Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

2 ).Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Sebaliknya. 1 ). Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. Senyawa Kovalen . maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. menurut model atom ini. elektron tidak dapat di pastikan tempatnya. sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak.

Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) .Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. tetapi karena pengaruh molekul-molekul air. Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. HCL merupakan senyawa kovalen. Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A. HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq). “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat. untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ). Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon.

Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan. Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar. sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik. .Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. antara lain : a. tetapi kelarutan. mudah larut dalam pelarut polar.jadi. Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. Gas alam dan minyak bumi B. Batu bara c. Tumbuhan dan hewan b. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik.

. antara lain : a. Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. Ikatan rangkap tunggal 2).Titik lebur & titik didih nonpolar. Umumnya relatif rendah. Rantai terbuka ( Alifatis) . karbon C. Mempunyai nomor atom 6. lambat. Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah. Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan. dengan elektron vol. 1). 4 2. Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. Ikatan rangkap dua 3). Ikatan rangkap tiga b. Berdasarkan bentuk ranainya : 1). Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon. Berdasarkan jumlah ikatan.

Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam. yaitu : a).2). di sebut juga sebagai alkana. Komposisi minyak bumi . terutama alkana. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon. Hidrokarbon. Hirokarbon jenuh. Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. Rantai tertutup ( siklis ) 3). yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. atom karbon tersier d). atom karbon primer b). 2. sikloalkana dan aromatis. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. atom karbon kuarterner D. hidrokarbon di bedakan menjadi 1. atom karbon sekunder c).

01 – 0. Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh. akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun.9 % 0. Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan. Riau). yaitu pantai utara jawa (Cepu. Pengelolaan minyak bumi . Wonokromo.4 % Sangat kecil Contoh Alkana. Siklo Alkana.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0. Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua).01 – 0. Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai. Cirebon ).1 – 7 % 0.

Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be. Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : . e. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. B. c. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d. Fraksi keempat : di buat menjadi solar.A. atau mobil dengan BBG b.

a. c. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya . reformasi dan isomerasi b. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. polimerasi. Alkilasi ( pembentukan alkil). perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon. Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya. PH Larutan Asam dan Basa a. Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. d.m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ).

Fosfat H2C2O4 As.HF As. Sulfat H3PO4 As. Asam kuat. Asam lemah. Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya . Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan. Nitrat H2SO4 As. yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As. Asam di bedakan menjadi : 1. Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As.

Nama basa. yang di kenal dengan istilah titrasi .b. dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya. Basa kuat. Basa Menurut Arrhenius. Basa lemah. Basa di bedakan menjadi : 1. misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. misalnya : KOH. basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa. adalah basa yang terionisasi sempurna. NaOH. Ba (OH)2 2. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi.

asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri. Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0. ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen. Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0.1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp).032 L = 0.032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .1 mol L–1 x 0.

0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) . H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0.02 ml = 0. Komposisi Larutan Penyangga.0016 mol / 0.08 mol L – 1 = 0. Larutan Penyangga.08 M.Jadi. ☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa. a.032 mol 2 = 0. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya. A.

01 0.005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0.005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH. ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005 Bereaksi : 0. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0.Contoh soal : 1.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.005) b. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0.005 0 0.005 Akhir : 0.005 0.005 mol Jadi.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.

Direaksikan : 0.005 0.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ).1 M dengan 50 ml larutan HCL 0.005 mol B. PH Larutan Penyangga a.01 0. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2. . maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.NH4 CL.005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L).1 M. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.00% 0 0.005 Akhir : 0.005 Bereaksi : 0. Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0.

1 M. jika Ka CH3 CooH = 10–5. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah. . Contoh soal : 3.1 M CH3 CooH dan 0. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0. hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air.1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0.Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b.

1 mol L–1 x 1L = 0.1 mol L–1 x 0.1 mol HCL yang di tambahkan = 0.1 0.001 Pada penambahan HCL. sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0.1 = 10–5 pH = 5 b. [H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH.1 mol = 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL.1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0. .01 L = 0.

995 D.001) mol = 0.011 – 10-5 0. Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel. pH darah relatif tetap di sekitar 7.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a).log 1.099 pH = 5.o11 = 4.001) mol = 0. .1001 = 1. Sistem penyangga karbonat dalam darah.1001 mol CH3 Coo– = (0.1 – 0.1 + 0.Jadi. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3. Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b). setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0.4. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH.

Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap. ☺Hidrolisis A. maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c). bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam. jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya. maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa. Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. .Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa.

3. akibatnya larutan bersifat basa. Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam. 2). Jadi. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa.1). Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. Jadi. sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. 2. 3). Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah.

sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. Harga pH larutan Garam 1). Kesimpulannya. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu. Oleh karena itu. B. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–. garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. sehingga larutan bersifat netral. 4.

Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0.01 M.Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2).1 M 0. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb .1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.

1 M.2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 . maka larutannya bersifat asam. [H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0. Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah.Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0.

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb.1 M. maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0. Jika diketahui. maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb. Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb .3).

5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.

mol atau M = m . NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml .Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1). 1000 V —. Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan. M = n —.V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr.

Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .1 m 2).000 = 0.Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20.

berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2.25 . Co (NH2)2) Urea C = 12. H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0. berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr. Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr. 0 = 16. N=14. 180) ? Jawab : 1).w = massa zat (gn) Contoh soal : 1.

Jadi kalai na = adalah zat pelarut.2). maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 . nb = adalah mol terlarut.76 3). Diketahui mr = 180. Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0.

Penurunan tekanan uap ( Δp ) . Mr = 2 .43% 504 a). Mr = 8 . 180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71.2 = 0. Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0.8 Perbandingan glukosa : air = 0.Contoh Soal : 1).2 Xair = 1 – 0. 18 = 144gr Massa glukosa = n .2 : 0.8 = 2:8 Massa air = n .2 Jawab : Xglukosa = 0.

Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG. po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut . Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. . ☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut .

☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. Example. ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan. Pada tekanan 1 atm. Δb = Larutan – Tb Pelarut. Δb = kb . . c).☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation). air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas.

Sistem periodik modern. m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. Sistem Periodik Modeleef.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf . maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan. 1. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom. maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. . Perkembangan Sistem periodik 1. Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. 1. Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya.

2 12 Mg : 2 .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5.golongan IA disebut dengan golongan Alkali . 8 . Misalnya : . yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 . maka sifat unsur akan berukang secara periodi.golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah .golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . 8 . 2 20Ca : 2 . 8 .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen .Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom. 2 . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik. Beberapa golongan di beri nama khusus.

Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom. 18 . Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a).38Sr : 2 . 2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron. Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A. sedangkan energi ionisasi . Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar. 1. maka jari-jari atomnya makim panjang b). Sifat-Sifat KePeriodikan. 8 . jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. 8 . Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1.

Kestabilan Atom 1. 1. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. Untuk mencapai kestabilan.makin besar keelektronegatifan suatu atom. Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1. atau gaya tarik elektron dari atom. makin nudah menarik pasangan elektron ikatan. Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Afinitas elektron. . Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron. sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron.

8. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. 7 ) (2. dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. 8. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2.Contoh : Atom 17 cl : 2. 7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B. 8. 8. Contoh : . sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. 8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2.

Ikatan Kovalen 1. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1. 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl.membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C. % ) Dilambangkan dengan : N . Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ). . 2. 1 17 cl : 2.5 ( Elektron Val. 7N : 2. 8.Senyawa NaCl “Na : 2. 8.H : 1 ( Elektron Val. 1 ) Dilambangkan dengan : H.

3). Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4.6 ( Elektron Val. 1). : 2. beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. 3. Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet. 4). kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan. Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2). Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen.3. Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa . 6 ) Dilambangkan dengan : O 2.

sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. misalnya Co dan Bf3. makin polar ikatannya. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama. Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet. Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6. H2 dan cl2 . misalnya N2O dan PCls 5. Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan. ikatan kovalen dan ikatan koordinasi.tersebut. Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. N2. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan.

”Hukum-hukum dasar kimia” A. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram. Contoh soal : 1). Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik.7. Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi. maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida. Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam.

Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya. Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2).um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air. senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap. Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2). dapat di simpulkan : 1). Dari percobaan tersebut.B. Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap. Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado . pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C. Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi.

Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa. Berdasarkan hal tersebut. .Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom. maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul. bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya. Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil. 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air. 1). “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia.

maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0.03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0.66gr CO2 Hasil pembakaran.29 – ( 0. Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0. = 1 x 12 x 0.18 + 0.29gr senyawa itu di peroleh 0.Contoh : 1).27gr 18 = 0.27gr H2).18gr. Suatu karbon mengandung unsur C. pada pembakaran 0.66 44 = 0.27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0. H. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2.03 )gr . dan O.66gr CO2 & 0.

08 12 1 16 = 0. rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat.= 0. Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi.03 : 0.015 : 0. .03 : 0.08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0. Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. maka.18 : 0.05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58.

94)% .Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27. Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46.06% Atau.0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol. persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53. berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka.

wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1). maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B. * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a). Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah.= 46.06% Dari contoh di atas. c). memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). Reaksi Redoks Spontan. . pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b).

Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . 3). Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode. Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. sedangkan Zn 2+ dalam larutan. Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam. sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu. Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode. Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4). sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan. Untuk menetralkan muatan listrik.Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2).

tetapi tandany berlawanan. Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi. 6). Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen. b). adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi. Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). Potensial elektrode hidrogen = ) volt.Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) .

makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Baterai kering c. Beberapa sel Volta komersial a. Baterai litium g.☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b. Baterai alkaline d. Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta . Baterai kerak oksida f. Baterai Nikel – Kadmium e. Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.

Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II. Overpotensial a). Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam. Jenis Elektrode. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III. komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode. elektrolit & sumber arus searah 2). Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I.1). apakah innert atau aktif.

b). Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi. Au. 3). Pt. Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi. Jika anode tidak terbuat dari pt. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : . An atau grafit maka anode akan teroksidasi. atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air. Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam.

Stoikiometri Reaksi Elektrolisis . dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96.Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ). G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan. 4).500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya.

Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. sedangkan katode di gunakan tembagamurni.500 coulomb. Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida. maka dalam it coulomb terdapat it 96.500 5).500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb. selama elektrolisis. Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga. Oleh karena 1 mol elektron = 96. Sel Merkuri b). Sel Diafragma 2). Penggunaan Elektrilisis dalam industri a). tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode. . Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4. Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1). Tembaga kotor di jadikan anode.

Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar. Sedangkan anode adalah perak murni. sedangkan anode perak terus-menerus larut.c). Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. 2). Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. Pada latode akan terjadi pengendapan perak. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat. Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino. . Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh.

5). Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4). Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida.3). Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Denaturasi protein . sekitar 6 m 7).

Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. Berdasarkan Fungsi biologis 1). setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. Protein Kontraktil . lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. Penggolongan Protein a. Enzim 2). Protein Transport 3). Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Protein Nutrien 4). 8).Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC.

5). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Uji Biuret c). Protein Pertahanan 7). Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Uji Nintridin b). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Lemak a. Reaksi Pengenalan Protein a). tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Protein Pengatur 9). sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Uji Xantopotreat d). Protein Struktur 6). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya .

kacang-kacangan 2). keju. sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen . Hidrolisis 2). tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ).b. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. Penyabunan 3). Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. Hidrogenesi minyak e. Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. susu.

Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Pada peristiwa korosi. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . di salut dengan plastik 4.3). logam mengalami oksidasi. melumuri dengan oli atau gembuk 3. sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Korosi biasa di sebut pengkaratan. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. Mengecat 2. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. Steroid Steroid bukan dari golongan ester.

5. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7. . Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. kusen. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. “ REAKSI REDOKS “ 1. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. pintu dan jendela. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. sebagai berikut : 1).

Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1).3). atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). 4). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya.

Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) . Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3).Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1).

Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ).4). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) . Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Contoh soal : 2).

Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. oleh karena itu. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b.Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi. “ KOLOID “ a. d. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. 3). Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih . Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. oksigen dan hidrogen. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2).

agar-agar yang masih cair dan air teh. Adanya Elektrolit 5). Menghilangkan muatan koloid . Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Contoh koloid antara lain santan. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). cat dan tinta. b. Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. Adsorpsi 4). Efek Tyndall 2). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). misalnya koloid belerang dalam air dan santan. air susu dan lem. Gerak Brown 3).besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Sifat-sifat Koloid 1). Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya.

b). Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa . Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1). Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a.

Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. c. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ).1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b. Digunakan sebagai obat bius. Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R .

f. lemak dan minyak juga tergolong Es g. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Contoh. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Cl. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Keisomeran . Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Br atau I. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton.

Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. mempunyai rumus umum CnH2nO 3). Alkanal dengan Alkanol. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Alkohol CnH2n+2O .struktur dapat berupa keisomeran kerangka. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). namun berbeda gugus fungsi. namun rantai induk berbeda. a. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. posisi dan fungsi. 3. 1. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). 2.

CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. d. Jadi. Asam Alkanoat. Alkanon.Mempunyai struktur umum R – OH. CnH2nO2 atau R – COOR g. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Keisomeran Geometris . Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e. Alkoksialkana. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b. Alkanal. c. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. Alkil alkanoat. Halo Alkana. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi.

Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Menurut Lebel dan Vanf Hoff.Tergolong isomer ruang. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ .

Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan . reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2. d. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. adisi. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. eliminasi dan redoks a.1.

alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. alkohol sekunder membentuk keton III. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. atau PXs ( X = Halogen ) c. II.seterusnya. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam.

dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol . Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c.e. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. Reaksi – Reaksi Eter a. terutama HI 4. tetapi tidak membebaskan HCL d. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.

7 155.Eter .8 ☺Secara kimia. sedangkan eter tidak bereaksi b. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Adisi Hidrogen . sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali.140 .Etil Eter . 5. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.52 Titik Didih 78. Reaksi – Reaksi Aldehida a. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b.122 Titik Didih .115 . Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. a.6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair .Propil Eter Titik Cair . Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah.3 117.24 34.116 . alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H.Metil Eter .90 . Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks.

Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Pembentukan ketala dan hemiketala . sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Sifat – Sifat Keton a. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c.

Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. 8. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) .8 x 10-4. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. sedangkan keton bereaksi negatif. Semakin panjang rantai alkilnya. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Asam format adalah yang paling kuat. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. semakin lemah asamnya. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Asam format mempunyai Ka = 1. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. b.

Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat.9. Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. misalnya dengan NaOH. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. b.

atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton .4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. en.

maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Tata nama Alkohol a. Nama lazim selain nama IUPAC. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter.oat = Asam Karboksilat 1. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Jika gugus alkilnya berbeda. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. b.

Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Tata nama IUPAC .a. 4. Tata nama Alkanon a. Penulisan sama dengan Alkohol b. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Tata nama Asam Alkanoat a. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5.

penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang.Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat . penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. b. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2.

sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .penomoran dimulai dari salah satu ujung.Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . fluoro dan iodo .5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6. kloro. sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .

tri..jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. dan seterusnya . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] .Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen .jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2.

ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma.2. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Subtitusi pertama . sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Jadi. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. Penumpang tindihan sisi dengan sisi.

Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.CR .a.NH2 .OR . Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .OH . NR2 O ║ .NHR.SO3H O .CHO ║ .CO2R .

Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1.CN .C6H6 ( Aril ) . polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.CO2H . Fenoln → Sebagai antiseptik 3. Polimer yang lazim adalah polietilena.. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.X : ( Mendeaktifkan ) .NO2 . Polimerasasi Adisi . Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul.R ( Alkil ) . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.NHCR . Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.

Gandum. seperti H@) dan CH3OH. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA. Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Penggolongan Polimer 1. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. RNA Adisi .Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya.

Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. contohnya : PVC. pipa Tali plastik. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Polipropilena. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) . botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2.Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai.. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena.

Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. b.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Karet alam adalah polimer dari isoprena. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Getah pohon karet disebut lateks. Karet Alam a. Karet Sintetis a. Berbagai Macam Polimer 1. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Proses ini disebut Vulkanisasi. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. 2. Digunakan untuk membuat selang oli .

kaos kaki. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. 6. tali. selang dan sebagainya 7. karpet dan lain – lain . Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. pelapis lantai. 4. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Polipropilena Untuk membuat kalung. PVC Untuk membuat pipa. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. botol dan sebagainya 5. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8.c. isolasi.

jala. Incinerasi 3. Daur ulang 2. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 . “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Nilon Membuat tali. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Susunan terdiri dari karbon. parasut 11. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1. hidrogen dan oksigen.9.

Beberapa Monosakarida 1. Konfigurasi monosakarida 1.( H2O )6. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Struktur melingkar b. Oksidasi 4. Glukosa . nama lain karbohidrat adalah sakarida. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Kelarutan dalam air 2. disakarida dan polisakarida 2. Mutarotasi 3. Reduksi c. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2.

Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. Polisakarida a. 4.2. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. a. Digunakan dalam makanan bayi. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Fruktosa 3. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Amilum . Maltosa tergolong gula pereduksi c.

Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. 5. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin.000 molekul glukosa c. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. Gula pereduksi. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . Reaksi pengenalan karbohidrat 1. b. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. 3. – 4 ).

a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. tekanan (untuk reaksi gas). dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). .adopsi cahaya dll. misalnya daya hantar listrik. b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D . a. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp.( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc.. 1). Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2). a. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Harga tetapan kesetimbangan ……. tekanan gas.Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang.

Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. Pergeseran kesetimbangan .Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Atau Kp = Kc ( RT ) …… c). e).

Endoterm. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. dan perubahan Entalpi.Perubahan tekanan . A. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan.Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi.Perubahan konsentrasi . Reaksi Eksoterm. Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. B). . antara lain : .Perubahan suhu. * Reaksi Eksoterm. Reaksi Endoterm.Perubahan volum .

maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. . H akhir – H awal Atau ΔH <> C). Perubahan Entalpi.Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.

*Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas. Komentar oleh agus on September 20. . .id Balas 2. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. Penulis: abynoel 9 Komentar 1.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo.co.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. 2008 6:14 am ass. 2008 Kategori: Materi Kimia .

☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. . Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. sekitar 6 m 7). Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi.

Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Penggolongan Protein a.8). Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. Berdasarkan Fungsi biologis . ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b.

Protein Transport 3). Protein Kontraktil 5). Enzim 2). Protein Pertahanan 7).1). Protein Nutrien 4). Protein Struktur 6). Uji Nintridin b). Reaksi Pengenalan Protein a). Protein Pengatur 9). Uji Biuret .

c). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Uji Xantopotreat d). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Lemak a. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat.

Hidrolisis 2). sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). Penyabunan . Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh.b.

Steroid . susu. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. Hidrogenesi minyak e. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3). tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). kacang-kacangan 2).3). Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. keju.

stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol.Steroid bukan dari golongan ester. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. logam mengalami oksidasi. Korosi biasa di sebut pengkaratan. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. . contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. Pada peristiwa korosi.

sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) . Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5. melumuri dengan oli atau gembuk 3. di salut dengan plastik 4. Mengecat 2. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6.

Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. “ REAKSI REDOKS “ 1. Reaksi Ion . Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. pintu dan jendela. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. kusen.7.

Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai.( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O . sebagai berikut : 1).Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. atau ion OH. Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. 4). Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). 3). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5).

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .Contoh Soal : 1).

Reaksi Rumus .Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b.

anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. .Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3).

Contoh soal : 2). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .

Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Setarakan Oksigen dan Hidrogen . Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b.Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3).

c. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. oksigen dan hidrogen. oleh karena itu. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. zat semacam gelatia ini kemudian . Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. d. 3). “ KOLOID “ a. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks.

Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi.di sebut koloi. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. Efek Tyndall . air susu dan lem. Sifat-sifat Koloid 1). misalnya koloid belerang dalam air dan santan. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. agar-agar yang masih cair dan air teh. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. b. Contoh koloid antara lain santan. cat dan tinta.

Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. Penambahan stabilisator koloid . Adanya Elektrolit 5). Adsorpsi 4). dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b).2). Menghilangkan muatan koloid b). Gerak Brown 3). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a).

☺GUGUS FUNGSI 1). Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .

Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a.

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . Digunakan sebagai obat bius. c.C – C – OR –X b. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut.

Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. lemak dan minyak juga tergolong Es . Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. f. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e.

“ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Keisomeran struktur dapat . Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Br atau I. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Contoh. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut.g. Cl. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F.

Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. namun rantai induk berbeda. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. 1. 2. posisi dan fungsi. namun berbeda gugus fungsi.berupa keisomeran kerangka. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. 3. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : .

a. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. mempunyai rumus umum CnH2nO 3).1). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Jadi. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) . Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. Alkanal dengan Alkanol. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4.

c. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Alkanal. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya . Alkoksialkana. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. d. Alkanon.b. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi.

CnH2nO2 atau R – COOR g. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5.e. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Halo Alkana. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : . Alkil alkanoat. Asam Alkanoat. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang.

Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi.

eliminasi dan redoks . Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter.4 gugus yang berbeda. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. adisi. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen.

adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi . Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. d.a. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b.

atau PXs ( X = Halogen ) . reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain.2. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya.

Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. dehiodrasi alkohol . Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. II.c. alkohol sekunder membentuk keton III.

tetapi tidak membebaskan HCL d. terutama HI . Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida.jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Reaksi – Reaksi Eter a. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs.

4.122 91 2– .6 1– Butanol .7 .8 .24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78.Etil Eter . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.90 117.115 . baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .140 Etanol .Metil Eter .52 155.Propil Eter .116 34.3 .

5. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. Reaksi – Reaksi Aldehida a.Butanol ☺Secara kimia. sedangkan eter tidak bereaksi b. Oksidasi . a.

Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer.Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala . yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali.

Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata .Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Sifat – Sifat Keton a.

Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7.Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. . Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda.

8. sedangkan keton bereaksi negatif.8 x 10-4. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. . Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Asam format mempunyai Ka = 1. Asam format adalah yang paling kuat. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. semakin lemah asamnya. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai alkilnya.

Subtitusi . Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi.b.

Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. misalnya dengan NaOH. b. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop .

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua . en.

Nama IUPAC . Tata nama Alkohol a.un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1.

Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). . alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2.Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. Jika gugus alkilnya berbeda. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Nama lazim selain nama IUPAC.

Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. 4. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Tata nama Alkanon a.b. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Tata nama IUPAC .

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Penulisan sama dengan Alkohol b. Tata nama Asam Alkanoat . sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3.Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5.

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat.a. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain . pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3.

Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat . b.

sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ).5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6. Tata nama Haloalkana . Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.

sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : . fluoro dan iodo .penomoran dimulai dari salah satu ujung.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen .Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . kloro.Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen.

Ikatan Sigma dan ikatan PHI . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. tri. maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2.jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ).. dan seterusnya .

Menurut teori ikatan Val. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. Jadi. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma . Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI.

yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 . maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma.☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma.

maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Subtitusi kedua . Subtitusi pertama a.☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d.

NHR.CHO ║ .CR .OR .Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .NHCR .NH2 .CO2R .CO2H .OH . NR2 O ║ .SO3H O .

R ( Alkil ) .CN .NO2 . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. . Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.C6H6 ( Aril ) .X : ( Mendeaktifkan ) . Fenoln → Sebagai antiseptik 3. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2..

Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Polimer yang lazim adalah polietilena. Polimerasasi Kondensasi . Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1.

Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . Penggolongan Polimer 1. seperti H@) dan CH3OH. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya.

Gandum.Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras. RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA.

Polipropilena. botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran . pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena.Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai.

. Karet Alam . contohnya : PVC. Berbagai Macam Polimer 1.3. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.

Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang.a. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Getah pohon karet disebut lateks. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Polikloroprena ( Neoprena ) . 2. b. Karet Sintetis a. Proses ini disebut Vulkanisasi.

SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). botol dan sebagainya 5.Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Digunakan untuk membuat selang oli c. Polipropilena Untuk membuat kalung. tali. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. Teflon . Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. 4.

Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. selang dan sebagainya 7. PVC Untuk membuat pipa. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket.Banyak yang dipakai sebagai gasket. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. karpet dan lain – lain 9. 6. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. pelapis lantai. kaos kaki. isolasi. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik .

Incinerasi 3. Daur ulang 2. parasut 11. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Plastic Biodegradabel . “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12.10. Nilon Membuat tali. jala.

penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Susunan terdiri dari karbon.“ KARBOHIDRAT “ 1. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa . hidrogen dan oksigen. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. nama lain karbohidrat adalah sakarida. disakarida dan polisakarida 2. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b.

Konfigurasi monosakarida 1. Beberapa Monosakarida 1. Reduksi c. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Struktur melingkar b.a. Glukosa . Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Mutarotasi 3. Oksidasi 4. Kelarutan dalam air 2.

Maltosa . Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. a. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Fruktosa 3. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida.2.

4. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa.Terdiri atas dua molekul glukosa. Polisakarida a. Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Amilosa merupakan polimer rantai kurus . Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Digunakan dalam makanan bayi.

Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.000 molekul glukosa c.yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. – 4 ). Reaksi pengenalan karbohidrat . sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. 5. b.

Gula pereduksi. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu . 3. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict.1.

b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi . Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.(detik).

tekanan (untuk reaksi gas).Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Laju rata-rata = .Δ [Br 2] Δt = .[Br2] mula-mula t akhir.t awal * Hukum Laju Reaksi . misalnya daya hantar listrik.adopsi cahaya dll. kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu.[Br2] akhir.

Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi. pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]…. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B . [ B ]…..

laju reaksi 5). Teori tumbukan. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. Konsentrasi 3). 2). Katalisator. Pembentukan senyawa antara . Luas permukaan sentuhan.. Suhu…….[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). a). 4).

1). Keadaan setimbang. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. A. Reaksi bolak-balik. yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ).b). . Adsopsi.

Bersifat dinamis. misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama. .Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan.

A. yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik .Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. 1). a.

Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang.( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp.2)... tekanan gas. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A . Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. Harga tetapan kesetimbangan ……. Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc. a.

. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………. Atau ..PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….

Kp = Kc ( RT ) …… c). maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. . Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. e).

Perubahan volum . Reaksi Eksoterm. Endoterm.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Perubahan konsentrasi . A. antara lain : .Perubahan suhu.Perubahan tekanan . dan perubahan Entalpi. . * Reaksi Eksoterm.

H akhir – H awal Atau ΔH <> . B). Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. Reaksi Endoterm. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan.

Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). Perubahan Entalpi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.C). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- .

*Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas. Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess.zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. Penulis: abynoel . 2008 Kategori: Materi Kimia . ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. .

bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. Komentar oleh agus on September 20. . 2008 6:14 am ass.co.id Balas 2.9 Komentar 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful