P. 1
DASAR- dasar pengelasan

DASAR- dasar pengelasan

|Views: 99|Likes:
Published by damusogi

More info:

Published by: damusogi on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1.1.0. PROSES-PROSES PENGELASAN
  • 1.1.1. Shielded Metal Arc Welding
  • 1.1.2. Gas Tungsten Arc Welding
  • 1.1.3. Gas Metal Arc Welding
  • 1.1.4. Flux Cored Arc Welding
  • 1.1.5. Submerged Arc Welding
  • 1.1.6. Electroslag Welding dan Electrogas Welding
  • 1.1.7. Stud Welding
  • 1.1.8. Oxyfuel Gas Welding, Braze Welding dan Brazing
  • 1.1.9. Cadwelding
  • 1.2.0. DISAIN SAMBUNGAN LAS
  • 1.2.1. Pertimbangan dalam Membuat Disain Sambungan
  • 1.2.2. Detail Sambungan
  • 1.2.3. Backing Ring dan Consumable Insert
  • 1.2.4. Perubahan Ketebalan
  • 1.2.5. Persyaratan Code
  • 1.2.6. Tegangan pada Butt Weld dan Fillet Weld
  • 1.2.7. Istilah-Istilah Sambungan dan Simbol-Simbol Las
  • 1.3.0. KOMPOSISI LOGAM LAS
  • 1.3.1. Filler Metal
  • 1.3.2. Elektroda SMAW
  • 1.3.3. Elektroda GMAW dan FCAW
  • 1.4.0. PREHEAT
  • 1.4.1. Alasan Melakukan Preheat
  • 1.4.2. Menentukan Preheat Pada Baja Carbon Biasa
  • 1.4.3. Menentukan Preheat Pada Baja HSLA dan TMCP
  • 1.4.4. Preheat Pada High Alloy Steels
  • 1.4.5. Persyaratan Code dan Perusahaan
  • 1.4.6. Cara Lain Menentukan Preheat
  • 1.4.7. Cara Melakukan Preheat
  • 1.4.8. Inspeksi Preheat
  • 1.4.9. Kontrol Interpass Temperatur Dan Line Heating
  • 1.5.0. HEAT TREATMENT
  • 1.5.1. Postweld Heat Treatment
  • 1.5.2. Alternatif PWHT
  • 1.5.3. Heat Treatment Cara Lain
  • 1.6.0. PROSEDUR HEAT REATMENT
  • 1.6.1. Heat Treatment dalam Dapur Pemanas
  • 1.6.2. Heat Treatment di Lapangan
  • 1.6.3. Heat Treatment Lokal
  • 1.6.4. Jenis-Jenis Heat Treatment Lokal
  • 1.7.0. PEMOTONGAN LOGAM
  • 1.7.1. Oxyfuel Gas Cutting
  • 1.7.2. Arc Cutting
  • 1.7.3. Aplikasi Proses Pemotongan

DASAR-DASAR PENGELASAN

Bab ini menjelaskan mengenai proses-proses pengelasan yang banyak dipakai oleh berbagai perusahaan, beserta keunggulan, kelemahan, dan masing-masing aplikasinya. Kemudian dijelaskan juga mengenai disain sambungan dan jenis-jenis sambungan. Komposisi logam las juga diterangkan, termasuk cara penyimpanan dan penanganan kawat las. Bab ini juga menjelaskan mengenai preheat, alasan melakukan preheat dan metode yang dipergunakan. Ada penjelasan khusus mengenai tujuan melakukan postweld heat treatment, pemotongan dengan oxyfuel gas serta pemotongan dengan mempergunakan busur logam.

1.1.0. PROSES-PROSES PENGELASAN
Las busur adalah suatu proses pengelasan dimana panas dihasilkan oleh busur listrik diantara elektroda dengan benda kerja. Pada pengelasan dengan arus DC, benda kerja dihubungkan dengan kutub negatif dan elektroda dengan kutub positif, sedangkan pada pengelasan dengan polaritas lurus, benda kerja dihubungkan dengan kutub positif dan elektroda dengan kutub negatif. Proses-proses pengelasan yang dibicarakan disini adalah: 1. Shielded metal arc welding (SMAW). 2. Gas tungsten arc welding (GTAW). 3. Gas metal arc welding (GMAW). 4. Flux cored arc welding (FCAW). 5. Submerged arc welding (SAW). 6. Electroslag welding (ESW) dan electrogas welding (EGW). 7. Stud welding (SW). 8. Oxyfuel gas welding (OFW), braze welding dan brazing. 9. Cadwelding.

1.1.1. Shielded Metal Arc Welding
SMAW adalah proses las busur manual dimana panas pengelasan dihasilkan oleh busur listrik antara elektroda terumpan berpelindung flux dengan benda kerja. Gambar 100-1 memperlihatkan bentuk rangkaian pengelasan SMAW. Gambar 100-1. Bentuk Rangkaian Pengelasan SMAW Bagian ujung elektroda, busur, cairan logam las dan daerah-daerah yang berdekatan dengan benda kerja, dilindungi dari pengaruh atmosfir oleh gas pelindung yang terbentuk dari hasil pembakaran lapisan

pembungkus elektroda. Perlindungan tambahan untuk cairan logam las diberikan oleh cairan flux atau slag yang terbentuk. Filler metal atau logam tambahan disuplai oleh inti kawat elektroda terumpan, atau pada elektroda-elektroda tertentu juga berasal dari serbuk besi yang dicampur dengan lapisan pembungkus elektroda. Gambar 100-2 memperlihatkan prinsip dasar proses SMAW. Gambar 100-2. Proses Pengelasan SMAW Keuntungan SMAW adalah proses las busur paling sederhana dan paling serba guna. Karena sederhana dan mudah dalam mengangkut peralatan dan perlengkapannya, membuat proses SMAW ini mempunyai aplikasi luas mulai dari refinery piping hingga pipelines, dan bahkan untuk pengelasan di bawah laut guna memperbaiki struktur anjungan lepas pantai. SMAW bisa dilakukan pada berbagai posisi atau lokasi yang bisa dijangkau dengan sebatang elektroda. Sambungan-sambungan pada daerah dimana pandangan mata terbatas masih bisa di las dengan cara membengkokkan elektroda. Proses SMAW digunakan untuk mengelas berbagai macam logam ferrous dan non ferrous, termasuk baja carbon dan baja paduan rendah, stainless steel, paduan-paduan nikel, cast iron, dan beberapa paduan tembaga. Kelemahan Meskipun SMAW adalah proses pengelasan dengan daya guna tinggi, proses ini mempunyai beberapa karakteristik dimana laju pengisiannya lebih rendah dibandingkan proses pengelasan semi-otomatis atau otomatis. Panjang elektroda tetap dan pengelasan mesti dihentikan setelah sebatang elektroda terbakar habis. Puntung elektroda yang tersisa terbuang, dan waktu juga terbuang untuk mengganti–ganti elektroda. Slag atau terak yang terbentuk harus dihilangkan dari lapisan las sebelum lapisan berikutnya didepositkan. Langkah-langkah ini mengurangi efisiensi pengelasan hingga sekitar 50 %. Asap dan gas yang terbentuk merupakan masalah, sehingga diperlukan ventilasi memadai pada pengelasan di dalam ruang tertutup. Pandangan mata pada kawah las agak terhalang oleh slag pelindung dan asap yang menutupi endapan logam. Dibutuhkan juru las yang sangat terampil untuk dapat menghasilkan pengelasan berkualitas radiography apabila mengelas pipa atau plat hanya dari arah satu sisi. 1.1.2. Gas Tungsten Arc Welding Pada pengelasan dengan proses GTAW, panas dihasilkan dari busur yang terbentuk dalam

perlindungan inert gas (gas mulia) antara elektroda tidak terumpan dengan benda kerja. GTAW mencairkan daerah benda kerja di bawah busur tanpa elektroda tungsten itu sendiri ikut meleleh. Gambar 100-3 memperlihatkan peralatan untuk proses GTAW. Proses ini bisa dikerjakan secara manual atau otomatis. GTAW disebut juga dengan Heliarc yaitu istilah yang berasal dari merek dagang Linde Company

atau Tig (tungsten inert gas). Filler metal ditambahkan ke dalam daerah las dengan cara mengumpankan sebatang kawat polos. Teknik pengelasan sama dengan yang dipakai pada oxyfuel gas welding atau OAW, tetapi busur dan kawah las GTAW dilindungi dari pengaruh atmosfir oleh selimut inert gas, biasanya argon, helium atau campuran keduanya. Inert gas disemburkan dari torch dan daerah-daerah disekitar elektroda tungsten. Hasil pengelasan dengan proses GTAW mempunyai permukaan halus, tanpa slag dan kandungan hydrogen rendah. Gambar 100-3. Peralatan Pada Pengelasan GTAW Jenis lain proses GTAW adalah pulsed GTAW, dengan menggunakan sumber listrik yang membuat arus pengelasan pulsasi. Hal ini membuat arus rata-rata menjadi lebih tinggi untuk mendapatkan penetrasi dan kontrol kawah las yang lebih baik, terutama untuk pengelasan root pass. Pulsed GTAW terutama bermanfaat untuk pengelasan pipa posisi-posisi sulit pada stainless steel dan non ferrous material seperti paduan nikel. GTAW sudah diaplikasikan juga untuk pengelasan otomatis. Otomatisasi proses ini membutuhkan sumber listrik dan pengontrolan terprogram, sistim pengumpanan kawat dan mesin pemandu gerak. Proses ini sudah digunakan untuk membuat las sekat padatube-to-tubesheet bermutu tinggi dan las tumpul pada pipa-pipa heat exchanger. Butt weld pada pipa tebal diameter besar pada pembangkit tenaga listrik, merupakan keberhasilan lain dari aplikasi GTAW otomatis. GTAW menggunakan pengumpanan kawat otomatis disebut juga dengan cold wire TIG. Jenis lain dari pengelasan GTAW otomatis disebut hot wire TIG, yang dikembangkan untuk menyaingi yang lain dengan laju deposit lebih tinggi. Pada hot wire TIG, kawat las mendapat tahanan panas yang berasal dari arus AC tegangan rendah untuk memperbesar laju pengisian. Keuntungan. Proses GTAW menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada bahan-bahan ferrous dan non ferrous. Dengan teknik pengelasan yang tepat, semua pengotor yang berasal dari atmosfir dapat dihilangkan. Keuntungan utama dari proses ini yaitu, bisa digunakan untuk membuat root pass bermutu tinggi dari arah satu sisi pada berbagai jenis bahan. Oleh karena itu GTAW digunakan secara luas pada pengelasan pipa, dengan batasan arus mulai dari 5 hingga 300 amp, menghasilkan kemampuan lebih besar untuk mengatasi masalah pada posisi sambungan yang berubah-ubah seperti celah akar. Sebagai contoh, pada pipa tipis (dibawah 0,20 inci) dan logam-logam lembaran, arus bisa diatur cukup rendah sehingga pengendalian penetrasi dan pencegahan terjadinya terbakar tembus (burnt through) lebih mudah dari pada pengerjaan dengan proses menggunakan elektroda terbungkus. Kecepatan gerak yang lebih rendah dibandingkan dengan SMAW akan memudahkan pengamatan sehingga lebih mudah dalam mengendalikan logam las selama pengisian dan penyatuan. Kelemahan.

karat. . bisa digunakan mine safety oxygen analyzer untuk memeriksa kandungan oxygen pada purge gas yang dikeluarkan dari daerah pengelasan. Sebagai pengganti filler metal. Pilihan lain bisa juga menggunakan nitrogen sebagai gas purge. Pada pipa-pipa tebal. Pada pipa-pipa tipis.Kelemahan utama proses las GTAW yaitu laju pengisian lebih rendah dibandingkan dengan proses las lain umpamanya SMAW. tembaga dan paduan-paduan tembaga. seperti pada pipa-pipa dalamacid service. Purging dengan empat hingga sepuluh kali volume yang diperlukan. Aplikasi pada pekerjaan. GTAW harus dilindungi secara berhati-hati dari kecepatan udara di atas 5 mph untuk mempertahankan perlindungan inert gas di atas kawah las. paduan tembaga dan titanium. GTAW sering kali dipakai pada root pass untuk pengelasan yang membutuhkan kualitas tinggi. untuk menghasilkan pengelasan bermutu tinggi pada pengelasan dari arah satu sisi. grease. paduan nikel. Backup gas perlu pada baja-baja chromemoly tertentu (≥ 3 % chromium). kemudian ditambahkan filler metal selama pengelasan root pass. stainless steel. bisa digunakan sambungan berbentuk persegi dan rapat. Hasil terbaik pada stainless steel atau high nickel steel akan diperoleh apabila baja ini di purging sehingga kandungan oxygen kurang dari 1 %. dan kotoran-kotoran lain agar terhindar dari porosity dan cacat-cacat las lain. Pada pengelasan pipa dinding tebal. Root pass dikerjakan tanpa menambahkan filler metal (disebut dengan autogenous weld). Disamping itu. seperti pada pipa-pipa tekanan tinggi dan temperatur tinggi dan pipa-pipa belokan pada dapur pemanas. untuk pengelasan austenitic stainless steel. Baik argon atau helium bisa digunakan sebagai purge gas. GTAW juga digunakan pada root pass apabila membutuhkan permukaan dalam yang licin. Nitrogen tidak cocok pada bahan-bahan lain karena beraksi sebagai pengotor. membuat GTAW sering kali digunakan pada logam-logam reaktif seperti titanium dan magnesium. GTAW juga butuh kebersihan sambungan yang lebih baik untuk menghilangkan minyak. dilakukan untuk mendapatkan secara relatif gas inert di udara. yang nantinya bersatu dengan root (sebagai filler metal tambahan). diluruskan dan diberi celah (disebut dengan bukaan akar). Gas purge tidak diperlukan pada pengelasan carbon steel atau low alloy steels apabila kandungan chromium kurang dari 3 %. Backup gas purge digunakan pada bahan-bahan yang sensitif terhadap kontaminasi udara pada sambungan-sambungan las tunggal yang tidak di backgouging.125 inci atau kurang. Karena ada perlindungan inert gas terhadap pengelasan dan mudah dalam mengontrol proses las. Backup Gas Purge. GTAW butuh kontrol kelurusan sambungan yang lebih ketat. Apabila keberadaannya tidak tertentu berkaitan dengan kecukupan purge gas tersebut. Pengelasan dengan consumable insert membutuhkan kontrol kelurusan sambungan yang teliti. bagian ujung sambungan mesti dibevel. paduan tembaga dan aluminum. paduan-paduan nikel tinggi. GTAW mempunyai keunggulan pada pengelasan pipa–pipa tipis dan tubing stainless steel diameter kecil. 0. bisa juga disisipkan consumable insert (ring penahan) ke dalam sambungan.

3. Proses Kerja Pengelasan GMAW Short Circuiting (GMAW-S) Short-circuiting atau hubungan singkat adalah suatu jenis transfer busur (disebut juga dengan short arc atau dip transfer). karena tidak semua gas pelindung yang dipakai oleh proses ini adalah gas inert. yang bergerak menuju benda kerja. Di dalam pengelasan GMAW. Pada awal siklus hubungan singkat. Ada tiga jenis proses GMAW yang banyak dipakai yaitu: 1. dan Gambar 100-5 menjelaskan proses kerjanya. sehingga terbentuk hubungan singkat. elektroda umumnya berbentuk solid dan semua gas pelindung berasal dari sumber luar. kemudian diturunkan hingga 5 sampai 8 CFH pada proses pengelasan. Short-circuiting (GMAW-S). cairan logam dari ujung kawat elektroda menyentuh genangan kawah las.Daerah pembuangan pada exhausting backup gas paling tidak harus sama dengan daerah terbuka yang dipakai untuk memuat backup gas ke system. Pengelasan GMAW disebut juga dengan MIG (metal inert gas). Pada GMAW jenis ini. backup gas purge bisa dihentikan. Bola cair ini kemudian terlepas dari kawat. Pulsed arc (GMAW-P). Gambar 100-4. Gambar 100-4 memperlihatkan peralatan las GMAW. Singkatan MIG ini tidak lagi menjelaskan proses las GMAW. Gas Metal Arc Welding Proses las GMAW dikerjakan dengan mempergunakan elektroda solid atau tubular sesuai dengan komposisi diinginkan. ujung elektroda cair berbentuk bola kecil. Elektroda ini diumpankan secara kontinyu dari sebuah gun atau torch sambil mempertahankan busur yang terbentuk antara ujung elektroda dengan base metal. Setelah selesai melakukan pengelasan pada root pass dan fill layer. 3. 2. terjadi hubungan singkat. yang diumpankan melalui suatu spool atau gulungan.Gas purging pertama kali dilakukan dengan kecepatan aliran tinggi. Jumlah fill layer yang dibutuhkan sebelum menghentikan gas purge tergantung dari tebal lapisan dan penetrasi. Pembuangan yang memadai penting sekali untuk menghindarkan terbentuknya tekanan berlebihan selama proses pengelasan. Spray atau globular transfer GMAW. Harus ada perhatian khusus untuk memastikan bahwa tekanan backup gas tidak berlebihan ketika mengelas root pass. Ketika cairan logam ini menyentuh benda kerja. Peralatan Las GMAW Gambar 100-5. bila tidak logam las akan meleleh atau terbentuk cekungan pada akar las. 1. memutuskan jembatan cair antara kawat elektroda dengan benda kerja. Busur kemudian menyala kembali dan siklus berulang .1. misalnya 30 hingga 90 CFH untuk membilas sistim.

Gambar 100-6. Dengan demikian fill pass pada pengelasan pipa dibatasi hanya pada posisi datar saja. GMAW-S dapat digunakan untuk berbagai macam bahan yaitu carbon steel. GMAW-Spray Arc GMAW Spray transfer menghasilkan percikan las paling sedikit dari berbagai jenis transfer logam. tergantung pada komposisi dan diameter filler metal.030. stainless steel dan paduan-paduan nikel. seperti bentuk bead. . Short-Circuiting Transfer (GMAW-S) Selama pengelasan dengan GMAW-S. Spray transfer hanya terjadi pada gas pelindung argon tinggi (80 % argon atau lebih). Spray Transfer atau Globular Transfer Pada spray transfer GMAW. seperti aliran tetesan-tetesan kecil dengan diameter sama atau lebih kecil dari diameter kawat elektroda.045 inci adalah 220 amper. Apabila arus di bawah arus transisi. pemindahan logam melintasi busur. Pengelasan bisa dilakukan secara otomatis atau semi otomatis. Misalnya arus transisisi untuk filler metal baja diameter 0. Logam ditransferkan hanya selama hubungan singkat. karena terdapat resiko tidak adanya penyatuan dan cold lap pada fill pass. Gambar100-7. tetapi akan menimbulkan penetrasi lebih dalam dan percikan las lebih banyak. ukuran tetesan menjadi lebih besar dari diameter kawat elektroda. Komposisi gas pelindung ditentukan untuk mendapatkan karakteristik pengelasan yang diinginkan.035 atau 0. Pada carbon steel. penetrasi dan percikan las. Gambar 100-8 mengilustrasikan globular transfer GMAW. GMAW-S mempergunakan kawatkawat elektroda solid diameter kecil (0. dan menjadi globular transfer. Campuran 75 % argon dan 25 % CO2 sering dipakai karena karakteristik pengelasan lebih baik. 0. chrome-moly steel. membuat pengelasan pada posisi-posisi sulit menjadi lebih sukar dan percikan las menjadi lebih banyak. serta memperbesar hilangnya unsur Mn dan Si. tetapi aplikasi proses spray transfer ini hanya terbatas pada pengelasan posisi datar dan horizontal saja. Globular transfer GMAW selalu dilakukan dengan memakai gas pelindung CO 2. dan pengelasan gage strip lining tipis. Gambar 100-8 GMAW-Globular Transfer. Transfer yang terjadi di atas arus minimum.045 inci). Panas masukan yang tinggi menghasilkan penetrasi yang bagus dan laju pengisian tinggi. Lihat Gambar 100-6 mengenai ilustrasi proses GMAWS-S. yang terjadi dalam frekwensi 20 hingga 200 kali per detik. Kemampuan pengelasan untuk semua posisi dan mudah dalam pengendalian membuat proses GMAW-S cocok untuk pengelasan root pass pada pipa. gas pelindung umumnya adalah CO2 atau campuran argon dan CO2. busur dan kawah las dilindungi oleh suatu gas atau gas campuran. Beberapa perusahaan ada yang membatasi pemakaian GMAW-S pada pengelasan pipa. GMAW globular transfer dengan tetesan besar. disebut arus transisi. Semakin besar jumlah CO2 berarti semakin ekonomis. lihat Gambar 100-7. Campuran gas lain yang banyak dipakai yaitu yang mengandung helium.lagi.

sumber listrik akan merubah arus output untuk memperbesar atau memperkecil pembakaran elektroda sambil menjaga jarak busur dan tegangan tetap konstan. bergerak menuju benda kerja. Dengan sumber listrik CV ini. Shielding Gas yang Direkomendasikan Shielding gas yang direkomendasikan untuk proses pengelasan GMAW dan FCAW-G diberikan pada Appendix A Alloy Fabrication Data. GMAW spray transfer dan globular transfer mempunyai kawah las yang lebih mudah dilihat. terjadi transfer logam las melalui busur. lebih sedikit pekerjaan membersihkan yang diperlukan setelah pengelasan selesai. Diagram Pulsed-Arc Welding Arus back ground berfungsi untuk menjaga busur.Pulsed Arc Proses las pulsed arc atau GMAW-P dilakukan dengan sumber listrik tegangan tetap (constant voltage). Pada fabrikasi pipa-pipa di bengkel. ketika masing-masing pulsa arus mempunyai cukup tenaga untuk melepaskan satu tetesan dari ujung kawat. Asap dan percikan las pada GMAW hubungan singkat lebih sedikit dibandingkan dengan SMAW. Keuntungan Proses pengelasan GMAW dapat dikerjakan secara semi-otomatis atau otomatis. Karena tidak ada flux dan relatif sedikit jumlah deoxidizer yang diberikan pada kawat. Selama pulsasi ini. Transfer logam terjadi selama pulsa arus tinggi. untuk baja paduan yang akan dilas. logam-logam tipis lebih mudah disambung dan sambungan yang memiliki celah root lebih lebar akan lebih mudah dilas. arus listrik diatur secara otomatis untuk mencairkan elektroda dengan kelajuan tertentu. Apabila tinggi busur lebih pendek atau lebih panjang. Gambar 100-9. Kecepatan pengelasan dan laju pengisian sama atau bisa lebih besar dari pada SMAW. berulang-ulang kali setiap detik. sama halnya dengan las busur teknik hubungan singkat (short circuiting arc) tetapi tanpa slag. ketika tetesan logam ( 1 diameter kawat) melewati busur dengan arus ratarata lebih rendah dari yang dibutuhkan pada spray transfer atau konvesional. Pulsed arc welding adalah sebuah proses las transfer sembur yang menggunakan sumber listrik khusus (pulsed atau synergic MIG). Gambar 100-9 memperlihatkan spray transfer yang terjadi dengan arus rata-rata di bawah arus transisi logam pengisi. juga tidak ada slag yang harus dibersihkan setelah pengelasan selesai. Dengan panas masukan rendah dan penetrasi yang dangkal. Larutan logam las umumnya lebih rendah karena penetrasi GMAW lebih dangkal. yang dapat merubah arus las antara arus pulsa tinggi dan tingkat arus back ground rendah. root pass bermutu tinggi dapat dikerjakan lebih cepat pada berbagai posisi dan pada umumnya dengan biaya lebih rendah. Keseragaman .

panjang busur dipertahankan dengan cara membuat sumber listrik memiliki tegangan konstan. Proses las GMAW mempunyai laju pengisian lebih besar pada pengelasan paduan-paduan ferrous dan non-ferrous. Proses ini cocok dipergunakan pada las kampuh dan pengelasan untuk membuat lapisan anti karat pada stainless steel, nickel based alloys dan paduan-paduan tembaga seperti aluminum bronze. Kelemahan. Peralatan las GMAW lebih mahal, dan lebih rumit dalam pemasangan dan perawatan, dibandingkan dengan SMAW. Biaya kawat las dan shielding gas bisa menjadi lebih mahal dibandingkan dengan elektroda terbungkus, tetapi hal ini bisa diimbangi karena produktivitas yang tinggi dan sedikitnya pemborosan. Shielding gas pada pengelasan GMAW dapat terganggu karena pengaruh tiupan angin, sehingga harus diambil tindakan pencegahan apabila kecepatan angin lebih dari 5 mph. Pelindung angin atau tirai khusus dapat dipakai untuk menahan atau mengurangi tiupan angina, sehingga kecepatannya cukup rendah untuk menjaga shielding gas secara memadai. Memperbesar aliran gas untuk mengimbangi pengaruh tiupan angin yang berlebihan, akan menimbulkan masalah lain yang lebih buruk, karena akan timbul turbulensi disekitar busur yang akan menarik udara disekitarnya. GMAW memerlukan ruang gerak yang lebih besar terhadap benda kerja karena pengaruh ukuran welding gun dan nozzle. Pada umumnya alat pengumpan kawat harus ditempatkan sedekat mungkin dengan benda kerja. Short-circuiting welding dapat dipakai untuk mengelas root pass dengan cara butt weld atau sambungan bercabang tetapi harus dikontrol ketat saat melakukan fill pass, karena ada resiko non-fusion atau cold lap. Ketika melakukan fill pass pada pengelasan pipa dengan cara butt weld, pengelasan hanya dilakukan dengan cara las naik yaitu antara posisi jam 10 dan jam 2, dimana pipa bisa ditahan tetap oleh kuda-kuda penyangga (posisi 5G) atau diputar (1G). Proses pengelasan ini tidak cocok dikerjakan pada fillet weld apabila tebal logam lebih dari 1/4 inch, dan pada umumnya tidak digunakan untuk fabrikasi pressure vessel, tangki atau palangpalang struktur. Lack of fusion yang terletak diantara lapisan-lapisan las sukar dideteksi dengan radiography dan karena pengaruh kontrol yang buruk dari proses hubungan singkat ini, masalah LOF menjadi cukup berat, sehingga membuat beberapa fabrikator meninggalkan proses pengelasan ini. Dibandingkan dengan proses las SMAW, pengelasan short-circuiting butuh kebersihan, dan kelurusan sambungan serta penggerindaan tack weld yang lebih baik guna mendapatkan hasil pengelasan root pass bermutu tinggi.

LOF tidak akan menjadi masalah jika panas masukan dibuat lebih tinggi pada GMAW spray transfer atau globular transfer. Pada GMAW spray transfer, terdapat radiasi busur yang banyak. Hal ini tidak menyenangkan bagi juru las dan membuat proses ini lebih cocok untuk las otomatis pada beberapa aplikasi. Pengelasan GMAW spray transfer terbatas pada pengelasan posisi datar dan horizontal saja karena kawah las lebih besar. Aplikasi pada Pekerjaan Proses GMAW short-circuiting dapat menghemat waktu saat pengelasan root pass pada pipa dan pemasangan alloy strip lining pada pressure vessel. Baik GMAW spray transfer ataupun globular transfer dapat digunakan pada fabrikasi pipa dan pressure vessel untuk selain dari root pass. Kedua proses ini dapat juga digunakan untuk membuat lapisan tahan karat. Spray transfer digunakan dengan cara butt weld pada pengelasan stainless steel, paduan nikel dan paduan tembaga. Pulsed arc welding dapat dipakai untuk aplikasi yang sama, tetapi mempunyai keuntungan dapat mengelas dengan semua posisi. Spray transfer tidak dianjurkan untuk mengelas carbon steel apabila masih dapat dikerjakan dengan proses las SAW, tetapi bisa digunakan untuk mengelas tembaga dan paduan-paduan nickel.

1.1.4. Flux Cored Arc Welding
Flux cored arc welding atau las busur berinti flux mirip dengan proses las GMAW, yaitu menggunakan elektroda solid dan tubular yang diumpankan secara kontinyu dari sebuah gulungan. Elektroda diumpankan melalui gunatau torch sambil menjaga busur yang terbentuk diantara ujung elektroda dengan base metal. FCAW menggunakan elektroda dimana terdapat serbuk flux di dalam batangnya. Butiran-butiran dalam inti kawat ini menghasilkan sebagian atau semua shielding gas yang diperlukan. Jadi berlawanan dengan GMAW, dimana seluruh gas pelindung berasal dari sumber luar. FCAW bisa juga menggunakan gas pelindung tambahan, tergantung dari jenis elektroda, logam yang dilas, dan sifat dari pengelasan yang dikerjakan. Ada dua jenis variasi FCAW yang memiliki kegunaan berbeda-beda tergantung dari metode gas pelindung. - Gas Shielded (FCAW-G). - Self-shielded (FCAW-SS). Proses (FCAW-G) atau berpelindung gas memerlukan shielding gas yang berasal dari sumber luar (biasanya CO2 atau campuran argon-CO2 seperti tampak pada Gambar 100-10. Gambar 100-10. FCAW Pelindung Gas Gambar 100-11 FCAW Berpelindung Diri

Proses (FCAW-SS) memiliki pelindung sendiri misalnya Lincoln Innershield, seperti tampak dalam gambar 100-11. FCAW dapat dikerjakan secara otomatis atau semi-otomatis, tetapi yang paling banyak dipakai adalah proses semi-otomatis. Gas Shielded Flux Cored Arc Welding Elektroda FCAW-G dapat digunakan untuk mengelas carbon steel, low alloy steel dan stainless steel. Berpedoman pada AWS, elektroda-elektroda yang digunakan pada pengelasan FCAW dibicarakan pada pasal 1.3.3. Pada pengelasan carbon steel dan low alloy steel, elektroda berinti flux yang banyak dipakai adalah dari jenis T-1 (acid slag), T-2 (single pass welding) dan T-5 (basic slag). Elektroda T-1 memiliki sifat-sifat pengelasan bagus, tetapi acid slag tidak membantu menjaga logam las menjadi rendah hydrogen kecuali bila dibuat secara khusus. Hanya sejumlah tertentu elektroda berinti flux yang memenuhi syarat low hydrogen (kurang dari 10 ml/100 g logam las), dan ini adalah yang paling banyak tersedia dari jenis T-1. Elektroda tipe T-1 bisa digunakan baik dengan gas pelindung CO2 ataupun campuran argon-CO2. Elektroda T-1 akan memiliki busur lebih halus dan percikan las lebih sedikit bila menggunakan gas pelindung argon-CO2, meskipun logam las mempunyai unsur Mn dan Si sedikit lebih tinggi. Elektroda EX0T-1 didisain hanya untuk mengelas pada posisi datar dan horizontal saja. Elektroda EX1T-1 dibuat untuk pengelasan semua posisi dengan diameter hingga 1/16 inch. Pengelasan posisi vertikal umumnya dikerjakan dengan arah las naik. Elektroda tipe T-2 dirancang untuk pengelasan single pass pada logam-logam berkarat, dan mempunyai deoxidizer Mn dan Si lebih tinggi. Elektroda T-2 ini jangan sekali-kali digunakan untuk pengelasan multipass karena peningkatan unsur Mn dan Si menyebabkan tensile strength logam las yang tidak terlarut akan bertambah besar (lebih dari 100 ksi), sehingga menimbulkan masalah retak ketika sedang dilas atau pada kondisi pemakaian sour service. Elektroda tipe T-5 mempunyai basic slag dengan kandungan hydrogen logam las lebih rendah dan memperbesar impact properties dan daya tahan terhadap retak yang memuaskan. Meskipun demikian, elektroda ini juga mempunyai sifat-sifat pengelasan lebih buruk dibandingkan dengan elektroda T-1. Saat ini elektroda T-1 terbaru sudah dikembangkan yang menggabungkan dua jenis elektroda yang paling baik, sehingga elektroda T-5 menjadi jarang dipakai lagi. Self Shielded Flux Cored Arc Welding Elektroda EX1T-8 adalah elektroda FCAW-SS (Lincoln Innershield) untuk pengelasan carbon steel dan low alloy steel yang mendapat perhatian besar dari beberapa perusahaan. Elektroda ini bisa dipakai untuk pengelasan semua posisi, notch toughness bagus dan pada umumnya mempunyai kandungan hydrogen rendah (kurang dari 10 ml/100 logam las). Elektroda-elektroda ini digunakan dengan berbagai diameter mulai dari 0,068 hingga 3/32 inch. Pengelasan semua

Keuntungan Proses FCAW-G mempunyai keunggulan yaitu penetrasinya lebih dalam dan laju pengisian lebih tinggi dibandingkan dengan proses SMAW. pipelines dan pelapisan. Filler metal FCAW-SS menghilangkan kebutuhan terhadap gas pelindung dari luar dan mentoleransi kondisi angin yang lebih kuat tanpa menimbulkan porosity. pada sambungan T-Y-K seperti struktur anjungan lepas pantai untuk menggantikan elektroda terbungkus. Meskipun demikian. termasuk beberapa logam paduan rendah dan stainless steel. seperti elektroda. Proses ini dianggap sama dengan proses elektroda terbungkus terhadap toleransi angin. tebal lapisan dan pemanasan awal. FCAW-SS bisa digunakan untuk pengelasan dari arah satu sisi. karena deposit las dengan kandungan aluminum hingga 1% dianggap tidak berbahaya. filler metal harus dibeli dari pabrik elektroda yang dilengkapi dengan syarat-syarat low hydrogen. Unsur-unsur paduan bisa ditambahkan pada inti flux untuk membuat jenis komposisi menjadi lebih banyak. Pada umumnya aluminum dipakai sebagai denitrifyng las. Kelemahan FCAW-G dan FCAW-SS kedua-duanya membentuk lapisan slag yang harus dikikis diantara lapisan-lapisan las. FCAW-SS juga bisa digunakan untuk fill pass pengelasan semua posisi pada butt weld atau fillet weld. Pengelasan dengan proses FCAW-SS pada pekerjaan-pekerjaan yang kritikal seperti sambungan T-Y-K dan kombinasinya pada anjungan lepas pantai. Baik FCAW-G ataupun FCAW-SS bukan merupakan proses low hydrogen. proses ini tidak mentolerir tiupan angin lebih dari 5 mph tanpa porosity berlebihan. lebar ayunan. Flux memberikan perlindungan bagus pada kawah las dengan membentuk selubung gas pelindung dan lapisan slag. FCAW-G cocok untuk pengelasan semua posisi tanpa menimbulkan masalah lack of fusion seperti yang terdapat pada GMAW hubungan singkat. sementara elektroda dengan ukuran lebih besar hanya digunakan untuk pengelasan posisi datar dan horizontal saja. Dengan demikian proses las ini menjadi lebih ekonomis pada pekerjaan di bengkel-bengkel las. Elektroda self-shielded mempunyai denitrifiers guna menghindarkan porosity karena tangkapan nitrogen selama proses pengelasan.posisi dilakukan dengan elektroda diameter 5/64 inch atau lebih kecil. Dengan juru las yang dilatih dengan baik dan pengawasan yang berhati-hati. Aplikasi proses FCAW-SS meliputi pengelasan benda-benda tebal. Las turun umumnya tidak dilakukan kecuali bila menggunakan elektroda khusus yang dirancang untuk pengelasan pipe line. membutuhkan juru las yang dilatih secara khusus dan mematuhi prosedur las yang sudah dibuat dengan ketat. Juru las perlu dilatih dengan prosedur khusus tetapi proses tersebut mudah dipakai. Pengelasan yang dilakukan dengan proses ini dapat menimbulkan notch .

toughness yang buruk. Proses FCAW-SS terutama mempunyai keunggulan karena dapat digunakan untuk pengelasan struktur. serta memiliki prosedur las yang sudah diakui. Elektroda-elektroda ini umumnya memiliki kandungan hydrogen lebih rendah dan mempunyai persyaratan kimia khusus untuk menghasilkan sifat yang lebih konsisten. pengelasan dapat dilakukan tanpa menimbulkan radiasi besar dimana hal ini sudah merupakan sifat dari proses busur terbuka. . Filler metal yang digunakan harus memenuhi persyaratan uji impak seperti elektroda T-1. Submerged Arc Welding (SAW) Pada proses ini busur las tidak terlihat. dan juga menghasilkan sangat sedikit asap. Tingkat asap pada FCAW-SS stainless steel atau pada kawat-kawat FCAW-G hampir sama dengan elektroda stick. Kawat FCAW-SS bahkan menimbulkan lebih banyak asap. sehingga pada pekerjaan di bengkelbengkel las dibutuhkan ventilasi yang memadai dan kadang-kadang memerlukan alat khusus pembuang asap di daerah welding gun. welder dan inspektor yang terlatih. Elektroda diumpankan secara kontinyu dari sebuah gulungan dengan cara yang sama seperti pada proses GMAW. karena dapat menimbulkan kondisi yang lebih buruk karena menghasilkan turbulensi yang akan menarik udara disekitarnya. 1. Menaikkan aliran gas untuk mengatasi hembusan angin yang tinggi bukan menyelesaikan masalah. Proses FCAW-G menghasilkan lebih banyak asap dari pada kawat solid GMAW. Gambar 100-12. elektroda dan flux sehingga menghasilkan kawah las yang ditutupi oleh lapisan slag cair. Proses pengelasan FCAW-G tidak boleh dilakukan apabila kecepatan angin lebih dari 5 mph karena ada resiko porosity berlebihan.1.5. T-5 dan T-8. Karena busur tidak terlihat. Lapisan slag melindungi kawah las sampai membeku. Aplikasi pada Pekerjaan Proses FCAW-G dapat dilakukan dengan semua posisi untuk pengelasan struktural. dimana busur dan kawah las ditutupi oleh lelehan flux dan lapisan butiran-butiran flux seperti tampak pada Gambar 100-12. Elektrodaelektroda berpelindung diri (self-shielded wires) bisa digunakan untuk pengelasan root pass dan fill pass dari arah satu sisi pada sambungan T-Y-K pada anjungan lepas pantai. Submerged Arc Welding SAW atau las busur terbenam termasuk salah satu las busur listrik. apabila pihak Kontraktor dapat mendemontrasikan bahwa mereka mempunyai pengalaman dengan proses tersebut. dan lebih kecil dari pada kawat carbon steel berpelindung diri (self-shielded wires). Panas busur melelehkan base metal. Pengelasan yang dilakukan dengan kawat FCAW-SS perlu kontrol yang ketat terhadap tebal dan lebar bead dan elektrode stickout guna mendapatkan sifat-sifat ketangguhan yang tinggi. pipa atau pressure vessel secara butt weld atau fillet weld. seperti bangunan dan anjungan lepas pantai dimana lokasi lapangan atau rumitnya struktur membuat pemakaian peralatan las SAW menjadi tidak praktis dan penggunaan proses SMAW kurang kompetitif.

Keuntungan Proses las SAW ini dapat digunakan untuk mengelas carbon steel. Flux SAW harus disimpan ditempat yang hangat. dan juga untuk mengelas plat bola yang dirakit dilapangan dan diatur untuk pengelasan posisi datar. Karena penetrasi lebih dalam. Penyangga ini dilepaskan sebelum mengelas dari arah sebaliknya. Pengelasan dari arah satu sisi bisa dilakukan dengan memberi bahan penyangga sementara seperti batangan tembaga. karena benda kerja dapat diletakkan dengan posisi datar untuk memperoleh laju pengisian yang lebih tinggi. sehingga dapat mengurangi jumlah lapisan yang diperlukan dan juga menghemat waktu pengelasan. atau pita back up khusus dari bahan flux atau keramik. proses ini tidak cocok untuk mengelas root pass tanpa terlebih dahulu diberi penyangga las. low alloy steel. Jenis lain SAW adalah tandem arc welding. Lapisan slag yang menyelimuti logam las memberikan perlindungan yang handal terhadap logam las cair.5 mm dan lebar 60 mm). kering dan harus direkondisi apabila lembab (sesuai dengan petunjuk pabrik). Proses las SAW biasanya dikerjakan secara otomatis. Sambungan las untuk SAW pada umumnya dirancang dengan land lebih tebal dan tanpa celah agar dapat menopang logam las selama pengelasan dari sisi pertama. stainless steel dan beberapa paduan nikel tinggi. . sisi sebaliknya dapat dilas tanpa perlu diback gouging. Proses ini digunakan secara luas untuk membuat lapisan anti karat dengan menggunakan elektroda berbentuk lembaran (tebal 0. Karena penetrasi SAW dalam. flux back up. Karakteristik penetrasi yang dalam dari proses SAW ini menyebabkan kampuh las bisa dibuat lebih sempit. SAW bisa digunakan dengan arus searah (DC) atau arus bolak-balik (AC). Penyangga (back up) dapat bersifat sementara atau permanen. Proses las ini dapat dikerjakan dengan arus lebih tinggi serta elektroda berganda. dan bisa dikerjakan dengan arus DC-AC atau AC-AC. yang juga dapat digunakan untuk meluruskan sambungan. yang menggunakan dua batang elektroda sekaligus. tetapi arus DC lebih banyak dipakai karena penyalaan busur lebih mudah dan penetrasinya lebih dalam. yang dilakukan oleh pabrik-pabrik pembuat pipa. Proses pengelasan SAW juga sudah digunakan dilapangan untuk mengelas dinding tangki penyimpanan minyak secara horizontal dengan menggunakan alat khusus pengelasan posisi jam 3. Contohnya adalah double SAW (disingkat dengan DSW). sehingga diperoleh laju pengisian dua hingga sepuluh kali lebih cepat dari pada SMAW. Kawat untuk pengelasan SAW juga mesti disimpan ditempat yang kering. sehingga menghasilkan deposit las bermutu tinggi. Bahan-bahan penyangga sementara yang lain adalah batangan baja.Pengelasan dengan proses SAW pada umumnya dilakukan di bengkel-bengkel. Bisa juga dilakukan secara semi-otomatis dengan gun genggam tetapi laju pengisian kurang memuaskan.

terutama pada logam-logam tipis. Cacat-cacat las yang umum terjadi pada SAW: 1. Pada pengelasan dengan lapisan banyak. Apabila menggunakan panas masukan lebih besar. meskipun pada umumnya hal ini tidak menjadi masalah. karena unsur-unsur ini akan menaikan kekerasan. tetapi kontrol kimia yang lebih baik akan diperoleh apabila suatu paduan tertentu ditambahkan pada kawat dan menggunakan flux netral. sehingga proses ini tidak ekonomis pada pekerjaan-pekerjaan kecil. 2. menurunkan ketangguhan. Hal ini terjadi pada pengelasan dimana kedalamannya lebih besar dibandingkan lebar. Hal ini terjadi karena slag terkurung disepanjang sisi logam las dan tidak terbuang selama pembersihan. Kekerasan di daerah HAZ cenderung lebih rendah karena panas masukan yang lebih tinggi menyebabkan laju pendinginan menjadi lebih lambat. SAW tidak menimbulkan radiasi tinggi dimana hal ini memberikan kenyamanan kepada juru las.Sebagai sebuah proses las busur terbuka. Waktu pemasangan untuk pengelasan lebih lama dibandingkan dengan GMAW dan SMAW. Keadaan ini menyebabkan hilangnya sifat impact. Retak ditengah las-lasan karena bentuk bead tidak tepat. bisa terbentuk butiran-butiran kasar di daerah HAZ. Hal ini terjadi karena pembersihan karat dan kerak pada sambungan tidak sempurna. harus dipilih kombinasi kawat/flux yang sesuai sehingga dapat mencegah pembentukan unsur Mn dan Si pada logam las. Kelemahan Di dalam prakteknya. Terbatasnya pandangan mata terhadap busur dan kawah las selama pengelasan membuat proses ini menjadi lebih sulit dalam mempertahankan posisi las di atas sambungan. Pertimbangan Dalam Memilih Kombinasi Kawat/Flux Unsur-unsur paduan bisa ditambahkan baik pada kawat elektroda ataupun flux. dan menimbulkan masalah retak padasour service. Kelarutan logam induk pada SAW lebih besar dibandingkan dengan proses pengelasan yang lain. karena penetrasinya lebih dalam. 3. Kelarutan logam induk ini mempunyai pengaruh signifikan pada sifat kimia logam las dan harus dipertimbangkan ketika memilih kombinasi kawat/flux. tetapi kandungan hydrogennya tergantung dari tingkat kekeringan dan jenis flux yang dipakai. proses las SAW membutuhkan penanganan dan waktu pemasangan lebih banyak untuk meletakkan benda kerja sedemian rupa sehingga pengelasan dapat dilakukan dengan posisi datar. Slag inclusion karena muka las terlalu cembung atau undercut. Pada umumnya tampilan bead yang halus dari pengelasan SAW membuat inspeksi visual menjadi lebih mudah terhadap cacat-cacat las karena kesalahan operator atau kesalahan fungsi peralatan. SAW adalah proses las rendah hydrogen. Porosity karena kontaminasi pada pengelasan. PWHT akan mengurangi . yang pada beberapa aplikasi tidak diperbolehkan.

1. Pada ESW konvensional. untuk menahan logam cair tetap berada pada tempatnya sampai membeku. . Permulaan tab dimulai dari bagian bawah sambungan dan runoff tabpada bagian atas. Proses ini dimulai dengan menyalakan busur diantara kawat elektroda dengan bottom starting tabpada cekungan yang terbentuk antara pinggiran alat yang mempunyai celah dengan sepatu tembaga.kekerasan logam las tetapi juga menurunkan tensile strength. kapal. Pengaruh PWHT terhadap tensile strength harus dipertimbangkan dalam memilih kombinasi kawat/flux. Sehingga perhatian yang seksama harus dilakukan di dalam memilih kombinasi kawat/flux yang akan menghasilkan komposisi logam las dengan sifat kimia dan kekuatan yang sempurna. Selama proses pengelasan berlangsung. flux ditambahkan secara teratur untuk menjaga ketepatan slag . plat berbentuk persegi mula-mula diletakkan secara vertikal dengan jarak kira-kira satu inch.6. Proses las ini digunakan juga untuk membuat lapisan selubung baik dengan elektroda lembaran ataupun berupa kawat. proses las SAW kurang memuaskan dari pada GMAW karena GMAW lebih serba guna. Busur listrik dinyalakan pada permulaan proses. pressure vessel. sepatu tembaga berpendingin air yang bisa dipindah-pindah diletakkan pada sisi bagian depan dan belakang sambungan. anjungan lepas pantai termasuk alat pengeboran dibawah laut. dan berlangsung terus sehingga terbentuk slag konduktif. Proses las SAW digunakan secara luas oleh suplier untuk mengelas struktur-struktur besar seperti tangki. Kedua metode ini menggunakan alat-alat dan bentuk filler metal yang berbeda. Electroslag Welding dan Electrogas Welding ESW adalah suatu proses las otomatis dengan laju deposit tinggi yang digunakan untuk mengelas logam dengan tebal 2 inci atau lebih secara vertikal. Walaupun peralatan tersedia untuk pengelasan semi otomatis. Pada kedua jenis proses pengelasan ESW ini. dan struktur. Butiran flux diletakkan pada cekungan. busur padam dan slag tetap cair karena resistansi panas yang berasal dari arus yang lewat diantara elektroda dengan benda kerja. Segera setelah slag menjadi konduktif. 1. kapal. Aplikasi pada Pekerjaan Pada umumnya beberapa perusahaan tidak memakai proses las SAW otomatis ini apabila tidak banyak permintaan yang bisa dijadikan alasan untuk menggunakan proses las ini. PWHT penting sekali dilakukan apabila temperatur pengelasan lebih tinggi dan holding time lebih lama. kemudian dilas naik secara vertikal.Metode panduan terumpan. Ada dua jenis proses las ESW: .Metode panduan tidak terumpan (konvensional). Pemakaiannya yaitu pada pengelasan pressure vessel.

yang membentuk permukaan logam las pada bagian sisi sebelah depan. Bagian belakang logam las dibentuk oleh batangan penyangga dari tembaga permanen atau oleh root pass yang dikerjakan dengan proses manual atau semi-otomatis. Sambungan las pada EGW bisa berbentuk persegi dengan suatu celah atau pengelasan dengan bevel standar V dikerjakan dengan proses las yang lain. tetapi dapat diimbangi oleh laju pengisian yang lebih cepat. Tube panduan terumpan menambahkan filler metal pada logam las dan juga menyediakan flux pada slag konduktif dari bagian luar coating (seperti elektroda terbungkus dengan lobang besar). Electroslag Welding Konvensional dengan Tiga Batang Elektroda ESW panduan terumpan menggunakan suatu tube panduan terumpan untuk menempatkan kawat elektroda berada pada sambungan. Persiapan sambungan pada kedua proses ini sederhana dan lebih sedikit terjadinya distorsi pengelasan dibandingkan dengan metode lain. Selama pembekuan. dan sepatu tembaga berpendingin air permanen. Resistansi panas slag melelehkan filler wire dan pinggiran plat membentuk genangan logam cair. Gambar 100-13. biasanya kurang dari 2 inch. Proses ini bisa dikerjakan dengan satu sepatu dapat dilepas.yang menutupi genangan logam cair. Electrogas Welding EGW dilakukan dengan posisi vertikal dengan cara yang sama dengan ESW. Lebih dari satu tube panduan terumpan dapat dipakai untuk pengelasan logam-logam tebal. Gambar 100-13 menjelaskan sebuah sistim elektro slag plat tebal yang menggunakan tiga batang kawat las dan cocok untuk mengelas pressure vessel. tetapi berbeda dalam mempertahankan busur diantara elektroda berinti flux dan kawah las. Kelemahan Baik proses las ESW ataupun EGW hanya terbatas pada penyambungan carbon steel dan low alloy steel dengan posisi vertikal. Hal ini membuat kawah las muncul di dalam kampuh. Tube pemandu tidak bergerak tetapi terbakar habis selama pengelasan. yang ditahan oleh sepatu tembaga. Waktu pemasangan pada proses ini sangat lama. Satu atau lebih kawat dapat digunakan. Keuntungan Keuntungan utama dari proses las ESW dan EGW adalah kemampuannya untuk melakukan pengelasan vertikal dari berbagai ketebalan dengan waktu lebih cepat dibandingkan dengan proses-proses las yang lain. sementara EGW bisa dikerjakan baik di bengkel atau di lapangan. EGW terbatas pemakaiannya pada benda-benda tipis. Kawah las ditutupi oleh cairan slag tipis dan diselimuti oleh gas CO2 atau argon-CO2. Pentingnya waktu pemasangan berkurang . tergantung pada tebal plat. sepatu secara otomatis bergerak naik kepermukaan plat. ESW terutama sekali dipakai untuk mengelas logam-logam tebal dibengkel-bengkel.

Aplikasi pada Pekerjaan . tetapi ada sedikit penurunan sifat logam di daerah HAZ. ESW memiliki panas masukan paling tinggi. pengatur waktu otomatis. Panas pengelasan terbentuk karena tarikan busur antara welding stud dengan base metal. ESW dan EGW mempunyai panas masukan sangat tinggi.dengan bertambah tebalnya logam las. Hal ini diikuti dengan penggerindaan atau abrasive blasting. Kerak dan karat harus dibuang sebelum pengelasan. Panas masukan EGW tidak sebesar ESW. menghasilkan pengelasan dengan butiran kasar berjumlah banyak dan daerah HAZ dengan notch toughness rendah. Drawn arc stud welding mempergunakan mesin las DC konvensional dengan polaritas lurus. Hal ini membatasi aplikasi EGW terhadap bahan-bahan yang mempunyai notch toughness lebih buruk. Proses las jenis ini digunakan untuk memasanginsulation pins dan refractory anchors. Keterbatasan ini membuat beberapa kontraktor membatasi pemakaian EGW pada tangki penyimpanan dilapangan yang memiliki suhu pemakaian minimum 30oF atau lebih. Proses las SW menggunakan welding gun khusus dan pengatur waktu otomatis. Suatu contoh faktor bentuk rendah yaitu peka terhadap retak (adalah satu). ESW sensitif terhadap kontrol bentuk bead. Stud welding bisa dilakukan dengan menggunakan mesin las drawn-arc atau capasitor discharge. Stud bisa dipasangkan dengan SMAW apabila mesin las stud otomatis tidak ada. EGW digunakan untuk sambungan vertikal pada tanki penyimpan minyak. Aplikasi pada Pekerjaan Aplikasi pengelasan ESW paling umum yaitu pada sambungan-sambungan longitudinal pada shell ring untuk pressure vessel carbon steel dan low alloy steel berdinding tebal. Segera setelah ujung stud dan permukaan base metal di bawah stud meleleh. Perlunya normalizing setelah pengelasan biasanya untuk menghindarkan pemakaian ESW untuk pengelasan dilapangan. karena kawah las mempunyai ukuran sama dengan lebar. Dengan demikian dihasilkan penyatuan las berkekuatan penuh dengan hasil pengelasan dan daerah HAZ yang sempit.7. dan terjadi pembekuan.1. stud dipaksa melawan base metal karena tekanan. Stud Welding SW adalah proses pengelasan yang relatif mudah dikerjakan. 1. Persiapan permukaan sebelum pengelasan penting sekali untuk memperoleh mutu stud welding yang konsisten. Capasitor discharge stud welding menggunakan energi listrik lucutan cepat yang tersimpan di dalam kapasitor sebagai sumber panas. Retak garis tengah bisa terjadi apabila faktor bentuk (kedalaman kawah las dibagi dengan lebar kawah las) rendah. dan gun genggam. Pengelasan ESW membutuhkan perlakuan panas untuk menghaluskan kembali butiran setelah pengelasan selesai (misalnyanormalizing) untuk memulihkan notch toughness.

Propane.8. Peralatan sederhana dan biayanya murah serta bisa digunakan untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pemotongan. mudah diangkut dan tidak ada persyaratan terhadap sumber tenaga listrik. Inspeksi visual terhadap stud weld (untuk memeriksa 360 derajat cahaya disekitar base) dan kelengkungan stud dengan sudut kira-kira 15 derajat dari sumbu merupakan suatu cara yang dapat diterima untuk memastikan apakah stud sudah terpasang dengan baik. OFW masih dipakai untuk fillet weld dan butt weld pada pipa-pipa tipis diameter 2 inch ke bawah dimana GTAW adalah alternatif lain. Gas welding juga digunakan pada pengecoran logam untuk memperbaiki casting iron. Braze Welding dan Brazing Oxyfuel Gas Welding Proses las OFW mempergubakan panas yang berasal dari nyala gas untuk melelehkan base metal dan menghasilkan penyatuan. Efektifitasnya tergantung pada keterampilan juru las dalam mengendalikan komposisi nyala api. preheating dan brazing. Meskipun demikian. Gambar 100-15 memperlihatkan nyala api oxyacetylene yang digunakan dalam OFW. gas alam. Oxyfuel Gas Welding. Stud yang tidak memperlihatkan cahaya 360 derajat atau terputus selama pembengkokan dapat diperbaiki dengan menggunakan proses SMAW. OFW digunakan terutama sekali karena fleksibel. biasanya diikuti dengan menambahkan filler metal dalam bentuk kawat dengan komposisi yang sesuai. Obor oxyacetelyne adalah metode yang paling biasa dipakai. Kualitas stud welding harus diperiksa pada setiap awal perubahan. 1. pressure vessel dan tangki. dan untuk pemasangan konduktor panas pada furnace tube. Kelemahan . pembengkokan.1. untuk menentukan apakah prosedur (gun pengatur waktu) dan persiapan permukaan sudah memuaskan. apabila kebutuhan terhadap karakteristik nyala api tidak terlalu penting. Akan tetapi gas-gas ini digunakan untuk memotong. dengan temperatur nyala api sekitar 5600oF. preheating dan brazing. panas masukan dan sudut dari obor (yang mempengaruhi ukuran kawah las). Gambar 100-14. Peralatan Oxyfuel Gas Welding Gambar 100-15. dan alternatif lain dari bahan bakar gas acetelyne tidak dipakai pada pengelasan gas karena laju pemanasannya terlalu rendah. Gambar 100-14 memperlihatkan detail peralatan OFW.Pengelasan stud dengan cara drawn-arc atau capasitor discharge digunakan secara luas untuk mengikat insulasi dan refractory anchor pada pipa. Gas welding dengan nyala carburizing menghasilkan kekerasan paling tinggi pada deposit pelapisan. Karakteristik Nyala Api Oxyacetylene Keuntungan. Gas welding pada umumnya sudah digantikan oleh SMAW dan proses-proses pengelasan yang terbaru.

Satu aplikasi penting pada pipeline adalah pemasangan kawat-kawat sacrificial anode dan test lead untuk cathodic protection. celah yang terlalu sempit atau sama sekali tidak ada jarak akan menghalangi brazing alloy mengalir menuju sambungan dan juga dapat menghasilkan sambungan yang lemah atau bocor. Prinsip kerjanya terdiri dari pelelehan serbuk paduan tembaga secara exothermal di dalam sebuah cetakan grafit yang dapat dipakai lagi. Powder charge(mesiu) ditahan oleh sebuah piringan penahan dari logam tipis. dahulu disebut silver soldering. Cadwelding Cad welding adalah merek dagang dari proses las thermit yang digunakan untuk memasang sambungan-sambungan listrik tembaga dan ground lead pada pipe lines dan struktur. tumpang atau soket dengan celah antara bagian sekitar dua hingga enam mils. Brazing menggunakan prinsip kerja kapilaritas untuk menimbulkan pelelehan paduan brazing yang mengalir diantara sambungan-sambungan yang berdekatan. Penyambungan Cadweld diperlihatkan pada Gambar 100-16.9. tetapi tidak melebihi titik lebur logam dasar. Proses ini digunakan untuk memperbaiki casting iron dengan brass filler metal. Brazing tidak dipakai pada wadah yang digunakan untuk menyimpan cairan yang mudah terbakar karena bisa meleleh dalam api. panas diberikan pada sambungan las untuk menaikan suhunya sehingga di atas titik lebur filler rod. Brazing dan braze welding mempergunakan filler metal yang akan meleleh pada suhu di atas 840oF (450oC). Sambungan tumpul. Baik carburizing ataupun decarburizing dapat terjadi pada logam las dan daerah-daerah yang berdekatan dengan base metal apabila nyala api diatur secara tidak benar. tetapi hanya untuk melelehkan filler metal saja. menggunakan paduan perak-tembaga untuk tujuan aplikasi umum. Silver brazing. menghasilkan kekuatan paling tinggi.OFW bersifat lambat dan menghasilkan panas setempat yang menimbulkan masalah perubahan bentuk. Meskipun demikian. Butiran kasar. . Filler metal kemudian dialirkan kepermukaan yang panas. Soldering menggunakan filler metal yang meleleh pada suhu di bawah 840oF (450oC).1. struktur yang getas biasa dijumpai pada pengelasan carbon steel karena faktor panas masukan yang tinggi serta kecepatan las yang rendah. Sambungan yang lebih lemah akan terbentuk apabila toleransi kelurusan tidak dikontrol untuk menghindarkan celah yang berlebihan. logam dasarnya tidak. dimana terdapat flux yang sesuai. 1. sehingga membentuk suatu ikatan. Braze Welding dan Brazing Proses penyambungan dengan metode ini mempergunakan obor gas seperti halnya pada OFW. Kondisi ini bisa sangat merusak daya tahan terhadap karat pada baja-baja chromium dan paduan-paduan yang lebih tinggi. Pada braze welding.

Laser welding. Meskipun demikian. Penelitian telah memperlihatkan bahwa pengaruh metalurgi Cadwelding terhadap pipeline tidak merusak pipa-pipa API 5L grade (X-65 dan di bawahnya) dengan ketebalan 0. Jenisjenis cetakan berbeda-beda pada setiap aplikasi. dan meningkatnya penetrasi tembaga.Resistance welding. Slag mudah dihilangkan dengan chipping hammer dan harus dibuang dari cetakan sebelum digunakan lagi. .Ketika paduan tembaga meleleh melalui piringan logam. . . . Projection welding. Cetakan digunakan untuk mengikat timah kawat diameter kecil (typically #4 atau kurang) pada pipelines seperti yang diilustrasikan pada gambar. Serbuk ini dilengkapi dengan 15 gram (CA15) dan cartdridges yang lebih besar. Evaluasi harus meliputi fluida. Aplikasi Cadweld pada ketebalan kurang dari 0. Sejumlah starting powder dipadatkan pada setiap cartridge sehingga starting powder terbentang di atas campuran tersebut ketika isinya dialirkan ke dalam cetakan. .2 inci harus dievaluasi tersendiri. Flash welding.Plasma arc welding. Prosesproses ini adalah: . Paduan ini meleleh melalui piringan logam dan membeku pada timah listrik dan base metal. Perhatian utama adalah berkurangnya kekuatan dinding selama pengelasan.Electron beam welding. bertambah dalamnya daerah HAZ. suhu. Proses Pengelasan Lain Beberapa proses penyambungan lain tidak dibicarakan disini karena jarang dipakai. Gambar 100-16 Cadweld untuk Penyambungan Timah Kabel dengan Pipa Serbuk Cadweld (F-33) yang dipergunakan untuk memasang cathodic protection lead dan test wire pada pipeline adalah campuran tembaga oxida dan aluminum dengan sedikit vanadium.2 inci dan lebih. powder charge dibatasi hanya 15 gram menurut ANSI/ASME B31. Mesiu mulai dinyalakan dengan menggunakan pemantik flint spark kemudian mesiu bereaksi sehingga menghasilkan paduan tembaga cair yang mengandung aluminum dan vanadium. . ia akan mengalir melalui tap hole kerongga pengelasan dan membeku pada permukan material yang akan disambung.4 dan B31. Slag tipis aluminum-oksida terbentuk yang menyisakan gumpalan dan kerak pada cetakan. kemudian mengikatnya satu sama lain.8 piping systems. tekanan dan flow rate pipeline tersebut.

2. posisi.2. karat dan patah getas. . Setiap pekerjaan harus dievaluasi berkaitan dengan proses pengelasan. dan produktivitas. sambungan tumpul persegi seperti tampak pada Gambar 100-17 digunakan untuk menyambung pipa secara single weld dengan ketebalan hingga 1/8 inci.2. Pada aplikasi ini. Misalnya.. Simbol-simbol standar untuk pengelasan. Pada umumnya benda-benda yang dilas adalah wadah tempat penyimpanan cairan berbahaya (misalnya pressure vessel. dilas dengan carabutt weld penetrasi penuh. Detail Sambungan Sambungan Tumpul Persegi Pada proses las SMAW. fillet weld hanya dilakukan dengan sambungan tumpang (lap joint) pada plat bagian bawah dan atas sebuah tangki. 1.1. urutan pengelasan.Friction and inertia welding. Resistance spot welding. efisiensi sambungan. Hasil paling baik hanya akan diperoleh apabila sambungan telah dipersiapkan secara sempurna dan kelurusannya sudah tepat. kontrol terhadap distorsi dan syarat-syarat disain untuk menentukan detail sambungan yang tepat. Sebaliknya sambungan-sambungan pada dinding tangki yang memiliki tegangan lebih tinggi.4-86.2. penting diketahui bahwa logam las memiliki kekuatan dan ketangguhan yang handal.Explosion welding. 1. brazing dan inspeksi NDT dijelaskan pada ANSI/AWS A2. karena akan menghasilkan kinerja pemakaian yang paling baik dan tahan terhadap kelelahan. karena lebih ekonomis dari pada butt weld. tangki dan pipa) atau pengelasan sambungan-sambungan kritis pada struktur anjungan lepas pantai. Pengelasan dengan penetrasi sebagian dan fillet weld hanya digunakan apabila beban pemakaian dan stress tidak terlalu berat. kemudahan menjangkau dan inspeksi. dan juga bebas dari discontinuity dan crevices dimana zat-zat korosif bisa berkumpul. .0. . Diperlukan butt weld penetrasi penuh dengan komposisi kimia dan sifat-sifat mekanis yang persis sama dengan base metal. DISAIN SAMBUNGAN LAS 1. dan menyambung plat dengan caradouble weld dengan ketebalan hingga 5/16 inch. Tabel simbol las AWS diberikan pada gambar 100-37 dan Appendix E. Sambungan . karena akan mempengaruhi cara mempersiapkan sambungan. Resistance seam welding. Pertimbangan dalam Membuat Disain Sambungan Disain sambungan yang tepat sangat penting sekali.

mesin gerinda. Bentuk Sambungan pada Pipa Tebal . Sambungan Tumpul Persegi Sambungan single V Pada proses las SMAW. Apabila melakukan pengelasan pada pipa dengan tebal lebih dari ¾ inci dengan cara SMAW. volume logam las yang dibutuhkan menjadi lebih kecil dan pemakaiannya bisa menghemat waktu pengelasan. karena volume logam las yang akan diisikan lebih sedikit dibandingkan dengan memakai sambungan single V. Modifikasi Sambungan pada Pengelasan Pipa. Gambar 100-18.67T) karena backgouging cenderung akan mengimbangi dalamnya pengelasan. Sambungan Double V Pada sambungan jenis ini perlu dilakukan back gouging pada root pass setelah pengelasan dari sisi pertama selesai untuk mendapatkan penetrasi sempurna. Gambar 100-17. pengelasan yang pertama kali dilakukan adalah sisi yang paling dalam (misalnya 0. Sambungan jenis ini bisa dibikin dengan menggunakan lampu potong atau mesin gerinda. Bentuk sambungan seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan lampu potong atau mesin gerinda. bisa digunakan sambungan V yang dimodifikasi atau single U (lihat Gambar 100-20) sebagai menggantikan sambungan pipa single V standar. Gambar 100-20. Sambungan Single V Sambungan Double V Sambungan double V (Gambar 100-19) lebih ekonomis untuk pengelasan plat tebal 3/4 hingga 2-1/2 inci dengan proses las SMAW. kedua belah sisi bisa dilas pertama kali. disain sambungan berbentuk single V (Gambar 100-18) digunakan untuk penyambungan pipa secara single weld dan penyambungan plat secara double weld untuk ketebalan hingga 3/4 inch. karena pengelasan dari sisi kedua akan mengimbangi pengelasan dari sisi pertama. Sambungan ini bisa dibuat dengan menggunakan alat oxyfuel gas cutting. sambungan jenis ini bisa menjadi lebih mahal dari pada sambungan single V biasa. Kontrol terhadap perubahan bentuk bisa menjadi lebih baik. atau gunting. Meskipun demikian. Karena persiapan untuk membuat sambungan yang dimodifikasi ini harus dilakukan dengan mesin. Pada sambungan double Vdengan ketebalan tidak sama. Gambar 100-19. Pada sambungan yang memiliki ketebalan sama.tumpul persegi adalah sambungan yang paling mudah dibikin karena tidak memerlukan pembevelan.

Gambar 100-21. Hal ini sering disebut sesuai dengan nama disainnya mula-mula atau sesuai dengan bentuknya.3. Consumable insert memiliki bermacam-macam bentuk disain. Celah yang lebih lebar membutuhkan ukuran fillet atau bentuk las-lasan yang lebih besar dari arah satu sisi untuk mengimbangi celah lebar tersebut. Set-on pada umumnya dipakai pada fitting yang memiliki diameter kecil (2 inci atau kurang) yang dilas dari arah satu sisi. Detail Pengelasan pada Fitting 1.2. backing ring bisa memperbaiki kualitas root pass dengan juru las yang tidak begitu terampil. karena consumable insert ini ikut terbakar atau bersatu ke dalam root pass sambungan selama pengelasan. Pelurusan terhadap lap joint atau T-joint harus teliti (umumnya dalam 1/16 inci) jika tidak maka efektifitas throat fillet weld tidak terbentuk. foster crevice corrosion. Ring ini juga dapat menimbulkan retak akar apabila kondisi pemakaian bergetar (cyclic) dan terdapat kondisi tegangan balik pada akar. Fillet weld Sambungan Las pada Fitting Pengelasan pada fitting dapat dilakukan baik secara set-on (paste on) atau set-in (lihat Gambar 10022). weldolet. Pada pekerjaan dimana faktor-faktor ini tidak merupakan problem. Fitting ini bisa berupa coupling. Ring jenis ini dipakai untuk membuat root pass pipa memiliki kualitas radiografi. Backing Ring dan Consumable Insert Backing Ring Permanen Backing ring permanen digunakan untuk menahan cairan logam las (lihat Gambar 100-23). dan menghalangi alat-alat pembersih internal. yaitu butuh bentuk bead yang lebih baik serta lebih sedikit pekerjaan perbaikan dan penolakan. Penguat (reinforcement) pada bagianbagian yang hilang sering kali diperlukan dan boleh jadi perlu pad plate atau penguat yang berasal dari fitting itu sendiri. atau small forging yang dilobangi setelah pengelasan selesai. Ring ini pada umumnya tidak boleh dipergunakan pada pipa-pipa proses karena merupakan tempat berkumpulnya endapan-endapan korosif. Gambar 100-22.Fillet Weld Fillet weld (lihat Gambar 100-21) membutuhkan persiapan sambungan paling sedikit. tidak sama halnya dengan backing ring. dan pada umumnya untuk pengelasan penetrasi penuh yang membutuhkan pengelasan dari arah dua sisi. Gambar 100-23. Set-in digunakan pada fitting yang memiliki diameter lebih besar. seperti: . Backing Ring Consummable Insert Consummable insert.

Persiapan Sambungan Pipa dengan Tebal Berbeda Seamless pipe dapat memiliki perbedaan ketebalan yang signifikan apabila diameter dalam dan diameter luar tidak kosentrik. Detail ukuran dan syarat-syarat terhadap consumable insert dapat dilihat pada AWS A5. Juru las perlu pengalaman atau pelatihan pada pengelasan dengan consumable insert supaya diperoleh pelelehan dan penyatuan insert yang sempurna. Gambar 100-25. Taper bervariasi terhadap code yang berbeda. Grinnel inserts (berbentuk persegi datar). EB (electric boat) inserts (berbentuk ring). seperti weld buildup. Pelurusan yang buruk akan ditemui apabila bagian yang lebih tebal dari dinding salah satu pipa disambung dengan bagian yang lebih tipis dari pipa lain. Persiapan Sambungan Plat dengan Tebal Berbeda . harus dilakukan taper apabila beda ketebalan lebih dari seperempat dari bagian yang lebih tipis. yang mana yang lebih kecil. Contoh umumnya adalah penyambungan pipa yang mempunyai schedule berbeda. 3. pengerindaan. Transisi bisa dibuat dengan berbagai proses yang akan menghasilkan taper seragam. seperti elbow schedule 80 dengan pipa schedule 40. atau apabila beda ketebalan lebih dari 1/8 inci. 2. 4.010 inci.4. Consumbale insert pada umumnya dapat diterima karena ia terbakar habis selama pengelasan dan biasanya mempunyai komposisi kimia sama dengan filler metal. Panjang taper yang dibutuhkan meliputi lebar las-lasan. Code pada umumnya tidak memperbolehkan perubahan ketebalan secara tiba-tiba pada sambungan butt weld. “Y” ring inserts. Kellogg inserts (flattened round wire). Gambar 100-24 mengilustrasikan dua cara untuk menyambung pipa yang lebih tebal dengan pipa yang lebih tipis.1. 1. Perubahan Ketebalan Adakalanya tebal dari bagian yang akan disambung berbeda-beda.30. Pada pressure vessel yang mempunyai tebal dinding tidak sama. Dapat dilakukan counterboring untuk menyesuaikan bore sepanjang tebal minimum atau tingkat tegangan tidak dilanggar. lihat Gambar 100-25. atau pembevelan dengan lampu potong. Gambar 100-24. agar insert terhindar dari incomplete fusion. karena akan memperbesar kosentrasi tegangan. Sambungan las yang menggunakan consumable insert butuh kontrol toleransi yang lebih ketat selama mesinasi dan pelurusan.2. Salah satu toleransi untuk fit-up dan persiapan sambungannya adalah ± 0. Disamping itu sambungan-sambungan single V pada pipa atau plat secara esensial harus sama rata dengan bagian belakang untuk menghindarkan cacat-cacat las pada akar seperti incomplete penetration. dimana elbow yang lebih tebal harus dipotong miring (taper) supaya sesuai dengan pipa yang lebih tipis agar diperoleh mutu root yang dapat diterima.

Chemical plant dan petroleum refinery piping dibicarakan dalam ANSI/ASME B31.2.3 Code for Piping. Hal ini akan mengurangi kosentrasi tegangan. dimensi dan bentuk yang memenuhi fusi dan penetrasi yang dibutuhkan. Apabila ketidak lurusan internal pipa lebih dari 1/16 inci. Kepingan transisi bisa digunakan diantara pipa yang memiliki ketebalan berbeda. ANSI/ASME B31. Division 1. 1. ANSI/ASME B31. tetapi sudut bevel tidak boleh lebih dari 30 derajat. Pressure Vessel. Piping. Vessel yang terbuat dari dua buah plat atau lebih harus dilas secara longitudinal pada bagian yang berdekatan.2.5. 620. Tegangan pada Butt Weld dan Fillet Weld . Persyaratan Code Code seperti di bawah berikut dijadikan acuan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi. ASME Code for Boilers and Pressure vessels. Counterboring atau tapering tidak boleh melanggar ketebalan minimum. mempermudah pengelasan root pass. terutama apabila yield strengthnya juga berbeda.8 Code dan API Std. 12D.1 for structures. Leher nozzle yang dimasukkan kedalam sebuah lobang pada dinding vessel bisa dipasang dengan las kampuh penetrasi penuh atau penetrasi sebagian. Pengelasan pressure vessel dijelaskan dalam ASME Code Section VIII. 1. Nozzle atau reinforcement pada pressure vessel harus dipasang dengan pengelasan yang cukup untuk menghasilkan kekuatan penuh dari bagian-bagian penguat. bagian dinding yang lebih tebal harus di counterbored atau taper boredsehingga permukaan internal hampir rata. yang kemudian diatur secara bergantian oleh sebuah jarak sebesar paling tidak 5 kali ketebalan plat. meskipun demikian pengelasan penetrasi penuh lebih diutamakan. AWS D1. Leher nozzle harus dipasang pada dinding vessel dengan las kampuh penetrasi penuh.3. 650 for storage tanks. 3. API Std. B31. 1104 for pipelines.4 Code. dan meningkatkan inspeksi sambungan bila menggunakan radiografi. Lihat Gambar 100-25 mengenai persiapan sambungan terhadap logam yang memiliki tebal tidak sama.6.1. 2. 5. Disain sambungan harus memberikan akses. 4. Ukuran perbandingan bevel yang direkomendasikan adalah 4:1.

Pada butt weld. in. Gambar 100-29.Gambar 100-26 mengilustrasikan istilah-istilah yang digunakan pada fillet weld. Diperlihatkan juga simbol-simbol las standar yang digunakan untuk menjelaskan syarat-syarat sambungan las. h = ukuran tumit las-lasan tidak termasuk tonjolan las. Butt Weld dengan Gambar 100-28. Ss = shear stress.2. Fillet Weld dengan Beban Tegangan Langsung pada Beban Langsung Fillet Weld. in-lb.7. h = fillet size. Gambar 100-27. lb. 1. Istilah-Istilah Sambungan dan Simbol-Simbol Las Gambar 100-32 sampai 100-37 di bawah memperlihatkan penjelasan berdasarkan AWS dan istilah-istilah pada sambungan las kampuh tunggal dan las kampuh ganda. diikuti dengan posisi-posisi pengelasan untuk las kampuh. Single Fillet Weld Fillet Weld Pada Beban Paralel Gambar 100-31. fillet weld dan pengelasan pipa. Gambar 100-26. in. Gambar 100-27 sampai 100-31 memberikan persamaan-persamaan hitungan sederhana yang digunakan untuk menentukan tegangan pada butt weld dan fillet weld. Istilah-istilah pada Fillet Weld Istilah-istilah standar Istilah-istilah standar yang digunakan dalam menghitung tegangan sambungan las dalam contoh berikut adalah: S = normal stress. P = external load. Pada fillet weld. psi. M = bending moment. . L = length of weld. psi. Bending Momen pada Gambar 100-30. Double Fillet Weld dengan Beban Paralel. h = size of weld.

serta penjelasan mengenai syarat-syarat pengelasan seperti preheat.3.Sukar mengelas bahan-bahan las tertentu.1. KOMPOSISI LOGAM LAS Pada umumnya. Praktek Pengelasan. Posisi-Posisi Gambar 100-35. proses pengelasan. Posisi-Posisi Pengelasan pada Pengelasan Pipa Gambar 100-37 a.Gambar 100-33.0. Spesifikasi ini meliputi elektroda tungsten dan karbon. heat treatment. dan pemilihan jenis-jenis filler metal. Lampiran ini terdiri dari spesifikasi ASTM dan ASME yang dipakai. Sambungan-Sambungan Las Kampuh Tunggal Sambungan Las Kampuh Ganda Gambar 100-34. Penjelasan mengenai pemilihan filler metal dibicarakan pada Bab 3. Sambungan. 1. Spesifikasi ini secara teratur diperbaharui. Filler Metal Bahan tambah atau filler metal yang dipilih hendaknya memiliki komposisi dan sifat-sifat mekanis sama dengan logam dasar.Gambar 100-32. Data bermacam-macam paduan disajikan dalam Alloy Fabrication Data pada Appendix A.Pengelasan logam berbeda (dissimilar metal). misalnya penyambungan carbon steel dengan stainless steel dengan mempergunakan elektroda Ni-Cr-Fe. dimana dua digit terakhir menunjukkan tahun keluaran yang dicantumkan pada nomor spesifikasi. Gambar 100-38 di bawah memperlihatkan proses pengelasan atau proses-proses yang dibicarakan diikuti dengan nomor spesifikasi AWS nya. Posisi Pengelasan pada Las Posisi Pengelasan pada Kampuh Fillet Weld Gambar 100-36. . Namun demikian komposisi logam las bisa juga berbeda apabila: . Simbol-Simbol Las Standar AWS 1.Apabila diinginkan sifat-sifat mekanis khusus.3. misalnya pemakaian carbon steel pada suhu rendah dengan mempergunakan elektroda yang mengandung Ni. semua baja dan baja paduan yang diperbolehkan oleh code dan standard dapat dilas apabila menggunakan prosedur pengelasan yang tepat. AWS memiliki 31 spesifikasi filler metal. misalnya pengelasan material 13 Cr dengan mempergunakan elektroda austenitic atau elektroda Ni-Cr-Fe. Simbol-Simbol Las Standar AWS Gambar 100-37 b. . juga flux untuk brazing pada proses pengelasan SAW dan ESW. . batasan komposisi kimia dan sifat-sifat mekanis.

.2. EW : Artinya elektroda tungsten (tidak terumpan).Mengionisasi unsur untuk menghaluskan busur las. misalnya SFA5. Inti kawat las berfungsi sebagai bahan tambah pada saat pengelasan berlangsung. nitrogen dan hydrogen yang terdapat di udara. RB : Artinya filler metal yang digunakan sebagai welding rod atau brazing Filler metal. yaitu ASME Section II. Spesifikasi filler metal ASME ditandai dengan penambahan huruf SF pada nomor AWS. Perhatikanlah sebuah elektroda las busur yang menghantar arus las. yaitu: .Memberikan gas pelindung untuk mencegah kontaminasi pada busur dan logam las dari pengaruh oxygen. B : Artinya brazing filler metal. F : Singkatan dari flux pada proses las SAW IN : Singkatan dari consumable insert. Spesifikasi Filler Metal berdasarkan AWS. Elektroda SMAW Elektroda terbungkus pada proses las SMAW menyediakan bahan tambah dan gas pelindung. tergantung dari jenis elektrodanya.ASME juga menerbitkan spesifikasi filler metal. Elektroda terbungkus ini memiliki berbagai macam komposisi pada inti kawat dan selaput pembungkusnya ( coating).Membentuk lapisan terak (slag) di atas kawah las dan endapan logam.1. R : Artinya welding rod yang mendapat pemanasan untuk kegunaan selain dari menghantarkan arus. Gambar 100-38. RG : Welding rod yang dipakai pada proses las OAW. 1. FCAW. . ER : Artinya filler metal yang berfungsi sebagai elektroda las busur (menghantarkan arus) atau sebagai welding rod. GTAW dan SAW. polos dan berinti komposit atau flux yang dipakai untuk proses las SMAW. . Elektroda ini bisa dibalut oleh flux. Part C Boiler and Pressure Vessel.3. baik mengenai bentuk hasil maupun proses penyambungan. Sedangkan coating berfungsi seperti di bawah berikut. Spesifikasi ini mirip dengan AWS. Sistem klasifikasi AWS pada filler metal ini menggunakan awalan seperti dijelaskan di bawah yang memberikan informasi. GMAW.

Gambar 100-40.1 yaitu elektroda carbon steel untuk proses las SMAW. dan E-8010-G adalah elektroda selulosa dengan klasifikasi umum.5. berdasarkan AWS A5. Elektroda-elektroda dasar atau berbungkus kapur (-15) mempunyai cairan slag sedikit.. tetapi ada penambahan huruf atau angka untuk memberikan informasi mengenai komposisi kimianya. . Misalnya elektroda E-6010 mempunyai tensile strength minimum 62. dan mesti digunakan dengan arus DC polaritas terbalik. misalnya E-10018-D2. Elektroda carbon steel.Elektroda SMAW untuk Pengelasan Carbon Steel Elektroda low alloy steel mengikuti spesifikasi AWS A5. mengandung serbuk besi dengan komposisi nominal 1-1/4 Cr-1/2 Mo. Tiga digit pertama adalah singkatan dari tensile strength. . memberikan informasi mengenai komposisi kimia yang harus dipenuhi. memiliki tensile strength minimum 100. nikel dan chromium pada baja-baja paduan rendah. Elektroda E-7018 memiliki tensile strength minimum 72. tetapi karakteristik lasnya berbeda. Kondisi ini akan mempengaruhi posisi dan arus pengelasan yang digunakan. Misalnya elektroda E-8018-B2 adalah elektroda dengan coating jenis low hydrogen. Jenis coating akan menentukan posisi pengelasan. .1. Elektroda dengan kekuatan lebih tinggi. jenis arus dan polaritas arus. Digit ketiga memberikan informasi mengenai posisi pengelasan dan digit ke empat memberikan informasi mengenai jenis coating. menggunakan sistem empat digit. dan jenis pembangkit listrik yang dibutuhkan. Elektroda ini bisa digunakan dengan semua posisi. penetrasi busur dalam dan kuat.4 (komposisi 5 Cr atau lebih) dan diklasifikasikan menurut AISI untuk komposisi deposit logam las dan jenis coating (dua digit terakhir). karakteristik pengelasan. Elektroda ini bisa digunakan dengan semua posisi. cocok untuk pengelasan semua posisi.Menghasilkan zat deoxidizer dan pembersih untuk menghaluskan struktur butiran logam las.Menghasilkan unsur-unsur paduan seperti molybdenum. AWS A5. dan menggunakan arus DC dengan polaritas terbalik. dimana sistem klasifikasinya sama dengan elektroda carbon steel. Akhiran berbentuk huruf dan angka atau hanya huruf saja. Lihat Gambar 100-39.000 psi dengan coating jenis low hydrogen dan mengandung serbuk besi. Gambar 100-39. misalnya E-60XX atau E-70XX.5 – Elektroda SMAW untuk Pengelasan Low Alloy Steel Elektroda stainless steel dijelaskan oleh spesifikasi AWS A5. Tensile strength minimum bisa seperti hasil yang dilaskan atau hasil pengelasan yang telah diberi PWHT. tergantung dari klasifikasinya. busur berbentuk halus dengan penetrasi sedang. Kedua coatingnya adalah jenis low hydrogen. umumnya tahan terhadap retak. mempergunakan system 5 digit.Memberikan serbuk besi untuk mempercepat laju pengisian.000 psi dengan coating dari jenis sellulosa.000 psi atau lebih. Coating elektroda dari jenis kapur (-15) atau titania (-16). yang hanya perlu melakukan jumlah minimum dari satu unsur yang dicantumkan (komposisi sebenarnya ditinggalkan pada pabrik pembuat elektroda). AWS A5. Dua digit pertama memberikan informasi tensile strength minimum logam las dalam ksi.

Elektroda ini memiliki coating titanium yang pada umumnya tidak cocok untuk pengelasan semua posisi. Lama Pemaparan Elektroda Low Hydrogen di Udara Terbuka yang Direkomendasikan Gambar 100-43. Elektroda ini memiliki lapisan kapur. dengan arus DC polaritas terbalik. Gambar 100-43 memberikan rekomendasi suhu penyimpanan dan suhu rekondisi elektroda yang biasa digunakan. Resiko retak ini semakin besar seiring dengan bertambahnya tensile strength elektroda tersebut. Gambar 100-41. Gambar 100-42 memberikan rekomendasi waktu maksimum terbuka di udara (setelah wadah penyimpan dibuka atau dikeluarkan dari oven pemanas) pada kondisi sedang. Contoh elektroda stainless steel terbungkus adalah E-316-15. yang cocok untuk pengelasan semua posisi. Elektroda ini hanya cocok untuk posisi datar dan horizontal. Elektroda ini merupakan elektroda turunan yang memperlihatkan muka bead elektroda coating titanium. Elektroda dengan coating tahan basah (moisture resistant) disingkat MR. Lihat Gambar 100-41 mengenai elektroda stainless steel SMAW menurut AWS A5. Bagaimanapun juga elektroda tidak boleh lembab atau basah. Elektroda ini mendepositkan logam las stainless steel jenis 316. Elektroda E-410-16 mendepositkan logam las stainless steel 12% Cr. dan karakteristik pengelasan semua posisi dari elektroda-elektroda coating kapur. Elektroda baru ini sangat tahan terhadap kelembapan sehingga bisa digunakan setiap saat. sekarang banyak dibuat oleh beberapa manufacturer. Coating pada Elektroda SMAW Elektroda low hydrogen memiliki coating (selaput pembungkus) yang akan menyerap kelembapan apabila berada di udara terbuka. Elektroda yang sudah terbuka di udara dalam waktu melebihi seperti disebutkan dalam Gambar 100-42.Elektroda coating titanium (-16) menghasilkan deposit las lebih halus dengan muka las cenderung berbentuk cekung. atau elektroda tersebut dibuang sama sekali. sehingga elektroda ini harus dibeli dalam wadah tertutup rapat.3. Penyerapan uap lembap ke dalam elektroda low hydrogen dapat menimbulkan underbead cracking. harus direkondisi di dalam oven untuk membuang kelembapan yang terserap oleh coating. dan disimpan dalam oven pemanas setelah dibuka untuk menghindarkan penyerapan uap air. tetapi dapat digunakan dengan arus AC atau DC polaritas terbalik. yaitu suhu 70oF dan kelembapan relatif 70 %) untuk elektroda low hydrogen dengan berbagai level kekuatan. Elektroda GMAW dan FCAW .3.4 – Elektroda SMAW untuk Pengelasan Stainless Steel. Prosedur Penyimpanan dan Rekondisi Elektroda yang Direkomendasikan 1. Gambar 100-42.4. Elektroda turunan ini kadang-kadang disebut dengan elektroda DC titanium. AWS A5.

Gambar 100-47. dan digit terakhir (1. Elektroda ini mempunyai huruf “E” sebagai identifikasinya.29 – Filler Metal FCAW untuk Pengelasan Low Alloy Steel Elektroda carbon steel untuk proses las FCAW misalnya E-71-T5 dijelaskan dengan: digit pertama memberikan informasi mengenai tensile strength minimum setelah dilaskan (dalam 10 ksi). Kode AWS untuk Filler Metal Carbon Steel.Gambaran umum mengenai kawat las untuk proses pengelasan GMAW dan FCAW berdasarkan kriteria AWS untuk carbon steel.28 – Filler Metal GMAW untuk Low Alloy Steel Elektroda carbon steel misalnya ER-70S-2. “-T” adalah singkatan dari tubular electrode. yaitu bentuk kawat las. proses pengelasan mengenai jenis-jenis elektroda).18 dan A5.1/2 Mo.28. “0” untuk posisi flat dan horizontal). Low Alloy Steel dan Stainless Steel untuk Proses Las GMAW dan FCAW Gambar 100-46. lihat Gambar 100-45 dan Gambar 100-46. Elektroda low alloy steel misalnya ER-80S-B2 penjelasan artinya sama seperti yang di atas. “S” merupakan singkatan dari solid (pejal). Penjelasan ini sama dengan sistim yang digunakan pada elektroda SMAW tetapi ada beberapa bagian yang berbeda. AWS A5. misalnya B2 untuk 1-1/4 Cr dan ½ Mo. angka 70 menjelaskan tensile strength logam las dalam ksi. Elektroda low alloy steel untuk proses las FCAW. penjelasannya sama kecuali adanya penambahan kode huruf dan angka untuk menjelaskan sifat kimia seperti elektroda SMAW (misalnya B2 untuk 1-1/4 Cr. Filler metal ini bisa juga digunakan untuk proses las GTAW dengan kode huruf awal “E” dan “R”.20 – Filler Metal FCAW untuk Pengelasan Carbon Steel Gambar 100-48. tambahan akhiran huruf dan angka memberikan informasi kandungan unsur kimia. Si dan lain-lain). dan stainless steel diberikan pada Gambar 100-44. Gambar 100-44. Filler metal carbon steel dan low alloy steel untuk proses las FCAW mengacu pada spesifikasi AWS A5. Gambar 100-45. Digit kedua menjelaskan posisi-posisi pengelasan (angka “1” untuk semua posisi. low alloy steel. misalnya E-81-T1-B2. AWS A5. .1. AWS A5. Kode AWS untuk Filler Metal Carbon Steel. 2 atau 5) adalah jenis slag yang dihasilkan oleh flux. dan angka 2 memberikan informasi kimia deoxidizer (Mn. Alloy Steel dan Stainless Steel pada Proses Las GMAW dan FCAW Filler metal carbon steel dan low alloy steel untuk proses las GMAW mengacu pada spesifikasi AWS A5.20 dan A5.0. Slag mempengaruhi manfaat dan karakteristik kinerja (lihat FCAW pada pasal 1.29 seperti pada Gambar 100-47 dan 100-48.

Retak hydrogen bisa dihindarkan dengan mengontrol tiga faktor di atas. hardenability plat yang tinggi. Retak hydrogen disebut juga dengan retak tertunda. “T” singkatan dari tubular.Kekerasan logam induk sangat tinggi. dan mengendalikan sifat-sifat metalurgi di daerah HAZ. terutama pada root pass. Hasil pengelasan kadang-kadang langsung retak begitu pengelasan selesai dikerjakan. Elektroda stainless steel untuk proses las FCAW misalnya E-316T-1 menggunakan awalan “E” stainless AISI 316. memperlihatkan beberapa penyebab retak. yang ditambahkan guna meningkatkan sifat mampu las. Akhiran Si digunakan apabila filler metal mempunyai kandungan unsur silikon tinggi.Hydrogen. Alasan Melakukan Preheat.0. Filler metal stainless steel untuk proses GMAW misalnya ER-308Si bisa juga digunakan untuk GTAW dan sama-sama mempunyai awalan “E dan R” (untuk rod). retak dingin atau underbead craking yaitu retak yang sering terjadi karena preheat tidak tepat atau karena hardenabilitylogam kerja sangat tinggi. Inspeksi sebaiknya ditunggu 24 hingga 48 jam apabila retak tertunda mungkin terjadi.Tegangan tinggi. Gambar 100-49. Hal ini tidak terjadi pada pengelasan baja karbon rendah atau baja karbon biasa.1. PREHEAT 1.Filler metal stainless steel untuk proses las GMAW dan FCAW mengacu pada spesifikasi AWS A5. meningkatkan ketangguhan.9 dan A5. 1. preheat yang tidak tepat. dan mempunyai akhiran angka yang memberikan informasi gas pelindung yang diperlukan.4. dan masalah-masalah lain. Retak hydrogen ini bisa juga terjadi pada logam las yang memiliki kekuatan tinggi.2. . Misalnya angka “1” untuk CO2 dan “3″ untuk berpelindung sendiri. . Penyebab Retak pada Pengelasan Struktur Retak hydrogen pada umumnya terjadi di daerah HAZ seperti retak tumit ( toe crack) atau underbead crack. Preheat atau pemanasan awal dilakukan untuk mencegah terjadinya retak las. Retak-retak ini disebut dengan retak tertunda (delayed crack) karena terjadi beberapa saat setelah pengelasan selesai. Hydrogen. Gambar 100-49. Preheat kadang-kadang juga diperlukan untuk menghilangkan tegangan sisa (residual stress). tiga faktor berikut ini pasti ada : .4. Jenis stainless steel ditunjukkan oleh nomor AISI misalnya 308. . yang menjadi penyebab hampir separuh dari masalah retak las pada pengelasan struktur. Selama retak hydrogen terjadi.

Laju pendinginan juga dipengaruhi oleh geometri sambungan. Kepekaan daerah HAZ suatu baja terhadap retak hydrogen tergantung apakah daerah HAZ tersebut memiliki mikrostruktur yang rentan. besarnya panas masukan dari proses pengelasan. Suhu preheat sering dinaikkan apabila ketebalan bertambah dengan tidak menghiraukan kerumitan dari sambungan yang dilas. Kekerasan Baja. Kekerasan HAZ dikontrol dengan membatasi komposisi kimia baja tersebut dan dengan mengontrol laju pendinginan setelah pengelasan dengan preheat. dan juga oleh yield strength logam induk dan logam las. semakin besar suhu preheat yang diperlukan. Stress Level. Tegangan (stress) pada logam las ditentukan oleh kekangan (restrain) pada sambungan ketika logam las tersebut sudah dingin kemudian mengkerut. yang diukur sebagai hydrogen potensial kawat las. Namun demikian. Pada laju pendinginan yang diterapkan. dan sambungan kompleks T-Y-K dengan ring stiffeners pada anjungan lepas pantai. Semakin tinggi kekangan yang terbentuk pada tegangan tinggi. Elektroda-elektroda low hydrogen seperti E-7018. tebal logam dasar. Suatu proses pengelasan dikatakan low hydrogen. Semakin besar kekangan sambungan. Kerentanan mikrosruktur diukur secara sederhana dari kekerasannya. baja dengan sifat mampu keras lebih tinggi akan mempunyai kekerasan HAZ . Perkiraan besarnya kekangan sering disederhanakan hanya dengan meninjau tebal sambungan yang akan dilas. semakin besar kemungkinan terjadinya retak. dimana suhu preheat yang lebih tinggi menyebabkan pendinginan menjadi lebih lama dan kekerasan mikrostruktur menjadi lebih rendah. Panas karena preheating akan membuat hydrogen merembes keluar dari daerah logam las dengan kecepatan lebih tinggi. Dalam usaha untuk mencoba menentukan berapa suhu preheat yang harus diterapkan. ada perbedaan signifikan antara butt weld sederhana. apabila kandungan hydrogennya kecil dari 10 ml dari 100 g logam setelah pengelasan. karena ia dipengaruhi oleh ukuran logam las. kekangan tersebut sulit dihitung. Laju pendinginan setelah pengelasan dipengaruhi oleh besarnya suhu preheat. geometri sambungan. sering digunakan untuk membatasi jumlah hydrogen masuk ke dalam logam las. pengelasan nozzle pada pressure vessel.Kandungan hydrogen hasil pengelasan berkaitan langsung dengan jumlah hydrogen yang terdapat selama proses pengelasan. derajat kekangan sambungan perlu diperkirakan. interpass temperatur dan suhu lingkungan. Pengaruh komposisi kimia terhadap kekerasan diukur dari sifat mampu keras (hardenability). yaitu jika semakin tinggi kekerasan maka semakin rentan terhadap retak. Namun demikian. kelurusan dan desakan luar ( external constrain). dengan demikian mengurangi kandungan hydrogen berarti mengurangi kemungkinan terjadinya retak hydrogen.

dan menguncinya dalam bentuk mikrostruktur butiran yang tinggi. Namun demikian baja ini memiliki masalah. Baja tradisional disebut juga dengan baja carbon biasa ( plain carbon steel). Gambar 100-50. timbul karena proses rolling yang canggih di dalam pabrik baja. meskipun rendah namun membuatnya menjadi lebih keras sehingga lebih sukar dilas tanpa retak hydrogen. Ini adalah jenis baja yang sangat biasa. tetapi perubahan ini mendapat perhatian penuh dan dihadapi dengan memodifikasi proses pembuatan baja dan fabrikasi. piping. Baja ini memerlukan suhu preheat lebih tinggi dibandingkan dengan baja karbon biasa. Baja-baja TMCP memiliki sifat mampu las tinggi karena hardenability-nya rendah. karena ia memiliki kandungan unsur paduan. Ini merupakan nama yang cukup panjang untuk sebuah gagasan sederhana. pipe line dan baja struktur. Hilangnya kekuatan dari paduan yang lebih rendah.lebih tinggi. Baja ini memiliki kekuatan lebih besar tanpa perlu heat treatment. Rumus hardenability diberikan pada bagian akhir bab ini. Pada awal tahun 1980-an. karena biaya preheat yang tinggi membuat perusahaan-perusahaan baja membuat baja generasi lain. seperti hilangnya kekuatan di daerah HAZ apabila panas masukan las cukup tinggi untuk mengendurkan mikrostruktur butiran. Pada tahun 1960-an dikembangkan sebuah baja baru yang disebut high strength low alloy steels atau baja HSLA. karena ia tidak memiliki paduan tambahan lain diluar bare minimum. yang secara signifikan lebih rendah agar hardenabilitynya lebih rendah. Apabila pemilik sudah familiar dan memiliki pengalaman . disebut dengan thermo-mechanically controlled process steels atau baja TMCP. Pada Gambar 100-50 terlihat bagaimana kenaikan hardenability (diukur dengan rumus ekivalen carbon sederhana C + Mn/4) secara drastis akan memperbesar sensitifitas terhadap retak hydrogen. Pengaruh Preheat dan Carbon Equivalent terhadap Retak Panas pada Bead-on Plate Test Bagaimana Kebutuhan terhadap Preheat Berubah Baja adalah sebuah logam paduan dengan bahan dasar besi yang mengandung carbon dan unsur-unsur paduan lain. Ada sedikit perubahan. terutama digunakan untuk pressure vessel sederhana. Baja ini sekarang sudah lazim digunakan untuk tujuan yang sama seperti halnya baja karbon biasa. Masalah umum yang dialami oleh fabrikator dalam penggunaan TMCP (diusulkan untuk menghemat biaya preheat) yaitu spesifikasi pemilik masih menggunakan aturan preheat berdasarkan baja carbon biasa dan baja HSLA. dengan unsur carbon dalam besi. terutama manggan. Mikrostruktur ini membuat baja tersebut memiliki kekuatan tambahan yang diperlukan untuk memenuhi spesifikasi kekuatan. Baja TMCP diperkenalkan begitu cepat sehingga teknologi fabrikasi belum dapat mengikuti zaman. Baja TMCP diusulkan secara intensif untuk proses fabrikasi dimana baja carbon biasa atau baja HSLA sudah lazim digunakan dahulunya. Baja-baja TMCP mempunyai unsur karbon dan unsur paduan lain. dimana air dialirkan secara cepat untuk mendinginkan baja panas tersebut selama rolling. CE adalah bilangan yang menggabungkan hardenability berbagai unsur paduan dalam bentuk ekivalensi-nya. Hardenability dapat diukur berdasarkancarbon equivalent (CE).

Rumus Pcm dapat diterapkan dalam batasan komposisi kimia berikut ini: Unsur Persen berat. Rumus Pcm ini lebih tepat dibandingkan dengan rumus carbon eqivalen IIW untuk baja yang memiliki kandungan carbon kurang dari 0. Pcm = C + Si/30 + (Mn + Cu + Cr)/20 + Ni/60 + Mo/15 + V/10 + 5B Rumus carbon ekivalen Pcm dikembangkan untuk baja-baja dengan kandungan carbon rendah dan tensile strength 60-130 ksi. Gambar 100-51. Rumus hardenability yang baru dikembangkan pada pertengahan tahun 1960 dan awal tahun 1970. Meskipun demikian.2.20 % atau lebih. Menentukan Preheat Pada Baja HSLA dan TMCP Rumus Pcm. penghematan signifikan akan dapat diharapkan karena pengurangan atau pemotongan drastis dari persyaratan preheat. carbon ekivalen dibatasi dengan suatu nilai maximun. wt % .4. Menentukan preheat berdasarkan Pcm berkaitan dengan masalah pengukuran atau perkiraan sifat kimia baja. Rumus IIW tidak boleh digunakan untuk menentukan preheat pada baja TMCP karena akan menghilangkan keuntungan ekonomis baja tersebut. meramalkan secara lebih baik kecenderungan retak hydrogen baja-baja carbon rendah seperti baja HSLA dan TMCP. Untuk memastikan sifat mampu las yang tepat dari baja. Menentukan Preheat Pada Baja Carbon Biasa. kecenderungan pembuatan baja baru-baru ini membenarkan pemakaian rumus hardenabilty yang kurang bersifat membatasi. Hardenability dihitung berdasarkan carbon equivalent (CE) dengan berbagai bentuk sejak awal tahun 1940. potensi hydrogen selama proses pengelasan dan besarnya kekangan sambungan. Standar yang diakui untuk baja carbon biasa adalah rumus dari International Institute of Welding. Preheat terhadap Carbon Equivalent berdasarkan rumus IIW 1. 1.dengan baja-baja TMCP.4.18 %. Rumus ini berlaku untuk kandungan carbon 0. Batasan Rumus Pcm.3. Preheat terhadap baja HSLA secara tradisional ditentukan dengan menggunakan rumus IIW. Besarnya batasan carbon ekivalen dan hubungannya dengan suhu preheat diberikan pada Gambar 100-51. CE = C + Mn/6 + (Cr + Mo + V)/5 + (Ni + Cu)/15 Rumus carbon ekivalen IIW sudah dikembangkan pada baja dengan kandungan carbon tinggi dan tensile strength dari 60-100 ksi. Rumus ini disebut dengan rumus carbon equivalent Pcm. yang sekarang dikenal sebagai rumus IIW.

0 – 5.0 .0 .0 .0 . Misalnya.0. Meskipun perkembangan ini berlangsung terus.0.0 .40 .40 Ni 0.22 Mn 0. peningkatan pemakaian baja TMCP menimbulkan penerimaan luas terhadap rumus Pcm semula.C 0. Gambar 100-52.005 Si 0.0.0.20 V 0. Sifat kimia dari baja yang dibuat berubah secara cepat.70 Ti 0. harus dibuat asumsi-asumsi yang beralasan.04 Menentukan suhu preheat yang diperlukan dengan menggunakan metode Pcm bisa sangat rumit.0 .Tebal benda kerja mulai dari 3/4 – 2 inci.60 Cu 0. Persyaratan Preheat Berdasarkan Rumus Rumus Pcm Rumus Pcm sudah diterapkan pada pekerjaan-pekerjaan fabrikasi umum.1.0.20 Mo 0.Panas masukan mulai dari 17 – 30 kJ/cm . korelasi Pcm yang lain sedang berkembang.0 .0 .12 Nb 0.05 B 0. . Asumsi ini meliputi: . dan hendaknya digunakan untuk memilih preheat pada baja TMCP teknologi terbaru. . Sering juga tidak semua informasi diketahui atau tidak dapat ditentukan.0 ml/100g) Gambar 100-52 memperlihatkan persyaratan preheat pada baja TMCP.0 . Apabila seorang fabrikator atau pembuat baja menyarankan penggunaan rumus berbeda harus melibatkan para ahli bahan. vanadium dan niobium adalah unsur-unsur paduan kuat yang kadang-kadang lebih berpengaruh di dalam rumus Pcm.0.0. Ketika modifikasi terhadap komposisi kimia baja HSLA diperkenalkan.50 Cr 0.1. Untuk membuat rumus Pcm bermanfaat dan untuk menyadari adanya potensi penghematan karena penghapusan preheat.1.07 . Banyak pendekatan dari metode IIW bisa dihilangkan karena kekangan dan potensi hydrogen harus diperkirakan.0.Elektroda adalah dari jenis low hydrogen (1. boron.Kekangan las dari tingkat sedang sampai tinggi (khusus pada pengelasan struktur) .

7 Cr dan 2-1/4 Cr-1 Mo memiliki unsur-unsur paduan yang ditambahkan karena alasan selain hardenability dan kekuatan seketika (immediate strength). Biasanya selama 30 menit pada suhu 1000 hingga 1200oF. Beberapa ferritic stainless steel (pada umumnya logam yang memiliki kandungan lebih dari 12 % Cr) dapat menjadi keras dan perlu diberi preheat. Oleh karena itu logam ini tidak mudah terkena retak hydrogen tertunda sehingga tidak perlu diberi preheat. sehingga hydrogen yang terdapat di dalam baja bisa merembes keluar. Rumus Pcm tidak tepat karena kandungan unsur paduan melebihi batasan korelasi Pcm. Stainless Steel Austenitic stainless steel seperti Inconel dan seri 300. Ada kalanya muncul situasi dimana baja chrome-moly atau baja chromium bisa dilas tanpa perlu diberi PWHT. Prosedur ini menahan suhu preheat dalam waktu cukup lama (sekitar satu jam) setelah pengelasan selesai. Sebuah prosedur sudah dikembangkan sehingga baja-baja yang akan dilas tidak perlu diberi PWHT dan tidak terjadi retak hydrogen. memiliki sifat tidak mampu keras (non hardenable).1. atau Cr dan Mo ditambahkan untuk daya tahan terhadap penjalaran suhu tinggi. suhu preheat bisa dipertahankan sampai pengelasan dilanjutkan kembali. maka suhu preheat harus dipertahankan selama satu jam. Apabila penghentian ini hanya sebentar. dapat dilakukan heat treatment lanjutan (disebut juga dengan intermediate stress relief atau membuang tegangan lanjutan) pada benda kerja. Casting Iron . sebuahfurnace tube bisa dioperasikan dengan suhu cukup tinggi untuk menghindarkan PWHT. sebelum baja tersebut menjadi dingin sama dengan suhu lingkungan. diikuti pendinginan lambat dengan insulasi yang memadai untuk membuang tegangan lanjutan. Misalnya. Suhu preheat untuk baja-baja paduan tinggi ini ditentukan dari rumus carbon ekivalen IIW. Sebagai contoh. Karena penambahan paduan tinggi ini memperbesar hardenability. chromium ditambahkan supaya tahan terhadap karat. agar terhindar dari retak hydrogen tertunda. diperlukan preheat untuk mencegah retak hydrogen dan PWHT untuk menemperdaerah HAZ. Preheat Pada High Alloy Steels Chrome-Moly Steels Paduan-paduan seperti 5 Cr. Preheat ditentukan dengan menggunakan rumus IIW. yaitu baja terlalu keras supaya Pcm bermanfaat. Hal ini dilakukan dengan cara menaikkan suhu pengelasan sampai dalam batas suhu stress relief dalam waktu singkat. untuk memperbesar yieldnya. Apabila penghentian ini memakan waktu lama.4.4. Apabila PWHT sudah direncanakan tetapi pengelasan baja paduan rendah mampu keras ( hardenable) tibatiba dihentikan sebelum pengelasan selesai.

4. Tabel 4.2 secara berbeda-beda.2 %. VIII Boiler and Pressure Vessel Code tidak mencantumkan persyaratan wajib preheat. Preheat mutlak diperlukan. Tabel 4.2.45. sering dikerjakan tanpa ada persyaratan di luar yang disebutkan oleh AWS Tabel 4. Level preheat ini berdasarkan pengalaman dan hanya cocok pada sambungan yang tidak memiliki kekangan “berlebihan” (seperti dijumpai dari pengalaman). ASME Section VIII.5.2 merekomendasikan level preheat minimum berdasarkan kelompok-kelompok kekuatan untuk proses las low hydrogen dan non-low hydrogen.1 Tabel 4.1 direvisi pada tahun 1986 untuk mengetahui cara lain menentukan preheat minimum yang diperlukan guna . mengizinkan beberapa pengenduran persyaratan PWHT apabila logam-logam tersebut telah diberi preheat. agak mirip dengan carbon steel. dan keuntungan ekonomisnya karena menghindarkan preheat pada baja-baja HSLA dan TMCP yang tidak diketahui. AWS D1. Apabila pemakaian baja-baja ini sudah diketahui terlebih dahulu.4. AWS D1. Perhatikan bahwa preheat yang direkomendasikan adalah harga minimum yang berdasarkan pada rumus carbon equivalent IIW. karena banyak variable-variabel yang mempengaruhi preheat. Preheat minimum dalam AWS D1. Pada bengkel las yang kurang terkenal atau apabila ada mateial baru atau material kritis difabrikasi. Persyaratan Code dan Perusahaan Rekomendasi Preheat Perusahaan Gambar 100-53 mencantumkan ringkasan persyaratan preheat minimum dari perusahaan Chevron untuk berbagai macam bahan.1).2 lebih dari yang diperlukan pada baja-baja TMCP. ASME Code menyatakan bahwa kewajiban preheat tidak diperlukan.3. sehingga carbon akan membentuk grafit ketika pendinginan dari kondisi cair. 1. American Welding Society’s Structural Welding Code-Steel (AWS D1. Kandungan unsur carbon yang tinggi ini membuat harga carbon equivalent (CE) menjadi lebih tinggi dari pada carbon steel. maka preheat berdasarkan IIW menjadi sangat konservatif dan mungkin menimbulkan harga penawaran fabrikasi yang sangat tinggi.Casting iron atau besi tuang adalah paduan besi-karbon-silikon. ASME Section VIII ASME Sect.1. Tabel 4. pengelasan di bengkel las terkenal dengan menggunakan material yang biasa dipakai.2 paling cocok untuk baja yang dinormalisasi secara konvensional. AWS D1.1.2. bandingkan dengan carbon steel yang hanya 0.1 Appendix XI. AWS D1. sering perlu preheat yang lebih luas dari yang dipersyaratkan oleh AWS. yang memiliki carbon equivalent IIW maksimum 0.1. Beberapa perusahaan menggunakan aturan preheat dalam AWS D1. Kandungan unsur carbon pada casting iron abu-abu sekitar 2 hingga 4 %. Sections UCS-56 dan UHA-32. Sebagai contoh. Lihat pasal 1. Rekomendasi nonmandatorydinyatakan pada Appendix R. Tabel 4. seperti dijelaskan pada awal pasal ini. tetapi kandungan unsur carbon pada casting iron sangat tinggi sekali.

7. Preheat Puaca Dingin Apabila suhu lingkungan lebih rendah dari titik embun.4. API RP 2Z memberikan panduan terhadap penggunaan test kekangan Y-groove dan CTS untuk menentukan syarat preheat minimum. Apabila suhu lingkungan di bawah 50 oF. pressure vessel dan tangki. “Guideline On Alternative Methods for Determining Preheat. Pada umumnya pengelasan tidak dilakukan. Gas Burner. Apabila temperatur lingkungan di bawah 0oF. apabila suhu benda kerja kecil dari 50 oF tanpa melakukan preheat terlebih dahulu.4. jarak 3 inci dari salah satu sisi sambungan las sudah cukup memadai untuk preheating lokal pada pengelasan pipa. Pada umumnya. Appendix ini juga mengharuskan bahwa preheat yang lebih kecil dari yang disebutkan oleh Tabel 4. dalam menggunakan guideline ini. Panas harus diberikan pada bidang yang cukup lebar. Propana atau gas alam banyak digunakan untuk melakukan preheat karena sederhana dan menghasilkan nyala api yang dapat memanaskan daerah cukup lebar. Preheat yang Direkomendasi pada Proses Las SMAW 1.6.1 mengingatkan pengguna terhadap perlunya pertimbangan yang berhati-hati dari asumsi-asumsi dan pengalaman masa lalu. Meskipun demikian. Revisi tersebut dicantumkan dalam nonmandatory Appendix XI. alat ini tidak .mencegah retak hydrogen pada baja TMCP. 1. Beberapa test pengelasan telah dikembangkan dan dapat digunakan untuk menentukan akurasi syarat preheat minimum. yang timbul karena tangkapan air dari permukaan logam selama pengelasan. Gambar 100-53. sehingga suhu daerah pengelasan tidak akan turun di bawah syarat preheat minimum selama pengelasan berlangsung. test ini bisa digunakan secara akurat terhadap simulasi kekangan. Metode Preheat.2. dimasukkan ke dalam kualifikasi prosedur. benda kerja harus diberi preheat sampai terasa hangat bila disentuh dengan tangan atau sekitar 100oF.” AWS D1. perlu dilakukan preheat untuk mencegah retak hidrogen tertunda dan porosity. Cara Melakukan Preheat Luas Bagian yang Akan Diberi Preheat Keseluruhan benda kerja atau hanya daerah disekitar sambungan saja bisa diberi preheat. diperlukan prosedur khusus untuk mempertahankan suhu preheat sebelum dan selama proses pengelasan. Sebagai contoh. Cara Lain Menentukan Preheat Uji Sifat Mampu Las Ada kalanya korelasi rumus empiris seperti IIW dan Pcm tidak cukup untuk menentukan suhu preheat.

dapat digunakan untuk keperluan preheat. tetapi dapat juga dipakai untuk preheat dengan cara sama seperti gulungan pemanas tahanan ( resistance heating coil). atau batu berpori juga banyak tersedia. Diperlu-kan alat bantu tambahan untuk mengukur dan mengontrol suhu preheat. Radiant heater yang digunakan untuk preheating bisa secara listrik dengan lampu quartz atau element pemanas tahanan listrik Ni-Cr. 1. Radiant Heater. radiant heater lebih mahal dan tidak praktis. gulungan dibuka kemudian ditutup dengan insulasi PWHT. kelembapan atau hasil-hasil pembakaran lain yang dapat masuk ke dalam daerah pengelasan. Karena retak ini sering tidak terlihat beberapa saat setelah pengelasan selesai. karena perubahan medan magnet yang cepat akan berpengaruh terhadap pengelasan. Inspeksi harus ditunggu 24 sampai 48 jam apabila retak hydrogen tertunda menjadi perhatian utama. atau dye penetrant test. Induction heating coil atau panas induksi biasanya digunakan untuk PWHT.8. Pemanas tahanan listrik sama seperti yang digunakan untuk PWHT lokal pada pengelasan pipa atau pressure vessel. dapat masuk ke dalam celah-celah dan menimbulkan problem. Waktu tunggu ini tidak perlu apabila benda kerja yang dilas adalah baja carbon rendah atau baja carbon biasa. digunakan gas burner berbentuk ring atau batangan yang dipakai untuk memanaskan seluruh sambungan tanpa perlu diperhatikan secara terusmenerus oleh operator. dimana kondensat dari alat pemanas nyala terbuka. Panas Induksi.begitu akurat untuk menyediakan panas. dan benda kerja perlu di demagnetisasi sebelum pengelasan dimulai. Electric Heaters. ia bisa saja hilang apabila inspeksi dilakukan terlalu cepat setelah pengelasan selesai. Gulungan induksi juga akan mempengaruhi sifat magnet permanen pada logam-logam besi. Pemanasan dilakukan dengan cara membuat gulungan dua halves (setengah lingkaran) yang bisa dibuka pada logam las. Setelah pengelasan. Inspeksi Preheat Retak hydrogen sangat halus dan sulit dideteksi. Radiography tidak efektif untuk mencari retak halus karena masalah geometri (lihat Bab 5 untuk pembahasan lengkap mengenai prosedur inspeksi). Meskipun demikian. Radiant heater jarang digunakan untuk preheating selain untuk pengelasan tube-end dan pekerjaan di bengkel-bengkel. dan dioperasikan dengan cara mengecilkan arus untuk tujuan preheat di daerah logam las. Retak permukaan halus sangat mudah dideteksi dengan magnetic partikel test. oleh karena itu inspeksi untuk preheat secara seksama harus dilakukan oleh juru las sebelum mulai mengelas. Biaya pemanasan dengan radiant heater dijadikan alasan untuk melakukan preheating pada pengelasan tube-to- tubesheet. apabila dibandingkan dengan torch. Radiant heater pembakaran gas dengan permukaan keramik. Pemanas induksi harus dimatikan selama pengelasan berlangsung. Retak di bawah permukaan (underbead crack) hanya dapat dideteksi dengan ultrasonic test. . Radiant heater merupakan sumber preheat yang handal karena tidak menimbulkan asap. wire screen. Pada fabrikasi pressure vessel dan pipa di bengkel-bengkel las.4. Inspeksi mengenai preheat akan dibicarakan kemudian.

panas masukan dari proses pengelasan tidak cukup besar untuk mempertahankan suhu preheat secara tepat. Meskipun demikian. Inspeksi terhadap pengelasan kait penahantemporary scaffolding sering terabaikan. Las perbaikan dan gouging harus mendapat perhatian seksama karena mereka dapat diluar usaha produktif preheating Pengukuran Temperatur Pengukuran suhu benda kerja dengan tepat adalah bagian penting dari preheat. Thermometer kontak dan thermocouple bisa dipergunakan.4. dapat memberi panas masukan yang cukup untuk menjaga suhu preheat dalam batasan yang dapat diterima. Permukaan yang hangat bila disentuh dengan tangan mempunyai suhu sekitar 100 oF. dan juga untuk mendapatkan keuntungan preheat lainnya. yang dikerjakan dengan proses las SMAW otomatis. sehingga perlu pemanas tambahan lain. Cara lain yaitu dengan menggunakan cat dan pellet yang bisa berubah warna atau mencair pada suhu tertentu. dan juga menurunkan kekerasan. seperti pada pengelasan pipa dengan SMAW. kemudian baru melakukan inspeksi untuk tujuan pemeliharaan setelah pihak fabrikator memiliki bukti bahwa prosedurnya menghasilkan pengelasan yang bebas retak. Beberapa sambungan las lebih mudah terkena retak dibandingkan dengan bagian lain. Harus ada perhatian khusus untuk melakukan pengelasan dengan panas masukan rendah. Interpass temperature jarang mendapat perhatian seperti halnya preheat. Pada umumnya. Besarnya suhu dapat ditentukan dengan menggunakan crayon untuk mengukur suhu preheat. yaitu menjaga suhu benda kerja dalam batasan suhu preheat yang tepat selama melakukan pengelasan yang berlapis-lapis. 1. sehingga pengelasan perlu dihentikan untuk mendinginkan benda kerja tersebut. interval waktu yang singkat atau memberi jarak juru las dengan berhati-hati.9. Penting sekali menjaga suhu interpass cukup tinggi untuk mencegah retak hydrogen tertunda. jadi beralasan untuk mulai melakukan inspeksi retak hydrogen dengan frekwensi tinggi. Kontrol Interpass Temperatur Dan Line Heating Kontrol Interpass Temperatur Ketelitian berkenaan dengan preheating dilakukan dengan cara mengontrol interpass temperature.Pada pekerjaan-pekerjaan dimana pengelasan dilakukan dalam skala besar seperti fabrikasi anjungan lepas pantai. terutama saat membuat tack weld. Panas masukan yang tinggi akan menaikkan suhu benda kerja sampai pada level tinggi yang tidak diinginkan. Meludahkan merupakan petunjuk yang baik untuk suhu sekitar 200oF. Suhu interpass yang terlalu tinggi dapat menimbulkan perubahan mikrostruktur yang tidak diinginkan. Hal ini dapat terjadi pada pengelasan pipa dengan lapisan banyak. Line Heating .

Menghindarkan kerja dingin dari logam las. 7. Meningkatkan keuletan (ductility).0. 5. PWHT diharuskan oleh ASME Boiler and Pressure Vessel Code. Hal ini berdasarkan pada material. karena ada kemungkinan pemanasan permukaan logam tersebut melebihi temperatur kritisnya. dimana istilah ini lebih disukai pada pengelasan pressure vessel dan kontruksi pipa. 4. 8.5. Prosedurnya harus dikualifikasi terlebih dahulu. Postweld Heat Treatment Beberapa perlakuan panas (heat treatment) dapat diterapkan setelah pekerjaan pengelasan selesai. ANSI/ASME B31 Code for Pressure Piping atau oleh spesifikasi-spesifikasi perusahaan.2. Alternatif lain PWHT dibahas pada pasal 1. 2. guna memperbaiki distorsi atau bila ingin melengkungkan logam tersebut sesuai dengan keperluan. Meningkatkan stabilitas dimensional selama machining.3.5. dengan pengaruh upsetting lokal nyala api. Meningkatkan ketangguhan (toughness). Perlakuan panas suhu tinggi lain.5.PWHT kadang-kadang disebut juga dengan membuang tegangan (stress relief) dan bisa juga disebut dengan tempering. syarat-syarat ketangguhan dan tujuan akhir pemakaian. 1. dan quenchingdibicarakan pada pasal 1. termasuk annealing. Perlakuan panas paska las sering dilaksanakan untuk tujuan menghilangkan tegangan sisa. 6. PWHT bisa diterapkan pada seluruh pengelasan atau hanya setempat. ASME Boiler Pressure Vessel Code menyebut perlakuan panas paska las dengan postweld heat treatment (PWHT). Petunjuk perusahaan terhadap PWHT mengikuti aturan-aturan . yang tidak diperbolehkan dalam banyak pemakaian. HEAT TREATMENT 1. normalizing. Kondisi ini menimbulkan pemanasan lokal pada saat pendinginan. Mengeluarkan hydrogen dari logam las. Permukaan bisa juga menjadi keras karena karburisasi apabila karakteristik nyala api salah.5. Mengurangi kekerasan di daerah pengelasan dan daerah HAZ 3. Proses ini disebut flame straightening atau line heating. Mengurangi tegangan sisa (residual stress). PWHT dilakukan karena alasan seperti berikut ini: 1.Fabrikator kadang-kadang menggunakan obor pemanas (heating torch) untuk pemanasan logam secara lokal. apabila retak karena faktor lingkungan bisa terjadi pada daerah yang keras. Meningkatkan daya tahan terhadap retak karena faktor lingkungan (environmental cracking) dan serangan karat.1. Hal seperti ini sering dilakukan pada fabrikasi kapal dan anjungan lepas pantai. tebal.

Dengan demikian. annealing. praktek umumnya adalah untuk mendapatkan perlindungan apa yang bisa dicapai dengan mudah. atau dari insulasi. Persyaratan Preheat dan PWHT Berdasarkan ASME Pressure Vessel Codes. Salah satu cara efektif untuk mencegah retak ini yaitu dengan memberi perlakuan panas pada logam. pipa-pipa stainless steel . Gambar 100-54 memberikan ringkasan persyaratan ASME Pressure Vessel Code. sehingga retak ini bisa juga dicegah dengan mengontrol kekerasan logam las dan menghindarkan logam dasar yang memiliki carbon equivalent tinggi. Bahan-bahan carbon steel clad dengan austenitic stainless steel sering tidak diberi perlakuan panas karena clad memiliki koefisien muai panas sangat besar. Pada umumnya. plant washdown. Gambar 100-54. Gambar 100-55 memberikan ringkasan spesifikasi perusahaan Chevron untuk semua heat treatment (PWHT. Khlorida bisa datang dari lingkungan pantai. ANSI Piping Code dan spesifikasi perusahaan Chevron untuk preheat dan PWHT.yang ditetapkan oleh code sebagai syarat minimum dan syarat tambahan. yang pada akhirnya menghasilkan serangan antar butir. normalizing dan hardening) dari berbagai bahan. ANSI Piping Code dan Spesifikasi Perusahaan Chevron Gambar 100-55. dan Suhu Heat Treatment Perusahaan Chevron Mengontrol Retak Karena Faktor Lingkungan Retak karena faktor lingkungan seperti retak tegangan karat (stress corrosion cracking) dan retak tegangan sulfida (sulfida stress cracking) selalu menjadi perhatian pada kilang-kilang minyak. Vessel untuk pemakaian kimia sering tidak diberi heat treatment karena dapat menimbulkan sensitization. Solid stainless steel vessel boleh diberi perlakuan panas dan boleh juga tidak. Hasil perlakuan panas terhadap tegangan diusulkan lagi ketika bahan-bahan clad menjadi dingin dari suhu heat treatment. Pipa dan vessel terbuat dari stainless steel tidak stabil. Pipa-pipa stainless steel stabil umumnya diberi heat treatment untuk mencegah retak chloride external. Kerusakan karena penggetasan hydrogen seperti retak tegangan sulfida dan retak tegangan karat berhubungan dengan masalah kekuatan dan kekerasan bahan. pabrik kimia dan lokasi-lokasi produksi. hampir tidak pernah diberi heat treatment karena ada resiko sensitization. Beberapa retak hanya terjadi sekali-kali. Spesifikasi Waktu. dimana pengalaman pemakaian menunjukkan kebutuhan yang lebih konservatif. Pada Gambar 100-56 dicantumkan ringkasan persyaratan PWHT dari perusahaan Chevron terhadap berbagai kondisi lingkungan. air pemadam kebakaran.

Menghilangkan tegangan pada logam yang mengalami kerja dingin (cold work). Tempering mengurangi kekerasan dan kekuatan. Perlakuan panas terhadap pipa NPS 2 atau lebih. secara kasar akan mengurangi 80 % bahaya. dan persyaratan tertentu lainnya (misalnya lethal service. PWHT juga menemper dan melunakkan daerah pengelasan dan daerah HAZ. dan secara umum bisa meningkatkan daya tahan terhadap karat. dan daya tahan terhadap retak tegangan karat dan serangan karat. Contoh lain adalah . ASME Section VIII. impact testing. seperti annealing atau normalizing. pengurangan ketebalan sebesar 10%. dan membentuk suhu yang menyebabkan strain aging). juga meningkatkan ductility dan toughness. Perlakuan panas menghindarkan masalah pelengkungan dan oksidasi pada valve-valve kecil. sering membutuhkan heat treatment. tempering ini merupakan fungsi paling penting di dalam PWHT. tebal lebih dari 5/8 inci.NPS 2 atau lebih. Gambar 100-56. Division 1 pada umumnya mensyaratkan perlunya heat treatment setelah pembentukan dingin. yang menjadi keras karena pengaruh pendinginan cepat. PWHT juga dilakukan untuk mengurangi kerentanan terhadap retak tegangan karat (stress corrosion cracking). Keuntungan perlakuan panas dari pembuangan tegangan dan tempering adalah meningkatnya daya tahan terhadap retak tegangan sulfida dan penggetasan hydrogen. Apabila ada benda kerja yang dimesinasi (machining) dengan toleransi ketat setelah pengelasan. atau belokanbelokan pipa dan tubing pada alat penukar panas. daya tahan terhadap patah getas. Heat treatment dengan suhu lebih tinggi. Alasan PWHT PWHT terutama bertujuan untuk memperkecil tegangan sisa yang terdapat pada pengelasan. juga mengurangi tegangan sisa. adalah bukaan (misalnya manways dan cleanout doors) pada shell plate lantai tangki. Pada baja chrome-moly dan baja diperkeras lainnya. dan rumus untuk menghitung perpanjangan serat ekstrim. kemudian baru diberi PWHT untuk mengurangi residual stress dan memperkecil resiko patah getas. Beberapa struktur bisa memiliki ukuran terlalu besar untuk diberi heat treatment. dan berasal dari sub-assemblies yang difabrikasi di bengkel las dan diberi PWHT. tetapi metode membuang tegangan ini biasanya bukan merupakan alasan utama. akan meningkatkan stabilitas dimensional. bila perpanjangan serat ekstrim plat carbon dan plat baja paduan rendah lebih dari 5 %. diberi perlakuan panas sedangkan yang lebih kecil tidak. Contoh struktur yang dirakit dilapangan. Section UCS-79 menjelaskan syarat-syarat pembentukan shell dan head. yang berasal dari suhu tinggi. Tegangan sisa timbul karena pengkerutan logam las dan kerja dingin. dari 20 % biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan heat treatment terhadap semua pipa. Persyaratan PWHT Perusahaan Chevron Benda–benda yang mengalami kerja dingin seperti shell dan head plates pada vessel. Sering lebih praktis memfabrikasi komponen yang memiliki tegangan tinggi dalam bentuk sub-asemblies. PWHT bisa memperkecil terjadinya perubahan dimensi dan distorsi selama proses mesinasi.

Heat treatment ini dirancang untuk mengurangi kekerasan dan tensile strength daerah pengelasan dan daerah HAZ di bawah 215 Brinnel dan 100 ksi. ada sedikit pengenduran (relaxation) tegangan pada suhu perlakuan panas yang lebih rendah. Group No. Ini berguna supaya temper pengelasan chrome-moly terhadap level kekerasan diperbolehkan pada pressure vessel dan pipa. Section UCS-56 ASME Section VIII menspesifikasikan holding time minimum untuk mengurangi suhu penahanan normal pada carbon steel dan baja-baja paduan rendah. Perhatian terhadap Suhu PWHT yang Rendah. Karena carbon steel bersifat ulet. Suhu dan waktu harus dipertimbangkan dalam pemilihan prosedur PWHT. Pengurangan tegangan sisa pada waktu berbeda dengan waktu untuk satu baja carbon-mangan diberikan pada Gambar 100-57.1 dan 2 (misalnya A285 Gr C dan A516 Gr 70). dapat diterapkan suhu lebih rendah apabila holding time dinaikkan. dari ketebalan 50 5 100 4 150 10* 200 20* * Hanya untuk material P-No. sehingga menahan pengenduran dan kestabilan chromium. atau retak tegangan sulfida.1. Gambar 100-57. Suhu lebih rendah tidak diperbolehkan jika melakukan PWHT untukmenemper bagian yang keras di daerah pengelasan atau daerah HAZ. Meskipun kompensasi waktu dan suhu diperbolehkan. oF dengan suhu diturunkan hr/in. tingkat tegangan sisa pada pengelasan setelah 20 jam pada 900oF masih lebih besar dari pada setelah satu jam dengan suhu 1100 oF. Pendekatan ini juga telah digunakan pada komponen-komponen kritis dari bangunan besar dan jembatan-jembatan. dan juga karbid molybdenum akan menahan tempering. Pada bahan-bahan tertentu. Penurunan suhu di bawah Holding time minimum holding temperature normal.pemasangan column-to-shell pada tangki bola berukuran besar. guna menghindarkan retak getas hydrogen. . suhu PWHT rendah ini dapat diterima meskipun keuntungan pembuangan tegangan berkurang. minimal selama 2 jam. Hal ini terjadi karena kekuatan penjalaran (creep strength) baja tersebut tinggi. Pengaruh Suhu dan Waktu pada Pembuangan Tegangan Sisa Baja Carbon-Mangan Pada baja chrome-moly. prosedur membutuhkan heat treatment pada batasan suhu 1300-1400oF.

Pita Pembalut PWHT Lokal pada Pengelasan Pipa . Selama pemanasan di atas 800oF perubahan suhu maximum adalah 250oF dalam interval 15-ft 3. Selama waktu penahanan. ASME membatasi laju pemanasan dan pendinginan sebagai berikut: 1.3 tidak membatasi laju pemanasan maupun pendinginan. tetapi apabila spool yang rumit hendak diberi heat treatment dalam dapur pemanas (furnace). karena bisa menyebabkan distorsi dan mempengaruhi tegangan tinggi. beda suhu tertinggi dan terendah dibatasi 150oF.000 jam) pada suhu 1050 oF untuk memperoleh suhu yang setara dengan 1325oF. untuk menghasilkan derajat tempering yang sama pada baja 2-1/4 Cr-1 Mo. ANSI/ASME B31. atau diberi PWHT dengan suhu terlalu rendah untuk mendapatkan tempering yang cukup. seperti stainless steel 1-1/4 Cr-1/2 Mo atau baja C-1/2 Mo. daerah pengelasan akan mengalami pelunakan yang tidak memadai. karena perubahan bentuk tidak menjadi masalah pada sambungan pipa. karena simetri dan fleksibelitasnya. Pemanasan pada suhu di atas 800oF dibatasi sampai 400oF per inci ketebalan per jam. 4. Namun demikian beberapa kombinasi. suhu heat treatment yang tepat biasanya adalah suhu lebih tinggi yang diperlukan diantara kedua material. Gambar 100-58. sangat tidak memuaskan. harus ada pertimbangan untuk mengontrol gradient suhu guna menghindarkan terjadinya distorsi. tetapi tidak lebih dari 450oF per jam. dengan tingkat kepekaan terhadap retak getas dan kegagalan penggetasan hydrogen seperti retak tegangan sulfida (SSC).Tabel pada Gambar 100-58 memperlihatkan besaran waktu dalam berbagai suhu. Hal ini diperbolehkan pada pipa yang diberi PWHT setempat disekeliling sambungan. karena apabila baja ini ditinggalkan sewaktu dilas. Pada pengelasan antara dua material berbeda. 2. Sebagai catatan diperlukan pemaparan sekitar 1 tahun (10. Ekivalensi Suhu dan Waktu Tempering pada 2-1/4 Cr-1 Mo Steel Suhu tempering terhadap baja-baja mampu keras sangat penting. Laju Pemanasan dan Pendinginan pada PWHT Laju pemanasan dan pendinginan baja selama PWHT mempunyai sedikit arti metalurgi. Perlakuan panas terhadap material ini pada suhu kurang dari 1250oF (suhu minimum yang dipersyaratkan oleh code). harus dipertimbangkan secara terpisah karena ada resiko overheating atau kehilangan daya tahan terhadap korosi pada salah satu material. Pendinginan di atas 800oF dibatasi pada 500oF per inci ketebalan per jam tetapi tidak lebih dari 500oF per jam. Meskipun demikian baja harus mendapat pemanasan atau pendinginan cukup perlahan untuk menghindarkan gradien suhu yang tinggi.

untuk memperoleh pengurangan tegangan sisa maksimum. PWHT terhadap seluruh rakitan pipa dalam dapur pemanas akan menghasilkan tegangan sisa paling rendah. 2. 4. untuk PWHT Lokal pada Pipa dengan Tebal ½ inch atau Kurang. untuk lokasi peletakan thermocouple. Gunakan nichrome resistance-heating pad dengan pita keramik. selama PWHT lokal carbon steel pengelasan pipa datar. Untuk pipa 12 inci atau kurang. yaitu dengan cara meletakkan thermocouple pada posisi jam 12 dan jam 6. dimana diperlukan tegangan sisa rendah dan pemakaian dapur pemanas tidak praktis. pita pembalut untuk PWHT lokal bisa lebih tepat untuk mengontrol guna memperoleh hasil yang lebih baik. Pada pemanasan tunggal. Dari penelitian diperoleh rekomendasi seperti di bawah berikut. panjang dan . minimum 9 inci dari masing-masing pinggiran heater. Bila mengelas pipa dengan flange. Gambar 100-59. 3. Lihat Gambar 100-60 dan Gambar 100-61. Thermocouple harus diletakkan 90 derajat dari kontrol thermocouple di tengah las-lasan dan juga tidak boleh diinsulasi dari resistance-heater.Meskipun PWHT lokal disekeliling pengelasan pipa sering dilakukan dilapangan. 1. Untuk pipa lebih dari 12 inci. Pasang pemanas tahanan sehingga terpusatkan ditengah las-lasan sehingga memiliki kontak bagus dengan permukaan. Baik insulasi satu lapis dua inci ataupun dua lapis satu inci dapat dipakai. pita pemanas dan insulasi pipa las. flange harus dililit dengan resistance-heater untuk kompensasi material yang tebal. paling sedikit gunakan satu thermocouple. karena tegangan pembengkokan ekspansi thermal tidak terpengaruh selama heat treatment. Suhu minimum pita berbagai pipa dengan tebal 1/2 inci atau kurang diberikan pada Gambar 100-59. Bacaan thermocouple harus digunakan untuk memonitor suhu. Thermocouple harus diletakkan ditengah las-lasan dan tidak boleh diinsulasi dari tahanan pemanas. Insulasi dengan bahan serat keramik dua inci harus menutupi resistance-heater dan pipa berdekatan. Lebar Pita Pemanas Minimum dan Jumlah Thermocouple yang Dibutuhkan. disarankan ada dua daerah pemanasan. Untuk mengontrol suhu PWHT pada pengelasan pipa ukuran 12 inci atau lebih. dua thermocouple. Untuk tujuan perlindungan lingkungan. Pita minimum untuk semua ukuran dan ketebalan pipa dapat dihitung sebagai berikut: BW = 2 x { [2. thermocouple diletakkan pada posisi jam 12. pada Posisi Horizontal. tetapi insulasi dua lapis satu inci pada umumnya mempunyai heat losses lebih rendah. Pada pipa-pipa terbuka dimana bagian dalamnya bisa dijangkau.06 x (R x t) 1/2 ] + 1} Dimana : BW = Band width t = Tebal pipa R = Jari-jari tengah dinding. 5.

Vicker test memiliki hasil pengukuran kekerasan lebih akurat. Pengujian ini disebut dengan microhardness. Suhu yang sedikit lebih tinggi akan membantu mengurangi tegangan sisa selanjutnya dan efektif dengan insulasi pemanas yang lebih lebar dan lebih baik. pengukuran kekerasan kadang-kadang perlu dilakukan pada tets plate selama prosedur kualifikasi test. Kekerasan ini lebih rendah sedikit dari pada Tabel 331.3. Pada pengelasan pipa dengan flange. Hal ini untuk menjamin kekerasan lebih rendah dari batas ambang retak tegangan sulfida pada pemakaian asam basah (wet sour service). 12-Chrome steel 235 BHN Max. Chrome-moly steel 215 BHN Max. Persyaratan ini diterapkan pada pengukuran logam las. yang digunakan untuk pemakaian seperti sour service. Disamping test kekerasan lapangan dilakukan pada struktur sebenarnya untuk menentukan kekerasan deposit rata-rata logam las. Lokasi Thermocouple Pengendali dan Pemantau pada pengelasan Pipa 6. Gambar 100-60. akurasi lumayan dan sangat mudah dibawa. Mengukur kekerasan biasanya dikerjakan sangat di lapangan luas dengan portable karena Brinell hardness dalam tester seperti Telebrineller. Vicker test menggunakan skala berbeda dengan Brinell test. bukan daerah HAZ atau yang lainnya.3 lihat Gambar 100-54. Batas kekerasan logam las dari perusahaan Chevron adalah seperti berikut: Carbon steel 200 BHN Max. menggantikan kekerasan rata-rata yang dihasilkan oleh Brinell tester. Karena alasan ini. Carbon-moly steel 215 BHN Max. Pengujian ini dilakukan .1 ANSI/ASME B31. flange harus ditutup sempurna dengan insulasi pada bagian luar dan bagian dalam berlawanan arah dengan pemanas flange dan pipa dan lebih dari 9 inch. Pengukuran dan Persyaratan Kekerasan Pengukuran kekerasan (hardness) umumnya digunakan untuk menentukan efektifitas PWHT terhadap bagian-bagian baja dan equipment. Lakukan PWHT semua FCC main fractionator over head piping dengan suhu 1150oF sampai dengan 1250oF selama satu jam/inci tetapi tidak kurang dari 1 jam. Telebrineller pemakaiannya sederhana pengoperasian. Pita Pemanas dan Insulasi pada Pengelasan Pipa Gambar 100-61.tebal insulasi (termasuk lebar heater dan 9 inci dari masing-masing sisi) harus digunakan dalam pipa. ANSI/ASME B31 mensyaratkan pengukuran kekerasan berdasarkan pada porsi yang mewakili pengelasan struktur sebenarnya.

maka kehilangan sedikit ductility dari penggetasansigma phase merupakan masalah kecil dan pembuangan tegangan normal pada suhu 1550-1650oF harus diterapkan untuk tipe 316L. Apabila terdapat kondisi retak karat tegangan. yaitu dengan memperkecil tegangan sisa dari pengelasan atau kerja dingin (cold forming). Persyaratansour service yang telah digunakan pada aplikasi pipeline. cladding mencoba untuk mengerut lebih banyak dari pada steel backing. Sensitization bisa mengurangi daya tahan terhadap karat antar butiran. dan pengendapan karbit atau pemekaan (sensitization) bisa terjadi. PWHT Stainless Steel dan Clad Plate Baja tahan karat austenitic chrome-nickel (seri 300) diberi heat treatment untuk meningkatkan daya tahan terhadap retak tegangan karat. Logam las tipe 316L bisa rentan terhadap penggetasan sigma phase ketika dingin dari 1550oF. stainless steel cladding mencoba untuk memuai lebih jauh dari steel backing. Karena alasan ini. Apabila clad plate dipanaskan. karena ada perbedaan besar pada koefisien ekspansi thermal antara carbon steel austenitic dan carbon steel. dan untuk alasan ini suhu menghilangkan tegangan adalah 1200-1250oF. akan menurunkan daya tahan terhadap karat antar butir pada beberapa grade stainless steel. tetapi tidak berhasil. Heat treatment pada suhu 1100-1200oF terlalu rendah untuk mengurangi tegangan sisa yang memadai. temperatur harus cukup tinggi untuk mengurangi tegangan hingga kurang dari seperempat yield strength. Pengujian dilakukan pada logam las dan daerah HAZ pada jarak 2 mm di bawah permukaan dalam dan luar bahan. Supaya efektif. Persyaratan PWHT untuk pressure vessel yang terbuat dari stainless steel clad plate. Solusi terbaiknya yaitu dengan menggunakan stainless steel carbon rendah ataustabilized grade yang distabilkan pada cladding. jadi yieldnya mengalami tekanan. menspesifikasikan harga maximum Vicker hardness adalah 250 (VHN) dengan menggunakan beban 5 kilogram. untuk menghindarkan retak tegangan karat (stress corrosion cracking). dan kekerasan pada logam las dan daerah HAZ diperiksa pada lokasilokasi yang ditentukan (misalnya jarak tertentu di bawah permukaan las). cladding berakhir dengan tegangan tarik sisa hampir sebesar seperti kondisi yang dilaskan. ditentukan oleh jenis dan tebal backing plate. Batasan suhu heat treatment dari 1100 sampai dengan 1400oF pada baja vessel. Apabila clad plate mendingin ke suhu lingkungan.pada tampang lintang pengelasan. akan menahan sensitization selama heat treatment dalam periode singkat. tetapi carbon rendah atau stainless steel stabil. pengaruh pengelasan dan heat treatment harus dipertimbangkan di dalam memilih stainless steel clad equipment. Namun demikian batasan suhu ini tidak akan menghilangkan tegangan sisa secara memadai. Suhu membuang tegangan yang direkomendasikan untuk stainless steel. adalah 1550-1650oF untuk semua grade. Tujuan PWHT clad vessel yaitu untuk memanaskan backing material dan bukan cladding. PWHT untuk Paduan Nonferrous . Hasilnya. tetapi lagi-lagi tertahan. Cladding memiliki tegangan sisa lebih tinggi.

pemukulan (peening) dan vibrational stress relief. Vibrational stress relief tidak diperbolehkan oleh code menggantikan pembuangan tegangan panas pada pressure vessel dan pipa bertekanan. tidak banyak terjadi pelunakan sehingga tidak banyak penurunan tegangan sisa. seperti mengurangi tegangan sisa dan tempering daerah HAZ sampai pada tingkat yang diperbolehkan. menemper bead las-lasan. Heat treatment suhu rendah sering disebut penyamaan tegangan (stress equalization). dan ia tidak akan mengurangi kekerasan di daerah HAZ untuk mencegah stress corrosion cracking. tetapi tidak akan menurunkan tegangan sisa di bawah batas ambang untuk retak tegangan karat. Preheat Suhu Lebih Tinggi Preheat dengan suhu lebih tinggi akan membantu mengurangi tegangan sisa dari pengelasan. Preheat dengan suhu lebih tinggi akan mengurangi tegangan sisa. Teknik ini diakui oleh National Board Inspection Code dan API 510 sebagai PWHT cara lain untuk memperbaiki carbon steel dan carbon-moly steel. untuk mengurangi tegangan sisa yang berasal dari pengelasan atau cold forming. Peening akan mengurangi distorsi. heat treatment harus menggunakan suhu yang mendekati seperti pada anealing. Alternatif PWHT Cara lain kadang-kadang digunakan untuk mengurangi tegangan atau untuk tujuan meningkatkan sifatsifat pengelasan menggantikan heat treatment konvensional. Paduan tembaga dipanaskan pada suhu 400-700oF. Batasan Apabila metode membuang tegangan alternatif ini memiliki berbagai nilai. dan tidak akan menemper daerah HAZ yang berasal dari bahan mampu keras. masing-masing cara tersebut harus dipahami supaya dapat menghindarkan bahaya integritas pengelasan. Suhu interpass maximum dibatasi 450 oF. Daerah pengelasan dan logam dasar dengan jarak empat kali tebal plat (minimum 4 inci) pada masing-masing sisi sambungan. tetapi dibatasi oleh National Board Inspection Code dan API 510 untuk baja carbon dan baja carbon-moly saja. Peening bisa juga mengurangi impact toughness las-lasan bila diterapkan secara tidak tepat. Caracara ini tidak boleh dilakukan apabila akan mengurangi kerentanan terhadap retak karena faktor lingkungan seperti retak tegangan karat dan retak tegangan sulfida. Karakteristik .Paduan nonferrous bisa diberi heat treatment. perlu diberi preheat minimum 300oF dan suhu tersebut dipertahankan selama pengelasan. supaya dapat memperbesar daya tahan terhadap karat atau stress corrosion cracking. Paduan nikel diberi panas dengan suhu 1000-1500oF. Supaya benar-benar efektif.5. 1. Meskipun menemper bead adalah usaha untuk memisahkan daerah toughness rendah dengan bahan yang memiliki toughness lebih tinggi. Pada suhu rendah ini.2. Metode yang paling sering digunakan yaitu preheat suhu tinggi. metode ini tidak memberikan satupun keuntungan lain dari pembuangan tegangan panas. adalah merupakan alasan untuk membuang tegangan. Paduan alumunium dipanaskan sekitar 650oF.

Metode ini berdasarkan pengujian yang telah memperlihatkan. Lapisan terakhir juga tidak boleh dipukul-pukul. Dengan teknik ini. atau pada vessel. peening harus dilakukan sampai jarak punch mark kembali ke ukuran semula kemudian diukur dengan pointed divider. Peening Peening atau pemukulan dengan martil tidak bisa digantikan dengan heat treatment atau bila pembuangan tegangan panas diperlukan untuk melunakkan pengelasan yang keras dan daerah HAZ guna mencegah retak getas hydrogen atau retak tegangan sulfida. Lapisan terakhir harus dibuat dengan lapisan las terakhir terletak ditengah.welded condition) harus ditentukan dengan tepat selama pengerjaan dan suhu test pressure. karena sifat yang buruk dari lapisan kerja dingin. Lapisan las pertama tidak boleh dipukul karena ada resiko retak terhadap logam las yang tipis. Hal ini juga diakui oleh National Board Inspection Code dan API 510 sebagai pengganti PWHT. yang dapat diterima untuk memperbaiki baja-baja carbon. yaitu dengan cara memberi dua buah tanda (punch-mark) melintasi sambungan las dan diberi jarak sepanjang jalur las. karena permukaan itu akan meleleh kembali oleh lapisan berikutnya. Akan terjadi lekukan-lekukan dan serpihan-serpihan pada permukaan las. Pemukulan dilakukan dengan cara deformasi plastis ( cold working) permukaan logam las. apabila terdapat banyak lapisan tipis pada pengelasan. dan juga hasil pengelasan nozzle atau penguat (patches) vessel dinding tebal. bahwa terdapat pita sempit pada setiap pengelasan daerah HAZ yang dipanaskan. ada sejumlah besar daerah dengan sifat mekanis yang baik. untuk menghilangkan tegangan optimal atau menormalkan suhu dari lapisan las berdekatan. akan tetapi hal ini tidak menjadi masalah. sehingga setiap lapisan mendapat heat treatment dan menghaluskan lebih banyak mikrostruktur di bawahnya. Penyusutan logam las terjadi selama tahap pembekuan dan pendinginan suhu pengelasan. yang akan menimbulkan distorsi atau retak pada bagian yang lebih tebal. Pemukulan baru boleh dilakukan setelah logam las menjadi dingin sampai ke suhu preheat atau interpass temperatur. Pneumatic chipping gun ukuran menengah dan besar dengan alat round-nose digunakan untuk melakukan deformasi plastis logam las.ketangguhan pada kondisi seperti yang dilaskan (as. Setelah setiap lapisan las. Lapisan logam las yang berikutnya akan menghilangkan pekerjaan dingin dari lapisan sebelumnya. Peening digunakan untuk memperbaiki hasil pengelasan besi tuang dan besi tempa tebal. Peening bermanfaat untuk mengurangi tegangan susut transversal. pada pengelasan yang tidak praktis jika diberi preheat. carbon-moly dan mangan-moly. Teknik ini menggerinda tipis lapisan las pertama dan menjaganya tetap kecil pada filler pass. meskipun telah diterapkan juga pada baja stainless dan baja paduan nickel tinggi. Temper Alur Las. . Suatu cara untuk menentukan apakah hasil pengelasan sudah dipukul-pukul dengan tepat. Setelah lapisan las didepositkan kemudian dipukul-pukul. Peening pada umumnya dilakukan pada pengelasan baja carbon dan baja paduan rendah. Menemper bead las adalah teknik yang dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan terhadap retak getas suhu rendah.

Apabila tebal pengelasan lebih dari satu inci.jaraknya harus berkurang sampai kecil dari 1/32 inci. dan paduan nickel dari 1300-1900oF. Pada austenitic stainless steel. Pada austenitic stainless steel dan non ferrous alloys yang tidak mengalami transformasi. Pembuang Tegangan Getar Pembuang tegangan getar atau vibrational stress relief adalah suatu cara untuk mengimbangi frekwensi resonansi benda kerja dengan menggunakan sebuah motor vibrator frekwensi rendah. Waktu pada suhu ini biasanya 15 sampai 30 menit. dan hal ini menyebabkan turunnya keuletan dan ketangguhan. dilakukan annealing larutan suhu tinggi untuk menempatkan fase kedua seperti karbit ke dalam larutan. tetapi bervariasi untuk kandungan carbon dan unsur paduan lain. maka derajat peening yang sama harus digunakan untuk keseimbangan pengelasan. .5. Hal ini akan memberikan hasil pemukulan yang tepat sehingga mencegah pemukulan secara berlebihan. 1. guna mendapatkan pengenduran tegangan atau pendistribusian kembali tegangan puncak. termasuk besi paduan seperti baja dan besi tuang. material tersebut dipanaskan sampai sekitar 50oF di atas suhu kritis. Waktu pada suhu ini biasanya 1 jam per inci ketebalan. Namun demikian beberapa stainless steel dan paduan nickel dipanaskan dengan suhu sampai batas butiran kasar untuk meningkatkan kekuatan penjalaran (creep strength) suhu tinggi. Keberhasilan aplikasi proses ini telah mengurangi distorsi pada pengelasan-pengelasan yang komplek selama dimesinasi. dimana terjadi penghalusan butiran dari bahan-bahan pengerjan dingin. Apabila suhu annealing terlalu tinggi. Sehingga membuat paduan-paduan ini mempunyai daya tahan paling baik terhadap karat antar butir dan daya tahan terhadap stress corrossion cracking (memberikan laju pendinginan cukup cepat untuk menghindarkan pengendapan lagi). Apabila pemukulan sebelumnya dapat menjaga jarak punch-mark. diikuti dengan pendinginan sangat lambat. lihat Gambar 100-55.3. Heat Treatment Cara Lain Annealing Annealing adalah suatu heat treatment yang digunakan untuk memperoleh pelunakan maksimum dan pengurangan tegangan sisa sampai ke level paling rendah. paduan nickel dan beberapa paduan non ferrous lainnya.2 %. Cara lain untuk mengontrolpeening yaitu dengan memukulmukul sampai riak-riak pengelasan menjadi halus kemudian berhenti. pengaruh penyusutan dan pemukulan sudah berkurang efeknya terhadap jarak punch-mark. Benda kerja harus diisolasi dan bebas bergerak pada rubber mount. Pada baja. annealing secara tidak langsung memanaskan hingga di atas suhu rekristalisasi. Metode ini digunakan untuk semua logam. Suhu ini sekitar 1600 oF pada baja carbon 0. stainless steel austenitic antara 1850-2050oF. Suhu annealing untuk paduan aluminum sekitar 800oF. bisa terjadi pertumbuhan butiran. Paduan tembaga dengan suhu 800-1500oF. Keuntungan lain adalah tidak didokumentasi dan lebih kontroversial.

tempering diterapkan terhadap logam las dan logam dasar. Logam sering ditemper setelah normalizing untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan berikutnya. tetapi kedua treatment ini akan mengurangi tegangan sisa pengelasan atau cold work dan menghilangkan kekerasan di daerah HAZ. Apabila dikerjakan setelah pengelasan. . untuk mencegah distorsi karena perbedaan laju pendinginan antara bagian tebal yang berdekatan dengan yang tipis. Baja yang dinormalizing menjadi lebih tangguh dan lebih kuat dari pada baja annealing. dan struktur sphereodized pada baja chromemoly. ketika baja ditahan dalam waktu lama pada suhu tinggi. Hal ini terjadi karena kekuatan logamnya akan turun pada suhu tinggi. Electroslag pengelasan pada ferritic steel sering di normalizing untuk menaikkan ketangguhan karena sangat kasarnya struktur tuangan (as-cast structure) logam las dan adanya butiran kasar di daerah HAZ pada ketangguhan yang sangat rendah. tetapi pada normalizing baja dipanaskan sampai suhu 100 oF di atas suhu kritis. Kedua prosedur ini butuh penanganan berhati-hati pada struktur panas. Normalizing sama dengan annealing. Tempering Disamping normalizing. Tujuan tempering adalah untuk meningkatkan ketangguhan (toughness) dan keuletan (ductility) bahan. las electroslag sering di temper untuk meningkatkan ketangguhan lanjutan. memiliki tujuan berbeda. Annealing dan normalizing biasanya dikerjakan pada bahan-bahan tempa seperti plat datar. Alasan utama melakukan normalizing pada baja adalah untuk meningkatkan ketangguhan pada suhu rendah. Sementara pendinginan lambat pada annealing akan menghasilkan struktur pearlite kasar pada carbon steel. Misalnya pada tangki-tangki berkekuatan menengah yang berasal dari baja paduan rendah dan baja struktur (yield strength sekitar 50. tetapi tidak selalu.Normalizing Normalizing adalah heat treatment yang dilakukan hanya untuk ferritic steel seperti baja carbon dan baja paduan rendah. Masalah lain pada annealing dan normalizing adalah adanya dekarburisasi dan kerak yang terjadi. Peningkatan ini terjadi karena penghalusan butiran selama rekristalisasi dan ketangguhan lebih besar yang sudah merupakan sifat dari struktur halus yang dihasilkan. pada benda kerja.000 psi) disuplai dalam keadaan sudah di normalizing dan tidak di temper sebelum pengelasan ataupun diberi PWHT setelah pengelasan. sehingga dukungan terhadap struktur menjadi sulit. pipa lurus atau forging dan jarang diterapkan pada pengelasan vessel atau struktur. Normalizing akan menghaluskan struktur butiran logam las dan daerah HAZ. dan pendinginan mesti dilakukan dengan teliti. Pendinginan yang lebih cepat pada normalizing akan menghasilkan pearlite halus atau struktur bainite. Proses ini akan menghilangkan semua bekas struktur tuang pengelasan dan cenderung menyamakan sifat logam las dengan logam dasar. kemudian dibiarkan dingin di udara terbuka. Tempering meskipun sama dengan PWHT.

Baja-baja HSLA perlu pemilihan suhu heat treatment secara berhati-hati tergantung dari komposisi spesifiknya. Suhu yang digunakan untuk PWHT harus lebih rendah dari pada suhu tempering atau akan terjadi pelunakan lanjutan logam dasar.0. Untuk mencegah retak. dan bainite. Tempering juga memperkecil terkuncinya (locked up) tegangan sisa.000 psi dijual dengan kondisi sudah diquench dan ditemper. Ketika mengalami pendinginan cepat. Pendinginan atau quenching dilakukan dengan cara mencelupkan benda kerja tersebut ke dalam air atau minyak. benda kerja dipanaskan sampai di atas suhu transformasi. Baja-baja ini bisa ditinggalkan setelah di las atau bisa diberi PWHT. paduan-paduan ini terlebih dulu diberi overaging anneal untuk melunakkan. 1. Paduan alumunium seperti K-monel dan baja tahan karat endapan keras seperti 17-4 PH dan A-286. Beberapa baja HSLA mengandung vanadium lebih dari 0. Penuaan (aging) paduan-paduan ini pada suhu PWHT setelah larutan annealing. martensite keras (getas). kemudian didinginkan dengan cepat sehingga sama dengan suhu lingkungan. baja dengan kandungan carbon cukup beserta unsur-unsur paduan tidak akan memiliki waktu untuk berubah bentuk menjadi struktur lunak.05 % dan/atau 0. Hal ini jarang dilakukan pada pengelasan alumunium. Beberapa paduan ferrous dan non ferrous bisa dikeraskan dengan heat treatment yang disebut dengan age hardening atauprecipitation hardening. sehingga tensile strength berkurang. atau dengan cara menyemburkan air atau udara berkecepatan tinggi. menimbulkan pengerasan. Oleh karena itu.6.002 % boron. Istilah quench anneal kadang-kadang digunakan pada paduan non-hardening seperti austenitic chromium nickel stainless steel. Pada quenching baja mampu keras. yang dihasilkan selama pendinginan lebih lambat oleh proses annealing atau normalizing. Baja-baja quenching hampir selalu ditemper setelah diberi quenching untuk mengurangi kekuatan dan meningkatkan ketangguhan serta keuletan. Baja-baja struktur High Strength Low Alloy (HSLA) dengan yield strength sekitar 100.Quenching Quenching adalah pengerasan dengan cara heat treatment yang diterapkan untuk ferritic steel. umumnya direkomendasikan bahwa pengelasan bajabaja ini tidak diberi PWHT. yang bisa menimbulkan penggetasan pada daerah butiran kasar di daerah HAZ ketika dipanaskan sampai dengan suhu 1000-1200oF selama PWHT. Paduan alumunium mampu keras dikeraskan dengan cara aging dari suhu kamar sampai dengan sekitar 300oF. kemudian setelah pengelasan dikeraskan dengan larutan annealing dan aging. rentan terhadap retak selama pengelasan berlangsung bila dalam kondisi diperkeras. Akibatnya terbentuk baja dengan sifat kuat. PROSEDUR HEAT REATMENT . Penggetasan ini menyebabkan retak yang disebut dengan reheat cracking. Suhu PWHT biasanya di bawah 1150oF supaya tidak melunakkan baja sehingga lebih kecil dari kekuatan yang dispesifikasikan. baja tahan karat ferritic chromium tinggi. dan paduan-paduan nikel untuk mengindikasikan perlunya pendinginan cepat dari suhu annealing larutan.

Keseragaman suhu dalam dapur pemanas tergantung dari laju pemanasan dapur pemanas. yang dipanaskan dengan bahan bakar gas. Heat Treatment dalam Dapur Pemanas PWHT paling baik dikerjakan dalam dapur pemanas di bengkel (shop furnace). Posisi Benda Kerja Benda kerja mesti dimasukkan ke dalam dapur pemanas untuk menghindarkan daerah-daerah dingin dan panas. Rakitan pipa yang kompleks dan besar bisa diberi heat treatment dalam dapur pemanas dengan biaya hampir sama seperti halnya heat treatment lokal dari pengelasan tunggal di lapangan. baik di bengkel ataupun dilapangan. jadwal lebih singkat dan kontrol suhu lebih baik dari pada heat treatment lokal. apakah dapur pemanas didisain dengan baik selama pemanasan. pergeseran burner dan lain-lain. seperti di bawah. Namun demikian. minyak atau listrik. Kebanyakan dapur pemanas memiliki pintu.6. dan ruang gerak untuk pemuaian dan penyusutan. Thermocouple pada benda kerja berfungsi untuk memonitor suhu. shop furnace tidak otomatis menghasilkan heat treatment yang baik. harus dibetulkan segera. sehingga tidak ada penyumbatan pada burner nozzles. Pada umumnya ongkos heat treatment dalam dapur pemanas lebih murah. sehingga benda kerja harus diletakkan pada jarak enam inci dari dinding. 1. Berbagai jenis thermocouple memiliki perbedaan suhu maximum. juga peletakkan dan penahanan benda kerja sudah sesuai. Pastikan suhu maximum thermocouple cukup tinggi. Apabila letak benda kerja berubah dari port burner atau ada pergeseran nyala api. keseragaman penyangga benda kerja.1.PWHT bisa dilakukan dengan cara memasukkan benda kerja ke dalam dapur pemanas ( furnace). Perlu juga diyakinkan mengenai ketepatan. sehingga dinding belakang dan lantai cenderung lebih dingin. Sisi sebelah atas lebih panas. Thermocouple Suhu maximum Iron-Constant 1200oF Chromel-Constant 1500oF . Ketelitian harus dilatih untuk memastikan pengukuran dan pengendalian suhu sudah berlangsung dengan baik. atau dipanaskan setempat pada pengelasan tunggal atau sebagian kecil dari benda kerja. Monitoring Suhu Suhu benda kerja yang sedang di beri heat treatment harus dimonitor dan dikontrol. apakah sudah dijaga tetap baik.

Thermocouple furnace hanya mengukur suhu udara furnace ditempatnya berada. sering tidak lebih baik dari pada thermocouple furnace untuk memonitor suhu. karena jarang memasang thermocouple pada dapur pemanas (furnace) secara lengkap untuk memonitor suhu. Pemanasan dan pendinginan yang tidak seragam ini menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan tegangan sisa. Kesalahan serius sering terjadi. Menentukan berapa jumlah thermocouple tambahan yang dibutuhkan. distorsi. apabila benda yang diberi heat treatment mempunyai bentuk yang kompleks. Terlalu cepat panas atau terlalu cepat dingin menyebabkan bagian-bagian logam yang tipis menjadi lebih cepat panas atau lebih cepat dingin. peening. Menerapkan aturan yang membatasi kenaikan suhu pada 250 oF secara otomatis akan menghasilkan laju pemanasan yang memuaskan. . dibandingkan dengan bagian yang tebal. Namun demikian. Apabila kenaikan suhu selama pemanasan mendekati angka ini. apabila suhu hanya diukur dengan thermocouple furnace yang diarahkan pada gas furnace panas. thermocouple harus ditempelkan ke benda kerja dengan spot langsung dengan cara dilaskan. yang apabila sangat hebat akan menjadi retak.Chromel-Alumel 2000oF Platinum-Rhodium 2500oF Thermocouple harus ditempelkan pada benda kerja untuk mendeteksi dan mencegah overheating lokal atau cold spot. Thermocouple hendaknya diletakkan pada lokasi-lokasi kritis untuk memonitor panas dan untuk mencegah tegangan panas tinggi. tetapi ia tidak bisa mengganti peranan thermocouple benda kerja yang sedang dipanaskan. dan harus dievaluasi pada masing-masing jenis pekerjaan. Aturan yang baik untuk menjaga perbedaan suhu pada struktur yang sedang dipanaskan adalah 250oF atau kurang. overheating atau tempering yang tidak sempurna pada pengelasan. seperti bundel heat exchanger dengan tube tebal. Benda kerja yang sedang diberi heat treatment bisa mencapai ratusan derajat lebih panas atau lebih dingin dari pada titik kontrol furnace. furnace harus dapat dimatikan dan benda kerja dibiarkan dingin sampai suhu turun. terutama pada dapur pemanas yang menggunakan heat treaters komersial. Untuk memperoleh hasil yang akurat. Tidak ada pedoman mengenai berapa jumlah thermocouple yang diperlukan. Thermocouple dengan probe panjang yang dipasangkan pada benda kerja atau berdekatan dengan benda kerja di dalam furnace. tetapi paling tidak satu dan ditambah satu lagi untuk cadangan. Bahkan jika perlu pengendalian kenaikan suhu harus lebih ketat. Thermocouple ini bermanfaat untuk mengontrol furnace. pakai baut atau dengan thermocouple pad. Laju Pemanasan dan Pendinginan Laju pemanasan dan pendinginan benda kerja sangat penting. tergantung dari pengalaman dan pertimbangan. maka laju pemanasan harus dibatasi sekitar 400oF per jam. jadi bukan langsung pada benda kerja.

Rakitan Ukuran Besar Apabila ukuran pressure vessel. hasil pengelasan bisa menjadi terlalu keras dan getas. Tidak disarankan untuk mengeluarkan benda kerja dari furnace sehingga suhu turun menjadi 800oF. Biasanya pintu dapur pemanas diganti dengan panel yang memiliki pembalut sementara atau brick stacked disekitar vessel atau struktur. dimana hal ini merupakan indikasi adanya suhu yang tidak merata. Heat treatment seperti annealing.2.6. Apabila suhu minimum tidak tercapai akan timbul stress relieved yang tidak memadai. Apabila hasil pengelasan tersebut dipanaskan melebihi batasan tertinggi yaitu 1400oF. maka rakitan tersebut bisa dipanaskan bagian per bagian. Sebagai contoh pada stainless steel type 304 stress relieved (pembuangan tegangan) biasanya pada suhu 1550 hingga 1650oF. konsultasikan dengan ahli ilmu bahan. dimana perambatan suhu harus dibatasi sekitar 250oF selama pendinginan dari suhu heat treatment 800oF. Apabila suhu minimum tidak tercapai dan holding time dilakukan minimum 2 jam. untuk pemeriksaan visual apakah ada bagian-bagian yang gelap atau bintik-bintik hitam. sedangkan pada baja paduan lain lebih sempit. bisa terjadi pengerasan yang tidak diinginkan pada seluruh fabrikasi selama tahap pendinginan berlangsung. butuh pendinginan lambat untuk memperoleh keseragaman suhu dan menghindarkan distorsi. ASME Sect VIII (Boiler and Pressure Code) mempersyaratkan adanya overlap sebesar 5 feet terhadap bagian-bagian vessel yang dipanaskan secara terpisah. Disarankan untuk sekali-sekali melihat furnace setelah logam merah membara (red heat) dengan suhu sekitar 1150oF.Keseragaman suhu selama pendinginan sama pentingnya seperti pada pemanasan. dan pada tube yang berdekatan dengan burner atau dinding radiant (untuk menghindarkan overheating). pada temperatur tinggi. normalizing. Thermocouple harus diletakkan dibagian tengah bundel tube (untuk menginformasikan bahwa daerah ini sudah mencapai suhu yang diinginkan). Apabila ingin mempercepat siklus pendinginan. dari pada radiasi furnace yang berasal dari panas pembakaran brickwork. Batasan Suhu Batasan suhu harus selalu dijaga dalam daerah sempit apabila heat treatment ingin berhasil. Pada pekerjaan seperti ini. dan benda kerja bisa gagal terhadap stress corrosion cracking. dan quenching hampir selalu dilakukan di dalam furnace. karena perlu pemanasan keseluruh benda kerja hasil pengelasan secara seragam. Batasan suhu pada carbon steel lebih lebar. Heat Treatment di Lapangan . Bentuk-Bentuk yang Kompleks Bentuk-bentuk yang kompleks seperti bundel tube heat exchanger. 1. lebih baik menggunakan furnace konveksi yang tergantung dari sirkulasi udara panas untuk pemanasan. rakitan-rakitan pipa atau struktur terlalu panjang untuk dimasukkan ke dalam dapur pemanas yang ada. Pada baja 5 Cr-1/2 Mo stress relieved berkisar pada suhu 1325 hingga 1400oF.

untuk heat treatment lapangan. terdiri dari tabung logam. Biasanya pemanas resistansi tambahan dipasang disekitar nozzle dan daerah-daerah tempat kehilangan panas lainnya. terbuat dari pipa diameter besar dengan insulasi terletak disekitar pengelasan pipa. cara ini tidak praktis untuk konstruksi baru.Field Erected Furnaces Heat treatment dengan mempergunakan dapur pemanas (furnace) tidak terbatas hanya pada pekerjaan di shop. dibutuhkan titik-titik yang mengindikasikan suhu lebih banyak.6. merancang dan mengoperasikan burner. juga menjadi lebih besar.3. Struktur-Struktur Besar. Furnace ini dipanaskan dengan fuel-fired burner atau panel resistansi listrik. Pada heat treatment jenis ini. Namun demikian. karena operator tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan terhadap gradient suhu di dalam furnace. Field furnace yang lain lebih rumit. Meskipun menarik. resiko terdapatnya bagian yang kurang panas dan/atau terlalu panas menjadi lebih besar. Heat Treatment Lokal . dibandingkan dengan pekerjaan proses pembakaran heater biasa. karena furnace sementara bisa dirakit didekat benda kerja di lapangan. Harus ada kordinasi ketat antara pengoperasian burner dengan pencatatan data-data suhu. sehingga perlu bantuan teknis spesialis berpengalaman untuk meletakkan thermocouple. serta mengontrol suhu untuk menghindarkan collapse atau buckling. Furnace yang dirakit dilapangan. Heat treatment terhadap struktur-struktur besar di lapangan merupakan masalah yang kompleks. sehingga perambatan suhu bisa diantisipasi dan dihindarkan. 1. Tabung insulasi menjadi furnace konveksi dengan penambahan propane burner arah tangensial. karena akses lengkap disekitar pengelasan terhalang ketika tube bank berada di tempatnya. Hal ini dilakukan dengan cara memasang insulasi dibagian luar permukaan vessel dan pemanasan dilakukan dari bagian dalam dengan nyala luminous besar. Vessel sebagai Furnace Pada beberapa pekerjaan. vessel secara keseluruhan dimasukkan ke dalam furnace. Fired Heater Tubes Fired heater tubes yang telah berfungsi bisa diberi heat treatment ditempatnya oleh pembakaran heater dengan tube-tube kosong atau dengan sirkulasi uap atau gas mulia terkendali. Beberapa furnace sederhana untuk lapangan terdiri dari tabung silindris. panel panas resistansi. dan NDT beserta perbaikan las-lasan juga lebih sulit karena ruang gerak terbatas. penghematan waktu dan tenaga kerja dalam melepaskan tube dari heat treatment di shop. harus mendapat perhatian yang lebih seksama dalam mengontrol suhu dan memasang thermocouple dari pada furnace yang di shop. atau dengan sirkulasi gas panas melalui vessel. atau frame lines yang dipasangi insulasi dan dirakit pada struktur.

Pada pipa dan struktur berlubang lain yang terbuka ujung-ujungnya seperti bundel tube pada heatexchanger. sehingga dapat mengukur suhu pada lokasi yang paling panas dan paling dingin. atau pengelasan rakitan lapangan (field assembly) yang memiliki ukuran terlalu besar untuk diberi heat treatment di dalam furnace. pipa. benda kerja harus ditopang secara merata dan memadai. pemeliharaan. apabila struktur tidak ditopang secara memadai. Metode biasa untuk memonitor suhu yaitu dengan mengelaskan thermocouple pada tempat pengukuran suhu yang diperlukan. seperti sensitivitas terhadap pengaruh arus konveksi di dalam furnace dan pengaruh pendinginan karena tiupan angin atau hujan di luar furnace. kemudian melewatkan kawat melalui heater dan insulasi. maka tube yang berdekatan harus dipanaskan juga sehingga tube dapat memuai bersama-sama. bagian ujung thermocouple harus dilindungi dari radiasi langsung. Insulasi harus dibiarkan di tempat sampai benda kerja dingin hingga 800oF. atau diangkut dalam satu bagian utuh. Persyaratan Code . Sifat-sifat material menurun cukup signifikan selama suhu heat treatment. Local heat treatment terhadap pengelasan struktur. Thermocouple harus memiliki kesesuaian dengan instrument pencatat. Kontrol Suhu Ketelitian harus dibiasakan pada saat memasang thermocouple dan insulasi yang berhubungan dengan sumber panas. Pada PWHT lokal pressure vessel. Untuk menghindarkan kesalahan bacaan. Daerah pengelasan yang mendapat heat treatment setempat. dan harus bebas untuk memuai dan menyusut selama pemanasan dan pendinginan. sama pentingnya dengan heat treatment lokal. sehingga indikasi suhu dari crayon atau contact phyrometers tidak bisa digunakan untuk mengukur dan memonitor suhu. Hal ini akan menghasilkan kontrol gradient suhu maximum secara tepat. Penopang Benda Kerja Sebelum heat treatment dimulai. dengan cara menutupinya dengan gumpalan kapur tahan suhu tinggi atau dengan logam berpelindung las terhadap benda kerja. Pada pekerjaan heat treatment untuk shaft. Thermocouple harus diletakkan sedemikian rupa.Local heat treatment terdiri dari pemanasan las tunggal atau sejumlah kecil dari benda kerja. apabila melakukan heat treatment suatu hasil pengelasan dalam furnace tube yang berhubungan dengan pipa induk (headers) atau belokan U. Bermacam-macam jenis sumber pemanas telah digunakan secara berhasil pada local field heat treatment. biasanya terinsulasi cukup baik. shaft tersebut digantungkan secara vertikal dalam furnace untuk menghasilkan pemuaian dan penyusutan secara bebas. dan dapat menimbulkan pelengkungan ( sagging) atau pembengkokan (buckling) secara signifikan. sisi yang berseberangan dengan sumber panas harus diinsulasi. Tindakan pencegahan selama heat treatment di dalam furnace. dan bagian-bagian vessel diperlukan untuk tujuan perbaikan. Sebagai contoh. bagian sebelah dalam harus di plugged off sedekat mungkin dengan daerah panas tanpa menimbulkan gradien panas yang curam.

seperti halnya perangkat kawat pada insulator tubular atau flat yang berbentuk untaian atau lembaran yang dililitkan kesekeliling benda kerja. dan pada pipa beserta vessel harus dikerjakan dalam batasan suhu yang tepat. Sebagai contoh.Selain persyaratan teknik dan metalurgi.4. header dan penopang tube. Kawat NiChrome digunakan karena tahanan oksidasinya bagus pada suhu tinggi. Laju pemanasan dan pendinginan yang ditentukan oleh ASME Pressure Vessel Code harus diikuti oleh vessel. Pada umumnya. kemudian dihubungkan ke pengendali terprogram dan sumber listrik. kemudian ditutup dengan insulasi. Alat ini bisa berupa kotak gantungan yang terdiri dari elemen-elemen pemanas dan insulasi. Pipe rings menahan multiple gas burner dan sebuah pembatas telah digunakan dengan berhasil. telah menjadi solusi annealling sebagai pengganti tubes furnace stainless steel dari besi carbon. tetapi hal ini tidak selalu merupakan cara paling murah. Pada metode ini panas dibangkitkan dengan cara mengalirkan arus listrik dalam kawat bertahanan tinggi.3. Beberapa pemanas resistansi dirancang untuk digunakan dengan mesin las sebagai sumber daya listrik. Untuk pengelasan melingkar. karena kontrol suhunya buruk dan ada resiko overheating yang berhubungan dengan pengerasan. 1. pita melingkar dengan lebih dari enam kali wall thickness pada masing-masing jalur dari pengelasan harus diberi heat treatment. tetapi alat ini jarang digunakan karena perlu pemasangan berbeda pada masing-masing ukuran pipa. sebuah reaktor nuklir dengan bobot 800 ton akan melepaskan tegangan dengan cara pemanasan tunggal. informasi suhu dari thermocouple harus dikirimkan kembali kepada controller untuk sumber daya. dalam jangka waktu yang ditentukan. Ketersediaan tenaga listrik hanya membatasi ukuran vessel yang bisa diberi heat treatment dengan elemen resistansi panas. dilakukan untuk menghindari retak di daerah pengelasan ketika melakukan perbaikan pengelasan. dan pengendalian otomatisnya sulit. dua .6. code membuat aturan-aturan untuk local heat treatment pada pressure vessel dan pipa. Pada umumnya. Pada pekerjaan ini. lebar pita pada daerah yang mendapat pemanasan paling tidak harus dua kali wall thickness pada jalur dari las-lasan. Pemanasan dengan Nyala Api Torch genggam hampir tidak pernah digunakan untuk pekerjaan akhir PWHT. Jenis-Jenis Heat Treatment Lokal Pemanas Tahanan Listrik Pemanasan dengan cara resistansi adalah metode yang paling banyak dipakai untuk heat treatment lokal pada vessel dan pipa. logam las dan permukaan yang berdekatan harus diinsulasi untuk menghindari gradient suhu yang curam. Satu keberhasilan operasi annealing dengan torch genggam. Laju pemanasan dan pendinginan maximum tidak dispesifikasikan oleh ANSI/ASME B31. Resistansi pemanas memiliki bentuk sederhana. Pada heat treatment untuk nozzle atau sambungan bercabang.

Karena alasan ini. dan dilapisi dengan anyaman konduktor dan insulasi. dengan stok kit untuk pipa-pipa dan fitting ukuran standar yang terbuat dari baja carbon steel dan chrome-moly. Berbagai sumber tenaga pemanas induksi komersial untuk heat treatment pipa. jadwal. Inc. konfigurasi pengelasan. Pemanasan Induksi Pemanasan induksi sama dengan pemanasan resistansi. Namun demikian kemajuan alat pemanas resistansi membuat beberapa perusahaan mengurangi pemakaian kit ini. beams dan vessel menghasilkan arus bolak-balik dengan frekwensi 400 Hz atau lebih tinggi. yang berubah bolak-balik secara cepat. Setelah heat treatment selesai. Pengujian telah memperlihatkan bahwa heat treatment dengan hasil memuaskan pada suhu 1100 oF hingga 1650oF bisa diaplikasikan pada pipa-pipa ukuran dan tebal standar tanpa alat pengukur suhu. . dinyalakan dan dibiarkan untuk melakukan perlakuan panas stress relief. lepaskan segera burned kit dan longgarkan penutup. Pada tahun baru-baru ini Exomet telah mengurangi keterlambatan penyerahan barang dengan membangun gudang pada banyak daerah-daerah industri. pemanasan induksi hanya digunakan secara luas pada heat treatment untuk pipa steam chrome-moly dengan dinding tebal. selanjutnya mengurangi waktu penyerahan karena bisa disesuaikan dengan berbagai ukuran dan bentuk di lapangan. Meskipun pemanasan induksi berlangsung cepat dan seragam serta bisa diprogram dengan mudah. tetapi tidak memerlukan tenaga kerja yang ahli. Suhu bisa diukur dengan pyrometer optik.atau empat torch oxyacetylene digunakan untuk memanaskan benda kerja hingga batasan suhu 2000 sampai 2100oF selama sekitar satu seperempat jam. Conneat Ohio 44030. yaitu dengan cara melilitkan gulungan kawat listrik pada bagian yang akan dipanaskan.. Kekurangan Exo-anneal yaitu ukuran setiap pipa. pembangkit tenaga listriknya memiliki ukuran besar dan mahal. Sementara peralatan heat treatment exhothermal lumayan mahal. crayon atau thermocouple. Perangkat ini diikatkan kesekeliling sambungan pipa atau palang struktur dengan kawat lunak. Mesin las AC bisa juga digunakan sebagai sumber tenaga tetapi tidak efisien. Gulungan kawat ini membawa arus bolak-balik dan menimbulkan panas pada baja dengan menggunakan eddy currentdan hysteresis losses sebagai medan magnet di dalam logam. Pemanasan Exothermal Heat treatment dengan menggunakan pembakaran bahan exothermal padat terkendali mulai dikembangkan pada awal tahun 1950-an. Perbedaan hasil disepanjang merek yang sama. Gulungan yang dipakai terbuat dari kabel listrik yang dililitkan dengan asbes atau tubing tembaga dengan pendingin air pada tubing pendingin air jenis tiupan ringan. Banyak perusahaan-perusahaan konstruksi menggunakan Exo-Anneal kits untuk pekerjaan heat treatment pipa di lapangan. Exo-Anneal kits melakukan pembakaran material dan insulasinya dibuat oleh Exomet. dan batasan suhu heat treatment memerlukan kityang berbeda-beda. Flex-Anneal.

untuk pembangkitan tenaga listrik. alat yang tersedia.0. Baja carbon dan baja paduan rendah dengan kandungan chromium kurang dari 9 %. 1. Propane lebih aman dipakai dari pada acetylene.1. Banyak jenis-jenis sumber panas radiant yang dipakai untuk PWHT. dapat ditemukan pada AWS Welding Handbook. Beberapa pabrik yang menjual alat ini menggunakan lampu quarzt intensitas tinggi sebagai sumber panas (GE Heat-Tech dan Sylvania Thermomatics). butadiene . gulungan harus cukup besar untuk melilit keseluruhan daerah yang akan diberi heat treatment. PEMOTONGAN LOGAM Proses pemotongan thermal banyak jenisnya.7. Oxyfuel Gas Cutting Proses pemotongan oxyfuel gas cutting mempergunakan campuran bahan bakar gas dengan oksigen. Gas ini disimpan dalam bentuk cairan dan kebutuhan terhadap penanganan silinder lebih sedikit. tetapi paket untuk pekerjaan di lapangan juga sudah ada. MPS adalah suatu campuran beberapa hydrocarbon. 1. Kekurangan lainnya yaitu. Aliran oksigen murni disemburkan untuk pemotongan sebenarnya dengan reaksi eksothermal temperatur tinggi oksigen dengan besi. acetylene adalah bahan bakar gas yang paling lazim digunakan untuk memotong. Yang lain menggunakan metal screen pemanas gas (Van-Dorn) atau keramik (Selas dan Cooperheat). butane. termasuk propadiene. Informasi lebih lengkap mengenai proses pemotongan logam. Oksida logam dan logam cair kemudian dihembuskan dari daerah pemotongan oleh energi kinetik aliran oxygen. digunakan sebagi pemanas awal logam dasar sebelum dipotong. Gambar 100-62 Oxyfuel Gas Cutting Propane atau natural gas bisa menggantikan acetylene sebagai bahan bakar gas. Pemilihan proses pemotongan tergantung dari logam yang akan dipotong. jumlah pemotongan yang akan dikerjakan dan kemudahan menjangkau benda kerja. Hal ini membutuhkan dukungan sumber tenaga yang lebih besar. propane. Acetylene yang dicampur dengan oksigen. Pemanasan Radiant Radiat heaters biasanya digunakan di shop atau pada pemasangan pipa-pipa produksi. dimana secara garis besarnya dapat dibagi sebagai berikut: pemotongan gas oxyfuel (oxyfuel gas cutting) dan potong busur (arc cutting). sehingga membatasi ukuran benda kerja yang secara ekonomis bisa diberi heat treatment dengan cara ini. Proses pemotongan oxyfuel gas diperlihatkan pada Gambar 100-62 yang menggunakan istilah kerf (potong lebar) dan tarik hasil potong. Volume 2. Metode ini mencakup pengendalian dan penyediaan sumber tenaga untuk heat treatment pipa dari ukuran kecil hingga ukuran besar. Pengganti acetylene lain adalah methylacetylene-propadiene stabilized (MPS) sebagai pemilik acetylene.7.

Baja-baja tahan oksidasi. Proses ini menghasilkan busur mampat dengan suhu dan kecepatan sangat tinggi. 1. Meskipun plasma arc cutting adalah proses paling ekonomis untuk baja-baja paduan tinggi. pemotongan bisa dipermudah dengan cara memasukkan flux atau serbuk besi ke dalam aliran oxygen. persyaratan keselamatan dan nilai ekonomis. Plasma Arc Cutting Plasma arc cutting adalah proses pemotongan yang memiliki kualitas paling tinggi untuk baja paduan dan paduan non ferrous. seperti stainless steel dan baja-baja dengan kandungan chromium lebih dari 9 % lebih sulit dipotong. Pedoman untuk masalah-masalah yang timbul selama flame cutting diperlihatkan pada Gambar 100-63. diantara elektroda tungsten tidak terumpan (terdapat dalam torch) dengan logam dasar.Powder cutting menggunakan serbuk logam kaya-besi yang mempercepat reaksi oksidasi dan menaikkan suhu pelelehan danspalling action logam dasar. Pelelehan terjadi karena busur yang terbentuk diantara elektroda carbon-graphite terumpan dengan logam dasar. MPS membakar lebih panas dari pada propane atau natural gas. Air Carbon Arc Cutting Air carbon arc cutting atau disebut juga dengan air arc gouging dapat menghasilkan pemotongan dengan kualitas memuaskan pada bahan-bahan ferrous dan non ferrous.2. proses ini juga memiliki keuntungan untuk pemotongan carbon steel tipis. Udara diarahkan sedemikian rupa sehingga segera mendorong lelehan logam yang berada dibelakang busur. untuk menghasilkan suatu senyawa dengan titik leleh lebih mendekati oksida besi tersebut. Plasma arc cutting menghasilkan potongan sedikit miring karena kerf ada disebelah atas. Pemotongan busur plasma memberikan hasil cepat. umumnya tergantung dari tersedianya bahan tersebut. Seperti halnya propane. Apabila mencoba memotong baja tahan oksidasi dengan oxyfuel gas. MPS adalah suatu cairan dan juga perlu penanganan silinder lebih sedikit. pemotongan logam dengan cara melelehkan dengan mempergunakan panas busur yang terbentuk diantara elektroda dengan logam induk. Terhadap baja ini. bersih dengan daerah HAZ dan lapisan oksida lebih sempit dari pada proses yang lain. Menggunakan bahan bakar gas lain seperti propane dan MPS. karena akan menghasilkan kecepatan pemotongan yang lebih besar dibandingkan oxyfuel gas . dan lebih mudah digunakan dibandingkan dengan acetylene untuk cutting preheat. yang kemudian digeser oleh aliran gas ion kecepatan tinggi. Flux cutting menggunakan suatu flux yang akan bereaksi secara kimia dengan chromium oksida yang terbentuk selama pemotongan.7. karena gas ini memiliki distribusi panas lebih banyak dibandingkan dengan nyala api. Arc Cutting Arc cutting atau potong busur artinya. akan terbentuk oksida keras dengan titik-titik yang menghambat proses pemotongan.Taper bisa diletakkan pada satu sisi pemotongan untuk mendapatkan satu sisi lurus yang dibutuhkan.dan methylacetylene. Logam yang meleleh kemudian didorong oleh hembusan udara berkecepatan tinggi. Panas tinggi tersebut secara terus menerus akan melelehkan logam.

karena mutu pemotongan lebih baik dan banyak mengurangi pekerjaan pembersihan setelah pemotongan.7. Plasma arc cutting memiliki hasil sangat baik sekali untuk proses pemotongan. plasma arc cutting dan powder cutting adalah proses pemotongan yang paling sering dipergunakan untuk memotong plat dan pipa. Oxyfuel gas cutting digunakan secara luas untuk memotong carbon steel dan low alloy steel karena ekonomis dan sederhana. Gambar 100-63 a. . Powder cutting umumnya perlu pembersihan dengan menggunakan mesin gerinda hingga 1/8 inci. Aplikasi Proses Pemotongan Oxyfuel gas cutting. Gambar 100-64 adalah skema arc cutting torch plasma konvensional. Panduan Troubleshooting pada Oxyfuel Gas Cutting. pembuatan kampuh berbentuk U untuk sambungan tumpul persegi. baik logam ferrous maupun non ferrous. Peralatan air carbon arc cutting otomatis. dapat digunakan untuk menghaluskan permukaan plat yang kasar pada pengelasan pelapisan. ada bahan yang dikotori oleh serbuk besi setelah pemotongan.cutting dengan ketebalan sampai dengan satu inci. Plasma Arc Cutting Konvensional 1.3. karena memiliki hasil halus dan bersih pada semua logam. Gambar 100-64. Panduan Trobleshooting pada Oxyel Gas Cutting Gambar 100-63 b. Pada baja paduan lebih tinggi. plasma arc cutting umumnya telah diganti dengan powder cutting. tetapi ongkos peralatannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan oxyfuel gas cutting. dan pembuatan bevel las untuk tepi logam berbentuk persegi.

&  &3.5  .5 15.753.:.4.

3.479.479..3. "/9.5 /. 2.2. 76:: 1.3.51534 6476::.5 45. 1.5 5.2 451.5.479.55.2.7 .:.2.5 .9:.4 1.5 753.9/65:..5 2. :4.5:9 51.: &4.1.9.2.47..9.0.5.5  :79.2 :4.3.2 753.51552.95.: 1351563:.1 75.3./5.5..55..25 26564:  .5 7902.5  .4479/:.57902. 2.5" .3 .5  #.5 ...9 43.9.5 .: 3//.2.:1.& /:91.: 3/ 1.217.2..52..5 3.4 7551.5 75.9.2/.5.965 1.5 454/32..9.:0.. .5&  4. 0.93. 796::  .:.:.479.2  .5 44/.".1..: 735151.: 73515445.2 :9. .5 3/ /.25 /:.7..5 41.: 3.2 753.:.5    ":95 17.9:.965 1.53..2..

5.1.  1.:: 7. 7.5 966. :.& 06062 5. 77.:.:.5 753.97 355.7:   .2 753.

0.5 .5 5.7.4 /.9/65 :..2...& 1..2 /9/.3  0964. 15. 0. 4.

1.463 :.3  :.5 7.3 1.5.53:: :..

.5 523  /9.7. .5 ...5 44/.2.1.5  . 79:.1...7.: 74.

5:9..76::1..753.:.5.577.:.:.7.1.'9..95.& 7.. 2.9'9.5 77.:: 7.1/.1.2...1.1.5 ..:79.39.51.9:26.5.36/3..77. .7.9.9:.1.5:9 #.:..5337.1.1.5. ...  &79.4 435.5 36.:: 5.5:9    7451.: /:9  :79..5142.75. 753.506313.91.337...

.91.9...4..5 203 15.:.4/.4.32..92. 3.51.4....9:.3/2031.961..

:73515.9 .9 .9.3  :.5:9.9 50..9:.2.9.5:::5.965..961.3/ '9.9.4.9:1/..4.5 1.1.5 45...9: . .4.1.5 15.: 73515 "  .9..5::  29..136/3.3. .9 2.1. &79.9.1 3/ /:.9: .5 7.5.965.:.479 7. 32.5:9  36/3.  1.9.5::  .. .9..5 45.4/..9..5..9 1..1..17..9 .9 339 4.9.5   .:.3/../3.5 .5:9 . 26476:: 1..23394.3 13.5.5 44.5:9   :3.9 1.11.22.35.9: 4544  1:/.

9.9.9.5:9   .536/3. 453:.9.:2.4/.

  .

.5  ..732. 1..: 7..9/.5 /:..:32.90   &79..5:9 36.:7.5 7.545.4  #.56965.:.5 3.: 796:: :79.5.5 .9.576::1.5 .: 4.9.5:9 45. .:1.91..53..7.5.:.5/..&79.:2.9.5 .5:95.753.5 75.1.5 7902. 76::.35 :12.9.:..9 44/.:.:32..9 /9/..1. 753.5. 5: ..9.9. 75:.  36/3.3:.5:9 15.

91.13/:2.53.2  .5.5 7902. 45.9.4/.76:: :3.13//.: 45.

 .

36/3.9'9.5:9  .

3202 .3 /.300974/.2-:3/. 93 -:8:7 0- 503/0 .8. 203:: -03/.5 /..3:39:5748085030.3.3 0.39 ..3 5./03.9.9.:2:23.0/3 7:8-..7:8 . /.38107802-:7 . $  . .0843.-7.5 /09  $0.2 .5.7.38:2-07897 :8:8 5:80/ ..3 /-07.8 :2:23. /03.3 907. .35./.9 8479.3  /.5./.: 2025070.30-..9  %7.0  03.  .5.38107 /.8 .3.-.943./-030 74495.7  .8 .3 /507:.7.: -8.3 503097.9.3 :.83 2.390.9.9.  5.9..2. /./ 80.3.3 507.3 /03.85:80/.1.3. ./.38.8-:8:7903:-:3..2.7:8 -. ...38:2-0789790..2-203.3.80-:.9: 90908.88-072:9: 93/. !74808.8 .2.3884.7.3 70.8. 9/.2!:80/ 7. 93 /.5030.2-:3.8.8:. .30-2:/.  :-:3.::5 903.59.3/.9  0- 80/9 5007./.38107.98  8.7 /. 802 4942.8 5.9 /07.3/-:9:. 74:3/ 703/.897.38107 4.3 8090.3/.3 ....9 207:-..7:8 897 /.3 8008.7 ::3 .:.8 20..95.9.-:8:7 09. 503097.2.8. /04/07 ./.3 00974/.7.3.  0807.: 4942.7:85:8.05.9/07.-7. 1: /. 97.3 4-:...8.98 :39: 203.3 /-07.3909.  03.: 8307.3.91 80/9 :2.0- 703/.74:3/-071:38:39:203. :39:-.7:8 4:95:9 :39: 202507-08.9  8.3 $0/3.3 5.9 .8 !.5503/4. 4942.7:897.  $0/3.9.:93.8.8  0- /.3.38107 2025:3.9. 5030.35.8.39.8.9.3 . 7.  -07:.././ /03.54389..9 0- 80/9 /-. 07.3-..3  8:2-07 897 .8..3 8. 55.90908.8.2 A/.3/03.   857.7.35030.574808. :39: 2005.0.7:9.3.38107 .7./.7 97.. . .3 93.3 8..3 0- 2:/.857.3 .3 .4389.20907 .9./. 5:8. 0/3.7.2 ..49.3 5.7:893 09.05.3 .. 809.2-.2 907.3 207:-../03./:..3 !74808 5030.7:87.7.7.0-703/.: -:8:7  ..3 /.-07-.38107 4.38008.9.5 .7   202507. .855.835:8.7.8. 9/.: 0- 5.3.2 4.3.9.383. 97.3 4.7.7:8/-078.8  0:39:3.34./.3 857. 74490-0-.7:87.9.29580-2:/./.8.3203:3. 0- 703/.8 3  907.9:7 80.   . 4. .3704203/./.98 ..8.3/704203/.703.. 0- -08.7:82025:3.2.3 703/.3. 7.3/.97. 0.3 $  :. 909.7.3.5.3909./.3  !:80/.703.9-:8:7 /03...9  200.: !/.3 83./-.3 8:2-07 897 ' 3  . ..8 2.3 9079039:  -0707.5488/.2..7.3 80.38090.3 .25038  .3/.502-.7 5.:43./.: 5038.3 202-078.7 . ./ 97.-:8:7/. 5:8.2-.:.3/3..!:80/7./8.35.

307. -:99 0/ ./:..05.3.3 80/0.88 5.7.3 55.3503.3./.83. 20.07.3 -:8:7 /5079.5 ..3:.8 :39: 2032-.9.9 8.9907.9.9../.7./.3 5.3 9:5.4.9 .703.7.9..2-:3.8.503.8 -8.503.  20207:.3/3.3 10774:8/.9 503:25.703.33..339/.9.5 .7.3 2.. .80/.73.7: 9:5.3.330-/.3 2032-:.3.703.880.3902-.392-:9:7-:038 /809.703.703..3./.95..1090/.89.35.5 40 :/..: 8.. .8..3 .7   !748085030.33 .4/ .3 .3 .3.7.9.502-4748..9 8:2-07 897 202 90./.7:::7.33 .3.3./. /809.3 .20-/.2 502....: 203:7.3  /-.7:8 /9025.5.3 . 55.90-.-..: 97.3 507.8. /9.07.  $479 .3 80/3 .30--08.9 2:33/03..3 0/3 :3 /.3.9.3/03.7:8/.88 /03. 0. 3 -8.8.: /5:9.3  ./:..380/93.8 /. 907-:3:8  909.85.3.3. :39: 203.0-. :/.9.8.7:/.3343 10774:8 !748083.30--:7: .3 -07. 5030.7.8..7...8.3 .-.3. 5030.5-03/.7:9:5.3  !74808 .3-03/.3 5.9.3 203..3  !07./. /-.5. -:990/ 5030. 202.2 /..8  0- 2.3 /03..58.37:.9 /5.3 $  . :2:23. .7. 5488   .5488.4.8.393/./ 0- 2. :39: 203. ..3 0- 7:29 /.3/.7.5.8 ..9 20.39./.7.3 4389.39.80/3 .725 !03/:3.3 00974/.7-:8:7 .33 803.5030.7907./..05.  803.3 . /2-.:23:2-7430  002..5  09.:. ..9.88  .2-93/..-. 202-:.8 7449 5.7. .4.5.48/.::5703/..9.4/07.3 909. 574/:9.3 /.3 1 5..3 340  !.. -8.25:/.3 ./. 503.0./:.3 /03. 203.4/507:3.3 -070-. 02507-08.3 .3 0- -08.:.3  $0/3.7.3.9.3 .8  2025:3..  /.3 .9 .3 1 5.3 503.5.33.35.5.2   /2./:.3 909..:. /03.7:8 /43974 09.35030. 7084343 1:843.3 /03.:.:93 0/3/.30888900 3..7 5. .: 5038.8. :39: 2030..35.3:39: 202-:.3.3/3./.9:.. 805079.3 ..9 /5.3 5. :8:8 /.0.

374495.58.3897:9:7  . 202-:. 503. 1.5/.3 0- -.503073/.5. 0/ .3 /03. :2:23. :3.8 57088:70 .37.947 2033.9  803.3 9. 3.-7.-7.3 3  -..3 .3 83.3 .7..8.3 5..7: 43974 .2-:3.88:.7//0908/03./..  /. /:3.8.88-072:9:93  .58.7 574808 :-:3.9 3  2.3 574808 .3 ./.390709.411:843.3.8.7.::5 -07.3  /.3 0:7:8.. 203/.9..:93 -:9: 0-078../ .0880  9.   203.3 :39: 1.3 -:7: /.5.703.3 574808 5030.3/3.8.3 .39.3 8079.8 5030.3 8479 ./47.9.3 5.: 5.8 $  5030..9 -0-07.. 9/.3 8.

 ::3.3:7.4:39:.3.80 209.885..80/3.3.8.3.38107/.9.8 503/:3 -07...5..7  5.7  !03/:3.3 :39: 202-:.7.3 80.3.3  0974/.703800974/.381.85. 203:3.9.98 5.9: 203:3./../...52025:3.2..907.9..:5:34-:.703.3  907.5.8$ 909.2 39 .8 503/:3  . 574808 3 /.9 /5.3/.3 /03. /.8/03.8.7 8:2-07 :.97./.39.3.3 89.3-07-0/.3 5. .95030./:. ::3 00974/..55.9 807-: 1: / /.97.3:39:2030.3802:.84942.20303..8 -:8:7 -0739 1: 275 /03../:..3.48975335.9.25:7. /:3. -:8:7 .3 .3857.8 /..38107 !..3 20.5.35..3.:93/.8 503/:3 9./:3..3.3 /2.3 . /.5.8-:8:7.39/. .3088 8900  5./.8   .3/03.75030./..3 574808 .   203:3././. 84/ /.2-.7.9.3 00974/.8 20207:.58.8:.9.9 $57.7.3-./:.  ./.8 /.1..3 /.3.7 80-:.7.3 80/3 .: .855.9 3 203.8. 909. :./..0     :470/7.7 7449 5.9/:3. /:25.88  0/:.33..8.7 .3.3.038.3 30 /..920302.8/.: -07503/:3 .5.5..5030.:7:.743  8050799.3 -.5030.4.2-.!007..8 . 5.57088:70.25.././.3 /-:.5.9/.8.8.5.3 80-.8.8.38107 907/./. 97. 0/3 ..5.  9/.8. :39: .8902-.:947.7.5488 $57.957480830-.-0-07.3/.3 902-./.3 57088:70 .3 203. .  !:80/ .3 9:-:.8 ..9.3 -07.97.3 907-039: /.7 07503/:37 .5.8$0/0/    $01 80/0/  $$  !74808    .5.9:8. 4.33.80:7:.2-.5-8.9 0- 93 5.2-.8 .3.-:990/5.32020:3.92030.39:3/.38107/:3.97.7.347439.3.3 /:25..7   .9.3 00974/.3  /. 4393: /.3/03.7 -. /.7 8:2-07 :. 2.3 5.8 2.::3.7. /03.3 574808.2.3 -:97..38107.3 !748088479 .. 0/3 /.8./..3202-:.9.38107907-.39:3/.3/507:.9.857.8.39.7   -8.85.3 502.797. 907/.3/07.. 97.8.3 :39: 2030.80--08.857.797.72094/0.97.0/3 : .:4-:.35./:. /2.-.8.8.7.3 .0880 :39: 80.9 /07.  857.9./-07.8.8 !030.8 .3.3-.3.7 /.470/ .7-43 8900 ..38107 9/..38..2- 203.3 /.35488/./ 2.0880  .:.  :97.5..38107.374495.-7.5. -0/..0:39:3./:.9.:802:.2 -.9 :.

8$0/0/:470/7.94/7403 :7.-0739 1: ./-:.3.9/07.!74808  $$  202 503/:3 803/7 28.98 909.3088 8900  0750/42.7-438900/.3 5.80:2.8. 3./74030..:802 4942. 5030.:8  909. /.880/3 /.3  /-.2.2-./...25.980.:8:8 .7./. %  202 81.8. 9/.9 5030.3./5....7038%  .3 5.380.574808802 4942.3 /:3.9 81.3. $  00974/. 00974/.3%  -..320203:8. .8.3 5.3/.48900 00974/.9/:3.7.9079039: 00974/.5030.-.-07391:./ 8..3./././.39: 203..5.8.98  .3:39:2030.48900/.7 2.5..3.5./.. /...7-438900 4.8.. .:.5.34. %  8305. 202-.3 -.  0974/.5 .43 330780/  805079 9./ 8./703/.8. 4..9.7.3-..   !..3-. /.7.389.2.98.4942.7  /.8. /5.8203.35.0/3 0974/..

 0974/.7 /..8503/:3.25:7.80-80/9-.743    0974/.3-.3.2. 5488 /.7038%  0974/. %  .3 .743  2085:3 4.203:3..3/.3802:.8. :38:7 3 /.9. 8.3$80/90- 93 0974/./.:5:3 .:8/.8 2025:3.8 503/:3  .3.950% -8./.2././:3.9.33.209073. 4. %  /-:.3.  %  //8.3 47439.8 5. :39: 2030.35.5488/03. /03..90780/..3507.9 :39: 5030..3 ..3.3 202 -:8:7  0-.3-....8  /.3 .

 00974/..7 0-/. /02-. :2:23.5.0  0974/.9 81.3/03.703.81.43/8502.-.3 . %  907-.384:7807.3:38:73/..  $01$0/0/:470/7.48900.95030.7-43 8900/.-08.34.2.39/.  $$ 3.3 00974/.2 -07.0/3 0974/.2032-:.7:9.8 0- 703/.3 203.3 5.83..7-0-07.3 802:.7 8 803./. .-.3 -8.2 .390380897039 4.9 3 00974/.3202:.3203/..7: 8:/.079.3.3 .2025:3.5033..9.30--:7:/-.8.. 03800974/.00974/.  0974/.9.3 /7403 4.2-.3 2025:3.9574507908/.8. /04/07 3 /.7 2. 803.3 :39:5030.7.3/:3.8.3/.907.3-08.5.3$2030-.-:3.:2:23..3 80. !030.3.8..3 ..3 0974/..:8 /.3/7403703/. :7..3:.3.5709. %  3./03. 950 %  2025:3. 94:3088-.7.3202507-08.8..3/:3.3 2...8.3/3.88 5./.3 00974/./.7/.35.3 085:3 /02.. 8./.507:8..7.9.725.709.8.3 :39: 5030.3/5.3 830 5. %  . /.3-079.88.. :39: 5030. /5. 950 %  /7.9  /.3/03.32:95.09.:5. 2025:3. /:3..80/. 4.8. /07.3907...% 203.3/..3.3.2 4..9.8.3 /:.3/.8.8. 5488 349.. %   $.35488./.43 330780/  :39: 5030.3-.3 $ 0- 93  0974/.9507./.

8 0974/. /. 3/:3.3-07-.3 /03../.7 3.2... 00974/. 4.20907 2:.

3.  !030. .8.3802:.

3 /03.5488 /.3 00974/.:.20907 . /.

8.9 ./:3.-:990/.3.3 ..7 5.357480/:7:8:8909. 80-.3/.39.3 397403 80.35488/.8.2-:3./..703.5 /03.3 ::7.5 574808 90780-:9 2:/. /9.. 202-039: .  0-.3 8:/.3 05.3703/.7. /05489 .3   /./03971078:3. 550308/.3.8507:/.9: 88  5.3 8.3/.:.5007.350. .  085:3 /02.8.  9072...3-.907-:3:8  $$:.54885.3../.7.8.-07-.8.8.3.33 03.980.: 0- 0.703.8  .8.. 90-..2-.-8.9 8.3 .83.3 8.9.885030. 00974/..5.3    ./. /5./03.7:8 /8 /..3.. 202-:9:.355030 0974/.35.. 8.3 5007.3/.8.3:39:15.3 /.8.300974/.39.3 574808 3 /.3207:5.7.3.5.:1090/ :7:.3 547489  !74808 3 /.9: 57480/:7 .3 .3 .3 202.3349.3.58..:23:2 3.:.3:3.9 4 /7403  !030.3 09.8 .3.7.3/03. /-:. 2032-:.:85.3 -07..383.. 574808 5030.3 .  !030.8././.3 -8.3 ..3 :39: 5030.3.7 /.5 .3 47439.7 .3/02.38.3 :39:5030. .5..2-:3.8 574808  $$ 205:9 5030.3./.3 . /039713 .3 547489 .3.  .30--08. 4. . :2:23..39.7 :.35.3 -03/.3:7:.8  &38:7 :38:7 5.7 . 0:3:.8.58.7.305.3 0-93/-.3 0-:9:.3 907/. :39: 203.89:7:3:2:23.3 8.3 907.300974/.9: 503097.8. /.-7 00974/.3/03.33 .3 90-.7..3 . .  5.9 /03.8.4 :39: 5030./././.54889.  0:39:3.8: -0-07..3502.59407.8050798. 3.38 43/8 .3/:3.:3. 547489 -070-.907-:3:8907.85.3  574808 3 9/.3 -.8 503/:3 /.83203. .:5:3 $$-:.3/3. .39.7.9 /03./.9.3802:.8 503/:3 /.9  07 209.95.342-3.30.3 / -030 -030 ./.5./.3  002.. /:.3 802:.8 5.8.3574808.3 503. 39 1: :39: 202-:. 0- /.3 0- :.3 :39:5030.8 /03.9. .58.3 /.7/.:.5 8.35.58. 20394077 9:5.3 .35748084/7403 107 209.2 /..2.3  !.3 !74808   2025:3. /:3.3  $$ 0/:.. 9. -03/.3./ 0- -.2. :8:8 /.58.9   $$ -8..3574808$ 03.411:843805079 ..3/7.8/03.2033/.7./:../:.801 80/0/2025:3.3 2.83.3 %   805079 897:9:7 .3:3.9/./0- 043428 5. /:3.:23:2 /5.2 5.5. 2032-:. 5007.. 8.  802039.203:3. .357480800974/.33 0- /.  /.3 202-039: 80:-:3 . :-:3..3:7:.-.9.30888900 :202-07. /03.59/.389.35073/:3.3 /03.3 /03.8 .3 .7:8 /-0 /.9  805079 00974/.9 2032-:./.4.9 9.: 5038.8..:8:8.3 %  /.9 038 425488 203.58.9/03.  $$ 203.3574808 $$5.3 5.7  25 9.3 2039407.379.

07.5.7084547489-070-.5./. 805079 5.3:.8.5.  /.7 5.8.3..9.3.7.725.9 8079.98 /.25.3/.. 89.8.3 .3203.2-.0/3 $.8.8.3 . 203/:3 .: 57088:70 .9 502.3 /.3 503:3.:.3 802:. 2025:3.3 : 25.3 0- 0..3/:3.8-:8:7897 /2.8. 3 8:/.9. -40 /.9 203/024397.33 0-/.3.343/8 .38.. 4397.039.7  $:-2070/7.909.3 574808 $ :7./.-.85.980/9.3.3 :39: 5030. %   %  /.8 5.3/9:9:540.29072./.3897:9:7 805079-. 4.3.. 907./.9 907.3 /03.3 %   5.7.3 81. .3 .:     $:-2070/7.4:9:3.5  .9.3907.3 574808 90780-:9 0/07/. .7:/.3 %   0974/. .8.2-:3. 203/.0880 80./.3 80.3 .9  0974/./.203.2. ./.300974/0 89.0/3 $  !. .3 /. 00974/. /03.3 09.8./..3.9.7   .8.3 .9 /.3 /03.58.3088 8900 .8.9.8 $ 203.3./809.8.3 /03. 202-0:  .8 -:8:7 2000.88/..703.8.: 5.3203008.7.9.7 80-:.3.8 .3.3 0- -.203.3 -:97.3.9 .3 / -030 -030 .32025:3.9.7.3-:97. -:99 0/ .9.3 7.5 /.39. -:8:7 9/./. 57./.3 !74808   /. 5.8:39:203./ 9/.3 /:3.  $$ 89..-..8 5..3 -:7:  07 209.3 1 5.32.5.:.7.3:3.9 .3 .8. 5007.3 2032-:.  .92032-:..3 . /. 4393: /.20257480/:7.8.7. . 2032-:. 574808 3 -:8:7 ./.5./.3 ./. 5488 :39: 5030. ::3.9.7 /2.7 ..9  $$ -.5 / /.:8:8:39:203.703.!007.947 /.8 /-:9:./...8 /9:9:54000..58../../.32./.8-:8:7907-03.3 507.381.3 /03.3 202.3 .05.3 20207:.38.2.3 9. ..9: 88 5. .3:3.2.0/3 :3  %3.7-43 8900 -07503/:3 /7 801 80/0/ 708  !030.8./.3.8.3 00974/.30--:7:. 3 :2:23.3 8.3 05.3   9/.73. /2. /..31:/.9   .9 84/   ....:..9 /.9 81.:.. 2025:3.3 0- -. 503.3 .3 8. 5././.9 . 0.9./:3.: 7:293.5.39.33.3.8.8 02-:8..33850947.80 209.7.58. .8.9  5030. 574808   !.9  $$ 507: 43974 .203..3:3.3. /. 897:9:7 202-:.//.3.3. 8.7  .25.3..2-. /.8:8..8 8.393  5.-:8:7/..  55.5078.3 0-..374495.: 109 0/  !74808  $$ 907:9. 805079 00974/.. 00974/.35.8 -08../.3.3 .8 .703.9.5 5.9/:3..9:.39:7-:038.3 -.8.3 03.5.31:803. 8.5.2.7.9 :8:8 502-:.3 /74030-703/.38:/.393-:.-07503/:3/7 801 80/0/708 -8. /:25. 00974/.5.257 8.703.8.:.7 574808-:8:7907-:.8.. .  !74808   203.3 4250991  0974/. 202 .3.5  803.703. 0:3:. . 2070..3 05.3 -. 207:5.3.7 5.7:8 20203: 5078./. 907.9 /..8 9/. .5 90-.3 .9.7-0.3 .3 897:9:7..3 0- 4388903  !74808 5030.381.3:39:5030..88 /.31:8050799.5.94:3088.3:.

5.3.5.9:39:5030.8.3203:3.3 202:.3 /03. 5030.-.2.7 803.02-. :. /5.. /-:..3/0-90-.48900 89.9 /07.3203:3.5.7.90789 503097. :2:23. /.9. ..3..3 /03.3 80.58.7:8 /7043/8.9-4.3 :.0.3 503.3  .3 .3 80-0:2 2030.2 ./:.2/.9.7:80- -.3-0-07.3 /. /.90-80259  803.80.31:.4.7.5 .5.83. /.300974/. 8:/.98 /03.3 /9025.-7 5. .:.3 503097.:.88 9.7 .33093 !748083/:3.3 :39: 2030.35.3 8.8.3 /.3:.3$ . 802 4942.:: /-07 503..3 -:8:7 0- 2:/.8 $ /.2  038 . 4:3  43943.7.8.5.9.2  /.8 $ -.9/03. 503./.. :2:23.35488 /.5.5.9.3  !03.3 :2..- 808:.!030.3 .3 $ :. .5.7 :39: 20250740./4:-0 $ /83.2 .7.3 5073/:3.9: 88 -8./.58. /.3..8 202-07.  22 /.3 .7. -07-039: 02-.3:. :5  /. 8.3 50325.7   22  !74808 .8:39:$5.7.2  88 80-. /7.7.7.3 4.9: 5030.3 -.80.3$:.3 574808 $ 5.. /07..3/.. $  .7.3/7. -07.8..3 20302:9 4.8.7.7:8   .2.8 /.8.5.3/:.  .  $.3-8../03.:8 /.3 . .3. /.7:880..3405.35. 503097.3 /..8.8.8$3/.3 /03.9:8:85030.3 /:.9:7:39:5030.9.3073  0:39:3. .-.9..7.3.9 .3..3./:3..8. ..955...703.3  : $ .:    !74808 .3 90-..9 /../.8:39:202-:.9  073 /.3 .3/02.9 20345.7-. 805079-. /:3.:. /07.802039.9/:3.7.30888900 /.5.7:8-4.:5038.: 5072.25:.47439./.3 .9.9.39.3/.8-8. 2089/825..3 .3.9 802039.98  8..303  !030. 3.5.3 80.380. .3.8  !03.05.8.3/03.2-:3..9/:3.:.7-438900 4. 4942..30-93  !74808 5030.54.3509:3:5.2.5. -.3.  909./.3/03. /50740 ..3.  $-8.8 80./03.:07. -. 07.8 7449 5.35488/.3 /03.8.9/.:5:8:8/.3 202-07 -.2-:3.5.: 5038.  803.7 /. /.3..3902-. 00974/.3 .7.4 :39: 2030.7:8 /825.-7502-:.3 203:3.3.:39:2030. 20302. .703.3.2  574808 3 9/. .7 .3/9025..3 :39: 20:7:8.3 /.8.8.203.3 0-.9.3. .3:303.7.. 802039.-7 .3.3 .7  ..9 203:7.: 5038. ..-.9 /.3/05489.3503.3.3 !74808. /. 80-.-..5..8 9.3.9.2  .-..3/.58.3...3-./.3 :7.:59.7 5.9 /03.7574808$3 2030-. 1:-.8.7:8 0- 93 8079./.:5 .323.3 $. 0- .7 88 5079.35488. 507:/-..85.8 3 /.:. 3 /05.9 -0781.8 .8 /3/3 9.3.3.9.9 /09./.8 0- /.703. 0- /.3 00974/.3/. 907./.3. -03/.8-072:9:93  .:. 805:: . 503097..35..2 909.9.3 /507:.39 .3/...703.3 / -030 -030  .3 8.3.3:39:2030. 9070- /.  .3/.3 /03.0/3 .9 .9.

39:3 /.3 /.37.2.203. 5.8:. 81. .5. 907-039: -:97./.5 .25.../...947.08.8 80.8.3 3 2030-..5 .3.9 0073.58.3 .3/3.33.3..8 .:2:23./.8.9 !.-0-07.39/.8.8 2.9.8 703/.3/:3.3 /74033..3/.3503.3 05.9. 803. .7 / /. .925.3 0. 07.8 / .9 38508 . :7: .3 -.:.3. .703.574808.9 . 5030./. /7403  909..3 202-07.3-0.3 0- -08.$0-.   0.3 202-:.8. 043428 5.3 -03/.7:8/542-3.5./../.7  -8.9.-.:503/33.3  002.8 2./ 0- 2:/.3 5007.8.7  %07-.5. 907.3..9 ...8 8.9:502.83.5 -:8:7 /.3203.-./. :39: 2009.03/07:3 0- 703/. 574808 .3 $  803.3.8.9 574808 3 203. 203.7 93.2.3.9 /.3 5488 /.3 2./0-.3.9.8$202-:9:../.2032-:.  5. 574808.3:39: 5030..8. 907.3 5.../ 0- 8:9 /.3 $ 202-:.-.5030.3 0- ./2.8  $ .:2:23. 203:3..3 /03.3 /. 574808 3 9/.3 0- 93 2030-.80-:.3./.8:.3 /5.8.3. /-.31:38507..3 7:5.3  /..8.2-:3.3 /. 5030.703..2-.3 / /.30- -.3.8-:8:7907-:.3 5488 .07.3 ..  007..89/.3 03.2.7 5030. 907.9./.3..257././. 80/02. 5.3.2 2025079..3 2085:35.34507. $9/.3 -:97.3.903..893/2.  .3.8.9.:8 /.3. 5007.3 .3 038 1: ..3.8.3 !.8:...07.35..9.3/03..9 .9.9:502.3 /03.:08.3/./507-40.3 .

0/.8 .3 203:7:3.8. 3907. 5030..3 .703.84:7807. .8/. .0  .502-078.5.8..   $./.::3/07..33.8 5.3  .7/-.30-. 5030./.3884.8025:73./.:38:7 :38:73.23.9 /./ ./ . 3 907.39/.02-:3 . 905.2-:3..3 .8.0.8 907.5.8.3 :38:73/.4...32.9.2.. 3.8.8.1:./..380.3   #09.8..907-:. 3 907.3:./5. 439.8 .502-078.:9  ./.3./.3:2:2907..8.703.3 /2./9/. 8.3.9  .502-039:..2./.$  !47489. 2:.703.9.: .. /903.20242-3.3 /.2.3.3808:.3 07.9 .3007.2.3 09.32032-:./5.709.3$5.3203.7.9203.7  !0792-. 907:7:3/805. -039:-0.9.703.703.39/.803.5.3.703.3/3.:843.0--08.

/.3 4.39079039:/9. 0.3 1: 3097...3 .7:9. 4..23/: 5.3 -8.3 .9 2.8 /.8 . 81. 503.83.7: 831.: &38:7 :38:7 5.2-..3/50740. 5..5.3 /03.7:8 /50792-. 503097. . 0- /.. 202 42-3..35.7:9./.703.9.3  .-.3.3 09.2  0. .7 /-.5 43974 2.3 574808 5030.. /9./:.8.30--.3 203:3.9 00974/./../:./.9.8:.9:5.3 5..9/.3 -.:5:3 1:  909.2 3/: 3 2025:3.$0--08.3 .2-.3/3..2 .34.

3 .2 4.3 203:7. 4.1:  907:9.. 5.2./.2 958  !% .

8. !03.8 909. 203:7:3.7:8/50792-.3 90380 897039  !% 5039380.-.2 .5.34/3 9200- . 902507.3/.590380897039.220242-3.5 :./.:. /..3.3 0- 93 /.8.8.007.9.2..3 .3 4.9:7 5030.7: !% 907.

7:8 /.9.2. 507.3 808.:.2 202 42-3.3 / /.8 ..1: $03..9. .3 .

8.8.93.3  0/:. /.-5.0/:./..  094/05. $0.8.9748./.9 .7.9 .2. :39: 5030.3 90-.35./ 43/:91  -:8:7 5.3 /.3-:8:7/. .3 43. .9..3 -0.3 802 4942..8 $ :7.202-0: !748083/2:.2 ./.8.8  !. :.3.3./..3 -./.: 0- 80.3 -07.9/.3-07-0/.8/03..3 80:-:3 -.8.8$ 094/05..3 00974/.2. 907-039: 8.80/3 $ .03843./. 203. 70889..3 :39: 2030.8 3 /:3./.9: 902-.  3.39..079.5.3 :39: 203:3.3  :39: 203. 507239.00974/..0-807-.39. .7-.3/..3/:.-/2:.3:3.95030-47. !072:.7.8./.8.3805.58.038574808.9: 574808 .  !02.:3. 8090. /.8..  805..3.8:.7..0/3/.38:3 907:8 803.3 .3 /:3..7.3 :.7 . /53/.8.7 .-.3/.9     0.7./.9:902-../09./03.5.2 /03.3 4.907:25. 02-.574808. .2-. 574808 5030.9072..2-:3.305.3/-. !.9.  !74808 .3.5 -07.3 5. /03.9: 5. .3 !.0.38:3  1: /9.7.507:8.3-039:107209..0880 .9:3. .8.2094/03203:3.3 ..: /05489 93 .8.. ./.8 4942.98  574808 .3 202:.3 ./... .9025.8$4942. 02:/.7.3.3. 909..83..7:8.7.34254884.9:7 :39: 203.9.3-07.9/.33.9.  5.-0-07.3 80.03843.85.2-:3.5..3 .-.:2:23.25.974...-5..:5:3-07:5. 8..80.9.3 2025:3.3 ...0:3.900974/.537.3 574808  /.7.079. .703./../:.3-03/.37:34119.92./03...385.39.8 3  .3 80./..:9  !74808 ./03..!007....3-4994289.38025:73.3..2 /.983.3 203.3 8.0880 .3203..9/.5. :39: 202-:./..8..7 8050799.30.39.202.39. /09../03.3 8.3 574808 .3907:25.3 -8.98 /03. 53/.3 -8.703..3 57088:70.. 7.3 .3 -07.9-07-039:507802:.. 5072:.3 90780/./.3 :8:7 897 /3. -07503/33 . 2:.038 5748085030.. 8:./.3$3 5.3 /..3907-039:... 907./.7. /03. 43/:91  $007.7 5.7939.3 1: /09./.5 .39/..8 897:9:7 897:9:7 -08..8 $ /:3. :97.9. 0905.7.380.3 /05.5. -.07.0:3.3 5.. 88 -.079..$ 43..8 4.8 40 8:507 :39: 2030.85.39/./.3897:9:7 /.30:.357088:70.3 8.7 909.:5:3 507..9 . 5030.1: .381.30.7.3/:.

3203:3.2-.3 907:25. 5.85.3.3-0..25:  %:-0 5.3. 8892 00974 8.9. 43/:91 /./3.2-:3.3 /.3  .9.8.7. :39: 20.5 -07-0/.2 4.98-0707.3 /03.. .8.3.3/3.9: 0- .3  0:39:3.3 .5.8.3  .743   907-.079. 2030/.3/802:940. $0.303.9748.9. 5030.9:902-..2.8.7 -.3. 909.7902-.3 /.3 /-..3 /03..9.3.. /89478 5030.3 /9.3 .3-0.5072.33.8502.3 4. .:5030.3 !078..  0.2000.8  .00974/.3 :.3.-07-039:50780 /03..-.8.9.3 203.8 4..3 .2.9:. 907-:3:8 /03.9..:5:3  .7 8.9..:0-.3503.88. $ 5. :7.9: 502.3/03. -8.089.3.-07391:/.38.2. /05.: / /..3  805.3 -07:7. 909.3-:8:7/.3 /. 90-.3/03./.3 40 .2-:3.3 574808 574808 .. .8 .. 090-..35.:.8..3 5.8 $ /.3 40805.2-:3.9: 9:-0 5..5. 5.5. 503. .3/3.33.857088:70.079..8.310770/.8.2.9/:3.0/343.3537.3 8..39.3 0- 80/9 907..9:9:-05.4.3/07.-07.3/:. /-030 -030 802039.35748082. /. 958  -.9.3 107 209...7.3:.8.3 .9  !03933.2-.2 .3 8.3 :9. /5.3 202-039: 5072:.3.7' /07.9.38:..3 /03.2-.:40 74495.9  . /. -.3 5.3 80-:.3 .75072.32094/0. 574808 3 80/07. /. /03.-8.34./.8 5.9 202-039: 03. ..2.7 . -03/.9 /5.9.9: /.39.3/:.3 /03.3 /03.2 .9:502.3 8.7  . 02.:802 4942.5 907-. 5.3 $  909...3.8.8 .958/.03843.3 0:39:3.290-.05.0.34.2 4.-8 80.98 $.48900/03.35.4./. -0707.8 .22025079..3/.3 ..7. :39: 2030.2 ./.7.. -03/.3 907:25..3 5488 .5/.3 88 80-0.0880  .3/:..9 $. 5.8/-039:40-.3203:9:503..8 $ .7 ./.35488.5.3.  !74808 3 -8..8/.3%...9.25:.2.900974/.05.9/.5..:/.3/:.3 8:./.7 #0889.385.2 . 907-.3203:3.079.7 574808 .3-..5./-030.3 -08.7  3.3  907.7   2030.9 /2-.88. :39: 5030. 574808 .9.3 /03.2 90-.8/9:9:5 40.3.7  0- /../.9: 805.9:902-. /03.39:3 5.8/.9:80.3 :.: 5038.05072:.974..3805.3.:.3 :39: 203025.9.7 -07-.3574808./.30974/.8./.3.3.80/3  /.57480838.-07503/33..4:39:2030.3.8 2:3.34.3. /07.9: .5.3 . 0/:./03..9.3 0- .93 805079 00974/..3  $ 907:9.3  ..3 1: 5.3 4-.3.9 90-.7  0..3 907:25.502-0:./07.2.303 %:-0 502.7.. 8.3  002. 4.:.9 .2-:3.9 /-.3 907:25.9 /05.3../././. 3 202-:.3.9./. 80.8 5.3 .34. /. .2...3 4 .3 .7-43 8900 /.3 5030.3/: 9/.4942.

3 8090.8/7.3 ..3  .7:8 /-:.9.  .3$..3...3202-.3.8947 /8.5.3.3 0307 897 :.3.5.3/.-.32028::502.3 $ 202-:9:.30-.9.3.78 903.3 -./../.3 .9 .3.947-039: 0/.3.3 :39: 202.3 503: /03.8./.8  43.3 .35072:. 9.3 4 .8..3.3.8/-.8 038 3 /:3.7..8 2./03.!007.0/389://03.85./502-0:.3.:.05.8.-.80209..3907.3 5.9:50.9.9.3472.3-..8.4. /03.3 503073/.43941.8../.37017.4 8900 -07/3/3 90-.8.7.  !030.907.8947 /8.30-.3 /02..3 -:97.893  5.3..9:7 .3:303././.32025:3.7 $/. /.8947 80-.9 4.2-:3.9: 4942.5-.5..3 /./.. 8.94:3088 0- -:7:  0907-.   /:3..98  /.3 2083 .889:/4942.8. .3-..3 907825../..3  03.. 4397.3507./ #09..3 8.3 /.350325.3 8...2-:3.8.70  7. 28..8090.3.8 5030.89:/2000 89://5.380-0:25030.5.3 /.947-039:703/.:0-  5.3. 94:3088703/.2.8 2.32025:3.8.3.9 .80209..8.3-.5.7.::389://.3.8 $ 203:3.20.323.3349.7 $  909.1../03.3 . 574808 5030. /.3  9/.03843.703.8.3 .07.98  !.079.8.9: 5.8:.5.2-.2 . . .3:39:8.8 2.07.5030.5.947 .943 538/.3.3 203:3.8.9: 4942.38. 5030.:.9.9.3 93  203.7.3 4388903  07.8907.3 503..8.7.:39:20250740 2:9:89:/ 0/3 .3 907-039: .8.3 70.8 5030..7 -07:2.8.302-.3.3$:39:5030.2-:3..3 81.2.79.3  !74808 .3502.8:. /.:././03.:.3.35072:.3/.9:.3 -:8:7 ./.3.5.3 /.3 /. 3472.8 :7:8  503.. 5.90.80 73:39: 57088:70 .70 89:/ 0/3203:3.3 .3 503..5.3 /03.38090.. 80/9 503:7:3... /07.2 .2.3 3 202-:.:39:2033/.907.9:.3.90-./5.8.0-.3 5030.85.3 / /.3 80-0:2 5030.8:.35039380.3/03..38008.39.-7./.5709.543974-039:-0.3 349.7.478  !74808 .3  :39: 202:.2 / /.35.9: .3 .380259  $9:/ 0/3 -8. 89:/ 0/3 202507:3.. 9.8 $9:/-8. 80-08.07.7.3 2083 ..30/3 :3:8:8 /.9. ::7. $007.3.3232:2 4 .3  !.7-43 8900 /..3  5./.  !078. $:.8 $803891907.3 54.8 -070:..9.5 ..0880 . 8:2-075..8./.3 439:/3.703...5.9 93  $ 202 5.338:.8:39:203./ -.3 /03.3-079.!007. 3 /:9 /03.     $9:/0/3 $ .-:97.947 202-. 94:3088  !07:3.8.350325.8.9:7 .3 .8  703/.989/.3 :2:2 .8.5.-8.3 5.82025:3.5.703.9 -0-07.:8.:9.3-.2083.3 $ 5.  /03.3.349.91 2:/.8.3. -.8 502.80209./.8 5030..

80/3 !74808 .. 55.70/:3..89..47.93 /.3 4.7: ::7..5.7: 085:3 /02.  -47 4.3 -:990/5.9 /.2-.3 5024943.3 1:0./.3.9.3574808 5748085030.3 -07.3 :39: 502.8... /03. /2.340$/./7.3  -.8 /.3 503.3574808$      1:0.0880 /.2 /../.202:.3 -./.5 9/..8.3 38508.8.5809.7 -.3.958 /.3 :39: 5007.3 9/..3 :7: .5  5.9.20907 3.8.. 2:7.3 :39: 2024943  5700.3 ./.8..3902507.0 9:-0  :..09030 0:39:3...9 /9072..9 38:.39:3 5./.9.3 .. 5030.5.83.8. 2094/0 .3 .35.7..38:/.9.3203:3.  /07.3 /. 89:/ 8:/..507:-.3 .: 9075:9:8 80.33.3 5.8 89:/ 0/3 . /5.893 743  ..3  002.35078.8  . 907. 907.  ... .3 43/:947 5..: 502.3.8 5.7. 7.9. ...3..2.3 907:9.8  202507:-.9073.3 /.5.703.3 /.3  502-034..2 20303/.1:73.5 8:2-07 903.8:..7. 202507..3..7./.90789 3.8.9. 897  !07.3.3 :39:203039:. .3 202503. -8.3 907./...3 80/07.  $9:/ ./5.7 -..3 -.9: .7  .7 3.3 8:.. 55.3 1:0.8.54./.8..3 909.3 203.55.3../.3  5700.7 202507..3 . 907.9.  57088:70 .58.3..9:. ./.3907-.947 .5.57480/:7 :3503./../0548950.8 .9 /03.00/3/... 507.3 89:/ /03..7   202507.37017. 5030. 9075.90789. 0-:9:.8:/.7.8 .5..907.7:8 /5078.8.8 0/3 5.3 -..5.. /809.7 4 !745.2   .3 /03.9.91. /07..3 89:/ /03./.. % .3  /.7 8:2-: 207:5..3007.9.7 4-47 .475...8 2.: 50393  .. /.3  .3 003:3.3 9..80 209.3 -7. 5.589:/0/ :39:202078.3 .3 5.7.39..91 .8:./..9073.8 :39: 2000.3  .7 .80/3 .5 .3 .3 /03.8 ..8947 /8.8 /5.. 8079.30 .3   /:3. /. 809... 5.3 -..8.8 :39: 203.3.3 80.9 .09030 .3 8:/:9 /.2-.8... 5078.3 907. /.2-.3 5..9.5 .2 :39: 202507-.3935.5. .3 425488 3. 0907... 108-0  2:/. 80.9: /.3  2. 0 -.25.33.:.3.-.5 .8 .37.   /07.703. . .8 3 /:3..3 -.8.3 425488 .3:9 /. :39: 109 0/ /.3 .: 703/.2.2-.3 203.33. /:9 /03. . 502-034. :39: 202. /:3. /:3.9:7.3.3/.5.3 8:/:9 7.3.2-.7  !07.3 /09.3 -07.9:73.3  ../03.3/:3.7.09030 9/.9/507-.3 808:.3 107 209.80  /.3 10919.3. /..3/.3 5072:.93 /... :.!030. .3 -7./. :2:23.8 0/3 :. ..3 9/.9 ..7-:73203./.2 -039: .8 /./. /.8 0/3/03.8.9.09030.80/3 7.

8 99 0-:7 107 74/  909.71.37.7-:73.3 . 502.3 .   909...3../.7.9.3 0:.8.3 5.8 /.3./..//..9.3902-. -.-.3 .3 .893 743 /03.3 9:25: 9:25.3 8.0.742:2 /.8 50393 5.9: .7 897:9:7 ..3. 9/.8.3 :39: 202.32032-:..8.0.3.8/-07.5. ..3 05072:.9 907.2-:3.37.32.3 .5.00/3/.  4.80./..9: .4 203././.3-.:: /80-:9 8.5./.3/./.9.3 2000 5.3 :39: 202507-.5.2-:3.2-:3.049072.57490.05.8:2:2  !.: 8. .8.3 ..35..9..3.3 /:3.8.3 /:3..309.8  4  4  $4/073 203:3.39.2-:3.-7.3 /.: 80259 .34/0/.5.07. .3 -7.2-.3 503. ./5..9/.3 :39: 20325.3 -07/0.2-:3.5.-0781. !4/07 . .9 207:8.7.9.3 8..70 208:  /9.2-:3.. 902-.7-438900 .3 40 80-:. 9407.3  !74808 3 /:3.3 /. 2070 /.2.3 93 8079.8 2.3  /..280-:.9..8 .. 03..  .07..3 809.5.3 907..3-070-. 907-.8:39:203. 9.7 574808 .3 -039: :97.. /.8..3./:.8809025.3.3.5.39..0.9.7 /.8:.3/03.2-:3..3 5. 80.5  7.3  .7  07 209./ .2./.8.5 9/.7 /:...3.47     .7.2 958  ..3 .:5:3/0.7 43/83-8. /. :39: 9::../.3/03.8.9203.5/.9 /5./:39:.3 703/.3./0/3 .8.7-:73/.39089 0.2-:3.9/.2 /.7.3 /. 8:: / .3 507..9..3 0- 93  7.3 2000 5.3 .. 4..7 203:: 8.. /.8.  803./:.5030. /43974 :39: 2033/.3 5. /5.09. .7    !7385 07.34-47. .3 107 209.3 2:/./ 5.5.8805079.3 .07 -7.3 9/.803.0 0/3 202507:3.3 . 8:: / -.9:780.943  !03.88 107 209.3 203.2-:3.  4  4  $.3807-:5.9 1: .94/.3 $.5 .35.-. ./../ 0/3 . 907/7 /.5.3 /.8. 0.3 93  $.374:3/ 0.. .9.3 -07/0. 55030 . 8./.3 5./. .2-:3.8.32094/03202507:3./. 3.7..3 . 200- 99 0-:7 4.7.3203:3. 02:/.3 107 209.38. -.3 .7. 573.3203.8-.3 57385 07.2-:3.3 5.73.507:-..3 0- 02.  7. 550 308 /.3907.9 5.-8. 1.5 ..3-7.2 .228  203. ./. 907/../.3.3 -7.8.2000/./:.3 203.7.703./. .7. -...3/.00/3 5.8 90729 ..3 .3 ./.:-4.07 84/073  203:3.947 5..2-..3 5.8  /2.3 !74808503.3 8.3 897:9:7  $.3 .3 107 209.3 .../:.3 5000.9. :39: 2000.703.: 8409 /03.38 0:7:8.3.7./0/ /507.5.98.2 /. .3 5.9.3 /.. ./. /:25.. .7 5000.3.8 :39: 2032-:.3 9/.9.-03..79. 9/.  7. ..8. 202-039: 8:..3 .9.9 .7 4.3:.3 .3 085:3/02..3 808:.3 897 902-../:.19..9.3 907-039: .80209. .302. .38::3.3 .3 -7. 5.

3%2.32.3!5./0/    . 57490.550308805079..3..8.3 54/07.3./.2-.5.2203:7:9$..3 .8.209070.:9.::7.:23:2 /03. .3 4. 55030 .9 /.-0/03.7  085:3 /02..2-:3.35...3 /507:3.70/-.3/:3.. 4/.3 902-.8 09.2   /.3 5./0/:39:!03./:2  $07-: 3 /03.943 0.25:7.. .8.3  7.2-.5030.7  . -0/... 95..9.3 :39: 202.3:39:203..3-07-0/..09.5./.2-:3 038 038.3 203.907.992.9.7 .8.3 902-.3/.3../.3./. 2000 20.: 573.3.94/. . 5.3/8.5 /03.5 400743.. /.3/:897. $07-: .09.7..2  .3 0- -08.39089 705./..7 20../:.5072:.5.3 80/9 .79/7/08..//.809.3202-0:5./..

32038.3 90780-:9 09.7.2.  8::  90.797/0 803.3 /. 897 /./.7.9:8..3 9/.90 55030 90780-:9  !07. /3./..553 .7.3 208: -070..7:8 /-:..703..8.. 5030..2 /.0/3  0.3 4.3  $..  !74808 5748083.80 209.3 0-07.3 /.23.:23:2 48/.3:7././0  /.7:209.8 . -07:7. . !.5.3.8.3 502.9.5550309/.3.3/-. 574808 503.9430/3  ../0/3907.8./.2 .82.3.8902-.$ /.2-. 83.3 090-.3-.....:.5 ./:2  !.  02:/.8070/3  #0889.907-039: .   /..3. 809. /.3:25.3 2033..3 203. 203.2207/.9.. .3 $. ...93.3 0 /./.3 /5../..793 54/07 907-039./:.3.702:/./:.09.390.09.. 207:8.55.33./.3/:3 .090-. /-. /./. .80/3  !740..7.3 3 2000 20...503097..958.  !74808!030.9.8. 92. 89.3 .20/3  . 5. 0:.  !0309.3 553 889028  $0:2.3 /3/3 80.3 202-0: 5.7:8 205:9 1:/.8. 55.3 /03.: 573. /03.9743-0.3 07.39139 85.3 :9.3 5. /..3 5.. 89.7 3..00/3  .3.3 /03..2.3 14 7.3/.93.202507.793 54/07 /5. /.3 / .:.3 3.7.2-:3.07.7 .9.3 203.3 .3.09.8 803.3 203:3.503./0/5..3 /83 .:7.3.3 /.3 902-.9.2..25:7.:23:2 /. 2:/./.3 .380-0:2/:3.3  -079.8.!7.8907803/7 .7:8/0.3  08: 2:.30-  5.3 -.

3 /09. 1090/.-.98.9  !.: -07..3:.3 38508  43974 907.0880 9. -0-.502.3 905.3. -03/.3 .7.3 -.  !.7: .4393:9/.5. 28.3.20/3  #0889.7 5.9 /8.9 8. 2025078.3 8.  /.8  !030.3.3  :7:9..3.39:25.-.3/.3 . /5078.2-:3.3 05.8.202-:. .3 .7.3 8.3  -7.8 202 0:.3/03.703..3 502.3 .8.: /.8 5./. $.8.35030.3 5. /.8 5.-:99 0/  $0-..2 .30:7:8.3 5.9.37985.3 /.3 .9  8.08/2.9-.9.8 3  50393 /09./.3 8.30-93 /..35748085030.5.9  ..3203.3 8.2.3-.-:990/503097.085490/3  7.3 /./.3.3...3 /50740 . 8. 8..2-:3. 9.57088:70.3 /.5.:.703.9.9 50325. 9025.9.8.38.5 5007.3 8. /:3.355.7/8.: -.9 20.3.3 .3-.9. /.8-07. .3 :.2-:3.8.8..3 202503.  .. .3 905./.3203.3  ..3 5488 02:/.3 .3 507888.3 81.8 $09. -0-..3 90.3..947481-8.3.905.2-:3.3 :39: 203039:.2-:3.2-:3.80209.3 9.3574/:9.38970889/.9 50393 80. /.3 .3 . ./.5 00.35.5.943.7.38 ...39.3/.3/.3 -:99 0/ 503097.3 .3/3079.0/3  548430/3    $$&$    !0792-..7:8/0../.33./.5439 5. /3/39..3..3.8/03.9. .8 80-:. ./.3 .3 503097.3109 0/.3/.5 /89478 /. .3 425488 2.3. .8 503: /03. 0- 043428 /.7 :39: 5030.8025:73.3  0180388.3 /.2-:3.2-:3.. .3.38. #0889.5.080.70.2-:3.3 /.9 /.7./.2-:3./03.3 09.3.3 /03.8/.2-:3.7.8:/. 4. 09.9 ...3  .5. -03/.38.3 /03. 897:9:7 .3$./. 907.3:3.8. :2:23.3 /.9 8.:..703.3 907. 8./.3 -.9 81.3 38508 % /0..7.8 .35..3.380.-07:25:  507:.3 20290.8503:  $2-4 82-4 89.8 80-././.3 -07-.:5030..3.7.3307.

3%:25:!0780 !./.35503/     09.7 /./.35.$./...7   /:3.3 3. 80.. 5.2-:3.8 $  8.7. ..2-.3 090-.2-:3.3 :39: 203.25.8$/-07.-082-4. 574808 .2-.2-:3.$   %.2-:3 55.3 9:25: 50780 805079 9.830 0//03. .3 $.

 ./4:-0 0//03. 3.7.  /...3 203.2-:3 5.3 3.9 /03.3 .3 090-.

2-:3.  $.3 . 3.

2-:3.3 8..2-:3.3830' !.9.2-:3.7.:993  2083 073/.0.9 /03.9 41:0 .3 .3 2:/.::393  . .2-:3.703.7.80. .. /-3 .3%:25:!0780  $.2-.7  $.355.2-:3./.3 -07-039:830 ' ./4:-00/:39: 090-..2-:3.3 203:3. 574808 .3 . 9/..8 .8300//.3 3.2-:3.7    /:3./.3 3 -8.35.2-.8 $  /8.980.3 :39:503. 20207:.9:25: 50780 .3 502-0....3503.3 5. 8. /-:.3  $.

2-.990-. 3..2-:3.2-:3.3$30' $.2-.  . /-:.8.3 805079 3 -8.  039: 8.2-:3.7  $.34:-0' $.3/4:-0 ' .35..9 /03.7  0- 043428:39:5030.3 .9.:2083073/.25:54943.2-:3.3 203:3.

 3.  .

.5 .3 .:.3/4:-0'/03.9 .#53.3/.3203:3.7  $.3.3503097.9.2. 203..2. 5030.703..  .5 753.2.3 /.39/.30-80/9 /-. $./..:.8$ .2-:3.5507:-.8.3 2032-. .3.8.23.5 :.2-:3.5030.3..3/3..-.8./03.703.8008.4/5.2.8.3574808.:&.: .3 .703./.. 77.5 0.3 2032-.1..3./.85079.2-:3.35030. 88 .3-.3 .  612.2.3 5. 43974907.3 /../0--./.2.34:-0' !.  7. 5030. . %  .5 14612..:53  3.2.5#7.30383507: /.8.2..74495.35079.9.  0/:.7 885079./.22.7 885079..03/07:3 . /.3 3/ 1.3 8.2-:3.57..4:35.3830'  .3 /.3 202 090-.4:3.3/8./..88025:73.:.888090.30383-8..3/03../.25:54943.8./3.8.3-039: -8. 8.5  ./-3/03. &   /:.:2083073/. 15.7880/:.4/5. 43.. !.:39:203/.5 7. 15./.1.3 /.2-.:.8.9.2-:3.5030..88-8.9 S 50 15.4:204..3  !.2-:3.2 28.-0.8.4/.5.8.3090-.3202.

  :/.13/2031.4/5.:.45.5.753.:.22.9:13.4/5.5:53 /. 45.4/5./:.2.55:5/:.2...4/.97.51.55.  :275142. :..9  .31.4/5.545.2.574.5  .5 14612..43..5 5. 79:.1.51/.:.54:5 :.515..5 .95.:.2. 454.9. :53  :.5 :.5 77..13/4.5 63436.7.2 44/.: 5 .

'/.4/5.1.#7. 5.57.3 .2&.

.31 33.9.31 3.33.4/..

7.5.2. #39:. 44/.4/5.. '.7 65.5:.7 3.579:.5 7.1..35:12.9. .

2..3.1. ..533.96.2.33..53/3/.1...9/5. 445.23. 1.9: ./5.529.2 4. 31 .. .4  50  2.944/..65.2.3.2 3.:.:. 2.

:.:.9..  .9.4/.3.9.503.::5.9 1.9:/.2454/.53//:.5.3/.9.

4/5.5 #53.22.9.31 &..1..1. ..7.:7.:. 13. 33.:.2 :0.5 /.5.5 1..5 7.

.:.65 7.. 65  .:.

 .5 3..9 .4/.

 &.

5 13.:. 753.:4./97.. 7..657.55/:.5 . .:.1.4.  &.9.2.. 29.. 445.1.5 4432 1.:1.:: . .5  ..9.5:.5:3:.5136/.33695.3...9 203  50 . 17.06735 3163.

5 .5.2.:: #5. .:.4. 5.9.:.544/. 445. 7.5 75.51.9  1.9.9 3/ /:.1.1.5753...9.:75.5 7..1.515.2 753./.1.5 4432 1. 9569045.5 7.2.

 75..5 /9.9.4/.9 ....5 .3 1.5 /63 .5.3 17932.:519  . /.1 73..5 1..1 7937. .:.5 :95 2..5 3.

536..: 3.02595794.55 ..57.4/.025%51.565:4.5    .9...55 15. .245.025%5#94.:.1...2.3#53.9. .43.5 0./35:9.55.

 445. .2 /63 1795. 77. %55 7.1.1.1.5 7.2.

47.5.7. 796:: 2. /924735.95. 497.5 .2.. 51.77.

3.3.7.5.5 2696: 6:.909006996:65 1.545.51.

. 2651: .9 0030  1.2 .5 9.2....5 .1.3.74/9:5....514.2.7..9 .. 2651: 74.5 /9.5.2.95.7. 454/32.91.729.../3.5.5/.9 #. 1.327.69.3 %55 .1.2.7.

:966.2/.9.1.02595 /:.:.9.593.4/..695.1.2.22.7.::15.2.5.2497.3.473  ...5796/34 /.4479/.

9/.95.53//.0./35:9.2.966.5 7563.3/:12.5  65:4.5 79/.2/.1./3 5:9.4/5..5:3./3 5:9.1.::77.5 %55:517.:::./3 5:9.025 95  2. 52.2:9./.5 /.4.2 :..9 ..169.4.3.21.. 65:44.244/. 7. . . 15.  .5 1.3. . 065:4./9:..4966.7.5.2.2.025%5 65:44...4.729.753. .:. 4432 /94.2./5.:9.44322.35..

1:.4.2 1:.::.55.4 /5.15.4.5  .55.3 5 :95 1:/.43.0.

15...25.5/5. :79.::.43. ..

4/5.5 .963 ./3 5:9..91...5196519  &.9506473. 5:9.: /9/5.95:9.5:5. 265.279:1. 95535:9.639.: /9/5..:1.2.5 455.4..:65 &.:.90/6.5 3/ 2.:    30...9   955:9.5065:4./.. 4:5...5: . :3.295   3365:9.2.: .3.951.5 3.: 3.639.5739:..

 753.5 15.1.1.95.5 1.5:. 753....55.5 75. 15./3 5:9.35:9. 73.9/. .9 .. .:.7.1.5 :.4.5 5:9..  .5 :4795.5 /. :.1.9.445.5 79:.5 . 4475.: 793 75..5 1./: :3.5 339 4.4/5.1..94.71.2..7.. 26476:: 24.:.7.3.3.5 1.5 065:4.4.2.4.:.3  9 3.5 7.. :7.3 29.. 17963 733.5..L 50 65:4/.

3 1.. .7.1.:.13..9 /.5..5 ./../.3.2.5 1.9.7.1.3.9.4/5 /9/1./3 5:9.5 .1.5. ..7 065:4.&      #9/.5 1:.2.

577.1.4/.5 3/ .5 77..:013/9/1.3 .7.966.4/5.3.54475.9 .94.1. . 75./1..5 3/ .65 495 .79/9.3/6:01315.9. :79.7061. '. 15. ::.9: 176.79  :7.7:.  65.51...577.9179634./.1. 3/6 .:013   14.. .:.6 445.5. ..5/9/1.9.

0./.9.315..9.7:  .4/.53/.577..51.53/.453:.:2.9.4/577.5.245.

5 79/.7.9.2.3.15.5 :52.39/1.5 2./3.7.7.5 /.5:0.7..3.31..1.5.5'/.3.9  61 7.5&.226:5.5.4/5 15.5065.3.1.43:: 771.7: 1.5 3/ .2.5/69:7.5/92. 13.5. 4432 79/1.9 1.5  .5 ./.9.1.52.. :.5 2./.9/6955.5..9 3.445.. .5 .4 1. 3.4.2 45:..53/..././.. 1:.34544./.91515:.4.5.5.5 ..22.5. 1.9 77.5#7.51.. 77.7.4/5.92 #39:. &.5 1..1..24479/632. #9:..4./.213./3.

7.2..5 :.1..95.5.5/..926:5./.:.4/5. 31 2.:.5..:.4/5.475.54479/:.9.

73.9.3.4.15.55.4/5..0. 77.9::.:5:..24551..5:537.9.5/..5/3.1.2...50.:.92..:0.

5 3/ 1.7:  .75..7.0. 2.... 2.:7.9  50 . /1.9: 13.0. /1../.9.9 /.65  #.9 :7947.3 1515 ./.53/203 3.1.. 1. 3..79.7..22.4.2.506473..9./.4/.5.5 .1.  ..2 :.5 4475. .3. .54.1. .5. 79::9 ::3 ./3.5 3/ ./3.9:79.3.5 3/ 1.

65 #.5.4  :79.5::/:.47 76. '9.5 15.5  .5.5 .5 3.79..93..3/.... 31 /317  75951.2.:32..:.. 74/3.796::.5/9/. 1/. 15.5 .5 45.51/.79 :9..5437.2.

4/.5  .3.:.9.

5#3.4/5. #9:. .15.5&.5'/.7..39/1.

.9.0.12.561 61:79.   #9:..1/..5.56379:.1...5./92.

:.2.1 697735:   #&.3.51.:2.1   69:.92:   & 6169639:.5#&.5  .79:.4/5.575. .5.2.51/..9: 44/92.9.9 .:.5265:.5/5.69.5445:1.5:.579::9::313.4/..4& 61&0.65 :65 :.9:  #9::9::3  #53...90..5.2:: 145:1.52:   & 69:.51#9::9::3:   !&&  6169#75   !&&  61  611.

9 1.3 2.1.5 .2 :/:.5 241.5 /912.15.:32. .5 .1.2  2.9..2 45. 3/ .1.7.: :0.4/5.:..5 75 1.5 1.. 9569045.5 4432 .4.5 15.3 7.9: 13.:.5 ...9: 17.  ::3 .9. 455.9. 73..1.5 63 :/..35 . 79::9 ::3 .5 22.9 /.5. 79:.4 . ... 365..5 753. 7..1. /9. 1.9 :0.9.  !63 .573.5.. /.5 :.5 .9/./.5 027 5.3 .7 36. /./.2 :.9 7..5  ..3..

.9 2.4..311.5.4.9.3.:.2 /63 43.:2.5  #75  40.. 2.     './.5 15.9...1.2..3 5 . 7.5.5 4432 2. .5.9/691.5753. 65.5 4544  75..5.79 /691:5.:.5..521..5 5.  .373. 1515 ::3 /:.:2. 3/ 1.9: 17.9  50  /./.5 1926451. 77.5 /9/1.5 .575.: 2.9.51.5 1515 ..5.2 39:.4:/.:753/1.:.5 79/.5 ..9/695.  9 563 .795.9./9/1. .5 3.5:: /:..9.2.3 .2..9./3.57.5 4552.47 75.1.1.533.7. 7942.: :/..3..5 4:275 142.5  447941..:75 9563.1..5 26:5..9.  .   ...1.2..5 1.36/.:. 31 :..95.5 3/ .169..5 75.5 966.515.1. 1515 ::315.5 459.4775.9  19.7 :1. 17. 455.5 5:72: :.9.5 5.::  1.... 15.:22.: 75 . /3 .95.  29.479 9.3.3 77.4!&&    7..5 7..5 /3.31 .96349597751/0.53.: .4/5.5 9./.3.3 .3.9.57. 753.2./.5 7.1.2.514.9: 1065.2 /63 3/ 1./3.5 /3 ..95.1. 75.

4/.9 ..

3.9.. 453:.:2.5 :.

2.4/. 31  . 33.9 . .5 15.:.5 7.3.1.

47. . :.

5 79:.. 44/92.5.4.

 .2.5 5.311.5 .5 15.2 455.57.31  .5.533..5.4/.4...2.9.5 :19.5.79:.1./.5 .

 :.3..

3.:.1.31 :..7.33.3.

.51.:.3..3.9 :.:.

5 :. .:.6 /92.5.4 065.2.51.4 45.9:.4/5.3.9:: 7:  &::.: 1.9 .5 1.1.3.3:.5 15. 5. :..3.9:: 7:  /5154645.5 . &5694.5 3..3.

631 5  :631 5  #.5./.1 3/  35.1.31 33.336.33.3/  #.95.3.4.31 29.:  #.1.:..

2.:.1.:  .94.53.5.:2.3.9.6563.4/.

 .4/..5.9.3115.

5.5:5 33.9.5:57.5 /.31  .5'.5.5. 33.4/.3115.1./.

9.4/.1. 515 6457..

4/.33 .1.31#.31 33.9./.5#. &5333.9.

5 /.3.. 6/333.3115.33     :.5#.9.

5&4/63.:.3.4/5.&.51.

9 .4/.&4/63.: .

 :.47. .

 1 /.3. 44793...92.:.5 :.2.5 & 1.5 753.5 /91..:.

15.53.5. 7.:2.576::.:.4/5. 12.51.53.:.31.47.47.1.3.:2.

.2.5.47 33.:.55. 793.:2.:4/63.2 3.5753.577.76::753.311.:.

2453.9.5 5.:2.5:.515.:4/633.51.2.::.9..

4/5.:..53.:  .9.:.

4/.9..

 &.4/5.5.

4/..9.

5. &.4/5.

5.:.&.51.47'5.47.3&.5 .:. .4/.9.4/5.4/5.

 #6::.

9.4/.#6::.

:#6::#53.:.. .1.4733. #6:: #53.57.57.9.4/.1.:.31 .

 #6::.

#6::#53. .#53.:.4/.57.:.9.5#7.1.

&4/63..

9.&4/63.:&.4/.51..9& .

/ &4/63.

...5 . 445. 455. 7.5 179/632.5 .5 .911.0. 13.1.5 796:19 753.7.  .  :4.2..../3.5 /.51.:.5:.&4/63.: .5 630611.7..9&    " #"&&" & #.1.:&.7. 1.. /.51. /94.4.

9:7:2.  /.5 1.:&' 1.5 26476:: 24.2...2.4./90.1.5 1:.4 7.:.3.5 :.4 336.55.5& .0.1..65. 1..7.9191.479.517.7751 ..

:. 753.. 42.:. :.5 455..9.5:  :9.

.:.45.5 :79..  796:: 753. .5  1.:..5 743.5 5:. 79.9.  ..:.9. 753.

 ..1..5     339 .4/.5 :.9...57.5 173 51.339 4.25. 4432 26476:: 1.53394.3.2..:.5 455.2#53.3 .743.:...5 ../ #9.3  #53.5: 339 4.31/0..2.

.41.526476::36.4. 15. 42..7.5: :./9/1.:.536. .43..:.9 !./3.:/:.45142.

9 453.&2.5..: /.

  4:.9.961.5 32.5 4..5.2. 753.:.3  9 15...:.0.5.9.35.: .961.5 44795..!.5 3.32../.

9.

  .

 1552.7.5 :./3.

544795..35. 15.50.9/65 :. : 951.532.2. 74..:..1. 42.515!  .37.2.961.545.5: 2::  4:.

!.3  4:.35.961. 1::43.:.53:::..2.532.3 15.4 /9/1.544795.3 15.4/5.50.5:. 75.536.94..#53.9/65:.

9.

5. 1..: .5.9 14.1.2/9. .4/.9/65  .3  &7:2.: 339 4.5:.523.. 3 5.  & 4432  :7:2.56469:7:2.9. 32.9.9.1.5& 1..5.9.5 2. 796::753.2945522.9179/.5 7..:.5.42..961.:5:0.510.9.: 5 437.5& &7:2..1.5 1.57.

.5 . 1 /..2.5 796:: 753.. 44793. 796::..:.

5 1/0.  .5 12.9.2. 15.5 56469 :7:2.:&5.796:: .

1.1.5.225.9: .5 3394.961.3./9.:&     '1.:3394./9.55694.51.315961.5 :79.315961  9.4/.961.5..3  %9.2.5..:/:9 45.92...&   &:.51..15.2796::3.3& 1.:& !&52.5.3.9065:4.53.&  .2.9:  %9.:2.5&  %9...65   #.2.:.9: 3.315961.55...5 :7:2. & &0..5.92.4/5.5/95::/..5.2..3  %315961..1.796::3. 26476:.: & 7.937.. 1/.3 5 455.59&7.7.3.961.575..2.2.5 1.  ....35.:  32.5 .51 #9::9 ::3  &7:2.5 45.5:. 32.7.3394..: 339 4.3. 339 4.: /:9 .51.5:/.5  9.515.4 23.5 #9.. 13. 56469& 4:. 5 /:.: /.3  ./35:9.32...:/. 63 3  7636: 1.. .3.5.9.5 1 /.1.5 44/92..2455.5.5.5& &7:2.947...961.5.:/.:549715.1.:34..5.4/..3394.:"  &52.3.517./5.53394.2.  639 .5 ..32..5:3.75796::75.74..796::3.517.9 .5451.9.:2.5 /95.5. 459/..2.945.. 3.

 /.92.. .7.4/.:339 ../92. 06.1.: /95: :/.5:3.4/..5 /..5:5  &1. . .3/91.: 73515  32.2..2..5..961.1.961.52..5 06. 1.9/52:54432/9/.9...&  32.:.5 .5&     32..:. . &7:2. 796:: 3.5.51.1.961.95:32.5 /93. 7.9/52: 7.5 /95::79....961. 2.426476::7.74/52:5..: &  451.1.5  5. 753.5.5 .1/.0. :. 3.. .4..5 .

536.:7.7.:735155.11..  . 265.45.2450. 4/92.975.5 ..43.91.5.: 1.9.965  5.51965.1.9651./:91.

.7.4  .2 :3.23.. 1. 4/5.:2.7:.536.5.3.551.:1.9..

245.:5:95.5/:93. 565:.3:2.:  .

.

16191.245.:32.5.536..9/.574/9:5.43.9.92. 5.3:2.:  .5:.

5 5:9. 5.:32.

.5 :79.1. /. 463/154  523 1.1.509644 7.5:9 7.

5 951. 7..1.  ./.

2.0. ..5::.4/.9.447.961.75:.3 455. 4/92.1.9/65:..5  32...2447907.5:9/2/:5.3.

.9/65 :.454436.3.95..:1.: &   . 44/92.43.5 5694.:. 79.92.5:3 :.: .961.5&  . 32.4.2 796:: 3.42: 4:.. 0. 1.35. /91.3 5.

....

.52.5 1. .5..:.2.5  :..55694. 32.44/92.:.5 1/.2 47.55: 74/.2.55694.9. 3:.2753.35.5763.5:06.: 455.2.5 5:.2.5 2.:455.9: 1.92 .9: 5:06.:.5 455. .5 1..5 1.5 76::753.961.76::753.:.9:.2.44/92..9.

9:  15. .5/:. 4475.5 455.506.95.32  32. .2.76:: 75.9/.3.5 2.961.: .  1.4 1.51.5 763.: /:9 1.9. 32.515.2.961.5:4. 4544  7:15.5:3 :.9..5 ...15.95::3336:.

5:3 :.2.5 4:.:.9.5 45. 15.5 06..95.5.5  1.961.15.9/.9:763.32  .5 15.9.515.5 75.2 ..3: 15.4/.5 5: 36 1965 1.: :1.5 :4. 4544   7: 15.515 :9/2 /:  32.9.2. 4432 . 5 /:. 76::  /:9 /9/5.

 & .

. 5.35.336 :.4. 26476:: 24.5  4432 .961.:455.3452.5 3/ .5.9/65&.:5.  32. .7 .3 32.961.5:3 :..961.52. 15.3 . 36 .5.0.41.3/ 44795. ::.:.:2.5::.2 44/92.5 22.59.9/65:.5 32..4/. 75.& 5. :7:2. :.2. 4544   7:.: &    14.4 23... 4:..95..32.5...2#53. 15.55694..1.961.

.

:2..5.95.5.. .5:3:.1..3.513... 44/92.4544/:.:5.95. .5 .55694.5.9..:.32.5 1.9 23.1. '.5 1.9.  29.5 .:3753.4..5.:3. '5:3:.5. 9 :.. 1/9 #'  ....35..2 9 1.:52.52.79.5 /9/5.961..:2.3.26476::24.:79.9:175  :.:455.

.

 .515:9/2 /:15..526476::5645.15.1.961.3 .32.3.55:361965 45.506.

 9.

5 . 6  1.

.

32. 5:9 .5.1.5 10.9 :.5 43.5.32.5 26476:: :/5. 32.. :336:.22.9.3. 15.5 .5 7. 7.:2.5 23.42.1. 793 43. 4544 1. 1.  .. .4/.95.961.5./9274/.: 44  .961.

5 32.2 26476:: 176:.:...2#53.4 3.53:: :.313. 1.3 32.5 1.5 5: 06.. & 32. 3/  1. & 5.:2.9.:2.961.961.:2.: &   26476::  9 .79 .: 1. 1.56336&.29  6..961.5 459.5 123.& 5..5 63 :7:2. :. .9 5: 2. 36.

.. ..5.. .  .

5 .  1.9.3..2 3. 651: 5 . /9/1.55.2.:5.5 4475. 5: 36 1965  . 06.5 .2.:.5  32.9 76:: 1..1..961.5 15. .9: 753.9:.2.7 2.

.961..:.32.79 . /9/52: 2.9 . 1.

1.  4475.9.5 :3.9.5.2753.  445..2 060625.76::  . 0..:.79.. :12.5:4..

5 .961.54 .... 06.32.

..: 05195 /9/5. 5 497.9 1.  45.2.3  32.961.5 2. 06.5 .2 76:: 1. .1 32.9.. 3.9:.2.5 :4. 3.. 76:: 1.5 32. 06062 5..961.9 32.5 42.:.2.3: 15.5 42.: 3/ .:32.2 025  32.961.2 753.5 6965..5.. /.5 44793. 5 .961.95.961.5 176:.5 .54  1.

961.32.95. . 06.961.5 5 2..1.79  32.5 2.5.

3 .2..54  65. .1.6 32.15...5 1:/.9/52: ..532.1.3. :.53:: :.961.961.

.

.5060625.5 .76::  15.:.32  32.79 .4 3.: :. 5 45176:.544323.  32.961.9/.35: 32.2753. .7:.9.: ..5:4.5 36.961.961.52.9:  763.53:::.2.

.

2.53:: :.. 15.5 :4.5 36.1.... 76::  .. 45176:.7 1.3   9  32..5 15. 5 4432 06.5 .32  .2 06062 5.7.5 7.: :.2. 445.9:  .: .1.9/.. .9.961..5 . .9 ..4 3..54 .2 753.  763.:..4/.

4/. 455.3& 459.9.53:::. 32..:.961.&   .

..9 9::.7.1...15.9:9515.:.4/..7..2 4551.5.2#53..5:.721. 1 1..5519/.5 1:47. /.2 /63 34/.9 5 :..2 1/.5.36 1965443206..: :.9. .7.5 .1.5./3...5:5.025 %:26 9.7...5 759.9.1. 1/2.32.:.5 1. 32.75 .5.25/:./:. /.74/52:  .5...& 5.3  6.7.9/2.  1..5.0.1...5.3.7:.. 32..4 65 74.9.454/32. . 46:.4/. 5 .961.5:3:.961.7.3. .  :5.7 234/.9.2. /9.5. .95.7.961.. .99  32.432.4 .57. & 32.  1:52. 32.961.3619651.  #59.9: 1/3 1.7 9.961./ ..9.3.3.5 .92.7 . 15.7.5/9.9  .7.961.53::&.961.5 /..32.961.&  32. %  :2.961.2.109.5 06. 63 //9.5.4.5 /.7234/.5 :3.:.5 .9:/.5459.734/. 5. 4..1.25:4.5&.5.

 . . :. 44/92.4 . .5 1..4/. 32.2:44 .3322. 4.5 1/2.2.2.3.36196515.96574.3.2..9/2.. 123. 1. .92.5234/.1.1..3.9/2.. 1:/.5 .961..961.5.5/9/.7. 1 1.9.5  32.: 61.9.2651::1. 1 1.4 . 43/ :79.: 7.593.51.5 926451.: .. 7547.9 .5 :1.

5.5234/..244/. :2.9:/.5 .5.961.  .4/.5 :.9 . 1/.76306.4.32.9:9..3.. .9:192651:11.3  .7.4655.

961.5  .5/.. 44/92.5 : 92651:32.5 1.:.15.5.9.5 926451.4/.: : 7547.2.

5 .:2.9.9.9.#4.961.532.4/.7.5926451.. .4.'9/2.6196511.

.5. 1.5%2651:32.5926451.961.2    32.961.5 .:2.5 5. #96:19#547.51.

:.: 5.2 796:: 753.5 29.4/.5:... 3. &5.:.5  /91.3 36.4/.5 44 455..9/65:.5   1.57.9.9.336:.. 2.1.20.3 1..92.53:::.31/92.9.

1.32.5.55 :.15.1.5/9/1.& .9./.7. #53.4/...5::.//9.7.961..4.  .:.4.57.515.2.

3 0.5 339 4.5 36 .5  3.2 796:: 3..53::&.9/65 :.4/.9/65&.37.3 336&.:  1.3 1.#96::.3.31. 61&5.: & 1...2339 .5&.:  45.336 :. :7:2.1.9.0 7.3 5..1..

5.4/.1.9.

2... 3394.9 .35/:.31.52619.5%  .55.:'15.4/.15.2 796::3..

3 1..4/.3 .3 5.2 339 ..9/65 &.5 &.5 .  61 & 5.: 1.3  6 336 &.2 #96::.9.53:: &.

34:.35.9/65 :.26336&.961. %. & 339 .3 32.3 5. 0..

&.

/5.  .  453.3 .55694.3.52.22.4 3.44/92.95..: 1.:2.53..5 .4 2: &497.2.52. 36.5.9:631 7..3.5:52.1619 5 &1.5:3 :.51.5..: 24.: 1..

3.961.336:.34:.35.5  32.36. %.

&.

.52. ..2 ..51.:79. 4:.:.35.9.4.. 753.59 1.5.:  .5 .29.5 5:9 24.4/. 44/92.5.55694.:.5.515.:2.5.

 :7:2.3 0.9 .9/65 :..2 796:: 3.336 :.5 R 6  339 4.4/.5 36 .5   :79.: 45.: &   1.3 1.1.9 1.0 7.3 5. . 7.1.

5 . 1.

. 5 4475.2.961. 9  :/.15.4/.  .:5.  32.9.

:.9.9/65&.5. & 339 ..3 .4/.2#53.35.

961.35. & 339 .2#53.35. 0.56336&.2 796:: 3.9/65 :.3 5.3 32. ..: 4:.:.

.

4  2:  .3. 21.:2.' 13.5:3 :.:2.:2. .5 1. 453.3.5 15. 79.5 1.4.5 5694.576::.: 455.95. 4544 :.. 44/92. 13.

276::3..5 .76::753.2:4.1.5.:.52.76:: 5.3  .56965..

1.9.961  1.3     796::753.5 2.5..9./3.5 1.5455..5 1..1.:.9 4.5 1. 7..9:.2 259.  7.3.:32.5 63 3  &3.1.. 5: :3.9 30. .29    .5:.. 1.9.2. 4475. :52. 3..' .:.   .3. .

35.2796::3.36.961..5:32.336:.961.  32.: 4:.35.

.

'.

35. 75.2 453.:2.2.5 :..:. 753..1.55.5.961. 32.5.5 261 9 1.3 .:.5 . &  4:.20.52.4.4/. 24. :79. 5.

9.

 6  .

07.53:: :..5    339 4. %.: 1.1.2 796::   4:..3:.2796::3.:&  1..3 :..545.53:::.3394.:7:2.35.35.3 5.

5 :.& /:.4.5 5. . 15.2 ' 1.2.

 339 4.53:::.:.961.35.53:: :.515.3 1.   29..2.2. . 4475.. 4552.: 32.5 5.5 5:9 :3265 .:  4:../3.5 1.4/.5 63 56469 & 4:.35. 2.5 .5 & 15.4.3..2 961  5: :.5 % 5.522.35.:..7.4.2.473.2796::3.5  1... .5 .5:.3 4475.

'.

.5 5.55694.2"1..5.2 450..5  :..52../3.:  #9.53:: &   ' :52.2...5 1.5#9.5 4475. 2.5 5..:..5.3 13. 74.3.5.5  :..1..2/973515:519     #%'    3.:.2 3.52..5 3.:73515.544/92.29.. 455.22.5 .9. .9 ..  #9.517932.35..:. 9. 5.15.5 .9  1.22.

2 453.. 17932.3 :.5.9::  4552.5 2..52.2.. 9:1.5.32.5 ::.5 5.2.5 .5:.5 .1.5 4551.5  1.

  ...4.1.5 2.5.9.3911.:3 753.:.:.

. 2. 9...2 19651:/. 79..2 /.2.5:5 9.1..9 .7.9.15.5:95 .5 :3:. :... 129.5 %. . .915.51.:..2.1.2..9.5.109.1 2.95.2..95.59..36.519/.4 29. . 753.2155..4/./3..5 3..5  .9..25.2 .

.915./ 9.  44793.7.5 .3.2. 73.:. ./3.1.5 ...5  1. 75/...2 .5 //9.. .7.5 4.2  79.  .

4/.:.: 7.9 4.:.9.. 753. 9.5  .92.479 :7.9  .1.1 75/.5 :.5 45. 3.3.4.9 1.3.:./ .2 3.

.2.. 966. 9.519/..9. .1.219655/:.43.  :79.6 09./%. 7.02 %.92.5&. 445.9..#53.27..02  .9.4. #5/.1.5 443222. .2 .1.1 1 1.5 .1 7.1.4..:.. 7. .:.9.5..1 09.9 %..36..2 1965 7..::  %.

1.51.9.2..2 .9/65951.1.17.1 .4525 ../....:.2 5 1:/.5/./3.:.51..1.1.3.95.1 //9.57. 13.5:3:.25.7..9.7.4...35. :. . ..1 09.55.2.753.9/65/.02  2.:.5 9...9.9.9.:.753.4.9.2.. 5:72::/.2.69/92.2.9. :.9.9.1 ..21965. 15..  &3.

1965  .

5  .5.5.'.

29.151.5..:.515.691.21965/:....92.54565.:  1965  .2..536.5  %.963...4512:.

 796:: 753.961.91.5.5 129 :/.:.:3.7.5:.53. 3..:.1965...543.51965.515..4.32.5/92..5:515.:  32...5  .:3753.1965 76.

961.32.. 36 1965:79.

244/. 79.:. :1. 9..52. 459.9  239:.9 36.5 1:..753.15.5  15..4/5.4:.4/5.5  .:. 2.5 .43.15.5.1.3 36..2.9.:9515.5 36 1965  .5 .5 22..:1.5  :4.9 24525. 79::9 ::3  1.5.:.21965  &.7.  1..5/:.3.4/5.9.5.5455.9.:43.:.45 142.5. 155 241.5 9:.5.1.5 1965 /9.5 #929.5  !.2.5 . 175.4 3.5 2.1.9:: 7.5 13.9 1.95.4 3.2.22.95.9.5 :..5  19.3 065:. :9515.4/5..7.5 79317929.4 1.9.5  .3.: 2.5 1.9  43 1.3:./.5 24525.9 .9 :. 203 1.455.9/5.515.2  .. 36.: 15.5 1.95..2.5 142.2459.3.2.5.19654. 79/1. 796:: 753.72.5 4529.9.2.36.436.5 44/.5/9...5.3.5..9::3  '.4/.  753.5.5..7.:79.9:/.9:/.25 . 36.5 19655.9..9:1.5 . 1965 494/: 23.:221.5 .: .5  #.95.5 563 7.15.5 3.5:951:19.2 4506/.5 ..9 63 29./.5 36.1.4/5.2 7.5 .9..: &79.5.2.2.5.2.1.5.5.4/5.5.5 2.25 /:.:3...22.45 142.15.9.5.5 294.4 3...1.:  &. 36.5..5 22.5 264732: '.4 512 1.5 36.9 :.2.:  !.513.5. /.515.5/9.22.55.:  64. 63 31 :..95.5 .5 459.9 1. .1.5 :52.5./.:  &4.4:.4 3.5 7./3..2.5 . 31 :19.563 22.:.5.5 .5 3/ .5 207. ./3..4 3.5 :.5 :.2.5 12.

.

 /.595 :.3.96315.5 3/ ..:4.:4.9..229.963/:.9:/.5. 75155.9 45. 75155.72.5..: 4.5 15.5.25.75155.5 /.9 :.9..9..:19.9.5 45/.  .5./2. 1.7.:79.1 3/ 3.:.  :..95.5 129 1.5:3525.51.9:/.5 1.5:.5  /:.4.5 75155.5.5 4565.5. 1.:.915.:. 15.5229. 175.5 :4..9 796::753.15.:. 753. 44324296:.5 15.  .5.2 29..  . 75155.5 :.5 5.9 :.9.95.55. ..9 63 64. .5 95.: 26476:: 24. 7.2.91.2.5:.9. &4.7 229.54475..:3/..:.5 .5.1.5  #5.963 3...:.4.79. .4729.5.922..5 . .:7.5.5  29.9:79.517932./3.4/5.753.  72. 1.479.1 3/ 951..1.: .55.::.1.25/:.:79.579.:.9..  #.2.:2.595.59:7.4/5.92..537.2 1965 .:.47 29.5 1.9129:0.51265. 14.1..5175.25 /:.2.5.97. 3..5 45.9229... /..1.9.:.54296:92.5 229.3.5 .54.2595.  .5:.7 9.5 4296:..9.:.5 44/. 4.1..9 26476:: 24.92.

    .:./3.35./9/.50.35:.5 .3.22..1.5:97.7. 1.5 .915. /3.9/65 8.92../52./3.5 45.5 1.915.5.4/5.3/ .3.5  . 129 /91.1.

 /.3.5..9 ./3. 1/92.55:90.4 /:  %4: .9/65 1./ 5  #.5 7. 15.4/.29 /. .915.1.1.5 .

/3.79.4.9.9/65 :19.915.9:5:.5 94: 2..5.93.2.   5  :0.9.. 25.21965  .1.2.35 0.. 129 15.:. /..5 . . 19.4/.:.9.:..54479/:.5.

5.5.9/658..7%..1...1. #5.9#9.35.9.1.1.:7.2#.

9..515 0.65#3.7#9.5 15.:.5 /...5.4.9/65 1.3.1.4 7.':. .9/. .5 45. :/. ../. 36.5 1.5..5 5:9..1.9 /: .1.

4/.9/.279::9::3:19.5. 15. 775 77351.9.9/65 /. .9.3  2. 5: /.2 4432 7.55.4.5 13.9. .3 1:/.4.9  #.. .5  . .1.5:9 7..2.92.1.5 .5 :. 0.:.. .1:65.95.3.9/65 :.1.1. 73. .5 0.:.:. ./.5/.15.5 .5 3. 4..5 3..5.5.5 /....9 4544  5 .1..5  ..

..3:. /.. . 9.5152.45. .4. 5 4432 22. 793...5 :1.  #..: ..5 :. :.2.:. 36 .95.5  4:275 951.57..515. 5. /.52. 3/.57.45 142.45 44/. 5 44932. 5 4432 4.1.95.9 ..35.5..  2.5 .1 3/ 29..5 : 79...9 .9/65/.1.3.9.9/65 /. /.2 1965  .515...5 .  !.5 124/.4 15.5 3/ /:.. /. . 2.: :5.2. .5 5:9 7..:.5 1:/. 3/ :2.3 .5/..51/...9 13... 45.:.5 :/. 5 :2..  . 4432 2.336 :.5 /.9.5 5. :79. 3.2 .&  .

95...5 .5..5 44/.5  2.. /. 79:.. . 79..

. 59..: 3.79:...5  1:/.946. 15. /. 44/..5.5 /.

3:.96331 7960:: :..5 :19.  .4. .5 5. ' #  5 497. /.:....50.40.5.5 5.2 :/.2..5.5 027 7. .33 065.

. :52. 5:9 2.1.5 5:9 7.5 3/ 951..9./.5 3./3.5 :0. . ' # 4475.915..9.9/65 1.5  .

92.07.5  296:.1.392.92..9:/.5 .55.5.. :3.9 5 44/.4 7.5 5. 96335  1.4. . 14..4/.5 11. 3/ 951.5 .5. 5. 1.. 4432 22..5 0.5 3/ 951.9 /.3.4/3 2.9..5 45505..5 .95.2451552.2 4296:. 7.5 17932..4 /5.5/. 796::96335..9.5 1.2 445 :7:2.9 7..5..5  .9:/..91./92 /..5 ..5:0.  3. .3.  . /.: 22.:.5 . 22.

.95./. 4. ' # 4432 :.: ..5 2.915..47 3. ./3.

 1.: 14.:.7.  . /91. ' # 17925. 452..9.: /34 1.25636 .:2.779/.7.4 755.1.2 455192..55451..5. ' # 1:32.5 4432 75.4 15.3..5 :0.715.5 3.92.5/. /..5 4296:.5 ... :7:2.9... 22.:12./..43.2. 44 ..9..3. .. 951..544612..5 5..5. . 79..4.51. &  7..69 1.579.9.. 3.:455. 7.5 /.5./92.5 /.5 /. .32.5: 5.5  . 5./92.5 1 1.2454..2.3./92.:.:  .55.5  :79.5 1.5.5 ' # 1:32.: 4.9/.:.92.. 3.: 74324.55. /./3. & :1.9/65 /..  ..4 63 . 1..5.4.5751. ..: 796::74/..79.9/65 /.9 1.. 7432 :1.5 ..2 796:: ./92.: 027 .3. 0. .5 1. 79/. :5. 0..:./3..1.7. 07.35.

.15.5 /.

 746.9/658.95.5 1.50. 0. 1..51.5/9/./.5 2.2...5:3 :.5 .3:/.2.5/91..515.:..:1.2....:..5 :2.35.9/65.9/652.5 .. 94: 1.51.1.2:.3.5.9/65.1./3. 759..7...124/.35:1.5..:.1.519.65..94:    5  9  6    !   %4:0.5 :52.5#9.9/65 /.52.9.  .  15.:.15..1.3 5:.579.979:..72.57. ' #  754.3.1.2 5.9.5  &..9...2 /.9 5..9 ... .65.5125.95.50././5.915.52.95. 6 315  .5 1.      55.#.9.92.

5:79..473.7.515.:.9/.:.:15..5:. 0.9/652.4/.5/5.351.25..57.5 :..9/65  ..4.95.50.4.53./...50.55.9..2: %4:5/93.2..22.5.1.9/652..:.244.45  :.1/92..1.3/ 5..351/.15.

4/.9.  .

/91.9/658. & :0.5 /.5 15.1..9.9.2..1:65.9.. ....92..3 1.:.2.5 94:   :275 142.&1.7 /..1.7.5.594:     55. /.#.5' # %4:#04  #9.1. #9.35. ..9.5#9..5 74/.5  205195.5 455.2.9.

.2205195.9:/.21965/./.5453...5 94: ..2/6315.9..52./3.9 5 44/5. 79.5   49.5/9:.2.1.  %4: .52.59.5 .4.2..1.579. ' #2./3.526564:/. .32.2.: %4:. .915.5:0.3 .2455.525..44/.5 /...9 124/.7.5 74./.5 ...5 7.529.95.55.2.3//..5.92...915..1.5.5  1.

.35#04124/.:79..9/65951.52.55.& 1.9/658.0.594:0..5' # %4:51:/.35.2/./.9/652.15./.#04  #04 &  5  9  !  6   %4:0.

50.52./.5.5:3 :.9/65951. .15..95.515.1.

5  ..:.526476::24.2 /..4/. 7529..  .9/65 8.5 79.5:1965:3.1.7.5 .5. 2:  %4: #04 5 3/ ..5/:.. 24..5 4.5 :.5 94: 0..3.51.5 15..4.5152..51.50..5%4:#04  %4:#041. 1/.:.515.51.22.4/5.92...9   55.544322.:.:.7. 76.796::753./92.5 #04 /92.5:.5 5:9#9:5/9. 7929.2.3.. /91.:.5 15..9/6529. .35  5..9. /.95..72..

 .

  5 .

  ! .

  6 .

  ' .

   .

  & .

   .

  9 .

   .

  !/ .

51.51.2..76. .5  5....:4:.95.61/:..2.94.5.576. .52.2 :4.: 12. 94: #04 /94. 5694.7:.7.13.22.75.5:1965.9..61 #04/:. 1.. ...517932..1. .2 7512.1.9:17929.2 44/.5455.  55. .2.579.5. .1.5..52.5  &95 .95.1.94..5...2..245.52.5.55.:..5:79.9:1/.5:754.515.2 1.54.1.5.

:.:4:.5/9.5 :4:5437..3. .

'/.3/51.1.43.950  .29.

:2.5.1.9204 .:4.#.543.

47..5.53.92.5 2::7.:1.9  .2.52..1.:.753.9.5:.:1.5:.

1.4/.95:361965   43  .3.32..9.1.961.

4/.1.9..579:.579..7....9.2.44793.' #  ./.

9.57.1.1...9..5#9.91.729. #9:.72.92.5%4:%4:#04 %4:#04:1..:.5.

9..7 26476::24.5 2693.24.51/.:.5 56/4 .3.:44 &. /..  /6965  .32..5.1.14 1./92.&17925.:#04 .5 /924/..5. 5:9.:0.5  :.07.4612. ..9.9/..35.1..729. /9/.2.5 3.1.5 :1.

.5:9 7. .5 2.5 2.1.1.5.

53.:.9/.5.5 ..5 5. :69...1./.5 3/ /975.1. 1.9:43/.2 443 79.9  7...5  .74/..1....45.5 5 /93.57594.5 51.3./92.9.4 94: #04  :275 7924/.9 1 1.2..5755../3.25.9.57.25636 .2.794:#04:43.2.' #454/32...52.594:/9/1. /.574.5:5 .3/.9: 7552. 7.5/.2..9.69.... 15. ' # .

.1.#.336&.3:  964.   #9.

3: #. 63&.5.1.

7.  9   9 1.5 .5 :79.1.

 9.

 6 4432 5:9.

9 315.7 75.7 2..1.6  09644 1.9.4/..2 1.5:9 7.5 6 1. 75..95.9. 5. :./3.2 /.. 1.5 2.9..5 7.5 ...  & 79.5 : . .9..1.2..9.5 5 4479/:.3.5 5.5 22.5 .5 79. .5 :3.  5.915.4/..5 .:.  17932.5 #' 5.2 1965 1...9 .  ..2.3..2454791.. 5.1.5 . 065...5  .2 4479/:. 9.95.5 1.2 450..4/. 441.5 :2..95.2.1.2.. 9 1.5 ./3.5 :7.4/.  &/.. .915.

.5 .5..9 94: 0...7.52693.2.543//.2.5 5 1...5.95.1.::7.5.329.35   %4: #04 .: 14./.2.515..5 1.1. 4503 :../.2.55:97. 7.3.5. 0964.9/65 2.:#04 . /...93.1.2..:. #04/94.  1..

5 15. /.0 .124/..:2.5 : 027 .//:..57.2 4551..5:5.463 .. 793 1/9 #'  :. 1679./.35. 09644 /:.52..: .796:19:1. 13.  :/.92.5 5.95.5 #' &/.

27931/9#' 1.4729.2.915.#':1.1.5 : 79... 494/: 23.5..3.3.5.4  :.513.1950.4.1 9.5/.: .2./3. . 027 3.:..4 ../3 .1.:.7./.:.91..9  7. 1965 .2.5.2 1965  #96:19 5 45.7753..5 .5 :3:.4.7.3.9... 1.5951.5 .1./.. 753.2 .9 :.  :5.. 1 1.4 /.. /:. :2.

51. :.99. 44/..21965 .45..:.5 ..9.3 7.:.. 1.2. 45.:.. 45.15. 3.53/1.1155:.5 3./3.5  7.506531.9 9 1.45.5:3525.4/.915.5 :.  .:3..2 41.:.22.5 13.5.47.925. .5 24/.7.  /9.5 :.9  : 79. .36.1.5.9: 179.2 1965 .95..52.5 :3.5  &. .2. 15.5 15..4.5 0.544322./..445. :..7.9:: 93..951.22.9.4729.75155.3. ./3  "3 2.3.5 .4.1.53:::.:5. #9..0:./3.3 5 13.1.5 : 753.53::&.544.91.3:79.4.55.4. 755.5:9 4432:.9.  7.:..9.5 1:/. 179... 29.  4.9...22.4.515.1...1..57931/979.....2.5 . 3.3  7.5 5 . .24.:1.2.5.  1. .2.53. ..515. /51.45.594:  .5..5. 15.5.: 565. .: ::.129.5 .5 :3:. 15..52..5.5 5 44.5455. :5.5.5 :/34 753.244/.. 36..2 793 1/9 79.2.7. 13.5..5..47. : 79.4 /.1.2..9:: 931. 753. :/5.5965 .0:.:.6 12.1.53:::.4 5 .7. /:. 755..9:/..4.:52.51.941.5 3.2.55:3...99..3 :.5. 9.1.4  :/34 /. ..5.

5 965..5 /:...5 .:. 7. /: ..3.1.1.

9/65.2.

...9/65 . 0.7 2.0.5 44/5.75155.515. .51.1./.5. 0.9/65 7.1..:3265  .5 :2.2.2 9.5 965 :.9 .3  :5.55:90.2 497 15.5 0.:.5 5:9 0.5965.92651:0.2.9/657..9/65 :.3  . 2.515.:.

4/.9..5 %26451...51.0.3 #9..:#9.55:90.97.9.5.  45.217932..3.9/65:..515..95.4. .5#9:.5611..5544/./:2.13/.. /.9 .  .5.0.9/65..35.50.5.3.5     #9:.1.9/658.515.9/65:.#9:.5 ..5152.

5 /.9 79:.5  #9.:..9/65 8..95..   1.5 1926451.2 /9/.92. 450.:. 4544 1.5 7.5 79.42. 79. 4544 ..5 25.5. ..:2.5 79:. ..5 26564:5.3.1.35..2..4 /.1.1.5. 94: 0.0. 7.5 /91.5 952.9. /.9. 4551.92..5 .. 4..5 79.5 965 5. 2..

 & 1.5 /. 74.2 12.5 ./3.2.../.  7...1.5 ' # .

5 .5  45./ 79... 79. 12.../.5 79:..51 #9::9 ::3 61 .. 7751 %  &  61 45./3.95.:5654.75../.5:.3  4. .. 2. .5.217932.1.93/ 1..5 79.:./..5 7.  %26451..   639 .9.92.1..2.42.:.2.5 /.5.9.5..:.51..3    & &0.. 5 :1./92. 265:9. 1.5.65 &  &0. /91...1.7.5 4525 454/32.2...5.5 .9.2.1 :.6915.5 2.2 450.9.5.

9.37.:.979..1.65:&.5 7....:2.65 &0.13. :79./3.54475.35 & &0.

1.5.

.5//9.5#'.7../3.9.4.7. 4552.5 79:.75519.36.

1/979.9.3.36.331561.  & '.9:/.5315&60.4../3   490.90..:&.

&..533 79.:2. 4544/91.3 &  '.92.:./3 4926451.5 2364762.

..5565.2796::3.236476222.55.:3619651.

5 455.3. 5 /91.::0...2655:65.4.5 1. 79:. 06062 7.5 79.35 06062 5.9 75..3./3   :0.5.9/658.515694./3   7.2:44   /9. 1.4.7.2/.9.544320.. /9/1.35.4 &    '.4..1.3:.9.:.9.2. 1.3.5 .5 .5 /93/.2 4432 22.5  &    '.5 ..5 75.4/5.1.3 . 147.5.5 :79. :..5 .92.36 1965  3 79.

1.: .5 1 /523 3. 4. ..57.:. 4.. ./3.:  :95 793 79.4&  '.3 15..2./3    #.3 .  :95 129. 79:. 065..5 /.9.9.5 .2.3 29./1..:1. /523 3.9.7.925..9 .45441.  &/.9.3 .5 63 & '.2.:./3 3/1.925..3 /.9 .5 1 3.2..53/3./92.9. .57.5 ..563&  & 7751  #9. 17.9...6  753.5 455.5179:..5 29.5 4. .3.1.: 1..5 1:/.: .2.517932.1.1./....

2.55...55..9.517932.' # &  19:7.4544.3.579./.5455.245.0..1. ..

 &   455.5.4 5654.61: 69 . ' #  %: ..4/.450.77935.....1.2 1965 7.95. 10. 79. 9.5 755.51. .3.9.5 /9. /.9:/.2.5 1..42..5.69 7751   135 "5 3.1.. .5.9455 #9.

9.:4:.1...

5 75..9.3.9:2.4 455.2.3.3 1.:22.4/. 79.521.3.2.54.563'.5 /. 3./3  14. 45.:796:19  .5 135 5  7751 5 .42...5 3/ 203 1.:. .:4:1.32.4.5 1:/.9 .

15.2 027 5.: :.5:0..3..5 1.5.9...:7.1..:&     .5 .5 7.5 #04 .5 55.1.5. 124/.:.#96::.5 .5 # %#  44/92.:22.7.: 94: 479: :79.1.2.5/:. 753.6 .5 . 79. 15...2.:..9.2 455.9.9.2 455.5 5.5 . .29.5 : 79.5 1.  /9.: 1.5926451.5..  1...5#9..:.52. 2693.51.2.2.29.7 755. #9. 22.1.:.7:43.065.4544 &/.5 ..9.7.3.2. .2..47. &.

. 753.9 1.4.5.5  .796::753.5 5.5./3.1. 1.9 7942.1..5 /51.2.9..22.3.9 6 ./3..5 : 79.445.5 3/ 951.9. 3.4 :3.96  7.5...577.5 1 /.. ..9  :5. 29.7.5 1 /. : /51.3. 6  /51.9.. .:959 #967.1.7 .9..55.5/93.4 /.79..1.5 .:..4.966 1..5 :.5 796:19 2:: 5.:32.3..55 7.5 :.5.5 36.1. 29.52.5 .:: :.4544:3.5#9.::1.53....5362.95 1 /.0. 43.215.2 .79. 753.: . .22. .52.. 29..5 45.... /:.. :39.:.5:3.5 79. 9.15.5 ...:..479. :..5 1.:.5 7696:. 6  17932.57.. . . 753./3. 753.5... 1.95.5.93/ 1.3.#.7. .. /1. 027 44.9 .:. 2..:19.:2. 5 .22.1.9.243. 5.5 .2..5 '& 5.5  .:.. 445. 1/9 79.47.2 4479.  79::9::31.2501.4.  #..5 .2 455.9:.9.5 79.9 3525.4544  #9..:2.5. 1.7..22. .  .2 1965 . 1:2.. .1..:.5.51.4/5.1..:.9.: .5  #.95.4/5.5     . 203 1.2 450.5 79.2 13.  .2. : 3525./3.753./3.9 :.5 7..1.5 .37.:.5.279.9: 1/92.9.52.52  .9: 1/9 79.2 . 027 3/.61#9.5/9#9..5.. : 1.5 .:.5 027 3/. : 3525.5.22.5:5 #.4/3 2.5.9.9  :275 142.3  7.:/341.. .1:5. 44.5 1.2 4/5  793 13..

9.5  #. 5.2.2 451.9: 13.51/0...577../92. . .. :0.1/523.2.453.2 79.. :2:.5 7./.: 5:72:455.::/3443.79.9.5.4.:  63 2.56393.22.5241.29.:79::9::31. 5:72: 5.2. .1.95.

5 .2 44..2.5 :0. 5.. 793 179.5 :39 :.5.5 17.5 .9:. .2..4/5.9../5233.5.2.: 15.295.57..:/959/9/5.5. /..:2.

 . 7..2.: .: &. .50.5 79...5 1679.5.36.5  .:.:.: #'  793.9.45032.:2.90 .69  30.9.5 1/2.5.3 7.5 1.2.7 15. 44/.5 5:3..9.5 15.9:5.5.7.43.4.2. :79.5 77.9: #4.4 3..753.5  35.1..1..5 13.:. 35.9..5 3:...2 #' 362.22.2 2793. 352.92 :. 241.5 15.5.3: :.5 /:..515.5 5.5. 1/2. 15. 753. 36.  #4.5 0.3.. 79::9 ::3  1.11.5 1..579. 459:63679.5 5.:  1.

 /..5 .7.51.54565.2 45291.9 %..4/.3. .2.5 .1. .2...95..5.  %.5 :4/9 79.:. .5.7  234/.2 454/32.. .:3.5 .5 . ..5 5.9 497..1.1.963:79.. .3 2.5.

.9..22.:.2../3.7.93/4.. 74.:. 4.5 3.:3 74/.5.5  :275142..3.5..5 1.5.690 9.: .579.753.:.4 1.91.279.1.12.243.57.515..5 .55.1.:.1/.31.5.5.1.59.9..5152.515.:2 2 1.5 .5.1.2.5./..7.3. 753.

.6.

 1..3. .: 5. 26515:.  14.9/2.9 .4 03../:.:2 2 1..3. 74. ..7.3.5.  1. 4.5.

5.5 3...: . 3:.478.92 15.5 5.9.5 454/32. .9 ... 345.5 /:.2.1..5.5 3:. :0.5 15. 74.2 79.9.5 796/34  %.5.03.. 1.92 !..

5.5.5..5 5.2.1..9.55.:.: 15.5 7942./.279.529. .9:1.42 9:095 .2..5 .9 %.2../.9./9769..974/. %.1.9.515...2753..5:3.5./.

.51/523.5729.511.

574.5.:512: /.5 4475.4..65.753.7 1.5:5 2..5.2#' .9.5  35.54..4.2.9 .5. .4.:.7..9:14.279..7 753. 4.:512: 510.2.55.36...7.:79.9 :..9.2.:.5063.1.2.5063  #4.5 /975.5.95.:./523  #. 794.79/.1..5..15. .2..17.5:3.:.5 512: .:.5 07..5.50.. ..5/93.15..5.5.50.541.35.5.:512:.5 9::..557.

1.36.5:72:13. %.5  :.. 64.5143.3.:.11.     5:72:#9.7.  .2450.753.  5:72: .1.:..5.796:195:72:  ./51.2 2..5 519/.7942.4.9.  %.5 .4.4/: 1..:..1 79..2 . .7... 9.99.3.2 1965 :.7 .29.1.169.:.95. 45..9...2: 15.22..274/. 1 75. ..9 3.29.7.307.23 .3. . :. /.2:  . 0.:.5.2 5 :95 .4 .:650.2:15.9/65951./5..3:2. 11. 11.47./3.2793...:.793114.51.5.:..:.::/34753.5:3:..5352.5 . //9.9: 1.  %./.2.2 1/.55.95../3../:. 9. :..3: :.:.5.3.9.109.02 ..7. %.5/51. 753.2 1965 .5.:.513. 41.0 7.5.5 :3.:./3.2 7942.5.7. ..5.7 455..3.5 4..:..93..9.0.  ..:.. .1.53.5 :3:.93...3: 1.9/65/..1.2.5.

729.1.5..#.

.5 .6315:95 .15..7.95.45.2.5 : /51.:..5. 44/..5 /.925.5 /925.. 1...5 753.4/5.9 #529.5.5 15.2 4529 : 79. 7.9. 43.513.753.2 5.55.5//.9.3.22.  '9464.  .43.5 743. : ....2  /9. 1..5 951. . :.::2..5 7..52 .: 7. ..5152.9.2..5  . 75.97.3..655.9 7.55.5 241.9 43.  :.1:5.2.5. 29.3. :.7:.22.96     65. /. : /51./.:.5 3.54475.:.2.:.22.5.5 15.729.9635.5 75.2.55.1. .2 .9..4..  .2 43.5.2 1../92.5 753. 79.5 /.9: 451. 15..5..5  31.. 13.22. 2.:.5733.5 497.7 753...9460673/:.:32.5 ..9 265.4..5.5 2.243.69 4432 /2.9635.1/9.5 455.2.79.514. . 4565.. 15.55:72:9.7.22.5 13.: 3/ 41. 1. : 1.. 1..5 :2:.02 31  5:72: .5 /.5 7.5 1.5 09..9 ..95.5 :.5 ../3.51. 79612.:..9  ..565.3.1.2196515.5.4769.5 15.537.9635.2 : :2.5.9 :.:.5.5 15.5 15.97.:9.7./:.4 /.2 1/.7..5 #529...5925:. 45. 796:195...9..4. ...5 455. 492.5 .. /9/.. 79.. 1795.2.: 4.. :3. .9.1./92..2 .5 3.5.9:79..5  .2..95. 3.. /.22..9 79.9.5 /93.::'479.5'479.5 1.479.5.3.5 /:.:2.5 65. 29.5 5:72: 5.1.9 6 #942..5 2:: 5..9.: 79/..:: .::'479.5 0.3.7..97.5 0.9 :0. 450.3.5753.5.7.5 : 79. 9..:.9: .5 79..4:2.

9.3 45.5.2. 9. :0.1.5 :2. #.3.97.5 :52..:: 027 .9 796:: 753.2.5 3.2 027 /:. .. 793 74..2 1965 .3 . 1.5..52.2 450.4/.5 5.5  :275 142.:4..: 15.9 5.9.2451.: .7..2 4479...5 .  :5.55.7:  #5.579.5.5.5 /9.:2..51.3..2 9 3... . 44/9 . .7. 7.5. : 5..445..5 : 79.:.1.9..5  5.51.525.9.

5.5. 33 .9.  5.97.3 5 1.35.64.:.5 77.. 7.5 0275.5 5.5 3.5 793 15.479.7.:.5 1..  &5.9.7.5 /. 29..5.5  .1.93. 15..:: .7. 79.7.4/.5.1...7.2. .  :79.3.5 :79.22. 15.5 /51.5.:.9 .5 796:: 3.454/32.54296:.2  .5 129.5 .92.1.:. .245.5 45.47.: &  6. 29.2 1552. 753.94.5 .1.:2.7:. 7.1.1.9:/...5 77. 45952.5  :5. 79.5 15.1.2. 44/9 7..5 229.5 .:  #. .5 .: 4. 753.::.579/.  5..21552..5 &   1...: 4.5 .:2.:.5.1 7.5 451.51.2 451552.97.5 .. :.5 .5 : /51..9.51.5 .3..2.. 753..:79.

.69 2./92.5..1.

3 7.5 753.:2.7.9.3..2.5 453. .5 . 9.5.57./92.97:.5 :.5 ::.5265./3.: 15.2 74. .. #'  14.5 .1.5 7.537.9.5  .2.2 .: 7.4 /.7..:  #942.5 1.55.4.:7.22.:2.:. 3.7.5.45.5 74.15. ..3  2.: :95 13..93/ 1.5 6/69 74...5.5 7942..2.5  15. #96:195. .:.:5.92:77.:.:.1.5:9513.129.: .4 .3 :79. 793.5.5 7.31.3.3 5.52793.69:.45.5 36. 24525.2.5.:2. 1.3 5.9:12. .5  .. .2../3.. 1.1.1.4 :.::.5.4479/.5 29.  #93.. 3.5 74.5 .9.753.5.  651: 5 454/32.5..35 .: .7:.536..95..72.3.25.95.:.'9.7  #96:: 5 1:/.5.5 36.5.9..4 :0.2..7. 362.:2.7.: .55.5.5.2 74.9.3.9..1.5  .5 /:.5 :3:.2.5 75.52.45.. 793. :..: 7.2 179/632.5.  1...32.2.9/9:.95.2 2.1.5 455.31.1 7.  &  639 #9::9 ::3 61 45/.5 362.69 3525.3./3.:.9:/..5 5.55435252.3. 729. /9.9.5 7. .45..5362.2:. #'2.31 .53/1:2..7.9 29..576:.:.1.5..479.21:.. 75155. 43/ .2.     ''%' !'    #6:.579::9::31.3.5/:.9.690  5.9:.2.2.1...9:/.

7 9.    552.69 3525.51.1.5 .5 :9.  #'13.5 ..025  1. 7.544/..5 63 &  639 ..: 7. 3.72. .9.753.4795  #' /:..5 /:.5   59.   552.5:79.5.3 09.3.1..35 1.5.519651.2..51.1..43.:. 9:1.15.:145:65.:.3    #' 1.1.5229.: : ..2 2...47.:.1551.5.9::93  1.3:.055  3..5 10.5 7.585051/0.35 5694.511..:.55. 63 :7:2...9./3.7./92.:.523.3:3.5.1:/.5 1..1.9:2.5 596545.5.5 :.:.4.9.. .92.3.936.52..2.:39753.    552.:.1.4.57.57..5.92...43.52.94.2.5.95.529..51 #9::9 ::3 61  !&&   61 69 #9::9 #75 .52.95.5 3.5::.2.2. 15..65::    53..:2.5 1:/.5.2..9.:.5 #' 1/..5.:    551.95.5  .5.9.936..2.9.2.9::    59.3     #93.5:..22.:    552.

3  ./.:. 4.5  .:7:2.3  :.1..9.5 7.92..3 5 /91..9.: 79:.

.9.5.5.9.9.5 .. 2.5279:.:.2974..5.5.7#' 452.5 #....2..51..1.

9.5 ...

.574.75.9..5:...51.  .563061:/.5 45522.72.53/265:9...45441.2..5 14.3.....4.52/..4/.9 .5.4/.:.5.9.

 1.2 79.: 79:.9 ..5 &  #9::9 ::3 61  !& #75 61 1. 44/92..9.5 :7:2.5 79:...:.5 965 5.5 952.5 #'  .4/..

. 44/92...5 ..9155 1.. .9/9/..4/.35 1.55.45.:. #'  .: 79:.35  5694./.2 :4.9.5  .9.5 965 5.5 952. .5 :7:2.

5965  .5&7:2....5& #9::9::361: !&#75 611.. #9:.9..5#9.92.5#'91.:#9:.9.4/.1.:.

 :31.5...57. 1.5.45.025  1.5.9.. &7:2.2 .025 :3.5&.5965 565.#9:.963%.5 2.'9..9::09. .179.5:31.69 3525.69525.2.2.5 %....95.5 9.5 :79..9:: 06996:65 09..23... 9.95.2.345.:..2 2..1.:.2 . :.2..

23.545.5 362.:. 1.2 7./9224.

5 44/9 793. :.362..4/.4  #.1. 5. 0.9 .2.9. .5 7. 36.1...2 450.: 7. 15.2 5 . 9.5. 2.: 79612:  &.3.

:..:..963229.5 229.7/9/.54565..41. 22.43..9 79:.544320.536.5 79:.9.54551..35..92.2651:3525.:1.5.5 952.1.5 9. 10.5 4.5 15.95. .5 2. 10. 9..5.9.9.5  9:.2 5 /:.42.3.:..:.2 .2 .5 2.. 15.5 #' 1.. 1.:.5.9/658.:.5 :31. 75.5965. .5  :5.5  .5 1965 :79.9.5 1..5 /. 9..536..5....2. /9/5.

 7./.53:: :.2.5.2.5 1:32..5.:.14432 26:5 4.9  .5.0 :.5.2 1/9 793.03.:3 793.2.5../.95. /:.2.5.5.: 2.115...1.50.53.5 7.: .: :.9/65 :.9.5 7.7 .1.5.3:95 ..303.

65  ..2 1/9 .9/. . .45.479.2  ::3 5.5.3 ::3 /63 1/9 793..3..5::3.. :95 . 45.145..2.9:.45. .5:5:.2:.9:26:5:.2 74.11551..5:9.5.1.9.95.1.1.65  #7..5 7.5 7.503.9:. ..1.5.. 1. 1.  &631 :.45.9..2.1.2.1/9.95.. 454/32..:32...9. 2..5 /63 .295..53:: :.53:::.9  #7...5.2 795.1.7.9/././3 .5 24..1.: 1..

:  /9.9 5:3.77.9.42/.9..2 .9.3 :. :.2 450.51..45.2. 1/9 .3.974.57.93525...5.1.3 3691./:. . ..1 :2..95.5. 9.... 9..7.1..203691 .1. 73../3 445.5 .:165 .5. 5.53:: :.

. 77.2.1.5793515.5 142.7. .2.541.5/:.10.2 445.7.5  79.2 451. #.5. 5.445.2.1.15..3.3  5.7.

77.:.53:::..3 .

1.5.777.52.:.2.3.2 451.9. 1..  #93.5459.2.55.2.45.9.5 4.3.57..2.1. .5..!#&.2 #93.:.9.5.562:1.5123.9.9 /. .. .1. !#&..5 7..57.:7.51.9.1..: 4551..5 .::1.5.3/ 1/9793.:.2. 77.5   /.53/203.7 :4.92..2.92. 73525..3/ :0.

5145:1.4.5::.55 /.55...5..5 295.2 ..5694.35...5#' #' .72.5 ::.5 36.7 9.5 .796::4:5.7. ...459..5  #' /:. . . .2 4479203 .5 5..95.5. .35 . 7529.4/..5.9:: 06996:65 09..4. /9.9..5.6144/../3.. 44/:.45.9.055  15.:.  7... :.5 5. 753.4/3 2.74.1.1.5 14:5.1..5 :0. 15.9.: 4.5.5.15.5..9.639.  .:.22.9..:. 7.: 1.5..4 3.3..13.5497.51.5 2.9./2. 29.025  1. :.2. 155  .4479203.2. .5.5.. 753.5.9.3.1..9...4552.2 459.:. /51.9.5 .5: 2.51:.5  :79.5.: #'.91.:..3203  3..4.5  '..79/.5 : 3/ .5 .69::3.5 ::.5 29.

 ...:7..5965 51.5#'#9:. /362.9..:331.5.1 73. 155 :79. #9:.1.4 29.5.. ::3  ./51.3...5 45.

/3.5.  & &0.2..36...5 .  53.5 45/.5:..5 .52. 752.5.9/65 1. /.:..5.55.5.5 2.:  1./.:.5 .5 ./.5:.1.54552..5 ... 3/ 1.33/1.65 :657.3.3.45.5 :9.429. 1. ..9.94 73.5. 1..5 :9.5 1.5 .5 73.3.545.65 &./57.2.35.45:.5 77. ..3:90 47..9   1..9..5 44/5.2.3.1.9. 797..3  1..5.2.9....9   1. . /362..9.5  &0.950 759.74/5.5 155  /3.57.45.5 2.0..7 7.9.5 951.57935...5.1.2./2...7 9.5 :/:.3.3.5.. 2:.5..9.1. 7.9 7. .2 .5. .9.1.445......4.9.:  :95 44/.2 : .1.5 2. 4:. 0.:145:65.5 79:..155 0631692 .9.

:2.9.5:. 453.

.2.:.1..74/5.95.9 : .5 435.  .594:5. 753.5 /9. 0964. /.   .9.94  #' .5.9. 75.5  #.5.245.:.1 1.:.3 1.5.9 75155.9. 2:.5 1.5797.5 45.5 1.5:9.5:331.: 2.5 1.22...5 07.454791.1 29.

5 .9 5.522.3.2 .5 .5.3.2. 4432 29.7 9.5 1.92.:2647655..5.2:/.54432.9..9. 1. 4552.5 75..: 3.2.:.5 .  &95 3/ 79.55.4#' '4795459.4/5...5793.. .5.5 :31.51965  /9.5 1.:1.:. .: 44.5 /.1.2 1/9 .3 /:.51.5.511...463 1.55:7.3.1.5 .3575.. 1. .5.57... 17929.65:: 5.2.93.510.5..5..4795 ..2.45.47955497.7.9 /:.5./92.5229.5 .1.974/.5.3. :.4552..

91/9 #'5.5  1.9:/.:4/3: 241.6:..92.:.2459.3:.7.2.5 /9. 13.3 1.9..5/..59:1.544792039:267...5.519.9::1.: 65.

52  65.5..4..1.: 1 /523 3.1. :33 73.503.5 .: 1.5 1/9 #'  .5.5 4:./92.5 1..:1.3. /2.6 3.::4/3:..35.3.. 1669:  7.56. .1. . 3.

74.506345.5.:.

.6.

:337..52/63..9 #512.57..2.15.. 2647655.55.5/:..1.3.1./929.

5.5/:.9/..91.264765529..54/.55.:1.

.1.7&#'.52.5.9: 179.5 1.2...5%51.5 .5 796:19 #'  #.4/.1..5  #9.  & 1. /.4/.5..3.4 743. .9.

9.5.  1.5 ../.65 &.5 : 3/ 951.22.9.415.72..6315 . . 1.5  &0.7.7./3.

 &  &0.5 : 75.1.56315 .5 5694.3 1.65  45:7:2..:2.. 0.2 459.4 45445.5/.9/65 :.5.3 7.

1.5       .95694.7.24./.5 95 1.44544 6315.3 615./...9..5:1.5.3#.479.5:1/.  #595.92.6315.5951.3.952..5.

.1.5  .64.:. 7.5 : 179/632.97.91..5 ::./.: . 753.91.2.:3//:. 1.7..1.1.. 0. 5.1.!6  967!6 1.2.35.5. ..3.2:.5 :..5 ::.5 4:.5.5:6 #59.3..9/65.47.5.52.59  :275 26475:.5./9/1.415..:.2.15.:.5.  .

1.57. .5 1/92.5.9.4.4/.

.4/..94. 0.95. 3.1.5  & 3/ 951..2 . 43.5 .5 74/.:1965 ..9/65 :.5 /929. 753.5 2.245479/...   5.5.2 179/632.9.7. .9.: 1 1.2.5...92.  ...5 9.5 .5 .9.  : #' 951.3 /9:. 1.5 29.5 #' 5.22.5.5.:.. 4551.9. 5 1. 1.. 4:275 25.  .5:31.

..7.5.9&1.5. #5.5&:.5'.5..1.2.9/65.#4/.

. .1.0964.5 #./.5.

 :7.1.:793.:.5. 45.5 097 :.9/1463/154.545.5. 22. . .3.1 2.5 75.57.4795  5 /95.5.479 753./3.9...509644 1..9.65 .  .:.463 .9:/.95.95..2.2.5 3/ 951.1...  /. .:12..57.75519.5 0964.575519.5  :5.51.3 5 .5.52:..2...5 93.

.5 : .. 79::9 ::3 1. /.1.7 33 229. .5 179/632..9. 7.5 .45.9..1.  796:19 44/.1.5 77.463 .5 7.2.:.:.

6  454.5 229.52:  .9.:.1/.95.753. 5 19.:.2 459. 1..4  .  .45.5:3 :..95531.5 5.50.4.9.51..51. .5 .5 1.9.3 :3.

4/. ./3 7.'.9 .1.

2 45..4795.4 /9/.2.4./.5 19.3. . 1... :  5.9.1.5 .5:.2.5 /:..7..:32. 44793..

9.

9.5:.2 447963 : .. : 6 5.1.5 63 061  :..4/.5 179:.1.. .9.: 29.5   .5 74..56  .5 17932..9.1..9  .57. 0.7.2..1.15.:.357.5 1.2.5.9.5 :2.9.2 44.5  &/..74..5.9 6 : 4544 . 6 #93...9.4  7.:2.

 2.1.35:&1.5.'47957.2..

9.

.3 &.1.7 /.4795.9. 6&.

5 //9..9.:  :79. 75.5 17932..5.93.7.45.2451.1..51965:79.:...2 44...2.:....5.1/9#' 15.5  2. 5 1.5 .5 027  1. 21.9..9. &&  #. :.3  !..9..5 ..52.9. 264/5.3 .5.7.2.5.95.5 .: :.4795..753..5.:1.:.5 :.5.:.. 4.47 29.1...5:31. 4.3951.1.45 142.5.1..5.7.13./..52.5.7.  15.3/9/1.3.9.: .53:: :.5.2..1.32..5 45.:3/ .2. /. :..575.3.5 . 272.5 1.2.././3.7 9.1.4 735.9.4.9. .5 .3.2.5:. 753.5 .

 9.

. 6 ... . /.

7.  #4.5:4...4/.:..9679.1.4.9.3..44.51:. 6  .3.5:/.5 7.2 4551.1.4   &3..1.15 : ..:679/.5. 6 79 50 2. 75155...5.9....5.:.52.47.5#5155.9: 451.51..5.5.72696:7.4.5.5 .5 5.5 :0.575155. 9:2669./2. : 1 ../.5 79 .9.5.:.51.57.5 /. 74..69:1.61.51.#4./92.5 & 44/.5 2.9...5. .1.5./:.:. .74...1.:.39  :275142.5.3.#' .51.95.3.:3..5 027 793.4..1.5. 2.92. .3  .51.: :.:12.9..1.9: 179..45/.2 3/ 1.4. 74.23.:3..:...9.45.#'4475.:.7 .54475...: 6 1/..5..3.:.97:..4  .575155.5 9.74.95.5/.

 :4.51.37..5.#4/.4 .: 95.1.4/5.79/.5.5 7.951.:.:5...24565.15.47.4  !&&  .2 45.79.: 7.#'62.54.5.#53.4.:.1:. 6 79 50 2.1.5.9:.9..:.4551..:3.3. 7.2.:6   #5155.. 51.3 5 179/632....5.5.95.9 1.2.5 2.9 6 79.1.1.7.1..5 1/9 #' :.3.9..5  .5/5.15.4/5.75.2 1/9 .1./3. . 1:2335 :.5 94.7974.41.: 5.7575155.74..3..7 ...69:  #.  2..:.. . 77.1.:7663.2 44/.4/..92..45.1 4.7 .0 .: 6 1/.5#7. :.1.5 1 .5 /1.55.5 32:/3.1.9.95../.2 3/ 1..5 77.5 79.1/.  ..3.9639.  &3.

3 .2. .2447963759.  2...  5.5: .5 13.447963.#'362.5.3753.5 1/92...95. . 17932.9..: .:32.5...5.45.. 5..5 ::.: .5 45.53//.30.5  #' ..975././92.3 1:2335 753.. :95 13.517963926451.79 74.5 77.2:44 :3.29.5 7. .:275 #' 362. 1.5 .5.5.5 ..5 ::. 77.3/.5.1.2 79.5 74.350..577.5 3525..2 .5 ::.2  .9./9/.2 .5 77. 74/.5 74/5262..79 74.2.5 1.1.9   &45447.9635.2.1.1.4 1..3.1.2#'362.24565.5.5 2:7.3/:.94.9 :3.7 :39 9.5.5 793515.:.4.2.4/.15. .9/65:.5  14.. 1..5.4.3.9753.5..:3.9.:.1/.4.:  7.22.35 951.5. 7. 951.5.7.7.::79.5.

5.29. #.7.511.3.1.9.577. %. 45445.5:/. .2:4.1./92./.51...377.  * > 4.52. <(  %..'/..

1515  .9.4/.5.9..

.1.5.94606737.22. 43..5 . 74. 74.9: 13.15.5 0.1.1.:.:.9.3R50.5. /.5 1.5. 3..#7..963:#'7.1.1..24565.3  .5.#6::6965. '9460673 ..5 7.5 5.5..2 #' 62.22.577. 76:: .5'/.37.1..753.9.:.3/ 1:.1.9.5.5 7.5 43.4   #.:..: 5441.1.5. 76:: .550.#4.3   5.29.22..5  . 15.1.52.5 .9460673 13.5/.9#.2.4   '9460673 .9.4  1.

4/.5 74.:.1. .3.9 ..5 1.:  .5.5 ..5.2 /63 15:3..9 .: 1.

 1.5 .9.4/.

:   ..5  19..9460673 1 .2 77.55:3.2.9  50  1.  50 . 29.2.22.9:13.:.. 3.:1.9460673  '9460673 . .9460673 .5.2362..5.:73.74.69 :  5. 5. . 1..9: 15..5 .5 5.963 .35 :12.5..5 :.9460673 5..0..:77.2 4465.5  7. 3/ 1.3. 5.9 265.9460673 7.277.2.

50. .2 /63 15:3.:..5 1.: 1.3.1.5.99::.

550964 9::.9   5..50..2..

 .: ...97:.5 7..42  #.5.5 :5. 3.115.5 7.5 1.:.2...5 74..5.5.:. 29.

5 . 4432 265.5 3. 453.5 9::.: 77...5  3..: 15.:. 15.9: 133. 15.5  3.3.2 /.5 :5.5 7942.50.

. 50 .: 15.5 :9.2 26475:.. 29...9 5.50..42 1.3   5:3.7 9::..3 .5 /./.: 4.9.9: 45.5 .

:5. /912..9 1..5 77..5  4544  50 1..9 4.

.1. 36:::3/ 951.4.  .. 445..:5 759...7: 1.. 50 1.2 5:3. 50 ..75 1. 50 7. 77.: 1.: :.7 5:3.5 .1. 4475. 3.  #.7...9  . 3... 3. 17.2.7: :.7: :.

5. .5 .5 1.9/2.5 1.45. 1. 14.  7.77.. /. /:.52.5.3.

94./...: .9.94.:5.5501.35:3.:23/.91.

15.91.4. 15.5 5:3.:3.5. /...1.5.5 3.7 :4795.5 3.9: 1.4/93..5  3.4/.950  .2.:5:: .5.5/.  #.51.577. 15.1.51.1..574.51.3.477.9:15.5 77.53/1. 753.:.3.9.: 7.9.5 .

 #.4/.1.5#7.#4.:7.:1.#53.. .55:3.9.:.5.

1.7 /.5 3//..15.:.: #' .5:12..51.4.9.55:3.915::  445.5.5 . 15.5#4.1.5 2..5:6:.47.2.22..5.  .5 3/ 3/.: 74.5 ::.5.2.5 229.544/..2 455.5.:'9460673#551.5 5.5#9:.4 &.5. 62.3/.56 :3.5#7. 1.51.5..5 #529.5#':4.6969. 459..59.753.2  #529...:.0.7.2 29. :3..65..9 .:.5 .5 2.177515.: .4.9 1.529.5.5.9.31.450.1..:.2. 15.7.

9.:..5 15.: 74.9 :/5.5 /.:79...9.5 1.1.: 1. 41.3.:.:.55..92..3! ..1..5 7./3 9533 ...5 5  !&&   45:.51.5 965.5 229.95.5769.5 /.4 3. .5 7529..3. :19.5 5 1.:..95.536./92. .5 1 3. 2.915:: .5 36.43./.:.  .9 79:.9/65:.9:79.5.5.2. 769: .5 8745.92.72.5.: 229. 3..: /2.: 34.9.:.5 :.5.55.'3/95339  '3/95339 :.:.  #9:...53.:.5 :.29.4 75679.1.7.3..9.5 4. 1.  529 229..2.5  .2.  . 1.95.57.:.7529.9/65...23 753.5 /91. 1/. 129.  .5..

463:.  964.3! .

  .463:.3! .

964:.'.:.  29.1..553/951.1.9.4/.97.:12.3! ./3  !&&  3..

9 :/5.:.5 7.9/.74.2.5 13.59.5 176:.:69:90  :.22.2.5.475 .92.1..1..7.5.:.5:31.95.:.2.5 229. 5.5 3.:. 229.:.1.4 /...53/951.35 5.. :.4/. .:.9.2 455.5.7.:. .45229.245.

52.36.1.5..:.43.9.: 7529.5229..

.4.:.:.5 229.5 9.22.579313.32.:3.: ..1.1.5 5 1:/.5. 796:19 2. 15.2.5 4096.:73.57.2.  #5.915::  45..

:.5 229.:.9.:.:69:90  029 .  #5.:32..:.9  029 .  .5 :79..:3 7529. /9/1. 15.2.5 5.5 .5639533.2.2 74.51.. 455. .5 15.5 3/ .2..29.5 5 13.22.:. 4432 .5 9533 .3.5 :2.

:1.51.5753.36.43.362.47.:. 7.57.:.9.535.:..1..7..1792:.1.1.5229.5 1.

...51..  ! 15. 4.53.35.2.513.3.00964.9.:..2 ..915:: .4 #5.:2..36.5 7.: .7. .2.2441/.5.9. .9..5.52.5.2. .9/.3.5:69 :90.1.5//.:1.5  #'&.53.: 7735  45:7:2.:  #9:.9.9.5 3.3.52369..1..22..1. 362..7942.1#3.5 .1...9.5 1.31. 7942.43. .51. 1 /.53::&.732.9.5 4:.57.5455.. 15.5 .41.44 029 .

5.5..:.....9:7947.29.51..5 1.45.. .479...24552.5::.45.9:027..9.9.9...5023 :9 1/9.. .7....95.9.31:..15.2..5.1.5 ..5.52.2459.9...5. .29.2.54479203.155 06316945 &7.55.1.1.79.5.9753.:.55..2.

5.72. .5 .5 45..5...  & 44/...65  /:.. ..3  ..9.5 . .65/:.7...4 7961 :52.5.5 5.70. 1.2 :.45.9/.459...51.53:: :...1 &5:.53:: :.5 :5:.5 :5:..9.9/.3.9/65951.5..9.5 2. .5 . .3951..5.5 1926451..  1.. . 742.3 :..93.5 7551.1..1..5 44.2..9.9...5 ::.5 .1...4.65 :3...6.2459./3  .3. :.:2..

5.:.5:4.1551.2 .96 1.3.7/:.2. .5 5 : 453.5 .43.775.95.2 :4. 9.6 5.52.1.5 5.1..9.:..5.1 6.:2.3..5 .7.:.

2..5 ::....9::06996:6509.5:12.5 2.:.9.5 9..3.2.1..5:4.:.3 7.23.10.5 /.5 453.5 5694.025 7.92.5. : .2 4551. 44.5 74/. 203 1.2 .7.:.9 75.5 4.45 142.5./3.3.5 .9.9. :0.5..91...5.52. 7...:497.1.1.2651:9.22. :.5.5.2.5 ....5 4. 1.2 .  5.5 : 5 .6  !.

45.2 1.5/2.0254./32... ..5  03.115 4506/.2.47.. 3/ /.115  '.9.53:::.9: 179...2/9.. 03.2.115 3.1 8745.1154432 .115 4506/.5 0.5 455. :.9:1.9.025 73.:3 .4/.5.. ..9.45.279::9::3..3  .2 459.15.3 0. .5.1.025 .2 44.5#'5.9 7.:.:.03.1 73.53:: :.3..25.03.9.5.1.5 1....5: .57.5  :..:.1.3 03.5 5  75./....9/65 :.3 03.5 1 1.025  ../3.2.4./319.5. 26:5 2:7.:2.5.9/.1.5/.0 1.5 45952. 15.5 .7  #9:.:. .55.5#'03..5635: 1.5:.3.53:: :.5 :. 5.45.::3  .244.51:.3.95.1..567..3 .9:. . 5.2.1..:2.1.5..9/65 :. .9 7.5..9.9 753.  &63: ..5 1..5 .9 /.:.1 73.1::3./.1 :.3/.303.5 7.1..503./3.31.53:: :.3/.9.1. 1... 3/ .5  2.9.5 /:.6...9.7 2.. 17. 79/1.5.7 3. ..9 7. 9. .9:.3  7. //9. .9/..3/.94.3 . 45155 2 : 3525.7..173..1.5.1315.5 ::.72.1.4 443 :.7..9/65 951.3 /.53:: :.1.2.95..9:.52.5.5. 0..5.

5  #'5.5 . .:2.9.:35.5!65996: .2#... ..479 :/:.3.92 ::.  03.9 :79.29 15.513.5 .2651:.5  ..115 /9.1.5.

.5 .#.1.5.1.65  #.025  .... : 951.5.. 1/9 ..5.5::.5 .:.45.1.4...7.9..2. :951..5.5 ..72.1735..2.5.27595.2 459. .. 75.9.1...5:5.:. &7.45.3 1.4479/:..3. .5.2/..5.  5.9.9..:. /5. .9 753...9..5.5 ::..9.9::06996:65 09. :95 1:/.1.06316945 :7.1.5 565996: /:.2/.5 :..91.9:: 8.5 /9.

5 : .9 2. .5.5.1..5 7.  .35  #.45.96 #..5 4512. .345417.9: 455. .9.2. 7.5.1..5.1..5. :79.17.5:2.4/.:.:2./5.:2.1..

6 #.5:.5 5231/97.1.:15.5.

 3.95..9.6     3.5.#' .5 2.1.

5 4552.2.5 5.5 :.5 15..5..2 459.5 .2..1.. 5..2.2 .5 .

5 .45.5. 2655:65. .2..:.5 7. :.5 . : . 79.:.5 45. 753...5 45479/.1 3..61 .9.2.3  .35 :95 15..

5 755  1.5  7423.65..3 :.9.5/9.3.9:: 93  .:.

5.5 .5.5 295..5.5.5.2 .5 :31. 53.2 /63 13.2 .. 5 .  4.5 2..5 .9.5 :79.2 44/.2 2.95.2. .5 . 4.. 5 4432 /9/.5 9.  .:. .5 5.69 3525.1.5 ../3. 0.5  ../3..:.2.61 44/.1.7 9.95.5 .9.3. 9..3.. 1.9.22..2.. 497..3.5 7.5 459.7.:5.1.5..

.5 /9.. . 459.:.:.5. .5 4.4 :7.9. 4551. 1.55.65::3...7.0.2.:5 0.. .:.2.3 1.47 29..:..9: 17.5.7.2 .:  #55 /:.545952..92.2..  . 5.5 45479 1.5 #55.1.5 .1/.9.29.5::.69: .4/.547.2.4.2.1.52.5 /..9:/./. ..5 1:.5.9..9 /..5 459.9.: 753...  1..

 .3 6. 15..9.5/..5 459..0.3. .2/.9/651.65 61 1.1.65..9....91 5:70.  #9.5 . 1.5 :0.:.7 1/.5 ::.5 /3..5 : 3/ .: 63 !.5..2 .2.7.5 ..5 #  5.0.72.9/65.

:.5 /.4795 1.65 61 1.1..2 450.9:: 06996:65 09.5 1.5 3.5.5 63 061 45.5 .2 .9.65.5 ::.1.5.5 .5 :.52.3 1..244:..1.5 #  :/.1.:.:..5  1.5 44/.5.1..5..&/'5 #9. 459.5 77.2.65:: 951.9.3 6.025  #9.2. 1. 15. 459.9 74/.  5.5.5  '252 5 1.2 44/92.2 63 !.3 :.5 . .:..  :.: 7..5..:  :79.5 1 1.9.9:: 93. ..2. 7.5 ..5 7.5 .5 .5  4. 3.. 1.5 7.2.9/65.5.1.9/65 :.5.47.2 179/632.  :27545479/.65.5 0.91 5:70.9 753.5.5 : 3/ ..5 459.5 .9.61 5 . .65:: 3/ . . /9.5 /9.2 4479/.5 1.5 ::.5 229.5.5 179/632.2.5 74/.5 5.2 0.5.5 4432 .3.463:.75 25. 15.5.1.5 . #' 0.5.. 79::9 ::3 1.

3  .3 ..9.463 :.9 15.:.5 1.:5.1.4.4 1.5 . 753.9.3 73. 2..:.2 47.5 36. 454450 7./.

.9:.9. 753..5: .454461.9:/.4.52.5 :3.5 7931/979.5  & 5.4/5.:... 179.2 .:5:::.2..: 6  .4.44 1/.:: 4.97.

 2651: :79.5 13.5 .:.1.5.:2.2.5 7. ..

5.:..79::9  '47939..2 .1/979.5.1.279. ..2.65  .5 #  :/.5 .5:.2 4479/. #'  .5 14.: .:2.2.4..3 6. .2 /.5 15.5.94.5 1.5 .753..2 4552.::951.65 61 1. 75.1 3.2.9.1.5.. .252 .91 5:70.759.5 1..1.7.5 5.1.5..51..7 9.7.2.35. 311 0651.1.9: 1..3..:. 5. 1.65.263!...:  5479/.. 7. :3..

./.9/65  0.9/65. 0.

5.5.5 4.463 1.

.93.54..9.5 /.:73.2.5..5455..: .5.5 #423.5... 7.::  :5.567.53:: 1.: 79.93.2..3..5. /. /.7:.22.5 1.2..5 .7:.:47. ./.1.2..5 5...74/./3.9.7753.9. 42.2 3.7..0: ::31515.5..5 /: .. 15.91.53. :.69:.22.5.7 74/2.91.7:.1....1.5/92. 9.5:753.:.5.9.5 3/ ..5 :.: .92. 9.1.53.:/912.3  #54. 1..5 45.1. . .  . .93.1.:.5.9:1/.9/651..:.1.5 75.5 ::..1.2 435.3.5.5 5.2 .463  '252 5 45951.2459...5.5:1.43.:.1.92.45.5 ..5.5.5 29.:..  #55 /94.5.5.7.5 /.3 .4 3.5 .9.9.0.:.2/:.5 .7: 7.5 /: .5 1.5/.5  #55 15. /.32.:.517.1. 7.3:2..29...3...52.51:.5 451..7:... .9651.:.:. .5453.2.3  ..5 45.5.5 ./3.339 7..: 17932.2 453.  5.5 1.21.7.52.5 7.2.72..5  .4.9..43.5:31.1 :3. 753.7:.5.5.515..45...7 203 7.00775529..9 1.3.5155 1.: 0631 6925 7942...9..5...536.5.:1965.:2.5729.5 753.5454/32.5...15.2.9 1 /. :.5/.. 1694. .5 3/ /.57.50.2525  ..5 951.7:. 1.5:9:.7: 3..915. #557..:3 753.515. .51.47.9.7.9.4..515.22.5563.4.: 1.5 5.9.5 .5:/345..1..29.2 4296:.5 5.2 7.7.3  1.7 3.5 .1.9.3. 7.5.5/:.5..2 4479/.1.. 44793.5 3.  4:275 ./.:.7:. :43.. 450.  #55 #55.7.9.753...5 75155..:3 753./.7.. ::3  #5:...5 .5.61 5 /91.445.5 5023 .53.5 36.:.. 1.:.5/..2 .1.13.536.5: . 7..45694.7423. /:.75.7:.5 13.

55.:.:36.22.:73.: 2.243.56:15.5.5.1322.43.9.5 1694.2.

322.51.5:97.5.

95. .57..5.4.  .2.: 79..2..7 36.7.7:.1.53.. .: .7942.7942.9.2/631723.:97.543324/.2 /63 1723 2.1.35.5.245. 9:26 9.95. 2.7:..1.3633.2 .: .1.4 3.5 .7:.1.:.9.5 ..5/92.5 3.5 .29.1...7:  .3.14.

7:...97.:..::.5/.9.5 .:3 753.723 2..:.479. 1723.93.9  &.2.43.5 :1. .529...155 #423.:45. 0.3.7.47.36..5/921.2.5:.9 /6313.1155:..5.22. 5.2 455.2:79.95.

44/91...5 .9..7. 750.  ./. 15.723 15..51.5 0.

3.:1.5765.92 435.9.. 241.53.: 755..3.5 :.1 119  &.:  &. .393. 3.5 3.9: 13.22. :.5 3.5 241.4/5.7 3.7:.::.9.2.4.5 129 15.5.47.9224/.2:7.3 2 29.5 1723.5 :43.5.7:.: 1176:.51/9.2750 4.

723  .

9.5 :1.47. 203 1.2 750. .5 :. /929.9 :.:.9: /929../3.1.3 753.25..5 7423.9. 50  75..9./.5 25.5 3/ 1. .5 1.7 .9  50  7.9 75:. .

.9. 1.92  7./3. 7423.5 :/345.2 750.. 45.4. .7.

92  4... .9.5 5..4.5 753. 3.2 4565.2 2:4/. 15. 19.:.2.5.5  .9: 15.4.2.5 5.755.5 4423.963755.5 :.

 9.47.2. 423 :.

1 .7.2 454/.5 .9.5..5..5 .9: 1:63.65.5:/51.. .9:: 93../93/.:.5  #4/.1..:. 29.5:0.9.9/:..5:/..451.9//9 465.3. :.: /99.5 44/92..:5.9 #4/. 751:.1.1.: 1.:3.5.15.5 750.5 //. 753..3: 241.5 .3 :.5.7..9.732.3 .3.46.5455.5'.5 . 459.5.69: 7.2.2 753.. 5.  .5 45.3 5 .5 .5 1:.5 .:3 7423.5 925: 9:65.: 796:: 5 .5 75519.5. 0. 5.69925:951./9.9 ..7423..5.5 24/.2.2  51.  /9.29..5 /95.450.2.2 7.69/9.5.

45....61 5 15.4. . 15.1.55.5:544.9.4/. 0.35 951.3:. .:2/:7.5 75155.3. 7.9..53:::..5 3.175.2 45.2 2.0:. : 5 /.3..9 /.  & 5 :2.47./.: : 29.5.9..2 :4.31.3.9/65    .5  #..2.5 1.1.9.5 0.. 4.14:5..5 .5.94.5 #.2:44 1.:1.9:/.5.5  . 3.5 5.5.9 6 7.1.5 5. /.5.5/:.5.5:.5264732:3./.5:694. .5.5565996:..:.5.1.753.: 14.1.479502.9.:  12.2.5 4..4.5 55.: .9.5 /../.9.47.4  .5 :.5 759.:2.1..: 5.:2.53.::929:.2..35 :0.3..23.5..1.3:..... :.515..1.1.969:.  ..2 447963 735...5..1.5 15.5.2116245.5:79.. 2 33 7. 36.'9.5 3/265.:.1.9.: 5..5 ::.5.17.9/65 1. :.1.2.5 5:9 7..336:.3.45..1.:2.:.55.7 /9.35 55.35..9 6 1 .5.3     ..

 44/././2.2.5 : .1.5 .1..53:: :.. : .5 565 996: 3.2.55.23.3.47.55.7.9. : 5 /.  7. :79. 2..7./3.1.3545/.:.5 097:.  :.5 : :.3 1.5..22.5 5.4/.5 //9..5/.52.5 155  .:/.9..5.1.3.35.95.5 759.:2.5 /:. .  13.179.: 21.0 :./..9.:.5 //9.  45.3  7.5. :.95.5 15.5  !.5 1. 2 1.522.1.9..55.5. :.53:: :..1.955.47.5 7.4 3.35 3.:.575.5  &5.9.24552.2.9.9/.2 4547.5..5 5023 17..5 5023 1..3.45 142..5 2.7.93.5.. 7..51.5  #.5. 7.5 .

9/..57..92.9.91.1.554475.1.9:: 06996::65 09.. 5..51.5 ...2 4551.2 7.1..35 5.5 .7:.4/.53..3454 :2..1.72.5.9.5 027 07.35/.7.5 3.9.025 44/92.5 : . 15. 75155....1.1..5 7551..2.  & .55.7.5 .9 6  #.

5.3....0.:.53:::.6  :.9.5.

57.6 1.550231.9.1.

9..4/.6 3..

  .

45.5 2..35 5.5 :.92.   #96:: 5 .5453..4 3.:.9/651. 7.4.5 13.50519545.35 .5..52.5:.5.1.2.5 951.95.. 99..:.5 1.2.22.95.5 7.: 15.:.!694.35 !694./.299.::..92.5 /.5 .5 45.2.5:4.:.:.3 :95 1 5694. :.. 2.3:79.92.5753.9..43.9.2 45..9./2.96:3.41.9.5. 753.9 .51.0:.3:2.0 :..36.9  30.5. .3.9 /.  !694.5.536.5.5 36.22.1.0.35.: 1.1.5 2. :..

5694.5 .5:.1.:.9.:.1.4.35 .  7.5.0.5.5:..90.1.97.5 155 1 1.1.5:.7 7..15.5. /.  &45.2..4 3.:2.92.9/2.: 1.9.3 1.: 6 1.97.:.1.:32. 7..545.5 1/.: : 29.9.  !694.:  241.951.92.9  36. :.55.47.55.5.5 .9:796117. .4/.5 3.9 1 1.35 . 75155.5.9./.92. .9/65:.35:.2.0964..1.2..35/. 17...5 2.0...93.5:.

5::.753.92.721.5.5 45.55...52.5 5694..93.  ..5.5 . .06316921.1.9 7..1 3/ .9. 129.5453.35 45. /.5 3/ 07.. . 1.45...  55.5. /. 7.5 7.5 7..5459.2.5 15694..5.1.:.9.:32. 463  #5155.5 229.5.2... .35 1.2.:. 5694.9/.. :.1.35  .5 1.3: .5.5.:..5 3/ 2.35 /.35 .511..

.5 ::3 .5  :5.5 1.1 :3. :79. 796:195/.9.2. 753.47.9..:./.9.6951.5 7.5 .9 .9 45.:...1. 73. ..5 .5.9. 1.5.92.5 36.1..72.95 7.35.95. : ... 125.45.5/9.7 :. 39: ..5.9  77.1.  1..12..75.22.92..5 .

7:  7.355.7.97. /.35  3.41.1.1.1. 3.1. /. 5..5.  /.5.  .: 1.5 .2 450. .4.5 7. 929:.35 7.22.5 /. .92.9.9/9:. 5.9. 497.5 :.1.  5.2 4552.2 4552.5 .3:.9. 43.9.9  3.529.3.24552.5 3.3  :..2.5 :3. 12.3.5  '4795 4:275 :...5 23.  #552...9.7.1.. 753.2.:1...479 :.7.3.. 1. ..5  '4795 :.52.2. .92.5.  '.1..72.3.736.: 1.5 .5.1 2.9 ..3.5 .5 2.5.5 /9/1.9./.4.35 . 29.3.5 :1.52.1. 129..2.9 ..5 .1.:..5.2.5..96:3.:.5.2.5 10.5 3/ /:.43.5 15.3.4.55.3.3: .515..1 2..5 2.5 3.4 :95 1. /51..5. :95 1.:. 79/1.5 /912...5  6./3.5/92..2.. 5694..3...5 . 75.575155.1.35 1.51.22.5.:. 1:.5 7..4.1.13.5 5694.5 5 .1.5 2.5 2.2 4552.5 5694.51.65::  1.35. 15.:.:.: 30.5 #'  4432 .1.54:.1.5 .5 7.9 :. : 951.95./.3... .5 .5.95...47951.2.536.5 :.4795.3:.4.523.475 5694.:32.2.4795 ..5 1.:1.2:3.7.69: 2.5 .5.3 . 75155.

.4 2..5 951. 1 5694.. .753.:.9   7:  1:73.3 1.9 /.5 /9.3.5 :1.5.5 455.751/9#':...9 31 :.35 1. :.95.479 :/34 753.. 1.5  .1..92. :2.. 7.2 1 .1.5 ..5 /.:.1..52 /922. 1.:.3.

1.72.9.3 2.5 1.2 99.5 5.1.3.3.$505 $505.. 850 . .5 15.5 0. 759.:.55.45.5.0 :. ..3  :. .9.9.

5 7. 7.1.2.5 15.1.1.2.5 565.

1.5.57.53:::.0 09644 5023 :.5 1.5.....99.52..009644..9...9155 :79.:.3 /.

2  . 2 1.9.850513...5 07.9/65 027 /:9. 454/92.5 2.7..:.5 #5155..29.55.22. 5:9.5 ...9:..8505 /..515..5.9.55235.3.5 0.4 75155.9 .15..5:694.2. 45.  /.5 /51.5  #.:5.:2..4 .3.1.47.9.5 0..515.4.507. 45.5 15.1.353. .5:. 15.75155..9:/.9 .17.5 0.5.507.5 7935.: :.245512.9...4. 15.1.5 .: 241.4729....: /51.5:3525.5 11552. 1. 450372.:2. 29..9.5  .1. /9207.

15.: .5..5...5:9 7.  .2/.5 4432 . /5.9 35.2 .4/.5 1.: 1.35 2/....5:.2 45.:32.9. 5.55....29.1. 75155.92.5 .9/5.5 3/ 3.1..4.5/. 63 796:: .2 /9/.2.2.2  .35 .5 :3.5:.2.1 :. 5694. 4.

2..5 4552.5../.5:9.53.2.5 . 8505 .5:3:.3.5 ::.:.4479203..95..5 5..479 :.4795 .5.3 1..2.5 15.9 :5.. 360217 ...  & .. : .5 1..5  .2 459. 1/9 8505 5.92505. .479 :3.9./929.5.5 '4795.1..2 #' .1 735.536.9 7.2.. 1.52.41.9: 3/ 951.5 22.23.

479 .:.6336 & 15.9 7:1../.5 2651::1.92.9&.:2.51.531:.18501.95..95.315..

32.9 22.1/9#'  & #' /.5 .5/:. 3/ 203 1.:. :5. ...51:7:2... 1 /.5.3.:.:2.5:.5../.5 /.2 435.1.13. 6 :7...5 ..1.22./:..

.9.5:../9./....45.9.&793743..:0.

1.9..5.5 1.. 1.9  1. 454/32.&45.5 75./.5 /:.515. /.5 : .926476:::7:25. 15...9 1 1...143/1.  2. /9.5 2.5.9.:2.   /6965  .5 :.9.2.5.5.:.5 7. 17.9..:.7.47.

:.5 /.. #'  #5.95.5 /.5 1:/.025  "3 2.:2.5 5 45/. . 753. 09.:.2 . 1926451.5 9./2.4...59. 15..6 :3..  445.

1.. 7.7907.1..5 . .45.65.1.5 15.9.. /..5.7..5. 15.:2.5 996: 1. .5 565 996: /:.5 .21/9#'  /9..5....5 1:/.9155 #5.5  7. 129.9155.

 15.3 5 .55 7.3.5.5..1.5 0.9.9.4729.:.5 :2.47.9 : 2. 753.9 6  .5759.3454 #.1.:2.1.35 454/32.51.7.5 7.3454:79.34544.5 ..:.9.:#' :..5.22.9 :..4.515.1.5 13.1.55.5 #.3.:129.

.52..7..51.529.9....5 /.::79.46531.

5 .#1.

1....5.  95.5 /93.1.2  7. 753.5:5 /3.7 9.4.2 450.4 2651: 17929.9.:.:  5.3. 1. 9.2 :3.5 .

7.5 .:.5 5 .515.:2.351.55.5.55.22.53.1.5  241.2 435.753.5.3.9.5 :.5129.35.93/ 13 1/969.5     #%"&%'%' !' ..

5 : :1.3..5...:.2 1 /523.6526:..3.2  .362..5  :67 95.:1.64.79#4.92 #..9: 13.3.31. 51..92.41.33/:52..47.7513. 2 1.: 1 /523 :67 95..97.3.  #6::51.51.2.:2.. .1.5. 5.5 1.5 7529.1. .4:..'9..45.9..:22.3.5.3.29.52031.1.:22..5  !.5 17.9 /:.5.:/..51.3:.5 /.45 142.5 264732: 1.5265. 1/9 .9753.29.. 29.5.5.5 /.     ...9.#' /:.2.1.7974..9.5 . .1.:.4 1.0 .7974.5 15.7.1.9..45.3.2  .5/:.24551.:  45..4 1.2.2.9..5 /.:3/ 49.: 45.445...5/.45..22..45..5.29.5.: 95.7.45.:  #' 7.313.577.35.5.41.5 /51.1..9. 73.5 /.362.3.0  .4.753.9.14.4.:32.0  /.5.: 15. /93.7974.4 1.21.5 .22..5/51. ..2 6.2. 13..9..3 %.1..5 .479:.575..5 0.5.5 7551. 44.5 15.5 1.:2..17.5.9.963:3//.45.521.5:.79 74...9 /51..:79.:5.3.79 74.5.35 /.::.1.2 44.5.2 129..:..7.5:5 15.5.

 79:9. 29..5.1..5. 1. 74.29.5 1..4.9.7.5 7.: .5..5.7974..79 74.53.2 :3.9: 1465.5.79 74.1.695& & /51.2. .5 : 1. .59.22../51..2  :5. .3.5 :1.9769. . :1.5 2:9.2.1..:. /51.7 /.7. . 29.5 5. /959.1551.5 7.5. .5.1.5.9.: 11:. .5 1265.5 1..9./3..5 /959 1.5.5  65.5455.5.1.: 3/ 7.5 75. 1... 1.963  :9.2.5 15.59.2 74.69 1.3. ...2 . /9/.:  .79 74.51.32.5. 29.9: 13.9.:.9 3.1.051953/ 155  &: :/3.4 50 1.:443275.5.7.:  :5.5:9. 74..1515/3..1.5  . :5. .: /.7  . 1./959 563:  79:9. ..4.252.45.575:. 3. 754/.2.5 3.4..2.51.5 1 /9 .2 5.5.  #93.5 /.4 1.9 1515  7.9: 1/...2 /51.5 7.51.25.

2. /51.9460673 4432 79/1.1.3.44  :79. 29.  #.5  '9460673&4.5  '9460673 7.:. 1 /.44.5 : 4. /95: 5..2 4465.9460673027.69:  9/.5 : 4. 5: .44 965...

5..65:.6 9643.

6 .65:..5.

9643.

.3436 #3.54.

. 69.:.3 . 362.5 7.5 362. 29.2 451..5 450.  '9460673 51.9: 1. /51..5 7.22.1.1.2: 1.0631 :76. 5.4732.25. 13.%6146 '9460673 ..

2....9:2649:..544.69 7.94606737.5 455.3 2. .5 :1.5.7.5.4/.5/9.1...1.1.9460673 ..9.79 74.5  1:.2:.9.5 .95.3/7.4/.9.1..: 95.0.7.5 455.9:1...5.1.:2.5 17.5  :..5.3.:. 4529:1.: . 79.69: '9460673 95.1.: 5.5 1.2 4465. 29. .5.1.1. 7. 29.:7.1.5 :9: :95 . 7..579.5.9.3.7 .3/1551.:.5 5. ..2.: 1. ..5..2 450.20..:.5.2 4565.0  '1.: .5.5 7.1.2.5  .9.9460673 /51.2 /:...5 1/9.5 .3.35.519.:..5.7 7...352.1.. 450.7..5.1  .69:  69.:5.51/../9.5.:.2 :4795.5 51.9.5.5 17932.9.7 5.5.9460673.1.5...1..51.4/..5.43.5  55.4795 .5.: 29.9.95.5.51..7974. 753..4.45.2265.. /:.5.5 ..96395.47.9. 5.4..5.97.5 .43.963 95.0 :0..0  .362.  '9460673 5 /94.01.975.5:1. 1. 45.24465. /9.2.7164.5 1.4.3. .

5 1..5 /. 7..:.5  '93.97.5#5155.5 :76.9460673 7.5/51.29.4. 29./2.5.0 :95.05.:.3.515.. 3..29. 29.9: 1..24465.1.2 447963 .5  5./51..1  '9460673 15.5 /51./912. 155 45/.5796/7..946067395.5..4732. 15.93..21.3 07.:.5 755  7.69:  .:55:729. .5.:2.5:5 15...1.5.517.5.....5 0.5 .: .29.1. 13.4 95. 15.5 75155.52.51.#4. 74.23//.:3 .  .3 07.9. .57. 75.5. :.5.5.11.2..9460673 .5 .5 2 /51. /..

/3.5.25.: :2.5 3.5 ::..1.5.5 .5  !.2.4 .15.0.5 75155.4  .29.5.5  .3. /.0..2 1.5/51.5 .:.9.2.1 3/ 07.:25.5 1..5155:.9:1. :.5.5 2. 4475.5:5 7.2 45.  . 79/.. 793 7551.:.7.2. 155  1/..5 : ./.5:7.9  6 79 .5... 6. ..5 .9: 3/ 2.9: 1/. 79/1.5 ..5 ./3..51..5 45... /5..51.2. .5.5 . /51.1.5 15.2.1..1.: .45 142.74.2 5.5 : 7.0.5 /5./3.5 .. 6 :0..3  #4.9 ..5 44.5152.47. :.52. 6.5 45..5 17././3.9.45.9. 74. .2 :9.7: 45.:.5 36.5.5 /.5.07./2./.5 .7.5 25.5915.5 95.2.5  7.2. : .2.1..5 1/9 .4./.95  59. 29./513..12915.. /51.92. 74.. 29.: ..5.2.5 .: .5. 3/ 07.5 ..2..5264732: :79.2  .7.64. 3.5 .5.7.5 /.5 :1.9.:..946067395..72.1/.57.  . 7.:95.54512.53.3  .14.:.:2.92..5.:32..  4... .:2.1.4 5 45/.5 .544/.3.9.1 9.5::3.9.1/2.5.5.

92.4.95 45. 1.9 : ..5.5 : :3.5 5. :79. 75. .9..52.5 265:3.1  6  7.. 79.5.5  14.334/..:23:75155.9 95. 6  '1.5..45.5 5.5 :.4/.9./3.9.9  6 :3..:9.:.52.515. 74..4..2 1:.0 :5. 75155.: :2.2 :2. 75155. : .9: 1/..55.5 : .4.5 /51.5 1. 55 447907.2 453.:2.3. 7...5  :.4. 29.1.

1.9 6  5..3 43... 36.3 ..  15.5. 95. .5 : :2.0 :.5 :. /.4 49.3. 44/.7.9. 91 .2 7492:.:2..2.

7 .5 3.5 ../. /5...2.

.5.:.5.2 .5.2.1../5..4  14.2.5512.35497..249.  5.:.1.

2.5.2.564732: 5.

./..5 3..2 447963 2:9.5 1. /.  9. 7.59  /./.1.53:::. :..9.:5.1.1.2.9 7.9 7.5 3.1.2 44. 065.5& .9.5.7:.  1.2 455..6  7.9.5.1.5. 5.7.9. /513 ..1./5./3.1. : .3.5 /51.9/65 :...15159.5  .92.6 7..:2. 5  3/ /...5/912..2 74. .: 95...2.5/902692  '9460673 .5 .1.2.9::931 74/. 0.5.: 74/./ 5.4/.5 3/ :47..1.5 /9.:.: 5.57.5: 7.5:.. : 4544 . /..5 95.:47.:3 .5 1:.5 1552.9  :1.5 7.9. 729..2 .5 ..:.7:..2 .7.5 /.9.5. /513.7.025  #.9 :923.1.22.:. 5 :1.5/959.24551.3 1.5 1/. .5 : 1.2 455694..1. 7.1.90.:...  &/.5 :79.5.5.92.52.1.569.0 2652: . 1.: 1. 5.5 /.4/3 :.55/9.5 ..:.5 264732: :79.5 4551..1.3...9.69:  #.7. 450.45.9:: 931 . /:.0 .5.1.5 . 0. 9.9: 13..5  1.9:: 06996:65 09.4.:.515.5  1.5.3 .5..3 3/ 3/.31. 75155./3. 29.9::3...1.41.

2.5 .9.4  .:. : 4544 ./3..413./3.2 1552.4.775155.90.9. 17. 6:.....56315 ..7.5 .5 . 6  7.5.9:: 931/92:. 6  /:.1 .5 4544  .:2.:.1 759.5 7.5 43/ /.22.5:5  %.:3 753. :39 .: 1../92.1.529.2.2 .5:. :  5.1.:3 753. 29.5 .5 79::9 ::3  9.:  7.1.:.5 ./3..::3. . 1.9 7.1.9:/.5..93.3 29.5/93.5 /:.:. 45. .5 .9 7.

 1.9 .93..: 1.5 5.:22.79 74.7:/:.92.9.9 ::3.9.3.2.5 2 1.5.:2.5 .579/.53 ..41..9:/.1.5.1.17.9.9 & &0.5..2 14..693..:.51#9::961 4479:.. 639.7974.3 7.5. :45./902 :.75..2.0211:2.9..7/.5.1...5.5 77..2. ..9 .5.5 7. 4.92.5.:.5.3.2.5 4432 74/.... :.5.9.:./:.5/. 15. .5.

3 13.9.4 7.7.9.9.'9..45.35  5694.479.55...5::3..1..479 :3.29..22.:9. :79.:.5:0.5.3.9.5 1 1..5.517.97:..5 .:2.0  2.5     .95..79374...52:39/51.35 1.:3753.58505.5:0.5.4 95.  .:. ./.45.1.

0 2652: 15.9 /:.7./5 :3519:  .729.57967..45.53/94.3 3195..9 15.0:19../5 5:3..4 .7.9 753.5 17.5 5:3.95.2 1:2.9191..: 45.53.5..9.5 . .95.0 ../:. 1.:.1 95.5.5 15.5 /959. :.2.5 5:3..4/. 5..: 95.5.2 3..55:.0: ..: 1.1.7.9.9 ..435:.: ./536.5 77.9  95.13. 7.0:45./51.29.919 1..9..53.0.1.2.9.5 /9. 1.0 5 17.9/.195.5 75.9.19.4.9/..:2.51.5.15.93..95.5.9 77..112.2.51 :67 2.5 19.2.544795..3190.:.7974.92.:.7.  '.1.5.

.1.45.5 19.5 3.7.5.4/..53 9::.22..:.: 1/.: 43.:.3..9 7.5 74.1.69 .0 ..3.3.1.95..2.0 #.15.4 4565.415.5 ::3:0..4.51.2:39.537.5 1 :67  2.7.2 443275.514.22.9 7.79...5 44..:11.2. 95.9460673 1.5 1.95.92  95..1. 74.5.7..3...495.:...0 ..5 :923.963 : 1.5 17. 7.5 1:2.: .5: .5. 679.:. 13.5 .5.5 0.15..9.3 5 13.5.5 15.5.5 5:3.495.3.5 ::3 1.3 ::3  .521.7.91 /959..513.:9::..5  .9.55.0  ::3:/.//9.51.9/.5 .729.9.. 44.3456:/:.0 5.:.5.5.. 3.4. 1..9 563 1.9.5  .: 7.9: 451.9.5: 3:.51..5 3/ :2:.5: ..: 9::.575.:22.3. 79.9 7942.

5 .9 .47.47. 63 74/.. 1.57.5 .1....55. 1/9 ../.9.5.9. ..5..45.23.5 ./:.5.2.:3. /95: /:.9.9 15.9'/: 91 .  91.3..

5 29.5 .: 45.3  !.: .4437.1.91.13//:...: 43...5..2. .: 1.5  9:26 .5.3. .7.7 .45..5 7. /.1 3/ /:. ./1.45. 15. 5: 5  1/.9 #.5...9.. .5..45.1:67 .1.5 .5 .5..2.:2.29..45 142.9251..9  754. 1.9..9../ 26:65 .5...5 :923..93..5.3 7.2.

2  1/. 26915..5 45512.: 2.  ..2.2 ..5 /959 15. 75679...9..9: .5 15.1.5 796:: 74/.5 : 3/ /.:..:.5152.5 .51.:2.9 /.5.5..5750.9.5 729.... .

47.:.1.1.52/9.95.2..5.:7.9.2265:.:5.53.279.92:/.9753.3.1.71:2.//.9 2.:.5151.:1.5 2..5.  1......9.1..5..5  :275 45.4/.79.2.2.: :5.5!'/:9.79/.2::352.92.5.1.5:/:.92 0.

2.9..5.9/.5 9.3.:.:  &.95..9.2.3/:3.92.

1.&.92.9  .45.9..9.9:.7:...92.9..

.25: :7:.3.5.7:.92.92.963:5.22.5.2.7. 793 /.913.3.5 5..3: /975..:2.5 .5264732: :5.5497.:./0235     .62.54.45.24551.9460673  49.5/959 :9.4565.'9..5 .2 43.50..5 1.5 45679.50633.3 .9/:...:..4.

9.3 ...9.7 753. .5.9 74. .5 :.92. .9  77.45.919 1.60..9..5 /.:. 29..9 /51.5. :43.5.3 .1.  60.45..: .3 ..  1.. 203 1.5 3.:.

 ... 1.2./. ..2 . 362.3. 15..93.5 ..55.4 95.. 1 1.9.5 31.  '51.3 /:.5 5.7.. /..5 ::3 17932.. .3.5 750.5 79/....52.5. 1.9.9.3  94.2.4.53. 1 1.9.2.59.3.9 5..5..5 .5 443229.4.4 :.753.5 :3.::4/3  .45.45.0  :.2 1/9 .4.0  ..0. 75.5 743. .4 95.5 .45..:..

331. .5 75155.5 1. 29..: 5..1.4.:.5.5:0.5 44. 74..9: //.360. 1.3.5 .9..4.2.45.5 :0. :3.:.2 44..551..1.9.:37. 143.5 45:.67.9.9.0.  #567..45::4/974.  /51./9. 1. . 49. &/34 .9: 1.5.9.  1.5  &.15.45.

 .9:17..7..5..9 .5.7..:2./.5 /0235  :0.1..9.9. :.5 :0.19: . 454/32.:..9.5 :.9. :52../ 1. 44.3 4595 027 :52..5.5  .. 065.5 /9/5.5  . 44.5 1./3.  &/.5 15.4.5 :3.5 73525.  1. /9:. 4.512 .67./3./362..495.:5.6 .4. .5/912.92....3.43.2 1. 74/5262. : .:.22.:.:3753.45.7..9.577.45.5 1./.5 4..2..1..5.0...7.

9. 1.5. 45.5:.5 . :.5 241.: .61 /.:.:2..65.7.3..:32.9:13515 1.69 :  .1.51.7 75.5 47.:. 15.5 15. .5 /9/5.5 .9.:.95:3.9..: ..2 4529 1.. 1.5/.:  '9460673 .92. 362.5 265.  :5.31.5 451.95..9 /93/.: : 1.1.45. 5.: 1.3.9: 13.5 45.//.1.9: 2652: 1 1. : 4.0.5 75.  /..9 .5:0.  #.  #.9. 5.9.75. :5:.9.1.52.15..7529.5 36. .9: 1/...:32.:..47.24551.5 7.5 1 3. ..5 5.5 2.5 .2.5 .9 1.... .: . 15.5 7.45..  :.909.0  .5 5:. 5.:..495.2.5 :142.9.2. 43.92.9:/.9.5 97.55.5 /.2.. 5.963& . :. . .5 .1.9:.05.5 5:3.9 75155.5:0..79 .15.0 1. 77.  :79.5 0.245.5 2...5 43.5 :. 44.:  65..9/2..5453..7.47.5 2. .3 .945.4.1.52:....4 95.55 .1.0.94606737.3 5 ..2 /:.065.3.:.69 :.1.7.5 :.963 9. .3.9 95.2..5 3.5 :4/9 7.44 :0.5. 4529 : 7.9460673.2  :5..7/51...9: 4432 2::...: 3.574.7.9. 7964.750.5:5  15.5.5 15.22.35 7. 512.5 5:3..9..2 4465.9460673 1.. 15.1.5 7..2:. 1..:  '9460673 .: 027 /.9 9. 753.35 155 .517932. 729.5.5..:.5 .5 .3.4/9735153.5 .29.5 4465...575:.

 . /513 . :79./ 7.1.55.

57.92.59  /. 155 5.15 7.47.5 :/3.: . #' 362.9: 1/.9: 15:3. 1..5.9: 1731 6:12.9.5. 0.: .5 /9:/9. 4525 15.3 79::9 ::3  :: .3. /51. 29..5 1 .: .5.5 1.561 ..47.1.5 :4/9 7.: . :.4  #.4 ..5 09..6  #9:. 454/32. 7.9.5.5 9.:  5:3.5 15..

...&3..5 4.5 79:..5 . .5.252 1.39  061 44/.9.9.

:.42.5 75155.  1.025:: 7.5../.5 1.5 7. /:9.915.1.5 .2 360.5.5 5.5 : .2..2.2.45.5 75155.1.4 ..53/1.95.5 4. 79::9 ::3 1...2.5...3.4352. .33 .5 7...5 1.5 1.5.3 .2563.  .5 1.5.44 . 74. .3 ..:2.7.9.9.9.5 77.5/90.5  .9: 129.9: 12. 74. 4.45. .:. 63 ::3  1.:.5 63 &  #9::9 ::3 61 .5 1.:5.4/5. 77. 7.52..1.1.2 1:7:2..563!&&    #.3. ::3 .1.4 /...:..5 .

9  3/.  5.5.. .39 1.9 3.2 753.1.. 7.45.:.2 .1.9 7. .39 1.7.35 .:.4.5 7..9: 1.1.33 . 1. .:.9.3 .9.9: 1/9 .5 4352..:.:5 . 74.025:: 7.5 451.9 753.5 . 2.

: 1.3.:.  36.:.5 /912.24551.99.9: 15:3. 445.5 7942.1.4 3.5 ..5 .15.509..5  #.: 5.4     5:..

.'9.52:2335/51.5.9 ..5 0.1.52..5133.2.:7.1. ::3 1.61 ...5:.2 .9::.35/..5..3.. 5:3..5  %::.5/9/5. .3 7.2.35.5 0..9..: 1/.5 15.5. !964 15.: 4432 /5.392.35 49.2..:  3.1.5...2.  ..  :79.57.61 5 7./..3 497.52.5 .5 77. 5 /:.2 :19.5.. 241.7 .../3.5: 74.3.5.2.5.25.1.5:.2 :3.92 1.5.1.:.5 .5:.9.5 5:3.92 #4.515. 26.. 2.9: 3:.  #..5 0.5..9 345. 4..5. 45.62. 7. 79.5 ..29.5..5.:5..2.362..217..562:1.4 2.5  .5..45...69 .4..34/.5.52.9..95.1..9.51.45.3 #4. /97.919 1.5 .3.:'. /9.7 15. 7.:.9.3 5 .

5.54:53.5/9/1.5 15.6  :/.2. 445.3  #4.1. /921.515.5759.5 345 9::.5:19.9.:.5 #795:45.5::3.5.:2.. 74/.92  #.3:.65 . .5.5.5 /6/6.:5.69 5239 15.96339 5.: 1.:29.5 1/52.9: 12942.5.50..479 ..5 2 7551.:3  ..29 #'  2.3 27..9 .50.::/.74.5 437.45.4 1.1.92.5.5.2.2 729.5/9/5.:  241.9.345 74.4.5 :4/9 3:. 15.543.:4/91.5 :/.9460673 .: : 1.9.:  &/..1. 74.: /9591.215.3:. 79374..515.:.97969..5 /9..55.5 5:3..5.5. 15.2.3..: .2 795.5 2.5 .5 15.3.515.515.5: 7..5/:..:.2.5 5.1.2 :4/91.:.73. 265... 15.5.4 .5.7.5.2.7 '690 5..92  /9.3 .7. 065. 9..5..5 24/.963 :5. 5 .5.44/.1.2.7 ..5.  5694.5!.95.. 1/9.95..9:1.3.9:2669. 065.: 9::.  ..

5 .579/.2.5 7567.22.5 .35 15..690 5.5 #.1.:.55.99.5.52.55 1.  &.9/65  .5753..753..43./  13.3.4.:5.:529.2 4551.57551.3.211.4  .9.. 45.:3.2.56..5 5.19 1.1 :63: .3 1.729. .64.0 :.5 679. 2/9./: 95.335 :/.55. .577.22.. 1.9 /: 0.:.: . 75.:3.53:: :.

5.. .12915.4.....2 44.690 6.47. 29. 5.57964..9.967.2.5 6.5 /.5 /51..5..45.65.5 455.5 74/.9. 15..3 7..:7947.1.:.5 :  :. .52.9:.2.5.57.2 09..4 &/:. 124/.. .2..1....9460673  #4..:. .0.. 47.:2.35 15.. /.3 43.94.94.3 .6:3.3.:2.5 5.56.9251.

5 6..

5 5.5 /.22.9. 35. 63 64. 15.:3 44.. 7."6  #9.2.5 7.5 2:2335 :.9 15..52.2 43.9:: 93 &.5 :.1..4/5.45.5 ..55:3./9512.92.5365..2  15.2. 1/.. .5 793.574/.5.3..1..22.2.5.. 5 12.732.1...92. 1.3. : 6 5..2.5 1/.9.  50  655.:2.7 #5. .:2.5 77.5 7. .55.: :.575.9.3.5 2.45...31.9.2..:5.92.3. 44793. 37.. 77..5 1. 6 /:.32.:43.5:9.:3:.5 7.:2.54.

29.1..57. 79.3  29.94.3.9.51../..3.54..5 ..5 1..5... .9 .334....3 . 29...3 :.5..5..5 .244932.6.45. 7529 :  &45.77.56.9.5.7.

5:...5  1..9..5 /..7 77..:.5 /9/1. 44932.. ..3.55.:.3 2659.45.29.5:.1.: 753. .52.

5 /./1.1.9..  #. .

3.55 1..5 44/.4/.9 5 64.5.5 2.93.9.1.2 1.5 /.5 759.5 7.. /./.9. 459. .5 15...

 5. 51:.62 2.9.9  15.1.5 :.2 77.

3 1..9/65 :.77.9 /..5 0964.51..5 :.9 . 1.5 .5 .5 29.9/. 1. 0..

3.:31:7.5.463 #9/1.5492..5.4.5:.

55.459.5.213.95..52.2.5  .29.. 759./:.5.7.51.5/5.5..5.5.279:..3 :3.515.2.5/9/.5.1::.

79:.92:455.5 265:..2..56.

55...5.5512::.5 17.2.9: /63.. ..:.:.5 .5 .5  !.5: . 5 44/. 1 3.5  35.:5.5 24..2.433.5 .. 74. 79:.5.52.50...92 7.5 2.5 459..2.5: 44/.4.15.5.7..45 142..:2.59::.:.5.15.2.574.7.1.5.: 9::.5..5.9.52..5512: #4.574.9..32.3:.45... 77.2729.3. //9.5  #4... /..535.

 /63.5 7.11.1.9::36::::/.5110995.5 454/32./.3.2.:7...2.32 1.54.4 36.5.1.15.41.5 /9/.5./.5455.5:.4  .

9.5.5 .5.2. :4/9 .526512. 1. 07.4/.. 15.7:15.:32.2./3 3:.3 5.2.1../..7...691.5 95.5 75155.:  9/..5 1.55:3.95:..9 2.45.5 17. 74.5 133.4./5.4: 1.513.5.5 ::3 45.92 ..: 512: 2649:.97.5 .9/.. .515.5./575155.:/: . 77. .9..32 :0.2 .  35.5 ..9: /63.  /.

5.9. 1. 4432 29. 3/ .9.5..: 7.5 925:   ./. 3.32 15. .95. .5...45. :.:..5.. 5.5 512: .  74/..5:5 07.3  .2 77.5 512: /93.4 15...2.1.9 1.52. .5. 17969.2. 3:.925.:...1. 15..5 5  74.5 41.3.5  15.5 :0.5 :9.5:/.4 0964. .2:5  :275 74.:.5 4.4 :9...:4/9...5 /:. /:.7.

463 15.:  /:.5 1515 . ./. .3  :5 3.

2. .5 . 44/.1.2 74/.. 2:39.5.: 29.9:/.. 29.51/9.1.7.51.9 5.5 /51.1.5. %...5..9.. 15.5.5:4/9.  35.5..5.5 3/ /:.5%..45.:.55. .:.5  #4.5.74. 26564: /:..9.2.2..52.9  :5.45.5.9.9..2 433..92  29. .5 3.5 :0.9: 027 /:.5.. 1/9 .577.5125..9..3544/. 3:.51:67...15..:.50.5 . .

2. 5.77..45.615450.5.29.77...51.5.5/:.5751.277551..7.77.25:.52035..2 729.9 ..:1.5.5.3..79612: .9.2.  .1.1.929.5:4/9..5..513.

:  .47 8.5 :/.5. 5.7.5. :4/9 7.2.1..9.5:. 5 455.:9.5 17.5::4/97..3 .3.5 45. 7. 5. .2.: .2 #'  /9./92 ..5 3.5.

'0 1.5.54..:. '9464..5 455.5 3.: .5 &3.3 :09574.5.5.2.0:  .

65.2..: 15.9.65. 7.3.562:5  15.5 1. .565 #96:: 746.65..42.9/65 1.514/:2.47915...9 36.65.95.746.65 0.40.0.4  1.:1793.:0.5..65.5241. 1.29.562:54951:4/92.51.5:/5.90 0.5 76... 0..5 .5 #96:: 746.5...5 .3.9.1.544795.2 746.3/.7 455.9 .5 62:5  ..5 0. 796:: 746. /.  5694.563.25:5.74.42 &3.:/.4 1.55.5 09644 29.5 .2.65 39.52.3.  43.: 0..35.1.:.57.:./51.39.35.56679..59.57.2.5635925.5 .5 1.415.65  .:1..: 3/ 352.5 /.:.695 ..1/. 14.5:/.36.9:/34176.5/.1.4 .5. 1.2.2.7..65.65..5/: "2:1.91.9:/:.2446.5 2..2.5 .479.5 36.5 951.5  1.1.9.563 .2..5 /.510.29.5. 746.65.     # "'"!!"  #96::746.15.9:1.2:2:6.55.& 315 .5 .336.65 /:9 .562:515.5.5 7. 15..515.9.51/662 634     "3.9  .479./92.5 176.:.4/.4 1.5 796:: 746.65.2.353.2.9241.5129.536.545.9.5 /.: 0.95. 746.: 63 63 .5  #43..94.2.94.7.51.9.

2.3.:376.9.65  .5.9  1.653/.4/.29 76.5:.5455.92...

1.:/:.5 .3.  #5.5.4.0..5. ..5 1.4 /5.2.3.2.5 #967.35.5 1.5/.0.5.2 0.53/.0.5 17.5.5.9.7 75.5 ..1.1.9 7.:.3. ../.0...4.9.35 3.5 :35193/:12.: #967.5.35:/.5 2/."3.2.5. 1..9.3.35  .45.9.: 5 1:47.

5 //9.:2 7967..5  /.3.1.479.15 . :...7967. 1960.15  7967..7./31 #&  :/.15 :.5  /.9/65  . 7432 .0..35  #& . 0.94.

5 .: 3.55.9:/.: 3/ /.5..3. 7967.5  #& .5 :79.5.5.2.7967.5.5 3/ 41.0.5.5.9 .95.579.5 15. 79:.9./. 15.3..5 1..:  1.2.: 1.7 &79.52:3.9.1.9 3/ 7.2.5 1...35  #& 44/.9/:7.0.9.9.5152. 7967..1.0.355.9.5.5 #&  445...5 /.20.. 5..5 :3519 3/ :12. 793 75.51.35.51.51/.3.553..5.  55.5 4.9:1. 2..26564:  .:..4.1..9 7..5152.5 15.:544321:.5 .5 /...5.2 1/.2.3 .

/...562:1..5/.: :79.31..:..53:::..

176.52.446.5.65 7.9/5.:15.5096443/1.5.563..:15./3.15.4506/../..2 62:1.562:1..: .515.2.2...29.65/.9  3/:3.

5 :9/2 36.9:/.2 33 3/ 4512... :5.. 15.65.5 ..:22.1..2.5/:.65.5 0.5 65 3 0. 15..2.4..2: :0.. :9/2 /: 2 1.9.2 45..4/. /: . #619 0.9/5.3.7/.5 '9.5 .796::746.5  5.5 .5 09644 62:1.5455. 15.2.5 :..5 746. 24.2 :3..5 /9.4 2.9.. . 3 .65.4 .39.5 :.. 17941.5455. 62:1.5 3 .:32. 746. 44.2.545..

22.41.3.:.:1.0./: .24.5:7.:.55.545.51.9  #164.335.6536.5 447907.. 9..2: 62:1.5:733.

9.57.40.4.:.4...2.3.5.51793.3...1.4/3:3.4/.

1.5..5 746.65.536..5.21.9.5.2.:32.65 /:9 .5 44795. 4332.7.57....5 0..:2.9 .3.1:/.9/6590..961.65.900. 76.45.: 44...5.  746.5 2.5 90 0.4 15.5 36.9/5.5 7.9/65.515.5... /.32.90651.4512  9..:/:9.5 15..9.5.15.5 90.5.5.     90.9. 15.

95.9.9/5.5 . 32..1 2.5 ./. 0.9/65.9.2 1.5 565 996:  #33.961. /:9 ..5.5 996: 1.

 /9: 15.947..9  #..5 1.5 /:9 73.5 36.5 15.5 565 996:  #96:: 5 45.5 207.5 #3.5 36.5.796::7.1.7.5.900.2/.:4.3.5 7.4 1.5.900.9  6. .2/.5 . 44/92...3526564: 5.9.7:.4 1.9...47.79/:.51.2 .5 433 241.9. 1:/3..9:/.5/:9  #3.5. :.4.5 4332.90.:5.1.65..2. :9.35.690  15.1.3.796::.900.51/..5 #3.5 ..5 36..5116965634/:.5...97.5 7. .::39:...2.9: 459: .4 .5/9.5:..5 .961.9.9.95.. 13.:32.1.65.5 241.9.1.1.5 1:9 63 .5:12.545.2.4 .51. 495 2.5  1.947.:4. .5 :.796::746.5.:4.5 /:9 4.5 : 1.5  :27573.65.5:.3/:47./9207.: .22.5 ..:.4  .5 .3.1.5 5.65.:32.:7.29. 15.576..1/3..562:1.451696533.91.7..:.597. .5  #46.2.9.5 3.5 .: '.1. .: 65 207.5.2 451.:4..39. 1.53. :0.. :: 746.7.  1.3..544322.:3 07.5:142..1.7.1..:4.1.536.2. 32.5 1..55.

65.1.443225.5 796::5.5 45.95.2746.9/65:.5152.65.7.5 .:32.3.55.5 207...2.5 746.563 .9 1/.. .7:  2./.5.: .5.5 3/ /:.50.

.47..515.5:.52.0.9.50 .15.4/./.3.5:.

.4/...9.:24.3  .69073.900.3.5.:4. 2655:65.1.

4/..:. #."3.5'96/3:66..57.5 .9.51.1.

/ #.:.5'96/3:66.9.57..1."3.4/.5  .51.

5  #9..57.5 126..2.:3:.5/33.5 :0.5 729. 7..5 74/.:4.9 0.76526:79.:3.2:2. 15.1.515.95.5. 15. 5.35:95 1795.5 63 .2 446.5.3: 1. /.90 0.5 2.5  73.5152..:5.  50  .5 36 ..4 /...5 445./..47379: 1.5 73.900.25.95.35.3/ .5:19.5 7619 0.5 455. /.5  #619 0.5 3/ /.3:2.5  #.:.6573. 1.796::746. 1/.3.1.. .64..:#96::#46.4432.: 5. #3.  #3.: 0.9/65 .3 2.5 :. 3.95.65.:4.69 63 :9/2 /: :.90. 746.1..1.:.736.2.5/9:7.5 3/ . 26564:1.5 4:5 951.54432.52.279:   ..5 7942..9/65 :... 4..:  1..2.75565996: .5 /3.2 459.5 2.7.51..5. 746. 793 74/9:.. .3.56.577.55.1.5 74/.  "3 .65..5655:65.5..2 1.36.5.65 0.5.: 0.3.7:.1..97.65.65.236.55.5 /.1..2:.576190.3...4/5..:0.2.2796::746.900.5 5.5 73.3..65.5 15. 746..5 74/9:.:4.3.5..5 15.573.753.9.5  2.47/9/5. ..2 45.3 1..4996:4.90 0.:4.4/9/5.3    732.2446.2.5.5 445.:4.5 "3.65.336 :..5 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->