P. 1
Gugus Kromofor Adalah Gugus Yang Menyebabkan Molekul Menjadi Berwarna

Gugus Kromofor Adalah Gugus Yang Menyebabkan Molekul Menjadi Berwarna

|Views: 1,135|Likes:

More info:

Published by: Friska Iga Setiadefi on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

Gugus kromofor adalah gugus yang menyebabkan molekul menjadi berwarna. Pada tabel 3.

dapat dilihat beberapa nama gugus kromofor dan memberi daya ikat terhadap serat yang diwarnainya. Tabel 3. Nama dan Struktur Kimia Kromofor.[27] Nama Gugus Struktur Kimia Nitroso NO atau (-N-OH) Nitro NO2 ata (NN-OOH) Grup Azo -NNGrup Etilen -C=CGrup Karbonil -C OGrup Karbon – Nitrogen -C=NH ; CH=NGrup Karbon Sulfur -C=S ; -C-S-SCAuksokrom merupakan gugus yang dapat meningkatkan daya kerja khromofor sehingga optimal dalam pengikatan. Auksokrom terdiri dari golongan kation yaitu –NH2, -NH Me, – N Me2 seperti -+NMe2Cl-, golongan anion yaitu SO3H-, -OH, -COOH. Auksokrom juga merupakan radikal yang memudahkan terjadinya pelarutan: -COOH atau –SO3H, dapat juga berupa kelompok pembentuk garam: – NH2 atau –OH. [6] Zat warna dapat digolongkan menurut sumber diperolehnya yaitu zat warna alam dan zat warna sintetik. Van Croft menggolongkan zat warna berdasarkan pemakaiannya, misalnya zat warna yang langsung dapat mewarnai serat disebutnya sebagai zat warna substantif dan zat warna yang memerlukan zat-zat pembantu supaya dapat mewarnai serat disebut zat reaktif. Kemudian Henneck membagi zat warna menjadi dua bagian menurut warna yang ditimbulkannya, yakni zat warna monogenetik apabila memberikan hanya satu warna dan zat warna poligenatik apabila dapat memberikan beberapa warna. Penggolongan zat warna yang lebih umum dikenal adalah berdasarkan konstitusi (struktur molekul) dan berdasarkan aplikasi (cara pewarnaannya) pada bahan, misalnya didalam pencelupan dan pencapan bahan tekstil, kulit, kertas dan bahan-bahan lain. [27] Penggolongan zat warna menurut “Colours Index” volume 3, yang terutama menggolongkan atas dasar sistem kromofor yang berbeda misalnya zat warna Azo, Antrakuinon, Ftalosia, Nitroso, Indigo, Benzodifuran, Okazin, Polimetil, Di- dan Tri-Aril Karbonium, Poliksilik, Aromatik Karbonil, Quionftalen, Sulfer, Nitro, Nitrosol dan lainlain. [15] Griffiths dan Daehne membagi pewarna berdasarkan tipe elektron – terangsang(exited) yang terjadi pada saat penyerapan cahaya. Luettke membaginya menjadi pewarna penyerap (absorption colorant), pewarna berfluorosensi (fluorescence colorant), dan pewarna pemindah daya (energy transfer colorant). [26] Dalam daftar “Color Index” golongan zat warna yang terbesar jumlahnya adalah zat warna azo, dan dari zat warna yang berkromofor azo ini yang paling banyak adalah zat warna reaktif zat warna reaktif ini banyak digunakan dalam proses pencelupan bahan tekstil. [27] SHAPE \* MERGEFORMAT
Cl SO3Na

– P : Gugus penghubung antara kromofor dan sistim reaktif. . dan ftalosianin. sulfo amina. misalnya sistim yang mengandung gugus azo. karboksilat – K : Kromofor. misalnya gugus amina. antrakuinon. misalnya asam sulfon.SO3Na N═N NH N C C C N N Cl S K P R X Keterangan : – S : Gugus Pelarut. dan amida.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->