Psikopatologi, Terapi, Perkembangan Mutakhir dan Kritik terhadap Teori Freud

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah

Psikologi Kepribadian I

Dosen Pembimbing: Rena Latifa, M.Psi, Psi

Disusun Oleh: Dewi Susanti (107070002566) Maulida Disa Pratiwi (107070002623) Nurul Aini (107070002647) Lukmansyah (10607000) Semester V-B

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2009

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohiim Assalamu’alaikum Wr. Wb, Puji syukur kehadirat Allah Swt karena atas rahmat dan karunia-Nya Penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah Psikologi Kepribadian I ini dengan pokok bahasan “Psikopatologi, Terapi, Perkembangan Mutakhir dan Kritik terhadap Teori Freud”. Tak lupa ucapan terima kasih Penyusun tunjukan kepada: 1. Orangtua Penyusun atas kasih sayang dan dukungannya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. 2. Dosen pengajar mata kuliah Psikologi Kepribadian I di Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ibu Rena Latifa, M.Psi, Psi 3. Teman-teman di Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta khususnya teman-teman di kelas V B, yang telah bersama-sama mengerjakan tugas ini dan menjadi sumber informasi sekaligus teman diskusi yang menyenangkan. Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu penyusun mohon maaf atas segala kekurangannya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 28 Oktober 2009

Penyusun

konflik. Lebih lanjut lagi. Psikoanalisis merupakan suatu jenis terapi yang bertujuan untuk mengobati seseorang yang mengalami penyimpangan mental dan syaraf. 3.BAB I PENDAHULUAN Teori psikologi yang paling banyak diacu dalam pendekatan psikologi atau yang paling dominan dalam analisis karya sastra adalah teori Psikoanalisis Sigmund Freud (Ratna. menurut Fudyartanta (2005:17) psikoanalisis merupakan psikologi ketidaksadaran. 2004:62 dan 344). Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami. perhatian-perhatiannya tertuju ke arah bidang-bidang motivasi. psikoanalisis ialah sebuah metode perawatan medis bagi orang-orang yang menderita gangguan syaraf. dan transferensitransferensi. Menurut Freud (2002:3). simpton-simpton neurotik. dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada peredaan penderitaan manusia. . 4. Pendekatan psikoanalitik telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi. resistensi-resistensi. Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian di masa dewasa. Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud ketika ia menangani neurosis dan masalah mental lainnya. 5. dan sifat-sifat karakter. sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek psikoanalitik mencakup: 1. mimpi-mimpi. emosi. 2. Menurut Corey (2003:13). Tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh faktor-faktor tak sadar. Teori psikoanalitik menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara- cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan mengandaikan adanya mekanisme-mekanisme yang bekerja untuk menghindari luapan kecemasan.

Bahkan. Kegagalan dalam perkembangan ini disebut fiksasi. individu yang terfiksasi pada tahap oral dapat terus mencari kepuasan oral dengan makan. meskipun awalnya didasarkan pada pengamatan dengan pasien. Jika fiksasi terjadi. individu akan mencoba untuk mendapatkan jenis yang sama dari kepuasan untuk tahap awal pembangunan selama tahap-tahap selanjutnya. Sebuah perkembangan yang terkait dengan fenomena dari fiksasi adalah regresi. atau minum terlalu banyak alkohol hanya selama periode frustrasi dan kecemasan. Freud berpendapat bahwa lima tahun pertama kehidupan sangat penting dalam perkembangan individu.BAB II PEMBAHASAN PSIKOPATOLOGI sulit untuk menghargai teori psikoanalisis tanpa terlebih dahulu memahami sifat yang seringkali aneh dan membingungkan perilaku yang dibawa kepada perhatian Freud. dalam semua orang. titik awal fiksasi. tapi bisa ditemukan untuk satu tingkat atau lainnya. . JENIS KEPRIBADIAN Sebagaimana dicatat. merokok. teorinya adalah teori umum fungsi kepribadian dan bukan hanya teori perilaku abnormal. Dalam proses penyelidikan ini. sebuah fiksasi akan terjadi. individu berusaha untuk kembali ke modus kepuasan sebelumnya. Jadi. sehingga banyak orang makan berlebihan. Selama tahun ini. merokok. Dalam regresi. atau minum. dan dalam satu bentuk atau lainnya. Sebagai contoh. sejumlah kegagalan mungkin terjadi dalam perkembangan naluri. Jika individu menerima begitu sedikit kepuasan selama tahap perkembangan yang menjadikan mereka takut untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. unsur-unsur yang paling penting dalam teorinya didasarkan pada pengamatan yang berasal dari pekerjaan ini. Freud menghabiskan sebagian besar waktu profesionalnya bekerja dengan pasien dengan gangguan neurotik. atau jika mereka menerima begitu banyak kepuasan sehingga tidak ada motivasi untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Freud memutuskan bahwa prosesproses psikologis pasiennya tidak aneh bagi mereka dengan gangguan neurotik. Regresi sering terjadi dalam kondisi stres.

Kepribadian Oral Konsep tahap-tahap perkembangan. memohon permintaan atau tuntutan yang agresif. baik dalam hal yang sederhana.1 karakteristik kepribadian yang berhubungan dengan jenis kepribadian psikoanalitik Tipe kepribadian Oral Karakteristik kepribadian Menuntut. Untuk masing-masing tahap awal perkembangan. menggoda.macho . berjuang untuk kekuasaan dan kontrol. kepedulian dengan apakah akan menyerah/tunduk atau memberontak phallic Laki-laki: eksibisionistik. Orang lain terlihat hanya dalam hal apa yang dapat mereka berikan (makanan). berhubungan dengan proses-proses yang terjadi selama tahap perkembangan oral yang mempertahankan individu di kemudian hari. Kepribadian oral adalah narsisistik yaitu bahwa mereka hanya tertarik pada diri mereka sendiri dan tidak mempunyai pengakuan yang jelas dari orang lain sebagai entitas yang terpisah. depresi (merasa kosong). kecemasan atas pembuangan dan kehilangan kontrol. Karakteristik dari kepribadian oral. fiksasi. tidak sabar.1). tdk percaya. pesimis Anal Kaku. peduli dengan keharusan dan yang semestinya. Tabel 4. berjuang untuk sukses. eksibisionistik. misalnya. ada karakter yang sesuai jenis yang dikembangkan karena sebagian fiksasi pada tahap itu (tabel 4. penekanan pada menjadi maskulin . tamak. dan regresi adalah yang sangat penting bagi perkembangan teori psikoanalitik. Kepribadian oral selalu meminta sesuatu. Salah satu aspek yang paling menarik adalah cara di mana karakteristik kepribadian dikembangkan pada awal kehidupan dan dipertahankan setelahnya. sering marah-marah. kesenangan dan harta benda. kompetitif. iri hati. genit . cemburu.kuat Wanita: naif.

Berbeda dengan kepuasan yang berhubungan dengan mulut dan aktivitas oral. orang melihat ekskresi anal sebagai simbol kekuasaan yang sangat besar. kekikiran dan kekikiran. Karakter tahap phallic Sama seperti tipe karakter oral dan anal yang sebagian mencerminkan fiksasi pada dua tahap pertama perkembangan. Sejak ke toilet training dan perjuangan kehendak. Pandangan seperti itu tetap muncul dalam banyak ungkapan sehari-hari seperti acuan ke toilet sebagai "takhta. Sifat ketiga dalam tiga serangkai." Kepribadian anal-kompulsif memiliki kebutuhan untuk menjaga semuanya bersih dan dalam rangka mewakili suatu reaksi pembentukan terhadap minat pada hal-hal yang tidak teratur dan tidak bersih. keras kepala. tahap phallic mewakili karakter hasil dari sebagian fiksasi pada tahap . Secara umum." Perubahan dari karakter oral ke anal adalah salah satu dari "beri saya" ke "melakukan apa yang saya katakan." Karakter anal dikenal dengan tiga serangkai ciri. Proses yang penting adalah proses tubuh (akumulasi dan pelepasan bahan tinja) dan hubungan interpersonal (perjuangan kehendak atas toilet training). yang dapat dinyatakan pada masa dewasa dalam bentuk yang relatif tidak ditekan.Kepribadian Anal Kepribadian anal berasal dari tahap perkembangan anal. Perhatian pada kebersihan diungkapkan dalam pepatah "kebersihan adalah di samping kesalehan." atau dari "Aku harus memberi Anda" ke "Aku harus taat kepadamu. ciri-ciri karakter anal terkait dengan proses yang terjadi pada tahap perkembangan anal yang belum sepenuhnya dilepaskan. dan ketegaran. kepribadian anal seringkali berusaha untuk menguasai segala sesuatu dan mempunyai kekuasaan atau dominasi atas orang lain. Sifat kedua dari tiga serangkai. yang disebut triad anal: ketertiban dan kebersihan. suatu kepentingan sejak keinginan untuk mempertahankan tinja sangat kuat dan penting. terutama pada perintah oleh orang lain. Mengikat kedua bersama-sama. berkaitan dengan karakter kekanak-kanakan anal pembangkangan terhadap berpisah dengan bangku. kepuasan-kepuasan dari impuls anal harus mengalami perubahan yang cukup besar. berkaitan dengan minat anal-kompulsif dalam berpegangan pada hal-hal. kekikiran / kebakhilan.

kualitas eksibisionistik perilaku orang-orang ini adalah ekspresif kecemasan yang mendasari tentang pengebirian. karena hubungannya dengan trauma masa lalu. suatu sikap yang dicontohkan oleh Theodore Roosevelt's berkata. sukses berarti bahwa ia adalah "besar" di mata orang lain. Akibatnya.Oedipus complex. Fiksasi di sini mempunyai implikasi yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Dia menggoda dan berperilaku genit untuk menjaga kepentingan ayahnya tapi membantah dengan maksud seksual. tapi membawa tongkat besar. Ia harus setiap kali menegaskan maskulinitas dan potensi. gadis kecil mengidentifikasi ke tingkat yang berlebihan dengan ibunya dan feminitas. Perempuan histeris menjunjung tinggi kehidupan. Rekan wanita dari karakter laki-laki tahap phallic dikenal sebagai kepribadian histeris. Pola perilaku yang kemudian terbawa ke masa dewasa. dan cinta romantis." dan sukses bagi orang anal berarti "saya mengontrol. seringkali menemukan diri mereka terkejut dengan momen kehidupan yang jelek. dalam psikopatologi individu masih mencari kepuasan seksual dan agresif dalam bentuk kekanak-kanakan. Sebagai contoh. Baginya. pasangan mereka. Sedangkan sukses bagi orang oral berarti "saya mengerti. di mana ia dapat menarik laki-laki dengan perilaku genit tetapi menolak maksud seksual dan umumnya tampak agak naif. Sebagai pertahanan terhadap keinginan oedipal. semua psikopatologi berkaitan dengan upaya untuk memuaskan naluri yang telah terpaku pada tahap awal perkembangan. dan perhatian khusus telah diberikan kepada hasil dari sebagian fiksasi untuk lakilaki. ekspresi dari keinginan ini mungkin sinyal bahaya untuk ego dan mengarah pada pengalaman kecemasan. KONFLIK DAN PERTAHANAN Menurut Freud. ada situasi konflik di mana perilaku yang sama berkaitan dengan kenikmatan dan rasa sakit. Dengan demikian. seseorang mungkin berusaha untuk menjadi tergantung pada orang lain tapi takut jika hal ini dilakukan dia akan rentan terhadap frustrasi dan rugi (sakit). "berbicara lembut. Contoh lain adalah keinginan untuk memanjakan diri dalam perilaku seksual yang diblokir oleh perasaan bersalah dan takut . Namun." laki-laki tahap phallic harus menyangkal semua kemungkinan dugaan bahwa ia telah dikebiri ." sukses bagi laki-laki tahap phallic berarti "saya laki-laki." Berlebihan.

misalnya. dibawa ke dalam bermain. Dalam istilah struktural. mekanisme pertahanan. seperti diuraikan dalam Bab 3. Dalam istilah proses.2). Untuk mencegah ini dan menangkal kecemasan." tidak dapat tegas. . Dalam kedua kasus. orang dapat menolak perasaan agresif nya atau proyek mereka ke orang lain.hukuman atau cedera. naluri berjuang untuk pembuangan memicu kecemasan. bagian penting dari konflik adalah kecemasan. Singkatnya.dan takut membayangkan diri mereka sendiri akan membalas (dendam)dengan kekuatan dan kehancuran. Seperti tercantum dalam pembahasan sebelumnya.mewakili orang tua . Untuk mengurangi pengalaman kecemasan yang menyakitkan. menyebabkan mekanisme pertahanan. mekanisme pertahanan yang digunakan. atau sebaliknya merasa diblokir dan tidak bahagia (tabel 4. Dalam setiap kasus ada konflik antara harapan dan kecemasan. neurosis adalah hasil dari konflik antara id dan ego. Jadi. dalam psikopatologi ada konflik antara drive atau keinginan (naluri) dan rasa ego (kecemasan)bahwa bahaya akan terjadi jika keinginan diungkapkan (habis). Contoh ketiga adalah konflik antara keinginan kuat untuk membalas (dendam) terhadap orang lain . Dalam situasi seperti itu seringkali hasilnya adalah bahwa individu tidak bisa "mengatakan tidak. orang tidak lagi harus takut pada perasaan agresif.

sifat naluri yang berbahaya. kelumpuhan psikologis. pun atau apa pun." Kebebasan dan penghindaran yang berlebihan semakin dekat kepada orang atau fluktuasi antara mendekati dan menjauhi mereka. dan sifat pertahanan semua tetap tak sadarkan diri. obsesif keasyikan dengan perilaku seksual orang Jika saya memusuhi mereka akan membalas dan benarbenar menyakitiku. Saya mau menyerang semua orang yang membuat saya merasa rendah diri. Penolakan dari semua perilaku seksual. seorang ibu mungkin akan menyakitkan terobsesi dengan rasa takut bahwa sesuatu akan terjadi kepada anaknya. Penolakan terhadap keinginan atau ketakutan: "Saya tidak pernah merasa marah. Makna dari gejala. Sebagai contoh. Sebuah gejala. atau paksaan. Saya ingin mendekati orang dan mereka telah memberi makanan atau merawatku KECEMASAN PERTAHANAN Perasaan seperti itu buruk dan akan dihukum. Dalam banyak kasus konflik antara id dan ego." "Saya tidak pernah takut pada siapa Jika saya lakukan mereka akan melimpahi aku atau meninggalkan aku. Mendasari obsesi mungkin marah pada anaknya dan kecemasan tentang bahaya yang ia dapat lakukan untuk anak. lain. Gejala obsesi sang ibu mengungkapkan perasaan bahwa ia dapat membahayakan atau melukai anak dan terhadap pertahanan itu dalam hal keasyikan .2 psikopatologi teori psikoanalitik Ilustrasi konflik konsekuensi Perilaku dari mekanisme pertahanan KEINGINAN Saya ingin berhubungan seks dengan orang itu. merupakan ekspresi menyamar dorongan yang ditekan. seperti nervous.Tabel 4. antara naluri dan pertahanan. berlebihan perlu mengurus lain. mengarah ke perkembangan suatu gejala.

Dalam terapi Freudian. Orang yang berusaha untuk menangani kecemasan yang menyakitkan adalah bagian dari konflik ini dengan menggunakan mekanisme pertahanan. Keinginan dan ketakutan yang merupakan bagian dari periode waktu tertentu di masa kanak-kanak sekarang terbawa ke masa remaja dan dewasa. jika konflik menjadi terlalu besar.di mana seseorang merasa harus mencuci tangan nya terus-menerus .gejala dapat mengekspresikan keinginan untuk menjadi kotor atau melakukan "kotor" hal-hal dan pertahanan terhadap keinginan dalam hal berlebihan kebersihan. ada penahanan dalam perkembangan orang yang berhubungan dengan konflik antara keinginan dan ketakutan. Gejala mengungkapkan konflik bawah sadar antara keinginan atau drive dan kecemasan. di bawah tekanan dan beberapa kondisi lain. Dalam kedua kasus ini orang tidak menyadari keinginan atau pertahanan dan hanya terganggu oleh gejala. Berikut ini adalah beberapa garis besar terapinya. Klien yang sedang menjalani terapi harus merasa bebas dan santai untuk mengungkapkan masalahnya. Situasi terapi sebenarnya adalah situasi social yang unik. penggunaan mekanisme pertahanan dapat mengakibatkan gejala neurotik atau psikotik penarikan diri dari kenyataan. Banyak orang tidak mengalami masalah atau gejala spesifik seperti itu. Suasana Rileks. seorang terapis secara praktis jadi . tetap saja ada bagian dari diri kita seperti anak kecil itu. Untuk merangkum teori psikoanalitik psikopatologi. mungkin menjadi lebih aktif dan menyusahkan. Dalam setiap kasus perilaku abnormal tak sadar ada konflik antara keinginan dan ketakutan berawal ke masa sebelumnya di masa kanak-kanak. tetapi analis menunjukkan bahwa semua masalah-masalah psikologis masih dapat dipahami dalam istilah-istilah ini. situasi di mana anda tidak perlu merasa takut dan kuatir tentang penilaian social terhadap masalah anda. Jadi. Namun.berlebihan dengan kesejahteraan anak. sebagai orang dewasa. TERAPI Terapi Freud lebih berpengaruh bila dibandingkan dengan terapi-terapi teoritikus lainnya dan jika dibandingkan dengan aspek lain dari teori-teorinya sendiri. dalam keharusan mencuci tangan . Untuk mengambil contoh lain.

secara bertahap. Freud juga memperhatikan lawakan-lawakan yang disampaikan kliennya. yang mencerminkan suasana hati. dating terlambat atau bahkan membatalkan pertemuan. Parapraksis. Resistensi ini menunjukkan bahwa klien sedang mendekati segala sesuatu dalam asosiasi bebasnya bahwa dia secara tidak sadar menemukan ancaman. dan sebagainya. terapis berkata “aha”. Berdasarkan teori. atau bicara berbelit-belit. dengan adanya kesantaian. kita tidak terlalu mengekang alam bawah sadar dan cenderung melepaskannya dalam bentuk-bentuk simbolik ke alam sadar. yang juga sering disebut Freudian Slip. Salah menekan nomor telepon. salah belok. Klien dibebaskan untuk berbicara apa saja. Untuk menciptakan suasana santai ini bisa dilakukan dengan mengatur tata ruang. melalui kegiatan-kegiatan tertentu. tapi tafsir mimpi Freudian memiliki kekhasan tersendiri. Saat klien mencoba mengubah topic pembicaraan.hilang. Pembebasan Asosiasi. Katarsis membantu pasien mengeluarkan beban-beban emosional yang selama ini . Bagi Freud. yaitu kecenderungannya unutk menemukan maknamakna seksual. Resistensi. Salah satu tanda tersebut adalah resistensi (perlawanan). segala kejadian memililki maknanya sendiri-sendiri. Di sini kita akan melihat adanya kesamaan terapi Freudian dengan tafsir mimpi! Bedanya adalah: dalam terapi ada terapis yang berusaha memahami tandatanda apa yang jadi masalah dan bagaimana penyelesaiannya. Keinginankeinginan id inlah yang akan dijadikan tanda utama oleh terapis. Ketika tidur. Interpretasi Mimpi. Katarsis. konflik-konflik alam bawah sadar akan muncul kepermukaan. Parapraksis adalah bentuk bicara keseleo atau plesetan. Katarsis adalah proses pelepasan energi psikis yang terhambat (damming up) sebagai akibat dari konflik. ngantuk. dan salah ucap adalah kejadian –kejadian yang serius dikaji Freud. warna dinding. pencahayaaan. Sebagian besar bentuk terapi menggunakan mimpi-mimpi yang dialami klien. sementara klien biasanya tidak mengerti atau mengabaikan tanda-tanda ini.

katarsis terjadi melalui pembicaraan dengan analis. Transference terjadi karena analisis telah memasuki fase yang dalam. ada yang tertarik melakukan tes proyektif. Tanggapan menjadi sangat bertentangan bahwa ketika ia meninggalkannya untuk membentuk sekolah psikologi miliknya secara individu. sehingga memobilisir lapisanlapisan tak sadar pasien. PERKEMBANGAN MUTAKHIR Alfred Adler (1870-1937) Alfred Adler adalah seorang anggota dari golongan Vienna lain yang aktif dari anggota ini. dalam hal ini analis. Syarat agar katarsis dapat terjadi adalah adanya seorang pendengar—dalam hal ini analis—yang sungguh-sungguh menerima dan memahami apa yang dihayati oleh pasien. Dalam konteks terapi. Diantara pengikut Freud. Muatan emosional dalam transference dapat bernilai positif atau negatif. kemudian mulai berperilaku sedemikian rupa dimana ia secara tidak sadar menuntut analisis untuk memberikan kasih sayang yang berlimpah padanya. sehingga ia menjadi lega. Setiap kali pasien dapat mengingat. di mana pasien (secara tidak sadar) memindahkan cathexis yang semula ditujukan pada objek internal (seseorang yang signifikan di masa lalu yang telah diinternalisasikan menjadi bagian dari kepribadiannya) kepada objek eksternal yang ditemuinya di masa kini. satu hambatan emosional dapat dilepaskan.menyesakkannya. Teori yang ada di balik tes ini adalah ketika klien diberikan perintah atau pertanyann yang membingungkan. dia akan menyelesaikannya dengan pilihan alam bawah sadarnya. menyadari dan mengungkapkan beban emosional atau peristiwa traumatis yang selama ini dipendam. Transference adalah fenomena dalam situasi analisis. Gagasan apa yang mungkin telah dipertimbangkannya yang sangat tidak dapat diterima ke psikoanalisa? kita tidak bisa mempertimbangkan semua dari teori adler's. Transference. seorang pasien yang di masa kecilnya sangat mendambakan kasih saying dari ibunya. tetapi kita dapat mempertimbangkan sebagian . Contohnya.

Seperti itu. dan bagaimana urutan kelahiran dari kakak beradik dapat mempengaruhi perkembangan psikologis mereka. Adlerians mungkin melihat sebab pernyataan yang mengganti rugi melawan sifat merasa rendah diri yang berhubungan dengan kelemahan waktu kanak-kanak. Awal kariernya Adler menjadi tertarik akan sifat rendah diri bagian organ dan bagaimana orang-orang mengganti kerugian untuknya. Sedangkan pada awalnya Adler adalah psikolog yang merasa sifat rendah diri dan bekerja keras mengganti rugi untuk menyembunyikan atau mengurangi perasaan yang menyakitkan ini. Konsep-konsep ini lebih menekankan kearah sosial daripada kearah biologis. Sebagai contoh. Teori Adler juga patut diperhatikan dalam penekanannya dalam bagaimana orang merespon perasaannya mengenai dirinya. Barangkali yang paling penting yang dipisahkan Adler's dari Freud adalah lebih besarnya penekanan pada himbauan sosial dan proses sadar. bagaimana orang merespon tujuan-tujuan yang mengarahkan prilakunya menghadapi masa depan. Sedangkan Freudians mungkin melihat perempuan yang agresif merupakan pernyataan kecemburuan.dari awal pandangannya dan kemudian meraba-raba untuk mendapatkan suatu perbedaan yang penting antara psikoanalisa dan pandangannya itu. Penekanan sosial ini bertambah menjadi bagian yang penting dalam pemikiran Adler. sedangkan Freudians mungkin melihat penekanan Theodore Roosevelt's atas ketabahan membawa "tongkat besar" sebagai pertahanan dan melawan terhadap ketertarikan penyembelihan. Banyak dari gagasan Adler telah menjadi pemikiran masyarakat pada umumnya dan berhubungan dengan pandangan yang nantinya dikemukakan . Seseorang dengan suatu bagian organ yang lemah boleh mencoba untuk mengganti kerugian untuk kelemahan ini dengan membuat usaha khusus untuk memperkuat bagian organ itu atau untuk mengembangkan bagian organ lain. atau seseorang dengan suatu cacat boleh mencoba untuk khusus mengembangkan kepekaan pendengaran. Adlerians mungkin melihat ketika menyatakan suatu penolakan atau protes untuk mencoba mengatasi si pria. seseorang anak yang gagap bicara boleh mencoba untuk menjadi seorang pembicara besar. Perasaan seperti itu menjadi bagian dari arah gaya hidupnya yang membedakan tentang fungsi kepribadian.

2003).oleh teoretis lain. hubungan ini mulai memburuk diawal tahun 1909 karena percampuran dari konflik pribadi dan professional (Gay. Gruenfeld. Jung (1875-1961) Jung berpisah dengan freud pada tahun 1914 dan mengembangkan sekolah pemikirannya sendiri yang dinamakan Psikologi Analitis. Kedua orang tersebut juga mengembangkan hubungan yang sangat dekat. orang-orang sangat menantikan bahwa mereka secara umum mendedikasikan usaha-usaha untuk melakukan kegiatan keagamaan yang menyiapkan mereka untuk kehidupan setelah mati. libido juga mengandung keinginan untuk kesenangan dan kreativitas. dan Anderson. Namun sekolah psikologi individual Adler sendiri tidak memiliki efek yang besar dalam penelitian dan teori kepribadian. Walaupun seksualitas juga merupakan bagian dari energi dasar ini. menjadi tertarik pada kekuasaan sebagai sebagai determinan pokok dari prilaku manusia (Keltner. Jung merasa bahwa freud selalu menekankan gagasan bahwa prilaku kita saat ini merupakan pengalaman dari masa lalu. Carl. Freud melihat Jung sebagi pemimpin yang cerdas dan sebagai penerus alaminya yang bisa melanjutkan kemajuan psikoanalisis setelah kematian Freud. . G. Tentu saja. Jung mengundurkan diri dari posisinya sebagai presiden Asosiasi Psikoanalisa Internasional. Pendirian sekolah ini merupakan peristiwa yang sangat besar bagi freud dan pergerakan psikoanalisis. Peneliti kontemporer. Bagi Jung. interpretasi ulang dari libido ini merupakan alasan utama ia berpisah dengan Freud. tapi merupakan energi kehidupan secara umum. seperti Adler. Orang-orang mencoba mendapatkan identitas personal yang bermakna dan makna dalam diri. Seperti Adler. Jung melihat libido bukan sebagi insting seksual. Jung percaya bahwa perkembangan kepribadian ditandai oleh kecenderungan yang mengarah ke depan. Tahun 1914. Namun. Jung juga kurang sepakat dengan pemikiran Freud dalam penekanan yang sangat besar pada seksualitas. 1998). dengan keinginan-keinginan instingtual dan represi psikologis pada masa kanak-kanak yang diulang dalam kehidupan dewasa. dari korespondensi mereka menunjukkan bahwa mereka mempunyai hubungan lebih seperti ayah dan anak sebagai kolega professional.

ada perlawanan antara wajah atau topeng yang kita tampilkan pada orang lain (persona) dan pribadi mereka sebenarnya. Menurutnya. binatang.Jung menerima penekanan freud dalam ketidaksadaran tapi Jung juga menambahkan konsep ketidak sadaran kolektif ke dalamnya. Dalam kasus extraversion orientasi dasar seseorang cenderung ke arah dunia luar. atau benda. Dalam kasus introversion. kekuatan alam. persona. Sama halnya dengan adanya perlawanan antara bagian maskulin dan feminin dalam diri kita. dimiliki oleh semua manusia sebagai hasil dari keturunan mereka. Setiap pria memiliki bagian feminin (anima) dan setiap wanita memiliki bagian maskulin (animus) dalam kepribadian mereka. ada kemungkinan mereka kehilangan makna dari mereka sendiri dan meragukan siapa diri mereka sebenarnya. orientasi dasar seseorang adalah lebih cenderung ke dalam diri mereka sendiri. Aspek penting yang lain dalam teori jung adalah penekanannya dalam bagaimana orang bertahan melawan kekuatan di dalam diri mereka. roh jahat. seperti yang ditampilkan dalam peran sosial dan adat istiadat. Bagian yang penting dalam ketidaksadaran kolektif adalah gambar-gambar atau simbol-simbol universal yang dikenal dengan nama archetypes. Archetypes dapat direprentasikan dalam gambaran kita mengenai orang. Ketidaksadaran kolektif. Setiap orang dalam berhubungan dengan lingkungannya terutama menggunakan salah satu dari dua arah tersebut. Jika orang menekankan terlalu banyak pada persona. walaupun arah yang lain tetap menjadi bagian dari orang tersebut. orang menyimpan pengalaman kumulatif dari generasi masa lalu ke dalam ketidaksadaran kolektif mereka. Bukti bahwa mereka merupakan bagian dari kesadaran kolektif kita adalah keuniversalan mereka dalam kebudayaan yang berbeda dari waktu lampau dan masa kini. Di lain hal. merupakan bagian yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya. . Perbandingan yang sangat mencolok lainnya dalam teori Jung adalah antara introversion dan extraversion. yang merupakan lawan dari ketidaksadaran pribadi.

melalui kompetisi. 2. Harry Stack Sullivan (1892-1949) Harry membagi perkembngan kepribadian menjadi beberapa masa. Remaja : mengembangkan kemandirian. Pra sekolah : mengembangkan body image 4. Tiga pola ini. kompromi dan kooperatif 5. Ada dua kontribusi terkemuka yang patut diingat.melakukan hubungan dengan jenis kelamin yang berbeda 6. psikoanalisis memberikan kontribusi . Karen Horney (1885-1952) Penekanan Horney dalam fungsi neurosis adalah dalam bagaimana individu berusaha untuk mengatasi kecemasan dasar. KRITIK TERHADAP TEORI FREUD Kontribusi Besar Psikoanalisis telah membawa kita menuju penggunaan teknik baru dalam psikologi. Menurut teori neurosisnya dalam seseorang yang neurotic ada konflik diantara tiga cara untuk merespon kecemasan dasar ini. bergerak melawan. tanggung jawab terhadap orang lain. 1. dan bergerak menjauh. Masa bayi : Kebutuhan akan rasa aman dalam mengembangkan rasa percaya yang mendasar (basic trust). Pertama-tama. dan telah menjadi kekuatan yang signifikan dalam pengembangan dan penggunaan tes-tes tertentu dalam mengases kepribadian. Usia sekolah : mengembangkan hubungan dengan sebaya. Dewasa : belajar untuk saling tergantung. atau trend neurotic dikenal sebagai bergerak mendekati. Masa kanak-kanak awal: belajar berkomunikasi 3.PENEKANAN BUDAYA DAN INTERPERSONAL Teoritis yang menekankan pada kekuatan sosial daripada biologis dalam perilaku dikenal sebagai neo-Freudian. seperti asosiasi bebas dan interpretasi mimpi.

Apakah penghilangan kecemasan mengacu pada ketakutan akan kehilangan penis. Orang tidak selalu mengharapkan pengurangan tegangan. seluruh model motivasi yang berdasarkan dorongandorongan psikologis telah ditemukan menjadi yang diinginkan di lapangan. tapi tidak dibutuhkan. Demikian juga. Teori psikoanalisis menekankan bahwa perilaku yang kelihatannya serupa dapat memiliki perbedaan kata yang terdahulu dan motif yang sangat serupa dapat menuju ke arah perilaku yang cukup berbeda. insting kematian. Dalam konsekuensi yang lebih besar. Model energi ini mungkin berguna sebagai ungkapan untuk fungsi kepribadian namun hampir tidak pernah berlaku adil dalam keruwetan fungsi manusia. Kontribusi besar Freud yang pertama adalah kekayaan observasinya dan perhatiannya yang sangat mendetail terhadap perilaku manusia. yang kedua adalah perhatian yang dia berikan kepada perilaku manusia yang sangat kompleks di saat yang sama ketika ia mengembangkan teori yang cakupannya sangat luas. Tidak ada teori kepribadian lainnya yang mendekati teori psikoanalisis mengenai pencatatan perilaku yang sangat luas. dan penghilangan kecemasan. bagaimanapun. adalah apa yang mungkin menjadi kecacatan ilmiah yang mendasar dalam seluruh usaha psikoanalisis. Terminologi psikoanalisis sangat ambigu. ego dan superego mempunyai kemampuan deskriptif yang . Banyak ungkapan dan analogi yang bisa. untuk dimaknai secara literal. Namun. Contoh-contohnya adalah latensi. Konsep seperti id. Oedipus complex. model seperti itu sudah ketinggalan jaman dan penelitian dengan jelas menyebutkan kekurangan dari model tersebut. malah seringnya stimulasi dan tegangan itu dibutuhkan. ataukah mengacu pada ketakutan anak akan cedera pada tubuhnya saat gambaran tubuhnya lebih berarti bagi harga dirinya? Bahasa teori ini sangat kabur sehingga peneliti sering berada dibawah tekanan untuk menyetujui makna yang tepat dari terminologinya. PEMBATASAN TEORI FREUD Status Ilmiah Teori Psikoanalisis Model energi yang Freud gunakan dalam teori psikoanalisis dibuat berdasarkan model ilmiah lain yang tersedia pada masa munculnya teori Freud.yang sangat besar pada penemuan dan investigasi dari fenomena.

Banyak kritik yang menyatakan bahwa Freud sering membiaskan observasinya melalui penggunaan usulan prosedur sugestif dan dengan menyimpulkan bahwa ingatan berada pada level ketidaksadaran (Crews. itu adalah ekspresi pertahanan. 1993. Analis sering bereaksi pada kritik terhadap teori dengan menyatakan bahwa kritik terlalu defensive dan tidak mengakui dan menerima pentingnya fenomena seperti seksualitas kekanak-kanakan. itu adalah kompromi antara insting dan pertahanan. Banyak kritik yang menyatakan bahwa psikoanalis menggunakan observasi yang dipengaruhi oleh teori untuk mendukung teorinya untuk menutup kesalahan masalah yang diperbuat oleh mereka dapat mengaburkan respon dari subjek mereka dan mengaburkan persepsi mereka sendiri akan data yang ada. yang kita miliki adalah teori yang terkadang membingungkan dan seringnya sukar untuk dites. 1994). Masalah ini semakin diperumit dengan cara yang psikoanalis bisa perhitungkan untuk hampir semua hasil. Masalah dari teori ini bukan karena meninggalkan ruang untuk kerumitan yang ada. Jadi. Pandangan Psikoanalisis mengenai Individu Menurut pandangan ini.pantas dipertimbangkan. Teori ini juga bermasalah dalam cara psikoanalis yang sering membela teorinya. Esterson. . bahkan hasil yeng bertentangan. Jika satu perilaku muncul. Powell & Boer. teori mengenai individu sebagai sistem energi yang mengarah pada penurunan tekanan hampir tidak pernah memberikan keadilan bagi individual yang kreatif dan memiliki usaha aktualisasi diri. jika perilaku muncul dalam bentuk lain. namun seringnya susah untuk menerjemahkan mereka ke dalam pengamatan perilaku yang relevan. Pandangan ini juga menyatakan bahwa psikoanalisis menekankan kekuatan dari dalam individu dimana secara umum mengabaikan kekuatan dari keluarga dan masyarakat yang lebih luas. 1993. jika sebaliknya yang muncul. melainkan teori ini gagal untuk menyatakan perilaku mana yang akan muncul dalam aturan lingkup tertentu. hal itu adalah ekspresi insting.

Mencakupi wilayah fenomena yang luas Batasan 1. Mendukung pandangan yang dipertanyakan mengenai individu sebagai sistem energi 4. bahkan tidak mungkin 3. interpretasi mimpi. Menoleransi perlawanan oleh bagian pekerjaan untuk penelitian empiris dan perubahan pada teori . Mengenali kompleksitas perilaku manusia 4.Tabel ringkasan kekuatan dan batasan dari teori psikoanalisis: Kekuatan 1. Menyediakan lahan untuk penemuan dan penyelidikan banyak fenomena yang menarik 2. analisis transference) 3. Pengujian empiris sulit dilakukan. Gagal dalam mendefinisikan semua konsepnya secara jelas dan mendetail 2. Mengembangkan teknik untuk penelitian dan terapi (asosiasi bebas.

Permasalahan utama mengenai psikoanalisis adalah cara merumuskan konsep. yaitu keambiguan dari konsep dan hubungan yang ada diantara konsepkonsep yang membuat teori sangat sulit uuntuk di tes. yang terjadi dan penawaran interpretasi yang dibahas oleh Freud. Pertanyaan bagi teori psikoanalisis adalah apakah teori tersebut dapat dikembangkan untuk menyediakan tes-tes tertentu. Konsep struktural dan proses yang digunakan oleh teori ini cenderung sedikit. Lebih jauh lagi teori ini telah menyediakan banyak bidang untuk penyelidikan dan memimpin banyak penelitian. Dari cakupan yang dipaparkan oleh teori ini. terlihat bahwa teori ini cukup praktis. atau apakah teori itu suatu saat akan digantikan dengan teori lain pada masa depan yang sama konprehensifnya dan sama praktisnya namun lebih terbuka bagi penyelidikkan secara sistematis dan empiris. . Walaupun penelitian tersebut relevan pada teori. Tidak ada teori kepribadian lain yang mendekati cakupan perilaku . dan sedikit dari mereka yang telah digunakan untuk mengembangkan teorinya.BAB III KESIMPULAN Teori yang dikembangkan oleh Freud ini tentu memiliki kemampuan komprehensif yang baik. banyak dari mereka tidak menawarkan tes eksplisit dari hipotesis yang berdasarkan teori.

Personality theory and research.P.A. (2006)..P. Pervin. L. O. L. . (2005). gangguan dan psikoterapinya (Understanding the unconscious). Iman Setiadi. Dinamika kepribadian. (2001). 9th ed. John. O.DAFTAR PUSTAKA Arif. 8th ed.. Bandung: PT.A. Inc. New York: John Wiley and Sons. John. Personality theory and research. Inc.. D. Refika Aditama Pervin. New York: John Wiley and Sons. Cervone.

°°f f f½ ff°f°f°fff©f ff½ °–f°–ff¯½f°½f ff°–f°%½ ¾°f% f°½ f ¯  f¾ °f°f f f°–¯ ° f°f° f f°f½f f½ ¾°f f f ¯°–°f°¯  f f°–f°¯f°f f¯  f¾ °  f°¯ f–f°¾f½f ¯  f¾ °f°f f°f ½ ¾°f ¾ ½  f°– f¯½f° ff¯½ f°¾¾f f°f f¾f f ¯ ½ff° f–f°f°–½ °°– ff¯   ½f° ¯f¾fff f¯ff°f °–f°f f°f½ ff°f°f°ff f–f°¯f¾° f°€ ¯°° ff¯ f  f½½f¯ ¯ f–f°€ ¯°°%f°¯f% f°¾ f½f°f ¯ ¯ f–f°¯f¾°%f°¯¾% ff¯ ½ f f°¯  f   9  f° °–f°f°–¾f°–f¯ °nf°°f ff¯ °–f fff°ff° ¾° f° f ¾°  f½f°– ff¯  °–f° °–f°°–°–f°°f f¯f¯ °––°ff° ¾ff¾f f fff ¾  ff½°fff°–f° f½¯ °©f  f–f° ff°–  ¾  ff¯f¾¾° ¾°  °f¾ f¾f¾ ¾ f°–f ff n ° °–  ff¯ ¯  f¾ °  ff¯f¾¾ f ¾° °f¾ f¾f¾ ¾ f°–n ° °– ff °ff  .

 9--- D--@9- @ ¾f°–¯ ° f°f°½f f ff°¾¾f f½f f –¾ ff¯½ f  °f ¾ f–f°    f°   f °° % % 9 ° f°f°°  ff¯€°–¾° ¾¾f ff ff¯ f–f¯f°f°   ¾ff° ¯ °–ff¾ n ¯f¾f° f¾f .f¾ff°f f°fff  f©f ¯°f¾   9f¾ f ¯ °– ¯ f°–f°  ¯f–    D¾f¾ f ¯ °– ¯ f°–f° °–f° °–f°¾ ff ¯ f¯½ ¾ ¯½¯ f°½ f€    ¯f©f ¯ °– ¯ f°–f° ¯f° f° ¯ ff° °–f° °–f°© °¾ f¯° f°–  f    f¾f  f©f°¾f°– –f°°– f°––°–©ff  f f½f°–f°   @@9@D ° ¾ ¾f 9¾f°f¾¾ f¯ ¯ fff¯ °©½ °––°ff° ° f ff¯½¾– ¾ ½  f¾¾f¾ f¾ f°° ½ f¾¯¯½  f° f¯ °©f  ff°f°–¾–°€f° ff¯ ½ °– ¯ f°–f° f°½ °––°ff° ¾  ¾  ° ff¯¯ °–f¾ ¾ ½ f f°  f f ° ¾  ¯ff°–½f °–f 9 f¯f f¯f ½¾f°f¾¾¯ ¯ f°° ¾ .f¾f f  f°ff°f¾ff¯f° ff¯¯ °– ¯ f°–f°f¾f½ nfff°– ¯ ° f¾f% f¾n¾%    . ° ° ¾¾°f ff¯¾ ¾ f°–f°–° nf f °€ f°ff–fnff°¯  ¾½° n ¯f¾f° f¾f° @–f½f° ff °  ° n  °f¾ f–f – f¯ ° f  – f¯ ff°  f° – f¯ °©f   ffnf°% % f¯ ¯ f–½  ¯ °–f° ½ f f°¯ °©f  f½f¯f¾f    .

  ° –° ¯°–° –°f¾ f–f°–f½f°°€°–¾ ½ f f°°f¯°f¯½ f½ °f ff  ff¯  f°€°–¾¯f°¾f  ff¯°¾  °¾f°–  ¾f  f–f¯f°f½° f fff½ff°–¯°–°¯ °©f   nfnff°¯ff°–¯ ° f¾f ff¯¾ ¾ff½¾f°f¾¾ @ ¯°–½¾f°f¾¾ ¾f°–ff¯ –  f°f°–f½f° f°f°f–f°– ¾f f½ f  f° ° ¯f°f ¾ nff f .  ° –f°–  –°ff° ff¯ ½¾f°f¾¾  f  f¾ff°¯ ¯f f°f°– ¾ f½f f¯f¾f¯°n°f   -f¯° ¯ ¾ ½ ¾ f  °––ff°©f¯f° f°½ ° f° °–f°© f¾¯ ° f° f°–f° f¯  ¾   f°– f¾ f¯ °–ff½f°½ °–f°–f° –f°–f° ¯ff¾ °–°f¾¯f¾ f°  –f°–f°  f°  ¯f°©–f ¾ ¯ ¯f¾f°–  f¾ff° °–f° °–f°½¾–¾ f  ¯f°¯ °©f f°– °–°f° f½f°–f° . @-@D f¾¯f@ 9¾f°f¾¾ .f°–¾f°–f ¾f½f f½ ° ¯f° f°° ¾–f¾ f€ °¯ °f ° ¾ ¾f  f°– ½ f¯ff ff fff° ¾ f¾°f f°½ ff°°ff°–¾f°–f¯ ° f f f½ ½ f¯f°¾f f°– ff ff½ ff°f°– f f° ½f f½ f¯f°¾ff°– ¾f°–f¯½ ¾ ¾fff°–¾f¯f ff¯ °– ¯ f°–f° f°–nf½f°°f¾f°–f f¾ @ ½¾f°f¾¾¯ ° f°f° ff½ ff°– ff°°f¾ ½f f½f¯ ¯ ½  ff°fff°–  f f°¯€f°–¾f°–f¾ ½f f½f¯ °© ff½ f f°–n½  f @ ff f  ½ f f°f°°ff°–¯ ° f ½¾f°f¾¾ ¯ °– °f½ °nfff°½ ff°–¾f°–ff¾   9.

° n°°ff fff °¾ °¾°– ¯ff°  ½¾n¯½   f° ½ °–f°–f° n ¯f¾f° ½ff½ °–f°–f° n ¯f¾f°¯ °–fn½f f ff°ff°  f°–f°½ °¾ fff¯ °–fn½f f ff°f°fff°n f½f f °f¾ff –f¯ ff° °f  f f–f–f °f" ff¾f °¾f°–ff ¾ °––f ½ ° ¾ °– f f  ff f°f°°¯ ° ©¯f°ff°– ½f f  ¯°–°f °¾ ½¾ ½   – f°¾½  –¯ ¯½°f ¯f¯½f° ¾½€f°– .

½f°f¾ ½ ¯ f°–f° °f¯°¾ °–°f¾¾f°¯ ° © ¯ff°¯  f  ff¯ ½ °–f¯ff°½ ff°–  f°   f°ff°–¯ °fff° ff½¾f°f¾¯ °––°ff° ¾ f¾f°– ½ °–f   °¯ ° °– °f°¯ °½ ¾fff°¯f¾fff°– ½  f  ¯  f f½f¯ °–f f° ¾½° f¾ © ¯  f f°¯ °–f f°½ ¾ ½¾¯  f ¾ ° ff° fff°–f f  f°ff°–¯ °fff° ff  ¾ °–¯ ¯ f¾f°  ¾ f¾°f¯ f½ °––°ff°¾f°½¾ ¾– ¾€ f° °–f°¯ °¯½f° ff °–ff° f f½f f    f¾f ff°%.

f¾ff°¾ ¯f° ½ ¯ °–f°nfff°–½¾f°f¾ ¾f½ °–f°° f¯½¾ ¯ff¾  ff°f¾ °–  °f°–f° f¾f½ f¯°n ff ff ¾½ ¾°¾°– ©f¾ f°ff°–¯°n f ff ¾½ ¾½ ff°f° ©f½ f ¯°n ff¯ °f° f ff¯½¯f°ff°¾°– f°½ ff°f° . °½f° f°–f°°  ¯ °– °f°  ¾ f–f¾¾ ¯ ° –f°–¯ °–ff½f f ½ °°f° f°f°f¯½ f½ °f¯ ¯ f° f f° f–°  ff°– f€ f° ¯ ¯¾ffff¾f¾  9f° f°–f°°©–f¯ °fff° ff½¾f°f¾¾ ¯ ° f°f° ff° f ff¯°   ¯f°f¾ nff¯¯¯ °–f ff° ff° f  f–f f°¯f¾ffff°– f¾   . ¾  ¾ ¾°  9     %   f  f°–f¯f ff f°– f f°–¯ ¯ °–°–f° f°¾ °–°f¾f°  ¾ .f¾ff f  ° f°f °f¯ °°––ff°f°–° ¯f°f°–f f ¯ f°f° °–f–f °¯ °fff°½ f¯f°ff°–ff°¯°n ff¯ff°°–½  °   @ °©–f ¯f¾ff ff¯nff½¾f°f¾f°–¾ °–¯ ¯ f °f °f¾¾ °–  f¾½f f f f½  °–f°¯ °fff° ff f € °¾  f° f ¯ °–f f°¯ ° ¯f½ °°–°f€ °¯ °f¾ ½ ¾ ¾ff¾ f°f f°ff°   9f° f°–f°9¾f°f¾¾¯ °– °f°   .

°nf½ff€ °¯ °ff°–f¾ ff¾f°   f–f ff¯¯ ° €°¾f°¾ ¯f °¾ ½°f¾ nff© f¾ f°¯ ° f   9 °–©f° ¯½¾¾ ff°  ff°  f¯°–°   . ° f°¾½ ff°f°  f–f° ½  ©ff°°½ ° f° ¯½¾ f° ½  ff°½f f                  .@f °–f¾f° ff° f° ff¾f° f ½¾f°f¾¾   ff°   . ° ff°ff°°½ ° ¯f° f° ½ °  f° f°f€ °¯ °ff°– ¯ °f   . °– ¯ f°–f° °°½ ° f° f° f½%f¾¾f¾ f¾ ° ½ f¾ ¯¯½ f°f¾¾f°¾€  °n %   . ° °–½f° f°–f°f°– ½ f°ff°¯ °– °f°  ¾ f–f ¾¾ ¯ ° –   . °– °f¯½ ¾f¾½ f¯f°¾f   .

  .9D- @ f°–  ¯ f°–f°   ° °¯ ¯ ¯f¯½f°¯½  °¾€f°– f  @ ff f  ½ f f°f°f°–¯ ° fnf½f°½ f f°– ©f  f°½ °fff° ° ½ f¾f°–  ff¾   fnf½f°f°– ½f½ff°  °  f ff °n½½f¾ °¾ ½¾f f°½¾ ¾f°– –°ff°  ° n ° °–¾   ©ff– ° f¯ ° ff° f°f  f°–° ½ °  f° f°¯ ¯¯½° f°f½ ° f°   Jff½°½ ° f° ¾   f°½f f   f°f f¯  f f¯ °fff° ¾ ¾½¾ f½ ¾¾f°–  f¾ff°   f°¾  f¯  ff°– f –°ff° °¯ °– ¯ f°–f° °f 9 ¯f¾fff°f¯f¯ °– °f½¾f°f¾¾f ffnff ¯ ¯¾f°°¾ ½ f f¯ –f° f°¾ ½ f° °–f°f°–f f f°ff°¾ ½ °¾ ½f°–¯ ¯ f ¾f°–f¾°  ¾   9 f°ff° f– ½¾f°f¾¾f fff½ff  ¾  f½f  ¯ f°–f°° ¯ ° ff° ¾  ¾  ° fff½ff ¾f¾ffff° –f°f° °–f°  f°½f f¯f¾f ½f°f°–¾f¯f°½  °¾€°f f°¾f¯f½f¾°f°f¯°   f f–½ °  f°¾ nff¾¾ ¯f¾ f° ¯½¾           .

@9D@ € ¯f° f  %% °f¯f ½ f f° –f°––f° f°½¾ f½°f%D° ¾f° °–  °n°¾n¾%  f° °– 9@  €f f¯f 9 °   .

°  °  9 %% 9 ¾°f f°  ¾ fn  -   °J f° °¾ °n  9 °   °  9 %% 9 ¾°f f°  ¾ fn  -  °J  f° °¾ °n   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful