Buku Kerja

Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010

BUKU KERJA PENGAWAS SEKOLAH
Diterbitkan oleh : Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan Nasional

Alamat : Direktorat Tenaga Kependidikan Gedung D Lt. 12, Komplek Kemdiknas Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I, Senayan-Jakarta Telp/Fax : (021) 57974109 Email : subditprogramtendik@yahoo.com www.tendik.org Pengarah : Prof. Dr. Baedhowi, M. Si (Dirjen PMPTK Kemdiknas) Surya Dharma, MPA.Ph.D ( Direktur Tenaga Kependidikan) Penanggung Jawab : Dr. Abi Sujak ( Kasubdit Program Direktorat Tenaga Kependidikan) Drs. Budi Supriyatno, M.Si ( Kasi Perencanaan Subdit Program) Drs. Yukon Putra, M.Si ( Kasi Evaluasi dan Pelaporan Subdit Program) Tim Penyusun : Nana Sudjana, Endang Abutarya, Daliman Sofyan, Tita Lestari, Darwis, M. Thayeb HMS Samsul Hadi, Kahar Yoes, Djoko Sumardi, Dedy Kustawan, Yayat Ibayati, Sambawiyana Gunawan Ginting, Agustinus Dwi Nugroho, Agus Mulyadi, Abdul Kamil Marisi Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin, Otong Kusnadi, M. Noer Solichin, Prih Yudiyanto, Abdul Ghofur, Widya Kersana, Nasyit Forefry, Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi, M. Yusuf Wibisono, Rr. Sutaris, Anyes Sedayu Pramesti, Yuni Indarti, Ratikun, Nina Utami

SAMBUTAN Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) tanpa menafikan faktor-faktor lainnya seperti sarana prasarana dan pembiayaan. Pengawas sekolah merupakan salah satu pendidik dan tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluas hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Pada Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru pada pasal 15 ayat 4 dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian, pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya. Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif. Begitu pentingnya peran pengawas sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional hingga tak terasa tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul pengawas sekolah juga menjadi besar pula. Saya menyambut baik inisiatif Direktorat Tenaga Kependidikan untuk membuat sebuah buku kerja bagi pengawas sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah; agar dapat meningkatkan kinerjanya, melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah yang dibinanya, agar melaksanakan tugas
i Buku Kerja Pengawas Sekolah

kepengawasannya dapat berjalan secara efektif dan efisien, dan agar dapat melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesional guru. Dengan demikian, pengawas sekolah dalam tugas pengawasan dapat memiliki kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah.

Jakarta, November 2010

Prof.Dr. Baedhowi, M.Si
NIP. 19490828197903 1001

Buku Kerja Pengawas Sekolah

ii

Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK berusaha memfasilitasi pengembangan buku panduan yang berisi hal-hal pokok yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengawasan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. MPA. 19530927 197903 1 001 iii Buku Kerja Pengawas Sekolah . kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif tim penyusun Buku Kerja Pengawas Sekolah yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Ph. menyebutkan bahwa seorang pengawas sekolah harus mempunyai enam dimensi kompetensi minimal yaitu kompetensi kepribadian. penelitian pengembangan. Jakarta. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. evaluasi pendidikan. supervisi manajerial. Dalam kesempatan ini. Untuk melaksanakan kegiatan pengawasan tersebut. supervisi akademik. serta dilengkapi beberapa contoh format kegiatan kepengawasan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.KATA PENGANTAR Peraturan Pemerintah no 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Surya Dharma. Sehubungan dengan hal tersebut Direktorat Tenaga Kependidikan pada tahun anggaran 2010 telah menyusun Buku Kerja Pengawas Sekolah yang diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam melaksanakan tugas kepengawasan. Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial yang didukung oleh dimensi kompetensi pengawas tersebut.D NIP. dan kompetensi sosial. November 2010 Direktur Tenaga Kependidikan.

.

KEPENGAWASAN AKADEMIK _____________________________________ 17 iv Buku Kerja Pengawas Sekolah . D. C. E. PENGAWAS DAN PENGAWASAN ___________________________________ 5 PERAN PENGAWAS SEKOLAH ______________________________________ 5 PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL _________________________ 5 BAB III __________________________________________________________ 7 JENJANG JABATAN. E. LATAR BELAKANG _______________________________________________ 1 TUJUAN _______________________________________________________ 2 MANFAAT _____________________________________________________ 2 DASAR HUKUM _________________________________________________ 2 RUANG LINGKUP ________________________________________________ 3 BAB II ___________________________________________________________ 5 PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL __________________________________ 5 A. B. D. B. F. C.DAFTAR ISI SAMBUTAN _______________________________________________________ i KATA PENGANTAR _________________________________________________ iii DAFTAR ISI _______________________________________________________ iv DAFTAR LAMPIRAN ________________________________________________ vi BAB I ___________________________________________________________ 1 PENDAHULUAN ___________________________________________________ 1 A. BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK ____________ 7 PENGAWAS SEKOLAH ______________________________________________ 7 A. JENJANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH ____________________________ 7 BIDANG PENGAWASAN __________________________________________ 7 KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH _________________________________ 8 TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH________________________________ 8 BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN SEKOLAH SASARAN PENGAWASAN _____________________________________________________________ 11 ORGANISASI KEPENGAWASAN ____________________________________ 14 BAB IV _________________________________________________________ 17 RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN __________________________________ 17 A. B. C.

KEPENGAWASAN MANAJERIAL____________________________________18 PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU ________________19 PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA ________________________________________________20 E. D. EVALUASI HASIL PENGAWASAN____________________________ _______25 BAB V __________________________________________________________ 27 TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN ________________________________ 27 A. C. B. C. PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN____________________________27 PELAKSANAAN _________________________________________________30 EVALUASI HASIL PENGAWASAN ___________________________________30 PELAPORAN ___________________________________________________30 PENGEMBANGAN DIRI __________________________________________32 Buku Kerja Pengawas Sekolah v . E. D.B.

12 Tahun 2007 Kode Etik Pengawas Sekolah Contoh Format Evaluasi Program Tahun Sebelumnya Contoh Program Pembinaan. Pemantauan. Penilaian Kinerja. Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Judul Permendiknas No. Pembimbingan dan Pelatihan 52 33 50 51 Lampiran 5 Contoh Rencana Program Tahunan pembinaan Guru dan atau Kepala Sekolah 61 67 72 74 76 Lampiran 6a Lampiran 6b Lampiran 6c Lampiran 7 Lampiran 8 Contoh Program Semester (RKA atau RKM) Contoh RKA Naratif Contoh RKM Naratif Contoh jadwal Pengawasan Tatap Muka Pada Sekolah Binaan Contoh Format Pemantauan Delapan SNP dan Contoh Instrument Supervisinya 79 Lampiran 9 Contoh Format Pembinaan Guru Dalam Tehnik Penilaian Dan Analisis SKL 95 105 114 116 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 11a Lampiran 12 Contoh Instrumen Validasi / Varifikasi Dokumen KTSP Contoh Supervisi Pembinaan Guru Contoh Supervisi Pembinaan Kepala Sekolah Contoh Hasil Tindak Lanjut Supervisi Pembinaan Kepala Sekolah Dan Guru 120 Lampiran 13 Contoh Format Yang Digunakan Dalam Laporan Hasil Pengawasan 122 134 139 Lampiran 14 Lampiran 15 Alur Kegiatan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lembar Hasil Observasi Pembelajaran vi Buku Kerja Pengawas Sekolah .DAFTAR LAMPIRAN No.

Lampiran 16 Kriteria Penilaian Kinerja Guru Pemula Pada Program Induksi Guru Pemula (PIGP) 140 147 148 150 155 156 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP Jadwal Kegiatan Pengawasan PIGP Instrumen Monitoring PIGP Action Plan Pengawasan PIGP Jadwal Monitoring PIGP Permendiknas No. 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah 174 Lampiran 24 Permendiknas No. 63 tahun 2010 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan 184 207 Lampiran 25 Pengurus APSI Buku Kerja Pengawas Sekolah vii . 27 tahun 2010 tentang Program Induksi Bagi Guru Pemula 157 Lampiran 23 Permendiknas No.

standar pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan hal. standar pembiayaan. pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya. Dengan demikian.BAB I PENDAHULUAN A.hal di atas. Salah satu standar yang memegang peran penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar pengelolaan. Standar-standar tersebut di atas merupakan acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Direktorat Tenaga Kependidikan. standar sarana dan prasarana. Peraturan Pemerintah no. standar proses. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. dan standar penilaian pendidikan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. LATAR BELAKANG Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan. yaitu standar isi. 1 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. standar kompetensi lulusan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja pengawas sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui pengadaan buku kerja pengawas sekolah.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. C. sekolah dalam Membantu pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerjanya. Pegangan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah yang dibinanya.B. 2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. 4. D. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Buku Kerja Pengawas Sekolah 2 . 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. MANFAAT Buku kerja pengawas sekolah ini diharapkan dapat: 1. 3. 3. Acuan bagi pengawas sekolah dalam melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesional guru Acuan bagi pengawas sekolah agar dalam melaksanakan tugas kepengawasannya berjalan secara efektif dan efisien. 2. TUJUAN Buku kerja pengawas sekolah ini disusun untuk dijadikan sebagai: 1. DASAR HUKUM Dasar hukum penyusunan Buku Kerja pengawas sekolah adalah: 1. Memudahkan dan mengarahkan pengawas melaksanakan tugas kepengawasannya. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

(2) profesionalisme pengawas. RUANG LINGKUP Ruang lingkup Buku Kerja pengawas sekolah ini meliputi: (1) pengertian dan perkembangan pendekatan pengawasan. 3 Buku Kerja Pengawas Sekolah . dan (5) tahapan kegiatan kepengawasan. (4) ruang lingkup kepengawasan. (3) Jenjang Jabatan. bidang kepengawasan dan tugas pokok pengawas.E.

Buku Kerja Pengawas Sekolah 4 .

BAB II PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL A. dan tindak lanjut pengawas yang harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan (PP 19 Tahun 2005. artistik. PERAN PENGAWAS SEKOLAH Pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah. Dalam konteks ini peran pengawas sekolah meliputi pemantauan. interpretatif. evaluasi. C. melaksanakan program pengawasan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran. PENGAWAS DAN PENGAWASAN Pengawas sekolah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah (PP 74 tahun 2008). dan berbasis kondisi sosial budaya. klinis. Peran tersebut berkaitan dengan tugas pokok pengawas dalam melakukan supervisi manajerial dan akademik. Peran pengawas sekolah dalam pembinaan setidaknya sebagai teladan bagi sekolah dan sebagai rekan kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolah binaannya. Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan. pelaporan. evaluasi hasil pelaksanaan program. Peran pengawasan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan supervisi yang bersifat ilmiah. pembinaan. dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. supervisi. PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan tugas pokok kepengawasan yang terdiri dari melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal yang didukung oleh standar dimensi kompetensi prasyarat yang dibutuhkan yang berkaitan dengan (1) 5 Buku Kerja Pengawas Sekolah . pemantauan dan penilaian. pasal 55). manusiawi. kolaboratif. B.

(3) teknis operasional. efisien dan produktif. mengembangkan metode dan strategi kerja kepengawasan secara terus menerus 7. dan wawasan kependidikan. (2) ketajaman analisis dan sintesis.pengawasan sekolah. minat. memiliki bakat. mematuhi kode etik profesi pengawas (Lihat Lampiran 2) 10. memberikan layanan prima untuk semua pemangku kepentingan. panggilan jiwa. memiliki komitmen dan menjadi anggota organisasi profesi kepengawasan sekolah Buku Kerja Pengawas Sekolah 6 . menampilkan kemampuan pengawasan dalam bentuk kinerja 2. (2) pengembangan profesi. memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri 8. 5. dan idealisme 3. Karakteristik yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah yang profesional diantaranya: 1. Seorang pengawas profesional dalam melakukan tugas pengawasan harus memiliki (1) kecermatan melihat kondisi sekolah. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah melakukan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin komplek dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif. (3) ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan. melaksanakan tugas kepengawasan secara efektif dan efisien 4. memiliki tanggungjawab profesi 9. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan 6. serta (4) kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah.

wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran tertentu pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta.BAB III JENJANG JABATAN. Pengawas Taman Kanak-kanak dan Pengawas Sekolah Dasar. Pengawas bimbingan dan konseling adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. Pengawas sekolah luar biasa adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH A. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pada kegiatan bimbingan dan konseling. 7 Buku Kerja Pengawas Sekolah . tanggungjawab. tanggungjawab. JENJANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH Jenjang jabatan pengawas dibagi menjadi tiga. tanggungjawab. dan seluruh mata pelajaran Sekolah Dasar kecuali mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan jasmani dan kesehatan 2. pengawas madya (Golongan IV/a-IV/c). 3. 4. tanggungjawab. B. Pengawas mata pelajaran/rumpun mata pelajaran adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pada sekolah luar biasa di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional untuk seluruh mata pelajaran. BIDANG PENGAWASAN 1. bidang pengembangan untuk Taman Kanak-Kanak. mulai dari jenjang yang terendah sampai dengan jenjang yang tertinggi yaitu pengawas muda (Golongan III/c-III/d). dan pengawas utama (Golongan IV/d-IVe). wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta untuk pengelolaan sekolah.

memantau pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (standar isi. menyusun program pengawasan. supervisi akademik. k. j. supervisi manajerial. TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH Tugas Pokok Pengawas Sekolah sesuai dengan PP 74 tahun 2008 adalah melakukan tugas pengawasan akademik dan/atau manajerial serta tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. Rincian masing-masing tugas Pengawasan untuk setiap jenjang jabatan pengawas sekolah diuraikan sebagai berikut: 1. d. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru. dimensi Kompetensi Pengawas Sekolah terdiri dari: kepribadian. standar kompetensi lulusan. standar penilaian). Buku Kerja Pengawas Sekolah 8 . melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan. evaluasi pendidikan. b. D. f. e. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam perencanaan pembelajaran. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya. KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH Sesuai dengan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007. h. i. dan sosial yang diuraikan dalam 33 kompetensi (Lampiran 1). melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran. c. Pengawas Sekolah Muda a. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran. standar proses. melaksanakan pembinaan guru.C. penelitian pengembangan. melaksanakan penilaian kinerja guru. g.

memantau pelaksanaan standar isi. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah. Pengawas Sekolah Utama a. membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok. 9 Buku Kerja Pengawas Sekolah 3. j. standar sarana dan prasarana. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. f. h. standar pengelolaan. rencana kerja. standar pendidik dan tenaga kependidikan. l. menyusun program pengawasan. c. melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. Pengawas Sekolah Madya a. standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. g. kepemimpinan sekolah. standar proses. menyusun program pengawasan. m.2. standar kompetensi lulusan. i. melaksanakan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. c. memantau pelaksanaan standar isi. d. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dan/atau kepala sekolah dalam refleksi hasil evaluasi diri sekolah. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam penilaian pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam evaluasi diri sekolah. b. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam perencanaan pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah. pengawasan dan evaluasi. . standar kompetensi lulusan. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. k. melaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah. b. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah. standar proses. e. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah. dan sistem informasi dan manajemen. standar pendidik dan tenaga kependidikan.

d. e. f.

g.

h.

i.

j.

k. l.

m. n. o.

standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan; melaksanakan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah; melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam perencanaan pembelajaran dan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam penilaian pembelajaran dan kepala sekolah dalam evaluasi diri sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dan kepala sekolah dalam refleksi hasil evaluasi diri sekolah; mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen; membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan; mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas pokok pengawasan di tingkat kabupaten/kota;

Pelaksanaan setiap tugas pokok tersebut dievaluasi sendiri oleh pengawas yang bersangkutan dan hasilnya dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/provinsi melalui Koordinator Pengawas Sekolah.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

10

E.

BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN SEKOLAH SASARAN PENGAWASAN 2. Beban kerja Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru pasal 54 ayat (8) yang menyatakan bahwa beban kerja pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan dan tugas pembimbingan serta pelatihan profesionalisme guru ekuivalen dengan paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Beban kerja pengawas sekolah untuk melaksanakan kegiatan tatap muka tersebut merupakan bagian dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja (@60 menit) dalam 1 (satu) minggu melaksanakan kegiatan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, dan penilaian, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Jika ketentuan jam kerja 37,5 jam kerja dikaitkan dengan equivalensi 24 jam tatap muka dapat diartikan bahwa seorang pengawas sekurangkurangnya harus melaksanakan tugas pokok kepengawasan selama 24 jam tatap muka perminggu. Sisa waktu yang tersedia digunakan untuk kegiatan non tatap muka seperti: penyusunan program, penyusunan laporan, pengembangan profesional dan kegiatan pendukung lainnya. Alokasi waktu tatap muka pengawasan akademik dan/atau manajerial pada setiap jenjang pendidikan berbeda, pada jenjang TK satu jam tatap muka dilaksanakan selama 30 menit, pada jenjang SD 35 menit, pada jenjang SMP 40 menit, sedangkan pada jenjang SMA dan SMK selama 45 menit. Pengaturan beban kerja 24 jam/minggu setiap pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik disusun dalam 1 (satu) semester pada sekolah binaan dapat dilakukan seperti pada contoh tabel berikut.

11

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Tabel 1. Contoh Pengaturan Distribusi Beban Kerja dengan 6 (enam) Sekolah Binaan
Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C (3) (4) (5) Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu D E F (6) (7) (8)

Komponen

Jml TM (9)

(1) (2) A. Pembinaan (Pengawasan Manajerial dan Pengawasan Akademik) Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Minggu ke-1 Penyusunan Program Bulan ke-1 Sekolah /Rencana Pengembangan Sekolah/Penyusunan KTSP Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Minggu ke-2 Penyusunan Program Bulan ke-1 Sekolah /Rencana Pengembangan Sekolah/PenyusunanKTSP Membimbing guru dalam Minggu ke-3 menyusun perencanaan Bulan ke-1 pembelajaran (PAIKEM) B. Pemantauan (Manajerial dan Akademik) Pemantauan pelaksanaan standar pengelolaan Minggu ke-4 (Administrasi PPDB, KTSP, Bulan ke-1 Program kerja Kepala Sekolah/RPS Minggu ke-1 Bulan ke-2 Pemantauan pelaksanaan pembelajaran (Standar Isi, Proses, SKL, Penilaian) Pemantauan pelaksanaan pembelajaran (Standar Isi, Proses, SKL, Penilaian)

8

8

8

-

-

24 jam

-

-

-

8

8

8

24 jam

4

4

4

4

4

4

24 jam

4

4

4

4

4

4

24 jam

8

8

8

24 jam

Minggu ke-2 Bulan ke-2

-

-

-

8

8

8

24 jam

C. Pembimbingan dan Pelatihan profesional guru:

Buku Kerja Pengawas Sekolah

12

Komponen

(1)

(2) Pelatihan Pembelajaran berbasis ICT, Model-model pembelajaran yang inovatif, PTK di KKG/MGMP Penilaian Kinerja Guru dalam melaksanakan tugas pokok Pembimbingan guru di sekolah binaan sebagai refleksi dan feedback hasil penilaian kinerja dan seterusnya Kegiatan Tatap Muka Lainnya

Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C (3) (4) (5)

Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu D E F (6) (7) (8)

Jml TM (9)

Minggu ke-3 Bulan ke-2

12 Jam (3 sekolah)

12 jam (3 sekolah)

24 Jam

D. Penilaian Minggu ke-4 Bulan ke-2 4 4 4 4 4 4 24 jam

Minggu ke-1 Bulan ke-3 Minggu ke-2 Bulan ke -3

4

4

4

4

4

4

24 jam

24 jam

Catatan: Pengaturan waktu disesuaikan dengan jumlah sekolah binaan dan kondisi geografis setempat (Lihat Lampiran 6).

2. Sasaran Pengawasan Sasaran pengawasan bagi pengawas sekolah untuk ekuevalensi dengan 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu diuraikan sebagai berikut. a. Pengawas Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar paling sedikit 10 (sepuluh) satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh) guru; b. Pengawas Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan paling sedikit 7 (tujuh) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru mata pelajaran/kelompok mata pelajaran; c. Pengawas Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru.

13

Buku Kerja Pengawas Sekolah

e.d. Tugas dan wewenang korwas meliputi: a. atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain). menyusulkan penetapan angka kredit pengawas f. Koordinator Pengawas (Korwas) Untuk memudahkan koordinasi antar sesama pengawas sekolah dan antara pengawas sekolah dengan dinas pendidikan. dipilih seorang koordinator yang disebut dengan koordinator pengawas sekolah. daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil. mengatur pembagian tugas pengawas sekolah b. beban kerja pengawas sekolah sebagaimana dimaksud paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas jenis dan jenjang satuan pendidikan. menghimpun dan menyampaikan hasil penilaian pelaksanaan kinerja para pengawas sekolah kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota/Provinsi. daerah yang mengalami bencana alam. daerah perbatasan dengan negara lain. ORGANISASI KEPENGAWASAN 1. Pengawas Bimbingan dan Konseling paling sedikit 40 (empat puluh) guru Bimbingan dan Konseling. Untuk efektifitas pelaksanaan tugas dan wewenangnya. bencana sosial. Untuk daerah khusus (daerah yang terpencil atau terbelakang. F. mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengawas sekolah c. melaporkan hasil kegiatan pengawasan sekolah kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi e. mengkoordinasikan kegiatan pengembangan profesional pengawas d. Koordinator pengawas sekolah adalah pengawas sekolah yang dipilih oleh para pengawas seluruh jenis dan jenjang pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk SLB dan dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi. koordinator pengawas dibantu oleh pengurus Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Buku Kerja Pengawas Sekolah 14 .

2. pengawas sekolah bergabung dalam organisasi profesi yang disebut Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) sebagai organisasi independen yang memiliki struktur organisasi mulai dari kabupaten/kota. Organisasi dan Asosiasi Pengawas Sekolah Untuk meningkatkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. 15 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Masa bakti Koordinator Pengawas Sekolah setiap Kabupaten/kota adalah 4 tahun masa bakti dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.(KKPS)/Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dari setiap jenis dan jenjang pendidikan. provinsi dan nasional. Disamping melalui organisasi profesi secara kedinasan pengembangan kemampuan profesional pengawas melalui wadah Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS).

Buku Kerja Pengawas Sekolah 16 .

menilai hasil pembelajaran. dan e. Pemantauan pelaksanaan standard nasional pendidikan yang terdiri atas : standard pendidik dan tenaga kependidikan. pemantauan. membimbing dan melatih peserta didik. pembimbingan dan pelatihan profesional guru. d. KEPENGAWASAN AKADEMIK Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang berkenaan dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan. Penilaian kinerja kepala sekolah Rincian dari masing-masing bidang tersebut diuraikan sebagai berikut. pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah terdiri atas : Standar isi. penilaian dan pelatihan profesional guru dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 pasal 52 ayat (1) berbunyi: Beban kerja Guru mencakup kegiatan pokok: a. Kepengawasan akademik terdiri dari : 1. standar proses. pembinaan guru. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru. c. 6. 5. 17 Buku Kerja Pengawas Sekolah . standar penilaian pendidikan 3. A. penilaian kinerja guru 4. standard pengelolaan. merencanakan pembelajaran. 2. Penilaian Kinerja Guru Pemuladalam program Induksi Guru Pemula (berkaitan dengan pemberlakuan Permenpan nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. b.BAB IV RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN Ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan kepengawasan manajerial. melaksanakan pembelajaran. serta standard pembiayaan 3. Pembinaan Kepala sekolah 2. standar kompetensi lulusan. Pengawasan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula Kepengawasan manajerial terdiri dari: 1. standard sarana dan prasana.

pelaksanaan. dan ekstra kurikuler. c. koordinasi. Buku Kerja Pengawas Sekolah 18 . dan kepribadian peserta didik di sekolah. Bidang pembinaan. pengawas sekolah berperan sebagai: (1) fasilitator dalam proses perencanaan. Dalam melaksanakan fungsi manajerial. inovatif termasuk penggunaan media pembelajaran yang relevan. b. KEPENGAWASAN MANAJERIAL Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan. Kemampuan guru mata pelajajaran/kelas dalam merencanakan pembelajaran melalui penyusunan silabus dan RPP atau guru BP (konselor) menyusun perencanaan pembimbingan dan konseling. Kemampuan guru BP dalam pelaksanaan pembimbingan dan melaksanakan pembelajaran yang aktif. penilaian. penilaian hasil pembelajaran. pembimbingan dan pelatihan peserta didik. pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional guru meliputi: a. dan (4) evaluator terhadap hasil pengawasan. pelaksanakan proses pembelajaran. potensi.Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non tatap muka dengan sasaran supervisi perencanaan pembelajaran. Kemampuan guru/pembimbing dan konseling dalam menilai proses dan hasil pembelajaran/pembimbingan dengan menggunakan teknik penilaian yang relevan. minat. (3) informan pengembangan mutu sekolah. d. bimbingan dan latihan pada kegiatan yang terkait intra kurikuler (pembelajaran remedial dan pengayaan). e. peningkatan kemampuan guru Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. (2) asesor dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta menganalisis potensi sekolah. bakat. B. kreatif. Kemampuan guru dalam membimbing dan melatih peserta didik dalam proses pembelajaran. pengembangan manajemen sekolah. koordinasi. pengembangan kompetensi sumber daya tenaga kependidikan dan sumberdaya lainnya.

pengawasan dan evaluasi internal. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat berupa bimbingan teknis.Bidang pembinaan. kunjungan kelas. pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional kepala sekolah sebagai berikut. c. Mengembangkan perpustakaan dan laboratorium serta sumbersumber belajar lainnya. kunjungan atau pemantauan. Kemampuan kepala sekolah dalam membimbing pengembangan program bimbingan konseling di sekolah. a. kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). pelaksanaan program. akademik. Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan mutu pendidikan. C. d. rapat dengan kepala sekolah dan guru-guru dalam rangka pembinaan. seminar. workshop. PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru termasuk kepala sekolah oleh setiap pengawas sekolah dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah binaan KKG/MGMP/MGP/KKKS/MKKS/K3SK. pengecekan/klarifikasi data. b. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah mempersiapkan akreditasi sekolah. dan group conference yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi . 19 Buku Kerja Pengawas Sekolah . baik rencana kerja tahunan maupun rencana kerja 4 tahunan. Metode kerja yang dilakukan pengawas sekolah antara lain observasi. Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok guru dalam pembelajaran/ pembimbingan. Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program sekolah berdasarkan 8 SNP. e. pendampingan.

pemerintah daerah. kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi.Bidang peningkatan kemampuan profesinal guru. pengembangan bahan ajar. dalam kerangka pengembangan KTSP. dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Konsep Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Program Induksi Guru Pemula yang selanjutnya disebut PIGP adalah kegiatan orientasi. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS. PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA 1. pelatihan di tempat kerja. c. program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru. penelitian tindakan kelas untuk perbaikan/pengembangan metode pembelajaran. yang meliputi : a. pengembangan. Pelaksanaan program induksi bertujuan untuk membimbing guru pemula agar dapat: (1) beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah. D. b. Kemampuan supervisi dan tindak lanjut (khusus untuk kepala sekolah). pembelajaran yang Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) termasuk penggunaan media yang relevan. kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan standar pengelolaan. standar kompetensi lulusan. g. atau masyarakat. standar sarana prasarana dan standar pembiayaan. program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap. Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. penilaian proses dan hasil belajar f. standar pendidik dan tenaga kependidikan. d. Program induksi Buku Kerja Pengawas Sekolah 20 . Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. standar proses. e. dan (2) melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. difokuskan pada pelaksanan standar nasional pendidikan.

Langkah observasi pembelajaran/pembimbingan dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut: 1) Praobservasi Pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi 21 Buku Kerja Pengawas Sekolah . pelaksanaan pembimbingan. penilaian. Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula (PKGP) pada penilaian tahap dua PIGP Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (assessment of learning). sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya dua kali. pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya. dan (4) berkelanjutan yaitu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya. Adapun tahap-tahap pelaksanaan PIGP dapat dilihat dalam table Alur Kegiatan PIGP pada Lampiran 14. yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. dan pelaporan. 2. Program induksi dilaksanakan secara bertahap. (3) akuntabel yaitu penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. meliputi persiapan. Peran dan tanggung jawab pengawas sekolah/madrasah dalam PIGP Peran dan tanggungjawab pengawas sekolah/madrasah adalah sebagai berikut: a.diselenggarakan berdasarkan prinsip: (1) keprofesionalan yaitu penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi sesuai bidang tugas. Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan berupa ulasan dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya tiga kali. (2) kesejawatan yaitu penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim.

(b) Pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula mendiskusikan hasil penilaian pada setiap tahap pembelajaran/pembimbingan. Dan untuk menentukan skor masing-masing subkompetensi yang dinilai menggunakan Kriteria Penilaian Kinerja Guru Pemula (Lampiran 16) b. 3) Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: (a) G u r u p e m u l a m e n g i s i l e m b a r r e f l e k s i pembelajaran/pembimbingan setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksanakan. (d) Guru pemula dan pengawa sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran/pembimbingan. Penilaian KInerja Guru Pemula tahap dua ini. (c) Pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai. 2) Pelaksanaan observasi Pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi pembelajaran/pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai pada saat pelaksanaan observasi dilakukan.pembelajaran/pembimbingan yang meliputi paling banyak lima sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang diisi oleh kepala sekolah/madrasa atau pengawas sekolah/madrasah dan lembar refleksi diri yang diisi oleh guru pemula. Kepala sekolah/madrasah memberikan salinan lembar observasi pembelajaran/pembimbingan kepada guru pemula. melalui Observasi Pembelajaran dengan menggunakan Lembar Observasi Pembelajaran (Lampiran 15). yang meliputi kegiatan: 1) Perencanaan Pengawasan Program Induksi bagi guru pemula secara umum tertuang Program tahunan yang meliputi kegiatan sosialisasi dan pemahaman tentang Program Induksi baik melalui Pembelajaran mandiri melalui modul Buku Kerja Pengawas Sekolah 22 . Melakukan pengawasan pelaksanaan PIGP di sekolah.

workshop pemahaman. Pemantauan dilakukan dengan cara studi dokumen dan observasi keterlaksanaan setiap tahap. Program pengawasan tahunan disusun dengan melibatkan sejumlah pengawas dalam satu kabupaten/kota. 2) Melaksanakan pengawasan. atau bekerjasama dengan lembaga lain yang terkait seperti LPMP. Rencana Tindak Pengawasan PIGP (Lampiran 20) dan Jadwal Kegiatan (Lampiran 18). bimbingan teknis dan pendidikan pelatihan di organisasi profesi seperti APSI. merupakan penjabaran program pengawasan lebih rinci pada masing-masing sekolah binaan selama satu semester. 23 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Dalam Perencanaan PIGP yang tertuang dalam Program pengawasan semester. b) Pembinaan Kepala sekolah/madrasah dan guru yang ditunjuk sebagai pembimbing dalam PIGP Pengawas sekolah/madrasah melakukan pembinaan kepada kepala sekolah/madrasah dan pembimbing berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan pemantauan kesiapan sekolah dengan menggunakan Lembar Analisis Kesiapan Sekolah (Lampiran 17) dan Instrumen Pemantauan (Lampiran 19) pada setiap sekolah binaan. MKPS dan KKPS. yang terdiri dari: a) Pemantauan setiap tahap PIGP pengawas sekolah/madrasah melaksanakan pemantauan terhadap setiap tahap-tahap kegiatan pada PIGP. (5) Pelaporan.ini. Program pengawasan semester disusun oleh setiap pengawas sesuai kondisi obyektif sekolah binaanya masingmasing. Pembinaan individual dapat dilakukan di masing-masing sekolah. sedangkan pembinan klasikal dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan pendidikan dan pelatihan atau workshop yang dilaksanakan oleh MKPS/KKPS yang bekerja sama dengan organisasi profesi lain MKPS/KKKS dan MGMP/KKG. Untuk kegiatan pemantauan ini mengunakan instrumen pemantauan PIGP (Lampiran 19). Pembinaan dapat dilakukan secara individual atau klasikal. yang meliputi: (1) Persiapan (2) Pengenalan lingkungan sekolah (3) Pelaksanaan Pembimbingan (4) Penilaian dan.

pada setiap sekolah yang diawasi. Dari Hasil Evaluasi. disusun program tindak lanjut. (b) Evaluasi Kegiatan Program Induksi berdasarkan Pemantauan. Pembinaan dan Penilaian Kinerja kepala sekolah dan pembimbing. c) Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan Guru yang diberi tugas sebagai pembimbing dalam PIGP Sepanjang pelaksanaan PIGP di sekolah. pelaksanaan dan penilaian (observasi pembelajaran) dan pelaporan PIGP. Hal-hal yang perlu dilaporkan meliputi hasil pemantauan. hasil pembinaan dan penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dari tahap persiapan. serta hasil penilaian kinerja dalam pembimbingan Guru Pemula. pengawas sekolah melakukan penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dalam melaksanakan program induksi berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya masingmasing.PPPTK dan lain-lain. pelaksanaan. perbaikan-perbaikan program dan strategi. pembinaan dan penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dalam PIGP maka. 3) Evaluasi dan Program Tindak Lanjut Pengawasan PIGP Berdasarkan analisis dan pengolahan data hasil pemantauan. berupa penguatan terhadap program yang sudah baik. pembimbingan dan penilaian serta pelaporan dalam program induksi. PKKS/M dan pembimbing dalam pelaksanaan program induksi meliputi aspek-aspek kompetensi kepala sekolah dan pembimbing dalam melakakukan persiapan. Laporan Kegiatan Pengawasan Program Induksi dilengkapi Buku Kerja Pengawas Sekolah 24 . penyusunan strategi baru yang akan diimplementasikan pada program pengawasan berikutnya. pengawas sekolah melakukan evaluasi yang meliputi: (a) Evaluasi diri pengawas sekolah dan. 4) Pelaporan pengawasan pelaksanaan PIGP Pengawas sekolah menyususun Laporan Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan PIGP diakhir pelaksanaan program induksi di sekolah penyelenggara Program Induksi.

Evaluasi proses pada saat pembinaan maupun pemantauan di sekolah binaan bertujuan untuk melihat hasil sementara. pembimbing dan guru pemula. (g) deskripsi dan hasil Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula. (c) Bab III Pelaksanaan Pengawasan. (b) Data kepala sekolah. penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. (b) Bab II Ruang Lingkup. Hasil evaluasi pengawasan dituangkan dalam sebuah laporan dan disampaikan kepada kepala dinas pendidikan melalui koordinator pengawas sekolah. serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru. sedangkan evaluasi akhir dimaksudkan untuk mengetahui hasil pelaksanaan pengawasan secara menyeluruh pada sekolah binaan selama 1 tahun. (f) deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian kinerja pembimbing. maka diperlukan evaluasi hasil pengawasan pada setiap sekolah binaan. 25 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Evaluasi Hasil Pengawasan Untuk menjamin pelaksanaan program kegiatan pengawasan sesuai dengan yang diharapkan dan untuk mengetahui tujuan dan hasil yang dicapai pada setiap kegiatan pembinaan. (e) Bab V Penutup. Sistematika Laporan meliputi: (a) Bab I Pendahuluan. E. pemantauan pelaksanaan 8 SNP. (e) deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian kepala sekolah dalam pelaksanaan PIGP.dengan: (a) Identitas sekolah. dan Lampiran. (c) deskripsi pelaksanaan dan hasil pemantauan: (d) deskripsi pelaksanaan dan hasil pembinaan. (d) Bab IV Hasil dan Pembahasan Pengawasan.

Buku Kerja Pengawas Sekolah 26 .

a. Hasil identifikasi tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta tindakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya. dalam pelaksanaannya. (Lihat Lampiran 3). (e) pengembangan diri. b. (d) pelaporan. PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN Setiap pengawas sekolah menyusun program pengawasan yang terdiri dari program tahunan untuk seluruh sekolah binaan. Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya melalui analisis kesenjangan dengan mengacu pada kebijakan di bidang pendidikan yang digunakan. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan. Penyusunan program tahunan yang terdiri dari 2 (dua) program semester meliputi langkah-langkah kegiatan-kegiatan berikut. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan 27 Buku Kerja Pengawas Sekolah . dan program semester untuk masing-masing sekolah binaan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus lebih ditingkatkan. (c) evaluasi.BAB V TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN Ruang lingkup kepengawasan yang disajikan pada Bab IV. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. A. merupakan tugas pokok dari Pengawas Muda. selama satu tahun pelajaran mengikuti beberapa tahapan. (b) pelaksanaan. Pengawas Madya atau Pengawas Utama. 1. Pengolahan dan analisis hasil dan evaluasi pengawasan tahun sebelumnya Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi hasil pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan. dikemukakan pula berbagai kebijaksanaan di bidang pendidikan. yaitu: (a) penyusunan program pengawasan. Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan.

Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan. indikator keberhasilan. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan sebagai acuan oleh pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada setiap sekolah binaannya dan seluruh sekolah tingkat kabupaten/kota pada setiap jenjang dan satuan pendidikan (Lihat Lampiran 4 dan 5). d. Buku Kerja Pengawas Sekolah 28 . strategi/metode kerja (teknik supervisi). Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Utama. penilaian dan instrumen pengawasan (Lihat Lampiran 6). skenario kegiatan. Dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnya. Secara garis besar. 2. tujuan. dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan.tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan. c. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Madya. sasaran. rencana program pengawasan pada sekolah binaan disebut Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) dan Rencana Kepengawasan Manajerial (RKM). Komponen RKA/RKM sekurangkurangnya memuat materi/aspek/fokus masalah. sumberdaya yang diperlukan. Penyusunan program semester pengawasan pada setiap sekolah binaan. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

3. Contoh-contoh instrumen pengawasan akademik dan pengawasan manajerial terlampir. . Ruang lingkup Pengawasan BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN A. Matriks Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru BAB IV PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Sasaran dan taget pengawasan F. Surat tugas kepengawasan 4. Latar belakang B. Matriks Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah D. Matriks Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah B. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya) B. Contoh-contoh Instrumen Kepengawasan. Visi. Sistematika Program Pengawasan Sekolah adalah sebagai berikut: HALAMAN JUDUL (SAMPUL) HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. maka setiap pengawas menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan sesuai dengan materi/aspek/fokus masalah yang akan disupervisi. Matriks program semester dan jadwal 3. Analisis dan Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya) C. Berdasarkan program tahunan dan program semester yang telah disusun dan untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan. Landasan (Dasar Hukum) C. 5. Matriks Program Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP C. RKA/RKM/RKBK 2. Misi dan Strategi Pengawasan E. Data Sekolah Binaan 29 Buku Kerja Pengawas Sekolah 4. Tujuan dan Sasaran Pengawasan D. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam Penyusunan Program BAB III RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN A.

1. 10 dan 11). EVALUASI HASIL PENGAWASAN Tahapan evaluasi hasil pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut. standar penilaian. Identifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada saat melaksanakan pembinaan. standar proses. Evaluasi hasil pengawasan sebagai bahan penyusunan rekomendasi terhadap guru. standar kompetensi lulusan. dan penilaian kinerja guru 2. Berikan analisis terhadap masalah-masalah yang telah dirumuskan tersebut. pemantauan. pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah (Lihat Lampiran 8. kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan serta untuk perbaikan program pengawasan berikutnya (Lihat Lampiran 12). D. melalui analisis kuantitatif atau analisis kualitatif. 4. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah. 1. 3. Rumuskan masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya dari setiap kegiatan pengawasan. C. pemantauan pelaksanaan 8 SNP.(dapat digunakan analisis kesenjangan atau analisis SWOT). Pembinaan. PELAKSANAAN Tahapan pelaksanaan pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial berupa hasil pembinaan. dan penilaian kinerja guru 2. Melakukan pembinaan. PELAPORAN 1. b. pemantauan pelaksanaan standar isi. 9.B. dan penilaian. Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan Penyusunan laporan oleh setiap pengawas sekolah bertujuan untuk: a. Buku Kerja Pengawas Sekolah 30 .

Tugas Pokok /Ruang Lingkup Pengawasan BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH BAB III PENDEKATAN DAN METODE BAB IV HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN A. Menyampaikan Laporan Semester dan Tahunan kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota. Latar Belakang B. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah. 3. serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru adalah sebagai berikut: HALAMAN JUDUL (SAMPUL) HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Sistematika Pelaporan Hasil Pengawasan Sistematika pelaporan pelaksanaan program pembinaan. Menyusun Laporan hasil pengawasan sesuai sistematika yang ditetapkan. Menganalisis data hasil pemantauan dan pembinaan c. Hasil Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah D. Mengkompilasi dan mengklasifikasi data hasil pemantauan dan pembinaan b. serta sekolah yang dibinanya. Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat/kendala dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah. Fokus Masalah Pengawasan C. a. pemantauan pelaksanaan 8 SNP dan penilaian kinerja. Pembahasan Hasil Pengawasan 31 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru. E. d. Tahapan pelaporan meliputi kegitan-kegiatan berikut. Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP C. B. 2. Tujuan dan Sasaran Pengawasan D.c.

Buku Kerja Pengawas Sekolah 32 . pemantauan. Surat tugas Pengawasan 2. Penelitian. pembimbingan dan pelatihan profesional guru dari sekolah binaan 3. workshop. Memberikan kontribusi pemikiran/gagasan kepada Kepala Sekolah dalam upaya pengembangan sekolah. konferensi. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) c. Surat Keterangan telah melaksanakan tugas pembinaan. Contoh-contoh instrumen pengawasan yang telah diisi/ diolah. nasional maupun internasional 2. jurnal ilmiah atau menggunakan media internet. seminar. khususnya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) b. 4. PENGEMBANGAN DIRI Tahapan pengembangan diri meliputi kegiatan-kegiatan berikut. Melakukan kegiatan pengembangan profesi. Simpulan B. studi banding/benchmarking maupun secara mandiri dengan membaca buku. Melakukan upaya peningkatan 6 (enam) kompetensi pengawas melalui pelatihan. dan lain-lain (Lihat Lampiran 13). 5. penilaian kinerja. baik lokal. 1. Publikasi KTI dalam jurnal ilmiah/profesi 3. Presentasi KTI dalam forum ilmiah/profesi d.BAB V PENUTUP A. E. Rekomendasi LAMPIRAN: 1. antara lain melalui: a. termasuk bergabung dan aktif dalam mailing list yang relevan. Daftar Hadir guru atau kepala sekolah pada saat pembinaan/pemantauan/penilaian kinerja.

3. Fungsi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). 33 Lampiran 1 . 1. 2. Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Tugas. MEMUTUSKAN : Mengingat : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/ MADRASAH. seseorang wajib memenuhi standar pengawas sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 39 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005. Pasal 1 (1) Untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah/madrasah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.Lampiran 1 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.

TTD. BAMBANG SUDIBYO Lampiran 1 34 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Maret 2007 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.(2) Standar pengawas sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

untuk menjadi pengawas SMP/MTs sesuai dengan rumpun mata pelajarannya. Memiliki pangkat minimum penata. Kualifikasi Pengawas Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut: a. e. b. 1) Guru TK/RA bersertifikat pendidik sebagai guru TK/RA dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun di TK/RA atau kepala sekolah TK/RA dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. golongan ruang III/c. KUALIFIKASI 1. pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. 1) Guru SMP/MTs bersertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMP/MTs atau kepala sekolah SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. Memiliki pendidikan minimum magister (S2) kependidikan dengan berbasis sarjana (S1) dalam rumpun mata pelajaran yang relevan pada perguruan tinggi terakreditasi. untuk menjadi pengawas TK/RA. c. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan. Berpendidikan minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi. Kualifikasi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawi yah (SMP/MTs). Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2007 TANGGAL 28 MARET 2007 STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH A. sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. d. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun. dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut : a. dan f. 35 Lampiran 1 . b. untuk menjadi pengawas SD/MI. 2) Guru SD/MI bersertifikat pendidik sebagai guru SD/MI dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun di SD/MI atau kepala sekolah SD/MI dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. 2.

Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas. sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. golongan ruang III/c. KOMPETENSI 1. 3) Guru SMK/MAK bersertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMK/MAK atau kepala sekolah SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun.4 Memiliki tanggungjawab sebagai pengawas satuan pendidikan.1 1. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun.2) Guru SMA/MA bersertifikat pendidik sebagai guru dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMA/MA atau kepala sekolah SMA/MA dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun.3 1. Kompetensi Pengawas Taman Kanak-Kanak/Raudatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 1. untuk menjadi pengawas SMK/MAK sesuai dengan rumpun mata pelajarannya. dan f.2 1. untuk menjadi pengawas SMA/MA sesuai dengan rumpun mata pelajarannya. teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggungjawabnya. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya. Memiliki pangkat minimum penata. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan. B. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan. e. c. Lampiran 1 36 . Kompetensi Kepribadian 1. d.

Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah. teori/teknologi. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah. dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.5 2. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.4 2. Memahami konsep.3 2. prinsip.1 Menguasai metode. Kompetensi Supervisi Manajerial 2. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah. teknik dan prinsipprinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.6 2. karakteristik. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah. karakteristik. Memahami konsep.7 2. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan di sekolah. 2.1 3. prinsip.2 2. Kompetensi Supervisi Akademik 3.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 2. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah. teori dasar.2 37 Lampiran 1 .8 3. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.

Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. merawat.7 3. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas. laboratorium. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP. standar kompetensi dan kompetensi dasar.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan di sekolah. 3. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran SD/MI. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 4. dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.6 3. Membimbing guru dalam mengelola. Lampiran 1 38 . Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI berlandaskan standar isi.4 3.8 4. mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.5 3.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 3.

2 5. Memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.3 39 Lampiran 1 .4 4. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah. jenis. guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. kinerja guru dan staf sekolah.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.1 5. Menilai kinerja kepala sekolah.5 4. dan metode penelitian dalam pendidikan. Menguasai berbagai pendekatan. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5. 4.3 4.6 5.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 4.

dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.1 6.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 5. Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah.2 Lampiran 1 40 . Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan.5 5. Kompetensi Sosial 6.8 6.7 5.6 5.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan. 5.

2 Kompetensi Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan. teknik dan prinsipprinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis. Kompetensi Kepribadian 1.1 2.2. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan sekolah menengah yang sejenis. Kompetensi Supervisi Manajerial 2.1 1. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah menengah yang sejenis.4 2. teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya. Bahasa.4 2.2 2.3 2. IPS. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan. atau Seni Budaya) Dimensi Kompetensi 1. 1.3 1. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis. Menguasai metode. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. Olahraga Kesehatan. Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Pengawas Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK.5 41 Lampiran 1 .

Kompetensi Supervisi Akademik 3.8 3. karakteristik. karakteristik. teori/teknologi. Memahami konsep.5 Lampiran 1 42 . Memahami konsep. standar kompetensi dan kompetensi dasar.4 3. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berlandaskan standar isi. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran /bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.3 3. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah yang sejenis. prinsip. dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. prinsip.Dimensi Kompetensi 2. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.2 3. 2.7 2. teori dasar. Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.6 Kompetensi Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah yang sejenis. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah yang sejenis.1 3.

Dimensi Kompetensi 3.4 43 Lampiran 1 . mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 3.7 3.2 4.1 4. kinerja guru dan staf sekolah lainnya dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. Membimbing guru dalam mengelola. Memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. merawat. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. laboratorium.8 4. dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaan yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.6 Kompetensi Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 4.3 4. Menilai kinerja kepala sekolah.

baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah menengah yang sejenis. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas.Dimensi Kompetensi 4.8 6. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.2 5.7 5.6 5.3 5. 4.1 5.5 5. dan metode penelitian dalam pendidikan. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah yang sejenis. jenis.1 Lampiran 1 44 . Menguasai berbagai pendekatan. Kompetensi Sosial 6. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.6 5. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.4 5. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5.5 Kompetensi Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.

dan metode penelitian dalam pendidikan. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.5 5. jenis.6 5. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas.1 5. 4.5 Kompetensi Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan. Kompetensi Sosial 6.7 5.2 5. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5. kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah yang sejenis.8 6. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.6 5. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah menengah yang sejenis. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas. Menguasai berbagai pendekatan.3 5.1 45 Lampiran 1 .4 5.Dimensi Kompetensi 4.

8 3. karakteristik.3 3. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.2 3. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah kejuruan. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah kejuruan.Dimensi Kompetensi 2. teori dasar. standar kompetensi dan kompetensi dasar. Memahami konsep. 2. Kompetensi Supervisi Akademik 3. prinsip. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.4 Lampiran 1 46 . Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan berlandaskan standar isi. dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.1 3. teori/teknologi. prinsip. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.5 Kompetensi Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah kejuruan Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah kejuruan.6 2.7 2. Memahami konsep. karakteristik.

6 3.5 Kompetensi Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. laboratorium. merawat.Dimensi Kompetensi 3.3 47 Lampiran 1 . Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.8 4. dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 4.2 4. Membimbing guru dalam mengelola.7 3. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas. kinerja guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.1 4. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan Menilai kinerja kepala sekolah. 3.

Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.3 5.5 5. Menguasai berbagai pendekatan. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah. dan metode penelitian dalam pendidikan.6 5. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.4 Kompetensi Memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah kejuruan.5 4.4 5.6 5.7 Lampiran 1 48 . Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah kejuruan.Dimensi Kompetensi 4. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan.2 5.1 5. jenis. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas. 4.

2 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.Dimensi Kompetensi 5. Kompetensi Sosial 6. TTD. 6.8 Kompetensi Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas. BAMBANG SUDIBYO 49 Lampiran 1 . Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah menengah kejuruan.1 6. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

BAIK TERHADAP APARAT BINAAN MAUPUN TERHADAP SESAMA PENGAWAS SEKOLAH Lampiran 2 50 . SENANTIASA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA. MEMILIKI PENGABDIAN YANG TINGGI DALAM MENEKUNI TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 4. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS. SIGAP DAN TERAMPIL UNTUK MENAGGAPI DAN MEMBANTU MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI APARAT BINAANNYA 9. BEKERJA DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB DALAM TUGASNYA SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 5. MEMILIKI DISIPLIN YANG TINGGI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PROFESI SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 7.LAMPIRAN 2 KODE ETIK PENGAWAS SEKOLAH 1. MEMILIKI RASA KESETIAKAWANAN SOSIAL YANG TINGGI. MERASA BANGGA MENGEMBAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 3. MAMPU MENAMPILKAN KEBERADAANNYA SEBAGAI APARAT DAN TOKOH YANG DITELADANI 8. MENJAGA CITRA DAN NAMA BAIK SELAKU PEMBINA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 6. SERTA MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 2.

Dokumen KTSP belum divalidasi b. STANDAR PROSES 51 3 STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN 4 STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5 STANDAR SARANA 6 STANDAR PENGELOLAAN 7. 13 Mata Pelajaran telah dikembangkan KTSPnya 2. STANDAR PEMBIAYAAN Lampiran 3 8 STANDAR PENILAIAN . Silabus Semua mata pelajaran Dikembangkan KTSPnya dst. TARGET YANG DIHARAPAKAN Tahun 2010 a. Dokumen KTSP sudah divalidasi dan nilainya > 90 % b.LAMPIRAN 3 CONTOH FORMAT EVALUASI PROGRAM TAHUN SEBELUMNYA PROGRAM KEGIATAN TAHUN 2009/2010 HASIL YANG DICAPAI KETERANGAN No PELAKSANAAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1 STANDAR ISI a.

mempunyai prota dan promes dengan nilai minimal baik b. Pendahuluan 2. A. PEMANTAUAN. PENILAIAN KINERJA. e. Lampiran 4 MATERI PEMBINAAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN Evaluasi ketercapaian dengan menggunakan instrumen skala likert 1 – 4.LAMPIRAN 4. 100 % guru pada sekolah binaan a. Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran meliputi 1. Tatap Muka melalui dilakukan melalui kegiatan : • Eksplorasi • Elaborasi • Konfirmasi c. b. 100 % guru dapat menentukan KKM sesuai dengan panduan minimal baik e. PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN. 100% guru dapat membuat RPP sesuai dengan Standar Proses minimal baik d.90 Baik 71 .80 Cukup <70 Kurang a. PROGRAM PEMBINAAN GURU No PROGRAM 1 PERENCANAAN PEMBELAJARAN a. Penutup . Kegiatan Inti meliputi kegitan tatap muka. sendiri yang sesuai dengan Standar Proses minimal baik c. c. 100% guru dapat membuat silabus b. Rentang Skor 91 – 100 Baik Sekali 81 . Program tahunan dan program semester Silabus RPP KKM Agenda Harian Guru 52 2. d.PT dan KMTT. 100% guru dapat membuat dan mengisi agenda hariannya yang sesuai dengan pembelajaran dalam KTSP minimal baik CONTOH PROGRAM PEMBINAAN.

b. c. a.No PROGRAM MATERI PEMBINAAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN 3. Pengamatan(penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian ) Program Remediaal Analisis Ulangan Harian Program bimbingan Siswa Program Penigkatan Mutu Lulusan 5 Kel MP Program Pengembangan Diri minat dan bakat melalui Bimbingan Karir dan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan KIR dll Lampiran 4 . 4 Kegiatan Tambahan b. c. 53 d.Penugasan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Penilaian Pembelajaran a. e. Teknik Penilaian : Penilaian dilakukan melalui Tes.

b. d. Instrumen Akreditasi Sekolah dan bukti fisiknya b. PROGRAM PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN a. e. c.B. Pelaksanaan 8 SNP yang kontinyu . Rencana Kerja Sekolah Tahunan(1 tahun ) dan Rencana Kerja Sekolah 4 tahun berdasarkan 8 SNP Pelaksanaan Rencana kerja Sekolah 1 tahun dan 4 Tahun berdasarkan 8 SNP Pengawasan (Supervisi) dan Evaluasi kepala sekolah Kepemimpinan sekolah Sistim Informasi Manajemen Sekolah 54 2.90 Baik 71 . Rencana Keuangan Anggaran Sekolah (RKAS) Penyusunan RKAS berdasarkan 8 SNP 3 Akreditasi Sekolah a. Evaluasi ketercapaian dengan menggunakan instrumen skala likert 1 – 4.80 Cukup <70 Kurang No PROGRAM MATERI PEMBINAAN 1 PENGELOLAAN SEKOLAH a. Lampiran 4 b. Rentang Skor 91 – 100 Baik Sekali 81 .

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5. STANDAR PROSES 3. SKL 4. STANDAR PENGELOLAAN 55 7. STANDAR PEMBIAYAAN 8. STANDAR ISI PEMANTAUAN 8 SNP 2. STANDAR PENILAIAN Lampiran 4 . PROGRAM PEMANTAUAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN No PROGRAM MATERI PEMANTAUAN 1 1. STANDAR SARANA 6.C.

2. 1. 7. 1.UTS. 6. 5. Pelaksanaan Pembelajaran 1. 8. Program Tahunan Program Semester Silabus RPP KKM Agenda Harian Guru Jadwal Tatap Muka Absensi Siswa Kalender Pendidikan Buku Nilai Pendahuluan Kegiatan Inti melalui Tatap Muka. 9.UAS/UKK melakukan penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian Melakukan penilaian Psikomotor . 3. 3.D. 56 3. PROGRAM PENILAIAN KINERJA GURU (Tugas Pokok Guru ) TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN Lampiran 4 No PROGRAM MATERI PENILAIAN 1 PERENCANAAN PEMBELAJARAN 2. 10. 2. Penugasan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan tatapmuka dilakukan melalui • EKSPLORASI • ELABORASI • KONFIRMASI Penutup Daftar Nilai sesuai dengan standar penilaian melakukan tes dengan UlanganHarian. 4. Penilaian Hasil Pembelajaran 3. 2. 4.

No PROGRAM MATERI PENILAIAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN 4 Tugas Tambahan 57 5. Kartu soal 10. Bank Soal 9. Analisi Penilaian 1. Melatih dan membimbing siswa dalam Remedial dan pengayaan 2. Membimbing siswa dalam Pengembangan Diri melalui BK dan Kegiatan Ekstra Kurikuler 3. Melakukan Analisis Ulangan Harian 6. Kegiatan KIR Lampiran 4 . Remedial dan Pengayaan 7. Instrumen tes setiap KD 8.

melakukan penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian 4. Sistim Informasi Sekolah 2. Membimbing siswa dalam Pengembangan Diri melalui BK dan Kegiatan Ekstra Kurikuler 3. 58 4 Tugas Tambahan Daftar Nilai sesuai dengan standar penilaian 2. Pelaksanaan Pembelajaran Penilaian Hasil Pembelajaran 1.E. Bank Soal 9. Instrumen tes setiap KD 8. Melakukan Analisis Ulangan Harian 6. 3. Kartu soal 10.UAS/UKK 3. PROGRAM PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH (Tugas Pokok Kepala Sekolah ) MATERI PENILAIAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN Lampiran 4 No PROGRAM 1 PENGELOLAAN SEKOLAH a.UTS. Remedial dan Pengayaan 7. Kepemimpinan Sekolah e. Melakukan penilaian Psikomotor 5. Kegiatan KIR . Rencana Kerja Sekolah 1 tahun dan Rencana Kerja Sekolah 4 tahun berdasarkan 8 SNP b. melakukan tes dengan UlanganHarian. Analisi Penilaian 1. Melatih dan membimbing siswa dalam Remedial dan pengayaan 2. Pengawasan dan Evaluasi d. Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah c.

Analisis Standar Proses c. Konstektual j. Tugas dan Resitasi h. SKL e. Standar Pengelolaan b. Simulasi e.KMTT dan Pengamatan) b. Diskusi l. Kartu Soal e. Problem Solving c. Mastery Learning f. Demontrasi f.PT. Indikator dan bahan ajar c. Team Teaching i. 3. ANALISIS KONTEK DALAM PENGEMBANGAN KTSP PAIKEM 59 4 PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR a. Analisis Standar Penilaian a. Analisis Standar Isi b. Analisis SKL d. Ekspositori k. Tematik g. PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU DAN ATAU KEPALA SEKOLAH TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN No PROGRAM MATERI PEMBIMBINGAN 1 PENGELOLAAN KTSP 2. Analisi Hasil Belajar Lampiran 4 . Standar Proses d. Kisi. Berbasis ICT a. Eksperimen d.F. Standar isi c. Inquiry b.kisi d. Teknik Penilaian meliputi (Tes. Standar Penilaian a.

ciri. Koversi penialian Ahlak Mulia dan Kepribadian dari Kuantitatip ke kualitatatip j. a. Program Supervisi b.tujuan. Evaluasi hasil Supervisi dan pemantauan d. Program tindak lanjut . Latihan Membuat Judul PTK d.Pengamatan dan Refleksi) e. Pengertian .Lampiran 4 TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN No PROGRAM MATERI PEMBIMBINGAN 5 PENELITIAN TINDAKAN KELAS(PTK) 60 6 SUPERVISI. Menyusun Laporan PTK (terdiri dari 5 Bab dan Lampiran ).kriteria dan PTK b. Latihan Mengidentifikasi masalah dalam Pembelajaran c. Laporan Hasil Belajar Peserta Didik k. Penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian i. Program Pemantauan c. Melaksanakan PTK dalam bentuk siklus tiap siklus terdiri dari 4tahapan (Perencanaan. Penetapan Sistim Penilaian dan sosialisasi sistim Penilaian kepada siswa a.EVALUASI DAN TINDAK LANJUT(KEPALA SEKOLAH) g. Program Remedial dan Pengayaan h. Tindakan.

Strategi/ metode/ teknik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 61 85 % dari jumlah guru dapat melaksanakan pembelajaran yang sesuai standar proses dengan baik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 1.per mendiknas. guru mata pelajaran pada sekolah binaan. guru mata pelajaran pada sekolah binaan Instrumen penialian Pelaksanaan Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 1. 3 .pada kegiatan MGMP/MKKS dan workshop Lampiran 5 .kumpulan undangundang. 3.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya. 2. Pembelajran tatap muka b. Instrumen penialian Perencanaan Pembelajaran Dengan skala likert 1-4 Instrumen penilaian silabus danRPP Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut 1.per mendiknas. Pembelajaran tuntas .pedoman. Pengembangan bahan ajar Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan: a. 2 .disinkronkan dengan dinas pendidikan 2.pada kegiatan MGMP/ MKKS dan workshop No Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran 1 1. kunjungan kesekolah binaan.Adanya program adm perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan KTSP 2. Pengembangan silabus b. kunjungan kesekolah binaan.LAMPIRAN 5 CONTOH RENCANA PROGRAM TAHUNAN PEMBINAAN GURU DAN/ATAU KEPALA SEKOLAH 1. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1. 2.pand uan juknis tentang SNP 1. Pengembangan model pembelajaran c.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2.pand uan juknis tentang SNP Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun administrasi perencanaan pembelajaran/program bimbingan a.menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 2 1. 2.ped oman dalam pendidikan.kumpulan undangundang.pp. remedial 1.pedoman.ped oman dalam pendidikan.pp.setiap guru mata pelajaran dapat melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses dengan baik. mengadakan pertemuan/ menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya. PEMBINAAN GURU Indikator Keberhasilan 85 % dari jumlah guru mempunyai adm perencanaan pembelajaran yang sesuai KTSP dengan baik 2. Pengembangan RPP c.

Penilaian 5 Kel MP f. Adanya adm penilaian hasil pembelajar an yang sesuai dengan KTSP 2. kumpulan undangundang. guru mata pelajaran pada sekolah binaan 4 dan pengayaan b.Lampiran 5 Indikator Keberhasilan Strategi/ metode/ teknik Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut 85 % dari jumlah guru mempunyai administrasi hasil pembelajaran yang sesuai standar proses dengan baik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 Instrumen administrasi penialian 2. 3.: a. Penilaian Afektif (Ahlak Mulia dan Kepribadian ) h. 2 . Pengemba Melakukan pendampingan membimbing guru dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1.ped oman dalam pendidikan. Penyediaan pedoman penilian c.pand uan juknis tentang SNP Standar penialian 1.pedoman. kunjungan kesekolah binaan. Penyusunan LHB-PD Memberikan masukan kepada guru dalam memanfaatkan Guru dapat mengembangka n bahan dan Dilanjutkan dengan latihan membuat PTK . Pengembangan butir soal dan kisikisi j. 2. Analisis butir soal k. Pemanfaatan TIK untuk Penilianan b. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya. kunjungan kesekolah binaan. Juknis rancangan penilaian d. Penilaian Psikomotorik g.per mendiknas. Penilaian portofolio i.pada kegiatan MGMP/MKKS dan workshop 85 % dari jumlah guru mampu Binteks 1.pp.mengadakan Pengembangan bahan ajar dan model-model Instrumen penilaian Pelaksanaan No Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran 3 62 1. 1. penetapan KKM e.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2.

menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1. 2 .mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya.perbaikan dan pengayaan Memberikan rekomendasi kepada guru mengenai tugas membimbing dan melatih peserta didik Guru dapat memberikan pengayaan dan remedial yang tepat Instrumen penilaian pelaksanaan perbaikan dan pengayaan Dijadikan bahan untuk umpan balik 63 50 % guru dapat menggunakan IT sebagai alat bantu pembelajaran Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 6 Memberi bimbingan kepada guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran Guru dapat menggunakan IT sebagai alat bantu pembelajaran pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya. kunjungan kesekolah binaan. kunjungan kesekolah binaan. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1. 3. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tentang pembelajaran dgn IT dan memberi contoh pembelajaran dengan IT.pen gayaan dan remedial Bimbingan Teknis Group Focus Discussion Program bimbingan . 3. 2. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru Model-model pembelajaran dengan menggunakan IT Instrumen penialian Pelaksanaan Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 Mencoba latihan untuk membuat model pembelajaran degn IT Lampiran 5 . 3.No memfasilitasi siswanya belajar dari berbagai macam sumber belajar pembelajaran Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran Indikator Keberhasilan Strategi/ metode/ teknik Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut lingkungan dan sumber belajar memilih bahan ajar dari berbagai macam sumber 5 85 % guru mempunyai program bimbingan.

ped oman dalam pendidikan. menyusun program pengayaan yang sesuai SKL serta model-model soal . Guru dapat meningkatkan kemampuan nya dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif 8 64 Memberikan bimbingan kepada guru untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya. Guru dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya a sebagai bahan untuk perbaikan tahun berikutnya . 2.menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk memperbaikai kelemahannya pada sekolah binaan. Membuat program peningkatan mutu untuk tahun berikutnya.pedoman.kumpulan undangundang. panduan juknis tentang SNP sekolah binaannya 1.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang hasilhasil yangtelah dicapai guru tahun sebelumnya kemudian mendiskusikan kekuarangan dan kelebihannya 3 .kunjungan kesekolah binaan.Lampiran 5 Indikator Keberhasilan Semua guru mata pelajaran yang di UN kan dapat membuat analisis SKL dengan tepat Bimbingan Teknis Group Focus Discussion Panduan Analisis SKL Instrumen Analisis SKL Strategi/ metode/ teknik Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut Mencoba mengembangkan soal soal dengan analisis SKL Analisis SWOT 85 % guru menunjukan ada perubahan pola pembelajaran Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 1.pp. 2 . 2.per mendiknas. kunjungan kesekolah binaan. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru dalam membuat analisis SKL 3. No Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran 7 Memberi bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/pembim bingan.pada guru sekolah binaan 1.

pp. memberi masukan untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah binaannya Skenario kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut 1.5.Adanya Dokumen KTSP dan Analisis Konteks yang sudah ditandatanga ni oleh kepada Dinas Pendidikan Kota dan Propinsi 2. Pelaksanaan sistim belajar moving class c. 2. 2 Melakukan pendampingan dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.kemitraan dan kerjasama satdik c. Kepala Sekolah pada sekolah binaan.ped oman dalam pendidikan.pedoman.Sekolah mempunyai program bimbingan dan konseling 2. 2.kumpulan undangundang. 2. kunjungan kesekolah binaan.per mendiknas. a. Pengawasan Proses Pembelajaran 1.kumpulan undangundang. Pengembangan KTSP b.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang petugas BK dan Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah a.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2.4.pada kegiatan /MKKS dan workshop No Materi Pembinaan KEPALA SEKOLAH Tujuan dan sasaran 1 Strategi/ metode/ teknik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 65 90 % program bimbingan dapat terealisasi dengan baik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 1.pand uan juknis tentang SNP 1. kunjungan kesekolah binaan.ped oman dalam pendidikan. PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH Indikator Keberhasilan 90 % pengelolaan sekolah sesuai dengan 8 SNP 1. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang program Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2.pada kegiatan MGMP/MKKS dan workshop Lampiran 5 . 3. Pengembangan Mulok c.1.pada sekolah 1.2.3.per mendiknas. Instrumen penilaian dokumen KTSP/Verifikas i dokumen KTSP.pp. Peraturan Akademik c.2. Pengelolaan pelaksanaan KTSP c. Pengembangan diri 1. Penyusunan RKS c. Instrumen penialian Pelaksanaan Bimbingan Konseling Dengan skala 1.

disinkronkan dengan dinas pendidikan 2. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dan yang belum dicapai pada prograam sekolah tahun sebelumnya.per mendiknas.No likert 1-4 2.pedoman.Untuk mengetahui kelemahankelemahan dan kelebihan dalam pengelolaaan sekolah 2.Panduanpenduan peningkatan mutu pada KTSP 2010 yang belum terealisasi 1.pand uan juknis tentang SNP 3.pada kegiatan /MKKS dan workshop programnya serta bukti pelaksanaannya. 3. Penyusunan laporan Analisis Kontek 1. kepala sekolah pada sekolah binaan .pedoman.kumpulan undangundang. 3 66 Memberikan bimbingan kepada kepala sekolah untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya melalui analisis kontek a. memberi masukan untuk menyusun program BK yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1. Instrumen Penilaian keterlaksanaan KTSP 1.pp. Analisis 8 SNP b..pand uan juknis tentang SNP Materi Pembinaan KEPALA SEKOLAH Tujuan dan sasaran Indikator Keberhasilan Strategi/ metode/ teknik Skenario kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut Lampiran 5 Adanya program peningkatan mutu untuk tahun yang akan datang Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 2. memberi masukan untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya layanan BK. Analisis kondisi internal satdik c. binaannya. Analisis lkondisi lingkungan eksternal satdik c. 2.ped oman dalam pendidikan. b. Pengembangan diri ekstrakurikuler. kunjungan kesekolah binaan. 3.

A./…… B. ………. Lampiran 6a . Visi dan Misi Sekolah Visi :Teciptanya lulusan yang religius. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut 2. kreatif.. X Jl. Drs. berprestasi. …………………… ………. Melaksanakan Proses Pembelajaran yang efektif sesuai dengan kurikulum yang berlaku 3..LAMPIRAN 6a CONTOH PROGRAM SEMESTER (RKA/RKM) PROGRAM SEMESTER KEPENGAWASAN SEMESTER : 1 (SATU) TAHUN PELAJARAN : ………………. Identitas Sekolah 67 Sekolah Kepala Sekolah Alamat Sekolah Semester Tahun Pelajaran : : : : : SMP Negeri 1 …………. dan berkepribadian Misi : 1. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengembangkan potensi dirinya 4……dst.

C..Juli 20. Mengetahui persiapan awal tahun pelajaran terutama pembagian tugas guru dan pegawai Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum 3. Keterlaksanaan Standar Isi.Juli 20. Tersusunnya Dokumen KTSP yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Tahun Pelajaran …. dan Standar Penilaian 3. Deskripsi Kegiatan NO TUJUAN SASARAN (1) 1. Standar Kompetensi Lulusan. sehingga kegiatan sekolah dapat dilaksanakan dengan baik sejak awal tahun • • • TARGET KEBERHASILAN (4) Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan METODA KERJA (6) Kunjungan sekolah Observasi Wawancara Studi dokumen Pendampingan Kunjungan sekolah Studi Dokumen Wawancara JADWAL PEMBINAAN (7) Juni.Lampiran 6a • • • Pada awal tahun kegiatan sekolah sudah dipersiapkan. 4. . INDIKATOR KEBERHASILAN (5) Administrasi peneriman siswa baru lengkap dan benar Jumlah siswa yang diterima sesuai kuota yang telah ditetapkan Penerimaan siswa baru sesuai jadwal yang telah ditetapkan Adanya Administrasi rapat kerja Adanya SK Kepala Sekolah tentang pembagian tugas guru dan pegawai lainnya Bukti fisik kegiatan awal tahun lainnya Juni. Adanya Dokumen KTSP yang telah sesuai dengan kebutuhan Tahun Pelajaran ……. dst. Dst… D... Pemutakhiran Dokumen KTSP (Dokumen 1 dan 2) Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Guru 4. (2) Mengendalikanpelak sanaan penerimaan siswa baru sesuai ketentuan (3) Kepala Sekolah Panitia PSB 68 2. dan disyahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Workshorp Reviu dokumen Bimbingan Juli.. Standar Proses.. 20. Identifikasi Masalah: 1. ……. Peningkatan kualitas Penerimaan Siswa Baru 2.

.CONTOH RKA MATRIK RENCANA KEPENGAWASAN AKADEMIK Pengawas Sekolah Tahun Pelajaran Semester : ………………………….. Pengawas Guru TUJUAN INDIKATOR KEBERHASILAN SKENARIO KEGIATAN STRATEGI/ METODE KERJA/TEKNIK SUPERVISI Kolaboratif. Memberi arahan tentang prosedur pelaksanaan PTK 3. : …………………………. : ………………………. Menjelaskan langkahlangkah PTK berdasar. Membuka acara dengan menjelaskan tujuan pertemuan 2. Nondirektif SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN PENILAIAN DAN INSTRUMEN RTL Menentukan Masalah yang akan dijadikan Bahan PTK Melaksanakan Workshop Penyelesaian Pembuatan RPP Membimbing guru dalam melaksanakan PTK 69 Kolaboratif Pertemuan Inti a. Mengelompokkan Masalah 3. Identifikasi Permasalahan 2. Merumus-kan Masalah 1. Sekolah Sasaran Alamat Sekolah : ……………………….Pertemuan I ( 6 jam ) 1. 2. : …………………………. : ………………………… ASPEK Pertemuan Awal 1.kan siklusnya Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) Sebanyak 85% Guru dapat membuat perencanaan dan melaksanakan PTK dalam pembelajaran Lembar Pertanyaan tentang Permasalahan yang dihadapi guru dalam Proses Pembelajaran Buku Sumber PTK Format RPP Lampiran 6a .

jaran Revisi RPP -Analisis data hasil observasi untuk pembinaan Kolaboratif Nondirektif Membimbing guru dalam merencanakan tindakan 6.ASPEK 4. Observasi Pelaksanaan Tindakan 2. Membimbing guru dalam menetapkan focus permasalahan Lampiran 6a STRATEGI/ METODE KERJA/TEKNIK SUPERVISI SKENARIO KEGIATAN SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN RTL PENILAIAN DAN INSTRUMEN 5. Membimbing guru dalam menyusun RPP b. Menetapkan langkahlangkah yang harus dilaksanakan dalam siklus berikutnya . Refleksi (membahas hasil temuan berupa kekurangan yang harus diperbaiki untuk pelaksanan tindakan berikutnya c.Lembar Pengamatan Memeriksa RPP Mempersiapkan tindakan berikutnya TUJUAN INDIKATOR KEBERHASILAN 70 . Membimbing guru membuat perencanaan berdasarkan hasil temuan (memperbaiki RPP) 2.Instrumen Penilaian Proses Pembelajaran . Pengumpulan data hasil observasi 3. Observasi Penilaian RPP dan Refleksi Lembar Pengamatan Proses Pembela.Pertemuan III ( 3 jam ) 1.Pertemuan II ( 3 jam ) 1.

Lembar Pengamatan TUJUAN INDIKATOR KEBERHASILAN SKENARIO KEGIATAN STRATEGI/ METODE KERJA/TEKNIK SUPERVISI Observasi SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN RTL PENILAIAN DAN INSTRUMEN 71 Kolaboratif Pertemuan Akhir ( 2 jam ) 1. Pengum-pulan data hasil observasi 3. Observasi Pelaksanaan Tindakan 2. Membahas permasalahan yang belum terselesaikan .Pertemuan IV ( 3 jam ) 1. Menyepakati pertemuan berikutnya dalam rangka penilaian kinerja Mengolah data hasil pengamatan Merevisi kekurangankekurangan untuk mempersiapkan pelaksanaan tindakan pada siklus berikutnya Menentukan kesimpulan akhir Lampiran 6a .ASPEK d. Penguatan dan pemberian motivasi kepada guru mata pelajaran 2. Refleksi (membahas hasil temuan berupa kekurangan yang harus diperbaiki untuk pelaksanaan tindakan berikutnya 4.

Menanyakan informasi perkembangan terakhir tentang program tahunan sekolah . Aspek/Masalah . Pukul 09. Pertemuan Inti (4 x 60 menit) .Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan 2. Setting : SMA X F. Focused Group Discussion.Menyampaikan hasil kinerja guru /reviu kinerja yang telah dilakukan pengawas .00 – 15. Panel Discussion G. metode Delphi.Guru berkelompok berdasarkan MGMP untuk melakukan Focused Group Discussion.Waktu : SMA X. 25 Agustus 2009. dan RPP) sesuai rambu-rambu B. Indikator : Guru-guru memiliki KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) sesuai rambu-rambu D.Pengawas refleksi implementasi standar nasional pendidikan (15 menit) .Tujuan : Memberikan bimbingan/arahan/ contoh merevisi/ membuat KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) melalui MGMP sekolah C.Panel Discussion hasil revisi/membuat silabus dan RPP setiap MGMP (75 menit)Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan tentang silabus dan RPP hasil karya MGMP (30 menit) (Apakah silabus dan RPP sudah sesuai rambu-rambu? Apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah membuat Silabus dan RPP ? ) Lampiran 6b 72 A. tentang revisi/membuat silabus dan RPP sesuai rambu-rambu ( 75 menit) .Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan IHT (15 menit) .00 E.LAMPIRAN 6b CONTOH RKA NARATIF RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI AKADEMIK : Pembinaan penyusunan KTSP dokumen 2 (Silabus. Skenario Kegiatan : 1.Pengawas sekolah melakukan refleksi/reviu/evaluasi hasil kinerja guru (15 menit) .Pengawas sekolah melakukan diskusi tentang skenario merevisi/membuat silabus dan RPP melalui MGMP sekolah (15 menit) . Pertemuan Awal (dilakukan 1 minggu sebelumnya : 60 menit): . Refleksi. Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi : IHT.

Pengawas Sekolah 73 Lampiran 6b . Rencana Tindak Lanjut : Implementasi silabus dan RPP di sekolah (selama sebulan dilakukan pemantauan) Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan ………………………. Penilaian dan Instrumen Penilaian : produck hasil revisi/membuat silabus dan RPP Instrumen: Format evaluasi silabus dan RPP J. Standar Penilaian.Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari program H.SKL .Penguatan dan pemberian motivasi kepada guru pemanfaatan silabus dan RPP .SK dan KD mata pelajaran . Sumber daya yang diperlukan : .Komputer I. Model pembelajaran yang efektif . Pertemuan Akhir (60 menit) .Refleksi dari kegiatan IHT .Standar proses.LCD .3.

Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kanjiannya (20 menit) . jumlah siswa 60 org ) F.Peserta bekerja dalam kelompok.Menyampaikan hasil reviu renstra yang telah dilakukan pengawas . Refleksi. Strategi/Metode kerja /Teknik Supervisi : metode Delphi.Tujuan : Memberikan bimbingan dalam penyusunan program jangka menengah/Renstra C.Pengawas memberikan arahan tentang pentingnya keterkaitan antara visi. ( 20 menit) . Pukul 13.Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan pertemuan (15 menit) .Lampiran 6c CONTOH RKM NARATIF RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL Pembinaan Pengelolaan Sekolah tentang Program Jangka Menengah/Renstra B.Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan 2.00 – 16.30 WIB E. Focused Group Discussion dalam rapat guru-guru dan komite sekolah/yayasan. Skenario Kegiatan : 1. indikator dan tujuan serta analisis swot (20 menit) . 10 Feb 2009. indikator dan tujuan yang ada dengan kata kunci visi sekolah sekaligus merevisinya.Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan dan refleksi sebagai penutup (25 menit) Lampiran 6c 74 A. G. misi.Masing –masing kelompok melakukan anlisis swot berdasarkan aspek analisis swot (30 menit) .Masing-masing kelompok memaparkan hasil kajiannya (20 menit) .Masing-masing kelompok mengkaji keterkaitan misi. Indikator : Memiliki program jangka menengah yang benar dan tuntas D. Setting : SMA X ( jumlah guru 15 org. (Pengawas membagi kelompok berdasarkan kata kunci pada visi) . Pertemuan Awal (20 menit): .Menanyakan informasi perkembangan terakhir sekolah . Pertemuan Inti (150 menit) . Waktu Pelaksanaan Pembinaan : Selasa. Aspek/Masalah : .

selama sebulan dilakukan pemantauan Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan ………………………. Sumber daya yang diperlukan : . Penilaian dan Instrumen Penilaian : produck renstra Instrumen: Format onbervasi dokumen renstra J. guru-guru dan komite sekolah/yayasan .Penguatan dan pemberian motivasi pengawas kepada kepala sekolah. Pertemuan Akhir (10 menit) . Pengawas Sekolah 75 Lampiran 6c .LCD . indikator dan tujuan? Kira-kira apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah mengkaji dan merevisi renstra ?). dll 3.Renstra sekolah .Profil sekolah .(Apakah manfaat yang bapak/ibu rasakan setelah mengkaji keterkaitan antara visi. misi.Komputer I. Rencana Tindak Lanjut : Implementasi dan tindak lanjut Renstra .Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari program jangka menengah ke program tahunan dan KTSP serta perkembangan dan kemajuan yang dicapai sekolah H.

.membina guru dalam merencanakan. Pembimbingan dan Pelatihan guru dan atau kepala sekolah dalam MGMP . CONTOH JADWAL PENGAWASAN TATAP MUKA PADA SEKOLAH BINAAN TAHUN PELAJARAN . memantau pelaksanaan standar proses D.. F..... memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik..membina tenaga kependidikan lainnya(tenagadministrasi...perpustakaan..lab. memantau pelaksanaan standar pengelolaan K ... menilai kinerja sekolah untuk persiapan administrasi. memantau pelaksanaan standar penilaian 3 RABU Jam ke 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 AB CD EF LINGKUP SUPERVISI MANAJERIAL(PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH ) G.BINTEK O.K3S.LAMPIRAN 7.. memantau pelaksanaan standar sarana J.. .membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah H. I........ (Mengacu PP No 39 tahun 2009 beban kerja pengawas sekolah adalah 24 jam /minggu ) Lampiran 7 No LINGKUP SUPERVISI AKADEMIK(PEMBINAAN GURU ) Hari SEKOLAH BINAAN KETERANGAN 1 SENIN A....memantau standar pembiayaan L .menialaikinerja kepala sekolah M.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan E....melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan B. menilai kinerja guru dalam melaksanakan tugas pokok N..memantau pelaksanaan standar isi 76 2 SELASA AB CD EF GH IJ KL MN C...

Pembimbingan dan Pelatihan guru dan atau kepala sekolah dalam MGMP .memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan E. memantau pelaksanaan standar pengelolaan K .membina guru dalam merencanakan.perpustakaan.membina tenaga kependidikan lainnya(tenagadministrasi.memantau standar pembiayaan L menialai kinerja kepala sekolah M.memantau pelaksanaan standar isi A. memantau pelaksanaan standar sarana J.lab. menilai kinerja guru dalam melaksanakan tugas pokok N. I. Lampiran 7 . memantau pelaksanaan standar proses D. memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik.BINTEK O.K3S. menilai kinerja sekolah untuk persiapan administrasi.melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan 4 KAMIS AB CD EF C. memantau pelaksanaan standar penilaian 77 AB CD EF 5 JUMAT O O M M M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 LINGKUP SUPERVISI MANAJERIAL G. F.No Hari SEKOLAH BINAAN KETERANGAN AB CD EF LINGKUP SUPERVISI AKADEMIK Jam ke 4 5 6 7 8 9 B.membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah H.

No M Lampiran 7 Hari Jam ke 9 KETERANGAN SEKOLAH BINAAN 6 SABTU 78 .

DST. 79 Lampiran 8 . SKL TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN 4. CONTOH FORMAT PEMANTAUAN DELAPAN SNP DAN CONTOH INSTRUMEN SUPERVISINYA PROGRAM PEMANTAUAN No 1 PROGRAM PEMANTAUAN 8 SNP MATERI PEMANTAUAN 1.LAMPIRAN 8. STANDAR ISI 2. STANDAR PROSES 3.

. 2...... membentuk tim KTSP disertai uraian tugas masing-masing b................ Lampiran 8 80 .............. Tuntutan dunia kerja k............ menyusun program dan jadwal kerja tim penyusun c.budaya masyarakat setempat j....... penigkatan potensi......... Deskripsi peluang dan 1 2 3 4 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 2... teknologi dan seni h. Kesetaraan jender l.. :. Komponen KTSP 3..... :.INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota :... Skor 0 1 Kepemilikan Dokumen 1...............kecerdasan.... peningkatan iman dan taqwa serta ahlak mulia c. f. Profil konidisi satuan pendidikan ... Perkembangan ilmu pengetahuan.. persatuan nasional dan nilai kebangsaan d.. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.... g... Keragaman potensi dan karakterisitik daerah dan lingkungan .......... menyusun analisis konteks dan menyusun hasil analisis.. e......... Kondisi sosial .. Karakteristik satuan pendidikan Proses Penyusunan Dokumen: a.... Dokumen KTSP berlaku dengan disahkan Kepala Sekolah dengan pertimbangan Komite dan diketahui Dinas Pendidikan Propinsi KTSP disusun dengan memperhatikan acuan operasional yang terdiri atas: a...... d. tuntuan pembangunan daerah dan nasional e........ agama b. Dinamika perekembangan global i...

2. Pengaturan beban belajar e. . Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global 4.KMTT. Visi. g.yang didukung suasana belajar dan suasana sekolah yang kondusif. melakukan pemetaan standar isi untuk analisi sk/kd d. Mencakup seluruh mata pelajaran f.Mata pelajaran dan alokasi waktu b. Kegiatan pengembangan diri d. e. mengkaji substansi sk/kd pada standar isi c. Kriteria kelulusan diatas ratarata standar nasional Kriteria penjurusan dengan mempertimbangkan bakat h. Kalender pendidikan 4.PT dan KMTT ) dan Jenis Penilaian(tes. Pendidikan kecakapan hidup j.4 .KP(tatap muka.1.3 .PT. Ketentuan mutasi peserta didik i. Ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan PD f. MP. disusun /dikembngkan secara mandiri b. Struktur dan Muatan KTSP mencakup: a. Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan dan Strategi yang mencerminkan upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik. 4. tantangan Menganalisis peluang dan tantangan 1 Skor 2 3 4 4. Program muatan lokal c.Pengam atan ). Penyusunan pengembangan silabus a. disusun /dikembangkan melalui proses penjabaran sk/kd menjadi indikator. Memanfaatkan berbagai 81 Lampiran 8 .N o Aspek No Indikator dan Sub Indikator 0 f. 4. Ketuntasan belajar dengan dilengkapi dgn rencana pencapaian ketuntasan ideal.

.................70 % Cukup >55 % Kurang Pengawas Pembina NILAI :.5. Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan Mata Pelajaran Ahlak Mulia yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa. d. c......100 % Baik Sekali 71. b..... h........... Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan Pendidikan Kewargaan Negara dan Kepriobadian yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa.. Guru mampu menerapkan berbagai model pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu.. e... panduan dan contoh silabus Sekolahmemberi pengalaman belajar yang luas kepada siswa Guru mampu merancang berbagai model pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu. Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran IPTEK yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa...... Lampiran 8 82 ..85 % Baik 55.... KRITERIA:.. 4...... Jumlah Skor :... Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86.N o Aspek No Indikator dan Sub Indikator 0 g. 1 Skor 2 3 4 i......... Program kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran olah raga dan kesehatan yang minimal diikuti oleh 90 % jumlah siswa. Ada program peningkatan mutu lulusan untuk : a. Program kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran seni budaya dan estetika yang minimal diikuti oleh 90 % jumlah siswa..

... Penugasan Terstrukur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur ). 3.. Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk cetakan(modul. 2...... Proses Pembelajaran 6.. hand out... Menerapkan 4 persyaratan yaitu : Perencanaan........ materi.kegiatan pembelajaran(tatap muka..........multimedia..... 1.... 83 Lampiran 8 .elaborasi dan konfirmasi). 8.. PT dan KMTT eksplorasi....... Menerapkan Kegiatan pendekatan tatap muka... 5....... 4...... :. Skor 0 1.......Visual dan Audio Visual............... kegitan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur.... sumber belajar dan penilaian hasil belajar( Tes .. Pelaksanaan .... CD inter aktif dan computer based........Penilaian dan Tindak Lanjut...INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PROSES Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota :.. Penyusunan RPP sudah menggunakan prinsip perbedaan individu peserta didik dan menerapkan TI dan Komunikasi.kurangnya memuat Tujuan..... 9.. Perangkat Pembelajaran Ada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan dari silabus oleh setiap guru yang sesuai dengan standar proses... 7..... Substansi RPP sekurang... metode ....... Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk berbasis TIK....... dll) Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk Audio.... lks.. :....... Dilakukan guru melalui langkah1 2 3 4 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 2....

minat dan perkembangan pisik serta psikologis peserta didik. Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran. PT dan KMTT. 12. 13. rasio jumlah peserta didik perpendidik. rasio buku. 20. 18. Setiap pembelajaran dikembangkan dengan budaya membaca dan menulis. Tersusunnya jadwal pemanfaatan kegiatan laboratorium. elaborasi dan konfirmasi ) dan Penutup. 1 Skor 2 3 4 10.memotivasi pesrta didik untuk aktif. menyenangkan . 14. menantang. sehingga diperlukan kelas mata pelajaran. Pindah ruang kelas (moving kelas ). Ada program remedial sepanjang semester. Ada Kegiatan Tatap Muka . Proses pembelajaran mendorong prakarsa kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Kegiatan inti (eksplorasi . 19. dan beban mengajar maximal perpendidik. Lampiran 8 84 .No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 0 langkah pembelajaran yang meliputi Pembukaan. 15. 16. 11. Menggunakan pembelajaran berbasis TIK Diselenggarakan secara interaktif. 17.inspiratif. Ada penasehat akademik yang dapat mendeteksi potensi peserta didik. Pelaksanaan proses pembelajaran mempertimbangkan jumlah maximal peserta didik perkelas.

.. supervisi.No Aspek No 21. Proses pembelajaran dilakukan secara terprogram dan intensif melalui pemantauan. evaluasi.. Jumlah Skor :.....85 % Baik 55............. Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86....... Indikator dan Sub Indikator 0 Setiap pendidik menerapkan aspek keteladanan dalam setiap proses pembelajaran..70 % Cukup >55 % Kurang NILAI :.. 1 Skor 2 3 4 22.... KRITERIA:.......100 % Baik Sekali 71............ Pengawas Pembina 85 Lampiran 8 . ....... dan pelaporan dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan...........

.. 2....INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PENILAIAN Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota :......... Teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.... Hasil penilaian 10.... Lampiran 8 86 .. Setiap guru mata pelajaran melakukan penilaian ahlak mulia dan kepribadian minimal satu kali dalam satu semester... Adanya rancangan. 3. 1 2 3 4 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 7... :.. Adanya dokumen laporaan hasil belajar siswa..... jadwal pelaksanaan penilaian dan remedial Adanya rancangan jadwal pelaksanaan penilaian dan program pengayaan................................... 9..... 2 Pelaksanaan penilaian 5..... ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.... observasi(pengamatan ). Setiap guru mata pelajaran melakukan penilaian pengamatan mata pelajaran iptek minimal satu kali salam satu semester.. Penerbitan sertifikat kelulusan pada mata pelajaran dilakukan melalui ujian nasional dan ujian sekolah............... Adanya perangkat penilaian berupa format penilaian. dapat berupa tes tertulis.. Seluruh pendidik telah melakukan hasil belajar untuk memantau proses .........ulangan tengah semester. Skor 0 1 Perangkat penilaian 1.. Penilaiaan dilakukan sepanjang semester. Adanya hasil analisis terhadap perangkat penilaian..... Adanya bahan ujian/ulangan (berupa kumpulan soal ).kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian..... 6.. 12. :... 3... 11......... 4.... 8.tes praktek dan penugasan terstruktur atau kegiatan mandiri tidak terstruktur(KMTT)........

.... 1 Skor 2 3 4 Jumlah Skor :.. Prosentase kelulusan UN> 90 % untuk tiga tahun terakhir....85 % Baik 55....... Rata-rata nilai UN tiga tahun terakhir minimum 7........00..........No Aspek No 13..... Pengawas Pembina 87 Lampiran 8 ... Indikator dan Sub Indikator 0 Peserta didik minimal mencapai batas KKM.. KRITERIA:..100 % Baik Sekali 71... 14 15..70 % Cukup >55 % Kurang NILAI :..... Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86...................

.................. 5.............. 6 7 8 HASIL AKHIR WAWANCARA PRA PENGAMATAN: Pengawas ...jelaskan apa alasan saudara? Kompetensi apa yang bisa dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan harapan saudara? Apa yang perlu mendapat perhatian khusus pada pembelajaran kali ini? JUMLAH SKOR 4 3 2 1 3.. 4................................ Guru Mata Pelajaran .INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK PANDUAN WAWANCARA PRA PENGAMATAN Lamanya wawancara :……………………… : : : : CATATAN PENGAMAT Sekolah NamaGuru MataPelajaran KELAS/Semester No 1 2 PERTANYAAN KD indikator apa yang akan saudara sajikan Metode apa yang akan saudara gunakan dalam pembelajaran KD ini? Apa alasan saudara memilih metode tersebut ? Alat dan bahan (sumber belajar) apa yang saudara siapkan?jelaskan alasannya? Ceritakan tahapan pembelajaran yang akan saudara sajikan.. Persiapan tertulis apa yang saudara buat? Materi apa yang dianggap sulit oleh siswa berdasarkan perkiraan saudara? Jika ada materi apa........ NIP: Lampiran 8 88 ...........

........ :...... :...................................................................... :...................................PEMANTAUAN STANDAR PENILAIAN TENTANG PELAKSANAAN ULANGAN AKHIR SEMESTER SMA SEMESTER ...................... :.. 89 Lampiran 8 ................... TAHUN PEMBELAJARAN................... Nama Sekolah Alamat Jumlah siswa Kls I Jumlah siswa Kls II Jumlah Siswa Kls III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 :................................................... Hasil Pemantauan Ada Tidak Penilaian Kesesuian 3 2 1 Keterangan Aspek yang dipantau Situasi Penyelenggaraan Kisi-Kisi soal Kartu Soal Penyimpanan naskah soal Program Kerja Waktu Pelaksanaan Test Dasar Hukum/Landasan Analisis soal Hasil Ulangan Kumpulan Soal Tata Tertib Peserta&Pengawas Daftar Hadir Peserta dan Pengawas Penempatan Peaserta Test Pengawas Ruangan Nomor Peserta dibangku/Pintu Kartu Tanda Peserta Ruang Tes Berita Acara Penyelenggaraan Sumber Biaya Ruang Penyelenggaraan Daftar Siswa Tiap Ruanhgan 4 85-100% BS 75-84% B 55-74% C <55% K Prosentase JUMLAH SKOR Kepala Sekolah Pengawas ..................................................................................

....69 % Dibawah 55% TINDAK LANJUT: NILAI AKHIR Pengawas ............Lembar SUPERVISI ADMINISTRASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Standar Proses ) Nama Sekolah : Nama Guru : Pangkat Golongan : Mata Pelajaran : Jumlah Jam TatapMuka: Sertifikasi : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KomponenAdministrasi Pembelajaran Program Tahunan Program Semester Silabus RPP Kalender Pendidikan Jadwal Tatap Muka Agenda Harian Daftar Nilai KKM Absensi Siswa Jumlah Skor ya kondisi tidak 4 Skor Nilai 3 2 1 Keterangan Kesesuaian 4= BaikSekali 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang Keterangan : Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir = Skor maximal = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Ketercapaian: 86 % ..85 % 55% .100 % 70% ......... Guru Mata Pelajaran Lampiran 8 90 .......

Tekhnik bertanya.studio atau lapangan B. Media pembelajaran dan sumber belajar lainnya.diskusi dan lainlain untuk Kondisi ya Tidak Skor Nilai 4 3 2 1 Keterangan 4=Baik Sekali 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang 2 91 Lampiran 8 . Memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta Antar siswa dengan guru. Menyiapkan peserta didik b. ELABORASI 1.Lembar SUPERVISI KEGIATAN PEMBELAJARAN (Sesuai Dengan Standar proses ) Nama Sekolah Nama Guru Pangkat Golongan Mata Pelajaran Sertifikasi : : : : : Jumlah Jam TatapMuka: No 1 Sub Komponen dan Butir komponen ( Tatap Muka ) Kegiatan Pendahuluan a. Memfasilitasi siswamelaluipemberian tugas. Melakukan Apersepsi c. Penampilan guru Kegiatan Inti Pembelajaran A. 4. 2. Melibatkan siswa dalam mencari informasi dan belajar dari aneka sumber dgn menerapkan prinsip alam takambang jadi guru. 3. Memfasilitasi siswa melakukan percobaan di laboratorium.lingkungan dan sumber Belajar lainnya. EKSPLORASI 1. Melibatkan siswa secara aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran 5. 2. Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas tugas tertentu yang bermakna. Menjelaskan KD dan tujuan yang ingin dicapai d. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus/kesiapan bahan ajar e. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran.

5. 3. Membuat rangkuman/simpulan Kondisi ya Tidak Skor Nilai 4 3 2 1 Keterangan 3 Lampiran 8 92 . 8. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. 2.festival serta produk yang dihasilkan 9. Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 4.Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupoun tertulis secara individual atau kelompok.No Sub Komponen dan Butir komponen ( Tatap Muka ) memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupoun tertulis. Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa C. tulisan.Memberi kesempatan untuk berfikir .Memfasilitasi siswa dalam pembelajartan kooperatif dan kolaboratif. Memfasilitasi siswa melakukan pameran. Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan 5.Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasilkerja secara individual maupun kelompok.turnamen. 7. Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang aktif dan memberikan informasi untuk berekplorasi lebih jauh.Membantu menyelesaikan masalah siswa dalam melakukan pengecekan hasil ekplorasi 6. KONFIRMASI 1.menyelesaikan masalaha dan bertindak tanpa ada rasa takut 4.menganalisis. Penutup a.Memfasilitasi siswa berkompetesi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar 6. Memberikan konfirmasi terhadap hasil ekplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber. maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa. 3. isyarat.

69 % Dibawah 55% TINDAK LANJUT: Pengawas Guru Mata Pelajaran 93 Lampiran 8 .No Sub Komponen dan Butir komponen ( Tatap Muka ) Melakukan penilaian dan /atau refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Kondisi ya Tidak Skor Nilai 4 3 2 1 Keterangan e. Memberikan umpan balik terhadap proses hasil pembelajaran d.100 % 70% . c. Keterangan : Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir = Skor maximal = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang NILAI AKHIR Ketercapaian: 86 % .85 % 55% . Memberi tugas terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur(KMTT) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya JUMLAH SKOR b.

.Lembar SUPERVISI ADMINISTRASI PENILAIAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Standar Proses ) Nama Sekolah : Nama Guru : Pangkat Golongan : Mata Pelajaran : Jumlah Jam TatapMuka: Sertifikasi : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen Penilaian Pembelajaran Ada buku Nilai/Daftar Nilai Melaksanakan Tes(Penilaian Kognitif)UH...69 % Dibawah 55% TINDAK LANJUT: Pengawas ............... Guru Mata Pelajaran Lampiran 8 94 ..............100 % 70% ..MIDSEM....UAS Penugasan Terstruktur Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Melaksanakan Penilaian Ketrampilan(Psikomotorik) Melaksanakan PenilaianAfektif Ahlak Mulia Melaksanakan Penilaian Afektif Kepribadian Program dan Pelaksanaan Remedial Analisis Hasil Ulangan Bank Soal/Instrumen Tes Jumlah Skor ya kondisi tidak 4 Skor Nilai 3 2 1 Keterangan Kesesuaian 4= BaikSekali 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang Keterangan : Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir = Skor maximal = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang NILAI AKHIR Ketercapaian: 86 % ..........85 % 55% ..

4 5 Estetika Olah Raga Dan Kesehatan Lampiran 9 .LAMPIRAN 9 CONTOH FORMAT PEMBINAAN GURU DALAM TEKNIK PENILAIAN DAN ANALISIS SKL Program Peningkatan Mutu Skl 5 Kelompok Mata Pelajaran SMA : PROGRAM/KELAS PENANGGUNG No Kel Mapel Mata Pelajaran X ADA XI XII JAWAB PROGRAM BUKTI PROGRAM TIDAK BUKTI PELAPORAN ADA TIDAK 1 Agama 1.Ekonomi 8.Kimia 6.dst.Matematika 4.Bahasa Inggris 3.Biologi 7. BTQ 2 PPKn 95 3 Agama dan Ahlak Mulia Kewargaan Negaraan dan kepribadian Imu Pengetahuan danTeknologi 1.Fisika 5.Bahasa Indonesia 2.

Almuminun(12-14). tes lisan Praktek Pengetahuan pengetahuan Psikomotor observasi sikap Ahlak mulia dan kepribadian penidik CONTOH RANCANGAN PENILAIAN OLEH PENDIDIK UNTUK KEGIATAN TATAP MUKA DAN PENUGASAN MATA PELAJARAN STANDAR KOMPETENSI Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Bentuk Instrumen : Agama : Prosedur Penilaian Pendidik pendidik Pendidik Penilaian Untuk Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Mandiri Melapalkan QS :Albaqoroh(30).AzZariyat 56 dan AnNahl 78 No Kompetensi Dasar Tatap Muka 1 Membaca QS :Albaqoroh(30).Az-Zariyat 56 dan An-Nahl 78 Ulangan mengenai hukumbacaan untuk surat dan ayat yangsesuai Tes pilihan ganda Daftar pertanyaan Tes uji kinerja 96 .AzZariyat 56 dan AnNahl 78 dengan makhraj yang benar Membuat rangkuman perbandingan tiga referensi tafsir AlQuran(Ibnu Katsir.Almuminun(12-14).Almuminun(12-14).Tes tertulis 2.dan AlAzhar) QS :Albaqoroh(30).Lampiran 9 Tugas Terstruktur 1.Jalalain.

97 a.CONTOH : Prosedur Penilaian No Satuan Pendidikan . Pengamatan(observasi ) untuk Ahlak Mulia dan Kepribadian. Meningkatkan akuntabilitas. Ulangan Harian b. b.sebagai salah satu persyaratan untuk menentukan kelulusan PD dari satuan pendidikan Ujian Nasional Penilaian Hasil Belajar Oleh Digunakan untuk Pemerintah Digunakan untuk Pendidik Digunakan untuk 1. Bahan penyusunan HB c.kewrganegar aan dan kepribadian. UTS. Memperbaiki proses pembelajaran d. penentuan kelulusan dari satuan pendidikan d. dasara seleksi masuk kejenjang yang lebih tinggi c. a. Penugasan (tugas Terstruktur dan Kegiatan mandiri Tidak Tersytruktur). d. a.UAS dan UKK dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.estika. pemetaan mutu satuan pendidikan b. pembinaan dan pemberian bantuan kepda satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan Lampiran 9 . penilaian ahir semua kelompok MP pada kelmapel agama dan ahlakmulia. mengetahui kompetensi yang telah dicapai. Meningkatkan motivasi e.jasma ni olah raga dan kesehatan. Ujian Sekolah untiuk mata pelajaran kelompok iptek yang tidak diujian nasionalkan. a. b. c.

. No Perencanaan Penilaian Pelaksanaan Penilaian Menjelang Awal Tahun Pembelajaran 2. Menghitung/menetapkan penilaian masing-masing mapel (UH..... Memberikan masukan penilaian agama ahlakmulia dan kepribadian kepada guru agamadan PKn 4.....UKK... .. :... 2. Program Remedial untuk PD yang belum mencapai KKM Program Pengayaan untuk PD yang sudah mencapai KKM :.........PT. Teknik...... ........................ Analisis digunakan untuk mengetahui: kemajuan belajar PD...psikomo ditetapkan (KKM)....... Melaporkan hasil penilaian kepada kepala satuan pendidikan...... Tindak Lanjut Hasil penilaian Laporan Hasil Penilaian 1...... Melaporkan hasil Ujian praktek kepda Kep Sek a....... Awal Semester menginformasikan KKM dan sistim Penilaian kepada Peserta Didik..... 2...memperbaiki PD 3.. 1. Guru Mata Pelajaran ...aafektif).....Rancangan Remedial /Pengayaan d..... KKM e.KMTT........... tor................. Membandingkan penilaian dengan instrumen yang hasil masing-masing PD telah dengan standar yang telah ditentukan(kognitif...Lampiran 9 CONTOH: Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh Pendidik Mata Pelajaran Kelas Analisis Hasil Penilaian 1.... Pengembangan indikator pencapaian KD dalam penyusunan silabus yang dijabarkan kedalam RPP. b..... OBSERVASI) 2..UAS.Kesulitan PD.......UTS.. Melaksanakan Penilaian 1.. Memeriksa hasil pekerjaan peserta didik 98 3.............................metode dan instrumen penilaian c... Mengembalikan hasil pekerjaan ke PD disertai komentar Pengadministrasian semua hasil penilaian yang telah dilaksanakan 3....

Penelaahan butir soal dan perakitan butir soall 1.. : : Analisis Hasil Penilaian Tindak Lanjut Hasil penilaian Laporan Hasil Penilaian No Perencanaan Penilaian 1.kecuali Kel MP IPTEK d. Koordinasi UTS..... Melaporkan kelulusan PD kepada orangtua siswa...Melalui rapat DP menetapkan peserta didik yang lulus/TL dari satuan Pendidikan...Menganalisa hasil ujian sekolah dibandingkan dengan batas kelulusan 3.. Melaksanakan koordinasi UTS....Menganalisa hasil belajar PD kelas X dan XI dibandingkan dengan KKM untuk masingmasing Mata pelajaran 2...... 99 Melaporkan hasil penilaian semua mapel kepada orangtua dalam bentuk LHBS/Raport...CONTOH : Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan SMA STATUS Pelaksanaan Penilaian 1..... Penentuan Kriteria Kenaikan Kelas c.. Penyusunan butir soal c. Menyelenggarakan Ujian Sekolah untuk kelompok Mapel Iptek yang tidak di UN kan 3... .UKK. Melaporkan hasil penilaian satuan pendidikan sepada dinas pendidikan ..UAS dan UKK..Estetika. 1.. Membentuk TIM Untuk Instrumen Penilaian a.. Penentuan Kriteria Penilaian Ahir Kel MP .... 2.. Menerbitkan ijazah bagi yang telahlulus ujian 2. Penentuan Kriteria KelulusanUjian Sekolah e.....Olah Raga dan Kesehatan 3..Menganalisa hasil penilaian kelompok Mapel selain IPTEK 4. Menyiapkan LHBS/Raport 1. MELALUI RAPAT DEWAN PENDIDIK a.. Melakukan Penilaian ahir pada kelompok Mapel(Agama/Ahlak Mulia.....Pengembangan KisiPenulisan soal b..PPKn/Kepri. Pendataan KKM b.UAS.. Kepala Sekolah Lampiran 9 .

Mengembangkan dan memvalidasi perangkat tes UN d. 1. Menentukan Kriteria Kelulusan UN . No Perencanaan Penilaian Analisis Hasil Penilaian Tindak Lanjut Hasil penilaian Laporan Hasil Penilaian MELAPORKAN HASIL PERINGKAT/DAYA SERAP UJIAN NASIONAL SECARA NASIONAL KEPADA YANG BERKEPENTINGAN.prop dan kab/kota.UN 100 a. Melaksanakan UJIAN NASIONAL yang mengacu pada POS. b. Mengembangkan SKL untuk MP yang akan diujikan pada ujian nasional.Lampiran 9 CONTOH : Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh PEMERINTAH Pelaksanaan Penilaian Menganalaisa hasil UN setiap sekolah untuk pemetaan daya serap. Membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN 2. Menyusun dan menetapkan spesifikasi tes UN berdasarkan SKL c. Menyusun peringkat hasil UN secara nasional.

perbuatan. 3.dan pekerjaannya. agama 3 berpartisipasi aktif dalam penegakan aturan-aturan sosial 101 4 menghargai keberagaman agama .rras. SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: agama 2 Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya.HASIL ANALISIS SKL SATUAN PENDIDIKAN SKLKelompok MataPelajaran SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: Mata Pelajaran Agama : agama SKL Mata pelajaran Kete rangan No SKL Satuan Pendidikan 1 Berprilaku sesuai dengn ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2 menunjukan sikap percaya diri dan bertanggungjawab atas perilaku.suku dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global. Lampiran 9 .bangsa .

berkomunikasi dan berintertaksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan.kesehatan.ras dan golongan sosial ekonomi 3.berperilakusesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perekembangan remaja.suku.ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama.memahami hak dan kewajiban diri danorang lain dalam pergaulan di masyarakat. 5. 6. 8 memanfaatkan lingkungan sebagai mahluk ciptaan Tuhan secara bertanggungjawab.menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.menghargai keberagamagama.Lampiran 9 HASIL ANALISIS SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN SKL Mata Pelajaran Mata Pelajaran Agama No Kelompok Mata Pelajaran SKL Kelompok Mata Pelajaran Penilaian 1 Agama dan Ahlak Mulia(8) 102 SKL Kelompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: 1. 4.bangsa. 7.berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial. Mata pelajaran PPKn 2 Kewarga negaraan . 2.Menjaga kebersihan.

sejarah 6. ekonomi 7. bahasa asing lainnya 10. TIK Kesenian dan sastra indonesia Estetika(4) 5 Pendidikan olah raga dan kesehatan Jasmani olah raga dan kesehatan(3) Lampiran 9 . Bahasa Indonesia 2. Matematika 4. sosiologi 9. Bahasa Inggris 3. FIKIBIO 5. geografi 8.No Kelompok Mata Pelajaran SKL Mata Pelajaran Penilaian SKL Kelompok Mata Pelajaran dan kepribadian(15) 3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (11) 103 4 Mata Pelajaran: 1.

.... No Komponen 1 PRINSIP PENILAIAN Semua RPP mencantumkan kegiatan dan program penilaian 104 2.......... PENILAIAN OLEH PENDIDIK PENILAIAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN . 3 TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN MEKANISME DAN PROSEDUR PENILAIAN 4 5................................ :...Lampiran 9 Kondisi Ideal RPP yang mencantumkan kegiatan dan program penilaian sekitar 60% Sekitar 40 %RPP belummencantumkan kegiatan dan programpenilaian Kondisi Riil Kesenjangan RencanaTindak Lanjut Kepala SMA melakukan supervisi dengan cara berdiskusi dan memberikan contoh kepada guru yang belum yang belum mencantumkan kegiatan dan program penilaian dalam RPP LATIHAN ANALISIS STANDAR PENILAIAN MATA PELAJARAN KELAS :.....

.. komentar dan saran berdasarkan hasil validasi/verifikasi......... : ................... : ...... Perhatikan dokumen KTSP yang akan divalidasi/diverifikasi...................... : .. 4...... 2. 3...... 105 Lampiran 10 ............. Ditulis dengan singkat namun jelas....................LAMPIRAN 10 CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP KABUPATEN/KOTA/PROVINSI: . : .......... : .... alamat ................ Catatan petugas validasi/verifikasi diisi dengan temuan............... Tuliskan identitas sekolah.. PETUNJUK PENGISIAN 1............. PROVINSI: ....................... Bubuhkan tanda cek (v) pada kolom ”Ada” atau ”Tidak” sesuai keberadaan butir-butir pernyataan.. nama kepala sekolah............. NAMA SEKOLAH ALAMAT NAMA KEPALA SEKOLAH TANGGAL VALIDASI/VERIFIKASI PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI JABATAN PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI : .................................................. nama dan jabatan petugas validasi/Verifikasi...........

. . .Potensi dan karakteristik satuan pendidikan 2.Peraturan Daerah yang relevan B Visi Satuan Pendidikan 1. .kondisi ideal . . . 23.. . . . . Ringkas dan mudah dipahami Penilaian Ya Tdk Catatan Lampiran 10 106 . . . Tempat untuk tanda tangan kepala/ pejabat dinas pendidikan provinsi DAFTAR ISI Kesesuaian dengan halaman I A PENDAHULUAN Rasional 1. . . . . . .CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah Kabupaten/Kota : : : : .Permendiknas No 6 thn 2007 . . . . . DOKUMEN I No Komponen KTSP/Indikator COVER/HALAMAN JUDUL 1. . . . 3. . . . .. . ..kondisi nyata . .Permendiknas No 22. . . . . . Mencantumkan dasar hukum yang relevan .. .. Logo sekolah dan atau daerah 2. .. .. dan 24 thn 2006 . . . . ..Undang-undang No 20 thn 2003 . . . . . . Latar belakang memuat: . Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah 3. . . Tahun pelajaran 4. Alamat sekolah LEMBAR PENGESAHAN 1. . . . .. . Judul: Kurikulum SMA . . .PP No 19 thn 2005 . Tanda tangan ketua komite sekolah dan stempel/cap Komite Sekolah 4. Rumusan kalimat pengesahan 2. . ..

C Misi Satuan Pendidikan Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas. nasional dan internasional. Berorientasi pada kepentingan daerah.39 Jam per minggu. 107 Lampiran 10 . perkembangan. akhlak mulia. Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan. 3.No Komponen KTSP/Indikator Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan kecerdasan. 6. 9. dengan standar isi Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan standar isi. 2 Seluruh indikator visi Sebagian dari indikator visi D Tujuan Satuan Pendidikan Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas. kebutuhan dan kepentingan peserta didik . mencakup: 1. kepribadian. 7. memuat: Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai 1. kebutuhan peserta 2 didik dan sekolah dengan total waktu 38 . 2 Seluruh indikator misi Sebagian dari indikator misi II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan. Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan prestasi secara berkelanjutan untuk mencapai keunggulan Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan Mengarahkan langkah-langkah strategis yang konsisten dengan penjabaran misi satuan pendidikan. 4. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. 5. Berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan. 8. teknologi dan seni. mencakup: 1. pengetahuan. Penilaian Ya Tdk Catatan 2. sebagaimana tercantum pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Berorientasi pada potensi.

Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program pengembangan bakat. mempertimbangkan ketentuan pada SK Dirjen Mandikdasmen No. mencantumkan: Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang 1. jumlah jam pelajaran per tahun. Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM ideal (100%) Kenaikan Kelas mencantumkan: 1. Ketuntasan Belajar. Uraian tentang mekanisme dan prosedur penentuan KKM 3. 4.No Komponen KTSP/Indikator Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan 3 sekolah dengan memanfaatkan tambahan 4 Jam per minggu. Pengaturan Beban Belajar. Uraian tentang pemanfaatan 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu. Program Muatan Lokal. Uraian tentang rasionalisasi pemanfaatan tambahan 4 (empat) jam pelajaran per minggu 2. Uraian tentang pelaksanaan program percepatan bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (bila ada). oleh sekolah 5. jumlah minggu efektif per tahun pelajaran. 3. sosial dan pengembangan karier peserta didik 2. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program layanan konseling dan atau layanan akademik/belajar. mencantumkan: 1. Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dg. 2. jumlah jam pelajaran per minggu. minat dan prestasi peserta didik. 12/C/Kep/TU/2008. untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). dilaksanakan sesuai dengan kebijakan daerah Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan peserta 2. Uraian tentang pengaturan alokasi waktu pembelajaran per jam tatap muka. Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran pada setiap tingkatan kelas. Daftar SK dan KD Muatan Lokal yang dikembangkan 4. Penilaian Ya Tdk Catatan Lampiran 10 108 . mencantumkan: 1. mencantumkan: 1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program muatan lokal Kegiatan Pengembangan Diri. didik dan karakteristik sekolah.

Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global. 2. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Standar Penilaian Pendidikan. Kelulusan. 3. mencantumkan: 1. Mencantumkan: 1. 4. Jumlah minggu efektif belajar satu tahun pelajaran Jadwal waktu libur (jeda tengah semester. Komponen KTSP/Indikator Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa (ulangan harian. mencantumkan Kriteria penjurusan sesuai dengan kebutuhan sekolah dg mempertimbangkan ketentuan yang diatur pada SK Dirjen Mandikdasmen No. 2. Uraian tentang program-program sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan. libur keagamaan. minat dan prestasi peserta didik 3. 109 Lampiran 10 . Uraian tentang upaya sekolah dalam menuju pendidikan berwawasan global. 5. 4. libur akhir tahun pelajara. 3. Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal 3. ulangan tengah semester. Penjurusan. Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan pengayaan Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 ayat 1 Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah Penilaian Ya Tdk Catatan 3. mencantumkan: 1. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas). hari libur nasional dan hari libur khusus) 1. Uraian tentang program pasca ujian nasional sebagai antisipasi bagi siswa yang belum lulus ujian akhir. 12/C/Kep/TU/2008 2. Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan hidup. antar semester.No 2. Uraian tentang program penelusuran bakat. Uraian tentang mekanisme dan proses pelaksanaan penjurusan. III KALENDER PENDIDIKAN. 2. Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran.

No

Komponen KTSP/Indikator LAMPIRAN Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal • Silabus semua mata pelajaran kelas X • Silabus semua mata pelajaran kelas XI program yang dilaksanakan • Silabus semua mata pelajaran kelas XII program yang dilaksanakan • Silabus muatan lokal kelas X • Silabus muatan lokal kelas XI program yang dilaksanakan n Silabus muatan lokal kelas XII program yang dilaksanakan 2 3 Laporan Hasil analisis Konteks Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran)

Penilaian Ya Tdk

Catatan

1.

Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen I: ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lampiran 10

110

DOKUMEN II
No I Silabus A Identitas Silabus Mencantumkan: nama sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, standar Kompetensi dan alokasi waktu. Komponen Silabus Silabus mencakup komponen: Kompetensi dasar (KD), Materi Pembelajaran (MP), Kegiatan Pembelajaran – (KP), Indikator Pencapaian Kompetensi (KP), Penilaian (P), Alokasi Waktu (AW) dan Sumber Belajar (SB). Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mencakup seluruh SK dan KD untuk kelas X, XI dan XII D 1 Rumusan Materi Pembelajaran Dikembangkan sesuai dengan tingkatan ranah kognitif (fakta, konsep dan prosedur), afektif sikap/perilaku) dan psikhomotor (keterampilan) pada setiap KD. Urutan materi pembelajaran dikembangkan sesuai IPK, dengan memperhatikan pendekatan prosedural dan hirarkis. Mengintegrasikan potensi, kenunggulan dan budaya daerah setempat Rumusan Kegiatan Pembelajaran Menjabarkan aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan IPK Dikembangkan mengacu pada tingkatan kompetensi pada IPK (hasil pemetaan SK/KD) Urutan kegiatan pembelajaran sesuai dengan urutan tingkatan kompetensi pada IPK Mengimplementasikan inovasi pembelajaran (metode/model) sesuai dengan tututan KD Mencantumkan pembelajaran TM, PT dan KMTT sesuai dengan tuntutan KD Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) IPK sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada Standar Isi Komponen KTSP/Indikator Penilaian Ya Tidak Catatan

B

C

2

3 E 1 2 3 4

F 1

111

Lampiran 10

No 2 3 4 G 1 2

Komponen KTSP/Indikator Kata Kerja Operasional (KKO) pada IPK tidak melebihi tingkatan KKO dalam KD Setiap KD dikembangkan menjadi ¡Ý3 KKO KKO mencakup ranah kompetensi afektif, kognitif dan psikhomotor, sesuai tuntutan KD. Rumusan Penilaian Mencantumkan bentuk dan jenis penilaian yang dikembangkan berdasarkan IPK. Bentuk dan jenis penilaian mencakup ranah kompetensi afektif, kognitif dan psikhomotor, sesuai tuntutan KD. Rumusan Alokasi Waktu Mencantumkan alokasi KD untuk setiap KD sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada standar isi Mengacu pada jumlah minggu efektif belajar dan alokasi yang tercantum dalam struktur kurikulum. Rumusan Sumber Belajar

Penilaian Ya Tidak

Catatan

H 1

2 I 1

II

Mencantumkan berbagai jenis sumber belajar (buku, laporan hasil penelitian, jurnal, majalah ilmiah, kajian pakar bidang studi, situs-situs internet, multimedia, lingkungan, dan narasumber. 2 Mengacu pada hasil pemetaan SK/KD, materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran LAMPIRAN Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan 1. lokal • Silabus semua mata pelajaran kelas X • Silabus semua mata pelajaran kelas XI program yang dilaksanakan • Silabus semua mata pelajaran kelas XII program yang dilaksanakan • Silabus muatan lokal kelas X • Silabus muatan lokal kelas XI program yang dilaksanakan n Silabus muatan lokal kelas XII program yang dilaksanakan 2 3 Laporan Hasil analisis Konteks Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran)

Lampiran 10

112

Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen II dan Lampiran: -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

113

Lampiran 10

laboratorium.LAMPIRAN 11 CONTOH SUPERVISI PEMBINAAN GURU Instrumen SUPERVISI GURU DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN DAN TUGAS TAMBAHAN Nama Guru : Pangkat Golongan : Mata Pelajaran : Jumlah Jam TatapMuka : Sertifikasi : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen BIMBINGAN Ada Program Perencanaan BK.pengayaan .Remedial dll Ada bukti melaksanakan bimbingan Ada evaluasi hasil bimbingan Ada analisis hasil bimbingan Ada program tindak lajut Melaksanakan Tugas Tambahan Menjadi Kepala Sekolah Menjadi Wakil Kepala Sekolah Menjadi ketua Program Studi atau perpustakaan. bengkel Atau program khusus Menjadi wali Kelas Menyusun kurikulum pada satuan pendidikan Menjadi pengawas Penilaian dan Evaluasi terhadap proses dan hasil belajar Membimbing guru pemula Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan Karya inovatif Jumlah Skor kondisi ya tidak 9 10 11 12 13 14 Lampiran 11 114 .

TINDAK LANJUT:

Pengawas

.............,.................... Guru

................................................ NIP:

..................................... NIP:

Mengetahui Kepala Sekolah

.................................. NIP:

115

Lampiran 11

LAMPIRAN 11a Instrumen

SUPERVISI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH
Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Pangkat Golongan Mata Pelajaran Jumlah Jam Tatap Muka Sertifikasi : : : : : : Kondisi
ya I Program Perencanaan Kerja sekolah 1. Ada visi dan misi sekolah 2. Ada Tujuan Sekolah 3. Ada Rencana Kerja jangka pendek (1 tahun ) dan Rencana Kerja Jangja Menengah (4 tahun) yang mencakup 8 Standar Nasional Pendidikan 2 Program Standar Isi 3 .Program Standar Proses 4 Program Standar Kompetensi Lulusan 5. Program Standar Kompetensi Sarana Prasarana 6 Program Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan 7. Program Standar Pengelolaan 8 .Program Standar Pembiayaan 9 Program Standar Penilaian II PELAKSANAAN RENCANA KERJA 10. Ada pedoman Sekolah,yang berisi : 11) Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP); Tidak

No

Sub Komponen dan Butir komponen

12) Kalender pendidikan/akademik; 13) Struktur organisasi sekolah/madrasah; 14) Pembagian tugas di antara guru; 15) Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan

Lampiran 11a

116

No

Sub Komponen dan Butir komponen
16) Peraturan akademik 17) Tata tertib sekolah/madrasah; 18) Kode etik sekolah/madrasah; 19) Biaya operasional sekolah/madrasah; 20) Penggunaan laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. 21. Ada Struktur Organisasi Sekolah 22. Ada pelaksanaan kegiatan sekolah Sesuai dengan rencana kerja sekolah 23. Ada pelaksanaan Kegiatan Kesiswaan mencakup: Seleksi penerimaan peseserta didik,memberikan layanan konseling,melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler,melakukan pembinaan prestasi unggulan dan pelacakan terhadap alumni 24. Pelaksanaan Bidang kurikulum ada TPK 25. Ada penyusunan KTSP yang melalui 7 tahap beserta dokumen KTSP 26. Ada kalender Akademik sekolah 27. Ada program pengelolaan pembelajaran yang didasarkan pada standar isi,SKL,Standar Proses dan Standar Penilaian 28. Ada penilaian Hasil Belajar Peserta didik 29. Ada pengelolaan Tenaga pendidik dan Kependidikan Meliputi ( pembagian tugas ,sistem penghargaan ,promosi dan ,penempatan,pengembangan serta mutasi ). 30.Pengelolaan Sarana dan Prasarana mencakup program Perencanaan,evaluasi program, fasilitas pembelajaran,skala prioritas,program pemeliharaan 31. Ada RKAS yang berdasarkan 8 SNP 32. Memelihara budaya dan lingkungan sekolah serta pendidikan karakter bangsa. 33. Ada peranserta masyarakat dan komite sekolah 34. Ada ProgramPengawasan dan Evaluasi

Kondisi
ya Tidak

III

117

Lampiran 11a

No

Sub Komponen dan Butir komponen
35. Program pengawasan berisi program supervisi (guru dan tendik ),program pemantauan,evaluasi,pelaporan dan tindak lanjut 36. Ada Evaluasi diri Kinerja sekolah dalam melaksanakan 8 SNP melalui analisis SWOT dalam pengembangan KTSP 37. Ada evaluasi pendayagunaan Pendidik dan tenaga kependidikan mencakup kesesuai penugasan,keseimbangan beban kerja,kinerja pendidik/tenga pendidik dlm melaksnakan tugas,pencapain prestasi pendidik/tendik. 38. Akreditasi sekolah 39.Kepemimpinan sekolah yang dapat meningkatkan SDM kependidikan yang professional,manajemen yang efektif dan professional, lingkungan pendidikan yang kondusif, dan mampu membangun kepercayaan kepada masyarakat. 40. Sistem Imformasi Manajemen • Mengelola sistin informasi manajemen yang memadai untukmendukung administrasi pendidikan yang efektif,efisien dan akuntabel • Menyediakan fasilitas informasi yang efisien,efektif dan mudah diakses • Mengembangkan komunikasi antar warga sekolah dilingkungannya secara efisien dan efektif dengan menggunakan media dan treknik komunikasi al : siaran

Kondisi
ya Tidak

IV

V.

radio,TV lokal,Stiker dan kalender,Poster,perlombaan,leaflet,dialo g langsung,home visit,partisipasi dalam kegiatan masyarakat dan penggunaan website atau blog.

Lampiran 11a

118

...................... NIP: 119 Lampiran 11a . NIP: ...................................................Tindak Lanjut Pengawas Pembina Kepala Sekolah ............

wawancara. . obervasi dan pengamatan di kelas Rekomedasi ke Disdik dan Pembinaan No Aspek Kegiatan 1 Melaksanakan supervisi pembinaan kepala sekolah 2 120 Melaksanakan supervisi pembinaan guru dalam melaksanakan Bimbingan dan Tugas tambahaan 3 dst. observasi Lampiran 12 Target Metode Hambatan Ketercapaian Tindak lanjut Rekomendasi ke Disdik dan pembinaan Guru Studi dokumen.LAMPIRAN 12 CONTOH HASIL TINDAK LANJUT SUPERVISI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU Sasaran Kepala sekolah Studi dokumen. wawancara.

CONTOH FORMAT EVALUASI KETERLAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN NO PENCAPAIAN DICAPAI PROGRAM (TINDAK LANJUT ) MATERI KEGIATAN TARGET KESENJANGAN HASIL YANG ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH KETERANGAN PEMBINAAN GURU 1 2 PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH 3. PEMANTAUAN 8 SNP 4 PENILAIAN KINERJA GURU 121 5 PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 6 PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU 7 PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN KEPALA SEKOLAH Lampiran 12 .

Menyusun laporan pelaksanaan program pemantauan standar nasional pendidikan. menyusun program tahunan b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar kompetensi kelulusan e. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar tenaga pendidik. menyusun program semester c. Lingkup Kerja Penyusunan Program Pengawasan Mata Pelajaran tatap muka Bukan tatapmuka v v v 2.Menyusun laporan pelaksanaan program pembinaan b. memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik. f. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar praoses v v v v v v v c. g. c.LAMPIRAN 13 CONTOH FORMAT YANG DIGUNAKAN DALAM LAPORAN HASIL PENGAWASAN Lingkup kerja pengawas mata pelajaran(Supervisi Akademik) berdasarkan pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb : No 1. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar penilaian v v v 4.menyusun rencana kepengawasan manajerial (RKA) Melaksanakan Pembinaan a. mengolah hasil pelaksanaan pemantauan standar isi a. Menyusun Laporan Pelaksanaan Pogram Pengawasan a.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan d. 3 . menilai kinerja guru dalam merencanakan.memantau pelaksanaan standar isi b. membina guru dalam merencanakan. Melaksanakan penilaian kinerja a. a.melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan v Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional Pendidikan a.melaksanakan. memantau pelaksanaan standar penilaian h.menilai hasil pembelajaran/bimbingan v 5.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja v v v Lampiran 13 122 . memantau pelaksanaan standar proses b.

b. a. menilai kinerja kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah. Melaksanakan penilaian kinerja a.menilai kinerja tenaga administrasi lainnya dalam melaksanakan tugas pokok c.menyusun rencana kepengawasan manajerial (RKM) Melaksanakan Pembinaan a. memantau pelaksanaan standar sarana dan prasarana b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar sarana prasarana c. Lingkup Kerja Penyusunan Program Pengawasan Satuan Pendidikan tatap muka Bukan tatapmuka v v v 2. v v 3. menyusun program tahunan b.menilai kinerja sekolah untuk persiapan akreditasi sekolah v v v v v v 5. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar isi v v v v v v v v 4.Lingkup kerja pengawas satuan pendidikan (Supervisi Manajerial) berdasarkan pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb : No 1. menyusun program semester c. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar pembiayaan g. Menyusun Laporan Pelaksanaan Pogram Pengawasan a.Menyusun laporan pelaksanaan program pembinaan b.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja 123 Lampiran 13 .tenaga perpustakaan ) dalam melakanakan tugas pokoknya.memantau pelaksanaan standar pengelolaan d. memantau pelaksanaan standar pembiayaan f. membina tenaga kependidikan lainnya (tenaga administrasi.Menyusun laporan pelaksanaan program pemantauan standar nasional pendidikan. membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar pengelolaan e. c. memantau pelaksanaan standar isi h. Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional Pendidikan a.tenaga laboratorium.

Kompetensi guru 1. Tendik dalam meLaksanakan tugas Pokoknya Sekolah dalam mempertahankan Akreditasinya . Standar Isi 2.Kep Sek dalam Pengelolaan adm Sekolahj.1. 2. 5. 3. Standar Pembiayaan .DIAGRAM RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN SEKOLAH RUANG LINGKUP PENGAWASAN SEKOLAH Lampiran 13 PENGAWASAN MATA PELAJARAN ( AKADEMIK ) PENILAIN KINERJA PEMBINAAN/ PEMBIMBING AN PEMANTAUAN PENIlAIAN KINERJA PENGAWASAN SATUAN PEDIDIKAN (MANAJERIAL ) 124 Kepala Sek Dan Tenaga Kependidikan 1.Guru dalam melaksanakan Tugas pokok Dan fungsinya 2. Standar PTK 4. SKL Standar Isi Standar Penilaian Guru/Tenaga Pendidik dalam melaksanakan tupoksinya PEMBINAAN PEMBIMBINGAN PEMANTAUAN . Standar Proses. 3. Standar Sara Na. 4.Pengembang an Profesional 3. Standar Penge Lolaan.

Supervisi Akademik yang meliputi membina/membimbing.Kerangka Pikir Pemecahan Masalah Dilakukan Melalui: 1.Menilai Diri Sendiri. Pengimplemensian Standar Penilaian f. Tugas Pokok dan fungsi Pengawas 2. c. RPP. a.Workshop dan sosialisasi Permendiknas No 39/2009 dan PP No 74/2008 4. Pengimplementasian standar Proses dalam pengembangan silabus . Mensupervisi 5.Monitoring dan Evaluasi 5. e. Menilai 4.Supervisi Manajerial a. 1. Lampiran 13 . Menyusun PTK 125 b.memantau dan menilai. 3.Membina/ membimbing 2. Standar Sarana. Peningkatan kompetensi guru b. standar |Pembiayaan Menilai Kinerja Kepala Sekolah dan Tendik lainnya. Pemahaman Tupoksi guru d.Memantau 3. Membina Kepala Sekolah dan Tendik lainnya dalam pengelolaan sekolah Memantau Pelaksanaan Standar isi. Pemahaman KTSP(Standar Isi ) c. Mengevaluasi dan g.Standar PTK. Supervisi Individual dan kelompok 2.Melaporkan 1.melaporkan kemampuan guru dalam.pembelajaran.Melalui Group Focussed Discussion.

Baik Sekali 3= Ada. Kurang Nilai Jumlah SKOR : > 36 30-35 26-29 <26 = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tindak Lanjut Nilai Lampiran 13 Indikator Komponen Adm Perencanaan PEMBELAJARAN Pembinaan Guru dalam melaksanakan Tupoksinya HASIL SUPERVISI ADMINISTRASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP GURU No Mata Pelajaran Nama Guru 126 .HASIL SUPERVISI AKADEMIK RPP Prota KKM Silabus Promes Agenda Harian Daftar Nilai Absen siswa Jumlah Skor Kelender Pendidikan Sosiologi 3 3 2 2 4 Jadwal tTatapmuka 4 2 2 3 3 28 c workshop 1. Baik 2= Ada. 2 3 4 5 6 Keterangan : 4 = Ada . Cukup 1= Ada.

Baik 2= Ada.Mid Penilaian Psikomotor 1. Cukup 1= Ada. Kurang Nilai Jumlah SKOR : > 36 = 30-35 = 26-29 = <26 = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tindak Lanjut No Nama Guru Lampiran 13 .HASIL SUPERVISI ADMINISTRASI PELAKSANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN TERHADAP GURU Indikator Komponen Adm Pelaksanaan Penilaian PEMBELAJARAN KMTT Analisi Ulangan harian Buku nilai Remedial Bank Soal Jumlah Skor Nilai Mata Pelajaran Penugasan Terstruktur Melakukan Tes(UH. Baik Sekali 3= Ada. Sosiologi 4 2 o o o o Penilaian Ahlak Mulia o Peniilaian Kepribadian 2 o 2 1 0 K Workshop 2 3 4 127 5 Keterangan : 4 = Ada .

84 <60 = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tindak lanjut Nilai Lampiran 13 HASIL SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Indikator Komponen Pelaksanaan PEMBELAJARAN Kegiatan Inti Nama Guru No 128 . Cukup 1= Ada. Penjas/Kesehatan 2 3 4 5 Keterangan : 4 = Ada .Jumlah Skor Pendahuluan 1 2 3 4 5 6 Ekplorasi 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 9 2 0 2 6 2 7 Elaborasi 1 1 1 1 1 1 3 4 5 6 7 8 Konfirmasi 2 2 2 2 2 1 2 3 4 5 Penutup 2 8 2 9 3 0 1. Kurang Nilai Jumlah SKOR : > 105 84-104 60. Baik Sekali 3= Ada. Baik 2= Ada.

17 8 .12 >8 = Baik Sekali = Baik = Cukup = Kurang Lampiran 13 .PEMBINAAN /PEMBIMBINGAN KOMPETENSI GURU Hasil Penilaian Pemahaman Guru Tentang KTSP Indikator Pemahaman KTSP Dasar Hk KTSP 8 SNP SNP untuk guru Pengertian KTSP SNP untuk Sekolah Kelas Jumlah skor 14 Nilai Keterangan Nama No Mata Pelajaran X 3 4 2 3 2 1 matematika B 2 129 3 4 5 KETERANGAN Penilaian : skor 18 – 20 13.

17 = Baik 8 .Hasil penilaian pemahaman Kompetensi Guru Indikator Pemahaman Kompetensi GURU SOSIAL PeDAGOGIK KEPRIBADIAN Profesionalis me Dasar Hukum Lampiran 13 Kelas Jumlah skor 16 B Nilai Keterangan 4 4 4 4 O No Nama Mata Pelajaran 1 2 3 4 5 matematika 130 KETERANGAN Penilaian : skor 18 – 20 = Baik Sekali 13.12 = Cukup >8 = Kurang .

HASIL PENILAIAN PEMAHAMAN TUPOKSI GURU Indikator Pemahaman Tupoksi guru Jum lah Skor Nilai Ket.22 = > 14 = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Lampiran 13 . TUPOKSI Perencanaan Jenis tes Dasar Hukum PT dan KMTT 2 1 1 matematika 4 2 4 Pengembanga Profesi 4 4 Kegiatan inti Pembelajaran O Beban mengajar/mg 21 Mata Pelajaran Kelas No Nama C 131 4 4 4 4 3 0 2 3 4 5 22 23 Bahasa inggris sosiologi 2 1 22 C 24 matematika Keterangan :Jumlah Skor 28 – 32 23 .27 = 14.

68 = Baik Sekali 44 .60 = Baik 29.43 = Cukup > 29 = Kurang .Hasil Penilaian Siklus Ke I praktek Membuat RPP berdasarkan Standar Proses Indikator Pemahaman Komponen RPP Identitas Tatap Muka PT K M T T KMTT ekplorasi Pengasan Terstru Tes (ULANGAN) Pengamatan (afektif) Kegiatan Pembelajaran Penilaian Klasifikasi Jum NA lah KD Indikator Nama Sekolah SK Alokasi waktu Tujuan pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran elaborasi 1 3 0 4 4 4 3 0 3 1 0 0 0 2 3 4 5 6 7 8 9 10 konfirmasi Lampiran 13 ket 12 13 14 15 0 16 0 17 0 26 K 1 1 2 No Nama MP Kls 132 1 matemati ka 2 2 3 4 5 Keterangan : Jumlah Skor 61 .

22 = > 14 = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Ket.PEMBINAAN TUPOKSI GURU PADA MATA PELAJARAN MIPA Indikator Pemahaman Tupoksi guru Jum lah Nilai Skor TUPOKSI Perencanaan Jenis tes Dasar Hukum PT dan KMTT 1 2 3 4 5 Kimia 2 3 Pengembanga Profesi 2 2 Kegiatan inti Pembelajaran 2 2 2 Beban mengajar/mg 3 18 C Keterangan :Jumlah Skor 28 – 32 23 . SERTIFIKASI L No Nama Mata Pelajaran Ke las 133 Lampiran 13 .27 = 14.

Memperkenalkan guru pemula kepada siswa. termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap Persiapan Pembimbing Mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis PIGP Menerima arahan dari kepala sekolah tentang tugas pembimbing dalam membimbing guru pemula Menyiapkan Program Pembimbingan guru pemula Lampiran 14 Mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya. Melakukan pembimbingan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran/pembimbi Pihak yang bertanggung jawab Kepala Sekolah Mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis Melakukan analisis kebutuhan Penyusunan Buku Pedoman PIGP Penunjukkan Pembimbing Menyambut dan mewawancarai guru pemula Memantau kegiatan pembimbing pada tahap persiapan Memberi arahan kepada pembimbing dalam membimbing guru pemula pada tahap persiapan Memantau kegiatan. Memantau kegiatan membina/membimbing pembimbing pada kepala sekolah dan tahap pengenalan pembimbing secara sekolah dan teknis.Alur Kegiatan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Guru Pemula Melapor kepada kepala sekolah Mempelajari Buku Pedoman Pelaksanaan dan Panduan Kerja PIGP. tahap pengenalan sekolah dan lingkungannya LAMPIRAN 14 Bulan Ke1 Tahap Deskripsi Kegiatan Persiapan Tahap persiapan meliputi kegiatan analisis kebutuhan. menilai Kinerja lingkungannya. 134 Pengenalan sekolah dan lingkungannya Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas . Tata Tertib dan Kode Etik Sekolah Mempelajari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengawas Sekolah Memantau kegiatan. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. penyusunan buku pedoman dan penunjukkan pembimbing. kepala sekolah dan Memberi arahan pembimbing pada kepada pembimbing tahap pengenalan dalam membimbing sekolah dan guru pemula pada lingkungannya. Memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula. pelatihan dan bimbingan teknis PIGP. Mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah.

dan pelaksanaan 135 Memperoleh bimbingan dalam melaksanakan tugas tambahan dari pembimbing dengan cara (1) melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. (2) mendapat arahan tentang penyusunan perencanaan.ngan dan konseling dan tugas terkait lainnya. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. dengan cara: Memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru. pelaksanaan proses pembelajaran/pembimbi ngan dan penilaian hasil belajar. Melaksanakan pembimbingan proses pembelajaran/pembimbing an dan pelaksanaan tugas tambahan. Memantau kegiatan. Memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan Lampiran 14 . Memberi arahan tentang penyusunan perencanaan. (3) mendapat kesempatan kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran. Memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran. Melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiata di sekolah. pelaksanaan proses pembelajaran/pembimbi ngan dan penilaian hasil belajar. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaksanaan pembimbingan Memantau kegiatan pembimbing pada tahap pelaksanaan pembimbingan Memberi arahan kepada pembimbing dalam membimbing guru pemula pada tahap pelaksanaan pembimbingan 2-9 Pelaksanaan Pembimbingan Pelaksanaan pembimbingan guru pemula dilakukan oleh pembimbing yang meliputi pembimbingan proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain seperti Pembina ekstrakurikuler. (2) memperoleh arahan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan program pada kegiatan tugas tambahan Memperoleh bimbingan dalam proses pembelajaran yang meliputi: : (1) menerima motivasi tentang pentingnya tugas guru dari pembimbing.

Praobservasi 2. Praobservasi 2. . Penilaian Tahap 1 136 Penilaian yang dilakukan oleh pembimbing yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam proses pembelajarn/pembimbinga n dan tugas lainnya. Mengikuti Penilaian Kinerja Guru Pemula Melakukan refleksi diri dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi diri dan PKGP oleh pembimbing Memantau kegiatan. Pelaksanaan observasi 3. Penilaian tahap satu sekurang-kurangnya enam kali Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja berdasarkan elemen kompetensi guru: kompetensi pedagogik. kompetensi kepribadian. Praobservasi 2. Pascaobservasi Memotivasi dan membimbing guru pemula dalam menghadapi Penilaian Kinerja Guru Pemula (PKGP) pada Penilaian Tahap 2. Pascaobservasi Memantau kegiatan pembimbing penilaian tahap 1 Memberi arahan kepada pembimbing dalam membimbing guru pemula dalam penilaian tahap 1 Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula melalui observasi Pembelajaran. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada Penilaian tahap 1 Melakukan Penilaian KInerja Guru Pemula melalui observasi pembelajaran.Lampiran 14 Melakukan persiapan untuk Penilaian Kinerja oleh Pembimbing. yang meliputi tiga tahap: 1. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai melalui observasi pembelajaran/pembimbing an serta observasi pelaksanaan tugas lain 10-11 Penilaian Tahap 2 Penilaian dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang bertujuan untuk menentukan nilai kinerja guru pemula. kompetensi sosial dan kompetensi profesional. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. Pelaksanaan observasi 3. Pelaksanaan observasi 3. Pascaobservasi Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula yang meliputi tiga tahap: 1. yang meliputi tiga tahap: 1.

kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah Pelaporan Penilaian Kinerja Guru Pemula Lampiran 14 .Memantau kegiatan. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaporan baik pelaporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula ataupun Pelaporan Pelaksanaan PIGP oleh kepala sekolah Menyerahkan Laporan Kegiatan Pembimbingan dan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula tahap 1 Menyerahkan dokumen hasil Pembimbingan kepada kepala sekolah Menginventaris dokumen hasil Pembimbingan Menyusun Rekapitulasi Hasil Observasi Pembelajaran oleh pembimbing. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada penilaian tahap 2 Membantu guru pemula dalam memperbaiki kinerja atas umpan balik yang diberikan oleh penilai pada penilaian tahap 2 12 Pelaporan Pelaporan PIGP meliputi Pelaporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dan Pelaporan Kegiatan 137 Memberikan masukan kepada kepala sekolah/madrasah dalam menentukan Keputusan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula Memantau kegiatan.

Lampiran 14 Memantau kegiatan. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaporan Pelaporan Pelaksanaan PIGP oleh kepala sekolah Membuat draf Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula Penentuan Keputusan dan Penandatanganan LHPKGP Menyusun Laporan Pelaksanaan PIGP Menyampaikan Laporan Pelaksanaan PIGP kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota atau kepada Kepala Kementerian Agama Pelaporan PIGP Pelaksanaan 138 . membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis.

2 2...... NIP...... isi dan standard kompetensi mata pelajaran......2 Mengetahui: Pengawas Sekolah/Madrasah .. dan masyarakat Kompetensi profesional 4........ Jika hasil observasi memperoleh skor 4 B......1 Berperilaku inklusf.. observasi memperoleh skor 3 Sekolah/madrasah: Kabupaten/Kota: Provinsi: Jumlah jam per minggu : Fokus Observasi: C.....1 Berperilaku sesuai dengan norma.3 1...2 1....LAMPIRAN 15 Kementerian Pendidikan Nasional Sekolah____________________ Lembar Hasil Observasi Pembelajaran Pada Penilaian Tahap 2 Nama: Pendidikan terakhir : Institusi pendidikan: Kelas yang diajar: Mata pelajaran yang diampu: Matematika A..7 2 Memahami teori belajar Pengembangan kurikulum Aktivitas pengembangan pendidikan Peningkatan potensi siswa Komunikasi dengan siswa Penilaian & evaluasi B C D Catatan pengamat/penilai Kompetensi kepribadian 2.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur.. Salinan untuk pengawas sekolah/madrasah Salinan untuk dinas pendidikan Asli untuk guru pemula Salinan untuk kepala sekolah/madrasah 139 Lampiran 15 ........ Kompetensi pedagogis 1......... Jika hasil observasi memperoleh skor 1 A 1.... kebiasaan dan hukum di Indonesia 2.. NIP.... objektif......... pegawai sekolah/madrasah..5 1....6 1.orang tua..... ....... *) Pilih salahsatu sesuai penilai . 201....1 Memahami latar belakang siswa 1...3 Kepribadian matang dan stabil 3 Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi guru Kompetensi social 3. dan tidak pilih kasih 3....... Jika hasi.4 1....2 Komunikasi dengan guru. Jika hasil observasi memperoleh skor 2 D....... serta tahap-tahap pengajaran Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri 4 4.. Guru Pemula ............

KRITERIA PENILAIAN KINERJA GURU PEMULA PADA PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA (PIGP) Deskripsi Kompetensi Penilaian 1. 2. strategi. Guru mengembangkan RPP 3. Guru menggunakan beberapa metode yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran 5. Guru mengemukakan tujuan 4 3 2 1 Jika¡Ý 7 indikator penilaian terpenuhi Jika5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 1-2 indikator penilaian terpenuhi 4 3 2 1 Jika¡Ý 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi LAMPIRAN 16 Kompetensi Elemen Kompetensi 1. 4. RPP yang antara lain memuat tujuan pembelajaran yang jelas. . Guru menerapkan berbagai teknik pembelajaran 6.3 Pengembangan Kurikulum Guru mampu mengembangkan berbagai aspek yang terkait dengan kegiatan pembelajaran. Guru mengkondisikan siswa untuk dapat belajar 3. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang cocok dengan kondisi siswa dan tujuan yang ingin dicapai 4. Guru mengembangkan silabi 2. Guru memperhatikan semua siswa pada awal pembelajaran Guru memperlakukan siswa secara adil Guru menghargai jawaban siswa Guru memotivasi siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran 4 3 2 1 Indikator Kriteria Penilaian Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Lampiran 16 1. Guru menjadi fasilitator siswa dalam belajar 2. dan latar belakang sosial-budaya. 3. 1. moral. social-emosional. dan teknik pembelajaran secara simultan dalam rangka membantu siswa untuk belajar 1.2 Memahami teori dan prinsip pembelajaran 140 Guru mampu menerapkan berbagai pendekatan. Guru menerapkan berbagai pendekatan.1 Memahami latar belakang siswa Guru memahami karakteristik siswa yang terkait dengan aspek fisik. intelektual. dan mampu menerapkan pemahamannya itu untuk membantu meningkatkan potensi siswa selama proses pembelajaran. 1. metode. metode. mulai dari pengembangan silabi. Pedagogik 1. dan teknik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan pembelajaran. strategi.

materi pembelajaran. menanggapi pertanyaan siswa. rancangan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai 2.4 Aktivitas Pengembangan Pendidikan Guru mampu melaksanakan pembelajaran yang aktif. 1. Guru pemula menggunakan ICT untuk pembelajarandan pembelajaran 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Lampiran 16 Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 1. Guru pemula mengembangkan dan melakukan kativitas pendidikan yang 3.Kompetensi Penilaian pembelajaran dengan jelas 4. Guru mengembangkan media yang relevan 5.Guru mengembangkan materi yang relevan baik yang diambil dari buku sumber yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Buku paket) maupun yang dikompilasi atau disusun sendiri 1. bertanya dengan menyebut nama siswa yang 141 .5 Mengembangkan potensi siswa Guru memperhatikan siswa secara individual dengan cara memberikan perhatian (misalnya menyebut nama siswa. media pembelajaran. indikator ketercapaian kompetensi. Semua siswa tampak antusias 4 : 3 : 2 : Jika¡Ý 7 indikator penilaian terpenuhi Jika 5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 1-2 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi kompetensi dasar yang diharapkan dicapai oleh siswa. kreatif. efektif. alokasi waktu. inovatif. Guru dapat menarik perhatian semua siswa pada awal pembelajaran 2. sampai rancangan alat ukur untuk menilai hasil belajar siswa serta kriteria penilaian yang terkait. dan menyenangkan (PAIKEM) dalam upaya mengembangkan potensi siswa 1. berkeliling melihat pekerjaan siswa. Guru mengemukakan indikator Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 4. rancangan kegiatan belajar mengajar.

Pedagogik 1.6 Komunikasi dengan siswa Guru mampu berkomunikasi secara santun kepada siswa dan selalu merespon siswa secara adil dan mendidik. Semua siswa terlibat dalam pengerjaan tugas 5. Semua siswa aktif mengerjakan tugas yang diberikan guru 9. Guru memperhatikan siswa secara individual 4. Guru memanfaatkan media pembelajaran 6. Tidak ada siswa yang menunjukkan keraguan atau ketidakpahaman tentang topik yang diterangkan guru . Guru memanfaatkan teknologi pembelajaran yang relevan 7.Kompetensi Penilaian memperhatikan penjelasan guru 3. Guru merespon setiap pertanyaan siswa yang relevan dengan topic yang seeding dibicarakan 4. Guru melakukan interaksi secara aktif dengan siswa selama pembelajaran berlangsung 2. Guru meluruskan pertanyaan yang kurang benar dari siswa 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi ditunjuk). 1 : Lampiran 16 Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 1. melakukan pembinaan. Semua siswa aktif mengikuti proses pembelajaran 8. Guru melibatkan siswa dalam pembelajaran 3. dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan siswa 142 1. .

sudah menguasai dan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya. 2. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. 9. 6. 5. 4. Melaksanakan tes. 3. 7. baik formal maupun informal untuk mendeteksi bahwa siswa sudah belajar. Guru memanfaatkan hasil penilaian tersebut untuk merencanakan pembelajaran yang berkualitas pada masa yang akan dating 143 Lampiran 16 1. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik. Mengolah hasil penilaian untilk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik.7 Penilaian dan Evaluasi 1. 2. pengamatan. baik. penugasan. 3. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Guru menggunakan berbagai cara. Guru memanfaatkan hasil penilaian tersebut untuk merencanakan pembelajaran pada masa yang akan datang supaya tidak ada siswa yang kemampuan atau prestasinya tertinggal diantara sebagian besar siswa. 8. atau .Kompetensi Penilaian 4 3 2 1 Jika¡Ý 7 indikator penilaian terpenuhi Jika 5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 1-2 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 1. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik.

Kepribadian 2. Guru melarang siswa menertawakan siswa lain apapun alasannya 4.2 Model peran yang stabil dan dewasa Guru menjadi teladan bagi siswa dalam berbicara. suku. Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh guru mengindikasikan penghargaannya terhadap berbagai agama dan/atau keyakinan yang dianut. Teman sejawat menghargai guru sebagai sosok guru yang kinerjanya patut dicontoh 5. 144 2. Orang tua siswa berani membahas kemajuan siswa dengan guru 4.1 Bertindak sesuai norma. kebiasaan dan hukum di Indonesia Guru bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.Kompetensi Penilaian Elemen Kompetensi Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian Lampiran 16 kurang baik. 1. Guru memperhatikan siswa didalam kelas secara individu 2. Guru tidak pernah menertawakan siswa apapun alasannya 3. guru selalu memperhatikan dan menghargai Pancasila sebgai pegangan hidup bermasyarakat 4 3 2 1 Jika 5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 4 3 2 1 Jika ¡Ý 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 2. 1. Kepala sekolah menghargai guru sebagai orang yang dapat dipercaya . Guru memahami latar belakang siswa terutama yang berasal dari daerah lain atau yang memiliki pengalaman lain. adatistiadat dan gender. 5. dan berperilaku baik di sekolah maupun 2. Siswa berbicara dengan sopan terhadap guru bersikap. Teman sejawat bersedia berbagi pengalaman dengan guru 6. Siswa berani bertanya kepada guru diluar sekolah baik yang menyangkut pelajaran maupun yang berkaitan dengan halhal yang bersifat pribadi 3. Dalam kegiatan apapun.

dan status sosial ekonomi 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 145 3. staf pendidikan. Bersikap inklusif terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. tanggungjawab yang tinggi. Sosial 3. Menunjukkan sikap tanggungjawab yang tingi 3. Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah efektif. dan masyarakat 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Lampiran 16 1. ras. Memiliki keterampilan berkomunikasi yanng 1. 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 2.3 Etos kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi guru Menunjukkan etos kerja.Kompetensi Penilaian 1.1 Bertindak inklusif dan obyektif serta tidak diskriminatif Bersikap inklusif. serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik 4. bertindak objektif. 3. Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan . teman sejawat. rasa bangga menjadi guru. Menunjukkan etos kerja tinggi. jenis kelamin. suku. empatik. Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. 4. santun. Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri. 4. Beromunikasi dengan peserta didik dengan santun. 2. latar belakang keluarga. Bertindak objektif terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. empattik dan efektif 3. 3. empatik. Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun. agama. efektif. latar belakang keluarga. orang tua.2 Berkomunikasi dengan guru. dan rasa percaya diri. empatik dan maupun tulisan. Bekerja mandiri secara profesional. baik secara lisan lainnya secara santun. Bersikap inklusif dan bertindak objektif terhadap teman sejawat dan lingkungan sekitar. 2. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. 2. kondisi fisik. dan status sosial-ekonomi.

Kompetensi Penilaian dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik 4 : 3 : 1. Mampu mengkaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari 5. Mampu melakukan penelitian tindakan kelas 4 : 3 : 2 : 1 : Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 2 : 1 : Jika ¡Ý 4 indikator yang terpenuhi Jika 3 indikator yang terpenuhi Jika 2 indikator yang terpenuhi Jika 1 indikator yang terpenuhi Lampiran 16 Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian Elemen Kompetensi 4. kegiatan inti.2 Profesionalitas yang meningkat melalui refleksi diri Memiliki kemampuan evaluasi dan refleksi diri terhadap proses pembelajaran dan dapat menentukan tindaklanjut untuk meningkatkan proses pembelajaran berikutnya . Memiliki pengetahuan tentang pendidikan yang kontektual 3. Menjelaskan materi dengan percaya diri 3. Mampu menyampaikan materi pembelajaran secara sistematis. Mampu melakukan refleksi dan mereview kinerja siswa 2. dengan langkah-langkah pembelajaran (pembuka. Mengajukan pertanyaan kepada siswa yang tepat dan relevan 1. Profesional 4. 146 4. dan penutup) 2. Menjawab pertanyaan siswa dengan jelas dan tepat 4.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur. Mampu menggunakan ICT untuk komunikasi dan pengembangan professional 4. isi dan standar kompetensi untuk mata pelajaran serta tahapan yang diajarkan Guru memiliki kemampuan penguasaan materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan menyampaikannya dengan sistematis.

LAMPIRAN 17 Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP No A. Aspek Ketersedian Dokumen yang dibutuhkan Permendikanas nomor 27 tahun 2010 tentang Program Iduksi Guru Pemula dan Lampirannya 12 Panduan Kerja Bku Pedoman Pelaksanaan PIGP yang disusun kepala sekolah Dokumen KTSP Kondisi Ideal Kondisi Nyata Tindak Lanjut B Ketersediaan SDM: Kepala sekolah yang memahamitentang PIGP Ketersedaan pembimbing yang sesuai criteria DLL 147 Lampiran 17 .

.....JADWAL KEGIATAN PENGAWASAN PIGP Lampiran 18 Bulan / Minggu ke Bulan ke3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pada sekolah ......... Pelaporan dan Program Tindak Lanjut .. 3 4 Kegiatan Bulan ke......................3 Penilaian 4 Evaluasi 5............1 Monitoring 2.................................. No.......... Pelaksanaan Pengawasan 2. Perencanaan Pengawasan 148 2...... LAMPIRAN 18 Jalan ................Bulan ke7 8 Bulan ke9 Bulan ke11 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1................1 Pembinaan 2.................................Bulan ke1 2 Bulan ke4 Bulan ke5 Bulan ke6 Bulan ke........

.................................................... Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Persiapan 149 2........... Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pembimbingan 3 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Penilaian 4 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pelaporan Lampiran 18 .............................. Bulan / Minggu ke Bulan ke3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 No...................................... Jalan ........... 3 4 Kegiatan Bulan ke....JADWAL MONITORING PIGP Pada sekolah ..........Bulan ke1 2 Bulan ke4 Bulan ke7 Bulan ke5 Bulan ke6 Bulan ke8 Bulan ke9 2 3 4 Bulan ke11 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1.............

Apakah program Induksi telah teranggarkan dalam Rencana Ya Tidak Kegiatan dan Anggaran Sekolah? 3. Pedoman Program Induksi d. Struktur Oranisasi Sekolah g. Tata Tertib Sekolah/Madrasah k. Panduan Kerja c.LAMPIRAN 19 INSTRUMEN MONITORNG PIGP No Aspek Hasil Monitoring Persiapan 1. Permendiknas dan Ya Tidak Lampiran tentang Program Induksi b. Apakah sekolah telah memiliki dokumen Program Induksi dan dokumen pendukungnya? a. Apakah Progam Induksi telah tertuang dalam Rencana Kerja Ya Tidak Sekolah? 2. Peraturan Akademik j. Kode Etik Sekolah/Madrasah l. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) e. Biaya Operasional Sekolah/madrasah Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Bukti dokumen Dokumen Pendukung Pelaksanaan Program Induksi yang tertuang dalam RencanaKerja Sekolah Alokasi dana pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Ya Tidak Lampiran 19 150 . Pembagian Tugas Tenaga Kependidikan i. Pembagian Tugas Guru h. Kalender Pendidikan f.

Notula dan Daftar Hadir Rapat Ya Tidak 9. dll). daftar hadir. Apakah Kepala Sekolah/Madrasah menyusun Buku Pedoman Program Induksi? Apakah kepala sekolah melakukan analisis kebutuhan? Buku Pedoman Program Induksi Ya Tidak Ya Tidak Lembar Analisis Kebutuhan yang telah diisi 6. 3. 5. Pelaksanaan a. 2.4. 7. B. Pengenalan Lingkungan Sekolah Apakah pembimbing memperkenalkan situasi dan Ya kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula? Apakah pembimbing melakukan pembimbingan Ya dalam menyusunan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran dan tugas terkait lainnya? Apakah guru pemula mengamati situasi dan kondisi Ya sekolah serta lingkungannya. Apakah kepala sekolah memberi tugas guru yang profesional untuk menjadi pembimbing? Apakah sekolah memiliki guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing? Apakah kepala sekolah berkonsultasi dengan pengawas sekolah tentang pelaksanaan program Induksi? Apakah kepala sekolah mensosialisasikan Program Induksi kepada warga sekolah? Ya Tidak Surat Tugas Pembimbing Ya Tidak Keberadaan pembimbing sesuai kriteria 8. hasil wawancara dengan warga sekolah 1. 4. data-data Tidak Hasil wawancara guru pemula Tidak Hasil wawancara guru pemula Dan Lembar Observasi Pembelajaran Tidak Hasil wawancara guru pemula Dan Lembar Observasi Pembelajaran Tidak Hasil wawancara guru pemula 151 Lampiran 19 . termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi? Apakah guru pemula mempelajari Buku Pedoman Ya dan Panduan Kerja bagi guru pemula. Ya Tidak Bukti Sosialisasi (notula.

Ya Tidak Silabus dan RPP yang dikembangkan guru Pemula 3. Ya Tidak Lembar Observasi Pembelajaran Guru lain Lampiran 19 152 . Ya Tidak Hasil wawancara dengan guru pemula tentang Pembimbing Bukti dokumen pembimbingan 5. 1. dan kode etik guru? Apakah guru pemula mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah? Apakah guru pemula mempelajari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan? b. 6. sekolah/madrasah. tata tertib sekolah/madrasah. Ya Tidak 6.? Apakah guru pemula bersama pembimbing menyusun Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk tahun pertama masa induksi? Apakah selama pembimbingan pembimbing memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru? Apakah selama pembimbingan. Pelaksanaan pembimbingan Apakah Pembimbingan Tahap 1 dilaksanakan pada bulan ke2? Apakah guru pemula bersama pembimbing menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan pembelajaran/Pembimbingan (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan mingguminggu pertama. pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa? Apakah selama pembimbingan pembimbing memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan Ya Tidak Hasil wawancara guru pemula Ya Tidak Hasil wawancara guru pemula Lembar Observasi Pembelajaran Ya Tidak 2.5. Ya Tidak Lembar RPK PK yang digunakan 4. pembimbing memberi arahan tentang perencanaan pembelajaran/pembimbingan.

Lembar Observasi Pembelajaran? Apakah selama pembimbingan pembimbing melibatkan guru pemula dalam kegiatankegiatan di sekolah? Apakah selama pembimbingan pembimbing memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan? Apakah pembimbing dan guru pemula menentukan fokus elemen kompetensi yang akan diobservasi? Apakah guru pemula mengisi lembar refleksi setelah ada kesepakatan fokus elemen kompetensi yang akan diobservasi Apakah guru pemula melakukan refleksi pada pasca observasi Apakah pembimbing memberi umpan balik dari hasil observasi dan refleksi? Apakah pembimbing melakukan observasi lebih dari atau sama dengan enam kali? Apakah pembimbing melakukan observasi pembelajaran di bulan ke 2-9? Ya Tidak Surat Tugas dan Bukti Kegiatan Ya Tidak Hasil wawancara Guru pemula Ya Tidak Hasil wawancara dengan guru pemula Lembar obserasi dan Refleksi Pembelajaran Ya Tidak Lembar Refleski yang telah diisi Ya Tidak Lembar Refleksi yang telah diisi Hasil wawancara dengan guru pemula. Apakah pengawas sekolah melakukan obserasi pembelajaran Ya Tidak Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh kepala sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh Ya Tidak Ya Tidak 153 Lampiran 19 . 12.7. 13. 9. 8. Apakah kepala sekolah melakukan obserasi pembelajaran 16. Umpan balik yang tertulis pada Lembar Observasi Pembelajaran Jumlah Lembar Observasi yang telah diisi Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Penilaian 15. 14. 11. Apakah kepala sekolah melakukan observasi pembelajaran lebih dari atau sama dengan tiga kali? 17. 10.

Ya Tidak Daftar hadir dan notula rapat pengambilan keputusan Penilaian Kinerja Guru Pemula pada Program Induksi Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula yang telah ditanda tangani oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah 3. Ya Tidak 4. Ya Tidak Surat pengajuan penerbitan Sertifikat Program Induksi Lampiran 19 154 .18. Ya Tidak 2. Apakah pengawas sekolah melakukan observasi pembelajaran di bulan ke-10? Pelaporan Apakah kepala sekolah menyusun draft Laporan Penilaian Kinerja Guru pemula dengan mendiskusikan hasil dengan pembimbing dan pengawas sekolah? Apakah kepala sekolah dalam menentukan keputusan mempertimbangkan pendapat pembimbing dan pengawas sekolah? Apakah Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula ditandatangani oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah? Apakah kepala sekolah mengajukan penerbitan sertifikat Program Induksi telah sesuai dengan ketentuan ? Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak pengawas Sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh pengawas sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh kepala sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh pengawas sekolah Draft Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula beserta dokumen pendukung 1. Apakah pengawas sekolah melakukan observasi pembelajaran lebih dari atau sama dengan dua kali? 19. Apakah kepala sekolah melakukan observasi pembelajaran di bulan ke-10? 20.

LAMPIRAN 20 ACTION PLAN PENGAWASAN PIGP Hasil yang diharapkan Penanggung Jawab Kegiatan No Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Tempat 1 2 3 4 155 Lampiran 20 .

..................................... Bulan / Minggu ke Bulan ke 3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 No................. 3 4 Kegiatan Bulan ke 1 Bulan ke 2 Bulan ke4 Bulan ke5 Bulan ke6 Bulan ke 7 Bulan ke8 Bulan ke9 1 2 3 4 Bulan ke11 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 156 1....................................... Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pembimbingan 3 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Penilaian 4 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pelaporan ............... Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Persiapan 2.......Lampiran 21 JADWAL MONITORING PIGP LAMPIRAN 21 Pada sekolah .................................... Jalan .................

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157.LAMPIRAN 22 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Mengingat : 1. 157 Lampiran 22 . dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Tugas. 2. c. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586). Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194. b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. bahwa Pasal 30 ayat (3) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya menentukan bahwa program induksi diatur pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. bahwa salah satu syarat untuk pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional guru harus memiliki kinerja yang baik yang dinilai dalam masa program induksi. 4. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Program Induksi Bagi Guru Pemula. Tugas. 3. Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).

Penilaian kinerja adalah penilaian terhadap proses dan hasil kerja yang dilakukan oleh guru pemula. Sertifikat program induksi yang selanjutnya disebut sertifikat adalah surat yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat yang menyatakan bahwa peserta program induksi telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. Pengawas adalah pengawas TK/RA/TKLB. 2. 3. SMA/MA/SMALB. 8. 6. 9. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau pemerintah daerah serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru. pengembangan. Kepala sekolah/madrasah adalah kepala Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal/ Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TK/RA/TKLB). penyelenggara pendidikan. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA/MA/SMALB). pelatihan di tempat kerja. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II. SMP/MTs/SMPLB. atau satuan pendidikan untuk jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus.5. 7. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA. Guru tetap adalah guru yang diangkat oleh Pemerintah. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB). SD/MI/SDLB. 4. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Ts anawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTs/SMPLB). Penyelenggara pendidikan adalah lembaga yang secara hukum merupakan pemilik sah dari sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pasal 1 1. Program induksi bagi guru pemula yang selanjutnya disebut program induksi adalah kegiatan orientasi. 5. Pembimbing adalah guru profesional berpengalaman yang diberi tugas untuk membimbing guru pemula dalam melaksanakan program induksi. Direktorat jenderal adalah direktorat jenderal yang bertanggung jawab dalam pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pada Kementerian Pendidikan Nasional atau Kementerian Agama. pemerintah daerah. 6. SMK/MAK yang menyelenggarakan program induksi. atau masyarakat. dan Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) tempat guru pemula bertugas. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. 10. dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Lampiran 22 158 . pemerintah daerah.

b. pelaksanaan proses pembelajaran. guru pemula berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah.Pasal 2 Tujuan program induksi adalah membimbing guru pemula agar dapat: a. c. akuntabel. (2) Guru pemula yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik berhak memperoleh sertifikat. program induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru. c. kesejawatan. guru pemula berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain. pelaksanaan proses bimbingan dan konseling. pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Pasal 6 Guru pemula memiliki kewajiban merencanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling. melaksanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling yang bermutu. guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pasal 3 Program induksi diselenggarakan berdasarkan prinsip profesionalisme. bagi guru bimbingan dan konseling. 159 Lampiran 22 . Pasal 5 (1) Guru pemula diberi hak memperoleh bimbingan dalam hal: a. menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling. beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah. (3) Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS. Pasal 7 (1) Program induksi dilaksanakan di satuan pendidikan tempat guru pemula bertugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun. Pasal 4 Peserta program induksi adalah: a. (2) Bagi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. b. bagi guru kelas dan guru mata pelajaran. melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. dan b. dan berkelanjutan. serta melaksanakan perbaikan dan pengayaan. program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap.

dan pengawas wajib membimbing guru pemula agar menjadi guru profesional. (5) Guru pemula diberi beban mengajar antara 12 (dua belas) hingga 18 (delapan belas) jam tatap muka per minggu bagi guru mata pelajaran. kepala sekolah/madrasah dapat meminta pembimbing dari satuan pendidikan yang terdekat dengan persetujuan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangannya. dan pelaksanaan tugas lain yang relevan. kepala sekolah/madrasah dapat menjadi pembimbing sejauh dapat dipertanggungjawabkan dari segi profesionalisme dan kemampuan komunikasi.(4) Program induksi dilaksanakan secara bertahap dan sekurang-kurangnya meliputi persiapan. (6) Selama berlangsungnya program induksi. atau beban bimbingan antara 75 (tujuh puluh lima) hingga 100 (seratus) peserta didik per tahun bagi guru bimbingan dan konseling. pembimbing. Lampiran 22 160 . cukup. (2) Hasil penilaian kinerja sebagaimana ayat (1) merupakan hasil kesepakatan pembimbing. (3) Hasil penilaian kinerja guru pemula berupa nilai dengan kategori amat baik. sedang. kepala sekolah/madrasah. perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran/bimbingan dan konseling. dan kurang. pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya. yang selanjutnya disampaikan kepada kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat. (3) Dalam hal kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. Pasal 8 (1) Pembimbing ditugaskan oleh kepala sekolah/madrasah atas dasar profesionalisme dan kemampuan komunikasi. yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4) dapat diusulkan untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru. Pasal 10 (1) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. pelaksanaan kegiatan pembelajaran/ bimbingan dan konseling. yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. dan pelaporan. (4) Kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat menerbitkan sertifikat bagi guru pemula yang memiliki kinerja paling kurang kategori baik. (2) Dalam hal sekolah/madrasah tidak memiliki pembimbing sebagaimana dipersyaratkan. penilaian. dan pengawas. penilaian dan evaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling. (7) Pembimbingan yang diberikan meliputi bimbingan dalam perencanaan pembelajaran/bimbingan dan konseling. baik. Pasal 9 (1) Penilaian terhadap kinerja guru pemula dilakukan pada akhir masa program induksi. kepala sekolah/madrasah. pelaksanaan dan observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling.

(3) Dinas pendidikan atau kantor kementerian agama kabupaten/kota melaksanakan evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. yang tidak mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan. yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4) dapat diusulkan untuk diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru. Pasal 11 (1) Direktorat jenderal melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan program induksi bagi guru pemula secara nasional. (5) Direktorat jenderal memberikan bimbingan teknis terhadap implementasi kebijakan program induksi bagi guru pemula secara nasional. (6) Dinas pendidikan provinsi/kantor kementerian agama memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. (8) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. (7) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. dapat diusulkan untuk diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru apabila telah memiliki nilai kinerja paling kurang kategori baik pada tahun berikutnya yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4). yang tidak mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan. yang belum mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dapat mengajukan masa perpanjangan paling lama 1 (satu) tahun. tidak dapat diangkat menjadi guru tetap. yang tidak mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan. 161 Lampiran 22 . yang ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru sebagaimana ayat (8). yang ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dapat ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru.(2) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. (2) Dinas pendidikan provinsi atau kantor wilayah kementerian agama melaksanakan evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. yang belum mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dapat mengajukan masa perpanjangan paling lama 1 (satu) tahun. (5) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. (4) Penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. (3) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. (4) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. dapat ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru. (9) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. dapat diusulkan untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru apabila telah memiliki nilai kinerja paling kurang kategori baik pada tahun berikutnya yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4). (6) Guru pemula yang berstatus bukan PNS.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi.. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.M. A.(7) Dinas pendidikan atau kantor kementrian agama kabupaten/kota memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya.H. Pasal 14 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. NIP.. TTD.H. Pangerang Moenta. Pasal 12 Setiap sekolah/madrasah wajib melaksanakan program induksi bagi guru pemula paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. (8) Penyelenggara pendidikan memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 526 Salinan Sesuai dengan aslinya. Dr. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.DFM. MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. 196108281987031003 Lampiran 22 162 . Agar setiap orang mengetahuinya. TTD.S. Pasal 13 Tata cara pelaksanaan program induksi yang lebih rinci diatur dalam pedoman sebagaimana tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini.

Persiapan Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan program induksi bagi guru pemula perlu melakukan hal-hal berikut: 1. Pelatihan program induksi bagi guru pemula yang diikuti oleh kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing dengan pelatih seorang pengawas yang telah mengikuti program pelatihan bagi pelatih program induksi. Penyiapan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan sekolah/madrasah. 3. ketersediaan pembimbing yang memenuhi syarat. latar belakang pendidikan dan pengalaman pemula. 163 Lampiran 22 . Analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: ciri guru khas sekolah/madrasah. dan informasi lain yang dapat membantu guru pemula belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah/madrasah. 4. format administrasi pembelajaran/pembimbingan. Berikut ini diberikan salah satu model pelaksanaan program Induksi melalui tahapan-tahapan: A. dan keberadaan organisasi profesi yang terkait. Penunjukan seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pihak sekolah menggunakan Panduan Kerja yang disediakan Direktorat Jenderal untuk memandu guru pemula dalam melaksanakan program induksi.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 27 TAHUN 2010 TANGGAL 27 OKTOBER 2010 PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA Program Induksi dapat dilaksanakan dalam beberapa model. prosedur kegiatan sekolah/madrasah. 2. penyediaan buku pedoman.

2. memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula. C. melakukan pembimbingan dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran dan tugas terkait lainnya. d. dan kode etik guru. Pelaksanaan Pembimbingan Pelaksanaan pembimbingan dilakukan pada bulan kedua sebagai berikut: 1.B. Guru pemula: a. Pembimbing: a. data-data sekolah/madrasah. mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah. Pada bulan pertama ini. tata tertib sekolah/madrasah. guru pemula bersama pembimbing menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan minggu-minggu pertama. mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). b. 2. termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi. Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas. dilakukan hal-hal berikut: 1. b. mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula. guru pemula bersama pembimbing menyusun rencana pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk tahun pertama masa induksi. Lampiran 22 164 . c. c. memperkenalkan guru pemula kepada siswa. mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya.

3. memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru. Bimbingan pelaksanaan tugas lain dilakukan dengan cara: 1. D. Bimbingan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara: 1. memberi arahan tentang perencanaan pembelajaran/pembimbingan. 2. dan kompetensi profesional. memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan Selanjutnya guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dengan diobservasi oleh pembimbing sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap bulan pada masa pelaksanaan program induksi dari bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan. pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa. Observasi pembelajaran dan pembimbingan ini diawali dengan pertemuan praobservasi yang dilaksanakan untuk menentukan fokus sub-kompetensi guru yang akan 165 Lampiran 22 . 2. kompetensi sosial. kompetensi kepribadian. seperti pembina ekstra kurikuler. melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiatan di sekolah.Bimbingan yang diberikan kepada guru pemula meliputi proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru. Penilaian 1. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai melalui observasi pembelajaran dan observasi pelaksanaan tugas lain. Metode Penilaian Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja berdasarkan kompetensi guru: kompetensi pedagogik. memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran.

dan diakhiri pertemuan pascaobservasi untuk membahas hasil observasi dan memberikan umpan balik berdasarkan fokus sub-kompetensi yang telah disepakati bersama. Tahap kedua. Memahami teori belajar 1. penilaian dilakukan oleh pembimbing pada bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran dan pembimbingan dan tugas lainnya. Hasil penilaian setiap sub-kompetensi dicantumkan dengan memberikan tanda cek ( ) dan deskripsinya berdasarkan observasi.diobservasi (maksimal 5 sub-kompetensi). penilaian dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang bertujuan untuk menentukan nilai kinerja guru pemula. Pengembangan kurikulum Lampiran 22 166 . Tahap pertama. Tabel : Komponen Penilaian Kinerja Guru Pemula Kompetensi 1. yaitu: 1. Setiap hasil penilaian tahap pertama dan tahap kedua memuat penjelasan mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula yang dapat menjadi bahan masukan bagi perbaikan guru pemula untuk memperoleh nilai kinerja baik.1.2. Memahami latar belakang siswa 1. 2. Penilaian dilakukan dengan 2 (dua) tahap. Kompetensi pedagogis 1. kemudian pelaksanaan observasi yang dilakukan terhadap fokus sub-kompetensi yang telah disepakati.3. Deskripsi hasil penilaian menjadi masukan atau umpan balik untuk perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan berikutnya. berupa ulasan tentang hal-hal yang sudah baik dan hal yang perlu dikembangkan.

5.1.90 61 . Kompetensi sosial 3. Kepribadian matang dan stabil 2.4.X 100 = . Kompetensi kepribadian 2. Peningkatan potensi siswa 1. Berperilaku sesuai dengan norma..1. sebagai berikut: Skor yang dperoleh ---------------------------.1. dan hukum di Indonesia 2..2.. Berperilaku inklusif. objektif. Komunikasi dengan guru. Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggan menjadi guru 3. Assessmen & evaluasi 2.75 51 .6..7..1. isi dan standar kompetensi mata pelajaran dan tahap-tahap pengajaran 4..2.2..100 76 . Skor hasil penilaian selanjutnya dikonversi ke rentang 0-100.. pegawai sekolah. Kompetensi profesional 4.60 < 50 = Amat Baik = Baik = Cukup = Sedang = Kurang 167 Lampiran 22 . Komunikasi dengan siswa 1. Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri Lembar Penilaian dan Kriteria Penilaian: Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian kinerja bagi guru.3. Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur...... kebiasaan.. dan masyarakat 4.orang tua.. Aktivitas pengembangan pendidikan 1. (Skor Akhir) Total skor Hasil skor akhir selanjutnya dimasukkan dalam kriteria sebagai berikut: 91 . dan tidak pilih kasih 3.

Lima sub-kompetensi yang menjadi obyek dalam fokus observasi dapat ditentukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi yang didasarkan pada hasil observasi sebelumnya. Lampiran 22 168 . dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh pembimbing dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula. Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan memiliki tahapan sebagai berikut: 1. memberikan umpan balik secara reguler. Praobservasi Guru pemula dan pembimbing mendiskusikan. melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan. dan masukan oleh guru pembimbing. Penilaian tahap pertama merupakan penilaian proses (assessment for learning) sebagai bentuk pembimbingan guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan. Proses Penilaian Tahap Pertama Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan. Pembimbing dapat memberikan contoh proses pembelajaran dan pembimbingan yang baik di kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain. dan melaksanakan tugas tambahan. ulasan.2. menentukan. Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan. Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi beban kerja guru pemula. dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu untuk dikembangkan. dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan selama masa penilaian tahap pertama. menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan.

3. pembinaan. dan kepala sekolah/madrasah untuk diarsipkan sebagai dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning). dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas. Selama berlangsungnya penilaian tahap pertama kepala sekolah/madrasah memantau pelaksanaan bimbingan dan penilaian tahap pertama terhadap guru pemula. c. Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran dan pembimbingan yang telah dilaksanakan. Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran dan pembimbingan setelah selesai pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan. yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. pembimbing. 169 Lampiran 22 .2. Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: a. 3. dan pemberian dukungan dalam pelaksanaan bimbingan dan penilaian guru pemula. ulasan. Penilaian tahap pertama ini dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan pokok proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. Pelaksanaan Observasi Pembimbing mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan. Dalam penilaian tahap pertama ini pengawas melakukan pemantauan. Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani oleh guru pemula. Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (assessment of learning) yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. b. Proses Penilaian Tahap Kedua Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan.

2. Pelaksanaan Observasi Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan. Praobservasi Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula. Apabila kepala sekolah/madrasah dan pengawas menemukan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula. dengan pertimbangan agar tidak menggangu proses pembelajaran dan pembimbingan. sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali. maka kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas wajib memberikan umpan balik dan saran perbaikan kepada guru pemula. Lampiran 22 170 .Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali. Observasi pembelajaran/pembimbingan dalam penilaian tahap kedua oleh kepala sekolah/madrsah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan secara bersamaan. Langkah observasi pembelajaran/pembimbingan yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut: 1.

Guru pemula dan kepala sekolah/madrasah atau pengawas hasil penilaian pada setiap tahap pembelajaran/ sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan. lembar observasi E. Peserta program induksi dinyatakan berhasil. jika semua sub-kompetensi pada penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai baik. 171 Lampiran 22 . d. pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula mendiskusikan pembimbingan. cukup. dengan prosedur sebagai berikut: 1. adil. Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran/pembimbingan setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksakan. Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula berdasarkan pengkajian penilaian tahap kedua dengan mempertimbangkan penilaian tahap pertama. kepala sekolah/madrasah dan pengawas dengan mengacu pada prinsip profesional. Kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai. c. yang selanjutnya guru pemula dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori amat baik. Pelaporan Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan kesebelas setelah penilaian tahap kedua. terbuka. baik. Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: a. jujur. Kepala sekolah memberikan salinan pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula. Kepala sekolah/madrasah. Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir program induksi ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pembimbing.3. sedang dan kurang. akuntabel. dan demokratis. b.

Pengajuan penerbitan sertifikat program induksi dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula yang telah memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dengan nilai baik. Data guru pemula peserta program induksi. 6. Lampiran 22 172 . jika skor penilaian antara 61-75. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta program induksi telah berhasil menyelesaikan program induksi dengan nilai baik. baik. 3. jika skor penilaian antara 76-90. 5. Data sekolah/madrasah. Isi laporan hasil pelaksanaan program induksi meliputi: 1. jika skor penilaian kurang dari 50. Pengawas sekolah ikut menandatangani Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula. 2. 3. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap pertama. baik. jika skor penilaian antara 51-60.- amat baik. cukup. cukup. jika skor penilaian antara 91-100. Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah. 4. Penyusunan draft Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah. Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula yang menyatakan kategori nilai kinerja guru pemula (amat baik. Deskripsi pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap kedua. 7. sedang dan kurang) ditandatangani kepala sekolah/madrasah. 2. sedang. kurang. 8. Waktu pelaksanaan program induksi. 4.

M. A. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.DFM. untuk diteruskan ke badan kepegawaian daerah. Pangerang Moenta.. TTD. MOHAMMAD NUH Salinan Sesuai dengan aslinya. Laporan hasil pelaksanaan program induksi bagi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup pemerintah daerah disampaikan oleh Kepala sekolah kepada kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya. 196108281987031003 173 Lampiran 22 . Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus bukan PNS disampaikan oleh Kepala sekolah/madrasah kepada penyelenggara pendidikan dan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota.H.Penyampaian laporan hasil pelaksanaan program induksi: 1. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.. 3. Dr. 2.H. Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup Kementerian Agama disampaikan oleh kepala madrasah kepada kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangannya. NIP.S.

c. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). 2. b. d. bahwa guru dapat diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah untuk memimpin dan mengelola sekolah/madrasah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. dan c perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78.LAMPIRAN 23 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Menimbang : a. bahwa Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah sudah tidak sesuai dengan perkembangan sistem pendidikan nasional. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas kepala sekolah/madrasah perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah serta sertifikasi kompetensi dan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah. Mengingat : Lampiran 23 174 .

3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); 4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4754); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157); 11. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 12. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 13. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; 14. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; 15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

175

Lampiran 23

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/ MADRASAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin taman kanak-kanak/raudhotul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK), atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). 2. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. 3. Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan calon kepala sekolah/madrasah melalui pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik tentang kompetensi kepala sekolah/madrasah yang diakhiri dengan penilaian sesuai standar nasional. 4. Penilaian akseptabilitas adalah penilaian calon kepala sekolah/madrasah yang bertujuan untuk menilai ketepatan calon dengan sekolah/madrasah dimana yang bersangkutan akan diangkat dan ditempatkan. 5. Kompetensi kepala sekolah/madrasah adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. 6. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. 7. Sertifikat kepala sekolah/madrasah adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi untuk mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. 8. Penilaian kinerja adalah suatu proses menentukan nilai kinerja kepala sekolah/madrasah dengan menggunakan patokan-patokan tertentu. 9. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional kepala sekolah/madrasah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah 10. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. 11. Kementerian adalah kementerian yang menangani urusan pemerintah dalam bidang pendidikan nasional. 12. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintah dalam bidang pendidikan nasional.

Lampiran 23

176

13. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang bertanggungjawab di bidang pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama sesuai kewenangannya. 14. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota. 15. Kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota adalah perwakilan Kementerian Agama tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota. 16. Dinas provinsi adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di provinsi. 17. Dinas kabupaten/kota adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di kabupaten/kota. 18. Pengawas sekolah adalah guru yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah/madrasah. BAB II SYARAT-SYARAT GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 2 (1) Guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah apabila memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus. (2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi : a. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang terakreditasi; c. berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah; d. sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari dokter Pemerintah; e. tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku; f. memiliki sertifikat pendidik; h. pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah/madrasah masing-masing, kecuali di taman kanakkanak/raudhatul athfal/taman kanak-kanak luar biasa (TK/RA/TKLB) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA/TKLB; i. memiliki golongan ruang serendah-rendahnya III/c bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi guru bukan PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang dibuktikan dengan SK inpasing; j. memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur penilaian lainnya sebagai guru dalam daftar penilaian prestasi pegawai (DP3) bagi PNS atau penilaian yang sejenis DP3 bagi bukan PNS dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan k. memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2 (dua) tahun terakhir.

177

Lampiran 23

(3) Persyaratan khusus guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah meliputi: a. berstatus sebagai guru pada jenis atau jenjang sekolah/madrasah yang sesuai dengan sekolah/madrasah tempat yang bersangkutan akan diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah; b. memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik yang diterbitkan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal. (4) Khusus bagi guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah Indonesia luar negeri, selain memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) butir a dan b juga harus memenuhi persyaratan khusus tambahan sebagai berikut: a. memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai kepala sekolah/madrasah; b. mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan atau bahasa negara dimana yang bersangkutan bertugas; c. mempunyai wawasan luas tentang seni dan budaya Indonesia sehingga dapat mengenalkan dan mengangkat citra Indonesia di tengah-tengah pergaulan internasional. BAB III PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 3 (1) Penyiapan calon kepala sekolah/madrasah meliputi rekrutmen serta pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. (2) Kepala dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya menyiapkan calon kepala sekolah/madrasah berdasarkan proyeksi kebutuhan 2 (dua) tahun yang akan datang. Pasal 4 (1) Calon kepala sekolah/madrasah direkrut dari guru yang telah memenuhi persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 2. (2) Calon kepala sekolah/madrasah direkrut melalui pengusulan oleh kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas yang bersangkutan kepada dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Pasal 5 (1) Dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya melakukan seleksi administratif dan akademik. (2) Seleksi administratif dilakukan melalui penilaian kelengkapan dokumen yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai bukti bahwa calon kepala sekolah/madrasah bersangkutan telah memenuhi persyaratan umum sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 2 ayat (2). (3) Seleksi akademik dilakukan melalui penilaian potensi kepemimpinan dan penguasaan awal terhadap kompetensi kepala sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Lampiran 23

178

supervisi. atau penyelenggara sekolah/madrasah yang dilaksanakan oleh masyarakat sesuai dengan kewenangannya. manajerial. pemerintah kabupaten/kota. kewirausahaan.(1) Guru yang telah lulus seleksi calon kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 harus mengikuti program pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah di lembaga terakreditasi. (4) Pemerintah dapat memfasilitasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kemampuan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. Pasal 7 (1) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah merupakan kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan. pemerintah provinsi. (5) Pendidikan dan pelatihan diakhiri dengan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi calon kepala sekolah/madrasah. (2) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan dalam kegiatan tatap muka dalam kurun waktu minimal 100 (seratus) jam dan praktik pengalaman lapangan dalam kurun waktu minimal selama 3 (tiga) bulan. (6) Calon kepala sekolah/madrasah yang dinyatakan lulus penilaian diberi sertifikat kepala sekolah/madrasah oleh lembaga penyelenggara. dan/atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian. 179 Lampiran 23 . (2) Akreditasi terhadap lembaga penyelenggara program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan oleh menteri. BAB IV PROSES PENGANGKATAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 9 (1) Pengangkatan kepala sekolah/madrasah dilakukan melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah. (3) Tim pertimbangan melibatkan unsur pengawas sekolah/madrasah dan dewan pendidikan. (3) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dikoordinasikan dan difasilitasi oleh Pemerintah. dan sosial. (7) Sertifikat kepala sekolah/madrasah dicatat dalam database nasional dan diberi nomor unik oleh menteri atau lembaga yang ditunjuk Pasal 8 Ketentuan lebih lanjut mengenai penyiapan calon kepala sekolah/madrasah diatur dalam pedoman yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pemerintah provinsi. (2) Tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah ditetapkan oleh Pemerintah.

Pemerintah. (4) Prestasi yang istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b adalah memiliki nilai kinerja amat baik dan berprestasi di tingkat kabupaten/kota/ provinsi/nasional. atau penyelenggara sekolah/madrasah sesuai dengan kewenangannya mengangkat guru menjadi kepala sekolah/madrasah sebagai tugas tambahan. pemerintah kabupaten/kota. Lampiran 23 180 . (2) Masa tugas kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang untuk 1 (satu) kali masa tugas apabila memiliki prestasi kerja minimal baik berdasarkan penilaian kinerja. tetap melaksanakan tugas sebagai guru sesuai dengan jenjang jabatannya dan berkewajiban melaksanakan proses pembelajaran atau bimbingan dan konseling sesuai dengan ketentuan. atau b. dapat ditugaskan kembali menjadi kepala sekolah/madrasah di sekolah/madrasah lain yang memiliki nilai akreditasi lebih rendah dari sekolah/madrasah sebelumnya. (2) Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan melalui pengembangan diri. kewirausahaan. publikasi ilmiah. keterampilan. memiliki prestasi yang istimewa. dan sosial.(4) Berdasarkan rekomendasi tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah. manajerial. (5) Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah mendapatkan tunjangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas. supervisi. (5) Kepala sekolah/madrasah yang masa tugasnya berakhir. pemerintah provinsi. (3) Guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah 2 (dua) kali masa tugas berturut-turut. BAB VI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN Pasal 11 (1) Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi pengembangan pengetahuan. (3) Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Direktur Jenderal. BAB V MASA TUGAS Pasal 10 (1) Kepala sekolah/madrasah diberi 1 (satu) kali masa tugas selama 4 (empat) tahun. apabila : a. dan sikap pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian. dan/atau karya inovatif.

Pasal 14 (1) Kepala sekolah/madrasah dapat diberhentikan dari penugasan karena: a. b. d. dan komite sekolah dimana yang bersangkutan bertugas. tugas belajar sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan. berhalangan tetap. baik. (2) Pemberhentian kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Pemerintah. dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat. pemerintah kabupaten/kota. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah. tenaga kependidikan. meninggal dunia. c. cukup. b.BAB VII PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 12 (1) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilakukan secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif setiap 4 (empat) tahun. Usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. masa penugasan berakhir. (2) Penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas sekolah/madrasah. peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama dibawah kepemimpinan yang bersangkutan. atau penyelenggara sekolah/madrasah sesuai dengan kewenangannya. (5) Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik. diangkat pada jabatan lain. (6) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai pedoman penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. pendidik.dan/atau i. h. (4) Penilaian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. dinilai berkinerja kurang dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 12 g. pemerintah provinsi. dan c. 181 Lampiran 23 . permohonan sendiri. telah mencapai batas usia pensiun jabatan fungsional guru. sedang atau kurang. BAB VIII MUTASI DAN PEMBERHENTIAN TUGAS GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 13 Kepala sekolah/madrasah dapat dimutasikan setelah melaksanakan masa tugas dalam 1 (satu) sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. e. f. (3) Penilaian kinerja 4 (empat) tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan mempertimbangkan penilaian kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas sekolah/madrasah.

BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 16 Pada saat Peraturan Menteri ini ditetapkan guru yang sedang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya berdasarkan penilaian kinerja dan masukan dari tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah menetapkan keputusan perpanjangan masa penugasan kepala sekolah/madrasah. pemerintah provinsi. pemerintah kabupaten/kota. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 18 (1) Dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak berlakunya Peraturan Menteri ini Pemerintah. pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi.Pasal 15 Pemerintah. atau penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan Peraturan Menteri ini dalam penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah paling lambat tahun 2013. Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. masa tugasnya dihitung sejak yang bersangkutan ditugaskan sebagai kepala sekolah/madrasah. Pasal 20 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan Lampiran 23 182 . pemerintah provinsi. (2) Pemerintah. Pasal 17 Pada saat Peraturan Menteri ini ditetapkan. atau penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dinyatakan tidak berlaku. pemerintah kabupaten/kota. guru yang telah atau sedang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah tidak dipersyaratkan memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah sampai selesai masa tugasnya.

H.H.DFM. Dr.S. TTD.Agar setiap orang mengetahuinya.. NIP. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. A. Kepala Biro Hukum dan Organisasi. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 527 Salinan Sesuai dengan aslinya. MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. TTD. Pangerang Moenta.M. 196108281987031003 183 Lampiran 23 .. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. b. Menimbang : a. Undang-Undang Nomo r 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. bahwa pendidikan nasional menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 4586). Mengingat : 1. 2. Lampiran 24 184 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). c. bahwa penjaminan mutu pendidikan perlu terus didorong dengan perangkat peraturan perundang-undangan yang memberikan arah dalam pelaksanaannya.LAMPIRAN 24 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. dan masyarakat dan oleh karena itu penjaminan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab bersama ketiga unsur tersebut. 3. Undang-Undang Nomor 14 Ta hun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. pemerintah daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301).

4. 10. Peraturan Pemerintah 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4774). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007). Pemerintahan Daerah Provinsi. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91. 6. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). 12. 11. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 4863). Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 4916). 185 Lampiran 24 . Undang-Undang Nomor 25 Ta hun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112. 13. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 10. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. 9. 7. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 5038). Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4965). Undang-Undang Nomor 43 Tahu n 2007 tentang Perpustakaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 129.

Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. Pemerintahan Daerah Provinsi. penyelenggara satuan atau program pendidikan. pemerintah provinsi. Pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan peraturan perundangan lain yang relevan. Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional. 4. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2007. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. 5. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Kesatu Batasan Istilah Pasal 1 Dalam peraturan menteri ini yang dimaksud dengan: 1.14. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Susunan Organisasi. 3. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. pemerintah daerah. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut SPMP adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan. Fungsi. 15. dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Tugas. Lampiran 24 186 .

13. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 10. Badan akreditasi provinsi yang selanjutnya disebut BAP adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 12. 9. 15. Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang selanjutnya disebut BAN-PNF adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Barat. 14. Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal yang selanjutnya P2PNFI adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Ta ta Kerja Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan dalam bidang pendidikan nasional. 7. dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan. Departemen adalah departemen yang menangani urusan pemerintahan dalam bidang pendidikan nasional. 11. 187 Lampiran 24 . Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BANPT adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah. 8. Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal yang selanjutnya disebut BPPNFI adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.6.

dan/atau pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development). dan berkewirausahaan. nonformal. pemerintah provinsi. Tujuan antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP termasuk: a. pemerintah kabupaten atau kota. yaitu pendidikan yang mampu mengembangkan peserta didik menjadi rahmat bagi sekalian alam. (2) Lampiran 24 188 . dan/atau informal. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal. kabupaten atau kota. d. pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan. dan mendorong peserta didik menjadi insan pembelajar mandiri yang kreatif. pemerintah kabupaten atau kota. b. inovatif. pendidikan untuk semua yang bersifat inklusif dan tidak mendiskriminasi peserta didik atas dasar latar belakang apa pun. penyelenggara satuan atau program pendidikan. b. memfasilitasi. dan satuan atau program pendidikan. Bagian Ketiga Paradigma dan Prinsip Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 3 (1) Penjaminan mutu pendidikan menganut paradigma: a. dan c. c. dan Pemerintah. terpadu. terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirinci menurut provinsi. pengembangan. dan Pemerintah. penyelenggara satuan atau program pendidikan.Bagian Kedua Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 2 (1) Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. terbangunnya budaya mutu pendidikan formal. pendidikan untuk perkembangan. pemerintah provinsi. dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan. pembelajaran sepanjang hayat berpusat pada peserta didik yang memperlakukan. e. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal.

psikomotorik. akhlak. d. keberlanjutan. serta kompetensi kemanusiaan lainnya sesuai dengan bakat. menghormati otonomi satuan pendidikan formal dan nonformal. penjaminan mutu pendidikan informal. e. dan f. budi pekerti. penjaminan mutu pendidikan formal. b. dan c. memfasilitasi pembelajaran informal masyarakat berkelanjutan dengan regulasi negara yang seminimal mungkin. b. 189 Lampiran 24 . c. vokasional. kemampuan untuk menjamin keberlanjutan diri dan lingkungannya. SPMP merupakan sistem terbuka yang terus disempurnakan secara berkelanjutan. Bagian Kelima Pembagian Peran dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 5 Penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal dilaksanakan oleh satuan atau program pendidikan. terencana dan sistematis. dengan kerangka waktu dan target-target capaian mutu yang jelas dan terukur dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal. Penjaminan mutu pendidikan meliputi: a. tingkat kemandirian serta daya saing. ketakwaan. dan seni yang mewarnai dan memfasilitasi kehidupan. e. potensi. estetik. kreativitas dan inovasi dalam menjalani kehidupan. muatan dan tingkat kecanggihan ilmu pengetahuan.(2) Penjaminan mutu pendidikan dilakukan atas dasar prinsip: a. c. Bagian Keempat Cakupan Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 4 (1) (2) Tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mengacu pada mutu kehidupan manusia dan bangsa Indonesia yang komprehensif dan seimbang yang mencakup sekurang-kurangnya: a. dan minat masing-masing. kompetensi intelektual. teknologi. mutu keimanan. d. kinestetik. b. penjaminan mutu pendidikan nonformal. dan kepribadian.

Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d terdiri dari: Departemen Pendidikan Nasional. mengawasi. Pemerintah provinsi mensupervisi. serta dapat memberi fasilitasi. mengawasi. mengevaluasi. Pasal 8 (1) Pemerintah kabupaten atau kota wajib mensupervisi. mengawasi. dan/atau bimbingan kepada satuan atau progr am pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu pendidikan.Pasal 6 (1) Penyelenggara satuan atau program pendidikan wajib menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk terlaksananya penjaminan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. saran. Departemen Agama. dan mengevaluasi. arahan. mengevaluasi. serta dapat memberi fasilitasi. b. mengawasi. penyelenggara satuan atau program pendidikan masyarakat. Pemerintah kabupaten atau kota mensupervisi. fasilitasi. (2) (3) (2) (3) (4) (2) Lampiran 24 190 . Pemerintah provinsi wajib mensupervisi. Pasal 7 (1) Penyelenggara satuan atau program pendidikan mensupervisi. mengawasi. Penyelenggara satuan atau program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. dan/atau bimbingan kepada pemerintah kabupaten atau kota dan/atau penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan. dan/atau bimbingan kepada satuan atau program pendidikan dalam penjaminan mutu pendidikan. mengevaluasi. dan/atau bimbingan kepada satuan atau program pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu pendidikan. c. saran. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan. arahan. Pemerintah mensupervisi. pemerintah provinsi. dan mengevaluasi. dan/atau bimbingan kepada penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan. dan dapat memberi bantuan. arahan. Pemerintah. dan dapat memberi fasilitasi. saran. pemerintah kabupaten atau kota. arahan.dan/atau bimbingan kepada satuan atau program pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu pendidikan. mengawasi. fasilitasi. d. arahan. saran. saran. arahan. dan dapat memberi bantuan. dan dapat memberi bantuan. fasilitasi. saran.

e. pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berprestasi atau kreatif dalam pembelajaran informal masyarakat . pemerintah kabupaten atau kota. g. pemberian penghargaan kepada media masa yang berprestasi dalam menyiarkan atau mempublikasikan materi pembelajaran informal kepada masyarakat. dan mengevaluasi. pendirian perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. perpustakaan daerah provinsi. dan/atau penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan. pemberian bantuan dan/atau kemudahan pendirian dan/atau pengoperasian perpustakaan milik masyarakat seperti perpustakaan di tempat ibadah. arahan. pemberian penghargaan kepada anggota masyarakat yang berprestasi atau kreatif dalam menghasilkan film hiburan yang sarat pembelajaran informal. pemberian penghargaan kepada anggota masyarakat yang sukses melakukan pembelajaran informal secara otodidaktif. b. kelompok. j. BAB II PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN INFORMAL Pasal 9 (1) (2) (3) Penjaminan mutu pendidikan informal dilaksanakan oleh masyarakat baik secara perseorangan. saran.(3) Pemerintah wajib mensupervisi. Penjaminan mutu pendidikan informal oleh masyarakat dapat dibantu dan/atau diberi kemudahan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. i. dan/atau taman bacaan masyarakat (TBM). k. f. d. perpustakaan kecamatan. pemberian kemudahan akses ke sumber belajar multi media di perpustakaan bukan satuan pendidikan formal dan nonformal. perpustakaan desa. mengawasi. c. penyediaan bahan pustaka pada Perpustakaan Nasional. kebijakan perbukuan nonteks yang mendorong harga buku nonteks terjangkau oleh rakyat banyak. maupun kelembagaan. 191 Lampiran 24 . perpustakaan daerah kabupaten atau kota. pemberian subsidi atau penghargaan kepada penulis buku nonteks dan nonjurnal-ilmiah yang berprestasi dalam pendidikan informal. serta dapat memberi fasilitasi. dan/atau bimbingan kepada pemerintah provinsi. pemberian bantuan dan/atau kemudahan pendirian dan/atau pengoperasian toko buku kategori usaha kecil milik masyarakat di daerah yang belum memiliki toko buku atau jumlah toko bukunya belum mencukupi kebutuhan. Bantuan dan/atau kemudahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berbentuk: a. h.

SNP berlaku bagi satuan atau program pendidikan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Standar mutu di atas SNP berlaku bagi satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM dan SNP. yaitu: a. SNP ditetapkan oleh Menteri. Standar mutu pendidikan di atas SNP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. b.l. Standar mutu pendidikan di atas SNP. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. dan c. satuan atau program pendidikan. Pasal 11 (1) SPM berlaku untuk: a. pemerintah kabupaten atau kota. SPM. kegiatan lain yang membantu dan/atau mempermudah pembelajaran informal oleh masyarakat. SNP. pemerintah provinsi. dan d. (2) (2) (3) (4) Lampiran 24 192 . pemberian layanan ujian kesetaraan sesuai peraturan perundangundangan. Pasal 12 (1) (2) (3) SPM ditetapkan oleh Menteri. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal dapat dirintis pemenuhannya oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi SPM dan sedang dalam proses memenuhi SNP. c. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal b. Standar mutu di atas SNP dipilih oleh satuan atau program pendidikan sesuai prinsip otonomi satuan pendidikan. serta m. BAB III PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL Bagian Kesatu Acuan Mutu Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 10 (1) Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu. b.

dan problematika yang dihadapi masing-masing peserta didik. SPM. SPM.Pasal 13 (1) SNP bagi satuan atau program pendidikan nonformal dirumuskan sedemikian rupa sehingga tidak menghilangkan atau mengurangi keluwesan dan kelenturan pendidikan nonformal dalam melayani pembelajaran peserta didik sesuai dengan3 kebutuhan. Acuan mutu satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal adalah: a. SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipenuhi oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan paling lambat 2 (dua) tahun setelah satuan atau program pendidikan memperoleh izin prinsip untuk berdiri dan beroperasi. Standar mutu di atas SNP sebagaimana dimaksud pada huruf b. (2) (3) (4) (2) (2) 193 Lampiran 24 . Standar mutu di atas SNP sebagaimana dimaksud pada huruf b. Pasal 15 (1) SPM yang berlaku bagi penyelenggara satuan pendidikan dipenuhi oleh penyelenggara satuan pendidikan dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan. Bagian Kedua Kerangka Waktu Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 14 (1) SPM harus dipenuhi oleh penyelenggara satuan pendidikan dalam rangka memperoleh izin definitif pendirian satuan pendidikan atau pembukaan program pendidikan. SNP yang berlaku bagi satuan atau program studi pendidikan nonformal masing-masing. Standar mutu di atas SNP yang dipilih satuan atau program pendidikan formal. dan c. Acuan mutu satuan atau program pendidikan formal adalah: a. dan c. Standar Isi. b. SPM yang berlaku bagi pemerintah kabupaten atau kota dipenuhi oleh pemerintah kabupaten atau kota dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan. Standar Proses. SNP. b. dan c. dan Standar Kompetensi Lulusan dalam SNP yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan formal yang sederajat. Acuan mutu satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya tidak ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal adalah: a. kondisi. b. SPM.

(2) (3) (4) Lampiran 24 194 . Standar Pengelolaan. Rencana Strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menetapkan target-target terukur capaian mutu secara tahunan. dan d. Standar Proses. Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan Standar sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemenuhan Standar Isi. Standar Sarana dan Prasarana. pemerintah kabupaten atau kota. satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. Standar Pembiayaan. ayat (2). dan Standar Penilaian Pendidikan. Standar Proses. c. Standar Kompetensi Lulusan. Standar mutu di atas SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan dan penyelenggara satuan atau program pendidikan secara sistematis dan bertahap dalam kerangka waktu yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan. menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan atau program pendidikan. pemerintah provinsi. masing-masing dalam SNP dan standar mutu di atas SNP. Pasal 18 (1) Pemenuhan Standar Isi. Bagian Ketiga Tanggung Jawab dan Koordinasi Pem enuhan Standar Mutu Pendidikan Pasal 17 Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab: a. Pemenuhan SNP dan standar mutu di atas SNP menjadi tanggung jawab satuan atau program pendidikan nonforma yang lulusannya tidak ditujukan l untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal. menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal. dan Standar Kompetensi Lulusan dalam SNP dan standar mutu di atas SNP menjadi tanggung jawab satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal. dan ayat (3).(3) SPM yang berlaku bagi pemerintah provinsi dipenuhi oleh pemerintah provinsi dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. b. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Pasal 16 (1) (2) (3) SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan dan penyelenggara satuan atau program pendidikan secara sistematis dan bertahap dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan.

Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat provinsi dituangkan dalam rencana strategis pendidikan provinsi yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten atau kota dituangkan dalam rencana strategis pendidikan kabupaten atau kota yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Provinsi dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten atau Kota yang bersangkutan. dan pemerintah kabupaten atau kota berdasarkan peraturan perundang-undangan. Bagian Keempat Jenis Kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 20 (1) Kegiatan penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal terdiri atas: a. pemerintah provinsi. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. b. (2) (3) (4) (5) 195 Lampiran 24 . Rencana Strategis Pendidikan Provinsi yang bersangkutan . penetapan SNP. Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan dituangkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. penetapan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu pendidikan oleh penyelenggara satuan pendidikan atau penyelenggara program pendidikan. c. Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat penyelenggara satuan atau program pendidikan dituangkan dalam rencana strategis penyelenggara satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten atau Kota yang bersangkutan. penetapan regulasi penjaminan mutu pendidikan oleh Pemerintah. penetapan SPM. Rencana Strategis Pendidikan Provinsi yang bersangkutan. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional.Pasal 19 (1) Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan secara nasional dituangkan dalam Rencana Strategis Pendidikan Nasional yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan. d.

dan t. i. supervisi dan/atau pengawasan oleh Pemerintah. k. atau d. sertifikasi. f. saran. fasilitasi. Menteri menetapkan SPM yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan. l. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Menteri menetapkan program koordinasi penjaminan mutu pendidikan secara nasional dalam Rencana Strategis Pendidikan Nasional. b. m. pemerintah kabupaten atau kota. pengukuran ketercapaian standar mutu acuan. pemenuhan standar mutu acuan oleh satuan atau program pendidikan. pemberian bantuan. fasilitasi. h. bentuk lain pengukuran capaian mutu pendidikan. dan/atau bimbingan oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan. supervisi dan/atau pengawasan oleh pemerintah kabupaten atau kota. Menteri menetapkan SNP yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan. o. supervisi dan/atau pengawasan oleh pemerintah provinsi. arahan. evaluasi dan pemetaan mutu satuan atau program pendidikan oleh Pemerintah. Bagian Kelima Tanggung Jawab Menteri Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 21 (1) (2) (3) (4) Menteri menetapkan regulasi nasional penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. arahan. pemberian bantuan.(2) e. saran. c. supervisi dan/atau pengawasan oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan. n. pemberian bantuan. j. saran. penetapan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu tingkat satuan pendidikan oleh satuan atau program pendidikan. pengawasan oleh masyarakat . arahan. fasilitasi. fasilitasi. dan pemerintah provinsi. penyediaan sumber daya oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan. Lampiran 24 196 . dan pemerintah kabupaten atau kota. akreditasi. saran. arahan. g. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi. dan/atau bimbingan oleh Pemerintah. s. r. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota. pemberian bantuan. q. pemberian bantuan dan/atau saran oleh masyarakat. pemerintah provinsi. penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan sesuai dengan acuan mutu. Pengukuran ketercapaian standar mutu acuan dilakukan melalui: a. p. audit kinerja.

dan pendidikan menengah. pendidikan dasar. dan Departemen Agama. dan pendidikan menengah. provinsi. nasional. pendidikan dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen bekerjasama dengan LPMP. kabupaten atau kota. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Menteri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen. b. P2PNFI. Dalam pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut satuan pendidikan anak usia dini. Pasal 24 (1) (2) Menteri menyelenggarakan Ujian Nasional pendidikan dasar dan pendidikan menengah melalui BSNP sesuai dengan peraturan perundangundangan untuk mengukur ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan pendidikan formal dan nonformal kesetaraan. pemerintah kabupaten atau kota. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen bekerjasama dengan LPMP. memetakan capaian nilai Ujian Nasional dan tingkat kejujuran pelaksanaan ujian nasional menurut: a.(5) Menteri melakukan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan secara nasional dan dampaknya pada peningkatan kecerdasan kehidupan bangsa. P2PNFI. c. Pasal 22 (1) (2) Menteri memetakan secara nasional pemenuhan SPM oleh satuan pendidikan. Departemen Agama. dan d. Dalam pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut satuan pendidikan anak usia dini. 197 Lampiran 24 . dan Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan. satuan pendidikan. Pasal 23 (1) (2) Menteri memetakan secara nasional pemenuhan SNP oleh satuan atau program pendidikan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen. BPPNFI. dan Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan. B PPNFI. dan pemerintah provinsi melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen.

Departemen Agama. BAN-PT. dan Kementerian/Lembaga Pemerintah Lainnya Penyelenggara Satuan Pendidikan Formal Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 26 (1) Departemen. (3) Bagian Keenam Tanggung Jawab Departemen. Atas dasar akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. b. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan dalam penjaminan mutu satuan pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan. Keterlibatan Departemen. kualitas pelaksanaan pendidikan untuk perkembangan. dan pemberian fasilitasi.Pasal 25 (1) (2) Menteri mengakreditasi satuan atau program pendidikan melalui BAN-S/M. Menteri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen memetakan secara nasional dan komprehensif mutu satuan atau program pendidikan formal dan nonformal menurut: a. dan Pasal 24. c. BPPNFI. dan/atau bantuan oleh Departemen kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan oleh unit kerja terkait sesuai peraturan perundang-undangan. b. dan/atau pembangunan berkelanjutan. satuan atau program pendidikan. dan BAN-PNF. dan b. evaluasi. kabupaten atau kota. Pasal 23. arahan. saran. Inspektorat Jenderal Departemen melakukan audit kinerja terhadap: a. dan c. capaian mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Peta sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembangkan sedemikian rupa sehingga merefleksikan: a. provinsi. d. (2) (2) Lampiran 24 198 . pengembangan. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan menetapkan regulasi teknis penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan dan kewenangan masing-masing. LPMP. Departemen Agama. Kantor Pusat Unit Utama Departemen. Pasal 27 (1) Supervisi. pengawasan. bimbingan. P2PNFI. Departemen Agama.

Departemen Agama. BAN-PNF. Departemen mengembangkan sistem informasi nasional mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. kementerian/lembaga pemerintah lain penyelenggara satuan pendidikan. d. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. unit kerja di Departemen Agama yang terkait dengan penjaminan mutu pendidikan. Departemen Agama. Departemen Agama mengembangkan sistem informasi nasional mutu pendidikan formal dan nonformal agama dan keagamaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. terpadu. terpadu. dan b. Pasal 28 (1) (2) (3) (4) Supervisi. fasilitasi. satuan atau program pendidikan.(3) (4) e. c. pemerintah kabupaten atau kota. pem erintah provinsi. dan h. kantor wilayah Departemen Agama. kantor Departemen Agama Kabupaten atau Kota. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. serta pemberian bantuan. terkait keterlibatan masing-masing dalam penjaminan mutu pendidikan. pemerintah provinsi. b. dan e. arahan. satuan atau program pendidikan. dan kementerian/lembaga pemerintah lain penyelenggara satuan pendidikan. b. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). pemerintah kabupaten atau kota. Untuk menjamin interoperabilitas sistem informasi. BAN-S/M. penyelenggara satuan atau program pendidikan. terkait keterlibatan masing-masing dalam penjaminan mutu pendidikan. Departemen. dan/atau bimbingan oleh Departemen Agama kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan oleh unit kerja terkait sesuai peraturan perundang-undangan. saran. f. dan c. Inspektorat Jenderal Departemen Agama melakukan audit kinerja terhadap : a. g. evaluasi. Menteri menetapkan standar sistem informasi mutu pendidikan yang mengikat semua satuan atau program pendidikan. BSNP. 199 Lampiran 24 . pengawasan. BAN-PT. Departemen.

dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan menyediakan biaya akreditasi satuan atau program pendidikan formal atau nonformal sesuai kewenangannya masingmasing. Keterlibatan pemerintah provinsi dalam penjaminan mutu satuan atau program pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). Pasal 30 Departemen. Departemen Agama. terpadu. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. dan b. fasilitasi. evaluasi. serta pemberian bantuan. Departemen Agama. Departemen. satuan pendidikan. Pasal 31 Departemen. Inspektorat Jenderal atau Inspektorat Utama kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan melakukan audit kinerja terhadap unit kerjanya yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan. Bagian Ketujuh Tanggung Jawab Pemerintah Provinsi Da lam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 32 (1) (2) Pemerintah provinsi menetapkan regulasi penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. arahan. pengawasan.Pasal 29 (1) Supervisi. (2) (3) (4) Lampiran 24 200 . saran. Kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan pendidikan formal mengembangkan sistem informasi mutu satuan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. dan/atau bimbingan oleh kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan pendidikan kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri.

Pemerintah provinsi melalui BAP membantu BAN-S/M dalam pelaksanakan akreditasi satuan pendidikan formal di provinsi yang bersangkutan. satuan atau program pendidikan. Inspektorat provinsi melakukan audit kinerja terhadap unit pelaksana teknis daerah yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan. Supervisi. Supervisi. fasilitasi. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau program pendidikan memperhatikan pertimbangan dari dewan pendidikan provinsi. saran. pengawasan. b. saran. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 201 Lampiran 24 . terpadu. evaluasi.Pasal 33 (1) Supervisi. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). Pemerintah provinsi membantu BSNP dalam pelaksanakan Ujian Nasional di wilayahnya dengan penuh kejujuran sesuai dengan peraturan perundangundangan. pengawasan. fasilitasi. evaluasi. evaluasi. serta pemberian bantuan. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau program pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dilakukan bekerjasama dan berkoordinasi dengan P2PNFI atau BPPNFI. arahan. arahan. atau BPPNFI. pengawasan. pemerintah kabupaten atau kota. serta pemberian bantuan. serta pemberian bantuan. dan c. Departemen. BAN-S/M. arahan. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau program pendidikan formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dilakukan bekerjasama dan berkoordinasi dengan LPMP. Pemerintah provinsi mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. Pasal 34 Pemerintah provinsi berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. fasilitasi. dan/atau BAN-PNF. saran. Dalam pengembangan sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) pemerintah provinsi dapat bekerjasama dengan LPMP dan P2PNFI.

b. Keterlibatan pemerintah kabupaten atau kota dalam penjaminan mutu satuan atau program pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan Pasal 36 (1) Supervisi. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada satuan atau program pendidikan memperhatikan pertimbangan dari dewan pendidikan kabupaten atau kota. serta pemberian bantuan. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). Pemerintah kabupaten atau kota membantu BSNP dalam pelaksanakan Ujian Nasional di wilayahnya dengan penuh kejujuran sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada satuan atau program pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dilakukan dengan mengikuti arahan dan binaan pemerintah provinsi dan P2PNFI atau BPPNFI. Inspektorat kabupaten atau kota melakukan audit kinerja terhadap unit pelaksana teknis daerah yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan. fasilitasi. arahan. Pemerintah kabupaten atau kota mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. terpadu. Departemen. pengawasan. Supervisi. serta pemberian bantuan. arahan. serta pemberian bantuan. Supervisi. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada satuan atau program pendidikan formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dilakukan dengan mengikuti arahan dan binaan pemerintah provinsi dan LPMP.Bagian Kedelapan Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten atau Kota Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 35 (1) Pemerintah kabupaten atau kota menetapkan regulasi penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan kewenangannya dan peraturan perundangundangan. pengawasan. fasilitasi. saran. dan c. pengawasan. fasilitasi. satuan atau program pendidikan. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. evaluasi. saran. pemerintah provinsi. evaluasi. (2) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Lampiran 24 202 . arahan. saran. evaluasi.

Standar Pe ndidik dan Tenaga Kependidikan. pengawasan. Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM dan SNP menetapkan prosedur operasional standar (POS) untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana. Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan dipimpin oleh pemimpin satuan atau program pendidikan. dan/atau bimbingan oleh penyelenggara satuan pendidikan kepada satuan pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependi dikan. saran. (2) (3) (2) 203 Lampiran 24 . arahan. Bagian Kesepuluh Penjaminan Mutu Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan atau Program Pendidikan Pasal 40 (1) Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan menjadi tanggung jawab satuan atau program pendidikan dan wajib didukung oleh seluruh pemangku kepentingan satuan atau program pendidikan. Pasal 37 Pemerintah kabupaten atau kota berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. serta pemberian bantuan.(8) Dalam pengembangan sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) pemerintah kabupaten atau kota dapat bekerjasama dengan LPMP dan P2PNFI atau BPPNFI. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Bagian Kesembilan Tanggung Jawab Penyelenggara Satuan Pe ndidikan atau Program Pendidikan Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 38 (1) Supervisi. dan Standar Pembiayaan yang ditetapkan Menteri dalam SNP. Pasal 39 Penyelenggara satuan atau program pendidikan formal menyediakan sumberdaya yang diperlukan satuan pendidikan yang diselenggarakannya untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana. dan Standar Pembiayaan di atas SNP yang dipilih oleh satuan atau program pendidikan yang diselenggarakannya. evaluasi. dan Standar Pembiayaan. fasilitasi. Penyelenggara satuan atau program pendidikan menetapkan prosedur operasional standar (POS) untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana.

dan pemerintah kabupaten atau kota sesuai kewenangannya. pertimbangan. Pasal 42 Semua satuan atau program pendidikan wajib melayani audit kinerja penjaminan mutu yang dilakukan oleh Pemerintah. c. dan/atau c. peserta didiknya. Penjaminan mutu oleh satuan pendidikan dilaksanakan sesuai prinsip otonomi satuan pendidikan untuk mendorong tumbuhnya budaya kreativitas. Pasal 43 Semua satuan atau program pendidikan wajib mengikuti akreditasi yang diselenggarakan oleh BAN-S/M. Penjaminan mutu oleh satuan pendidikan tinggi dilaksanakan sesuai prinsip otonomi keilmuan. b. secara bertahap satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM dan SNP dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan pendidikan memenuhi standar mutu di atas SNP yang dipilihnya. secara bertahap dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan memenuhi SNP. Satuan atau program pendidikan menetapkan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu satuan atau program pendidikan. pemerintah provinsi. memenuhi SPM dalam waktu paling lambat 2 (dua) tahun sejak ditetapkannya izin prinsip pendirian/pembukaan dan operasi satuan atau program pendidikan. lembaganya. arahan. kemandirian. atau BAN-PNF sesuai kewenangan masing-masing. dan mengawasi sesuai kewenangannya terhadap penjaminan mutu oleh satuan pendidikan. inovasi. Pasal 44 Satuan atau program pendidikan dapat mengikuti sertifikasi mutu pendidikan untuk: a. pendidik atau tenaga kependidikannya. b. BAN-PT.(3) (4) (5) (6) Komite sekolah/madrasah memberi bantuan sumberdaya. dan akuntabilitas. Lampiran 24 204 . Pasal 41 Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk: a. kewirausahaan.

terpadu. pemerintah kabupaten atau kota yang bersangkutan. c. Departemen Agama. Departemen. Pasal 46 Satuan atau program pendidikan berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan atau program pendidikan.Pasal 45 (1) Satuan atau program pendidikan mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). pemerintah provinsi yang bersangkutan. dan f. d. (2) 205 Lampiran 24 . bagi satuan atau program pendidikan agama dan keagamaan. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 48 Semua peraturan yang terkait dengan penjaminan mutu pendidikan dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Peraturan Menteri ini. e. penyelenggara satuan pendidikan. BAB IV SANKSI Pasal 47 (1) (2) Pimpinan satuan atau program pendidikan yang melanggar peraturan ini disanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. b. Pejabat atau fungsionaris penyelenggara satuan atau program pendidikan yang melanggar peraturan ini disanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan.

TTD.M.Pasal 49 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.DFM.. Dr. S. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 September 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.H. BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya.. NIP. 196108281987031003 Lampiran 24 206 . A. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Pangerang Moenta.H.

Kampung Jaura Rt. Takdir. Drs. Daliman Sofyan. Tengku Hamzah Bendahara Lhokseumawe NAD Drs. Rt. MM. M. Jl. Bengkulu Drs. 021-7252311 Fax. 02/02 Rangkas Bitung Timur Rangkas Bitung TLP. M. Hulawa Rt. Drs. MM. 03/01 Panorama. Drs. Yadi Rochyadi. Made Mas Suartini. Ketua Umum 2. Siliwangi.Pd.Pd. Baru. Tahzi Dra.M. Bulungan. Silih Asih No.SC.Pd. Subakir Dinas Pend. Kulonprogo Jl. Pemuda dan Olahraga Jl. M. 085240308730 Drs. S. Jakarta Selatan Yusuf F. M.Pd. SMAN 70 Jakarta Jl.LAMPIRAN 25 PENGURUS APSI Pengurus Pusat 1. M.PD. 7252311 Pengurus Provinsi No.Pd. Bulungan. Hj. 03/01 Telaga Gorontalo 96181 TLP. 207 Lampiran 25 2 3 4 Babel Bali Banten 5 Bengkulu 6 DIY 7 DKI 8 Gorontalo 9 Jabar . H. PUHI. Danau 12 No. Tlp. Pilohayangan No. Jakarta Selatan. Endang Abutarya. SMAN 70 Jakarta Jl. Dinas Pend. Kebayoran Baru. Jl. 29 Rt. Blok C. Asep Komar Hidayat Jl. Sekretaris Jenderal Alamat Sekretariat: Komp. Jl. 03/04 Rancasari. H. 18 Cipamokocan Rt. Keb. M. SE. 269 Kel. 0435838386. 1 Provinsi Aceh Ketua dan Alamat Dra. Sutijab Wates (Kantor) Pedukuhan X. 0252-280931 Herman Zawawi. 040/020 Krembang Panjatan Kulonprogo DIY (Rumah) Drs. Cut Malawati. H.

3 Komp. Ibrahim Amir. 14 Palangkaraya Prov. Drs. SUTJIPTO Griya Sejahtera Blok L No. Tapin Jl. 71111 Hp. Jateng Jl. Dewalt Amit Jl. Dinas P Dan K Prov. 105 Rawasari. Sutan Syahrir No. Dewi Kumalasari Jl. Provinsi Ketua dan Alamat Bandung. Jatim Ruang Pengawas Sekolah Jl.Pd.Si.D. Dasril Mansyur. 0818210871 Drs. Jl. 022-7566594. Dinas Pendidikan. 22 No. Boyli Rasyidi Dinas Pendidikan Prov. Perumahan Guru Sd Jl. 11 Gunung Terang Bandar Lampung 35152 208 10 Jambi 11 Jateng 12 Jatim 13 Kalbar 14 Kalsel 15 Katim 16 Kalteng 17 Kepri 18 Lampung Lampiran 25 . 08127471271 Drs. Nugrogo. Damang Batu No. Pemda Depan PU Tanjung Pinang. 024-35153301 A.No. Komp.A. Hasan Basri Km 2 Rantau Kalsel Kp. 69 Air Putih Samarinda Ulu Kaltim Tlp. H. Peralatan Km. Jambi PO BOX 36125 HP. Pemuda 134/ 136 Semarang 50132 TLP. 0318292585 Ketua APSI Prov. Jabar TLP.Jawa Tengan D. Brigjen H.A. 7 Pontianak Ir Abdus Sani Dinas Pendidikan Kab. 7 No. MM. Kalbar Bapak. M. Kepulauan Riau DRS. Ibrahim Rt. Kalimantan Tengah Dra. Kalbar Gedung Lama lantai 2 Jl. A. Edi Sadono Ketua Apsi Prov. Ketua APSI Provinsi Jawa Timur D. Genteng Kali 33 Surabaya Fax. Wahab Syahrani No. 0541 766508 Drs. 081348146930 Drs. M.

Mongan.a. 3 Bumi Bahari. 08127906193 Ir. Sultan Syarif Kasim No. M. Yusak Bessie 22 23 24 25 NTT Papua Papua Barat Riau 26 27 Sulbar Sulteng 28 Sulsel 29 Sultra 30 31 Sulut Sumbar 32 Sumsel 33 Sumut Hadimiharja.Si.Ed. 1 Rt. Maksimum Boonde.Pd Bapak Melong Kaseng Jl.Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pend. Abdul Kadir Capatu. Akbar Amri Jl. Dinas Diknas Kota Kendari Jl. 93117 Drs. M.S. M. M.Z. Lobra Ntb HP. Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat Komp. SH. BLPT Jl. Drs. Hehahia. Gunawan Ginting Ketua APSI Prov.Pd. H. Samudra Iii. Sumatera Barat Ali Idrus Ishak.Sc. 6 Kel PR Tambung Rt.MP. 119 Pekanbaru Drs. Daeng Tata Komp.M. Muhadis Said Jl.P. A. 706911. Ny.Pd. A. 32/ 09 Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang Drs.D. Parawisata Sandik Batulayar. 081339624017 Drs. M. Bep Dinas Pendidikan Riau Jl. A. d. 19 20 21 Provinsi Maluku Malut NTB Ketua dan Alamat TLP. 002/06 Tamalate Makassar Drs. H. Hartaco Indah Blok 2F No.No. Federda E. Teladan No. Palu. 3 Pasar 5 Padang Bulan. S. No. Bunga Mawar XIII No. Drs. Medan 209 Lampiran 25 . Sulawesi Tengah H. Jl. Gotong Royong Lr. M. Yunus Lubuk Lintah Padang. Balai Kota Iii/ 44 Kendari Sulawesi Tenggara Kp. Sumut Jl.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful