Struktur Atom A. Partikel-Partikel Penyusun Atom 1. Elektron.

Tabung katode terbuat dari dua kawat yang di beri potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca sehingga dapat terjadi perpendaran cahaya. J.Plucker menyimpulkan Bahwa sinar katode mempunyai sifat : 1. Merambat lurus dari kutub negatif ke kutub positif. 2. Bermuatan negatif 3. Sifat sinar katode tidak di pengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang di pakai, jenis gas dalam tabung dan bahan yang di gunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1879 William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik. Maka JJ. Thompson memastikan bahwa sinar katode merupakan partikel sebab dapat memutarkan baling-baling yang di letakkan di antara katode dan anode. JJ. Thompson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom ( Partikel Sub Atom ) yang bermuatan negatif dan di sebut elektron. Teori Atom Thompson: Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar muatan negatif elektron.

Penyelidikan lebih lanjut di lakukan oleh Robert A. Milikan dan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak, yaitu kelipatan dari bil yang sangat kecil yaitu 1,59 x 10 -19 c. dan kemudian di sebut dengan satuan muatan elektron 2. Inti Atom Pada tahun 1886 Eugen Goldstein memodifikasi tabung sinar katode dengan melubangi lempeng sinar katodenya. Dan Goldstein menemukan sinar yang arahnya berlawanan dengan sinar katode melalui lubang katode tersebut. Sinar ini melewati lubang (kanal) maka sinar ini di sebut sinar kanal. Pada tahun 1898, wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif. Sinar kanal di sebut proton, dari penelitian terhadap atom hidrogen dapat di tentukan bahwa massa proton adalah 1.837 kali massa elektron. Untuk mengetahui partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geiger dan Ernest Marsden) melakukan percobaan yang di kenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Dan dapat di simpulkan antara lain : a. Atom bukan bola pejal, karena hampir semua partikel di teruskan. b. Jika lempengan emas tersebut di anggap sebagai satu lapisan atom-atom emas, maka di dalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif c. Berdasarkan fakta bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan di belokkan jika perbandingan tersebut nerupakan perbandingan diameter, maka di dapatkan ukuran inti kira-kira 10.000 lebih kecil daripada ukuran atom secara keseluruhan

Model atom Rutherford mengusulkan model atom yang di kenal sebagai Atom Rutherford yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif di kelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford memperkirakan jari-jari atom kira-kira 10–8 cm dan jari-jari inti kira-kira 10-13 cm. yang di buktikan oleh James Chadwick pada tahun 1932, berdasarkan perhitungannya terhadap massa atom dan percobaan hamburan partikel alfa terhadap boron dan parafin partikel atom yang menyusun atom di sebut neutron, jadi di dalam inti atom terdapat proton yang bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan. Partikel-partikel dasar penyusun atom : Massa eksak (gram) (amu) Elektron Proton Neutron 9,1100 – 10 –28 1,6726 – 10 –24 1,6750 – 10 –24 0 1 1 – 1,6 . 10 –19 +1,6 . 10 –19 0 –1 +1 0 Muatan eksak (Coulomb) Muatan relatif (sme)

Partikel

Massa relatif

B. Tanda Atom Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya atom akan mempunyai jumlah proton yang berbeda dengan atom lain, jadi nomor atom menunjukkan jumlah proton yang di miliki oleh suatu atom.

Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Jumlah proton dan neutron selanjutnya di sebut nomor massa dari suatu atom. atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah neutron dalam atom tersebut berbeda. Atom-atom dari unsur yang sama mempunyai nomor massa atom yang berbeda yang di sebut isotop. A X 2 Keterangan : X = Lambang Unsur A = Nomor Massa (Jumlah proton + Jumlah Neutron) 2 = Nomor Atom (Jumlah proton) Contoh :
23 ΙΙNa

→Artinya: Isotop Na mempunyai nomor atom II dan nomor massa

23 → Jumlah proton = II →Jumlah Elektron = II →Jumlah Newton = 23 – II = 12.

C. Konfigurasi Elektron Niels Bohr melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen berhasil memberi gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom. Niels berhasil menyusun model atom yang di kenal sebagai “Model Atom Bohr”. Menurut model atom Bohr. Elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang di sebut kulit elektron. Atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yan terletak paling dalam, semakin keluar besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat di tempati elektron maksimum 2n 2, dengan n adalah nomor kulit. “Kulit dan jumlah elektron maksimum”

Nomor kulit 1 2 3 4 5 6

Nama kulit K L M N O P

Jumlah elektron Maksimum 2 elektron 8 elektron 18 elektron 32 elektron 50 elektron 72 elektron

7 Contoh : → 12 Mg : 2 8 2 → 19 K : 2 8 8 1 D. Perkembangan Model Atom

Q

98 elektron

John Dahlton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut : a. Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat di bagi lagi yang di sebut dengan atom. b. Atom-atom terdiri dari unsur-unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dari unsur-unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula. c. Terjadi perubahan susunan atom-atom dalam zat tersebut. Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, maka JJ. Thompson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal yang bermuatan negatif. Selanjutnya dari fakta percobaan di simpulkan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, di kelilingi elektron pada jarak yang sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik ini di lawan oleh gaya sentrifugal dari elektron yang bergerak melingkar. Teori Rutherford bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika, yang menyatakan bahwa bila ada partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi, sehingga yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula hingga akhirnya akan mudah tertarik oleh inti dan bentuk lintasan makin mendekat ke inti atom.

2 ). Bohr menyatakan bahwa selama mengelilingi inti atom. Sebaliknya. hanya dapat di tentukan keboleh jadiannya (kemungkinan) terbesar elektron ada di sebut Orbital Larutan Nonelektrolit dan Elektrolit Zat cair yang bisa menghantarkan listrik di sebut elektrolit. 1 ). elektron tidak dapat di pastikan tempatnya.Kelemahan model atom Rutherford di perbaiki oleh Niels berdasarkan hasil percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Namun penemuan Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. Senyawa Kovalen . menurut model atom ini. sedangkan zat cair yang tidak dapat menghantarkan listrik di sebut Nonelektrolit Suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya xat tersebutterurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak. maka ion-ionnya bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan. Bersama dengan Schrodinger membuat model atom yang lebih di kenal dengan model atom mekanika gelombang atau atom modern. Senyawa Ion Dalam keadaan padatan (Kristal) senyawa ion tidak menghantarkan listrik. elektron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi tertentu yang di sebut orbit atau kulit elektron.

HCL merupakan senyawa kovalen. “Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini di sebut Ionisasi. Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO2 dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi : CO2 (g) + Ca ( OH )2 → Ca CO(s) . Mengenali senyawa karbon dan sumbernya 1. sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan ga CO2. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah. HCL dapat terurai menjadi ion H + dan ion cL– HCL (aq) → Hf (aq) + cL– (aq).Beberapa senyawa kovalen dalam air dapat terurai menjadi ion-ion positif dan ion negatif. untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH2) atau air barit atau ( Ba ( OH )2 ). Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon. tetapi karena pengaruh molekul-molekul air. ☺ Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat. Senyawa hidro karbon dan minyak bumi” A.

jadi. bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawa yang di bakar mirip senyawa karbon 2. Mudah larut dalam pelarut dalam Pelarut polar. Umumnya sukar larut Senyawa karbon anorganik Stabil pada pemanasan. Tumbuhan dan hewan b.Sumber senyawa karbon Senyawa karbon berasal dari berbagai sumber. Batu bara c. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik. senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada sifat dan strukturnya Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik Perbedaan Kestabilan terhadap Pemanasan Senyawa karbon organik Mudah terurai atau berubah struktur. tetapi kelarutan. Gas alam dan minyak bumi B. Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebut senyawa organik. antara lain : a. sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup senyawa anorganik. mudah larut dalam pelarut polar. .

Tidak mempunyai rantai Mempunyai rantai atom atom karbon. Ikatan rangkap tunggal 2).. Ada yang sangat tinggi tetapi ada pula yang sangat rendah.Titik lebur & titik didih nonpolar. Atom karbon dengan keempat tangan ikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan. Umumnya relatif rendah. Berdasarkan bentuk ranainya : 1). Rantai terbuka ( Alifatis) . karbon C. 4 2. Sifat khas dari atom karbon Sifat khas dari atom karbon yaitu antara lain : 1. 1). antara lain : a. Berdasarkan jumlah ikatan. Ikatan rangkap tiga b. lambat. Kereaktifan Kurang reaktif (sukar bereaksi) Reaktif dan umumnya struktur dan jika beraksi cenderung berlangsung cepat. Ikatan rangkap dua 3). dengan elektron vol. Mempunyai nomor atom 6.

atom karbon primer b). Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana). Rantai tertutup ( siklis ) 3). hidrokarbon di bedakan menjadi 1. sikloalkana dan aromatis. yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon. atom karbon sekunder c). 2. Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam. yaitu : a). terutama alkana. di sebut juga sebagai alkana. atom karbon kuarterner D. Hidrokarbon. Hirokarbon jenuh.2). Minyak bumi Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon. Komposisi minyak bumi . Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya. atom karbon tersier d).

Karboksilat ( RcooH) Senyawa Logam Nikel *proses pembentukan miyak bumi Menurut teori dupleks : -minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. yaitu pantai utara jawa (Cepu.01 – 0. Siklo Alkana. Pengelolaan minyak bumi . Cirebon ). Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua).9 % 0.Jenis senyawa Hodrokarbon Senyawa belarang Senyawa Nitrogen Senyawa Oksigen Organo Logam Jumlah Presentase 90 – 99 % 0. Riau). Wonokromo. Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan.4 % Sangat kecil Contoh Alkana. Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh. Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai.01 – 0. akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun. Aromatis Tio Alkana ( R – S –R ) Alkanatiol ( R – S – R) Pirol ( C4 H5 N ) Asam. Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.1 – 7 % 0.

pengolahan tahap kedua Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua Proses-proses ini meliputi : .A. nafta sering juga di sebut dengan bensin berat. Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ). B. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ). Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin. Fraksi keempat : di buat menjadi solar. Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas. e. nafta ini tidak dapat langsung di sunakan. pada proses distilasi bertingkat ini meliputi : a. teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia. c. di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. atau mobil dengan BBG b. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet) d.

Asam Menurut Arrhenius (1887) Asam adalah suatu zat yang bila di larutkan ke dalam air akan ion hidronium ( H+) Beberapa Asam. Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya. polimerasi. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut. perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawasenyawa hidrokarbon. reformasi dan isomerasi b. d. Alkilasi ( pembentukan alkil).m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). PH Larutan Asam dan Basa a.a. c. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi. Nama asam dan Reaksi Ionisasi Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasinya .

Nitrat H2SO4 As. Asam kuat. Sulfat H3PO4 As. Asam lemah. Bromida H2s (aq) → 2H +(aq) + S2–(aq) H2S As. yaitu asam yang mudah terionisasi dan banyak menghasilkan H+ dalam larutannya 2. Sulfida CH3 CooH (aq) → H +(aq) + CH3Coo–(aq) CH3CooH As.HF As. Asetat (Cuka) HNO3(aq) → H +(aq) + NO3– (aq) H2SO4(aq) → 2H +(aq) + SO4– (aq) H3PO4(aq) → 3H +(aq) + PO4–(aq) H2C2O4(aq) → 2H + + C2O4-(aq) HNO3 As. Flurida HF (aq) → H +(aq) + F– (aq) HBR (aq) → H +(aq) + Br–(aq) HBr As. Asam di bedakan menjadi : 1. yaitu asam yang sedikit terionisasi dan sedikit menghasilkan H+ dalam larutannya . Oksolat ☺Asam yang menghasilkan sebuah H+ di sebut Monoprotik ☺Asam yang menghasilkan dua ion H+ di sebut asam Diprotik Dipandang dari jumlah ion yang di hasilkan. Fosfat H2C2O4 As.

dan Ionisasinya dalam air Rumuss basa NaOH KOH Ca (oH)2 Ba (oH)2 NH3 Nama basa Natrium Hidroksida Kalium Hidroksida Kalsium Hidroksida Barium Hidroksida Amona Ionisasi basa NaOH (aq) —Na+ (aq) + OH–(aq) KOH (aq) —K+ (aq) + OH–– (aq) Ca (OH)2 (aq) — Ca2+ (aq) + 2OH– (aq) Ba (OH)2 (aq) — Ba 2+ (aq) + 2OH– NH3 (aq) + H2O(l)—NH4+ (aq) + OH– (aq) Berdasarkan daya hantar listriknya. adalah basa yang terionisasi sempurna. misalnya : NH3 dan AL (OH)3 Titrasi Asam Basa ☺Titrasi melibatkan reaksi antara asam dengan basa. adalah basa yang hanya sedikit terionisasi. yang di kenal dengan istilah titrasi . Basa kuat. Basa di bedakan menjadi : 1. basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion CHBeberapa basa.b. Nama basa. misalnya : KOH. Basa lemah. Ba (OH)2 2. NaOH. Basa Menurut Arrhenius.

1 dengan menggunakan indikator fenolftalein (pp).asam basa atau asidi alkalimeri ☺Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volume larutan disebut titrasi volumetri. Warna pp mulai berubah pp H2 SO4 tersebut ? Jawab : Reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah : H2 SO4 (aq)+ 2Na OH (aq) → Na2 SO4 (aq)+ 2 H2O(L)_ NaOH yang terpakai pada saat titrasi = 0.032 L = 0. ☺Perbedaan volume titik akhir titrsi dengan titik ekivalen di sebut kesalahan titrasi Contoh soal : 1. Sebanyak 20 ml larutan H2So4 yang belum di ketahui konsentrasiny dititrasi dengan mulai berubah pada saat volun NaOH 0. ☺Volume titik akhir titrasi adalah dimana tepat pada saat warna indikator berubah penambahan ( titrasi ) di hentikan dan volumenya di catat ☺Volume larutan penitrasi yang di peroleh melalui perhitungan secara teoritis di sebut titik ekivalen.032 mol Dari persamaan reaksi 1 mol H2SO4 = 2 mol NaOh .1 mol L–1 x 0.

☺Larutan pentannga atau buffer adalah larutan yang PH nya relatif tetap (tidak berubah ) pada penambahan sedikit asam atau sedikit basa.08 M.02 ml = 0. a.Jadi. Di tinjau dari komposisi zat penyusunnya terdapat dua sistem larutan penyangga yaitu sistem penyangga Asam lemah dengan basa konjugasinya dan sistem penyangga basa lemah dengan asam konjugasinya. H2SO4 yang di titrasi = 1 x 0. Aistem penyangga asam dan basa konjugsi CH3 CooH (aq) → CH3 Coo–(aq) + H+(aq) CH3 CooNa (aq) → CH3 Coo–(aq) + Na+(aq) Di dalam larutan penyangga tersebut terdapat campuran asam lemah ( CH3 CooH ) dengan basa konjugasinya ( CH3 Coo–) .0016 mol Konsentrasi H2SO4 = 0. Komposisi Larutan Penyangga. Larutan Penyangga.08 mol L – 1 = 0.032 mol 2 = 0. A.0016 mol / 0.

ion NH4+ yang berasal dari ionisasi NH4 OH dan Ionisasi .005 0 0.005) b.005 mol CH3 Coo– (aq) + Na+(aq) 0.1 M sehinnga stoikiometri dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0.01 0.005 0.005 Bereaksi : 0.005 mol CH3 CooH ( Sisa Reaksi ) dan CH3 Coo– (Hasil reaksi) Jawab : CH3 CooH (aq) + NaOH (aq) → CH3 CooNa (aq) + H2O(L)– Di reaksikan : 0.1 M dengan 50 ml larutan NaOh 0. Mereaksikan 100 ml larutan CH3 CooH 0. Sistem penyangga Basa dan asam konjugasi campuran NH3 atau NH4 OH dan NH4 CL terdapat ion OH– yang berasal dari ionisasi sebagian NH4OH.005 mol) dan CH3 Coo– yang berasal dari ionisasi CH3 Coo Na hasil reaksi (0. setelah semua NaOH habis bereaksi didalam larutan terdapat CH3CooH yang tidak bereaksi (0.Contoh soal : 1.005 Akhir : 0.005 mol Jadi.

005 0.01 0. Jawab : NH4OH (aq) + HCL (aq) NH CL (aq) + H2O (L).NH4 CL. Sistem penyangga Asam lemah dan Basa konjugasi Yang berperan penting dalam larutan penyangga adalah sistem reaksi kesetimbangan yang terjadi pada asam lemah atau basa lemah.00% 0 0.1 M.005 Akhir : 0. Dalam sistem penyangga tersebut terdapat basa lemah dan asam konjugasi Contoh soal : 2.005 Bereaksi : 0. Mereaksikan 100 ml larutan NH4Oh 0. maka secara stoikiometri di dalam 150 ml campuran yang di hasilkan terdapat 0. PH Larutan Penyangga a.005 mol B.1 M dengan 50 ml larutan HCL 0. Direaksikan : 0.005 mol NH4OH (sisa reaksi ) + NH4+ (Hasil Reaksi ). .005 mol NH4 (aq) + CL– (aq) 0.

Rumuss : [ H+] = Ka x Mol As Mol Basa konjugasi b. yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan kesetimbangan asam lemah.1 M CH3 CooH dan 0. Contoh soal : 3. 1 liter air larutan penyangga yang mengandung 0. Prinsip kerja larutan penyangga Pada dasarnya suatu larutan penyangga yang tersusun dari asam lemah dan basa konjugasi merupakan sistem kesetimbangan ion dalam air. jika Ka CH3 CooH = 10–5. . Sistem penyangga basa lemah dan asam konjugasinya di dalam sistem ini yang paling berperan adalah reaksi kesetimbangan pada basa lemah Rumuss : [OH–] = kb x mol Basa Mol Asam konjugasi C. hitunglah pH larutan penyangga tersebut sebelum dan sesudah di tambahkan HCL.1 M CH3 CooDi tambahkan 10 ml larutan HCL 0.1 M.

1 mol L–1 x 1L = 0.1 mol HCL yang di tambahkan = 0.1 mol = 0. . [H+] = Ka x [ CH3 CooH ] [CH3 CooH–] = 10–5 x 0.1 0.01 L = 0.1 mol L–1 x 1 L CH3 Coo– = 0. maka ion H+ dari HCL akan bereaksi dengan ion CH3 Coo– CH3 Coo– + H+ → CH3 CooH.1 mol L–1 x 0.Jawab : aj sebelum di tambahkan HCL.1 = 10–5 pH = 5 b. sesudah di tambah HCL Jumlah mol sebelum ditambaah HCL CH3 CooH = 0.001 Pada penambahan HCL.

099 pH = 5.Jadi.4. Bila darah kemasukan zat yang bersifat asam maka reaksinya : H+ (aq) + hCO–3(aq) → H2CO3 (aq) Sebaliknya apabila kemasukan zat yang bersifat basa maka reaksinya : OH–(aq) + H2CO3 (aq) → HCO–3(aq) + H2O(L) b).011 – 10-5 0.1001 = 1. Sistem penyangga karbonat dalam darah.o11 = 4.995 D.o99 mol Sehingga [H+] = 10– 5 x 0. .1 – 0.001) mol = 0.log 1.001) mol = 0.1001 mol CH3 Coo– = (0. setelah penambahan HCL jumlah mol CH3 CooH = (0. Sehinnga meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam maupun basa akan selalu dapat di netralisir penagruhnya terhadap perubahan pH.1 + 0. Sistem penyangga fosfat dalam cairan sel. hal ini di karenakan adanya sistem penyangga H2 CO3 / HCO–3. pH darah relatif tetap di sekitar 7. Larutan pentangga dalam kehidupan sehari-hari a).

Cairan intrasel merupakan media penting untuk berlangsungnya rekasi metabolisme tubuh yang dapat menghasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. . ☺Hidrolisis A. Ion H + akan di ikat oleh gugus yang bersifat basa dan ion OH– akan di ikat oleh gugus yang bersifat asam. Pada penguraian garam tersebut dapat terjadi beberapa kemungkinan. jenis garam dan realsi Hidrolisis Reaksi penguraian garam oleh air atau reaksi ion-ion garam dengan air di sebut hidrolisis. Asam amino berfungsi sebagai sistem penyangga di dalam tubuh. maka reksinya : HPO2–4(aq) + H+(aq) → H2PO–4 (aq) Dan bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat basa. bila dari proses metabolisme di hasilkan banyak zat bersifat asam. maka reaksinya : H2PO–4 (aq) + OH– (aq) → HPO–4(aq) + H2O(L) c). sistem asam amino / protein Asam amino mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Adanya zat hasil metabolisme yang berupa asam akan dapat menurunkan harga pH cairan intrasel dan sebaliknya. Dengan demikian larutan yang mengandung asam amino akan mempunyai pH relatif tetap.

Ion tersebut bila bereaksi dengan air akan menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah . 3). Ion garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH sehingga didalam sistem [H+] < [OH]. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah bila di larutkandalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. 2. Ion tersebut bila bereaksi dengan air menghasilkan ion OH– yang menyebabkan larutan bersifat basa. Ion garam tersebut tidak bereaksi dengan air.1). akibatnya larutan bersifat basa. sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH–] dan air akan tetap netral (pH =7) 1. Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ sehingga menyebabkan [H+] Dalam air bertambah dan akibatnya [H+] > [OH–] dan larutan bersifat asam. garam berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam. garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa. Jadi. 3. Jadi. 2). Garam yang terbentuk dari asam lemah dan dasa kuat Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bila di larutkan dalam air akan menghasilkan anion dari asam lemah.

konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air tidak terganggu. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat Rumuss : Kh = 1 x Kw [ OH– + = √ Kw x * A– ] Ka Ka Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air ( 10–14 ) Ka = Tetapan ionisasi asam [ A– ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis . sebab ion-ion yang bereaksi akan segera terionisasi. 4. garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Kesimpulannya. Harga pH larutan Garam 1). B.Garam berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air terionisasi dan kedua ion garam tersenut bereaksi dengan air. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat Ion yang di hasilkan dari ionisasi garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada yang bereaksi dengan air. sehingga larutan bersifat netral. maka sifat larutan garam ini di tentukan oleh harga tetapan kesetimbangan dari asam lemah dan basa yang terbentuk. Oleh karena itu. Oleh karena itu reaksi kedua garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan ion OH–.

Di ketahui Ka HCN = 10–10 Jawab : NaCN → Na+ + CN– 0.Contoh soal : * Hitunglah pH larutan NaCN 0. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah Rumus : Kh = 1 X Kw * H+ + = √ Kw X [ B+ ] Kb Kb .1 M 0.1 M [OH–+ = √ Kw x * CN– ] Ka [OH–+ = √ 10–14 [ 0.01 M.01 ] 10–10 [OH–] = 10–3 poH = 3 pH = 11 2).

2 2 x 10–5 [H+] = 10–5 pH = 5 . Jika Kb NH3 = 2 x 10–5 Jawab : ( NH4 )2 SO4 (aq) → 2NH+ + SO2–4 Garam berasal dari asam kuat dan basa lemah.Keterangan : Kw = Tetapan ionisasi air Kb = Tetapan ionisasi basa [ B+ ] = Konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Contoh soal : * Hitunglah pH larutan ( NH4 )2 SO4 0. maka larutannya bersifat asam. [H++ = √ Kw X [ NH+4 ] Kb [H++ = √ 10–14 X 0.1 M.

maka larutan akan bersifat asam ( pH <> ☺ Jika Ka < style=”"> ( pH > 7 ) Contoh soal : * Hitunglah pH larutan CH3CooNH4 0. Ka = 10–10 dan kb NH3 = 10–5 Jawab : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb .3). Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah Rumus : [ H+ + = √ Ka x Kw Kb Dari rumuss harga pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah tidak tergantung pada konsentrasi ion-ion garam dalam larutan namun tergantung pada harga ka dan kb dari asam basa pembentuknya ☺ Jika Ka = kb.1 M. Jika diketahui. maka larutan akan bersifat netral ( pH = 7 ) ☺ Jika Ka > kb.

5 > Hasil kali kelarutan (Ksp) Rumuss : Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ] n Contoh : Untuk senyawa ion sukar larut Ag2 CrO4 dengan kesetimbangan Ag2 CrO4 → 2Ag+ + CrO2–4 Jawab: Ksp Am Bn = [ An+ ] m [ Bm– ]n Ksp Ag2CrO4 = [ Ag+ ] 2 [ CrO2–4 ] “Sifat Kolegatif Larutan” .[ H+ + = √ 10–10 x 10–14 10–8 [ H+ + = √ 10–19 pH = – Log ( 10–19 ) ½ = ½ ( – Log 10–19 ) pH = 8.

mol atau M = m . NaOH = 40 ) Jawab : Diketahui m = 2gr V = 500 ml . M = n —.Sifat kolegatif larutan adalah unsur-unsur larutan yang tidak tergantung kepada jenis zat terlarut tetapi hanya tergantung pada konsentrasi partikelnya meliputi : ☺Penurunan tekanan uap jenuh ☺Kenaikan titik didih ☺Kenaikan titik beku ☺Tekanan osmotik Konsentrasi Larutan 1).V mr V → Volume (ml) Contoh soal : Hitung konsentrasi larutan yan gdi buat dari 2gr NaOH yang dilarutkan dalam air hingga volume 500 ml ( Mr. 1000 V —. Molaritas Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1 Liter larutan.

Molalitas (m) Adalah satuan konsentrasi yang manyatakan banyaknya mol zat pelarut tiap 1 Kg pelarut ( 1000 gr pelarut ) M = n → Keterangan : P m = molalitas n = mol zat pelarut p = massa pelarut (Kg) .000 = 0.Ditanyakan M…? Jawab M = m X 1000 Mr V = 2 X 1000 40 500 = 2000 20.1 m 2).

Diketahui w = 3gr mr = 60 → (mr. berapakah kemolalan larutan glukosa yang mempunyai 12 % massa glukosa (mr. 180) ? Jawab : 1).25 . Co (NH2)2) Urea C = 12. H = 1 p = 200 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 Mr p = 3 X 1000 60 200 = 0. N=14.w = massa zat (gn) Contoh soal : 1. 0 = 16. berapakah kemolalan larutan yang d buat dengan mencampurkan 3 gr urea dengan 200 gr air? 2.

Fraksi Mol Adalah satuan konsentrasi yang menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atai pelarut terhadap jumlah mol larutan. dalam 12 % massa glukosa terdapat 12 gr dan massa air ( 100 – 12 ) = 88 gr Ditanyakan m…? Jawab m = w X 1000 mr p = 12 X 1000 180 88 = 0. maka fraksi mol pelarut (XA) adalah : XA = na → X pelarut = Mol pelarut nA + nb mol pelarut + mol zat pelarut Dan Fraksi mol zat terlarut (XB) adalah : XB = nB → X terlarut = Mol terlarut nA + nB mol pelarut + mol terlarut XA + XB = 1 . Jadi kalai na = adalah zat pelarut. Diketahui mr = 180.76 3). nb = adalah mol terlarut.2).

2 Xair = 1 – 0. 180 144gr + 360gr = 504gr = 360gr % glukosa = 360 X 100% = 71. Mr = 2 . Tentukan kadar glukosa jika di ketahui fraksi mol glukosa sebesar 0. Mr = 8 .8 Perbandingan glukosa : air = 0. 18 = 144gr Massa glukosa = n .8 = 2:8 Massa air = n .43% 504 a).2 : 0.2 Jawab : Xglukosa = 0.2 = 0. Penurunan tekanan uap ( Δp ) .Contoh Soal : 1).

Example : Di permukaan laut ( p = 760 mmHG) air mendidih pada suhu 100ºC karena pada suhu 100ºC tekanan uap air 760 mmHG. Kenaikan titik jenuh (ΔB) ☺Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmosfer di sekitarnya. .☺Uap jenuh adalah uap yang berada dalam kesetimbangan ☺Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang di sebabkan oleh uap jenuh ☺Uap raouh hubungan antara tekanan uap jenuh larutan dengan tekanan uap jenuh pelarut adalah : p = Xpelarut . po Keterangan : Δp = Penurunan tekanan uap jenuh Δp = po – p b). ☺Dengan adanya zat – terlarut dalam suatu zat cair maka titik didih zat cair itu akan naik sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Po Keterangan : p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut Xpelarut = fraksi mol pelarut Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut dengan tekanan uap jenuh larutan di sebut “Δp” Δp = Xterlarut .

air membeku pada 0ºC karena pada suhu itu tekanan uap air = tekanan uap es. m Keterangan ΔTb = Kenaikan titik didih Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal m = Molalitas. Δb = kb . c). Example. Penurunan titik beku (ΔTf) ☺Titik beku adalah siatu suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatan. ☺Selisih antara titik beku larutan dengan titik beku pelarutnya di sebut penurunan titik beku ( ΔTf = freezing point defression) ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan. Δb = Larutan – Tb Pelarut. ☺ΔTb tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi partikel dalam larutan. ☺Adanya zat-zat terlarut dalam suatu zat cair mengakibatkan titik beku zat cair itu akan turun → sebanding dengan konsentrasi zat terlarut. Pada tekanan 1 atm. .☺Selisih antara larutan dengan titik pelarutnya di sebut kenaikan titik didih (ΔTb = Tb Larutan Elevation).

Triade Dobereiner “ Bila unsur-unsur di kelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan di urutkan massa atomnya. maka setiap kelompok mterdapat tiga unsur dengan massa unsur yang di tenga merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Sistem Periodik Modeleef. Perkembangan Sistem periodik 1. Sistem periodik modern. 1.☺ΔTf tidak tergantung pada jenis zat terlarut tapi tergantung pada konsentrasi konsentrasi partikel dalam larutan Keterangan ΔTf = penurunan titik beku ΔTf = kf . Bila unsur-unsur di susun berdasarkn kenaikan massa atomnya. Teori Oktet Newland Jika unsur-unsur di susun berdasarkan kenaikan massa atom. . 1. maka sifat unsur akan berulang secara periodik 1. m kf = tetapan penurunan titik beku molal M = Molalitas ”Sistem periodik unsur” A. maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah ke delapan.

2 20Ca : 2 .golongan IIA disebut dengan golongan Alkali Tanah . Misalnya : .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali gas mulia 5. Beberapa golongan di beri nama khusus. yaitu jumlah kulit elektron menunjukkan letak dalam sistem unsur Contoh : Golongan IIA : 4Be – 12 Mg – 20Ca – 38Sr mempunyai konfigurasi elektron masing-masing : 4 Be : 2 . Hubungan konfigurasi elektron dan Sistem periodik Dari konfigurasi elektron dapat di tentukan letak unsur dalam sistem periodik.Bahwa bila unsur-unsur di susun berdasarkan kenakan nomor atom. 8 .golongan IA disebut dengan golongan Alkali .golongan VIIA disebut dengan golongan Alkali Halogen . 2 12 Mg : 2 . 8 .golongan VIA disebut dengan golongan Alkali Khalkogen . 8 . maka sifat unsur akan berukang secara periodi. 2 .

1. maka jari-jari atomnya makim panjang b).38Sr : 2 . Sifat-Sifat KePeriodikan. jari-jari atom jari0jari atom merupakan jarak dari pusat atom ( inti atom ) sampai kulit elektron terluar yang di tempati elektron. Energi ionisasi pertama di gunakan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar. sedangkan energi ionisasi . Muatan inti atom Makin banyak inti atom berarti makin besar muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga elektron lebih mendekat ke inti atom 1. 8 . Energi ionisasi Energi ionisasi yang di perlukan untuk melepaskan elektron yang trikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam wujud gas. 18 . Panjang pendeknya jari-jari atom di tentukan oleh dua faktor yaitu : a). Jumlah kulit elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom. 8 . Dari contoh tersebut dapat di simpulkan bahwa jumlah elektron valensi suatu atom unsur menunjukkan golongan di dalam sistem periodik unsur A. 2 Semua unsur golongan IIA mempunyai elektron valensi sebanyak 2 elektron.

Afinits elektro dapat di gunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron semakin besar energi yang di lepas ( Afinitas Elektron ) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron menjadi ion negatif 1. Afinitas Elektron Afinits elektron adalah besarnya energi yang di hasilkan atau di lepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. Keelektronegatifan Adalah kecendrungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang di gunakan bersama dalam membentuk ikatan. 1. Skala keelektronegatifan di dasarkan kepada gaya tarik terhadap elektron relatif “Ikatan Kimia” A. . sedangkan atom-atom yang mempunyai afinitas elektron yang besar cenderung mengikat elektron. Afinitas elektron. atom-atom yang mempunyai energi ionisasi yang rendah cencerung melepaskan elektron.makin besar keelektronegatifan suatu atom. atau gaya tarik elektron dari atom. Untuk mencapai kestabilan. Kestabilan Atom 1. makin nudah menarik pasangan elektron ikatan. Membentuk Ion Dalam membentuk ion suatu atom akan melepas atau mengikat elektron.yang kedua merupakan energi yang di perlukan suatu ion ( Ion +1 ) untuk melepas elektronnnya yang terikat paling lemah.

Contoh : . 8. Unsur-unsur logam umumnya mempunyai energi ionisasi yang rendah. dengan demikian dapat di katakan bahwa astara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur nonlogam umumnya akan membentuk ikatan ion. sedangkan unsur-unsur nonlogam mempunyai afinitas elektron yang tinggi. 8 ) Proses perangkapan itu terjadi karena afinitas atom clorin besar 2. 8. Menggunakan pasangan elektron bersama Atom-atom yang sukar melepas elektron atau mempunyai energi ionisasi yang tinggi dan atom yang sukar menarik elektron atau mempunyai afinitas elaktron yang rendah mempunyai kecenderungan untuk membentuk pasangan elektron yang di pakai bersama B.Contoh : Atom 17 cl : 2. 7 ) (2. 8. 8. 8 Dengan mengikat sebuah elektron menjadi cl – → 17cl + e– cl – ( 2. Ikatan ion ”Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif”. 7 ( Konfigurasi tidak stabil ) Agar stabil cara yang memungkinkan adalah menjadikan konfigurasi elektron seperti 18 Ar : 2.

Ikatan Kovalen Untuk menggambarkan bagaiman ikatan kovalen terjadi di gunakan rumus titik elektron ( struktur lewis ).H : 1 ( Elektron Val. 1 17 cl : 2. 2. 1 ) Dilambangkan dengan : H. 8. Ikatan Kovalen 1. 7N : 2. Menggambarkan peranan elektron valensi dalam mengadakan ikatan Contoh : 1. % ) Dilambangkan dengan : N . 8. 7 Atom Na akan melepas sebuah elektron Na → Na + + e– Atom cl akan mengikat sebuah elektron yang di lepaskan oleh atom Na tersebut sehingga menjadi cl → + + e– cl– setiap ion Na + menarik sebuah ion cl.membentuk senyawa netral Na cl Na+ + cl– → Na cl C.5 ( Elektron Val. .Senyawa NaCl “Na : 2.

Umumnya dalam struktur lewis semua elektron merupakan pasangan termasuk pasangan elektron bebas ( Tidak untuk berikatan) 4. Jumlah elektron yang do terima oleh suatu atom akan sama dengan yang di berikan.6 ( Elektron Val. kecuali atom hidrogen yang hanya mempunyai 2 elektron (duplet). 1). beberapa catatan yang dapat berguna dalam meramalkan strujtur lewis dari molekul yang beratom banyak. 3. 6 ) Dilambangkan dengan : O 2. Menggambarkan rumus titik elektron ( Lewis ) untuk molekul poliatom. Semua elektron terluar ( elektron Valensi ) dari masing-masing atom yang berikatan harus di hitung 2). 4). 3).3. kecuali terjadi ikatan koordinasi yaitu suatu yang hanya nenberi atau menerima saja pasangan elektron. Umumnya atom-atom dalam struktur lewis akan mempunyai delapan elektron valensi. Penyimpangan Kaidah Oktet Beberapa molekul kovalen mempunyai struktur lewis yang tidak oktet atau duplet. Struktur demikian dapat di benarkan karena fakta menunjukkan adanya senyawa . : 2. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Koordinasi umumnya terjadi pada molekul yang juga mempunyai ikatan kovalen.

Bahkan dapat pula terjadi ikatannya merupakan ikatan ion. sehingga atom tersebut menjadi negatif daripada atom tersebut yang kurang kuat gaya tariknya. H2 dan cl2 .tersebut. Makin besar perbedaan harga keelektronegatifan antara kedua atom yang berikatan. makin polar ikatannya. Ikatan kovalen polar dan non polar Terjadinya kutub listrik dalam ikatan kovalen disebut dengan peristiwa polaritas ikatan. Atom-atom yang tidak mempunyai perbedaan keelktronegatifan. N2. Peristiwa itu di sebabkan adanya perbedaan kekuatan gaya tarik terhadap pasangan elektron yang di gunakan bersama. Ikatan campuran Ion atau kovalen Didalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan kovalen dan ikatan ion sekaligus. Pada umunya molekul yang mempunyai jumlah elektron valensi ganjil akan mempunyai susunan tidak oktet. ikatan kovalen dan ikatan koordinasi. Dalam hal ini untuk menggambarkan struktur lewis-nya harus jelas ion positif dan negatifnya 6. misalnya N2O dan PCls 5. misalnya Co dan Bf3. Atom mempunyai harga keelektronegatifan labih besar akan menarik pasangan elektron lebih dekat padanya. ikatannya merupakan ikatan nonpolar misalnya molekul O2. Besarnya kekuatan gaya tarik elektron dari suatu atom dinyatakan sebagai keelektronegatifan.

Adanya elektron yang dapat bergerak bebas dari suatu atom ke atom yang lain menjadikan logam sebagai penghantar yang baik. ”Hukum-hukum dasar kimia” A. Ikatan Logam Gaya tarikan inti atom-atom logam dengan larutan elektron mengakibatkan terjadinya ikatan logam. Maka Lavoiser menemukan hukum kekekalan Massa atau lavoiser yang menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram.7. maka massa magnesium oksida yang di hasilkan dapat di hitung sebagai berikut : Massa zat-zat sebelum reaksi = massa zat-zat hasil reaksi M Magnesium oksida = m Magnesium + m oksida = 4 gram + 6 gram = 10 gram . Hukum Kekekalan Massa Antonie Laurent Lavoiser melakukan penelitian terhadap logam cair yang berwarna putih perak dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah. Contoh soal : 1). Logam Magnesium seberat 4 gram di bakar dengan oksigen akan menghasilkan magnesium oksida.

Hukum Avogadro & Hipotesis Avogrado . Hukum Perbandingan volume Di kemukakan oleh ilmuan perancis Joseph Louis Gay Lussac ( 1778 – 1850 ) dengan percobaanya tentang volum gas yang terlihat sebagai reaksi. Dari percobaan tersebut. pernyataan ini deikenal sebagai hukum perbandingan massa ( Hukum Proust ) C. Setiap satu satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan vo. Hukum perbandingan volume & Hipotesis Avogadro 1). Hukum perbandingan tetap ( Hukum Proust ) Berdasarkan proses terbentuknya.B. Melalui percobaan dengan membandingkan massa belerang dengan tembaga adalah 1 : 2. dapat di simpulkan : 1). Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap. Setiap dua satuan volum gas hidrogen bereaksi dengan satu satuan volum gas oksigen akan menghasilkan dua satuan volum uap air. Setiap senyawa tertentu selalu ( tersusun ) mengandung unsur-unsur yang sama 2). Gay Lussac berkesimpulan bahwa : Volume gas-gas yang bereaksi & volum gas-gas hasil reaksi bila di ukur pada suhu & tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana ( Hukum Perbandingan volum Gay– Lussac) 2).um gas clorin akan menghasilkam dua satuan volum gas hidrogen klorida. senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih unsur dengan perbandungan tertentu dan tetap.

Penentuan rumus empiris & rumus molekul Rumus empiris menunjukkan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam suatu senyawa. bilangan ini di dapat dari analisis terhadap senyawa itu dan di nyatakan dalam mol atom-atom penyusunnya. tetapi dapat merupakan gabungan atom yang di sebut molekul. Perhitungan kimia ( Stoikiometri ) adalah bagian dari ilmu kimia yang membahas tentang perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa termasuk di dalamnya pembahasan tentang massa unsur-unsur dalam rumus & reaksi kimia.Hukum Avogadro berpendapat bahwa satuan terkecil dari suatu zat tidaklah harus atom. 1). . “Perhitungan Kimia & Persamaan reaksi” A. 1 molekul gas hidrogen + ½ molekul oksigen + ½ molekul oksigen → 1 molekul air. maka avogadro membuat hipotesis yang di kenal dengan hipotesis avogadro yang menyatakan bahwa : Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Avogadro yang mengemukakan pola hubungan antara perbandingan volum gas-gas yang bereaksi yaitu : Jika di ukur pada suhu & tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana. Berdasarkan hal tersebut. Perbandingan itu di nyatakan dalam bilangan bulat terkecil.

29 – ( 0.66 44 = 0.18 + 0. Suatu karbon mengandung unsur C. = 1 x 12 x 0.03 )gr .27gr H2). H. pada pembakaran 0.29gr senyawa itu di peroleh 0.18gr. maka pada pembakaran trjadi reaksi C x Hy O2 + Oz → CO2 + H2O Massa C dalam C x Hy Oz = Massa C dalam 0.66gr CO2 & 0.27gr H2o hasil pembakaran = 2 x 1 x 0.27gr 18 = 0. dan O.03gr Massa O dalam C x Hy Oz = massa Cx Hy Oz – ( massa C + massa H ) = 0.66gr CO2 Hasil pembakaran. Bila massa molekul relatif senyawa itu adalah 58 tentukan rumus molekulnya Jawab : Cara 1 : Misal senyawa tersebut adalah CxHy)2.Contoh : 1). Massa H dalam C x Hy Oz = massa H dalam 0.

03 : 0. maka rumus kimia tersebut dapat pula di tentukan persentase atau komposisi masing-masing dalam suatu zat. Persentase Unsur dalam senyawa Rumus kimia menunjukkan jumlah atom-atom penyusun suatu zat.015 : 0. Mr ( C3 H6 O ) = ( 36 + 6 + 16 ) n 58 = 58 n n=1 Jadi. Oleh karena itu massa atom suatu unsur sudah tertentu. maka. . rumus molekul senyawa tersebut adalah 1 2.18 : 0.05 =3:6:1 Jadi rumus empiris senyawa tersebut adalah C3 H6 O Jika rumus molekul senyawa di angga ( C3 H6 O ) dengan massa rumus 58.= 0.08 12 1 16 = 0.08gr nC : nH : nO = mc : mH : mO Arc Arh ArO = 0.03 : 0.

Contoh soal : Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa AL2 O3(Ar Al=27.0 = 6) Jawab : Misalnya AL2 O3 sejumlah 1 mol. berarti massanya=102gr ( mr AL2 O3 = 102 ) Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 2 mol AL = 2 x 27 = 54 Maka. persentase massa AL dalam AL2 O3 = 54gr x 100% 102gr = 53.94% Setiap 1 mol AL2 O3 mengandung 3 mol atom O = 3 x 16 = 48gr Persentase massa O dalam AL2 O3 = 48 x 100% 102 = 46.06% Atau.94)% . Persentase massa O dalam AL2 O3 = (100 – 53.

= 46. memenuhi hukum kekekalan massa yang di tunjukkan oleh jumlah atom-atom sebelum reaksi ( di belakang tanda panah ). . wujud za-zat yang terlibat reaksi harus di nyatakan dalam tanda kurung setelah rumus kimia ”Sel Elektrokimia” 1). Reaksi Redoks Spontan. maka di dapatkan rumus : Massa A dalam p gram Am Bn = m x Ar A x p gram Mr Am Bn B.06% Dari contoh di atas. * Syarat-syarat persamaan reaksi setara adalah : a). pereaksi dan hasil reaksi di nyatakan dengan rumus kumia yang benar b). c). Persamaan reaksi Zat yang mengalami perubahan di sebut zat pereaksi ( reaktan ) dan zat hasil perubahan di sebut Hasil reaksi ( produk ) * Persamaan reaksi menggambarkan rumus kimia zat-zat pereaksi atau reaktan dan zat hasil reaksi yang doi batasi dengan tanda panah.

3). sedangkan garis tunggal menyatakan batas abtar fase ( 2n padatan. sedangkan Zn 2+ dalam larutan.Adalah reaksi redoks yang berlangsung serta merta 2). Untuk menetralkan muatan listrik. Dua garis sejajar (ΙΙ) yang memisahkan anode dan katode menyatakan jembatan garam. Potensial sel di sebut juga gaya gerak listrik ( ggl = emf atau elektromotif force ) . sedangkan anode Cu 2+ mengalami reduksi menjadi Cu. Potensial Elektrode Standar (E) Selisih potensial di sebut potensial sel dan di beri lambang Esel. Cu 2+ dalam larutan sedangkan Cu padatan ) 4). Pada notasi ini terjadi oksidasi 2n menjadi Zn 2+. maka labu A dan labu B di hubungkan oleh suatu jembatan garam yaitu larutan garam ( Macl atau kNO3. sedangkan tempat terjadinya oksidasi di sebut anode. Notasi Sel Volta Susunan suatu sel volta di nyatakan dengan suatu notasi singkat yang di sebut juga diagram sel Misalnya : Zn Ι Zn 2+ ΙΙ Cu 2+ Ι Cu Anode di gambarkan pada bagian kirin sedangkan katode di sebelah kanan. Reaksi Volta Elektroda tempat terjadinya reduksi di sebut katode.

Potensial elektrode hidrogen = ) volt. adapun potensial oksidasi sama nilainya dengan potensial reduksi. 6). Potendial elektrode sama dengan potensial reduksi. b). Reaksi keaktifan logam Yaitu susunan unsur-unsur logam berdasarkan potensial elektrode standarnya Makin tinggi kedudukan suatu logam dalam deret suatu volta ☺Logam makin rekatifan ( mudah melepas elektron ) .Tekanan gas Ιatm di sebut potensial sel standar dan di beri lambang Eºsel a). Potensial Reaksi Redoks Reaksi oksidasi adalah jumlah dari potensial setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi. Potensial sel Eºsel = Eº (+) – Eº (– ) Katode (reduksi) adalah elektrode yang mempunyai harga Eº lebih besar (lebih positif) sedangkan anode ( oksidasi ) adalah yang mempunyai Eº lebih kecil ( Lebih negatif ) 5). tetapi tandany berlawanan. Potensial Elektrode yaitu beda potensial elektrode terhadap elektrode hidrogen.

Beberapa sel Volta komersial a. Aki Jenis baterai yang banyak di gunakan ubtuk kendaraan bermotor b.☺Logam merupakan reduktor yang semakin kuat Sebaliknya. Baterai Nikel – Kadmium e. Jadi sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta . Baterai kerak oksida f. Sel bahan bakar SEL ELEKTROLIS → Kebalikan dari sel elektrokimia Dalam sel elektrolisis. Baterai kering c. makin rendah kedudukan logam dalam deret volta ☺Logam makin kurang rekatif ( Makin sukar melepas elektron ) ☺Logam merupakan oksidator yang semakin kuat 7). Baterai litium g. Baterai alkaline d. Listrik di gunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan.

komponen utamanya yaitu sebuah wadah elektrode. elektrolit & sumber arus searah 2). Jenis Elektrode. Overpotensial a). Elektrode innert adala elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi Elektrode innert yang sering di gunakan yaitu platina dan grafit III.1). Faktor-faktor yang di pertimbangkan antara lain : I. Susunan Sel Elektrolisis Tidak memerlukan jembatn garam. apakah innert atau aktif. Reaksi yang berkompetisi pada tiap-tiap elektrode ☺Spesi yang mengalami reduksi di katode adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih positif ☺Sepsi yang mengalami oksidasi dianose adalah yang mempunyai potensial elektrode lebih negatif II. Reaksi di katode Jika kation berasal dari logam-logam aktif maka airlah yang adan tereduksi . Reaksi-reaksi elektrolisis Tidak menuliskan reaksi elektrolisis laritan elektrolit.

Pt. seperti Br– dan I– maka anion itulah yang teroksidasi. Anion sisa oksi mempunyai potensial oksidasi lebih negatif daripada air. Au. Q = it Berdasarkan persamaan di atas dapat di tuliskan sebagai berikut : G = ME ☺Hukum Faraday II : . Hukum-hukum Faraday ☺Hukum Faraday I : Massa zat yang di berikan pada elektrolisis (G) berbanding lurus jumlah listrik yang di gunakan (Q) G=Q Jumlah muatan listrik (Q) sama dengan hasil kali dari kuat arus (I) dengan waktu (t). atau grafit termasuk elektrodainnert atau sukar bereaksi. Jika anode tidak terbuat dari pt. An atau grafit maka anode akan teroksidasi. Anion-anion seperti itu sukar di oksidasi sehingga air yang teroksidasi.b). Jika anion leboh mudah di oksidasi daripada air. Jika anode termasuk innert maka reaksi anode tergantung pada jenis anion dalam larutan. Reaksi-Reaksi di anode Logam mempunyai potensial oksidasi lebi besar daripada airn atau anion sisa asam. 3).

Massa zat di bebaskan pada elektrolisis ( G ) berbanding lurus dengan massa ekivalen zat itu ( ME ). Stoikiometri Reaksi Elektrolisis . dan dapat di nyatakan sebagai berikut : Keterangan : G = it x ME G = Massa zat yang di bebaskan (dalam gram) 96.500 i = kuat arus (Dalam Ampere) t = waktu (Dalam Sekon) ME = Massa Ekivalen Massa Ekivalen dari unsur-unsur logam sama dengan massa atom rrelatif (Ar) di bagi dengan bilangan oksidasinya (Biloks) ME = Ar Biloks Maka perbandingan massa zat-zat yang di bebaskan sama dengan perbandingan massa ekivalennya. 4). G = ME Dari penggabungan hukum faraday I dan II menghasilkan persamaan.

Tembaga kotor di jadikan anode. Sel Diafragma 2). Larutan elektrolit yang di gunakan adalah larutan Cu SO4. Proses ini di sebut proses Klor – Alkali dan merupakan proses industri yang sangat penting. . Sel Merkuri b). Oleh karena 1 mol elektron = 96.500 coulomb Selama 1 detik membawa muatan sebesar it coulomb. maka dalam it coulomb terdapat it 96. Ruang katode dan anode di pisahkan dengan berbagai cara sebagai berikut : 1).500 coulomb.Stoikiometri reaksi elektrolisis di dasarkan pada anggpan bahwa arus listrik adalah aliran elektron IF = 1 mol elektron = 96. Produksi zat Kloron dan natrium hidroksida di buat dari elektrolisis larutan Natrium Klorida. tembaga dari anode terus – menerus di larutkan kemudian di endapkan pada katode.500 5). Penggunaan Elektrilisis dalam industri a). selama elektrolisis. sedangkan katode di gunakan tembagamurni. Pemurnian Logam Contoh terpenting dalam bidang ini adalah pemurnian tembaga.

Pada latode akan terjadi pengendapan perak. Gugus amino adalah gugus pembeda antara Asam amino yang satu drngan yang lainnya. Sedangkan paa sendok besi ( Baja ) sedok di gunakan sebagai katode. . Penyepuhan Penyepuhan (Elektroplating) di maksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Logam yang akan di sepuh di jadikan katode sedangkan logam penyepuhnya sebagai anode.c). Larutan elektrolitnya adalah larutan perak nitrat. Konsentrasi in Ag+ dalam larutan tidak berubah. Katode ( Fe ) : Ag+ + e → Ag Anode ( Ag ): Ag → Ag+ + e Ag ( anode ) → Ag ( Katode ) ”PROTEIN” 1). Ion Zwitter Yaitu molekul yang dapat mengalami reaksi asam basa intramolekul membentuk suatu ion dipolar. Asam Amino Asam Amino adalah suatu golongan senyawa karbon yang setidak2nya mengandung satu gugus karboksil dan satu gugus amino. Sedangkan anode adalah perak murni. 2). sedangkan anode perak terus-menerus larut. Kedua elektrode itu di celupkan dalam larutan garam dari logam penyepuh.

5). sekitar 6 m 7).3). Struktur Protein ☺ Struktur Primer → Urut-urutan asam amino dalam rantai polipeptida yang menyusun protein ☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Denaturasi protein . Asam Amino Esensial dan Non Esensial ☺ Asan Amino Esensial → Asam2 Amino yang tidak dapat disintesis dalam tubuh ☺ Asam Amino Non Esensial → Asam yang dapat disintesis dalam tubuh Kekurangan protein dapat menyebabkan retardasi ( keterbelakangan ) fisik maupun mental 4). Ikatan Peptida Yaitu ikatan yang mengaitkan dua molekul asam amino dan senyawa yang di bentuk di sebut dipeptida.

Protein Kontraktil . Protein Nutrien 4). setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. 8). Penggolongan Protein a. Enzim 2). ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli. Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. Protein Transport 3).Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. Berdasarkan Fungsi biologis 1).

Uji Xantopotreat d). sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran.5). tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Lemak a. Reaksi Pengenalan Protein a). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Protein Struktur 6). Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat. Uji Biuret c). Uji Nintridin b). Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Protein Pengatur 9). Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Protein Pertahanan 7).

sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ). Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. keju. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen . Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c.b. Penyabunan 3). kacang-kacangan 2). Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh. susu. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1). Hidrogenesi minyak e. Hidrolisis 2). Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol.

Tin plating ( pelapisan dengan timah ) . Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air.3). tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Mengecat 2. logam mengalami oksidasi. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol. Steroid Steroid bukan dari golongan ester. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. Korosi biasa di sebut pengkaratan. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. Pada peristiwa korosi. di salut dengan plastik 4. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. melumuri dengan oli atau gembuk 3.

Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Reaksi Ion Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. kusen. . Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) 7. Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2). Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a). pintu dan jendela. sebagai berikut : 1).5. “ REAKSI REDOKS “ 1. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk.

Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : . atau ion OH( Dalam Suasana Basa ) 6).3). Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O Contoh Soal : 1). 4). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor.

Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Reaksi Rumus Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1).Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b. Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks. Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) .

4). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ). Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) . Contoh soal : 2). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ).

oleh karena itu. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. d. oksigen dan hidrogen. zat semacam gelatia ini kemudian di sebut koloi. Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar. Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. 3). Setarakan Oksigen dan Hidrogen c. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih .Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. “ KOLOID “ a.

tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. air susu dan lem. agar-agar yang masih cair dan air teh. b. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Gerak Brown 3). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Contoh koloid antara lain santan.besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. Adsorpsi 4). cat dan tinta. Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. Adanya Elektrolit 5). Efek Tyndall 2). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Menghilangkan muatan koloid . Sifat-sifat Koloid 1).

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Wujud pada suatu kamar Titik didih Di campur dengan natrium Kelarutan dalam air Dapat terbakar gas Etana Cair 78ºC Etanol Cair 65ºC Metanol – 89ºC Tidak bereaksi Tidak larut Ya Bereaksi Larut sempurna Ya Bereaksi Larut sempurna Ya a. Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa . Penambahan stabilisator koloid ☺GUGUS FUNGSI 1).b).

Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . c. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) .1 2 3 4 5 6 7 – OH – –O– O –C–H O –C– O – C – OH O C – C – OR –X Alkohol Eter Aldehida Keton Asam Karboksilat Ester Halida b. Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. Digunakan sebagai obat bius.

Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Keisomeran .Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. Contoh. Cl. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Br atau I. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F. f. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. lemak dan minyak juga tergolong Es g. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer.

Alkohol CnH2n+2O . namun berbeda gugus fungsi. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat.struktur dapat berupa keisomeran kerangka. Alkanal dengan Alkanol. posisi dan fungsi. gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. 1. 2. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. namun rantai induk berbeda. Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : 1). Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul. 3. a. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. mempunyai rumus umum CnH2nO 3). mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis.

Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. Asam Alkanoat. Keisomeran Geometris . CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. Alkanon. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. CnH2nO2 atau R – COOR g. Jadi. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. Halo Alkana. Alkil alkanoat. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. c. jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) b. Alkanal. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya e.Mempunyai struktur umum R – OH. Alkoksialkana. d. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil.

Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol. “ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ . mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Menurut Lebel dan Vanf Hoff. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada 4 gugus yang berbeda. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter.Tergolong isomer ruang.

1. eliminasi dan redoks a. adisi. d. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan . reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi 2. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c. Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain.

Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air . Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I.seterusnya. Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam. alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. alkohol sekunder membentuk keton III. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. II. atau PXs ( X = Halogen ) c.

dehiodrasi alkohol jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. terutama HI 4. tetapi tidak membebaskan HCL d. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c.e. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. Reaksi – Reaksi Eter a. baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol .

Eter .Etil Eter . alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.8 ☺Secara kimia.6 91 Alkohol Etanol 1 – Butanol 2 – Butanol Titik Cair .90 .116 . Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks.122 Titik Didih .115 .3 117. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b.52 Titik Didih 78. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. a. Oksidasi Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah.Propil Eter Titik Cair . sedangkan eter tidak bereaksi b. 5.24 34.140 . Reaksi – Reaksi Aldehida a. Adisi Hidrogen .Metil Eter .7 155. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H.

Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Sifat – Sifat Keton a. Pembentukan ketala dan hemiketala . Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida.Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer.

8 x 10-4. Asam format mempunyai Ka = 1. Asam alkanoat merupakan asam lemah. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling. Asam format adalah yang paling kuat. Semakin panjang rantai alkilnya. b. Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. semakin lemah asamnya. 8.Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. sedangkan keton bereaksi negatif. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) . Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa.

Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. misalnya dengan NaOH. b. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a. Subtitusi Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi.9. “Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop .

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton . en.

Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. Tata nama Alkohol a. Nama IUPAC Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi.oat = Asam Karboksilat 1. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) . Nama lazim selain nama IUPAC. Jika gugus alkilnya berbeda. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. b.

Penulisan sama dengan Alkohol b. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Tata nama IUPAC . Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. 4.a. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Tata nama Asam Alkanoat a. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b. Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Tata nama Alkanon a. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3.

sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya. penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No 1 2 3 4 Rumus Bangun HcooH CH3CooH CH3CH2CooH CH3(CH2)2CooH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam propanoat Asam Butanoat Nama Lazim Asam Format Asam Asetat Asam Propinoat Asam Butirat . Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2.Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. b.

Tata nama Haloalkana Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. fluoro dan iodo . Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7. sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil .Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen .5 6 7 8 9 CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)3CooH CH3(CH2)14CooH CH3((CH2)16CooH HooCCooH Asam Pentanoat Asam Dodekanoat Asam Heksadekanoat Asam Oktadekanoat Asam Etanadioat Asam Valerat Asam Laurat Asam Palmitat Asam Stearat Asam Oksalat 6.penomoran dimulai dari salah satu ujung. kloro. sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : .

dan seterusnya . tri. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ). maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2. maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1. Ikatan Sigma dan ikatan PHI Menurut teori ikatan Val..Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen . Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] . Penumpang tindihan ujung dengan ujung.jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena.

ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. 3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma. maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi. Jadi. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma ☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. Subtitusi pertama . maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma.2. yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 ☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI.

OR .SO3H O . Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.OH .CR .a. Subtitusi kedua Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta . Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d.CHO ║ . NR2 O ║ . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2.NHR. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c.CO2R .NH2 .

Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat. Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso. Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer.X : ( Mendeaktifkan ) .CN . Polimerasasi Adisi .CO2H .NHCR . “ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer..NO2 . Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1. Fenoln → Sebagai antiseptik 3. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul.NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1.R ( Alkil ) .C6H6 ( Aril ) . Polimer yang lazim adalah polietilena. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ). bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.

Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Protein Amilum Selulosa Asam Nukleat Karet Alam Monomer Asam Amino Glukosa Glukosa Nukleotida Isoprena Polimerasasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Kondensasi Sumber terdapatnya Wol / Sutera Beras.Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Gandum. Penggolongan Polimer 1. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. seperti H@) dan CH3OH. RNA Adisi . Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. Polimerasasi Kondensasi Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Lainnya Kayu ( Tumbuh – tumbuhan DNA.

. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. contohnya : PVC. pipa Tali plastik. botol plastik Panci anti lengket Tetrafluoroetilena Adisi 2. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) . Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena.Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Polietilena PVC Polipropilena Teflon Monomer Etena Vinilklorida Propena Polimerasasi Adisi Adisi Adisi Sumber terdapatnya Plastik Pelapis lantai. Polipropilena. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran 3.

Polikloroprena ( Neoprena ) Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Digunakan untuk membuat selang oli . Karet Sintetis a. Karet alam adalah polimer dari isoprena. b. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus. Karet Alam a. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format.Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Proses ini disebut Vulkanisasi. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang. 2. Getah pohon karet disebut lateks. Berbagai Macam Polimer 1.

botol dan sebagainya 5. isolasi. selang dan sebagainya 7. Polipropilena Untuk membuat kalung. Teflon Banyak yang dipakai sebagai gasket. PVC Untuk membuat pipa. pelapis lantai. tali. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ). Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. 4. 6. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. karpet dan lain – lain . kaos kaki. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan.c.

Terilen Digunakan sebagai tekstil 12. parasut 11. Incinerasi 3. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. hidrogen dan oksigen. Plastic Biodegradabel “ KARBOHIDRAT “ 1. Daur ulang 2. Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik 10. jala. Nilon Membuat tali.9. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Susunan terdiri dari karbon. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 . Susunan dan penggolongan karbohidrat a.

Konfigurasi monosakarida 1. penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Reduksi c. Beberapa Monosakarida 1. Mutarotasi 3. Struktur melingkar b. Sifat –Sifat Monosakarida 1. nama lain karbohidrat adalah sakarida. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. Glukosa . disakarida dan polisakarida 2.( H2O )6. Oksidasi 4. Kelarutan dalam air 2. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa a.

Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. a. 4. Fruktosa 3. Maltosa Terdiri atas dua molekul glukosa. Polisakarida a. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3. Amilum . Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Digunakan dalam makanan bayi. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida.2. Maltosa tergolong gula pereduksi c.

Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Amilosa merupakan polimer rantai kurus yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. Reaksi pengenalan karbohidrat 1. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. 5.Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. b. Gula pereduksi. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI . – 4 ). 3. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26. sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang.000 molekul glukosa c. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang.

Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). . dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). misalnya daya hantar listrik. tekanan (untuk reaksi gas).adopsi cahaya dll. b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ *A+ = – Ι Δ *B+ = + Ι Δ *C+ = + Ι Δ *B+ a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia. Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu, kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia. Laju rata-rata = - Δ *Br 2+ Δt = - [Br2] akhir- [Br2] mula-mula t akhir- t awal * Hukum Laju Reaksi Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi, pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k *A+…. * B +….. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi

m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B [ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Teori tumbukan. 2). Konsentrasi 3). Luas permukaan sentuhan. 4). Suhu……..laju reaksi 5). Katalisator. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu. a). Pembentukan senyawa antara b). Adsopsi. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). Pada reaksi berkesudahan

zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. A. Keadaan setimbang. 1). Reaksi bolak-balik. Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama, misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. 2). Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). Bersifat dinamis. Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. A. Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :………………………….. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan, yaitu :

Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D . Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik 2). Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan. a. sedangkan untuk tetapan kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. 1). Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh berdasarkan konsentrasi diberi lambang Kc.. tekanan gas.Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap..( Pd )……… ( Pa )…( Pb )……. a. Harga tetapan kesetimbangan …….

Atau Kp = Kc ( RT ) …… c). Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen.. Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………. e).. Pergeseran kesetimbangan . Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana. Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d).Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….

Perubahan volum . Reaksi Eksoterm. Reaksi Endoterm.Perubahan tekanan . antara lain : . Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem.Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia. B).Perubahan konsentrasi . A. . Endoterm. Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan.Perubahan suhu. dan perubahan Entalpi. * Reaksi Eksoterm.

maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). Perubahan Entalpi. Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap. Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. . H akhir – H awal Atau ΔH <> C). ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat-zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi.Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku.

Penulis: abynoel 9 Komentar 1.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo. 2008 6:14 am ass. . Komentar oleh agus on September 20. 2008 Kategori: Materi Kimia .id Balas 2. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. . *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atom-atom gas.Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess.co.

sekitar 6 m 7). setelah denaturasi di sebut protein tedenaturasi. lambat laun protein itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koaagulasi perubahan inilah yang di sebut denaturasi. . Hidrolisis Protein Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami hidrolisis jika di panaskan dengan asam klorida pekat. Denaturasi protein Misalnya suatu protein di panaskan secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60º – 70ºC.☺ Atruktur Sekunder → Berkaitan dengan bentuk dari suatu rantai polipeptida ☺ Struktur Tersier → Protein merupakan bentuk tiga dimensi dari suatu protein 6). Protein dalam bentuk alamiahnya di sebut protein asli.

Berdasarkan Fungsi biologis .8). Berdasarkan Bentuk ☺Protein Globular → Rantai polipeptidanya berlipat rapat menjadi bentuk bulat padat ☺Protein Serabut → Serabut panjang tidak berlipat menjadi globular c. ☺Protein konjugasi ( Prostetik ) → terdiri atas rantai polipeptida yang terikat gugus kimia lain b. Berdasarkan Komposisi Kimia ☺Protein sederhana → terdiri atas gugus amino dan tidak aa gugus kimia lain. Penggolongan Protein a.

Uji Nintridin b). Protein Pertahanan 7).1). Protein Nutrien 4). Protein Kontraktil 5). Protein Struktur 6). Reaksi Pengenalan Protein a). Enzim 2). Protein Transport 3). Protein Pengatur 9). Uji Biuret .

sedangkan dari dua atau tiga jenis asam di sebut lemak campuran. tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang kurang polar 1).c). = R2 = R3 ) di sebut lemak sederhana. Struktur dan tata nama lemak Lemak yang terbentuk dari sejenis asam karboksilat ( R. Lemak a. Penanaman lemak dimulai dengan kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya . Uji Xantopotreat d). Uji Belerang “LIPID” Lipid merupakan subtansi biologi yang tidak larut dalam air. Umunya molekul lemak terbentuk dari dua atau lebih macam asam karboksilat.

Bilangan Iodin Derajat ketidak jenuhan dinyatakan oleh bilangan Iodin yaitu jumlah gram Iodin yang dapat di serap oleh 100gr lemak untuk reaksi penjenuhannya c. Penyabunan . sedangkan lemak yang berwujud padat lebih banyak mengandung asam lemak jenuh c. Reaksi-reaksi lemak dan minyak 1).b. Hidrolisis 2). Perbedaan lemak dan minyak Lemak yang berwujud cair ( minyak ) mengandung asam lemak tak jenuh.

Fungsi Lemak da Sumbernya ☺Fungsi Lemak → Sumber energi dan cadangan makanan ☺Sumbernya → Daging. sedangkan gugus –OH yang ketigadiganti oleh asam Fosfat yang selanjutnya terikat pada suatu alkohol yang mengandung nitrogen 3). susu.3). Fosfolipid Merupakan ester dari gliserol. Steroid . keju. Hidrogenesi minyak e. kacang-kacangan 2). tetapi hanya dua gugus –OH dari gliserol itu yang diganti oleh gugus asil ( Asam Karbosilat ).

Garam-garam empedu mengemulsikan lemak yang kita makan sehingga mempermudah proses pencernaan dan penyerapannya. contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. KOROSI Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Korosi biasa di sebut pengkaratan.Steroid bukan dari golongan ester. . tetapi mempunyai kesamaan sifat denganfosfolipid yaitu amfifilik. salah satu dari empat vitamin D dan beberapa hormon. logam mengalami oksidasi. Zat itu merupakan bahan baku membuat garam empedu. Pada peristiwa korosi. stroid yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia yaitu kolesterol.

Cromium Plating (pelapisan dengan kromium ) .sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami reduksi. di salut dengan plastik 4. ☺Cara-cara pencegahan korosi besi antara lain : 1. ☺Faktor-faktor yang menyebabkan korosi besi Karena adanya oksigen ( Udara ) dan air. Mengecat 2. karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Tin plating ( pelapisan dengan timah ) 5. Galvanisasi ( Pelapisan dengan Zink )) 6. melumuri dengan oli atau gembuk 3.

Aluminium yang telah mengalami proses ini di gunakan untuk membuat panci. Sacrifical Protection ( Pengorbanan Anode ) ☺Korosi Aluminium Aluminium. Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi namun logam-logam ini lebih awet. Lapisan oksida aluminium lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang. Metode Biloks ( Bilangan Oksidasi ) a).7. pintu dan jendela. kusen. karena pengkaratan terhenti setelah lapisan tipis oksida terbentuk. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis proses yang di sebut anodizing. Reaksi Ion . “ REAKSI REDOKS “ 1.

Samakan jumlah perubahan biloks tersebut dengan memberikan koefisien yaang sesuai 5). atau ion OH. Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator dan jumlah penambahan biloks dari reduktor. jumlah perubahan biloks = jumlah atom yang terlibat di kalikan dengan perubahan biloksnya. Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai. 3). sebagai berikut : 1). Setarakan muatan dengan menambah ion H+ ( Dalam Suasana Asam ). Tentukan unsur yang mengalami perubahan Biloks 2).( Dalam Suasana Basa ) 6). Setarakan atom H dengan menambahkan H2O .Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam penyetaraan reaksi. 4).

Contoh Soal : 1). Setarakan reaksi redoks berikut : Zn + NO– 3 → ZnO22– + NH3 ( Suasana Basa ) Jawab : Langkah 1 : Zn dan N Langkah 2 : Zn + NO– 3 → 2n O22– + NH3 Langkah 3 : Unsur Zn = Dari 0 menjadi + 2 bertambah 2 .

Reaksi Rumus .Unsur N = Dari +5 menjadi – 3 berkurang 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2No– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 Langkah 5 : 8Zn + 2No3– → 8ZnO22– + 2NH3 – 2 – 16 Langkah 6 : 14oH– + 8Zn + Zno– 3 → 8ZnO22– + 2NH3 + 4H2O b.

Setarakan unsur yang mengalami perubahan biloks dengan memberi koefisien yang sesuai 3). Setarakan unsur-unsur yang lainnya dalam urutan kation ( Logam ). Tuliskan biloks tersebut tepat di atas lambang atomnya masing-masing 2). . Tentukan unsur yang mengalami perubagan biloks.Langkah-langkah yang harus di tempuh dalam cara ini adalah sebagai berikut : 1). Tentukan jumlah penurunan biloks dari oksidator ( yang mengalami reduksi ) dan jumlah pertambahan bilangan oksidasi dari reduktor ( yang mengalami oksidasi ) 4). Samakan jumlah perubahan bilangan oksidasi reduktor dan oksidator dengan memberi koefisien yang sesuai 5). anion ( Nonlogam ) hidrogen dan terakhir oksigen ( KAHO ).

Contoh soal : 2). Tentukan reaksi redoks berikut : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Jawab : Langkah 1 : Znº + HNO3 → Zn+2 (NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 2 : Zn + HNO3 → Zn ( NO3 )2 + NH4 NO3 + H2O Langkah 3 : Znº → Zn+2 Bertambah 2 Zn+5 → N-3 Bertambah 8 Langkah 4 : 8 Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Langkah 5 : Kation : 8Zn + 2HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O .

Setarakan atom unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi b. Masing-masing setengah reaksi di setarakan dengan urutan sebagai berikut : a. Metode setengah reaksi ( Ion – Elektron ) Proses penyetaran berlangsung menurut langkah-langkah sebagai berikut : 1). Tuliskan kerangka dasar dari setengah reaksi reduksi dan reaksi oksidasi secara terpisah dalam bentuk reaksi ion 2). Setarakan Oksigen dan Hidrogen .Anion : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + H2O Hidrogen : 8Zn + 20HNO3 → 8Zn ( NO3 )2 + 2NH4NO3 + 6H2O 3).

Pertama kali di perkenalkan oleh thomas graham berdasarkan pengamatannya terhadap gelatia yang merupakan kristal namun sulit mengalami difusi. “ KOLOID “ a.c. 3). oksigen dan hidrogen. kemudian jumlahkam kedua ruas setengah reaksi tersebut. maka petaraan di lakukan dengan menambahkan spesi yang bersangkutan pada ruas lainnya. zat semacam gelatia ini kemudian . Apabila terdapat spesi lain selain unsur yang mengalami perubahan biloks. d. oleh karena itu. Samakan jumlah elektron yang di serap pada setengah reaksi reduksi dengan jumlah elektron yang di bebaskan pada setengah reaksi oksidasi dengan cara memberi koefisien yang sesuai. Setarakan muatan dengan menambahkan elektron pada ruas yang jumlah muatannya lebih besar.

b. Ukuran koloid yaitu 1 nm sampai 100 nm. Koloid di sebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan tetapi lebih kecil daripada suspensi. misalnya koloid belerang dalam air dan santan. Sifat-sifat Koloid 1). air susu dan lem. Koloid yang terjadi dari dispersi zat cair di dalam medium pendispersi cair di sebut dengan emulsi. Contoh koloid antara lain santan. Dan koloid lain yang sukar berpisah antara lain lem.di sebut koloi. tetapi beberapa koloid tampak seperti larutan misalnya larutan kanji yang encer. agar-agar yang masih cair dan air teh. Efek Tyndall . cat dan tinta. Beberapa koloid dapat berpisah bila didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya.

Adsorpsi 4). Kestabilan Koloid Untuk menjaga kestabilan koloid. dapat dilakukan beberapa cara antara lain : a). Koagulasi Peristiwa yang dapat menimbulkan koagulasi antara lain : a). Menghilangkan muatan koloid b). Gerak Brown 3). Pencampuran koloid yang berbeda muatan b). Adanya Elektrolit 5).2). Penambahan stabilisator koloid .

Pengertian gugus fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom yang paling menentukan sifat suatu senyawa Sifat Etana Etanol Metanol .☺GUGUS FUNGSI 1).

Gugus Fungsi – OH ( Alkohol ) Beberapa Contoh gugus fungsi No Gugus Fungsi Golongan senyawa .Wujud pada suatu kamar gas Cair Cair – 89ºC Titik didih Tidak Di campur dengan bereaksi 78ºC 65ºC Bereaksi Bereaksi Larut natrium Tidak larut sempurna Kelarutan dalam air Ya Dapat terbakar Ya Larut sempurna Ya a.

1 – OH – Alkohol 2 –O– Eter 3 O Aldehida 4 –C–H Keton 5 O Asam Karboksilat 6 –C– Ester 7 O Halida – C – OH O .

C – C – OR –X b. Salah satu eter yaitu dietil eter ( C2Hs – O – C2Hs ). Gugus Fungsi – O – ( Eter ) Mempunyai struktur R – O – R . Digunakan sebagai obat bius. Gugus fungsi – C – H atau – CHO ( Aldehida ) . Penggunaan lain dari eter adalah sebagai pelarut. c.

Contohnya adalah metanol atau formaldehida tang terdapat dalam formalin. suatu cairan yang biasa digunakan para wanita untuk membersihkan cat kuku e. Gugus Fungsi – CooR ( Ester ) Yang banyak digunakan sebagai essen. Gugus Fungsi – COOH ( Asam karboksilat ) Contohnya adalah asam asetat ( CH3CooH ) yang terdapat dalam cuka makan. f. lemak dan minyak juga tergolong Es . Gugus Fungsi – CO – ( Keton ) Contohnya adalah aseton. Bahan yang digunakan untuk mengawetkan preparat biologi atau mayat d.

Keisomeran struktur dapat . Gugus Fungsi – X ( Halogen ) Disebut juga Haloalkana. Haloalkana di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan sebagai pelarut. “ KEISOMERAN “ Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer. Keisomeran karena perubahan struktur di sebut keisomeran struktur. Br atau I. sedangkan keisomeran karena perubahan konfigurasi di sebut keisomeran ruang. Monohaloalkana di sebut juga alkil Halida. Cl. Freon yang digunakan sebagai fluida kerja dalam mesin pendingin. Gugus X adalah atom Halogen yaitu F.g. Contoh.

1. 2. namun berbeda gugus fungsi. Keisomeran rangka Mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi sama. namun rantai induk berbeda. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu : . gugus fungsi dan kerangka yang sama namun berbeda letak ( Posisi ) gugus fungsinya. Keisomeran gugus fungsi Mempunyai rumus molekul yang sama. Sedangkan keisomeran ruang dapat berupa keisomeran geometris dan optis.berupa keisomeran kerangka. posisi dan fungsi. 3. Keisomeran posisi Mempunyai rumus molekul.

jumlah kemungkinan isomer alkohol sama dengan jumlah kemungkinan gugus alkilnya ( R ) .1). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O 2). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat. Menentukan jumlah isomer struktur Jumlah isomer struktur yang dapat terbentuk dari suatu senyawa bergugus fungsi tunggal dapat ditentukan berdasarkan jumlah kemungkinan gugus alkil yang dapat di bentuk oleh seyawa itu. a. Alkohol CnH2n+2O Mempunyai struktur umum R – OH. Alkanal dengan Alkanol. mempunyai rumus umum CnH2nO2 4. Jadi. mempunyai rumus umum CnH2nO 3).

b. CnH2nO atau R – CHO satu atom karbon dalam alkanal menjadi bagian dari gugus fungsi sisanya merupakan gugus alkil. d. CnH2nO atau R – CO – R satu atom karbon dalan alkanon menjadi bagian dari gugus fungsi. CnH2n+2O atau R – O – R Atom karbon dalam molekul eter terbagi dalam dua gugus alkil. c. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan gugus alkilnya. Jumlah kemungkinan isomer sama dengan jumlah kombinasi dari kedua gugus alkil tersebut. sisanya + bagi dalam dua gugus alkil. Alkanon. Alkoksialkana. Alkanal. Jumlah isomer bergantung pada jumlah kemungkinan kombinasi gugus alkilnya .

Keisomeran ini terjadi karena perbedaan konfigurasi molekul. Keisomeran Geometris Tergolong isomer ruang. CnH2n+1 X atau R – X Jumlah kemungkinan isomer haloalkana sama dengan alkanol yang sesuai 5. Alkil alkanoat.e. Halo Alkana. Keisomeran geometris mempunyai dua bentuk yang di tandai dengan : . mempunyai rumus molekul dan struktur yang sama. Asam Alkanoat. CnH2nO2 atau R – COOH Jumlah kemungkinan isomer asam alkanoat sama dengan alkanot yang setara f. CnH2nO2 atau R – COOR g.

Keisomeran ini berkaitan dengan sifat optis contohnya 2 – Butanol.Cis : Gugus sejenis terletak pada sisi yang sama Trans : Gugus sejenis terletak berseberangan 6. Mempunyai 2 isomer optis yaitu d – 2 Butanol dan L – 2 – Butanol. Alat untuk mengubah cahaya biasa menjadi cahaya terkutub di sebut polarisator. Keisomer Optis Bidang getar di sebut bidang polarisasi. Berbagai jenis senyawa karbon menunjukkan kegiatan optis yaitu dapat memutarkan bidang polarisasi. senyawa – senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi di sebut optis aktif. keisomeran optis di sebabkan adanya atom karbon asimetris dalam molekul yaitu atom c yang terikat pada . Menurut Lebel dan Vanf Hoff.

“ REAKSI – REAKSI SENYAWA KARBON “ 1. dua isomer yang merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya disebut enansiomer. Berbagai jenis reaksi senyawa karbon Reaksi senyawa karbon merupakan pemutusan dan pembentukan ikatan kovalen. Senyawa yang mempunyai atom karbon asimetris bersifat kiral. Isomer – isomer yang bukan enansiomer disebut diastereoisomer.4 gugus yang berbeda. adisi. Campuran ekimolar dua enansiomer disebut campuran rasemat dan bersifat optis tak aktif. Sudut putaran di tentukan melalui percobaan dengan alat polarimeter. Jenis senyawa karbon yaitu subtitusi. eliminasi dan redoks .

reaksi redoks adalah reaksi yang di sertai perubahan bilangan oksidasi . Eliminasi pada reaksi eliminasi dimana molekul senyawa berikatan tunggla berubah menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul kecil.a. d. Subtitusi pada reaksi subtitusi dimana atom atau gugus atom yang terdapat dalam suatu molekul di gantikan oleh atom atau gugus atom lain b. adisi pada reaksi adisi dimana molekul senyawa yang mempunyai ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal c.

2. reaksi dengan logam aktif atom H dari gugus – H dapat disubtitusi oleh logam aktif misalnya matrium dan kalium b. atom karbon sekunder terikat langsung pada dua atom karbon yang lain dan seterusnya. subtitusi gugus – OH oleh halogen gugus – OH dapat di subtitusi oleh atom halogen bila di reakskan dengan HX pekat. Berdasarkan jenis atom yang mengikat gugus – OH Alkohol di bedakan menjadi alkohol primer – OH pada atom karbon primer dan seterusnya a. Reaksi – reaksi Alkohol Atom karbon primer adalah atom karbon yang terikat langsung pada satu atom karbon yang lain. atau PXs ( X = Halogen ) .

alkohol tersier tidak teroksidasi Dalam oksidasi alkohol. sebuah atom oksigen dari oksidator akan menyerang atom H – Karbinol d. alkohol sekunder membentuk keton III. Alkohol teroksidasu sebagai berikut : I. II.c. alkohol primer membentuk aldehida dan dapat teroksidasi lebih lanjut membentuk asam karboksilat. Pembentukan Ester ( Esterifikasi ) alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air e. dehiodrasi alkohol . Oksidasi Alkohol Dengan zat – zat pengoksidasi sedang seperti larutan K2Cr2O dalam lingkungan Asam.

jika di panaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi ( melepas molekul air ) membentuk estr atau alkena 3. Pembakaran eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air b. Reaksi dengan PCLs eter bereaksi dengan PCLs. reaksi logam aktif eter tidak bereaksi dengan logam natrium ( Logam aktif ) c. terutama HI . tetapi tidak membebaskan HCL d. Reaksi dengan Hidrogen Halida ( HX ) Eter terurai oleh asam halida. Reaksi – Reaksi Eter a.

116 34.Etil Eter .4.8 .115 . baik sifat fisik maupun sifat kimia ☺Perbandingan titik cair dan titik didih antara eter dan alkohol Eter Titik Cair Titik Didih .3 .122 91 2– .7 . Membebaskan Alkohol dengan Eter Alkohol dan eter merupakan isomer fungsi dengan rumus umum CnH2n+2O. tetapi kedua homolog ini mempunyai sifat yang berbeda nyata.Propil Eter .52 155.140 Etanol .Metil Eter .90 117.6 1– Butanol .24 Alkohol Titik Cair Titik Didih 78.

Butanol ☺Secara kimia. sedangkan eter tidak menghasilkan HCL. Reaksi – Reaksi Aldehida a. alkohol bereaksi dengan PCLs menghasilkan gas HCL. Oksidasi . sedangkan eter tidak bereaksi b. alkohol bereaksi dengan natrium membebaskan H. a. 5. alkohol dan etr dapat dibedakaan berdasarkan reaksinya dan logam natrium dan posforus pentaklorida.

Jadi pereaksi Tollens mengandung perak sebagai ion kompleks. Pembentukan Asetala dan Hemiasetala . Adisi Hidrogen Ikatan rangkap – C = O dari gugus fungsi aldehida dapat di adisi hidrogen membentuk suatu alkohol primer. Adisi hidrogen menyebebkan penurunan biloks atom karbon gugus fungsi c. Pereaksi ini terbuat dari perak nitrat dalam amonia dengan cara menetesi larutan perak nitrat kedalam amonia. yaitu [ Ag (NH3)2 ] b.Aldehida merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator – oksidator lemah. sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula – mula terbentuk larut kembali. Pereaksi Tollens dan Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida.

sedangkan Hemiasetala merupakan gugus yang terikat terdiri dari satu gugus eter dan satu gugus alkohol 6.Asetala merupakan senyawa karbon dengan dua gugus eter yang terikat pada suatu atom primer. Sifat – Sifat Keton a. Oksidasi merupakan reduktor yang lemah dari pada aldehida. Aldehida dan keton dapat di bedakan dengan menggunakan pereaksi – pereaksi tersebut : Aldehida + Pereaksi Tollins → Cermin perak Keton + Pereaksi Tollins → Tidak ada reaksi Aldehida + Pereaksi Fehling → Endapan merah bata .

.Aldehida + Pereaksi Fehling → Tidak ada reaksi b. Reduksi menghasilkan alkohol sekunder c. Menbedakan Aldehida dengan Keton Aldehida dengan keton merupakn senyawa fingsional tetapi mempunyai sifat – sifat yang berbeda. Pembentukan ketala dan hemiketala Ketala adalah senyawa karbon dalam mana dua gugus eter terikat pada satu atom karbon sekunder. Jika gugus yang terikat itu adalah satu gugus eter dan satu gugus alkohol maka di sebut hemiketala 7. Perbedaan antara aldehida dengan keton yaitu dengan teori Tollens atau pereaksi Fehling.

Sabun natrium juga di kenal juga sabun keras. sedangkan sabun kalium disebut juga sabun lunak. Oleh karena itu kalium dan natrium mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. Asam format adalah yang paling kuat. Asam format mempunyai Ka = 1.8 x 10-4. Sebagai contoh adalah Natrium Stearat dan kalium stearat. Asam alkanoat merupakan asam lemah.dimana Aldehida bereaksi positif dengan kedua pereaksi tersebut. 8. Reaksi – Reaksi Asam Karboksilat a. sedangkan keton bereaksi negatif. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Semakin panjang rantai alkilnya. . semakin lemah asamnya. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat membentuk sabun.

Reaksi – Reaksi Ester Hidrolisis Ester terhidrolisis dengan pengaruh asam dan membentuk alkohol dan asam karboksilat. Subtitusi .b. Reaksi ini merupakan kebalikan dari pengesteran 10. Reaksi pengesteran asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang disebut Esterifikasi ( Pengesteran ) 9. Reaksi – Reaksi Haloalkana Haloalkana dibuat melalui proses subtitusi. dapat dibuat bahan kimia lainnya melalui berbagai reaksi khususbya subtitusi dan eliminasi a.

“Tata nama Senyawa Turunan Alkana Bagian depan ( alk ) menyatakan jumlah atom karbon dalam molekulnya 1 = Met 2 = Et 3 = Prop . b.Atom Halogen dari Haloalkana dapat diganti oleh gugus – OH jika Haloalkana do reaksikan dengan suatu larutan basa kuat. misalnya dengan NaOH. Eliminasi Hx Haloalkana dapat mengalami eliminasi Hx jika di panaskan bersama suatu alkoksida.

4 = But 5 = Pent 6 = Heks 7 = Hept 8 = Okt 9 = Non 10 = Dek Bagian tengah ( an. en. atau un ) menyatakan jenis ikatan karbon an = Jenuh en = Ikatan rangkap dua .

un = Ikatan rangkap tiga Bagian akhir menyatakan gugus fungsi a = Hidrokarbon ( Tanpa gugus fungsi ) ol = Alkohol al = Aldehida om = Keton oat = Asam Karboksilat 1. Tata nama Alkohol a. Nama IUPAC .

Nama Alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol b. Nama IUPAC Dalam hal ini eter di anggap sebagai turunan alkana dengan satu atom H alkana itu di ganti oleh gugus alkohol ( – OR ). Jika gugus alkilnya berbeda. sedangkan gugus lainnya sebagai alkana ( sebagai induk ). Tata nama Alkoksialkana ( Eter ) a. maka alkil yang terkecil yang di anggap sebagai gugus alkoksi. . alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim yaitu alkil alkohol 2. Nama lazim selain nama IUPAC.

Eter kedua gugus alkilnya sama dinamai dialkil eter. 4. Urutan penulisan gugus alkilnya tidak harus berdasarkan abjad 3. Tata nama Alkanon a. Tata namaAlkanal ( Aldehida ) a. yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter. Diturunkan dari nama alkana sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi al b.b. Tata nama IUPAC . Nama lazim Diturunkan dari asam karboksilat yang sesuai dengan mengganti akhiran at menjadi aldehida dan membuang kata asam. Nama lazim Nama lazim Eter adalah alkil alkil eter.

Tata nama Asam Alkanoat . Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi – CO – 2. Penomoran di mulai dari salah satu ujung rantai induk. sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor terkecil 3.Diturunkan dari nama alkana dengan mengganti akhiran a menjadi on. Penulisan sama dengan Alkohol b. Nama Lazim Nama lazin keton adalah alkil alkil keton – kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian di akhiri dengan kata keton 5. Penamaan alkanon bercabang adalah sebagai berikut : 1.

pada dasarnya seperti tata nama aldehida Sebagai berikut : 1. Tata nama IUPAC Diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat. dan memberi awalan asam Tata nama asam alkanoat bercabang. penulisan nama sama seperti senyawa bergugus fungsi yang lain . penomoran dimulai dari atom c gugus fungsi ( atom c gugus karboksil ) 3. Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus karboksil 2.a.

Asam karboksilat yang mempunyai dua gugus disebut alkanodioat. b. Nama lazim Nama Lazim beberapa asam karboksilat No Rumus Bangun Nama IUPAC Nama Lazim 1 HcooH Asam Metanoat Asam Format 2 CH3CooH Asam Etanoat Asam Asetat 3 CH3CH2CooH Asam propanoat Asam Propinoat 4 CH3(CH2)2CooH Asam Butanoat Asam Butirat . sedangkan yang mempunyai tiga gugus disebut asam alkanatriot dan seterusnya.

5 CH3(CH2)3CooH Asam Pentanoat Asam Valerat 6 CH3(CH2)3CooH Asam Dodekanoat Asam Laurat 7 CH3(CH2)14CooH Asam Heksadekanoat Asam Palmitat 8 CH3((CH2)16CooH Asam Oktadekanoat Asam Stearat 9 HooCCooH Asam Etanadioat Asam Oksalat 6. Tata nama Haloalkana . sedangkan alkanoat adalah gugus R – Coo – . Tata nama Alkil Alkanoat ( Ester ) Yang disebut Alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R’ ). Atom C gugus fungsi masuk kedalam bagian alkanoat 7.

penomoran dimulai dari salah satu ujung.Nama Halogen ditulis sebagai awalan dengan sebutan bromo.Jika terdapat lebih dari sejenis halogen maka prioritas penomoran di dasarkan pada kereaktifan halogen .Haloalkana adalah senyawa turunan alkana dengan satu atau lebih atoh H digantikan dengan atom hidrogen. fluoro dan iodo . aturan penamaan haloalkana sebagai berikut : . sehingga atom halogen mendapat nomor terkecil . kloro.rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung atom halogen .

tri. Struktur Kekule Rumus molekul benzena ( C6 H6 ) memperlihatkan ketidakjenuhan Untuk mejelaskan sifat-sifat benzena. dan seterusnya . maka halogen didahulukan “ BENZENA DAN TURUNANNYA “ 1.jika terdapat rantai samping ( cabang alkil ).jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis dinyatakan dengan awalan di. Ikatan Sigma dan ikatan PHI . maka pada tahun 1865 kekule mengajukan struktur lingkar enam dengan tiga ikatan rangkap yang berkonjugasi dan selalu berpinda-pindah 2..

Menurut teori ikatan Val. Orbital molekul terbentuk dari penumpang tindihan orbital-orbital atom. ikatan kovalen yang terbentuk dengan tipe ini disebut ikatan PHI Ikatan pertama yang terjadi antara dua atom selalu berupa ikatan sigma. sedangkan ikatan kedua dan ketiga adalah ikatan PHI. Jadi. ☺Ikatan kovalen tunggal adalah ikatan sigma . ikatan kovalen yang terbentuk dengan penumpang tindihan jenis ini disebut ikatan sigma] 2. Penumpang tindihan orbital-orbital atom dapat terjadi menurut dua cara yaitu : 1. Penumpang tindihan sisi dengan sisi. Penumpang tindihan ujung dengan ujung.

3p2 dan sp Setiap ikatan sigma memerlukan 1 orbital hibrida ☺Jika karbon membentuk 4 ikatan sigma.☺Ikatan rangkap terdiri dari satu ikatan sigma dan satu ikatan PHI ☺Ikatan rangkap tiga terdiri dari satu ikatan sigma dan dua ikatan PHI Hibridasi pada atom karbon Dalam pembentukan senyawa. yaitu 3p3. maka tipe hibridasinya adalah 3p2 . maka tipe hibridasinya adalah 3p3 ☺ Jika karbon membentuk 3 ikatan sigma. atom karbon dapat mengalami tiga macam hibridasi.

maka tipe hibridasinya adalah 3p “ Sifat – Sifat Benzena “ 1. Nitrasi → Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena c. Subtitusi kedua . Alkilasi → Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 ) 2. Sulfonasi → Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat d. Subtitusi pertama a.☺ Jika karbon membentuk 2 ikatan sigma. Halogenesi → Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida b.

SO3H O .NH2 .OH .CR .CO2H .NHCR .CHO ║ .NHR.CO2R .Pengaruh subtituen pertama terhadap subtitusi kedua Pengaruh Orta para Pengaruh Meta .OR . NR2 O ║ .

R ( Alkil ) . Asam Salisilat → Sebagai obat dengan nama spirin ataui asetosal 4. . Fenoln → Sebagai antiseptik 3. bahan dasar membuat stirena dan nilon 66 2.C6H6 ( Aril ) .CN .NR3+ “ Kegunaan dan dampak dari benzena dan beberapa turunannya “ 1..X : ( Mendeaktifkan ) . Benzena → Sebagai pelarut berbagai jenis zat.NO2 . Anilina → Bahan dasar membuat zat – zat diaso. Asam Benzoat → Sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan 5.

Polimerasasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi ( Dapat berlangsung dengan bantuan katalisator ) 2. Polimerasasi Adisi Terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Polimer yang lazim adalah polietilena. Polimer terdiri dari molekul – molekul besar disebut makromolekul. Polimerasasi Kondensasi . Reaksi pembentukan polimer dari monomernya disebut polimerasasi 1.“ POLIMER ” Berbagai barang yang dibuat dari bahan plastik disebut polimer. Unit pembangun polimer yang berasal dari molekul sederhana disebut monomer. polistirena dan polivinilklorida ( PVC ).

Monomer – monomernya saling berkaitan dengan melepas molekul kecil. Polimerasasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujungnya. Berdasarkan asalnya » Polimer alam yaitu polimer yang terdapat di alam » Polimer sintetis yaitu polimer yang dibuat di pabrik dan tidak terdapat di alam Beberapa contoh polimer alam Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya . Penggolongan Polimer 1. seperti H@) dan CH3OH.

Gandum. Lainnya Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu ( Tumbuh – Asam Nukleat Nukleotida Kondensasi tumbuhan Karet Alam Isoprena Adisi DNA.Protein Asam Amino Kondensasi Wol / Sutera Amilum Glukosa Kondensasi Beras. RNA Getah pohon karet Beberapa contoh Polimer Polimer Monomer Polimerasa si Sumber terdapatnya .

Polietilena Etena Adisi Plastik PVC Vinilklorida Adisi Pelapis lantai. botol plastik Teflon Tetrafluoroetil ena Adisi Panci anti lengket 2. Berdasarkan jenis polimernya » Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer Contohnya : Polietilena. Teflon » Kopolimer terbentuk dari dua jenis atau lebih monomer Contohnya : Nilon – 66 dan Dakran . pipa Polipropilena Propena Adisi Tali plastik. Polipropilena.

. Berbagai Macam Polimer 1. Polietilena » Polimer termoseting adalah polimer yang tidak melunak jika dipanaskan dan tidak dapat dibentuk ulang. Contohya : Bakelit ( Plastik yang di gunakan untuk listrik ) Perbedaan antara polimer termoplas dan termoseting terletak pada strukturnya. Karet Alam .3. sedangkan polimer termoseting terdiri atas ikatan silang antar rantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku. Berdasarkan sifatnya terhadap panas » Polimer termoplas adalah polimer yang melunak jika dipanaskan dan dapat dibentuk ulang. contohnya : PVC. Polimer termoplas terdiri atas molekul – molekul rantai lurus.

Karet alam adalah polimer dari isoprena. Karet dikoagulasikan dari lateks dengan menggunakan asam format. b. Polibutadiena Mirip dengan karet alam namun tidak kuat dan tidak tahan terhadap bensin atau minyak b. Pengerasan terjadi karena terbentuk ikatan saling disulfida antar rantai. Getah pohon karet disebut lateks. Vulkanisasi Karet dapat dipanaskan jika dimasak dengan belerang.a. Proses ini disebut Vulkanisasi. Polikloroprena ( Neoprena ) . Karet Sintetis a. 2.

SBR SBR adalah kopolimer dari stirena ( 25% ) dan butadiena ( 75% ).Mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin yang paling baik dibandingkan elastomer lainnya. Digunakan untuk membuat selang oli c. Polipropilena Untuk membuat kalung. botol dan sebagainya 5. 4. Penggunaan SBR adalah untuk ban kendaraan bermotor. Merupakan karet sintetis yang paling banyak digunakan dan diproduksi. tali. Teflon .

Bakelit Digunakan untuk peralatan listrik .Banyak yang dipakai sebagai gasket. 6. pelapis lantai. karpet dan lain – lain 9. digunakan untuk membuat baju “ WOL “. isolasi. Akrilat Dikenal dengan nama flexiglass. pelapis tangki dipabrik kimia dan pelapis panci anti lengket. bahan untuk pengepakan dan kemasan makanan 8. Polistirena Untuk membuat gelas minuman ringan. kaos kaki. selang dan sebagainya 7. PVC Untuk membuat pipa.

Incinerasi 3. Daur ulang 2. “ Penanganan Limbah Plastik “ 1. Resin urea – formaldehida dan melamin – formaldehida Digunakan untuk perkakas makanan misalnya mangkuk dan piring. Plastic Biodegradabel . parasut 11. Nilon Membuat tali. jala.10. Terilen Digunakan sebagai tekstil 12.

Susunan terdiri dari karbon. Berdasarkan gugus fungsinya karbohidrat merupakan suatu poklihidroksialdehida b. nama lain karbohidrat adalah sakarida. rumus molekul glukosa misalnya dapat dinyatakan sebagai C6 ( H2O )6. disakarida dan polisakarida 2. Karbohidrat mempunyai rumus umum Cn ( H2O )m. Monosakarida Dapat berupa aldesa dan ketosa . penggolongan karbohidrat karbohidrat biasanya digolongkan menjadi monosakarida. Susunan dan penggolongan karbohidrat a. hidrogen dan oksigen.“ KARBOHIDRAT “ 1.

Sifat –Sifat Monosakarida 1. Mutarotasi 3. Glukosa .a. Reduksi c. Kelarutan dalam air 2. Konfigurasi monosakarida 1. Beberapa Monosakarida 1. Oksidasi 4. Struktur terbuka ( Alifatis ) 2. Struktur melingkar b.

Fruktosa 3. Sukrosa Sukrosa adalah gula pasir biasa. Ikatannya melibatkan gugus hemiasetal glukosa dan gugus hemiketal fruktosa b. a. Ikatan menghubungkan unit – unit monosakarida dalam disakarida juga dalam polisakarida disebut ikatan Glikosida. Ribosa dan 2 – Deoksiribosa 3.2. Disakarida Terbentuk dari dua molekul monosakarida. Maltosa . Terbentuk dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.

4. Amilum dapat dipisahkan menjadi dua bagian yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polimer rantai kurus . Digunakan dalam makanan bayi. Secara komersial laktosa doperoleh sebagai hasil samping pabrik keju. Amilum Amilum atau pati adalah polisakarida yang terapat dalam tumbuhan.Terdiri atas dua molekul glukosa. Maltosa tergolong gula pereduksi c. Laktosa terdiri dari satu molekul glukosa dengan satu molekul galaktosa. Polisakarida a.

sedangkan amilopektrin merupakan polimer bercabang. Percabangan terjadi antara 6 – 12 unit glukosa. Panjang rantai berkisar dari 200 – 26.000 unit glukosa dapat tersusun rapat dan melintir seperti serat dalam benang. Reaksi pengenalan karbohidrat .yang terdiri dari 1000 atau lebih molekul glukosa. – 4 ). 1 molekul glikogen terdiri dari 1700 hingga 600.000 molekul glukosa c. Glikogen Molekul glikogen menyerupai amilopektrin tetapi lebih bercabang. b. Selulosa Selulosa merupakan polimer rantai lurus dari B – D – glukosa dengan ikatan B – (1. 5.

Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). Uji umum untuk karbohidrat adalah uji molisch 2. 3. Gula pereduksi. Amilum memberi warna biru – ungu dalam larutan iodin LAJU REAKSI a) Laju Reaksi adalah berkurangnya jumlah pereaksi untuk satuan waktu atau bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu.1. yaitu monosakarida dan disakarida dapat di tunjukkan dengan pereaksi fehling atau benedict. dengan demikian maka laju reaksi menyatakan berkurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu .

b) Stoikiometri laju reaksi Secara umum untuk reaksi yang dinyatakan dengan persamaan reaksi : aA + bB → cC + dD Berlaku : Laju reaksi = Ι Δ [A] = – Ι Δ [B] = + Ι Δ [C] = + Ι Δ [B] a Δt bΔt cΔt dΔt c) Penentuan Laju Reaksi .(detik). Satuan laju reaksi dinyatakan dalam satuan mol dmˉ³ detˉ¹ atau mol /liter detik.

Sedangkan dengan cara kimia yaitu dengan menghentikan reaksi secara tiba-tiba setelah selang waktu tertentu.[Br2] akhir. kemudian konsentrasinya ditentukan dengan metode analisis kimia.Δ [Br 2] Δt = . Dengan cara fisika yaitu berdasarkan sifat-sifat fisis campuran yang dipengaruhi oleh konsentrasi campuran . Laju rata-rata = .Penentuan laju reaksi dapat dilakukan dengan cara fisika atau cara kimia.t awal * Hukum Laju Reaksi . misalnya daya hantar listrik.[Br2] mula-mula t akhir. tekanan (untuk reaksi gas).adopsi cahaya dll.

. pernyataan ini dikenal dengan Hukum Laju Reaksi atau persamaan laju reaksi. [ B ]…. Keterangan : V = Laju reaksi ( mol dm ˉ³ det ˉ¹ ) K = Tetapan Laju Reaksi m = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap A n = Tingkat reaksi ( orde reaksi ) terhadap B . Secara umm untuk reaksi : рA + qB → rC v = k [A]….Dari hasil percobaan-percobaan diketahui bahwa umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal dari zat-zat pereaksi.

Teori tumbukan. Luas permukaan sentuhan. Ada 2 cara yang dilakukan katalisator dalam mempercepat reaksi yaitu.. Suhu…….[ A ]= Konsentrasi awal A (mol dm ) [ B ]= Konsentrasi awal B ( mol dm ) * Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi 1). Konsentrasi 3). 2). Katalisator.laju reaksi 5). 4). Pembentukan senyawa antara . a).

Adsopsi. Keadaan setimbang. Reaksi kesetimbangan dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik. “KESETIMBANGAN KIMIA” A. Reaksi berkesudahan dan dapat balik Reaksi kimia berdasarkan arahnya dapat dibedakan menjadi dua. Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadizat pereaksi. .b). Reaksi bolak-balik. 1). yaitu Reaksi berkesudahan satu arah dan dapat balik ( dua arah ). A.

Bersifat dinamis. misalnya reaksi-reaksi gas atau larutan ) akan lebih mudah berlangsung bolak-balik dibanding dengan reaksi yang Heterogen. Umumnya reaksi heterogen dapat berlangsung bolak-balik pada suhu tinggi. Reaksi-reaksi homogen ( Fasa pereaksi dan hasil reaksi sama. Sistem tertutup Sistem tertutup adalah suatu sistem reaksi dimana baik zat-zat yang bereaksi maupun zat-zat hasil reaksi tidak ada yang meninggalkan sistem 3). .Suatu reaksi dapat menjadi kesetimbangan bila reaksi baliknya dapat dengan mudah berlangsung secara bersamaan. 2). Proses penguapan dan pengembunan dapat berlangsung dalam waktu bersamaan.

yaitu : Bila dalam keadaan setimbang maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dipangkatkan koefesiennya dibagi dengan hasil kali konsentrasi zat-zat pareaksi dipangkatkan koefisiennya akan mempunyai harga yang tetap. A. a. Dapat mengetahui kondisi suatu reaksi bolak balik . Hukum kesetimbangan …… tetapan kesetimbangan ( K ) Rumus :…………………………. 1).. Rumusan itu disebut Hukum kesetimbangan.Artinya secara mikroskopis berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju reaksi pembentukan sama dengan laju reaksi baliknya. Makna Harga Tetapan Kesetimbangan.

Harga tetapan kesetimbangan ……. tekanan gas... yang diperoleh berdasarkan tetapan konsentrasi diberi sedangkan untuk kesetimbangan yang diperoleh dari harga tekanan lambang Kp. Dapat mengetahui komposisi zat-zat dalam keadaan setimbang. Harga tetapan kesetimbangan lambang Kc.2). a. Untuk reaksi setimbang : Kp = ( Pc )…. Keterangan : PA : Tekanan Parsial gas A .( Pd )……… ( Pa )…( Pb )…….

Sedangkan berdasarkan persamaan gas ideal PV = n RT didapatkan bahwa P = n / v ( RT ) untuk gas besaran n / v adalah merupakan konsentrasi gas dalam ruangan sehingga : Kp = Kc ( RT )………………………..PB : Tekanan Parsial gas B PC : Tekanan Parsial gas C PD : Tekanan Parsial gas D Berdasarkan Hukum tantang gas ideal PV = n RT dapat dicari hubungan antara Kp dengan Kc Rumus:………………….. Atau .

Kp = Kc ( RT ) …… c). maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi sekecil mungkin. Tetapan kesetimbangan untuk kesetimbangan Heterogen. . Pergeseran kesetimbangan Dikenal dengan Asas Le chatelier yaitu jika dalam suatu sistem kesetimbangan diberi aksi. e). Zat-zat yang konsentrasi tetap ( zat padat atau zat cair murni ) tidak tampak pada rumusan harga K d). Kesetimbangan Disosiasi Yaitu kasetimbangan yang melibatkan terurainya suatu zat manjadi zat yang lebih sederhana.

Perubahan suhu. dan perubahan Entalpi.Perubahan tekanan . antara lain : . “TERMOKIMIA” Termokimia membahas hubungan antarakalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.Beberapa aksi yang dapat menimbulkan perubahan pada sistem kesetimbangan. * Reaksi Eksoterm.Perubahan volum . Reaksi Eksoterm.Perubahan konsentrasi . A. Endoterm. .

H akhir – H awal Atau ΔH <> . Bila perubahan entalpi sistem dirumuskan : ΔH = H akhir – H awal Pada reaksi eksoterm yang berarti sistem melepas kalor berlaku. B). Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Reaksi Endoterm.Yaitu reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem kelingkungan.

maka perubahan kalor itulah yang disebut Perubahan Entalpi (ΔH). Perubahan Entalpi. Jika suatu reaksi berlangsung pada tekanan tetap maka perubahan entalpinya sama dengan kalor yang dipindahkan dari sistem ke lingkungan atau sebaluknya kedalan keadaan semula. ΔH = qp *Hukum Hess Bunyi dari hukum hess yaitu : Bahwa perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal (zat-zat pereaksi) dan keadaan akhir aaaa9 zat- .C). Yaitu bilamana sistem mengalami perubahan pada tekanan ttetap.

Untuk menggambarkan rute reaksi yang terjadi pada reaksi oleh hess digambar dengan siklus Energi yang dikenal dengan siklus Hess. 2008 Kategori: Materi Kimia . .zathasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung bagaimana jalannya reaksi. *Energi Ikatan Rata-rata Merupakan Energi rata-rata yang diperlukan untuk memutus sebuah ikatan dari seluruh ikatan suatu molekul gas menjadi atomatom gas. ΔH = ∑ Energi ikatan pereaksi – ∑ Energi ikatan hasil reaksi Agustus 31. Penulis: abynoel .

co.9 Komentar 1.id Balas 2. Komentar oleh agus on September 20. . 2008 6:14 am ass.bapak klo menyelesaikan soal stoikiometri kimis menggunakan perhitungan manual pak?(dihitung pake tangan dan otak) bapak pernah menyelesaikan soal perhitungan kimia dengan berbantuan pemprogaman misalnya pascal?tlg dibalas ke email saya ya pak secepatnya sujadmikoagus@yahoo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful