Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 1 (REVISI 2009) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 (revisi 2009) terdiri dari paragraf 1-138 dan Lampiran. Seluruh paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold italic) mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 1 (revisi 2009) harus dibaca dalam kontek tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan 01. Pernyataan ini menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut ‘laporan keuangan’ agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. Ruang Lingkup 02. Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah. 03. PSAK lainnya mengatur persyaratan pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan transaksi tertentu dan peristiwa lainnya.
Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.1

PSAK 1 (2009).pmd

1

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.2

04. Pernyataan ini tidak diterapkan bagi struktur dan isi laporan keuangan interim ringkas yang disusun sesuai dengan PSAK 3: Laporan Keuangan Interim. Namun, paragraf 1333 diterapkan bagi laporan keuangan interim tersebut. Pernyataan ini berlaku bagi seluruh entitas, termasuk entitas yang menyajikan laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan terpisah sebagaimana diatur dalam PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasi. Definisi 05. Berikut adalah istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini: Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan. Ketidakpraktisan. Penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya setelah melakukan usaha yang memadai. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, yang terdiri dari: (a) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK); (b) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Material. Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama, dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan
Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PSAK 1 (2009).pmd

2

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya, dapat menjadi faktor penentu. Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi material, membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik dari masing-masing pengguna laporan tersebut. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan paragraf 25 menyatakan bahwa ‘pengguna laporan keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.’ Oleh karena itu, penilaian tersebut perlu memerhatikan bagaimana pengguna laporan dengan karakteristik tersebut diharapkan terpengaruh dalam membuat keputusan ekonomi. Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan pendaptan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pospos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan. Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan komprehensif sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK lainnya. Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi: (a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud);

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.3

PSAK 1 (2009).pmd

3

6/19/2009, 10:48 AM

pmd 4 6/19/2009. 10:48 AM . Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan peristiwa lainnya.4 (b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti yang diakui sesuai dengan paragraf 94 PSAK 24: Imbalan Kerja. Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban. (c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 11: Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi” dan “pendapatan komprehensif lain”. tidak termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif lain. selain perubahan yang dihasilkan dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. (e) Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas. (d) keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keuangan yang dikategorikan sebagai ’tersedia untuk dijual’ (lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran). Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain pada periode berjalan atau periode sebelumnya.

(c) ekuitas. 10:48 AM . Misalnya.dan (f) arus kas. (d) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 06. (e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. entitas dapat menggunakan istilah lain untuk menjelaskan jumlah-jumlah tersebut sepanjang maksudnya jelas. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan.pmd 5 6/19/2009. LAPORAN KEUANGAN Tujuan Laporan Keuangan 07. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: (a) aset. dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. “laba rugi”. (b) laibilitas. entitas dapat menggunakan istilah “laba neto” untuk menggambarkan laba rugi. Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. khususnya.5 PSAK 1 (2009). membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan. kinerja keuangan. dan “total laba rugi komprehensif”. Informasi tersebut. dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Meskipun Pernyataan ini menggunakan istilah “pendapatan komprehensif lain”.

entitas dapat menyajikan komponen laba rugi baik sebagai bagian dari laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah. 10.6 Komponen Laporan Keuangan Lengkap 08. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai: (a). (e) catatan atas laporan keuangan. 10:48 AM . Beberapa entitas menyajikan.pmd 6 6/19/2009. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini: (a) laporan posisi keuangan pada akhir periode. suatu kajian keuangan oleh manajemen yang menjelaskan karakteristik utama dari kinerja keuangan dan posisi keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 09. atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. (b) laporan laba rugi komprehensif selama periode (c) laporan perubahan ekuitas selama periode. maka laporan tersebut merupakan bagian dari komponen laporan keuangan yang lengkap dan disajikan sebelum laporan pendapatan komprehensif. Jika laporan laba rugi disajikan. termasuk perubahan lingkungan tempat Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 11. dan kondisi ketidakpastian utama yang dihadapi. terpisah dari laporan keuangan. dan (f) laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan. (d) laporan arus kas selama periode. Faktor dan pengaruh-pengaruh utama yang menentukan kinerja keuangan. Entitas diperkenankan menggunakan judul laporan selain yang digunakan dalam Pernyataan ini. Entitas menyajikan semua komponen laporan keuangan lengkap dengan tingkat keutamaan yang sama. Sebagaimana diperkenankan dalam paragraf 79.

dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan. Laporan tambahan tersebut di luar ruang lingkup Standar Akuntansi Keuangan. peristiwa dan kondisi lain sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset. Karakteristik Umum Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK 13.7 PSAK 1 (2009). 12. kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas. dan (c). termasuk kebijakan dividen. khususnya bagi industri dimana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting. Sumber pendanaan entitas dan target rasio laibilitas terhadap ekuitas. Entitas dapat pula menyajikan. Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan. Entitas tidak boleh menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. tanggapan terhadap perubahan dan pengaruhnya. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK tersebut dalam catatan atas laporan keuangan. laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement). Penerapan SAK. Sumber daya entitas yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan`SAK. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 entitas beroperasi. dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. dan kebijakan investasi untuk memelihara serta meningkatkan kinerja keuangannya.pmd 7 6/19/2009. pendapatan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. laibilitas. terpisah dari laporan keuangan. (b). 14. Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi. 10:48 AM .

entitas mencapai penyajian laporan keuangan secara wajar apabila memenuhi SAK terkait. ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. (c) memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian dengan persyaratan khusus dalam SAK tidak cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu. maka entitas menyimpang dari ketentuan tersebut dengan cara yang ditentukan dalam paragraf 18 jika peraturan yang relevan mensyaratkan atau tidak melarang penyimpangan tersebut. sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi yang relevan. dan mudah dipahami.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 15. andal. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi.pmd 8 6/19/2009. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.8 terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap semua yang dipersyaratkan dalam SAK. 17. peristiwa dan kondisi lain terhadap posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas. PSAK 25 mengatur hirarki pedoman otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal tidak terdapat PSAK yang secara khusus mengatur suatu pos tertentu. (b) menyajikan informasi. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Dalam hampir semua kondisi. 10:48 AM . 16. termasuk kebijakan akuntansi. dapat diperbandingkan. Penyajian secara wajar juga mensyaratkan entitas untuk: (a) memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan PSAK 25. Entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan akuntansi yang tidak tepat baik dengan pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan atau pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan atau materi penjelasan.

(b) bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK terkait.9 PSAK 1 (2009). dan perlakuan yang diterapkan. dan arus kas entitas. kinerja keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Contoh implementasi paragraf 19 adalah ketika entitas pada periode sebelumnya menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK untuk pengukuran aset atau laibilitas dan penyimpangan tersebut memengaruhi pengukuran atas perubahan aset dan laibilitas yang diakui pada laporan keuangan periode berjalan. 10:48 AM . 20. 19. dan penyimpangan tersebut berpengaruh terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan pada periode berjalan. sifat penyimpangan. (c) nama PSAK yang tidak diterapkan. kecuali pos yang menyimpang dari ketentuan tertentu untuk mencapai penyajian yang wajar. maka entitas membuat pengungkapan sebagaimana diatur pada paragraf 18 (c) dan (d). dan (d) untuk masing-masing periode yang disajikan. alasan mengapa perlakuan tersebut akan memberikan pemahaman yang salah dalam situasi tersebut sehingga akan bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Ketika entitas menyimpang dari suatu ketentuan dalam suatu PSAK pada periode sebelumnya. pengaruh keuangan dari penyimpangan untuk masing-masing pos dalam laporan keuangan yang seharusnya dilaporkan sesuai dengan ketentuan tersebut. Ketika entitas menyimpang dari ketentuan suatu PSAK sesuai dengan paragraf 17. termasuk perlakuan yang disyaratkan oleh PSAK tersebut. maka entitas mengungkapkan: (a) bahwa manajemen telah menyimpulkan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 18.pmd 9 6/19/2009.

Ketika menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan khusus dari suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. manajemen mempertimbangkan: (a) alasan tujuan laporan keuangan tidak tercapai dalam kondisi tersebut. informasi tertentu dapat bertentangan dengan tujuan laporan keuangan ketika informasi tersebut tidak menyajikan secara jujur transaksi. Jika entitas lain dengan kondisi yang sama menerapkan persyaratan tersebut. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi. dan alasan mengapa manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap ketentuan dimaksud akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. 10:48 AM . tetapi peraturan yang relevan melarang penyimpangan tersebut. dan (b) bagaimana perbedaan kondisi entitas dengan kondisi entitas lain yang mematuhi persyaratan. konsekuensinya. Untuk tujuan penerapan paragraf 17 – 21. penyesuaian terhadap masing-masing pos dalam laporan keuangan yang dipandang perlu oleh manajemen untuk mencapai penyajian yang wajar. dan (b) untuk masing-masing periode yang disajikan. sifat ketentuan.pmd 10 6/19/2009. informasi tersebut dapat memengaruhi keputusan ekonomi dari pengguna laporan keuangan. peristiwa dan kondisi lain baik yang diminta untuk disajikan atau sewajarnya diharapkan untuk disajikan dan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). maka entitas semaksimal mungkin mengurangi pemahaman yang salah tersebut dengan mengungkapkan: (a) nama PSAK terkait. 22.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.10 21. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. ketika manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Jika manajemen menyadari (dalam membuat penilaiannya) mengenai adanya ketidakpastian yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. manajemen membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. atau tidak mempunyai alternatif lainnya yang realistis selain melakukannya. kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan. Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi kelangsungan usaha adalah tepat. maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 maka akan muncul asumsi yang dapat diperdebatkan bahwa kepatuhan terhadap persyaratan tersebut tidak akan memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Jika selama ini entitas menghasilkan laba dan mempunyai akses ke sumber pembiayaan. Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha.11 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.pmd 11 6/19/2009. Dalam menyusun laporan keuangan. Jika entitas menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. 10:48 AM . bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan alasan mengapa entitas tidak dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha. manajemen memerhatikan semua informasi masa depan. paling sedikit (namun tidak dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan. Kelangsungan Usaha 23. . Tingkat pertimbangan tergantung pada fakta dari setiap kasus. maka entitas mengungkapkan ketidakpastian tersebut. 24. maka dapat disimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci.

Tahap akhir dari proses penggabungan dan pengklasifikasian adalah penyajian dalam laporan keuangan. kecuali laporan arus kas. Dasar Akrual 25. Entitas menyajikan secara terpisah pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali pos tersebut tidak material. jadual pembayaran utang dan sumber potensial pembiayaan pengganti sebelum dapat menyimpulkan bahwa asumsi kelangsungan usaha telah sesuai.12 Dalam kasus lain. pendapatan dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsurunsur tersebut dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. 10:48 AM . Ketika akuntansi berbasis akrual digunakan. 26. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. entitas mengakui pos-pos sebagai aset. 28. ekuitas. Laporan keuangan merupakan hasil dari pemrosesan sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang diklasifikasikan sesuai sifat atau fungsinya. Materialitas dan Agregasi 27. Suatu pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam laporan keuangan tetapi cukup material untuk disajikan terpisah dalam catatan atas laporan keuangan. maka dapat digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual.pmd 12 6/19/2009. manajemen perlu memerhatikan faktor yang memengaruhi profitabilitas masa kini maupun masa yang akan datang. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos sejenis yang material. laibilitas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Jika suatu klasifikasi pos tidak material.

13 PSAK 1 (2009). Pengukuran aset secara neto setelah dikurangi penyisihan penilaian (misalnya. dilaporkan dengan mengurangkan penerimaan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Entitas menyajikan hasil dari transaksi tersebut dengan mengurangkan setiap pendapatan dengan beban terkait yang timbul dari transaksi yang sama sepanjang penyajian tersebut mencerminkan substansi dari transaksi atau peristiwa lain. Saling hapus dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan posisi keuangan atau dalam laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) mengurangi kemampuan pengguna laporan keuangan baik untuk memahami transaksi. Misalnya: (a) entitas menyajikan keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset tidak lancar. Dalam aktivitas normal. penyisihan keusangan atas persediaaan dan penyisihan piutang tak tertagih) tidak termasuk kategori saling hapus. PSAK 23: Pendapatan mendefinisikan pendapatan dan mensyaratkan entitas untuk mengukurnya berdasarkan nilai wajar dari jumlah yang diterima atau akan diterima. peristiwa dan kejadian lain yang telah terjadi maupun untuk menilai arus kas entitas di masa depan. dengan mempertimbangkan jumlah potongan dagang dan rabat volume yang diperbolehkan. termasuk investasi dan aset operasional.pmd 13 6/19/2009. Entitas melaporkan secara terpisah untuk aset dan laibilitas serta pendapatan dan beban. entitas juga melakukan transaksi lain yang bukan merupakan penghasil utama pendapatan dan bersifat insidentil. Saling Hapus 30. Entitas tidak boleh melakukan saling hapus atas aset dan laibilitas atau pendapatan dan beban. 31. Entitas tidak diperlukan untuk memberikan suatu pengungkapan khusus yang diminta oleh suatu PSAK jika informasi tersebut tidak material. 32. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 29. kecuali jika saling hapus mencerminkan substansi transaksi atau peristiwa. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh suatu PSAK.

14 dari pelepasan dengan nilai tercatat dan beban yang timbul dari pelepasan aset tersebut. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. untuk alasan praktis. (b) entitas dapat mengurangkan pengeluaran yang terkait dengan ketentuan yang diakui sesuai dengan PSAK 57 dan diganti berdasarkan perjanjian kontraktual dengan pihak ketiga (seperti perjanjian garansi dari pemasok) dengan penggantian yang diterima. untuk periode 52 minggu. Frekuensi Pelaporan 34. maka entitas mengungkapkan: (a) alasan penggunaan periode pelaporan yang lebih panjang atau lebih pendek. sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan. sebagai contoh. dan (b) fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan secara keseluruhan. 33. Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk informasi komparatif) setidaknya secara tahunan. Entitas menyajikan keuntungan dan kerugian yang timbul dari suatu kelompok transaksi yang sejenis secara neto. Namun. Pernyataan ini tidak menghalangi praktik seperti ini. Jika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek dari periode satu tahun. 10:48 AM . Umumnya entitas secara konsisten menyiapkan laporan keuangan untuk periode satu tahun. 35.pmd 14 6/19/2009. entitas menyajikan keuntungan dan kerugian tersebut secara terpisah jika keuntungan atau kerugian tersebut material. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). beberapa entitas lebih memilih untuk melaporkan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Namun. misalnya keuntungan dan kerugian dari transaksi mata uang asing atau keuntungan dan kerugian yang timbul dari instrumen keuangan yang dikategorikan sebagai diperdagangkan.

Informasi kuantitatif diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan. Jika entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali secara retrospektif atas pos-pos dalam laporan keuangan atau mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan. 37. Entitas menyajikan laporan posisi keuangan pada: (a) akhir periode berjalan. dua laporan untuk tiap jenis laporan lainnya. Entitas yang mengungkapkan informasi komparatif menyajikan minimal dua laporan posisi keuangan. Misalnya. perlu diungkapkan kembali pada periode berjalan. dua laporan untuk tiap jenis laporan lainnya. dan catatan atas laporan keuangan. maka entitas menyajikan minimal tiga laporan posisi keuangan. 38. (b) akhir periode sebelumnya (yang sama dengan awal periode berjalan). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.15 PSAK 1 (2009). informasi naratif yang disajikan pada laporan keuangan periode sebelumnya masih tetap relevan untuk diungkapkan pada periode berjalan. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. Pengguna akan memperoleh manfaat dari informasi adanya ketidakpastian pada akhir periode pelaporan sebelumnya. Pada beberapa kasus. rincian tentang sengketa hukum yang dihadapi dengan hasil akhirnya belum diketahui secara pasti pada periode sebelumnya dan masih dalam proses penyelesaian. kecuali dinyatakan lain oleh SAK. dan (c) permulaan dari periode komparasi terawal. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 15 6/19/2009. dan catatan atas laporan keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Informasi Komparatif 36. dan langkah yang telah dilakukan selama periode berjalan untuk mengatasi ketidakpastian tersebut.

10:48 AM .pmd 16 6/19/2009. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. misalnya entitas mungkin belum mengumpulkan data dalam periode sebelumnya yang memungkinkan untuk melakukan reklasifikasi. Jika entitas mereklasifikasi jumlah komparatif. 42. Konsistensi Penyajian 43. Peniingkatkan komparabilitas informasi antar periode membantu pengguna dalam membuat keputusan ekonomi. dan mungkin tidak praktis untuk menyusun kembali informasi tersebut. maka entitas mengungkapkan: (a) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut. reklasifikasi informasi komparatif tidak praktis untuk dilakukan terhadap periode sebelumnya untuk mencapai komparabilitas dengan periode berjalan. (b) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka entitas mengungkapkan: (a) sifat reklasifikasi. Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan. 41. dan (c) alasan reklasifikasi. maka entitas mereklasifikasi jumlah komparatif kecuali reklasifikasi tersebut tidak praktis untuk dilakukan. Dalam beberapa keadaan. Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).16 39. PSAK 25 mengatur penyesuaian terhadap informasi komparatif yang dipersyaratkan ketika entitas melakukan perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar. 40. Jika entitas mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam laporan keuangan. dan (b) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. khususnya memungkinkan penilaian atas tren informasi keuangan untuk tujuan prediksi.

maka entitas mereklasifikasi informasi komparatif sesuai dengan paragraf 39 dan 40.pmd 17 6/19/2009. atau laporan perubahan ekuitas dan mensyaratkan pengungkapan dari pos-pos lainnya pada laporan keuangan tersebut atau catatan atas laporan keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan khusus dalam laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi komprehensif. STRUKTUR DAN ISI Pendahuluan 45. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). meliputi pos-pos yang disajikan di dalam laporan keuangan. Kecuali dinyatakan lain dalam Pernyataan ini atau SAK lainnya. 46. pengungkapan tersebut dapat dilakukan dalam laporan keuangan. atau (b) perubahan tersebut diperkenankan oleh suatu PSAK. Namun demikian perubahan penyajian dapat dilaksanakan jika perubahan tersebut memberikan informasi yang andal dan lebih relevan bagi pengguna atau struktur yang baru mempunyai kecenderungan akan dipergunakan seterusnya. 10:48 AM . Misalnya. Jika dilakukan perubahan penyajian laporan keuangan. 44. PSAK 2: Laporan Arus Kas mengatur persyaratan untuk penyajian informasi arus kas. suatu akusisi atau pelepasan yang signifikan atau review atas penyajian laporan keuangan.17 PSAK 1 (2009). terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam PSAK 25. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (a) setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau review atas laporan keuangan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. mungkin akan menghasilkan kesimpulan bahwa laporan keuangan harus disajikan secara berbeda. Pernyataan ini terkadang menggunakan istilah “pengungkapan” dalam arti luas. Pengungkapan juga dipersyaratkan oleh SAK lain.

Misalnya. Oleh karena itu. 50. Entitas mengidentifikasi secara jelas setiap laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan. dan mengulangnya jika dibutuhkan sehingga dapat dipahami: (a) nama entitas pembuat laporan keuangan atau identitas lain.pmd 18 6/19/2009. catatan atas laporan keuangan. Entitas mengidentifikasikan laporan keuangan secara jelas dan membedakannya dari informasi lain dalam dokumen publikasi yang sama. Pertimbangan diperlukan untuk menentukan cara terbaik dalam menyajikan informasi tersebut. entitas menyajikan informasi berikut ini secara jelas. laporan keuangan. selanjutnya entitas Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). ketika entitas menyajikan laporan keuangan secara elektronik.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (c) tanggal akhir periode pelaporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan. (b) apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas. 48. dan setiap perubahan informasi dari akhir periode laporan sebelumnya. 10:48 AM . SAK hanya berlaku untuk laporan keuangan. dan (e) pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan. dan tidak untuk informasi lain yang disajikan dalam laporan tahunan. dokumen yang disampaikan kepada regulator atau dokumen lainnya. kolom dan sejenisnya.18 Identifikasi Laporan Keuangan 47. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Entitas telah memenuhi persyaratan paragraf 49 dengan menyajikan judul yang tepat untuk halaman. 49. Di samping itu. sangat penting bahwa pengguna dapat membedakan laporan yang disusun sesuai SAK dengan informasi lain yang juga bermanfaat bagi pengguna laporan. (d) mata uang pelaporan sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 52. maka halamanhalaman terpisah tidak selalu digunakan.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menyajikan hal-hal di atas untuk memastikan bahwa informasi yang dicakup dalam laporan keuangan dapat dipahami. (m) laibilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l)). Agar lebih dapat dipahami.19 PSAK 1 (2009). (j) total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual dan aset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. entitas pada umumnya menyusun laporan keuangan dengan menyajikan informasi mata uang dalam unit ribuan atau jutaan. (d) aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e). 10:48 AM . (h) piutang dagang dan piutang lainnya. (f) aset biolojik. sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46. Laporan Posisi Keuangan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan 52. Hal ini diperkenankan sepanjang entitas mengungkapkan tingkat pembulatan dan tidak menghilangkan informasi yang material. Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut: (a) aset tetap. (c) aset tidak berwujud. (e) investasi dengan menggunakan metode ekuitas. 51.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (o) laibilitas dan aset pajak tangguhan. (l) kewajiban diestimasi. (i) kas dan setara kas.pmd 19 6/19/2009. (g) persediaan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (b) properti investasi. (k) utang dagang dan terutang lainnya. (n) laibilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46. (h) dan (i)).

Paragraf 52 menjelaskan daftar pos-pos yang berbeda berdasarkan sifat atau fungsinya untuk menjamin penyajian terpisah di dalam laporan posisi keuangan. judul dan subtotal dalam laporan posisi keuangan jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman posisi keuangan entitas. (b) penjelasan yang digunakan dan urutan dari pos-pos atau agregasi pos-pos yang sama dapat diubah sesuai dengan sifat entitas dan transaksinya. Sebagai tambahan: (a) suatu pos disajikan terpisah jika ukuran. untuk memberikan informasi yang relevan dalam memahami posisi keuangan entitas.20 (p) laibilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58. dan (r) modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. disajikan sebagai bagian dari ekuitas.pmd 20 6/19/2009. 10:48 AM . Misalnya.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Pernyataan ini tidak mengatur susunan atau format penyajian pos-pos. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). maka aset (laibilitas) pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai aset lancar (laibilitas jangka pendek). sifat atau fungsi dari pos tersebut atau agregasi pos-pos yang sama menyebabkan penyajian terpisah menjadi relevan untuk memahami laporan posisi keuangan entitas. 53. 54. 55. (q) kepentingan non-pengendali. institusi keuangan mungkin mengubah penjelasan di atas dalam rangka memberikan informasi yang relevan mengenai operasi institusi keuangan. Ketika entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasfikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan. Entitas menyajikan pos-pos tambahan.

maka entitas menyajikan seluruh aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas. Misalnya. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 56. Apapun metode penyajian yang digunakan. Ketika entitas menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi yang dapat diidentifikasi secara jelas.21 PSAK 1 (2009). entitas menyajikan kelompok aset yang berbeda secara terpisah. (b) fungsi aset tersebut dalam entitas. Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang 58. kelompok aset tetap yang berbeda dapat dicatat berdasarkan biaya perolehan atau jumlah yang direvaluasi sesuai dengan PSAK 16. kecuali penyajian berdasarkan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Entitas menyajikan aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang sebagai klasifikasi yang terpisah dalam laporan posisi keuangan sesuai dengan paragraf 64-74. Penggunaan dasar pengukuran yang berbeda untuk kelompok aset yang berbeda menunjukkan bahwa sifat dan fungsi aset tersebut berbeda dan. Jika pengecualian tersebut diterapkan. maka Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Entitas mempertimbangkan apakah pos-pos tambahan disajikan secara terpisah didasarkan atas penilaian dari: (a) sifat dan likuiditas aset. 59.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM . dan (b) lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan 60. 57. (c) jumlah. entitas mengungkapkan jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan atau diselesaikan setelah lebih dari dua belas bulan untuk setiap pos aset dan laibilitas yang menggabungkan jumlah yang diharapkan akan dipulihkan atau diselesaikan: (a) tidak lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan.pmd 21 6/19/2009. oleh karena itu. sifat dan jangka waktu laibilitas.

seperti institusi keuangan. Misalnya. dan laibilitas menggunakan jangka pendek dan jangka panjang dan lainnya berdasarkan likuiditas jika hal tersebut memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan. Kebutuhan untuk mengkombinasikan basis penyajian dimungkinkan jika entitas memiliki operasi yang beragam. dan tanggal perkiraan dari penyelesaian laibilitas seperti kewajiban diestimasi juga bermanfaat. Informasi mengenai tanggal perkiraan realisasi aset dan laibilitas berguna dalam penilaian likuiditas dan solvabilitas entitas.22 klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta laibilitas jangka pendek dan jangka panjang dalam laporan posisi keuangan memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset neto yang digunakan secara terus menerus sebagai modal kerja dari aset neto yang digunakan dalam operasi entitas jangka panjang. 63. seperti persediaan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. terlepas dari apakah aset diklasifikasikan sebagai lancar dan tidak lancar dan laibilitas sebagai jangka panjang dan jangka pendek. Pengklasifikasian tersebut juga menunjukkan aset yang diharapkan akan direalisasi dalam siklus operasi berjalan dan laibilitas yang akan jatuh tempo pada periode yang sama. . PSAK 31 mensyaratkan pengungkapan tanggal jatuh tempo aset keuangan dan laibilitas keuangan. penyajian aset dan laibilitas berdasarkan urutan likuiditas memberikan informasi yang lebih relevan dan dapat diandalkan dibandingkan penyajian berdasarkan lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang karena entitas pada industri tersebut tidak menyediakan barang atau jasa selama siklus operasi entitas yang dapat diidentifikasi secara jelas. 62.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 22 6/19/2009. Informasi tentang tanggal perkiraan pemulihan aset nonmoneter. Untuk beberapa entitas. Aset keuangan termasuk piutang usaha dan piutang lainnya. 61. entitas mengungkapkan jumlah persediaan yang Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 10:48 AM . Dalam menerapkan paragraf 58. entitas diperkenankan untuk menyajikan beberapa aset menggunakan klasifikasi lancar dan tidak lancar. dan laibilitas keuangan termasuk utang usaha dan terutang lainnya.

Pernyataan ini tidak melarang penggunaan istilah lainnya sepanjang pengertiannya jelas. Aset Lancar 64. Aset lancar juga mencakup aset yang dimiliki untuk diperdagangkan (aset keuangan dalam kategori ini diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Siklus operasi entitas merupakan jangka waktu antara perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya dalam bentuk kas atau setara kas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM .pmd 23 6/19/2009. Aset lancar mencakup aset (seperti persediaan dan piutang dagang) yang dijual. dalam siklus operasi normal. atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya.23 PSAK 1 (2009). 65. 66. Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai aset tidak lancar. (c) entitas mengharapkan akan merealisasi aset dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. jika: (a) entitas mengharapkan akan merealisasikan aset. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 diharapkan dapat dipulihkan lebih dari dua belas bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar. dikonsumsi atau direalisasikan sebagai bagian siklus operasi normal meskipun aset tersebut tidak diharapkan untuk direalisasikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. maka diasumsikan selama 12 bulan. aset tidak berwujud. dan aset keuangan yang bersifat jangka panjang. (b) entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan. atau (d) kas atau setara kas (seperti yang dinyatakan dalam PSAK 2: Laporan Arus Kas) kecuali aset tersebut dibatasi pertukarannya atau penggunaannya untuk menyelesaikan laibilitas sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. Pernyataan ini menggunakan istilah "tidak lancar" untuk mencakup aset tetap. Ketika siklus operasi normal entitas tidak dapat diidentifikasikan secara jelas.

68. beberapa akrual untuk biaya karyawan dan biaya operasi lainnya. laibilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55. Entitas mengklasifikasi laibilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai laibilitas jangka panjang. Laibilitas Jangka Pendek 67.24 diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55) dan bagian lancar dari aset keuangan tidak lancar.pmd 24 6/19/2009. (c) laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). dan bagian jangka pendek dari laibilitas keuangan jangka panjang. merupakan bagian modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Laibilitas jangka pendek lainnya tidak diselesaikan dalam siklus operasi normal. seperti utang dagang. Siklus operasi normal yang sama diterapkan pada aset dan laibilitas entitas. 69.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. (b) entitas memiliki laibilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan. 10:48 AM . maka siklus operasi normal entitas diasumsikan 12 bulan. atau (d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian laibilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. Suatu laibilitas diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek jika: (a) entitas mengharapkan akan menyelesaikan laibilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya. cerukan bank. tetapi jatuh tempo untuk diselesaikan dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan atau dimiliki untuk tujuan diperdagangkan. Jika tidak dapat diidentifikasi secara jelas. Misalnya. Beberapa laibilitas jangka pendek. Entitas mengklasifikasikan laibilitaslaibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek meskipun laibilitas-laibilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan.

pmd 25 6/19/2009. maka entitas tidak mempertimbangkan kemungkinan pembiayaan kembali laibilitas dan mengklasifikasikannya sebagai laibilitas jangka pendek. atau penjadwalan kembali pembayaran. sebagaimana diatur dalam paragraf 72 dan 73.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. meskipun laibilitas tersebut akan jatuh tempo dalam periode yang lebih pendek dari 12 bulan. tidak terdapat perjanjian untuk pembiayaan kembali). Entitas mengklasifikasikan laibilitas keuangan sebagai laibilitas jangka pendek jika laibilitas tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan. 71. maka entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek. pajak penghasilan terutang. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dividen terutang. jika pembiayaan kembali atau perpanjangan kembali bukan merupakan diskresi entitas (misalnya. 72. dan terutang nonusaha lainnya. Namun. meskipun pemberi pinjaman menyetujui (setelah periode pelaporan dan sebelum Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 10:48 AM . Ketika entitas melanggar ketentuan perjanjian pinjaman jangka panjang pada saat atau sebelum akhir periode pelaporan yang menyebabkan laibilitas tersebut harus segera dibayar sesuai permintaan. Jika entitas mengharapkan (dan memiliki hak) untuk melakukan pembiayaan kembali atau perpanjangan laibilitas selama sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan dengan menggunakan fasilitas pinjaman yang ada.25 PSAK 1 (2009). Laibilitas keuangan yang merupakan pembiayaan jangka panjang (bukan bagian dari modal kerja yang digunakan dalam siklus operasi normal) dan tidak jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan merupakan laibilitas jangka panjang. meskipun: (a) kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan. 70. dan (b) perjanjian untuk pembiayaan kembali. atas dasar jangka panjang telah diselesaikan setelah periode pelaporan dan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan. maka entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka panjang.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10:48 AM . Entitas mengungkapkan di laporan posisi keuangan atau di catatan atas laporan keuangan. entitas mengklasifikasikan laibilitas sebagai laibilitas jangka panjang bila pemberi pinjaman menyetujui pada akhir periode pelaporan untuk memberikan tenggang waktu pembayaran yang berakhir sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan. selama periode dimana entitas dapat memperbaiki pelanggaran terhadap persyaratan perjanjian dan pemberi pinjaman tidak dapat meminta percepatan pembayaran segera. dan (c) pemberian tenggang waktu pembayaran oleh pemberi pinjaman untuk memperbaiki pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang yang berakhir sekurangkurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan. sub- Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 74. Entitas mengklasifikasikan laibilitas tersebut sebagai laibilitas jangka pendek karena (pada akhir periode pelaporan) entitas tidak memiliki hak untuk menunda penyelesaian laibilitas tersebut dalam jangka waktu sekurangkurangnya dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. (b) perbaikan pelanggaran perjanjian pinjaman jangka panjang.pmd 26 6/19/2009. jika peristiwa-peristiwa berikut ini terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan. Namun.26 tanggal penyelesaian laporan keuangan) untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut. 73. Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan 75. Berkaitan dengan pinjaman yang diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek. maka peristiwa-peristiwa tersebut harus diungkapkan sebagai peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian (non-adjusting events) sesuai dengan PSAK 8: (a) pembiayaan kembali berbasis jangka panjang.

barang produksi. (c) persediaan dipisahkan sesuai dengan PSAK 14: Persediaan. termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal. atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai nominal. bahan baku. (b) piutang dipisahkan ke dalam jumlah piutang dagang.pmd 27 6/19/2009. (v) hak. dan (e) ekuitas dan cadangan dipisahkan menjadi berbagai kelompok seperti modal disetor. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut dalam laporan posisi keuangan atau laporan perubahan ekuitas. tergantung pada persyaratan SAK serta ukuran. (ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh. (iii) nilai nominal saham. dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham. tambahan modal disetor dan cadangan. (iv) rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode. 77. dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan operasi entitas. keistimewaan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 klasifikasi pos-pos yang disajikan. Rincian yang tercakup dalam sub-klasifikasi. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. pembayaran di muka dan jumlah lainnya. 10:48 AM . (d) laibilitas diestimasi dipisahkan menjadi laibilitas diestimasi untuk imbalan kerja dan laibilitas diestimasi lainnya. Pengungkapan dapat berbeda untuk setiap pos. piutang dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.27 PSAK 1 (2009). dan barang jadi. ke dalam kelompok barang dagangan. sifat. atau catatan atas laporan keuangan: (a) untuk setiap jenis saham: (i) jumlah saham modal dasar. barang dalam proses. misalnya: (a) pos-pos aset tetap dipisahkan sesuai dengan PSAK 16. dan fungsi dari jumlah dari masing-masing pos yang bersangkutan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Entitas juga menggunakan faktor-faktor yang diuraikan pada paragraf 56 untuk menentukan dasar bagi subklasifikasi. dan yang diterbitkan tetapi tidak disetor penuh. 76.

hak.28 (vi) saham entitas yang dikuasai oleh entitas itu sendiri atau oleh entitas anak atau entitas asosiasi. Entitas menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode: (a) dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif. termasuk jumlah dan persyaratan. 78A. atau (b) Suatu instrument yang membebankan entitas suatu kewajiban untuk menyerahkan kepada pihak lain suatu bagian pro rata atas asset neto entitas hanya pada likuidasi dan diklasifikasikan sebagai suatu instrument ekuitas antara laibilitas keuangan dan ekuitas.pmd 28 6/19/2009. dan (vii)saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham. yang memperlihatkan perubahan selama suatu periode dari setiap jenis penyertaan. maka harus mengungkapkan jumlah yang direklasifikasikan ke dalam dan keluar dari setiap kategori (laibilitas keuangan atau ekuitas) dan waktu serta alasan klasifikasi tersebut Laporan Laba Rugi Komprehensif 79. dan (ii) laporan yang dimulai dengan laba rugi dan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. mengungkapkan informasi yang setara sesuai dengan paragraf 77 (a). Entitas yang modalnya tidak terbagi dalam saham. 78. atau (b) dalam bentuk dua laporan: (i) laporan yang menunjukkan komponen laba rugi (laporan laba rugi terpisah). (b) penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas. 10:48 AM . seperti persekutuan atau trust. keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis penyertaan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Jika suatu entitas telah mengklasifikasikan: (a) Suatu instrument keuangan yang dapat ditanam yang diklasifikasikan sebagai suatu instrument ekuitas.

(c) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. (h) bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. 81 Entitas mengungkapkan pos-pos di bawah ini dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai alokasi laba rugi untuk periode: (a) laba rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (g) setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h)). dan (ii) keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan. (d) beban pajak. (e) suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari: (i) laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan. (b) biaya keuangan. sekurangkurangnya mencakup penyajian jumlah pos-posberikut selama suatu periode: (a) pendapatan. Laporan laba rugi komprehensif. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menunjukkan komprehensif komprehensif). 10:48 AM . dan (i) total laba rugi komprehensif.pmd 29 6/19/2009.29 PSAK 1 (2009). komponen pendapatan lain (laporan pendapatan Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif 80. (f) laba rugi.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.

Entitas memasukkan pos-pos tambahan dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). Entitas menyajikan pos-pos tambahan. dan (ii) pemilik entitas induk (b) total laba rugi komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada: (i) kepentingan non-pengendali. Entitas mempertimbangkan faktorfaktor termasuk materialitas. suatu institusi keuangan dapat mengubah istilah untuk memberikan informasi yang relevan dengan operasinya. dan (ii) pemilik entitas induk 82.30 (i) kepentingan non-pengendali.pmd 30 6/19/2009. potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat diprediksi. Entitas dapat menyajikan pos-pos sebagaimana dimaksud paragraf 80(a)-(f) dan pengungkapan sebagaimana dimaksud paragraf 81(a) dalam laporan laba rugi terpisah (lihat paragraf 79). judul dan sub jumlah lain dalam laporan laba rugi komprehensif dan laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 85. Misalnya. 84. perubahan istilah yang dipakai dan perubahan urutan dari pos-pos jika hal ini diperlukan untuk menjelaskan elemen kinerja keuangan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. sifat dan fungsi dari berbagai komponen pendapatan dan beban. 83. Entitas tidak diperkenankan menyajikan pos-pos pendapatan dan beban sebagai pos luar biasa dalam Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Karena dampak dari berbagai kegiatan. jika penyajian tersebut relevan untuk pemahaman kinerja keuangan entitas. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. transaksi. Entitas tidak diperkenankan melakukan saling hapus pendapatan dan beban kecuali memenuhi kriteria paragraf 30. maka pengungkapan unsur-unsur kinerja keuangan membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami kinerja keuangan yang dicapai dan dalam membuat proyeksi kinerja keuangan masa depan. dan peristiwa lain entitas berbeda dalam frekuensi.

89. atau dalam catatan atas laporan keuangan. PSAK 25 menentukan dua kondisi tersebut: koreksi kesalahan dan dampak perubahan kebijakan akuntansi. Entitas mengakui seluruh pos-pos pendapatan dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali suatu PSAK mensyaratkan atau memperkenankan lain. 90. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan).pmd 31 6/19/2009. 87. termasuk penyesuaian reklasifikasi. Beberapa SAK menentukan kondisi-kondisi kapan entitas mengakui pos-pos tertentu di luar laba rugi dalam periode berjalan. Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode 88.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. baik dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan.31 PSAK 1 (2009). Entitas dapat menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain: (a) jumlah neto dari dampak pajak terkait. Entitas mengungkapkan jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain. Entitas mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi yang terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lain. SAK lainnya mensyaratkan atau memperkenankan suatu komponen pendapatan komprehensif lain yang memenuhi definisi pendapatan dan beban dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dikeluarkan dari laba rugi (lihat paragraf 5). atau (b) jumlah sebelum dampak pajak terkait disertai dengan total pajak penghasilan yang terkait dengan komponen tersebut. Laba Rugi Selama Periode 86. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 laporan laba rugi komprehensif. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 10:48 AM .

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. keuntungan yang direalisasi dari pelepasan aset keuangan yang dikategorikan sebagai "tersedia untuk dijual" dimasukkan dalam laba rugi periode berjalan. SAK lainnya menjelaskan bagaimana dan kapan jumlah yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi. 94.32 91.pmd 32 6/19/2009. Penyesuaian reklasifikasi tidak dilakukan pada perubahan surplus revaluasi yang diakui berdasarkan PSAK 16 (revisi 2007) atau PSAK 19 atau pada keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui dalam program dana pensiun manfaat pasti yang diakui berdasarkan paragraf 93A dari PSAK 24. 92. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 93. Penyesuaian reklasifikasi terjadi. Jumlah tersebut mungkin telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain sebagai keuntungan yang belum direalisasi pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Komponen tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Entitas dapat menyajikan penyesuaian reklasifikasi di dalam laporan pendapatan komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. Entitas yang menyajikan penyesuaian reklasifikasi pada catatan atas laporan keuangan menyajikan komponen pendapatan komprehensif lain setelah penyesuaian reklasifikasi terkait. Misalnya. Keuntungan yang belum direalisasi tersebut dikurangkan dari pendapatan komprehensif lain pada periode ketika keuntungan yang telah direalisasi direklasifikasi ke laba rugi untuk menghindari memasukkan keuntungan yang belum direalisasi tersebut dua kali dalam total laba rugi komprehensif. penghentian pengakuan aset keuangan "tersedia untuk dijual" (lihat PSAK 55) dan ketika suatu lindung nilai atas prakiraan transaksi menimbulkan laba atau rugi (lihat paragraf 103 PSAK 55 yang berhubungan dengan lindung nilai atas arus kas). misalnya. dari pelepasan kegiatan usaha luar negeri (lihat PSAK 11). 10:48 AM . Reklasifikasi yang dimaksud pada Pernyataan ini adalah penyesuaian reklasifikasi. Penyesuaian reklasifikasi dimasukkan dengan komponen pendapatan komprehensif lain yang terkait pada periode dimana penyesuaian direklasifikasi ke laba rugi.

(e) operasi yang dihentikan. 96. Keuntungan dan kerugian aktuarial dilaporkan dalam saldo laba pada periode diakuinya keuntungan dan kerugian aktuarial tersebut sebagai pendapatan komprehensif lain (lihat PSAK 24) Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan 95. dan (g) pembalikan laibilitas diestimasi lain. (c) pelepasan aset tetap. (b) restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap laibilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. sebagaimana pemulihan atas penurunan tersebut. Keadaan yang menyebabkan pengungkapan secara terpisah atas pos-pos pendapatan dan beban adalah sebagai berikut: (a) penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi neto atau penurunan nilai aset tetap menjadi jumlah yang dapat dipulihkan kembali. (d) pelepasan investasi. 97. (f) penyelesaian litigasi. Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas. Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material. mana yang dapat menyediakan informasi yang andal dan lebih relevan. maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. 10:48 AM .33 PSAK 1 (2009). Perubahan surplus revaluasi dapat dialihkan ke saldo laba pada periode berikutnya ketika aset tersebut digunakan atau dihentikan pengakuannya (lihat PSAK 16 dan PSAK 19). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.pmd 33 6/19/2009.

pmd 34 6/19/2009. Analisis ini diberikan dalam satu dari dua bentuk. pembelian bahan baku. 99. Metode ini mudah diterapkan karena tidak memerlukan adanya alokasi beban menurut klasifikasi fungsional. Entitas mengabungkan beban dalam laba rugi berdasarkan sifatnya (misalnya.34 98. Metode ini dapat memberikan informasi yang lebih relevan kepada pengguna laporan keuangan dibandingkan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Bentuk pertama analisis ini adalah metode "sifat beban". dan tidak merealokasikan menurut berbagai fungsi dalam entitas. imbalan kerja.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. biaya aktivitas distribusi atau administratif. Contoh dari klasifikasi dengan menggunakan metode sifat beban adalah sebagai berikut: Pendapatan Pendapatan lainnya Perubahan atas persediaan barang jadi dan barang dalam proses Bahan baku yang digunakan Beban imbalan kerja Beban penyusutan dan amortisasi Beban lainnya Total beban Laba sebelum pajak XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX (XXX) XXX 101. Entitas dianjurkan untuk menyajikan analisis pada paragraf 97 pada laporan laba rugi komprehensif atau pada laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. potensi keuntungan atau kerugian dan kemampuan untuk dapat memprediksi. misalnya. Bentuk kedua analisis ini adalah metode "fungsi beban" atau "biaya penjualan" dan mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau. 10:48 AM . 100. penyusutan. dan biaya iklan). Beban disubklasifikasikan menjadi komponen utama dari kinerja keuangan yang dapat berbeda dalam frekuensi. Sekurangkurangnya entitas mengungkapkan biaya penjualan berdasarkan metode ini secara terpisah dari beban-beban lainnya. biaya transportasi.

termasuk beban penyusutan dan amortisasi.35 PSAK 1 (2009). karena informasi atas sifat beban bermanfaat dalam memprediksi arus kas masa depan. Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. dan beban imbalan kerja. Pernyataan ini mensyaratkan manajemen untuk memilih penyajian yang andal dan lebih relevan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. baik langsung maupun tidak langsung. dengan tingkat penjualan atau produksi entitas. Pemilihan antara metode fungsi beban dan sifat beban tergantung pada faktor historis dan industri serta sifat entitas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dengan metode klasifikasi beban berdasarkan sifat. 103. Laporan Perubahan Ekuitas 104. Namun demikian. Contoh klasifikasi berdasarkan metode fungsi beban adalah sebagai berikut: Pendapatan Beban penjualan Laba bruto Pendapatan lainnya Beban distribusi Beban administratif Beban lainnya Laba sebelum pajak XXX (XXX) XXX XXX (XXX) (XXX) (XXX) XXX 102.pmd 35 6/19/2009. "imbalan kerja" memiliki pengertian yang sama seperti di PSAK 24. Karena tiap metode penyajian memiliki manfaat untuk jenis entitas yang berbeda. 10:48 AM . Dalam paragraf 102. Kedua metode tersebut memberikan indikasi tentang biayabiaya tersebut yang mungkin berbeda. namun pengalokasian biaya berdasarkan fungsi mungkin membutuhkan pengalokasian secara arbiter dan pertimbangan yang matang. Entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkan fungsi mengungkapkan informasi tambahan tentang sifat beban. maka pengungkapan tambahan diperlukan ketika metode fungsi beban digunakan.

(c) untuk setiap komponen ekuitas.36 (a) total laba rugi komprehensif selama suatu periode. (b) untuk tiap komponen ekuitas. perubahan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). dan (iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. misalnya. 10:48 AM . Perubahan ekuitas entitas di antara awal dan akhir periode pelaporan mencerminkan naik turunnya aset neto entitas selama periode. baik dalam laporan perubahan ekuitas atau dalam catatan atas laporan keuangan. akuisisi kembali instrumen ekuitas entitas dan dividen) dan biaya transaksi yang secara langsung berkaitan dengan tranksaksi tersebut. 107. jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode. masing-masing jenis modal disetor. Entitas menyajikan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.pmd 36 6/19/2009. rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode. komponen ekuitas termasuk. yang menunjukkan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan non-pengendali. Kecuali untuk perubahan yang timbul dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik (seperti kontribusi modal. 106. secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari: (i) laba rugi. saldo akumulasi dari masing-masing jenis pendapatan komprehensif lain dan saldo laba. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan nilai dividen per saham. 105. Pada paragraf 104. (ii) masing-masing pos pendapatan komprehensif lain. pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. kecuali jika suatu PSAK mensyaratkan penyesuaian retrospektif atas komponen ekuitas lainnya. 10:48 AM . 108. Catatan atas laporan keuangan: (a) menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakan sesuai dengan paragraf 115 – 122. Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut. sepanjang praktis. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 keseluruhan atas ekuitas selama periode yang menggambarkan jumlah total pendapatan dan beban (termasuk keuntungan dan kerugian) yang diakibatkan oleh aktivitas entitas selama periode tersebut. total penyesuaian atas masing-masing komponen ekuitas yang diakibatkan oleh perubahan kebijakan akuntasi dan. Penyesuaian ini diungkapkan untuk masing-masing periode sebelumnya dan pada awal periode. Paragraf 104 (b) mensyaratkan pengungkapan pada laporan perubahan ekuitas. Laporan Arus Kas 109.37 PSAK 1 (2009). PSAK 25 mensyaratkan penyesuaian retrospektif atas pengaruh perubahan kebijakan akuntansi.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. sepanjang praktis. kecuali jika ketentuan transisi pada PSAK lainnya mensyaratkan lain. koreksi atas kesalahan.pmd 37 6/19/2009. secara terpisah. Catatan atas Laporan Keuangan Struktur 110. Penyesuaian retrospektif dan penyajian kembali secara retrospektif bukan merupakan perubahan dalam ekuitas tetapi merupakan penyesuaian atas saldo awal saldo laba. PSAK 25 juga mensyaratkan penyajian kembali untuk mengoreksi kesalahan secara retrospektif. PSAK 2 mengatur persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi arus kas.

untuk membantu pengguna memahami dan membandingkan dengan laporan keuangan entitas lainnya: (a) pernyataan atas kepatuhan terhadap SAK (lihat par 14). dan (c) memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). (b) ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan (lihat par 115). Entitas. laporan laba rugi terpisah (jika disajikan). 113. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Misalnya. Entitas membuat referensi silang atas masing-masing pos dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif. dan (ii) pengungkapan informasi nonkeuangan. sepanjang praktis. tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk informasi yang berhubungan dalam catatan atas laporan keuangan. (c) informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan perubahan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif. Dalam beberapa keadaaan.pmd 38 6/19/2009. mungkin dibutuhkan atau dikehendaki untuk membedakan urutan pos-pos tertentu dalam catatan atas laporan keuangan. seperti tujuan manajemen risiko keuangan dan kebijakan entitas. termasuk: (i) laibilitas kontijensi (lihat PSAK 57) dan komitmen kontraktual yang belum diakui. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. (lihat PSAK 31). entitas dapat Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 112. Entitas biasanya menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut. dan (d) pengungkapan lainnya. sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masingmasing pos. menyajikan catatan atas laporan keuangan secara sistematis. 111. 10:48 AM .38 (b) mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan.

misalnya ketika suatu kelompok aset direvaluasi. entitas tetap menjaga struktur yang sistematis untuk catatan atas laporan keuangan sepanjang dapat diterapkan. biaya perolehan kini. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menggabungkan informasi perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi dengan informasi tentang jatuh tempo instrumen keuangan. manajemen mempertimbangkan apakah Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. biaya historis. 116.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dalam memutuskan apakah kebijakan akuntansi tertentu diungkapkan. nilai wajar atau jumlah yang dapat dipulihkan kembali) karena dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan memengaruhi analisis pengguna secara signifikan Ketika entitas menggunakan lebih dari satu dasar pengukuran dalam laporan keuangan. meskipun pengungkapan pertama berhubungan dengan laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah (jika disajikan) dan yang kedua berhubungan dengan laporan posisi keuangan. Entitas mengungkapkan dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan: (a) dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan. 117. 10:48 AM .pmd 39 6/19/2009. maka hal tersebut adalah memadai dengan memberikan suatu indikasi unrtuk setiap kelompok aset dan laibilitas yang mana setiap dasar pengukuran diterapkan. Pengungkapan Kebijakan Akuntansi 115. (b) kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan. 114. nilai realisasi neto. Entitas dapat menyajikan catatan atas laporan keuangan yang memberikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi tertentu sebagai bagian yang terpisah dalam laporan keuangan.39 PSAK 1 (2009). Namun demikian. Hal yang penting bagi entitas untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan (misalnya.

Sebagai contoh. Ketika entitas memiliki kegiatan usaha luar negeri atau transaksi dalam mata uang asing yang signifikan. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Entitas juga dapat mengungkapkan setiap kebijakan akuntansi yang tidak secara khusus disyaratkan oleh SAK tetapi entitas memilih dan menerapkannya sesuai dengan PSAK 25. termasuk kebijakan yang diterapkan atas aset dan laibilitas pajak tangguhan. peristiwa dan kondisi lainnya tercermin laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan yang dilaporkan. Beberapa SAK secara khusus mensyaratkan pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu. pengguna akan mengharapkan suatu entitas yang menjadi objek pajak penghasilan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi tentang pajak penghasilan. Entitas mengungkapkan. termasuk pilihan yang dibuat oleh manajemen di antara kebijakan akuntansi berbeda yang diperkenankan. Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK. 118. Misalnya pengungkapan apakah venturer mengakui bagian partisipasinya dalam entitas yang dikendalikan secara bersama dengan menggunakan konsolidasi proporsional atau metode ekuitas (lihat PSAK 12).40 pengungkapan tersebut akan membantu pengguna untuk memahami bagaimana transaksi. 10:48 AM . 120.pmd 40 6/19/2009. PSAK 16 (Revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan dasar pengukuran yang digunakan untuk mengelompokkan aset tetap. Misalnya. Setiap entitas mempertimbangkan sifat kegiatan operasi dan kebijakan yang diharapkan pengguna laporan keuangan untuk diungkapkan oleh entitas yang berjenis seperti itu. dalam ringkasan kebijakan akuntansi signifikan atau catatan atas laporan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 119. Suatu kebijakan akuntansi mungkin menjadi signifikan karena sifat kegiatan operasi entitas meskipun jumlah pada periode berjalan dan periode sebelumnya tidak material.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. maka pengguna akan mengharapkan pengungkapan kebijakan akuntansi untuk pengakuan keuntungan dan kerugian mata uang asing.

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi. 122. manajemen membuat pertimbangan dalam menentukan : (a) apakah aset keuangan merupakan investasi yang dikategorikan sebagai "dimiliki hingga jatuh tempo". Misalnya. dan (d) apakah substansi hubungan antara entitas dan entitas bertujuan khusus menunjukkan bahwa entitas tersebut mengendalikan entitas bertujuan khusus. (c) apakah secara substansi penjualan produk tertentu merupakan perjanjian pembiayaan dan dengan demikan tidak meningkatkan pendapatan.pmd 41 6/19/2009. pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam estimasi (lihat paragraf 123)) yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.41 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. (b) kapan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan aset keuangan dan aset sewa akan dialihkan kepada entitas lain. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 keuangan lainnya. 121. jika pengklasifikasian properti sulit dilakukan. dalam hal investee bukan merupakan suatu entitas anak meskipun lebih dari setengah hak suara atau hak suara potensial dimiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lain. Beberapa pengungkapan yang dibuat sesuai dengan paragraf 120 disyaratkan oleh SAK lain. manajemen membuat berbagai pertimbangan (selain yang telah tercakup dalam estimasi) yang secara signifikan dapat memengaruhi jumlah yang diakui dalam laporan keuangan. Misalnya. 10:48 AM . PSAK 4: Laporan Keuangan Konsolidasi mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan alasan mengapa hak kepemilikan entitas tidak menimbulkan pengendalian. PSAK 13 (Revisi 2007): Properti Investasi mensyaratkan pengungkapan kriteria yang dikembangkan oleh entitas untuk membedakan properti investasi dari properti yang digunakan sendiri dan properti yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal.

01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 125. Asumsi dan sumber estimasi ketidakpastian lainnya yang diungkapkan sesuai dengan paragaraf 123 terkait dengan estimasi yang membutuhkan pertimbangan manajemen yang paling sulit. yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas dalam periode pelaporan berikutnya. dan perubahan harga di masa depan yang memengaruhi biaya-biaya lainnya.pmd 42 6/19/2009. Berkaitan dengan aset dan laibilitas tersebut. dalam hal tidak tersedianya harga pasar kini yang diobservasi.42 Sumber Estimasi Ketidakpastian 123. Penetapan jumlah tercatat dari beberapa aset dan laibilitas mensyaratkan estimasi pengaruh ketidakpastian atas peristiwa masa depan terhadap aset dan laibilitas tersebut pada akhir periode pelaporan. dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan. maka estimasi berorientasi masa depan diperlukan untuk mengukur jumlah yang dapat dipulihkan kembali atas kelompok aset tetap. penyisihan yang tergantung pada hasil masa depan dari proses litigasi yang masih berjalan. dampak keusangan teknologi atas persediaan. 124. Misalnya. dan laibilitas imbalan kerja jangka panjang seperti laibilitas pensiun. perubahan gaji di masa depan. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Dengan semakin bertambahnya variabel dan asumsi yang memengaruhi kemungkinan penyelesaian masa depan atas ketidakpastian. subyektif atau kompleks. dan (b) jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan. dan potensi dilakukannya penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan laibilitas semakin meningkat. maka pertimbangan tersebut menjadi semakin subyektif dan kompleks. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Estimasi tersebut memasukkan asumsi tentang penyesuaian risikoatas arus kas dan tingkat diskonto. catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas: (a) sifat.

Nilai wajar tersebut dapat berubah secara material selama periode pelaporan berikutnya namun perubahan ini tidak berasal dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. Seringkali tidak praktis untuk mengungkapkan dampak yang mungkin timbul dari asumsi atau sumber estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan. pada akhir periode pelaporan.43 PSAK 1 (2009). Dalam Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 127. jika ketidakpastian tetap belum dapat diselesaikan. Sifat dan luasnya informasi yang diberikan bervariasi sesuai dengan sifat asumsi dan kondisi lainnya. Pernyataan ini tidak mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan informasi anggaran atau prakiraan dalam membuat pengungkapan pada paragraf 123. (b) sensitivitas jumlah tercatat terhadap metode.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 128. Pengungkapan sebagaimana dimaksud pada paragraf 123 tidak dipersyaratkan bagi aset dan laibilitas dengan risiko signifikan dengan jumlah tercatat aset dan laibilitas tersebut dapat berubah secara material selama periode tahun berikutnya jika. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 126.pmd 43 6/19/2009. 129. asumsi dan estimasi yang mendasari penghitungan jumlah tercatat tersebut. 10:48 AM . aset dan laibilitas tersebut diukur dengan menggunakan nilai wajar berdasarkan pada harga pasar kini yang diobservasi. Contoh pengungkapan yang dibuat adalah: (a) sifat asumsi atau estimasi ketidakpastian lainnya. Entitas menyajikan pengungkapan pada paragraf 123 dalam suatu cara yang dapat membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami pertimbangan yang dibuat manajemen tentang masa depan dan tentang sumber estimasi ketidakpastian lainnya. (c) penyelesaian yang diharapkan atas ketidakpastian dan kisaran hasil yang mungkin selama periode pelaporan berikutnya atas jumlah tercatat aset dan laibilitas yang terpengaruh. termasuk alasan atas sensitivitas tersebut. dan (d) penjelasan tentang perubahan yang dilakukan terhadap asumsi sebelumnya yang terkait dengan aset dan laibilitas tersebut.

kebijakan dan proses entitas dalam mengelola permodalannya.pmd 44 6/19/2009. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Untuk mematuhi paragraf 132. 130. 133. Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan. PSAK 57 mensyaratkan pengungkapan (dalam kondisi tertentu) mengenai asumsi utama yang berhubungan dengan peristiwa masa datang yang memengaruhi beberapa jenis laibilitas diestimasi. Misalnya. Pengungkapan dalam paragraf 120 mengenai pertimbangan tertentu yang dibuat manajemen dalam rangka menerapkan kebijakan akuntansi tidak terkait dengan pengungkapan sumber estimasi ketidakpastian pada paragraf 123. 131. 10:48 AM . termasuk: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). kebijakan dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. PSAK 31 mensyaratkan pengungkapan asumsi signifikan yang digunakan entitas dalam mengestimasi nilai wajar dari aset dan laibilitas keuangan yang dicatat pada nilai wajar.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. entitas mengungkapkan sifat dan jumlah tercatat dari aset atau laibilitas tertentu (atau kelompok aset atau laibilitas) yang terpengaruh oleh asumsi tersebut. SAK lainnya mensyaratkan pengungkapan dari beberapa asumsi yang mungkin sebaliknya dipersyaratkan sesuai dengan paragraf 123.44 kondisi tersebut. PSAK 16 (Revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan asumsi signifkan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari aset tetap yang direvaluasi. berdasarkan pengetahuan yang dimiliki saat itu. entitas mengungkapkan bahwa merupakan hal yang mungkin terjadi bahwa hasil selama tahun buku berikutnya yang berbeda dari asumsi akan membutuhkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat dari aset atau laibilitas yang terpengaruh. Dalam semua hal. entitas mengungkapkan hal-hal berikut: (a) informasi kualitatif tentang tujuan. Modal 132.

(ii) ketika entitas diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan eksternal.pmd 45 6/19/2009.45 PSAK 1 (2009). 10:48 AM . 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (i) deskripsi tentang apa yang dikelola sebagai modal. (c) setiap perubahan (a) dan (b) dari periode sebelumnya (d) apakah selama periode entitas mematuhi setiap persyaratan permodalan eksternal . entitas konglomerasi mungkin mencakup entitas yang melakukan kegiatan asuransi dan perbankan dan aktivitas tersebut mungkin melakukan kegiatan operasi di beberapa yurisdiksi. sifat persyaratan dan bagaimana persyaratan tersebut diimplementasikan ke dalam pengelolaan permodalan. Entitas dapat mengelola modal dalam beberapa cara dan dapat tergantung pada persyaratan permodalan yang berbeda. konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut. dan (iii) bagaimana entitas memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya. Entitas lain menganggap modal tidak termasuk beberapa komponen ekuitas (misalnya komponen yang timbul dari lindung nilai arus kas). Ketika pengungkapan keseluruhan atas persyaratan modal dan bagaimana modal dikelola tidak memberikan informasi yang berguna atau dapat mengacaukan pemahaman pengguna laporan keuangan atas sumber permodalan entitas. Entitas mendasarkan pengungkapan tersebut dari informasi yang diberikan secara internal kepada personal manajemen kunci. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Beberapa entitas menganggap laibilitas keuangan (misalnya beberapa bentuk utang subordinasi) sebagai bagian dari modal. Misalnya. (e) ketika entitas tidak mematuhi persyaratan permodalan eksternal tersebut. (b) ringkasan data kuantitatif tentang apa yang diaturnya sebagai modal. maka entitas mengungkapkan informasi terpisah untuk masing-masing persyaratan modal yang berlaku bagi entitas. 134.

jika tidak diungkapkan di bagian manapun dalam informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan: (a) domisili dan bentuk hukum. Entitas mengungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan: (a) jumlah dividen yang diusulkan atau diumumkan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan tetapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode serta jumlah dividen per lembar sahamnya. jika berbeda dari lokasi kantor). alamat kantor pusat entitas (atau lokasi utama kegiatan usaha. Pengungkapan Lain 135. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. dan (b) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui. 136. termasuk setiap perubahan dari periode sebelumnya. (b) tujuan. 10:48 AM . dan (d) informasi tentang bagaimana penentuan prakiraan arus kas keluar pada saat pembelian kembali atau penarikan instrumen. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.46 Instrumen Keuangan Puttable yang Diklasifikasikan sebagai Ekuitas 134A. negara tempat pendirian. Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini. (c) prakiraan arus kas keluar pada saat pembelian kembali atau penarikan instrumen tersebut.pmd 46 6/19/2009. Instrumen keuangan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik secara kas atau dengan aset keuangan lainnya (puttable financial instrument) yang diklasifikasi sebagai instrumen ekuitas diungkapkan (jika tidak diungkapkan dimanapun): (a) ikhtisar data kuantitatif mengenai jumlah yang diklasifikasikan sebagai ekuitas. kebijakan dan proses pengelolaan kewajiban untuk membeli kembali atau menarik instrumen tersebut jika dipersyaratkan oleh pemegang instrumen.

Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang lebih dini. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (b) keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama. PENARIKAN 138. Penerapan lebih dini dianjurkan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011. (c) nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha. maka fakta tersebut harus diungkapkan. Pernyataan ini menggantikan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan.pmd 47 6/19/2009. TANGGAL EFEKTIF 137.47 PSAK 1 (2009). 10:48 AM .

PSAK 1 juga mengungkapkan lebih lanjut pos-pos yang disajikan baik dalam komponen laporan keuangan yang relevan atau catatan atas laporan keuangan. 03.48 LAMPIRAN Lampiran ini melengkapi. PSAK 1 mengatur komponen laporan keuangan dan persyaratan minimum pengungkapan di dalam laporan posisi keuangan. termasuk laba rugi. 04 Ilustrasi-ilustrasi menggunakan istilah "pendapatan komprehensif" untuk menunjukkan seluruh komponen pendapatan komprehensif. Ilustrasi-ilustrasi Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). laporan laba rugi komprehensif. Lampiran ini terbagi dalam 3 bagian. Paragraf 03-06 memberikan contoh penyajian laporan keuangan. Ilustrasi laporan posisi keuangan menunjukkan salah satu cara bagaimana entitas dapat menyajikan laporan posisi keuangan dengan membedakan pos aset lancar dan tidak lancar dan laibilitas jangka pendek dan jangka panjang. dan laporan perubahan ekuitas. dan laporan perubahan ekuitas dapat terpenuhi. judul laporan dan istilah yang digunakan untuk menjelaskan pos-pos jika diperlukan untuk memenuhi kondisi tertentu. Entitas dapat mengubah urutan penyajian. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 02. Lampiran ini memberikan contoh sederhana tentang bagaimana ketentuan PSAK 1 terkait laporan posisi keuangan.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Paragraf 0709 memberikan contoh penentuan penyesuaian reklasfikasi atas aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai dengan PSAK 55 (Revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.pmd 48 6/19/2009. laporan laba-rugi komprehensif. tapi bukan bagian dari PSAK 1. Ilustrasi struktur laporan keuangan 01. Format lain dapat digunakan sepanjang dapat menunjukkan perbedaan tersebut secara jelas. Paragraf 10 dan 11 memberikan contoh pengungkapan permodalan. 10:48 AM .

Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.49 PSAK 1 (2009). Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Dua laporan laba rugi komprehensif diberikan. 10:48 AM . PSAK 1 tidak mensyaratkan entitas untuk menggunakan istilah tersebut dalam laporan keuangannya. 05. 06. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 menggunakan istilah "pendapatan komprehensif lain" untuk menunjukkan pendapatan dan beban yang temasuk dalam pendapatan komprehensif tetapi tidak termasuk dalam laba rugi. ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.pmd 49 6/19/2009. Laporan laba rugi komprehensif tunggal mengilustrasikan pengklasifikasian pendapatan dan beban dalam bagian laba atau rugi berdasarkan fungsi. atau menyajikan satu set laporan keuangan lengkap. untuk mengilustrasikan alternatif penyajian pendapatan dan beban dalam satu laporan atau dua laporan. Contoh-contoh tidak dimaksudkan untuk mengilustrsikan seluruh aspek dari SAK. yang di dalamnya termasuk laporan arus kas. Laporan laba rugi terpisah (di dalam contoh ini adalah "laporan laba rugi") mengilustrasikan pengklasifikasian pendapatan dan beban dalam bagian laba atau rugi berdasarkan sifat.

50 Bagian I: Ilustrasi Penyajian Laporan Keuangan Kelompok Usaha XYZ – Laporan posisi keuangan per 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X7 31 Des 20X6 ASET Aset lancar Kas dan setara kas Piutang usaha Persediaan Aset lancar lainnya Total aset lancar Aset tidak lancar Aset keuangan tersedia untuk dijual Investasi dalam entitas asosiasi Aset tetap Aset tak berwujud lainnya Goodwill Total aset tidak lancar Total Aset 312.000 227.230 25.524.150 350.800 901.500 12.600 135.000 110.620 1.880 322.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.020 227.466.200 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).650 564.470 91. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.400 91.470 80.900 110.540 578.pmd 50 6/19/2009.770 360.500 100.740 142.500 156.800 132. 10:48 AM .200 945.460 1.

200 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.000 Utang pajak jangka pendek 35.420 120.51 PSAK 1 (2009). 10:48 AM .000 42.750 1.466.600 831.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.800 454. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 LAIBILITAS Laibilitas jangka pendek Utang usaha dan terutang lainnya 115.850 177.650 492.240 238.700 21.700 70.200 903.500 10.pmd 51 6/19/2009.620 200.000 243.100 Laibilitas jangka panjang Pinjaman jangka panjang Pajak tangguhan Laibilitas diestimasi jangka panjang Total laibilitas jangka panjang Total Laibilitas EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham Saldo laba Komponen ekuitas lainnya Kepentingan nonpengendaliTotal Ekuitas Total Laibilitas dan Ekuitas 187.000 4.000 Total laibillitas jangka pendek 315.900 48.000 26.500 1.000 161.000 Laibilitas diestimasi jangka pendek 5.750 160.040 52.000 20.200 782.100 Pinjaman jangka pendek 150.524.500 600.000 28.000 Bagian pinjaman jangka panjang 10.800 28.700 650.050 973.280 692.

000) Bagian laba entitas asosiasi (a) 35.pmd 52 6/19/2009.000) 125.000 11.000 93.500 10.000) (1.000) 96.334 Aset keuangan tersedia untuk dijual (b) (24.250 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang dihentikan LABATAHUN BERJALAN 121.667 Beban pajak penghasilan (40.300 (8.000) TOTALPENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 107.700) (21.000 (32.000) Laba bruto 145.000) Beban lain-lain (2.100 128.000 Pendapatan lainnya 20.000 (30.500) 30.417) Labatahunberjalandarioperasiyangdilanjutkan 121.000) 3.667 (4.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.100 Laba sebelum pajak 161.000) Lindung nilai arus kas (b) (667) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 Keuntungan (kerugian) aktuarial dari program pensiun manfaat pasti (667) Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi (c) 400 Pajak penghasilan terkait (d) 4.667 Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak (14.100) Biaya pendanaan (8.52 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam satu laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi berdasarkan fungsi) (dalam ribuan rupiah) 20X7 Pendapatan 390.333 (700) (9.000) Beban administrasi (20. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.667 26.367 1.500 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).500) 65.200) (7. 10:48 AM .000 Beban pokok penjualan (245.334) 28.250 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (b) 5.667 Biaya distribusi (9.250 20X6 355.000 (230.

10:48 AM .250 Jumlah laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 85.30 Sebagai alternatif.000) (500) 600 (500) 400 (14.500 0. 20X7 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97. komponen pendapatan komprehensif lain dapat disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif setelah pajak: Pendapatan komprehensif lain setelah pajak: 20X7 Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Keuntungan revaluasi aset tetap Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak 4.700 1.000) 2.500 74.800 Kepentingan non pengendali 21.100 65..000 Kepentingan non pengendali 24.250 Laba per saham (dalam satuan rupiah): Dasar dan dilusian 0.400 13.46 20X6 52.800 18.53 PSAK 1 (2009).000 (700) 28.000 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.000 20.000) 20X6 8.700 93.0000 (18.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.000 (3.pmd 53 6/19/2009.250 121..450 107. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Lanjutan.

000) Beban imbalan kerja (45. 10:48 AM .300 (107.000) Penurunan nilai aset tetap (4.000 Kepentingan non pengendali 24.250 Laba per saham (dalam rupiah) Dasar dan dilusian 0.100 Bagian laba entitas asosiasi Laba sebelum pajak 161.250 121.000) (5.000) Biaya pendanaan (15.100) Pekerjaan dilaksanakan oleh entitas dan dikapitalisasi 16. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.000 (92.000) Beban lainnya (6.000 Pendapatan lainnya 20.667 Perubahan dalam persediaan barang jadi dan barang dalam proses (115.250 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang dihentikan LABA TAHUN BERJALAN 121.000) Beban penyusutan dan amortisasi (19.000) (17.500 0.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.400 13.000 11.100 128.667 Beban pajak penghasilan (40.30 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).000) (e) 35.54 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua laporan dan pengklasifikasian beban dalam laba rugi berdasarkan sifat) (dalam ribuan rupiah) 20X7 Pendapatan 390.pmd 54 6/19/2009.46 20X6 355.417) Laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan 121.000 (30.000) (43.500 52.000) 30.000 Bahan baku yang digunakan (96.500) 65.100 65.900) 15.500) (18.000) 96.000 (32.250 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97.

250 74.667 1. Lihat laporan laba rugi komprehensif yang mengilustrasikan penyajian pendapatan dan beban dalam satu laporan.500 Alternatif lainnya.667 (667) (4. bersih setelah pajak.500 Laba tahun berjalan Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Keuntungan revaluasi aset tetap Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi(f) Pajak penghasilan terkait(g) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak TOTAL LABA RUGI KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Total laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk Kepentingan nonpengendali 5. komponen laporan pendapatan komprehensif lain dapat disajikan.250 20X6 65.55 PSAK 1 (2009).500 85.333 (700) (9.700 93.800 18. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.250 93.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.000) 28.pmd 55 6/19/2009.000) 26.367 (667) 400 4. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kelompok Usaha XYZ – Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7 (Ilustrasi penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam dua laporan) (dalam ribuan rupiah) 20X7 121.450 107.334) (14.000) 933 3.800 21.667 (24.000 107.334 10. 10:48 AM .

pmd 56 6/19/2009.667 Lindung nilai arus kas: Keuntungan (kerugian) tahun berjalan (4.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 3.667 (9.333 Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi 400 (700) Pendapatan komprehensif lain (18.667 Aset keuangan tersedia untuk dijual: Keuntungan tahun berjalan 1.000) 26.667 Dikurangi: penyesuaian reklasifikasi atas keuntungan termasuk dalam laba rugi (25.000) 28.333 Dikurangi: penyesuaian atas jumlah yang di transfer kepada nilai tercatat awal item lindung nilai 667 (667) (4. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.56 Kelompok Usaha XYZ Pengungkapan komponen pendapatan komprehensif lain(h) Catatan atas laporan keuangan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 2007 2006 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (i) 5.000 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).667) (4.333 30. 10:48 AM .334 Pajak penghasilan terkait(j) 4.367 Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti (667) 1.333) (24.334 10.334) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan (14.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.667) 37.000) Dikurangi: penyesuaian reklasifikasi atas keuntungan yang termasuk dalam laba rugi 3.000) (4.

000) 2.667 (14.334) 4.000) 26.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009). 10:48 AM 01.667) 4.667 Lindung nilai arus kas: (667) 167 (500) (4.000) 37.367 Keuntungan (kerugian) aktuarial program pensiun manfaat pasti (667) 167 (500) 1.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 (333) 600 3.700 1.000 10.334 ED PSAK No.000 (18.pmd Penyajian Laporan Keuangan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 57 2006 Manfaat (beban) pajak (2.334 (1.334) Jumlah neto setelah pajak 8.667) 1. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.677) (6.57 .333 Bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi 400 400 (700) Pendapatan komprehensif lain (18.000) 6.000 (700) 28.000 20.677 Aset keuangan tersedia untuk dijual: (24.000 (667) (333) (9.000 Kelompok Usaha XYZ Pengungkapan pengaruh pajak terkait setiap komponen pendapatan komprehensif lain Catatan atas laporan keuangan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) 2007 Jumlah Manfaat Jumlah Jumlah sebelum (beban) neto setelah sebelum pajak pajak pajak pajak Selisih kurs penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing 5.000 (3.

600 2.500 Perubahan ekuitas pada tahun 20X6 Dividen Total laba rugi komprehensif tahun berjalan (k) Saldo per 31 Desember 20X6 ED PSAK No.500 831.600 6.600 747.000 17.000 717.000) 93.pmd 01.200 600.700 782.500 Saldo per 1 Januari 20X6 Perubahan kebijakan akuntansi Saldo yang disajikan kembali 718.000 118.800 18.600 (2.000) (4.000 161.000) 74. 10:48 AM .100 400 600.000 118.58 Modal saham Saldo laba Penjabaran mata uang dari kegiatan usaha luar negeri Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Surplus revaluasi Total 1.900 (10.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009). 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.500 500 748.400 53.000) Kepentingan Total ekuitas non pengendali Penyajian Laporan Keuangan Kelompok Usaha XYZ– Laporan perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X7 (dalam ribuan rupiah) Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 58 600.900 48.600 (10.700 29.700 (10.600 1.100 29.800 400 100 2.000 (4.000 1.400) (400) 16.000) 1.400 2.

000 (15.800 21.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PSAK 1 (2009).000 (15.600 650..200 (800) 3.700 70.pmd Lanjutan.250 973.050 107.200 (14.000 (15.600 200 3.000 243.000) - 50.450 903.200 5.750 ED PSAK No.400) (400) 800 (200) 2. Modal saham Saldo laba Penjabaran mata uang dari kegiatan usaha luar negeri Aset keuangan tersedia untuk dijual Lindung nilai arus kas Surplus revaluasi Total Kepentingan Total ekuitas non pengendali Penyajian Laporan Keuangan Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 59 50.59 ..500 85.000) 50. 10:48 AM 01.000) Perubahan ekuitas pada tahun 20X7 Penerbitan modal saham Dividen Total laba rugi komprehensif tahun berjalan (l) Transfer ke saldo laba Saldo per 31 Desember 20X7 96. 01 (Revisi 2009) 6/19/2009.

12. Lampiran ini memberikan ilustrasi perhitungan penyesuaian reklasifikasi untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual yang diakui sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006). 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. 10 per saham. 10:48 AM . Tarif pajak yang dikenakan adalah 30%.15.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.pmd 60 6/19/2009. nilai wajarnya meningkat menjadi Rp.000 (600) 1.500 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). Pernyataan ini mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan penyesuaian reklasifikasi terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain.100 Total keuntungan 5. Nilai wajar instrumen tersebut pada 31 Desember 20X6 adalah Rp.400 Tahun berakhir 31 Desember 20X7 3.000 saham (instrumen ekuitas) dengan harga Rp. tidak ada pembagian dividen yang diumumkan selama instrumen tersebut dipegang oleh Kelompok Usaha XYZ.60 Bagian II: Contoh ilustrasi penentuan penyesuaian reklasifikasi 07. Pada 31 Desember 20X5.500) 3.000 (1.000 (900) 2. 09. Perhitungan keuntungan (dalam rupiah) Sebelum Pajak Neto pajak penghasilan setelah pajak Keuntungan yang diakui pada pendapatan komprehensif lain: Tahun berakhir 31 Desember 20X6 2. dan mengklasifikasikannya sebagai tersedia untuk dijual. Kelompok Usaha XYZ membeli 1. 08. pada 31 Desember 20X7. Seluruh instrumen tersebut dijual pada 31 Desember 20X7.

pmd 61 6/19/2009.61 PSAK 1 (2009). 10:48 AM . neto setelah pajak (3. komponen pendapatan komprehensif lain dapat disajikan bruto sebelum pajak dengan menambahkan pos terpisah untuk dampak perpajakan: Jumlah yang dilaporkan dalam laba rugi dan pendapatan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X6 dan 31 Desember 20X7 20X7 20X6 Laba atau rugi: Keuntungan penjualan instrumen 5.500) Keuntungan (kerugian) neto yang diakui pada pendapatan komprehensif lain (1.500) Keuntungan neto yang diakui dalam laba rugi 3.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.000 Beban pajak penghasilan (1. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Alternatif lainnya.400 1. neto setelah pajak 2.400) 2.400 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01.100 Penyesuaian reklasifikasi.400 - 1.500 Pendapatan komprehensif lain: Keuntungan selama tahun berjalan.100 1.

entitas memonitor permodalan dengan menggunakan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan (debt-to-adjusted capital ratio). Dalam contoh ini. Contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 132 dan133 untuk entitas bukan institusi keuangan dan bukan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 62 6/19/2009. Contoh ini juga relatif sederhana. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya. Fakta Kelompok Usaha A memproduksi dan menjual mobil. Entitas lain mungkin menggunakan metode yang berbeda untuk memonitor permodalan. dan Untuk memberikan imbal hasil yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan dengan tingkat risiko. Kelompok Usaha A mencakup entitas anak pembiayaan yang menyediakan pembiayaan untuk pelanggan. seberapa rinci pengungkapan yang dilakukan dapat memenuhi persyaratan dalam paragraf 132 dan 133.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.62 Bagian III: Contoh ilustrasi pengungkapan permodalan (paragraf 132-134) Entitas yang bukan merupakan institusi keuangan 10. Kelompok Usaha A bukan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal. 10:48 AM . terutama dalam bentuk sewa. Contoh pengungkapan Tujuan dari Kelompok Usaha dalam mengelola permodalan adalah: Untuk melindungi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan usaha. Entitas menentukan sesuai dengan kondisinya.

penerbitan saham baru. Utang neto dihitung: total utang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kelompok Usaha menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. dan termasuk beberapa bentuk utang subordiansi. 10:48 AM . agio saham. yaitu mempertahankan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan pada batas bawah dari kisaran 6:1 sampai dengan 7:1.pmd 63 6/19/2009. Rasio ini dihitung sebagai berikut: utang neto dibagi modal yang disesuaikan. Kelompok Usaha mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham. Selama 20X4. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (misalnya modal saham. Untuk menjaga atau menyesuaikan struktur modal. Kelompok Usaha memonitor modal dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. dalam rangka menjamin akses ke pembiayaan dengan biaya yang wajar untuk mempertahankan peringkat kredit BB. pengembalian modal kepada pemegang saham. Konsisten dengan entitas lain dalam industri. saldo laba dan cadangan revaluasi) selain jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait dengan lindung nilai arus kas.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. strategi Kelompok Usaha tidak berubah sejak 20X3. kepentingan non-pengendalai. Rasio utang terhadap modal yang disesuaikan pada 31 Desember 20X4 dan 31 Desember 20X3 adalah sebagai berikut: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA 01. Kelompok Usaha mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasari. atau menjual aset untuk mengurangi utang.63 PSAK 1 (2009).

pembayaran dividen naik menjadi Rp. 01 (Revisi 2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).000 1. 2.5 juta untuk 20X3).6 6.8 juta untuk 20X4 (dari Rp.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM .pmd 64 6/19/2009.9 Penurunan rasio utang terhadap modal disesuaikan selama 20X4 diakibatkan terutama dari pengurangan utang neto yang terjadi dari penjualan entitas anak Z. meningkatkan profitabilitas dan menurunkan tingkat piutang yang dikelola.64 31 Des 20X4 31 Des 20X3 Jutaan Rupiah Jutaan Rupiah Total utang 1.100 Dikurang: kas dan setara kas (90) (150) Utang neto 910 950 Total ekuitas 110 105 Ditambah: instrumen utang subordinasi 38 38 Dikurang: jumlah akumulasi dalam ekuitas terkait lindung nilai arus kas (10) (5) Modal disesuaikan 138 138 Rasio utang terhadap modal 6. Sebagai akibat dari pengurangan utang neto. 2.

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

Entitas yang belum memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh pihak eksternal 11. Contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 133 (e) ketika entitas belum memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan secara eksternal selama periode berjalan. Pengungkapan lain akan diberikan untuk memenuhi persyaratan lainnya dalam paragraf 132 dan 133. Fakta Entitas A memberikan jasa keuangan kepada pelanggannya dan subyek dari persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B. Selama tahun yang berakhir 31 Desember 20X7, Entitas A tidak memenuhi persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B. Dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X7, Entitas A mengungkapkan hal-hal terkait dengan ketidakpatuhannya. Contoh pengungkapan Entitas A menyampaikan laporan kuartalan tentang pemenuhan permodalan yang dipersyaratkan per 30 September 20X7 pada tanggal 20 Oktober 20X7. Pada tanggal tersebut, permodalan yang dipersyaratkan bagi Entitas A berada di bawah persyaratan permodalan yang diwajibkan oleh Regulator B sebesar Rp. 1 juta. Sebagai akibatnya, Entitas A diwajibkan untuk menyampaikan suatu rencana kepada regulator yang mengindikasikan bagaimana Entitas A akan meningkatkan permodalan yang dipersyaratkan. Entitas A menyampaikan rencana yang menjelaskan penjualan sebagian dari portofolio ekuitas yang tidak dikuotasi dengan nilai tercatat sebesar Rp. 11,5 juta dalam kuartal ke empat tahun 20X7. Dalam kuartal ke empat, Entitas A menjual portofolio investasi berbunga tetap sebesar Rp. 12,6 juta dan memenuhi persyaratan permodalan yang ditentukan.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.65

PSAK 1 (2009).pmd

65

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 01.66

(a) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (b) Hal ini mengilustrasikan penyajian agregat, dengan pengungkapan atas keuntungan atau kerugian dan penyesuaian reklasifikasi tahun berjalan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Sebagai alternatif, penyajian secara bruto juga dapat digunakan. (c) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (d) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (e) Hal ini berarti bagian dari laba entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (f) Hal ini berarti bagian dari pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas asosiasi, yaitu setelah pajak dan kepemilikan nonpengendali dalam entitas asosiasi. (g) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (h) Jika entitas memilih penyajian agregat dalam laporan laba rugi komprehensif, maka jumlah penyesuaian reklasifikasi dan keuntungan atau kerugian tahun berjalan disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. (i) Tidak terdapat pelepasan kegiatan usaha luar negeri. Oleh karena itu, tidak ada penyesuaian reklasifikasi untuk tahun sajian. (j) Pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. (k) Jumlah yang termasuk dalam saldo laba pada tahun 20X6 sebesar Rp.53.200 menunjukkan laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp.52.400 ditambah keuntungan aktuarial dari program pensiun manfaat pasti sebesar Rp.800 (Rp.1.333 dikurangi pajak Rp.333 dan kepentingan nonpengendali Rp.200). Jumlah yang termasuk dalam penjabaran, tersedia untuk dijual dan cadangan lindung nilai arus kas menunjukkan pendapatan komprehensif lain untuk setiap komponen, neto setelah pajak dan kepentingan non pengendali, yaitu pendapatan komprehensif lain terkait aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tahun 20X6 sebesar Rp.16.000 (Rp.26.667, dikurangi pajak Rp.6.667 dan kepentingan nonpengendali Rp.4.000). Jumlah yang termasuk dalam surplus revaluasi sebesar Rp.1.600 menunjukkan bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi sebesar (Rp.700) ditambah keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp.2.300 (Rp.3.367 dikurangi pajak sebesar Rp.667 dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp.400). Pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi hanya terkait dengan keuntungan atau kerugian revaluasi aset tetap.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PSAK 1 (2009).pmd

66

6/19/2009, 10:48 AM

Penyajian Laporan Keuangan

ED PSAK No. 01 (Revisi 2009)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

(l) Jumlah yang termasuk dalam saldo laba pada tahun 20X7 sebesar Rp.96.600 menunjukkan laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar Rp.97.000 dikurang kerugian aktuarial dari program pensiun manfaat pasti sebesar Rp.400 (Rp.667 dikurangi pajak Rp.167 dan kepentingan nonpengendali Rp.100). Jumlah yang termasuk dalam penjabaran, tersedia untuk dijual dan cadangan lindung nilai arus kas menunjukkan pendapatan komprehensif lain untuk setiap komponen, neto setelah pajak dan kepentingan non pengendali, yaitu pendapatan komprehensif lain terkait aset keuangan yang tersedia untuk dijual pada tahun 20X7 sebesar Rp.3.200 (Rp.5.337, dikurangi pajak Rp.1.334 dan kepentingan nonpengendali Rp.800). Jumlah yang termasuk dalam surplus revaluasi sebesar Rp.800 menunjukkan bagian pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi sebesar Rp.400 ditambah keuntungan atas revaluasi aset tetap sebesar Rp.400 (Rp.933 dikurangi pajak sebesar Rp.333 dan kepentingan nonpengendali sebesar Rp.200). Pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi hanya terkait dengan keuntungan atau kerugian revaluasi aset tetap.

Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

01.67

PSAK 1 (2009).pmd

67

6/19/2009, 10:48 AM

pmd 68 6/19/2009. 1 (Revisi 2009) 21 April 2009 EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 September 2009 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IKATANAKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).EXPOSURE DRAFT PSAK No. 10:48 AM .

id ii Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).id Email: iai-info@akuntan-iai.or.or.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 10:48 AM .or. 1 (Revisi 2009) ED No. Jakarta Pusat 10310 Telp. Ikatan Akuntan Indonesia Diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Sindanglaya No. (021) 724 5078 Homepage: www. (021) 319 04232 Fax. 1 Menteng. dsak@iaiglobal.iaiglobal. 1 (Revisi 2009) PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KEUANGAN Hak cipta © 2009.pmd 69 6/19/2009.id.

Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan.or. 62-21 3190-4232. Jakarta 10310 Fax: 62-21 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Dewan Standar Akuntansi Keuangan.or. Menteng. Ikatan Akuntan Indonesia. Sindanglaya No.pmd 70 6/19/2009. Jl Sindanglaya No.1.1.id Hak Cipta © 2009 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Tel. Menteng.id Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA iii PSAK 1 (2009). 10:48 AM .id & dsak@iaiglobal. Jakarta 10310. Fax: 62-21 315-2139 & 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl.or. Saran saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 September 2009. 1 (Revisi 2009) Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari.

id Jakarta.iaiglobal. sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia. homepage IAI: www. Exposure Draft ini disebarluaskan dalam bentuk buku. Kurniawan Siddharta Utama Agus Edy Siregar Etty Retno Wulandari Roy Iman Wirahardja Riza Noor Karim Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Budi Susanto Ferdinand D. 10:48 AM . Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. Purba Irsan Gunawan Jumadi L. Jusuf Wibisana Jan Hoesada Dudi M. Dewan Konsultatif SAK. perguruan tinggi dan individu/ organisasi/lembaga lain yang berminat.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. 1 (Revisi 2009) Pengantar Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui Exposure Draft PSAK 1 (revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan dalam rapatnya pada tanggal 21 April 2009 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh kalangan anggota IAI.pmd 71 6/19/2009. 21 April 2009 Dewan Standar Akuntansi Keuangan M. Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan merevisi PSAK 1 (1998): Penyajian Laporan Keuangan. Dewan Pengurus Nasional IAI. Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan merupakan adopsi dari IAS 1: Presentation of Financial Statements. Sensi Wondabio Rosita Uli Sinaga Saptoto Agustomo Setiyono Miharjo iv Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).or.

Kewajiban c. Kewajiban c. 1 (Revisi 2009) Ikhtisar Ringkas Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Perihal Referensi ED PSAK 1 (Revisi 2009) ED PSAK 1 (Revisi 2009) mengadopsi IAS 1 Presentation of Financial Statements (2009) Laibilitas PSAK 1 (Revisi 1998) PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Disclosure of Accounting Policies (1997) Kewajiban Terjemahan untuk liability Definisi istilah Terdapat definisi istilah Tidak terdapat yang digunakan. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: a. pemilik. Aset b. 10:48 AM .pmd 72 6/19/2009. standar akuntansi keuangan. material. laba atau rugi. Arus kas Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meliputi: a. tujuan umum. Pendapatan dan beban e. Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA v PSAK 1 (2009). Manajemen bertanggung jawab atas laporan keuangan. Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik f.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. yaitu definisi istilah yang laporan keuangan untuk digunakan. catatan atas laporan keuangan. penghasilan komprehensif lain. Ekuitas d. Aset b. Pendapatan dan beban e. tidak praktis. Ekuitas d. Arus kas Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan Tanggung jawab Tidak mengatur mengenai atas laporan pihak yang bertanggung keuangan jawab atas laporan keuangan.

. Terdapat pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Tidak diatur kapan entitas Entitas sebaiknya sebaiknya mengeluarkan mengeluarkan laporan laporan keuangan. Laporan posisi keuangan (neraca) b. Catatan atas laporan keuangan Kepatuhan terhadap SAK Tidak diatur bahwa laporan keuangan yang memuat pernyataan kepatuhan entitas atas SAK Penyimpangan dari suatu PSAK Penyimpangan dari suatu Tidak diatur adanya PSAK diijinkan jika penyimpangan dari kepatuhan atas PSAK suatu PSAK tersebut bertentangan dengan tujuan laporan keuangan dalam KDPPLK. Komponen laporan keuangan yang lengkap: a. Laporan posisi keuangan awal periode komparatif sajian akibat penerapan retrospektif. vi Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009). 1 (Revisi 2009) Komponen laporan keuangan yang lengkap Komponen keuangan yang lengkap: a. jika PSAK 25 sudah mengadopsi IAS 8 terkini. 10:48 AM . Laporan laba rugi komprehensif c. penyajian kembali. Neraca b. keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca. Catatan atas laporan keuangan f. Hal tersebut akan diatur dalam PSAK 25.Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No. Laporan arus kas e. atau reklasifikasi pos-pos laporan keuangan Entitas membuat pernyataan kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan.pmd 73 6/19/2009. Laporan perubahan ekuitas d. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam PSAK Tepat waktu Tidak diatur bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Laporan laba rugi c. Laporan perubahan ekuitas d. Laporan arus kas e.

maka laibilitas tersebut disajikan sebagai laibilitas jangka pendek. kewajiban dan aset pajak kini e. kewajiban yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’.pmd 74 6/19/2009. jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali. aset biolojik c. kewajiban pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan f. properti investasi b. total aset yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’ (held for sale) dan aset yang masuk dalam kelompok lepasan (disposal groups) yang diklasifikasikan sebagai ’dimiliki untuk dijual’ d. meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA vii PSAK 1 (2009). Klasifikasi laibilitas yang terjadi pelanggaran perjanjian utang. Pos-pos minimal yang disajikan dalam laporan keuangan tidak mencakup pospos tersebut. Klasifikasikan Laibilitas keuangan yang laibilitas yang dibiayai kembali yang dibiayai kembali akan jatuh tempo dalam 12 bulan setelah periode pelaporan diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek. Laibilitas tersebut diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka panjang. kreditur meminta percepatan pembayaran. 10:48 AM . Pelanggaran perjanjian Tidak diatur mengenai utang yang mengakibatkan hal tersebut.Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan posisi keuangan Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan posisi keuangan: a.

Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas. Pos-pos yang minimal harus disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif Kepentingan a. dibuat manajemen dalam penerapan kebijakan akuntansi. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas. Istilah yang digunakan a. Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi (bagian dari laporan laba rugi komprehensif): a. 10:48 AM . Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA viii PSAK 1 (2009). Penggunaan istilah “pos luar biasa” diperkenankan. laba neto ekuitas. Pengungkapan Pengungkapan yang diatur Tidak mengatur secara eksplisit mengenai pengungkapan secara pertimbangan yang telah eksplisit. Beban keuangan b. Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi tidak termasuk: a. controlling b. disajikan secara c. hak non posisi keuangan. Dalam laporan interest) keuangan. rugi disajikan sebagai pengurang laba neto. Dalam laporan posisi b. pengendali disajikan hak minoritas dalam ekuitas. Dalam laporan laba rugi terpisah antara dan laporan laba rugi laibilitas dan komprehensif. dan permodalan. Hak minoritas ekuitas entitas induk atas laba atau dan hak nonpengendali.diperoleh setelah tanggal pelaporan. Istilah yang non-pengendali adalah “hak non digunakan adalah (nonpengendali” “hak minoritas”. Pos luar biasa Penggunaan istilah “pos luar biasa” tidak diperkenankan.pmd 75 6/19/2009. c. dialokasikan ke pemilik c. sumber estimasi ketidakpastian. Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan c. Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan. Beban keuangan b.

Karena pelaporan keuangan entitas nirlaba diatur dalam PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dan entitas sektor publik diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan standar akuntansi keuangan. kecuali untuk paragrafparagraf berikut: 1. yang mana ditambahkan kalimat yang menyatakan bahwa PSAK 1 tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.pmd 76 6/19/2009. dihilangkan.Perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements ED PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements. 2. 4. IAS 1 paragraf 5. Karena penyajian laporan keuangan reksa dana diatur dalam PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana dan koperasi diatur dalam PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian. IAS 1 paragraf 2 yang menjadi PSAK 1 paragraf 2 mengenai ruang lingkup. 3. Implementation Guidance tersebut menyajikan laporan posisi keuangan sebagai berikut: Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA xi PSAK 1 (2009). IAS 1 paragraf 6. mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas nirlaba dan entitas sektor publik. Implementation Guidance dari IAS 1 tentang ilustrasi penyajian laporan posisi keuangan disesuaikan dengan penyajian laporan posisi keuangan (neraca) yang selama ini berlaku di Indonesia. 10:48 AM . mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas tanpa ekuitas (misalnya reksa dana) dan entitas yang modalnya bukan ekuitas (misalnya koperasi). dihilangkan.

10:48 AM .Aset Aset tidak lancar Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Hak non-pengendali Laibilitas Laibilitas jangka panjang Laibilitas jangka pendek Aset lancar Sementara Lampiran dari ED PSAK 1 menyajikan laporan posisi keuangan sebagai berikut: Aset Aset lancar Aset tidak lancar Laibilitas Laibilitas jangka pendek Laibilitas jangka panjang Ekuitas Hak non-pengendali Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk x Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009).pmd 77 6/19/2009.

....... 13 ......46 Identifikasi Laporan Keuangan ....................... Ruang Lingkup .... 10:48 AM ...... 07 ................................ 64 ........26 Materialitas dan Agregasi ...............29 Saling Hapus ...... 34 .44 Tujuan Laporan Keuangan ..... 25 . 23 ......... 43 .......35 Informasi Komparatif ............................................................44 Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK .........................................................................51 Laporan Posisi Keuangan .........................................109 Pendahuluan ...................pmd 78 6/19/2009...............78 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan .................................................. 08 .............................................................57 Pembedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar dan Laibilitas Jangka Pendek dan Jangka Panjang .............................. 45 ......................................78 Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA xi PSAK 1 (2009)............................ 30 .................... 58 ............................................ Definisi ...........24 Dasar Akrual .............................................Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.......................................................... 1 (Revisi 2009) DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN ......................................... 07 Komponen Laporan Keuangan Lengkap ................................ 27 ................ 52 ..............74 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan .04 05 .. 75 ...........33 Frekuensi Pelaporan ........ 13 ........42 Konsistensi Penyajian ...........12 Karakteristik Umum ........................................06 LAPORAN KEUANGAN ...............................................................................22 Kelangsungan Usaha ......... 67 ...................... 36 .63 Aset Lancar .........................66 Laibilitas Jangka Pendek ..................................... 47 ...................................................... 45 ..... 01-06 01 02 .......... Tujuan ........................... 52 .44 STRUKTUR DAN ISI ........................

.......................................................................................................... 110 .136 TANGGAL EFEKTIF ..................... 132 ..................................................... Lampiran 137 138 xii Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA PSAK 1 (2009)....................pmd 79 6/19/2009.................................. 80 ............................................................................51 Struktur ................. 86 ....................................................... 109 Catatan atas Laporan Keuangan ............ 123 .. 10:48 AM .Penyajian Laporan Keuangan ED PSAK No.......... 88 ..94 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif atau Catatan atas Laporan Keuangan ................. PENARIKAN ...........................................................122 Sumber Estimasi Ketidakpastian .....114 Pengungkapan Kebijakan Akuntansi ..................134 Pengungkapan Lain .................................................103 Laporan Perubahan Ekuitas ...... 115 ......103 Informasi yang Disajikan dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif ............. 79 ................................................ 135 ....................... 110 ...............108 Laporan Arus Kas .87 Pendapatan Komprehensif Lain Selama Periode . 104 ................................... 95 .85 Laba Rugi Selama Periode ...131 Modal ........................... 1 (Revisi 2009) Laporan Laba Rugi Komprehensif ....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful