Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

Sebaliknya. Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. 1 ). Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. elektron tidak dapat di pastikan tempatnya. elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. menurut model atom ini. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. Senyawa Kovalen .Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. 2 ).

sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2. Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon. Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A. tetapi karena pengaruh molekul-molekul air. “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. HCL merupakan senyawa kovalen. HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq). ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat. Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) . untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ).Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif.

Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik. Tumbuhan dan hewan b. antara lain : a. mudah larut dalam pelarut polar. Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik. Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. Gas alam dan minyak bumi B.jadi. . Batu bara c.Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. tetapi kelarutan.

Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah. 4 2. lambat. Berdasarkan jumlah ikatan. Rantai terbuka ( Alifatis) . Ikatan rangkap dua 3). Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. 1). Mempunyai nomor atom 6. Ikatan rangkap tiga b. Berdasarkan bentuk ranainya : 1). karbon C. antara lain : a. Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon. Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan.. dengan elektron vol.Titik lebur & titik didih nonpolar. Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. Ikatan rangkap tunggal 2). Umumnya relatif rendah.

yaitu : a). yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. hidrokarbon di bedakan menjadi 1. Hidrokarbon. Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). Komposisi minyak bumi . atom karbon tersier d). Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. di sebut juga sebagai alkana. atom karbon kuarterner D. atom karbon sekunder c). atom karbon primer b). Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam.2). Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon. Rantai tertutup ( siklis ) 3). terutama alkana. 2. Hirokarbon jenuh. sikloalkana dan aromatis.

Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam. akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun.4 % Sangat kecil Contoh Alkana. Riau). Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan. Cirebon ).01 – 0. Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua). Wonokromo. Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Pengelolaan minyak bumi . Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai. Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh.9 % 0.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0.1 – 7 % 0. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. yaitu pantai utara jawa (Cepu.01 – 0. Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Siklo Alkana.

A. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). B. c. pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d. pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : . Fraksi keempat : di buat menjadi solar. teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. e. atau mobil dengan BBG b.

Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.a. reformasi dan isomerasi b. PH Larutan Asam dan Basa a. d.m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Alkilasi ( pembentukan alkil). Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi. polimerasi. perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya . c.

Asam kuat.HF As. Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya . Asam lemah. yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Asam di bedakan menjadi : 1. Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As. Sulfat H3PO4 As. Fosfat H2C2O4 As. Nitrat H2SO4 As. Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As.

Basa Menurut Arrhenius.b. Basa lemah. misalnya : KOH. basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa. Nama basa. Basa kuat. Basa di bedakan menjadi : 1. Ba (OH)2 2. NaOH. adalah basa yang terionisasi sempurna. misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi. yang di kenal dengan istilah titrasi . dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya.

Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0.asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri.1 mol L–1 x 0. Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen. ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1.1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp).032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .032 L = 0.

a. Larutan Penyangga. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.0016 mol / 0.08 mol L – 1 = 0.Jadi.02 ml = 0.0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) . Komposisi Larutan Penyangga. A. H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0. ☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa.08 M.032 mol 2 = 0.

Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.01 0.005 0.005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0.005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.005 mol Jadi.005 Akhir : 0.Contoh soal : 1. ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005) b.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0.005 0 0.005 Bereaksi : 0.

01 0. Direaksikan : 0. . Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0.005 mol B.005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0.1 M dengan 50 ml larutan HCL 0.005 0.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ). Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L).005 Akhir : 0.1 M.00% 0 0.005 Bereaksi : 0.NH4 CL. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2. PH Larutan Penyangga a. maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.

1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0.Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b. Contoh soal : 3. jika Ka CH3 CooH = 10–5. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C. .1 M. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0.1 M CH3 CooH dan 0. hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah.

001 Pada penambahan HCL.1 = 10–5 pH = 5 b.1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0.1 mol L–1 x 0. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH. sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0. .1 0.01 L = 0.1 mol L–1 x 1L = 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL.1 mol HCL yang di tambahkan = 0.1 mol = 0. [H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0.

1001 = 1. Sistem penyangga karbonat dalam darah. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a). Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b).995 D. . pH darah relatif tetap di sekitar 7.log 1.1 – 0.001) mol = 0.011 – 10-5 0.099 pH = 5. setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0.Jadi.1 + 0.4. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0. Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.1001 mol CH3 Coo– = (0.o11 = 4.001) mol = 0. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH.

☺Hidrolisis A. maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c).Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. . Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya. maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa. Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap. bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam.

akibatnya larutan bersifat basa. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. 2. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air. Jadi. 3. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah.1). Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah. Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. 3). garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa. Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam. Jadi. 2).

sehingga larutan bersifat netral. garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu. 4. Harga pH larutan Garam 1). Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–. B. Kesimpulannya.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. Oleh karena itu. maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air.

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb .1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.1 M 0. Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2).01 M.Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0.

1 M. [H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0. maka larutannya bersifat asam. Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah.Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0.2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 .

Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb . maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb. maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0.1 M. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb. Jika diketahui.3).

5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.

Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1).V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr.mol atau M = m . Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan. M = n —. 1000 V —. NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml .

000 = 0.Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20.1 m 2). Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .

180) ? Jawab : 1). berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2. N=14. Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr. Co (NH2)2) Urea C = 12. berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr.25 .w = massa zat (gn) Contoh soal : 1. H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0. 0 = 16.

Jadi kalai na = adalah zat pelarut. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0. Diketahui mr = 180.2). nb = adalah mol terlarut.76 3). maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 . Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan.

43% 504 a).8 = 2:8 Massa air = n .Contoh Soal : 1). Penurunan tekanan uap ( Δp ) . 180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71.2 : 0.8 Perbandingan glukosa : air = 0. 18 = 144gr Massa glukosa = n .2 Xair = 1 – 0.2 = 0. Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0. Mr = 2 . Mr = 8 .2 Jawab : Xglukosa = 0.

☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut . Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut . po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG. .

c). ☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation). Example. Pada tekanan 1 atm. . ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan. Δb = kb . m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas. air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. Δb = Larutan – Tb Pelarut. Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan.

maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. Sistem periodik modern. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom. maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan. m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. 1. Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya. Sistem Periodik Modeleef. maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. . Perkembangan Sistem periodik 1. 1.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf .

Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom.golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5. 2 20Ca : 2 . Beberapa golongan di beri nama khusus. 2 . 2 12 Mg : 2 . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik.golongan IA disebut dengan golongan Alkali .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen .golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 . maka sifat unsur akan berukang secara periodi. 8 . 8 . Misalnya : . 8 .golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah .

18 . 8 . 8 . Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a). Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. sedangkan energi ionisasi .38Sr : 2 . Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A. maka jari-jari atomnya makim panjang b). Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1. Sifat-Sifat KePeriodikan. 2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron. Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom. jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. 1. Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar.

. atau gaya tarik elektron dari atom.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah. 1. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A.makin besar keelektronegatifan suatu atom. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. makin nudah menarik pasangan elektron ikatan. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1. Kestabilan Atom 1. sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron. Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan. Untuk mencapai kestabilan. Afinitas elektron.

Contoh : . sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B. 8. 8. Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. 7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2. 8. 8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2. 8.Contoh : Atom 17 cl : 2. 7 ) (2. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion.

. Ikatan Kovalen 1. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1. 8. 1 17 cl : 2. 8.Senyawa NaCl “Na : 2.H : 1 ( Elektron Val. 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl.membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C. Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ). 7N : 2. 2. 1 ) Dilambangkan dengan : H. % ) Dilambangkan dengan : N .5 ( Elektron Val.

: 2. kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. 4). Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa . 3). 6 ) Dilambangkan dengan : O 2. kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet).3. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen. Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. 3. beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet. Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2).6 ( Elektron Val. Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4. Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan. 1).

Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet. N2. makin polar ikatannya. misalnya N2O dan PCls 5. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan. misalnya Co dan Bf3. H2 dan cl2 . ikatan kovalen dan ikatan koordinasi. sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama.tersebut. Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya.

”Hukum-hukum dasar kimia” A. Contoh soal : 1).7. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram. maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik. Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida. Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi. Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam.

Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C. Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2). Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap. Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air. Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2). Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya. Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado . Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. Dari percobaan tersebut. dapat di simpulkan : 1).um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida.B.

1). . Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil. maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia. Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa.Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom. bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul. Berdasarkan hal tersebut. 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air. “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A.

27gr H2). Suatu karbon mengandung unsur C.03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0. pada pembakaran 0.27gr 18 = 0.66gr CO2 Hasil pembakaran.66 44 = 0.18gr. Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0. dan O. H.Contoh : 1). maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0. = 1 x 12 x 0.29 – ( 0.66gr CO2 & 0.29gr senyawa itu di peroleh 0.27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0.18 + 0. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2.03 )gr .

08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0. .05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58.03 : 0.= 0.03 : 0. Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu. Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi.08 12 1 16 = 0.18 : 0. maka.015 : 0. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat. rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2.

Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27. berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka. Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53.94)% .0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol. persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53.06% Atau.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46.

Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah. . wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1).= 46. maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B. c). * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a). memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b). Reaksi Redoks Spontan.06% Dari contoh di atas.

Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode. sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu. 3). maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4). sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan. Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel.Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2). Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. sedangkan Zn 2+ dalam larutan. sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode. Untuk menetralkan muatan listrik. Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam.

Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi. Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi. Potensial elektrode hidrogen = ) volt. Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen. Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) . tetapi tandany berlawanan.Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). b). 6).

Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta . Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis.☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. Baterai kerak oksida f. Beberapa sel Volta komersial a. Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b. Baterai alkaline d. Baterai Nikel – Kadmium e. Baterai litium g. makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Baterai kering c. Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.

apakah innert atau aktif. Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II. Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I. komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode. Jenis Elektrode. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III. Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Overpotensial a). Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam. elektrolit & sumber arus searah 2).1).

Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi. An atau grafit maka anode akan teroksidasi. Pt. 3). Au. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : .b). Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam. Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. Jika anode tidak terbuat dari pt. seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi. Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air.

G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan.Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ).500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya. dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96. 4). Stoikiometri Reaksi Elektrolisis .

Tembaga kotor di jadikan anode.500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb. Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida. selama elektrolisis.500 coulomb. Oleh karena 1 mol elektron = 96. Sel Diafragma 2). Sel Merkuri b). Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1). sedangkan katode di gunakan tembagamurni. Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4. tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode.Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. . Penggunaan Elektrilisis dalam industri a). Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting. maka dalam it coulomb terdapat it 96. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga.500 5).

c). Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino. Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. Pada latode akan terjadi pengendapan perak. sedangkan anode perak terus-menerus larut. Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Sedangkan anode adalah perak murni. Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat. 2). . Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh. Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode.

Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Denaturasi protein . Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida. 5). Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6).3). sekitar 6 m 7). Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4).

Enzim 2). Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. Protein Kontraktil . 8). Protein Transport 3). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. Protein Nutrien 4). Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c.Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. Penggolongan Protein a. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Berdasarkan Fungsi biologis 1).

Protein Pengatur 9). Protein Pertahanan 7). Lemak a. Protein Struktur 6). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Reaksi Pengenalan Protein a). Uji Xantopotreat d). Uji Biuret c). Uji Nintridin b).5). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana.

Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). susu. Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. Hidrolisis 2).b. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). Hidrogenesi minyak e. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen . Penyabunan 3). keju. kacang-kacangan 2). Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c.

☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya.3). salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Mengecat 2. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. Pada peristiwa korosi. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. melumuri dengan oli atau gembuk 3. di salut dengan plastik 4. sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. Korosi biasa di sebut pengkaratan. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. Steroid Steroid bukan dari golongan ester. logam mengalami oksidasi. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi.

karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. . pintu dan jendela. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. sebagai berikut : 1). Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. “ REAKSI REDOKS “ 1.5. kusen. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7.

3). 4). Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya.

Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) . Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2).

Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) . Contoh soal : 2).4). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3).

Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. “ KOLOID “ a. 3). Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih . maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. oleh karena itu. Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2).Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi. oksigen dan hidrogen. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. d.

Gerak Brown 3). Contoh koloid antara lain santan. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. agar-agar yang masih cair dan air teh. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. b. Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Adanya Elektrolit 5). Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Menghilangkan muatan koloid . Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm.besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Sifat-sifat Koloid 1). Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. cat dan tinta. Efek Tyndall 2). Adsorpsi 4). Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. air susu dan lem. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid.

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a.b). Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1). Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .

Digunakan sebagai obat bius. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . c. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R .1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b.

Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Br atau I. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. f. lemak dan minyak juga tergolong Es g. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Contoh. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Cl. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Keisomeran . Gugus X adalah atom Halogen yaitu F.

Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). a. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya.struktur dapat berupa keisomeran kerangka. 3. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. 1. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). mempunyai rumus umum CnH2nO 3). namun berbeda gugus fungsi. Alkohol CnH2n+2O . posisi dan fungsi. 2. namun rantai induk berbeda. Alkanal dengan Alkanol. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat.

Alkoksialkana. Halo Alkana. c. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e.Mempunyai struktur umum R – OH. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b. Asam Alkanoat. Jadi. CnH2nO2 atau R – COOR g. Alkil alkanoat. Alkanal. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. d. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Keisomeran Geometris . CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Alkanon. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil.

dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ . Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator.Tergolong isomer ruang. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer.

Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen.1. eliminasi dan redoks a. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. d. adisi. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan . Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil.

II. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. atau PXs ( X = Halogen ) c. alkohol sekunder membentuk keton III. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam.seterusnya. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol.

Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata. dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. terutama HI 4. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol .e. Reaksi – Reaksi Eter a. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. tetapi tidak membebaskan HCL d. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c.

90 . Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks.8 ☺Secara kimia. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah.116 . a.Eter .3 117. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali.Propil Eter Titik Cair . yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. 5. Reaksi – Reaksi Aldehida a.Metil Eter . Adisi Hidrogen . alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. sedangkan eter tidak bereaksi b.7 155.24 34. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H.6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair .122 Titik Didih . Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL.Etil Eter .115 .52 Titik Didih 78. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.140 .

Sifat – Sifat Keton a. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Pembentukan ketala dan hemiketala . Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida.

Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Asam alkanoat merupakan asam lemah.Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. semakin lemah asamnya. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. 8. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) . sedangkan keton bereaksi negatif. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. b. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Semakin panjang rantai alkilnya. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Asam format mempunyai Ka = 1.8 x 10-4. Asam format adalah yang paling kuat.

Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. misalnya dengan NaOH. b. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida.9. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi.

en.4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton .

Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Tata nama Alkohol a. Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Jika gugus alkilnya berbeda. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter.oat = Asam Karboksilat 1. b. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Nama lazim selain nama IUPAC. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2.

Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Tata nama Alkanon a.a. Penulisan sama dengan Alkohol b. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. 4. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Tata nama IUPAC . Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Tata nama Asam Alkanoat a.

dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. b. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat .Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1.

aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . kloro. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6. Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.penomoran dimulai dari salah satu ujung. sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . fluoro dan iodo .

Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1.. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom.Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. tri. Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] . dan seterusnya .jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di.

3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Subtitusi pertama . maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. Penumpang tindihan sisi dengan sisi.2. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Jadi. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. yaitu 3p3.

a. NR2 O ║ .SO3H O .NH2 .NHR. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c.CO2R .OR . Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .CHO ║ . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.CR .OH . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.

bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1.R ( Alkil ) .NHCR . Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Polimer yang lazim adalah polietilena. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.NO2 . “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.CN . Polimerasasi Adisi .C6H6 ( Aril ) .X : ( Mendeaktifkan ) . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat. Fenoln → Sebagai antiseptik 3.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1.CO2H ..

Gandum. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. RNA Adisi . Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. seperti H@) dan CH3OH. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2.Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras. Penggolongan Polimer 1.

. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. Polipropilena. botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) . pipa Tali plastik. contohnya : PVC. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang.Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.

Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Karet Alam a. Digunakan untuk membuat selang oli . sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Berbagai Macam Polimer 1. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Getah pohon karet disebut lateks. Karet Sintetis a. Proses ini disebut Vulkanisasi. 2. b.

SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). botol dan sebagainya 5. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. kaos kaki. 4. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. PVC Untuk membuat pipa. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. pelapis lantai. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. 6. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. tali. karpet dan lain – lain . isolasi. selang dan sebagainya 7. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. Polipropilena Untuk membuat kalung.c.

Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. parasut 11. Incinerasi 3. Susunan dan penggolongan karbohidrat a.9. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 . hidrogen dan oksigen. Daur ulang 2. jala. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Susunan terdiri dari karbon. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Nilon Membuat tali.

Mutarotasi 3. Kelarutan dalam air 2. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a. disakarida dan polisakarida 2. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Reduksi c. Struktur melingkar b. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Beberapa Monosakarida 1. Konfigurasi monosakarida 1. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Oksidasi 4.( H2O )6. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Glukosa . Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b.

Fruktosa 3. Polisakarida a. Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. Digunakan dalam makanan bayi. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Maltosa tergolong gula pereduksi c. 4. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. a. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3.2. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Amilum . Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida.

Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. 5. Reaksi pengenalan karbohidrat 1. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. b. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. 3. Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2.000 molekul glukosa c. Gula pereduksi. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. – 4 ).Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.

adopsi cahaya dll. Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. misalnya daya hantar listrik. tekanan (untuk reaksi gas). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . . b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia.a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik).

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. a. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D . 1). Harga tetapan kesetimbangan …….( Pd )……… ( Pa )…( Pb )…….Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap.. sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2). Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc.. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. a. tekanan gas.

Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen..Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:…………………. e). Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Atau Kp = Kc ( RT ) …… c). Pergeseran kesetimbangan . Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana..

Reaksi Eksoterm. antara lain : . maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin.Perubahan volum .Perubahan konsentrasi . “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Perubahan suhu. .Perubahan tekanan . Endoterm. B). Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. A. Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. * Reaksi Eksoterm. dan perubahan Entalpi. Reaksi Endoterm.Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi.

Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. Perubahan Entalpi. Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. H akhir – H awal Atau ΔH <> C). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. . maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH).Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku.

*Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.id Balas 2.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. 2008 Kategori: Materi Kimia . .co. 2008 6:14 am ass. Penulis: abynoel 9 Komentar 1. Komentar oleh agus on September 20. .

setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. .☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. sekitar 6 m 7). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli.

Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. Penggolongan Protein a.8). ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Berdasarkan Fungsi biologis .

Protein Pengatur 9). Protein Struktur 6). Protein Kontraktil 5). Reaksi Pengenalan Protein a). Protein Pertahanan 7). Uji Nintridin b). Enzim 2). Protein Nutrien 4). Protein Transport 3).1). Uji Biuret .

Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya .c). Lemak a. = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Uji Xantopotreat d).

Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1).b. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. Hidrolisis 2). Penyabunan . sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c.

sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3).3). Hidrogenesi minyak e. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. Steroid . Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). kacang-kacangan 2). susu. keju.

salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu.Steroid bukan dari golongan ester. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. . tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Korosi biasa di sebut pengkaratan. Pada peristiwa korosi. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. logam mengalami oksidasi. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi.

☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5. Mengecat 2. di salut dengan plastik 4. melumuri dengan oli atau gembuk 3.sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) . Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air.

Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci.7. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. pintu dan jendela. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. kusen. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Reaksi Ion . “ REAKSI REDOKS “ 1.

3).( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O . atau ion OH. jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. sebagai berikut : 1).Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. 4). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2).

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .Contoh Soal : 1).

Reaksi Rumus .Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b.

Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks.Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). . anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5).

Contoh soal : 2). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .

Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2).Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Setarakan Oksigen dan Hidrogen . Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b.

“ KOLOID “ a. 3). kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. oksigen dan hidrogen. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. d. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. oleh karena itu. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. zat semacam gelatia ini kemudian .c. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya.

b. cat dan tinta. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Efek Tyndall . Sifat-sifat Koloid 1). Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya.di sebut koloi. air susu dan lem. agar-agar yang masih cair dan air teh. Contoh koloid antara lain santan.

Adsorpsi 4). dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Gerak Brown 3). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. Menghilangkan muatan koloid b). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Penambahan stabilisator koloid .2). Adanya Elektrolit 5). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a).

☺GUGUS FUNGSI 1). Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .

Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a.

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

c. Digunakan sebagai obat bius. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ).C – C – OR –X b.

suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. f.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. lemak dan minyak juga tergolong Es .

Keisomeran struktur dapat . Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Br atau I. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Contoh. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut.g. Cl. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida.

3. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : .berupa keisomeran kerangka. 2. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. 1. namun rantai induk berbeda. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. posisi dan fungsi. namun berbeda gugus fungsi.

Alkanal dengan Alkanol. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. Jadi. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) . mempunyai rumus umum CnH2nO 3).1). a. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2).

c. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Alkoksialkana. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya . Alkanal. Alkanon. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. d.b.

Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : . mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama.e. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. CnH2nO2 atau R – COOR g. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang. Halo Alkana. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Asam Alkanoat. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Alkil alkanoat.

keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . Menurut Lebel dan Vanf Hoff. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6.

Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. eliminasi dan redoks . Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen.4 gugus yang berbeda. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. adisi. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer.

adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. d.a. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi .

atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b.2. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. atau PXs ( X = Halogen ) . subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a.

alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. II. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. dehiodrasi alkohol . alkohol sekunder membentuk keton III.c. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I.

jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. terutama HI . Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. tetapi tidak membebaskan HCL d. Reaksi – Reaksi Eter a.

4.116 34.3 . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O.6 1– Butanol . tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.7 .24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78.140 Etanol .Metil Eter .122 91 2– .Propil Eter .90 117.8 .115 . baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .52 155.Etil Eter .

alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. Reaksi – Reaksi Aldehida a. Oksidasi .Butanol ☺Secara kimia. 5. a. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. sedangkan eter tidak bereaksi b.

Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c.Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala .

Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Sifat – Sifat Keton a. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata .

Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder.Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. . Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7.

sedangkan keton bereaksi negatif. Asam format mempunyai Ka = 1. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. . 8. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Semakin panjang rantai alkilnya. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Asam alkanoat merupakan asam lemah.8 x 10-4. Asam format adalah yang paling kuat.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. semakin lemah asamnya. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9. Subtitusi . Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10.b.

b. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . misalnya dengan NaOH. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida.Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat.

en. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua .4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an.

un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1. Tata nama Alkohol a. Nama IUPAC .

Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Nama lazim selain nama IUPAC. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). . Jika gugus alkilnya berbeda.

Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter.b. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. 4. Tata nama Alkanon a. Tata nama IUPAC . Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a.

Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3.Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Penulisan sama dengan Alkohol b. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Tata nama Asam Alkanoat . Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2.

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3.a. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain . Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat.

b. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat .Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya.

sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Haloalkana . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ).5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6. Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.

Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. kloro.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . fluoro dan iodo .penomoran dimulai dari salah satu ujung.Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.

dan seterusnya .jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. tri.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. Ikatan Sigma dan ikatan PHI . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1..

Penumpang tindihan ujung dengan ujung. Jadi. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma . Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. Penumpang tindihan sisi dengan sisi.Menurut teori ikatan Val. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI.

atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 . 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma.☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa.

Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d.☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Subtitusi pertama a. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Subtitusi kedua . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.

OH .SO3H O .CR . NR2 O ║ .NHCR .NH2 .NHR.CO2R .CO2H .OR .Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .CHO ║ .

X : ( Mendeaktifkan ) . .C6H6 ( Aril ) . Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso..CN . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.NO2 . Fenoln → Sebagai antiseptik 3. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1.R ( Alkil ) .

Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Polimer yang lazim adalah polietilena. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ).“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Polimerasasi Kondensasi . Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2.

Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. seperti H@) dan CH3OH. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Penggolongan Polimer 1.

RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras. Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA. Gandum.

Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. Polipropilena. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran . pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik. botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2.

Berbagai Macam Polimer 1. contohnya : PVC. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Karet Alam .. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.3.

Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. b. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Karet Sintetis a. Getah pohon karet disebut lateks.a. Polikloroprena ( Neoprena ) . Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. 2. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Proses ini disebut Vulkanisasi.

Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Teflon . botol dan sebagainya 5. 4. Digunakan untuk membuat selang oli c. Polipropilena Untuk membuat kalung.Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. tali.

pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. selang dan sebagainya 7. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. pelapis lantai. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik . PVC Untuk membuat pipa. isolasi. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. 6. kaos kaki. karpet dan lain – lain 9.Banyak yang dipakai sebagai gasket.

10. parasut 11. Nilon Membuat tali. Plastic Biodegradabel . Incinerasi 3. Daur ulang 2. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. jala. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring.

Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa .“ KARBOHIDRAT “ 1. nama lain karbohidrat adalah sakarida. hidrogen dan oksigen. disakarida dan polisakarida 2. Susunan terdiri dari karbon. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Susunan dan penggolongan karbohidrat a.

a. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Struktur melingkar b. Konfigurasi monosakarida 1. Glukosa . Oksidasi 4. Beberapa Monosakarida 1. Reduksi c. Mutarotasi 3. Kelarutan dalam air 2. Sifat –Sifat Monosakarida 1.

a. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida.2. Maltosa . Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Fruktosa 3.

Digunakan dalam makanan bayi.Terdiri atas dua molekul glukosa. 4. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Polisakarida a. Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilosa merupakan polimer rantai kurus .

000 molekul glukosa c. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1.yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. b. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Reaksi pengenalan karbohidrat .000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 5. – 4 ). Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.

Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu . Gula pereduksi. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). 3.1.

(detik). Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi .

[Br2] mula-mula t akhir. Laju rata-rata = .Δ [Br 2] Δt = .t awal * Hukum Laju Reaksi . kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia.[Br2] akhir.adopsi cahaya dll. misalnya daya hantar listrik. Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu.Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. tekanan (untuk reaksi gas). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran .

Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]….Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi. pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B . [ B ]…..

Luas permukaan sentuhan.laju reaksi 5).. Suhu……. Konsentrasi 3). Teori tumbukan. Pembentukan senyawa antara . a). 4). 2). Katalisator.[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu.

Reaksi bolak-balik. Adsopsi. yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Keadaan setimbang. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. . Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. 1). A. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik.b).

2). Bersifat dinamis. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3).Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. .

. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :…………………………. 1). A. a.Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik .

Harga tetapan kesetimbangan ……. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A .. Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc.2). a.( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. tekanan gas. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…..

PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:…………………. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….. Atau ..

Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. e). maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. . Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d).Kp = Kc ( RT ) …… c).

dan perubahan Entalpi.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. Endoterm.Perubahan tekanan . .Perubahan suhu. * Reaksi Eksoterm. antara lain : . A. Reaksi Eksoterm. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Perubahan volum .Perubahan konsentrasi .

H akhir – H awal Atau ΔH <> . Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. Reaksi Endoterm.Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. B). Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.

Perubahan Entalpi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.C). maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- . Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula.

zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. Penulis: abynoel . . 2008 Kategori: Materi Kimia . *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas.

id Balas 2.9 Komentar 1.co. .bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. Komentar oleh agus on September 20. 2008 6:14 am ass.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful