P. 1
Upacara Adat an Suku Sunda

Upacara Adat an Suku Sunda

|Views: 1,353|Likes:
Published by Hilmiyah Tsabitah

More info:

Published by: Hilmiyah Tsabitah on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

Kata pengantar Assalamu’alaikum Warahmatulllahi wabarakatuh Alhamdulilllah, segala puji bagi Allah swt.

yang telah memberikan kemudahan kepada penulis sehingga makalah adat pernikahan suku Sunda dari sudut pandang islam ini dapat selesai pada waktunya. Selanjutnya, penulis mengucapkan terima ksih kepada Ibu Imas Eva Nurviati yang telah memberikan tugas ini sebagai bekal pengalaman untuk masa depan. Banyak kebudayaan di Indonesia membuat adat dalam merayakan suatu pernikahan pun beragam. Salah satunya adalah adat pernikahan suku Sunda. Namun sering kali adat tersebut terbentur dengan aturan yang berlaku dalam agama islam. Maka, dengan adanya makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan kita mengenai adat pernikahan suku Sunda dalam sisi islam dan menjadika pedoman untuk kedepannya. Tentunya dalam penulisan maupun pembahasan masalah yang terdapat di makalah ini masih terdapat kesalahan atau kurang tepat dalam penggunaan bahasa. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca maupun Ibu guru agar kedepannya penulis dapat menyusun makalah yang lebih baik lagi. Terakhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Depok, 20 Februari 2011

Penulis

Oleh karena itu. dan menjalin ikatan antara suami istri. dengan pernikahan. dalam makalah ini penulis akan menguraikan pandangan islam terhadap upacara adat pernikahan suku Sunda. Oleh karena itu. Hal ini bertujuan agar setiap orang dapat melakukan aktivitas dengan baik dan sesuai syariat islam.Pendahuluan Latar belakang Pernikahan menurut bahasa dapat berarti kebersamaan. setiap tindakan kita harus dilandaskan pada agama. Agama merupakan pondasi bagi seseorang dalam melaksanakan kehidupan. Namun. Pernikahan sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat agar dapat melangsungkan kehidupan manusia serta untuk mempertahankan eksistensi manusia di muka bumi ini. . Islam mengatur berbagai hal dalam kehidupan ini. Mereka berkumpul menjadi suatu komunitas yang memilki ciri dan keunikan tersendiri dalam menjalani setiap momen kehidupan. setiap masyarakat muslim harus melakukan segala aktivitas menurut islam. maka akan tercipta suatu masyarakat kecil dalam bentuk keluarga dan dari sana pula akan lahir beberapa suku dan bangsa. Masalah Masalah yang ingin diungkapkan penulis pada makalah ini adalah membahas apa saja urutan dalam upacara adat pernikahan suku Sunda dan mengetahui pandangan islam terhadap upacara tersebut. termasuk dalam pernikahan. salah satunya adalah pernikahan. walaupun setiap bangsa dan suku mempunyai cara yang berbeda dalam merayakan sesuatu. Yang laki-laki berkedudukan sebagai suami sedangkan yang perempuan sebagai istri. dengan berkembangnya suku dan bangsa menyebabkan timbulnya suatu adat tidak sesuai dengan syariat islam. Suku Sunda merupakan suku kedua terbesar di Indonesia sehingga mayoritas masyarakat muslim yang berasal dari suku Sunda melakukan adat Sunda dalam merayakan momen penting seperti pernikahan. mereka tetap berada dalam ikatan yang sama. Oleh karena itu. yaitu agama. berkumpul.

dan sebagainya. pintu gerbang. bermacam-macam minuman termasuk jamu. Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih. dua pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon. di jalanan di dekat rumah. Sehari sebelum pernikahan. buah-buahan. dan lainnya. 1 . yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut. melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh di manapun). sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sebelum tarub dan janur kuning tersebut dipasang. Arti simbolis dari sesajian ini ialah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. alang-alang. roti. tempe. lampu. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Cengkir Gading atau buah kelapa muda. Berbagai macam daun seperti daun beringin. sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya. mojo-koro.Pembahasan Upacara adat pernikahan suku Sunda Adat Sunda merupakan salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan. beras. dadap serep. Nendeun Omong . Tarub atau janur kuning. Adapun rangkaian acaranya dapat dilihat berikut ini. Tebu Wulung atau tebu merah. di bawah tarub. daging sapi. biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi tarub atau janur kuning yang terdiri dari bermacam tumbuhan dan daun-daunan. yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain. bunga. dapur. seperti kamar mandi. kelapa. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari pisang. yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat. Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang belketepe.

Jika dibawa.7 hari sebelum pernikahan).  “dikeprak” . Cincin tidak mutlak harus dibawa. Dilakukan „patuker beubeur tameuh‟. perabot dapur. uang. 3. makanan. Tunangan Tunangan. yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis. bisanya berupa cincing meneng. Lamaran Lamaran dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. pakaian. sambil duduk menghadap orang tua untuk meminta doa restu. Disertaiseseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. 5 . Tata cara ngeuyeuk seureuh adalah sebagai berikut : Pangeuyeuk :  Tetua memandu acara Tetua yang dipercaya atau pemandu acara memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai untuk dipegang oleh masing masing pada tiap ujungnya. dengan maksud agar keduanya kelak hidup sejahtera.Yaitu pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat mempersunting seorang gadis. 2. Bawa lamareun atau sirihpinang komplit. Ngeyeuk Seureuh Adalah prosesi adat dimana orang tua atau sesepuh keluarga memberikan nasehat dan juga merupakan seks edukasi bagi kedua calon mempelai yang dilambang dengan tradisi atau benda benda yang ada dalam acara adat tersebut. dan lain-lain. Seserahan/ peningsetan Seserahan (3 . Calon pengantin pria membawa uang. melambangkan kemantapan dan keabadian. 4 . perabot rumah tangga. seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat).  Pangeuyeuk membawakan kidung Yaitu berupa doa–doa kepada Tuhan Yang Maha Esa sambil menaburkan beras kepada kedua calom mempelai.

yang pria memegang Alu dan wanita memegang lumpang.  Berebut uang .  Membuat “Lungkun” yakni sirih bertangkai. Hal ini dilakukan oleh kedua calon mempelai . hendaknya selalu ingat untuk berbagi dengan keluarga atau handai taulan yang kurang mampu. Kemudian sisa sirih dan 7 buah tempat sirih yang telah diisi lengkap juga padi.  membuka kain putih penutup “ pangeyeukan” yang berarti bahwa rumah tangga yang kelak akan di bina itu masih putih bersih dan hendaknya jangan sampai ternoda. diiringi nasehat bahwa hidup berumah tangga kelak harus dapat memupuk kasih sayang antara keduanya.  mengangkat dua perangkat busana diatas sarung “polecat” dan dibawa ke kamar pengantin untuk disimpan  Membelah mayang dan jambe (pinang) calom mempelai pria membelah kembang mayang dengan hati hati agar tidak rusak atau patah. labu dan kelapa dibagikan kepada orang orang yang hadir disitu.  menumbuk halu ke dalam “lumpang” dengan cara : Keduanya duduk berhadapan. melambangkan bahwa suami harus memperlakukan istrinya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. 2 lembar berhadapan digulung menjadi satu dengan bentuk memanjang. orang tua serta para tamu yang hadir disitu melambang kan kerukunan. Tuannya agar calon suami istri kdepannya dapat bekerja sama. kedua mempelai dipukul pelan-pelan dengan sapu lidi. lalu diikat dengan benang kanteh . Artinya: bila dikemudian hari keduanya mendapat rejeki berlebih.Maksudnya.

para saksi. Wejangan ini bertujuan untuk memberi pesan kepada anaknya yang akan menempuh hidup baru. Wejangan Dilakukan oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya. yang berartipenyatuan dua insan yang masih murni. Sungkeman Sungkeman. lalu didudukkandi sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang. 8. beras. petugas KUA. untuk menandakkan bahwa orang tua merestui anaknya sedangkan anaknya hormat terhadap orang tua. pengantin pria sudah berada di tempatnikah. kunyit dan permen yang di tebar di bawah tikar. 11. Selain itu. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar. oleh utusan dari pihak wanita.dipimpin oleh pangeuyeuk dengan aba aba. hendaknya membuang semua keburukan masa lalu dan menghindari kesalahan di masa datang. Tradisi ini dimaksudkan bahwa dalam memulai kehidupan yang baru. 9. Artinya suami dan istri harus bersama sama dalam mencari rejeki dalam rumah tangga. Upacara Proses Pernikahan Penjemputan calon pengantin pria. Upacara Sawer panganten Adapun upacara sawer adalah sebagai berikut: . kedua mempelai mencari uang. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah. kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanitauntuk masuk menuju pelaminan. dimaksudkan orang tuan akan melepas anaknya. Akad nikah Akad nikah. Ngabageakeun Ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepadacalon pengantin pria. 6. 10.  membuang bekas pangeuyeuk seureuh biasanya di simpan di tempat terdekat dengan kediaman calon mempelai wanita oleh keduanya. 7.

Fungsi istri dengan memegang kendi berisi air adalah untuk mendinginkan setiap persoalan yang membuat pikiran dan hati suami tidak nyaman. kemudian mempelai wanita mencuci kaki mempelai pria dengan air di kendi. hadirin yang menyaksikan berebut memunguti uang receh dan permen. Untuk menyawer. permen. me ngelapnya sampai kering lalu kendi dipecahkan berdua. Melambang kan nasihat kepada kedua mempelai untuk senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan dalam rumah tangga. Kedua Mempelai duduk berdampingan dengan dinaungi payung. Kedua orang tua menyawer mempelai dengan diiringi kidung.  Meuleum Harupat Mempelai pria memegang batang harupat. Melambangkan pengabdian istri kepada suami yang dimulai dari hari itu. menggunakan bokor yang diisi uang logam. Harupat yang sudah menyala kemudian di masukan ke dalam kendi yang di pegang mempelai wanita. pengantin wanita membakar dengan lilin sampai menyala. Melambangkan Mempelai beserta keluarga berbagi rejeki dan kebahagiaan. beras. diangkat kembali dan dipatahkan lalu di buang jauh jauh.  Nincak Endog Mempelai pria menginjak telur di baik papan dan elekan (Batang bambu muda). isi bokor di tabur. irisan kunyit tipis. Nyawer Merupakan upacara memberi nasihat kepada kedua mempelai yang dilaksanakan setelah acara akad nikah. seiring kidung selesai di lantunkan. Berlangsung di panyaweran ( di teras atau halaman). .

Kedua mempelai saling menyuapi. Yang mendapat bagian terbesar. pintu dibuka. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Selain hal di atas. ada sebagian lain menggunakan adat yang dibalut dengan humor seperti mempunyai keunikan tersendiri. .  Huap Lingkung . harus membagi dengan pasangannya dengan cara digigit bersama. kemudian pemandu acara memberi aba–aba. Ngaleupaskeun Japati (Melepas Merpati) Ibunda kedua mempelai berjalan keluar sambil masing masing membawa burung merpati yang kemudian dilepaskan terbang di halaman. Saling menyuap melalui bahu masing masing kemudian satu bulatan di perebutkan keduanya untuk kemudian dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan. kedua anak mereka harus mencari sendiri sumber kebutuhan hidup mereka dan juga menandakan bahwa kasih sayang kedua orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya. Buka Pintu Buka pintu.Pasangan mempelai disuapi oleh kedua orang tua. Dimulai oleh para Ibunda yang dilanjutkan oleh kedua Ayahanda. Melambangkan bahwa berapapun rejeki yang didapat. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Pengantin masuk menuju pelaminan. kedua mempelai serentak menarik bakakak ayam tersebut hinggak terbelah. Melambang kan bahwa peran orang tua sudah berakhir hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri.  Pabetot Bakakak Kedua mempelai duduk berhadapan sambil tangan kanan mereka memegang kedua paha ayam bakakak di atas meja. harus dibagi berdua dan dinikmati bersama. di selenggarakan secara humor . Setelah kalimat syahadat dibacakan. Tersedia 7 bulatan nasi punar (Nasi ketan kuning) diatas piring. Melambangkan suapan terakhir dari orang tua karena setelah berkeluarga. 12.

 Ngaras. Ngebakan atau siraman Ngebakan atau siraman bertujuan untuk memandikan calon mempelai wanita aga bersih lahir dan bathin sebelum memasuki saat pernikahan. Maksud dari acara ini adalah melepas tanggung jawab orang tua terhadap anak yang akan menikah. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria. Acara berlangsung pagi atau siang hari di kediaman calon mempelai wanita.yang membantu acara ini. sebelum dimulai acara siraman terlebih dahulu diawali oleh pengajian atau rasulan dan pembacaan doa khusus kepada calon mempelai wanita. 1. Prosesi yang tercakup dalam acara siraman adalah sebagai berikut:  Ngecagkeun aisan. Salah satu khas pengantin adat Sunda adalah mempelai wanita menggunakan siger–sejenis mahkota atau hiasan pada bagian kepala sebagai lambing status terhormat sebagaimana di kenakan oleh raja/ ratu tanah pasundan sejak dahulu kala. Bagi umat muslim. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari. Berupa permohonan izin calon mempelai wanita kepada kedua orangtua dan dilanjutkan dengan sungkeman serta mencuci . Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh) -biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting. Tata cara sebagai berikut. Dimulai dengan calon pengantin wanita keluar dari kamar secara simbolis di gendong oleh Ibu sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat sungkeman.namun tidak kehilangan atmosfer sakral dan khidmat. yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan.

Sambil menunggu calon mempelai dirias. Kedua orang tua menuangakan air siraman yang berasal dari 7 sumber ke dalam bokor dan mengaduknya untuk upacara siraman. Potong rambut. Tanam rambut. Jumlah penyiraman ganjil 7. Pernikahan sebagaimana yang dilakukan oleh orang- .  Siraman. sebagai lambang memperindah diri calon mempelai wanita lahir dan batin. Siraman pengantin wanita dimulai oleh sang Ibu. Diiringi dengan musik kecapi suling atau shalawat nabi. Upacara Pernikahan Suku sunda dari sisi Islam 'Aisyah Radhiyalahu 'anha menceritakan: "Sesungguhnya pernikahan pada masa jahiliyah ada empat macam. para tamu undangan menikmati acara rebutan para wanten yang terdiri dari hahampangan dan beubeutian. disusul oleh para sesepuh. Para tamu juga dipersilahkan mengambil air siraman yang masih tersisa. Selanjutnya calon mempelai wanita menjalani acara ngeningan (dikerik dan dirias) untuk persiapan acara suapan dan seserahan. 2. Dilakasanakn oleh kedua orang tua. Suapan terakhir. Setelah itu Bapak calon pengantin wanita memberikan air wudhu kepada calon pengantin dengan menggunakan air setaman yang ada di dalam kendi. 9 dan paling banyak 11 orang. Perlengkapan untuk prosesi ini cukup sederhana hanya tikar dan handuk. Rebutan parawanten. kemudian ayah.  Pencampuran air siraman. Di lanjutkan dengan acara memberi suapan terakhir masing masing sebanyak 3 kali. calon pengantin wanita dibimbing oleh Ibu Perias menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain.kaki orang tua. Pemotongan tumpeng oleh kedua orang tua calon mempelai wanita. 5. 3. Kedua orang tua menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan. 4.

dan telah lewat beberapa hari setelah melahirkan kandungannya. seorang lelaki berkata kepada istrinya apabila telah suci dari haidhnya.orang sekarang. dan anak tersebut dinisbatkan kepada lelaki itu tanpa bisa menolaknya lagi. ia bebas mendatanginya.[2] Dari riwayat ini. maka para lelaki itupun dikumpulkan. Pernikahan jenis ini disebut nikah istibdhâ`. Pernikahan jenis lain. kita dapat mengetahui bahwa Islam membiarkan beberapa adat kebiasaan manusia yang tidak bertentangan dengan syariat dan . Yaitu seseorang datang meminang wanita atau anak gadis kepada walinya. Pernikahan jenis lain. lalu ia memberi mahar kepadanya kemudian menikahinya". Jika ternyata hamil. dihapuslah seluruh jenis pernikahan jahiliyah kecuali penikahan yang dilakukan oleh orang-orang sekarang ini. maka si suami boleh menyetubuhinya bila ia mau. Maka anak itupun dinisbatkan kepadanya tanpa bisa menolaknya. Lalu dipanggilah qâfah [1] kemudian anak tersebut dinisbatkan kepada salah seorang dari mereka yang telah ditunjuk oleh qâfah tersebut. Ia melakukan itu untuk mendapatkan anak. yaitu berkumpullah beberapa orang lelaki yang berjumlah sekitar sepuluh orang. Mereka menancapkan bendera pada pintu-pintu rumah sebagai tanda. yaitu sejumlah lelaki menyetubuhi seorang wanita tanpa menolak siapapun lelaki yang datang kepadanya. Jenis pernikahan lainnya. Dia ini ialah perempuan pelacur. Jika perempuan ini hamil dan melahirkan anak. lalu si wanita berkata kepada mereka: “Tentunya kalian telah mengetahui urusan kalian. “pergilah menemui si Fulan lalu ambillah benih darinya. Si wanita menyebutkan nama salah seorang dari mereka yang ia sukai. Maka mereka pun tidak bisa mengelak. Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus menjadi rasul dengan membawa kebenaran. Kemudian mereka semua berkumpul dengan wanita itu. Mereka semua menyetubuhi seorang wanita. Siapa saja lelaki yang ingin menyetubuhinya. Aku telah melahirkan seorang anak. Apabila wanita itu hamil atau mengandung. dan anak ini adalah anakmu hai Fulan”. maka iapun mengirim bayinya kepada salah seorang dari laki-laki itu.” kemudian suaminya menjauhi dan tidak menyentuhnya lagi hingga jelas kehamilannya dari benih si fulan tadi.

tetapi kadang kala dilakukan juga setiap kali bertemu. seperti memamerkan aurat pada sebagian pakaian adat daerah. maka budaya seperti itu hukumnya haram. Adat ini mengandung unsur sujud dan rukuk kepada selain Allah. Dilakukan dengan cara sujud kepada orang tua atau orang yang dianggap sepuh (Jawa. Namun jika bertentangan dengan ajaran Islam. Namun. atau budaya itu berbau syirik atau memiliki asal-usul ritual syirik dan pemujaan atau penyembahan kepada dewa-dewa atau tuhan-tuhan selain Allah. silakan melakukannya. ada pendapat lain yang mengatakan “Mencium tangan ayah atau ibu itu dibolehkan oleh sebagian ulama dan dilarang oleh sebagian ulama yang lain. Merundukkan badan yang terjadi saat mencium tangan ortu itu tidak bisa disebut sebagai merendahkan diri dan membungkuk (baca: ruku) kepada selain Allah karena pelakunya tidak meniatkan dengan hal tersebut sebagai ruku kepada selain Allah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menghapus seluruh adat dan budaya masyarakat Arab yang ada sebelum datangnya Islam. selama adat dan budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. tua atau dituakan). Namun yang lebih baik adalah mencium dahi ortu. Akan tetapi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang budaya-budaya yang mengandung unsur syirik. Syirik  Sungkeman Biasanya. kebiasaan ini berasal dari pulau Jawa yang umumnya dilakukan pada saat Hari Raya dan pada upacara pernikahan. yang tentunya dilarang dalam Islam. Jadi. seperti pemujaan terhadap leluhur dan nenek moyang.adab-adab Islam atau sejalan dengannya. Berikut adalah beberapa pandangan islam terhadap upacara adat pernikahan suku sunda: A. . Oleh karena itu. dan budaya-budaya yang bertentangan dengan adab-adab Islami.

Imam Syafii juga melarang cium tangan. Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah tradisional) dan dialasi daun pisang. Namun yang lebih baik adalah meninggalkan hal tersebut karena Allah. . dapat kita ketahui bila tumpeng dibuat dalam rangka acara-acara atau ritual-ritual di atas. maka Islam tidak membenarkannya. Olahan nasi yang dipakai. ال‬ . Namun kalau sekedar membuat tumpeng sebagai seni memasak tanpa disertai acara dan ritual tersebut. masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa. meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cium dahi ibu atau ayah (sebagai bentuk penghormatan) itulah yang lebih afdhol dan tidak mengapa untuk dilakukan”. ‫ع‬ ‫أس. Namun sebagian ulama membolehkan cium tangan ortu atau cium tangan ulama. . dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. هللا‬ ‫.  Budaya Tumpeng ‫ص256 رق‬ ‫ح‬ ‫هللا‬ ‫خع‬ ‫س حة‬ ‫ت‬ : ‫ف ت‬ ‫ر‬ Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut. Meskipun demikian. Itulah sebabnya disebut “nasi tumpeng”. . ‫ف ت‬ 272 : ‫ر‬ Fatwa ini dikutip dari buku Fatawa Samahatus Syeikh Abdullah bin Humaid hal 256 dengan nomor fatwa di buku tersebut 272. . maka tidaklah mengapa. umumnya berupa nasi kuning. ‫رس‬ ‫رس‬ : Imam Malik mengatakan.. “Sesungguhnya cium tangan itu adalah sujud kecil-kecilan”.  Seserahan/ peningsetan .

Acara ini disebut juga acara serah-serahan. demi alasan kepraktisan. Beras. mendoakan kesehatan. Peningsetan yang berasal dari kata “singset” atau langsing. mendoakan keselamatan. mendoakan kebahagiaan. dll. Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda. Maksiat Siapa saja yang berpaling dari pedoman dan syariatnya pasti sempit dan susah hidupnya. melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan. Sepasang cincin untuk kedua mempelai. memiliki arti untuk mempersatukan. Kain kebaya. Pada masa kini. kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari. garam. B. . maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit. [Thaha/20:124]. dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan. minyak. gula.Peningsetan. Selain menghemat waktu dan uang. Buah-buahan. Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hantaran sebagai berikut: Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi). mendoakan kebahagiaan. Allah berfirman: "Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku. Bisa diartikan bahwa sang calon mempelai perempuan “diserahkan” kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan. Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih. juga langsung pada pokok persoalan.

permen. Artinya bukan Kristen atau Islam. ia mengatakan : "Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam melarang nahbah dan mustlah. karena hal ini tradisi orang Persia dulu. Haditsnya: man tasyabbaha bi qoumin fainnahuu minhum (barang siapa yang menyerupai suatu kaum. Karena harta yang kita miliki di dunia ini pasti akan ada pertanggungjawabannya. Bahkan Allah akan memperlihatkan neraka Jahimbago orang yang menghamburkan harta. Tunangan Islam tidak mengajarkan tunangan begitu juga tukar cincin. At-Takatsur: 1-8. Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata: "Karena dalam kebiasaan ini (yakni saweran) berisi perebutan. sebagaimana disebutkan dalam hadist Imran bin Husain dalam riwayat Ahmad. maka hal ini termasuk Tasabbuh lil kuffar (menyerupai orang kafir). Menghambur-hamburkan harta Dalam QS. maka hal ini hukum asalnya adalah mubah. maka termasuk dari kaum itu). tapi kafir. dan perkelahian." Nahbah adalah apa yang ditebarkan pada saat pesta perkawinan berupa harta. berdesak-desakan. Hadits ini berkenaan dengan urusan hadhoroh (peradaban/civilization). Barangkali mungkin diambil oleh orang yang tidak disukai oleh pemilik barang yang ditaburkan tersebut. makanan atau coklat. Sementara orang yang disukai pemilik harta . Beberapa contoh adat pernikahan yang menghambur-hamburkan harta adalah:  Saweran Al Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin yazid Al Anshari. Diantara mutslah ialah seseorang bernadzar untuk melukai hidungnya. Adapun yang berkenaan dengan tunangan dengan arti meminang (Khitbah). karena kerakusan dan ketamakannya serta kekerdilan jiwanya. dikatakan bahwa harta merupakan sesuatuyang membuat kita lalai. Mutslah adalah tamtsil (melukai atau merusak anggota tubuh). Maka jika kita sengaja melakukan hal yang Islam tidak kerjakan. C.

di lingkungan kita masih banyak yang membutuhkan." (Fathul baari V/20). Ia tidak memberatkan hambanya karrena yang terpenting adalah nilai ibadah dan niat. Sebab orangorang yang beradab baik akan memelihara dirinya dari berdesakdesakan dengan manusi rendahan untuk suatu makanan atau selainnya.  Nincak endog Nincak endog. terlihat jelas bahwa ada pemberatan terhadap manusia yakni dengan rangkaian acara D. dan tidak pula dalam mengambilnya. Demikianlah pada umumnya." (Nailul Authar VI/185) Al Hafizh berkata dalam al fath:"Malik dan segolongan ulama memakhruhkan perebutan dalam saweran."(Al Mughni bisy Syarhil Kabiir VIII/118) Asy larangan Syaukani adalah Rahimahullah shahih dan berkata:"Hadist-hadist menunjukan haramnya tentang segala perebutannya. Selain itu. pemberatan terhadap manusia . Karena ini semacam membolehkan (orang lain) terhadap hartanya. sehingga ini serupa dengan semua hal yang di bolehkan. karena beradab baik serta menjaga diri da kehormatannya. Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam melaksanakan perintah Allah. yang diperselisihkan hanyalah mengenai kemakruhan hal itu. Juga karena ini adalah kehinaan. Dalam upacara adat pernikahan suku Sunda ini.   Ngalepaskeun marpati Berebur uang Maha Benar Allah yang mengatakan: "Kami tidak menurunkan Al-Qur`ân ini kepadamu agar kamu menjadi susah" [Thaha 20:2]. menginjak telur tidak ada hubungannya dengan manfaat tertentu.yang ditaburkan tersebut terhalang. Padahal. atau dalam istilah Indonesianya menginjak telur jelas merupakan tindakan menghamburkan harta. sedang Allah menyukai perkaraperkara yang luhur daripada berdesak-desakan untuk perkara murahan. Adapun kebolehannya maka tidak diperselisihkan di dalamnya.

Oleh karena itu. ngabageakeun. ngeuyeuk seureuh. buka pintu. dalam Islam tidak mengatur hal-hal yang memberatkan manusia. dan bentuknya bisa berubah-ubah dan bervariasi sesuai dengan perkembangan budaya itu sendiri. bukan sebaliknya. dapat disimpulkan bahwa budaya pernikahan adat Sunda memiliki rangkaian acara yang panjang yaitu: nendeun omong. potong rambut. upacara sawer penganten. kita harus menjadikan syariat Islam sebagai barometernya. ngecagkeun aisan. siraman. akad nikah. Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah dan sebenarbenar pedoman adalah pedoman para salafi. wejangan. Selain itu. Jangan sampai budaya ini luntur akibat globalisasi dan asimilasi dari budaya lain. membuang-buang harta. Padahal. kita dapat melakukan rangkaian upacara tersebut. tunangan.panjang yang membutuhkan banyak biaya. rebutan parawetan. nincak endog. Saran Sebagai bangsa Indonesia yang beragam. suapan terakhir. ngalapaskeun japati. dan tanam rambut. Apakah mengandung hal-hal yang tidak diajarkan . Adapun yang kami sebutkan itu hanyalah sebagai contoh. Tetapi apabila acara tersebut tidak mengandung empat hal di atas. kita wajib melestarikan budaya di Indonesia. sungkeman. lamaran. dan maksiat. apakah budaya itu mengandung unsur yang dilarang dalam agama atau tidak? Sebab. hendaklah kaum muslimin secara cermat meneliti asal usulnya. seserahan. Sebenarnya masih banyak lagi adat dan budaya yang menyebar di tengahtengah masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang benar. terhadap calom mempelai juga harus melakukan riual yang memberatkan. misalnya budaya Sunda. huap lingkung. Dari rangkaian acara tersebut dalam pandangan islam ada mengandung unsur syirik. Kesimpulan Dari berbagai uraian di atas. pabetot bakakak. meuleum harupat. upacara proses pernikahan. Tetapi kita sebagai umat islam perlu teliti terhadap upacara tersebut. pemberatan terhadap manusia.

Musifin.wordpress.html 5.jsp 9. http://zipoer7. Perkawinan dan Masalahnya. Eddy.net/hidup-ala-ruwet. INDOCULTURE ONLINE.cc/tema/adat-pernikahan-sunda-dalam-pandanganislam.com/2009/11/makalah-kebudayaan-sukusunda.page/Pernikahan/?ki d=8343 8. http://sabaraya. 2. 3.or.com/prosesi-pernikahan. Jakarta: Pustaka AlKautsar. http://id.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.blogspot.dalam islam atau tidak. Upacara perkawinan adat Sunda. http://www.pitutur. Bandung: PT Suwarnadwipa. Referensi 1. As‟ad. http://www. Html 4. http://ustadzaris.com/hukum-sungkeman . 1980. http://kafeilmu.anneahira.id/content/2643/slash/0 11. Kita jangan melaksanakan begitu saja upacara adat.co.html 7. Herdiana.almanhaj.com/2009/09/05/upacara-adat-sunda/ 6. harus selektif dan berpedoman terhadap agama Islam.htm 10. http://www.88db. 1992.

--.3 20307:5.17 .7./8 47.3 ..29/..2 9/.39. 2.703. 07.3 78903 . . -:.3 .:2 9:  .3./983.8. 47..3 !078. 9./.::23:2 -.7..7. 3 9072.8:.3 :7:8.3 /03.8.2  9. .3 8.5 .9:..9072.17  .5.O %:3.-./98 3 -0703.3-09::.3 8. .:2  2.39:3..3 .:. . - 64:231.8: %.203.--:  :11.3 8.9: .3 .7 .33.: 8. 20. 3 97..3  2.7 20307:5.9.3. /::  793.3. ./474 507.3.8: /.. 803.

 007/.3.  .3 /8:.7.39/...2:-.703.3 8.2-:7. 2:98.7 :39: 20:.3 90780-:9  ..7. .3 /.4.3.3.3./.  .5.  80-. O $..27.3 9..../.... .3. .4 47.3 -073./. 9.. .792023..3 .3..3 .3-07:5..3 09.2.79.8..: 207:8.3 2:89.2..3  :.3 .2 20. ..39.79.3  -07/08./  38.2. .88.39:3.40502 -.943  /.3 .     03. /08.07.3 808:.79..3 9-.3..9.7 207.. 507.9 2.2-:7 .7..2-:7 . 8079.3 /.3203.7.5:3 . .3..33.2-.:.9:.9.4394.  0-07.  $02039.-:7.3/03.3:3.2 "$  9 %. .3 /..-$.9.33 ./.3 203.79.2.-. ./.8. 47.7  .3  /.2-4047.3 /.07..3/03.3 5.2:33/. 3 5..349./.3 202507.3.2-:7.79..-07.3 -3 :8./. 207:5.95073.3 5070.79.3 .3  .9.#. 2. 9:-:  ./.20-.7 -/:.3-0703.9.3 -. .. 8.9  :98./  -3:":/.9.. 507203 2.9 9. -3 .2-:7.703. ..3 /9.9 5089. 07.703.7. 5079.33. . .-.:..33. . 2 / /:3.5.3 202-:.3.3 ..3.:8. . 808047..2 .. 502 ./80-:9.3 .3.298 20:./89 27.3  -078 5070-:9.79. 203.89 .3::2.3. ..7../..  ../8:..-.3.3 307../.98:7    /. . /:33.9.3 /90-....:..

3 -07./.  /.3...3 .79../. 0472.703..33.3 47.3 .3.3 2.  $0-.703./.3 802:.- -. 9:  /. 9/. 203./.7.3 / /./. 5.3 ::7 /.  02.3. 507.7.. 2:7. /... 03.- -. 507.3 . :2:23. /73.-:7. /507808..9.3  :3-8$. .5 .23.2 202-40. 3 802.3:8703/.7 -07/08.7..3 .3 /507808.2-3.3 9/.33.. 2./. 02. 5:.7.  :.3 /9..3  907. 20303. /7 /. /08... 3 .75.390780-:9907. 3 807:5.:80.3. /.-7'.3:39:8:.3/03. .703. .33..  803. -07/08.3 .  .3 / -40..9: 2. 203:.5:3 0-40. -07.9.3  80/. 8079.3  . .3 :39: 507.3 2020. /03.3 47..3.2 203. .- 47.7.3  . /08.7:..

7.23.::9..2. -07.3 .3.7'./.3 #.3 .  ./89 . /..3 .. 5070-:9./89 9039. 8.7.:.  8 $.9.:.33. 80.3 203:3:.

9. 202.3 80443.7:.3  .2 .7'. 1.9:-.3/.3 :.. /..28.1 -07..35070-:9.07.   . /.2.9.

.3.. 2.2- 0825:..2 9/.90:79/.7703.3 -. -..9. . .05..3:8.2 89.9 /... :-:3.8 207:5..: /. /3:3.. .52.79..3907./.3 907.39: 2033./.80:32.8-.39.7..9 0.3 3./03. 3  907. !..7 ./.3 .3 ./8:8.3 7. 2033.7 ..2-:7.3:8..7 .31.3 90750393 .03/4 3. .. 502-07.9 O 070-:7:.8. .32.3 50739.75. /..8 -. 203:7:3. .. .3 /03... .  O 3..3 203.2 20.5.3./.33. 03/4  ..7. 3/4308.3.3   502-07.2: 203.. %.2-. .9.3  ":7+33 05..3203.393/.3.2:. 9/. /. 3.. 202-07.3 .  (  .3 $0.3202-:9:./.99079039:  O ./.3.9 90780-:9 /.5 2.3.3 8:: $:3/.9 5073././.2 :5.9..9./.  . 03..9.9  . 90:7 0.

3 202-:9:.8 /..7.703...50/42. 539:  87..3 .9/825:. -07:-.7  /.5 9.9 $:3/.. 203.3 . 80-. . 9.9:7 .750/42.-:/.5073.7.80-.8. 2. 03/4  3.3 .7./..3 8.3/. 3. .  -:.. ./.9 .2  9.3 /.8::. 8.3/:3. .7. 90780-:9 /..2 9/..7.9.3 8. .7.3  %09.3.38.. $0-.3 -07.. .7:5.9.82.4394  /. 80-.3  0. :2..3 907. -:/../.. .3.5.3:8.3 -079039.7-07-.:. 9: 203.3.7:8 203./.2.3 8.7.3  30..7 -:/.35.5:5..3 2..7. 9:  03/../../.8-.-0949 -.07 503. -:/.. -.3.42 20250..5.5.2-:9  .2 .3..3.2 80-. :.8. -8.73..9 8...  .39/.7. 3 :39:7 .9  33. .3.- 20089.9 8.2 5. 574808 5073.9/.3 . -.. 203.3 202-07.3 ..9 4-....3.  502-07.5 .9../.90780-:9 5.509:3:#. $:3/.3 9:  907.8 9.2.5.-.80:3 ..3 -:...7.9:803/7  0 .3 -:/.920.3 7:.09. 8.3.3/:3025./..2 8../.3/:3 :38:7 87  202-:.9 20309 .5.9.  28.3.3-:/.7.5:3 .3-..3 9: .3  .5.3 /.3 907.7..:.90780-:9  $.2 80-:9.3 9. .7:8 20.8 /. :8:3.3:5.. / 3/4308.3  54943 7.5 2.:2 2:823 80.9.3  :5.3  8:.. .0:3  .380-03.9  :.3 -039:3.072.32030-.25.8.3...3  80807.9: 303/0:3 4243  .7..2-:9  70-:9..0:3 . -.5.7 7.0. ./.3/:3 :38:7 .3 202-07.7..2.7.3.  8:302.  $0.9  %09.9.3. .  .. 203.37.3 5.3 .3  9:3. :-.2 7. .9.3903  20:0:2 .8 /. 3/4308... .3-:/.8.703.3 80-. 90780-:9 9/.3  3..3:8.  /.203.3 5.3  30:0: 80:70:  :5..5 .3.5.3 -.3 -03./03. -:/.3.2 507: 909907.-.1   0825:..3 /03./. -.   $0-03... 903..3.7../..8.2.-.2 . .3 .3/.79.3  !.3-07..350702-..3.7.3 $0-.8808:.3 2./..../.3 . ..: 9/.3 3./...2 .7  /.  /.7 -03..509:3:.  -:.74209073. 202 7.7.5 3:3  5.:7./ 3.8.3.3 .7/903.

/.  //    &5.3907.3..8.3.73.5./.9...2./5.3-0750/42.3-09:8.320.7:8 80091/.2  #0107038   07/.!:89.28. ..3 ..:9/.3.. 9.9 .3/:3 !% $:./ :813   !07.9 $:3/...:98.  ./.2..3.7     &%&#  92   995.:5.3. 507.8.8.7.  .3../..3 ..3 /..    8 .7.79.

.

-. -48549 .42.7..8.

 .

.

3 8:: 8:3/..2. 0-:/. 92   995....

.

42.5407 47/57088 .

 .

.

.

9 8:3/./..:5.7. ..

   995.

.

.4 .102: .

902.

2 92   995. /.3 8..3..2 5../.3/.3 8:3/.9 5073.

.

/ /- .42.

/.

340/0.

0. 5.340/0*09.

.3.!073.

 /   995.

.

 59:9:7 309.

/:5 . 7:09 85   995..

.

330. . .7.42.

.3 92  995.574808 5073.

.

3.2. . 47 /.

.439039.

.

8.8.

  995.

.

42.:89./.78 .

::2 8:302.3   .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->