P. 1
medikolegal

medikolegal

|Views: 275|Likes:

More info:

Published by: Adisyari Puri Handini on Oct 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

kONSIL KEDOKTERAN INDONESIA ( KKI ) Dalam rangka memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum, untuk meningkatkan, mengarahkan

dan memberi landasan hukum serta menata kembali berbagai perangkat hukum yang mengatur penyelenggaraan praktik kedokteran agar dapat berjalan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka perlu diatur praktik kedokteran dalam suatu undang undang. Untuk itu dibentuk Undang Undang tentang Praktik Kedokteran. Dalam Undang Undang ini diatur: 1. Azas dan tujuan penyelenggaraan praktik kedokteran yang menjadi landasan yang didasarkan pada nilai ilmiah, manfaat, keadilan, kemanusiaan, keseimbangan serta perlindungan dan keselamatan pasien. 2. Pembentukan Konsil Kedokteran Indonesia yang terdiri dari Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi disertai susunan organisasi, fungsi, tugas dan kewenangan. 3. Registrasi dokter dan dokter gigi. 4. Penyusunan, penetapan dan pengesahan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. 5. Penyelenggaraan praktik kedokteran. 6. Pembentukan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia ( MKDKI ) 7. Pembinaan dan pengawasan praktik kedokteran. 8. Pengaturan ketentuan pidana.

KKI merupakan suatu badan yang independen yang akan menjalankan fungsi regulator, yang terkait dengan peningkatan kemampuan dokter dan dokter gigi dalam pelaksanaan praktik kedokteran. Disamping itu, peran dari berbagai organisasi profesi, asosiasi institusi pendidikan yang ada saat ini juga perlu di berdayakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter atau dokter gigi.

Dengan demikian, dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran selain tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku, juga harus menaati ketentuan kode etik yang disusun oleh organisasi profesi dan didasarkan pada disiplin ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.

mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi. 3. dokter spesialis. Standar Profesi adalah batasan kemampuan (knowledge.Dalam menjalankan fungsinya KKI bertugas: 1. dokter gigi dan dokter gigi spesialis yang telah ditetapkan asosiasi institusi pendidikan kedokteran dan asosiasi institusi pendidikan kedokteran gigi. 3. mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. Melakukan registrasi terhadap semua dokter dan dokter gigi yang akan menjalankan praktik kedokteran. skill and professional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seorang Individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi. kolegium kedokteran gigi dan asosiasi rumah sakit pendidikan Sumber: Buku Petunjuk Teknis Praktik Kedokteran Tahun 2005 . Dalam menjalankan tugas Konsil Kedokteran Indonesia mempunyai wewenang : 1. Melakukan pembinaan bersama lembaga terkait lainnya terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran. melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi. 5. dan 7. melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan sanksi oleh organisasi profesi atau perangkatnya karena melanggar ketentuan etika profesi. 6. menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi. menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi. kolegium kedokteran. Mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. KKI mengesahkan standar pendidikan profesi dokter. 2. melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. 4. 2.

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemilihan pimpinan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia. serta bertanggung jawab kepada Konsil Kedokteran Indonesia. Anggota Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia ditetapkan oleh Menteri atas usul organisasi profesi. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran di tingkat provinsi dapat dibentuk oleh Konsil Kedokteran Indonesia atas usul Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia adalah lembaga yang berwenang untuk menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. .MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA ( MKDKI ) Untuk menegakkan disiplin dokter dan dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. Berkedudukan di ibu kota negara Republik Indonesia. Masa bakti keanggotaan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan. dan dalam menjalankan tugasnya bersifat independen. seorang wakil ketua. dan seorang sekretaris. dibentuk Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Pimpinan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia terdiri atas seorang ketua. seorang dokter dan seorang dokter gigi mewakili asosiasi rumah sakit. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia merupakan lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia. dan 3 (tiga) orang sarjana hukum. dan menetapkan sanksi. Keanggotaan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia terdiri atas 3 (tiga) orang dokter gigi dan organisasi profesi masing-masing. Pimpinan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia dipilih dan ditetapkan oleh rapat pleno anggota.

identitas pengadu. dan sebagian lagi tersebar didalam Peraturan Pemerintah. Peraturan KKI. dan memutuskan kasus pelanggaran disiplin dokter dan dokter gigi yang diajukan. Setiap orang yang mengetahui atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau gigi dalam menjalankan praktik kedokteran dapat mengadukan secara tertulis kepada Ketua Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Pedoman Organisasi Profesi. Melaksanakan praktik kedokteran dengan tidak kompeten. KODEKI. Sebagian dari aturan dan ketentuan tersebut terdapat dalam UU Praktik Kedokteran. alasan pengaduan. tidak menghilangkan hak setiap orang untuk melaporkan adanya dugaan tindak pidana kepada pihak yang berwenang dan/atau menggugat kerugian perdata ke pengadilan. dan 2. 2. 3. Pedoman atau ketentuan lain. Menerima pengaduan. Menyusun pedoman dan tata cara penanganan kasus pelanggaran disiplin dokter atau dokter gigi. Permenkes. memeriksa. Pelanggaran disiplin pada hakikatnya dibagi menjadi: 1. 2. Berperilaku tercela yang merusak martabat dan kehormatan profesi kedokteran. Pelanggaran disiplin adalah pelanggaran terhadap aturan aturan dan/atau ketentuan penerapan keilmuan dalam pelaksanaan pelayanan yang seharusnya diikuti oleh dokter dan dokter gigi.Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia bertugas: 1. Tugas dan tanggung jawab profesional pada pasien tidak dilaksanakan dengan baik. Pengaduan sekurang-kurangnya harus memuat: 1. nama dan alamat tempat praktik dokter atau dokter gigi dan waktu tindakan dilakukan dan 3. . Pengaduan sebagaimana dimaksud diatas.

kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi. Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia meneruskan pengaduan pada organisasi profesi. Sanksi disiplin dapat berupa: 1. dan/atau 3. tata cara pengaduan. rekomendasi pencabutan surat tanda registrasi atau surat izin praktik. dan tata cara pemeriksaan serta pemberian keputusan diatur dengan Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran etika. dokter gigi. Keputusan dapat berupa dinyatakan tidak bersalah atau pemberian sanksi disiplin. pemberian peringatan tertulis. Sumber: Buku Himpunan Peraturan tentang MKDKI Tahun 2008 . dan Konsil Kedokteran Indonesia. tata cara penanganan kasus.Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia memeriksa dan memberikan keputusan terhadap pengaduan yang berkaitan dengan disiplin dokter dan dokter gigi. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan fungsi dan tugas Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Keputusan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia mengikat dokter. 2.

Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika.Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum). profesionalisme dan keluhuran profesi. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas. yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional atas peraturan internal profesinya. MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah “disiplin profesi”. lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004. yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang ratarata. Dokter tersangka pelaku pelanggaran . Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI. Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK. maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. Saat ini MKEK menjadi satusatunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran. sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran.

Di Australia. Majelis berwenang memperoleh : 1. langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu. tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. bukti hubungan dokter dengan rumah sakit. Keterangan. namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim. bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis. Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah. demikian pula sebaliknya. saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing. membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau. yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan. bukti keanggotaan profesi. Perijinan rumah sakit tempat kejadian. tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal). dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit).[2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya di”sah”kan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait. dan surat-surat lain yang berkaitan dengan kasusnya. rekam medis. pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan 2. seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman.standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK. tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Bar’s Disciplinary Tribunal Regulation. misalnya. Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. dapat pula diperiksa di pengadilan – tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. Dokumen yang terkait. baik lisan maupun tertulis (affidavit). Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. hospital bylaws. . Dalam melakukan pemeriksaannya. teradu. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi. SOP dan SPM setempat.

Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi. meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct. kejaksaan ataupun di persidangan. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas.Dalam persidangan majelis etik dan disiplin. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan. . oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan. yaitu setinggi beyond reasonable doubt. [3] Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan. unsatisfactory professional conduct. eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. putusan diambil berdasarkan buktibukti yang dianggap cukup kuat. unprofessional conduct. yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana. yaitu preponderance of evidence. Sekali lagi. kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK.5 Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. Khusus untuk SIP. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik. hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%. professional misconduct dan infamous conduct in professional respect.

sesudah mendapatkan informasi dari dokter dan yang sudah dimengertinya. BENTUK INFORMED CONSENT a. II.I. Dengan dinyatakan (Expreess) - Secara lisan (oral) - Secara tertulis (written) . PENGERTIAN o Suatu izin (consent) atau persetujuan dari pasien yang diberikan dengan bebas dan rasional.

informasi keadaan pasien diberikan pada keluarga terdekat. . Dianggap diberikan - Dalam keadaan normal - Dalam keadaan gawat darurat (emergency) Istilah lain dari Informed Consent adalah : Real Consent (konsen yang sungguh benar). Pasien berhak tanpa harus diminta untuk memperoleh informasi tentang penyakit dan tindakan medik. Informed Consent di Indonesia adalah dalam hal persetujuan tindakan medis (operasi). III. suami – istri. SASARAN INFORMED CONSENT o Prinsipnya dokter memberikan informasi pada pasien sendiri o Jika pasien tidak sadar.b. ayah – ibu dsb. Kaitan informasi dengan terapiutik antara dokter / pasien dari segi hukum : Memperoleh informasi — hak pasien dan kewajiban dokter untuk memberikan.

b.SYARAT INFORMED CONSENT 1. DASAR HUKUM . Hak Waiver Hak atas informasi bagi pasien bersifat pribadi.Dokter wajib menyimpan rahasia V. SYARAT . walinya IV.o Jika pasien anak. Kewajiban dokter . maka informasi diberikan pada ibu – ayah. HAK PASIEN DAN KEWAJIBAN DOKTER DALAM INFORMED CONSENT a. Hak pasien - Pasien berhak menolak diberikan informasi disebut . Pengertian (Understanding) Suka – Rela (Voluntariness) VI. dan bila dikehendaki pasien dapat menunjuk orang lain untuk menerima informasi.

anamnesa.penentuan fisik . o Informed Consent tidak dapat didelegasikan pada perawat. 18 tahun 1981. Konstruksi Zaak Waarneming. . diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap . Karena jika ada tuntutan maka tanggung jawabnya tetap dokter serta tidak termasuk bidang/ wewenang perawatan. Dasar Hukum. laboratorium. rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat 1. Tentang bedah mayat anatomis serta transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia pada Pasal 15 tentang donor hidup. 585 /MEN. misalnya : OS kecelakaan lalu lintas yang dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar/ tidak ada anggota keluarga. o Jika perawat diminta untuk menandatangani SIO pada pasien. Jika pasien belum mendapat informasi dari dokter maka perawat harus menunda permintaan tanda tangan.Peratuaran Menteri Kesehatan N0. seperti yang terdapat pada KUH Perdata Pasal 1354 Pengertian REKAM MEDIS Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas . 4 Peratuan Pemerintah N0.KES /PER /IX /1989 tanggal September 1989 tentang persetujuan tindakan medik. o Dalam keadaan emergency tidak harus menunggu adanya informed Consent.

informasi yang tercantum dalam rekam medis seorang pasien harus meliputi 2: . tidak hanya sekedar kegiatan pencatatan.pengobatan yang telah dan akan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara tertulis. Secara umum. akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis yaitu mulai pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan medik . bagian kedua adalah tentang MANAJEMEN: suatu informasi tentang pertanggungjawaban apakah dari segi manajemen maupun keuangan dari kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan 2 Rekam medis juga merupakan kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan penyakit seorang pasien yang meliputi 2: .data terdokumentasi tentang keadaan sakit sekarang dan waktu lampau .Siapa (Who) pasien tersebut dan Siapa (Who) yang memberikan pelayanan kesehatan/medis . dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan/peminjaman apabila dari pasien atau untuk keperluan lainnya 1 Rekam medis mempunyai 2 bagian yang perlu diperhatikan yaitu bagian pertama adalah tentang INDIVIDU : suatu informasi tentang kondisi kesehatan dan penyakit pasien yang bersangkutan dan sering disebut PATIENT RECORD.Rekam medis mempunyai pengertian yang sangat luas .

another supporting examination. Etc 3. address. chest. Aspek Hukum Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan . Kenapa (Why) dan Bagaimana (How) pelayanan kesehatan/medis diberikan . every time. periodic??? Physical diagnosis head.Apa (What).Hasil akhir atau dampak (Outcome) dari pelayanan kesehatan dan pengobatan Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis 1 Tujuan Rekam Medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan . age. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar . Kapan (When) . maka tertib administrasi tidak akan berhasil Kegunaan Rekam Medis antara lain: 1. etc. etc. sex. neck. Laboratory examination.2 . continuously. karena isinya menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga mdis dan perawat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan 2. Anamnesis “fever” how long. Aspek Medis Catatan tersebut dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien Contoh : Identitas pasien name. Aspek Administrasi Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi . marriage status. dalam .

Aspek Penelitian Berkas Rekam medis mempunyai nilai penelitian . Tanpa adanya bukti catatan tindakan /pelayanan . Aspek Keuangan Isi Rekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya pembayaran pelayanan . Aspek Dokumentasi Isi Rekam medis menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan sarana kesehatan Berdasarkan aspek-aspek tersebut . Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan . karena isinya menyangkut data/informasi tentang kronologis dari pelayanan medik yang diberikan pada pasien 7. karena isinya menyangkut data/informasi yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian . Aspek Pendidikan 3 Berkas Rekam Medis mempunyai nilai pendidikan . Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan 2. maka rekam medis mempunyai kegunaan yang sangat luas yaitu : 1. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien 3. perkembangan penyakit dan . 6.rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk menegakkan keadilan 4. maka pembayaran tidak dapat dipertanggungjawabkan 5.

Melindungi kepentingan hukum bagi pasien. sarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang terlibat 6. dan format ini biasanya diletakkan pada halaman terdepan dari dokumen rekam medis dan merupakan bagian dari PATIENT RECORD. alamat dan lain-lain. penelitian dan evaluasi terhadap program pelayanan serta kualitas pelayanan Contoh : Bagi seorang manajer : . jenis kelamin. Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan kesehatan 8. pendidikan dan penelitian 7. umur.pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat di Rumah sakit 4. Menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk keperluan pengembangan program . . Sebagai bahan yang berguna untuk analisa .Distribusi penyakit pasien yang dating ke sarana kesehatan kita .Cakupan program yang nantinya di bandingkan dengan target program 5.Berapa banyak pasien yang dating ke sarana kesehatan kita ? baru dan lama ? . status pernikahan. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan serta bahan pertanggungjawaban dan laporan 4 Dimana memulai pengisian rekam medis ? 2 Rekam medis mulai diisi saat seorang pasien atau klien datang ke fasilitas kesehatan meminta bantuan untuk memecahkan masalah kesehatannya. Format informasi tentang identitas pasien atau klien. Pengisian rekam medis dimulai dengan pengisian format informasi identitas pasien atau klien. biasanya berisi nama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan rekam medis di bidang MANAJEMEN.Jenis-jenis penyakit apa sajakah yang ditangani di sarana kesehatan tersebut ( Penyakit infeksi dan tidak infeksi ) . setiap bulan dan setiap tahun? . pemerintah. pelayanan medis.Siapakah yang membayar pelayanan kesehatan yang diberikan ? berapakah proporsinya ? misalnya oleh sendiri.Selanjutnya dilakukan pengisian format PATIENT RECORD lainnya seperti : • Anamnesis misalnya pasien dating dengan keluhan panas. Dari PATIENT RECORD tersebut. berapakah response time nya ? .Bila terjadi kasus gawat darurat.Berapa banyak pasien yang datang ke sarana kesehatan tersebut setiap hari. • Laboratory examination dan atau pemeriksaan lain seperti radiologi dan lain lain. Seluruh format dalam rekam medis harus diisi sesuai kebutuhannya dan setiap tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan. setiap sarana kesehatan harus melakukan rekapitulasi dari semua variable yang dibutuhkan. Variabel-variabel yang direkapitulasi antara lain: .Berapakah dan Mengapa terjadi kasus kematian di sarana kesehatan tersebut ? . apakah panasnya sepanjang hari atau periodic dan lain lain. maka pada anamnesis ditanyakan sejak kapan. konsultasi dan sebagainya harus mencantumkan nama jelas dan tanda tangannya. asuransi. pihak ketiga dsb . • Physical diagnosis Pemeriksaan fisik mulai dari kepala sampai dengan kaki sesuai kebutuhan.

karena: (6) .Berapa banyak dan jenis obat yang habis setiap hari.. setiap bulan dan setiap tahun? .Dokter akan bertindak dengan hati-hati dan teliti .Dokter mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menyembuhkan penyakit atau setidak-tidaknya meringankan penderitaan. .Dll Pasien/keluarga menaruh kepercayaan kepada dokter.

Dokter akan bertindak berdasarkan standar profesinya. Untuk dapat menuntut penggantian kerugian kerena kelalaian.Dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipergunakan . .Dokter kurang menguasai iptek kedokteran yang sudah berlaku umum dikalangan profesi kedokteran . yang berarti faktanya telah berbicara.Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan dibawah standar Kadang-kadang penggugat tidak perlu membuktikan adanya kelalaian yang tergugat.Penggugat telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya .Melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan hukum Jika dokter hanya melakukan tindakan yang bertentangan dengan etik kedokteran. sehingga menimbulkan komplikasi pasca bedah. . Dalam hukum terdapat suatu kaedah yang berbunyi “Res Ipsa Loquitur”. maka penggugatan harus dapat membuktikan adanya 4 unsur berikut: .Dokter dikatakan melakukan malpraktek jika: . Dalam hal ini maka dokter lah yang harus membuktikan tidak adanya kelalaian pada dirinya.Melakukan kelalaian yang berat atau memberikan pelayanan dengan tidak hatihati .Memberikan pelayanan kedokteran dibawah standar profesi (tidak lege artis) .. misalnya terdapatnya kain kasa yang tertinggal di rongga perut pasien. maka ia hanya telah melakukan malpraktek etik.Adanya suatu kewajiban bagi dokter terhadap pasien .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->