Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

menurut model atom ini. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi.Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. Senyawa Kovalen . Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. 2 ). Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. 1 ). maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak. Sebaliknya. elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. elektron tidak dapat di pastikan tempatnya.

sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2. “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. tetapi karena pengaruh molekul-molekul air. HCL merupakan senyawa kovalen. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat. Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq). Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A. Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) .Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ).

Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. Tumbuhan dan hewan b.jadi. Gas alam dan minyak bumi B. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik. tetapi kelarutan. Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik. mudah larut dalam pelarut polar. . Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. antara lain : a. Batu bara c. Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar.

Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan.Titik lebur & titik didih nonpolar. dengan elektron vol.. 1). antara lain : a. Ikatan rangkap dua 3). Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. Berdasarkan bentuk ranainya : 1). Umumnya relatif rendah. Ikatan rangkap tiga b. Rantai terbuka ( Alifatis) . Mempunyai nomor atom 6. Berdasarkan jumlah ikatan. Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah. Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon. lambat. Ikatan rangkap tunggal 2). karbon C. 4 2.

Hidrokarbon. Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. Rantai tertutup ( siklis ) 3). atom karbon sekunder c). atom karbon primer b). yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. sikloalkana dan aromatis. Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). 2. hidrokarbon di bedakan menjadi 1. atom karbon tersier d). Komposisi minyak bumi . Hirokarbon jenuh. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon.2). yaitu : a). Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam. terutama alkana. atom karbon kuarterner D. di sebut juga sebagai alkana.

4 % Sangat kecil Contoh Alkana. Cirebon ). Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam.1 – 7 % 0. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. yaitu pantai utara jawa (Cepu. Pengelolaan minyak bumi . Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Wonokromo.01 – 0.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0. Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan. Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Siklo Alkana. Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai.01 – 0.9 % 0. Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua). Riau). akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun. Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh.

di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : . Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be. Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. e. B. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. atau mobil dengan BBG b. nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). c.A. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d. Fraksi keempat : di buat menjadi solar.

Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. PH Larutan Asam dan Basa a. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi.a. c. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya . Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. polimerasi. reformasi dan isomerasi b. d. perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon. Alkilasi ( pembentukan alkil).m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ).

Asam kuat. Fosfat H2C2O4 As. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As. Nitrat H2SO4 As. Asam di bedakan menjadi : 1. Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As. Asam lemah. Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As.HF As. Sulfat H3PO4 As. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya . yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan.

Basa di bedakan menjadi : 1. Ba (OH)2 2. misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi.b. Basa kuat. yang di kenal dengan istilah titrasi . dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya. adalah basa yang terionisasi sempurna. misalnya : KOH. basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa. Basa Menurut Arrhenius. NaOH. Nama basa. Basa lemah.

032 L = 0. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen.032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .1 mol L–1 x 0. Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0.asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri. Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0.1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp). ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1.

0016 mol / 0. a.032 mol 2 = 0. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya.02 ml = 0.08 mol L – 1 = 0.08 M. ☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa. A.Jadi. H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0. Komposisi Larutan Penyangga. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) .0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0. Larutan Penyangga.

005 mol Jadi. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0.005 0.01 0.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0.005) b. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.Contoh soal : 1.005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.005 Bereaksi : 0.005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0. ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005 0 0. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH.005 Akhir : 0.

005 Bereaksi : 0.005 Akhir : 0. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.1 M dengan 50 ml larutan HCL 0.005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0.NH4 CL. maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0. . Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ). PH Larutan Penyangga a. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L).01 0.005 mol B.1 M.005 0. Direaksikan : 0. Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0.00% 0 0.

hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah.1 M. Contoh soal : 3. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air.1 M CH3 CooH dan 0.Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C. . jika Ka CH3 CooH = 10–5.

[H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0. .1 mol L–1 x 0.1 mol L–1 x 1L = 0.1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0.1 = 10–5 pH = 5 b. sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0.1 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH.001 Pada penambahan HCL.1 mol HCL yang di tambahkan = 0.1 mol = 0.01 L = 0.

. Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b).099 pH = 5. pH darah relatif tetap di sekitar 7. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a).001) mol = 0. setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0.o11 = 4.1 + 0. Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.Jadi.001) mol = 0.011 – 10-5 0.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0.log 1.1 – 0.995 D. Sistem penyangga karbonat dalam darah.1001 = 1.1001 mol CH3 Coo– = (0.4. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3.

bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam. sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya.Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap. maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa. ☺Hidrolisis A. . maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c). Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh.

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah. 3. akibatnya larutan bersifat basa. Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. 2). Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. 2.1). Jadi. Jadi. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. 3). Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam. Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa.

Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–. maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . Harga pH larutan Garam 1). sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air. sehingga larutan bersifat netral. 4. B. Oleh karena itu.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Kesimpulannya. konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu.

1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2).Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0. Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb .1 M 0.01 M.

Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah.2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 . [H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0.1 M.Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0. maka larutannya bersifat asam.

3). maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb. Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb . Jika diketahui.1 M. maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0.

[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .

Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1). M = n —.V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr. Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan.mol atau M = m . NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml . 1000 V —.

Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20.000 = 0. Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .1 m 2).

H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0. berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2. Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr. berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr. 180) ? Jawab : 1).w = massa zat (gn) Contoh soal : 1. N=14.25 . Co (NH2)2) Urea C = 12. 0 = 16.

Jadi kalai na = adalah zat pelarut. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0.2). Diketahui mr = 180. Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. nb = adalah mol terlarut.76 3). maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 .

2 Xair = 1 – 0.8 = 2:8 Massa air = n . Mr = 8 . Mr = 2 . 180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71. Penurunan tekanan uap ( Δp ) .2 : 0. Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0.43% 504 a).2 Jawab : Xglukosa = 0.2 = 0. 18 = 144gr Massa glukosa = n .Contoh Soal : 1).8 Perbandingan glukosa : air = 0.

☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut . ☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. . po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG. Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut . Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya.

Pada tekanan 1 atm.☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation). Example. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. c). Δb = Larutan – Tb Pelarut. ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan. ☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Δb = kb . Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas. .

Sistem periodik modern. maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. 1. Perkembangan Sistem periodik 1. maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom. Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. . 1. m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan. Sistem Periodik Modeleef. Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf .

golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen .golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah . maka sifat unsur akan berukang secara periodi.golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5. Misalnya : . 2 . yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 . 2 20Ca : 2 .golongan IA disebut dengan golongan Alkali .golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . 8 . 2 12 Mg : 2 . 8 .Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom. 8 . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik. Beberapa golongan di beri nama khusus.

Sifat-Sifat KePeriodikan. 1. 8 . 2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron. Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a).38Sr : 2 . Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A. sedangkan energi ionisasi . Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar. jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom. Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. 18 . 8 . maka jari-jari atomnya makim panjang b). Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1.

Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan.makin besar keelektronegatifan suatu atom. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A. 1. Untuk mencapai kestabilan. . Kestabilan Atom 1. makin nudah menarik pasangan elektron ikatan.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Afinitas elektron. sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron. atau gaya tarik elektron dari atom. Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron.

dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. 8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2. 7 ) (2.Contoh : Atom 17 cl : 2. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B. 8. 8. Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. 7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2. sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. 8. Contoh : . 8.

1 ) Dilambangkan dengan : H. Ikatan Kovalen 1. % ) Dilambangkan dengan : N . 1 17 cl : 2.5 ( Elektron Val. .H : 1 ( Elektron Val.Senyawa NaCl “Na : 2. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1. 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl. 8. 2. 8.membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C. 7N : 2. Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ).

Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa . 6 ) Dilambangkan dengan : O 2. 3). : 2. Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4. beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2). Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen. 4). kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). 3. 1).3.6 ( Elektron Val. Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet. kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan.

misalnya Co dan Bf3. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus. Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. makin polar ikatannya. Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet.tersebut. H2 dan cl2 . Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6. Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama. sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. ikatan kovalen dan ikatan koordinasi. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan. misalnya N2O dan PCls 5. N2.

Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam.7. Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram. Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi. Contoh soal : 1). maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . ”Hukum-hukum dasar kimia” A.

Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2). Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air. senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap. Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. dapat di simpulkan : 1).um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya. pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C.B. Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap. Dari percobaan tersebut. Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado . Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2).

Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil. Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa. . “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul. Berdasarkan hal tersebut. maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana. bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya. 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air. 1). Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia.Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom.

66 44 = 0.27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0.66gr CO2 Hasil pembakaran. Suatu karbon mengandung unsur C. dan O.27gr 18 = 0.29 – ( 0.29gr senyawa itu di peroleh 0. maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2. pada pembakaran 0. H.18 + 0.Contoh : 1).03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0.27gr H2).03 )gr .18gr.66gr CO2 & 0. = 1 x 12 x 0. Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0.

Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi.= 0.18 : 0. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat.05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58.03 : 0.08 12 1 16 = 0.03 : 0. maka. . Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu.015 : 0.08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0. rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2.

Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53.06% Atau. persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53.94)% . berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka.Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27.0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46.

. c). pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b). memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). Reaksi Redoks Spontan. wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1). Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah. maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B. * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a).06% Dari contoh di atas.= 46.

sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode. sedangkan Zn 2+ dalam larutan. Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode. maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4).Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2). sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu. Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam. 3). Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. Untuk menetralkan muatan listrik. sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan.

adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi. 6). Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi. tetapi tandany berlawanan. b). Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) . Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen.Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Potensial elektrode hidrogen = ) volt.

Baterai kerak oksida f. Beberapa sel Volta komersial a. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta . Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b. Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Baterai kering c.☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. Baterai Nikel – Kadmium e. Baterai litium g. Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis. Baterai alkaline d.

apakah innert atau aktif. Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II. Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III. Overpotensial a). Jenis Elektrode. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . elektrolit & sumber arus searah 2). Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I.1). komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode. Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam.

Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). Pt. Au. Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi. Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air. Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : . 3). Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. An atau grafit maka anode akan teroksidasi.b). Jika anode tidak terbuat dari pt. seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi.

Stoikiometri Reaksi Elektrolisis . dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96. G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan.Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ).500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya. 4).

Sel Merkuri b).Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4. Tembaga kotor di jadikan anode. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga. Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida.500 coulomb. . Oleh karena 1 mol elektron = 96. tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode. Penggunaan Elektrilisis dalam industri a). selama elektrolisis. Sel Diafragma 2). sedangkan katode di gunakan tembagamurni. maka dalam it coulomb terdapat it 96. Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting.500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb.500 5). Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1).

Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino. Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar. . Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh. 2). Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Sedangkan anode adalah perak murni. sedangkan anode perak terus-menerus larut. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Pada latode akan terjadi pengendapan perak. Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat.c). Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan.

3). Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida. Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4). Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Denaturasi protein . 5). sekitar 6 m 7).

setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. Berdasarkan Fungsi biologis 1). Penggolongan Protein a. Protein Transport 3).Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Protein Nutrien 4). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. Enzim 2). lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. Protein Kontraktil . Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. 8).

Uji Xantopotreat d). Uji Nintridin b).5). Protein Pengatur 9). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Protein Struktur 6). sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Lemak a. = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Reaksi Pengenalan Protein a). Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Uji Biuret c). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Protein Pertahanan 7).

tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). Penyabunan 3). Hidrogenesi minyak e. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c.b. Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Hidrolisis 2). kacang-kacangan 2). sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen . keju. susu. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh.

salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. melumuri dengan oli atau gembuk 3. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Korosi biasa di sebut pengkaratan. Mengecat 2. logam mengalami oksidasi. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya.3). Pada peristiwa korosi. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. Steroid Steroid bukan dari golongan ester. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. di salut dengan plastik 4.

Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). “ REAKSI REDOKS “ 1. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. pintu dan jendela. kusen. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. . Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. sebagai berikut : 1). Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium.5. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi.

atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . 4). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5).3). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya.

Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2).Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) . Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1).

Contoh soal : 2). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) .4). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5).

Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar.Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. d. Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. oksigen dan hidrogen. oleh karena itu. 3). maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. “ KOLOID “ a. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih .

Adanya Elektrolit 5). tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Efek Tyndall 2). misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Menghilangkan muatan koloid . Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem.besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Contoh koloid antara lain santan. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. cat dan tinta. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. agar-agar yang masih cair dan air teh. Gerak Brown 3). air susu dan lem. b. Adsorpsi 4). Sifat-sifat Koloid 1). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid.

Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa . Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1).b). Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a.

Digunakan sebagai obat bius. c. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R .1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut.

Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Contoh.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. lemak dan minyak juga tergolong Es g. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. Keisomeran . Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Cl. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. f. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Br atau I.

Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. 2. Alkohol CnH2n+2O . 1. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya.struktur dapat berupa keisomeran kerangka. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). posisi dan fungsi. Alkanal dengan Alkanol. a. namun berbeda gugus fungsi. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. mempunyai rumus umum CnH2nO 3). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. 3. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. namun rantai induk berbeda.

CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b. Asam Alkanoat. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e. Keisomeran Geometris . c. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Jadi. CnH2nO2 atau R – COOR g. Alkil alkanoat.Mempunyai struktur umum R – OH. Alkoksialkana. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. Halo Alkana. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. d. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Alkanal. Alkanon.

Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ . Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi.Tergolong isomer ruang. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi.

atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan . eliminasi dan redoks a. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. d. adisi.1. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen.

reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol.seterusnya. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . alkohol sekunder membentuk keton III. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. II. atau PXs ( X = Halogen ) c.

Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol . Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Reaksi – Reaksi Eter a. terutama HI 4. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.e. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. tetapi tidak membebaskan HCL d.

52 Titik Didih 78.24 34. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia.Propil Eter Titik Cair .Metil Eter . Reaksi – Reaksi Aldehida a.140 . yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. sedangkan eter tidak bereaksi b. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali.Etil Eter . a. Adisi Hidrogen .3 117.122 Titik Didih . Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL.6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair . alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida. 5. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL.115 .7 155.90 .8 ☺Secara kimia. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks.116 .Eter .

Pembentukan ketala dan hemiketala . Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Sifat – Sifat Keton a.

sedangkan keton bereaksi negatif. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) .Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Asam format mempunyai Ka = 1. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Asam format adalah yang paling kuat. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. semakin lemah asamnya. 8.8 x 10-4. b. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Semakin panjang rantai alkilnya.

9. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. b. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. misalnya dengan NaOH. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat.

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. en. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton .

Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Tata nama Alkohol a. Jika gugus alkilnya berbeda. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. b. Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ).oat = Asam Karboksilat 1. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. Nama lazim selain nama IUPAC.

Penulisan sama dengan Alkohol b. Tata nama IUPAC . 4. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Tata nama Alkanon a. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Tata nama Asam Alkanoat a. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b.a. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5.

b. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat . penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat.Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3.

penomoran dimulai dari salah satu ujung. Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . fluoro dan iodo .rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. kloro. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6.

jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena..jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val.Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. tri. dan seterusnya . maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2.

maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Jadi.2. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. yaitu 3p3. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. Subtitusi pertama . maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi.

OR .OH .CO2R .NHR.a.NH2 . Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.CHO ║ . Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c.SO3H O .CR . Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. NR2 O ║ . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.

polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5. Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1.NHCR . Polimer yang lazim adalah polietilena.NO2 . bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2.C6H6 ( Aril ) . Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.. “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul.X : ( Mendeaktifkan ) .CO2H . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.CN . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. Polimerasasi Adisi .NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1.R ( Alkil ) . Fenoln → Sebagai antiseptik 3.

Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras. RNA Adisi . Penggolongan Polimer 1. seperti H@) dan CH3OH. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Gandum. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2.

Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Polipropilena. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. pipa Tali plastik. contohnya : PVC. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) .Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai.. botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang.

Proses ini disebut Vulkanisasi. Berbagai Macam Polimer 1.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. b. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Digunakan untuk membuat selang oli . Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Karet Alam a. 2. Getah pohon karet disebut lateks. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Karet Sintetis a.

pelapis lantai. 4. tali. karpet dan lain – lain . kaos kaki. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. botol dan sebagainya 5. selang dan sebagainya 7. isolasi. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. 6. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. PVC Untuk membuat pipa. Polipropilena Untuk membuat kalung.c. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor.

Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. jala. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Incinerasi 3. Nilon Membuat tali. parasut 11. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. hidrogen dan oksigen.9. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1. Susunan terdiri dari karbon. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Daur ulang 2. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 . Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring.

Sifat –Sifat Monosakarida 1. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Beberapa Monosakarida 1. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a. Kelarutan dalam air 2. Mutarotasi 3. Glukosa . Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. nama lain karbohidrat adalah sakarida.( H2O )6. Oksidasi 4. Struktur melingkar b. Konfigurasi monosakarida 1. Reduksi c. disakarida dan polisakarida 2.

Polisakarida a. a. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Digunakan dalam makanan bayi. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.2. Amilum . Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. Fruktosa 3. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. 4. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Maltosa tergolong gula pereduksi c.

Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Reaksi pengenalan karbohidrat 1.Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. 3. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1.000 molekul glukosa c. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. b. Gula pereduksi.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . – 4 ). 5.

a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. . tekanan (untuk reaksi gas). Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran .adopsi cahaya dll. misalnya daya hantar listrik.

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2).Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap.( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. 1). Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D . Harga tetapan kesetimbangan ……. sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. a... Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc. tekanan gas. a. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang.

Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….. e).. Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………. Pergeseran kesetimbangan . Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Atau Kp = Kc ( RT ) …… c).

.Perubahan tekanan .Perubahan suhu. Reaksi Eksoterm. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. Endoterm. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. dan perubahan Entalpi. Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. B). Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. * Reaksi Eksoterm.Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi.Perubahan volum . A. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Reaksi Endoterm. antara lain : .Perubahan konsentrasi .

Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. . maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. Perubahan Entalpi. H akhir – H awal Atau ΔH <> C). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi.

*Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.id Balas 2. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. Penulis: abynoel 9 Komentar 1.co. 2008 6:14 am ass.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. 2008 Kategori: Materi Kimia .bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. Komentar oleh agus on September 20. . .

Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat.☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. . Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. sekitar 6 m 7).

Penggolongan Protein a. Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b.8). Berdasarkan Fungsi biologis . Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain.

Protein Struktur 6). Reaksi Pengenalan Protein a). Enzim 2). Uji Biuret . Uji Nintridin b). Protein Transport 3).1). Protein Pertahanan 7). Protein Pengatur 9). Protein Kontraktil 5). Protein Nutrien 4).

Lemak a. Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran.c). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Uji Xantopotreat d). tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat.

Penyabunan . sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c.b. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Hidrolisis 2). Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh.

Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. kacang-kacangan 2). tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. keju. Steroid . Hidrogenesi minyak e. susu. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3).3).

tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Pada peristiwa korosi. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol.Steroid bukan dari golongan ester. Korosi biasa di sebut pengkaratan. . Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. logam mengalami oksidasi. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki.

☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. melumuri dengan oli atau gembuk 3. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) . karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. di salut dengan plastik 4. Mengecat 2.sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5.

“ REAKSI REDOKS “ 1. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet.7. Reaksi Ion . Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. kusen. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). pintu dan jendela.

4). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). 3).( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5).Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). sebagai berikut : 1). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O . atau ion OH.

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .Contoh Soal : 1).

Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Reaksi Rumus .

Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). . Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3).Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1).

Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .Contoh soal : 2).

Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Setarakan Oksigen dan Hidrogen .

Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. d. zat semacam gelatia ini kemudian . oleh karena itu. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi.c. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. 3). oksigen dan hidrogen. “ KOLOID “ a. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya.

Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm.di sebut koloi. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. agar-agar yang masih cair dan air teh. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. Contoh koloid antara lain santan. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Sifat-sifat Koloid 1). Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. b. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Efek Tyndall . cat dan tinta. air susu dan lem.

Gerak Brown 3). Adsorpsi 4). dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Menghilangkan muatan koloid b). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Penambahan stabilisator koloid .2). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Adanya Elektrolit 5). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid.

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .☺GUGUS FUNGSI 1).

Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a.

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

c. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Digunakan sebagai obat bius. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R .C – C – OR –X b. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ).

Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. f. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. lemak dan minyak juga tergolong Es . suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e.

Br atau I. Keisomeran struktur dapat . Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Cl. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin.g. Contoh. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur.

Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : . Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. posisi dan fungsi. namun berbeda gugus fungsi. namun rantai induk berbeda.berupa keisomeran kerangka. 3. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. 1. 2. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul.

mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Alkanal dengan Alkanol. Jadi. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) . Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. a. mempunyai rumus umum CnH2nO 3).1). Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu.

Alkoksialkana. Alkanon. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil.b. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya . d. c. Alkanal.

e. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : . mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Halo Alkana. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. CnH2nO2 atau R – COOR g. Asam Alkanoat. Alkil alkanoat.

Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi.

Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. adisi. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter.4 gugus yang berbeda. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1. eliminasi dan redoks . Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi.

a. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. d. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi .

2. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. atau PXs ( X = Halogen ) . subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a.

dehiodrasi alkohol . alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.c. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. II. alkohol sekunder membentuk keton III. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e.

terutama HI . Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. tetapi tidak membebaskan HCL d. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c.jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Reaksi – Reaksi Eter a.

baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .8 .24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78.4.52 155.6 1– Butanol .116 34.115 .90 117.7 .Etil Eter .122 91 2– .Propil Eter . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O.3 .Metil Eter . tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.140 Etanol .

alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. sedangkan eter tidak bereaksi b. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.Butanol ☺Secara kimia. a. 5. Reaksi – Reaksi Aldehida a. Oksidasi .

Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala .

sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Sifat – Sifat Keton a.Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata .

Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. .Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder.

Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Semakin panjang rantai alkilnya. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Asam alkanoat merupakan asam lemah. . semakin lemah asamnya. Asam format mempunyai Ka = 1. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. sedangkan keton bereaksi negatif. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Asam format adalah yang paling kuat. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun.8 x 10-4.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. 8.

Subtitusi .b. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9.

Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. misalnya dengan NaOH. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . b.

atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua . en.4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an.

Tata nama Alkohol a. Nama IUPAC .un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1.

maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Jika gugus alkilnya berbeda. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). . Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a.Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Nama lazim selain nama IUPAC.

Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Tata nama IUPAC . yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter.b. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. 4. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Tata nama Alkanon a. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a.

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Tata nama Asam Alkanoat . Penulisan sama dengan Alkohol b.Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5.

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2.a. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain .

Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat . sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. b.

sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – .5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Tata nama Haloalkana . Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.

Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen .rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen .Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen.Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .penomoran dimulai dari salah satu ujung. kloro. fluoro dan iodo . sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .

maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. dan seterusnya .jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. tri. Ikatan Sigma dan ikatan PHI . Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena..

Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma . sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2.Menurut teori ikatan Val. Jadi. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Penumpang tindihan ujung dengan ujung.

maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 . yaitu 3p3.☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa.

☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Subtitusi kedua . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Subtitusi pertama a.

Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .CHO ║ .NHR.OH .OR .CO2R .CR .SO3H O .NH2 .CO2H .NHCR . NR2 O ║ .

X : ( Mendeaktifkan ) .R ( Alkil ) . . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.C6H6 ( Aril ) . Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2.NO2 . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Fenoln → Sebagai antiseptik 3..CN . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.

“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Polimerasasi Kondensasi . Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Polimer yang lazim adalah polietilena. Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap.

Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Penggolongan Polimer 1. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. seperti H@) dan CH3OH.

RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . Gandum.Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras. Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA.

Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran .Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai. botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2. Polipropilena.

contohnya : PVC.. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Karet Alam . Berbagai Macam Polimer 1.3. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya.

a. Getah pohon karet disebut lateks. Proses ini disebut Vulkanisasi. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. b. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Polikloroprena ( Neoprena ) . Karet Sintetis a. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. 2.

Polipropilena Untuk membuat kalung. Teflon . Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. Digunakan untuk membuat selang oli c. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). botol dan sebagainya 5. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor.Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. tali. 4.

kaos kaki. PVC Untuk membuat pipa.Banyak yang dipakai sebagai gasket. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik . pelapis lantai. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. selang dan sebagainya 7. 6. isolasi. karpet dan lain – lain 9. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. digunakan untuk membuat baju “ WOL “.

parasut 11.10. Plastic Biodegradabel . Daur ulang 2. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Incinerasi 3. jala. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Nilon Membuat tali.

Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. disakarida dan polisakarida 2. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa . Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. hidrogen dan oksigen. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida.“ KARBOHIDRAT “ 1. Susunan terdiri dari karbon. nama lain karbohidrat adalah sakarida.

Sifat –Sifat Monosakarida 1. Glukosa . Kelarutan dalam air 2. Beberapa Monosakarida 1. Reduksi c. Konfigurasi monosakarida 1.a. Mutarotasi 3. Oksidasi 4. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Struktur melingkar b.

2. a. Fruktosa 3. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Maltosa . Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.

Digunakan dalam makanan bayi. Maltosa tergolong gula pereduksi c. 4. Polisakarida a. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin.Terdiri atas dua molekul glukosa. Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilosa merupakan polimer rantai kurus . Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa.

Reaksi pengenalan karbohidrat . 5.yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. – 4 ). b. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.000 molekul glukosa c. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1.

yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu . Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. Gula pereduksi.1. 3. Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M).

b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi . Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.(detik).

Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu.[Br2] akhir. misalnya daya hantar listrik.adopsi cahaya dll. Laju rata-rata = .Δ [Br 2] Δt = . tekanan (untuk reaksi gas).t awal * Hukum Laju Reaksi .[Br2] mula-mula t akhir.

Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B . Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]….. pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi.Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi. [ B ]….

4). a). 2). Pembentukan senyawa antara . Teori tumbukan. Suhu……. Katalisator. Luas permukaan sentuhan..laju reaksi 5). Konsentrasi 3).[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu.

A. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Adsopsi. . Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. 1). Reaksi bolak-balik. Keadaan setimbang.b). yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ).

Bersifat dinamis. 2). Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama. . Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen.Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan.

Makna Harga Tetapan Kesetimbangan.Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya.. 1). Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :…………………………. a. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik . Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan. A. yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap.

( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. Harga tetapan kesetimbangan …….. tekanan gas. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A .2). Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc.. a. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp.

. Atau .. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….

e). Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. .Kp = Kc ( RT ) …… c). Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi.

* Reaksi Eksoterm.Perubahan suhu. Endoterm.Perubahan tekanan . . Reaksi Eksoterm. dan perubahan Entalpi. antara lain : . A.Perubahan volum .Perubahan konsentrasi . “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan.

H akhir – H awal Atau ΔH <> . B). Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku.Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. Reaksi Endoterm. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.

C). Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. Perubahan Entalpi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- .

.zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. 2008 Kategori: Materi Kimia . *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. Penulis: abynoel .

2008 6:14 am ass.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. .id Balas 2. Komentar oleh agus on September 20.9 Komentar 1.co.