P. 1
Jurnal Injeksi Teofilin B-I-2

Jurnal Injeksi Teofilin B-I-2

|Views: 1,985|Likes:
Published by Mega Rahmawati

More info:

Published by: Mega Rahmawati on Oct 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

Injeksi Teofilin volume kecil

Sekolah Farmasi – Institut Teknologi Bandung

JURNAL PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN LIKUIDA-SEMISOLIDA STERIL (FA 3102) KELOMPOK : B-I-2 S R SOAL : SHIFT :

I.

Preformulasi Zat Aktif Teofilin Anhidrat BM = 180,17 Pemerian Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa pahit, stabil di udara (Farmakope Indonesia IV hal 783) Kelarutan 1 bagian larut dalam 120 bagian air (lebih larut dalam air panas); 1 bagian larut dalam 80 bagian etanol; 1 bagian larut dalam 200 bagian kloroform; sangat sedikit larut dalam eter; larut dalam larutan alkali hidroksida dan dalam amonium hidroksida dan asam mineral. (The Pharmaceutical Codex hal. 1068)

Stabilita • P a n a s

Tahan sampai 1350C Pada suhu rendah tidak stabil (Handbook of Injectable Drug hal. 1213) pH kestabilan 3 - 6 (Handbook of Injectable Drug hal. 1213) Sensitif terhadap cahaya; menjadi berwarna kuning jika terekspos cahaya dalam jangka waktu panjang. • H (The Pharmaceutical Codex hal.1069) i d r o li s i s • C a h a y a Kesimpulan : Bentuk zat aktif yang digunakan (basa/asam/garam/ester) : Bentuk zat aktif yang digunakan (basa/asam/garam/ester) : bentuk kompleks dengan etilendiamin membentuk aminofilin dimana 25 mg aminofilin ~ 19,7 mg teofilin dan 3,74 mg etilendiamin. (Clarke’s Analysis hal. 1619)
FA 3102 – Teknologi Sediaan Likuida-Semisolida Steril (Sem II 07/08) 1/11

(Farmakope Indonesia IV. 21 & 323-324) Kemasan : Primer: 3 ampul @ 10 mL tidak tembus cahaya. 1619) Bentuk sediaan (lar/susp/emulsi/serbuk rekonstitusi/krim/salep) : larutan. 90) Tahan sampai 1350C Pada suhu rendah tidak stabil (Handbook of Injectable Drug p.1069) i d r o li s i s C a h a y a jika • II. jika terpapar dalam waktu . • Teofilin mudah teroksidasi oleh cahaya.1213) Sensitif terhadap cahaya. Rute pemberian : intravena. 90) Kelarutan Stabilita • P a n a s • 1 gram larut dalam 25 mL air menghasilkan larutan jernih (Farmakope Indonesia IV. (Clarke’s Analysis hal.43 Pemerian Butir atau serbuk putih atau agak kekuningan.1213) pH kestabilan 3 . Cara sterilisasi sediaan : pemanasan dengan autoklaf. hal. (Formularium Nasional hal. Aminofilin BM = 420. Permasalahan dan Penyelesaian Masalah Permasalahan yang timbul dari sifat-sifat zat aktifnya yaitu: • Teofilin sukar larut dalam air. rasa pahit. menjadi berwarna kuning terekspos cahaya dalam jangka waktu panjang H (Codex p. bau amonia lemah. Sekunder: Kardus kotak. Kompleks aminofilin yang terbentuk bersifat mudah larut dalam air (1 bagian larut dalam 5 bagian air pada 25 0C).6 (Handbook of Injectable Drug p. hal.Pemilihan bentuk kompleks zat aktif ini didasarkan pada kelarutan teofilin yang rendah dalam air.

Kebasaan bertambah bila larutan dibiarkan.Sekolah Farmasi – Institut Teknologi Bandung lama akan menjadi kuning. Preformulasi Eksipien 1. NaHCO3 BM = 84. 1. Sediaan disimpan dalam ampul tidak tembus cahaya. tanpa dikocok. tidak berbau. Etilendiamin Pemerian Cairan jernih. Natrium karbonat mulai kehilangan CO2 nya di temperatur >4000C dan terdekomposisi sebelum mendidih. digoyang kuat atau dipanaskan. Simpan di wadah kedap udara. rasa asin. 601) 3/11 FA 3102 – Teknologi Sediaan Likuida-Semisolida Steril (Sem II 07/08) . Na2CO3 BM = 105. tidak berwarna atau agak kuning. • III. 2.8 bagian air mendidih. 1155) Kegunaan : pembentuk kompleks dengan teofilin membentuk aminofilin yang lebih larut air. 3. (Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth Ed hal. (Farmakope Indonesia IV hal. putih. 636) Stabilitas Cara sterilisasi zat : dalam bentuk larutan di sterilisasi dengan autoklaf pada suhu 1210C selama 15 menit. Praktis tidak larut dalam etanol. 400) Kelarutan hablur putih. membentuk aminofilin yang larut air. Cara sterilisasi zat : dengan autoklaf pada 1210C selama 15 menit.01 Pemerian Serbuk hablur. bereaksi alkali kuat. Stabil di udara kering. buram. tetapi dalam udara lembab secara perlahan-lahan terurai. Larut dalam 3 bagian air. (Farmakope Indonesia IV hal.99 Pemerian Hablur tidak berwarna atau serbuk (Farmakope Indonesia III hal. 636) Natrium karbonat terkonversi ke dalam bentuk monohidrat bila kontak dengan air dan menghasilkan panas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan upaya sebagai berikut: • Sediaan dibuat dalam bentuk kompleksnya dengan etilendiamin. Larutan segar dalam air dingin. 1155) Kelarutan Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol 95%. bau mirip amoniak. (Farmakope Indonesia IV hal. (Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth Ed hal. bersifat basa terhadap lakmus. dan 7 bagian gliserin.

5% aminofilin. Buffer Buffer Pelarut 3 4 5 Na2CO3 NaHCO3 Aqua for injection 0. 112) Kelarutan Stabilita Stabil dalam semua fasa (padat. Pendekatan Formula No Bahan Jumlah (%) 1 2 Teofilin anhidrat* Etilendiamin* 1.97 0. Namun. natrium karbonat.74 mg etilendiamin. 1619) * . tidak berbau (Farmakope Indonesia Edisi IV. Air untuk keperluan tertentu harus disimpan di wadah khusus yang sesuai. Cara sterilisasi : Kemasan : Dalam wadah dosis tunggal. dan air. Larut dalam 11 bagian air. 25 mg aminofilin ~ 19.0487 0. dan 1:12 di 180C. 1:10 di 250C. Kesimpulan : Air steril untuk injeksi berfungsi sebagai pelarut. 631) Saat dipanaskan di suhu 500C. cair.7 mg teofilin dan 3. dari kaca atau plastik. Pada pemanasan 250-3000C. natrium bikarbonat mulai terdisosiasi menjadi karbon dioksida. Wadah kaca sebaiknya dari kaca Tipe I atau Tipe II. proses tersebut bergantung pada suhu dan lama pemanasan. (Handbook of Pharmaceutical Excipients hal. dalam waktu singkat natrium bikarbonat akan terkonversi sempurna menjadi natrium karbonat anhidrat. hal.690 ad 100 mL = teofilin dan etilendiamin dapat diganti (setara) dengan 2. hal. (Farmakope Indonesia Edisi IV. 630) Cara sterilisasi zat : dalam bentuk larutan di sterilisasi dengan autoklaf selama 15 menit pada suhu 1210C 4. jernih.Kelarutan Praktis tidak larut di etanol 95% dan eter. Aqua Pro Injection BM = 18. tidak lebih besar dari 1 liter. (Handbook of Pharmaceutical Excipients hal. tidak berwarna.374 Fungsi / alasan penambahan bahan Zat aktif Membentuk kompleks dengan teofilin membentuk aminofilin yang lebih mudah larut. 112) IV. (Clarke’s Analysis hal. dan gas).02 Pemerian Cairan. 1:4 di 1000C.

05 0.0 −10 .01 = 2. 25 + 10 −9...01 = 2.. ..(1) FA 3102 – Teknologi Sediaan Likuida-Semisolida Steril (Sem II 07/08) 5/11 .01 = 2.303C (10 10 −10.11 × 10 −18 0..01 [ Ka ][ H + ] β = 2. disfungsi hati. Tonisitas Metode : ekivalensi NaCl Perhitungan : 0100090000038d00000002001c000000000004000000030108000500000 00b0200000000050000000c028e0f0f0e040000002e0118001c000000fb02 1000070000000000bc02000000000102022253797374656d00775050330 0302d2800cc03177740911a7760b3c4063c2d2800040000002d010000040 000002d01000004000000020101001c000000fb02a4ff0000000000009001 000000000440002243616c6962726900000000000000000000000000000 000000000000000000000040000002d010100040000002d010100040000 002d010100050000000902000000020d000000320a57000000010004000 0000000100e870f2000360005000000090200000002040000002d0100000 40000002d010000030000000000 Kesimpulan : Sediaan bersifat hipo-iso-hipertonis : isotonis Perhatian yang harus dicantumkan dalam informasi obat : ..Untuk pasien yang memiliki penyakit jantung. 25 1.303C ([ Ka] + [ H + ]) 2 0....01 C= = 0...0 ) 2 10 −19.. Perhitungan Tonisitas/Osmolalitas dan Dapar a.Sekolah Farmasi – Institut Teknologi Bandung V.....087 M 0..Suntikkan secara perlahan untuk mencegah efek samping terhadap sistem saraf dan kardiovaskular..087.303C × 0. 25 × 10 −9. b.115 C asam + C garam = C C NaHCO3 + C Na2CO3 = 0...0 à diambil pH = 9.303C 0..0 0....01 = 0.. Dapar Jenis dapar/kombinasi Target pH Kapasitas dapar (β) Perhitungan : Dapar karbonat dengan pKa = 10..6-9.25 8.115C 0. dan alkoholik dapat menurunkan aktivitas teofilin...

..087 − C Na2CO3 = 0..(2) persamaan (2) disubstitusi ke persamaan (1) C NaHCO3 + C Na2CO3 = 0.....C NaHCO3 BM .78 C NaHCO3 = 17.0046 M 17.01 100 berat.69 gram Berat Na2CO3 (garam) yang diperlukan : C Na2CO3 = 0.C NaHCO3 = 0.C Na2CO3 × × 1000 volumesediaan 1000 105.087 17..99 100 berat...78 sehingga : C NaHCO3 = 0..C Na2CO3 BM . 25 C NaHCO3 C Na2CO3 C NaHCO3 C Na2CO3 = 17..C NaHCO3 berat...0046 = 0.087 C Na2CO3 = 0..0 = 10 −10.78C Na2CO3 + C Na2CO3 = 0.C [ H ] = Ka C + asam garam 10 −9. Persiapan Alat/Wadah/Bahan a...C NaHCO3 × × 1000 volumesediaan 1000 84..C Na2CO3 berat.087 − 0....0487 gram VI...78C Na2CO3 .087 17..0824 M Berat NaHCO3 (asam) yang diperlukan : C NaHCO3 = 0..087 = 0...C Na2CO3 = 0.0046 = berat...0824 = berat.78C Na2CO3 = 0. Alat No Nama alat Jumlah Cara sterilisasi (lengkap) .

1 jam No 1 c. 15 menit Oven 170oC. 1 jam 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Cawan penguap Labu erlenmeyer 500 ml Gelas kimia 100 mL Batang pengaduk Spatel Pipet tetes Corong gelas Jarum buret Karet pipet tetes 3 1 3 5 3 5 1 2 5 Direndam dalam larutan etanol 70% selama 1 malam (dispensasi 4 jam) 15 16 Buret Termometer b.Sekolah Farmasi – Institut Teknologi Bandung 1 2 3 4 5 Kertas perkamen Gelas ukur 10 mL Gelas ukur 50 mL Saringan berpori diameter 0. Bahan (Tidak dilakukan karena dilakukan sterilisasi akhir) Nama bahan Jumlah Cara sterilisasi (lengkap) VII.45 µ m Kaca arloji 5 2 2 1 5 Autoklaf 121oC. Wadah Nama wadah Ampul 10 mL 1 1 No 1 Jumlah 3 Cara sterilisasi (lengkap) Oven 170oC. Penimbangan Bahan Jumlah sediaan yang dibuat : 3 ampul @ 10 mL = 30 mL 7/11 FA 3102 – Teknologi Sediaan Likuida-Semisolida Steril (Sem II 07/08) .

i.i) Jumlah yang ditimbang (utk 100 mL) 1970 mg + 10% (1970 mg) = 2167 mg 374 mg + 10% (374 mg) = 411.57 mg à 54 mg Ad 100 mL = teofilin dan etilendiamin dapat diganti dengan aminofilin sebanyak 2500 mg. diaduk hingga larut sempurna. Sterilisasi akhir ke R. 1619) VIII. 25 mg aminofilin ~ 19. Begitupun dengan ruang kerja dan wadah sediaan akhir (ampul). White dan selanjutnya dibawa ke R.[Kelebihan volume yang diisikan kedalam wadah primer.5 mL (pada penaraan. yang dianjurkan untuk 10 ml injeksi cairan encer adalah 0. No 1 2 3 4 5 * Nama bahan Teofilin* Etilendiamin* NaHCO3 Na2CO3 Aqua pro injection (Aqua p. 1044) maka tiap botol berisi 10 mL + 0.i.7 mg teofilin dan 3.5 mL (Farmakope Indonesia IV hal.7 mg) = 53.4 mg à 411 mg 690 mg + 10% (690 mg) = 759 mg 48.74 mg etilendiamin. volume yang tertera adalah sebesar 10 mL)] Penimbangan masing-masing zat dilebihkan 10% untuk mengantisipasi hilangnya zat saat proses produksi. 2. Timbang dan ukur semua semua bahan: Ruang kerja Grey Area     Teofilin 2167 mg (di kaca arloji) Etilendiamin 411 mg (di kaca arloji) NaHCO3 759 mg (di kaca arloji) Na2CO3 54 mg (di kaca arloji) Ruang Penimbangan  Aqua pro injectio bebas pirogen 100 mL Bahan-bahan dan alat-alat yang telah disiapkan ditransfer melalui pass box di R. b) Teofilin dan etilendiamin (atau aminofilin) dilarutkan sedikit demi sedikit ke dalam gelas kimia A berisi pelarut air p. Prosedur Pembuatan Prosedur 1.5 mL = 10. Tahap Sterilisasi Alat dan Wadah Semua alat yang akan digunakan dibungkus dengan alumunium foil kemudian disterilisasi berdasarkan cara-cara yang telah ditentukan di atas. c) 759 mg NaHCO3 dimasukkan ke dalam Ruang Pencampuran . (Clarke’s Analysis hal. Tahap Pencampuran a) Alat-alat yang akan digunakan dibilas dengan aqua p.7 mg + 10% (48. Pencampuran 3.

Gelas kimia C dibilas sebanyak 2 kali@2 mL aqua p. Sediaan yang telah disterilkan dibawa ke R.i nonpirogen bebas CO2. à larutan dapar karbonat. IX. diaduk hingga larut. 4. Tahap Evaluasi Lakukan evaluasi sediaan sesuai cara yang tercantum pada tabel Evaluasi Sediaan). Setelah larut sempurna dimasukkan ke dalam gelas kimia B.Sekolah Farmasi – Institut Teknologi Bandung gelas kimia B. kemudian ditambahkan 15 mL aqua p.45 µ m.i nonpirogen bebas CO2. d) 54 mg Na2CO3 dimasukkan ke dalam gelas kimia C. adjust bila diperlukan. g) Volume sediaan digenapkan dengan aqua p.i nonpirogen bebas CO2. Evaluasi Sediaan No Jenis evaluasi Ruang Penimbangan Prinsip evaluasi Jumla h sampe Hasil pengamat an Syarat FA 3102 – Teknologi Sediaan Likuida-Semisolida Steril (Sem II 07/08) 9/11 . Tahap Sterilisasi Akhir Ruang Sterilisasi Lakukan sterilisasi akhir dengan autoklaf selama 15 Akhir menit pada suhu 121oC dengan posisi ampul terbalik dalam gelas kimia yang dialasi kapas. kemudian ditambahkan 5 mL aqua p. Tahap Pengemasan Masukkan ke 3 buah ampul masing-masing 10.5 mL melalui buret. e) Setelah larut sempurna larutan dapar karbonat ini dimasukkan ke dalam gelas kimia A. f) pH sediaan dicek dengan mengambil sedikit sediaan menggunakan pipet kemudian diuji menggunakan indikator universal. Ampul ditutup dengan alat Ruang Pengemasan Ruang Penutupan Wadah penutup ampul. 6. Gelas kimia dibilas sebanyak 2 kali @2 mL aqua p. Kemudian diaduk hingga homogen. Tahap Penutupan Wadah dialiri gas N2 sebelum ditutup jika ingin dibebaskan dari O2. h) Sediaan disarinf dengan saringan berpori diameter 0.i nonpirogen bebas CO2 dan air bilasan dimasukkan ke gelas kimia B. Evaluasi (tanpa melalui pass box) 7. diaduk hingga larut. 5.i hingga 100 mL.

Volume rata-rata larutan yang diperoleh dari 3 wadah tidak kurang dari 100% (=10 mL). 2 Volume Terpindahka n (dispensasi ) 3 Volume sesuai dengan jumlah yang tertera pada etiket. ukur volume saat tidak ada gelembung udara. dan tidak satupun volume wadah yang kurang dari 95% dari volume yang dinyatakan dalam etiket (@≥ 9.6-9. Perubahan pH dalam sediaan parenteral dapat menjadi indikasi terjadi penguraian obat atau terjadi 3 4 Kejernihan larutan 3 Tidak ditemukan adanya pengotor 5 Uji pH sediaan 3 pH 8. 3 3 Uji partikulat Bahan partikulat asing yang tidak larut dalam sediaan dan melayang di larutan. kecuali gelembung gas. Uji ini dilakukan dengan meletakkan wadah dengan posisi terbalik Volume diukur dengan gelas ukur setelah tidak ada gelembung lagi 1 Kebocoran wadah 3 Tidak satu ampul pun bocor. Uji ini dilihat dengan latar belakang hitam Uji ini dilakukan dengan cara sediaan akhir disinari dari samping dengan latar belakang warna hitam atau putih.5 mL) Tidak terdapat partikulat (tidak boleh mengandung benda asing dengan diameter lebih dari 10 µ m) 3 Volume injeksi dalam wadah Larutan dalam tiap sediaan dituangkan dalam gelas ukur kering.0 .l Tidak boleh ada kebocoran dalam sediaan.

Farmakope Indonesia IV. halaman 1619 Departemen Kesehatan RI.Sekolah Farmasi – Institut Teknologi Bandung 6 Uji sterilitas interaksi antara obat dengan wadah. 323-324 Handbook of Injectable Drug. Halaman 90. 1155. 584. Uji ini dilakukan menggunakan indikator universal Sediaan diinokulasi pada medium agar dan diamati pertumbuhan mikroba setelah inkubasi beberapa hari. halaman 1213 Lund. 1044. tidak ada pertumbuhan mikroba Kesimpulan : Sediaan: memenuhi syarat / tidak memenuhi syarat X. “Principle and Practice of Pharmaceutics” 12nd Edition. 1069. Watter. 1994. Daftar Pustaka Clarke’s Analysis. Halaman 1068. Jakarta: Departemen Kesehatan. 3 Steril. 601. The Pharmaceutical Codex. halaman 21. 1995. London: The Pharmaceutical Press. 783. FA 3102 – Teknologi Sediaan Likuida-Semisolida Steril (Sem II 07/08) 11/11 . Formularium Nasional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->