Tugas

PENGANTAR EKONOMI

OLEH :

HELVIRA ALIMIN B1B1 10 056

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2011

Pengantar ilmu ekonomi Definisi Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam mengatur penggunanaan sumber daya, baik untuk tujuan yang bersifat produktif maupun yang bersifat konsumtif. Penggolongan Ilmu ekonomi dapat di golongkan melalui cara penggolongan: 1. 2. 3. 4. Penggolongan berdarsarkan objek yang diuraikan (yang di analisa) Penggolongan berdarsarkan sifat dari objek yang dijelaskan. Penggolongan berdarsaekan luas cakupan objek yang dijelaskan. Penggolongan berdarsaekan bidang penerapannya.

Penggolongan berdasarkan objek yang diuraikan Ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi 3 bagian: 1. Descriptive economy (ilmu ekonomi deskriptif) yaitu ilmu ekonomi yang hanya menguraikan kondisi perekonomian seperti apa adanya, tanpa disertai analisa tentang mengapa peristiwa ekonomi itu bisa terjadi. Contoh:  Gambaran mengenai perkembangan haraga barang di tiap-tiap wilayah.  Gambaran tentang perkembangan jumlah pencari kerja di tiap-tiap daerah. 2. Economy theory adalah bagian dari ilmu ekonomi yang berusaha melahirkan pandangan umum baik melalui pernyataan hukum, dalil atau rumus terhadap kegiatan ekonomi dan sifat-sifat dari hubungan ekonomi tersebut. 3. Applied economy (ilmu ekonomi terapan) yaitu bagian ilmu ekonomi yang membahas tentang kebijakan-kebijakan yang perlu dibuat untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi tersebut. Penggolongan berdarsarkan sifat dari objek yang diuraikan. ilmu ekonomi dapt dibagi atas 2 bagian: 1. Ilmu ekonomi positif (positive economy) adalah ilmu ekonomi yang bersifat menggambarkan fakta dan menjelaskan hubungan antara peristiwa ekonomi yang satu dengan peristiwa ekonomi yang lain. Contoh: Penjelasan tentang hubungan antara inflasi yang terjadi dengan jumlah uang yang beredar. 2. Ilmu ekonomi normative adalah ilmu ekonomi yang isinya memuat cara-cara yang terbaik dalam mengatasi permasalahan ekonomi atau ilmu ekonomi yang mempertimbangkan faktor etika dan nilai didalam mencari penyelesaian masalah ekonomi.

 Tindakan rasional yang di buat oleh konsumen. Adapun factor yang berpengaruh terhadap permintaan adalah: a) Harga barang itu sendiri Hal ini sudah dijelaskan oleh Demand Law bahwa makin rendah harga suatu barang makin banyak permintaan atas barang tersebut. dan moneter. Dan duopoly.  Unsure-unsur yang membentuk permintaan dan penawaran (dijelaskan oleh teori supply)  Bentuk-bentuk persaingan yang ada di pasar (monopoli. . oligopoli. Ilmu ekonomi dibagi atas: 1) Ekonomi mikro Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisa masalah-masalah mikro dalam perekonomian misalnya. persaingan sempurna. Analisisnya bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. produsen (cara memaximalkan utility. tabungan nasional. export dan import. inventasi nasional. laba)  Prilaku harga barang yang bersumber dari kekuatan permintaan dan penawaran (dijelaskan oleh teori harga). Penggolongan berdarsarkan bidang penerapannya Ilmu ekonomi di bagi atas: a) Ekonomi perusahaan b) Ekonomi pemerintahan( ekonomi publik) c) Ekonomi pertanian d) Ekonomi kesehatan e) Ekonomi teknik f) Ekonomi regional Mikro Teori permintaan Factor yang mempengaruhi barang dan jasa.Penggolongan berdarsarkan luas cakupan dari objek yang diuraikan. masalah inflasi. konsumsi nasional. kebijakan fiskal . monopsoni). Ada beberapa hal yang biasanya dibahas dalam ekonomi makro adalah  Pendapatan nasional. pengangguran. 2) Ekonomi makro Bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisa seluruh kegiatan perekonomian.

karena pendapatan mencerminkan daya beli. c) Pendapatan masyarakat Pendapatan masyarakat merupakan factor dominan. orang cenderung mengalihkan diri pada barang subtitusi. Jenis barang Kopi Ball point Sabun colek Minyak tanah Kayu baya Barang subtitusi The Vulpen Deterjen Minyak gas Kayu jati.harga Rp 40 Rp 30 Rp 20 20 30 40 Jumlah barang yang diminta b) Harga barang subtitusi Jika harag barang subtitusi menurun maka orang dapat beralih ke barang subtitusi atau jika harga barang naik harga barang subtitusi turun. Grafik hubungan antara Pendapatan dan permintaan Pendapatan (Rp) (y) hubungan Y dan D 1000 900 700 300 20 40 60 70 permintaan (D) . Artinya makin tinggi tingkat pendapatan masyarakat semakin tinggi permintaan terhadap barang dan jasa.

perubahan selera. f) Jumlah penduduk Jumlah penduduk adalah salah satu factor yang mentukan permintaan karena penduduklah yang menggunakan barang dan jasa artinya semakin banyak penduduk semakin tinggi permintaan. q1-q0 q0 rumus ini dinilai tidak sempurna (punya kekurangan) sehingga dianjurkan menggunakan rumus b. a.d) Corak Distribusi pendapatan Corak Distribusi pendapatan adalah cara pemerintah melakukan pembagian pendapatan terhadap masyarakat. Elastisitas perubahan barang akibat perubahan harga barang itu sendiri Untuk mengukur besarnya elastisitas permintaan akibat perubahan harga barang itu sendiri dapat digunakan rumus. pendapatan dan harga barang subtitusi. g) Ramalan masa dating oleh konsumen Jika konsumen merasa bahwa dalam waktu singkat harga barang akan naik maka konsumen akan naikan permintaannya. Contoh:  Golongan kaya dikenai pajak  Hasil pajak dipakai membuka lapangan kerja  Tambahan pendapatan masyarakat  Tambahan daya beli  Tambahan atas demand e) Perubahan cita rasa (selera) Perubahan cita rasa. p1-p0 p0 b. Sangat berpengaruh terhadap permintaan barang. Corak distribusi pendapatan berpengaruh terhadap permintaan. Elastisitas permintaan Elastisitas permintaan adalah kepekaan permintaan terhadap suatu jenis barang sebagai akibat dari perubahan harga. Elastisitas permintaan terdiri dari 3 bagian: 1. Tahun 1970-an kecenderungan memakai mobil jepang. q1-q0 . Contoh: trend konsumsi terhadap mobil Tahun 1960-an kecenderungan memakai mobil eropa. perubahan tren konsumen.

5 87500 25000/2 = 12500 = 12500x-5 = -62500 15-20 -5 35/2 17. Jadi elastisitas = 1.5 = -1.(q1+q0)/2 P1-p0 (P1+p0)/2 q1= jumlah barang yang diminta pada periode tertentu qo= jumlah barang yang diminta pada periode sebelumnya p1= harga barang pada periode tertentu p0= harga barang sebelumnya contoh penerapan tahun P Q 2006 Rp20/unit 10000 2007 Rp15/unit 15000 p1= 15 q1=15000 p0= 20 q0= 10000 15000-10000 5000 5000x17. permintaan yang bersifat elastic jika koefisiennya >1 contoh: P p0 60 p1 55 400 Q0 800 Q1 . -rumus ini hanya cocok untuk analisa jangka pendek. Elastisitas permintaan akibat perubahan harga itu sendiri biasa juga disebut elastisitas harga dari permintaan.4 Tanda negative hanya menunjukan sifat dari hubungan (abikan).4/1 1.4 artinya untuk setiap perubahan harga 1% harga barang dapat membawa perubahan 1.4=perubahan permintaan 1= perubahan harga 1.4 atau 1.4% pada jumlah barang yang diminta. Elastisitas ini dapat terdiri dari: 1.

Elastisitas permintaan akibat perubahan pendapatan adalah kepekaan permintaan terhadap perubahan pendapatan masyarakat. Contoh: Minyak tanah Y ganti gas Ubi kayu Y Roti Sayur mayor Beras Barang-barang yang permintaannya turun jika pendapatan masyarakat naik disebut inferior. Artinya jika Y demand terhadap barang jasa. permintaan dikatakan elastic jika koefisiennya <1 contoh: p0 p1 60 40 400 410 Q0 q1 3. 400 800 perubahan Q sama persis dengan perubahan P 2.2. Dampak perubahan pendapatan terhadap permintaan masa barang adalah berbeda ada barang yang mengalami penurunan permintaan jika pendapatan masyarakat meningkat. Sepatu – kalau tadinya 1 pasang . Perubahan pendapatan dapat juga membawa dampak yang tearah terhadap penawaran barang yang diminta. barang-barang zebdisebut barang normal. unitary elastic atau elastic uniter 40 20 artinya perubahan harga harga lebih besar dibanding Q. Contoh: Baju – kalau tadinya 2 potong tambah Q.

Elastisitas permintaan akibat perubahan harga barang lain. Rumus: q1 barang A – qo barang A qo barang A p1 barang B – p0 barang B p0 barang B Seng Harga Q Jan Rp 5 10 lembar Feb Rp 5 15 lembar Maret Rp 5 20 lembar Elastisitas seng terhadap asbes Asbes Harga Rp 10 Rp 11 Rp12 Q 10 lembar 10 lembar 5 lembar q1 seng – q0 seng 15 .14161 13.496 0.10 q0 seng = 10 = 5 atau 5/1 p1 asbes – p0 asbes 11 .Qd Hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta dalam kasus waktu yang lebih panjang dapat di dicari.03% .367 – 25.10 p0 asbes 10 untuk setiap 1 % perubahan harga akan naik elastisitas. Elastisitas ini biasa disebut elastisitas hilang.1998 1999 Pendapatan Rp 10 Rp 20 Q 50 100 q1-q0 q0 y1-y0 y0 3.03 665.975 = 406 = 0. Qd = a + b p P Qd P. Qd P2 4 10 40 16 3 18 54 9 4 10 40 16 5 9 45 25 4 12 48 16 3 20 60 9 2 40 80 4 25 119 367 EP2=95 EP EQd EP. b = n EP.119 7.569 – 2.Qd – (EP)(EQD) n Ep2 – (EQd)2 b = 7.95 – (119)2 b = 2.03 jika harga berubah 1% maka kuantitas permintaan akan berubah 0.

P) (n Ep2) – (EP)2 b = n E Qd. b = angka yang menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta. maka penawaran harga merupakan upaya yang kurang berarti karena tidak akan menaikkan volume penjualan.25 .1 Fungsi Permintaan Fungsi permintaan adalah persamaan matematika yang berusaha menjelaskan keterkaitan antara jumlah barang yang diminta dengan harga barang.25 jika P = 6 Qd = ? Qd = 53. Fungsi permintaan biasa dinyatakan dalam Persamaan Qd = a + bp Qd = jumlah barang yang diminta. Pada tahun 1801 Antoine Augustus Cournof.43 Apa manfaat koefisien elastisitas permintaan bagi perusahaan.003 (6) 0.25 + 0.  Dapat dijadikan dasar dalam menyusun kebijakan penjualan.25 + 0.18 Qd = 53.305 – 9175 = 2130 665 – 625 40 a = 53.03 P Qd = 53.(25)2 11. = 53. a = jumlah barang yang diminta yang tidak di pengaruhi oleh harga. Contoh: perusahaan akan menawarkan harga dengan maksud untuk mempertinggi hasil penjualan. Manfaat koefisien elastisitas pemintaan bagi pemerintah  Dapat dijadikan dasar dalam mengukur keberhasilan kebijakan ekonomi. P = harga a ( EQd) (EP2) – (EP) (EQd.  Dapat dijadikan dasar dalam melakukan pembebanan pajak terhadap pembeli artunya jika koefisien elastisitas harga < 1 maka pengusaha dapat mengalihkan pajaknya kepada pembeli karena perubahan harga tidak membawa perubahan yang berarti terhadap kuantitas barang yang diual. Contoh: menaikkan pajak import dengan maksud mengurangi volume import jika elastisitas harga dari barang import < 1 maka pajak import tidak dapat mengurangi volume import. akan tetapi jika elastisitas <1.P – (EP) ( EQd) n E P2 – (EP)2 a = (119) ( 95) – (25) (367) 7(95) .

q1 – q0 q0 p1 – p0 p0 koefisien elastisitas permintaan dari harga >1 p0 60 p1 55 400 q0 850 q1 p0 60 p1 40 Elastisitas <1 400 410 q0 q1 p1 40 elastisitas = 1 p0 20 400 q1 800 q0 4. Harga barang itu sendiri . Factor – factor yang mempengaruhi penawaran (supply) a.Hubungan elastisitas permintaan dari perubahan harga.

Semakin tinggi tingkat teknologi yang digunakan oleh produsen.Hukum penawaran menjelaskan bahwa semakin tinggi harga suatu barang maka semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan. 1. barang yang dapat ditawarkan. sekalipun harga mengalami kenaikan. Tingkat teknologi yang digunakan oleh produsen. Akibat – akibat seperti itu dapat merangsang produsen untuk berproduksi dalam skal yang lebih besar dengan demikian penawaran suatu barang juga bertambah. jika perubahan harga tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama maka produsen mungkin tidak akan menambah / menaikan jumlah barang yang di tawarkan. petani sebagai produsen tidak secara otomatis menaikan penawarannya. semakin banyak barang yang dapat dihasilkan lemah. Sifat perubahan ongkos produksi. Harga Rp 30 20 10 100 200 300 jumlah yang ditawarkan (unit) b. Factor – factor yang mempengaruhi elastisitas penawaran. mempertinggi kualitas produk. hal ini sangat tergantung dari besarnya tambahan ongkos produksi yang di perlukan untuk memperluas kapasitas. 3. Hal ini mempenharuhi elastisitas penawaran di sector pertanian petani berhadapan dengan apa yang disebut period (periode menunggu) dengan demikian. 2. Ramalan produsen Jika harga barang di perkirakan akan naik dalam waktu tingkat maka ada kecenderungan produsen memperbesar usaha operasinya. dalam arti kata. . c. Sifat dari kegiatan produksi Kegiatan produksi memiliki sifat yang berbeda antara kegiatan manufaktur dengan kegiatan di sector pertanian. akan mempercepat proses produksi. Tingkat teknologi Kemajuan teknologi dapat memperkecil ongkos produksi. Taksiran / prediksi produsen terhadap perubahan harga. 4. Sekalipun harga naik seorang produsen belum tentu memproduksi lebih banyak barang.

Elastisitas penawaran = kepakaan jumlah barang yang ditawarkan sebagai akibat perubahan harga. Elastisitas >1 Elastisitas <1 Elastisitas = 0 d. Cara produsen memaksimumkan produksi Hubungan antara input produksi dengan output produksi dalam ekonomi mikro dapat dijelaskan melalui beberapa cara : Hubungan output produksi dengan satu faktor produksi Hubungan output produksi dengan dua faktor produksi Hubungan output produksi dengan beberapa faktor produksi Hubungan output produksi dengan satu produksi Faktor produksi yang akan dijadikan contoh disini adalah tenaga kerja Output Produksi TP Tenaga Kerja (input) AP = TP/L MP = ∆TP/∆L MP . P0 P0 = harga barang yang di tawarkan pada periode sebelumnya. Rumus elastisitas penawaran: Q1 – Qo Q1 = jumlah barang yang ditawarkan pada periode tertentu. 4. Cara produsen meminimkan ongkos produksi c. Ruang Lingkup Teori Ekonomi Produksi Teori Ekonomi Produksi adalah salah satu pokok bahasan ekonomi mikro yang membahas tentang : a. Ongkos Produksi Jika Ongkos Produksi meningkat maka penawaran cendrung menurun karena skala operasi menjadi kecil. Q0 Q0 = jumlah barang yang di tawarkan sebelumnya P1 – P0 P1 = harga barang yang ditawarkan pada periode tertentu. Hubungan antara input produksi dengan output produksi b.

90 = . isoquant curve (kurva produksi sama) adalah sebuah kurva yang menggambarkan kombinasi 2 faktor produksi yang memberi hasil yang sama.100 300 600 880 1050 1140 1190 1190 1100 700 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 100 150 200 220 210 190 170 150 120 70 300 – 100 : 2-1 600 – 300 : 3-2 880 – 600 : 4-3 1050 – 880 : 5-4 1140 – 1050 : 6-5 1190 – 1140 : 7-6 1190 – 1190 : 8-7 1100 – 1190 : 9-8 = 200 = 300 = 280 = 170 = 90 = 50 =0 = . . Tenaga Kerja 1 2 3 6 Mesin 6 3 2 1 isocost curve adalah kurva yang menggambarkan beberapa bentuk kombinasi faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu. Hubungan output produksi dengan dua produksi Untuk menjelaskan hubungan ini kita dapat menggunakan 2 kurva yaitu : Kurva Produksi Sama (isoquant curve) dan Kurva Biaya Sama (isocost curve).400 Batas penggunaan tenaga kerja adalah 7 orang karena pada saat tersebut MP masih positif (MP = Marginal Product) Penggunaan tenaga kerja dalam keadaan optimal jika MP masih positif.

. Beberapa pengertian mengenai Ongkos produksi dalam jangka pendek. Pengeluaran (ongkos) yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan faktor-faktor produksi guna menghasilkan barang/jasa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang...Minimisasi ongkos produksi Ongkos produksi yang paling minimum untuk mendapatkan hasil produksi tertentu dapat dicapai pada titik persinggungan antara isocost dan isoquant Hubungan output produksi dengan beberapa produksi Hubungan output produksi dengan beberapa produksi dapat dijelaskan melalui peralatan statistik seperti misalnya Regressi bergambar yang dapat dirumuskan : Y = a + b1 x.... b...... + b2 x2 + b3 x3 . bn = Besaran Pengaruh 4. Prilaku ongkos (biaya) baik jangka pendek maupun jangka panjang. b2.. Ruang Lingkup Teori Biaya / Ongkos Produksi Teori ongkos produksi merupakan suatu pokok bahasan dalam ekonomi mikro yang berusaha menerangkan : a. xn = Faktor Produksi b1.... x2. b3 . Ongkos produksi dalam jangka pendek Ongkos produksi dalam jangka pendek adalah ongkos produksi dimana semua faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya (Sadono 1994 : 208). bn xn Dimana y = Hasil Produksi x1........ x3 .

Pajak . atau : AFC = TFC / Q AVC = Average Variabel Cost adalah total biaya fariabel dibagi dengan hasil produksi yang dicapai. TFC = Total Fixed Cost adalah keseluruhan biaya yang dalam jangka pendek tidak akan berubah sekalipun volume kegiatan berubah. Fixed Cost mencakup dua pengertian yaitu : Out Of Pocket Fixed Cost dan Sunk Cost Out Of Pocket Fixed Cost adalah biaya tetap yang memerlukan uang tunai seperti : . Contoh : Penyusutan.Sewa Sedangkan Sunk Cost adalah biaya tetap yang tidak memerlukan uang tunai.Gaji Karyawan .AFC = Average Fixed Cost adalah ongkos / biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap total yang dikueluarkan selama periode tertentu dibagi dengan jumlah produksi pada periode tersebur. Total Fixed Cost dapat digambarkan sebagai berikut : Biaya Biaya Hidup 100 200 300 Volume kegiatan (unit) .

Marginal Cost (MC) dapat dicari dengan rumus : MCn : TCn – TCn-1 . Variabel Cost dapat berupa : . baik yang bersifat tetap maupun yang bersifat variabel. Average Cost dicari dengan cara : Total Cost / Quantiti = Average Cost MC = Marginal Cost adalah tambahan ongkos produksi untuk menaikkan produksi sebanyak satu unit produk.TVC = Total Variabel Cost adalah keseluruhan biaya yang bersifat berubah secara proporsional terhadap perubahan volume kegiatan. AC = Average Cost (biaya rata-rata) adalah biaya rata-rata yang dikeluarkan sembilan perusahaan untuk menghasilkan satu unit produk.Biaya Tenaga Kerja Total Variabel Cost dapat digambarkan sebagai berikut : TC = Total Cost adalah keseluruhan biaya produksi.Biaya Bahan Baku Languegs Direct Labone Cost .

100.000 – Rp. .000 Rp. Skala usaha yang menghasilkan Average Cost (AV) terendah merupakan skala usaha yang paling ekonomis.000 = 16. Rp. MCn = ∆TC / ∆Q Biaya TC Total Rp. oleh karena itu biaya produksi tidak tepat lagi dibagi kedalam unsur biaya tetap dan biaya variabel. 250. 50. 150.000 : 1 .000 Rp. 300. 50.0 = Rp. Rp.666 = 12. Rp.000 Rp. Rp. 50. Cara meminimumkan ongkos produksi dalam jangka panjang adalah dengan cara melihat Average Cost (AC) pada setiap plant Size (skala usaha / skala pabrik). 150.500 Rp.000 Rp.000 Rp.Contoh : Jumlah Q Produksi 0 1 3 6 10 15 19 Marginal Cost Rp.000 Rp.500 = 10. Karena semua faktor produksi dapat ditambah ataupun dikurangi. 350.000 : 3-1 = 25.000 = 12.000 Ongkos produksi dalam jangka Panjang Dalam jangka panjang semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan bersifat variabel. 200. 100.000 Rp.

6. oleh karena ini pemerintah tdk perlu terlalu banyak campur tangan dalam perekonomian. Adam Smith beranggapan jika perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar maka akan tercipta efisiensi yang merupakan cakal bakal pertumbuhan ekonomi. dan . Sistem Pasar Bebas Adam Smith beranggapan bahwa didalam pasar terdapat “Invisible Hand”.Administrasi pemerintah saja.a. Mekanisme Pasar Pertumbuhan Ekonomi Efisiensi .Pembanguna Infastruktur / pra perekonomian. Campur tangan pemerintah perlu d batasi hanya pada : .A B C D E 100 125 200 300 350 Skala Usaha Skala usaha yang paling ideal yang memberikan Average Cost (AC) terendah adalah skala usaha C dengan size 200 unit.

Pasar Monopoli Pasar Monopoli didasarkan atas asumsi : .Terdapat banyak penjual namun tidak sebanyak pasar dalam persaingan sempurna. .Setiap perusahaan hanya memiliki sedikit kekuatan dalam mempengaruhi harga . 7.Setiap perusahaan aktif melakukan promosi Contoh Pasar Monopolistik : . a.b. Pasar Monopolistik.Sistem Pasar Bebas adalah suatu Sistem Perekonomian dimana pelaku-pelaku ekonomi diberi kebebasan bertindak.Bahwa setiap pelaku ekonomi memiliki kemampuan yang sama dalam memperoleh informasi.Dalam pasar hanya terdapat satu firma (perusahaan) . Bentuk-bentuk Pasar Pasar dalam pengertian abstrak terdiri atas.Perusahaan memiliki sumber daya yang unik. .Bahwa setiap pelaku ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk memasuki pasar.Pasar sabun cuci . . Sitem Pasar Bebas merupakan salah satu pilihan dalam mengatur perekonomian akan tetapi dengan suatu landasan asumsi : . sedangkan peran pemerintah dibatasi hanya pada pembangunan infrastruktur perekonomian dan layanan administrasi pemerintahan.Barang yang dijual tidak berhadapan dengan barang pengganti. Ciri-Cirinya : .Perusahaan relatif mudah masuk dalam pasar . 6.Barang yang diperjual belikan berbeda coraknya .

ada yang cair. b.Perusahaan Rokok . ada yang cream.Hanya terdapat satu (mono) perusahaan didalam pasar padahal banyak pembeli.Perusahaan listrik di monopoli oleh PLN .Untuk mendapatkan kekuasaan. Pasar Oligopoli Oligo = beberapa Poli = Penjual / Perusahaan Dengan demikian didalam pasar terdapat beberapa penjual (perusahaan). Aneka Tambang c. Ciri-cirinya : .Barang yang dijual tidak berhadapan dengan barang pengganti . . ada yang busa) demikian juga bungkusnya.Aktifitas promosi tidak diperlukan.Kekuasaan menentukan harga ada kalanya lemah dan kadang juga cukup kuat . Contoh Pasar Monopoli : .Perusahaan menjual barang yang fungsinya sama tapi berbeda coraknya .Perusahaan MIGAS (Minyak dan Gas) dimonopoli oleh pertamina .Hanya terdapat beberapa penjual . perusahaan perlu melakukan promosi Contoh : . Pasar Monopoli. Ciri-Cirinya : .Perusahaan jasa kereta api di monopoli oleh PJKA (BUMN) .Perusahaan Pertambangan Nikel dimonopoli oleh PN. .Perusahaan lain sulit masuk dalam pasar .Dalam pasar sabun cuci terdapat banyak pabrik namun produk yang dihasilkan berbeda bentuknya (ada yang deterjen.Perusahaan yang ada dalam monopoli bersifat “Price Maker” sehingga kuat didalama “Bargaining Position” atau posisi tawar menawar.

Terdapat beberapa perusahaan rokok tapi rokok yang dihasilkan berbeda-beda (bungkusnya. Seluruh perusahaan mudah masuk dan mudah keluar Seluruh perusahaan menghasilkan produk yang serupa Jumlah perusahaan sangat banyak Pembeli (konsumen) memiliki pengetahuan yang sama dan sempurna Contoh : Petani coklat adalah pelaku dipasar persaingan sempurna Petani Lada Perusahaan tahu dan tempe Produsen batu bara e. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition) Pasar Persaingan Sempurna adalah pasar yang mempunyai karakteristik sebagai berikut : Perusahaan yang ada dalam pasar tidak ada yang dapat mempengaruhi harga dan dalam “bargaining position” perusahaan berada dalam posisi sebagai “price taker” sebab harga dibentuk oleh mekanisme pasar. d.Perusahaan Outomotif Dalam pasar automotif terdapat banyak perusahaan tapi produk automotif berbeda coraknya. Penjual tidak mudah masuk dan keluar. aromanya. . dan campurannya). Pasar Monopsoni Pasar Monopsoni adalah pasar yang memiliki ciri sebagai berikut : Ciri-Ciri : hanya terdapat satu pembeli sedangkan penjual banyak Pembeli dalam pasar bertindak sebagai “price maker” atau pihak yang menentukan harga Barang yang diperjual belikan adalah barang yang serupa baik fungsi dan coraknya. Contoh: .

8. Subsidi terhadap sejumlah komoditi dimaksudkan agar penduduk miskin dapat pula menjangkau / menikmati komoditi tersebut. b. Kebijakan-kebijakan Pemerintah dalam upaya mewujudkan pemerataan pendapatan. Welfare Expenditure (Sadono 2001 : 427) Welfare Expenditure adalah pengeluaran pemerintah yang ditunjukan untuk memberikan bantuan keuangan kepada golongan miskin agar dapat hidup lebih baik/ Contoh : JPS – PDM – DKE (Jaringan Pengamanan Sosial. Ekonomi Kesejahteraan (Welfare Economies) Adalah bahagian dari ilmu ekonomi yang membahas tentang berbagai kebijakan yang diarahkan untuk mengurangi ketimpangan pendapatan antara golongan masyarakat atau antar pelaku. kebijakan yang dimaksud terdiri dari : a. Subsidi Langsung dalam Komoditi / Jasa tertentu. Pajak Progressive ditunjukan untuk pemerataan pendapatan dan mengurangi ketimpangan pendapatan dalam masyarakat.- Penjual untuk sarang mata tujuh Penjual untuk sarang burung walet Pasar untuk tenaga kerja profesional dibidang perkapalan dan dibidang telekomunikasi. c. Contoh : . Dampak Krisis Ekonomi) di Indonesia. Penanggulangan Dampak Krisis Monoter. Pasar untuk komoditi spesifik seperti kepala sawit. Pelaku ekonomi termasuk di dalamnya pembahasan berbagai kebijakan pemerintah dalam rangka mengurangi akibat-akibat negatif yang timbul dari persaingan dan untuk mewujudkan keseimbangan umum. Pemberlakuan Pajak Progressive Pajak Progressive adalah Pajak yang besar kecilnya bergantung pada besar kecilnya pendapatan seseorang.

2. Contoh : Layanan Medis : dimana kelas I mensubsidi. d. dimaksudkan untuk mengurangi deprisiasi nilai mata uang tertentu.Beras dibeli dengan harga Rp..Pelepasan Cadangan Devisa oleh Bank Indonesia. 4.Listrik disubsidi oleh Pemerintah untuk masyarakat yang menggunakan daya < 900 watt. d. Ongkos produksi Jika ongkos produksi meningkat maka penawaran cenderung menurun karena skala operasi menjadi kecil. hal ini dimaksudkan untuk mengurangi laju inflasi.Penaikan tingkat suku bungan bank. Kebijakan Monoter terdiri dari beberapa pola kebijakan antara lain : . .000.000 dan dijual kepada golongan miskin dengan harga Rp. .1. Pemberlakuan Subsidi Silang (Cnoge Subsidi) untuk jasa-jasa tertentu. . Ruang lingkup teori ekonomi produksi Teori ekonomi produksi adalah salah satu pokok bahasan ekonomi mikro yang membahas tentang:  Hubungan antara input produksi dengan out put produksi  Cara produsen meminimumkan ongkos produksi  Cara produsen memaksimumkan produksi. Hubungan antara input produksi dengan out put produksi dalam ekonomi mikro dapat di jelaskan melalui beberapa cara:  Hubungan out put dengan 1 faktor produksi  Hubungan out put dengan 2 faktor produksi  Hubungan out put dengan beberapa factor produksi. Rumah Sakit Pemerintah : Kelas III dan IV Kebijakan Monoter (Monetary Poleiy) Adalah kebijakan yang diarahkan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful