P. 1
PEMBUATAN VISUM

PEMBUATAN VISUM

|Views: 385|Likes:

More info:

Published by: Taufik Akbar Faried Lubis on Oct 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2014

pdf

text

original

Pengertian hukum

:
Salah satu bentuk kejahatan terhadap kesopanan / kesusilaan, yaitu persetubuhan di luar pernikahan dengan unsur paksa atau tanpa persetujuan pihak perempuan

Di Indonesia 1% dari seluruh kasus kejahatan

Adalah : kesaksian secara tertulis dari seorang dokter atau ahli atas sumpah jabatan terhadap apa yang dilihat dan ditemukan pada seseorang atau benda untuk keperluan pengadilan.

Visum atau keterangan ahli
Hakim

Percaya

Tidak percaya

Alat Bukti

Keterangan kepada Hakim

Dokter ? ? ?
Perkosaan + / Memutuskan

Tanda-tanda kekerasan dan persetubuhan

Hakim

menentukan penyembuhan trauma perkosaan di kemudian hari (perkosaan merupakan kedaruratan psikologik berat).

Perbuatan biologis oleh laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk mendapat keturunan  Untuk mencapai tujuan  3 unsur lakilaki terpenuhi : erectio, penetratio dan ejaculatio  sulit membuktikan adanya persetubuhan  persetubuhan dianggap terjadi apabila penis telah melewati introitus vaginae.

Syarat terjadinya persetubuhan adalah : masuknya penis ke dalam vagina, sedangkan ejakulasi bukan syarat mutlak. Penempelan penis semata-mata pada alat kelamin wanita sebelah luar belum merupakan persetubuhan.

Sulit  Penetrasi cukup dalam  Gadis  deflorasi (tergantung bentuk hymen, elastisitas hymen dan robekan sebelumnya oleh sebab lain)

Anamnese  Pemeriksaan pakaian  Pemeriksaan fisik

› Pemeriksaan umum
› Pemeriksaan khusus 

Pemeriksaan laboratorium
› Pemeriksaan spermatozoa dan semen › Pemeriksaan penyakit kelamin › Pemeriksaan kehamilan › Pemeriksaan toksikologi

Tidak termasuk VER, hanya keterangan dari yang diperiksa (lampirkan pada VER)  Umum :

› Umur / tanggal lahir › Status perkawinan › Haid, siklus haid yang terakhir › Penyakit kelamin & kandungan › Penyakit lain › Riwayat persetubuhan (pernah, kapan terakhir, apakah

menggunakan kondom)

Khusus

 Khusus : › Waktu kejadian (tanggal dan jam) › Lokasi kejadian › Apakah korban melawan  nail

scraping) › Apakah korban pingsan (periksa urine dan toksikologi) › Apakah terjadi penetrasi dan ejakulasi › Apakah setelah kejadian, korban mencuci, mandi dan mengganti pakaian

Pakaian yang dipakai rapi atau tidak  Adakah robekan dan kancing terputus  Adakah bercak darah, air mani,lumpur, dsb  Pakaian yang mengandung barang bukti ---- gunting ----  kirim ke labkrim

Jelaskan kegunaan pemeriksaan  Pem. Fisik

› Umum

: seluruh tubuh, kecuali alat kelamin dan seki tarnya

› Khusus

: Terutama pada alat kelamin dan daerah sekitarnya.

Ada tidaknya tanda kekerasan / perlawanan  Penggunaan alkohol / obat penenang,obat bius  Pemeriksaan lain :

› Tinggi dan berat badan › Tingkat kesadaran (biasa atau terganggu) › Tekanan darah, nadi, jantung, paru-paru, abdomen,

refleks › Pupil biasa atau miotuk, reflek-reflek › Perkembangan sex sekunder › Luka pada seluruh tubuh (tentukan letak, sifat , ukuran dan warnanya.

Pusatkan pada alat kelamin dan daerah didekatnya (paha bagian atas, pubis, labia, introitus vaginae, selaput dara, vagina dan serviks uteri)  Jika memungkinkan periksa juga uterus & adnexa

Adakah memar dan atau luka lecet pada paha bagian depan medial dan lateral (akibat tekanan jari-jari dan kuku pemerkosa sewaktu secara paksa melakukan abduksi kedua paha wanita)

Adakah rambut kemaluan yang melekat menjadi satu (air mani yang mengering)  Bila ada  gunting rambut untuk diperiksa

Di sekitar alat kelamin  Bila ada  kerok dengan sisi tumpul skalpel atau dihapus dengan lidi berkapas yang dibasahi dengan larutan garam fisiologis

Adakah hiperemik, sembab menebal, lecet dan nyeri pada sentuhan atau ada tanda-tanda penyakit kelamin pada bibir besar dan bibir kecil

Tentukan bentuknya (annular, semilunar, fibriatus atau lainnya)  Utuh atau sudah robek (baru atau lama), letaknya pada pukul berapa, sampai di insersio atau tidak  Tentukan lingkaran lubang selaput dara (orificium hymenalis)  perawan 2,5 cm (lingkaran persetubuhan minimal 9 cm ---- Voight)

Lingkaran besar pada selaput dara tanpa robekan lama atau baru

Persetubuhan tidak selalu disertai dengan deflorasi

Periksa vagina dan serviks dengan spekulum  HANYA bila alat genital memungkinkan

Adakah tanda-tanda penyakit kelamin

SELAPUT DARA

Bentuk teratur dengan tepi yang teratur dan utuh
› Hymen annularis : lubang bundar, terletak di

tengah (kadang segmen anterior)

ada

lubang

eksentris

di

› Hymen semilunaris : selaput dara terdapat di

segmen posterior dan berbentuk seperti bulan sabit
yang berjalan dari anterior ke posterior dengan bibir-bibir selaput dara di kedua sisinya (menyerupai celah mulut yang terletak vertikal)

› Hymen labiiformis : lubang berbentuk celah

Bentuk teratur dengan tepi tidak teratur
› Hymen lobatus : celahnya seperti membelah

hymen

› Hymen dentatus : selaput dara celahnya

membentuk gerigi
› Hymen fimbriatus : berbentuk seperti jumbai-

jumbai

› Hymen

corolliformis : apabila celahnya mencapai basis selaput dara dan dapat berlipat-lipat

Bentuk tidak teratur dengan tepi teratur atau tidak teratur
› Hymen ›

imperforatus : selaput dara tidak berlubang Hymen septus atau bipartitus : terdapat 2 lubang dengan sekat di antaranya Hymen partim septus : sekat antara kedua lubang bukan satu kesatuan (sulit dibedakan dari hymen septus yang robek akibat persetubuhan) Hymen multipleks : selaput dara terdiri dari banyak jelabir selaput Hymen cribrosus : selaput dara berlubang banyak

Bentuk annularis, labiiformis, fimbriatus dan corolliformis  mudah robek  Bentuk lobatus dan semilunaris  sulit robek  Hymen berjelabir  robekan sulit terlihat pada yang kurang pengalaman  Tempat robekan hymen  dinyatakan dengan angka jam

1. 2. 3.

4.
5.

Pro Justitia Pendahuluan Hasil Pemeriksaan Kesimpulan Penutup

1.

Pro Justitia : mengingatkan dokter bahwa visum dibuat untuk keadilan Pendahuluan : berisi siapa yang meminta visum serta kedudukannya, siapa yang membuat visum, identitas korban, tempat dan tanggal pemeriksaan dilakukan serta nama petugas penyidik yang mengantar korban Hasil pemeriksaan : secara objektif sesuai dengan pengawasan dan penelitian dokter yang bersangkutan, dicantumkan dalam bahasa Indonesia.

2.

3.

4.

Kesimpulan : pendapat dokter pemeriksa sesuai pengetahuan dan pengalaman pribadinya, untuk menjelaskan kelainan yang terjadi pada korban tentang jenis kekerasan pada tubuh korban dan ada tidaknya tanda-tanda persetubuhan, dll. Bagian ini sangat penting bagi pemakai visum dan merupakan pendapat subjektif dokter yang merupakan petunjuk bagi penyidik dan salah satu alat bukti sah di pengadilan. Penutup : mengingatkan pemberi dan pemakai visum bahwa laporan tersebut dibuat sejujurnya dan mengingat sumpah

5.

Contoh format Visum et Repertum

Pro Justitia

VISUM ET REPERTUM
No. : …………………

Pada hari ini ……., tanggal……., jam….. Wib telah diperiksa oleh yang bertanda tangan di bawah ini, dokter pemerintah pada RSUD. Dr. Pirngadi Medan, atas permintaan tertulis dari Polisi / Polisi Militer di……….., No………… tanggal ………… seorang perempuan, nama : ………….. Umur : …… tahun, suku : …….., bangsa : …….. Alamat : …………. Perempuan tersebut diantar oleh petugas Polri nama : ………………., Pangkat :…………………

Hasil Pemeriksaan
1. Kesadaran : ………………………………………… Tinggi badan :………… cm, Berat badan ………….. Kg Pakaian :………………………………………………………………………………………………………. 2. Pemeriksaan umum : Tekanan Darah : ……….. mmHg, Nadi ………. X /menit, Pernapasan ……. x/menit 3. Pemeriksaan tubuh : (tanda-tanda ruda paksa pada tubuh) Kepala : ……………………………………………… Leher : ……………………………………………… Dada : ……………………………………………… Perut : ……………………………………………… Anggota gerak : Atas………………………, Bawah ……………………… 4. Pemeriksaan daerah kemaluan (meliputi rambut kemaluan, selaput dara, liang senggama, mulut rahim dan rahim Alat kelamin luar : ………………………………………………. Selaput dara : ………………………………………………. Liang senggama : ……………………………………………….. Rahim (periksa dalam): ……………………………………………… 5. Pemeriksaan Laboratorium / tambahan : (sekret dari mulut rahim, liang senggama, tes kehamilan / pemeriksaan ultrasonografi) 6. Kesimpilan : ……………………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………………….. Demikianlah visum et repertum ini diperbuat dengan sejujurnya berdasarkan sumpah sesuai dengan lembaran negara tahun 1937 no. 350. Medan, ………………. Dokter yang memeriksa Dr. …………………………

Terimakasih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->