Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. 2 ). 1 ). menurut model atom ini. hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak. elektron tidak dapat di pastikan tempatnya. Senyawa Kovalen . Sebaliknya. Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik.Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi.

Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2. Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A.Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ). ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq). ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat. “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) . tetapi karena pengaruh molekul-molekul air. Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon. HCL merupakan senyawa kovalen.

Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan. Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. tetapi kelarutan. antara lain : a. mudah larut dalam pelarut polar.jadi. sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik. . Gas alam dan minyak bumi B. Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar. Batu bara c. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. Tumbuhan dan hewan b.

Titik lebur & titik didih nonpolar. Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon. lambat. Ikatan rangkap dua 3). 4 2. Berdasarkan bentuk ranainya : 1). Berdasarkan jumlah ikatan. Ikatan rangkap tunggal 2). Mempunyai nomor atom 6. Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan. Rantai terbuka ( Alifatis) . karbon C. Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah. 1). Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. Umumnya relatif rendah. Ikatan rangkap tiga b. dengan elektron vol. Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. antara lain : a..

atom karbon kuarterner D. yaitu : a). 2.2). Hidrokarbon. terutama alkana. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. atom karbon tersier d). Komposisi minyak bumi . di sebut juga sebagai alkana. Rantai tertutup ( siklis ) 3). Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon. Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam. yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. atom karbon sekunder c). atom karbon primer b). hidrokarbon di bedakan menjadi 1. Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. sikloalkana dan aromatis. Hirokarbon jenuh.

9 % 0. Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati.1 – 7 % 0. Riau). Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui.01 – 0. yaitu pantai utara jawa (Cepu. Wonokromo. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. Siklo Alkana. Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam.4 % Sangat kecil Contoh Alkana. Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai. Cirebon ).01 – 0. Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0. Pengelolaan minyak bumi . Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh. Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua). akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun.

nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. e. teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. c. pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : . Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). B. di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. atau mobil dengan BBG b. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d. Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be. pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat.A. Fraksi keempat : di buat menjadi solar.

Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi. PH Larutan Asam dan Basa a. Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. reformasi dan isomerasi b. d. Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.a. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya . Alkilasi ( pembentukan alkil). polimerasi.m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon. c.

Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As. Fosfat H2C2O4 As.HF As. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya . Nitrat H2SO4 As. Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As. yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As. Asam di bedakan menjadi : 1. Asam lemah. Asam kuat. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As. Sulfat H3PO4 As.

adalah basa yang terionisasi sempurna. Basa di bedakan menjadi : 1. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi.b. misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. NaOH. Basa Menurut Arrhenius. Basa kuat. dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya. basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa. Basa lemah. yang di kenal dengan istilah titrasi . Nama basa. Ba (OH)2 2. misalnya : KOH.

1 mol L–1 x 0. Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0.032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri. ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1.032 L = 0. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen.1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp). Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0.

08 mol L – 1 = 0. Komposisi Larutan Penyangga. H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0.032 mol 2 = 0. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) . A.0016 mol / 0.02 ml = 0. ☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya. a.0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0.Jadi. Larutan Penyangga.08 M.

005 Akhir : 0.Contoh soal : 1.01 0.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.005 0 0. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.005 0.005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH.005) b.005 mol Jadi. ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005 Bereaksi : 0.

maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.005 mol B.01 0.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ).00% 0 0. PH Larutan Penyangga a.1 M dengan 50 ml larutan HCL 0. Direaksikan : 0. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L). Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0.005 Bereaksi : 0.005 0.1 M. .005 Akhir : 0.NH4 CL.005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0.

1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0. jika Ka CH3 CooH = 10–5. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah. Contoh soal : 3. . Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C.1 M. hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air.1 M CH3 CooH dan 0.

1 0. sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH.01 L = 0.1 mol L–1 x 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL.001 Pada penambahan HCL. .1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0.1 = 10–5 pH = 5 b.1 mol L–1 x 1L = 0.1 mol HCL yang di tambahkan = 0. [H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0.1 mol = 0.

Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a).011 – 10-5 0. Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.001) mol = 0.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0. Sistem penyangga karbonat dalam darah.1 – 0.001) mol = 0.099 pH = 5.995 D. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH.4. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3.1001 = 1. . Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b). setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0.Jadi.1 + 0. pH darah relatif tetap di sekitar 7.o11 = 4.log 1.1001 mol CH3 Coo– = (0.

☺Hidrolisis A. sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam. maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa. Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c). Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap. jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. .Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh.

Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah. Jadi. 2). Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . 3. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa. Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air. Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam.1). Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. Jadi. akibatnya larutan bersifat basa. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. 3). 2.

4. konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–. sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air. maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk. Kesimpulannya. sehingga larutan bersifat netral.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. Harga pH larutan Garam 1). B. Oleh karena itu.

1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0. Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0.1 M 0.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2).01 M. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb .

[H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0. maka larutannya bersifat asam.2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 .1 M.Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0. Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah.

Jika diketahui.3). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb. Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb .1 M. maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb. maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0.

5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.

1000 V —.mol atau M = m . M = n —. NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml .Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1).V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr. Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan.

1 m 2).000 = 0.Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20. Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .

berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2. H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0. N=14.25 . 180) ? Jawab : 1). Co (NH2)2) Urea C = 12.w = massa zat (gn) Contoh soal : 1. berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr. 0 = 16. Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr.

Diketahui mr = 180. Jadi kalai na = adalah zat pelarut. maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 .2).76 3). nb = adalah mol terlarut. Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0.

180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71. 18 = 144gr Massa glukosa = n .8 Perbandingan glukosa : air = 0.8 = 2:8 Massa air = n .Contoh Soal : 1). Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0.43% 504 a). Mr = 8 .2 : 0.2 Jawab : Xglukosa = 0.2 Xair = 1 – 0. Mr = 2 . Penurunan tekanan uap ( Δp ) .2 = 0.

Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut . Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG.☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut . po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). . ☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.

☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Δb = kb . Δb = Larutan – Tb Pelarut. ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan.☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation). Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. Example. c). air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. Pada tekanan 1 atm. .

1. maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Sistem Periodik Modeleef. Perkembangan Sistem periodik 1. . maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. Sistem periodik modern. maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan. m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. 1. Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf .

8 . 8 . 2 .golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . Misalnya : . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik. yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen . 2 20Ca : 2 .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5.golongan IA disebut dengan golongan Alkali .Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom.golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah . 2 12 Mg : 2 . 8 . maka sifat unsur akan berukang secara periodi. Beberapa golongan di beri nama khusus.

2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron. 18 . jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. maka jari-jari atomnya makim panjang b). Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom. Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar.38Sr : 2 . 8 . sedangkan energi ionisasi . Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1. 8 . 1. Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a). Sifat-Sifat KePeriodikan. Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A.

1. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A. Untuk mencapai kestabilan. Afinitas elektron. atau gaya tarik elektron dari atom. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Kestabilan Atom 1. . Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron.makin besar keelektronegatifan suatu atom.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah. makin nudah menarik pasangan elektron ikatan. sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron. Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1.

7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2. 8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2. sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. 8. Contoh : . dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. 8. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. 7 ) (2. 8.Contoh : Atom 17 cl : 2. 8. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B.

2.H : 1 ( Elektron Val. Ikatan Kovalen 1. 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl.Senyawa NaCl “Na : 2. 8. . 1 17 cl : 2. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1. 1 ) Dilambangkan dengan : H. % ) Dilambangkan dengan : N . 8.membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C. 7N : 2. Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ).5 ( Elektron Val.

kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4. 3. beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan.3. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen. 3). : 2. 1). Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. 6 ) Dilambangkan dengan : O 2. 4). Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet.6 ( Elektron Val. Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2). kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa .

misalnya Co dan Bf3. misalnya N2O dan PCls 5. ikatan kovalen dan ikatan koordinasi. sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. H2 dan cl2 . N2. Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. makin polar ikatannya. Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan. Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion.tersebut. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama. Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus.

”Hukum-hukum dasar kimia” A. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram. maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik. Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida.7. Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi. Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. Contoh soal : 1).

pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air. senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap. Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. dapat di simpulkan : 1). Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. Dari percobaan tersebut. Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado . Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap.um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2). Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2). Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya.B.

Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil. . Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul. maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana. 1). “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A. bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya.Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia. Berdasarkan hal tersebut. 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air.

Contoh : 1). pada pembakaran 0.03 )gr .66 44 = 0.66gr CO2 Hasil pembakaran.66gr CO2 & 0.29gr senyawa itu di peroleh 0. Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0. dan O.18 + 0.18gr.27gr H2). = 1 x 12 x 0. Suatu karbon mengandung unsur C. H. maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0.27gr 18 = 0.27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2.03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0.29 – ( 0.

03 : 0.05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58.08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat. Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi.03 : 0.015 : 0. rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2. maka.18 : 0. Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. .= 0.08 12 1 16 = 0.

94)% . persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53.0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol.Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27.06% Atau.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46. Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53. berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka.

maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B. Reaksi Redoks Spontan. Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah. pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b).06% Dari contoh di atas.= 46. * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a). wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1). memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). . c).

Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4). sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu. Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode. Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam. Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. Untuk menetralkan muatan listrik. sedangkan Zn 2+ dalam larutan. 3). Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan.Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2). maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan. sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode.

Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). Potensial elektrode hidrogen = ) volt. b). 6). Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi. Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi. tetapi tandany berlawanan. Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen.Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) .

Baterai Nikel – Kadmium e. Baterai litium g. Beberapa sel Volta komersial a. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta .☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis. Baterai kering c. makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Baterai kerak oksida f. Baterai alkaline d. Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b. Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.

Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II.1). elektrolit & sumber arus searah 2). Overpotensial a). Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III. komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode. Jenis Elektrode. Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam. apakah innert atau aktif.

An atau grafit maka anode akan teroksidasi. Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : .b). seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi. Jika anode tidak terbuat dari pt. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi. Pt. Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam. Au. 3). Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi.

G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan. dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96. Stoikiometri Reaksi Elektrolisis .Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ). 4).500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya.

Oleh karena 1 mol elektron = 96. selama elektrolisis. sedangkan katode di gunakan tembagamurni. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga.500 coulomb. Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4. Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1). Sel Merkuri b). tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode. Tembaga kotor di jadikan anode.500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb.Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. . Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida. maka dalam it coulomb terdapat it 96. Sel Diafragma 2). Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting. Penggunaan Elektrilisis dalam industri a).500 5).

Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh. sedangkan anode perak terus-menerus larut. Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. 2). Sedangkan anode adalah perak murni. Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar. Pada latode akan terjadi pengendapan perak. . Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat.c). Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino.

Denaturasi protein . Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida. sekitar 6 m 7). Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4). Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). 5).3). Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat.

8). Protein Nutrien 4). Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Protein Kontraktil . setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Penggolongan Protein a. Protein Transport 3). Enzim 2). Berdasarkan Fungsi biologis 1).Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi.

Uji Xantopotreat d). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Protein Pengatur 9).5). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Protein Pertahanan 7). Uji Nintridin b). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Uji Biuret c). Reaksi Pengenalan Protein a). tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Protein Struktur 6). Lemak a. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat.

Hidrogenesi minyak e. kacang-kacangan 2). Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1).b. sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). Hidrolisis 2). Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. Penyabunan 3). Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. keju. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen . susu.

di salut dengan plastik 4.3). Pada peristiwa korosi. Steroid Steroid bukan dari golongan ester. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. melumuri dengan oli atau gembuk 3. logam mengalami oksidasi. sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. Korosi biasa di sebut pengkaratan. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . Mengecat 2. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya.

pintu dan jendela. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). kusen. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. . Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. sebagai berikut : 1). karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. “ REAKSI REDOKS “ 1.5.

3). Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). 4). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor.

Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) .

Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). Contoh soal : 2). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) .4).

kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut.Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi. 3). Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih . maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. oksigen dan hidrogen. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). “ KOLOID “ a. Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. oleh karena itu. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. d. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai.

tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem.besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Menghilangkan muatan koloid . Gerak Brown 3). Sifat-sifat Koloid 1). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). air susu dan lem. Adsorpsi 4). agar-agar yang masih cair dan air teh. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. b. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Efek Tyndall 2). cat dan tinta. Contoh koloid antara lain santan. Adanya Elektrolit 5). misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a).

Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa . Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1). Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a.b).

Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R .1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b. Digunakan sebagai obat bius. c. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) .

lemak dan minyak juga tergolong Es g. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Contoh. Br atau I. Keisomeran . sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Cl. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. f. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer.

2. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. namun berbeda gugus fungsi.struktur dapat berupa keisomeran kerangka. a. Alkohol CnH2n+2O . Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. posisi dan fungsi. 3. 1. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Alkanal dengan Alkanol. mempunyai rumus umum CnH2nO 3). namun rantai induk berbeda. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2).

CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Alkanal. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Jadi. Alkil alkanoat. Asam Alkanoat. d. Halo Alkana. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. CnH2nO2 atau R – COOR g. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. c. Keisomeran Geometris . Alkanon. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e. Alkoksialkana.Mempunyai struktur umum R – OH. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b.

senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ . Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer.Tergolong isomer ruang. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol.

d. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan . Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2.1. eliminasi dan redoks a. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. adisi.

Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam.seterusnya. alkohol sekunder membentuk keton III. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. II. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . atau PXs ( X = Halogen ) c. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b.

Reaksi – Reaksi Eter a. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol . Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata. dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. tetapi tidak membebaskan HCL d. terutama HI 4.e.

52 Titik Didih 78.3 117.Propil Eter Titik Cair .24 34. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.Etil Eter . alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL.Metil Eter .8 ☺Secara kimia. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H.Eter .90 . a. sedangkan eter tidak bereaksi b. 5.122 Titik Didih .116 . yaitu [ Ag (NH3)2 ] b.115 .6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair . sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. Reaksi – Reaksi Aldehida a.7 155. Adisi Hidrogen .140 . Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah.

Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Sifat – Sifat Keton a. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Pembentukan ketala dan hemiketala . sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6.

sedangkan keton bereaksi negatif. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Asam format mempunyai Ka = 1. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Semakin panjang rantai alkilnya. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Asam format adalah yang paling kuat. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) .Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. 8. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. semakin lemah asamnya.8 x 10-4. b. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak.

“Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. b.9. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. misalnya dengan NaOH.

en.4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton .

Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. Jika gugus alkilnya berbeda. Tata nama Alkohol a. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Nama lazim selain nama IUPAC. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter.oat = Asam Karboksilat 1. b. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi.

Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Tata nama IUPAC . Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. 4. Tata nama Alkanon a.a. Tata nama Asam Alkanoat a. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Penulisan sama dengan Alkohol b.

dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. b. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat . pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1.Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat.

Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6. sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – .penomoran dimulai dari salah satu ujung. aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). kloro. fluoro dan iodo .

dan seterusnya . Penumpang tindihan ujung dengan ujung.. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. tri. Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] . Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ).Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen .jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di.

3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. yaitu 3p3. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. Subtitusi pertama . ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma.2. Jadi. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma.

Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d.OH .NHR.a.NH2 .SO3H O . NR2 O ║ . Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c.CHO ║ . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.CR . Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .OR .CO2R .

CO2H . Polimer yang lazim adalah polietilena. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.X : ( Mendeaktifkan ) .NO2 . bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso. Polimerasasi Adisi . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.R ( Alkil ) . Fenoln → Sebagai antiseptik 3. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.CN .NHCR .C6H6 ( Aril ) . “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer.. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1.

RNA Adisi . Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras. seperti H@) dan CH3OH. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Gandum. Penggolongan Polimer 1.Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA.

Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3. contohnya : PVC. Polipropilena. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) . Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2.Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai. pipa Tali plastik. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang..

Karet Alam a. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Getah pohon karet disebut lateks. Berbagai Macam Polimer 1. Proses ini disebut Vulkanisasi. Karet Sintetis a. Digunakan untuk membuat selang oli . sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. b. 2. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format.

c. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. 6. kaos kaki. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. karpet dan lain – lain . digunakan untuk membuat baju “ WOL “. 4. pelapis lantai. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. tali. PVC Untuk membuat pipa. Polipropilena Untuk membuat kalung. botol dan sebagainya 5. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. selang dan sebagainya 7. isolasi.

Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. jala. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 . Incinerasi 3. Susunan terdiri dari karbon. parasut 11. hidrogen dan oksigen. Nilon Membuat tali. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12.9. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Daur ulang 2. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1.

Struktur melingkar b. Mutarotasi 3. Kelarutan dalam air 2. Beberapa Monosakarida 1. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Reduksi c. disakarida dan polisakarida 2. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Konfigurasi monosakarida 1. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida.( H2O )6. Glukosa . Oksidasi 4. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a.

Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Fruktosa 3. Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. Amilum . Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. 4. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Polisakarida a. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Digunakan dalam makanan bayi. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. a. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Maltosa tergolong gula pereduksi c.2.

Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. b. Reaksi pengenalan karbohidrat 1. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. – 4 ). Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin.Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang.000 molekul glukosa c. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . Gula pereduksi.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. 5. 3. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2.

Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. tekanan (untuk reaksi gas). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia.adopsi cahaya dll. misalnya daya hantar listrik. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). . Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M).

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D .. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. tekanan gas. Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc.. 1).( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. a.Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Harga tetapan kesetimbangan ……. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2). Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. a.

Atau Kp = Kc ( RT ) …… c). Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana.. Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen.Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….. Pergeseran kesetimbangan . Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………. e).

Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan.Perubahan suhu. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. dan perubahan Entalpi.Perubahan tekanan . Reaksi Endoterm. antara lain : . A. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. Endoterm. .Perubahan konsentrasi .Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Reaksi Eksoterm. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. * Reaksi Eksoterm. B).Perubahan volum .

H akhir – H awal Atau ΔH <> C). Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. Perubahan Entalpi. . Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula.

. Penulis: abynoel 9 Komentar 1.co. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. 2008 6:14 am ass.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas. 2008 Kategori: Materi Kimia .id Balas 2.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. . Komentar oleh agus on September 20.

.☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. sekitar 6 m 7). lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi.

Berdasarkan Fungsi biologis . Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain.8). Penggolongan Protein a. Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b.

Protein Pertahanan 7). Protein Kontraktil 5). Reaksi Pengenalan Protein a). Protein Pengatur 9). Protein Transport 3). Uji Biuret . Enzim 2).1). Protein Nutrien 4). Uji Nintridin b). Protein Struktur 6).

c). Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Lemak a. Uji Xantopotreat d). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air.

Penyabunan . Hidrolisis 2). Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c.b. sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1).

susu. Steroid . Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3). Hidrogenesi minyak e. keju. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). kacang-kacangan 2).3). Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol.

Korosi biasa di sebut pengkaratan. logam mengalami oksidasi. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. .Steroid bukan dari golongan ester. Pada peristiwa korosi.

☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5.sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. melumuri dengan oli atau gembuk 3. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) . di salut dengan plastik 4. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Mengecat 2. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1.

Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Reaksi Ion . Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang.7. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). kusen. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. “ REAKSI REDOKS “ 1. pintu dan jendela.

atau ion OH.Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5).( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O . Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. 4). Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). sebagai berikut : 1). 3). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai.

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .Contoh Soal : 1).

Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Reaksi Rumus .

Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks.Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). .

Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .Contoh soal : 2).

Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Setarakan Oksigen dan Hidrogen . Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b.Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3).

d. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. oksigen dan hidrogen. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar.c. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. zat semacam gelatia ini kemudian . “ KOLOID “ a. oleh karena itu. 3). Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai.

Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. b. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Contoh koloid antara lain santan. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Sifat-sifat Koloid 1). air susu dan lem.di sebut koloi. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Efek Tyndall . tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. cat dan tinta. agar-agar yang masih cair dan air teh.

dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Adsorpsi 4). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b).2). Penambahan stabilisator koloid . Gerak Brown 3). Menghilangkan muatan koloid b). Adanya Elektrolit 5). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid.

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .☺GUGUS FUNGSI 1).

Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a. Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

c. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Digunakan sebagai obat bius.C – C – OR –X b. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R .

Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. f. lemak dan minyak juga tergolong Es .Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan.

Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Cl. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Contoh. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut.g. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Keisomeran struktur dapat . Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Br atau I. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang.

gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya.berupa keisomeran kerangka. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. posisi dan fungsi. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. namun rantai induk berbeda. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. 3. 1. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. 2. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : . namun berbeda gugus fungsi.

jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) . mempunyai rumus umum CnH2nO 3). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Alkanal dengan Alkanol. Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. Jadi. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2).1). a.

CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi.b. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya . c. Alkoksialkana. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Alkanon. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Alkanal. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. d.

Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. CnH2nO2 atau R – COOR g. Alkil alkanoat. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang. Asam Alkanoat.e. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : . Halo Alkana.

keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator.

dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer.4 gugus yang berbeda. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. adisi. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. eliminasi dan redoks . Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter.

Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil.a. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. d. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi . Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b.

2. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. atau PXs ( X = Halogen ) .

Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. II. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e. alkohol sekunder membentuk keton III. dehiodrasi alkohol . Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.c. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d.

Reaksi – Reaksi Eter a. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. tetapi tidak membebaskan HCL d. terutama HI .jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b.

115 .8 .6 1– Butanol . baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .Propil Eter .3 .4.Etil Eter . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O.122 91 2– .52 155.Metil Eter .140 Etanol .24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78.7 .90 117.116 34. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.

Reaksi – Reaksi Aldehida a. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.Butanol ☺Secara kimia. sedangkan eter tidak bereaksi b. Oksidasi . sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. a. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. 5. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H.

Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida.Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala . sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c.

Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata . Sifat – Sifat Keton a. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida.Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6.

Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7.Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. .

Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.8 x 10-4. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Asam format mempunyai Ka = 1. Semakin panjang rantai alkilnya. 8. Asam format adalah yang paling kuat. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. semakin lemah asamnya. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. . sedangkan keton bereaksi negatif.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut.

b. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Subtitusi .

Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. b. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . misalnya dengan NaOH.

atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua .4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. en.

un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1. Tata nama Alkohol a. Nama IUPAC .

Jika gugus alkilnya berbeda. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). .Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Nama lazim selain nama IUPAC.

Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Tata nama Alkanon a. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Tata nama IUPAC . 4. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter.b. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam.

Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Tata nama Asam Alkanoat . Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Penulisan sama dengan Alkohol b. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1.

Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain . penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2.a. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1.

Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. b. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat . sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya.

Tata nama Haloalkana . sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6.

Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen .Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. fluoro dan iodo . sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . kloro.penomoran dimulai dari salah satu ujung.

. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena.jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. tri.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. Ikatan Sigma dan ikatan PHI . dan seterusnya . maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2.

Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1.Menurut teori ikatan Val. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma . sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. Jadi. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2.

3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 . maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. yaitu 3p3.☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa.

Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. Subtitusi kedua . maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Subtitusi pertama a.☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma.

NH2 .NHCR .NHR.SO3H O .CHO ║ . NR2 O ║ .CO2H .CR .OH .OR .CO2R .Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .

CN .X : ( Mendeaktifkan ) .R ( Alkil ) . bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. . Fenoln → Sebagai antiseptik 3. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.NO2 . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.C6H6 ( Aril ) .. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.

Polimerasasi Kondensasi . Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Polimer yang lazim adalah polietilena. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ).“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2.

Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . seperti H@) dan CH3OH.Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Penggolongan Polimer 1.

Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras. Gandum. RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA.

botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2. Polipropilena. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran . pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik.Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai.

Berbagai Macam Polimer 1. contohnya : PVC. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang.3. Karet Alam . Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus..

Getah pohon karet disebut lateks.a. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Karet Sintetis a. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Polikloroprena ( Neoprena ) . 2. Proses ini disebut Vulkanisasi. b.

Polipropilena Untuk membuat kalung. tali. botol dan sebagainya 5. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. Digunakan untuk membuat selang oli c.Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). 4. Teflon . Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi.

Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik . karpet dan lain – lain 9. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. selang dan sebagainya 7. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. PVC Untuk membuat pipa. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. 6. kaos kaki. pelapis lantai.Banyak yang dipakai sebagai gasket. isolasi.

Plastic Biodegradabel . “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. jala. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Nilon Membuat tali. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. parasut 11. Daur ulang 2. Incinerasi 3.10.

hidrogen dan oksigen. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa . disakarida dan polisakarida 2. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Susunan terdiri dari karbon. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m.“ KARBOHIDRAT “ 1.

Kelarutan dalam air 2. Struktur melingkar b. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Konfigurasi monosakarida 1. Glukosa . Oksidasi 4. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Mutarotasi 3. Reduksi c. Beberapa Monosakarida 1.a.

Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.2. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. a. Fruktosa 3. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Maltosa .

Digunakan dalam makanan bayi. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Polisakarida a. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin.Terdiri atas dua molekul glukosa. 4. Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilosa merupakan polimer rantai kurus . Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju.

000 molekul glukosa c. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. b. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Reaksi pengenalan karbohidrat . 5.yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. – 4 ). sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.

1. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu . Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). 3. Gula pereduksi.

b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi .(detik). Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.

adopsi cahaya dll.Δ [Br 2] Δt = . Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran .Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Laju rata-rata = .[Br2] akhir. kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu.t awal * Hukum Laju Reaksi . misalnya daya hantar listrik.[Br2] mula-mula t akhir. tekanan (untuk reaksi gas).

pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. [ B ]…..Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]…. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B .

Konsentrasi 3).[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1).. Katalisator.laju reaksi 5). 2). Luas permukaan sentuhan. Teori tumbukan. Pembentukan senyawa antara . Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. Suhu……. a). 4).

Keadaan setimbang. A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. Adsopsi. Reaksi bolak-balik. yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. 1). .b). “KESETIMBANGAN KIMIA” A.

Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. . Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Bersifat dinamis. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama.

a. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik .Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :…………………………. yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan.. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. 1). A.

Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A .2). tekanan gas. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. Harga tetapan kesetimbangan ……. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc. a...( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp.

. Atau .. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….

Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin.Kp = Kc ( RT ) …… c). Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. . Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). e).

A.Perubahan volum . Endoterm. antara lain : .Perubahan konsentrasi . Reaksi Eksoterm.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. . “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Perubahan suhu. * Reaksi Eksoterm. dan perubahan Entalpi.Perubahan tekanan .

B). Reaksi Endoterm. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. H akhir – H awal Atau ΔH <> .

maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH).C). Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- . Perubahan Entalpi. Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula.

. 2008 Kategori: Materi Kimia . ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas.zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. Penulis: abynoel .

. 2008 6:14 am ass.9 Komentar 1.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo.id Balas 2. Komentar oleh agus on September 20.co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful