ilmu. maka sesungguhnya mereka lebih banyak merusak daripada membangun! Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salafush Shalih: َ َ َ ْ ُ ِ‫يٍْ عجَذ للاَ ثِْٓم َ َََْذ ََََْش يًب ُي ُِٚه‬ ِ َ ْ ََ ْ ٍْ َ Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan. sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat. yang keduanya ada di dalam jiwa. Kedua: Mengikuti hawa-nafsu dan syahwat. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda: ‫طَهَت انعهى ََشٚضخٌ عهَٗ َم يَهى‬ ٍ ِ ْ ُ ِّ ُ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ُ . dan tidaklah mengeluarkan mereka dari kebaikan. menuntut ilmu. Sehingga orang-orang akan mengikuti hawa-nafsu dan dimurkai (oleh Allah)”. kecuali dua perkara: Pertama: Kebodohan.

Darimi no: 1/98. niscaya –dengan hal itu. hadits no: 1388] Marilah kita perhatikan hadits yang agung ini. dan oleh ikan-ikan di dalam air. . 21:7) YANG DIMAKSUD DENGAN ILMU Yang dimaksudkan ilmu di sini adalah ilmu syar‟i. Ketika Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu pada awal kalimat. (QS.” [Kitabul ilmi. Abu Dawud no:3641. Ibnu Majah no: 223. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. dan keutamaan „alim (orang yang berilmu) pada pertengahan kalimat. yaitu ilmu agama yang haq! Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Telah diketahui bahwa ilmu yang diwariskan oleh para Nabi adalah ilmu syari‟at Allah „Azza wa Jalla. dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah] Demikian juga Alloh Ta‟ala memerintahkan kepada umat untuk bertanya kepada ulama mereka. Baramngsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak. Bahkan ilmu dunia yang dibutuhkan oleh umat juga perlu dipelajari dengan niat yang baik. Tirmidzi no:3641. tetapi mewariskan ilmu. jika kamu tiada mengetahui. [HR. Para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham. Dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). hal: 11. Sehinga para Nabi tidaklah mewariskan ilmu tekhnologi dan yang berkaitan dengannya kepada manusia. bukan lainnya. dan diwariskan kepada para ulama pewaris para Nabi. ilmu yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya.Allah jalankan dia di atas jalan di antara jalan-jalan sorga. dan ini lafazhnya. no:224. Dan sesungguhnya seorang „alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Ahmad 4/196. Firman Alloh: ًٌََٕ‫َََئَهُٕا َْْم انزَش إٌِ َُزُى الَ رَعه‬ ْ ْ ُ ُ ْ ِ ْ ِّ َ ْ Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu. Ibnu Majah. Dihasankan Syeikh Salim AlHilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/470. karya Syeikh Al-Utsaimin] Ini bukan berarti bahwa ilmu dunia itu terlarang atau tidak berfaedah. [HR. Dan sesungguhnya keutamaan seorang „alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. lalu pada akhir kalimat beliau n menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksudkan adalah ilmu yang diwariskan para Nabi. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda: َ ََْ ‫يٍْ سهَك طَشٚمًب َٚطهُت َِّٛ عهًب سهَك للاُ ثِّ طَشٚمًب يٍْ طُشق انُُْيخ ٔإٌُِي انًَلئِكخَ نَزَضع َْجُِحزَٓب سضب نِطَبنت‬ ً ِ َ َ ْ ُ َ ِ ِ ِ ِ ِ ‫ْ ُ ِ ِ ْ ً َ َ ُي‬ َ ِ َ ْ ِ ُ ِ َ َ َ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ْ ِ َ َ ِ َ َ ‫ُي‬ ْ ْ َِ َْ ‫انعهى ٔإٌُِي انعبنى نَََٛزَغفش نَُّ يٍْ َٙ انًَٕاد ٔيٍْ َٙ اْلَسض ٔانحٛزَبٌُ َٙ جٕف انًبء ٔإٌُِي ََضم انعبنى‬ ُِ ِ ِ َ َ ِ َ َ ِِْْ ِِ َ ‫عهَٗ انعبثذ َفَضم انمًَش نَٛهَخَ انجَذس عهَٗ سبئِش انكٕاَت ٔإٌُِي انعهًَبء ٔسثَخُ اْلََجَِٛبء ٔإٌُِي اْلََجَِٛبء نَى ُٕٚسثُٕا‬ َ ِ ْ ْ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ِِ َْ َ ِّ َ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ََْ ِ َ َْ ُِ‫دَُٚبسا ٔ َال دسًَْب ٔسثُٕا انعهى ًٍََْ َْخز‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ َ خز ثحظ ٔاَش‬ ‫ِ ً َ ِ ْ ً َ ُي‬ ٍ ِ َ ٍّ َ ِ َ َ Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu.Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim.

lalu dia menyampaikannya. kaum muslimin. Ibnu Majah no:230. atau kesepakatan seluruh umat terhadap suatu perkara yang menghilangkan perselisihan. KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU Sesungguhnya keutamaan menuntut ilmu sangat banyak. Maka ilmu yang mendapatkan pujian dan sanjungan hanyalah ilmu wahyu. Allah memudahkan jalan ke sorga bagi orang yang menuntut ilmu. Terkadang orang yang membawa fiqih (ilmu. hal: 11. 5. baik terpelajar atau awam. ilmu yang diturunkan oleh Allah”. Para ulama itu pewaris para Nabi. . dan apa-apa yang dapat mendekatkan kepadanya. pemahaman. Seorang ‘alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Abu Dawud no: 3660. 4. hadits Nabi) bukanlah ahli fiqih. karya Syeikh Al-Utsaimin] Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam juga bersabda: ِْ ْ َ ُُّ‫ََضش للاُ ايشًْ سًع يمَبنَزِٙ ََجَهُيغٓب ََشة حبيم َِمّ غٛش ََمِّٛ ٔسة حبيم َِمّ إِنَٗ يٍْ ُْٕ ََْمَُّ ي‬ ٍ ْ ِ ِ َ ‫ٍ َ ُ ُي‬ ِ ْ َ ٍ ْ ِ ِ َ ‫َ َ ُ ُي‬ َ َ َ ِ َ َ ْ ‫ُي َ ُي‬ Semoga Allah mengelokkan wajah seseorang yang telah mendengar perkataanku. [Jami‟ Bayanil Ilmi Wa Fadhlihi] Oleh karena itulah wahai saudara-saudaraku yang tercinta. Keutamaan seorang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama daripada seluruh bintang-bintang. dan lainnya] Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata: “Beliau n menamakan perkataan beliau dengan nama ilmu. Terkadang orang yang membawa fiqih membawa kepada orang yang lebih fiqih (faham) darinya. [Diambil dari perkataan Syeikh Salim Al-Hilali di dalam kitab Bahjatun Nazhirin 2/461] Inilah kewajiban kita. Kita wajib mengetahui dan memahami apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa-apa yang Dia larang. 2. [HR. bagi orang yang merenungkan dan memahaminya”. sehingga meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.Beliau juga berkata: “Yang kami maksudkan adalah ilmu syar‟i. Ahmad 5/183. [Kitabul ilmi. yaitu: ilmu yang yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya. dan ini lafazhnya. Semoga Alloh memberikan semangat kepada kita semua untuk menuntut ilmu agama dan mengamalkannya. yang berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk. dan oleh ikan-ikan di dalam air. 3. sunnah Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam. Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi. istilah ilmu tidaklah dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya kecuali terhadap ayat-ayat Al-Qur‟an. di sini cukuplah kami sebutkan beberapa faedah dari hadits di atas yang telah kami sampaikan: 1.

para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu” (HR Turmudzi) 4. memiliki pahala yang terus mengalir meskipun sepeninggal kita. 5. . Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus “Jika anak adam meninggal dunia. dengan menuntut ilmu semoga kita menjadi orang baik. Amin Wassalam. berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang” (HR Turmudzi) 2.Beberapa hikmah menuntut ilmu (agama) lainnya adalah: 1. kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu. pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim) Karena itu.”(HR Muslim) 3. ilmu yang bermanfaat. maka terputuslah amalnya kecualai 3 hal. Berada di jalan Allah “Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu. tetap berada di jalan Allah. tidak terlaknat. anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Ditinggikan derajatnya “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Agar tidak terlaknat “Dunia dan seisinya terlaknat. Dimudahkan jalan menuju surga “Barang siapa menempuh jalan untuk menentut ilmu agama. yaitu shadaqoh jariyah. ditinggikan derajatnya dan dimudahkan Allah menuju surga.

banyak orang yang menggunakan akal dan kepintaraannya untuk maksiat. TUJUAN . Asbabul wurud 3. Tapi kenyataan dalam hidup ini. maka diutuslah Rasulullah SAW untuk memperbaiki manusia melalui pendidikan. Disinilah alasan mengapa ilmu agama sangat penting dan hendaknya diajarkan sejak kecil. Hadist-hadist menuntut ilmu 2. yaitu orang-orang yang berilmu. B. Kalau bisa. Hal itu terjadi karena ketidakseimbangannya ilmu dunia dan akhirat. Untuk itu. LATAR BELAKANG Islam diturunkan sebagai rahmatan lil „alamin. RUMUSAN MASALAH 1. Ilmu pengetahuan dunia rasanya kurang kalau belum dilengkapi dengan ilmu agama atau akhirat. Banyak orang yang pintar dan berpendidikan justru akhlaknya lebih buruk dibanding dengan orang yang tak pernah sekolah. Kebodohan adalah salah satu faktor yang menghalangi masuknya cahaya Islam. manusia membutuhkan terapi agar menjadi makhluk yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT. maka dia akan sangat mudah terkena bujuk rayu syaitan untuk merusak bumi. Orang yang berpengetahuan luas tapi tidak tersentuh ilmu agama sama sekali. bahkan merusak sesama manusia dengan berbagai tindak kejahatan. Dengan pendidikan yang baik. Ilmu yang dipandu dengan keimanan inilah yang mampu melanjutkan warisan berharga berupa ketaqwaan kepada Allah SWT. tentu akhlak manusia pun juga akan lebih baik.BAB I PENDAHULUAN A. Hukum dari menuntut ilmu C. Oleh karena itu. ilmu agama ini lebih dulu diajarkan kepada anak sebelum anak tersebut menerima ilmu dunia. Pendidikanlah yang mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi.

1. Memahami isi kandungan hadist-hadist menuntut ilmu Mengetahui Asbabul Wuruud Pndapat Hadits ulama . 2. 3.

R. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka (HR. Dan sesungguhnya orang yang mencali ilmu akan memintakan bagi mereka siapa-siapa yang ada di langit dan di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di air.Ahmad. sesugguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu.Baehaqi)[4] . Hadist-hadist menuntut ilmu[1] ‫عٍ اثٙ انذ سدا ء لبل سًعذ س سٕ ل للا صهٗ للا عهّٛ ٔ سهى ٚمٕ ل يٍ سهك طشٚك ٚهزًس َّٛ عهًب‬ ‫سٓم للا نّ طشٚك انٗ انُْخ ٔ اٌ انًَل ئكخ نزضع اجُحزٓب سضب نطبنت انعهى ٔ اٌ طب نت انعهى َٚزغفش‬ ٗ‫نّ يٍ َٗ انًَب ء ٔ االسض حزٗ انحٛزب ٌ َٙ انًب ء ٔ اٌ َضم انعب نى عهٗ انعب ثذ َفضم انمًش عه‬ ‫سب ئش انكٕا َت اٌ انعهًبء ْى ٔ سثخ اال َجٛبء اٌ االَجٛب ء نى ٕٚاسثٕدُٚب سا ٔال دسًْب اًَب ٔ سثٕانعهى‬ ) ّْ‫ًٍَ اخذِ اخذ ثحظ ٔاَش ( سٔاِ احًذ ٔانزشيذٖ ٔ اثٕدأد ٔاثٍ ي‬ Hadits 1 Dari Abi Darda dia berkata :”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda” : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.Tirmidzi).[2] Hadits 2 ‫عٍ اَس ثٍ يب نك لبل لب ل سسٕ ل للا صهٗ للا عهّٛ ٔسهى يٍ خشج َٙ طهت انعهى َب ٌ َٙ سجَٛل ل‬ ) ٖ‫للا حزٗ ٚشجع ( سٔاِ انزش يذ‬ Dari Anas bin Malik berkata. akan tetapi mereka mewariskan ilmu. maka barang siapa yang mengambil bagian untuk mencari ilmu.BAB II PEMBAHASAN A. atau orang yang mau mendengarkan ilmu. atau orang yang menyukai ilmu. maka dia sudah mengambil bagian yang besar (H. Abu Dawud. atau orang yang belajar. dan Ibnu Majjah). telah bersabda Rasulullah saw : “barangsiapa keluar (pergi) untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sehingga kembali (HR. Tirmidzi. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para Nabi.[3] Hadits 3 ِ ‫لب ل انُجٙ صهٗ للا عهّٛ ٔسهى ٍَ عب نًب أ يزعهًب أ يَزًعب أ يحجب ٔال ركٍ خب يَب َزٓهك ( سٔا‬ ) ٙ‫ثٛٓم‬ Telah bersabda Rasulullah saw : “Jadilah engkau orang yang berilmu (pandai).

5) Para ulama (orang yang berilmu dan selalu menjadi pencari ilmu) adalah pewaris para Nabi. seperti kemudahan bergaul. sehingga barang siapa yang mencari ilmu dengan sungguh-sungguh dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bahkan bila sesorang meninggal dunia saat mencari ilmu dia akan mendapatkan surganya Allah karena dinilai sama dengan mati syahid. . Semua nabi tidaklah mewariskan harta benda untuk umatnya melainkan mewariskan ilmu untuk kemaslahatan ummatnya. Dalam hadits yang kedua Rasulullah menegaskan bahwa menuntut ilmu itu dinilai sebagai berjuang di jalan Allah. mereka semua ikut mendoakan agar orang yang mencari ilmu selalu mendapatkan ampunan dari Allah SWT. termasuk kemudahan untuk menuju surga. ibarat cahaya bulan purnama yang mampu mengalahkan cahaya seluruh bintang. merekalah yang akan meneruskan para nabi dalam menegakan kebenaran dan memerangi kezaliman dengan menyebarkan ilmu yang diterimanya dari nabi kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. 4) Allah memberikan keuatamaan kepada para pencari ilmu melebihi keutamaan yang diberikan kepada para ahli ibadah. sementara kebodohan akan membawa seseorang kepada kemadlaratan atau kesengsaraan yang membelenggu hidupnya. maka dia telah berhasil mendapatkan bagian yang sangat besar sebagai modal untuk menghadap Allah swt. kemudahan mendapatkan pekerjaan. 2) Para malaikat akan memberikan perlindungan kepada para pencari ilmu dengan cara meletakkan sayapnya sebagai bukti kerelaan mereka terhadap apa yang dilakukan oleh para pencari ilmu. 3) Aktivitas pencarian ilmu adalah aktivitas yang sangat mulia. Ilmu ibarat cahaya yang mampu menerangi jalan seseorang untuk mewujudkan segala citacitanya. Oleh karena itu siapapun yang berusaha menuntut ilmu dan berhasil menguasainya. Dalam hadits yang pertama Rasulullah saw menjelaskan : 1) Allah akan memberikan berbagai kemudahan kepada para pencari ilmu. sehingga kepada para pencari ilmu semua makhluk Allah baik yang ada di langit maupun di bumi bahkan ikanikan yang ada di dalam air akan memberikan berbagai bantuan. alat untuk mencapai kesuksesan itu adalah ilmu. Kandungan Hadits Mencari Ilmu[5] Untuk memperoleh kesuksesan atau kebahagian baik di dunia maupun di akhirat bahkan keduaduanya harus mempergunakan alat.

2) Jika tidak bisa menjadi orang pandai yang mengajarkan ilmunya kepada umat manusia.Sementara dalam Hadits ketiga Rasulullah menganjurkan agar umat Islam (kaum muslimin) mau menjadi orang yang : 1) Berilmu (pandai). yang dimaksud dengan yang diberi ilmu pengetahuan adalah mereka yang beriman dan menghiasi diri dengan mereka dengan pengetahuan[7].Quraish Shihab. Demikian juga halnya dalam agama yang mulia ini.Al-Mujadilah : 11)[6] Menurut penafsir terkenal M. Hadist tentang keistimewaan dan keutamaan menuntut ilmu Ilmu merupakan sebuah hal yang sangat berharga bagi setiap orang. Dan dengan demikian kebodohan yang ada dilingkungannya bisa terkikis habis dan berubah menjadi masyarakat yang beradab dan memiliki wawasan yang luas. tidak mau mendengar. dan yang kedua beriman dan beramal shaleh dan memiliki pengetahuan. ilmu memiliki kedudukan yang amat tinggi. jadilah sebagai orang yang mau belajar dari lingkungan sekitar dan dari orang orang pandai 3) Jika tidak bisa menjadi orang yang belajar. yang pertama sekedar beriman dan beramal shalih. dalam Al Qur‟an Allah Subhanahu wa Ta‟ala. . sehingga dengan ilmu yang dimiliki seorang muslim bisa mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang-orang yang ada disekitarnya. Maka dari golongan kedua itulah yang mempunyai derajat lebih tinggi. jadilah sebagai orang yang mau mendengarkan ilmu pengetahuan. َ ََ َ ِ ٍ‫َٚشَع ِ للا ُ انزٍَٚ َآيُٕا يُكى ٔانزٍَٚ ُْٔرُٕا ا ْنع ْهى دسجبد‬ ِ ‫َ ُ ِ ْ ُ ْ َ ُي‬ ِ ‫ْ َ ُي ُي‬ Artinya : “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan dan orangorang yang diberi pengetahuan beberapa derajat. Karena tidak hanya beriman dan beramal shaleh tetapi juga memiliki ilmu pengetahuan yang disandangnya. tidak belajar. diantaranya dengan cara membantu dan memuliaka orang-orang yang berilmu. Jika diantara kita memilih yang kelima ini akan menjadi orang yang celaka. yaitu yang tidak berilmu. Dari pengertian tersebut diartikan bahwa kaum beriman dibagi menjadi 2 kelompok besar. memfasilitasi aktivitas keilmuan seperti menyediakan tempat untuk pelaksanaan pengajian dan lain-lain. B. 5) Janganlah menjadi orang yang kelima. maka jadilah sebagai orang yang menyukai ilmu pengetahun. 4) Jika menjadi pendengar juga masih tidak bisa. Setidaknya jika kita mau mendengarkan ilmu pengetahun kita bisa mengambil hikmah dari apa yang kita dengar.” (QS. dan tidak menyukai ilmu.

Sebagaimana telah disebutkan dalam hadist di bawah ini : َ ‫عٍَْ َْثِٙ ُْشٚشحَ ٌَُْي سسٕل للاِ صهُيٗ للاُ عهَّٛ ٔسهُيى لَبل يٍْ دعَب إِنَٗ ُْذًٖ َبٌَ نَُّ يٍْ اْلَجش‬ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ‫ُي‬ َ ‫َ ُ َ ُي‬ ََْ ِ ْ ْ ِ َ ٍ ََ ‫يَم ُْجٕس يٍْ رَجِعُّ َال َُٚمُص رنِك يٍْ ُْجٕسْى شٛئًب ٔيٍْ دعَب إِنَٗ ضَلنَخ َبٌَ عهَّٛ يٍْ اْلثى‬ َ َ َ َْ ِْ ِ ُ َ ِ َ َ ُ ْ ِْ ِْ ِ ِ ْ َ َ ِ ُ ُ ِْ ) ‫يَم آثَبو يٍْ رَجِعُّ َال َُٚمُص رنِك يٍْ آثَبيٓى شٛئًب (سٔا ِ يَهى‬ َْ ِْ ِ َ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ِْ Abu Hurairah ra. maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orangorang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.[9] Mengenai belajar dan mengajar. barang siapa mengajak kepada kesesatan. Berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :”Barangsiapa yang mengajak orang kepada suatu jalan yang baik. petunjuk dalam suka dan duka. Allah juga memberikan keistimewaaan bagi orang yang berilmu yang mau mengamalkan ilmunya kepada orang lain. maka ia mendapat pahala sebanyak pahala pengikutnya dengan tiada mengurangi sedikitpun dari pahala mereka sendiri. pembantu di sisi sahabat karib. mempelajarinya adalah tasbih. Dengannya . Ia adalah teman yang menghibur dalam kesendirian.Dalam hal ini dijelaskan pula dalam hadist mengenai keistimewaan yang akan didapatkan oleh orang yang menuntut ilmu. Muslim. sebab mencari ilmu karena Allah adalah kebaikan."HR. maka orang tersebut akan diberi pahala sebanyak pahala orang-orang yang telah diajari olehnya. mengajarkannya adalah sedekah dan membelanjakan hartanya kepada ahlinya adalah kedekatakan (qurbah). akan tetapi dengan syarat orang yang berilmu itu juga mau beriman kepada Allah. Mu‟adz bin Jabal mengatakan : “Pelajarilah ilmu. diantaranya adalah : ) ‫يٍ سهك طشٚك ٚهزًس َّٛ عهًب سٓم للا نّ طشٚك انٗ انُْخ(سٔاِ يَهى‬ Abu Hurairah ra. Dengan memiliki ilmu pengetahuan. Berkata bahwa rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu pengetahuan.Muslim[8] Hadist ini menjelaskan mengenai keistimewaan bagi orang-orang yang menuntut ilmu pengetahuan. mengkajinya adalah jihad. sahabat dalam kesepian.”HR. maka Allah akan memudahkan baginya jalan itu ke surga. menuntunnya adalah ibadah. maka kita bisa mengetahui tentang perkembangan ilmu maupun teknologi sesuai dengan perkembangan zaman. Sebaliknya. teman di sisi kawan dan penerang jalan surga. Dalam hal ini Allah akan memudahkan jalan menuju ke surga bagi orang-orang yang berilmu.

[10] Dari segi akal. Menuntut ilmu artinya berusaha menghasilkan segala ilmu. Hukum Menuntut Ilmu Apabila kita memperhatikan isi Al-Quran dan Al-Hadist. agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas. Barangkali pula dengan pengajaran ia menanamkan kebahagiaan abadi. maka orang alim dengan ilmunya menanam bagi dirinya kebahagiaan abadi dengan mendidik akhlaknya dengan tuntutan ilmu.[14] Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam Hadist Nabi Muhammad saw : ‫يطَهَت انعهى ََشٚضخٌ عهَٗ َم يَهِى‬ ٍ ْ ُ ِّ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ ٍ ) ‫( سٔاِ اثٍ يّْ ٔ ثٛٓمٙ ٔ اثٍ عجذا نت سٔ اثٍ اد٘ يٍ اَس ثٍ يب نك‬ “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah. Ia pun memperoleh kebahagiaan abadi dan kenikmatan yang kekal. dan Ibnu Adi.[11] Dijelaskan dalam al qur‟an surah An Nahl ayat 125: ۡ َ َُ‫ٱدع إِلَى سبِيل ربِّكَ بِٲلحكمة وٱلموعظَة ٱلحسنَة وَ ِٰٰ ۡلُُ بِٲلتِِى ِى ََۡسُ إِ َّ ربتكَ ُِو ََعََ ُ بِمُ َل ع‬ ‫َ ت‬ َ ‫ِ َ ۡ َ ُۚ ت‬ َ ِ َ ٰ ُ ۡ ِ َ َ ِۖ َ َ ۡ ِ ِ ۡ َ ۡ َ ِ َ ۡ ِ ۡ َ ۡ َ َ ‫َ ه‬ ِۖ َُ‫)١٢٥سبِيَِۦ وُِو ََعََ ُ بِٲلمَُِِن‬ ِ ُۡ ۡ Artinya: “Serulah(manusia) kepada Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Ilmu menimbulkan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Al-Baihaqi. dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”. melihat atau mendengar. dari Anas bin Malik)[15] . Dunia adalah tanaman akhirat. Ibnu Abdil Barr. untuk menuntut ilmu. karena ia mendidik akhlak orang lain dan menyeru mereka kepada perbuatan yang yang mendekatkan mereka kepada Allah Ta‟ala. wahai Muhammad) ke jalan RabbMu(agamanya) dengan hikmah (Al‟qur‟an) dan nasihat yang baik dan debatlah mereka dengan debat yang baik ( debat yang menyeru manusia kepada Allah dengan Al-Qur‟an). maka terdapatlah beberapa suruhan yang mewajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Ilmu di ilhamkan kepada orang-orang yang berbahagia dan diharamkan bagi orang yang celaka. karena dengan ilmu manusia sampai kepada Allah SWT dan menjadi dekat dengan-Nya. Ilmu adalah pemimpin dan pengamalan adalah pengikutnya. Sesungguhnya Tuhan-mu yang maha mengetahui semuanya. baik dengan jalan menanya.(QS.[13] C.allah menjadikan seorang pemimpin. jelaslah bahwa ilmu itu sesuatu yang utama. jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan. An Nahl: 125)[12] Menurut tafsir Al-Jalaalayn “Serulah (manusia.

bersabda: ‫يٍ اسا د انذَٛب َعهّٛ ثبنعهى ٔيٍ اسا د اال خشح َعهّٛ ثب نعهى ٔيٍ اساد ًْب َعهّٛ ثبنعهى ( سٔا‬ ) ‫ِ انجخب سٖ ٔ يَهى‬ Artinya : "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia. baik yang berhubungan dangan 'aqaid dan ibadat. ilmu hadist dan sebagainya. baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup. puasa. Ilmu yang hukumnya wajib kifayah ialah ilmu-ilmu yang hanya menjadi pelengkap. sebagai berikut . misalnya ilmu tafsir. kecuali pahala dari tiga hal: sedekah jariah.Akan tetapi Hukum wajib menuntut ilmu itu adakalanya wajib 'ain dan adakalnya wajib kifayah. wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula". Dari Abu Hurairah ra. wajiblah ia mengetahui ilmunya pula. maka putuslah segala (pahala) amal perbuatannya. bahwasanya salah satu hal yang tidak akan terputus ketika kita sudah meninggal dunia adalah memiliki ilmu yang bermanafaat. dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. Dari hadist ini kita memperoleh pengertian. mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan. (HR. wajiblah ia memiliki ilmunya . Al-Thabrani)[18] . mengetahui hakikat alam.Bukhari dan Muslim)[16] Dalam islam juga dijelaskan. dan barangsiapa yang meginginkan kedua-duanya. berpengetahuan. zakat dan haji. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: ‫ادا يب د اثٍ ا د و اَمطع عًهّ اال يٍ ثَل س : صذ لخ جب سٚخ أ عهى ُٚزفع ثّ أ ٔنذ صب ن‬ ) ‫ٚذ عٕ نّ ( سٔا ِ يَهى‬ Apabila anak Adam telah meninggal dunia. Nabi Muhammad saw. (HR. bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu.” (HR. dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat. ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ِ ْ ِ ‫َ ُ ْ ْ ِ ْ َ َ َ ُ ْ ْ ِ ْ ِ ُي‬ (َٗ‫رَعهُيًٕا انعهى ٔرَعهُيًٕا نِهعهى انَكَُٛخَ ٔانٕلَبس ٔرَٕاضعٕا نًٍِْ رَعهُيًٌَٕ يُُّ )انطجشا‬ “Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri. atau anak shaleh yang mendoakan.Muslim)[17] Dijelaskan pula dalam hadist. ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu dalam islam mewajibkan umat muslim untuk mencari ilmu. dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat pada zaman nabi. Ilmu yang hukumnya wajib 'ain ialah ilmu yang mempelajari tentang shalat.

Maksud dari hadist di atas adalah kita disuruh untuk mencari ilmu dengan sikap yang baik dan sopan terhadap orang yang mengajar kita. . Agar ilmu yang kita dapatkan akan mudah dimengerti dan bisa bermanfaat.

1994. Gitamedia Press. [7] M. Soenarjo S. Lentera Hati :Jakarta. dari Anas bin Malik) B. hal 79. Jakarta:2004 . Rasulullah Saw. 1100 Hadist Terpilih. agar tiap-tiap muslim jangan picik . Tafsir Al misbah. Al-Qur‟an dan Terjemahnya juz 1-30: PT Kumodasmoro Grafindo Semarang. Gema Insani Press.BAB III PENUTUP Demikian makalah hadist tentang ilmu pengetahuan yang telah saya buat.A.. hal 166. Terjemah Riyadushalihin. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. bersabda: َ‫نَت انعهى ََشٚضخٌ عهَٗ َم يَهًًِظ‬ ٍ ٍ ْ ُ ِّ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ “Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah.H. Jakarta: 2003 [4] Pendidikan Agama Islam SMP Kelas IX Semester 1 [5] Pendidikan Agama Islam SMP Kelas IX Semester 1 [6] PROF. Muhammad Faiz Almath. Jakarta:2004 [9] Abu Fajar Alqalami dan Abd Wahid Albanjari. dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi penghuni dunia ini dalam batas-batas yang diridhai Allah swt. pesan. Kesimpulan Islam mewajibkan kita menuntut ilmu-ilmu dunia yang memberi manfaat dan berguna untuk menuntut kita dalam hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan kita di dunia.R.Quraisy Shihab. A. Gitamedia Press. dan Ibnu Adi. [8] Abu Fajar Alqalami dan Abd Wahid Albanjari. kesan dan keserasian Al-Qur‟an vol 14. Saran Bagi para pembaca diharapkan dapat memanfaatkan makalah yang telah saya buat ini dengan sebaik mungkin.2002. hal 167. AlBaihaqi. Ibnu Abdil Barr.H. Terjemah Riyadushalihin. [1] Pendidikan Agama Islam SMP Kelas IX Semester 1 [2] Pendidikan Agama Islam SMP Kelas IX Semester 1 [3] Dr.

Mizan Media Utama. Surabaya: 1981 [17] M. Anjuran untuk Menuntut Ilmu Pengetahuan Pendidikan dan Pengalamannya. 1100 Hadist Terpilih. Soenarjo S. Muhammad Faiz Almath. Mukhtasyar Ihya‟ Ulumuddin. Surabaya: 1981 [15] Dr. 1994. khalista . Muhammad Faiz Almath. Al-Qur‟an dan Terjemahnya juz 1-30: PT Kumodasmoro Grafindo Semarang. KSA [14] Hadisaputra ihsan. 1100 Hadist Terpilih. Gema Insani Press. Surabaya: 2009 [18] Dr. Ma‟ruf Asrori. hal 25-26.R. Pustaka Amani. Jakarta: 2003 .Afwan Chafidh dan A. Jakarta: 2003 [16] Hadisaputra ihsan.Jakarta: 2007 [12] PROF. Anjuran untuk Menuntut Ilmu Pengetahuan Pendidikan dan Pengalamannya. Bandung: 2003 [11] Imam Ghazali.[10] Al Ghazali. Tradisi Islami Panduan prosesi-perkawinan-kematian hal 82.H. Gema Insani Press. [13] Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Abdurrahman bin Abi Bakr As Suyuthi.H. Mutiara Ihya‟ Ulummuddin. Darus Salam. hal 4-5. Tafsir Jalalain Li Imamaini Al Jalilaini.A. Riyadh.

.9./..8:/.2.9:2:.7.#. . . .507.:9/.35..-07..8::.9:.3 /03. $03.7 ..:32030.3.- .30:9.7/03. -:..3/.-071..3 -072: 5.  .$0 &98.2:8.:5./.78..:-.3.:33 09. 2:.30:9.3.3.3-.7.7.3.3405.9.8. &98..32:/:3..9.3. .33..2:./09.:.20..-:2 .78..9-0.3:8../9834( . .3/-:9:.9:907..340:2./.3/.7...507:/50.8.3.2...: .8.. %0.-9/.8.2 47.2.3-.3203:39:92:5. 9.507903.9..23( 3-:.2.3 .9 /.9.3-07..2: .32:90344/.2:/:3..5.3.237.3-07.7.9.2.7..3/2./-3$.2 2030.33../98./.7.05./.0/..22..2.78.33..6 $0:./.79-.9 .2.-.2.3 .9.

22.. 203.340.       & &       & & &   &  & &                                 $024./.3.3..3..73./98.16202-.2.3.8.3203/.20304. %07.$0 &98./.:/.3202-.347..: 2:. .390.-078.8: .7.9.3202-.340.38.0.5030.3.2:.3.1.2:.5.34 /.2.-:2 ../.#.3.2:.2:8..47..05..3 0-16 1.-  -:.-07..25.16 %07..33.8.: . 9. # -3:.3/....203/03.2 /.3/.7507../...8:/.3-07:5.23( #.9:2:.16 2:502.9.35:.3....3:3.8.8::.3: ./.8.3.3.3509:3:  .9.808047./.::.33.347.3.3.05. .3 /9:7:3.-/.7  . .3 5030.3 /9:7:3.3.

/( 0.5.3#.-.9203/0.3-0.3907.8: .3 3...:0805.:.58:.3/.:.:3203.2..5. ..2.5.:/./. 0.//.9.73.2..2: -.5.2 .3.2-3:-/.-: .2-/.9:507...2 . 8.2 .47.( 2.9.3 8:33.380:7::2. 8.9.3507./.9 ":7 .703./003/.3 /.320703:3..9907.9:./.../.907.7..7.29.3..9.3202..9:3.3.3/. 89.9 .3$0$. .39.9.7..23..305...33.#..: .777. ..:/34 /.8::.8. 40.-07.9.3507808.0.2:9/.3 203.32.:/03.:/.8.. .3.7 507.:.3.

0:9.2 9.4202-07.340.:/../..9.1./98/.08:808.9.25.fff¯ ¯ °f°–f°¾ff½ ¾ff½¯  ff °f f f f½f ¯     f°–#f¯ ¯°ff°f¯½° ¾f½f¾f©ff°–f f f°– f°  ¯  f°  f° f°  ff¯f     f¯ff°¾ f°–#f¯ff¾f f f¾ ½  f¯ff° f°½°f¯f f½f f ¾  °f°– °f°–    9fff¯f½ f¾½ff-f   $024.5. 803.5.3  &%&%&%& $08:3:3.3.:39:203:39:92:./. ./.28.7.802:.390.3..905.7.3//:3.. /83..3 202. .9-..2.3   f¯ ¯ ff°©ff° ¾–f f–f°–f°–¯ °°¯    .3 203. .:.33.0/.3802.3..3203:39:92:8..( 3.7./.207./..8..:22:823 -.3..90750.9.0.5.5.9     .-20309..3 -0-07..7.5.3.2.2.3/50739.39.::5.2.280-:9..-.3.

203:39:92: .5.79/. 23 .3.380.39../.907..3. 5.3./02050393.:.33..0.2.9.3203..9./:3.3  #%:72:/   03/.35.0.2.9 :3.3.3 /-072:50309..38./03. 2025.22033.2:/.3203::8:7..3807:5. .:.. 9/..3/2:/../.:.-07. 3.3. /.30:.:203/4.3 47./.7.. # :82   ./.2....93..  #:82  .  07..9   2:/.2..3/07.203::8:7..3-..3/. -../07.3907:8203.88.3 . .:39:203:39:92: -07.. 2.79/. 2:./.:.31.3.3 47.2             .7.31...32033.72085:3805033.347././47.5..7907:820307:8 .347.347...9..3:39:203039:92:.64 .3203:39:92:8024.3.5./. ..92:/.5-07./.7./.9075:9:8.38083.3.202-:.9  /93.8.9: /03.3-072. 909..7.77:2.3203::8:7.39: 5.33..89..39:.3/07.3-072.3/7:.3..7.93.5.3-0-07. .3.3.9 .203025:./. ./.347.5:.3..3.9 0.38.203.3.3202.5.9...2.9:8.3.3203:39:92:  # %:72:/   93./.3 47.3.703.907...0-07.907.

3 -. -:2  -.8.. 808. /03./.: -0:2 /03.3-07.78.30539. 202-:9:.3:8.7./. ..3.  %. .3.8:3.2.5..9.3.9 2:/..3/5..32.9..8::..3 503//. 2.  2.7/. 9: 907. $ :39: 202507-.2:/:3. 5073. 09/. ./....3 203:3.-::7:/   ::2/. #.9078039: 2: .3 207:8.703.6. 804./..7.2 /9:7:3.2/:53 -. 8.3 2.9.3. 93/.3.7203:39:92:    %&& 0 .  9039: .3.: .3:8..3 :39: 207:8.8. .3 47.$%  ..7. 0-4/4.2.90780-:9203072.3539.9.. 2... 90703.30- /::/.:39: 2.3..39.9:47.3 2.3  83. 2: /:3.950393/.3. 2: .80-0:2.3 80-.3/..3.47.:.09..5 9/.: 503//.:...3 2:.3/:/03.9./89 ...9  2: 50309.703. 5:3 :.3-07503//.305. /.947 .. 9:  2.3 9.3 . 2:.3.-07:5.:.802-.23  &39: 9:  2./.2.3  !03//.3:8. /:9:8.3  .3.0.3 /:3.3 .303/.3:8. .3 203.:-8..7..3 203.3-072: 2:.3./2.3 0- -.3./ . -:: 7.2.7.393 .7.32:./07.47./89203:39:92:   8-.305.7.7203.. $%  03.3 8.2.: 8.3/3 /03.3.../.5.33.  .25:20. 80.3. 0.8 9.3:9. 2.3 -07-.5 /03...7.9  7.3 -0750309..3 47..9: 1.3:8.5 03.3.8.8..3 ..9..3.340.3/2:.3 .2. 20.. 8.33..7.3907.33.9 .2.3.3 02.5./. 8.3.2           #&&$$   . . .380.3 203./.0--:7:/-. 8.3 :.3:897:. !&&    %# 8. :7.

9./98:..2.3.-::7::/ !3/./89 ./89203:39:92: 0309.5.3/:3.:8-.28.       02.  .

/ %72/ -:.78.9.3 .3.2--.2.3 203025: 8:.9..7/. !$   .3 202:/.. . 2:  .3.. /./. 70.38..5.7.. 8. 8.3 808:3:3..3 -. .5. -078.8 80:7: .3 -0.9. ( ..8 47.3 8.  -.2 7.5 2070. 90.8. ../89 .3.2.3.3 5:73.: 203/03.3 .7 2:  .7 2: 2. 2: ....- 9/.72: 2./.:47.-078.3 47.3 808:3:3.7.2.3 ..8-3 . 2.2./47.78 5.3 / -:2 -.3 /7../.-/.7 /.9.7  . .3.03.7  # 2..3203./89203:39:92:( & %&%& &&& &  & &&& &&& '&  &&& &&%& & &&&&&&&& & &&& &'&&&&&'&& &&& & '&&& &&&&  && & &&& & && .7.3 909.  . / .7 #. .2.73.:203.#.3 -08.39 /..5.7. 47.8.3 ..703.3 2.3 8.3 .. 203.3 .-078...8::.. 20.2:.  907.  /.3 2:  .3 203.../.3.72:2.3 ./.6 ( .8:/.9: .. .0:.: 47.3 -072: . 8. -.03.3 .2  ..7..3. # %72/ ( ..: 47.  -:././98  && '%&%&&&& &  && ' %& .5.9.3.8::. # .:47.0. 50.  : 203/03....#. 5.3 .203.-07.3  $08:3:3. 9: .3 203:.3 203.. . -07.3 .3-3:.. -39.2--.-07.3 .7.803. / .9.3:39:203... 20. :.9.5.3/.3 20239... .3 /3. 5.53.02-.3 ..-  808::3.3 808:3:3..78.7.:/ /.3 2:  2.3 ./.7.3 203:: 8:7. .3 8.3..302. 5.3-072: 5. -..-/.8::. 7/. 0:9. 2070.3 .3.7  ..0.3 /.7 507  :39:203./.3 -.. .-/./98 .5 47./98 &  && & && && &&&%& &&   %0.3. 805079 0:9. .7 - ./.9 202-039.

 0-4/4. 503.:.-  2070.5 .5. .73.3.9.7.7.5.3 2: :39: 02.8 503.5. .7. . 803./:.35.  2..3.5..3 / .3 0:./.3 202-07.5:3 .  ../3. -07:.7 2: /03.3 .80-. 3. 90. / /:3.3 :39: 20::/.9 -.8 203:./..3 0-03..8::.9  .78 5..9..2030.... :39: 203.503.72:/.3 .3...98.7.80847. 2.3 2070..3 8.5..7 2:  805079 02:/.3 8.3 8.9.3 80. .3 05. -07..2 2030. -:9 070.9.7..7..9 .3 20..3202-003:/:53.8 ./. ..3-075.3. 907.3  9072.3. 202-07..9.3./.2 ./98.3 /. 20.. /809.2.3. 2. /. 50.703.. -..3 05.9..3 20207.7.3 -07-.3 2: .78.25: 20307.93.3 . 203:39:92:9:/3. 2009.3 /.7..7 .7.9. .9..7.:39: :2.3 ...3..3 8:3: 8:3: /.7:8 202507:3../.3.35079.7 3.7 2:  ..  803. 802:.3 :39: 203::8:7. .8. 5. -.3 5:73.5. 2030.. 47. 5.7.72:80.78.3 5073/:3.:5:3/-:2-.. 3..3 -07:8..7./:3.2.9 -08.3.3/:3.3 47..3 202-...3 05..3 203/.:  02:/.2....3. 02:/.-.3    !. 2:  2: -.3 05.3-. /./.3 /9072. 203:39:9 2: /.93.-03/.. 5.3 8.#.72:( &39: 20250740 08:808./..5.7.9./..  -.3 0/:.3 20307:8.5 .7.3 9: .3 203. .3 . ..3.32..3 5.3..9 2:.5.8.3 202-07.: 203...7.9.9 :39: 203.3 .3 40 5.3  2070.3203/.8::.. 5. 5..3 5007. :9 203/4.3 80.7.39:.79..3 -07. -../.. :..8.8.32033.3 808047.7.747. 80-.- 05.3 2.    !.7.3 ./03..3.3 /03.3 ..38:7.3 .80:7:-39..53./..3 -...3 ..3.: 0-..7. / /.7.$%    .9.3 202-07.: 08038.8 203/..3 .. 9: 8.:. 08:808.30/:..3 2030-.2 .9 .2./.7.2.. 503.9.3 -072: /.3/.3 .-.:5:3 / .././..3 0. 808047.3...- /... 503.3 .. -:. .8..3203.3-./.3/.25:3..3 2.9 ./ 503.  802039..3 /-07..72:802:.2. 05./.3203/.3 2: .8.9.703.9 203./.392.../.  .8..3 -07-.:203/.3 -07./  .3. 47. 89  ./.5. 503.3../9803... 20.3 -.7 2: 200- 0:9.2.3 .7.9.. 24/.2.7 80-. .  0 . 02.8: 02:/.#.-9/.3 :22.3 05.3   . .9./98.. $02:.7 2: /03.2.3 .72:    9.25: 203.9.

3/.39.-072.8::.30/:.747..3.3 /02.3 -07.   &  &&   & &   & &  '                793.  2.3203:39:92: 2:207:5.39.7:2.9  "$  :. .3809.3 50309.. 8.3:.3  $09/.3 203.3. 2.3 .3/.203.47..3-07.3.2..3 .2 ":7 .. -072:  9/.347.. ( 03:7:9503.3 .3.32. /.3.3 .3.18790703. :2.3 -072./.3 -..7.5:.9 :39: 50./. /03.3.2.: 203/03.  .$02039.3.3 9025. 9:.3 /2 8047.3 /.8. -0.:2 -072.3 47.-072.3 203./899039.3/.3...  .3.. 2022:50309.: 203/03./.7.80-.7-072.-/. .3.3 90780-:9 /.   .#..:..7. 47..9-07.3(  ..:.2.2: /.3 /.3 -07:-.7./..35./..2. 203:.:.:3  /.3..3 203:.30:9. -8..9 2.8. 203.3 2./  04254-08./ 2.2.3 203./.89.  .3/. /3:3.3 2025:3.7 :.3 -072./ 47..3 202 50309.3:7..3 2070.. 203.3/-07 2: 50309.3 /.3 503.3 /.5.7 . 2070.3./.7  /.3 .3 ../. . 2:  .3 47. . -8.-8 /.7    .3 02.703.9 .547.2-2.8://03. /03.:.7. 203.3-0-07..38.8 /7 /03.32:.3 -07. /07.3.3 2: 50309./ 47.  803.3 02.3:.  .3.7.0909. /809.7../03. 3 ..:3 9.8     .8$.3 02. 203.3 9/. 9.800/.3 2: .:203./.:-0. 203. 47..3 .:. 203.-.3/-0750309. -8. 203. /.8 02:. 2: 50309.8 9/..7/. 9./47..3/.3 2033. .98.3 2:2020/:/:.3 . 80-..3  .3 .3-07.39.3 47.3 0/:. 203.8./.:22:823  2..9.8.:.3   072: 5.9/./47./07.7. 05. -8.  2: 50309.7  9/.3 9/.8. ..7..39.90-93 .79.308920./ 503/03.:.: 203/03./.%.3.33.3/.3 /03.3 .$:-.73:3. . 9/..7.3 .3 202:. .2.7.3/2. .7 503079.2. 47.3/. 47./9809.7 443.3:8.3.3 .7/.2 .3 0-4/4.3 2:82 -8.. .7  .9.3 2:3.0. 9078 .3 . 80-.8 . ":7..809.39: /.7..3/8.3 47.3.3/.380-:. 05../.0 /.. 202 .3 .993 /.3.73.3 /23.3    .3 5.9: .3 2: .5.3 /.3. 2.35079./. /03..33.3 -072:  2021.3 -0.2.3 47.3202...3.2. 202-./ 47. /. -8.3. 2.. 8.3 805079 2030/..3 47. 9/.3.3 /-.

.:5:3 90344 808:. 0/0.-/.3 47.20805.. /03.3  203:39:33./. .3. -8.3 5:./. #.9.5.3 . .3 -072: ...3203:39:9 2: 50309.. /.3-072:9::...79. ...3 -.5.9/. 5.3 47.7.-.3 80/95:3 /./. 902.-./. -. .3 203:: 08:7.3 9:08:7.3.:...390780-:9..5 /03...3203/.34047.8::.3.3.3.. .3 .3  ' &  &   &  &    & &                                    ' &  &  &  & & '  &       '              &              '   &    '          '   & & &   &     &  '  -: :7.. .3 202-0.  07.9.3 2.3.  502-. . 8..7.  & &&%&&   -: :7. . . -078. /03. 0-. $0-...3203:39:92: /.3 2:3. 20309.-/.3 8. 80/0. :. 9.. 47.7403.. 47.5./.9:. -078..9.3 509:3:/.2.7 5. .80-.3 50702-.7 2: .73.8.3  !0...3 -072: .3.28:.2 .5.:./80-:9.. -.3909.3.. 7./.703.390.3..95..5..3  2.  20250.3-. .9..3203:93./.. .08920.80/95:3 # :82 (  0303. 3 /0.7.38. 05./.7 /.2070. -0..503:93.3  2..8...2.39. .90.  07. 47.3 6:7-.3 8.3. 803/7  $0-..3 47.3 .3 ..2 .3.  .3. 902../  203...3 8.3.3/:.305.3 203025: 8:.320303..3.. 2:  80-.9:..3 /-075.3 50702-.305. .   .3 -.3.3.3 /.:.3  03.38. 05.203/... 47.3 :39: 203:39:9 2: 50309.3-. 2070.9.3/48.2...7. 7.3/.3 202 2: 50309.......33. # :82( .35..8-  203.  .9.947. ./..3  ..3 2: 2.3 203./89 20303.3 8:7. 7.9.-.3./ -3 . 08920..2 ./. -. .3 203.7. ...- 203.  03..5. 47.3 50307.2.3 08920./.3.8:. 202-07.80-./. 203./89/ -./..: 9039..3 .  -..3  2./..3 //.39: / 88 8.7.3 /50740 47. 05.20803/7. 203. .  .47.3 . 3 .203:7..3 .3 47.5. 9.7.2.3./....3 / 88 .8::.9 /48. 203:7.:-072.3. -. 2..7  : .3  2...3 9.7.: 203.7. 8./8932030.3 202:/.. 80-.3 ./. /.9 .7.47.3 202:/.33.3 ..3 203-:7/./. . 0808.

.  . 2070..3 .3/. /03./03. ( .302:.. 0.9.3//:3.-. /03.9-3:.547... 2:2032-:.9 ./.7.. 9.3 .3:8.703.9.3.3  :39: 203:39:9 2:  ....3  $08:3:3.3 03:39:92:.30--. (   ::203:39:92: 5.39. 809..3 2070. 47.3.//.-:9 0. 203..9:.. $07:.5 2:82 -.6 -3:-/.3 -..-.20309.9.3 203// . 5:3 20250740 0-.3/0-.3 503. .0..-07:8.32.3 .3 .3.3 -./..3 /.-./89..22.8-3.7..7 2070. /.5.9. 2.2 -. 05. /../.3 .203.22.3 2.7.3. (  03:7:9 9.47. . 203.38 ":7.2...07/. :.5.3.3/ ..32: /03.3 .77 /..  20. 0-..%:.2..2..3 -.  . /03.-..3 .203. %.2070../.3. 507-:.9. 05.-. 8.38.32: 2.3 203.32.3 203/0.  ( ..2.9 /03.2  #../03.5..9.6:7 .3 2:3. /73.30-. 05.8.7 .3 #.  05.3 /..3  ":7 .3 .3 -.3 $07:. 47.3 203...8  .30-4/4. (0./  0 ./.3.3 ..3 .3. $% /. 05.907/.3./ :2.3 05.7. .  /.-..3 -07-.3 .8.9 .3 502253  2: ./ /0.3 47.7 ( !0739. 0.-0-07.:802:.9.2: -.3 8047.7.3 /0-. 2.:5:3 507025:. 47.3032.9.  /0-.-:.3:8.3.202507.3 20307: 2.3 /. .30./03../.9 .809.  .--: .9 .793./ /03.: /.3.2..3 .3:9.3.2:9:808:.: 203/03.3.-...3../.3-.9                                           '                                        793.././89 2.73. . 8:7:.7.3 2:  .3-.9  :3.187  . 502253 /..3 203:39:9 2: 907/.3/. "$ 3./8.3-3:/ /..9  2. . .2.3:8.3 /.     &                & && & &  &  &&   03:39:92:9:/../.3 2:.2 /03../.3 20307: 2070.  2: / ..3 20.7./03.9 /.-.3503.33.3 9:39:9.203//. 5:.3:8.3 50.780. /03.2.703..8../. .  6:7 .3.3../ .25. 503:93.9. 907443 203.3./.3 -..8.380.2.. 2.2 . %:.38:7.3 .

31..5:.3  # :82 ( 0..940:2.5 28..-.3 /:3. .-./.:.2..320250.5::2. .9  .3.7.3..2022:0/:.3-078..8:/..3 -07:-:3.9  . 5:9:8..79039..2: 2:.187 2:.38..7.3. . /:.3 -072..2:/. 507-:..3//.-7.9/.2:./.8.: 2:3.- ..5..3. .7./89/.-/.3 -072.3  -.-07:9   & &    &&   & &  & &  &&                               %:39:9.5.3 33 80.2.3./ /.6./:3.3-07:-:3.. 2:.. 84. . & & &&&&  &&&& &&&& & & 793.3. . 80/0.3/.380-.3.2:9.. 0/:3. ..3  -../ 47.3.3::23.7 203.3-0.31.8. 84.3 9/.3.0.3..3 203. 703/.2  /.3 .220. 503.3:2.2 90..9 2033.. 02. .3/.72:  . /.9..384...33.1.5.38..9  0 .30472.3 /. . 5:.3 -. .7.3 .. /0. 20250740 503079.8. 9./.. /.3 -07-.3 5020:3.- .7. 202 2:3.7 .  /..3 2033.203.-.: 80.95.3 9075:9:8 09. 20309.92:82:39:203.-..: /.-:.3 02..28.3.8.3/.  2..3.. 80. /:3..$..3 80.2.3.3203.3 .2:  #  %..3 84.3 ( ./. .3909.3 20309...7-::7. 2033.3.  2: .3 .3 -...9.: . /./ 5003.3.905.5.3 /03. .9  -.3:82 ( .3 /.9: /.3 /03.-/.:.. 20333.5..3 /:5 ..7 9.9.7.3203/4.3/7 /. 202 2: .9 ..7.38. 5.#.- -.2.  ./8.3 -..8.  .5.3 0/:..9.-.  .9: ./893 9../.2 8..7/.7.  0..3 -07:-:3.  .9 /.. 0-:9:.35:.2. .3..33..2 :.  /.3  20309.2 20. . 2033. .7. 5. 2:..703.47.-1.. &&  & &'  '&&& & &&& &  5.3::23.9..3.8::.3. 80.  # :. 8.9 5:.8./. 8. /:.-.22. 8./. 8.3 -072:  -0750309. .3.: . -078../89 80-.-203:39:92:9:.-1.3 8. :39:2: 0903.-078.

/.9.72:/03..3-8.5.5 ./8:7::39:203.3907..9    .8.9.3.547..7.3-.79..3203./203079/.8://.31.9.-072.39.72:./.3.3 2:/./..38./89/./.. .3845.

9.13/4$02.:.3.9.-:.32:50309.3 2: 50309.3 -.3 0/:5.3 5.    0825:.#.2.802:.8.  (-:.3  .-:.3.30807.8..7.89 #.79.3-/..3 9. /.  (!03//.  /./../:8...7.    (-:.502-.8$0208907 (!03//./-.4 .$.8 -.31.!7088 ..#..   .3.22.5 2:82 .76.79..7 %0702.9.5 47.9.2 .8$0208907 (!03//.:.7 9...!7088 .3 /.3-/..20/..508.8-3.2$!0.2-.73.3 ..2/.3 08.3..:.8.3..9 203:9 50702-.5.3 80-. -078.3 -07:-:3.8$.7 %0702. !&%&!  02. 9.390. 809.18728-.   $.2/.2.2:33     (!03//.3 9.. 503:3 /:3.-.-/. /.5 9.74$   ":7 .3 202-07 2.3/.31..8. 02.7 809.    &                  03:39:9 2: 9: /.5.3  8...3 /03..3!7088 ..7./. 03907. 9.79..5 2:82 /..9-.9-072.9 -3: ... .3.76.8.3 .%./:8. / /:3.5.5.8::.3%0702..3 . 203:39:9 2: 2: /:3.9 8024.2$!0.3 .5./89%075 02.32.390.3.2$!0.79.2.20/.2  #.3.3/.-.8.8$0208907 (7 :.9 202-.   .3   ( ":7.3 2. 3 /.3 ":7 . .3 -.3.77 /.6 -3:-/.:  !%:24/.9.3-3:/ /.  ./899039.2$!0.9202..3. .3 8..8$0208907  (!#  #   $403.3/7/.93/03.824747...5.9 /./-.8.7.9  .38. :39: 203:39:9 9.2 20.8.2.3/.3 -07:3..31..3.2.

7:8$. &:22://3 ../.3574808 507.  $:7.3   (:./.89..3.3/:. &:2://3 .3 .74$   ":7 ...3.  ( 7 :../8.79.38.2./.2.3  .. $:7. .3.3 02..22. 7:18747 %7.    .79.  (.8.13/4$02.2.3-/:77..&9.2.3/.3!03//.2.3 3:7. ( 1.78$::9 %.  ./89%075 02.3-3-.3.  ( !#  #   $403.22. .3/:3  ( 2.3!7088 .-.9  .5:97.3!03//.3/.30/..8..33.22..7./ $ (.  !:89.9.:  !%:24/.3%0702. $:7.187.2./.8..32.:.3 .3!7088 .7.79.3/..2!.1//. :9.38.9  .7./8.3 3:7../89%075 02.3:39:03:39:92:!0309.3 !03.824747./88.3 . ( 7 :. (..-.2. :9..:.3 !03.2.2 #.-.33./-32.2.3:39:03:39:92:!0309.5:97..