P. 1
Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya Dgn St

Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya Dgn St

|Views: 419|Likes:
Published by Al Imran

More info:

Published by: Al Imran on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

Penelitian

Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing dalam Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
P. Slamet Widodo')

Abstrak

alam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMP, guru sering menemukan kesulitan memberikan motivasi siswa agar mampu berbicara untuk mengemukakan pertanyaan atau pendapat. Penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut rnelalui penelitian tindakan kelas di kelas 7A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya dengan metode snowball-throwing. Setelah melakukan dua kali putaran kegiatan dengan penyempurnaan pada setiap putaran, penelitian ini membuktikan bahwa metode snowball-throwing dapat meningkatkan keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan guru menerapkan metode snowball-throwing dalam mengatasi kesulitan siswa dalam bertanya. Kata kunci: Teori belajar, metode snowball-throwing, penelitian tindakan kelas.

Abstract The objectives and characteristics of the social sciences require interactive instructions but the teachers often find the students passive and it is difficult to encourage them to raise questions or express their ideas in civics. This classroom action research aimed at overcoming the students'obstacles in expressing themselves. The research, conducted at Grade 9 of BPK PENABUR Junior High School, Tasikmalaya, showed that the snowball-throwing technique is quite effective to encourage the students to be more active in raising questions in teaching-learning processes in civics. Detailed activities in the classroom action research are described in this article. Key words: Learning theory, snowball-throwing method, classroom action research.

Pendahuluan
Dalam pendekatan pembelajaran yang berbasis siswa (students oriented), siswa diharapkan berperan secara aktif tidak hanya secara fisik tetapi terutama dalam menggunakan kemampuan berpikirnya. Keaktifan siswa itu dapat terlihat dalam bentuk mengajukan pertanyaan, pendapat atau pandangan lain bahkan berupa bantahan. Dalam pengalaman penulis terutama ketika mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas 7A,

para siswa pasif dan jarang yang ada berani bertanya. Hal .ini membuat penulis bertanyatanya, mengapa para siswa jarang bertanya. Pertanyaan mengapa hampir tidak ada siswa yang bertanya ketika penulis mengajar di kelas ini membuat penulis mencoba mengajar dengan sebuah metode yang dapat membangkitkan rasa keberanian siswa dalam bertanya. Oleh karena itu penulis mencoba menggunakan metode snowball-throwing sebagai upaya membangkitkan keinginan siswa bertanya ten tang pokok materi yang diajarkan,

*) Kepala SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya

yaitu: (a) teori pemrosesan informasi dari Gagne. dan (b) teori belajar Gestalt. Komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan. Teori Belajar Jika menelaah literatur psikologi. [adi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna 'berbagi' atau 'menjadi milik bersama' yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersarnaan atau kesamaan makna. dan memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. organizations and societies . group.Meningkatkan Mcttvasi Siswa Bertanya melaJui Metode Snowball· throwing Dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK) akar masalah keengganan siswa mengemukakan pertanyaan dapat dikaji.. (b) rnemiliki keberanian untuk mengernukakan pertanyaan dalarn berbagai situasi terutarna di lingkungan kelas bersarna ternanternan maupun guru. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pemyataan oleh seseorang kepada orang lain. permasalahan dirumuskan sebagai berikut: "Bagairnana meningkatkan motivasi bertanya melalui penerapan metode snowball-throwing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas 7A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya?" Bertolak dari rumusan masalah yang telah disebutkan PTK ini dilakukan dengan tujuan (1) mencari metode pembelajaran yang tepat untuk mengaktifkan suasana pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan aktivitas keterampilan dalam bertanya tentang materi yang diajarkan: (2) mengujicobakan metode snowball-throwing dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan motivasi bertanya siswa. Dengan demikian hasil PTK ini diharapkan bermanfaat pertama untuk para siswa. diteliti. kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. meningkatkan profesionalisme guru. Atas dasar pengamatan. khususnya SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya. Secara umum PTK bermanfaat untuk membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran.the process through which individuals-in relationships. Tinjauan Teoretis danPerumusan Hipotesis Pengertian Komunikasi Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa lnggris " communication "). Pengamatan penulis di lapangan menunjukkan bahwa masalah yang terjadi dalam proses belajar-mengajar terutama yang berhubungan dengan minat dan motivasi belajar di SMP BPK PENABUR Tasikmalaya siswa tidak memiliki motivasi yang kuat sehingga berdampak pada kurangnya minat bertanya. Ketiga sekolah. kelompok. dan (d) rnengernukakan pertanyaan sesuai dengan gagasan-gagasan yang terbaik dari hasil pernikiran bersama dengan ternan kelompoknya. Mereka diharapkan dapat (a) bertanya suatu masalah sesuai dengan materi yang diajarkan kepada guru dengan sistematis dan jelas. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) komunikasi da pa t diartikan sebagai" . meningkatkan rasa percaya diri guru.respond to and create messages to adapt to the environment and one another". Menurut teori . Selain itu penulis juga mendapatkan kritikan. dan (b) penerapan pendekatan metode snowball-throwing dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan khususnya untuk meningkatkan motivasi bertanya. Kedua. (c) merumuskan pertanyaan secara sistema tis dan terarah. para guru mernperoleh gambaran tentang (a) metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat meningkatkan motivasi bertanya pada siswa. rnemiliki siswa yang terampil dalam bertanya terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat sehingga dapat menghadapi setiap permasalahan yang muncul dengan arif dan bijaksana. dan didiskusikan untuk kemudian dievaluasi dan dicari pemecahannya.secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicaius. dan (3) melatih siswa untuk memiliki motivasi dalam mengemukakan pertanyaan sehingga menemukan relevansi materi pelajaran yang diajarkan dengan persoalan yang dihadapi di masyarakatnya. Dengan adanya pengamat (observer) sekaligus sebagai penilai penulis mendapatkan temuan-temuan yang asli dad para pengamat. organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sarna lain. Dalam tautan di bawah ini akan dikemukakan dua jenis teori belajar.. dan evaluasi dari orang lain yang secara langsung menyaksikan proses kegiatan mengajar dan penerapan metode.

Sementara menurut Akhmad Sudrajat. sistematis. kedekatan (proxmity). Kelima. perancangan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas maupun di luar kelas. Keempat. dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Kedua. Metode snowball-throwing yang penulis lakukan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini ingin menunjukkan bahwa suatu model teori belajar harus didukung oleh meta de yang tepat. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan £aseyaitu. (e)pemerolehan. Teori belajar yang kedua adalah teori belajar gestalt. Bahkan mereka belum marnpu merumuskan pertanyaan dengan baik dan benar. Metode Snotoball-throuring Proses belajar yang dapat meningkatkan aktivitas dalam keterampilan bertanya dengan baik. Namun teori belajar ini tidaklah sernudah yang dikira. Keenam. Menurut penulis. Penampilan suatu obyek seperti ukuran. sesuai dengan masalah yang tertuang dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi di antaranya adalah bertanya. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. kesederhanaan (simplicity). siswa dapat berlatih menyusun kalimat yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa Indonesia. Periama. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Tidak sedikit siswa yang rnengemukakan pertanyaan tidak sesuai dengan rnateri yang diajarkan. ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting. snowball-throwing rnerupakan metode yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam bertanya. hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship). warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. masih membutuhkan rnetode pernbelajaran yang tepat mengingat lingkungan. potongan. dalam prosesnya teor i belajar ini rnembutuhkan berbagai sumber sarana yang dapat menunjang. Menurut Ko££kadan Kohler. (e)ingatankembali. Dalam pemrosesan in£ormasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. tidak perlu terpaku dengan kurikulum yang ada asalkan tujuan dari teori belajar ini sarna dengan tujuan pendidikan. leori belajar adalah suatu teori yang di dalamnya terdapat tata eara pengaplikasian kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. Metode snowball-throwing merupakan salah satu modi£ikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan . (g)perlakuan dan (h) umpan balik. perbedaan tingkat keeerdasan siswa. seperti: lingkungan siswa. Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai "bentuk atau konfigurasi". Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Teori belajar sebagai cara pengaplikasian dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa. bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sarna eenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu. Dengan bertanya siswa mampu menggali materi yang belum dapat dijelaskan oleh guru. (a) motivasi. arah bersama (common direction). (d) penyimpanan. ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap. Semua unsur ini dapat dijadikan bahan acuan untuk meneiptakan suatu model teori belajar yang dianggap coeok. maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure. penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan. (f) generalisasi. sarana. bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu. dan tingkat kecerdasan siswa saling berbeda. bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan eenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing pernrosesan inforrnasi dari Gagne. yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Ketiga. Melalui pertanyaan yang sistematis. Kondisi internal yaitu keadaan dalarn diri individu yang diperlukan untuk meneapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. kesarnaan (similarity). (b) pemahaman. kondisi psikologi siswa. Bila figure dan latar bersifat samar-samar. bahwa orang cenderung menata bidang pengarnatannya bentuk yang sederhana.

3. Penutup. Kemudian rnasing-rna sing siswa diberikan satu lernbar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Siswa merumuskan pertanyaan secara tertulis di kertas berdasarkan materi yang diterangkan oleh guru. Secara sederhana metode snowball-throwing dapat digambarkan sebagai berikut. Metode ini biasa dilakukan oleh beberapa kelompok yang terdiri dari lima sampai delapan orang yangmemiliki kemampuan merumuskan pertanyaan yang ditulis dalam sebuah kertas msnyerupai bola. Guru rnemberikan kesimpulan. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. kelompok lain itu menjawab pertanyaan dan melemparkan kembali ke kelompok yang menuIis pertanyaan tadi. kertas itu dilemparkan kepada keIompok lain yang untuk ditanggapi dengan menjawab pertanyaan yang dilemparkan tersebut. Metode yang dikemas dalam sebuah permainan ini membutuhkan kemampuan yang sangat sederhana yang bisa dilakukan oleh hampir setiap siswa dalammengemukakan pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Kelebihan dari metode snowball-throwing di antaranya adalah melatih kesiapan siswa dalam merumuskan pertanyaan dengan bersumber pada materi yang diajarkan serta saling memberikan pengetahuan. 2. Metode snowball throwing adalah metode yang digunakan untuk memperdalam satu topik. Setelah siswa mendapat satu bola/ satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. 8. 9. Suasana seperti ini ditafsirkan oleh banyak guru bahwa kelas kondusif . 5. Selain faktor keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran. Kemudian. Kemudian kertas tersebut dilipat-lipat sedemikian tupa lalu dilemparkan kepada kelompok lain. Di samping itu dapat membangkitkan keberanian siswa dalarn mengemukakan pertanyaan dengan tuntunan pertanyaan kepada ternan lain maupun guru. Terakhir.am sebuah permainan yang menarik yaitu saling melemparkan bola salju (snowball-throwing) yang berisi pertanyaankepada sesama ternan.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalul Metode SnDwball·throwing pertanyaan yang dikemas dal. Dapat pula merangsang siswa mengemukakan pertanyaan sesuai dengan topik yang sedang dibicarakan dalam pelajaran tersebut. belum tentu menjamin bahwa materi yang diajarkan terserap oIeh siswa dengan baik. dengan menggunakan metode ini memungkinkan siswa saling memberikan pengetahuan. Setelah membuka kertas tersebut. kemudian memberikan contoh rumusan pertanyaan yang benar. Sedangkan kelemahan dari metode ini yakni pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa serta tidak efektif. rurnusan kalimat. Metode snowball-throwing ini dapat memberikan kesempatan kepada ternan dalam kelompok untuk merumuskan pertanyaan secara sistematis. Juga melatih siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oIeh temannya dengan baik. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memartggil masing-masing ketua keIompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. Suasana belajar di kelas yang tenang. 4. 6. Kadangkala guru terlena oleh suasana belajar yang tampak seolah-olah tidak ada masalah karena siswa diam ketika guru mempersilakan siswa bertanya. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Kerangka Berpikir Daya serap materi peIajaran yang disajikan oleh guru di depan kelas sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Langkah-Iangkah yang ditempuh dalam metode ini ialah: 1. 7. Guru mengevaluasi kegiatan tersebut dengan cara mernberikan kornentar sekaligus memberikan penilaian mengenai jenis dan bobot pertanyaan. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. Masing-masing ketua kelompok kembaIi ke kelompoknya masing-rnasing. Berikutnya dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada ternan maupun guru serta melatih kesiapan siswa. daya serap siswa juga dipengaruhi oIeh suasana belajar di kelas.

Siswa tidak pernah mengemukakan pertanyaan ketika guru memberikan kesempatan bertanya. tenang. Oleh karena itu. tersirat bahwa situasi kelas yang diam" disebabkan oleh rendahnya motivasi dalam bertanya dan kurangnya keterampilan dalam mengemukakan pertanyaan para siswanya. Metode snowball-throwing dapat mendorong. penulis berpendapat bahwa metode snowball-throwing merupakan salah satu metode yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam bertanya. menyenangkan dan tidak menakutkan untuk mengajukan pertanyaan. Dengan memiliki kemampuan bertanya yang baik. Siswa dapat berani bertanya dengan dibantu oleh rumusan pertanyaan yang akan dilemparkan kepada sesama ternan di kelompok lain. Meningkatnya keterampilan siswa dalam bertanya dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan juga dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran di kelas karena kemampuan bertanya yang baik. sangat tepat bila siswa mampu mengemukakan pendapatnya sesuai konteks dan sistematis. siswa mengajukan pertanyaan dalam kelompok yang kernudian dirumuskan dalam secarik kertas. [ika guru mampu menerapkan metode yang sesuai dengan situasi kelas dalam proses pembelajaran. Guru merasa puas bila tidak ada seorang siswa pun yang mengajukan pertanyaan. terjadi hubungan interaktif baik antara guru dengan siswa maupun antara siswa dengan siswa Kelas yang dinamis adalah kelas yang para siswanya secara antusias memerhatikan apa yang diajarkan oleh guru. Dengan demikian siswa tidak merasa terbebani dengan teori yang harus dihafalkan dan siswa mampu menggali materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Secara tidak sengaja siswa mampu mengemukakan pertanyaan secara kritis dan sistematis dan tidak keluar dari materi esensial yang diajarkan. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang menekankan pada aspek penerapan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. rnaka hipotesis tindakan dirumuskan sebagai berikut. aktivitas pernbelajaran diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat yang sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat. penerapan metode snowball-throwing dalam proses pernbelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dalam bertanya bagi para siswa. Keterampilan bertanya yang cukup memadai dapat mewujudkan belajar yang berkualitas. Dari beberapa metode yang ada. Demikianlah masalah yang terjadi di kelas 7A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya di awal tengah semester tahun pelajaran 2008/2009. Dalam kerangka berpikir seperti itulah. Oleh karena itu. Pad a awalnya guru mengatakan bahwa mengajar di kelas 7 paling menyenangkan. menurut. tidak ribut dan tidak ada gangguan berarti. bahan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata di dalam masyarakat atau negara serta dipadukan dengan mata pelajaran lain seperti IPS atau Agama.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalul Metode Snowball· til rowing sehingga siswa dapat menyerap semua yang telah diajarkan. . maka kelas akan hidup dan dinamis. Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa diajak untuk mempelajari teori-teori kenegaraan yang bersumber pada norma-norma dan kaidah yang berlaku untuk selanjutnya dikaitkan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Namun dalam sebuah perbincangan dengan beberapa guru yang mengkritisi suasana terse but mengemukakan bahwa kelas yang "menyenangkan" ini makin lama makin membosankan. "Bila dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan metode snowball-throwing dicobakan di kelas 7A maka motivasi bertanya siswa dapat ditingkatkan" . karena siswanya tertib. Dengan demikian. Sebaliknya bila guru bertanya para siswa pun tidak mampu menjawab dengan baik apalagi sesuai dengan materi yang diajarkan. Metode ini juga dapat rnenciptakan suasana sangat rileks. Terlebih Iagi. Untuk itu perlu dikembangkan agar siswa menjadi berani bertanya sekaligus mengungkapkan pendapatnya sehingga suasana kelas menjadi hidup dan dinamis. JI Perumusan Hipotesis Tindakan Atas kajian teoritis sebelumnya. Apalagi dibuktikan dengan hasil ulangan yang tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Kelas yang hidup dalam arti siswa aktif dalam mengikuti pelajaran. siswa mampu pula mengkritisi kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.

lnstrumen yang digunakan oleh pengamat yakni Observasi Perkembangan Kinerja Guru dan Observasi Aktivitas Siswa Pada Proses Belajar. Dengan langkah ini terjadilah suatu sikius merencanakan . lembar observasi. meningkatkan atau mengubah strategi.. Jawa Barat. melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak tindakan pada sikius ke-1 serta menyusun rencana tindakan pada sikius ke-2. Refleksi dilakukan dengan cara peneliti bersama pengamat mengkaji. . melaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pernbelajaran (RPP). dan catatan peneliti dan pengamat. Subjek penelitian tindakan adalah siswa kelas 7-A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya. I J enis Penelitian Tindakan Kelas Menurut Arikunto (2007).Meningkatkan Motlvasi Siswa Bertanya melalut Metode Snawb"lC-throwing Subjek Penelitian subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah 26 orangsiswa kelas 7A yang terdiri atas 14 orang siswi perempuan dan 12 siswa Iaki-Iaki di Sekolah Menengah Pertama BPK PENABUR. 63 Tasikmalaya. IL Refleksi I I Pengamatan I EVALUASII L.refieksi dan seterusnya sampai tujuan yang diharapkan tercapai. menyusun instrumen observasi dan menentukan jadwal pelaksanaan Guru sebagai peneliti bersama pengamat melakukan upaya perbaikan terhadap proses pembelajaran di kelas.Penulis melaksanakan PTKselama dua sikius. Refleksi II ! SIKL us I I / ~- Pengamatan . langkah-langkah yang diIaksanakan penulis dalam melaksanakan tindakan kelas pada sikius pertama dapat penulis gambarkan seperti pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)sebagai berikut._I Pelaksanaan SIKLUS II Agar penelitian tindakan ini berlangsung objektif. menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). model penelitian tindakan kelas dapat dilihatpada bagan berikut Rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki. Hasil refleksi pada siklus pertama dijadikan rekomendasi untuk dijadikan acuan perbaikan pada sikius kedua. mempersiapkan siswa untuk segera melaksanakan tindakan. perilaku dan sikap meliputi observasi awal. jalan Selakaso No. Setiap sikius berlangsung selama 80 rnenit. Antara sikius pertama dengan sikius kedua berjarak satu minggu.melaksanakan (tindakan) . dan melakukan evaluasi. peningkatan atau perubahan yang akan dilakukan di antaranya mempersiapkan segala kebutuhan untuk melaksanakan tindakan. Refleksi dilaksanakan secara bersama-sama antara penulis dengan pengamat setelah usai penelitian tindakan pada setiap sikius. penulis didampingi tiga rekan guru sebagai pengamat. Sedangkan hasil refleksi sikIus kedua merupakan hasiI yang diperoleh dari seluruh proses tindakan kelas.evaluasi . Pemantauan penelitian dilakukan oleh dua guru yang berperan sebagai pengamat yang selalu hadir dalam setiap sikIus. Untuk Iebih jelasnya.. Evaluasi dilakukan dengan mengamati hasil atau pengaruh yang terjadi dari tindakan kelas yang telah dilaksanakan terhadap siswa dengan instrumen sebagai.

1 2 3 4 . 3 Menerapkan norma-norma. 2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara. Kompetensi Dasar 1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma. dan bernegara.Menlngkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester VII/Ganjil Pertemuan ke1 Alokasi waktu 2X40 menit Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. dan kelompok 2 melemparkan ke kelompok 3. 11 Secara acak guru membahas pertanyaan siswa sehingga materi yang sebagian besar mated terbahas. Tanya jawab. adat-istiadat. kemudian membacakan isi pertanyaan tersebut. 2 Siswa menyadari makna dan pentingnya norma dalam kehidupan bersama. Kegiatan Awal 1 Mengabsen siswa 2 Mempersiapkan setting ruangan dan kesiapan belajar siswa. Guru menjelaskan metode snowball-throwing Guru membagi kelas menjadi 3 kelompok Guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan ten tang materi pertanyaan.kertas kerja dengan warna yang berbeda untuk menuliskan satu pertanyaan menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. dan bernegara. berbangsa. Indikator 1 5iswa menjelaskan pengertian norma. 3 Memberikan soal pre-test. kebiasaan. yang berlaku dalam masyarakat. 5 Menjajagi materi dengan bertanya tentang pengertian norma. B. dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. peraturan. 4 Siswa memahami hakikat dan arti penting norma hukum bagi warga negara. Snowball Throwing Ill. I. adat-istiadat. II. dan bernegara. kebiasaan. berbangsa. 8 Kertas yang telah ditulisi pertanyaan dibentuk seperti bola atau pesawat terbang. Materi Esensial : Norma dalam Kehidupan Bersama Metode Pembelajaran: Ceramah. 5 Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada teman-temannya. 3 Siswa memahami berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. 4 Mengkontekstualkan materi norma masyarakat dengan pengalaman siswa. 6 Menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Kegiatan Inti Guru menjelaskan tentang hakikat dan [enis-jenis norma. berbangsa. 10 Guru mempersilakan siswa membuka kertas yang diterima dati temannya. 6 Setiap siswa diberikan satu lembar . 9 Guru mempersilakan siswa anggota kelompok 1 melemparkan kertas kepada kelompok 2. 5 Siswa mampu mengamalkan berbagai mac am norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah-langkahPembelajaran: A. 7 Siswa membuat masing-masing pertanyaan yangberhubungan dengan materi yang telah diajarkan tanpa membuka buku.

2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga negara. Pada kesempatan diskusi ini. peraturan. 4. 3. dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. adat-istiadat. Materi Esensial: Norma dalam Kehidupan Bersama II Metode Pembelajaran: Ceramah. 1. Periilaian Bentuk Penilaian : Pas Tes 2 Jenis soa1 : Uraian 3 Soal Pas Test 1 Buatlah 1contoh pertanyaan yang berhubungan dengan pengertian normal 2 Buatlah 1 contoh pertanyaan yang berkaitan dengan pentingnya norma bagi kehidupan bersamal 3 Buatlah 1 contoh pertanyaan yang berhubungan dengan macam norma yang berlaku dalam masyarakat! 4 Buatlah 1contoh pertanyaan yang berhubungan dengan pengamalan salah satu norma dalam kehidupan masyarakat! 1 Berdasarkan temuan siklus pertama penulis berunding bersama dengan pengama t untuk membuat langkah-Iangkah pada sikIus kedua. berbangsa. dan bemegara. berbangsa. Indikator 1. dan bemegara. 5. Penutup 1 Guru menanyakan kesulitan metode Snowball Throwing yang diterapkan. Langkah-langkflh Pembelajaran: . dan bernegara. Dalam refleksi ini penulis mendengarkan kekurangan atau hal-hal yang sudah baik yang dikemukakan oleh pengamat. berbangsa. snowball-throwing III. IV. Langkah-langkeh yang dilaksanakan pada siklus kedua dapat penulis gambarkan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut. Siswa memahami hakikat dan arti penting norma hukum bagi warga negara. Sebe1um melangkah kepada sikius kedua. 3 Menerapkan norma-norma. penulis bersama pengamat membuat sebuah refleksi. pengamat memberikan saran yang akan dilakukan oleh penulis pada siklus kedua. adat-istiadat. kebiasaan. Siswa memahami berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. Siswa mampu mengamalkan berbagai macam norma yang berlaku dalam kehidu pan bermasyarakat. 2 Guru memberikan post tes. Siswa Bereanya melalui Metode Sllowball-throwing C. Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester :VII/Ganjil Pertemuan ke:2 :2X40menit Alokasi waktu Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. yang berlaku dalam masyarakat. Tanya jawab. 2. Kompetensi Dasar 1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma. 3 Guru memberikan tugas materi untuk pertemuan berikutnya. Siswa menyadari makna dan pentingnya norma dalam kehidupan bersama. Siswa menjelaskan pengertian norma.Meningkatkan Motives. kebiasaan.

5 Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan guru kepada teman-temannya. 10 Guru mempersilakan siswa membuka kertas yang diterima dari temannya. C. SnowbaU-throwing Kegiatan Pembelajaran A Kegiatan Awal 1. (2004). kemudian membacakan isi pertanyaan tersebut. 11 Secara acak guru membahas pertanyaan siswa sehingga materi yang sebagian besar materi terbahas. . Guru menjelaskan metode snowball-throwing Guru membagi kelas menjadi 3 kelompok. IV. 6 Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja dengan wama yang saling berbeda untuk menuliskan satu pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Kegiatan Inti 1 2 3 4 Waktu 10' 60' Guru menjelaskan tentang hakikat dan jenis-jenis norma. Mengabsen siswa 2.Uraian 3 Soal Post tes: 1 Jelaskan pengertian norma! 2 Jelaskan makna pentingnya norma bagi masyarakat! 3 Kemukakan berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. Memberikan soal pre-test. Menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai B. 6.Meningkatkan Mctivasi Siswa Bertanya melalui Metod. Menjajagi materi dengan bertanya tentang pengertian norma. Jakarta: Erlangga V. 4. dan kelompok 2 melemparkan ke kelompok 3. 7 Siswa membuat masing-masing pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah diajarkan tanpa membuka buku. Mempersiapkan setting ruangan dan kesiapan belajar siswa. 8 Kertas yang telah ditulisi pertanyaan dibentuk seperti bola atau pesawat terbang. Guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi pertanyaan. AlatfBahanfSumber Belajar 1 Alat:Kertas lipat berwama-warni 2 Bahan:Norma dalam Kehidupan Bersama 3 Sumber Belajar: Tim Abdi Guru. Mengkontekstualkan materi norma masyarakat dengan pengalaman siswa. 3 Guru menutup proses KBM dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi para siswa. Penilaian 1 BentukPenilaian :Post test 2 [enis soal. 9 Guru mempersilakan siswa anggota kelompok 1 melemparkan kertas kepada kelompok 2. 5. Penutup 1 Guru mengevaluasi bersama siswa proses KBMmelalui metode snowball-throwing yang diterapkan. 3. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII. 4 Jelaskan hakikat dan arti penting norma bagi warga negara. 2 Guru memberikan post test sesuai dengan materi yang diajarkan.

Lembar Observasi Dari hasil isian lembar observasi jumlah indikator yang baik. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan dan diisi oleh peneliti. sebagai berikut. berbangsa. 4 Berikan 1 contoh pengamalan salah satu norma dalam kehidupan masyarakat. Teknik Analisis Data Dari keseluruhan data yang terkumpul selanjutnya dilakukan analisa data. a. b. Indikator Penilaian Tes tertulis Instrumen 1 [elaskan yang dimaksud dengan norma. Buku catatan pengamatan Buku catatan ini berisi catatan kejadian selama siswamenerapkan metode snowball-throwing. teman guru sejawat sebagai observer. 2 Ielaskan pentingnya norma bagi kehidupan bersama. b. Buku ini penting bagi peneliti untuk evaluasi bersama dengan observer. Adapun hasil pembelajaran dapat dilihat pada tabel1 berikut. Siswa memahami berbagai macam norma yang berlaku dalam masyarakat. 1. dan bemegara. . " Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini disusun berdasarkan hasil pengamatan. Hal ini sangat berguna untuk melangkah dari siklus yang satu ke siklus berikutnya. dan kurang kemudian hasil akhir dipresentasikan dan dibuat kesimpulan. sedang.Meningkatkan Motivasi Siswa Ber+anya melalui Metode S"owbnll-lhrow. dan bemegara. 2. Melalui lembar observasi ini dapat diketahui tingkat perkembangan keterampilan siswa dalam menyampaikan pertanyaan dari setiap tahap kegiatan penelitian tindakan yang dilakukan. catatan kejadian selama diadakan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang menggunakan metode snowball-throwing dan beberapa catatan penting dad teman guru sejawat yang bertindak sebagai pengamat. . Buku catatan pengamat Berisi catatan-catatan kejadian selama kegiatan penelitian berlangsung baik kekurangan maupun kelebihannya.ng No. Siswa mampu mengamalkan berbagai macam norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data menggunakan beberapa instrumen yaitu: a. berbangsa. Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. 3 Sebutkan dan jelaskan 4 macam norma yang berlaku dalam masyarakat. Siswa menjelaskan pengertian norma Siswa menyadari makna dan pentingnya norma dalam kehidupan bersama. Teknik Pengumpulan Data 1.

P.40 71.60 73. 9 Agustus 2008 Guru Mata Pelajaran. Siklus Ke-l Nilai Siklus Ke-I Rata-rata 'Lipatan Perlanyaan 93 65 77 65 69 75 75 76 73 62 64 90 90 89 65 65 60 70 65 72 No 1 2 3 4 5 6 7 NamaSiswa Jawaban 76 70 70 72 65 70 70 72 72 75 67 71 74 70 65 70 65 70 70 76 70 75 65 76 65 70 70.42 86 68 78 80 81 77.12 81.80 78.Pd.42 Pre-Test 70 75 72 65 67 68 68 67 70 67 68 68 65 68 65 65 68 67 66 68 69 72 Pos-Test 85 87 85 75 76 78 80 81 82 75 85 78 75 85 68 72 Alvin Iunianto Lan Andre Sunjaya Anthony Widianto T Arie Setiawan Wardana Billy Iosep Sugiaman Caroline Theja Wijaya Chrisfella Cokro H Cindy Ratnasari Dewi Erika Oktavia Irma Efriati Situmorang Ivan Pratama [esslyn Gita Kelvin Lidya Effendy M. S.80 80.20 77.40 72.40 66.40 75. 9 Agustus 2008 .69 65 70 72 73 68.40 77.60 67.20 72.20 73.80 72. Safitri Sihotang Michael Natanael Rafika Suhadi Ressitha Owi Sithaginy Sally Tanurahardja Setiadi Putra Cendana Shafira Johanna.40 68. Aan Burhan. Ai Tin Sumartini.20 69. Tjong Stefanie Kurniawan Tommy Suhendra Vania Winnita Vincent Yohan Kurniawan Rata-rata 85 55 75 70 75 70 75 70 65 65 65 95 85 80 65 65 65 70 70 75 70 85 65 75 70 70 72.80 69. Guru SMP Negeri 7 Tasikmalaya Pengamat II. Drs.Meningkatkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-thowing Tabell: Observasi Aktifitas Siswa Pada Proses Belajar Kelas 7-A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya Senin.20 72:80 70. S.41 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 73 72 - 70 73 72 73 88 68 90 65 65 73. Guru SMP Negeri 5 Tasikmalaya .80 69. Slamet Widodo Guru SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya Pengamat I.80 81.38 Tasikmalaya.80 70.80 68.Pd.40 65.40 70.20 66.80 70.

Tjong Stefanie Kurniawan Tommy Suhendra Vania Winnita Vincent 72 78 72 75 74 88 70 80 82 85 79.20 78. Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Alvin Junianto Andre Sunjaya Anthony Lan 85 60 T 94 67 78 67 80 76 78 77 74 65 65 90 92 90 70 67 65 75 68 75 76 89 69 90 67 78 73 72 74 78 75 68 69 70 72 87 88 87 77 78 80 82 83 85 78 86 80 77 86 70 74 75 74 72 83.Narnun hasil post test menunjukkan nilai yang bagus mengingat bahwa para siswa boleh membuka Tabel2: buku.40 80.80 73.60 74.41).40 77.20 81.85 68 73.80 68. Safitri Sihotang Michael Natanael Rafika Suhadi Ressitha Dwi Sithaginy 69 70 72 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 70 72 67 67 70 69 68 70 71 74 68 72 Sally Tanurahardja Setiadi Putra Cendana Shafira Johanna. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa ratarata siswa belum bisa merumuskan pertanyaan dengan baik dan memuaskan (72.00 74.00 .38.74 Widianto 78 70 72 71 Arie Setiawan Wardana Billy Josep Sugiaman Caroline Theja Wijaya Chrisfella Cokro H Dewi 76 75 68 76 80 76 75 78 68 73 76 75 68 73 70 72 76 73 66 67 68 90 86 82 67 65 68 72 71 76 72 Cindy Ratnasari Erika Oktavia 70 72 10 11 Irma Efriati Situmorang Ivan Pratama [esslyn Gita Kelvin Lidya Effendy M.80 74.20 69. 18 Agustus 2008 NilaiSiklus Ke-2 Rata-rata Lipatan Pertanyaan [awaban Pre-Test Pos-Test No.00 79.00 70.80 73.08 Yohan Kurniawan Rata-rata 68 75.00 76.20 72.Meningketkan Motivasi Siswa Bertanya melalui Metode $nowbnlJ-thtawing Berdasarkan pengarnatan pengarnat.73 86 67 76 72 72 73.80 73.60 81. Observasi Aktifitas Siswa Pada Proses Belajar Siklus Ke-2 Kelas 7-A SMP BPK PENABUR Tasikmalaya Senin.00 71.20 73.80 70. penulis membolehkan para siswa untuk membuka buku pelajaran ketika merumuskan pertanyaan maupun dalam menjawab pertanyaan. Kegiatan pada siklus ke-I ini.60 70. pada siklus ke-1 masih ada beberapa siswa yang belum mampu merumuskan pertanyaan dengan baik meskipun rata-ratanya 73-42_Demikian pula hasil pre test dengan rata-rata nilai 68.60 74.80 76.60 73.60 74.20 70.38 78 67 78 75 76 71.

Nilai Siklus Ke-2 No Nama Siswa Lipatan Pertanyaan 73. penulis optimis bahwa siwa mampu mengemukakan pertanyaan sedikit derni sedikit. Berdasarkan hasil pengamatan dan catatan kejadian selama tindakan kelas dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.04 74.85). Meski boleh dikatakan sedikit sekali tingkat perubahan. Slamet Widodo Guru SMPK BPK PENABUR Tasikmalaya Observer I. Bila dibandingkan antara siklus ke-1 dan ke-2 akan terlihat perbandingan sebagai berikut.42 Jawaban 70.73 2.12 72.85 2. Hal ini disebabkan adanya perasaan takut jika pertanyaan yang diungkapkan melenceng dari materi yang dijelaskan. S. Ai Tin Sumartini. Guru SMP Negeri 5 Tasikmalaya Berdasarkan pengamatan observer.41 2 Siklus ke-2 KenaikanjPerubahan 73. Namun hasilpost test menunjukkan nilai yang belum bagus mengingat bahwa para siswa tidak boleh membuka buku. P. 3. pada siklus ke-2 beberapa siswa terlihat sudah mampu merumuskan pertanyaan dengan baik meskipun rata-ratanya tidak naik secara signifikan (75. Drs. throwing ini. Guru SMP Negeri 7 Tasikmalaya Observer II.Merungkatkan Motlvasi Siswa Bertanya rnelalui Metode Snowball-fllrowing Tasikmalaya.69 Rata-rata 1 SikIus ke-I 72.Pd.Pd. Penerapan metode snowball-throwing dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan keterampilan siswa untuk bertanya di dalam forum kelas sekaligus .08 - 79. Demikian pula hasil pre test naik dengan rata-rata 71.38 Pos-Test 77. penulis melarang para siswa untuk membuka buku pelajaran ketika merumuskan pertanyaan maupun dalam menjawab pertanyaan. terlihat bahwa siswa telah mampu merumuskan pertanyaan secara baik.74 2. Kegiatan pada sikius ke-2 ini.43 73 2.33 260 Bila dibandingkan antara sikius pertama dengan kedua. 2.58 71.08.26 75. S. Berbekal hasil metode snowball- 1. Penyebab kurangnya keaktifan dan keterampilan siswa dalam bertanya akibat tidak adanya keberanian siswa dalam bertanya. Aan Burhan. Hasil pre test dan post test pun mengalami kemajuan.42 Pre-Test 68. meskipun belum memenuhi harapan yang maksimaL Demikian pula dalam menjawab pertanyaan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Upaya meningkatkan motivasi siswa bertanya melalui metode Snowball Throwing dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ternyata sungguh dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam bertanya bagi para siswanya. namun penulis merasa bahwa siswa sudah memiliki kemajuan dalam merumuskan pertanyaan. 18 Agustus 2008 Guru Mara Pelajaran. Selain itu yang cukup menggembirakan bahwa para siswa sudah berani mengajukan pertanyaan yang telah mereka rumuskan dan menjawab pertanyaan temantemannya. Kurangnya keterampilan siswa dalam bertanya pada diri siswa menyebabkan suasana kelas kurang aktif selama pembelajaran berlangsung.38 1. siswa sudah mencapai kemajuan siginifi-kan.

Penelitian iindakan kelas.wordpress. Kedua metode snowball-throwing termasuk salah satu metode yang penulis harapkan marnpu memecahkan rnasalah klasik yakni keengganan siswa bertanya. Rustam. Keterampilan siswa dalam bertanya dibutuhkan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.Jakarta: Pusat Kurikulum .com -----------Kebijakan kurikulum berbasis kompetensi. Kewarganegaraan untuk SMP Kelas VII. dan memperluas wawasan siswa terutama berhubungan dengan praktik kehid upan di dalam masyarakat. Pusat Kurikulum . (2003). 2.Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan N asional -----Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama Pedoman khusus pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi sekolah menengah periama mata pelajaran pengetahuan sosial . (2007). konsep. Upaya meningkatkan Siswa Bertanya melalui metode snowball-throwing dalam Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam pelaksanaannya tidak seluruhnya dapat berjalan dengan lancar. Kemampuan siswa bertanya merupakan masalah klasik yang seringkali dianggap tidak penting. Direktorat Pembinaan Pendidikan Tim Abdi Guru.Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional -----------Kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sekolah menengah pertama.wordpress. Jakarta: Erlangga http://gurupkn. Namun metode ini harus dilakukan terus menerus sampai siswa . Penelitian tindakan kelas (PTK) untuk Guru. 4. (2001). (2001). 5.Jakarta. (2004).Menlngkafkan Motivasl Siswa Bertanya melalui Metode Snowball-throwing mengaktifkan suasana pembelajaran di kelas. Hal ini untuk menghindari masalah yang berlarut-larut. Jakarta: Pusat Kurikulum . pengajaran IPS. Adapun kendala yang ditemui sebagai berikut. Ketua kelompok yang kurang terampil dalam mengarahkan teman-temannya dapat menyebabkan siswa tidak mampu merumuskan pertanyaan dengan baik. Keterampilan siswa dalam bertanya dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara sistema tis. dan Penilai. (2002). namun sangat rnerisaukan.Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional Saran Berdasarkan pengalaman peneliti selama proses pelaksanaan tindakan kelas. memiliki motivasi dan kemampuan mengernukakan pertanyaan. Portojolio dalam. Kepala Sekolah. Kurikulum berbasis kompetensi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama ----------Kurikulum berbasis kompetensi mata pelajaran kewarganegaraan (citizenship) sekolah lanjutan pertama. (2003). Universitas Negeri Yogyakarta Fajar. dalam Daftar Pustaka Arikunto. (2004). Pengawas. (2002). Arnie. E. dan implementasi. Pertarna perlu kemampuan guru untuk menerapkan metode pengajaran yang tepat dan menarik dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Mundilarto. Bandung: Remaja Rosdakarya Mulyasa. Suharsimi. karakierisiik. yang pada akhirnya akan berdampak pada kedalaman materi yang diterima sekaligus meningkatkan prestasi belajar siswa. Siswa yang tidak rnemperhatikan akan menuliskan pertanyaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.com/2007 /11/19/ snowball-throwing/ http:// akhmadsudrajat. 1. maka masalah ini akan terbawa terus sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bila guru tidak mencoba suatu metode yang baru. ada beberapa hal yang baik diperhatikan oleh guru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->