Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 1 (REVISI 2009) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 (revisi 2009) terdiri dari paragraf 1-138 dan Lampiran. Seluruh paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold italic) mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 1 (revisi 2009) harus dibaca dalam kontek tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan 01. Pernyataan ini menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut ‘laporan keuangan’ agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. Ruang Lingkup 02. Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah. 03. PSAK lainnya mengatur persyaratan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan transaksi tertentu dan peristiwa lainnya.
Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.1

PSAK 1 (2009).pmd

1

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.2

04. Pernyataan ini tidak diterapkan bagi struktur dan isi laporan keuangan interim ringkas yang disusun sesuai dengan PSAK 3: Laporan Keuangan Interim. Namun, paragraf 1333 diterapkan bagi laporan keuangan interim tersebut. Pernyataan ini berlaku bagi seluruh entitas, termasuk entitas yang menyajikan laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan terpisah sebagaimana diatur dalam PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasi. Definisi 05. Berikut adalah istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini: Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Ketidakpraktisan. Penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, yang terdiri dari: (a) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK); (b) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Material. Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama, dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan
Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PSAK 1 (2009).pmd

2

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu. Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi material, membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik dari masing-masing pengguna laporan tersebut. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf 25 menyatakan bahwa ‘pengguna laporan keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.’ Oleh karena itu, penilaian tersebut perlu memerhatikan bagaimana pengguna laporan dengan karakteristik tersebut diharapkan terpengaruh dalam membuat keputusan ekonomi. Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendaptan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pospos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan. Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK lainnya. Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi: (a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud);

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.3

PSAK 1 (2009).pmd

3

6/19/2009, 10:48 AM

Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain”. (e) Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas.4 (b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan paragraf 94 PSAK 24: Imbalan Kerja. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.pmd 4 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban. (c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 11: Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing). (d) keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai ’tersedia untuk dijual’ (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran). 10:48 AM . tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain. selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 06.pmd 5 6/19/2009. (c) ekuitas. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. kinerja keuangan. beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. dan “total laba rugi komprehensif”. dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas. dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. LAPORAN KEUANGAN Tujuan Laporan Keuangan 07. khususnya. “laba rugi”. Misalnya. Meskipun Pernyataan ini menggunakan istilah “pendapatan komprehensif lain”. laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: (a) aset.dan (f) arus kas. membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan. Informasi tersebut. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut. (b) laibilitas. entitas dapat menggunakan istilah “laba neto” untuk menggambarkan laba rugi.5 PSAK 1 (2009). (e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. 10:48 AM . Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan. entitas dapat menggunakan istilah lain untuk menjelaskan jumlah-jumlah tersebut sepanjang maksudnya jelas. (d) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. termasuk perubahan lingkungan tempat Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 10:48 AM . Beberapa entitas menyajikan. Entitas menyajikan semua komponen laporan keuangan lengkap dengan tingkat keutamaan yang sama. suatu kajian keuangan oleh manajemen yang menjelaskan karakteristik utama dari kinerja keuangan dan posisi keuangan.pmd 6 6/19/2009. 09. dan kondisi ketidakpastian utama yang dihadapi. terpisah dari laporan keuangan. (e) catatan atas laporan keuangan. entitas dapat menyajikan komponen laba rugi baik sebagai bagian dari laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah. berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya. (d) laporan arus kas selama periode. Jika laporan laba rugi disajikan. Faktor dan pengaruh-pengaruh utama yang menentukan kinerja keuangan. (b) laporan laba rugi komprehensif selama periode (c) laporan perubahan ekuitas selama periode. 10. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini: (a) laporan posisi keuangan pada akhir periode.6 Komponen Laporan Keuangan Lengkap 08. Entitas diperkenankan menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam Pernyataan ini. dan (f) laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai: (a). atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 11. Sebagaimana diperkenankan dalam paragraf 79. maka laporan tersebut merupakan bagian dari komponen laporan keuangan yang lengkap dan disajikan sebelum laporan pendapatan komprehensif.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 entitas beroperasi. peristiwa dan kondisi lain sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset. Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi. pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. dan kebijakan investasi untuk memelihara serta meningkatkan kinerja keuangannya. Entitas tidak boleh menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Penerapan SAK.7 PSAK 1 (2009). dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan. termasuk kebijakan dividen. Laporan tambahan tersebut di luar ruang lingkup Standar Akuntansi Keuangan. Entitas dapat pula menyajikan. laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement). 10:48 AM . Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. 12. Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan. laibilitas. tanggapan terhadap perubahan dan pengaruhnya. kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas. 14. Karakteristik Umum Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK 13. Sumber daya entitas yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan`SAK.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 7 6/19/2009. Sumber pendanaan entitas dan target rasio laibilitas terhadap ekuitas. khususnya bagi industri dimana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting. dan (c). terpisah dari laporan keuangan. (b).

Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi. dapat diperbandingkan. 16. dan mudah dipahami. 17. Penyajian secara wajar juga mensyaratkan entitas untuk: (a) memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan PSAK 25. 15.8 terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap semua yang dipersyaratkan dalam SAK. ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. (c) memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian dengan persyaratan khusus dalam SAK tidak cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan akuntansi yang tidak tepat baik dengan pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan atau pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan atau materi penjelasan. termasuk kebijakan akuntansi. maka entitas menyimpang dari ketentuan tersebut dengan cara yang ditentukan dalam paragraf 18 jika peraturan yang relevan mensyaratkan atau tidak melarang penyimpangan tersebut. PSAK 25 mengatur hirarki pedoman otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal tidak terdapat PSAK yang secara khusus mengatur suatu pos tertentu. andal. (b) menyajikan informasi. 10:48 AM .pmd 8 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dalam hampir semua kondisi. entitas mencapai penyajian laporan keuangan secara wajar apabila memenuhi SAK terkait. peristiwa dan kondisi lain terhadap posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas. sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang relevan.

9 PSAK 1 (2009). termasuk perlakuan yang disyaratkan oleh PSAK tersebut. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 20.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM . maka entitas membuat pengungkapan sebagaimana diatur pada paragraf 18 (c) dan (d). dan (d) untuk masing-masing periode yang disajikan. (c) nama PSAK yang tidak diterapkan. dan arus kas entitas. alasan mengapa perlakuan tersebut akan memberikan pemahaman yang salah dalam situasi tersebut sehingga akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 18. kecuali pos yang menyimpang dari ketentuan tertentu untuk mencapai penyajian yang wajar. (b) bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK terkait. pengaruh keuangan dari penyimpangan untuk masing-masing pos dalam laporan keuangan yang seharusnya dilaporkan sesuai dengan ketentuan tersebut. Ketika entitas menyimpang dari ketentuan suatu PSAK sesuai dengan paragraf 17. 19. dan perlakuan yang diterapkan. maka entitas mengungkapkan: (a) bahwa manajemen telah menyimpulkan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan. Contoh implementasi paragraf 19 adalah ketika entitas pada periode sebelumnya menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK untuk pengukuran aset atau laibilitas dan penyimpangan tersebut memengaruhi pengukuran atas perubahan aset dan laibilitas yang diakui pada laporan keuangan periode berjalan. sifat penyimpangan. Ketika entitas menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK pada periode sebelumnya. kinerja keuangan.pmd 9 6/19/2009. dan penyimpangan tersebut berpengaruh terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan pada periode berjalan.

10:48 AM . Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). dan alasan mengapa manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap ketentuan dimaksud akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Ketika menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan khusus dari suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. tetapi peraturan yang relevan melarang penyimpangan tersebut. konsekuensinya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan (b) bagaimana perbedaan kondisi entitas dengan kondisi entitas lain yang mematuhi persyaratan. informasi tersebut dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan keuangan. informasi tertentu dapat bertentangan dengan tujuan laporan keuangan ketika informasi tersebut tidak menyajikan secara jujur transaksi. 22. sifat ketentuan. Jika entitas lain dengan kondisi yang sama menerapkan persyaratan tersebut.10 21. ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. manajemen mempertimbangkan: (a) alasan tujuan laporan keuangan tidak tercapai dalam kondisi tersebut. dan (b) untuk masing-masing periode yang disajikan. penyesuaian terhadap masing-masing pos dalam laporan keuangan yang dipandang perlu oleh manajemen untuk mencapai penyajian yang wajar.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi. Untuk tujuan penerapan paragraf 17 – 21. peristiwa dan kondisi lain baik yang diminta untuk disajikan atau sewajarnya diharapkan untuk disajikan dan. maka entitas semaksimal mungkin mengurangi pemahaman yang salah tersebut dengan mengungkapkan: (a) nama PSAK terkait.pmd 10 6/19/2009.

manajemen memerhatikan semua informasi masa depan.pmd 11 6/19/2009. Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha.11 PSAK 1 (2009). 24. Jika manajemen menyadari (dalam membuat penilaiannya) mengenai adanya ketidakpastian yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. 10:48 AM . bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan alasan mengapa entitas tidak dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha. Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi kelangsungan usaha adalah tepat. Dalam menyusun laporan keuangan. Kelangsungan Usaha 23. . manajemen membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. maka entitas mengungkapkan ketidakpastian tersebut. Jika selama ini entitas menghasilkan laba dan mempunyai akses ke sumber pembiayaan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. atau tidak mempunyai alternatif lainnya yang realistis selain melakukannya. kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan. maka dapat disimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci. Tingkat pertimbangan tergantung pada fakta dari setiap kasus. maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Jika entitas menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 maka akan muncul asumsi yang dapat diperdebatkan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan tersebut tidak akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. paling sedikit (namun tidak dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.

pmd 12 6/19/2009. 26. pendapatan dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsurunsur tersebut dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Ketika akuntansi berbasis akrual digunakan. manajemen perlu memerhatikan faktor yang memengaruhi profitabilitas masa kini maupun masa yang akan datang. Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos sejenis yang material. ekuitas. Suatu pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam laporan keuangan tetapi cukup material untuk disajikan terpisah dalam catatan atas laporan keuangan.12 Dalam kasus lain. Dasar Akrual 25. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). jadual pembayaran utang dan sumber potensial pembiayaan pengganti sebelum dapat menyimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai. entitas mengakui pos-pos sebagai aset. Materialitas dan Agregasi 27. Laporan keuangan merupakan hasil dari pemrosesan sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang diklasifikasikan sesuai sifat atau fungsinya. maka dapat digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. kecuali laporan arus kas. laibilitas. Entitas menyajikan secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material. Tahap akhir dari proses penggabungan dan pengklasifikasian adalah penyajian dalam laporan keuangan. 28. Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10:48 AM . Jika suatu klasifikasi pos tidak material.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

Saling Hapus 30.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Misalnya: (a) entitas menyajikan keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset tidak lancar. Entitas melaporkan secara terpisah untuk aset dan laibilitas serta pendapatan dan beban. Saling hapus dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan posisi keuangan atau dalam laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) mengurangi kemampuan pengguna laporan keuangan baik untuk memahami transaksi. peristiwa dan kejadian lain yang telah terjadi maupun untuk menilai arus kas entitas di masa depan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 29. penyisihan keusangan atas persediaaan dan penyisihan piutang tak tertagih) tidak termasuk kategori saling hapus. 32.pmd 13 6/19/2009. dilaporkan dengan mengurangkan penerimaan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. dengan mempertimbangkan jumlah potongan dagang dan rabat volume yang diperbolehkan. entitas juga melakukan transaksi lain yang bukan merupakan penghasil utama pendapatan dan bersifat insidentil. Entitas tidak diperlukan untuk memberikan suatu pengungkapan khusus yang diminta oleh suatu PSAK jika informasi tersebut tidak material.13 PSAK 1 (2009). PSAK 23: Pendapatan mendefinisikan pendapatan dan mensyaratkan entitas untuk mengukurnya berdasarkan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau akan diterima. Pengukuran aset secara neto setelah dikurangi penyisihan penilaian (misalnya. 31. Dalam aktivitas normal. Entitas menyajikan hasil dari transaksi tersebut dengan mengurangkan setiap pendapatan dengan beban terkait yang timbul dari transaksi yang sama sepanjang penyajian tersebut mencerminkan substansi dari transaksi atau peristiwa lain. kecuali jika saling hapus mencerminkan substansi transaksi atau peristiwa. kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh suatu PSAK. Entitas tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan laibilitas atau pendapatan dan beban. 10:48 AM . termasuk investasi dan aset operasional.

misalnya keuntungan dan kerugian dari transaksi mata uang asing atau keuntungan dan kerugian yang timbul dari instrumen keuangan yang dikategorikan sebagai diperdagangkan. beberapa entitas lebih memilih untuk melaporkan. Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan. Entitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang timbul dari suatu kelompok transaksi yang sejenis secara neto. 10:48 AM . untuk alasan praktis.14 dari pelepasan dengan nilai tercatat dan beban yang timbul dari pelepasan aset tersebut. Frekuensi Pelaporan 34. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). untuk periode 52 minggu. maka entitas mengungkapkan: (a) alasan penggunaan periode pelaporan yang lebih panjang atau lebih pendek. Jika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek dari periode satu tahun. Namun. sebagai contoh. sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan. 35. Pernyataan ini tidak menghalangi praktik seperti ini. dan (b) fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan secara keseluruhan. (b) entitas dapat mengurangkan pengeluaran yang terkait dengan ketentuan yang diakui sesuai dengan PSAK 57 dan diganti berdasarkan perjanjian kontraktual dengan pihak ketiga (seperti perjanjian garansi dari pemasok) dengan penggantian yang diterima.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 33. Umumnya entitas secara konsisten menyiapkan laporan keuangan untuk periode satu tahun. Namun. entitas menyajikan keuntungan dan kerugian tersebut secara terpisah jika keuntungan atau kerugian tersebut material. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.pmd 14 6/19/2009.

dan catatan atas laporan keuangan. dua laporan untuk tiap jenis laporan lainnya. 10:48 AM . Entitas yang mengungkapkan informasi komparatif menyajikan minimal dua laporan posisi keuangan. (b) akhir periode sebelumnya (yang sama dengan awal periode berjalan). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Informasi Komparatif 36.pmd 15 6/19/2009. dan catatan atas laporan keuangan. kecuali dinyatakan lain oleh SAK. perlu diungkapkan kembali pada periode berjalan. dan langkah yang telah dilakukan selama periode berjalan untuk mengatasi ketidakpastian tersebut. Pada beberapa kasus. dan (c) permulaan dari periode komparasi terawal. Entitas menyajikan laporan posisi keuangan pada: (a) akhir periode berjalan. 38. dua laporan untuk tiap jenis laporan lainnya. rincian tentang sengketa hukum yang dihadapi dengan hasil akhirnya belum diketahui secara pasti pada periode sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian. Jika entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali secara retrospektif atas pos-pos dalam laporan keuangan atau mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 37. Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan.15 PSAK 1 (2009). Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. Pengguna akan memperoleh manfaat dari informasi adanya ketidakpastian pada akhir periode pelaporan sebelumnya. maka entitas menyajikan minimal tiga laporan posisi keuangan. Misalnya. informasi naratif yang disajikan pada laporan keuangan periode sebelumnya masih tetap relevan untuk diungkapkan pada periode berjalan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

10:48 AM . Jika entitas mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam laporan keuangan. maka entitas mengungkapkan: (a) sifat reklasifikasi. Jika entitas mereklasifikasi jumlah komparatif. dan mungkin tidak praktis untuk menyusun kembali informasi tersebut. 42.pmd 16 6/19/2009.16 39.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka entitas mengungkapkan: (a) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut. dan (b) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. khususnya memungkinkan penilaian atas tren informasi keuangan untuk tujuan prediksi. maka entitas mereklasifikasi jumlah komparatif kecuali reklasifikasi tersebut tidak praktis untuk dilakukan. Konsistensi Penyajian 43. dan (c) alasan reklasifikasi. 41. Dalam beberapa keadaan. Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan. Peniingkatkan komparabilitas informasi antar periode membantu pengguna dalam membuat keputusan ekonomi. misalnya entitas mungkin belum mengumpulkan data dalam periode sebelumnya yang memungkinkan untuk melakukan reklasifikasi. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 40. PSAK 25 mengatur penyesuaian terhadap informasi komparatif yang dipersyaratkan ketika entitas melakukan perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar. reklasifikasi informasi komparatif tidak praktis untuk dilakukan terhadap periode sebelumnya untuk mencapai komparabilitas dengan periode berjalan. (b) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi.

suatu akusisi atau pelepasan yang signifikan atau review atas penyajian laporan keuangan. pengungkapan tersebut dapat dilakukan dalam laporan keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 46. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan khusus dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi komprehensif. Kecuali dinyatakan lain dalam Pernyataan ini atau SAK lainnya. 10:48 AM .17 PSAK 1 (2009). Misalnya. Pengungkapan juga dipersyaratkan oleh SAK lain. STRUKTUR DAN ISI Pendahuluan 45. terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam PSAK 25. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. atau (b) perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (a) setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau review atas laporan keuangan. maka entitas mereklasifikasi informasi komparatif sesuai dengan paragraf 39 dan 40. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 44. PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan untuk penyajian informasi arus kas.pmd 17 6/19/2009. Pernyataan ini terkadang menggunakan istilah “pengungkapan” dalam arti luas. mungkin akan menghasilkan kesimpulan bahwa laporan keuangan harus disajikan secara berbeda. atau laporan perubahan ekuitas dan mensyaratkan pengungkapan dari pos-pos lainnya pada laporan keuangan tersebut atau catatan atas laporan keuangan. meliputi pos-pos yang disajikan di dalam laporan keuangan. Namun demikian perubahan penyajian dapat dilaksanakan jika perubahan tersebut memberikan informasi yang andal dan lebih relevan bagi pengguna atau struktur yang baru mempunyai kecenderungan akan dipergunakan seterusnya. Jika dilakukan perubahan penyajian laporan keuangan.

Oleh karena itu. 10:48 AM . Pertimbangan diperlukan untuk menentukan cara terbaik dalam menyajikan informasi tersebut. entitas menyajikan informasi berikut ini secara jelas. selanjutnya entitas Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).18 Identifikasi Laporan Keuangan 47. 49. 48. dokumen yang disampaikan kepada regulator atau dokumen lainnya. dan mengulangnya jika dibutuhkan sehingga dapat dipahami: (a) nama entitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain. sangat penting bahwa pengguna dapat membedakan laporan yang disusun sesuai SAK dengan informasi lain yang juga bermanfaat bagi pengguna laporan. ketika entitas menyajikan laporan keuangan secara elektronik. maka halamanhalaman terpisah tidak selalu digunakan. SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan. Di samping itu. Entitas mengidentifikasikan laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. (c) tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan. Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. 50. laporan keuangan. (d) mata uang pelaporan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 52. dan (e) pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. kolom dan sejenisnya. Misalnya. Entitas telah memenuhi persyaratan paragraf 49 dengan menyajikan judul yang tepat untuk halaman. dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan tahunan. (b) apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas. catatan atas laporan keuangan.pmd 18 6/19/2009. dan setiap perubahan informasi dari akhir periode laporan sebelumnya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

(m) laibilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l)). Agar lebih dapat dipahami.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (i) kas dan setara kas. entitas pada umumnya menyusun laporan keuangan dengan menyajikan informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan. 51. 10:48 AM . (c) aset tidak berwujud. sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46. (o) laibilitas dan aset pajak tangguhan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menyajikan hal-hal di atas untuk memastikan bahwa informasi yang dicakup dalam laporan keuangan dapat dipahami. (h) dan (i)). (f) aset biolojik. (k) utang dagang dan terutang lainnya. (n) laibilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46. (b) properti investasi.19 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (e) investasi dengan menggunakan metode ekuitas. (j) total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. (h) piutang dagang dan piutang lainnya. Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut: (a) aset tetap.pmd 19 6/19/2009. (d) aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e). (l) kewajiban diestimasi. Hal ini diperkenankan sepanjang entitas mengungkapkan tingkat pembulatan dan tidak menghilangkan informasi yang material. Laporan Posisi Keuangan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan 52. (g) persediaan.

54. disajikan sebagai bagian dari ekuitas. judul dan subtotal dalam laporan posisi keuangan jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman posisi keuangan entitas. 10:48 AM . Pernyataan ini tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos. (q) kepentingan non-pengendali. Paragraf 52 menjelaskan daftar pos-pos yang berbeda berdasarkan sifat atau fungsinya untuk menjamin penyajian terpisah di dalam laporan posisi keuangan. Misalnya. sifat atau fungsi dari pos tersebut atau agregasi pos-pos yang sama menyebabkan penyajian terpisah menjadi relevan untuk memahami laporan posisi keuangan entitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. institusi keuangan mungkin mengubah penjelasan di atas dalam rangka memberikan informasi yang relevan mengenai operasi institusi keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 20 6/19/2009. Ketika entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasfikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan. Sebagai tambahan: (a) suatu pos disajikan terpisah jika ukuran. dan (r) modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).20 (p) laibilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. (b) penjelasan yang digunakan dan urutan dari pos-pos atau agregasi pos-pos yang sama dapat diubah sesuai dengan sifat entitas dan transaksinya. maka aset (laibilitas) pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai aset lancar (laibilitas jangka pendek). 53. 55. untuk memberikan informasi yang relevan dalam memahami posisi keuangan entitas. Entitas menyajikan pos-pos tambahan.

21 PSAK 1 (2009). Entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan paragraf 64-74. entitas mengungkapkan jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari dua belas bulan untuk setiap pos aset dan laibilitas yang menggabungkan jumlah yang diharapkan akan dipulihkan atau diselesaikan: (a) tidak lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan. Entitas mempertimbangkan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah didasarkan atas penilaian dari: (a) sifat dan likuiditas aset. oleh karena itu. 57. kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang 58. (c) jumlah. sifat dan jangka waktu laibilitas. Penggunaan dasar pengukuran yang berbeda untuk kelompok aset yang berbeda menunjukkan bahwa sifat dan fungsi aset tersebut berbeda dan. maka entitas menyajikan seluruh aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas. 10:48 AM . Misalnya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 56. Apapun metode penyajian yang digunakan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Ketika entitas menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi yang dapat diidentifikasi secara jelas. kelompok aset tetap yang berbeda dapat dicatat berdasarkan biaya perolehan atau jumlah yang direvaluasi sesuai dengan PSAK 16. 59. entitas menyajikan kelompok aset yang berbeda secara terpisah. Jika pengecualian tersebut diterapkan. dan (b) lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan 60. maka Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.pmd 21 6/19/2009. (b) fungsi aset tersebut dalam entitas.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. penyajian aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang karena entitas pada industri tersebut tidak menyediakan barang atau jasa selama siklus operasi entitas yang dapat diidentifikasi secara jelas. terlepas dari apakah aset diklasifikasikan sebagai lancar dan tidak lancar dan laibilitas sebagai jangka panjang dan jangka pendek. 10:48 AM . entitas mengungkapkan jumlah persediaan yang Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Misalnya. dan laibilitas menggunakan jangka pendek dan jangka panjang dan lainnya berdasarkan likuiditas jika hal tersebut memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. dan laibilitas keuangan termasuk utang usaha dan terutang lainnya. Informasi mengenai tanggal perkiraan realisasi aset dan laibilitas berguna dalam penilaian likuiditas dan solvabilitas entitas. Dalam menerapkan paragraf 58. entitas diperkenankan untuk menyajikan beberapa aset menggunakan klasifikasi lancar dan tidak lancar. 61. .22 klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta laibilitas jangka pendek dan jangka panjang dalam laporan posisi keuangan memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset neto yang digunakan secara terus menerus sebagai modal kerja dari aset neto yang digunakan dalam operasi entitas jangka panjang. 62. Pengklasifikasian tersebut juga menunjukkan aset yang diharapkan akan direalisasi dalam siklus operasi berjalan dan laibilitas yang akan jatuh tempo pada periode yang sama. Aset keuangan termasuk piutang usaha dan piutang lainnya. Informasi tentang tanggal perkiraan pemulihan aset nonmoneter.pmd 22 6/19/2009. PSAK 31 mensyaratkan pengungkapan tanggal jatuh tempo aset keuangan dan laibilitas keuangan. 63. dan tanggal perkiraan dari penyelesaian laibilitas seperti kewajiban diestimasi juga bermanfaat. seperti persediaan. Untuk beberapa entitas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. seperti institusi keuangan. Kebutuhan untuk mengkombinasikan basis penyajian dimungkinkan jika entitas memiliki operasi yang beragam.

10:48 AM . 65.23 PSAK 1 (2009). Pernyataan ini tidak melarang penggunaan istilah lainnya sepanjang pengertiannya jelas. Aset Lancar 64. aset tidak berwujud. dikonsumsi atau direalisasikan sebagai bagian siklus operasi normal meskipun aset tersebut tidak diharapkan untuk direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya. Aset lancar juga mencakup aset yang dimiliki untuk diperdagangkan (aset keuangan dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 diharapkan dapat dipulihkan lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan. (c) entitas mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar. Aset lancar mencakup aset (seperti persediaan dan piutang dagang) yang dijual.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 23 6/19/2009. dalam siklus operasi normal. Siklus operasi entitas merupakan jangka waktu antara perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya dalam bentuk kas atau setara kas. Pernyataan ini menggunakan istilah "tidak lancar" untuk mencakup aset tetap. Ketika siklus operasi normal entitas tidak dapat diidentifikasikan secara jelas. (b) entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan. maka diasumsikan selama 12 bulan. dan aset keuangan yang bersifat jangka panjang. atau (d) kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan laibilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. jika: (a) entitas mengharapkan akan merealisasikan aset. 66. Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar.

10:48 AM . (b) entitas memiliki laibilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan. 69. Misalnya. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Suatu laibilitas diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek jika: (a) entitas mengharapkan akan menyelesaikan laibilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. cerukan bank. Beberapa laibilitas jangka pendek. beberapa akrual untuk biaya karyawan dan biaya operasi lainnya.24 diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55) dan bagian lancar dari aset keuangan tidak lancar.pmd 24 6/19/2009. dan bagian jangka pendek dari laibilitas keuangan jangka panjang. Jika tidak dapat diidentifikasi secara jelas. Laibilitas Jangka Pendek 67. Siklus operasi normal yang sama diterapkan pada aset dan laibilitas entitas. maka siklus operasi normal entitas diasumsikan 12 bulan. Laibilitas jangka pendek lainnya tidak diselesaikan dalam siklus operasi normal. laibilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. (c) laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. atau (d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian laibilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasikan laibilitaslaibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek meskipun laibilitas-laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan. seperti utang dagang. tetapi jatuh tempo untuk diselesaikan dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan atau dimiliki untuk tujuan diperdagangkan. Entitas mengklasifikasi laibilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai laibilitas jangka panjang. merupakan bagian modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal. 68.

dan terutang nonusaha lainnya. jika pembiayaan kembali atau perpanjangan kembali bukan merupakan diskresi entitas (misalnya. atas dasar jangka panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan. maka entitas tidak mempertimbangkan kemungkinan pembiayaan kembali laibilitas dan mengklasifikasikannya sebagai laibilitas jangka pendek. Jika entitas mengharapkan (dan memiliki hak) untuk melakukan pembiayaan kembali atau perpanjangan laibilitas selama sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang ada. meskipun pemberi pinjaman menyetujui (setelah periode pelaporan dan sebelum Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. pajak penghasilan terutang. 71. maka entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek. Laibilitas keuangan yang merupakan pembiayaan jangka panjang (bukan bagian dari modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal) dan tidak jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan merupakan laibilitas jangka panjang.25 PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dan (b) perjanjian untuk pembiayaan kembali. Namun. meskipun laibilitas tersebut akan jatuh tempo dalam periode yang lebih pendek dari 12 bulan. atau penjadwalan kembali pembayaran. sebagaimana diatur dalam paragraf 72 dan 73. 10:48 AM . 72. meskipun: (a) kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan. maka entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka panjang. Entitas mengklasifikasikan laibilitas keuangan sebagai laibilitas jangka pendek jika laibilitas tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan.pmd 25 6/19/2009. Ketika entitas melanggar ketentuan perjanjian pinjaman jangka panjang pada saat atau sebelum akhir periode pelaporan yang menyebabkan laibilitas tersebut harus segera dibayar sesuai permintaan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dividen terutang. 70. tidak terdapat perjanjian untuk pembiayaan kembali).

sub- Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan 75. selama periode dimana entitas dapat memperbaiki pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan pemberi pinjaman tidak dapat meminta percepatan pembayaran segera. 74. 73. dan (c) pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman untuk memperbaiki pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurangkurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. (b) perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang. entitas mengklasifikasikan laibilitas sebagai laibilitas jangka panjang bila pemberi pinjaman menyetujui pada akhir periode pelaporan untuk memberikan tenggang waktu pembayaran yang berakhir sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.26 tanggal penyelesaian laporan keuangan) untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut. Entitas mengungkapkan di laporan posisi keuangan atau di catatan atas laporan keuangan. 10:48 AM . Namun.pmd 26 6/19/2009. Entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek karena (pada akhir periode pelaporan) entitas tidak memiliki hak untuk menunda penyelesaian laibilitas tersebut dalam jangka waktu sekurangkurangnya dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. jika peristiwa-peristiwa berikut ini terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan. maka peristiwa-peristiwa tersebut harus diungkapkan sebagai peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian (non-adjusting events) sesuai dengan PSAK 8: (a) pembiayaan kembali berbasis jangka panjang.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Berkaitan dengan pinjaman yang diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.pmd 27 6/19/2009. (b) piutang dipisahkan ke dalam jumlah piutang dagang. (d) laibilitas diestimasi dipisahkan menjadi laibilitas diestimasi untuk imbalan kerja dan laibilitas diestimasi lainnya. atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal. dan barang jadi. dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham. barang produksi. dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh. dan fungsi dari jumlah dari masing-masing pos yang bersangkutan. pembayaran di muka dan jumlah lainnya. (iv) rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode. 76. keistimewaan. atau catatan atas laporan keuangan: (a) untuk setiap jenis saham: (i) jumlah saham modal dasar.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (v) hak. Rincian yang tercakup dalam sub-klasifikasi. Pengungkapan dapat berbeda untuk setiap pos. dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi entitas. sifat. (ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh. (c) persediaan dipisahkan sesuai dengan PSAK 14: Persediaan. (iii) nilai nominal saham. misalnya: (a) pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai dengan PSAK 16. 10:48 AM . ke dalam kelompok barang dagangan. Entitas juga menggunakan faktor-faktor yang diuraikan pada paragraf 56 untuk menentukan dasar bagi subklasifikasi. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas. bahan baku. tambahan modal disetor dan cadangan. termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal.27 PSAK 1 (2009). barang dalam proses. piutang dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 klasifikasi pos-pos yang disajikan. tergantung pada persyaratan SAK serta ukuran. 77. dan (e) ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelompok seperti modal disetor.

Entitas yang modalnya tidak terbagi dalam saham. dan (vii)saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham.28 (vi) saham entitas yang dikuasai oleh entitas itu sendiri atau oleh entitas anak atau entitas asosiasi. termasuk jumlah dan persyaratan. mengungkapkan informasi yang setara sesuai dengan paragraf 77 (a). Entitas menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode: (a) dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif. dan (ii) laporan yang dimulai dengan laba rugi dan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). atau (b) dalam bentuk dua laporan: (i) laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah). (b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. seperti persekutuan atau trust. atau (b) Suatu instrument yang membebankan entitas suatu kewajiban untuk menyerahkan kepada pihak lain suatu bagian pro rata atas asset neto entitas hanya pada likuidasi dan diklasifikasikan sebagai suatu instrument ekuitas antara laibilitas keuangan dan ekuitas. 10:48 AM . maka harus mengungkapkan jumlah yang direklasifikasikan ke dalam dan keluar dari setiap kategori (laibilitas keuangan atau ekuitas) dan waktu serta alasan klasifikasi tersebut Laporan Laba Rugi Komprehensif 79. Jika suatu entitas telah mengklasifikasikan: (a) Suatu instrument keuangan yang dapat ditanam yang diklasifikasikan sebagai suatu instrument ekuitas. 78A.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 28 6/19/2009. 78. yang memperlihatkan perubahan selama suatu periode dari setiap jenis penyertaan. keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis penyertaan. hak.

(e) suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: (i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan. (b) biaya keuangan. (f) laba rugi.pmd 29 6/19/2009. 81 Entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode: (a) laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (h) bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. dan (ii) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menunjukkan komprehensif komprehensif). 10:48 AM . (d) beban pajak.29 PSAK 1 (2009). (c) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. sekurangkurangnya mencakup penyajian jumlah pos-posberikut selama suatu periode: (a) pendapatan. Laporan laba rugi komprehensif. dan (i) total laba rugi komprehensif. komponen pendapatan lain (laporan pendapatan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif 80. (g) setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h)).

Entitas memasukkan pos-pos tambahan dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM . maka pengungkapan unsur-unsur kinerja keuangan membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami kinerja keuangan yang dicapai dan dalam membuat proyeksi kinerja keuangan masa depan. dan peristiwa lain entitas berbeda dalam frekuensi. Entitas tidak diperkenankan melakukan saling hapus pendapatan dan beban kecuali memenuhi kriteria paragraf 30. Karena dampak dari berbagai kegiatan. Misalnya. suatu institusi keuangan dapat mengubah istilah untuk memberikan informasi yang relevan dengan operasinya. potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat diprediksi. judul dan sub jumlah lain dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas. Entitas mempertimbangkan faktorfaktor termasuk materialitas. Entitas menyajikan pos-pos tambahan. 83. perubahan istilah yang dipakai dan perubahan urutan dari pos-pos jika hal ini diperlukan untuk menjelaskan elemen kinerja keuangan.pmd 30 6/19/2009. sifat dan fungsi dari berbagai komponen pendapatan dan beban. dan (ii) pemilik entitas induk (b) total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (i) kepentingan non-pengendali. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan (ii) pemilik entitas induk 82. Entitas dapat menyajikan pos-pos sebagaimana dimaksud paragraf 80(a)-(f) dan pengungkapan sebagaimana dimaksud paragraf 81(a) dalam laporan laba rugi terpisah (lihat paragraf 79).30 (i) kepentingan non-pengendali. 84. Entitas tidak diperkenankan menyajikan pos-pos pendapatan dan beban sebagai pos luar biasa dalam Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 85. transaksi.

Entitas dapat menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain: (a) jumlah neto dari dampak pajak terkait.31 PSAK 1 (2009). baik dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi yang terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain. Entitas mengakui seluruh pos-pos pendapatan dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali suatu PSAK mensyaratkan atau memperkenankan lain. 87. Laba Rugi Selama Periode 86. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. SAK lainnya mensyaratkan atau memperkenankan suatu komponen pendapatan komprehensif lain yang memenuhi definisi pendapatan dan beban dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dikeluarkan dari laba rugi (lihat paragraf 5).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Beberapa SAK menentukan kondisi-kondisi kapan entitas mengakui pos-pos tertentu di luar laba rugi dalam periode berjalan. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 90. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 laporan laba rugi komprehensif. 10:48 AM .pmd 31 6/19/2009. Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode 88. PSAK 25 menentukan dua kondisi tersebut: koreksi kesalahan dan dampak perubahan kebijakan akuntansi. atau (b) jumlah sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan komponen tersebut. Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain. 89. atau dalam catatan atas laporan keuangan. termasuk penyesuaian reklasifikasi.

93. Penyesuaian reklasifikasi terjadi. 92. Reklasifikasi yang dimaksud pada Pernyataan ini adalah penyesuaian reklasifikasi. keuntungan yang direalisasi dari pelepasan aset keuangan yang dikategorikan sebagai "tersedia untuk dijual" dimasukkan dalam laba rugi periode berjalan.pmd 32 6/19/2009. Misalnya. Jumlah tersebut mungkin telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain sebagai keuntungan yang belum direalisasi pada periode berjalan atau periode sebelumnya. SAK lainnya menjelaskan bagaimana dan kapan jumlah yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi. dari pelepasan kegiatan usaha luar negeri (lihat PSAK 11). Keuntungan yang belum direalisasi tersebut dikurangkan dari pendapatan komprehensif lain pada periode ketika keuntungan yang telah direalisasi direklasifikasi ke laba rugi untuk menghindari memasukkan keuntungan yang belum direalisasi tersebut dua kali dalam total laba rugi komprehensif. 94. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Penyesuaian reklasifikasi tidak dilakukan pada perubahan surplus revaluasi yang diakui berdasarkan PSAK 16 (revisi 2007) atau PSAK 19 atau pada keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui dalam program dana pensiun manfaat pasti yang diakui berdasarkan paragraf 93A dari PSAK 24. Entitas dapat menyajikan penyesuaian reklasifikasi di dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. misalnya.32 91. 10:48 AM . Komponen tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Entitas yang menyajikan penyesuaian reklasifikasi pada catatan atas laporan keuangan menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain setelah penyesuaian reklasifikasi terkait. Penyesuaian reklasifikasi dimasukkan dengan komponen pendapatan komprehensif lain yang terkait pada periode dimana penyesuaian direklasifikasi ke laba rugi. penghentian pengakuan aset keuangan "tersedia untuk dijual" (lihat PSAK 55) dan ketika suatu lindung nilai atas prakiraan transaksi menimbulkan laba atau rugi (lihat paragraf 103 PSAK 55 yang berhubungan dengan lindung nilai atas arus kas).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

Keuntungan dan kerugian aktuarial dilaporkan dalam saldo laba pada periode diakuinya keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut sebagai pendapatan komprehensif lain (lihat PSAK 24) Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan 95. 96.33 PSAK 1 (2009).pmd 33 6/19/2009. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (c) pelepasan aset tetap.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (d) pelepasan investasi. Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material. (b) restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap laibilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi. 97. 10:48 AM . (f) penyelesaian litigasi. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut: (a) penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali. maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas. sebagaimana pemulihan atas penurunan tersebut. Perubahan surplus revaluasi dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya (lihat PSAK 16 dan PSAK 19). (e) operasi yang dihentikan. dan (g) pembalikan laibilitas diestimasi lain.

Entitas mengabungkan beban dalam laba rugi berdasarkan sifatnya (misalnya. 99. 100. imbalan kerja. biaya aktivitas distribusi atau administratif. 10:48 AM . dan tidak merealokasikan menurut berbagai fungsi dalam entitas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Entitas dianjurkan untuk menyajikan analisis pada paragraf 97 pada laporan laba rugi komprehensif atau pada laporan laba rugi terpisah (jika disajikan).pmd 34 6/19/2009. potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat memprediksi. Sekurangkurangnya entitas mengungkapkan biaya penjualan berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban-beban lainnya. Bentuk pertama analisis ini adalah metode "sifat beban". dan biaya iklan). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Analisis ini diberikan dalam satu dari dua bentuk. biaya transportasi. Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut: Pendapatan Pendapatan lainnya Perubahan atas persediaan barang jadi dan barang dalam proses Bahan baku yang digunakan Beban imbalan kerja Beban penyusutan dan amortisasi Beban lainnya Total beban Laba sebelum pajak XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX (XXX) XXX 101. Bentuk kedua analisis ini adalah metode "fungsi beban" atau "biaya penjualan" dan mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau. misalnya. penyusutan. Metode ini mudah diterapkan karena tidak memerlukan adanya alokasi beban menurut klasifikasi fungsional. pembelian bahan baku.34 98. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih relevan kepada pengguna laporan keuangan dibandingkan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Beban disubklasifikasikan menjadi komponen utama dari kinerja keuangan yang dapat berbeda dalam frekuensi.

karena informasi atas sifat beban bermanfaat dalam memprediksi arus kas masa depan. Entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban. dan beban imbalan kerja. baik langsung maupun tidak langsung. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi beban adalah sebagai berikut: Pendapatan Beban penjualan Laba bruto Pendapatan lainnya Beban distribusi Beban administratif Beban lainnya Laba sebelum pajak XXX (XXX) XXX XXX (XXX) (XXX) (XXX) XXX 102.35 PSAK 1 (2009). Kedua metode tersebut memberikan indikasi tentang biayabiaya tersebut yang mungkin berbeda. maka pengungkapan tambahan diperlukan ketika metode fungsi beban digunakan. Pernyataan ini mensyaratkan manajemen untuk memilih penyajian yang andal dan lebih relevan. 103.pmd 35 6/19/2009. Dalam paragraf 102. termasuk beban penyusutan dan amortisasi. Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM . "imbalan kerja" memiliki pengertian yang sama seperti di PSAK 24. Namun demikian. Karena tiap metode penyajian memiliki manfaat untuk jenis entitas yang berbeda. Pemilihan antara metode fungsi beban dan sifat beban tergantung pada faktor historis dan industri serta sifat entitas. Laporan Perubahan Ekuitas 104. dengan tingkat penjualan atau produksi entitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dengan metode klasifikasi beban berdasarkan sifat. namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan yang matang.

pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25. Kecuali untuk perubahan yang timbul dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik (seperti kontribusi modal. yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non-pengendali. Pada paragraf 104.36 (a) total laba rugi komprehensif selama suatu periode. Perubahan ekuitas entitas di antara awal dan akhir periode pelaporan mencerminkan naik turunnya aset neto entitas selama periode. 105. yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian. rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode. komponen ekuitas termasuk. Entitas menyajikan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 106. saldo akumulasi dari masing-masing jenis pendapatan komprehensif lain dan saldo laba. (ii) masing-masing pos pendapatan komprehensif lain.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 107. 10:48 AM . misalnya. masing-masing jenis modal disetor. secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari: (i) laba rugi. (c) untuk setiap komponen ekuitas. perubahan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). dan nilai dividen per saham.pmd 36 6/19/2009. baik dalam laporan perubahan ekuitas atau dalam catatan atas laporan keuangan. (b) untuk tiap komponen ekuitas. akuisisi kembali instrumen ekuitas entitas dan dividen) dan biaya transaksi yang secara langsung berkaitan dengan tranksaksi tersebut. dan (iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Catatan atas Laporan Keuangan Struktur 110. Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut. koreksi atas kesalahan. Penyesuaian ini diungkapkan untuk masing-masing periode sebelumnya dan pada awal periode. kecuali jika ketentuan transisi pada PSAK lainnya mensyaratkan lain. Laporan Arus Kas 109. 10:48 AM . 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 keseluruhan atas ekuitas selama periode yang menggambarkan jumlah total pendapatan dan beban (termasuk keuntungan dan kerugian) yang diakibatkan oleh aktivitas entitas selama periode tersebut. Catatan atas laporan keuangan: (a) menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan sesuai dengan paragraf 115 – 122.pmd 37 6/19/2009. sepanjang praktis. secara terpisah. 108. PSAK 25 juga mensyaratkan penyajian kembali untuk mengoreksi kesalahan secara retrospektif. Paragraf 104 (b) mensyaratkan pengungkapan pada laporan perubahan ekuitas. PSAK 25 mensyaratkan penyesuaian retrospektif atas pengaruh perubahan kebijakan akuntansi. PSAK 2 mengatur persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi arus kas. total penyesuaian atas masing-masing komponen ekuitas yang diakibatkan oleh perubahan kebijakan akuntasi dan. Penyesuaian retrospektif dan penyajian kembali secara retrospektif bukan merupakan perubahan dalam ekuitas tetapi merupakan penyesuaian atas saldo awal saldo laba.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.37 PSAK 1 (2009). kecuali jika suatu PSAK mensyaratkan penyesuaian retrospektif atas komponen ekuitas lainnya. sepanjang praktis.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 111.pmd 38 6/19/2009. sepanjang praktis. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 10:48 AM . mungkin dibutuhkan atau dikehendaki untuk membedakan urutan pos-pos tertentu dalam catatan atas laporan keuangan. menyajikan catatan atas laporan keuangan secara sistematis. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masingmasing pos. tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). Entitas biasanya menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut. Misalnya. (c) informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan perubahan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif. 113. Entitas membuat referensi silang atas masing-masing pos dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif. seperti tujuan manajemen risiko keuangan dan kebijakan entitas. dan (d) pengungkapan lainnya. 112. entitas dapat Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). dan (ii) pengungkapan informasi nonkeuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. termasuk: (i) laibilitas kontijensi (lihat PSAK 57) dan komitmen kontraktual yang belum diakui. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk informasi yang berhubungan dalam catatan atas laporan keuangan. Dalam beberapa keadaaan.38 (b) mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan. dan (c) memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan. Entitas. (b) ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan (lihat par 115). untuk membantu pengguna memahami dan membandingkan dengan laporan keuangan entitas lainnya: (a) pernyataan atas kepatuhan terhadap SAK (lihat par 14). (lihat PSAK 31).

116.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.39 PSAK 1 (2009). nilai realisasi neto. Namun demikian. manajemen mempertimbangkan apakah Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 117. maka hal tersebut adalah memadai dengan memberikan suatu indikasi unrtuk setiap kelompok aset dan laibilitas yang mana setiap dasar pengukuran diterapkan. Pengungkapan Kebijakan Akuntansi 115.pmd 39 6/19/2009. biaya perolehan kini. entitas tetap menjaga struktur yang sistematis untuk catatan atas laporan keuangan sepanjang dapat diterapkan. 114. 10:48 AM . meskipun pengungkapan pertama berhubungan dengan laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) dan yang kedua berhubungan dengan laporan posisi keuangan. Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan: (a) dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan. Hal yang penting bagi entitas untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan (misalnya. biaya historis. (b) kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menggabungkan informasi perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi dengan informasi tentang jatuh tempo instrumen keuangan. Entitas dapat menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu sebagai bagian yang terpisah dalam laporan keuangan. misalnya ketika suatu kelompok aset direvaluasi. Dalam memutuskan apakah kebijakan akuntansi tertentu diungkapkan. nilai wajar atau jumlah yang dapat dipulihkan kembali) karena dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan memengaruhi analisis pengguna secara signifikan Ketika entitas menggunakan lebih dari satu dasar pengukuran dalam laporan keuangan.

118. Ketika entitas memiliki kegiatan usaha luar negeri atau transaksi dalam mata uang asing yang signifikan. Beberapa SAK secara khusus mensyaratkan pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu. termasuk kebijakan yang diterapkan atas aset dan laibilitas pajak tangguhan. Setiap entitas mempertimbangkan sifat kegiatan operasi dan kebijakan yang diharapkan pengguna laporan keuangan untuk diungkapkan oleh entitas yang berjenis seperti itu. Entitas juga dapat mengungkapkan setiap kebijakan akuntansi yang tidak secara khusus disyaratkan oleh SAK tetapi entitas memilih dan menerapkannya sesuai dengan PSAK 25. pengguna akan mengharapkan suatu entitas yang menjadi objek pajak penghasilan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi tentang pajak penghasilan.pmd 40 6/19/2009. Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK. Entitas mengungkapkan. 10:48 AM . PSAK 16 (Revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan dasar pengukuran yang digunakan untuk mengelompokkan aset tetap.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 119. Misalnya. dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan atau catatan atas laporan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). peristiwa dan kondisi lainnya tercermin laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan yang dilaporkan. 120. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.40 pengungkapan tersebut akan membantu pengguna untuk memahami bagaimana transaksi. Suatu kebijakan akuntansi mungkin menjadi signifikan karena sifat kegiatan operasi entitas meskipun jumlah pada periode berjalan dan periode sebelumnya tidak material. termasuk pilihan yang dibuat oleh manajemen di antara kebijakan akuntansi berbeda yang diperkenankan. Misalnya pengungkapan apakah venturer mengakui bagian partisipasinya dalam entitas yang dikendalikan secara bersama dengan menggunakan konsolidasi proporsional atau metode ekuitas (lihat PSAK 12). maka pengguna akan mengharapkan pengungkapan kebijakan akuntansi untuk pengakuan keuntungan dan kerugian mata uang asing. Sebagai contoh.

manajemen membuat pertimbangan dalam menentukan : (a) apakah aset keuangan merupakan investasi yang dikategorikan sebagai "dimiliki hingga jatuh tempo". manajemen membuat berbagai pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam estimasi) yang secara signifikan dapat memengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 keuangan lainnya. 10:48 AM . pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam estimasi (lihat paragraf 123)) yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 121. Misalnya. Misalnya.41 PSAK 1 (2009).pmd 41 6/19/2009. 122. PSAK 13 (Revisi 2007): Properti Investasi mensyaratkan pengungkapan kriteria yang dikembangkan oleh entitas untuk membedakan properti investasi dari properti yang digunakan sendiri dan properti yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal. Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi. dan (d) apakah substansi hubungan antara entitas dan entitas bertujuan khusus menunjukkan bahwa entitas tersebut mengendalikan entitas bertujuan khusus. dalam hal investee bukan merupakan suatu entitas anak meskipun lebih dari setengah hak suara atau hak suara potensial dimiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lain.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Beberapa pengungkapan yang dibuat sesuai dengan paragraf 120 disyaratkan oleh SAK lain. jika pengklasifikasian properti sulit dilakukan. (b) kapan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan aset keuangan dan aset sewa akan dialihkan kepada entitas lain. PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasi mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan alasan mengapa hak kepemilikan entitas tidak menimbulkan pengendalian. (c) apakah secara substansi penjualan produk tertentu merupakan perjanjian pembiayaan dan dengan demikan tidak meningkatkan pendapatan.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. penyisihan yang tergantung pada hasil masa depan dari proses litigasi yang masih berjalan. 10:48 AM . dan potensi dilakukannya penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas semakin meningkat. dampak keusangan teknologi atas persediaan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.42 Sumber Estimasi Ketidakpastian 123. dan perubahan harga di masa depan yang memengaruhi biaya-biaya lainnya. Penetapan jumlah tercatat dari beberapa aset dan laibilitas mensyaratkan estimasi pengaruh ketidakpastian atas peristiwa masa depan terhadap aset dan laibilitas tersebut pada akhir periode pelaporan. dalam hal tidak tersedianya harga pasar kini yang diobservasi. yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Estimasi tersebut memasukkan asumsi tentang penyesuaian risikoatas arus kas dan tingkat diskonto. 124. dan laibilitas imbalan kerja jangka panjang seperti laibilitas pensiun. dan (b) jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.pmd 42 6/19/2009. dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. 125. Misalnya. Berkaitan dengan aset dan laibilitas tersebut. subyektif atau kompleks. Asumsi dan sumber estimasi ketidakpastian lainnya yang diungkapkan sesuai dengan paragaraf 123 terkait dengan estimasi yang membutuhkan pertimbangan manajemen yang paling sulit. catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas: (a) sifat. maka estimasi berorientasi masa depan diperlukan untuk mengukur jumlah yang dapat dipulihkan kembali atas kelompok aset tetap. Dengan semakin bertambahnya variabel dan asumsi yang memengaruhi kemungkinan penyelesaian masa depan atas ketidakpastian. maka pertimbangan tersebut menjadi semakin subyektif dan kompleks. perubahan gaji di masa depan.

43 PSAK 1 (2009). termasuk alasan atas sensitivitas tersebut. Pernyataan ini tidak mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan informasi anggaran atau prakiraan dalam membuat pengungkapan pada paragraf 123.pmd 43 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. dan (d) penjelasan tentang perubahan yang dilakukan terhadap asumsi sebelumnya yang terkait dengan aset dan laibilitas tersebut. aset dan laibilitas tersebut diukur dengan menggunakan nilai wajar berdasarkan pada harga pasar kini yang diobservasi. jika ketidakpastian tetap belum dapat diselesaikan. 128. Pengungkapan sebagaimana dimaksud pada paragraf 123 tidak dipersyaratkan bagi aset dan laibilitas dengan risiko signifikan dengan jumlah tercatat aset dan laibilitas tersebut dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya jika. 129. 10:48 AM . (b) sensitivitas jumlah tercatat terhadap metode. Seringkali tidak praktis untuk mengungkapkan dampak yang mungkin timbul dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. Sifat dan luasnya informasi yang diberikan bervariasi sesuai dengan sifat asumsi dan kondisi lainnya. pada akhir periode pelaporan. Entitas menyajikan pengungkapan pada paragraf 123 dalam suatu cara yang dapat membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami pertimbangan yang dibuat manajemen tentang masa depan dan tentang sumber estimasi ketidakpastian lainnya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 126. (c) penyelesaian yang diharapkan atas ketidakpastian dan kisaran hasil yang mungkin selama periode pelaporan berikutnya atas jumlah tercatat aset dan laibilitas yang terpengaruh. Contoh pengungkapan yang dibuat adalah: (a) sifat asumsi atau estimasi ketidakpastian lainnya. asumsi dan estimasi yang mendasari penghitungan jumlah tercatat tersebut. 127. Nilai wajar tersebut dapat berubah secara material selama periode pelaporan berikutnya namun perubahan ini tidak berasal dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. Dalam Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.

133. kebijakan dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10:48 AM . Untuk mematuhi paragraf 132.44 kondisi tersebut. Misalnya. Pengungkapan dalam paragraf 120 mengenai pertimbangan tertentu yang dibuat manajemen dalam rangka menerapkan kebijakan akuntansi tidak terkait dengan pengungkapan sumber estimasi ketidakpastian pada paragraf 123.pmd 44 6/19/2009. kebijakan dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. PSAK 57 mensyaratkan pengungkapan (dalam kondisi tertentu) mengenai asumsi utama yang berhubungan dengan peristiwa masa datang yang memengaruhi beberapa jenis laibilitas diestimasi. Modal 132. 130. berdasarkan pengetahuan yang dimiliki saat itu. SAK lainnya mensyaratkan pengungkapan dari beberapa asumsi yang mungkin sebaliknya dipersyaratkan sesuai dengan paragraf 123. PSAK 16 (Revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan asumsi signifkan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari aset tetap yang direvaluasi. Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dalam semua hal. entitas mengungkapkan sifat dan jumlah tercatat dari aset atau laibilitas tertentu (atau kelompok aset atau laibilitas) yang terpengaruh oleh asumsi tersebut. PSAK 31 mensyaratkan pengungkapan asumsi signifikan yang digunakan entitas dalam mengestimasi nilai wajar dari aset dan laibilitas keuangan yang dicatat pada nilai wajar. entitas mengungkapkan bahwa merupakan hal yang mungkin terjadi bahwa hasil selama tahun buku berikutnya yang berbeda dari asumsi akan membutuhkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat dari aset atau laibilitas yang terpengaruh. termasuk: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). entitas mengungkapkan hal-hal berikut: (a) informasi kualitatif tentang tujuan. 131.

(ii) ketika entitas diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan eksternal. Misalnya.pmd 45 6/19/2009. 134. 10:48 AM . Beberapa entitas menganggap laibilitas keuangan (misalnya beberapa bentuk utang subordinasi) sebagai bagian dari modal. Ketika pengungkapan keseluruhan atas persyaratan modal dan bagaimana modal dikelola tidak memberikan informasi yang berguna atau dapat mengacaukan pemahaman pengguna laporan keuangan atas sumber permodalan entitas. (e) ketika entitas tidak mematuhi persyaratan permodalan eksternal tersebut. konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. sifat persyaratan dan bagaimana persyaratan tersebut diimplementasikan ke dalam pengelolaan permodalan. (c) setiap perubahan (a) dan (b) dari periode sebelumnya (d) apakah selama periode entitas mematuhi setiap persyaratan permodalan eksternal . Entitas lain menganggap modal tidak termasuk beberapa komponen ekuitas (misalnya komponen yang timbul dari lindung nilai arus kas). Entitas mendasarkan pengungkapan tersebut dari informasi yang diberikan secara internal kepada personal manajemen kunci. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (i) deskripsi tentang apa yang dikelola sebagai modal. dan (iii) bagaimana entitas memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya. maka entitas mengungkapkan informasi terpisah untuk masing-masing persyaratan modal yang berlaku bagi entitas.45 PSAK 1 (2009). (b) ringkasan data kuantitatif tentang apa yang diaturnya sebagai modal. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. entitas konglomerasi mungkin mencakup entitas yang melakukan kegiatan asuransi dan perbankan dan aktivitas tersebut mungkin melakukan kegiatan operasi di beberapa yurisdiksi. Entitas dapat mengelola modal dalam beberapa cara dan dapat tergantung pada persyaratan permodalan yang berbeda.

negara tempat pendirian. 10:48 AM . Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini. dan (d) informasi tentang bagaimana penentuan prakiraan arus kas keluar pada saat pembelian kembali atau penarikan instrumen. (b) tujuan. (c) prakiraan arus kas keluar pada saat pembelian kembali atau penarikan instrumen tersebut. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan (b) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.46 Instrumen Keuangan Puttable yang Diklasifikasikan sebagai Ekuitas 134A. alamat kantor pusat entitas (atau lokasi utama kegiatan usaha. jika berbeda dari lokasi kantor). Entitas mengungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan: (a) jumlah dividen yang diusulkan atau diumumkan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan tetapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode serta jumlah dividen per lembar sahamnya. kebijakan dan proses pengelolaan kewajiban untuk membeli kembali atau menarik instrumen tersebut jika dipersyaratkan oleh pemegang instrumen. termasuk setiap perubahan dari periode sebelumnya. Pengungkapan Lain 135. 136. Instrumen keuangan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik secara kas atau dengan aset keuangan lainnya (puttable financial instrument) yang diklasifikasi sebagai instrumen ekuitas diungkapkan (jika tidak diungkapkan dimanapun): (a) ikhtisar data kuantitatif mengenai jumlah yang diklasifikasikan sebagai ekuitas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 46 6/19/2009. jika tidak diungkapkan di bagian manapun dalam informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan: (a) domisili dan bentuk hukum.

Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (b) keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama. (c) nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha. maka fakta tersebut harus diungkapkan. TANGGAL EFEKTIF 137. Pernyataan ini menggantikan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan.47 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang lebih dini. PENARIKAN 138. Penerapan lebih dini dianjurkan.pmd 47 6/19/2009. 10:48 AM .

laporan laba rugi komprehensif. Entitas dapat mengubah urutan penyajian.pmd 48 6/19/2009. tapi bukan bagian dari PSAK 1. Lampiran ini memberikan contoh sederhana tentang bagaimana ketentuan PSAK 1 terkait laporan posisi keuangan. PSAK 1 juga mengungkapkan lebih lanjut pos-pos yang disajikan baik dalam komponen laporan keuangan yang relevan atau catatan atas laporan keuangan. dan laporan perubahan ekuitas. Paragraf 10 dan 11 memberikan contoh pengungkapan permodalan. dan laporan perubahan ekuitas dapat terpenuhi. Paragraf 0709 memberikan contoh penentuan penyesuaian reklasfikasi atas aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai dengan PSAK 55 (Revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. PSAK 1 mengatur komponen laporan keuangan dan persyaratan minimum pengungkapan di dalam laporan posisi keuangan. Ilustrasi struktur laporan keuangan 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Ilustrasi laporan posisi keuangan menunjukkan salah satu cara bagaimana entitas dapat menyajikan laporan posisi keuangan dengan membedakan pos aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang. Format lain dapat digunakan sepanjang dapat menunjukkan perbedaan tersebut secara jelas. 10:48 AM . judul laporan dan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pos-pos jika diperlukan untuk memenuhi kondisi tertentu. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Paragraf 03-06 memberikan contoh penyajian laporan keuangan. termasuk laba rugi. Lampiran ini terbagi dalam 3 bagian. 02.48 LAMPIRAN Lampiran ini melengkapi. Ilustrasi-ilustrasi Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 04 Ilustrasi-ilustrasi menggunakan istilah "pendapatan komprehensif" untuk menunjukkan seluruh komponen pendapatan komprehensif. laporan laba-rugi komprehensif. 03.

untuk mengilustrasikan alternatif penyajian pendapatan dan beban dalam satu laporan atau dua laporan. ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. yang di dalamnya termasuk laporan arus kas.pmd 49 6/19/2009.49 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. atau menyajikan satu set laporan keuangan lengkap. Laporan laba rugi komprehensif tunggal mengilustrasikan pengklasifikasian pendapatan dan beban dalam bagian laba atau rugi berdasarkan fungsi. Laporan laba rugi terpisah (di dalam contoh ini adalah "laporan laba rugi") mengilustrasikan pengklasifikasian pendapatan dan beban dalam bagian laba atau rugi berdasarkan sifat. PSAK 1 tidak mensyaratkan entitas untuk menggunakan istilah tersebut dalam laporan keuangannya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 06. 10:48 AM . 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menggunakan istilah "pendapatan komprehensif lain" untuk menunjukkan pendapatan dan beban yang temasuk dalam pendapatan komprehensif tetapi tidak termasuk dalam laba rugi. Dua laporan laba rugi komprehensif diberikan. Contoh-contoh tidak dimaksudkan untuk mengilustrsikan seluruh aspek dari SAK. 05.

pmd 50 6/19/2009.500 12.524.000 227.650 564.600 135.770 360.460 1.020 227.466.540 578.150 350.200 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 10:48 AM . 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.50 Bagian I: Ilustrasi Penyajian Laporan Keuangan Kelompok Usaha XYZ – Laporan posisi keuangan per 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X7 31 Des 20X6 ASET Aset lancar Kas dan setara kas Piutang usaha Persediaan Aset lancar lainnya Total aset lancar Aset tidak lancar Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi dalam entitas asosiasi Aset tetap Aset tak berwujud lainnya Goodwill Total aset tidak lancar Total Aset 312.470 91.620 1.400 91.900 110.230 25.880 322.500 100.800 132.800 901.200 945.740 142.500 156.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.470 80.000 110.

750 160.200 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.000 Bagian pinjaman jangka panjang 10.040 52.000 Total laibillitas jangka pendek 315. 10:48 AM .100 Laibilitas jangka panjang Pinjaman jangka panjang Pajak tangguhan Laibilitas diestimasi jangka panjang Total laibilitas jangka panjang Total Laibilitas EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham Saldo laba Komponen ekuitas lainnya Kepentingan nonpengendaliTotal Ekuitas Total Laibilitas dan Ekuitas 187.000 161.050 973.600 831.800 454.280 692.500 1.900 48.000 4.000 26.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.700 21.000 42.000 Laibilitas diestimasi jangka pendek 5.500 10.524.000 20.pmd 51 6/19/2009.420 120.240 238.51 PSAK 1 (2009).850 177.200 903.800 28.466.000 28.650 492.700 70.620 200.200 782.700 650.500 600.100 Pinjaman jangka pendek 150.750 1.000 243. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 LAIBILITAS Laibilitas jangka pendek Utang usaha dan terutang lainnya 115.000 Utang pajak jangka pendek 35.

333 (700) (9.000 Beban pokok penjualan (245.417) Labatahunberjalandarioperasiyangdilanjutkan 121.100 Laba sebelum pajak 161.000) (1.000 (32.300 (8.250 20X6 355.500 10.000 Pendapatan lainnya 20.000 11.667 Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak (14.52 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam satu laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi berdasarkan fungsi) (dalam ribuan rupiah) 20X7 Pendapatan 390.000) 125. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.334 Aset keuangan tersedia untuk dijual (b) (24.334) 28.100 128.000) Bagian laba entitas asosiasi (a) 35.500) 65.000) Beban lain-lain (2.000 (230.500 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).000) 3.000 93. 10:48 AM .367 1.667 Biaya distribusi (9.667 Beban pajak penghasilan (40.100) Biaya pendanaan (8.500) 30.200) (7.pmd 52 6/19/2009.000) TOTALPENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 107.250 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang dihentikan LABATAHUN BERJALAN 121.000) Lindung nilai arus kas (b) (667) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 Keuntungan (kerugian) aktuarial dari program pensiun manfaat pasti (667) Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi (c) 400 Pajak penghasilan terkait (d) 4.000 (30.667 26.000) 96.000) Laba bruto 145.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.700) (21.667 (4.250 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (b) 5.000) Beban administrasi (20.

53 PSAK 1 (2009).000 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.800 18.pmd 53 6/19/2009.000) 20X6 8.000) 2.46 20X6 52.000 Kepentingan non pengendali 24.700 1. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Lanjutan.000 (3.400 13.250 121.250 Laba per saham (dalam satuan rupiah): Dasar dan dilusian 0.250 Jumlah laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 85.500 0.30 Sebagai alternatif. 10:48 AM . komponen pendapatan komprehensif lain dapat disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif setelah pajak: Pendapatan komprehensif lain setelah pajak: 20X7 Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Keuntungan revaluasi aset tetap Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak 4.100 65.500 74..800 Kepentingan non pengendali 21.0000 (18.450 107.700 93.000 (700) 28.000 20.. 20X7 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97.000) (500) 600 (500) 400 (14.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

100 Bagian laba entitas asosiasi Laba sebelum pajak 161.500) (18.500 52.000 (30.pmd 54 6/19/2009.100) Pekerjaan dilaksanakan oleh entitas dan dikapitalisasi 16.000) (5.000) (17.000) (e) 35.000 (32.46 20X6 355.54 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi berdasarkan sifat) (dalam ribuan rupiah) 20X7 Pendapatan 390.000) Biaya pendanaan (15.000) Beban lainnya (6.417) Laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan 121.667 Perubahan dalam persediaan barang jadi dan barang dalam proses (115.100 128.250 121.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.000 Bahan baku yang digunakan (96.000) 96.000) Beban imbalan kerja (45.000) (43.250 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97.000 Kepentingan non pengendali 24.000) 30.900) 15.30 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).500) 65.250 Laba per saham (dalam rupiah) Dasar dan dilusian 0.000 11.500 0. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.300 (107.000) Beban penyusutan dan amortisasi (19.100 65.000 Pendapatan lainnya 20.667 Beban pajak penghasilan (40.000) Penurunan nilai aset tetap (4.000 (92.250 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang dihentikan LABA TAHUN BERJALAN 121.400 13. 10:48 AM .

367 (667) 400 4.334 10. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.55 PSAK 1 (2009).000) 933 3.000) 28. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua laporan) (dalam ribuan rupiah) 20X7 121.500 Alternatif lainnya.500 Laba tahun berjalan Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Keuntungan revaluasi aset tetap Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi(f) Pajak penghasilan terkait(g) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak TOTAL LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Total laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan nonpengendali 5.000) 26.667 (667) (4.800 18.667 1.667 (24.800 21.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.250 20X6 65.250 93. bersih setelah pajak. 10:48 AM .450 107.333 (700) (9.000 107. Lihat laporan laba rugi komprehensif yang mengilustrasikan penyajian pendapatan dan beban dalam satu laporan.500 85.700 93.250 74.pmd 55 6/19/2009.334) (14. komponen laporan pendapatan komprehensif lain dapat disajikan.

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.333 Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi 400 (700) Pendapatan komprehensif lain (18.000) 28.334 Pajak penghasilan terkait(j) 4.000) 26.667 Aset keuangan tersedia untuk dijual: Keuntungan tahun berjalan 1.667) 37. 10:48 AM .333) (24.000 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).334 10. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.pmd 56 6/19/2009.333 30.667 Dikurangi: penyesuaian reklasifikasi atas keuntungan termasuk dalam laba rugi (25.667 Lindung nilai arus kas: Keuntungan (kerugian) tahun berjalan (4.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 3.56 Kelompok Usaha XYZ Pengungkapan komponen pendapatan komprehensif lain(h) Catatan atas laporan keuangan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 2007 2006 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (i) 5.334) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan (14.333 Dikurangi: penyesuaian atas jumlah yang di transfer kepada nilai tercatat awal item lindung nilai 667 (667) (4.667 (9.000) (4.000) Dikurangi: penyesuaian reklasifikasi atas keuntungan yang termasuk dalam laba rugi 3.367 Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti (667) 1.667) (4.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).000 (18. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.000 10.000) 6. 10:48 AM 01.334 (1.000 Kelompok Usaha XYZ Pengungkapan pengaruh pajak terkait setiap komponen pendapatan komprehensif lain Catatan atas laporan keuangan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 2007 Jumlah Manfaat Jumlah Jumlah sebelum (beban) neto setelah sebelum pajak pajak pajak pajak Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing 5.667) 1.667 Lindung nilai arus kas: (667) 167 (500) (4.367 Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti (667) 167 (500) 1.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 (333) 600 3.57 .333 Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi 400 400 (700) Pendapatan komprehensif lain (18.334 ED PSAK No.334) 4.334) Jumlah neto setelah pajak 8.677 Aset keuangan tersedia untuk dijual: (24.000) 26.677) (6.000 20.000 (667) (333) (9.000 (700) 28.000) 37.667 (14.000) 2.000 (3.667) 4.pmd Penyajian Laporan Keuangan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 57 2006 Manfaat (beban) pajak (2.700 1.

100 29.900 48.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).600 6.000) 93.000 118.700 782.000 1.000 17.700 29.500 Perubahan ekuitas pada tahun 20X6 Dividen Total laba rugi komprehensif tahun berjalan (k) Saldo per 31 Desember 20X6 ED PSAK No.400) (400) 16.600 2.500 Saldo per 1 Januari 20X6 Perubahan kebijakan akuntansi Saldo yang disajikan kembali 718.600 (2.700 (10.800 18.500 831.000 (4.000) 1.000 161.500 500 748.600 747. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.200 600.900 (10.100 400 600.400 2.400 53.800 400 100 2.000) 74.000 118. 10:48 AM .600 1.600 (10.58 Modal saham Saldo laba Penjabaran mata uang dari kegiatan usaha luar negeri Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Surplus revaluasi Total 1.pmd 01.000) Kepentingan Total ekuitas non pengendali Penyajian Laporan Keuangan Kelompok Usaha XYZ– Laporan perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 58 600.000) (4.000 717.

000) - 50.250 973.000 (15. 10:48 AM 01.000 (15.pmd Lanjutan.050 107.600 200 3.700 70.200 5.000) 50.. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.400) (400) 800 (200) 2. Modal saham Saldo laba Penjabaran mata uang dari kegiatan usaha luar negeri Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Surplus revaluasi Total Kepentingan Total ekuitas non pengendali Penyajian Laporan Keuangan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 59 50.600 650.800 21..000 243.59 .750 ED PSAK No.000) Perubahan ekuitas pada tahun 20X7 Penerbitan modal saham Dividen Total laba rugi komprehensif tahun berjalan (l) Transfer ke saldo laba Saldo per 31 Desember 20X7 96.450 903.000 (15.200 (800) 3.500 85.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).200 (14.

Lampiran ini memberikan ilustrasi perhitungan penyesuaian reklasifikasi untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual yang diakui sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006). nilai wajarnya meningkat menjadi Rp. Pernyataan ini mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain. 10:48 AM .500) 3.100 Total keuntungan 5.000 (1. 08. Kelompok Usaha XYZ membeli 1. 09.000 saham (instrumen ekuitas) dengan harga Rp. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.400 Tahun berakhir 31 Desember 20X7 3. Nilai wajar instrumen tersebut pada 31 Desember 20X6 adalah Rp.12.000 (900) 2.pmd 60 6/19/2009.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Tarif pajak yang dikenakan adalah 30%.500 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).60 Bagian II: Contoh ilustrasi penentuan penyesuaian reklasifikasi 07. 10 per saham.000 (600) 1. Perhitungan keuntungan (dalam rupiah) Sebelum Pajak Neto pajak penghasilan setelah pajak Keuntungan yang diakui pada pendapatan komprehensif lain: Tahun berakhir 31 Desember 20X6 2. Pada 31 Desember 20X5. Seluruh instrumen tersebut dijual pada 31 Desember 20X7. pada 31 Desember 20X7. tidak ada pembagian dividen yang diumumkan selama instrumen tersebut dipegang oleh Kelompok Usaha XYZ. dan mengklasifikasikannya sebagai tersedia untuk dijual.15.

400 1. komponen pendapatan komprehensif lain dapat disajikan bruto sebelum pajak dengan menambahkan pos terpisah untuk dampak perpajakan: Jumlah yang dilaporkan dalam laba rugi dan pendapatan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X6 dan 31 Desember 20X7 20X7 20X6 Laba atau rugi: Keuntungan penjualan instrumen 5. neto setelah pajak 2.61 PSAK 1 (2009). neto setelah pajak (3.100 Penyesuaian reklasifikasi.pmd 61 6/19/2009.400 - 1.400) 2.500) Keuntungan neto yang diakui dalam laba rugi 3.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.500 Pendapatan komprehensif lain: Keuntungan selama tahun berjalan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Alternatif lainnya.400 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.100 1. 10:48 AM .000 Beban pajak penghasilan (1.500) Keuntungan (kerugian) neto yang diakui pada pendapatan komprehensif lain (1.

Kelompok Usaha A mencakup entitas anak pembiayaan yang menyediakan pembiayaan untuk pelanggan. entitas memonitor permodalan dengan menggunakan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan (debt-to-adjusted capital ratio).62 Bagian III: Contoh ilustrasi pengungkapan permodalan (paragraf 132-134) Entitas yang bukan merupakan institusi keuangan 10. seberapa rinci pengungkapan yang dilakukan dapat memenuhi persyaratan dalam paragraf 132 dan 133. Kelompok Usaha A bukan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal. 10:48 AM . dan Untuk memberikan imbal hasil yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan dengan tingkat risiko. Entitas lain mungkin menggunakan metode yang berbeda untuk memonitor permodalan. sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 132 dan133 untuk entitas bukan institusi keuangan dan bukan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal. Dalam contoh ini. Fakta Kelompok Usaha A memproduksi dan menjual mobil. Contoh pengungkapan Tujuan dari Kelompok Usaha dalam mengelola permodalan adalah: Untuk melindungi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan usaha. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Entitas menentukan sesuai dengan kondisinya.pmd 62 6/19/2009. Contoh ini juga relatif sederhana. terutama dalam bentuk sewa.

kepentingan non-pengendalai. Kelompok Usaha memonitor modal dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. dalam rangka menjamin akses ke pembiayaan dengan biaya yang wajar untuk mempertahankan peringkat kredit BB.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 63 6/19/2009. Kelompok Usaha mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham. Utang neto dihitung: total utang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. strategi Kelompok Usaha tidak berubah sejak 20X3. agio saham. Rasio utang terhadap modal yang disesuaikan pada 31 Desember 20X4 dan 31 Desember 20X3 adalah sebagai berikut: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. yaitu mempertahankan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan pada batas bawah dari kisaran 6:1 sampai dengan 7:1. atau menjual aset untuk mengurangi utang.63 PSAK 1 (2009). Konsisten dengan entitas lain dalam industri. saldo laba dan cadangan revaluasi) selain jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait dengan lindung nilai arus kas. dan termasuk beberapa bentuk utang subordiansi. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (misalnya modal saham. Selama 20X4. Rasio ini dihitung sebagai berikut: utang neto dibagi modal yang disesuaikan. Kelompok Usaha mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasari. Untuk menjaga atau menyesuaikan struktur modal. 10:48 AM . penerbitan saham baru. pengembalian modal kepada pemegang saham. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kelompok Usaha menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).100 Dikurang: kas dan setara kas (90) (150) Utang neto 910 950 Total ekuitas 110 105 Ditambah: instrumen utang subordinasi 38 38 Dikurang: jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait lindung nilai arus kas (10) (5) Modal disesuaikan 138 138 Rasio utang terhadap modal 6. pembayaran dividen naik menjadi Rp.6 6.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Sebagai akibat dari pengurangan utang neto.pmd 64 6/19/2009.64 31 Des 20X4 31 Des 20X3 Jutaan Rupiah Jutaan Rupiah Total utang 1. 2. 2. meningkatkan profitabilitas dan menurunkan tingkat piutang yang dikelola.9 Penurunan rasio utang terhadap modal disesuaikan selama 20X4 diakibatkan terutama dari pengurangan utang neto yang terjadi dari penjualan entitas anak Z.000 1. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10:48 AM .8 juta untuk 20X4 (dari Rp.5 juta untuk 20X3).

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

Entitas yang belum memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal 11. Contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 133 (e) ketika entitas belum memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan secara eksternal selama periode berjalan. Pengungkapan lain akan diberikan untuk memenuhi persyaratan lainnya dalam paragraf 132 dan 133. Fakta Entitas A memberikan jasa keuangan kepada pelanggannya dan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B. Selama tahun yang berakhir 31 Desember 20X7, Entitas A tidak memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B. Dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7, Entitas A mengungkapkan hal-hal terkait dengan ketidakpatuhannya. Contoh pengungkapan Entitas A menyampaikan laporan kuartalan tentang pemenuhan permodalan yang dipersyaratkan per 30 September 20X7 pada tanggal 20 Oktober 20X7. Pada tanggal tersebut, permodalan yang dipersyaratkan bagi Entitas A berada di bawah persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B sebesar Rp. 1 juta. Sebagai akibatnya, Entitas A diwajibkan untuk menyampaikan suatu rencana kepada regulator yang mengindikasikan bagaimana Entitas A akan meningkatkan permodalan yang dipersyaratkan. Entitas A menyampaikan rencana yang menjelaskan penjualan sebagian dari portofolio ekuitas yang tidak dikuotasi dengan nilai tercatat sebesar Rp. 11,5 juta dalam kuartal ke empat tahun 20X7. Dalam kuartal ke empat, Entitas A menjual portofolio investasi berbunga tetap sebesar Rp. 12,6 juta dan memenuhi persyaratan permodalan yang ditentukan.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.65

PSAK 1 (2009).pmd

65

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.66

(a) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (b) Hal ini mengilustrasikan penyajian agregat, dengan pengungkapan atas keuntungan atau kerugian dan penyesuaian reklasifikasi tahun berjalan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Sebagai alternatif, penyajian secara bruto juga dapat digunakan. (c) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (d) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (e) Hal ini berarti bagian dari laba entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (f) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (g) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (h) Jika entitas memilih penyajian agregat dalam laporan laba rugi komprehensif, maka jumlah penyesuaian reklasifikasi dan keuntungan atau kerugian tahun berjalan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. (i) Tidak terdapat pelepasan kegiatan usaha luar negeri. Oleh karena itu, tidak ada penyesuaian reklasifikasi untuk tahun sajian. (j) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (k) Jumlah yang termasuk dalam saldo laba pada tahun 20X6 sebesar Rp.53.200 menunjukkan laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp.52.400 ditambah keuntungan aktuarial dari program pensiun manfaat pasti sebesar Rp.800 (Rp.1.333 dikurangi pajak Rp.333 dan kepentingan nonpengendali Rp.200). Jumlah yang termasuk dalam penjabaran, tersedia untuk dijual dan cadangan lindung nilai arus kas menunjukkan pendapatan komprehensif lain untuk setiap komponen, neto setelah pajak dan kepentingan non pengendali, yaitu pendapatan komprehensif lain terkait aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tahun 20X6 sebesar Rp.16.000 (Rp.26.667, dikurangi pajak Rp.6.667 dan kepentingan nonpengendali Rp.4.000). Jumlah yang termasuk dalam surplus revaluasi sebesar Rp.1.600 menunjukkan bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi sebesar (Rp.700) ditambah keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp.2.300 (Rp.3.367 dikurangi pajak sebesar Rp.667 dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp.400). Pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi hanya terkait dengan keuntungan atau kerugian revaluasi aset tetap.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PSAK 1 (2009).pmd

66

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

(l) Jumlah yang termasuk dalam saldo laba pada tahun 20X7 sebesar Rp.96.600 menunjukkan laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp.97.000 dikurang kerugian aktuarial dari program pensiun manfaat pasti sebesar Rp.400 (Rp.667 dikurangi pajak Rp.167 dan kepentingan nonpengendali Rp.100). Jumlah yang termasuk dalam penjabaran, tersedia untuk dijual dan cadangan lindung nilai arus kas menunjukkan pendapatan komprehensif lain untuk setiap komponen, neto setelah pajak dan kepentingan non pengendali, yaitu pendapatan komprehensif lain terkait aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tahun 20X7 sebesar Rp.3.200 (Rp.5.337, dikurangi pajak Rp.1.334 dan kepentingan nonpengendali Rp.800). Jumlah yang termasuk dalam surplus revaluasi sebesar Rp.800 menunjukkan bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi sebesar Rp.400 ditambah keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp.400 (Rp.933 dikurangi pajak sebesar Rp.333 dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp.200). Pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi hanya terkait dengan keuntungan atau kerugian revaluasi aset tetap.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.67

PSAK 1 (2009).pmd

67

6/19/2009, 10:48 AM

pmd 68 6/19/2009. 1 (Revisi 2009) 21 April 2009 EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 September 2009 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IKATANAKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 10:48 AM .EXPOSURE DRAFT PSAK No.

iaiglobal. 1 Menteng.id Email: iai-info@akuntan-iai. Jakarta Pusat 10310 Telp.id ii Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). dsak@iaiglobal.or.id. (021) 319 04232 Fax.pmd 69 6/19/2009. (021) 724 5078 Homepage: www. 10:48 AM . Ikatan Akuntan Indonesia Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl.or. Sindanglaya No.or. 1 (Revisi 2009) ED No.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 1 (Revisi 2009) PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KEUANGAN Hak cipta © 2009.

pmd 70 6/19/2009.or. Menteng. Fax: 62-21 315-2139 & 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal. Tel.id Hak Cipta © 2009 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan.id & dsak@iaiglobal.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM . 62-21 3190-4232. Jakarta 10310 Fax: 62-21 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan. Menteng. Saran saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 September 2009. Sindanglaya No. 1 (Revisi 2009) Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Jl Sindanglaya No. Ikatan Akuntan Indonesia.id Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA iii PSAK 1 (2009).or.1.or. Jakarta 10310.1.

Dewan Pengurus Nasional IAI. 21 April 2009 Dewan Standar Akuntansi Keuangan M. Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan merupakan adopsi dari IAS 1: Presentation of Financial Statements.pmd 71 6/19/2009. 1 (Revisi 2009) Pengantar Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui Exposure Draft PSAK 1 (revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan dalam rapatnya pada tanggal 21 April 2009 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh kalangan anggota IAI. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. homepage IAI: www. perguruan tinggi dan individu/ organisasi/lembaga lain yang berminat. Exposure Draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku. Kurniawan Siddharta Utama Agus Edy Siregar Etty Retno Wulandari Roy Iman Wirahardja Riza Noor Karim Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Budi Susanto Ferdinand D.iaiglobal.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.or. Purba Irsan Gunawan Jumadi L. sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia. Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan merevisi PSAK 1 (1998): Penyajian Laporan Keuangan. Sensi Wondabio Rosita Uli Sinaga Saptoto Agustomo Setiyono Miharjo iv Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 10:48 AM .id Jakarta. Dewan Konsultatif SAK. Jusuf Wibisana Jan Hoesada Dudi M.

material. Kewajiban c. yaitu definisi istilah yang laporan keuangan untuk digunakan. Aset b. tidak praktis. Ekuitas d. standar akuntansi keuangan. Arus kas Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan Tanggung jawab Tidak mengatur mengenai atas laporan pihak yang bertanggung keuangan jawab atas laporan keuangan. catatan atas laporan keuangan. Ekuitas d. Pendapatan dan beban e. Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik f. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: a. Arus kas Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: a. pemilik. Manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan. Aset b. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. penghasilan komprehensif lain. tujuan umum. laba atau rugi. 1 (Revisi 2009) Ikhtisar Ringkas Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Perihal Referensi ED PSAK 1 (Revisi 2009) ED PSAK 1 (Revisi 2009) mengadopsi IAS 1 Presentation of Financial Statements (2009) Laibilitas PSAK 1 (Revisi 1998) PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Disclosure of Accounting Policies (1997) Kewajiban Terjemahan untuk liability Definisi istilah Terdapat definisi istilah Tidak terdapat yang digunakan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA v PSAK 1 (2009). Pendapatan dan beban e. Kewajiban c.pmd 72 6/19/2009.

Tidak diatur kapan entitas Entitas sebaiknya sebaiknya mengeluarkan mengeluarkan laporan laporan keuangan. Komponen laporan keuangan yang lengkap: a. jika PSAK 25 sudah mengadopsi IAS 8 terkini. Laporan arus kas e. Neraca b. Hal tersebut akan diatur dalam PSAK 25. atau reklasifikasi pos-pos laporan keuangan Entitas membuat pernyataan kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan Kepatuhan terhadap SAK Tidak diatur bahwa laporan keuangan yang memuat pernyataan kepatuhan entitas atas SAK Penyimpangan dari suatu PSAK Penyimpangan dari suatu Tidak diatur adanya PSAK diijinkan jika penyimpangan dari kepatuhan atas PSAK suatu PSAK tersebut bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam KDPPLK. 1 (Revisi 2009) Komponen laporan keuangan yang lengkap Komponen keuangan yang lengkap: a. Terdapat pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Laporan arus kas e. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Catatan atas laporan keuangan f. Laporan posisi keuangan (neraca) b. . Laporan posisi keuangan awal periode komparatif sajian akibat penerapan retrospektif. Laporan laba rugi c. Laporan perubahan ekuitas d. Laporan laba rugi komprehensif c. penyajian kembali. vi Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 73 6/19/2009. keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam PSAK Tepat waktu Tidak diatur bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Laporan perubahan ekuitas d.

kewajiban pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan f. aset biolojik c. meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA vii PSAK 1 (2009). kewajiban dan aset pajak kini e. Klasifikasikan Laibilitas keuangan yang laibilitas yang dibiayai kembali yang dibiayai kembali akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek. Klasifikasi laibilitas yang terjadi pelanggaran perjanjian utang. total aset yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’ (held for sale) dan aset yang masuk dalam kelompok lepasan (disposal groups) yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’ d. Laibilitas tersebut diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka panjang. jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali. Pos-pos minimal yang disajikan dalam laporan keuangan tidak mencakup pospos tersebut.pmd 74 6/19/2009. kewajiban yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’. maka laibilitas tersebut disajikan sebagai laibilitas jangka pendek. Pelanggaran perjanjian Tidak diatur mengenai utang yang mengakibatkan hal tersebut. properti investasi b. 10:48 AM . kreditur meminta percepatan pembayaran.Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan posisi keuangan Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan posisi keuangan: a.

Pengungkapan Pengungkapan yang diatur Tidak mengatur secara eksplisit mengenai pengungkapan secara pertimbangan yang telah eksplisit.diperoleh setelah tanggal pelaporan. sumber estimasi ketidakpastian. Beban keuangan b. Penggunaan istilah “pos luar biasa” diperkenankan. Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi (bagian dari laporan laba rugi komprehensif): a. dibuat manajemen dalam penerapan kebijakan akuntansi. Pos luar biasa Penggunaan istilah “pos luar biasa” tidak diperkenankan. Beban keuangan b. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA viii PSAK 1 (2009). dan permodalan. Pos-pos yang minimal harus disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif Kepentingan a. laba neto ekuitas. Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi tidak termasuk: a. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan c. Istilah yang digunakan a. Dalam laporan laba rugi terpisah antara dan laporan laba rugi laibilitas dan komprehensif. dialokasikan ke pemilik c. rugi disajikan sebagai pengurang laba neto. Istilah yang non-pengendali adalah “hak non digunakan adalah (nonpengendali” “hak minoritas”. hak non posisi keuangan. controlling b.pmd 75 6/19/2009. pengendali disajikan hak minoritas dalam ekuitas. c. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan. 10:48 AM . Dalam laporan interest) keuangan. disajikan secara c. Dalam laporan posisi b. Hak minoritas ekuitas entitas induk atas laba atau dan hak nonpengendali.

Implementation Guidance dari IAS 1 tentang ilustrasi penyajian laporan posisi keuangan disesuaikan dengan penyajian laporan posisi keuangan (neraca) yang selama ini berlaku di Indonesia. 2. mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas nirlaba dan entitas sektor publik. yang mana ditambahkan kalimat yang menyatakan bahwa PSAK 1 tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah. dihilangkan. mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas tanpa ekuitas (misalnya reksa dana) dan entitas yang modalnya bukan ekuitas (misalnya koperasi). kecuali untuk paragrafparagraf berikut: 1. 10:48 AM . Karena penyajian laporan keuangan reksa dana diatur dalam PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana dan koperasi diatur dalam PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian. IAS 1 paragraf 5.Perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements ED PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements. 3.pmd 76 6/19/2009. 4. dihilangkan. Implementation Guidance tersebut menyajikan laporan posisi keuangan sebagai berikut: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA xi PSAK 1 (2009). Karena pelaporan keuangan entitas nirlaba diatur dalam PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dan entitas sektor publik diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan standar akuntansi keuangan. IAS 1 paragraf 2 yang menjadi PSAK 1 paragraf 2 mengenai ruang lingkup. IAS 1 paragraf 6.

Aset Aset tidak lancar Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Hak non-pengendali Laibilitas Laibilitas jangka panjang Laibilitas jangka pendek Aset lancar Sementara Lampiran dari ED PSAK 1 menyajikan laporan posisi keuangan sebagai berikut: Aset Aset lancar Aset tidak lancar Laibilitas Laibilitas jangka pendek Laibilitas jangka panjang Ekuitas Hak non-pengendali Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk x Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 77 6/19/2009. 10:48 AM .

..........24 Dasar Akrual .................................................78 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan ................................ 67 .............. 13 .....................33 Frekuensi Pelaporan ...........................................................................42 Konsistensi Penyajian ..............................................................44 STRUKTUR DAN ISI .. 64 ................................ 52 ................................... 36 ...63 Aset Lancar ...........................................04 05 .... 13 ............................................ Tujuan ........ Definisi .........................................................78 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA xi PSAK 1 (2009)...............22 Kelangsungan Usaha .......................pmd 78 6/19/2009..35 Informasi Komparatif ......................57 Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang ................Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No..................109 Pendahuluan ..................12 Karakteristik Umum .....46 Identifikasi Laporan Keuangan ....66 Laibilitas Jangka Pendek ...... 10:48 AM ........................................................................... 34 .. 27 ..... 45 ................................... 08 ........ 47 ... 52 ........ 45 ................................................................................ 01-06 01 02 .. 43 . 23 ............................26 Materialitas dan Agregasi ................. 30 ...........................29 Saling Hapus ............... 75 ............ 07 ...................................................51 Laporan Posisi Keuangan .........74 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan ............... Ruang Lingkup ...............................06 LAPORAN KEUANGAN .................... 25 .........44 Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK ....................44 Tujuan Laporan Keuangan ........................ 07 Komponen Laporan Keuangan Lengkap ........... 58 .................. 1 (Revisi 2009) DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN .......................................................

..... 88 ............................Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.131 Modal .................................................. 79 ........................................114 Pengungkapan Kebijakan Akuntansi ............................................................. PENARIKAN ................... 135 ..... 95 ..........................................51 Struktur .. 109 Catatan atas Laporan Keuangan ........ 104 ............................. 86 ........................................................ 132 ......108 Laporan Arus Kas ................85 Laba Rugi Selama Periode ... 110 ..........................................103 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif ............................. 10:48 AM . 110 ...............................pmd 79 6/19/2009..........94 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan ......................................87 Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode ........................................................................................... 115 ...134 Pengungkapan Lain .....122 Sumber Estimasi Ketidakpastian ..136 TANGGAL EFEKTIF ................. 80 .... 1 (Revisi 2009) Laporan Laba Rugi Komprehensif ........................... Lampiran 137 138 xii Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009)......103 Laporan Perubahan Ekuitas ........................................... 123 .....................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful