P. 1
GANGGUAN BAHASA MELAYU @@

GANGGUAN BAHASA MELAYU @@

|Views: 66|Likes:
Published by airiesa

More info:

Published by: airiesa on Oct 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2012

pdf

text

original

DEFINISI , PENYEBAB , GEJALA GANGGUAN BAHASA RESEPTIF-EKSPRESIF

Gangguan bahasa reseptif- ekspresif mengacu pada anak- anak yang memiliki kesulitan baik dalam memahami maupun memproduksi bahasa verbal. Mungkin saja terdapat kesulitan dalam memahami kata- kata atau kalimat- kalimat. Dalam beberapa kasus, anak memiliki kesulitan memahami tipe- tipe kata atau kalimat tertentu (seperti kata- kata yang mengekspresikan perbedaan kuantitas; large, big, atau huge), istilah- istilah spasial (sperti dekat atau jauh), atau tipe- tipe kaliamat (seperti kalimat yang dimulai dengan kata unlike). Kasus- kasus lain ditandai oleh kesulitan memahami kata- kata dan kalimat- kalimat sederhana. Penyebab dan gejala Penyebab Tidak ada diketahui penyebab reseptif-ekspresif bahasa campuran gangguan perkembangan.. Para peneliti sedang melakukan penelitian yang berkelanjutan untuk menentukan apakah faktor lingkungan biologi mungkin terlibat. Bentuk diperoleh dari hasil gangguan dari kerusakan langsung ke otak. Kerusakan dapat dipertahankan selama stroke, atau sebagai akibat dari cedera kepala traumatis, kejang , atau kondisi medis lainnya Gejala spesifik bentuk gangguan diperoleh umumnya tergantung pada bagian otak pasien yang telah terluka dan beratnya kerusakan. Gejala Tanda-tanda dan gejala-ekspresif gangguan reseptif bahasa campuran yang sebagian besar sama dengan gejala gangguan bahasa ekspresif. gangguan ini memiliki tanda dan gejala yang sangat bervariasi dari anak anak. Secara umum,-ekspresif gangguan reseptif bahasa campuran ini ditandai dengan kesulitan anak dengan komunikasi lisan. anak tidak memiliki masalah dengan pengucapan katakata, yang ditemukan dalam gangguan fonologis . Anak, bagaimanapun, memiliki masalah membangun kalimat yang koheren, menggunakan tata bahasa yang benar, mengingat kata-kata, atau masalah komunikasi yang sama. Seorang anak dengan gangguan bahasa ekspresif-reseptif campuran ini tidak mampu berkomunikasi pikiran, kebutuhan, atau ingin pada tingkat yang sama atau dengan kompleksitas nya sama atau teman-temannya. Selain itu, anak sering kali memiliki kosakata yang lebih kecil dari atau dia teman-temannya. Anak-ekspresif dengan bahasa campuran gangguan reseptif juga memiliki masalah yang signifikan memahami apa yang orang lain katakan kepada mereka. Kurangnya pemahaman ini dapat menghasilkan respons yang tidak tepat atau kegagalan untuk mengikuti arah. Beberapa orang berpikir anak-anak ini sengaja keras kepala atau menjengkelkan, tapi ini tidak terjadi.. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan. Beberapa anak dengan gangguan ini memiliki masalah pemahaman jenis tertentu seperti istilah sebagai kata benda abstrak, kalimat yang rumit, atau istilah spasial. Diposkan oleh kerrieQeydi 04:20

0 komentar:

http://kerriemearns.blogspot.com/2010/06/definisi-penyebab-gejala-gangguan.html

DEFINISI GANGGUAN BICARA DAN BAHASA PADA ANAK
Kata bahasa berasal dari bahasa latin “lingua” yang berarti lidah. Awalnya pengertiannya hanya merujuk pada bicara, namun selanjutnya digunakan sebagai bentuk sistem konvensional dari simbol-simbol yang dipakai dalam komunikasi. American Speech-Language Hearing Association Committee on Languagemendefinisikan bahasa sebagai : suatu sistem lambang konvensional yang kompleks dan dinamis yang dipakai dalam berbagai cara berpikir dan berkomunikasi. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, bahasa didefinisikan sebagai : suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh suatu anggota masyarakat untuk bekerja bersama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. Kamus bahasa Inggris juga memberi definisi yang sama tentang bahasa. Terdapat perbedaan mendasar antara bicara dan bahasa. Bicara adalah pengucapan yang menunjukkan ketrampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata. Bahasa berarti menyatakan dan menerima informasi dalam suatu cara tertentu. Bahasa merupakan salah satu cara berkomunikasi. Bahasa reseptif adalah kemampuan untuk mengerti apa yang dilihat dan apa yang didengar. Bahasa ekspresif adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara simbolis baik visual (menulis, memberi tanda) atau auditorik. Seorang anak yang mengalami gangguan berbahasa mungkin saja ia dapat mengucapkan satu kata dengan jelas tetapi tidak dapat menyusun dua kata dengan baik, atau sebaliknya seorang anak mungkin saja dapat mengucapkan sebuah kata yang sedikit sulit untuk dimengerti tetapi ia dapat menyusun katakata tersebut dengan benar untuk menyatakan keinginannya. Masalah bicara dan bahasa sebenarnya berbeda tetapi kedua masalah ini sering kali tumpang tindih. Gangguan bicara dan bahasa terdiri dari masalah artikulasi, suara, kelancaran bicara (gagap), afasia (kesulitan dalam menggunakan kata-kata, biasanya akibat cedera otak) serta keterlambatan dalam bicara atau bahasa. Keterlambatan bicara dan bahasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk faktor lingkungan atau hilangnya pendengaran. Gangguan bicara dan bahasa juga berhubungan erat dengan area lain yang mendukung proses tersebut seperti fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran. Keterlambatan dan gangguan bisa mulai dari bentuk yang sederhana seperti bunyi suara yang “tidak normal” (sengau, serak) sampai dengan ketidakmampuan untuk mengerti atau menggunakan bahasa, atau ketidakmampuan mekanisme motorik oral dalam fungsinya untuk bicara dan makan. Gangguan perkembangan artikulasi meliputi kegagalan mengucapkan satu huruf sampai beberapa huruf, sering terjadi penghilangan atau penggantian bunyi huruf tersebut sehingga menimbulkan kesan cara bicaranya seperti anak kecil. Selain itu juga dapat berupa gangguan dalam pitch, volume atau kualitas suara. Afasia yaitu kehilangan kemampuan untuk membentuk kata-kata atau kehilangan kemampuan untuk menangkap arti kata-kata sehingga pembicaraan tidak dapat berlangsung dengan baik. Anak-anak dengan afasia didapat memiliki riwayat perkembangan bahasa awal yang normal, dan memiliki onset setelah trauma kepala atau gangguan neurologis lain.

Gagap adalah gangguan kelancaran atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama bicara. Terdapat pengulangan suara, suku kata atau kata atau suatu bloking yang spasmodik, bisa terjadi spasme tonik dari otot-otot bicara seperti lidah, bibir dan laring. Terdapat kecendrungan adanya riwayat gagap dalam keluarga. Selain itu, gagap juga dapat disebabkan oleh tekanan dari orang tua agar anak bicara dengan jelas, gangguan lateralisasi, rasa tidak aman, dan kepribadian anak.

Supported by CLINIC FOR CHILDREN Yudhasmara Foundation JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010 phone : 62(021) 70081995 – 5703646 http://childrenclinic.wordpress.com/ Posted by: Indonesian Children | June 28, 2009

http://speechclinic.wordpress.com/2009/06/28/definisi-gangguan-bicara-dan-bahasa-pada-anak/

GANGGUAN BAHASA PADA ANAK
June 20th, 2010 | Author: nadyan08

Kemampuan berbahasa seseorang dipengaruhi oleh perpaduan dari faktor bawaan dan proses belajar dari lingkungannya. Sehingga dibutuhkan adanya upaya penumbuhkembangan yang terencana dan sistematis. Jika orang tua tidak memiliki pengetahuan yang lebih tentang hal-hal apa saja yang bisa mempengaruhi perkembangan bahasa pada anaknya kemungkinan besar mereka akan terlambat mengetahui ada atau tidaknya gangguan pada anaknya. Oleh karena itu sangat diperlukan pendeteksian sejak dini terhadap perkembangan bahasa anak yang diiringi dengan pengetahuan orang tua. Bahasa merupakan salah satu parameter dalam perkembangan anak. Kemampuan bicara dan bahasa melibatkan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak. Kemampuan bahasa pada umumnya dapat dibedakan atas kemampuan reseptif (mendengar dan memahami) dan kemampuan ekspresif (berbicara). Kemampuan bicara lebih dapat dinilai dari kemampuan lainnya sehingga pembahasan mengenai kemampuan bahasa lebih sering dikaitkan dengan kemampuan berbicara. Kemahiran dalam bahasa dan berbicara dipengaruhi oleh faktor intrinsik (dari anak) dan faktor ekstrinsik (dari lingkungan). Faktor intrinsik yaitu kondisi pembawaan sejak lahir termasuk fisiologi dari organ yang terlibat dalam kemampuan bahasa dan berbicara. Sementara itu faktor ekstrinsik berupa stimulus yang ada di sekeliling anak terutama perkataan yang didengar atau ditujukan kepada si anak Anak dikatakan mengalami keterlambatan bicara dan harus berkonsultasi dengan ahli, bila sampai usia 12 bulan sama sekali belum mengeluarkan ocehan atau babbling, sampai usia 18 bulan belum keluar kata pertama yang cukup jelas, padahal sudah dirangsang dengan berbagai cara, terlihat kesulitan mengatakan beberapa kata konsonan, seperti tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan, serta terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu, misalnya sampai ngiler atau raut muka berubah. Diabetes pada Ibu Hamil Pengaruhi Perkembangan Bahasa Anak (Pengaruh Faktor Bawaan) Perkembangan bahasa pada anak ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana cara yang dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anak sejak kecil, tapi juga dipengaruhi oleh kondisi ibu pada saat hamil. Sesuai dengan studi yang dilakukan Fakultas Psikologi Universite Laval’s, Kanada, Seperti dikutip dari Sciencedaily, Minggu (9/11/2008), ibu hamil yang terkena penyakit diabetes, meskipun dapat melahirkan bayi sehat namun dikemudian hari anak akan mengalami keterlambatan perkembangan dalam kemampuan berbicara dan bahasa. Penelitian tersebut menunjukkan kemampuan berbahasa pada 221 anak yang lahir dari ibu yang sedang mengalami penyakit diabetes. Kemampuan bahasa yang dipengaruhi termasuk kemampuan dalam memahami kosa kata maupun tata bahasa. Tes ini dilakukan pada 2612 anak yang berusia 18 bulan hingga 7 tahun. “Hasil penelitian menunjukkan anak yang lahir dari seorang ibu yang terserang diabetes mendapatkan nilai yang sangat rendah dalam tes berbicara, kosa kata dan tata bahasa dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu yang sehat.” Ujar Profesor Ginette Dionne Kereta Bayi Pengaruhi Kemampuan Bahasa Anak (Pengaruh Proses Belajar dari Lingkungan) Banyak hal yang dilakukan oleh orang tua dalam kesehariannya bersama anaknya. Termasuk memberikan beberapa stimulus yang mempengaruhi perkembangan sang anak. Namun terkadang orang tua melakukan hal yang mereka anggap benar tetapi belum tentu baik untuk perkembangan anak. Seperti cara yang salah dalam penggunaan kereta bayi oleh kebanyakan orang tua. Mereka tidak sadar bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena bisa berdampak buruk pada anak jika menggunakannya dengan cara yang kurang tepat terutama terhadap perkembangan bahasa nya.

Orangtua yang sering mendorong kereta bayi dari arah belakang, biasanya jarang berinterkasi langsung dengan sang anak. Alhasil mereka akan menjadi lamban dalam berbicara, berinteraksi dan berekspresi. Hal ini berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan dari Universitas Dundee, Skotlandia. Penemuan ini didasarkan atas penelitian terhadap 2.722 orangtua dan anaknya. Mereka juga melakukan eksperimen terhadap 20 bayi yang menggunakan kereta dorong. Para peneliti meminta para orang tua untuk mendorong kereta bayi dengan dua cara yang berbeda. Setengah perjalanan dilakukan dengan mendorong kereta secara berhadapan dengan sang bayi. Sementara setengah perjalanan lagi dilalui dengan mendorong kereta bayi dari arah belakang. Hasilnya menunjukan, orangtua yang mendorong kereta secara berhadapan dua kali lebih sering berkomunikasi dengan anaknya. Sang anak pun lebih sering terlihat tertidur, ini menunjukan kalau mereka merasa aman dan nyaman. Sementara dari 20 bayi hanya satu bayi yang menunjukan ekspresi tertawa saat orangtuanya mendorong dari arah belakang. Daftar Pustaka http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=090304184827 http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/12/09/13312448/gangguan.perkembangan.bahasa.pada .anak
Posted in Academic

Comments are closed.

http://nadyan08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/gangguan-bahasa-pada-anak/

Gangguan Bahasa Ibunda
Darihal Bahasa

Oleh Mohd. Helmi Ahmad Bahasa berperanan penting dalam kehidupan manusia. Manusia menggunakan bahasa untuk pelbagai tujuan, seperti untuk perhubungan, berkomunikasi, menyatakan pendapat, mendapatkan maklumat, meluahkan perasaan dan berhibur. Untuk tujuan tersebut, manusia menggunakan sama ada bahasa ibunda ataupun bahasa kedua sebagai perantaranya. Bahasa ibunda merupakan bahasa pertama yang diperoleh sejak lahir, manakala bahasa kedua diperoleh melalui pembelajaran. Setiap manusia akan memperoleh bahasa pertamanya dahulu sebelum mempelajari bahasa kedua. Kanak-kanak yang normal akan memperoleh bahasa pertamanya dalam jangka waktu umur antara dua hingga enam tahun. Pemerolehan bahasa tetap berlaku walaupun bahasa yang didengar oleh kanak-kanak tidak gramatis atau mengandungi kesalahan struktur dan kosa kata. Menurut Chomsky, kanak-kanak yang memperoleh rangsangan bahasa akan memberikan tindak balasnya. Mindanya lengkap dengan alat pemerolehan bahasa yang semula jadi. Chomsky menamakan alat ini LAD atau Language Acquisition Device (peranti perolehan bahasa). LAD merupakan ciri khas minda manusia yang tidak terdapat pada makhluk lain. LAD mengandungi tatabahasa sejagat. Oleh itu, banyak ciri tatabahasa bahasa pertama yang tidak perlu dipelajari secara sedar. Dengan konsep tatabahasa sejagat, diandaikan bahawa struktur dan pola bahasa yang ada dalam minda kanak-kanak sama bagi semua bahasa di dunia dan bersifat universal. Menurut Chomsky lagi, oleh sebab semua orang mempunyai LAD, maka kanak-kanak tidak perlu menghafal dan meniru pola ayat bahasa ibundanya untuk menguasai bahasa tersebut. Kanak-kanak dapat menuturkan ayat yang baharu dengan menerapkan kaedah tatabahasa yang diketahuinya secara tidak sedar daripada LAD. Lain pula halnya dengan kanak-kanak yang mempelajari sesuatu bahasa sebagai bahasa kedua. Kanak-kanak akan mengalami kesukaran kerana semasa mempelajari bahasa kedua, mereka tidak membentuk konsep yang baharu kecuali konsep itu di luar budaya. Ditambah pula sistem bahasa yang sedia ada sentiasa mengganggu sistem bahasa yang dipelajari. ___ Rencana ini dipetik daripada Dewan Bahasa Oktober 2011. Sila dapatkan di pasaran sekarang.
Kongsi Artikel

http://dwnbahasa.dbp.my/?p=315

Pengaruh Bahasa Melayu ke atas Penguasaan Sebutan Bahasa Arab dan Kemahiran Tilawah Al-Quran. Kamarulzaman Abd. Ghani & Nik Mohd Rahimi Nik Yusoff. Sari 18 Abstrak Bahasa Arab telah berkembang di alam Melayu bersama kedatangan Islam dan orang Melayu telah berusaha menguasai sebutan bahasa Arab semasa mempelajari al-Quran. Banyak kata Arab, terutamanya yang berkaitan dengan agama Islam telah dipinjam oleh bahasa Melayu dan kata pinjaman ini telah bertukar sebutan mengikut kebiasaan lidah orang Melayu. Pertukaran sebutan ini telah membawa perubahan makna kata itu dan ini sepatutnya tidak dibolehkan dalam pembelajaran tilawah al-Quran. Kajian perbandingan fonetik ini dibuat untuk mengePengaruh Bahasa Melayu ke atas Penguasaan Sebutan Bahasa Arab dan Kemahiran Tilawah Al-Quran. Kamarulzaman Abd. Ghani & Nik Mohd Rahimi Nik Yusoff. Sari 18

Bab 5. Gangguan Sistem Menyebabkan Kesalahan Budi Bahasa
(Asal: Khamis, 01 Julai 2010) Elok bahasanya, eloklah lakunya, eloklah pula budinya. Manis didengar, manislah pada pandangan, manislah pula tingakh lakunya. Penggunaan bahasa berlaku dalam banyak sistem, konteks dan situasi yang saling bertumpang bertindih. Sistem sapaan adalah berbeza dalam berbagai konteks dan situasi penggunaannya. Setiap konteks seperti kampung, bandar, pejabat kerajaan, di pasaraya, dll.; dan dalam setiap situasi seperti berjual beli, berpidato di depan khayalak, bercakap di televisyen, berucap dalam majlis perkahwinan, bercakap dengan pesakit klien dll.; dan berurusan dengan orang kampung, berurusaan dengan pekerja, berurusan dengan pegawai, berurusan dengan pembesar, dll., setiap satunya mempunyai budaya masing-masing. Baru-baru ini, banyak badan dan organizasi besar dibangunkan. Dari situ timbullah konteks baru, iaitu budaya korporat. Ini memerlukan kita menggunakan bahasa rasmi, rapi dan baku. Walau bagaimanapun, kebanyakan penutur bahasa Melayu adalah dari luar bandar dan belum begitu mahir dengan sistem bahasa korporat ini. Bahasa korporat memerlukan penggunaan bentuk panggilan hormat, penggunaan tatabahasa rapi, dan perkataan, frasa dan ayat-ayat yang tidak dipendek-pendekkan atau diringkaskan. Dalam perkataan lain, kita memerlukan bahasa yang sempurna dari segi tatabahasa dan budi bahasanya. Unsur bahasa yang ketara adalah penggunaan perkataan. Penutur tidak mamberi perhatian terhadap apa perkataan yang dugunakannya. Sistem bahasa kita mempunyai banyak neka, dan setiap neka ada konteksnya. Ada peratutran yang terus dapat mengenal pasti apa neka bahasa dalam semua konteks. Neka bahasa basaha; bahasa pasar dlam koneks tidak rasmi, bahasa kampung bukan dalam usaha korporat. Kesan kesalahan penggunaan panggilan nama, perkataan, sebutan dll. Akibatnya kita melanggar bebrapa peraturan sosial atau budi bahasa. Dengan tidak kita sedari, kita melakukan kesalahan besar. Akibatnya adalah: Kita tidak menghormati orang Kita tidak menghormati taraf dan kedudukan orang Kita tidak memperdulikan perasaan orang. Kita tidak memperdulikan keberkesanan komunikasi. Kita seolah-olah merasakan bahasa basahan, bahasa pasar, dan bahasa neka rendah yang dituturkan itu sesuai dengan orang yang kita lawan bercakap. Ini bermakna kita menurunkan tarafnya, kita menganggap dia rendah – setaraf dengan taraf kita, kita menganggap dia tidak berpendidikan. Dengan perkataan lain, kita mengaku-engkaukan, kita mengeyou-youkan, orang yang kita lawan bercakap. Ungkapan begini tidak sesuai untuk semua konteks. Dengan lain perkataan, penutur begini mengalami gangguan pertindihan sistem. Dia menggunakan sistem kampung di dalam pejabat. Dia menggunakan panggian mesra dalam situasi rasmi. Dia menggunakan sistem bahasa basahan dalam konteks bahasa rasmi, dll. Sistem mesra ke dalam sistem rasmi

Apabila penutur bahasa Melayu dari kampung masuk ke dalam dunia korporat, maka berlakulah gangguan terhadap penggunaan bahasa ini. Orang kampung menggunakan sistem panggilan kampung dengan memanggil semua orang lelaki lebih tua daripadanya sebagai Abang dan lelaki yang lebih tua sebagai Pak Cik. Peniaga restoran yang berasal dari kampung tetap saja memanggil pelanggannya dengan panggilan kampung, Abang, Kakak, Mak Cik, dll. Pada hal pelanggannya merasa tidak dihormati apabila dipanggil begitu. Malah, ada mahasiswa yang berasa dari kampung memasuki universiti, terus saja memanggil seorang pensyarah perempuan dengan panggilan kakak dan abang, malah saya pernah dipanggil pak cik. Panggilan ini betul dari segi sistemnya, iaitu orang Melayu memanggil orang yang lebih tua itu kakak, abang, mak cik, pak cik malah, boleh juga atuk. Panggilan begitu sesuai betul dengan konteks kampung dan keluarga, tetapi tidak untuk konteks korporat. Ternyata, mahasiswa ini terkeliru dengan konteks yang bertindih ini. Mereka sekarang berada bukan lagi dalam konteks kampung dan keluarga, mereka sudah berada dalam konteks institusi pengajian tinggi yang situasinya adalah rasmi. Panggilan mesra yang sesuai di kampung dan dalam keluarga dalam kalangan keluarga, tidaklah sesuai lagi dalam konteks universiti yang situasi rasmi di antara mahasiswa dan mahaguru. Peralihan konteks dan situasi ini menuntut mereka membuat pilihan, iaitu menukar sistem panggilan mereka itu sekarang kepada panggilan cik, encik, puan dan tuan pula. Ternyata ada yang tidak dapat berbuat begitu. Contoh: Siswa: Kakak, mana pejabat Dekan Sains Sosial. Pensyarah: Itu!. Nanti dulu. Jangan panggil saya kakak. Panggil saya Puan Dr. Siswa: (Sambil pergi, kepada rakannya) Eleh! sombongnya, meluat, meyampah …. Melayu apa ni … Analisis: Bertatabahasa dan berbudi bahasa; Sistem bahasa basahan ke sistem rasmi Begitu juga ungkapan bahasa basahan mula mengganggu sistem bahasa rasmi. Bahasa daerah dicampurkan dengan bahasa rasmi. Contoh: Kat situ Kat sini Pergi kat sana Besa Kecik Anaisis: Bertatabahasa dan Berbudi bahasa Sistem bahasa daerah ke sistem bahasa rasmi Sistem sebutan dialek Kedah, Kelantan, dll. mengganggu sistem sebutan bahasa baku. Contoh:

Mai pekena kopi dulu. (dialek Kedah dan Pulau Pinang) Guano Pilihan ungkapan dialek seperti jom menggantikan marilah. Jom baca. Analisis: Bertatabahasa dan berbudi bahasa Sistem bahasa slanga ke sistem bahasa rasmi Dalam semua konteks neka bahasa basahan digunakan dalam konteks rasmi, bahasa kampun dalam waris korporat.Ungkapan bahasa remaja seperti sure heboh, blah, balok, awek, dll Mula mengganggu bahasa rapi dan bahasa rasmi. Contoh: Blah, Balok dia Power Hot Top Analisis: Bertatabahasa dan berbudi bahasa Sistem ganti nama Inggeris dan bahasa campur ke bahasa rasmi Sistem ganti nama bahasa Inggeris mengganggu sistem ganti nama Melayu. Ai You We all They all Analisis: Bertata bahasa dan berbudi bahasa.

http://lamanpendeta.wordpress.com/2011/07/30/bab-5-gangguan-sistem-menyebabkan-kesalahanbudi-bahasa/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->