Buku Kerja

Pengawas Sekolah

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010

BUKU KERJA PENGAWAS SEKOLAH
Diterbitkan oleh : Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan Nasional

Alamat : Direktorat Tenaga Kependidikan Gedung D Lt. 12, Komplek Kemdiknas Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I, Senayan-Jakarta Telp/Fax : (021) 57974109 Email : subditprogramtendik@yahoo.com www.tendik.org Pengarah : Prof. Dr. Baedhowi, M. Si (Dirjen PMPTK Kemdiknas) Surya Dharma, MPA.Ph.D ( Direktur Tenaga Kependidikan) Penanggung Jawab : Dr. Abi Sujak ( Kasubdit Program Direktorat Tenaga Kependidikan) Drs. Budi Supriyatno, M.Si ( Kasi Perencanaan Subdit Program) Drs. Yukon Putra, M.Si ( Kasi Evaluasi dan Pelaporan Subdit Program) Tim Penyusun : Nana Sudjana, Endang Abutarya, Daliman Sofyan, Tita Lestari, Darwis, M. Thayeb HMS Samsul Hadi, Kahar Yoes, Djoko Sumardi, Dedy Kustawan, Yayat Ibayati, Sambawiyana Gunawan Ginting, Agustinus Dwi Nugroho, Agus Mulyadi, Abdul Kamil Marisi Tim Sekretariat : Wining Widiharti, Martono, Ngadimin, Otong Kusnadi, M. Noer Solichin, Prih Yudiyanto, Abdul Ghofur, Widya Kersana, Nasyit Forefry, Darmawan Affandi, Fahrial Hamdi, M. Yusuf Wibisono, Rr. Sutaris, Anyes Sedayu Pramesti, Yuni Indarti, Ratikun, Nina Utami

SAMBUTAN Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) tanpa menafikan faktor-faktor lainnya seperti sarana prasarana dan pembiayaan. Pengawas sekolah merupakan salah satu pendidik dan tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluas hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Pada Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru pada pasal 15 ayat 4 dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian, pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya. Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif, efisien dan produktif. Begitu pentingnya peran pengawas sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional hingga tak terasa tuntutan dan tanggung jawab yang harus dipikul pengawas sekolah juga menjadi besar pula. Saya menyambut baik inisiatif Direktorat Tenaga Kependidikan untuk membuat sebuah buku kerja bagi pengawas sekolah. Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah; agar dapat meningkatkan kinerjanya, melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah yang dibinanya, agar melaksanakan tugas
i Buku Kerja Pengawas Sekolah

kepengawasannya dapat berjalan secara efektif dan efisien, dan agar dapat melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesional guru. Dengan demikian, pengawas sekolah dalam tugas pengawasan dapat memiliki kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah.

Jakarta, November 2010

Prof.Dr. Baedhowi, M.Si
NIP. 19490828197903 1001

Buku Kerja Pengawas Sekolah

ii

evaluasi pendidikan. MPA. supervisi manajerial. dan kompetensi sosial. Surya Dharma. Sehubungan dengan hal tersebut Direktorat Tenaga Kependidikan pada tahun anggaran 2010 telah menyusun Buku Kerja Pengawas Sekolah yang diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam melaksanakan tugas kepengawasan.D NIP. supervisi akademik. November 2010 Direktur Tenaga Kependidikan. Dalam kesempatan ini. menyebutkan bahwa seorang pengawas sekolah harus mempunyai enam dimensi kompetensi minimal yaitu kompetensi kepribadian. serta dilengkapi beberapa contoh format kegiatan kepengawasan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah. kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif tim penyusun Buku Kerja Pengawas Sekolah yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan buku ini sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial yang didukung oleh dimensi kompetensi pengawas tersebut. Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK berusaha memfasilitasi pengembangan buku panduan yang berisi hal-hal pokok yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengawasan. Ph.KATA PENGANTAR Peraturan Pemerintah no 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Untuk melaksanakan kegiatan pengawasan tersebut. 19530927 197903 1 001 iii Buku Kerja Pengawas Sekolah . penelitian pengembangan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Jakarta.

.

E. B. D. D. F. C. LATAR BELAKANG _______________________________________________ 1 TUJUAN _______________________________________________________ 2 MANFAAT _____________________________________________________ 2 DASAR HUKUM _________________________________________________ 2 RUANG LINGKUP ________________________________________________ 3 BAB II ___________________________________________________________ 5 PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL __________________________________ 5 A. C. KEPENGAWASAN AKADEMIK _____________________________________ 17 iv Buku Kerja Pengawas Sekolah . BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK ____________ 7 PENGAWAS SEKOLAH ______________________________________________ 7 A. PENGAWAS DAN PENGAWASAN ___________________________________ 5 PERAN PENGAWAS SEKOLAH ______________________________________ 5 PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL _________________________ 5 BAB III __________________________________________________________ 7 JENJANG JABATAN. E. B. B.DAFTAR ISI SAMBUTAN _______________________________________________________ i KATA PENGANTAR _________________________________________________ iii DAFTAR ISI _______________________________________________________ iv DAFTAR LAMPIRAN ________________________________________________ vi BAB I ___________________________________________________________ 1 PENDAHULUAN ___________________________________________________ 1 A. C. JENJANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH ____________________________ 7 BIDANG PENGAWASAN __________________________________________ 7 KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH _________________________________ 8 TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH________________________________ 8 BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN SEKOLAH SASARAN PENGAWASAN _____________________________________________________________ 11 ORGANISASI KEPENGAWASAN ____________________________________ 14 BAB IV _________________________________________________________ 17 RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN __________________________________ 17 A.

E. KEPENGAWASAN MANAJERIAL____________________________________18 PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU ________________19 PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA ________________________________________________20 E.B. C. D. B. EVALUASI HASIL PENGAWASAN____________________________ _______25 BAB V __________________________________________________________ 27 TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN ________________________________ 27 A. D. C. PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN____________________________27 PELAKSANAAN _________________________________________________30 EVALUASI HASIL PENGAWASAN ___________________________________30 PELAPORAN ___________________________________________________30 PENGEMBANGAN DIRI __________________________________________32 Buku Kerja Pengawas Sekolah v .

DAFTAR LAMPIRAN No. Pemantauan. 12 Tahun 2007 Kode Etik Pengawas Sekolah Contoh Format Evaluasi Program Tahun Sebelumnya Contoh Program Pembinaan. Penilaian Kinerja. Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Judul Permendiknas No. Pembimbingan dan Pelatihan 52 33 50 51 Lampiran 5 Contoh Rencana Program Tahunan pembinaan Guru dan atau Kepala Sekolah 61 67 72 74 76 Lampiran 6a Lampiran 6b Lampiran 6c Lampiran 7 Lampiran 8 Contoh Program Semester (RKA atau RKM) Contoh RKA Naratif Contoh RKM Naratif Contoh jadwal Pengawasan Tatap Muka Pada Sekolah Binaan Contoh Format Pemantauan Delapan SNP dan Contoh Instrument Supervisinya 79 Lampiran 9 Contoh Format Pembinaan Guru Dalam Tehnik Penilaian Dan Analisis SKL 95 105 114 116 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 11a Lampiran 12 Contoh Instrumen Validasi / Varifikasi Dokumen KTSP Contoh Supervisi Pembinaan Guru Contoh Supervisi Pembinaan Kepala Sekolah Contoh Hasil Tindak Lanjut Supervisi Pembinaan Kepala Sekolah Dan Guru 120 Lampiran 13 Contoh Format Yang Digunakan Dalam Laporan Hasil Pengawasan 122 134 139 Lampiran 14 Lampiran 15 Alur Kegiatan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Lembar Hasil Observasi Pembelajaran vi Buku Kerja Pengawas Sekolah .

Lampiran 16 Kriteria Penilaian Kinerja Guru Pemula Pada Program Induksi Guru Pemula (PIGP) 140 147 148 150 155 156 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP Jadwal Kegiatan Pengawasan PIGP Instrumen Monitoring PIGP Action Plan Pengawasan PIGP Jadwal Monitoring PIGP Permendiknas No. 27 tahun 2010 tentang Program Induksi Bagi Guru Pemula 157 Lampiran 23 Permendiknas No. 63 tahun 2010 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan 184 207 Lampiran 25 Pengurus APSI Buku Kerja Pengawas Sekolah vii . 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah 174 Lampiran 24 Permendiknas No.

Direktorat Tenaga Kependidikan. Berdasarkan hal. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial.BAB I PENDAHULUAN A. Peraturan Pemerintah no. standar pengelolaan. 1 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Buku ini diharapkan dapat dipakai sebagai salah satu pegangan atau acuan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. standar proses. Standar-standar tersebut di atas merupakan acuan dan sebagai kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. standar pembiayaan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. yaitu standar isi.hal di atas. dan standar penilaian pendidikan. standar kompetensi lulusan. Salah satu standar yang memegang peran penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar pendidik dan tenaga kependidikan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan memberikan perhatian terhadap peningkatan kinerja pengawas sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui pengadaan buku kerja pengawas sekolah. Dengan demikian. standar sarana dan prasarana. 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan. pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya. LATAR BELAKANG Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menetapkan delapan standar nasional pendidikan.

MANFAAT Buku kerja pengawas sekolah ini diharapkan dapat: 1. 2. DASAR HUKUM Dasar hukum penyusunan Buku Kerja pengawas sekolah adalah: 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. 3. C. 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas. Memudahkan dan mengarahkan pengawas melaksanakan tugas kepengawasannya. Acuan bagi pengawas sekolah dalam melakukan pembimbingan dan pelatihan peningkatan profesional guru Acuan bagi pengawas sekolah agar dalam melaksanakan tugas kepengawasannya berjalan secara efektif dan efisien. sekolah dalam Membantu pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerjanya. Buku Kerja Pengawas Sekolah 2 . Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. 5. Pegangan bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor akademik dan supervisor manajerial di sekolah yang dibinanya. TUJUAN Buku kerja pengawas sekolah ini disusun untuk dijadikan sebagai: 1. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.B. D. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. 2.

3 Buku Kerja Pengawas Sekolah . (4) ruang lingkup kepengawasan. (2) profesionalisme pengawas. dan (5) tahapan kegiatan kepengawasan.E. bidang kepengawasan dan tugas pokok pengawas. RUANG LINGKUP Ruang lingkup Buku Kerja pengawas sekolah ini meliputi: (1) pengertian dan perkembangan pendekatan pengawasan. (3) Jenjang Jabatan.

Buku Kerja Pengawas Sekolah 4 .

B. Peran pengawas sekolah dalam pembinaan setidaknya sebagai teladan bagi sekolah dan sebagai rekan kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolah binaannya. PERAN PENGAWAS SEKOLAH Pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah. C. evaluasi. Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan. PENGAWAS DAN PENGAWASAN Pengawas sekolah adalah guru pegawai negeri sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah (PP 74 tahun 2008). supervisi. dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Dalam konteks ini peran pengawas sekolah meliputi pemantauan. melaksanakan program pengawasan. evaluasi hasil pelaksanaan program. pasal 55).BAB II PENGAWAS SEKOLAH PROFESIONAL A. Peran tersebut berkaitan dengan tugas pokok pengawas dalam melakukan supervisi manajerial dan akademik. PENGAWAS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL Pengawas profesional adalah pengawas sekolah yang melaksanakan tugas pokok kepengawasan yang terdiri dari melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal yang didukung oleh standar dimensi kompetensi prasyarat yang dibutuhkan yang berkaitan dengan (1) 5 Buku Kerja Pengawas Sekolah . dan berbasis kondisi sosial budaya. interpretatif. manusiawi. Peran pengawasan tersebut dilaksanakan dengan pendekatan supervisi yang bersifat ilmiah. pembinaan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran. pemantauan dan penilaian. kolaboratif. pelaporan. artistik. klinis. dan tindak lanjut pengawas yang harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan (PP 19 Tahun 2005.

efisien dan produktif. menampilkan kemampuan pengawasan dalam bentuk kinerja 2. memiliki komitmen dan menjadi anggota organisasi profesi kepengawasan sekolah Buku Kerja Pengawas Sekolah 6 . 5. melaksanakan tugas kepengawasan secara efektif dan efisien 4. mematuhi kode etik profesi pengawas (Lihat Lampiran 2) 10. dan idealisme 3. dan wawasan kependidikan. mengembangkan metode dan strategi kerja kepengawasan secara terus menerus 7. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan 6. (3) teknis operasional. memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri 8. memiliki bakat.pengawasan sekolah. memiliki tanggungjawab profesi 9. Karakteristik yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah yang profesional diantaranya: 1. (2) pengembangan profesi. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah melakukan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin komplek dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif. serta (4) kemampuan berkomunikasi yang baik dengan setiap individu di sekolah. minat. Seorang pengawas profesional dalam melakukan tugas pengawasan harus memiliki (1) kecermatan melihat kondisi sekolah. panggilan jiwa. (3) ketepatan dan kreatifitas dalam memberikan treatment yang diperlukan. (2) ketajaman analisis dan sintesis. memberikan layanan prima untuk semua pemangku kepentingan.

7 Buku Kerja Pengawas Sekolah . tanggungjawab. 4. Pengawas sekolah luar biasa adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. dan pengawas utama (Golongan IV/d-IVe). wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta untuk pengelolaan sekolah. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pada sekolah luar biasa di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional untuk seluruh mata pelajaran. bidang pengembangan untuk Taman Kanak-Kanak. tanggungjawab. Pengawas bimbingan dan konseling adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. JENJANG JABATAN PENGAWAS SEKOLAH Jenjang jabatan pengawas dibagi menjadi tiga. adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. Pengawas mata pelajaran/rumpun mata pelajaran adalah pengawas sekolah yang mempunyai tugas. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran tertentu pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta. tanggungjawab. dan seluruh mata pelajaran Sekolah Dasar kecuali mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan jasmani dan kesehatan 2. wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan pada sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pada kegiatan bimbingan dan konseling. 3. BIDANG PENGAWASAN 1. Pengawas Taman Kanak-kanak dan Pengawas Sekolah Dasar. pengawas madya (Golongan IV/a-IV/c). mulai dari jenjang yang terendah sampai dengan jenjang yang tertinggi yaitu pengawas muda (Golongan III/c-III/d). tanggungjawab. BIDANG PENGAWASAN DAN TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH A.BAB III JENJANG JABATAN. B.

dimensi Kompetensi Pengawas Sekolah terdiri dari: kepribadian. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru. KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH Sesuai dengan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007. standar proses. k. supervisi manajerial. menyusun program pengawasan. TUGAS POKOK PENGAWAS SEKOLAH Tugas Pokok Pengawas Sekolah sesuai dengan PP 74 tahun 2008 adalah melakukan tugas pengawasan akademik dan/atau manajerial serta tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru. g. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam perencanaan pembelajaran. f. melaksanakan pembinaan guru. penelitian pengembangan. standar penilaian). supervisi akademik. standar kompetensi lulusan. Buku Kerja Pengawas Sekolah 8 . melaksanakan penilaian kinerja guru. memantau pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan (standar isi. b. Rincian masing-masing tugas Pengawasan untuk setiap jenjang jabatan pengawas sekolah diuraikan sebagai berikut: 1. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan. h. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran. dan sosial yang diuraikan dalam 33 kompetensi (Lampiran 1). evaluasi pendidikan. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran. D.C. j. d. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya. Pengawas Sekolah Muda a. i. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. e. c.

b.2. k. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah. c. standar kompetensi lulusan. mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dan/atau kepala sekolah dalam refleksi hasil evaluasi diri sekolah. j. dan sistem informasi dan manajemen. Pengawas Sekolah Madya a. standar proses. i. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam perencanaan pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah. . h. d. standar kompetensi lulusan. memantau pelaksanaan standar isi. menyusun program pengawasan. memantau pelaksanaan standar isi. g. 9 Buku Kerja Pengawas Sekolah 3. c. membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok. standar sarana dan prasarana. l. standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. rencana kerja. menyusun program pengawasan. b. Pengawas Sekolah Utama a. melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. f. melaksanakan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam penilaian pembelajaran dan/atau kepala sekolah dalam evaluasi diri sekolah. menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya. standar pengelolaan. kepemimpinan sekolah. e. melaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah. melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah. standar pendidik dan tenaga kependidikan. pengawasan dan evaluasi. m. standar pendidik dan tenaga kependidikan. melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. standar proses.

d. e. f.

g.

h.

i.

j.

k. l.

m. n. o.

standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan; melaksanakan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah; melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam perencanaan pembelajaran dan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam penilaian pembelajaran dan kepala sekolah dalam evaluasi diri sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dalam pelaksanaan perbaikan dan pengayaan dan kepala sekolah dalam refleksi hasil evaluasi diri sekolah; mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen; membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan; mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas pokok pengawasan di tingkat kabupaten/kota;

Pelaksanaan setiap tugas pokok tersebut dievaluasi sendiri oleh pengawas yang bersangkutan dan hasilnya dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/provinsi melalui Koordinator Pengawas Sekolah.

Buku Kerja Pengawas Sekolah

10

E.

BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH DAN SEKOLAH SASARAN PENGAWASAN 2. Beban kerja Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru pasal 54 ayat (8) yang menyatakan bahwa beban kerja pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan dan tugas pembimbingan serta pelatihan profesionalisme guru ekuivalen dengan paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. Beban kerja pengawas sekolah untuk melaksanakan kegiatan tatap muka tersebut merupakan bagian dari jam kerja sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja (@60 menit) dalam 1 (satu) minggu melaksanakan kegiatan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 SNP, dan penilaian, serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Jika ketentuan jam kerja 37,5 jam kerja dikaitkan dengan equivalensi 24 jam tatap muka dapat diartikan bahwa seorang pengawas sekurangkurangnya harus melaksanakan tugas pokok kepengawasan selama 24 jam tatap muka perminggu. Sisa waktu yang tersedia digunakan untuk kegiatan non tatap muka seperti: penyusunan program, penyusunan laporan, pengembangan profesional dan kegiatan pendukung lainnya. Alokasi waktu tatap muka pengawasan akademik dan/atau manajerial pada setiap jenjang pendidikan berbeda, pada jenjang TK satu jam tatap muka dilaksanakan selama 30 menit, pada jenjang SD 35 menit, pada jenjang SMP 40 menit, sedangkan pada jenjang SMA dan SMK selama 45 menit. Pengaturan beban kerja 24 jam/minggu setiap pengawas sekolah dalam melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik disusun dalam 1 (satu) semester pada sekolah binaan dapat dilakukan seperti pada contoh tabel berikut.

11

Buku Kerja Pengawas Sekolah

Tabel 1. Contoh Pengaturan Distribusi Beban Kerja dengan 6 (enam) Sekolah Binaan
Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C (3) (4) (5) Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu D E F (6) (7) (8)

Komponen

Jml TM (9)

(1) (2) A. Pembinaan (Pengawasan Manajerial dan Pengawasan Akademik) Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Minggu ke-1 Penyusunan Program Bulan ke-1 Sekolah /Rencana Pengembangan Sekolah/Penyusunan KTSP Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah: Minggu ke-2 Penyusunan Program Bulan ke-1 Sekolah /Rencana Pengembangan Sekolah/PenyusunanKTSP Membimbing guru dalam Minggu ke-3 menyusun perencanaan Bulan ke-1 pembelajaran (PAIKEM) B. Pemantauan (Manajerial dan Akademik) Pemantauan pelaksanaan standar pengelolaan Minggu ke-4 (Administrasi PPDB, KTSP, Bulan ke-1 Program kerja Kepala Sekolah/RPS Minggu ke-1 Bulan ke-2 Pemantauan pelaksanaan pembelajaran (Standar Isi, Proses, SKL, Penilaian) Pemantauan pelaksanaan pembelajaran (Standar Isi, Proses, SKL, Penilaian)

8

8

8

-

-

24 jam

-

-

-

8

8

8

24 jam

4

4

4

4

4

4

24 jam

4

4

4

4

4

4

24 jam

8

8

8

24 jam

Minggu ke-2 Bulan ke-2

-

-

-

8

8

8

24 jam

C. Pembimbingan dan Pelatihan profesional guru:

Buku Kerja Pengawas Sekolah

12

Komponen

(1)

(2) Pelatihan Pembelajaran berbasis ICT, Model-model pembelajaran yang inovatif, PTK di KKG/MGMP Penilaian Kinerja Guru dalam melaksanakan tugas pokok Pembimbingan guru di sekolah binaan sebagai refleksi dan feedback hasil penilaian kinerja dan seterusnya Kegiatan Tatap Muka Lainnya

Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu A B C (3) (4) (5)

Kunjungan Sekolah dan Alokasi Waktu D E F (6) (7) (8)

Jml TM (9)

Minggu ke-3 Bulan ke-2

12 Jam (3 sekolah)

12 jam (3 sekolah)

24 Jam

D. Penilaian Minggu ke-4 Bulan ke-2 4 4 4 4 4 4 24 jam

Minggu ke-1 Bulan ke-3 Minggu ke-2 Bulan ke -3

4

4

4

4

4

4

24 jam

24 jam

Catatan: Pengaturan waktu disesuaikan dengan jumlah sekolah binaan dan kondisi geografis setempat (Lihat Lampiran 6).

2. Sasaran Pengawasan Sasaran pengawasan bagi pengawas sekolah untuk ekuevalensi dengan 24 (dua puluh empat) jam tatap muka per minggu diuraikan sebagai berikut. a. Pengawas Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar paling sedikit 10 (sepuluh) satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh) guru; b. Pengawas Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan paling sedikit 7 (tujuh) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru mata pelajaran/kelompok mata pelajaran; c. Pengawas Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru.

13

Buku Kerja Pengawas Sekolah

F. Untuk daerah khusus (daerah yang terpencil atau terbelakang.d. Tugas dan wewenang korwas meliputi: a. daerah yang mengalami bencana alam. daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil. menyusulkan penetapan angka kredit pengawas f. ORGANISASI KEPENGAWASAN 1. Koordinator Pengawas (Korwas) Untuk memudahkan koordinasi antar sesama pengawas sekolah dan antara pengawas sekolah dengan dinas pendidikan. atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain). Untuk efektifitas pelaksanaan tugas dan wewenangnya. melaporkan hasil kegiatan pengawasan sekolah kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi e. bencana sosial. mengkoordinasikan kegiatan pengembangan profesional pengawas d. Pengawas Bimbingan dan Konseling paling sedikit 40 (empat puluh) guru Bimbingan dan Konseling. mengkoordinasikan seluruh kegiatan pengawas sekolah c. menghimpun dan menyampaikan hasil penilaian pelaksanaan kinerja para pengawas sekolah kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota/Provinsi. dipilih seorang koordinator yang disebut dengan koordinator pengawas sekolah. koordinator pengawas dibantu oleh pengurus Kelompok Kerja Pengawas Sekolah Buku Kerja Pengawas Sekolah 14 . mengatur pembagian tugas pengawas sekolah b. beban kerja pengawas sekolah sebagaimana dimaksud paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas jenis dan jenjang satuan pendidikan. Koordinator pengawas sekolah adalah pengawas sekolah yang dipilih oleh para pengawas seluruh jenis dan jenjang pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk SLB dan dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi. daerah perbatasan dengan negara lain. e.

provinsi dan nasional. Masa bakti Koordinator Pengawas Sekolah setiap Kabupaten/kota adalah 4 tahun masa bakti dan dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya.(KKPS)/Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dari setiap jenis dan jenjang pendidikan. 15 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Organisasi dan Asosiasi Pengawas Sekolah Untuk meningkatkan kemampuan profesional secara berkelanjutan. pengawas sekolah bergabung dalam organisasi profesi yang disebut Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) sebagai organisasi independen yang memiliki struktur organisasi mulai dari kabupaten/kota. 2. Disamping melalui organisasi profesi secara kedinasan pengembangan kemampuan profesional pengawas melalui wadah Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) dan Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS).

Buku Kerja Pengawas Sekolah 16 .

Pemantauan pelaksanaan standard nasional pendidikan yang terdiri atas : standard pendidik dan tenaga kependidikan. b. penilaian dan pelatihan profesional guru dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 pasal 52 ayat (1) berbunyi: Beban kerja Guru mencakup kegiatan pokok: a. c. dan e. Penilaian Kinerja Guru Pemuladalam program Induksi Guru Pemula (berkaitan dengan pemberlakuan Permenpan nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. merencanakan pembelajaran. pembimbingan dan pelatihan profesional guru. 17 Buku Kerja Pengawas Sekolah . 2. Penilaian kinerja kepala sekolah Rincian dari masing-masing bidang tersebut diuraikan sebagai berikut. Kepengawasan akademik terdiri dari : 1. KEPENGAWASAN AKADEMIK Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang berkenaan dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan. pemantauan. melaksanakan pembelajaran. standar penilaian pendidikan 3.BAB IV RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN Ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan kepengawasan manajerial. Pembinaan Kepala sekolah 2. standard sarana dan prasana. 6. menilai hasil pembelajaran. serta standard pembiayaan 3. d. 5. A. Pengawasan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula Kepengawasan manajerial terdiri dari: 1. standard pengelolaan. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru. pembinaan guru. standar kompetensi lulusan. pemantauan pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah terdiri atas : Standar isi. membimbing dan melatih peserta didik. standar proses. penilaian kinerja guru 4.

penilaian hasil pembelajaran. d. Dalam melaksanakan fungsi manajerial. kreatif. e. pelaksanakan proses pembelajaran.Fungsi-fungsi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non tatap muka dengan sasaran supervisi perencanaan pembelajaran. dan (4) evaluator terhadap hasil pengawasan. Kemampuan guru BP dalam pelaksanaan pembimbingan dan melaksanakan pembelajaran yang aktif. bakat. bimbingan dan latihan pada kegiatan yang terkait intra kurikuler (pembelajaran remedial dan pengayaan). pengembangan kompetensi sumber daya tenaga kependidikan dan sumberdaya lainnya. b. KEPENGAWASAN MANAJERIAL Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan. pelaksanaan. Buku Kerja Pengawas Sekolah 18 . dan kepribadian peserta didik di sekolah. pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional guru meliputi: a. pengembangan manajemen sekolah. Kemampuan guru mata pelajajaran/kelas dalam merencanakan pembelajaran melalui penyusunan silabus dan RPP atau guru BP (konselor) menyusun perencanaan pembimbingan dan konseling. penilaian. potensi. (3) informan pengembangan mutu sekolah. (2) asesor dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta menganalisis potensi sekolah. c. koordinasi. Kemampuan guru/pembimbing dan konseling dalam menilai proses dan hasil pembelajaran/pembimbingan dengan menggunakan teknik penilaian yang relevan. pengawas sekolah berperan sebagai: (1) fasilitator dalam proses perencanaan. inovatif termasuk penggunaan media pembelajaran yang relevan. peningkatan kemampuan guru Bimbingan dan Konseling yang terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan. B. dan ekstra kurikuler. Bidang pembinaan. koordinasi. minat. pembimbingan dan pelatihan peserta didik. Kemampuan guru dalam membimbing dan melatih peserta didik dalam proses pembelajaran.

pendampingan. pengecekan/klarifikasi data. kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). e. c. pengawasan dan evaluasi internal. akademik. Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru ini dapat berupa bimbingan teknis. Metode kerja yang dilakukan pengawas sekolah antara lain observasi. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah mempersiapkan akreditasi sekolah. Mengembangkan perpustakaan dan laboratorium serta sumbersumber belajar lainnya. Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program sekolah berdasarkan 8 SNP. pemantauan dan penilaian terhadap kemampuan profesional kepala sekolah sebagai berikut. b. seminar. rapat dengan kepala sekolah dan guru-guru dalam rangka pembinaan. dan group conference yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kelas melalui supervisi . kunjungan atau pemantauan. Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis keterampilan dan kompetensi guru hal-hal yang inovatif sesuai dengan tugas pokok guru dalam pembelajaran/ pembimbingan. Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan mutu pendidikan. baik rencana kerja tahunan maupun rencana kerja 4 tahunan. pelaksanaan program. C. 19 Buku Kerja Pengawas Sekolah . workshop.Bidang pembinaan. a. d. Kemampuan kepala sekolah dalam membimbing pengembangan program bimbingan konseling di sekolah. kunjungan kelas. PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru termasuk kepala sekolah oleh setiap pengawas sekolah dilaksanakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok dalam kegiatan di sekolah binaan KKG/MGMP/MGP/KKKS/MKKS/K3SK.

pembelajaran yang Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) termasuk penggunaan media yang relevan. Kemampuan supervisi dan tindak lanjut (khusus untuk kepala sekolah). Konsep Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Program Induksi Guru Pemula yang selanjutnya disebut PIGP adalah kegiatan orientasi. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. dalam kerangka pengembangan KTSP. penilaian proses dan hasil belajar f. pengembangan. Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. b. Program induksi Buku Kerja Pengawas Sekolah 20 . penelitian tindakan kelas untuk perbaikan/pengembangan metode pembelajaran. yang meliputi : a. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS. e. c. pemerintah daerah.Bidang peningkatan kemampuan profesinal guru. PENGAWASAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA 1. kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan standar pengelolaan. program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap. difokuskan pada pelaksanan standar nasional pendidikan. kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi. standar sarana prasarana dan standar pembiayaan. dan (2) melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru. atau masyarakat. d. Pelaksanaan program induksi bertujuan untuk membimbing guru pemula agar dapat: (1) beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah. g. standar pendidik dan tenaga kependidikan. D. standar kompetensi lulusan. pelatihan di tempat kerja. pengembangan bahan ajar. standar proses. dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya.

dan (4) berkelanjutan yaitu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya. Peran dan tanggung jawab pengawas sekolah/madrasah dalam PIGP Peran dan tanggungjawab pengawas sekolah/madrasah adalah sebagai berikut: a. pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya.diselenggarakan berdasarkan prinsip: (1) keprofesionalan yaitu penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi sesuai bidang tugas. sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya dua kali. Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan berupa ulasan dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Langkah observasi pembelajaran/pembimbingan dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut: 1) Praobservasi Pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi 21 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Program induksi dilaksanakan secara bertahap. pelaksanaan pembimbingan. dan pelaporan. 2. Adapun tahap-tahap pelaksanaan PIGP dapat dilihat dalam table Alur Kegiatan PIGP pada Lampiran 14. meliputi persiapan. penilaian. Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya tiga kali. (3) akuntabel yaitu penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula (PKGP) pada penilaian tahap dua PIGP Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (assessment of learning). (2) kesejawatan yaitu penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim.

(d) Guru pemula dan pengawa sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran/pembimbingan. Penilaian KInerja Guru Pemula tahap dua ini. yang meliputi kegiatan: 1) Perencanaan Pengawasan Program Induksi bagi guru pemula secara umum tertuang Program tahunan yang meliputi kegiatan sosialisasi dan pemahaman tentang Program Induksi baik melalui Pembelajaran mandiri melalui modul Buku Kerja Pengawas Sekolah 22 . melalui Observasi Pembelajaran dengan menggunakan Lembar Observasi Pembelajaran (Lampiran 15). Kepala sekolah/madrasah memberikan salinan lembar observasi pembelajaran/pembimbingan kepada guru pemula. Melakukan pengawasan pelaksanaan PIGP di sekolah. 3) Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: (a) G u r u p e m u l a m e n g i s i l e m b a r r e f l e k s i pembelajaran/pembimbingan setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksanakan. (b) Pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula mendiskusikan hasil penilaian pada setiap tahap pembelajaran/pembimbingan.pembelajaran/pembimbingan yang meliputi paling banyak lima sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang diisi oleh kepala sekolah/madrasa atau pengawas sekolah/madrasah dan lembar refleksi diri yang diisi oleh guru pemula. (c) Pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai. 2) Pelaksanaan observasi Pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi pembelajaran/pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai pada saat pelaksanaan observasi dilakukan. Dan untuk menentukan skor masing-masing subkompetensi yang dinilai menggunakan Kriteria Penilaian Kinerja Guru Pemula (Lampiran 16) b.

bimbingan teknis dan pendidikan pelatihan di organisasi profesi seperti APSI. Pemantauan dilakukan dengan cara studi dokumen dan observasi keterlaksanaan setiap tahap. Pembinaan individual dapat dilakukan di masing-masing sekolah. Program pengawasan semester disusun oleh setiap pengawas sesuai kondisi obyektif sekolah binaanya masingmasing. yang meliputi: (1) Persiapan (2) Pengenalan lingkungan sekolah (3) Pelaksanaan Pembimbingan (4) Penilaian dan. atau bekerjasama dengan lembaga lain yang terkait seperti LPMP.ini. Dalam Perencanaan PIGP yang tertuang dalam Program pengawasan semester. yang terdiri dari: a) Pemantauan setiap tahap PIGP pengawas sekolah/madrasah melaksanakan pemantauan terhadap setiap tahap-tahap kegiatan pada PIGP. workshop pemahaman. 2) Melaksanakan pengawasan. Program pengawasan tahunan disusun dengan melibatkan sejumlah pengawas dalam satu kabupaten/kota. MKPS dan KKPS. Untuk kegiatan pemantauan ini mengunakan instrumen pemantauan PIGP (Lampiran 19). 23 Buku Kerja Pengawas Sekolah . (5) Pelaporan. sedangkan pembinan klasikal dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan pendidikan dan pelatihan atau workshop yang dilaksanakan oleh MKPS/KKPS yang bekerja sama dengan organisasi profesi lain MKPS/KKKS dan MGMP/KKG. merupakan penjabaran program pengawasan lebih rinci pada masing-masing sekolah binaan selama satu semester. Rencana Tindak Pengawasan PIGP (Lampiran 20) dan Jadwal Kegiatan (Lampiran 18). Pembinaan dapat dilakukan secara individual atau klasikal. b) Pembinaan Kepala sekolah/madrasah dan guru yang ditunjuk sebagai pembimbing dalam PIGP Pengawas sekolah/madrasah melakukan pembinaan kepada kepala sekolah/madrasah dan pembimbing berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan pemantauan kesiapan sekolah dengan menggunakan Lembar Analisis Kesiapan Sekolah (Lampiran 17) dan Instrumen Pemantauan (Lampiran 19) pada setiap sekolah binaan.

pembimbingan dan penilaian serta pelaporan dalam program induksi. (b) Evaluasi Kegiatan Program Induksi berdasarkan Pemantauan. Laporan Kegiatan Pengawasan Program Induksi dilengkapi Buku Kerja Pengawas Sekolah 24 . PKKS/M dan pembimbing dalam pelaksanaan program induksi meliputi aspek-aspek kompetensi kepala sekolah dan pembimbing dalam melakakukan persiapan. disusun program tindak lanjut. berupa penguatan terhadap program yang sudah baik. pelaksanaan dan penilaian (observasi pembelajaran) dan pelaporan PIGP. perbaikan-perbaikan program dan strategi. Hal-hal yang perlu dilaporkan meliputi hasil pemantauan. pembinaan dan penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dalam PIGP maka. pengawas sekolah melakukan evaluasi yang meliputi: (a) Evaluasi diri pengawas sekolah dan. hasil pembinaan dan penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dari tahap persiapan. Dari Hasil Evaluasi. Pembinaan dan Penilaian Kinerja kepala sekolah dan pembimbing. pada setiap sekolah yang diawasi. 4) Pelaporan pengawasan pelaksanaan PIGP Pengawas sekolah menyususun Laporan Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan PIGP diakhir pelaksanaan program induksi di sekolah penyelenggara Program Induksi. c) Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan Guru yang diberi tugas sebagai pembimbing dalam PIGP Sepanjang pelaksanaan PIGP di sekolah. pengawas sekolah melakukan penilaian kinerja kepala sekolah dan pembimbing dalam melaksanakan program induksi berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya masingmasing.PPPTK dan lain-lain. serta hasil penilaian kinerja dalam pembimbingan Guru Pemula. penyusunan strategi baru yang akan diimplementasikan pada program pengawasan berikutnya. 3) Evaluasi dan Program Tindak Lanjut Pengawasan PIGP Berdasarkan analisis dan pengolahan data hasil pemantauan. pelaksanaan.

serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru. pemantauan pelaksanaan 8 SNP. sedangkan evaluasi akhir dimaksudkan untuk mengetahui hasil pelaksanaan pengawasan secara menyeluruh pada sekolah binaan selama 1 tahun. pembimbing dan guru pemula. Hasil evaluasi pengawasan dituangkan dalam sebuah laporan dan disampaikan kepada kepala dinas pendidikan melalui koordinator pengawas sekolah. (b) Data kepala sekolah. Sistematika Laporan meliputi: (a) Bab I Pendahuluan. dan Lampiran.dengan: (a) Identitas sekolah. E. penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. (g) deskripsi dan hasil Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula. Evaluasi Hasil Pengawasan Untuk menjamin pelaksanaan program kegiatan pengawasan sesuai dengan yang diharapkan dan untuk mengetahui tujuan dan hasil yang dicapai pada setiap kegiatan pembinaan. 25 Buku Kerja Pengawas Sekolah . (b) Bab II Ruang Lingkup. (d) Bab IV Hasil dan Pembahasan Pengawasan. (e) deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian kepala sekolah dalam pelaksanaan PIGP. maka diperlukan evaluasi hasil pengawasan pada setiap sekolah binaan. (c) deskripsi pelaksanaan dan hasil pemantauan: (d) deskripsi pelaksanaan dan hasil pembinaan. (c) Bab III Pelaksanaan Pengawasan. (f) deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian kinerja pembimbing. (e) Bab V Penutup. Evaluasi proses pada saat pembinaan maupun pemantauan di sekolah binaan bertujuan untuk melihat hasil sementara.

Buku Kerja Pengawas Sekolah 26 .

(d) pelaporan. Hasil pengawasan yang dianggap sudah baik harus dipertahankan atau standarnya ditingkatkan. a. dalam pelaksanaannya. Pengolahan dan analisis hasil pengawasan yang telah dilakukan 27 Buku Kerja Pengawas Sekolah . PENYUSUNAN PROGRAM PENGAWASAN Setiap pengawas sekolah menyusun program pengawasan yang terdiri dari program tahunan untuk seluruh sekolah binaan. (b) pelaksanaan. (Lihat Lampiran 3). Identifikasi dilakukan untuk menjaga kesinambungan kegiatan pengawasan. A. yaitu: (a) penyusunan program pengawasan. (e) pengembangan diri. selama satu tahun pelajaran mengikuti beberapa tahapan. Penyusunan program tahunan yang terdiri dari 2 (dua) program semester meliputi langkah-langkah kegiatan-kegiatan berikut. Pengawas Madya atau Pengawas Utama. dikemukakan pula berbagai kebijaksanaan di bidang pendidikan. b. Hasil identifikasi tersebut merupakan titik tolak dalam menentukan tujuan serta tindakan yang harus dilakukan pengawas sekolah tahun berikutnya. dan program semester untuk masing-masing sekolah binaan. Identifikasi hasil pengawasan menggambarkan sejauhmana ketercapaian tujuan pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. (c) evaluasi. Pengolahan dan analisis hasil dan evaluasi pengawasan tahun sebelumnya Pengolahan dan analisis hasil pengawasan tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi hasil pengawasan. Hasil pengawasan yang dianggap kurang/lemah harus lebih ditingkatkan. 1.BAB V TAHAPAN KEGIATAN KEPENGAWASAN Ruang lingkup kepengawasan yang disajikan pada Bab IV. Identifikasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya Identifikasi hasil pengawasan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya melalui analisis kesenjangan dengan mengacu pada kebijakan di bidang pendidikan yang digunakan. merupakan tugas pokok dari Pengawas Muda. Sebagai acuan penyusunan program pengawasan.

Buku Kerja Pengawas Sekolah 28 . dirumuskan rancangan program pengawasan tahunan untuk semua sekolah binaan. c. Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Utama.tahun sebelumnya diarahkan untuk menetapkan prioritas tujuan. d. indikator keberhasilan. Komponen RKA/RKM sekurangkurangnya memuat materi/aspek/fokus masalah. metode kerja serta langkah-langkah kegiatan dalam program pengawasan tahun berikutnya. Penyusunan program semester pengawasan pada setiap sekolah binaan. Perumusan rancangan program pengawasan tahunan Perumusan rancangan program pengawasan tahunan merupakan tugas pokok Pengawas Madya. Dilandasi oleh informasi yang diperoleh atas dasar identifikasi serta analisis hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Secara garis besar. tujuan. sasaran. 2. strategi/metode kerja (teknik supervisi). penilaian dan instrumen pengawasan (Lihat Lampiran 6). sumberdaya yang diperlukan. Output pengolahan dan analisis hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Program pengawasan tahunan yang telah dimantapkan dan disempurnakan adalah rumusan akhir yang akan dijadikan sebagai acuan oleh pengawas dalam penyusunan program pengawasan semester pada setiap sekolah binaannya dan seluruh sekolah tingkat kabupaten/kota pada setiap jenjang dan satuan pendidikan (Lihat Lampiran 4 dan 5). rencana program pengawasan pada sekolah binaan disebut Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) dan Rencana Kepengawasan Manajerial (RKM). Pemantapan dan penyempurnaan rancangan program pengawasan tahunan. skenario kegiatan.

Tujuan dan Sasaran Pengawasan D. Data Sekolah Binaan 29 Buku Kerja Pengawas Sekolah 4. maka setiap pengawas menyiapkan instrumen-instrumen yang dibutuhkan sesuai dengan materi/aspek/fokus masalah yang akan disupervisi. Matriks program semester dan jadwal 3. Identifikasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya) B. 5. . Landasan (Dasar Hukum) C. Surat tugas kepengawasan 4. RKA/RKM/RKBK 2. Analisis dan Evaluasi Hasil Pengawasan (tahun sebelumnya) C. Latar belakang B. Matriks Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah B. Visi. Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Sebagai Acuan dalam Penyusunan Program BAB III RENCANA PROGRAM TAHUNAN PENGAWASAN A. Ruang lingkup Pengawasan BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN A. Matriks Program Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah D. Matriks Program Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP C. Sasaran dan taget pengawasan F. Matriks Program Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru BAB IV PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. Contoh-contoh instrumen pengawasan akademik dan pengawasan manajerial terlampir. Contoh-contoh Instrumen Kepengawasan. Sistematika Program Pengawasan Sekolah adalah sebagai berikut: HALAMAN JUDUL (SAMPUL) HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Berdasarkan program tahunan dan program semester yang telah disusun dan untuk memudahkan pelaksanaan pengawasan.3. Misi dan Strategi Pengawasan E.

Evaluasi hasil pengawasan sebagai bahan penyusunan rekomendasi terhadap guru. kepala sekolah maupun Dinas Pendidikan serta untuk perbaikan program pengawasan berikutnya (Lihat Lampiran 12). 4. C. pemantauan. Pembinaan. Rumuskan masalah yang telah teridentifikasi sebelumnya dari setiap kegiatan pengawasan.B. b. Melakukan pembinaan. pemantauan pelaksanaan standar isi. melalui analisis kuantitatif atau analisis kualitatif. dan penilaian kinerja guru 2. dan penilaian kinerja guru 2. Berikan analisis terhadap masalah-masalah yang telah dirumuskan tersebut.(dapat digunakan analisis kesenjangan atau analisis SWOT). Buku Kerja Pengawas Sekolah 30 . 10 dan 11). Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Pengawasan Penyusunan laporan oleh setiap pengawas sekolah bertujuan untuk: a. 9. dan penilaian. 1. PELAKSANAAN Tahapan pelaksanaan pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut. EVALUASI HASIL PENGAWASAN Tahapan evaluasi hasil pengawasan meliputi kegiatan-kegiatan berikut. 3. pemantauan pelaksanaan 8 SNP. Identifikasi masalah-masalah yang ditemukan pada saat melaksanakan pembinaan. standar penilaian. PELAPORAN 1. standar proses. D. standar kompetensi lulusan. pemantauan dan penilaian terhadap kepala sekolah (Lihat Lampiran 8. Memberikan gambaran mengenai kondisi sekolah binaan berdasarkan hasil pengawasan akademik maupun manajerial berupa hasil pembinaan. Memberikan gambaran mengenai keterlaksanaan setiap butir kegiatan yang menjadi tugas pokok pengawas sekolah. 1.

Menginformasikan berbagai faktor pendukung dan penghambat/kendala dalam pelaksanaan setiap butir kegiatan pengawasan sekolah. Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP C. Tahapan pelaporan meliputi kegitan-kegiatan berikut. Fokus Masalah Pengawasan C. Hasil Pelaksanaan Pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah. Tugas Pokok /Ruang Lingkup Pengawasan BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH BAB III PENDEKATAN DAN METODE BAB IV HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN A. Tujuan dan Sasaran Pengawasan D. a. pemantauan pelaksanaan 8 SNP dan penilaian kinerja. Menganalisis data hasil pemantauan dan pembinaan c. Mengkompilasi dan mengklasifikasi data hasil pemantauan dan pembinaan b. serta pembimbingan dan pelatihan profesional guru adalah sebagai berikut: HALAMAN JUDUL (SAMPUL) HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Menyusun Laporan hasil pengawasan sesuai sistematika yang ditetapkan. Hasil Penilaian Kinerja Guru dan/atau Kepala Sekolah D. Menyampaikan Laporan Semester dan Tahunan kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota. serta sekolah yang dibinanya. Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru. 3. 2. E. B. Pembahasan Hasil Pengawasan 31 Buku Kerja Pengawas Sekolah . Sistematika Pelaporan Hasil Pengawasan Sistematika pelaporan pelaksanaan program pembinaan.c. d.

nasional maupun internasional 2. Surat tugas Pengawasan 2. workshop. Simpulan B. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) c. pembimbingan dan pelatihan profesional guru dari sekolah binaan 3. Surat Keterangan telah melaksanakan tugas pembinaan. pemantauan. jurnal ilmiah atau menggunakan media internet. Melakukan upaya peningkatan 6 (enam) kompetensi pengawas melalui pelatihan. dan lain-lain (Lihat Lampiran 13). antara lain melalui: a. PENGEMBANGAN DIRI Tahapan pengembangan diri meliputi kegiatan-kegiatan berikut. Penelitian. 5. Daftar Hadir guru atau kepala sekolah pada saat pembinaan/pemantauan/penilaian kinerja. Publikasi KTI dalam jurnal ilmiah/profesi 3. Memberikan kontribusi pemikiran/gagasan kepada Kepala Sekolah dalam upaya pengembangan sekolah. seminar. Buku Kerja Pengawas Sekolah 32 . 1. termasuk bergabung dan aktif dalam mailing list yang relevan. Melakukan kegiatan pengembangan profesi.BAB V PENUTUP A. Presentasi KTI dalam forum ilmiah/profesi d. baik lokal. studi banding/benchmarking maupun secara mandiri dengan membaca buku. penilaian kinerja. 4. Contoh-contoh instrumen pengawasan yang telah diisi/ diolah. E. khususnya Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) b. Rekomendasi LAMPIRAN: 1. konferensi.

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 33 Lampiran 1 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496). Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 39 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Fungsi. 2. seseorang wajib memenuhi standar pengawas sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005. Tugas.Lampiran 1 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2006. MEMUTUSKAN : Mengingat : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/ MADRASAH. Susunan Organisasi. Pasal 1 (1) Untuk dapat diangkat sebagai pengawas sekolah/madrasah. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. 3.

Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. BAMBANG SUDIBYO Lampiran 1 34 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Maret 2007 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.(2) Standar pengawas sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. TTD.

2) Guru SD/MI bersertifikat pendidik sebagai guru SD/MI dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun di SD/MI atau kepala sekolah SD/MI dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. Kualifikasi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawi yah (SMP/MTs). b. 1) Guru TK/RA bersertifikat pendidik sebagai guru TK/RA dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun di TK/RA atau kepala sekolah TK/RA dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. golongan ruang III/c. Berpendidikan minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi. b. 2. KUALIFIKASI 1. c. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun. Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas. untuk menjadi pengawas SD/MI. Kualifikasi Pengawas Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut: a. e. dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut : a. untuk menjadi pengawas TK/RA. sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan. pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. Memiliki pangkat minimum penata.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2007 TANGGAL 28 MARET 2007 STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH A. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). dan f. d. untuk menjadi pengawas SMP/MTs sesuai dengan rumpun mata pelajarannya. Memiliki pendidikan minimum magister (S2) kependidikan dengan berbasis sarjana (S1) dalam rumpun mata pelajaran yang relevan pada perguruan tinggi terakreditasi. 1) Guru SMP/MTs bersertifikat pendidik sebagai guru SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMP/MTs atau kepala sekolah SMP/MTs dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. 35 Lampiran 1 .

1 1. Memenuhi kompetensi sebagai pengawas satuan pendidikan yang dapat diperoleh melalui uji kompetensi dan atau pendidikan dan pelatihan fungsional pengawas. KOMPETENSI 1. Lampiran 1 36 . sejak diangkat sebagai pengawas satuan pendidikan. Memiliki pangkat minimum penata. d. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya. dan f. untuk menjadi pengawas SMK/MAK sesuai dengan rumpun mata pelajarannya.3 1. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan. pada lembaga yang ditetapkan pemerintah. Berusia setinggi-tingginya 50 tahun. Lulus seleksi pengawas satuan pendidikan. e.2) Guru SMA/MA bersertifikat pendidik sebagai guru dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMA/MA atau kepala sekolah SMA/MA dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. B.2 1.4 Memiliki tanggungjawab sebagai pengawas satuan pendidikan. teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggungjawabnya. 3) Guru SMK/MAK bersertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum delapan tahun dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di SMK/MAK atau kepala sekolah SMK/MAK dengan pengalaman kerja minimum 4 tahun. c. untuk menjadi pengawas SMA/MA sesuai dengan rumpun mata pelajarannya. Kompetensi Pengawas Taman Kanak-Kanak/Raudatul Athfal (TK/RA) dan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 1. Kompetensi Kepribadian 1. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan. golongan ruang III/c.

Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah.1 3. 2. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah. Kompetensi Supervisi Akademik 3.6 2. dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. teori dasar.5 2. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kompetensi Supervisi Manajerial 2. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah. Memahami konsep. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah. teori/teknologi.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 2. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan di sekolah.2 37 Lampiran 1 .2 2.1 Menguasai metode. teknik dan prinsipprinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.3 2. Memahami konsep. karakteristik.4 2. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah. prinsip.8 3. karakteristik.7 2. prinsip. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.

6 3. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran SD/MI. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas. Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. laboratorium.3 Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI berlandaskan standar isi. merawat. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.7 3. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 4. Membimbing guru dalam mengelola. dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa pada tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. 3.1 Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan di sekolah.4 3. mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.5 3. Lampiran 1 38 . Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 3. standar kompetensi dan kompetensi dasar.8 4.

5 4. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.4 4. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah.2 5. guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/ bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI.3 39 Lampiran 1 . kinerja guru dan staf sekolah.2 Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. Menilai kinerja kepala sekolah. Memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan di TK/RA atau mata pelajaran di SD/MI. dan metode penelitian dalam pendidikan. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.6 5.3 4.1 5. jenis. 4.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 4. Menguasai berbagai pendekatan.

Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas.DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI 5. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan. Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah.4 Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan. Kompetensi Sosial 6.7 5.1 6. 5. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.8 6. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.2 Lampiran 1 40 . baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah.6 5.5 5. Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan.

Bahasa. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis. Kompetensi Supervisi Manajerial 2.4 2.3 1.1 2.5 41 Lampiran 1 .1 1. IPS. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah menengah yang sejenis. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan. teknik dan prinsipprinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah yang sejenis.2.2 Kompetensi Memiliki tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan. teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. 1. atau Seni Budaya) Dimensi Kompetensi 1.4 2. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas jabatannya.2 2. Kompetensi Kepribadian 1. Menguasai metode.3 2. Olahraga Kesehatan. Kompetensi Pengawas Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Pengawas Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) dalam Rumpun Mata Pelajaran yang Relevan (MIPA dan TIK. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan sekolah menengah yang sejenis.

Memahami konsep. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.6 Kompetensi Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah yang sejenis. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis berlandaskan standar isi. karakteristik. teori/teknologi. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah yang sejenis.7 2. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran /bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.4 3. 2. Memahami konsep. teori dasar.2 3.3 3.8 3. standar kompetensi dan kompetensi dasar. prinsip. prinsip. Kompetensi Supervisi Akademik 3.5 Lampiran 1 42 . dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.. karakteristik.1 3. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.Dimensi Kompetensi 2. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah yang sejenis.

Membimbing guru dalam mengelola.1 4. Menilai kinerja kepala sekolah. merawat. kinerja guru dan staf sekolah lainnya dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. laboratorium. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 4. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.3 4.6 Kompetensi Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas.4 43 Lampiran 1 . dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. 3. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaan yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.7 3. mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.2 4.8 4. Memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.Dimensi Kompetensi 3. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.

Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.2 5. Kompetensi Sosial 6. 4. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.5 5.Dimensi Kompetensi 4. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah menengah yang sejenis.4 5. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.1 5. kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah yang sejenis. Menguasai berbagai pendekatan.1 Lampiran 1 44 .3 5.6 5.5 Kompetensi Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis. dan metode penelitian dalam pendidikan. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah.6 5. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas.8 6. jenis.7 5. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5.

2 5.3 5. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.5 5. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah menengah yang sejenis.1 45 Lampiran 1 . 4. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas. dan metode penelitian dalam pendidikan. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas.7 5. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.8 6. Kompetensi Sosial 6.1 5. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif. jenis.5 Kompetensi Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.Dimensi Kompetensi 4.6 5. Menguasai berbagai pendekatan. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan.6 5. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah.4 5. kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah yang sejenis. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah yang sejenis. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya.

prinsip.1 3. Kompetensi Supervisi Akademik 3. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan berlandaskan standar isi. dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. Memahami konsep. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.5 Kompetensi Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah kejuruan Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah menengah kejuruan. Memahami konsep.4 Lampiran 1 46 .6 2. karakteristik. teori/teknologi.3 3. standar kompetensi dan kompetensi dasar.7 2.Dimensi Kompetensi 2. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah menengah kejuruan. dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.2 3. prinsip. dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. 2. karakteristik. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasilhasilnya untuk membantu kepala sekolah dalam mempersiapkan akreditasi sekolah menengah kejuruan. teori dasar.8 3.

3.Dimensi Kompetensi 3. merawat. Membimbing guru dalam mengelola.8 4.6 3. dan atau di lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.3 47 Lampiran 1 . kinerja guru dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan Menilai kinerja kepala sekolah.1 4. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan.2 4. laboratorium. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas.5 Kompetensi Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 4.7 3.

4 Kompetensi Memantau pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan. dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya. 4.5 4.6 5.7 Lampiran 1 48 .5 5.Dimensi Kompetensi 4.3 5. Kompetensi Penelitian Pengembangan 5. dan metode penelitian dalam pendidikan. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah kejuruan Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah. jenis.4 5. Menguasai berbagai pendekatan. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah menengah kejuruan. kinerja guru dan staf sekolah di sekolah menengah kejuruan.6 5. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.2 5.1 5. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.

1 6.2 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 6. baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah menengah kejuruan. Aktif dalam kegiatan asosiasi pengawas satuan pendidikan. TTD. Kompetensi Sosial 6. BAMBANG SUDIBYO 49 Lampiran 1 .8 Kompetensi Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas.Dimensi Kompetensi 5. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas diri untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

SERTA MENGIKUTI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 2. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS. SENANTIASA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA. BAIK TERHADAP APARAT BINAAN MAUPUN TERHADAP SESAMA PENGAWAS SEKOLAH Lampiran 2 50 . MEMILIKI DISIPLIN YANG TINGGI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS PROFESI SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 7.LAMPIRAN 2 KODE ETIK PENGAWAS SEKOLAH 1. MEMILIKI RASA KESETIAKAWANAN SOSIAL YANG TINGGI. BEKERJA DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB DALAM TUGASNYA SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 5. SIGAP DAN TERAMPIL UNTUK MENAGGAPI DAN MEMBANTU MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI APARAT BINAANNYA 9. MENJAGA CITRA DAN NAMA BAIK SELAKU PEMBINA DALAM MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 6. MERASA BANGGA MENGEMBAN TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 3. MAMPU MENAMPILKAN KEBERADAANNYA SEBAGAI APARAT DAN TOKOH YANG DITELADANI 8. MEMILIKI PENGABDIAN YANG TINGGI DALAM MENEKUNI TUGAS SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH 4.

LAMPIRAN 3 CONTOH FORMAT EVALUASI PROGRAM TAHUN SEBELUMNYA PROGRAM KEGIATAN TAHUN 2009/2010 HASIL YANG DICAPAI KETERANGAN No PELAKSANAAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1 STANDAR ISI a. 13 Mata Pelajaran telah dikembangkan KTSPnya 2. Dokumen KTSP sudah divalidasi dan nilainya > 90 % b. Dokumen KTSP belum divalidasi b. STANDAR PROSES 51 3 STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN 4 STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5 STANDAR SARANA 6 STANDAR PENGELOLAAN 7. TARGET YANG DIHARAPAKAN Tahun 2010 a. Silabus Semua mata pelajaran Dikembangkan KTSPnya dst. STANDAR PEMBIAYAAN Lampiran 3 8 STANDAR PENILAIAN .

d. Rentang Skor 91 – 100 Baik Sekali 81 . A.90 Baik 71 . c. PROGRAM PEMBINAAN GURU No PROGRAM 1 PERENCANAAN PEMBELAJARAN a. 100% guru dapat membuat silabus b. Kegiatan Inti meliputi kegitan tatap muka. mempunyai prota dan promes dengan nilai minimal baik b. sendiri yang sesuai dengan Standar Proses minimal baik c. Penutup .PT dan KMTT. e. Lampiran 4 MATERI PEMBINAAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN Evaluasi ketercapaian dengan menggunakan instrumen skala likert 1 – 4. PENILAIAN KINERJA.LAMPIRAN 4. Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran meliputi 1. 100 % guru dapat menentukan KKM sesuai dengan panduan minimal baik e. Pendahuluan 2.80 Cukup <70 Kurang a. Program tahunan dan program semester Silabus RPP KKM Agenda Harian Guru 52 2. 100% guru dapat membuat RPP sesuai dengan Standar Proses minimal baik d. Tatap Muka melalui dilakukan melalui kegiatan : • Eksplorasi • Elaborasi • Konfirmasi c. PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN. 100 % guru pada sekolah binaan a. PEMANTAUAN. b. 100% guru dapat membuat dan mengisi agenda hariannya yang sesuai dengan pembelajaran dalam KTSP minimal baik CONTOH PROGRAM PEMBINAAN.

Teknik Penilaian : Penilaian dilakukan melalui Tes. b. 4 Kegiatan Tambahan b. c. c. 53 d.No PROGRAM MATERI PEMBINAAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN 3.Penugasan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Pengamatan(penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian ) Program Remediaal Analisis Ulangan Harian Program bimbingan Siswa Program Penigkatan Mutu Lulusan 5 Kel MP Program Pengembangan Diri minat dan bakat melalui Bimbingan Karir dan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan KIR dll Lampiran 4 . Penilaian Pembelajaran a. e. a.

PROGRAM PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN a. Rencana Kerja Sekolah Tahunan(1 tahun ) dan Rencana Kerja Sekolah 4 tahun berdasarkan 8 SNP Pelaksanaan Rencana kerja Sekolah 1 tahun dan 4 Tahun berdasarkan 8 SNP Pengawasan (Supervisi) dan Evaluasi kepala sekolah Kepemimpinan sekolah Sistim Informasi Manajemen Sekolah 54 2. b. d.90 Baik 71 .B. e. Pelaksanaan 8 SNP yang kontinyu . Evaluasi ketercapaian dengan menggunakan instrumen skala likert 1 – 4.80 Cukup <70 Kurang No PROGRAM MATERI PEMBINAAN 1 PENGELOLAAN SEKOLAH a. Rencana Keuangan Anggaran Sekolah (RKAS) Penyusunan RKAS berdasarkan 8 SNP 3 Akreditasi Sekolah a. Lampiran 4 b. Rentang Skor 91 – 100 Baik Sekali 81 . Instrumen Akreditasi Sekolah dan bukti fisiknya b. c.

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5. STANDAR PROSES 3. SKL 4. STANDAR PENGELOLAAN 55 7.C. STANDAR SARANA 6. PROGRAM PEMANTAUAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN No PROGRAM MATERI PEMANTAUAN 1 1. STANDAR PEMBIAYAAN 8. STANDAR PENILAIAN Lampiran 4 . STANDAR ISI PEMANTAUAN 8 SNP 2.

6. 7.D. Penilaian Hasil Pembelajaran 3.UAS/UKK melakukan penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian Melakukan penilaian Psikomotor . 2. 1. 8. PROGRAM PENILAIAN KINERJA GURU (Tugas Pokok Guru ) TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN Lampiran 4 No PROGRAM MATERI PENILAIAN 1 PERENCANAAN PEMBELAJARAN 2. 10. 4. 5. 3. 1. 2. 4. 9.UTS. 56 3. 2. Pelaksanaan Pembelajaran 1. Penugasan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan tatapmuka dilakukan melalui • EKSPLORASI • ELABORASI • KONFIRMASI Penutup Daftar Nilai sesuai dengan standar penilaian melakukan tes dengan UlanganHarian. Program Tahunan Program Semester Silabus RPP KKM Agenda Harian Guru Jadwal Tatap Muka Absensi Siswa Kalender Pendidikan Buku Nilai Pendahuluan Kegiatan Inti melalui Tatap Muka. 3.

Kartu soal 10. Bank Soal 9. Melatih dan membimbing siswa dalam Remedial dan pengayaan 2. Remedial dan Pengayaan 7.No PROGRAM MATERI PENILAIAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN 4 Tugas Tambahan 57 5. Instrumen tes setiap KD 8. Membimbing siswa dalam Pengembangan Diri melalui BK dan Kegiatan Ekstra Kurikuler 3. Analisi Penilaian 1. Melakukan Analisis Ulangan Harian 6. Kegiatan KIR Lampiran 4 .

Kartu soal 10.E. PROGRAM PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH (Tugas Pokok Kepala Sekolah ) MATERI PENILAIAN TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN Lampiran 4 No PROGRAM 1 PENGELOLAAN SEKOLAH a. Instrumen tes setiap KD 8. Pengawasan dan Evaluasi d. Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah c.UTS. Pelaksanaan Pembelajaran Penilaian Hasil Pembelajaran 1. Membimbing siswa dalam Pengembangan Diri melalui BK dan Kegiatan Ekstra Kurikuler 3. Sistim Informasi Sekolah 2. Melakukan penilaian Psikomotor 5. Rencana Kerja Sekolah 1 tahun dan Rencana Kerja Sekolah 4 tahun berdasarkan 8 SNP b. Melakukan Analisis Ulangan Harian 6. Analisi Penilaian 1. Kepemimpinan Sekolah e. Melatih dan membimbing siswa dalam Remedial dan pengayaan 2. melakukan tes dengan UlanganHarian.UAS/UKK 3. 3. Remedial dan Pengayaan 7. 58 4 Tugas Tambahan Daftar Nilai sesuai dengan standar penilaian 2. Bank Soal 9. Kegiatan KIR . melakukan penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian 4.

Eksperimen d. Standar Penilaian a. Standar Proses d. Tugas dan Resitasi h. Analisis Standar Isi b. Simulasi e. ANALISIS KONTEK DALAM PENGEMBANGAN KTSP PAIKEM 59 4 PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR a. Analisis SKL d. 3.kisi d. Tematik g. Kisi. Berbasis ICT a. Indikator dan bahan ajar c. Kartu Soal e.PT. Diskusi l. Ekspositori k. Analisi Hasil Belajar Lampiran 4 . Analisis Standar Penilaian a. Problem Solving c. PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU DAN ATAU KEPALA SEKOLAH TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN No PROGRAM MATERI PEMBIMBINGAN 1 PENGELOLAAN KTSP 2. Standar Pengelolaan b. Mastery Learning f. Inquiry b. Konstektual j. Analisis Standar Proses c.KMTT dan Pengamatan) b. SKL e.F. Demontrasi f. Team Teaching i. Standar isi c. Teknik Penilaian meliputi (Tes.

Koversi penialian Ahlak Mulia dan Kepribadian dari Kuantitatip ke kualitatatip j. Program Supervisi b. Pengertian .tujuan.kriteria dan PTK b.ciri. Laporan Hasil Belajar Peserta Didik k. Melaksanakan PTK dalam bentuk siklus tiap siklus terdiri dari 4tahapan (Perencanaan. a. Menyusun Laporan PTK (terdiri dari 5 Bab dan Lampiran ). Penetapan Sistim Penilaian dan sosialisasi sistim Penilaian kepada siswa a. Tindakan. Program tindak lanjut .EVALUASI DAN TINDAK LANJUT(KEPALA SEKOLAH) g.Lampiran 4 TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN No PROGRAM MATERI PEMBIMBINGAN 5 PENELITIAN TINDAKAN KELAS(PTK) 60 6 SUPERVISI. Program Remedial dan Pengayaan h. Latihan Mengidentifikasi masalah dalam Pembelajaran c. Evaluasi hasil Supervisi dan pemantauan d.Pengamatan dan Refleksi) e. Penilaian Ahlak Mulia dan Kepribadian i. Latihan Membuat Judul PTK d. Program Pemantauan c.

LAMPIRAN 5 CONTOH RENCANA PROGRAM TAHUNAN PEMBINAAN GURU DAN/ATAU KEPALA SEKOLAH 1.per mendiknas. 3.pada kegiatan MGMP/MKKS dan workshop Lampiran 5 . Strategi/ metode/ teknik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 61 85 % dari jumlah guru dapat melaksanakan pembelajaran yang sesuai standar proses dengan baik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 1.pada kegiatan MGMP/ MKKS dan workshop No Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran 1 1. Pengembangan RPP c.ped oman dalam pendidikan. Pembelajran tatap muka b. Instrumen penialian Perencanaan Pembelajaran Dengan skala likert 1-4 Instrumen penilaian silabus danRPP Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut 1. 2. remedial 1.pp. kunjungan kesekolah binaan.ped oman dalam pendidikan.per mendiknas. guru mata pelajaran pada sekolah binaan. mengadakan pertemuan/ menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2. PEMBINAAN GURU Indikator Keberhasilan 85 % dari jumlah guru mempunyai adm perencanaan pembelajaran yang sesuai KTSP dengan baik 2. kunjungan kesekolah binaan.Adanya program adm perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan KTSP 2.pedoman.kumpulan undangundang.pedoman. Pengembangan silabus b. 2 .kumpulan undangundang. 2. Pengembangan bahan ajar Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan: a.pand uan juknis tentang SNP Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun administrasi perencanaan pembelajaran/program bimbingan a.pp.menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 2 1. guru mata pelajaran pada sekolah binaan Instrumen penialian Pelaksanaan Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 1.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya.setiap guru mata pelajaran dapat melaksanakan pembelajaran sesuai standar proses dengan baik. Pengembangan model pembelajaran c. Pembelajaran tuntas .disinkronkan dengan dinas pendidikan 2. 3 .pand uan juknis tentang SNP 1. 2. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1.

Penyusunan LHB-PD Memberikan masukan kepada guru dalam memanfaatkan Guru dapat mengembangka n bahan dan Dilanjutkan dengan latihan membuat PTK . Pengemba Melakukan pendampingan membimbing guru dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik. Pengembangan butir soal dan kisikisi j.pedoman. kunjungan kesekolah binaan. Adanya adm penilaian hasil pembelajar an yang sesuai dengan KTSP 2. 1. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1.per mendiknas. 2 . Penilaian 5 Kel MP f. Pemanfaatan TIK untuk Penilianan b. penetapan KKM e. Penyediaan pedoman penilian c. kumpulan undangundang.: a. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya.pp. Analisis butir soal k.pada kegiatan MGMP/MKKS dan workshop 85 % dari jumlah guru mampu Binteks 1. 3.pand uan juknis tentang SNP Standar penialian 1. 2.ped oman dalam pendidikan. Juknis rancangan penilaian d. kunjungan kesekolah binaan.Lampiran 5 Indikator Keberhasilan Strategi/ metode/ teknik Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut 85 % dari jumlah guru mempunyai administrasi hasil pembelajaran yang sesuai standar proses dengan baik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 Instrumen administrasi penialian 2. Penilaian portofolio i. Penilaian Psikomotorik g. guru mata pelajaran pada sekolah binaan 4 dan pengayaan b. Penilaian Afektif (Ahlak Mulia dan Kepribadian ) h.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2.mengadakan Pengembangan bahan ajar dan model-model Instrumen penilaian Pelaksanaan No Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran 3 62 1.

pen gayaan dan remedial Bimbingan Teknis Group Focus Discussion Program bimbingan . 2. 3. kunjungan kesekolah binaan. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru Model-model pembelajaran dengan menggunakan IT Instrumen penialian Pelaksanaan Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 Mencoba latihan untuk membuat model pembelajaran degn IT Lampiran 5 .perbaikan dan pengayaan Memberikan rekomendasi kepada guru mengenai tugas membimbing dan melatih peserta didik Guru dapat memberikan pengayaan dan remedial yang tepat Instrumen penilaian pelaksanaan perbaikan dan pengayaan Dijadikan bahan untuk umpan balik 63 50 % guru dapat menggunakan IT sebagai alat bantu pembelajaran Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 6 Memberi bimbingan kepada guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran Guru dapat menggunakan IT sebagai alat bantu pembelajaran pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya.No memfasilitasi siswanya belajar dari berbagai macam sumber belajar pembelajaran Pembelajaran sesuai standar proses Dengan skala likert 1-4 Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran Indikator Keberhasilan Strategi/ metode/ teknik Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut lingkungan dan sumber belajar memilih bahan ajar dari berbagai macam sumber 5 85 % guru mempunyai program bimbingan. 3. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1. 3.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tahun sebelumnya. kunjungan kesekolah binaan. 2 . mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru tentang pembelajaran dgn IT dan memberi contoh pembelajaran dengan IT. menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1.

kunjungan kesekolah binaan.menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan siswa untuk memperbaikai kelemahannya pada sekolah binaan. 2 .pada guru sekolah binaan 1.pp.per mendiknas. menyusun program pengayaan yang sesuai SKL serta model-model soal .ped oman dalam pendidikan. No Materi Pembinaan guru Tujuan dan sasaran 7 Memberi bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/pembim bingan.kunjungan kesekolah binaan. Guru dapat meningkatkan kemampuan nya dalam melaksanakan proses pembelajaran yang efektif 8 64 Memberikan bimbingan kepada guru untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya. panduan juknis tentang SNP sekolah binaannya 1. Membuat program peningkatan mutu untuk tahun berikutnya. Guru dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya a sebagai bahan untuk perbaikan tahun berikutnya .Lampiran 5 Indikator Keberhasilan Semua guru mata pelajaran yang di UN kan dapat membuat analisis SKL dengan tepat Bimbingan Teknis Group Focus Discussion Panduan Analisis SKL Instrumen Analisis SKL Strategi/ metode/ teknik Skenario Kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut Mencoba mengembangkan soal soal dengan analisis SKL Analisis SWOT 85 % guru menunjukan ada perubahan pola pembelajaran Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 1. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang potensi guru dalam membuat analisis SKL 3. 2.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang hasilhasil yangtelah dicapai guru tahun sebelumnya kemudian mendiskusikan kekuarangan dan kelebihannya 3 .kumpulan undangundang. 2.pedoman.

kumpulan undangundang.5.pp. 3.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2. Pengawasan Proses Pembelajaran 1. Pengelolaan pelaksanaan KTSP c.per mendiknas. Instrumen penialian Pelaksanaan Bimbingan Konseling Dengan skala 1.pand uan juknis tentang SNP 1. 2 Melakukan pendampingan dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.pada kegiatan MGMP/MKKS dan workshop Lampiran 5 . Pengembangan diri 1. Penyusunan RKS c. kunjungan kesekolah binaan. 2.2.kumpulan undangundang. 2.Adanya Dokumen KTSP dan Analisis Konteks yang sudah ditandatanga ni oleh kepada Dinas Pendidikan Kota dan Propinsi 2.Sekolah mempunyai program bimbingan dan konseling 2.pedoman.4.mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang petugas BK dan Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah a.2. Pengembangan Mulok c. 2.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2. Instrumen penilaian dokumen KTSP/Verifikas i dokumen KTSP. memberi masukan untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah binaannya Skenario kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut 1.1.ped oman dalam pendidikan.pada kegiatan /MKKS dan workshop No Materi Pembinaan KEPALA SEKOLAH Tujuan dan sasaran 1 Strategi/ metode/ teknik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 65 90 % program bimbingan dapat terealisasi dengan baik Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 1. Pengembangan KTSP b.ped oman dalam pendidikan. Peraturan Akademik c. Pelaksanaan sistim belajar moving class c.per mendiknas. Kepala Sekolah pada sekolah binaan.pada sekolah 1.3. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang program Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH Indikator Keberhasilan 90 % pengelolaan sekolah sesuai dengan 8 SNP 1.kemitraan dan kerjasama satdik c. kunjungan kesekolah binaan.pp. a.

pand uan juknis tentang SNP Materi Pembinaan KEPALA SEKOLAH Tujuan dan sasaran Indikator Keberhasilan Strategi/ metode/ teknik Skenario kegiatan Sumber daya Penilaian dan instrumen Rencana Tindak Lanjut Lampiran 5 Adanya program peningkatan mutu untuk tahun yang akan datang Bimbingan Teknis Group Focus Discussion 2. Analisis lkondisi lingkungan eksternal satdik c. memberi masukan untuk menyusun program BK yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya 1.pand uan juknis tentang SNP 3.pedoman.Panduanpenduan peningkatan mutu pada KTSP 2010 yang belum terealisasi 1.disinkronkan dengan dinas pendidikan 2. kunjungan kesekolah binaan. Instrumen Penilaian keterlaksanaan KTSP 1. mengadakan pertemuan/menggali informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dan yang belum dicapai pada prograam sekolah tahun sebelumnya.ped oman dalam pendidikan.No likert 1-4 2. 3 66 Memberikan bimbingan kepada kepala sekolah untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya melalui analisis kontek a.pp. Analisis 8 SNP b. Penyusunan laporan Analisis Kontek 1.. memberi masukan untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan guru sekolah binaannya layanan BK. b.pada kegiatan /MKKS dan workshop programnya serta bukti pelaksanaannya. 3.pedoman. Analisis kondisi internal satdik c. Pengembangan diri ekstrakurikuler.kumpulan undangundang. binaannya. 3.Untuk mengetahui kelemahankelemahan dan kelebihan dalam pengelolaaan sekolah 2. 2.per mendiknas. kepala sekolah pada sekolah binaan .

Visi dan Misi Sekolah Visi :Teciptanya lulusan yang religius. Identitas Sekolah 67 Sekolah Kepala Sekolah Alamat Sekolah Semester Tahun Pelajaran : : : : : SMP Negeri 1 …………. X Jl. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut 2.. Drs. berprestasi./…… B.LAMPIRAN 6a CONTOH PROGRAM SEMESTER (RKA/RKM) PROGRAM SEMESTER KEPENGAWASAN SEMESTER : 1 (SATU) TAHUN PELAJARAN : ………………. kreatif. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengembangkan potensi dirinya 4……dst. Lampiran 6a . dan berkepribadian Misi : 1. ………. Melaksanakan Proses Pembelajaran yang efektif sesuai dengan kurikulum yang berlaku 3.. A. …………………… ……….

Lampiran 6a • • • Pada awal tahun kegiatan sekolah sudah dipersiapkan.. C. Adanya Dokumen KTSP yang telah sesuai dengan kebutuhan Tahun Pelajaran ……. Pemutakhiran Dokumen KTSP (Dokumen 1 dan 2) Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Guru 4. Peningkatan kualitas Penerimaan Siswa Baru 2.. (2) Mengendalikanpelak sanaan penerimaan siswa baru sesuai ketentuan (3) Kepala Sekolah Panitia PSB 68 2. dst. Dst… D. Standar Proses. Tersusunnya Dokumen KTSP yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Tahun Pelajaran …. INDIKATOR KEBERHASILAN (5) Administrasi peneriman siswa baru lengkap dan benar Jumlah siswa yang diterima sesuai kuota yang telah ditetapkan Penerimaan siswa baru sesuai jadwal yang telah ditetapkan Adanya Administrasi rapat kerja Adanya SK Kepala Sekolah tentang pembagian tugas guru dan pegawai lainnya Bukti fisik kegiatan awal tahun lainnya Juni...Juli 20. . dan Standar Penilaian 3. Standar Kompetensi Lulusan.Juli 20. Deskripsi Kegiatan NO TUJUAN SASARAN (1) 1. Mengetahui persiapan awal tahun pelajaran terutama pembagian tugas guru dan pegawai Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum 3. 4. Identifikasi Masalah: 1. sehingga kegiatan sekolah dapat dilaksanakan dengan baik sejak awal tahun • • • TARGET KEBERHASILAN (4) Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan METODA KERJA (6) Kunjungan sekolah Observasi Wawancara Studi dokumen Pendampingan Kunjungan sekolah Studi Dokumen Wawancara JADWAL PEMBINAAN (7) Juni. 20. dan disyahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Workshorp Reviu dokumen Bimbingan Juli. Keterlaksanaan Standar Isi.. …….

Identifikasi Permasalahan 2.Pertemuan I ( 6 jam ) 1. : ………………………… ASPEK Pertemuan Awal 1. Sekolah Sasaran Alamat Sekolah : ………………………. Membuka acara dengan menjelaskan tujuan pertemuan 2. Pengawas Guru TUJUAN INDIKATOR KEBERHASILAN SKENARIO KEGIATAN STRATEGI/ METODE KERJA/TEKNIK SUPERVISI Kolaboratif.kan siklusnya Meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) Sebanyak 85% Guru dapat membuat perencanaan dan melaksanakan PTK dalam pembelajaran Lembar Pertanyaan tentang Permasalahan yang dihadapi guru dalam Proses Pembelajaran Buku Sumber PTK Format RPP Lampiran 6a . Mengelompokkan Masalah 3.CONTOH RKA MATRIK RENCANA KEPENGAWASAN AKADEMIK Pengawas Sekolah Tahun Pelajaran Semester : …………………………. Memberi arahan tentang prosedur pelaksanaan PTK 3. Nondirektif SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN PENILAIAN DAN INSTRUMEN RTL Menentukan Masalah yang akan dijadikan Bahan PTK Melaksanakan Workshop Penyelesaian Pembuatan RPP Membimbing guru dalam melaksanakan PTK 69 Kolaboratif Pertemuan Inti a. : …………………………. Menjelaskan langkahlangkah PTK berdasar.. 2. Merumus-kan Masalah 1.. : ………………………. : ………………………….

Pengumpulan data hasil observasi 3.jaran Revisi RPP -Analisis data hasil observasi untuk pembinaan Kolaboratif Nondirektif Membimbing guru dalam merencanakan tindakan 6.Instrumen Penilaian Proses Pembelajaran .Lembar Pengamatan Memeriksa RPP Mempersiapkan tindakan berikutnya TUJUAN INDIKATOR KEBERHASILAN 70 . Menetapkan langkahlangkah yang harus dilaksanakan dalam siklus berikutnya .Pertemuan II ( 3 jam ) 1. Membimbing guru dalam menyusun RPP b.Pertemuan III ( 3 jam ) 1. Membimbing guru membuat perencanaan berdasarkan hasil temuan (memperbaiki RPP) 2.ASPEK 4. Observasi Penilaian RPP dan Refleksi Lembar Pengamatan Proses Pembela. Membimbing guru dalam menetapkan focus permasalahan Lampiran 6a STRATEGI/ METODE KERJA/TEKNIK SUPERVISI SKENARIO KEGIATAN SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN RTL PENILAIAN DAN INSTRUMEN 5. Observasi Pelaksanaan Tindakan 2. Refleksi (membahas hasil temuan berupa kekurangan yang harus diperbaiki untuk pelaksanan tindakan berikutnya c.

ASPEK d. Menyepakati pertemuan berikutnya dalam rangka penilaian kinerja Mengolah data hasil pengamatan Merevisi kekurangankekurangan untuk mempersiapkan pelaksanaan tindakan pada siklus berikutnya Menentukan kesimpulan akhir Lampiran 6a . Membahas permasalahan yang belum terselesaikan .Pertemuan IV ( 3 jam ) 1. Refleksi (membahas hasil temuan berupa kekurangan yang harus diperbaiki untuk pelaksanaan tindakan berikutnya 4. Penguatan dan pemberian motivasi kepada guru mata pelajaran 2. Observasi Pelaksanaan Tindakan 2. Pengum-pulan data hasil observasi 3.Lembar Pengamatan TUJUAN INDIKATOR KEBERHASILAN SKENARIO KEGIATAN STRATEGI/ METODE KERJA/TEKNIK SUPERVISI Observasi SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN RTL PENILAIAN DAN INSTRUMEN 71 Kolaboratif Pertemuan Akhir ( 2 jam ) 1.

Pertemuan Awal (dilakukan 1 minggu sebelumnya : 60 menit): . Setting : SMA X F. Refleksi. Focused Group Discussion. Indikator : Guru-guru memiliki KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) sesuai rambu-rambu D.Menanyakan informasi perkembangan terakhir tentang program tahunan sekolah . metode Delphi.Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan 2. Pertemuan Inti (4 x 60 menit) .Guru berkelompok berdasarkan MGMP untuk melakukan Focused Group Discussion.Tujuan : Memberikan bimbingan/arahan/ contoh merevisi/ membuat KTSP dokumen 2 (Silabus dan RPP) melalui MGMP sekolah C.00 – 15. Panel Discussion G.Pengawas sekolah melakukan refleksi/reviu/evaluasi hasil kinerja guru (15 menit) .Waktu : SMA X.Pengawas refleksi implementasi standar nasional pendidikan (15 menit) . Aspek/Masalah . Skenario Kegiatan : 1. Strategi/Metode Kerja /Teknik Supervisi : IHT.Menyampaikan hasil kinerja guru /reviu kinerja yang telah dilakukan pengawas .00 E. dan RPP) sesuai rambu-rambu B.Pengawas sekolah melakukan diskusi tentang skenario merevisi/membuat silabus dan RPP melalui MGMP sekolah (15 menit) .LAMPIRAN 6b CONTOH RKA NARATIF RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI AKADEMIK : Pembinaan penyusunan KTSP dokumen 2 (Silabus. tentang revisi/membuat silabus dan RPP sesuai rambu-rambu ( 75 menit) . Pukul 09.Panel Discussion hasil revisi/membuat silabus dan RPP setiap MGMP (75 menit)Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan tentang silabus dan RPP hasil karya MGMP (30 menit) (Apakah silabus dan RPP sudah sesuai rambu-rambu? Apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah membuat Silabus dan RPP ? ) Lampiran 6b 72 A.Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan IHT (15 menit) . 25 Agustus 2009.

Pertemuan Akhir (60 menit) .Refleksi dari kegiatan IHT . Sumber daya yang diperlukan : . Penilaian dan Instrumen Penilaian : produck hasil revisi/membuat silabus dan RPP Instrumen: Format evaluasi silabus dan RPP J.SKL .3.Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari program H. Rencana Tindak Lanjut : Implementasi silabus dan RPP di sekolah (selama sebulan dilakukan pemantauan) Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan ……………………….Penguatan dan pemberian motivasi kepada guru pemanfaatan silabus dan RPP . Pengawas Sekolah 73 Lampiran 6b .Standar proses.LCD .SK dan KD mata pelajaran . Standar Penilaian. Model pembelajaran yang efektif .Komputer I.

Menanyakan informasi perkembangan terakhir sekolah .Masing –masing kelompok melakukan anlisis swot berdasarkan aspek analisis swot (30 menit) .Lampiran 6c CONTOH RKM NARATIF RENCANA KEPENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL Pembinaan Pengelolaan Sekolah tentang Program Jangka Menengah/Renstra B. Strategi/Metode kerja /Teknik Supervisi : metode Delphi. Setting : SMA X ( jumlah guru 15 org. 10 Feb 2009. ( 20 menit) . Skenario Kegiatan : 1. Pukul 13. Pertemuan Awal (20 menit): . Focused Group Discussion dalam rapat guru-guru dan komite sekolah/yayasan.Masing-masing kelompok mengkaji keterkaitan misi. (Pengawas membagi kelompok berdasarkan kata kunci pada visi) . Pertemuan Inti (150 menit) . jumlah siswa 60 org ) F.Peserta bekerja dalam kelompok.Kepala Sekolah membuka acara dan menjelaskan tujuan pertemuan (15 menit) . Waktu Pelaksanaan Pembinaan : Selasa. indikator dan tujuan serta analisis swot (20 menit) . G. misi.Pengawas mengadakan konfirmasi/penguatan dan refleksi sebagai penutup (25 menit) Lampiran 6c 74 A.Menyampaikan hasil reviu renstra yang telah dilakukan pengawas . Aspek/Masalah : .Pengawas memberikan arahan tentang pentingnya keterkaitan antara visi.Tujuan : Memberikan bimbingan dalam penyusunan program jangka menengah/Renstra C. Indikator : Memiliki program jangka menengah yang benar dan tuntas D. indikator dan tujuan yang ada dengan kata kunci visi sekolah sekaligus merevisinya.Masing-masing kelompok memaparkan hasil kajiannya (20 menit) .30 WIB E.Menyepakati agenda/skenario pertemuan inti untuk pembinaan 2. Refleksi.00 – 16.Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kanjiannya (20 menit) .

LCD . Penilaian dan Instrumen Penilaian : produck renstra Instrumen: Format onbervasi dokumen renstra J.(Apakah manfaat yang bapak/ibu rasakan setelah mengkaji keterkaitan antara visi. indikator dan tujuan? Kira-kira apa yang akan bapak/ibu lakukan setelah mengkaji dan merevisi renstra ?).Renstra sekolah . Sumber daya yang diperlukan : . guru-guru dan komite sekolah/yayasan . Pengawas Sekolah 75 Lampiran 6c . Rencana Tindak Lanjut : Implementasi dan tindak lanjut Renstra . selama sebulan dilakukan pemantauan Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan ……………………….Komputer I. misi. Pertemuan Akhir (10 menit) .Menyepakati agenda berikutnya untuk melihat tindak lanjut dari program jangka menengah ke program tahunan dan KTSP serta perkembangan dan kemajuan yang dicapai sekolah H.Profil sekolah .Penguatan dan pemberian motivasi pengawas kepada kepala sekolah. dll 3.

... CONTOH JADWAL PENGAWASAN TATAP MUKA PADA SEKOLAH BINAAN TAHUN PELAJARAN . F. memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan E...perpustakaan...BINTEK O. memantau pelaksanaan standar penilaian 3 RABU Jam ke 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 AB CD EF LINGKUP SUPERVISI MANAJERIAL(PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH ) G. menilai kinerja guru dalam melaksanakan tugas pokok N.membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah H.. menilai kinerja sekolah untuk persiapan administrasi. memantau pelaksanaan standar proses D..K3S..memantau pelaksanaan standar isi 76 2 SELASA AB CD EF GH IJ KL MN C....LAMPIRAN 7. (Mengacu PP No 39 tahun 2009 beban kerja pengawas sekolah adalah 24 jam /minggu ) Lampiran 7 No LINGKUP SUPERVISI AKADEMIK(PEMBINAAN GURU ) Hari SEKOLAH BINAAN KETERANGAN 1 SENIN A.. Pembimbingan dan Pelatihan guru dan atau kepala sekolah dalam MGMP ..memantau standar pembiayaan L . I.membina tenaga kependidikan lainnya(tenagadministrasi..melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan B.menialaikinerja kepala sekolah M...lab. .....membina guru dalam merencanakan.... memantau pelaksanaan standar pengelolaan K ..... memantau pelaksanaan standar sarana J..

memantau pelaksanaan standar pengelolaan K .memantau pelaksanaan standar isi A.melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan 4 KAMIS AB CD EF C.No Hari SEKOLAH BINAAN KETERANGAN AB CD EF LINGKUP SUPERVISI AKADEMIK Jam ke 4 5 6 7 8 9 B.membina tenaga kependidikan lainnya(tenagadministrasi.BINTEK O. menilai kinerja guru dalam melaksanakan tugas pokok N.K3S.perpustakaan. I. memantau pelaksanaan standar penilaian 77 AB CD EF 5 JUMAT O O M M M 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 LINGKUP SUPERVISI MANAJERIAL G. memantau pelaksanaan standar proses D.membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah H. memantau pelaksanaan standar sarana J.lab. Pembimbingan dan Pelatihan guru dan atau kepala sekolah dalam MGMP .memantau standar pembiayaan L menialai kinerja kepala sekolah M. F. Lampiran 7 . menilai kinerja sekolah untuk persiapan administrasi.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan E.membina guru dalam merencanakan. memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik.

No M Lampiran 7 Hari Jam ke 9 KETERANGAN SEKOLAH BINAAN 6 SABTU 78 .

STANDAR ISI 2. DST. CONTOH FORMAT PEMANTAUAN DELAPAN SNP DAN CONTOH INSTRUMEN SUPERVISINYA PROGRAM PEMANTAUAN No 1 PROGRAM PEMANTAUAN 8 SNP MATERI PEMANTAUAN 1. SKL TARGET YANG DIHARAPKAN KETERANGAN 4.LAMPIRAN 8. 79 Lampiran 8 . STANDAR PROSES 3.

g.... membentuk tim KTSP disertai uraian tugas masing-masing b.......... teknologi dan seni h...budaya masyarakat setempat j........ Skor 0 1 Kepemilikan Dokumen 1. Perkembangan ilmu pengetahuan...... Deskripsi peluang dan 1 2 3 4 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 2.... Tuntutan dunia kerja k. e. peningkatan iman dan taqwa serta ahlak mulia c... menyusun analisis konteks dan menyusun hasil analisis............... d. :..... :. Karakteristik satuan pendidikan Proses Penyusunan Dokumen: a.INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota :.............. Komponen KTSP 3........... Lampiran 8 80 ............. Keragaman potensi dan karakterisitik daerah dan lingkungan ....kecerdasan.. f.. Dinamika perekembangan global i.. 2...... Kesetaraan jender l...... Kondisi sosial ... penigkatan potensi....... menyusun program dan jadwal kerja tim penyusun c.. agama b. Dokumen KTSP berlaku dengan disahkan Kepala Sekolah dengan pertimbangan Komite dan diketahui Dinas Pendidikan Propinsi KTSP disusun dengan memperhatikan acuan operasional yang terdiri atas: a.. Profil konidisi satuan pendidikan ....... tuntuan pembangunan daerah dan nasional e........ dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. persatuan nasional dan nilai kebangsaan d........

Ketuntasan belajar dengan dilengkapi dgn rencana pencapaian ketuntasan ideal. . Memanfaatkan berbagai 81 Lampiran 8 .2. Kriteria kelulusan diatas ratarata standar nasional Kriteria penjurusan dengan mempertimbangkan bakat h. tantangan Menganalisis peluang dan tantangan 1 Skor 2 3 4 4. Program muatan lokal c.Mata pelajaran dan alokasi waktu b. disusun /dikembangkan melalui proses penjabaran sk/kd menjadi indikator. Kalender pendidikan 4. Mencakup seluruh mata pelajaran f. mengkaji substansi sk/kd pada standar isi c.PT dan KMTT ) dan Jenis Penilaian(tes.3 . Ketentuan mutasi peserta didik i.Pengam atan ). Pendidikan kecakapan hidup j.PT.N o Aspek No Indikator dan Sub Indikator 0 f. 4.yang didukung suasana belajar dan suasana sekolah yang kondusif. Penyusunan pengembangan silabus a. e.KMTT. Ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan PD f. Pengaturan beban belajar e. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global 4. 4. Kegiatan pengembangan diri d.4 . Struktur dan Muatan KTSP mencakup: a.1. Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan dan Strategi yang mencerminkan upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik. disusun /dikembngkan secara mandiri b. Visi.KP(tatap muka. g. melakukan pemetaan standar isi untuk analisi sk/kd d. MP.

.. panduan dan contoh silabus Sekolahmemberi pengalaman belajar yang luas kepada siswa Guru mampu merancang berbagai model pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu..5. Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran IPTEK yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa. Program kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran seni budaya dan estetika yang minimal diikuti oleh 90 % jumlah siswa.... Program kegiatan peningkatan mutu lulusan mata pelajaran olah raga dan kesehatan yang minimal diikuti oleh 90 % jumlah siswa. 4......70 % Cukup >55 % Kurang Pengawas Pembina NILAI :. KRITERIA:. Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan Mata Pelajaran Ahlak Mulia yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa.. Lampiran 8 82 ....85 % Baik 55. Ada program peningkatan mutu lulusan untuk : a.. Program Kegiatan peningkatan mutu lulusan Pendidikan Kewargaan Negara dan Kepriobadian yang minimal diikuti 90 % jumlah siswa.... c......................... Guru mampu menerapkan berbagai model pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu........... h. Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86. 1 Skor 2 3 4 i.. e....... d..N o Aspek No Indikator dan Sub Indikator 0 g.. b.100 % Baik Sekali 71.. Jumlah Skor :....

... 2..... 8...multimedia.. 9........... CD inter aktif dan computer based.... kegitan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur..Visual dan Audio Visual. Pelaksanaan .kurangnya memuat Tujuan.. Proses Pembelajaran 6. Dilakukan guru melalui langkah1 2 3 4 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 2... 83 Lampiran 8 .elaborasi dan konfirmasi)...... materi. sumber belajar dan penilaian hasil belajar( Tes .......... hand out.. Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk berbasis TIK. 4....... Penugasan Terstrukur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur )... 1...........INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PROSES Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota :.... Penyusunan RPP sudah menggunakan prinsip perbedaan individu peserta didik dan menerapkan TI dan Komunikasi..... 5..Penilaian dan Tindak Lanjut.......... :...kegiatan pembelajaran(tatap muka. Substansi RPP sekurang. PT dan KMTT eksplorasi.. metode ..... Skor 0 1. Menerapkan 4 persyaratan yaitu : Perencanaan. lks.............. dll) Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk Audio. Ada pengembangan bahan ajar dalam bentuk cetakan(modul... 7............. :.... Perangkat Pembelajaran Ada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan dari silabus oleh setiap guru yang sesuai dengan standar proses....... Menerapkan Kegiatan pendekatan tatap muka........ 3....

15. 16. Lampiran 8 84 . menyenangkan . 17. 19. rasio buku. Ada program remedial sepanjang semester.No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 0 langkah pembelajaran yang meliputi Pembukaan. 18. menantang. Tersusunnya jadwal pemanfaatan kegiatan laboratorium. minat dan perkembangan pisik serta psikologis peserta didik.inspiratif. Setiap pembelajaran dikembangkan dengan budaya membaca dan menulis. Ada penasehat akademik yang dapat mendeteksi potensi peserta didik. sehingga diperlukan kelas mata pelajaran. Ada Kegiatan Tatap Muka . Menggunakan pembelajaran berbasis TIK Diselenggarakan secara interaktif. Pelaksanaan proses pembelajaran mempertimbangkan jumlah maximal peserta didik perkelas. Pindah ruang kelas (moving kelas ).memotivasi pesrta didik untuk aktif. 1 Skor 2 3 4 10. PT dan KMTT. elaborasi dan konfirmasi ) dan Penutup. 20. 14. Kegiatan inti (eksplorasi . dan beban mengajar maximal perpendidik. Proses pembelajaran mendorong prakarsa kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran. 11. 12. rasio jumlah peserta didik perpendidik. 13.

. Indikator dan Sub Indikator 0 Setiap pendidik menerapkan aspek keteladanan dalam setiap proses pembelajaran....... dan pelaporan dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Jumlah Skor :.. 1 Skor 2 3 4 22. .........70 % Cukup >55 % Kurang NILAI :.......100 % Baik Sekali 71.No Aspek No 21............ KRITERIA:.... Pengawas Pembina 85 Lampiran 8 ............. evaluasi........85 % Baik 55.. Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86... Proses pembelajaran dilakukan secara terprogram dan intensif melalui pemantauan. supervisi......

.. 9... Adanya bahan ujian/ulangan (berupa kumpulan soal )........ Skor 0 1 Perangkat penilaian 1. 3. Adanya perangkat penilaian berupa format penilaian. 2.. :. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.tes praktek dan penugasan terstruktur atau kegiatan mandiri tidak terstruktur(KMTT).INSTRUMEN SUPERVISI 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PENILAIAN Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah/Kota :.. :............. Setiap guru mata pelajaran melakukan penilaian ahlak mulia dan kepribadian minimal satu kali dalam satu semester... 11. 4...... dapat berupa tes tertulis........kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian. Lampiran 8 86 ...... Penilaiaan dilakukan sepanjang semester.... observasi(pengamatan ).. 2 Pelaksanaan penilaian 5..... Adanya rancangan...... Teknik penilaian sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. jadwal pelaksanaan penilaian dan remedial Adanya rancangan jadwal pelaksanaan penilaian dan program pengayaan......... Setiap guru mata pelajaran melakukan penilaian pengamatan mata pelajaran iptek minimal satu kali salam satu semester... Penerbitan sertifikat kelulusan pada mata pelajaran dilakukan melalui ujian nasional dan ujian sekolah........ Seluruh pendidik telah melakukan hasil belajar untuk memantau proses ...... 1 2 3 4 No Aspek No Indikator dan Sub Indikator 7..... 3. 8......... Hasil penilaian 10......................ulangan tengah semester. Adanya dokumen laporaan hasil belajar siswa............ 12.. 6...... Adanya hasil analisis terhadap perangkat penilaian..

..... Rata-rata nilai UN tiga tahun terakhir minimum 7..00...............No Aspek No 13... 14 15..70 % Cukup >55 % Kurang NILAI :........ KRITERIA:..100 % Baik Sekali 71. Indikator dan Sub Indikator 0 Peserta didik minimal mencapai batas KKM............ Nilai : Jumlah Skor x 100 % Skor Maximum Keterangan : Skor 86. Prosentase kelulusan UN> 90 % untuk tiga tahun terakhir....85 % Baik 55.............. Pengawas Pembina 87 Lampiran 8 . 1 Skor 2 3 4 Jumlah Skor :......

................jelaskan apa alasan saudara? Kompetensi apa yang bisa dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran sesuai dengan harapan saudara? Apa yang perlu mendapat perhatian khusus pada pembelajaran kali ini? JUMLAH SKOR 4 3 2 1 3. 5........... 6 7 8 HASIL AKHIR WAWANCARA PRA PENGAMATAN: Pengawas ..... 4....... Guru Mata Pelajaran ....................... Persiapan tertulis apa yang saudara buat? Materi apa yang dianggap sulit oleh siswa berdasarkan perkiraan saudara? Jika ada materi apa.....INSTRUMEN SUPERVISI AKADEMIK PANDUAN WAWANCARA PRA PENGAMATAN Lamanya wawancara :……………………… : : : : CATATAN PENGAMAT Sekolah NamaGuru MataPelajaran KELAS/Semester No 1 2 PERTANYAAN KD indikator apa yang akan saudara sajikan Metode apa yang akan saudara gunakan dalam pembelajaran KD ini? Apa alasan saudara memilih metode tersebut ? Alat dan bahan (sumber belajar) apa yang saudara siapkan?jelaskan alasannya? Ceritakan tahapan pembelajaran yang akan saudara sajikan............... NIP: Lampiran 8 88 ........

.............. :......................................... Nama Sekolah Alamat Jumlah siswa Kls I Jumlah siswa Kls II Jumlah Siswa Kls III No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 :..................PEMANTAUAN STANDAR PENILAIAN TENTANG PELAKSANAAN ULANGAN AKHIR SEMESTER SMA SEMESTER ........................ :... :. 89 Lampiran 8 .......................................................................................................................... Hasil Pemantauan Ada Tidak Penilaian Kesesuian 3 2 1 Keterangan Aspek yang dipantau Situasi Penyelenggaraan Kisi-Kisi soal Kartu Soal Penyimpanan naskah soal Program Kerja Waktu Pelaksanaan Test Dasar Hukum/Landasan Analisis soal Hasil Ulangan Kumpulan Soal Tata Tertib Peserta&Pengawas Daftar Hadir Peserta dan Pengawas Penempatan Peaserta Test Pengawas Ruangan Nomor Peserta dibangku/Pintu Kartu Tanda Peserta Ruang Tes Berita Acara Penyelenggaraan Sumber Biaya Ruang Penyelenggaraan Daftar Siswa Tiap Ruanhgan 4 85-100% BS 75-84% B 55-74% C <55% K Prosentase JUMLAH SKOR Kepala Sekolah Pengawas ................................................... TAHUN PEMBELAJARAN.............. :..........................

.................Lembar SUPERVISI ADMINISTRASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Standar Proses ) Nama Sekolah : Nama Guru : Pangkat Golongan : Mata Pelajaran : Jumlah Jam TatapMuka: Sertifikasi : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 KomponenAdministrasi Pembelajaran Program Tahunan Program Semester Silabus RPP Kalender Pendidikan Jadwal Tatap Muka Agenda Harian Daftar Nilai KKM Absensi Siswa Jumlah Skor ya kondisi tidak 4 Skor Nilai 3 2 1 Keterangan Kesesuaian 4= BaikSekali 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang Keterangan : Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir = Skor maximal = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Ketercapaian: 86 % .. Guru Mata Pelajaran Lampiran 8 90 .....100 % 70% ..69 % Dibawah 55% TINDAK LANJUT: NILAI AKHIR Pengawas ...85 % 55% ......

Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus/kesiapan bahan ajar e. 4. Media pembelajaran dan sumber belajar lainnya.lingkungan dan sumber Belajar lainnya. Melibatkan siswa dalam mencari informasi dan belajar dari aneka sumber dgn menerapkan prinsip alam takambang jadi guru. Menyiapkan peserta didik b. Membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas tugas tertentu yang bermakna. Menjelaskan KD dan tujuan yang ingin dicapai d.Lembar SUPERVISI KEGIATAN PEMBELAJARAN (Sesuai Dengan Standar proses ) Nama Sekolah Nama Guru Pangkat Golongan Mata Pelajaran Sertifikasi : : : : : Jumlah Jam TatapMuka: No 1 Sub Komponen dan Butir komponen ( Tatap Muka ) Kegiatan Pendahuluan a. 2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran. 2. Tekhnik bertanya. 3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta Antar siswa dengan guru.diskusi dan lainlain untuk Kondisi ya Tidak Skor Nilai 4 3 2 1 Keterangan 4=Baik Sekali 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang 2 91 Lampiran 8 . Melakukan Apersepsi c. Memfasilitasi siswamelaluipemberian tugas. Penampilan guru Kegiatan Inti Pembelajaran A. Melibatkan siswa secara aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran 5.studio atau lapangan B. Memfasilitasi siswa melakukan percobaan di laboratorium. EKSPLORASI 1. ELABORASI 1.

KONFIRMASI 1. tulisan.Membantu menyelesaikan masalah siswa dalam melakukan pengecekan hasil ekplorasi 6. 5. Memfasilitasi siswa melakukan pameran. Penutup a. 2.Memfasilitasi siswa dalam pembelajartan kooperatif dan kolaboratif. Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa C. Memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 4. 8.Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupoun tertulis secara individual atau kelompok.menganalisis. Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang aktif dan memberikan informasi untuk berekplorasi lebih jauh.festival serta produk yang dihasilkan 9. 3.Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasilkerja secara individual maupun kelompok. 7.Memfasilitasi siswa berkompetesi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar 6.menyelesaikan masalaha dan bertindak tanpa ada rasa takut 4.No Sub Komponen dan Butir komponen ( Tatap Muka ) memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupoun tertulis. isyarat. Berfungsi sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan 5. Memberikan konfirmasi terhadap hasil ekplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber. maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa. 3. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. Membuat rangkuman/simpulan Kondisi ya Tidak Skor Nilai 4 3 2 1 Keterangan 3 Lampiran 8 92 .turnamen.Memberi kesempatan untuk berfikir .

69 % Dibawah 55% TINDAK LANJUT: Pengawas Guru Mata Pelajaran 93 Lampiran 8 . c. Memberikan umpan balik terhadap proses hasil pembelajaran d. Keterangan : Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir = Skor maximal = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang NILAI AKHIR Ketercapaian: 86 % . Memberi tugas terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur(KMTT) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya JUMLAH SKOR b.No Sub Komponen dan Butir komponen ( Tatap Muka ) Melakukan penilaian dan /atau refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Kondisi ya Tidak Skor Nilai 4 3 2 1 Keterangan e.100 % 70% .85 % 55% .

...69 % Dibawah 55% TINDAK LANJUT: Pengawas .....85 % 55% ........................MIDSEM...Lembar SUPERVISI ADMINISTRASI PENILAIAN PEMBELAJARAN (Berdasarkan Standar Proses ) Nama Sekolah : Nama Guru : Pangkat Golongan : Mata Pelajaran : Jumlah Jam TatapMuka: Sertifikasi : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Komponen Penilaian Pembelajaran Ada buku Nilai/Daftar Nilai Melaksanakan Tes(Penilaian Kognitif)UH....UAS Penugasan Terstruktur Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Melaksanakan Penilaian Ketrampilan(Psikomotorik) Melaksanakan PenilaianAfektif Ahlak Mulia Melaksanakan Penilaian Afektif Kepribadian Program dan Pelaksanaan Remedial Analisis Hasil Ulangan Bank Soal/Instrumen Tes Jumlah Skor ya kondisi tidak 4 Skor Nilai 3 2 1 Keterangan Kesesuaian 4= BaikSekali 3= Baik 2= Cukup 1= Kurang Keterangan : Skor Perolehan X 100% Nilai Akhir = Skor maximal = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang NILAI AKHIR Ketercapaian: 86 % ..100 % 70% .... Guru Mata Pelajaran Lampiran 8 94 ......

BTQ 2 PPKn 95 3 Agama dan Ahlak Mulia Kewargaan Negaraan dan kepribadian Imu Pengetahuan danTeknologi 1.Ekonomi 8.Matematika 4.LAMPIRAN 9 CONTOH FORMAT PEMBINAAN GURU DALAM TEKNIK PENILAIAN DAN ANALISIS SKL Program Peningkatan Mutu Skl 5 Kelompok Mata Pelajaran SMA : PROGRAM/KELAS PENANGGUNG No Kel Mapel Mata Pelajaran X ADA XI XII JAWAB PROGRAM BUKTI PROGRAM TIDAK BUKTI PELAPORAN ADA TIDAK 1 Agama 1.Fisika 5.Kimia 6.Biologi 7.Bahasa Inggris 3.Bahasa Indonesia 2.dst. 4 5 Estetika Olah Raga Dan Kesehatan Lampiran 9 .

AzZariyat 56 dan AnNahl 78 No Kompetensi Dasar Tatap Muka 1 Membaca QS :Albaqoroh(30).Lampiran 9 Tugas Terstruktur 1.Tes tertulis 2.Az-Zariyat 56 dan An-Nahl 78 Ulangan mengenai hukumbacaan untuk surat dan ayat yangsesuai Tes pilihan ganda Daftar pertanyaan Tes uji kinerja 96 .dan AlAzhar) QS :Albaqoroh(30).Almuminun(12-14).Jalalain.Almuminun(12-14). tes lisan Praktek Pengetahuan pengetahuan Psikomotor observasi sikap Ahlak mulia dan kepribadian penidik CONTOH RANCANGAN PENILAIAN OLEH PENDIDIK UNTUK KEGIATAN TATAP MUKA DAN PENUGASAN MATA PELAJARAN STANDAR KOMPETENSI Teknik Penilaian Aspek yang dinilai Bentuk Instrumen : Agama : Prosedur Penilaian Pendidik pendidik Pendidik Penilaian Untuk Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Mandiri Melapalkan QS :Albaqoroh(30).Almuminun(12-14).AzZariyat 56 dan AnNahl 78 dengan makhraj yang benar Membuat rangkuman perbandingan tiga referensi tafsir AlQuran(Ibnu Katsir.

UTS. pemetaan mutu satuan pendidikan b. d.UAS dan UKK dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan. Penugasan (tugas Terstruktur dan Kegiatan mandiri Tidak Tersytruktur). dasara seleksi masuk kejenjang yang lebih tinggi c. penilaian ahir semua kelompok MP pada kelmapel agama dan ahlakmulia. mengetahui kompetensi yang telah dicapai. Memperbaiki proses pembelajaran d. Bahan penyusunan HB c. 97 a.estika.kewrganegar aan dan kepribadian. b. Meningkatkan motivasi e. a. a. a. Ujian Sekolah untiuk mata pelajaran kelompok iptek yang tidak diujian nasionalkan. penentuan kelulusan dari satuan pendidikan d. Meningkatkan akuntabilitas.jasma ni olah raga dan kesehatan.CONTOH : Prosedur Penilaian No Satuan Pendidikan . c. pembinaan dan pemberian bantuan kepda satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan Lampiran 9 . Pengamatan(observasi ) untuk Ahlak Mulia dan Kepribadian.sebagai salah satu persyaratan untuk menentukan kelulusan PD dari satuan pendidikan Ujian Nasional Penilaian Hasil Belajar Oleh Digunakan untuk Pemerintah Digunakan untuk Pendidik Digunakan untuk 1. b. Ulangan Harian b.

....PT....UTS..... Menghitung/menetapkan penilaian masing-masing mapel (UH... ............. Membandingkan penilaian dengan instrumen yang hasil masing-masing PD telah dengan standar yang telah ditentukan(kognitif. 2.....KMTT.......psikomo ditetapkan (KKM). OBSERVASI) 2...aafektif)...memperbaiki PD 3..... Melaksanakan Penilaian 1.. Teknik..metode dan instrumen penilaian c............ Tindak Lanjut Hasil penilaian Laporan Hasil Penilaian 1...Kesulitan PD... ..................UKK.. KKM e...... 2.. Pengembangan indikator pencapaian KD dalam penyusunan silabus yang dijabarkan kedalam RPP... :... Memberikan masukan penilaian agama ahlakmulia dan kepribadian kepada guru agamadan PKn 4........ tor......Rancangan Remedial /Pengayaan d.................... b. Mengembalikan hasil pekerjaan ke PD disertai komentar Pengadministrasian semua hasil penilaian yang telah dilaksanakan 3...........................UAS...... Memeriksa hasil pekerjaan peserta didik 98 3.Lampiran 9 CONTOH: Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh Pendidik Mata Pelajaran Kelas Analisis Hasil Penilaian 1.. Program Remedial untuk PD yang belum mencapai KKM Program Pengayaan untuk PD yang sudah mencapai KKM :.. Guru Mata Pelajaran ... 1... No Perencanaan Penilaian Pelaksanaan Penilaian Menjelang Awal Tahun Pembelajaran 2..... Analisis digunakan untuk mengetahui: kemajuan belajar PD.. Melaporkan hasil penilaian kepada kepala satuan pendidikan.. Melaporkan hasil Ujian praktek kepda Kep Sek a... Awal Semester menginformasikan KKM dan sistim Penilaian kepada Peserta Didik.....

Menganalisa hasil ujian sekolah dibandingkan dengan batas kelulusan 3. Pendataan KKM b. Penentuan Kriteria KelulusanUjian Sekolah e..UKK... 2.. Menyelenggarakan Ujian Sekolah untuk kelompok Mapel Iptek yang tidak di UN kan 3......kecuali Kel MP IPTEK d....UAS dan UKK. Koordinasi UTS.. Menerbitkan ijazah bagi yang telahlulus ujian 2.. ......Menganalisa hasil penilaian kelompok Mapel selain IPTEK 4. 99 Melaporkan hasil penilaian semua mapel kepada orangtua dalam bentuk LHBS/Raport. Membentuk TIM Untuk Instrumen Penilaian a...... Penyusunan butir soal c.Estetika. Melaksanakan koordinasi UTS...PPKn/Kepri.. MELALUI RAPAT DEWAN PENDIDIK a.... Melaporkan hasil penilaian satuan pendidikan sepada dinas pendidikan .. : : Analisis Hasil Penilaian Tindak Lanjut Hasil penilaian Laporan Hasil Penilaian No Perencanaan Penilaian 1... Menyiapkan LHBS/Raport 1...Olah Raga dan Kesehatan 3.UAS.Melalui rapat DP menetapkan peserta didik yang lulus/TL dari satuan Pendidikan..... Melaporkan kelulusan PD kepada orangtua siswa. Penentuan Kriteria Penilaian Ahir Kel MP . Kepala Sekolah Lampiran 9 .Menganalisa hasil belajar PD kelas X dan XI dibandingkan dengan KKM untuk masingmasing Mata pelajaran 2..CONTOH : Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan SMA STATUS Pelaksanaan Penilaian 1.Pengembangan KisiPenulisan soal b. Melakukan Penilaian ahir pada kelompok Mapel(Agama/Ahlak Mulia... Penentuan Kriteria Kenaikan Kelas c.. Penelaahan butir soal dan perakitan butir soall 1.... 1..

prop dan kab/kota. 1. b. Menentukan Kriteria Kelulusan UN .Lampiran 9 CONTOH : Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh PEMERINTAH Pelaksanaan Penilaian Menganalaisa hasil UN setiap sekolah untuk pemetaan daya serap. Mengembangkan dan memvalidasi perangkat tes UN d. Mengembangkan SKL untuk MP yang akan diujikan pada ujian nasional. Membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN 2. No Perencanaan Penilaian Analisis Hasil Penilaian Tindak Lanjut Hasil penilaian Laporan Hasil Penilaian MELAPORKAN HASIL PERINGKAT/DAYA SERAP UJIAN NASIONAL SECARA NASIONAL KEPADA YANG BERKEPENTINGAN.UN 100 a. Melaksanakan UJIAN NASIONAL yang mengacu pada POS. Menyusun dan menetapkan spesifikasi tes UN berdasarkan SKL c. Menyusun peringkat hasil UN secara nasional.

dan pekerjaannya. SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: agama 2 Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya. 3. agama 3 berpartisipasi aktif dalam penegakan aturan-aturan sosial 101 4 menghargai keberagaman agama .rras. Lampiran 9 .bangsa .perbuatan.HASIL ANALISIS SKL SATUAN PENDIDIKAN SKLKelompok MataPelajaran SKL Keompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: Mata Pelajaran Agama : agama SKL Mata pelajaran Kete rangan No SKL Satuan Pendidikan 1 Berprilaku sesuai dengn ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2 menunjukan sikap percaya diri dan bertanggungjawab atas perilaku.suku dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.

menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. Mata pelajaran PPKn 2 Kewarga negaraan .memahami hak dan kewajiban diri danorang lain dalam pergaulan di masyarakat.kesehatan.berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial.ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan agama.ras dan golongan sosial ekonomi 3.Lampiran 9 HASIL ANALISIS SKL KELOMPOK MATA PELAJARAN SKL Mata Pelajaran Mata Pelajaran Agama No Kelompok Mata Pelajaran SKL Kelompok Mata Pelajaran Penilaian 1 Agama dan Ahlak Mulia(8) 102 SKL Kelompok mata Pelajaran Agama dan Ahlak Mulia: 1.berkomunikasi dan berintertaksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan. 2. 4. 6.bangsa. 5.menghargai keberagamagama.berperilakusesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perekembangan remaja. 7. 8 memanfaatkan lingkungan sebagai mahluk ciptaan Tuhan secara bertanggungjawab.suku.Menjaga kebersihan.

FIKIBIO 5. geografi 8. Bahasa Indonesia 2. ekonomi 7. bahasa asing lainnya 10. Bahasa Inggris 3. Matematika 4. TIK Kesenian dan sastra indonesia Estetika(4) 5 Pendidikan olah raga dan kesehatan Jasmani olah raga dan kesehatan(3) Lampiran 9 . sosiologi 9. sejarah 6.No Kelompok Mata Pelajaran SKL Mata Pelajaran Penilaian SKL Kelompok Mata Pelajaran dan kepribadian(15) 3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (11) 103 4 Mata Pelajaran: 1.

..........Lampiran 9 Kondisi Ideal RPP yang mencantumkan kegiatan dan program penilaian sekitar 60% Sekitar 40 %RPP belummencantumkan kegiatan dan programpenilaian Kondisi Riil Kesenjangan RencanaTindak Lanjut Kepala SMA melakukan supervisi dengan cara berdiskusi dan memberikan contoh kepada guru yang belum yang belum mencantumkan kegiatan dan program penilaian dalam RPP LATIHAN ANALISIS STANDAR PENILAIAN MATA PELAJARAN KELAS :....... PENILAIAN OLEH PENDIDIK PENILAIAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN .. :..... No Komponen 1 PRINSIP PENILAIAN Semua RPP mencantumkan kegiatan dan program penilaian 104 2. 3 TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN MEKANISME DAN PROSEDUR PENILAIAN 4 5..............................

.... Tuliskan identitas sekolah...... : ....... Bubuhkan tanda cek (v) pada kolom ”Ada” atau ”Tidak” sesuai keberadaan butir-butir pernyataan........LAMPIRAN 10 CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP KABUPATEN/KOTA/PROVINSI: ..................... nama kepala sekolah........................ NAMA SEKOLAH ALAMAT NAMA KEPALA SEKOLAH TANGGAL VALIDASI/VERIFIKASI PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI JABATAN PETUGAS VALIDASI/VERIFIKASI : .. Catatan petugas validasi/verifikasi diisi dengan temuan........ : .. : ...... PROVINSI: .................. PETUNJUK PENGISIAN 1..... nama dan jabatan petugas validasi/Verifikasi................. Perhatikan dokumen KTSP yang akan divalidasi/diverifikasi..... 105 Lampiran 10 ................ 2.......................... 4............... 3... : ...... alamat . komentar dan saran berdasarkan hasil validasi/verifikasi........... Ditulis dengan singkat namun jelas...................... : .................................

Latar belakang memuat: . . Logo sekolah dan atau daerah 2. Tanda tangan ketua komite sekolah dan stempel/cap Komite Sekolah 4. .. . 23.Permendiknas No 22. . . . . . .kondisi nyata . . . . Ringkas dan mudah dipahami Penilaian Ya Tdk Catatan Lampiran 10 106 .. .. . .. . . . . . . .. 3.Peraturan Daerah yang relevan B Visi Satuan Pendidikan 1.CONTOH INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah Kabupaten/Kota : : : : . Tahun pelajaran 4. . .. . . . . . . .. . . .Potensi dan karakteristik satuan pendidikan 2. . Tempat untuk tanda tangan kepala/ pejabat dinas pendidikan provinsi DAFTAR ISI Kesesuaian dengan halaman I A PENDAHULUAN Rasional 1.kondisi ideal . . Mencantumkan dasar hukum yang relevan . . .PP No 19 thn 2005 . Alamat sekolah LEMBAR PENGESAHAN 1.. . . . . Judul: Kurikulum SMA .Permendiknas No 6 thn 2007 . . .. DOKUMEN I No Komponen KTSP/Indikator COVER/HALAMAN JUDUL 1.Undang-undang No 20 thn 2003 . . .. . . . Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah 3. . .. . . dan 24 thn 2006 . . . . . . Rumusan kalimat pengesahan 2. .

3. 8. perkembangan. nasional dan internasional. pengetahuan. dengan standar isi Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan standar isi. Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan. Berorientasi pada kepentingan daerah.No Komponen KTSP/Indikator Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan kecerdasan. mencakup: 1. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kebutuhan dan kepentingan peserta didik . 7. teknologi dan seni. akhlak mulia. 2 Seluruh indikator misi Sebagian dari indikator misi II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan.39 Jam per minggu. memuat: Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai 1. Berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan. 4. kebutuhan peserta 2 didik dan sekolah dengan total waktu 38 . Penilaian Ya Tdk Catatan 2. 107 Lampiran 10 . Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan prestasi secara berkelanjutan untuk mencapai keunggulan Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan Mengarahkan langkah-langkah strategis yang konsisten dengan penjabaran misi satuan pendidikan. 6. mencakup: 1. C Misi Satuan Pendidikan Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas. 9. 2 Seluruh indikator visi Sebagian dari indikator visi D Tujuan Satuan Pendidikan Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas. sebagaimana tercantum pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Berorientasi pada potensi. kepribadian. 5.

No Komponen KTSP/Indikator Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan 3 sekolah dengan memanfaatkan tambahan 4 Jam per minggu. Ketuntasan Belajar. Pengaturan Beban Belajar. didik dan karakteristik sekolah. Uraian tentang mekanisme dan prosedur penentuan KKM 3. Penilaian Ya Tdk Catatan Lampiran 10 108 . Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran pada setiap tingkatan kelas. Uraian tentang pengaturan alokasi waktu pembelajaran per jam tatap muka. mencantumkan: 1. 2. jumlah jam pelajaran per minggu. untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program muatan lokal Kegiatan Pengembangan Diri. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program pengembangan bakat. Program Muatan Lokal. sosial dan pengembangan karier peserta didik 2. dilaksanakan sesuai dengan kebijakan daerah Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan peserta 2. mencantumkan: 1. mempertimbangkan ketentuan pada SK Dirjen Mandikdasmen No. Uraian tentang pelaksanaan program percepatan bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (bila ada). Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dg. 4. Uraian tentang pemanfaatan 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu. jumlah jam pelajaran per tahun. mencantumkan: Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang 1. oleh sekolah 5. minat dan prestasi peserta didik. mencantumkan: 1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program layanan konseling dan atau layanan akademik/belajar. Daftar SK dan KD Muatan Lokal yang dikembangkan 4. jumlah minggu efektif per tahun pelajaran. Uraian tentang rasionalisasi pemanfaatan tambahan 4 (empat) jam pelajaran per minggu 2. Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM ideal (100%) Kenaikan Kelas mencantumkan: 1. 12/C/Kep/TU/2008. 3.

3. Jumlah minggu efektif belajar satu tahun pelajaran Jadwal waktu libur (jeda tengah semester. Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan hidup. antar semester. 3. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Standar Penilaian Pendidikan. Komponen KTSP/Indikator Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa (ulangan harian. 4. mencantumkan: 1.No 2. libur keagamaan. 2. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas). 109 Lampiran 10 . libur akhir tahun pelajara. 5. Kelulusan. Uraian tentang mekanisme dan proses pelaksanaan penjurusan. 12/C/Kep/TU/2008 2. mencantumkan: 1. Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran. 2. minat dan prestasi peserta didik 3. 4. 2. Mencantumkan: 1. ulangan tengah semester. III KALENDER PENDIDIKAN. Penjurusan. Uraian tentang upaya sekolah dalam menuju pendidikan berwawasan global. Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal 3. Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan pengayaan Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 ayat 1 Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah Penilaian Ya Tdk Catatan 3. hari libur nasional dan hari libur khusus) 1. Uraian tentang program penelusuran bakat. Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global. Uraian tentang program pasca ujian nasional sebagai antisipasi bagi siswa yang belum lulus ujian akhir. Uraian tentang program-program sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan. mencantumkan Kriteria penjurusan sesuai dengan kebutuhan sekolah dg mempertimbangkan ketentuan yang diatur pada SK Dirjen Mandikdasmen No.

No

Komponen KTSP/Indikator LAMPIRAN Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal • Silabus semua mata pelajaran kelas X • Silabus semua mata pelajaran kelas XI program yang dilaksanakan • Silabus semua mata pelajaran kelas XII program yang dilaksanakan • Silabus muatan lokal kelas X • Silabus muatan lokal kelas XI program yang dilaksanakan n Silabus muatan lokal kelas XII program yang dilaksanakan 2 3 Laporan Hasil analisis Konteks Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran)

Penilaian Ya Tdk

Catatan

1.

Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen I: ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lampiran 10

110

DOKUMEN II
No I Silabus A Identitas Silabus Mencantumkan: nama sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, standar Kompetensi dan alokasi waktu. Komponen Silabus Silabus mencakup komponen: Kompetensi dasar (KD), Materi Pembelajaran (MP), Kegiatan Pembelajaran – (KP), Indikator Pencapaian Kompetensi (KP), Penilaian (P), Alokasi Waktu (AW) dan Sumber Belajar (SB). Rumusan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mencakup seluruh SK dan KD untuk kelas X, XI dan XII D 1 Rumusan Materi Pembelajaran Dikembangkan sesuai dengan tingkatan ranah kognitif (fakta, konsep dan prosedur), afektif sikap/perilaku) dan psikhomotor (keterampilan) pada setiap KD. Urutan materi pembelajaran dikembangkan sesuai IPK, dengan memperhatikan pendekatan prosedural dan hirarkis. Mengintegrasikan potensi, kenunggulan dan budaya daerah setempat Rumusan Kegiatan Pembelajaran Menjabarkan aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran sesuai dengan IPK Dikembangkan mengacu pada tingkatan kompetensi pada IPK (hasil pemetaan SK/KD) Urutan kegiatan pembelajaran sesuai dengan urutan tingkatan kompetensi pada IPK Mengimplementasikan inovasi pembelajaran (metode/model) sesuai dengan tututan KD Mencantumkan pembelajaran TM, PT dan KMTT sesuai dengan tuntutan KD Rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) IPK sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada Standar Isi Komponen KTSP/Indikator Penilaian Ya Tidak Catatan

B

C

2

3 E 1 2 3 4

F 1

111

Lampiran 10

No 2 3 4 G 1 2

Komponen KTSP/Indikator Kata Kerja Operasional (KKO) pada IPK tidak melebihi tingkatan KKO dalam KD Setiap KD dikembangkan menjadi ¡Ý3 KKO KKO mencakup ranah kompetensi afektif, kognitif dan psikhomotor, sesuai tuntutan KD. Rumusan Penilaian Mencantumkan bentuk dan jenis penilaian yang dikembangkan berdasarkan IPK. Bentuk dan jenis penilaian mencakup ranah kompetensi afektif, kognitif dan psikhomotor, sesuai tuntutan KD. Rumusan Alokasi Waktu Mencantumkan alokasi KD untuk setiap KD sesuai dengan hasil pemetaan SK/KD pada standar isi Mengacu pada jumlah minggu efektif belajar dan alokasi yang tercantum dalam struktur kurikulum. Rumusan Sumber Belajar

Penilaian Ya Tidak

Catatan

H 1

2 I 1

II

Mencantumkan berbagai jenis sumber belajar (buku, laporan hasil penelitian, jurnal, majalah ilmiah, kajian pakar bidang studi, situs-situs internet, multimedia, lingkungan, dan narasumber. 2 Mengacu pada hasil pemetaan SK/KD, materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran LAMPIRAN Silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan 1. lokal • Silabus semua mata pelajaran kelas X • Silabus semua mata pelajaran kelas XI program yang dilaksanakan • Silabus semua mata pelajaran kelas XII program yang dilaksanakan • Silabus muatan lokal kelas X • Silabus muatan lokal kelas XI program yang dilaksanakan n Silabus muatan lokal kelas XII program yang dilaksanakan 2 3 Laporan Hasil analisis Konteks Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran)

Lampiran 10

112

Rekomendasi Petugas Validasi/Verifikasi untuk Dokumen II dan Lampiran: -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

113

Lampiran 10

pengayaan .LAMPIRAN 11 CONTOH SUPERVISI PEMBINAAN GURU Instrumen SUPERVISI GURU DALAM MELAKSANAKAN BIMBINGAN DAN TUGAS TAMBAHAN Nama Guru : Pangkat Golongan : Mata Pelajaran : Jumlah Jam TatapMuka : Sertifikasi : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Komponen BIMBINGAN Ada Program Perencanaan BK.laboratorium. bengkel Atau program khusus Menjadi wali Kelas Menyusun kurikulum pada satuan pendidikan Menjadi pengawas Penilaian dan Evaluasi terhadap proses dan hasil belajar Membimbing guru pemula Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah dan Karya inovatif Jumlah Skor kondisi ya tidak 9 10 11 12 13 14 Lampiran 11 114 .Remedial dll Ada bukti melaksanakan bimbingan Ada evaluasi hasil bimbingan Ada analisis hasil bimbingan Ada program tindak lajut Melaksanakan Tugas Tambahan Menjadi Kepala Sekolah Menjadi Wakil Kepala Sekolah Menjadi ketua Program Studi atau perpustakaan.

TINDAK LANJUT:

Pengawas

.............,.................... Guru

................................................ NIP:

..................................... NIP:

Mengetahui Kepala Sekolah

.................................. NIP:

115

Lampiran 11

LAMPIRAN 11a Instrumen

SUPERVISI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH
Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Pangkat Golongan Mata Pelajaran Jumlah Jam Tatap Muka Sertifikasi : : : : : : Kondisi
ya I Program Perencanaan Kerja sekolah 1. Ada visi dan misi sekolah 2. Ada Tujuan Sekolah 3. Ada Rencana Kerja jangka pendek (1 tahun ) dan Rencana Kerja Jangja Menengah (4 tahun) yang mencakup 8 Standar Nasional Pendidikan 2 Program Standar Isi 3 .Program Standar Proses 4 Program Standar Kompetensi Lulusan 5. Program Standar Kompetensi Sarana Prasarana 6 Program Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan 7. Program Standar Pengelolaan 8 .Program Standar Pembiayaan 9 Program Standar Penilaian II PELAKSANAAN RENCANA KERJA 10. Ada pedoman Sekolah,yang berisi : 11) Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP); Tidak

No

Sub Komponen dan Butir komponen

12) Kalender pendidikan/akademik; 13) Struktur organisasi sekolah/madrasah; 14) Pembagian tugas di antara guru; 15) Pembagian tugas di antara tenaga kependidikan

Lampiran 11a

116

No

Sub Komponen dan Butir komponen
16) Peraturan akademik 17) Tata tertib sekolah/madrasah; 18) Kode etik sekolah/madrasah; 19) Biaya operasional sekolah/madrasah; 20) Penggunaan laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. 21. Ada Struktur Organisasi Sekolah 22. Ada pelaksanaan kegiatan sekolah Sesuai dengan rencana kerja sekolah 23. Ada pelaksanaan Kegiatan Kesiswaan mencakup: Seleksi penerimaan peseserta didik,memberikan layanan konseling,melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler,melakukan pembinaan prestasi unggulan dan pelacakan terhadap alumni 24. Pelaksanaan Bidang kurikulum ada TPK 25. Ada penyusunan KTSP yang melalui 7 tahap beserta dokumen KTSP 26. Ada kalender Akademik sekolah 27. Ada program pengelolaan pembelajaran yang didasarkan pada standar isi,SKL,Standar Proses dan Standar Penilaian 28. Ada penilaian Hasil Belajar Peserta didik 29. Ada pengelolaan Tenaga pendidik dan Kependidikan Meliputi ( pembagian tugas ,sistem penghargaan ,promosi dan ,penempatan,pengembangan serta mutasi ). 30.Pengelolaan Sarana dan Prasarana mencakup program Perencanaan,evaluasi program, fasilitas pembelajaran,skala prioritas,program pemeliharaan 31. Ada RKAS yang berdasarkan 8 SNP 32. Memelihara budaya dan lingkungan sekolah serta pendidikan karakter bangsa. 33. Ada peranserta masyarakat dan komite sekolah 34. Ada ProgramPengawasan dan Evaluasi

Kondisi
ya Tidak

III

117

Lampiran 11a

No

Sub Komponen dan Butir komponen
35. Program pengawasan berisi program supervisi (guru dan tendik ),program pemantauan,evaluasi,pelaporan dan tindak lanjut 36. Ada Evaluasi diri Kinerja sekolah dalam melaksanakan 8 SNP melalui analisis SWOT dalam pengembangan KTSP 37. Ada evaluasi pendayagunaan Pendidik dan tenaga kependidikan mencakup kesesuai penugasan,keseimbangan beban kerja,kinerja pendidik/tenga pendidik dlm melaksnakan tugas,pencapain prestasi pendidik/tendik. 38. Akreditasi sekolah 39.Kepemimpinan sekolah yang dapat meningkatkan SDM kependidikan yang professional,manajemen yang efektif dan professional, lingkungan pendidikan yang kondusif, dan mampu membangun kepercayaan kepada masyarakat. 40. Sistem Imformasi Manajemen • Mengelola sistin informasi manajemen yang memadai untukmendukung administrasi pendidikan yang efektif,efisien dan akuntabel • Menyediakan fasilitas informasi yang efisien,efektif dan mudah diakses • Mengembangkan komunikasi antar warga sekolah dilingkungannya secara efisien dan efektif dengan menggunakan media dan treknik komunikasi al : siaran

Kondisi
ya Tidak

IV

V.

radio,TV lokal,Stiker dan kalender,Poster,perlombaan,leaflet,dialo g langsung,home visit,partisipasi dalam kegiatan masyarakat dan penggunaan website atau blog.

Lampiran 11a

118

.........................Tindak Lanjut Pengawas Pembina Kepala Sekolah ........................................ NIP: ................... NIP: 119 Lampiran 11a ..

observasi Lampiran 12 Target Metode Hambatan Ketercapaian Tindak lanjut Rekomendasi ke Disdik dan pembinaan Guru Studi dokumen. obervasi dan pengamatan di kelas Rekomedasi ke Disdik dan Pembinaan No Aspek Kegiatan 1 Melaksanakan supervisi pembinaan kepala sekolah 2 120 Melaksanakan supervisi pembinaan guru dalam melaksanakan Bimbingan dan Tugas tambahaan 3 dst. wawancara. wawancara. .LAMPIRAN 12 CONTOH HASIL TINDAK LANJUT SUPERVISI PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU Sasaran Kepala sekolah Studi dokumen.

PEMANTAUAN 8 SNP 4 PENILAIAN KINERJA GURU 121 5 PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH 6 PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN GURU 7 PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN KEPALA SEKOLAH Lampiran 12 .CONTOH FORMAT EVALUASI KETERLAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN NO PENCAPAIAN DICAPAI PROGRAM (TINDAK LANJUT ) MATERI KEGIATAN TARGET KESENJANGAN HASIL YANG ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH KETERANGAN PEMBINAAN GURU 1 2 PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH 3.

mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar penilaian v v v 4. menilai kinerja guru dalam merencanakan.Menyusun laporan pelaksanaan program pemantauan standar nasional pendidikan.menilai hasil pembelajaran/bimbingan v 5.LAMPIRAN 13 CONTOH FORMAT YANG DIGUNAKAN DALAM LAPORAN HASIL PENGAWASAN Lingkup kerja pengawas mata pelajaran(Supervisi Akademik) berdasarkan pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb : No 1. g. Lingkup Kerja Penyusunan Program Pengawasan Mata Pelajaran tatap muka Bukan tatapmuka v v v 2.melaksanakan dan menilai proses pembelajaran/bimbingan v Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional Pendidikan a. memantau pelaksanaan standar tenaga pendidik.Menyusun laporan pelaksanaan program pembinaan b. Menyusun Laporan Pelaksanaan Pogram Pengawasan a.memantau pelaksanaan standar kompetensi kelulusan d.melaksanakan. Melaksanakan penilaian kinerja a. f. menyusun program semester c. menyusun program tahunan b. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar kompetensi kelulusan e. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar praoses v v v v v v v c. memantau pelaksanaan standar proses b. a.menyusun rencana kepengawasan manajerial (RKA) Melaksanakan Pembinaan a. mengolah hasil pelaksanaan pemantauan standar isi a. membina guru dalam merencanakan. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar tenaga pendidik. 3 .Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja v v v Lampiran 13 122 . memantau pelaksanaan standar penilaian h.memantau pelaksanaan standar isi b. c.

v v 3. menilai kinerja kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.Menyusun laporan pelaksanaan program pembinaan b.menyusun rencana kepengawasan manajerial (RKM) Melaksanakan Pembinaan a.Lingkup kerja pengawas satuan pendidikan (Supervisi Manajerial) berdasarkan pedoman tugas guru dan pengawas adalah sbb : No 1. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar pengelolaan e. a. memantau pelaksanaan standar sarana dan prasarana b. c.Menyusun laporan pelaksanaan program pemantauan standar nasional pendidikan. memantau pelaksanaan standar isi h. menyusun program tahunan b. Menyusun Laporan Pelaksanaan Pogram Pengawasan a. Melaksanakan penilaian kinerja a.tenaga laboratorium.menilai kinerja tenaga administrasi lainnya dalam melaksanakan tugas pokok c. membina tenaga kependidikan lainnya (tenaga administrasi. membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah b.tenaga perpustakaan ) dalam melakanakan tugas pokoknya. menyusun program semester c.menilai kinerja sekolah untuk persiapan akreditasi sekolah v v v v v v 5.Menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja 123 Lampiran 13 . mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar isi v v v v v v v v 4. Lingkup Kerja Penyusunan Program Pengawasan Satuan Pendidikan tatap muka Bukan tatapmuka v v v 2.memantau pelaksanaan standar pengelolaan d. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar sarana prasarana c. memantau pelaksanaan standar pembiayaan f. mengolah hasil pemantauan pelaksanaan standar pembiayaan g. Melaksanakan Pemantauan Standar Nasional Pendidikan a. b.

5. Standar Proses. Tendik dalam meLaksanakan tugas Pokoknya Sekolah dalam mempertahankan Akreditasinya . Standar Pembiayaan . 3. Standar PTK 4. Standar Isi 2.Guru dalam melaksanakan Tugas pokok Dan fungsinya 2.Kep Sek dalam Pengelolaan adm Sekolahj.DIAGRAM RUANG LINGKUP KEPENGAWASAN SEKOLAH RUANG LINGKUP PENGAWASAN SEKOLAH Lampiran 13 PENGAWASAN MATA PELAJARAN ( AKADEMIK ) PENILAIN KINERJA PEMBINAAN/ PEMBIMBING AN PEMANTAUAN PENIlAIAN KINERJA PENGAWASAN SATUAN PEDIDIKAN (MANAJERIAL ) 124 Kepala Sek Dan Tenaga Kependidikan 1. Kompetensi guru 1. 2. SKL Standar Isi Standar Penilaian Guru/Tenaga Pendidik dalam melaksanakan tupoksinya PEMBINAAN PEMBIMBINGAN PEMANTAUAN . 3. Standar Sara Na. Standar Penge Lolaan.1. 4.Pengembang an Profesional 3.

Menyusun PTK 125 b.Standar PTK. Pemahaman KTSP(Standar Isi ) c.melaporkan kemampuan guru dalam.Supervisi Akademik yang meliputi membina/membimbing. a. Membina Kepala Sekolah dan Tendik lainnya dalam pengelolaan sekolah Memantau Pelaksanaan Standar isi. Lampiran 13 . e.Supervisi Manajerial a. 1. c. Tugas Pokok dan fungsi Pengawas 2. Mensupervisi 5. Standar Sarana. Pengimplementasian standar Proses dalam pengembangan silabus .Monitoring dan Evaluasi 5.Membina/ membimbing 2.pembelajaran.Melalui Group Focussed Discussion. 3. Mengevaluasi dan g. standar |Pembiayaan Menilai Kinerja Kepala Sekolah dan Tendik lainnya.Menilai Diri Sendiri. RPP. Menilai 4.Melaporkan 1.Kerangka Pikir Pemecahan Masalah Dilakukan Melalui: 1.Memantau 3. Pengimplemensian Standar Penilaian f.Workshop dan sosialisasi Permendiknas No 39/2009 dan PP No 74/2008 4. Peningkatan kompetensi guru b. Pemahaman Tupoksi guru d. Supervisi Individual dan kelompok 2.memantau dan menilai.

2 3 4 5 6 Keterangan : 4 = Ada . Baik Sekali 3= Ada. Kurang Nilai Jumlah SKOR : > 36 30-35 26-29 <26 = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tindak Lanjut Nilai Lampiran 13 Indikator Komponen Adm Perencanaan PEMBELAJARAN Pembinaan Guru dalam melaksanakan Tupoksinya HASIL SUPERVISI ADMINISTRASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN TERHADAP GURU No Mata Pelajaran Nama Guru 126 . Baik 2= Ada.HASIL SUPERVISI AKADEMIK RPP Prota KKM Silabus Promes Agenda Harian Daftar Nilai Absen siswa Jumlah Skor Kelender Pendidikan Sosiologi 3 3 2 2 4 Jadwal tTatapmuka 4 2 2 3 3 28 c workshop 1. Cukup 1= Ada.

HASIL SUPERVISI ADMINISTRASI PELAKSANAAN PENILAIAN PEMBELAJARAN TERHADAP GURU Indikator Komponen Adm Pelaksanaan Penilaian PEMBELAJARAN KMTT Analisi Ulangan harian Buku nilai Remedial Bank Soal Jumlah Skor Nilai Mata Pelajaran Penugasan Terstruktur Melakukan Tes(UH. Kurang Nilai Jumlah SKOR : > 36 = 30-35 = 26-29 = <26 = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tindak Lanjut No Nama Guru Lampiran 13 .Mid Penilaian Psikomotor 1. Baik Sekali 3= Ada. Cukup 1= Ada. Baik 2= Ada. Sosiologi 4 2 o o o o Penilaian Ahlak Mulia o Peniilaian Kepribadian 2 o 2 1 0 K Workshop 2 3 4 127 5 Keterangan : 4 = Ada .

Baik 2= Ada.Jumlah Skor Pendahuluan 1 2 3 4 5 6 Ekplorasi 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 9 2 0 2 6 2 7 Elaborasi 1 1 1 1 1 1 3 4 5 6 7 8 Konfirmasi 2 2 2 2 2 1 2 3 4 5 Penutup 2 8 2 9 3 0 1. Baik Sekali 3= Ada.84 <60 = = = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tindak lanjut Nilai Lampiran 13 HASIL SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Indikator Komponen Pelaksanaan PEMBELAJARAN Kegiatan Inti Nama Guru No 128 . Cukup 1= Ada. Penjas/Kesehatan 2 3 4 5 Keterangan : 4 = Ada . Kurang Nilai Jumlah SKOR : > 105 84-104 60.

PEMBINAAN /PEMBIMBINGAN KOMPETENSI GURU Hasil Penilaian Pemahaman Guru Tentang KTSP Indikator Pemahaman KTSP Dasar Hk KTSP 8 SNP SNP untuk guru Pengertian KTSP SNP untuk Sekolah Kelas Jumlah skor 14 Nilai Keterangan Nama No Mata Pelajaran X 3 4 2 3 2 1 matematika B 2 129 3 4 5 KETERANGAN Penilaian : skor 18 – 20 13.12 >8 = Baik Sekali = Baik = Cukup = Kurang Lampiran 13 .17 8 .

Hasil penilaian pemahaman Kompetensi Guru Indikator Pemahaman Kompetensi GURU SOSIAL PeDAGOGIK KEPRIBADIAN Profesionalis me Dasar Hukum Lampiran 13 Kelas Jumlah skor 16 B Nilai Keterangan 4 4 4 4 O No Nama Mata Pelajaran 1 2 3 4 5 matematika 130 KETERANGAN Penilaian : skor 18 – 20 = Baik Sekali 13.12 = Cukup >8 = Kurang .17 = Baik 8 .

TUPOKSI Perencanaan Jenis tes Dasar Hukum PT dan KMTT 2 1 1 matematika 4 2 4 Pengembanga Profesi 4 4 Kegiatan inti Pembelajaran O Beban mengajar/mg 21 Mata Pelajaran Kelas No Nama C 131 4 4 4 4 3 0 2 3 4 5 22 23 Bahasa inggris sosiologi 2 1 22 C 24 matematika Keterangan :Jumlah Skor 28 – 32 23 .27 = 14.22 = > 14 = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Lampiran 13 .HASIL PENILAIAN PEMAHAMAN TUPOKSI GURU Indikator Pemahaman Tupoksi guru Jum lah Skor Nilai Ket.

60 = Baik 29.Hasil Penilaian Siklus Ke I praktek Membuat RPP berdasarkan Standar Proses Indikator Pemahaman Komponen RPP Identitas Tatap Muka PT K M T T KMTT ekplorasi Pengasan Terstru Tes (ULANGAN) Pengamatan (afektif) Kegiatan Pembelajaran Penilaian Klasifikasi Jum NA lah KD Indikator Nama Sekolah SK Alokasi waktu Tujuan pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran elaborasi 1 3 0 4 4 4 3 0 3 1 0 0 0 2 3 4 5 6 7 8 9 10 konfirmasi Lampiran 13 ket 12 13 14 15 0 16 0 17 0 26 K 1 1 2 No Nama MP Kls 132 1 matemati ka 2 2 3 4 5 Keterangan : Jumlah Skor 61 .43 = Cukup > 29 = Kurang .68 = Baik Sekali 44 .

22 = > 14 = = Baik Sekali Baik Cukup Kurang Ket. SERTIFIKASI L No Nama Mata Pelajaran Ke las 133 Lampiran 13 .27 = 14.PEMBINAAN TUPOKSI GURU PADA MATA PELAJARAN MIPA Indikator Pemahaman Tupoksi guru Jum lah Nilai Skor TUPOKSI Perencanaan Jenis tes Dasar Hukum PT dan KMTT 1 2 3 4 5 Kimia 2 3 Pengembanga Profesi 2 2 Kegiatan inti Pembelajaran 2 2 2 Beban mengajar/mg 3 18 C Keterangan :Jumlah Skor 28 – 32 23 .

Memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula. Pengawas Sekolah Memantau kegiatan. pelatihan dan bimbingan teknis PIGP. termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi. penyusunan buku pedoman dan penunjukkan pembimbing. Melakukan pembimbingan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran/pembimbi Pihak yang bertanggung jawab Kepala Sekolah Mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis Melakukan analisis kebutuhan Penyusunan Buku Pedoman PIGP Penunjukkan Pembimbing Menyambut dan mewawancarai guru pemula Memantau kegiatan pembimbing pada tahap persiapan Memberi arahan kepada pembimbing dalam membimbing guru pemula pada tahap persiapan Memantau kegiatan. tahap pengenalan sekolah dan lingkungannya LAMPIRAN 14 Bulan Ke1 Tahap Deskripsi Kegiatan Persiapan Tahap persiapan meliputi kegiatan analisis kebutuhan. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. kepala sekolah dan Memberi arahan pembimbing pada kepada pembimbing tahap pengenalan dalam membimbing sekolah dan guru pemula pada lingkungannya. 134 Pengenalan sekolah dan lingkungannya Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas . menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap Persiapan Pembimbing Mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis PIGP Menerima arahan dari kepala sekolah tentang tugas pembimbing dalam membimbing guru pemula Menyiapkan Program Pembimbingan guru pemula Lampiran 14 Mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya. Memperkenalkan guru pemula kepada siswa. menilai Kinerja lingkungannya. Mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah. Tata Tertib dan Kode Etik Sekolah Mempelajari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Memantau kegiatan membina/membimbing pembimbing pada kepala sekolah dan tahap pengenalan pembimbing secara sekolah dan teknis.Alur Kegiatan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Guru Pemula Melapor kepada kepala sekolah Mempelajari Buku Pedoman Pelaksanaan dan Panduan Kerja PIGP.

Memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan Lampiran 14 . dengan cara: Memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. (3) mendapat kesempatan kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran. Memberi arahan tentang penyusunan perencanaan.ngan dan konseling dan tugas terkait lainnya. pelaksanaan proses pembelajaran/pembimbi ngan dan penilaian hasil belajar. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaksanaan pembimbingan Memantau kegiatan pembimbing pada tahap pelaksanaan pembimbingan Memberi arahan kepada pembimbing dalam membimbing guru pemula pada tahap pelaksanaan pembimbingan 2-9 Pelaksanaan Pembimbingan Pelaksanaan pembimbingan guru pemula dilakukan oleh pembimbing yang meliputi pembimbingan proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain seperti Pembina ekstrakurikuler. dan pelaksanaan 135 Memperoleh bimbingan dalam melaksanakan tugas tambahan dari pembimbing dengan cara (1) melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiata di sekolah. (2) mendapat arahan tentang penyusunan perencanaan. (2) memperoleh arahan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan program pada kegiatan tugas tambahan Memperoleh bimbingan dalam proses pembelajaran yang meliputi: : (1) menerima motivasi tentang pentingnya tugas guru dari pembimbing. Melaksanakan pembimbingan proses pembelajaran/pembimbing an dan pelaksanaan tugas tambahan. Memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran. Memantau kegiatan. pelaksanaan proses pembelajaran/pembimbi ngan dan penilaian hasil belajar.

kompetensi kepribadian.Lampiran 14 Melakukan persiapan untuk Penilaian Kinerja oleh Pembimbing. Penilaian Tahap 1 136 Penilaian yang dilakukan oleh pembimbing yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam proses pembelajarn/pembimbinga n dan tugas lainnya. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai melalui observasi pembelajaran/pembimbing an serta observasi pelaksanaan tugas lain 10-11 Penilaian Tahap 2 Penilaian dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang bertujuan untuk menentukan nilai kinerja guru pemula. Pelaksanaan observasi 3. Pelaksanaan observasi 3. yang meliputi tiga tahap: 1. Praobservasi 2. . Penilaian tahap satu sekurang-kurangnya enam kali Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja berdasarkan elemen kompetensi guru: kompetensi pedagogik. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada Penilaian tahap 1 Melakukan Penilaian KInerja Guru Pemula melalui observasi pembelajaran. Pascaobservasi Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula yang meliputi tiga tahap: 1. Pelaksanaan observasi 3. Pascaobservasi Memantau kegiatan pembimbing penilaian tahap 1 Memberi arahan kepada pembimbing dalam membimbing guru pemula dalam penilaian tahap 1 Melakukan Penilaian Kinerja Guru Pemula melalui observasi Pembelajaran. kompetensi sosial dan kompetensi profesional. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. Praobservasi 2. Pascaobservasi Memotivasi dan membimbing guru pemula dalam menghadapi Penilaian Kinerja Guru Pemula (PKGP) pada Penilaian Tahap 2. Praobservasi 2. Mengikuti Penilaian Kinerja Guru Pemula Melakukan refleksi diri dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil refleksi diri dan PKGP oleh pembimbing Memantau kegiatan. yang meliputi tiga tahap: 1.

menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada penilaian tahap 2 Membantu guru pemula dalam memperbaiki kinerja atas umpan balik yang diberikan oleh penilai pada penilaian tahap 2 12 Pelaporan Pelaporan PIGP meliputi Pelaporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dan Pelaporan Kegiatan 137 Memberikan masukan kepada kepala sekolah/madrasah dalam menentukan Keputusan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula Memantau kegiatan. kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah Pelaporan Penilaian Kinerja Guru Pemula Lampiran 14 .Memantau kegiatan. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaporan baik pelaporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula ataupun Pelaporan Pelaksanaan PIGP oleh kepala sekolah Menyerahkan Laporan Kegiatan Pembimbingan dan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula tahap 1 Menyerahkan dokumen hasil Pembimbingan kepada kepala sekolah Menginventaris dokumen hasil Pembimbingan Menyusun Rekapitulasi Hasil Observasi Pembelajaran oleh pembimbing.

membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis.Lampiran 14 Memantau kegiatan. menilai Kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaporan Pelaporan Pelaksanaan PIGP oleh kepala sekolah Membuat draf Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula Penentuan Keputusan dan Penandatanganan LHPKGP Menyusun Laporan Pelaksanaan PIGP Menyampaikan Laporan Pelaksanaan PIGP kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/ Kota atau kepada Kepala Kementerian Agama Pelaporan PIGP Pelaksanaan 138 .

........6 1. dan masyarakat Kompetensi profesional 4.... dan tidak pilih kasih 3... NIP.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur....2 1.5 1.... Kompetensi pedagogis 1.....3 1.1 Berperilaku sesuai dengan norma........ NIP... Guru Pemula .orang tua. pegawai sekolah/madrasah..........3 Kepribadian matang dan stabil 3 Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi guru Kompetensi social 3. observasi memperoleh skor 3 Sekolah/madrasah: Kabupaten/Kota: Provinsi: Jumlah jam per minggu : Fokus Observasi: C. kebiasaan dan hukum di Indonesia 2...2 Komunikasi dengan guru.. ..7 2 Memahami teori belajar Pengembangan kurikulum Aktivitas pengembangan pendidikan Peningkatan potensi siswa Komunikasi dengan siswa Penilaian & evaluasi B C D Catatan pengamat/penilai Kompetensi kepribadian 2.. *) Pilih salahsatu sesuai penilai .........2 Mengetahui: Pengawas Sekolah/Madrasah . Jika hasi....LAMPIRAN 15 Kementerian Pendidikan Nasional Sekolah____________________ Lembar Hasil Observasi Pembelajaran Pada Penilaian Tahap 2 Nama: Pendidikan terakhir : Institusi pendidikan: Kelas yang diajar: Mata pelajaran yang diampu: Matematika A............. Jika hasil observasi memperoleh skor 2 D.... Jika hasil observasi memperoleh skor 4 B...... Jika hasil observasi memperoleh skor 1 A 1...... Salinan untuk pengawas sekolah/madrasah Salinan untuk dinas pendidikan Asli untuk guru pemula Salinan untuk kepala sekolah/madrasah 139 Lampiran 15 ....4 1....1 Berperilaku inklusf.. serta tahap-tahap pengajaran Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri 4 4. isi dan standard kompetensi mata pelajaran..........2 2.. objektif...... 201.............1 Memahami latar belakang siswa 1.

dan latar belakang sosial-budaya. Guru mengembangkan RPP 3. strategi. mulai dari pengembangan silabi. Guru menerapkan berbagai teknik pembelajaran 6. Guru menerapkan berbagai pendekatan. Guru menjadi fasilitator siswa dalam belajar 2. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang cocok dengan kondisi siswa dan tujuan yang ingin dicapai 4. 1. moral. dan teknik pembelajaran secara simultan dalam rangka membantu siswa untuk belajar 1.3 Pengembangan Kurikulum Guru mampu mengembangkan berbagai aspek yang terkait dengan kegiatan pembelajaran. dan teknik pembelajaran sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru menggunakan beberapa metode yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran 5. RPP yang antara lain memuat tujuan pembelajaran yang jelas.2 Memahami teori dan prinsip pembelajaran 140 Guru mampu menerapkan berbagai pendekatan. social-emosional. Guru mengembangkan silabi 2. strategi. Pedagogik 1. . Guru mengkondisikan siswa untuk dapat belajar 3. 3. 2. metode. metode. dan mampu menerapkan pemahamannya itu untuk membantu meningkatkan potensi siswa selama proses pembelajaran. 4.KRITERIA PENILAIAN KINERJA GURU PEMULA PADA PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA (PIGP) Deskripsi Kompetensi Penilaian 1. 1.1 Memahami latar belakang siswa Guru memahami karakteristik siswa yang terkait dengan aspek fisik. Guru memperhatikan semua siswa pada awal pembelajaran Guru memperlakukan siswa secara adil Guru menghargai jawaban siswa Guru memotivasi siswa untuk terlibat dalam proses pembelajaran 4 3 2 1 Indikator Kriteria Penilaian Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Lampiran 16 1. intelektual. Guru mengemukakan tujuan 4 3 2 1 Jika¡Ý 7 indikator penilaian terpenuhi Jika5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 1-2 indikator penilaian terpenuhi 4 3 2 1 Jika¡Ý 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi LAMPIRAN 16 Kompetensi Elemen Kompetensi 1.

5 Mengembangkan potensi siswa Guru memperhatikan siswa secara individual dengan cara memberikan perhatian (misalnya menyebut nama siswa. media pembelajaran. rancangan kegiatan belajar mengajar. Guru dapat menarik perhatian semua siswa pada awal pembelajaran 2. kreatif.Guru mengembangkan materi yang relevan baik yang diambil dari buku sumber yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Buku paket) maupun yang dikompilasi atau disusun sendiri 1. Guru pemula menggunakan ICT untuk pembelajarandan pembelajaran 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Lampiran 16 Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 1. sampai rancangan alat ukur untuk menilai hasil belajar siswa serta kriteria penilaian yang terkait.4 Aktivitas Pengembangan Pendidikan Guru mampu melaksanakan pembelajaran yang aktif. Guru pemula mengembangkan dan melakukan kativitas pendidikan yang 3. 1. Guru mengemukakan indikator Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 4. dan menyenangkan (PAIKEM) dalam upaya mengembangkan potensi siswa 1. efektif. inovatif. berkeliling melihat pekerjaan siswa. alokasi waktu. Guru menggunakan media pembelajaran yang sesuai 2. indikator ketercapaian kompetensi. bertanya dengan menyebut nama siswa yang 141 .Kompetensi Penilaian pembelajaran dengan jelas 4. Semua siswa tampak antusias 4 : 3 : 2 : Jika¡Ý 7 indikator penilaian terpenuhi Jika 5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 1-2 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi kompetensi dasar yang diharapkan dicapai oleh siswa. rancangan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. materi pembelajaran. menanggapi pertanyaan siswa. Guru mengembangkan media yang relevan 5.

dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan siswa 142 1. Semua siswa aktif mengerjakan tugas yang diberikan guru 9. Guru memperhatikan siswa secara individual 4. Semua siswa aktif mengikuti proses pembelajaran 8. Guru meluruskan pertanyaan yang kurang benar dari siswa 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi ditunjuk).Kompetensi Penilaian memperhatikan penjelasan guru 3. Pedagogik 1.6 Komunikasi dengan siswa Guru mampu berkomunikasi secara santun kepada siswa dan selalu merespon siswa secara adil dan mendidik. 1 : Lampiran 16 Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 1. Guru memanfaatkan media pembelajaran 6. Guru melibatkan siswa dalam pembelajaran 3. Semua siswa terlibat dalam pengerjaan tugas 5. melakukan pembinaan. . Guru melakukan interaksi secara aktif dengan siswa selama pembelajaran berlangsung 2. Guru memanfaatkan teknologi pembelajaran yang relevan 7. Tidak ada siswa yang menunjukkan keraguan atau ketidakpahaman tentang topik yang diterangkan guru . Guru merespon setiap pertanyaan siswa yang relevan dengan topic yang seeding dibicarakan 4.

Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester. Melaksanakan tes. 5. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik. dan/atau bentuk lain yang diperlukan. 3. pengamatan. baik formal maupun informal untuk mendeteksi bahwa siswa sudah belajar. Guru menggunakan berbagai cara. 4.Kompetensi Penilaian 4 3 2 1 Jika¡Ý 7 indikator penilaian terpenuhi Jika 5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 1-2 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 1. baik. 6. Guru memanfaatkan hasil penilaian tersebut untuk merencanakan pembelajaran yang berkualitas pada masa yang akan dating 143 Lampiran 16 1. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. sudah menguasai dan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya. 8. Guru memanfaatkan hasil penilaian tersebut untuk merencanakan pembelajaran pada masa yang akan datang supaya tidak ada siswa yang kemampuan atau prestasinya tertinggal diantara sebagian besar siswa. atau . 9.7 Penilaian dan Evaluasi 1. Mengolah hasil penilaian untilk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. 3. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik. 7. 2. 2. penugasan. Mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.

dan berperilaku baik di sekolah maupun 2. 144 2. Guru melarang siswa menertawakan siswa lain apapun alasannya 4. Guru memperhatikan siswa didalam kelas secara individu 2. kebiasaan dan hukum di Indonesia Guru bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam kegiatan apapun. Teman sejawat menghargai guru sebagai sosok guru yang kinerjanya patut dicontoh 5.1 Bertindak sesuai norma. Siswa berani bertanya kepada guru diluar sekolah baik yang menyangkut pelajaran maupun yang berkaitan dengan halhal yang bersifat pribadi 3. Teman sejawat bersedia berbagi pengalaman dengan guru 6. Guru memahami latar belakang siswa terutama yang berasal dari daerah lain atau yang memiliki pengalaman lain. Guru tidak pernah menertawakan siswa apapun alasannya 3. Kepala sekolah menghargai guru sebagai orang yang dapat dipercaya .2 Model peran yang stabil dan dewasa Guru menjadi teladan bagi siswa dalam berbicara.Kompetensi Penilaian Elemen Kompetensi Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian Lampiran 16 kurang baik. suku. Semua kegiatan yang dilaksanakan oleh guru mengindikasikan penghargaannya terhadap berbagai agama dan/atau keyakinan yang dianut. Kepribadian 2. 5. 1. adatistiadat dan gender. Orang tua siswa berani membahas kemajuan siswa dengan guru 4. Siswa berbicara dengan sopan terhadap guru bersikap. guru selalu memperhatikan dan menghargai Pancasila sebgai pegangan hidup bermasyarakat 4 3 2 1 Jika 5-6 indikator penilaian terpenuhi Jika 3-4 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 4 3 2 1 Jika ¡Ý 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 2. 1.

latar belakang keluarga. teman sejawat. 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Elemen Kompetensi Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian 2. suku. dan rasa percaya diri. 4. 3. agama. empatik dan maupun tulisan. ras. 3. orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama. orang tua. tanggungjawab yang tinggi. 2. Bertindak objektif terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. santun. staf pendidikan. rasa bangga menjadi guru. Bersikap inklusif dan bertindak objektif terhadap teman sejawat dan lingkungan sekitar. Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri. serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. Menunjukkan sikap tanggungjawab yang tingi 3.3 Etos kerja dan komitmen serta kebanggaan menjadi guru Menunjukkan etos kerja.2 Berkomunikasi dengan guru. dan status sosial ekonomi 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 145 3. Menunjukkan etos kerja tinggi. baik secara lisan lainnya secara santun. Bekerja mandiri secara profesional.Kompetensi Penilaian 1. jenis kelamin. dan masyarakat 4 3 2 1 Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi Lampiran 16 1. 4. bertindak objektif. empatik. Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah efektif. Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun. dan status sosial-ekonomi. 2. kondisi fisik. Beromunikasi dengan peserta didik dengan santun. Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan . Memiliki keterampilan berkomunikasi yanng 1. efektif. latar belakang keluarga. dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik 4. 2. empatik. Bersikap inklusif terhadap peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran.1 Bertindak inklusif dan obyektif serta tidak diskriminatif Bersikap inklusif. Sosial 3. Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik. empattik dan efektif 3.

2 Profesionalitas yang meningkat melalui refleksi diri Memiliki kemampuan evaluasi dan refleksi diri terhadap proses pembelajaran dan dapat menentukan tindaklanjut untuk meningkatkan proses pembelajaran berikutnya . Mengajukan pertanyaan kepada siswa yang tepat dan relevan 1. Mampu mengkaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari 5. Mampu melakukan refleksi dan mereview kinerja siswa 2. kegiatan inti.Kompetensi Penilaian dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik 4 : 3 : 1. dengan langkah-langkah pembelajaran (pembuka. dan penutup) 2. Mampu menyampaikan materi pembelajaran secara sistematis. Mampu menggunakan ICT untuk komunikasi dan pengembangan professional 4. Profesional 4. Menjawab pertanyaan siswa dengan jelas dan tepat 4. 146 4. isi dan standar kompetensi untuk mata pelajaran serta tahapan yang diajarkan Guru memiliki kemampuan penguasaan materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan menyampaikannya dengan sistematis. Memiliki pengetahuan tentang pendidikan yang kontektual 3.1 Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur. Mampu melakukan penelitian tindakan kelas 4 : 3 : 2 : 1 : Jika 4 indikator penilaian terpenuhi Jika 3 indikator penilaian terpenuhi Jika 2 indikator penilaian terpenuhi Jika 1 indikator penilaian terpenuhi 2 : 1 : Jika ¡Ý 4 indikator yang terpenuhi Jika 3 indikator yang terpenuhi Jika 2 indikator yang terpenuhi Jika 1 indikator yang terpenuhi Lampiran 16 Deskripsi Kompetensi Indikator Kriteria Penilaian Elemen Kompetensi 4. Menjelaskan materi dengan percaya diri 3.

Aspek Ketersedian Dokumen yang dibutuhkan Permendikanas nomor 27 tahun 2010 tentang Program Iduksi Guru Pemula dan Lampirannya 12 Panduan Kerja Bku Pedoman Pelaksanaan PIGP yang disusun kepala sekolah Dokumen KTSP Kondisi Ideal Kondisi Nyata Tindak Lanjut B Ketersediaan SDM: Kepala sekolah yang memahamitentang PIGP Ketersedaan pembimbing yang sesuai criteria DLL 147 Lampiran 17 .LAMPIRAN 17 Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP No A.

........Bulan ke1 2 Bulan ke4 Bulan ke5 Bulan ke6 Bulan ke............................ Perencanaan Pengawasan 148 2............ Pelaksanaan Pengawasan 2.............. 3 4 Kegiatan Bulan ke...........1 Pembinaan 2................................................................Bulan ke7 8 Bulan ke9 Bulan ke11 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1........3 Penilaian 4 Evaluasi 5...1 Monitoring 2.......... No........ Pelaporan dan Program Tindak Lanjut . LAMPIRAN 18 Jalan ....JADWAL KEGIATAN PENGAWASAN PIGP Lampiran 18 Bulan / Minggu ke Bulan ke3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pada sekolah ...

................... 3 4 Kegiatan Bulan ke..........................Bulan ke1 2 Bulan ke4 Bulan ke7 Bulan ke5 Bulan ke6 Bulan ke8 Bulan ke9 2 3 4 Bulan ke11 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1.........................JADWAL MONITORING PIGP Pada sekolah .............................. Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Persiapan 149 2......................................... Bulan / Minggu ke Bulan ke3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 No........... Jalan .......... Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pembimbingan 3 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Penilaian 4 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pelaporan Lampiran 18 .......

Permendiknas dan Ya Tidak Lampiran tentang Program Induksi b. Struktur Oranisasi Sekolah g. Pembagian Tugas Guru h. Panduan Kerja c. Biaya Operasional Sekolah/madrasah Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Bukti dokumen Dokumen Pendukung Pelaksanaan Program Induksi yang tertuang dalam RencanaKerja Sekolah Alokasi dana pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Ya Tidak Lampiran 19 150 . Apakah sekolah telah memiliki dokumen Program Induksi dan dokumen pendukungnya? a. Tata Tertib Sekolah/Madrasah k. Kode Etik Sekolah/Madrasah l. Peraturan Akademik j. Kalender Pendidikan f. Apakah program Induksi telah teranggarkan dalam Rencana Ya Tidak Kegiatan dan Anggaran Sekolah? 3. Pembagian Tugas Tenaga Kependidikan i. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) e.LAMPIRAN 19 INSTRUMEN MONITORNG PIGP No Aspek Hasil Monitoring Persiapan 1. Apakah Progam Induksi telah tertuang dalam Rencana Kerja Ya Tidak Sekolah? 2. Pedoman Program Induksi d.

hasil wawancara dengan warga sekolah 1. Pengenalan Lingkungan Sekolah Apakah pembimbing memperkenalkan situasi dan Ya kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula? Apakah pembimbing melakukan pembimbingan Ya dalam menyusunan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran dan tugas terkait lainnya? Apakah guru pemula mengamati situasi dan kondisi Ya sekolah serta lingkungannya. Notula dan Daftar Hadir Rapat Ya Tidak 9. 4. 5. Apakah kepala sekolah memberi tugas guru yang profesional untuk menjadi pembimbing? Apakah sekolah memiliki guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing? Apakah kepala sekolah berkonsultasi dengan pengawas sekolah tentang pelaksanaan program Induksi? Apakah kepala sekolah mensosialisasikan Program Induksi kepada warga sekolah? Ya Tidak Surat Tugas Pembimbing Ya Tidak Keberadaan pembimbing sesuai kriteria 8. 7. Apakah Kepala Sekolah/Madrasah menyusun Buku Pedoman Program Induksi? Apakah kepala sekolah melakukan analisis kebutuhan? Buku Pedoman Program Induksi Ya Tidak Ya Tidak Lembar Analisis Kebutuhan yang telah diisi 6. Ya Tidak Bukti Sosialisasi (notula. 2.4. daftar hadir. data-data Tidak Hasil wawancara guru pemula Tidak Hasil wawancara guru pemula Dan Lembar Observasi Pembelajaran Tidak Hasil wawancara guru pemula Dan Lembar Observasi Pembelajaran Tidak Hasil wawancara guru pemula 151 Lampiran 19 . termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi? Apakah guru pemula mempelajari Buku Pedoman Ya dan Panduan Kerja bagi guru pemula. Pelaksanaan a. 3. B. dll).

pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa? Apakah selama pembimbingan pembimbing memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan Ya Tidak Hasil wawancara guru pemula Ya Tidak Hasil wawancara guru pemula Lembar Observasi Pembelajaran Ya Tidak 2. tata tertib sekolah/madrasah. Ya Tidak Lembar Observasi Pembelajaran Guru lain Lampiran 19 152 . 6. Ya Tidak Hasil wawancara dengan guru pemula tentang Pembimbing Bukti dokumen pembimbingan 5. 1. Ya Tidak Lembar RPK PK yang digunakan 4.5. dan kode etik guru? Apakah guru pemula mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah? Apakah guru pemula mempelajari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan? b.? Apakah guru pemula bersama pembimbing menyusun Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk tahun pertama masa induksi? Apakah selama pembimbingan pembimbing memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru? Apakah selama pembimbingan. sekolah/madrasah. Ya Tidak 6. pembimbing memberi arahan tentang perencanaan pembelajaran/pembimbingan. Pelaksanaan pembimbingan Apakah Pembimbingan Tahap 1 dilaksanakan pada bulan ke2? Apakah guru pemula bersama pembimbing menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan pembelajaran/Pembimbingan (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan mingguminggu pertama. Ya Tidak Silabus dan RPP yang dikembangkan guru Pemula 3.

Lembar Observasi Pembelajaran? Apakah selama pembimbingan pembimbing melibatkan guru pemula dalam kegiatankegiatan di sekolah? Apakah selama pembimbingan pembimbing memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan? Apakah pembimbing dan guru pemula menentukan fokus elemen kompetensi yang akan diobservasi? Apakah guru pemula mengisi lembar refleksi setelah ada kesepakatan fokus elemen kompetensi yang akan diobservasi Apakah guru pemula melakukan refleksi pada pasca observasi Apakah pembimbing memberi umpan balik dari hasil observasi dan refleksi? Apakah pembimbing melakukan observasi lebih dari atau sama dengan enam kali? Apakah pembimbing melakukan observasi pembelajaran di bulan ke 2-9? Ya Tidak Surat Tugas dan Bukti Kegiatan Ya Tidak Hasil wawancara Guru pemula Ya Tidak Hasil wawancara dengan guru pemula Lembar obserasi dan Refleksi Pembelajaran Ya Tidak Lembar Refleski yang telah diisi Ya Tidak Lembar Refleksi yang telah diisi Hasil wawancara dengan guru pemula. 8. 10. 11.7. Apakah kepala sekolah melakukan observasi pembelajaran lebih dari atau sama dengan tiga kali? 17. 14. 13. Apakah pengawas sekolah melakukan obserasi pembelajaran Ya Tidak Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh kepala sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh Ya Tidak Ya Tidak 153 Lampiran 19 . 12. Apakah kepala sekolah melakukan obserasi pembelajaran 16. Umpan balik yang tertulis pada Lembar Observasi Pembelajaran Jumlah Lembar Observasi yang telah diisi Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Penilaian 15. 9.

Apakah pengawas sekolah melakukan observasi pembelajaran lebih dari atau sama dengan dua kali? 19.18. Apakah pengawas sekolah melakukan observasi pembelajaran di bulan ke-10? Pelaporan Apakah kepala sekolah menyusun draft Laporan Penilaian Kinerja Guru pemula dengan mendiskusikan hasil dengan pembimbing dan pengawas sekolah? Apakah kepala sekolah dalam menentukan keputusan mempertimbangkan pendapat pembimbing dan pengawas sekolah? Apakah Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula ditandatangani oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah? Apakah kepala sekolah mengajukan penerbitan sertifikat Program Induksi telah sesuai dengan ketentuan ? Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak pengawas Sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh pengawas sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh kepala sekolah Lembar Observasi pembelajaran yang telah Diisi (tangal pelaksanaan) oleh pengawas sekolah Draft Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula beserta dokumen pendukung 1. Ya Tidak Surat pengajuan penerbitan Sertifikat Program Induksi Lampiran 19 154 . Apakah kepala sekolah melakukan observasi pembelajaran di bulan ke-10? 20. Ya Tidak 2. Ya Tidak 4. Ya Tidak Daftar hadir dan notula rapat pengambilan keputusan Penilaian Kinerja Guru Pemula pada Program Induksi Laporan Penilaian Kinerja Guru Pemula yang telah ditanda tangani oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah 3.

LAMPIRAN 20 ACTION PLAN PENGAWASAN PIGP Hasil yang diharapkan Penanggung Jawab Kegiatan No Kegiatan Tujuan Sasaran Waktu Tempat 1 2 3 4 155 Lampiran 20 .

............................Lampiran 21 JADWAL MONITORING PIGP LAMPIRAN 21 Pada sekolah ........... 3 4 Kegiatan Bulan ke 1 Bulan ke 2 Bulan ke4 Bulan ke5 Bulan ke6 Bulan ke 7 Bulan ke8 Bulan ke9 1 2 3 4 Bulan ke11 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 156 1............................................... Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Persiapan 2.................................................................. Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pembimbingan 3 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Penilaian 4 Monitoring Kegiatan PIGP Tahap Pelaporan ........ Jalan ...... Bulan / Minggu ke Bulan ke 3 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 No..

dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). bahwa salah satu syarat untuk pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional guru harus memiliki kinerja yang baik yang dinilai dalam masa program induksi. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586). Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194. perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Program Induksi Bagi Guru Pemula. 4. 2. 157 Lampiran 22 . c. b. Tugas. 3. Menimbang : a. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941). bahwa Pasal 30 ayat (3) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya menentukan bahwa program induksi diatur pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157.LAMPIRAN 22 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.

SMP/MTs/SMPLB. Lampiran 22 158 . SMA/MA/SMALB. 7. 5. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA. pelatihan di tempat kerja. Kepala sekolah/madrasah adalah kepala Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal/ Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TK/RA/TKLB). dan Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK) tempat guru pemula bertugas. 3. 2. Pengawas adalah pengawas TK/RA/TKLB. Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB). Guru tetap adalah guru yang diangkat oleh Pemerintah. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. atau masyarakat. Penilaian kinerja adalah penilaian terhadap proses dan hasil kerja yang dilakukan oleh guru pemula. Program induksi bagi guru pemula yang selanjutnya disebut program induksi adalah kegiatan orientasi. SMK/MAK yang menyelenggarakan program induksi. pemerintah daerah. dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II. Penyelenggara pendidikan adalah lembaga yang secara hukum merupakan pemilik sah dari sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. atau satuan pendidikan untuk jangka waktu paling singkat 2 (dua) tahun secara terus menerus. 10. dan tercatat pada satuan administrasi pangkal di satuan pendidikan yang memiliki izin pendirian dari Pemerintah atau pemerintah daerah serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru. Direktorat jenderal adalah direktorat jenderal yang bertanggung jawab dalam pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan pada Kementerian Pendidikan Nasional atau Kementerian Agama.5. 6. Pembimbing adalah guru profesional berpengalaman yang diberi tugas untuk membimbing guru pemula dalam melaksanakan program induksi. 8. 6. pemerintah daerah. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. SD/MI/SDLB. pengembangan. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA/MA/SMALB). Pasal 1 1. 9. Sertifikat program induksi yang selanjutnya disebut sertifikat adalah surat yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat yang menyatakan bahwa peserta program induksi telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Ts anawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/MTs/SMPLB). 4. penyelenggara pendidikan.

c. dan b. bagi guru bimbingan dan konseling. Pasal 4 Peserta program induksi adalah: a. melaksanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling yang bermutu. pelaksanaan proses pembelajaran. guru pemula berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah. program Induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap. guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pasal 5 (1) Guru pemula diberi hak memperoleh bimbingan dalam hal: a. pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. (2) Guru pemula yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik berhak memperoleh sertifikat.Pasal 2 Tujuan program induksi adalah membimbing guru pemula agar dapat: a. dan berkelanjutan. (3) Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS. serta melaksanakan perbaikan dan pengayaan. c. Pasal 6 Guru pemula memiliki kewajiban merencanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling. menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling. bagi guru kelas dan guru mata pelajaran. pelaksanaan proses bimbingan dan konseling. program induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru. beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah. kesejawatan. b. 159 Lampiran 22 . melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. (2) Bagi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. b. Pasal 7 (1) Program induksi dilaksanakan di satuan pendidikan tempat guru pemula bertugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun. guru pemula berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain. akuntabel. Pasal 3 Program induksi diselenggarakan berdasarkan prinsip profesionalisme.

penilaian. pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya. dan pengawas wajib membimbing guru pemula agar menjadi guru profesional. (2) Hasil penilaian kinerja sebagaimana ayat (1) merupakan hasil kesepakatan pembimbing. perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran/bimbingan dan konseling. dan pelaksanaan tugas lain yang relevan. (2) Dalam hal sekolah/madrasah tidak memiliki pembimbing sebagaimana dipersyaratkan.(4) Program induksi dilaksanakan secara bertahap dan sekurang-kurangnya meliputi persiapan. yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. (4) Kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat menerbitkan sertifikat bagi guru pemula yang memiliki kinerja paling kurang kategori baik. (3) Dalam hal kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. yang selanjutnya disampaikan kepada kepala dinas pendidikan/kantor kementerian agama setempat. Pasal 10 (1) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. Lampiran 22 160 . pembimbing. penilaian dan evaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling. yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4) dapat diusulkan untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru. atau beban bimbingan antara 75 (tujuh puluh lima) hingga 100 (seratus) peserta didik per tahun bagi guru bimbingan dan konseling. (5) Guru pemula diberi beban mengajar antara 12 (dua belas) hingga 18 (delapan belas) jam tatap muka per minggu bagi guru mata pelajaran. dan kurang. cukup. dan pengawas. dan pelaporan. (3) Hasil penilaian kinerja guru pemula berupa nilai dengan kategori amat baik. kepala sekolah/madrasah. kepala sekolah/madrasah dapat meminta pembimbing dari satuan pendidikan yang terdekat dengan persetujuan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangannya. kepala sekolah/madrasah dapat menjadi pembimbing sejauh dapat dipertanggungjawabkan dari segi profesionalisme dan kemampuan komunikasi. sedang. (7) Pembimbingan yang diberikan meliputi bimbingan dalam perencanaan pembelajaran/bimbingan dan konseling. Pasal 9 (1) Penilaian terhadap kinerja guru pemula dilakukan pada akhir masa program induksi. pelaksanaan kegiatan pembelajaran/ bimbingan dan konseling. kepala sekolah/madrasah. baik. (6) Selama berlangsungnya program induksi. Pasal 8 (1) Pembimbing ditugaskan oleh kepala sekolah/madrasah atas dasar profesionalisme dan kemampuan komunikasi. pelaksanaan dan observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling.

161 Lampiran 22 . (3) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. (2) Dinas pendidikan provinsi atau kantor wilayah kementerian agama melaksanakan evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. yang belum mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dapat mengajukan masa perpanjangan paling lama 1 (satu) tahun. yang tidak mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan. (5) Direktorat jenderal memberikan bimbingan teknis terhadap implementasi kebijakan program induksi bagi guru pemula secara nasional. yang tidak mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan. (7) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. (5) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. yang telah menyelesaikan program induksi dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. tidak dapat diangkat menjadi guru tetap. dapat ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru. dapat diusulkan untuk diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru apabila telah memiliki nilai kinerja paling kurang kategori baik pada tahun berikutnya yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4). (8) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. yang ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru sebagaimana ayat (8). (3) Dinas pendidikan atau kantor kementerian agama kabupaten/kota melaksanakan evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. yang tidak mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dalam masa perpanjangan. (6) Guru pemula yang berstatus bukan PNS.(2) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. (9) Guru pemula yang berstatus bukan PNS. yang belum mencapai nilai kinerja dengan kategori baik dapat mengajukan masa perpanjangan paling lama 1 (satu) tahun. yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4) dapat diusulkan untuk diangkat sebagai guru tetap dan diangkat dalam jabatan fungsional guru. (4) Guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain. (6) Dinas pendidikan provinsi/kantor kementerian agama memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. dapat ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru. dapat diusulkan untuk diangkat dalam jabatan fungsional guru apabila telah memiliki nilai kinerja paling kurang kategori baik pada tahun berikutnya yang dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (4). yang ditugasi mengajar sebagai guru tanpa jabatan fungsional guru sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pasal 11 (1) Direktorat jenderal melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan program induksi bagi guru pemula secara nasional. (4) Penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi pelaksanaan program induksi bagi guru pemula pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. NIP. MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Pangerang Moenta. (8) Penyelenggara pendidikan memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. Pasal 13 Tata cara pelaksanaan program induksi yang lebih rinci diatur dalam pedoman sebagaimana tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 12 Setiap sekolah/madrasah wajib melaksanakan program induksi bagi guru pemula paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan. TTD. A.S. Dr. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 526 Salinan Sesuai dengan aslinya.H. TTD.(7) Dinas pendidikan atau kantor kementrian agama kabupaten/kota memberikan bimbingan teknis terhadap pelaksanaan program induksi bagi guru pemula dalam lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggung jawabnya.DFM. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.. 196108281987031003 Lampiran 22 162 . Agar setiap orang mengetahuinya.H.M. Pasal 14 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan..

ketersediaan pembimbing yang memenuhi syarat. Persiapan Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan program induksi bagi guru pemula perlu melakukan hal-hal berikut: 1. Berikut ini diberikan salah satu model pelaksanaan program Induksi melalui tahapan-tahapan: A. Pelatihan program induksi bagi guru pemula yang diikuti oleh kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing dengan pelatih seorang pengawas yang telah mengikuti program pelatihan bagi pelatih program induksi. penyediaan buku pedoman. 4. dan keberadaan organisasi profesi yang terkait. Analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: ciri guru khas sekolah/madrasah.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 27 TAHUN 2010 TANGGAL 27 OKTOBER 2010 PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA Program Induksi dapat dilaksanakan dalam beberapa model. Penunjukan seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. 2. format administrasi pembelajaran/pembimbingan. 163 Lampiran 22 . Penyiapan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan sekolah/madrasah. prosedur kegiatan sekolah/madrasah. dan informasi lain yang dapat membantu guru pemula belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah/madrasah. Pihak sekolah menggunakan Panduan Kerja yang disediakan Direktorat Jenderal untuk memandu guru pemula dalam melaksanakan program induksi. latar belakang pendidikan dan pengalaman pemula.

mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula. mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah. 2. tata tertib sekolah/madrasah. Lampiran 22 164 . mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya. dilakukan hal-hal berikut: 1. Pelaksanaan Pembimbingan Pelaksanaan pembimbingan dilakukan pada bulan kedua sebagai berikut: 1. guru pemula bersama pembimbing menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan (RPP) yang akan digunakan pada pertemuan minggu-minggu pertama. mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). b. Guru pemula: a. c. data-data sekolah/madrasah. guru pemula bersama pembimbing menyusun rencana pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk tahun pertama masa induksi. memperkenalkan guru pemula kepada siswa.B. memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula. termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi. C. d. 2. b. melakukan pembimbingan dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran dan tugas terkait lainnya. Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas. c. Pada bulan pertama ini. Pembimbing: a. dan kode etik guru.

memberi arahan dalam menyusun rencana dan pelaksanaan program pada kegiatan yang menjadi tugas tambahan Selanjutnya guru pemula melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dengan diobservasi oleh pembimbing sekurang-kurangnya 1 (satu) kali setiap bulan pada masa pelaksanaan program induksi dari bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan. melibatkan guru pemula dalam kegiatan-kegiatan di sekolah.Bimbingan yang diberikan kepada guru pemula meliputi proses pembelajaran dan pelaksanaan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru. kompetensi sosial. memberi kesempatan untuk melakukan observasi pembelajaran di kelas dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran. memberi arahan tentang perencanaan pembelajaran/pembimbingan. dan kompetensi profesional. seperti pembina ekstra kurikuler. Bimbingan pelaksanaan tugas lain dilakukan dengan cara: 1. Metode Penilaian Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja berdasarkan kompetensi guru: kompetensi pedagogik. memberi motivasi tentang pentingnya tugas guru. 2. Keempat kompetensi tersebut dapat dinilai melalui observasi pembelajaran dan observasi pelaksanaan tugas lain. Bimbingan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara: 1. D. kompetensi kepribadian. 3. pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian hasil belajar/bimbingan siswa. Observasi pembelajaran dan pembimbingan ini diawali dengan pertemuan praobservasi yang dilaksanakan untuk menentukan fokus sub-kompetensi guru yang akan 165 Lampiran 22 . Penilaian 1. 2.

Memahami teori belajar 1. Deskripsi hasil penilaian menjadi masukan atau umpan balik untuk perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan berikutnya. kemudian pelaksanaan observasi yang dilakukan terhadap fokus sub-kompetensi yang telah disepakati. penilaian dilakukan oleh pembimbing pada bulan kedua sampai dengan bulan kesembilan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran dan pembimbingan dan tugas lainnya. 2.1.3. Penilaian dilakukan dengan 2 (dua) tahap. penilaian dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas yang bertujuan untuk menentukan nilai kinerja guru pemula. Tahap kedua. Tahap pertama. Tabel : Komponen Penilaian Kinerja Guru Pemula Kompetensi 1. berupa ulasan tentang hal-hal yang sudah baik dan hal yang perlu dikembangkan.2.diobservasi (maksimal 5 sub-kompetensi). Kompetensi pedagogis 1. yaitu: 1. Setiap hasil penilaian tahap pertama dan tahap kedua memuat penjelasan mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula yang dapat menjadi bahan masukan bagi perbaikan guru pemula untuk memperoleh nilai kinerja baik. Pengembangan kurikulum Lampiran 22 166 . Memahami latar belakang siswa 1. dan diakhiri pertemuan pascaobservasi untuk membahas hasil observasi dan memberikan umpan balik berdasarkan fokus sub-kompetensi yang telah disepakati bersama. Hasil penilaian setiap sub-kompetensi dicantumkan dengan memberikan tanda cek ( ) dan deskripsinya berdasarkan observasi.

100 76 .4...1. Berperilaku sesuai dengan norma.60 < 50 = Amat Baik = Baik = Cukup = Sedang = Kurang 167 Lampiran 22 . Peningkatan potensi siswa 1. isi dan standar kompetensi mata pelajaran dan tahap-tahap pengajaran 4. Kompetensi sosial 3.1. Profesionalisme yang meningkat melalui refleksi diri Lembar Penilaian dan Kriteria Penilaian: Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian kinerja bagi guru..2.orang tua. dan hukum di Indonesia 2.. Kompetensi profesional 4..75 51 .7. Pengetahuan dan pemahaman tentang struktur.5.1.90 61 . Memiliki etika kerja dan komitmen serta kebanggan menjadi guru 3..2. Komunikasi dengan guru. Kepribadian matang dan stabil 2. kebiasaan.. (Skor Akhir) Total skor Hasil skor akhir selanjutnya dimasukkan dalam kriteria sebagai berikut: 91 . Skor hasil penilaian selanjutnya dikonversi ke rentang 0-100... Berperilaku inklusif. pegawai sekolah... objektif.2.6. dan tidak pilih kasih 3.1.. Aktivitas pengembangan pendidikan 1.3. Komunikasi dengan siswa 1. Assessmen & evaluasi 2. Kompetensi kepribadian 2.X 100 = . sebagai berikut: Skor yang dperoleh ---------------------------.... dan masyarakat 4.

Praobservasi Guru pemula dan pembimbing mendiskusikan. Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan memiliki tahapan sebagai berikut: 1.2. ulasan. menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan. menentukan. Lampiran 22 168 . melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan. Penilaian tahap pertama merupakan penilaian proses (assessment for learning) sebagai bentuk pembimbingan guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan. Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi beban kerja guru pemula. dan masukan oleh guru pembimbing. dan melaksanakan tugas tambahan. dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan selama masa penilaian tahap pertama. dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh pembimbing dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula. Lima sub-kompetensi yang menjadi obyek dalam fokus observasi dapat ditentukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi yang didasarkan pada hasil observasi sebelumnya. Proses Penilaian Tahap Pertama Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan. Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan. memberikan umpan balik secara reguler. Pembimbing dapat memberikan contoh proses pembelajaran dan pembimbingan yang baik di kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain. dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu untuk dikembangkan.

dan kepala sekolah/madrasah untuk diarsipkan sebagai dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning). 169 Lampiran 22 . Proses Penilaian Tahap Kedua Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan. Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran dan pembimbingan yang telah dilaksanakan. Dalam penilaian tahap pertama ini pengawas melakukan pemantauan. ulasan. yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Pelaksanaan Observasi Pembimbing mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan. Selama berlangsungnya penilaian tahap pertama kepala sekolah/madrasah memantau pelaksanaan bimbingan dan penilaian tahap pertama terhadap guru pemula.2. 3. Penilaian tahap pertama ini dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan pokok proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: a. Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (assessment of learning) yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. pembimbing. b. c. 3. dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas. Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani oleh guru pemula. Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran dan pembimbingan setelah selesai pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan. dan pemberian dukungan dalam pelaksanaan bimbingan dan penilaian guru pemula. pembinaan.

Langkah observasi pembelajaran/pembimbingan yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut: 1. Observasi pembelajaran/pembimbingan dalam penilaian tahap kedua oleh kepala sekolah/madrsah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan secara bersamaan. dengan pertimbangan agar tidak menggangu proses pembelajaran dan pembimbingan. 2. maka kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas wajib memberikan umpan balik dan saran perbaikan kepada guru pemula. sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali. Apabila kepala sekolah/madrasah dan pengawas menemukan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula. Praobservasi Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula.Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali. Pelaksanaan Observasi Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan. Lampiran 22 170 .

terbuka. Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula berdasarkan pengkajian penilaian tahap kedua dengan mempertimbangkan penilaian tahap pertama. Kepala sekolah memberikan salinan pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula. yang selanjutnya guru pemula dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori amat baik. 171 Lampiran 22 . kepala sekolah/madrasah dan pengawas dengan mengacu pada prinsip profesional. cukup. Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran/pembimbingan setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksakan. lembar observasi E. Kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai. akuntabel. adil. Peserta program induksi dinyatakan berhasil. d. baik. Pelaporan Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan kesebelas setelah penilaian tahap kedua. sedang dan kurang. b. Kepala sekolah/madrasah. dan demokratis. jujur.3. dengan prosedur sebagai berikut: 1. Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir program induksi ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pembimbing. jika semua sub-kompetensi pada penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai baik. pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula mendiskusikan pembimbingan. Guru pemula dan kepala sekolah/madrasah atau pengawas hasil penilaian pada setiap tahap pembelajaran/ sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan. Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: a. c.

jika skor penilaian antara 61-75. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap kedua. 4. 6. Pengawas sekolah ikut menandatangani Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula. Pengajuan penerbitan sertifikat program induksi dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula yang telah memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dengan nilai baik. baik. Penyusunan draft Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah. 7. Lampiran 22 172 . Data sekolah/madrasah. kurang. 5. baik. Deskripsi pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing. jika skor penilaian antara 76-90. 2. 8. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta program induksi telah berhasil menyelesaikan program induksi dengan nilai baik. Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah. Isi laporan hasil pelaksanaan program induksi meliputi: 1. cukup. 4. 3. Data guru pemula peserta program induksi. sedang dan kurang) ditandatangani kepala sekolah/madrasah. 2.- amat baik. Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula yang menyatakan kategori nilai kinerja guru pemula (amat baik. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap pertama. 3. sedang. jika skor penilaian kurang dari 50. Waktu pelaksanaan program induksi. jika skor penilaian antara 51-60. cukup. jika skor penilaian antara 91-100.

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. 2. Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup Kementerian Agama disampaikan oleh kepala madrasah kepada kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai tingkat kewenangannya. Dr. NIP. 3. Laporan hasil pelaksanaan program induksi bagi guru pemula yang berstatus CPNS/PNS mutasi dari jabatan lain dalam lingkup pemerintah daerah disampaikan oleh Kepala sekolah kepada kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.. untuk diteruskan ke badan kepegawaian daerah. 196108281987031003 173 Lampiran 22 .S.H.M. A. MOHAMMAD NUH Salinan Sesuai dengan aslinya.. Laporan hasil pelaksanaan program induksi guru pemula yang berstatus bukan PNS disampaikan oleh Kepala sekolah/madrasah kepada penyelenggara pendidikan dan kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota.Penyampaian laporan hasil pelaksanaan program induksi: 1. TTD.DFM.H. Pangerang Moenta.

dan c perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. 1. Menimbang : a. bahwa guru dapat diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah untuk memimpin dan mengelola sekolah/madrasah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. 2. d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas kepala sekolah/madrasah perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah serta sertifikasi kompetensi dan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. bahwa Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah sudah tidak sesuai dengan perkembangan sistem pendidikan nasional.LAMPIRAN 23 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). Mengingat : Lampiran 23 174 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. c. b.

3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); 4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4754); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157); 11. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 12. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 13. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; 14. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya; 15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;

175

Lampiran 23

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/ MADRASAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin taman kanak-kanak/raudhotul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK), atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). 2. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. 3. Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan calon kepala sekolah/madrasah melalui pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik tentang kompetensi kepala sekolah/madrasah yang diakhiri dengan penilaian sesuai standar nasional. 4. Penilaian akseptabilitas adalah penilaian calon kepala sekolah/madrasah yang bertujuan untuk menilai ketepatan calon dengan sekolah/madrasah dimana yang bersangkutan akan diangkat dan ditempatkan. 5. Kompetensi kepala sekolah/madrasah adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. 6. Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. 7. Sertifikat kepala sekolah/madrasah adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi untuk mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. 8. Penilaian kinerja adalah suatu proses menentukan nilai kinerja kepala sekolah/madrasah dengan menggunakan patokan-patokan tertentu. 9. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional kepala sekolah/madrasah yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan kepemimpinan sekolah/madrasah 10. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat. 11. Kementerian adalah kementerian yang menangani urusan pemerintah dalam bidang pendidikan nasional. 12. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintah dalam bidang pendidikan nasional.

Lampiran 23

176

13. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang bertanggungjawab di bidang pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama sesuai kewenangannya. 14. Pemerintah daerah adalah pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota. 15. Kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota adalah perwakilan Kementerian Agama tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota. 16. Dinas provinsi adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di provinsi. 17. Dinas kabupaten/kota adalah dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan di kabupaten/kota. 18. Pengawas sekolah adalah guru yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah/madrasah. BAB II SYARAT-SYARAT GURU YANG DIBERI TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 2 (1) Guru dapat diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah apabila memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus. (2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi : a. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; b. memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang terakreditasi; c. berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah; d. sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari dokter Pemerintah; e. tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku; f. memiliki sertifikat pendidik; h. pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah/madrasah masing-masing, kecuali di taman kanakkanak/raudhatul athfal/taman kanak-kanak luar biasa (TK/RA/TKLB) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA/TKLB; i. memiliki golongan ruang serendah-rendahnya III/c bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi guru bukan PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang dibuktikan dengan SK inpasing; j. memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur penilaian lainnya sebagai guru dalam daftar penilaian prestasi pegawai (DP3) bagi PNS atau penilaian yang sejenis DP3 bagi bukan PNS dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan k. memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2 (dua) tahun terakhir.

177

Lampiran 23

(3) Persyaratan khusus guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah meliputi: a. berstatus sebagai guru pada jenis atau jenjang sekolah/madrasah yang sesuai dengan sekolah/madrasah tempat yang bersangkutan akan diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah; b. memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik yang diterbitkan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal. (4) Khusus bagi guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah Indonesia luar negeri, selain memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) butir a dan b juga harus memenuhi persyaratan khusus tambahan sebagai berikut: a. memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai kepala sekolah/madrasah; b. mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan atau bahasa negara dimana yang bersangkutan bertugas; c. mempunyai wawasan luas tentang seni dan budaya Indonesia sehingga dapat mengenalkan dan mengangkat citra Indonesia di tengah-tengah pergaulan internasional. BAB III PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 3 (1) Penyiapan calon kepala sekolah/madrasah meliputi rekrutmen serta pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. (2) Kepala dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya menyiapkan calon kepala sekolah/madrasah berdasarkan proyeksi kebutuhan 2 (dua) tahun yang akan datang. Pasal 4 (1) Calon kepala sekolah/madrasah direkrut dari guru yang telah memenuhi persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada Pasal 2. (2) Calon kepala sekolah/madrasah direkrut melalui pengusulan oleh kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas yang bersangkutan kepada dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Pasal 5 (1) Dinas propinsi/kabupaten/kota dan kantor wilayah kementerian agama/kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya melakukan seleksi administratif dan akademik. (2) Seleksi administratif dilakukan melalui penilaian kelengkapan dokumen yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang sebagai bukti bahwa calon kepala sekolah/madrasah bersangkutan telah memenuhi persyaratan umum sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 2 ayat (2). (3) Seleksi akademik dilakukan melalui penilaian potensi kepemimpinan dan penguasaan awal terhadap kompetensi kepala sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Lampiran 23

178

pemerintah provinsi. dan/atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. atau penyelenggara sekolah/madrasah yang dilaksanakan oleh masyarakat sesuai dengan kewenangannya.(1) Guru yang telah lulus seleksi calon kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 harus mengikuti program pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah di lembaga terakreditasi. (2) Akreditasi terhadap lembaga penyelenggara program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan oleh menteri. (5) Pendidikan dan pelatihan diakhiri dengan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi calon kepala sekolah/madrasah. (4) Pemerintah dapat memfasilitasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kemampuan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah. kewirausahaan. 179 Lampiran 23 . (2) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dilaksanakan dalam kegiatan tatap muka dalam kurun waktu minimal 100 (seratus) jam dan praktik pengalaman lapangan dalam kurun waktu minimal selama 3 (tiga) bulan. BAB IV PROSES PENGANGKATAN KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 9 (1) Pengangkatan kepala sekolah/madrasah dilakukan melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah. (3) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah dikoordinasikan dan difasilitasi oleh Pemerintah. Pasal 7 (1) Pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah/madrasah merupakan kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan. sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian. pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi. (7) Sertifikat kepala sekolah/madrasah dicatat dalam database nasional dan diberi nomor unik oleh menteri atau lembaga yang ditunjuk Pasal 8 Ketentuan lebih lanjut mengenai penyiapan calon kepala sekolah/madrasah diatur dalam pedoman yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (6) Calon kepala sekolah/madrasah yang dinyatakan lulus penilaian diberi sertifikat kepala sekolah/madrasah oleh lembaga penyelenggara. (3) Tim pertimbangan melibatkan unsur pengawas sekolah/madrasah dan dewan pendidikan. manajerial. dan sosial. supervisi. (2) Tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah ditetapkan oleh Pemerintah.

atau b.(4) Berdasarkan rekomendasi tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah. (5) Kepala sekolah/madrasah yang masa tugasnya berakhir. dan/atau karya inovatif. dapat ditugaskan kembali menjadi kepala sekolah/madrasah di sekolah/madrasah lain yang memiliki nilai akreditasi lebih rendah dari sekolah/madrasah sebelumnya. pemerintah provinsi. (4) Prestasi yang istimewa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b adalah memiliki nilai kinerja amat baik dan berprestasi di tingkat kabupaten/kota/ provinsi/nasional. pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah. manajerial. memiliki prestasi yang istimewa. telah melewati tenggang waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas. Lampiran 23 180 . supervisi. dan sosial. publikasi ilmiah. dan sikap pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian. keterampilan. (5) Guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah mendapatkan tunjangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. kewirausahaan. BAB VI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN Pasal 11 (1) Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi pengembangan pengetahuan. (3) Guru yang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah 2 (dua) kali masa tugas berturut-turut. (2) Masa tugas kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang untuk 1 (satu) kali masa tugas apabila memiliki prestasi kerja minimal baik berdasarkan penilaian kinerja. (2) Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan melalui pengembangan diri. atau penyelenggara sekolah/madrasah sesuai dengan kewenangannya mengangkat guru menjadi kepala sekolah/madrasah sebagai tugas tambahan. BAB V MASA TUGAS Pasal 10 (1) Kepala sekolah/madrasah diberi 1 (satu) kali masa tugas selama 4 (empat) tahun. (3) Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Direktur Jenderal. tetap melaksanakan tugas sebagai guru sesuai dengan jenjang jabatannya dan berkewajiban melaksanakan proses pembelajaran atau bimbingan dan konseling sesuai dengan ketentuan. apabila : a.

Usaha pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah. (2) Pemberhentian kepala sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Pemerintah. tugas belajar sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan. h. (2) Penilaian kinerja tahunan dilaksanakan oleh pengawas sekolah/madrasah. BAB VIII MUTASI DAN PEMBERHENTIAN TUGAS GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 13 Kepala sekolah/madrasah dapat dimutasikan setelah melaksanakan masa tugas dalam 1 (satu) sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. 181 Lampiran 23 . peningkatan kualitas sekolah/madrasah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan selama dibawah kepemimpinan yang bersangkutan. (6) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai pedoman penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat. b. dan komite sekolah dimana yang bersangkutan bertugas. berhalangan tetap. b. permohonan sendiri. (4) Penilaian kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. sedang atau kurang. dan c. f. usaha pengembangan sekolah/madrasah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah.dan/atau i.BAB VII PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Pasal 12 (1) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilakukan secara berkala setiap tahun dan secara kumulatif setiap 4 (empat) tahun. (5) Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik. d. pemerintah provinsi. meninggal dunia. cukup. pemerintah kabupaten/kota. diangkat pada jabatan lain. dinilai berkinerja kurang dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 12 g. baik. e. pendidik. c. atau penyelenggara sekolah/madrasah sesuai dengan kewenangannya. tenaga kependidikan. Pasal 14 (1) Kepala sekolah/madrasah dapat diberhentikan dari penugasan karena: a. telah mencapai batas usia pensiun jabatan fungsional guru. masa penugasan berakhir. (3) Penilaian kinerja 4 (empat) tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan mempertimbangkan penilaian kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas sekolah/madrasah.

pemerintah provinsi. atau penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan Peraturan Menteri ini dalam penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah paling lambat tahun 2013. masa tugasnya dihitung sejak yang bersangkutan ditugaskan sebagai kepala sekolah/madrasah. pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 16 Pada saat Peraturan Menteri ini ditetapkan guru yang sedang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah. guru yang telah atau sedang melaksanakan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah tidak dipersyaratkan memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah sampai selesai masa tugasnya. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dinyatakan tidak berlaku. (2) Pemerintah. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 18 (1) Dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak berlakunya Peraturan Menteri ini Pemerintah.Pasal 15 Pemerintah. pemerintah kabupaten/kota. Pasal 20 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan Lampiran 23 182 . Pasal 17 Pada saat Peraturan Menteri ini ditetapkan. Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. pemerintah kabupaten/kota. atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya berdasarkan penilaian kinerja dan masukan dari tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah menetapkan keputusan perpanjangan masa penugasan kepala sekolah/madrasah. pemerintah provinsi. atau penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan program penyiapan calon kepala sekolah/madrasah.

memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. MOHAMMAD NUH Diundangkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.M.. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 527 Salinan Sesuai dengan aslinya. TTD. 196108281987031003 183 Lampiran 23 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2010 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.DFM.Agar setiap orang mengetahuinya.S. Dr. A.H.H.. NIP. Pangerang Moenta. TTD. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.

pemerintah daerah. Lampiran 24 184 . c. Undang-Undang Nomo r 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. dan masyarakat dan oleh karena itu penjaminan mutu pendidikan menjadi tanggung jawab bersama ketiga unsur tersebut. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. bahwa penjaminan mutu pendidikan perlu terus didorong dengan perangkat peraturan perundang-undangan yang memberikan arah dalam pelaksanaannya.LAMPIRAN 24 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437). perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. 3. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 4586). 2. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301). Undang-Undang Nomor 14 Ta hun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. Mengingat : 1. bahwa pendidikan nasional menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Menimbang : a.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 4863). 11. 185 Lampiran 24 . Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 5038). 6. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Undang-Undang Nomor 25 Ta hun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 10. Peraturan Pemerintah 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41. Undang-Undang Nomor 43 Tahu n 2007 tentang Perpustakaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 129. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007). Pemerintahan Daerah Provinsi. 8. 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4965). 5. 13. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4774). 10.4. Tambahan Lembaran N egara Republik Indonesia Nomor 4916). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864). Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496).

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut SPMP adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan. 15. Tugas. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. Fungsi. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan peraturan perundangan lain yang relevan.14. Lampiran 24 186 . Pemerintahan Daerah Provinsi. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2007. dan pemerintah kabupaten atau kota sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. pemerintah daerah. 3. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. dan masyarakat untuk menaikkan tingkat kecerdasan kehidupan bangsa melalui pendidikan. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Kesatu Batasan Istilah Pasal 1 Dalam peraturan menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. 4. Mutu pendidikan adalah tingkat kecerdasan kehidupan bangsa yang dapat diraih dari penerapan Sistem Pendidikan Nasional. pemerintah provinsi. 2. Susunan Organisasi. penyelenggara satuan atau program pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan adalah kegiatan sistemik dan terpadu oleh satuan atau program pendidikan. Pemerintah. Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan yang selanjutnya disebut SPM adalah jenis dan tingkat pelayanan pendidikan minimal yang harus disediakan oleh satuan atau program pendidikan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. 5.

10. Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal yang selanjutnya disebut BAN-PNF adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Tengah. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 187 Lampiran 24 . Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BANPT adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 14. 13. 12. 8.6. 11. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 7. Badan akreditasi provinsi yang selanjutnya disebut BAP adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal yang selanjutnya P2PNFI adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Ta ta Kerja Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal. 15. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintahan dalam bidang pendidikan nasional. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Barat. Departemen adalah departemen yang menangani urusan pemerintahan dalam bidang pendidikan nasional. 9. dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan. Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal yang selanjutnya disebut BPPNFI adalah unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal.

inovatif. memfasilitasi. terpadu. e. c. pemerintah provinsi. Bagian Ketiga Paradigma dan Prinsip Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 3 (1) Penjaminan mutu pendidikan menganut paradigma: a. kabupaten atau kota. dan c. b. terbangunnya sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. dan satuan atau program pendidikan. terbangunnya budaya mutu pendidikan formal. nonformal. pemerintah kabupaten atau kota. dan mendorong peserta didik menjadi insan pembelajar mandiri yang kreatif. yaitu pendidikan yang mampu mengembangkan peserta didik menjadi rahmat bagi sekalian alam. (2) Lampiran 24 188 . Tujuan antara penjaminan mutu pendidikan adalah terbangunnya SPMP termasuk: a. pengembangan. pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dan proporsional dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal pada satuan atau program pendidikan. pemerintah kabupaten atau kota. terpetakannya secara nasional mutu pendidikan formal dan nonformal yang dirinci menurut provinsi. pembelajaran sepanjang hayat berpusat pada peserta didik yang memperlakukan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. pendidikan untuk semua yang bersifat inklusif dan tidak mendiskriminasi peserta didik atas dasar latar belakang apa pun. b. pemerintah provinsi. dan/atau informal. ditetapkannya secara nasional acuan mutu dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan/atau nonformal. d. dan/atau pembangunan berkelanjutan (education for sustainable development). dan tersambung yang menghubungkan satuan atau program pendidikan. dan Pemerintah.Bagian Kedua Tujuan Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 2 (1) Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan SPMP. pendidikan untuk perkembangan. dan berkewirausahaan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. dan Pemerintah.

vokasional. tingkat kemandirian serta daya saing. kreativitas dan inovasi dalam menjalani kehidupan. b. psikomotorik. mutu keimanan.(2) Penjaminan mutu pendidikan dilakukan atas dasar prinsip: a. dan c. kinestetik. akhlak. penjaminan mutu pendidikan informal. d. dengan kerangka waktu dan target-target capaian mutu yang jelas dan terukur dalam penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal. b. kompetensi intelektual. dan minat masing-masing. memfasilitasi pembelajaran informal masyarakat berkelanjutan dengan regulasi negara yang seminimal mungkin. kemampuan untuk menjamin keberlanjutan diri dan lingkungannya. penjaminan mutu pendidikan formal. e. c. terencana dan sistematis. budi pekerti. dan seni yang mewarnai dan memfasilitasi kehidupan. teknologi. serta kompetensi kemanusiaan lainnya sesuai dengan bakat. 189 Lampiran 24 . muatan dan tingkat kecanggihan ilmu pengetahuan. Bagian Kelima Pembagian Peran dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 5 Penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal dilaksanakan oleh satuan atau program pendidikan. dan kepribadian. SPMP merupakan sistem terbuka yang terus disempurnakan secara berkelanjutan. e. b. keberlanjutan. dan f. potensi. Penjaminan mutu pendidikan meliputi: a. menghormati otonomi satuan pendidikan formal dan nonformal. estetik. c. d. ketakwaan. penjaminan mutu pendidikan nonformal. Bagian Keempat Cakupan Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 4 (1) (2) Tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) mengacu pada mutu kehidupan manusia dan bangsa Indonesia yang komprehensif dan seimbang yang mencakup sekurang-kurangnya: a.

Pemerintah provinsi mensupervisi. saran. mengevaluasi. dan dapat memberi bantuan. Departemen Agama. dan dapat memberi fasilitasi. arahan. dan mengevaluasi.dan/atau bimbingan kepada satuan atau program pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu pendidikan. mengawasi. Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d terdiri dari: Departemen Pendidikan Nasional. pemerintah provinsi. saran. b. Pemerintah mensupervisi. fasilitasi. Pemerintah. Pemerintah kabupaten atau kota mensupervisi. Pasal 7 (1) Penyelenggara satuan atau program pendidikan mensupervisi. serta dapat memberi fasilitasi. dan/atau bimbingan kepada satuan atau program pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu pendidikan. (2) (3) (2) (3) (4) (2) Lampiran 24 190 . dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan. arahan. mengawasi. c. saran. dan mengevaluasi.Pasal 6 (1) Penyelenggara satuan atau program pendidikan wajib menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk terlaksananya penjaminan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. serta dapat memberi fasilitasi. mengawasi. Pasal 8 (1) Pemerintah kabupaten atau kota wajib mensupervisi. fasilitasi. arahan. pemerintah kabupaten atau kota. arahan. dan/atau bimbingan kepada penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan. saran. arahan. dan/atau bimbingan kepada satuan atau progr am pendidikan sesuai kewenangannya dalam penjaminan mutu pendidikan. Pemerintah provinsi wajib mensupervisi. dan dapat memberi bantuan. d. saran. mengawasi. arahan. penyelenggara satuan atau program pendidikan masyarakat. mengevaluasi. dan/atau bimbingan kepada pemerintah kabupaten atau kota dan/atau penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan. saran. mengawasi. dan dapat memberi bantuan. dan/atau bimbingan kepada satuan atau program pendidikan dalam penjaminan mutu pendidikan. mengevaluasi. fasilitasi. mengawasi. Penyelenggara satuan atau program pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.

g. dan/atau taman bacaan masyarakat (TBM). k. pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berprestasi atau kreatif dalam pembelajaran informal masyarakat . j. mengawasi. saran. perpustakaan daerah kabupaten atau kota. pemberian subsidi atau penghargaan kepada penulis buku nonteks dan nonjurnal-ilmiah yang berprestasi dalam pendidikan informal. kebijakan perbukuan nonteks yang mendorong harga buku nonteks terjangkau oleh rakyat banyak. pemberian bantuan dan/atau kemudahan pendirian dan/atau pengoperasian toko buku kategori usaha kecil milik masyarakat di daerah yang belum memiliki toko buku atau jumlah toko bukunya belum mencukupi kebutuhan. Penjaminan mutu pendidikan informal oleh masyarakat dapat dibantu dan/atau diberi kemudahan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.(3) Pemerintah wajib mensupervisi. pemberian penghargaan kepada anggota masyarakat yang sukses melakukan pembelajaran informal secara otodidaktif. perpustakaan daerah provinsi. pemberian penghargaan kepada media masa yang berprestasi dalam menyiarkan atau mempublikasikan materi pembelajaran informal kepada masyarakat. b. pendirian perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. h. perpustakaan desa. e. pemberian bantuan dan/atau kemudahan pendirian dan/atau pengoperasian perpustakaan milik masyarakat seperti perpustakaan di tempat ibadah. BAB II PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN INFORMAL Pasal 9 (1) (2) (3) Penjaminan mutu pendidikan informal dilaksanakan oleh masyarakat baik secara perseorangan. dan/atau bimbingan kepada pemerintah provinsi. penyediaan bahan pustaka pada Perpustakaan Nasional. c. maupun kelembagaan. perpustakaan kecamatan. dan mengevaluasi. d. f. pemberian kemudahan akses ke sumber belajar multi media di perpustakaan bukan satuan pendidikan formal dan nonformal. dan/atau penyelenggara satuan pendidikan sesuai kewenangannya berkaitan dengan penjaminan mutu satuan pendidikan. serta dapat memberi fasilitasi. pemerintah kabupaten atau kota. arahan. Bantuan dan/atau kemudahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berbentuk: a. pemberian penghargaan kepada anggota masyarakat yang berprestasi atau kreatif dalam menghasilkan film hiburan yang sarat pembelajaran informal. kelompok. i. 191 Lampiran 24 .

Standar mutu pendidikan di atas SNP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Standar mutu di atas SNP berlaku bagi satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM dan SNP. yaitu: a. SNP. SPM. dan d. Standar mutu di atas SNP yang mengadopsi dan/atau mengadaptasi standar internasional tertentu. pemerintah provinsi. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal dapat dirintis pemenuhannya oleh satuan pendidikan yang telah memenuhi SPM dan sedang dalam proses memenuhi SNP. (2) (2) (3) (4) Lampiran 24 192 .l. serta m. Standar mutu pendidikan di atas SNP. b. pemberian layanan ujian kesetaraan sesuai peraturan perundangundangan. Standar mutu di atas SNP dipilih oleh satuan atau program pendidikan sesuai prinsip otonomi satuan pendidikan. c. penyelenggara satuan atau program pendidikan. BAB III PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL Bagian Kesatu Acuan Mutu Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 10 (1) Penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk memenuhi tiga tingkatan acuan mutu. satuan atau program pendidikan. Standar mutu di atas SNP yang berbasis keunggulan lokal b. pemerintah kabupaten atau kota. SNP berlaku bagi satuan atau program pendidikan. b. Pasal 11 (1) SPM berlaku untuk: a. SNP ditetapkan oleh Menteri. kegiatan lain yang membantu dan/atau mempermudah pembelajaran informal oleh masyarakat. Pasal 12 (1) (2) (3) SPM ditetapkan oleh Menteri. dan c.

SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipenuhi oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan paling lambat 2 (dua) tahun setelah satuan atau program pendidikan memperoleh izin prinsip untuk berdiri dan beroperasi. Standar mutu di atas SNP sebagaimana dimaksud pada huruf b. SNP yang berlaku bagi satuan atau program studi pendidikan nonformal masing-masing. SNP.Pasal 13 (1) SNP bagi satuan atau program pendidikan nonformal dirumuskan sedemikian rupa sehingga tidak menghilangkan atau mengurangi keluwesan dan kelenturan pendidikan nonformal dalam melayani pembelajaran peserta didik sesuai dengan3 kebutuhan. Acuan mutu satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya tidak ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal adalah: a. dan Standar Kompetensi Lulusan dalam SNP yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan formal yang sederajat. Standar Isi. b. SPM yang berlaku bagi pemerintah kabupaten atau kota dipenuhi oleh pemerintah kabupaten atau kota dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan. Standar mutu di atas SNP sebagaimana dimaksud pada huruf b. b. dan c. Standar Proses. Standar mutu di atas SNP yang dipilih satuan atau program pendidikan formal. SPM. dan c. (2) (3) (4) (2) (2) 193 Lampiran 24 . SPM. Acuan mutu satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal adalah: a. Pasal 15 (1) SPM yang berlaku bagi penyelenggara satuan pendidikan dipenuhi oleh penyelenggara satuan pendidikan dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan. Bagian Kedua Kerangka Waktu Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 14 (1) SPM harus dipenuhi oleh penyelenggara satuan pendidikan dalam rangka memperoleh izin definitif pendirian satuan pendidikan atau pembukaan program pendidikan. kondisi. b. SPM. dan c. Acuan mutu satuan atau program pendidikan formal adalah: a. dan problematika yang dihadapi masing-masing peserta didik.

satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. menjadi tanggung jawab satuan pendidikan formal. c. Pemenuhan SNP dan standar mutu di atas SNP menjadi tanggung jawab satuan atau program pendidikan nonforma yang lulusannya tidak ditujukan l untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal. dan Standar Kompetensi Lulusan dalam SNP dan standar mutu di atas SNP menjadi tanggung jawab satuan atau program pendidikan nonformal yang lulusannya ditujukan untuk mendapatkan kesetaraan dengan pendidikan formal. Pemenuhan Standar Isi. dan ayat (3). Standar Proses. penyelenggara satuan atau program pendidikan formal atau nonformal. dan Standar Penilaian Pendidikan.(3) SPM yang berlaku bagi pemerintah provinsi dipenuhi oleh pemerintah provinsi dalam waktu paling lama 5 (lima) tahun sejak ditetapkannya SPM yang bersangkutan. Standar Proses. Rencana Strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menetapkan target-target terukur capaian mutu secara tahunan. Standar Sarana dan Prasarana. Standar Pengelolaan. menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan atau program pendidikan. Standar mutu di atas SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan dan penyelenggara satuan atau program pendidikan secara sistematis dan bertahap dalam kerangka waktu yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pemerintah provinsi. Pasal 18 (1) Pemenuhan Standar Isi. Standar Pembiayaan. Bagian Ketiga Tanggung Jawab dan Koordinasi Pem enuhan Standar Mutu Pendidikan Pasal 17 Pemenuhan SPM menjadi tanggung jawab: a. Pasal 16 (1) (2) (3) SNP dipenuhi oleh satuan atau program pendidikan dan penyelenggara satuan atau program pendidikan secara sistematis dan bertahap dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan. ayat (2). pemerintah kabupaten atau kota. (2) (3) (4) Lampiran 24 194 . dan d. Standar Kompetensi Lulusan. b. Penyediaan sumber daya untuk pemenuhan Standar sebagaimana dimaksud pada ayat (1). masing-masing dalam SNP dan standar mutu di atas SNP.

dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. c. Program penjaminan mutu pendidikan oleh satuan atau program pendidikan dituangkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang bersangkutan. dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. dan pemerintah kabupaten atau kota berdasarkan peraturan perundang-undangan. penetapan SPM. pemerintah provinsi. Rencana Strategis Pendidikan Provinsi yang bersangkutan . (2) (3) (4) (5) 195 Lampiran 24 . b. d. penetapan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu pendidikan oleh penyelenggara satuan pendidikan atau penyelenggara program pendidikan. Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat provinsi dituangkan dalam rencana strategis pendidikan provinsi yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. penetapan regulasi penjaminan mutu pendidikan oleh Pemerintah. Rencana Strategis Pendidikan Provinsi yang bersangkutan. Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat penyelenggara satuan atau program pendidikan dituangkan dalam rencana strategis penyelenggara satuan atau program pendidikan yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten atau Kota yang bersangkutan. Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten atau kota dituangkan dalam rencana strategis pendidikan kabupaten atau kota yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan dan sejalan dengan Rencana Strategis Pendidikan Provinsi dan Rencana Strategis Pendidikan Nasional. penetapan SNP. Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten atau Kota yang bersangkutan.Pasal 19 (1) Program koordinasi penjaminan mutu pendidikan secara nasional dituangkan dalam Rencana Strategis Pendidikan Nasional yang menetapkan target-target terukur capaian mutu pendidikan secara tahunan. Bagian Keempat Jenis Kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 20 (1) Kegiatan penjaminan mutu pendidikan formal dan nonformal terdiri atas: a.

akreditasi. Menteri menetapkan SPM yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan. penyusunan kurikulum oleh satuan pendidikan sesuai dengan acuan mutu. penetapan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu tingkat satuan pendidikan oleh satuan atau program pendidikan. s. fasilitasi. j. arahan. atau d. supervisi dan/atau pengawasan oleh Pemerintah. m. saran. q. sertifikasi. k. penyelenggara satuan atau program pendidikan. i. arahan. pengawasan oleh masyarakat . n. dan pemerintah provinsi. pemerintah kabupaten atau kota. pengukuran ketercapaian standar mutu acuan. saran. dan/atau bimbingan oleh Pemerintah. fasilitasi. supervisi dan/atau pengawasan oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan. dan t. b. evaluasi dan pemetaan mutu satuan atau program pendidikan oleh Pemerintah. l.(2) e. penyediaan sumber daya oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan. arahan. g. o. pemberian bantuan. Menteri menetapkan SNP yang berlaku bagi satuan atau program pendidikan. h. f. dan/atau bimbingan oleh penyelenggara satuan atau program pendidikan. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi. pemberian bantuan dan/atau saran oleh masyarakat. pemberian bantuan. supervisi dan/atau pengawasan oleh pemerintah provinsi. Bagian Kelima Tanggung Jawab Menteri Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 21 (1) (2) (3) (4) Menteri menetapkan regulasi nasional penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengukuran ketercapaian standar mutu acuan dilakukan melalui: a. saran. supervisi dan/atau pengawasan oleh pemerintah kabupaten atau kota. c. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota. pemberian bantuan. dan pemerintah kabupaten atau kota. p. Lampiran 24 196 . audit kinerja. pemerintah provinsi. fasilitasi. bentuk lain pengukuran capaian mutu pendidikan. fasilitasi. Menteri menetapkan program koordinasi penjaminan mutu pendidikan secara nasional dalam Rencana Strategis Pendidikan Nasional. r. saran. pemberian bantuan. arahan. pemenuhan standar mutu acuan oleh satuan atau program pendidikan.

pendidikan dasar. dan pemerintah provinsi melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen. pemerintah kabupaten atau kota. Pasal 23 (1) (2) Menteri memetakan secara nasional pemenuhan SNP oleh satuan atau program pendidikan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen. B PPNFI. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen bekerjasama dengan LPMP. Dalam pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut satuan pendidikan anak usia dini. b. dan pendidikan menengah. dan d. Pasal 24 (1) (2) Menteri menyelenggarakan Ujian Nasional pendidikan dasar dan pendidikan menengah melalui BSNP sesuai dengan peraturan perundangundangan untuk mengukur ketercapaian Standar Kompetensi Lulusan pendidikan formal dan nonformal kesetaraan. c. Dalam pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang menyangkut satuan pendidikan anak usia dini. kabupaten atau kota. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen bekerjasama dengan LPMP. P2PNFI. 197 Lampiran 24 . dan Departemen Agama. penyelenggara satuan atau program pendidikan.(5) Menteri melakukan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan secara nasional dan dampaknya pada peningkatan kecerdasan kehidupan bangsa. satuan pendidikan. dan Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan. Departemen Agama. dan pendidikan menengah. pendidikan dasar. memetakan capaian nilai Ujian Nasional dan tingkat kejujuran pelaksanaan ujian nasional menurut: a. nasional. BPPNFI. P2PNFI. Pasal 22 (1) (2) Menteri memetakan secara nasional pemenuhan SPM oleh satuan pendidikan. Menteri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen. dan Kementerian/Lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan. provinsi.

evaluasi. dan BAN-PNF. dan c. Departemen Agama. Atas dasar akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. pengembangan. c. Pasal 27 (1) Supervisi. dan pemberian fasilitasi. provinsi. BAN-PT. bimbingan. dan/atau bantuan oleh Departemen kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan oleh unit kerja terkait sesuai peraturan perundang-undangan. arahan. b. Pasal 23. kabupaten atau kota. BPPNFI. (2) (2) Lampiran 24 198 . Menteri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen memetakan secara nasional dan komprehensif mutu satuan atau program pendidikan formal dan nonformal menurut: a. Departemen Agama. satuan atau program pendidikan. kualitas pelaksanaan pendidikan untuk perkembangan. b. Kantor Pusat Unit Utama Departemen. dan Pasal 24. P2PNFI. Peta sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikembangkan sedemikian rupa sehingga merefleksikan: a. pengawasan. Inspektorat Jenderal Departemen melakukan audit kinerja terhadap: a. dan b. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan dalam penjaminan mutu satuan pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan. d. (3) Bagian Keenam Tanggung Jawab Departemen. Departemen Agama. Keterlibatan Departemen. saran. capaian mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. dan/atau pembangunan berkelanjutan. dan Kementerian/Lembaga Pemerintah Lainnya Penyelenggara Satuan Pendidikan Formal Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 26 (1) Departemen.Pasal 25 (1) (2) Menteri mengakreditasi satuan atau program pendidikan melalui BAN-S/M. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan menetapkan regulasi teknis penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan dan kewenangan masing-masing. LPMP.

dan/atau bimbingan oleh Departemen Agama kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan oleh unit kerja terkait sesuai peraturan perundang-undangan. kantor wilayah Departemen Agama. d. dan b. g. Departemen mengembangkan sistem informasi nasional mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. dan c. saran. b.(3) (4) e. BAN-PNF. pemerintah provinsi. f. Untuk menjamin interoperabilitas sistem informasi. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. satuan atau program pendidikan. evaluasi. kementerian/lembaga pemerintah lain penyelenggara satuan pendidikan. BAN-PT. Pasal 28 (1) (2) (3) (4) Supervisi. unit kerja di Departemen Agama yang terkait dengan penjaminan mutu pendidikan. b. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. terpadu. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). dan h. pemerintah kabupaten atau kota. pem erintah provinsi. arahan. dan e. terkait keterlibatan masing-masing dalam penjaminan mutu pendidikan. penyelenggara satuan atau program pendidikan. terpadu. fasilitasi. c. satuan atau program pendidikan. pemerintah kabupaten atau kota. serta pemberian bantuan. pengawasan. BAN-S/M. Departemen. dan kementerian/lembaga pemerintah lain penyelenggara satuan pendidikan. kantor Departemen Agama Kabupaten atau Kota. Departemen Agama. Inspektorat Jenderal Departemen Agama melakukan audit kinerja terhadap : a. 199 Lampiran 24 . terkait keterlibatan masing-masing dalam penjaminan mutu pendidikan. Menteri menetapkan standar sistem informasi mutu pendidikan yang mengikat semua satuan atau program pendidikan. BSNP. Departemen. Departemen Agama mengembangkan sistem informasi nasional mutu pendidikan formal dan nonformal agama dan keagamaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. Departemen Agama.

Kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan pendidikan formal mengembangkan sistem informasi mutu satuan pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. Pasal 31 Departemen. Departemen Agama. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan menyediakan biaya akreditasi satuan atau program pendidikan formal atau nonformal sesuai kewenangannya masingmasing. saran.Pasal 29 (1) Supervisi. evaluasi. dan/atau bimbingan oleh kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan pendidikan kepada satuan atau program pendidikan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. serta pemberian bantuan. dan b. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. dan kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. fasilitasi. pengawasan. Pasal 30 Departemen. Keterlibatan pemerintah provinsi dalam penjaminan mutu satuan atau program pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan. terpadu. Bagian Ketujuh Tanggung Jawab Pemerintah Provinsi Da lam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 32 (1) (2) Pemerintah provinsi menetapkan regulasi penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan kewenangannya dan peraturan perundang-undangan. arahan. satuan pendidikan. Departemen. Inspektorat Jenderal atau Inspektorat Utama kementerian/lembaga pemerintah lainnya penyelenggara satuan pendidikan melakukan audit kinerja terhadap unit kerjanya yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan. (2) (3) (4) Lampiran 24 200 . Departemen Agama. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4).

Pemerintah provinsi mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. saran. Pasal 34 Pemerintah provinsi berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. evaluasi. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau program pendidikan formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dilakukan bekerjasama dan berkoordinasi dengan LPMP. serta pemberian bantuan. saran. serta pemberian bantuan. atau BPPNFI. serta pemberian bantuan. Dalam pengembangan sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) pemerintah provinsi dapat bekerjasama dengan LPMP dan P2PNFI. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau program pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dilakukan bekerjasama dan berkoordinasi dengan P2PNFI atau BPPNFI. dan c. fasilitasi. Pemerintah provinsi melalui BAP membantu BAN-S/M dalam pelaksanakan akreditasi satuan pendidikan formal di provinsi yang bersangkutan. b. evaluasi. satuan atau program pendidikan. terpadu. arahan. Pemerintah provinsi membantu BSNP dalam pelaksanakan Ujian Nasional di wilayahnya dengan penuh kejujuran sesuai dengan peraturan perundangundangan. fasilitasi. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 201 Lampiran 24 . pengawasan. arahan. Inspektorat provinsi melakukan audit kinerja terhadap unit pelaksana teknis daerah yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan. pengawasan. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). evaluasi. Supervisi. dan/atau BAN-PNF. arahan.Pasal 33 (1) Supervisi. pengawasan. pemerintah kabupaten atau kota. dan/atau bimbingan oleh pemerintah provinsi kepada satuan atau program pendidikan memperhatikan pertimbangan dari dewan pendidikan provinsi. Supervisi. saran. Departemen. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. fasilitasi. BAN-S/M.

dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada satuan atau program pendidikan formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dilakukan dengan mengikuti arahan dan binaan pemerintah provinsi dan LPMP. fasilitasi. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada satuan atau program pendidikan memperhatikan pertimbangan dari dewan pendidikan kabupaten atau kota. fasilitasi. pengawasan. arahan. pengawasan. serta pemberian bantuan. fasilitasi. evaluasi. Keterlibatan pemerintah kabupaten atau kota dalam penjaminan mutu satuan atau program pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan Pasal 36 (1) Supervisi. dan/atau bimbingan oleh pemerintah kabupaten atau kota kepada satuan atau program pendidikan nonformal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dilakukan dengan mengikuti arahan dan binaan pemerintah provinsi dan P2PNFI atau BPPNFI. saran. Pemerintah kabupaten atau kota membantu BSNP dalam pelaksanakan Ujian Nasional di wilayahnya dengan penuh kejujuran sesuai dengan peraturan perundang-undangan. arahan.Bagian Kedelapan Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten atau Kota Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 35 (1) Pemerintah kabupaten atau kota menetapkan regulasi penjaminan mutu pendidikan sesuai dengan kewenangannya dan peraturan perundangundangan. satuan atau program pendidikan. Pemerintah kabupaten atau kota mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan formal dan nonformal berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). evaluasi. pengawasan. serta pemberian bantuan. b. Departemen. Supervisi. saran. evaluasi. Supervisi. terpadu. (2) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Lampiran 24 202 . pemerintah provinsi. dan c. arahan. serta pemberian bantuan. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. Inspektorat kabupaten atau kota melakukan audit kinerja terhadap unit pelaksana teknis daerah yang terlibat dalam penjaminan mutu pendidikan. saran.

Pasal 39 Penyelenggara satuan atau program pendidikan formal menyediakan sumberdaya yang diperlukan satuan pendidikan yang diselenggarakannya untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana. pengawasan. arahan. saran. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Pe ndidik dan Tenaga Kependidikan. Bagian Kesepuluh Penjaminan Mutu Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan atau Program Pendidikan Pasal 40 (1) Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan menjadi tanggung jawab satuan atau program pendidikan dan wajib didukung oleh seluruh pemangku kepentingan satuan atau program pendidikan. Penyelenggara satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM dan SNP menetapkan prosedur operasional standar (POS) untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana. serta pemberian bantuan.(8) Dalam pengembangan sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) pemerintah kabupaten atau kota dapat bekerjasama dengan LPMP dan P2PNFI atau BPPNFI. Bagian Kesembilan Tanggung Jawab Penyelenggara Satuan Pe ndidikan atau Program Pendidikan Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 38 (1) Supervisi. dan Standar Pembiayaan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependi dikan. Penyelenggara satuan atau program pendidikan menetapkan prosedur operasional standar (POS) untuk memenuhi Standar Sarana dan Prasarana. dan Standar Pembiayaan yang ditetapkan Menteri dalam SNP. Pasal 37 Pemerintah kabupaten atau kota berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. fasilitasi. Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan dipimpin oleh pemimpin satuan atau program pendidikan. dan Standar Pembiayaan di atas SNP yang dipilih oleh satuan atau program pendidikan yang diselenggarakannya. dan/atau bimbingan oleh penyelenggara satuan pendidikan kepada satuan pendidikan menjunjung tinggi prinsip otonomi satuan pendidikan. (2) (3) (2) 203 Lampiran 24 . evaluasi.

dan/atau c. dan akuntabilitas. arahan. Satuan atau program pendidikan menetapkan prosedur operasional standar (POS) penjaminan mutu satuan atau program pendidikan. secara bertahap dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan atau program pendidikan memenuhi SNP. secara bertahap satuan atau program pendidikan yang telah memenuhi SPM dan SNP dalam kerangka jangka menengah yang ditetapkan dalam rencana strategis satuan pendidikan memenuhi standar mutu di atas SNP yang dipilihnya. pertimbangan. Pasal 43 Semua satuan atau program pendidikan wajib mengikuti akreditasi yang diselenggarakan oleh BAN-S/M. c.(3) (4) (5) (6) Komite sekolah/madrasah memberi bantuan sumberdaya. inovasi. Pasal 41 Penjaminan mutu oleh satuan atau program pendidikan ditujukan untuk: a. Penjaminan mutu oleh satuan pendidikan dilaksanakan sesuai prinsip otonomi satuan pendidikan untuk mendorong tumbuhnya budaya kreativitas. atau BAN-PNF sesuai kewenangan masing-masing. kemandirian. dan pemerintah kabupaten atau kota sesuai kewenangannya. memenuhi SPM dalam waktu paling lambat 2 (dua) tahun sejak ditetapkannya izin prinsip pendirian/pembukaan dan operasi satuan atau program pendidikan. BAN-PT. Lampiran 24 204 . pendidik atau tenaga kependidikannya. b. pemerintah provinsi. dan mengawasi sesuai kewenangannya terhadap penjaminan mutu oleh satuan pendidikan. lembaganya. peserta didiknya. Penjaminan mutu oleh satuan pendidikan tinggi dilaksanakan sesuai prinsip otonomi keilmuan. Pasal 44 Satuan atau program pendidikan dapat mengikuti sertifikasi mutu pendidikan untuk: a. Pasal 42 Semua satuan atau program pendidikan wajib melayani audit kinerja penjaminan mutu yang dilakukan oleh Pemerintah. b. kewirausahaan.

Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kompatibel dan memiliki interoperabilitas dengan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dan ayat (4). b. Pejabat atau fungsionaris penyelenggara satuan atau program pendidikan yang melanggar peraturan ini disanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan. terpadu. dan f. (2) 205 Lampiran 24 . Departemen Agama. bagi satuan atau program pendidikan agama dan keagamaan. Pasal 46 Satuan atau program pendidikan berkewajiban mendukung sepenuhnya pemetaan mutu satuan atau program pendidikan yang dilakukan oleh Menteri. e. pemerintah provinsi yang bersangkutan.Pasal 45 (1) Satuan atau program pendidikan mengembangkan sistem informasi mutu pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang andal. c. d. penyelenggara satuan pendidikan. dan dalam jejaring yang menghubungkan: a. Departemen. BAB IV SANKSI Pasal 47 (1) (2) Pimpinan satuan atau program pendidikan yang melanggar peraturan ini disanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 48 Semua peraturan yang terkait dengan penjaminan mutu pendidikan dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Peraturan Menteri ini. pemerintah kabupaten atau kota yang bersangkutan. kementerian/lembaga lain penyelenggara satuan atau program pendidikan.

Pasal 49 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. NIP. A.H. TTD.DFM.M. Dr. S. BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya.H. Pangerang Moenta. 196108281987031003 Lampiran 24 206 . Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional.. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 September 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL..

0252-280931 Herman Zawawi. Bulungan. Bengkulu Drs. Tahzi Dra. Subakir Dinas Pend. Hj.Pd. SMAN 70 Jakarta Jl. Jl. 02/02 Rangkas Bitung Timur Rangkas Bitung TLP. Made Mas Suartini. Jakarta Selatan Yusuf F. Kebayoran Baru. H. 207 Lampiran 25 2 3 4 Babel Bali Banten 5 Bengkulu 6 DIY 7 DKI 8 Gorontalo 9 Jabar . 021-7252311 Fax. M. Bulungan. Ketua Umum 2. Dinas Pend. Kampung Jaura Rt. 03/04 Rancasari. Jakarta Selatan. 03/01 Telaga Gorontalo 96181 TLP. MM. Pemuda dan Olahraga Jl.Pd. Drs. Rt. Drs. 085240308730 Drs. Jl. Keb. M. Asep Komar Hidayat Jl. 269 Kel. M. Drs.M.Pd. Cut Malawati. 18 Cipamokocan Rt. Silih Asih No. PUHI. SMAN 70 Jakarta Jl. H. MM. 7252311 Pengurus Provinsi No. Yadi Rochyadi.Pd. M. Blok C. M. 0435838386. Pilohayangan No.PD. Sekretaris Jenderal Alamat Sekretariat: Komp. Daliman Sofyan. Tlp. SE. 03/01 Panorama.SC. H. Hulawa Rt.Pd. 29 Rt. Sutijab Wates (Kantor) Pedukuhan X. Endang Abutarya. Danau 12 No. Tengku Hamzah Bendahara Lhokseumawe NAD Drs. Baru. Kulonprogo Jl. Takdir. 1 Provinsi Aceh Ketua dan Alamat Dra. Jl. 040/020 Krembang Panjatan Kulonprogo DIY (Rumah) Drs. M.LAMPIRAN 25 PENGURUS APSI Pengurus Pusat 1. S. Siliwangi.

Sutan Syahrir No. Ibrahim Rt. Ketua APSI Provinsi Jawa Timur D.A.Si. Dinas P Dan K Prov. 08127471271 Drs. Kalbar Bapak. SUTJIPTO Griya Sejahtera Blok L No. 0541 766508 Drs. 024-35153301 A.Jawa Tengan D. Edi Sadono Ketua Apsi Prov. Jambi PO BOX 36125 HP. MM. Hasan Basri Km 2 Rantau Kalsel Kp. 105 Rawasari. M. Jatim Ruang Pengawas Sekolah Jl. Pemda Depan PU Tanjung Pinang. 0818210871 Drs. Kepulauan Riau DRS. Jl. Perumahan Guru Sd Jl. 7 No. 11 Gunung Terang Bandar Lampung 35152 208 10 Jambi 11 Jateng 12 Jatim 13 Kalbar 14 Kalsel 15 Katim 16 Kalteng 17 Kepri 18 Lampung Lampiran 25 . 081348146930 Drs. Dinas Pendidikan. M. 3 Komp.A. Kalbar Gedung Lama lantai 2 Jl. Boyli Rasyidi Dinas Pendidikan Prov. 022-7566594. 7 Pontianak Ir Abdus Sani Dinas Pendidikan Kab. 71111 Hp. Wahab Syahrani No. Kalimantan Tengah Dra. Ibrahim Amir. Nugrogo. Jateng Jl. Peralatan Km. Dasril Mansyur. Provinsi Ketua dan Alamat Bandung. Tapin Jl. 0318292585 Ketua APSI Prov. A.Pd. Dewalt Amit Jl. H. 69 Air Putih Samarinda Ulu Kaltim Tlp. Dewi Kumalasari Jl. Damang Batu No. Brigjen H. 14 Palangkaraya Prov.No.D. Komp. 22 No. Drs. Pemuda 134/ 136 Semarang 50132 TLP. Genteng Kali 33 Surabaya Fax. Jabar TLP.

Balai Kota Iii/ 44 Kendari Sulawesi Tenggara Kp.M. 19 20 21 Provinsi Maluku Malut NTB Ketua dan Alamat TLP. Palu.Sc. 1 Rt. SH. Lobra Ntb HP. Maksimum Boonde.Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pend. Sultan Syarif Kasim No. A. Ny. Yusak Bessie 22 23 24 25 NTT Papua Papua Barat Riau 26 27 Sulbar Sulteng 28 Sulsel 29 Sultra 30 31 Sulut Sumbar 32 Sumsel 33 Sumut Hadimiharja.S. Medan 209 Lampiran 25 . BLPT Jl. Sulawesi Tengah H. H. 119 Pekanbaru Drs. 3 Bumi Bahari. Teladan No.Pd.D.Si. Hartaco Indah Blok 2F No. No. Bunga Mawar XIII No. Bep Dinas Pendidikan Riau Jl. Muhadis Said Jl. 93117 Drs. Dinas Diknas Kota Kendari Jl. d.Ed. Sumut Jl. M.Pd.No. Jl.Z. 08127906193 Ir. Gunawan Ginting Ketua APSI Prov. Drs. 706911. S. M. Drs.Pd Bapak Melong Kaseng Jl. Abdul Kadir Capatu. Yunus Lubuk Lintah Padang. Hehahia. M. Federda E.a. Daeng Tata Komp. Gotong Royong Lr. Sumatera Barat Ali Idrus Ishak. A. M. 081339624017 Drs. M. 3 Pasar 5 Padang Bulan. Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat Komp. Parawisata Sandik Batulayar. 6 Kel PR Tambung Rt.MP. 002/06 Tamalate Makassar Drs. Akbar Amri Jl. Samudra Iii. H. M. 32/ 09 Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang Drs. A. Mongan.P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful