P. 1
Pembuatan Logam Alkali Tanah

Pembuatan Logam Alkali Tanah

|Views: 1,910|Likes:
Published by Yeni Dwija Cahyanti

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Yeni Dwija Cahyanti on Oct 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

Pembuatan Logam Alkali Tanah

Pembuatan alkali tanah Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa. Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya. Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara, yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis. 1. Magnesium diperoleh dengan proses Down. Langkahnya pertama mengendapkan sebagai Mg(OH)2 kemudian diubah menjadi MgCl2 dan dikristalkan sebagai MgCl2.6H2O. Leburan kristal dielektrolisis. 2. Dengan elektrolisis leburan garamnya. Contoh: CaCl2(l)  Ca2+ (l) + 2Cl- (l) Katoda : Ca2+ (l) + 2 e Ca (s) Anoda : 2Cl2 (g) + 2 e- --------------------------------------------------- Ca2+ (l) + 2Cl- (l)  Ca (s) + Cl2 (l) 1. Isolasi berilium Berilium sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan manusia. Namun, keberadaan berilium dialam tidak dapat ditemukan dalam bentuk murninya. Berilium tersebut ditemukan dialam dalam bentuk bersenyawa sehingga untuk mendapatkannya perlu dilakukan isolasi. Isolasi berilium dapat dilakukan dengan 2 metode (Indri M.N. 2009): 1. Metode reduksi BeF2 2. Metode elektrolisis BeCl2 Metode Reduksi Pada metode ini diperlukan berilium dalam bentuk BeF2 yang dapat diperoleh dengan cara memanaskan beryl dengan Na2SiF6 pada suhu 700-750oC. Setelah itu dilakukan leaching (ekstraksi cair-padat) terhadap flour dengan air kemudian dilakukan presipitasi (pengendapan) dengan Ba(OH)2 pada PH 12 (Greenwood N.N and Earnshaw A , 1997). Reaksi yang terjadi adalah (Indri M.N. 2009): BeF¬2 + Mg MgF2 + Be Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan berilium juga dapat dilakukan dengan cara elektrolisis dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. BeCl2 tidak dapat menghantarkan listrik karena BeCl2 bukan merupakan larutan elektrolit. Reaksi yang terjadi adalah (Indri M.N. 2009): Katoda : Be2+ + 2e- Be Anode : 2Cl- Cl2 + 2e- 1. Ekstraksi Berilium (Be) • Metode reduksi Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan BeF2, kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF¬6 hingga 700 0C. Karena beril adalah sumber utama berilium BeF¬2 + Mg à MgF2 + Be • Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl¬2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah Katoda : Be2+ + 2e- à Be Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e- 2. Ekstraksi Magnesium (Mg) • Metode Reduksi Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit [MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO. lalu MgO.CaO. dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg. 2[ MgO.CaO] + FeSi à 2Mg + Ca2SiO4 + Fe • Metode Elektrolisis Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air alut dengan CaO. Reaksi yang terjadi : CaO + H2O à Ca2+ + 2OH- Mg2+ + 2OH- à Mg(OH)2 Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2 Mg(OH)2 + 2HCl à MgCl2 + 2H2O Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium Katode : Mg2+ + 2e- à Mg Anode : 2Cl- à Cl2 + 2e- 3. Ekstraksi Kalsium (Ca) 1. Metode Elektrolisis Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca). Untuk mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi : CaCO3 + 2HCl à CaCl2 + H2O + CO2 Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi : Katoda ; Ca2+ + 2e- à Ca Anoda ; 2Cl- à Cl2 + 2e- 1. Metode Reduksi Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2¬ oleh Na. Reduksi CaO oleh Al 6CaO + 2Al à 3 Ca + Ca3Al2O6 Reduksi CaCl2 oleh Na CaCl2 + 2 Na à Ca + 2NaCl 4. Ekstraksi Strontium (Sr) 1.

Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan Strontium (Sr), Kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl2¬. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4]. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr). Reaksi yang terjadi ; katode ; Sr2+ +2e- à Sr anoda ; 2Cl- à Cl2 + 2e- 5. Ekstraksi Barium (Ba) 1. Metode Elektrolisis Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2. Reaksi yang terjadi : katode ; Ba2+ +2e- à Ba anoda ; 2Cl- à Cl2 + 2e- 1. Metode Reduksi Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi : 6BaO + 2Al à 3Ba + Ba3Al2O6.
Logam alkali tanah adalah nama unsur-unsur yang terletak pada golongan IIA pada sistem periodik unsur, yaitu berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), strontium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Logam golongan IIA mempunyai banyak kemiripan sifat dengan logam golongan alkali (IA) terutama dalam hal kemampuan dalam membentuk basa. Namun, basa yang dihasilkan oleh logam alkali tanah lebih lemah dibandingkan dengan basa yang dihasilkan oleh logam alkali. Logam golongan IIA umumnya ditemukan dalam tanah berupa senyawa tak larut. Hal ini yang menyebabkan golongan ini dinamakan logam alkali tanah (alkaline earth metal). Reaktivitas logam alkali tanah Logam alkali tanah kurang reaktif bila dibandingkan dengan logam alkali yang seperiode dengannya. Hal ini terjadi karena logam alkali tanah mempunyai jari-jari atom yang lebih kecil daripada jari-jari atom logam alkali sehingga energi ionisasi logam alkali tanah lebih besar. Selain itu logam alkali tanah mempunyai dua elektron valensi (ns2) sehingga ikatan antara atom-atom menjadi kuat. Senyawa logam alkali tanah pada suhu kamar berwujud padat, berwarna putih keperakan kecuali Berilium berwarna abu-abu. Reaktivitas logam alkali tanah terhadap air berbeda-beda. Berilium tidak bereaksi dengan air; magnesium bereaksi lambat dengan air mendidih; kalsium, stronsium, dan barium cukup reaktif terhadap air dingin.

dapun sifat-sifat umum dari logam alkali tanah yaitu: Beberapa Sifat Umum Logam Alkali Tanah Sifat Umum Be Mg Ca Sr Nomor atom 4 12 20 38 Konfigurasi elektron [He] [Ne] [Ar] [Kr] 2s2 3s2 4s2 5s2 Titik leleh 1553 923 1111 1041 Titik didih 3043 1383 1713 1653 Jari-jari atom (Angstrom) 1.12 1.60 1.97 2.15 Jari-jari ion (Angstrom) 0.31 0.65 0.99 1.13 -1 Energi Ionisasi I (KJ mol ) 900 740 590 550 Energi Ionisasi II (KJ mol-1) 1800 1450 1150 1060 Energi Ionisasi III (KJ mol-1) 14848 7733 4912 4210 Kekerasan (skala Mohs) 5 2 1.5 1.8 Warna nyala Tidak Tidak Jingga merah ada ada merah

Ba 56 [Xe] 6s2 727 1897 2.17 1.96 503 965 3430 2 Hijau pucat

Ra 88 [Rn] 7s2 700 1140 1.52 509 975

Merah karmin

Elektronegativitas 1.57 1.31 1.00 0.95 0.89 0.9 Potensial reduksi standar -1.85 -2.37 -2.87 -2.89 -2.91 -2.82 M2+ + 2e- à M Massa jenis (g.ml-1) 1.86 1.75 1.55 2.6 3.62 5.5 Berbeda dengan golongan IA, senyawa dari logam golongan IIA banyak yang sukar larut dalam air. Unsur-unsur golongan IIA umumnya ditemukan dalam tanah berupa senyawa tak larut. Oleh karena itu, unsur-unsur golongan IIA disebut logam alkali tanah. Berdasarkan Sifat fisik alkali tanah dari berilium ke barium(atas ke bawah), kereaktifan logam alkali tanah meningkat,hal itu sesuai dengan yang diharapkan bahwa dari berilium ke barium jari-jari atom meningkat secara beraturan. Pertambahan jari-jari menyebabkan penurunan energi ionisasi dan keelektronegatifan, akibatnya kecenderungan untuk melepas electron, membentuk senyawa ion semakin besar. Semua senyawa dari kalsium, stronsium, dan barium yaitu senyawa alkali tanah bagian bawah berbentuk senyawa ion, sedangkan senyawa-senyawa berilium dan magnesium bersifat kovalen. Hal itu disebabkan unsur Berilium dan magnesium mempunyai energi ionisasi yang sangat tinggi dan keelektronegatifan yang cukup besar, kedua hal ini menyebabkan berilium dan magnesium dalam berikatan cenderung membentuk ikatan kovalen. Potensial standar reduksi (E°red) menurun dalam satu golongan (dari berilium ke barium). Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan reduktor meningkat dalam satu golongan dari Berilium sampai Barium. Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih tinggi daripada suhu ruangan. Oleh karena itu, unsur-unsur logam alkali tanah berwujud padat pada suhu ruangan. Titik leleh dan titik didih cenderung menurun dari atas ke bawah. Jari-jari atomnya yang lebih kecil dan muatan intinya yang lebih besar mengakibatkan logam alkali tanah membentuk kristal dengan susunan yang lebih rapat, sehingga mempunyai sifat yang lebih keras daripada logam alkali dan massa jenisnya lebih tinggi. Sifat-sifat fisis seperti titik leleh, rapatan, dan kekerasan logam alkali tanah lebih besar jika dibandingkan dengan logam alkali seperiode. Hal itu disebabkan logam alkali tanah mempunyai 2 elektron valensi sehingga ikatan logamnya lebih kuat. Kereaktifan logam alkali tanah meningkat dari berilium ke barium. Fakta ini sesuai dengan yang diharapkan. Karena dari berilium ke barium jari-jari atom bertambah besar, energi ionisasi serta keelektonegatifan berkurang. Akibatnya, kecenderungan untuk melepas elektron membentuk senyawa ion makin besar. Tetapi logam alkali tanah kurang reaktif dari logam alkali seperiode Berilium adalah satu-satunya unsur alkali tanah yang kurang reaktif, bahkan tidak bereaksi dengan air. Logam alkali tanah bersifat pereduksi kuat. Semakin ke bawah, sifat pereduksi ini semakin kuat. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan bereaksi dengan air yang semakin meningkat dari Berilium ke Barium. Selain dengan air unsur logam alkali tanah juga bisa bereaksi dengan Oksigen, Nitrogen, dan Halogen .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->