P. 1
Ringkasan Struktur Atom

Ringkasan Struktur Atom

|Views: 400|Likes:
Published by Muhammad Mukhtas

More info:

Published by: Muhammad Mukhtas on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. menurut model atom ini. maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. Sebaliknya. Senyawa Kovalen . 1 ). elektron tidak dapat di pastikan tempatnya. Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak.Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. 2 ).

HCL merupakan senyawa kovalen. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A.Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ). Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) . Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. tetapi karena pengaruh molekul-molekul air. “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq). Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat. sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2.

sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik.jadi. Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan. antara lain : a. Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. Gas alam dan minyak bumi B. Batu bara c. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. Tumbuhan dan hewan b. tetapi kelarutan.Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik. . Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar. mudah larut dalam pelarut polar.

Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah. Berdasarkan jumlah ikatan.. Ikatan rangkap tunggal 2). Mempunyai nomor atom 6. antara lain : a. 4 2. karbon C. Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan. Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. 1). Berdasarkan bentuk ranainya : 1). Umumnya relatif rendah. Rantai terbuka ( Alifatis) .Titik lebur & titik didih nonpolar. Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon. dengan elektron vol. lambat. Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. Ikatan rangkap tiga b. Ikatan rangkap dua 3).

terutama alkana. di sebut juga sebagai alkana. Komposisi minyak bumi . 2.2). sikloalkana dan aromatis. Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam. Hirokarbon jenuh. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. Rantai tertutup ( siklis ) 3). atom karbon sekunder c). atom karbon tersier d). Hidrokarbon. yaitu : a). atom karbon kuarterner D. yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. hidrokarbon di bedakan menjadi 1. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon. atom karbon primer b).

01 – 0.01 – 0. yaitu pantai utara jawa (Cepu. Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh.9 % 0. Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua). Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai. akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun. Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan. Cirebon ). Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam. Riau).4 % Sangat kecil Contoh Alkana. Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Wonokromo.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0. Pengelolaan minyak bumi . Siklo Alkana.1 – 7 % 0. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.

pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. c. nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. Fraksi keempat : di buat menjadi solar.A. B. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : . Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat. e. Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be. atau mobil dengan BBG b.

d. Alkilasi ( pembentukan alkil).a. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya . Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. polimerasi. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi. Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon.m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya. reformasi dan isomerasi b. PH Larutan Asam dan Basa a. c.

HF As. Sulfat H3PO4 As. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As. Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan. Asam di bedakan menjadi : 1. Asam lemah. yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As. Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As. Asam kuat. Fosfat H2C2O4 As. Nitrat H2SO4 As. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya .

basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa. Ba (OH)2 2. yang di kenal dengan istilah titrasi .b. misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya. Basa di bedakan menjadi : 1. adalah basa yang terionisasi sempurna. Basa lemah. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi. Basa Menurut Arrhenius. NaOH. Nama basa. Basa kuat. misalnya : KOH.

032 L = 0.032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp).asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri. Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0.1 mol L–1 x 0. Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0. ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen.

Komposisi Larutan Penyangga. Larutan Penyangga.02 ml = 0.08 M.08 mol L – 1 = 0. ☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) . a. H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.Jadi.0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0.0016 mol / 0. A.032 mol 2 = 0.

005 mol Jadi.005 Akhir : 0. ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005 0 0.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.005 Bereaksi : 0.005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0.005) b.005 0. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.Contoh soal : 1. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH.01 0.

01 0.00% 0 0. Direaksikan : 0.005 mol B. PH Larutan Penyangga a.005 Bereaksi : 0.005 Akhir : 0.NH4 CL.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ). maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.1 M dengan 50 ml larutan HCL 0.1 M.005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0. . Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L).005 0.

Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah. hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0. Contoh soal : 3.1 M CH3 CooH dan 0. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air.1 M. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0. . jika Ka CH3 CooH = 10–5.

01 L = 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL. [H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0.1 = 10–5 pH = 5 b. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH. sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0.1 0.1 mol HCL yang di tambahkan = 0.1 mol L–1 x 1L = 0.1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0.1 mol L–1 x 0.001 Pada penambahan HCL.1 mol = 0. .

pH darah relatif tetap di sekitar 7.o11 = 4.4.1001 mol CH3 Coo– = (0. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH.Jadi.099 pH = 5.995 D.1001 = 1. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a).log 1. Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b).011 – 10-5 0.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0. . Sistem penyangga karbonat dalam darah. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3.1 – 0. setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0.001) mol = 0.001) mol = 0.1 + 0. Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.

Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. . maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa. Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap. maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c). jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. ☺Hidrolisis A.Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam.

1). sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . 3). Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam. Jadi. akibatnya larutan bersifat basa. Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. Jadi. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. 3. 2. Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air. 2). Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah.

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . Oleh karena itu. 4. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–. B.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. sehingga larutan bersifat netral. konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu. Harga pH larutan Garam 1). sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. Kesimpulannya. garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air. maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk.

Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb .Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0.1 M 0.01 M.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2).1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.

[H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0. maka larutannya bersifat asam.Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0. Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah.1 M.2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 .

3).1 M. maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb. Jika diketahui. Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb . maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb.

5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.

1000 V —. Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan. M = n —.Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1). NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml .V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr.mol atau M = m .

Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20.1 m 2).000 = 0.

Co (NH2)2) Urea C = 12. H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0.w = massa zat (gn) Contoh soal : 1. 180) ? Jawab : 1). 0 = 16. berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr. Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr. N=14. berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2.25 .

nb = adalah mol terlarut. maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 . Jadi kalai na = adalah zat pelarut.2).76 3). Diketahui mr = 180. Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0.

2 Jawab : Xglukosa = 0.Contoh Soal : 1). 180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71. Mr = 2 . Penurunan tekanan uap ( Δp ) .8 Perbandingan glukosa : air = 0. Mr = 8 .8 = 2:8 Massa air = n .2 = 0.2 : 0.2 Xair = 1 – 0.43% 504 a). 18 = 144gr Massa glukosa = n . Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0.

po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). . Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut . Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya.☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut . Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG. ☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.

Δb = kb . m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas. . Pada tekanan 1 atm. ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan. air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. Δb = Larutan – Tb Pelarut.☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation). c). Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. Example. ☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan.

Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. Sistem Periodik Modeleef. m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Perkembangan Sistem periodik 1. 1. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom. . maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya. Sistem periodik modern.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf . maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan. 1.

2 12 Mg : 2 .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen . Beberapa golongan di beri nama khusus. 2 20Ca : 2 .Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom. 8 . 8 . maka sifat unsur akan berukang secara periodi. yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 .golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . 2 .golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik.golongan IA disebut dengan golongan Alkali .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5. 8 . Misalnya : .

Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1. 18 . Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom. jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a). Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A.38Sr : 2 . 8 . 8 . Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar. Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. maka jari-jari atomnya makim panjang b). 1. 2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron. sedangkan energi ionisasi . Sifat-Sifat KePeriodikan.

1. sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron. makin nudah menarik pasangan elektron ikatan.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A. Afinitas elektron.makin besar keelektronegatifan suatu atom. atau gaya tarik elektron dari atom. Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan. Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1. Untuk mencapai kestabilan. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. . Kestabilan Atom 1. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron.

8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2. Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. Contoh : . 8. sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. 8. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah.Contoh : Atom 17 cl : 2. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2. 7 ) (2. dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. 7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2. 8. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B. 8.

Senyawa NaCl “Na : 2.H : 1 ( Elektron Val. 7N : 2.5 ( Elektron Val. 1 ) Dilambangkan dengan : H. Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ).membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C. 1 17 cl : 2. . 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1. 8. Ikatan Kovalen 1. % ) Dilambangkan dengan : N . 2. 8.

kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. 6 ) Dilambangkan dengan : O 2. beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. : 2. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet. Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4. Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa . 3. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen. Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. 1).6 ( Elektron Val.3. Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan. 3). 4). Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2).

Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet. H2 dan cl2 . Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan. ikatan kovalen dan ikatan koordinasi. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus. makin polar ikatannya. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6.tersebut. sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan. N2. misalnya N2O dan PCls 5. misalnya Co dan Bf3. Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion. Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2.

Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik. Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida.7. Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi. Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram. ”Hukum-hukum dasar kimia” A. Contoh soal : 1).

senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap. Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2).B. Dari percobaan tersebut. Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya. dapat di simpulkan : 1). Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2). Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado .um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap. Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air.

Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia. bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya. 1). 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air. maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana.Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom. Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul. “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A. Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa. Berdasarkan hal tersebut. .

18gr.27gr H2).18 + 0.27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0. Suatu karbon mengandung unsur C. maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0.66gr CO2 Hasil pembakaran. = 1 x 12 x 0.Contoh : 1). pada pembakaran 0. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2.29gr senyawa itu di peroleh 0.03 )gr . dan O.66 44 = 0. Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0. H.66gr CO2 & 0.27gr 18 = 0.29 – ( 0.03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0.

18 : 0.03 : 0.015 : 0. .03 : 0.05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat. rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu.= 0. Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi.08 12 1 16 = 0. maka.08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0.

06% Atau.0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol.Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46. persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53.94)% . berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka. Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53.

maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B. c). .= 46.06% Dari contoh di atas. * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a). memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1). pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b). Reaksi Redoks Spontan. Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah.

Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4). sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan. Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode. maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. Untuk menetralkan muatan listrik. Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam. sedangkan Zn 2+ dalam larutan. Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu.Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2). sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode. 3). Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel.

6). Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen. b). adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi.Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) . Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi. tetapi tandany berlawanan. Potensial elektrode hidrogen = ) volt. Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi.

Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b.☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta . Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis. Beberapa sel Volta komersial a. Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Baterai kerak oksida f. Baterai litium g. Baterai Nikel – Kadmium e. Baterai alkaline d. Baterai kering c.

Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II. Overpotensial a).1). Jenis Elektrode. Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I. Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam. elektrolit & sumber arus searah 2). apakah innert atau aktif. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III. komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode.

An atau grafit maka anode akan teroksidasi. Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi. Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). Au. seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi. Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam. 3).b). Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air. Jika anode tidak terbuat dari pt. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : . Pt. atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi.

4).Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ). dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96. Stoikiometri Reaksi Elektrolisis .500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya. G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan.

Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4. Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting. sedangkan katode di gunakan tembagamurni. Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida. Penggunaan Elektrilisis dalam industri a). Oleh karena 1 mol elektron = 96. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga. maka dalam it coulomb terdapat it 96.500 5). Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1). tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode. selama elektrolisis.Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. Sel Diafragma 2).500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb.500 coulomb. Sel Merkuri b). Tembaga kotor di jadikan anode. .

sedangkan anode perak terus-menerus larut. Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Pada latode akan terjadi pengendapan perak. Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino. Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Sedangkan anode adalah perak murni. 2). Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar. .c). Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh.

sekitar 6 m 7). Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida. Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). 5).3). Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4). Denaturasi protein . Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat.

Protein Nutrien 4). 8). Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Protein Transport 3). Enzim 2). Berdasarkan Fungsi biologis 1). Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. Protein Kontraktil . Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi.Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. Penggolongan Protein a. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi.

5). Protein Struktur 6). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Protein Pertahanan 7). Uji Biuret c). Uji Xantopotreat d). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Reaksi Pengenalan Protein a). Lemak a. Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Uji Nintridin b). tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Protein Pengatur 9).

Hidrogenesi minyak e. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol.b. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. Hidrolisis 2). susu. Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Penyabunan 3). kacang-kacangan 2). Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). keju. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen .

3). KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. Pada peristiwa korosi. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . Korosi biasa di sebut pengkaratan. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Mengecat 2. sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. di salut dengan plastik 4. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. logam mengalami oksidasi. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. Steroid Steroid bukan dari golongan ester. melumuri dengan oli atau gembuk 3.

Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. kusen. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. . Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7. sebagai berikut : 1). Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6.5. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. pintu dan jendela. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. “ REAKSI REDOKS “ 1. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2).

3). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). 4). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1). atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6).

Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) . Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks.

Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ).4). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Contoh soal : 2). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) .

d. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks.Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih . oksigen dan hidrogen. 3). Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. oleh karena itu. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. “ KOLOID “ a. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi.

agar-agar yang masih cair dan air teh. Adsorpsi 4). b. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya.besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Menghilangkan muatan koloid . Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. cat dan tinta. Adanya Elektrolit 5). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Sifat-sifat Koloid 1). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Contoh koloid antara lain santan. air susu dan lem. Efek Tyndall 2). tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Gerak Brown 3). misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm.

b). Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a. Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1). Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .

1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b. Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . c. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Digunakan sebagai obat bius. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ).

Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. f. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Cl. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. lemak dan minyak juga tergolong Es g.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Contoh. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. Keisomeran . Br atau I. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida.

Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. 2. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. a. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Alkohol CnH2n+2O . Alkanal dengan Alkanol. posisi dan fungsi. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. mempunyai rumus umum CnH2nO 3). namun rantai induk berbeda. 3. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul.struktur dapat berupa keisomeran kerangka. namun berbeda gugus fungsi. 1.

CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi.Mempunyai struktur umum R – OH. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Jadi. Asam Alkanoat. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. Alkanon. CnH2nO2 atau R – COOR g. Alkanal. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. Halo Alkana. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b. Alkoksialkana. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. Keisomeran Geometris . Alkil alkanoat. d. c. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f.

dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama.Tergolong isomer ruang. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ .

reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. adisi. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. d. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi.1. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan . eliminasi dan redoks a. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain.

Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. alkohol sekunder membentuk keton III. atau PXs ( X = Halogen ) c. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. II.seterusnya. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat.

Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. tetapi tidak membebaskan HCL d. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. terutama HI 4. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol . Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. Reaksi – Reaksi Eter a. dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3.e. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c.

90 . yaitu [ Ag (NH3)2 ] b.24 34. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.52 Titik Didih 78.7 155.115 . sedangkan eter tidak menghasilkan HCL.Metil Eter . alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. Adisi Hidrogen . sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali.116 .Etil Eter . Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah.140 . alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL.8 ☺Secara kimia.Propil Eter Titik Cair .6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair .122 Titik Didih . Reaksi – Reaksi Aldehida a.Eter . a. 5. sedangkan eter tidak bereaksi b. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks.3 117.

Sifat – Sifat Keton a. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Pembentukan ketala dan hemiketala .

sedangkan keton bereaksi negatif. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat.8 x 10-4. semakin lemah asamnya. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. b. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) . Asam alkanoat merupakan asam lemah. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Asam format adalah yang paling kuat. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. 8. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Semakin panjang rantai alkilnya.Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Asam format mempunyai Ka = 1. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.

misalnya dengan NaOH. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat.9. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. b. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi.

en.4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton .

Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Nama lazim selain nama IUPAC. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ).oat = Asam Karboksilat 1. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Tata nama Alkohol a. b. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Jika gugus alkilnya berbeda.

Tata nama Asam Alkanoat a. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Tata nama Alkanon a. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Penulisan sama dengan Alkohol b. Tata nama IUPAC . 4. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam.a. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on.

b. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat . sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2.Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat.

Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . kloro.5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6. Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.penomoran dimulai dari salah satu ujung. aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : . sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . fluoro dan iodo .

Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. dan seterusnya . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1..jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val.jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. tri.Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] .

3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. Subtitusi pertama . yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. Jadi. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma.2. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa.

CR .SO3H O .NHR.NH2 .CO2R . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.OH .CHO ║ .OR .a. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta . NR2 O ║ . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d.

.CN .X : ( Mendeaktifkan ) . Polimer yang lazim adalah polietilena. “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. Fenoln → Sebagai antiseptik 3. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Polimerasasi Adisi .NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.CO2H . Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.C6H6 ( Aril ) . polistirena dan polivinilklorida ( PVC ).NO2 .R ( Alkil ) . Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.NHCR . bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2.

Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. seperti H@) dan CH3OH. Gandum. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA. Penggolongan Polimer 1. RNA Adisi .Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap.

Polipropilena. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. pipa Tali plastik. contohnya : PVC..Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) . Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2.

sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Getah pohon karet disebut lateks. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Karet Sintetis a. Digunakan untuk membuat selang oli . Proses ini disebut Vulkanisasi. b. Berbagai Macam Polimer 1. Karet Alam a. Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. 2.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya.

isolasi. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi.c. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. 4. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. tali. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). pelapis lantai. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. botol dan sebagainya 5. kaos kaki. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. 6. selang dan sebagainya 7. PVC Untuk membuat pipa. Polipropilena Untuk membuat kalung. karpet dan lain – lain . Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan.

Terilen Digunakan sebagai tekstil 12.9. Susunan terdiri dari karbon. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. parasut 11. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1. Incinerasi 3. Nilon Membuat tali. hidrogen dan oksigen. jala. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 . Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. Daur ulang 2.

Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Struktur melingkar b.( H2O )6. Glukosa . disakarida dan polisakarida 2. Mutarotasi 3. Kelarutan dalam air 2. nama lain karbohidrat adalah sakarida. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Reduksi c. Beberapa Monosakarida 1. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a. Konfigurasi monosakarida 1. Oksidasi 4. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2.

Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. a. Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. 4. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Fruktosa 3. Polisakarida a.2. Digunakan dalam makanan bayi. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Amilum .

Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . Reaksi pengenalan karbohidrat 1. 5. – 4 ). Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1.Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. 3. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. Gula pereduksi. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.000 molekul glukosa c. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. b.

misalnya daya hantar listrik. Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. .a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. tekanan (untuk reaksi gas). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik).adopsi cahaya dll.

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

1)... a. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. Harga tetapan kesetimbangan ……. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. tekanan gas.( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc.Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. a. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2). Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D .

Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:…………………. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………. Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Atau Kp = Kc ( RT ) …… c). Pergeseran kesetimbangan .. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). e). Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen..

Perubahan volum . Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. antara lain : . Endoterm. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Reaksi Endoterm. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. B). Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. * Reaksi Eksoterm.Perubahan tekanan . .Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi.Perubahan konsentrasi . Reaksi Eksoterm. A. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan.Perubahan suhu. dan perubahan Entalpi.

Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). .Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. H akhir – H awal Atau ΔH <> C). Perubahan Entalpi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.

. Komentar oleh agus on September 20. . ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.id Balas 2. 2008 Kategori: Materi Kimia .bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. Penulis: abynoel 9 Komentar 1.co. 2008 6:14 am ass.

sekitar 6 m 7). Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. . lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi.☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli.

Berdasarkan Fungsi biologis . Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain.8). Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Penggolongan Protein a. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b.

Uji Nintridin b). Enzim 2). Protein Kontraktil 5). Uji Biuret . Protein Transport 3). Protein Struktur 6). Protein Pengatur 9). Protein Nutrien 4). Reaksi Pengenalan Protein a). Protein Pertahanan 7).1).

c). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Lemak a. Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Uji Xantopotreat d). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya .

b. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Hidrolisis 2). Penyabunan . sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1).

tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3). susu.3). Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. keju. Steroid . kacang-kacangan 2). Hidrogenesi minyak e.

salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. logam mengalami oksidasi. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik.Steroid bukan dari golongan ester. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. . Korosi biasa di sebut pengkaratan. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Pada peristiwa korosi.

Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5. melumuri dengan oli atau gembuk 3. Mengecat 2.sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. di salut dengan plastik 4. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) .

Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. “ REAKSI REDOKS “ 1. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. pintu dan jendela. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Reaksi Ion . kusen. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci.7. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a).

sebagai berikut : 1). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai.( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya.Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. 4). atau ion OH. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O . 3).

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .Contoh Soal : 1).

Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Reaksi Rumus .

Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks.Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). . anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ).

Contoh soal : 2). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .

Setarakan Oksigen dan Hidrogen . Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1).Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a.

oksigen dan hidrogen. oleh karena itu. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. “ KOLOID “ a. zat semacam gelatia ini kemudian . Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar.c. 3). d. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai.

Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. cat dan tinta. b. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Sifat-sifat Koloid 1). Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. agar-agar yang masih cair dan air teh. misalnya koloid belerang dalam air dan santan.di sebut koloi. Efek Tyndall . Contoh koloid antara lain santan. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. air susu dan lem. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi.

Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Adsorpsi 4). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Menghilangkan muatan koloid b). Adanya Elektrolit 5). Penambahan stabilisator koloid . dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Gerak Brown 3).2).

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .☺GUGUS FUNGSI 1).

Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a. Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

Digunakan sebagai obat bius. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). c. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) .C – C – OR –X b.

lemak dan minyak juga tergolong Es . Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. f.

Keisomeran struktur dapat .g. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Cl. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Contoh. Br atau I. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana.

Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. 2. 3. namun rantai induk berbeda. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : . namun berbeda gugus fungsi. 1.berupa keisomeran kerangka. posisi dan fungsi.

Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. Jadi. a. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4.1). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. Alkanal dengan Alkanol. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) . mempunyai rumus umum CnH2nO 3). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2).

d. Alkanal. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya . c. Alkoksialkana. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. Alkanon.b. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil.

Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : .e. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Alkil alkanoat. Asam Alkanoat. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. CnH2nO2 atau R – COOR g. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang. Halo Alkana.

Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. Menurut Lebel dan Vanf Hoff.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif.

4 gugus yang berbeda. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. adisi. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. eliminasi dan redoks . Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1.

Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil.a. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. d. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi . Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b.

subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. atau PXs ( X = Halogen ) . reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain.2. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a.

II.c. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. dehiodrasi alkohol . alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. alkohol sekunder membentuk keton III.

Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. Reaksi – Reaksi Eter a. tetapi tidak membebaskan HCL d. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. terutama HI .jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3.

8 . baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .Propil Eter .52 155.7 . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O.140 Etanol .24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.3 .6 1– Butanol .90 117.Etil Eter .115 .116 34.Metil Eter .4.122 91 2– .

Reaksi – Reaksi Aldehida a. Oksidasi . alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida. sedangkan eter tidak bereaksi b. a. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL.Butanol ☺Secara kimia. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. 5. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL.

Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c.Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala . Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia.

Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Sifat – Sifat Keton a.Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata . sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6.

Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda.Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. . Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling.

8 x 10-4. . sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. 8. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Semakin panjang rantai alkilnya. semakin lemah asamnya. Asam format mempunyai Ka = 1. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. sedangkan keton bereaksi negatif.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Asam format adalah yang paling kuat.

Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat.b. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Subtitusi . Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9.

“Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . misalnya dengan NaOH. b. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida.Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat.

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. en. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua .

un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1. Nama IUPAC . Tata nama Alkohol a.

Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. . Nama lazim selain nama IUPAC. Jika gugus alkilnya berbeda. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2.Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b.

4. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam.b. Tata nama Alkanon a. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Tata nama IUPAC .

Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Tata nama Asam Alkanoat . sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2.Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Penulisan sama dengan Alkohol b.

Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1.a. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain .

Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat . sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. b.Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat.

sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Tata nama Haloalkana .5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6. Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.

sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . kloro.Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : . fluoro dan iodo .penomoran dimulai dari salah satu ujung.Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.

. maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. Ikatan Sigma dan ikatan PHI . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. tri. dan seterusnya .jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ).jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena.

Menurut teori ikatan Val. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma . sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. Jadi. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom.

maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 .☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. yaitu 3p3.

☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Subtitusi kedua . Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Subtitusi pertama a.

Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .SO3H O .OR .NHR.OH .NHCR .CHO ║ . NR2 O ║ .NH2 .CR .CO2R .CO2H .

Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.C6H6 ( Aril ) . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.NO2 . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2.CN .X : ( Mendeaktifkan ) . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1.. . Fenoln → Sebagai antiseptik 3.R ( Alkil ) .

Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Polimer yang lazim adalah polietilena.“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Polimerasasi Kondensasi . Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.

Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Penggolongan Polimer 1. seperti H@) dan CH3OH. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil.

Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras. Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA. Gandum. RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .

Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. Polipropilena. botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2. pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran .Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai.

contohnya : PVC. Berbagai Macam Polimer 1.. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Karet Alam . Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya.3. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.

Proses ini disebut Vulkanisasi. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b.a. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Getah pohon karet disebut lateks. Polikloroprena ( Neoprena ) . Karet alam adalah polimer dari isoprena. 2. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. b. Karet Sintetis a. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang.

Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. tali.Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Polipropilena Untuk membuat kalung. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. Digunakan untuk membuat selang oli c. botol dan sebagainya 5. 4. Teflon .

pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket.Banyak yang dipakai sebagai gasket. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. PVC Untuk membuat pipa. 6. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik . karpet dan lain – lain 9. isolasi. pelapis lantai. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. selang dan sebagainya 7. kaos kaki. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8.

Incinerasi 3. parasut 11. Daur ulang 2. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. jala. Nilon Membuat tali. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1.10. Plastic Biodegradabel . Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring.

“ KARBOHIDRAT “ 1. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. disakarida dan polisakarida 2. Susunan terdiri dari karbon. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa . hidrogen dan oksigen. Susunan dan penggolongan karbohidrat a.

Struktur melingkar b.a. Beberapa Monosakarida 1. Oksidasi 4. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Kelarutan dalam air 2. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Mutarotasi 3. Reduksi c. Konfigurasi monosakarida 1. Glukosa .

Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Maltosa .2. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Fruktosa 3. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. a.

Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Amilosa merupakan polimer rantai kurus .Terdiri atas dua molekul glukosa. 4. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Polisakarida a. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Digunakan dalam makanan bayi.

5. b.yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1.000 molekul glukosa c. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. Reaksi pengenalan karbohidrat . 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. – 4 ). Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang.

Gula pereduksi. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu . Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict.1. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. 3.

(detik). Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi .

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu. misalnya daya hantar listrik. Laju rata-rata = .Δ [Br 2] Δt = .t awal * Hukum Laju Reaksi .[Br2] mula-mula t akhir.[Br2] akhir. kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia.Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. tekanan (untuk reaksi gas). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran .adopsi cahaya dll.

pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. [ B ]…. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B .. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]….Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi.

a).laju reaksi 5). Konsentrasi 3).. Katalisator. 4). Suhu……. Luas permukaan sentuhan. 2). Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu.[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Pembentukan senyawa antara . Teori tumbukan.

. Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Adsopsi. yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang.b). Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. 1). “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi bolak-balik.

misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. 2). Bersifat dinamis.Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. .

a.Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. 1). Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap.. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik . A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :…………………………. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan.

Harga tetapan kesetimbangan ……. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang.2). a. yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp... Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc.( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. tekanan gas. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A . Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )….

Atau . Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:…………………...

maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. e).Kp = Kc ( RT ) …… c). Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. . Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d).

dan perubahan Entalpi. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. Reaksi Eksoterm.Perubahan konsentrasi .Perubahan volum .Perubahan suhu. Endoterm.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. antara lain : . A. . * Reaksi Eksoterm.Perubahan tekanan .

H akhir – H awal Atau ΔH <> . Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Reaksi Endoterm.Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. B).

Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- . maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH).C). Perubahan Entalpi. Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula.

. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas.zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. 2008 Kategori: Materi Kimia . Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. Penulis: abynoel .

2008 6:14 am ass.9 Komentar 1.id Balas 2. .bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. Komentar oleh agus on September 20.co.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->