P. 1
Geografi

Geografi

|Views: 934|Likes:
Published by Henra

More info:

Published by: Henra on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

A.

Potensi Dan Persebaran Sumber Daya

Alam
Sumber daya (resources) menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH) No. 4/1982 dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu (1) sumber daya manusia, (2) sumber daya alam hayati, (3) sumber daya alam non-hayati, (4) sumber daya buatan. Sumber daya alam mempunyai makna sebagai unsur-unsur lingkungan alam yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam, baik berupa makhluk hidup maupun benda mati yang terdapat di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kekayaan alam di muka bumi banyak ragamnya, baik berupa benda yang langsung dimanfaatkan maupun benda yang harus diolah terlebih dahulu.

1. Klasifikasi Sumber Daya Alam
Sumber daya alam berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok, yaitu sumber daya lahan atau tanah, sumber daya hutan, sumber daya air, sumber daya laut, dan sumber daya mineral. Sumber daya alam berdasarkan ketersediaannya dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut. a. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (exhaustible resources, finite resources, stock resources, fund resources) biasanya disebut bahan dasr, mencakup sumber daya energi dan sumber daya mineral. b. Sumber daya alam yang dapat diperbarui atau sumber daya yang tidak akan habis (renewable resources, in-exhaustible resources, flow resources) pada hakikatnya bersifat lestari. Sumber daya alam yang dapat diperbarui mempunyai pengertian sebagai sumber daya alam yang tesedia dalam jumlah, kualitas, tempat, dan waktu tertentu. Sumber daya alam ini dapat dibedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable), tetapi memerlukan waktu yang sangat lama dan sumber daya alam non-renewable seperti minyak bumi. Sumber daya alam yang dapat diperbarui merupakan sumber daya alam yang selalu berubah jumlahnya. Sumber daya alam ini dapat dibedakan menjadi sumber daya alam non-storable seperti matahari, dan sumber daya alam storable seperti air. Menurut Barlow (1972) sumber daya alam dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yaitu sebagai berikut :

1

a. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui atau tidak dapat pulih b. Sumber daya alam yang dapat diperbarui atau dapat pulih c. Sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan antara yang dapat diperbarui dengan yang tidak dapat diperbarui.

a. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui mempunyai sifat bahwa volume fisik yang tersedia tetap dan tidak dapat diperbarui atau diolah kembali. Proses pembentukan sumber daya alam yang tergolong dalam kelompok ini memerlukan waktu ribuan tahun. Contoh sumber daya alam ini adalah batubara, minyak bumi, mineral, batu-batuan, dan logam. Meskipun batubara, minyak bumi, dan gas alam dapat dicarikan penggantinya tetapi memerlukan waktu yang sangat lama sehingga tidak dapat diharapkan adanya tambahan volume secara fisik dalam jangka waktu tertentu yang relatif pendek. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dapat digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu sebagai berikut. 1) Sumber daya alam yang sifatnya dapat dipakai habis atau berubah secara kimawi karena penggunaan, misalnya batubara, mineral dan minyak. 2) Sumber daya alam yang mempunyai unsur penggunaan yang lama dan sering dipakai ulang, misalnya logam dan batu-batuan.

b. Sumber Daya alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui mempunyai sifat terus-menerus ada dan dapat diperbarui, baik oleh alam sendiri maupun dengan bantuan manusia. Sebagai contoh : sumber daya air contoh sumber daya alam ini, yaitu angin, cuaca, gelombang laut, sinar matahari, dan bulan. c. Sumber Daya Alam yang Mempunyai Sifat Gabungan Sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungandapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu sumber daya biologis dan sumber daya lahan/tanah. 1) Sumber daya biologis, contohnya hasil panen, hutan, margasatwa, padang rumput, perikanan dan peternakan.Sumber daya alam jenis ini mempunyai ciri seperti sumber daya alam yang dapat diperbarui karena dapat diperbaiki setiap saat, dengan syarat ada perawatan untuk melindunginya dan pemakaiannya sesuai dengan persediaan dan kebutuhan. 2) Sumber daya lahan/tanah menggambarkan gabungan antara sifat sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Contohnya kesuburan tanah. Berdasarkan pengelolaannya, sumber daya alam dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu : 2

a. Sumber daya alam yang dikelola oleh pemerintah. b. Sumber daya alam yang dikelola oleh swasta Berdasarkan penguasaannya, sumber daya alam (property right) dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu : a. sumber daya milik individu (private property) b. sumber daya milik umum (common property) berdasarkan proes pembentukannya, sumber daya alam dapat digolongkan ke dalam dua bagian yaitu sebagai berikut. a. sumber daya alam primer, yaitu sumber daya alam yang ketersediaannya tidak dipengaruhi oleh manusia, misalnya bahan tambang. b. Sumber daya alam sekunder, yaitu sumber daya alam yang ketersediannya sangat dipengaruhi oleh manusia, misalnya pertanian. Penggolongan sumber daya alam tersebut semata-mata untuk memudahkan pemahaman mengenai sifat-sifat sumber daya serta mempermudah dalam merencanakan pemanfaatan dan pengelolaannya agar tidak cepat habisatau tetap lestari.

2. Potensi dan Persebaran Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
b. Sumber Daya Energi
Sumber daya energi adalah sumber daya yang telah disediakan oleh alam dalam jumlah tertentu melalui proses pembentukan yang lama sampai jutaan tahun. Sumber daya ini apabila diolah akan menghasilkan energi panas atau listrik yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Sumber daya energi yang tergolong tidak dapat diperbarui di antaranya batubara, minyak bumi, gas bumi, dan panas bumi. 1) Batubara Batubara pertama kali digunakan untuk bahan bakar sekitar abad-18 oleh bangsa Cina. Bersamaan dengan berkembangnya industri, batubara digunakan untuk bahan bakar kereta api dan kapal laut. Batubara banyak ditemukan di belahan bumi utara, sedangkan di daerah tropika dan belahan bumi selatan tidak terlalu banyak. Negara penghasil batubara terbesar adalah Uni-Eropa dan Amerika Serikat seperti tertera pada tabel berikut.

Penghasil Batubara Terpenting di Dunia No 1 2 Negara Produksi Uni-Eropa Amerika Serikat (juta ton/tahun) 700 590

3

3 4 5 6

Jepang India Cina Australia

40 32 30 14

Potensi batubara di Indonesia diperkirakan sebesar 36 milyar ton yang tersebar di wilayah Sumatra 67,83 %, Kalimantan 31,64 % dan pulau lain (Jawa, Sulawesi, dan Papua) 0,53 %. Batubara termasuk bahan bakar fosil karena terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang sudah mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Ada dua teori-teori yang dapat menjelaskan tentang terbentuknya batubara di alam, yaitu sebagai berikut. a) Teori insitu, yaitu teori yang menyatakan bahwa sisa-sisa tumbuhan yang telah mati langsung tertutup oleh lapisan sedimen serta mengalami proses coalification (proses pembentukan lapisan batubara). b) Teori drift, yaitu teori yang mengatakan bahwa sisa-sisa tumbuhan terangkut oleh air dan terkumpul di suatu tempat kemudian tertutup oleh batuan sedimen dan mengalami proses coalification (proses pembentukan lapisan batubara). Berdasarkan teori tersebut batubara berada di daerah yang tertutup sedimen sehingga dalam pengolahannya dikenal ada 3 macam penambangan batubara yaitu sebagai berikut. a) Penambangan dalam atau penambangan tertutup. Dilakukan dengan cara membuat lubang, baik mendatar maupun menurun menuju lapisan batubara yang akan ditambang. Contohnya penambangan batubara di Ombilin, Sumatra Barat. Penambangan dalam dilakukan dengan 2 cara sebagai berikut :  Metode room and pillar diambil.  Metode longwall yang terbagi menjadi dua, yaitu : penambangan maju (vancing wall) dan penambangan mundur (retreating wall). Penambangan maju dilakukan dengan pembuatan lubang yang bergerak maju dan berfungsi sebagai lubang utama( main gate) dan lubang pengiring (tail gate). b) Penambangan terbuka adalah penambangan yang dilakukan dengan mengupas penutup tanah yang berada di atasnya. Penambangan terbuka adalah penyangga lorong atau ruangan penambangan yang memanfaatkan endapan batubara yang tidak

4

relatif aman, sederhana dan mudah. Contoh penambangan terbuka adalah penambangan batubara di Bukit Asam, Tanjung Enin (Sumatera Selatan). c) Penambangan lapisan batubara tipis, yaitu sistem tarik kabel rantai, backfilling, dan roof-fall tolerant. Sistem tarik kabel rantai adalah cara penambangan dengan pembuatan pilar-pilar diantara dua pilar penyangga. Penambangan lapisan batubara tipis banyak dilakukan di Korea dan Negara-negara bekas Uni Soviet. 2) Minyak Bumi Minyak bumi merupakan salah satu bahan bakar dan sumber energi yang sangat penting. Persebaran cekungan sedimen tersier di wilayah barat Indonesia terdapat di : a) Sumatra. b) c) terdapat di : a) wilayah Sulawesi b) wilayah Maluku dan Nusa Tenggara c) wilayah Papua Proses pembentukan sedimen tersier menjadi minyak bumi diperlukan waktu yang cukup lama mencapai jutaan tahun. Proses pembentukannya dibagi menjadi beberapa tahap berikut. a) Tahap pertama : Source rock adalah proses pengendapan batuan induk pembentuk minyak bumi, yaitu batuan sedimen tersier yang mengandung unsurunsur mineral sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang merupakan unsur karbon yang berlangsung selama jutaan tahun. b) Tahap kedua : Maturity adalah proses pematangan batuan induk. Batuan yang mengendap (sedimen) mengalami proses pemadatan (kompaksi), pembatuan (litifikasi), dan pematangan (maturity). c) Tahap ketiga : Resevoir adalah proses migrasi minyak dari batuan induk ke batuan sarang. d) Tahap keempat : Trapping adalah proses pemerangkapan. Minyak cair tersebut akhirnya terperangkap pada batuan berpori (reservoir). Wilayah Jawa Wilayah Kalimantan Wilayah Sumatra merupakan cekungan minyak terbesar di Indonesia karena 78 % produksi minyak mentah di Indonesia berasal dari wilayah

Persebaran minyak bumi di cekungan sedimen tersier di wilayah timur Indonesia

5

Cara penambangan minyak bumi yang terperangkap di dalam kulit bumi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu sebagai berikut. (1) Pengeboran di daratan yang akan menghasilkan minyak bumi mentah dialirkan melalui pipa menuju kilang-kilang penyulingan minyak bumi siap untuk diolah menjadi bahan bakar. (2) Pengeboran lepas pantai (off shore) yang akan menghasilkan minyak bumi mentah dipompa dan ditampung dalam tangki-tangki terapung, kemudian diangkut dengan kapal menuju kilang-kilang penyulingan minyak bumi yang siap untuk diolah menjadi bahan bakar. Pengolahan minyak bumi dibagi menjadi 4 jenis, yaitu sebagai berikut. (1) Bahan bakar minyak, yaitu salah satu bentuk dari hasil pengolahan minyak bumi menjadi bahan bakar minyak (BBM), di antaranya JP 4 dan 5, Super TT, Avgas, Avtur, Premium, Mogas, Minyak Tanah, dan Gas minyak diesel. (2) Bahan bakar non-minyak, yaitu salah satu bentuk dari hasil pengolahan minyak bumi menjadi minyak pelumas (lubricants). (3) (Liquefied Petroleum Gas) LPG, yaitu gas yang terdapat pada reservoir yang proses pembentukannya bersamaan dengan pembentukan minyak bumi. Gas tersebut kemudian dikemas dalam bentuk cair. (4) Petrokimia, yaitu sisa hasil pengolahan minyak bumi yang terakhir yang berupa bitumen (aspal) dan lilin. 3) Gas Bumi Cadangan gas bumi biasanya ditemukan bersamaan dengan kegiatan eksplorasi minyak bumi, baik dalam bentuk associated gas maupun non-associated gas. Associated gas adalah gas yang terdapat dalam satu reservoir dan dihasilkan bersama dengan minyak bumi. Gas bumi ini dihasilkan pada saat proses penyulingan minyak bumi dinamakan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Non-associated gas adalah gas yang dihasilkan dari cadangan gas tanpa menghasilkan minyak bumi. Setelah melalui proses pengeboran, gas ini kemudian ditampung dan dicairkan dalam betuk Liquefied Natural Gas (LNG). 4) Panas Bumi Tenaga panas bumi dihasilkan oleh tenaga uap yang keluar dengan tekanan tinggi di dalam bumi. Tenaga tersebut kemudian digunakan untuk memutar turbin yang menghasilkan tenaga listrik dalam jumlah yang besar. Tenaga panas bumi yang dihasilkan karena adanya sumber panas (magma yang menyusup dekat dengan permukaan bumi) kemudian kontak dan berdekatandengan sumber air tanah yang

6

berasal dari hasil resapan sehingga air tanah mendidih dan keluar tenaga uap yang cukup besar.

c.

Sumber Daya Mineral

Sumber daya mineral atau bahan galian adalah sumber daya yang telah disediakan oleh kulit bumi sebagai bagian dari mineral batuan dalam jumlah tertentu. Berdasarkan ketentuan pasal 14 UUPP, usaha pertambangan bahan-bahan galian terdiri dari beberapa tahapan yaitu sebagai berikut. 1) Penyelidikan umum, yaitu penyelidikan secara geologi umum atau geofisika di daratan, perairan, dan udara dengan maksud untuk membuat peta geologi umum atau untuk menetapkan tanda-tanda adanya bahan galian. 2) Eksplorasi, yaitu segala penyelidikan geologi pertambangan untuk menetapkan lebih teliti adanya dan sifat bahan galian. 3) Eksploitasi, yaitu usaha pertambangan dengan maksud menghasilkan bahan galian dan manfaatnya. 4) Pengolahan dan pemurnian, yaitu pengerjaan untuk mempertinggi mutu bahan galian serta untuk memanfaatkan dan memperoleh unsur-unsur yang terdapat pada bahan galian itu. 5) Pengangkutan, yaitu segala usaha pemindahan bahan galian dan hasil pengolahan serta pemurnian, bahan galian dari daerah eksplorasi atau tempat pemurnian. 6) Penjualan, yaitu segala penjualan bahan galian dan hasil pengolahan/pemurnian bahan galian. Van Bemelen (1949), membagi bahan tambang ke dalam tida golongan, yaitu sebagai berikut. 1) Golongan pertama, yaitu mineral organik yang terdiri atas minyak bumi, gas alam, batubara, dan aspal. 2) Golongan kedua, yaitu bijih logam yang terdiri atas bijih-bijih logam timah, emas, perak, bauksit, nikel, mangan, tembaga, seng, platina, dan sebagainya. 3) Golongan ketiga, yaitu mineral anorganik bukan bijih logam seperti fosfat, belerang (sulfur), yodium, gamping, air raksa, dan lainnya. Berikut beberapa bahan galian yang penting dan sudah diusahakan. (1) Bijih timah, yang banyak diusahakan adalah timah putih. Daerah penghasil timah terdapat di daerah Riau (Pulau Lingga, Singkep, Karimun, Kundur, dan Bangkinang), Pulau Bangka, dan Pulau Belitung.

7

Pemanfaatan timah di dalam negeri antara lain untuk pembuatan kaleng, tube, pipa saluran, pembungkus rokok, mata peluru dan solder. (2) Nikel. Daerah deposit nikel di Indonesia adalah Sulawesi Selatan (Soroako), Sulawesi Tenggara (Kolaka), wilayah perbatasan Sulawesi (Selatan, Tengah, dan Tenggara), dan Papua. (3) Bauksit (bijih aluminium). Bauksit merupakan kelompok mineral aluminium hidroksida. Mempunyai warna putih atau kekuningan (keadaan murni), dan merah atau coklat apabila tercampur (terkontaminasi) oleh besi oksida atau bitumen. Bauksit dapat dijumpai di daerah-daerah aliran sungai Mississippi (Suriname) dan di Kepulauan Riau (Pulau Bintan). (4) Emas dan Perak. Barang tambang ini banyak dipergunakan untuk membuat barang perhiasan , film dan obat-obatan, bahkan dokter gigi pun banyak menggunakan emas sebagai pelapis gigi. Negara yang banyak kandungan emasnya antara lain Afrika Selatan, Rusia, Amerika Serikat, dan Australia. (5) Tembaga. Tembaga merupakan kelompok logam batuan besi yang digunakan sejak lama. Tembaga yang dipadukan dengan besi akan menjadi perunggu, sedangkan jika tembaga dipadukan dengan seng akan menjadi kuningan. Negara penghasil tembaga antara lain Amerikia Serikat, Cili, Kongo, dan Belgia. Potensi tembaga terbesar di Indonesiaberada di Tembagapura (Papua). (6) Intan. Barang tambang ini sering dijumpai di dalam batuan vulkanik, karena terbentuk bersamaan dengan pembentukan batuan ultra basik, misalnya dunite, peridotite, dan pyroxenite. Tempat penemuan intan di Indonesia antara lain di Sumatra Barat dan Riau (Sungai Siabu, Kampar, dan Bangkinang), Kalimantan Barat (Muara mengkiang dan Ngabang), Kalimantan Tengah (Sungai Gula, Pupukcau, Murungraya, Sei Pinang), Kalimantan Selatan (Martapura dan Simpang Empat), dan Kalimantan Timur (Sekatak Bunyi, Kabupaten Kutai dan Longiran).

3. Persebaran Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan menghasilkan secara terus-menerus, baik oleh alam sendiri maupun dengan bantuan manusia.

b.

Air Sungai

Manusia sering tidak menyadari bahwa sebenarnya sungai adalah suatu sumber daya alam yang sangat penting dan mendukung kehidupan manusia.

8

Sungai berfungsi sebagai alat komunikasi dan transportasi. Sungai juga berfungsi sebagai lokasi wisata, juga sebagai sarana pengairan bagi sejumlah lahan pertanian sehingga kehidupan masyarakat dan kesejahteraannya menjadi lebih baik. Sungai juga berfungsi sebagai sebagai zona kehidupan, sehingga biota air seperti ikan dan sejenisnya dapat berkembang biak. Beberapa tindakan manusia yang membuat sungai menjadi rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, di antaranya sebagai berikut : 1) Membuang sampah ke sungai sehingga aliran sungai menjadi kotor, aliran menjadi terhambat, tidak dapat dijadikan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan keluarga, dan banjir. 2) 3) 4) Merusak tanggul/bantalan sungai. Mengalirkan air hujan di sekitar rumah dan jalan ke sungai sehingga air Memncemari sungai dengan air limbah dari rumah tangga, bengkel,

sungai menjadi meluap dan kotor. industri, rumah sakit, dan yang lainnya.

c.

Danau/Waduk

Danau dan waduk berdasarkan bentuk genangannya hampir sama, tetapi proses pembentukannya berbeda. Danau terbentuk secara alamiah biasanya pada proses geologi baik tektonisme maupun vulkanisme. Adapun waduk merupakan buatan manusia dan membuat tanggul atau bendungan sehingga air sungai naik dan menggenangi daerah sekitar yang memiliki ketinggian yang sama. Danau/waduk berfungsi sebagai pengatur sungai terutama pada waktu hujan agar sungai tidak meluap, tempat rekreasi, tempat olahraga air, pembangkit tenaga listrik, pengairan bagi lahan pertanian, sumber air bersih, meningkatkan cadangan air tanah karena proses resapan, dan tempat budidaya ikan air tawar. Beberapa tindakan manusia yang membuat danau/waduk tidak berfungsi dengan baik, di antaranya sebagai berikut. 1) Mengubah penggunaan lahan di bagian hulu sungai menjadi penggunaan lahan yang tidak dapat menahan air dari erosi. 2) Penggunaan lahan yang tidak disertai dengan tindakan konservasi sehingga terjadi pendangkalan dan memperpendek umur guna danau/waduk. 3) Membuang limbah dari rumah tangga, bengkel, industri, rumah sakit, dan yang lainnya, sehingga kualitas air danau/waduk menurun.

c. Laut
Laut merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbarui karena laut menghasilkan berbagai jenis ikan yang sangat kaya akan protein hewani dan rumput laut. Berikut ini manfaat laut bagi kehidupan manusia. 9

1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)

Sumber protein hewani Sumber rumput laut untuk obat-obatan dan sumber makanan Tempat rekreasi bahari Sumber oksigen yang berasal dari fotosintesis fito plankton Sarana pengangkutan, komunikasi, dan transportasi Sumber uap air untuk kepentingan siklus hidrologi Gelombang dan arus lautnya dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik.

Beberapa tindakan manusia yang menyebabkan laut menjadi rusak di antaranya sebagai berikut. 1) 2) 3) Mengambil ikan dengan jaring yang halus dengan kecepatan tinggi Membuang limbah ke laut sehingga biota laut mati dan tercemar. Air sungai yang terlalu pekat oleh sedimen akibat erosi sehingga air sehingga semua jenis ikan mulai yang besar sampai yang kecil dapat terjaring.

menjadi keruh, biota laut mati, dan sinar matahari tidak tembus ke dasar laut sehingga proses fotosintesis tidak terjadi. 4) 5) 6) Pengambilan terumbu karang dan penebangan hutan mangrove yang tidak Kebocoran/kecelakaan kapal tanker yang membawa minyak bumi maupun Kebocoran atau limbah penambangan minyak bumi di lepas pantai terkendali. limbah nuklir sehingga biota laut jadi mati. sehingga laut jadi rusak dan tercemar.

d.

Angin/Udara

Angin sebagai salah satu sumber daya alam yang dihasilkan kerna perbedaan tekanan udara akibat adanya perbedaan penyinaran matahari. Angin/udara sangat membantu dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai : 1) 2) 3) 4) Penampung berbagai gas atau unsur yang dibutuhkan. Pengaduk udara agar memiliki komposisi yang hampir sama. Pembawa uap air sehingga dapat mendistribusikan hujan ke berbagai Kekuatan angin tetap dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik dan tenaga

wilayah. memompa air seperti yang ada di negeri Belanda. Beberapa tindakan manusia yang menyebabkan angin/udara menjadi tidak bermanfaat di antaranya sebagai berikut. 1) Memasukkan polutan ke udara melalui cerobong industri dan knalpot kendaraan sehingga udara menjadi berbahaya bagi kesehatan jika dihirup. 2) Memasukkan CO2 ke lapisan atmosfer sehingga membentuk suatu lapisan yang akan menyebabkan efek rumah kaca.

10

3) Memasukkan limbah sulfur sehingga akan menyebabkan hujan asam. 4) Mengganggu kestabilan udara oleh proses industri sehingga menyebabkan angin badai, tornado, dsb.

e.

Suhu, Kelembapan Udara, dan Sinar Matahari

Suhu udara dan kelembapan udara sangat dipengaruhi oleh sinar matahari. Semakin tinggi sinar matahari menyinari permukaan bumi maka suhu udaranya akan relatif lebih tinggi. Manfaat suhu, kelembapan dan sinar matahari yaitu. 1) 2) 3) Suhu udara sebagai media pengering. Kelembapan udara sebagai media pengatur cuaca. Sinar matahari sebagai sumber energi yang sangat besar tetapi

pemanfaatannya masih terbatas hanya untuk membantu proses fotosintesis. Beberapa tindakan manusia yang menyebabkan suhu, kelembapan dan sinar matahari menjadi tidak bermanfaat di antaranya : 1) Penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan. 2) Menutup permukaan tanah dengan beton dan genteng sehingga suhu menjadi tinggi dan kelembapan semakin rendah. 3) Penggunaan mesin industri yang tidak ramah lingkungan sehingga mengeluarkan asap dan debu, akibatnya udara semakin gelap, jarak pandang semakin rendah, proses fotosintesis tidak sempurna.

f.

Bulan

Bulan dimaksudkan sebagai sala satu sumber daya alam karena kemampuannya dalam memantulkan sinar matahari untuk diteruskan ke bumi sehingga dapat menerangi sebagian permukaan bumi walaupun tidak seterang cahaya matahari. Sumber daya bulan akan memberikan manfaat yang maksimal, selama masyarakat tidak merusaknya. Beberapa tindakan manusia yang menyebabkan bulan menjadi tidak bermanfaat di antaranya mencemari atmosfer sehingga menjadi gelap, jarak pandang yang rendah, dan pantulan bulan tidak sampai ke permukaan bumi.

4. Sumber Daya Alam yang Mempunyai Sifat Gabungan
Sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu: a. Sumber daya biologis (pertanian, hutan, margasatwa, padang rumput, peikanan dan peternakan). b. Sumber daya tanah/lahan (kesuburan tanah dan sifat fisik tanah).

11

a. Pertanian
Hasil penen pertanian dikatakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui apabila pengolahan lahannya tidak sesuai dengan kesesuaian dan kemampuan lahan sehingga produksinya terus mengalami penurunan bahkan tidak akan berproduksi sama sekali. Hasilk panen pertanian dikatakan sebagai sumber daya yang dapat diperbarui apabila dalam pengelolaannya memperhatikan tindakan konservasi sehingga dapat berproduksi secara terus-menerus sampai paa batas waktu yang tidak ditentukan.

b. Hutan
Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat potensial. Hutan mempunyai peranan yang sangat besar bagi manusia, di antaranya sebagai berikut. 1) Sebagai sumber bahan pangan dan obat-obatan bagi masyarakat di sekitarnya. 2) Sebagai pengendali biodiversity. 3) Sebagai sumber plasma nutfah. 4) Sebagai pengatur tata air. 5) Sebagai pengendali iklim mikro dan makro. 6) Sebagai sumber devisa negara dari hasil perdagangan kayu yang sudah memasuki masa tebang. 7) Hutan dapat enampung lapangan kerja untuk menyadap dan pengumpul hasil hutan. Hutan di Indonesia menurut fungsinya dapat dapat dibagi ke dalam empat bagian yaitu sebagai berikut. 1) Hutan lindung, yaitu kawasan hutan yang diperuntukkan guna mengatur tata air, mencegah banjir, erosi, dan memelihara kesuburan tanah. 2) Hutan produksi, yaitu kawasan hutan yang diperuntukkan guna memproduksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat pada umumnya. 3) Hutan suaka alam, yaitu kawasan hutan yang karena sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati dan manfaat lain. 4) Hutan wisata, yaitu kawasan hutan yang diperuntukkan secara khusus untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan wisata. Berdasarkan formasi dan komposisinya, hutan dapat dikelompokkan menjadi 8 bagian, yaitu sebagai berikut. 1) Hutan pantai 2) Hutan payau 3) Hutan rawa 4) Hutan rawa gambut 5) Hutan hujan 12

6) Hutan musim 7) Hutan meranggas 8) Hutan sabana Beberapa tindakan manusia yang menyebabkan hutan menjadi tidak bermanfaat diantaranya. 1) penebangan hutan yang tidak terkendali 2) penyadapan dan pengumpulan hasil hutan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. 3) Pemeliharaan dan pengelolaan hutan tidak melibatkan masyarakat sekitar hutan.

c. Margasatwa
Margasatwa merupakan salah satu sumber daya alam karena satwa merupakan bagian dari ekosistem. Ekosistem yang memiliki satwa yang beragam akan memiliki ketahanan yang kuat dari pada ekosistem yang hanya memiliki satwa yang terbatas. Margasatwa (binatang yang hidup liar di hutan)merupakan sumber pangan bagi masyarakat sekitar hujan.

d. Padang rumput
Padang rumput merupakan sumber daya alam yang dapat mendukung kelangsungan binatang ternak maupun binatang liar.

e. Perikanan
Perikanan merupakan sumber daya akuatik yang meliputi perikanan tawar (sungai dan danau), perikanan payau (perairan darat di muara sungai), danperikanan laut. Beberapa lokasi penangkapan ikan di Indonesia antara lain Bagan Siapi-api (Riau), Cilacap dan Tegal (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat).

f. Peternakan
Peternakan di Indonesia masih merupakan usaha sampingan dari sebagian penduduk Indonesia. Kegiatan peternakan di Indonbesia meliputi usaha memelihara dan mengembangbiakan hewan. Usaha peternakan di Indonesia pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. 1) Peternakan hewan besar meliputi sapi, kerbau, dan kuda. 2) Peternakan hewan kecil meliputi kambing, biri-biri, dan kelinci.

13

3) Peternakan unggas meliputi ayam ras (ayam petelur dan ayam pedaging), bebek, burung puyuh, dan burung unta. Usaha untuk meningkatkan mutu ternak sapi, antara lain : 1) dilakukan dengan kawin suntik (inseminasi buatan); 2) mendatangkan jenis sapi unggul dari luar negeri; 3) memberantas berbagai hama dan penyakit ternak; 4) membuka lahan padang rumput untuk pakan ternak; 5) memberikan berbagai penyuluhan yang berkaitan dengan usaha peningkatan populasi ternak sapi.

g. Lahan/tanah
Lahan/tanah adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki sifat gabungan, artinya lahan akan tetap lestari (dapat diperbarui ) apabila dipelihara dan dikonservasi pada saat pengelolaannya, dan dapat menjadi sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui apabila dalam pengelolaannya tidak dipupuk dan diolah sesuai dengan kesesuaian dan kemampuan lahan. Aspek lahan yang harus diperhatikan dalam mendukung produksi pertanian adalah kesuburan tanah dan sifat fisik tanah. Sifat fisik tanah yang berpengaruh pada produktivitas lahan diantaranya tekstur, struktur dan permeabilitas tanah. Tekstur tanah berkaitan dengan ukuran butir yaitu halus tidaknya butiran tanah. Struktur tanah kaitannya dengan susunan tanah, kepadatan tanah, atau kekompakan tanah. Adapun permeabilitas tanah berkaitan dengan kemampuan tanah meloloskan air.

14

B.

Pengelolaan

Sumber

Daya

Alam

Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan
Pada awalnya manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam selalu berpandangan bahwa sumber daya yang digunakan tidak akan habis dan selalu tersedia. Pandangan semacam ini dapat diterma apabila jumlah manusianya masih sedikit. Tetapi apabila jumlah manusia di dunia saat ini sudah mencapai 5 milyar lebih maka pandangan semacam itu harus diubah menjadi “sumber daya alam yang kita gunakan saat ini adalah titipan anak dan cucu kita dan harus dikembalikan fungsinya kepada mereka”. Pada dasarnya alam ini tergantung kepada manusia yang telah dipercaya untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini. Alam akan lestari apabila manusia dalam mengelolanya dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kesesuaiannya. Alam akan hancur apabila manusia dalam mengelolanya tidak memperhatikan persyaratan yang diperlukan tanaman dan kondisi fisik lahannya. Kebutuhan akan sumber daya alam semakin meningkat sebagai akibat pertambahan penduduk serta perubahan gaya hidup. Sejalan dengan itu, dalam pemanfaatan sumber daya alam cenderung dilakukan secara tidak terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan.

1. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan
Pemanfaatan sumber daya alam yang hanya terfokus pada sumber daya yang akan dimanfaatkan tanpa memperhatikan sumber daya lain adalah pemanfaatan lahan yang tidak berwawasan lingkungan. Komponen alam yang ada di lingkungan tidak berdiri sendiri tetapi terkait dengan komponen yang lain. Oleh karena itu, dalam menganalisis dan mengkaji sumber daya alam harus menggunakan pendekatan sistem, yaitu suatu pendekatan yang mencoba mengkaitkan antara satu komponen dan komponen lain dalam satu hubungan yang saling mempengaruhi.

15

Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa contoh pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

a. Pertanian Padi Sawah
Pengelolaan lahan pertanian padi sawah memerlukan persyaratan kondisi fisik sebagai berikut : ketinggian tempat <600 meter dpl, suhu udara 24-29° C, kedalaman tanah >50 cm, kemiringan lereng <4 %, dan saluran irigasi tersedia. Persyaratan tersebut merupakan kondisi lingkungan yang dapat mendukung produktivitas tanaman padi sawah secara optimal. Penggunaan air harus sudah dipertimbangkan dengan kebutuhan air untuk yang lainnya sehingga tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan yang lain. Kemiringan lereng yang digunakan harus lereng yang landai agar dapat menampung air untuk menggenangi padi pada masa pertumbuhan. Penggunaan pupuk harus berimbang sesuai dengan kebutuhan agar pupuk yang diberikan secara efektif dimanfaatkan oleh tanaman. Kelebihan pupuk akan menyebabkan air sawah terlalu banyak mengandung pupuk (pengkayaan air). Apabila air sawah terbuang ke sungai atau danau/waduk maka akan tumbuh subur ganggang atau gulma yang berlebihan dan akan menjadi racun bagi biota air karena kekurangan oksigen. Penggunaan racun untuk memberantas hama tanaman disesuaikan dengan kebutuhan (dosis) yang sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman. Kesalahan dosis akan menyebabkan hama tanaman menjadi kebal dan apabila berkembang biaqk akan sangat berbahaya bagi kelangsungan pertanian di masa berikutnya. Penggunaan racun hama dapat menyebabkan terbunuhnya serangga lain yang tidak mengganggu tanaman sehingga rantai makanan terputus dan meyebabkan wabah hama penyakit yang baru. Racun yang sudah disemprotkan ke tanaman akan terlarut dalam air dan akan mengalir ke sungai atau meresap ke dalam air tanah sehingga biota air tawar dan muara sungai ikut mati. Air tanah yang diminum oleh manusia akan tercemar sehingga dapat menimbulkan keracunan pada masyarakat yang memanfaatkannya. Penyiapan lahan siap tanam harus mempertimbangkan kebutuhan tanaman. Apabila tanah dibajak terlalu dalam akan menyebabkan pembalikan horison tanah sehingga tanah bagian atas tidak subur. Penggunaan bajak yang berlebihan akan menyebabkan struktur tanah menjadi rusak, dan akan menyebabkan pencucian tanah serta terbentuknya lapisan padas olah sehingga tanah menjadi impermeable dan resapan air akan berkurang. Penggunaan alat-alat berat dalam penyiapan lahan dan pengangkutan dapat menyebabkan rusaknya struktur tanah yaitu berubahnya tanah menjadi padat.

16

Penggunaan bahan bakar dan minyak pelumas mesin apabila tercecer akan menyebabkan tercemarnya air dan tanah sehingga kualitas tanah semakin menurun, produktivitas tanah semakin rendah, dan meracuni tanaman yaitu zat timbal yang terkandung dalam solar dan minyak pelumas sehingga bulir padinya akan mengandung logam berat dan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

b. Penambangan Batubara
Penambangan batubara secara ekonomis dapat memberikan pendapatan yang sangat besar bagi perekonomian dan cadangan energi nasional. Proses penambangan batubara harus memperhatikan aspek lain agar tidak menimbulkan kerugian pada lingkungan. Penambangan batubara yang berlebihan akan menyebabkan cepat habisnya cadangan batubara di dalam perut bumi. Penambangan yang tidak mempertimbangkan teknik penambangan dan pengangkutan yang sesuai akan menyebabkan robohnya dinding galian sehingga menimbulkan korban jiwa dan gempa runtuhan bagi daerah di sekitarnya. Pengelupasan material batuan bagian atas akan menyebabkan rusaknya lapisan tanah sehingga lahan yang dapat diolah untuk tanaman bahan pangan akan semakin sempit. Penggunaan batubara yang tidak terkendali oleh mesin-mesin berat yang menggunakan batubara seperti pembangkit listrik tenaga uap akan menyebabkan kandungan CO2 di atmosfer semakin tinggi yang dapat mengakibatkan pemanasan global dan kandungan sulfur yang ada pada batubara akan menyebabkan hujan asam (H2SO4). Pemanasan global akan menyebabkan suhu bumi naik dan es di kutub akan mencair dan permukaan air laut naik sehingga pesisir yang rendah dan landai akan tenggelam. Hujan asam akan menyebabkan rusaknya semua bangunan baik yang terbuat dari beton maupun besi atau lainnya serta vegetasi yang ada di permukaan bumi. Kedua contoh tersebut menunjukkan rusaknya lingkungan hidup akibat penambangan dan sumber daya alam yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Jadi, yang dimaksud dengan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan adalah pengelolaan sumber daya yang tidak menimbulkan kerusakan atau kerugian pada sumber daya atau komponen yang lain.

2. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan
Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya alam yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan manusia atau penduduk saat ini tanpa

17

mengurangi potensinya untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia di masa mendatang. Kaitannya dengan pengelolaan sumber daya alam maka pemanfaatan sumber daya harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. a. Pemanfaatan sumber daya alam harus dapat memenuhi kebutuhan penduduk saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan penduduk di masa mendatang. b. Pemanfaatan sumber daya alam tidak melampaui daya dukung lingkungan (ekosistem). c. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dengan menyelaraskan kebutuhan manusia dan kemampuan mengolah dengan ketersediaan sumber daya. Pengelolaan sumber daya alam dapat berkelanjutan apabila sumber daya alam yang dikelola tergolong sumber daya alam yang dapat diperbarui. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak tergolong pada sumber daya yang berkelanjutan karena pada periode tertentu sumber daya tersebut akan habis. Sumber daya alam yang akan habis hanya dapat dihemat dalam penggunaannya sehingga dapat memperpanjang umur penggunaan dari sumber daya tersebut. Pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan pertimbangannya bukan hanya pada aspek ekonomi dan kesejahteraan petani, melainkan mencakup kelestarian sumber daya alam dan hubungannya dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Untuk mengkaji apakah pengelolaan sumber daya alam yang sedang atau akan dilakukan dapat berkelanjutan atau tidak, pendekatannya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menggunakan pendekatan sistem, yaitu dengan cara mempertimbangkan secara menyeluruh dari berbagai aspek (komponen biotik dan abiotik). Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

a. Peternakan Sapi Potong
Peternakan sapi potong yang akan dijelaskan adalah peternakan sapi potong yang diintegrasikan dengan pertanian padi sawah, seperti yang telah dikembangkan di Sragen (Jawa Tengah). Peternakan sapi potong ini dilakukan dengan cara berikut. 1) Kandang sapi ditempatkan pada suatu tempat yang dikelola secara kelompok. Tiap orang memiliki sapi yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan peternak. Lokasi kandang sapi dipilih di tempat yang tidak merugikan lingkungan sekitarnya berdasarkan hasil musyawarah kelompok peternak. Anggota kelompok peternak adalah masyarakat petani di sekitar peternakan sapi potong sehingga tiap-tiap anggota memiliki tanggung jawab dan kepedulian pada usaha peternakan tersebut.

18

2) Pakan sapi diperoleh dari dari jerami padi yang ada di sekitar peternakan. Caranya setelah padi dipanen, semua jerami diambil dan disimpan di gudang penyimpanan. Pakan ternak yang disimpan dapat memenuhi kebutuhan pakan sampai pada musim panen berikutnya. 3) Kotoran/limbah ternak ditampung dan diolah menjadi pupuk yang digunakan untuk memupuk lahan pertanian di sekitarnya, sehingga lahan pertanian menjadi lebih subur. Keuntungan yang diperoleh secara ekonomis oleh peternak di antaranya sebagai berikut. 1) Menampung tenaga kerja untuk memelihara sapi mulai dari yang mengawasi kesehatan sapi, memberi pakan setiap jam makan, membersihkan kotoran termasuk sisa bekas pakan, menyediakan air bersih untuk diminum, menjaga keamanan di waktu siang dan malam, pengangkut jerami dari sawah ke gudang penympanan, pengolah kotoran menjadi pupuk, sampai pada bagian penjualan sapi ke masyarakat yang membutuhkan. 2) Pendapatan sampingan dari usaha ternak sapi, yaitu dari penjualan pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan kotoran ternak. 3) Harga jual ternak memiliki daya saing yang tinggi karena sapi potong yang dijual memiliki kesehatan yang baik dan besar sapi yang ideal karena dipelihara dengan baik sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan. 4) Produksi padi terus meningkat karena unsur hara yang dibutuhkan selalu tersedia. Keuntungan yang diperoleh secara ekologis oleh peternak di antaranya sebagai berikut. 1) Siklus atau aliran energi bersifat semi tertutup karena energi yang dibutuhkan akan dikembalikan lagi ke sawah dalam bentuk pupuk; walaupun daging sapinya dimakan oleh masyarakat di luar peternak. 2) Banyaknya sapi potong yang diusahakan disesuaikan dengan jumlah pakan yang ada sehingga tidak merusak vegetasi yang lainnya. 3) Limbah yang terbuang tidak mengotori lingkungan karena diolah menjadi pupuk organik yang sangat bermanfaat sebagai penyedia unsur hara. 4) Sapi dipelihara dalam kandang sehingga tidak merusak lingkungan yang lain seperti bekas injuakan kaki dapat merusak struktur tanah dan pakan tidak mengganggu tanaman yang lain. Keuntungan yang diperoleh secara lingkungan oleh peternak di antaranya sebagai berikut. 1) Bau kotoran tidak mengganggu masyarakat karena ditempatkan dekat dengan sumber pakan.

19

2) Tanaman/vegetasi yang lain tidak terganggu karena sapi dipelihara dengan sistem kandang. 3) Tenaga sapi dapat digunakan untuk menyiapkan lahan siap tanam pada lahan pertanian. 4) Pengolahan limbah ternak dapat dipadukan dengan pengolahan gas bio sehingga menghasilkan energi sebagai bahan bakar rumah tangga dan mengurangi pencemaran udara oleh gas metan(CH4) yang dihasilkan oleh kotoran ternak.

b. Pertanian Organik
Pertanian organik yang akan dijelaskan adalah pertanian organik holtikultura yang diintegrasikan dengan peternakan seperti yang telah dikembangkan di Bogor dan Pangalengan (Jawa Barat). Pertanian organik ini dilakukan dengan cara berikut. 1) Tanah yang akan ditanami dibiarkan tidak diolah selama 3-5 tahun agar racun yang ada pada tanah dapat hilang. 2) Pengolahan tanah tidak menggunakan mesin yang dapat mencemari udara dan tanah. 3) Tanah diolah dengan menggunakan tindakan konservasi yang sesuai agar ketebalan dan kesuburan tanah dapat dipertahankan. 4) Pupuk yang digunakan yaitu pupuk yang diolah secara manual dari sisa tanaman dan kotoran ternak secara berimbang sesuai dengan kebutuhan. 5) Hama penyakit tanaman dibersihkan secara manual dan tidak menggunakan pestisida sehingga organisme lain yang tidak mengganggu tidak musnah. Keuntungan yang diperoleh secara ekonomis oleh petani di antaranya sebagai berikut. 1) Harga jual hasil pertanian organik memiliki daya saing yang tinggi terutama di pasaran internasional. 2) Sayuran atau buah-buahan yang dijual relatif lebih awet dari tanaman yang lain. 3) Permintaan produk dari pertanian organik setiap tahun terus meningkat, bahkan petani organik belum mampu menyediakan jumlah yang diminta oleh pasar. Keuntungan yang diperoleh secara ekologis oleh petani di antaranya sebagai berikut. 1) Keseimbangan ekologis dapat dipertahankan karena terbebas dari pestisida. 2) Keanekaragaman hayati dan plasma nuftah di alam dapat dipertahankan dan berkembang secara alamiah.

20

3) Ketahanan ekosistem semakin kuat karena diversifikasi flora dan fauna tidak terganggu. Keuntungan yang diperoleh secara lingkungan oleh petani di antaranya sebagai berikut. 1) Air tanah dan permukaan bebas dari pestisida dan polutan pertanian. 2) Udara bebas dari pestisida dan gas methan(CH4) karena tanaman tidak digenangi air dan proses pembuatan kompos gas bio-nya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. 3) Biota dan tanaman lain tidak terganggu.

C.Pemanfaatan

Sumber

Daya

Alam

Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi
Pada awalnya proses energi yang ada di alam berjalan seimbang karena alam juga ikut sebagai penyeimbang. Apabila ada populasi tertentu yang berkembang sangat cepat maka populasi itu akan terkena wabah dan kembali kondisi semula. Contohnya, ekosistem kolam yang ditumbuhi eceng gondok. Suatu saat eceng gondok akan berkembang dengan cepat dan menutup seluruh permukaan kolam. Oksigen yang ada di air menjadi berkurang dan semua biota air termasuk eceng gondok ikut mati. Manusia sebagai pengelola sumber daya alam tentunya tidak akan mengikuti contoh tersebut. Setiap proses energi tidak ada yang sempurna sehingga selalu menghasilkan entropi atau limbah. Oleh karena itu, setiap ada peningkatan kegiatan industri maka akan terjadi peningkatan limbah yang dikeluarkan kea lam. Pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut. 1. Penghematan sumber daya alam yang digunakan dalam proses energi dan industri. 2. Proses penambangan sumber daya alam tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. 3. Sumber daya alam yang ditambang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. 4. Proses penggunaan sumber daya alam tidak menimbulkan entropi atau limbah. Tuntutan ekoefisiensi dalam pemanfaatan sumber daya alam pada saat ini sangat mendesak karena populasi manusia berkembang dengan cepat, sedangkan sumber daya alam yang dapat memenuhi kebutuhan hidup semakin terbatas. Bahkan, dalam perdagangan bebas saat ini produk yang tidak ekoefisiensi akan ditolak di pasaran dunia. 21

Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi.

1. Penggunaan Air Bersih
Air yang dikelola oleh perusahaan air minum diambil dari sebagian mata air tanpa mengurangi fungsi mata air untuk mengairi sungai. Saluran air yang digunakan betulbetul saluran yang tidak mencemari air dan tidak menimbulkan kebocoran. Kelebihan air ditampung sebagai cadangan untuk kebutuhan di musim kering atau untuk perluasan layanan. Saluran air yang digunakan untuk mendistribusi ke pelanggan menggunakan saluran yang bersih dan tidak mudah bocor. Penggunaan air di konsumen betul-betul sesuai dengan kebutuhan. Air limbah rumah tangga disalurkan ke tempat pembuangan (petak-petak penampungan air) yang telah disediakan. Kemudian air tersebut kotorannya diendapkan dan airnya dapat digunakan untuk mengairi taman/tanaman. Sebagian hasil retribusi air bersih digunakan untuk reboisasi di daerah sekitar mata air yang digunakan sebagai sumber air bersih.

2. Industri Kertas
Bahan baku yang digunakan berasal dari hutan produksi tebang pilih secara selektif. Kayu yang diambil betul-betul sudah layak terbang dan dalam proses penebangan kayu tidak merusak tanaman dan satwa yang lainnya sehingga hutan produksi masih terus berproduksi secara lestari. Mesin pengolahan yang digunakan adalah mesin yang hemat bahan baku dan bahan bakar sehinhgga limbah yang dihasilkan tidak terlalu banyak dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Air yang digunakan untuk proses industri tidak mengurangi kebutuhan air masyarakat sekitar, misalnya diambil dari sungai. Air buangannya kemudian ditampung dan diolah kembali sehingga air yang dibuang ke sungai kualitasnya sama dengan air sebelum digunakan. Limbah bubur kayu (pulp) dan debu kertas ditampung dan digunakan untuk gas bio dan pupuk pertanian. Debu dan gas buangan dalam proses industri disaring melalui filter yang standar atau disertai dengan penanaman pepohonan di sekitar halaman yang kosong sehingga polutan dapat diserap oleh pepohonan. Pepohonan yang ditanam adalah bukan tanaman buah-buahan melainkan tanaman yang diusahakan kayunya agar tidak mencemari manusia. Prinsip pengelolaan sumber daya alam yang bersifat ekoefisiensi seperti yang diuraikan tadi, apabila dapat diaplikasikan maka akan terjadi penghematan sumber daya

22

alam dengan hasil yang setinggi-tingginya, tidak mencemari lingkungan, dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah memeberikan mutu kehidupan yang layak sehingga akan mencapai keseimbangan.

Kesimpulan
Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam, baik itu berupa makhluk hidup maupun benda mati yang terdapat di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kekayaan alam di muka bumi banyak ragamnya, baik berupa benda yang langsung dapat dimanfaatkan maupun benda yang harus diolah terlebih dahulu. Sumber daya alam berdasarkan bentuknya dapat dikelompokkan ke dalam 5 kelompok, yaitu sumber daya lahan/tanah, sumber daya hutan, sumber daya air, sumber daya laut, sumber daya mineral. Sumber daya alam berdasarkan ketersediaannya dibagi atas sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Menurut Barlow (1972) sumber daya alam dikelompokkan ke dalam 3 kelompok yaitu sumber daya alam yang dapat diperbarui, sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan. Potensi dan persebaran sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui meliputi sumber daya energi yaitu batubara, minyak bumi, gas bumi, dan panas bumi. Sedangkan sumber daya mineral berupa bijih timah, nikel, bauksit (biji aluminium), emas dan perak, tembaga, dan intan. Persebaran sumber daya alam yang dapat diperbarui yaitu air sungai, danau/waduk, laut, angin/udara, suhu, kelembapan udara dan sinar matahari, dan bulan. Sumber daya alam yang mempunyai sifat gabungan yaitu pertanian, hutan, margasatwa, padang rumput, perikanan, peternakan dan lahan/tanah. Pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan yaitu pertanian padi sawah dan pertambangan batubara. Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan seperti peternakan sapi potong dan pertanian organik. Pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi contohnya penggunaan air bersih dan industri kertas.

23

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan tuntunan tangan-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah Geografi tentang “Persebaran Sumber Daya Alam“ ini dengan segala baik. Dalam makalah ini akan dibahas tentang potensi dan persebaran sumber daya alam, baik sumber daya alam yang dapat diperbarui maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, dan pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi. Halhal tersebut akan dibahas secara keseluruhan dalam makalah ini. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Tak lupa kritik maupun saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Tomohon, Maret 2007

Tim Penyusun

24

Daftar Isi
i Kata Pengantar Daftar Isi A. 1. 2. Diperbarui 3. 4. ............................................................................................. i

......................................................................................................... ii Potensi Dan Klasifikasi Persebaran 1 Sumber Daya 1 Alam Sumber Daya Alam

.............................................

......................................................... ......... 3 SDA Yang 8 Memiliki 11

Potensi dan Persebaran SDA Yang Tidak Dapat Persebaran SDA Yang Dapat Sifat Diperbarui Gabungan

............................................. ............................................. B. 1. Lingkungan 2.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan .................................................................................. 15 Pengelolaan .......... 15 Sumber 17 Data Alam Berkelanjutan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan

Dan Berkelanjutan

.................................. C.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berdasarkan .................................................................................. 21

Prinsip Ekoefisiensi

25

1. 2.

Penggunaan Industri

Air 21

Bersih Kertas 22

......................................................................

..................................................................................

Kesimpulan ........................................................................................................... 23

ii

MENGENAI

26

DISUSUN OLEH : Kelompok 3 Isaura Kojongian Iis Saur Injilika Makalew Hendra Ulaen Gratia Ruru Hety Mukuan Karla Rumondor

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->