P. 1
PSAK 1 Revisi Tahun 2009

PSAK 1 Revisi Tahun 2009

|Views: 124|Likes:
Published by venaembun

More info:

Published by: venaembun on Oct 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2011

pdf

text

original

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 1 (REVISI 2009) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 (revisi 2009) terdiri dari paragraf 1-138 dan Lampiran. Seluruh paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold italic) mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 1 (revisi 2009) harus dibaca dalam kontek tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan 01. Pernyataan ini menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut ‘laporan keuangan’ agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. Ruang Lingkup 02. Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah. 03. PSAK lainnya mengatur persyaratan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan transaksi tertentu dan peristiwa lainnya.
Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.1

PSAK 1 (2009).pmd

1

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.2

04. Pernyataan ini tidak diterapkan bagi struktur dan isi laporan keuangan interim ringkas yang disusun sesuai dengan PSAK 3: Laporan Keuangan Interim. Namun, paragraf 1333 diterapkan bagi laporan keuangan interim tersebut. Pernyataan ini berlaku bagi seluruh entitas, termasuk entitas yang menyajikan laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan terpisah sebagaimana diatur dalam PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasi. Definisi 05. Berikut adalah istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini: Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Ketidakpraktisan. Penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, yang terdiri dari: (a) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK); (b) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Material. Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama, dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan
Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PSAK 1 (2009).pmd

2

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu. Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi material, membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik dari masing-masing pengguna laporan tersebut. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf 25 menyatakan bahwa ‘pengguna laporan keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.’ Oleh karena itu, penilaian tersebut perlu memerhatikan bagaimana pengguna laporan dengan karakteristik tersebut diharapkan terpengaruh dalam membuat keputusan ekonomi. Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendaptan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pospos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan. Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK lainnya. Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi: (a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud);

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.3

PSAK 1 (2009).pmd

3

6/19/2009, 10:48 AM

4 (b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan paragraf 94 PSAK 24: Imbalan Kerja. (c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 11: Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya.pmd 4 6/19/2009. selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain. 10:48 AM . (e) Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. (d) keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai ’tersedia untuk dijual’ (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya. Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban. Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain”.

entitas dapat menggunakan istilah lain untuk menjelaskan jumlah-jumlah tersebut sepanjang maksudnya jelas. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan. Misalnya. laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: (a) aset. Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 06. (d) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian. 10:48 AM . entitas dapat menggunakan istilah “laba neto” untuk menggambarkan laba rugi. (c) ekuitas. “laba rugi”. Informasi tersebut. (b) laibilitas. (e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. LAPORAN KEUANGAN Tujuan Laporan Keuangan 07.pmd 5 6/19/2009. beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. khususnya.dan (f) arus kas. Meskipun Pernyataan ini menggunakan istilah “pendapatan komprehensif lain”. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. kinerja keuangan. dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.5 PSAK 1 (2009). dan “total laba rugi komprehensif”.

Beberapa entitas menyajikan. (b) laporan laba rugi komprehensif selama periode (c) laporan perubahan ekuitas selama periode. Jika laporan laba rugi disajikan. suatu kajian keuangan oleh manajemen yang menjelaskan karakteristik utama dari kinerja keuangan dan posisi keuangan. entitas dapat menyajikan komponen laba rugi baik sebagai bagian dari laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah. Sebagaimana diperkenankan dalam paragraf 79. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai: (a). terpisah dari laporan keuangan. atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. (d) laporan arus kas selama periode. 10:48 AM . 09. 10.6 Komponen Laporan Keuangan Lengkap 08. Faktor dan pengaruh-pengaruh utama yang menentukan kinerja keuangan.pmd 6 6/19/2009. dan (f) laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 11. Entitas diperkenankan menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam Pernyataan ini. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. maka laporan tersebut merupakan bagian dari komponen laporan keuangan yang lengkap dan disajikan sebelum laporan pendapatan komprehensif. Entitas menyajikan semua komponen laporan keuangan lengkap dengan tingkat keutamaan yang sama. (e) catatan atas laporan keuangan. termasuk perubahan lingkungan tempat Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini: (a) laporan posisi keuangan pada akhir periode. dan kondisi ketidakpastian utama yang dihadapi.

khususnya bagi industri dimana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting. terpisah dari laporan keuangan. Karakteristik Umum Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK 13. dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan. laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement).pmd 7 6/19/2009. 10:48 AM . (b). dan (c). peristiwa dan kondisi lain sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset. kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas. dan kebijakan investasi untuk memelihara serta meningkatkan kinerja keuangannya. Sumber pendanaan entitas dan target rasio laibilitas terhadap ekuitas. Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan.7 PSAK 1 (2009). termasuk kebijakan dividen. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 entitas beroperasi. laibilitas. 12. pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. 14. Penerapan SAK. Sumber daya entitas yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan`SAK. Entitas tidak boleh menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. Laporan tambahan tersebut di luar ruang lingkup Standar Akuntansi Keuangan. Entitas dapat pula menyajikan. tanggapan terhadap perubahan dan pengaruhnya.

pmd 8 6/19/2009. Penyajian secara wajar juga mensyaratkan entitas untuk: (a) memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan PSAK 25. entitas mencapai penyajian laporan keuangan secara wajar apabila memenuhi SAK terkait. (b) menyajikan informasi. andal. 10:48 AM . Dalam hampir semua kondisi. sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang relevan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi. (c) memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian dengan persyaratan khusus dalam SAK tidak cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu. termasuk kebijakan akuntansi. ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. 15. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 17. dan mudah dipahami.8 terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap semua yang dipersyaratkan dalam SAK. 16. peristiwa dan kondisi lain terhadap posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas. maka entitas menyimpang dari ketentuan tersebut dengan cara yang ditentukan dalam paragraf 18 jika peraturan yang relevan mensyaratkan atau tidak melarang penyimpangan tersebut. dapat diperbandingkan. Entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan akuntansi yang tidak tepat baik dengan pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan atau pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan atau materi penjelasan. PSAK 25 mengatur hirarki pedoman otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal tidak terdapat PSAK yang secara khusus mengatur suatu pos tertentu.

pmd 9 6/19/2009. 20. kecuali pos yang menyimpang dari ketentuan tertentu untuk mencapai penyajian yang wajar. (b) bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK terkait. Contoh implementasi paragraf 19 adalah ketika entitas pada periode sebelumnya menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK untuk pengukuran aset atau laibilitas dan penyimpangan tersebut memengaruhi pengukuran atas perubahan aset dan laibilitas yang diakui pada laporan keuangan periode berjalan. dan perlakuan yang diterapkan. dan (d) untuk masing-masing periode yang disajikan. dan arus kas entitas. pengaruh keuangan dari penyimpangan untuk masing-masing pos dalam laporan keuangan yang seharusnya dilaporkan sesuai dengan ketentuan tersebut. alasan mengapa perlakuan tersebut akan memberikan pemahaman yang salah dalam situasi tersebut sehingga akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 19. Ketika entitas menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK pada periode sebelumnya.9 PSAK 1 (2009). termasuk perlakuan yang disyaratkan oleh PSAK tersebut. 10:48 AM . maka entitas membuat pengungkapan sebagaimana diatur pada paragraf 18 (c) dan (d). kinerja keuangan. maka entitas mengungkapkan: (a) bahwa manajemen telah menyimpulkan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 18. Ketika entitas menyimpang dari ketentuan suatu PSAK sesuai dengan paragraf 17. dan penyimpangan tersebut berpengaruh terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan pada periode berjalan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (c) nama PSAK yang tidak diterapkan. sifat penyimpangan.

dan (b) bagaimana perbedaan kondisi entitas dengan kondisi entitas lain yang mematuhi persyaratan.pmd 10 6/19/2009. tetapi peraturan yang relevan melarang penyimpangan tersebut. dan alasan mengapa manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap ketentuan dimaksud akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Jika entitas lain dengan kondisi yang sama menerapkan persyaratan tersebut. Ketika menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan khusus dari suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. informasi tertentu dapat bertentangan dengan tujuan laporan keuangan ketika informasi tersebut tidak menyajikan secara jujur transaksi. 10:48 AM . maka entitas semaksimal mungkin mengurangi pemahaman yang salah tersebut dengan mengungkapkan: (a) nama PSAK terkait. ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.10 21. Untuk tujuan penerapan paragraf 17 – 21. dan (b) untuk masing-masing periode yang disajikan. konsekuensinya. sifat ketentuan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi. manajemen mempertimbangkan: (a) alasan tujuan laporan keuangan tidak tercapai dalam kondisi tersebut. 22. informasi tersebut dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan keuangan. penyesuaian terhadap masing-masing pos dalam laporan keuangan yang dipandang perlu oleh manajemen untuk mencapai penyajian yang wajar. peristiwa dan kondisi lain baik yang diminta untuk disajikan atau sewajarnya diharapkan untuk disajikan dan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).

manajemen memerhatikan semua informasi masa depan. kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan. maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Kelangsungan Usaha 23. manajemen membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. . 24. paling sedikit (namun tidak dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 maka akan muncul asumsi yang dapat diperdebatkan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan tersebut tidak akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan alasan mengapa entitas tidak dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 10:48 AM .pmd 11 6/19/2009. Jika selama ini entitas menghasilkan laba dan mempunyai akses ke sumber pembiayaan.11 PSAK 1 (2009). Dalam menyusun laporan keuangan. Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi kelangsungan usaha adalah tepat.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Jika entitas menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. maka dapat disimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci. atau tidak mempunyai alternatif lainnya yang realistis selain melakukannya. Tingkat pertimbangan tergantung pada fakta dari setiap kasus. Jika manajemen menyadari (dalam membuat penilaiannya) mengenai adanya ketidakpastian yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. maka entitas mengungkapkan ketidakpastian tersebut.

Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual. Suatu pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam laporan keuangan tetapi cukup material untuk disajikan terpisah dalam catatan atas laporan keuangan. kecuali laporan arus kas. manajemen perlu memerhatikan faktor yang memengaruhi profitabilitas masa kini maupun masa yang akan datang. laibilitas. 26. entitas mengakui pos-pos sebagai aset. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Ketika akuntansi berbasis akrual digunakan. Jika suatu klasifikasi pos tidak material. Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos sejenis yang material. Laporan keuangan merupakan hasil dari pemrosesan sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang diklasifikasikan sesuai sifat atau fungsinya. pendapatan dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsurunsur tersebut dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Tahap akhir dari proses penggabungan dan pengklasifikasian adalah penyajian dalam laporan keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 12 6/19/2009. 28. 10:48 AM . ekuitas. Entitas menyajikan secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material.12 Dalam kasus lain. jadual pembayaran utang dan sumber potensial pembiayaan pengganti sebelum dapat menyimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai. maka dapat digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. Materialitas dan Agregasi 27.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dasar Akrual 25.

peristiwa dan kejadian lain yang telah terjadi maupun untuk menilai arus kas entitas di masa depan. Saling hapus dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan posisi keuangan atau dalam laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) mengurangi kemampuan pengguna laporan keuangan baik untuk memahami transaksi.pmd 13 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. entitas juga melakukan transaksi lain yang bukan merupakan penghasil utama pendapatan dan bersifat insidentil.13 PSAK 1 (2009). Entitas tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan laibilitas atau pendapatan dan beban. dilaporkan dengan mengurangkan penerimaan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Dalam aktivitas normal. kecuali jika saling hapus mencerminkan substansi transaksi atau peristiwa. termasuk investasi dan aset operasional. kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh suatu PSAK. dengan mempertimbangkan jumlah potongan dagang dan rabat volume yang diperbolehkan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 29. Entitas melaporkan secara terpisah untuk aset dan laibilitas serta pendapatan dan beban. PSAK 23: Pendapatan mendefinisikan pendapatan dan mensyaratkan entitas untuk mengukurnya berdasarkan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau akan diterima. Saling Hapus 30. 32. penyisihan keusangan atas persediaaan dan penyisihan piutang tak tertagih) tidak termasuk kategori saling hapus. Pengukuran aset secara neto setelah dikurangi penyisihan penilaian (misalnya. Entitas tidak diperlukan untuk memberikan suatu pengungkapan khusus yang diminta oleh suatu PSAK jika informasi tersebut tidak material. Misalnya: (a) entitas menyajikan keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset tidak lancar. 31. 10:48 AM . Entitas menyajikan hasil dari transaksi tersebut dengan mengurangkan setiap pendapatan dengan beban terkait yang timbul dari transaksi yang sama sepanjang penyajian tersebut mencerminkan substansi dari transaksi atau peristiwa lain.

Umumnya entitas secara konsisten menyiapkan laporan keuangan untuk periode satu tahun.pmd 14 6/19/2009. Pernyataan ini tidak menghalangi praktik seperti ini.14 dari pelepasan dengan nilai tercatat dan beban yang timbul dari pelepasan aset tersebut. untuk alasan praktis. Namun. misalnya keuntungan dan kerugian dari transaksi mata uang asing atau keuntungan dan kerugian yang timbul dari instrumen keuangan yang dikategorikan sebagai diperdagangkan. Namun. 35. 33. entitas menyajikan keuntungan dan kerugian tersebut secara terpisah jika keuntungan atau kerugian tersebut material. sebagai contoh. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Jika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek dari periode satu tahun. Frekuensi Pelaporan 34. untuk periode 52 minggu. Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan. sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (b) entitas dapat mengurangkan pengeluaran yang terkait dengan ketentuan yang diakui sesuai dengan PSAK 57 dan diganti berdasarkan perjanjian kontraktual dengan pihak ketiga (seperti perjanjian garansi dari pemasok) dengan penggantian yang diterima. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan (b) fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan secara keseluruhan. maka entitas mengungkapkan: (a) alasan penggunaan periode pelaporan yang lebih panjang atau lebih pendek. Entitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang timbul dari suatu kelompok transaksi yang sejenis secara neto. beberapa entitas lebih memilih untuk melaporkan. 10:48 AM .

Entitas menyajikan laporan posisi keuangan pada: (a) akhir periode berjalan. Misalnya. perlu diungkapkan kembali pada periode berjalan. (b) akhir periode sebelumnya (yang sama dengan awal periode berjalan). Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Informasi Komparatif 36. rincian tentang sengketa hukum yang dihadapi dengan hasil akhirnya belum diketahui secara pasti pada periode sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian. Pengguna akan memperoleh manfaat dari informasi adanya ketidakpastian pada akhir periode pelaporan sebelumnya. dan catatan atas laporan keuangan. maka entitas menyajikan minimal tiga laporan posisi keuangan. dan (c) permulaan dari periode komparasi terawal. 10:48 AM . Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan. kecuali dinyatakan lain oleh SAK.15 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 38. dan langkah yang telah dilakukan selama periode berjalan untuk mengatasi ketidakpastian tersebut. 37. informasi naratif yang disajikan pada laporan keuangan periode sebelumnya masih tetap relevan untuk diungkapkan pada periode berjalan.pmd 15 6/19/2009. dan catatan atas laporan keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Entitas yang mengungkapkan informasi komparatif menyajikan minimal dua laporan posisi keuangan. dua laporan untuk tiap jenis laporan lainnya. Pada beberapa kasus. dua laporan untuk tiap jenis laporan lainnya. Jika entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali secara retrospektif atas pos-pos dalam laporan keuangan atau mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan.

Dalam beberapa keadaan. 40. Peniingkatkan komparabilitas informasi antar periode membantu pengguna dalam membuat keputusan ekonomi. Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). khususnya memungkinkan penilaian atas tren informasi keuangan untuk tujuan prediksi. 42. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. reklasifikasi informasi komparatif tidak praktis untuk dilakukan terhadap periode sebelumnya untuk mencapai komparabilitas dengan periode berjalan. Konsistensi Penyajian 43. maka entitas mengungkapkan: (a) sifat reklasifikasi. 41. Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan. 10:48 AM . PSAK 25 mengatur penyesuaian terhadap informasi komparatif yang dipersyaratkan ketika entitas melakukan perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar. dan (b) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. maka entitas mereklasifikasi jumlah komparatif kecuali reklasifikasi tersebut tidak praktis untuk dilakukan.16 39. Jika entitas mereklasifikasi jumlah komparatif.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dan (c) alasan reklasifikasi. Jika entitas mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam laporan keuangan. maka entitas mengungkapkan: (a) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut. misalnya entitas mungkin belum mengumpulkan data dalam periode sebelumnya yang memungkinkan untuk melakukan reklasifikasi.pmd 16 6/19/2009. (b) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi. dan mungkin tidak praktis untuk menyusun kembali informasi tersebut.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). Misalnya. 10:48 AM . maka entitas mereklasifikasi informasi komparatif sesuai dengan paragraf 39 dan 40. suatu akusisi atau pelepasan yang signifikan atau review atas penyajian laporan keuangan. atau laporan perubahan ekuitas dan mensyaratkan pengungkapan dari pos-pos lainnya pada laporan keuangan tersebut atau catatan atas laporan keuangan. meliputi pos-pos yang disajikan di dalam laporan keuangan. PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan untuk penyajian informasi arus kas. terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam PSAK 25. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (a) setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau review atas laporan keuangan. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan khusus dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi komprehensif. STRUKTUR DAN ISI Pendahuluan 45.17 PSAK 1 (2009). Kecuali dinyatakan lain dalam Pernyataan ini atau SAK lainnya. Namun demikian perubahan penyajian dapat dilaksanakan jika perubahan tersebut memberikan informasi yang andal dan lebih relevan bagi pengguna atau struktur yang baru mempunyai kecenderungan akan dipergunakan seterusnya. 44. mungkin akan menghasilkan kesimpulan bahwa laporan keuangan harus disajikan secara berbeda. Pernyataan ini terkadang menggunakan istilah “pengungkapan” dalam arti luas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Jika dilakukan perubahan penyajian laporan keuangan. pengungkapan tersebut dapat dilakukan dalam laporan keuangan.pmd 17 6/19/2009. 46. Pengungkapan juga dipersyaratkan oleh SAK lain. atau (b) perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK.

Pertimbangan diperlukan untuk menentukan cara terbaik dalam menyajikan informasi tersebut.pmd 18 6/19/2009. (c) tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan. 49. (b) apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas. Misalnya. dan setiap perubahan informasi dari akhir periode laporan sebelumnya. 50. Entitas mengidentifikasikan laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka halamanhalaman terpisah tidak selalu digunakan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan tahunan. kolom dan sejenisnya. 48. sangat penting bahwa pengguna dapat membedakan laporan yang disusun sesuai SAK dengan informasi lain yang juga bermanfaat bagi pengguna laporan. laporan keuangan. Oleh karena itu. selanjutnya entitas Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).18 Identifikasi Laporan Keuangan 47. Entitas telah memenuhi persyaratan paragraf 49 dengan menyajikan judul yang tepat untuk halaman. dan (e) pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan. (d) mata uang pelaporan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 52. SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan. catatan atas laporan keuangan. 10:48 AM . dan mengulangnya jika dibutuhkan sehingga dapat dipahami: (a) nama entitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain. ketika entitas menyajikan laporan keuangan secara elektronik. Di samping itu. dokumen yang disampaikan kepada regulator atau dokumen lainnya. Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. entitas menyajikan informasi berikut ini secara jelas.

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (e) investasi dengan menggunakan metode ekuitas.pmd 19 6/19/2009. sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46. (h) dan (i)). Agar lebih dapat dipahami. (l) kewajiban diestimasi. (k) utang dagang dan terutang lainnya. (f) aset biolojik. Hal ini diperkenankan sepanjang entitas mengungkapkan tingkat pembulatan dan tidak menghilangkan informasi yang material. 51. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menyajikan hal-hal di atas untuk memastikan bahwa informasi yang dicakup dalam laporan keuangan dapat dipahami. (m) laibilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l)). (n) laibilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46. (c) aset tidak berwujud. Laporan Posisi Keuangan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan 52. (o) laibilitas dan aset pajak tangguhan. Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut: (a) aset tetap. (h) piutang dagang dan piutang lainnya. (i) kas dan setara kas. (b) properti investasi.19 PSAK 1 (2009). entitas pada umumnya menyusun laporan keuangan dengan menyajikan informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan. (d) aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e). 10:48 AM . (j) total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. (g) persediaan.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Sebagai tambahan: (a) suatu pos disajikan terpisah jika ukuran.20 (p) laibilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. judul dan subtotal dalam laporan posisi keuangan jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman posisi keuangan entitas. disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Entitas menyajikan pos-pos tambahan. dan (r) modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka aset (laibilitas) pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai aset lancar (laibilitas jangka pendek). Pernyataan ini tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos. Ketika entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasfikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan. 53. untuk memberikan informasi yang relevan dalam memahami posisi keuangan entitas. (q) kepentingan non-pengendali. sifat atau fungsi dari pos tersebut atau agregasi pos-pos yang sama menyebabkan penyajian terpisah menjadi relevan untuk memahami laporan posisi keuangan entitas.pmd 20 6/19/2009. Misalnya. 54. Paragraf 52 menjelaskan daftar pos-pos yang berbeda berdasarkan sifat atau fungsinya untuk menjamin penyajian terpisah di dalam laporan posisi keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). (b) penjelasan yang digunakan dan urutan dari pos-pos atau agregasi pos-pos yang sama dapat diubah sesuai dengan sifat entitas dan transaksinya. institusi keuangan mungkin mengubah penjelasan di atas dalam rangka memberikan informasi yang relevan mengenai operasi institusi keuangan. 10:48 AM . 55.

kelompok aset tetap yang berbeda dapat dicatat berdasarkan biaya perolehan atau jumlah yang direvaluasi sesuai dengan PSAK 16. kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Entitas mempertimbangkan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah didasarkan atas penilaian dari: (a) sifat dan likuiditas aset. dan (b) lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan 60. Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang 58. Penggunaan dasar pengukuran yang berbeda untuk kelompok aset yang berbeda menunjukkan bahwa sifat dan fungsi aset tersebut berbeda dan. entitas mengungkapkan jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari dua belas bulan untuk setiap pos aset dan laibilitas yang menggabungkan jumlah yang diharapkan akan dipulihkan atau diselesaikan: (a) tidak lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan. Jika pengecualian tersebut diterapkan. oleh karena itu. Entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan paragraf 64-74. entitas menyajikan kelompok aset yang berbeda secara terpisah. 10:48 AM . sifat dan jangka waktu laibilitas. Ketika entitas menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi yang dapat diidentifikasi secara jelas. (c) jumlah.21 PSAK 1 (2009).pmd 21 6/19/2009. 57. 59.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (b) fungsi aset tersebut dalam entitas. maka Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 56. Misalnya. Apapun metode penyajian yang digunakan. maka entitas menyajikan seluruh aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas.

22 klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta laibilitas jangka pendek dan jangka panjang dalam laporan posisi keuangan memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset neto yang digunakan secara terus menerus sebagai modal kerja dari aset neto yang digunakan dalam operasi entitas jangka panjang. 62. Kebutuhan untuk mengkombinasikan basis penyajian dimungkinkan jika entitas memiliki operasi yang beragam. dan laibilitas menggunakan jangka pendek dan jangka panjang dan lainnya berdasarkan likuiditas jika hal tersebut memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. penyajian aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang karena entitas pada industri tersebut tidak menyediakan barang atau jasa selama siklus operasi entitas yang dapat diidentifikasi secara jelas. Dalam menerapkan paragraf 58. entitas diperkenankan untuk menyajikan beberapa aset menggunakan klasifikasi lancar dan tidak lancar.pmd 22 6/19/2009. PSAK 31 mensyaratkan pengungkapan tanggal jatuh tempo aset keuangan dan laibilitas keuangan. 10:48 AM . dan tanggal perkiraan dari penyelesaian laibilitas seperti kewajiban diestimasi juga bermanfaat. Informasi tentang tanggal perkiraan pemulihan aset nonmoneter. .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Untuk beberapa entitas. Aset keuangan termasuk piutang usaha dan piutang lainnya. 63. Misalnya. terlepas dari apakah aset diklasifikasikan sebagai lancar dan tidak lancar dan laibilitas sebagai jangka panjang dan jangka pendek. entitas mengungkapkan jumlah persediaan yang Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 61. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. seperti persediaan. Informasi mengenai tanggal perkiraan realisasi aset dan laibilitas berguna dalam penilaian likuiditas dan solvabilitas entitas. dan laibilitas keuangan termasuk utang usaha dan terutang lainnya. Pengklasifikasian tersebut juga menunjukkan aset yang diharapkan akan direalisasi dalam siklus operasi berjalan dan laibilitas yang akan jatuh tempo pada periode yang sama. seperti institusi keuangan.

Aset lancar juga mencakup aset yang dimiliki untuk diperdagangkan (aset keuangan dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 23 6/19/2009. jika: (a) entitas mengharapkan akan merealisasikan aset. aset tidak berwujud. 10:48 AM . Aset lancar mencakup aset (seperti persediaan dan piutang dagang) yang dijual. Aset Lancar 64. Ketika siklus operasi normal entitas tidak dapat diidentifikasikan secara jelas. dalam siklus operasi normal. 66. (c) entitas mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.23 PSAK 1 (2009). (b) entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan. atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya. 65. Siklus operasi entitas merupakan jangka waktu antara perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya dalam bentuk kas atau setara kas. Pernyataan ini menggunakan istilah "tidak lancar" untuk mencakup aset tetap. maka diasumsikan selama 12 bulan. dan aset keuangan yang bersifat jangka panjang. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar. dikonsumsi atau direalisasikan sebagai bagian siklus operasi normal meskipun aset tersebut tidak diharapkan untuk direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 diharapkan dapat dipulihkan lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar. Pernyataan ini tidak melarang penggunaan istilah lainnya sepanjang pengertiannya jelas. atau (d) kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan laibilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan.

merupakan bagian modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal. 10:48 AM . laibilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55. 68.pmd 24 6/19/2009. atau (d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian laibilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasikan laibilitaslaibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek meskipun laibilitas-laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan.24 diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55) dan bagian lancar dari aset keuangan tidak lancar. Suatu laibilitas diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek jika: (a) entitas mengharapkan akan menyelesaikan laibilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya. maka siklus operasi normal entitas diasumsikan 12 bulan. cerukan bank.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dan bagian jangka pendek dari laibilitas keuangan jangka panjang. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Siklus operasi normal yang sama diterapkan pada aset dan laibilitas entitas. Entitas mengklasifikasi laibilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai laibilitas jangka panjang. tetapi jatuh tempo untuk diselesaikan dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan atau dimiliki untuk tujuan diperdagangkan. Misalnya. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Beberapa laibilitas jangka pendek. Jika tidak dapat diidentifikasi secara jelas. seperti utang dagang. (b) entitas memiliki laibilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan. beberapa akrual untuk biaya karyawan dan biaya operasi lainnya. Laibilitas Jangka Pendek 67. (c) laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. Laibilitas jangka pendek lainnya tidak diselesaikan dalam siklus operasi normal. 69.

dan (b) perjanjian untuk pembiayaan kembali. maka entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek. dan terutang nonusaha lainnya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dividen terutang. maka entitas tidak mempertimbangkan kemungkinan pembiayaan kembali laibilitas dan mengklasifikasikannya sebagai laibilitas jangka pendek. maka entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka panjang. 71. Namun. atas dasar jangka panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan. Entitas mengklasifikasikan laibilitas keuangan sebagai laibilitas jangka pendek jika laibilitas tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. atau penjadwalan kembali pembayaran.25 PSAK 1 (2009). sebagaimana diatur dalam paragraf 72 dan 73. meskipun pemberi pinjaman menyetujui (setelah periode pelaporan dan sebelum Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. meskipun laibilitas tersebut akan jatuh tempo dalam periode yang lebih pendek dari 12 bulan.pmd 25 6/19/2009. meskipun: (a) kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan. 70. Jika entitas mengharapkan (dan memiliki hak) untuk melakukan pembiayaan kembali atau perpanjangan laibilitas selama sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang ada. Ketika entitas melanggar ketentuan perjanjian pinjaman jangka panjang pada saat atau sebelum akhir periode pelaporan yang menyebabkan laibilitas tersebut harus segera dibayar sesuai permintaan. tidak terdapat perjanjian untuk pembiayaan kembali).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM . jika pembiayaan kembali atau perpanjangan kembali bukan merupakan diskresi entitas (misalnya. Laibilitas keuangan yang merupakan pembiayaan jangka panjang (bukan bagian dari modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal) dan tidak jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan merupakan laibilitas jangka panjang. 72. pajak penghasilan terutang.

entitas mengklasifikasikan laibilitas sebagai laibilitas jangka panjang bila pemberi pinjaman menyetujui pada akhir periode pelaporan untuk memberikan tenggang waktu pembayaran yang berakhir sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan. maka peristiwa-peristiwa tersebut harus diungkapkan sebagai peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian (non-adjusting events) sesuai dengan PSAK 8: (a) pembiayaan kembali berbasis jangka panjang. sub- Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).26 tanggal penyelesaian laporan keuangan) untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut. (b) perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang. Namun. Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan 75. 73. Entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek karena (pada akhir periode pelaporan) entitas tidak memiliki hak untuk menunda penyelesaian laibilitas tersebut dalam jangka waktu sekurangkurangnya dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. jika peristiwa-peristiwa berikut ini terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan. 74. Berkaitan dengan pinjaman yang diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek. selama periode dimana entitas dapat memperbaiki pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan pemberi pinjaman tidak dapat meminta percepatan pembayaran segera. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10:48 AM . Entitas mengungkapkan di laporan posisi keuangan atau di catatan atas laporan keuangan. dan (c) pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman untuk memperbaiki pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurangkurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 26 6/19/2009.

bahan baku. atau catatan atas laporan keuangan: (a) untuk setiap jenis saham: (i) jumlah saham modal dasar. (ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh. dan fungsi dari jumlah dari masing-masing pos yang bersangkutan. pembayaran di muka dan jumlah lainnya. termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal. dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham. (v) hak. atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal. dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi entitas. misalnya: (a) pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai dengan PSAK 16. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 klasifikasi pos-pos yang disajikan.27 PSAK 1 (2009). ke dalam kelompok barang dagangan. (d) laibilitas diestimasi dipisahkan menjadi laibilitas diestimasi untuk imbalan kerja dan laibilitas diestimasi lainnya. piutang dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. sifat.pmd 27 6/19/2009. keistimewaan. barang dalam proses. (iii) nilai nominal saham. tergantung pada persyaratan SAK serta ukuran. Rincian yang tercakup dalam sub-klasifikasi. 76. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (b) piutang dipisahkan ke dalam jumlah piutang dagang. dan barang jadi. (c) persediaan dipisahkan sesuai dengan PSAK 14: Persediaan. Entitas juga menggunakan faktor-faktor yang diuraikan pada paragraf 56 untuk menentukan dasar bagi subklasifikasi. (iv) rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas. Pengungkapan dapat berbeda untuk setiap pos.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. tambahan modal disetor dan cadangan. 77. 10:48 AM . dan (e) ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelompok seperti modal disetor. barang produksi. dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.pmd 28 6/19/2009. 78A.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka harus mengungkapkan jumlah yang direklasifikasikan ke dalam dan keluar dari setiap kategori (laibilitas keuangan atau ekuitas) dan waktu serta alasan klasifikasi tersebut Laporan Laba Rugi Komprehensif 79. (b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas. 78. dan (vii)saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham. atau (b) Suatu instrument yang membebankan entitas suatu kewajiban untuk menyerahkan kepada pihak lain suatu bagian pro rata atas asset neto entitas hanya pada likuidasi dan diklasifikasikan sebagai suatu instrument ekuitas antara laibilitas keuangan dan ekuitas.28 (vi) saham entitas yang dikuasai oleh entitas itu sendiri atau oleh entitas anak atau entitas asosiasi. atau (b) dalam bentuk dua laporan: (i) laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah). hak. Jika suatu entitas telah mengklasifikasikan: (a) Suatu instrument keuangan yang dapat ditanam yang diklasifikasikan sebagai suatu instrument ekuitas. keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis penyertaan. mengungkapkan informasi yang setara sesuai dengan paragraf 77 (a). Entitas menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode: (a) dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif. dan (ii) laporan yang dimulai dengan laba rugi dan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). yang memperlihatkan perubahan selama suatu periode dari setiap jenis penyertaan. termasuk jumlah dan persyaratan. Entitas yang modalnya tidak terbagi dalam saham. seperti persekutuan atau trust. 10:48 AM .

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 81 Entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode: (a) laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. dan (i) total laba rugi komprehensif. (g) setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h)). (e) suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: (i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan. komponen pendapatan lain (laporan pendapatan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif 80. (f) laba rugi.29 PSAK 1 (2009). 10:48 AM . (d) beban pajak. dan (ii) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan.pmd 29 6/19/2009. sekurangkurangnya mencakup penyajian jumlah pos-posberikut selama suatu periode: (a) pendapatan. (b) biaya keuangan. (c) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menunjukkan komprehensif komprehensif). Laporan laba rugi komprehensif. (h) bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.

Misalnya. Entitas tidak diperkenankan menyajikan pos-pos pendapatan dan beban sebagai pos luar biasa dalam Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). suatu institusi keuangan dapat mengubah istilah untuk memberikan informasi yang relevan dengan operasinya. 84. dan (ii) pemilik entitas induk (b) total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (i) kepentingan non-pengendali. Entitas menyajikan pos-pos tambahan. judul dan sub jumlah lain dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 83. Entitas dapat menyajikan pos-pos sebagaimana dimaksud paragraf 80(a)-(f) dan pengungkapan sebagaimana dimaksud paragraf 81(a) dalam laporan laba rugi terpisah (lihat paragraf 79). Karena dampak dari berbagai kegiatan. 85. jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat diprediksi.30 (i) kepentingan non-pengendali. sifat dan fungsi dari berbagai komponen pendapatan dan beban. dan peristiwa lain entitas berbeda dalam frekuensi. Entitas memasukkan pos-pos tambahan dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). Entitas tidak diperkenankan melakukan saling hapus pendapatan dan beban kecuali memenuhi kriteria paragraf 30. transaksi. maka pengungkapan unsur-unsur kinerja keuangan membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami kinerja keuangan yang dicapai dan dalam membuat proyeksi kinerja keuangan masa depan. perubahan istilah yang dipakai dan perubahan urutan dari pos-pos jika hal ini diperlukan untuk menjelaskan elemen kinerja keuangan. 10:48 AM . dan (ii) pemilik entitas induk 82.pmd 30 6/19/2009. Entitas mempertimbangkan faktorfaktor termasuk materialitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.

pmd 31 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain. baik dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Beberapa SAK menentukan kondisi-kondisi kapan entitas mengakui pos-pos tertentu di luar laba rugi dalam periode berjalan. atau (b) jumlah sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan komponen tersebut. termasuk penyesuaian reklasifikasi. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). Entitas dapat menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain: (a) jumlah neto dari dampak pajak terkait. 10:48 AM . Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode 88. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 laporan laba rugi komprehensif. 87.31 PSAK 1 (2009). Laba Rugi Selama Periode 86. atau dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi yang terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain. PSAK 25 menentukan dua kondisi tersebut: koreksi kesalahan dan dampak perubahan kebijakan akuntansi. Entitas mengakui seluruh pos-pos pendapatan dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali suatu PSAK mensyaratkan atau memperkenankan lain. 90. 89. SAK lainnya mensyaratkan atau memperkenankan suatu komponen pendapatan komprehensif lain yang memenuhi definisi pendapatan dan beban dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dikeluarkan dari laba rugi (lihat paragraf 5).

Jumlah tersebut mungkin telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain sebagai keuntungan yang belum direalisasi pada periode berjalan atau periode sebelumnya.pmd 32 6/19/2009. 94. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Entitas dapat menyajikan penyesuaian reklasifikasi di dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. Penyesuaian reklasifikasi terjadi. 92. Keuntungan yang belum direalisasi tersebut dikurangkan dari pendapatan komprehensif lain pada periode ketika keuntungan yang telah direalisasi direklasifikasi ke laba rugi untuk menghindari memasukkan keuntungan yang belum direalisasi tersebut dua kali dalam total laba rugi komprehensif. misalnya. Komponen tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Misalnya. 93. keuntungan yang direalisasi dari pelepasan aset keuangan yang dikategorikan sebagai "tersedia untuk dijual" dimasukkan dalam laba rugi periode berjalan. Penyesuaian reklasifikasi dimasukkan dengan komponen pendapatan komprehensif lain yang terkait pada periode dimana penyesuaian direklasifikasi ke laba rugi. Reklasifikasi yang dimaksud pada Pernyataan ini adalah penyesuaian reklasifikasi. SAK lainnya menjelaskan bagaimana dan kapan jumlah yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi. Entitas yang menyajikan penyesuaian reklasifikasi pada catatan atas laporan keuangan menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain setelah penyesuaian reklasifikasi terkait. dari pelepasan kegiatan usaha luar negeri (lihat PSAK 11). Penyesuaian reklasifikasi tidak dilakukan pada perubahan surplus revaluasi yang diakui berdasarkan PSAK 16 (revisi 2007) atau PSAK 19 atau pada keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui dalam program dana pensiun manfaat pasti yang diakui berdasarkan paragraf 93A dari PSAK 24. penghentian pengakuan aset keuangan "tersedia untuk dijual" (lihat PSAK 55) dan ketika suatu lindung nilai atas prakiraan transaksi menimbulkan laba atau rugi (lihat paragraf 103 PSAK 55 yang berhubungan dengan lindung nilai atas arus kas).32 91.

33 PSAK 1 (2009). Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (b) restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap laibilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi. (e) operasi yang dihentikan. (f) penyelesaian litigasi. 97. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. (c) pelepasan aset tetap. (d) pelepasan investasi. Perubahan surplus revaluasi dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya (lihat PSAK 16 dan PSAK 19). maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. dan (g) pembalikan laibilitas diestimasi lain. 96. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut: (a) penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali. Keuntungan dan kerugian aktuarial dilaporkan dalam saldo laba pada periode diakuinya keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut sebagai pendapatan komprehensif lain (lihat PSAK 24) Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan 95. Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas.pmd 33 6/19/2009. 10:48 AM . mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan. sebagaimana pemulihan atas penurunan tersebut. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.

biaya transportasi. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Metode ini mudah diterapkan karena tidak memerlukan adanya alokasi beban menurut klasifikasi fungsional. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih relevan kepada pengguna laporan keuangan dibandingkan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut: Pendapatan Pendapatan lainnya Perubahan atas persediaan barang jadi dan barang dalam proses Bahan baku yang digunakan Beban imbalan kerja Beban penyusutan dan amortisasi Beban lainnya Total beban Laba sebelum pajak XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX (XXX) XXX 101. 99.pmd 34 6/19/2009. imbalan kerja. penyusutan. Bentuk pertama analisis ini adalah metode "sifat beban". misalnya. dan tidak merealokasikan menurut berbagai fungsi dalam entitas. Entitas dianjurkan untuk menyajikan analisis pada paragraf 97 pada laporan laba rugi komprehensif atau pada laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat memprediksi. dan biaya iklan). Bentuk kedua analisis ini adalah metode "fungsi beban" atau "biaya penjualan" dan mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau. Sekurangkurangnya entitas mengungkapkan biaya penjualan berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban-beban lainnya. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. pembelian bahan baku.34 98. Entitas mengabungkan beban dalam laba rugi berdasarkan sifatnya (misalnya. biaya aktivitas distribusi atau administratif. 100. Analisis ini diberikan dalam satu dari dua bentuk. Beban disubklasifikasikan menjadi komponen utama dari kinerja keuangan yang dapat berbeda dalam frekuensi.

Entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban. Pernyataan ini mensyaratkan manajemen untuk memilih penyajian yang andal dan lebih relevan. baik langsung maupun tidak langsung. Dalam paragraf 102. 103. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi beban adalah sebagai berikut: Pendapatan Beban penjualan Laba bruto Pendapatan lainnya Beban distribusi Beban administratif Beban lainnya Laba sebelum pajak XXX (XXX) XXX XXX (XXX) (XXX) (XXX) XXX 102. Namun demikian. karena informasi atas sifat beban bermanfaat dalam memprediksi arus kas masa depan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dengan metode klasifikasi beban berdasarkan sifat.pmd 35 6/19/2009. "imbalan kerja" memiliki pengertian yang sama seperti di PSAK 24. 10:48 AM .35 PSAK 1 (2009). termasuk beban penyusutan dan amortisasi. dengan tingkat penjualan atau produksi entitas. Pemilihan antara metode fungsi beban dan sifat beban tergantung pada faktor historis dan industri serta sifat entitas. Kedua metode tersebut memberikan indikasi tentang biayabiaya tersebut yang mungkin berbeda. Karena tiap metode penyajian memiliki manfaat untuk jenis entitas yang berbeda. Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. maka pengungkapan tambahan diperlukan ketika metode fungsi beban digunakan. Laporan Perubahan Ekuitas 104. dan beban imbalan kerja.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan yang matang.

(c) untuk setiap komponen ekuitas. (b) untuk tiap komponen ekuitas. 107. Perubahan ekuitas entitas di antara awal dan akhir periode pelaporan mencerminkan naik turunnya aset neto entitas selama periode.36 (a) total laba rugi komprehensif selama suatu periode. perubahan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari: (i) laba rugi. dan nilai dividen per saham. misalnya. Entitas menyajikan. 105. pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25. yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non-pengendali. Kecuali untuk perubahan yang timbul dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik (seperti kontribusi modal.pmd 36 6/19/2009. baik dalam laporan perubahan ekuitas atau dalam catatan atas laporan keuangan. 10:48 AM . komponen ekuitas termasuk. masing-masing jenis modal disetor. (ii) masing-masing pos pendapatan komprehensif lain.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dan (iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode. Pada paragraf 104. yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian. jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode. saldo akumulasi dari masing-masing jenis pendapatan komprehensif lain dan saldo laba. akuisisi kembali instrumen ekuitas entitas dan dividen) dan biaya transaksi yang secara langsung berkaitan dengan tranksaksi tersebut. 106.

total penyesuaian atas masing-masing komponen ekuitas yang diakibatkan oleh perubahan kebijakan akuntasi dan. sepanjang praktis. kecuali jika ketentuan transisi pada PSAK lainnya mensyaratkan lain. koreksi atas kesalahan. PSAK 2 mengatur persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi arus kas. Laporan Arus Kas 109. kecuali jika suatu PSAK mensyaratkan penyesuaian retrospektif atas komponen ekuitas lainnya. 108. 10:48 AM . Catatan atas Laporan Keuangan Struktur 110. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Catatan atas laporan keuangan: (a) menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan sesuai dengan paragraf 115 – 122. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 keseluruhan atas ekuitas selama periode yang menggambarkan jumlah total pendapatan dan beban (termasuk keuntungan dan kerugian) yang diakibatkan oleh aktivitas entitas selama periode tersebut. Penyesuaian retrospektif dan penyajian kembali secara retrospektif bukan merupakan perubahan dalam ekuitas tetapi merupakan penyesuaian atas saldo awal saldo laba. Paragraf 104 (b) mensyaratkan pengungkapan pada laporan perubahan ekuitas.37 PSAK 1 (2009). PSAK 25 juga mensyaratkan penyajian kembali untuk mengoreksi kesalahan secara retrospektif. secara terpisah. PSAK 25 mensyaratkan penyesuaian retrospektif atas pengaruh perubahan kebijakan akuntansi. Penyesuaian ini diungkapkan untuk masing-masing periode sebelumnya dan pada awal periode. sepanjang praktis. Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut.pmd 37 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

laporan laba rugi terpisah (jika disajikan).pmd 38 6/19/2009. 113. Entitas. dan (c) memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan. (lihat PSAK 31). dan (d) pengungkapan lainnya. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. mungkin dibutuhkan atau dikehendaki untuk membedakan urutan pos-pos tertentu dalam catatan atas laporan keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk informasi yang berhubungan dalam catatan atas laporan keuangan. 10:48 AM . Entitas biasanya menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut. sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masingmasing pos. (c) informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan perubahan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Entitas membuat referensi silang atas masing-masing pos dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif. 111. termasuk: (i) laibilitas kontijensi (lihat PSAK 57) dan komitmen kontraktual yang belum diakui. Misalnya. entitas dapat Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). sepanjang praktis. seperti tujuan manajemen risiko keuangan dan kebijakan entitas. Dalam beberapa keadaaan. tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. dan (ii) pengungkapan informasi nonkeuangan.38 (b) mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan. untuk membantu pengguna memahami dan membandingkan dengan laporan keuangan entitas lainnya: (a) pernyataan atas kepatuhan terhadap SAK (lihat par 14). menyajikan catatan atas laporan keuangan secara sistematis. 112. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). (b) ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan (lihat par 115).

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menggabungkan informasi perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi dengan informasi tentang jatuh tempo instrumen keuangan. maka hal tersebut adalah memadai dengan memberikan suatu indikasi unrtuk setiap kelompok aset dan laibilitas yang mana setiap dasar pengukuran diterapkan. Hal yang penting bagi entitas untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan (misalnya. meskipun pengungkapan pertama berhubungan dengan laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) dan yang kedua berhubungan dengan laporan posisi keuangan. Entitas dapat menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu sebagai bagian yang terpisah dalam laporan keuangan. biaya perolehan kini. biaya historis.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 116. Dalam memutuskan apakah kebijakan akuntansi tertentu diungkapkan. nilai wajar atau jumlah yang dapat dipulihkan kembali) karena dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan memengaruhi analisis pengguna secara signifikan Ketika entitas menggunakan lebih dari satu dasar pengukuran dalam laporan keuangan. Pengungkapan Kebijakan Akuntansi 115.pmd 39 6/19/2009. Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan: (a) dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan.39 PSAK 1 (2009). 10:48 AM . (b) kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan. entitas tetap menjaga struktur yang sistematis untuk catatan atas laporan keuangan sepanjang dapat diterapkan. 114. nilai realisasi neto. misalnya ketika suatu kelompok aset direvaluasi. Namun demikian. 117. manajemen mempertimbangkan apakah Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Sebagai contoh. 120. Misalnya pengungkapan apakah venturer mengakui bagian partisipasinya dalam entitas yang dikendalikan secara bersama dengan menggunakan konsolidasi proporsional atau metode ekuitas (lihat PSAK 12). Suatu kebijakan akuntansi mungkin menjadi signifikan karena sifat kegiatan operasi entitas meskipun jumlah pada periode berjalan dan periode sebelumnya tidak material. termasuk pilihan yang dibuat oleh manajemen di antara kebijakan akuntansi berbeda yang diperkenankan. Setiap entitas mempertimbangkan sifat kegiatan operasi dan kebijakan yang diharapkan pengguna laporan keuangan untuk diungkapkan oleh entitas yang berjenis seperti itu. Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK. pengguna akan mengharapkan suatu entitas yang menjadi objek pajak penghasilan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi tentang pajak penghasilan. Misalnya. termasuk kebijakan yang diterapkan atas aset dan laibilitas pajak tangguhan. Entitas juga dapat mengungkapkan setiap kebijakan akuntansi yang tidak secara khusus disyaratkan oleh SAK tetapi entitas memilih dan menerapkannya sesuai dengan PSAK 25. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan atau catatan atas laporan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Beberapa SAK secara khusus mensyaratkan pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu.pmd 40 6/19/2009. 119. PSAK 16 (Revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan dasar pengukuran yang digunakan untuk mengelompokkan aset tetap. maka pengguna akan mengharapkan pengungkapan kebijakan akuntansi untuk pengakuan keuntungan dan kerugian mata uang asing. Entitas mengungkapkan.40 pengungkapan tersebut akan membantu pengguna untuk memahami bagaimana transaksi. peristiwa dan kondisi lainnya tercermin laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan yang dilaporkan. 118. Ketika entitas memiliki kegiatan usaha luar negeri atau transaksi dalam mata uang asing yang signifikan.

manajemen membuat berbagai pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam estimasi) yang secara signifikan dapat memengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. Misalnya. 10:48 AM . (b) kapan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan aset keuangan dan aset sewa akan dialihkan kepada entitas lain. jika pengklasifikasian properti sulit dilakukan. 122. Beberapa pengungkapan yang dibuat sesuai dengan paragraf 120 disyaratkan oleh SAK lain. PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasi mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan alasan mengapa hak kepemilikan entitas tidak menimbulkan pengendalian. 121. dan (d) apakah substansi hubungan antara entitas dan entitas bertujuan khusus menunjukkan bahwa entitas tersebut mengendalikan entitas bertujuan khusus. Misalnya. (c) apakah secara substansi penjualan produk tertentu merupakan perjanjian pembiayaan dan dengan demikan tidak meningkatkan pendapatan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. PSAK 13 (Revisi 2007): Properti Investasi mensyaratkan pengungkapan kriteria yang dikembangkan oleh entitas untuk membedakan properti investasi dari properti yang digunakan sendiri dan properti yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal.41 PSAK 1 (2009). Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi.pmd 41 6/19/2009. dalam hal investee bukan merupakan suatu entitas anak meskipun lebih dari setengah hak suara atau hak suara potensial dimiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lain. manajemen membuat pertimbangan dalam menentukan : (a) apakah aset keuangan merupakan investasi yang dikategorikan sebagai "dimiliki hingga jatuh tempo". 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 keuangan lainnya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam estimasi (lihat paragraf 123)) yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

Misalnya. dampak keusangan teknologi atas persediaan. Asumsi dan sumber estimasi ketidakpastian lainnya yang diungkapkan sesuai dengan paragaraf 123 terkait dengan estimasi yang membutuhkan pertimbangan manajemen yang paling sulit. dan potensi dilakukannya penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas semakin meningkat. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka estimasi berorientasi masa depan diperlukan untuk mengukur jumlah yang dapat dipulihkan kembali atas kelompok aset tetap. dan laibilitas imbalan kerja jangka panjang seperti laibilitas pensiun. Berkaitan dengan aset dan laibilitas tersebut. dan (b) jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan. dalam hal tidak tersedianya harga pasar kini yang diobservasi.pmd 42 6/19/2009. Penetapan jumlah tercatat dari beberapa aset dan laibilitas mensyaratkan estimasi pengaruh ketidakpastian atas peristiwa masa depan terhadap aset dan laibilitas tersebut pada akhir periode pelaporan. perubahan gaji di masa depan. Dengan semakin bertambahnya variabel dan asumsi yang memengaruhi kemungkinan penyelesaian masa depan atas ketidakpastian. subyektif atau kompleks.42 Sumber Estimasi Ketidakpastian 123. 125. Estimasi tersebut memasukkan asumsi tentang penyesuaian risikoatas arus kas dan tingkat diskonto. dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan. catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas: (a) sifat. yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). penyisihan yang tergantung pada hasil masa depan dari proses litigasi yang masih berjalan. maka pertimbangan tersebut menjadi semakin subyektif dan kompleks. 10:48 AM . 124. dan perubahan harga di masa depan yang memengaruhi biaya-biaya lainnya.

(b) sensitivitas jumlah tercatat terhadap metode. jika ketidakpastian tetap belum dapat diselesaikan. (c) penyelesaian yang diharapkan atas ketidakpastian dan kisaran hasil yang mungkin selama periode pelaporan berikutnya atas jumlah tercatat aset dan laibilitas yang terpengaruh. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 126.43 PSAK 1 (2009). 10:48 AM . dan (d) penjelasan tentang perubahan yang dilakukan terhadap asumsi sebelumnya yang terkait dengan aset dan laibilitas tersebut. Pernyataan ini tidak mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan informasi anggaran atau prakiraan dalam membuat pengungkapan pada paragraf 123. Contoh pengungkapan yang dibuat adalah: (a) sifat asumsi atau estimasi ketidakpastian lainnya. Dalam Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Nilai wajar tersebut dapat berubah secara material selama periode pelaporan berikutnya namun perubahan ini tidak berasal dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. aset dan laibilitas tersebut diukur dengan menggunakan nilai wajar berdasarkan pada harga pasar kini yang diobservasi. Pengungkapan sebagaimana dimaksud pada paragraf 123 tidak dipersyaratkan bagi aset dan laibilitas dengan risiko signifikan dengan jumlah tercatat aset dan laibilitas tersebut dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya jika. Seringkali tidak praktis untuk mengungkapkan dampak yang mungkin timbul dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. asumsi dan estimasi yang mendasari penghitungan jumlah tercatat tersebut. Sifat dan luasnya informasi yang diberikan bervariasi sesuai dengan sifat asumsi dan kondisi lainnya. termasuk alasan atas sensitivitas tersebut. 129. Entitas menyajikan pengungkapan pada paragraf 123 dalam suatu cara yang dapat membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami pertimbangan yang dibuat manajemen tentang masa depan dan tentang sumber estimasi ketidakpastian lainnya. 128.pmd 43 6/19/2009. pada akhir periode pelaporan. 127.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10:48 AM .pmd 44 6/19/2009. entitas mengungkapkan sifat dan jumlah tercatat dari aset atau laibilitas tertentu (atau kelompok aset atau laibilitas) yang terpengaruh oleh asumsi tersebut. PSAK 16 (Revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan asumsi signifkan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari aset tetap yang direvaluasi. Untuk mematuhi paragraf 132. 133. kebijakan dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. PSAK 31 mensyaratkan pengungkapan asumsi signifikan yang digunakan entitas dalam mengestimasi nilai wajar dari aset dan laibilitas keuangan yang dicatat pada nilai wajar. Pengungkapan dalam paragraf 120 mengenai pertimbangan tertentu yang dibuat manajemen dalam rangka menerapkan kebijakan akuntansi tidak terkait dengan pengungkapan sumber estimasi ketidakpastian pada paragraf 123. Modal 132. entitas mengungkapkan bahwa merupakan hal yang mungkin terjadi bahwa hasil selama tahun buku berikutnya yang berbeda dari asumsi akan membutuhkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat dari aset atau laibilitas yang terpengaruh. termasuk: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 130.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. berdasarkan pengetahuan yang dimiliki saat itu. Dalam semua hal. 131. Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan. kebijakan dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. PSAK 57 mensyaratkan pengungkapan (dalam kondisi tertentu) mengenai asumsi utama yang berhubungan dengan peristiwa masa datang yang memengaruhi beberapa jenis laibilitas diestimasi. entitas mengungkapkan hal-hal berikut: (a) informasi kualitatif tentang tujuan. SAK lainnya mensyaratkan pengungkapan dari beberapa asumsi yang mungkin sebaliknya dipersyaratkan sesuai dengan paragraf 123.44 kondisi tersebut. Misalnya.

maka entitas mengungkapkan informasi terpisah untuk masing-masing persyaratan modal yang berlaku bagi entitas. (b) ringkasan data kuantitatif tentang apa yang diaturnya sebagai modal. konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut. Ketika pengungkapan keseluruhan atas persyaratan modal dan bagaimana modal dikelola tidak memberikan informasi yang berguna atau dapat mengacaukan pemahaman pengguna laporan keuangan atas sumber permodalan entitas. Misalnya. sifat persyaratan dan bagaimana persyaratan tersebut diimplementasikan ke dalam pengelolaan permodalan. (ii) ketika entitas diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan eksternal. (e) ketika entitas tidak mematuhi persyaratan permodalan eksternal tersebut.pmd 45 6/19/2009. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Entitas dapat mengelola modal dalam beberapa cara dan dapat tergantung pada persyaratan permodalan yang berbeda.45 PSAK 1 (2009). Entitas lain menganggap modal tidak termasuk beberapa komponen ekuitas (misalnya komponen yang timbul dari lindung nilai arus kas). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (i) deskripsi tentang apa yang dikelola sebagai modal. 134. (c) setiap perubahan (a) dan (b) dari periode sebelumnya (d) apakah selama periode entitas mematuhi setiap persyaratan permodalan eksternal . Beberapa entitas menganggap laibilitas keuangan (misalnya beberapa bentuk utang subordinasi) sebagai bagian dari modal. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. entitas konglomerasi mungkin mencakup entitas yang melakukan kegiatan asuransi dan perbankan dan aktivitas tersebut mungkin melakukan kegiatan operasi di beberapa yurisdiksi. Entitas mendasarkan pengungkapan tersebut dari informasi yang diberikan secara internal kepada personal manajemen kunci. dan (iii) bagaimana entitas memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Instrumen keuangan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik secara kas atau dengan aset keuangan lainnya (puttable financial instrument) yang diklasifikasi sebagai instrumen ekuitas diungkapkan (jika tidak diungkapkan dimanapun): (a) ikhtisar data kuantitatif mengenai jumlah yang diklasifikasikan sebagai ekuitas. Pengungkapan Lain 135. (b) tujuan. jika tidak diungkapkan di bagian manapun dalam informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan: (a) domisili dan bentuk hukum. dan (b) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui. 10:48 AM . Entitas mengungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan: (a) jumlah dividen yang diusulkan atau diumumkan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan tetapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode serta jumlah dividen per lembar sahamnya. 136. dan (d) informasi tentang bagaimana penentuan prakiraan arus kas keluar pada saat pembelian kembali atau penarikan instrumen. negara tempat pendirian. termasuk setiap perubahan dari periode sebelumnya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini. (c) prakiraan arus kas keluar pada saat pembelian kembali atau penarikan instrumen tersebut. alamat kantor pusat entitas (atau lokasi utama kegiatan usaha.46 Instrumen Keuangan Puttable yang Diklasifikasikan sebagai Ekuitas 134A.pmd 46 6/19/2009. kebijakan dan proses pengelolaan kewajiban untuk membeli kembali atau menarik instrumen tersebut jika dipersyaratkan oleh pemegang instrumen. jika berbeda dari lokasi kantor).

maka fakta tersebut harus diungkapkan.pmd 47 6/19/2009. TANGGAL EFEKTIF 137. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. 10:48 AM . Penerapan lebih dini dianjurkan. Pernyataan ini menggantikan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan.47 PSAK 1 (2009). PENARIKAN 138. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (b) keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang lebih dini.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (c) nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha.

termasuk laba rugi. Lampiran ini memberikan contoh sederhana tentang bagaimana ketentuan PSAK 1 terkait laporan posisi keuangan. Ilustrasi struktur laporan keuangan 01. Ilustrasi laporan posisi keuangan menunjukkan salah satu cara bagaimana entitas dapat menyajikan laporan posisi keuangan dengan membedakan pos aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang. 03.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. judul laporan dan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pos-pos jika diperlukan untuk memenuhi kondisi tertentu. PSAK 1 mengatur komponen laporan keuangan dan persyaratan minimum pengungkapan di dalam laporan posisi keuangan. Paragraf 10 dan 11 memberikan contoh pengungkapan permodalan. Paragraf 03-06 memberikan contoh penyajian laporan keuangan. 04 Ilustrasi-ilustrasi menggunakan istilah "pendapatan komprehensif" untuk menunjukkan seluruh komponen pendapatan komprehensif. Ilustrasi-ilustrasi Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). laporan laba rugi komprehensif. Format lain dapat digunakan sepanjang dapat menunjukkan perbedaan tersebut secara jelas. Entitas dapat mengubah urutan penyajian.pmd 48 6/19/2009. PSAK 1 juga mengungkapkan lebih lanjut pos-pos yang disajikan baik dalam komponen laporan keuangan yang relevan atau catatan atas laporan keuangan.48 LAMPIRAN Lampiran ini melengkapi. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. laporan laba-rugi komprehensif. Paragraf 0709 memberikan contoh penentuan penyesuaian reklasfikasi atas aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai dengan PSAK 55 (Revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. tapi bukan bagian dari PSAK 1. 02. dan laporan perubahan ekuitas dapat terpenuhi. dan laporan perubahan ekuitas. Lampiran ini terbagi dalam 3 bagian. 10:48 AM .

49 PSAK 1 (2009). Dua laporan laba rugi komprehensif diberikan. 10:48 AM . Contoh-contoh tidak dimaksudkan untuk mengilustrsikan seluruh aspek dari SAK. PSAK 1 tidak mensyaratkan entitas untuk menggunakan istilah tersebut dalam laporan keuangannya. ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menggunakan istilah "pendapatan komprehensif lain" untuk menunjukkan pendapatan dan beban yang temasuk dalam pendapatan komprehensif tetapi tidak termasuk dalam laba rugi. atau menyajikan satu set laporan keuangan lengkap. Laporan laba rugi terpisah (di dalam contoh ini adalah "laporan laba rugi") mengilustrasikan pengklasifikasian pendapatan dan beban dalam bagian laba atau rugi berdasarkan sifat. 06. untuk mengilustrasikan alternatif penyajian pendapatan dan beban dalam satu laporan atau dua laporan. 05. Laporan laba rugi komprehensif tunggal mengilustrasikan pengklasifikasian pendapatan dan beban dalam bagian laba atau rugi berdasarkan fungsi. yang di dalamnya termasuk laporan arus kas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 49 6/19/2009.

500 156.770 360.470 91.200 945.600 135.200 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.800 901.500 100.000 110.020 227.230 25.900 110.650 564. 10:48 AM .000 227.740 142.460 1.880 322.pmd 50 6/19/2009.800 132.50 Bagian I: Ilustrasi Penyajian Laporan Keuangan Kelompok Usaha XYZ – Laporan posisi keuangan per 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X7 31 Des 20X6 ASET Aset lancar Kas dan setara kas Piutang usaha Persediaan Aset lancar lainnya Total aset lancar Aset tidak lancar Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi dalam entitas asosiasi Aset tetap Aset tak berwujud lainnya Goodwill Total aset tidak lancar Total Aset 312.540 578. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.400 91.500 12.524.470 80.466.150 350.620 1.

700 650.524.100 Laibilitas jangka panjang Pinjaman jangka panjang Pajak tangguhan Laibilitas diestimasi jangka panjang Total laibilitas jangka panjang Total Laibilitas EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham Saldo laba Komponen ekuitas lainnya Kepentingan nonpengendaliTotal Ekuitas Total Laibilitas dan Ekuitas 187.466.51 PSAK 1 (2009).200 782.000 243. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 LAIBILITAS Laibilitas jangka pendek Utang usaha dan terutang lainnya 115.750 1.000 Utang pajak jangka pendek 35.420 120.500 10.500 600.000 Total laibillitas jangka pendek 315.850 177.000 28.800 28.900 48.040 52.620 200.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.000 Laibilitas diestimasi jangka pendek 5.000 42.700 70.200 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.600 831.100 Pinjaman jangka pendek 150.pmd 51 6/19/2009.000 Bagian pinjaman jangka panjang 10.500 1.000 20.650 492.000 161.750 160.050 973.280 692.700 21.000 4.000 26. 10:48 AM .240 238.800 454.200 903.

334 Aset keuangan tersedia untuk dijual (b) (24.500 10.250 20X6 355. 10:48 AM .500 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 52 6/19/2009.000) 96.100) Biaya pendanaan (8.000 (32.250 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang dihentikan LABATAHUN BERJALAN 121.000) Beban administrasi (20.667 26.000) Laba bruto 145.667 (4.000 Beban pokok penjualan (245.000 93.333 (700) (9. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.700) (21.500) 30.000) Beban lain-lain (2.250 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (b) 5.200) (7.000) 125.667 Beban pajak penghasilan (40.000) 3.100 Laba sebelum pajak 161.000 Pendapatan lainnya 20.000) Lindung nilai arus kas (b) (667) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 Keuntungan (kerugian) aktuarial dari program pensiun manfaat pasti (667) Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi (c) 400 Pajak penghasilan terkait (d) 4.667 Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak (14.000 11.667 Biaya distribusi (9.500) 65.52 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam satu laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi berdasarkan fungsi) (dalam ribuan rupiah) 20X7 Pendapatan 390.334) 28.000) Bagian laba entitas asosiasi (a) 35.000 (230.300 (8.000 (30.417) Labatahunberjalandarioperasiyangdilanjutkan 121.000) TOTALPENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 107.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.367 1.100 128.000) (1.

800 18.000 (3.30 Sebagai alternatif.400 13.000) (500) 600 (500) 400 (14.700 93.250 Jumlah laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 85. 20X7 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97..pmd 53 6/19/2009.250 121.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.700 1.000 (700) 28.000 Kepentingan non pengendali 24..100 65.500 74.000 20.000) 20X6 8.0000 (18.800 Kepentingan non pengendali 21. komponen pendapatan komprehensif lain dapat disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif setelah pajak: Pendapatan komprehensif lain setelah pajak: 20X7 Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Keuntungan revaluasi aset tetap Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak 4.000 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 10:48 AM .46 20X6 52.500 0.250 Laba per saham (dalam satuan rupiah): Dasar dan dilusian 0.450 107.53 PSAK 1 (2009).000) 2. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Lanjutan.

000 11.500) (18.000 (30.667 Beban pajak penghasilan (40.000) Penurunan nilai aset tetap (4.417) Laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan 121.000) (43.000 (32.100 65.100 Bagian laba entitas asosiasi Laba sebelum pajak 161.000) Beban penyusutan dan amortisasi (19.500 0.pmd 54 6/19/2009.000 Pendapatan lainnya 20. 10:48 AM .000) 96.46 20X6 355.000) Beban imbalan kerja (45.30 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).400 13.000) (17.250 121.250 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang dihentikan LABA TAHUN BERJALAN 121.000 Kepentingan non pengendali 24.000) (5.000 Bahan baku yang digunakan (96.500 52.667 Perubahan dalam persediaan barang jadi dan barang dalam proses (115.000 (92.250 Laba per saham (dalam rupiah) Dasar dan dilusian 0.900) 15.000) (e) 35.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.100 128.000) 30.100) Pekerjaan dilaksanakan oleh entitas dan dikapitalisasi 16.54 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi berdasarkan sifat) (dalam ribuan rupiah) 20X7 Pendapatan 390.250 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97.300 (107.000) Biaya pendanaan (15.000) Beban lainnya (6.500) 65. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.

500 85.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.000 107. komponen laporan pendapatan komprehensif lain dapat disajikan.367 (667) 400 4. Lihat laporan laba rugi komprehensif yang mengilustrasikan penyajian pendapatan dan beban dalam satu laporan.500 Laba tahun berjalan Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Keuntungan revaluasi aset tetap Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi(f) Pajak penghasilan terkait(g) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak TOTAL LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Total laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan nonpengendali 5.800 18.000) 933 3.334) (14. 10:48 AM .700 93.667 (24.667 (667) (4.333 (700) (9. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.pmd 55 6/19/2009.667 1.334 10.800 21.250 93.500 Alternatif lainnya.000) 28.250 74.55 PSAK 1 (2009). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua laporan) (dalam ribuan rupiah) 20X7 121. bersih setelah pajak.250 20X6 65.450 107.000) 26.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.000 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).367 Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti (667) 1.pmd 56 6/19/2009.667 (9.667 Dikurangi: penyesuaian reklasifikasi atas keuntungan termasuk dalam laba rugi (25.334) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan (14.334 Pajak penghasilan terkait(j) 4.000) 28.000) (4.333 Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi 400 (700) Pendapatan komprehensif lain (18.56 Kelompok Usaha XYZ Pengungkapan komponen pendapatan komprehensif lain(h) Catatan atas laporan keuangan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 2007 2006 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (i) 5.334 10.000) 26.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 3.333) (24.333 30.667 Aset keuangan tersedia untuk dijual: Keuntungan tahun berjalan 1.000) Dikurangi: penyesuaian reklasifikasi atas keuntungan yang termasuk dalam laba rugi 3.333 Dikurangi: penyesuaian atas jumlah yang di transfer kepada nilai tercatat awal item lindung nilai 667 (667) (4.667) (4.667 Lindung nilai arus kas: Keuntungan (kerugian) tahun berjalan (4.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM .667) 37.

334) 4.677) (6.667 (14.pmd Penyajian Laporan Keuangan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 57 2006 Manfaat (beban) pajak (2.333 Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi 400 400 (700) Pendapatan komprehensif lain (18.334 ED PSAK No.000 (667) (333) (9.667 Lindung nilai arus kas: (667) 167 (500) (4.700 1.334) Jumlah neto setelah pajak 8.000 (3.000 (18.000) 26. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).000 Kelompok Usaha XYZ Pengungkapan pengaruh pajak terkait setiap komponen pendapatan komprehensif lain Catatan atas laporan keuangan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 2007 Jumlah Manfaat Jumlah Jumlah sebelum (beban) neto setelah sebelum pajak pajak pajak pajak Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing 5.000) 37.000) 2. 10:48 AM 01.667) 4.667) 1.000) 6.000 10.367 Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti (667) 167 (500) 1.000 20.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 (333) 600 3.57 .677 Aset keuangan tersedia untuk dijual: (24.000 (700) 28.334 (1.

500 Perubahan ekuitas pada tahun 20X6 Dividen Total laba rugi komprehensif tahun berjalan (k) Saldo per 31 Desember 20X6 ED PSAK No.200 600.900 (10.600 (10.400 53.000 118.600 1.000 161. 10:48 AM .000 717.700 (10.500 500 748.500 Saldo per 1 Januari 20X6 Perubahan kebijakan akuntansi Saldo yang disajikan kembali 718.500 831.100 400 600.600 747.100 29.000) Kepentingan Total ekuitas non pengendali Penyajian Laporan Keuangan Kelompok Usaha XYZ– Laporan perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 58 600.800 18. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.900 48.000) 74.000) 1.000 118.000) (4.400 2.700 782.600 (2.000 1.000 17.600 6.600 2.400) (400) 16.000 (4.pmd 01.58 Modal saham Saldo laba Penjabaran mata uang dari kegiatan usaha luar negeri Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Surplus revaluasi Total 1.000) 93.800 400 100 2.700 29.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).200 (800) 3.59 .050 107.200 (14. Modal saham Saldo laba Penjabaran mata uang dari kegiatan usaha luar negeri Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Surplus revaluasi Total Kepentingan Total ekuitas non pengendali Penyajian Laporan Keuangan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 59 50.500 85.750 ED PSAK No.600 650..000 243.000) - 50. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.000 (15. 10:48 AM 01.250 973..800 21.000) 50.450 903.700 70.200 5.600 200 3.pmd Lanjutan.000 (15.400) (400) 800 (200) 2.000 (15.000) Perubahan ekuitas pada tahun 20X7 Penerbitan modal saham Dividen Total laba rugi komprehensif tahun berjalan (l) Transfer ke saldo laba Saldo per 31 Desember 20X7 96.

60 Bagian II: Contoh ilustrasi penentuan penyesuaian reklasifikasi 07. Pada 31 Desember 20X5.000 (900) 2. dan mengklasifikasikannya sebagai tersedia untuk dijual.500 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 60 6/19/2009. Lampiran ini memberikan ilustrasi perhitungan penyesuaian reklasifikasi untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual yang diakui sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).000 (1. 08. Tarif pajak yang dikenakan adalah 30%.12.500) 3.400 Tahun berakhir 31 Desember 20X7 3. Nilai wajar instrumen tersebut pada 31 Desember 20X6 adalah Rp.15. Kelompok Usaha XYZ membeli 1.000 (600) 1. 10 per saham. Pernyataan ini mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain. 09. Seluruh instrumen tersebut dijual pada 31 Desember 20X7.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. tidak ada pembagian dividen yang diumumkan selama instrumen tersebut dipegang oleh Kelompok Usaha XYZ. pada 31 Desember 20X7. 10:48 AM . 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.100 Total keuntungan 5. Perhitungan keuntungan (dalam rupiah) Sebelum Pajak Neto pajak penghasilan setelah pajak Keuntungan yang diakui pada pendapatan komprehensif lain: Tahun berakhir 31 Desember 20X6 2.000 saham (instrumen ekuitas) dengan harga Rp. nilai wajarnya meningkat menjadi Rp.

000 Beban pajak penghasilan (1. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Alternatif lainnya.400 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.pmd 61 6/19/2009. neto setelah pajak 2. 10:48 AM . komponen pendapatan komprehensif lain dapat disajikan bruto sebelum pajak dengan menambahkan pos terpisah untuk dampak perpajakan: Jumlah yang dilaporkan dalam laba rugi dan pendapatan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X6 dan 31 Desember 20X7 20X7 20X6 Laba atau rugi: Keuntungan penjualan instrumen 5.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.100 Penyesuaian reklasifikasi.500 Pendapatan komprehensif lain: Keuntungan selama tahun berjalan.400) 2.400 1.100 1.61 PSAK 1 (2009).400 - 1. neto setelah pajak (3.500) Keuntungan (kerugian) neto yang diakui pada pendapatan komprehensif lain (1.500) Keuntungan neto yang diakui dalam laba rugi 3.

dan Untuk memberikan imbal hasil yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan dengan tingkat risiko. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 62 6/19/2009. Fakta Kelompok Usaha A memproduksi dan menjual mobil. Entitas lain mungkin menggunakan metode yang berbeda untuk memonitor permodalan. Contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 132 dan133 untuk entitas bukan institusi keuangan dan bukan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal. entitas memonitor permodalan dengan menggunakan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan (debt-to-adjusted capital ratio). Kelompok Usaha A bukan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal. Contoh ini juga relatif sederhana.62 Bagian III: Contoh ilustrasi pengungkapan permodalan (paragraf 132-134) Entitas yang bukan merupakan institusi keuangan 10. Entitas menentukan sesuai dengan kondisinya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. terutama dalam bentuk sewa. sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Kelompok Usaha A mencakup entitas anak pembiayaan yang menyediakan pembiayaan untuk pelanggan. seberapa rinci pengungkapan yang dilakukan dapat memenuhi persyaratan dalam paragraf 132 dan 133. 10:48 AM . Contoh pengungkapan Tujuan dari Kelompok Usaha dalam mengelola permodalan adalah: Untuk melindungi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan usaha. Dalam contoh ini.

Kelompok Usaha mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasari.pmd 63 6/19/2009. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kelompok Usaha menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (misalnya modal saham. strategi Kelompok Usaha tidak berubah sejak 20X3. Kelompok Usaha memonitor modal dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. kepentingan non-pengendalai. agio saham. saldo laba dan cadangan revaluasi) selain jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait dengan lindung nilai arus kas. Rasio utang terhadap modal yang disesuaikan pada 31 Desember 20X4 dan 31 Desember 20X3 adalah sebagai berikut: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. yaitu mempertahankan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan pada batas bawah dari kisaran 6:1 sampai dengan 7:1.63 PSAK 1 (2009). dan termasuk beberapa bentuk utang subordiansi. 10:48 AM . atau menjual aset untuk mengurangi utang. Kelompok Usaha mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham. Utang neto dihitung: total utang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. pengembalian modal kepada pemegang saham. Konsisten dengan entitas lain dalam industri. Untuk menjaga atau menyesuaikan struktur modal. penerbitan saham baru. Selama 20X4. Rasio ini dihitung sebagai berikut: utang neto dibagi modal yang disesuaikan. dalam rangka menjamin akses ke pembiayaan dengan biaya yang wajar untuk mempertahankan peringkat kredit BB.

2.100 Dikurang: kas dan setara kas (90) (150) Utang neto 910 950 Total ekuitas 110 105 Ditambah: instrumen utang subordinasi 38 38 Dikurang: jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait lindung nilai arus kas (10) (5) Modal disesuaikan 138 138 Rasio utang terhadap modal 6. meningkatkan profitabilitas dan menurunkan tingkat piutang yang dikelola.8 juta untuk 20X4 (dari Rp. 2.000 1.pmd 64 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.5 juta untuk 20X3).9 Penurunan rasio utang terhadap modal disesuaikan selama 20X4 diakibatkan terutama dari pengurangan utang neto yang terjadi dari penjualan entitas anak Z. pembayaran dividen naik menjadi Rp.6 6.64 31 Des 20X4 31 Des 20X3 Jutaan Rupiah Jutaan Rupiah Total utang 1. 10:48 AM . Sebagai akibat dari pengurangan utang neto. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

Entitas yang belum memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal 11. Contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 133 (e) ketika entitas belum memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan secara eksternal selama periode berjalan. Pengungkapan lain akan diberikan untuk memenuhi persyaratan lainnya dalam paragraf 132 dan 133. Fakta Entitas A memberikan jasa keuangan kepada pelanggannya dan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B. Selama tahun yang berakhir 31 Desember 20X7, Entitas A tidak memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B. Dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7, Entitas A mengungkapkan hal-hal terkait dengan ketidakpatuhannya. Contoh pengungkapan Entitas A menyampaikan laporan kuartalan tentang pemenuhan permodalan yang dipersyaratkan per 30 September 20X7 pada tanggal 20 Oktober 20X7. Pada tanggal tersebut, permodalan yang dipersyaratkan bagi Entitas A berada di bawah persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B sebesar Rp. 1 juta. Sebagai akibatnya, Entitas A diwajibkan untuk menyampaikan suatu rencana kepada regulator yang mengindikasikan bagaimana Entitas A akan meningkatkan permodalan yang dipersyaratkan. Entitas A menyampaikan rencana yang menjelaskan penjualan sebagian dari portofolio ekuitas yang tidak dikuotasi dengan nilai tercatat sebesar Rp. 11,5 juta dalam kuartal ke empat tahun 20X7. Dalam kuartal ke empat, Entitas A menjual portofolio investasi berbunga tetap sebesar Rp. 12,6 juta dan memenuhi persyaratan permodalan yang ditentukan.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.65

PSAK 1 (2009).pmd

65

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.66

(a) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (b) Hal ini mengilustrasikan penyajian agregat, dengan pengungkapan atas keuntungan atau kerugian dan penyesuaian reklasifikasi tahun berjalan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Sebagai alternatif, penyajian secara bruto juga dapat digunakan. (c) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (d) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (e) Hal ini berarti bagian dari laba entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (f) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (g) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (h) Jika entitas memilih penyajian agregat dalam laporan laba rugi komprehensif, maka jumlah penyesuaian reklasifikasi dan keuntungan atau kerugian tahun berjalan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. (i) Tidak terdapat pelepasan kegiatan usaha luar negeri. Oleh karena itu, tidak ada penyesuaian reklasifikasi untuk tahun sajian. (j) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (k) Jumlah yang termasuk dalam saldo laba pada tahun 20X6 sebesar Rp.53.200 menunjukkan laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp.52.400 ditambah keuntungan aktuarial dari program pensiun manfaat pasti sebesar Rp.800 (Rp.1.333 dikurangi pajak Rp.333 dan kepentingan nonpengendali Rp.200). Jumlah yang termasuk dalam penjabaran, tersedia untuk dijual dan cadangan lindung nilai arus kas menunjukkan pendapatan komprehensif lain untuk setiap komponen, neto setelah pajak dan kepentingan non pengendali, yaitu pendapatan komprehensif lain terkait aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tahun 20X6 sebesar Rp.16.000 (Rp.26.667, dikurangi pajak Rp.6.667 dan kepentingan nonpengendali Rp.4.000). Jumlah yang termasuk dalam surplus revaluasi sebesar Rp.1.600 menunjukkan bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi sebesar (Rp.700) ditambah keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp.2.300 (Rp.3.367 dikurangi pajak sebesar Rp.667 dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp.400). Pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi hanya terkait dengan keuntungan atau kerugian revaluasi aset tetap.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PSAK 1 (2009).pmd

66

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

(l) Jumlah yang termasuk dalam saldo laba pada tahun 20X7 sebesar Rp.96.600 menunjukkan laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp.97.000 dikurang kerugian aktuarial dari program pensiun manfaat pasti sebesar Rp.400 (Rp.667 dikurangi pajak Rp.167 dan kepentingan nonpengendali Rp.100). Jumlah yang termasuk dalam penjabaran, tersedia untuk dijual dan cadangan lindung nilai arus kas menunjukkan pendapatan komprehensif lain untuk setiap komponen, neto setelah pajak dan kepentingan non pengendali, yaitu pendapatan komprehensif lain terkait aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tahun 20X7 sebesar Rp.3.200 (Rp.5.337, dikurangi pajak Rp.1.334 dan kepentingan nonpengendali Rp.800). Jumlah yang termasuk dalam surplus revaluasi sebesar Rp.800 menunjukkan bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi sebesar Rp.400 ditambah keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp.400 (Rp.933 dikurangi pajak sebesar Rp.333 dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp.200). Pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi hanya terkait dengan keuntungan atau kerugian revaluasi aset tetap.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.67

PSAK 1 (2009).pmd

67

6/19/2009, 10:48 AM

1 (Revisi 2009) 21 April 2009 EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 September 2009 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IKATANAKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).EXPOSURE DRAFT PSAK No.pmd 68 6/19/2009. 10:48 AM .

(021) 319 04232 Fax. 1 (Revisi 2009) ED No. (021) 724 5078 Homepage: www. 10:48 AM .id Email: iai-info@akuntan-iai.or. Ikatan Akuntan Indonesia Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Jakarta Pusat 10310 Telp.id. 1 Menteng. dsak@iaiglobal.or.id ii Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.or.iaiglobal. 1 (Revisi 2009) PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KEUANGAN Hak cipta © 2009. Sindanglaya No.pmd 69 6/19/2009.

Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.1.or.id & dsak@iaiglobal. Tel.or. Ikatan Akuntan Indonesia.1. Saran saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 September 2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 70 6/19/2009. 10:48 AM . Jakarta 10310.id Hak Cipta © 2009 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Fax: 62-21 315-2139 & 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal. Menteng. Dewan Standar Akuntansi Keuangan.or. 62-21 3190-4232. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Jakarta 10310 Fax: 62-21 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal. Menteng. Sindanglaya No.id Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA iii PSAK 1 (2009). Jl Sindanglaya No. 1 (Revisi 2009) Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari.

Exposure Draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku. 21 April 2009 Dewan Standar Akuntansi Keuangan M. Kurniawan Siddharta Utama Agus Edy Siregar Etty Retno Wulandari Roy Iman Wirahardja Riza Noor Karim Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Budi Susanto Ferdinand D. homepage IAI: www. sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia. 10:48 AM . Dewan Konsultatif SAK. perguruan tinggi dan individu/ organisasi/lembaga lain yang berminat. Purba Irsan Gunawan Jumadi L.id Jakarta.iaiglobal. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. 1 (Revisi 2009) Pengantar Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui Exposure Draft PSAK 1 (revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan dalam rapatnya pada tanggal 21 April 2009 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh kalangan anggota IAI.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Jusuf Wibisana Jan Hoesada Dudi M.or. Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan merupakan adopsi dari IAS 1: Presentation of Financial Statements.pmd 71 6/19/2009. Dewan Pengurus Nasional IAI. Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan merevisi PSAK 1 (1998): Penyajian Laporan Keuangan. Sensi Wondabio Rosita Uli Sinaga Saptoto Agustomo Setiyono Miharjo iv Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).

tidak praktis. yaitu definisi istilah yang laporan keuangan untuk digunakan. material. Arus kas Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: a. Manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan. Pendapatan dan beban e. standar akuntansi keuangan. penghasilan komprehensif lain. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: a. tujuan umum. catatan atas laporan keuangan. Aset b. laba atau rugi. Arus kas Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan Tanggung jawab Tidak mengatur mengenai atas laporan pihak yang bertanggung keuangan jawab atas laporan keuangan. Ekuitas d. 1 (Revisi 2009) Ikhtisar Ringkas Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Perihal Referensi ED PSAK 1 (Revisi 2009) ED PSAK 1 (Revisi 2009) mengadopsi IAS 1 Presentation of Financial Statements (2009) Laibilitas PSAK 1 (Revisi 1998) PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Disclosure of Accounting Policies (1997) Kewajiban Terjemahan untuk liability Definisi istilah Terdapat definisi istilah Tidak terdapat yang digunakan. Kewajiban c. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA v PSAK 1 (2009). Pendapatan dan beban e. Kewajiban c. Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik f. Aset b.pmd 72 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. pemilik. Ekuitas d. 10:48 AM .

Hal tersebut akan diatur dalam PSAK 25. penyajian kembali. keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca. Terdapat pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. 1 (Revisi 2009) Komponen laporan keuangan yang lengkap Komponen keuangan yang lengkap: a. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam PSAK Tepat waktu Tidak diatur bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Laporan posisi keuangan (neraca) b. Laporan arus kas e. Laporan laba rugi c.pmd 73 6/19/2009. Laporan posisi keuangan awal periode komparatif sajian akibat penerapan retrospektif. Komponen laporan keuangan yang lengkap: a.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Catatan atas laporan keuangan Kepatuhan terhadap SAK Tidak diatur bahwa laporan keuangan yang memuat pernyataan kepatuhan entitas atas SAK Penyimpangan dari suatu PSAK Penyimpangan dari suatu Tidak diatur adanya PSAK diijinkan jika penyimpangan dari kepatuhan atas PSAK suatu PSAK tersebut bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam KDPPLK. Laporan arus kas e. atau reklasifikasi pos-pos laporan keuangan Entitas membuat pernyataan kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan. vi Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). . Catatan atas laporan keuangan f. 10:48 AM . Laporan laba rugi komprehensif c. Neraca b. Laporan perubahan ekuitas d. Laporan perubahan ekuitas d. Tidak diatur kapan entitas Entitas sebaiknya sebaiknya mengeluarkan mengeluarkan laporan laporan keuangan. jika PSAK 25 sudah mengadopsi IAS 8 terkini.

total aset yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’ (held for sale) dan aset yang masuk dalam kelompok lepasan (disposal groups) yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’ d. Pos-pos minimal yang disajikan dalam laporan keuangan tidak mencakup pospos tersebut. meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA vii PSAK 1 (2009). Laibilitas tersebut diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka panjang. kewajiban pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan f. 10:48 AM . Klasifikasikan Laibilitas keuangan yang laibilitas yang dibiayai kembali yang dibiayai kembali akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek. aset biolojik c. kewajiban yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’. jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali. kreditur meminta percepatan pembayaran. kewajiban dan aset pajak kini e. Klasifikasi laibilitas yang terjadi pelanggaran perjanjian utang.Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan posisi keuangan Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan posisi keuangan: a. maka laibilitas tersebut disajikan sebagai laibilitas jangka pendek. Pelanggaran perjanjian Tidak diatur mengenai utang yang mengakibatkan hal tersebut. properti investasi b.pmd 74 6/19/2009.

Beban keuangan b. Beban keuangan b. Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi (bagian dari laporan laba rugi komprehensif): a. 10:48 AM . disajikan secara c. Penggunaan istilah “pos luar biasa” diperkenankan. c. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas. pengendali disajikan hak minoritas dalam ekuitas. Dalam laporan interest) keuangan. Pos luar biasa Penggunaan istilah “pos luar biasa” tidak diperkenankan. controlling b. Dalam laporan posisi b. Pos-pos yang minimal harus disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif Kepentingan a. Istilah yang digunakan a. rugi disajikan sebagai pengurang laba neto. Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan. Istilah yang non-pengendali adalah “hak non digunakan adalah (nonpengendali” “hak minoritas”. Pengungkapan Pengungkapan yang diatur Tidak mengatur secara eksplisit mengenai pengungkapan secara pertimbangan yang telah eksplisit.diperoleh setelah tanggal pelaporan. dialokasikan ke pemilik c. dan permodalan. Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi tidak termasuk: a. Hak minoritas ekuitas entitas induk atas laba atau dan hak nonpengendali. dibuat manajemen dalam penerapan kebijakan akuntansi. Dalam laporan laba rugi terpisah antara dan laporan laba rugi laibilitas dan komprehensif.pmd 75 6/19/2009. laba neto ekuitas. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas. hak non posisi keuangan. sumber estimasi ketidakpastian. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA viii PSAK 1 (2009). Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan c.

IAS 1 paragraf 5. 4. dihilangkan. kecuali untuk paragrafparagraf berikut: 1. IAS 1 paragraf 6. dihilangkan. mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas nirlaba dan entitas sektor publik. Implementation Guidance dari IAS 1 tentang ilustrasi penyajian laporan posisi keuangan disesuaikan dengan penyajian laporan posisi keuangan (neraca) yang selama ini berlaku di Indonesia. Karena penyajian laporan keuangan reksa dana diatur dalam PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana dan koperasi diatur dalam PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian. mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas tanpa ekuitas (misalnya reksa dana) dan entitas yang modalnya bukan ekuitas (misalnya koperasi). Karena pelaporan keuangan entitas nirlaba diatur dalam PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dan entitas sektor publik diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan standar akuntansi keuangan.Perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements ED PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements. IAS 1 paragraf 2 yang menjadi PSAK 1 paragraf 2 mengenai ruang lingkup. yang mana ditambahkan kalimat yang menyatakan bahwa PSAK 1 tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah. 10:48 AM . 3. 2.pmd 76 6/19/2009. Implementation Guidance tersebut menyajikan laporan posisi keuangan sebagai berikut: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA xi PSAK 1 (2009).

10:48 AM .pmd 77 6/19/2009.Aset Aset tidak lancar Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Hak non-pengendali Laibilitas Laibilitas jangka panjang Laibilitas jangka pendek Aset lancar Sementara Lampiran dari ED PSAK 1 menyajikan laporan posisi keuangan sebagai berikut: Aset Aset lancar Aset tidak lancar Laibilitas Laibilitas jangka pendek Laibilitas jangka panjang Ekuitas Hak non-pengendali Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk x Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).

..............57 Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang ................. 52 ........... 27 ..............26 Materialitas dan Agregasi ........................... 23 .........06 LAPORAN KEUANGAN ....... 1 (Revisi 2009) DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN .............. 58 ..............66 Laibilitas Jangka Pendek ................................44 Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK ...... 75 .. Ruang Lingkup ........................... 64 ........................................................................78 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan . 47 ....................74 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan ...............51 Laporan Posisi Keuangan ...................04 05 ...........63 Aset Lancar .....................................................................12 Karakteristik Umum .....35 Informasi Komparatif ................................ Definisi ....................42 Konsistensi Penyajian .............. 52 ................................................................................................22 Kelangsungan Usaha .......................................... 43 .. 30 . 08 .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No........109 Pendahuluan ....24 Dasar Akrual ........................................................................... 07 Komponen Laporan Keuangan Lengkap ......................................... 45 ......................................................................................pmd 78 6/19/2009..............33 Frekuensi Pelaporan ...........................................................29 Saling Hapus ..........44 Tujuan Laporan Keuangan ......................... 10:48 AM ......78 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA xi PSAK 1 (2009). 01-06 01 02 ...................46 Identifikasi Laporan Keuangan .................. 36 ......... 13 ........................ 34 ............ Tujuan . 45 .............. 67 ..... 13 ..................................... 07 ............................................................................. 25 ...............44 STRUKTUR DAN ISI ...........................

........................... 109 Catatan atas Laporan Keuangan ... PENARIKAN ............................................................51 Struktur . 110 ...108 Laporan Arus Kas ..103 Laporan Perubahan Ekuitas ............. Lampiran 137 138 xii Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009)...................................................................................... 79 .... 10:48 AM .................................... 1 (Revisi 2009) Laporan Laba Rugi Komprehensif ..................114 Pengungkapan Kebijakan Akuntansi ........ 104 ......................................................94 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan ..........................122 Sumber Estimasi Ketidakpastian .............pmd 79 6/19/2009........103 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif . 132 ........................... 88 ........ 110 ............................... 123 .......................131 Modal ..85 Laba Rugi Selama Periode ...................... 95 .............................................................................136 TANGGAL EFEKTIF .................................... 80 ...............................87 Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode ...............134 Pengungkapan Lain ........................................ 135 .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No..... 86 ........................................... 115 .................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->