Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

1 ). sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak.Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Sebaliknya. Senyawa Kovalen . elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron. Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. menurut model atom ini. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. elektron tidak dapat di pastikan tempatnya. 2 ).

sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2. Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat.Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ). HCL merupakan senyawa kovalen. Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) . HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq). Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. tetapi karena pengaruh molekul-molekul air.

Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. Batu bara c. Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan.Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. Tumbuhan dan hewan b. sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik. tetapi kelarutan. Gas alam dan minyak bumi B. .jadi. mudah larut dalam pelarut polar. Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar. antara lain : a.

karbon C. Ikatan rangkap dua 3). Mempunyai nomor atom 6. Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. Ikatan rangkap tiga b. Rantai terbuka ( Alifatis) . Umumnya relatif rendah. Berdasarkan bentuk ranainya : 1). 4 2. Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan. Ikatan rangkap tunggal 2).. lambat. 1). antara lain : a. dengan elektron vol. Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah. Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon.Titik lebur & titik didih nonpolar. Berdasarkan jumlah ikatan.

yaitu : a). Hirokarbon jenuh. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon. 2.2). atom karbon sekunder c). Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. Hidrokarbon. Komposisi minyak bumi . atom karbon kuarterner D. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. Rantai tertutup ( siklis ) 3). Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). hidrokarbon di bedakan menjadi 1. yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam. atom karbon primer b). di sebut juga sebagai alkana. terutama alkana. atom karbon tersier d). sikloalkana dan aromatis.

Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua). Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh.4 % Sangat kecil Contoh Alkana.01 – 0. Siklo Alkana. Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0. Wonokromo. Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai. Pengelolaan minyak bumi . Riau). Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati.1 – 7 % 0.9 % 0.01 – 0. akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun. yaitu pantai utara jawa (Cepu. Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan. Cirebon ). Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui.

c. nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. B. atau mobil dengan BBG b. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Fraksi keempat : di buat menjadi solar. pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. e. teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d. pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : . Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be.A.

PH Larutan Asam dan Basa a. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi. polimerasi.a. c. reformasi dan isomerasi b. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. Alkilasi ( pembentukan alkil). d.m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya . Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.

Sulfat H3PO4 As. Asam lemah. Asam kuat. Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As.HF As. yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Asam di bedakan menjadi : 1. Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As. Fosfat H2C2O4 As. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As. Nitrat H2SO4 As. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya . Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As.

yang di kenal dengan istilah titrasi . misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. Basa kuat. Basa lemah. adalah basa yang terionisasi sempurna. dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya. basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa. Ba (OH)2 2. misalnya : KOH.b. Basa Menurut Arrhenius. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi. NaOH. Basa di bedakan menjadi : 1. Nama basa.

Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0.032 L = 0. Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0.032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .1 mol L–1 x 0.1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp).asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri. ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen.

Komposisi Larutan Penyangga. H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0.Jadi.08 M.0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0.0016 mol / 0. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) . Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya. Larutan Penyangga.08 mol L – 1 = 0. ☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa.02 ml = 0.032 mol 2 = 0. A. a.

005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0.005) b.005 0.005 mol Jadi. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.005 Akhir : 0. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH.Contoh soal : 1.01 0.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0.005 0 0.005 Bereaksi : 0. ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.

1 M.NH4 CL.005 mol B. maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0. . Direaksikan : 0.005 0. Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0.1 M dengan 50 ml larutan HCL 0.01 0. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L).005 Bereaksi : 0.005 Akhir : 0. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.00% 0 0. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2. PH Larutan Penyangga a.005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ).

jika Ka CH3 CooH = 10–5. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0. .Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b.1 M. hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0. Contoh soal : 3. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah. Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C.1 M CH3 CooH dan 0. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air.

1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0.1 = 10–5 pH = 5 b. . sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL. [H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH.1 mol = 0.1 mol L–1 x 0.01 L = 0.1 0.1 mol HCL yang di tambahkan = 0.001 Pada penambahan HCL.1 mol L–1 x 1L = 0.

Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b). Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel.1 – 0. Sistem penyangga karbonat dalam darah.099 pH = 5.4.Jadi. pH darah relatif tetap di sekitar 7. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH.1001 = 1. setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0.1001 mol CH3 Coo– = (0. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a).011 – 10-5 0.001) mol = 0. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3.001) mol = 0. .log 1.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0.o11 = 4.1 + 0.995 D.

Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. . maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c). Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. ☺Hidrolisis A. sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam.Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap. Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya. maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa.

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. Jadi. Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam.1). akibatnya larutan bersifat basa. Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air. garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa. Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam. Jadi. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . 2. 3. 2). 3).

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . Oleh karena itu.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. sehingga larutan bersifat netral. Harga pH larutan Garam 1). maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk. konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air. garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Kesimpulannya. B. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–. 4.

1 M 0.1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.01 M.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2). Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb . Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0.Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0.

Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0. maka larutannya bersifat asam.1 M. Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah. [H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0.2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 .

Jika diketahui. maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0.3). maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb.1 M. Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb . Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb.

5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.

mol atau M = m . M = n —. Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan. NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml .Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1).V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr. 1000 V —.

Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20.000 = 0.1 m 2).

w = massa zat (gn) Contoh soal : 1. H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0. Co (NH2)2) Urea C = 12.25 . berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr. berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2. Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr. 0 = 16. N=14. 180) ? Jawab : 1).

nb = adalah mol terlarut. Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan.76 3).2). maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 . Diketahui mr = 180. Jadi kalai na = adalah zat pelarut. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0.

Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0. Penurunan tekanan uap ( Δp ) . Mr = 2 .2 = 0. 180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71.2 Xair = 1 – 0.43% 504 a).8 Perbandingan glukosa : air = 0.2 : 0.2 Jawab : Xglukosa = 0. Mr = 8 . 18 = 144gr Massa glukosa = n .8 = 2:8 Massa air = n .Contoh Soal : 1).

☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut . . Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. ☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut . Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG.

☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation). air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. Example. Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. Δb = kb . c). Pada tekanan 1 atm. ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan. m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas. Δb = Larutan – Tb Pelarut. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. . ☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut.

m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. . maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf . maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. 1. Perkembangan Sistem periodik 1. maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan. Sistem Periodik Modeleef. Sistem periodik modern. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom. 1.

maka sifat unsur akan berukang secara periodi. 8 .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5. 8 .golongan IA disebut dengan golongan Alkali . 8 . 2 20Ca : 2 .golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah . 2 12 Mg : 2 . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik.golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . Misalnya : . 2 . Beberapa golongan di beri nama khusus.Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom.golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen . yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 .

1. maka jari-jari atomnya makim panjang b). sedangkan energi ionisasi . jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar. 18 . 8 . 2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron. Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a). Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1. 8 . Sifat-Sifat KePeriodikan. Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A.38Sr : 2 . Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom.

Afinitas elektron. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron. Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan. Kestabilan Atom 1. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. Untuk mencapai kestabilan.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. . makin nudah menarik pasangan elektron ikatan. 1. Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1.makin besar keelektronegatifan suatu atom. sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron. atau gaya tarik elektron dari atom.

8. 7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2. 8. sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. 8. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2. 8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2. 7 ) (2.Contoh : Atom 17 cl : 2. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. Contoh : . Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. 8.

1 17 cl : 2. 7N : 2. % ) Dilambangkan dengan : N .Senyawa NaCl “Na : 2. . 8. Ikatan Kovalen 1. 2. 1 ) Dilambangkan dengan : H. 8. Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ).H : 1 ( Elektron Val. 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl.5 ( Elektron Val. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1.membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C.

4).6 ( Elektron Val. 1). : 2. 3. Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4. Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. 6 ) Dilambangkan dengan : O 2. 3). beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet. Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2). Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan. kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa .3. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen.

Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6. H2 dan cl2 . Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2.tersebut. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet. Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus. misalnya Co dan Bf3. misalnya N2O dan PCls 5. N2. sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya. makin polar ikatannya. Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion. ikatan kovalen dan ikatan koordinasi. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama. Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan.

Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida. Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram. Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. ”Hukum-hukum dasar kimia” A. maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . Contoh soal : 1). Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi.7.

Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air. Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya. pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C. Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap.B. Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2).um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado . dapat di simpulkan : 1). Dari percobaan tersebut. Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2).

bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia. Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil. 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air. . Berdasarkan hal tersebut. “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul.Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom. Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa. 1). maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana.

03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0.29 – ( 0.18gr.27gr 18 = 0. H. pada pembakaran 0.27gr H2).66gr CO2 Hasil pembakaran. Suatu karbon mengandung unsur C.66 44 = 0. Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2.03 )gr . maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0.66gr CO2 & 0.Contoh : 1).27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0. = 1 x 12 x 0.29gr senyawa itu di peroleh 0.18 + 0. dan O.

05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58.03 : 0.015 : 0. Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat. maka.08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0. . Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi. rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu.= 0.18 : 0.08 12 1 16 = 0.03 : 0.

persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46. berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka.0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol.94)% .06% Atau. Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53.Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27.

* Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a). maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B. Reaksi Redoks Spontan.= 46.06% Dari contoh di atas. Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah. . pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b). memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). c). wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1).

Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4). sedangkan Zn 2+ dalam larutan. Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam. 3). Untuk menetralkan muatan listrik. Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu. sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode. Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode.Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2). Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan.

Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen. Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) . 6). adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi. Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi.Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). Potensial elektrode hidrogen = ) volt. tetapi tandany berlawanan. Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. b).

Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis. Beberapa sel Volta komersial a. Baterai kerak oksida f. Baterai Nikel – Kadmium e. Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta . Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Baterai kering c.☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. Baterai litium g. Baterai alkaline d.

Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam. Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III. Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I.1). Overpotensial a). Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . Jenis Elektrode. komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode. Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit. apakah innert atau aktif. elektrolit & sumber arus searah 2).

An atau grafit maka anode akan teroksidasi. seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi. Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi. Pt. Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). 3).b). Au. atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : . Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam. Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. Jika anode tidak terbuat dari pt.

Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ). dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96. G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan.500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya. Stoikiometri Reaksi Elektrolisis . 4).

Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4.Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. selama elektrolisis. Oleh karena 1 mol elektron = 96. sedangkan katode di gunakan tembagamurni. . maka dalam it coulomb terdapat it 96. Penggunaan Elektrilisis dalam industri a). Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1). Sel Diafragma 2). tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode.500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb. Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting. Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida.500 5). Tembaga kotor di jadikan anode. Sel Merkuri b).500 coulomb. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga.

Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode. Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino. . Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat. sedangkan anode perak terus-menerus larut. 2). Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh.c). Sedangkan anode adalah perak murni. Pada latode akan terjadi pengendapan perak. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar.

Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida. Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4). Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Denaturasi protein .3). sekitar 6 m 7). 5).

Protein Transport 3). Protein Nutrien 4). Berdasarkan Fungsi biologis 1). Enzim 2). Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. 8). Penggolongan Protein a. Protein Kontraktil .Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi.

Uji Nintridin b). Protein Pengatur 9). Protein Pertahanan 7). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). Reaksi Pengenalan Protein a). Protein Struktur 6). Uji Xantopotreat d). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya .5). Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Uji Biuret c). sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. Lemak a.

keju. Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. susu. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen . Hidrogenesi minyak e. Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). kacang-kacangan 2). Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Penyabunan 3). Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c.b. Hidrolisis 2).

sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. di salut dengan plastik 4. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. Korosi biasa di sebut pengkaratan. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. melumuri dengan oli atau gembuk 3. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Mengecat 2. Pada peristiwa korosi.3). stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. Steroid Steroid bukan dari golongan ester. logam mengalami oksidasi.

kusen. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. pintu dan jendela. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. sebagai berikut : 1). Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk.5. “ REAKSI REDOKS “ 1. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. .

Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor.3). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1). Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6). 4).

Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) .Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2).

Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) . Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Contoh soal : 2).4). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5).

Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). oleh karena itu. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih . Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi. 3). “ KOLOID “ a. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. oksigen dan hidrogen. d. Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai.

Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). agar-agar yang masih cair dan air teh. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. air susu dan lem. Gerak Brown 3). Efek Tyndall 2).besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. cat dan tinta. Menghilangkan muatan koloid . b. Adsorpsi 4). Adanya Elektrolit 5). Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Sifat-sifat Koloid 1). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Contoh koloid antara lain santan.

b). Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa . Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a. Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1).

Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . c. Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . Digunakan sebagai obat bius. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ).1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b.

suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Br atau I. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. lemak dan minyak juga tergolong Es g. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. f. Cl. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Keisomeran . Contoh. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer.

mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Alkohol CnH2n+2O .struktur dapat berupa keisomeran kerangka. 3. namun rantai induk berbeda. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. 2. Alkanal dengan Alkanol. a. 1. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. namun berbeda gugus fungsi. posisi dan fungsi. mempunyai rumus umum CnH2nO 3).

Mempunyai struktur umum R – OH. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. Jadi. CnH2nO2 atau R – COOR g. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. Alkoksialkana. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. Alkil alkanoat. Alkanon. Keisomeran Geometris . Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. Alkanal. Asam Alkanoat. d. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Halo Alkana. c. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil.

mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ .Tergolong isomer ruang. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer.

Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2.1. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. eliminasi dan redoks a. adisi. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. d. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan .

subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. alkohol sekunder membentuk keton III. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b.seterusnya. II. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. atau PXs ( X = Halogen ) c. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.

reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. tetapi tidak membebaskan HCL d. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.e. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol . terutama HI 4. Reaksi – Reaksi Eter a.

90 . sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali.7 155. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H.24 34.52 Titik Didih 78.122 Titik Didih .116 . Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida.Metil Eter . Reaksi – Reaksi Aldehida a.Eter . Adisi Hidrogen . alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah.8 ☺Secara kimia.Propil Eter Titik Cair . Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia.115 . sedangkan eter tidak bereaksi b. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. a.6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair . alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL.Etil Eter .3 117.140 . 5. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL.

Sifat – Sifat Keton a.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Pembentukan ketala dan hemiketala . Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c.

Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Asam format mempunyai Ka = 1. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) . Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.8 x 10-4. semakin lemah asamnya. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. b. 8. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Asam format adalah yang paling kuat. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Semakin panjang rantai alkilnya. sedangkan keton bereaksi negatif.Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat.

b. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. misalnya dengan NaOH.9. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop .

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton . en.

b. Jika gugus alkilnya berbeda.oat = Asam Karboksilat 1. Nama lazim selain nama IUPAC. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Tata nama Alkohol a. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi.

Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Penulisan sama dengan Alkohol b. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. 4. Tata nama IUPAC .a. Tata nama Alkanon a. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Tata nama Asam Alkanoat a. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3.

sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya.Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. b. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat .

Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6. kloro.penomoran dimulai dari salah satu ujung. fluoro dan iodo . sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.

Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1.. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ).Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. dan seterusnya . ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. tri.jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di.

ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1.2. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Subtitusi pertama . Jadi. yaitu 3p3.

CHO ║ . Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c.SO3H O . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.OR .NHR.OH . NR2 O ║ . Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .a.CR . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d.NH2 .CO2R .

NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5. Polimerasasi Adisi . Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.X : ( Mendeaktifkan ) .C6H6 ( Aril ) .CO2H . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul.CN . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.R ( Alkil ) . Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Polimer yang lazim adalah polietilena.. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2.NHCR . polistirena dan polivinilklorida ( PVC ).NO2 . Fenoln → Sebagai antiseptik 3.

Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. seperti H@) dan CH3OH. Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil.Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Gandum. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA. Penggolongan Polimer 1. RNA Adisi . Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras.

Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang.. contohnya : PVC. pipa Tali plastik. botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) . Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena.Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai. Polipropilena. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang.

Berbagai Macam Polimer 1. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Proses ini disebut Vulkanisasi. Karet Sintetis a. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. b. Digunakan untuk membuat selang oli . Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Karet Alam a. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. 2.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Getah pohon karet disebut lateks. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b.

isolasi. karpet dan lain – lain . 6. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. tali. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. kaos kaki. selang dan sebagainya 7. 4. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). pelapis lantai.c. Polipropilena Untuk membuat kalung. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. botol dan sebagainya 5. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. PVC Untuk membuat pipa.

jala. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 .9. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. hidrogen dan oksigen. Nilon Membuat tali. parasut 11. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. Daur ulang 2. Incinerasi 3. Susunan terdiri dari karbon.

( H2O )6. Glukosa . Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Konfigurasi monosakarida 1. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Oksidasi 4. Kelarutan dalam air 2. disakarida dan polisakarida 2. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Beberapa Monosakarida 1. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Struktur melingkar b. Reduksi c. Mutarotasi 3. Sifat –Sifat Monosakarida 1.

Digunakan dalam makanan bayi.2. a. Amilum . Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Polisakarida a. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Fruktosa 3. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. 4. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida.

Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Reaksi pengenalan karbohidrat 1. 5. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. 3.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. Gula pereduksi. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2.000 molekul glukosa c. b. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. – 4 ). yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang.

a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. tekanan (untuk reaksi gas). Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia.adopsi cahaya dll. misalnya daya hantar listrik. Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). . Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran .

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

a. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang.. Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc.. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )….( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. Harga tetapan kesetimbangan …….Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. 1). sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. a. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2). tekanan gas. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D .

Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. e). Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:…………………. Atau Kp = Kc ( RT ) …… c). Pergeseran kesetimbangan ... Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d).

Perubahan suhu. antara lain : . “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. * Reaksi Eksoterm. A. .Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. B). maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Endoterm.Perubahan tekanan .Perubahan konsentrasi . Reaksi Endoterm. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan.Perubahan volum . dan perubahan Entalpi. Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. Reaksi Eksoterm.

maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. . Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. H akhir – H awal Atau ΔH <> C).Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. Perubahan Entalpi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.

. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. 2008 Kategori: Materi Kimia . 2008 6:14 am ass. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.co. Komentar oleh agus on September 20.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. Penulis: abynoel 9 Komentar 1.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. .id Balas 2.

lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. . Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat.☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. sekitar 6 m 7). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli.

Penggolongan Protein a.8). ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Berdasarkan Fungsi biologis . Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain.

Protein Kontraktil 5). Protein Nutrien 4). Protein Pengatur 9). Enzim 2). Protein Transport 3).1). Protein Pertahanan 7). Uji Biuret . Protein Struktur 6). Reaksi Pengenalan Protein a). Uji Nintridin b).

Lemak a. Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran.c). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Uji Xantopotreat d). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat.

sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Hidrolisis 2). Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh.b. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). Penyabunan . Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c.

Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. keju.3). susu. Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. Hidrogenesi minyak e. Steroid . tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). kacang-kacangan 2). sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3).

Pada peristiwa korosi. Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. Korosi biasa di sebut pengkaratan. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. .Steroid bukan dari golongan ester. logam mengalami oksidasi. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu.

Mengecat 2. Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) . ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat.sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. melumuri dengan oli atau gembuk 3. di salut dengan plastik 4. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6.

“ REAKSI REDOKS “ 1. pintu dan jendela. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. kusen. Reaksi Ion .7.

Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). 4). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. 3).( Dalam Suasana Basa ) 6). atau ion OH. Setarakan atom H dengan menambahkan H2O . Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ).Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. sebagai berikut : 1).

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .Contoh Soal : 1).

Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Reaksi Rumus .

Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ).Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). .

Contoh soal : 2). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .

Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1).Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Setarakan Oksigen dan Hidrogen . Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a.

oleh karena itu. d. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. 3). zat semacam gelatia ini kemudian . “ KOLOID “ a. oksigen dan hidrogen.c. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut.

Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Efek Tyndall . Sifat-sifat Koloid 1). Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. air susu dan lem. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. b.di sebut koloi. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. cat dan tinta. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. agar-agar yang masih cair dan air teh. Contoh koloid antara lain santan.

Adanya Elektrolit 5). Menghilangkan muatan koloid b). Penambahan stabilisator koloid . Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Adsorpsi 4).2). dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. Gerak Brown 3).

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .☺GUGUS FUNGSI 1).

Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a. Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . c. Digunakan sebagai obat bius.C – C – OR –X b.

lemak dan minyak juga tergolong Es . Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. f. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton.Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin.

Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Cl. Br atau I.g. Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Keisomeran struktur dapat . Contoh. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang.

Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. 2. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : . Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. 3. posisi dan fungsi. 1. namun rantai induk berbeda. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul.berupa keisomeran kerangka. namun berbeda gugus fungsi. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis.

1). jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) . Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. a. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. mempunyai rumus umum CnH2nO 3). Alkanal dengan Alkanol. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Jadi. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu.

b. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya . d. Alkanal. Alkoksialkana. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Alkanon. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. c.

Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Alkil alkanoat. CnH2nO2 atau R – COOR g. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : .e. Asam Alkanoat. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang. Halo Alkana.

keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator.

Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif.4 gugus yang berbeda. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. eliminasi dan redoks . Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. adisi. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi.

reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi . adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil.a. d. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b.

2. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. atau PXs ( X = Halogen ) . subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b.

alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat.c. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. dehiodrasi alkohol . alkohol sekunder membentuk keton III. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. II. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d.

Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. tetapi tidak membebaskan HCL d. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. Reaksi – Reaksi Eter a. terutama HI .jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3.

24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78.90 117.Propil Eter .3 .115 . tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.4.52 155. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .7 .Metil Eter .Etil Eter .116 34.8 . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O.6 1– Butanol .122 91 2– .140 Etanol .

alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. Reaksi – Reaksi Aldehida a.Butanol ☺Secara kimia. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. 5. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. a. Oksidasi . alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida. sedangkan eter tidak bereaksi b.

Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala .Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida.

sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata . Sifat – Sifat Keton a. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida.Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer.

Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling.Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. . Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder.

. Semakin panjang rantai alkilnya. 8. Asam format adalah yang paling kuat. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air.8 x 10-4. semakin lemah asamnya. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Asam format mempunyai Ka = 1. sedangkan keton bereaksi negatif. Asam alkanoat merupakan asam lemah.

dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Subtitusi . Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi.b.

b. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop .Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. misalnya dengan NaOH. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida.

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. en. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua .

un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1. Nama IUPAC . Tata nama Alkohol a.

alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. Jika gugus alkilnya berbeda.Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Nama lazim selain nama IUPAC. .

4. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter.b. Tata nama IUPAC . Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a. Tata nama Alkanon a. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b.

Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Tata nama Asam Alkanoat .Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Penulisan sama dengan Alkohol b.

a. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain . Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3.

b. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat .Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya.

sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Haloalkana . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6.

Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo. kloro.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen . fluoro dan iodo .Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .penomoran dimulai dari salah satu ujung.

Ikatan Sigma dan ikatan PHI . Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena.. maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ).jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. dan seterusnya . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. tri.

Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2. Jadi. Penumpang tindihan ujung dengan ujung. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom.Menurut teori ikatan Val. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma .

☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 . atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma.

Subtitusi pertama a. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Subtitusi kedua . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.

SO3H O .OR .OH .CHO ║ .Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .CO2R .NH2 . NR2 O ║ .CR .CO2H .NHCR .NHR.

NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1. Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.C6H6 ( Aril ) . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4.X : ( Mendeaktifkan ) . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso.NO2 . bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. .CN . Fenoln → Sebagai antiseptik 3.. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.R ( Alkil ) .

Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Polimerasasi Kondensasi . Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Polimer yang lazim adalah polietilena.

Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Penggolongan Polimer 1. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. seperti H@) dan CH3OH. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .

Gandum. Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA. RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras.

Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai. pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik. botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran . Polipropilena. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena.

. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Karet Alam . sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Berbagai Macam Polimer 1.3. contohnya : PVC.

Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. Karet Sintetis a. Getah pohon karet disebut lateks. 2.a. b. Karet alam adalah polimer dari isoprena. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Proses ini disebut Vulkanisasi. Polikloroprena ( Neoprena ) .

Polipropilena Untuk membuat kalung. 4. tali. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. botol dan sebagainya 5.Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Teflon . Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. Digunakan untuk membuat selang oli c.

isolasi. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. PVC Untuk membuat pipa. pelapis lantai. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik . 6. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. karpet dan lain – lain 9.Banyak yang dipakai sebagai gasket. selang dan sebagainya 7. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. kaos kaki. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket.

jala. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Nilon Membuat tali.10. Incinerasi 3. parasut 11. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Plastic Biodegradabel . Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. Daur ulang 2.

disakarida dan polisakarida 2. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa . Susunan terdiri dari karbon. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. hidrogen dan oksigen.“ KARBOHIDRAT “ 1. nama lain karbohidrat adalah sakarida. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b.

Mutarotasi 3. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Sifat –Sifat Monosakarida 1. Beberapa Monosakarida 1. Kelarutan dalam air 2. Struktur melingkar b. Reduksi c. Glukosa .a. Konfigurasi monosakarida 1. Oksidasi 4.

Fruktosa 3. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. a. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Maltosa . Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida.2. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3.

Digunakan dalam makanan bayi. 4.Terdiri atas dua molekul glukosa. Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Polisakarida a. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Amilosa merupakan polimer rantai kurus . Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju.

000 molekul glukosa c. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa.yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. – 4 ). 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. b. Reaksi pengenalan karbohidrat . 5. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.

Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. 3. Gula pereduksi. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu . Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M).1.

Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik. b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi .(detik).

kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia.adopsi cahaya dll.t awal * Hukum Laju Reaksi .[Br2] akhir. tekanan (untuk reaksi gas).Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu. Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . Laju rata-rata = .Δ [Br 2] Δt = . misalnya daya hantar listrik.[Br2] mula-mula t akhir.

pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi.Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B . [ B ]…. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]…..

[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Konsentrasi 3). Suhu……. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. Katalisator. Teori tumbukan. 4). 2).. Luas permukaan sentuhan. a).laju reaksi 5). Pembentukan senyawa antara .

Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. Reaksi bolak-balik. yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). A. Adsopsi. Keadaan setimbang. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. . 1).b).

2). misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen.Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama. Bersifat dinamis. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. .

Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. a. 1). Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik . Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan. A. yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap.

tekanan gas. Harga tetapan kesetimbangan ……. Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. a..2).( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp.. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A . Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang.

Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )……………………….. Atau .PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:…………………..

Kp = Kc ( RT ) …… c). maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. . Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. e). Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d).

“TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Perubahan tekanan . * Reaksi Eksoterm.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. A. Reaksi Eksoterm.Perubahan volum . .Perubahan suhu. Endoterm.Perubahan konsentrasi . dan perubahan Entalpi. antara lain : .

Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan. Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. B). Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Reaksi Endoterm. H akhir – H awal Atau ΔH <> .

ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- . Perubahan Entalpi. Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH).C).

zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. 2008 Kategori: Materi Kimia . Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas. Penulis: abynoel . .

co.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo.id Balas 2.9 Komentar 1. . Komentar oleh agus on September 20. 2008 6:14 am ass.