P. 1
Struktur Tubuh Tanaman, Santi

Struktur Tubuh Tanaman, Santi

|Views: 38|Likes:
Published by Fendy Victor

More info:

Published by: Fendy Victor on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2012

pdf

text

original

Struktur , Jaringan , Jenis & Fungsi Akar Pada Tumbuhan

Struktur, Jaringan , Jenis & Fungsi Akar Pada Tumbuhan - Akar merupakan bagian tubuh tumbuhan yang berada dalam tanah. Bentuk akar sebagian besar meruncing. Terkadang, akar memiliki ujung yang berwarna cerah. Kami akan membahas akar secara tuntas sampai ke akar akarnya ( LOh?? Mbulet ae haha ) dimulai dari apa sih fungsi akar pada tumbuhan itu ? lalu apa saja jenis jenis akar yang selama ini ada ? Bagaimana dengan struktur serta jaringan dari akar pada tumbuhan ?. Simak Artikel tentang Struktur , Jaringan , jenis & Fungsi Akar Pada Tumbuhan ini.

Fungsi Akar Pada Tumbuhan Adapun fungsi akar pada tumbuhan secara umum sebagai berikut. 1) Sebagai penyokong Batang Tumbuhan 2) tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah) karena memiliki kemampuan menerobos lapisan-lapisan tanah. 3) Menyerap garam mineral dan air melalui bulu-bulu akar. 4) Pada beberapa tanaman, akar digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan cadangan, misalnya wortel dan ketela pohon. 5) Pada tanaman tertentu, seperti jenis tumbuhan bakau (Rhizopora sp.) akar berperan untuk pernapasan. 6) Alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu.

Jenis Jenis Akar Tumbuhan Berdasarkan jenisnya, akar tumbuhan terbagi menjadi tiga jenis , yaitu jenis akar tunggang , jenis akar serabut dan jenis akar adventif. Jenis akar tunggang dimiliki oleh akar tumbuhan dikotil, sedangkan Jenis akar serabut dimiliki oleh akar tumbuhan monokotil. Pada Jenis akar tunggang terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. ( Jenis Akar Tunggang Tumbuhan ) Sementara pada jenis akar serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama. Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyak banyaknya, cabang tidak menjadi besar, dan akar primer selanjutnya mengecil, bentuknya mirip benang-benang. Perhatikan Gambar 1. ( Jenis Akar Serabut Tumbuhan )

Gambar 1. Sistem akar tunggang dan sistem akar serabut Sedangkan jenis perakaran adventif, merupakan akar yang tumbuh dari setiap bagian tubuh tanaman dan bukan akar primer. Misalnya akar yang keluar dari umbi batang, akar yang keluar dari batang (cangkokan). ( Jenis Akar Adventif Tumbuhan )

Gambar 2. Akar liar (adventitious) pada tanaman jagung Selain menjulur dari dasar tunas, akar tumbuhan juga dapat keluar dari permukaan tanah. Akar demikian bisa muncul dari batang ataupun daun. Kita dapat menyebut akar yang tumbuh pada bagian yang tidak semestinya ini dengan nama akar liar atau adventitious (lihat Gambar 2.). Akar liar berfungsi sebagai penyangga dan penyokong batang tumbuhan yang menjulang tinggi. Sebagai contoh ialah akar tanaman jagung yang tumbuh dari batangnya. Struktur & Jaringan Penyusun Akar pada tumbuhan Secara morfologi dan anatomi Secara morfologis ( dipotong membujur ) Struktur dan Jaringan akar terdiri atas : leher akar (pangkal akar), batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, ujung akar, dan tudung akar (kaliptra). Perhatikan Gambar 3.

floem. bagian ujung akar yang berfungsi sebagai pelindung mesistem saat akar memanjang menembus tanah disebut tudung akar. parenkim. Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang dilindungi kaliptra (tudung akar). Selanjutnya. disebut zona perpanjangan sel. Sementara. Meristem apikal selalu membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Pembelahan meristem apikal membentuk daerah pemanjangan. Selain itu. Akar dan bagian-bagiannya Bagian akar yang secara langsung terhubung dengan batang disebut leher akar. ada juga akar halus bercabang-cabang yang disebut serabut akar. Sementara bagian yang berada di antara leher dan ujung akar dinamakan batang akar. Perhatikan Gambar 4. . sel-sel akar berkembang menjadi beberapa sel permanen. Misalnya beberapa sel terdiferensiasi menjadi xilem. Lalu. akar juga memiliki bagian menonjol pada batang yang membentuk cabang akar. Di belakangnya terdapat zona diferensiasi sel dan zona pendewasaan sel. Bagian ini dinamakan rambut akar. dan sklerenkim. Sel-sel baru terbentuk pada bagian tudung akar atau bagian dalam meristem apikal. akar juga memiliki bagian yang mengalami diferensiasi pada jaringan epidermisnya.Gambar 3. Pada zona diferensiasi sel.

2) Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapislapis.Gambar 4 Struktur morfologi akar Secara anatomi ( dipotong melintang ) Struktur dan jaringan penyusun akar tumbuhan sebagai berikut : 1) Epidermis terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat. dan sklerenkim. dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Jaringanjaringan yang terdapat pada korteks antara lain: parenkim. . Dinding selnya tipis sehingga mudah ditembus air. Rambut rambut akar berfungsi memperluas bidang penyerapan. Memiliki rambut-rambut akar yang merupakan hasil aktivitas sel dari belakang titik tumbuh. kolenkim.

13 pita kaspari) .Gambar 5. Deretan sel-sel endodermis dengan penebalan gabusnya dinamakan pita kaspari. berikut. Pita kaspari ini tidak tembus air dan zat-zat terlarut lainnya. Penebalan tersebut membentuk huruf U. Pita Kaspari pada sel endodermis. Sel ini bersifat impermiabel sehingga tidak dapat dilalui air. Penebalan gabus ini tidak dapat ditembus oleh air.Pada lapisan endodermis juga ditemui lapisan yang mengalami penebalan zat gabus.. Sel endodermis dengan penebalan gabus ini sulit ditembus oleh air. . Jaringan penyusun anatomi akar secara umum dapat Anda amati pada Gambar 6. (Gambar 2. sehingga air harus masuk ke silinder pusat melalui sel endodermis yang terletak segaris dengan xilem yang dindingnya tidak menebal. Air dan zat-zat terlarut yang melewati endodermis harus melalui protoplasma yang melekat pada pita kaspari dan melalui dinding sel yang letaknya sejajar dengan silinder pusat. 3) Endodermis terletak di sebelah dalam korteks. yang disebut sel penerus air. sehingga disebut sel U. Dinding selnya mengalami penebalan gabus. Jadi Endodermis merupakan pemisah antara korteks dengan stele serta berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat. Endodermis berupa satu lapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. 4) Stele (silinder pusat) terletak di sebelah dalam endodermis. Berkas pengangkutan terdapat di antara stele.

artikel ini saya ambil dari ( BSE ): Biologi Kelas IX karangan Purnomo. .Gambar 6. Jaringan . Moekti A. Meirina Arif Biologi untuk SMA / MA Kelas IX Program IPA karangan Faidah Rachmawati . Siapa bilang BSE tidak bermutu ^_^. KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD BUKU BUKU BSE INI LEWAT ARSIP KAMI Semoga Apa yang beliau tulis dapat dicerna oleh teman teman semua ^_^. Trijoko. Biologi SMA / MA Kelas IX karangan Siti Nur Rochmah . Bagaimana struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan tumbuhan Monokotil ? Apa perbedaan di antara keduanya? Selengkapnya Pada Artikel Berikut :   Akar Tumbuhan Dikotil Akar Tumbuhan Monokotil Demikian artikel "Struktur .com adalah "Mari kita gunakan BSE!. Suwarni hadisusanto. Sudjino.Ari Wijayati Praktis Belajar Biologi 2 Karangan Fictor F . Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Dikotil dan akar tumbuhan Monokotil yang diamati secara melintang Anda telah mempelajari Struktur . Jenis & Fungsi Akar Pada Tumbuhan" ini saya susun. Jenis & Fungsi Akar Pada Tumbuhan. Sri Widayati . Mari kita mudahkan pencarian informasi untuk pendidikan!!!" Struktur . Pesan yang hendak disampaikan sentra-edukasi. Nurul Urifah . Jaringan . Jaringan & Fungsi Akar Pada Tumbuhan secara umum.

Dengan struktur demikian. Beberapa sel tumbuhan memiliki diameter sampai 1 mm atau lebih. Kelompok sel tumbuhan tertentu membentuk suatu kelompok sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama dan disebut jiringan. bentuk. Namun. yaitu terdiri atas: akar. Ciri khas yang lain dari sel tumbuhan adalah memiliki vakuola yang besar yang berperan sebagai tempat cadangan makanan dan memelihara kekakuan dinding sel dari cengkraman stress lingkungan. yaitu protoplas dan dinding sel. seperti di daerah perairan dun gurun pasir yang tandus. Berikut akan diuraikan karakateristik dari kedua macam jaringan tersebut secara rinci. Adanya variasi dari ketiga struktur dasar tersebut memungkinkan tumbuhan dapat melangsungkan kehidupannya dalam lingkungan yang beragam. yaitu: sistem pucuk-(shoot system) yang terletak di bagian atas tanah yang membentuk organ batang. sel tumbuhan memiliki organel khusus untuk fotosintesis. melalui batang dan membawanya hingga sampai di daun untuk bahan dasar fotosisntesis dengan bantuan sinar matahari. Ada yang berbentuk seperti kubus. . Tumbuhan memiliki karakteristik dalam struktur dan fungsi khusus untuk menunjang kehidupannya di daratan tersebut. tumbuhan memiliki dua sistem organ. Sedangkan. tunas. Pola struktur jaringan tumbuhan bervariasi dalam setiap jenis tumbuhan yang tergantung pada tahap pertumbuhan dan perkembangan dari tumbuhan itu sendiri. di antaranya sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang nyata dan bersifat kaku sehingga tumbuhan tidak dapat bebas berpindah tempat sebagaimana hewan. elips. Umumnya. maka jenis jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua.A.100 m. tumbuhan berbiji memiliki struktur dasar organ yang sama. Semua organisme tersusun oleh sel yang memiliki variasi dalam bentuk. Sel dan Jaringan Tumbuhan Secara evolusi. Berdasarkan aktivitas pembelahan sel selama fase pertumbuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan. jaringan pada tumbuhan berasal dari pembelahan sel embrional yang berdiferensiasi menjadi bermacam-macam bentuk vang memiliki fungsi khusus. kotak. ukuran rata-rata sel tumbuhan berkisar antara 10 . ukuran. daun. sehingga dapat dilihat langsung dengan mata biasa. Kloroplas mengandung pigmen klorofil yang dapat mengabsorpsi energi matahari dan dapat mengubah senyawa anorganik (CO. yaitu kloroplas (plastida). prisma. dinding sel bersifat tidak hidup. dan-air) menjadi senyawa karbohidrat yang dapat digunakan oleh makhluk hidup lain sebagai makanan. poligonal. Di samping itu. Bentuk sel tumbuhan bermacam-macam. maka tumbuhan hijau merupakan produsen bagi organisme lain dan bersifat fotoautotrof. dan fungsi pada setiap jenis tumbuhan. yang terletak di bawah tanah membentuk organ akar umbi. dan daun. ketiga struktur organ tersebut memiliki variasi dalam hal ukuran. dan akar rimpang (rizoma). dan fungsi. tumbuhan mempunyai dua bagian utama. yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan karena memiliki struktur khusus. bunga. dan biji. pada dasarnya. memanjang seperti serabut dan ada yang seperti pipa. secara umum. semua jenis tumbuhan memiliki dasar persoalan yang sama yaitu bagaimana mereka dapat memperoleh air dari dalam tanah. batang. buah. tumbuhan berbiji merupakan organisme yang telah teradaptasi dengan lingkungan di daratan. sistem akai (root systen). Protoplas terdiri atas bagian-bagian yang bersifat hidup dan tidak hidup.

terdapat di antara jaringan dewasa. Jaringan dewasa ada yang sudah tidak bersifat meristematik lagi (sel penyusunnya sudah tidak membelah lagi) sehingga disebut jaringan permanen. Meristem terdapat pada bagian-bagian tertentu saja pada tumbuhan. yaitu bagian kambium gabus yang mengarah ke luar membentuk felem 3) feloderm. Berdasarkan letaknya. meristem dibedakan atas: a) meristem apikal (meristem ujung) terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang serta ujung akar. yaitu meristem primer dan meristem skunder. Jaringan Permanen ( Jaringan Dewasa ) Jaringan dewasa merupakan kelompok sel tumbuhan yang berasal dari pembelahan sel . Pada umumnya.sel mati 2) felogen. misalnya pada pangkal ruas batang.sel meristem dan telah mengalami pengubahan bentuk yang disesuaikan dengan fungsinya (Diferensiasi). Meristem sekunder berasal dari jaringan dewasa yang selselnya telah berkembang lebih lanjut (terdiferensiasi). Vakuola sel meristem sangat kecil dan tersebar di seluruh protoplasma. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang belum terdiferensiasi. isodiametris. jaringan meristem digolongkan menjadi dua.1. Dari jaringan meristem sekunder akan menghasilkan pertumbuhan sekunder yang menyebabkan batang menjadi bertambah besat misalnya aktivitas kambium pada batang tumbuhan clikotil akan menghasilkan pembuluh kayu (xilem) ke bagian dalam dan pembuluh tapis (floem) ke bagian luar. sel-sel penyusun jaringan meristem berdinding tipis. Jaringan Meristem ( Jaringan Embrional ) Meristem adalah jaringan yang sel-selnya mampu membelah diri dengan cara mitosis secara terus menerus (bersifat embrional) untuk menambah jumlah sel-sel tubuh pada tumbuhan. Selain itu. Meristem primer biasanya terdapat pada ujung (pucuk) batang dan ujung akar. yaitu bagian vang dibentuk felogen kearah dalam dan merupakan jaringan yang sifatnva serupa parenkim dan terdiri atas sel-sel hidup. yaitu jaringan gabus itu sendiri yang tersusun atas sel . Meristem primer berasal dari jaringan embrional (embrio/lembaga) yang membelah secara mitosis dan menghasilkan pertumbuhan primer pada tumbuhan sehingga menyebabkan tumbuhan dapat bertambah tinggi. Kambium gabus terdiri atas tiga bagian yaitu: 1) felem. c) meristem lateral (meristem samping). b) meristem interkalar/aksilar (meristem antara). dan relatif kaya akan protoplasma. . Berdasarkan asal terbentuknya. biasanya pada tumbuhan dikotil. terdapat kambium gabus (felogen) yang juga merupakan bagian dari pertumbuhan sekunder yang disebut periderm. misalnya kambium dan kambium gabus. 2. Kemampuan jaringan meristem untuk bermitosis secara terusmenerus menyebabkan tumbuhan dapat bertambah tinggi dan besar. terletak sejajar dengan permukaan organ.

dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin. dan akar. ]aringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu vang tidak mengalami penebalan sekunder. jaringan dewasa pada tumbuhan dibedakan menjadi empat macam jaringan yaitu: a. dan susunan. Trikoma ini berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen. Seperti kita temukan pada biji dan daun pinus. yaitu senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penvusun dinding sel sehingga membentuk lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Jaringan Dasar (Parenkim) c. batang. a. Jaringan Penyokong d. Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya . Jaringan Parenkim ( Jaringan Dasar) Parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk. Pada beberapa tumbuhan vang berumur panjang. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi. bagian bunga. seperti: daun. Dinding sel epidermis ada yang tipis. garam. Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan f ungsinva diantaranya adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat pertukaran gas dan uap air. Bentuk.Berdasarkan bentuk dan fungsinya. biji. ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh. buah. ukuran. Jaringan Pengangkut. Jaringan Epiderm b. dan gula. rambut akar merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola besar. serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. Ciri khas sel epidermis adalah sel--selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. maupun fungsinya berbedabeda. Jaringan Epidermis Epidermis rnerupakan jaringan paling luar vang menutupi permukaan organ tumbuhan. b. ukuran. epidermis digantikan oleh jaringan gabus. Dinding luar sel epidermis biasanva mengandung kutin. bila batangnya menua. Di permukaan luar kutikula kadangkala kita temukan lapisan lilin vang kedap air untuk mengurangi penguapan air. trikoma yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan sekunder.

lemak atau protein. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain. seperti pada parenkim xilem. misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok . misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan. serta lentur. oleh karena itu disebut jaringan dasar. Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan. Sel parenkim memiliki banyak fungsi. dan jari-jari empulur. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). mesofil daun. akar rimpang (rizoma). dan endosperma biji. Berdasarkan fungsinya. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola. yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis. tepung. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula.memungkinkan. dan buah. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar. batang yang berwarna hijau. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya. misalnya pada daun. yang berperan penting sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis.sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air. misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya. atau biji. sel. misalnya: pada empulur batang. Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan. 3) Parenkim Air Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering. Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. parenkim floem. Di dalam selnya terdapat kloroplas. umbi akaL umbi lapis. daging buah. yaitu: 1) Parenkim Asimilasi Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan. 4) Parenkim Udara Ruang antar selnva besar. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim semacam ini disebut klorenkim. 2) Parenkim Penimbun Biasanya terletak di bagian dalam tubuh. seperti pada parenkim xilem.

Sel – sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari kolenkim bervariasi. Kolenkim terdapat pada batang. 3. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel . Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai selsel parenkim. yaitu sklereid dan serabut. sedangkan serabut sel – selnya.sel meristem. kolenkim lamelal. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut. kolenkim anular. panjangsklereid berasal dari sel-sel parenkim. kulit biji dan mesofil daun. 2) Sklerenkim Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan. misalnya pada tempurung kelapa. karena sel-sel penyusunnya hanya terdiri atas satu tipe sel 1) Kolenkim Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis. artinya mampu membentang. dan akar.C. yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler).selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. buah. Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan. kolenkim angular (kolenkim sudut). Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. d. Jaringan Penyokong Jaringan penyokong atau jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel kolenkim dan sklerenkim. ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang seperti serabut dengan ujung tumpul. daun. sedangkan serabut berasal dari sel . 2. merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel. tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya membujur. Jaringan Pengangkut Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan floem. . bagianbagian bunga. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Kedua bentuk jaringan ini merupakan jaringan sederhana.sel pendek. merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa. Sel – selnya membentuk jaringan yang keras. Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun. yang sel . sedangkan floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. sel kolenkim dibedakan atas: 1. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel.

Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis. dan daun. asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. organ pada tumbuhan dibedakan menjadi organ sebagai alat hara (orgnna nutritiaum). parenkim. 2) Floem Pada prinsipnya. dan organ reproduksi (organa reproductikum). Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang. Akar memiliki bagian pelindung berupa tudung akar yang tidak dimiliki oleh organ lain. Akar primer terbentuk dari bagian ujung embrio dan dari perisikel. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian rupa sehingga merupakan deretan sel memanjang (ujung bertemu ujung) membentuk pipa panjang (kapiler). adalah pada trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang). sedangkan pada trakeid berlangsung lewat noktah (celah) antar sel selnya. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Organ Pada Tumbuhan Tumbuhan memiliki bermacam-macam organ yang tersusun atas beberapa jaringan tumbuhan. berupa plasmodesmata yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya. serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal dan bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh xilem. sel pengiring. serabut. akar dapat dibedakan atas akar primer dan akar adventitif. B.Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda. Alat hara meliputi akar. hanya ada celah (noktah). berdinding sekunder dari lignin dan tidak mengandung kloroplas sehingga berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya. sedangkan organ reproduksi berupa putik dan benang sari yang terdapat pada bunga. atau jala. Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang. Akar Akar merupakan organ tumbuhan yang penting karena berperan sebagai alat pencengkeram pada tanah/penguat dan sebagai alat penyerap air.1) Xilem Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda. Xilem juga tersusun atas serabut. floem merupakan jaringan parenkim. Bentuk penebalan pada dinding trakea dapat berupa cincin spiral. batang. yang membentuk kulit kayu pada batang. sedangkan akar adventitif berkembang dari akar yang telah dewasa selain dari . Transpor air dan mineral pada trakea berlangsung melalui perforasi ini. dan sklerenkim. Berdasarkan fungsinya. Unsur penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk. yaitu buluh tapis. sklerenkim. 1. Berdasarkan asal terbentuknya. Sedangkan pada trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung selnya. Dengan bentuk seperti ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula.

Lapisan terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun atas sel –sel yang tersusun rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel. Sel-sel endodermis membentuk pita kaspari. maka akan terlihat struktur sel dan jaringan penyusun akar. Apabila kita membuat irisan melintang akar muda. Pada zona pematangan. sebelah dalam perisikel terdapat berkas pengangkut xilem dan floem. Pada kebanyakan tumbuhan dikotil dan gimnospermae. yaitu epidermis. Menuju ke atas. tersusun seperti bentuk bintang. Epidermis akar biasanya satu lapis. endodermis dan stele (silinder pusat). sedangkan pada tumbuhan monokotil. berkas pembuluh tersusun dalam suatu lingkaran sehingga korteks terdapat di bagian luar lingkaran dan empulur di bagian dalam lingkaran. mulai dari yang paling ujung disebut ujung akar. 2. Di sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang bersambung membentuk silinder dan memisahkan korteks dari slinder berkas pengangkut di sebelah dalamnya. PErmukaan sel epidermis sebelah luar membentuk tonjolan yaitu berupa rambut atau bulu akar. Kambium merupakan jaringan meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder. yaitu penebalan dari suberin dan lignin pada sisi radial. Korteks akar terutama terdiri atas jaringan parenkim yang relative renggang dan sedikit jaringan penyokongnya. berdinding tipis. Akibat adanya penebalan ini. Pada irisan membujur akar akan terlihat bagian-bagian akar. pemanjangan sel ini berguna untuk mendorong ujung akar (termasuk meristem) kedepan. sehingga sering disebut sebagai perikambium. sistem perakaran berupa akar tunggang yang memiliki satu akar pokok yang besar. xilem tersusun di bagian dalam lingkaran. Di sebelah dalam lapisan epidermis sering terdapat selapis atau beberapa lapis sel membentuk jaringan padat yang disebut hipodermis atau eksodermis yang dinding selnya mengandung suberin dan lignin. xilem dan floem letaknya berselang-seling. sejajar sumbu akar. Pada tumbuhan dikotil ini.perisikel atau keluar dari organ lain seperti dari daun dan batang. terdapat zona pembelahan sel. dan memanjang. Pada zona pemanjangan. zona pembelahan menyatu dengan zona pemanjangan. sel-sel memanjang sampai sepuluh kali panjang semula. Lapisan ini disebut endodermis. Batang Pada tumbuhan dikotil. Peranan perisikel terutama sebagai awal terbentuknya cabang akar tempat terjadinya kambium vaskuler. Bagian luar yang berbatasan dengan endodermis adalah perisikel yang tersusun atas sel-sel parenki berdinding tipis dan mempunyai potensi meristematik. yang berupa rambut dan berukuran relatif sama. Di antara floem dan xilem terdapat cambium yang menyebabkan pertumbuhan sekunder pada tumbuhan dikotil. Silinder pusat akar (stele) tersusun atas berkas pengangkut. berturut – turut. kambium gabus dan berperan dalam proses penebalan akar. Bagian ini dipisahkan dari korteks oleh endodermis. larutan tidak bisa menembusnya. Xilem pada tumbuhan dikotil mengumpul di bagian tengah silinder pusat. Dinding sel epidermis tersusun dari bahan selulosa dan pectin yang menyerap air. korteks. sedangkan pada tumbuhan monokotil berupa akar serabut. pada daerah ini terdapat meristem apikal dan turunannya yang disebut meristem primer. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar (kaliptra). . zona pemanjangan akan bergabung dengan zona pematangan. Semakin keatas . Kemudian dari ujung akar ke arah atas. sel – sel jaringan akar menyelesaikan dan menyempurnakan diferensiasinya.

Struktur daun dapat dilihat dari: bentuk tulang daun (menvirip. tumpul. Empulur mempunyai ruang antarsel yang nyata dan tersusun atas perikambium yang disebut perisikel. Stomata tersusun atas sel penutup dan sel tetangga yang banyak mengandung kloroplas. Adanya stomata memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara sel – sel fotosintetik dibagian dalam daun dengan udara disekitarnya. tepi daun (bergerigi. yaitu adanya stoma yang dalam jumlah banyak disebut stomata.Dua macam kambium yang menghasilkan jaringan sekunder tumbuhan dikotil. berkerut. dan rata). dan bersisik). Tidak hanya sebagai tempat fotosintesis. struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan. Bagian tengah dari struktur anatomi daun juga dapat kita jumpai jaringan parenkim yang menyusun mesofil daun dan terdiri atas parenkim palisade (parenkim pagar / jaringan tiang) dan parenkim spons (parenkim bunga karang. Oleh karena itu. memanjang. berbulu. Fungsi utamanya adalah melangsungkan pengangkutan makanan ke arah radial. beringgit. b) kambium gabus (cork cambium) yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar. menjari. berombak. jorong. kasap. rata. meruncing. dan sejajar). membulat. Stomata juga merupakan jalan keluarnya uap air. perisai. jantung. bentuk ujung daun (runcing. Daun Struktur morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. tumpul. yaitu: a) kambium pembuluh (vascular cambium) yairg menghasilkan xylem sekunder (kayu) ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar. mulai dari empulur sampai dengan floem. Jari-jari empulur berupa pita radier yang terdiri atas sederet sel. membulat. bergiri. melengkung. daun juga berfungsi untuk transpirasi (penguapan air) dan respirasi (pernapasan). dan berduri). jaringan parenkim.meruncing. 3. maka akan kita jumpai bagian-bagian penyusun struktur anatomi daun yang sesuai dengan fungsi daun tersebut. bentuk pangkal daun (runcing. Pada tumbuhan dikotil. Empulur batang tersusun atas jaringan parenkim yang mungkin mengandung kloroplas. dan prmukaan (licin. Parenkim palisade terdiri atas sel – sel yang memanjang di sel –sel bulat dan pada bagian ini banyak terdapat ruang antar sel sebagai tempat pertukaran gas selama fotosintesis berlangsung. bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat. Berkas pengangkut pada daun berfungsi untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis pada daun. Hamper semua daun memiliki berkas pengangkut yang tampak sebagai tulang daun atau urat daun. rompang/ terbelah. Bila kita mengamati preparat irisan melintang daun. dan berlekuk). Tulang daun ini berisi pembuluh angkut xylem dan floem. dan bulat telur). Daun tersusun atas jaringan epidermis. Perikambium dibatasi oleh floem primer di sebelah dalam dan endodermis di sebelah luarnya. lanset. dan jaringan pengangkut. Epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan ini memiliki struktur khusus sebagai adaptasi untuk berkangsungnya proses fotosintesis. . jari-jari empulur tampak berupa garis-garis halus yang membentuk lingkaran tahun.

.garam mineral pada tumbuhan tingkat tinggi.4. bagian ini merupakan modifikasi dari batang. Mahkota bunga ini berperan dalam menarik serangga dan agen penyerbukan yang lain. Proses Pengangkutan Pada Tumbuhan 1. air dan mineral diserap dari dalam tanah menuju sel . sehingga proses pengangkutan disebut pengangkutan vaskuler. Kelopak bunga merupakan bagian bunga yang masih mempertahankan sifat daun. sedangkan sebagian lagi akan mengalami metamorfosis membentuk bagian yang berperan dalam proses reproduksi. Pada putik terdapat kepala putik yang biasanya memiliki permukaan yang lengket sebagai tempat menempelnya serbuk sari. C. Saluran ini menuju ke ovarium pada dasar bunga yang mengandung bakal buah tempat sel telur (gametofit betina). menembus korteks akar. masuk ke stele dan kemudian mengalir naik ke pembuluh xilem sampai pucuk tumbuhan. susunan.sel akar. Selain itu. Putik merupakan alat reproduksi betina pada bunga. Proses Pengangkutan Air dan Garam Mineral Pengangkutan air dan garam . Sebagian masih tetap bersifat seperti daun. seperti pada tumbuhan biji dilakukan melalui dua mekanisme pertama. benang sari terdiri atas kepala sari yang merupakan tempat berkembangnya serbuk sari (gametofit jantan) dan suatu tangkai yang disebut filamen (tangkai sari). selanjutnya diangkut dalam berkas pembuluh yaitu pada pembuluh kayu (xilem). Air dan garam mineral dari dalam tanah memasuki tumbuhan melalui epidermis akar. air dan mineral diserap oleh akar. organ ini bukanlah organ pokok dan rnerupakan modifikasi (perubahan bentuk) dari organ utama yaitu batang dan daun yang bentuk. Bunga Bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan. sedangkan kelopak dan mahkota bunga merupakan modifikasi dari daun yang bentuk dan warnanya berubah. putik memiliki saluran yang disebut tangkai putik. Benang sari merupakan bagian yang berperan sebagai alat reproduksi jantan pada bunga. Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi kuncup bunga sebelum bunga mekar. dan warnanya telah disesuaikan dengan fungsinya sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan. kedua . Mahkota bunga biasanya memiliki warna dan bentuk yang menarik jika dibandingkan dengan kelopak bunga. |ika kita memperhatikan bagian dasar bunga dan tangkai bunga. Pengangkutan ini dilakukan diluar berkas pembuluh. sehingga disebut sebagai mekanisme pengangkutan ekstravaskuler.

Dengan demikian. air masuk dengan cara difusi. Pengangkutan melalui berkas pengangkutan (pengangkutan intravaskuler) Setelah melewati sel . Adapun lintasan aliran air pada pengangkutan simplas adalah sel . Pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah di luar berkas pembuluh ini dilakukan melalui 2 mekanisme. air dan mineral yang terlarut bergerak dalam sitoplasma dan vakuola. b.sel penyusun jaringan tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan). kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain melaluivplasmodesmata. yaitu apoplas dan simplas. Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang di atasnya mengikuti prinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea xilem. setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar.sel korteks. menyebabkan air dapat mencapai bagian silinder pusat. Bagian ujung sel trakea terbuka membentuk pipa kapiler. air dan mineral yang terlarut akan masuk ke pembuluh kayu (xilem) dan selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dari akar menuju batang sampai kedaun.sel trakea. 2. dari sini . . Sistem pengangkutan ini . Pengangkutan Simplas Padap engangkutan ini. dan xilem.sel bulu akar menuju sel . pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah. Pengangkutan Apoplas Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian tak hidup dari akar tumbuhan. Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenis sel. endodermis. 1. air akan bergerak secara bebas di antara ruang antar sel.a. namun bagian yang berperan penting dalam proses pengangkutan air dan mineral ini adalah sel . air dan garam mineral siap diangkut keatas menuju batang dan daun. aliran air secara apoplas tidak tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang oleh lapisan endodermis yang memiliki penebalan dinding sel dari suberin dan lignin yang dikenal sebagai pita kaspari. perisikel. Pengangkutan Ekstravaskuler Dalam perjalanan menuju silinder pusat. Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karena sel . yaitu dinding sel dan ruang antar sel.sel akar.

semakin tinggi intesitas cahaya matahari yang diterima daun. kecepatan transprasi akan semakin tinggi. Pada malam hari. Daya kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem. Tekanan akar juga menyebabkan tumbuhan mengalami gutasi. Adapun transpirasi itu sendiri merupakan mekanisme pengaturan fisiologis yan g herhubungan dengan proses adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan. Akumulasi mineral di dalam stele akan menurunkan potensial air. maka kecepatan transpirasi akan semakin tinggi. Di samping itu. Endodermis yang mengelilingi stele akar tersebut membantu mencegah kebocoran ion . terjadi karena pembuluh kayu (xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. menuju ke bawah sampai ke seluruh kolom air pada xilem sehingga menyebabkan air tertarik ke atas dari akar menuju ke daun. . pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas.ion ini keluar dari stele. Air akan mengalir masuk dari korteks akar. ukuran sel jaringan pengangkut. Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daun secara bersambungan. 2) Instensitas cahaya matahari. Tekanan Akar Akar tumbuhan menyerap air dan €taram mineral baik siang maupun malam. Daya Hisap Daun (Tarikan Transpirasi) Pada organ daun terdapat proses penguapan air melalui mulut daun (stomata ) yang dikenal sebagai proses transpirasi.2. c. sel-sel akar masih tetap menggunakan energi untuk memompa ion – ion mineral ke dalam xilem. Ada beberapa factor yang mempengaruhi proses kecepatan transparasi uap air dari daun. makin tinggi temperature . Biasanya air yang keluar dapat kita lihat pada pagi hari berupa tetesan atau butiran air pada ujung-ujung helai daun rumput atau pinggir daun kecil herba (tumbuhan tak berkayu) dikotil. a. jumlah. Dengan kata lain. ketika transpirasi sangat rendah atau bahkan nol. b. menghasilkan suatu tekanan positif yang memaksa cairan naik ke xilem. 3) Kelembaban udara 4) Kandungan air tanah. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengangkutan Air. Kapilaritas Batang Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem). dan ukuran stomata. transpirasi juga dipengaruhi oleh faktor dalam tumbuhan di antaranya adalah banyaknya pembuluh. Dengan adanya transpirasi membantu tumbuhan dalam proses penyerapan dan transportasi air di dalam tumbuhan. yaitu keluarnya air yang berlebih pada malam hari melalui katup pelepasan (hidatoda) pada daun. Dorongan getah xilem ke arah atas ini disebut tekanan akar (roof pressure). Proses ini menyebabkan sel daun kehilanagan air dan timbul tarikan terhadap air yang ada pada sel – sel di bawahnya dan tarikan ini akan diteruskan molekul demi molekul. yaitu: 1) Temperatur udara.

sedangkan cangkok belah dilakukan untuk tanaman-tanaman yang kulitnya sukar dilepaskan. Mencangkok merupakan salah sattu cara memperoleh perakaran dari suatu cabang tanaman tanpa mcmotong cabang tersebut dari induknya. 4) Lepaskan kulit di antara dua keratan tadi dan buanglah lapisan kambium yang masih melekat pada kayu dengan cara mengeriknya hingga lapisan kambium yang berupa lendir hilang. 2) Pilihlah satu atau dua cabang yang masih sehat.3. pengengkutan pada pembuluh floem dapat berlangsung kesegala arah. Biasanya dipilih dari tanaman yang berkualitas unggul. 3) Buatlah dua buah keratan melingkar pada daerah pangkal cabang. Selain itu. berbeda dengan pengangkutan pada pembuluh xilem yang berjalan satu arah dari akar ke daun. pengangkutan pada pembuluh xylem yang berjalan satu arah dari akar kedaun. Untuk masing – masing pembuluh tapis. tidak terlalu tua. selain caranya mudah. Translokasi merupakan pemindahan hasil fotosintesis dari daun atau organ tempat penyimpanannya ke bagian lain tumbuhan yang memerlukannya. Kedua teknik ini merupakan teknik yang telah banyak digunakan untuk rnemperbanyak tanamin secara vegetative. Jarak antara keratan yang satu dengan yang berikutnya berkisar antara 2-5 cm tergantung besarnya diameter cabang tanaman. yaitu 'cangkok kerat dan cangkok belah. Waktu mencangkok sebaiknva dilakukan pada musim hujan. cangkokan sebaiknya harus selalu disiram untuk mencegah kekeringan. Adapun cara mencangkok adalah? 1) Tentukan satu jenis tanaman yang akan dicangkok. terutama sukrosa. yaitu dari sumber gula (tempat penyimpanan hasil fotosintesis) ke organ lain tumbuhan yang memerlukannya.dan hormon. dan tidak terlalu muda. juga dapat diperoleh keturunan yang banvak dalam waktu yang relatif cepat sehingga cara ini juga efektif untuk membudidayakan tanaman yang tergolong langka. Banyak keuntungan dari teknik ini. ukuran buah. D. arah transport hanya bergantung pada lokasi sumber gula dan tempat penyimpanan makanan yang dihubungkan oleh pipa tersebut. Bila dilakukan pada musim kemarau. ukuran batang dan perawatan tanaman. seperti rasa. Cangkok kerat dilakukan terhadap tanaman vang kulitnya mudah untuk dilepas. Pembudidayaan Tanaman Dengan Teknik Cangkk dan Stek Untuk pernbudidayaan tanaman dapat dilakukan dengan cara menyetek dan mencangkok. Pengangkutan Hasil Fotosintesis Proses pengangkutan bahan makanan dalam tumbuhan dikenal dengan translokasi. Jaringan pembuluh yang bertugas mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan adalah floem (pembuluh tapis). Satu pembuluh tapis dalam sebuah berkas pembuluh bisa membawa cairan floem dalam satu arah sementara cairan didalam pipa lain dalam berkas yang sama dapat mengalir dengan arah yang berlaianan. 5) Tutup bagian cabang vang telah dilepaskan kulitnya dengan media yang berupa bubuk sabut . 'Ada dua cara mencangkok yang sering dilakukan di Indonesia. asam amino. di dalam getah floem juga mengandung mineral. Zat terlarut yang paling banyak dalam getah floem adalah gula.

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. atau akar) dengan memotong bagian tanaman tersebut dari induknya dan menanamnya dalam suatu media persemaian. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah daun dan mempertinggi kelembaban udara di sekitar media. salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan stek adalah mencegah terjadinya penguapan yang terlalu tinggi pada stek tersebut. kemudian tutuplah baki tersebut dengan kaca atau plastik bening untuk menjaga kelembaban di sekitar persemaian. 5) Tanamkan potongan-potongan cabang tadi pada baki persemaian yang telah disediakan. 8) Biarkan beberapa n'aktu l.kelapa. 2) Tentukan satu atau beberapa bagian tanaman yang akan distek. pucuk. lihat Sel (disambiguasi). 9) Potonglah cabang tadi di sebelah barvah keratan atau akar untuk di tanam terpisah dari induknva. Media persemaian untuk stek yang biasa digunakan adalah pasir atau campuran pasir dengan humus. masingmasing panjangnya sekitar 10-20 cm tergantung panjang ruas pada cabang tersebut. Potongan cabang yang disertii daun. 7) Basahilah cangkokan tersgb11t1ia p hari dengan air agar tetap lembab. jumlah daunnya diusahakan tidak terlampau banyak.rngkokan dengan sabut kelapa. 6) Rungkus media c. . kompos atau mos (akar pakis sararrg) r'arrg banyak tersedia di toko bibit tanaman dan buah-buahan. Berikut ini adalah langkah menyetek cabang tanaman: 1) Siapkan wadah persemaian yang telah berisi media berupa campuran pasir dan humus dengan perbandingan 3 : 1. cari "Sel" beralih ke halaman ini. Stek merupakan salah satu cara memperoleh perakaran tanaman dari suatu bagian tanaman (cabang. Setiap potongan cabang dapat disertai dengan daun atau tidak. (untuk stek daun dan pucuk. 4)Buatlah beberapa potongan cabang yang telah dipilih tadi. daun. pupuk kandang. ijuk.rmanva sampai terlihat adanya pertumbuhan akar di sekitar tanah penutup luka cabang tanamin yang dicangkok tersebut. Untuk kegunaan lain dari Sel. Bagian bawah dari potongan dibuat runcing untuk memperluas tempat tumbuhnya akar. pengerjaannya hampir mirip dengan Iangkah di atas) Sel (biologi) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. atau plastic yang dilubangi. 3) Pilihlah satu bagian cabang taniman yang sehat dari tanaman yang akan distek.

Setelah terjadi fertilisasi antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya. maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid. sedangkan pada spermatosit. tanpa organisasi DNA. antara lain dengan membran internal. Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks. organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. C = 3. Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n. dengan n = 23.Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). 1nC menunjukkan genom sel haploid. terbentuklah sebuah zigot diploid. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom. 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). dan archaea. di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.[1] Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana.XX atau 46. sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3. . Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar. Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.XY. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Oleh karena itu. sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. kromosom genital senantiasa memiliki notasi X. Pada oosit. 22 diantaranya merupakan otosom. Perbesaran 400 kali. kromosom dapat berupa X maupun Y.5 × 10-12 g. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46. 3nC menunjukkan genom sel triploid. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri. kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Pada manusia. sisanya merupakan kromosom genital.5 × 10-12. yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota. Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya.

maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid. 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. 3nC menunjukkan genom sel triploid. Pada tahun 1835.[1] Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC. tanpa organisasi DNA. sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3. antara lain dengan membran internal.5 × 10-12. Pada manusia. kromosom genital senantiasa memiliki notasi X. C = 3. Sejarah penemuan sel [sunting] Robert Hooke Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. dengan n = 23. Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya. Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei. Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel. 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid. yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota.5 × 10-12 g. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. sedangkan pada spermatosit. Karena itulah. 1nC menunjukkan genom sel haploid. sisanya merupakan kromosom genital. organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar. Setelah terjadi fertilisasi . 22 diantaranya merupakan otosom. dan archaea. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom.Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid. di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. yang lazim disebut sebagai endomitosis. Pada oosit. kromosom dapat berupa X maupun Y. kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrem seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. namun terdapat beberapa perkecualian. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri. antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid.

telah dikenali sekitar 210 jenis sel. 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. Tiap proses. Teori sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau organisme tersusun dari satu sel tunggal. Pada level molekular. yang lazim disebut sebagai endomitosis. sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel. atau lebih. Selang berjalannya tahap perkembangan. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik) Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Sebagaimana organisme multiselular lainnya. Jan Evangelista Purkyně melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui mikroskop. namun terdapat beberapa perkecualian. yang disebut uniselular. Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid. yang disebut multiselular. kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. [sunting] Perkembangan sel Di dalam tubuh manusia. sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC. setiap sel memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. diaktivasi secara genetik. kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten. diferensiasi sel. sel menjadi lengkap. Pada tahap awal. morfogenesis dan apoptosis. dengan kapasitas unipoten. di dalam sel terjadi fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi mengenai regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel berikutnya.XX atau 46.XY. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan . Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46. antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel. terbentuklah sebuah zigot diploid. pada awalnya. namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. hingga menjadi sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja. sel-sel embrio bersifat totipoten. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel. [sunting] Proses pembelahan sel Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik.

namun mengekspresikan set gen yang berbeda. interaksi sel.dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit. fase G dan S disebut sebagai Interfase. sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. [sunting] Morfogenesis Pengekspresian gen itu sendiri memengaruhi jumlah sel. pada sel retina mata. Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas) 3. tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya. Oleh karena itu. dan mendukung fisiologis hewan. Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Misalnya. Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional. Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA 2. Saat sebuah sel tunggal. pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis. bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya. jenis sel. sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi. Dalam konteks Mitosis. sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh. Fasa G2. 3. antara sitokinesis dan sintesis. 1. terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan. Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel. 2. Genom yang identik terdapat pada setiap sel. [sunting] Fase pada siklus sel 1. sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen. sebagai berikut: Proliferasi sel menghasilkan banyak sel dari satu sel . Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati. Fasa G0. [sunting] Diferensiasi sel Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak. yaitu sel yang telah dibuahi. Fasa G1. mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler. bahkan lokasi sel.

dsb. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk. menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel. Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah    mitokondria (kondriosom) badan Golgi (diktiosom) retikulum endoplasma . sitoplasma.Spesialisasi sel menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda Interaksi sel mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya Pergerakan sel menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ Pada embrio yang berkembang. seperti otot. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. dan inti sel atau nukleus. [sunting] Apoptosis Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel. keempat proses ini berlangsung bersamaan. saraf. yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal. Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sel tubuh. sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing. [sunting] Struktur sel [sunting] Sel eukariota Secara umum setiap sel memiliki    membran sel.

Yang biasa vakuola. kloroplas. Mempunyai bentuk yang tetap. [cell wall] dari selulosa. Tidak mempunyai plastida. . Tidak mempunyai bentuk yang tetap. Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. Mempunyai bentuk yang tetap. Sel tumbuhan. Mempunyai plastida. Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen. dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle]. sel hewan. - Mempunyai sentrosom [centrosome]. dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut: Sel tumbuhan Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan. Mempunyai dinding sel [cell wall] dari lipoprotein. Sel hewan Sel bakteri Sel bakteri sangat kecil. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel. Tidak mempunyai vakuola [vacuole]. yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan. Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel.  plastida (khusus tumbuhan. dan kromoplas) vakuola (khusus tumbuhan) [sunting] Sel prokariota Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Tidak memiliki lisosom Memiliki lisosom [lysosome]. Mempunyai dinding sel Tidak mempunyai dinding sel [cell wall]. Tidak mempunyai plastida. walaupun kadangkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola Tidak mempunyai (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan. [lysosome]. Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar. mencakup leukoplas. Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome].

contohnya Paramecium sp dan sel otot Sel hewan berklorofil. tidak melibatkan mitokondria [sunting] Sel-sel khusus     Sel Tidak Berinti. Sel Berinti Banyak.Nukleus lebih kecil daripada vakuola. contohnya euglena sp. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan. Nukleus lebih besar daripada vesikel. yang ada lebih ke arah proteksi diri. Di dalam sel darah merah. kecuali kemampuan akar dalam hal menopang berat tubuh bagian atas Tidak ada "Apoptosis". contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). contohnya adalah sel xilem. [sunting] Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan tanaman Secara umum. Tidak memiliki nukleus dalam arti sebenarnya. melibatkan mitokondria dan caspase Terdapat proses histodiferensiasi Meristem sebagai jaringan embrionik seumur hidup Tidak ada batasan pertumbuhan. perbedaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: Hewan Terdapat sentriol Tidak ada pembentukan dinding sel Ada kutub animal dan vegetal Tidak ada sentriol Terdapat sitokinesis dan pembentukan dinding sel Tidak ada perbedaan kutub embriogenik. yang ada semacam epigeal dan hipogeal Tumbuhan Jaringan sel hewan bergerak menjadi bentuk Jaringan sel tumbuhan tumbuh menjadi bentuk yang yang berbeda berbeda Terdapat proses gastrulasi Tidak terdapat jaringan embrionik seumur hidup Terdapat batasan pertumbuhan (ukuran tubuh) Apoptosis untuk perkembangan jaringan. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil. . Sel pendukung. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).

24943./03.3203.3.8 1494839088 047.3.3.3./.9:.384.320207:.82030/.9/.3/.3:9.3/...78:.907.3.34-0.38.255.3:.502-::02..5:3.3.34  0/:..3/..58.73.397.3./.:2:/.34.07.502-::02.73./.:.3903.8.3 -079:.  %039:.35..209..... 4.3/../.9907..8.90780-:9   WTaVVS SSZSZSSZWZYSZWZSZYVSZ`W &39:5073-://.9.:/:. 0073./..3 9.2:82:.203.8./.0:39:3.7.:.7..2.3.9./:./05.9:502-::9.3..3.3.:39:/05.3-07..9 50325.3:93..:.  $..79.39:2-:..2. :.39.2..7.3-.7..2.:3 503.3.38.8:3: 8050797.39:2-:.9:0389.39:3-08.: .99:.-.-./5/.3..3 .2-:2.3 /.3.39:35.203073..78:2-07:.32.83502-::9.2.3   05.-:9 .58/../.39.39:2-:.347243 -07-0/..:.7.203090/.3  .58.3/03./.3407. .7..3.3907..3.3   %:9:5-.  /..3:93.70/..7.:3 50303:9.3-.3.3./03../03..32.3.950325.3.1402 502-:: 9..34 .3./.203.39025.8200.-07.7./.3502-::.97.8  80/.:.35.9.-.07.3:93.  03.3407./.8./.34.1402:../.9033207:5..3./.9.3...7..3.3.:3./.8502-::-8.39.320207:.3./.3..3 9.8.3.3 9: //.39.34207:5..5.2.3.0.3/:32307.3.33.5.3507.. 9025.9:203.8.3-:.2.3. ..3.7./.7. .35.9/.7.390780-:9/./.01091 :39:202-://.3.79033 80./..38..3   !...7.3.3-07.0 .9:.3/.7/...9 5...2.3 9/.2.:.7:9..2:8202.8.3:9.33..202-.9..384.2.3.3.9:.3.3.9803.3//.3/3/4308.20250740507.9: .29:2-:.8:.7..3.370.3 .7.35.280-:.-..5.3 5.3480-.32.:47.7. .880.23 80.390.8  %7..3:39:7302507-.2./.9.7.75.38.:/03.20907..58 ...3.3.802039.3 9.91...0-.38..9. ::7.:.7.34.2.2-:2.3 -07:..2907.59..-. $0.3907443.3-..7..8.009.3..9:.35.380-./:3.34055.3.28.7/03.07.3-.234 /.3:9. .3.3.3.9:/03.-.9203.7.3-07.34-0.8.3.2:/.58 ..88:2-07:. ::7.3./:.2.3.209.07.:9:.5.9 /5074009:7:3.3:9/.-.-:. .05..3/.2.7.//. .7:880.9.3/.-07.9:.3.33.9:/.502-:: 1402/..3.2-07.390..950325.203./.9/.1402.3 &39:2.3.3/:-:3.03/7.81494839088080:7:-./.7....-078.7.9.320/.7/05.3.3.5.. /.3.31402/..3-07:5.3 8.3.3203.3.39025.-:-:8.8:748.8207:5.83 2.2:/.7.38073/.39.2:39:203.7.3:39:9.38:3080.9 9/.73/:3..3 .3-:.2.39.9. /.   :..3/03..70/.3-07:5.7.385479.././:.81494839088/.39..3.39..3-07:93..35.32. 907:9.  WZYSZYa`SZ S_ [`[_Z`W__ !74808503.3 503.3.35023/.907.:/87.9: .9-07.7.9.3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->