ADAB AKHLAK TERHADAP GURU Dasar keilmuan itu tidak dapat diperoleh dengan belajar sendiri dari kitab

, namun harus bimbingan seorang guru ahli yang akan membuka pintu-pintu ilmu baginya, agar engkau selamat dari kesalahan dan ketergelinciran. Karena itu, hendaknya engkau menjaga kehormatannya, yang mana itu adalah tanda keberhasilan, kesuksesan, serta engkau akan bisa mendapatkan ilmu dan taufiq. Jadikanlah gurumu orang yang engkau hormati, hargai, agungkan, dan berlakulah yang lembut. Berlakulah penuh sopan santun kepadanya saat duduk bersama, berbicara kepadanya, saat bertanya dan mendengar pelajaran, bersikap baik saat membuka lembaran kitab di hadapannya. Jangan banyak bicara dan berdebat dengannya. Jangan mendahuluinya, baik dalam bicara maupun saat jalan. Jangan banyak berbicara kepadanya dan jangan memotong pembicaraannya, baik di tengah-tengah pelajaran maupun lainnya. Jangan ngotot bisa mendapatkan jawaban darinya. Jauhilah banyak bertanya terutama sekali kalau di tengah khalayak ramai, karena itu akan membuatmu berbangga diri, namun bagi gurumu akan membuat bosan. Salah satu adab seorang murid kepada gurunya adalah tidak melawan gurunya secara lahir dan tidak menolaknya dalam batin. Orang yang durhaka secara lahir berarti meninggalkan adabnya. Orang yang menolak secara batin berarti menolak pemberiannya. Bahkan, sikap tersebut bisa menjadi permusuhan dengan gurunya. Karena itu, dia harus bisa menahan diri untuk tidak menentang guru secara lahir maupun secara batin dan banyak membaca doa. Apabila melihat dari gurunya ada sesuatu yang dibenci dalam agama, hendaklah dia mencari tahu mengani hal itu dengan perumpamaan agar tidak menyebabkan gurunya kurang senang kepadanya. Manakala melihat sesuatu aib pada gurunya, hendaklah murid menutupi serat berprasangka buruk terhadap dirinya sendiri dan menakwilkan bahwa gurunya dalam batas agama. Apabila dia menemukan alas an bagi gurunya yang dibenarkan dalam agama, maka hendaklah dia memohonkan ampun untuk gurunya dan mohon agar gurunya diberi taufik, sadar, dan terpelihara. Jangan menganggap gurunya tersesat dan jangan memberitahukan hal itu kepada orang lain. Ketika kembali kepada gurunya pada hari atau waktu yang lain, hendaklah dia menganggap bahwa kekeliruan gurunya itu telah hilang, dan sesungguhnya gurunya telah berpindah ke tingkatan yang lebih tinggi yang belum dijangkaunya. Kekeliruan terjadi karena kelalaian, suatu kejadian atau pemisah di antara dua keadaan. Karena pada tiap-tiap dua keadaan itu ada pemisah dan kembali kepada kemurahan agama, seperti tanah kosong diantara dua kampong atau halaman di antara dua rumah. Selesai dari tingkatan pertama dan akan memasuki tingkatan berikutnya. Pindah dari suatu kewalian kepada tingkat kewalian yang berikutnya. Dia melepas sebuah mahkota kewalian dan mengenakan mahkota kewalian yang lain, yang lebih tinggi dan lebih mulia. Setiap hari, kedekatan mereka bertambah kepada Allah SWT. Apabila guru sedang marah dan wajahnya terlihat tidak menyenangkan, janganlah meninggalkannya. Tetapi dia harus memeriksa batinnya, mungkinkah dia telah melakukan adab yang kurang baik terhadap gurunya atau telah melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah SWT dengan meninggalkan perintah atau melakukan pelanggaran?. Dia harus memohon ampun dan barutaubat kepada-Nya. Dia juga harus bertekad tidak akan mengulanginya, meminta maaf kepada guru, merendahkan diri di hadapannya, menyenangkannya dengan tidak akan melawannya, menemaninya selalu, dan menjadikannya sebagai perantara antara dia dengan Tuhannya, serta jalan yang akan menyampaikannya kepada-Nya. Seperti orang yang hendak datang kepada raja, sedang raja tidak mengenalinya, maka dia harus berusaha untuk setiap

seorang murdi tidak boleh membantah atau menolaknya. Murid yang bersungguh-sungguh. Jangan lewat pintu belakang sehingga nanti akan dicela dan mendapatkan kehinaan serta tidak memperoleh apa yang dia inginkan dari sang raja. Anggota badannya bergerak di tengah kaum. api kerinduannya tidak akan padam dan pancarannya tidak akan pernah redup. atau mengajak salah seorang yang dekat dengan raja untuk menunjukkan bagaimana caranya dapat berjumpa dengan raja. Dia harus belajar adab dan tata cara bercakap-cakap dengan raja atau hadiah apa yang sesuai untuknya. Akan tetapi. Di antara adab yang harus dimiliki oleh seorang murid adalah murid tidak diperkenankan berbicara di depan guru kecuali seperlunya. Murid juga tidak sepatutnya banyak bergerak seaktu mendengar di depan guru kecuali karena mendapat isyarat darinya. Selanjutnya. setiap orang yang hendak memasuki sebuah istana mesti ada tata cara dan ada pelayan atau petugas yang akan membimbing tangannya atau memberikan isyarat kepadanya untuk mempersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan. tetapi kini justru kadang terjadi di madrasah atau pondok mereka. hendaknya dia kembali kepada keadaan semula. murid yang dapat melakukan adab yang demikian sempurna itu termasuk murid yang benar dan bersungguh-sungguh. dan taubat serta bertekad tidak akan mengulanginya. dan tidak menampakkkan sedikit pun keadaan dirinya di depan guru. ilmu. Bahkan. kelezatan. Sungguh. dia boleh mengambil apa yang telah Allah SWT bukakan baginya melalui lisan gurunya. dan nur yang disembunyikan dalam dirinya. Dia tidak boleh memperpanjang perbincangannya dan tidak boleh mengatakan mengatakan.” Dia tidak boleh membantah ucapannya kecuali terjadi secara spontan dan tidak sengaja. Seorang murid harus bersunguh-sungguh jangan sampai menggelar sajadahnya sedang di atasnya ada orang yang lebih tinggi tingkatannya. Kekasihnya tidak pernah ghaib dan penghiburnya tidak akan pernah jauh. Dia juga tidak sepatutnya melihat pada dirinya memiliki suatu keadaan kecuali terjadi padanya suatu hal yang memaksanya untuk membedakan dan memilih. Murid harus selalu siap melayani gurunya dan orang yang duduk diruangannya dengan senang hati. Jika demikian. seorang murid hendaknya diam meskipun memiliki penjelasan dan jawaban mengenainya. Bila menemukan kemusykilan gurunya. atau sesuatu yang tidak dimilikinya dan apa yang mesti diperbanyak. Jika telah selesai shalat. Tiap orang akan membayangkan dekat orang yang merindukannya. diam penuh adab. hendaknya dia segera melipat kembali sajadahnya. dia harus bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan kepadanya berupa keutamaan. Karena hal demikian dianggap kurang beradab bagi mereka. perbuatan atau ucapan yang tidak baik bagi seorang murid. Dia mesti mengikuti supaya tidak mendapatkan kehinaan atau dituduh sebagai orang yang tidak beradab dan bodoh. Murid seperti ini akan senantiasa bertambah dalam kedekatan. dia harus segera menghantikan ucapannya dan menggantikan dengan diam. yakni tentang sikap.halangan yang menghadangnya. ringan dan cekatan. Sesungguhnya. dan kenikmatan. Sehingga makna sesuatu yang telah dia dengar itu menyalakan cahaya kebenaran dan menguatkannya.”Guru telah salah dalam masalah ini. Apabila hal itu telah reda. Dia juga tidak boleh mendekatkan sajadahnya kepada sajadah orang yang lebih tinggi itu kecuali dengan izinnnya. Tidak ada yang dapat mengguncangkan atau merubah keadaannya selain ucapan Dzat Yang . Kemudian dia akan sibuk di dalam cahaya itu dan tenggelam di dalamnya. Jika melihat ada kekurangan dalam jawaban gurunya. dia harus mendatangi istana dari pintu depan. Dia juga tidak sepatutnya menggelar sajadahnya di depan guru kecuali pada waktu melakukan shalat. namun sebenarnya dia berada di sebuah batas yang penuh dengan kelezatan watak dan keinginan. Memang tidak dipungkiri. kami telah menyebutkan hal ini. tawadhu’ dan menyembunyikan rahasia yang telah Allah SWT berikan kepadanya. kemudian menerima dan mengamalkannya.

Murid harus menjaga rahasianya ketika berkhidmat bersama Allah SWT dalam mencapai kehendaknya. Adapun yang harus diperhatikan adab terhadap guru diantarnya: * menghormati dan memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas * tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru * jujur dan setia bersama guru * bersikap rendah hati. sehingga dia akan berhasil mendapatkan apa yang dia citacitakan. ujian dan cobaan di dunia serta berpaling kepada anak-anak di akhirat.”Orang yang kembali kepada keadaannya seperti anjing yang muntah lalu memakannya lagi”. Disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW. kelezatan dan kesenangannya. anak-anak dan wanitanya. baik secara terang-terangan maupun secara tersembunyi. Nyanyian. Dia harus bersungguh-sungguh berpegang pada adab yang telah diperintahkan oleh gurunya. Jika terjadi kekurangan dalam melaksanakan apa yang telah diisyararatkan gurunya. Bila belajar pada seseorang guru. dan tidak memperlihatkan kepada orang lain apa yang telah diperintahkan kepadanya. Seorang murid hendaknya tidak menentang seseorang pada saat ia mendengarkan dan tidak menolak seseorang dalam menuntut sesuatu yang diinginkan dan dirindukannya. jangan sampai murid menentang guru. dan sang guru akan dapat menghadapkan kepada Allah SWT. suara-suara teman-teman syetan. Ia telah berani bersabar atau keburukan. yang mana ia telah zuhud terhadap dunia. Sesungguhnya hal itu merupakan kesalahan besar sekaligus kerusakan kehendak bagi ahli tharekat. lembut dan santun kepada guru * hendaknya memaafkan guru ketika beliau melakukan suatu kesalahan * tidak menjelek-jelekan dan tidak memfitnah guru * tidak menghianati dan tidak menyakiti hati guru * berusaha melayani guru dengan sebaik-baiknya * selalu berusaha menyenangkan hati guru * memanggil guru dengan panggilan yang disukainya * berusaha menyukai apa yang disukai oleh guru * membiasakan diri memberikan hadiah kepada guru dan keluarganya sebagai tanda penghormatan kepada mereka * tidak berjalan di depan guru ketika berjalan bersamanya * tidak terbahak-bahak di depan guru * tidak meninggikan suara ketika berbicara dengan guru . Sesungguhnya melawan guru adalah racun yang sangat berbahaya. dia harus percaya bahwa dikampung itu tidak ada orang yang lebih utama dari gurunya. Meskipun pada saat itu. para pengikut hawa nafsu. maka murid harus memberitahukan hal itu kepada gurunya sehingga guru akan memberikan arahan yang sesuai dengannya dan mendoakan agar mendapatkan taufik. jangan sampai menjadi kurang beradab. Dia harus menganggap bahwa apa yang dikatakan oleh gurunya adalah sesuatu yang sesuai dengan keadaannnya. berupa surga dan bidadari serta melihat Allah SWT di akhirat. Tidak sepatutnya bagi seorang murid bertekad meminta kemurahan atau meminta kembali kepada apa yang telah ditinggalkannya karena Allah SWT. Hendaknya dia menyerahkan semua itu kepada para guru yang ada. Dia tidak boleh menyembunyikan sedikitpun keadaan dan rahasianya terhadap guru. kemudahan dan keberhasilan. Jadi. Sesungguhnya mereka itu dalam kekuasaan guru. dan para pengejar kesenangan. didekatnya banyak syair.dikehendakinya dan pembicaraan Dzat Yang Menolongnya.

4.* selalu duduk dalam sikap sopan * berusaha keras ( jihad ) dan tekad membuat kemajuan bersama guru Adapun adab menurut Imam al-Ghazali seseorang murid terhadap gurunya hendaklah: • Memberikan sepenuh perhatian kepada gurunya. Gunakanlah akal untuk memikirkan alam semesta ini dan kejadiankejadiannya. • Tidak meninggikan suara terhadap guru. Sabar dan rasa syukur kepada Allah merupakan dua aspek penting dalam mengambil atau memetik pelajaran dari pengalaman dan ujian hidup. Belajar kepada guru yang terpercaya akan keilmuannya dan agamanya. • Mendoakan kebaikan baginya. • Menghormati guru di hadapan dan belakangnya. Pelajarilah ilmu-ilmu duniawi sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah dan berbuat kebaikan. Memohonlah kepada Allah agar ilmu yang kita miliki bermanfaat duniaakhirat.. Seorang murid harus berbakti kepada gurunya. karena aqidah yang benar merupakan pondasi keimanan. kita berjuang di jalan Allah. tanya-jawab dan timbal-balik antara murid dan guru. menghormati dan . Niatkan bahwa ilmu yang dimiliki akan digunakan untuk kebaikan. Di bawah ini merupakan metode yang baik dalam mencari/menuntut ilmu. Kalau titah guru baik. dalam rangka meneguhkan/menguatkan keyakinan kita terhadap kekuasaan dan keagunggan Allah. Belajar dari pengalaman dan ujian hidup. • Menunjukkan minat terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Cara ini lebih cepat dan lebih meyakinkan daripada belajar tanpa guru. karena akhlak merupakan cermin dari suasana hati. Berhati-hati dalam memilih ilmu. maka setiap pengalaman dan ujian/cobaan dapat kita jadikan pelajaran. Dia tidak boleh membantah apalagi menentang perintah sang guru (kecuali jika gurunya mengajarkan ajaran yang tercela dan bertentangan dengan syariat Islam maka sang murid wajib tidak menurutinya). Dengan belajar kepada guru akan memungkinkan diskusi. Niatkan bahwa dengan ilmu tersebut. agar ilmu yang kita miliki bermanfaat dan mendapat barokah dari Allah: 1. sebaliknya memadailah berkata dengan suara yang didengari. Guru adalah orang yang punya ilmu. • Mendiamkan diri sewaktu guru sedang menyampaikan pelajaran. pastikan guru bersedia memberikan jawapan. 3. Pelajarilah ilmu tentang aqidah. 2. Niatkan bahwa mencari/menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Jika hidup dan kehidupan ini kita jalani dengan kesholehan hati. Belajar kepada alam. bukan untuk mengejar dunia semata.. Pelajarilah ilmu fiqh agar tata cara ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. baik dan ikhlas. 5. Pelajarilah ilmu tentang akhlak. Pelajarilah ilmu agama sebagai landasan hidup. • Sekiranya perlu bertanya. • Menutup kelemahan guru agar tidak didedahkan tanpa keperluan. Selalu minta restu dan ridho orangtua. Sedangkan murid adalah orang yang mendapatkan ilmu dari sang guru. murid tidak boleh membantahnya. Memohonlah kepada Allah agar kita terhindar dari ilmu/ajaran sesat dan menyesatkan. Salah satu rahasia seorang murid bisa berhasil mendapatkan ilmu dari gurunya adalah taat dan hormat kepada gurunya. Ingatlah. bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia. Awali dengan niat yang benar. Adab murid kepada guru. Mintalah dengan kerendahan hati dan santun kepada orangtua untuk mendoakan agar kita selamat dunia-akhirat.

tunduk dan patuh terhadap semua perintah dan nasihat guru. . bersikap rendah hati. Jika penuntut ilmu tidak memperhatikan bahkan meninggalkan adab dan akhlak.memuliakan guru dan keluarganya dengan tulus dan ikhlas. lembut dan santun kepada guru Insya Allah ilmu yang kita miliki dapat menyelamatkan kita di kemudian hari. maka amal dan ilmunya tidak akan mendapatkan barokah dari Allah.jujur dan setia bersama guru.