LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR

OLEH : NAMA : TOMI ANUGRAH PRATAMA NO.BP : 07 133 022 KELOMPOK : VII ANGGOTA KELOMPOK : 1. 2. 3. 4. 5. RURY MAKHZUNI (07133011) GUSNIMAR (07133048 ) DESRININGSIH (07133051) RESYA DEWI S. (05133054) RESTI AYU P. (07133066)

ASISTEN : RANTIH FADHLYA ARDI

UNAND

LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG, 2009

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Air merupakan komponen utama dalam tumbuhan, diman air menyusun 60-90 % dari ber at daun. Jumlah air yang dikandung tiap tanaman berbeda-beda, hal ini bergantung pada hab itat dan jemis spesies tumbuhan tersebut. Tumbuhan herba lebih banyak mengandung air dari pada tumbuhan perdu. Tumbuhan yang berdaun tebal mempunyai kadar air antara 85-90 %, tumbuhan hidrofik 85-98 % dan tumbuhan mesofil mempunyai kadar air antara 100-300 % (Fitt er dan Hay, 1981). Kuantitas air yang dibutuhkan oleh tanaman sangat berbeda-beda sesuai dengan je nis dan lingkungan dimana tumbuhan itu hidup. Tanaman herba menyerap air lebih banya k dibandingkan tanaman perdu. Tumbuhan golongan efemera yang hidup di daerah gurun , akan memanfaatkan hujan yang datang sekali dalam setahun untuk mulai hidup dan berkec ambah, berbunga, berbuah dan mati sebelum air yang ada dalam tanah habis. Pertumbuhan y an gcepat dan pendeknya umur tanaman tersebut merupakan suatu usaha untuk menghindari diri dari kekurangan air yang menimpanya (Dwijoseputro, 1985). Air mampu melarutkan lebih banyak bahan dari zat cair lainnya. Hal ini sebagian disebabkan karena air memiliki tetapan dielektrik yang termasuk tinggi yaitu sua tu ukuran kemampuan untuk menetralkan tarik-menarik antara muatan listrik. Jika air mengan dung elektrolit terlarut makalarutan ini membawa muatan, dan air menjadi penghantar listrik yang baik. Tapi jika air benar-benar murni, maka ia adalah penghantar listrik yang buruk. Ikatan hydr ogen membuatnya terlalu kuat sehingga tidak mudah baginya untuk membawa muatan (Salis bury and Ross, 1995). Pentingnya air sebagai pelarut dalam organisme hidup tampak amat jelas, misalny a pada proses osmosis. Dalam suatu daun, volume sel dibatasi oleh dinding sel dan relat ive hanya sedikit aliran air yang dapat diakomodasikan oleh elastisitas dinding sel. Konse kuensi tekanan hidrostatis (tekanan turgor) berkembang dalam vakuola menekan sitoplasma melawan permukaan dalam dinding sel dan meningkatkan potensial air vakuola. Dengan naikn ya tekanan turgor, sel-sel yang berdekatan saling menekan, dengan hasil bahwa sehelai daun yang mulanya

menjelaskan bahwa pemasukan air dari dalam tanah ke dalam jaringan tanaman melalui sel-sel akar secara difusi dan osmosis. teka nan turgor menjadi atau mempunyai nilai maksimum dan disini air tidak cenderung mengalir da ri apoplast ke vakuola (Fitter dan Hay.dalam keadaan layu menjadi bertambah segar (turgid). 1981). Dwijoseputro (1985). . Pada keadaan seimbang. Dengan masuknya aie melalui sel akan tentulah akan terbawa ion-ion yang terdapat di dalam tanah karena larut an tanah mengandung ion.

Pergerakan daun dan pergerakan korola bunga dan terutama dal am variasi struktur tanaman. 1980). sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhannya. Fungsi lain dari air adalah menjaga turgiditas yang penting bag i perbesaran sel dan pertumbuhan. Kekurangan air dalam jumlah yang besar menyebabkan kur angnya tekanan turgor pada/ dalam tumbuhan vegetative (Kramer. serta membentuk tanaman herba.Bila persedian air dalam tanah sedikit maka tumbuhan akan menyerap air sedikit pula. 1979). Jika persediaan air tanah makin kur ang maka tumbuhan tersebut akan mengalami kelayuan. Turgor penting dalam membuka dan menutupnya stomata. 1. Air merupakan factor utama pertahanan tumbuhan (Bidwell.2 Tujuan Untuk mengukur kadar air yang ada pada bagian tanaman dan mengukur turgiditas re lative dan deficit air dari jaringan tumbuhan .

.

(Salisbury dan Ross. 1981). sel-sel yang berdekatan saling menekan. Konsekuensi tekanan hidrostatis (tekanan turgor) berkembang dalam vakuola menekan sitoplasma melawan permukaan d alam dinding sel dan meningkatkan potensial air vakuola. Hal ini penting diperh atikan terutama jika membicarakan difusi air. volume sel dibatasi oleh dinding sel dan relative han ya sedikit aliran air yang dapat diakomodasikan oleh elastisitas dinding sel. air merupakan bahan yang paling kerap ditemui terutama dalam b entuk cair. 1977). 1995). tumbuhan adalah sistem multidimensi. Dalam suatu daun. Dengan naiknya tekanan turgo r. (Campbell. Molekul air boleh diuraikan kepada u nsur asas dengan mengalirkan arus elektrik melaluinya. dengan hasil bahwa sehelai daun yang mulanya dalam ke adaan layu menjadi bertambah segar (turgid). misalnya pada proses osmosis. dan banyak hal dalam hubungan air tumbuhan bergantung pada interaksi antara sel dengan lingkungan. Gasgas ini membentuk buih dan boleh dikumpulkan air juga merupakan bahan pelarut semesta. Pada keadaan seimbang. terdapat juga kuantiti air yang besar yang wujud dalam bentuk gas (uap) di atmosfer dan dalam bentuk pepejal. Tumbuhan me mang merupakan sistem yang dinamis dan sangat rumit. Dengan kata lain. menjelaskan bahwa pemasukan air dari dalam tanah ke dalam jaringan tanaman melalui sel-sel akar secara difusi dan osmosis.bergabung dan membentuk gas O2 (oksigen) pada anod. fungsi yang satu berinteraksi de ngan fungsi yang lain. Perbedaan konsentrasi sangat umum terjadi pada sel hidup. Misalnya jika pada sen yawa organik tertentu dalam sitosol masuk ke dalam sel dan dimetabolisme oleh mitokon dria. tekanan turgor men jadi atau mempunyai nilai maksimum dan disini air tidak cenderung mengalir dari apoplast k e vakuola (Fitter dan Hay. Di muka bumi ini. Dwijoseputro (1985).II. Pertumbuhan juga bergantung pada pengambilan air. I . Proses ini yang dikenali sebagai el ektrolisis menguraikan dua atom hidrogen menerima elektron dan membentuk gas H2 pada katod sementara empat ion OH. maka konsentrasi sitosol yang berada di dekat mitokondria harus dipertahankan lebih r endah daripada konsentrasi sitosol yang berada di dekat organel lainnya. Dengan masuknya aie melalui sel akan tentulah akan terbawa ion-ion yang terdapat di dalam tanah karena larut an tanah mengandung ion. TINJAUAN PUSTAKA Pentingnya air sebagai pelarut dalam organisme hidup tampak amat jelas. Walau bagaimanapun.

Di dalam tanah.ni disebabkan molekul air terdiri daripada dua atom hidrogen bergabung dengan satu atom oksigen pada sudut 105 darjah antara keduanya. Struktur ini menjadikan molekul air mempu nyai caj positif di sebelah atom hidrogen dan negatif di sebelah atom oksigen. (Anonimous. semua ruang pori tanah terisi oleh air. 2008). air berada di dalam ruang pori diantara padatan tanah. Jika tana h dalam keadaan jenuh air. Dalam keadaan ini jum lah air yang di . molekul air adalah dwikutub. Oleh yang demikian.

terpisah. Apabila sel seperti ini berada dalam larutan hipotonik ketika direndam dalam air hujan. Pada saat ini sel terse but membengkak (sangat kaku) yang merupakan keadaan yang sehat untuk sebagian besar sel tumbuha n. Air yang menguap dari daun digantikan oleh air dari pembuluh dalam urat daun. ikatan hidrogen menyatukan substansi tersebut. Tiap ikatan hidrogen hanya mampu beberapa piko detik. dalam waktu yang singkat. Sel tumbuhan. 1995). Air mencapai daun melalui pe mbuluhpembuluh mikroskopik yang menjulur ke atas dari akar. Oleh karenanya. membuat molekul air lebih teratur dibanding cairan l ainnya. tetap i molekulmolekulnya secara terus-menerus membentuk ikatan baru dengan pasangan penggantin ya. jika tanah dibiarkan mengalami pengeringan. dan sejumlah protista memiliki dinding. Akan tetapi. dindingnya yang lentur akan mengembang hanya sampai pada ukuran tertentu sebelum dinding ini mengerahkan tek anan balik pada sel yang melawan penyerapan air lebih lanjut. dkk. Jika sel tumbuhan dan sekelilingnya isotonik. Dalam keadaan ini tanah dikat akan tidak jenuh. tidak ada kecenderungan bagi air u ntuk masuk dan selnya menjadi lembek (lembut). (Campbell. Seperti sel hewan. Ikatan-ikatan tersebut terbentuk. Secar keseluruhan. ikatan hidrogennya sangat rapuh. (Islami dan Utomo. prokariota. dan tarikan ke . (Salisbu ry dan Ross. sebagian ruang pori akan terisi udara dan sebagian lainnya terisi air. jadi merupakan jumlah air maksimum disebut Kapasitas Peny impanan Air Maksimum. Ikatan hidrogen menyebabkan molekul air yang keluar dari urat daun dapat menarik molekul air yang berada lebih jauh dalam pembuluh. 2002).simpan di dalam tanah. kekuatannya hanya sekitar sep erduapuluh dari kekuatan ikatan kovalen. misa lnya dinding akan membantu mempertahankan keseimbangan air sel tersebut. yang menyebabkan tumbuhan menjadi layu. Pada saat itu berada dalam wujud cair. Pada tumbuhan. fungi. sel tu mbuhan ini membengkak ketika air masuk melalui osmosis. Tumbuhan yang tidak berkayu. dan te rbentuk kembali dengan sangat cepat. kohesi yang terjadi karena adanya ikatan hidrogen berperan pada pengangkutan (transpor) air yang melawan gravitasi. suatu fenomena yang disebut kohesi. Selanjutnya. sejumlah tertentu dari seluruh molekul air akan berikatan dengan molekul tetangganya. 1995). tergantung pada dukungan mekanis dari sel yang dijaga untuk tetap bengkak oleh larutan hipotonik sekelilingnya. seperti sebagian besar tumbuhan rumahan. Molekul-molekul air bersatu sebagai akibat adanya ikatan hidrogen.

2002). Air memiliki tegangan permukaan yang lebih besar dibandingkan sebagian besar cairan lain. juga berperan. Tegangan permukaan air juga dapat . Adhesi air pada dinding pembuluh membantu melawan gravitasi. dkk.depan tersebut akan terus ditransmisi sepanjang pembuluh sampai ke akar. Adhesi. (Campbell. yaitu ukuran seberap a sulitnya permukaan suatu cairan diregang atau dipecahkan. Hal yang berkaitan dengan kohesi adalah tegangan permukaan. melekatnya satu zat pada zat lain.

Kalau tekanan pada larutan meningkat. Akar mengabsorbsi air dengan cara osmosis. . 2002). Dengan meningkatnya konsentrasi za t-zat terlarut maka masuknya air ke dalam akar akan menjadi lebih lambat sampai arah pergerakan air mungkin akan tebalik. Potensial osmotik larutan bernilai negatif. pada tekanan atmosfer dan pada suhu yang sama. Potensial air suatu sistem menunjukkan kemampuannya untuk melakukan kerja dibandingkan dengan kemampuan sejumlah murni yang setara. Jika potencial osmotik larutan luar lebih rendah dari potensial osmotik sel-sel akar. karena air pelarut d alam larutan itu melakukan kerja kurang dari air murni. (Campbell. (Sal isbury dan Ross. (Tim Fisiologi Tumbuhan.membuat batu yang dilemparkan ke danau terapung selama beberapa saat di permukaa n danau. Oleh karena itu absorbsi air oleh tan aman mungkin dilakukan dengan mengendalikan potencial air larutan dimana akar itu ber ada. maka air dapat masuk dari larutan luar ke dalam sistem akar. 1995). potensial-air larutan) juga meningkat. dkk. kem ampuan larutan untuk melakukan kerja (jadi. 2008).

3. Universitas Andalas.FMIPA. 3. Berat yang hilang dari bahan yang . timbangan. timbang an dan oven.2.2.2 Alat Dan Bahan 3. yang bertempat di Laboratorium Fisiologi tumbuhan.pemanasan dilakukan sampai berat konstan.3 Cara Kerja 3.3 Pengaruh kadar Garam Terhadap Penyerapan air dan pertumbuhan tanaman Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah botol yang bersih. petri dish dan kertas saring.3. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah daun dan ranting tanaman serta ranting se ri yang akan diukur kadar airnya.1 Waktu dan Tempat Praktikum tentang Hubungan Tumbuhan Dengan Air ini dilaksanakan pada hari Rabu ta nggal 18 Maret 2008. Jurusan Biolog i.2 Pengukuran Turgiditas Relatif Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah cork borer. Adapun bahan yang diperlukan adalah daun tanaman Zea mays umur 14 hari d an aquadest. kapas dan penutup. 3.PELAKSANAAN PRAKTIKUM 3.1 Pengukuran Kadar Air dari Jaringan Tumbuhan Bahan daun yang segar ditimbang seberat 10gram dan dibuat 3 sampel. penggaris . 3. Adapun bahan-bahan yang diperlukan adalah tanaman Zea mays umur 14 hari sebagai bahan tanaman dan bahan kimia yaitu larutan CaCl2 atau NaCl dengan berbagai kons entrasi.2. Masing-masin g sampel disimpan di dalam kotak karton dan selanjutnya dipanaskan dalam oven selama 48 j am dengan suhu 80oC.1 Pengukuran Kadar Air dari Jaringan Tumbuhan Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah kotak karton.

Kadar air tumbhan dihitung dengan rumus : Berat basah = BB-BK X 100 % atau BB Berat Kering= BB-BK X 100 % BK 3.3. merupakan berat air yang dikandung bahan tersebut.2 Pengukuran Turgiditas Relatif Potongan daun dibuat dengan menggunakan cork borer sebanyak 10 buah dari tanaman yang tanahnya dalam keadaan kapasitas lapang dan 10 buah lagi tanaman yang tanahnya a gak kering (beberapa hari tidak disiram).dipanaskan. Berat masing-masing potongan daun ditimban g dan dicatat .

0. Daun dan ranting tana man kulit manis dan daun srta ranting seri ditimbang sampai beratnya konstan setelah dimas ukkan ke dalam oven selam 48 jam. K elebihan air yang menempel dihilangkan dengan cara meletakkan sebentar potongan daun diatas k ertas saring kemudian berat daun ditimbang. bibit tanaman yang disediakan diamb il.4 Pengamatan 3. Kemudian dimasukkan ke dalam botol hingga akarn ya terendam larutan dan bibit ditahan dengan kapas dan karton penutup.BK Besarnya defisit air dihitung dengan rumus : WD = BT-BS X 100% BT-BK WD = water defisisit dari daun. diukur panjang batang diatas kotiledon.Potongan-potongan daun kemudian dimasukkan ke dalam petri dish dan diisi aquadest.petridish ditutup dan diletakkan pada ruangan denga penerangan (l ampu neon yang berintesitas 25 lumen) selama 3 jam.3. 0. Dan permukaan atas la rutan dalam botol diberi tanda dan diamati tiap 2 hari sekali. 3. Besarnya turgiditas relatif (TR) dari daun dihitung dengan rumus : TR = BS.00. 3.1. Berat ini adalah berat daun dalam keadaan turgid. . 0. 0. Bila larutan berkurang. 0.4. HaL yang sama dilakukan sampai hari ke 10 dan dicatat keadaan morfologi tanaman. Lalu diis ikan ke dalam botol yang tersedia masing-masing sebanyak 200 ml.1 Pengukuran kadar Air Jaringan Tumbuhan Pada percobaan pengukuran kadar air jaringan tumbuhan ini. lalu berat keringnya ditimbang. selanjutnya potongan daun dikeringkan dalam oven dengan suhu 80oC sampai kering. Setelah 3 jam potongan daun diambil. maka ditambahkan dengan air suling sehingga permukaan larutan kembali pada kedudukan semula.05.beratnya (Berat segar).01. Dica tat banyaknya air suling yang ditambahkan.03 .3 Pengaruh Kadar Garam terhadap Penyerapan Air dan Pertumbuhan Tanaman Dibuat larutan dengan konsentrasi 0.BK X 100% BT.2 M.

3 Pengaruh Kadar garam Terhadap Penyerapan Air dan Pertumbuhan Tanaman. Pengamatan yang dilakukan pada percobaan ini adalah melihat pengaruh kadar garam terhadap penyerapan air dan pertumbuhan tanaman.3.4. . 3.4.2 Pengukuran Turgiditas Relatif Dalam pengukuran Turgiditas Relatif ini diamati mana yang lebih besar Turgiditas Relatif pada tanah yang basah daripada pada tanah yang kering dan juga diamati mana yang leih besar water defisit pada tanah yang basah atau pada tanah yang kering.

10 gr 3.16 gr 3.90 gr 2.4% .III. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah melaksanakan praktikum ini.04 gr 68.88 gr 2.89 gr 3. Pengukuran kadar air jaringan Tumbuhan Bagian Berat basah Berat Kering Kadar air Ranting 1 Ranting 2 Ranting 3 Daun 1 Daun 2 Daun 3 10 gr 10 gr 10 gr 10 gr 10 gr 10 gr 3. maka didapatkanlah hasil sebagai brikut : Percobaan 1: Pengukuran Kadar Air Jaringan Tumbuhan Hasil pengukuran kadar air jaringan tumbuhan dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1.

2% 69. Hal ini juga mempeng aruhi benyaknya keberadaan air pada setiap tumbuhan.0% 71.8% Dari tabel dapat dilihat bahwa kadar air untuk tiap-tiap jenis tanaman berbeda-b eda.Hal ini sesuai dengan pendapat Dwidjoseputro (1980) yang menyatakan bahwa kadar air dari berbagai macam tanaman berbeda dimana tanaman herbacius lebih banyak mengan dung air dari tanaman lignosus. Tabel 2. Sedangkan menurut Salisbury dan Ross (1995).12 gr .10 gr 0. Kadar air pada daun dan ranting herba (seri) lebih tinggi daripada kadar air pada ranting daun perdu dan pohon. keadaan air tanah sangat mempengaruhi tingkat transpirasi dan respirasi biar persediaan air dalam tanah b erkurang maka transpirasi jelas akan berkurang sebagai penutupan stomata.69. Pengukuran Turgiditas Relatif dan Water Defisit KEADAAN BERAT SEGAR BERAT TURGID BERAT KERING TURGIDITAS RELATIF DEFISIT AIR KERING 0.2% 70.0% 61.

82% 18.01 gr 83.01 gr 81.0.06 gr 0.67% Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa turgiditas relatif tanaman Zea mays pada tanah yang basah sama besar dengan turgiditas tanaman pada tanah kering (tanaman yang tidak disiram selama 3hari. Sedangkan water defisit lebih besar pada tanaman yang tanahnya ker ing daripada tanah yang basah.33% 16.07 gr 0. Menurut Devlin (1975) menyatakan bahwa Turgiditas relatif adalah perkiraan isi sel terhadap dinding sel dan water defisit adalah perkiraan kekurangan air pada sel tersebut.18% BASAH 0.Menurut .

Tabel 3. yang menyatakan bahwa seakan mengalami turgiditas apabi la berada pada lingkungan yang banyak airnya sehingga air tersebut akan masuk ke dalam sel sampai dinding sel tidak mampu membesar.Pengaruh kadar garam terhadap penyerapan air dan pertumbuhan tanaman PENGAMATAN SAMPEL I SAMPEL II SAMPEL III PJG DAUN JML DAUN KOTILEDON PJG DAUN JML DAUN KOTILEDON PJG DAUN JML DAUN KOTILEDON KONSENTRASI 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 .Noggle dan Fritz (1979).

5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 .

1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 0.00 .

.

0.01 .

.

0.05 .

.

10 .0.

.

20 .0.

.

.

dalam literaturnya menyebutkan terbukanya stomata pada siang ha ri tidak terhambat jika tumbuhan itu berada dalam udara tanpa karbon dioksida.Loveless (1991). . yaitu keadaan fotosintesis tidak dapat terlaksana.

. Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stoma yang membuka dan menutupnya dikont rol oleh perubahan tekanan turgor sel penjaga yang berkorelasi dengan kadar ion kalium (K+) di dalamnya. alir an udara. karena transpirasi adalah proses keluarnya air dalam tubuh tumbuhan dalam bentuk uap. kelembaban. terj adi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang ke dalam atmosfer. Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran tumbuhan.Selain itu. dan tersedianya air tanah. proses transpirasi juga mempengaruhi kadar air dalam tubuh tanaman i ni. kadar CO2. cahaya. (Saisbury dan Ross. Selama stoma terbuka. suhu. Untuk mengukur laju transpirasi tersebut dapat digunak an fotometer. 1992).

dapat kami sarankan kepada praktikan agar be rhati-hati dalam melaksanakan pengukuran dan berhati-hati dalam penjagaan sampel agar tidak hilang sehingga tidak terjadi lost data. Tanaman yang paling banyak mengandung air adalah tanaman herba yaitu tanaman seri. KESIMPULAN 5. Turgiditas relatif dari tanaman yang disiram tidak teratur lebih besar diband ingkan tanaman yang disiram teratur. Turgiditas relatif tanaman Zea mays pada tanah yang basah atau segar lebih be sar daripada turgiditas tanaman pada tanaman Zea mays yang tidak disiram selama 3hari. 2. 3. 4.2 Saran Setelah melaksanakan praktikum ini. 5. Water defisit tanaman yang tanahnya kering lebih besar daripada tanaman Zea m ays yang basah. .1 Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan. maka dapat disimpulkan bahwa : 1.V.

.

F. ITB : Bandung .S. Diah . D.J. James dan Arthur W. Fritz. Plant Physiology edition 2.1979. H Witham. Rinelang book Corporation a Subsidiarey of Champion Reinhold inc: New York Dwidjoseputro. Pasadena Devlin.R dan G. M and F. W.DAFTAR PUSTAKA Bidwell. Plant Physiology.Introductory Plant Physiology. Fisiologi Tumbuhan. F reeman and Co. Co : New York Bonner. Gramedia : Jakarta Lukman. Priciples of Plant Physiology. R. Galston. 1997. Raja Grafindo Persada : Ja karta Noggle.G. Van Hostrand Rain Hold : New York Salisbury and Ross. R.Pengantar Fisiologi Tumbuhan. 1975. PT.H. 1951. Macmillion Publishing.1995.Buku Ajar Fisiologi Tumbuhan. 1994.1979.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful