TUGAS PENGANTAR PENDIDIKAN “Hakikat Manusia dan Pengembanganya”

Oleh: Rida Catur Ningtyas 08390164 Kelas I D

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan, sesungguhnya sudah banyak dibicarakan oleh para ahli pendidikan. Mereka menyadari, bahwa masalah pendidikan adalah masalah yang sangat penting bagi manusia, karena pendidikan itu menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia tidak cukup hanya tumbuh dan berkembang dengan dorongan insting saja, tetapi perlu bimbingan dan pengarahan dari luar dirinya supaya ia menjadi manusia yang lebih baik. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaanya. Potensi kemanusiaan merupakan benih kemungkinan untuk menjadi manusia. Mendidik mungkin dilakukan dengan benar dan tepat tujuan, jika pendidik memiliki gambaran tentang siapa manusia itu yang sebenarnya. Manusia memiliki ciri khas yang secara prinsipil berbeda dengan hewan. Ciri khas manusia yang membedakannya dari hewan disebut sifat hakikat manusia, maksudnya karena secara hakiki sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Pemahaman pendidik terhadap sifat hakikat manusia akan membentuk peta tentang karakteristik manusia. Ini akan menjadi landasan serta memberikan acuan bagi manusia dalam bersikap, menyusun strategi, metode, dan teknik. Dengan kata lain, menggunakan peta tersebut sebagai acuan seorang pendidik tidak mudah terkecoh ke dalam bentuk-bentuk transaksional yang patoligis dan berakibat merugikan subjek pendidikan. Jadi pendidikan itu memang perlu bagi manusia dan hanya manusialah yang memerlukan pendidikan.

3 Tujuan Tujuan dari masalah ini antara lain: • • • • • Mengetahui pengertian hakikat manusia menurut beberapa pandangan Mengetahui fase perkembangan menurut para ahli psikologi Mengetahui sifat hakikat manusia Mengetahui dimensi-dimensi hakikat manusia Mengetahui pengembangan dimensi hakikat manusia .1. Bagaimana sifat hakikat manusia? 4. Bagaimana fase perkembangan menurut para ahli psikologi? 3. Bagaimana pengembangan dimensi hakikat manusia itu sendiri? 1. Apa yang dimaksud dengan hakikat manusia? 2.2 Rumusan Masalah 1. Apa saja dimensi-dimensi hakikat manusia itu? 5.

hakikat manusia itu bermacam-macam formulasinya yaitu. tumbuh-tumbuhan (vegetatif).1986). manusia adalah makhluk berakal (homorational). Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. Dari aspek yang lain. baik-buruk. manusia adalah makhluk individu. manusia adalah makhluk ber Tuhan (homo religius). makhluk sosial. manusia memiliki sifat benda mati (an organis). menerima atau menolak terhadap sesuatu yang dihadapi.1 Pengertian Hakikat Manusia Hakikat manusia merupakan permasalahan yang sangat rumit. 4. . dan karsa sehingga dalam tingkah lakunya ia mampu mempertimbangkan betul-salah. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. 3. dan manusia adalah binatang yang dapat dididik (animal educandum) (Soedama H. makhluk berdiri sendiri. 2. Bila ditinjau dari filsafat Antropologi. manusia adalah makhluk kreatif (homofaber). dan animal (animal). Dari aspek raga. individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. dan makhluk bertuhan.BAB II PEMBAHASAN 2. 1983 : 1) Hakekat manusia adalah sebagai makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. sehingga dalam tingkah lakunya ia dikuasai oleh hukum alam dan didorong oleh instingnya. Yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. rasa. manusia memiliki cipta. Disisi lain hakekat manusia antara lain : 1. Salah satu pandangan filsafat mengatakan bahwa manusia adalah makhluk “monodulalis”: Jiwa-raga(Notonegoro. Dari aspek jiwa. manusia adalah makhluk berbudi (homosapien).

”apakah manusia itu ?”. Lebih dari itu manusia adalah mahluk moral dan religius. harapan. selain memiliki insting sebagaimana yang dimiliki hewan. Lain halnya manusia. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat. rasa keindahan. Dorongan itu merupakan perintah baginya yang harus dilaksanakan apabila ia menemui rintangan dari luar. . menciptakan dan lain lain. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas 7. dan ia melakukan sesuatu atas dorongan dari dalam jiwanya. manusia adalah mahluk yang memiliki beberapa kemampuan antara berfikir. Dari berbagai jenis dan tingkat mahluk Tuhan tersebut manusia adalah mahluk yang paling mulia dan memi¬liki berbagai kelebihan. Sedangkan kemampuan hewan lebih bersifat instingtif dan kemampuan berfikir sangat rendah untuk mencari makan. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial. kemudian timbul pertanyaan . Menurut Beberapa Pandangan : Hakikat Manusia Tuhan menciptakan. selain mahluk instingtif manusia juga mampu berfikir (homo sapiens) mampu mengubah dan menciptakan segala sesuatu sesuai dengan rasa keindahan dan kebutuhan hidupnya. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri. Pada hakikatnya hewan tidak menyadari tugas hidupnya. Keberadaan manusia apabila dibandingkan dengan mahluk lain (hewan). Dari penjelasan tentang perbedaan manusia dan hewan diatas. mempertahankan diri dan mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. misalnya dihalanghalangi oleh manusia atau hewan lain.5. perasaan batiniah. 8. membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati 6. dengan bermacam-macam usaha barulah ia melawan instingnya. bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. mahluk yang mengisi dunia fana ini atas berbagai jenis dan tingkatkan.

Ini berarti bahwa manusia mampu mengarahkan. dan mengontrol diri sendiri. manusia itu rasional. 1977) menolak pandangan freud bahwa manusia pada dasarnya tidak rasional. tersosialisasikan dan dapat menentukan nasibnya sendiri. dkk. tidak ditentukan oleh nasibnya tetapi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan insting biologisnya. 1977) menyatakan bahwa manusia pada dasarnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instingtif. dihadapkan pada . Pandangan psikoanalitik Tokoh psikoanalitik (Hansen. Lebih dari itu bahwa “individu melibatkan dirinya dalam bentuk usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri dalam membantu orang lain dan membuat dunia menjadi lebih baik untuk ditempati”. Namun. tidak statis. Tokoh humanis (Rogers) berpendapat bahwa manusia itu memiliki dorongan untuk menyerahkan dirinya sendiri ke arah positif. namun digerakkan oleh rasa tanggung jawab social serta oleh kebutuhan untuk mencapai sesuatu. Wanner. Pandangan Martin Buber (1961) tidak sependapat dengan pandangan yang menyatakan bahwa manusia berdosa dan dalam genggaman dosa. Buber berpendapat bahwa manusia tidak dapat dikatakan bahwa pada dasarnya ini atau itu. Manusia merupakan suatu keberadaan (eksistensi) yang berpotensi. tidak tersosialisasikan dan tidak memiliki control terhadap nasibnya sendiri.Beberapa pandangan tentang hakikat manusia disebutkan secara singkat sebagai berikut: a. dan satu kesatuan potensi yang terus-menerus berubah. mengatur. b. Tingkah laku seseorang ditentukan dan dikontrol oleh kekuatan psikologis yang sudah ada pada diri seseorang. Pandangan Humanistik Pandangan humanistic (Hansen. Lebih lanjut Rogers mengemukakan bahwa pribadi manusia sebagai aliran atau arus yang terus mengalir tanpa henti. Stefic. Pandangan Adler (1954) bahwa manusia tidak semata-mata digerakkan oleh dorongan untuk memuaskan dirinya sendiri. Jika manusia dalam keadaan yang memungkinkan dan mempunyai kesempatan untuk berkembang maka akan mengarahkan dirinya untuk menjadi pribadi yang maju dan positif. terbebas dari kecemasan dan menjadi anggota masyarakat yang bertingkah laku secara memuaskan.

Pandangan behavioristik sering dikritik sebagai pandangan yang merendahkan derajat manusia (dehumanisasi) karena pandangan ini mengingkari .kesemestaan atau potensi manusia itu terbatas. Hal-hal yang mempengaruhi kepribadian individu semata-mata tergantung pada lingkungannya. ketakterdugaan ini merupakan ketakterdugaan yang terkekang dan kekangan ini amat kuat. Manusia tidak datang ke dunia ini dengan membawa ciri-ciri yang pada dasarnya baik dan jelek. dkk. Manusia adalah mahluk yang cerdik yang tidak merasa puas dalam keadaan yang aman. atau jahat. setelah aturan “dilanggar” terkuaklah sejarah kemanusiaan yang sejati melalui berbagai ketidak pastian. Dengan demikian kepribadian individu dapat dikembalikan semata-mata kepada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Kejahatan yang ada pada diri manusia (dilambangkan dengan perbuatan Adam memakan buah larangan di surga) bukanlah keingkaran pada Tuhan. Keterbatasan ini bukanlah keterbatasan yang mendasar (esensial). tetapi keterbatasan factual semata-mata. tentram. Sejarah kemanusiaan ini sejalan dengan aturan Tuhan. c. Tetapi perlu diingat. tetapi manusia itu dengan amat kuat mengandung kedua kemungkinan ini. perjuangan dan kegagalan. Lingkungan adalah penentu tunggal dari tingkah laku manusia. Justru inilah keterbatasan manusia. 1977) pada dasarnya menganggap bahwa manusia sepenuhnya adalah makhluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh factor-faktor yang datang dari luar. bahagia dan tergoda untuk melanggar peraturan yang telah ditetapkan. seperti teopri pembiasaan (conditioning) dan peniruan. hubungan itu diatur oleh hukum-hukum belajar. tetapi netral. Ini berarti bahwa yang akan dilakukan oleh manusia atau perkembanagn manusia itu tidak dapat diramalkan dan manusia masih menjadi pusat ketakterdugaan (surprise) dunia. yaitu adanya kemungkinan untuk menjadi jahat. tidak mendasar. Perlu juga diingat bahwa ketetbatasan ini sifatnya hanya faktual belaka. Manusia itu tidak pada dasarnya baik. Pandangan Behaviouristik Kaum behavioristik (dalam Hansen. Tingkah laku adalah hasil perkembanagan individu dan sumber dari hasil ini tidak lain adalah lingkungan. Namun anehnya. melainkan semata-mata untuk mewujudkan kemanusiaan manusia oleh manusia itu sendiri.

adanya ciri-ciri penting yang ada pada manusia dan yang tidak ada pada ciri-ciri mesin atau binatang. seperti kemampuan memilih. Setelah mengikuti beberapa pandangan tentang manusia tersebut di atas dapatlah ditarik beberapa pengertian bahwa: (1) Manusia pada dasarnya memiliki “tenaga dalam” yang menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya. (6) Manusia merupakan suatu keberadaaan berpotensi yang perwujudannya merupakan ketakterdugaan. Semua ciri yang dimiliki oleh manusia harus dapat didekati dan dianalisis secara ilmiah. namun potensi ini terbatas. berkembang terus tidak pernah selesai. Dalam menanggapi kritik ini. Pendekatan behavioristik tidaklah mendehumanisasikam manusia. mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan “nasibnya” sendiri. Yang disebut sebagai moral itupun mewujudkan dalam tingkah laku sebagai hasil belajar berkat pengaruh lingkungan. (5) dalam hidupnya individu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri. (4) Manusia pada hakikatnya dalam proses “menjadi”. Pandangan yang meyeluruh tentang manusia seyogyanya tidak hanya menekankan salah satu atau beberapa aspek saja dan ciri ciri hakikat tersebut di atas. melainkan . menetapkan tujuan. membantu orang lain. Adapun manusia yang kita pahami bukanlah yang luar biasa. dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati. yaitu mengatasi kekerdilan manusia. Dibandingkan dengan binatang mungkin manusia adalah binatang yang sangat unik. namun manusia tidak dapat dikatakan memiliki moralitas. Di Indonesia dikenal pengertian manusia seutuhnya. melainkan justru memanusiakan manusia. (2) Dalam diri manusia (individu) ada fungsi yang bersifat rasional dan bertanggung jawab atas tingkah laku sosial dan rasional individu. (7) Manusia adalah mahluk Tuhan yang mengandung kemungkinan baik dan jahat. Hanya dalam hubungannya dengan lingkungan yang didekati secara ilmiahlah kekerdilan manusia dapat diatasi dan harkat manusia dipertinggi. Justru tingkah laku inilah yang dapat didekati dan dianalisis secara ilmiah. mencipta. dan (8) Lingkungan adalah penentu tingkah laku manusia dan tingkah laku ini merupakan wujud kepribadian manusia. Skinner (1976) mengatakan bahwa kemampuankemampuan itu sebenarnya terwujud sebagai tingkah laku juga yang berkembangnya tidak berbeda dari tingkah laku lainnya. (3) Manusia mampu mengarahkan dirinya ke tujuan positif. binatang yang bermoral .

manusia perlu mengendalikan diri dari kepentingan merupakan suatu sikap yang mempunyai arti sangat penting dan merupakan sesuatu yang diharapkan. yang mengantarkan manusia pada tingkat mutu. Tanpa ada manusia lainnya atau tanpa hidup bermasyarakat. yang pada hakekatnya membedakan manusia dari segenap mahluk hidup lainnya. Manusia sebagai mahluk Tuhan adalah makhluk pribadi dan sekaligus makhluk sosial. seseorang tidak dapat menyelenggarakan hidupnya dengan baik. keserasian dan keseimbangan dalam hubungan soaial antara manusia pribadi dengan masyarakatnya . Dengan manusia lainnya dengan masyarakat itulah manusia menciptakan kebudayaan . yang pada gilirannya akan menumbuhkan keseimbangan dan stabilitas masyarakat.2 Fase Perkembangan Menurut Ahli Psikologi . Perlu disadari bahwa manusia hanya mempunyai arti dalam kaitannya dengan manusia lain dalam masyarakat. mustahillah hal itu di kerjakan sendiri oleh seseorang tanpa bantuan dan kerjasama dengan orang lain dalam masyarakat. Semuanya itu melahirkan sikap dasar bahwa untuk mewujudkan keselarasan. Dalam mempertahankan hidup dan usaha mengejar kehidupan yang lebih bank.manusia yang memiliki kekuatan juga manusia yang dilekati dengan kelemahankelemahan. Sifat kodrati manusia sebagai individu dan sekaligus sebagai mahluk sosial yang merupakan kesatuan buIat perlu dikembangkan secara seimbang. manusia yang di samping memiliki kemampuan kemampuan juga mempunyai sifat-sifat keterbatasan keterbatasan manusia yang disamping mempunyai sifat-sifat yang kurang baik manusia yang hendak kita pahami bukanlah manusia kita tempatkan di luar batas kemampuan dan kelayakan manusiawi. martabat dan harkatnya sebagaimana manusia yang hidup pada masa sekarang dan zaman yang akan datang. Manusia hanya mempunyai arti dalam hidup secara layak diantara manusia lainnya. 2. Kesadaran akan hal-hal tersebut di atas selanjutnya menimbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang baik untuk orang lain dan masyarakatnya. selaras dan serasi. Kekuatan manusia pada hakekatnya tidak terletak pada kemampuan fisiknya atau kemampuan jiwanya semata-mata melainkan terletak pada kemampuannya untuk bekerjasama dengan manusia lainnya.

3.0 : masa asuhan : masa pendidikan jasmani dan latihan panca indera : masa pendidikan akal.0 6. 2. . 3. 3. 0.0 7.0 12. Menurut Mantessori 1.0 2.0-18.0-7.0 18.0-6.0-21.0 18.0-7.0 7. dan manusia itu sendiri. Menurut Comenius 1. 4. Menurut Aristoteles 1. Menurut J. 3. lingkungan.0-18. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia adalah keturunan.0-12.0-12. 4.0 12. 0.0-24. Fase-fase perkembangan menurut beberapa ahli psikologi : a.0 : periode penemuan dan pengaturan dunia luar.Perkembangan merupakan suatu proses sosialisasi dalam bentuk irnitasi yang berlangsung dengan adaptasi (penyesuaian) dan seleksi.0 14.J Rousseau 1.0-22. 2.0-14.0 : scola matema : scolavernatulata : scola latina : acodemia d. 2. 0. 0. : periode rencana abstrak : periode penemuan diri dan kepekaan sosial : periode pendidikan tinggi c. 2.0 12.0-12.0-2.0 : masa anak kecil : masa anak : masa remaja b.0-15.

0 : masa pembentukan watak dan pendidikan agama e. masa anak-anak masa bersekolah masa kematanga. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar adalah : Anak yang belajar meliputi faktor fisiologis dan psikologis. 2. 2. Menurut Oswald Kroch 1.4. 15. 5. f. yaitu suatu masa di mana suatu organ atau unsur psikologis anak mengalami perkembangan yang sebaik-baiknya. Anak juga memiliki masa peka. Hurlock 1. Perubahan tingkah laku dan penambahan pengetahuan ini di dapat lewat suatu usaha. Endogen : fisiologis (kesehatan fisik dan indra) psikologis : .0-20. 3. Perubahan Tingkah Laku Akibat Belajar Pengertian belajar dapat disimpulkam sebagai berikut : Dengan belajar itu belajar itu diharapkan tingkah laku seseorang akan berubah. Menurut Elizabeth B. 3. Faktor dari luar : 1. mengetahui perkembangan anak diperlukan dalam membimbing anak sesuai dengan perkembangannya. periode pre natal masa oral masa bayi masa anak-anak masa pubertas Hukum tempo perkembangan menyatakan bahwa tiap-tiap anak memiliki tempo perkembangan yang berbeda. Dengan belajar pengetahuan dan kecakapan seseorang akan bertarnbah. Bagi seorang pendidik. 4.

Pribadi manusia tidak dapat dirumuskan sebagai suatu keseluruhan tanpa sekaligus meletakkan hubungannya dengan lingkungan. penghargaan. kasih sayang dan rasa memiliki. Sekolah c. Mampu mengadakan hubungan sosial dengan bekerja sama dengan orang lain.dari siswa. 2. Masyarakat. 5. inovatif de akseleratif bermotivasi tinggi. 2. Ciri-ciri keberhasilan pendidikan pada seseorang dapat terlihat pada : 1. Jadi kepribadian adalah suatu kesatuan psikofisik termasuk bakat. kecakapan. 4. kreatif. kebiasaan. adanya sifat kompetitif yang sehat kebutuhan akan rasa aman. Keluarga. Sedangkan peranan pendidik/tutor dalam pengembangan kepribadian adalah menjadi jembatan penghubung atau media untuk mengaktualisasikan . Peka terhadap nilai-nilai yang sifatnya rohaniah. aktualisasi diri. laboratorium) lingkungan (sosial dan non sosial) Pusat berlangsungnya pendidikan adalah : a. Mampu menghadapi segala perubahan dunia karena salah satu ciri kehidupan ialah perubahan. Sadar akan dirinya dan harga dirinya sehingga tidak mudah memperjualbelikan dirinya dan kreatif. keyakinan. Mengerti benar akan tugasnya dengan baik dan didorong oleh rasa tanggung jawab yang kuat terhadap dirinya serta terhadap Tuhan. Eksogen :    Instrumental (kurikulum. emosi. program. 3. menyatakan dirinya dengan khas di dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. b.− − − − − adanya rasa ingin tahu.

Misalnya bentuk orang hutan yang memiliki tulang belakang seperti manusia. Meskipun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama jika dilihat dari segi biologisnya. .potensi psikofisik individu dalam menyelesaikan diri dengan lingkungannya. yang secara prinsipiil (jadi bukan hanya gradual) membedakan manusia dari hewan. dan universal tentang ciri hakiki manusia. Jelasnya tidak ditemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa manusia muncul sebagai bentuk dari primat atau kera melalui proses evolusi yang bersifat gradual. Bersifat filosofis karena untuk mendapatkan landasan yang kukuh diperlukan adanya kajian yang bersifat mendasar. melahirkan dan menyusui anaknya. bahwa hewan dan manusia hanya berbeda secara gradual yaitu suatu perbedaan yang melalui rekayasa dapat dibuat menjadi sama keadaannya.3. dan hal itu menjadi keharusan. upaya manusia untuk mendapatkan keterangan bahwa hewan tidak identik dengan manusia sudah ditemukan. Maka dari itu. 2. Sedangkan landasan dan tujuan pendidikan itu sendiri sifatnya fisilosofis normatif. Bersifat normatif karena pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuhkembangkan sifat hakikat manusia tersebut sebagai sesuatu yang bernilai luhur. dan adanya persamaan metabolisme dengan manusia. pemakan segala.1 Pengertian Sifat Hakikat Manusia Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik. Dari kenyataan dan pernyataan tersebut menimbulkan kesan yang keliru. 2. misalnya air karena perubahan temperatur menjadi es batu. khususnya filsafat antropologi. Hal ini menjadi suatu keharusan karena pendidikan bukanlah sekedar soal praktek melainkan praktek yang berlandasan dan bertujuan. Gambaran yang jelas dan benar tentang manusia akan memberi arah yang tepat kepada pendidik ke mana peserta didiknya harus dibawa. Selanjutya akan membahas tentang pengertian sifat hakikat manusia dan wujud sifat hakikat manusia. berjalan tegak dengan menggunakan kakinya. sistematis.3 Sifat Hakikat Manusia Sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat.

tenggang rasa. Dengan kata lain aku keluar dari dirinya dan menempatkan aku pada diri orang lain. Sungguh merupakan suatu anugerah yang luar biasa. mereka) dan dengan non-aku (lingkungan fisik) di sekitarnya. yang menempatkan posisi manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk menyempurnakan diri. dengan maksud menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan. yang isinya adalah pengabdian. Kemampuan membuat jarak dengan lingkungannya berarah ganda. kecenderungan dua arah tersebut perlu dikembangkan secara berimbang. hakim. dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa peran yang paling besar ialah menghadapi musuh yang ada di dalam diri sendiri.2 Wujud Sifat Hakikat Manusia Pada bagian ini akan dipaparkan wujud sifat hakikat manusia (yang tidak dimiliki oleh hewan) yang dikemukakan oleh paham eksistensialisme. sedangkan pengembangan arah ke dalam merupakan pembinaan aspek individualitas manusia.3. pengorbanan. dia. Inilah manifestasi dari puncak karekteristik manusia yang menjadikannya lebih unggul dari hewan. Dengan kata lain pendidikan diri sendiri yang oleh Langeveld disebut self forming perlu mendapatkan perhatian secara serius dari semua pendidik.2. maka manusia menyadari bahwa dirinya (akunya) memiliki ciri khas atau karakteristik diri. Kemampuan Menyadari Diri Kaum Rasionalis menunjukkan kunci perbedaan antara manusia dengan hewan dengan adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia. atau pendidik atas dirinya. aku memberi status kepada lingkungan (kamu. mereka) sebagai subjek yang berhadapan dengan aku sebagai objek. Di dalam proses pendidikan. Dengan arah ke luar. Bukankah pada suatu ketika manusia dapat berperan sebagai polisi. aku memandang dan menjadikan lingkungan sebagai objek. Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dengan aku-aku yang lain (ia. yaitu arah ke luar dan ke dalam. . terdakwa. Puncak aktivitas yang mengarah ke luar dapat dipandang sebagai gejala egoisme. atau si terdidik. Pengembangan arah ke luar merupakan pembinaan aspek sosialitas. Berkat adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia. Sedangkan dengan arah ke dalam. yaitu: a. Yang lebih istimewa ialah manusia dikaruniai kemampuan untuk membuat jarak diri dengan akunya sendiri.

Sedangkan orang yang memiliki kecerdasan akal budi sehingga mampu menganalisis dan mampu membedakan yang baik/benar dengan yang buruk/salah bagi manusia sebagai manusia disebut tajam kata hatinya. c. dan sebagainya. Tujuannya agar orang memiliki keberanian moral (berbuat) yang didasari oleh kata hati yang tajam. belajar mengantisipasi sesuatu keadaan dan peristiwa. Orang yang tidak memiliki pertimbangan dan kemampuan untuk mengambil keputusan tentang yang baik/benar dan yang buruk/salah bagi manusia sebagsi manusia disebut kata hatinya tidak cukup tajam. suara hati. d. Dapat disimpulkan bahwa kata adalah kemapuan membuat kemampuan membuat keputusan tentang yang baik/benar dan yang buruk/salah bagi manusia sebagai manusia. Kemampuan Berinteraksi Kemampuan menempatkan diri disebut dengan kemampuan berinteraksi. belajar melihat prospek masa depan dari sesuatu. Kemampuan berinteraksi perlu dibina melalui pendidikan. Moral Jika hati diartikan sebagai bentuk pengertian yang menyertai perbuatan. Dengan adanya kemampuan berinteraksi manusia bukan “ber-ada” seperti hewan di dalam kandang dan tumbuh-tumbuhan didalam kebun. Di sini tampak bahwa masih ada jarak antara kata hati dengan moral. maka yang dimaksud dengan moral (sering disebut etika) perbuatan itu sendiri. serta mengembangkan daya imajinasi kreatif sejak dari masa kanak-kanak. Itulah sebabnya pendidikan moral . lubuk hati. 1962: 61-63). Artinya seseorang yang telah memiliki kata hati yang tajam belum otomatis perbuatannya merupakan realisasi dari kata hatinya itu. Banyak orang yang memiliki kecerdasan akal tetapi tidak cukup memiliki moral (keberanian berbuat). kata hati merupakan petunjuk bagi moral/perbutan. Dalam kaitannya dengan moral. Kata Hati (Conscience of Man) Kata hati atau Conscience of Man juga sering disebut dengan istilah hati nurani. melainkan “meng-ada” di muka bumi (Drijarkara. Peserta didik diajar supaya belajar dari pengalamannya.b. Dengan sebutan “hati nurani” menunjukkan bahwa kata hati adalah kemampuan pada diri manusia yang memberi penerangan tentang baik buruk perbuatannya sebagai manusia.

Seseorang dikatakan bermoral tinggi karena ia menyatukan diri dengan nilai-nilai yang tinggi. Artinya. yang dalam hal ini bertalian erat dengan nilai-nilai.sering disebut pendidikan kemauan. maka sesungguhnya moral adalah nilai-nilai kemanusiaan.J Langeveld dinamakan De opvoedeling omzichzelfs wil (kemauan yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia). Wujud bertanggung jawab bermacam-macam. hukuman penjara. Ada tanggung jawab kepada diri sendiri yang berarti menanggung tuntutan kata hati. Bertanggung jawab kepada masyarakat yang berarti menanggung tuntutan norma-norma sosial. Dalam pernyataan ini ada dua hal yang saling bertentangan yaitu “rasa bebas” dan “sesuai dengan tuntutan kodrat manusia” yang berarti ada ikatan. dan sebagainya. Pendidikan bermaksud menumbuhkembangkan etiket(kesopansantunan) dan etika (keberanian/kemauan bertindak) yang baik dan harus pada peserta didik. Selama ini perbutan bebas sering membabi buta tanpa memperhatikan petunjuk kata hati. Kemampuan Bertanggung Jawab Kesediaan untuk menanggung segenap akibat dari perbutan yang menuntut jawab. bebas berbuat sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia. misalnya perasan berdosa dan terkutuk. . Dengan demikian. Karena moral bertalian erat dengan keputusan kata hati. yang oleh M. cemoohan masyarakat. Bertangung jawab kepada Tuhan yang berarti menanggung tuntutan norma-norma agama. Rasa Kebebasan (kemerdekaan) Merdeka adalah rasa bebas tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. bentuk tuntutannya berupa sanksi-sanksi sosial sperti. e. misalnya penyesalan yang mendalam. Kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya memang berlangsung dalam keterikatan. f. dan hanya karena itu perbuatan tersebut dilakukan sehingga sanksi apapun yang dituntutkan bisa diterima dengan penuh kesadaran dan kerelaan. tanggung jawab dapat diartikan sebagai keberanian untuk menentukan suatu perbuatan yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. merupakan sifat orang yang bertanggung jawab. Dari uraian tersebut dapat dijelaskan bahwa betapa pentingnya pendidikan moral bagi peserta didik baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa moral yang sinkron dengan kata hati yang tajam yaitu yang benar-benar baik bagi manusia sebagai manusia merupakan moral yang baik atau moral yang tinggi (luhur).

Pada dasarnya. bahagia.sebenarnya hanya merupakan kebebasan semu. disesuaikan dengan situasi dan kondisi. maka terhadap apa yang diwajibkan manusia tidak merdeka dan mau atau tidak harus menerimanya. Sedangkan wajib adalah keniscayaan. Kemampuan Menghayati Kebahagiaan Kebahagiaan adalah suatu istilah lahir dari kehidupan manusia dan disebut juga dengan “penghayatan hidup”. aturanaturan ke dalam dirinya. Pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban berhubungan erat denga keadilan. belum tentu seseorang mengetahuinya (misalnya hak memperoleh perlindungan hukum). Implikasi pedagogisnya adalah sama dengan pendidikan moral yaitu mengusahakan agar peserta didik dibiasakan menginternalisasikan nilai-nilai. Dalam merealisasikan hak dan kewajiban dalam prakteknya bersifat relatif. karena perbuatan seperti itu segera disusul dengan sanksi-sanksinya. Sebaliknya kewajiban ada oleh karena ada pihak lain yang harus dipenuhi haknya. hak adalah sesuatu yang masih kosong yang artinya meskipun hak tentang sesuatu ada. meskipun tidak mudah dijabarkan tetapi tidak sulit dirasakan misalnya senang. dan sebagainya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa . Pada saat orang menghayati kebahagiaan. Tetapi terhadap keniscayaan manusia bisa taat dan bisa juga melanggar. Sebab hanya kelihatannya bebas. aspek rasa lebih berperan daripada aspek nalar. Oleh karena itu dikatakan kebahagiaan bersifat irasional. tetapi sebenarnya justru tidak bebas. sehingga dirasakan sebagai miliknya. Tak ada hak tanpa kewajiban. Kewajiban dan Hak Kewajiban dan hak adalah macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk sosial. Jika seseorang mempunyai hak untuk menuntut sesuatu maka ada pihak lain yang berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut. g. Pendidikan disiplin dan tanggung jawab sepantasnya diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan demikian aturan-aturan itu tidak lagi dirasakan sebagai sesuatu yang merintangi gerak hidupnya. dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa keadilan terwujud jika hak sejalan dengan kewajiban. h. gembira. Usaha menumbuhkembangkan rasa wajib sehingga dihayati sebagai suatu keniscayaan dapat ditempuh melalui pendidikan disiplin.

benih-benih individualitas yang sangat berharga itu yang memungkinkan terbentuknya suatu kepribadian unik akan tetap tinggal laten. M.mengyati kebahagiaan itu tidak terletak pada keadaannya sendiri secara faktual. Dari uraian di atas dapat dipahami. perasaan. semangat. sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in divide). Pendek kata. meskipun disisi lain pada anak terdapat rasa tidak berdaya.J. Salah satu dari alam sekitar yang dibutuhkan sebagai individu adalah pendidikan. Dengan kata lain bahwa kepribadian seseorang tidak akan terbentuk dengan semestinya sehingga seseorang tidak memiliki warna kepribadian yang khas sebagai miliknya. dan daya tahan yang berbeda. atau dirinya sendiri.J. Dalam hal ini . bahwa manusia sebagai individu dalam rangka mengembangkan dirinya. masing-masing ingin mempertahankan kekhasannya sendiri.4 Dimensi-dimensi Hakikat Manusia Berikut ini akan disajikan beberapa dimensi-dimensi manusia. M. 1955: 54). Pada perkembangan lebih lanjut menunjukkan bahwa setiap orang memiliki sikap dan pilihan sendiri yang dipertanggungjawabkan sendiri. Karena adanya individualitas itu setiap orang memiliki kehendak. Dimensi Keindividualan (Manusia sebagai Makhluk Individu) Lysen mengartikan bahwa individu sebagai “orang-seorang”. Tidak ada diri individu yang identik di muka bumi. Dikatakan bahwa setiap individu bersifat unik (tidak ada tara dan bandingannya). Secara fisik mungkin bentuk muka sama tetapi terdapat perbedaan mengenai matanya. Langeveld menyatakan bahwa setiap anak memiliki dorongan untuk mandiri yang sangat kuat. ia memerlukan sesuatu di sekitarnya. Individu diartikan sebagai pribadi. 2. (Lysen.J langeveld. Langeveld mengatakan bahwa setiap orang memiliki individualitas (M. Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensiuntuk menjadi berbeda dari yang lain. tanpa mengharapkan bantuan orang lain untuk ikut mempertanggungjawabkannya. rangakaian prosesnya. Sebab tanpa dibina melalui pendidikan. cita-cita. yaitu: a. maupun pada perasaan yang diakibatkannya tetapi terletak pada kesanggupan menghayati semuanya dengan keheningan jiwa. Individu dan Masyarakat: 4). sehingga memerlukan pihak lain (pendidik) yang dapat dijadikan tempat bergantung untuk memberi perlindungan dan bimbingan. kecenderungan.

1955: 54). sehingga ia dapat memanusia/menjadi manusia yang sempurna. sedangkan “adab” artinya keluhuran budi manusia. dan dunia pendidikan. Seseorang berkesempatan untuk belajar dari orang lain. Dalam hal ini untuk mengembangkan individualitas melalui tidak dibenarkan jika pendidik memaksakan keinginannya pada subjek didik. Dimensi Kesusilaan (Manusia sebagai Makhluk Susila) Perkataan “susila” artinya perkataan “adab”. b. c. artinya setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya terkandung unsur saling memberi dan menerima. Tugas pendidikan dalam hal ini adalah mengembangkan semua potensial sosial. dunia sosial. tetapi menurut istilah “susila” artinya kehalusan budi manusia.tugas pendidikan yang relevan bagi manusia adalah mengembangkan semua potensi positif yang ada pada diri manusia. cita-citanya di dalam interaksi dengan sesamanya. dalam saling menerima dan memberi. Dimensi Kesosialan (Manusia sebagai Makhluk Sosial) Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas (M. mampu berperan dan menyesuaikan dirinya dalam masyarakat. Seseorang dapat mengembangkan kegemarannya. sedangkan adab atau keluhuran budi menunjukkan sifat hidup . Hanya di dalam berinteraksi dengan sesamanya. serta menolak sifat-sifat yang tidak dicocokinya.J. seseorang menyadari dan menghayati kemanusiaannya. Tugas dari pendidik hanya menunjukkan jalan dan mendorong subjek didik bagaimana cara memperoleh sesuatu dalam mengembangkan diri dengan berpedoman pada prinsip ing ngarso sungtulodo. menunjukkan sifat hidup lahir manusia yang serba halus dan indah. Dengan adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul. mengidentifikasi sifat-sifat yang dikagumi dari orang lain untuk dimilikinya. Jadi kehalusan dan keluhuran budi yang nampak pada manusia ini dapat membedakan antara manusia dengan hewan. ing madya mangun karso. bahwa manusia sebagai makhluk sosial dalam rangka mengembangkan dirinya. Dari uraian di atas dapat dipahami. ia perlu kerjasama dengan dunia sekitar. sikapnya. serta adanya dorongan untuk bergaul setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Langeveld. Kesusilaan atau kehalusan budi. tutwuri handayani.

cinta kasih. kestiaan. Implikasi pedagogisnya bahwa pendidikan kesusilaan berarti menanamkan sifat dan bentuk kebaikan dalam hidup manusia.5 Pengembangan Dimensi Hakikat Manusia Sudah berulangkali dikatakan. Kohnstamm berpendapat bahwa pendidikan agama seyogianya menjadi tugas orang tua dalam lingkunga keluarga. Manusia susila adalah manusia (pribadi) yang memiliki. diyakini adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini. 1962 : 483). dan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan dalam hidupnya. kmerdekaan. tidak hanya untuk diketahui dan dimengerti tetapi untuk diinsyafi. Perlu ditekankan bahwa meskipun pengkajian agama melalui mata pelajaran agama ditingkatkan. 1962: 483). Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya dan manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. menghayati. Sejak dahulu sebelum manusia mengenal agama mereka telah percaya bahwa di luar alam yang dapat dijangkau dengan perantara alat inderanya. dan sebagainya (Ki Hajar Dewantara. sasaran pendidikan adalah manusia sehingga dengan sendirinya pengembangan dimensi hakikat manusia menjadi tugas pendidikan. Meskipun pendidikan itu pada dasarnya baik tetapi dalam pelaksanaannya mungkin saja bisa terjadi kesalahan-kesalahan yang disebut salah . diingini dan dikendaki. pendidikan manusia susila dan manusia beradab juga menanamkan hak dan kewajiban manusia. kedamaian. karena pendidikan agama adalah persoalan afektif dan kata hati. namun tetap harus disadari bahwa pendidikan agama bukan semata-mata pelajaran agama yang hanya memberikan pengetahuan tentang agama. Oleh karena itu. Pendidikan agama bisa ditempuh melalui pendidikan non-formal dan informal.batin manusia misalnya: keinssafan tentang kesucian. Ph. d. ke Tuhanan. serta untuk dilakukan oleh manusia. 2. Hanya melalui pendidikan status hewani itu dapat diubah kearah status manusiawi. Dimensi Keberagamaan (Manusia sebagai Makhluk Beragama) Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius. akan tetapi dari segi-segi afektif harus diutamakan. baik sebagai diri pribadi maupun sebagai anggota dari masyarakatnya (Ki Hajar Dewantara. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang atau sandaran vertikal manusia. keadilan.

Dengan demikian secara totalitas membentuk manusia nyang utuh. Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya Sosok manusia indonesia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN mengenai arah pembangunan jangka panjang. bukan hanya untuk golongan atau sebagian di masyarakat. Sehubungan dengan itu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pengembangan yang utuh Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor. misalnya dimensi kesosialan didominasi oleh pengembangan dimensi keindividualan. Dinyatakan bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalm rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pengembangan yang tidak utuh Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi di dalam proses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang terabaikan untuk ditangani. yaitu kualitas hakikat dimensi manusia itu sendiri secara potensial dan kulitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya. Perkembangan dimaksud mencakup yang bersifat menciptakan keseimbangan dan menciptakan ketinggian martabat manusia. tetapi juga sebagai keselarasan hubungan manusia dengan Tuhannya. antara sesama . Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang sanggup menghantar subjek didik menjadi seperti dirinya sendiri selaku anggota masyarakat. Hal demikian bisa terjadi karena pendidik itu adalah manusia biasa. Pengembangan yang tidak utuh berakibat terbentuknya kepribadian yang pincang dan tidak mantap. Namun demikian kuliatas dari hasil akhir pendidikan sebenarnya harus dipulangkan kembali kepada peserta didik itu sendiri sebagai subyek sasaran pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan dimensi hakikat manusia seacara utuh diartikan sebagai pembinaan terpadu terhadap dimensi hakikat manusia. yaitu: 1. Yang berarti bahwa pembangunan itu merata diseluruh tanah air. yang tak luput dari kelemahan-kelemahan.didik. 2.

manusia. dan juga keselarasan antara cita-cita hidup di dunia dengan kebahagiaan di akhirat. Semua sifat hakikat manusia dapat dan harus ditumbuh kembangkan melalui pendidikan. . Ciri-ciri yang khas tersebut membedakan secara prinsipiil dunia hewan dengan dunia manusia. BAB III KESIMPULAN Dari uaraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sifat hakiakt manusia dan seluruh dimensi-dimensinya hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Berkat pendidikan maka sifat hakikat manusia dapat ditumbuh kembangkan secara selaras dan berimbang sehingga menjadi manusia yang seutuhnya. Salah satu sifat hakikat yang istimewa ialah adanya kemampuan menghayati kebahagiaan pada manusia. keserasian hubungan antara bangsa-bansa. antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya. Adanya sifat hakikat tersebut memberikan tempat kedudukan pada manusia sedemikian rupa sehingga derajatnya lebih tinggi daripada hewan dan sekaligus menguasai hewan.

Pendidikan (Suatu Pengantar). 2008. Pengantar Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT.DAFTAR PUSTAKA  Tirtarahardja Umar dan Sulo La. RINEKA CIPTA  Seodomo Hadi. Surakarta: LPP UNS dan UNS PRESS  http://pengantar-pendidikan-hakikat manusia . 2005.