PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA DARI TELEVISI DENGAN METODE DRILL MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL PADA PESERTA

DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Anik Suyani : 2101403057 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : Bahasa dan Sastra Indonesia

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

SARI

Suyani, Anik. 2007. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. L.M. Budiyati, M. Pd. Pembimbing II Drs. Haryadi, M. Pd. Kata kunci : Keterampilan menyimak berita, metode drill, dan media audio-visual. Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menyimak pada dasarnya adalah keterampilan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat fungsional. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat pada kegiatan sehari-hari kita yang dihadapkan pada berbagai kesibukan menyimak. Tetapi berdasarkan hasil observasi pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, pembelajaran menyimak kurang mendapat perhatian guru bahasa secara khusus dan kemampuan menyimak peserta didik masih rendah, terutama menyimak berita. Alasan peserta didik memiliki kemampuan menyimak berita yang rendah salah satunya adalah metode pembelajaran menyimak berita yang monoton dan kurang menarik. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan-penjelasan dari guru. Guru belum menyertakan media dalam pembelajarannya dan kurang mendorong peserta didik untuk belajar aktif, sehingga pembelajaran menjadi monoton. Hal ini merupakan salah satu penyebab pembelajaran tidak maksimal, dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. Oleh karena itu, masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan metode drill dan penggunaan media audio-visual. Cara ini akan mendorong peserta didik untuk terampil menyimak berita, melatih peserta didik untuk belajar aktif, serta memadukan antara teori dan praktik. Metode dan media ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik. Berdasarkan paparan di atas, peneliti ini mengangkat permasalahan, yaitu bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken setelah mengikuti pembelajaran dengan metode drill dan penggunaan media audio-visual dan bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukan pembelajaran meyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken dan mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audiovisual dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang dilaksanakan pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, jurnal, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif ii

yang berupa nilai peserta didik. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan data yang diperoleh dari observasi, jurnal, wawancara, dan foto. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken hasil nilai prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan. Sebelum dilakukannya tindakan nilai rata-rata kelas menyimak berita sebesar 56,64 dengan kategori kurang. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,12% dengan nilai rata-rata 59,85 dengan kategori kurang dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,7% dengan nilai rata-rata 71,02 atau masuk pada kategori baik. Peningkatan nilai rata-rata kelas ini diikuti dengan peningkatan skor pada tiap aspek penilaian. Pada aspek unsur 5W + 1H , skor rata-rata pada prasiklus sebesar 30 dengan kategori cukup. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,97% dengan nilai rata-rata 33,97 dengan kategori cukup dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,68% dengan nilai rata-rata 40,65 atau masuk pada kategori baik. Rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita pada prasiklus sebesar 9,60 atau masuk pada kategori sangat baik, pada siklus I sebesar 7,76 termasuk kategori baik, dan pada siklus II sebesar 9,93 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Pada aspek jumlah kalimat, skor rata-rata pada prasiklus sebesar 9,81 dengan kategori sangat baik. Pada siklus I sebesar 8,85 dengan kategori sangat baik, dan pada siklus II sebesar 8,87 dengan kategoti sangat baik pula. Rata-rata skor pada aspek penyusunan kalimat hasil rata-rata prasiklus sebesar 1,21 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,49 masuk pada kategori kurang, dan pada siklus II sebesar 3,68 dengan kategori baik. Pada aspek penggunaan diksi (pilihan kata), skor rata-rata pada prasiklus 4,51 dengan kategori baik, siklus I sebesar 4,33 masuk pada kategori baik juga, dan hasil siklus II sebesar 4,60 termasuk pada kategori sangat baik. Dan skor rata-rata aspek penggunaan ejaan dan tanda baca pada prasiklus sebesar 1,51 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,46 dengan kategori kurang, dan siklus II sebesar 3,29 masuk pada kategori cukup. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken ini diikuti dengan perubahan perilaku belajar yang positif dari perilaku belajar yang negatif sebelumnya pada siklus I dan siklus II ini peserta didik semakin aktif dalam pembelajaran, mereka mulai senang, tertarik, dan menikmatai pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Saran yang disampaikan adalah 1) guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai, yaitu mempunyai kamampuan menyimak berita yang baik, dan 2) guru dapat menggunakan metode drill dan media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak berita.

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang panitia Ujian Skripsi.

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

iv

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Sidang Ujian Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang pada, hari tanggal : Senin : 20 Agustus 2007

Panitia Ujian Skripsi

Ketua

Sekretaris

Prof. Dr. Rustono NIP 131281222

Drs. Mukh Doyin NIP 132106367

Penguji I

Penguji II,

Penguji III

Drs. Wagiran, M. Hum NIP 132050001

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

v

PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. 20 Agustus 2007 Anik Suyani vi . bukan jiplakan dari karya orang lain. Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. baik sebagian maupun seluruhnya.

jangan terlalu sedih di atas kesedihanmu. Jalani hidup dengan segala pahit-manisnya” (Anik) ” Jalanilah kehidupan ini dengan kerendahan hati serta hati yang tulus” (Anik) ” Jadilah diri sendiri yang dapat bertanggung jawab pada diri sendiri” (Anik) Persembahan : Kupersembahkan skripsi ini untuk: Ayahku dan Ibuku (almh) vii . dan jangan terlalu nikmat di atas kenikmatanmu.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : ” Sesungguhnya setelah kesusahan ada kemudahan” (Al Insyiroh : 6) ”Jangan terlalu senang di atas kesenanganmu.

Penelitian ini dilakukan sebagai respons dari permasalahan yang muncul dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak berita kelas VIII A SMP Negeri I Jiken yang selama ini masih kurang. Terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyusun skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Besarnya pengaruh keterampialn menyimak berita terhadap keterampilan berbahasa menyebabkan penulis ingin meneliti lebih lanjut sehingga diperoleh metode terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak berita.PRAKATA Penulis telah menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2006/2007 dengan baik. viii . Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan arahan dan izin penelitian kepada penulis. yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada penulis. Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalaman yang tidak terlupakan selama perkuliahan. Oleh sebab itu. 2. 3. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis. puji syukur kehadirat Allah swt penulis panjatkan.

Teman seperjuangan : Liliput (Ema. motivasi. 9. M. Seseorang yang selalu siap menemaniku dalam susah dan senang dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Pd Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri I Jiken yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam melakukan penelitian. dan bimbingan dengan penuh kesabaran kepada penulis. Teman-teman angkatan 2003 Sasindo FBS yang telah memberikan dorongan. Budiyati. Keluarga Blora yang memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam meyelesaikan skripsi ini. Saudara mendapat balasan dari Allah swt. 20 Agustus 2007 Penulis ix . Pd (Pembimbing I). Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora yang telah memberikan izin penelitian dan bantuannya kepada penulis. L. 6. M. Ibu. Tutik. Semoga amal baik Bapak. dan Drs. dan semangat kepada penulis. Mursam S. 11. Haryadi. 10. Semarang. 5.4. Dra. arahan. 8. M. Pd (Pembimbing II) yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan masukan. Andris dan Shinta) yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Segenap keluarga kos Wisma Astri yang telah memberikan semangat dan dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini. 7.

.......................................................................................... KATA PENGANTAR ............1 Latar Belakang Masalah ..................................... DAFTAR GAMBAR ................................................ 1..........2 Identifikasi Masalah ........................... i ii iv v vi vii viii x xiv xv xviii xix xx BAB I PENDAHULUAN 1................................ HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................................ 1 6 8 9 x ...................................................... HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................... DAFTAR LAMPIRAN .............. HALAMAN PERNYATAAN .......................................... HALAMAN SARI ..................................................................................................................................4 Permasalahan ................................................ DAFTAR ISI ..... 1.. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................................................................................................3 Pembatasan Masalah ... 1....................... DAFTAR GRAFIK ........................................................................................................................................................ DAFTAR BAGAN .. DAFTAR TABEL ........................................................

........5 Tujuan Penelitian ........9 Penilaian Pembelajaran Menyimak ......2............. 9 9 BAB II LANDASAN TEORESTIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2...................................................11 Unsur-unsur Berita ....................... 2.......................1.............................. 2......... 28 32 41 46 48 48 56 60 61 65 67 69 11 16 16 17 19 25 27 xi .............. 2..................... 2.. 2...............12 Jenis-jenis Berita ....................................................... 2.......................................... 2.....2.................. 2..................... 2.................................................2...........2.............................2..................2................. 2...........5 Manfaat Menyimak ......................2 Landasan Teoretis ........4 Hipotesis Tindakan ........................................................... 2.........................2.6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Pemahaman .................................................................. 1....................................................................2.................2..................13 Kerangka Berita ..................................................................................................6 Manfaat Penelitian .....2..............3 Jenis-jenis Menyimak ..........2...................................10 Pengertian Berita .............1 Kajian Pustaka .........8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak ........... 2....14 Metode Drill .......................................................................................... 2.............2...........................................................2 Tahapan dalam Proses Menyimak ...... 2........................15 Hakikat Media Audio-Visual ...............................2..................7 Tes Kemampuan Menyimak .......2....................4 Tujuan Menyimak ........ 2...........................3 Kerangka Berpikir ............................................................. 2................................2........... 2.............1 Pengertian Menyimak .................................................................. 2........................................

...........1 Hasi Tes Prasiklus ............................ 4.................................4....... 4............2 Subjek Penelitian .....................2 Teknik Nontes ...............1........................................1 Instrumen Tes ..................................................................................................................................................................2 Teknik Kualitatif .......... 3....................... 3......1 Teknik Tes ...........................................7 Teknik Analisis Data ....................................................... 3........................................................1........................................... 3.. 102 106 106 xii ............7............................. 3.. 70 72 74 79 83 84 87 87 92 96 96 97 97 100 100 101 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4..........1 Proses Pelaksanaan Siklus I ....................................................3 Variabel Penelitian .......6.................................2................................................................. 3.......... 3...1 Hasil Tes ............1 Desain Penelitian ...........................................2 Proses Pelaksanaan Siklus II ................................................4 Instrumen Penelitian .............. 3................................4.....................................1 Teknik Kuantitatif ......2 Hasil Tes Siklus I .................. 3..........................................2 Instrumen Nontes ........1..1......6 Teknik Pengumpulan Data .............................................1.......................................7............... 3............... 3................................6..........................................................................................................1 Proses Tindakan Kelas .... 3.................................. 3..............................BAB III METODE PENELITIAN 3............ 3...................................................... 3...............5 Uji Instrumen ..............................................................

....................................4..........3. 4.4 Refleksi Siklus I ....................................... 208 209 210 212 xiii ..... LAMPIRAN-LAMPIRAN ...................... 4.................. 4........................................................................................................... 4.... DAFTAR PUSTAKA ...2................................... 128 146 147 150 151 174 191 193 194 202 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5......4.......................................................................................3 Hasil Refleksi Siklus II .........3.....1 Hasil Tes ...4 Pembahasan .....................1 Simpulan ........................................................................ Hasil Tes Siklus II .......................2.2 Hasil Nontes ……………………………………………………………… 4.........2......... 4............................... 4...................................2 Perubahan Perilaku Peserta Didik .3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik ……………………………… 4.........................2 Saran .................................................... 5.....................................................................2 Hasil Nontes .......................................................1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita .......................................................................3........ 4...................................................3........................................4...................

...................DAFTAR BAGAN Bagan Bagan 1...... Halaman 70 xiv .. Desain Penelitian Tindakan Kelas Dua Siklus ...

..............DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1................... Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke Dalam 5 Kalimat Tabel 7.. Tabel 3......................................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi ....... Tabel 2..... Tabel 17........... Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ... Tabel 14......................................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat .................... Tabel 8......................................................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita .......................................... Kategori Nilai Peserta Didik ...................................... Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Tabel 11.......... Hasil Tes Menyimak Berita Unsur 5W + 1H …………………… Tabel 13.................. Tabel 9......... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca ...................... Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I ………………………................... Kisi-kisi Instrumen Penelitian ........... Tabel 10....... Tabel 18... Pedoman Penskoran Soal Essai ................... Tabel 4. Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat ... Halaman 87 88 89 89 90 90 102 107 108 109 110 110 111 112 113 114 115 116 117 118 xv ...... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat .......................................... Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai ....... Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I .. Tabel 12.... Tabel 6... Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ... Skor Penilaian pada Instrumen Tes ............... Tabel 20.............. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus ........ Tabel 16............... Tabel 19................... Tabel 15...... Tabel 5. Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai ...............

Hasil Observasi Siklus I ........ Hasil Tes Kelompok Keterampilan Menyimak Berita Siklus II .... Tabel 30.. Tabel 38.. Tabel 23. Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita .................................................................. Hasil Kelompok Tes Isian dan Tes Essai .. Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat .......................... Table 35............ Tabel 26....................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca ...... Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ........................ Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca .............................. Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 36................................................................. Tabel 40......... Tabel 39....... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat ....... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………...... Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat ..... Tabel 27...................................... Tabel 31.... Hasil Jurnal Siswa Siklus I .............. Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi............................ Tabel 37........ Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ........................ Hasil Tes Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………………......... Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H .............. Tabel 33........ Tabel 24....... Tabel 34...................... Table 22................................................Tabel 21.......... Tabel 29.......... Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ...... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi................................... Tabel 32.............................. Table 28... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat .................................. 119 120 121 122 123 125 126 129 135 152 153 154 154 156 156 157 158 159 161 162 xvi .... Tabel 25........................................

.............. Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 44......... 163 165 166 167 168 170 171 172 176 181 194 203 205 xvii ........................ Tabel 45............................... Hasil Observasi Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik ..... Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ... Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita ..... Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ................ Tabel 47.. Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat ..... Tabel 53. Tabel 51................. Hasil Jurnal Siswa Siklus II ........ Tabel 52................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi........ Hasil Tes Individu Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………… Table 43...... Tabel 42...........Tabel 41......... Hasil Observasi Siklus II ................ Hasil Jurnal Siswa Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik ................................. Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca ...................... Tabel 46.......... Tabel 48.......................................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat ................................ Tabel 50.......................................... Tabel 49..........................................................

........ Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ..... Halaman 105 127 173 xviii ..... Grafik 2.............. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus .................DAFTAR GRAFIK Grafik Grafik 1...... Grafik 3............. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ...

...................................... Gambar 5................. Gambar 3.... Halaman 141 142 143 145 146 186 187 188 189 190 xix .............. Kegiatan Awal Pembelajaran ............................................. Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita ............ Gambar 10..... Gambar 9............ Peserta Didik Mengisi Jurnal ... Peserta Didik Mengisi Jurnal ................ Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu ................... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu ............... Gambar 8........................................................ Gambar 7. Gambar 2........ Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok ..... Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita ............................. Guru Menjelaskan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran yang Akan Dilakukan ................................ Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok ................... Gambar 6........... Gambar 4....DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1...

Daftar Nama Peserta Didik Lampiran 8. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Lampiran 19. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Lampiran 3-6. Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II xx . Hasil Jurnal Guru Siklus II Lampiran 27. Hasil Jurnal Guru Siklus I Lampiran 26. Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II Lampiran 25. Hasil Tes Prasiklus Lampiran 9-10.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus Lampiran 14. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Individu Lampiran 16. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Individu Lampiran 18. Hasil Observasi Siklus I Lampiran 23. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Lampiran 20. Hasil Observasi Siklus II Lampiran 24. Hasil Tes Siklus I Lampiran 11-12. Hasil Latihan Peserta Didik Siklus I dan Siklus II Lampiran 7. Hasil Tes Siklus II Lampiran 13. Pedoman Observasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 22. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Kelompok Lampiran 17. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Kelompok Lampiran 15. Format Penilaian Lampiran 21. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Lampiran 2.

Hasil Wawancara Siklus I Lampiran 30. Soal Kelompok Siklus I Lampiran 34. Soal Individu Siklus I Lampiran 35. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus I Lampiran 41. Format Tugas Rumah Lampiran 38. Soal Individu Siklus II Lampiran 37. Soal Tes Awal Lampiran 33. Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II Lampiran 29. Bukti Penelitian di SMP Negeri I Jiken Lampiran 44. Pedoman Dokumentasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 32. Hasil Wawancara Siklus II Lampiran 31. Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus II Lampiran 42.Lampiran 28. Soal Kelompok Siklus II Lampiran 36. Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus I Lampiran 40. Kunci Jawaban Tes Awal Lampiran 39. Bukti Penelitian dari Diknas Blora xxi . Kunci Jawaban Soal Individu Siklus II Lampiran 43.

sudah akan terlihat dalam kegiatan mendengarkan dan usaha memahami bahasa orang-orang di sekitarnya. Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan. Pada masyarakat bahasa modern pun dalam kehidupan sehari-harinya. Keadaan itu sudah terlihat sejak manusia masih bernama bayi. Bayi manusia yang belum mampu menghasilkan bahasa. baik yang berupa ucapan langsung maupun melalui sarana rekaman. Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan memahami pembicaraan itu. bahasa sangat diperlukan oleh masyarakat bahasa dalam kegiatan berbahasanya yaitu sebagai alat komunikasi.1 BAB I PENDAHULUAN I. Dilihat dari pengertiannya. Dalam belajar bahasa asing pun kegiatan pertama yang dilakukan pelajar adalah menyimak bunyi-bunyi bahasa yang dipelajari. kegiatan berbahasa secara lisan akan jauh lebih banyak daripada berbahasa tulis. Kenyataan itu dapat diartikan bahwa kemampuan berbahasa secara lisan lebih fungsional dalam kehidupan sehari-hari 1 . Kegiatan berbahasa yang berupa memahami bahasa yang dihasilkan orang lain melalui sarana lisan atau pendengaran merupakan kegiatan yang paling pertama yang dilakukan manusia.1 Latar Belakang Masalah “Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia” (Keraf 2001:1).

(3) pelancar komunikasi lisan. percakapan antara teman. Selain itu. Contohnya dalam dialog antar anggota keluarga. membaca. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian semua guru bahasa secara khusus. Para guru belum membelajarkan dan sekaligus menguji kemampuan menyimak peserta didik dalam suatu periode tertentu. peran dari kegiatan menyimak tersebut adalah sebagai (1) landasan belajar berbahasa. fungsionalnya kegiatan menyimak bagi kehidupan manusia karena kegiatan menyimak mempunyai peran yang sangat penting. (2) penunjang keterampilan berbicara. Namun. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari kita yang dihadapkan dengan berbagai kesibukan menyimak. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh penulis. 2 .2 daripada kemampuan berbahasa secara tulis. Wist melaporkan bahwa jumlah waktu yang digunakan oleh anak-anak untuk menyimak di kelas-kelas sekolah dasar kira-kira 1 1/2 sampai 2 jam sehari (Tarigan 1994:11). khususnya bahasa Indonesia. Rankin pada tahun 1926 yang menyatakan bahwa 42% waktu penggunaan bahasa tertuju pada menyimak. aktivitas pendidikan di sekolah dan masih banyak lagi kegiatan lain yang melibatkan kegiatan menyimak. Menurut Tarigan (1991:8). dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di sekolah. Bukti yang menguatkan betapa pentingnya keterampilan menyimak tersebut adalah pendapat dari T. Pada tahun 1950 Miriam B. dalam kaitan ini adalah kemampuan menyimak yang perlu diberi perhatian secara memadai. dan menulis. dan (4) penambah informasi.

namun kebanyakan dari mereka gaduh dengan teman diskusinya. Sebenarnya permasalahan ini dapat diatasi dengan kekreatifan seorang guru dalam menyiasati suatu permasalahan dalam pembelajaran dan pemahaman seorang guru tentang diri peserta didik dengan berbagai macam keunikannya dan karakteristiknya. minat belajar peserta didik yang masih kurang dan masih menggunakannya metode ceramah sehingga menyebabkan hasil belajar yang dicapai masih rendah dan sudah terbiasanya peserta didik dengan penggunaan metode ceramah. Berdasarkan informasi di atas. Dengan keadaan yan seperti itu menjadikan peserta didik sulit diajak untuk mengubah cara pembelajaran tersebut dengan metode yang baru. Dengan kondisi seperti itu. akhirnya guru lebih memilih kembali kepada metode ceramah. Selain itu. sehingga pokok pembahasan keluar dari pokok pembahasan yang diberikan.3 diperoleh informasi dari pihak guru bahwa meskipun sudah menggunakan kurikulum KTSP namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Hendaknya guru dapat menciptakan suatu metode baru yang lebih ringan dan menyenangkan untuk pembentukan dan menanamkan jiwa aktif dan rasa percaya diri pada diri peserta didik. Contohnya. maka pembelajaran menyimak cenderung diabaikan dan dinomorduakan dibandingkan dengan pembelajaran 3 . Menghadapi situasi ini. ketika guru mencoba menerapkan sistem diskusi pada pembelajaran menyimak dengan tujuan untuk mengaktifkan peserta didik dan peserta didik bebas berpendapat. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak yang dilakukan di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. kurang mendapatkan perhatian dari pihak peserta didik maupun guru.

maka seharusnya dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak di sekolah.4 bahasa yang lain. namun pada kenyataannya keterampilan tersebut belum dianggap keterampilan yang amat penting. Meskipun dengan kesadaran yang seperti itu. khususnya pembelajaran menyimak berita sehingga menyebabkan kurang pemahaman tentang konsep pembelajaran menyimak 3. Sehingga dengan jumlah peserta didik yang banyak yaitu 39 peserta didik 4 . Dengan kondisi yang seperti itu. guru hendaknya menuntut peserta didik untuk menyimak secara ekstensif. Meskipun keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. Jadi dapat ditarik simpulan bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. tetap saja dalam pembelajaran langsung tentang cara yang baik untuk menyimak masih terlupakan dan diabaikan karena: 1. dan kegiatan menyimak tidak lagi bersifat pasif sehingga pembelajaran menyimak di sekolah harus bersifat aktif-reseptif. pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita di sekolah-sekolah pada umumnya kurang mendapat perhatian secara khusus. Padahal dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. 2. pembelajaran memahami isi berita yang diberikan di kelas masih menggunakan sistem klasikal dan kembali menggunakan metode ceramah. pembelajaran menyimak secara umum di sekolah-sekolah cenderung diabaikan karena kebanyakan guru kurang memahami teori dan memiliki keterampilan dalam bidang menyimak.

pembelajaran menyimak berita kurang bermakna dan kurang efektif. Dengan penggunaan media pembelajaran. Terdapat satu hal lagi yang kurang diperhatikan guru demi keberhasilan pembelajarannya yaitu sistem pengelolaan kelas masih menggunakan cara klasikal sehingga terkesan monoton dan kurang menarik bagi peserta didik. dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam 5 . mudah dilakukan. guru juga kurang menekankan pada latihan-latihan untuk memahami suatu berita. bahkan peserta didik dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. Keadaan tersebut di atas yang menyebabkan keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A masih sangat rendah. kaitannya dengan penelitian ini adalah mahir memahami isi berita yang telah didengarkan. melainkan lebih menekankan pada pengenalan-pengenalan istilah seperti menjelaskan pengertian berita dan aspek-aspek yang ada dalam berita. serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. Hal ini menunjang peserta didik berprestasi dalam bidang tertentu. Latihan yang praktis. “Metode drill (latihan) adalah metode pembelajaran matematika yang lebih ditujukan agar siswa cepat dan cermat dalam menyelesaikan soal” (Suyitno 2004:6). misalnya terampil dalam memahami segala informasi yang didengarnya dengan cepat. 4. Untuk mengatasi permasalahan ini melalui media audio-visual sehingga peneliti menggunakan metode drill keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A dapat meningkat.5 setiap kelas. Faktor lain yang mendukung pembelajaran ini adalah penggunaan media pembelajaran. khususnya media audio-visual.

dan mudah dilupakan. yang memberikan wujud nyata dalam suatu pembelajaran.2 Identifikasi Masalah Uraian di atas menegaskan bahwa keterampilan menyimak sangat penting dalam pembelajaran bahasa.6 pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang ingin dicapainya. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. Keterampilan menyimak dapat meningkatkan apresiasi dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran bahasa. kurang menarik. informasi yang disampaikan hanya berupa katakata yang menyebabkan pengalaman yang diperoleh peserta didik hanya berupa pengalaman kata-kata yang cenderung membuat pelajaran atau informasi sukar ditangkap. Penggunaan media juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran menyimak karena pembelajaran yang diberikan menarik sehingga peserta didik tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. 1. 6 . Berbeda dengan cara pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah. Dengan pengalaman yang nyata maka sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. Tidak seperti pembelajaran yang diberikan dengan menggunakan media audio. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segala segi tentang semua pengalaman itu. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan memuaskan dalam proses belajar.visual.

Akibatnya.7 Keterampilan menyimak perlu diberikan kepada peserta didik dalam proses belajar bahasa. malas. khususnya pembelajaran menyimak berita. dan menghargai suatu karya sastra. Namun pada kenyataannya. peserta didik tidak dapat merespons informasi yang diperoleh dari menyimak. Berdasar latar belakang di atas. jenuh. menikmati. masih rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak. pembelajaran menyimak belum diberikan secara tepat. maka pembelajaran menyimak tidak dapat berjalan dengan baik. peserta didik dan guru masih mengabaikan pembelajaran menyimak karena menurut mereka keterampilan tersebut sangatlah mudah. seperti berbicara. Dengan adanya asumsi yang seperti ini maka suatu pembelajaran menyimak yang baik tidak 7 . Dengan rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran menyimak maka mereka akan merasa enggan dalam mengikuti pembelajaran dan hasilnya mereka tidak konsentrasi pada pembelajaran. dan menulis. 2. Pembelajarannya masih diberikan dengan menggunakan metode yang kurang variatif dan membosankan sehingga mengakibatkan peserta didik enggan. meskipun sebenarnya peserta didik tersebut telah memiliki keterampilan bahasa lainnya. dan tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menyimak. karena keterampilan menyimak dapat mengajak peserta didik untuk memahami. Dengan tidak adanya konsentrasi dan respons positif seorang peserta didik pada pembelajaran menyimak berita. bosan. peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang menjadi penghambat keberhasilan pembelajaran menyimak yaitu: 1. membaca.

peneliti berupaya mengatasi segala hambatan yang dialami oleh peserta didik dalam pembelajaran menyimak. 8 . Dan semua orang yang tidak tuli pastilah dapat melakukan kegiatan tersebut. Seharusnya metode ini sudah ditinggalkan karena metode ini tidak mendorong jiwa aktif peseta didik dan kurang membekali peserta didik pada penguasaan suatu keterampilan tertentu. Penggunaan metode ceramah masih dilakukan karena kurangnya kreatifitas guru dalam mengkombinasikan teknik dan metode pembelajaran. pembelajaran menyimak yang dilakukan guru di kelas masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak di kelas sehingga hasilnya pun masih rendah. karena pengertian mereka tentang hakikat menyimak masih rendah. 1. Peneliti membatasi permasalahan karena peneliti memfokuskan pada Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari TV dengan Metode Drill melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2006/2007. Menurut mereka.3 Pembatasan Masalah Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menyimak berita. 3. Pembelajaran menyimak menurut mereka merupakan pembelajaran yang sangat mudah.8 akan dapat terlaksana. menyimak hanyalah merupakan kegiatan mendengarkan sesuatu.

2. tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual? 1. mendeskripsikan peningkatan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora tahun ajaran 2006/2007. dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut: 1.5 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas.4 Permasalahan Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas. mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual. 9 .9 1. bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora? 2.

manfaat lain yang juga diharapkan adalah manfaat praktis. dan antusias pada pembelajaran menyimak.6 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis.10 1. Selain manfaat teoretis. termotivasi. Bagi guru. Penelitian ini bermanfaat bagi guru dan bagi peserta didik. dan bagi peserta didik dapat mempermudah pembelajaran menyimak sehingga peserta didik senang. 10 . penelitian ini dapat meningkatkan proses belajar mengajar keterampilan menyimak. Manfaat teoretis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan manfaat bagi pengembangan materi pembelajaran bahasa pada umumnya dan khususnya pembelajaran keterampilan menyimak dengan metode drill melalui media audio-visual.

Wulandari (2006) yang melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang. Hasil penelitiannya pada kegiatan pretes mencapai nilai rata-rata 61. Beberapa penelitian tentang keterampilan menyimak diantaranya seperti penelitian yang dilakukan oleh Parjinah (2003) yang meneliti tentang Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003. Perilaku peserta didik lebih aktif dan sikap peserta didik lebih baik.86.1 Kajian Pustaka Penelitian tentang keterampilan menyimak telah dilakukan oleh banyak mahasiswa dalam rangka penyusunan skripsi. hal tersebut masih menarik untuk diadakan penelitian lebih lanjut.11 BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2. Akan tetapi.25 dan siklus II mendapat 7. Baik itu yang bersifat melengkapi maupun yang bersifat baru.75 dan setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata- 11 .86 kemudian pada nilai rata-rata tes siklus I mendapat 7. Hasil penelitian tersebut menunjukkan ada peningkatan kemampuan menyimak yaitu nilai rata-rata proses memperoleh 6.

peserta didik juga mengalami perubahan tingkah laku yaitu dari peserta didik yang semula sering menunjukkan perilaku negatif berubah menjadi perilaku positif.38. dan pada siklus kedua mencapai 70.83. dan jurnal siswa maupun jurnal guru sebagian besar peserta didik merasa senang dan tertarik. yaitu nilai rata-rata minimal pada siklus pertama 60. Menurut hasil nontes siklus pertama dan siklus kedua ada perubahan perilaku peserta didik yang positif. ternyata ada peningkatan pada keterampilan menyimak peserta didik. Peningkatan ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian pada siklus pertama nilai rata-rata mencapai 64.65 sehingga mengalami peningkatan sebesar 6.12 rata menjadi 69.00 mencapai 60 %.38. sedangkan siklus kedua nilai rata-rata minimal yang harus dicapai 65.13 yang berarti ada peningkatan sebesar 7. Adapun hasil observasi. Secara keseluruhan nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 15.13 berarti meningkat 8 % dari siklus I.00 mencapai 80 %. wawancara.27 %. Hal ini sudah sesuai dengan target peneliti. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan media audio atau radio FM. Penelitian lain tentang peningkatan keterampilan menyimak yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dermawan (2001) dengan judul skripsinya yaitu Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus. Selain mengalami peningkatan kemampuan menyimak wacana berbahasa Jawa. Riyadi (2000) dengan judul penelitiannya yaitu Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni 12 . Peserta didik tidak meremehkan kegiatan menyimak dan paham akan teknik menyimak yang baik. Hasil dari siklus II mencapai nilai rata-rata 77.

49. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara rata-rata kemampuan menyimak peserta didik yang dilakukan dengan teknik dengar-tulis dan teknik dengar-murni. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Dermawan yaitu penelitian yang mengambil keterampilan menyimak siaran berita sebagai kajiannya.13 memperoleh hasil yang signifikan setelah melakukan penelitian yang dilakukan kepada peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut menunjukkan peningkatan nilai akhir menyimak yaitu dari pretes ke tes siklus I meningkat sebesar 10. Akan tetapi Setyojatmoko tidak menggunakan media audio berupa radio FM melainkan rekaman siaran berita. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut yaitu untuk teknik dengar-tulis pada pretes rata-rata nilai menyimak peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal adalah 6.61 dan dari tes siklus II meningkat lagi sebesar 11.2. dan pada siklus II menjadi 7. pada siklus I menjadi 7.7.64.1. dan siklus II menjadi 6. dari kesimpulan yang disampaikan oleh peneliti didapatkan hasil berupa ada perbedaan kemampuan menyimak dengan adanya pembelajaran yang berbeda tersebut dan ada pengaruh yang dapat mengubah perilaku peserta didik. Setyojatmoko (2005) dengan penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang.6. Sedangkan untuk hasil pembelajaran menyimak dengan teknik dengar-murni didapatkan hasil nilai pretes dengan rata-rata 6.13. siklus I 6. Suratno (2006) juga melakukan penelitian tentang menyimak dengan judul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan 13 .

Penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual belum dilakukan oleh peneliti-peneliti di atas. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas mencapai 57.4 %.5 poin atau 18.3 % dengan nilai rata-rata kelas sebesar 67. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita peserta didik kepada pratindakan. Pada siklus I terjadi peningkatan dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 10.9 dan pada siklus II mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 80. Hal tersebut terlihat pada keaktifan peserta didik dan keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. siklus I.14 Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal. Yang membedakan dalam penelitian ini adalah metode yang diterapkan oleh peneliti dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita yaitu metode drill melalui media audio-visual. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada tiap siklus diikuti dengan perubahan perilaku peserta didik ke arah yang positif. Pada penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik dalam 14 . Penelitian yang dilakukan peneliti sekarang dimaksudkan untuk melengkapi penelitian-penelitian tentang keterampilan menyimak seperti yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti tersebut di atas.6.2 poin atau 40.4. serta peserta didik merasa senang dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita melalui media audio-visual dengan pendekatan kontekstual. Untuk peningkatan dari pratindakan ke siklus II adalah 23. dan siklus II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas.

Dengan 15 . Dengan teknik pembelajaran yang bervariasi tersebut diharapkan akan memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik. Dan dengan media audio-visual diharapkan peserta didik akan semakin tertarik dengan pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita. Metode tersebut difokuskan pada pemberian latihan secara berulang-ulang. dan dengan cara ini pula. Namun kelemahan tersebut dapat diimbangi dengan pemilihan teknik pembelajaran yang menarik dan bervariasi yang dapat diterapkan ketika pembelajaran. Dengan cara ini diharapkan peserta didik akan menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. akan tetapi dapat kita kaji ulang bahwa prinsip dasar suatu penguasaan keterampilan adalah adanya latihan yang berkelanjutan. kelebihan dari penelitian ini adalah pada penggunaan media audiovisual yang lebih menunjang suatu keberhasilan proses pembelajaran. Dengan konsep itu. Meskipun pelaksanan metode drill terkesan membosankan dengan adanya latihan yang terus menerus. guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. Kelemahan yang mungkin akan timbul dari penggunaan metode drill adalah kejenuhan peserta didik dengan adanya latihan yang terus menerus. Namun. maka metode inilah yang tepat dalam tujuan penguasaan suatu keterampilan menyimak berita. karena metode ini merupakan konsep belajar yang membantu peserta didik menguasai keterampilan menyimak berita dengan memberikan pelatihan secara berulang-ulang. baik itu di lingkungan formal maupun non formal. peserta didik ditempatkan sebagai subjek belajar aktif. Selain itu.15 pembelajarannya.

apresiasi.2 Landasan Teoretis 2. ia belajar bahasa ibunya.2. Pada penelitian ini akan dicobakan penelitian mengenai keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. mengenal. dan menulis. serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan”. membaca. Pada proses pembelajaran pun kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh peserta didik dalam menerima materi adalah kegiatan menyimak sebelum melakukan kegiatan yang lain seperti membaca. 2. Mula-mula ia hanya banyak menyimak bunyi bahasa yang diucapkan oleh ibunya. dan menulis. dan juga dengan adanya media audio-visual mampu mengikutsertakan seluruh panca indera dalam memahami suatu bahan simakan. serta interpretasi untuk memperoleh informasi. ia mulai meniru ucapan-ucapan yang pernah disimaknya dan kemudian mencoba menerapkannya dalam pembicaraan. Setelah banyak menyimak. menangkap isi. Menurut Anderson dalam Tarigan (1994:28) “menyimak sebagai proses besar mendengarkan. lama-kelamaan bunyi bahasa tersebut dikaitkan dengan makna. Dari situ dapat terlihat bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat penting yang harus dimiliki seseorang sebelum keterampilan berbicara. Sejak manusia bayi. pemahaman. berbicara.16 pengunaan media audio-visual. bahan simakan yang diberikan lebih terkesan konkret. Tarigan (1986:19) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian.1 Pengertian Menyimak Belajar berbahasa dimulai dari menyimak. serta 16 .

menginterpretasikan. menginterpretasi.17 memahami makna yang tidak [sic!] disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. menyimak dalam pengertian luas mengacu pada proses bahwa si penyimak tidak hanya mengerti dan membuat penafsiran tentang apa yang disimaknya. Nurhadi (1995:339) membagi pengertian menyimak menjadi dua. mengidentifikasi bunyi bahasa. kedua. dkk (1997:18-19) bahwa menyimak ialah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa. Tarigan (1991:11) “menyimak diartikan sebagai suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lain. pertama. tetapi lebih dari itu ia berusaha melakukan apa yang diinformasikan oleh materi yang disimaknya. dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya Berbeda dengan pendapat-pendapat di atas. menyimak atau mendengarkan dalam arti sempit mengacu pada proses mental pendengar yang menerima bunyi yang dirangsangkan oleh pembicara dan kemudian menyusun penafsiran apa yang disimaknya. 17 . menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. mengidentifikasi. Hal tersebut juga disampaikan oleh Akhadi-at (1992:142) dalam Sutari.

Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi. paragraf. memahami. Dari beberapa pendapat ahli yang saling melengkapi di atas. dan penilaian. maka proses menyimak dapat mencakup enam tahap yaitu: 1. maka dapat diambil simpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik 3. mengidentifikasi. Dan Walker Morris dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak itu atas lima tahap yaitu mendengar. dan wacana. kalimat. menginterpretasi. Sedangkan menurut Logan dan Greene dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak atas empat tahap yaitu mendengarkan. persepsi. dan menanggapi. menilai. dikenali. Menurut Loban dalam Tarigan (1991:15) proses menyimak terbagi atas tiga tahap yaitu pemahaman. mengevaluasi.2. kata. kelompok kata. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan pembicara 18 . mendengar. Dalam tahap mendengar.18 2. dan menanggapi. Untuk menangkap bunyi bahasa itu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat 2. penyimak berusaha menangkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bahasa.2 Tahapan dalam Proses Menyimak Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dan menangkap isi atau pesan dari objek tertentu. dan dikelompokkan menjadi suku kata. perhatian. Bunyi bahasa perlu diinterpretasikan maknanya. penginterpretasian.

Setelah proses penginterpretasian makna selesai. dikaji.2. menggeleng tanda tidak setuju. teliti. dikaitkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. 2. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berwujud berbagai bentuk seperti mengangguk-angguk tanda setuju. antara lain: (a) menyimak kritis. dan 6. Menyimak konsentratif adalah menyimak yang sejenis telaah. memahami. dan mendalam bahan yang disimak (Tarigan 1991:27). menanggapi. dan (2) menyimak ekstensif. Kualitas hasil penilaian sangat bergantung kepada kualitas pengalaman dan pengetahuan penyimak. Menyimak intensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami secara terperinci. mencibir atau mengerjakan sesuatu.19 4. (c) 19 . Ada beberapa jenis kegiatan menyimak intensif. dipertimbangkan.3 Jenis-jenis Menyimak Tarigan (1994:35) membagi jenis menyimak berdasarkan cara penyimakan bahan simakan menjadi dua jenis yaitu: (1) menyimak intensif. Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. (b) menyimak konsentratif (concentrative listening). maka penyimak dituntut untuk memahami atau menghayati makna itu 5. menilai. Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah.

karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan. frasa-frasa. menyimak ekstensif. gerakan. nada dan suara. (d) menyimak eksploratif (explorative listening) yaitu sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. dan bentuk-bentuk bahasa yang sedang dipelajari (Tarigan 1994:40-49). penglihatan. (f) menyimak selektif adalah kegiatan menyimak pasif yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal bunyi-bunyi asing. serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya. pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara.20 menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat menimbulkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi. Adapun jenis-jenis menyimak ekstensif antara lain: (a) menyimak sosial (social listening) adalah proses menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkerama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang wajar. dan memperlihatkan perhatian wajar terhadap apa-apa yang 20 . bunyi-bunyi homogen. dalam garis-garis besar atau butir-butir penting tertentu ( Tarigan 1991:27). (e) menyimak interogatif (interogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi. mengikuti hal-hal yang menarik. umum. kata-kata. Menyimak ekstensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami isi bahan simakan secara sepintas. Kedua. kalimat-kalimat.

dan tujuan spesifik. 1. biasanya hal ini dilakukan pada waktu kita sedang sendiri. Maksudnya adalah suara yang disimak berasal dari diri sendiri. (b) menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening). dan menunjang pembicaraan. 2. Artinya kita mendengarkan pikiran kita berbicara. taraf aktivitas menyimak dapat dibedakan atas kegiatan menyimak bertaraf rendah dan bertaraf tinggi. Jenis menyimak ini. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal yang diperlihatkan 21 . cara penyimakan bahan simakan. penyimak hanya baru sampai pada taraf memberikan perhatian. dorongan. 1) Menyimak bertaraf aktivitas rendah. taraf hasil simakan. (c) menyimak estetik (aesthetic listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan. dkk membagi ragam-ragam menyimak disebabkan oleh adanya berbagai titik pandang. Titik pandang tersebut berdasarkan sumber suara. (d) menyimak pasif (passive listening) adalah cara yang seolah-olah tidak memerlukan upaya bagi anak-anak dan sejumlah pendidik pribumi mempelajari bahasa asing (Tarigan 1994:37-38). taraf aktivitas menyimak. 2) menyimak antar pribadi (inter personal listening). terdapat dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intra pribadi (intra personal listening). Berdasarkan sumber suara yang disimak Berdasarkan sumber suara yang disimak. Menyimak yang dimaksudkan di sini adalah menyimak suara yang berasal dari orang lain. Berbeda dengan Tarigan.21 dikemukakan. Sutari. tujuan menyimak. Berdasarkan taraf aktivitas menyimak Dalam menyimak.

baik ide pokoknya maupun ide penunjangnya.22 dengan mengangguk-angguk. 3) menyimak organisasi materi. 2) Menyimak bertaraf tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa ia memahami bahan simakan. untuk kejelasan penyimak meminta data atau informasi lebih lengkap tentang hal yang dikemukakan pembicara. Penyimak menyimak pesan tersebut kemudian membandingkan isi pesan itu dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan. 3. penuh perhatian. Menyimak ini disebut active listening. untuk mengetahui kapan saatnya mengerjakan suatu perintah. 2) menyimak untuk membandingkan. setuju. Menyimak ini diperlihatkan penyimak dengan mengutarakan kembali isi simakan. Penyimak sudah lebih tinggi memperlihatkan keterlibatan mentalnya. Penyimak mencoba menyimak secara kritis dengan cara menganalisis materi atau pesan yang disimaknya. mengucapkan ya. Penyimak harus mengetahui organisasi pikiran yang disampaikan pembicara. Pikiran penyimak terpusat pada satu perintah atau abaaba. atau sejenisnya yang sifatnya mendukung pembicaraan. Menyimak ini disebut silent listening. 4) menyimak kritis. Penyimak harus benar-benar memusatkan pikirannya agar tidak salah melaksanakan hasil simakannya itu. 22 . Berdasarkan taraf hasil simakan Berdasarkan taraf hasil simakan menyimak dibagi menjadi: 1) menyimak terpusat.

cerita pendek. 2) menyimak deskriminatif. mobil dan sebagainya. pada taraf ini setelah penyimak memahami dan menghayati pesan itu ia memperoleh inspirasi yang dapat melahirkan pendapat baru sebagai hasil kreasinya. Penyimak memberikan reaksi lebih jauh terhadap hasil simakannya dengan memberi respon baik fisik maupun mental. Dengan cara menyimak yang intensif penyimak melakukan penyimakan dengan penuh perhatian. Berdasarkan cara penyimakan Berdasarkan cara penyimakannya. 23 . misalnya menyimak pembacaan puisi. 5. gembira. 4. 3) menyimak santai. 2) menyimak ekstensif. atau kecewa. dan dagelan. Berdasarkan tujuan menyimak Ada enam jenis menyimak yang berdasarkan tujuannya. Dalam menyimak ekstensif penyimak memahami materi simakan hanya secara garis besarnya saja. suara burung. ketekunan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam dan menguasai secara luas bahan simakannya. Menyimak ini difungsikan untuk membedakan suara.23 5) menyimak kreatif dan apresiasif. ada dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intensif. seperti membedakan suara orang marah. Menyimak ini terjadi dalam percakapan dengan teman atau percakapan melalui telepon. yaitu: 1) menyimak sederhana. perubahan suara. Menyimak ini dengan tujuan untuk memperoleh kesenangan.

menghayati. Menyimak untuk mencari informasi. 24 . mengkaji. cerita pendek. mengapresiasi materi simakan. 5) menyimak literatur. Menyimak untuk mengorganisasikan gagasan. 6. misalnya menyimak pembicaraan cerita-cerita lucu. emosi. dan jawaban pertanyaan. misalnya dalam diskusi. kejengkelan. dan kebingungan. dagelan. dan film. menguji. Penyimak menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. 3) menyimak untuk menilai. seperti penyusunan materi dari berbagai sumber. khotbah. 2) menyimak untuk menghibur. misalnya menyimak pengumuman. sandiwara. atau untuk mengetahui penyimpangan.24 4) menyimak informatif. perdebatan. Misalnya menyimak pembacaan puisi. pembahasan hasil penemuan. Penyimak mendengarkan dan memahami simakan. Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara. 6) menyimak kritis. 4) menyimak apresiatif. propaganda. Penyimak memahami. percakapan. dan drama. melebih-lebihkan. kemudian menelan. Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. Berdasarkan tujuan khusus Logan dan kawan-kawan mengklasifikasikan menyimak berdasarkan tujuan khusus menjadi tujuh yaitu: 1) menyimak untuk belajar. membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak.

4 Tujuan Menyimak Pada hakikatnya menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dan memahami informasi yang didengar.2. Jadi. yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak sesuatu tersebut (Sutari. ada orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan atau 25 . 7) menyimak pemecahan masalah. ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara. dkk 1997:28-34). ide. merasakan gagasan.25 5) menyimak untuk mengomunikasikan ide dan perasaan. Penyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaiakan oleh pembicara. dia menyimak dengan belajar. perasaan pembicara sehingga terjadi sambung rasa antara pembicara dan pendengar. 2. Mungkin juga penyimak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya secara kreatif dan analitis. Menyimak ini untuk membedakan suara. 2. kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang disengaja dan direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diharapkan dari penyimaknya. 6) menyimak deskriminatif. dengan kata lain. Penyimak memahami. menurut Tarigan (1994:56) tujuan menyimak antara lain : 1. Tujuan orang menyimak sesuatu itu beraneka ragam. bunyi.

ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk. perdebatan). ada orang yang menyimak agar dia dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimaknya itu (misalnya: pembacaan cerita. mana bunyi yang membedakan arti (distingtif) mana bunyi yang tidak membedakan arti. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat mengomunikasikan ide-ide. 6. diskusi panel. ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dia dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. indah-jelek. ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. dia menyimak untuk mengevaluasi. pendek kata orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. sebab dari sang pembicara dia mungkin memperoleh banyak masukan berharga. 4. dialog. logis-tidak logis.26 dipagelarkan (terutama sekali dalam bidang seni). 3. 26 . maupun perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. dan lain-lain). pembacaan puisi. tepat-ngawur. pendeknya dia menyimak untuk menikmati keindahan audial. 7. musik dan lagu. 5. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting dan menunjangnya dalam mengkomunikasikan ide-idenya sendiri. gagasan-gagasan. biasanya ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicaraan asli (native speaker). singkatnya.

yaitu memberikan masukan-masukan tertentu yang menjadikan kita lebih berpengalaman. sebagai seni. sebagai suatu keterampilan berkomunikasi. dapat menghargai pendapat dan keberadaan orang lain. dia menyimak secara persuasif.2. sebagai suatu responsi. komunikasinya menjadi lebih lancar dan kata-kata yang digunakan lebih variatif. lewat menyimak kita dapat mengenal seluk beluk kehidupan dengan segala dimensinya.27 8. tetapi cenderung lebih lapang dada. 2. Orang yang berusaha menyimak tidak picik. 3. serta membina sifat terbuka dan objektif. memperkaya kosa kata kita. dengan perkataan lain.5 Manfaat Menyimak Menurut Setiawan (1990:27-28) manfaat menyimak adalah: 1. bermutu dan puitis. tidak fanatik buta. 4. tidak sempit pandangan data. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. menambah perbendaharaan ucapan yang tepat. menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga bagi kemanusiaan. 2. memperluas wawasan. 5. meningkatkan penghayatan hidup. selanjutnya ada lagi orang yang tekun menyimak sang pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan. meningkatkan kualitas intelektualitas serta memperdalam penghayatan keilmuan dan khazanah ilmu kita. sebagai proses. Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa pada dasarnya “menyimak” sebagai sarana. Bahan-bahan 27 . sebab menyimak memiliki nilai informatif. dan sebagai pengalaman kreatif. Orang yang banyak menyimak.

Pengalaman hidup yang berharga. 2. memperluas wawasan. Semua itu akan mendorong kita untuk giat berharga dan kreatif. Mendengar untuk tujuan memahami disebut menyimak komprehensif (comprehensive listening). 6.2. Salah satu tujuan menyimak ialah menerima rangsang untuk memahami suatu pesan tertentu. meningkatkan intelektualitas.28 simakan yang baik sering membawa kita kepada perenungan-perenungan nilai kehidupan. Manfaat menyimak secara umum adalah menambah ilmu pengetahuan. memperkaya kosa kata. sehingga tergugah semangat kita untuk memecahkan problem yang ada sesuai dengan kemampuan kita. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. 7. sikap menghargai karya atau pendapat orang lain dan kehidupan ini serta meningkatkan selera estetis cerita. Menyimak komprehensif perlu mendapatkan perhatian lebih khusus. menggugah kreativitas dan semangat mencipta kita untuk mampu menghasilkan ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang berjati diri.6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Menyimak Pemahaman. kita akan mendapatkan ide-ide yang cemerlang dan segar. Banyak menyimak dapat menumbuh suburkan sikap apresiatif. Jika banyak menyimak. meningkatkan citra artistik dan untuk mendapatkan ide-ide yang disimak. jika kita menyimak bahan simakan yang isinya halus dan bahasanya indah. meningkatkan citra artistik. dengan alasan bahwa menyimak 28 .

Informasiinformasi itu tidak semuanya dapat dicerna akan tetapi beberapa dapat tercecer. Dengan alasan-alasan tersebut. Menurut teori skematis. dkk (1997:63) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimak komprehensif antara lain: (1) memori (ingatan).2.29 pemahaman bersifat testable (dapat diuji). memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita pada suatu aktivitas apabila konsep-konsep kita tersebut dikemukakan oleh orang lain 3. menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam aktivitas 2. maka menyimak komprehensif melibatkan pemrosesan informasi. bahkan informasi yang telah disimpan dapat hilang pula.6. memberikan arah atau pedoman untuk mengingat pengalaman atau pengetahuan dan informasi-informasi yang telah diketahui sebelumnya. dan (4) faktor-faktor tambahan. Menurut Sutari. (2) konsentarsi. Melalui pengujian dapat diketahui seberapa besar efisiensi menyimak si pendengar. kita tidak dapat memproses suatu informasi tanpa melibatkan memori. 2. Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting yaitu: 1. dan kita pun dapat mengukur menyimak komprehensif dengan mengukur seberapa jauh kemampuan seseorang dalam mengingat informasi-informasi yang telah diperoleh melalui ingatan atau memori.1 Memori (Ingatan) Salah satu faktor yang berhubungan langsung dengan mendengar komprehensif adalah memori. (3) kosa kata. 29 .

2.30 Menurut beberapa ahli memori seperti Lorayne. dan peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. meningkatkan konsentrasi terhadap suatu pesan. penting kiranya kita mengenal pula apa-apa yang mudah untuk diingat. dianggap lain daripada informasi yang lain atau dianggap unik 3. Selain mengenal teori-teori dan penyebab kelupaan. berupa informasi visual Menurut Montgomery ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat meningkatkan daya mengingat yaitu kita harus memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan daya ingatan. Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembicara merupakan kesulitan utama yang dihadapi oleh pendengar. manusia akan lebih mudah mengingat apabila informasi itu: 1. Menurut penelitian. 2.2 Konsentrasi Variabel signifikan lainnya yang berpengaruh pada menyimak komprehensif adalah kemampuan pendengar untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada item-item yang akan diingat. ada beberapa alasan mengapa seseorang lupa akan sesuatu. dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupannya 2. Cermak. dan Montgomery (1979).6. terorganisir 4. 30 . Salah satu alasannnya adalah karena ia tidak memberikan perhatiannya pada materi yang harus diingatnya dan tidak memprioritaskannya sebagai urutan kepentingan paling atas dalam ingatannya.

31 Salah satu alasan mengapa pendengar tidak dapat berkonsentrasi pada sumber pembicaraan (penutur) adalah seringnya berkomunikasi dalam rentang waktu yang terlalu lama.6. sehingga kita dapat mengembangkan sistem kategorisasi dan menekan sekecil mungkin kesalahan kategoris yang kita kembangkan dalam proses mendengar. 2. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1.4 Faktor-faktor tambahan lain Ada beberapa faktor yang mempengaruhi variabel-variabel yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman dari hasil pendengaran.3 Kosakata Faktor lain yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosakata. maka kita perlu memiliki kosakata yang cukup. faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penelitian yang terkontrol secara ilmiah 31 . 2.6. Karena penangkapan makna merupakan bagian integral dari proses mendengar. sehingga keadaan seperti ini menuntutnya untuk membagi-bagi energi untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang dan tidak merespon pada satu rangsang saja. Diasumsikan bahwa ukuran kosakata merupakan variabel penting dalam pemahaman mendengar.2.2.

2. Penggunaan media rekaman untuk pelaksanaan tes komprehensif dengar mempunyai beberapa keuntungan dan karenanya lebih disarankan.1 Persiapan Khusus Tes Kemampuan Menyimak Sesuai dengan namanya yang tes kemampuan menyimak. Masalah yang segera muncul adalah sarana apa yang harus dipergunakan.32 2.7 Tes Kemampuan Menyimak 2. 2. dan karenanya bersifat pragmatik. 32 . perlukah kita mempergunakan media rekaman.7. atau lebih tepatnya komprehensi lisan. Menurut Nurgiyantoro (2001:233) beberapa keuntungan yang dimaksud antara lain (a) menjamin tingginya tingkat kepercayaan tes.2. (e) dapat merekam situasi-situasi tertentu pemakaian bahasa untuk dibawa ke kelas. bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima peserta didik melalui sarana pendengaran. tidak banyak mengenal validitas dan reliabilitas tes mendengar yang diterapkan dalam penelitian 3. (e) guru dapat mengontrol pelaksanaan tes dengan lebih baik. media tayangan (VCD) atau langsung disampaikan (dibacakan) secara lisan oleh guru sewaktu tes itu berlangsung. karena sebagian besar penelitian belum terkoordinir dengan baik (Sutari. dkk 1997). dapat dipergunakan berkali-kali. (d) dalam pengajaran bahasa asing dapat untuk menggantikan kehadiran penutur asli. (c) jika tes memiliki tingkat kesahihan dan keterpercayaan yang memadai. (b) memungkinkan kita untuk membandingkan prestasi antara kelas yang satu dengan yang lain walaupun selang waktu cukup lama.

2. misalnya kita harus menyediakan perangkat kerasnya di ruang ujian. Tes komprehensi lisan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan peserta didik menangkap dan memahami informasi yang terkandung di dalam wacana tersebut yang diterima melalui saluran pendengaran.2 Bahan Kebahasaan Tes Kemampuan Menyimak “Kemampuan menyimak (komprehensi lisan. berhubung sebuah wacana pastilah memuat informasi.7. Akan tetapi. Hal ini juga merupakan pekerjaan tambahan yang tidak mudah dilakukan. disamping itu. dan dengan media rekaman tuturan juga kurang begitu jelas didengar dan kurang menarik sehingga bisa diatasi dengan pengunaan VCD.33 Kelemahan pengunaan media rekaman terutama yang bersifat teknis. bahan kebahasaan yang sesuai tentulah berupa wacana. Pemilihan wacana sebagai bahan untuk tes kemampuan menyimak hendaknya juga mempertimbangkan adanya beberapa faktor. guru perlu menyiapkannya sendiri. untuk tes kemampuan menyimak.2. berhubung belum banyak tersedia program rekaman untuk latihan atau tes dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu. komprehensi dengar) di sini diartikan sebagai kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan” (Nurgiyantoro 2001:234). pemilihan bahan tes lebih ditekankan pada 33 . Secara umum faktor-faktor yang dimaksud tidaklah berbeda halnya dengan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan tes struktur dan kosa kata. sehingga suatu informasi yang disimak lebih terkesan konkret dan nyata.

Ada suatu cara untuk memperkirakan tingkat kesulitan suatu wacana bagi kelas atau populasi yang bersangkutan.2. Caranya. yaitu berupa teknik cloze (cloze test). jika kedua aspek kebahasaan tersebut sederhana. Jika hanya satu aspek saja. jika rata-rata jawaban betul siswa minimal mencapai 75 %.7. ditambah lagi struktur kalimatnya juga kompleks. Jika rata-rata jawaban betul siswa kurang atau hanya mencapai 20 %. bermakna ganda dan abstrak. Jika kosa kata yang dipergunakan sulit. jarang dipergunakan. isi. Wacana yang baik untuk digunakan dalam tes 34 . Akan tetapi. entah kosa kata atau struktur. teknik cloze pun diberikan secara lisan (oral cloze procedure) (Oller dalam Nurgiyantoro 2001:235). Sebaliknya. setiap pada kata yang ke-n (ke-5. cakupan. dan jenisjenis wacana. ke-6. wacana tersebut tergolong mudah bagi kelas yang bersangkutan. wacana dibaca oleh guru (penguji) di depan kelas dua kali.2. atau ke-7) tidak dibaca. wacana yang bersangkutan termasuk wacana yang sulit bagi siswa kelas atau populasi itu. wacana yang bersangkutan masih tergolong agak sulit. Siswa diminta untuk menerka dan kemudian menuliskan katakata yang tidak dibaca tersebut pada secarik kertas. 2. Wacana tersebut temasuk wacana yang tinggi tingkat kesulitannya. Oleh karena pengukuran tingkat kesulitan wacana itu dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak. wacana itu pun akan sederhana pula. baik dilihat dari segi tingkat kesulitan.34 keadaan wacana.1 Tingkat Kesulitan Wacana Tingkat kesulitan wacana terutama ditinjau dari faktor kosa kata dan struktur yang dipergunakan.

sesuatu yang bersifat kontroversial. Sebaliknya.7. atau sesuai dengan bidang yang dipelajari.2. atau tidak sesuai dengan bidang yang dipelajari peserta didik. Hal-hal yang terakhir itu bisa menimbulkan adanya perbedaan pendapat. atau lainlain yang sejenis.2. Kelengkapan pesan itu tergantung pada panjangnya 35 .3 Jenis-jenis wacana Wacana yang merupakan satuan bahasa terlengkap akan memuat informasi atau pesan yang lengkap pula. hal itu akan mempermudah wacana yang bersangkutan. ia akan menambah tingkat kesulitan wacana yang diteskan. 2.35 kemampuan menyimak adalah wacana yang tidak terlalu sulit.7. Jika isi dan atau cakupan wacana itu sesuai dengan minat dan kebutuhan (kaitannya dengan perkembangan psikologis) peserta didik. atau sebaliknya terlalu mudah.2 Isi dan Cakupan Wacana Isi dan cakupan wacana biasanya juga mempengaruhi tingkat kesulitan wacana. 2. jika isi wacana itu tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan. hendaklah kita menghindari wacana yang berisi suatu pandangan atau keyakinan golongan tertentu. Wacana yang akan diteskan hendaknya berisi hal-hal yang bersifat netral sehingga sangat dimungkinkan adanya kesamaan pandangan terhadap isi masalah itu. Sebaliknya.2.2. atau tidak sesuai pula dengan bidang minat dan kebutuhan. atau paling tidak ada lebih dari satu jawaban yang benar.

ceramah. Artinya.36 wacana. Tes dalam 36 . tes itu benar-benar mampu mengungkap kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan. Dipihak lain. biasanya sebuah kalimat. dan sebagainya). untuk pertimbangan kepraktisan. wacana ada yang berupa sebuah buku. Wacana yang akan diambil untuk tes kemampuan menyimak dapat berbentuk dialog atau bukan dialog. Dari segi panjangnya. deskripsi. paragraf. 2. Alternatif jawaban disediakan secara tertulis pada lembar tugas yang tersedia. pertanyaan atau pernyataan singkat Para peserta tes diberi sebuah rangsang berupa sebuah pertanyaan atau parnyataan singkat. atau bahkan hanya sebuah kata saja. kita perlu membatasi panjang wacana yang diteskan. wacana dapat berupa sebuah dialog atau bukan merupakan dialog (narasi. sedang alternatif jawabannya disediakan secara tertulis dalam lembar tersendiri. Akan tetapi. dan suara orang ketiga (perempuan) yang mengajukan pertanyaan pemahaman tentang dialog antara kedua orang yang telah diperdengarkan sebelumnya. Yang terpenting adalah dari segi validitas tes itu terpenuhi. asal sudah memuat suatu pesan secara lengkap dan jelas. Adapun jenis-jenis dan atau bentuk wacana yang sering dipergunakan dalam tes kemampuan menyimak adalah sebagai berikut: 1. Rangsang yang diberikan secara lisan atau hanya diperdengarkan. bab-bab dari sebuah buku. dialog Rangsangan yang diperdengarkan kepada peserta didik berupa sebuah dialog antara orang pertama (laki-laki) dengan orang kedua (perempuan).

Tes kemampuan menyimak bentuk dialog tersebut lebih disarankan karena dapat mengungkap secara meyakinkan kemampuan peserta didik memahami dialog dalam bahasa target. peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaaan yang disajikan secara tertulis dalam lembar tugas yang sengaja disediakan. 3. Setelah selesai mendengarkan ceramah. Selama mendengarkan ceramah peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan yang dianggap penting. dan bahkan suara-suara lain. sehingga rekaman yang dihasilkan bersih. ceramah Rangsangan yang diperdengarkan berupa ceramah selama lima sampai delapan menit. dan karenanya bersifat pragmatik. Bahan ceramah langsung adalah bahan langsung yang direkam dari semua aktivitas verbal yang terjadi sewaktu berlangsungnya ceramah. akan mendekati kenyataan pemakaian bahasa yang sesungguhnya.37 bentuk dialog tersebut. tidak ada suara-suara yang bersifat menganggu. Pembacaan teks tersebut biasanya dilakukan di tempat tertentu yang rapat. melainkan pembacaan sebuah teks yang sengaja direkam untuk maksud penyusunan tes kemapuan menyimak. dan karenanya bersifat pragmatik. ikut terekam. Bahan ceramah yang demikian. Bahan ceramah yang diteskan dapat ceramah yang bersifat langsung ataupun tidak langsung. Suara-suara tersebut biasanya justru menjadi pengganggu. Oleh 37 . misalnya di studio. baik yang berasal dari penceramah maupun pendengar. benar-benar mencerminkan pemakaian bahasa yang sesungguhnya. jika dibaca dengan lagu yang sesuai dan ditambah sedikit gangguan suara lain. Ceramah yang tidak langsung pada hakikatnya bukanlah merupakan ceramah.

1 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Ingatan Tes kemampuan meyimak pada tingkat ingatan sekedar menuntut peserta didik untuk mengingat fakta atau menyebutkan kembali fakta-fakta yang terdapat di dalam wacana yang telah diperdengarkan sebelumnya. belum menuntut kerja 38 .2 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Pemahaman Tes kemampuan menyimak pada tingkat pemahaman menuntut peserta didik untuk dapat memahami wacana yang diperdengarkan. tanggal. Dilihat dari tingkat kesulitan wacana.3.2. antar faktor. 2.38 karena itu. dan hubungan sebab akibat. tahun. Kemampuan pemahaman yang dimaksud mungkin terhadap isi wacana. Fakta itu mungkin berupa nama.7. 2. peristiwa. Akan tetapi kemampuan pemahaman pada tingkat pemahaman (C2) ini belum kompleks benar. angka.3.3 Tingkatan Tes Kemampuan Menyimak Penyusunan tes kemampuan menyimak yang menyangkut aspek kognitif juga dibuat secara berjenjang. ceramah yang tidak langsung itu kurang bersifat pragmatik.7.7. dan sebagainya. Bentuk tes yang dipergunakan dapat tes bentuk objektif isian singkat atau bentuk pilihan ganda. hubungan antar ide. 2. antar kejadian. jika dimungkinkan mulai dari tingkat ingatan sampai tingkat evaluasi. ceramah yang tidak langsung biasanya lebih mudah daripada yang langsung.2.2.

7. timbul pertanyaan: konsep atau masalah apa yang ada dalam kemampuan memahami bahasa lisan. melainkan lebih disarankan membuat parafrasenya.2. dan situasi apa yang dinyatakan baru itu? Jika konsep itu berupa struktur dan atau kosa kata memang mungkin. adalah butir tes terdiri dari pernyataan (diperdengarkan) dan gambar-gambar sebagai alternatif jawaban yang terdapat di dalam lembar 39 . butir tes akan lebih bersifat ingatan daripada pemahaman. Akan tetapi. Butir-butir tes kemampuan menyimak yang dapat dikategorikan tes tingkat penerapan.3 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Penerapan Ada permasalahan khusus untuk menyusun tes kemampuan menyimak pada tingkat penerapan. tetapi bentuk objektif lebih banyak dipergunakan seseorang. Kemampuan peserta didik memahami atau memilih parafrase secara tepat merupakan bukti kuat bahwa mereka memahami wacana yang didengarnya. butir-butir tes tingkat ini belum sulit. namun hal itu berarti kita tidak mengukur kemampuan memahami informasi wacana lisan. penyusunan redaksi butir tes hendaklah jangan secara langsung mengutip kalimat atau frase yang terdapat dalam wacana. kemampuan pemahaman dalam tingkat yang sederhana. jika butir-butir tes hanya mengutip secara verba tim kalimat atau frase yang ada dalam wacana.3. barangkali. Jadi.39 kognitif tingkat tinggi. Sebaliknya. Bentuk tes yang dibuat dapat saja esai. Jika tes pada tingkat penerapan ini dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan peserta didik menerapkan konsep atau masalah tertentu pada situasi yang serupa. 2. Dengan kata lain.

mempertimbangkan bentuk dan aspek kebahasaan tertentu.40 tugas (Harris dan Amran Halim dalam Nurgiyantoro 2001:243). Jadi. butir tes tingkat analisis lebih kompleks dan sulit daripada butir tes pada tingkat pemahaman. Tanpa melakukan kerja analisis wacana. 2. dan jika terjadi kekurangjelasan informasi yang diterima.3. sebab akibat. menemukan hubungan kelogisan. Analisis yang dilakukan mungkin berupa analisis detil-detil informasi. Akan tetapi. dan hubungan situasional. ia bersifat sangat abstrak.2. untuk dapat memahami informasi atau lebih tepatnya memilih alternatif jawaban yang tepat itu. jawaban yang tepat secara pasti belum dapat ditentukan. pesera didik tidak dapat menegeceknya kembali. Kepada peserta didik diperdengarkan sebuah wacana (kalimat) satu kali. Tugas seperti itu sungguh-sungguh menuntut kerja kognitif yang tidak mudah. dan tugas peserta didik adalah memilih di antara beberapa gambar yang disediakan yang sesuai dengan wacana. Hal itu mengingat bahwa rangsang hanya diperdengarkan sekali. Dengan demikian. Hubungan antara rangsang yang diperdengarkan dengan alternatif jawaban yang disediakan tampaknya kurang ada hubungan secara langsung. Berdasarkan ingatan dan pemahamannya yang terdapat di dalam pikirannya itulah peserta didik melakukan kerja analisis. Hal itu akan berbeda 40 . peserta didik dituntut untuk melakukan kerja analisis.4 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Analisis Tes kemampuan menyimak pada tingkat analisis pada hakikatnya juga merupakan tes untuk memahami informasi dalam wacana yang diteskan.7.

2. Kualitas pembicara.41 halnya dengan tugas dalam membaca karena pada tes membaca. ide. Jenis dan bentuk wacana yang dipergunakan dalam tes tingkat pemahaman (C2). memahami. Hal yang terutama membedakan keduanya adakah tingkat kekompleksan wacana dan alternatif jawaban yang disediakan. 2. informasi kepada para pendengar melalui bahasa lisan. menghayati benar-benar materi yang akan disampaikannya kepada para pendengar. Karena itu sejumlah tuntutan yang dialamatkan kepada pembicara seperti: 1. dapat pula dipergunakan dalam tes ingatan analisis. Menurut Tarigan (1991:38-40) faktor-faktor itu adalah 2.1 Pembicara Pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan. dapat dibaca berkali-kali. 2. baik rangsang maupun alternatif jawaban yang disediakan.8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak Efektivitas kegiatan menyimak bergantung kepada sejumlah faktor. dan kepopulerannya sangat berpengaruh kepada para pendengarnya. pakar. dalam bidang yang disampaikannya tersebut. karismanya. keahliannya. Ucapan jelas.8. berbahasa baik dan benar: pembicara harus menyampaikan materi pembicaraannya dalam bahasa yang baik dan benar. penguasaan materi: pembicara harus menguasai. Akan lebih baik bila pembicara adalah ahli.2. intonasi 41 .

4. pilihan kata atau istilah tepat. Pembicara menghargai. percaya diri: pembicara harus percaya akan kemampuan diri sendiri. berbicara sistematis : pembicara harus berbicara sistematis. susunan kalimat sederhana dan benar. atau informasi yang hendak disampaikan oleh seorang pembicara kepada pendengarnya.8. dan sesuai dengan taraf pendengarnya. 6. menghormati. 3. gaya bicara menarik: pembicara harus tampil dalam gaya yang menarik dan simpatik. Pembicara yang terlalu over acting akan membuat pendengarnya beralih dari isi pesan yang disampaikan kepada tingkah laku yang dianggap aneh. Pembicaraan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti: 42 . pesan. Bahan yang disampaikan harus tersusun secara sistematis dan mudah dimengerti.2 Pembicaraan Pembicaraan adalah materi. Bahasa yang digunakan pembicara dalam menyampaikan materi pembicaraannya menarik.2. 2. efektif. serta menguasai para pendengarnya. kontak dengan pendengar: pembicara harus menjalin kontak dengan pendengarnya. Pembicara yang yakin akan kemampuan dirinya akan tampil dengan mantap dan meyakinkan pendengar.42 tepat. 5. isi. sederhana. Yang bersangkutan harus menghindari tingkah laku yang dibuatbuat atau berlebih-lebihan.

pembicaraan. seimbang: taraf kesukaran pembicaraan harus seimbang dengan taraf kemampuan pendengar.43 1. atau bermakna bagi pendengar. Sebaliknya materi pembicaraan yang terlalu tinggi akan membuat pendengar kewalahan. diminati. Akan lebih baik lagi bila pembicaraan itu berada dalam lingkaran pusat minat pendengar.8. 2. dan menyimak. atau digandrungi oleh pendengar. dalam pusat minat pendengar: pembicaraan haruslah yang berkaitan dengan pendengar.3 Situasi Situasi dalam menyimak diartikan segala sesuatu yang menyertai peristiwa menyimak di luar pembicara. Ruangan yang menunjang adalah ruangan yang memenuhi 43 . 4. aktual: pembicaraan haruslah sesuatu yang baru. 3. Situasi tersebut sangat berpengaruh dan menentukan keefektifan menyimak. 2. Materi yang bermakna bagi kelompok pendengar A belum tentu bermakna bagi kelompok pendengar B. Materi pembicaraan yang terlalu mudah tidak menarik dan berguna bagi pendengar. 5. bermakna: pembicaraan haruslah sesuatu yang berarti. berguna. Sesuatu yang baru pastilah lebih menarik. sehingga mudah diikuti dan dipahami pendengar. hangat. atau aktual. ruangan: ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang. Beberapa hal yang pantas diperhatikan dalam proses menyimak antara lain: 1. sistematis: pembicaraan harus tersusun sistematis.2.

ventilasi. Dibandingkan dengan faktor-faktor yang lain. penataan tempat duduk pendengar. walau ketiga faktor yang pertama sudah memenuhi persyaratan bila si penyimak tidak mau menyimak maka sia-sialah semuanya. warna ruangan dan luas ruangan. asal si penyimak berusaha sungguh-sungguh. 44 . Sebaliknya biarpun ketiga faktor yang pertama kurang memadai. tempat pembicara. 2. saat. peralatan: peralatan yang digunakan dalam peristiwa menyimak haruslah yang mudah dioperasikan baik produksi suasananya dan berguna dalam melancarkan kegiatan menyimak.saat pendengar masih segar. tenang: suasana dan lingkungan yang tenang jauh dari kebisingan.4 Penyimak Penyimak adalah orang yang mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu peristiwa menyimak. pandangan yang tidak mengganggu konsentrasi. dan kerja keras maka keefektifan menyimak dapat tercapai. kurang sempurna. tekun. waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pada saat yang tepat misalnya pagi-pagi. Sebab.44 persyaratan akustik.2. 4. faktor penyimak adalah yang terpenting dan paling menentukan keefektifan dalam peristiwa menyimak. 2. suasana yang baik antara kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak. dan rileks.8. penerangan. 3.

mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik: penyimak haruslah memiliki kemampuan linguistik agar yang bersangkutan dapat meminati menginterpretasi dan memahami makna yang terkandung dalam bunyi bahasa. kondisi: kondisi fisik dan mental penyimak dalam keadaan baik dan stabil. menafsirkan gerak-gerik pembicara. Untuk sementara yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan pikiran-pikiran lain selain bahan simakan. mencerna. atau mengusahakan bahan yang disimaknya. berpengalaman luas dan berpengetahuan: penyimak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas dan mendalam akan lebih mudah menerima. dan memahami isi bahan simakan. konsentrasi: penyimak harus dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan simakan. 5. berminat: penyimak hendaknya berminat. Yang bersangkutan harus dapat merumuskan tujuannya secara tegas sehingga ia mempunyai arah dan pendorong dalam menyimak. yang berfungsi sebagai pelengkap makna pembicaraannya. Kemampuan nonlinguistik berguna dalam membaca situasi. 45 . Penyimak tidak mungkin menyimak secara efektif bila kondisi fisik dan mentalnya tidak menunjang. 6.45 Hal-hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut diri penyimak antara lain: 1. perubahan air mukanya. 4. 2. 3. bertujuan: penyimak harus bertujuan dalam menyimak. Disamping itu penyimak juga harus memiliki kemampuan non linguistik.

2. pengembangan bahan 3. penyusunan cara penilaian.9. penyusunan TIK (Tujuan Instruksional Khusus) 2. perancangan kegiatan belajar mengajar. menurut Tarigan (1991:113) penilaian itu diarahkan kepada butir-butir komponen satuan pembelajaran seperti: 1. pembicaraan. Dalam segi perencanaan menyimak. dan sarana 5. dan penyimak. situasi. dan 6. Penilaian Pembelajaran Menyimak Menurut Tarigan (1991:113) penilaian dalam proses belajar-mengajar biasanya ditujukan kepada dua hal yakni: (1) penilaian program pengajaran dan (2) penilaian hasil belajar. pelaksanaan. pemilihan metode 4.2. dan penilaiannya. sumber.46 Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendukung keefektifan kegiatan menyimak adalah pembicara. Karena perencanaan. Penilaian terhadap program pengajaran mencakup penilaian terhadap segi perencanaan. pemilihan media. dan penilaian program pengajaran itu disusun oleh guru maka pada hakikatnya penilaian program ini berarti penilaian terhadap guru itu sendiri. Faktor-faktor tersebut saling melengkapi dan saling menunjang demi keberhasilan kegiatan menyimak. pelaksanaan. menurut Tarigan (1991:114) penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak ditujukan terutama kepada: 46 . Selain itu.

relevansi kegiatan belajar dengan tujuan pengajaran 3. Aktivitas atau kegiatan belajar inilah yang disebut pengalaman belajar. pengalaman belajar mengaktifkan peserta didik (Tarigan 1991:114) Bila suatu pengalaman belajar memenuhi ketiga persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar itu baik. Bagaimana cara menilai pengalaman belajar? Ukuran yang diterapkan untuk menilai suatu pengalaman belajar itu baik atau tidak adalah: 1. Sebelum peserta didik sampai pada tujuan pembelajaran yang bersangkutan harus melalui proses belajar. pengalaman belajar relevan dengan tujuan pengajaran 2. pengalaman belajar membina keterampilan proses 3. Dalam cara penilaian ini. Penilaian terhadap pelaksanaan program pengajaran yang paling tepat bila penilaian itu dilaksanakan di saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di kelas. pengembangan konsep. berarti perencanaannyalah yang dinilai. 47 . serta keterampilan. pengembangan keterampilan proses 4. Bila guru dapat merancang dan menjelmakan pengalaman belajar yang tepat bagi peserta didik maka guru tersebut berhasil dalam pelaksanaan program pengajaran menyimak.47 1. Penilaian itu dapat pula dilakukan secara teoretis dengan menilai skenario pelaksanaan program pengajarannya. aktivitas belajar peserta didik 2. Sebaliknya bila suatu pengalaman belajar belum memenuhi persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar tersebut belum sempurna. sikap dan nilai.

dapat disimpulkan bahwa berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa. Selain itu penilaian juga dapat dilakukan secara teoretis dengan membuat instrumen penilaian pada skenario pembelajaran. Djuraid (2006:11) berpendapat bahwa berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa.48 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu penilaian pengajaran menyimak akan lebih efektif bila dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas sehingga akan terjadi penilaian umpan balik antara peserta didik dan guru. 2. 48 .2.10 Pengertian Berita Menurut pendapat Spencer dalam Iskandar Muda (2003:21) berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca. Dari beberapa pengertian berita menurut para ahli di atas. Menurut Charnley dalam Iskandar Muda (2003:22) “berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas”.

seseorang akan terpengaruh oleh berita yang berhubungan dengan dirinya.49 2. (8) konflik. (5) tokoh.11. (3) penting. TV juga mampu menyajikan suatu berita yang aktual. Secara psikologis.2. 2. (12) trend dan (13) humor. Berita yang aktual adalah berita yang baru saja terjadi atau berita hangat (Alwi 2002:23). (2) kedekatan.1 Aktual atau Termasa Dalam dasa warsa terakhir ini media elektronik terutama TV mengalami perkembangan yang sangat pesat. baik secara pribadi maupun kelompok masyarakat.2. TV tidak hanya menyajikan hiburan tapi juga berita yang cepat. Bukan hanya kepentingan yang bersifat kejiwaan. Keunggulan TV dan media elektronik yang lain adalah kemampuannya menyampaikan berita secara langsung (live). 2.11. (4) luar biasa.2. tapi juga lokasi kejadian. Selain dapat menyajikan berita yang cepat. (7) ketegangan. (11) progresif. Bahkan berbagai peristiwa dari penjuru dunia bisa ditampilkan secara langsung saat itu juga. (10) seks.2 Kedekatan Unsur kedekatan menjadi pertimbangan seseorang untuk membaca sebuah berita. 49 .11 Unsur-unsur Berita Menurut Djuraid (2006:16) unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita antara lain: (1) aktual. (9) human interest. aktual dan cepat tanpa mengurangi kualitas berita. (6) eksklusif.

2.2. Karena para pembaca merasa bahwa kejadian yang diberitakan itu merupakan bagian dari dirinya. Penting tidaknya sebuah berita 50 . 2.11.11.2. Ketertarikan itu bisa karena adanya kepentingan masyarakat yang ada dalam berita itu.2.2.2. Masyarakat ingin mengetahui apa saja yang terjadi di sekitarnya dengan mengonsumsi media cetak dan elektronik.50 Kedekatan suatu berita dapat dilihat dari kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Kedekatan psikologis ini bisa dilandasi faktor primordial kedaerahan dan nasionalisme.2 Kedekatan Psikologis Selain hubungan kedekatan kedaerahan.1 Kedekatan Geografis Jarak terjadinya berita dengan lokasi berita itu diterbitkan mempunyai arti penting. Ada rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat untuk mengetahui tentang yang sebenarnya terjadi.11. Ada kecenderungan masyarakat yang senang ketika peristiwa atau kondisi di daerahnya di ekspos di media. juga ada kedekatan psikologis antara masyarakat pembaca dengan berita yang ditampilkan.3 Penting Salah satu pedoman wartawan dalam menulis berita adalah beritanya akan dibaca banyak orang. 2. maka dia harus berpikir bahwa beritanya itu bisa merangsang orang untuk membacanya.

yang sudah biasa terjadi.11. 1. politikus dan kalangan lain.2. Selain itu ada tokoh yang muncul dari profesi seperti artis. Sesuatu yang dilakukan orang biasa tidak akan menarik.5 Tokoh Untuk menentukan sumber berita. tapi ditentukan sejauh mana masyarakat membutuhkan. harus dilihat kadar ketenaran.4 Luar Biasa Hal-hal yang biasa. Tokoh ini menjadi bahan berita karena perilaku dan ucapannya.2. akan menjadi perhatian dan tentu saja menarik untuk diberitakan. tidak menarik untuk diberitakan. olahragawan. kecuali diantara rutinitas itu muncul sesuatu yang baru dan menarik. Apapun yang dilakukan seorang tokoh masyarakat (public figure) menarik untuk diberitakan. tapi kalau yang melakukan adalah seorang artis misalnya. kepintaran dan pengaruh seseorang di masyarakat. Ada dua kategori tokoh dalam berita 1. Kebutuhan ini tidak sekedar kebutuhan informasi tapi juga menyangkut hasrat orang banyak. 1. Kriteria suatu berita dianggap suatu berita yang luar biasa adalah masalah yang diangkat dalam berita tersebut adalah suatu peristiwa yang tidak terduga dan peristiwa yang tidak pernah ada sebelumnya. baik tingkah laku maupun ucapannya.51 tidak ditentukan oleh besar-kecilnya atau panjang-pendeknya berita. Tokoh Masyarakat Setiap komunitas atau kelompok masyarakat punya tokoh sendiri-sendiri.11. 51 .

6 Eksklusif Berita eksklusif adalah berita yang dimiliki sendiri dan tidak dimiliki oleh yang lain. 1.11. Bahkan kalau dibuat peringkat diantara unsur-unsur berita. 2.11. eksklusif seharusnya ditempatkan di peringkat teratas. Dalam penilaian berita.2. Diantaranya adalah dengan menemui banyak sumber dan jeli memanfaatkan kesempatan.7 Ketegangan Ketegangan sering muncul saat pembaca menunggu detik-detik akhir sebuah peristiwa yang akan terjadi.52 Sebagai orang istimewa. apalagi kalau beritanya sedang hangat dibicarakan masyarakat. Materi Berita Materi berita yang baik pasti akan menarik masyarakat untuk membacanya. tapi siapa saja yang terlibat dalam sebuah peristiwa yang jadi publikasi media massa. Banyak cara untuk bisa mendapatkan berita yang eksklusif. 1. Misalnya saja masalah pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan politikus yang 52 . Pengaruh berita kepada pembacanya sehingga menimbulkan ketegangan terjadi karena 1. apalagi dampak yang ditimbulkan cukup besar.2. unsur eksklusif ini memiliki nilai yang tinggi. apapun yang dilakukan dan diucapkan menarik untuk jadi bahan berita. Tokoh dalam Berita Tokoh dalam berita tidak harus publik figur.

pertentangan selalu muncul. bagaimana menyajikannya sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca. Ketika beberapa pejabat mulai dihukum. Para pembaca ingin melihat sejauh mana keseriusan pemerintah memberantas korupsi. bidang politiklan yang paling banyak menimbulkan pertentangan. masyarakat mulai menaruh kepercayaan kepada pemerintah. Materi berita yang baik memang akan menjadi daya tarik pembaca.2. Disinilah timbul ketertarikan dan ketegangan pada pembaca. Cara Penyajian (How to Pressent) Untuk menampilkan berita yang menarik ternyata cukup dengan bekal materi yang menarik. Dalam kehidupan. Dalam kehidupan manusia modern.53 selalu menarik masyarakat untuk membacanya. sehingga timbul suatu reaksi dalam diri pembaca yang merupakan suatu respon atas berita yang dibacanya.11. baik yang positif maupun negatif. 2. 2. Tapi dibalik itu cara penyajian tak kalah pentingnya. Dengan suatu rangkaian kalimat yang menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya dan kemampuan menuangkan pikiran atau data yang tersimpan dalam sebuah tulisan akan membawa imajinasi pembaca seolah-olah mereka berada atau terlibat dalam kejadian tersebut. Berita-berita tentang pertentangan ini yang selalu menarik minat masyarakat untuk membacanya karena berita tersebut bermuatan konflik yang membawa psikologis dan perasaan pembaca. 53 .7 Konflik Masyarakat sangat menggemari berita-berita pertentangan.

Berita tentang perceraian sepasang artis yang diekspos oleh media menimbulkan banyak reaksi. perceraian. tidak ada satupun yang lepas dari unsur human interest karena melibatkan perasaan manusia sebagai sumber berita. Berita menjadi menarik bukan hanya karena materinya tapi juga karena cara menuliskannya. perselingkuhan dan perilaku yang lain.11. 54 . Dimana saja. perkawinan. 2. baik seks dalam artian harfiah maupun dalam arti yang luas.8 Human Interest Segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia selalu menarik untuk diikuti. baik yang positif maupun negatif. ada unsur kemanusiaan di dalamnya yang membuat perasaan kita tersentuh. Setiap kali kita membaca sebuah berita.10 Seks Mendengar katanya saja orang sudah tertarik untuk membacanya.2.11. Berita human interest menarik untuk dibaca karena salah satunya disebabkan oleh cara pengungkapan melalui tulisan yang baik. Bermacam-macam reaksi yang ditimbulkan oleh sebuah berita. Berita yang mengandung unsur human interest dibuat sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi perasaan pembacanya. seks memiliki daya tarik yang tinggi. Beragam berita yang tarkait dengan seks selalu menarik minat pembaca. Dalam penulisan berita.54 2.2. Berita seputar artis yang banyak menghiasi media cetak dan elektronika tak lepas dari masalah seks.

muncul kebiasaan atau kecenderungan (trend) baru di masyarakat.12 Trend Masyarakat modern selalu bergerak dinamis.11 Progresif Selain progresif dalam arti kemajuan dan penemuan terbaru.2. Media asing juga menempatkan sebagai berita utama dalam kurun waktu yang cukup lama. Bahkan berita besar seperti bencana tsunami di Aceh menjadi berita utama berbulan-bulan di media lokal. Kasus seks seperti perkosaan dan perilaku seks yang menyimpang juga kerap menjadi bahan berita. secepat aktivitas mereka sehari-hari. Perkembangan yang terjadi di masyarakat modern berlangsung cepat. Kasus serupa yang terjadi pada tokoh masyarakat kadang juga mencuat sebagai sebuah skandal yang jadi pusat liputan media.11. Masyarakat akan menunggu perkembangan terbaru dari peristiwa yang menjadi pusat perhatian masyarakat. 2.2.11. Sebuah berita besar tidak akan diberitakan hanya sekali. Trend ini biasanya seputar munculnya produk baru 55 . apalagi kalau peristiwanya berlangsung terus menerus.55 Berita seks bukan hanya soal kawin cerai atau perselingkuhan para artis dan tokoh masyarakat saja yang menarik dibaca. Dalam perkembangan yang cepat itu. 2. progresif juga ada dalam suatu pemberitaan. tapi terus menerus sampai beberapa edisi. Sebuah berita besar tidak cukup hanya disajikan sekali. terutama dalam bingkai berita kriminal.

13 Berita Humor Berita-berita yang termuat di media. tapi banyak yang berasal dari kiriman pembaca. tak jarang menimbulkan ketegangan. Diantara ketegangan-ketegangan itu perlu ada penyeimbang agar masyarakat tidak terlalu larut dalam kesedihan. cerita tentang seorang tokoh atau orang terkenal sering jadi bahan lelucon.11. Bahannya. kriminal. sosial dan berita lain sering membuat pembaca terpengaruh untuk ikut berpikir. humor menjadi bahan yang menarik untuk menghindari ketegangan. Berita politik. baik harian maupun mingguan. Humor adalah segala sesuatu yang menimbulkan rasa geli atau lucu karena ketidakpantasan atau keganjilan.2. Di beberapa media sengaja disediakan rubrik humor. Pengalaman pribadi atau cerita fiksi yang lucu sering ditampilkan untuk memancing tawa masyarakat.12 Jenis-jenis Berita Bagi seorang penulis. Tak jarang. 2. bisa dari tulisan wartawan sendiri. maka sebuah berita yang meliput tentang trend terbaru suatu produk akan menarik minat masyarakat untuk membaca berita tersebut. 56 . 2. Humor dalam berita bisa dalam wujud tulisan dan gambar. Cerita yang berkaitan dengan seks dan politik sering ditampilkan untuk memancing ketawa.56 yang digemari masyarakat. Untuk itu.2. mengetahui unsur-unsur yang harus dipenuhi supaya sebuah berita menjadi menarik dan layak muat merupakan sebuah keharusan.

berita ekonomi Meskipun tidak banyak pembacanya. berita politik Berita politik adalah berita mengenai berbagai macam aktifitas politik yang dilakukan para pelaku politik di partai politik. dari detik ke detik. 57 . Tapi dalam perkembangannya. pemerintahan dan masyarakat secara umum. Bagi banyak orang. seorang penulis sebaiknya juga mengetahui jenisjenis berita. berita ekonomi tidak hanya masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah maupun kondisi ekonomi secara internasional. berita itu sangat menarik.57 Namun hal itu belum cukup. lembaga legislatif. Hampir semua media menampilkan berita politik sebagai sajiannya. bahkan beberapa media umum menempatkan berita politik sebagai berita utama. Bagi masyarakat. para pengambil kebijakan dan para pelaku dunia usaha. para pebisnis. Tapi bagi para pelaku dunia usaha. informasi mengenai merek produk. 2. nama perusahaan justru menjadi kebutuhan. Perekonomian berkembang begitu pesat dengan lahirnya banyak perusahaan dan merek produk. Djuraid (2006:55-82) menggolongkan berita menjadi: 1. bahkan mereka mengamati perkembangan itu begitu cermat. berita ekonomi tidak memiliki daya tarik. tapi berita ekonomi memiliki segmen yang jelas.

tapi secara umum bisa dilihat berita olahraga banyak diminati oleh pembaca. Hanya saja. berita kriminal memang disesuaikan dengan pembacanya. film dan TV menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Tapi di kota yang memiliki banyak 58 . tapi diselipkan bersama berita lain. berita soal selebritis dimuat di halaman pertama. tabloid hiburan dan keluarga mampu bertahan lebih lama. Ini ditandai dengan banyaknya tabloid hiburan yang menampilkan berita seluk beluk kehidupan artis. berita seni. Bahkan kasus yang lebih besar. Dibanding tabloid politik menjamur di awal reformasi. seni dan keluarga mendapat sambutan baik dari masyarakat. 5. Itulah sebabnya semua koran menempatkan berita olahraga dalam halaman khusus dengan tampilan yang menarik.58 3. 6. Tabloid hiburan. hiburan dan keluarga Berita tentang musik. berita olahraga Ketika masyarakat mulai bosan dengan berita politik dan kriminal. berita pendidikan bisa jadi yang paling tidak menarik. Berita mengenai selebritis tetap mendominasi berita seni dan hiburan yang dimuat dalam halaman khusus. 4. berita kriminal Berita kriminal memiliki daya tarik bagi berbagai kalangan masyarakat. tidak terbatas pada salah satu segmen pasar saja. berita olahraga menjadi daya tarik tersendiri. berita pendidikan Dibanding materi yang lain. Biasanya koran menempatkan berita pendidikan tidak sebagai rubrik khusus. Memang belum ada survey khusus soal karakteristik pembaca koran.

Biasanya yang ditampilkan adalah berbagai aktivitas di pemerintahan. Berita terjadwal Berita terjadwal adalah berita-berita yang sudah dijadwalkan pada waktu tertentu. berita pemerintahan Meskipun hampir semua media cetak memuat aktivitas pemerintahan. 1. berita pendidikan ditempatkan sebagai rubrik khusus dengan halaman tersendiri. baik kota.59 perguruan tinggi seperti Malang. Pada prinsipnya berita ini sama seperti berita yang sudah 59 . Berita pendidikan biasanya berupa seminar. Namun saat menjelang ujian dan tahun ajaran baru adalah saat ketika masalah pendidikan menjadi bahan pembicaraan dan pusat pemberitaan. kegiatan ilmiah dan kegiatan lain di kampus. Bisa jadi berita pemerintahan hanya sebagai pelengkap karena memang tidak terlalu penting. Prinsip penting dari jenis berita ini adalah suatu perencanaan sebelumnya. 2. tapi pemuatannya tidak di halaman khusus. berita dibagi menjadi dua yaitu (1) berita terjadwal dan (2) berita insidentil (Djuraid 2006:54-55). perencanaan yang baik merupakan faktor yang paling menentukan. Berita insidentil Berita insidentil adalah berita-berita yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga sama sekali. masalah pendidikan sama sekali tidak menarik diberitakan. Selain jenis-jenis berita diatas. 7. Meskipun demikian. Berdasarkan sifat kejadiannya. provinsi maupun pusat. Djuraid juga membagi berita berdasarkan sifat kejadiannya. Dalam menghasilkan suatu berita atau liputan yang berkualitas.

Djuraid (2006:84-85) juga membagi berita menjadi tiga jenis. penting dan bersifat informatif. sifat peristiwa dan cara penulisannya. koordinasi berita insidentil sifatnya lebih cepat dan akurat. 2. kejadian. Berdasarkan materi.60 diagendakan. mungkin tidak lebih dari tiga alenia. Penulisannya tidak terlalu panjang. Soft news bisa merupakan bagian dari peristiwa penting yang diberitakan melalui straight news atau berita yang berdiri sendiri. berita langsung (straight news) Berita langsung adalah berita tentang peristiwa yang penting yang harus segera disampaikan kepada pembaca dan ditempatkan di halaman utama. Saat menghadapi berita insidentil juga dibutuhkan koordinasi di lingkungan redaksi. antara lain: 1. Materinya berisi laporan langsung wartawan yang menyaksikan kejadian secara langsung dan berita yang berisi fakta yang berat.2. mendalam dan tidak terpengaruh waktu. berita ringan (soft news) Berita ringan adalah berita yang menampilkan sesuatu yang menarik. Dengan kerangka berita ini maka akan menjadi pelajaran dasar 60 . berita kisah (feature) Berita kisah adalah tulisan mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci.13 Kerangka Berita Dalam suatu berita. terdapat bagian berita atau yang sering disebut dengan kerangka berita. lengkap. 2. Hanya saja bedanya. 3.

5. Where. termasuk akibat yang ditimbulkan (Djuraid 2006:85-86). Faktor utama sebuah berita adalah peristiwa atau keadaan. 61 .61 menulis suatu berita. pencurian dan penipuan. Sebab dari penyebab ini akan diketahui banyak hal di balik kejadian tersebut. 2. What atau apa yang terjadi. Who atau tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita. Pertanyaan ini bisa dikembangkan menjadi bahan berita selanjutnya. Tokoh dalam berita adalah orang yang paling tahu dan berperan penting dalam peristiwa. Atau yang lebih rinci lagi bisa disebutkan dengan hitungan jam. 4. siang. Bisa disebut dengan pagi. menit sampai detik. dan How). Why atau pertanyaan untuk menguak mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi. Bukan hanya peristiwa. 3. Who. Kerangka berita tersebut adalah unsur 5 W + 1 H (What. peristiwa kriminal seperti perampokan. sore atau malam. How adalah pertanyaan untuk mengetahui keadaan bagaimana sebuah peristiwa terjadi. When. Why. Where atau tempat kejadian atau dalam istilah kriminal disebut TKP (Tempat Kejadian Perkara) yaitu tempat peristiwa atau keadaan. 6. 1. When atau waktu sebuah peristiwa atau keadaan terjadi. misalnya keadaan seperti seorang tokoh yang berbicara mengenai sesuatu masalah. Misalnya.

2.14 Metode Drill 2. bahwa setiap latihan harus selalu berbeda dengan latihan yang sebelumnya.62 2. bahkan siswa dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. dengan demikian guru perlu menggunakan teknik penyajian atau metode yang bervariasi. Menurut Roestiyah (2001:125) “metode drill ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatankegiatan latihan. mudah dilakukan serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. maka diperlukan metode atau teknik penyajian yang tepat. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara efektif dan efisien. agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari”. Hal ini dapat menunjang siswa berprestasi dalam bidang tertentu.14. peneliti menggunakan metode drill karena metode yang digunakan ini dipandang sangat tepat dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik. Bentuk tagihan dari metode drill adalah berupa tes mencongak. kuis. Pengertian tersebut meliputi: 1. Latihan yang praktis.2. Dalam penggunaan metode drill agar bisa berhasil guna dan berdaya guna perlu ditanamkan pengertian bagi instruktur maupun siswa. sifat-sifat suatu latihan. atau pertanyaan singkat. Hal itu disebabkan oleh situasi dan pengaruh latihan 62 .1 Pengertian Metode Drill Suatu pembelajaran yang dilakukan di kelas pasti mempunyai rumusan tujuan instruksional yang dibuat guru dan biasanya meliputi dua atau bahkan lebih tujuan yang akan dicapai.

serta siap untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa dalam kehidupan. Perlu diperhatikan juga adanya perubahan kondisi atau situasi belajar yang menuntut daya tanggap atau response yang berbeda pula. 2. sehingga mereka mengerti dan memahami apa tujuan latihan dan bagaimana kaitannya dengan pelajaranpelajaran lain yang diterimanya. 2. persiapan sebelum memasuki latihan guru harus memberikan pengertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi siswa. gunakanlah latihan ini hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis. Untuk kesuksesan pelaksanaan metode drill maka diperlukan instruktur atau guru yang harus memperhatikan langkah-langkah yang telah disusunnya. Latihan itu juga mampu menyadarkan siswa akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang ataupun di masa yang akan datang. 63 . ialah yang dilakukan siswa tanpa menggunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam.63 yang berbeda-beda juga. Juga dengan latihan itu siswa merasa perlunya untuk melengkapi pelajaran yang diterimanya. berarti dan bermakna bagi penerima pengetahuan dan akan lama tinggal dalam jiwanya karena sifatnya permanen. Persiapan yang baik sebelum latihan memotivasi siswa agar responsif yang fungsional. Roestiyah (2001:126). Langkah-langkah tersebut adalah: 1. guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas ialah yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan.

guru memperhitungkan waktu latihan yang singkat saja agar tidak meletihkan dan membosankan. Roestiyah (2001:127-128). 6. instruktur perlu memperhatikan perbedaan individual siswa sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing tersalurkan atau dikembangkan. tetapi sering dilakukan pada kesempatan yang lain. bila perlu dengan mengubah situasi dan kondisi sehingga menimbulkan optimisme pada siswa dan kemungkinan rasa gembira itu bisa menghasilkan keterampilan yang baik. sehingga timbul respon yang berbeda untuk peningkatan dan penyempurnaan keterampilannya. 5. 4. Dengan langkah-langkah itu diharapkan bahwa latihan benar-benar bermanfaat bagi siswa untuk menguasai keterampilan menyimak. 64 . guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang esensial atau yang pokok sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang kurang diperlukan.64 3. Kalau perlu guru mengadakan variasi latihan dengan mengubah situasi dan kondisi latihan. Maka dalam pelaksanaan latihan guru perlu mengawasi dan memperhatikan latihan perseorangan. Serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktik. guru perlu meneliti kesukaran atau hambatan yang timbul dan dialami siswa. sehingga dapat memilih atau menentukan latihan mana yang perlu diperbaiki kemudian instruktur menunjukkan kepada siswa respon atau tanggapan yang telah benar dan memperbaiki response yang salah. Masa latihan itu harus menyenangkan dan menarik.

2.2 Manfaat dan Tujuan Metode Drill Ada beberapa manfaat dari penggunaan metode drill antara lain: 1. untuk melatih kecakapan mental. karena antara guru dan siswa telah menyamakan persepsi dalam membahas materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. 4.2. memberi sumbangan yang cukup besar dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan dalam program pembelajaran 3. pembelajaran berjalan dalam kondisi yang harmonis. untuk hal-hal bersifat motorik.14. dan lain-lain (Sudjana (1987:87) dalam Lutfiyah (2002:16-17). simbul peta. mampu memfokuskan perhatian siswa pada satu pokok bahasan yang dihadapi 5. untuk melatih hubungan. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. pembuatan dan lain-lain. permainan. seperti penggunaan bahasa grafik. 65 .65 2. 6. mampu menggugah daya ingat siswa tentang apa yang pernah dipelajarinya 2. tanggapan. mampu mengoptimalkan proses pembelajaran. Adapun tujuan dari metode drill ini bagi siswa adalah: 1. seperti menulis. penggunaan rumusrumus dan lain-lain 3. memberikan keterampilan pada siswa untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya (Lutfiyah 2002:14-15). misalnya perhitungan.

66 2. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan 66 . 3. dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. melakukan. Manfaat media pengajaran tersebut antara lain: 1. Peneliti memilih menggunakan media untuk membantu proses pembelajaran di kelas dengan memperhatikan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik.15 Hakikat Media Audio Visual Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. metode mengajar akan lebih bervariasi. 2. pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam palajaran.2. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. mendemonstrasikan dan lain-lain (Sudjana dan Rivai 2002:2). sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. Penelitian kali ini. peneliti lebih memilih menggunakan media audio-visual karena dengan suatu objek yang nyata ditayangkan dalam media audio-visual berupa VCD akan memberikan pengalaman nyata yang sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. 4.

Pengalaman itu disebut pengalaman kata-kata. Alat-alat audio-visual bisa dalam bentuk gambar. film bersuara dan televisi. 2. kurang menarik dan mudah dilupakan. Alat-alat audio-visual adalah alat-alat yang “audible” artinya dapat didengar dan alat yang “visible” artinya dapat dilihat (Suleiman 1981:11). Jadi pada dasarnya keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting.67 memuaskan dalam proses belajar. slide. Dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. Seseorang yang baik keterampilan menyimaknya. foto. tape recorder. Alat-alat audiovisual gunanya untuk membuat cara pengajaran menjadi lebih efektif. namun sudah terlihat adanya kegiatan menyimak dan usaha memahami bahasa orang-orang disekelilingnya. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segi tentang semua pengalaman itu. Hal ini lebih efektif dan lebih bermakna bagi siswa. dibandingkan dengan cara pembelajarannya adalah pemberian informasi dengan kata-kata. Dengan pengalaman seperti itu cenderung membuat pelajaran atau informasi menjadi sukar ditangkap. model. maka akan baik pula tingkat pemahamannya terhadap suatu informasi yang didengarnya. 67 . ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. Hal itu tampak pada bayi yang masih belum mampu berbicara. pita kaset.3 Kerangka Berpikir Menyimak merupakan tahap pertama seseorang belajar bahasa.

perlu adanya suatu upaya pembelajaran bermotivasi yaitu pembelajaran yang bertumpu pada cara untuk menumbuhkan motivasi.68 Namun dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. Dengan penggunaan media audio-visual dalam pembelajaran menyimak berita diharapkan akan tumbuh motivasi dan minat peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita. Dengan media audio-visual. karena mereka beranggapan “selama peserta didik tidak tuli maka mereka bisa mendengarkan”. sehingga akan memberikan pengalaman yang nyata pula. Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita yaitu dengan penggunan media audio-visual. maka pembelajaran menyimak hanya disertakan pada pembelajaran-pembelajaran yang lain. sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi rendah. yang sangat efektif untuk 68 . Guru menganggap keterampilan menyimak adalah keterampilan yang mudah. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian yang khusus seperti pembelajaran bahasa lain. akibatnya keterampilan itu cenderung diabaikan dan tes kemampuan menyimak tidak diberikan secara intensif pada waktu tertentu dan mendalam pada peserta didik. Dengan anggapan seperti itu. Berkenaan dengan hal itu. Penggunaan media audio-visual sangat berpengaruh terhadap pembelajaran menyimak berita dan memahami isinya. suatu berita yang ditayangkan dengan VCD terkesan sebagai suatu objek yang nyata.

setelah dilakukan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Selain penggunaan media pembelajaran.4 Hipotesis Tindakan Hipotesis yang digunakan untuk memberikan arah pada penelitian ini adalah. 69 . Metode yang tepat tersebut adalah metode drill. adanya peningkatan keterampilan dalam menyimak khususnya menyimak berita dan terjadi perubahan perilaku yang positif terhadap peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. 2. penggunaan metode pembelajaran yang tepat juga sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran.2.69 mendapatkan suatu pengertian atau pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. Prinsip dasar dari metode drill adalah pemberian latihan-latihan sehingga peserta didik menguasai keterampilan dan memiliki ketangkasan tentang keterampilan menyimak berita.

Adapun siklus-siklus tersebut seperti pada gambar di bawah ini: P P R T R T O Siklus 1 Keterangan : P = Perencanaan T = Tindakan O = Observasi (pengamatan) R = Refleksi O siklus II Dari gambar tersebut. peneliti ingin menjelaskan bahwa penelitian ini meliputi empat tahapan yang digunakan dalam dua siklus.70 BAB III METODE PENELITIAN 3. dan refleksi. yang terdiri atas dua siklus. observasi. Dari masing-masing siklus terdapat empat kegiatan yang berupa kegiatan perencanaan.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. tindakan. 70 . yaitu siklus I dan siklus II.

Refleksi awal berupa pemikiran terhadap pengalaman mengajar selama ini sehingga ditemukan kelemahan dan kekurangan pembelajaran menyimak berita yang ada selama ini. Perencanaan (planning) Perencanaan ini berisi mengenai dua hal yaitu refleksi awal dan perencanaan umum.71 Keempat kegiatan tersebut. 2. Perencanaan umum dikonsultasikan bersama guru pengampu dan dosen pembimbing untuk mempertimbangkan apa yang hendak dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan dengan tujuan agar tindakan dan solusi yang diberikan peneliti sesuai dengan permasalahan yang dialami peserta didik. Tindakan (action) Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini berupa: a. Pengamatan (observation) Pengamatan dipusatkan pada proses maupun hasil tindakan beserta segala peristiwa yang melingkupinya. mengadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran. mengadakan refleksi. yaitu kurangnya kemampuan peserta didik dalam menyimak berita. b. c. memberikan tugas terstruktur 3. penyajian materi pembelajaran sesuai dengan pedoman rencana pembelajaran. dan d. Data dan fakta diperoleh dari guru pengampu mata pelajaran dan peserta didik. Pengamatan berlangsung selama proses kegiatan 71 . dalam penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam proses berdaur yang terdiri dari 1.

4.1. Tujuan perencanaan tersebut adalah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Refleksi (reflection) Refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi.72 berlangsung. peneliti terlebih dahulu tetap membuat perencanaan untuk kegiatan yang akan dilakukan.1 Proses Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas ini melalui dua siklus yaitu pelaksanaan siklus I dan pelaksanaan siklus II. dan tindakan ulang. Apabila setelah melihat hasil refleksi tersebut maka akan muncul permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian sehingga perlu dilakukan rancangan ulang. apa yang telah atau belum dihasilkan dan dituntaskan dengan tindakan yang telah dilakukan. peneliti terlebih dahulu melakukan tes awal dengan tujuan mengetes dan mengetahui kemampuan awal peserta didik kelas VIII A SMP N I Jiken terhadap keterampilan menyimak berita. Setelah perencanaan dibuat dan dikonsultasikan dengan dosen 72 . Data tersebut yang kemudian menjadi masukan dalam kerangka pelaksanaan dalam refleksi. 3. Sebelum memberikan tes awal pada peserta didik. Refleksi juga merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. pengamatan ulang. Namun sebelum melaksanakan siklus I. Data yang diperoleh dari instrumen tes dan nontes langsung diinterpretasikan maknanya. Hasil refleksi ini digunakan sebagai masukan dalam menetapkan langkah-langkah selanjutnya.

peneliti menganalisis hasil pengamatan terhadap perilaku belajar peserta didik selama mengikuti proses kegiatan menyimak berita. 73 . keantusiasannya dalam menyimak berita dari awal sampai akhir Setelah tahap observasi. kemudian guru melakukan refleksi dan menutup pembelajaran. Langkah selanjutnya peneliti menayangkan berita. Sejauh mana peserta didik aktif berinteraksi antara guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik yang lain.73 pembimbing. peneliti melakukan tindakan. Tujuan dari apersepsi ini adalah untuk menggali pengalaman peserta didik tentang berita dan peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran. Analisis terhadap hasil kegiatan awal akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan siklus I. Selama proses pembelajaran peneliti mengamati perilaku belajar peserta didik. Selain itu pengamatan juga dilakukan dengan melihat kemampuan intelektual peserta didik dalam memahami berita yang ditayangkan. memberikan soal isian singkat dan soal essai dan menyocokkannya. Tindakan awal dalam penelitian ini adalah peneliti mengadakan apersepsi tentang pengalaman menyimak berita peserta didik. Hal-hal yang diamati adalah keaktifan peserta didik dalam bertanya tentang halhal yang belum diketahuinya.

74

3.1.1.1 Proses Pelaksanaan Siklus I Dalam siklus ini peneliti membuat program sebagai berikut 1. Refleksi Awal Refleksi awal berupa renungan terhadap pengalaman mengajar peneliti dalam tes awal yang dilakukan peneliti sebelum diadakannya siklus I. Dari hasil analisis terhadap kegiatan awal, akan diketahui keinginan peserta didik dan mengetahui perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Dari hasil analisis itulah yang dijadikan pijakan bagi perencanaan siklus I.

2. Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyiapkan perencanaan yang matang untuk mencapai pembelajaran yang diinginkan oleh peneliti. Perencanaan ini akan dilakukan dari awal sampai akhir penelitian, dengan demikian hasil dari penelitian sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Dalam tahap perencanan ini peneliti

mempersiapkan proses pembelajaran keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dengan langkah-langkah (1) menyusun rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) menyusun instrumen nontes dan tes. Instrumen nontes, yaitu ;lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi. Dan instrumen yang berupa tes yaitu soal isian singkat dan soal essai beserta penilaiannya, dan (3) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat.

74

75

3. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan harus sesuai dengan perencanaan. Pada tahap ini guru melakukan tindakan dalam proses pembelajaran. Tindakan yang dilakukan dalam tahap ini terdiri dari pendahuluan, inti , dan penutup. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan, peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik, menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran, guru melakukan apersepsi, menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran, menjelaskan tujuan pembelajaran keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual secara umum, dan menjelasklan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu. 2) Inti Pada tahap inti, peneliti menjelaskan mengenai teknik menyimak yang baik, menerangkan hakikat menyimak berita sehingga peserta didik akan mampu memahami isi berita yang telah disimak. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dan peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan memberikan arahan yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan sungguh-sungguh. Selama kegiatan menyimak peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan peserta didik harus mencermati apa yang menjadi pokok dari berita, siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan, di mana peristiwa itu

75

76

terjadi, mengapa peristiwa itu bisa terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. Setelah kegiatan menyimak, guru membagi peserta didik menjadi kelompokkelompok kecil dan memberikan soal isian singkat dengan mengacu kepada unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah untuk menuliskan pokokpokok berita ke dalam beberapa kalimat. Selanjutnya, peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyocokkan hasil tes isian singkat dengan cara peserta didik mengoreksi pekerjaan teman yang dibawanya. Selanjutnya guru meminta salah satu kelompok membacakan hasil pekerjaan untuk soal essai. Kelompok yang berani maju pertama kali untuk menuliskan hasil diskusinya diberi hadiah oleh guru dengan tujuan untuk memberikan motivasi. Guru bersama peserta didik membahas secara bersama hasil pekerjaan kelompok yang maju. Guru memberikan penjelasan tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi pada peserta didik dan juga menunjukkan kelebihan-kelebihan yang sudah dilakukan mereka. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahaminya. Kegiatan selanjutnya adalah guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda dengan VCD berita yang pertama. Peserta didik diminta untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita. Selama kegiatan menyimak, peserta didik tetap diperbolehkan untuk membuat catatan-catatan kecil. Selesai menyimak berita, peserta didik secara individu menjawab soal-soal yang diberikan guru. Bentuk soal masih sama dengan yang pertama, hanya saja isinya berbeda. Setelah

76

77

selesai mengerjakan, hasil pekerjaan peserta didik ditukarkan dengan peserta didik yang lain. Guru menyocokkan soal isian singkat. Selesai menghitung jumlah jawaban yang benar dan salah, hasil pekerjaan dikumpulkan kepada guru. Guru membahas jawaban untuk soal essai. Tujuan dari pembelajaran pada siklus I adalah mengenalkan peserta didik tentang unsur 5W + 1H dalam upaya memahami suatu berita dan juga memberikan latihan awal peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain tujuan tersebut, tujuan lain yang diharapkan adalah peserta didik menjadi percaya diri bahwa dia mampu dan bisa mengungkapkan pendapatnya, walaupun pada awalnya guru menggunakan suatu motivasi dengan memberikan hadiah. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peneliti membagikan lembar jurnal kepada peserta didik untuk diisi mengenai tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada akhir pembelajaran, peneliti bersama peserta didik

menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan guru memberikan tugas terstruktur untuk latihan dan bahan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Tujuan diberikannya tugas terstruktur itu adalah supaya peserta didik lebih memahami materi yang telah diterimanya dan merupakan suatu bentuk penjembatan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita.

77

78

4. Observasi dan Pengamatan Pengamatan dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara atau menggunakan jurnal. Peneliti mencatat peserta didik yang aktif, yang pasif, yang meremehkan, yang kurang memperhatikan, yang bercakap-cakap sendiri dalam proses pembelajaran menyimak. Tahap ini sangat penting dan membutuhkan pengamatan yang teliti dan sabar demi memberikan masukan pada perbaikan siklus selanjutnya.

5. Refleksi Pada tahap refleksi ini peneliti akan melihat hasil dari tahap tindakan dan pengamatan pada siklus I. Dari hasil tersebut jika masih banyak peserta didik yang bersikap negatif terhadap proses pembelajaran atau kekurangan seperti yang dijelaskan dalam hasil observasi, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk tindakan pada siklus II. Hasil yang positif dalam siklus I akan dipertahankan dalam siklus II. Dari faktor sikap peserta didik dalam kegiatan menyimak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran pada siklus I misalnya, sikap peserta didik yang masih meremehkan dan kurang memperhatikan kegiatan menyimak. Dari hasil evaluasi, yang dapat dijadikan refleksi adalah (1) pengungkapan hasil pengamatan peneliti, (2) pengungkapan tindakan yang telah dilakukan oleh peserta didik, dan (3) pengungkapan tindakan-tindakan yng dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Apabila pada siklus I ditemukan

78

pada siklus II akan ditindak lanjuti dan dilakukan dengan tindakan untuk memperbaiki. memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh peserta didik pada pembelajaran 79 . Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perencanaan siklus II adalah (1) menyusun perbaikan rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan dokumentasi.79 kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan peneliti dalam kegiatan menyimak berita. dan (3) dalam berkolaborasi peneliti lebih sering berdiskusi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat.1. 2. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah tindakan yang merupakan perbaikan dari siklus I. Perencanaan Perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II merupakan penyempurnaan dari perencanaan pada siklus I. Dan instrumen tes yang berupa soal isian singkat dan essai beserta penilaiannya. 3. (2) menyusun perbaikan instrumen yang berupa data nontes yaitu lembar observasi.1. yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan perilaku-perilaku yang menjadi penghambat kegiatan menyimak. peneliti mengambil strategi pada siklus II sebagai berikut 1. pedoman wawancara. lembar jurnal.2 Proses Pelaksanaan Siklus II Setelah melakukan analisis pada siklus I.

peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini terdiri dari pendahuluan. Selama kegiatan menyimak peserta didik boleh membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan harus lebih mencermati isi pokok dari berita. mengapa peristiwa itu bisa terjadi. dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum yaitu keterampilan menyimak berita. Lalu peneliti meminta peserta didik untuk lebih konsentrasi dalam kegiatan menyimak. 2) Inti Pada tahap inti peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan topik yang berbeda dari berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan.80 siklus I. kapan peristiwa itu terjadi. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. 80 . menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran. dan penutup. dan peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II. Peneliti menanyakan kembali materi yang telah diberikan peneliti pada pertemuan lalu dan bersama peserta didik membahas tugas yang diberikan pada pertamuan sebelumnya. Guru memberikan arahan yang lebih jelas yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan lebih sungguh-sungguh. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. di mana peristiwa itu terjadi. inti.

81

Setelah kegiatan menyimak, secara berkelompok peserta didik menjawab soal isian singkat yang mengandung unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam 5 kalimat. Setelah selesai mengerjakan, guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat dan membahas jawaban soal essai. Guru melihat kesalahan yang masih diulangi peserta didik dan melihat kemajuan mereka. Guru menjelaskan secara sekilas kemajuan yang sudah dialami peserta didik. Selanjutnya guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda pula. Setelah selesai menyimak, secara individu peserta didik menjawab soal isian singkat dan soal essai yang bentuknya masih sama dengan yang pertama, yang diberikan guru. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Tujuan diadakannya tes pada siklus II yaitu untuk mengetahui peningkatan atau kemajuan hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I dan dengan diadakannya perbaikan dari sisi RPP, cara mengajar guru, dan perubahan pola belajar peserta didik. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti bersama peserta didik melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peserta didik diminta untuk mengisi lembar jurnal yang telah dipersiapkan oleh peneliti, yang berisi tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual hari itu. Pada akhir pembelajaran peneliti bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

81

82

3. Observasi atau Pengamatan Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah mengamati perubahan tindakan dan sikap peserta didik pada proses pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan penting yang dapat digunakan sebagai data. Pengamatan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masih tidak memperhatikan selama pembelajaran berlangsung, yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, yang daya menyimaknya rendah dan peserta didik yang daya menyimaknya tinggi pada siklus I. Pengamatan yang dilakukan melalui observasi langsung, wawancara langsung dengan peserta didik tersebut, dan melalui jurnal guru dan siswa dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan mereka, setelah dilakukannya proses pembelajaran pada siklus I. Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan secara langsung terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus II. Wawancara dilakukan terhadap peserta didik yang memiliki daya menyimak rendah dan pada peserta didik yang mempunyai daya menyimak tinggi dengan sejumlah pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh peneliti mengenai sebab-sebab lemahnya peserta didik yang kurang dalam kegiatan menyimak berita. Pengamatan melalui jurnal bertujuan untuk refleksi bagi peneliti sehingga dapat digunakan untuk menerapkan teknik yang cocok diterapkan pada pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berikutnya. Dan dengan jurnal dapat diketahui tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti selama proses pembelajaran.

82

83

4. Refleksi Refleksi pada siklus II ini dimaksudkan untuk membuat simpulan dari pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap peserta didik yang terjadi selama pembelajaran pada siklus II. Pada bagian ini peneliti diharapkan dapat mengetahui jawaban tentang peningkatan dan perubahan perilaku peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

3.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak berita pada

peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII A karena pada kelas dan jenjang inilah materi menyimak berita dari televisi diberikan, disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Materi yang akan diberikan dalam penelitian dipilih oleh peneliti karena materi itu kurang mendapat perhatian yang khusus dan cenderung diabaikan, entah itu dalam hal pembelajarannya atau pemberian tesnya. Sehingga hasil yang didapatkan masih rendah. Dengan kondisi yang seperti itu, maka diperlukan adanya upaya menuju peningkatan hasil belajar. Selain itu, dalam pembelajarannya, pembelajaran menyimak masih diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang cenderung kurang memotivasi peserta didik sehingga memerlukan adanya tindakan yaitu dengan penggunaan metode yang lebih bervariatif dalam pembelajaran guna peningkatan hasil belajar.

83

84

3.3 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau sesuatu yang menjadi perhatian suatu peneliti. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

3.3.1 Variabel Keterampilan Menyimak Berita Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa. Kedua hal tersebutlah yang termasuk variabel dalam penelitian ini. Jadi komponen pertama yang menjadi variabel penelitian ini adalah variabel keterampilan menyimak berita. Keterampilan menyimak berita merupakan

keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah pembelajaran dilakukan, dan di dalam keterampilan tersebut terdapat indikator-indikator yang merupakan uraian spesifik dari kompetensi menyimak yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Indikator-indikator dari keterampilan menyimak berita tersebut adalah (1) mampu menemukan pokokpokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi dan (2) mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. Dengan indikator tersebutlah, pembelajaran menjadi terfokus dan tidak luas melebar kepada penguasaan keterampilan yang lain, di luar keterampilan yang

84

85

hendak dikuasai. Dengan indikator itu pulalah, guru dapat membuat tugas-tugas yang hendak diberikan kepada peserta didik kelas VIII A. Sehingga dengan adanya tugas-tugas mengenai aspek-aspek yang ada dalam berita dan isi berita setelah melakukan kegiatan menyimak berita, penguasaan keterampilan menyimak berita yang dilakukan oleh peserta didik kelas VIII A dapat diperoleh. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti kepada guru pengampu mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas masih rendah, dengan keadaan yang seperti itu maka peneliti ingin memberikan tindakan dalam rangka peningkatan hasil belajar kepada keterampilan menyimak berita. Dari tindakan yang hendak dilakukan, peneliti memberikan target kepada peserta didik yaitu nilai rata-rata yang diperoleh mencapai nilai 70.

3.3.2 Variabel Metode Drill melalui Media Audio-visual Kedua variabel ini mempunyai hubungan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Sifat dari hubungan tersebut adalah saling melengkapi. Keterampilan tidak akan dikuasai tanpa adanya suatu latihan (metode drill) dan latihan tidak akan berhasil dengan baik dan optimal tanpa adanya pembelajaran yang menarik (media audio-visual). Metode drill adalah sebagai suatu metode yang lebih mementingkan pemberian latihan-latihan kepada peserta didik supaya peserta didik memiliki keterampilan dan ketangkasan dalam penguasaan keterampilan menyimak, maka metode ini merupakan suatu alternatif pemecahan masalah penggunaan metode

85

Dan dengan adanya VCD. Dengan kondisi yang seperti ini maka diperlukan sesuatu hal yang dapat menetralisirnya. Selain terdapat keunggulan dalam penggunaan metode drill yaitu dengan adanya latihan yang dapat mendorong peserta didik kepada penguasan keterampilan menyimak berita. karena sifat dari VCD ini adalah menjadikan suatu pembelajaran lebih menarik perhatian peserta didik. Kelemahan dari metode ini adalah dengan adanya suatu latihan yang terus-menerus.86 ceramah yang digunakan dalam pembelajaran menyimak. Kehadiran VCD dalam suatu pembelajaran akan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. 86 . Dengan latihan itu juga mampu menyadarkan peserta didik akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang atau pun di masa yang akan datang. metode ini pun terdapat kelemahannya. Sesuatu yang dapat menetralisir permasalahan tersebut yaitu adanya media audio-visual (VCD). sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. maka hal tersebut bisa menyebabkan peserta didik bosan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. maka metode mengajar akan lebih bervariasi. sehingga peserta didik tidak bosan. Dan dengan metode ini maka guru dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan suatu kegiatan belajar. Dalam pembelajaran menyimak dengan metode drill melalui media audio visual ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak pada umumnya dan dapat merubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik dalam proses pembelajaran keterampilan menyimak.

di mana peristiwa itu terjadi.1 Instrumen Tes Instrumen tes yang diberikan berupa perintah kepada peserta didik untuk menyimak berita melalui media audio-visual dan mengerjakan soal isian singkat yang meliputi unsur 5W + 1 H yaitu berisi pokok dari berita.4. peneliti menggunakan instrumen tes yang berisi soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik pada akhir kegiatan menyimak berita dan instrumen nontes yang berupa lembar observasi.87 3. foto 3. pedoman jurnal guru dan siswa. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. dan dokumentasi. mengapa peristiwa 87 . Tabel I Tabel Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Data Kemampuan awal peserta didik dan keadaan awal peserta didik Kinerja peserta didik saat melakukan latihan (drill) dalam mengisi soal isian singkat yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H setelah melakukan kegiatan menyimak Kemampuan peserta didik dalam menuliskan pokok-pokok berita yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H menjadi 5 kalimat Perilaku peserta didik saat proses pembelajaran Subjek Instrumen Peserta didik kelas VIII Tes awal A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes isian singkat A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes tulis essai A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Lembar observasi. Untuk memperoleh gambaran umum tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.4 Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian tindakan kelas ini. jurnal A SMP N I Jiken siswa dan guru. peneliti menjelaskannya pada tabel kisi-kisi instrumen di bawah ini. pedoman wawancara.

Hasil penilaian tersebut dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan skor dari masing-masing aspek penilaian. Tabel 2 Tabel Kategori Nilai Peserta Didik No 1 2 3 4 5 Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang 3.1. Penilaian untuk instrumen tes berdasarkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita melalui menjawab soal isian singkat dan soal essai yang dilakukan secara berkelompok kemudian individu. Tujuan dari instrumen tes ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap hasil simakan. maka akan diketahui masing-masing kemampuan peserta didik.1 Tes Unjuk Kerja Kriteria penilaian tes unjuk kerja peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual menggunakan rubrik penilaian. Indikator keberhasilannya adalah peserta didik mampu menemukan 88 . Sebelumnya soal tes tersebut dikonsultasikan kepada guru pengampu dan dosen pembimbing. kapan peristiwa itu terjadi. Soal yang diberikan pada peserta didik berjumlah 6 soal isian singkat dan 1 soal essai.4. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita dan soal essai yang berupa menuliskan kembali pokokpokok berita ke dalam 5 kalimat. Dari penilaian yang dilakukan guru. Skor yang akan di peroleh peserta didik maksimal 100. Di bawah ini akan diuraikan kategori nilai untuk mengkategorikan kemampuan peserta didik.88 itu bisa terjadi.

dan mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Artinya. Pedoman penskoran yang dimaksud adalah: Tabel 4 Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur what Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur who Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur where Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur when Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur why Peserta didik mampu dengan benar soal dengan unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 89 . Pada tabel di bawah ini akan diuraikan skor penilaian tiap-tiap aspek. Hal-hal lain yang dinilai meliputi keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan guru dan kerjasama antar anggota kelompok. peserta didik dinilai berdasarkan ketepatannya dalam menemukan unsur-unsur pokok berita dan kemampuannya menuliskan pokok-pokok berita tersebut dengan benar. Tabel 3 Skor Penilaian pada Instrumen Tes No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Skor maksimum 60 40 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa peserta didik akan mendapatkan skor maksimum 100 apabila kedua bentuk tes di atas dikerjakan dengan benar oleh peserta didik dan penskoran tersebut telah memenuhi syarat atau kriteria penilaian maksimum seperti yang ada dalam pedoman penskoran di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).89 pokok-pokok berita yang meliputi unsur 5 W + 1 H.

90 Tabel 5 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Tabel 6 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang 90 .

maka tes ini diberikan dua kali dalam tiap siklus. baik untuk indikator menemukan pokokpokok berita atau pun menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. peneliti dapat mengetahui hasil tes peserta didik dalam menyimak berita.91 4 Diksi 5 4 3 2 1 Terdapat 0-1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 Melalui pedoman penskoran tersebut. Karena prinsip dasar penelitian ini adalah memberikan drill dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak. 91 .

3) peserta didik aktif bertanya. 3.1 Lembar Observasi Instrumen nontes yang berupa lembar observasi dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui perilaku-perilaku peserta didik melalui pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung. 92 . berkomentar tentang materi yang diberikan. hal-hal yang menjadi perhatian peneliti adalah. pedoman wawancara. antara lain meliputi: 1. 1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil. keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Hal-hal yang diperhatikan peneliti selama proses pembelajaran menyimak adalah. keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi Pada bagian ini. dan dokumentasi. 2) ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru.92 3. 4) peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting. 2. lembar jurnal. 1) peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru.2.4. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti.2 Instrumen Nontes Instrumen nontes yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data kualitatif adalah lembar observasi.4.

2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4) keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6) fenomena-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 93 .2. 4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru. yaitu berupa jurnal peneliti atau guru dan jurnal siswa yang diperoleh pada akhir pembelajaran. 3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. Jurnal peneliti atau guru berisi tentang: 1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 3.4.2 Lembar Jurnal Jurnal digunakan dalam rangka untuk mendapatkan data kualitatif. 1. 5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat.93 2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.

apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 94 . Wawancara tidak dilakukan terhadap semua peserta didik. Jurnal siswa berisi pertanyaan-pertanyaan seputar: 1) apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2) apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3) bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4) apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5) berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 3. apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2.4.3 Pedoman Wawancara Pedoman wawancara dibuat oleh peneliti dan ditujukan kepada peserta didik yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.94 2. tetapi terhadap peserta didik yang mendapat nilai yang baik dan yang tidak baik. Wawancara dilakukan secara terstruktur. Hal-hal yang diungkap dalam wawancara adalah: 1.2.

bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5.4. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 3. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8.4 Dokumentasi Dokumentasi merupakan instrumen nontes yang penting dalam penelitian tindakan kelas. yaitu pada saat pembelajaran siklus I dan siklus II. karena dengan dokumantasi semua proses penelitian dapat terekam dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. menurut Anda. Dokumentasi bertujuan untuk merekam semua kegiatan dalam proses pembelajaran. menurut Anda. hanya berupa dokumentasi foto. dan pada akhir pembelajaran. apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. yaitu pada awal kegiatan pembelajaran. Yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1. saat pembelajaran berlangsung.2.95 3. saat guru menyampaikan materi 95 . apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini.

5 Uji Instrumen Instrumen yang akan diuji dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan instrumen nontes.96 2. dan pedoman wawancara yang diisi oleh guru dan peserta didik. 3. kegiatan peserta didik ketika menyimak VCD berita 3. Sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi. kegiatan peserta didik dalam mengerjakan drill (latihan) secara individu 5. 3. sehingga pengambilan foto dapat terlaksana dengan baik. lembar jurnal. kegiatan peserta didik dalam keaktifannya mengisi lembar jurnal siswa Dalam pengambilan foto untuk penelitian ini. peneliti akan dibantu oleh seorang teman dengan kondisi peserta didik maupun peneliti dengan sewajarnya tidak dibuat-buat. 96 . kegiatan peserta didik dalam kelompoknya ketika mengerjakan drill (latihan) dalam pembelajaran menyimak berita 4. adalah tes dan nontes untuk mengukur peningkatan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. Instrumen tes adalah instrumen yang berupa perintah untuk menjawab soal isian singkat yang berisi pokok-pokok berita dan soal essai yang berisi perintah untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.

dari hasil analisis akan diketahui kelemahan peserta didik dalam kegiatan menyimak berita.97 3. dibantu oleh guru mata 97 .6.2. Pada hasil tes siklus I dianalisis. dan dokumentasi.6. 3.1 Teknik Observasi Teknik observasi dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan khusus mengenai perilaku peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. jurnal.2 Teknik Nontes Teknik nontes dalam penelitian adalah observasi. 3. hasil tes siklus II dapat diketahui peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.6.1 Teknik Tes Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan tes. yang selanjutnya sebagai dasar untuk menghadapi tes pada siklus II. Observasi atau pengamatan dilakukan oleh peneliti. yang pada akhirnya setelah dianalisis. Observasi dipergunakan untuk memperoleh data tentang perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung pada siklus I dan siklus II. wawancara. Peneliti sebelumnya mempersiapkan lembar observasi untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan data. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

dan pendapat peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak. peneliti membawa walkman untuk merekam pada waktu wawancara berlangsung.98 pelajaran atau teman sejawat. Data yang diambil mengenai kesan.6. 3.2. Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terhadap peserta didik yang mempunyai nilai rendah dan peserta didik yang mempunyai nilai tinggi dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. jika masih terdapat hambatan atau kekurangan pada kegiatan menyimak maka kekurangan ini akan diperbaiki pada pembelajaran siklus II. Dalam melakukan wawancara. Proses wawancara dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I.2 Teknik Wawancara Teknik wawancara dipergunakan untuk memperoleh data secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 98 . Observasi juga dilakukan terhadap peneliti maupun peserta didik itu sendiri. pesan. Proses observasi dan pengamatan segera mungkin direkam dalam benak peneliti dengan teliti dengan membuat catatan-catatan khusus mengenai perilaku-perilaku yang terjadi selama pembelajaran berlangsung atau dengan memberikan check list pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Dalam observasi ini ketiga orang ini mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung dengan mencatat semua kejadian-kejadian selama pembelajaran berlangsung.

respons peserta didik. bahan simakan. peserta didik diminta untuk memberi tanggapan. Dengan demikian akan terungkap kekurangan dan kelebihan pada saat pembelajaran berlangsung. 99 .2. Untuk jurnal siswa. kesan.3 Teknik Jurnal Teknik jurnal dalam penelitian ini ada dua. Yang perlu dijadikan dokumentasi dalam penelitian ini yaitu pada inti kegiatan menyimak berita. yaitu jurnal siswa dan jurnal guru. keaktifan peserta didik pada saat pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung. 3. kritikan terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. yaitu cara peneliti menyampaikan materi.99 3. media yang digunakan. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti bahwa penelitian peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual benar-benar dan nyata dilakukan oleh peneliti. Hal ini sangat dibutuhkan oleh peneliti untuk mengevaluasi dan merefleksi. Jurnal siswa ini diberikan pada peserta didik setelah pembelajaran siklus I berakhir.6.2. Jurnal guru berisi catatancatatan mengenai perilaku peserta didik. dan kegiatan-kegiatan yang dianggap perlu untuk dijadikan sebagai data.6.4 Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data nontes yang berupa foto yang diambil peneliti ketika proses pembelajaran siklus 1 dan siklus II berlangsung. pada saat peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti.

Hasil dari perbandingan tersebut.7 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitatif dan kuantitatif. 100 . dan (4) menghitung persentasi.100 3.7. (3) menghitung nilai rata-rata. maka dapat diketahui mengenai peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 3.1 Teknik Kuantitatif Analisis data tes secara kuantitatif dihitung dengan persentasi melalui langkah-langkah: (1) merekap nilai yang diperoleh peserta didik. (2) menghitung nilai kumulatif. Rumus nilai persentasinya adalah: NP = NK x 100% R Keterangan: NP: Nilai Presentasi NK: Nilai Komulatif R : Jumlah Responden Hasil perhitungan persentasi keterampilan menyimak berita dari hasil tes siklus I dan siklus II dibandingkan.

7. sehingga akan dapat diketahui adanya perubahan perilaku peserta didik dan peningkatan dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. jurnal. 101 .2 Teknik Kualitatif Teknik kualitatif untuk memberi gambaran perubahan perilaku peserta didik dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melelui media audio-visual dengan mengacu pada data nontes yang berupa observasi. Data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II dibandingkan dengan cara melihat hasil tes dan nontes. dan dokumentasi. wawancara.101 3.

Tes prasiklus yang dilakukan berupa peserta didik diminta untuk mengisi lembar soal secara individu yang berisi 6 soal isian singkat dan 1 soal essai yang diberikan guru setelah peserta didik melihat tayangan berita dengan topik “Gizi Buruk” melalui VCD. Rincian data tersebut 102 .102 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. dapat diketahui bahwa keterampilan peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita masih kurang atau rendah dengan skor rata-rata hanya mencapai 56.1 Hasil Tes Prasiklus Hasil prasiklus berupa keterampilan menyimak berita. guru memutarkan berita tersebut sebanyak 2 kali. Hasil tes prasiklus dapat dilihat pada tabel 7 berikut. hal tersebut atas permintaan peserta didik.64 33 Dari data tabel 7 tersebut. sebelum dilakukan tindakan penelitian.64. Pada tahap prasiklus ini. Tabel 7 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Tahap Prasiklus No Kategori 1 2 3 4 5 Rentang nilai Sangat baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat kurang <50 Jumlah Frekuensi 0 4 10 7 12 33 Bobot skor 0 312 626 402 529 1869 Persen (%) 0% 17% 33% 22% 28% 100% Rata-rata 1869 = 56. Hasil tes prasiklus dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal kemampuan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 1 Jiken.

Faktor eksternal itu bisa datang dari guru. faktor eksternal juga berpengaruh. 12 peserta didik atau 28% termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai <50. kekurangan yang terlihat yaitu kurang jelasnya guru dalam memberikan penjelasan dan petunjuk pengisian soal. Faktor internal ini berasal dari peserta didik. Selain faktor internal. baik itu faktor internal atau pun eksternal. pada kategori nilai baik dengan nilai 70-84 terdapat 17% atau 4 peserta didik. Rendahnya keterampilan peserta didik dalam menyimak berita ini disebabkan beberapa faktor yang melingkupinya. Hal itu bisa terjadi karena terdapat 2 peserta didik yang sakit dan 4 lainnya mengikuti latihan gamelan dalam rangka kegiatan perpisahan kelas IX. Sedangkan untuk kategori sangat baik dengan nilai 85-100 pada tahap prasiklus ini belum bisa dicapai peserta didik atau masih dalam persentase 0%. Faktor internal yang mempengaruhi kurang berhasilnya penguasaan keterampilan menyimak berita pada saat prasiklus. jawaban yang diberikan peserta didik kurang lengkap dan rinci. 33% atau 10 peserta didik mencapai nilai cukup yaitu dengan kategori nilai 60-69. dan kepaduan antar kalimat masih kurang diperhatikan juga. sehingga peserta didik dalam 103 . Sedangkan faktor eksternalnya berasal dari guru. cara penulisan ketika menjawab soal essai masih jauh dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Dari jumlah keseluruhan 39 peserta didik tetapi yang dapat hadir pada tahap prasiklus hanya 33 peserta didik. Kategori kurang dengan nilai 50-59 dicapai oleh 7 peserta didik atau mencapai 22%.103 dijelaskan sebagai berikut. Dengan jumlah 33 peserta didik yang dapat mengikuti kegiatan ini. yaitu kurangnya konsentrasi dan perhatian peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan guru. media dan lingkungan sekitar laboratorium bahasa.

guru meminta peserta didik untuk tenang kembali dan menutup kembali soal yang telah diberikan. terjadi kesalahan teknik perihal pemutaran tayangan berita. Pada tahap prasiklus. dan hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi konsentrasi peserta didik dalam kegiatan menyimak berita. mereka merasa bingung karena soal yang akan dijawab tidak sesuai dengan berita yang ditayangkan. Karena kebetulan saat itu.104 mengerjakan soal melenceng dari perintah yang dimaksudkan oleh guru. juga mempengaruhi dalam penguasaan keterampilan menyimak berita pada peserta didik. karena dengan pemutaran satu kali mereka belum bisa memahami beritanya. 104 . meminta mereka untuk berkonsentrasi lagi dan guru memutarkan VCD yang sesuai dengan soal yang diterima peserta didik. Dari sisi penggunaan media. Keadaan laboratorium bahasa yang dekat dengan ruang gamelan dan masih disatukan dengan perpustakaan. Untuk lebih jelasnya hasil tes keterampilan menyimak berita pada tahap prasiklus pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dapat dilihat pada grafik berikut. jadi secara tidak langsung terdengar suara lain selain suara pembacaaan berita. Lalu untuk melanjutkan kegiatan saat itu. peserta didik yang menjadi anggota ekstra kurikuler gamelan sedang berlatih dalam rangka persiapan perpisahan kelas IX. Tayangan berita yang diputarkan salah. sehingga ketika peserta didik hendak mengerjakan soal yang diberikan guru. Dalam tahap ini peserta didik meminta memutarkan ulang tayangan beritanya. mempengaruhi konsentrasi peserta didik ketika proses pembelajaran.

3%. Hasil jelasnya lihatlah nilai yang berada di atas skor 70. Untuk melihat secara jelas peserta didik yang masuk pada kategori sangat kurang lihatlah pada titik-titik yang berada di bawah jumlah skor 60. Untuk melihat peserta didik yang masuk pada kategori tersebut lihatlah pada hasil jumlah skor yang berada di atas skor 60.21% yang masuk pada kategori kurang. Dari grafik tersebut terdapat 7 peserta didik atau sebesar 21.105 Grafik I Hasil Penelitian Prasiklus Keterampilan Menyimak Berita Series2 100 80 60 40 20 0 J u m la h S k o r 82 81 60 60 45 45 48 45 49 62 59 61 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Subjek Penelitian Grafik di atas menunjukkan pemerolehan skor pada masing-masing peserta didik pada tahap prasiklus ini. Jumlah peserta didik yang mendapat nilai rendah pada kategori kurang sebanyak 11 peserta didik atau sebesar 33. Begitu pun pada kategori kurang dengan rentang nilai 50-59. 105 . Selanjutnya pada kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 4 peserta didik atau sebesar 12. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 10 peserta didik atau sebesar 30.30%. Dari situ dapat dijelaskan terdapat beberapa peserta didik yang mendapat nilai rendah dengan kategori sangat kurang pada jumlah skor <50.12%. Untuk kategori sangat baik pada tahap prasiklus ini belum didapatkan oleh peserta didik atau masih 0%.

1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus I ini merupakan data awal setelah dilakukannya tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audiovisual. Pada siklus I ini. Kriteria penilaian pada siklus I ini masih tetap sama seperti pada tes prasiklus yang meliputi dua aspek penilaian yaitu aspek penilaian pada bentuk tes isian singkat yang meliputi enam aspek penilaian. 4. peneliti menggunakan metode pembelajaran baru yang belum pernah dilakukan oleh guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. sehingga pembelajaran yang akan dilakukan di kelas dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita adalah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual.2. Pelaksanaan pembelajaran menyimak berita terdiri atas tes dan nontes. yaitu : (1) menjawab dengan benar soal dengan unsur what.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I ini merupakan tindakan awal penelitian yang dilakukan setelah mengetahui hasil tes pada tahap prasiklus yang ternyata memerlukan tindak lanjut dan perbaikan atas segala permasalahan yang muncul dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita. (4) menjawab dengan benar soal yang dengan unsur when. (3) menjawab dengan benar soal dengan unsur where. Metode baru yang digunakan peneliti adalah metode drill dan dilengkapi dengan penggunaan media yaitu media audio visual. (5) menjawab dengan benar soal dengan 106 . (2) menjawab dengan benar soal dengan unsur who. Hasil kedua data tersebut diuraikan secara rinci sebagai berikut.106 4.

85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global 107 .5 436 338 34 NG 42. Ind. yaitu (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. (5) diksi. 0 1 10 9 14 7 0 8 10 9 34 34 Bobot Skor Glob.5 2095 1975 2035 61. Dan aspek penilaian pada bentuk tes essai yang meliputi enam aspek penilaian. Hasil penilaian pada tahap siklus I ini akan dijabarkan seperti di bawah ini. Tes yang dilakukan pada tahap siklus I ini diberikan dalam dua bentuk yaitu tes kelompok dan tes individu.62 58. (2) jumlah kalimat. dan (6) menjawab dengan benar soal dengan unsur how.5 734. Pada tahap siklus I ini peserta didik yang dapat hadir sejumlah 34 peserta didik.5 657 214 386. karena 5 lainnya mengikuti latihan gamelan dan pemilihan peserta didik teladan sekabupaten.5 0 85 9. NK NI 0. dan (6) ejaan dan tanda baca. Sehingga hasil tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken juga terdiri dari dua aspek nilai yaitu nilai kelompok dan nilai individu yang masing-masing diberikan bobot yang sama. (3) penyusunan kalimat.5 867 447 4 0 428 9.5 792 677 10. Tabel 8 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel.107 unsur why.08 59.

59 2.76 9.33 2.46 59.08 8. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.62 dan nilai rata-rata individu 58. Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35. 108 .62 8.35 4.5 Jumlah 2095 1975 2034.97 7. Tabel 9 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1210 1100 1155 2 Kesesuaian isi kalimat 240 287 263.59 32.62 dan nilai rata-rata individu sebesar 58.29 2. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian secara umum.08.5 5 156 138 147 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 79 88 83. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus I ini adalah 59.41 2.09 8.108 Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan dari perolehan skor tes isian singkat dan tes essai pada masingmasing aspeknya.48 4.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 61.44 7.35 33.85.32 61.06 2.62 4.85.85 2. Dari hasil perhitungan maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 61. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada masing-masing aspek siklus I.5 dengan pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 320 282 301 4 Penyusunan kalimat 89 80 84.08 sehingga nilai rata-rata keseluruhan 59.59 58.

dan 10 peserta didik atau sebesar 21% yang masih mendapat nilai sangat kurang dengan jumlah skor 435. yang masing-masing terdiri dari 6 aspek penilaian soal isian singkat dan 6 aspek penilaian soal essai yang sudah dijelaskan sebelumnya. Penilaian ini dilakukan karena dengan adanya latihan soal yang pengerjaannya secara kelompok.1.109 4. 14 peserta didik atau sebesar 41% yang berhasil meraih predikat cukup dengan jumlah skor 867.2.62 34 Pada tes kelompok hanya 10 peserta didik atau 38% yang mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 792. 109 . Karena dengan pengerjaan secara kelompok. Hasil tes tersebut juga merupakan penjumlahan dari aspek penilaian soal isian singkat dan aspek penilaian soal essai dari keterampilan menyimak berita yang diujikan. masing-masing peserta didik bisa saling melengkapi sehingga diperolehlah suatu hasil yang baik. Tabel 10 Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi 0 10 14 0 10 34 Bobot skor 0 792 867 0 436 2095 Persen (%) 0% 38% 41% 0% 21% 100% Rata-rata 2095 = 61. Berikut ini hasil penilaian secara kelompok pada siklus I.1 Hasil Tes Kelompok Hasil tes kelompok ini merupakan bagian dari penilaian pada siklus I ini. maka dapat membimbing peserta didik menuju pemahaman konsep pembelajaran dengan lebih mudah.

59 34 110 . Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya. serta rincian penilaian pada masing-masing aspeknya. Tabel 12 Hasil Tes Menyimak Berita yang Mengandung Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi 34 24 29 5 19 10 121 Bobot skor 340 240 290 50 190 100 1210 Persen (%) 28% 20% 24% 4% 16% 8% 100% Rata-rata 1210 = 35.1.03 61.62 Dari hasil tersebut.59 26.1. Setiap jawaban yang benar akan mendapatkan skor 10 dan bila salah mendapat skor 0.2.110 Berikut ini rincian hasil penilaian tes isian singkat dan tes essai. 4. masing-masing dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas awal mula pemerolehan nilai tersebut. Tabel 11 Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Jumlah Bobot Skor 1210 885 2095 Rata-rata 35.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Penilaian pada soal isian singkat yang terdiri dari 6 soal ini difokuskan pada benar-salahnya jawaban peserta didik dengan pertanyaan yang mengandung unsur 5W + 1H. Hasil penilaian tersebut dapat dilihat pada tabel 12.

Hal itu terlihat dari hasil ratarata yang diperoleh yaitu 35.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 13 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok.41 2. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.62 4.241 pokok berita 2 Jumlah kalimat 320 3 Penyusunan kalimat 89 4 156 diksi 5 Ejaan dan tanda baca 79 Jumlah 885 Rata-rata 7. 111 .03 Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 26.59. 24% atau 29 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana). Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya. Sebanyak 34 peserta didik atau seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa).35 26.1. 24 peserta didik atau 20% mampu menjawab unsur who (siapa).111 Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita pada siklus I ini sudah cukup baik. 4.59 2.1.2.09 9. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 5 peserta didik atau 4%. sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 16% dan 10 peserta didik atau 8%.03 yang masuk pada kategori cukup. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut.

Tabel 14 Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi Bobot skor 0 0 115 10 80 10 41 9 5 5 34 241 Persen (%) 0% 48% 33% 17% 2% 100% Rata-rata 241 = 7.09 34 Dari data pada tabel di atas menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori cukup karena nilai rata-ratanya yaitu 7. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 14.09 yang masuk pada kategori cukup dalam penilaiannya. 112 . Untuk kategori baik pada aspek ini ada 10 peserta didik atau sebesar 48%.112 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan. Kategori cukup dicapai oleh 10 peserta didik juga atau sebesar 33%. Dengan hasil yang seperti itu dan nilai rata-rata 7. Kategori kurang sebesar 17% atau 9 peserta didik. Dari tabel itu juga dapat dijabarkan bahwa belum terdapat peserta didik yang masuk dalam kategori sangat baik atau sebesar 0%.09 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik cukup paham dengan pokok-pokok berita yang tedapat pada berita ditayangkan. Dan kategori sangat kurang diperoleh oleh 5 peserta didik atau 2%.

atau pikirannya dalam bentuk tulisan. ide. kurang baik. diperoleh rata-rata yaitu 9. Aspek ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik dalam upaya mengungkapkan gagasan. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat yang dipergunakan peserta didik dalam rangka bentuk pemahaman terhadap isi berita dapat dilihat pada tabel 15. Kategori tersebut adalah kategori sangat baik dan kategori cukup.41 34 Data pada tabel 15 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat.41 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu 113 . Sedangkan kategori lainnya seperti baik. Dengan rata-rata 9.41. hanya dua kategori yang diperoleh peserta didik.113 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. Jadi setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. dan sangat kurang tidak diperoleh peserta didik. Untuk kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 29 peserta didik atau sebesar 91%. Tabel 15 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi Bobot skor 290 29 0 0 30 5 0 0 0 0 34 320 Persen (%) 91% 0% 9% 0% 0% 100% Rata-rata 320 = 9. dan kategori cukup baik dengan skor 6 diperoleh oleh 5 peserta didik atau sebesar 9%.

62. sedangkan kategori sangat baik dan kurang 0%.62 34 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 16 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 2. 114 .114 dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat terhadap pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada perpaduan dan hubungan antara kalimat dalam suatu paragraf. kategori cukup sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 17%. kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 16%. Peserta didik yang masuk pada kategori baik sebanyak 15 atau sebesar 67%. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan kurang baik. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 16 berikut ini. Tabel 16 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 0 0 60 15 15 5 0 0 14 14 34 89 Persen (%) 0% 67% 17% 0% 16% 100% Rata-rata 89 = 2. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. Pemerolehan skor rata-rata tersebut.

5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan 115 . maka peserta didik sudah sangat mampu memilih kata dan mampu menggunakannya dalam suatu kalimat.59 34 Data pada tabel 17 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 17. Tabel 17 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 100 20 56 14 0 0 0 0 0 0 34 156 Persen (%) 64% 36% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 156 = 4. Dengan rata-rata yang seperti itu. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. dan 36% sisanya diperoleh oleh 14 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4. Dari rincian dan perhitungan skor tersebut maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4.115 4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi atau pilihan kata difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam pembentukan kalimat sehingga akan membentuk suatu kalimat yang mudah dipahami dan baku. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 20 peserta didik atau sebesar 64%. Skor yang terisi hanya pada kategori sangat baik dan baik.59.

Dengan perhitungan seperti itu. Tabel 18 Hasil Essai Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 10 5 5 14 34 Bobot skor 0 40 15 10 14 79 Persen (%) 0% 50% 19% 13% 18% 100% Rata-rata 79 = 2. 5 peserta didik atau sebesar 19% pada kategori cukup. khususnya aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Penggunaan ejaan dan tanda baca merupakan aspek yang sangat penting.32.116 dan tanda baca. Pada kategori baik dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 50%. Hasil dari penilaian pada aspek ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam kalimat dapat dilihat pada tabel 18.32 34 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 18. masuk dalam kategori kurang. kategori kurang ada 5 peserta didik atau sebesar 13%. karena hal ini merupakan modal dasar untuk kita bisa menulis dengan baik dan benar. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kurang menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. 116 . Kondisi yang seperti inilah yang perlu diberikan perhatian khusus dan penanganan khusus dalam upaya peningkatan hasil belajar. dan kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 18%. pada aspek ini belum bisa dicapai oleh peserta didik atau masih 0%. Untuk kategori sangat baik. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 2. dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca.

9 peserta didik mendapatkan nilai baik dengan jumlah skor 677 atau sebesar 34%. Dengan keterangan tersebut maka diperoleh nilai rata-rata siklus I adalah sebesar 59. Tabel 19 Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 85 1 677 9 447 7 428 8 338 9 34 1975 Persen (%) 4% 34% 23% 22% 17% 100% Rata-rata 1975 = 58. terdapat 1 peserta didik atau sebesar 4% yang sudah masuk pada kategori sangat baik dengan jumlah skor 85. 117 .117 4. Dari hasil nilai kelompok dan nilai individu.1. Tes individu ini diberikan untuk melihat kemampuan masing-masing peserta didik dalam menyimak berita. pada siklus I ini juga terdapat tes individu. keduanya digabungkan dengan cara menjumlahkan rata-rata masing-masing nilai sehingga akan dihasilkan nilai keseluruhan pada tahap siklus I.84. dengan jumlah skor 447 terdapat 7 peserta didik atau 23% yang masuk dalam kategori cukup.2 Hasil Tes Individu Selain terdapat tes kelompok. Tes individu ini diberikan setelah peserta didik melakukan tes kelompok. Selanjutnya terdapat 8 peserta didik atau 22% yang masuk dalam kategori kurang dengan jumlah skor 428. Kemudian masih juga terdapat 9 peserta didik yang masuk dalam kategori sangat kurang dengan jumlah nilai 338 atau sebesar 17%.08 34 Pada tes individu.2. Hasil penilaian tes individu pada siklus I ini dapat dilihat pada tabel 19 berikut ini.

karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik. sehingga cara pembelajaran baru merupakan proses awal bagi peserta didik untuk menyesuaikan diri dalam pembelajaran. seperti sudah disebutkan pada tes kelompok. Masih rendahnya keterampilan menyimak berita pada peserta didik. Skor rata-rata pada siklus I tersebut mengalami peningkatan dari tahap prasiklus. Tabel 20 Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Bobot Skor 1100 875 1975 Rata-rata 32. sehingga pemahaman yang didapatkan masih kurang dan juga masih kurang memperhatikannya peserta didik dengan kaidah EYD dalam penulisan dan juga aspek kepaduan kalimat. Peningkatan itu sebesar 3.118 Dari hasil perhitungan di atas dan berdasarkan tabel menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken mencapai nilai rata-rata 59.84 yang masuk dalam kategori kurang. disebabkan oleh masih kurang konsentrasinya peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan peneliti. Hasil tes individu yang diperoleh pada siklus I ini juga merupakan penjumlahan dari bentuk soal isian singkat dan soal essai yang semuanya tergabung dalam 6 aspek penilaian. Selain hal itu. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. Hasil nilai individu seperti terlihat pada tabel 20 berikut ini.73 58.20.35 25.08 118 . pembelajaran yang dilakukan guru dirasakan masih baru bagi peserta didik. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I.

Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 32.2.58 dan rata-rata individu 32. 4.5% atau 5 peserta didik menjawab unsur where (dimana). terdapat 27 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 24.35 4. unsur why (mengapa) dijawab oleh 25 peserta didik atau 23%. masing-masing dapat dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas perhitungan penilaian tersebut secara jelas dan rinci.119 Dari hasil tersebut. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya. maka dapat diperoleh rata-rata 119 .1. Dari situ dapat disimpulkan bahwa peserta didik cukup memahami isi berita yang ditayangkan.35. terdapat 6 peserta didik atau 5% yang mampu menjawab unsur when (kapan).1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 21 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 340 34 270 27 50 5 60 6 250 25 130 13 110 1100 Persen Rata-rata (%) 31% 24. dan 13 peserta didik atau sebesar 12% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana). Hasil rata-rata kelompok yaitu 35.2.5% 1100 = 32.5%.35.5% 34 5% 23% 12% 100% Dari tabel 21 dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 31%. 4.

120

keseluruhan 33,96. Itulah rata-rata keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu. Rata-rata 33,96 dapat diartikan bahwa walaupun secara kerjasama kelompok atau pun individu, para peserta didik sudah cukup mampu memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan guru.

4.2.1.2.2 Hasil Essai Individu Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 22 Hasil Essai Tes Menyimak Berita

No 1

Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok287 pokok berita 2 Jumlah kalimat 282 3 Penyusunan kalimat 80 4 138 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca 88 Jumlah 875

Rata-rata 8,44 8,29 2,35 4,06 2,59 25,73

Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 25,73. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.

1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita

Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada tes kelompok. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 23.

120

121

Tabel 23 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3

Frekuensi Bobot skor 56 4 131 11 54 8 45 10 1 1 34 287

Persen (%) 19,5% 45,6% 18,8% 15,7% 0,4% 100%

Rata-rata

287 = 8,44 34

Data pada tabel 23 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8,44. Rata-rata ini mengalami peningkatan dari hasil pekerjaan kelompok yang nilai rata-ratanya 7,08. Peningkatan yang terjadi sebesar 1,36. Dengan adanya peningkatan ini, menjadikan suatu bukti bahwa terjadi proses perbaikan pada peserta didik, setelah dilakukannya tindakan-tindakan perbaikan oleh guru. Rincian nilai pada tabel 17 dapat dijelaskan seperti ini, 19,5% atau 4 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15, 11 peserta didik atau 45,6% memperoleh predikat baik dengan rentang skor 10-12, kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 8 peserta didik atau sebesar 18,8%. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 10 peserta didik atau sebesar 15,7%, dan kategori sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 0,4%. Rata-rata 8,4 bermakna, peserta didik sudah baik dalam rangka penguasaan aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Jadi peserta didik sudah mampu memahami berita yang ditayangkan, hal itu didasari dengan sudah mampunya mereka menuliskan pokok-pokok berita ke dalam suatu kalimat dengan baik. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek

121

122

kesesuaian isi kalimat dari hasil kelompok dan individu pada siklus I ini adalah 7,77.

2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat

Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 24.
Tabel 24 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 10 8 6 4 2

Frekuensi Bobot skor 180 18 64 8 24 4 12 3 2 1 34 282

Persen (%) 63,8% 22,7% 8,5% 4,3% 0,7% 100%

Rata-rata

282 = 8,29 34

Data tabel 24 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8,29 dalam kategori baik. Jumlah kalimat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai 18 peserta didik atau sebesar 63,8%. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 8 peserta didik atau 22,7%. Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 8,5%. Kategori kurang dengan skor 4 ada 3 peserta didik atau 4,3%, dan kategori sangat kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 0,7%. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik pada aspek jumlah kalimat yang disesuaikan dengan isi berita. Banyak sedikitnya kalimat yang dibuat oleh peserta didik dapat mencerminkan seberapa pandaikah mereka dalam mengembangkan pemahaman mereka atau menerangkan 122

123

pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus I yaitu 8,85. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik, yaitu pada skor 8,85 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat.

3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat

Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Semakin padu kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, maka dapat dikatakan paragraf atau kalimat itu baik. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 25 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 5 4 3 2 1

Frekuensi 4 4 6 6 14 34

Bobot skor 20 16 18 12 14 80

Persen (%) 25% 20% 22,5% 15% 17,5% 100%

Rata-rata

80 = 2,35 34

Berdasarkan tabel 25 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat hanya mencapai nilai rata-rata 2,49. Pemerolehan skor rata-rata tersebut dikategorikan kurang. Secara jelas dapat

123

124

diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat masih kurang dan itu perlu ditingkatkan sampai pada kategori baik. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 4 peserta didik atau 25%. Kategori baik dengan skor 4 dicapai 4 peserta didik atau 20%. 6 peserta didik atau 22,5% pada kategori cukup dengan skor 3, sedangakan 6 peserta didik lainnya atau sebesar 15% masuk pada kategori kurang dengan skor 2, dan peserta didik yang mendapat skor 1 sebanyak 14 peserta didik atau 17,5% masuk pada kategori sangat kurang. Dari hasil rata-rata pada hasil tes individu yaitu 2,35 dan rata-rata tes kelompok 2,62 maka dapat diperoleh nilai rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus I yaitu 2,49. Dengan hasil rata-rata pada siklus I 2,49 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah cukup baik dalam penguasaan aspek penyusunan kalimat.

4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi

Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata antara yang baku dan tidak baku dalam penggunaannya. Dalam lingkungan formal kita harus lebih menitik beratkan pada penggunaan kata-kata baku, jika dibandingkan pada situasi non formal atau pergaulan. Selain kebakuan, kesesuaian penggunaan pilihan kata dalam suatu kalimat juga perlu diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan makna kalimat yang rancu dan ambigu. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 26.

124

06 masuk pada kategori baik. Rata-rata 4. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata hasil kelompok 4. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 3 peserta didik atau 7%.33. sehingga dikatakan secara keseluruhan peserta didik sudah mampu menggunakan diksi dalam pembuatan kalimatnya. Kategori kurang dengan skor 2 ada 2 peserta didik atau 1%.06. kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 7 peserta didik atau 25%.06 34 Data pada tabel 26 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik sudah mampu memilih dan memilah penggunaan kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 23 peserta didik atau 67%. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini.06 lalu dibagi dua sehingga diperoleh rata-rata keseluruhan 4. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4.59 dan hasil individu 4.125 Tabel 26 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 23 3 1 0 34 Bobot skor 35 92 9 2 0 138 Persen (%) 25% 67% 7% 1% 0% 100% Rata-rata 138 = 4. Dengan rata-rata 4. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini. 125 .33 pada kategori baik.

Dan kategori sangat kurang dengan skor 1 masih dicapai sebanyak 10 peserta didik atau sebesar 11%.126 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca. Hasil 126 . Jadi disimpulkan bahwa secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan kaidah EYD dan peserta didik juga sudah cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup.59. Kali ini nilai rata-ratanya adalah 2. Kategori cukup dengan skor 3 sebesar 24% atau 7 peserta didik juga. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 7 peserta didik atau 16%.32.59 34 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 27 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 3 peserta didik atau 17% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5. Tabel 27 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 7 7 7 10 34 Bobot skor 15 28 21 14 20 88 Persen (%) 17% 32% 24% 16% 11% 100% Rata-rata 88 = 2. Secara kelompok. Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 27. Kategori baik dengan skor 4 ada 7 peserta didik atau sebesar 32%. peserta dinyatakan kurang mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2. tetapi secara individu.59.

46. Kategori cukup dengan nilai 60-69 dicapai oleh 6 peserta didik atau sebesar 17. Dengan hasil itu.5 70 69 68.5 65 60. 127 . maka pada siklus I peserta didik kurang mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca.41%. Hasil tes menyimak berita pada siklus I dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini.41% dan 8 peserta didik atau sebesar 23.65%.5 57. Grafik 2 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus 1 80 60 40 20 0 Series2 J u m la h S k o r 76 75 72.5 7 5 57 51 52 54 51 51 48. untuk lebih jelasnya lihat pada grafik untuk nilai di atas skor 60 dan di bawah 80. Nilai dengan kategori cukup berada di atas skor 60.5 72 71 72. Sedangkan kategori kurang dengan nilai 50-59 yang bearada diantara skor 60 dan 40 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29.5 1 7 70.127 rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 2. Meskipun belum mencapai target yang diinginkan yaitu nilai 70 pada kategori baik. Pada siklus I ini dicapai nilai rata-rata 59.53% menempati kategori sangat kurang dengan nilai <50. peserta didik pada kategori baik dengan nilai 70-84 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29.5 47 47 42.5 47 39 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian Grafik 2 di atas menunjukkan bahwa peserta didik yang berada pada kategori sangat baik dengan nilai 85-100 adalah 0%.5 57.5 47.5 59. tetapi hasil tersebut sudah merupakan hasil yang cukup bagus atau merupakan awal yang baik.85 yang masuk pada kategori cukup. skor 70 berada diantara skor tersebut.5 65.5 72.5 69.5 48.

Perilaku 128 . Dari kedua jenis perilaku tersebut. jurnal.128 4.2. masing-masing dijabarkan sebagai berikut. yaitu: (1) keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. Aspek-aspek tersebut antara lain: (1) semangat dan kesungguhan peserta didik dalam mengikuti penjelasan guru. dan (4) kesediaan peserta didik membuat catatan-catatan mengenai hal-hal penting dari penjelasan guru. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk melihat respons peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Objek sasaran yang diamati dalam observasi adalah peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Perilaku pertama yaitu keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dibagi menjadi beberapa aspek.2.2. (3) keaktifan peserta didik untuk bertanya dan memberi komentar pada materi yang diberikan. Hal yang diamati adalah perilaku yang positif ataupun negatif yang muncul saat pembelajaran berlangsung.2 Hasil Nontes Hasil penelitian nontes pada siklus I ini didapatkan dari hasil observasi. wawancara. (2) perhatian peserta didik ketika mendengarkan penjelasan guru. Hasil selengkapnya dijelaskan pada uraian berikut. dengan jumlah 34 pada siklus I ini.1 Hasil Observasi Pengambilan data observasi dilakukan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Adapun hal-hal yang diamati meliputi dua jenis perilaku. dan dokumentasi. 4.

Dari beberapa aspek tersebut dan berdasarkan hasil pengamatan. Tabel 28 Hasil Observasi Siklus I No 1 Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Respons Positif Negatif 1. peserta didik aktif bertanya. dan (5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat. aspek-aspek tersebut antara lain: (1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatancatatan kecil. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 5. maka diperoleh hasil observasi seperti pada tabel di bawah ini. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. 28 6 2. peserta didik mau membuat catatan 34 0 mengenai hal-hal yang penting 34 0 1. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 2.129 kedua dijabarkan menjadi lima aspek. berkomentar 4 30 tentang materi yang diberikan. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 2 34 34 32 0 0 Aspek 34 0 129 . (2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. 3. (3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 4. peserta didik semangat dan bersungguh34 0 sungguh mengikuti penjelasan guru. (4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan mengerjakan tugas-tugas dari guru. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. 4. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan.

Hal itu dilakukan khususnya oleh peserta didik laki-laki yang berada pada barisan belakang. Mereka cukup aktif dalam bertanya dan berkomentar tentang materi yang diberikan dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. tetapi dengan cara ditunjuk oleh guru dan mereka menjawabnya secara serempak. Mereka bersungguh-sungguh dalam mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh guru. tidak semua peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik. bersunguh-sungguh. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. hal tersebut tidak menjadikan penghambat berlangsungnya proses belajar. mereka cenderung lebih suka berbicara sendiri dengan teman sebangkunya atau teman di depan dan di belakangnya. peserta didik 130 . Meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang memperhatikan guru. Walaupun cara menjawabnya tidak berani dengan tunjuk jari. dan berkonsentrasi dalam mengikuti penjelasan guru. melalui kegiatan observasi dapat dideskripsikan beberapa perilaku peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Terdapat 6 peserta didik atau sebesar 18% peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa pada kegiatan awal ataupun inti pembelajaran sebagian besar peserta didik semangat. Dari hasil pengamatan.130 Pada siklus I ini. begitupun dalam hal membuat catatan-catatan penting dari penjelasan guru. Namun. 82% lainnya sudah memperhatikan guru. Pada siklus I ini. persentase tingkat keaktifan peserta didik adalah sebesar 12% atau sebanyak 4 peserta didik.

Latihan-latihan yang diberikan berupa latihan soal isian singkat dan soal essai tentang pokok-pokok berita dan menuliskan pokok- 131 . kurang tertarik/senang. agar peserta didik secara merata aktif bertanya ataupun berpendapat tanpa harus ragu ataupun malu.131 masih cenderung agak pasif.89% saja yang bertanya dan lainnya hanya diam saja. dan juga mereka tidak mempunyai ide pertanyaan. Sebagian besar dari mereka sudah berkonsentrasi dalam menyimak berita dan sudah terlihat membuat catatan-catatan kecil. hal itu merupakan awal yang baik. Tetapi dengan sudah adanya beberapa peserta didik yang bertanya. Sikap diam saja tersebut. Kondisi yang seperti ini tentunya harus dicarikan solusi pemecahannya. Hal ini dimungkinkan karena peserta didik masih malu. bisa diartikan mereka sudah paham atau benar-benar tidak memahami berita yang ditayangkan. Setelah peserta didik menyimak berita. guru memberikan soal pada peserta didik. Setelah kegiatan menyimak selesai. Pada kegiatan inti pembelajaran. guru memutarkan VCD berita dan guru meminta kepada peserta didik agar mereka berkonsentrasi penuh selama pemutaran VCD dan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok beritanya. yang sifatnya untuk dijadikan latihan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita. grogi/tidak berani. Masalah ini merupakan suatu tugas bagi peneliti untuk memperbaiki pada siklus selanjutnya. Tetapi hanya ada 2 peserta didik atau sebesar 5. Sebagian besar dari mereka memilih diam daripada bertanya. Karena dengan berkonsentrasi mereka dapat memahami isi berita secara baik. guru memberikan kesempatan pada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahaminya dalam tayangan berita tersebut.

dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan yang terjadi. Kekurangan itu disebabkan oleh perilaku belajar yang negatif atau kurang kondusif. yang masih menonjol dari peserta didik. Peserta didik belum dapat menyesuaikan pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Ketika mengerjakan latihan yang sifatnya kerja kelompok. 132 . peserta didik diberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. mereka terlihat sudah bersungguh-sungguh dalam menegerjakan tugasnya. Setelah latihan kelompok. agar perilaku belajar yang negatif tergeser menjadi perilaku belajar yang positif dan kekurangan-kekurangan yang terjadi tidak terulang lagi. sehingga proses pembelajaran pada tahap selanjutnya lebih baik. mereka cenderung lebih berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya.132 pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat yang padu dalam sebuah paragraf. Berdasarkan hasil pengamatan secara keseluruhan. yang dapat mengganggu berlangsungnya proses pembelajaran. meskipun tidak dipungkiri masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang bekerja sama di dalam kelompoknya. Rencana pembelajaran pada siklus berikutnya tentunya harus lebih dimatangkan lagi. Keadaan ini merupakan masalah besar yang harus dipecahkan peneliti. Selain itu kesalahan teknis dalam penggunaan media dan kurang jelasnya peneliti dalam memberikan penjelasan juga memberikan peran serta. Dalam pengerjaan tugas yang sifatnya individu.

Kebanyakan dari peserta didik masih kurang aktif bertanya. respons yang diberikan peserta didik sudah cukup baik walaupun ada beberapa dari peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh guru. sehingga sebagian besar guru yang menguasai kegiatan pembelajaran. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. Dari lembar jurnal guru hal-hal yang dijadikan perhatian adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomena-fenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual berlangsung.133 4. Dalam mengerjakan latihan yang diberikan.2. Jurnal guru yang berwenang mengisi adalah guru yang mengamati peneliti dalam memberikan pembelajaran pada peserta didik dan jurnal siswa yang harus diisi peserta didik. maka dapat diperoleh suatu hasil pengamatan. Dari hal-hal tersebut. perilaku dan respons peserta didik terhadap pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual adalah jurnal guru dan jurnal siswa. bahwa selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. mereka cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran meskipun tetap masih ada peserta didik yang terlihat acuh pada 133 .2.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi tentang sikap. para peserta didik sudah bersungguh-sungguh. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

Selain jurnal guru. Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.134 pembelajaran yang diberikan guru. karena pada awal pertemuan. (4) pengaruh pembelajaran 134 . masih terdapat jurnal siswa yang dapat dijadikan pedoman untuk mengukur respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran dan untuk mengungkap pendapat peserta didik mengenai kemudahan dan kesulitan yang mereka alami. Hal-hal yang harus diisi oleh peserta didik pada jurnal siswa ini adalah (1) perasaan peserta didik ketika mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. guru terlebih dahulu menjelaskan konsep pembelajaran ini. Ditemukan fenomena lain yang terjadi ketika proses pembelajaran yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru. Jurnal siswa ini harus diisi oleh peserta didik. sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. Peserta didik cukup memahami konsep pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. serta pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran.

Terdapat 33 peserta didik atau sebesar 97. Kesemuanya mendapatkan dan mengisinya dengan antusias dan situasi tenang . guru membagikan jurnal siswa ini. Dan berikut ini hasil jurnal siswa pada siklus I. peserta didik yang dapat hadir 34 peserta didik. Tabel 29 Hasil Jurnal Siswa Siklus I No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Jumlah Respons Peserta Didik Positif Negatif 33 1 2 33 1 3 32 2 4 33 1 5 28 6 159 11 Hampir seluruh peserta didik senang dan tertarik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.135 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual terhadap cara belajar peserta didik. Pada siklus I ini. Setelah proses pembelajaran berakhir. Hal itu tampak pada jawaban-jawaban mereka pada lembar jurnal. dan (5) pesan dan kesan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 06% yang mengaku senang dan tertarik dengan pembelajaran karena 135 .

Dan berdasarkan hasil analisis. kesulitankesulitan mereka adalah dalam hal (1) menyusun kalimat yang padu dan utuh. Masukan mereka (1) dengan cara pembelajaran seperti itu terus apakah peserta didik tidak akan bosan?. pembelajaran yang dilakukan dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. Dari jawaban itu. tetapi tetap terdapat kesulitan-kesulitan dan masukan-masukan dari peserta didik dalam rangka perbaikan selanjutnya.04% atau 1 peserta didik mengaku kurang tertarik dan senang dengan pembelajaran ini. (3) tayangan yang diberikan harus cepat dan jelas. Selain itu. pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sebelumnya dilakukan dengan memberikan catan-catatan dan masih menggunakan metode ceramah. dan lebih membosankan. Pembelajaran seperti itu mereka rasakan tidak menyenangkan. dia tidak memahami dan menguasai metode drill yang dilatihkan peneliti. para peserta didik lebih cepat memahami materi. mereka berpendapat bahwa dengan penggunaan media VCD. Hal itu disebabkan oleh. menyenangkan dan sudah jelas dalam menjelaskan materi. Sedangkan 0. 34 peserta didik lainnya berpendapat bahwa peneliti dalam mengajar santai. (2) kalau ada yang ramai dihukum saja. pembelajaran mereka rasakan lebih terasa cepat daripada mencatat. (2) 136 . pendapat mereka terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat meningkatkan mutu belajar dan membuat mereka menjadi lebih rajin. Bagi peserta didik yang menyukai pembelajaran ini. Walaupun respons peserta didik terlihat sangat baik dalam menerima pembelajaran menyimak berita. tidak efektif.136 pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak membuat jenuh. tidak membosankan. dapat terlihat bahwa.

Wawancara ini mengungkap 8 pertanyaan sebagai berikut : (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Perasaan senang dilontarkan oleh kedua peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi.2. dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. Hasil wawancara diambil dari 2 orang peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi dan nilai terendah. (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) penggunaan ejaan dan tanda baca.137 pemilihan kata yang baku dan baik.3 Hasil Wawancara Pada siklus I sasaran wawancara difokuskan pada peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan nilai terendah pada hasil tes menyimak berita. (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Peserta didik 137 .2. 4. (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik. Peserta didik merasa senang dan suka dengan pembelajaran yang dilakukan guru dan cara pembelajarannya. dan (4) kurang konsentrasi dalam menyimak berita. (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik. (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik. dan terendah.

Walaupun ada sebagian kecil peserta didik yang ramai dan tidak peduli. dia mengatakan bahwa dia lebih suka 138 . Peserta didik pada umumnya menerima dan merespons positif terhadap pembelajaran yang diberikan guru. sebagian besar lainnya tampak senang dan menikmati pembelajaran menyimak berita. menikmati pembelajaran yang diberikan oleh guru.138 mengalami perasaan senang karena mereka mendapatkan cara pembelajaran yang baru dalam pembelajaran menyimak berita. Mereka mengatakan ada perubahan cara mengajar guru. dalam menyampaikan materi sudah bagus dan jelas. Selain itu. Tidak semua peserta didik dapat menyerap materi pembelajaran dengan mudah. Pembelajaran yang dilakukan dengan penggunaan media VCD dan diberikannya suatu latihan-latihan dengan tujuan penguasaan suatu keterampilan. menyatakan bahwa dia belum memahami dan menguasai metode pembelajaran yang dilatihkan. Perubahan strategi pembelajaran yang dilakukan guru ternyata memberikan manfaat bagi peserta didik. Kenyataan ini sangat relevan dengan respons yang diberikan peserta didik terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru. menambah semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Mereka mengatakan cara guru mengajar lebih santai dan menyenangkan. Peserta didik yang mendapat prestasi tes menyimak berita rendah. Kesulitan-kesulitan atau kendala dalam pembelajaran yang dialami peserta didik memang selalu ada. seperti yang diungkapkan kedua responden. karena kapasitas dalam menerima pembelajaran masing-masing berbeda. peserta didik terlihat senang. Keadaan ini merupakan suatu bentuk perilaku positif peserta didik pada siklus I.

Selanjutnya. Mereka menyatakan tidak mengalami kesulitan terhadap pemahaman isi berita. Dari hasil wawancara diperoleh jawaban yang berbeda. dia mengatakan tidak suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dan menggunakan media. Peserta didik yang mendapatkan nilai tinggi menyatakan dapat memahami isi berita yang ditayangkan oleh guru.139 pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas daripada pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Secara keseluruhan mereka mengatakan memahami isi berita. peserta didik yang mendapatkan nilai rendah menyatakan bahwa dia kurang 139 . jawabannya kurang rinci dan lengkap. sehingga dia merasa lebih mudah memahami materi dan pembelajaran menjadi terasa cepat. Pernyataan tersebut juga terdapat dalam jurnal yang pernah ditulis oleh peserta didik yang mendapat nilai tertinggi. tetapi kekurangan yang masih terlihat adalah mereka kurang jeli dan teliti terhadap bahan simakan. pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih nyata atau informasi yang didapat lebih langsung bukan dari penjelasan yang diberikan guru. seperti di laboratorium. Berbeda dengan peserta didik yang mendapatkan nilai rendah. dan pada akhirnya dia bisa menuliskan pokok-pokok isi berita dan menuliskannya menjadi kalimat yang padu dan utuh. Pengakuannya dengan adanya media yaitu VCD. Hal inilah yang mungkin menyebabkan dia mendapatkan prestasi tes menyimak berita yang rendah. Peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi mengatakan bahwa dia merasa senang dengan adanya media yang digunakan guru. sehingga ketika memberikan jawaban dari soal yang diberikan guru. VCD berita yang ditayangkan dapat dipahami oleh peserta didik tersebut.

santai.140 memahami tayangan berita yang diberikan guru sehingga kurang bisa menentukan pokok-pokok berita dan kurang bisa menuliskannya menjadi suatu kalimat yang padu dan utuh. pembelajaran yang diberikan oleh guru sudah menarik minat mereka. tidak galak dan sabar. kesimpulan yang didapat adalah mereka suka dengan cara pembelajaran baru yang diberikan guru. Menurut kedua responden. Mereka sangat menyukainya. karena metode tersebut sangat mudah diikuti dan membuat peserta didik lebih rajin dalam belajar. kegiatan pembelajaran ketika peserta didik mengerjakan latihan-latihan 140 . Dari beberapa jawaban peserta didik.2. kegiatan pembelajaran dengan penggunaan media. Berhubungan dengan materi. karena pembelajaran yang dilakukan lebih memberikan informasi yang faktual dan pengetahuan. gurunya jelas dalam menyampikan materi. dokumentasi foto yang diambil difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran. Kegiatan tersebut berupa kegiatan ketika guru menjelaskan materi pada peserta didik. 4. Metode baru yang diterapkan guru dalam pembelajaran bisa digunakan untuk metode pembelajaran bahasa selanjutnya.2. kedua responden menyatakan materi yang disampaikan sudah cocok untuk kelas VIII dan latihan yang diberikan mudah dikerjakan dan diikuti.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus I ini. tidak menegangkan. dengan penggunaan metode baru dan penggunaan media mereka menjadi lebih senang dalam mengikuti pembelajaran dan akan lebih rajin belajar.

Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. Kegiatan tersebut berupa guru mengkondisikan peserta didik terlebih dahulu. guru memutarkan VCD berita. menjelaskan teknik pembelajaran 5W + 1H. melakukan apersepsi lalu menjelaskan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. dan menjelaskan tentang cara menyimak yang baik. Tidak lupa pula guru menjelaskan metode pembelajaran baru yang akan diberikan oleh guru.141 dan kegiatan pengisian jurnal. dan guru sudah yakin bahwa peserta didik sudah siap dan berkonsentrasi. Setelah peserta didik mendapatkan gambaran tentang pembelajaran yang akan dilakukan dan sudah mengetahui kegiatan-kegiatan yang akan mereka lalui. sesudahnya guru menjelaskan sedikit materi pembelajaran. Gambar I Kegiatan Awal Pembelajaran Gambar tersebut merupakan kegiatan awal sebelum kegiatan inti dilakukan. 141 . Deskripsi gambar pada siklus I selengkapnya dipaparkan sebagai berikut.

tidak ada peserta didik yang bertanya. guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya terkait dengan berita yang telah ditayangkan. Mereka kelihatan sudah mampu memahami berita yang ditayangkan. peserta didik juga diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang hal-hal yang berkaitan dengan pokok-pokok berita. Selama kegiatan menyimak tersebut. Gambar 2 Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita Gambar tersebut merupakan kegiatan inti pembelajaran setelah dilaksanakannya kegiatan pendahuluan. dengan tujuan supaya mereka mampu memahami isi berita dengan baik. Setelah tayangan berita selesai.142 Kegiatan peserta didik dalam menyimak berita dengan penuh konsentrasi lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Latihan-latihan tersebut diberikan 142 . Tetapi pada kesempatan itu. Kegiatan tersebut berupa peserta didik menyimak berita dengan penuh konsentrasi. Kegiatan selanjutnya guru memberikan latihan-latihan pada peserta didik.

Latihan yang diberikan berbentuk latihan kelompok dan latihan individu. dan buruk. Gambar 3 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Tahap pertama dalam mengerjakan latihan yang diberikan adalah dengan cara berkelompok.143 dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta didik terhadap berita yang ditayangkan. sehingga akan terlihat kelompok peserta didik yang memiliki daya simak yang baik. Setelah semua peserta didik sudah 143 . Berikut ini gambar peserta didik yang melakukan latihan secara berkelompok. dengan tujuan untuk pemahaman konsep terlebih dahulu. cukup. Sehingga pada tahap ini akan terlihat suatu cerminan kehidupan masyarakat Indonesia yang saling membantu dan tolong menolong. Peserta didik yang kurang memahami tentang hal tertentu bisa bertanya pada teman kelompoknya yang lebih paham. sehingga jika terdapat kesulitan-kesulitan pada tahap ini peran kerjasama antar kelompok diperlukan.

Selanjutnya guru meminta salah satu perwakilan kelompok yang mendapat skor tertingi untuk maju ke depan kelas dan menuliskan hasil pekerjaan soal essai yang berupa membuat paragraf yang terdiri maksimal 5 kalimat. peserta didik diajak belajar untuk menilai pekerjaan teman lain. Mereka harus sportif. guru melihat sepintas hasil pekerjaan peserta didik. Guru membacakan jawaban yang benar dan mereka tinggal memberikan tanda benar dan salah. Untuk memperjelas kegiatan tersebut dapat diamati pada gambar berikut ini. 144 . Dari situ akan terlihat kekurangan dan kesalahan yang terjadi pada diri peserta didik dalam pengerjaan latihan. dengan cara yang sama peserta didik menyimak berita. setelah selesai menyimak guru memberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. guru meminta kepada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman kelompok yang lain. Selesai menuliskan pekerjaannya di papan tulis. guru bersama peserta didik mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penulisan kalimat tersebut dan sekaligus memberikan pembenarannya. tidak ada yang merubah hasil pekerjaan temannya.144 menyelesaiakan soalnya. Setelah peserta didik sudah memahami kekurangan mereka. guru memberikan latihan selanjutnya. Setelah semua selesai dikoreksi. Guru memberikan penguatan dan memberikan penjelasan sedikit tentang kekurangan tersebut. Guru memutarkan VCD berita lagi. Disinilah keterbukaan cara penilaian yang diberikan guru terlihat.

Dengan cara ini guru akan mengetahui jumlah peserta didik yang mempunyai pemahaman yang baik. cukup. Setelah semua peserta didik mengerjakan latihan. Mereka tampak sungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan guru. sesudahnya guru membahas pekerjaan soal essai. dan rendah. Kali ini pun mereka harus berlaku sportif.145 Gambar 4 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu. 145 . cukup. terlihat pada gambar 5. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan pengisian jurnal siswa. Guru bersama peserta didik mengoreksi soal isian singkat. guru meminta pada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman sebangkunya. Latihan yang sifatnya individu ini diberikan oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan menyimak dan tingkat pemahaman berita masing-masing peserta didik. dan kurang. Dan juga akan diketahui daya simak yang tinggi.

30. Tampak sekali peserta didik bersungguh-sungguh dalam mengisi jurnal.146 Gambar 5 Peserta Didik Mengisi Jurnal Gambar tersebut merupakan aktivitas peserta didik ketika sedang mengisi jurnal siswa yang diberikan guru setelah kegiatan pembelajaran selesai. Berita yang harus mereka lihat adalah berita ”Seputar Indonesia” yang ditayangkan di stasiun TV RCTI setiap hari pukul 17.2. Tujuan diberikannya tugas terstruktur ini adalah untuk penjembatan atau latihan-latihan dalam upaya penguasaan keterampilan 146 .3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik Setelah selesai pengisian jurnal peserta didik mendapatkan tugas terstruktur dari guru untuk melihat berita di televisi selama 4 hari dan setiap harinya melihat 2 topik berita. 4. Peserta didik harus mencatat pokok-pokok beritanya yang memuat unsur 5W + 1H lalu menuliskannya ke dalam 5 kalimat. Guru meminta peserta didik untuk mengisi jurnal siswa dengan sejujurnya.

Dan tugas terstruktur yang diberikan ini sebenarnya pencerminan dari metode pembelajaran yang digunakan guru yaitu metode drill yang prinsip dasarnya pemberian latihan yang berulang-ulang sehingga suatu keterampilan dapat dikuasai peserta didik. 4. Peserta didik tidak memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan dan tanda baca dalam pembuatan kalimatnya.4 Refleksi Siklus I Pembelajaran menyimak berita pada siklus I ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada prasiklus. Waktu satu hari diadakan pertemuan antara peneliti dan peserta didik untuk membahas hasil tugas terstruktur tersebut. Mereka sudah mampu memahami soal yang diberikan guru dan sudah ada peningkatan tentang cara mengerjakan soal dan pemahaman dari berita yang mereka simak. Permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran menyimak berita pada prasiklus yaitu peserta didik belum mampu menuliskan pokok-pokok berita menjadi suatu kalimat yang baik.2. Peneliti memberikan waktu khusus dalam rangka pengecekan dan pengoreksian tugas terstruktur tersebut. Jadi antara siklus I dan siklus II ada tenggang waktu sekitar 1 minggu. diketahui bahwa peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. Dari hasil pertemuan itu. sehingga terbentuk suatu paragraf yang padu. Hal itu berarti mereka sudah memahami kaidah metode drill dan unsur 5W + 1H.147 menyimak berita. Dari hari ke hari hasil tugas mereka semakin bagus dan hasil yang diperoleh semakin baik pula. sehingga sangat mempengaruhi hasil nilai 147 . Dan tenggang waktu itu diisi dengan tugas terstruktur tersebut.

(3) jumlah kalimat. Aspek-aspek yang dinilai pada siklus I sama dengan aspek penilaian yang digunakan pada prasiklus. (2) kesesuiaan isi kalimat pada essai dengan pokok-pokok berita. Pengambilan data dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini ada dua yaitu data tes dan nontes. sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. (5) diksi (pilihan kata).148 mereka. Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain: (1) kesesuaian jawaban isian singkat dengan unsur 5W + 1H. (4) penyusunan kalimat. Penentuan kelompok terbaik tersebut berdasarkan keaktifan mereka dalam bekerja sama dan keberanian mereka mengemukakan hasil pekerjaannya. Meskipun masih masuk pada 148 . hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Penghargaan yang diberikan ini bertujuan memotivasi peserta didik agar lebih aktif dan penampilan selanjutnya dapat tampil lebih baik daripada penampilan sebelumnya. Tujuan dilakukannya teknik pembelajaran ini adalah untuk mengantarkan peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. peneliti menggunakan metode drill dengan media audio-visual. Pada siklus I. Selain itu peserta didik kurang konsentrasi dalam menyimak dan kurang rinci dalam menjawab pada masing-masing unsur 5W + 1H. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus I.85 yang masuk dalam kategori kurang. dan (6) penggunaan ejaan dan tanda baca. Sebagai upaya perbaikan dari prasiklus ke siklus I ini. mencapai nilai rata-rata 59. peneliti juga memberikan penghargaan/hadiah kepada kelompok terbaik.

Selain penggunaan VCD. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I. tetapi pada siklus I ini hasil rata-rata yang diperoleh mengalami sedikit peningkatan. Berkaitan dengan penggunaan media VCD. peserta didik berpendapat bahwa dengan adanya tayangan berita secara langsung mereka dapat memperoleh informasi secara langsung tanpa mendengarkan ceramah guru. pembelajaran terasa cepat. Ketika mengadakan refleksi ini. Materi menyimak berita ini sebelumnya pernah disampaikan oleh guru mata pelajaran mereka. materi menjadi mudah diingat. peneliti menanyakan perasaan peserta didik ketika diberikan teknik pembelajaran yang baru. Mereka merasa lebih senang dan tertarik dengan pembelajaran yang baru ini karena pembelajaran yang dilakukan menyenangkan. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. dan mereka dapat menambah pengetahuan. tidak membuat peserta didik jenuh dan bosan. tetapi teknik yang diterapkan berbeda dengan teknik yang digunakan peneliti. peserta didik merasa senang dengan teknik pembelajaran yang diterapkan guru. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik. pada pembelajaran ini tidak dilupakan pula kehadiran metode drill. Secara umum.149 kategori yang sama seperti tahap parsiklus. Pembelajaran menyimak berita yang diterapkan peneliti 149 . Menurut mereka dengan adanya metode drill mereka menjadi lebih rajin. peserta didik menjadi semakin tahu keadaan sekitarnya. dan teknik pembelajaran yang baru sangat mudah untuk diikuti.

Diharapkan pada siklus II. Pada siklus II pembelajaran dilaksanakan dengan rencana dan persiapan yang lebih matang daripada siklus I.150 merupakan hal yang baru bagi mereka sehingga dalam pelaksanaanya tidak semua peserta didik mampu mengikutinya karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan peserta didik berbeda-beda.3 Hasil Penelitian Siklus II Tindakan siklus II dilaksanakan karena pada siklus I keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken masih dalam kategori kurang dan belum memenuhi target maksimal pencapaian nilai rata-rata kelas yang telah ditentukan. Meningkatnya nilai tes ini didikuti pula dengan peningkatan perilaku peserta didik yang lebih aktif. belum tampak perubahan berarti. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan hasil belajar tanpa mengesampingkan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. maka hasil penelitian yang berupa nilai tes keterampilan peserta didik meningkat dari kategori cukup meningkat ke kategori baik. Peneliti akan mengadakan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan. Jadi hasil yang diperoleh pada siklus I ini kurang memuaskan. Selain itu perubahan tingkah laku dalam pembelajaran menyimak berita masih tergolong normal. 4. Dengan demikian. kreatif. hasil yang diperoleh peserta didik menjadi lebih baik. Refleksi tersebut dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran menyimak berita ini. tindakan siklus II dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. dan lebih 150 .

(3) penyusunan kalimat. (2) jumlah kalimat. 4. Hal itu disebabkan oleh terdapat 2 peserta didik yang menjadi perwakilan siswa teladan antar kabupaten. Pada siklus II ini. yang meliputi dua penilaian yaitu tes isian singkat dan tes essai yang masing-masing masih dibagi-bagi lagi per aspeknya. (4) diksi atau pilihan kata. Tes isian singkat.3. dan (5) penggunaan ejaan dan tanda baca. 2 peserta didik mengikuti latihan model dalam rangka menyambut acara peragaaan busana acara perpisahan kelas IX dan 4 lainnya mengikuti latihan karawitan dalam rangka menyambut acara perpisahan juga. Hasil nilai keterampilan 151 .151 terbuka dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hasil selengkapnya mengenai hasil tes dan nontes siklus II diuraikan secara rinci sebagai berikut. peserta didik yang dapat hadir hanya sejumlah 31 peserta didik dari jumlah 39. namun masih menggunakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus II ini merupakan data kedua setelah diberlakukannya perbaikan tindakan pembelajaran pada siklus I. aspek di dalamnya masih sama seperti pada siklus I yaitu meliputi penilaian yang terdiri dari 6 unsur yaitu unsur 5W + 1H. yang skor penilaiannya juga masih sama. Kriteria penilaian pada siklus II ini masih tetap sama seperti pada siklus I. Bentuk pengerjaan tes juga masih sama yaitu dengan cara berkelompok dan selanjutnya individu. aspek yang menjadi penilaian masih terdiri dari 5 aspek penilaian yang meliputi : (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Begitu pun dengan tes essai.

penilaian individu dan juga penjumlahan pada masing-masing aspeknya.5 2146 2257 2201. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus II ini adalah 71. Ind.5 0 31 NG 429 1052. Dari penilaian bentuk tes kelompok.5 135 69.152 menyimak berita umum dan hasil penilaian aspek tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat dilihat pada tabel berikut.5 270 139 1. 5 5 17 10 4 13 5 0 0 3 31 31 Bobot Skor Glob.5 69. 152 .23 72.02 : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan pada masing-masing bentuk tes dan penjumlahan pada tiap aspeknya.23 dan nilai rata-rata individu sebesar 72. Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut. Tabel 30 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Keterangan : NK NI NG Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel. maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 69.81 71.81.5 249 0 2. NK NI 425 5 433 13.5 800 1305 782 8.5 515.02.

Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada siklus II.81 45. Tes kelompok ini merupakan suatu cara yang dilakukan untuk pemahaman konsep pembelajaran yang dilakukan guru.58 69.23 8.71 8. Tujuan diadakannya tes kelompok adalah untuk mendidik peserta didik berjiwa kerja sama dan tolong menolong.65 11.00 72. Uraian ini dimaksudkan untuk memperjelasnya.153 Tabel 31 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1110 1410 1260 2 Kesesuaian isi kalimat dengan 363 253 310.1.3.5 pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 292 258 275 4 Penyusunan kalimat 120 108 114 5 150 135 142.02.5 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 111 93 102 Jumlah 2146 2257 2201.84 3. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian.93 9.29 71.16 9.35 3.87 4.68 4.02 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 69.1 Hasil Tes Kelompok Pada siklus II pun diberlakukan penilaian secara kelompok dan individu.42 3.81 8.32 3.60 3.23.87 3.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35. 4.48 4. Dengan 153 .49 40. nilai rata-rata individu 72. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.81 dan nilai rata-rata keseluruhan 71.

42 69. Berikut ini hasil penilaian secara umum tes isian singkat dan tes essainya.81 33. Hal ini membuktikan bahwa nilai ini sudah valid. Berikut ini hasil perhitungan nilai tes berkelompok.154 cara kelompok peserta didik bisa saling bertanya dengan temannya mengenai halhal yang belum dipahaminya.23. pada tes kelompok nilai rata-rata yang diperoleh pada tes isian singkat adalah 35. Kevalidan nilai ini didapat karena sudah sesuainya hasil rata-rata nilai tes dengan hasil 154 .23 Tabel 32 di atas menjelaskan bahwa.23. Tabel 33 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita pada Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 425 5 800 10 782 13 0 0 139 3 31 2146 Persen (%) 20% 37% 37% 0% 6% 100% Rata-rata 2146 = 69.23 31 Data tabel 33 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak peserta didik VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita cukup baik. Tabel 32 Hasil Tes Isian Singkat dan Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 31 31 Bobot Skor 1110 1036 2146 Rata-rata 35.81 dan nilai rata-rata tes essai adalah sebesar 33. Dari hasil kedua nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai ratarata kelompoknya adalah 69. Nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penjumlahan rata-rata tes isian singkat dan tes essai harus sesuai dengan hasil nilai tes. Penilain pada bentuk tes kelompok juga diperoleh dari tes isian singkat dan tes essai. dengan rata-rata mencapai 69.42.

Tujuannya adalah supaya peserta didik benar-benar mampu menguasai keterampilan menyimak dan mempunyai pemahaman yang baik tentang berbagai macam berita yang disimaknya. Setiap jawaban yang benar akan memperoleh skor 10 dan jawaban yang salah mendapat skor 0. 5 peserta didik atau sebesar 20% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. dan 3 peserta didik lainnya atau sebanyak 6% mendapat nilai sangat kurang dengan rentang nilai <50. 4.1. who. Dari jumlah keseluruhan 31 peserta didik. Masing-masing penilaian tersebut dijabarkan menjadi subsub aspek. where.3. Tayangan berita yang diberikan berbeda dengan tayangan berita yang diberikan pada siklus I. when.155 penjumlahan rata-rata nilai tes isian singkat dan tes essai.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Penilaian aspek unsur 5W + 1H pada siklus II ini fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu pada benar-tidaknya jawaban dengan unsur-unsur what.1. bentuk tes yang digunakan berupa tes yang dikerjakan secara kelompok dan secara individu. 155 . Hasil penilaian tes isian singkat dapat dilihat pada tabel 34 berikut ini. Masih sama seperti siklus I juga. Perolehan nilai rata-rata tersebut merupakan penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai. 10 peserta didik diantaranya atau sebanyak 37% termasuk dalam kategori baik dengan rentang nilai 70-84. why. 13 peserta didik lainnya atau sebanyak 37% menempati kategori cukup dengan rentang nilai 60-69. seperti yang dijelaskan berikut ini. Karena hakikatnya. pemerolehan nilai tes secara umum adalah hasil penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai. dan how.

42 .2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus II Tabel 35 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah 156 Jumlah skor 363 292 120 150 111 1036 Rata-rata 11.3. sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 17% dan 23 peserta didik atau 21%.71 9.156 Tabel 34 Hasil Tes Isian Singkat Aspek Unsur 5W +1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur What Who Where When Why How Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Frekuensi Bobot skor 31 5 23 10 19 23 186 310 50 230 100 190 230 1110 Persentase (%) 28% 4% 21% 9% 17% 21% 100% Rata-rata 1110 = 35. 21% atau 23 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana).1. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut.42 3. Sebanyak 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 28% mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa).58 33.81 31 Secara kelompok hasil rata-rata pada soal isian singkat adalah 35.87 4. 4.1. 5 peserta didik atau 4% mampu menjawab unsur who (siapa).84 3.81 yang masuk pada kategori cukup baik. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 10 peserta didik atau 9%.

87.42. aspek diksi sebesar 4.71.84 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rata-rata yang diperoleh 3. Sesuai atau tidaknya isi kalimat dengan pokokpokok berita menjadi pertimbangan pertama dalam hal penilaian.42. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 36.71 31 157 . aspek jumlah kalimat nilai rataratanya 9. Nilai rata-rata masingmasing aspek tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan nilai rata-rata tes essai kelompok sebesar 33. 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada isi kalimat yang dibuat.157 Tabel 35 di atas menjelaskan tentang penilaian pada masing-masing aspek tes essai. Berikut ini rincian penilaian pada masing-masing aspeknya.58. Dari hasil perhitungan pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokokpokok berita memperoleh nilai rata-rata 11. aspek penyusunan kalimat 3. Tabel 36 Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 0 31 0 0 0 31 Bobot skor 0 363 0 0 0 363 Persen (%) 0% 100% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 363 = 11.

Dengan adanya peningkatan ini. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat dapat dilihat pada tabel 37. Dengan adanya perubahan ke arah positif ini berarti guru sudah berhasil dalam proses pembelajarannya.62. Dari tabel itu juga terlihat bahwa seluruh peserta didik atau sebesar 100% mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 363. dengan nilai rata-ratanya yaitu 11. sedangkan untuk kategori lainnya tidak didapatkan peserta didik.158 Data pada tabel 36 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori baik. Dengan nilai rata-rata 11.71. Peningkatan yang terjadi sebanyak 4.4 2 31 158 .08 sedangkan pada siklus II ini rata-rata yang diperoleh 11. Pada siklus I rata-rata yang diperoleh adalah 7.71. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang ditulis dalam pembuatan paragraf.71 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah paham dengan pokok-pokok berita yang terdapat pada berita ditayangkan. menunjukkan bahwa ada perubahan cara belajar peserta didik dan perubahan itu menuju ke arah yang baik. Tabel 37 Hasil Tes Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 22 9 0 0 0 31 Bobot skor 220 72 0 0 0 292 Persen (%) 75% 25% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 292 = 9. Hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I.

Nilai rata-rata tersebut sifatnya stabil dari siklus I dan siklus II.42.159 Data pada tabel 37 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 22 peserta didik atau sebesar 75%. Tabel 38 Hasil Tes pada Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 19 8 0 0 31 Bobot skor 20 76 24 0 0 120 Persen (%) 17% 63% 20% 0% 0% 100% Rata-rata 120 = 3. Tidak ada peningkatan ataupun penurunan hasil rata-rata pada aspek ini. dan sangat kurang tidak dicapai peserta didik. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 38 berikut ini.42 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat. dan kategori baik dengan skor 8 diperoleh oleh 9 peserta didik atau sebesar 25%. Meskipun tidak ada peningkatan. Sedangkan tiga kategori lainnya seperti cukup. Dengan rata-rata 9. Setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf adalah 9. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada koherensi dan kekohesifan antara kalimat dalam suatu paragraf.87 31 159 . pemahaman peserta didik pada aspek ini sudah sangat bagus karena sudah dapat mempertahankan nilai rata-rata yang memuaskan tersebut. berdasarkan pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. kurang baik.

sedangkan kategori kurang dan sangat kurang pada siklus II ini.26 dari hasil siklus I dengan rata-rata 2. sehingga didapatkan suatu kalimat atau wacana yang jelas konteksnya dan mudah dipahami oleh pembaca.87 yang bisa dibulatkan menjadi 4. dapat membuktikan bahwa setelah diadakannya tindakan perbaikan dari kekurangan-kekurangan pada siklus I. Peningkatan yang terjadi pada aspek ini.87. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. Peserta didik semakin mampu membuat suatu kalimat yang koheren dan kohesif. kategori baik sejumlah 19 peserta didik atau sebesar 63%. Peserta didik yang masuk pada kategori sangat baik sebanyak 4 atau sebesar 17%.61 dan siklus II dengan nilai rata-rata 3. Hal ini bisa dijadikan modal pada masa yang akan datang jika peserta didik mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan baik.160 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 38 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 3. terjadi peningkatan sebesar 1. dapat mengantarkan peserta didik pada hasil belajar yang memuaskan. Pemerolehan skor rata-rata tersebut. kategori cukup ada 8 peserta didik atau sebesar 24%. 4) Hasil Tes Essai Terbuka Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam suatu kalimat sehingga akan membentuk suatu 160 . Ternyata benar. Dengan kosongnya kedua kategori tersebut bisa diprediksikan pasti mengalamai peningkatan pada aspek ini. tidak ada yang memperoleh.

84 31 Data pada tabel 39 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. 161 .161 kalimat yang mudah dipahami dan baku. Hasil dari penilaiannya dapat dilihat pada tabel 40. Dari rincian dan perhitungan skor maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4. Skor yang terisi hanya ada pada kategori sangat baik dan baik.84. maka peserta didik sudah mampu memilih kata dan menggunakannya dalam suatu kalimat. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 39. dan 13% sisanya diperoleh oleh 5 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4. 5) Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 26 peserta didik atau sebesar 87%. Dengan rata-rata yang seperti itu. Tabel 39 Hasil Tes Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 26 5 0 0 0 31 Bobot skor 130 20 0 0 0 150 Persen (%) 87% 13% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 150 = 4. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik.

dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca. kurang dan sangat kurang pada aspek ini tidak diperoleh oleh peserta didik atau masih 0%. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 3.2 Hasil Tes Individu Sama seperti pada siklus I. Hasil penilaian pada tes individu bisa dilihat pada tabel 41 di bawah ini.58 dalam kategori baik. Dengan perhitungan seperti itu. 13 peserta didik atau sebesar 35% pada kategori cukup dan untuk kategori sangat baik. Pada kategori baik dicapai oleh 18 peserta didik atau sebesar 65%. yaitu yang pada siklus I aspek ini pada kategori kurang dan pada siklus II sudah masuk pada kategori baik.162 Tabel 40 Hasil Tes Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 18 13 0 0 31 Bobot skor 0 72 39 0 0 111 Persen (%) 0% 65% 35% 0% 0% 100% Rata-rata 111 = 3. pada siklus II ini juga tetap menggunakan tes individu. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pada aspek ini.3. Jadi peserta didik pada siklus II ini sudah mampu menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.1. 4. 162 .58 31 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 37.

yang masuk pada kategori baik.23 dan rata-rata nilai individu 72. sudah tidak didapat oleh peserta didik.81. Dari hasil rata-rata nilai kelompok 69. akan diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 71.02.81 31 Dari tabel 41 dapat diketahui bahwa secara individu nilai rata-rata yang diperoleh adalah 72.81. Dan yang lainnya masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 5 peserta didik atau sebesar 12 % dengan rentang nilai 50-59. 5 peserta didik atau sebesar 19% termasuk dalam kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Dari 31 peserta didik. Kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh sebanyak 17 peserta didik atau sebesar 58%. Dengan rata-rata itu maka dapat dikatakan peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang ditayangkan dan sudah masuk dalam kategori baik. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 4 peserta didik atau sebesar 11%.02. Dengan hasil rata-rata itu. sedangkan pada kategori sangat kurang dengan rentang nilai sebesar <50. peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan 163 . hasil tes menyimak berita mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I dengan siklus II.163 Tabel 41 Hasil Tes Individu Menyimak Berita Siklus II No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 433 5 1305 17 249 4 270 5 0 0 31 2257 Persen (%) 19% 58% 11% 12% 0% 100% Rata-rata 2257 = 72. Jadi secara keseluruhan pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh 71. Secara individupun. Hasil tersebut secara rinci dapat dijabarkan seperti ini.

peserta didik sudah dianggap mampu dalam memahami isi berita dan sudah mampu menguasai keterampilan menyimak berita. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. Secara keseluruhan pula. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual.164 target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. jumlah kalimat. pilihan kata. karena keterampilan menyimak berita di dapat dari latihan bukan dari bawaan lahir. penyusunan kalimat yang padu dan utuh. dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Hal ini dapat dibuktikan 164 . Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat. melalui pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita.

Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 45. peserta didik sudah mampu memahami isi berita yang ditayangkan dengan baik.165 dengan hasil pencapaian skor peserta didik yang mengalami peningkatan pada tiap aspek penilaian menyimak berita di bawah ini.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Tabel 42 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No Unsur 1 2 3 4 5 6 Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 270 27 190 19 240 24 190 9 310 31 210 21 186 1410 Persen (%) 19% 13% 17% 14% 22% 15% 100% Rata-rata 1410 = 45. terdapat 9 peserta didik atau 14% yang mampu menjawab unsur when (kapan). terdapat 19 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 13%. mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 19%.1. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan 40.49 31 Dari tabel 42 dapat diketahui bahwa 27 peserta didik yang mengikuti pembelajaran.3. Dari situ dapat disimpulkan bahwa. dan 21 peserta didik atau sebesar 15% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana). 17% atau 24 peserta didik menjawab unsur where (dimana).81 dan rata-rata individu 45.49.49.2. Itulah rata-rata 165 .65. Hasil rata-rata kelompok yaitu 35. 4. Hasil penilaian pada tes individu ini merupakan penjumlahan dari masing-masing aspek di bawah ini. unsur why (mengapa) dijawab oleh 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 22%.

Rata-rata keseluruhan ini mengalami peningkatan dari rata-rata keseluruhan pada siklus I yang hanya 33. Ini berarti peserta didik telah mengalami perubahan dalam belajar dan guru sukses dalam upaya peningkatan hasil belajar peserta didik.16.36 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rataratanya sebesar 3.1.32 3.32. aspek penyusunan kalimat nilai rata-ratanya sebesar 3. hasil rata-rata tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita adalah 8. nilai rata-rata aspek jumlah kalimat sebesar 8.32 Tabel 43 menjelaskan bahwa secara individu. 4. Dari masing-masing nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai rata-rata pada tes essai individu keterampilan menyimak berita sebesar 27.96 menjadi 40.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Individu Tabel 43 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Jumlah skor 253 258 108 135 93 847 Rata-rata 8. Pemerolehan nilai rata-rata pada tiap aspek tersebut.65 dapat diartikan bahwa.36 3.48.3. Rata-rata 40.2. aspek diksi sebesar 4. dijabarkan secara rinci pada bagian berikut ini.00 27.32.48 4. secara keseluruhan peserta didik sudah mampu dengan baik memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan. 166 .65 pada siklus ini.16 8.166 keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu.

hasil rata-rata yang diperoleh masih pada kategori baik. kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 10 peserta didik atau sebesar 34%. Rata-rata ini mengalami penurunan dari hasil siklus I yaitu sebesar 0. Tabel 44 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 9 0 10 6 6 31 Bobot skor 115 0 87 34 17 253 Persen Rata-rata (%) 46% 0% 34% 253 = 8. Rincian nilai pada tabel 32 dapat dijelaskan seperti ini. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 44. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 13%. Meskipun mengalami sedikit penurunan. 46% atau 9 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15. hal itu tidak begitu berpengaruh pada penguasaan keterampilan peserta didik pada aspek ini.167 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan.16. Hal itu disebabkan oleh. Jadi peserta didik masih dapat dikatakan mampu memahami isi berita.28.16 13% 31 7% 100% Data pada tabel 44 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8. dan kategori 167 .

Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 9%. Tabel 45 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 12 14 4 0 1 31 Bobot skor 120 112 24 0 2 258 Persen (%) 47% 43% 9% 0% 1% 100% Rata-rata 258 = 8. kali ini tidak diperoleh oleh siapapun.32 dalam kategori baik. Jumlah kalimat yang dibuat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai oleh 12 peserta didik atau sebesar 47%. Sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan peserta didik juga sudah mampu dalam menemukan pokok-pokok berita dengan pemahaman yang mereka miliki. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 14 peserta didik atau 43%.168 sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 7%.3 2 31 Data tabel 45 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 45.94. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dari hasil kelompok dan individu pada siklus II ini adalah sebesar 9. dan kategori sangat kurang 168 . Untuk kategori baik.

02. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus II yaitu 8. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 46. Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik secara keseluruhan pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Untuk kategori kurang dengan skor 4. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik dalam pembuatan jumlah kalimat yang disesuaikan dengan pokok-pokok berita.169 pada skor 2 ada 1 peserta didik atau 1%. Hasil rata-rata keseluruhan pada aspek ini terdapat sedikit peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 0. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Pada tahap ini tidak ada peningkatan. pada siklus II ini tidak diperoleh peserta didik atau 0%. rata-rata yang diperoleh stabil dari hasil tes individu siklus I dengan siklus II.87. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada skor 8. 169 .87 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat.

maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus II yaitu 3. Pemerolehan skor rata-rata tersebut masuk pada kategori baik. 170 . dan kategori sangat kurang pada siklus II ini sudah tidak diperoleh oleh peserta didik. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut.67.48 31 Berdasarkan tabel 46 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat mencapai rata-rata 3.67 berarti mengalami peningkatan sebesar 1. sedangakan 7 peserta didik lainnya atau sebesar 13% masuk pada kategori kurang dengan skor 2. yang masih masuk pada kategori kurang. Dengan hasil rata-rata pada siklus II ini adalah 3.87. Secara jelas dapat diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat pada siklus II ini sudah baik jika dibandingkan pada siklus II.48.48.19 dari hasil rata-rata keseluruhan pada siklus I yaitu 2. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 7 peserta didik atau 32%. Kategori baik skor 4 dicapai 8 peserta didik atau 30%. Dari hasil ratarata pada hasil tes individu yaitu 3.48 dan rata-rata tes kelompok 3.170 Tabel 46 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 8 9 7 0 31 Bobot skor 35 32 27 14 0 108 Persen (%) 32% 30% 25% 13% 0% 100% Rata-rata 108 = 3. 9 peserta didik atau 25% pada kategori cukup dengan skor 3.

4%. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 47. Rata-rata 4. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata 171 .35 31 Data pada tabel 47 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 15 peserta didik atau 55. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini. Kategori kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 1. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik.4% 1.35 masuk pada kategori baik. Tabel 47 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 15 13 2 1 0 31 Bobot skor 75 52 6 2 0 135 Persen (%) 55. Dan hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil pada siklus I.4% 0% 100% Rata-rata 135 = 4.5% 4.5%. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4.35.5%.4%. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik memang sejak awal sudah mampu memilih dan memilah kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 13 peserta didik atau 38.171 4) Hasil Essai Tes Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata yang disesuaikan dengan kebutuhannya.5% 38. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 2 peserta didik atau 4.

3%. Maka akan diperoleh rata-rata 4. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup. Dan kategori sangat kurang skor 1 masih dicapai sebanyak 4 peserta didik atau sebesar 4.172 hasil kelompok dan hasil individu lalu dibagi dua.5% 25.60. Hasil akhirnya adalah 4. 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca.8% 35.8%. Kategori cukup skor 3 sebesar 35.60 dan hasil tersebut masuk pada kategori baik dan dapat dikatakan peserta didik sudah mampu menggunakan pilihan kata dalam pembuatan suatu kalimat.4% 12.3% 100% Rata-rata 93 =3 31 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 48 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 peserta didik atau 21. Tabel 48 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 6 11 6 4 31 Bobot skor 20 24 33 12 4 93 Persen (%) 21. Pada siklus II ini nilai rataratanya adalah 3. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 6 peserta didik atau 12.5% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5. Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 48.9% 4.9%.4% atau 11 peserta didik. Kategori baik skor 4 ada 6 peserta didik atau sebesar 25. Hasil rata-rata 172 .

572.568.42 dari hasil siklus I yang 2.58 dan secara individu. peserta didik dinyatakan mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 3.5 65.580.29.29.5 58 55. maka pada siklus II. Dengan hasil itu. Secara kelompok.5 72 71.23% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100.5 70 68.58. Grafik 3 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus II Series2 J u m la h S k o r 100 72 50 0 85 84 83.5 72.5 65. Jadi disimpulkan bahwa pada siklus II ini secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang sesuai dengan kaidah EYD dan cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya. peserta didik sudah mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca dan masuk pada kategori baik.173 tersebut mengalami peningkatan sebesar 0.5 78. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan tanda baca dengan nilai rata-rata 3. kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 18 peserta didik atau 173 . Ternyata hasil rata-rata keseluruhan adalah 3.5 49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian Grafik 3 di atas menunjukkan bahwa sebanyak 1 peserta didik atau sebesar 3.571 72.5 81 80.5 83.5 69. Hasil rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 3.565 70.5 66 65. Hasil tes menyimak berita pada siklus II dapat dilihat pada grafik 3 di bawah ini.566 70.577.

06%. wawancara. Sedangkan kategori sangat kurang dengan nilai <50 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 3.2 Hasil Nontes Hasil penilaian nontes pada siklus II ini didapatkan dari data observasi. jurnal.174 sebesar 58. dan dokumentasi. Pada siklus II ini dicapai nilai rata-rata 72.23%. 174 . Setelah keduanya dijumlahkan hasilnya dibagi rata sehingga diperolehlah hasil persentase yang sudah tampak dan dijelaskan di atas. kategori kurang dengan rentang nilai 50-59 dicapai oleh 2 peserta didik atau sebesar 6. hasil persentase secara keseluruhan yang diperoleh merupakan penjumlahan dari hasil persentase dari nilai tes kelompok dan nilai tes individu.02. Tetapi hasil yang didapat pada siklus II ini sedikit melebihi target yang ditentukan dan itu merupakan hasil yang sangat memuaskan. 4. Nilai tersebut didapat dari penjumlahan nilai rata-rata individu dan nilai rata-rata kelompok pada siklus II yang penilaiannya sudah sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditetapkan dan pedoman penilaian yang sudah disepakati. Pada siklus II ini. 9 peserta didik 29. Berikut ini akan diuraikan keempat hasil penilaian nontes tersebut. Hasil perhitungan akhir yang diperoleh adalah 71.03% masuk pada kategori cukup dengan nilai 60-69.45%.3.81 dengan kategori baik. Hasil yang diperoleh ini sudah memenuhi target yang dibuat peneliti yaitu secara keseluruhan nilai rata-rata peserta didik masuk pada kategori baik yaitu 70.

guru merasakan ada perubahan perilaku peserta didik. pada siklus II ini peserta didik sudah mulai mengikuti pembelajaran dan menikmati pembelajaran yang diterapkan guru. Objek sasaran observasi dalam pembelajaran tersebut terbagi dalam dua aspek yaitu: (1) keaktifan peserta didik dalam mendengarkan penjelasan guru dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. Objek sasaran dan cara pelaksanaan observasi pada siklus II ini masih tetap sama denga siklus I.3.1 Hasil Observasi Kegiatan observasi pada siklus II dilaksanakan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual di kelas VIII A SMP Negeri I Jiken berlangsung. dengan hal itu berarti peserta didik sudah mulai menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang menggunakan metode drill melalui media audio- 175 . Observasi pada peserta didik ini dilakukan oleh peneliti sekaligus sebagai guru.visual. Perubahan pada diri mereka tersebut meruapakan hal yang menggembirakan. Ada 9 objek sasaran observasi pada pembelajaran tersebut.2. Peserta didik yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. terdapat beberapa perilaku peserta didik yang bisa dideskripsikan melalui kegiatan observasi.175 4. Pada siklus II. Selama melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. yang meliputi perilaku positif dan perilaku negatif. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk memotret perilaku peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio. Bukti ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai tes mereka yang awalnya jelek menjadi baik pada siklus II ini.

peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan.176 visual. 8. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. berkomentar tentang materi yang diberikan. 7. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. peserta didik aktif bertanya. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 176 31 0 5 31 31 26 0 0 31 0 . 2. peserta didik semangat dan 31 0 bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. Tabel 49 Hasil Observasi Siklus II No Jenis Perilaku 1 Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi Respons Respons Respons Positif Negatif 1. Pada siklus II ini jumlah peserta didik yang dapat hadir adalah 31 peserta didik. Guru berusaha membelajarkan metode ini dengan cara yang menyenangkan. karena pembelajaran ini dimaksudkan agar peserta didik tidak hanya memahami materi yang digunakan tetapi juga memahami materi yang diajarkan dan mereka dapat memaknai pembelajaran itu sendiri. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting 31 0 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita 5. 29 2 Aspek 5 26 4. sehingga peserta didik tidak menjadi bosan. Dan berikut ini data hasil observasi pada siklus II.

Pada siklus II ini peserta didik yang aktif bertanya pada kegiatan apersepsi sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 16. yang semula pada 177 . Dari hasil pengamatan seluruh peserta didik atau 31 peserta didik sudah berkonsentarsi dan bersungguh-sungguh dalam mengamati berita yang ditayangkan dan terlihat mereka sibuk membuat catatan-catatan kecil selama proses menyimak berlangsung. Setelah tayangan berita selesai ditayangkan. Keaktifan pada kegiatan inti sebesar 16. Ketika mendengarkan penjelasan guru. Beberapa peserta didik yang memperhatikan guru banyak yang menanggapi pertanyaan yang diberikan guru dalam kegiatan apersepsi. Peserta didik ini cenderung aktif menjawab dibandingkan dengan peserta didik lainnya yang cenderung pasif tidak mau menjawab pertanyaan. para peserta didik dengan antusias bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahaminya dari berita yang ditayangkan. Pada kegiatan inti pembelajaran. sebagian besar peserta didik sudah bersungguh-sungguh dalam menerima pembelajaran dan mengikuti penjelasan guru.45% yang kurang merespon penjelasan guru.177 Berdasarkan data yang diketahui.13% atau 5 peserta didik. Melalui kegiatan ini. mereka asyik berbicara sendiri dengan temannya.13%. dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik memberikan respons positif dan perhatian terhadap hal-hal yang disampaikan oleh guru. guru memutarkan VCD berita yang topiknya berbeda dengan berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. tetapi tetap ada 2 peserta didik atau sebesar 6. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. peserta didik dengan antusias dan bersungguhsungguh membuat catatan-catatan kecil mengenai hal-hal penting yang mereka temukan.

2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan dalam penelitian siklus II masih sama seperti pada siklus I.2. Jurnal guru diisi oleh guru pamong ataupun teman sejawat tentang hasil pengamatannya ketika proses pembelajaran yang berlangsung dan respons peserta didik.178 siklus I hanya 5. Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. Berdasarkan pengamatan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif sudah tergeser dan tergantikan dengan perilaku positif. mereka sudah mengerjakannya dengan benar dan kualitas kalimatnya sudah baik.3. Pada kegiatan menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. pada siklus II ini. Jurnal tersebut terdiri dari jurnal guru dan jurnal siswa. Kegiatan selanjutnya yang berupa pemberian latihan soalsoal yang ditujukan untuk mengetahui hasil akhir kemampuan mereka. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. latihanlatihan yang diberikan mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. Rencana pembelajaran pada siklus II ini dilakukan dengan perencanaan matang serta melalui tahapan perbaikan tindakan yang sekiranya dapat diikuti oleh peserta didik. Sedangkan 178 . secara keseluruhan peserta didik mengerjakan tugasnya dengan penuh percaya diri tanpa menoleh pada peserta didik lainnya. Namun. 4.88%.

(4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomenafenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. Pada siklus II ini. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. hal-hal yang dijadikan perhatian ketika pengisian jurnal guru adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.179 jurnal siswa berisi ungkapan perasaan. Setelah mereka terbiasa dan beradaptasi dengan cara pembelajaran yang diberikan guru maka mereka merasa aman dan 179 . (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. pesan dan kesan dari perasaan peserta didik dan guru selama pembelajaran menyimak berita. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. tanggapan. Pada siklus II ini. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I.

maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. Selain jurnal guru. Kegiatan pengisian jurnal ini merupakan hal yang tidak baru lagi. Pada saat 180 . pada siklus II ini juga masih tetap menggunakan jurnal siswa yang harus diisi oleh semua peserta didik. (3) bagaimana tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual. karena pengisian jurnal ini sudah pernah dilakukan peserta didik pada siklus I. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mengungkap kesulitan-kesulitan peserta didik yang meliputi 5 pertanyaan.180 nyaman dalam mengungkapakan gagasannya. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan (5) pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) apakah peserta didik tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. yaitu: (1) apakah peserta didik merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik sehingga peserta didik merasa senang dan menikmati pembelajaran yang diberikan peneliti. (4) apakah peserta didik akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan.

181

pengisian jurnal ini peserta didik tampak antusias dalam mengisinya. Setelah semua peserta didik mengisi jurnal tersebut, hasil jurnal yang telah dianalisis selengkapnya diuraikan seperti ini.
Tabel 50 Hasil Jurnal Siswa Siklus II

No 1

Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan!

Respons Peserta Didik Positif Negatif 31 -

2

30

1

3

29

2

4

29

2

5

30

1

Jumlah

149

6

Pada dasarnya tanggapan mereka hampir sama dengan tanggapan mereka pada siklus I, sebagian besar dari mereka menanggapi bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti sangat baik. Karena dengan tayangan berita mereka dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. Sejumlah 30 peserta didik merasa sangat tertarik dan senang terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru dan terdapat 1 peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran yang diberikan guru. Meskipun alasannya tidak ada, tetapi pendapatnya tentang pertanyaan kedua adalah

181

182

”mungkin”. Dari jawaban tersebut, dapat diketahui bahwa dia kurang tertarik dengan pembelajaran ini. Dengan penerapan metode drill dapat mempermudah mereka dalam memahami isi berita dan metode itu, menurut mereka sangat bagus dalam upaya penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain itu, mereka juga berpendapat dengan penggunaan media audio-visual mereka dapat menangkap secara langsung informasi penting yang disampaikan, bukan berupa penjelasan dari guru. Dan dengan adanya media audio-visual atau pembelajaran di laboratorium dapat menghilangkan kejenuhan mereka terhadap pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas yang sudah sering mereka lakukan. Dari hasil jurnal siswa juga didapatkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, dapat meningkatkan semangat belajar mereka, meskipun tidak dipungkiri terdapat 2 peserta didik yang

menjawab dia ”mungkin” akan lebih rajin setelah diberikannya pembelajaran ini. Di lain sisi, peserta didik menjadi mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan sehari-hari dan pembelajaran itu lebih dirasa mudah dibandingkan dengan pembelajaran yang lain. Mereka juga berpendapat bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual juga dapat membantu mereka menjadi lebih rajin, karena pelaksanaan pembelajaran ini disertai dengan tugas terstruktur di rumah, sehingga secara tidak sadar memaksa mereka untuk belajar di rumah. Selain itu, mereka juga mengaku dengan pembelajaran yang seperti ini, materi yang disampaikan tidak mudah hilang. Tanggapan mereka tentang cara peneliti mengajar adalah 29 peserta didik berpendapat, dalam menyampaikan materi peneliti sudah bagus, jelas, santai dan menyenangkan,

182

183

namun 2 peserta didik lainnya mengaku dalam mengajar peneliti terlalu sabar dan suaranya kurang jelas. Dengan adanya tanggapan dari 2 peserta didik tersebut, bisa dijadikan kritikan membangun bagi peneliti dalam langkah selanjutnya. Selain itu, terdapat 1 peserta didik yang berpendapat ”dengan pembelajaran yang
begitu secara terus menerus kurang baik, karena dia tidak bisa berimajinasi”.

Pendapat ini masih menjadi tanda tanya peneliti, apa yang dimaksud dengan berimajinasi. Meskipun terdapat beberapa respons negatif dari peserta didik, sebagian besar peserta didik sudah menyukai pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Suatu tanggapan yang sangat menunjukkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual ini memang benar membawa perubahan pada diri peserta didik adalah tanggapan salah satu peserta didik yang mengaku semula tidak bisa pada keterampilan menyimak, setelah diberlakukannya pembelajaran ini dia menjadi bisa. Dia juga berpendapat ternyata pembelajaran menyimak berita lebih mudah dan tidak sesulit yang dia bayangkan. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sangat mudah ditangkap dan sangat bermanfaat bagi mereka.

4.3.2.3 Hasil Wawancara

Wawancara yang dilakukan pada siklus II ini dilakukan kepada 2 orang peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan terendah. Tujuan dilakukannya wawancara pada siklus II ini untuk mengetahui sejauh mana sikap-sikap peserta didik terhadap proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

183

184

media audio-visual. Teknik wawancara siklus II ini masih sama dengan siklus I, peserta didik menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan guru. Pertanyaanpertanyaan yang digunakan guru kepada peserta didik masih tetap sama dengan siklus I. Adapun pertanyaan yang diajukan ke peserta didik meliputi: (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik, (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik, (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik, dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. Pertanyaan yang diajukan guru dijawab oleh kedua peserta didik tersebut. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran dengan metode drill dan media audio-visual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru, bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. Menurut mereka

184

185

pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Peserta didik berpendapat lebih suka pembelajaran yang dilakukan ke luar kelas salah satunya seperti di laboratorium. Jadi metode yang dipilih guru dalam pembelajaran memang sudah tepat karena mereka memang menyukai cara pembelajaran yang seperti itu. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik, mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Dalam menyampikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. Pada siklus II ini, juga masih terdapat kendala yaitu masih adanya peserta didik yang bercanda dengan teman sebangkunya, sehingga dapat mengganggu konsentrasi teman lain. Berdasarkan hasil pengamatan, sikap peserta didik yang bercanda tersebut bukan karena mereka tidak menyukai pembelajaran yang dilakukan peneliti karena hasil yang diperoleh mereka juga bagus. Dimungkinkan sikap mereka itu hanya suatu bentuk sikap yang ingin diperhatikan oleh teman atau guru. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa kedua peserta didik tersebut senang, tertarik, dan mengalami kemudahan dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Mereka juga sudah memahami tentang teknik-teknik untuk dapat memahami berita dengan mudah dan mereka sudah mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan mereka. Dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

185

4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus II ini. dokumentasi foto yang diambil masih sama dengan foto pada siklus I.3. dan penutup atau refleksi yang berupa pengisian jurnal. Deskripsi gambar pada siklus II akan dipaparkan sebagai berikut ini. 4. Gambar 6 Kegiatan Awal Pembelajaran (Apersepsi) 186 .186 media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita.2. kegiatan inti (peserta didik menyimak berita dan mengerjakan latihan). berupa kegiatan apersepsi. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. Pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran.

Untuk proses selanjutnya yaitu pada kegiatan inti pembelajaran yang berupa kegiatan menyimak berita dan mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. Gambar 7 Peserta Didik Menyimak Berita 187 . Kegiatan apersepsi berupa kegiatan tanya jawab kepada peserta didik tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Kegiatan inti tersebut bisa dilihat pada gambar 7 berikut ini. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali peserta didik tentang materi yang sudah mereka dapat dan untuk mengetahui pengalaman peserta didik tentang keterampilan menyimak berita.187 Gambar di atas merupakan kegiatan awal pembelajaran yang berupa kegiatan apersepesi. Pada foto tersebut tampak peneliti berada di depan kelas untuk melakukan kegiatan apersepsi dan menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dan terlihat peserta didik penuh dengan perhatian dan bersungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan guru.

terlihat bahwa peserta didik mengerjakan latihan secara kelompok. Gambar ini diambil dari arah samping dan dari situ terlihat bahwa peserta didik dengan penuh perhatian dan konsentrasi menyaksikan tayangan berita yang diputarkan guru. Gambar 8 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Dari gambar 8 tersebut. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang perpustakaan. Kegiatan selanjutnya setelah peserta didik menyimak tayangan berita adalah mengerjakan latihan yang diberikan guru yang dilakukan secara kelompok dan kemudian baru secara individu.188 Pada gambar 7 tersebut menjelaskan kegiatan inti yaitu pada saat peserta didik menyimak berita dari media VCD yang digunakan guru. Kegiatan tersebut dilakukan diperpustakaan karena media CD yang diperlukan berada di perpustakaan. Mereka mengerjakan latihan dengan kelompok masing-masing yang pembagian kelompoknya disesuaikan dengan teman bangku dibelakangnya. 188 .

maka diberikan latihan yang sifat pengerjaannya secara individu. Dan juga terlihat adanya bungkusan kecil di atas meja. Reward yang diberikan peneliti adalah berupa hadiah bagi kelompok yang selesai mengerjakan terlebih dahulu dan berani menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis. Setelah kegiatan kelompok selesai mereka lakukan dan untuk mengetahui masing-masing kamampuan menyimak berita dan keberhasilan proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini. Itu adalah salah satu reward untuk menyemangati mereka dalam mengerjakan latihan. Dari gambar tersebut terlihat mereka saling bekerja sama dan bersungguhsungguh dalam mengerjakan soal. Reward itu juga dimaksudkan untuk lebih mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.189 Tanpa protes mereka menyetujui pembentukan kelompok yang dilakukan peneliti. maka kelompok itulah yang berhak menerima hadiah tersebut. Gambar 9 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu 189 .

Gambar 10 Peserta Didik Mengisi Lembar Jurnal Siswa 190 . Pada saat peserta didik mengerjakan latihan. guru secara halus menegur mereka.190 Gambar tersebut menunjukkan bahwa peserta didik mengerjakan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh. Keseriusan mereka dalam mengerjakan latihan dapat dijadikan suatu bukti bahwa mereka ingin mendapatkan nilai yang baik dan benar-benar ingin mengetahui kemampuan menyimak mereka yang sebenarnya. peneliti mengawasi mereka sehingga diyakinkan bahwa tidak ada peserta didik yang menyontek pekerjaan temannya. Proses pengisian lembar jurnal siswa dapat dilihat pada gambar 10 berikut ini. Selesai mengerjakan latihan secara individu dilanjutkan dengan kegiatan pengisian jurnal siswa yang bertujuan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Setiap ada peserta didik yang tengok ke arah teman lain.

Dengan hasil rata-rata itu peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. melalui pembelajaran 191 . Mereka merasa senang dan bersungguh-sungguh dalam mengisi lembar jurnal tersebut. dan hasilnya adalah 71. 4.02.191 Pada gambar 10 tersebut terlihat peserta didik mengisi lembar siswa dalam kondisi yang tenang. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. Dapat dikatakan begitu karena dari hasil siklus I 59. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini sangat tinggi.85 dengan kategori kurang tetapi pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11. nilai rata-rata yang diperoleh masuk pada kategori baik.17 sehingga pada siklus II ini. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pada siklus II maka hasil rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini meningkat. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus dari kegiatan latihan dari tugas terstruktur dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal.4 Refleksi Siklus II Pembelajaran menyimak berita pada siklus II ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada siklus I. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat.

penyusunan kalimat yang padu dan utuh. jumlah kalimat. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. Tetapi setelah dilakukannya tindakan perbaikan dari guru dan peserta didik maka perilaku negatif yang masih tampak pada siklus I sudah tergeser dan tergantikan pada perilaku positif pada siklus II ini. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.192 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I masih banyak dijumpai perilakuperilaku negatif yang menghambat jalannya pembelajaran. Namun. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. Para peserta didik pada akhirnya mampu memahami hakikat pembelajaran yang sebenarnya. pilihan kata. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. Perilaku negatif yang terjadi pada siklus I mengalami penurunan pada siklus II ini. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio- 192 . Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan.

193 . (4) penyusunan kalimat. Meskipun masih terdapat respons negatif pada siklus II ini. namun hal itu sudah mengalami penurunan dibandingkan pada siklus I. Peningkatan keterampilan menyimak berita didasarkan pada hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui dua tahapan yaitu siklus I dan siklus II. Aspek-aspek yang dinilai dalam keterampilan menyimak berita meliputi 6 aspek yaitu: (1) kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. dan (4) dokumentasi. dan siklus II. (5) diksi (pilihan kata).193 visual. dan (6) ejaan dan tanda baca. Perilaku negatif yang masih muncul tersebut merupakan hal yang wajar karena pada dasarnya peserta didik adalah individu yang unik dan bervariasi. Meskipun tidak dapat dihindari bahwa masih terdapat beberapa peserta didik yang masih berperilaku negatif pada tahap siklus II ini. Pembahasan hasil nontes berpedoman pada 4 instrumen yaitu: (1) lembar observasi. (2) jurnal.5 Pembahasan Pembahasan penelitian ini didasarkan pada peningkatan keterampilan menyimak berita dan juga perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik dari hasil prasiklus. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan dan peningkatan hasil pembelajaran nontes. siklus I. (3) pedoman wawancara. Pembahasan hasil penelitian tersebut meliputi hasil tes dan nontes. (3) jumlah kalimat. 4. (2) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Pembahasan hasil tes penelitian mengacu pada pemerolehan skor rata-rata yang dicapai peserta didik dalam uji keterampilan menyimak berita yang berbeda pada tiap siklusnya.

34 Penggunaan ejaan dan 26. Berikut ini rincian hasil tes pada tahap prasiklus.13 dengan unsur 5W + 1H 2 Kesesuaian isi kalimat 61.5.1 426.39 13.59 15.75 63.17 Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes keterampilan menyimak berita dari prasiklus.01 19.02 11.68 -8. Siklus I. Dan juga peningkatan hasil tes keterampilan menyimak berita pada masing-masing aspek dan siklusnya.77 4. 4.61 18.12 Rata-rata 56.58 82.94 Diksi (pilihan kata) 5 86.26 3. dan Siklus II No Persentase rata-rata kelas per skala sama (%) PraSiklus I Siklus II siklus 1 Kesesuaian jawaban 50 52. sampai siklus II.21 0.62 47.31 Siklus II 10.58 45. siklus I.65 Jumlah kalimat 84.48 84. siklus I dan siklus II.61 24.14 tanda baca Jumlah 339.85 61.1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tabel 51 Hasil Tes Keterampiln Menyimak Berita Prasiklus.75 Penyusunan kalimat 68.194 Setelah dilakukan penilaian pada masing-masing siklus dan sudah diberikannya tindakan dari kekurangan-kekurangan yang terjadi pada prasiklus dan siklus I maka diperoleh peningkatan hasil tes pada siklus II.58 45.61 -11.2 22.03 4 20.64 59.39 67.02 Aspek penilaian Peningkatan (%) Siklus I 5.41 -2.35 6 61.54 dengan pokok-pokok berita 3 94.75 87.85 71. sebagaimana tersaji dalam tabel di atas dapat dijelaskan bahwa keterampilan menyimak berita peserta didik pada setiap aspek 194 .84 359.

Persentase tersebut diakumulasikan dari beberapa aspek penilaian.58%.195 penilaian menyimak berita dan berdasarkan hasil perhitungan dengan skala sama maka diperoleh rata-rata secara keseluruhan mengalami peningkatan. pada aspek jumlah kalimat persentasenya 94. persentase yang diperoleh 61. sehingga diperoleh rata-rata kelas 59. Pada aspek penilaian unsur 5W + 195 . Hal itu dapat dikatahui dari hasil persentase tertinggi yang diperoleh pada aspek jumlah kalimat dan persentase terendah pada aspek penyusunan kalimat. aspek yang paling dikuasai peserta didik adalah aspek jumlah kalimat dan aspek yang menjadi momok mereka adalah pada aspek penyusunan kalimat.84%. persentase yang diperoleh sebesar 26. Pada aspek kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. pada aspek penyusunan kalimat persentasenya sebesar 20.62%. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut.64. Jumlah persentase tersebut merupakan hasil penjumlahan dari persentase skor rata-rata pada tiap-tiap aspeknya. persentase yang diperoleh sebesar 86.1%. Hasil yang diperoleh pada tahap prasiklus dijadikan pedoman untuk perbaikan pada tahap siklus I. pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.48%. Hasil prasiklus persentase skor rata-rata kelas sejumlah 339. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa pada tahap prasiklus. berikut ini hasil perhitungan dari hasil penilaian pada tahap siklus I.85. Berdasarkan tabel. Hasil tes siklus I menyimak berita dengan rata-rata keseluruhan mencapai 359. sedangkan pada aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.58%. sehingga diperoleh rata-rata kelas 56. pada aspek diksi (pilihan kata). persentase yang diperoleh adalah 50%.58%.

Pada aspek unsur 5W + 1H. Persentase skor masing-masing aspek pada siklus II diuraikan sebagai berikut. hal itu dimungkinkan dari faktor peserta didik yang kurang memperhatikan aspek-aspek tersebut dalam pengerjaan latihan.13% dan mengalami peningkatan sebesar 13.75 %. 196 . Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyimak berita sudah mengalami peningkatan sebesar 19. Hasil yang diperoleh sudah baik dan memuaskan. dan aspek diksi hampir keseluruhan peserta didik tidak kesulitan memahaminya.26% atau sebesar 3. sedikit demi sedikit peserta didik sudah mulai paham dan mengerti tentang masing-masing aspek tersebut. Dengan demikian.02. Hasil tes menyimak berita sikus II didapat persentase skor rata-rata kelas yaitu sebesar 426.21.12% maka diperoleh rata-rata kelas sebesar 71.85%. Dan aspek ejaan dan tanda baca persentasenya 45.196 1H persentasenya mencapai 52. Hal itu terlihat dari masih rendahnya persentase yang diperoleh. aspek jumlah kalimat.35%. Aspek diksi (pilihan kata) persentasenya 82.75%. para peserta didik masih mengalami kesulitan. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik semakin paham dalam menyesuaikan isi kalimat dengan unsur 5W + 1 H. Pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita skornya mencapai 47. pada masing-masing aspek. Aspek penyusunan kalimat persentasenya 45.75%.68% dari persentase skor rata-rata siklus I. Aspek jumlah kalimat persentasenya sebesar 84. aspek penyusunan kalimat dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Sedangkan pada aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Pada aspek unsur 5W + 1H mencapai persentase skor 63.65%. Meskipun terdapat beberapa aspek yang tidak mengalami peningkatan.

14% dan mengalami peningkatan sebesar 15. Untuk aspek penyusunan kalimat persentase skor rata-rata mencapai 68.94% dan mengalami peningkatan sebesar 22. aspek jumlah kalimat persentase skor rata-rata yang diperoleh 84.75% dan siklus II mencapai 63.34% dan mengalami peningkatan 4. Aspek penggunaan diksi (pilihan kata) persentase skor rata-rata 87. Dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca persentase skor rata-ratanya adalah 61. aspek unsur 5W + 1H mengalami peningkatan sebesar 5. 197 .197 Aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata mencapai 61. Untuk kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 10.2%. Pada aspek unsur 5W + 1H pada kegiatan prasiklus persentasenya mencapai 50%.02% atau diperoleh rata-rata sebesar 11.39% pada aspek unsur 5W + 1H ini dipengaruhi oleh berbagai faktor.13%. siklus I.68%.59%.39%. Perbandingan peningkatan 5. dan siklus II masing-masing aspek dapat disimpulkan sebagai berikut. hampir semua peserta didik sudah mulai paham tentang aspek-aspek yang ada dalam berita.03% dan mengalami peningkatan sebesar 0. Pada tabel terlihat bahwa terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 19.61% dengan 10. siklus I mencapai 52.26% atau sebesar 3.61%.17.77%. Untuk siklus II ini. Untuk prasiklus ke siklus I. Peningkatan tersebut sangat memuaskan karena peserta didik sudah mulai paham dalam menemukan unsur 5W + 1H dari berita yang disimak.39%.54% dan mengalami peningkatan 13. Dari pencapaian persentase skor rata-rata tersebut terdapat peningkatan. Hal ini terbukti dengan peningkatan yang terjadi pada semua aspeknya.21 dan pada siklus II sebesar 67. Secara keseluruhan kegiatan prasiklus.

198 Untuk peningkatan sebesar 5. siklus I. Faktor yang menyebabkan peserta didik sudah menguasai aspek ini karena mereka sudah mulai memahami tentang hakikat pokok-pokok berita. dan hasilnya mengalami peningkatan. Untuk prasiklus aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 61.54%. Kemudian peningkatan sebesar 10. pembelajaran yang 198 .61% ini dipengaruhi oleh ketertarikan peserta didik terhadap teknik pembelajaran yang baru.62%.39% yang didapat dari kegiatan siklus I ke siklus II ini dikarenakan. Pencapaian persentase skor rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dalam kegiatan prasiklus. Kemudian pada siklus I persentase skor rata-rata yang dicapai 47. peserta didik sudah bisa memahami prinsip pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual yang diterapkan guru. Pada kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.68%. dalam membuat kalimat peserta didik sudah menyesuaikannya dengan pokok-pokok berita yang ada dan pokok-pokok berita tersebut diperoleh dari hasil identifikasi dengan menggunakan prinsip 5W + 1H.85 % dan pada siklus II persentase skor rata-rata yang diperoleh sebesar 61. dan siklus II berbeda-beda. Dari pencapaian skor yang ada dari kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 13. Dengan sudah sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita maka peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang mereka simak. Pada siklus I peserta didik cukup suka dengan pembelajaran yang menggunakan media audio-visual dan metode drill.

Siklus I persentase skor ratarata yang dicapai sebesar 84. peningkatan pada aspek jumlah kalimat terjadi dari siklus I ke siklus II sebesar 0. Untuk prasiklus persentase skor rata-rata yang diperoleh adalah 94. siklus I. materi tentang penyusunan kalimat. Peningkatan terjadi dari siklus I ke siklus II. Aspek jumlah kalimat dari prasiklus. dengan persentase skor rata-rata prasiklus sebesar 20. Guru 199 . Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pada masingmasing siklus diantaranya disebabkan oleh perbaikan pada rencana pembelajaran. usaha perbaikan yang dilakukan guru dan peserta didik.03% dengan kategori baik. Jumlah persentase skor rata-rata pada siklus II aspek penyusunan kalimat mencapai 68.199 dilakukan dengan penggunaan media audio-visual dan metode drill sangat membantu mereka dalam memahami berita yang ditayangkan. Peningkatan pada siklus II ini disebabkan oleh peserta didik sudah mampu membuat kalimat dan menuangkan ide-idenya dalam suatu kalimat.2%. Peningkatan aspek penyusunan kalimat pada prasiklus ke siklus I sebesar 24. meskipun belum dilakukan tindakan pada aspek ini peserta didik sudah mampu dan sangat menguasai aspek jumlah kalimat ini sehingga pada tahap awalpun hasil persentase rata-rata yang diperoleh sudah sangat memuaskan.94%.58% dengan kategori sangat kurang dan siklus I persentase skor rata-rata sebesar 45.77%. dan siklus II juga mengalami peningkatan. Siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 22. Dari data yang ada. serta pengawasan guru.65% dan siklus II persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 84.41%. guru hanya menyampaikan seperlunya saja berdasarkan rencana pembelajaran siklus I yang ada.48%. Pada siklus I.75% dengan kategori kurang.

Sedangkan penilaian aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. dan siklus II persentase skor rata-rata mencapai 61. Peningkatan ini cukup baik 200 . Kemudian pada siklus I dengan jumlah kelompok yang banyak menjadikan kurang terawasi. Selain itu pada siklus II. siklus I persentase skor rata-rata mencapai 45.58% dengan kategori sangat kurang. Oleh karena itu pada siklus II rencana pembelajaran sedikit diubah.34% dengan kategori sangat baik.35% dengan kategori kurang.200 memberikan penjelasan berdasarkan kekurangan-kekurangan yang didapat dari hasil identifikasi prasiklus. siklus I mencapai persentase skor rata-rata 82. karena dalam membuat suatu kalimat pilihan kata sangat diperlukan demi terbentuknya suatu konteks kalimat yang jelas sehingga didapatkan suatu kalimat yang mudah dipahami. yaitu guru memberikan penjelasan lebih tentang cara penyusunan kalimat yang baik. prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 86. Untuk aspek pilihan kata (diksi).58% dengan kategori sangat baik. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 4.75% dengan kategori baik dan siklus II mencapai persentase skor ratarata 87. guru lebih memberikan pengawasan yang ekstra pada setiap kegiatan yang dilakukan berkelompok sehingga proses pembelajaran lebih kondusif. pada prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 26.14% dengan kategori baik.59%. Untuk penilaian aspek diksi (pilihan kata). peserta didik sudah mampu memahami penggunaannya dan pemilihannya. Peningkatan terjadi pada prasiklus ke siklus I sebesar 18. Pilihan kata yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan dan situasi yang melingkupinya. padu dan utuh jika dibandingkan siklus I.01%.

Aspek penggunaan ejaan dan tanda baca sangat penting dan sangat diperlukan karena sampai kapanpun dalam dunia tulis menulis aspek ini sangat dibutuhkan. Materi pembelajaran yang disampaikan dalam bentuk visual menjadikan peserta didik belajar secara langsung tanpa mendengar ceramah dari 201 . efektifitas.201 karena setidaknya ada perubahan cara belajar peserta didik sehingga diperoleh suatu perubahan. Sebelum dilakukan tindakan siklus I maupun siklus II kemampuan peserta didik masih sangat kurang. Faktor-faktor yang menyebabkan pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat memuaskan karena guru berusaha memberikan penjelasan tentang kelemahan-kelemahan peserta didik pada aspek ini dan guru juga menekankan pada usaha perbaikan sehingga peserta didik menjadi tahu kelemahan dan cara perbaikannya. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik ini patut dibanggakan. kemudian setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual kemampuan menyimak berita peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan.39%. Kehadiran media audio-visual dan metode drill sebagai komponen utama dalam pembelajaran menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken terbukti mampu membantu kelancaran. dan efisiensi pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan merode drill melalui media audio-visual terbukti mampu membantu peserta didik dalam penguasaan kemampuan menyimak berita dan meningkatkan kualitas. Dan pada siklus II peningkatan yang terjadi dari siklus I sebesar 15. dan efektifitas pembelajaran peserta didik dalam menyimak berita. produktifitas.

jurnal dan wawancara. Berikut ini masing-masing penjelasannya. Dikatakan lebih bermakna karena pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.5. memberikan keterampilan pada peserta didik untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya dan dengan penggunaan media menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bahan pengajaran lebih jelas maknanya karena bahan pengajaran langsung didapatkan dari tayangan yang mereka simak. diketahui bahwa perilaku peserta didik dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.202 guru. dan siklus II. Perubahan Perilaku Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Berdasarkan dari analisis. Selain peningkatan keterampilan menyimak berita.2. Berikut ini hasil pembahasan perubahan perilaku peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukannya proses tindakan pada masing-masing siklusnya. sehingga menciptakan suatu suasana yang lebih menyenangkan dan sudah tentu pembelajaran menjadi lebih bermakna. 4. Untuk lebih jelasnya mengenai perubahan perilaku tersebut dapat diketahui pada hasil observasi. siklus I. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. 202 . hasil pembahasan juga dipandang dari sudut perubahan perilaku peserta didik mulai dari tahap prasiklus.

Perubahan perilaku yang positif juga terjadi pada aspek 3 dan 6 tentang keaktifan peserta didik. Perubahan perilaku positif tersebut terjadi pada aspek ke-2 tentang peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru. Pada aspek ke-3 perubahan positif yang terjadi 203 . peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Siklus I (%) 100 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 0 2 18 7 11 3 12 16 4 4 5 100 100 100 100 0 0 6 7 8 6 100 100 16 100 100 10 0 0 9 100 100 0 Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada peserta didik. berkomentar tentang materi yang diberikan. Jadi dapat diartikan bahwa mengalami perubahan ke arah yang baik dari siklus I ke siklus II.203 1) Hasil Observasi Tabel 52 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No Aspek Observasi 1 peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. Peningkatan yang terjadi sebesar 11%. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru peserta didik aktif bertanya. Pada siklus II peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru semakin berkurang.

2) Hasil Jurnal Guru dan Siswa Selain pembahasan perubahan hasil observasi. Pada siklus II ini. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat. pada bagian ini juga dibahas perubahan hasil pada jurnal guru dan siswa. Keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. pada siklus II ini sudah memberikan perhatian dan antusias yang sangat baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. para peserta didik sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah lebih memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual daripada pada siklus I. perubahan yang terjadi berdasarkan lembar jurnal guru respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik.204 sebesar 4% dan aspek ke-6 sebesar 10%. Mereka yang awalnya memberikan respons yang cukup terhadap penjelasan yang diberikan guru. pada siklus II peserta didik semakin aktif bertanya mengenai hal-hal yang tidak diketahuinya. 204 . maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik yang semula kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menjadi lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. Dengan adanya perubahan tersebut.

205 Tabel 53 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Siklus I (%) 97 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 3 2 97 97 0 3 94 94 0 4 97 100 3 5 82 97 15 Dari tabel 53 dapat diketahui bahwa berdasarkan hasil jurnal siswa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada diri peserta didik. 100% peserta didik sudah merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada siklus I awalnya terdapat 97% peserta didik yang merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan peneliti. Peningkatan yang terjadi sebesar 3%. tetapi pada siklus II. Perubahan positif tersebut terjadi pada aspek pertanyaan pertama. Perubahan perilaku positif tersebut disebabkan oleh adanya tugas tersetruktur yang diberikan peneliti. keempat. Peningkatan juga terjadi pada pertanyaan keempat. Dengan adanya 205 . dan kelima. Pada aspek pertanyaan pertama perubahan yang terjadi sebesar 3%.

Pembelajaran dengan metode drill dan media audiovisual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru. Sehingga pada siklus II ini. Dengan meningkatnya hasil jurnal.206 tugas tersebut bisa mengarahkan peserta didik untuk rajin menyimak. Peningkatannya sebesar 15%. Lalu perubahan pada aspek pertanyaan kelima. Menurut peserta didik yang mendapat nilai terendah. namun setelah dilakukan beberapa tindakan dia menjadi mengatakan ”Oh. bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. Yang awalnya dia mengatakan sangat sulit. 3) Hasil Wawancara Perubahan ke arah positif juga terjadi pada hasil wawancara. pada siklus II ini dia mengaku bahwa ternyata pembelajaran menyimak adalah mudah. Dari pesan dan kesan tersebut dapat diketahui respons peserta didik diakhir penelitian. yang awalnya menganggap pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Pada akhir penelitian banyak peserta didik yang memberikan pesan dan kesan yang bagus. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. ternyata pembelajaran menyimak mudah ya!”. Pada pertanyaan kelima perubahan yang terjadi sangat tinggi. maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik semakin terkesan dengan pembelajaran yang dilakukan dan mereka memberikan pesan positif yang sifatnya membangun. sehingga dia bisa menemukan pokok-pokok 206 . dia lebih mudah memahami isi berita.

mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Menurutnya. 207 . pembelajaran yang dilakukan di laboratorium lebih menyenangkan karena mereka bisa belajar bekerja sama dan mendapatkan situasi yang baru. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Dalam menyampaikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru.207 berita dan mampu menuliskannya ke dalam suatu kalimat.

12% dari rata-rata sebelumnya dan setelah siklus II peningkatannya 11.85 juga dengan kategori kurang.64 dengan kategori kurang. Nilai rata-rata setelah tindakan siklus I adalah 59. setelah siklus I. 2) Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sebagai salah satu cara pembelajaran baru dalam menyimak berita sangat positif. dan setelah siklus II. jika dipresentasekan adalah setelah siklus I 3.208 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. Nilai rata-rata peserta didik setelah tindakan siklus II adalah 71. Peserta didik mengalami perubahan perilaku dalam pembelajaran ke arah positif.02 dengan kategori baik. Hasil hipotesis tindakan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dalam menyimak berita.17% dari rata-rata siklus I. Peningkatan nilai rata-rata peserta didik sebelum diberi tindakan. Peningkatan nilai yang terjadi adalah berkaitan dengan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Perilaku 208 . Hasil ini terlihat pada hasil sebelum peserta didik diberi tindakan. nilai rata-rata peserta didik adalah 56.1 Simpulan 1) Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual mempunyai pengaruh yang berarti terhadap peserta didik dalam meningkatkan keterampilan menyimak berita. Peningkatan yang sangat berarti dan memuaskan terjadi pada siklus II.

Peserta didik hendaknya sering berlatih menyimak agar dapat terampil menyimak dengan baik. 1. 209 . 5. penulis menyampaikan saran sabagai berikut ini. sehingga pembelajaran menyimak akan menjadi menyenangkan dan menjadi pembelajaran yang tidak sulit. 2.209 tersebut yaitu peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran pada siklus II. Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian di atas. Guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. yaitu mempunyai kemampuan menyimak berita yang baik.2. Peserta didik hendaknya dalam mengikuti pembelajaran menyimak dengan semangat dan perilaku positif. peserta didik lebih aktif bertanya mengenai hal-hal yang belum dimengertinya dan aktif menjawab pertanyaan guru. 3. peserta didik sangat memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran. sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai.

Bandung: Sinar Baru Algresindo. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: BPPE-Yogyakarta. Djago. Amir Hamzah. Ice Sutari. dkk. Komposisi Sebagai Pengantar Kemahiran Berbahasa. 1986. Nana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. Amin. Penerangan dan Penyuluhan. 2002. Pendidikan Bahasa Indonesia I. 2006. 2001. Media Audio-Visual untuk Pengajaran. Roestiyah. Nurhadi. Semarang: Depdikbud. 210 . 2004. N. Tarigan. Suyitno. Bandung: Angkasa. Tata Bahasa Pendidikan. Sudjana. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. K. Jakarta : Nusa Indah. Djuraid. 1991. Semarang: Unnes. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Henry Guntur. Husnun N. Keraf. Semarang : IKIP Semarang Press. Jakarta: Depdikbud. Burhan. K. 1994. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matemetika I. 1981. Tarigan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta : Rineka Cipta. 1998. Gorys. Bandung: Angkasa. Malang : UMM Press. Panduan Menulis Berita. Nurgiyantoro. Menyimak. 1995. Jakarta: Gramedia.210 DAFTAR PUSTAKA Suleiman. Y.

Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus. Meningkatkan Ketuntasan Belajar Matematika Siswa Kelas I SLTP NU 02 Al Hidayah Kendal Tahun Pelajaran 2002/2003 Melalui Metode Drill. Universitas Negeri Semarang. Universitas Negeri Semarang. 2001. Skripsi. Wulandari. Universitas Negeri Semarang. Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003. Riyadi. Setyojatmoko. Suratno. Skripsi. 2005. Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni. Skripsi. Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang. Skripsi.211 Muda. Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. Dermawan. 2003. 2006. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Universitas Negeri Semarang. 2000. Parjinah. 2006. 2003. Jurnalistik TV Menjadi Reporter Profesional. Universitas Negeri Semarang. Lutfiyah. 2003. Skripsi. Deddy Iskandar. Skripsi. 211 . Universitas Negeri Semarang.

mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi. di mana. siapa. Penugasan 212 . siapa. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. Indikator : 1. Memahami isi berita dari televisi : 9. METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1. dan 2. mengapa.2.212 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : 9. Inkuiri 3. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. di mana. mengapa. Identifikasi 2. siapa. Diskusi 4. Menemukan pokok-pokok berita (apa. kapan. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B. Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. kapan. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. di mana. mengapa. kapan. TUJUAN PEMBELAJARAN 1.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. i. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. Kegiatan Awal (10 menit) a. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu.213 D. Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. Guru menjelaskan hakikat menyimak dan teknik menyimak b. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Sungai Asahan Meluap Ratusan Rumah Tenggelam” e. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. d. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang pengalamannya dalam menyimak berita c. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Apersepsi. b. d. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. Setelah VCD berita selesai diputarkan. 213 . Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f.

Setelah VCD berita selesai ditayangkan. Guru menjelaskan sedikit tentang kesalahan yang masih dilakukan peserta didik dan menjelaskan kemajuan yang telah dilakukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3. Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Kegiatan Akhir (5 menit) a. guru membahas jawaban soal essai h. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Bayi Kembar Tiga dari Pasangan Miskin” b. guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. setelah itu menuliskan 214 . Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan pengerjaan yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a.214 j. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. Secara individu. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Setelah selesai mengoreksi. dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g. peserta didik diberikan oleh guru f. Peserta didik mendapat tugas terstruktur untuk melihat berita dari televisi selama 4 hari dan setiap hari melihat 2 topik berita. Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik c. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b.

Teknik : tes tertulis 2.215 pokok-pokok beritanya dan menuliskannya ke dalam 5 kalimat (Berita Seputar Indonesia di RCTI. VCD berita 2. Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Soal essai 1. Tuliskan pokok-pokok berita yang Anda dengarkan ke dalam 5 kalimat! Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 215 . setiap hari pukul 17. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia F. SUMBER BELAJAR 1. PENILAIAN 1.30 WIB) E.

216 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang Terdapat 1 kesalahan Sangat penggunaan pilihan kata baik Terdapat 2-5 kesalahan Baik penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan Cukup penggunaan pilihan kata baik Terdapat 11-15 kesalahan Kurang penggunaan pilihan kata baik Terdapat lebih dari 15 Sangat kesalahan penggunaan kurang pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan Sangat 216 .

217 4 3 2 1 dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Tugas di rumah! Dengarkanlah berita selama 4 hari dan setiap harinya lihatlah 2 topik berita di RCTI dengan nama acaranya “Seputar Indonesia”. Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! Buatlah tugas rumahmu dengan bentuk seperti kolom di bawah ini! NAMA PESERTA DIDIK : Nama acara Sumber berita : : Tanggal penyiaran : Waktu Judul berita 1) Apa 2) Siapa 3) Di mana 4) Kapan : : : : : : 5) Mengapa : 6) Bagaimana : 7) Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 217 . Catatlah pokok-pokok beritanya! 2. kemudian. pada pukul 17. 1.30 WIB.

S. Mei 2007 Peneliti Mursam. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 218 .218 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui. Guru Mata Pelajaran Blora. Pd.

dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. mengapa. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. mengapa.219 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII/2 : 9. di mana. Inkuiri 3. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. mengapa. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Penugasan 219 . siapa. kapan. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. Memahami isi berita dari televisi : 9. siapa. Identifikasi 2. siapa. kapan. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. Indikator : 1. Diskusi 4. Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. di mana. Menemukan pokok-pokok berita (apa. kapan. di mana. METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1.2. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B.

220 D. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang materi yang sudah diperoleh pada pertemuan sebelumnya c. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Korban DBD Terus Berjatuhan” e. b. Apersepsi. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. d. i. Kegiatan Awal (10 menit) a. d. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. 220 . Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. Setelah VCD berita selesai diputarkan. Guru menjelaskan teknik menyimak b. Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c.

guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. Setelah selesai mengoreksi. peserta didik diberikan oleh guru f. dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Sapi Berkaki Enam dengan Kelamin Ganda” b. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik E. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. VCD berita 2. SUMBER BELAJAR 1. Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan yang masih terjadi dalam pengerjaan tugas yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia 221 . Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Secara individu. Kegiatan Akhir (5 menit) a. guru membahas jawaban soal essai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3.221 j.

222 F. PENILAIAN 1. Teknik : tes tertulis 2. Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No Unsur penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita 2 Jumlah kalimat 3 Penyusunan kalimat 4 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian Skor Kriteria Kategori 1 Kesesuaian isi kalimat 15-13 Isi kalimat meliputi 6 Sangat dengan pokok-pokok berita unsur (5 W + 1 H) baik 12-10 Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur 9-7 Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik 6-4 Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat 3-1 222 .

223 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 223 .

Guru Mata Pelajaran Blora. Pd. Peneliti Mei 2007 Mursam. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 224 . S.224 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui.

Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh.225 Lampiran 7 DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika 225 Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan .

64 226 . Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56. Edi Saputra Moh.Lampiran 8 226 DAFTAR HASIL PENILAIAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.

Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 44 60 78 62 43 62 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 44 64 64 2095 61. Edi Saputra Moh.62 227 .227 Lampiran 9 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

Edi Saputra Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 53 81 72 53 34 76 71 70 42 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 52 73 66 1975 58. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.08 228 .228 Lampiran 10 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.23 229 . Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 79 46 60 60 80 60 80 80 59 84 44 59 84 59 59 79 79 59 84 59 79 45 84 59 84 79 79 59 79 59 59 2146 69. Edi Saputra Moh.229 Lampiran 11 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72. Edi Saputra Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.81 230 .230 Lampiran 12 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

64 231 .51 Jumlah Akhir 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56.231 Lampiran 13 HASIL TES ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 007 6 008 7 009 8 010 9 011 10 013 11 014 12 015 13 016 14 017 15 018 16 019 17 022 18 024 19 025 20 026 21 027 22 028 23 029 24 030 25 031 26 032 27 033 28 034 29 035 30 036 31 037 32 038 33 039 Jumlah Rata-rata 1 30 30 20 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 990 30 2 14 14 8 8 11 4 11 5 11 14 8 14 7 8 12 14 4 5 8 11 8 11 8 14 10 11 14 11 5 14 13 5 11 316 9.51 6 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 4 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 4 1 1 1 3 2 50 1.60 Aspek Penilaian 3 4 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 8 3 10 1 10 5 10 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 2 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 6 1 10 1 10 1 10 1 10 3 10 3 324 9.81 40 1.21 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 3 149 4.

09 Aspek Penilaian 3 4 4 4 10 1 10 4 10 1 10 3 10 1 4 4 4 4 10 4 10 4 10 1 10 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 1 10 3 4 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 3 10 4 10 1 10 1 10 1 4 4 10 3 10 1 10 3 10 4 10 4 320 9.62 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 156 4.59 2 7 11 6 4 1 4 7 7 6 9 11 6 9 2 5 4 11 9 4 4 12 9 11 1 6 12 11 12 7 1 11 1 9 9 241 7.232 Lampiran 14 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 20 30 50 40 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 1210 35.32 Jumlah Akhir 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.59 6 2 1 4 1 3 1 2 2 4 4 1 4 1 1 4 1 1 3 2 1 1 4 1 1 3 4 1 1 2 1 3 3 4 4 79 2.41 89 2.62 232 .

06 6 2 1 1 1 4 4 2 2 4 5 1 3 3 1 2 4 2 1 4 3 1 4 3 4 3 4 5 1 3 1 2 3 3 5 88 2.233 Lampiran 15 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 30 50 40 30 10 40 40 40 10 40 40 40 10 30 0 30 20 30 30 10 40 40 60 30 10 40 30 40 30 20 30 30 40 30 1100 32.35 5 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 5 4 138 4.29 2.44 Aspek Penilaian 3 4 6 2 10 1 10 2 10 2 6 2 10 5 10 3 8 3 8 3 4 4 8 1 10 5 8 4 10 1 10 1 4 2 8 1 8 4 10 3 10 1 10 1 10 5 10 1 6 1 10 3 10 1 6 5 10 1 2 1 10 2 6 1 8 1 10 3 8 4 282 80 8.08 233 .35 2 8 14 14 4 7 12 11 11 11 8 9 11 8 11 4 7 1 11 8 4 8 11 5 5 11 5 11 4 11 5 4 4 11 14 287 8.59 Jumlah Akhir 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.

81 2 11 12 12 12 12 12 11 11 12 12 12 12 12 12 11 12 11 12 12 11 12 12 12 11 12 11 12 11 12 12 12 363 11.23 234 .234 Lampiran 16 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 50 20 30 30 50 30 50 50 20 50 20 20 50 30 50 50 50 30 50 30 50 20 50 30 50 50 50 30 50 20 20 1110 35.87 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 150 4.71 Aspek Penilaian 3 4 10 3 10 3 8 4 8 4 10 4 8 4 10 3 10 3 10 5 10 4 10 3 10 3 10 4 8 4 8 4 10 4 10 3 8 4 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 5 10 5 292 9.42 120 3.84 6 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 111 3.58 Jumlah Akhir 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 46 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.

48 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 3 4 3 2 4 5 135 4.49 2 3 3 12 6 3 9 9 12 6 12 12 9 5 8 3 5 15 3 9 9 8 8 9 14 6 6 12 2 6 12 14 253 8.81 235 .32 108 3.235 Lampiran 17 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 40 30 50 50 30 50 50 50 40 50 50 40 40 30 50 40 60 50 40 50 60 40 50 50 50 40 50 30 40 50 50 1410 45.16 Aspek Penilaian 3 4 8 3 8 4 8 5 10 3 6 2 10 4 8 3 8 4 10 4 8 5 10 6 6 2 6 5 8 4 2 2 8 5 6 3 8 3 10 3 18 4 8 3 10 3 10 5 8 5 8 4 2 2 8 4 10 2 8 2 10 8 10 5 258 8.00 Jumlah Akhir 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.35 6 4 2 1 3 5 3 3 3 5 4 2 4 5 2 1 4 2 3 3 4 4 4 4 3 4 5 3 1 2 3 2 93 3.

85 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 236 .5 71 72.5 65 2034.5 75 57.08 NG 48.62 NI 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.5 51 52 47.5 72.5 54 47 68.5 57.236 Lampiran 18 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian 002 003 004 005 008 009 010 011 013 014 015 016 017 018 019 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.5 71 47 42.5 59.5 72.5 70.5 76 51 69 51 57 48.5 70 72 47 59.5 57 60.5 39 69.5 65.

5 80.5 83.5 55.5 72.5 72.5 71.237 Lampiran 19 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian 002 004 005 006 007 008 009 010 014 015 016 017 018 021 022 023 024 025 026 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 47 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.5 81 69.81 NG 72 49 70 68.5 2201.5 71 84 58 83.5 65.5 72 71.5 78.5 68.5 80.5 66 65.5 65 70.23 NI 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.5 72.5 66 70.5 77.5 85 65.02 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 237 .

238 Lampiran 20 FORMAT PENILAIAN SIKLUS I DAN SIKLUS II KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita Ke Dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 unsur Sangat (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 unsur Baik Isi kalimat meliputi 4 unsur Cukup baik 238 .

239 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi Isi kalimat meliputi 3 unsur Isi kalimat meliputi 1-2 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 ke salahan ejaan dan tanda baca Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 239 .

240 Lampiran 21 Pedoman Observasi Peserta Didik Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Hari/tgl : VIII.A : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 240 .

berkomentar tentang materi yang diberikan. peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. 8. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. 7. Keaktifan selama 5. 2. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum menyimak berita dipahaminya. peserta didik aktif bertanya. 4. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok proses pembelajaran berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6.241 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 JUMLAH Keterangan : No 1 Aspek 1. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi 2 241 . peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting.

242 Lampiran 22 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus I : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x x x v x x v v x x x v x x x x v x x v x v x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x 242 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl .

= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 243 .243 38 038 39 039 Jumlah v v 34 0 x x 6 28 x 4 30 v v 34 0 v v 34 0 x x 2 32 v v 34 0 v v 34 0 v v 34 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .

244 Lampiran 23 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus II Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x x v x x x x x x x x x v x x v x v x x x x x x x v x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x v v x x x x v x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v 244 .

245 33 033 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 Jumlah respons positif Jumlah respons negatif v v v v v v v 31 0 x x x x x x x 2 29 x x x x x x x 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 x x x x x v v 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 245 .

fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 246 . Keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5. Keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4. Pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6. 2.246 Lampiran 24 LEMBAR JURNAL GURU SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Isilah pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1.

Ketika kegiatan apersepsi hanya terdapat beberapa peserta didik yang menanggapi penjelasan dari guru. Walaupun tidak dipungkiri masih ada peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang disampaikan guru.247 Lampiran 25 Hasil Jurnal Guru Siklus I Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Hasil jurnal guru ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat terhadap beberapa pernyataan di bawah ini : 1. Sebagian besar peserta didik sudah memperhatikan penjelasan dari guru. Kepasifan mereka juga terlihat ketika guru memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami dari tayangan berita yang sudah diputarkan. Kebanyakan peserta didik masih kurang aktif selama pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dilaksanakan. Beberapa peserta didik masih terlihat bercanda dengan teman sebangkunya ketika proses pembelajaran sudah dimulai. dan sudah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. 2. Sebagian besar dari mereka terlihat diam saja. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini sudah cukup baik. 247 .

Peserta didik cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. 4. Sehingga hasil yang diperoleh pada siklus ini masih rendah. peserta didik kurang memahami hakikat pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual yang baru saja diperkenalkan oleh peneliti. dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. Semuanya terfokus pada soal yang telah diberikan guru. 248 . 6. 5. Fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas. Keantusiasan tersebut terlihat dari tepat waktunya mereka ketika masuk di ruang laboratorium dan terpancar dari semangat mereka ketika kegiatan perkenalan yang dilakukan guru. Pada siklus I ini.248 3. Mereka belum bisa memahami seutuhnya prinsip dasar pembelajarn ini. Selama proses mengerjakan latihan seluruh peserta didik sudah terlihat aktif dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru.

Dalam mengerjakan latihan. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias yang baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Dengan kondisi yang seperti itu maka peserta didik tidak merasa canggung dan malu lagi dalam mengemukakan gagasannya. Pada siklus II ini. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. Respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. 2. Keaktifan itu bisa timbul karena dimungkinkan peserta didik sudah merasa terbiasa dengan peneliti dan sudah mampu menyesuaiakan dengan cara pembelajaran yang diberikan guru dan cara mengajarnya. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. 249 . Keaktifan peserta didik juga tampak ketika mereka mengerjakan latihanlatihan yang diberikan guru.249 Lampiran 26 Hasil Jurnal Guru Siklus II Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Pedoman yang digunakan pada jurnal guru pada siklus II ini masih sama dengan siklus I. Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. 3. mereka sudah memperhatikan kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. diperoleh pernyataan-pernyataan berikut ini: 1.

Pembelajaran berlangsung dengan kondusif dan tertib. sehingga mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. 5. Peserta didik sudah lebih memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal itu disebabkan oleh kesadaran mereka akan pentingnya keterampilan menyimak berita.250 4. Peserta didik semakin antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Dengan menyimak berita mereka dapat memperoleh informasiinformasi penting. 250 . Tidak dijumpai fenomena-fenimena negatif pada siklus II ini. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. 6.

251 Lampiran 27 LEMBAR JURNAL SISWA SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Jawablah pertanyaan ini dengan benar! 1. Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 251 . Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5. Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4. Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2.

Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4.252 Lampiran 28 PEDOMAN WAWANCARA SIKLUS I DAN II Nama Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : 1. Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8. Menurut Anda. Apakah anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 252 . Menurut Anda. Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5.

” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Saya belum memahami teknik pembelajaran dril.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Kurang suka. menyenangkan.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.l” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai.253 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus I 1. tetapi terlalu sabar.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” : 22 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran 253 . Responden : Liyanik Septi Ariyani Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.

Tetapi saya kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium.” Peneliti : ”Menurut Anda. saya lebih suka pembelajaran di dalam kelas. Responden : Siska Piyana Nilai Kelas : 85 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang.” Peneliti : ”Menurut Anda.”” 2. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.254 Responden : “ Sudah. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kelasnya terlalu ramai.” 254 .

dan sudah jelas. santai.” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah.” Peneliti : ”Menurut Anda.255 Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Baik. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah. Karena metode ini membuat kita menjadi rajin. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” 255 .

” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Sulit memahami isi berita.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai. dapat.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” 256 : 50 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran .256 Lampiran 30 Hasil Wawancara Siklus II 1. Responden : Supriyono Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya. menyenangkan. tetapi suaranya kurang jelas.

257 Responden : “ Sudah. Responden : Muslianto Nilai Kelas : 90 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang dan bisa menambah pengetahuan. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : ”Menurut Anda. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Tidak.” Peneliti : ”Menurut Anda.” 2.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kurang teliti dalam menjawab soal latihan.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” 257 .

dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa. Karena metode ini membuat kita bisa belajar bersamasama.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.” Peneliti : ”Menurut Anda. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Gampang-gampang susah.” 258 .” Peneliti : ”Menurut Anda.258 Responden : “Sudah bagus dan jelas.

Kegiatan peserta didik dalam menyimak tayangan berita 3. Kegiatan peserta didik mengisi lembar jurnal siswa 259 .259 Lampiran 31 PEDOMAN DOKUMENTASI SIKLUS I DAN SIKLUS II Hal-hal yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara berkelompok 4. Kegiatan awal pembelajaran yang berupa guru memberikan apersepsi 2. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara individu 5.