PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA DARI TELEVISI DENGAN METODE DRILL MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL PADA PESERTA

DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Anik Suyani : 2101403057 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : Bahasa dan Sastra Indonesia

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

SARI

Suyani, Anik. 2007. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. L.M. Budiyati, M. Pd. Pembimbing II Drs. Haryadi, M. Pd. Kata kunci : Keterampilan menyimak berita, metode drill, dan media audio-visual. Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menyimak pada dasarnya adalah keterampilan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat fungsional. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat pada kegiatan sehari-hari kita yang dihadapkan pada berbagai kesibukan menyimak. Tetapi berdasarkan hasil observasi pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, pembelajaran menyimak kurang mendapat perhatian guru bahasa secara khusus dan kemampuan menyimak peserta didik masih rendah, terutama menyimak berita. Alasan peserta didik memiliki kemampuan menyimak berita yang rendah salah satunya adalah metode pembelajaran menyimak berita yang monoton dan kurang menarik. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan-penjelasan dari guru. Guru belum menyertakan media dalam pembelajarannya dan kurang mendorong peserta didik untuk belajar aktif, sehingga pembelajaran menjadi monoton. Hal ini merupakan salah satu penyebab pembelajaran tidak maksimal, dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. Oleh karena itu, masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan metode drill dan penggunaan media audio-visual. Cara ini akan mendorong peserta didik untuk terampil menyimak berita, melatih peserta didik untuk belajar aktif, serta memadukan antara teori dan praktik. Metode dan media ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik. Berdasarkan paparan di atas, peneliti ini mengangkat permasalahan, yaitu bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken setelah mengikuti pembelajaran dengan metode drill dan penggunaan media audio-visual dan bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukan pembelajaran meyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken dan mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audiovisual dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang dilaksanakan pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, jurnal, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif ii

yang berupa nilai peserta didik. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan data yang diperoleh dari observasi, jurnal, wawancara, dan foto. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken hasil nilai prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan. Sebelum dilakukannya tindakan nilai rata-rata kelas menyimak berita sebesar 56,64 dengan kategori kurang. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,12% dengan nilai rata-rata 59,85 dengan kategori kurang dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,7% dengan nilai rata-rata 71,02 atau masuk pada kategori baik. Peningkatan nilai rata-rata kelas ini diikuti dengan peningkatan skor pada tiap aspek penilaian. Pada aspek unsur 5W + 1H , skor rata-rata pada prasiklus sebesar 30 dengan kategori cukup. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,97% dengan nilai rata-rata 33,97 dengan kategori cukup dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,68% dengan nilai rata-rata 40,65 atau masuk pada kategori baik. Rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita pada prasiklus sebesar 9,60 atau masuk pada kategori sangat baik, pada siklus I sebesar 7,76 termasuk kategori baik, dan pada siklus II sebesar 9,93 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Pada aspek jumlah kalimat, skor rata-rata pada prasiklus sebesar 9,81 dengan kategori sangat baik. Pada siklus I sebesar 8,85 dengan kategori sangat baik, dan pada siklus II sebesar 8,87 dengan kategoti sangat baik pula. Rata-rata skor pada aspek penyusunan kalimat hasil rata-rata prasiklus sebesar 1,21 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,49 masuk pada kategori kurang, dan pada siklus II sebesar 3,68 dengan kategori baik. Pada aspek penggunaan diksi (pilihan kata), skor rata-rata pada prasiklus 4,51 dengan kategori baik, siklus I sebesar 4,33 masuk pada kategori baik juga, dan hasil siklus II sebesar 4,60 termasuk pada kategori sangat baik. Dan skor rata-rata aspek penggunaan ejaan dan tanda baca pada prasiklus sebesar 1,51 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,46 dengan kategori kurang, dan siklus II sebesar 3,29 masuk pada kategori cukup. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken ini diikuti dengan perubahan perilaku belajar yang positif dari perilaku belajar yang negatif sebelumnya pada siklus I dan siklus II ini peserta didik semakin aktif dalam pembelajaran, mereka mulai senang, tertarik, dan menikmatai pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Saran yang disampaikan adalah 1) guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai, yaitu mempunyai kamampuan menyimak berita yang baik, dan 2) guru dapat menggunakan metode drill dan media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak berita.

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang panitia Ujian Skripsi.

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

iv

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Sidang Ujian Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang pada, hari tanggal : Senin : 20 Agustus 2007

Panitia Ujian Skripsi

Ketua

Sekretaris

Prof. Dr. Rustono NIP 131281222

Drs. Mukh Doyin NIP 132106367

Penguji I

Penguji II,

Penguji III

Drs. Wagiran, M. Hum NIP 132050001

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

v

20 Agustus 2007 Anik Suyani vi . Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang. bukan jiplakan dari karya orang lain. baik sebagian maupun seluruhnya.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri.

Jalani hidup dengan segala pahit-manisnya” (Anik) ” Jalanilah kehidupan ini dengan kerendahan hati serta hati yang tulus” (Anik) ” Jadilah diri sendiri yang dapat bertanggung jawab pada diri sendiri” (Anik) Persembahan : Kupersembahkan skripsi ini untuk: Ayahku dan Ibuku (almh) vii . jangan terlalu sedih di atas kesedihanmu. dan jangan terlalu nikmat di atas kenikmatanmu.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : ” Sesungguhnya setelah kesusahan ada kemudahan” (Al Insyiroh : 6) ”Jangan terlalu senang di atas kesenanganmu.

puji syukur kehadirat Allah swt penulis panjatkan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyusun skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalaman yang tidak terlupakan selama perkuliahan. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan arahan dan izin penelitian kepada penulis. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis. 3. Terima kasih penulis sampaikan kepada: 1.PRAKATA Penulis telah menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2006/2007 dengan baik. Besarnya pengaruh keterampialn menyimak berita terhadap keterampilan berbahasa menyebabkan penulis ingin meneliti lebih lanjut sehingga diperoleh metode terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak berita. 2. Penelitian ini dilakukan sebagai respons dari permasalahan yang muncul dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak berita kelas VIII A SMP Negeri I Jiken yang selama ini masih kurang. viii . yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada penulis. Oleh sebab itu.

Andris dan Shinta) yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Tutik. Semarang. dan Drs. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. 9. motivasi. 5. dan semangat kepada penulis. 8. Ibu. 6. Seseorang yang selalu siap menemaniku dalam susah dan senang dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. M. 20 Agustus 2007 Penulis ix . 10. Semoga amal baik Bapak. Teman seperjuangan : Liliput (Ema. Keluarga Blora yang memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam meyelesaikan skripsi ini. 7. M. Dra. Pd (Pembimbing II) yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan masukan. Segenap keluarga kos Wisma Astri yang telah memberikan semangat dan dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini. M. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora yang telah memberikan izin penelitian dan bantuannya kepada penulis. 11. L. Pd (Pembimbing I). Teman-teman angkatan 2003 Sasindo FBS yang telah memberikan dorongan. arahan. dan bimbingan dengan penuh kesabaran kepada penulis. Mursam S. Haryadi. Pd Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri I Jiken yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam melakukan penelitian. Budiyati.4. Saudara mendapat balasan dari Allah swt.

.......................................................................2 Identifikasi Masalah .........................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .1 Latar Belakang Masalah ...............................................3 Pembatasan Masalah . DAFTAR GRAFIK .......... HALAMAN PENGESAHAN ................................ HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...........4 Permasalahan ............................................................ 1 6 8 9 x ........................................................................................................... i ii iv v vi vii viii x xiv xv xviii xix xx BAB I PENDAHULUAN 1.................................................................................................................... KATA PENGANTAR ...... HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................ DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 1....................................... 1.............................................................................................................................................................. DAFTAR BAGAN .................. HALAMAN PERNYATAAN ....................... 1......................... HALAMAN SARI .............................................................. DAFTAR LAMPIRAN .. DAFTAR TABEL ........................................... DAFTAR GAMBAR ...............................................................................

.................................................2....5 Manfaat Menyimak .... 2....................................................................................................8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak .13 Kerangka Berita ................................................2 Tahapan dalam Proses Menyimak ............ 2....... 2.....2...................1...................................................................................................................................................... 1........................2......... 2....2.....9 Penilaian Pembelajaran Menyimak ...............4 Tujuan Menyimak ................2............................................................... 2........................ 2................................................. 28 32 41 46 48 48 56 60 61 65 67 69 11 16 16 17 19 25 27 xi .......6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Pemahaman ........................15 Hakikat Media Audio-Visual ..........................................................................................................2.........2......4 Hipotesis Tindakan ...................................................7 Tes Kemampuan Menyimak ..........11 Unsur-unsur Berita .............14 Metode Drill .................................................12 Jenis-jenis Berita ...........................................................1 Pengertian Menyimak .............1 Kajian Pustaka ..........................2....... 2...................5 Tujuan Penelitian ........2........2.................... 2............6 Manfaat Penelitian ...........10 Pengertian Berita ....................................... 2............ 2.................................. 2....................... 2............ 2....... 2.......................................2...........2.............................................2........................................................................................2 Landasan Teoretis ........................3 Jenis-jenis Menyimak ...................2......3 Kerangka Berpikir ............. 2................. 2...... 2...............2. 9 9 BAB II LANDASAN TEORESTIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2. 2..............................

..........BAB III METODE PENELITIAN 3................................................................................................................ 3...................................................... 4.............1.....................................2 Teknik Nontes ............. 3....................................................................................1 Teknik Kuantitatif ..............7.......1 Teknik Tes ............................ 3................1........ 3.........6 Teknik Pengumpulan Data ..............2 Teknik Kualitatif ... 70 72 74 79 83 84 87 87 92 96 96 97 97 100 100 101 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4...........3 Variabel Penelitian ..................................................................7 Teknik Analisis Data ............. 3...................................1.....................................4 Instrumen Penelitian .........................4....... 3.........1 Hasil Tes .................... 3. 3...........................................2..................4.2 Subjek Penelitian ......................................................2 Instrumen Nontes .......... 4................................................1 Instrumen Tes .....................1 Hasi Tes Prasiklus ....................5 Uji Instrumen ..................... 3.......................7... 3..............................................................6.........2 Hasil Tes Siklus I ..........................................................................................1 Desain Penelitian ................................................2 Proses Pelaksanaan Siklus II . 102 106 106 xii ............................1............. 3....................................................1................................................1 Proses Tindakan Kelas ...............................................................................................6.................................................... 3................1 Proses Pelaksanaan Siklus I ...... 3............................................................................... 3..... 3.........

........................................4 Refleksi Siklus I . 4..........................4 Pembahasan ................2 Hasil Nontes ... Hasil Tes Siklus II .................... 208 209 210 212 xiii ..................................... 4.2........ 4..........................................................3..................4...........2 Perubahan Perilaku Peserta Didik .......................2 Saran ....3 Hasil Refleksi Siklus II .............. 5.........................................1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita .... 4.................................................2....................................................2 Hasil Nontes ……………………………………………………………… 4...............................4.................................................................................................3................................1 Simpulan ..........3.................................... DAFTAR PUSTAKA ................................ 128 146 147 150 151 174 191 193 194 202 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5...........................3........................2...................... LAMPIRAN-LAMPIRAN .................. 4........................4................. 4....................................................................................3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik ……………………………… 4.............................................................................1 Hasil Tes ......................... 4.

.............. Halaman 70 xiv ...... Desain Penelitian Tindakan Kelas Dua Siklus ...DAFTAR BAGAN Bagan Bagan 1.......

. Tabel 10.... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus ................................................... Tabel 2... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat ........... Skor Penilaian pada Instrumen Tes ....... Tabel 19..... Hasil Tes Menyimak Berita Unsur 5W + 1H …………………… Tabel 13....... Tabel 17..... Tabel 5............... Tabel 16................. Tabel 12............ Tabel 20.................. Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ............... Tabel 3......... Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai ............................................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ........................ Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I .......................................................... Tabel 6......... Kisi-kisi Instrumen Penelitian .................. Tabel 18. Tabel 15.....DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1....................... Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai ............................ Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat ..... Tabel 9...... Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat ............................ Tabel 4.... Tabel 14.. Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca .. Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I ………………………............... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi ......... Pedoman Penskoran Soal Essai ............... Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ....... Kategori Nilai Peserta Didik ...... Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke Dalam 5 Kalimat Tabel 7....... Halaman 87 88 89 89 90 90 102 107 108 109 110 110 111 112 113 114 115 116 117 118 xv ............................................... Tabel 8..... Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Tabel 11...............................

.... Table 22....... Tabel 29....................... Tabel 26.......................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat .............. Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ... Tabel 31.......... Hasil Tes Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………………........... Tabel 30....................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat ................ Tabel 39................................ Tabel 23.. 119 120 121 122 123 125 126 129 135 152 153 154 154 156 156 157 158 159 161 162 xvi ...... Tabel 27................................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat ............. Hasil Observasi Siklus I ............................................ Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………........ Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca . Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ......... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca .................. Tabel 25................................. Tabel 37.................... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 36............................... Tabel 34... Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H . Tabel 32................................. Tabel 33....................... Hasil Jurnal Siswa Siklus I ......................................... Hasil Tes Kelompok Keterampilan Menyimak Berita Siklus II .......... Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ................ Tabel 40.................. Tabel 38.. Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi............................ Tabel 24.......... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi.. Hasil Kelompok Tes Isian dan Tes Essai .......Tabel 21.................................................................................... Table 35...... Table 28... Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II .... Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat .....................

........ Tabel 52.......... Hasil Tes Individu Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………… Table 43............................. Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi............ Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat ................................. Tabel 46........ 163 165 166 167 168 170 171 172 176 181 194 203 205 xvii . Tabel 49......................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat . Tabel 47................. Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita . Hasil Observasi Siklus II ............. Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca .... Tabel 53.................... Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ............................................. Tabel 48..... Tabel 42...................... Tabel 45.................... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 44..................Tabel 41............ Hasil Jurnal Siswa Siklus II ............................................... Tabel 51................................. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita ........ Hasil Jurnal Siswa Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik ............................................... Hasil Observasi Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik .. Tabel 50.......

....... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ....... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus ...... Halaman 105 127 173 xviii ......DAFTAR GRAFIK Grafik Grafik 1.... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ................... Grafik 2............. Grafik 3.........

....... Guru Menjelaskan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran yang Akan Dilakukan ........ Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita .. Halaman 141 142 143 145 146 186 187 188 189 190 xix ......... Gambar 9..... Gambar 8..................................................................... Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita .................... Gambar 2............. Gambar 4..................... Kegiatan Awal Pembelajaran ................. Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu .. Gambar 5.......................... Peserta Didik Mengisi Jurnal .......................................... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok ...... Gambar 10............................................. Gambar 7. Gambar 6...................DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1................ Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu ........... Peserta Didik Mengisi Jurnal ..... Gambar 3. Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok .......................

Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Lampiran 19. Hasil Observasi Siklus II Lampiran 24. Hasil Tes Prasiklus Lampiran 9-10. Hasil Observasi Siklus I Lampiran 23. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Lampiran 2. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Kelompok Lampiran 17. Hasil Tes Siklus II Lampiran 13. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Lampiran 3-6. Hasil Tes Siklus I Lampiran 11-12. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Lampiran 20. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Individu Lampiran 16. Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II xx . Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus Lampiran 14. Hasil Jurnal Guru Siklus II Lampiran 27. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Individu Lampiran 18.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Format Penilaian Lampiran 21. Daftar Nama Peserta Didik Lampiran 8. Hasil Latihan Peserta Didik Siklus I dan Siklus II Lampiran 7. Pedoman Observasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 22. Hasil Jurnal Guru Siklus I Lampiran 26. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Kelompok Lampiran 15. Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II Lampiran 25.

Bukti Penelitian di SMP Negeri I Jiken Lampiran 44. Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus II Lampiran 42. Kunci Jawaban Tes Awal Lampiran 39. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus I Lampiran 41. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus II Lampiran 43. Soal Kelompok Siklus I Lampiran 34. Hasil Wawancara Siklus I Lampiran 30. Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II Lampiran 29. Format Tugas Rumah Lampiran 38. Pedoman Dokumentasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 32. Bukti Penelitian dari Diknas Blora xxi . Soal Tes Awal Lampiran 33. Soal Individu Siklus II Lampiran 37.Lampiran 28. Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus I Lampiran 40. Soal Individu Siklus I Lampiran 35. Hasil Wawancara Siklus II Lampiran 31. Soal Kelompok Siklus II Lampiran 36.

sudah akan terlihat dalam kegiatan mendengarkan dan usaha memahami bahasa orang-orang di sekitarnya. bahasa sangat diperlukan oleh masyarakat bahasa dalam kegiatan berbahasanya yaitu sebagai alat komunikasi. Dilihat dari pengertiannya.1 Latar Belakang Masalah “Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia” (Keraf 2001:1). Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan. baik yang berupa ucapan langsung maupun melalui sarana rekaman. Pada masyarakat bahasa modern pun dalam kehidupan sehari-harinya. Keadaan itu sudah terlihat sejak manusia masih bernama bayi. Bayi manusia yang belum mampu menghasilkan bahasa.1 BAB I PENDAHULUAN I. Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan memahami pembicaraan itu. Dalam belajar bahasa asing pun kegiatan pertama yang dilakukan pelajar adalah menyimak bunyi-bunyi bahasa yang dipelajari. kegiatan berbahasa secara lisan akan jauh lebih banyak daripada berbahasa tulis. Kenyataan itu dapat diartikan bahwa kemampuan berbahasa secara lisan lebih fungsional dalam kehidupan sehari-hari 1 . Kegiatan berbahasa yang berupa memahami bahasa yang dihasilkan orang lain melalui sarana lisan atau pendengaran merupakan kegiatan yang paling pertama yang dilakukan manusia.

2 daripada kemampuan berbahasa secara tulis. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian semua guru bahasa secara khusus. peran dari kegiatan menyimak tersebut adalah sebagai (1) landasan belajar berbahasa. membaca. (2) penunjang keterampilan berbicara. dalam kaitan ini adalah kemampuan menyimak yang perlu diberi perhatian secara memadai. Contohnya dalam dialog antar anggota keluarga. percakapan antara teman. khususnya bahasa Indonesia. dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di sekolah. aktivitas pendidikan di sekolah dan masih banyak lagi kegiatan lain yang melibatkan kegiatan menyimak. Bukti yang menguatkan betapa pentingnya keterampilan menyimak tersebut adalah pendapat dari T. 2 . Menurut Tarigan (1991:8). Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh penulis. Namun. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari kita yang dihadapkan dengan berbagai kesibukan menyimak. Pada tahun 1950 Miriam B. fungsionalnya kegiatan menyimak bagi kehidupan manusia karena kegiatan menyimak mempunyai peran yang sangat penting. dan (4) penambah informasi. (3) pelancar komunikasi lisan. Para guru belum membelajarkan dan sekaligus menguji kemampuan menyimak peserta didik dalam suatu periode tertentu. Wist melaporkan bahwa jumlah waktu yang digunakan oleh anak-anak untuk menyimak di kelas-kelas sekolah dasar kira-kira 1 1/2 sampai 2 jam sehari (Tarigan 1994:11). dan menulis. Rankin pada tahun 1926 yang menyatakan bahwa 42% waktu penggunaan bahasa tertuju pada menyimak. Selain itu.

namun kebanyakan dari mereka gaduh dengan teman diskusinya. maka pembelajaran menyimak cenderung diabaikan dan dinomorduakan dibandingkan dengan pembelajaran 3 . Menghadapi situasi ini. Sebenarnya permasalahan ini dapat diatasi dengan kekreatifan seorang guru dalam menyiasati suatu permasalahan dalam pembelajaran dan pemahaman seorang guru tentang diri peserta didik dengan berbagai macam keunikannya dan karakteristiknya. Dengan keadaan yan seperti itu menjadikan peserta didik sulit diajak untuk mengubah cara pembelajaran tersebut dengan metode yang baru. sehingga pokok pembahasan keluar dari pokok pembahasan yang diberikan. akhirnya guru lebih memilih kembali kepada metode ceramah. kurang mendapatkan perhatian dari pihak peserta didik maupun guru. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak yang dilakukan di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. minat belajar peserta didik yang masih kurang dan masih menggunakannya metode ceramah sehingga menyebabkan hasil belajar yang dicapai masih rendah dan sudah terbiasanya peserta didik dengan penggunaan metode ceramah. ketika guru mencoba menerapkan sistem diskusi pada pembelajaran menyimak dengan tujuan untuk mengaktifkan peserta didik dan peserta didik bebas berpendapat. Selain itu.3 diperoleh informasi dari pihak guru bahwa meskipun sudah menggunakan kurikulum KTSP namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Contohnya. Hendaknya guru dapat menciptakan suatu metode baru yang lebih ringan dan menyenangkan untuk pembentukan dan menanamkan jiwa aktif dan rasa percaya diri pada diri peserta didik. Berdasarkan informasi di atas. Dengan kondisi seperti itu.

pembelajaran memahami isi berita yang diberikan di kelas masih menggunakan sistem klasikal dan kembali menggunakan metode ceramah. maka seharusnya dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak di sekolah. Jadi dapat ditarik simpulan bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. tetap saja dalam pembelajaran langsung tentang cara yang baik untuk menyimak masih terlupakan dan diabaikan karena: 1. 2. Dengan kondisi yang seperti itu. pembelajaran menyimak secara umum di sekolah-sekolah cenderung diabaikan karena kebanyakan guru kurang memahami teori dan memiliki keterampilan dalam bidang menyimak. Padahal dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. khususnya pembelajaran menyimak berita sehingga menyebabkan kurang pemahaman tentang konsep pembelajaran menyimak 3. Meskipun dengan kesadaran yang seperti itu. pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita di sekolah-sekolah pada umumnya kurang mendapat perhatian secara khusus.4 bahasa yang lain. dan kegiatan menyimak tidak lagi bersifat pasif sehingga pembelajaran menyimak di sekolah harus bersifat aktif-reseptif. guru hendaknya menuntut peserta didik untuk menyimak secara ekstensif. Meskipun keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. namun pada kenyataannya keterampilan tersebut belum dianggap keterampilan yang amat penting. Sehingga dengan jumlah peserta didik yang banyak yaitu 39 peserta didik 4 .

pembelajaran menyimak berita kurang bermakna dan kurang efektif. guru juga kurang menekankan pada latihan-latihan untuk memahami suatu berita. Keadaan tersebut di atas yang menyebabkan keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A masih sangat rendah. kaitannya dengan penelitian ini adalah mahir memahami isi berita yang telah didengarkan.5 setiap kelas. Faktor lain yang mendukung pembelajaran ini adalah penggunaan media pembelajaran. Latihan yang praktis. Hal ini menunjang peserta didik berprestasi dalam bidang tertentu. serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. Dengan penggunaan media pembelajaran. mudah dilakukan. khususnya media audio-visual. dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam 5 . misalnya terampil dalam memahami segala informasi yang didengarnya dengan cepat. Terdapat satu hal lagi yang kurang diperhatikan guru demi keberhasilan pembelajarannya yaitu sistem pengelolaan kelas masih menggunakan cara klasikal sehingga terkesan monoton dan kurang menarik bagi peserta didik. melainkan lebih menekankan pada pengenalan-pengenalan istilah seperti menjelaskan pengertian berita dan aspek-aspek yang ada dalam berita. Untuk mengatasi permasalahan ini melalui media audio-visual sehingga peneliti menggunakan metode drill keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A dapat meningkat. bahkan peserta didik dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. “Metode drill (latihan) adalah metode pembelajaran matematika yang lebih ditujukan agar siswa cepat dan cermat dalam menyelesaikan soal” (Suyitno 2004:6). 4.

Tidak seperti pembelajaran yang diberikan dengan menggunakan media audio. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan memuaskan dalam proses belajar. Dengan pengalaman yang nyata maka sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. dan mudah dilupakan. Berbeda dengan cara pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah.6 pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang ingin dicapainya.2 Identifikasi Masalah Uraian di atas menegaskan bahwa keterampilan menyimak sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segala segi tentang semua pengalaman itu. yang memberikan wujud nyata dalam suatu pembelajaran. informasi yang disampaikan hanya berupa katakata yang menyebabkan pengalaman yang diperoleh peserta didik hanya berupa pengalaman kata-kata yang cenderung membuat pelajaran atau informasi sukar ditangkap. Keterampilan menyimak dapat meningkatkan apresiasi dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran bahasa.visual. 1. Penggunaan media juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran menyimak karena pembelajaran yang diberikan menarik sehingga peserta didik tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. kurang menarik. 6 .

seperti berbicara. pembelajaran menyimak belum diberikan secara tepat. meskipun sebenarnya peserta didik tersebut telah memiliki keterampilan bahasa lainnya. jenuh. dan menghargai suatu karya sastra. dan tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menyimak. peserta didik tidak dapat merespons informasi yang diperoleh dari menyimak.7 Keterampilan menyimak perlu diberikan kepada peserta didik dalam proses belajar bahasa. menikmati. dan menulis. Dengan rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran menyimak maka mereka akan merasa enggan dalam mengikuti pembelajaran dan hasilnya mereka tidak konsentrasi pada pembelajaran. Namun pada kenyataannya. maka pembelajaran menyimak tidak dapat berjalan dengan baik. khususnya pembelajaran menyimak berita. karena keterampilan menyimak dapat mengajak peserta didik untuk memahami. malas. Dengan adanya asumsi yang seperti ini maka suatu pembelajaran menyimak yang baik tidak 7 . Dengan tidak adanya konsentrasi dan respons positif seorang peserta didik pada pembelajaran menyimak berita. Berdasar latar belakang di atas. membaca. masih rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak. bosan. peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang menjadi penghambat keberhasilan pembelajaran menyimak yaitu: 1. peserta didik dan guru masih mengabaikan pembelajaran menyimak karena menurut mereka keterampilan tersebut sangatlah mudah. Akibatnya. 2. Pembelajarannya masih diberikan dengan menggunakan metode yang kurang variatif dan membosankan sehingga mengakibatkan peserta didik enggan.

3 Pembatasan Masalah Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menyimak berita. 8 . menyimak hanyalah merupakan kegiatan mendengarkan sesuatu. Seharusnya metode ini sudah ditinggalkan karena metode ini tidak mendorong jiwa aktif peseta didik dan kurang membekali peserta didik pada penguasaan suatu keterampilan tertentu. pembelajaran menyimak yang dilakukan guru di kelas masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak di kelas sehingga hasilnya pun masih rendah. Menurut mereka. Dan semua orang yang tidak tuli pastilah dapat melakukan kegiatan tersebut. karena pengertian mereka tentang hakikat menyimak masih rendah. 1. Pembelajaran menyimak menurut mereka merupakan pembelajaran yang sangat mudah. Penggunaan metode ceramah masih dilakukan karena kurangnya kreatifitas guru dalam mengkombinasikan teknik dan metode pembelajaran. peneliti berupaya mengatasi segala hambatan yang dialami oleh peserta didik dalam pembelajaran menyimak.8 akan dapat terlaksana. 3. Peneliti membatasi permasalahan karena peneliti memfokuskan pada Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari TV dengan Metode Drill melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2006/2007.

9 1. dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut: 1. 9 . bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora? 2. tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual? 1.4 Permasalahan Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas.5 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. mendeskripsikan peningkatan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora tahun ajaran 2006/2007. 2. mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual.

dan bagi peserta didik dapat mempermudah pembelajaran menyimak sehingga peserta didik senang. Selain manfaat teoretis. Penelitian ini bermanfaat bagi guru dan bagi peserta didik. dan antusias pada pembelajaran menyimak. Manfaat teoretis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan manfaat bagi pengembangan materi pembelajaran bahasa pada umumnya dan khususnya pembelajaran keterampilan menyimak dengan metode drill melalui media audio-visual. manfaat lain yang juga diharapkan adalah manfaat praktis.10 1. penelitian ini dapat meningkatkan proses belajar mengajar keterampilan menyimak. Bagi guru.6 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. termotivasi. 10 .

Baik itu yang bersifat melengkapi maupun yang bersifat baru. Akan tetapi. Perilaku peserta didik lebih aktif dan sikap peserta didik lebih baik.11 BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Kajian Pustaka Penelitian tentang keterampilan menyimak telah dilakukan oleh banyak mahasiswa dalam rangka penyusunan skripsi. Hasil penelitiannya pada kegiatan pretes mencapai nilai rata-rata 61. Hasil penelitian tersebut menunjukkan ada peningkatan kemampuan menyimak yaitu nilai rata-rata proses memperoleh 6. Wulandari (2006) yang melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang. hal tersebut masih menarik untuk diadakan penelitian lebih lanjut.86 kemudian pada nilai rata-rata tes siklus I mendapat 7.75 dan setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata- 11 . Beberapa penelitian tentang keterampilan menyimak diantaranya seperti penelitian yang dilakukan oleh Parjinah (2003) yang meneliti tentang Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003.25 dan siklus II mendapat 7.86.

00 mencapai 60 %. Menurut hasil nontes siklus pertama dan siklus kedua ada perubahan perilaku peserta didik yang positif.27 %. sedangkan siklus kedua nilai rata-rata minimal yang harus dicapai 65.38.13 berarti meningkat 8 % dari siklus I. Adapun hasil observasi. Secara keseluruhan nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 15. dan jurnal siswa maupun jurnal guru sebagian besar peserta didik merasa senang dan tertarik. dan pada siklus kedua mencapai 70. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan media audio atau radio FM. Penelitian lain tentang peningkatan keterampilan menyimak yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dermawan (2001) dengan judul skripsinya yaitu Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus. yaitu nilai rata-rata minimal pada siklus pertama 60.13 yang berarti ada peningkatan sebesar 7. Riyadi (2000) dengan judul penelitiannya yaitu Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni 12 .12 rata menjadi 69.83. Hal ini sudah sesuai dengan target peneliti.65 sehingga mengalami peningkatan sebesar 6. Hasil dari siklus II mencapai nilai rata-rata 77. Peningkatan ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian pada siklus pertama nilai rata-rata mencapai 64. Peserta didik tidak meremehkan kegiatan menyimak dan paham akan teknik menyimak yang baik. peserta didik juga mengalami perubahan tingkah laku yaitu dari peserta didik yang semula sering menunjukkan perilaku negatif berubah menjadi perilaku positif. wawancara. Selain mengalami peningkatan kemampuan menyimak wacana berbahasa Jawa.00 mencapai 80 %.38. ternyata ada peningkatan pada keterampilan menyimak peserta didik.

dan pada siklus II menjadi 7.61 dan dari tes siklus II meningkat lagi sebesar 11. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Dermawan yaitu penelitian yang mengambil keterampilan menyimak siaran berita sebagai kajiannya.2. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut yaitu untuk teknik dengar-tulis pada pretes rata-rata nilai menyimak peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal adalah 6. Akan tetapi Setyojatmoko tidak menggunakan media audio berupa radio FM melainkan rekaman siaran berita. Suratno (2006) juga melakukan penelitian tentang menyimak dengan judul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan 13 . Setyojatmoko (2005) dengan penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. pada siklus I menjadi 7.1.13 memperoleh hasil yang signifikan setelah melakukan penelitian yang dilakukan kepada peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal.49. dan siklus II menjadi 6. Sedangkan untuk hasil pembelajaran menyimak dengan teknik dengar-murni didapatkan hasil nilai pretes dengan rata-rata 6. dari kesimpulan yang disampaikan oleh peneliti didapatkan hasil berupa ada perbedaan kemampuan menyimak dengan adanya pembelajaran yang berbeda tersebut dan ada pengaruh yang dapat mengubah perilaku peserta didik. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut menunjukkan peningkatan nilai akhir menyimak yaitu dari pretes ke tes siklus I meningkat sebesar 10.7. siklus I 6. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara rata-rata kemampuan menyimak peserta didik yang dilakukan dengan teknik dengar-tulis dan teknik dengar-murni.13.6.64.

Pada penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik dalam 14 .3 % dengan nilai rata-rata kelas sebesar 67. Untuk peningkatan dari pratindakan ke siklus II adalah 23. Hal tersebut terlihat pada keaktifan peserta didik dan keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.4. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada tiap siklus diikuti dengan perubahan perilaku peserta didik ke arah yang positif. serta peserta didik merasa senang dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita melalui media audio-visual dengan pendekatan kontekstual. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita peserta didik kepada pratindakan. Pada siklus I terjadi peningkatan dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 10. dan siklus II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas.14 Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal.5 poin atau 18.2 poin atau 40. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas mencapai 57.4 %. siklus I. Yang membedakan dalam penelitian ini adalah metode yang diterapkan oleh peneliti dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita yaitu metode drill melalui media audio-visual.6. Penelitian yang dilakukan peneliti sekarang dimaksudkan untuk melengkapi penelitian-penelitian tentang keterampilan menyimak seperti yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti tersebut di atas. Penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual belum dilakukan oleh peneliti-peneliti di atas.9 dan pada siklus II mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 80.

peserta didik ditempatkan sebagai subjek belajar aktif. maka metode inilah yang tepat dalam tujuan penguasaan suatu keterampilan menyimak berita. baik itu di lingkungan formal maupun non formal. akan tetapi dapat kita kaji ulang bahwa prinsip dasar suatu penguasaan keterampilan adalah adanya latihan yang berkelanjutan. Metode tersebut difokuskan pada pemberian latihan secara berulang-ulang. Meskipun pelaksanan metode drill terkesan membosankan dengan adanya latihan yang terus menerus. Namun.15 pembelajarannya. Dan dengan media audio-visual diharapkan peserta didik akan semakin tertarik dengan pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita. karena metode ini merupakan konsep belajar yang membantu peserta didik menguasai keterampilan menyimak berita dengan memberikan pelatihan secara berulang-ulang. Dengan cara ini diharapkan peserta didik akan menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Selain itu. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik. Dengan 15 . Kelemahan yang mungkin akan timbul dari penggunaan metode drill adalah kejenuhan peserta didik dengan adanya latihan yang terus menerus. kelebihan dari penelitian ini adalah pada penggunaan media audiovisual yang lebih menunjang suatu keberhasilan proses pembelajaran. dan dengan cara ini pula. Namun kelemahan tersebut dapat diimbangi dengan pemilihan teknik pembelajaran yang menarik dan bervariasi yang dapat diterapkan ketika pembelajaran. Dengan teknik pembelajaran yang bervariasi tersebut diharapkan akan memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Dengan konsep itu.

Pada penelitian ini akan dicobakan penelitian mengenai keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. ia mulai meniru ucapan-ucapan yang pernah disimaknya dan kemudian mencoba menerapkannya dalam pembicaraan. berbicara. dan menulis. dan menulis. Sejak manusia bayi. serta 16 .2. Setelah banyak menyimak. Mula-mula ia hanya banyak menyimak bunyi bahasa yang diucapkan oleh ibunya.2 Landasan Teoretis 2.1 Pengertian Menyimak Belajar berbahasa dimulai dari menyimak.16 pengunaan media audio-visual. 2. ia belajar bahasa ibunya. Tarigan (1986:19) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian. dan juga dengan adanya media audio-visual mampu mengikutsertakan seluruh panca indera dalam memahami suatu bahan simakan. Dari situ dapat terlihat bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat penting yang harus dimiliki seseorang sebelum keterampilan berbicara. apresiasi. bahan simakan yang diberikan lebih terkesan konkret. Menurut Anderson dalam Tarigan (1994:28) “menyimak sebagai proses besar mendengarkan. Pada proses pembelajaran pun kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh peserta didik dalam menerima materi adalah kegiatan menyimak sebelum melakukan kegiatan yang lain seperti membaca. serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan”. serta interpretasi untuk memperoleh informasi. lama-kelamaan bunyi bahasa tersebut dikaitkan dengan makna. pemahaman. mengenal. menangkap isi. membaca.

Tarigan (1991:11) “menyimak diartikan sebagai suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan.17 memahami makna yang tidak [sic!] disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. mengidentifikasi bunyi bahasa. kedua. menginterpretasi. pertama. tetapi lebih dari itu ia berusaha melakukan apa yang diinformasikan oleh materi yang disimaknya. mengidentifikasi. menyimak dalam pengertian luas mengacu pada proses bahwa si penyimak tidak hanya mengerti dan membuat penafsiran tentang apa yang disimaknya. dkk (1997:18-19) bahwa menyimak ialah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa. menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lain. menyimak atau mendengarkan dalam arti sempit mengacu pada proses mental pendengar yang menerima bunyi yang dirangsangkan oleh pembicara dan kemudian menyusun penafsiran apa yang disimaknya. 17 . menginterpretasikan. Hal tersebut juga disampaikan oleh Akhadi-at (1992:142) dalam Sutari. Nurhadi (1995:339) membagi pengertian menyimak menjadi dua. dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya Berbeda dengan pendapat-pendapat di atas.

kalimat. kata. Dalam tahap mendengar. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik 3. dan wacana. dan dikelompokkan menjadi suku kata. dan penilaian. mengidentifikasi. memahami. persepsi. perhatian. penginterpretasian.2 Tahapan dalam Proses Menyimak Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dan menangkap isi atau pesan dari objek tertentu. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan pembicara 18 . menilai. maka proses menyimak dapat mencakup enam tahap yaitu: 1.2. penyimak berusaha menangkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bahasa. dan menanggapi. maka dapat diambil simpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. kelompok kata. Bunyi bahasa perlu diinterpretasikan maknanya. Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi. dikenali. Menurut Loban dalam Tarigan (1991:15) proses menyimak terbagi atas tiga tahap yaitu pemahaman.18 2. dan menanggapi. mengevaluasi. Dan Walker Morris dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak itu atas lima tahap yaitu mendengar. menginterpretasi. Dari beberapa pendapat ahli yang saling melengkapi di atas. Sedangkan menurut Logan dan Greene dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak atas empat tahap yaitu mendengarkan. paragraf. mendengar. Untuk menangkap bunyi bahasa itu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat 2.

Menyimak konsentratif adalah menyimak yang sejenis telaah. antara lain: (a) menyimak kritis. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berwujud berbagai bentuk seperti mengangguk-angguk tanda setuju. menggeleng tanda tidak setuju.19 4. 2. Menyimak intensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami secara terperinci. dan mendalam bahan yang disimak (Tarigan 1991:27). Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. Kualitas hasil penilaian sangat bergantung kepada kualitas pengalaman dan pengetahuan penyimak. dan 6. maka penyimak dituntut untuk memahami atau menghayati makna itu 5. dikaitkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. dikaji. mencibir atau mengerjakan sesuatu. (c) 19 . memahami. Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah.2. (b) menyimak konsentratif (concentrative listening). menilai. menanggapi. Setelah proses penginterpretasian makna selesai. teliti. dipertimbangkan. Ada beberapa jenis kegiatan menyimak intensif. dan (2) menyimak ekstensif.3 Jenis-jenis Menyimak Tarigan (1994:35) membagi jenis menyimak berdasarkan cara penyimakan bahan simakan menjadi dua jenis yaitu: (1) menyimak intensif.

(e) menyimak interogatif (interogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi. nada dan suara. (f) menyimak selektif adalah kegiatan menyimak pasif yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal bunyi-bunyi asing. dalam garis-garis besar atau butir-butir penting tertentu ( Tarigan 1991:27). kata-kata. menyimak ekstensif. penglihatan. kalimat-kalimat. gerakan. karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan. frasa-frasa. (d) menyimak eksploratif (explorative listening) yaitu sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. Kedua. umum.20 menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat menimbulkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi. dan memperlihatkan perhatian wajar terhadap apa-apa yang 20 . Menyimak ekstensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami isi bahan simakan secara sepintas. bunyi-bunyi homogen. Adapun jenis-jenis menyimak ekstensif antara lain: (a) menyimak sosial (social listening) adalah proses menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkerama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang wajar. serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya. pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara. mengikuti hal-hal yang menarik. dan bentuk-bentuk bahasa yang sedang dipelajari (Tarigan 1994:40-49).

tujuan menyimak. Jenis menyimak ini. taraf aktivitas menyimak. cara penyimakan bahan simakan. Artinya kita mendengarkan pikiran kita berbicara. dkk membagi ragam-ragam menyimak disebabkan oleh adanya berbagai titik pandang. dorongan.21 dikemukakan. 1. taraf hasil simakan. 2) menyimak antar pribadi (inter personal listening). (c) menyimak estetik (aesthetic listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan. biasanya hal ini dilakukan pada waktu kita sedang sendiri. Menyimak yang dimaksudkan di sini adalah menyimak suara yang berasal dari orang lain. 1) Menyimak bertaraf aktivitas rendah. Maksudnya adalah suara yang disimak berasal dari diri sendiri. taraf aktivitas menyimak dapat dibedakan atas kegiatan menyimak bertaraf rendah dan bertaraf tinggi. 2. Berdasarkan sumber suara yang disimak Berdasarkan sumber suara yang disimak. penyimak hanya baru sampai pada taraf memberikan perhatian. Titik pandang tersebut berdasarkan sumber suara. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal yang diperlihatkan 21 . terdapat dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intra pribadi (intra personal listening). Sutari. dan tujuan spesifik. (b) menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening). Berbeda dengan Tarigan. Berdasarkan taraf aktivitas menyimak Dalam menyimak. (d) menyimak pasif (passive listening) adalah cara yang seolah-olah tidak memerlukan upaya bagi anak-anak dan sejumlah pendidik pribumi mempelajari bahasa asing (Tarigan 1994:37-38). dan menunjang pembicaraan.

penuh perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa ia memahami bahan simakan. Menyimak ini disebut silent listening. 2) Menyimak bertaraf tinggi. untuk mengetahui kapan saatnya mengerjakan suatu perintah. 4) menyimak kritis. 2) menyimak untuk membandingkan. Penyimak harus mengetahui organisasi pikiran yang disampaikan pembicara. atau sejenisnya yang sifatnya mendukung pembicaraan. Menyimak ini disebut active listening. 3) menyimak organisasi materi. Penyimak harus benar-benar memusatkan pikirannya agar tidak salah melaksanakan hasil simakannya itu.22 dengan mengangguk-angguk. Penyimak sudah lebih tinggi memperlihatkan keterlibatan mentalnya. setuju. Pikiran penyimak terpusat pada satu perintah atau abaaba. 22 . Menyimak ini diperlihatkan penyimak dengan mengutarakan kembali isi simakan. baik ide pokoknya maupun ide penunjangnya. Berdasarkan taraf hasil simakan Berdasarkan taraf hasil simakan menyimak dibagi menjadi: 1) menyimak terpusat. Penyimak menyimak pesan tersebut kemudian membandingkan isi pesan itu dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan. mengucapkan ya. Penyimak mencoba menyimak secara kritis dengan cara menganalisis materi atau pesan yang disimaknya. 3. untuk kejelasan penyimak meminta data atau informasi lebih lengkap tentang hal yang dikemukakan pembicara.

yaitu: 1) menyimak sederhana. 2) menyimak ekstensif. Dengan cara menyimak yang intensif penyimak melakukan penyimakan dengan penuh perhatian. Menyimak ini terjadi dalam percakapan dengan teman atau percakapan melalui telepon. Berdasarkan cara penyimakan Berdasarkan cara penyimakannya. Penyimak memberikan reaksi lebih jauh terhadap hasil simakannya dengan memberi respon baik fisik maupun mental. suara burung. Berdasarkan tujuan menyimak Ada enam jenis menyimak yang berdasarkan tujuannya. Dalam menyimak ekstensif penyimak memahami materi simakan hanya secara garis besarnya saja. seperti membedakan suara orang marah. 23 . gembira. 5. ada dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intensif. cerita pendek. pada taraf ini setelah penyimak memahami dan menghayati pesan itu ia memperoleh inspirasi yang dapat melahirkan pendapat baru sebagai hasil kreasinya. dan dagelan. 3) menyimak santai. Menyimak ini dengan tujuan untuk memperoleh kesenangan. mobil dan sebagainya. ketekunan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam dan menguasai secara luas bahan simakannya. perubahan suara.23 5) menyimak kreatif dan apresiasif. atau kecewa. misalnya menyimak pembacaan puisi. Menyimak ini difungsikan untuk membedakan suara. 4. 2) menyimak deskriminatif.

dagelan. dan jawaban pertanyaan. emosi. Berdasarkan tujuan khusus Logan dan kawan-kawan mengklasifikasikan menyimak berdasarkan tujuan khusus menjadi tujuh yaitu: 1) menyimak untuk belajar. kemudian menelan. 24 . misalnya menyimak pembicaraan cerita-cerita lucu. seperti penyusunan materi dari berbagai sumber. khotbah. 4) menyimak apresiatif. 2) menyimak untuk menghibur. Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. 3) menyimak untuk menilai. misalnya menyimak pengumuman. membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. percakapan. 5) menyimak literatur. pembahasan hasil penemuan. cerita pendek. atau untuk mengetahui penyimpangan. Penyimak menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. Penyimak memahami. 6) menyimak kritis. kejengkelan. 6. dan drama. Penyimak mendengarkan dan memahami simakan.24 4) menyimak informatif. Misalnya menyimak pembacaan puisi. mengapresiasi materi simakan. perdebatan. propaganda. Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara. dan kebingungan. misalnya dalam diskusi. dan film. mengkaji. sandiwara. Menyimak untuk mencari informasi. menghayati. melebih-lebihkan. menguji. Menyimak untuk mengorganisasikan gagasan.

6) menyimak deskriminatif. bunyi. dengan kata lain. Jadi. 2. Menyimak ini untuk membedakan suara. kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang disengaja dan direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diharapkan dari penyimaknya.2. Penyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaiakan oleh pembicara. ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara.4 Tujuan Menyimak Pada hakikatnya menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dan memahami informasi yang didengar. dia menyimak dengan belajar. merasakan gagasan. ide. Tujuan orang menyimak sesuatu itu beraneka ragam. dkk 1997:28-34). 2. yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak sesuatu tersebut (Sutari. Penyimak memahami. Mungkin juga penyimak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya secara kreatif dan analitis. menurut Tarigan (1994:56) tujuan menyimak antara lain : 1. 7) menyimak pemecahan masalah. perasaan pembicara sehingga terjadi sambung rasa antara pembicara dan pendengar. ada orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan atau 25 .25 5) menyimak untuk mengomunikasikan ide dan perasaan.

singkatnya. musik dan lagu. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk. diskusi panel. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat mengomunikasikan ide-ide.26 dipagelarkan (terutama sekali dalam bidang seni). 5. 26 . ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. maupun perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. 6. dialog. gagasan-gagasan. perdebatan). ada orang yang menyimak agar dia dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimaknya itu (misalnya: pembacaan cerita. sebab dari sang pembicara dia mungkin memperoleh banyak masukan berharga. ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dia dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. indah-jelek. pendek kata orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. pendeknya dia menyimak untuk menikmati keindahan audial. pembacaan puisi. 3. 7. tepat-ngawur. dia menyimak untuk mengevaluasi. 4. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting dan menunjangnya dalam mengkomunikasikan ide-idenya sendiri. mana bunyi yang membedakan arti (distingtif) mana bunyi yang tidak membedakan arti. logis-tidak logis. biasanya ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicaraan asli (native speaker). dan lain-lain).

bermutu dan puitis. memperluas wawasan. tidak sempit pandangan data. 4. memperkaya kosa kata kita. meningkatkan penghayatan hidup. tetapi cenderung lebih lapang dada. Orang yang berusaha menyimak tidak picik. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. sebagai suatu responsi. sebagai suatu keterampilan berkomunikasi. serta membina sifat terbuka dan objektif. Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa pada dasarnya “menyimak” sebagai sarana.5 Manfaat Menyimak Menurut Setiawan (1990:27-28) manfaat menyimak adalah: 1. tidak fanatik buta. dan sebagai pengalaman kreatif. Orang yang banyak menyimak. 2. 2.2. komunikasinya menjadi lebih lancar dan kata-kata yang digunakan lebih variatif. menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga bagi kemanusiaan. sebagai proses. lewat menyimak kita dapat mengenal seluk beluk kehidupan dengan segala dimensinya. dengan perkataan lain. sebab menyimak memiliki nilai informatif. selanjutnya ada lagi orang yang tekun menyimak sang pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan. dia menyimak secara persuasif. meningkatkan kualitas intelektualitas serta memperdalam penghayatan keilmuan dan khazanah ilmu kita. 5. 3. menambah perbendaharaan ucapan yang tepat.27 8. Bahan-bahan 27 . yaitu memberikan masukan-masukan tertentu yang menjadikan kita lebih berpengalaman. sebagai seni. dapat menghargai pendapat dan keberadaan orang lain.

Mendengar untuk tujuan memahami disebut menyimak komprehensif (comprehensive listening). sehingga tergugah semangat kita untuk memecahkan problem yang ada sesuai dengan kemampuan kita. Pengalaman hidup yang berharga. jika kita menyimak bahan simakan yang isinya halus dan bahasanya indah. dengan alasan bahwa menyimak 28 . kita akan mendapatkan ide-ide yang cemerlang dan segar. Semua itu akan mendorong kita untuk giat berharga dan kreatif. 2. Jika banyak menyimak.6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Menyimak Pemahaman. Banyak menyimak dapat menumbuh suburkan sikap apresiatif. Manfaat menyimak secara umum adalah menambah ilmu pengetahuan. meningkatkan intelektualitas. 7. 6. memperkaya kosa kata.2. Menyimak komprehensif perlu mendapatkan perhatian lebih khusus. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. meningkatkan citra artistik. meningkatkan citra artistik dan untuk mendapatkan ide-ide yang disimak. Salah satu tujuan menyimak ialah menerima rangsang untuk memahami suatu pesan tertentu. menggugah kreativitas dan semangat mencipta kita untuk mampu menghasilkan ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang berjati diri. memperluas wawasan.28 simakan yang baik sering membawa kita kepada perenungan-perenungan nilai kehidupan. sikap menghargai karya atau pendapat orang lain dan kehidupan ini serta meningkatkan selera estetis cerita.

1 Memori (Ingatan) Salah satu faktor yang berhubungan langsung dengan mendengar komprehensif adalah memori. (3) kosa kata. memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita pada suatu aktivitas apabila konsep-konsep kita tersebut dikemukakan oleh orang lain 3.2. dkk (1997:63) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimak komprehensif antara lain: (1) memori (ingatan). menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam aktivitas 2. (2) konsentarsi.29 pemahaman bersifat testable (dapat diuji). dan (4) faktor-faktor tambahan. Informasiinformasi itu tidak semuanya dapat dicerna akan tetapi beberapa dapat tercecer. 29 . kita tidak dapat memproses suatu informasi tanpa melibatkan memori. Dengan alasan-alasan tersebut. Menurut Sutari. Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting yaitu: 1.6. 2. Melalui pengujian dapat diketahui seberapa besar efisiensi menyimak si pendengar. memberikan arah atau pedoman untuk mengingat pengalaman atau pengetahuan dan informasi-informasi yang telah diketahui sebelumnya. Menurut teori skematis. maka menyimak komprehensif melibatkan pemrosesan informasi. dan kita pun dapat mengukur menyimak komprehensif dengan mengukur seberapa jauh kemampuan seseorang dalam mengingat informasi-informasi yang telah diperoleh melalui ingatan atau memori. bahkan informasi yang telah disimpan dapat hilang pula.

meningkatkan konsentrasi terhadap suatu pesan. Salah satu alasannnya adalah karena ia tidak memberikan perhatiannya pada materi yang harus diingatnya dan tidak memprioritaskannya sebagai urutan kepentingan paling atas dalam ingatannya. Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembicara merupakan kesulitan utama yang dihadapi oleh pendengar. dan Montgomery (1979). 30 .2 Konsentrasi Variabel signifikan lainnya yang berpengaruh pada menyimak komprehensif adalah kemampuan pendengar untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada item-item yang akan diingat.30 Menurut beberapa ahli memori seperti Lorayne. dianggap lain daripada informasi yang lain atau dianggap unik 3. dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupannya 2. berupa informasi visual Menurut Montgomery ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat meningkatkan daya mengingat yaitu kita harus memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan daya ingatan. Selain mengenal teori-teori dan penyebab kelupaan. Cermak. ada beberapa alasan mengapa seseorang lupa akan sesuatu. dan peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. terorganisir 4. manusia akan lebih mudah mengingat apabila informasi itu: 1. Menurut penelitian. 2.2. penting kiranya kita mengenal pula apa-apa yang mudah untuk diingat.6.

sehingga kita dapat mengembangkan sistem kategorisasi dan menekan sekecil mungkin kesalahan kategoris yang kita kembangkan dalam proses mendengar.31 Salah satu alasan mengapa pendengar tidak dapat berkonsentrasi pada sumber pembicaraan (penutur) adalah seringnya berkomunikasi dalam rentang waktu yang terlalu lama.6.4 Faktor-faktor tambahan lain Ada beberapa faktor yang mempengaruhi variabel-variabel yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman dari hasil pendengaran. 2. 2.2. sehingga keadaan seperti ini menuntutnya untuk membagi-bagi energi untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang dan tidak merespon pada satu rangsang saja.3 Kosakata Faktor lain yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosakata. faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penelitian yang terkontrol secara ilmiah 31 . maka kita perlu memiliki kosakata yang cukup.6. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Diasumsikan bahwa ukuran kosakata merupakan variabel penting dalam pemahaman mendengar.2. Karena penangkapan makna merupakan bagian integral dari proses mendengar.

2. karena sebagian besar penelitian belum terkoordinir dengan baik (Sutari. (d) dalam pengajaran bahasa asing dapat untuk menggantikan kehadiran penutur asli. tidak banyak mengenal validitas dan reliabilitas tes mendengar yang diterapkan dalam penelitian 3. Penggunaan media rekaman untuk pelaksanaan tes komprehensif dengar mempunyai beberapa keuntungan dan karenanya lebih disarankan. 32 . atau lebih tepatnya komprehensi lisan. media tayangan (VCD) atau langsung disampaikan (dibacakan) secara lisan oleh guru sewaktu tes itu berlangsung.7. Masalah yang segera muncul adalah sarana apa yang harus dipergunakan.7 Tes Kemampuan Menyimak 2. (e) dapat merekam situasi-situasi tertentu pemakaian bahasa untuk dibawa ke kelas. dkk 1997). 2. perlukah kita mempergunakan media rekaman. dapat dipergunakan berkali-kali.1 Persiapan Khusus Tes Kemampuan Menyimak Sesuai dengan namanya yang tes kemampuan menyimak. (b) memungkinkan kita untuk membandingkan prestasi antara kelas yang satu dengan yang lain walaupun selang waktu cukup lama.2. (c) jika tes memiliki tingkat kesahihan dan keterpercayaan yang memadai.32 2. dan karenanya bersifat pragmatik. bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima peserta didik melalui sarana pendengaran. (e) guru dapat mengontrol pelaksanaan tes dengan lebih baik. Menurut Nurgiyantoro (2001:233) beberapa keuntungan yang dimaksud antara lain (a) menjamin tingginya tingkat kepercayaan tes.

komprehensi dengar) di sini diartikan sebagai kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan” (Nurgiyantoro 2001:234).7. 2.2. sehingga suatu informasi yang disimak lebih terkesan konkret dan nyata. Secara umum faktor-faktor yang dimaksud tidaklah berbeda halnya dengan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan tes struktur dan kosa kata.2 Bahan Kebahasaan Tes Kemampuan Menyimak “Kemampuan menyimak (komprehensi lisan. berhubung sebuah wacana pastilah memuat informasi. disamping itu. Tes komprehensi lisan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan peserta didik menangkap dan memahami informasi yang terkandung di dalam wacana tersebut yang diterima melalui saluran pendengaran. misalnya kita harus menyediakan perangkat kerasnya di ruang ujian.33 Kelemahan pengunaan media rekaman terutama yang bersifat teknis. Pemilihan wacana sebagai bahan untuk tes kemampuan menyimak hendaknya juga mempertimbangkan adanya beberapa faktor. Akan tetapi. untuk tes kemampuan menyimak. berhubung belum banyak tersedia program rekaman untuk latihan atau tes dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu. pemilihan bahan tes lebih ditekankan pada 33 . guru perlu menyiapkannya sendiri. dan dengan media rekaman tuturan juga kurang begitu jelas didengar dan kurang menarik sehingga bisa diatasi dengan pengunaan VCD. bahan kebahasaan yang sesuai tentulah berupa wacana. Hal ini juga merupakan pekerjaan tambahan yang tidak mudah dilakukan.

jika kedua aspek kebahasaan tersebut sederhana.7. baik dilihat dari segi tingkat kesulitan. cakupan. Oleh karena pengukuran tingkat kesulitan wacana itu dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak. ditambah lagi struktur kalimatnya juga kompleks. Wacana yang baik untuk digunakan dalam tes 34 . jika rata-rata jawaban betul siswa minimal mencapai 75 %. jarang dipergunakan. Caranya. dan jenisjenis wacana. 2. Jika kosa kata yang dipergunakan sulit. setiap pada kata yang ke-n (ke-5. Sebaliknya. bermakna ganda dan abstrak. Jika rata-rata jawaban betul siswa kurang atau hanya mencapai 20 %. Akan tetapi. Jika hanya satu aspek saja. Ada suatu cara untuk memperkirakan tingkat kesulitan suatu wacana bagi kelas atau populasi yang bersangkutan.1 Tingkat Kesulitan Wacana Tingkat kesulitan wacana terutama ditinjau dari faktor kosa kata dan struktur yang dipergunakan. Wacana tersebut temasuk wacana yang tinggi tingkat kesulitannya. wacana dibaca oleh guru (penguji) di depan kelas dua kali. atau ke-7) tidak dibaca. wacana tersebut tergolong mudah bagi kelas yang bersangkutan. isi. Siswa diminta untuk menerka dan kemudian menuliskan katakata yang tidak dibaca tersebut pada secarik kertas. wacana yang bersangkutan termasuk wacana yang sulit bagi siswa kelas atau populasi itu. teknik cloze pun diberikan secara lisan (oral cloze procedure) (Oller dalam Nurgiyantoro 2001:235). entah kosa kata atau struktur.2.2. ke-6. yaitu berupa teknik cloze (cloze test). wacana itu pun akan sederhana pula.34 keadaan wacana. wacana yang bersangkutan masih tergolong agak sulit.

Kelengkapan pesan itu tergantung pada panjangnya 35 .7. Jika isi dan atau cakupan wacana itu sesuai dengan minat dan kebutuhan (kaitannya dengan perkembangan psikologis) peserta didik.2. sesuatu yang bersifat kontroversial.7.35 kemampuan menyimak adalah wacana yang tidak terlalu sulit. jika isi wacana itu tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan. atau tidak sesuai pula dengan bidang minat dan kebutuhan.2.2. atau paling tidak ada lebih dari satu jawaban yang benar. hal itu akan mempermudah wacana yang bersangkutan. 2. ia akan menambah tingkat kesulitan wacana yang diteskan. atau lainlain yang sejenis. Hal-hal yang terakhir itu bisa menimbulkan adanya perbedaan pendapat.2. Sebaliknya. atau tidak sesuai dengan bidang yang dipelajari peserta didik. Sebaliknya. hendaklah kita menghindari wacana yang berisi suatu pandangan atau keyakinan golongan tertentu. atau sebaliknya terlalu mudah. 2.2 Isi dan Cakupan Wacana Isi dan cakupan wacana biasanya juga mempengaruhi tingkat kesulitan wacana. atau sesuai dengan bidang yang dipelajari.3 Jenis-jenis wacana Wacana yang merupakan satuan bahasa terlengkap akan memuat informasi atau pesan yang lengkap pula. Wacana yang akan diteskan hendaknya berisi hal-hal yang bersifat netral sehingga sangat dimungkinkan adanya kesamaan pandangan terhadap isi masalah itu.

Tes dalam 36 . Dipihak lain. Yang terpenting adalah dari segi validitas tes itu terpenuhi. deskripsi. wacana ada yang berupa sebuah buku. tes itu benar-benar mampu mengungkap kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan. Rangsang yang diberikan secara lisan atau hanya diperdengarkan. 2. pertanyaan atau pernyataan singkat Para peserta tes diberi sebuah rangsang berupa sebuah pertanyaan atau parnyataan singkat. dialog Rangsangan yang diperdengarkan kepada peserta didik berupa sebuah dialog antara orang pertama (laki-laki) dengan orang kedua (perempuan). dan sebagainya). dan suara orang ketiga (perempuan) yang mengajukan pertanyaan pemahaman tentang dialog antara kedua orang yang telah diperdengarkan sebelumnya. biasanya sebuah kalimat. wacana dapat berupa sebuah dialog atau bukan merupakan dialog (narasi. ceramah. Artinya.36 wacana. Adapun jenis-jenis dan atau bentuk wacana yang sering dipergunakan dalam tes kemampuan menyimak adalah sebagai berikut: 1. sedang alternatif jawabannya disediakan secara tertulis dalam lembar tersendiri. atau bahkan hanya sebuah kata saja. Alternatif jawaban disediakan secara tertulis pada lembar tugas yang tersedia. Dari segi panjangnya. Wacana yang akan diambil untuk tes kemampuan menyimak dapat berbentuk dialog atau bukan dialog. Akan tetapi. untuk pertimbangan kepraktisan. kita perlu membatasi panjang wacana yang diteskan. paragraf. bab-bab dari sebuah buku. asal sudah memuat suatu pesan secara lengkap dan jelas.

melainkan pembacaan sebuah teks yang sengaja direkam untuk maksud penyusunan tes kemapuan menyimak. Suara-suara tersebut biasanya justru menjadi pengganggu. Pembacaan teks tersebut biasanya dilakukan di tempat tertentu yang rapat. dan karenanya bersifat pragmatik. Oleh 37 . Bahan ceramah yang demikian. dan karenanya bersifat pragmatik. akan mendekati kenyataan pemakaian bahasa yang sesungguhnya. 3. Bahan ceramah yang diteskan dapat ceramah yang bersifat langsung ataupun tidak langsung. tidak ada suara-suara yang bersifat menganggu. Ceramah yang tidak langsung pada hakikatnya bukanlah merupakan ceramah. ceramah Rangsangan yang diperdengarkan berupa ceramah selama lima sampai delapan menit. Selama mendengarkan ceramah peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan yang dianggap penting. baik yang berasal dari penceramah maupun pendengar. jika dibaca dengan lagu yang sesuai dan ditambah sedikit gangguan suara lain. Setelah selesai mendengarkan ceramah. peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaaan yang disajikan secara tertulis dalam lembar tugas yang sengaja disediakan. dan bahkan suara-suara lain.37 bentuk dialog tersebut. ikut terekam. Bahan ceramah langsung adalah bahan langsung yang direkam dari semua aktivitas verbal yang terjadi sewaktu berlangsungnya ceramah. benar-benar mencerminkan pemakaian bahasa yang sesungguhnya. sehingga rekaman yang dihasilkan bersih. Tes kemampuan menyimak bentuk dialog tersebut lebih disarankan karena dapat mengungkap secara meyakinkan kemampuan peserta didik memahami dialog dalam bahasa target. misalnya di studio.

2.2.7. antar faktor.7.2. 2.2 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Pemahaman Tes kemampuan menyimak pada tingkat pemahaman menuntut peserta didik untuk dapat memahami wacana yang diperdengarkan. tanggal. Fakta itu mungkin berupa nama. 2.7. Akan tetapi kemampuan pemahaman pada tingkat pemahaman (C2) ini belum kompleks benar. peristiwa.3.38 karena itu. ceramah yang tidak langsung itu kurang bersifat pragmatik. Kemampuan pemahaman yang dimaksud mungkin terhadap isi wacana. Bentuk tes yang dipergunakan dapat tes bentuk objektif isian singkat atau bentuk pilihan ganda. hubungan antar ide.3 Tingkatan Tes Kemampuan Menyimak Penyusunan tes kemampuan menyimak yang menyangkut aspek kognitif juga dibuat secara berjenjang.3. belum menuntut kerja 38 .2. dan hubungan sebab akibat. tahun. dan sebagainya. jika dimungkinkan mulai dari tingkat ingatan sampai tingkat evaluasi. angka. antar kejadian. ceramah yang tidak langsung biasanya lebih mudah daripada yang langsung.1 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Ingatan Tes kemampuan meyimak pada tingkat ingatan sekedar menuntut peserta didik untuk mengingat fakta atau menyebutkan kembali fakta-fakta yang terdapat di dalam wacana yang telah diperdengarkan sebelumnya. Dilihat dari tingkat kesulitan wacana.

Jika tes pada tingkat penerapan ini dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan peserta didik menerapkan konsep atau masalah tertentu pada situasi yang serupa.3. Kemampuan peserta didik memahami atau memilih parafrase secara tepat merupakan bukti kuat bahwa mereka memahami wacana yang didengarnya. Dengan kata lain. barangkali. jika butir-butir tes hanya mengutip secara verba tim kalimat atau frase yang ada dalam wacana. Sebaliknya. adalah butir tes terdiri dari pernyataan (diperdengarkan) dan gambar-gambar sebagai alternatif jawaban yang terdapat di dalam lembar 39 . Bentuk tes yang dibuat dapat saja esai.39 kognitif tingkat tinggi. dan situasi apa yang dinyatakan baru itu? Jika konsep itu berupa struktur dan atau kosa kata memang mungkin.2. butir tes akan lebih bersifat ingatan daripada pemahaman. penyusunan redaksi butir tes hendaklah jangan secara langsung mengutip kalimat atau frase yang terdapat dalam wacana.7. 2.3 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Penerapan Ada permasalahan khusus untuk menyusun tes kemampuan menyimak pada tingkat penerapan. melainkan lebih disarankan membuat parafrasenya. tetapi bentuk objektif lebih banyak dipergunakan seseorang. butir-butir tes tingkat ini belum sulit. Jadi. Butir-butir tes kemampuan menyimak yang dapat dikategorikan tes tingkat penerapan. timbul pertanyaan: konsep atau masalah apa yang ada dalam kemampuan memahami bahasa lisan. Akan tetapi. namun hal itu berarti kita tidak mengukur kemampuan memahami informasi wacana lisan. kemampuan pemahaman dalam tingkat yang sederhana.

Tanpa melakukan kerja analisis wacana. Hal itu mengingat bahwa rangsang hanya diperdengarkan sekali. Analisis yang dilakukan mungkin berupa analisis detil-detil informasi.4 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Analisis Tes kemampuan menyimak pada tingkat analisis pada hakikatnya juga merupakan tes untuk memahami informasi dalam wacana yang diteskan. Hal itu akan berbeda 40 . sebab akibat. untuk dapat memahami informasi atau lebih tepatnya memilih alternatif jawaban yang tepat itu. ia bersifat sangat abstrak. jawaban yang tepat secara pasti belum dapat ditentukan. dan tugas peserta didik adalah memilih di antara beberapa gambar yang disediakan yang sesuai dengan wacana. Tugas seperti itu sungguh-sungguh menuntut kerja kognitif yang tidak mudah. Hubungan antara rangsang yang diperdengarkan dengan alternatif jawaban yang disediakan tampaknya kurang ada hubungan secara langsung.2. menemukan hubungan kelogisan.7. Jadi. peserta didik dituntut untuk melakukan kerja analisis. dan jika terjadi kekurangjelasan informasi yang diterima. pesera didik tidak dapat menegeceknya kembali. 2.40 tugas (Harris dan Amran Halim dalam Nurgiyantoro 2001:243). Akan tetapi. Dengan demikian. Kepada peserta didik diperdengarkan sebuah wacana (kalimat) satu kali. dan hubungan situasional. mempertimbangkan bentuk dan aspek kebahasaan tertentu. Berdasarkan ingatan dan pemahamannya yang terdapat di dalam pikirannya itulah peserta didik melakukan kerja analisis. butir tes tingkat analisis lebih kompleks dan sulit daripada butir tes pada tingkat pemahaman.3.

dan kepopulerannya sangat berpengaruh kepada para pendengarnya. informasi kepada para pendengar melalui bahasa lisan. Kualitas pembicara.2. keahliannya. memahami. menghayati benar-benar materi yang akan disampaikannya kepada para pendengar. 2. karismanya. Menurut Tarigan (1991:38-40) faktor-faktor itu adalah 2. baik rangsang maupun alternatif jawaban yang disediakan. 2. Jenis dan bentuk wacana yang dipergunakan dalam tes tingkat pemahaman (C2).2.41 halnya dengan tugas dalam membaca karena pada tes membaca. Karena itu sejumlah tuntutan yang dialamatkan kepada pembicara seperti: 1. Hal yang terutama membedakan keduanya adakah tingkat kekompleksan wacana dan alternatif jawaban yang disediakan. pakar.8. intonasi 41 . dalam bidang yang disampaikannya tersebut. dapat pula dipergunakan dalam tes ingatan analisis.8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak Efektivitas kegiatan menyimak bergantung kepada sejumlah faktor. penguasaan materi: pembicara harus menguasai.1 Pembicara Pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan. berbahasa baik dan benar: pembicara harus menyampaikan materi pembicaraannya dalam bahasa yang baik dan benar. ide. dapat dibaca berkali-kali. Ucapan jelas. Akan lebih baik bila pembicara adalah ahli.

8. 5. percaya diri: pembicara harus percaya akan kemampuan diri sendiri.2. Bahan yang disampaikan harus tersusun secara sistematis dan mudah dimengerti. atau informasi yang hendak disampaikan oleh seorang pembicara kepada pendengarnya. susunan kalimat sederhana dan benar. isi. efektif. kontak dengan pendengar: pembicara harus menjalin kontak dengan pendengarnya. gaya bicara menarik: pembicara harus tampil dalam gaya yang menarik dan simpatik. 4. dan sesuai dengan taraf pendengarnya.42 tepat. 2. menghormati. Pembicara menghargai. Pembicaraan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti: 42 . pesan. berbicara sistematis : pembicara harus berbicara sistematis. Yang bersangkutan harus menghindari tingkah laku yang dibuatbuat atau berlebih-lebihan. Bahasa yang digunakan pembicara dalam menyampaikan materi pembicaraannya menarik. sederhana. serta menguasai para pendengarnya. Pembicara yang terlalu over acting akan membuat pendengarnya beralih dari isi pesan yang disampaikan kepada tingkah laku yang dianggap aneh. Pembicara yang yakin akan kemampuan dirinya akan tampil dengan mantap dan meyakinkan pendengar.2 Pembicaraan Pembicaraan adalah materi. 3. 6. pilihan kata atau istilah tepat.

Materi yang bermakna bagi kelompok pendengar A belum tentu bermakna bagi kelompok pendengar B. Akan lebih baik lagi bila pembicaraan itu berada dalam lingkaran pusat minat pendengar. Situasi tersebut sangat berpengaruh dan menentukan keefektifan menyimak.2. sistematis: pembicaraan harus tersusun sistematis.3 Situasi Situasi dalam menyimak diartikan segala sesuatu yang menyertai peristiwa menyimak di luar pembicara. dan menyimak. 2. Sebaliknya materi pembicaraan yang terlalu tinggi akan membuat pendengar kewalahan. atau digandrungi oleh pendengar. diminati. atau bermakna bagi pendengar. 4.8.43 1. Beberapa hal yang pantas diperhatikan dalam proses menyimak antara lain: 1. berguna. pembicaraan. seimbang: taraf kesukaran pembicaraan harus seimbang dengan taraf kemampuan pendengar. Materi pembicaraan yang terlalu mudah tidak menarik dan berguna bagi pendengar. dalam pusat minat pendengar: pembicaraan haruslah yang berkaitan dengan pendengar. atau aktual. 3. Ruangan yang menunjang adalah ruangan yang memenuhi 43 . sehingga mudah diikuti dan dipahami pendengar. aktual: pembicaraan haruslah sesuatu yang baru. bermakna: pembicaraan haruslah sesuatu yang berarti. hangat. Sesuatu yang baru pastilah lebih menarik. 2. 5. ruangan: ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang.

penerangan. saat. suasana yang baik antara kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak. asal si penyimak berusaha sungguh-sungguh. tekun. Sebaliknya biarpun ketiga faktor yang pertama kurang memadai. kurang sempurna. 2.saat pendengar masih segar. 4. ventilasi. peralatan: peralatan yang digunakan dalam peristiwa menyimak haruslah yang mudah dioperasikan baik produksi suasananya dan berguna dalam melancarkan kegiatan menyimak.8. tenang: suasana dan lingkungan yang tenang jauh dari kebisingan. dan kerja keras maka keefektifan menyimak dapat tercapai. Sebab.2. 2. dan rileks. warna ruangan dan luas ruangan. 3. waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pada saat yang tepat misalnya pagi-pagi. pandangan yang tidak mengganggu konsentrasi.44 persyaratan akustik. Dibandingkan dengan faktor-faktor yang lain. walau ketiga faktor yang pertama sudah memenuhi persyaratan bila si penyimak tidak mau menyimak maka sia-sialah semuanya.4 Penyimak Penyimak adalah orang yang mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu peristiwa menyimak. faktor penyimak adalah yang terpenting dan paling menentukan keefektifan dalam peristiwa menyimak. 44 . tempat pembicara. penataan tempat duduk pendengar.

5. konsentrasi: penyimak harus dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan simakan. perubahan air mukanya.45 Hal-hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut diri penyimak antara lain: 1. menafsirkan gerak-gerik pembicara. Kemampuan nonlinguistik berguna dalam membaca situasi. mencerna. 4. yang berfungsi sebagai pelengkap makna pembicaraannya. dan memahami isi bahan simakan. 45 . berpengalaman luas dan berpengetahuan: penyimak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas dan mendalam akan lebih mudah menerima. bertujuan: penyimak harus bertujuan dalam menyimak. Penyimak tidak mungkin menyimak secara efektif bila kondisi fisik dan mentalnya tidak menunjang. Untuk sementara yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan pikiran-pikiran lain selain bahan simakan. 3. kondisi: kondisi fisik dan mental penyimak dalam keadaan baik dan stabil. 2. berminat: penyimak hendaknya berminat. mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik: penyimak haruslah memiliki kemampuan linguistik agar yang bersangkutan dapat meminati menginterpretasi dan memahami makna yang terkandung dalam bunyi bahasa. 6. Yang bersangkutan harus dapat merumuskan tujuannya secara tegas sehingga ia mempunyai arah dan pendorong dalam menyimak. Disamping itu penyimak juga harus memiliki kemampuan non linguistik. atau mengusahakan bahan yang disimaknya.

Faktor-faktor tersebut saling melengkapi dan saling menunjang demi keberhasilan kegiatan menyimak. menurut Tarigan (1991:113) penilaian itu diarahkan kepada butir-butir komponen satuan pembelajaran seperti: 1. pelaksanaan. 2. dan sarana 5. dan penilaiannya. penyusunan TIK (Tujuan Instruksional Khusus) 2. pengembangan bahan 3. pelaksanaan. sumber. dan penilaian program pengajaran itu disusun oleh guru maka pada hakikatnya penilaian program ini berarti penilaian terhadap guru itu sendiri. pembicaraan. perancangan kegiatan belajar mengajar. dan penyimak. Penilaian Pembelajaran Menyimak Menurut Tarigan (1991:113) penilaian dalam proses belajar-mengajar biasanya ditujukan kepada dua hal yakni: (1) penilaian program pengajaran dan (2) penilaian hasil belajar. penyusunan cara penilaian. Penilaian terhadap program pengajaran mencakup penilaian terhadap segi perencanaan. situasi. dan 6.46 Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendukung keefektifan kegiatan menyimak adalah pembicara. Karena perencanaan.2. Dalam segi perencanaan menyimak. menurut Tarigan (1991:114) penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak ditujukan terutama kepada: 46 . pemilihan metode 4. Selain itu.9. pemilihan media.

pengalaman belajar membina keterampilan proses 3. Sebelum peserta didik sampai pada tujuan pembelajaran yang bersangkutan harus melalui proses belajar. Dalam cara penilaian ini. pengembangan konsep. pengembangan keterampilan proses 4. aktivitas belajar peserta didik 2. Bagaimana cara menilai pengalaman belajar? Ukuran yang diterapkan untuk menilai suatu pengalaman belajar itu baik atau tidak adalah: 1.47 1. Aktivitas atau kegiatan belajar inilah yang disebut pengalaman belajar. relevansi kegiatan belajar dengan tujuan pengajaran 3. 47 . pengalaman belajar relevan dengan tujuan pengajaran 2. Penilaian terhadap pelaksanaan program pengajaran yang paling tepat bila penilaian itu dilaksanakan di saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di kelas. Sebaliknya bila suatu pengalaman belajar belum memenuhi persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar tersebut belum sempurna. berarti perencanaannyalah yang dinilai. sikap dan nilai. Bila guru dapat merancang dan menjelmakan pengalaman belajar yang tepat bagi peserta didik maka guru tersebut berhasil dalam pelaksanaan program pengajaran menyimak. pengalaman belajar mengaktifkan peserta didik (Tarigan 1991:114) Bila suatu pengalaman belajar memenuhi ketiga persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar itu baik. serta keterampilan. Penilaian itu dapat pula dilakukan secara teoretis dengan menilai skenario pelaksanaan program pengajarannya.

Dari beberapa pengertian berita menurut para ahli di atas. 48 . Menurut Charnley dalam Iskandar Muda (2003:22) “berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas”. Selain itu penilaian juga dapat dilakukan secara teoretis dengan membuat instrumen penilaian pada skenario pembelajaran. Djuraid (2006:11) berpendapat bahwa berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa.48 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu penilaian pengajaran menyimak akan lebih efektif bila dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas sehingga akan terjadi penilaian umpan balik antara peserta didik dan guru.10 Pengertian Berita Menurut pendapat Spencer dalam Iskandar Muda (2003:21) berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca. 2. dapat disimpulkan bahwa berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa.2.

(4) luar biasa.1 Aktual atau Termasa Dalam dasa warsa terakhir ini media elektronik terutama TV mengalami perkembangan yang sangat pesat. seseorang akan terpengaruh oleh berita yang berhubungan dengan dirinya.2. (11) progresif.11. 49 . (3) penting. (9) human interest.11 Unsur-unsur Berita Menurut Djuraid (2006:16) unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita antara lain: (1) aktual.2. 2. Bukan hanya kepentingan yang bersifat kejiwaan. (5) tokoh. Secara psikologis.2. Berita yang aktual adalah berita yang baru saja terjadi atau berita hangat (Alwi 2002:23). (12) trend dan (13) humor. baik secara pribadi maupun kelompok masyarakat. Bahkan berbagai peristiwa dari penjuru dunia bisa ditampilkan secara langsung saat itu juga. (7) ketegangan. aktual dan cepat tanpa mengurangi kualitas berita. (2) kedekatan. (10) seks. 2. (6) eksklusif. (8) konflik.11. tapi juga lokasi kejadian.2 Kedekatan Unsur kedekatan menjadi pertimbangan seseorang untuk membaca sebuah berita.49 2. TV tidak hanya menyajikan hiburan tapi juga berita yang cepat. TV juga mampu menyajikan suatu berita yang aktual. Selain dapat menyajikan berita yang cepat. Keunggulan TV dan media elektronik yang lain adalah kemampuannya menyampaikan berita secara langsung (live).

2. Masyarakat ingin mengetahui apa saja yang terjadi di sekitarnya dengan mengonsumsi media cetak dan elektronik. juga ada kedekatan psikologis antara masyarakat pembaca dengan berita yang ditampilkan.2.50 Kedekatan suatu berita dapat dilihat dari kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. 2.11.2.2.11. maka dia harus berpikir bahwa beritanya itu bisa merangsang orang untuk membacanya.11.1 Kedekatan Geografis Jarak terjadinya berita dengan lokasi berita itu diterbitkan mempunyai arti penting. 2.2.2 Kedekatan Psikologis Selain hubungan kedekatan kedaerahan.3 Penting Salah satu pedoman wartawan dalam menulis berita adalah beritanya akan dibaca banyak orang. Karena para pembaca merasa bahwa kejadian yang diberitakan itu merupakan bagian dari dirinya. 2. Ada rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat untuk mengetahui tentang yang sebenarnya terjadi. Penting tidaknya sebuah berita 50 . Ketertarikan itu bisa karena adanya kepentingan masyarakat yang ada dalam berita itu. Kedekatan psikologis ini bisa dilandasi faktor primordial kedaerahan dan nasionalisme. Ada kecenderungan masyarakat yang senang ketika peristiwa atau kondisi di daerahnya di ekspos di media.

tapi ditentukan sejauh mana masyarakat membutuhkan. 51 . Ada dua kategori tokoh dalam berita 1. 1. Kriteria suatu berita dianggap suatu berita yang luar biasa adalah masalah yang diangkat dalam berita tersebut adalah suatu peristiwa yang tidak terduga dan peristiwa yang tidak pernah ada sebelumnya.5 Tokoh Untuk menentukan sumber berita. Apapun yang dilakukan seorang tokoh masyarakat (public figure) menarik untuk diberitakan.4 Luar Biasa Hal-hal yang biasa.2. yang sudah biasa terjadi.11. harus dilihat kadar ketenaran.51 tidak ditentukan oleh besar-kecilnya atau panjang-pendeknya berita. Sesuatu yang dilakukan orang biasa tidak akan menarik. baik tingkah laku maupun ucapannya. tidak menarik untuk diberitakan. 1. kecuali diantara rutinitas itu muncul sesuatu yang baru dan menarik.2. politikus dan kalangan lain. kepintaran dan pengaruh seseorang di masyarakat. tapi kalau yang melakukan adalah seorang artis misalnya.11. Selain itu ada tokoh yang muncul dari profesi seperti artis. Tokoh ini menjadi bahan berita karena perilaku dan ucapannya. olahragawan. akan menjadi perhatian dan tentu saja menarik untuk diberitakan. Kebutuhan ini tidak sekedar kebutuhan informasi tapi juga menyangkut hasrat orang banyak. Tokoh Masyarakat Setiap komunitas atau kelompok masyarakat punya tokoh sendiri-sendiri.

11. apalagi dampak yang ditimbulkan cukup besar. tapi siapa saja yang terlibat dalam sebuah peristiwa yang jadi publikasi media massa.52 Sebagai orang istimewa. Materi Berita Materi berita yang baik pasti akan menarik masyarakat untuk membacanya. Bahkan kalau dibuat peringkat diantara unsur-unsur berita. 1.7 Ketegangan Ketegangan sering muncul saat pembaca menunggu detik-detik akhir sebuah peristiwa yang akan terjadi.11. apapun yang dilakukan dan diucapkan menarik untuk jadi bahan berita. apalagi kalau beritanya sedang hangat dibicarakan masyarakat. unsur eksklusif ini memiliki nilai yang tinggi. Banyak cara untuk bisa mendapatkan berita yang eksklusif. Tokoh dalam Berita Tokoh dalam berita tidak harus publik figur. eksklusif seharusnya ditempatkan di peringkat teratas.6 Eksklusif Berita eksklusif adalah berita yang dimiliki sendiri dan tidak dimiliki oleh yang lain.2. Dalam penilaian berita. 2.2. 1. Misalnya saja masalah pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan politikus yang 52 . Diantaranya adalah dengan menemui banyak sumber dan jeli memanfaatkan kesempatan. Pengaruh berita kepada pembacanya sehingga menimbulkan ketegangan terjadi karena 1.

Dalam kehidupan manusia modern.11. 53 . bagaimana menyajikannya sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca. sehingga timbul suatu reaksi dalam diri pembaca yang merupakan suatu respon atas berita yang dibacanya. Dalam kehidupan. 2. Tapi dibalik itu cara penyajian tak kalah pentingnya. Ketika beberapa pejabat mulai dihukum.53 selalu menarik masyarakat untuk membacanya. Dengan suatu rangkaian kalimat yang menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya dan kemampuan menuangkan pikiran atau data yang tersimpan dalam sebuah tulisan akan membawa imajinasi pembaca seolah-olah mereka berada atau terlibat dalam kejadian tersebut. Materi berita yang baik memang akan menjadi daya tarik pembaca. Disinilah timbul ketertarikan dan ketegangan pada pembaca. Para pembaca ingin melihat sejauh mana keseriusan pemerintah memberantas korupsi. baik yang positif maupun negatif. masyarakat mulai menaruh kepercayaan kepada pemerintah. 2. Berita-berita tentang pertentangan ini yang selalu menarik minat masyarakat untuk membacanya karena berita tersebut bermuatan konflik yang membawa psikologis dan perasaan pembaca.7 Konflik Masyarakat sangat menggemari berita-berita pertentangan. bidang politiklan yang paling banyak menimbulkan pertentangan. pertentangan selalu muncul. Cara Penyajian (How to Pressent) Untuk menampilkan berita yang menarik ternyata cukup dengan bekal materi yang menarik.2.

Dalam penulisan berita.11.54 2. ada unsur kemanusiaan di dalamnya yang membuat perasaan kita tersentuh. baik yang positif maupun negatif. Beragam berita yang tarkait dengan seks selalu menarik minat pembaca.2.11. perceraian.8 Human Interest Segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia selalu menarik untuk diikuti. Berita seputar artis yang banyak menghiasi media cetak dan elektronika tak lepas dari masalah seks. perselingkuhan dan perilaku yang lain.10 Seks Mendengar katanya saja orang sudah tertarik untuk membacanya. baik seks dalam artian harfiah maupun dalam arti yang luas. Berita human interest menarik untuk dibaca karena salah satunya disebabkan oleh cara pengungkapan melalui tulisan yang baik. Berita menjadi menarik bukan hanya karena materinya tapi juga karena cara menuliskannya. Berita tentang perceraian sepasang artis yang diekspos oleh media menimbulkan banyak reaksi. perkawinan. seks memiliki daya tarik yang tinggi. 2. tidak ada satupun yang lepas dari unsur human interest karena melibatkan perasaan manusia sebagai sumber berita. Bermacam-macam reaksi yang ditimbulkan oleh sebuah berita. Setiap kali kita membaca sebuah berita. 54 .2. Berita yang mengandung unsur human interest dibuat sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi perasaan pembacanya. Dimana saja.

progresif juga ada dalam suatu pemberitaan.11 Progresif Selain progresif dalam arti kemajuan dan penemuan terbaru. Bahkan berita besar seperti bencana tsunami di Aceh menjadi berita utama berbulan-bulan di media lokal.11.2. muncul kebiasaan atau kecenderungan (trend) baru di masyarakat.11. terutama dalam bingkai berita kriminal. Kasus serupa yang terjadi pada tokoh masyarakat kadang juga mencuat sebagai sebuah skandal yang jadi pusat liputan media. secepat aktivitas mereka sehari-hari. Sebuah berita besar tidak cukup hanya disajikan sekali.2. Dalam perkembangan yang cepat itu. Trend ini biasanya seputar munculnya produk baru 55 . 2. tapi terus menerus sampai beberapa edisi. Masyarakat akan menunggu perkembangan terbaru dari peristiwa yang menjadi pusat perhatian masyarakat. apalagi kalau peristiwanya berlangsung terus menerus. 2. Perkembangan yang terjadi di masyarakat modern berlangsung cepat.12 Trend Masyarakat modern selalu bergerak dinamis. Sebuah berita besar tidak akan diberitakan hanya sekali. Kasus seks seperti perkosaan dan perilaku seks yang menyimpang juga kerap menjadi bahan berita.55 Berita seks bukan hanya soal kawin cerai atau perselingkuhan para artis dan tokoh masyarakat saja yang menarik dibaca. Media asing juga menempatkan sebagai berita utama dalam kurun waktu yang cukup lama.

Berita politik. 56 . 2. baik harian maupun mingguan.11. Tak jarang. 2. kriminal. Diantara ketegangan-ketegangan itu perlu ada penyeimbang agar masyarakat tidak terlalu larut dalam kesedihan. Bahannya.56 yang digemari masyarakat. Pengalaman pribadi atau cerita fiksi yang lucu sering ditampilkan untuk memancing tawa masyarakat. Humor adalah segala sesuatu yang menimbulkan rasa geli atau lucu karena ketidakpantasan atau keganjilan. tapi banyak yang berasal dari kiriman pembaca. Di beberapa media sengaja disediakan rubrik humor. maka sebuah berita yang meliput tentang trend terbaru suatu produk akan menarik minat masyarakat untuk membaca berita tersebut. mengetahui unsur-unsur yang harus dipenuhi supaya sebuah berita menjadi menarik dan layak muat merupakan sebuah keharusan. humor menjadi bahan yang menarik untuk menghindari ketegangan. tak jarang menimbulkan ketegangan.12 Jenis-jenis Berita Bagi seorang penulis.2. cerita tentang seorang tokoh atau orang terkenal sering jadi bahan lelucon.13 Berita Humor Berita-berita yang termuat di media. Untuk itu. Cerita yang berkaitan dengan seks dan politik sering ditampilkan untuk memancing ketawa. bisa dari tulisan wartawan sendiri. sosial dan berita lain sering membuat pembaca terpengaruh untuk ikut berpikir. Humor dalam berita bisa dalam wujud tulisan dan gambar.2.

tapi berita ekonomi memiliki segmen yang jelas. pemerintahan dan masyarakat secara umum. seorang penulis sebaiknya juga mengetahui jenisjenis berita. berita ekonomi tidak memiliki daya tarik. nama perusahaan justru menjadi kebutuhan. Bagi banyak orang. berita ekonomi Meskipun tidak banyak pembacanya. 2. Djuraid (2006:55-82) menggolongkan berita menjadi: 1. informasi mengenai merek produk. 57 . lembaga legislatif. berita itu sangat menarik. Tapi dalam perkembangannya. para pengambil kebijakan dan para pelaku dunia usaha. Bagi masyarakat. berita politik Berita politik adalah berita mengenai berbagai macam aktifitas politik yang dilakukan para pelaku politik di partai politik. para pebisnis. berita ekonomi tidak hanya masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah maupun kondisi ekonomi secara internasional. dari detik ke detik. Tapi bagi para pelaku dunia usaha. bahkan mereka mengamati perkembangan itu begitu cermat. Perekonomian berkembang begitu pesat dengan lahirnya banyak perusahaan dan merek produk.57 Namun hal itu belum cukup. bahkan beberapa media umum menempatkan berita politik sebagai berita utama. Hampir semua media menampilkan berita politik sebagai sajiannya.

Berita mengenai selebritis tetap mendominasi berita seni dan hiburan yang dimuat dalam halaman khusus. Hanya saja. Ini ditandai dengan banyaknya tabloid hiburan yang menampilkan berita seluk beluk kehidupan artis. berita seni. Dibanding tabloid politik menjamur di awal reformasi. berita pendidikan Dibanding materi yang lain. 4. berita olahraga menjadi daya tarik tersendiri. Biasanya koran menempatkan berita pendidikan tidak sebagai rubrik khusus.58 3. berita pendidikan bisa jadi yang paling tidak menarik. Memang belum ada survey khusus soal karakteristik pembaca koran. tapi diselipkan bersama berita lain. tabloid hiburan dan keluarga mampu bertahan lebih lama. berita soal selebritis dimuat di halaman pertama. 5. film dan TV menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. 6. berita olahraga Ketika masyarakat mulai bosan dengan berita politik dan kriminal. Itulah sebabnya semua koran menempatkan berita olahraga dalam halaman khusus dengan tampilan yang menarik. Bahkan kasus yang lebih besar. Tapi di kota yang memiliki banyak 58 . hiburan dan keluarga Berita tentang musik. seni dan keluarga mendapat sambutan baik dari masyarakat. berita kriminal memang disesuaikan dengan pembacanya. berita kriminal Berita kriminal memiliki daya tarik bagi berbagai kalangan masyarakat. tapi secara umum bisa dilihat berita olahraga banyak diminati oleh pembaca. tidak terbatas pada salah satu segmen pasar saja. Tabloid hiburan.

Prinsip penting dari jenis berita ini adalah suatu perencanaan sebelumnya. Djuraid juga membagi berita berdasarkan sifat kejadiannya. Bisa jadi berita pemerintahan hanya sebagai pelengkap karena memang tidak terlalu penting. Meskipun demikian. Namun saat menjelang ujian dan tahun ajaran baru adalah saat ketika masalah pendidikan menjadi bahan pembicaraan dan pusat pemberitaan.59 perguruan tinggi seperti Malang. 7. 2. Berdasarkan sifat kejadiannya. baik kota. perencanaan yang baik merupakan faktor yang paling menentukan. berita pemerintahan Meskipun hampir semua media cetak memuat aktivitas pemerintahan. Pada prinsipnya berita ini sama seperti berita yang sudah 59 . tapi pemuatannya tidak di halaman khusus. kegiatan ilmiah dan kegiatan lain di kampus. masalah pendidikan sama sekali tidak menarik diberitakan. 1. Berita insidentil Berita insidentil adalah berita-berita yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga sama sekali. berita dibagi menjadi dua yaitu (1) berita terjadwal dan (2) berita insidentil (Djuraid 2006:54-55). Dalam menghasilkan suatu berita atau liputan yang berkualitas. Berita pendidikan biasanya berupa seminar. provinsi maupun pusat. Biasanya yang ditampilkan adalah berbagai aktivitas di pemerintahan. Selain jenis-jenis berita diatas. berita pendidikan ditempatkan sebagai rubrik khusus dengan halaman tersendiri. Berita terjadwal Berita terjadwal adalah berita-berita yang sudah dijadwalkan pada waktu tertentu.

Materinya berisi laporan langsung wartawan yang menyaksikan kejadian secara langsung dan berita yang berisi fakta yang berat. kejadian. 3. Penulisannya tidak terlalu panjang. penting dan bersifat informatif. berita ringan (soft news) Berita ringan adalah berita yang menampilkan sesuatu yang menarik.60 diagendakan. mendalam dan tidak terpengaruh waktu. mungkin tidak lebih dari tiga alenia. terdapat bagian berita atau yang sering disebut dengan kerangka berita. Dengan kerangka berita ini maka akan menjadi pelajaran dasar 60 . antara lain: 1. Soft news bisa merupakan bagian dari peristiwa penting yang diberitakan melalui straight news atau berita yang berdiri sendiri. lengkap. Djuraid (2006:84-85) juga membagi berita menjadi tiga jenis.13 Kerangka Berita Dalam suatu berita. sifat peristiwa dan cara penulisannya. Berdasarkan materi. 2. Hanya saja bedanya. Saat menghadapi berita insidentil juga dibutuhkan koordinasi di lingkungan redaksi. berita langsung (straight news) Berita langsung adalah berita tentang peristiwa yang penting yang harus segera disampaikan kepada pembaca dan ditempatkan di halaman utama.2. koordinasi berita insidentil sifatnya lebih cepat dan akurat. berita kisah (feature) Berita kisah adalah tulisan mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci. 2.

Where. menit sampai detik. When atau waktu sebuah peristiwa atau keadaan terjadi. Where atau tempat kejadian atau dalam istilah kriminal disebut TKP (Tempat Kejadian Perkara) yaitu tempat peristiwa atau keadaan. 3. peristiwa kriminal seperti perampokan. 5. Faktor utama sebuah berita adalah peristiwa atau keadaan. Sebab dari penyebab ini akan diketahui banyak hal di balik kejadian tersebut. Pertanyaan ini bisa dikembangkan menjadi bahan berita selanjutnya. Bisa disebut dengan pagi. Why. 1. 2. Bukan hanya peristiwa. Atau yang lebih rinci lagi bisa disebutkan dengan hitungan jam. Tokoh dalam berita adalah orang yang paling tahu dan berperan penting dalam peristiwa. Kerangka berita tersebut adalah unsur 5 W + 1 H (What. Who. pencurian dan penipuan. 61 . What atau apa yang terjadi. Misalnya. Who atau tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita. How adalah pertanyaan untuk mengetahui keadaan bagaimana sebuah peristiwa terjadi. misalnya keadaan seperti seorang tokoh yang berbicara mengenai sesuatu masalah. Why atau pertanyaan untuk menguak mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi. siang. 4. 6. termasuk akibat yang ditimbulkan (Djuraid 2006:85-86). When. sore atau malam. dan How).61 menulis suatu berita.

dengan demikian guru perlu menggunakan teknik penyajian atau metode yang bervariasi.2. peneliti menggunakan metode drill karena metode yang digunakan ini dipandang sangat tepat dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik. atau pertanyaan singkat.1 Pengertian Metode Drill Suatu pembelajaran yang dilakukan di kelas pasti mempunyai rumusan tujuan instruksional yang dibuat guru dan biasanya meliputi dua atau bahkan lebih tujuan yang akan dicapai. Hal ini dapat menunjang siswa berprestasi dalam bidang tertentu. Dalam kaitannya dengan penelitian ini.14. sifat-sifat suatu latihan.14 Metode Drill 2. maka diperlukan metode atau teknik penyajian yang tepat. Bentuk tagihan dari metode drill adalah berupa tes mencongak.2.62 2. Pengertian tersebut meliputi: 1. Menurut Roestiyah (2001:125) “metode drill ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatankegiatan latihan. bahwa setiap latihan harus selalu berbeda dengan latihan yang sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh situasi dan pengaruh latihan 62 . Dalam penggunaan metode drill agar bisa berhasil guna dan berdaya guna perlu ditanamkan pengertian bagi instruktur maupun siswa. Latihan yang praktis. agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari”. bahkan siswa dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. mudah dilakukan serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. kuis. Agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

sehingga mereka mengerti dan memahami apa tujuan latihan dan bagaimana kaitannya dengan pelajaranpelajaran lain yang diterimanya. serta siap untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa dalam kehidupan. 2. ialah yang dilakukan siswa tanpa menggunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam. Langkah-langkah tersebut adalah: 1. 63 . Perlu diperhatikan juga adanya perubahan kondisi atau situasi belajar yang menuntut daya tanggap atau response yang berbeda pula. persiapan sebelum memasuki latihan guru harus memberikan pengertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi siswa. Untuk kesuksesan pelaksanaan metode drill maka diperlukan instruktur atau guru yang harus memperhatikan langkah-langkah yang telah disusunnya.63 yang berbeda-beda juga. 2. guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas ialah yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan. berarti dan bermakna bagi penerima pengetahuan dan akan lama tinggal dalam jiwanya karena sifatnya permanen. gunakanlah latihan ini hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis. Latihan itu juga mampu menyadarkan siswa akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang ataupun di masa yang akan datang. Juga dengan latihan itu siswa merasa perlunya untuk melengkapi pelajaran yang diterimanya. Persiapan yang baik sebelum latihan memotivasi siswa agar responsif yang fungsional. Roestiyah (2001:126).

64 . Serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktik. Masa latihan itu harus menyenangkan dan menarik. sehingga timbul respon yang berbeda untuk peningkatan dan penyempurnaan keterampilannya. instruktur perlu memperhatikan perbedaan individual siswa sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing tersalurkan atau dikembangkan. tetapi sering dilakukan pada kesempatan yang lain. 5.64 3. guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang esensial atau yang pokok sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang kurang diperlukan. bila perlu dengan mengubah situasi dan kondisi sehingga menimbulkan optimisme pada siswa dan kemungkinan rasa gembira itu bisa menghasilkan keterampilan yang baik. guru memperhitungkan waktu latihan yang singkat saja agar tidak meletihkan dan membosankan. Roestiyah (2001:127-128). 4. Kalau perlu guru mengadakan variasi latihan dengan mengubah situasi dan kondisi latihan. Maka dalam pelaksanaan latihan guru perlu mengawasi dan memperhatikan latihan perseorangan. sehingga dapat memilih atau menentukan latihan mana yang perlu diperbaiki kemudian instruktur menunjukkan kepada siswa respon atau tanggapan yang telah benar dan memperbaiki response yang salah. 6. guru perlu meneliti kesukaran atau hambatan yang timbul dan dialami siswa. Dengan langkah-langkah itu diharapkan bahwa latihan benar-benar bermanfaat bagi siswa untuk menguasai keterampilan menyimak.

pembuatan dan lain-lain.2 Manfaat dan Tujuan Metode Drill Ada beberapa manfaat dari penggunaan metode drill antara lain: 1. dan lain-lain (Sudjana (1987:87) dalam Lutfiyah (2002:16-17). karena antara guru dan siswa telah menyamakan persepsi dalam membahas materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. tanggapan. simbul peta. mampu mengoptimalkan proses pembelajaran. untuk melatih hubungan. 6. mampu memfokuskan perhatian siswa pada satu pokok bahasan yang dihadapi 5. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. memberikan keterampilan pada siswa untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya (Lutfiyah 2002:14-15). misalnya perhitungan. 4. untuk melatih kecakapan mental.14. penggunaan rumusrumus dan lain-lain 3. seperti penggunaan bahasa grafik. memberi sumbangan yang cukup besar dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan dalam program pembelajaran 3.2. permainan. 2. pembelajaran berjalan dalam kondisi yang harmonis. untuk hal-hal bersifat motorik. seperti menulis.65 2. mampu menggugah daya ingat siswa tentang apa yang pernah dipelajarinya 2. 65 . Adapun tujuan dari metode drill ini bagi siswa adalah: 1.

melakukan. 4.2. Manfaat media pengajaran tersebut antara lain: 1. tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. peneliti lebih memilih menggunakan media audio-visual karena dengan suatu objek yang nyata ditayangkan dalam media audio-visual berupa VCD akan memberikan pengalaman nyata yang sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. 3. pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.66 2. 2. sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. Penelitian kali ini. apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam palajaran. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan 66 .15 Hakikat Media Audio Visual Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. metode mengajar akan lebih bervariasi. mendemonstrasikan dan lain-lain (Sudjana dan Rivai 2002:2). siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. Peneliti memilih menggunakan media untuk membantu proses pembelajaran di kelas dengan memperhatikan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik. bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa.

slide. foto. 67 . Dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. maka akan baik pula tingkat pemahamannya terhadap suatu informasi yang didengarnya. Jadi pada dasarnya keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. dibandingkan dengan cara pembelajarannya adalah pemberian informasi dengan kata-kata. Dengan pengalaman seperti itu cenderung membuat pelajaran atau informasi menjadi sukar ditangkap. Pengalaman itu disebut pengalaman kata-kata. pita kaset. namun sudah terlihat adanya kegiatan menyimak dan usaha memahami bahasa orang-orang disekelilingnya. Alat-alat audio-visual adalah alat-alat yang “audible” artinya dapat didengar dan alat yang “visible” artinya dapat dilihat (Suleiman 1981:11). Hal ini lebih efektif dan lebih bermakna bagi siswa. Seseorang yang baik keterampilan menyimaknya.67 memuaskan dalam proses belajar. tape recorder. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. Hal itu tampak pada bayi yang masih belum mampu berbicara. 2. model. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segi tentang semua pengalaman itu. Alat-alat audiovisual gunanya untuk membuat cara pengajaran menjadi lebih efektif.3 Kerangka Berpikir Menyimak merupakan tahap pertama seseorang belajar bahasa. film bersuara dan televisi. Alat-alat audio-visual bisa dalam bentuk gambar. kurang menarik dan mudah dilupakan.

Dengan anggapan seperti itu. Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita yaitu dengan penggunan media audio-visual. Dengan penggunaan media audio-visual dalam pembelajaran menyimak berita diharapkan akan tumbuh motivasi dan minat peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita. maka pembelajaran menyimak hanya disertakan pada pembelajaran-pembelajaran yang lain. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian yang khusus seperti pembelajaran bahasa lain. Dengan media audio-visual. karena mereka beranggapan “selama peserta didik tidak tuli maka mereka bisa mendengarkan”. akibatnya keterampilan itu cenderung diabaikan dan tes kemampuan menyimak tidak diberikan secara intensif pada waktu tertentu dan mendalam pada peserta didik. sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi rendah.68 Namun dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. yang sangat efektif untuk 68 . Penggunaan media audio-visual sangat berpengaruh terhadap pembelajaran menyimak berita dan memahami isinya. Guru menganggap keterampilan menyimak adalah keterampilan yang mudah. suatu berita yang ditayangkan dengan VCD terkesan sebagai suatu objek yang nyata. perlu adanya suatu upaya pembelajaran bermotivasi yaitu pembelajaran yang bertumpu pada cara untuk menumbuhkan motivasi. sehingga akan memberikan pengalaman yang nyata pula. Berkenaan dengan hal itu.

2. Selain penggunaan media pembelajaran. 2. 69 . adanya peningkatan keterampilan dalam menyimak khususnya menyimak berita dan terjadi perubahan perilaku yang positif terhadap peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora.4 Hipotesis Tindakan Hipotesis yang digunakan untuk memberikan arah pada penelitian ini adalah.69 mendapatkan suatu pengertian atau pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. setelah dilakukan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Metode yang tepat tersebut adalah metode drill. Prinsip dasar dari metode drill adalah pemberian latihan-latihan sehingga peserta didik menguasai keterampilan dan memiliki ketangkasan tentang keterampilan menyimak berita. penggunaan metode pembelajaran yang tepat juga sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran.

70 . Adapun siklus-siklus tersebut seperti pada gambar di bawah ini: P P R T R T O Siklus 1 Keterangan : P = Perencanaan T = Tindakan O = Observasi (pengamatan) R = Refleksi O siklus II Dari gambar tersebut.70 BAB III METODE PENELITIAN 3. peneliti ingin menjelaskan bahwa penelitian ini meliputi empat tahapan yang digunakan dalam dua siklus. Dari masing-masing siklus terdapat empat kegiatan yang berupa kegiatan perencanaan. observasi.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. dan refleksi. yaitu siklus I dan siklus II. tindakan. yang terdiri atas dua siklus.

Refleksi awal berupa pemikiran terhadap pengalaman mengajar selama ini sehingga ditemukan kelemahan dan kekurangan pembelajaran menyimak berita yang ada selama ini. Tindakan (action) Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini berupa: a. Pengamatan berlangsung selama proses kegiatan 71 . yaitu kurangnya kemampuan peserta didik dalam menyimak berita. 2. c. mengadakan refleksi. penyajian materi pembelajaran sesuai dengan pedoman rencana pembelajaran. Data dan fakta diperoleh dari guru pengampu mata pelajaran dan peserta didik. mengadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran. dalam penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam proses berdaur yang terdiri dari 1. Pengamatan (observation) Pengamatan dipusatkan pada proses maupun hasil tindakan beserta segala peristiwa yang melingkupinya. memberikan tugas terstruktur 3. Perencanaan (planning) Perencanaan ini berisi mengenai dua hal yaitu refleksi awal dan perencanaan umum. Perencanaan umum dikonsultasikan bersama guru pengampu dan dosen pembimbing untuk mempertimbangkan apa yang hendak dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan dengan tujuan agar tindakan dan solusi yang diberikan peneliti sesuai dengan permasalahan yang dialami peserta didik. b.71 Keempat kegiatan tersebut. dan d.

dan tindakan ulang. Apabila setelah melihat hasil refleksi tersebut maka akan muncul permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian sehingga perlu dilakukan rancangan ulang. Refleksi (reflection) Refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi. Data tersebut yang kemudian menjadi masukan dalam kerangka pelaksanaan dalam refleksi. Data yang diperoleh dari instrumen tes dan nontes langsung diinterpretasikan maknanya. 3. Hasil refleksi ini digunakan sebagai masukan dalam menetapkan langkah-langkah selanjutnya. apa yang telah atau belum dihasilkan dan dituntaskan dengan tindakan yang telah dilakukan.1 Proses Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas ini melalui dua siklus yaitu pelaksanaan siklus I dan pelaksanaan siklus II. pengamatan ulang.72 berlangsung.1. Tujuan perencanaan tersebut adalah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Namun sebelum melaksanakan siklus I. peneliti terlebih dahulu tetap membuat perencanaan untuk kegiatan yang akan dilakukan. Refleksi juga merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. 4. peneliti terlebih dahulu melakukan tes awal dengan tujuan mengetes dan mengetahui kemampuan awal peserta didik kelas VIII A SMP N I Jiken terhadap keterampilan menyimak berita. Setelah perencanaan dibuat dan dikonsultasikan dengan dosen 72 . Sebelum memberikan tes awal pada peserta didik.

Tujuan dari apersepsi ini adalah untuk menggali pengalaman peserta didik tentang berita dan peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran. peneliti menganalisis hasil pengamatan terhadap perilaku belajar peserta didik selama mengikuti proses kegiatan menyimak berita.73 pembimbing. memberikan soal isian singkat dan soal essai dan menyocokkannya. Langkah selanjutnya peneliti menayangkan berita. Hal-hal yang diamati adalah keaktifan peserta didik dalam bertanya tentang halhal yang belum diketahuinya. kemudian guru melakukan refleksi dan menutup pembelajaran. Analisis terhadap hasil kegiatan awal akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan siklus I. Selain itu pengamatan juga dilakukan dengan melihat kemampuan intelektual peserta didik dalam memahami berita yang ditayangkan. Tindakan awal dalam penelitian ini adalah peneliti mengadakan apersepsi tentang pengalaman menyimak berita peserta didik. keantusiasannya dalam menyimak berita dari awal sampai akhir Setelah tahap observasi. peneliti melakukan tindakan. 73 . Selama proses pembelajaran peneliti mengamati perilaku belajar peserta didik. Sejauh mana peserta didik aktif berinteraksi antara guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik yang lain.

74

3.1.1.1 Proses Pelaksanaan Siklus I Dalam siklus ini peneliti membuat program sebagai berikut 1. Refleksi Awal Refleksi awal berupa renungan terhadap pengalaman mengajar peneliti dalam tes awal yang dilakukan peneliti sebelum diadakannya siklus I. Dari hasil analisis terhadap kegiatan awal, akan diketahui keinginan peserta didik dan mengetahui perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Dari hasil analisis itulah yang dijadikan pijakan bagi perencanaan siklus I.

2. Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyiapkan perencanaan yang matang untuk mencapai pembelajaran yang diinginkan oleh peneliti. Perencanaan ini akan dilakukan dari awal sampai akhir penelitian, dengan demikian hasil dari penelitian sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Dalam tahap perencanan ini peneliti

mempersiapkan proses pembelajaran keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dengan langkah-langkah (1) menyusun rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) menyusun instrumen nontes dan tes. Instrumen nontes, yaitu ;lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi. Dan instrumen yang berupa tes yaitu soal isian singkat dan soal essai beserta penilaiannya, dan (3) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat.

74

75

3. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan harus sesuai dengan perencanaan. Pada tahap ini guru melakukan tindakan dalam proses pembelajaran. Tindakan yang dilakukan dalam tahap ini terdiri dari pendahuluan, inti , dan penutup. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan, peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik, menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran, guru melakukan apersepsi, menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran, menjelaskan tujuan pembelajaran keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual secara umum, dan menjelasklan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu. 2) Inti Pada tahap inti, peneliti menjelaskan mengenai teknik menyimak yang baik, menerangkan hakikat menyimak berita sehingga peserta didik akan mampu memahami isi berita yang telah disimak. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dan peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan memberikan arahan yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan sungguh-sungguh. Selama kegiatan menyimak peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan peserta didik harus mencermati apa yang menjadi pokok dari berita, siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan, di mana peristiwa itu

75

76

terjadi, mengapa peristiwa itu bisa terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. Setelah kegiatan menyimak, guru membagi peserta didik menjadi kelompokkelompok kecil dan memberikan soal isian singkat dengan mengacu kepada unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah untuk menuliskan pokokpokok berita ke dalam beberapa kalimat. Selanjutnya, peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyocokkan hasil tes isian singkat dengan cara peserta didik mengoreksi pekerjaan teman yang dibawanya. Selanjutnya guru meminta salah satu kelompok membacakan hasil pekerjaan untuk soal essai. Kelompok yang berani maju pertama kali untuk menuliskan hasil diskusinya diberi hadiah oleh guru dengan tujuan untuk memberikan motivasi. Guru bersama peserta didik membahas secara bersama hasil pekerjaan kelompok yang maju. Guru memberikan penjelasan tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi pada peserta didik dan juga menunjukkan kelebihan-kelebihan yang sudah dilakukan mereka. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahaminya. Kegiatan selanjutnya adalah guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda dengan VCD berita yang pertama. Peserta didik diminta untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita. Selama kegiatan menyimak, peserta didik tetap diperbolehkan untuk membuat catatan-catatan kecil. Selesai menyimak berita, peserta didik secara individu menjawab soal-soal yang diberikan guru. Bentuk soal masih sama dengan yang pertama, hanya saja isinya berbeda. Setelah

76

77

selesai mengerjakan, hasil pekerjaan peserta didik ditukarkan dengan peserta didik yang lain. Guru menyocokkan soal isian singkat. Selesai menghitung jumlah jawaban yang benar dan salah, hasil pekerjaan dikumpulkan kepada guru. Guru membahas jawaban untuk soal essai. Tujuan dari pembelajaran pada siklus I adalah mengenalkan peserta didik tentang unsur 5W + 1H dalam upaya memahami suatu berita dan juga memberikan latihan awal peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain tujuan tersebut, tujuan lain yang diharapkan adalah peserta didik menjadi percaya diri bahwa dia mampu dan bisa mengungkapkan pendapatnya, walaupun pada awalnya guru menggunakan suatu motivasi dengan memberikan hadiah. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peneliti membagikan lembar jurnal kepada peserta didik untuk diisi mengenai tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada akhir pembelajaran, peneliti bersama peserta didik

menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan guru memberikan tugas terstruktur untuk latihan dan bahan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Tujuan diberikannya tugas terstruktur itu adalah supaya peserta didik lebih memahami materi yang telah diterimanya dan merupakan suatu bentuk penjembatan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita.

77

78

4. Observasi dan Pengamatan Pengamatan dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara atau menggunakan jurnal. Peneliti mencatat peserta didik yang aktif, yang pasif, yang meremehkan, yang kurang memperhatikan, yang bercakap-cakap sendiri dalam proses pembelajaran menyimak. Tahap ini sangat penting dan membutuhkan pengamatan yang teliti dan sabar demi memberikan masukan pada perbaikan siklus selanjutnya.

5. Refleksi Pada tahap refleksi ini peneliti akan melihat hasil dari tahap tindakan dan pengamatan pada siklus I. Dari hasil tersebut jika masih banyak peserta didik yang bersikap negatif terhadap proses pembelajaran atau kekurangan seperti yang dijelaskan dalam hasil observasi, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk tindakan pada siklus II. Hasil yang positif dalam siklus I akan dipertahankan dalam siklus II. Dari faktor sikap peserta didik dalam kegiatan menyimak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran pada siklus I misalnya, sikap peserta didik yang masih meremehkan dan kurang memperhatikan kegiatan menyimak. Dari hasil evaluasi, yang dapat dijadikan refleksi adalah (1) pengungkapan hasil pengamatan peneliti, (2) pengungkapan tindakan yang telah dilakukan oleh peserta didik, dan (3) pengungkapan tindakan-tindakan yng dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Apabila pada siklus I ditemukan

78

2. yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan perilaku-perilaku yang menjadi penghambat kegiatan menyimak. 3. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah tindakan yang merupakan perbaikan dari siklus I. lembar jurnal.1. dan dokumentasi. pada siklus II akan ditindak lanjuti dan dilakukan dengan tindakan untuk memperbaiki.79 kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan peneliti dalam kegiatan menyimak berita. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perencanaan siklus II adalah (1) menyusun perbaikan rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.1. dan (3) dalam berkolaborasi peneliti lebih sering berdiskusi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat. memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh peserta didik pada pembelajaran 79 . (2) menyusun perbaikan instrumen yang berupa data nontes yaitu lembar observasi. peneliti mengambil strategi pada siklus II sebagai berikut 1. Perencanaan Perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II merupakan penyempurnaan dari perencanaan pada siklus I.2 Proses Pelaksanaan Siklus II Setelah melakukan analisis pada siklus I. Dan instrumen tes yang berupa soal isian singkat dan essai beserta penilaiannya. pedoman wawancara.

Guru memberikan arahan yang lebih jelas yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan lebih sungguh-sungguh. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini terdiri dari pendahuluan. dan peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II. Peneliti menanyakan kembali materi yang telah diberikan peneliti pada pertemuan lalu dan bersama peserta didik membahas tugas yang diberikan pada pertamuan sebelumnya. Selama kegiatan menyimak peserta didik boleh membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan harus lebih mencermati isi pokok dari berita. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita.80 siklus I. 80 . menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran. 2) Inti Pada tahap inti peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan topik yang berbeda dari berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. dan penutup. mengapa peristiwa itu bisa terjadi. kapan peristiwa itu terjadi. di mana peristiwa itu terjadi. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan. peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik. dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum yaitu keterampilan menyimak berita. inti. Lalu peneliti meminta peserta didik untuk lebih konsentrasi dalam kegiatan menyimak.

81

Setelah kegiatan menyimak, secara berkelompok peserta didik menjawab soal isian singkat yang mengandung unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam 5 kalimat. Setelah selesai mengerjakan, guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat dan membahas jawaban soal essai. Guru melihat kesalahan yang masih diulangi peserta didik dan melihat kemajuan mereka. Guru menjelaskan secara sekilas kemajuan yang sudah dialami peserta didik. Selanjutnya guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda pula. Setelah selesai menyimak, secara individu peserta didik menjawab soal isian singkat dan soal essai yang bentuknya masih sama dengan yang pertama, yang diberikan guru. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Tujuan diadakannya tes pada siklus II yaitu untuk mengetahui peningkatan atau kemajuan hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I dan dengan diadakannya perbaikan dari sisi RPP, cara mengajar guru, dan perubahan pola belajar peserta didik. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti bersama peserta didik melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peserta didik diminta untuk mengisi lembar jurnal yang telah dipersiapkan oleh peneliti, yang berisi tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual hari itu. Pada akhir pembelajaran peneliti bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

81

82

3. Observasi atau Pengamatan Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah mengamati perubahan tindakan dan sikap peserta didik pada proses pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan penting yang dapat digunakan sebagai data. Pengamatan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masih tidak memperhatikan selama pembelajaran berlangsung, yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, yang daya menyimaknya rendah dan peserta didik yang daya menyimaknya tinggi pada siklus I. Pengamatan yang dilakukan melalui observasi langsung, wawancara langsung dengan peserta didik tersebut, dan melalui jurnal guru dan siswa dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan mereka, setelah dilakukannya proses pembelajaran pada siklus I. Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan secara langsung terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus II. Wawancara dilakukan terhadap peserta didik yang memiliki daya menyimak rendah dan pada peserta didik yang mempunyai daya menyimak tinggi dengan sejumlah pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh peneliti mengenai sebab-sebab lemahnya peserta didik yang kurang dalam kegiatan menyimak berita. Pengamatan melalui jurnal bertujuan untuk refleksi bagi peneliti sehingga dapat digunakan untuk menerapkan teknik yang cocok diterapkan pada pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berikutnya. Dan dengan jurnal dapat diketahui tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti selama proses pembelajaran.

82

83

4. Refleksi Refleksi pada siklus II ini dimaksudkan untuk membuat simpulan dari pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap peserta didik yang terjadi selama pembelajaran pada siklus II. Pada bagian ini peneliti diharapkan dapat mengetahui jawaban tentang peningkatan dan perubahan perilaku peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

3.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak berita pada

peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII A karena pada kelas dan jenjang inilah materi menyimak berita dari televisi diberikan, disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Materi yang akan diberikan dalam penelitian dipilih oleh peneliti karena materi itu kurang mendapat perhatian yang khusus dan cenderung diabaikan, entah itu dalam hal pembelajarannya atau pemberian tesnya. Sehingga hasil yang didapatkan masih rendah. Dengan kondisi yang seperti itu, maka diperlukan adanya upaya menuju peningkatan hasil belajar. Selain itu, dalam pembelajarannya, pembelajaran menyimak masih diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang cenderung kurang memotivasi peserta didik sehingga memerlukan adanya tindakan yaitu dengan penggunaan metode yang lebih bervariatif dalam pembelajaran guna peningkatan hasil belajar.

83

84

3.3 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau sesuatu yang menjadi perhatian suatu peneliti. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

3.3.1 Variabel Keterampilan Menyimak Berita Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa. Kedua hal tersebutlah yang termasuk variabel dalam penelitian ini. Jadi komponen pertama yang menjadi variabel penelitian ini adalah variabel keterampilan menyimak berita. Keterampilan menyimak berita merupakan

keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah pembelajaran dilakukan, dan di dalam keterampilan tersebut terdapat indikator-indikator yang merupakan uraian spesifik dari kompetensi menyimak yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Indikator-indikator dari keterampilan menyimak berita tersebut adalah (1) mampu menemukan pokokpokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi dan (2) mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. Dengan indikator tersebutlah, pembelajaran menjadi terfokus dan tidak luas melebar kepada penguasaan keterampilan yang lain, di luar keterampilan yang

84

85

hendak dikuasai. Dengan indikator itu pulalah, guru dapat membuat tugas-tugas yang hendak diberikan kepada peserta didik kelas VIII A. Sehingga dengan adanya tugas-tugas mengenai aspek-aspek yang ada dalam berita dan isi berita setelah melakukan kegiatan menyimak berita, penguasaan keterampilan menyimak berita yang dilakukan oleh peserta didik kelas VIII A dapat diperoleh. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti kepada guru pengampu mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas masih rendah, dengan keadaan yang seperti itu maka peneliti ingin memberikan tindakan dalam rangka peningkatan hasil belajar kepada keterampilan menyimak berita. Dari tindakan yang hendak dilakukan, peneliti memberikan target kepada peserta didik yaitu nilai rata-rata yang diperoleh mencapai nilai 70.

3.3.2 Variabel Metode Drill melalui Media Audio-visual Kedua variabel ini mempunyai hubungan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Sifat dari hubungan tersebut adalah saling melengkapi. Keterampilan tidak akan dikuasai tanpa adanya suatu latihan (metode drill) dan latihan tidak akan berhasil dengan baik dan optimal tanpa adanya pembelajaran yang menarik (media audio-visual). Metode drill adalah sebagai suatu metode yang lebih mementingkan pemberian latihan-latihan kepada peserta didik supaya peserta didik memiliki keterampilan dan ketangkasan dalam penguasaan keterampilan menyimak, maka metode ini merupakan suatu alternatif pemecahan masalah penggunaan metode

85

Sesuatu yang dapat menetralisir permasalahan tersebut yaitu adanya media audio-visual (VCD). Dalam pembelajaran menyimak dengan metode drill melalui media audio visual ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak pada umumnya dan dapat merubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik dalam proses pembelajaran keterampilan menyimak. Selain terdapat keunggulan dalam penggunaan metode drill yaitu dengan adanya latihan yang dapat mendorong peserta didik kepada penguasan keterampilan menyimak berita. sehingga peserta didik tidak bosan. sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Dan dengan metode ini maka guru dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan suatu kegiatan belajar. Kehadiran VCD dalam suatu pembelajaran akan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Dengan latihan itu juga mampu menyadarkan peserta didik akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang atau pun di masa yang akan datang. maka metode mengajar akan lebih bervariasi. maka hal tersebut bisa menyebabkan peserta didik bosan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. karena sifat dari VCD ini adalah menjadikan suatu pembelajaran lebih menarik perhatian peserta didik. Dan dengan adanya VCD. 86 .86 ceramah yang digunakan dalam pembelajaran menyimak. Dengan kondisi yang seperti ini maka diperlukan sesuatu hal yang dapat menetralisirnya. metode ini pun terdapat kelemahannya. Kelemahan dari metode ini adalah dengan adanya suatu latihan yang terus-menerus.

pedoman jurnal guru dan siswa. di mana peristiwa itu terjadi.4. foto 3.4 Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian tindakan kelas ini. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. mengapa peristiwa 87 . pedoman wawancara.1 Instrumen Tes Instrumen tes yang diberikan berupa perintah kepada peserta didik untuk menyimak berita melalui media audio-visual dan mengerjakan soal isian singkat yang meliputi unsur 5W + 1 H yaitu berisi pokok dari berita. Tabel I Tabel Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Data Kemampuan awal peserta didik dan keadaan awal peserta didik Kinerja peserta didik saat melakukan latihan (drill) dalam mengisi soal isian singkat yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H setelah melakukan kegiatan menyimak Kemampuan peserta didik dalam menuliskan pokok-pokok berita yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H menjadi 5 kalimat Perilaku peserta didik saat proses pembelajaran Subjek Instrumen Peserta didik kelas VIII Tes awal A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes isian singkat A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes tulis essai A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Lembar observasi. jurnal A SMP N I Jiken siswa dan guru. dan dokumentasi. Untuk memperoleh gambaran umum tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. peneliti menggunakan instrumen tes yang berisi soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik pada akhir kegiatan menyimak berita dan instrumen nontes yang berupa lembar observasi.87 3. peneliti menjelaskannya pada tabel kisi-kisi instrumen di bawah ini.

maka akan diketahui masing-masing kemampuan peserta didik. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita dan soal essai yang berupa menuliskan kembali pokokpokok berita ke dalam 5 kalimat. Soal yang diberikan pada peserta didik berjumlah 6 soal isian singkat dan 1 soal essai. Penilaian untuk instrumen tes berdasarkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita melalui menjawab soal isian singkat dan soal essai yang dilakukan secara berkelompok kemudian individu.1. Tabel 2 Tabel Kategori Nilai Peserta Didik No 1 2 3 4 5 Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang 3. Tujuan dari instrumen tes ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap hasil simakan. Indikator keberhasilannya adalah peserta didik mampu menemukan 88 . Dari penilaian yang dilakukan guru. Hasil penilaian tersebut dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan skor dari masing-masing aspek penilaian.88 itu bisa terjadi.4. kapan peristiwa itu terjadi. Di bawah ini akan diuraikan kategori nilai untuk mengkategorikan kemampuan peserta didik. Sebelumnya soal tes tersebut dikonsultasikan kepada guru pengampu dan dosen pembimbing.1 Tes Unjuk Kerja Kriteria penilaian tes unjuk kerja peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual menggunakan rubrik penilaian. Skor yang akan di peroleh peserta didik maksimal 100.

peserta didik dinilai berdasarkan ketepatannya dalam menemukan unsur-unsur pokok berita dan kemampuannya menuliskan pokok-pokok berita tersebut dengan benar. Tabel 3 Skor Penilaian pada Instrumen Tes No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Skor maksimum 60 40 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa peserta didik akan mendapatkan skor maksimum 100 apabila kedua bentuk tes di atas dikerjakan dengan benar oleh peserta didik dan penskoran tersebut telah memenuhi syarat atau kriteria penilaian maksimum seperti yang ada dalam pedoman penskoran di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).89 pokok-pokok berita yang meliputi unsur 5 W + 1 H. Artinya. Hal-hal lain yang dinilai meliputi keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan guru dan kerjasama antar anggota kelompok. Pedoman penskoran yang dimaksud adalah: Tabel 4 Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur what Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur who Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur where Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur when Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur why Peserta didik mampu dengan benar soal dengan unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 89 . dan mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Pada tabel di bawah ini akan diuraikan skor penilaian tiap-tiap aspek.

90 Tabel 5 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Tabel 6 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang 90 .

maka tes ini diberikan dua kali dalam tiap siklus. peneliti dapat mengetahui hasil tes peserta didik dalam menyimak berita.91 4 Diksi 5 4 3 2 1 Terdapat 0-1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 Melalui pedoman penskoran tersebut. Karena prinsip dasar penelitian ini adalah memberikan drill dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak. 91 . baik untuk indikator menemukan pokokpokok berita atau pun menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.

92 . 4) peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting. 1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil.2.4. pedoman wawancara. 2. 1) peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru.92 3. keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Hal-hal yang diperhatikan peneliti selama proses pembelajaran menyimak adalah. antara lain meliputi: 1. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. 3) peserta didik aktif bertanya. hal-hal yang menjadi perhatian peneliti adalah. berkomentar tentang materi yang diberikan. keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi Pada bagian ini. 2) ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru.2 Instrumen Nontes Instrumen nontes yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data kualitatif adalah lembar observasi.4. lembar jurnal. dan dokumentasi.1 Lembar Observasi Instrumen nontes yang berupa lembar observasi dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui perilaku-perilaku peserta didik melalui pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung. 3.

yaitu berupa jurnal peneliti atau guru dan jurnal siswa yang diperoleh pada akhir pembelajaran. 5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat. 3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4) keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6) fenomena-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 93 .93 2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. 4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru.2 Lembar Jurnal Jurnal digunakan dalam rangka untuk mendapatkan data kualitatif. 3. Jurnal peneliti atau guru berisi tentang: 1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 1.2.4.

Jurnal siswa berisi pertanyaan-pertanyaan seputar: 1) apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2) apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3) bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4) apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5) berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 3.94 2.2. Wawancara tidak dilakukan terhadap semua peserta didik.4. Wawancara dilakukan secara terstruktur. apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 94 . apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2.3 Pedoman Wawancara Pedoman wawancara dibuat oleh peneliti dan ditujukan kepada peserta didik yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal-hal yang diungkap dalam wawancara adalah: 1. tetapi terhadap peserta didik yang mendapat nilai yang baik dan yang tidak baik.

apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. Dokumentasi bertujuan untuk merekam semua kegiatan dalam proses pembelajaran. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8. saat guru menyampaikan materi 95 . saat pembelajaran berlangsung. yaitu pada saat pembelajaran siklus I dan siklus II. hanya berupa dokumentasi foto. dan pada akhir pembelajaran. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 3.95 3. menurut Anda. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini.2.4.4 Dokumentasi Dokumentasi merupakan instrumen nontes yang penting dalam penelitian tindakan kelas. Yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1. bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5. apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4. yaitu pada awal kegiatan pembelajaran. apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. karena dengan dokumantasi semua proses penelitian dapat terekam dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. menurut Anda.

kegiatan peserta didik dalam mengerjakan drill (latihan) secara individu 5. kegiatan peserta didik ketika menyimak VCD berita 3. sehingga pengambilan foto dapat terlaksana dengan baik.96 2. kegiatan peserta didik dalam kelompoknya ketika mengerjakan drill (latihan) dalam pembelajaran menyimak berita 4. adalah tes dan nontes untuk mengukur peningkatan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. kegiatan peserta didik dalam keaktifannya mengisi lembar jurnal siswa Dalam pengambilan foto untuk penelitian ini. Sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi. dan pedoman wawancara yang diisi oleh guru dan peserta didik. 96 . lembar jurnal. peneliti akan dibantu oleh seorang teman dengan kondisi peserta didik maupun peneliti dengan sewajarnya tidak dibuat-buat. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. Instrumen tes adalah instrumen yang berupa perintah untuk menjawab soal isian singkat yang berisi pokok-pokok berita dan soal essai yang berisi perintah untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.5 Uji Instrumen Instrumen yang akan diuji dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan instrumen nontes. 3.

jurnal. hasil tes siklus II dapat diketahui peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. yang selanjutnya sebagai dasar untuk menghadapi tes pada siklus II. Peneliti sebelumnya mempersiapkan lembar observasi untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan data. 3.97 3.6. Observasi atau pengamatan dilakukan oleh peneliti. wawancara. dibantu oleh guru mata 97 . Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dari hasil analisis akan diketahui kelemahan peserta didik dalam kegiatan menyimak berita.6. yang pada akhirnya setelah dianalisis.1 Teknik Observasi Teknik observasi dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan khusus mengenai perilaku peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan dokumentasi. Pada hasil tes siklus I dianalisis.2 Teknik Nontes Teknik nontes dalam penelitian adalah observasi.6. 3.2.1 Teknik Tes Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan tes. Observasi dipergunakan untuk memperoleh data tentang perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung pada siklus I dan siklus II.

Proses wawancara dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I.2. Data yang diambil mengenai kesan. 98 . 3.6. pesan.98 pelajaran atau teman sejawat. jika masih terdapat hambatan atau kekurangan pada kegiatan menyimak maka kekurangan ini akan diperbaiki pada pembelajaran siklus II. Dalam melakukan wawancara. Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terhadap peserta didik yang mempunyai nilai rendah dan peserta didik yang mempunyai nilai tinggi dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Proses observasi dan pengamatan segera mungkin direkam dalam benak peneliti dengan teliti dengan membuat catatan-catatan khusus mengenai perilaku-perilaku yang terjadi selama pembelajaran berlangsung atau dengan memberikan check list pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh peneliti.2 Teknik Wawancara Teknik wawancara dipergunakan untuk memperoleh data secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. peneliti membawa walkman untuk merekam pada waktu wawancara berlangsung. Observasi juga dilakukan terhadap peneliti maupun peserta didik itu sendiri. Dalam observasi ini ketiga orang ini mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung dengan mencatat semua kejadian-kejadian selama pembelajaran berlangsung. dan pendapat peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak.

kesan. Yang perlu dijadikan dokumentasi dalam penelitian ini yaitu pada inti kegiatan menyimak berita.6.6.2.3 Teknik Jurnal Teknik jurnal dalam penelitian ini ada dua. 3. Dengan demikian akan terungkap kekurangan dan kelebihan pada saat pembelajaran berlangsung. peserta didik diminta untuk memberi tanggapan. media yang digunakan. pada saat peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti. 99 . dan kegiatan-kegiatan yang dianggap perlu untuk dijadikan sebagai data. Jurnal guru berisi catatancatatan mengenai perilaku peserta didik.2. bahan simakan. respons peserta didik. kritikan terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. keaktifan peserta didik pada saat pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung.4 Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data nontes yang berupa foto yang diambil peneliti ketika proses pembelajaran siklus 1 dan siklus II berlangsung.99 3. yaitu cara peneliti menyampaikan materi. yaitu jurnal siswa dan jurnal guru. Hal ini sangat dibutuhkan oleh peneliti untuk mengevaluasi dan merefleksi. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti bahwa penelitian peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual benar-benar dan nyata dilakukan oleh peneliti. Untuk jurnal siswa. Jurnal siswa ini diberikan pada peserta didik setelah pembelajaran siklus I berakhir.

Hasil dari perbandingan tersebut. (3) menghitung nilai rata-rata. 3. dan (4) menghitung persentasi. 100 .7. maka dapat diketahui mengenai peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.1 Teknik Kuantitatif Analisis data tes secara kuantitatif dihitung dengan persentasi melalui langkah-langkah: (1) merekap nilai yang diperoleh peserta didik.7 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitatif dan kuantitatif. (2) menghitung nilai kumulatif. Rumus nilai persentasinya adalah: NP = NK x 100% R Keterangan: NP: Nilai Presentasi NK: Nilai Komulatif R : Jumlah Responden Hasil perhitungan persentasi keterampilan menyimak berita dari hasil tes siklus I dan siklus II dibandingkan.100 3.

101 3. Data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II dibandingkan dengan cara melihat hasil tes dan nontes.7. sehingga akan dapat diketahui adanya perubahan perilaku peserta didik dan peningkatan dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. jurnal. wawancara. dan dokumentasi.2 Teknik Kualitatif Teknik kualitatif untuk memberi gambaran perubahan perilaku peserta didik dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melelui media audio-visual dengan mengacu pada data nontes yang berupa observasi. 101 .

guru memutarkan berita tersebut sebanyak 2 kali. Hasil tes prasiklus dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Tes prasiklus yang dilakukan berupa peserta didik diminta untuk mengisi lembar soal secara individu yang berisi 6 soal isian singkat dan 1 soal essai yang diberikan guru setelah peserta didik melihat tayangan berita dengan topik “Gizi Buruk” melalui VCD. sebelum dilakukan tindakan penelitian. Pada tahap prasiklus ini. dapat diketahui bahwa keterampilan peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita masih kurang atau rendah dengan skor rata-rata hanya mencapai 56.64 33 Dari data tabel 7 tersebut. Rincian data tersebut 102 . hal tersebut atas permintaan peserta didik. Tabel 7 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Tahap Prasiklus No Kategori 1 2 3 4 5 Rentang nilai Sangat baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat kurang <50 Jumlah Frekuensi 0 4 10 7 12 33 Bobot skor 0 312 626 402 529 1869 Persen (%) 0% 17% 33% 22% 28% 100% Rata-rata 1869 = 56. Hasil tes prasiklus dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal kemampuan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 1 Jiken.102 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Tes Prasiklus Hasil prasiklus berupa keterampilan menyimak berita.64.

media dan lingkungan sekitar laboratorium bahasa. baik itu faktor internal atau pun eksternal. Faktor internal ini berasal dari peserta didik. cara penulisan ketika menjawab soal essai masih jauh dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD). 33% atau 10 peserta didik mencapai nilai cukup yaitu dengan kategori nilai 60-69.103 dijelaskan sebagai berikut. dan kepaduan antar kalimat masih kurang diperhatikan juga. 12 peserta didik atau 28% termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai <50. Dari jumlah keseluruhan 39 peserta didik tetapi yang dapat hadir pada tahap prasiklus hanya 33 peserta didik. Rendahnya keterampilan peserta didik dalam menyimak berita ini disebabkan beberapa faktor yang melingkupinya. Kategori kurang dengan nilai 50-59 dicapai oleh 7 peserta didik atau mencapai 22%. kekurangan yang terlihat yaitu kurang jelasnya guru dalam memberikan penjelasan dan petunjuk pengisian soal. pada kategori nilai baik dengan nilai 70-84 terdapat 17% atau 4 peserta didik. jawaban yang diberikan peserta didik kurang lengkap dan rinci. faktor eksternal juga berpengaruh. Dengan jumlah 33 peserta didik yang dapat mengikuti kegiatan ini. sehingga peserta didik dalam 103 . Sedangkan faktor eksternalnya berasal dari guru. Faktor eksternal itu bisa datang dari guru. yaitu kurangnya konsentrasi dan perhatian peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan guru. Faktor internal yang mempengaruhi kurang berhasilnya penguasaan keterampilan menyimak berita pada saat prasiklus. Sedangkan untuk kategori sangat baik dengan nilai 85-100 pada tahap prasiklus ini belum bisa dicapai peserta didik atau masih dalam persentase 0%. Hal itu bisa terjadi karena terdapat 2 peserta didik yang sakit dan 4 lainnya mengikuti latihan gamelan dalam rangka kegiatan perpisahan kelas IX. Selain faktor internal.

karena dengan pemutaran satu kali mereka belum bisa memahami beritanya. jadi secara tidak langsung terdengar suara lain selain suara pembacaaan berita. meminta mereka untuk berkonsentrasi lagi dan guru memutarkan VCD yang sesuai dengan soal yang diterima peserta didik. Untuk lebih jelasnya hasil tes keterampilan menyimak berita pada tahap prasiklus pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dapat dilihat pada grafik berikut. Tayangan berita yang diputarkan salah. Pada tahap prasiklus. guru meminta peserta didik untuk tenang kembali dan menutup kembali soal yang telah diberikan. dan hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi konsentrasi peserta didik dalam kegiatan menyimak berita. peserta didik yang menjadi anggota ekstra kurikuler gamelan sedang berlatih dalam rangka persiapan perpisahan kelas IX. terjadi kesalahan teknik perihal pemutaran tayangan berita. Lalu untuk melanjutkan kegiatan saat itu. Dalam tahap ini peserta didik meminta memutarkan ulang tayangan beritanya. 104 .104 mengerjakan soal melenceng dari perintah yang dimaksudkan oleh guru. Dari sisi penggunaan media. Keadaan laboratorium bahasa yang dekat dengan ruang gamelan dan masih disatukan dengan perpustakaan. sehingga ketika peserta didik hendak mengerjakan soal yang diberikan guru. Karena kebetulan saat itu. mempengaruhi konsentrasi peserta didik ketika proses pembelajaran. mereka merasa bingung karena soal yang akan dijawab tidak sesuai dengan berita yang ditayangkan. juga mempengaruhi dalam penguasaan keterampilan menyimak berita pada peserta didik.

Begitu pun pada kategori kurang dengan rentang nilai 50-59.3%. Hasil jelasnya lihatlah nilai yang berada di atas skor 70.30%. Selanjutnya pada kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 4 peserta didik atau sebesar 12.21% yang masuk pada kategori kurang.105 Grafik I Hasil Penelitian Prasiklus Keterampilan Menyimak Berita Series2 100 80 60 40 20 0 J u m la h S k o r 82 81 60 60 45 45 48 45 49 62 59 61 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Subjek Penelitian Grafik di atas menunjukkan pemerolehan skor pada masing-masing peserta didik pada tahap prasiklus ini. Dari grafik tersebut terdapat 7 peserta didik atau sebesar 21.12%. 105 . Untuk melihat peserta didik yang masuk pada kategori tersebut lihatlah pada hasil jumlah skor yang berada di atas skor 60. Jumlah peserta didik yang mendapat nilai rendah pada kategori kurang sebanyak 11 peserta didik atau sebesar 33. Untuk kategori sangat baik pada tahap prasiklus ini belum didapatkan oleh peserta didik atau masih 0%. Untuk melihat secara jelas peserta didik yang masuk pada kategori sangat kurang lihatlah pada titik-titik yang berada di bawah jumlah skor 60. Dari situ dapat dijelaskan terdapat beberapa peserta didik yang mendapat nilai rendah dengan kategori sangat kurang pada jumlah skor <50. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 10 peserta didik atau sebesar 30.

sehingga pembelajaran yang akan dilakukan di kelas dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita adalah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual. Pada siklus I ini.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I ini merupakan tindakan awal penelitian yang dilakukan setelah mengetahui hasil tes pada tahap prasiklus yang ternyata memerlukan tindak lanjut dan perbaikan atas segala permasalahan yang muncul dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita. (3) menjawab dengan benar soal dengan unsur where. (5) menjawab dengan benar soal dengan 106 . Kriteria penilaian pada siklus I ini masih tetap sama seperti pada tes prasiklus yang meliputi dua aspek penilaian yaitu aspek penilaian pada bentuk tes isian singkat yang meliputi enam aspek penilaian. Pelaksanaan pembelajaran menyimak berita terdiri atas tes dan nontes. (2) menjawab dengan benar soal dengan unsur who.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus I ini merupakan data awal setelah dilakukannya tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audiovisual. (4) menjawab dengan benar soal yang dengan unsur when.106 4. Hasil kedua data tersebut diuraikan secara rinci sebagai berikut. peneliti menggunakan metode pembelajaran baru yang belum pernah dilakukan oleh guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode baru yang digunakan peneliti adalah metode drill dan dilengkapi dengan penggunaan media yaitu media audio visual. yaitu : (1) menjawab dengan benar soal dengan unsur what.2. 4.

5 792 677 10. Tes yang dilakukan pada tahap siklus I ini diberikan dalam dua bentuk yaitu tes kelompok dan tes individu.5 734. (5) diksi. Sehingga hasil tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken juga terdiri dari dua aspek nilai yaitu nilai kelompok dan nilai individu yang masing-masing diberikan bobot yang sama. Pada tahap siklus I ini peserta didik yang dapat hadir sejumlah 34 peserta didik. 0 1 10 9 14 7 0 8 10 9 34 34 Bobot Skor Glob.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global 107 . dan (6) ejaan dan tanda baca.08 59. Ind. Hasil penilaian pada tahap siklus I ini akan dijabarkan seperti di bawah ini. (2) jumlah kalimat.5 436 338 34 NG 42.62 58. karena 5 lainnya mengikuti latihan gamelan dan pemilihan peserta didik teladan sekabupaten. Dan aspek penilaian pada bentuk tes essai yang meliputi enam aspek penilaian.5 657 214 386.5 867 447 4 0 428 9. yaitu (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.107 unsur why. NK NI 0.5 0 85 9. Tabel 8 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel. (3) penyusunan kalimat.5 2095 1975 2035 61. dan (6) menjawab dengan benar soal dengan unsur how.

5 5 156 138 147 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 79 88 83.59 58.33 2.62 dan nilai rata-rata individu 58. 108 . Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus I ini adalah 59. Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut.09 8.35 33.32 61.97 7.06 2.5 dengan pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 320 282 301 4 Penyusunan kalimat 89 80 84.08.62 4.41 2.35 4.76 9.62 dan nilai rata-rata individu sebesar 58.85. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian secara umum.85 2.108 Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan dari perolehan skor tes isian singkat dan tes essai pada masingmasing aspeknya.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35.08 sehingga nilai rata-rata keseluruhan 59. Tabel 9 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1210 1100 1155 2 Kesesuaian isi kalimat 240 287 263.08 8.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 61.62 8.29 2.5 Jumlah 2095 1975 2034.59 2.48 4.59 32.46 59. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada masing-masing aspek siklus I. Dari hasil perhitungan maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 61.44 7.85. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.

1 Hasil Tes Kelompok Hasil tes kelompok ini merupakan bagian dari penilaian pada siklus I ini.1. dan 10 peserta didik atau sebesar 21% yang masih mendapat nilai sangat kurang dengan jumlah skor 435.62 34 Pada tes kelompok hanya 10 peserta didik atau 38% yang mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 792. yang masing-masing terdiri dari 6 aspek penilaian soal isian singkat dan 6 aspek penilaian soal essai yang sudah dijelaskan sebelumnya. 109 . Penilaian ini dilakukan karena dengan adanya latihan soal yang pengerjaannya secara kelompok. maka dapat membimbing peserta didik menuju pemahaman konsep pembelajaran dengan lebih mudah. Tabel 10 Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi 0 10 14 0 10 34 Bobot skor 0 792 867 0 436 2095 Persen (%) 0% 38% 41% 0% 21% 100% Rata-rata 2095 = 61. Karena dengan pengerjaan secara kelompok.109 4. Berikut ini hasil penilaian secara kelompok pada siklus I. 14 peserta didik atau sebesar 41% yang berhasil meraih predikat cukup dengan jumlah skor 867.2. masing-masing peserta didik bisa saling melengkapi sehingga diperolehlah suatu hasil yang baik. Hasil tes tersebut juga merupakan penjumlahan dari aspek penilaian soal isian singkat dan aspek penilaian soal essai dari keterampilan menyimak berita yang diujikan.

59 26. Tabel 12 Hasil Tes Menyimak Berita yang Mengandung Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi 34 24 29 5 19 10 121 Bobot skor 340 240 290 50 190 100 1210 Persen (%) 28% 20% 24% 4% 16% 8% 100% Rata-rata 1210 = 35.110 Berikut ini rincian hasil penilaian tes isian singkat dan tes essai. 4.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Penilaian pada soal isian singkat yang terdiri dari 6 soal ini difokuskan pada benar-salahnya jawaban peserta didik dengan pertanyaan yang mengandung unsur 5W + 1H.59 34 110 . Tabel 11 Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Jumlah Bobot Skor 1210 885 2095 Rata-rata 35.03 61. masing-masing dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas awal mula pemerolehan nilai tersebut. Setiap jawaban yang benar akan mendapatkan skor 10 dan bila salah mendapat skor 0.2.1.62 Dari hasil tersebut. serta rincian penilaian pada masing-masing aspeknya. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya. Hasil penilaian tersebut dapat dilihat pada tabel 12.1.

35 26.1.59 2.2.03 Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 26. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.62 4. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut. 4.59.111 Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita pada siklus I ini sudah cukup baik. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 5 peserta didik atau 4%.41 2. sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 16% dan 10 peserta didik atau 8%.241 pokok berita 2 Jumlah kalimat 320 3 Penyusunan kalimat 89 4 156 diksi 5 Ejaan dan tanda baca 79 Jumlah 885 Rata-rata 7.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 13 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok. Hal itu terlihat dari hasil ratarata yang diperoleh yaitu 35. Sebanyak 34 peserta didik atau seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa). 111 .09 9.1.03 yang masuk pada kategori cukup. 24 peserta didik atau 20% mampu menjawab unsur who (siapa). 24% atau 29 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana).

09 34 Dari data pada tabel di atas menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori cukup karena nilai rata-ratanya yaitu 7. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 14.112 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan. Dan kategori sangat kurang diperoleh oleh 5 peserta didik atau 2%.09 yang masuk pada kategori cukup dalam penilaiannya. Dari tabel itu juga dapat dijabarkan bahwa belum terdapat peserta didik yang masuk dalam kategori sangat baik atau sebesar 0%.09 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik cukup paham dengan pokok-pokok berita yang tedapat pada berita ditayangkan. Kategori kurang sebesar 17% atau 9 peserta didik. Dengan hasil yang seperti itu dan nilai rata-rata 7. Tabel 14 Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi Bobot skor 0 0 115 10 80 10 41 9 5 5 34 241 Persen (%) 0% 48% 33% 17% 2% 100% Rata-rata 241 = 7. Untuk kategori baik pada aspek ini ada 10 peserta didik atau sebesar 48%. Kategori cukup dicapai oleh 10 peserta didik juga atau sebesar 33%. 112 .

ide. hanya dua kategori yang diperoleh peserta didik. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat yang dipergunakan peserta didik dalam rangka bentuk pemahaman terhadap isi berita dapat dilihat pada tabel 15. atau pikirannya dalam bentuk tulisan.113 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. Untuk kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 29 peserta didik atau sebesar 91%.41. diperoleh rata-rata yaitu 9. Sedangkan kategori lainnya seperti baik. Jadi setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. Aspek ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik dalam upaya mengungkapkan gagasan. Kategori tersebut adalah kategori sangat baik dan kategori cukup. dan kategori cukup baik dengan skor 6 diperoleh oleh 5 peserta didik atau sebesar 9%. kurang baik. Dengan rata-rata 9. Tabel 15 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi Bobot skor 290 29 0 0 30 5 0 0 0 0 34 320 Persen (%) 91% 0% 9% 0% 0% 100% Rata-rata 320 = 9. dan sangat kurang tidak diperoleh peserta didik.41 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu 113 .41 34 Data pada tabel 15 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat.

kategori cukup sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 17%. Peserta didik yang masuk pada kategori baik sebanyak 15 atau sebesar 67%.62. sedangkan kategori sangat baik dan kurang 0%. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 16%. Tabel 16 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 0 0 60 15 15 5 0 0 14 14 34 89 Persen (%) 0% 67% 17% 0% 16% 100% Rata-rata 89 = 2. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 16 berikut ini. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada perpaduan dan hubungan antara kalimat dalam suatu paragraf. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan kurang baik.114 dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat terhadap pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. 114 .62 34 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 16 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 2. Pemerolehan skor rata-rata tersebut.

dan 36% sisanya diperoleh oleh 14 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4.59. 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan 115 . Skor yang terisi hanya pada kategori sangat baik dan baik.115 4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi atau pilihan kata difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam pembentukan kalimat sehingga akan membentuk suatu kalimat yang mudah dipahami dan baku. maka peserta didik sudah sangat mampu memilih kata dan mampu menggunakannya dalam suatu kalimat. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. Dengan rata-rata yang seperti itu. Dari rincian dan perhitungan skor tersebut maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 20 peserta didik atau sebesar 64%.59 34 Data pada tabel 17 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. Tabel 17 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 100 20 56 14 0 0 0 0 0 0 34 156 Persen (%) 64% 36% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 156 = 4. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 17.

karena hal ini merupakan modal dasar untuk kita bisa menulis dengan baik dan benar. Dengan perhitungan seperti itu. Tabel 18 Hasil Essai Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 10 5 5 14 34 Bobot skor 0 40 15 10 14 79 Persen (%) 0% 50% 19% 13% 18% 100% Rata-rata 79 = 2. Kondisi yang seperti inilah yang perlu diberikan perhatian khusus dan penanganan khusus dalam upaya peningkatan hasil belajar. kategori kurang ada 5 peserta didik atau sebesar 13%. khususnya aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Penggunaan ejaan dan tanda baca merupakan aspek yang sangat penting. masuk dalam kategori kurang. Pada kategori baik dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 50%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kurang menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca. Untuk kategori sangat baik. 116 .32 34 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 18. Hasil dari penilaian pada aspek ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam kalimat dapat dilihat pada tabel 18. dan kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 18%.32. 5 peserta didik atau sebesar 19% pada kategori cukup.116 dan tanda baca. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 2. pada aspek ini belum bisa dicapai oleh peserta didik atau masih 0%.

Hasil penilaian tes individu pada siklus I ini dapat dilihat pada tabel 19 berikut ini. pada siklus I ini juga terdapat tes individu. dengan jumlah skor 447 terdapat 7 peserta didik atau 23% yang masuk dalam kategori cukup. 9 peserta didik mendapatkan nilai baik dengan jumlah skor 677 atau sebesar 34%. Selanjutnya terdapat 8 peserta didik atau 22% yang masuk dalam kategori kurang dengan jumlah skor 428. Dari hasil nilai kelompok dan nilai individu.2 Hasil Tes Individu Selain terdapat tes kelompok.117 4.2. Tabel 19 Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 85 1 677 9 447 7 428 8 338 9 34 1975 Persen (%) 4% 34% 23% 22% 17% 100% Rata-rata 1975 = 58. terdapat 1 peserta didik atau sebesar 4% yang sudah masuk pada kategori sangat baik dengan jumlah skor 85. Dengan keterangan tersebut maka diperoleh nilai rata-rata siklus I adalah sebesar 59.08 34 Pada tes individu. Kemudian masih juga terdapat 9 peserta didik yang masuk dalam kategori sangat kurang dengan jumlah nilai 338 atau sebesar 17%.84. keduanya digabungkan dengan cara menjumlahkan rata-rata masing-masing nilai sehingga akan dihasilkan nilai keseluruhan pada tahap siklus I. Tes individu ini diberikan untuk melihat kemampuan masing-masing peserta didik dalam menyimak berita. Tes individu ini diberikan setelah peserta didik melakukan tes kelompok.1. 117 .

Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I. seperti sudah disebutkan pada tes kelompok.20. Hasil nilai individu seperti terlihat pada tabel 20 berikut ini. Masih rendahnya keterampilan menyimak berita pada peserta didik. Skor rata-rata pada siklus I tersebut mengalami peningkatan dari tahap prasiklus. disebabkan oleh masih kurang konsentrasinya peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan peneliti. Hasil tes individu yang diperoleh pada siklus I ini juga merupakan penjumlahan dari bentuk soal isian singkat dan soal essai yang semuanya tergabung dalam 6 aspek penilaian. sehingga pemahaman yang didapatkan masih kurang dan juga masih kurang memperhatikannya peserta didik dengan kaidah EYD dalam penulisan dan juga aspek kepaduan kalimat. Peningkatan itu sebesar 3. Tabel 20 Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Bobot Skor 1100 875 1975 Rata-rata 32.73 58.84 yang masuk dalam kategori kurang.35 25. Selain hal itu.08 118 . sehingga cara pembelajaran baru merupakan proses awal bagi peserta didik untuk menyesuaikan diri dalam pembelajaran. pembelajaran yang dilakukan guru dirasakan masih baru bagi peserta didik. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik.118 Dari hasil perhitungan di atas dan berdasarkan tabel menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken mencapai nilai rata-rata 59.

5%. unsur why (mengapa) dijawab oleh 25 peserta didik atau 23%. Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 32.5% 34 5% 23% 12% 100% Dari tabel 21 dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 31%. terdapat 27 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 24.119 Dari hasil tersebut. maka dapat diperoleh rata-rata 119 . dan 13 peserta didik atau sebesar 12% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana). Dari situ dapat disimpulkan bahwa peserta didik cukup memahami isi berita yang ditayangkan. terdapat 6 peserta didik atau 5% yang mampu menjawab unsur when (kapan). 4.35.2. 4.35.2.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 21 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 340 34 270 27 50 5 60 6 250 25 130 13 110 1100 Persen Rata-rata (%) 31% 24. Hasil rata-rata kelompok yaitu 35.5% atau 5 peserta didik menjawab unsur where (dimana).35 4.58 dan rata-rata individu 32. masing-masing dapat dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas perhitungan penilaian tersebut secara jelas dan rinci. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya.1.5% 1100 = 32.

120

keseluruhan 33,96. Itulah rata-rata keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu. Rata-rata 33,96 dapat diartikan bahwa walaupun secara kerjasama kelompok atau pun individu, para peserta didik sudah cukup mampu memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan guru.

4.2.1.2.2 Hasil Essai Individu Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 22 Hasil Essai Tes Menyimak Berita

No 1

Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok287 pokok berita 2 Jumlah kalimat 282 3 Penyusunan kalimat 80 4 138 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca 88 Jumlah 875

Rata-rata 8,44 8,29 2,35 4,06 2,59 25,73

Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 25,73. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.

1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita

Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada tes kelompok. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 23.

120

121

Tabel 23 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3

Frekuensi Bobot skor 56 4 131 11 54 8 45 10 1 1 34 287

Persen (%) 19,5% 45,6% 18,8% 15,7% 0,4% 100%

Rata-rata

287 = 8,44 34

Data pada tabel 23 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8,44. Rata-rata ini mengalami peningkatan dari hasil pekerjaan kelompok yang nilai rata-ratanya 7,08. Peningkatan yang terjadi sebesar 1,36. Dengan adanya peningkatan ini, menjadikan suatu bukti bahwa terjadi proses perbaikan pada peserta didik, setelah dilakukannya tindakan-tindakan perbaikan oleh guru. Rincian nilai pada tabel 17 dapat dijelaskan seperti ini, 19,5% atau 4 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15, 11 peserta didik atau 45,6% memperoleh predikat baik dengan rentang skor 10-12, kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 8 peserta didik atau sebesar 18,8%. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 10 peserta didik atau sebesar 15,7%, dan kategori sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 0,4%. Rata-rata 8,4 bermakna, peserta didik sudah baik dalam rangka penguasaan aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Jadi peserta didik sudah mampu memahami berita yang ditayangkan, hal itu didasari dengan sudah mampunya mereka menuliskan pokok-pokok berita ke dalam suatu kalimat dengan baik. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek

121

122

kesesuaian isi kalimat dari hasil kelompok dan individu pada siklus I ini adalah 7,77.

2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat

Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 24.
Tabel 24 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 10 8 6 4 2

Frekuensi Bobot skor 180 18 64 8 24 4 12 3 2 1 34 282

Persen (%) 63,8% 22,7% 8,5% 4,3% 0,7% 100%

Rata-rata

282 = 8,29 34

Data tabel 24 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8,29 dalam kategori baik. Jumlah kalimat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai 18 peserta didik atau sebesar 63,8%. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 8 peserta didik atau 22,7%. Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 8,5%. Kategori kurang dengan skor 4 ada 3 peserta didik atau 4,3%, dan kategori sangat kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 0,7%. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik pada aspek jumlah kalimat yang disesuaikan dengan isi berita. Banyak sedikitnya kalimat yang dibuat oleh peserta didik dapat mencerminkan seberapa pandaikah mereka dalam mengembangkan pemahaman mereka atau menerangkan 122

123

pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus I yaitu 8,85. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik, yaitu pada skor 8,85 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat.

3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat

Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Semakin padu kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, maka dapat dikatakan paragraf atau kalimat itu baik. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 25 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 5 4 3 2 1

Frekuensi 4 4 6 6 14 34

Bobot skor 20 16 18 12 14 80

Persen (%) 25% 20% 22,5% 15% 17,5% 100%

Rata-rata

80 = 2,35 34

Berdasarkan tabel 25 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat hanya mencapai nilai rata-rata 2,49. Pemerolehan skor rata-rata tersebut dikategorikan kurang. Secara jelas dapat

123

124

diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat masih kurang dan itu perlu ditingkatkan sampai pada kategori baik. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 4 peserta didik atau 25%. Kategori baik dengan skor 4 dicapai 4 peserta didik atau 20%. 6 peserta didik atau 22,5% pada kategori cukup dengan skor 3, sedangakan 6 peserta didik lainnya atau sebesar 15% masuk pada kategori kurang dengan skor 2, dan peserta didik yang mendapat skor 1 sebanyak 14 peserta didik atau 17,5% masuk pada kategori sangat kurang. Dari hasil rata-rata pada hasil tes individu yaitu 2,35 dan rata-rata tes kelompok 2,62 maka dapat diperoleh nilai rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus I yaitu 2,49. Dengan hasil rata-rata pada siklus I 2,49 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah cukup baik dalam penguasaan aspek penyusunan kalimat.

4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi

Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata antara yang baku dan tidak baku dalam penggunaannya. Dalam lingkungan formal kita harus lebih menitik beratkan pada penggunaan kata-kata baku, jika dibandingkan pada situasi non formal atau pergaulan. Selain kebakuan, kesesuaian penggunaan pilihan kata dalam suatu kalimat juga perlu diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan makna kalimat yang rancu dan ambigu. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 26.

124

06 masuk pada kategori baik. Dengan rata-rata 4.06.33. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 23 peserta didik atau 67%. kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 7 peserta didik atau 25%. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 3 peserta didik atau 7%. 125 .06 34 Data pada tabel 26 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik sudah mampu memilih dan memilah penggunaan kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya.59 dan hasil individu 4. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4.33 pada kategori baik. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini.125 Tabel 26 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 23 3 1 0 34 Bobot skor 35 92 9 2 0 138 Persen (%) 25% 67% 7% 1% 0% 100% Rata-rata 138 = 4. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini.06 lalu dibagi dua sehingga diperoleh rata-rata keseluruhan 4. Kategori kurang dengan skor 2 ada 2 peserta didik atau 1%. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata hasil kelompok 4. sehingga dikatakan secara keseluruhan peserta didik sudah mampu menggunakan diksi dalam pembuatan kalimatnya. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik. Rata-rata 4.

tetapi secara individu. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 7 peserta didik atau 16%. Kategori baik dengan skor 4 ada 7 peserta didik atau sebesar 32%. Jadi disimpulkan bahwa secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan kaidah EYD dan peserta didik juga sudah cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya. Kali ini nilai rata-ratanya adalah 2.32.59. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup. Secara kelompok. Kategori cukup dengan skor 3 sebesar 24% atau 7 peserta didik juga. Hasil 126 . Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 27.59.59 34 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 27 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 3 peserta didik atau 17% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5. peserta dinyatakan kurang mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2.126 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca. Dan kategori sangat kurang dengan skor 1 masih dicapai sebanyak 10 peserta didik atau sebesar 11%. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2. Tabel 27 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 7 7 7 10 34 Bobot skor 15 28 21 14 20 88 Persen (%) 17% 32% 24% 16% 11% 100% Rata-rata 88 = 2.

5 65 60.5 72 71 72.5 1 7 70. Pada siklus I ini dicapai nilai rata-rata 59.5 47 47 42.5 65. Sedangkan kategori kurang dengan nilai 50-59 yang bearada diantara skor 60 dan 40 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29. Meskipun belum mencapai target yang diinginkan yaitu nilai 70 pada kategori baik. Grafik 2 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus 1 80 60 40 20 0 Series2 J u m la h S k o r 76 75 72.41%.5 7 5 57 51 52 54 51 51 48. peserta didik pada kategori baik dengan nilai 70-84 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29.5 48.85 yang masuk pada kategori cukup.127 rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 2. Nilai dengan kategori cukup berada di atas skor 60.5 72.5 59.5 70 69 68.46. maka pada siklus I peserta didik kurang mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca. Hasil tes menyimak berita pada siklus I dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini.5 47.5 57. Dengan hasil itu. tetapi hasil tersebut sudah merupakan hasil yang cukup bagus atau merupakan awal yang baik.65%. skor 70 berada diantara skor tersebut. 127 .5 47 39 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian Grafik 2 di atas menunjukkan bahwa peserta didik yang berada pada kategori sangat baik dengan nilai 85-100 adalah 0%. untuk lebih jelasnya lihat pada grafik untuk nilai di atas skor 60 dan di bawah 80.5 69.5 57. Kategori cukup dengan nilai 60-69 dicapai oleh 6 peserta didik atau sebesar 17.41% dan 8 peserta didik atau sebesar 23.53% menempati kategori sangat kurang dengan nilai <50.

Perilaku pertama yaitu keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dibagi menjadi beberapa aspek. Perilaku 128 .2. (3) keaktifan peserta didik untuk bertanya dan memberi komentar pada materi yang diberikan. Objek sasaran yang diamati dalam observasi adalah peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. yaitu: (1) keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. dengan jumlah 34 pada siklus I ini.1 Hasil Observasi Pengambilan data observasi dilakukan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Hasil selengkapnya dijelaskan pada uraian berikut. 4. masing-masing dijabarkan sebagai berikut. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk melihat respons peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. wawancara. Dari kedua jenis perilaku tersebut. jurnal.128 4. Hal yang diamati adalah perilaku yang positif ataupun negatif yang muncul saat pembelajaran berlangsung. dan (4) kesediaan peserta didik membuat catatan-catatan mengenai hal-hal penting dari penjelasan guru. Aspek-aspek tersebut antara lain: (1) semangat dan kesungguhan peserta didik dalam mengikuti penjelasan guru. (2) perhatian peserta didik ketika mendengarkan penjelasan guru.2. dan dokumentasi. Adapun hal-hal yang diamati meliputi dua jenis perilaku.2 Hasil Nontes Hasil penelitian nontes pada siklus I ini didapatkan dari hasil observasi.2.

Dari beberapa aspek tersebut dan berdasarkan hasil pengamatan. 3. (4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan mengerjakan tugas-tugas dari guru. berkomentar 4 30 tentang materi yang diberikan. (2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.129 kedua dijabarkan menjadi lima aspek. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 5. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. peserta didik semangat dan bersungguh34 0 sungguh mengikuti penjelasan guru. 4. aspek-aspek tersebut antara lain: (1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatancatatan kecil. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 2 34 34 32 0 0 Aspek 34 0 129 . (3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 2. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. maka diperoleh hasil observasi seperti pada tabel di bawah ini. 4. Tabel 28 Hasil Observasi Siklus I No 1 Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Respons Positif Negatif 1. peserta didik mau membuat catatan 34 0 mengenai hal-hal yang penting 34 0 1. dan (5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat. peserta didik aktif bertanya. 28 6 2.

130 Pada siklus I ini. peserta didik 130 . Hal itu dilakukan khususnya oleh peserta didik laki-laki yang berada pada barisan belakang. hal tersebut tidak menjadikan penghambat berlangsungnya proses belajar. Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa pada kegiatan awal ataupun inti pembelajaran sebagian besar peserta didik semangat. bersunguh-sungguh. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang memperhatikan guru. Namun. Pada siklus I ini. Walaupun cara menjawabnya tidak berani dengan tunjuk jari. melalui kegiatan observasi dapat dideskripsikan beberapa perilaku peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Dari hasil pengamatan. tetapi dengan cara ditunjuk oleh guru dan mereka menjawabnya secara serempak. dan berkonsentrasi dalam mengikuti penjelasan guru. tidak semua peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik. 82% lainnya sudah memperhatikan guru. Mereka cukup aktif dalam bertanya dan berkomentar tentang materi yang diberikan dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. begitupun dalam hal membuat catatan-catatan penting dari penjelasan guru. mereka cenderung lebih suka berbicara sendiri dengan teman sebangkunya atau teman di depan dan di belakangnya. Mereka bersungguh-sungguh dalam mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh guru. persentase tingkat keaktifan peserta didik adalah sebesar 12% atau sebanyak 4 peserta didik. Terdapat 6 peserta didik atau sebesar 18% peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru.

Setelah peserta didik menyimak berita. Sebagian besar dari mereka sudah berkonsentrasi dalam menyimak berita dan sudah terlihat membuat catatan-catatan kecil. yang sifatnya untuk dijadikan latihan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita. Kondisi yang seperti ini tentunya harus dicarikan solusi pemecahannya. kurang tertarik/senang.131 masih cenderung agak pasif. hal itu merupakan awal yang baik. guru memberikan kesempatan pada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahaminya dalam tayangan berita tersebut. Tetapi dengan sudah adanya beberapa peserta didik yang bertanya. agar peserta didik secara merata aktif bertanya ataupun berpendapat tanpa harus ragu ataupun malu. guru memutarkan VCD berita dan guru meminta kepada peserta didik agar mereka berkonsentrasi penuh selama pemutaran VCD dan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok beritanya. Pada kegiatan inti pembelajaran.89% saja yang bertanya dan lainnya hanya diam saja. Hal ini dimungkinkan karena peserta didik masih malu. Masalah ini merupakan suatu tugas bagi peneliti untuk memperbaiki pada siklus selanjutnya. Setelah kegiatan menyimak selesai. dan juga mereka tidak mempunyai ide pertanyaan. Karena dengan berkonsentrasi mereka dapat memahami isi berita secara baik. Tetapi hanya ada 2 peserta didik atau sebesar 5. Sebagian besar dari mereka memilih diam daripada bertanya. Latihan-latihan yang diberikan berupa latihan soal isian singkat dan soal essai tentang pokok-pokok berita dan menuliskan pokok- 131 . Sikap diam saja tersebut. grogi/tidak berani. bisa diartikan mereka sudah paham atau benar-benar tidak memahami berita yang ditayangkan. guru memberikan soal pada peserta didik.

132 pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat yang padu dalam sebuah paragraf. yang masih menonjol dari peserta didik. Dalam pengerjaan tugas yang sifatnya individu. Kekurangan itu disebabkan oleh perilaku belajar yang negatif atau kurang kondusif. yang dapat mengganggu berlangsungnya proses pembelajaran. peserta didik diberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. Selain itu kesalahan teknis dalam penggunaan media dan kurang jelasnya peneliti dalam memberikan penjelasan juga memberikan peran serta. sehingga proses pembelajaran pada tahap selanjutnya lebih baik. Keadaan ini merupakan masalah besar yang harus dipecahkan peneliti. dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan yang terjadi. agar perilaku belajar yang negatif tergeser menjadi perilaku belajar yang positif dan kekurangan-kekurangan yang terjadi tidak terulang lagi. Berdasarkan hasil pengamatan secara keseluruhan. Rencana pembelajaran pada siklus berikutnya tentunya harus lebih dimatangkan lagi. meskipun tidak dipungkiri masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang bekerja sama di dalam kelompoknya. Ketika mengerjakan latihan yang sifatnya kerja kelompok. Peserta didik belum dapat menyesuaikan pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru. mereka terlihat sudah bersungguh-sungguh dalam menegerjakan tugasnya. mereka cenderung lebih berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Setelah latihan kelompok. 132 .

perilaku dan respons peserta didik terhadap pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual adalah jurnal guru dan jurnal siswa. Dalam mengerjakan latihan yang diberikan.2. bahwa selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kebanyakan dari peserta didik masih kurang aktif bertanya. sehingga sebagian besar guru yang menguasai kegiatan pembelajaran. (4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomena-fenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual berlangsung. Dari hal-hal tersebut. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. Jurnal guru yang berwenang mengisi adalah guru yang mengamati peneliti dalam memberikan pembelajaran pada peserta didik dan jurnal siswa yang harus diisi peserta didik. respons yang diberikan peserta didik sudah cukup baik walaupun ada beberapa dari peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh guru.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi tentang sikap. mereka cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran meskipun tetap masih ada peserta didik yang terlihat acuh pada 133 .133 4.2. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. para peserta didik sudah bersungguh-sungguh. Dari lembar jurnal guru hal-hal yang dijadikan perhatian adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka dapat diperoleh suatu hasil pengamatan.

sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. karena pada awal pertemuan. serta pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.134 pembelajaran yang diberikan guru. Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Peserta didik cukup memahami konsep pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Selain jurnal guru. guru terlebih dahulu menjelaskan konsep pembelajaran ini. (2) ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. masih terdapat jurnal siswa yang dapat dijadikan pedoman untuk mengukur respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal-hal yang harus diisi oleh peserta didik pada jurnal siswa ini adalah (1) perasaan peserta didik ketika mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Jurnal siswa ini harus diisi oleh peserta didik. (4) pengaruh pembelajaran 134 . Ditemukan fenomena lain yang terjadi ketika proses pembelajaran yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran dan untuk mengungkap pendapat peserta didik mengenai kemudahan dan kesulitan yang mereka alami. (3) tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran.

guru membagikan jurnal siswa ini. Kesemuanya mendapatkan dan mengisinya dengan antusias dan situasi tenang . 06% yang mengaku senang dan tertarik dengan pembelajaran karena 135 . Dan berikut ini hasil jurnal siswa pada siklus I. Pada siklus I ini. peserta didik yang dapat hadir 34 peserta didik. Hal itu tampak pada jawaban-jawaban mereka pada lembar jurnal. Setelah proses pembelajaran berakhir. Tabel 29 Hasil Jurnal Siswa Siklus I No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Jumlah Respons Peserta Didik Positif Negatif 33 1 2 33 1 3 32 2 4 33 1 5 28 6 159 11 Hampir seluruh peserta didik senang dan tertarik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Terdapat 33 peserta didik atau sebesar 97. dan (5) pesan dan kesan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.135 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual terhadap cara belajar peserta didik.

04% atau 1 peserta didik mengaku kurang tertarik dan senang dengan pembelajaran ini. kesulitankesulitan mereka adalah dalam hal (1) menyusun kalimat yang padu dan utuh. pendapat mereka terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat meningkatkan mutu belajar dan membuat mereka menjadi lebih rajin. Dari jawaban itu. tetapi tetap terdapat kesulitan-kesulitan dan masukan-masukan dari peserta didik dalam rangka perbaikan selanjutnya. para peserta didik lebih cepat memahami materi. pembelajaran yang dilakukan dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. (2) kalau ada yang ramai dihukum saja. Masukan mereka (1) dengan cara pembelajaran seperti itu terus apakah peserta didik tidak akan bosan?. mereka berpendapat bahwa dengan penggunaan media VCD. (2) 136 . pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sebelumnya dilakukan dengan memberikan catan-catatan dan masih menggunakan metode ceramah. Sedangkan 0. 34 peserta didik lainnya berpendapat bahwa peneliti dalam mengajar santai. tidak membosankan. Dan berdasarkan hasil analisis. pembelajaran mereka rasakan lebih terasa cepat daripada mencatat. dan lebih membosankan. dia tidak memahami dan menguasai metode drill yang dilatihkan peneliti. Pembelajaran seperti itu mereka rasakan tidak menyenangkan. Walaupun respons peserta didik terlihat sangat baik dalam menerima pembelajaran menyimak berita. Selain itu. dapat terlihat bahwa.136 pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak membuat jenuh. menyenangkan dan sudah jelas dalam menjelaskan materi. tidak efektif. Hal itu disebabkan oleh. (3) tayangan yang diberikan harus cepat dan jelas. Bagi peserta didik yang menyukai pembelajaran ini.

dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik. dan terendah. (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik. Hasil wawancara diambil dari 2 orang peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi dan nilai terendah. (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik. Perasaan senang dilontarkan oleh kedua peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi. (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. dan (4) kurang konsentrasi dalam menyimak berita. 4.137 pemilihan kata yang baku dan baik. Peserta didik 137 . Wawancara ini mengungkap 8 pertanyaan sebagai berikut : (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. (3) penggunaan ejaan dan tanda baca. Peserta didik merasa senang dan suka dengan pembelajaran yang dilakukan guru dan cara pembelajarannya.3 Hasil Wawancara Pada siklus I sasaran wawancara difokuskan pada peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan nilai terendah pada hasil tes menyimak berita.

menambah semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Tidak semua peserta didik dapat menyerap materi pembelajaran dengan mudah. Mereka mengatakan ada perubahan cara mengajar guru. seperti yang diungkapkan kedua responden. dia mengatakan bahwa dia lebih suka 138 . sebagian besar lainnya tampak senang dan menikmati pembelajaran menyimak berita. peserta didik terlihat senang. Walaupun ada sebagian kecil peserta didik yang ramai dan tidak peduli. Pembelajaran yang dilakukan dengan penggunaan media VCD dan diberikannya suatu latihan-latihan dengan tujuan penguasaan suatu keterampilan. karena kapasitas dalam menerima pembelajaran masing-masing berbeda. menyatakan bahwa dia belum memahami dan menguasai metode pembelajaran yang dilatihkan. Keadaan ini merupakan suatu bentuk perilaku positif peserta didik pada siklus I.138 mengalami perasaan senang karena mereka mendapatkan cara pembelajaran yang baru dalam pembelajaran menyimak berita. Peserta didik pada umumnya menerima dan merespons positif terhadap pembelajaran yang diberikan guru. Kesulitan-kesulitan atau kendala dalam pembelajaran yang dialami peserta didik memang selalu ada. Peserta didik yang mendapat prestasi tes menyimak berita rendah. dalam menyampaikan materi sudah bagus dan jelas. Selain itu. Perubahan strategi pembelajaran yang dilakukan guru ternyata memberikan manfaat bagi peserta didik. Mereka mengatakan cara guru mengajar lebih santai dan menyenangkan. menikmati pembelajaran yang diberikan oleh guru. Kenyataan ini sangat relevan dengan respons yang diberikan peserta didik terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru.

dia mengatakan tidak suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dan menggunakan media. sehingga ketika memberikan jawaban dari soal yang diberikan guru. peserta didik yang mendapatkan nilai rendah menyatakan bahwa dia kurang 139 . Secara keseluruhan mereka mengatakan memahami isi berita. tetapi kekurangan yang masih terlihat adalah mereka kurang jeli dan teliti terhadap bahan simakan. Berbeda dengan peserta didik yang mendapatkan nilai rendah. seperti di laboratorium. Hal inilah yang mungkin menyebabkan dia mendapatkan prestasi tes menyimak berita yang rendah. jawabannya kurang rinci dan lengkap. pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih nyata atau informasi yang didapat lebih langsung bukan dari penjelasan yang diberikan guru. Peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi mengatakan bahwa dia merasa senang dengan adanya media yang digunakan guru. sehingga dia merasa lebih mudah memahami materi dan pembelajaran menjadi terasa cepat. Dari hasil wawancara diperoleh jawaban yang berbeda. Mereka menyatakan tidak mengalami kesulitan terhadap pemahaman isi berita. Pernyataan tersebut juga terdapat dalam jurnal yang pernah ditulis oleh peserta didik yang mendapat nilai tertinggi. Selanjutnya.139 pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas daripada pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Peserta didik yang mendapatkan nilai tinggi menyatakan dapat memahami isi berita yang ditayangkan oleh guru. Pengakuannya dengan adanya media yaitu VCD. VCD berita yang ditayangkan dapat dipahami oleh peserta didik tersebut. dan pada akhirnya dia bisa menuliskan pokok-pokok isi berita dan menuliskannya menjadi kalimat yang padu dan utuh.

Berhubungan dengan materi. kegiatan pembelajaran ketika peserta didik mengerjakan latihan-latihan 140 . Mereka sangat menyukainya. dokumentasi foto yang diambil difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus I ini. dengan penggunaan metode baru dan penggunaan media mereka menjadi lebih senang dalam mengikuti pembelajaran dan akan lebih rajin belajar. kegiatan pembelajaran dengan penggunaan media. karena pembelajaran yang dilakukan lebih memberikan informasi yang faktual dan pengetahuan.2. Dari beberapa jawaban peserta didik. karena metode tersebut sangat mudah diikuti dan membuat peserta didik lebih rajin dalam belajar.140 memahami tayangan berita yang diberikan guru sehingga kurang bisa menentukan pokok-pokok berita dan kurang bisa menuliskannya menjadi suatu kalimat yang padu dan utuh.2. 4. Menurut kedua responden. kedua responden menyatakan materi yang disampaikan sudah cocok untuk kelas VIII dan latihan yang diberikan mudah dikerjakan dan diikuti. pembelajaran yang diberikan oleh guru sudah menarik minat mereka. Kegiatan tersebut berupa kegiatan ketika guru menjelaskan materi pada peserta didik. gurunya jelas dalam menyampikan materi. tidak galak dan sabar. tidak menegangkan. Metode baru yang diterapkan guru dalam pembelajaran bisa digunakan untuk metode pembelajaran bahasa selanjutnya. kesimpulan yang didapat adalah mereka suka dengan cara pembelajaran baru yang diberikan guru. santai.

Setelah peserta didik mendapatkan gambaran tentang pembelajaran yang akan dilakukan dan sudah mengetahui kegiatan-kegiatan yang akan mereka lalui. dan guru sudah yakin bahwa peserta didik sudah siap dan berkonsentrasi. Tidak lupa pula guru menjelaskan metode pembelajaran baru yang akan diberikan oleh guru. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. sesudahnya guru menjelaskan sedikit materi pembelajaran. dan menjelaskan tentang cara menyimak yang baik. guru memutarkan VCD berita. Kegiatan tersebut berupa guru mengkondisikan peserta didik terlebih dahulu.141 dan kegiatan pengisian jurnal. Deskripsi gambar pada siklus I selengkapnya dipaparkan sebagai berikut. Gambar I Kegiatan Awal Pembelajaran Gambar tersebut merupakan kegiatan awal sebelum kegiatan inti dilakukan. menjelaskan teknik pembelajaran 5W + 1H. melakukan apersepsi lalu menjelaskan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. 141 .

guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya terkait dengan berita yang telah ditayangkan. dengan tujuan supaya mereka mampu memahami isi berita dengan baik. Gambar 2 Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita Gambar tersebut merupakan kegiatan inti pembelajaran setelah dilaksanakannya kegiatan pendahuluan. Tetapi pada kesempatan itu. Setelah tayangan berita selesai. Mereka kelihatan sudah mampu memahami berita yang ditayangkan. Selama kegiatan menyimak tersebut. Latihan-latihan tersebut diberikan 142 . Kegiatan selanjutnya guru memberikan latihan-latihan pada peserta didik.142 Kegiatan peserta didik dalam menyimak berita dengan penuh konsentrasi lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. peserta didik juga diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang hal-hal yang berkaitan dengan pokok-pokok berita. tidak ada peserta didik yang bertanya. Kegiatan tersebut berupa peserta didik menyimak berita dengan penuh konsentrasi.

Latihan yang diberikan berbentuk latihan kelompok dan latihan individu. sehingga jika terdapat kesulitan-kesulitan pada tahap ini peran kerjasama antar kelompok diperlukan. Gambar 3 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Tahap pertama dalam mengerjakan latihan yang diberikan adalah dengan cara berkelompok. sehingga akan terlihat kelompok peserta didik yang memiliki daya simak yang baik. cukup. Peserta didik yang kurang memahami tentang hal tertentu bisa bertanya pada teman kelompoknya yang lebih paham. Setelah semua peserta didik sudah 143 . dan buruk.143 dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta didik terhadap berita yang ditayangkan. dengan tujuan untuk pemahaman konsep terlebih dahulu. Sehingga pada tahap ini akan terlihat suatu cerminan kehidupan masyarakat Indonesia yang saling membantu dan tolong menolong. Berikut ini gambar peserta didik yang melakukan latihan secara berkelompok.

guru melihat sepintas hasil pekerjaan peserta didik. Guru memberikan penguatan dan memberikan penjelasan sedikit tentang kekurangan tersebut. Selanjutnya guru meminta salah satu perwakilan kelompok yang mendapat skor tertingi untuk maju ke depan kelas dan menuliskan hasil pekerjaan soal essai yang berupa membuat paragraf yang terdiri maksimal 5 kalimat. Setelah semua selesai dikoreksi. setelah selesai menyimak guru memberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. guru meminta kepada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman kelompok yang lain. Disinilah keterbukaan cara penilaian yang diberikan guru terlihat. Dari situ akan terlihat kekurangan dan kesalahan yang terjadi pada diri peserta didik dalam pengerjaan latihan.144 menyelesaiakan soalnya. dengan cara yang sama peserta didik menyimak berita. guru memberikan latihan selanjutnya. 144 . tidak ada yang merubah hasil pekerjaan temannya. peserta didik diajak belajar untuk menilai pekerjaan teman lain. Guru memutarkan VCD berita lagi. Mereka harus sportif. Setelah peserta didik sudah memahami kekurangan mereka. Selesai menuliskan pekerjaannya di papan tulis. guru bersama peserta didik mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penulisan kalimat tersebut dan sekaligus memberikan pembenarannya. Guru membacakan jawaban yang benar dan mereka tinggal memberikan tanda benar dan salah. Untuk memperjelas kegiatan tersebut dapat diamati pada gambar berikut ini.

Dengan cara ini guru akan mengetahui jumlah peserta didik yang mempunyai pemahaman yang baik. cukup. Kali ini pun mereka harus berlaku sportif. Mereka tampak sungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan guru. Guru bersama peserta didik mengoreksi soal isian singkat. sesudahnya guru membahas pekerjaan soal essai. Dan juga akan diketahui daya simak yang tinggi. guru meminta pada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman sebangkunya. 145 . cukup. Latihan yang sifatnya individu ini diberikan oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan menyimak dan tingkat pemahaman berita masing-masing peserta didik. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan pengisian jurnal siswa. dan rendah.145 Gambar 4 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu. dan kurang. terlihat pada gambar 5. Setelah semua peserta didik mengerjakan latihan.

146 Gambar 5 Peserta Didik Mengisi Jurnal Gambar tersebut merupakan aktivitas peserta didik ketika sedang mengisi jurnal siswa yang diberikan guru setelah kegiatan pembelajaran selesai. Tampak sekali peserta didik bersungguh-sungguh dalam mengisi jurnal. Tujuan diberikannya tugas terstruktur ini adalah untuk penjembatan atau latihan-latihan dalam upaya penguasaan keterampilan 146 . 4.3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik Setelah selesai pengisian jurnal peserta didik mendapatkan tugas terstruktur dari guru untuk melihat berita di televisi selama 4 hari dan setiap harinya melihat 2 topik berita. Berita yang harus mereka lihat adalah berita ”Seputar Indonesia” yang ditayangkan di stasiun TV RCTI setiap hari pukul 17. Peserta didik harus mencatat pokok-pokok beritanya yang memuat unsur 5W + 1H lalu menuliskannya ke dalam 5 kalimat. Guru meminta peserta didik untuk mengisi jurnal siswa dengan sejujurnya.2.30.

Dan tugas terstruktur yang diberikan ini sebenarnya pencerminan dari metode pembelajaran yang digunakan guru yaitu metode drill yang prinsip dasarnya pemberian latihan yang berulang-ulang sehingga suatu keterampilan dapat dikuasai peserta didik. Dan tenggang waktu itu diisi dengan tugas terstruktur tersebut. sehingga terbentuk suatu paragraf yang padu. sehingga sangat mempengaruhi hasil nilai 147 . Peserta didik tidak memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan dan tanda baca dalam pembuatan kalimatnya.2. 4. Peneliti memberikan waktu khusus dalam rangka pengecekan dan pengoreksian tugas terstruktur tersebut. Waktu satu hari diadakan pertemuan antara peneliti dan peserta didik untuk membahas hasil tugas terstruktur tersebut. Dari hasil pertemuan itu. Mereka sudah mampu memahami soal yang diberikan guru dan sudah ada peningkatan tentang cara mengerjakan soal dan pemahaman dari berita yang mereka simak. Jadi antara siklus I dan siklus II ada tenggang waktu sekitar 1 minggu. diketahui bahwa peserta didik mengerjakan tugas dengan baik.4 Refleksi Siklus I Pembelajaran menyimak berita pada siklus I ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada prasiklus. Permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran menyimak berita pada prasiklus yaitu peserta didik belum mampu menuliskan pokok-pokok berita menjadi suatu kalimat yang baik. Hal itu berarti mereka sudah memahami kaidah metode drill dan unsur 5W + 1H. Dari hari ke hari hasil tugas mereka semakin bagus dan hasil yang diperoleh semakin baik pula.147 menyimak berita.

Penghargaan yang diberikan ini bertujuan memotivasi peserta didik agar lebih aktif dan penampilan selanjutnya dapat tampil lebih baik daripada penampilan sebelumnya. Pengambilan data dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini ada dua yaitu data tes dan nontes. Penentuan kelompok terbaik tersebut berdasarkan keaktifan mereka dalam bekerja sama dan keberanian mereka mengemukakan hasil pekerjaannya. dan (6) penggunaan ejaan dan tanda baca. sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. Aspek-aspek yang dinilai pada siklus I sama dengan aspek penilaian yang digunakan pada prasiklus. peneliti menggunakan metode drill dengan media audio-visual. Tujuan dilakukannya teknik pembelajaran ini adalah untuk mengantarkan peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Sebagai upaya perbaikan dari prasiklus ke siklus I ini. peneliti juga memberikan penghargaan/hadiah kepada kelompok terbaik. Pada siklus I. (4) penyusunan kalimat. (2) kesesuiaan isi kalimat pada essai dengan pokok-pokok berita. (5) diksi (pilihan kata). (3) jumlah kalimat. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus I. Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain: (1) kesesuaian jawaban isian singkat dengan unsur 5W + 1H. hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken.85 yang masuk dalam kategori kurang. Meskipun masih masuk pada 148 .148 mereka. Selain itu peserta didik kurang konsentrasi dalam menyimak dan kurang rinci dalam menjawab pada masing-masing unsur 5W + 1H. mencapai nilai rata-rata 59.

peneliti menanyakan perasaan peserta didik ketika diberikan teknik pembelajaran yang baru. tetapi teknik yang diterapkan berbeda dengan teknik yang digunakan peneliti. Secara umum. Pembelajaran menyimak berita yang diterapkan peneliti 149 . peserta didik merasa senang dengan teknik pembelajaran yang diterapkan guru. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik. tetapi pada siklus I ini hasil rata-rata yang diperoleh mengalami sedikit peningkatan. Menurut mereka dengan adanya metode drill mereka menjadi lebih rajin. Materi menyimak berita ini sebelumnya pernah disampaikan oleh guru mata pelajaran mereka. materi menjadi mudah diingat. Ketika mengadakan refleksi ini. pembelajaran terasa cepat. Mereka merasa lebih senang dan tertarik dengan pembelajaran yang baru ini karena pembelajaran yang dilakukan menyenangkan. pada pembelajaran ini tidak dilupakan pula kehadiran metode drill. peserta didik berpendapat bahwa dengan adanya tayangan berita secara langsung mereka dapat memperoleh informasi secara langsung tanpa mendengarkan ceramah guru. dan mereka dapat menambah pengetahuan.149 kategori yang sama seperti tahap parsiklus. Selain penggunaan VCD. dan teknik pembelajaran yang baru sangat mudah untuk diikuti. peserta didik menjadi semakin tahu keadaan sekitarnya. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I. Berkaitan dengan penggunaan media VCD. tidak membuat peserta didik jenuh dan bosan.

Refleksi tersebut dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran menyimak berita ini. dan lebih 150 .3 Hasil Penelitian Siklus II Tindakan siklus II dilaksanakan karena pada siklus I keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken masih dalam kategori kurang dan belum memenuhi target maksimal pencapaian nilai rata-rata kelas yang telah ditentukan. kreatif. Pada siklus II pembelajaran dilaksanakan dengan rencana dan persiapan yang lebih matang daripada siklus I. maka hasil penelitian yang berupa nilai tes keterampilan peserta didik meningkat dari kategori cukup meningkat ke kategori baik. tindakan siklus II dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Peneliti akan mengadakan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan. belum tampak perubahan berarti.150 merupakan hal yang baru bagi mereka sehingga dalam pelaksanaanya tidak semua peserta didik mampu mengikutinya karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan peserta didik berbeda-beda. Selain itu perubahan tingkah laku dalam pembelajaran menyimak berita masih tergolong normal. 4. Jadi hasil yang diperoleh pada siklus I ini kurang memuaskan. Meningkatnya nilai tes ini didikuti pula dengan peningkatan perilaku peserta didik yang lebih aktif. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan hasil belajar tanpa mengesampingkan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Diharapkan pada siklus II. Dengan demikian. hasil yang diperoleh peserta didik menjadi lebih baik.

Tes isian singkat. Hal itu disebabkan oleh terdapat 2 peserta didik yang menjadi perwakilan siswa teladan antar kabupaten. Pada siklus II ini. Bentuk pengerjaan tes juga masih sama yaitu dengan cara berkelompok dan selanjutnya individu.151 terbuka dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hasil nilai keterampilan 151 . namun masih menggunakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. aspek di dalamnya masih sama seperti pada siklus I yaitu meliputi penilaian yang terdiri dari 6 unsur yaitu unsur 5W + 1H. dan (5) penggunaan ejaan dan tanda baca. aspek yang menjadi penilaian masih terdiri dari 5 aspek penilaian yang meliputi : (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. (2) jumlah kalimat. Begitu pun dengan tes essai. peserta didik yang dapat hadir hanya sejumlah 31 peserta didik dari jumlah 39. 2 peserta didik mengikuti latihan model dalam rangka menyambut acara peragaaan busana acara perpisahan kelas IX dan 4 lainnya mengikuti latihan karawitan dalam rangka menyambut acara perpisahan juga. 4. (4) diksi atau pilihan kata. yang meliputi dua penilaian yaitu tes isian singkat dan tes essai yang masing-masing masih dibagi-bagi lagi per aspeknya.3. (3) penyusunan kalimat.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus II ini merupakan data kedua setelah diberlakukannya perbaikan tindakan pembelajaran pada siklus I. Kriteria penilaian pada siklus II ini masih tetap sama seperti pada siklus I. yang skor penilaiannya juga masih sama. Hasil selengkapnya mengenai hasil tes dan nontes siklus II diuraikan secara rinci sebagai berikut.

5 800 1305 782 8.23 dan nilai rata-rata individu sebesar 72.81. maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 69.5 515.5 135 69.02 : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan pada masing-masing bentuk tes dan penjumlahan pada tiap aspeknya. 5 5 17 10 4 13 5 0 0 3 31 31 Bobot Skor Glob.5 69. 152 . Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut. NK NI 425 5 433 13. penilaian individu dan juga penjumlahan pada masing-masing aspeknya.5 0 31 NG 429 1052.152 menyimak berita umum dan hasil penilaian aspek tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat dilihat pada tabel berikut.5 2146 2257 2201. Ind.5 270 139 1. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus II ini adalah 71.02. Dari penilaian bentuk tes kelompok.81 71.23 72.5 249 0 2. Tabel 30 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Keterangan : NK NI NG Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel.

00 72.5 pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 292 258 275 4 Penyusunan kalimat 120 108 114 5 150 135 142.68 4.60 3. Uraian ini dimaksudkan untuk memperjelasnya.71 8.153 Tabel 31 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1110 1410 1260 2 Kesesuaian isi kalimat dengan 363 253 310.02.29 71. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian.81 dan nilai rata-rata keseluruhan 71.48 4. Tes kelompok ini merupakan suatu cara yang dilakukan untuk pemahaman konsep pembelajaran yang dilakukan guru.87 3. 4.3. nilai rata-rata individu 72.65 11.1 Hasil Tes Kelompok Pada siklus II pun diberlakukan penilaian secara kelompok dan individu. Tujuan diadakannya tes kelompok adalah untuk mendidik peserta didik berjiwa kerja sama dan tolong menolong. Dengan 153 .58 69.23 8.32 3.1.81 45.93 9. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.87 4.23.49 40.16 9.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35.02 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 69.42 3.5 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 111 93 102 Jumlah 2146 2257 2201.81 8.84 3.35 3. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada siklus II.

Kevalidan nilai ini didapat karena sudah sesuainya hasil rata-rata nilai tes dengan hasil 154 .154 cara kelompok peserta didik bisa saling bertanya dengan temannya mengenai halhal yang belum dipahaminya. Tabel 33 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita pada Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 425 5 800 10 782 13 0 0 139 3 31 2146 Persen (%) 20% 37% 37% 0% 6% 100% Rata-rata 2146 = 69.23 Tabel 32 di atas menjelaskan bahwa. Berikut ini hasil perhitungan nilai tes berkelompok.42 69.23 31 Data tabel 33 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak peserta didik VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita cukup baik.42. Tabel 32 Hasil Tes Isian Singkat dan Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 31 31 Bobot Skor 1110 1036 2146 Rata-rata 35.23.81 dan nilai rata-rata tes essai adalah sebesar 33. Berikut ini hasil penilaian secara umum tes isian singkat dan tes essainya. Nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penjumlahan rata-rata tes isian singkat dan tes essai harus sesuai dengan hasil nilai tes.81 33. dengan rata-rata mencapai 69.23. Hal ini membuktikan bahwa nilai ini sudah valid. pada tes kelompok nilai rata-rata yang diperoleh pada tes isian singkat adalah 35. Penilain pada bentuk tes kelompok juga diperoleh dari tes isian singkat dan tes essai. Dari hasil kedua nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai ratarata kelompoknya adalah 69.

when. Perolehan nilai rata-rata tersebut merupakan penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai. where. why. 5 peserta didik atau sebesar 20% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Masing-masing penilaian tersebut dijabarkan menjadi subsub aspek. Setiap jawaban yang benar akan memperoleh skor 10 dan jawaban yang salah mendapat skor 0. 4. 10 peserta didik diantaranya atau sebanyak 37% termasuk dalam kategori baik dengan rentang nilai 70-84. Tayangan berita yang diberikan berbeda dengan tayangan berita yang diberikan pada siklus I. Masih sama seperti siklus I juga. Tujuannya adalah supaya peserta didik benar-benar mampu menguasai keterampilan menyimak dan mempunyai pemahaman yang baik tentang berbagai macam berita yang disimaknya. 155 . dan 3 peserta didik lainnya atau sebanyak 6% mendapat nilai sangat kurang dengan rentang nilai <50.1. Karena hakikatnya.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Penilaian aspek unsur 5W + 1H pada siklus II ini fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu pada benar-tidaknya jawaban dengan unsur-unsur what.155 penjumlahan rata-rata nilai tes isian singkat dan tes essai. bentuk tes yang digunakan berupa tes yang dikerjakan secara kelompok dan secara individu. seperti yang dijelaskan berikut ini. who. Dari jumlah keseluruhan 31 peserta didik. Hasil penilaian tes isian singkat dapat dilihat pada tabel 34 berikut ini.1. 13 peserta didik lainnya atau sebanyak 37% menempati kategori cukup dengan rentang nilai 60-69.3. dan how. pemerolehan nilai tes secara umum adalah hasil penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai.

81 yang masuk pada kategori cukup baik. 21% atau 23 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana).84 3.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus II Tabel 35 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah 156 Jumlah skor 363 292 120 150 111 1036 Rata-rata 11.3. 4. sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 17% dan 23 peserta didik atau 21%.71 9.81 31 Secara kelompok hasil rata-rata pada soal isian singkat adalah 35.42 3.42 . unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 10 peserta didik atau 9%.58 33.1. 5 peserta didik atau 4% mampu menjawab unsur who (siapa).87 4. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut. Sebanyak 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 28% mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa).156 Tabel 34 Hasil Tes Isian Singkat Aspek Unsur 5W +1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur What Who Where When Why How Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Frekuensi Bobot skor 31 5 23 10 19 23 186 310 50 230 100 190 230 1110 Persentase (%) 28% 4% 21% 9% 17% 21% 100% Rata-rata 1110 = 35.1.

87. Dari hasil perhitungan pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokokpokok berita memperoleh nilai rata-rata 11. 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada isi kalimat yang dibuat.42.42. aspek jumlah kalimat nilai rataratanya 9. aspek penyusunan kalimat 3. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 36.58. aspek diksi sebesar 4.71 31 157 . Tabel 36 Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 0 31 0 0 0 31 Bobot skor 0 363 0 0 0 363 Persen (%) 0% 100% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 363 = 11.157 Tabel 35 di atas menjelaskan tentang penilaian pada masing-masing aspek tes essai. Sesuai atau tidaknya isi kalimat dengan pokokpokok berita menjadi pertimbangan pertama dalam hal penilaian. Berikut ini rincian penilaian pada masing-masing aspeknya.84 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rata-rata yang diperoleh 3. Nilai rata-rata masingmasing aspek tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan nilai rata-rata tes essai kelompok sebesar 33.71.

dengan nilai rata-ratanya yaitu 11.08 sedangkan pada siklus II ini rata-rata yang diperoleh 11. Tabel 37 Hasil Tes Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 22 9 0 0 0 31 Bobot skor 220 72 0 0 0 292 Persen (%) 75% 25% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 292 = 9. Pada siklus I rata-rata yang diperoleh adalah 7. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang ditulis dalam pembuatan paragraf.71.4 2 31 158 .158 Data pada tabel 36 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori baik. Dengan adanya perubahan ke arah positif ini berarti guru sudah berhasil dalam proses pembelajarannya. Dengan nilai rata-rata 11. Peningkatan yang terjadi sebanyak 4. sedangkan untuk kategori lainnya tidak didapatkan peserta didik. Dengan adanya peningkatan ini. Dari tabel itu juga terlihat bahwa seluruh peserta didik atau sebesar 100% mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 363.71. Hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I.62. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat dapat dilihat pada tabel 37.71 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah paham dengan pokok-pokok berita yang terdapat pada berita ditayangkan. menunjukkan bahwa ada perubahan cara belajar peserta didik dan perubahan itu menuju ke arah yang baik.

pemahaman peserta didik pada aspek ini sudah sangat bagus karena sudah dapat mempertahankan nilai rata-rata yang memuaskan tersebut. Nilai rata-rata tersebut sifatnya stabil dari siklus I dan siklus II.42. Tidak ada peningkatan ataupun penurunan hasil rata-rata pada aspek ini. dan sangat kurang tidak dicapai peserta didik.87 31 159 .42 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat. Setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf adalah 9. berdasarkan pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. Dengan rata-rata 9. kurang baik. dan kategori baik dengan skor 8 diperoleh oleh 9 peserta didik atau sebesar 25%. Meskipun tidak ada peningkatan. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada koherensi dan kekohesifan antara kalimat dalam suatu paragraf.159 Data pada tabel 37 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 22 peserta didik atau sebesar 75%. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 38 berikut ini. Tabel 38 Hasil Tes pada Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 19 8 0 0 31 Bobot skor 20 76 24 0 0 120 Persen (%) 17% 63% 20% 0% 0% 100% Rata-rata 120 = 3. Sedangkan tiga kategori lainnya seperti cukup.

terjadi peningkatan sebesar 1. tidak ada yang memperoleh. Hal ini bisa dijadikan modal pada masa yang akan datang jika peserta didik mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis. dapat membuktikan bahwa setelah diadakannya tindakan perbaikan dari kekurangan-kekurangan pada siklus I. Peningkatan yang terjadi pada aspek ini. Pemerolehan skor rata-rata tersebut. sedangkan kategori kurang dan sangat kurang pada siklus II ini. Dengan kosongnya kedua kategori tersebut bisa diprediksikan pasti mengalamai peningkatan pada aspek ini.87 yang bisa dibulatkan menjadi 4. Peserta didik yang masuk pada kategori sangat baik sebanyak 4 atau sebesar 17%. dapat mengantarkan peserta didik pada hasil belajar yang memuaskan. Peserta didik semakin mampu membuat suatu kalimat yang koheren dan kohesif. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan baik. kategori baik sejumlah 19 peserta didik atau sebesar 63%. 4) Hasil Tes Essai Terbuka Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam suatu kalimat sehingga akan membentuk suatu 160 . Ternyata benar.61 dan siklus II dengan nilai rata-rata 3.26 dari hasil siklus I dengan rata-rata 2. kategori cukup ada 8 peserta didik atau sebesar 24%.160 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 38 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 3.87. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. sehingga didapatkan suatu kalimat atau wacana yang jelas konteksnya dan mudah dipahami oleh pembaca.

maka peserta didik sudah mampu memilih kata dan menggunakannya dalam suatu kalimat. 161 . Tabel 39 Hasil Tes Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 26 5 0 0 0 31 Bobot skor 130 20 0 0 0 150 Persen (%) 87% 13% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 150 = 4. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. Dari rincian dan perhitungan skor maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4. dan 13% sisanya diperoleh oleh 5 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4. Dengan rata-rata yang seperti itu.161 kalimat yang mudah dipahami dan baku. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 26 peserta didik atau sebesar 87%.84 31 Data pada tabel 39 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. Hasil dari penilaiannya dapat dilihat pada tabel 40. Skor yang terisi hanya ada pada kategori sangat baik dan baik. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 39.84. 5) Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca.

4. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 3. kurang dan sangat kurang pada aspek ini tidak diperoleh oleh peserta didik atau masih 0%.2 Hasil Tes Individu Sama seperti pada siklus I. dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca.1.58 31 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 37.162 Tabel 40 Hasil Tes Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 18 13 0 0 31 Bobot skor 0 72 39 0 0 111 Persen (%) 0% 65% 35% 0% 0% 100% Rata-rata 111 = 3.58 dalam kategori baik. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pada aspek ini. 13 peserta didik atau sebesar 35% pada kategori cukup dan untuk kategori sangat baik. Hasil penilaian pada tes individu bisa dilihat pada tabel 41 di bawah ini. Jadi peserta didik pada siklus II ini sudah mampu menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. 162 . pada siklus II ini juga tetap menggunakan tes individu. Dengan perhitungan seperti itu.3. yaitu yang pada siklus I aspek ini pada kategori kurang dan pada siklus II sudah masuk pada kategori baik. Pada kategori baik dicapai oleh 18 peserta didik atau sebesar 65%.

81.02.163 Tabel 41 Hasil Tes Individu Menyimak Berita Siklus II No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 433 5 1305 17 249 4 270 5 0 0 31 2257 Persen (%) 19% 58% 11% 12% 0% 100% Rata-rata 2257 = 72. Kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh sebanyak 17 peserta didik atau sebesar 58%. sudah tidak didapat oleh peserta didik. akan diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 71. peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan 163 . hasil tes menyimak berita mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I dengan siklus II.81 31 Dari tabel 41 dapat diketahui bahwa secara individu nilai rata-rata yang diperoleh adalah 72. Secara individupun. Dari hasil rata-rata nilai kelompok 69. Dengan hasil rata-rata itu. 5 peserta didik atau sebesar 19% termasuk dalam kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. sedangkan pada kategori sangat kurang dengan rentang nilai sebesar <50.02. Dari 31 peserta didik.23 dan rata-rata nilai individu 72. Jadi secara keseluruhan pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh 71. Dan yang lainnya masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 5 peserta didik atau sebesar 12 % dengan rentang nilai 50-59. yang masuk pada kategori baik. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 4 peserta didik atau sebesar 11%. Hasil tersebut secara rinci dapat dijabarkan seperti ini.81. Dengan rata-rata itu maka dapat dikatakan peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang ditayangkan dan sudah masuk dalam kategori baik.

dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual. melalui pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. pilihan kata. penyusunan kalimat yang padu dan utuh. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. peserta didik sudah dianggap mampu dalam memahami isi berita dan sudah mampu menguasai keterampilan menyimak berita. jumlah kalimat. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya. Secara keseluruhan pula.164 target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. karena keterampilan menyimak berita di dapat dari latihan bukan dari bawaan lahir. Hal ini dapat dibuktikan 164 . Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal. guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.

mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 19%.49. 17% atau 24 peserta didik menjawab unsur where (dimana). unsur why (mengapa) dijawab oleh 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 22%. Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 45. dan 21 peserta didik atau sebesar 15% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana).3. Itulah rata-rata 165 .2.49.1. peserta didik sudah mampu memahami isi berita yang ditayangkan dengan baik. terdapat 19 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 13%. Hasil penilaian pada tes individu ini merupakan penjumlahan dari masing-masing aspek di bawah ini.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Tabel 42 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No Unsur 1 2 3 4 5 6 Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 270 27 190 19 240 24 190 9 310 31 210 21 186 1410 Persen (%) 19% 13% 17% 14% 22% 15% 100% Rata-rata 1410 = 45.65. terdapat 9 peserta didik atau 14% yang mampu menjawab unsur when (kapan).49 31 Dari tabel 42 dapat diketahui bahwa 27 peserta didik yang mengikuti pembelajaran.81 dan rata-rata individu 45. Hasil rata-rata kelompok yaitu 35. 4.165 dengan hasil pencapaian skor peserta didik yang mengalami peningkatan pada tiap aspek penilaian menyimak berita di bawah ini. Dari situ dapat disimpulkan bahwa. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan 40.

1.32 Tabel 43 menjelaskan bahwa secara individu. Rata-rata 40.16 8.96 menjadi 40. 4. dijabarkan secara rinci pada bagian berikut ini.65 dapat diartikan bahwa. Pemerolehan nilai rata-rata pada tiap aspek tersebut.16.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Individu Tabel 43 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Jumlah skor 253 258 108 135 93 847 Rata-rata 8.2.36 3. Dari masing-masing nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai rata-rata pada tes essai individu keterampilan menyimak berita sebesar 27.65 pada siklus ini.48. Rata-rata keseluruhan ini mengalami peningkatan dari rata-rata keseluruhan pada siklus I yang hanya 33.36 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rataratanya sebesar 3. secara keseluruhan peserta didik sudah mampu dengan baik memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan.00 27.32. hasil rata-rata tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita adalah 8. Ini berarti peserta didik telah mengalami perubahan dalam belajar dan guru sukses dalam upaya peningkatan hasil belajar peserta didik. aspek penyusunan kalimat nilai rata-ratanya sebesar 3.32.166 keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu. aspek diksi sebesar 4. 166 . nilai rata-rata aspek jumlah kalimat sebesar 8.48 4.3.32 3.

Hal itu disebabkan oleh. dan kategori 167 . hal itu tidak begitu berpengaruh pada penguasaan keterampilan peserta didik pada aspek ini. kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 10 peserta didik atau sebesar 34%.16. Meskipun mengalami sedikit penurunan.28. Jadi peserta didik masih dapat dikatakan mampu memahami isi berita. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 13%. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 44.16 13% 31 7% 100% Data pada tabel 44 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8. hasil rata-rata yang diperoleh masih pada kategori baik. Tabel 44 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 9 0 10 6 6 31 Bobot skor 115 0 87 34 17 253 Persen Rata-rata (%) 46% 0% 34% 253 = 8. Rata-rata ini mengalami penurunan dari hasil siklus I yaitu sebesar 0.167 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan. Rincian nilai pada tabel 32 dapat dijelaskan seperti ini. 46% atau 9 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15.

Sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan peserta didik juga sudah mampu dalam menemukan pokok-pokok berita dengan pemahaman yang mereka miliki. Tabel 45 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 12 14 4 0 1 31 Bobot skor 120 112 24 0 2 258 Persen (%) 47% 43% 9% 0% 1% 100% Rata-rata 258 = 8. Jumlah kalimat yang dibuat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai oleh 12 peserta didik atau sebesar 47%. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dari hasil kelompok dan individu pada siklus II ini adalah sebesar 9.94. kali ini tidak diperoleh oleh siapapun.168 sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 7%. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 45. dan kategori sangat kurang 168 . Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 9%. Untuk kategori baik. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok.3 2 31 Data tabel 45 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8.32 dalam kategori baik. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 14 peserta didik atau 43%.

Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik secara keseluruhan pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya.02. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus II yaitu 8. Pada tahap ini tidak ada peningkatan. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada skor 8. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 46. Hasil rata-rata keseluruhan pada aspek ini terdapat sedikit peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 0.87 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat.169 pada skor 2 ada 1 peserta didik atau 1%. pada siklus II ini tidak diperoleh peserta didik atau 0%. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik dalam pembuatan jumlah kalimat yang disesuaikan dengan pokok-pokok berita. 169 . rata-rata yang diperoleh stabil dari hasil tes individu siklus I dengan siklus II.87. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Untuk kategori kurang dengan skor 4.

Dari hasil ratarata pada hasil tes individu yaitu 3.48. 9 peserta didik atau 25% pada kategori cukup dengan skor 3. Dengan hasil rata-rata pada siklus II ini adalah 3.48 31 Berdasarkan tabel 46 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat mencapai rata-rata 3. sedangakan 7 peserta didik lainnya atau sebesar 13% masuk pada kategori kurang dengan skor 2.170 Tabel 46 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 8 9 7 0 31 Bobot skor 35 32 27 14 0 108 Persen (%) 32% 30% 25% 13% 0% 100% Rata-rata 108 = 3.87. Pemerolehan skor rata-rata tersebut masuk pada kategori baik. Secara jelas dapat diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat pada siklus II ini sudah baik jika dibandingkan pada siklus II. 170 . Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut. Kategori baik skor 4 dicapai 8 peserta didik atau 30%.67.19 dari hasil rata-rata keseluruhan pada siklus I yaitu 2. yang masih masuk pada kategori kurang. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 7 peserta didik atau 32%.67 berarti mengalami peningkatan sebesar 1.48 dan rata-rata tes kelompok 3. dan kategori sangat kurang pada siklus II ini sudah tidak diperoleh oleh peserta didik.48. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus II yaitu 3.

5% 38. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata 171 . Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 2 peserta didik atau 4.4%.4% 1. Kategori kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 1. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 13 peserta didik atau 38. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik.35. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik memang sejak awal sudah mampu memilih dan memilah kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya.35 31 Data pada tabel 47 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 15 peserta didik atau 55.5%. Rata-rata 4. Tabel 47 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 15 13 2 1 0 31 Bobot skor 75 52 6 2 0 135 Persen (%) 55. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 47. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini.5%. Dan hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil pada siklus I.4% 0% 100% Rata-rata 135 = 4. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4.171 4) Hasil Essai Tes Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata yang disesuaikan dengan kebutuhannya.35 masuk pada kategori baik. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini.4%.5% 4.

Kategori kurang pada skor 2 dicapai 6 peserta didik atau 12.3% 100% Rata-rata 93 =3 31 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 48 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 peserta didik atau 21.4% atau 11 peserta didik.8% 35.4% 12.5% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5.8%.3%. Dan kategori sangat kurang skor 1 masih dicapai sebanyak 4 peserta didik atau sebesar 4. Hasil rata-rata 172 . 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca.60.5% 25.9% 4. Kategori cukup skor 3 sebesar 35.9%. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup. Maka akan diperoleh rata-rata 4. Hasil akhirnya adalah 4. Tabel 48 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 6 11 6 4 31 Bobot skor 20 24 33 12 4 93 Persen (%) 21. Pada siklus II ini nilai rataratanya adalah 3.60 dan hasil tersebut masuk pada kategori baik dan dapat dikatakan peserta didik sudah mampu menggunakan pilihan kata dalam pembuatan suatu kalimat. Kategori baik skor 4 ada 6 peserta didik atau sebesar 25.172 hasil kelompok dan hasil individu lalu dibagi dua. Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 48.

5 81 80.42 dari hasil siklus I yang 2.572. Jadi disimpulkan bahwa pada siklus II ini secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang sesuai dengan kaidah EYD dan cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya.29. Secara kelompok.58.5 58 55. maka pada siklus II.580.173 tersebut mengalami peningkatan sebesar 0.5 70 68. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan tanda baca dengan nilai rata-rata 3.566 70. Grafik 3 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus II Series2 J u m la h S k o r 100 72 50 0 85 84 83.5 65.29.5 83.568.58 dan secara individu.5 66 65. peserta didik dinyatakan mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 3.565 70.5 65.5 49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian Grafik 3 di atas menunjukkan bahwa sebanyak 1 peserta didik atau sebesar 3.571 72.5 69.5 72.577. kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 18 peserta didik atau 173 .5 78. peserta didik sudah mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca dan masuk pada kategori baik. Hasil rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 3.5 72 71.23% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Dengan hasil itu. Hasil tes menyimak berita pada siklus II dapat dilihat pada grafik 3 di bawah ini. Ternyata hasil rata-rata keseluruhan adalah 3.

Sedangkan kategori sangat kurang dengan nilai <50 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 3. dan dokumentasi.23%. Hasil perhitungan akhir yang diperoleh adalah 71. Berikut ini akan diuraikan keempat hasil penilaian nontes tersebut. wawancara.174 sebesar 58.02.81 dengan kategori baik.06%. 174 . hasil persentase secara keseluruhan yang diperoleh merupakan penjumlahan dari hasil persentase dari nilai tes kelompok dan nilai tes individu. Setelah keduanya dijumlahkan hasilnya dibagi rata sehingga diperolehlah hasil persentase yang sudah tampak dan dijelaskan di atas.3.45%.03% masuk pada kategori cukup dengan nilai 60-69. 4. kategori kurang dengan rentang nilai 50-59 dicapai oleh 2 peserta didik atau sebesar 6. Pada siklus II ini. 9 peserta didik 29. jurnal. Tetapi hasil yang didapat pada siklus II ini sedikit melebihi target yang ditentukan dan itu merupakan hasil yang sangat memuaskan. Pada siklus II ini dicapai nilai rata-rata 72. Hasil yang diperoleh ini sudah memenuhi target yang dibuat peneliti yaitu secara keseluruhan nilai rata-rata peserta didik masuk pada kategori baik yaitu 70. Nilai tersebut didapat dari penjumlahan nilai rata-rata individu dan nilai rata-rata kelompok pada siklus II yang penilaiannya sudah sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditetapkan dan pedoman penilaian yang sudah disepakati.2 Hasil Nontes Hasil penilaian nontes pada siklus II ini didapatkan dari data observasi.

Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk memotret perilaku peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio. Selama melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.175 4. pada siklus II ini peserta didik sudah mulai mengikuti pembelajaran dan menikmati pembelajaran yang diterapkan guru.3. Objek sasaran dan cara pelaksanaan observasi pada siklus II ini masih tetap sama denga siklus I. terdapat beberapa perilaku peserta didik yang bisa dideskripsikan melalui kegiatan observasi.2. Peserta didik yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. yang meliputi perilaku positif dan perilaku negatif.1 Hasil Observasi Kegiatan observasi pada siklus II dilaksanakan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual di kelas VIII A SMP Negeri I Jiken berlangsung. Observasi pada peserta didik ini dilakukan oleh peneliti sekaligus sebagai guru. Objek sasaran observasi dalam pembelajaran tersebut terbagi dalam dua aspek yaitu: (1) keaktifan peserta didik dalam mendengarkan penjelasan guru dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. guru merasakan ada perubahan perilaku peserta didik. Pada siklus II. dengan hal itu berarti peserta didik sudah mulai menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang menggunakan metode drill melalui media audio- 175 .visual. Ada 9 objek sasaran observasi pada pembelajaran tersebut. Bukti ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai tes mereka yang awalnya jelek menjadi baik pada siklus II ini. Perubahan pada diri mereka tersebut meruapakan hal yang menggembirakan.

peserta didik aktif bertanya. Pada siklus II ini jumlah peserta didik yang dapat hadir adalah 31 peserta didik. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. Tabel 49 Hasil Observasi Siklus II No Jenis Perilaku 1 Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi Respons Respons Respons Positif Negatif 1. 8. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. 7. karena pembelajaran ini dimaksudkan agar peserta didik tidak hanya memahami materi yang digunakan tetapi juga memahami materi yang diajarkan dan mereka dapat memaknai pembelajaran itu sendiri.176 visual. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. sehingga peserta didik tidak menjadi bosan. peserta didik semangat dan 31 0 bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting 31 0 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita 5. 2. Guru berusaha membelajarkan metode ini dengan cara yang menyenangkan. berkomentar tentang materi yang diberikan. 29 2 Aspek 5 26 4. Dan berikut ini data hasil observasi pada siklus II. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 176 31 0 5 31 31 26 0 0 31 0 .

Ketika mendengarkan penjelasan guru.177 Berdasarkan data yang diketahui. mereka asyik berbicara sendiri dengan temannya. Pada kegiatan inti pembelajaran. Peserta didik ini cenderung aktif menjawab dibandingkan dengan peserta didik lainnya yang cenderung pasif tidak mau menjawab pertanyaan.45% yang kurang merespon penjelasan guru.13%. guru memutarkan VCD berita yang topiknya berbeda dengan berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. Beberapa peserta didik yang memperhatikan guru banyak yang menanggapi pertanyaan yang diberikan guru dalam kegiatan apersepsi. Melalui kegiatan ini. tetapi tetap ada 2 peserta didik atau sebesar 6. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik memberikan respons positif dan perhatian terhadap hal-hal yang disampaikan oleh guru. para peserta didik dengan antusias bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahaminya dari berita yang ditayangkan.13% atau 5 peserta didik. yang semula pada 177 . Pada siklus II ini peserta didik yang aktif bertanya pada kegiatan apersepsi sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 16. Dari hasil pengamatan seluruh peserta didik atau 31 peserta didik sudah berkonsentarsi dan bersungguh-sungguh dalam mengamati berita yang ditayangkan dan terlihat mereka sibuk membuat catatan-catatan kecil selama proses menyimak berlangsung. Keaktifan pada kegiatan inti sebesar 16. Setelah tayangan berita selesai ditayangkan. peserta didik dengan antusias dan bersungguhsungguh membuat catatan-catatan kecil mengenai hal-hal penting yang mereka temukan. sebagian besar peserta didik sudah bersungguh-sungguh dalam menerima pembelajaran dan mengikuti penjelasan guru.

Kegiatan selanjutnya yang berupa pemberian latihan soalsoal yang ditujukan untuk mengetahui hasil akhir kemampuan mereka. latihanlatihan yang diberikan mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh. Sedangkan 178 . 4.2. Jurnal tersebut terdiri dari jurnal guru dan jurnal siswa.178 siklus I hanya 5.3. Namun. Berdasarkan pengamatan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif sudah tergeser dan tergantikan dengan perilaku positif. mereka sudah mengerjakannya dengan benar dan kualitas kalimatnya sudah baik.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan dalam penelitian siklus II masih sama seperti pada siklus I.88%. secara keseluruhan peserta didik mengerjakan tugasnya dengan penuh percaya diri tanpa menoleh pada peserta didik lainnya. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Rencana pembelajaran pada siklus II ini dilakukan dengan perencanaan matang serta melalui tahapan perbaikan tindakan yang sekiranya dapat diikuti oleh peserta didik. Jurnal guru diisi oleh guru pamong ataupun teman sejawat tentang hasil pengamatannya ketika proses pembelajaran yang berlangsung dan respons peserta didik. Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. Pada kegiatan menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. pada siklus II ini.

(4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomenafenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. hal-hal yang dijadikan perhatian ketika pengisian jurnal guru adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. pesan dan kesan dari perasaan peserta didik dan guru selama pembelajaran menyimak berita. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada siklus II ini. tanggapan. Pada siklus II ini.179 jurnal siswa berisi ungkapan perasaan. Setelah mereka terbiasa dan beradaptasi dengan cara pembelajaran yang diberikan guru maka mereka merasa aman dan 179 . Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru.

Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik sehingga peserta didik merasa senang dan menikmati pembelajaran yang diberikan peneliti.180 nyaman dalam mengungkapakan gagasannya. (2) apakah peserta didik tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mengungkap kesulitan-kesulitan peserta didik yang meliputi 5 pertanyaan. pada siklus II ini juga masih tetap menggunakan jurnal siswa yang harus diisi oleh semua peserta didik. maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. (3) bagaimana tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual. Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (4) apakah peserta didik akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan. karena pengisian jurnal ini sudah pernah dilakukan peserta didik pada siklus I. Selain jurnal guru. yaitu: (1) apakah peserta didik merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan (5) pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kegiatan pengisian jurnal ini merupakan hal yang tidak baru lagi. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada saat 180 .

181

pengisian jurnal ini peserta didik tampak antusias dalam mengisinya. Setelah semua peserta didik mengisi jurnal tersebut, hasil jurnal yang telah dianalisis selengkapnya diuraikan seperti ini.
Tabel 50 Hasil Jurnal Siswa Siklus II

No 1

Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan!

Respons Peserta Didik Positif Negatif 31 -

2

30

1

3

29

2

4

29

2

5

30

1

Jumlah

149

6

Pada dasarnya tanggapan mereka hampir sama dengan tanggapan mereka pada siklus I, sebagian besar dari mereka menanggapi bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti sangat baik. Karena dengan tayangan berita mereka dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. Sejumlah 30 peserta didik merasa sangat tertarik dan senang terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru dan terdapat 1 peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran yang diberikan guru. Meskipun alasannya tidak ada, tetapi pendapatnya tentang pertanyaan kedua adalah

181

182

”mungkin”. Dari jawaban tersebut, dapat diketahui bahwa dia kurang tertarik dengan pembelajaran ini. Dengan penerapan metode drill dapat mempermudah mereka dalam memahami isi berita dan metode itu, menurut mereka sangat bagus dalam upaya penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain itu, mereka juga berpendapat dengan penggunaan media audio-visual mereka dapat menangkap secara langsung informasi penting yang disampaikan, bukan berupa penjelasan dari guru. Dan dengan adanya media audio-visual atau pembelajaran di laboratorium dapat menghilangkan kejenuhan mereka terhadap pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas yang sudah sering mereka lakukan. Dari hasil jurnal siswa juga didapatkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, dapat meningkatkan semangat belajar mereka, meskipun tidak dipungkiri terdapat 2 peserta didik yang

menjawab dia ”mungkin” akan lebih rajin setelah diberikannya pembelajaran ini. Di lain sisi, peserta didik menjadi mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan sehari-hari dan pembelajaran itu lebih dirasa mudah dibandingkan dengan pembelajaran yang lain. Mereka juga berpendapat bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual juga dapat membantu mereka menjadi lebih rajin, karena pelaksanaan pembelajaran ini disertai dengan tugas terstruktur di rumah, sehingga secara tidak sadar memaksa mereka untuk belajar di rumah. Selain itu, mereka juga mengaku dengan pembelajaran yang seperti ini, materi yang disampaikan tidak mudah hilang. Tanggapan mereka tentang cara peneliti mengajar adalah 29 peserta didik berpendapat, dalam menyampaikan materi peneliti sudah bagus, jelas, santai dan menyenangkan,

182

183

namun 2 peserta didik lainnya mengaku dalam mengajar peneliti terlalu sabar dan suaranya kurang jelas. Dengan adanya tanggapan dari 2 peserta didik tersebut, bisa dijadikan kritikan membangun bagi peneliti dalam langkah selanjutnya. Selain itu, terdapat 1 peserta didik yang berpendapat ”dengan pembelajaran yang
begitu secara terus menerus kurang baik, karena dia tidak bisa berimajinasi”.

Pendapat ini masih menjadi tanda tanya peneliti, apa yang dimaksud dengan berimajinasi. Meskipun terdapat beberapa respons negatif dari peserta didik, sebagian besar peserta didik sudah menyukai pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Suatu tanggapan yang sangat menunjukkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual ini memang benar membawa perubahan pada diri peserta didik adalah tanggapan salah satu peserta didik yang mengaku semula tidak bisa pada keterampilan menyimak, setelah diberlakukannya pembelajaran ini dia menjadi bisa. Dia juga berpendapat ternyata pembelajaran menyimak berita lebih mudah dan tidak sesulit yang dia bayangkan. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sangat mudah ditangkap dan sangat bermanfaat bagi mereka.

4.3.2.3 Hasil Wawancara

Wawancara yang dilakukan pada siklus II ini dilakukan kepada 2 orang peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan terendah. Tujuan dilakukannya wawancara pada siklus II ini untuk mengetahui sejauh mana sikap-sikap peserta didik terhadap proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

183

184

media audio-visual. Teknik wawancara siklus II ini masih sama dengan siklus I, peserta didik menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan guru. Pertanyaanpertanyaan yang digunakan guru kepada peserta didik masih tetap sama dengan siklus I. Adapun pertanyaan yang diajukan ke peserta didik meliputi: (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik, (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik, (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik, dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. Pertanyaan yang diajukan guru dijawab oleh kedua peserta didik tersebut. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran dengan metode drill dan media audio-visual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru, bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. Menurut mereka

184

185

pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Peserta didik berpendapat lebih suka pembelajaran yang dilakukan ke luar kelas salah satunya seperti di laboratorium. Jadi metode yang dipilih guru dalam pembelajaran memang sudah tepat karena mereka memang menyukai cara pembelajaran yang seperti itu. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik, mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Dalam menyampikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. Pada siklus II ini, juga masih terdapat kendala yaitu masih adanya peserta didik yang bercanda dengan teman sebangkunya, sehingga dapat mengganggu konsentrasi teman lain. Berdasarkan hasil pengamatan, sikap peserta didik yang bercanda tersebut bukan karena mereka tidak menyukai pembelajaran yang dilakukan peneliti karena hasil yang diperoleh mereka juga bagus. Dimungkinkan sikap mereka itu hanya suatu bentuk sikap yang ingin diperhatikan oleh teman atau guru. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa kedua peserta didik tersebut senang, tertarik, dan mengalami kemudahan dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Mereka juga sudah memahami tentang teknik-teknik untuk dapat memahami berita dengan mudah dan mereka sudah mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan mereka. Dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

185

186 media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. Pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran. kegiatan inti (peserta didik menyimak berita dan mengerjakan latihan). Deskripsi gambar pada siklus II akan dipaparkan sebagai berikut ini.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus II ini.2. berupa kegiatan apersepsi.3. dan penutup atau refleksi yang berupa pengisian jurnal. dokumentasi foto yang diambil masih sama dengan foto pada siklus I. 4. Gambar 6 Kegiatan Awal Pembelajaran (Apersepsi) 186 .

Untuk proses selanjutnya yaitu pada kegiatan inti pembelajaran yang berupa kegiatan menyimak berita dan mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru.187 Gambar di atas merupakan kegiatan awal pembelajaran yang berupa kegiatan apersepesi. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali peserta didik tentang materi yang sudah mereka dapat dan untuk mengetahui pengalaman peserta didik tentang keterampilan menyimak berita. Pada foto tersebut tampak peneliti berada di depan kelas untuk melakukan kegiatan apersepsi dan menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dan terlihat peserta didik penuh dengan perhatian dan bersungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan guru. Gambar 7 Peserta Didik Menyimak Berita 187 . Kegiatan inti tersebut bisa dilihat pada gambar 7 berikut ini. Kegiatan apersepsi berupa kegiatan tanya jawab kepada peserta didik tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.

188 Pada gambar 7 tersebut menjelaskan kegiatan inti yaitu pada saat peserta didik menyimak berita dari media VCD yang digunakan guru. terlihat bahwa peserta didik mengerjakan latihan secara kelompok. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Kegiatan tersebut dilakukan diperpustakaan karena media CD yang diperlukan berada di perpustakaan. Mereka mengerjakan latihan dengan kelompok masing-masing yang pembagian kelompoknya disesuaikan dengan teman bangku dibelakangnya. 188 . Kegiatan tersebut berlangsung di ruang perpustakaan. Gambar 8 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Dari gambar 8 tersebut. Gambar ini diambil dari arah samping dan dari situ terlihat bahwa peserta didik dengan penuh perhatian dan konsentrasi menyaksikan tayangan berita yang diputarkan guru. Kegiatan selanjutnya setelah peserta didik menyimak tayangan berita adalah mengerjakan latihan yang diberikan guru yang dilakukan secara kelompok dan kemudian baru secara individu.

Dari gambar tersebut terlihat mereka saling bekerja sama dan bersungguhsungguh dalam mengerjakan soal. Setelah kegiatan kelompok selesai mereka lakukan dan untuk mengetahui masing-masing kamampuan menyimak berita dan keberhasilan proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka diberikan latihan yang sifat pengerjaannya secara individu. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.189 Tanpa protes mereka menyetujui pembentukan kelompok yang dilakukan peneliti. Itu adalah salah satu reward untuk menyemangati mereka dalam mengerjakan latihan. Reward itu juga dimaksudkan untuk lebih mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dan juga terlihat adanya bungkusan kecil di atas meja. Gambar 9 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu 189 . Reward yang diberikan peneliti adalah berupa hadiah bagi kelompok yang selesai mengerjakan terlebih dahulu dan berani menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis. maka kelompok itulah yang berhak menerima hadiah tersebut.

Gambar 10 Peserta Didik Mengisi Lembar Jurnal Siswa 190 . Selesai mengerjakan latihan secara individu dilanjutkan dengan kegiatan pengisian jurnal siswa yang bertujuan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. peneliti mengawasi mereka sehingga diyakinkan bahwa tidak ada peserta didik yang menyontek pekerjaan temannya. Setiap ada peserta didik yang tengok ke arah teman lain. guru secara halus menegur mereka. Keseriusan mereka dalam mengerjakan latihan dapat dijadikan suatu bukti bahwa mereka ingin mendapatkan nilai yang baik dan benar-benar ingin mengetahui kemampuan menyimak mereka yang sebenarnya. Proses pengisian lembar jurnal siswa dapat dilihat pada gambar 10 berikut ini. Pada saat peserta didik mengerjakan latihan.190 Gambar tersebut menunjukkan bahwa peserta didik mengerjakan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh.

dan hasilnya adalah 71. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal.02. Dapat dikatakan begitu karena dari hasil siklus I 59.85 dengan kategori kurang tetapi pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11. Mereka merasa senang dan bersungguh-sungguh dalam mengisi lembar jurnal tersebut. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya.17 sehingga pada siklus II ini. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pada siklus II maka hasil rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini meningkat. nilai rata-rata yang diperoleh masuk pada kategori baik. 4. Dengan hasil rata-rata itu peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus dari kegiatan latihan dari tugas terstruktur dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. melalui pembelajaran 191 .191 Pada gambar 10 tersebut terlihat peserta didik mengisi lembar siswa dalam kondisi yang tenang. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini sangat tinggi.4 Refleksi Siklus II Pembelajaran menyimak berita pada siklus II ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada siklus I.

jumlah kalimat. Tetapi setelah dilakukannya tindakan perbaikan dari guru dan peserta didik maka perilaku negatif yang masih tampak pada siklus I sudah tergeser dan tergantikan pada perilaku positif pada siklus II ini. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. penyusunan kalimat yang padu dan utuh. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken.192 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I masih banyak dijumpai perilakuperilaku negatif yang menghambat jalannya pembelajaran. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. pilihan kata. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. Perilaku negatif yang terjadi pada siklus I mengalami penurunan pada siklus II ini. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio- 192 . dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Namun. Para peserta didik pada akhirnya mampu memahami hakikat pembelajaran yang sebenarnya. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran.

4. Meskipun tidak dapat dihindari bahwa masih terdapat beberapa peserta didik yang masih berperilaku negatif pada tahap siklus II ini. 193 . (5) diksi (pilihan kata). (3) pedoman wawancara. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan dan peningkatan hasil pembelajaran nontes. siklus I. (4) penyusunan kalimat. Pembahasan hasil tes penelitian mengacu pada pemerolehan skor rata-rata yang dicapai peserta didik dalam uji keterampilan menyimak berita yang berbeda pada tiap siklusnya.193 visual.5 Pembahasan Pembahasan penelitian ini didasarkan pada peningkatan keterampilan menyimak berita dan juga perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik dari hasil prasiklus. (2) jurnal. namun hal itu sudah mengalami penurunan dibandingkan pada siklus I. dan siklus II. Aspek-aspek yang dinilai dalam keterampilan menyimak berita meliputi 6 aspek yaitu: (1) kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. Pembahasan hasil nontes berpedoman pada 4 instrumen yaitu: (1) lembar observasi. (3) jumlah kalimat. Peningkatan keterampilan menyimak berita didasarkan pada hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui dua tahapan yaitu siklus I dan siklus II. Pembahasan hasil penelitian tersebut meliputi hasil tes dan nontes. dan (4) dokumentasi. dan (6) ejaan dan tanda baca. (2) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Meskipun masih terdapat respons negatif pada siklus II ini. Perilaku negatif yang masih muncul tersebut merupakan hal yang wajar karena pada dasarnya peserta didik adalah individu yang unik dan bervariasi.

35 6 61.94 Diksi (pilihan kata) 5 86.75 63.03 4 20. Dan juga peningkatan hasil tes keterampilan menyimak berita pada masing-masing aspek dan siklusnya.01 19.5.194 Setelah dilakukan penilaian pada masing-masing siklus dan sudah diberikannya tindakan dari kekurangan-kekurangan yang terjadi pada prasiklus dan siklus I maka diperoleh peningkatan hasil tes pada siklus II.62 47.65 Jumlah kalimat 84.85 71. 4.41 -2. Berikut ini rincian hasil tes pada tahap prasiklus.02 11.1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tabel 51 Hasil Tes Keterampiln Menyimak Berita Prasiklus.84 359.58 45.39 13.59 15. siklus I dan siklus II. sampai siklus II.26 3.17 Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes keterampilan menyimak berita dari prasiklus.75 Penyusunan kalimat 68.14 tanda baca Jumlah 339.75 87. Siklus I.68 -8.39 67.61 24.2 22. dan Siklus II No Persentase rata-rata kelas per skala sama (%) PraSiklus I Siklus II siklus 1 Kesesuaian jawaban 50 52. sebagaimana tersaji dalam tabel di atas dapat dijelaskan bahwa keterampilan menyimak berita peserta didik pada setiap aspek 194 .64 59.77 4.58 82.54 dengan pokok-pokok berita 3 94.48 84.13 dengan unsur 5W + 1H 2 Kesesuaian isi kalimat 61.1 426.31 Siklus II 10.34 Penggunaan ejaan dan 26.58 45.61 18.21 0.61 -11.02 Aspek penilaian Peningkatan (%) Siklus I 5.85 61.12 Rata-rata 56. siklus I.

58%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa pada tahap prasiklus. Berdasarkan tabel. Pada aspek kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. aspek yang paling dikuasai peserta didik adalah aspek jumlah kalimat dan aspek yang menjadi momok mereka adalah pada aspek penyusunan kalimat. sedangkan pada aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. pada aspek diksi (pilihan kata). Hasil prasiklus persentase skor rata-rata kelas sejumlah 339. Hasil yang diperoleh pada tahap prasiklus dijadikan pedoman untuk perbaikan pada tahap siklus I.58%. persentase yang diperoleh 61. pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.85. persentase yang diperoleh adalah 50%.58%. Hal itu dapat dikatahui dari hasil persentase tertinggi yang diperoleh pada aspek jumlah kalimat dan persentase terendah pada aspek penyusunan kalimat. Pada aspek penilaian unsur 5W + 195 .84%.48%. persentase yang diperoleh sebesar 26. berikut ini hasil perhitungan dari hasil penilaian pada tahap siklus I. Persentase tersebut diakumulasikan dari beberapa aspek penilaian. persentase yang diperoleh sebesar 86.64.195 penilaian menyimak berita dan berdasarkan hasil perhitungan dengan skala sama maka diperoleh rata-rata secara keseluruhan mengalami peningkatan. pada aspek penyusunan kalimat persentasenya sebesar 20. Hasil tes siklus I menyimak berita dengan rata-rata keseluruhan mencapai 359. pada aspek jumlah kalimat persentasenya 94.62%. Jumlah persentase tersebut merupakan hasil penjumlahan dari persentase skor rata-rata pada tiap-tiap aspeknya. sehingga diperoleh rata-rata kelas 56. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. sehingga diperoleh rata-rata kelas 59.1%.

Hal itu terlihat dari masih rendahnya persentase yang diperoleh.68% dari persentase skor rata-rata siklus I. hal itu dimungkinkan dari faktor peserta didik yang kurang memperhatikan aspek-aspek tersebut dalam pengerjaan latihan. Dan aspek ejaan dan tanda baca persentasenya 45. 196 . Hal ini membuktikan bahwa peserta didik semakin paham dalam menyesuaikan isi kalimat dengan unsur 5W + 1 H. Hasil yang diperoleh sudah baik dan memuaskan.13% dan mengalami peningkatan sebesar 13. Hasil tes menyimak berita sikus II didapat persentase skor rata-rata kelas yaitu sebesar 426.196 1H persentasenya mencapai 52. Aspek penyusunan kalimat persentasenya 45. Meskipun terdapat beberapa aspek yang tidak mengalami peningkatan.02. Pada aspek unsur 5W + 1H mencapai persentase skor 63.35%. Sedangkan pada aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. aspek penyusunan kalimat dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.65%.75 %. dan aspek diksi hampir keseluruhan peserta didik tidak kesulitan memahaminya. sedikit demi sedikit peserta didik sudah mulai paham dan mengerti tentang masing-masing aspek tersebut. Aspek diksi (pilihan kata) persentasenya 82.75%. pada masing-masing aspek. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyimak berita sudah mengalami peningkatan sebesar 19. aspek jumlah kalimat. Pada aspek unsur 5W + 1H.75%.26% atau sebesar 3. Pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita skornya mencapai 47. Persentase skor masing-masing aspek pada siklus II diuraikan sebagai berikut. Aspek jumlah kalimat persentasenya sebesar 84.12% maka diperoleh rata-rata kelas sebesar 71.85%. para peserta didik masih mengalami kesulitan.21. Dengan demikian.

02% atau diperoleh rata-rata sebesar 11.61% dengan 10. dan siklus II masing-masing aspek dapat disimpulkan sebagai berikut.59%. Untuk aspek penyusunan kalimat persentase skor rata-rata mencapai 68.03% dan mengalami peningkatan sebesar 0. Untuk kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 10. Perbandingan peningkatan 5. 197 . Untuk prasiklus ke siklus I.39% pada aspek unsur 5W + 1H ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.39%.61%. siklus I mencapai 52. Hal ini terbukti dengan peningkatan yang terjadi pada semua aspeknya. siklus I.17. Pada aspek unsur 5W + 1H pada kegiatan prasiklus persentasenya mencapai 50%.197 Aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata mencapai 61.68%.39%.34% dan mengalami peningkatan 4. Peningkatan tersebut sangat memuaskan karena peserta didik sudah mulai paham dalam menemukan unsur 5W + 1H dari berita yang disimak. Dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca persentase skor rata-ratanya adalah 61.26% atau sebesar 3.13%. aspek jumlah kalimat persentase skor rata-rata yang diperoleh 84. Pada tabel terlihat bahwa terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 19. Dari pencapaian persentase skor rata-rata tersebut terdapat peningkatan. Secara keseluruhan kegiatan prasiklus.2%.94% dan mengalami peningkatan sebesar 22.14% dan mengalami peningkatan sebesar 15.75% dan siklus II mencapai 63.54% dan mengalami peningkatan 13. hampir semua peserta didik sudah mulai paham tentang aspek-aspek yang ada dalam berita.77%. Aspek penggunaan diksi (pilihan kata) persentase skor rata-rata 87.21 dan pada siklus II sebesar 67. aspek unsur 5W + 1H mengalami peningkatan sebesar 5. Untuk siklus II ini.

61% ini dipengaruhi oleh ketertarikan peserta didik terhadap teknik pembelajaran yang baru. Dengan sudah sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita maka peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang mereka simak. peserta didik sudah bisa memahami prinsip pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual yang diterapkan guru. Untuk prasiklus aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 61. Pada kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.39% yang didapat dari kegiatan siklus I ke siklus II ini dikarenakan. Kemudian peningkatan sebesar 10. dalam membuat kalimat peserta didik sudah menyesuaikannya dengan pokok-pokok berita yang ada dan pokok-pokok berita tersebut diperoleh dari hasil identifikasi dengan menggunakan prinsip 5W + 1H. Dari pencapaian skor yang ada dari kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 13. Pada siklus I peserta didik cukup suka dengan pembelajaran yang menggunakan media audio-visual dan metode drill. Kemudian pada siklus I persentase skor rata-rata yang dicapai 47. Pencapaian persentase skor rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dalam kegiatan prasiklus.62%.85 % dan pada siklus II persentase skor rata-rata yang diperoleh sebesar 61.68%. siklus I.198 Untuk peningkatan sebesar 5. Faktor yang menyebabkan peserta didik sudah menguasai aspek ini karena mereka sudah mulai memahami tentang hakikat pokok-pokok berita. dan hasilnya mengalami peningkatan. dan siklus II berbeda-beda. pembelajaran yang 198 .54%.

Dari data yang ada. Peningkatan pada siklus II ini disebabkan oleh peserta didik sudah mampu membuat kalimat dan menuangkan ide-idenya dalam suatu kalimat. Pada siklus I. meskipun belum dilakukan tindakan pada aspek ini peserta didik sudah mampu dan sangat menguasai aspek jumlah kalimat ini sehingga pada tahap awalpun hasil persentase rata-rata yang diperoleh sudah sangat memuaskan.58% dengan kategori sangat kurang dan siklus I persentase skor rata-rata sebesar 45. dan siklus II juga mengalami peningkatan.03% dengan kategori baik. Siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 22. serta pengawasan guru.77%. peningkatan pada aspek jumlah kalimat terjadi dari siklus I ke siklus II sebesar 0. usaha perbaikan yang dilakukan guru dan peserta didik.48%.65% dan siklus II persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 84. Peningkatan aspek penyusunan kalimat pada prasiklus ke siklus I sebesar 24. materi tentang penyusunan kalimat. dengan persentase skor rata-rata prasiklus sebesar 20. Guru 199 . Siklus I persentase skor ratarata yang dicapai sebesar 84.94%. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pada masingmasing siklus diantaranya disebabkan oleh perbaikan pada rencana pembelajaran. siklus I.75% dengan kategori kurang. Jumlah persentase skor rata-rata pada siklus II aspek penyusunan kalimat mencapai 68. Untuk prasiklus persentase skor rata-rata yang diperoleh adalah 94.2%. Peningkatan terjadi dari siklus I ke siklus II. guru hanya menyampaikan seperlunya saja berdasarkan rencana pembelajaran siklus I yang ada.199 dilakukan dengan penggunaan media audio-visual dan metode drill sangat membantu mereka dalam memahami berita yang ditayangkan. Aspek jumlah kalimat dari prasiklus.41%.

prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 86.75% dengan kategori baik dan siklus II mencapai persentase skor ratarata 87. Untuk aspek pilihan kata (diksi). Sedangkan penilaian aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. karena dalam membuat suatu kalimat pilihan kata sangat diperlukan demi terbentuknya suatu konteks kalimat yang jelas sehingga didapatkan suatu kalimat yang mudah dipahami. yaitu guru memberikan penjelasan lebih tentang cara penyusunan kalimat yang baik. Untuk penilaian aspek diksi (pilihan kata). guru lebih memberikan pengawasan yang ekstra pada setiap kegiatan yang dilakukan berkelompok sehingga proses pembelajaran lebih kondusif. pada prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 26. dan siklus II persentase skor rata-rata mencapai 61.59%. Peningkatan ini cukup baik 200 . Oleh karena itu pada siklus II rencana pembelajaran sedikit diubah. siklus I mencapai persentase skor rata-rata 82. Pilihan kata yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan dan situasi yang melingkupinya.58% dengan kategori sangat kurang. Kemudian pada siklus I dengan jumlah kelompok yang banyak menjadikan kurang terawasi.58% dengan kategori sangat baik. Peningkatan terjadi pada prasiklus ke siklus I sebesar 18.34% dengan kategori sangat baik.14% dengan kategori baik.01%. Selain itu pada siklus II.200 memberikan penjelasan berdasarkan kekurangan-kekurangan yang didapat dari hasil identifikasi prasiklus. padu dan utuh jika dibandingkan siklus I.35% dengan kategori kurang. siklus I persentase skor rata-rata mencapai 45. peserta didik sudah mampu memahami penggunaannya dan pemilihannya. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 4.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan merode drill melalui media audio-visual terbukti mampu membantu peserta didik dalam penguasaan kemampuan menyimak berita dan meningkatkan kualitas. Sebelum dilakukan tindakan siklus I maupun siklus II kemampuan peserta didik masih sangat kurang.39%. Faktor-faktor yang menyebabkan pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat memuaskan karena guru berusaha memberikan penjelasan tentang kelemahan-kelemahan peserta didik pada aspek ini dan guru juga menekankan pada usaha perbaikan sehingga peserta didik menjadi tahu kelemahan dan cara perbaikannya. Dan pada siklus II peningkatan yang terjadi dari siklus I sebesar 15.201 karena setidaknya ada perubahan cara belajar peserta didik sehingga diperoleh suatu perubahan. efektifitas. dan efisiensi pembelajaran. produktifitas. Materi pembelajaran yang disampaikan dalam bentuk visual menjadikan peserta didik belajar secara langsung tanpa mendengar ceramah dari 201 . Kehadiran media audio-visual dan metode drill sebagai komponen utama dalam pembelajaran menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken terbukti mampu membantu kelancaran. Aspek penggunaan ejaan dan tanda baca sangat penting dan sangat diperlukan karena sampai kapanpun dalam dunia tulis menulis aspek ini sangat dibutuhkan. dan efektifitas pembelajaran peserta didik dalam menyimak berita. kemudian setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual kemampuan menyimak berita peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik ini patut dibanggakan.

Perubahan Perilaku Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Berdasarkan dari analisis.5. dan siklus II.202 guru. jurnal dan wawancara. siklus I. diketahui bahwa perilaku peserta didik dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. 202 . sehingga menciptakan suatu suasana yang lebih menyenangkan dan sudah tentu pembelajaran menjadi lebih bermakna. Untuk lebih jelasnya mengenai perubahan perilaku tersebut dapat diketahui pada hasil observasi. Berikut ini hasil pembahasan perubahan perilaku peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukannya proses tindakan pada masing-masing siklusnya. Berikut ini masing-masing penjelasannya. hasil pembahasan juga dipandang dari sudut perubahan perilaku peserta didik mulai dari tahap prasiklus. Dikatakan lebih bermakna karena pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Selain peningkatan keterampilan menyimak berita. memberikan keterampilan pada peserta didik untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya dan dengan penggunaan media menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bahan pengajaran lebih jelas maknanya karena bahan pengajaran langsung didapatkan dari tayangan yang mereka simak. 4.2.

203 1) Hasil Observasi Tabel 52 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No Aspek Observasi 1 peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. Pada aspek ke-3 perubahan positif yang terjadi 203 . Jadi dapat diartikan bahwa mengalami perubahan ke arah yang baik dari siklus I ke siklus II. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. Perubahan perilaku positif tersebut terjadi pada aspek ke-2 tentang peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru. Peningkatan yang terjadi sebesar 11%. Perubahan perilaku yang positif juga terjadi pada aspek 3 dan 6 tentang keaktifan peserta didik. Pada siklus II peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru semakin berkurang. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Siklus I (%) 100 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 0 2 18 7 11 3 12 16 4 4 5 100 100 100 100 0 0 6 7 8 6 100 100 16 100 100 10 0 0 9 100 100 0 Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada peserta didik. berkomentar tentang materi yang diberikan. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru peserta didik aktif bertanya. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.

perubahan yang terjadi berdasarkan lembar jurnal guru respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. Dengan adanya perubahan tersebut. Pada siklus II ini. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. pada siklus II peserta didik semakin aktif bertanya mengenai hal-hal yang tidak diketahuinya. pada bagian ini juga dibahas perubahan hasil pada jurnal guru dan siswa. Keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat. pada siklus II ini sudah memberikan perhatian dan antusias yang sangat baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. para peserta didik sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah lebih memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual daripada pada siklus I. Peserta didik yang semula kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menjadi lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru.204 sebesar 4% dan aspek ke-6 sebesar 10%. maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. 204 . Mereka yang awalnya memberikan respons yang cukup terhadap penjelasan yang diberikan guru. 2) Hasil Jurnal Guru dan Siswa Selain pembahasan perubahan hasil observasi.

Perubahan positif tersebut terjadi pada aspek pertanyaan pertama. keempat. Pada aspek pertanyaan pertama perubahan yang terjadi sebesar 3%.205 Tabel 53 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Siklus I (%) 97 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 3 2 97 97 0 3 94 94 0 4 97 100 3 5 82 97 15 Dari tabel 53 dapat diketahui bahwa berdasarkan hasil jurnal siswa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada diri peserta didik. Perubahan perilaku positif tersebut disebabkan oleh adanya tugas tersetruktur yang diberikan peneliti. Pada siklus I awalnya terdapat 97% peserta didik yang merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan peneliti. tetapi pada siklus II. Peningkatan juga terjadi pada pertanyaan keempat. Dengan adanya 205 . 100% peserta didik sudah merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Peningkatan yang terjadi sebesar 3%. dan kelima.

3) Hasil Wawancara Perubahan ke arah positif juga terjadi pada hasil wawancara. pada siklus II ini dia mengaku bahwa ternyata pembelajaran menyimak adalah mudah. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Dari pesan dan kesan tersebut dapat diketahui respons peserta didik diakhir penelitian. maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik semakin terkesan dengan pembelajaran yang dilakukan dan mereka memberikan pesan positif yang sifatnya membangun. namun setelah dilakukan beberapa tindakan dia menjadi mengatakan ”Oh. Yang awalnya dia mengatakan sangat sulit. Menurut peserta didik yang mendapat nilai terendah. bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. Sehingga pada siklus II ini. Lalu perubahan pada aspek pertanyaan kelima. Peningkatannya sebesar 15%. Dengan meningkatnya hasil jurnal. Pada akhir penelitian banyak peserta didik yang memberikan pesan dan kesan yang bagus. sehingga dia bisa menemukan pokok-pokok 206 . dia lebih mudah memahami isi berita.206 tugas tersebut bisa mengarahkan peserta didik untuk rajin menyimak. Pembelajaran dengan metode drill dan media audiovisual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru. ternyata pembelajaran menyimak mudah ya!”. yang awalnya menganggap pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Pada pertanyaan kelima perubahan yang terjadi sangat tinggi.

Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. pembelajaran yang dilakukan di laboratorium lebih menyenangkan karena mereka bisa belajar bekerja sama dan mendapatkan situasi yang baru. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Menurutnya. Dalam menyampaikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi.207 berita dan mampu menuliskannya ke dalam suatu kalimat. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik. 207 .

Perilaku 208 . Peningkatan nilai yang terjadi adalah berkaitan dengan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita.85 juga dengan kategori kurang. Hasil hipotesis tindakan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dalam menyimak berita. Hasil ini terlihat pada hasil sebelum peserta didik diberi tindakan. Nilai rata-rata setelah tindakan siklus I adalah 59.12% dari rata-rata sebelumnya dan setelah siklus II peningkatannya 11. Peningkatan nilai rata-rata peserta didik sebelum diberi tindakan. Peserta didik mengalami perubahan perilaku dalam pembelajaran ke arah positif.02 dengan kategori baik. dan setelah siklus II. Peningkatan yang sangat berarti dan memuaskan terjadi pada siklus II.64 dengan kategori kurang.1 Simpulan 1) Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual mempunyai pengaruh yang berarti terhadap peserta didik dalam meningkatkan keterampilan menyimak berita. setelah siklus I. nilai rata-rata peserta didik adalah 56. Nilai rata-rata peserta didik setelah tindakan siklus II adalah 71.17% dari rata-rata siklus I. jika dipresentasekan adalah setelah siklus I 3.208 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. 2) Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sebagai salah satu cara pembelajaran baru dalam menyimak berita sangat positif.

5. penulis menyampaikan saran sabagai berikut ini. peserta didik lebih aktif bertanya mengenai hal-hal yang belum dimengertinya dan aktif menjawab pertanyaan guru. 1. Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian di atas. 2. Peserta didik hendaknya dalam mengikuti pembelajaran menyimak dengan semangat dan perilaku positif. sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai. Guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. sehingga pembelajaran menyimak akan menjadi menyenangkan dan menjadi pembelajaran yang tidak sulit.2. peserta didik sangat memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran.209 tersebut yaitu peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran pada siklus II. yaitu mempunyai kemampuan menyimak berita yang baik. 3. 209 . Peserta didik hendaknya sering berlatih menyimak agar dapat terampil menyimak dengan baik.

Jakarta: Depdikbud. 2001. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 2001. 2004. Panduan Menulis Berita. Gorys. Tarigan. Strategi Belajar Mengajar. Semarang: Unnes. 1986. Nurgiyantoro. Bandung: Sinar Baru Algresindo. Amin. 2002. 2001. Penerangan dan Penyuluhan. Malang : UMM Press. Djuraid. Amir Hamzah. K. Jakarta : Rineka Cipta. Nurhadi. Komposisi Sebagai Pengantar Kemahiran Berbahasa. Yogyakarta: BPPE-Yogyakarta. Suyitno. K. Tata Bahasa Pendidikan. dkk. Media Pengajaran. Nana dan Ahmad Rivai. Menyimak. 1995. Roestiyah. 1998. Burhan. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Keraf. 1981. N. Jakarta: Gramedia. Pendidikan Bahasa Indonesia I. Jakarta : Nusa Indah. 1994. Bandung: Angkasa. Tarigan. Ice Sutari. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Y. 2006. 210 . Djago. Henry Guntur. Sudjana. Semarang : IKIP Semarang Press. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matemetika I. Semarang: Depdikbud. 1991. Media Audio-Visual untuk Pengajaran. Husnun N.210 DAFTAR PUSTAKA Suleiman. Bandung: Angkasa.

2000. Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003. Skripsi. 2003. Suratno. Universitas Negeri Semarang. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal. Skripsi. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni. Universitas Negeri Semarang. 2006. Skripsi. Deddy Iskandar. Jurnalistik TV Menjadi Reporter Profesional. 2003. Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang. 2003. Parjinah. Wulandari. 2001. Setyojatmoko. Meningkatkan Ketuntasan Belajar Matematika Siswa Kelas I SLTP NU 02 Al Hidayah Kendal Tahun Pelajaran 2002/2003 Melalui Metode Drill. Universitas Negeri Semarang. 211 . 2005. Riyadi. Lutfiyah. Universitas Negeri Semarang. Universitas Negeri Semarang. Skripsi. 2006. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Skripsi.211 Muda. Universitas Negeri Semarang. Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus. Dermawan. Skripsi.

METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B. mengapa. siapa. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C.2. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. di mana. di mana. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. Penugasan 212 . Memahami isi berita dari televisi : 9. kapan. Diskusi 4.212 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : 9. kapan. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. di mana. kapan. siapa. Menemukan pokok-pokok berita (apa. mengapa. siapa. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. dan 2. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. Identifikasi 2. mengapa. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. Inkuiri 3. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. Indikator : 1. Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa.

Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang pengalamannya dalam menyimak berita c. i. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Sungai Asahan Meluap Ratusan Rumah Tenggelam” e. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. Setelah VCD berita selesai diputarkan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. Guru menjelaskan hakikat menyimak dan teknik menyimak b.213 D. d. d. 213 . Kegiatan Awal (10 menit) a. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. b. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Apersepsi.

Guru menjelaskan sedikit tentang kesalahan yang masih dilakukan peserta didik dan menjelaskan kemajuan yang telah dilakukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. Peserta didik mendapat tugas terstruktur untuk melihat berita dari televisi selama 4 hari dan setiap hari melihat 2 topik berita. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Bayi Kembar Tiga dari Pasangan Miskin” b. Secara individu. peserta didik diberikan oleh guru f. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Kegiatan Akhir (5 menit) a. Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan pengerjaan yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c.214 j. guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. guru membahas jawaban soal essai h. Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. Setelah selesai mengoreksi. setelah itu menuliskan 214 . Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik c. dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g.

VCD berita 2. PENILAIAN 1.30 WIB) E. Teknik : tes tertulis 2. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia F. Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Soal essai 1. setiap hari pukul 17. Tuliskan pokok-pokok berita yang Anda dengarkan ke dalam 5 kalimat! Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 215 . SUMBER BELAJAR 1.215 pokok-pokok beritanya dan menuliskannya ke dalam 5 kalimat (Berita Seputar Indonesia di RCTI.

216 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang Terdapat 1 kesalahan Sangat penggunaan pilihan kata baik Terdapat 2-5 kesalahan Baik penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan Cukup penggunaan pilihan kata baik Terdapat 11-15 kesalahan Kurang penggunaan pilihan kata baik Terdapat lebih dari 15 Sangat kesalahan penggunaan kurang pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan Sangat 216 .

kemudian. pada pukul 17. Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! Buatlah tugas rumahmu dengan bentuk seperti kolom di bawah ini! NAMA PESERTA DIDIK : Nama acara Sumber berita : : Tanggal penyiaran : Waktu Judul berita 1) Apa 2) Siapa 3) Di mana 4) Kapan : : : : : : 5) Mengapa : 6) Bagaimana : 7) Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 217 .217 4 3 2 1 dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Tugas di rumah! Dengarkanlah berita selama 4 hari dan setiap harinya lihatlah 2 topik berita di RCTI dengan nama acaranya “Seputar Indonesia”.30 WIB. 1. Catatlah pokok-pokok beritanya! 2.

S. Mei 2007 Peneliti Mursam. Pd. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 218 . Guru Mata Pelajaran Blora.218 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui.

Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. di mana. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. siapa. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. Indikator : 1. kapan. di mana. METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1.219 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII/2 : 9. mengapa. Inkuiri 3. Menemukan pokok-pokok berita (apa. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. mengapa. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. Identifikasi 2. kapan. Diskusi 4. siapa. Memahami isi berita dari televisi : 9. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B. Penugasan 219 . dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2.2. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. siapa. di mana. mengapa. kapan.

dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang materi yang sudah diperoleh pada pertemuan sebelumnya c. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. d. Apersepsi. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2.220 D. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Guru menjelaskan teknik menyimak b. b. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. i. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Setelah VCD berita selesai diputarkan. Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. Kegiatan Awal (10 menit) a. d. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Korban DBD Terus Berjatuhan” e. 220 .

dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g. Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan yang masih terjadi dalam pengerjaan tugas yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. VCD berita 2.221 j. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Sapi Berkaki Enam dengan Kelamin Ganda” b. peserta didik diberikan oleh guru f. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia 221 . guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. Secara individu. Kegiatan Akhir (5 menit) a. Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik E. SUMBER BELAJAR 1. Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Setelah selesai mengoreksi. guru membahas jawaban soal essai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3.

Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No Unsur penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita 2 Jumlah kalimat 3 Penyusunan kalimat 4 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian Skor Kriteria Kategori 1 Kesesuaian isi kalimat 15-13 Isi kalimat meliputi 6 Sangat dengan pokok-pokok berita unsur (5 W + 1 H) baik 12-10 Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur 9-7 Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik 6-4 Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat 3-1 222 .222 F. PENILAIAN 1. Teknik : tes tertulis 2.

223 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 223 .

Pd. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 224 .224 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui. Guru Mata Pelajaran Blora. Peneliti Mei 2007 Mursam. S.

225 Lampiran 7 DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Edi Saputra Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika 225 Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan .

Edi Saputra Moh.Lampiran 8 226 DAFTAR HASIL PENILAIAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.64 226 . Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.

62 227 .227 Lampiran 9 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 44 60 78 62 43 62 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 44 64 64 2095 61. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh.

08 228 .228 Lampiran 10 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 53 81 72 53 34 76 71 70 42 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 52 73 66 1975 58.

229 Lampiran 11 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.23 229 . Edi Saputra Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 79 46 60 60 80 60 80 80 59 84 44 59 84 59 59 79 79 59 84 59 79 45 84 59 84 79 79 59 79 59 59 2146 69.

81 230 . Edi Saputra Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.230 Lampiran 12 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

81 40 1.51 Jumlah Akhir 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56.64 231 .60 Aspek Penilaian 3 4 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 8 3 10 1 10 5 10 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 2 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 6 1 10 1 10 1 10 1 10 3 10 3 324 9.231 Lampiran 13 HASIL TES ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 007 6 008 7 009 8 010 9 011 10 013 11 014 12 015 13 016 14 017 15 018 16 019 17 022 18 024 19 025 20 026 21 027 22 028 23 029 24 030 25 031 26 032 27 033 28 034 29 035 30 036 31 037 32 038 33 039 Jumlah Rata-rata 1 30 30 20 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 990 30 2 14 14 8 8 11 4 11 5 11 14 8 14 7 8 12 14 4 5 8 11 8 11 8 14 10 11 14 11 5 14 13 5 11 316 9.21 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 3 149 4.51 6 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 4 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 4 1 1 1 3 2 50 1.

32 Jumlah Akhir 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.62 232 .09 Aspek Penilaian 3 4 4 4 10 1 10 4 10 1 10 3 10 1 4 4 4 4 10 4 10 4 10 1 10 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 1 10 3 4 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 3 10 4 10 1 10 1 10 1 4 4 10 3 10 1 10 3 10 4 10 4 320 9.59 2 7 11 6 4 1 4 7 7 6 9 11 6 9 2 5 4 11 9 4 4 12 9 11 1 6 12 11 12 7 1 11 1 9 9 241 7.232 Lampiran 14 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 20 30 50 40 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 1210 35.62 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 156 4.59 6 2 1 4 1 3 1 2 2 4 4 1 4 1 1 4 1 1 3 2 1 1 4 1 1 3 4 1 1 2 1 3 3 4 4 79 2.41 89 2.

59 Jumlah Akhir 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.29 2.06 6 2 1 1 1 4 4 2 2 4 5 1 3 3 1 2 4 2 1 4 3 1 4 3 4 3 4 5 1 3 1 2 3 3 5 88 2.35 5 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 5 4 138 4.08 233 .35 2 8 14 14 4 7 12 11 11 11 8 9 11 8 11 4 7 1 11 8 4 8 11 5 5 11 5 11 4 11 5 4 4 11 14 287 8.44 Aspek Penilaian 3 4 6 2 10 1 10 2 10 2 6 2 10 5 10 3 8 3 8 3 4 4 8 1 10 5 8 4 10 1 10 1 4 2 8 1 8 4 10 3 10 1 10 1 10 5 10 1 6 1 10 3 10 1 6 5 10 1 2 1 10 2 6 1 8 1 10 3 8 4 282 80 8.233 Lampiran 15 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 30 50 40 30 10 40 40 40 10 40 40 40 10 30 0 30 20 30 30 10 40 40 60 30 10 40 30 40 30 20 30 30 40 30 1100 32.

23 234 .84 6 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 111 3.81 2 11 12 12 12 12 12 11 11 12 12 12 12 12 12 11 12 11 12 12 11 12 12 12 11 12 11 12 11 12 12 12 363 11.234 Lampiran 16 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 50 20 30 30 50 30 50 50 20 50 20 20 50 30 50 50 50 30 50 30 50 20 50 30 50 50 50 30 50 20 20 1110 35.71 Aspek Penilaian 3 4 10 3 10 3 8 4 8 4 10 4 8 4 10 3 10 3 10 5 10 4 10 3 10 3 10 4 8 4 8 4 10 4 10 3 8 4 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 5 10 5 292 9.42 120 3.87 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 150 4.58 Jumlah Akhir 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 46 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.

35 6 4 2 1 3 5 3 3 3 5 4 2 4 5 2 1 4 2 3 3 4 4 4 4 3 4 5 3 1 2 3 2 93 3.235 Lampiran 17 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 40 30 50 50 30 50 50 50 40 50 50 40 40 30 50 40 60 50 40 50 60 40 50 50 50 40 50 30 40 50 50 1410 45.00 Jumlah Akhir 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.16 Aspek Penilaian 3 4 8 3 8 4 8 5 10 3 6 2 10 4 8 3 8 4 10 4 8 5 10 6 6 2 6 5 8 4 2 2 8 5 6 3 8 3 10 3 18 4 8 3 10 3 10 5 8 5 8 4 2 2 8 4 10 2 8 2 10 8 10 5 258 8.49 2 3 3 12 6 3 9 9 12 6 12 12 9 5 8 3 5 15 3 9 9 8 8 9 14 6 6 12 2 6 12 14 253 8.48 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 3 4 3 2 4 5 135 4.32 108 3.81 235 .

5 71 47 42.5 76 51 69 51 57 48.5 72.5 70.5 54 47 68.5 39 69.5 57.5 72.5 71 72.5 70 72 47 59.85 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 236 .5 65.08 NG 48.5 59.5 57 60.5 75 57.236 Lampiran 18 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian 002 003 004 005 008 009 010 011 013 014 015 016 017 018 019 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.5 51 52 47.5 65 2034.62 NI 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.

5 72.5 2201.5 66 70.5 77.5 55.81 NG 72 49 70 68.5 65.237 Lampiran 19 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian 002 004 005 006 007 008 009 010 014 015 016 017 018 021 022 023 024 025 026 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 47 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.02 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 237 .5 71.5 72 71.5 83.5 72.5 66 65.5 85 65.5 68.5 71 84 58 83.23 NI 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.5 72.5 80.5 65 70.5 78.5 80.5 81 69.

238 Lampiran 20 FORMAT PENILAIAN SIKLUS I DAN SIKLUS II KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita Ke Dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 unsur Sangat (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 unsur Baik Isi kalimat meliputi 4 unsur Cukup baik 238 .

239 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi Isi kalimat meliputi 3 unsur Isi kalimat meliputi 1-2 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 ke salahan ejaan dan tanda baca Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 239 .

A : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 240 .240 Lampiran 21 Pedoman Observasi Peserta Didik Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Hari/tgl : VIII.

peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. 7. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok proses pembelajaran berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. 2. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi 2 241 .241 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 JUMLAH Keterangan : No 1 Aspek 1. 8. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. Keaktifan selama 5. 4. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. peserta didik aktif bertanya. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum menyimak berita dipahaminya. berkomentar tentang materi yang diberikan. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9.

242 Lampiran 22 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus I : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x x x v x x v v x x x v x x x x v x x v x v x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x 242 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl .

= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 243 .243 38 038 39 039 Jumlah v v 34 0 x x 6 28 x 4 30 v v 34 0 v v 34 0 x x 2 32 v v 34 0 v v 34 0 v v 34 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .

244 Lampiran 23 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus II Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x x v x x x x x x x x x v x x v x v x x x x x x x v x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x v v x x x x v x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v 244 .

= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 245 .245 33 033 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 Jumlah respons positif Jumlah respons negatif v v v v v v v 31 0 x x x x x x x 2 29 x x x x x x x 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 x x x x x v v 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .

Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.246 Lampiran 24 LEMBAR JURNAL GURU SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Isilah pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4. Keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5. Pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6. Keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3. 2. fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 246 .

2. Kepasifan mereka juga terlihat ketika guru memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami dari tayangan berita yang sudah diputarkan. Sebagian besar peserta didik sudah memperhatikan penjelasan dari guru. Kebanyakan peserta didik masih kurang aktif selama pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dilaksanakan. 247 . Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini sudah cukup baik. Beberapa peserta didik masih terlihat bercanda dengan teman sebangkunya ketika proses pembelajaran sudah dimulai. Sebagian besar dari mereka terlihat diam saja.247 Lampiran 25 Hasil Jurnal Guru Siklus I Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Hasil jurnal guru ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat terhadap beberapa pernyataan di bawah ini : 1. Walaupun tidak dipungkiri masih ada peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang disampaikan guru. dan sudah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Ketika kegiatan apersepsi hanya terdapat beberapa peserta didik yang menanggapi penjelasan dari guru.

peserta didik kurang memahami hakikat pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual yang baru saja diperkenalkan oleh peneliti. Peserta didik cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas.248 3. 248 . Keantusiasan tersebut terlihat dari tepat waktunya mereka ketika masuk di ruang laboratorium dan terpancar dari semangat mereka ketika kegiatan perkenalan yang dilakukan guru. 5. 6. Mereka belum bisa memahami seutuhnya prinsip dasar pembelajarn ini. Semuanya terfokus pada soal yang telah diberikan guru. Sehingga hasil yang diperoleh pada siklus ini masih rendah. dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. 4. Pada siklus I ini. Selama proses mengerjakan latihan seluruh peserta didik sudah terlihat aktif dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru.

Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias yang baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Dengan kondisi yang seperti itu maka peserta didik tidak merasa canggung dan malu lagi dalam mengemukakan gagasannya. 3. Respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. diperoleh pernyataan-pernyataan berikut ini: 1. mereka sudah memperhatikan kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. Pada siklus II ini. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. 249 . Dalam mengerjakan latihan.249 Lampiran 26 Hasil Jurnal Guru Siklus II Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Pedoman yang digunakan pada jurnal guru pada siklus II ini masih sama dengan siklus I. 2. Keaktifan peserta didik juga tampak ketika mereka mengerjakan latihanlatihan yang diberikan guru. Keaktifan itu bisa timbul karena dimungkinkan peserta didik sudah merasa terbiasa dengan peneliti dan sudah mampu menyesuaiakan dengan cara pembelajaran yang diberikan guru dan cara mengajarnya.

6.250 4. Hal itu disebabkan oleh kesadaran mereka akan pentingnya keterampilan menyimak berita. 250 . Peserta didik semakin antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran berlangsung dengan kondusif dan tertib. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. sehingga mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. Dengan menyimak berita mereka dapat memperoleh informasiinformasi penting. Peserta didik sudah lebih memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 5. Tidak dijumpai fenomena-fenimena negatif pada siklus II ini.

Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2. Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5. Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 251 .251 Lampiran 27 LEMBAR JURNAL SISWA SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Jawablah pertanyaan ini dengan benar! 1. Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4.

Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. Menurut Anda. Menurut Anda. Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4.252 Lampiran 28 PEDOMAN WAWANCARA SIKLUS I DAN II Nama Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : 1. Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2. Apakah anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 252 .

tetapi terlalu sabar.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.l” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” : 22 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran 253 . menyenangkan.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Kurang suka.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Saya belum memahami teknik pembelajaran dril.253 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus I 1. Responden : Liyanik Septi Ariyani Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.

Responden : Siska Piyana Nilai Kelas : 85 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang.” Peneliti : ”Menurut Anda.”” 2.” 254 .254 Responden : “ Sudah. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa. Tetapi saya kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium. saya lebih suka pembelajaran di dalam kelas.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kelasnya terlalu ramai.” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah.

” 255 . Karena metode ini membuat kita menjadi rajin.” Peneliti : ”Menurut Anda. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa. dan sudah jelas.255 Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Baik.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah.” Peneliti : ”Menurut Anda. santai. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.

” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” 256 : 50 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran . Responden : Supriyono Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.256 Lampiran 30 Hasil Wawancara Siklus II 1. tetapi suaranya kurang jelas.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Sulit memahami isi berita.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka. dapat. menyenangkan.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.

” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.” Peneliti : ”Menurut Anda.” 2. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kurang teliti dalam menjawab soal latihan. Responden : Muslianto Nilai Kelas : 90 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang dan bisa menambah pengetahuan.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” 257 .257 Responden : “ Sudah. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Tidak.

258 Responden : “Sudah bagus dan jelas.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya. Karena metode ini membuat kita bisa belajar bersamasama. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Gampang-gampang susah.” 258 .” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah.

Kegiatan peserta didik mengisi lembar jurnal siswa 259 . Kegiatan peserta didik dalam menyimak tayangan berita 3. Kegiatan awal pembelajaran yang berupa guru memberikan apersepsi 2. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara berkelompok 4.259 Lampiran 31 PEDOMAN DOKUMENTASI SIKLUS I DAN SIKLUS II Hal-hal yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara individu 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful