P. 1
menyimak

menyimak

|Views: 6,749|Likes:
Published by Radin Sah

More info:

Published by: Radin Sah on Oct 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.5 Tujuan Penelitian
  • 2.1 Kajian Pustaka
  • 2.2 Landasan Teoretis
  • 2.2.1 Pengertian Menyimak
  • 2.2.3 Jenis-jenis Menyimak
  • 2.2.4 Tujuan Menyimak
  • 2.2.5 Manfaat Menyimak
  • 2.2.7 Tes Kemampuan Menyimak
  • 2.2.8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak
  • 2.2.9. Penilaian Pembelajaran Menyimak
  • 2.2.10 Pengertian Berita
  • 2.2.12 Jenis-jenis Berita
  • 2.2.13 Kerangka Berita
  • 2.3 Kerangka Berpikir
  • 2.2.4 Hipotesis Tindakan
  • 3.1 Desain Penelitian
  • 3.1.1 Proses Tindakan Kelas
  • 3.1.1.1 Proses Pelaksanaan Siklus I
  • 3.1.1.2 Proses Pelaksanaan Siklus II
  • 3.2 Subjek Penelitian
  • 3.3 Variabel Penelitian
  • 3.4 Instrumen Penelitian
  • Tabel I Tabel Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
  • 3.4.1 Instrumen Tes
  • Tabel 2 Tabel Kategori Nilai Peserta Didik
  • Tabel 3 Skor Penilaian pada Instrumen Tes
  • Tabel 4 Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat
  • Tabel 5 Pedoman Penskoran Soal Essai
  • Tabel 6 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke dalam 5 Kalimat
  • 3.4.2 Instrumen Nontes
  • 3.5 Uji Instrumen
  • 3.6 Teknik Pengumpulan Data
  • 3.6.1 Teknik Tes
  • 3.6.2 Teknik Nontes
  • 3.7 Teknik Analisis Data
  • 3.7.1 Teknik Kuantitatif
  • 3.7.2 Teknik Kualitatif
  • 4.1 Hasil Tes Prasiklus
  • Tabel 7 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Tahap Prasiklus
  • 4.2.1 Hasil Tes
  • Tabel 8 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I
  • Tabel 9 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I
  • Tabel 10 Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I
  • Tabel 11 Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai
  • 4.2.1.1.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I
  • Pokok-pokok Berita
  • Tabel 19 Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I
  • Tabel 20 Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai
  • Tabel 21 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H
  • Tabel 22 Hasil Essai Tes Menyimak Berita
  • 4.2.2 Hasil Nontes
  • Tabel 29 Hasil Jurnal Siswa Siklus I
  • Gambar 2 Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita
  • Gambar 3 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok
  • Gambar 4 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu
  • Gambar 5 Peserta Didik Mengisi Jurnal
  • 4.2.3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik
  • 4.2.4 Refleksi Siklus I
  • 4.3.1 Hasil Tes
  • Tabel 30 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II
  • Tabel 31 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II
  • Tabel 35 Hasil Essai Tes Menyimak Berita
  • Pokok-Pokok Berita
  • Tabel 43 Hasil Essai Tes Menyimak Berita
  • 4.3.2 Hasil Nontes
  • Tabel 49 Hasil Observasi Siklus II
  • Tabel 50 Hasil Jurnal Siswa Siklus II
  • Gambar 8 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok
  • Gambar 9 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu
  • 4.5 Pembahasan
  • 5.1 Simpulan
  • DAFTAR PUSTAKA

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA DARI TELEVISI DENGAN METODE DRILL MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL PADA PESERTA

DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Anik Suyani : 2101403057 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : Bahasa dan Sastra Indonesia

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

SARI

Suyani, Anik. 2007. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. L.M. Budiyati, M. Pd. Pembimbing II Drs. Haryadi, M. Pd. Kata kunci : Keterampilan menyimak berita, metode drill, dan media audio-visual. Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menyimak pada dasarnya adalah keterampilan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat fungsional. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat pada kegiatan sehari-hari kita yang dihadapkan pada berbagai kesibukan menyimak. Tetapi berdasarkan hasil observasi pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, pembelajaran menyimak kurang mendapat perhatian guru bahasa secara khusus dan kemampuan menyimak peserta didik masih rendah, terutama menyimak berita. Alasan peserta didik memiliki kemampuan menyimak berita yang rendah salah satunya adalah metode pembelajaran menyimak berita yang monoton dan kurang menarik. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan-penjelasan dari guru. Guru belum menyertakan media dalam pembelajarannya dan kurang mendorong peserta didik untuk belajar aktif, sehingga pembelajaran menjadi monoton. Hal ini merupakan salah satu penyebab pembelajaran tidak maksimal, dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. Oleh karena itu, masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan metode drill dan penggunaan media audio-visual. Cara ini akan mendorong peserta didik untuk terampil menyimak berita, melatih peserta didik untuk belajar aktif, serta memadukan antara teori dan praktik. Metode dan media ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik. Berdasarkan paparan di atas, peneliti ini mengangkat permasalahan, yaitu bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken setelah mengikuti pembelajaran dengan metode drill dan penggunaan media audio-visual dan bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukan pembelajaran meyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken dan mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audiovisual dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang dilaksanakan pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, jurnal, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif ii

yang berupa nilai peserta didik. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan data yang diperoleh dari observasi, jurnal, wawancara, dan foto. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken hasil nilai prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan. Sebelum dilakukannya tindakan nilai rata-rata kelas menyimak berita sebesar 56,64 dengan kategori kurang. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,12% dengan nilai rata-rata 59,85 dengan kategori kurang dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,7% dengan nilai rata-rata 71,02 atau masuk pada kategori baik. Peningkatan nilai rata-rata kelas ini diikuti dengan peningkatan skor pada tiap aspek penilaian. Pada aspek unsur 5W + 1H , skor rata-rata pada prasiklus sebesar 30 dengan kategori cukup. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,97% dengan nilai rata-rata 33,97 dengan kategori cukup dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,68% dengan nilai rata-rata 40,65 atau masuk pada kategori baik. Rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita pada prasiklus sebesar 9,60 atau masuk pada kategori sangat baik, pada siklus I sebesar 7,76 termasuk kategori baik, dan pada siklus II sebesar 9,93 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Pada aspek jumlah kalimat, skor rata-rata pada prasiklus sebesar 9,81 dengan kategori sangat baik. Pada siklus I sebesar 8,85 dengan kategori sangat baik, dan pada siklus II sebesar 8,87 dengan kategoti sangat baik pula. Rata-rata skor pada aspek penyusunan kalimat hasil rata-rata prasiklus sebesar 1,21 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,49 masuk pada kategori kurang, dan pada siklus II sebesar 3,68 dengan kategori baik. Pada aspek penggunaan diksi (pilihan kata), skor rata-rata pada prasiklus 4,51 dengan kategori baik, siklus I sebesar 4,33 masuk pada kategori baik juga, dan hasil siklus II sebesar 4,60 termasuk pada kategori sangat baik. Dan skor rata-rata aspek penggunaan ejaan dan tanda baca pada prasiklus sebesar 1,51 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,46 dengan kategori kurang, dan siklus II sebesar 3,29 masuk pada kategori cukup. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken ini diikuti dengan perubahan perilaku belajar yang positif dari perilaku belajar yang negatif sebelumnya pada siklus I dan siklus II ini peserta didik semakin aktif dalam pembelajaran, mereka mulai senang, tertarik, dan menikmatai pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Saran yang disampaikan adalah 1) guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai, yaitu mempunyai kamampuan menyimak berita yang baik, dan 2) guru dapat menggunakan metode drill dan media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak berita.

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang panitia Ujian Skripsi.

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

iv

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Sidang Ujian Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang pada, hari tanggal : Senin : 20 Agustus 2007

Panitia Ujian Skripsi

Ketua

Sekretaris

Prof. Dr. Rustono NIP 131281222

Drs. Mukh Doyin NIP 132106367

Penguji I

Penguji II,

Penguji III

Drs. Wagiran, M. Hum NIP 132050001

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

v

bukan jiplakan dari karya orang lain. baik sebagian maupun seluruhnya. Semarang. 20 Agustus 2007 Anik Suyani vi .PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

dan jangan terlalu nikmat di atas kenikmatanmu.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : ” Sesungguhnya setelah kesusahan ada kemudahan” (Al Insyiroh : 6) ”Jangan terlalu senang di atas kesenanganmu. Jalani hidup dengan segala pahit-manisnya” (Anik) ” Jalanilah kehidupan ini dengan kerendahan hati serta hati yang tulus” (Anik) ” Jadilah diri sendiri yang dapat bertanggung jawab pada diri sendiri” (Anik) Persembahan : Kupersembahkan skripsi ini untuk: Ayahku dan Ibuku (almh) vii . jangan terlalu sedih di atas kesedihanmu.

viii . Oleh sebab itu. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan arahan dan izin penelitian kepada penulis. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis. Penelitian ini dilakukan sebagai respons dari permasalahan yang muncul dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak berita kelas VIII A SMP Negeri I Jiken yang selama ini masih kurang. puji syukur kehadirat Allah swt penulis panjatkan. 2. Terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. 3. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyusun skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak. Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalaman yang tidak terlupakan selama perkuliahan. yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada penulis. Besarnya pengaruh keterampialn menyimak berita terhadap keterampilan berbahasa menyebabkan penulis ingin meneliti lebih lanjut sehingga diperoleh metode terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak berita.PRAKATA Penulis telah menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2006/2007 dengan baik.

Semarang. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. M. dan bimbingan dengan penuh kesabaran kepada penulis. 20 Agustus 2007 Penulis ix . Teman seperjuangan : Liliput (Ema. Budiyati. Saudara mendapat balasan dari Allah swt. 6. Pd (Pembimbing I). Ibu. Mursam S. 10. Andris dan Shinta) yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. L. Segenap keluarga kos Wisma Astri yang telah memberikan semangat dan dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini. arahan. dan semangat kepada penulis. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora yang telah memberikan izin penelitian dan bantuannya kepada penulis. Haryadi. 8. 5. 11. M. M. Keluarga Blora yang memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam meyelesaikan skripsi ini. Pd (Pembimbing II) yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan masukan. motivasi. 7. dan Drs. Seseorang yang selalu siap menemaniku dalam susah dan senang dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.4. Pd Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri I Jiken yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam melakukan penelitian. Tutik. Teman-teman angkatan 2003 Sasindo FBS yang telah memberikan dorongan. 9. Semoga amal baik Bapak. Dra.

............................................................................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN .............................. DAFTAR TABEL .......................................4 Permasalahan .............................................................................................................................................................................................2 Identifikasi Masalah ........................................... 1 6 8 9 x ...................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................. HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................................................ 1............................... HALAMAN PERNYATAAN ............................ DAFTAR GRAFIK ..............................................................3 Pembatasan Masalah .. DAFTAR ISI ..................................................... KATA PENGANTAR .................................................... DAFTAR GAMBAR ................................................................. DAFTAR BAGAN . 1........................ HALAMAN SARI .......... i ii iv v vi vii viii x xiv xv xviii xix xx BAB I PENDAHULUAN 1....1 Latar Belakang Masalah . HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN .............................................................. 1......

................2....................................................4 Tujuan Menyimak ....2......................... 2....................................................................................................2........ 2................................................................................... 9 9 BAB II LANDASAN TEORESTIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2... 2.........2....................................2...............2..................................................... 2..1.....2.......2......................................................11 Unsur-unsur Berita .................. 2.................2 Tahapan dalam Proses Menyimak ... 28 32 41 46 48 48 56 60 61 65 67 69 11 16 16 17 19 25 27 xi ........................9 Penilaian Pembelajaran Menyimak .....................................................................................................................2........ 2.................................................6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Pemahaman ......................................2 Landasan Teoretis ...12 Jenis-jenis Berita .........1 Kajian Pustaka ..............................8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak ......................................5 Manfaat Menyimak ........................................2......... 2......... 2...........2.................. 2...... 2............6 Manfaat Penelitian ............2.............. 2.5 Tujuan Penelitian .................3 Kerangka Berpikir ......................7 Tes Kemampuan Menyimak ..........1 Pengertian Menyimak ... 2.................................................... 2............2...13 Kerangka Berita ...15 Hakikat Media Audio-Visual .... 2........ 2.............................. 2..................................... 1............................................................................................................10 Pengertian Berita ...........2.........................3 Jenis-jenis Menyimak ............................... 2....2....14 Metode Drill ......4 Hipotesis Tindakan ............................ 2....................................................................................................................................

......................................1 Instrumen Tes ........... 4............6 Teknik Pengumpulan Data ...................2 Proses Pelaksanaan Siklus II .........................................................1 Proses Tindakan Kelas .......1 Proses Pelaksanaan Siklus I .......... 3.4..........................................................6.......................3 Variabel Penelitian ................................................1..................1......................................................1...... 4.....................1 Desain Penelitian .7.................................................................................. 3...........2 Subjek Penelitian ............ 3............................5 Uji Instrumen ............................... 3....................................7 Teknik Analisis Data ... 70 72 74 79 83 84 87 87 92 96 96 97 97 100 100 101 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4........................... 3...........BAB III METODE PENELITIAN 3...............................1 Teknik Tes ............................................................... 3................... 3................1...................... 3..................................................................................................................................1 Teknik Kuantitatif .....................................2.......................................2 Instrumen Nontes ......................................1........................... 102 106 106 xii ...........................................2 Teknik Kualitatif ............................................ 3...4 Instrumen Penelitian . 3...........................................................2 Hasil Tes Siklus I ...1 Hasi Tes Prasiklus ...........................6..............2 Teknik Nontes .............................................4........................1 Hasil Tes ................................................... 3............. 3.......7............................................................................... 3............ 3........ 3.........................................

. 128 146 147 150 151 174 191 193 194 202 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5..... 5..................3 Hasil Refleksi Siklus II ...................1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita .............................. 4.......................................................................................................................2 Perubahan Perilaku Peserta Didik ..................................................................................................................4 Pembahasan .... 4............................................2.......... 4....... DAFTAR PUSTAKA ..........3.............................................4 Refleksi Siklus I .............4.... 4.................1 Hasil Tes ... 4..........................................................3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik ……………………………… 4.. Hasil Tes Siklus II ..........................................3.......................................................4...........2.........................2.............. 208 209 210 212 xiii ...........4.......2 Saran ....................................1 Simpulan ..........................2 Hasil Nontes ……………………………………………………………… 4....................3......................................................... 4........................................................2 Hasil Nontes ........................................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN .............................3....... 4.....

...........DAFTAR BAGAN Bagan Bagan 1........ Desain Penelitian Tindakan Kelas Dua Siklus .... Halaman 70 xiv .......

..... Kategori Nilai Peserta Didik .......... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus ........ Tabel 3.. Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke Dalam 5 Kalimat Tabel 7. Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi ........ Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat ........DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1....... Tabel 9. Tabel 5... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca ....... Skor Penilaian pada Instrumen Tes .................................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ........... Hasil Tes Menyimak Berita Unsur 5W + 1H …………………… Tabel 13.................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat ........ Tabel 18................................................ Tabel 19....... Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I ………………………........ Kisi-kisi Instrumen Penelitian .................................... Tabel 20........................... Tabel 15......... Tabel 6....... Halaman 87 88 89 89 90 90 102 107 108 109 110 110 111 112 113 114 115 116 117 118 xv ................................. Tabel 17..................... Tabel 2........ Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Tabel 11................. Tabel 12........ Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat ............... Tabel 14.................................................. Tabel 10............................................................... Tabel 16.... Tabel 4.. Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai ....... Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai ..... Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ............................ Pedoman Penskoran Soal Essai .............. Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I .. Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ..... Tabel 8.......................

... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita . Tabel 33................................... Hasil Jurnal Siswa Siklus I .............. Table 28........... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat ...................... Tabel 39........... Tabel 31................. Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………..................... 119 120 121 122 123 125 126 129 135 152 153 154 154 156 156 157 158 159 161 162 xvi ........ Tabel 40. Tabel 25............................... Table 35............ Tabel 24.... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 36...... Hasil Kelompok Tes Isian dan Tes Essai ....................... Hasil Tes Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………………............ Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi.....Tabel 21.......................................................................................................................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi.............. Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita .............................. Hasil Observasi Siklus I ............. Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat ........................ Hasil Tes Kelompok Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ... Tabel 37................. Tabel 26................. Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca ............................... Tabel 34. Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat ............ Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ................... Tabel 32. Tabel 27................................. Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H ................................. Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca ...................................... Tabel 29............. Table 22............ Tabel 30..................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat . Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II . Tabel 38.. Tabel 23......

..................................... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 44......... Hasil Observasi Siklus II .................................................................................. Tabel 51................................ Tabel 53........... Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ............ Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi....................... Tabel 49................. Tabel 50.... Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat ......... Tabel 52... Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita .. 163 165 166 167 168 170 171 172 176 181 194 203 205 xvii ...... Tabel 45..........................................................Tabel 41.. Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca ................. Hasil Jurnal Siswa Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik ...... Tabel 48..... Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita ................................ Hasil Jurnal Siswa Siklus II . Hasil Observasi Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik ........ Tabel 47.......................... Tabel 42.................... Tabel 46. Hasil Tes Individu Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………… Table 43...................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat ...

...... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ............. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus ... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ...DAFTAR GRAFIK Grafik Grafik 1................... Halaman 105 127 173 xviii .............. Grafik 2..... Grafik 3........

...... Gambar 9.............................. Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita ................. Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita ....................................... Gambar 6............ Gambar 10...DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1...... Gambar 2................ Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok . Peserta Didik Mengisi Jurnal ............................. Guru Menjelaskan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran yang Akan Dilakukan ..... Gambar 8............... Peserta Didik Mengisi Jurnal .................................. Gambar 4...................... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu ...................................... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok .. Gambar 5....................... Gambar 3............. Halaman 141 142 143 145 146 186 187 188 189 190 xix .......... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu ............. Kegiatan Awal Pembelajaran ............... Gambar 7...................

Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II xx . Pedoman Observasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 22. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Lampiran 3-6. Daftar Nama Peserta Didik Lampiran 8. Hasil Observasi Siklus II Lampiran 24. Hasil Tes Siklus I Lampiran 11-12. Hasil Observasi Siklus I Lampiran 23. Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II Lampiran 25. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus Lampiran 14. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Individu Lampiran 18. Hasil Jurnal Guru Siklus I Lampiran 26. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Kelompok Lampiran 17. Hasil Jurnal Guru Siklus II Lampiran 27. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Lampiran 20. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Kelompok Lampiran 15. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Lampiran 2. Hasil Tes Prasiklus Lampiran 9-10. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Lampiran 19. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Individu Lampiran 16.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Tes Siklus II Lampiran 13. Format Penilaian Lampiran 21. Hasil Latihan Peserta Didik Siklus I dan Siklus II Lampiran 7.

Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus I Lampiran 40. Hasil Wawancara Siklus I Lampiran 30. Soal Individu Siklus II Lampiran 37. Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus II Lampiran 42. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus I Lampiran 41. Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II Lampiran 29. Format Tugas Rumah Lampiran 38. Pedoman Dokumentasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 32. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus II Lampiran 43. Soal Tes Awal Lampiran 33. Bukti Penelitian di SMP Negeri I Jiken Lampiran 44.Lampiran 28. Soal Kelompok Siklus I Lampiran 34. Bukti Penelitian dari Diknas Blora xxi . Hasil Wawancara Siklus II Lampiran 31. Soal Individu Siklus I Lampiran 35. Soal Kelompok Siklus II Lampiran 36. Kunci Jawaban Tes Awal Lampiran 39.

Kenyataan itu dapat diartikan bahwa kemampuan berbahasa secara lisan lebih fungsional dalam kehidupan sehari-hari 1 . baik yang berupa ucapan langsung maupun melalui sarana rekaman. Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan. Dilihat dari pengertiannya.1 Latar Belakang Masalah “Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia” (Keraf 2001:1). Pada masyarakat bahasa modern pun dalam kehidupan sehari-harinya. sudah akan terlihat dalam kegiatan mendengarkan dan usaha memahami bahasa orang-orang di sekitarnya. kegiatan berbahasa secara lisan akan jauh lebih banyak daripada berbahasa tulis. bahasa sangat diperlukan oleh masyarakat bahasa dalam kegiatan berbahasanya yaitu sebagai alat komunikasi. Bayi manusia yang belum mampu menghasilkan bahasa. Dalam belajar bahasa asing pun kegiatan pertama yang dilakukan pelajar adalah menyimak bunyi-bunyi bahasa yang dipelajari.1 BAB I PENDAHULUAN I. Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan memahami pembicaraan itu. Kegiatan berbahasa yang berupa memahami bahasa yang dihasilkan orang lain melalui sarana lisan atau pendengaran merupakan kegiatan yang paling pertama yang dilakukan manusia. Keadaan itu sudah terlihat sejak manusia masih bernama bayi.

Para guru belum membelajarkan dan sekaligus menguji kemampuan menyimak peserta didik dalam suatu periode tertentu. dan menulis. (3) pelancar komunikasi lisan. khususnya bahasa Indonesia. dan (4) penambah informasi. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari kita yang dihadapkan dengan berbagai kesibukan menyimak. Namun. peran dari kegiatan menyimak tersebut adalah sebagai (1) landasan belajar berbahasa. dalam kaitan ini adalah kemampuan menyimak yang perlu diberi perhatian secara memadai. membaca. fungsionalnya kegiatan menyimak bagi kehidupan manusia karena kegiatan menyimak mempunyai peran yang sangat penting. Menurut Tarigan (1991:8). Rankin pada tahun 1926 yang menyatakan bahwa 42% waktu penggunaan bahasa tertuju pada menyimak. (2) penunjang keterampilan berbicara. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian semua guru bahasa secara khusus. Selain itu.2 daripada kemampuan berbahasa secara tulis. Bukti yang menguatkan betapa pentingnya keterampilan menyimak tersebut adalah pendapat dari T. 2 . percakapan antara teman. Pada tahun 1950 Miriam B. Wist melaporkan bahwa jumlah waktu yang digunakan oleh anak-anak untuk menyimak di kelas-kelas sekolah dasar kira-kira 1 1/2 sampai 2 jam sehari (Tarigan 1994:11). Contohnya dalam dialog antar anggota keluarga. aktivitas pendidikan di sekolah dan masih banyak lagi kegiatan lain yang melibatkan kegiatan menyimak. dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di sekolah. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh penulis.

Menghadapi situasi ini. Dengan kondisi seperti itu. minat belajar peserta didik yang masih kurang dan masih menggunakannya metode ceramah sehingga menyebabkan hasil belajar yang dicapai masih rendah dan sudah terbiasanya peserta didik dengan penggunaan metode ceramah. Dengan keadaan yan seperti itu menjadikan peserta didik sulit diajak untuk mengubah cara pembelajaran tersebut dengan metode yang baru. kurang mendapatkan perhatian dari pihak peserta didik maupun guru. namun kebanyakan dari mereka gaduh dengan teman diskusinya. Hendaknya guru dapat menciptakan suatu metode baru yang lebih ringan dan menyenangkan untuk pembentukan dan menanamkan jiwa aktif dan rasa percaya diri pada diri peserta didik. akhirnya guru lebih memilih kembali kepada metode ceramah. sehingga pokok pembahasan keluar dari pokok pembahasan yang diberikan. ketika guru mencoba menerapkan sistem diskusi pada pembelajaran menyimak dengan tujuan untuk mengaktifkan peserta didik dan peserta didik bebas berpendapat. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak yang dilakukan di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. Contohnya. Berdasarkan informasi di atas. Sebenarnya permasalahan ini dapat diatasi dengan kekreatifan seorang guru dalam menyiasati suatu permasalahan dalam pembelajaran dan pemahaman seorang guru tentang diri peserta didik dengan berbagai macam keunikannya dan karakteristiknya.3 diperoleh informasi dari pihak guru bahwa meskipun sudah menggunakan kurikulum KTSP namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. Selain itu. maka pembelajaran menyimak cenderung diabaikan dan dinomorduakan dibandingkan dengan pembelajaran 3 .

2. guru hendaknya menuntut peserta didik untuk menyimak secara ekstensif. Dengan kondisi yang seperti itu. Jadi dapat ditarik simpulan bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. Sehingga dengan jumlah peserta didik yang banyak yaitu 39 peserta didik 4 . khususnya pembelajaran menyimak berita sehingga menyebabkan kurang pemahaman tentang konsep pembelajaran menyimak 3. Padahal dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. Meskipun dengan kesadaran yang seperti itu. tetap saja dalam pembelajaran langsung tentang cara yang baik untuk menyimak masih terlupakan dan diabaikan karena: 1. dan kegiatan menyimak tidak lagi bersifat pasif sehingga pembelajaran menyimak di sekolah harus bersifat aktif-reseptif. pembelajaran menyimak secara umum di sekolah-sekolah cenderung diabaikan karena kebanyakan guru kurang memahami teori dan memiliki keterampilan dalam bidang menyimak. pembelajaran memahami isi berita yang diberikan di kelas masih menggunakan sistem klasikal dan kembali menggunakan metode ceramah. Meskipun keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita di sekolah-sekolah pada umumnya kurang mendapat perhatian secara khusus. maka seharusnya dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak di sekolah.4 bahasa yang lain. namun pada kenyataannya keterampilan tersebut belum dianggap keterampilan yang amat penting.

kaitannya dengan penelitian ini adalah mahir memahami isi berita yang telah didengarkan. guru juga kurang menekankan pada latihan-latihan untuk memahami suatu berita. mudah dilakukan. Dengan penggunaan media pembelajaran.5 setiap kelas. khususnya media audio-visual. pembelajaran menyimak berita kurang bermakna dan kurang efektif. Latihan yang praktis. dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam 5 . Untuk mengatasi permasalahan ini melalui media audio-visual sehingga peneliti menggunakan metode drill keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A dapat meningkat. “Metode drill (latihan) adalah metode pembelajaran matematika yang lebih ditujukan agar siswa cepat dan cermat dalam menyelesaikan soal” (Suyitno 2004:6). Hal ini menunjang peserta didik berprestasi dalam bidang tertentu. Keadaan tersebut di atas yang menyebabkan keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A masih sangat rendah. melainkan lebih menekankan pada pengenalan-pengenalan istilah seperti menjelaskan pengertian berita dan aspek-aspek yang ada dalam berita. misalnya terampil dalam memahami segala informasi yang didengarnya dengan cepat. bahkan peserta didik dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. 4. Terdapat satu hal lagi yang kurang diperhatikan guru demi keberhasilan pembelajarannya yaitu sistem pengelolaan kelas masih menggunakan cara klasikal sehingga terkesan monoton dan kurang menarik bagi peserta didik. Faktor lain yang mendukung pembelajaran ini adalah penggunaan media pembelajaran.

Dengan pengalaman yang nyata maka sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan memuaskan dalam proses belajar.visual. dan mudah dilupakan. Tidak seperti pembelajaran yang diberikan dengan menggunakan media audio.2 Identifikasi Masalah Uraian di atas menegaskan bahwa keterampilan menyimak sangat penting dalam pembelajaran bahasa.6 pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang ingin dicapainya. kurang menarik. Keterampilan menyimak dapat meningkatkan apresiasi dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran bahasa. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. Berbeda dengan cara pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah. yang memberikan wujud nyata dalam suatu pembelajaran. 6 . Penggunaan media juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran menyimak karena pembelajaran yang diberikan menarik sehingga peserta didik tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segala segi tentang semua pengalaman itu. 1. informasi yang disampaikan hanya berupa katakata yang menyebabkan pengalaman yang diperoleh peserta didik hanya berupa pengalaman kata-kata yang cenderung membuat pelajaran atau informasi sukar ditangkap.

Akibatnya. karena keterampilan menyimak dapat mengajak peserta didik untuk memahami. dan menulis. malas.7 Keterampilan menyimak perlu diberikan kepada peserta didik dalam proses belajar bahasa. seperti berbicara. Dengan rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran menyimak maka mereka akan merasa enggan dalam mengikuti pembelajaran dan hasilnya mereka tidak konsentrasi pada pembelajaran. dan tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menyimak. pembelajaran menyimak belum diberikan secara tepat. peserta didik dan guru masih mengabaikan pembelajaran menyimak karena menurut mereka keterampilan tersebut sangatlah mudah. Namun pada kenyataannya. 2. peserta didik tidak dapat merespons informasi yang diperoleh dari menyimak. meskipun sebenarnya peserta didik tersebut telah memiliki keterampilan bahasa lainnya. menikmati. maka pembelajaran menyimak tidak dapat berjalan dengan baik. Berdasar latar belakang di atas. khususnya pembelajaran menyimak berita. dan menghargai suatu karya sastra. jenuh. Dengan adanya asumsi yang seperti ini maka suatu pembelajaran menyimak yang baik tidak 7 . bosan. membaca. masih rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak. Dengan tidak adanya konsentrasi dan respons positif seorang peserta didik pada pembelajaran menyimak berita. peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang menjadi penghambat keberhasilan pembelajaran menyimak yaitu: 1. Pembelajarannya masih diberikan dengan menggunakan metode yang kurang variatif dan membosankan sehingga mengakibatkan peserta didik enggan.

peneliti berupaya mengatasi segala hambatan yang dialami oleh peserta didik dalam pembelajaran menyimak.8 akan dapat terlaksana. 8 . menyimak hanyalah merupakan kegiatan mendengarkan sesuatu. Seharusnya metode ini sudah ditinggalkan karena metode ini tidak mendorong jiwa aktif peseta didik dan kurang membekali peserta didik pada penguasaan suatu keterampilan tertentu. karena pengertian mereka tentang hakikat menyimak masih rendah. Peneliti membatasi permasalahan karena peneliti memfokuskan pada Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari TV dengan Metode Drill melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2006/2007.3 Pembatasan Masalah Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menyimak berita. Pembelajaran menyimak menurut mereka merupakan pembelajaran yang sangat mudah. 1. Penggunaan metode ceramah masih dilakukan karena kurangnya kreatifitas guru dalam mengkombinasikan teknik dan metode pembelajaran. 3. pembelajaran menyimak yang dilakukan guru di kelas masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak di kelas sehingga hasilnya pun masih rendah. Menurut mereka. Dan semua orang yang tidak tuli pastilah dapat melakukan kegiatan tersebut.

bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual? 1. 2. tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora? 2. 9 . dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut: 1.4 Permasalahan Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas. mendeskripsikan peningkatan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora tahun ajaran 2006/2007. mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual.5 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas.9 1.

dan bagi peserta didik dapat mempermudah pembelajaran menyimak sehingga peserta didik senang. penelitian ini dapat meningkatkan proses belajar mengajar keterampilan menyimak. Penelitian ini bermanfaat bagi guru dan bagi peserta didik. Selain manfaat teoretis. termotivasi. Manfaat teoretis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan manfaat bagi pengembangan materi pembelajaran bahasa pada umumnya dan khususnya pembelajaran keterampilan menyimak dengan metode drill melalui media audio-visual. 10 .6 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. manfaat lain yang juga diharapkan adalah manfaat praktis.10 1. Bagi guru. dan antusias pada pembelajaran menyimak.

hal tersebut masih menarik untuk diadakan penelitian lebih lanjut. Perilaku peserta didik lebih aktif dan sikap peserta didik lebih baik. Beberapa penelitian tentang keterampilan menyimak diantaranya seperti penelitian yang dilakukan oleh Parjinah (2003) yang meneliti tentang Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003. Akan tetapi.1 Kajian Pustaka Penelitian tentang keterampilan menyimak telah dilakukan oleh banyak mahasiswa dalam rangka penyusunan skripsi. Hasil penelitiannya pada kegiatan pretes mencapai nilai rata-rata 61.75 dan setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata- 11 . Hasil penelitian tersebut menunjukkan ada peningkatan kemampuan menyimak yaitu nilai rata-rata proses memperoleh 6.25 dan siklus II mendapat 7. Wulandari (2006) yang melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang.86 kemudian pada nilai rata-rata tes siklus I mendapat 7.86.11 BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2. Baik itu yang bersifat melengkapi maupun yang bersifat baru.

Peserta didik tidak meremehkan kegiatan menyimak dan paham akan teknik menyimak yang baik.27 %. Riyadi (2000) dengan judul penelitiannya yaitu Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni 12 . Adapun hasil observasi. yaitu nilai rata-rata minimal pada siklus pertama 60. wawancara.65 sehingga mengalami peningkatan sebesar 6. dan pada siklus kedua mencapai 70.83. Secara keseluruhan nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 15. Hal ini sudah sesuai dengan target peneliti.00 mencapai 80 %. ternyata ada peningkatan pada keterampilan menyimak peserta didik.38.13 berarti meningkat 8 % dari siklus I.13 yang berarti ada peningkatan sebesar 7. dan jurnal siswa maupun jurnal guru sebagian besar peserta didik merasa senang dan tertarik.12 rata menjadi 69. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan media audio atau radio FM. sedangkan siklus kedua nilai rata-rata minimal yang harus dicapai 65. Selain mengalami peningkatan kemampuan menyimak wacana berbahasa Jawa. peserta didik juga mengalami perubahan tingkah laku yaitu dari peserta didik yang semula sering menunjukkan perilaku negatif berubah menjadi perilaku positif. Hasil dari siklus II mencapai nilai rata-rata 77.00 mencapai 60 %. Peningkatan ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian pada siklus pertama nilai rata-rata mencapai 64. Menurut hasil nontes siklus pertama dan siklus kedua ada perubahan perilaku peserta didik yang positif. Penelitian lain tentang peningkatan keterampilan menyimak yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dermawan (2001) dengan judul skripsinya yaitu Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus.38.

7.49. Sedangkan untuk hasil pembelajaran menyimak dengan teknik dengar-murni didapatkan hasil nilai pretes dengan rata-rata 6. dan siklus II menjadi 6.2. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut menunjukkan peningkatan nilai akhir menyimak yaitu dari pretes ke tes siklus I meningkat sebesar 10. pada siklus I menjadi 7.6. Setyojatmoko (2005) dengan penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. dari kesimpulan yang disampaikan oleh peneliti didapatkan hasil berupa ada perbedaan kemampuan menyimak dengan adanya pembelajaran yang berbeda tersebut dan ada pengaruh yang dapat mengubah perilaku peserta didik. Akan tetapi Setyojatmoko tidak menggunakan media audio berupa radio FM melainkan rekaman siaran berita. dan pada siklus II menjadi 7. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Dermawan yaitu penelitian yang mengambil keterampilan menyimak siaran berita sebagai kajiannya.64. Suratno (2006) juga melakukan penelitian tentang menyimak dengan judul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan 13 .1.13 memperoleh hasil yang signifikan setelah melakukan penelitian yang dilakukan kepada peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara rata-rata kemampuan menyimak peserta didik yang dilakukan dengan teknik dengar-tulis dan teknik dengar-murni. siklus I 6.13.61 dan dari tes siklus II meningkat lagi sebesar 11. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut yaitu untuk teknik dengar-tulis pada pretes rata-rata nilai menyimak peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal adalah 6.

4.9 dan pada siklus II mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 80.4 %. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas mencapai 57.2 poin atau 40. Penelitian yang dilakukan peneliti sekarang dimaksudkan untuk melengkapi penelitian-penelitian tentang keterampilan menyimak seperti yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti tersebut di atas.6. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita peserta didik kepada pratindakan. Pada siklus I terjadi peningkatan dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 10. Hal tersebut terlihat pada keaktifan peserta didik dan keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Yang membedakan dalam penelitian ini adalah metode yang diterapkan oleh peneliti dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita yaitu metode drill melalui media audio-visual.5 poin atau 18. Untuk peningkatan dari pratindakan ke siklus II adalah 23. Penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual belum dilakukan oleh peneliti-peneliti di atas. dan siklus II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas. serta peserta didik merasa senang dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita melalui media audio-visual dengan pendekatan kontekstual.14 Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal. siklus I.3 % dengan nilai rata-rata kelas sebesar 67. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada tiap siklus diikuti dengan perubahan perilaku peserta didik ke arah yang positif. Pada penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik dalam 14 .

Metode tersebut difokuskan pada pemberian latihan secara berulang-ulang. Meskipun pelaksanan metode drill terkesan membosankan dengan adanya latihan yang terus menerus. peserta didik ditempatkan sebagai subjek belajar aktif.15 pembelajarannya. karena metode ini merupakan konsep belajar yang membantu peserta didik menguasai keterampilan menyimak berita dengan memberikan pelatihan secara berulang-ulang. Dengan konsep itu. Dengan teknik pembelajaran yang bervariasi tersebut diharapkan akan memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. baik itu di lingkungan formal maupun non formal. maka metode inilah yang tepat dalam tujuan penguasaan suatu keterampilan menyimak berita. kelebihan dari penelitian ini adalah pada penggunaan media audiovisual yang lebih menunjang suatu keberhasilan proses pembelajaran. Namun. guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik. Dengan cara ini diharapkan peserta didik akan menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Namun kelemahan tersebut dapat diimbangi dengan pemilihan teknik pembelajaran yang menarik dan bervariasi yang dapat diterapkan ketika pembelajaran. Selain itu. dan dengan cara ini pula. akan tetapi dapat kita kaji ulang bahwa prinsip dasar suatu penguasaan keterampilan adalah adanya latihan yang berkelanjutan. Dan dengan media audio-visual diharapkan peserta didik akan semakin tertarik dengan pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita. Kelemahan yang mungkin akan timbul dari penggunaan metode drill adalah kejenuhan peserta didik dengan adanya latihan yang terus menerus. Dengan 15 .

bahan simakan yang diberikan lebih terkesan konkret. serta interpretasi untuk memperoleh informasi. Dari situ dapat terlihat bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat penting yang harus dimiliki seseorang sebelum keterampilan berbicara. menangkap isi. serta 16 . berbicara.1 Pengertian Menyimak Belajar berbahasa dimulai dari menyimak. ia belajar bahasa ibunya. membaca.2. dan menulis. Tarigan (1986:19) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian. mengenal. 2. Mula-mula ia hanya banyak menyimak bunyi bahasa yang diucapkan oleh ibunya. lama-kelamaan bunyi bahasa tersebut dikaitkan dengan makna. ia mulai meniru ucapan-ucapan yang pernah disimaknya dan kemudian mencoba menerapkannya dalam pembicaraan. dan juga dengan adanya media audio-visual mampu mengikutsertakan seluruh panca indera dalam memahami suatu bahan simakan. Pada penelitian ini akan dicobakan penelitian mengenai keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan menulis. serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan”.16 pengunaan media audio-visual. pemahaman. Sejak manusia bayi. Menurut Anderson dalam Tarigan (1994:28) “menyimak sebagai proses besar mendengarkan. Pada proses pembelajaran pun kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh peserta didik dalam menerima materi adalah kegiatan menyimak sebelum melakukan kegiatan yang lain seperti membaca. apresiasi. Setelah banyak menyimak.2 Landasan Teoretis 2.

mengidentifikasi. tetapi lebih dari itu ia berusaha melakukan apa yang diinformasikan oleh materi yang disimaknya. pertama. menyimak dalam pengertian luas mengacu pada proses bahwa si penyimak tidak hanya mengerti dan membuat penafsiran tentang apa yang disimaknya. menyimak atau mendengarkan dalam arti sempit mengacu pada proses mental pendengar yang menerima bunyi yang dirangsangkan oleh pembicara dan kemudian menyusun penafsiran apa yang disimaknya.17 memahami makna yang tidak [sic!] disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. menginterpretasi. Tarigan (1991:11) “menyimak diartikan sebagai suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan. kedua. menginterpretasikan. menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya Berbeda dengan pendapat-pendapat di atas. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lain. Nurhadi (1995:339) membagi pengertian menyimak menjadi dua. dkk (1997:18-19) bahwa menyimak ialah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa. Hal tersebut juga disampaikan oleh Akhadi-at (1992:142) dalam Sutari. 17 . mengidentifikasi bunyi bahasa.

kelompok kata. Sedangkan menurut Logan dan Greene dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak atas empat tahap yaitu mendengarkan. dan menanggapi. mengevaluasi. kata. dan wacana. Bunyi bahasa perlu diinterpretasikan maknanya. maka proses menyimak dapat mencakup enam tahap yaitu: 1. menginterpretasi. dikenali. Dalam tahap mendengar.2. Untuk menangkap bunyi bahasa itu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat 2.18 2. dan menanggapi. Menurut Loban dalam Tarigan (1991:15) proses menyimak terbagi atas tiga tahap yaitu pemahaman. maka dapat diambil simpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. persepsi. dan dikelompokkan menjadi suku kata. perhatian. penginterpretasian. Dari beberapa pendapat ahli yang saling melengkapi di atas. kalimat.2 Tahapan dalam Proses Menyimak Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dan menangkap isi atau pesan dari objek tertentu. mendengar. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan pembicara 18 . Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi. Dan Walker Morris dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak itu atas lima tahap yaitu mendengar. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik 3. dan penilaian. mengidentifikasi. penyimak berusaha menangkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bahasa. menilai. memahami. paragraf.

19 4. Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. dan 6. Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah. (b) menyimak konsentratif (concentrative listening). maka penyimak dituntut untuk memahami atau menghayati makna itu 5. 2.2. dipertimbangkan. menilai. teliti. dan mendalam bahan yang disimak (Tarigan 1991:27). menggeleng tanda tidak setuju. Menyimak intensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami secara terperinci. (c) 19 . antara lain: (a) menyimak kritis. Menyimak konsentratif adalah menyimak yang sejenis telaah.3 Jenis-jenis Menyimak Tarigan (1994:35) membagi jenis menyimak berdasarkan cara penyimakan bahan simakan menjadi dua jenis yaitu: (1) menyimak intensif. Setelah proses penginterpretasian makna selesai. dikaji. memahami. dikaitkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. dan (2) menyimak ekstensif. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berwujud berbagai bentuk seperti mengangguk-angguk tanda setuju. mencibir atau mengerjakan sesuatu. Ada beberapa jenis kegiatan menyimak intensif. Kualitas hasil penilaian sangat bergantung kepada kualitas pengalaman dan pengetahuan penyimak. menanggapi.

(f) menyimak selektif adalah kegiatan menyimak pasif yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal bunyi-bunyi asing. menyimak ekstensif. penglihatan. serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya. nada dan suara. pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara. bunyi-bunyi homogen. (d) menyimak eksploratif (explorative listening) yaitu sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. umum. Adapun jenis-jenis menyimak ekstensif antara lain: (a) menyimak sosial (social listening) adalah proses menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkerama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang wajar. frasa-frasa. dalam garis-garis besar atau butir-butir penting tertentu ( Tarigan 1991:27). dan memperlihatkan perhatian wajar terhadap apa-apa yang 20 . kalimat-kalimat. (e) menyimak interogatif (interogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi. dan bentuk-bentuk bahasa yang sedang dipelajari (Tarigan 1994:40-49).20 menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat menimbulkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi. karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan. kata-kata. Kedua. Menyimak ekstensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami isi bahan simakan secara sepintas. mengikuti hal-hal yang menarik. gerakan.

Berdasarkan sumber suara yang disimak Berdasarkan sumber suara yang disimak. Artinya kita mendengarkan pikiran kita berbicara. Titik pandang tersebut berdasarkan sumber suara. taraf hasil simakan. 2. taraf aktivitas menyimak. 2) menyimak antar pribadi (inter personal listening). Jenis menyimak ini. (b) menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening). Maksudnya adalah suara yang disimak berasal dari diri sendiri. dan tujuan spesifik. 1. Berbeda dengan Tarigan. Sutari. Berdasarkan taraf aktivitas menyimak Dalam menyimak. dan menunjang pembicaraan. cara penyimakan bahan simakan. dkk membagi ragam-ragam menyimak disebabkan oleh adanya berbagai titik pandang. (c) menyimak estetik (aesthetic listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan.21 dikemukakan. taraf aktivitas menyimak dapat dibedakan atas kegiatan menyimak bertaraf rendah dan bertaraf tinggi. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal yang diperlihatkan 21 . dorongan. Menyimak yang dimaksudkan di sini adalah menyimak suara yang berasal dari orang lain. biasanya hal ini dilakukan pada waktu kita sedang sendiri. penyimak hanya baru sampai pada taraf memberikan perhatian. 1) Menyimak bertaraf aktivitas rendah. terdapat dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intra pribadi (intra personal listening). (d) menyimak pasif (passive listening) adalah cara yang seolah-olah tidak memerlukan upaya bagi anak-anak dan sejumlah pendidik pribumi mempelajari bahasa asing (Tarigan 1994:37-38). tujuan menyimak.

Penyimak harus mengetahui organisasi pikiran yang disampaikan pembicara. Penyimak mencoba menyimak secara kritis dengan cara menganalisis materi atau pesan yang disimaknya. Pikiran penyimak terpusat pada satu perintah atau abaaba. 4) menyimak kritis. untuk kejelasan penyimak meminta data atau informasi lebih lengkap tentang hal yang dikemukakan pembicara. setuju. Berdasarkan taraf hasil simakan Berdasarkan taraf hasil simakan menyimak dibagi menjadi: 1) menyimak terpusat. Hal ini menunjukkan bahwa ia memahami bahan simakan. mengucapkan ya. baik ide pokoknya maupun ide penunjangnya. 2) menyimak untuk membandingkan. Menyimak ini disebut active listening. Penyimak sudah lebih tinggi memperlihatkan keterlibatan mentalnya.22 dengan mengangguk-angguk. atau sejenisnya yang sifatnya mendukung pembicaraan. penuh perhatian. Penyimak harus benar-benar memusatkan pikirannya agar tidak salah melaksanakan hasil simakannya itu. 3. Menyimak ini diperlihatkan penyimak dengan mengutarakan kembali isi simakan. 3) menyimak organisasi materi. Menyimak ini disebut silent listening. untuk mengetahui kapan saatnya mengerjakan suatu perintah. Penyimak menyimak pesan tersebut kemudian membandingkan isi pesan itu dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan. 2) Menyimak bertaraf tinggi. 22 .

2) menyimak ekstensif. suara burung. ketekunan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam dan menguasai secara luas bahan simakannya. Menyimak ini dengan tujuan untuk memperoleh kesenangan.23 5) menyimak kreatif dan apresiasif. 5. pada taraf ini setelah penyimak memahami dan menghayati pesan itu ia memperoleh inspirasi yang dapat melahirkan pendapat baru sebagai hasil kreasinya. Dalam menyimak ekstensif penyimak memahami materi simakan hanya secara garis besarnya saja. 3) menyimak santai. 23 . Dengan cara menyimak yang intensif penyimak melakukan penyimakan dengan penuh perhatian. cerita pendek. mobil dan sebagainya. seperti membedakan suara orang marah. gembira. perubahan suara. Berdasarkan cara penyimakan Berdasarkan cara penyimakannya. 4. misalnya menyimak pembacaan puisi. Penyimak memberikan reaksi lebih jauh terhadap hasil simakannya dengan memberi respon baik fisik maupun mental. Menyimak ini terjadi dalam percakapan dengan teman atau percakapan melalui telepon. Menyimak ini difungsikan untuk membedakan suara. 2) menyimak deskriminatif. yaitu: 1) menyimak sederhana. ada dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intensif. atau kecewa. dan dagelan. Berdasarkan tujuan menyimak Ada enam jenis menyimak yang berdasarkan tujuannya.

Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. emosi. 6) menyimak kritis.24 4) menyimak informatif. seperti penyusunan materi dari berbagai sumber. propaganda. Berdasarkan tujuan khusus Logan dan kawan-kawan mengklasifikasikan menyimak berdasarkan tujuan khusus menjadi tujuh yaitu: 1) menyimak untuk belajar. cerita pendek. Penyimak mendengarkan dan memahami simakan. pembahasan hasil penemuan. dan jawaban pertanyaan. misalnya menyimak pembicaraan cerita-cerita lucu. 4) menyimak apresiatif. khotbah. 6. Penyimak menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. menghayati. menguji. dan drama. 2) menyimak untuk menghibur. mengapresiasi materi simakan. membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. dan film. 5) menyimak literatur. kejengkelan. melebih-lebihkan. Menyimak untuk mengorganisasikan gagasan. misalnya menyimak pengumuman. 3) menyimak untuk menilai. perdebatan. Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara. percakapan. Penyimak memahami. mengkaji. dagelan. kemudian menelan. Menyimak untuk mencari informasi. dan kebingungan. atau untuk mengetahui penyimpangan. 24 . Misalnya menyimak pembacaan puisi. misalnya dalam diskusi. sandiwara.

ada orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan atau 25 . yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak sesuatu tersebut (Sutari. 7) menyimak pemecahan masalah. 6) menyimak deskriminatif. 2. Jadi. Menyimak ini untuk membedakan suara. Tujuan orang menyimak sesuatu itu beraneka ragam. ide. ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara. dengan kata lain.25 5) menyimak untuk mengomunikasikan ide dan perasaan. Penyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaiakan oleh pembicara. Mungkin juga penyimak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya secara kreatif dan analitis. kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang disengaja dan direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diharapkan dari penyimaknya. bunyi. merasakan gagasan. 2. Penyimak memahami.2. menurut Tarigan (1994:56) tujuan menyimak antara lain : 1. dia menyimak dengan belajar. perasaan pembicara sehingga terjadi sambung rasa antara pembicara dan pendengar.4 Tujuan Menyimak Pada hakikatnya menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dan memahami informasi yang didengar. dkk 1997:28-34).

ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. diskusi panel. logis-tidak logis. dia menyimak untuk mengevaluasi. pendeknya dia menyimak untuk menikmati keindahan audial. indah-jelek. ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dia dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting dan menunjangnya dalam mengkomunikasikan ide-idenya sendiri. biasanya ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicaraan asli (native speaker). mana bunyi yang membedakan arti (distingtif) mana bunyi yang tidak membedakan arti. maupun perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. gagasan-gagasan. pendek kata orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. tepat-ngawur. 3. 7. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat mengomunikasikan ide-ide. dialog. pembacaan puisi. 26 . musik dan lagu. 5.26 dipagelarkan (terutama sekali dalam bidang seni). perdebatan). singkatnya. dan lain-lain). sebab dari sang pembicara dia mungkin memperoleh banyak masukan berharga. 4. 6. ada orang yang menyimak agar dia dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimaknya itu (misalnya: pembacaan cerita.

yaitu memberikan masukan-masukan tertentu yang menjadikan kita lebih berpengalaman. sebab menyimak memiliki nilai informatif. sebagai suatu responsi. Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa pada dasarnya “menyimak” sebagai sarana. tetapi cenderung lebih lapang dada. bermutu dan puitis. Orang yang banyak menyimak. 3. 4. selanjutnya ada lagi orang yang tekun menyimak sang pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan. 2. memperluas wawasan. dia menyimak secara persuasif. Orang yang berusaha menyimak tidak picik. meningkatkan penghayatan hidup. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. komunikasinya menjadi lebih lancar dan kata-kata yang digunakan lebih variatif. sebagai suatu keterampilan berkomunikasi.2. 5. meningkatkan kualitas intelektualitas serta memperdalam penghayatan keilmuan dan khazanah ilmu kita. dapat menghargai pendapat dan keberadaan orang lain. lewat menyimak kita dapat mengenal seluk beluk kehidupan dengan segala dimensinya. sebagai proses. dan sebagai pengalaman kreatif. tidak fanatik buta. menambah perbendaharaan ucapan yang tepat. tidak sempit pandangan data. serta membina sifat terbuka dan objektif.5 Manfaat Menyimak Menurut Setiawan (1990:27-28) manfaat menyimak adalah: 1. memperkaya kosa kata kita. Bahan-bahan 27 .27 8. menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga bagi kemanusiaan. sebagai seni. 2. dengan perkataan lain.

menggugah kreativitas dan semangat mencipta kita untuk mampu menghasilkan ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang berjati diri. 6.28 simakan yang baik sering membawa kita kepada perenungan-perenungan nilai kehidupan. Pengalaman hidup yang berharga. Menyimak komprehensif perlu mendapatkan perhatian lebih khusus. memperluas wawasan. sehingga tergugah semangat kita untuk memecahkan problem yang ada sesuai dengan kemampuan kita. 7. dengan alasan bahwa menyimak 28 .6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Menyimak Pemahaman. Manfaat menyimak secara umum adalah menambah ilmu pengetahuan. Salah satu tujuan menyimak ialah menerima rangsang untuk memahami suatu pesan tertentu. Banyak menyimak dapat menumbuh suburkan sikap apresiatif. Semua itu akan mendorong kita untuk giat berharga dan kreatif. meningkatkan citra artistik dan untuk mendapatkan ide-ide yang disimak. jika kita menyimak bahan simakan yang isinya halus dan bahasanya indah.2. Mendengar untuk tujuan memahami disebut menyimak komprehensif (comprehensive listening). meningkatkan citra artistik. kita akan mendapatkan ide-ide yang cemerlang dan segar. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. Jika banyak menyimak. 2. meningkatkan intelektualitas. memperkaya kosa kata. sikap menghargai karya atau pendapat orang lain dan kehidupan ini serta meningkatkan selera estetis cerita.

Menurut teori skematis. dkk (1997:63) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimak komprehensif antara lain: (1) memori (ingatan).6. Dengan alasan-alasan tersebut. bahkan informasi yang telah disimpan dapat hilang pula. (2) konsentarsi. Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting yaitu: 1. memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita pada suatu aktivitas apabila konsep-konsep kita tersebut dikemukakan oleh orang lain 3. 2.1 Memori (Ingatan) Salah satu faktor yang berhubungan langsung dengan mendengar komprehensif adalah memori. dan kita pun dapat mengukur menyimak komprehensif dengan mengukur seberapa jauh kemampuan seseorang dalam mengingat informasi-informasi yang telah diperoleh melalui ingatan atau memori. menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam aktivitas 2. Menurut Sutari. (3) kosa kata. Informasiinformasi itu tidak semuanya dapat dicerna akan tetapi beberapa dapat tercecer.29 pemahaman bersifat testable (dapat diuji). 29 . Melalui pengujian dapat diketahui seberapa besar efisiensi menyimak si pendengar.2. dan (4) faktor-faktor tambahan. kita tidak dapat memproses suatu informasi tanpa melibatkan memori. maka menyimak komprehensif melibatkan pemrosesan informasi. memberikan arah atau pedoman untuk mengingat pengalaman atau pengetahuan dan informasi-informasi yang telah diketahui sebelumnya.

terorganisir 4. Menurut penelitian. dan peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. berupa informasi visual Menurut Montgomery ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat meningkatkan daya mengingat yaitu kita harus memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan daya ingatan. 2. 30 . dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupannya 2. Selain mengenal teori-teori dan penyebab kelupaan. Cermak.30 Menurut beberapa ahli memori seperti Lorayne.2 Konsentrasi Variabel signifikan lainnya yang berpengaruh pada menyimak komprehensif adalah kemampuan pendengar untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada item-item yang akan diingat. manusia akan lebih mudah mengingat apabila informasi itu: 1. dan Montgomery (1979).6. dianggap lain daripada informasi yang lain atau dianggap unik 3.2. Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembicara merupakan kesulitan utama yang dihadapi oleh pendengar. meningkatkan konsentrasi terhadap suatu pesan. ada beberapa alasan mengapa seseorang lupa akan sesuatu. penting kiranya kita mengenal pula apa-apa yang mudah untuk diingat. Salah satu alasannnya adalah karena ia tidak memberikan perhatiannya pada materi yang harus diingatnya dan tidak memprioritaskannya sebagai urutan kepentingan paling atas dalam ingatannya.

4 Faktor-faktor tambahan lain Ada beberapa faktor yang mempengaruhi variabel-variabel yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman dari hasil pendengaran. Karena penangkapan makna merupakan bagian integral dari proses mendengar. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. maka kita perlu memiliki kosakata yang cukup.31 Salah satu alasan mengapa pendengar tidak dapat berkonsentrasi pada sumber pembicaraan (penutur) adalah seringnya berkomunikasi dalam rentang waktu yang terlalu lama. faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penelitian yang terkontrol secara ilmiah 31 .6.3 Kosakata Faktor lain yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosakata. 2. 2.2. sehingga keadaan seperti ini menuntutnya untuk membagi-bagi energi untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang dan tidak merespon pada satu rangsang saja.2. Diasumsikan bahwa ukuran kosakata merupakan variabel penting dalam pemahaman mendengar. sehingga kita dapat mengembangkan sistem kategorisasi dan menekan sekecil mungkin kesalahan kategoris yang kita kembangkan dalam proses mendengar.6.

(c) jika tes memiliki tingkat kesahihan dan keterpercayaan yang memadai.2. dkk 1997).1 Persiapan Khusus Tes Kemampuan Menyimak Sesuai dengan namanya yang tes kemampuan menyimak.7.2. perlukah kita mempergunakan media rekaman. dan karenanya bersifat pragmatik. tidak banyak mengenal validitas dan reliabilitas tes mendengar yang diterapkan dalam penelitian 3. 2. (e) guru dapat mengontrol pelaksanaan tes dengan lebih baik. 32 . (e) dapat merekam situasi-situasi tertentu pemakaian bahasa untuk dibawa ke kelas.7 Tes Kemampuan Menyimak 2. karena sebagian besar penelitian belum terkoordinir dengan baik (Sutari.32 2. Menurut Nurgiyantoro (2001:233) beberapa keuntungan yang dimaksud antara lain (a) menjamin tingginya tingkat kepercayaan tes. (b) memungkinkan kita untuk membandingkan prestasi antara kelas yang satu dengan yang lain walaupun selang waktu cukup lama. media tayangan (VCD) atau langsung disampaikan (dibacakan) secara lisan oleh guru sewaktu tes itu berlangsung. atau lebih tepatnya komprehensi lisan. dapat dipergunakan berkali-kali. Penggunaan media rekaman untuk pelaksanaan tes komprehensif dengar mempunyai beberapa keuntungan dan karenanya lebih disarankan. (d) dalam pengajaran bahasa asing dapat untuk menggantikan kehadiran penutur asli. bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima peserta didik melalui sarana pendengaran. Masalah yang segera muncul adalah sarana apa yang harus dipergunakan.

Akan tetapi. bahan kebahasaan yang sesuai tentulah berupa wacana. disamping itu. misalnya kita harus menyediakan perangkat kerasnya di ruang ujian. Secara umum faktor-faktor yang dimaksud tidaklah berbeda halnya dengan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan tes struktur dan kosa kata. untuk tes kemampuan menyimak. guru perlu menyiapkannya sendiri. pemilihan bahan tes lebih ditekankan pada 33 .2 Bahan Kebahasaan Tes Kemampuan Menyimak “Kemampuan menyimak (komprehensi lisan. 2. berhubung belum banyak tersedia program rekaman untuk latihan atau tes dalam bahasa Indonesia.2. Oleh karena itu.33 Kelemahan pengunaan media rekaman terutama yang bersifat teknis. berhubung sebuah wacana pastilah memuat informasi. dan dengan media rekaman tuturan juga kurang begitu jelas didengar dan kurang menarik sehingga bisa diatasi dengan pengunaan VCD. Tes komprehensi lisan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan peserta didik menangkap dan memahami informasi yang terkandung di dalam wacana tersebut yang diterima melalui saluran pendengaran. komprehensi dengar) di sini diartikan sebagai kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan” (Nurgiyantoro 2001:234). Hal ini juga merupakan pekerjaan tambahan yang tidak mudah dilakukan.7. Pemilihan wacana sebagai bahan untuk tes kemampuan menyimak hendaknya juga mempertimbangkan adanya beberapa faktor. sehingga suatu informasi yang disimak lebih terkesan konkret dan nyata.

34 keadaan wacana. jarang dipergunakan. Wacana tersebut temasuk wacana yang tinggi tingkat kesulitannya. jika rata-rata jawaban betul siswa minimal mencapai 75 %. Ada suatu cara untuk memperkirakan tingkat kesulitan suatu wacana bagi kelas atau populasi yang bersangkutan. Oleh karena pengukuran tingkat kesulitan wacana itu dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak. entah kosa kata atau struktur. atau ke-7) tidak dibaca. jika kedua aspek kebahasaan tersebut sederhana.1 Tingkat Kesulitan Wacana Tingkat kesulitan wacana terutama ditinjau dari faktor kosa kata dan struktur yang dipergunakan. wacana itu pun akan sederhana pula. ditambah lagi struktur kalimatnya juga kompleks. wacana tersebut tergolong mudah bagi kelas yang bersangkutan. teknik cloze pun diberikan secara lisan (oral cloze procedure) (Oller dalam Nurgiyantoro 2001:235). yaitu berupa teknik cloze (cloze test).7. cakupan. wacana yang bersangkutan masih tergolong agak sulit. Akan tetapi. 2. baik dilihat dari segi tingkat kesulitan.2. setiap pada kata yang ke-n (ke-5. Jika hanya satu aspek saja.2. Jika kosa kata yang dipergunakan sulit. Sebaliknya. Siswa diminta untuk menerka dan kemudian menuliskan katakata yang tidak dibaca tersebut pada secarik kertas. wacana yang bersangkutan termasuk wacana yang sulit bagi siswa kelas atau populasi itu. Jika rata-rata jawaban betul siswa kurang atau hanya mencapai 20 %. Wacana yang baik untuk digunakan dalam tes 34 . ke-6. wacana dibaca oleh guru (penguji) di depan kelas dua kali. Caranya. isi. dan jenisjenis wacana. bermakna ganda dan abstrak.

hal itu akan mempermudah wacana yang bersangkutan. atau tidak sesuai pula dengan bidang minat dan kebutuhan. atau sebaliknya terlalu mudah. atau lainlain yang sejenis. hendaklah kita menghindari wacana yang berisi suatu pandangan atau keyakinan golongan tertentu. sesuatu yang bersifat kontroversial.2. 2. atau paling tidak ada lebih dari satu jawaban yang benar. Kelengkapan pesan itu tergantung pada panjangnya 35 . atau tidak sesuai dengan bidang yang dipelajari peserta didik.35 kemampuan menyimak adalah wacana yang tidak terlalu sulit. Jika isi dan atau cakupan wacana itu sesuai dengan minat dan kebutuhan (kaitannya dengan perkembangan psikologis) peserta didik.7.7.2. Hal-hal yang terakhir itu bisa menimbulkan adanya perbedaan pendapat. Wacana yang akan diteskan hendaknya berisi hal-hal yang bersifat netral sehingga sangat dimungkinkan adanya kesamaan pandangan terhadap isi masalah itu.2. atau sesuai dengan bidang yang dipelajari. Sebaliknya. jika isi wacana itu tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan. 2. Sebaliknya.3 Jenis-jenis wacana Wacana yang merupakan satuan bahasa terlengkap akan memuat informasi atau pesan yang lengkap pula. ia akan menambah tingkat kesulitan wacana yang diteskan.2.2 Isi dan Cakupan Wacana Isi dan cakupan wacana biasanya juga mempengaruhi tingkat kesulitan wacana.

dan suara orang ketiga (perempuan) yang mengajukan pertanyaan pemahaman tentang dialog antara kedua orang yang telah diperdengarkan sebelumnya. Alternatif jawaban disediakan secara tertulis pada lembar tugas yang tersedia. biasanya sebuah kalimat. kita perlu membatasi panjang wacana yang diteskan. deskripsi. asal sudah memuat suatu pesan secara lengkap dan jelas. Dipihak lain. atau bahkan hanya sebuah kata saja. wacana dapat berupa sebuah dialog atau bukan merupakan dialog (narasi. sedang alternatif jawabannya disediakan secara tertulis dalam lembar tersendiri. wacana ada yang berupa sebuah buku. Adapun jenis-jenis dan atau bentuk wacana yang sering dipergunakan dalam tes kemampuan menyimak adalah sebagai berikut: 1. bab-bab dari sebuah buku. Tes dalam 36 . dan sebagainya).36 wacana. dialog Rangsangan yang diperdengarkan kepada peserta didik berupa sebuah dialog antara orang pertama (laki-laki) dengan orang kedua (perempuan). Akan tetapi. Artinya. 2. pertanyaan atau pernyataan singkat Para peserta tes diberi sebuah rangsang berupa sebuah pertanyaan atau parnyataan singkat. untuk pertimbangan kepraktisan. Yang terpenting adalah dari segi validitas tes itu terpenuhi. paragraf. ceramah. Rangsang yang diberikan secara lisan atau hanya diperdengarkan. Dari segi panjangnya. Wacana yang akan diambil untuk tes kemampuan menyimak dapat berbentuk dialog atau bukan dialog. tes itu benar-benar mampu mengungkap kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan.

Bahan ceramah yang diteskan dapat ceramah yang bersifat langsung ataupun tidak langsung. Bahan ceramah yang demikian. tidak ada suara-suara yang bersifat menganggu. baik yang berasal dari penceramah maupun pendengar. dan karenanya bersifat pragmatik. Selama mendengarkan ceramah peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan yang dianggap penting. ceramah Rangsangan yang diperdengarkan berupa ceramah selama lima sampai delapan menit. Suara-suara tersebut biasanya justru menjadi pengganggu. dan bahkan suara-suara lain. akan mendekati kenyataan pemakaian bahasa yang sesungguhnya. ikut terekam. misalnya di studio. Tes kemampuan menyimak bentuk dialog tersebut lebih disarankan karena dapat mengungkap secara meyakinkan kemampuan peserta didik memahami dialog dalam bahasa target. sehingga rekaman yang dihasilkan bersih. Bahan ceramah langsung adalah bahan langsung yang direkam dari semua aktivitas verbal yang terjadi sewaktu berlangsungnya ceramah. Setelah selesai mendengarkan ceramah. Oleh 37 . dan karenanya bersifat pragmatik. peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaaan yang disajikan secara tertulis dalam lembar tugas yang sengaja disediakan. benar-benar mencerminkan pemakaian bahasa yang sesungguhnya.37 bentuk dialog tersebut. melainkan pembacaan sebuah teks yang sengaja direkam untuk maksud penyusunan tes kemapuan menyimak. 3. Ceramah yang tidak langsung pada hakikatnya bukanlah merupakan ceramah. Pembacaan teks tersebut biasanya dilakukan di tempat tertentu yang rapat. jika dibaca dengan lagu yang sesuai dan ditambah sedikit gangguan suara lain.

38 karena itu. 2. tanggal.7.3. dan sebagainya. antar faktor. angka.2.2. peristiwa.1 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Ingatan Tes kemampuan meyimak pada tingkat ingatan sekedar menuntut peserta didik untuk mengingat fakta atau menyebutkan kembali fakta-fakta yang terdapat di dalam wacana yang telah diperdengarkan sebelumnya. hubungan antar ide. antar kejadian. Akan tetapi kemampuan pemahaman pada tingkat pemahaman (C2) ini belum kompleks benar. 2. Kemampuan pemahaman yang dimaksud mungkin terhadap isi wacana.7. dan hubungan sebab akibat.3. ceramah yang tidak langsung biasanya lebih mudah daripada yang langsung. belum menuntut kerja 38 . Dilihat dari tingkat kesulitan wacana. jika dimungkinkan mulai dari tingkat ingatan sampai tingkat evaluasi.7.3 Tingkatan Tes Kemampuan Menyimak Penyusunan tes kemampuan menyimak yang menyangkut aspek kognitif juga dibuat secara berjenjang.2 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Pemahaman Tes kemampuan menyimak pada tingkat pemahaman menuntut peserta didik untuk dapat memahami wacana yang diperdengarkan.2. tahun. Bentuk tes yang dipergunakan dapat tes bentuk objektif isian singkat atau bentuk pilihan ganda. ceramah yang tidak langsung itu kurang bersifat pragmatik. Fakta itu mungkin berupa nama. 2.

butir-butir tes tingkat ini belum sulit. butir tes akan lebih bersifat ingatan daripada pemahaman. namun hal itu berarti kita tidak mengukur kemampuan memahami informasi wacana lisan.39 kognitif tingkat tinggi. jika butir-butir tes hanya mengutip secara verba tim kalimat atau frase yang ada dalam wacana. Sebaliknya. Jika tes pada tingkat penerapan ini dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan peserta didik menerapkan konsep atau masalah tertentu pada situasi yang serupa.7.3 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Penerapan Ada permasalahan khusus untuk menyusun tes kemampuan menyimak pada tingkat penerapan. timbul pertanyaan: konsep atau masalah apa yang ada dalam kemampuan memahami bahasa lisan. 2. tetapi bentuk objektif lebih banyak dipergunakan seseorang. Dengan kata lain. dan situasi apa yang dinyatakan baru itu? Jika konsep itu berupa struktur dan atau kosa kata memang mungkin. Kemampuan peserta didik memahami atau memilih parafrase secara tepat merupakan bukti kuat bahwa mereka memahami wacana yang didengarnya. Butir-butir tes kemampuan menyimak yang dapat dikategorikan tes tingkat penerapan. Bentuk tes yang dibuat dapat saja esai. adalah butir tes terdiri dari pernyataan (diperdengarkan) dan gambar-gambar sebagai alternatif jawaban yang terdapat di dalam lembar 39 . Akan tetapi. barangkali. kemampuan pemahaman dalam tingkat yang sederhana.2.3. Jadi. melainkan lebih disarankan membuat parafrasenya. penyusunan redaksi butir tes hendaklah jangan secara langsung mengutip kalimat atau frase yang terdapat dalam wacana.

dan hubungan situasional. dan jika terjadi kekurangjelasan informasi yang diterima. Jadi. sebab akibat. mempertimbangkan bentuk dan aspek kebahasaan tertentu. Tanpa melakukan kerja analisis wacana. 2. ia bersifat sangat abstrak. jawaban yang tepat secara pasti belum dapat ditentukan.2. Akan tetapi. Tugas seperti itu sungguh-sungguh menuntut kerja kognitif yang tidak mudah. Hubungan antara rangsang yang diperdengarkan dengan alternatif jawaban yang disediakan tampaknya kurang ada hubungan secara langsung. Berdasarkan ingatan dan pemahamannya yang terdapat di dalam pikirannya itulah peserta didik melakukan kerja analisis.40 tugas (Harris dan Amran Halim dalam Nurgiyantoro 2001:243). Dengan demikian.4 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Analisis Tes kemampuan menyimak pada tingkat analisis pada hakikatnya juga merupakan tes untuk memahami informasi dalam wacana yang diteskan. Analisis yang dilakukan mungkin berupa analisis detil-detil informasi. butir tes tingkat analisis lebih kompleks dan sulit daripada butir tes pada tingkat pemahaman. menemukan hubungan kelogisan. Kepada peserta didik diperdengarkan sebuah wacana (kalimat) satu kali. Hal itu mengingat bahwa rangsang hanya diperdengarkan sekali. Hal itu akan berbeda 40 .7. dan tugas peserta didik adalah memilih di antara beberapa gambar yang disediakan yang sesuai dengan wacana.3. untuk dapat memahami informasi atau lebih tepatnya memilih alternatif jawaban yang tepat itu. pesera didik tidak dapat menegeceknya kembali. peserta didik dituntut untuk melakukan kerja analisis.

1 Pembicara Pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan.2. pakar. dapat dibaca berkali-kali. penguasaan materi: pembicara harus menguasai. 2. keahliannya. dalam bidang yang disampaikannya tersebut. Ucapan jelas. memahami. menghayati benar-benar materi yang akan disampaikannya kepada para pendengar. Karena itu sejumlah tuntutan yang dialamatkan kepada pembicara seperti: 1. Jenis dan bentuk wacana yang dipergunakan dalam tes tingkat pemahaman (C2). Kualitas pembicara. baik rangsang maupun alternatif jawaban yang disediakan.8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak Efektivitas kegiatan menyimak bergantung kepada sejumlah faktor. Hal yang terutama membedakan keduanya adakah tingkat kekompleksan wacana dan alternatif jawaban yang disediakan. informasi kepada para pendengar melalui bahasa lisan. 2. intonasi 41 . berbahasa baik dan benar: pembicara harus menyampaikan materi pembicaraannya dalam bahasa yang baik dan benar.41 halnya dengan tugas dalam membaca karena pada tes membaca. ide. Akan lebih baik bila pembicara adalah ahli. dan kepopulerannya sangat berpengaruh kepada para pendengarnya. Menurut Tarigan (1991:38-40) faktor-faktor itu adalah 2. dapat pula dipergunakan dalam tes ingatan analisis. karismanya.2.8.

sederhana. serta menguasai para pendengarnya. efektif. Bahan yang disampaikan harus tersusun secara sistematis dan mudah dimengerti. pilihan kata atau istilah tepat. 5. dan sesuai dengan taraf pendengarnya.2. Pembicara yang yakin akan kemampuan dirinya akan tampil dengan mantap dan meyakinkan pendengar. gaya bicara menarik: pembicara harus tampil dalam gaya yang menarik dan simpatik. pesan. isi.2 Pembicaraan Pembicaraan adalah materi.8. kontak dengan pendengar: pembicara harus menjalin kontak dengan pendengarnya. susunan kalimat sederhana dan benar.42 tepat. menghormati. Pembicaraan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti: 42 . 4. berbicara sistematis : pembicara harus berbicara sistematis. Pembicara yang terlalu over acting akan membuat pendengarnya beralih dari isi pesan yang disampaikan kepada tingkah laku yang dianggap aneh. 6. Pembicara menghargai. percaya diri: pembicara harus percaya akan kemampuan diri sendiri. 2. Bahasa yang digunakan pembicara dalam menyampaikan materi pembicaraannya menarik. 3. atau informasi yang hendak disampaikan oleh seorang pembicara kepada pendengarnya. Yang bersangkutan harus menghindari tingkah laku yang dibuatbuat atau berlebih-lebihan.

berguna. 2. Materi pembicaraan yang terlalu mudah tidak menarik dan berguna bagi pendengar. 2. bermakna: pembicaraan haruslah sesuatu yang berarti. atau aktual. Sebaliknya materi pembicaraan yang terlalu tinggi akan membuat pendengar kewalahan. 4. dan menyimak. atau digandrungi oleh pendengar. Situasi tersebut sangat berpengaruh dan menentukan keefektifan menyimak. 5.43 1. Ruangan yang menunjang adalah ruangan yang memenuhi 43 . sistematis: pembicaraan harus tersusun sistematis. dalam pusat minat pendengar: pembicaraan haruslah yang berkaitan dengan pendengar. diminati. pembicaraan. Akan lebih baik lagi bila pembicaraan itu berada dalam lingkaran pusat minat pendengar. ruangan: ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang. 3. Materi yang bermakna bagi kelompok pendengar A belum tentu bermakna bagi kelompok pendengar B. Beberapa hal yang pantas diperhatikan dalam proses menyimak antara lain: 1. atau bermakna bagi pendengar. seimbang: taraf kesukaran pembicaraan harus seimbang dengan taraf kemampuan pendengar.8.2. Sesuatu yang baru pastilah lebih menarik. sehingga mudah diikuti dan dipahami pendengar. aktual: pembicaraan haruslah sesuatu yang baru.3 Situasi Situasi dalam menyimak diartikan segala sesuatu yang menyertai peristiwa menyimak di luar pembicara. hangat.

peralatan: peralatan yang digunakan dalam peristiwa menyimak haruslah yang mudah dioperasikan baik produksi suasananya dan berguna dalam melancarkan kegiatan menyimak. dan kerja keras maka keefektifan menyimak dapat tercapai. Dibandingkan dengan faktor-faktor yang lain. tenang: suasana dan lingkungan yang tenang jauh dari kebisingan. dan rileks. faktor penyimak adalah yang terpenting dan paling menentukan keefektifan dalam peristiwa menyimak.8. asal si penyimak berusaha sungguh-sungguh. tekun. 4.2. 3. tempat pembicara.4 Penyimak Penyimak adalah orang yang mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu peristiwa menyimak. ventilasi.saat pendengar masih segar. saat. penataan tempat duduk pendengar. suasana yang baik antara kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak.44 persyaratan akustik. waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pada saat yang tepat misalnya pagi-pagi. 2. walau ketiga faktor yang pertama sudah memenuhi persyaratan bila si penyimak tidak mau menyimak maka sia-sialah semuanya. Sebaliknya biarpun ketiga faktor yang pertama kurang memadai. kurang sempurna. 44 . Sebab. warna ruangan dan luas ruangan. 2. penerangan. pandangan yang tidak mengganggu konsentrasi.

mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik: penyimak haruslah memiliki kemampuan linguistik agar yang bersangkutan dapat meminati menginterpretasi dan memahami makna yang terkandung dalam bunyi bahasa.45 Hal-hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut diri penyimak antara lain: 1. 3. 45 . konsentrasi: penyimak harus dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan simakan. 5. Kemampuan nonlinguistik berguna dalam membaca situasi. bertujuan: penyimak harus bertujuan dalam menyimak. perubahan air mukanya. Penyimak tidak mungkin menyimak secara efektif bila kondisi fisik dan mentalnya tidak menunjang. Untuk sementara yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan pikiran-pikiran lain selain bahan simakan. berpengalaman luas dan berpengetahuan: penyimak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas dan mendalam akan lebih mudah menerima. dan memahami isi bahan simakan. 2. Yang bersangkutan harus dapat merumuskan tujuannya secara tegas sehingga ia mempunyai arah dan pendorong dalam menyimak. atau mengusahakan bahan yang disimaknya. 4. menafsirkan gerak-gerik pembicara. kondisi: kondisi fisik dan mental penyimak dalam keadaan baik dan stabil. yang berfungsi sebagai pelengkap makna pembicaraannya. 6. mencerna. Disamping itu penyimak juga harus memiliki kemampuan non linguistik. berminat: penyimak hendaknya berminat.

46 Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendukung keefektifan kegiatan menyimak adalah pembicara. dan penilaiannya. Penilaian terhadap program pengajaran mencakup penilaian terhadap segi perencanaan. pemilihan metode 4. penyusunan TIK (Tujuan Instruksional Khusus) 2. dan 6. penyusunan cara penilaian.2. pembicaraan. dan sarana 5. 2. dan penyimak. Penilaian Pembelajaran Menyimak Menurut Tarigan (1991:113) penilaian dalam proses belajar-mengajar biasanya ditujukan kepada dua hal yakni: (1) penilaian program pengajaran dan (2) penilaian hasil belajar. Selain itu. situasi. dan penilaian program pengajaran itu disusun oleh guru maka pada hakikatnya penilaian program ini berarti penilaian terhadap guru itu sendiri. pengembangan bahan 3. Karena perencanaan. pemilihan media. menurut Tarigan (1991:113) penilaian itu diarahkan kepada butir-butir komponen satuan pembelajaran seperti: 1. pelaksanaan. pelaksanaan. Faktor-faktor tersebut saling melengkapi dan saling menunjang demi keberhasilan kegiatan menyimak.9. Dalam segi perencanaan menyimak. menurut Tarigan (1991:114) penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak ditujukan terutama kepada: 46 . perancangan kegiatan belajar mengajar. sumber.

pengembangan konsep. pengalaman belajar relevan dengan tujuan pengajaran 2. Sebelum peserta didik sampai pada tujuan pembelajaran yang bersangkutan harus melalui proses belajar. Bagaimana cara menilai pengalaman belajar? Ukuran yang diterapkan untuk menilai suatu pengalaman belajar itu baik atau tidak adalah: 1.47 1. pengembangan keterampilan proses 4. aktivitas belajar peserta didik 2. Dalam cara penilaian ini. pengalaman belajar mengaktifkan peserta didik (Tarigan 1991:114) Bila suatu pengalaman belajar memenuhi ketiga persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar itu baik. Penilaian itu dapat pula dilakukan secara teoretis dengan menilai skenario pelaksanaan program pengajarannya. relevansi kegiatan belajar dengan tujuan pengajaran 3. berarti perencanaannyalah yang dinilai. pengalaman belajar membina keterampilan proses 3. Aktivitas atau kegiatan belajar inilah yang disebut pengalaman belajar. Penilaian terhadap pelaksanaan program pengajaran yang paling tepat bila penilaian itu dilaksanakan di saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di kelas. 47 . sikap dan nilai. Bila guru dapat merancang dan menjelmakan pengalaman belajar yang tepat bagi peserta didik maka guru tersebut berhasil dalam pelaksanaan program pengajaran menyimak. Sebaliknya bila suatu pengalaman belajar belum memenuhi persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar tersebut belum sempurna. serta keterampilan.

Dari beberapa pengertian berita menurut para ahli di atas. dapat disimpulkan bahwa berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa.48 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu penilaian pengajaran menyimak akan lebih efektif bila dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas sehingga akan terjadi penilaian umpan balik antara peserta didik dan guru. 48 . 2.2. Selain itu penilaian juga dapat dilakukan secara teoretis dengan membuat instrumen penilaian pada skenario pembelajaran. Djuraid (2006:11) berpendapat bahwa berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa. Menurut Charnley dalam Iskandar Muda (2003:22) “berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas”.10 Pengertian Berita Menurut pendapat Spencer dalam Iskandar Muda (2003:21) berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca.

(10) seks.2. Berita yang aktual adalah berita yang baru saja terjadi atau berita hangat (Alwi 2002:23). 49 . (4) luar biasa. TV juga mampu menyajikan suatu berita yang aktual.1 Aktual atau Termasa Dalam dasa warsa terakhir ini media elektronik terutama TV mengalami perkembangan yang sangat pesat.2 Kedekatan Unsur kedekatan menjadi pertimbangan seseorang untuk membaca sebuah berita. Secara psikologis.11. Selain dapat menyajikan berita yang cepat. Bahkan berbagai peristiwa dari penjuru dunia bisa ditampilkan secara langsung saat itu juga. tapi juga lokasi kejadian. 2.49 2. (11) progresif. (9) human interest. (8) konflik. Keunggulan TV dan media elektronik yang lain adalah kemampuannya menyampaikan berita secara langsung (live). (7) ketegangan. 2. (12) trend dan (13) humor. baik secara pribadi maupun kelompok masyarakat. aktual dan cepat tanpa mengurangi kualitas berita. TV tidak hanya menyajikan hiburan tapi juga berita yang cepat.2.11 Unsur-unsur Berita Menurut Djuraid (2006:16) unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita antara lain: (1) aktual. Bukan hanya kepentingan yang bersifat kejiwaan. seseorang akan terpengaruh oleh berita yang berhubungan dengan dirinya.11. (3) penting. (6) eksklusif.2. (5) tokoh. (2) kedekatan.

11. Karena para pembaca merasa bahwa kejadian yang diberitakan itu merupakan bagian dari dirinya.2.2. Kedekatan psikologis ini bisa dilandasi faktor primordial kedaerahan dan nasionalisme. 2.11. juga ada kedekatan psikologis antara masyarakat pembaca dengan berita yang ditampilkan. Ada rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat untuk mengetahui tentang yang sebenarnya terjadi.2. 2.2. maka dia harus berpikir bahwa beritanya itu bisa merangsang orang untuk membacanya.3 Penting Salah satu pedoman wartawan dalam menulis berita adalah beritanya akan dibaca banyak orang.2. Ada kecenderungan masyarakat yang senang ketika peristiwa atau kondisi di daerahnya di ekspos di media. 2.2 Kedekatan Psikologis Selain hubungan kedekatan kedaerahan.11. Penting tidaknya sebuah berita 50 .50 Kedekatan suatu berita dapat dilihat dari kedekatan geografis dan kedekatan psikologis. Ketertarikan itu bisa karena adanya kepentingan masyarakat yang ada dalam berita itu.1 Kedekatan Geografis Jarak terjadinya berita dengan lokasi berita itu diterbitkan mempunyai arti penting. Masyarakat ingin mengetahui apa saja yang terjadi di sekitarnya dengan mengonsumsi media cetak dan elektronik.

yang sudah biasa terjadi. Apapun yang dilakukan seorang tokoh masyarakat (public figure) menarik untuk diberitakan. Tokoh ini menjadi bahan berita karena perilaku dan ucapannya. harus dilihat kadar ketenaran.11. tidak menarik untuk diberitakan. Tokoh Masyarakat Setiap komunitas atau kelompok masyarakat punya tokoh sendiri-sendiri. Ada dua kategori tokoh dalam berita 1. baik tingkah laku maupun ucapannya. kepintaran dan pengaruh seseorang di masyarakat. kecuali diantara rutinitas itu muncul sesuatu yang baru dan menarik. tapi kalau yang melakukan adalah seorang artis misalnya. Kebutuhan ini tidak sekedar kebutuhan informasi tapi juga menyangkut hasrat orang banyak. Selain itu ada tokoh yang muncul dari profesi seperti artis. Kriteria suatu berita dianggap suatu berita yang luar biasa adalah masalah yang diangkat dalam berita tersebut adalah suatu peristiwa yang tidak terduga dan peristiwa yang tidak pernah ada sebelumnya.5 Tokoh Untuk menentukan sumber berita.51 tidak ditentukan oleh besar-kecilnya atau panjang-pendeknya berita. 51 . Sesuatu yang dilakukan orang biasa tidak akan menarik.2.11. olahragawan.2. 1. 1. akan menjadi perhatian dan tentu saja menarik untuk diberitakan.4 Luar Biasa Hal-hal yang biasa. politikus dan kalangan lain. tapi ditentukan sejauh mana masyarakat membutuhkan.

apalagi dampak yang ditimbulkan cukup besar. 1.52 Sebagai orang istimewa. tapi siapa saja yang terlibat dalam sebuah peristiwa yang jadi publikasi media massa. Materi Berita Materi berita yang baik pasti akan menarik masyarakat untuk membacanya. apalagi kalau beritanya sedang hangat dibicarakan masyarakat. Diantaranya adalah dengan menemui banyak sumber dan jeli memanfaatkan kesempatan. apapun yang dilakukan dan diucapkan menarik untuk jadi bahan berita. Tokoh dalam Berita Tokoh dalam berita tidak harus publik figur.11. Dalam penilaian berita. eksklusif seharusnya ditempatkan di peringkat teratas.2.6 Eksklusif Berita eksklusif adalah berita yang dimiliki sendiri dan tidak dimiliki oleh yang lain. 2.2. unsur eksklusif ini memiliki nilai yang tinggi.7 Ketegangan Ketegangan sering muncul saat pembaca menunggu detik-detik akhir sebuah peristiwa yang akan terjadi. Misalnya saja masalah pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan politikus yang 52 . 1. Bahkan kalau dibuat peringkat diantara unsur-unsur berita.11. Banyak cara untuk bisa mendapatkan berita yang eksklusif. Pengaruh berita kepada pembacanya sehingga menimbulkan ketegangan terjadi karena 1.

2. bidang politiklan yang paling banyak menimbulkan pertentangan.2. Ketika beberapa pejabat mulai dihukum. 2. sehingga timbul suatu reaksi dalam diri pembaca yang merupakan suatu respon atas berita yang dibacanya.53 selalu menarik masyarakat untuk membacanya. Para pembaca ingin melihat sejauh mana keseriusan pemerintah memberantas korupsi. pertentangan selalu muncul. 53 . baik yang positif maupun negatif.7 Konflik Masyarakat sangat menggemari berita-berita pertentangan. Cara Penyajian (How to Pressent) Untuk menampilkan berita yang menarik ternyata cukup dengan bekal materi yang menarik. Tapi dibalik itu cara penyajian tak kalah pentingnya. Disinilah timbul ketertarikan dan ketegangan pada pembaca. Dalam kehidupan. Dengan suatu rangkaian kalimat yang menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya dan kemampuan menuangkan pikiran atau data yang tersimpan dalam sebuah tulisan akan membawa imajinasi pembaca seolah-olah mereka berada atau terlibat dalam kejadian tersebut. masyarakat mulai menaruh kepercayaan kepada pemerintah. bagaimana menyajikannya sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca. Materi berita yang baik memang akan menjadi daya tarik pembaca.11. Dalam kehidupan manusia modern. Berita-berita tentang pertentangan ini yang selalu menarik minat masyarakat untuk membacanya karena berita tersebut bermuatan konflik yang membawa psikologis dan perasaan pembaca.

Dalam penulisan berita. perselingkuhan dan perilaku yang lain.10 Seks Mendengar katanya saja orang sudah tertarik untuk membacanya.2. Dimana saja. baik yang positif maupun negatif. tidak ada satupun yang lepas dari unsur human interest karena melibatkan perasaan manusia sebagai sumber berita. Berita menjadi menarik bukan hanya karena materinya tapi juga karena cara menuliskannya. Berita seputar artis yang banyak menghiasi media cetak dan elektronika tak lepas dari masalah seks.8 Human Interest Segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia selalu menarik untuk diikuti. Setiap kali kita membaca sebuah berita. seks memiliki daya tarik yang tinggi.54 2. Berita yang mengandung unsur human interest dibuat sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi perasaan pembacanya.2. perkawinan. Beragam berita yang tarkait dengan seks selalu menarik minat pembaca. 54 . Bermacam-macam reaksi yang ditimbulkan oleh sebuah berita. perceraian. baik seks dalam artian harfiah maupun dalam arti yang luas. Berita tentang perceraian sepasang artis yang diekspos oleh media menimbulkan banyak reaksi.11. 2. ada unsur kemanusiaan di dalamnya yang membuat perasaan kita tersentuh.11. Berita human interest menarik untuk dibaca karena salah satunya disebabkan oleh cara pengungkapan melalui tulisan yang baik.

11 Progresif Selain progresif dalam arti kemajuan dan penemuan terbaru. Trend ini biasanya seputar munculnya produk baru 55 .11. Perkembangan yang terjadi di masyarakat modern berlangsung cepat.11. Kasus serupa yang terjadi pada tokoh masyarakat kadang juga mencuat sebagai sebuah skandal yang jadi pusat liputan media. apalagi kalau peristiwanya berlangsung terus menerus. Bahkan berita besar seperti bencana tsunami di Aceh menjadi berita utama berbulan-bulan di media lokal. 2. Sebuah berita besar tidak cukup hanya disajikan sekali. Dalam perkembangan yang cepat itu. secepat aktivitas mereka sehari-hari. muncul kebiasaan atau kecenderungan (trend) baru di masyarakat. Sebuah berita besar tidak akan diberitakan hanya sekali. terutama dalam bingkai berita kriminal. progresif juga ada dalam suatu pemberitaan. Masyarakat akan menunggu perkembangan terbaru dari peristiwa yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Media asing juga menempatkan sebagai berita utama dalam kurun waktu yang cukup lama. Kasus seks seperti perkosaan dan perilaku seks yang menyimpang juga kerap menjadi bahan berita.55 Berita seks bukan hanya soal kawin cerai atau perselingkuhan para artis dan tokoh masyarakat saja yang menarik dibaca.2.12 Trend Masyarakat modern selalu bergerak dinamis. 2. tapi terus menerus sampai beberapa edisi.2.

kriminal. Untuk itu. Humor dalam berita bisa dalam wujud tulisan dan gambar.2. humor menjadi bahan yang menarik untuk menghindari ketegangan.2. Di beberapa media sengaja disediakan rubrik humor. Cerita yang berkaitan dengan seks dan politik sering ditampilkan untuk memancing ketawa.12 Jenis-jenis Berita Bagi seorang penulis. Berita politik. Pengalaman pribadi atau cerita fiksi yang lucu sering ditampilkan untuk memancing tawa masyarakat. cerita tentang seorang tokoh atau orang terkenal sering jadi bahan lelucon. baik harian maupun mingguan. mengetahui unsur-unsur yang harus dipenuhi supaya sebuah berita menjadi menarik dan layak muat merupakan sebuah keharusan. 2.11. sosial dan berita lain sering membuat pembaca terpengaruh untuk ikut berpikir. Tak jarang. Humor adalah segala sesuatu yang menimbulkan rasa geli atau lucu karena ketidakpantasan atau keganjilan. 2. 56 . tak jarang menimbulkan ketegangan. maka sebuah berita yang meliput tentang trend terbaru suatu produk akan menarik minat masyarakat untuk membaca berita tersebut. Bahannya. bisa dari tulisan wartawan sendiri.13 Berita Humor Berita-berita yang termuat di media.56 yang digemari masyarakat. tapi banyak yang berasal dari kiriman pembaca. Diantara ketegangan-ketegangan itu perlu ada penyeimbang agar masyarakat tidak terlalu larut dalam kesedihan.

pemerintahan dan masyarakat secara umum. berita politik Berita politik adalah berita mengenai berbagai macam aktifitas politik yang dilakukan para pelaku politik di partai politik. Djuraid (2006:55-82) menggolongkan berita menjadi: 1. para pengambil kebijakan dan para pelaku dunia usaha. para pebisnis. lembaga legislatif. nama perusahaan justru menjadi kebutuhan. berita ekonomi tidak memiliki daya tarik. Bagi banyak orang. dari detik ke detik. Tapi bagi para pelaku dunia usaha. berita itu sangat menarik.57 Namun hal itu belum cukup. seorang penulis sebaiknya juga mengetahui jenisjenis berita. Perekonomian berkembang begitu pesat dengan lahirnya banyak perusahaan dan merek produk. Bagi masyarakat. Hampir semua media menampilkan berita politik sebagai sajiannya. tapi berita ekonomi memiliki segmen yang jelas. Tapi dalam perkembangannya. 2. berita ekonomi tidak hanya masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah maupun kondisi ekonomi secara internasional. bahkan mereka mengamati perkembangan itu begitu cermat. bahkan beberapa media umum menempatkan berita politik sebagai berita utama. informasi mengenai merek produk. berita ekonomi Meskipun tidak banyak pembacanya. 57 .

berita olahraga menjadi daya tarik tersendiri. berita pendidikan Dibanding materi yang lain. 4. Bahkan kasus yang lebih besar. berita soal selebritis dimuat di halaman pertama. Memang belum ada survey khusus soal karakteristik pembaca koran. Biasanya koran menempatkan berita pendidikan tidak sebagai rubrik khusus. berita kriminal memang disesuaikan dengan pembacanya. berita kriminal Berita kriminal memiliki daya tarik bagi berbagai kalangan masyarakat. berita seni. Tabloid hiburan. 6. tabloid hiburan dan keluarga mampu bertahan lebih lama. seni dan keluarga mendapat sambutan baik dari masyarakat. film dan TV menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. hiburan dan keluarga Berita tentang musik. Dibanding tabloid politik menjamur di awal reformasi. Ini ditandai dengan banyaknya tabloid hiburan yang menampilkan berita seluk beluk kehidupan artis. tapi secara umum bisa dilihat berita olahraga banyak diminati oleh pembaca. tapi diselipkan bersama berita lain. Berita mengenai selebritis tetap mendominasi berita seni dan hiburan yang dimuat dalam halaman khusus. Hanya saja. Tapi di kota yang memiliki banyak 58 . Itulah sebabnya semua koran menempatkan berita olahraga dalam halaman khusus dengan tampilan yang menarik.58 3. 5. tidak terbatas pada salah satu segmen pasar saja. berita olahraga Ketika masyarakat mulai bosan dengan berita politik dan kriminal. berita pendidikan bisa jadi yang paling tidak menarik.

masalah pendidikan sama sekali tidak menarik diberitakan. berita pemerintahan Meskipun hampir semua media cetak memuat aktivitas pemerintahan.59 perguruan tinggi seperti Malang. Berita pendidikan biasanya berupa seminar. Dalam menghasilkan suatu berita atau liputan yang berkualitas. berita pendidikan ditempatkan sebagai rubrik khusus dengan halaman tersendiri. berita dibagi menjadi dua yaitu (1) berita terjadwal dan (2) berita insidentil (Djuraid 2006:54-55). Biasanya yang ditampilkan adalah berbagai aktivitas di pemerintahan. Meskipun demikian. perencanaan yang baik merupakan faktor yang paling menentukan. Selain jenis-jenis berita diatas. 1. Namun saat menjelang ujian dan tahun ajaran baru adalah saat ketika masalah pendidikan menjadi bahan pembicaraan dan pusat pemberitaan. 7. provinsi maupun pusat. tapi pemuatannya tidak di halaman khusus. Prinsip penting dari jenis berita ini adalah suatu perencanaan sebelumnya. Berita terjadwal Berita terjadwal adalah berita-berita yang sudah dijadwalkan pada waktu tertentu. 2. Berdasarkan sifat kejadiannya. Djuraid juga membagi berita berdasarkan sifat kejadiannya. Berita insidentil Berita insidentil adalah berita-berita yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga sama sekali. Pada prinsipnya berita ini sama seperti berita yang sudah 59 . Bisa jadi berita pemerintahan hanya sebagai pelengkap karena memang tidak terlalu penting. baik kota. kegiatan ilmiah dan kegiatan lain di kampus.

Penulisannya tidak terlalu panjang. kejadian. Djuraid (2006:84-85) juga membagi berita menjadi tiga jenis.13 Kerangka Berita Dalam suatu berita. Berdasarkan materi. mungkin tidak lebih dari tiga alenia. 2. terdapat bagian berita atau yang sering disebut dengan kerangka berita.60 diagendakan. Saat menghadapi berita insidentil juga dibutuhkan koordinasi di lingkungan redaksi. koordinasi berita insidentil sifatnya lebih cepat dan akurat. 2.2. berita langsung (straight news) Berita langsung adalah berita tentang peristiwa yang penting yang harus segera disampaikan kepada pembaca dan ditempatkan di halaman utama. Hanya saja bedanya. berita ringan (soft news) Berita ringan adalah berita yang menampilkan sesuatu yang menarik. Materinya berisi laporan langsung wartawan yang menyaksikan kejadian secara langsung dan berita yang berisi fakta yang berat. mendalam dan tidak terpengaruh waktu. 3. sifat peristiwa dan cara penulisannya. berita kisah (feature) Berita kisah adalah tulisan mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci. Soft news bisa merupakan bagian dari peristiwa penting yang diberitakan melalui straight news atau berita yang berdiri sendiri. lengkap. antara lain: 1. Dengan kerangka berita ini maka akan menjadi pelajaran dasar 60 . penting dan bersifat informatif.

1. What atau apa yang terjadi.61 menulis suatu berita. 61 . Why atau pertanyaan untuk menguak mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi. 3. 2. termasuk akibat yang ditimbulkan (Djuraid 2006:85-86). Who atau tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita. Bisa disebut dengan pagi. Atau yang lebih rinci lagi bisa disebutkan dengan hitungan jam. Faktor utama sebuah berita adalah peristiwa atau keadaan. Misalnya. dan How). misalnya keadaan seperti seorang tokoh yang berbicara mengenai sesuatu masalah. sore atau malam. When. 4. 5. Pertanyaan ini bisa dikembangkan menjadi bahan berita selanjutnya. pencurian dan penipuan. siang. When atau waktu sebuah peristiwa atau keadaan terjadi. 6. menit sampai detik. Where atau tempat kejadian atau dalam istilah kriminal disebut TKP (Tempat Kejadian Perkara) yaitu tempat peristiwa atau keadaan. peristiwa kriminal seperti perampokan. Why. Kerangka berita tersebut adalah unsur 5 W + 1 H (What. Bukan hanya peristiwa. How adalah pertanyaan untuk mengetahui keadaan bagaimana sebuah peristiwa terjadi. Sebab dari penyebab ini akan diketahui banyak hal di balik kejadian tersebut. Who. Where. Tokoh dalam berita adalah orang yang paling tahu dan berperan penting dalam peristiwa.

dengan demikian guru perlu menggunakan teknik penyajian atau metode yang bervariasi. peneliti menggunakan metode drill karena metode yang digunakan ini dipandang sangat tepat dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik. Menurut Roestiyah (2001:125) “metode drill ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatankegiatan latihan.14 Metode Drill 2. atau pertanyaan singkat. bahwa setiap latihan harus selalu berbeda dengan latihan yang sebelumnya. Hal ini dapat menunjang siswa berprestasi dalam bidang tertentu. Pengertian tersebut meliputi: 1. Latihan yang praktis. kuis.2. Hal itu disebabkan oleh situasi dan pengaruh latihan 62 . Agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara efektif dan efisien. bahkan siswa dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. maka diperlukan metode atau teknik penyajian yang tepat. agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari”.2.14. Dalam penggunaan metode drill agar bisa berhasil guna dan berdaya guna perlu ditanamkan pengertian bagi instruktur maupun siswa. mudah dilakukan serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. Bentuk tagihan dari metode drill adalah berupa tes mencongak.62 2. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. sifat-sifat suatu latihan.1 Pengertian Metode Drill Suatu pembelajaran yang dilakukan di kelas pasti mempunyai rumusan tujuan instruksional yang dibuat guru dan biasanya meliputi dua atau bahkan lebih tujuan yang akan dicapai.

2. persiapan sebelum memasuki latihan guru harus memberikan pengertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi siswa.63 yang berbeda-beda juga. Latihan itu juga mampu menyadarkan siswa akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang ataupun di masa yang akan datang. Roestiyah (2001:126). sehingga mereka mengerti dan memahami apa tujuan latihan dan bagaimana kaitannya dengan pelajaranpelajaran lain yang diterimanya. 63 . serta siap untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa dalam kehidupan. ialah yang dilakukan siswa tanpa menggunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam. Perlu diperhatikan juga adanya perubahan kondisi atau situasi belajar yang menuntut daya tanggap atau response yang berbeda pula. Langkah-langkah tersebut adalah: 1. 2. guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas ialah yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan. gunakanlah latihan ini hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis. Juga dengan latihan itu siswa merasa perlunya untuk melengkapi pelajaran yang diterimanya. Untuk kesuksesan pelaksanaan metode drill maka diperlukan instruktur atau guru yang harus memperhatikan langkah-langkah yang telah disusunnya. Persiapan yang baik sebelum latihan memotivasi siswa agar responsif yang fungsional. berarti dan bermakna bagi penerima pengetahuan dan akan lama tinggal dalam jiwanya karena sifatnya permanen.

64 3. 4. instruktur perlu memperhatikan perbedaan individual siswa sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing tersalurkan atau dikembangkan. tetapi sering dilakukan pada kesempatan yang lain. Roestiyah (2001:127-128). Masa latihan itu harus menyenangkan dan menarik. guru perlu meneliti kesukaran atau hambatan yang timbul dan dialami siswa. sehingga timbul respon yang berbeda untuk peningkatan dan penyempurnaan keterampilannya. 6. 64 . Serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktik. guru memperhitungkan waktu latihan yang singkat saja agar tidak meletihkan dan membosankan. sehingga dapat memilih atau menentukan latihan mana yang perlu diperbaiki kemudian instruktur menunjukkan kepada siswa respon atau tanggapan yang telah benar dan memperbaiki response yang salah. Maka dalam pelaksanaan latihan guru perlu mengawasi dan memperhatikan latihan perseorangan. guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang esensial atau yang pokok sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang kurang diperlukan. 5. Dengan langkah-langkah itu diharapkan bahwa latihan benar-benar bermanfaat bagi siswa untuk menguasai keterampilan menyimak. bila perlu dengan mengubah situasi dan kondisi sehingga menimbulkan optimisme pada siswa dan kemungkinan rasa gembira itu bisa menghasilkan keterampilan yang baik. Kalau perlu guru mengadakan variasi latihan dengan mengubah situasi dan kondisi latihan.

penggunaan rumusrumus dan lain-lain 3. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. pembelajaran berjalan dalam kondisi yang harmonis. misalnya perhitungan. mampu mengoptimalkan proses pembelajaran.2. seperti penggunaan bahasa grafik. pembuatan dan lain-lain. 2.14. memberikan keterampilan pada siswa untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya (Lutfiyah 2002:14-15). untuk hal-hal bersifat motorik.2 Manfaat dan Tujuan Metode Drill Ada beberapa manfaat dari penggunaan metode drill antara lain: 1. dan lain-lain (Sudjana (1987:87) dalam Lutfiyah (2002:16-17). 6. 4. karena antara guru dan siswa telah menyamakan persepsi dalam membahas materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. tanggapan. memberi sumbangan yang cukup besar dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan dalam program pembelajaran 3. untuk melatih hubungan. permainan. untuk melatih kecakapan mental. 65 .65 2. seperti menulis. Adapun tujuan dari metode drill ini bagi siswa adalah: 1. simbul peta. mampu menggugah daya ingat siswa tentang apa yang pernah dipelajarinya 2. mampu memfokuskan perhatian siswa pada satu pokok bahasan yang dihadapi 5.

Penelitian kali ini. tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan 66 .2. 2. pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. melakukan. peneliti lebih memilih menggunakan media audio-visual karena dengan suatu objek yang nyata ditayangkan dalam media audio-visual berupa VCD akan memberikan pengalaman nyata yang sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa. 3. apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam palajaran. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. metode mengajar akan lebih bervariasi. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. 4.66 2. mendemonstrasikan dan lain-lain (Sudjana dan Rivai 2002:2).15 Hakikat Media Audio Visual Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Peneliti memilih menggunakan media untuk membantu proses pembelajaran di kelas dengan memperhatikan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik. Manfaat media pengajaran tersebut antara lain: 1.

foto. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. Alat-alat audiovisual gunanya untuk membuat cara pengajaran menjadi lebih efektif. dibandingkan dengan cara pembelajarannya adalah pemberian informasi dengan kata-kata. Hal itu tampak pada bayi yang masih belum mampu berbicara. model. Dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. Pengalaman itu disebut pengalaman kata-kata. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segi tentang semua pengalaman itu. namun sudah terlihat adanya kegiatan menyimak dan usaha memahami bahasa orang-orang disekelilingnya. Jadi pada dasarnya keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. film bersuara dan televisi. 67 . 2. Alat-alat audio-visual adalah alat-alat yang “audible” artinya dapat didengar dan alat yang “visible” artinya dapat dilihat (Suleiman 1981:11). tape recorder. kurang menarik dan mudah dilupakan. maka akan baik pula tingkat pemahamannya terhadap suatu informasi yang didengarnya. Dengan pengalaman seperti itu cenderung membuat pelajaran atau informasi menjadi sukar ditangkap.3 Kerangka Berpikir Menyimak merupakan tahap pertama seseorang belajar bahasa. Hal ini lebih efektif dan lebih bermakna bagi siswa. Alat-alat audio-visual bisa dalam bentuk gambar. slide. Seseorang yang baik keterampilan menyimaknya.67 memuaskan dalam proses belajar. pita kaset.

Dengan anggapan seperti itu. karena mereka beranggapan “selama peserta didik tidak tuli maka mereka bisa mendengarkan”. Penggunaan media audio-visual sangat berpengaruh terhadap pembelajaran menyimak berita dan memahami isinya. Dengan penggunaan media audio-visual dalam pembelajaran menyimak berita diharapkan akan tumbuh motivasi dan minat peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita. Guru menganggap keterampilan menyimak adalah keterampilan yang mudah.68 Namun dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. yang sangat efektif untuk 68 . perlu adanya suatu upaya pembelajaran bermotivasi yaitu pembelajaran yang bertumpu pada cara untuk menumbuhkan motivasi. sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi rendah. Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita yaitu dengan penggunan media audio-visual. suatu berita yang ditayangkan dengan VCD terkesan sebagai suatu objek yang nyata. maka pembelajaran menyimak hanya disertakan pada pembelajaran-pembelajaran yang lain. Dengan media audio-visual. Berkenaan dengan hal itu. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian yang khusus seperti pembelajaran bahasa lain. sehingga akan memberikan pengalaman yang nyata pula. akibatnya keterampilan itu cenderung diabaikan dan tes kemampuan menyimak tidak diberikan secara intensif pada waktu tertentu dan mendalam pada peserta didik.

Selain penggunaan media pembelajaran. 2.4 Hipotesis Tindakan Hipotesis yang digunakan untuk memberikan arah pada penelitian ini adalah. setelah dilakukan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. adanya peningkatan keterampilan dalam menyimak khususnya menyimak berita dan terjadi perubahan perilaku yang positif terhadap peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. penggunaan metode pembelajaran yang tepat juga sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran. Metode yang tepat tersebut adalah metode drill.69 mendapatkan suatu pengertian atau pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal.2. 69 . Prinsip dasar dari metode drill adalah pemberian latihan-latihan sehingga peserta didik menguasai keterampilan dan memiliki ketangkasan tentang keterampilan menyimak berita.

tindakan. 70 . yaitu siklus I dan siklus II. Adapun siklus-siklus tersebut seperti pada gambar di bawah ini: P P R T R T O Siklus 1 Keterangan : P = Perencanaan T = Tindakan O = Observasi (pengamatan) R = Refleksi O siklus II Dari gambar tersebut. yang terdiri atas dua siklus. Dari masing-masing siklus terdapat empat kegiatan yang berupa kegiatan perencanaan. observasi.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas.70 BAB III METODE PENELITIAN 3. dan refleksi. peneliti ingin menjelaskan bahwa penelitian ini meliputi empat tahapan yang digunakan dalam dua siklus.

b. Pengamatan berlangsung selama proses kegiatan 71 .71 Keempat kegiatan tersebut. Pengamatan (observation) Pengamatan dipusatkan pada proses maupun hasil tindakan beserta segala peristiwa yang melingkupinya. mengadakan refleksi. memberikan tugas terstruktur 3. 2. Tindakan (action) Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini berupa: a. c. Perencanaan (planning) Perencanaan ini berisi mengenai dua hal yaitu refleksi awal dan perencanaan umum. dalam penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam proses berdaur yang terdiri dari 1. Refleksi awal berupa pemikiran terhadap pengalaman mengajar selama ini sehingga ditemukan kelemahan dan kekurangan pembelajaran menyimak berita yang ada selama ini. dan d. yaitu kurangnya kemampuan peserta didik dalam menyimak berita. mengadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Perencanaan umum dikonsultasikan bersama guru pengampu dan dosen pembimbing untuk mempertimbangkan apa yang hendak dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan dengan tujuan agar tindakan dan solusi yang diberikan peneliti sesuai dengan permasalahan yang dialami peserta didik. penyajian materi pembelajaran sesuai dengan pedoman rencana pembelajaran. Data dan fakta diperoleh dari guru pengampu mata pelajaran dan peserta didik.

apa yang telah atau belum dihasilkan dan dituntaskan dengan tindakan yang telah dilakukan. Namun sebelum melaksanakan siklus I. Tujuan perencanaan tersebut adalah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran.72 berlangsung. pengamatan ulang. Setelah perencanaan dibuat dan dikonsultasikan dengan dosen 72 . peneliti terlebih dahulu melakukan tes awal dengan tujuan mengetes dan mengetahui kemampuan awal peserta didik kelas VIII A SMP N I Jiken terhadap keterampilan menyimak berita. Refleksi juga merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebelum memberikan tes awal pada peserta didik. peneliti terlebih dahulu tetap membuat perencanaan untuk kegiatan yang akan dilakukan. Refleksi (reflection) Refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi.1. dan tindakan ulang.1 Proses Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas ini melalui dua siklus yaitu pelaksanaan siklus I dan pelaksanaan siklus II. Apabila setelah melihat hasil refleksi tersebut maka akan muncul permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian sehingga perlu dilakukan rancangan ulang. 4. 3. Data yang diperoleh dari instrumen tes dan nontes langsung diinterpretasikan maknanya. Data tersebut yang kemudian menjadi masukan dalam kerangka pelaksanaan dalam refleksi. Hasil refleksi ini digunakan sebagai masukan dalam menetapkan langkah-langkah selanjutnya.

Analisis terhadap hasil kegiatan awal akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan siklus I. 73 . keantusiasannya dalam menyimak berita dari awal sampai akhir Setelah tahap observasi. Hal-hal yang diamati adalah keaktifan peserta didik dalam bertanya tentang halhal yang belum diketahuinya. Selain itu pengamatan juga dilakukan dengan melihat kemampuan intelektual peserta didik dalam memahami berita yang ditayangkan. peneliti menganalisis hasil pengamatan terhadap perilaku belajar peserta didik selama mengikuti proses kegiatan menyimak berita. Langkah selanjutnya peneliti menayangkan berita.73 pembimbing. Selama proses pembelajaran peneliti mengamati perilaku belajar peserta didik. Tujuan dari apersepsi ini adalah untuk menggali pengalaman peserta didik tentang berita dan peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran. memberikan soal isian singkat dan soal essai dan menyocokkannya. kemudian guru melakukan refleksi dan menutup pembelajaran. Tindakan awal dalam penelitian ini adalah peneliti mengadakan apersepsi tentang pengalaman menyimak berita peserta didik. peneliti melakukan tindakan. Sejauh mana peserta didik aktif berinteraksi antara guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik yang lain.

74

3.1.1.1 Proses Pelaksanaan Siklus I Dalam siklus ini peneliti membuat program sebagai berikut 1. Refleksi Awal Refleksi awal berupa renungan terhadap pengalaman mengajar peneliti dalam tes awal yang dilakukan peneliti sebelum diadakannya siklus I. Dari hasil analisis terhadap kegiatan awal, akan diketahui keinginan peserta didik dan mengetahui perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Dari hasil analisis itulah yang dijadikan pijakan bagi perencanaan siklus I.

2. Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyiapkan perencanaan yang matang untuk mencapai pembelajaran yang diinginkan oleh peneliti. Perencanaan ini akan dilakukan dari awal sampai akhir penelitian, dengan demikian hasil dari penelitian sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Dalam tahap perencanan ini peneliti

mempersiapkan proses pembelajaran keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dengan langkah-langkah (1) menyusun rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) menyusun instrumen nontes dan tes. Instrumen nontes, yaitu ;lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi. Dan instrumen yang berupa tes yaitu soal isian singkat dan soal essai beserta penilaiannya, dan (3) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat.

74

75

3. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan harus sesuai dengan perencanaan. Pada tahap ini guru melakukan tindakan dalam proses pembelajaran. Tindakan yang dilakukan dalam tahap ini terdiri dari pendahuluan, inti , dan penutup. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan, peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik, menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran, guru melakukan apersepsi, menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran, menjelaskan tujuan pembelajaran keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual secara umum, dan menjelasklan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu. 2) Inti Pada tahap inti, peneliti menjelaskan mengenai teknik menyimak yang baik, menerangkan hakikat menyimak berita sehingga peserta didik akan mampu memahami isi berita yang telah disimak. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dan peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan memberikan arahan yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan sungguh-sungguh. Selama kegiatan menyimak peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan peserta didik harus mencermati apa yang menjadi pokok dari berita, siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan, di mana peristiwa itu

75

76

terjadi, mengapa peristiwa itu bisa terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. Setelah kegiatan menyimak, guru membagi peserta didik menjadi kelompokkelompok kecil dan memberikan soal isian singkat dengan mengacu kepada unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah untuk menuliskan pokokpokok berita ke dalam beberapa kalimat. Selanjutnya, peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyocokkan hasil tes isian singkat dengan cara peserta didik mengoreksi pekerjaan teman yang dibawanya. Selanjutnya guru meminta salah satu kelompok membacakan hasil pekerjaan untuk soal essai. Kelompok yang berani maju pertama kali untuk menuliskan hasil diskusinya diberi hadiah oleh guru dengan tujuan untuk memberikan motivasi. Guru bersama peserta didik membahas secara bersama hasil pekerjaan kelompok yang maju. Guru memberikan penjelasan tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi pada peserta didik dan juga menunjukkan kelebihan-kelebihan yang sudah dilakukan mereka. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahaminya. Kegiatan selanjutnya adalah guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda dengan VCD berita yang pertama. Peserta didik diminta untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita. Selama kegiatan menyimak, peserta didik tetap diperbolehkan untuk membuat catatan-catatan kecil. Selesai menyimak berita, peserta didik secara individu menjawab soal-soal yang diberikan guru. Bentuk soal masih sama dengan yang pertama, hanya saja isinya berbeda. Setelah

76

77

selesai mengerjakan, hasil pekerjaan peserta didik ditukarkan dengan peserta didik yang lain. Guru menyocokkan soal isian singkat. Selesai menghitung jumlah jawaban yang benar dan salah, hasil pekerjaan dikumpulkan kepada guru. Guru membahas jawaban untuk soal essai. Tujuan dari pembelajaran pada siklus I adalah mengenalkan peserta didik tentang unsur 5W + 1H dalam upaya memahami suatu berita dan juga memberikan latihan awal peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain tujuan tersebut, tujuan lain yang diharapkan adalah peserta didik menjadi percaya diri bahwa dia mampu dan bisa mengungkapkan pendapatnya, walaupun pada awalnya guru menggunakan suatu motivasi dengan memberikan hadiah. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peneliti membagikan lembar jurnal kepada peserta didik untuk diisi mengenai tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada akhir pembelajaran, peneliti bersama peserta didik

menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan guru memberikan tugas terstruktur untuk latihan dan bahan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Tujuan diberikannya tugas terstruktur itu adalah supaya peserta didik lebih memahami materi yang telah diterimanya dan merupakan suatu bentuk penjembatan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita.

77

78

4. Observasi dan Pengamatan Pengamatan dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara atau menggunakan jurnal. Peneliti mencatat peserta didik yang aktif, yang pasif, yang meremehkan, yang kurang memperhatikan, yang bercakap-cakap sendiri dalam proses pembelajaran menyimak. Tahap ini sangat penting dan membutuhkan pengamatan yang teliti dan sabar demi memberikan masukan pada perbaikan siklus selanjutnya.

5. Refleksi Pada tahap refleksi ini peneliti akan melihat hasil dari tahap tindakan dan pengamatan pada siklus I. Dari hasil tersebut jika masih banyak peserta didik yang bersikap negatif terhadap proses pembelajaran atau kekurangan seperti yang dijelaskan dalam hasil observasi, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk tindakan pada siklus II. Hasil yang positif dalam siklus I akan dipertahankan dalam siklus II. Dari faktor sikap peserta didik dalam kegiatan menyimak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran pada siklus I misalnya, sikap peserta didik yang masih meremehkan dan kurang memperhatikan kegiatan menyimak. Dari hasil evaluasi, yang dapat dijadikan refleksi adalah (1) pengungkapan hasil pengamatan peneliti, (2) pengungkapan tindakan yang telah dilakukan oleh peserta didik, dan (3) pengungkapan tindakan-tindakan yng dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Apabila pada siklus I ditemukan

78

memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh peserta didik pada pembelajaran 79 . pedoman wawancara. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah tindakan yang merupakan perbaikan dari siklus I. lembar jurnal. pada siklus II akan ditindak lanjuti dan dilakukan dengan tindakan untuk memperbaiki. (2) menyusun perbaikan instrumen yang berupa data nontes yaitu lembar observasi.79 kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan peneliti dalam kegiatan menyimak berita.1. yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan perilaku-perilaku yang menjadi penghambat kegiatan menyimak. dan (3) dalam berkolaborasi peneliti lebih sering berdiskusi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat. 3. peneliti mengambil strategi pada siklus II sebagai berikut 1.2 Proses Pelaksanaan Siklus II Setelah melakukan analisis pada siklus I. Perencanaan Perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II merupakan penyempurnaan dari perencanaan pada siklus I.1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perencanaan siklus II adalah (1) menyusun perbaikan rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Dan instrumen tes yang berupa soal isian singkat dan essai beserta penilaiannya. dan dokumentasi. 2.

80 siklus I. 2) Inti Pada tahap inti peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan topik yang berbeda dari berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik. dan penutup. Selama kegiatan menyimak peserta didik boleh membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan harus lebih mencermati isi pokok dari berita. 80 . siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. di mana peristiwa itu terjadi. Guru memberikan arahan yang lebih jelas yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan lebih sungguh-sungguh. menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran. dan peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II. Peneliti menanyakan kembali materi yang telah diberikan peneliti pada pertemuan lalu dan bersama peserta didik membahas tugas yang diberikan pada pertamuan sebelumnya. inti. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini terdiri dari pendahuluan. mengapa peristiwa itu bisa terjadi. kapan peristiwa itu terjadi. dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum yaitu keterampilan menyimak berita. Lalu peneliti meminta peserta didik untuk lebih konsentrasi dalam kegiatan menyimak.

81

Setelah kegiatan menyimak, secara berkelompok peserta didik menjawab soal isian singkat yang mengandung unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam 5 kalimat. Setelah selesai mengerjakan, guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat dan membahas jawaban soal essai. Guru melihat kesalahan yang masih diulangi peserta didik dan melihat kemajuan mereka. Guru menjelaskan secara sekilas kemajuan yang sudah dialami peserta didik. Selanjutnya guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda pula. Setelah selesai menyimak, secara individu peserta didik menjawab soal isian singkat dan soal essai yang bentuknya masih sama dengan yang pertama, yang diberikan guru. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Tujuan diadakannya tes pada siklus II yaitu untuk mengetahui peningkatan atau kemajuan hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I dan dengan diadakannya perbaikan dari sisi RPP, cara mengajar guru, dan perubahan pola belajar peserta didik. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti bersama peserta didik melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peserta didik diminta untuk mengisi lembar jurnal yang telah dipersiapkan oleh peneliti, yang berisi tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual hari itu. Pada akhir pembelajaran peneliti bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

81

82

3. Observasi atau Pengamatan Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah mengamati perubahan tindakan dan sikap peserta didik pada proses pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan penting yang dapat digunakan sebagai data. Pengamatan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masih tidak memperhatikan selama pembelajaran berlangsung, yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, yang daya menyimaknya rendah dan peserta didik yang daya menyimaknya tinggi pada siklus I. Pengamatan yang dilakukan melalui observasi langsung, wawancara langsung dengan peserta didik tersebut, dan melalui jurnal guru dan siswa dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan mereka, setelah dilakukannya proses pembelajaran pada siklus I. Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan secara langsung terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus II. Wawancara dilakukan terhadap peserta didik yang memiliki daya menyimak rendah dan pada peserta didik yang mempunyai daya menyimak tinggi dengan sejumlah pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh peneliti mengenai sebab-sebab lemahnya peserta didik yang kurang dalam kegiatan menyimak berita. Pengamatan melalui jurnal bertujuan untuk refleksi bagi peneliti sehingga dapat digunakan untuk menerapkan teknik yang cocok diterapkan pada pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berikutnya. Dan dengan jurnal dapat diketahui tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti selama proses pembelajaran.

82

83

4. Refleksi Refleksi pada siklus II ini dimaksudkan untuk membuat simpulan dari pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap peserta didik yang terjadi selama pembelajaran pada siklus II. Pada bagian ini peneliti diharapkan dapat mengetahui jawaban tentang peningkatan dan perubahan perilaku peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

3.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak berita pada

peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII A karena pada kelas dan jenjang inilah materi menyimak berita dari televisi diberikan, disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Materi yang akan diberikan dalam penelitian dipilih oleh peneliti karena materi itu kurang mendapat perhatian yang khusus dan cenderung diabaikan, entah itu dalam hal pembelajarannya atau pemberian tesnya. Sehingga hasil yang didapatkan masih rendah. Dengan kondisi yang seperti itu, maka diperlukan adanya upaya menuju peningkatan hasil belajar. Selain itu, dalam pembelajarannya, pembelajaran menyimak masih diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang cenderung kurang memotivasi peserta didik sehingga memerlukan adanya tindakan yaitu dengan penggunaan metode yang lebih bervariatif dalam pembelajaran guna peningkatan hasil belajar.

83

84

3.3 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau sesuatu yang menjadi perhatian suatu peneliti. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

3.3.1 Variabel Keterampilan Menyimak Berita Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa. Kedua hal tersebutlah yang termasuk variabel dalam penelitian ini. Jadi komponen pertama yang menjadi variabel penelitian ini adalah variabel keterampilan menyimak berita. Keterampilan menyimak berita merupakan

keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah pembelajaran dilakukan, dan di dalam keterampilan tersebut terdapat indikator-indikator yang merupakan uraian spesifik dari kompetensi menyimak yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Indikator-indikator dari keterampilan menyimak berita tersebut adalah (1) mampu menemukan pokokpokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi dan (2) mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. Dengan indikator tersebutlah, pembelajaran menjadi terfokus dan tidak luas melebar kepada penguasaan keterampilan yang lain, di luar keterampilan yang

84

85

hendak dikuasai. Dengan indikator itu pulalah, guru dapat membuat tugas-tugas yang hendak diberikan kepada peserta didik kelas VIII A. Sehingga dengan adanya tugas-tugas mengenai aspek-aspek yang ada dalam berita dan isi berita setelah melakukan kegiatan menyimak berita, penguasaan keterampilan menyimak berita yang dilakukan oleh peserta didik kelas VIII A dapat diperoleh. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti kepada guru pengampu mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas masih rendah, dengan keadaan yang seperti itu maka peneliti ingin memberikan tindakan dalam rangka peningkatan hasil belajar kepada keterampilan menyimak berita. Dari tindakan yang hendak dilakukan, peneliti memberikan target kepada peserta didik yaitu nilai rata-rata yang diperoleh mencapai nilai 70.

3.3.2 Variabel Metode Drill melalui Media Audio-visual Kedua variabel ini mempunyai hubungan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Sifat dari hubungan tersebut adalah saling melengkapi. Keterampilan tidak akan dikuasai tanpa adanya suatu latihan (metode drill) dan latihan tidak akan berhasil dengan baik dan optimal tanpa adanya pembelajaran yang menarik (media audio-visual). Metode drill adalah sebagai suatu metode yang lebih mementingkan pemberian latihan-latihan kepada peserta didik supaya peserta didik memiliki keterampilan dan ketangkasan dalam penguasaan keterampilan menyimak, maka metode ini merupakan suatu alternatif pemecahan masalah penggunaan metode

85

Sesuatu yang dapat menetralisir permasalahan tersebut yaitu adanya media audio-visual (VCD). Kelemahan dari metode ini adalah dengan adanya suatu latihan yang terus-menerus. 86 . Dan dengan metode ini maka guru dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan suatu kegiatan belajar. Dalam pembelajaran menyimak dengan metode drill melalui media audio visual ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak pada umumnya dan dapat merubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik dalam proses pembelajaran keterampilan menyimak. karena sifat dari VCD ini adalah menjadikan suatu pembelajaran lebih menarik perhatian peserta didik. Kehadiran VCD dalam suatu pembelajaran akan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Selain terdapat keunggulan dalam penggunaan metode drill yaitu dengan adanya latihan yang dapat mendorong peserta didik kepada penguasan keterampilan menyimak berita. sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.86 ceramah yang digunakan dalam pembelajaran menyimak. maka metode mengajar akan lebih bervariasi. maka hal tersebut bisa menyebabkan peserta didik bosan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dengan latihan itu juga mampu menyadarkan peserta didik akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang atau pun di masa yang akan datang. Dan dengan adanya VCD. Dengan kondisi yang seperti ini maka diperlukan sesuatu hal yang dapat menetralisirnya. metode ini pun terdapat kelemahannya. sehingga peserta didik tidak bosan.

mengapa peristiwa 87 . pedoman wawancara. peneliti menggunakan instrumen tes yang berisi soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik pada akhir kegiatan menyimak berita dan instrumen nontes yang berupa lembar observasi.87 3. di mana peristiwa itu terjadi.4 Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian tindakan kelas ini. Tabel I Tabel Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Data Kemampuan awal peserta didik dan keadaan awal peserta didik Kinerja peserta didik saat melakukan latihan (drill) dalam mengisi soal isian singkat yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H setelah melakukan kegiatan menyimak Kemampuan peserta didik dalam menuliskan pokok-pokok berita yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H menjadi 5 kalimat Perilaku peserta didik saat proses pembelajaran Subjek Instrumen Peserta didik kelas VIII Tes awal A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes isian singkat A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes tulis essai A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Lembar observasi. Untuk memperoleh gambaran umum tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.4. foto 3. dan dokumentasi.1 Instrumen Tes Instrumen tes yang diberikan berupa perintah kepada peserta didik untuk menyimak berita melalui media audio-visual dan mengerjakan soal isian singkat yang meliputi unsur 5W + 1 H yaitu berisi pokok dari berita. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. jurnal A SMP N I Jiken siswa dan guru. pedoman jurnal guru dan siswa. peneliti menjelaskannya pada tabel kisi-kisi instrumen di bawah ini.

kapan peristiwa itu terjadi. Indikator keberhasilannya adalah peserta didik mampu menemukan 88 . Soal yang diberikan pada peserta didik berjumlah 6 soal isian singkat dan 1 soal essai. Tujuan dari instrumen tes ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap hasil simakan. Di bawah ini akan diuraikan kategori nilai untuk mengkategorikan kemampuan peserta didik. maka akan diketahui masing-masing kemampuan peserta didik. Sebelumnya soal tes tersebut dikonsultasikan kepada guru pengampu dan dosen pembimbing.88 itu bisa terjadi.1 Tes Unjuk Kerja Kriteria penilaian tes unjuk kerja peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual menggunakan rubrik penilaian.4. Penilaian untuk instrumen tes berdasarkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita melalui menjawab soal isian singkat dan soal essai yang dilakukan secara berkelompok kemudian individu. Dari penilaian yang dilakukan guru.1. Tabel 2 Tabel Kategori Nilai Peserta Didik No 1 2 3 4 5 Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang 3. Hasil penilaian tersebut dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan skor dari masing-masing aspek penilaian. Skor yang akan di peroleh peserta didik maksimal 100. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita dan soal essai yang berupa menuliskan kembali pokokpokok berita ke dalam 5 kalimat.

Artinya. Hal-hal lain yang dinilai meliputi keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan guru dan kerjasama antar anggota kelompok. Tabel 3 Skor Penilaian pada Instrumen Tes No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Skor maksimum 60 40 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa peserta didik akan mendapatkan skor maksimum 100 apabila kedua bentuk tes di atas dikerjakan dengan benar oleh peserta didik dan penskoran tersebut telah memenuhi syarat atau kriteria penilaian maksimum seperti yang ada dalam pedoman penskoran di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Pedoman penskoran yang dimaksud adalah: Tabel 4 Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur what Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur who Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur where Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur when Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur why Peserta didik mampu dengan benar soal dengan unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 89 . Pada tabel di bawah ini akan diuraikan skor penilaian tiap-tiap aspek. dan mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. peserta didik dinilai berdasarkan ketepatannya dalam menemukan unsur-unsur pokok berita dan kemampuannya menuliskan pokok-pokok berita tersebut dengan benar.89 pokok-pokok berita yang meliputi unsur 5 W + 1 H.

90 Tabel 5 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Tabel 6 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang 90 .

91 .91 4 Diksi 5 4 3 2 1 Terdapat 0-1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 Melalui pedoman penskoran tersebut. Karena prinsip dasar penelitian ini adalah memberikan drill dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak. peneliti dapat mengetahui hasil tes peserta didik dalam menyimak berita. maka tes ini diberikan dua kali dalam tiap siklus. baik untuk indikator menemukan pokokpokok berita atau pun menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.

Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. lembar jurnal. 1) peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. dan dokumentasi. 1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil.92 3. berkomentar tentang materi yang diberikan. hal-hal yang menjadi perhatian peneliti adalah. keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Hal-hal yang diperhatikan peneliti selama proses pembelajaran menyimak adalah. antara lain meliputi: 1. 92 .4. keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi Pada bagian ini. pedoman wawancara. 4) peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting. 2) ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru. 3) peserta didik aktif bertanya.2 Instrumen Nontes Instrumen nontes yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data kualitatif adalah lembar observasi.1 Lembar Observasi Instrumen nontes yang berupa lembar observasi dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui perilaku-perilaku peserta didik melalui pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung. 3. 2.2.4.

3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru. Jurnal peneliti atau guru berisi tentang: 1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. yaitu berupa jurnal peneliti atau guru dan jurnal siswa yang diperoleh pada akhir pembelajaran. 3.93 2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.4. 2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4) keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6) fenomena-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 93 . 1. 5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat.2 Lembar Jurnal Jurnal digunakan dalam rangka untuk mendapatkan data kualitatif.

2.4.3 Pedoman Wawancara Pedoman wawancara dibuat oleh peneliti dan ditujukan kepada peserta didik yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 94 . tetapi terhadap peserta didik yang mendapat nilai yang baik dan yang tidak baik. Jurnal siswa berisi pertanyaan-pertanyaan seputar: 1) apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2) apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3) bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4) apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5) berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 3. Wawancara dilakukan secara terstruktur. apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2. Hal-hal yang diungkap dalam wawancara adalah: 1. Wawancara tidak dilakukan terhadap semua peserta didik.94 2.

dan pada akhir pembelajaran. apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. yaitu pada awal kegiatan pembelajaran. hanya berupa dokumentasi foto. menurut Anda. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8. Dokumentasi bertujuan untuk merekam semua kegiatan dalam proses pembelajaran. saat guru menyampaikan materi 95 .95 3. yaitu pada saat pembelajaran siklus I dan siklus II. apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4. Yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1. apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. karena dengan dokumantasi semua proses penelitian dapat terekam dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran. menurut Anda.4.4 Dokumentasi Dokumentasi merupakan instrumen nontes yang penting dalam penelitian tindakan kelas. bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 3. saat pembelajaran berlangsung.2.

kegiatan peserta didik ketika menyimak VCD berita 3. sehingga pengambilan foto dapat terlaksana dengan baik. kegiatan peserta didik dalam mengerjakan drill (latihan) secara individu 5. 3. 3. Instrumen tes adalah instrumen yang berupa perintah untuk menjawab soal isian singkat yang berisi pokok-pokok berita dan soal essai yang berisi perintah untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. peneliti akan dibantu oleh seorang teman dengan kondisi peserta didik maupun peneliti dengan sewajarnya tidak dibuat-buat.5 Uji Instrumen Instrumen yang akan diuji dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan instrumen nontes. Sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi.96 2. kegiatan peserta didik dalam kelompoknya ketika mengerjakan drill (latihan) dalam pembelajaran menyimak berita 4. dan pedoman wawancara yang diisi oleh guru dan peserta didik.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini. lembar jurnal. kegiatan peserta didik dalam keaktifannya mengisi lembar jurnal siswa Dalam pengambilan foto untuk penelitian ini. adalah tes dan nontes untuk mengukur peningkatan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 96 .

dari hasil analisis akan diketahui kelemahan peserta didik dalam kegiatan menyimak berita. 3. dibantu oleh guru mata 97 . yang selanjutnya sebagai dasar untuk menghadapi tes pada siklus II. Observasi atau pengamatan dilakukan oleh peneliti. 3.6. yang pada akhirnya setelah dianalisis. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.97 3. Pada hasil tes siklus I dianalisis.2.1 Teknik Tes Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan tes. Observasi dipergunakan untuk memperoleh data tentang perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung pada siklus I dan siklus II. dan dokumentasi. jurnal.6. Peneliti sebelumnya mempersiapkan lembar observasi untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan data.1 Teknik Observasi Teknik observasi dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan khusus mengenai perilaku peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2 Teknik Nontes Teknik nontes dalam penelitian adalah observasi.6. wawancara. hasil tes siklus II dapat diketahui peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

98 .6. Proses wawancara dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I. Dalam observasi ini ketiga orang ini mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung dengan mencatat semua kejadian-kejadian selama pembelajaran berlangsung. Proses observasi dan pengamatan segera mungkin direkam dalam benak peneliti dengan teliti dengan membuat catatan-catatan khusus mengenai perilaku-perilaku yang terjadi selama pembelajaran berlangsung atau dengan memberikan check list pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Data yang diambil mengenai kesan.2 Teknik Wawancara Teknik wawancara dipergunakan untuk memperoleh data secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Observasi juga dilakukan terhadap peneliti maupun peserta didik itu sendiri. dan pendapat peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak. pesan. Dalam melakukan wawancara. peneliti membawa walkman untuk merekam pada waktu wawancara berlangsung. Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terhadap peserta didik yang mempunyai nilai rendah dan peserta didik yang mempunyai nilai tinggi dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. jika masih terdapat hambatan atau kekurangan pada kegiatan menyimak maka kekurangan ini akan diperbaiki pada pembelajaran siklus II. 3.2.98 pelajaran atau teman sejawat.

99 . yaitu cara peneliti menyampaikan materi. yaitu jurnal siswa dan jurnal guru. pada saat peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti. kesan. bahan simakan. media yang digunakan. Dengan demikian akan terungkap kekurangan dan kelebihan pada saat pembelajaran berlangsung.99 3.2.6.2. Hal ini sangat dibutuhkan oleh peneliti untuk mengevaluasi dan merefleksi. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti bahwa penelitian peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual benar-benar dan nyata dilakukan oleh peneliti. 3. Untuk jurnal siswa. peserta didik diminta untuk memberi tanggapan. Jurnal guru berisi catatancatatan mengenai perilaku peserta didik. kritikan terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. keaktifan peserta didik pada saat pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung. Yang perlu dijadikan dokumentasi dalam penelitian ini yaitu pada inti kegiatan menyimak berita. dan kegiatan-kegiatan yang dianggap perlu untuk dijadikan sebagai data.3 Teknik Jurnal Teknik jurnal dalam penelitian ini ada dua.4 Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data nontes yang berupa foto yang diambil peneliti ketika proses pembelajaran siklus 1 dan siklus II berlangsung. respons peserta didik. Jurnal siswa ini diberikan pada peserta didik setelah pembelajaran siklus I berakhir.6.

100 .7 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitatif dan kuantitatif.100 3.7. Hasil dari perbandingan tersebut. (2) menghitung nilai kumulatif. (3) menghitung nilai rata-rata. maka dapat diketahui mengenai peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan (4) menghitung persentasi. Rumus nilai persentasinya adalah: NP = NK x 100% R Keterangan: NP: Nilai Presentasi NK: Nilai Komulatif R : Jumlah Responden Hasil perhitungan persentasi keterampilan menyimak berita dari hasil tes siklus I dan siklus II dibandingkan. 3.1 Teknik Kuantitatif Analisis data tes secara kuantitatif dihitung dengan persentasi melalui langkah-langkah: (1) merekap nilai yang diperoleh peserta didik.

jurnal. Data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II dibandingkan dengan cara melihat hasil tes dan nontes. dan dokumentasi.101 3. 101 .7. sehingga akan dapat diketahui adanya perubahan perilaku peserta didik dan peningkatan dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. wawancara.2 Teknik Kualitatif Teknik kualitatif untuk memberi gambaran perubahan perilaku peserta didik dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melelui media audio-visual dengan mengacu pada data nontes yang berupa observasi.

dapat diketahui bahwa keterampilan peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita masih kurang atau rendah dengan skor rata-rata hanya mencapai 56. guru memutarkan berita tersebut sebanyak 2 kali. hal tersebut atas permintaan peserta didik. Tabel 7 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Tahap Prasiklus No Kategori 1 2 3 4 5 Rentang nilai Sangat baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat kurang <50 Jumlah Frekuensi 0 4 10 7 12 33 Bobot skor 0 312 626 402 529 1869 Persen (%) 0% 17% 33% 22% 28% 100% Rata-rata 1869 = 56.64.102 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasil tes prasiklus dapat dilihat pada tabel 7 berikut. Hasil tes prasiklus dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal kemampuan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 1 Jiken.1 Hasil Tes Prasiklus Hasil prasiklus berupa keterampilan menyimak berita. sebelum dilakukan tindakan penelitian.64 33 Dari data tabel 7 tersebut. Tes prasiklus yang dilakukan berupa peserta didik diminta untuk mengisi lembar soal secara individu yang berisi 6 soal isian singkat dan 1 soal essai yang diberikan guru setelah peserta didik melihat tayangan berita dengan topik “Gizi Buruk” melalui VCD. Rincian data tersebut 102 . Pada tahap prasiklus ini.

dan kepaduan antar kalimat masih kurang diperhatikan juga. Sedangkan untuk kategori sangat baik dengan nilai 85-100 pada tahap prasiklus ini belum bisa dicapai peserta didik atau masih dalam persentase 0%. Faktor internal yang mempengaruhi kurang berhasilnya penguasaan keterampilan menyimak berita pada saat prasiklus. cara penulisan ketika menjawab soal essai masih jauh dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD). pada kategori nilai baik dengan nilai 70-84 terdapat 17% atau 4 peserta didik. Selain faktor internal. 33% atau 10 peserta didik mencapai nilai cukup yaitu dengan kategori nilai 60-69. Rendahnya keterampilan peserta didik dalam menyimak berita ini disebabkan beberapa faktor yang melingkupinya. Hal itu bisa terjadi karena terdapat 2 peserta didik yang sakit dan 4 lainnya mengikuti latihan gamelan dalam rangka kegiatan perpisahan kelas IX. Faktor eksternal itu bisa datang dari guru. Sedangkan faktor eksternalnya berasal dari guru. media dan lingkungan sekitar laboratorium bahasa. yaitu kurangnya konsentrasi dan perhatian peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan guru. sehingga peserta didik dalam 103 . 12 peserta didik atau 28% termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai <50. Faktor internal ini berasal dari peserta didik. Dengan jumlah 33 peserta didik yang dapat mengikuti kegiatan ini. faktor eksternal juga berpengaruh.103 dijelaskan sebagai berikut. Dari jumlah keseluruhan 39 peserta didik tetapi yang dapat hadir pada tahap prasiklus hanya 33 peserta didik. kekurangan yang terlihat yaitu kurang jelasnya guru dalam memberikan penjelasan dan petunjuk pengisian soal. baik itu faktor internal atau pun eksternal. jawaban yang diberikan peserta didik kurang lengkap dan rinci. Kategori kurang dengan nilai 50-59 dicapai oleh 7 peserta didik atau mencapai 22%.

sehingga ketika peserta didik hendak mengerjakan soal yang diberikan guru. Keadaan laboratorium bahasa yang dekat dengan ruang gamelan dan masih disatukan dengan perpustakaan. peserta didik yang menjadi anggota ekstra kurikuler gamelan sedang berlatih dalam rangka persiapan perpisahan kelas IX. mereka merasa bingung karena soal yang akan dijawab tidak sesuai dengan berita yang ditayangkan. 104 . Tayangan berita yang diputarkan salah. mempengaruhi konsentrasi peserta didik ketika proses pembelajaran. Dalam tahap ini peserta didik meminta memutarkan ulang tayangan beritanya. dan hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi konsentrasi peserta didik dalam kegiatan menyimak berita. meminta mereka untuk berkonsentrasi lagi dan guru memutarkan VCD yang sesuai dengan soal yang diterima peserta didik. guru meminta peserta didik untuk tenang kembali dan menutup kembali soal yang telah diberikan. Lalu untuk melanjutkan kegiatan saat itu. karena dengan pemutaran satu kali mereka belum bisa memahami beritanya. Untuk lebih jelasnya hasil tes keterampilan menyimak berita pada tahap prasiklus pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dapat dilihat pada grafik berikut.104 mengerjakan soal melenceng dari perintah yang dimaksudkan oleh guru. juga mempengaruhi dalam penguasaan keterampilan menyimak berita pada peserta didik. jadi secara tidak langsung terdengar suara lain selain suara pembacaaan berita. Karena kebetulan saat itu. Pada tahap prasiklus. terjadi kesalahan teknik perihal pemutaran tayangan berita. Dari sisi penggunaan media.

30%. Begitu pun pada kategori kurang dengan rentang nilai 50-59. Dari grafik tersebut terdapat 7 peserta didik atau sebesar 21. Untuk kategori sangat baik pada tahap prasiklus ini belum didapatkan oleh peserta didik atau masih 0%. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 10 peserta didik atau sebesar 30. Untuk melihat peserta didik yang masuk pada kategori tersebut lihatlah pada hasil jumlah skor yang berada di atas skor 60.3%. Jumlah peserta didik yang mendapat nilai rendah pada kategori kurang sebanyak 11 peserta didik atau sebesar 33. Selanjutnya pada kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 4 peserta didik atau sebesar 12.12%. Hasil jelasnya lihatlah nilai yang berada di atas skor 70. Dari situ dapat dijelaskan terdapat beberapa peserta didik yang mendapat nilai rendah dengan kategori sangat kurang pada jumlah skor <50.21% yang masuk pada kategori kurang. Untuk melihat secara jelas peserta didik yang masuk pada kategori sangat kurang lihatlah pada titik-titik yang berada di bawah jumlah skor 60. 105 .105 Grafik I Hasil Penelitian Prasiklus Keterampilan Menyimak Berita Series2 100 80 60 40 20 0 J u m la h S k o r 82 81 60 60 45 45 48 45 49 62 59 61 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Subjek Penelitian Grafik di atas menunjukkan pemerolehan skor pada masing-masing peserta didik pada tahap prasiklus ini.

sehingga pembelajaran yang akan dilakukan di kelas dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita adalah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I ini merupakan tindakan awal penelitian yang dilakukan setelah mengetahui hasil tes pada tahap prasiklus yang ternyata memerlukan tindak lanjut dan perbaikan atas segala permasalahan yang muncul dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita. yaitu : (1) menjawab dengan benar soal dengan unsur what. Kriteria penilaian pada siklus I ini masih tetap sama seperti pada tes prasiklus yang meliputi dua aspek penilaian yaitu aspek penilaian pada bentuk tes isian singkat yang meliputi enam aspek penilaian.106 4. peneliti menggunakan metode pembelajaran baru yang belum pernah dilakukan oleh guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. (3) menjawab dengan benar soal dengan unsur where. 4. (4) menjawab dengan benar soal yang dengan unsur when. Hasil kedua data tersebut diuraikan secara rinci sebagai berikut.2. (2) menjawab dengan benar soal dengan unsur who.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus I ini merupakan data awal setelah dilakukannya tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audiovisual. Metode baru yang digunakan peneliti adalah metode drill dan dilengkapi dengan penggunaan media yaitu media audio visual. Pelaksanaan pembelajaran menyimak berita terdiri atas tes dan nontes. (5) menjawab dengan benar soal dengan 106 . Pada siklus I ini.

5 657 214 386. Tabel 8 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel. dan (6) ejaan dan tanda baca.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global 107 .5 2095 1975 2035 61. Pada tahap siklus I ini peserta didik yang dapat hadir sejumlah 34 peserta didik.08 59. dan (6) menjawab dengan benar soal dengan unsur how. (2) jumlah kalimat.5 0 85 9.5 734. (5) diksi.62 58. karena 5 lainnya mengikuti latihan gamelan dan pemilihan peserta didik teladan sekabupaten. 0 1 10 9 14 7 0 8 10 9 34 34 Bobot Skor Glob.107 unsur why. Dan aspek penilaian pada bentuk tes essai yang meliputi enam aspek penilaian.5 792 677 10.5 867 447 4 0 428 9. Ind. Sehingga hasil tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken juga terdiri dari dua aspek nilai yaitu nilai kelompok dan nilai individu yang masing-masing diberikan bobot yang sama. Tes yang dilakukan pada tahap siklus I ini diberikan dalam dua bentuk yaitu tes kelompok dan tes individu. Hasil penilaian pada tahap siklus I ini akan dijabarkan seperti di bawah ini. (3) penyusunan kalimat. NK NI 0. yaitu (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.5 436 338 34 NG 42.

5 Jumlah 2095 1975 2034.76 9.48 4. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada masing-masing aspek siklus I.5 dengan pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 320 282 301 4 Penyusunan kalimat 89 80 84.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 61.41 2.08 8.85.108 Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan dari perolehan skor tes isian singkat dan tes essai pada masingmasing aspeknya.85 2.62 8.46 59.44 7. Dari hasil perhitungan maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 61.59 58.35 4.62 dan nilai rata-rata individu 58.35 33.85. Tabel 9 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1210 1100 1155 2 Kesesuaian isi kalimat 240 287 263.97 7.06 2.5 5 156 138 147 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 79 88 83.08 sehingga nilai rata-rata keseluruhan 59.33 2.32 61.59 32. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian secara umum.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35.29 2.62 4. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus I ini adalah 59. 108 .09 8.59 2. Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut.62 dan nilai rata-rata individu sebesar 58. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.08.

14 peserta didik atau sebesar 41% yang berhasil meraih predikat cukup dengan jumlah skor 867. Karena dengan pengerjaan secara kelompok.62 34 Pada tes kelompok hanya 10 peserta didik atau 38% yang mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 792. Tabel 10 Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi 0 10 14 0 10 34 Bobot skor 0 792 867 0 436 2095 Persen (%) 0% 38% 41% 0% 21% 100% Rata-rata 2095 = 61. Hasil tes tersebut juga merupakan penjumlahan dari aspek penilaian soal isian singkat dan aspek penilaian soal essai dari keterampilan menyimak berita yang diujikan.1 Hasil Tes Kelompok Hasil tes kelompok ini merupakan bagian dari penilaian pada siklus I ini. dan 10 peserta didik atau sebesar 21% yang masih mendapat nilai sangat kurang dengan jumlah skor 435.109 4. masing-masing peserta didik bisa saling melengkapi sehingga diperolehlah suatu hasil yang baik. 109 . Penilaian ini dilakukan karena dengan adanya latihan soal yang pengerjaannya secara kelompok. Berikut ini hasil penilaian secara kelompok pada siklus I. yang masing-masing terdiri dari 6 aspek penilaian soal isian singkat dan 6 aspek penilaian soal essai yang sudah dijelaskan sebelumnya.2. maka dapat membimbing peserta didik menuju pemahaman konsep pembelajaran dengan lebih mudah.1.

4.62 Dari hasil tersebut. masing-masing dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas awal mula pemerolehan nilai tersebut.2.59 34 110 .1. serta rincian penilaian pada masing-masing aspeknya. Hasil penilaian tersebut dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 11 Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Jumlah Bobot Skor 1210 885 2095 Rata-rata 35. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Penilaian pada soal isian singkat yang terdiri dari 6 soal ini difokuskan pada benar-salahnya jawaban peserta didik dengan pertanyaan yang mengandung unsur 5W + 1H. Tabel 12 Hasil Tes Menyimak Berita yang Mengandung Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi 34 24 29 5 19 10 121 Bobot skor 340 240 290 50 190 100 1210 Persen (%) 28% 20% 24% 4% 16% 8% 100% Rata-rata 1210 = 35.03 61.1.110 Berikut ini rincian hasil penilaian tes isian singkat dan tes essai. Setiap jawaban yang benar akan mendapatkan skor 10 dan bila salah mendapat skor 0.59 26.

59.1.241 pokok berita 2 Jumlah kalimat 320 3 Penyusunan kalimat 89 4 156 diksi 5 Ejaan dan tanda baca 79 Jumlah 885 Rata-rata 7.03 Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 26. 24% atau 29 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana). 4.35 26.59 2. Sebanyak 34 peserta didik atau seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa).2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 13 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok. 24 peserta didik atau 20% mampu menjawab unsur who (siapa). sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 16% dan 10 peserta didik atau 8%.111 Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita pada siklus I ini sudah cukup baik.03 yang masuk pada kategori cukup. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 5 peserta didik atau 4%.09 9. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut. Hal itu terlihat dari hasil ratarata yang diperoleh yaitu 35. 111 .41 2.62 4. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut.1. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya.2.

Kategori kurang sebesar 17% atau 9 peserta didik. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 14. Dari tabel itu juga dapat dijabarkan bahwa belum terdapat peserta didik yang masuk dalam kategori sangat baik atau sebesar 0%. Dan kategori sangat kurang diperoleh oleh 5 peserta didik atau 2%.09 34 Dari data pada tabel di atas menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori cukup karena nilai rata-ratanya yaitu 7. Tabel 14 Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi Bobot skor 0 0 115 10 80 10 41 9 5 5 34 241 Persen (%) 0% 48% 33% 17% 2% 100% Rata-rata 241 = 7. Dengan hasil yang seperti itu dan nilai rata-rata 7. 112 . Untuk kategori baik pada aspek ini ada 10 peserta didik atau sebesar 48%.112 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan.09 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik cukup paham dengan pokok-pokok berita yang tedapat pada berita ditayangkan.09 yang masuk pada kategori cukup dalam penilaiannya. Kategori cukup dicapai oleh 10 peserta didik juga atau sebesar 33%.

113 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. Sedangkan kategori lainnya seperti baik. Aspek ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik dalam upaya mengungkapkan gagasan. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat yang dipergunakan peserta didik dalam rangka bentuk pemahaman terhadap isi berita dapat dilihat pada tabel 15. hanya dua kategori yang diperoleh peserta didik. Dengan rata-rata 9. Tabel 15 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi Bobot skor 290 29 0 0 30 5 0 0 0 0 34 320 Persen (%) 91% 0% 9% 0% 0% 100% Rata-rata 320 = 9.41 34 Data pada tabel 15 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat. Jadi setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. ide. dan kategori cukup baik dengan skor 6 diperoleh oleh 5 peserta didik atau sebesar 9%. kurang baik. dan sangat kurang tidak diperoleh peserta didik. diperoleh rata-rata yaitu 9. Kategori tersebut adalah kategori sangat baik dan kategori cukup. atau pikirannya dalam bentuk tulisan.41. Untuk kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 29 peserta didik atau sebesar 91%.41 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu 113 .

Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan kurang baik.62. Peserta didik yang masuk pada kategori baik sebanyak 15 atau sebesar 67%. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. 114 . Tabel 16 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 0 0 60 15 15 5 0 0 14 14 34 89 Persen (%) 0% 67% 17% 0% 16% 100% Rata-rata 89 = 2. Pemerolehan skor rata-rata tersebut.62 34 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 16 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 2. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada perpaduan dan hubungan antara kalimat dalam suatu paragraf. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 16 berikut ini. kategori cukup sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 17%.114 dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat terhadap pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 16%. sedangkan kategori sangat baik dan kurang 0%.

59 34 Data pada tabel 17 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. Dari rincian dan perhitungan skor tersebut maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4. Tabel 17 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 100 20 56 14 0 0 0 0 0 0 34 156 Persen (%) 64% 36% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 156 = 4. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 17. Dengan rata-rata yang seperti itu.115 4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi atau pilihan kata difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam pembentukan kalimat sehingga akan membentuk suatu kalimat yang mudah dipahami dan baku. 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan 115 . maka peserta didik sudah sangat mampu memilih kata dan mampu menggunakannya dalam suatu kalimat. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 20 peserta didik atau sebesar 64%. Skor yang terisi hanya pada kategori sangat baik dan baik.59. dan 36% sisanya diperoleh oleh 14 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4.

karena hal ini merupakan modal dasar untuk kita bisa menulis dengan baik dan benar. Hasil dari penilaian pada aspek ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam kalimat dapat dilihat pada tabel 18. dan kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 18%. Tabel 18 Hasil Essai Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 10 5 5 14 34 Bobot skor 0 40 15 10 14 79 Persen (%) 0% 50% 19% 13% 18% 100% Rata-rata 79 = 2. 5 peserta didik atau sebesar 19% pada kategori cukup. kategori kurang ada 5 peserta didik atau sebesar 13%. pada aspek ini belum bisa dicapai oleh peserta didik atau masih 0%. 116 .32 34 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 18. Penggunaan ejaan dan tanda baca merupakan aspek yang sangat penting. Dengan perhitungan seperti itu. Pada kategori baik dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 50%. dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 2. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kurang menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Kondisi yang seperti inilah yang perlu diberikan perhatian khusus dan penanganan khusus dalam upaya peningkatan hasil belajar. Untuk kategori sangat baik.116 dan tanda baca.32. masuk dalam kategori kurang. khususnya aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.

9 peserta didik mendapatkan nilai baik dengan jumlah skor 677 atau sebesar 34%.2 Hasil Tes Individu Selain terdapat tes kelompok. Tes individu ini diberikan untuk melihat kemampuan masing-masing peserta didik dalam menyimak berita. Tabel 19 Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 85 1 677 9 447 7 428 8 338 9 34 1975 Persen (%) 4% 34% 23% 22% 17% 100% Rata-rata 1975 = 58.84. Dengan keterangan tersebut maka diperoleh nilai rata-rata siklus I adalah sebesar 59.1. Tes individu ini diberikan setelah peserta didik melakukan tes kelompok. keduanya digabungkan dengan cara menjumlahkan rata-rata masing-masing nilai sehingga akan dihasilkan nilai keseluruhan pada tahap siklus I. Dari hasil nilai kelompok dan nilai individu. terdapat 1 peserta didik atau sebesar 4% yang sudah masuk pada kategori sangat baik dengan jumlah skor 85. Selanjutnya terdapat 8 peserta didik atau 22% yang masuk dalam kategori kurang dengan jumlah skor 428. Kemudian masih juga terdapat 9 peserta didik yang masuk dalam kategori sangat kurang dengan jumlah nilai 338 atau sebesar 17%.2.117 4. dengan jumlah skor 447 terdapat 7 peserta didik atau 23% yang masuk dalam kategori cukup. pada siklus I ini juga terdapat tes individu. Hasil penilaian tes individu pada siklus I ini dapat dilihat pada tabel 19 berikut ini.08 34 Pada tes individu. 117 .

peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I. sehingga cara pembelajaran baru merupakan proses awal bagi peserta didik untuk menyesuaikan diri dalam pembelajaran.73 58.84 yang masuk dalam kategori kurang. Hasil tes individu yang diperoleh pada siklus I ini juga merupakan penjumlahan dari bentuk soal isian singkat dan soal essai yang semuanya tergabung dalam 6 aspek penilaian. Peningkatan itu sebesar 3.08 118 . Masih rendahnya keterampilan menyimak berita pada peserta didik. Tabel 20 Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Bobot Skor 1100 875 1975 Rata-rata 32.20. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. seperti sudah disebutkan pada tes kelompok. sehingga pemahaman yang didapatkan masih kurang dan juga masih kurang memperhatikannya peserta didik dengan kaidah EYD dalam penulisan dan juga aspek kepaduan kalimat. Selain hal itu. Skor rata-rata pada siklus I tersebut mengalami peningkatan dari tahap prasiklus.118 Dari hasil perhitungan di atas dan berdasarkan tabel menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken mencapai nilai rata-rata 59. Hasil nilai individu seperti terlihat pada tabel 20 berikut ini.35 25. disebabkan oleh masih kurang konsentrasinya peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan peneliti. pembelajaran yang dilakukan guru dirasakan masih baru bagi peserta didik. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik.

35. maka dapat diperoleh rata-rata 119 .5%. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya.35.35 4. unsur why (mengapa) dijawab oleh 25 peserta didik atau 23%. Dari situ dapat disimpulkan bahwa peserta didik cukup memahami isi berita yang ditayangkan.5% atau 5 peserta didik menjawab unsur where (dimana). terdapat 27 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 24.5% 34 5% 23% 12% 100% Dari tabel 21 dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 31%.2. terdapat 6 peserta didik atau 5% yang mampu menjawab unsur when (kapan). dan 13 peserta didik atau sebesar 12% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana).5% 1100 = 32. 4. masing-masing dapat dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas perhitungan penilaian tersebut secara jelas dan rinci.1.119 Dari hasil tersebut.2. Hasil rata-rata kelompok yaitu 35. 4. Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 32.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 21 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 340 34 270 27 50 5 60 6 250 25 130 13 110 1100 Persen Rata-rata (%) 31% 24.58 dan rata-rata individu 32.

120

keseluruhan 33,96. Itulah rata-rata keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu. Rata-rata 33,96 dapat diartikan bahwa walaupun secara kerjasama kelompok atau pun individu, para peserta didik sudah cukup mampu memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan guru.

4.2.1.2.2 Hasil Essai Individu Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 22 Hasil Essai Tes Menyimak Berita

No 1

Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok287 pokok berita 2 Jumlah kalimat 282 3 Penyusunan kalimat 80 4 138 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca 88 Jumlah 875

Rata-rata 8,44 8,29 2,35 4,06 2,59 25,73

Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 25,73. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.

1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita

Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada tes kelompok. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 23.

120

121

Tabel 23 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3

Frekuensi Bobot skor 56 4 131 11 54 8 45 10 1 1 34 287

Persen (%) 19,5% 45,6% 18,8% 15,7% 0,4% 100%

Rata-rata

287 = 8,44 34

Data pada tabel 23 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8,44. Rata-rata ini mengalami peningkatan dari hasil pekerjaan kelompok yang nilai rata-ratanya 7,08. Peningkatan yang terjadi sebesar 1,36. Dengan adanya peningkatan ini, menjadikan suatu bukti bahwa terjadi proses perbaikan pada peserta didik, setelah dilakukannya tindakan-tindakan perbaikan oleh guru. Rincian nilai pada tabel 17 dapat dijelaskan seperti ini, 19,5% atau 4 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15, 11 peserta didik atau 45,6% memperoleh predikat baik dengan rentang skor 10-12, kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 8 peserta didik atau sebesar 18,8%. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 10 peserta didik atau sebesar 15,7%, dan kategori sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 0,4%. Rata-rata 8,4 bermakna, peserta didik sudah baik dalam rangka penguasaan aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Jadi peserta didik sudah mampu memahami berita yang ditayangkan, hal itu didasari dengan sudah mampunya mereka menuliskan pokok-pokok berita ke dalam suatu kalimat dengan baik. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek

121

122

kesesuaian isi kalimat dari hasil kelompok dan individu pada siklus I ini adalah 7,77.

2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat

Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 24.
Tabel 24 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 10 8 6 4 2

Frekuensi Bobot skor 180 18 64 8 24 4 12 3 2 1 34 282

Persen (%) 63,8% 22,7% 8,5% 4,3% 0,7% 100%

Rata-rata

282 = 8,29 34

Data tabel 24 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8,29 dalam kategori baik. Jumlah kalimat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai 18 peserta didik atau sebesar 63,8%. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 8 peserta didik atau 22,7%. Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 8,5%. Kategori kurang dengan skor 4 ada 3 peserta didik atau 4,3%, dan kategori sangat kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 0,7%. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik pada aspek jumlah kalimat yang disesuaikan dengan isi berita. Banyak sedikitnya kalimat yang dibuat oleh peserta didik dapat mencerminkan seberapa pandaikah mereka dalam mengembangkan pemahaman mereka atau menerangkan 122

123

pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus I yaitu 8,85. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik, yaitu pada skor 8,85 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat.

3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat

Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Semakin padu kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, maka dapat dikatakan paragraf atau kalimat itu baik. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 25 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 5 4 3 2 1

Frekuensi 4 4 6 6 14 34

Bobot skor 20 16 18 12 14 80

Persen (%) 25% 20% 22,5% 15% 17,5% 100%

Rata-rata

80 = 2,35 34

Berdasarkan tabel 25 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat hanya mencapai nilai rata-rata 2,49. Pemerolehan skor rata-rata tersebut dikategorikan kurang. Secara jelas dapat

123

124

diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat masih kurang dan itu perlu ditingkatkan sampai pada kategori baik. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 4 peserta didik atau 25%. Kategori baik dengan skor 4 dicapai 4 peserta didik atau 20%. 6 peserta didik atau 22,5% pada kategori cukup dengan skor 3, sedangakan 6 peserta didik lainnya atau sebesar 15% masuk pada kategori kurang dengan skor 2, dan peserta didik yang mendapat skor 1 sebanyak 14 peserta didik atau 17,5% masuk pada kategori sangat kurang. Dari hasil rata-rata pada hasil tes individu yaitu 2,35 dan rata-rata tes kelompok 2,62 maka dapat diperoleh nilai rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus I yaitu 2,49. Dengan hasil rata-rata pada siklus I 2,49 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah cukup baik dalam penguasaan aspek penyusunan kalimat.

4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi

Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata antara yang baku dan tidak baku dalam penggunaannya. Dalam lingkungan formal kita harus lebih menitik beratkan pada penggunaan kata-kata baku, jika dibandingkan pada situasi non formal atau pergaulan. Selain kebakuan, kesesuaian penggunaan pilihan kata dalam suatu kalimat juga perlu diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan makna kalimat yang rancu dan ambigu. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 26.

124

Rata-rata 4.06. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini. 125 . maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini.125 Tabel 26 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 23 3 1 0 34 Bobot skor 35 92 9 2 0 138 Persen (%) 25% 67% 7% 1% 0% 100% Rata-rata 138 = 4.33 pada kategori baik. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 3 peserta didik atau 7%. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4.33. Dengan rata-rata 4. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik. Kategori kurang dengan skor 2 ada 2 peserta didik atau 1%. sehingga dikatakan secara keseluruhan peserta didik sudah mampu menggunakan diksi dalam pembuatan kalimatnya. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 23 peserta didik atau 67%. kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 7 peserta didik atau 25%.06 34 Data pada tabel 26 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi.06 lalu dibagi dua sehingga diperoleh rata-rata keseluruhan 4. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik sudah mampu memilih dan memilah penggunaan kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya.06 masuk pada kategori baik.59 dan hasil individu 4. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata hasil kelompok 4.

Secara kelompok. Tabel 27 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 7 7 7 10 34 Bobot skor 15 28 21 14 20 88 Persen (%) 17% 32% 24% 16% 11% 100% Rata-rata 88 = 2.59. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup.59 34 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 27 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 3 peserta didik atau 17% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5. Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 27.32. Jadi disimpulkan bahwa secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan kaidah EYD dan peserta didik juga sudah cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2.126 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca. Kategori cukup dengan skor 3 sebesar 24% atau 7 peserta didik juga. peserta dinyatakan kurang mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2. Dan kategori sangat kurang dengan skor 1 masih dicapai sebanyak 10 peserta didik atau sebesar 11%. Kali ini nilai rata-ratanya adalah 2. Kategori baik dengan skor 4 ada 7 peserta didik atau sebesar 32%.59. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 7 peserta didik atau 16%. Hasil 126 . tetapi secara individu.

5 65.5 70 69 68.5 1 7 70.127 rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 2. 127 .41%.85 yang masuk pada kategori cukup. Sedangkan kategori kurang dengan nilai 50-59 yang bearada diantara skor 60 dan 40 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29. skor 70 berada diantara skor tersebut.5 48. tetapi hasil tersebut sudah merupakan hasil yang cukup bagus atau merupakan awal yang baik. Hasil tes menyimak berita pada siklus I dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini.5 47. Nilai dengan kategori cukup berada di atas skor 60.5 47 47 42. Grafik 2 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus 1 80 60 40 20 0 Series2 J u m la h S k o r 76 75 72. Kategori cukup dengan nilai 60-69 dicapai oleh 6 peserta didik atau sebesar 17.65%.5 7 5 57 51 52 54 51 51 48.53% menempati kategori sangat kurang dengan nilai <50. peserta didik pada kategori baik dengan nilai 70-84 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29.5 59. Dengan hasil itu.5 47 39 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian Grafik 2 di atas menunjukkan bahwa peserta didik yang berada pada kategori sangat baik dengan nilai 85-100 adalah 0%.5 72 71 72.46.5 57. Pada siklus I ini dicapai nilai rata-rata 59. Meskipun belum mencapai target yang diinginkan yaitu nilai 70 pada kategori baik.5 57.5 72.5 65 60. maka pada siklus I peserta didik kurang mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca.41% dan 8 peserta didik atau sebesar 23. untuk lebih jelasnya lihat pada grafik untuk nilai di atas skor 60 dan di bawah 80.5 69.

2. Objek sasaran yang diamati dalam observasi adalah peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Hal yang diamati adalah perilaku yang positif ataupun negatif yang muncul saat pembelajaran berlangsung. 4.1 Hasil Observasi Pengambilan data observasi dilakukan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. (3) keaktifan peserta didik untuk bertanya dan memberi komentar pada materi yang diberikan. Perilaku 128 . dengan jumlah 34 pada siklus I ini. jurnal.128 4. dan dokumentasi.2 Hasil Nontes Hasil penelitian nontes pada siklus I ini didapatkan dari hasil observasi.2. (2) perhatian peserta didik ketika mendengarkan penjelasan guru. Aspek-aspek tersebut antara lain: (1) semangat dan kesungguhan peserta didik dalam mengikuti penjelasan guru. yaitu: (1) keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk melihat respons peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hasil selengkapnya dijelaskan pada uraian berikut. Adapun hal-hal yang diamati meliputi dua jenis perilaku. Perilaku pertama yaitu keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dibagi menjadi beberapa aspek. wawancara.2. dan (4) kesediaan peserta didik membuat catatan-catatan mengenai hal-hal penting dari penjelasan guru. Dari kedua jenis perilaku tersebut. masing-masing dijabarkan sebagai berikut.

4. Dari beberapa aspek tersebut dan berdasarkan hasil pengamatan. (2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. 3. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. (3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. Tabel 28 Hasil Observasi Siklus I No 1 Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Respons Positif Negatif 1. maka diperoleh hasil observasi seperti pada tabel di bawah ini. aspek-aspek tersebut antara lain: (1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatancatatan kecil. (4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan mengerjakan tugas-tugas dari guru. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. peserta didik semangat dan bersungguh34 0 sungguh mengikuti penjelasan guru.129 kedua dijabarkan menjadi lima aspek. berkomentar 4 30 tentang materi yang diberikan. dan (5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 2 34 34 32 0 0 Aspek 34 0 129 . peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 2. 28 6 2. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. peserta didik mau membuat catatan 34 0 mengenai hal-hal yang penting 34 0 1. peserta didik aktif bertanya. 4. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 5.

tetapi dengan cara ditunjuk oleh guru dan mereka menjawabnya secara serempak. Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa pada kegiatan awal ataupun inti pembelajaran sebagian besar peserta didik semangat. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal itu dilakukan khususnya oleh peserta didik laki-laki yang berada pada barisan belakang. melalui kegiatan observasi dapat dideskripsikan beberapa perilaku peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 82% lainnya sudah memperhatikan guru. mereka cenderung lebih suka berbicara sendiri dengan teman sebangkunya atau teman di depan dan di belakangnya. persentase tingkat keaktifan peserta didik adalah sebesar 12% atau sebanyak 4 peserta didik. Walaupun cara menjawabnya tidak berani dengan tunjuk jari. bersunguh-sungguh. Meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang memperhatikan guru. Mereka bersungguh-sungguh dalam mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh guru. begitupun dalam hal membuat catatan-catatan penting dari penjelasan guru. Terdapat 6 peserta didik atau sebesar 18% peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru.130 Pada siklus I ini. peserta didik 130 . hal tersebut tidak menjadikan penghambat berlangsungnya proses belajar. Mereka cukup aktif dalam bertanya dan berkomentar tentang materi yang diberikan dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. dan berkonsentrasi dalam mengikuti penjelasan guru. Pada siklus I ini. Namun. Dari hasil pengamatan. tidak semua peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik.

Kondisi yang seperti ini tentunya harus dicarikan solusi pemecahannya. Tetapi hanya ada 2 peserta didik atau sebesar 5. Sebagian besar dari mereka memilih diam daripada bertanya. kurang tertarik/senang. Tetapi dengan sudah adanya beberapa peserta didik yang bertanya. yang sifatnya untuk dijadikan latihan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita. Setelah peserta didik menyimak berita. Latihan-latihan yang diberikan berupa latihan soal isian singkat dan soal essai tentang pokok-pokok berita dan menuliskan pokok- 131 . Pada kegiatan inti pembelajaran. hal itu merupakan awal yang baik. guru memutarkan VCD berita dan guru meminta kepada peserta didik agar mereka berkonsentrasi penuh selama pemutaran VCD dan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok beritanya. guru memberikan kesempatan pada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahaminya dalam tayangan berita tersebut. Karena dengan berkonsentrasi mereka dapat memahami isi berita secara baik. bisa diartikan mereka sudah paham atau benar-benar tidak memahami berita yang ditayangkan. Sebagian besar dari mereka sudah berkonsentrasi dalam menyimak berita dan sudah terlihat membuat catatan-catatan kecil.131 masih cenderung agak pasif. Sikap diam saja tersebut. Setelah kegiatan menyimak selesai. dan juga mereka tidak mempunyai ide pertanyaan. agar peserta didik secara merata aktif bertanya ataupun berpendapat tanpa harus ragu ataupun malu. Masalah ini merupakan suatu tugas bagi peneliti untuk memperbaiki pada siklus selanjutnya. Hal ini dimungkinkan karena peserta didik masih malu. grogi/tidak berani. guru memberikan soal pada peserta didik.89% saja yang bertanya dan lainnya hanya diam saja.

dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan yang terjadi. peserta didik diberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. sehingga proses pembelajaran pada tahap selanjutnya lebih baik. Berdasarkan hasil pengamatan secara keseluruhan. meskipun tidak dipungkiri masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang bekerja sama di dalam kelompoknya. agar perilaku belajar yang negatif tergeser menjadi perilaku belajar yang positif dan kekurangan-kekurangan yang terjadi tidak terulang lagi. yang dapat mengganggu berlangsungnya proses pembelajaran. yang masih menonjol dari peserta didik. Dalam pengerjaan tugas yang sifatnya individu. Keadaan ini merupakan masalah besar yang harus dipecahkan peneliti. 132 . mereka terlihat sudah bersungguh-sungguh dalam menegerjakan tugasnya. mereka cenderung lebih berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Setelah latihan kelompok. Ketika mengerjakan latihan yang sifatnya kerja kelompok. Rencana pembelajaran pada siklus berikutnya tentunya harus lebih dimatangkan lagi. Peserta didik belum dapat menyesuaikan pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Kekurangan itu disebabkan oleh perilaku belajar yang negatif atau kurang kondusif. Selain itu kesalahan teknis dalam penggunaan media dan kurang jelasnya peneliti dalam memberikan penjelasan juga memberikan peran serta.132 pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat yang padu dalam sebuah paragraf.

Dari lembar jurnal guru hal-hal yang dijadikan perhatian adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. para peserta didik sudah bersungguh-sungguh. Dalam mengerjakan latihan yang diberikan. maka dapat diperoleh suatu hasil pengamatan. Jurnal guru yang berwenang mengisi adalah guru yang mengamati peneliti dalam memberikan pembelajaran pada peserta didik dan jurnal siswa yang harus diisi peserta didik. sehingga sebagian besar guru yang menguasai kegiatan pembelajaran. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru.2. perilaku dan respons peserta didik terhadap pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual adalah jurnal guru dan jurnal siswa.2. respons yang diberikan peserta didik sudah cukup baik walaupun ada beberapa dari peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh guru. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kebanyakan dari peserta didik masih kurang aktif bertanya. bahwa selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.133 4.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi tentang sikap. mereka cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran meskipun tetap masih ada peserta didik yang terlihat acuh pada 133 . Dari hal-hal tersebut. (4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomena-fenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual berlangsung.

sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut.134 pembelajaran yang diberikan guru. Ditemukan fenomena lain yang terjadi ketika proses pembelajaran yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru. masih terdapat jurnal siswa yang dapat dijadikan pedoman untuk mengukur respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal-hal yang harus diisi oleh peserta didik pada jurnal siswa ini adalah (1) perasaan peserta didik ketika mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. guru terlebih dahulu menjelaskan konsep pembelajaran ini. Peserta didik cukup memahami konsep pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Selain jurnal guru. (3) tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran. (4) pengaruh pembelajaran 134 . Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran dan untuk mengungkap pendapat peserta didik mengenai kemudahan dan kesulitan yang mereka alami. karena pada awal pertemuan. Jurnal siswa ini harus diisi oleh peserta didik. Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. serta pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

135 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual terhadap cara belajar peserta didik. Hal itu tampak pada jawaban-jawaban mereka pada lembar jurnal. guru membagikan jurnal siswa ini. Kesemuanya mendapatkan dan mengisinya dengan antusias dan situasi tenang . Setelah proses pembelajaran berakhir. Pada siklus I ini. Tabel 29 Hasil Jurnal Siswa Siklus I No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Jumlah Respons Peserta Didik Positif Negatif 33 1 2 33 1 3 32 2 4 33 1 5 28 6 159 11 Hampir seluruh peserta didik senang dan tertarik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 06% yang mengaku senang dan tertarik dengan pembelajaran karena 135 . dan (5) pesan dan kesan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. peserta didik yang dapat hadir 34 peserta didik. Terdapat 33 peserta didik atau sebesar 97. Dan berikut ini hasil jurnal siswa pada siklus I.

kesulitankesulitan mereka adalah dalam hal (1) menyusun kalimat yang padu dan utuh. Masukan mereka (1) dengan cara pembelajaran seperti itu terus apakah peserta didik tidak akan bosan?. Walaupun respons peserta didik terlihat sangat baik dalam menerima pembelajaran menyimak berita.136 pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak membuat jenuh. pembelajaran yang dilakukan dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. dia tidak memahami dan menguasai metode drill yang dilatihkan peneliti. Hal itu disebabkan oleh. Dan berdasarkan hasil analisis. dan lebih membosankan. tidak efektif. Dari jawaban itu. Bagi peserta didik yang menyukai pembelajaran ini. mereka berpendapat bahwa dengan penggunaan media VCD. (3) tayangan yang diberikan harus cepat dan jelas. 34 peserta didik lainnya berpendapat bahwa peneliti dalam mengajar santai. (2) kalau ada yang ramai dihukum saja. Sedangkan 0. (2) 136 . tetapi tetap terdapat kesulitan-kesulitan dan masukan-masukan dari peserta didik dalam rangka perbaikan selanjutnya. Selain itu. dapat terlihat bahwa. para peserta didik lebih cepat memahami materi. pendapat mereka terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat meningkatkan mutu belajar dan membuat mereka menjadi lebih rajin. Pembelajaran seperti itu mereka rasakan tidak menyenangkan. tidak membosankan. pembelajaran mereka rasakan lebih terasa cepat daripada mencatat. menyenangkan dan sudah jelas dalam menjelaskan materi. pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sebelumnya dilakukan dengan memberikan catan-catatan dan masih menggunakan metode ceramah.04% atau 1 peserta didik mengaku kurang tertarik dan senang dengan pembelajaran ini.

(5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik. (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hasil wawancara diambil dari 2 orang peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi dan nilai terendah. dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. Perasaan senang dilontarkan oleh kedua peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi. (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik. (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.3 Hasil Wawancara Pada siklus I sasaran wawancara difokuskan pada peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan nilai terendah pada hasil tes menyimak berita.2. (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan (4) kurang konsentrasi dalam menyimak berita. (3) penggunaan ejaan dan tanda baca. 4. Wawancara ini mengungkap 8 pertanyaan sebagai berikut : (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. Peserta didik 137 . dan terendah. (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik. Peserta didik merasa senang dan suka dengan pembelajaran yang dilakukan guru dan cara pembelajarannya.137 pemilihan kata yang baku dan baik.

menikmati pembelajaran yang diberikan oleh guru. Selain itu. Mereka mengatakan ada perubahan cara mengajar guru. dalam menyampaikan materi sudah bagus dan jelas. Kenyataan ini sangat relevan dengan respons yang diberikan peserta didik terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru. Pembelajaran yang dilakukan dengan penggunaan media VCD dan diberikannya suatu latihan-latihan dengan tujuan penguasaan suatu keterampilan. Keadaan ini merupakan suatu bentuk perilaku positif peserta didik pada siklus I. Perubahan strategi pembelajaran yang dilakukan guru ternyata memberikan manfaat bagi peserta didik. Walaupun ada sebagian kecil peserta didik yang ramai dan tidak peduli. peserta didik terlihat senang. Kesulitan-kesulitan atau kendala dalam pembelajaran yang dialami peserta didik memang selalu ada. Tidak semua peserta didik dapat menyerap materi pembelajaran dengan mudah. menambah semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. dia mengatakan bahwa dia lebih suka 138 . Mereka mengatakan cara guru mengajar lebih santai dan menyenangkan. sebagian besar lainnya tampak senang dan menikmati pembelajaran menyimak berita.138 mengalami perasaan senang karena mereka mendapatkan cara pembelajaran yang baru dalam pembelajaran menyimak berita. Peserta didik yang mendapat prestasi tes menyimak berita rendah. karena kapasitas dalam menerima pembelajaran masing-masing berbeda. seperti yang diungkapkan kedua responden. Peserta didik pada umumnya menerima dan merespons positif terhadap pembelajaran yang diberikan guru. menyatakan bahwa dia belum memahami dan menguasai metode pembelajaran yang dilatihkan.

Hal inilah yang mungkin menyebabkan dia mendapatkan prestasi tes menyimak berita yang rendah. seperti di laboratorium. jawabannya kurang rinci dan lengkap. Pengakuannya dengan adanya media yaitu VCD. Secara keseluruhan mereka mengatakan memahami isi berita. sehingga dia merasa lebih mudah memahami materi dan pembelajaran menjadi terasa cepat. VCD berita yang ditayangkan dapat dipahami oleh peserta didik tersebut. peserta didik yang mendapatkan nilai rendah menyatakan bahwa dia kurang 139 . Peserta didik yang mendapatkan nilai tinggi menyatakan dapat memahami isi berita yang ditayangkan oleh guru. Dari hasil wawancara diperoleh jawaban yang berbeda. pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih nyata atau informasi yang didapat lebih langsung bukan dari penjelasan yang diberikan guru. Berbeda dengan peserta didik yang mendapatkan nilai rendah. dia mengatakan tidak suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dan menggunakan media. sehingga ketika memberikan jawaban dari soal yang diberikan guru. Peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi mengatakan bahwa dia merasa senang dengan adanya media yang digunakan guru. Selanjutnya.139 pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas daripada pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Mereka menyatakan tidak mengalami kesulitan terhadap pemahaman isi berita. dan pada akhirnya dia bisa menuliskan pokok-pokok isi berita dan menuliskannya menjadi kalimat yang padu dan utuh. Pernyataan tersebut juga terdapat dalam jurnal yang pernah ditulis oleh peserta didik yang mendapat nilai tertinggi. tetapi kekurangan yang masih terlihat adalah mereka kurang jeli dan teliti terhadap bahan simakan.

Menurut kedua responden.2. karena metode tersebut sangat mudah diikuti dan membuat peserta didik lebih rajin dalam belajar. dokumentasi foto yang diambil difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran. gurunya jelas dalam menyampikan materi. 4. Berhubungan dengan materi. Kegiatan tersebut berupa kegiatan ketika guru menjelaskan materi pada peserta didik. Dari beberapa jawaban peserta didik. tidak galak dan sabar. Mereka sangat menyukainya. karena pembelajaran yang dilakukan lebih memberikan informasi yang faktual dan pengetahuan.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus I ini. dengan penggunaan metode baru dan penggunaan media mereka menjadi lebih senang dalam mengikuti pembelajaran dan akan lebih rajin belajar. santai. kegiatan pembelajaran dengan penggunaan media. kesimpulan yang didapat adalah mereka suka dengan cara pembelajaran baru yang diberikan guru. kegiatan pembelajaran ketika peserta didik mengerjakan latihan-latihan 140 . tidak menegangkan.140 memahami tayangan berita yang diberikan guru sehingga kurang bisa menentukan pokok-pokok berita dan kurang bisa menuliskannya menjadi suatu kalimat yang padu dan utuh. kedua responden menyatakan materi yang disampaikan sudah cocok untuk kelas VIII dan latihan yang diberikan mudah dikerjakan dan diikuti. pembelajaran yang diberikan oleh guru sudah menarik minat mereka.2. Metode baru yang diterapkan guru dalam pembelajaran bisa digunakan untuk metode pembelajaran bahasa selanjutnya.

141 .141 dan kegiatan pengisian jurnal. Deskripsi gambar pada siklus I selengkapnya dipaparkan sebagai berikut. sesudahnya guru menjelaskan sedikit materi pembelajaran. dan guru sudah yakin bahwa peserta didik sudah siap dan berkonsentrasi. menjelaskan teknik pembelajaran 5W + 1H. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. guru memutarkan VCD berita. dan menjelaskan tentang cara menyimak yang baik. Setelah peserta didik mendapatkan gambaran tentang pembelajaran yang akan dilakukan dan sudah mengetahui kegiatan-kegiatan yang akan mereka lalui. Gambar I Kegiatan Awal Pembelajaran Gambar tersebut merupakan kegiatan awal sebelum kegiatan inti dilakukan. Tidak lupa pula guru menjelaskan metode pembelajaran baru yang akan diberikan oleh guru. melakukan apersepsi lalu menjelaskan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Kegiatan tersebut berupa guru mengkondisikan peserta didik terlebih dahulu.

dengan tujuan supaya mereka mampu memahami isi berita dengan baik. Kegiatan tersebut berupa peserta didik menyimak berita dengan penuh konsentrasi.142 Kegiatan peserta didik dalam menyimak berita dengan penuh konsentrasi lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Kegiatan selanjutnya guru memberikan latihan-latihan pada peserta didik. Mereka kelihatan sudah mampu memahami berita yang ditayangkan. Tetapi pada kesempatan itu. Gambar 2 Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita Gambar tersebut merupakan kegiatan inti pembelajaran setelah dilaksanakannya kegiatan pendahuluan. Setelah tayangan berita selesai. guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya terkait dengan berita yang telah ditayangkan. Selama kegiatan menyimak tersebut. peserta didik juga diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang hal-hal yang berkaitan dengan pokok-pokok berita. Latihan-latihan tersebut diberikan 142 . tidak ada peserta didik yang bertanya.

sehingga akan terlihat kelompok peserta didik yang memiliki daya simak yang baik. dengan tujuan untuk pemahaman konsep terlebih dahulu. Gambar 3 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Tahap pertama dalam mengerjakan latihan yang diberikan adalah dengan cara berkelompok. sehingga jika terdapat kesulitan-kesulitan pada tahap ini peran kerjasama antar kelompok diperlukan. Peserta didik yang kurang memahami tentang hal tertentu bisa bertanya pada teman kelompoknya yang lebih paham. dan buruk.143 dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta didik terhadap berita yang ditayangkan. Berikut ini gambar peserta didik yang melakukan latihan secara berkelompok. Latihan yang diberikan berbentuk latihan kelompok dan latihan individu. Sehingga pada tahap ini akan terlihat suatu cerminan kehidupan masyarakat Indonesia yang saling membantu dan tolong menolong. cukup. Setelah semua peserta didik sudah 143 .

Selesai menuliskan pekerjaannya di papan tulis. Guru memutarkan VCD berita lagi. Untuk memperjelas kegiatan tersebut dapat diamati pada gambar berikut ini. guru memberikan latihan selanjutnya. Guru memberikan penguatan dan memberikan penjelasan sedikit tentang kekurangan tersebut. guru melihat sepintas hasil pekerjaan peserta didik. Guru membacakan jawaban yang benar dan mereka tinggal memberikan tanda benar dan salah. setelah selesai menyimak guru memberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. Disinilah keterbukaan cara penilaian yang diberikan guru terlihat. Dari situ akan terlihat kekurangan dan kesalahan yang terjadi pada diri peserta didik dalam pengerjaan latihan. tidak ada yang merubah hasil pekerjaan temannya. guru meminta kepada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman kelompok yang lain. Mereka harus sportif.144 menyelesaiakan soalnya. Selanjutnya guru meminta salah satu perwakilan kelompok yang mendapat skor tertingi untuk maju ke depan kelas dan menuliskan hasil pekerjaan soal essai yang berupa membuat paragraf yang terdiri maksimal 5 kalimat. dengan cara yang sama peserta didik menyimak berita. Setelah peserta didik sudah memahami kekurangan mereka. guru bersama peserta didik mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penulisan kalimat tersebut dan sekaligus memberikan pembenarannya. 144 . Setelah semua selesai dikoreksi. peserta didik diajak belajar untuk menilai pekerjaan teman lain.

145 Gambar 4 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu. Latihan yang sifatnya individu ini diberikan oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan menyimak dan tingkat pemahaman berita masing-masing peserta didik. Dan juga akan diketahui daya simak yang tinggi. dan rendah. Guru bersama peserta didik mengoreksi soal isian singkat. Kali ini pun mereka harus berlaku sportif. cukup. Setelah semua peserta didik mengerjakan latihan. guru meminta pada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman sebangkunya. terlihat pada gambar 5. Mereka tampak sungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan guru. cukup. Dengan cara ini guru akan mengetahui jumlah peserta didik yang mempunyai pemahaman yang baik. dan kurang. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan pengisian jurnal siswa. 145 . sesudahnya guru membahas pekerjaan soal essai.

146 Gambar 5 Peserta Didik Mengisi Jurnal Gambar tersebut merupakan aktivitas peserta didik ketika sedang mengisi jurnal siswa yang diberikan guru setelah kegiatan pembelajaran selesai. Guru meminta peserta didik untuk mengisi jurnal siswa dengan sejujurnya. Peserta didik harus mencatat pokok-pokok beritanya yang memuat unsur 5W + 1H lalu menuliskannya ke dalam 5 kalimat. Berita yang harus mereka lihat adalah berita ”Seputar Indonesia” yang ditayangkan di stasiun TV RCTI setiap hari pukul 17.2. Tampak sekali peserta didik bersungguh-sungguh dalam mengisi jurnal. 4.3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik Setelah selesai pengisian jurnal peserta didik mendapatkan tugas terstruktur dari guru untuk melihat berita di televisi selama 4 hari dan setiap harinya melihat 2 topik berita.30. Tujuan diberikannya tugas terstruktur ini adalah untuk penjembatan atau latihan-latihan dalam upaya penguasaan keterampilan 146 .

Dan tenggang waktu itu diisi dengan tugas terstruktur tersebut. Dari hasil pertemuan itu.2. Dari hari ke hari hasil tugas mereka semakin bagus dan hasil yang diperoleh semakin baik pula. Peserta didik tidak memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan dan tanda baca dalam pembuatan kalimatnya. sehingga terbentuk suatu paragraf yang padu. Jadi antara siklus I dan siklus II ada tenggang waktu sekitar 1 minggu.4 Refleksi Siklus I Pembelajaran menyimak berita pada siklus I ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada prasiklus. diketahui bahwa peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. 4. sehingga sangat mempengaruhi hasil nilai 147 . Waktu satu hari diadakan pertemuan antara peneliti dan peserta didik untuk membahas hasil tugas terstruktur tersebut.147 menyimak berita. Peneliti memberikan waktu khusus dalam rangka pengecekan dan pengoreksian tugas terstruktur tersebut. Mereka sudah mampu memahami soal yang diberikan guru dan sudah ada peningkatan tentang cara mengerjakan soal dan pemahaman dari berita yang mereka simak. Dan tugas terstruktur yang diberikan ini sebenarnya pencerminan dari metode pembelajaran yang digunakan guru yaitu metode drill yang prinsip dasarnya pemberian latihan yang berulang-ulang sehingga suatu keterampilan dapat dikuasai peserta didik. Hal itu berarti mereka sudah memahami kaidah metode drill dan unsur 5W + 1H. Permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran menyimak berita pada prasiklus yaitu peserta didik belum mampu menuliskan pokok-pokok berita menjadi suatu kalimat yang baik.

Aspek-aspek yang dinilai pada siklus I sama dengan aspek penilaian yang digunakan pada prasiklus. Selain itu peserta didik kurang konsentrasi dalam menyimak dan kurang rinci dalam menjawab pada masing-masing unsur 5W + 1H. (2) kesesuiaan isi kalimat pada essai dengan pokok-pokok berita. (3) jumlah kalimat. peneliti menggunakan metode drill dengan media audio-visual.148 mereka. mencapai nilai rata-rata 59. Penentuan kelompok terbaik tersebut berdasarkan keaktifan mereka dalam bekerja sama dan keberanian mereka mengemukakan hasil pekerjaannya. Penghargaan yang diberikan ini bertujuan memotivasi peserta didik agar lebih aktif dan penampilan selanjutnya dapat tampil lebih baik daripada penampilan sebelumnya. sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Tujuan dilakukannya teknik pembelajaran ini adalah untuk mengantarkan peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Sebagai upaya perbaikan dari prasiklus ke siklus I ini. (5) diksi (pilihan kata). (4) penyusunan kalimat. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus I. Pada siklus I. Meskipun masih masuk pada 148 . peneliti juga memberikan penghargaan/hadiah kepada kelompok terbaik.85 yang masuk dalam kategori kurang. dan (6) penggunaan ejaan dan tanda baca. Pengambilan data dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini ada dua yaitu data tes dan nontes. Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain: (1) kesesuaian jawaban isian singkat dengan unsur 5W + 1H.

Secara umum. dan teknik pembelajaran yang baru sangat mudah untuk diikuti. Menurut mereka dengan adanya metode drill mereka menjadi lebih rajin. Ketika mengadakan refleksi ini. Materi menyimak berita ini sebelumnya pernah disampaikan oleh guru mata pelajaran mereka. tetapi teknik yang diterapkan berbeda dengan teknik yang digunakan peneliti. dan mereka dapat menambah pengetahuan. Mereka merasa lebih senang dan tertarik dengan pembelajaran yang baru ini karena pembelajaran yang dilakukan menyenangkan. pada pembelajaran ini tidak dilupakan pula kehadiran metode drill. peserta didik berpendapat bahwa dengan adanya tayangan berita secara langsung mereka dapat memperoleh informasi secara langsung tanpa mendengarkan ceramah guru. peserta didik merasa senang dengan teknik pembelajaran yang diterapkan guru. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I. pembelajaran terasa cepat. peserta didik menjadi semakin tahu keadaan sekitarnya. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. peneliti menanyakan perasaan peserta didik ketika diberikan teknik pembelajaran yang baru. Pembelajaran menyimak berita yang diterapkan peneliti 149 . tetapi pada siklus I ini hasil rata-rata yang diperoleh mengalami sedikit peningkatan. Selain penggunaan VCD. Berkaitan dengan penggunaan media VCD. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik. materi menjadi mudah diingat. tidak membuat peserta didik jenuh dan bosan.149 kategori yang sama seperti tahap parsiklus.

hasil yang diperoleh peserta didik menjadi lebih baik. Diharapkan pada siklus II. Peneliti akan mengadakan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan. belum tampak perubahan berarti. Refleksi tersebut dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran menyimak berita ini. Selain itu perubahan tingkah laku dalam pembelajaran menyimak berita masih tergolong normal. Meningkatnya nilai tes ini didikuti pula dengan peningkatan perilaku peserta didik yang lebih aktif. tindakan siklus II dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi hasil yang diperoleh pada siklus I ini kurang memuaskan.150 merupakan hal yang baru bagi mereka sehingga dalam pelaksanaanya tidak semua peserta didik mampu mengikutinya karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan peserta didik berbeda-beda. dan lebih 150 .3 Hasil Penelitian Siklus II Tindakan siklus II dilaksanakan karena pada siklus I keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken masih dalam kategori kurang dan belum memenuhi target maksimal pencapaian nilai rata-rata kelas yang telah ditentukan. maka hasil penelitian yang berupa nilai tes keterampilan peserta didik meningkat dari kategori cukup meningkat ke kategori baik. kreatif. Dengan demikian. 4. Pada siklus II pembelajaran dilaksanakan dengan rencana dan persiapan yang lebih matang daripada siklus I. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan hasil belajar tanpa mengesampingkan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual.

peserta didik yang dapat hadir hanya sejumlah 31 peserta didik dari jumlah 39. Hal itu disebabkan oleh terdapat 2 peserta didik yang menjadi perwakilan siswa teladan antar kabupaten. Pada siklus II ini.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus II ini merupakan data kedua setelah diberlakukannya perbaikan tindakan pembelajaran pada siklus I. (3) penyusunan kalimat. aspek yang menjadi penilaian masih terdiri dari 5 aspek penilaian yang meliputi : (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Tes isian singkat. 4. yang skor penilaiannya juga masih sama. aspek di dalamnya masih sama seperti pada siklus I yaitu meliputi penilaian yang terdiri dari 6 unsur yaitu unsur 5W + 1H. namun masih menggunakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. yang meliputi dua penilaian yaitu tes isian singkat dan tes essai yang masing-masing masih dibagi-bagi lagi per aspeknya. Kriteria penilaian pada siklus II ini masih tetap sama seperti pada siklus I. Hasil nilai keterampilan 151 . (4) diksi atau pilihan kata. Bentuk pengerjaan tes juga masih sama yaitu dengan cara berkelompok dan selanjutnya individu. Begitu pun dengan tes essai.3. 2 peserta didik mengikuti latihan model dalam rangka menyambut acara peragaaan busana acara perpisahan kelas IX dan 4 lainnya mengikuti latihan karawitan dalam rangka menyambut acara perpisahan juga. (2) jumlah kalimat. dan (5) penggunaan ejaan dan tanda baca.151 terbuka dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hasil selengkapnya mengenai hasil tes dan nontes siklus II diuraikan secara rinci sebagai berikut.

Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut.23 dan nilai rata-rata individu sebesar 72. Dari penilaian bentuk tes kelompok. 5 5 17 10 4 13 5 0 0 3 31 31 Bobot Skor Glob. Ind. NK NI 425 5 433 13.5 0 31 NG 429 1052. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus II ini adalah 71.5 2146 2257 2201.02 : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan pada masing-masing bentuk tes dan penjumlahan pada tiap aspeknya.23 72.02.5 135 69. 152 . penilaian individu dan juga penjumlahan pada masing-masing aspeknya.152 menyimak berita umum dan hasil penilaian aspek tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat dilihat pada tabel berikut.5 800 1305 782 8.5 270 139 1. Tabel 30 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Keterangan : NK NI NG Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel.81.5 515. maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 69.5 249 0 2.5 69.81 71.

71 8.35 3. Uraian ini dimaksudkan untuk memperjelasnya.84 3.81 8. Dengan 153 .87 4.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35.93 9.5 pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 292 258 275 4 Penyusunan kalimat 120 108 114 5 150 135 142. Tes kelompok ini merupakan suatu cara yang dilakukan untuk pemahaman konsep pembelajaran yang dilakukan guru.68 4.49 40.153 Tabel 31 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1110 1410 1260 2 Kesesuaian isi kalimat dengan 363 253 310.81 45.48 4. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.1 Hasil Tes Kelompok Pada siklus II pun diberlakukan penilaian secara kelompok dan individu.02.16 9. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada siklus II.23 8.5 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 111 93 102 Jumlah 2146 2257 2201.87 3.81 dan nilai rata-rata keseluruhan 71.00 72.42 3.23.02 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 69.58 69.29 71. nilai rata-rata individu 72.65 11.3. Tujuan diadakannya tes kelompok adalah untuk mendidik peserta didik berjiwa kerja sama dan tolong menolong.60 3. 4.32 3.1.

Penilain pada bentuk tes kelompok juga diperoleh dari tes isian singkat dan tes essai.23. Kevalidan nilai ini didapat karena sudah sesuainya hasil rata-rata nilai tes dengan hasil 154 .42.23 31 Data tabel 33 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak peserta didik VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita cukup baik. Tabel 33 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita pada Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 425 5 800 10 782 13 0 0 139 3 31 2146 Persen (%) 20% 37% 37% 0% 6% 100% Rata-rata 2146 = 69.23. Berikut ini hasil perhitungan nilai tes berkelompok.81 dan nilai rata-rata tes essai adalah sebesar 33. Tabel 32 Hasil Tes Isian Singkat dan Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 31 31 Bobot Skor 1110 1036 2146 Rata-rata 35.42 69. dengan rata-rata mencapai 69. Dari hasil kedua nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai ratarata kelompoknya adalah 69. Nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penjumlahan rata-rata tes isian singkat dan tes essai harus sesuai dengan hasil nilai tes. pada tes kelompok nilai rata-rata yang diperoleh pada tes isian singkat adalah 35.81 33.154 cara kelompok peserta didik bisa saling bertanya dengan temannya mengenai halhal yang belum dipahaminya.23 Tabel 32 di atas menjelaskan bahwa. Berikut ini hasil penilaian secara umum tes isian singkat dan tes essainya. Hal ini membuktikan bahwa nilai ini sudah valid.

Tayangan berita yang diberikan berbeda dengan tayangan berita yang diberikan pada siklus I. 10 peserta didik diantaranya atau sebanyak 37% termasuk dalam kategori baik dengan rentang nilai 70-84.1. Setiap jawaban yang benar akan memperoleh skor 10 dan jawaban yang salah mendapat skor 0. Masih sama seperti siklus I juga. pemerolehan nilai tes secara umum adalah hasil penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai. dan how.1. Karena hakikatnya. why.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Penilaian aspek unsur 5W + 1H pada siklus II ini fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu pada benar-tidaknya jawaban dengan unsur-unsur what. Tujuannya adalah supaya peserta didik benar-benar mampu menguasai keterampilan menyimak dan mempunyai pemahaman yang baik tentang berbagai macam berita yang disimaknya. when. who. 155 . seperti yang dijelaskan berikut ini. where. dan 3 peserta didik lainnya atau sebanyak 6% mendapat nilai sangat kurang dengan rentang nilai <50. Dari jumlah keseluruhan 31 peserta didik. Hasil penilaian tes isian singkat dapat dilihat pada tabel 34 berikut ini. Masing-masing penilaian tersebut dijabarkan menjadi subsub aspek. 4. 5 peserta didik atau sebesar 20% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Perolehan nilai rata-rata tersebut merupakan penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai.3.155 penjumlahan rata-rata nilai tes isian singkat dan tes essai. bentuk tes yang digunakan berupa tes yang dikerjakan secara kelompok dan secara individu. 13 peserta didik lainnya atau sebanyak 37% menempati kategori cukup dengan rentang nilai 60-69.

42 .87 4.71 9.84 3. 21% atau 23 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana).2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus II Tabel 35 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah 156 Jumlah skor 363 292 120 150 111 1036 Rata-rata 11.42 3.1.156 Tabel 34 Hasil Tes Isian Singkat Aspek Unsur 5W +1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur What Who Where When Why How Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Frekuensi Bobot skor 31 5 23 10 19 23 186 310 50 230 100 190 230 1110 Persentase (%) 28% 4% 21% 9% 17% 21% 100% Rata-rata 1110 = 35. Sebanyak 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 28% mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa).1.81 yang masuk pada kategori cukup baik.58 33. 4. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 10 peserta didik atau 9%. sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 17% dan 23 peserta didik atau 21%.81 31 Secara kelompok hasil rata-rata pada soal isian singkat adalah 35. 5 peserta didik atau 4% mampu menjawab unsur who (siapa). Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut.3.

Dari hasil perhitungan pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokokpokok berita memperoleh nilai rata-rata 11.71. 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada isi kalimat yang dibuat.58. Berikut ini rincian penilaian pada masing-masing aspeknya. aspek jumlah kalimat nilai rataratanya 9. aspek diksi sebesar 4.84 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rata-rata yang diperoleh 3.157 Tabel 35 di atas menjelaskan tentang penilaian pada masing-masing aspek tes essai. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 36.42.71 31 157 . Nilai rata-rata masingmasing aspek tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan nilai rata-rata tes essai kelompok sebesar 33. aspek penyusunan kalimat 3.42. Tabel 36 Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 0 31 0 0 0 31 Bobot skor 0 363 0 0 0 363 Persen (%) 0% 100% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 363 = 11.87. Sesuai atau tidaknya isi kalimat dengan pokokpokok berita menjadi pertimbangan pertama dalam hal penilaian.

Dengan adanya peningkatan ini. Pada siklus I rata-rata yang diperoleh adalah 7.158 Data pada tabel 36 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori baik.71 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah paham dengan pokok-pokok berita yang terdapat pada berita ditayangkan. Tabel 37 Hasil Tes Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 22 9 0 0 0 31 Bobot skor 220 72 0 0 0 292 Persen (%) 75% 25% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 292 = 9. Dengan adanya perubahan ke arah positif ini berarti guru sudah berhasil dalam proses pembelajarannya.71. menunjukkan bahwa ada perubahan cara belajar peserta didik dan perubahan itu menuju ke arah yang baik.71. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang ditulis dalam pembuatan paragraf. sedangkan untuk kategori lainnya tidak didapatkan peserta didik.08 sedangkan pada siklus II ini rata-rata yang diperoleh 11. Hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I. Dengan nilai rata-rata 11. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat dapat dilihat pada tabel 37. Peningkatan yang terjadi sebanyak 4. dengan nilai rata-ratanya yaitu 11.62.4 2 31 158 . Dari tabel itu juga terlihat bahwa seluruh peserta didik atau sebesar 100% mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 363.

Sedangkan tiga kategori lainnya seperti cukup. Tidak ada peningkatan ataupun penurunan hasil rata-rata pada aspek ini. kurang baik. Meskipun tidak ada peningkatan.87 31 159 . pemahaman peserta didik pada aspek ini sudah sangat bagus karena sudah dapat mempertahankan nilai rata-rata yang memuaskan tersebut.42 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat. Tabel 38 Hasil Tes pada Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 19 8 0 0 31 Bobot skor 20 76 24 0 0 120 Persen (%) 17% 63% 20% 0% 0% 100% Rata-rata 120 = 3. berdasarkan pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. Nilai rata-rata tersebut sifatnya stabil dari siklus I dan siklus II. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada koherensi dan kekohesifan antara kalimat dalam suatu paragraf. Dengan rata-rata 9. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 38 berikut ini. dan kategori baik dengan skor 8 diperoleh oleh 9 peserta didik atau sebesar 25%.42. dan sangat kurang tidak dicapai peserta didik.159 Data pada tabel 37 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 22 peserta didik atau sebesar 75%. Setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf adalah 9.

kategori cukup ada 8 peserta didik atau sebesar 24%.87 yang bisa dibulatkan menjadi 4. sehingga didapatkan suatu kalimat atau wacana yang jelas konteksnya dan mudah dipahami oleh pembaca. dapat mengantarkan peserta didik pada hasil belajar yang memuaskan. Pemerolehan skor rata-rata tersebut.61 dan siklus II dengan nilai rata-rata 3. Peserta didik semakin mampu membuat suatu kalimat yang koheren dan kohesif.26 dari hasil siklus I dengan rata-rata 2.87. Peningkatan yang terjadi pada aspek ini. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. terjadi peningkatan sebesar 1. Dengan kosongnya kedua kategori tersebut bisa diprediksikan pasti mengalamai peningkatan pada aspek ini. sedangkan kategori kurang dan sangat kurang pada siklus II ini. tidak ada yang memperoleh. 4) Hasil Tes Essai Terbuka Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam suatu kalimat sehingga akan membentuk suatu 160 .160 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 38 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 3. Hal ini bisa dijadikan modal pada masa yang akan datang jika peserta didik mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis. kategori baik sejumlah 19 peserta didik atau sebesar 63%. dapat membuktikan bahwa setelah diadakannya tindakan perbaikan dari kekurangan-kekurangan pada siklus I. Peserta didik yang masuk pada kategori sangat baik sebanyak 4 atau sebesar 17%. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan baik. Ternyata benar.

Skor yang terisi hanya ada pada kategori sangat baik dan baik. maka peserta didik sudah mampu memilih kata dan menggunakannya dalam suatu kalimat. Hasil dari penilaiannya dapat dilihat pada tabel 40. dan 13% sisanya diperoleh oleh 5 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 39. 5) Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 26 peserta didik atau sebesar 87%. Dari rincian dan perhitungan skor maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4. Tabel 39 Hasil Tes Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 26 5 0 0 0 31 Bobot skor 130 20 0 0 0 150 Persen (%) 87% 13% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 150 = 4.161 kalimat yang mudah dipahami dan baku. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. 161 .84.84 31 Data pada tabel 39 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. Dengan rata-rata yang seperti itu.

dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca. 162 . Pada kategori baik dicapai oleh 18 peserta didik atau sebesar 65%. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 3.162 Tabel 40 Hasil Tes Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 18 13 0 0 31 Bobot skor 0 72 39 0 0 111 Persen (%) 0% 65% 35% 0% 0% 100% Rata-rata 111 = 3. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pada aspek ini. Dengan perhitungan seperti itu. yaitu yang pada siklus I aspek ini pada kategori kurang dan pada siklus II sudah masuk pada kategori baik.58 31 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 37. Jadi peserta didik pada siklus II ini sudah mampu menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.2 Hasil Tes Individu Sama seperti pada siklus I.58 dalam kategori baik.1. 4. kurang dan sangat kurang pada aspek ini tidak diperoleh oleh peserta didik atau masih 0%. pada siklus II ini juga tetap menggunakan tes individu.3. 13 peserta didik atau sebesar 35% pada kategori cukup dan untuk kategori sangat baik. Hasil penilaian pada tes individu bisa dilihat pada tabel 41 di bawah ini.

81. 5 peserta didik atau sebesar 19% termasuk dalam kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. yang masuk pada kategori baik. Dari 31 peserta didik. peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan 163 .81 31 Dari tabel 41 dapat diketahui bahwa secara individu nilai rata-rata yang diperoleh adalah 72. Dari hasil rata-rata nilai kelompok 69.23 dan rata-rata nilai individu 72.02. hasil tes menyimak berita mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I dengan siklus II. Dengan hasil rata-rata itu.163 Tabel 41 Hasil Tes Individu Menyimak Berita Siklus II No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 433 5 1305 17 249 4 270 5 0 0 31 2257 Persen (%) 19% 58% 11% 12% 0% 100% Rata-rata 2257 = 72. sudah tidak didapat oleh peserta didik. Secara individupun. Jadi secara keseluruhan pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh 71. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 4 peserta didik atau sebesar 11%. akan diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 71. Hasil tersebut secara rinci dapat dijabarkan seperti ini. Dengan rata-rata itu maka dapat dikatakan peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang ditayangkan dan sudah masuk dalam kategori baik.81. Kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh sebanyak 17 peserta didik atau sebesar 58%. Dan yang lainnya masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 5 peserta didik atau sebesar 12 % dengan rentang nilai 50-59. sedangkan pada kategori sangat kurang dengan rentang nilai sebesar <50.02.

Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual. dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. melalui pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. karena keterampilan menyimak berita di dapat dari latihan bukan dari bawaan lahir. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan 164 . guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Secara keseluruhan pula.164 target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. peserta didik sudah dianggap mampu dalam memahami isi berita dan sudah mampu menguasai keterampilan menyimak berita. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. jumlah kalimat. penyusunan kalimat yang padu dan utuh. pilihan kata. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat.

Hasil rata-rata kelompok yaitu 35. 17% atau 24 peserta didik menjawab unsur where (dimana).49.3. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan 40. Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 45. peserta didik sudah mampu memahami isi berita yang ditayangkan dengan baik. terdapat 19 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 13%. dan 21 peserta didik atau sebesar 15% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana).1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Tabel 42 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No Unsur 1 2 3 4 5 6 Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 270 27 190 19 240 24 190 9 310 31 210 21 186 1410 Persen (%) 19% 13% 17% 14% 22% 15% 100% Rata-rata 1410 = 45. Hasil penilaian pada tes individu ini merupakan penjumlahan dari masing-masing aspek di bawah ini. unsur why (mengapa) dijawab oleh 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 22%.81 dan rata-rata individu 45. terdapat 9 peserta didik atau 14% yang mampu menjawab unsur when (kapan).2. Itulah rata-rata 165 . mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 19%.1. Dari situ dapat disimpulkan bahwa.49 31 Dari tabel 42 dapat diketahui bahwa 27 peserta didik yang mengikuti pembelajaran.65. 4.165 dengan hasil pencapaian skor peserta didik yang mengalami peningkatan pada tiap aspek penilaian menyimak berita di bawah ini.49.

dijabarkan secara rinci pada bagian berikut ini. hasil rata-rata tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita adalah 8.36 3.16.65 pada siklus ini.16 8.48.32. Pemerolehan nilai rata-rata pada tiap aspek tersebut.48 4.36 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rataratanya sebesar 3.96 menjadi 40. Dari masing-masing nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai rata-rata pada tes essai individu keterampilan menyimak berita sebesar 27.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Individu Tabel 43 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Jumlah skor 253 258 108 135 93 847 Rata-rata 8. secara keseluruhan peserta didik sudah mampu dengan baik memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan.2.32 Tabel 43 menjelaskan bahwa secara individu. Ini berarti peserta didik telah mengalami perubahan dalam belajar dan guru sukses dalam upaya peningkatan hasil belajar peserta didik. nilai rata-rata aspek jumlah kalimat sebesar 8.32 3. aspek penyusunan kalimat nilai rata-ratanya sebesar 3. Rata-rata keseluruhan ini mengalami peningkatan dari rata-rata keseluruhan pada siklus I yang hanya 33.00 27. Rata-rata 40. 4.32. 166 .1.65 dapat diartikan bahwa. aspek diksi sebesar 4.3.166 keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu.

167 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan. Tabel 44 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 9 0 10 6 6 31 Bobot skor 115 0 87 34 17 253 Persen Rata-rata (%) 46% 0% 34% 253 = 8. hal itu tidak begitu berpengaruh pada penguasaan keterampilan peserta didik pada aspek ini. Meskipun mengalami sedikit penurunan. 46% atau 9 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15. dan kategori 167 .16. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 44.16 13% 31 7% 100% Data pada tabel 44 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8. Rincian nilai pada tabel 32 dapat dijelaskan seperti ini. Rata-rata ini mengalami penurunan dari hasil siklus I yaitu sebesar 0.28. hasil rata-rata yang diperoleh masih pada kategori baik. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 13%. kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 10 peserta didik atau sebesar 34%. Jadi peserta didik masih dapat dikatakan mampu memahami isi berita. Hal itu disebabkan oleh.

dan kategori sangat kurang 168 .168 sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 7%. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 14 peserta didik atau 43%.32 dalam kategori baik. Sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan peserta didik juga sudah mampu dalam menemukan pokok-pokok berita dengan pemahaman yang mereka miliki. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 45. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok. Untuk kategori baik. Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 9%. Tabel 45 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 12 14 4 0 1 31 Bobot skor 120 112 24 0 2 258 Persen (%) 47% 43% 9% 0% 1% 100% Rata-rata 258 = 8.3 2 31 Data tabel 45 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8. Jumlah kalimat yang dibuat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai oleh 12 peserta didik atau sebesar 47%.94. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dari hasil kelompok dan individu pada siklus II ini adalah sebesar 9. kali ini tidak diperoleh oleh siapapun.

Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik secara keseluruhan pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada skor 8. rata-rata yang diperoleh stabil dari hasil tes individu siklus I dengan siklus II. 169 . 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Untuk kategori kurang dengan skor 4. Pada tahap ini tidak ada peningkatan. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus II yaitu 8.02.87 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat. pada siklus II ini tidak diperoleh peserta didik atau 0%.169 pada skor 2 ada 1 peserta didik atau 1%. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik dalam pembuatan jumlah kalimat yang disesuaikan dengan pokok-pokok berita.87. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 46. Hasil rata-rata keseluruhan pada aspek ini terdapat sedikit peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 0.

Dari hasil ratarata pada hasil tes individu yaitu 3. Secara jelas dapat diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat pada siklus II ini sudah baik jika dibandingkan pada siklus II.19 dari hasil rata-rata keseluruhan pada siklus I yaitu 2. 170 .67. Kategori baik skor 4 dicapai 8 peserta didik atau 30%. Pemerolehan skor rata-rata tersebut masuk pada kategori baik. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus II yaitu 3.67 berarti mengalami peningkatan sebesar 1.48 dan rata-rata tes kelompok 3. yang masih masuk pada kategori kurang. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 7 peserta didik atau 32%. Dengan hasil rata-rata pada siklus II ini adalah 3.87.48.48 31 Berdasarkan tabel 46 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat mencapai rata-rata 3. 9 peserta didik atau 25% pada kategori cukup dengan skor 3. dan kategori sangat kurang pada siklus II ini sudah tidak diperoleh oleh peserta didik.170 Tabel 46 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 8 9 7 0 31 Bobot skor 35 32 27 14 0 108 Persen (%) 32% 30% 25% 13% 0% 100% Rata-rata 108 = 3.48. sedangakan 7 peserta didik lainnya atau sebesar 13% masuk pada kategori kurang dengan skor 2.

Rata-rata 4.35.4%.5% 38. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 2 peserta didik atau 4. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 13 peserta didik atau 38.35 31 Data pada tabel 47 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 15 peserta didik atau 55. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik. Tabel 47 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 15 13 2 1 0 31 Bobot skor 75 52 6 2 0 135 Persen (%) 55.5% 4. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata 171 . Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 47.5%.4% 0% 100% Rata-rata 135 = 4. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik memang sejak awal sudah mampu memilih dan memilah kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya.5%. Dan hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil pada siklus I.4%. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4. Kategori kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 1. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini.4% 1.171 4) Hasil Essai Tes Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata yang disesuaikan dengan kebutuhannya.35 masuk pada kategori baik.

9%. Pada siklus II ini nilai rataratanya adalah 3. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 6 peserta didik atau 12.172 hasil kelompok dan hasil individu lalu dibagi dua. Maka akan diperoleh rata-rata 4. Kategori baik skor 4 ada 6 peserta didik atau sebesar 25. Dan kategori sangat kurang skor 1 masih dicapai sebanyak 4 peserta didik atau sebesar 4.3%.60.5% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5.4% 12. Tabel 48 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 6 11 6 4 31 Bobot skor 20 24 33 12 4 93 Persen (%) 21.60 dan hasil tersebut masuk pada kategori baik dan dapat dikatakan peserta didik sudah mampu menggunakan pilihan kata dalam pembuatan suatu kalimat. Hasil rata-rata 172 . 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca. Kategori cukup skor 3 sebesar 35.4% atau 11 peserta didik.8%. Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 48.5% 25.9% 4.8% 35. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup. Hasil akhirnya adalah 4.3% 100% Rata-rata 93 =3 31 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 48 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 peserta didik atau 21.

peserta didik dinyatakan mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 3. peserta didik sudah mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca dan masuk pada kategori baik.577.565 70. Ternyata hasil rata-rata keseluruhan adalah 3. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan tanda baca dengan nilai rata-rata 3.566 70.42 dari hasil siklus I yang 2.5 65.23% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Jadi disimpulkan bahwa pada siklus II ini secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang sesuai dengan kaidah EYD dan cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya.5 49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian Grafik 3 di atas menunjukkan bahwa sebanyak 1 peserta didik atau sebesar 3.5 66 65.572. Hasil rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 3. Hasil tes menyimak berita pada siklus II dapat dilihat pada grafik 3 di bawah ini.5 70 68. Secara kelompok.571 72.29.58 dan secara individu.5 81 80.5 58 55.58.5 72 71.5 78. Grafik 3 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus II Series2 J u m la h S k o r 100 72 50 0 85 84 83.5 83.5 69. maka pada siklus II. kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 18 peserta didik atau 173 .29.580.5 65.5 72.173 tersebut mengalami peningkatan sebesar 0.568. Dengan hasil itu.

kategori kurang dengan rentang nilai 50-59 dicapai oleh 2 peserta didik atau sebesar 6.02. Hasil yang diperoleh ini sudah memenuhi target yang dibuat peneliti yaitu secara keseluruhan nilai rata-rata peserta didik masuk pada kategori baik yaitu 70. wawancara. Pada siklus II ini. Pada siklus II ini dicapai nilai rata-rata 72.23%. 174 .3. hasil persentase secara keseluruhan yang diperoleh merupakan penjumlahan dari hasil persentase dari nilai tes kelompok dan nilai tes individu. Nilai tersebut didapat dari penjumlahan nilai rata-rata individu dan nilai rata-rata kelompok pada siklus II yang penilaiannya sudah sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditetapkan dan pedoman penilaian yang sudah disepakati. Tetapi hasil yang didapat pada siklus II ini sedikit melebihi target yang ditentukan dan itu merupakan hasil yang sangat memuaskan. 9 peserta didik 29.06%.45%. 4. dan dokumentasi.03% masuk pada kategori cukup dengan nilai 60-69. jurnal.2 Hasil Nontes Hasil penilaian nontes pada siklus II ini didapatkan dari data observasi. Sedangkan kategori sangat kurang dengan nilai <50 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 3.174 sebesar 58. Berikut ini akan diuraikan keempat hasil penilaian nontes tersebut. Setelah keduanya dijumlahkan hasilnya dibagi rata sehingga diperolehlah hasil persentase yang sudah tampak dan dijelaskan di atas. Hasil perhitungan akhir yang diperoleh adalah 71.81 dengan kategori baik.

Objek sasaran observasi dalam pembelajaran tersebut terbagi dalam dua aspek yaitu: (1) keaktifan peserta didik dalam mendengarkan penjelasan guru dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. Pada siklus II. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk memotret perilaku peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio.1 Hasil Observasi Kegiatan observasi pada siklus II dilaksanakan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual di kelas VIII A SMP Negeri I Jiken berlangsung. terdapat beberapa perilaku peserta didik yang bisa dideskripsikan melalui kegiatan observasi. guru merasakan ada perubahan perilaku peserta didik. Peserta didik yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.175 4. Perubahan pada diri mereka tersebut meruapakan hal yang menggembirakan. Observasi pada peserta didik ini dilakukan oleh peneliti sekaligus sebagai guru. Selama melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Ada 9 objek sasaran observasi pada pembelajaran tersebut.2. yang meliputi perilaku positif dan perilaku negatif. pada siklus II ini peserta didik sudah mulai mengikuti pembelajaran dan menikmati pembelajaran yang diterapkan guru. Bukti ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai tes mereka yang awalnya jelek menjadi baik pada siklus II ini. Objek sasaran dan cara pelaksanaan observasi pada siklus II ini masih tetap sama denga siklus I.visual. dengan hal itu berarti peserta didik sudah mulai menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang menggunakan metode drill melalui media audio- 175 .3.

Guru berusaha membelajarkan metode ini dengan cara yang menyenangkan. peserta didik semangat dan 31 0 bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. 29 2 Aspek 5 26 4. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting 31 0 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita 5. berkomentar tentang materi yang diberikan. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 176 31 0 5 31 31 26 0 0 31 0 . peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. Tabel 49 Hasil Observasi Siklus II No Jenis Perilaku 1 Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi Respons Respons Respons Positif Negatif 1. peserta didik aktif bertanya. Dan berikut ini data hasil observasi pada siklus II. sehingga peserta didik tidak menjadi bosan. karena pembelajaran ini dimaksudkan agar peserta didik tidak hanya memahami materi yang digunakan tetapi juga memahami materi yang diajarkan dan mereka dapat memaknai pembelajaran itu sendiri. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. 8. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 7. 2. Pada siklus II ini jumlah peserta didik yang dapat hadir adalah 31 peserta didik.176 visual.

peserta didik dengan antusias dan bersungguhsungguh membuat catatan-catatan kecil mengenai hal-hal penting yang mereka temukan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II.177 Berdasarkan data yang diketahui. Setelah tayangan berita selesai ditayangkan. Pada siklus II ini peserta didik yang aktif bertanya pada kegiatan apersepsi sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 16. Dari hasil pengamatan seluruh peserta didik atau 31 peserta didik sudah berkonsentarsi dan bersungguh-sungguh dalam mengamati berita yang ditayangkan dan terlihat mereka sibuk membuat catatan-catatan kecil selama proses menyimak berlangsung. sebagian besar peserta didik sudah bersungguh-sungguh dalam menerima pembelajaran dan mengikuti penjelasan guru.13%.13% atau 5 peserta didik. dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik memberikan respons positif dan perhatian terhadap hal-hal yang disampaikan oleh guru. Beberapa peserta didik yang memperhatikan guru banyak yang menanggapi pertanyaan yang diberikan guru dalam kegiatan apersepsi. mereka asyik berbicara sendiri dengan temannya. Pada kegiatan inti pembelajaran. Peserta didik ini cenderung aktif menjawab dibandingkan dengan peserta didik lainnya yang cenderung pasif tidak mau menjawab pertanyaan. Keaktifan pada kegiatan inti sebesar 16. yang semula pada 177 .45% yang kurang merespon penjelasan guru. Ketika mendengarkan penjelasan guru. Melalui kegiatan ini. tetapi tetap ada 2 peserta didik atau sebesar 6. para peserta didik dengan antusias bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahaminya dari berita yang ditayangkan. guru memutarkan VCD berita yang topiknya berbeda dengan berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya.

Jurnal guru diisi oleh guru pamong ataupun teman sejawat tentang hasil pengamatannya ketika proses pembelajaran yang berlangsung dan respons peserta didik. Kegiatan selanjutnya yang berupa pemberian latihan soalsoal yang ditujukan untuk mengetahui hasil akhir kemampuan mereka. Berdasarkan pengamatan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif sudah tergeser dan tergantikan dengan perilaku positif.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan dalam penelitian siklus II masih sama seperti pada siklus I. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran.88%. mereka sudah mengerjakannya dengan benar dan kualitas kalimatnya sudah baik. Namun. Jurnal tersebut terdiri dari jurnal guru dan jurnal siswa. Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. pada siklus II ini. Pada kegiatan menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.178 siklus I hanya 5. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. Sedangkan 178 . Rencana pembelajaran pada siklus II ini dilakukan dengan perencanaan matang serta melalui tahapan perbaikan tindakan yang sekiranya dapat diikuti oleh peserta didik.3. latihanlatihan yang diberikan mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh. secara keseluruhan peserta didik mengerjakan tugasnya dengan penuh percaya diri tanpa menoleh pada peserta didik lainnya. 4.

(3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. (4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomenafenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung. keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. Pada siklus II ini. Pada siklus II ini. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. pesan dan kesan dari perasaan peserta didik dan guru selama pembelajaran menyimak berita. respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik.179 jurnal siswa berisi ungkapan perasaan. hal-hal yang dijadikan perhatian ketika pengisian jurnal guru adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. tanggapan. Setelah mereka terbiasa dan beradaptasi dengan cara pembelajaran yang diberikan guru maka mereka merasa aman dan 179 . para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual.

180 nyaman dalam mengungkapakan gagasannya. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik sehingga peserta didik merasa senang dan menikmati pembelajaran yang diberikan peneliti. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) apakah peserta didik tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. pada siklus II ini juga masih tetap menggunakan jurnal siswa yang harus diisi oleh semua peserta didik. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mengungkap kesulitan-kesulitan peserta didik yang meliputi 5 pertanyaan. karena pengisian jurnal ini sudah pernah dilakukan peserta didik pada siklus I. (4) apakah peserta didik akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan. Pada saat 180 . Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) bagaimana tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual. Selain jurnal guru. dan (5) pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan pengisian jurnal ini merupakan hal yang tidak baru lagi. yaitu: (1) apakah peserta didik merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

181

pengisian jurnal ini peserta didik tampak antusias dalam mengisinya. Setelah semua peserta didik mengisi jurnal tersebut, hasil jurnal yang telah dianalisis selengkapnya diuraikan seperti ini.
Tabel 50 Hasil Jurnal Siswa Siklus II

No 1

Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan!

Respons Peserta Didik Positif Negatif 31 -

2

30

1

3

29

2

4

29

2

5

30

1

Jumlah

149

6

Pada dasarnya tanggapan mereka hampir sama dengan tanggapan mereka pada siklus I, sebagian besar dari mereka menanggapi bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti sangat baik. Karena dengan tayangan berita mereka dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. Sejumlah 30 peserta didik merasa sangat tertarik dan senang terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru dan terdapat 1 peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran yang diberikan guru. Meskipun alasannya tidak ada, tetapi pendapatnya tentang pertanyaan kedua adalah

181

182

”mungkin”. Dari jawaban tersebut, dapat diketahui bahwa dia kurang tertarik dengan pembelajaran ini. Dengan penerapan metode drill dapat mempermudah mereka dalam memahami isi berita dan metode itu, menurut mereka sangat bagus dalam upaya penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain itu, mereka juga berpendapat dengan penggunaan media audio-visual mereka dapat menangkap secara langsung informasi penting yang disampaikan, bukan berupa penjelasan dari guru. Dan dengan adanya media audio-visual atau pembelajaran di laboratorium dapat menghilangkan kejenuhan mereka terhadap pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas yang sudah sering mereka lakukan. Dari hasil jurnal siswa juga didapatkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, dapat meningkatkan semangat belajar mereka, meskipun tidak dipungkiri terdapat 2 peserta didik yang

menjawab dia ”mungkin” akan lebih rajin setelah diberikannya pembelajaran ini. Di lain sisi, peserta didik menjadi mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan sehari-hari dan pembelajaran itu lebih dirasa mudah dibandingkan dengan pembelajaran yang lain. Mereka juga berpendapat bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual juga dapat membantu mereka menjadi lebih rajin, karena pelaksanaan pembelajaran ini disertai dengan tugas terstruktur di rumah, sehingga secara tidak sadar memaksa mereka untuk belajar di rumah. Selain itu, mereka juga mengaku dengan pembelajaran yang seperti ini, materi yang disampaikan tidak mudah hilang. Tanggapan mereka tentang cara peneliti mengajar adalah 29 peserta didik berpendapat, dalam menyampaikan materi peneliti sudah bagus, jelas, santai dan menyenangkan,

182

183

namun 2 peserta didik lainnya mengaku dalam mengajar peneliti terlalu sabar dan suaranya kurang jelas. Dengan adanya tanggapan dari 2 peserta didik tersebut, bisa dijadikan kritikan membangun bagi peneliti dalam langkah selanjutnya. Selain itu, terdapat 1 peserta didik yang berpendapat ”dengan pembelajaran yang
begitu secara terus menerus kurang baik, karena dia tidak bisa berimajinasi”.

Pendapat ini masih menjadi tanda tanya peneliti, apa yang dimaksud dengan berimajinasi. Meskipun terdapat beberapa respons negatif dari peserta didik, sebagian besar peserta didik sudah menyukai pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Suatu tanggapan yang sangat menunjukkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual ini memang benar membawa perubahan pada diri peserta didik adalah tanggapan salah satu peserta didik yang mengaku semula tidak bisa pada keterampilan menyimak, setelah diberlakukannya pembelajaran ini dia menjadi bisa. Dia juga berpendapat ternyata pembelajaran menyimak berita lebih mudah dan tidak sesulit yang dia bayangkan. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sangat mudah ditangkap dan sangat bermanfaat bagi mereka.

4.3.2.3 Hasil Wawancara

Wawancara yang dilakukan pada siklus II ini dilakukan kepada 2 orang peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan terendah. Tujuan dilakukannya wawancara pada siklus II ini untuk mengetahui sejauh mana sikap-sikap peserta didik terhadap proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

183

184

media audio-visual. Teknik wawancara siklus II ini masih sama dengan siklus I, peserta didik menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan guru. Pertanyaanpertanyaan yang digunakan guru kepada peserta didik masih tetap sama dengan siklus I. Adapun pertanyaan yang diajukan ke peserta didik meliputi: (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik, (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik, (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik, dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. Pertanyaan yang diajukan guru dijawab oleh kedua peserta didik tersebut. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran dengan metode drill dan media audio-visual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru, bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. Menurut mereka

184

185

pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Peserta didik berpendapat lebih suka pembelajaran yang dilakukan ke luar kelas salah satunya seperti di laboratorium. Jadi metode yang dipilih guru dalam pembelajaran memang sudah tepat karena mereka memang menyukai cara pembelajaran yang seperti itu. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik, mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Dalam menyampikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. Pada siklus II ini, juga masih terdapat kendala yaitu masih adanya peserta didik yang bercanda dengan teman sebangkunya, sehingga dapat mengganggu konsentrasi teman lain. Berdasarkan hasil pengamatan, sikap peserta didik yang bercanda tersebut bukan karena mereka tidak menyukai pembelajaran yang dilakukan peneliti karena hasil yang diperoleh mereka juga bagus. Dimungkinkan sikap mereka itu hanya suatu bentuk sikap yang ingin diperhatikan oleh teman atau guru. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa kedua peserta didik tersebut senang, tertarik, dan mengalami kemudahan dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Mereka juga sudah memahami tentang teknik-teknik untuk dapat memahami berita dengan mudah dan mereka sudah mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan mereka. Dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

185

Deskripsi gambar pada siklus II akan dipaparkan sebagai berikut ini.186 media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. 4. berupa kegiatan apersepsi. dokumentasi foto yang diambil masih sama dengan foto pada siklus I. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. dan penutup atau refleksi yang berupa pengisian jurnal.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus II ini.3. Gambar 6 Kegiatan Awal Pembelajaran (Apersepsi) 186 . kegiatan inti (peserta didik menyimak berita dan mengerjakan latihan).2. Pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran.

187 Gambar di atas merupakan kegiatan awal pembelajaran yang berupa kegiatan apersepesi. Kegiatan inti tersebut bisa dilihat pada gambar 7 berikut ini. Pada foto tersebut tampak peneliti berada di depan kelas untuk melakukan kegiatan apersepsi dan menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dan terlihat peserta didik penuh dengan perhatian dan bersungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan guru. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali peserta didik tentang materi yang sudah mereka dapat dan untuk mengetahui pengalaman peserta didik tentang keterampilan menyimak berita. Gambar 7 Peserta Didik Menyimak Berita 187 . Kegiatan apersepsi berupa kegiatan tanya jawab kepada peserta didik tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Untuk proses selanjutnya yaitu pada kegiatan inti pembelajaran yang berupa kegiatan menyimak berita dan mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru.

Gambar ini diambil dari arah samping dan dari situ terlihat bahwa peserta didik dengan penuh perhatian dan konsentrasi menyaksikan tayangan berita yang diputarkan guru. terlihat bahwa peserta didik mengerjakan latihan secara kelompok. Kegiatan selanjutnya setelah peserta didik menyimak tayangan berita adalah mengerjakan latihan yang diberikan guru yang dilakukan secara kelompok dan kemudian baru secara individu. 188 . Kegiatan tersebut berlangsung di ruang perpustakaan. Kegiatan tersebut dilakukan diperpustakaan karena media CD yang diperlukan berada di perpustakaan.188 Pada gambar 7 tersebut menjelaskan kegiatan inti yaitu pada saat peserta didik menyimak berita dari media VCD yang digunakan guru. Gambar 8 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Dari gambar 8 tersebut. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Mereka mengerjakan latihan dengan kelompok masing-masing yang pembagian kelompoknya disesuaikan dengan teman bangku dibelakangnya.

189 Tanpa protes mereka menyetujui pembentukan kelompok yang dilakukan peneliti. Itu adalah salah satu reward untuk menyemangati mereka dalam mengerjakan latihan. maka kelompok itulah yang berhak menerima hadiah tersebut. maka diberikan latihan yang sifat pengerjaannya secara individu. Dan juga terlihat adanya bungkusan kecil di atas meja. Setelah kegiatan kelompok selesai mereka lakukan dan untuk mengetahui masing-masing kamampuan menyimak berita dan keberhasilan proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Reward itu juga dimaksudkan untuk lebih mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Gambar 9 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu 189 . Dari gambar tersebut terlihat mereka saling bekerja sama dan bersungguhsungguh dalam mengerjakan soal. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini. Reward yang diberikan peneliti adalah berupa hadiah bagi kelompok yang selesai mengerjakan terlebih dahulu dan berani menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis.

peneliti mengawasi mereka sehingga diyakinkan bahwa tidak ada peserta didik yang menyontek pekerjaan temannya. Proses pengisian lembar jurnal siswa dapat dilihat pada gambar 10 berikut ini. Pada saat peserta didik mengerjakan latihan. Setiap ada peserta didik yang tengok ke arah teman lain. Selesai mengerjakan latihan secara individu dilanjutkan dengan kegiatan pengisian jurnal siswa yang bertujuan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Keseriusan mereka dalam mengerjakan latihan dapat dijadikan suatu bukti bahwa mereka ingin mendapatkan nilai yang baik dan benar-benar ingin mengetahui kemampuan menyimak mereka yang sebenarnya.190 Gambar tersebut menunjukkan bahwa peserta didik mengerjakan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh. Gambar 10 Peserta Didik Mengisi Lembar Jurnal Siswa 190 . guru secara halus menegur mereka.

17 sehingga pada siklus II ini. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. dan hasilnya adalah 71. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini sangat tinggi.191 Pada gambar 10 tersebut terlihat peserta didik mengisi lembar siswa dalam kondisi yang tenang. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya.02.85 dengan kategori kurang tetapi pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11. melalui pembelajaran 191 . nilai rata-rata yang diperoleh masuk pada kategori baik. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pada siklus II maka hasil rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini meningkat. Mereka merasa senang dan bersungguh-sungguh dalam mengisi lembar jurnal tersebut.4 Refleksi Siklus II Pembelajaran menyimak berita pada siklus II ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada siklus I. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal. Dapat dikatakan begitu karena dari hasil siklus I 59. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus dari kegiatan latihan dari tugas terstruktur dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. 4. Dengan hasil rata-rata itu peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70.

Para peserta didik pada akhirnya mampu memahami hakikat pembelajaran yang sebenarnya. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. pilihan kata. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. Perilaku negatif yang terjadi pada siklus I mengalami penurunan pada siklus II ini. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I masih banyak dijumpai perilakuperilaku negatif yang menghambat jalannya pembelajaran. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. penyusunan kalimat yang padu dan utuh.192 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio- 192 . Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. Tetapi setelah dilakukannya tindakan perbaikan dari guru dan peserta didik maka perilaku negatif yang masih tampak pada siklus I sudah tergeser dan tergantikan pada perilaku positif pada siklus II ini. Namun. jumlah kalimat. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran.

dan (6) ejaan dan tanda baca. Aspek-aspek yang dinilai dalam keterampilan menyimak berita meliputi 6 aspek yaitu: (1) kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. dan (4) dokumentasi.5 Pembahasan Pembahasan penelitian ini didasarkan pada peningkatan keterampilan menyimak berita dan juga perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik dari hasil prasiklus. Pembahasan hasil nontes berpedoman pada 4 instrumen yaitu: (1) lembar observasi. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan dan peningkatan hasil pembelajaran nontes. Meskipun masih terdapat respons negatif pada siklus II ini. (3) pedoman wawancara. Pembahasan hasil penelitian tersebut meliputi hasil tes dan nontes. Perilaku negatif yang masih muncul tersebut merupakan hal yang wajar karena pada dasarnya peserta didik adalah individu yang unik dan bervariasi. (5) diksi (pilihan kata). Meskipun tidak dapat dihindari bahwa masih terdapat beberapa peserta didik yang masih berperilaku negatif pada tahap siklus II ini. 193 . dan siklus II. namun hal itu sudah mengalami penurunan dibandingkan pada siklus I. (2) jurnal.193 visual. 4. Pembahasan hasil tes penelitian mengacu pada pemerolehan skor rata-rata yang dicapai peserta didik dalam uji keterampilan menyimak berita yang berbeda pada tiap siklusnya. (3) jumlah kalimat. siklus I. (2) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. (4) penyusunan kalimat. Peningkatan keterampilan menyimak berita didasarkan pada hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui dua tahapan yaitu siklus I dan siklus II.

194 Setelah dilakukan penilaian pada masing-masing siklus dan sudah diberikannya tindakan dari kekurangan-kekurangan yang terjadi pada prasiklus dan siklus I maka diperoleh peningkatan hasil tes pada siklus II. siklus I dan siklus II.5. Siklus I.21 0.75 Penyusunan kalimat 68.03 4 20.39 13. dan Siklus II No Persentase rata-rata kelas per skala sama (%) PraSiklus I Siklus II siklus 1 Kesesuaian jawaban 50 52.41 -2.17 Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes keterampilan menyimak berita dari prasiklus.65 Jumlah kalimat 84. Dan juga peningkatan hasil tes keterampilan menyimak berita pada masing-masing aspek dan siklusnya.77 4. 4.13 dengan unsur 5W + 1H 2 Kesesuaian isi kalimat 61. sebagaimana tersaji dalam tabel di atas dapat dijelaskan bahwa keterampilan menyimak berita peserta didik pada setiap aspek 194 .35 6 61.84 359.48 84.54 dengan pokok-pokok berita 3 94.64 59. siklus I.34 Penggunaan ejaan dan 26.61 24.14 tanda baca Jumlah 339.75 87.58 45.02 Aspek penilaian Peningkatan (%) Siklus I 5.39 67.1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tabel 51 Hasil Tes Keterampiln Menyimak Berita Prasiklus.68 -8.01 19.61 18.2 22.26 3.59 15. Berikut ini rincian hasil tes pada tahap prasiklus.58 82.61 -11.31 Siklus II 10.1 426.02 11.58 45.12 Rata-rata 56.62 47.85 71.85 61.75 63.94 Diksi (pilihan kata) 5 86. sampai siklus II.

Hasil yang diperoleh pada tahap prasiklus dijadikan pedoman untuk perbaikan pada tahap siklus I. Hasil tes siklus I menyimak berita dengan rata-rata keseluruhan mencapai 359. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa pada tahap prasiklus. Hasil prasiklus persentase skor rata-rata kelas sejumlah 339. sehingga diperoleh rata-rata kelas 59. Pada aspek penilaian unsur 5W + 195 . pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.62%.85. pada aspek diksi (pilihan kata). persentase yang diperoleh sebesar 86.48%.58%. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. persentase yang diperoleh 61. Persentase tersebut diakumulasikan dari beberapa aspek penilaian. Hal itu dapat dikatahui dari hasil persentase tertinggi yang diperoleh pada aspek jumlah kalimat dan persentase terendah pada aspek penyusunan kalimat. persentase yang diperoleh adalah 50%.1%. Pada aspek kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H.58%.195 penilaian menyimak berita dan berdasarkan hasil perhitungan dengan skala sama maka diperoleh rata-rata secara keseluruhan mengalami peningkatan. persentase yang diperoleh sebesar 26. aspek yang paling dikuasai peserta didik adalah aspek jumlah kalimat dan aspek yang menjadi momok mereka adalah pada aspek penyusunan kalimat. pada aspek penyusunan kalimat persentasenya sebesar 20. Jumlah persentase tersebut merupakan hasil penjumlahan dari persentase skor rata-rata pada tiap-tiap aspeknya.64. sedangkan pada aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.84%. Berdasarkan tabel.58%. pada aspek jumlah kalimat persentasenya 94. berikut ini hasil perhitungan dari hasil penilaian pada tahap siklus I. sehingga diperoleh rata-rata kelas 56.

75%.68% dari persentase skor rata-rata siklus I. Pada aspek unsur 5W + 1H.02. Dan aspek ejaan dan tanda baca persentasenya 45. para peserta didik masih mengalami kesulitan. Hal itu terlihat dari masih rendahnya persentase yang diperoleh. sedikit demi sedikit peserta didik sudah mulai paham dan mengerti tentang masing-masing aspek tersebut.26% atau sebesar 3. 196 . Hasil tes menyimak berita sikus II didapat persentase skor rata-rata kelas yaitu sebesar 426.12% maka diperoleh rata-rata kelas sebesar 71. aspek penyusunan kalimat dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Sedangkan pada aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Aspek diksi (pilihan kata) persentasenya 82. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyimak berita sudah mengalami peningkatan sebesar 19. Meskipun terdapat beberapa aspek yang tidak mengalami peningkatan.85%. Aspek jumlah kalimat persentasenya sebesar 84. dan aspek diksi hampir keseluruhan peserta didik tidak kesulitan memahaminya.65%. Aspek penyusunan kalimat persentasenya 45. Pada aspek unsur 5W + 1H mencapai persentase skor 63. Pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita skornya mencapai 47. pada masing-masing aspek. Hasil yang diperoleh sudah baik dan memuaskan. Dengan demikian.196 1H persentasenya mencapai 52.35%.75 %.75%. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik semakin paham dalam menyesuaikan isi kalimat dengan unsur 5W + 1 H. Persentase skor masing-masing aspek pada siklus II diuraikan sebagai berikut. aspek jumlah kalimat.13% dan mengalami peningkatan sebesar 13. hal itu dimungkinkan dari faktor peserta didik yang kurang memperhatikan aspek-aspek tersebut dalam pengerjaan latihan.21.

34% dan mengalami peningkatan 4. Untuk kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 10. Secara keseluruhan kegiatan prasiklus. Dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca persentase skor rata-ratanya adalah 61. aspek unsur 5W + 1H mengalami peningkatan sebesar 5.39%.77%. 197 . Dari pencapaian persentase skor rata-rata tersebut terdapat peningkatan. Peningkatan tersebut sangat memuaskan karena peserta didik sudah mulai paham dalam menemukan unsur 5W + 1H dari berita yang disimak.26% atau sebesar 3.94% dan mengalami peningkatan sebesar 22. Pada tabel terlihat bahwa terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 19. Aspek penggunaan diksi (pilihan kata) persentase skor rata-rata 87.03% dan mengalami peningkatan sebesar 0.54% dan mengalami peningkatan 13.17. aspek jumlah kalimat persentase skor rata-rata yang diperoleh 84.59%.02% atau diperoleh rata-rata sebesar 11. Pada aspek unsur 5W + 1H pada kegiatan prasiklus persentasenya mencapai 50%. siklus I mencapai 52.75% dan siklus II mencapai 63.21 dan pada siklus II sebesar 67.39%.61%. Untuk prasiklus ke siklus I. Untuk siklus II ini.197 Aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata mencapai 61. hampir semua peserta didik sudah mulai paham tentang aspek-aspek yang ada dalam berita.14% dan mengalami peningkatan sebesar 15. dan siklus II masing-masing aspek dapat disimpulkan sebagai berikut.2%. Perbandingan peningkatan 5.61% dengan 10.39% pada aspek unsur 5W + 1H ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk aspek penyusunan kalimat persentase skor rata-rata mencapai 68. Hal ini terbukti dengan peningkatan yang terjadi pada semua aspeknya.13%. siklus I.68%.

61% ini dipengaruhi oleh ketertarikan peserta didik terhadap teknik pembelajaran yang baru.54%. Pada siklus I peserta didik cukup suka dengan pembelajaran yang menggunakan media audio-visual dan metode drill.39% yang didapat dari kegiatan siklus I ke siklus II ini dikarenakan.62%. dan siklus II berbeda-beda. Untuk prasiklus aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 61.68%. siklus I. dan hasilnya mengalami peningkatan.198 Untuk peningkatan sebesar 5. peserta didik sudah bisa memahami prinsip pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual yang diterapkan guru. Faktor yang menyebabkan peserta didik sudah menguasai aspek ini karena mereka sudah mulai memahami tentang hakikat pokok-pokok berita. dalam membuat kalimat peserta didik sudah menyesuaikannya dengan pokok-pokok berita yang ada dan pokok-pokok berita tersebut diperoleh dari hasil identifikasi dengan menggunakan prinsip 5W + 1H. Dari pencapaian skor yang ada dari kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 13. pembelajaran yang 198 . Pada kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kemudian peningkatan sebesar 10.85 % dan pada siklus II persentase skor rata-rata yang diperoleh sebesar 61. Dengan sudah sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita maka peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang mereka simak. Kemudian pada siklus I persentase skor rata-rata yang dicapai 47. Pencapaian persentase skor rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dalam kegiatan prasiklus.

Untuk prasiklus persentase skor rata-rata yang diperoleh adalah 94. Siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 22. dengan persentase skor rata-rata prasiklus sebesar 20. meskipun belum dilakukan tindakan pada aspek ini peserta didik sudah mampu dan sangat menguasai aspek jumlah kalimat ini sehingga pada tahap awalpun hasil persentase rata-rata yang diperoleh sudah sangat memuaskan.48%. peningkatan pada aspek jumlah kalimat terjadi dari siklus I ke siklus II sebesar 0. Pada siklus I.75% dengan kategori kurang.03% dengan kategori baik. Dari data yang ada. Aspek jumlah kalimat dari prasiklus.77%. materi tentang penyusunan kalimat. serta pengawasan guru.41%.94%. Peningkatan aspek penyusunan kalimat pada prasiklus ke siklus I sebesar 24. siklus I. usaha perbaikan yang dilakukan guru dan peserta didik.65% dan siklus II persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 84.2%. guru hanya menyampaikan seperlunya saja berdasarkan rencana pembelajaran siklus I yang ada. Jumlah persentase skor rata-rata pada siklus II aspek penyusunan kalimat mencapai 68.58% dengan kategori sangat kurang dan siklus I persentase skor rata-rata sebesar 45. Peningkatan terjadi dari siklus I ke siklus II. Siklus I persentase skor ratarata yang dicapai sebesar 84.199 dilakukan dengan penggunaan media audio-visual dan metode drill sangat membantu mereka dalam memahami berita yang ditayangkan. dan siklus II juga mengalami peningkatan. Guru 199 . Peningkatan pada siklus II ini disebabkan oleh peserta didik sudah mampu membuat kalimat dan menuangkan ide-idenya dalam suatu kalimat. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pada masingmasing siklus diantaranya disebabkan oleh perbaikan pada rencana pembelajaran.

14% dengan kategori baik. Untuk penilaian aspek diksi (pilihan kata). Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 4. Kemudian pada siklus I dengan jumlah kelompok yang banyak menjadikan kurang terawasi. siklus I mencapai persentase skor rata-rata 82.200 memberikan penjelasan berdasarkan kekurangan-kekurangan yang didapat dari hasil identifikasi prasiklus.75% dengan kategori baik dan siklus II mencapai persentase skor ratarata 87.01%. Peningkatan ini cukup baik 200 . Oleh karena itu pada siklus II rencana pembelajaran sedikit diubah. karena dalam membuat suatu kalimat pilihan kata sangat diperlukan demi terbentuknya suatu konteks kalimat yang jelas sehingga didapatkan suatu kalimat yang mudah dipahami.35% dengan kategori kurang. prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 86. Peningkatan terjadi pada prasiklus ke siklus I sebesar 18.34% dengan kategori sangat baik. dan siklus II persentase skor rata-rata mencapai 61. Untuk aspek pilihan kata (diksi). pada prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 26.58% dengan kategori sangat baik. peserta didik sudah mampu memahami penggunaannya dan pemilihannya. guru lebih memberikan pengawasan yang ekstra pada setiap kegiatan yang dilakukan berkelompok sehingga proses pembelajaran lebih kondusif.58% dengan kategori sangat kurang. Sedangkan penilaian aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Selain itu pada siklus II. siklus I persentase skor rata-rata mencapai 45. yaitu guru memberikan penjelasan lebih tentang cara penyusunan kalimat yang baik. Pilihan kata yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan dan situasi yang melingkupinya.59%. padu dan utuh jika dibandingkan siklus I.

201 karena setidaknya ada perubahan cara belajar peserta didik sehingga diperoleh suatu perubahan. efektifitas. Sebelum dilakukan tindakan siklus I maupun siklus II kemampuan peserta didik masih sangat kurang. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik ini patut dibanggakan. dan efektifitas pembelajaran peserta didik dalam menyimak berita. dan efisiensi pembelajaran. Materi pembelajaran yang disampaikan dalam bentuk visual menjadikan peserta didik belajar secara langsung tanpa mendengar ceramah dari 201 . Aspek penggunaan ejaan dan tanda baca sangat penting dan sangat diperlukan karena sampai kapanpun dalam dunia tulis menulis aspek ini sangat dibutuhkan. Dan pada siklus II peningkatan yang terjadi dari siklus I sebesar 15. Faktor-faktor yang menyebabkan pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat memuaskan karena guru berusaha memberikan penjelasan tentang kelemahan-kelemahan peserta didik pada aspek ini dan guru juga menekankan pada usaha perbaikan sehingga peserta didik menjadi tahu kelemahan dan cara perbaikannya.39%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan merode drill melalui media audio-visual terbukti mampu membantu peserta didik dalam penguasaan kemampuan menyimak berita dan meningkatkan kualitas. produktifitas. Kehadiran media audio-visual dan metode drill sebagai komponen utama dalam pembelajaran menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken terbukti mampu membantu kelancaran. kemudian setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual kemampuan menyimak berita peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan.

202 .5. Selain peningkatan keterampilan menyimak berita. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. diketahui bahwa perilaku peserta didik dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. jurnal dan wawancara.202 guru. Perubahan Perilaku Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Berdasarkan dari analisis. Berikut ini hasil pembahasan perubahan perilaku peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukannya proses tindakan pada masing-masing siklusnya. Dikatakan lebih bermakna karena pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Berikut ini masing-masing penjelasannya.2. hasil pembahasan juga dipandang dari sudut perubahan perilaku peserta didik mulai dari tahap prasiklus. memberikan keterampilan pada peserta didik untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya dan dengan penggunaan media menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bahan pengajaran lebih jelas maknanya karena bahan pengajaran langsung didapatkan dari tayangan yang mereka simak. Untuk lebih jelasnya mengenai perubahan perilaku tersebut dapat diketahui pada hasil observasi. sehingga menciptakan suatu suasana yang lebih menyenangkan dan sudah tentu pembelajaran menjadi lebih bermakna. siklus I. dan siklus II. 4.

Pada siklus II peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru semakin berkurang. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. Perubahan perilaku positif tersebut terjadi pada aspek ke-2 tentang peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru.203 1) Hasil Observasi Tabel 52 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No Aspek Observasi 1 peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. Jadi dapat diartikan bahwa mengalami perubahan ke arah yang baik dari siklus I ke siklus II. Pada aspek ke-3 perubahan positif yang terjadi 203 . Peningkatan yang terjadi sebesar 11%. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. Perubahan perilaku yang positif juga terjadi pada aspek 3 dan 6 tentang keaktifan peserta didik. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Siklus I (%) 100 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 0 2 18 7 11 3 12 16 4 4 5 100 100 100 100 0 0 6 7 8 6 100 100 16 100 100 10 0 0 9 100 100 0 Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada peserta didik. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru peserta didik aktif bertanya. berkomentar tentang materi yang diberikan.

204 . perubahan yang terjadi berdasarkan lembar jurnal guru respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. Mereka yang awalnya memberikan respons yang cukup terhadap penjelasan yang diberikan guru. pada siklus II ini sudah memberikan perhatian dan antusias yang sangat baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. pada siklus II peserta didik semakin aktif bertanya mengenai hal-hal yang tidak diketahuinya. para peserta didik sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah lebih memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual daripada pada siklus I. Keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik yang semula kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menjadi lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. pada bagian ini juga dibahas perubahan hasil pada jurnal guru dan siswa. Dengan adanya perubahan tersebut. Pada siklus II ini. 2) Hasil Jurnal Guru dan Siswa Selain pembahasan perubahan hasil observasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat.204 sebesar 4% dan aspek ke-6 sebesar 10%.

tetapi pada siklus II. Perubahan perilaku positif tersebut disebabkan oleh adanya tugas tersetruktur yang diberikan peneliti. 100% peserta didik sudah merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Perubahan positif tersebut terjadi pada aspek pertanyaan pertama. Dengan adanya 205 . Peningkatan juga terjadi pada pertanyaan keempat. dan kelima. Pada siklus I awalnya terdapat 97% peserta didik yang merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan peneliti. Peningkatan yang terjadi sebesar 3%.205 Tabel 53 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Siklus I (%) 97 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 3 2 97 97 0 3 94 94 0 4 97 100 3 5 82 97 15 Dari tabel 53 dapat diketahui bahwa berdasarkan hasil jurnal siswa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada diri peserta didik. Pada aspek pertanyaan pertama perubahan yang terjadi sebesar 3%. keempat.

206 tugas tersebut bisa mengarahkan peserta didik untuk rajin menyimak. bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. namun setelah dilakukan beberapa tindakan dia menjadi mengatakan ”Oh. sehingga dia bisa menemukan pokok-pokok 206 . pada siklus II ini dia mengaku bahwa ternyata pembelajaran menyimak adalah mudah. Sehingga pada siklus II ini. ternyata pembelajaran menyimak mudah ya!”. maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik semakin terkesan dengan pembelajaran yang dilakukan dan mereka memberikan pesan positif yang sifatnya membangun. Peningkatannya sebesar 15%. Pada pertanyaan kelima perubahan yang terjadi sangat tinggi. Lalu perubahan pada aspek pertanyaan kelima. Dari pesan dan kesan tersebut dapat diketahui respons peserta didik diakhir penelitian. Dengan meningkatnya hasil jurnal. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dia lebih mudah memahami isi berita. Menurut peserta didik yang mendapat nilai terendah. yang awalnya menganggap pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Pada akhir penelitian banyak peserta didik yang memberikan pesan dan kesan yang bagus. Pembelajaran dengan metode drill dan media audiovisual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru. 3) Hasil Wawancara Perubahan ke arah positif juga terjadi pada hasil wawancara. Yang awalnya dia mengatakan sangat sulit.

pembelajaran yang dilakukan di laboratorium lebih menyenangkan karena mereka bisa belajar bekerja sama dan mendapatkan situasi yang baru. Dalam menyampaikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik. Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. 207 . Sehingga dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Menurutnya.207 berita dan mampu menuliskannya ke dalam suatu kalimat. mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik.

Peserta didik mengalami perubahan perilaku dalam pembelajaran ke arah positif.12% dari rata-rata sebelumnya dan setelah siklus II peningkatannya 11. 2) Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sebagai salah satu cara pembelajaran baru dalam menyimak berita sangat positif. Peningkatan nilai yang terjadi adalah berkaitan dengan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Nilai rata-rata peserta didik setelah tindakan siklus II adalah 71. Peningkatan yang sangat berarti dan memuaskan terjadi pada siklus II. jika dipresentasekan adalah setelah siklus I 3.85 juga dengan kategori kurang.02 dengan kategori baik.17% dari rata-rata siklus I. Hasil ini terlihat pada hasil sebelum peserta didik diberi tindakan. Nilai rata-rata setelah tindakan siklus I adalah 59.64 dengan kategori kurang. Hasil hipotesis tindakan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dalam menyimak berita.208 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. dan setelah siklus II. nilai rata-rata peserta didik adalah 56. Peningkatan nilai rata-rata peserta didik sebelum diberi tindakan.1 Simpulan 1) Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual mempunyai pengaruh yang berarti terhadap peserta didik dalam meningkatkan keterampilan menyimak berita. setelah siklus I. Perilaku 208 .

peserta didik lebih aktif bertanya mengenai hal-hal yang belum dimengertinya dan aktif menjawab pertanyaan guru. yaitu mempunyai kemampuan menyimak berita yang baik. 1. 3. peserta didik sangat memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran. Guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai. 5.2. penulis menyampaikan saran sabagai berikut ini. Peserta didik hendaknya dalam mengikuti pembelajaran menyimak dengan semangat dan perilaku positif. 2. 209 . Peserta didik hendaknya sering berlatih menyimak agar dapat terampil menyimak dengan baik. sehingga pembelajaran menyimak akan menjadi menyenangkan dan menjadi pembelajaran yang tidak sulit. Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian di atas.209 tersebut yaitu peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran pada siklus II.

Suyitno. Nurhadi. Sudjana. K. Y. Yogyakarta: BPPE-Yogyakarta. Burhan. Penerangan dan Penyuluhan. Jakarta : Rineka Cipta. 2002. 1998. Tarigan. Semarang : IKIP Semarang Press. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Panduan Menulis Berita. Jakarta: Depdikbud. Bandung: Sinar Baru Algresindo. 2006. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Pendidikan Bahasa Indonesia I. Bandung: Angkasa. 1991. Jakarta: Gramedia. Strategi Belajar Mengajar. 2004. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matemetika I. Ice Sutari. Amin. N. Henry Guntur. Roestiyah. Gorys. 1995. Jakarta : Nusa Indah. Semarang: Unnes. Tata Bahasa Pendidikan. Djago. Tarigan. Husnun N. dkk. Malang : UMM Press. Menyimak. 1986. 1994. Djuraid. Media Audio-Visual untuk Pengajaran. Bandung: Angkasa. K. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.210 DAFTAR PUSTAKA Suleiman. Semarang: Depdikbud. 2001. Komposisi Sebagai Pengantar Kemahiran Berbahasa. 1981. 2001. 210 . Nurgiyantoro. Nana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. Keraf. Amir Hamzah.

211 . Deddy Iskandar. Skripsi. 2005. Setyojatmoko. Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Universitas Negeri Semarang. Jurnalistik TV Menjadi Reporter Profesional. Universitas Negeri Semarang.211 Muda. Parjinah. Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus. Skripsi. Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. Skripsi. Meningkatkan Ketuntasan Belajar Matematika Siswa Kelas I SLTP NU 02 Al Hidayah Kendal Tahun Pelajaran 2002/2003 Melalui Metode Drill. Universitas Negeri Semarang. Lutfiyah. 2006. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2000. 2006. 2003. Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni. Riyadi. Universitas Negeri Semarang. 2001. Universitas Negeri Semarang. Wulandari. 2003. Skripsi. Universitas Negeri Semarang. Suratno. Dermawan. 2003. Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang. Skripsi. Skripsi. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal.

siapa. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B.212 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : 9. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi. kapan. Penugasan 212 . Memahami isi berita dari televisi : 9. kapan. Identifikasi 2. siapa. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. mengapa. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. siapa. di mana. mengapa. dan 2. Diskusi 4. di mana. di mana. Menemukan pokok-pokok berita (apa.2. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. Inkuiri 3. mengapa. Indikator : 1. kapan.

i. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. d.213 D. Setelah VCD berita selesai diputarkan. d. Kegiatan Awal (10 menit) a. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Sungai Asahan Meluap Ratusan Rumah Tenggelam” e. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. Guru menjelaskan hakikat menyimak dan teknik menyimak b. 213 . Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang pengalamannya dalam menyimak berita c. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. b. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Apersepsi.

Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik c. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Bayi Kembar Tiga dari Pasangan Miskin” b. setelah itu menuliskan 214 . Setelah selesai mengoreksi. Peserta didik mendapat tugas terstruktur untuk melihat berita dari televisi selama 4 hari dan setiap hari melihat 2 topik berita. Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan pengerjaan yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. peserta didik diberikan oleh guru f. Kegiatan Akhir (5 menit) a. Secara individu. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Guru menjelaskan sedikit tentang kesalahan yang masih dilakukan peserta didik dan menjelaskan kemajuan yang telah dilakukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g.214 j. guru membahas jawaban soal essai h. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l.

Teknik : tes tertulis 2.215 pokok-pokok beritanya dan menuliskannya ke dalam 5 kalimat (Berita Seputar Indonesia di RCTI. Tuliskan pokok-pokok berita yang Anda dengarkan ke dalam 5 kalimat! Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 215 . Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia F. SUMBER BELAJAR 1. VCD berita 2. PENILAIAN 1. Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Soal essai 1.30 WIB) E. setiap hari pukul 17.

216 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang Terdapat 1 kesalahan Sangat penggunaan pilihan kata baik Terdapat 2-5 kesalahan Baik penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan Cukup penggunaan pilihan kata baik Terdapat 11-15 kesalahan Kurang penggunaan pilihan kata baik Terdapat lebih dari 15 Sangat kesalahan penggunaan kurang pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan Sangat 216 .

217 4 3 2 1 dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Tugas di rumah! Dengarkanlah berita selama 4 hari dan setiap harinya lihatlah 2 topik berita di RCTI dengan nama acaranya “Seputar Indonesia”. Catatlah pokok-pokok beritanya! 2. pada pukul 17. 1.30 WIB. kemudian. Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! Buatlah tugas rumahmu dengan bentuk seperti kolom di bawah ini! NAMA PESERTA DIDIK : Nama acara Sumber berita : : Tanggal penyiaran : Waktu Judul berita 1) Apa 2) Siapa 3) Di mana 4) Kapan : : : : : : 5) Mengapa : 6) Bagaimana : 7) Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 217 .

NIP Anik Suyani NIM 2101403057 218 . Pd. S. Guru Mata Pelajaran Blora.218 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui. Mei 2007 Peneliti Mursam.

di mana. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. Identifikasi 2. Memahami isi berita dari televisi : 9. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. mengapa. kapan. Inkuiri 3. siapa. di mana.219 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII/2 : 9. Indikator : 1. siapa. kapan. mengapa. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A.2. Penugasan 219 . Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. Menemukan pokok-pokok berita (apa. siapa. METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. kapan. mengapa. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Diskusi 4. di mana.

Setelah VCD berita selesai diputarkan.220 D. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. d. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. 220 . Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Korban DBD Terus Berjatuhan” e. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Guru menjelaskan teknik menyimak b. Kegiatan Awal (10 menit) a. b. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Apersepsi. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang materi yang sudah diperoleh pada pertemuan sebelumnya c. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. d. i.

Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. VCD berita 2. Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan yang masih terjadi dalam pengerjaan tugas yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. Secara individu. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Sapi Berkaki Enam dengan Kelamin Ganda” b. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. SUMBER BELAJAR 1. guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e.221 j. Kegiatan Akhir (5 menit) a. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia 221 . Setelah selesai mengoreksi. Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. peserta didik diberikan oleh guru f. dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g. guru membahas jawaban soal essai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3. Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik E. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat.

222 F. PENILAIAN 1. Teknik : tes tertulis 2. Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No Unsur penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita 2 Jumlah kalimat 3 Penyusunan kalimat 4 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian Skor Kriteria Kategori 1 Kesesuaian isi kalimat 15-13 Isi kalimat meliputi 6 Sangat dengan pokok-pokok berita unsur (5 W + 1 H) baik 12-10 Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur 9-7 Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik 6-4 Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat 3-1 222 .

223 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 223 .

Pd. S. Guru Mata Pelajaran Blora.224 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui. Peneliti Mei 2007 Mursam. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 224 .

Edi Saputra Moh.225 Lampiran 7 DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika 225 Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan .

64 226 . Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh.Lampiran 8 226 DAFTAR HASIL PENILAIAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 44 60 78 62 43 62 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 44 64 64 2095 61.227 Lampiran 9 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Edi Saputra Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.62 227 .

Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 53 81 72 53 34 76 71 70 42 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 52 73 66 1975 58.08 228 .228 Lampiran 10 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

23 229 . Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 79 46 60 60 80 60 80 80 59 84 44 59 84 59 59 79 79 59 84 59 79 45 84 59 84 79 79 59 79 59 59 2146 69. Edi Saputra Moh.229 Lampiran 11 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

81 230 .230 Lampiran 12 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Edi Saputra Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.

81 40 1.60 Aspek Penilaian 3 4 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 8 3 10 1 10 5 10 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 2 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 6 1 10 1 10 1 10 1 10 3 10 3 324 9.51 6 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 4 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 4 1 1 1 3 2 50 1.21 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 3 149 4.64 231 .51 Jumlah Akhir 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56.231 Lampiran 13 HASIL TES ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 007 6 008 7 009 8 010 9 011 10 013 11 014 12 015 13 016 14 017 15 018 16 019 17 022 18 024 19 025 20 026 21 027 22 028 23 029 24 030 25 031 26 032 27 033 28 034 29 035 30 036 31 037 32 038 33 039 Jumlah Rata-rata 1 30 30 20 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 990 30 2 14 14 8 8 11 4 11 5 11 14 8 14 7 8 12 14 4 5 8 11 8 11 8 14 10 11 14 11 5 14 13 5 11 316 9.

32 Jumlah Akhir 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.59 2 7 11 6 4 1 4 7 7 6 9 11 6 9 2 5 4 11 9 4 4 12 9 11 1 6 12 11 12 7 1 11 1 9 9 241 7.09 Aspek Penilaian 3 4 4 4 10 1 10 4 10 1 10 3 10 1 4 4 4 4 10 4 10 4 10 1 10 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 1 10 3 4 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 3 10 4 10 1 10 1 10 1 4 4 10 3 10 1 10 3 10 4 10 4 320 9.62 232 .62 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 156 4.232 Lampiran 14 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 20 30 50 40 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 1210 35.59 6 2 1 4 1 3 1 2 2 4 4 1 4 1 1 4 1 1 3 2 1 1 4 1 1 3 4 1 1 2 1 3 3 4 4 79 2.41 89 2.

35 2 8 14 14 4 7 12 11 11 11 8 9 11 8 11 4 7 1 11 8 4 8 11 5 5 11 5 11 4 11 5 4 4 11 14 287 8.06 6 2 1 1 1 4 4 2 2 4 5 1 3 3 1 2 4 2 1 4 3 1 4 3 4 3 4 5 1 3 1 2 3 3 5 88 2.59 Jumlah Akhir 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.44 Aspek Penilaian 3 4 6 2 10 1 10 2 10 2 6 2 10 5 10 3 8 3 8 3 4 4 8 1 10 5 8 4 10 1 10 1 4 2 8 1 8 4 10 3 10 1 10 1 10 5 10 1 6 1 10 3 10 1 6 5 10 1 2 1 10 2 6 1 8 1 10 3 8 4 282 80 8.29 2.35 5 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 5 4 138 4.233 Lampiran 15 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 30 50 40 30 10 40 40 40 10 40 40 40 10 30 0 30 20 30 30 10 40 40 60 30 10 40 30 40 30 20 30 30 40 30 1100 32.08 233 .

234 Lampiran 16 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 50 20 30 30 50 30 50 50 20 50 20 20 50 30 50 50 50 30 50 30 50 20 50 30 50 50 50 30 50 20 20 1110 35.81 2 11 12 12 12 12 12 11 11 12 12 12 12 12 12 11 12 11 12 12 11 12 12 12 11 12 11 12 11 12 12 12 363 11.42 120 3.71 Aspek Penilaian 3 4 10 3 10 3 8 4 8 4 10 4 8 4 10 3 10 3 10 5 10 4 10 3 10 3 10 4 8 4 8 4 10 4 10 3 8 4 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 5 10 5 292 9.58 Jumlah Akhir 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 46 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.84 6 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 111 3.23 234 .87 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 150 4.

48 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 3 4 3 2 4 5 135 4.81 235 .32 108 3.16 Aspek Penilaian 3 4 8 3 8 4 8 5 10 3 6 2 10 4 8 3 8 4 10 4 8 5 10 6 6 2 6 5 8 4 2 2 8 5 6 3 8 3 10 3 18 4 8 3 10 3 10 5 8 5 8 4 2 2 8 4 10 2 8 2 10 8 10 5 258 8.235 Lampiran 17 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 40 30 50 50 30 50 50 50 40 50 50 40 40 30 50 40 60 50 40 50 60 40 50 50 50 40 50 30 40 50 50 1410 45.00 Jumlah Akhir 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.35 6 4 2 1 3 5 3 3 3 5 4 2 4 5 2 1 4 2 3 3 4 4 4 4 3 4 5 3 1 2 3 2 93 3.49 2 3 3 12 6 3 9 9 12 6 12 12 9 5 8 3 5 15 3 9 9 8 8 9 14 6 6 12 2 6 12 14 253 8.

5 59.5 54 47 68.5 71 72.5 72.5 51 52 47.5 71 47 42.85 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 236 .08 NG 48.236 Lampiran 18 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian 002 003 004 005 008 009 010 011 013 014 015 016 017 018 019 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.5 72.5 65.5 76 51 69 51 57 48.5 57.5 57 60.5 39 69.62 NI 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.5 70 72 47 59.5 65 2034.5 75 57.5 70.

5 72.23 NI 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.81 NG 72 49 70 68.5 68.5 71.5 77.5 65.5 55.5 81 69.5 78.5 80.02 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 237 .5 85 65.5 71 84 58 83.5 72.5 72 71.5 66 65.5 65 70.5 83.5 80.237 Lampiran 19 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian 002 004 005 006 007 008 009 010 014 015 016 017 018 021 022 023 024 025 026 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 47 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.5 66 70.5 2201.5 72.

238 Lampiran 20 FORMAT PENILAIAN SIKLUS I DAN SIKLUS II KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita Ke Dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 unsur Sangat (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 unsur Baik Isi kalimat meliputi 4 unsur Cukup baik 238 .

239 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi Isi kalimat meliputi 3 unsur Isi kalimat meliputi 1-2 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 ke salahan ejaan dan tanda baca Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 239 .

A : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 240 .240 Lampiran 21 Pedoman Observasi Peserta Didik Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Hari/tgl : VIII.

peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru.241 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 JUMLAH Keterangan : No 1 Aspek 1. peserta didik aktif bertanya. berkomentar tentang materi yang diberikan. Keaktifan selama 5. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok proses pembelajaran berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. 4. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 7. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi 2 241 . peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. 8. 2. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum menyimak berita dipahaminya. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting.

242 Lampiran 22 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus I : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x x x v x x v v x x x v x x x x v x x v x v x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x 242 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl .

243 38 038 39 039 Jumlah v v 34 0 x x 6 28 x 4 30 v v 34 0 v v 34 0 x x 2 32 v v 34 0 v v 34 0 v v 34 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 243 .

244 Lampiran 23 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus II Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x x v x x x x x x x x x v x x v x v x x x x x x x v x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x v v x x x x v x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v 244 .

245 33 033 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 Jumlah respons positif Jumlah respons negatif v v v v v v v 31 0 x x x x x x x 2 29 x x x x x x x 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 x x x x x v v 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 245 .

fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 246 .246 Lampiran 24 LEMBAR JURNAL GURU SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Isilah pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 2. Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4. Keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3. Keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5. Pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6.

247 . dan sudah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. 2. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini sudah cukup baik. Sebagian besar dari mereka terlihat diam saja. Ketika kegiatan apersepsi hanya terdapat beberapa peserta didik yang menanggapi penjelasan dari guru. Beberapa peserta didik masih terlihat bercanda dengan teman sebangkunya ketika proses pembelajaran sudah dimulai. Kebanyakan peserta didik masih kurang aktif selama pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dilaksanakan. Walaupun tidak dipungkiri masih ada peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang disampaikan guru.247 Lampiran 25 Hasil Jurnal Guru Siklus I Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Hasil jurnal guru ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat terhadap beberapa pernyataan di bawah ini : 1. Sebagian besar peserta didik sudah memperhatikan penjelasan dari guru. Kepasifan mereka juga terlihat ketika guru memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami dari tayangan berita yang sudah diputarkan.

248 3. dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. 248 . peserta didik kurang memahami hakikat pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual yang baru saja diperkenalkan oleh peneliti. 5. 6. Pada siklus I ini. 4. Fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas. Selama proses mengerjakan latihan seluruh peserta didik sudah terlihat aktif dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. Mereka belum bisa memahami seutuhnya prinsip dasar pembelajarn ini. Semuanya terfokus pada soal yang telah diberikan guru. Sehingga hasil yang diperoleh pada siklus ini masih rendah. Keantusiasan tersebut terlihat dari tepat waktunya mereka ketika masuk di ruang laboratorium dan terpancar dari semangat mereka ketika kegiatan perkenalan yang dilakukan guru. Peserta didik cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual.

mereka sudah memperhatikan kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. Pada siklus II ini.249 Lampiran 26 Hasil Jurnal Guru Siklus II Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Pedoman yang digunakan pada jurnal guru pada siklus II ini masih sama dengan siklus I. 249 . Dengan kondisi yang seperti itu maka peserta didik tidak merasa canggung dan malu lagi dalam mengemukakan gagasannya. Keaktifan itu bisa timbul karena dimungkinkan peserta didik sudah merasa terbiasa dengan peneliti dan sudah mampu menyesuaiakan dengan cara pembelajaran yang diberikan guru dan cara mengajarnya. Respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. diperoleh pernyataan-pernyataan berikut ini: 1. 3. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias yang baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Keaktifan peserta didik juga tampak ketika mereka mengerjakan latihanlatihan yang diberikan guru. Dalam mengerjakan latihan. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. 2.

Dengan menyimak berita mereka dapat memperoleh informasiinformasi penting. sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Peserta didik sudah lebih memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 250 . Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran berlangsung dengan kondusif dan tertib. Tidak dijumpai fenomena-fenimena negatif pada siklus II ini. sehingga mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. 6. Peserta didik semakin antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual.250 4. 5. Hal itu disebabkan oleh kesadaran mereka akan pentingnya keterampilan menyimak berita.

Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 251 . Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4. Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2.251 Lampiran 27 LEMBAR JURNAL SISWA SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Jawablah pertanyaan ini dengan benar! 1. Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5.

252 Lampiran 28 PEDOMAN WAWANCARA SIKLUS I DAN II Nama Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : 1. Menurut Anda. Menurut Anda. Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5. Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2. Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4. Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. Apakah anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 252 . apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8.

” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Kurang suka. tetapi terlalu sabar. Responden : Liyanik Septi Ariyani Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang. menyenangkan.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” : 22 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran 253 .” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Saya belum memahami teknik pembelajaran dril.253 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus I 1.l” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai.

dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kelasnya terlalu ramai.254 Responden : “ Sudah.” Peneliti : ”Menurut Anda. Responden : Siska Piyana Nilai Kelas : 85 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang. saya lebih suka pembelajaran di dalam kelas.” Peneliti : ”Menurut Anda.”” 2. Tetapi saya kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.” 254 .

Karena metode ini membuat kita menjadi rajin.” Peneliti : ”Menurut Anda.” 255 .” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.255 Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Baik. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa. dan sudah jelas. santai.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah.” Peneliti : ”Menurut Anda.

” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka. dapat.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Sulit memahami isi berita.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” 256 : 50 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran .” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai. tetapi suaranya kurang jelas.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya. menyenangkan. Responden : Supriyono Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.256 Lampiran 30 Hasil Wawancara Siklus II 1.

” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kurang teliti dalam menjawab soal latihan.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.257 Responden : “ Sudah. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Tidak.” 2. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa. Responden : Muslianto Nilai Kelas : 90 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang dan bisa menambah pengetahuan.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” 257 .” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : ”Menurut Anda.

” 258 . Karena metode ini membuat kita bisa belajar bersamasama.” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Gampang-gampang susah.258 Responden : “Sudah bagus dan jelas.” Peneliti : ”Menurut Anda. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.

Kegiatan peserta didik dalam menyimak tayangan berita 3. Kegiatan awal pembelajaran yang berupa guru memberikan apersepsi 2. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara individu 5. Kegiatan peserta didik mengisi lembar jurnal siswa 259 .259 Lampiran 31 PEDOMAN DOKUMENTASI SIKLUS I DAN SIKLUS II Hal-hal yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara berkelompok 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->