ANALISA SISTEM PENGOLAHAN DATA PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA SAMSAT KOTA TASIKMALAYA

LAPORAN KERJA PRAKTEK Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Syarat Dalam Menempuh Mata Kuliah Kerja Praktek Jenjang Studi Diploma III Program Studi Manajemen Informatika

Oleh : 1. Siti Astuti Artiyani 2. Endang Hermaya 3. Angga Prayoga Putra NIM : 18093171 NIM : 18093184 NIM : 18093200

JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER BINA SARANA INFORMATIKA TASIKMALAYA

8 2011

KATA PENGANTAR

Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini dengan judul “Sistem Pengolahan Data Pembayaran Kendaraan bermotor pada SAMSAT cabang kota Cimahi” Penulis menyadari bahwa laporan kerja praktek ini masih jauh dari kesempurnaan, dengan segala keterbatasan dari penulis, maka segala saran dan kritik yang sifatnya membangun untuk perbaikan serta penambahan pengetahuan akan sangat bermanfaat bagi penulis. Selama penyusunan laporan ini, penuli banyak menerima bimbingan, arahan, bantuan dan dorongan yang berarti, Sehubungan itu maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih pada semua pihak atas bantuan dan kerja samanya, diantaranya kepada: • Ir. Eddy Suryanto Soegoto,MSc. Selaku rektor UniversitasKomputer Indoneia. • Prof. Dr. Umi. Narimawati, Dra., SE., M.Si Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia. • Sri Dewi Anggadini, SE.,M.Si..,Selaku Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Komputer Indonesia. • Dian Dwinita K.,SE.,M,Si., Selaku dosen wali dan dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian laporan kuliah kerja praktek ini.

i

• Seluruh dosen-dosen Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia yang telah membekali ilmu pengetahuan. • Dan tak lupa yang paling terpenting dan terutama mengucapkan terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa. Karena tanpa kehendak-Nya, penulis tidak akan bisa menyelesaikan laporan kerja praktek ini dengan sebaikbaiknya. • Kepada orang tua yang telah memberikan bekal, segala kemampuan, doa restu serta dorongan baik moril maupun materil. • Untuk semua teman-teman terdekatku Askar, Andri, Andika, Ganjar, Rahmat dan khusus untuk Wahyu. Kalian pembawa semangatku. • Adikku tersayang Lewi Martha Fury yang memberi dukungan, perhatian, dan menunggu kelulusanku, semoga Tuhan selalu memberikan berkat-Nya pada mu. • Teman-teman seperjuangan AK-6 angkatan 2007, yang tidak bisa di sebut satu persatu, terima kasih atas bantuannya semoga kalian semua sukses. • Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan kerja praktek ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu, terima kasih dan semoga bantuan uang telah diberikan mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa Akhir kata penulis panjatkan doa dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga laporan kerja praktek ini dapat memberikan manfaat bagi

ii

khalayak pada umumnya. Dan semoga rahmat, karunia serta hidayah Tuhan Yang Maha Esa menyelimuti hidup kita amin

Bandung, Desember 2009 Penulis,

Lewi Frans Setiawan NIM.21307066

iii

...................................4 Metode Kerja Praktek.......................1 Latar belakang Kerja Praktek..16 2................…………vi BAB I PENDAHULUAN 1...................................20 BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK 3.................................................................3 Tujuan Kerja Praktek.............1 Maksud Kerja Praktek................21 iv ..............2 1.....5 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek.....7 2..................................................................................................................................................................3 1.......................13 2........DAFTAR ISI LEMBAR PENGASAHAN KATA PENGANTAR……………………………….......1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek...............2.................................................................4 1.......................................2 Struktur Organisasi Perusahaan........1 1......................................................................3 Kegunaan Kerja Praktek.........................................4 Aspek Kegiatan Perusahaan.....6 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2..........2....................2 Maksud dan Tujuan................................................3 Uraian Tugas dan Jabatan.....i DAFTAR ISI…………………………………………….........................…………iv DAFTAR LAMPIRAN………………............................…………….................................4 1......3 1..…………..1 Sejarah Singkat Perusahaan................

1.21 ..1 Sistem………………………………………………………….v 3.

1 Kesimpulan........44 LAMPIRAN-LAMPIRAN.............1.....................28 3........1.....................38 3.........................................1....................................................................…………………………...........41 4.7 Wajib Pajak............................. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek……….............................28 3......2 Saran.27 3...................................2 Teknis Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek............42 DAFTAR PUSTAKA......................3.....24 3...........3.........2 Pengolahan…………………………………………………….........4 Pajak Kendaraan Bermotor.........25 3......................................2 Pihak yang Terkait Dalam Proses Sistem Pengolahan Data Pembayaran Kendaraan Bermotor.........................3.........6 Subjek Pajak……………………………………………………28 3......1..........1 Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan.…….............................40 BAB IV PENUTUP 4...........43 DAFTAR RIWAYAT HIDUP............................................................1...................45 v .................3 Pajak……………………………………………………………24 3.................1............5 Objek Pajak……………………………………………………......38 3.............3.....

...........................50 Lampiran 6 Struktur Oragnisasi UPPD Provini Wilayah XXXI Cimahi................................................60 vi ...................................56 Lampiran 12 Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor .....................................................................57 Lampiran 13 Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor (SPPKB)................................58 Lampiran 14 Surat Tanda Periksa Kendaraan...49 Lampiran 5 Daftar Kehadiran Mahasiswa/i UNIKOM selama Kerja Praktek..55 Lampiran 11 Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN-KB.......DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Keterangan Kuliah Praktek......................................................................................................51 Lampiran 7 SPPKB Pengesahan.................................................................59 Lampiran 15 Pendapatan UPPD Provinsi Wilayah XXXI Cimahi......................................................................................47 Lampiran 3 Surat Keterangan Hasil Kuliah Praktek (dari dosen Pembimbing)..........................52 Lampiran 8 Surat Tanda Kendaraan..................................................53 Lampiran 9 Hasil Cek Fisik Kendaraan Bermotor...........54 Lampiran 10 Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN-KB...........................................................................................48 Lampiran 4 Surat Keterangan Hasil Kuliah Praktek (dari Perusahaan/instansi)............................46 Lampiran 2 Surat Permohonan Kuliah Praktek...................

Perkembangan teknologi informasi pada saat ini menunjukkan bahwa kecepatan. merupakan salah satu contoh yang menerapkan prinsip diatas. Instansi seperti SAMSAT cabang kota Tasikmalaya. sistem pengolahan data jual beli.2 Latar Belakang Kerja Praktek Perkembangan teknologi informasi yang sangat terasa dalam kehidupan sangat bermanfaat membantu permasalahan dalam proses suatu kegiatan. Diharapkan sebuah sistem informasi bisa semakin mengefektifkan dan mengefisiensikan rangkaian proses aliran data dan informasi demi peningkatan produktivitas dan kepuasan pelanggan atau kosumen. Bila kita lihat secara fakta hampir setiap warga atau penduduk memiliki kendaraan pribadi dan jumlah volume kendaraan yang melintas di jalan terlihat sangat 1 . Bila kita lihat beberapa tahun terakhir ini kebutuhan masyarakat khususnya di Jawa Barat akan kendaraan sebagai sarana tranportasi sangatlah meningkat. sistem pengolahan data persediaan barang dan lain-lain. Pembayaran pajak kendaraan pada sekarang ini semakin dituntut untuk memberikan kemudahan bagi para wajib pajak kendaraan. Kegiatan yang pada umumnya menggunakan peranan teknologi informasi yaitu adalah sistem informasi pengolahan data keuangan. Hal ini juga terlihat dari pihak SAMSAT sendiri memberikan berbagai fitur dan kemudahan baru dalam setiap pembayaran pajak kendaraan.BAB I PENDAHULUAN 4. sistem pengolahan data kepegawaian. keamanan dan kemudahan menjadi pertimbangan utama pengembangan sebuah sistem.

Melihat permasalahan tersebut. terdiri dari berbagai elemen yang saling berinteraksi. diantaranya ketidaktepatan dalam pengarsipan. Berdasarkan hal tersebut pihak kantor bersama SAMSAT harus mengembangkan sistem pengolahan data pembayaran demi kinerja yang lebih baik.2 banyak. dan jaringan yang luas pada berbagai kota atau tempat. .2 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek 1. sistem informasi sangatlah bermanfaat dalam hal ketepatan dan kecepatan prosesnya. Sistem informasi akan bekerja secara sinergis untuk membangun keseluruhan sistem yang merupakan kesatuan terpadu.1 Maksud Kerja Praktek Adapun maksud dilaksanakan kerja praktek ini antara lain : 1. pencatatan laporan masih relatif lama karena masih menggunakan proses manual yaitu dengan mesin ketik. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di Akademi Bina Sarana Informatika Jurusan Manajemen Informatika. pencarian data yang masih menggunakan proses manual. Di SAMSAT cabang kota Tasikmalaya proses pengolahan data pembayaran kendaraan tersebut masih menggunakan proses manual yaitu tanpa terkomputerisasi meskipun ada sebagian yang terkomputerisasi sehingga menimbulkan beberapa masalah.2. Dimana sebuah instansi keuangan akan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. maka penulis sangatlah tertarik untuk membahas mengenai “Analisa Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan pada SAMSAT Cabang Kota Tasikmalaya”. Khususnya dalam pengolahan data pembayaran kendaraan. 1.

3 Kegunaan Kerja Praktek Kegunaan dari pelaksanaan Kerja Praktek yang berjudul Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor adalah : 1. 1.3 2. . Untuk mengetahui bagian-bagian yang terlibat dalam sistem pengolahan data pembayaran kendaraan bermotor. b. Bagi Penulis: a. 3.2 Tujuan Kerja Praktek 1. 2. Agar dapat menerapkan ilmu-ilmu khususnya dibidang sistem informasi manajemen yang telah diperoleh dikuliah sehingga dapat meningkatkan pemahaman ilmu-ilmu tersebut. Analisis masalah-masalah serta kekurangan-kekurangan yang timbul dari Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor pada kantor bersama SAMSAT cabang kota Tasikmalaya. Untuk mengetahui Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak kendaraan bermotor pada SAMSAT cabang kota Tasikmalaya khususnya dalam perpanjangan STNK. Guna menumbuhkan kesiapan mental mahasiswa untuk memasuki dunia kerja yang sebenarnya. c. 1. Untuk analisis kinerja pengelolaan data pembayaran pajak kendaraan yang ada pada SAMSAT cabang kota Tasikmalaya.2. Agar dapat dijadikan referensi bagi penulis yang berminat pada tema yang serupa.

Ikut terlibat langsung dalam kegiatan. 7. 6. 1.4 Metode Kerja Praktek Dalam menyusun laopran kerja praktek ini. seperti ikut dalam pengarsipan notice STNK. Wawancara yaitu mengumpulkan data-data melalui tanya jawab dengan pihak-pihak yang bersangkutan baik pihak SAMSAT sebagai pihak yang mengolah data pembayaran pajak kendaraan ataupun pihak DISPENDA sebagai pihak yang menerima pemasukan pajak kendaraan mengenai sistem pengolahan data keuangan tersebut. Mengobservasi dilapangan dengan mengamati secara langsung ke Kantor Bersama SAMSAT cabang kota Tasikmalaya melalui kegiatan Kuliah Kerja Praktek. Agar dapat menjadi keputusan yang diambil oleh pihak SAMSAT untuk menangani kekurangan-kekurangan atau masalah-masalah dari sistem pengolahan data pembayaran pajak yang timbul kendaraan bermotor. penulis menggunakan beberapa metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu : • Penelitian secara langsung (Field Reseach) untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan 5.4 • Bagi Perusahaan: a. . Agar dapat menjadi masukan bagi SAMSAT dalam mengolah sistem data pembayaran kendaraan bermotor b.

serta data-data lainnya yang berhubungan dengan kegiatan kerja praktek. buku. H.331A Tasikmalaya yang berketepatan 1 lokasi dengan kantor DISPENDA Wilayah XXVII (Tasikmalaya). 1.00 WIB pada hari senin s.d jumat.5 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek Dalam penulisan kerja praktek ini. kegiatan kerja praktek dimulai pukul 07. aktivitas perusahaan. Dokumentasi yaitu mencatat data-data yang diperlukan seperti sejarah singkat perusahaan. artikel maupun sumbersumber lainnya yang relevan dan sekiranya mampu memberikan informasi dan data yang dibutuhkan secara lengkap pada Kantor SAMSAT cabang Tasikmalaya.30-15. • Studi Pustaka (Library Reseach) Yaitu teknik pengumpulan data-data yang dilakukan dengan cara memilih dan membaca berbagai bahan pustaka. Juanda (By Pass) No. .5 8. penulis melakukan penelitian kerja praktek di Kantor Bersama SAMSAT cabang kota Tasikmalaya yang berlokasi di jalan Ir. Adapun waktu penelitian yang dimulai dari tgl 11 Juli – 11 Agustus.

Polri memiliki fungsi penerbitan STNK. dan dilaksanakan pada satu kantor yang dinamakan Kantor Bersama Samsat. pada saat Gurbenur Jendral Wiliem Deanles membuat jalan Anyer-Panarukan. dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk menerbitkan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke Kas Negara baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dinas Pendapatan Provinsi menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB). Dalam hal ini.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2. Dinas Pendapatan Provinsi. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Hal ini dikarenakan DISPENDA atau Dinas Pendapatan Daerah sebagai kantor pusat yang menaungi segala penerimaan pendapatan daerah. Sejarah Kantor Bersama SAMSAT sendiri tak lepas dari berdirinya Dinas Pendapatan provinsi Jawa Barat yang secara historis dimulai dengan unit kerja yang bertugas melakukan pengurusan Perpajakan dan Pendapatan Daerah. sedangkan PT Jasa Raharja mengelola Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan(SWDKLLJ). dengan dibuatnya pos penjagaan (Loji) di alun-alun Cimahi sekarang. atau disingkat dengan SAMSAT adalah suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Polri. Perkembangan ini kemudian 7 .1 Sejarah Singkat Perusahaan Sistem Administrasi Manunggal di bawah Satu Atap. Berdasarkan perkembangan kota Cimahi mulai dikenal sejak tahun 1811. dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLJJ).

8 berlanjut pada tahun 1874-1893 ketika dilaksanakan pembuatan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan stasiun kereta api Cimahi dan pada tahun 1886 dimulai pembangunan Pusat Pendidikan Militer dan Fasilitas lainnya. Padalarang. dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gurbernur tersebut. Pada tahun 1935 Cimahi menjadi kecamatan. untuk pertama kalinya pengurusan Perpajakan dan Pendapatan Daerah ditandatangani secara terpisah dari lingkungan Keuangan. kota Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi otonom seiring dengan ditetapkannya UU No. Jawatan ini secara efektif dimulai tahun anggaran 1972/1973. Berdasarkan SK Gubenur Provinsi Jawa Barat Nomor 210/PO/V/OM/SK71 tanggal 25 September 1971 dibentuk sebuah Jawatan Perpajakan dan Pendapatan Provinsi Jawa Barat. 9 tahun 2001 tanggal 21 juni 2001 tentang pembentukan kota Cimahi dan diresmikan pada tanggal 21 juni 2001. Sejak kemerdekaan kota Cimahi berkembang terus. Batujajar dan Cipatat. pada tahun 1962dibentuk setingkat kedewanan yang meliputi 4 kecamatan yaitu : Cimahi. Sesuai dengan kondisi kota Cimahi yang semakin berkembang. 29 tahun 1975. Dengan dikeluarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Pemerintahan di daerah. Nomenklatur Jawatan Perpajakan dan Pendapatan Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Kota Cimahi merupakan kotip pertama di jawa barat dan ketiga di Indonesia. yang diresmikan pada tanggal 29 januari 1976. diganti menjadi Dinas Perpajakan dan Pendapatam Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat . Dengan perkembangan kota Cimahi pada tahun 1975 ditingkatkan statusnya menjadi kota Administratif melalui peraturan Pemerintah no.

Untuk SAMSAT cabang kota Cimahi terletak di jalan Raya Cibabat No. :Pem. Kantor bersama SAMSAT adalah kantor atau instansi pemerintahan yang bergerak dalam bidang pembayaran pajak kendaraan bermotor yang berdomisili di kota Cimahi.331A Cimahi.9 Sejak dibentuknya Dinas Pendapatan Daerah Tingkat I Jawa Barat. Dengan perkembangan pemerintah Kotip Cimahi menjadi Kota Cimahi dan sektor pajak merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah dalam . Pembentukan Dinas Pendapatan Daerah berpedoman pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 363 Tahun 1977 tanggal 4 November 1977 tentang Pedoman Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah serta Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No.655 tanggal 16 oktober 1979. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor : 7/DP040/1978 Tanggal 30 agustus 1978 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. SAMSAT ada di masing-masing provinsi. mendapat pengesahan Menteri Dalam Negeri dengan Surat Keputusan No.10/69/40. nomenklatur Dinas Perpajakan dan Pendapatan Provinsi daerah Tingkat I Jawa Barat tidak digunakan lagi. KUPD 7/7/39126 Tanggal 31 Maret 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 7/PD-010/1978 tanggal 30 agustus yang kemudian diubah untuk pertama kali dengan Peraturan Daerah Nomor I Tahun 1990 tanggal 24 Januari Lokasi Kantor bersama SAMSAT umumnya berada di lingkungan Kantor Polri setempat. atau di lingkungan Satlantas/Ditlanta Polda setempat. serta memiliki unit pelayanan di setiap kabupaten/kota.

integritas tinggi dan profesional serta membangun sistem kelembagaan yang berbasis kompentensi.10 pelaksanaan pembangunan maka dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2002. partisipatif. Visi Terdepan dalam pengelolaan pendapatan daerah dan dibanggakan dalam pelayanan publik b. • Bidang Kelembagaan: Mewujudkan Sumber Daya Manusia Aparatur yang potensial. Misi • Bidang Pendapatan Daerah: Mengembangkan kebijakan pendapatan daerah yang dapat diterima masyarakat. bertanggungjawab dan berkelanjutan. Fungsi • Pelaksanaan administrasi di bidang pendapatan daerah . Adapun Visi dan Misi berserta tugas pokok dan fungsi dari Kantor Bersama Samsat cabang Kota Cimahi yang diantaranya : a. Tugas • Melaksanakan sebagian fungsi Dinas di bidang pembayaran pajak kendaraan d. terpercaya dan transparan. • BidangPelayanan Publik: Mewujudkan pelayanan publik yang baik (excellent service). tanggal 12 april 2002 maka terbentuklah Kantor Bersama SAMSAT cabang Kota Cimahi. c.

Fugsi dan Rincian Tugas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas di lingkungan Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat.11 • penyelenggaraan pelayanan umum di bidang Pendapatan Daerah e. Dasar Hukum Kelembagaan Berikut merupakan dasar hukum dari SAMSAT : 1. Fungsi dan Rincian Tugas Unit Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 65 Tahun 2002 tanggal 2 Desember 2002 tentang Tugas Pokok. 3. . 2. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 53 Tahun 2002 tanggal 2 Desember 2002 tentang Tugas Pokok. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 tahun 2002 tanggal 12 april 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 tahun 2000 tentang Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 Tahun 2001 tanggal 18 Juli 2001 tentang Pajak Kendaraan Bermotor. f. Dasar Hukum Pemungutan Adapun dasar-dasar hukum pemungutan pajak kendaraan bermotor antara lain: 1. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2000 tanggal 12 Desember 2003 tentang Dinas Daerah Provinsi Jawa Barat jo.

5 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 Tahun 2001 tanggal 18 Juli 2001 tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 Tahun 2001 tanggal 18 Juli 2001 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. 7 Keputusan Gurbenur Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2002 tanggal 13 Mei 2002 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 tahun 2001 8 Keputusan Gurbenur Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2002 tanggal 13 Mei 2002 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 7 tahun 2001 9 Keputusan Gurbenur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2002 tanggal 13 Mei 2002 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 8 tahun 2001 10 Keputusan Gurbenur Jawa Barat Nomor 14 Tahun 2002 tanggal 13 Mei 2002 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 9 tahun 2001 11 Keputusan Gurbenur Jawa Barat Nomor 20 Tahun 2002 tanggal 2 Juli 2002 tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 tahun 2001 2.12 2.2 Struktur Organisasi . 6 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2004 tanggal 4 Maret 2004 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah(RPKD).

membawahi: 13 Seksi data dan informasi yang bertugas melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan data serta penyajian informasi bidang pendapatan. Sub Bag Tata Usaha. Sub Dinas Bina Program. kelembagan dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional dan instalasi 2. • Sub bagian keuangan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan. Kepala DINAS. 12 Sub Dinas Bina Program. Dengan adanya struktur organisasi. Secara umum struktur organisasi Kantor Bersama SAMSAT adalah terdiri dari : 1.13 Struktur organisasi merupakan bagian dari suatu manajemen perusahaan. membawahi seluruh divisi antara lainadalah sebagai berikut: Sub Bag Tata Usaha. Seksi Pajak Non PKB/BBNKB. 14 Seksi penyusunan program yang bertugas melaksanakan penyusunan progran kerja dinas . menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap jenjang yang berada pada suatu perusahaan. membawahi : • Sub bagian kepegawaian yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian. Suatu instansi pemerintah untuk mencapai tujuannya diperlukan struktur oragnisasi agar terjadi keterpaduan atau kerjasama yang dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan kejelasan dalam memberikan tugas yang telah ditetapkan dengan baik. Seksi Non Pajak.

14 15 Seksi evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program kerja dinas 4. Tugas lain dari sub dinas pajak adalah: • Menyelenggarakan perumusan bahan kebijakan pungutan dan teknis operasional pungutan di bidang pajak daerah • Menyelenggarakan perumusan bahan pedoman dasar perhitungan pajak dan pentatausahaan tunggakan pajak • • • Menyelenggarakan pengendalian pentatausahaan pembukuan pajak Menyelenggarakan perumusan pengelolaan administrasi keberatan pajak Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait 9. Sub Dinas Non Pajak Sub Dinas Non Pajak mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perumusan kebijakan operasional pendapatan daerah bidang non pajak Tugas lain dari sub dinas non pajak adalah: • Menyelenggarakan perumusan bahan kebijakan operasional non pajak . koordinasi dan pentatausahaan di bidang pajak daerah. Sub Dinas Pajak Mempunyai tugas pokok menyelenggarakan penyusunan rumusan kebijakan teknis.

Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan mempunyai tugas pokok menyeleggarakan perumusan bahan kebijakan operasional bidang pengendalian dan pembinaan pendapatan daerah. . Instalasi Tugasnya ialah melaksanakan sebagian kegiatan operasional di bidang pelayanan pendapatan daerah di wilayah kerja atau wilayah pelayanan tertentu. Sub Dinas Pengendalian dan Pembinaan membawahi: • Seksi pengendalian operasional. bertugas melaksanakan penyusunan bahan kebijakan operasional bidang pengendalian pelaksanaan sistem dan tatacara pemungutan pajak. kepegawaian dan ketatalaksanaan • Seksi pengendalian pendapatan. mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan operasional pengendalian keuangan. retibusi dan lain-lain pendapatan daerah yang sah • Seksi evaluasi mempunyai tugas pokok melaksanakan perumusan bahan kebijakan operasional dan pendapatan 7.15 • Menyelenggarakan perumusan bahan petunjuk teknis pengelolaan tata usaha pendapatan daerah di bidang non pajak • Menyelenggarakan perumusan bahan fasilitas pendapatan daerah di bidang non pajak • Menyelenggarakan perumusan koordinasi dengan unit kerja terkait 6.

dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan dinas.16 Untuk menyelengarakan tugas pokoknya. • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan instalasi 2. penelitian perhitungan dan penetapan. pembayaran dan penyetoran di bidang pungutan Pajak PKB/BBNKB. pengendalian dan pembinaan pendapatan daerah • Menyelenggarakan fasilitas yang berkaitan dengan pelaksanaan program pajak dan non pajak. adapun fungsi instalasi adalah: • • Pelaksanaan penyusunan rencana kerja instalasi Pelaksanaan administrasi pendaftaran dan pendataan. dan non pajak. Pajak Non PKB/BBNKB dan Non Pajak.3 Uraian Tugas dan Jabatan 1. mengkoordinasikan. pengalihan. sedangkan tugas lainnya adalah: • Menyusun dan menetapkan rencana kerja strategis dan program kerja dinas sesuai dengan kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah • Merumuskan dan menetapkan kebijakan operasiaonal dibidang pendapatan pendapatan daerah yang berkaitan dengan program dinas. Kepala Dinas Tugasnya adalah memimpin.eliputi pajak dan non pajak . pajak. ketatausahan serta pengendalian dan pembinaan pendapatan daerah • Menyelenggarakan pelayanan perizinan bidang pendapatan daerah sesuai dengan keuangan provinsi • Menyelenggarakan pelayanan umum bidang pendapatan daerah .

keuangan. keuangan perlengkapan dan umum. Rincian tugas subbagian Tata Usaha antara lain : • • • Melaksanakan kegiatan dalam bidang ketatausahaan Menyiapkan dan menyusun rencana anggaran Melaksanakan pengelolaan dibidang kepegawaian. perlengkapan. perlengkapan dan umum di lingkungan UPP • Memberikan saran ayau pertimbangan pada kepala UPP mengenai hal-hal berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas kedinasan • Mengumpulkan dan mengolah bahan/laporan di bidang administrasi serta mengajukan pemecahan masalah dan pertimbangannya kepada Kepala UPP untuk dijadikan pertimbangan lebih lanjut • • Melaksanakan pengurusan rumah tangga UPP Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait 3. Dalam melaksanakan tugas pokoknya Subbagian Tata Usaha mempunyai fungsi: • • Pelaksanaan Penyusunan rencana kerja UPP Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. umum dan pelaporan. Seksi PKB/BBNKB Tugasnya adalah melaksanakan pelayanan di bidang pungutan PKB/BBNKB . pengelolaan administrasi kepegawaian. keuangan. SubBag Tata Usaha Tugasnya adalah Melaksanakan penyusunan rencana kerja.17 • Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur 2.

18 Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya. Seksi Pajak Non PKB/BBNKB Tugasnya adalah melaksanakan pelayanan pajak non PKB/BBNKB. Untuk melaksanakan tugasnya seksi pajak non PKB/BBNKB mempunyai fungsi: • Pelaksanan pelayanan dibidang pajak non PKB/BBNKB melalui proses pemungutan yang didasarkan kepada ketentuan peraturan perundanganundangan yang berlaku • Pengkoordinasian pelaksanaan tugas pelayanan di bidang pajak non PKB/BBNKB • Pengendalian tugas pelayanan di bidang pajak non PKB/BBNKB . perhitungan dan penetapan. dan penyetoran di bidang pungutan PKB/BBNKB • Menyusun rumusan guna penyelesaian lebih lanjut terhadap tunggakan PKB?BBNKB dan atas keberatan yang diajukan oleh para wajib bayar sebagaimana dimaksud di atas • Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait 4. pembayaran. penagihan. penelitian. seksi PKB/BBNKB mempunyai fungsi: • Pelaksanan pelayanan di bidang pungutan PKB/BBNKB melalui proses pemungutan yang didaarkan pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku • Pelaksanaan koordinasi tugas pelayanan di bidang pungutan PKB/BBNKB Adapun rincian tugas seksi PKB/BBNKB antara lain: • Melaksanakan administrasi pendaftaran dan pendataan.

19 5. Seksi Non Pajak Tugasnya adalah melaksanakan pelayanan di bidang pungutan non pajak. Surat Tanda Kendaraan Bermotor(STNK) d. Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor(STCKB) e. seksi non pajak mempunyai fungsi: • Pelaksanaan administrasi pelayanan di bidang pungutan daerah melalui proses pemungutan yang didasarkan pada peraturan perundang undangan yang berlaku • Pelaksanaan monitoring dalam bidang penerimaan pendapatan lain-lain yang di kelola oleh dinas/Instansi penghasilan di lingkungan Provinsi maupun hasil penerimaan dari Pemerintah pusat • Pengendalian pelayanan di bidang pungutan retribusi daerah dan pungutan non pajak 2. Surat Ketetapan Pajak Daerah(SKPD) c. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor(BPKB) .5 Aspek Kegiatan Perusahaan Kantor bersama SAMSAT cabang Kota Cimahi yang bergerak dalam bidang pemungutan pajak maupun non pajak memiliki banyak aktivitas yang diantaranya: • Bagian Administrasi a. Untuk melaksanakan tugas pokoknya. Surat Pendataan dan Pendaftaran Kendaraan Bermotor(SPPKB) b.

Perpanjang STNK setelah 5 tahun d. Pendaftaran STNK khusus atau rahasia . Tanda Nomor Kendaraan Bermotor(TNKB) g. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan(SWDKLLD) h. Peneng Pajak i.20 f. Pendaftaran kendaraan Mutasi e. Pendaftaran Pertama Kendaraan Bermotor b. Pengesahan STNK setiap tahun c. Jenis pungutan di Kantor Bersama SAMSAT • Bagian Persyaratan Pendaftaran Kendaraan Bermotor a. Pendaftaran kendaraan bermotor dengan persyaratan khusus f. Surat Keterangan Pindah Pengganti STNK dan surat Keterangan fisikal antar Daerah j.

(2001.1 Bidang Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek Bidang pelaksanaan kuliah kerja praktek ini penulis ditempatkan pada bagian divisi administrasi yaitu bagian pengarsipan.89) Sujana Ismaya mengatakan bahwa: “Sistem merupakan suatu susunan secara teratur dari kegiatankegiatan yang saling bergantung pada prosedur-prosedur yang berhubungan yang melengkapi dan memudahkan pelakanaan pekerjaan dari suatu kegiatan organisasi yang penting”.1. berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.1 Pengertian Sistem Sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.BAB III PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK 3. (2005. Menurut Jerry FithGerald yang diterjemahkan oleh Mulyadi : “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan.521) 21 . dalam pelaksanaan tersebut penulis diberikan pengarahan dan bimbingan mengenai kegiatan perusahaan khususnya dibagian administrasi yang salah satu tugasnya mengarsip Notice STNK sehingga penulis dapat mengetahui prosedur perngarsipan notice STNK dan prosedur melakukan perpanjangan STNK 3.

bekerja sama membentuk satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. selalu mengandung komponenkomponen atau subsistem-subsistem. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan.22 Jadi berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem memiliki karakteristik yaitu: • Memiliki komponen Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi. • Batas sistem (boundary) . Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem. . misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem. Setiap subsistem mempunyai sifatsifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya.

Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. • Masukan Sistem (input) Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan. • Sasaran sistem .23 • Lingkungan luar sistem (environment) .2 Pengolahan Menurut Sujana Pengolahan dapat diartikan sebagai: . Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Kalau sistem tidak mempunyai sasaran. • Keluaran sistem (Output) .1. • Pengolah sistem (Process) . program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem. Sebagai contoh didalam sistem komputer. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya 3. Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). • Penghubung sistem (interface) . Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

Yang dapat langsung di tujukan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum”.3 Pajak Pajak merupakan iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan. yang bila dari pemasukannya masih terdapat surplus. (2005:504) 3. 17 Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontra prestasi individual oleh pemerintah. (1990:5) Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak adalah : 16 Pajak dipungut berdasarkan UU serta aturan pelaksanaannya yang sifatnya dapat dipaksakan. yang langsung dapat ditunjuk. dan gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas Negara yang menyelenggarakan pemerintahan. dengan tidak mendapatkan prestasi kembali. Menurut Rachmad. Pajak dapat pula mempunyai tujuan selain budgeter. Soemitro menyatakan “Pajak adalah iuran pajak kepada kas Negara berdasarkan UU (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapatkan jasa timbal (kontraprestasi). yaitu mengatur . dipergunakan untuk membiayai public investment. 18 Pajak dipungut oleh Negara baik Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.24 “Sesuatu yang menunjukan langkah-langkah apapun yang dilakukan dengan cara-cara apapun yang mungkin. untuk membuat data dapat dipergunakan bagi suatu maksud tertentu”.1. 19 Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran-pengeluaran pemerintah.

Efesiensi administrasi pemungutan PKB Membandingkan biaya yang dikeluarkan untuk memungut pajak tersebut dengan hasil yang diperoleh. Berdasarkan fenomena ini maka ingin diketahui efektifitas pelaksanaan administrasi pemungutan PKB pada wilayah Kota Cimahi dengan kurun waktu penelitian tahun 2003 sampai 2005.4 Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu Pajak Propinsi yang sejak tahun 1976 telah dipungut dengan menggunakan sistem administrasi manunggal di bawah satu atap yang menggabungkan pelayanan administrasi kendaraan bermotor dan pembayaran pajak. akan tetapi tidak digunakan pada administrasi pemungutan PKB. Penerimaan PKB tergantung pada perkembangan jumlah dan peningkatan nilai jual kendaraan bermotor tersebut. hal ini terlihat dari kurangnya dana untuk membiayai berbagai sarana dan prasarana umum yang diperlukan berkaitan dengan pertambahan jumlah kendaraan sehingga terjadi kemacetan yang sangat mengganggu kenyamanan berkendaraan. dari segi objek pajak memberikan gambaran rasio dari objek pajak yang telah dijaring oleh instansi pajak dan diukur dengan membandingkan realisasi penerimaan pajak dengan rencana penerimaan pajak. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diketahui . akan tetapi sepertinya potensi pajak ini belum tergali dengan baik. terdapat peningkatan jumlah dan nilai jual kendaraan bermotor secara terus-menerus. akan tetapi tidak dapat digunakan pada administrasi pemungutan PKB karena tidak terdapat jumlah biaya pemungutan pajak yang khusus untuk pemungutan PKB. Dari segi jumlah wajib pajak memberikan gambaran tentang kemampuan menjaring wajib pajak. Pada wilayah Kota Cimahi. hal ini harusnya menjadikan PKB menjadi pajak yang potensial.25 3.1.

26 telah semakin efektifnya pelaksanaan administrasi pemungutan PKB di Samsat Wilayah Kota Cimahi. lelang. Selain itu juga diperlukan adanya suatu sistem yang sederhana. kecepatan dan kenyamanan bagi wajib pajak dalam membayar PKB. hibah. 3. Faktor-faktor yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan basis pajak juga harus dihitung dalam penentuan rencana penerimaan PKB sehingga rencana penerimaan akan lebih realitis.wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dapat dikurangi. dan sebagainya. perlu dipertimbangkan perluasan/penyebaran tempat pembayaran pajak dan pengiriman SPPT/SKPD kepada setiap wajib pajak serta pengesahan STNK tidak perlu dilakukan setiap tahun sehingga biaya yang ditanggung oleh. . dan ketiadaan informasi yang berkaitan dengan pengeluaran formulir SPPKB sehingga kinerja fungsi pendataan objek pajak tidak dapat dinilai secara tepat. cepat dan memanfaatkan tehnologi informasi sehingga dapat memberikan kemudahan.1.5 Obyek Pajak 1. Akan tetapi masih terdapat beberapa kendala yaitu ketiadaan pengarsipan SPPKB oleh Dispenda dan ketidak teraturan administrasi PKB yang mengakibatkan pendataan objek pajak kendaraan bermotor belum dapat dilaksanakan secara optimal. Bagi Samsat Kota Cimahi. Setiap penyerahan kendaraan bermotor di daerah akibat perjanjian dua pihak atau lebih atau perbuatan sepihak yang berakibat pemindahan hak milik atau penguasaan yang dilakukan melalui jual beli. warisan.

6 Subyek Pajak 1. . Penguasaan kendaraan bermotor yang dikuasai untuk jangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan oleh pribadi atau badan yang bukan pemiliknya dihitung sejak saat penguasaan itu adalah akibat dari perjanjian dan sewa menyewa termasuk leasing.1. penelitian dan kegiatan olahraga bertaraf internasional. b.27 2. 3. Subyek pajak adalah : a. Orang pribadi atau badan yang menerima penyerahan kendaraan bermotor. 5. Untuk dipakai sendiri oleh orang yang bersangkutan sepanjang di negara asalnya telah didaftarkan atas nama sendiri dengan menunjukkan bukti-bukti sah. baik mesin baru maupun mesin lama. Untuk dikeluarkan kembali dari wilayah pabean Indonesia. c. Penyerahan kendaraan bermotor dari penasukan luar negeri untuk dipakai secara tetap di Indonesia. 3. 4. Perubahan bentuk kendaraan bermotor yang mengakibatkan bertambahnya nilai jual kendaraan bermotor yang bersangkutan seperti penggantian mesin kendaraan bermotor. Untuk diperdagangkan dengan tujuan pameran. kecuali : a. Pemasukan kedaraan bermotor yang dimasukkan oleh kontraktor asing ke wilayah Provinsi Jawa Barat yang tidak di Re-eksport setelah proyek selesai.

Dalam teknis pelaksanaan kerja praktek. Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek dilaksanakan selama 30 (Tiga Puluh) hari mulai Tanggal 6 Juli 2009 s/d 10 Agustus 2009 dan penulis ditempatkan pada bagian pengarsipan. 1. aktivitas atau kegiatan yang dilakukan penulis yaitu mengarsipkan data-data secara manual. Pengarsipan . 3.7 Wajib Pajak Wajib Pajak Kendaraan Bermotor adalah setiap orang pribadi atau badan yang menerima penyerahan kendaraan bermotor atau pada saat pembelian kendaraan bermotor. Untuk orang pribadi adalah orang yang bersangkutan.1. 2.28 b. b. Untuk merubah bentuk dang anti mesin subyek pajaknya adalah yang memiliki kendaraan bermotor. Untuk badan adalah pengurus atau kuasanya. 3.2 Teknis Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek Penulis melaksanakan kuliah kerja praktek pada Kantor Bersama SAMSAT Wilayah XXXI cabang kota Cimahi. kuasanya atau ahli warisnya dan orang yamg menerima hibah. Yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak yang dimaksud adalah : a.

Nama-nama diambil dari nama si pengirim (surat masuk) dan nama alamat yang dituju (surat keluar). nama benda dan subjek masalah. Adapun berupa : • • • • • Nama orang Nama perusahaan / organisasi Nama tempat / daerah Nama benda / barang Istilah subyek atau angka (tergantung sistem pengarsipan yang dipakai) Menentukan ciri / tanda dengan cara menentukan urutan unit-unit atau bagian dari notice STNK yang akan disusun menurut abjad.29 Sistem pengarsipan adalah cara pengaturan atau penyimpanan arsip secara logis dan sistematis dengan memakai abjad. Indeks adalah sarana untuk menemukan kembali dengan cara mengidentifikasi notice STNK tersebut melalui penunjukan suatu tanda pengenal . huruf ataupun kombinasi huruf dan nomor sebagai identitas arsipyang terkait. Secara umum ada 5 macam sistem pengarsipan Notice STNKyaitu: A. Sistem Abjad (Alphabetical Filling System) Sistem Abjad adalah sistem penyimpanan arsip dengan memakai metode penyusunan menurut abjad. numerik/nomor. Umumnya dipakai untuk arsip yang dasar penyusunannya dilakukan terhadap nama orang. Cara menemukan dan menentukan ciri / tanda dari suatu dokumen yang akan dijadikan petunjuk atau tanda pengenal (caption) untuk memudahkan mengetahui tempat dokumen disimpan. nama tempat. nama perusahaan / organisasi.

a. Adapun fungsi dari kode atau simbol adalah menunjukkan isi yang terkandung didalam arsip yang bersangkutan. Petunjuk silang adalah alat petunjuk dari indeks yang tidak dipakai kepada indeks yang dipakai. Kode adalah suatu tanda atau simbol yang diberikan atau yang dibubuhkan pada lembaran arsip yang dapat dipakai untuk tanda penyimpanan arsip. Ada dua macam petunjuk silang. Jadi setiap judul memiliki bagian yang disebut unit. Unit adalah bagian yang memiliki pengertian sendiri. atau bagian dari suatu nama yang dijadikan tanda pengenal surat. Prosedur yang harus dilaksanakan untuk mengarsipkan notice STNK adalah : . atau petunjuk hubungan antara indeks yang dipakai dengan indeks lain yang dipakai. Petunjuk silang langsung Adalah petunjuk silang yang menunjukkan tentang seseorang yang memiliki lebih dari satu nama atau satu dokumen yang berisi lebih dari satu masalah. Sedangkan nama.Membaca notice STNK dengan teliti dan seksama . b. Koding adalah suatu kegiatan memberikan tanda atau simbol pada arsip.30 yang dapat membedakan notice STNK satu dengan notice STNK yang lainnya. merupakan judul/caption. atau bagian terkecil dari suatu nama. Petunjuk silang tak langsung Adalah petunjuk silang yang dipakai untuk menunjukkan hubungan antara satu masalah dengan masalah lainnya yang saling menjelaskan atau saling membantu.

.Membuat petunjuk silang .Memberi kode notice STNK . Yaitu untuk menyimpan dokumen.31 . yaitu memilah-milah atau mengelompokkan arsip menjadi satu kelompok menurut kode yang ada pada arsip. .Menyortir. . surat-surat kantor.Menyusun menurut susunan abjad. Bentuk dari guide adalah segi empat dan berukuran sama dengan folder.Folder adalah tempat untuk menyimpan dokumen atau menempatkan arsip.Periksa apakah notice STNK sudah disertai dengan tanda siap untuk disimpan. c. Terbuat dari karton tebal. . . berbentuk segi empat. Yang perlu dipersiapkan untuk sistem perihal adalah. B. Umumnya mempunyai beberapa laci. yaitu mendapatkan arsip pada suatu tempat atau alat penyimpanan.Mengindeks tanda pengenal sesuai peraturan . berlipat dua seperti map tetapi tanpa daun penutup.Guide (petunjuk) merupakan petunjuk dan pemisah antar folder. Sistem Perihal (Pokok Isi Surat) Sistem perihal adalah cara penyimpanan dan penemuan kembali notice STNK berpedoman pada perihal notice STNK. Perlengkapan yang diperlukan untuk mengarsip sistem abjad adalah .Menyimpan arsip. .Filling cabinet adalah lemari arsip untuk menempatkan folder dan guide.

sedangkan uraian masalahnya disebut dalam pembagian pembantu. Masalah-masalah pokok tersebut dalam pembagian utama. disebut sub pembagian pembantu. Pemberian kode surat 5. adalah daftar yang memuat seluruh kegiatan/masalah/hal-hal yang dilakukan diseluruh kantor dimana sistem ini diterapkan. apabila uraian masalah masih dibagi lagi menjadi masalah yang lebih kecil. Masalah-masalah tersebut kemudian diuraikan lagi. dengan cara • • • Membaca surat untuk mengetahui isi surat Memberi kode surat Mencatat surat dalam kartu kendali 5. Penyimpanan surat. Menyimpan kartu kendali C. 2.32 1. Sistem Nomor Di dalam sistem nomor ini ada 4 macam yaitu: 1. Perlengkapan menyimpan surat: • Filling Cabinet • Guide • Folder • Kartu kendali 4. Sistem nomor menurut Dewey (Sistem Desimal/Klasifikasi) Sistem ini menetapkan kode surat berdasarkan nomor yang ditetapkan untuk surat yang bersangkutan. Daftar Indeks. Yang diperlukan dalam sistem ini adalah .

Kartu kendali Funsi daftar klasifikasi adalah • • Sebagai pedoman pemberian kode notice STNK Sebagai pedoman untuk mempersiapkan dan menyusun tempat penyimpanan surat Uraian guide. Daftar klasifikasi nomor c. folder.33 a. dan surat dalam filling cabinet • • • Dalam setiap laci filling cabinet diperlukan 10 guide Dibelakang setiap guide ditempatkan 10 folder Surat yang terbaru dalam setiap folder ditempatkan paling depan Cara penyimpanan notice STNK • • • • • Memberi kode notice STNK Mencatat notice STNK kedalam kartu kendali Mencatat notice STNK pada kartu indeks Menyimpan notice STNK Penyusunan notice STNK dalam folder setiap surat yang baru selalu ditempatkan di urutan paling depan • Menyimpan kartu kendali . Perlengkapan yang diperlukan adalah • • • Filling cabinet Guide Folder b.

Perlengkapan untuk tempat penyimpanan surat yang terdiri atas. yaitu sistem penyimpanan berdasarkan pada nomor urut dalam buku arsip. guide (setiap laci 10 guide). Sistem nomor menurut Terminal Digit Didalam sistem ini kode penyimpanan dan kode penemuan kembali surat memakai sistem penyimpanan menurut teminal digit. kemudian dua angka yang berada dibelakangnya menunjukkan urutan surat yang kesekian didalam map. Satu angka setelah unit 1 sebagai unit 2 yaitu menunjukkan nomor folder c. dua angka di depan dan dua angka dibelakang. Sistem Nomor Middle Digit Sistem ini merupakan kombinasi dari Sistem Nomor Decimal Dewey dan Sistem Nomor Terminal Digit. Yang berbeda disini adalah mengindeks nomor kode untuk keperluan penyimpanan dan penemuan kembali surat. dan folder (setiap guide 10 folder) . Sisa seluruh angka sesudah unit 2 sebagai unit 3 yaitu menunjukkan surat yang kesekian dalam folder 3. filling cabinet 10 laci. yang digunakan dalam sistem ini sama dengan kartu kendali yang digunakan dalam sistem lain. Yang dijadikan kode laci dan guide adalah dua angka yang berada di tengah. sedangkan dua angka yang berada di depannya menunjukkan kode map. sehingga terdapat dua angka ditengah. . Dua angka dari belakang sebagai unit 1.Cara mengindeks nomor kode sebagai berikut a. Dalam sistem ini yang perlu dipersiapkan adalah . Seandainya angka kode . Dalam sistem ini kode angka harus berjumlah enam.34 2. yaitu menunjukkan nomor laci dan nomor guide b.Kartu kendali.

dan kartu kendali. folder. . Dalam sistem ini namanama diganti dengan kode (notasi) yang terdiri dari 1 huruf dan 3 angka. tidak dipisah-pisahkan. a. Cara penyimpanannya sama dengan Sistem Nomor Terminal Digit. Sistem nomor Soundex (phonetic system) Sistem Soundex adalah sistem pengarsipan berdasarkan pengelompokan nama dan tulisannya atau bunyi pengucapannya hampir bersamaan. Dalam hubungan ini surat masuk dan surat keluar disimpan dan ditempatkan dalam folder yang sama. Melihat tanda pembebas dalam surat. 4. • Penyimpanan surat melalui prosedur. Sistem Geografis / Wilayah Sistem geografis atau wilayah adalah suatu sistem penyimpanan arsip berdasarkan pembagian wilayah atau daerah yang menjadi alamat suatu surat. Dalam penyimpanannya menurut sistem ini harus dibantu dengan sistem abjad atau sistem tanggal. Yang perlu dipersiapkan dalam menerapkan sistem ini • Perlengkapan yang diperlukan dalam menerapkan sistem ini adalah. D. Susunan penyimpanannya adalah menurut abjad yang diikuti urutan nomor. Surat disimpan dan diketemukan kembali menurut kelompok atau tempat penyimpanan berdasarkan geografi/wilayah/kota dari surat berasal dan tujuan surat dikirim. filling cabinet.35 kurang dari enam maka harus ditambahkan angka nol di depannya sampai berjumlah enam angkla. yaitu tanda yang menyatakan bahwa surat tersebut telah selesai diproses dan boleh disimpan. guide.

E. d.Susunan guide dan folder dalam filling cabinet . g. Sistem Tanggal (Chronologis) Sistem tanggal adalah sistem penyimpanan surat yang didasarkan kepada tanggal surat diterima (untuk surat masuk) dan tanggal surat dikirim (untuk surat keluar) Yang diperlukan untuk sistem ini adalah . Menyimpan kartu kendali. Membaca surat. folder. Memberi kode surat.Pembagian sistem tanggal a.Perlengkapan yang diperlukan. Pembagian kecil menggambarkan tanggal (judul folder) . guide sebanyak 12 buah. e.36 b. Menyimpan surat. didepan laci dicantumkan judul “tahun”. filling cabinet. Mencatat surat pada kartu kendali. dan kartu kendali. . Penemuan kembali. Pembagian pembantu menggambarkan bulan (judul guide) c. Menggolongkan surat menurut wilayahnya masing-masing. cara menemukan kembali adalah sama seperti sistemsistem lainnya. f. c. masing-masing untuk satu bulan. Pembagian utama menggambarkan tahun (judul laci) b.

3. Karena semakin . Guide menggambarkan bulan c. dimana instansi ini bertugas untuk melakukan penarikan pajak kendaraan bermotor.3 Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek 3. UH. penulis mengarsipkan berdasarkan jenisnya diantaranya Kendaraan baru dan Mutasi kendaraan. 3.1 Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan pada SAMSAT Cabang Cimahi Khususnya Dalam Perpanjang STNK Perkembangan teknologi komputer yang pesat saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan informasi. X. Laci menggambarkan tahun b. dan Lokasi (Kode Plat Nomor bagian terakhir) seperti XY. terutama dalam penyebaran informasi yang semakin cepat ke berbagai pihak. Hal ini didorong karena kebutuhan akan informasi sejalan dengan kemajuan dari teknologi. Tahun. Pemerintah kota Cimahi memiliki sebuah instansi yang bernama SAMSAT. Setelah Data tersebut sudah diselesaikan dan dicocokkan Data tersebut dimasukan kedalam map warna merah untuk motor dan map kuning untuk mobil lalu dikembalikan kedalam bagian Arsip.37 a. Setelah data-data tersebut disusun. Folder menggambarkan tanggal Jadi dalam hal ini Kantor bersama SAMSAT cabang Kota Cimahi menerapkan mengambil data atau Dokumen dari bagian Arsip yang belum di Arsip dan data-data atau Dokumen disusun berdasarkan Tanggal. FQ dan data tersebut dilakukan pengecekan dengan dimasukan kedalam formulir Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor (SPPKB) sesuai dengan nama pemilik. Bulan.

Pemeriksaan identitas akan dilakukan oleh bagian Pendaftaran. sehingga meningkatkan efisiensi dan ketelitian kerja serta memperkecil resiko kesalahan. Pengesahan menginput identitas lengkap secara computerizer dan di bag. Kemudian keseluruhan notice di serahkan ke korektor untuk melakukan pemeriksaaan sekaligus dengan penandatanganan dan akan diberikan ke bag. Jika sudah dibayar wajib pajak . Kasir notice yang sudah di sahkan akan di kembalikan ke wajib pajak untuk pembayaran.38 banyaknya pemilik kendaraan bermotor yang hendak melakukan pembayaran pajak menyebabkan antrian yang sangat panjang dan menambah beban kerja bagi staff SAMSAT. Di bag. jika terjadi kesalahan maka formulir akan dikembalikan kembali ke wajib pajak. Di bag. Berikut merupakan siklus sistem informasi dalam melakukan perpanjangan STNK prosedur dimulai dari wajib pajak harus ke bagian Pendaftaran terlebaih dahulu untuk meminta formulir. Kasir untuk di sahkan. Pengesahan akan di lakukan pencetakan notice dengan empat rangkap yaitu : ▪ untuk wajib pajak ▪ untuk Dispenda ▪ untuk jasa Raharja ▪ untuk BPK (Badan Keuangan Provisi). Wajib pajak harus mengisi formulir yang sudah diterima dengan identitas lengkap yang kemudian diserahkan kembali kepada bagian Pendaftaran. apabila tidak terjadi kesalahan maka bagian Pendaftaran akan mengrimkan formulir tersebut ke bagian Pengesahan. Maka diperlukan pembuatan sistem informasi yang dapat membantu pekerjaan staff SAMSAT untuk pengolahan data dan pelaporan.

3. Pokja V sekalian akan di bagikan notice di antaranya: 19.1. Petugas Tempat Pelayanan Terpadu 5.1.2 untuk Dispenda 19. Pelaksana Seksi Pelayanan 6.4 untuk BPK (Badan Keuangan Provinsi). Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 3. Kasir notice dan kemudian notice diberikan ke bag. Kepala Seksi Pelayanan 4. Wajib Pajak .1 untuk wajib pajak 19.1. Adapun Bagian-bagian yang terlibat dalam Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor : 1. Kepala Kantor Pelayanan Pajak 2.1. Prosedur selesai 3.3 jasa Jaharja 19.2 Bagian-Bagian yang Terlibat Dalam Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor.39 harus memberikan notice ke bag.

40 .

Maka diperlukan pembuatan sistem informasi yang dapat membantu pekerjaan staff SAMSAT untuk pengolahan data dan pelaporan. Karena semakin banyaknya pemilik kendaraan bermotor yang hendak melakukan pembayaran pajak menyebabkan antrian yang sangat panjang dan menambah beban kerja bagi staff SAMSAT. 2. terutama dalam penyebaran informasi yang semakin cepat ke berbagai pihak. Hal ini didorong karena kebutuhan akan informasi sejalan dengan kemajuan dari teknologi. Perkembangan teknologi komputer yang pesat saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan informasi. Dalam hal ini Bagian-Bagian yang Terlibat Dalam Sistem Pengolahan Data Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor telah berjalan sesuai dengan jabatan/tugasnya masing-masing yaitu diantaranya: a.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah penulis susun sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. dimana instansi ini bertugas untuk melakukan penarikan pajak kendaraan bermotor. Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 41 . Pemerintah kota Cimahi memiliki sebuah instansi yang bernama SAMSAT.BAB IV PENUTUP 4. sehingga meningkatkan efisiensi dan ketelitian kerja serta memperkecil resiko kesalahan. Kepala Kantor Pelayanan Pajak b.

5.42 c. Petugas Tempat Pelayanan Terpadu e. Wajib Pajak 4. yang 3. Pelaksana Seksi Pelayanan f. 2.2 Saran 1. Pengawasan dan disiplin harus dijalankan dengan sebaik mungkin sangat mendukung perkembangan kinerja para staf Diadakan pembelajaran khusus tentang program tersebut sehingga user lebih mudah memahami dan tanggap dalam mengoperasikan program barutersebut. Membuat program baru untuk memasukan nonor seri kendaraan User harus lebih teliti dalam memperhatikan data-data yang mau di yang belum tercantum dapa program komputer sebelumnya . 4. input. Membenahi fasilitas sehingga agar tidak memperlambat proses kinerja para staf kantor bersama SAMSAT cabang wilayah Cimahi. Kepala Seksi Pelayanan d.

2007. Kamus Besar Akuntansi.2004.2003 Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi Kedua.2001. Cimahi. Kantor Bersama SAMSAT.S Poerwadarminta. Mulyadi.J.Sistem Akuntansi. W. Jakarta: Citra Harta Prima. Jakarta:Balai pustaka.Perpajakan Indonesia. Company Profile.Jakarta:Salemba Empat 43 .DAFTAR PUSTAKA Ardyos.Jakarta: Salemba Empat.2003. Waluyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful