PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA DARI TELEVISI DENGAN METODE DRILL MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL PADA PESERTA

DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Anik Suyani : 2101403057 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : Bahasa dan Sastra Indonesia

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

SARI

Suyani, Anik. 2007. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dra. L.M. Budiyati, M. Pd. Pembimbing II Drs. Haryadi, M. Pd. Kata kunci : Keterampilan menyimak berita, metode drill, dan media audio-visual. Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Keterampilan menyimak pada dasarnya adalah keterampilan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat fungsional. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat pada kegiatan sehari-hari kita yang dihadapkan pada berbagai kesibukan menyimak. Tetapi berdasarkan hasil observasi pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, pembelajaran menyimak kurang mendapat perhatian guru bahasa secara khusus dan kemampuan menyimak peserta didik masih rendah, terutama menyimak berita. Alasan peserta didik memiliki kemampuan menyimak berita yang rendah salah satunya adalah metode pembelajaran menyimak berita yang monoton dan kurang menarik. Peserta didik hanya mendengarkan penjelasan-penjelasan dari guru. Guru belum menyertakan media dalam pembelajarannya dan kurang mendorong peserta didik untuk belajar aktif, sehingga pembelajaran menjadi monoton. Hal ini merupakan salah satu penyebab pembelajaran tidak maksimal, dan tujuan pembelajaran kurang berhasil. Oleh karena itu, masalah tersebut perlu diatasi dengan menggunakan metode drill dan penggunaan media audio-visual. Cara ini akan mendorong peserta didik untuk terampil menyimak berita, melatih peserta didik untuk belajar aktif, serta memadukan antara teori dan praktik. Metode dan media ini memungkinkan dapat membuat suasana pembelajaran yang menarik dan meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik. Berdasarkan paparan di atas, peneliti ini mengangkat permasalahan, yaitu bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken setelah mengikuti pembelajaran dengan metode drill dan penggunaan media audio-visual dan bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukan pembelajaran meyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP negeri I Jiken dan mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audiovisual dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang dilaksanakan pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Tiap-tiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa pedoman observasi, jurnal, pedoman wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data kuantitatif ii

yang berupa nilai peserta didik. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan data yang diperoleh dari observasi, jurnal, wawancara, dan foto. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken hasil nilai prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan. Sebelum dilakukannya tindakan nilai rata-rata kelas menyimak berita sebesar 56,64 dengan kategori kurang. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,12% dengan nilai rata-rata 59,85 dengan kategori kurang dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,7% dengan nilai rata-rata 71,02 atau masuk pada kategori baik. Peningkatan nilai rata-rata kelas ini diikuti dengan peningkatan skor pada tiap aspek penilaian. Pada aspek unsur 5W + 1H , skor rata-rata pada prasiklus sebesar 30 dengan kategori cukup. Pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 3,97% dengan nilai rata-rata 33,97 dengan kategori cukup dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,68% dengan nilai rata-rata 40,65 atau masuk pada kategori baik. Rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita pada prasiklus sebesar 9,60 atau masuk pada kategori sangat baik, pada siklus I sebesar 7,76 termasuk kategori baik, dan pada siklus II sebesar 9,93 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Pada aspek jumlah kalimat, skor rata-rata pada prasiklus sebesar 9,81 dengan kategori sangat baik. Pada siklus I sebesar 8,85 dengan kategori sangat baik, dan pada siklus II sebesar 8,87 dengan kategoti sangat baik pula. Rata-rata skor pada aspek penyusunan kalimat hasil rata-rata prasiklus sebesar 1,21 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,49 masuk pada kategori kurang, dan pada siklus II sebesar 3,68 dengan kategori baik. Pada aspek penggunaan diksi (pilihan kata), skor rata-rata pada prasiklus 4,51 dengan kategori baik, siklus I sebesar 4,33 masuk pada kategori baik juga, dan hasil siklus II sebesar 4,60 termasuk pada kategori sangat baik. Dan skor rata-rata aspek penggunaan ejaan dan tanda baca pada prasiklus sebesar 1,51 dengan kategori sangat kurang, siklus I sebesar 2,46 dengan kategori kurang, dan siklus II sebesar 3,29 masuk pada kategori cukup. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken ini diikuti dengan perubahan perilaku belajar yang positif dari perilaku belajar yang negatif sebelumnya pada siklus I dan siklus II ini peserta didik semakin aktif dalam pembelajaran, mereka mulai senang, tertarik, dan menikmatai pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Saran yang disampaikan adalah 1) guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai, yaitu mempunyai kamampuan menyimak berita yang baik, dan 2) guru dapat menggunakan metode drill dan media audiovisual sebagai salah satu alternatif teknik pembelajaran menyimak berita.

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang panitia Ujian Skripsi.

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

iv

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Sidang Ujian Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang pada, hari tanggal : Senin : 20 Agustus 2007

Panitia Ujian Skripsi

Ketua

Sekretaris

Prof. Dr. Rustono NIP 131281222

Drs. Mukh Doyin NIP 132106367

Penguji I

Penguji II,

Penguji III

Drs. Wagiran, M. Hum NIP 132050001

Dra. L.M. Budiyati, M. Pd NIP 130529511

Drs. Haryadi, M. Pd NIP 132058082

v

PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. 20 Agustus 2007 Anik Suyani vi . Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang. bukan jiplakan dari karya orang lain. baik sebagian maupun seluruhnya.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto : ” Sesungguhnya setelah kesusahan ada kemudahan” (Al Insyiroh : 6) ”Jangan terlalu senang di atas kesenanganmu. dan jangan terlalu nikmat di atas kenikmatanmu. jangan terlalu sedih di atas kesedihanmu. Jalani hidup dengan segala pahit-manisnya” (Anik) ” Jalanilah kehidupan ini dengan kerendahan hati serta hati yang tulus” (Anik) ” Jadilah diri sendiri yang dapat bertanggung jawab pada diri sendiri” (Anik) Persembahan : Kupersembahkan skripsi ini untuk: Ayahku dan Ibuku (almh) vii .

Oleh sebab itu. Penelitian ini dilakukan sebagai respons dari permasalahan yang muncul dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak berita kelas VIII A SMP Negeri I Jiken yang selama ini masih kurang. viii . Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ilmu dan pengalaman yang tidak terlupakan selama perkuliahan. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan arahan dan izin penelitian kepada penulis.PRAKATA Penulis telah menyelesaikan skripsi yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari Televisi dengan Metode Drill Melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2006/2007 dengan baik. puji syukur kehadirat Allah swt penulis panjatkan. yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya kepada penulis. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian kepada penulis. Besarnya pengaruh keterampialn menyimak berita terhadap keterampilan berbahasa menyebabkan penulis ingin meneliti lebih lanjut sehingga diperoleh metode terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak berita. 3. Terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. 2. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam menyusun skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak.

dan semangat kepada penulis. Semarang. 20 Agustus 2007 Penulis ix . Tutik. Pd Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri I Jiken yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dalam melakukan penelitian. M. 7. Pd (Pembimbing II) yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan masukan. Budiyati. 11. M. Harapan penulis semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Teman seperjuangan : Liliput (Ema. dan Drs. 10. Dra.4. 8. Mursam S. Saudara mendapat balasan dari Allah swt. Haryadi. 9. 6. Ibu. L. M. Teman-teman angkatan 2003 Sasindo FBS yang telah memberikan dorongan. arahan. motivasi. Keluarga Blora yang memberikan semangat dan motivasi kepada penulis dalam meyelesaikan skripsi ini. Pd (Pembimbing I). Segenap keluarga kos Wisma Astri yang telah memberikan semangat dan dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini. Seseorang yang selalu siap menemaniku dalam susah dan senang dan semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora yang telah memberikan izin penelitian dan bantuannya kepada penulis. Andris dan Shinta) yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. dan bimbingan dengan penuh kesabaran kepada penulis. Semoga amal baik Bapak.

.................................................. HALAMAN PERNYATAAN ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................. HALAMAN PENGESAHAN .....................................................1 Latar Belakang Masalah ........ HALAMAN SARI .......................................... 1................................................ HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..........................................................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............. DAFTAR TABEL ................2 Identifikasi Masalah ............................................... DAFTAR GAMBAR . DAFTAR ISI ........... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................3 Pembatasan Masalah ......................................................................... i ii iv v vi vii viii x xiv xv xviii xix xx BAB I PENDAHULUAN 1......... 1..................................................... DAFTAR GRAFIK ................................................................ 1...............................................................................................................................................................4 Permasalahan .................. DAFTAR BAGAN ........................ 1 6 8 9 x ................................................................................................. KATA PENGANTAR ........................................................................

...................2........................2................................................................2................................................. 1........................................1..... 28 32 41 46 48 48 56 60 61 65 67 69 11 16 16 17 19 25 27 xi ............................................8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak ......................................................................................................................2. 2............ 2..................2...............2................15 Hakikat Media Audio-Visual ....... 2........................... 2........................................................................2........ 2....................................................4 Tujuan Menyimak ..........................11 Unsur-unsur Berita ...................2 Tahapan dalam Proses Menyimak .......... 2......................13 Kerangka Berita .3 Jenis-jenis Menyimak ............2.............5 Manfaat Menyimak .......................2................................................2................. 2........................2..........2. 2..................6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Pemahaman .............................. 9 9 BAB II LANDASAN TEORESTIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.........1 Kajian Pustaka ........................................4 Hipotesis Tindakan ....9 Penilaian Pembelajaran Menyimak .. 2...................................................3 Kerangka Berpikir ....................................... 2......10 Pengertian Berita ........2................................. 2................5 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 2................. 2....2...................................6 Manfaat Penelitian ..... 2...............................................12 Jenis-jenis Berita ............2 Landasan Teoretis ............................1 Pengertian Menyimak .............................. 2....................... 2..... 2.................7 Tes Kemampuan Menyimak ................. 2.....................14 Metode Drill ........................................................................2...............

..................1 Proses Tindakan Kelas ..... 70 72 74 79 83 84 87 87 92 96 96 97 97 100 100 101 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.................................................7 Teknik Analisis Data ......................................................................1...............3 Variabel Penelitian .. 3.... 102 106 106 xii ...........4.....5 Uji Instrumen .........................................1 Teknik Kuantitatif ...................1 Hasil Tes ................................... 3...1........... 4........................2 Hasil Tes Siklus I ............. 3...2 Subjek Penelitian ............................................................................................................BAB III METODE PENELITIAN 3..........1 Hasi Tes Prasiklus ............................................................................................................6......................................................................................................1 Desain Penelitian .................2.................................................................. 3...........2 Teknik Kualitatif ...........1 Teknik Tes .......1.....1.......................................................... 3............................... 4................................... 3.................4.............................................................................................2 Proses Pelaksanaan Siklus II ........1 Proses Pelaksanaan Siklus I .......................................1 Instrumen Tes ......1...................................... 3.6 Teknik Pengumpulan Data ........................................................7...................................... 3.. 3..................4 Instrumen Penelitian ..........2 Teknik Nontes ................. 3........ 3............................................ 3......2 Instrumen Nontes ......6..........................................................................................................................................7......... 3............... 3............................................ 3...........

........2.......2 Perubahan Perilaku Peserta Didik ....4 Refleksi Siklus I .............................. LAMPIRAN-LAMPIRAN ........3........................2.4. 4...............................................................1 Simpulan ..................................................2............................. 208 209 210 212 xiii .......................................................2 Hasil Nontes ........... 4..........................2 Hasil Nontes ……………………………………………………………… 4..3 Hasil Refleksi Siklus II .............2 Saran ........................4.................. 4............. 4....................3.............................................................................3...... 4.................................... 5...............4....................................3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik ……………………………… 4.................................................................................... 4.............................3......... DAFTAR PUSTAKA ................................................... 128 146 147 150 151 174 191 193 194 202 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5..........................................................................4 Pembahasan ..............................1 Hasil Tes ................1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita ....................... Hasil Tes Siklus II .................................. 4........................................................

......... Desain Penelitian Tindakan Kelas Dua Siklus .....DAFTAR BAGAN Bagan Bagan 1....... Halaman 70 xiv .........

Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca .................................... Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Tabel 11.............................. Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ........ Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I .... Tabel 8.. Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ......................... Hasil Tes Menyimak Berita Unsur 5W + 1H …………………… Tabel 13................ Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai ..... Skor Penilaian pada Instrumen Tes .... Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke Dalam 5 Kalimat Tabel 7.......... Tabel 6........ Tabel 18.DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1........... Tabel 14.............................. Tabel 2.............. Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi .... Tabel 20... Tabel 10................ Tabel 5.. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ...................... Tabel 3........................ Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat .............. Tabel 15............................................................... Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ...................... Tabel 9........................................ Pedoman Penskoran Soal Essai ........... Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I ………………………. Kategori Nilai Peserta Didik .................. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus .......... Halaman 87 88 89 89 90 90 102 107 108 109 110 110 111 112 113 114 115 116 117 118 xv ............................. Tabel 17......... Tabel 4.... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat ............... Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat ........................ Tabel 12... Tabel 19.. Tabel 16.. Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai ........................................

... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Penyusunan Kalimat .............. Table 22......................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Diksi......... Tabel 30... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Ejaan dan Tanda Baca ...................................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat ...... Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ........... Tabel 26..... Table 28.....Tabel 21..... Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H ...................... Tabel 29................................... Tabel 24................... Hasil Tes Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………………....... Hasil Kelompok Tes Isian dan Tes Essai .......................................................................... Tabel 23........................... Tabel 27... Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II .......... Tabel 37...... Tabel 38................. Tabel 33... 119 120 121 122 123 125 126 129 135 152 153 154 154 156 156 157 158 159 161 162 xvi ........... Tabel 39........ Hasil Observasi Siklus I ....................................................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi.................... Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ......................... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita ................. Hasil Tes Kelompok Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ........ Tabel 31............. Tabel 34.............................. Tabel 40............... Hasil Jurnal Siswa Siklus I ............................................................................... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………...... Tabel 32....................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca .. Table 35........... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 36........... Tabel 25..... Hasil Tes Essai Kelompok Aspek Jumlah Kalimat ............ Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat ...

..... Tabel 50........................... Tabel 51... Tabel 52.............................................. Hasil Tes Essai Individu Aspek Ejaan dan Tanda Baca ...................................... Hasil Essai Tes Menyimak Berita …………………………………… Tabel 44................... Hasil Tes Essai Individu Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita . Tabel 45..... Hasil Tes Essai Individu Aspek Jumlah Kalimat ................ Tabel 48.................................. Hasil Observasi Siklus II ......... 163 165 166 167 168 170 171 172 176 181 194 203 205 xvii ................... Tabel 42.............. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita ........................................................ Tabel 46......... Hasil Tes Individu Isian Singkat Unsur 5W + 1H …………………… Table 43.......Tabel 41........... Hasil Tes Essai Individu Aspek Penyusunan Kalimat .................. Tabel 53......... Tabel 47......... Hasil Jurnal Siswa Siklus II ...... Hasil Tes Essai Individu Aspek Diksi........................ Tabel 49.................. Hasil Jurnal Siswa Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik ......... Hasil Observasi Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik .................................. Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ..

Grafik 2........... Grafik 3....DAFTAR GRAFIK Grafik Grafik 1.. Halaman 105 127 173 xviii ...................... Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus ................. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II ............ Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I ...

................................... Gambar 8.................. Gambar 7.................DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar 1....... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok ........ Gambar 6. Gambar 10. Gambar 2................ Gambar 4.... Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita ...... Gambar 3...................... Gambar 9................ Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Berkelompok .......... Guru Menjelaskan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran yang Akan Dilakukan .......... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu .... Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita ................. Gambar 5.. Peserta Didik Mengisi Jurnal ...................................................... Peserta Didik Mengisi Jurnal .................................... Peserta Didik Mengerjakan Latihan Secara Individu .... Halaman 141 142 143 145 146 186 187 188 189 190 xix ...................... Kegiatan Awal Pembelajaran ..........................................................

Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Individu Lampiran 16. Hasil Observasi Siklus I Lampiran 23. Format Penilaian Lampiran 21. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Kelompok Lampiran 15. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Kelompok Lampiran 17. Hasil Tes Prasiklus Lampiran 9-10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Lampiran 3-6. Hasil Latihan Peserta Didik Siklus I dan Siklus II Lampiran 7. Daftar Nama Peserta Didik Lampiran 8. Jurnal Siswa Siklus I dan Siklus II xx . Jurnal Guru Siklus I dan Siklus II Lampiran 25. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Prasiklus Lampiran 14. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Lampiran 20. Pedoman Observasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 22. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Lampiran 2. Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I Lampiran 19. Hasil Tes Siklus I Lampiran 11-12. Hasil Tes Siklus II Lampiran 13. Daftar Penilaian Aspek Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus II Individu Lampiran 18.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Observasi Siklus II Lampiran 24. Hasil Jurnal Guru Siklus I Lampiran 26. Hasil Jurnal Guru Siklus II Lampiran 27.

Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus II Lampiran 42. Soal Kelompok Siklus II Lampiran 36. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus I Lampiran 41. Pedoman Dokumentasi Siklus I dan Siklus II Lampiran 32. Format Tugas Rumah Lampiran 38. Hasil Wawancara Siklus I Lampiran 30. Kunci Jawaban Tes Awal Lampiran 39. Bukti Penelitian di SMP Negeri I Jiken Lampiran 44. Soal Individu Siklus I Lampiran 35. Soal Kelompok Siklus I Lampiran 34. Hasil Wawancara Siklus II Lampiran 31. Kunci Jawaban Soal Kelompok Siklus I Lampiran 40. Pedoman Wawancara Siklus I dan Siklus II Lampiran 29. Kunci Jawaban Soal Individu Siklus II Lampiran 43. Soal Tes Awal Lampiran 33.Lampiran 28. Bukti Penelitian dari Diknas Blora xxi . Soal Individu Siklus II Lampiran 37.

Secara alami bahasa bersifat lisan dan terwujud dalam kegiatan berbicara dan memahami pembicaraan itu. kegiatan berbahasa secara lisan akan jauh lebih banyak daripada berbahasa tulis. Dilihat dari pengertiannya. Hal itu akan lebih nyata terlihat pada masyarakat bahasa yang belum mengenal sistem tulisan.1 Latar Belakang Masalah “Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia” (Keraf 2001:1). Kenyataan itu dapat diartikan bahwa kemampuan berbahasa secara lisan lebih fungsional dalam kehidupan sehari-hari 1 . Dalam belajar bahasa asing pun kegiatan pertama yang dilakukan pelajar adalah menyimak bunyi-bunyi bahasa yang dipelajari. Keadaan itu sudah terlihat sejak manusia masih bernama bayi. Bayi manusia yang belum mampu menghasilkan bahasa. baik yang berupa ucapan langsung maupun melalui sarana rekaman. sudah akan terlihat dalam kegiatan mendengarkan dan usaha memahami bahasa orang-orang di sekitarnya. Pada masyarakat bahasa modern pun dalam kehidupan sehari-harinya.1 BAB I PENDAHULUAN I. Kegiatan berbahasa yang berupa memahami bahasa yang dihasilkan orang lain melalui sarana lisan atau pendengaran merupakan kegiatan yang paling pertama yang dilakukan manusia. bahasa sangat diperlukan oleh masyarakat bahasa dalam kegiatan berbahasanya yaitu sebagai alat komunikasi.

Bukti yang menguatkan betapa pentingnya keterampilan menyimak tersebut adalah pendapat dari T.2 daripada kemampuan berbahasa secara tulis. membaca. dalam kaitan ini adalah kemampuan menyimak yang perlu diberi perhatian secara memadai. Fungsionalnya kegiatan menyimak ini dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari kita yang dihadapkan dengan berbagai kesibukan menyimak. khususnya bahasa Indonesia. (2) penunjang keterampilan berbicara. Menurut Tarigan (1991:8). Para guru belum membelajarkan dan sekaligus menguji kemampuan menyimak peserta didik dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan oleh penulis. 2 . Wist melaporkan bahwa jumlah waktu yang digunakan oleh anak-anak untuk menyimak di kelas-kelas sekolah dasar kira-kira 1 1/2 sampai 2 jam sehari (Tarigan 1994:11). (3) pelancar komunikasi lisan. aktivitas pendidikan di sekolah dan masih banyak lagi kegiatan lain yang melibatkan kegiatan menyimak. Contohnya dalam dialog antar anggota keluarga. peran dari kegiatan menyimak tersebut adalah sebagai (1) landasan belajar berbahasa. dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di sekolah. Pada tahun 1950 Miriam B. dan menulis. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian semua guru bahasa secara khusus. Selain itu. Rankin pada tahun 1926 yang menyatakan bahwa 42% waktu penggunaan bahasa tertuju pada menyimak. Namun. percakapan antara teman. dan (4) penambah informasi. fungsionalnya kegiatan menyimak bagi kehidupan manusia karena kegiatan menyimak mempunyai peran yang sangat penting.

kurang mendapatkan perhatian dari pihak peserta didik maupun guru. akhirnya guru lebih memilih kembali kepada metode ceramah. Berdasarkan informasi di atas. Contohnya. Dengan kondisi seperti itu. minat belajar peserta didik yang masih kurang dan masih menggunakannya metode ceramah sehingga menyebabkan hasil belajar yang dicapai masih rendah dan sudah terbiasanya peserta didik dengan penggunaan metode ceramah. Hendaknya guru dapat menciptakan suatu metode baru yang lebih ringan dan menyenangkan untuk pembentukan dan menanamkan jiwa aktif dan rasa percaya diri pada diri peserta didik. Dengan keadaan yan seperti itu menjadikan peserta didik sulit diajak untuk mengubah cara pembelajaran tersebut dengan metode yang baru. Sebenarnya permasalahan ini dapat diatasi dengan kekreatifan seorang guru dalam menyiasati suatu permasalahan dalam pembelajaran dan pemahaman seorang guru tentang diri peserta didik dengan berbagai macam keunikannya dan karakteristiknya. maka pembelajaran menyimak cenderung diabaikan dan dinomorduakan dibandingkan dengan pembelajaran 3 .3 diperoleh informasi dari pihak guru bahwa meskipun sudah menggunakan kurikulum KTSP namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari sempurna. ketika guru mencoba menerapkan sistem diskusi pada pembelajaran menyimak dengan tujuan untuk mengaktifkan peserta didik dan peserta didik bebas berpendapat. sehingga pokok pembahasan keluar dari pokok pembahasan yang diberikan. namun kebanyakan dari mereka gaduh dengan teman diskusinya. Selain itu. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak yang dilakukan di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. Menghadapi situasi ini.

khususnya pembelajaran menyimak berita sehingga menyebabkan kurang pemahaman tentang konsep pembelajaran menyimak 3. pembelajaran memahami isi berita yang diberikan di kelas masih menggunakan sistem klasikal dan kembali menggunakan metode ceramah. Meskipun dengan kesadaran yang seperti itu. 2. pembelajaran menyimak secara umum di sekolah-sekolah cenderung diabaikan karena kebanyakan guru kurang memahami teori dan memiliki keterampilan dalam bidang menyimak.4 bahasa yang lain. tetap saja dalam pembelajaran langsung tentang cara yang baik untuk menyimak masih terlupakan dan diabaikan karena: 1. Meskipun keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita di sekolah-sekolah pada umumnya kurang mendapat perhatian secara khusus. Sehingga dengan jumlah peserta didik yang banyak yaitu 39 peserta didik 4 . Dengan kondisi yang seperti itu. guru hendaknya menuntut peserta didik untuk menyimak secara ekstensif. maka seharusnya dalam pelaksanaan pembelajaran menyimak di sekolah. Padahal dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. Jadi dapat ditarik simpulan bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. dan kegiatan menyimak tidak lagi bersifat pasif sehingga pembelajaran menyimak di sekolah harus bersifat aktif-reseptif. namun pada kenyataannya keterampilan tersebut belum dianggap keterampilan yang amat penting.

“Metode drill (latihan) adalah metode pembelajaran matematika yang lebih ditujukan agar siswa cepat dan cermat dalam menyelesaikan soal” (Suyitno 2004:6). Dengan penggunaan media pembelajaran. serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. kaitannya dengan penelitian ini adalah mahir memahami isi berita yang telah didengarkan. Terdapat satu hal lagi yang kurang diperhatikan guru demi keberhasilan pembelajarannya yaitu sistem pengelolaan kelas masih menggunakan cara klasikal sehingga terkesan monoton dan kurang menarik bagi peserta didik.5 setiap kelas. 4. dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam 5 . Hal ini menunjang peserta didik berprestasi dalam bidang tertentu. Latihan yang praktis. misalnya terampil dalam memahami segala informasi yang didengarnya dengan cepat. melainkan lebih menekankan pada pengenalan-pengenalan istilah seperti menjelaskan pengertian berita dan aspek-aspek yang ada dalam berita. khususnya media audio-visual. Untuk mengatasi permasalahan ini melalui media audio-visual sehingga peneliti menggunakan metode drill keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A dapat meningkat. Faktor lain yang mendukung pembelajaran ini adalah penggunaan media pembelajaran. pembelajaran menyimak berita kurang bermakna dan kurang efektif. bahkan peserta didik dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. guru juga kurang menekankan pada latihan-latihan untuk memahami suatu berita. Keadaan tersebut di atas yang menyebabkan keterampilan menyimak peserta didik kelas VIII A masih sangat rendah. mudah dilakukan.

Penggunaan media juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran menyimak karena pembelajaran yang diberikan menarik sehingga peserta didik tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segala segi tentang semua pengalaman itu. informasi yang disampaikan hanya berupa katakata yang menyebabkan pengalaman yang diperoleh peserta didik hanya berupa pengalaman kata-kata yang cenderung membuat pelajaran atau informasi sukar ditangkap. Berbeda dengan cara pembelajaran yang masih menggunakan metode ceramah. yang memberikan wujud nyata dalam suatu pembelajaran. Tidak seperti pembelajaran yang diberikan dengan menggunakan media audio. 6 . 1.6 pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang ingin dicapainya. dan mudah dilupakan. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan memuaskan dalam proses belajar. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu.2 Identifikasi Masalah Uraian di atas menegaskan bahwa keterampilan menyimak sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Keterampilan menyimak dapat meningkatkan apresiasi dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran bahasa. kurang menarik. Dengan pengalaman yang nyata maka sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal.visual.

Berdasar latar belakang di atas. jenuh. malas. menikmati. 2. bosan. dan menulis. membaca. pembelajaran menyimak belum diberikan secara tepat. peserta didik tidak dapat merespons informasi yang diperoleh dari menyimak. masih rendahnya minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak. Namun pada kenyataannya.7 Keterampilan menyimak perlu diberikan kepada peserta didik dalam proses belajar bahasa. Dengan adanya asumsi yang seperti ini maka suatu pembelajaran menyimak yang baik tidak 7 . khususnya pembelajaran menyimak berita. Akibatnya. dan tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menyimak. dan menghargai suatu karya sastra. Dengan rendahnya minat belajar peserta didik pada pembelajaran menyimak maka mereka akan merasa enggan dalam mengikuti pembelajaran dan hasilnya mereka tidak konsentrasi pada pembelajaran. Pembelajarannya masih diberikan dengan menggunakan metode yang kurang variatif dan membosankan sehingga mengakibatkan peserta didik enggan. meskipun sebenarnya peserta didik tersebut telah memiliki keterampilan bahasa lainnya. seperti berbicara. peneliti mengidentifikasi masalah-masalah yang menjadi penghambat keberhasilan pembelajaran menyimak yaitu: 1. peserta didik dan guru masih mengabaikan pembelajaran menyimak karena menurut mereka keterampilan tersebut sangatlah mudah. maka pembelajaran menyimak tidak dapat berjalan dengan baik. Dengan tidak adanya konsentrasi dan respons positif seorang peserta didik pada pembelajaran menyimak berita. karena keterampilan menyimak dapat mengajak peserta didik untuk memahami.

peneliti berupaya mengatasi segala hambatan yang dialami oleh peserta didik dalam pembelajaran menyimak. Seharusnya metode ini sudah ditinggalkan karena metode ini tidak mendorong jiwa aktif peseta didik dan kurang membekali peserta didik pada penguasaan suatu keterampilan tertentu. 8 . karena pengertian mereka tentang hakikat menyimak masih rendah. Dan semua orang yang tidak tuli pastilah dapat melakukan kegiatan tersebut. 1. menyimak hanyalah merupakan kegiatan mendengarkan sesuatu. Peneliti membatasi permasalahan karena peneliti memfokuskan pada Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita dari TV dengan Metode Drill melalui Media Audio-Visual pada Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2006/2007. Menurut mereka. pembelajaran menyimak yang dilakukan guru di kelas masih menggunakan metode ceramah sehingga kurang memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak di kelas sehingga hasilnya pun masih rendah.3 Pembatasan Masalah Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menyimak berita. 3. Pembelajaran menyimak menurut mereka merupakan pembelajaran yang sangat mudah.8 akan dapat terlaksana. Penggunaan metode ceramah masih dilakukan karena kurangnya kreatifitas guru dalam mengkombinasikan teknik dan metode pembelajaran.

tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. mendeskripsikan peningkatan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora tahun ajaran 2006/2007. bagaimanakah perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah dilakukan pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual? 1. dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut: 1.9 1. 9 . bagaimanakah peningkatan keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual kepada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora? 2.4 Permasalahan Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas. 2.5 Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora setelah pembelajaran keterampilan menyimak berita dari TV dengan metode drill melalui media audio-visual.

Selain manfaat teoretis. Manfaat teoretis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberikan manfaat bagi pengembangan materi pembelajaran bahasa pada umumnya dan khususnya pembelajaran keterampilan menyimak dengan metode drill melalui media audio-visual. dan bagi peserta didik dapat mempermudah pembelajaran menyimak sehingga peserta didik senang. dan antusias pada pembelajaran menyimak.10 1. Bagi guru. termotivasi. 10 .6 Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. manfaat lain yang juga diharapkan adalah manfaat praktis. penelitian ini dapat meningkatkan proses belajar mengajar keterampilan menyimak. Penelitian ini bermanfaat bagi guru dan bagi peserta didik.

25 dan siklus II mendapat 7. Hasil penelitiannya pada kegiatan pretes mencapai nilai rata-rata 61.75 dan setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata- 11 .11 BAB II LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2. Baik itu yang bersifat melengkapi maupun yang bersifat baru. Hasil penelitian tersebut menunjukkan ada peningkatan kemampuan menyimak yaitu nilai rata-rata proses memperoleh 6.86 kemudian pada nilai rata-rata tes siklus I mendapat 7. Wulandari (2006) yang melakukan penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang.1 Kajian Pustaka Penelitian tentang keterampilan menyimak telah dilakukan oleh banyak mahasiswa dalam rangka penyusunan skripsi. hal tersebut masih menarik untuk diadakan penelitian lebih lanjut. Beberapa penelitian tentang keterampilan menyimak diantaranya seperti penelitian yang dilakukan oleh Parjinah (2003) yang meneliti tentang Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003.86. Akan tetapi. Perilaku peserta didik lebih aktif dan sikap peserta didik lebih baik.

13 yang berarti ada peningkatan sebesar 7. Adapun hasil observasi.83.00 mencapai 80 %.27 %. dan pada siklus kedua mencapai 70. dan jurnal siswa maupun jurnal guru sebagian besar peserta didik merasa senang dan tertarik.13 berarti meningkat 8 % dari siklus I.38. Riyadi (2000) dengan judul penelitiannya yaitu Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni 12 . Penelitian lain tentang peningkatan keterampilan menyimak yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dermawan (2001) dengan judul skripsinya yaitu Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus.65 sehingga mengalami peningkatan sebesar 6. Secara keseluruhan nilai rata-rata mengalami peningkatan sebesar 15.12 rata menjadi 69.38. Setelah dilakukan penelitian dengan menggunakan media audio atau radio FM. Selain mengalami peningkatan kemampuan menyimak wacana berbahasa Jawa. wawancara. Peserta didik tidak meremehkan kegiatan menyimak dan paham akan teknik menyimak yang baik. Menurut hasil nontes siklus pertama dan siklus kedua ada perubahan perilaku peserta didik yang positif. sedangkan siklus kedua nilai rata-rata minimal yang harus dicapai 65. Hal ini sudah sesuai dengan target peneliti. Hasil dari siklus II mencapai nilai rata-rata 77. Peningkatan ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian pada siklus pertama nilai rata-rata mencapai 64.00 mencapai 60 %. peserta didik juga mengalami perubahan tingkah laku yaitu dari peserta didik yang semula sering menunjukkan perilaku negatif berubah menjadi perilaku positif. yaitu nilai rata-rata minimal pada siklus pertama 60. ternyata ada peningkatan pada keterampilan menyimak peserta didik.

13 memperoleh hasil yang signifikan setelah melakukan penelitian yang dilakukan kepada peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut menunjukkan peningkatan nilai akhir menyimak yaitu dari pretes ke tes siklus I meningkat sebesar 10. Sedangkan untuk hasil pembelajaran menyimak dengan teknik dengar-murni didapatkan hasil nilai pretes dengan rata-rata 6. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Dermawan yaitu penelitian yang mengambil keterampilan menyimak siaran berita sebagai kajiannya. Setyojatmoko (2005) dengan penelitiannya yang berjudul Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. dari kesimpulan yang disampaikan oleh peneliti didapatkan hasil berupa ada perbedaan kemampuan menyimak dengan adanya pembelajaran yang berbeda tersebut dan ada pengaruh yang dapat mengubah perilaku peserta didik. dan siklus II menjadi 6.2.6. siklus I 6.49. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut yaitu untuk teknik dengar-tulis pada pretes rata-rata nilai menyimak peserta didik kelas II SLTP Negeri 5 Tegal adalah 6. Akan tetapi Setyojatmoko tidak menggunakan media audio berupa radio FM melainkan rekaman siaran berita. pada siklus I menjadi 7.1.61 dan dari tes siklus II meningkat lagi sebesar 11. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara rata-rata kemampuan menyimak peserta didik yang dilakukan dengan teknik dengar-tulis dan teknik dengar-murni. dan pada siklus II menjadi 7.13.64. Suratno (2006) juga melakukan penelitian tentang menyimak dengan judul Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan 13 .7.

dan siklus II menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas. Penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual belum dilakukan oleh peneliti-peneliti di atas. Pada penelitian keterampilan menyimak berita dengan metode drill diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menyimak berita peserta didik dalam 14 . serta peserta didik merasa senang dan tertarik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita melalui media audio-visual dengan pendekatan kontekstual. Pada siklus I terjadi peningkatan dari nilai rata-rata pratindakan sebesar 10.6.4 %. siklus I. Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan menyimak berita peserta didik kepada pratindakan.4. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada tiap siklus diikuti dengan perubahan perilaku peserta didik ke arah yang positif. Pada pratindakan nilai rata-rata kelas mencapai 57.2 poin atau 40.14 Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal.9 dan pada siklus II mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 80.3 % dengan nilai rata-rata kelas sebesar 67. Penelitian yang dilakukan peneliti sekarang dimaksudkan untuk melengkapi penelitian-penelitian tentang keterampilan menyimak seperti yang sudah dilakukan oleh peneliti-peneliti tersebut di atas. Untuk peningkatan dari pratindakan ke siklus II adalah 23. Hal tersebut terlihat pada keaktifan peserta didik dan keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.5 poin atau 18. Yang membedakan dalam penelitian ini adalah metode yang diterapkan oleh peneliti dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita yaitu metode drill melalui media audio-visual.

Metode tersebut difokuskan pada pemberian latihan secara berulang-ulang. karena metode ini merupakan konsep belajar yang membantu peserta didik menguasai keterampilan menyimak berita dengan memberikan pelatihan secara berulang-ulang. Dengan cara ini diharapkan peserta didik akan menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Dengan teknik pembelajaran yang bervariasi tersebut diharapkan akan memotivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Namun. Dengan konsep itu. Dan dengan media audio-visual diharapkan peserta didik akan semakin tertarik dengan pembelajaran menyimak khususnya menyimak berita. kelebihan dari penelitian ini adalah pada penggunaan media audiovisual yang lebih menunjang suatu keberhasilan proses pembelajaran. guru tetap memegang peranan penting sebagai pembuat desain pengalaman belajar. akan tetapi dapat kita kaji ulang bahwa prinsip dasar suatu penguasaan keterampilan adalah adanya latihan yang berkelanjutan.15 pembelajarannya. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik. dan dengan cara ini pula. peserta didik ditempatkan sebagai subjek belajar aktif. maka metode inilah yang tepat dalam tujuan penguasaan suatu keterampilan menyimak berita. Meskipun pelaksanan metode drill terkesan membosankan dengan adanya latihan yang terus menerus. Kelemahan yang mungkin akan timbul dari penggunaan metode drill adalah kejenuhan peserta didik dengan adanya latihan yang terus menerus. Namun kelemahan tersebut dapat diimbangi dengan pemilihan teknik pembelajaran yang menarik dan bervariasi yang dapat diterapkan ketika pembelajaran. Selain itu. baik itu di lingkungan formal maupun non formal. Dengan 15 .

lama-kelamaan bunyi bahasa tersebut dikaitkan dengan makna. ia mulai meniru ucapan-ucapan yang pernah disimaknya dan kemudian mencoba menerapkannya dalam pembicaraan. Pada proses pembelajaran pun kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh peserta didik dalam menerima materi adalah kegiatan menyimak sebelum melakukan kegiatan yang lain seperti membaca. Sejak manusia bayi. Setelah banyak menyimak. bahan simakan yang diberikan lebih terkesan konkret.2 Landasan Teoretis 2.16 pengunaan media audio-visual. serta interpretasi untuk memperoleh informasi.2.1 Pengertian Menyimak Belajar berbahasa dimulai dari menyimak. 2. pemahaman. serta 16 . Tarigan (1986:19) menyatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian. Menurut Anderson dalam Tarigan (1994:28) “menyimak sebagai proses besar mendengarkan. membaca. dan menulis. menangkap isi. ia belajar bahasa ibunya. berbicara. dan juga dengan adanya media audio-visual mampu mengikutsertakan seluruh panca indera dalam memahami suatu bahan simakan. mengenal. Pada penelitian ini akan dicobakan penelitian mengenai keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan menulis. serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan”. apresiasi. Dari situ dapat terlihat bahwa keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang sangat penting yang harus dimiliki seseorang sebelum keterampilan berbicara. Mula-mula ia hanya banyak menyimak bunyi bahasa yang diucapkan oleh ibunya.

dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya Berbeda dengan pendapat-pendapat di atas. mengidentifikasi. 17 . dkk (1997:18-19) bahwa menyimak ialah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa. tetapi lebih dari itu ia berusaha melakukan apa yang diinformasikan oleh materi yang disimaknya. menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. kedua. Hal tersebut juga disampaikan oleh Akhadi-at (1992:142) dalam Sutari. Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lain. menyimak atau mendengarkan dalam arti sempit mengacu pada proses mental pendengar yang menerima bunyi yang dirangsangkan oleh pembicara dan kemudian menyusun penafsiran apa yang disimaknya. Nurhadi (1995:339) membagi pengertian menyimak menjadi dua. menginterpretasikan.17 memahami makna yang tidak [sic!] disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. menginterpretasi. mengidentifikasi bunyi bahasa. pertama. menyimak dalam pengertian luas mengacu pada proses bahwa si penyimak tidak hanya mengerti dan membuat penafsiran tentang apa yang disimaknya. Tarigan (1991:11) “menyimak diartikan sebagai suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan.

dikenali. kelompok kata. dan wacana. dan menanggapi. dan dikelompokkan menjadi suku kata.2. mendengar. penyimak berusaha menangkap pesan pembicara yang sudah diterjemahkan dalam bentuk bahasa. Perlu diupayakan agar interpretasi makna ini sesuai atau mendekati makna yang dimaksudkan pembicara 18 . Dan Walker Morris dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak itu atas lima tahap yaitu mendengar. penginterpretasian. mengidentifikasi. maka proses menyimak dapat mencakup enam tahap yaitu: 1. Pengidentifikasian bunyi bahasa akan semakin sempurna apabila penyimak memiliki kemampuan linguistik 3.2 Tahapan dalam Proses Menyimak Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dan menangkap isi atau pesan dari objek tertentu. menilai. Sedangkan menurut Logan dan Greene dalam Tarigan (1991:15) membagi proses menyimak atas empat tahap yaitu mendengarkan.18 2. paragraf. maka dapat diambil simpulan bahwa menyimak adalah suatu proses. Dari beberapa pendapat ahli yang saling melengkapi di atas. kalimat. Bunyi bahasa perlu diinterpretasikan maknanya. mengevaluasi. Untuk menangkap bunyi bahasa itu diperlukan telinga yang peka dan perhatian terpusat 2. kata. Bunyi yang sudah ditangkap perlu diidentifikasi. dan penilaian. memahami. dan menanggapi. menginterpretasi. Menurut Loban dalam Tarigan (1991:15) proses menyimak terbagi atas tiga tahap yaitu pemahaman. perhatian. Dalam tahap mendengar. persepsi.

dan mendalam bahan yang disimak (Tarigan 1991:27). Menyimak konsentratif adalah menyimak yang sejenis telaah. dipertimbangkan. maka penyimak dituntut untuk memahami atau menghayati makna itu 5. menggeleng tanda tidak setuju. Kualitas hasil penilaian sangat bergantung kepada kualitas pengalaman dan pengetahuan penyimak. menilai. memahami.2. menanggapi. Setelah proses penginterpretasian makna selesai.3 Jenis-jenis Menyimak Tarigan (1994:35) membagi jenis menyimak berdasarkan cara penyimakan bahan simakan menjadi dua jenis yaitu: (1) menyimak intensif.19 4. Ada beberapa jenis kegiatan menyimak intensif. dikaji. Tanggapan atau reaksi penyimak terhadap pesan yang diterimanya dapat berwujud berbagai bentuk seperti mengangguk-angguk tanda setuju. mencibir atau mengerjakan sesuatu. teliti. Menyimak intensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami secara terperinci. (c) 19 . dan 6. 2. Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupaya untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat. Makna pesan yang sudah dipahami kemudian ditelaah. (b) menyimak konsentratif (concentrative listening). dan (2) menyimak ekstensif. antara lain: (a) menyimak kritis. dikaitkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak.

Adapun jenis-jenis menyimak ekstensif antara lain: (a) menyimak sosial (social listening) adalah proses menyimak yang biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkerama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang wajar. dalam garis-garis besar atau butir-butir penting tertentu ( Tarigan 1991:27). Kedua. mengikuti hal-hal yang menarik. (d) menyimak eksploratif (explorative listening) yaitu sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit. dan memperlihatkan perhatian wajar terhadap apa-apa yang 20 . frasa-frasa. karena sang penyimak akan mengajukan sebanyak mungkin pertanyaan. gerakan. Menyimak ekstensif adalah proses menyimak sehingga penyimak memahami isi bahan simakan secara sepintas. penglihatan. umum. kalimat-kalimat.20 menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat menimbulkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi. (f) menyimak selektif adalah kegiatan menyimak pasif yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal bunyi-bunyi asing. pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara. bunyi-bunyi homogen. kata-kata. menyimak ekstensif. serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya. dan bentuk-bentuk bahasa yang sedang dipelajari (Tarigan 1994:40-49). (e) menyimak interogatif (interogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi. nada dan suara.

(c) menyimak estetik (aesthetic listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan. biasanya hal ini dilakukan pada waktu kita sedang sendiri. Berdasarkan sumber suara yang disimak Berdasarkan sumber suara yang disimak. (b) menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening). Menyimak yang dimaksudkan di sini adalah menyimak suara yang berasal dari orang lain. penyimak hanya baru sampai pada taraf memberikan perhatian. Maksudnya adalah suara yang disimak berasal dari diri sendiri. Artinya kita mendengarkan pikiran kita berbicara. taraf hasil simakan. 2) menyimak antar pribadi (inter personal listening). Jenis menyimak ini. tujuan menyimak. 1) Menyimak bertaraf aktivitas rendah. dan tujuan spesifik. 1. Titik pandang tersebut berdasarkan sumber suara. taraf aktivitas menyimak dapat dibedakan atas kegiatan menyimak bertaraf rendah dan bertaraf tinggi. dorongan. dan menunjang pembicaraan. taraf aktivitas menyimak. Berdasarkan taraf aktivitas menyimak Dalam menyimak. dkk membagi ragam-ragam menyimak disebabkan oleh adanya berbagai titik pandang. (d) menyimak pasif (passive listening) adalah cara yang seolah-olah tidak memerlukan upaya bagi anak-anak dan sejumlah pendidik pribumi mempelajari bahasa asing (Tarigan 1994:37-38). 2. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal yang diperlihatkan 21 . Sutari. Berbeda dengan Tarigan. cara penyimakan bahan simakan.21 dikemukakan. terdapat dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intra pribadi (intra personal listening).

atau sejenisnya yang sifatnya mendukung pembicaraan. mengucapkan ya. Penyimak sudah lebih tinggi memperlihatkan keterlibatan mentalnya. 2) Menyimak bertaraf tinggi. setuju. Menyimak ini disebut silent listening. penuh perhatian. Berdasarkan taraf hasil simakan Berdasarkan taraf hasil simakan menyimak dibagi menjadi: 1) menyimak terpusat. Menyimak ini diperlihatkan penyimak dengan mengutarakan kembali isi simakan. Penyimak harus benar-benar memusatkan pikirannya agar tidak salah melaksanakan hasil simakannya itu. Penyimak mencoba menyimak secara kritis dengan cara menganalisis materi atau pesan yang disimaknya. Hal ini menunjukkan bahwa ia memahami bahan simakan. 2) menyimak untuk membandingkan. untuk kejelasan penyimak meminta data atau informasi lebih lengkap tentang hal yang dikemukakan pembicara. Penyimak harus mengetahui organisasi pikiran yang disampaikan pembicara. Penyimak menyimak pesan tersebut kemudian membandingkan isi pesan itu dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan. 4) menyimak kritis. Pikiran penyimak terpusat pada satu perintah atau abaaba. untuk mengetahui kapan saatnya mengerjakan suatu perintah. baik ide pokoknya maupun ide penunjangnya. Menyimak ini disebut active listening. 3. 22 . 3) menyimak organisasi materi.22 dengan mengangguk-angguk.

mobil dan sebagainya. gembira. 5. 2) menyimak ekstensif. Berdasarkan tujuan menyimak Ada enam jenis menyimak yang berdasarkan tujuannya. perubahan suara. yaitu: 1) menyimak sederhana. pada taraf ini setelah penyimak memahami dan menghayati pesan itu ia memperoleh inspirasi yang dapat melahirkan pendapat baru sebagai hasil kreasinya.23 5) menyimak kreatif dan apresiasif. 23 . Dengan cara menyimak yang intensif penyimak melakukan penyimakan dengan penuh perhatian. Penyimak memberikan reaksi lebih jauh terhadap hasil simakannya dengan memberi respon baik fisik maupun mental. Menyimak ini difungsikan untuk membedakan suara. Menyimak ini dengan tujuan untuk memperoleh kesenangan. Menyimak ini terjadi dalam percakapan dengan teman atau percakapan melalui telepon. ada dua ragam menyimak yaitu: 1) menyimak intensif. cerita pendek. seperti membedakan suara orang marah. dan dagelan. Berdasarkan cara penyimakan Berdasarkan cara penyimakannya. 3) menyimak santai. atau kecewa. suara burung. 4. Dalam menyimak ekstensif penyimak memahami materi simakan hanya secara garis besarnya saja. misalnya menyimak pembacaan puisi. ketekunan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam dan menguasai secara luas bahan simakannya. 2) menyimak deskriminatif.

4) menyimak apresiatif. misalnya menyimak pengumuman. 3) menyimak untuk menilai. 6) menyimak kritis. 24 . pembahasan hasil penemuan. dan film. dan drama. dan jawaban pertanyaan. Penyimak memahami. membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. emosi. Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara. 2) menyimak untuk menghibur. perdebatan. percakapan. sandiwara. mengapresiasi materi simakan. Misalnya menyimak pembacaan puisi. dagelan. cerita pendek. Menyimak untuk mengorganisasikan gagasan. kemudian menelan. atau untuk mengetahui penyimpangan. Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. menguji. dan kebingungan. misalnya menyimak pembicaraan cerita-cerita lucu. Berdasarkan tujuan khusus Logan dan kawan-kawan mengklasifikasikan menyimak berdasarkan tujuan khusus menjadi tujuh yaitu: 1) menyimak untuk belajar. kejengkelan. Penyimak menyimak sesuatu untuk menghibur dirinya. mengkaji. khotbah. seperti penyusunan materi dari berbagai sumber.24 4) menyimak informatif. Penyimak mendengarkan dan memahami simakan. 6. menghayati. melebih-lebihkan. Menyimak untuk mencari informasi. 5) menyimak literatur. misalnya dalam diskusi. propaganda.

bunyi. menurut Tarigan (1994:56) tujuan menyimak antara lain : 1. 7) menyimak pemecahan masalah.25 5) menyimak untuk mengomunikasikan ide dan perasaan. Jadi. merasakan gagasan. dia menyimak dengan belajar. Mungkin juga penyimak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya secara kreatif dan analitis. Penyimak memahami. Penyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaiakan oleh pembicara. ide. 2. perasaan pembicara sehingga terjadi sambung rasa antara pembicara dan pendengar. ada orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau yang diperdengarkan atau 25 . Tujuan orang menyimak sesuatu itu beraneka ragam. dkk 1997:28-34). ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dia dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara. kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang disengaja dan direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang diharapkan dari penyimaknya. 2. Menyimak ini untuk membedakan suara. yang bersangkutan mendapat informasi dari menyimak sesuatu tersebut (Sutari. 6) menyimak deskriminatif.4 Tujuan Menyimak Pada hakikatnya menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dan memahami informasi yang didengar. dengan kata lain.2.

dia menyimak untuk mengevaluasi. 5. 26 . ada orang yang menyimak agar dia dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimaknya itu (misalnya: pembacaan cerita. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat menilai apa-apa yang dia simak (baik-buruk. 3. sebab dari sang pembicara dia mungkin memperoleh banyak masukan berharga. pembacaan puisi. ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. 7. diskusi panel. singkatnya. perdebatan). mana bunyi yang membedakan arti (distingtif) mana bunyi yang tidak membedakan arti. dan lain-lain). 6. indah-jelek. dialog. tepat-ngawur. ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dia dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. maupun perasaan-perasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. logis-tidak logis. 4. pendek kata orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. pendeknya dia menyimak untuk menikmati keindahan audial. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting dan menunjangnya dalam mengkomunikasikan ide-idenya sendiri. ada orang yang menyimak dengan maksud agar dia dapat mengomunikasikan ide-ide.26 dipagelarkan (terutama sekali dalam bidang seni). biasanya ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicaraan asli (native speaker). musik dan lagu. gagasan-gagasan.

sebab menyimak memiliki nilai informatif. Orang yang berusaha menyimak tidak picik. memperkaya kosa kata kita.2. tidak fanatik buta. 5. 2. tidak sempit pandangan data. 3. sebagai suatu responsi. Dari uraian di atas dapat ditarik simpulan bahwa pada dasarnya “menyimak” sebagai sarana. dapat menghargai pendapat dan keberadaan orang lain. 4. selanjutnya ada lagi orang yang tekun menyimak sang pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini dia ragukan.27 8. Orang yang banyak menyimak. menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berharga bagi kemanusiaan. sebagai suatu keterampilan berkomunikasi. dengan perkataan lain. bermutu dan puitis. meningkatkan kualitas intelektualitas serta memperdalam penghayatan keilmuan dan khazanah ilmu kita. tetapi cenderung lebih lapang dada. yaitu memberikan masukan-masukan tertentu yang menjadikan kita lebih berpengalaman. Bahan-bahan 27 . komunikasinya menjadi lebih lancar dan kata-kata yang digunakan lebih variatif. menambah perbendaharaan ucapan yang tepat. memperluas wawasan. 2. serta membina sifat terbuka dan objektif. dia menyimak secara persuasif. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial. lewat menyimak kita dapat mengenal seluk beluk kehidupan dengan segala dimensinya.5 Manfaat Menyimak Menurut Setiawan (1990:27-28) manfaat menyimak adalah: 1. dan sebagai pengalaman kreatif. sebagai proses. sebagai seni. meningkatkan penghayatan hidup.

sikap menghargai karya atau pendapat orang lain dan kehidupan ini serta meningkatkan selera estetis cerita. meningkatkan citra artistik dan untuk mendapatkan ide-ide yang disimak. memperluas wawasan. meningkatkan citra artistik. meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial.6 Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Menyimak Komprehensif atau Menyimak Pemahaman. Jika banyak menyimak.2. menggugah kreativitas dan semangat mencipta kita untuk mampu menghasilkan ujaran-ujaran dan tulisan-tulisan yang berjati diri. dengan alasan bahwa menyimak 28 . Manfaat menyimak secara umum adalah menambah ilmu pengetahuan. 7. Pengalaman hidup yang berharga. jika kita menyimak bahan simakan yang isinya halus dan bahasanya indah. Salah satu tujuan menyimak ialah menerima rangsang untuk memahami suatu pesan tertentu. 6. Mendengar untuk tujuan memahami disebut menyimak komprehensif (comprehensive listening). meningkatkan intelektualitas. Banyak menyimak dapat menumbuh suburkan sikap apresiatif. Menyimak komprehensif perlu mendapatkan perhatian lebih khusus. Semua itu akan mendorong kita untuk giat berharga dan kreatif. memperkaya kosa kata. kita akan mendapatkan ide-ide yang cemerlang dan segar. 2. sehingga tergugah semangat kita untuk memecahkan problem yang ada sesuai dengan kemampuan kita.28 simakan yang baik sering membawa kita kepada perenungan-perenungan nilai kehidupan.

2. (2) konsentarsi. Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting yaitu: 1. kita tidak dapat memproses suatu informasi tanpa melibatkan memori. Dengan alasan-alasan tersebut. Melalui pengujian dapat diketahui seberapa besar efisiensi menyimak si pendengar.1 Memori (Ingatan) Salah satu faktor yang berhubungan langsung dengan mendengar komprehensif adalah memori. memberikan arah atau pedoman untuk mengingat pengalaman atau pengetahuan dan informasi-informasi yang telah diketahui sebelumnya. Menurut Sutari. 29 . Informasiinformasi itu tidak semuanya dapat dicerna akan tetapi beberapa dapat tercecer. Menurut teori skematis. bahkan informasi yang telah disimpan dapat hilang pula. dkk (1997:63) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan menyimak komprehensif antara lain: (1) memori (ingatan). menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam aktivitas 2. maka menyimak komprehensif melibatkan pemrosesan informasi.2.29 pemahaman bersifat testable (dapat diuji). dan (4) faktor-faktor tambahan. dan kita pun dapat mengukur menyimak komprehensif dengan mengukur seberapa jauh kemampuan seseorang dalam mengingat informasi-informasi yang telah diperoleh melalui ingatan atau memori. (3) kosa kata.6. memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita pada suatu aktivitas apabila konsep-konsep kita tersebut dikemukakan oleh orang lain 3.

dianggap lain daripada informasi yang lain atau dianggap unik 3. Selain mengenal teori-teori dan penyebab kelupaan. berupa informasi visual Menurut Montgomery ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat meningkatkan daya mengingat yaitu kita harus memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan daya ingatan. dan Montgomery (1979). Salah satu alasannnya adalah karena ia tidak memberikan perhatiannya pada materi yang harus diingatnya dan tidak memprioritaskannya sebagai urutan kepentingan paling atas dalam ingatannya. ada beberapa alasan mengapa seseorang lupa akan sesuatu. 30 . 2. dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupannya 2. manusia akan lebih mudah mengingat apabila informasi itu: 1.2 Konsentrasi Variabel signifikan lainnya yang berpengaruh pada menyimak komprehensif adalah kemampuan pendengar untuk berkonsentrasi atau menaruh perhatian pada item-item yang akan diingat. penting kiranya kita mengenal pula apa-apa yang mudah untuk diingat. Berkonsentrasi pada pesan yang dikirimkan oleh pembicara merupakan kesulitan utama yang dihadapi oleh pendengar.30 Menurut beberapa ahli memori seperti Lorayne.6. Menurut penelitian.2. dan peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita. terorganisir 4. meningkatkan konsentrasi terhadap suatu pesan. Cermak.

4 Faktor-faktor tambahan lain Ada beberapa faktor yang mempengaruhi variabel-variabel yang dapat berpengaruh terhadap pemahaman dari hasil pendengaran.2. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut: 1. Diasumsikan bahwa ukuran kosakata merupakan variabel penting dalam pemahaman mendengar. Karena penangkapan makna merupakan bagian integral dari proses mendengar.3 Kosakata Faktor lain yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosakata. 2.31 Salah satu alasan mengapa pendengar tidak dapat berkonsentrasi pada sumber pembicaraan (penutur) adalah seringnya berkomunikasi dalam rentang waktu yang terlalu lama. maka kita perlu memiliki kosakata yang cukup.2. sehingga keadaan seperti ini menuntutnya untuk membagi-bagi energi untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang dan tidak merespon pada satu rangsang saja. sehingga kita dapat mengembangkan sistem kategorisasi dan menekan sekecil mungkin kesalahan kategoris yang kita kembangkan dalam proses mendengar. faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penelitian yang terkontrol secara ilmiah 31 . 2.6.6.

Menurut Nurgiyantoro (2001:233) beberapa keuntungan yang dimaksud antara lain (a) menjamin tingginya tingkat kepercayaan tes. (d) dalam pengajaran bahasa asing dapat untuk menggantikan kehadiran penutur asli. bahan tes yang diujikan disampaikan secara lisan dan diterima peserta didik melalui sarana pendengaran.1 Persiapan Khusus Tes Kemampuan Menyimak Sesuai dengan namanya yang tes kemampuan menyimak. Masalah yang segera muncul adalah sarana apa yang harus dipergunakan.7.32 2. 32 . dan karenanya bersifat pragmatik. media tayangan (VCD) atau langsung disampaikan (dibacakan) secara lisan oleh guru sewaktu tes itu berlangsung. (b) memungkinkan kita untuk membandingkan prestasi antara kelas yang satu dengan yang lain walaupun selang waktu cukup lama. dkk 1997). atau lebih tepatnya komprehensi lisan. tidak banyak mengenal validitas dan reliabilitas tes mendengar yang diterapkan dalam penelitian 3. perlukah kita mempergunakan media rekaman. (e) dapat merekam situasi-situasi tertentu pemakaian bahasa untuk dibawa ke kelas.7 Tes Kemampuan Menyimak 2. (c) jika tes memiliki tingkat kesahihan dan keterpercayaan yang memadai.2. Penggunaan media rekaman untuk pelaksanaan tes komprehensif dengar mempunyai beberapa keuntungan dan karenanya lebih disarankan. karena sebagian besar penelitian belum terkoordinir dengan baik (Sutari. (e) guru dapat mengontrol pelaksanaan tes dengan lebih baik. 2. dapat dipergunakan berkali-kali.2.

2 Bahan Kebahasaan Tes Kemampuan Menyimak “Kemampuan menyimak (komprehensi lisan.33 Kelemahan pengunaan media rekaman terutama yang bersifat teknis.2. Hal ini juga merupakan pekerjaan tambahan yang tidak mudah dilakukan.7. 2. berhubung belum banyak tersedia program rekaman untuk latihan atau tes dalam bahasa Indonesia. Pemilihan wacana sebagai bahan untuk tes kemampuan menyimak hendaknya juga mempertimbangkan adanya beberapa faktor. untuk tes kemampuan menyimak. Oleh karena itu. Secara umum faktor-faktor yang dimaksud tidaklah berbeda halnya dengan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bahan tes struktur dan kosa kata. guru perlu menyiapkannya sendiri. dan dengan media rekaman tuturan juga kurang begitu jelas didengar dan kurang menarik sehingga bisa diatasi dengan pengunaan VCD. bahan kebahasaan yang sesuai tentulah berupa wacana. misalnya kita harus menyediakan perangkat kerasnya di ruang ujian. Akan tetapi. Tes komprehensi lisan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan peserta didik menangkap dan memahami informasi yang terkandung di dalam wacana tersebut yang diterima melalui saluran pendengaran. sehingga suatu informasi yang disimak lebih terkesan konkret dan nyata. komprehensi dengar) di sini diartikan sebagai kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan” (Nurgiyantoro 2001:234). berhubung sebuah wacana pastilah memuat informasi. disamping itu. pemilihan bahan tes lebih ditekankan pada 33 .

1 Tingkat Kesulitan Wacana Tingkat kesulitan wacana terutama ditinjau dari faktor kosa kata dan struktur yang dipergunakan. Jika rata-rata jawaban betul siswa kurang atau hanya mencapai 20 %. wacana itu pun akan sederhana pula. Wacana tersebut temasuk wacana yang tinggi tingkat kesulitannya. wacana yang bersangkutan termasuk wacana yang sulit bagi siswa kelas atau populasi itu. isi. ditambah lagi struktur kalimatnya juga kompleks. dan jenisjenis wacana. Jika hanya satu aspek saja.7. atau ke-7) tidak dibaca. Wacana yang baik untuk digunakan dalam tes 34 .2. bermakna ganda dan abstrak.34 keadaan wacana. ke-6. Siswa diminta untuk menerka dan kemudian menuliskan katakata yang tidak dibaca tersebut pada secarik kertas. wacana dibaca oleh guru (penguji) di depan kelas dua kali. jika kedua aspek kebahasaan tersebut sederhana. cakupan. Sebaliknya. Ada suatu cara untuk memperkirakan tingkat kesulitan suatu wacana bagi kelas atau populasi yang bersangkutan. setiap pada kata yang ke-n (ke-5. Oleh karena pengukuran tingkat kesulitan wacana itu dalam kaitannya dengan kemampuan menyimak. Akan tetapi. wacana tersebut tergolong mudah bagi kelas yang bersangkutan. wacana yang bersangkutan masih tergolong agak sulit. Caranya. jarang dipergunakan. baik dilihat dari segi tingkat kesulitan. yaitu berupa teknik cloze (cloze test). 2. jika rata-rata jawaban betul siswa minimal mencapai 75 %.2. Jika kosa kata yang dipergunakan sulit. entah kosa kata atau struktur. teknik cloze pun diberikan secara lisan (oral cloze procedure) (Oller dalam Nurgiyantoro 2001:235).

Kelengkapan pesan itu tergantung pada panjangnya 35 . atau tidak sesuai pula dengan bidang minat dan kebutuhan. atau paling tidak ada lebih dari satu jawaban yang benar. 2.2.2 Isi dan Cakupan Wacana Isi dan cakupan wacana biasanya juga mempengaruhi tingkat kesulitan wacana. atau sesuai dengan bidang yang dipelajari. Sebaliknya. hendaklah kita menghindari wacana yang berisi suatu pandangan atau keyakinan golongan tertentu. Wacana yang akan diteskan hendaknya berisi hal-hal yang bersifat netral sehingga sangat dimungkinkan adanya kesamaan pandangan terhadap isi masalah itu. ia akan menambah tingkat kesulitan wacana yang diteskan. sesuatu yang bersifat kontroversial. atau lainlain yang sejenis. atau tidak sesuai dengan bidang yang dipelajari peserta didik.3 Jenis-jenis wacana Wacana yang merupakan satuan bahasa terlengkap akan memuat informasi atau pesan yang lengkap pula. Sebaliknya.2.35 kemampuan menyimak adalah wacana yang tidak terlalu sulit. hal itu akan mempermudah wacana yang bersangkutan.7.2. Hal-hal yang terakhir itu bisa menimbulkan adanya perbedaan pendapat. jika isi wacana itu tidak sesuai dengan minat dan kebutuhan.7. 2.2. atau sebaliknya terlalu mudah. Jika isi dan atau cakupan wacana itu sesuai dengan minat dan kebutuhan (kaitannya dengan perkembangan psikologis) peserta didik.

dan sebagainya). dan suara orang ketiga (perempuan) yang mengajukan pertanyaan pemahaman tentang dialog antara kedua orang yang telah diperdengarkan sebelumnya. Akan tetapi. deskripsi. ceramah. Dari segi panjangnya. Dipihak lain. wacana dapat berupa sebuah dialog atau bukan merupakan dialog (narasi. Alternatif jawaban disediakan secara tertulis pada lembar tugas yang tersedia. paragraf. atau bahkan hanya sebuah kata saja. sedang alternatif jawabannya disediakan secara tertulis dalam lembar tersendiri. Artinya.36 wacana. asal sudah memuat suatu pesan secara lengkap dan jelas. Adapun jenis-jenis dan atau bentuk wacana yang sering dipergunakan dalam tes kemampuan menyimak adalah sebagai berikut: 1. tes itu benar-benar mampu mengungkap kemampuan menangkap dan memahami bahasa lisan. wacana ada yang berupa sebuah buku. Rangsang yang diberikan secara lisan atau hanya diperdengarkan. Wacana yang akan diambil untuk tes kemampuan menyimak dapat berbentuk dialog atau bukan dialog. dialog Rangsangan yang diperdengarkan kepada peserta didik berupa sebuah dialog antara orang pertama (laki-laki) dengan orang kedua (perempuan). untuk pertimbangan kepraktisan. pertanyaan atau pernyataan singkat Para peserta tes diberi sebuah rangsang berupa sebuah pertanyaan atau parnyataan singkat. kita perlu membatasi panjang wacana yang diteskan. Tes dalam 36 . bab-bab dari sebuah buku. biasanya sebuah kalimat. 2. Yang terpenting adalah dari segi validitas tes itu terpenuhi.

3. benar-benar mencerminkan pemakaian bahasa yang sesungguhnya. Bahan ceramah yang diteskan dapat ceramah yang bersifat langsung ataupun tidak langsung. ceramah Rangsangan yang diperdengarkan berupa ceramah selama lima sampai delapan menit. Pembacaan teks tersebut biasanya dilakukan di tempat tertentu yang rapat. Tes kemampuan menyimak bentuk dialog tersebut lebih disarankan karena dapat mengungkap secara meyakinkan kemampuan peserta didik memahami dialog dalam bahasa target. jika dibaca dengan lagu yang sesuai dan ditambah sedikit gangguan suara lain. misalnya di studio. akan mendekati kenyataan pemakaian bahasa yang sesungguhnya. Bahan ceramah langsung adalah bahan langsung yang direkam dari semua aktivitas verbal yang terjadi sewaktu berlangsungnya ceramah. Bahan ceramah yang demikian. dan karenanya bersifat pragmatik. Suara-suara tersebut biasanya justru menjadi pengganggu. dan karenanya bersifat pragmatik.37 bentuk dialog tersebut. tidak ada suara-suara yang bersifat menganggu. Setelah selesai mendengarkan ceramah. ikut terekam. Oleh 37 . Ceramah yang tidak langsung pada hakikatnya bukanlah merupakan ceramah. peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaaan yang disajikan secara tertulis dalam lembar tugas yang sengaja disediakan. sehingga rekaman yang dihasilkan bersih. Selama mendengarkan ceramah peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan yang dianggap penting. baik yang berasal dari penceramah maupun pendengar. dan bahkan suara-suara lain. melainkan pembacaan sebuah teks yang sengaja direkam untuk maksud penyusunan tes kemapuan menyimak.

Bentuk tes yang dipergunakan dapat tes bentuk objektif isian singkat atau bentuk pilihan ganda.38 karena itu.3.2.3 Tingkatan Tes Kemampuan Menyimak Penyusunan tes kemampuan menyimak yang menyangkut aspek kognitif juga dibuat secara berjenjang. Fakta itu mungkin berupa nama. ceramah yang tidak langsung biasanya lebih mudah daripada yang langsung. jika dimungkinkan mulai dari tingkat ingatan sampai tingkat evaluasi.7.7. hubungan antar ide. antar faktor. Akan tetapi kemampuan pemahaman pada tingkat pemahaman (C2) ini belum kompleks benar. dan hubungan sebab akibat.3. ceramah yang tidak langsung itu kurang bersifat pragmatik.2.7. 2.2.1 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Ingatan Tes kemampuan meyimak pada tingkat ingatan sekedar menuntut peserta didik untuk mengingat fakta atau menyebutkan kembali fakta-fakta yang terdapat di dalam wacana yang telah diperdengarkan sebelumnya. antar kejadian. belum menuntut kerja 38 . angka. 2. Dilihat dari tingkat kesulitan wacana. 2. tanggal.2 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Pemahaman Tes kemampuan menyimak pada tingkat pemahaman menuntut peserta didik untuk dapat memahami wacana yang diperdengarkan. Kemampuan pemahaman yang dimaksud mungkin terhadap isi wacana. peristiwa. tahun. dan sebagainya.

barangkali.7. Bentuk tes yang dibuat dapat saja esai. Butir-butir tes kemampuan menyimak yang dapat dikategorikan tes tingkat penerapan.3. butir-butir tes tingkat ini belum sulit. butir tes akan lebih bersifat ingatan daripada pemahaman. Kemampuan peserta didik memahami atau memilih parafrase secara tepat merupakan bukti kuat bahwa mereka memahami wacana yang didengarnya. melainkan lebih disarankan membuat parafrasenya. tetapi bentuk objektif lebih banyak dipergunakan seseorang.3 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Penerapan Ada permasalahan khusus untuk menyusun tes kemampuan menyimak pada tingkat penerapan. Jika tes pada tingkat penerapan ini dimaksudkan untuk mengungkap kemampuan peserta didik menerapkan konsep atau masalah tertentu pada situasi yang serupa.39 kognitif tingkat tinggi. jika butir-butir tes hanya mengutip secara verba tim kalimat atau frase yang ada dalam wacana.2. adalah butir tes terdiri dari pernyataan (diperdengarkan) dan gambar-gambar sebagai alternatif jawaban yang terdapat di dalam lembar 39 . penyusunan redaksi butir tes hendaklah jangan secara langsung mengutip kalimat atau frase yang terdapat dalam wacana. Akan tetapi. namun hal itu berarti kita tidak mengukur kemampuan memahami informasi wacana lisan. Sebaliknya. 2. dan situasi apa yang dinyatakan baru itu? Jika konsep itu berupa struktur dan atau kosa kata memang mungkin. kemampuan pemahaman dalam tingkat yang sederhana. Dengan kata lain. timbul pertanyaan: konsep atau masalah apa yang ada dalam kemampuan memahami bahasa lisan. Jadi.

Hal itu mengingat bahwa rangsang hanya diperdengarkan sekali. peserta didik dituntut untuk melakukan kerja analisis. Dengan demikian.2. Jadi. jawaban yang tepat secara pasti belum dapat ditentukan. Kepada peserta didik diperdengarkan sebuah wacana (kalimat) satu kali. 2. butir tes tingkat analisis lebih kompleks dan sulit daripada butir tes pada tingkat pemahaman. Hal itu akan berbeda 40 . Tugas seperti itu sungguh-sungguh menuntut kerja kognitif yang tidak mudah.3. dan hubungan situasional. sebab akibat. menemukan hubungan kelogisan. Akan tetapi.4 Tes Kemampuan Menyimak Tingkat Analisis Tes kemampuan menyimak pada tingkat analisis pada hakikatnya juga merupakan tes untuk memahami informasi dalam wacana yang diteskan. Tanpa melakukan kerja analisis wacana. dan tugas peserta didik adalah memilih di antara beberapa gambar yang disediakan yang sesuai dengan wacana. dan jika terjadi kekurangjelasan informasi yang diterima. Analisis yang dilakukan mungkin berupa analisis detil-detil informasi. untuk dapat memahami informasi atau lebih tepatnya memilih alternatif jawaban yang tepat itu. Hubungan antara rangsang yang diperdengarkan dengan alternatif jawaban yang disediakan tampaknya kurang ada hubungan secara langsung.7. ia bersifat sangat abstrak. pesera didik tidak dapat menegeceknya kembali. mempertimbangkan bentuk dan aspek kebahasaan tertentu. Berdasarkan ingatan dan pemahamannya yang terdapat di dalam pikirannya itulah peserta didik melakukan kerja analisis.40 tugas (Harris dan Amran Halim dalam Nurgiyantoro 2001:243).

dan kepopulerannya sangat berpengaruh kepada para pendengarnya.8 Faktor Penentu Keberhasilan Menyimak Efektivitas kegiatan menyimak bergantung kepada sejumlah faktor. karismanya. informasi kepada para pendengar melalui bahasa lisan. penguasaan materi: pembicara harus menguasai. dapat pula dipergunakan dalam tes ingatan analisis. Akan lebih baik bila pembicara adalah ahli. dapat dibaca berkali-kali. 2. memahami.2. Jenis dan bentuk wacana yang dipergunakan dalam tes tingkat pemahaman (C2). pakar. menghayati benar-benar materi yang akan disampaikannya kepada para pendengar. Kualitas pembicara. Karena itu sejumlah tuntutan yang dialamatkan kepada pembicara seperti: 1. Menurut Tarigan (1991:38-40) faktor-faktor itu adalah 2. ide.41 halnya dengan tugas dalam membaca karena pada tes membaca.2. berbahasa baik dan benar: pembicara harus menyampaikan materi pembicaraannya dalam bahasa yang baik dan benar. keahliannya. 2. Hal yang terutama membedakan keduanya adakah tingkat kekompleksan wacana dan alternatif jawaban yang disediakan.8.1 Pembicara Pembicara adalah orang yang menyampaikan pesan. baik rangsang maupun alternatif jawaban yang disediakan. dalam bidang yang disampaikannya tersebut. Ucapan jelas. intonasi 41 .

susunan kalimat sederhana dan benar. Pembicara yang terlalu over acting akan membuat pendengarnya beralih dari isi pesan yang disampaikan kepada tingkah laku yang dianggap aneh. serta menguasai para pendengarnya.2. Bahan yang disampaikan harus tersusun secara sistematis dan mudah dimengerti.8. Pembicaraan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti: 42 . 5. Bahasa yang digunakan pembicara dalam menyampaikan materi pembicaraannya menarik. percaya diri: pembicara harus percaya akan kemampuan diri sendiri. gaya bicara menarik: pembicara harus tampil dalam gaya yang menarik dan simpatik. kontak dengan pendengar: pembicara harus menjalin kontak dengan pendengarnya. Pembicara menghargai. 2. atau informasi yang hendak disampaikan oleh seorang pembicara kepada pendengarnya. dan sesuai dengan taraf pendengarnya. berbicara sistematis : pembicara harus berbicara sistematis. 3. pilihan kata atau istilah tepat. 4. Pembicara yang yakin akan kemampuan dirinya akan tampil dengan mantap dan meyakinkan pendengar. sederhana.2 Pembicaraan Pembicaraan adalah materi. isi. menghormati. pesan. 6. Yang bersangkutan harus menghindari tingkah laku yang dibuatbuat atau berlebih-lebihan. efektif.42 tepat.

4. diminati.3 Situasi Situasi dalam menyimak diartikan segala sesuatu yang menyertai peristiwa menyimak di luar pembicara.2. atau digandrungi oleh pendengar. aktual: pembicaraan haruslah sesuatu yang baru.43 1. 2. seimbang: taraf kesukaran pembicaraan harus seimbang dengan taraf kemampuan pendengar. 2. berguna. Beberapa hal yang pantas diperhatikan dalam proses menyimak antara lain: 1. sehingga mudah diikuti dan dipahami pendengar. atau bermakna bagi pendengar. hangat. dalam pusat minat pendengar: pembicaraan haruslah yang berkaitan dengan pendengar. ruangan: ruangan atau tempat berlangsungnya peristiwa menyimak harus menunjang. Materi yang bermakna bagi kelompok pendengar A belum tentu bermakna bagi kelompok pendengar B. Sesuatu yang baru pastilah lebih menarik. bermakna: pembicaraan haruslah sesuatu yang berarti. 3. Ruangan yang menunjang adalah ruangan yang memenuhi 43 . Akan lebih baik lagi bila pembicaraan itu berada dalam lingkaran pusat minat pendengar. Situasi tersebut sangat berpengaruh dan menentukan keefektifan menyimak. atau aktual. 5. Sebaliknya materi pembicaraan yang terlalu tinggi akan membuat pendengar kewalahan. pembicaraan. Materi pembicaraan yang terlalu mudah tidak menarik dan berguna bagi pendengar. sistematis: pembicaraan harus tersusun sistematis. dan menyimak.8.

faktor penyimak adalah yang terpenting dan paling menentukan keefektifan dalam peristiwa menyimak. suasana yang baik antara kelompok pendengar sangat menunjang keefektifan menyimak. tenang: suasana dan lingkungan yang tenang jauh dari kebisingan. Dibandingkan dengan faktor-faktor yang lain. warna ruangan dan luas ruangan. 44 . Sebaliknya biarpun ketiga faktor yang pertama kurang memadai. saat. tekun. 2. dan rileks. penataan tempat duduk pendengar.8. penerangan. waktu: waktu berlangsungnya peristiwa menyimak harus diperhatikan dan diperhitungkan sebaiknya pada saat yang tepat misalnya pagi-pagi. peralatan: peralatan yang digunakan dalam peristiwa menyimak haruslah yang mudah dioperasikan baik produksi suasananya dan berguna dalam melancarkan kegiatan menyimak. Sebab.4 Penyimak Penyimak adalah orang yang mendengarkan dan memahami isi bahan simakan yang disampaikan oleh pembicara dalam suatu peristiwa menyimak. asal si penyimak berusaha sungguh-sungguh. dan kerja keras maka keefektifan menyimak dapat tercapai. 2.saat pendengar masih segar. walau ketiga faktor yang pertama sudah memenuhi persyaratan bila si penyimak tidak mau menyimak maka sia-sialah semuanya. 3. 4. ventilasi. kurang sempurna.44 persyaratan akustik.2. tempat pembicara. pandangan yang tidak mengganggu konsentrasi.

5. dan memahami isi bahan simakan. Penyimak tidak mungkin menyimak secara efektif bila kondisi fisik dan mentalnya tidak menunjang.45 Hal-hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut diri penyimak antara lain: 1. 6. berminat: penyimak hendaknya berminat. 45 . mempunyai kemampuan linguistik dan nonlinguistik: penyimak haruslah memiliki kemampuan linguistik agar yang bersangkutan dapat meminati menginterpretasi dan memahami makna yang terkandung dalam bunyi bahasa. 2. atau mengusahakan bahan yang disimaknya. Disamping itu penyimak juga harus memiliki kemampuan non linguistik. berpengalaman luas dan berpengetahuan: penyimak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan luas dan mendalam akan lebih mudah menerima. Kemampuan nonlinguistik berguna dalam membaca situasi. kondisi: kondisi fisik dan mental penyimak dalam keadaan baik dan stabil. yang berfungsi sebagai pelengkap makna pembicaraannya. Untuk sementara yang bersangkutan harus dapat menyingkirkan pikiran-pikiran lain selain bahan simakan. bertujuan: penyimak harus bertujuan dalam menyimak. perubahan air mukanya. 3. menafsirkan gerak-gerik pembicara. mencerna. 4. Yang bersangkutan harus dapat merumuskan tujuannya secara tegas sehingga ia mempunyai arah dan pendorong dalam menyimak. konsentrasi: penyimak harus dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan simakan.

Faktor-faktor tersebut saling melengkapi dan saling menunjang demi keberhasilan kegiatan menyimak. menurut Tarigan (1991:113) penilaian itu diarahkan kepada butir-butir komponen satuan pembelajaran seperti: 1. pemilihan media. Dalam segi perencanaan menyimak. pelaksanaan. 2. Karena perencanaan. pemilihan metode 4. situasi. pengembangan bahan 3.46 Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mendukung keefektifan kegiatan menyimak adalah pembicara. Penilaian terhadap program pengajaran mencakup penilaian terhadap segi perencanaan. dan penilaiannya. sumber. perancangan kegiatan belajar mengajar. dan penilaian program pengajaran itu disusun oleh guru maka pada hakikatnya penilaian program ini berarti penilaian terhadap guru itu sendiri. penyusunan TIK (Tujuan Instruksional Khusus) 2. dan 6. menurut Tarigan (1991:114) penilaian terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak ditujukan terutama kepada: 46 . dan sarana 5. Selain itu.2. dan penyimak.9. penyusunan cara penilaian. pelaksanaan. pembicaraan. Penilaian Pembelajaran Menyimak Menurut Tarigan (1991:113) penilaian dalam proses belajar-mengajar biasanya ditujukan kepada dua hal yakni: (1) penilaian program pengajaran dan (2) penilaian hasil belajar.

Sebaliknya bila suatu pengalaman belajar belum memenuhi persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar tersebut belum sempurna. Penilaian itu dapat pula dilakukan secara teoretis dengan menilai skenario pelaksanaan program pengajarannya. 47 . serta keterampilan. Penilaian terhadap pelaksanaan program pengajaran yang paling tepat bila penilaian itu dilaksanakan di saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di kelas. Sebelum peserta didik sampai pada tujuan pembelajaran yang bersangkutan harus melalui proses belajar. Bila guru dapat merancang dan menjelmakan pengalaman belajar yang tepat bagi peserta didik maka guru tersebut berhasil dalam pelaksanaan program pengajaran menyimak. relevansi kegiatan belajar dengan tujuan pengajaran 3. Bagaimana cara menilai pengalaman belajar? Ukuran yang diterapkan untuk menilai suatu pengalaman belajar itu baik atau tidak adalah: 1. berarti perencanaannyalah yang dinilai. pengembangan konsep.47 1. aktivitas belajar peserta didik 2. sikap dan nilai. pengalaman belajar relevan dengan tujuan pengajaran 2. pengembangan keterampilan proses 4. pengalaman belajar mengaktifkan peserta didik (Tarigan 1991:114) Bila suatu pengalaman belajar memenuhi ketiga persyaratan di atas maka dikatakan pengalaman belajar itu baik. pengalaman belajar membina keterampilan proses 3. Aktivitas atau kegiatan belajar inilah yang disebut pengalaman belajar. Dalam cara penilaian ini.

Dari beberapa pengertian berita menurut para ahli di atas.2. Djuraid (2006:11) berpendapat bahwa berita adalah sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan di media massa.10 Pengertian Berita Menurut pendapat Spencer dalam Iskandar Muda (2003:21) berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca. dapat disimpulkan bahwa berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa. Menurut Charnley dalam Iskandar Muda (2003:22) “berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas”. 48 . Selain itu penilaian juga dapat dilakukan secara teoretis dengan membuat instrumen penilaian pada skenario pembelajaran.48 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu penilaian pengajaran menyimak akan lebih efektif bila dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas sehingga akan terjadi penilaian umpan balik antara peserta didik dan guru. 2.

Keunggulan TV dan media elektronik yang lain adalah kemampuannya menyampaikan berita secara langsung (live). (6) eksklusif.49 2.2. tapi juga lokasi kejadian. (7) ketegangan. (11) progresif.11 Unsur-unsur Berita Menurut Djuraid (2006:16) unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah berita antara lain: (1) aktual. (9) human interest. Secara psikologis.2. TV juga mampu menyajikan suatu berita yang aktual. (5) tokoh. Bahkan berbagai peristiwa dari penjuru dunia bisa ditampilkan secara langsung saat itu juga. 2. baik secara pribadi maupun kelompok masyarakat.2. (3) penting. (4) luar biasa. Bukan hanya kepentingan yang bersifat kejiwaan. seseorang akan terpengaruh oleh berita yang berhubungan dengan dirinya. TV tidak hanya menyajikan hiburan tapi juga berita yang cepat. 2. Selain dapat menyajikan berita yang cepat. 49 .2 Kedekatan Unsur kedekatan menjadi pertimbangan seseorang untuk membaca sebuah berita. (2) kedekatan. (10) seks.11. Berita yang aktual adalah berita yang baru saja terjadi atau berita hangat (Alwi 2002:23). aktual dan cepat tanpa mengurangi kualitas berita.11. (12) trend dan (13) humor. (8) konflik.1 Aktual atau Termasa Dalam dasa warsa terakhir ini media elektronik terutama TV mengalami perkembangan yang sangat pesat.

1 Kedekatan Geografis Jarak terjadinya berita dengan lokasi berita itu diterbitkan mempunyai arti penting. Karena para pembaca merasa bahwa kejadian yang diberitakan itu merupakan bagian dari dirinya.2. 2.2. Masyarakat ingin mengetahui apa saja yang terjadi di sekitarnya dengan mengonsumsi media cetak dan elektronik. maka dia harus berpikir bahwa beritanya itu bisa merangsang orang untuk membacanya.11. 2. Ada rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat untuk mengetahui tentang yang sebenarnya terjadi. Kedekatan psikologis ini bisa dilandasi faktor primordial kedaerahan dan nasionalisme.2 Kedekatan Psikologis Selain hubungan kedekatan kedaerahan.50 Kedekatan suatu berita dapat dilihat dari kedekatan geografis dan kedekatan psikologis.3 Penting Salah satu pedoman wartawan dalam menulis berita adalah beritanya akan dibaca banyak orang.11.2.11.2. 2. Penting tidaknya sebuah berita 50 .2. juga ada kedekatan psikologis antara masyarakat pembaca dengan berita yang ditampilkan. Ada kecenderungan masyarakat yang senang ketika peristiwa atau kondisi di daerahnya di ekspos di media. Ketertarikan itu bisa karena adanya kepentingan masyarakat yang ada dalam berita itu.

tapi kalau yang melakukan adalah seorang artis misalnya.5 Tokoh Untuk menentukan sumber berita. Selain itu ada tokoh yang muncul dari profesi seperti artis.4 Luar Biasa Hal-hal yang biasa. 51 . Kriteria suatu berita dianggap suatu berita yang luar biasa adalah masalah yang diangkat dalam berita tersebut adalah suatu peristiwa yang tidak terduga dan peristiwa yang tidak pernah ada sebelumnya. akan menjadi perhatian dan tentu saja menarik untuk diberitakan.11.11. tapi ditentukan sejauh mana masyarakat membutuhkan. Kebutuhan ini tidak sekedar kebutuhan informasi tapi juga menyangkut hasrat orang banyak. 1. Tokoh ini menjadi bahan berita karena perilaku dan ucapannya.2. Ada dua kategori tokoh dalam berita 1. yang sudah biasa terjadi. Sesuatu yang dilakukan orang biasa tidak akan menarik. politikus dan kalangan lain. Tokoh Masyarakat Setiap komunitas atau kelompok masyarakat punya tokoh sendiri-sendiri. tidak menarik untuk diberitakan. 1. baik tingkah laku maupun ucapannya. kepintaran dan pengaruh seseorang di masyarakat.2. harus dilihat kadar ketenaran. Apapun yang dilakukan seorang tokoh masyarakat (public figure) menarik untuk diberitakan. olahragawan. kecuali diantara rutinitas itu muncul sesuatu yang baru dan menarik.51 tidak ditentukan oleh besar-kecilnya atau panjang-pendeknya berita.

eksklusif seharusnya ditempatkan di peringkat teratas. tapi siapa saja yang terlibat dalam sebuah peristiwa yang jadi publikasi media massa. Dalam penilaian berita.11. 1. Banyak cara untuk bisa mendapatkan berita yang eksklusif. Tokoh dalam Berita Tokoh dalam berita tidak harus publik figur. Bahkan kalau dibuat peringkat diantara unsur-unsur berita.2. 1.7 Ketegangan Ketegangan sering muncul saat pembaca menunggu detik-detik akhir sebuah peristiwa yang akan terjadi. apalagi kalau beritanya sedang hangat dibicarakan masyarakat. Pengaruh berita kepada pembacanya sehingga menimbulkan ketegangan terjadi karena 1.6 Eksklusif Berita eksklusif adalah berita yang dimiliki sendiri dan tidak dimiliki oleh yang lain. 2.11. Materi Berita Materi berita yang baik pasti akan menarik masyarakat untuk membacanya. apalagi dampak yang ditimbulkan cukup besar.52 Sebagai orang istimewa. apapun yang dilakukan dan diucapkan menarik untuk jadi bahan berita. Misalnya saja masalah pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan pejabat dan politikus yang 52 .2. unsur eksklusif ini memiliki nilai yang tinggi. Diantaranya adalah dengan menemui banyak sumber dan jeli memanfaatkan kesempatan.

sehingga timbul suatu reaksi dalam diri pembaca yang merupakan suatu respon atas berita yang dibacanya. Materi berita yang baik memang akan menjadi daya tarik pembaca. Cara Penyajian (How to Pressent) Untuk menampilkan berita yang menarik ternyata cukup dengan bekal materi yang menarik. Para pembaca ingin melihat sejauh mana keseriusan pemerintah memberantas korupsi. bagaimana menyajikannya sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca.2. Disinilah timbul ketertarikan dan ketegangan pada pembaca. 53 .7 Konflik Masyarakat sangat menggemari berita-berita pertentangan. Dalam kehidupan. 2. baik yang positif maupun negatif. masyarakat mulai menaruh kepercayaan kepada pemerintah. bidang politiklan yang paling banyak menimbulkan pertentangan. Dengan suatu rangkaian kalimat yang menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya dan kemampuan menuangkan pikiran atau data yang tersimpan dalam sebuah tulisan akan membawa imajinasi pembaca seolah-olah mereka berada atau terlibat dalam kejadian tersebut. Berita-berita tentang pertentangan ini yang selalu menarik minat masyarakat untuk membacanya karena berita tersebut bermuatan konflik yang membawa psikologis dan perasaan pembaca.53 selalu menarik masyarakat untuk membacanya.11. Tapi dibalik itu cara penyajian tak kalah pentingnya. Dalam kehidupan manusia modern. pertentangan selalu muncul. 2. Ketika beberapa pejabat mulai dihukum.

Berita menjadi menarik bukan hanya karena materinya tapi juga karena cara menuliskannya. perceraian.2.11.8 Human Interest Segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia selalu menarik untuk diikuti. baik yang positif maupun negatif. Berita yang mengandung unsur human interest dibuat sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi perasaan pembacanya. ada unsur kemanusiaan di dalamnya yang membuat perasaan kita tersentuh.2. Setiap kali kita membaca sebuah berita. Beragam berita yang tarkait dengan seks selalu menarik minat pembaca. tidak ada satupun yang lepas dari unsur human interest karena melibatkan perasaan manusia sebagai sumber berita.10 Seks Mendengar katanya saja orang sudah tertarik untuk membacanya. Berita tentang perceraian sepasang artis yang diekspos oleh media menimbulkan banyak reaksi. baik seks dalam artian harfiah maupun dalam arti yang luas. seks memiliki daya tarik yang tinggi. perkawinan. 54 . 2. perselingkuhan dan perilaku yang lain. Dalam penulisan berita. Berita seputar artis yang banyak menghiasi media cetak dan elektronika tak lepas dari masalah seks. Berita human interest menarik untuk dibaca karena salah satunya disebabkan oleh cara pengungkapan melalui tulisan yang baik.54 2. Dimana saja.11. Bermacam-macam reaksi yang ditimbulkan oleh sebuah berita.

Sebuah berita besar tidak akan diberitakan hanya sekali. Kasus seks seperti perkosaan dan perilaku seks yang menyimpang juga kerap menjadi bahan berita.11. Sebuah berita besar tidak cukup hanya disajikan sekali. 2. tapi terus menerus sampai beberapa edisi. Trend ini biasanya seputar munculnya produk baru 55 .55 Berita seks bukan hanya soal kawin cerai atau perselingkuhan para artis dan tokoh masyarakat saja yang menarik dibaca. terutama dalam bingkai berita kriminal.11. apalagi kalau peristiwanya berlangsung terus menerus.12 Trend Masyarakat modern selalu bergerak dinamis.2. Bahkan berita besar seperti bencana tsunami di Aceh menjadi berita utama berbulan-bulan di media lokal. secepat aktivitas mereka sehari-hari. Dalam perkembangan yang cepat itu. progresif juga ada dalam suatu pemberitaan. muncul kebiasaan atau kecenderungan (trend) baru di masyarakat.11 Progresif Selain progresif dalam arti kemajuan dan penemuan terbaru.2. 2. Masyarakat akan menunggu perkembangan terbaru dari peristiwa yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Kasus serupa yang terjadi pada tokoh masyarakat kadang juga mencuat sebagai sebuah skandal yang jadi pusat liputan media. Perkembangan yang terjadi di masyarakat modern berlangsung cepat. Media asing juga menempatkan sebagai berita utama dalam kurun waktu yang cukup lama.

Humor dalam berita bisa dalam wujud tulisan dan gambar.56 yang digemari masyarakat. maka sebuah berita yang meliput tentang trend terbaru suatu produk akan menarik minat masyarakat untuk membaca berita tersebut. 2. Humor adalah segala sesuatu yang menimbulkan rasa geli atau lucu karena ketidakpantasan atau keganjilan. kriminal. tapi banyak yang berasal dari kiriman pembaca.13 Berita Humor Berita-berita yang termuat di media. Di beberapa media sengaja disediakan rubrik humor. Berita politik. bisa dari tulisan wartawan sendiri. Tak jarang. humor menjadi bahan yang menarik untuk menghindari ketegangan. Untuk itu. sosial dan berita lain sering membuat pembaca terpengaruh untuk ikut berpikir.11. 56 .12 Jenis-jenis Berita Bagi seorang penulis. mengetahui unsur-unsur yang harus dipenuhi supaya sebuah berita menjadi menarik dan layak muat merupakan sebuah keharusan. Bahannya.2. Diantara ketegangan-ketegangan itu perlu ada penyeimbang agar masyarakat tidak terlalu larut dalam kesedihan. tak jarang menimbulkan ketegangan. 2. Cerita yang berkaitan dengan seks dan politik sering ditampilkan untuk memancing ketawa. cerita tentang seorang tokoh atau orang terkenal sering jadi bahan lelucon. baik harian maupun mingguan.2. Pengalaman pribadi atau cerita fiksi yang lucu sering ditampilkan untuk memancing tawa masyarakat.

berita politik Berita politik adalah berita mengenai berbagai macam aktifitas politik yang dilakukan para pelaku politik di partai politik. Tapi bagi para pelaku dunia usaha. Perekonomian berkembang begitu pesat dengan lahirnya banyak perusahaan dan merek produk.57 Namun hal itu belum cukup. nama perusahaan justru menjadi kebutuhan. 2. informasi mengenai merek produk. seorang penulis sebaiknya juga mengetahui jenisjenis berita. berita ekonomi tidak hanya masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah maupun kondisi ekonomi secara internasional. berita ekonomi tidak memiliki daya tarik. Hampir semua media menampilkan berita politik sebagai sajiannya. bahkan mereka mengamati perkembangan itu begitu cermat. para pengambil kebijakan dan para pelaku dunia usaha. para pebisnis. Bagi masyarakat. 57 . Tapi dalam perkembangannya. Bagi banyak orang. pemerintahan dan masyarakat secara umum. lembaga legislatif. Djuraid (2006:55-82) menggolongkan berita menjadi: 1. berita itu sangat menarik. tapi berita ekonomi memiliki segmen yang jelas. dari detik ke detik. berita ekonomi Meskipun tidak banyak pembacanya. bahkan beberapa media umum menempatkan berita politik sebagai berita utama.

Bahkan kasus yang lebih besar. hiburan dan keluarga Berita tentang musik. berita olahraga menjadi daya tarik tersendiri. Berita mengenai selebritis tetap mendominasi berita seni dan hiburan yang dimuat dalam halaman khusus. berita pendidikan Dibanding materi yang lain. Tapi di kota yang memiliki banyak 58 . berita kriminal memang disesuaikan dengan pembacanya.58 3. 6. berita olahraga Ketika masyarakat mulai bosan dengan berita politik dan kriminal. seni dan keluarga mendapat sambutan baik dari masyarakat. berita pendidikan bisa jadi yang paling tidak menarik. Memang belum ada survey khusus soal karakteristik pembaca koran. tapi diselipkan bersama berita lain. Biasanya koran menempatkan berita pendidikan tidak sebagai rubrik khusus. berita seni. tapi secara umum bisa dilihat berita olahraga banyak diminati oleh pembaca. 5. film dan TV menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Dibanding tabloid politik menjamur di awal reformasi. Ini ditandai dengan banyaknya tabloid hiburan yang menampilkan berita seluk beluk kehidupan artis. berita kriminal Berita kriminal memiliki daya tarik bagi berbagai kalangan masyarakat. Tabloid hiburan. berita soal selebritis dimuat di halaman pertama. Itulah sebabnya semua koran menempatkan berita olahraga dalam halaman khusus dengan tampilan yang menarik. Hanya saja. 4. tabloid hiburan dan keluarga mampu bertahan lebih lama. tidak terbatas pada salah satu segmen pasar saja.

Namun saat menjelang ujian dan tahun ajaran baru adalah saat ketika masalah pendidikan menjadi bahan pembicaraan dan pusat pemberitaan. Djuraid juga membagi berita berdasarkan sifat kejadiannya. 2. 1. berita dibagi menjadi dua yaitu (1) berita terjadwal dan (2) berita insidentil (Djuraid 2006:54-55). Selain jenis-jenis berita diatas. baik kota. Biasanya yang ditampilkan adalah berbagai aktivitas di pemerintahan. masalah pendidikan sama sekali tidak menarik diberitakan. Prinsip penting dari jenis berita ini adalah suatu perencanaan sebelumnya. Berdasarkan sifat kejadiannya. provinsi maupun pusat.59 perguruan tinggi seperti Malang. 7. Bisa jadi berita pemerintahan hanya sebagai pelengkap karena memang tidak terlalu penting. tapi pemuatannya tidak di halaman khusus. berita pendidikan ditempatkan sebagai rubrik khusus dengan halaman tersendiri. Dalam menghasilkan suatu berita atau liputan yang berkualitas. Meskipun demikian. perencanaan yang baik merupakan faktor yang paling menentukan. Berita pendidikan biasanya berupa seminar. Pada prinsipnya berita ini sama seperti berita yang sudah 59 . Berita terjadwal Berita terjadwal adalah berita-berita yang sudah dijadwalkan pada waktu tertentu. kegiatan ilmiah dan kegiatan lain di kampus. berita pemerintahan Meskipun hampir semua media cetak memuat aktivitas pemerintahan. Berita insidentil Berita insidentil adalah berita-berita yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga sama sekali.

2. Soft news bisa merupakan bagian dari peristiwa penting yang diberitakan melalui straight news atau berita yang berdiri sendiri. terdapat bagian berita atau yang sering disebut dengan kerangka berita. antara lain: 1. berita langsung (straight news) Berita langsung adalah berita tentang peristiwa yang penting yang harus segera disampaikan kepada pembaca dan ditempatkan di halaman utama. sifat peristiwa dan cara penulisannya. Berdasarkan materi. mungkin tidak lebih dari tiga alenia. koordinasi berita insidentil sifatnya lebih cepat dan akurat. Saat menghadapi berita insidentil juga dibutuhkan koordinasi di lingkungan redaksi. 3. mendalam dan tidak terpengaruh waktu.2. Dengan kerangka berita ini maka akan menjadi pelajaran dasar 60 . Materinya berisi laporan langsung wartawan yang menyaksikan kejadian secara langsung dan berita yang berisi fakta yang berat. Penulisannya tidak terlalu panjang.13 Kerangka Berita Dalam suatu berita.60 diagendakan. lengkap. Hanya saja bedanya. berita kisah (feature) Berita kisah adalah tulisan mengenai kejadian yang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci. Djuraid (2006:84-85) juga membagi berita menjadi tiga jenis. 2. berita ringan (soft news) Berita ringan adalah berita yang menampilkan sesuatu yang menarik. penting dan bersifat informatif. kejadian.

How adalah pertanyaan untuk mengetahui keadaan bagaimana sebuah peristiwa terjadi. Why. siang. What atau apa yang terjadi. 6. termasuk akibat yang ditimbulkan (Djuraid 2006:85-86). Sebab dari penyebab ini akan diketahui banyak hal di balik kejadian tersebut. Who. Atau yang lebih rinci lagi bisa disebutkan dengan hitungan jam. menit sampai detik. 5. Tokoh dalam berita adalah orang yang paling tahu dan berperan penting dalam peristiwa. dan How). Pertanyaan ini bisa dikembangkan menjadi bahan berita selanjutnya. Kerangka berita tersebut adalah unsur 5 W + 1 H (What. 4. Bisa disebut dengan pagi. 1. Why atau pertanyaan untuk menguak mengapa sebuah peristiwa bisa terjadi. 61 . Bukan hanya peristiwa. 2. misalnya keadaan seperti seorang tokoh yang berbicara mengenai sesuatu masalah. peristiwa kriminal seperti perampokan. Faktor utama sebuah berita adalah peristiwa atau keadaan. 3. Misalnya.61 menulis suatu berita. Where. Who atau tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita. sore atau malam. pencurian dan penipuan. Where atau tempat kejadian atau dalam istilah kriminal disebut TKP (Tempat Kejadian Perkara) yaitu tempat peristiwa atau keadaan. When atau waktu sebuah peristiwa atau keadaan terjadi. When.

14.14 Metode Drill 2. maka diperlukan metode atau teknik penyajian yang tepat.1 Pengertian Metode Drill Suatu pembelajaran yang dilakukan di kelas pasti mempunyai rumusan tujuan instruksional yang dibuat guru dan biasanya meliputi dua atau bahkan lebih tujuan yang akan dicapai. Menurut Roestiyah (2001:125) “metode drill ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatankegiatan latihan. kuis. Hal itu disebabkan oleh situasi dan pengaruh latihan 62 .2. sifat-sifat suatu latihan. bahkan siswa dapat memiliki ketangkasan itu dengan sempurna. bahwa setiap latihan harus selalu berbeda dengan latihan yang sebelumnya. Agar tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Latihan yang praktis. Bentuk tagihan dari metode drill adalah berupa tes mencongak.62 2. Dalam kaitannya dengan penelitian ini. Dalam penggunaan metode drill agar bisa berhasil guna dan berdaya guna perlu ditanamkan pengertian bagi instruktur maupun siswa. atau pertanyaan singkat. agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari”. Pengertian tersebut meliputi: 1. dengan demikian guru perlu menggunakan teknik penyajian atau metode yang bervariasi. Hal ini dapat menunjang siswa berprestasi dalam bidang tertentu. mudah dilakukan serta teratur melaksanakannya membina anak dalam meningkatkan penguasaan keterampilan itu. peneliti menggunakan metode drill karena metode yang digunakan ini dipandang sangat tepat dalam upaya meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik.2.

Persiapan yang baik sebelum latihan memotivasi siswa agar responsif yang fungsional. Juga dengan latihan itu siswa merasa perlunya untuk melengkapi pelajaran yang diterimanya. 2. berarti dan bermakna bagi penerima pengetahuan dan akan lama tinggal dalam jiwanya karena sifatnya permanen. gunakanlah latihan ini hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis. guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas ialah yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan. Langkah-langkah tersebut adalah: 1. Untuk kesuksesan pelaksanaan metode drill maka diperlukan instruktur atau guru yang harus memperhatikan langkah-langkah yang telah disusunnya. Latihan itu juga mampu menyadarkan siswa akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang ataupun di masa yang akan datang. sehingga mereka mengerti dan memahami apa tujuan latihan dan bagaimana kaitannya dengan pelajaranpelajaran lain yang diterimanya. serta siap untuk digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa dalam kehidupan. 63 . 2. Roestiyah (2001:126). Perlu diperhatikan juga adanya perubahan kondisi atau situasi belajar yang menuntut daya tanggap atau response yang berbeda pula. persiapan sebelum memasuki latihan guru harus memberikan pengertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi siswa. ialah yang dilakukan siswa tanpa menggunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam.63 yang berbeda-beda juga.

Maka dalam pelaksanaan latihan guru perlu mengawasi dan memperhatikan latihan perseorangan. sehingga timbul respon yang berbeda untuk peningkatan dan penyempurnaan keterampilannya. Roestiyah (2001:127-128). Kalau perlu guru mengadakan variasi latihan dengan mengubah situasi dan kondisi latihan. guru perlu meneliti kesukaran atau hambatan yang timbul dan dialami siswa. tetapi sering dilakukan pada kesempatan yang lain. 4.64 3. 64 . Serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktik. Masa latihan itu harus menyenangkan dan menarik. 5. 6. sehingga dapat memilih atau menentukan latihan mana yang perlu diperbaiki kemudian instruktur menunjukkan kepada siswa respon atau tanggapan yang telah benar dan memperbaiki response yang salah. instruktur perlu memperhatikan perbedaan individual siswa sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing tersalurkan atau dikembangkan. bila perlu dengan mengubah situasi dan kondisi sehingga menimbulkan optimisme pada siswa dan kemungkinan rasa gembira itu bisa menghasilkan keterampilan yang baik. Dengan langkah-langkah itu diharapkan bahwa latihan benar-benar bermanfaat bagi siswa untuk menguasai keterampilan menyimak. guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang esensial atau yang pokok sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang kurang diperlukan. guru memperhitungkan waktu latihan yang singkat saja agar tidak meletihkan dan membosankan.

dan lain-lain (Sudjana (1987:87) dalam Lutfiyah (2002:16-17). pembelajaran berjalan dalam kondisi yang harmonis.2 Manfaat dan Tujuan Metode Drill Ada beberapa manfaat dari penggunaan metode drill antara lain: 1. untuk melatih kecakapan mental. simbul peta. penggunaan rumusrumus dan lain-lain 3. karena antara guru dan siswa telah menyamakan persepsi dalam membahas materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.65 2. misalnya perhitungan. Adapun tujuan dari metode drill ini bagi siswa adalah: 1. mampu mengoptimalkan proses pembelajaran.14. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. memberikan keterampilan pada siswa untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya (Lutfiyah 2002:14-15). permainan. mampu memfokuskan perhatian siswa pada satu pokok bahasan yang dihadapi 5. 65 . seperti menulis. 2. 6. seperti penggunaan bahasa grafik. tanggapan. 4. untuk melatih hubungan. untuk hal-hal bersifat motorik. memberi sumbangan yang cukup besar dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan dalam program pembelajaran 3. mampu menggugah daya ingat siswa tentang apa yang pernah dipelajarinya 2. pembuatan dan lain-lain.2.

metode mengajar akan lebih bervariasi. pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. mendemonstrasikan dan lain-lain (Sudjana dan Rivai 2002:2).2. peneliti lebih memilih menggunakan media audio-visual karena dengan suatu objek yang nyata ditayangkan dalam media audio-visual berupa VCD akan memberikan pengalaman nyata yang sangat efektif untuk mendapatkan suatu pengertian karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal. sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. 2.15 Hakikat Media Audio Visual Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar peserta didik dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Pengalaman nyata itu adalah cara yang wajar dan 66 . Manfaat media pengajaran tersebut antara lain: 1. tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati.66 2. Peneliti memilih menggunakan media untuk membantu proses pembelajaran di kelas dengan memperhatikan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik. siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. 3. Penelitian kali ini. dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam palajaran. 4. melakukan. sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru.

Alat-alat audio-visual bisa dalam bentuk gambar.67 memuaskan dalam proses belajar. pita kaset. kurang menarik dan mudah dilupakan. Seseorang yang baik keterampilan menyimaknya. Dengan kegiatan menyimak seseorang dapat menyerap informasi penting yang didengarnya. Dengan pengalaman seperti itu cenderung membuat pelajaran atau informasi menjadi sukar ditangkap. 67 . Alat-alat audio-visual adalah alat-alat yang “audible” artinya dapat didengar dan alat yang “visible” artinya dapat dilihat (Suleiman 1981:11). tape recorder. namun sudah terlihat adanya kegiatan menyimak dan usaha memahami bahasa orang-orang disekelilingnya. Jadi pada dasarnya keterampilan menyimak merupakan keterampilan yang amat penting. maka akan baik pula tingkat pemahamannya terhadap suatu informasi yang didengarnya. ia akan sanggup mengembangkan pengertian yang sebaik-baiknya tentang semua yang dialaminya itu. slide. Pengalaman itu disebut pengalaman kata-kata. film bersuara dan televisi.3 Kerangka Berpikir Menyimak merupakan tahap pertama seseorang belajar bahasa. Alat-alat audiovisual gunanya untuk membuat cara pengajaran menjadi lebih efektif. Hal itu tampak pada bayi yang masih belum mampu berbicara. dibandingkan dengan cara pembelajarannya adalah pemberian informasi dengan kata-kata. Kalau semua orang bisa mendapat pengalaman nyata dan mempunyai kecerdasan yang dapat menyerap pengertian yang menyeluruh dari segi tentang semua pengalaman itu. foto. model. 2. Hal ini lebih efektif dan lebih bermakna bagi siswa.

Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita yaitu dengan penggunan media audio-visual. sehingga akan memberikan pengalaman yang nyata pula. Guru menganggap keterampilan menyimak adalah keterampilan yang mudah. sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi rendah.68 Namun dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa di SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora pada peserta didik kelas VIII A. akibatnya keterampilan itu cenderung diabaikan dan tes kemampuan menyimak tidak diberikan secara intensif pada waktu tertentu dan mendalam pada peserta didik. Penggunaan media audio-visual sangat berpengaruh terhadap pembelajaran menyimak berita dan memahami isinya. suatu berita yang ditayangkan dengan VCD terkesan sebagai suatu objek yang nyata. yang sangat efektif untuk 68 . perlu adanya suatu upaya pembelajaran bermotivasi yaitu pembelajaran yang bertumpu pada cara untuk menumbuhkan motivasi. Dengan anggapan seperti itu. Dengan media audio-visual. karena mereka beranggapan “selama peserta didik tidak tuli maka mereka bisa mendengarkan”. Dengan penggunaan media audio-visual dalam pembelajaran menyimak berita diharapkan akan tumbuh motivasi dan minat peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita. pembelajaran dan tes menyimak kurang mendapat perhatian yang khusus seperti pembelajaran bahasa lain. Berkenaan dengan hal itu. maka pembelajaran menyimak hanya disertakan pada pembelajaran-pembelajaran yang lain.

adanya peningkatan keterampilan dalam menyimak khususnya menyimak berita dan terjadi perubahan perilaku yang positif terhadap peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. Prinsip dasar dari metode drill adalah pemberian latihan-latihan sehingga peserta didik menguasai keterampilan dan memiliki ketangkasan tentang keterampilan menyimak berita. Metode yang tepat tersebut adalah metode drill.4 Hipotesis Tindakan Hipotesis yang digunakan untuk memberikan arah pada penelitian ini adalah. 69 . 2. Selain penggunaan media pembelajaran. setelah dilakukan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual.69 mendapatkan suatu pengertian atau pemahaman karena pengalaman nyata itu mengikutsertakan semua indera dan akal.2. penggunaan metode pembelajaran yang tepat juga sangat membantu keberhasilan proses pembelajaran.

70 . Dari masing-masing siklus terdapat empat kegiatan yang berupa kegiatan perencanaan. yang terdiri atas dua siklus. observasi.70 BAB III METODE PENELITIAN 3. dan refleksi.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. tindakan. yaitu siklus I dan siklus II. peneliti ingin menjelaskan bahwa penelitian ini meliputi empat tahapan yang digunakan dalam dua siklus. Adapun siklus-siklus tersebut seperti pada gambar di bawah ini: P P R T R T O Siklus 1 Keterangan : P = Perencanaan T = Tindakan O = Observasi (pengamatan) R = Refleksi O siklus II Dari gambar tersebut.

memberikan tugas terstruktur 3. dan d. b. Pengamatan berlangsung selama proses kegiatan 71 . mengadakan refleksi. Data dan fakta diperoleh dari guru pengampu mata pelajaran dan peserta didik. Refleksi awal berupa pemikiran terhadap pengalaman mengajar selama ini sehingga ditemukan kelemahan dan kekurangan pembelajaran menyimak berita yang ada selama ini. penyajian materi pembelajaran sesuai dengan pedoman rencana pembelajaran. c.71 Keempat kegiatan tersebut. 2. Perencanaan umum dikonsultasikan bersama guru pengampu dan dosen pembimbing untuk mempertimbangkan apa yang hendak dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan dengan tujuan agar tindakan dan solusi yang diberikan peneliti sesuai dengan permasalahan yang dialami peserta didik. mengadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Tindakan (action) Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini berupa: a. Pengamatan (observation) Pengamatan dipusatkan pada proses maupun hasil tindakan beserta segala peristiwa yang melingkupinya. yaitu kurangnya kemampuan peserta didik dalam menyimak berita. Perencanaan (planning) Perencanaan ini berisi mengenai dua hal yaitu refleksi awal dan perencanaan umum. dalam penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam proses berdaur yang terdiri dari 1.

apa yang telah atau belum dihasilkan dan dituntaskan dengan tindakan yang telah dilakukan. Tujuan perencanaan tersebut adalah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. Setelah perencanaan dibuat dan dikonsultasikan dengan dosen 72 . Data tersebut yang kemudian menjadi masukan dalam kerangka pelaksanaan dalam refleksi. peneliti terlebih dahulu melakukan tes awal dengan tujuan mengetes dan mengetahui kemampuan awal peserta didik kelas VIII A SMP N I Jiken terhadap keterampilan menyimak berita. 3. Namun sebelum melaksanakan siklus I.1.1 Proses Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas ini melalui dua siklus yaitu pelaksanaan siklus I dan pelaksanaan siklus II. Refleksi juga merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Refleksi (reflection) Refleksi adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi. Apabila setelah melihat hasil refleksi tersebut maka akan muncul permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian sehingga perlu dilakukan rancangan ulang. Data yang diperoleh dari instrumen tes dan nontes langsung diinterpretasikan maknanya. pengamatan ulang.72 berlangsung. 4. dan tindakan ulang. Sebelum memberikan tes awal pada peserta didik. Hasil refleksi ini digunakan sebagai masukan dalam menetapkan langkah-langkah selanjutnya. peneliti terlebih dahulu tetap membuat perencanaan untuk kegiatan yang akan dilakukan.

peneliti melakukan tindakan. Analisis terhadap hasil kegiatan awal akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan siklus I. Hal-hal yang diamati adalah keaktifan peserta didik dalam bertanya tentang halhal yang belum diketahuinya. Selama proses pembelajaran peneliti mengamati perilaku belajar peserta didik. Tindakan awal dalam penelitian ini adalah peneliti mengadakan apersepsi tentang pengalaman menyimak berita peserta didik. Langkah selanjutnya peneliti menayangkan berita. Selain itu pengamatan juga dilakukan dengan melihat kemampuan intelektual peserta didik dalam memahami berita yang ditayangkan. Sejauh mana peserta didik aktif berinteraksi antara guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan peserta didik yang lain.73 pembimbing. kemudian guru melakukan refleksi dan menutup pembelajaran. peneliti menganalisis hasil pengamatan terhadap perilaku belajar peserta didik selama mengikuti proses kegiatan menyimak berita. memberikan soal isian singkat dan soal essai dan menyocokkannya. keantusiasannya dalam menyimak berita dari awal sampai akhir Setelah tahap observasi. Tujuan dari apersepsi ini adalah untuk menggali pengalaman peserta didik tentang berita dan peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran. 73 .

74

3.1.1.1 Proses Pelaksanaan Siklus I Dalam siklus ini peneliti membuat program sebagai berikut 1. Refleksi Awal Refleksi awal berupa renungan terhadap pengalaman mengajar peneliti dalam tes awal yang dilakukan peneliti sebelum diadakannya siklus I. Dari hasil analisis terhadap kegiatan awal, akan diketahui keinginan peserta didik dan mengetahui perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Dari hasil analisis itulah yang dijadikan pijakan bagi perencanaan siklus I.

2. Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyiapkan perencanaan yang matang untuk mencapai pembelajaran yang diinginkan oleh peneliti. Perencanaan ini akan dilakukan dari awal sampai akhir penelitian, dengan demikian hasil dari penelitian sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Dalam tahap perencanan ini peneliti

mempersiapkan proses pembelajaran keterampilan menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dengan langkah-langkah (1) menyusun rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) menyusun instrumen nontes dan tes. Instrumen nontes, yaitu ;lembar observasi, lembar wawancara, lembar jurnal, dan dokumentasi. Dan instrumen yang berupa tes yaitu soal isian singkat dan soal essai beserta penilaiannya, dan (3) berkolaborasi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat.

74

75

3. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan harus sesuai dengan perencanaan. Pada tahap ini guru melakukan tindakan dalam proses pembelajaran. Tindakan yang dilakukan dalam tahap ini terdiri dari pendahuluan, inti , dan penutup. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan, peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti pembelajaran keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik, menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran, guru melakukan apersepsi, menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran, menjelaskan tujuan pembelajaran keterampilan menyimak isi berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual secara umum, dan menjelasklan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu. 2) Inti Pada tahap inti, peneliti menjelaskan mengenai teknik menyimak yang baik, menerangkan hakikat menyimak berita sehingga peserta didik akan mampu memahami isi berita yang telah disimak. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dan peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan memberikan arahan yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan sungguh-sungguh. Selama kegiatan menyimak peserta didik diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan peserta didik harus mencermati apa yang menjadi pokok dari berita, siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan, di mana peristiwa itu

75

76

terjadi, mengapa peristiwa itu bisa terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. Setelah kegiatan menyimak, guru membagi peserta didik menjadi kelompokkelompok kecil dan memberikan soal isian singkat dengan mengacu kepada unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah untuk menuliskan pokokpokok berita ke dalam beberapa kalimat. Selanjutnya, peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok lain. Guru bersama peserta didik menyocokkan hasil tes isian singkat dengan cara peserta didik mengoreksi pekerjaan teman yang dibawanya. Selanjutnya guru meminta salah satu kelompok membacakan hasil pekerjaan untuk soal essai. Kelompok yang berani maju pertama kali untuk menuliskan hasil diskusinya diberi hadiah oleh guru dengan tujuan untuk memberikan motivasi. Guru bersama peserta didik membahas secara bersama hasil pekerjaan kelompok yang maju. Guru memberikan penjelasan tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi pada peserta didik dan juga menunjukkan kelebihan-kelebihan yang sudah dilakukan mereka. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahaminya. Kegiatan selanjutnya adalah guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda dengan VCD berita yang pertama. Peserta didik diminta untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita. Selama kegiatan menyimak, peserta didik tetap diperbolehkan untuk membuat catatan-catatan kecil. Selesai menyimak berita, peserta didik secara individu menjawab soal-soal yang diberikan guru. Bentuk soal masih sama dengan yang pertama, hanya saja isinya berbeda. Setelah

76

77

selesai mengerjakan, hasil pekerjaan peserta didik ditukarkan dengan peserta didik yang lain. Guru menyocokkan soal isian singkat. Selesai menghitung jumlah jawaban yang benar dan salah, hasil pekerjaan dikumpulkan kepada guru. Guru membahas jawaban untuk soal essai. Tujuan dari pembelajaran pada siklus I adalah mengenalkan peserta didik tentang unsur 5W + 1H dalam upaya memahami suatu berita dan juga memberikan latihan awal peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain tujuan tersebut, tujuan lain yang diharapkan adalah peserta didik menjadi percaya diri bahwa dia mampu dan bisa mengungkapkan pendapatnya, walaupun pada awalnya guru menggunakan suatu motivasi dengan memberikan hadiah. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peneliti membagikan lembar jurnal kepada peserta didik untuk diisi mengenai tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pada akhir pembelajaran, peneliti bersama peserta didik

menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan guru memberikan tugas terstruktur untuk latihan dan bahan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Tujuan diberikannya tugas terstruktur itu adalah supaya peserta didik lebih memahami materi yang telah diterimanya dan merupakan suatu bentuk penjembatan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita.

77

78

4. Observasi dan Pengamatan Pengamatan dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara atau menggunakan jurnal. Peneliti mencatat peserta didik yang aktif, yang pasif, yang meremehkan, yang kurang memperhatikan, yang bercakap-cakap sendiri dalam proses pembelajaran menyimak. Tahap ini sangat penting dan membutuhkan pengamatan yang teliti dan sabar demi memberikan masukan pada perbaikan siklus selanjutnya.

5. Refleksi Pada tahap refleksi ini peneliti akan melihat hasil dari tahap tindakan dan pengamatan pada siklus I. Dari hasil tersebut jika masih banyak peserta didik yang bersikap negatif terhadap proses pembelajaran atau kekurangan seperti yang dijelaskan dalam hasil observasi, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan untuk tindakan pada siklus II. Hasil yang positif dalam siklus I akan dipertahankan dalam siklus II. Dari faktor sikap peserta didik dalam kegiatan menyimak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran pada siklus I misalnya, sikap peserta didik yang masih meremehkan dan kurang memperhatikan kegiatan menyimak. Dari hasil evaluasi, yang dapat dijadikan refleksi adalah (1) pengungkapan hasil pengamatan peneliti, (2) pengungkapan tindakan yang telah dilakukan oleh peserta didik, dan (3) pengungkapan tindakan-tindakan yng dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Apabila pada siklus I ditemukan

78

1.1. Dan instrumen tes yang berupa soal isian singkat dan essai beserta penilaiannya.2 Proses Pelaksanaan Siklus II Setelah melakukan analisis pada siklus I. memperhatikan saran-saran yang diberikan oleh peserta didik pada pembelajaran 79 . yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan perilaku-perilaku yang menjadi penghambat kegiatan menyimak. Tindakan Tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah tindakan yang merupakan perbaikan dari siklus I. Perencanaan Perencanaan yang akan dilakukan oleh peneliti pada siklus II merupakan penyempurnaan dari perencanaan pada siklus I. lembar jurnal. dan dokumentasi.79 kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dan peneliti dalam kegiatan menyimak berita. 3. (2) menyusun perbaikan instrumen yang berupa data nontes yaitu lembar observasi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perencanaan siklus II adalah (1) menyusun perbaikan rencana pembelajaran yang berhubungan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan (3) dalam berkolaborasi peneliti lebih sering berdiskusi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan teman sejawat. peneliti mengambil strategi pada siklus II sebagai berikut 1. pedoman wawancara. 2. pada siklus II akan ditindak lanjuti dan dilakukan dengan tindakan untuk memperbaiki.

Guru memberikan arahan yang lebih jelas yaitu peserta didik harus menyimak berita dengan lebih sungguh-sungguh.80 siklus I. inti. Peneliti menanyakan kembali materi yang telah diberikan peneliti pada pertemuan lalu dan bersama peserta didik membahas tugas yang diberikan pada pertamuan sebelumnya. Lalu peneliti meminta peserta didik untuk lebih konsentrasi dalam kegiatan menyimak. 1) Pendahuluan Pada tahap pendahuluan. peneliti mengkondisikan peserta didik agar siap untuk mengikuti keterampilan menyimak dengan menanyakan keadaan peserta didik. menyiapkan kondisi media yang akan digunakan dalam pembelajaran. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita. di mana peristiwa itu terjadi. dan peneliti berusaha memperbaiki proses pembelajaran pada siklus II. 80 . mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Selama kegiatan menyimak peserta didik boleh membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok berita dan harus lebih mencermati isi pokok dari berita. 2) Inti Pada tahap inti peserta didik diminta untuk menyimak berita melalui media audio-visual dengan topik yang berbeda dari berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. kapan peristiwa itu terjadi. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. dan menjelaskan tujuan pembelajaran secara umum yaitu keterampilan menyimak berita. Tindakan yang dilakukan pada tahap ini terdiri dari pendahuluan. dan penutup.

81

Setelah kegiatan menyimak, secara berkelompok peserta didik menjawab soal isian singkat yang mengandung unsur 5 W + 1 H dan soal essai yang berupa perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam 5 kalimat. Setelah selesai mengerjakan, guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat dan membahas jawaban soal essai. Guru melihat kesalahan yang masih diulangi peserta didik dan melihat kemajuan mereka. Guru menjelaskan secara sekilas kemajuan yang sudah dialami peserta didik. Selanjutnya guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik yang berbeda pula. Setelah selesai menyimak, secara individu peserta didik menjawab soal isian singkat dan soal essai yang bentuknya masih sama dengan yang pertama, yang diberikan guru. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Tujuan diadakannya tes pada siklus II yaitu untuk mengetahui peningkatan atau kemajuan hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran pada siklus I dan dengan diadakannya perbaikan dari sisi RPP, cara mengajar guru, dan perubahan pola belajar peserta didik. 3) Penutup Pada tahap penutup, peneliti bersama peserta didik melaksanakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Peserta didik diminta untuk mengisi lembar jurnal yang telah dipersiapkan oleh peneliti, yang berisi tanggapan, kesan dan saran peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual hari itu. Pada akhir pembelajaran peneliti bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

81

82

3. Observasi atau Pengamatan Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II adalah mengamati perubahan tindakan dan sikap peserta didik pada proses pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan penting yang dapat digunakan sebagai data. Pengamatan yang dilakukan terhadap peserta didik yang masih tidak memperhatikan selama pembelajaran berlangsung, yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah, yang daya menyimaknya rendah dan peserta didik yang daya menyimaknya tinggi pada siklus I. Pengamatan yang dilakukan melalui observasi langsung, wawancara langsung dengan peserta didik tersebut, dan melalui jurnal guru dan siswa dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan mereka, setelah dilakukannya proses pembelajaran pada siklus I. Observasi dilakukan untuk mengambil data melalui pengamatan secara langsung terhadap semua tindakan dan perubahan-perubahan yang terjadi pada siklus II. Wawancara dilakukan terhadap peserta didik yang memiliki daya menyimak rendah dan pada peserta didik yang mempunyai daya menyimak tinggi dengan sejumlah pertanyaan yang sudah dipersiapkan oleh peneliti mengenai sebab-sebab lemahnya peserta didik yang kurang dalam kegiatan menyimak berita. Pengamatan melalui jurnal bertujuan untuk refleksi bagi peneliti sehingga dapat digunakan untuk menerapkan teknik yang cocok diterapkan pada pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berikutnya. Dan dengan jurnal dapat diketahui tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti selama proses pembelajaran.

82

83

4. Refleksi Refleksi pada siklus II ini dimaksudkan untuk membuat simpulan dari pelaksanaan kegiatan dan tindakan serta sikap peserta didik yang terjadi selama pembelajaran pada siklus II. Pada bagian ini peneliti diharapkan dapat mengetahui jawaban tentang peningkatan dan perubahan perilaku peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

3.2 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak berita pada

peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII A karena pada kelas dan jenjang inilah materi menyimak berita dari televisi diberikan, disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Materi yang akan diberikan dalam penelitian dipilih oleh peneliti karena materi itu kurang mendapat perhatian yang khusus dan cenderung diabaikan, entah itu dalam hal pembelajarannya atau pemberian tesnya. Sehingga hasil yang didapatkan masih rendah. Dengan kondisi yang seperti itu, maka diperlukan adanya upaya menuju peningkatan hasil belajar. Selain itu, dalam pembelajarannya, pembelajaran menyimak masih diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang cenderung kurang memotivasi peserta didik sehingga memerlukan adanya tindakan yaitu dengan penggunaan metode yang lebih bervariatif dalam pembelajaran guna peningkatan hasil belajar.

83

84

3.3 Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian, atau sesuatu yang menjadi perhatian suatu peneliti. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

3.3.1 Variabel Keterampilan Menyimak Berita Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan pemahaman untuk memperoleh suatu informasi dari menangkap isi atau pesan objek tertentu yang disampaikan oleh orang lain melalui bahasa lisan. Berita adalah suatu peristiwa atau kejadian penting yang menarik perhatian masyarakat dan berita tersebut dapat dipublikasikan melalui media massa. Kedua hal tersebutlah yang termasuk variabel dalam penelitian ini. Jadi komponen pertama yang menjadi variabel penelitian ini adalah variabel keterampilan menyimak berita. Keterampilan menyimak berita merupakan

keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah pembelajaran dilakukan, dan di dalam keterampilan tersebut terdapat indikator-indikator yang merupakan uraian spesifik dari kompetensi menyimak yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Indikator-indikator dari keterampilan menyimak berita tersebut adalah (1) mampu menemukan pokokpokok berita (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi dan (2) mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat. Dengan indikator tersebutlah, pembelajaran menjadi terfokus dan tidak luas melebar kepada penguasaan keterampilan yang lain, di luar keterampilan yang

84

85

hendak dikuasai. Dengan indikator itu pulalah, guru dapat membuat tugas-tugas yang hendak diberikan kepada peserta didik kelas VIII A. Sehingga dengan adanya tugas-tugas mengenai aspek-aspek yang ada dalam berita dan isi berita setelah melakukan kegiatan menyimak berita, penguasaan keterampilan menyimak berita yang dilakukan oleh peserta didik kelas VIII A dapat diperoleh. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti kepada guru pengampu mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia kelas VIII A SMP Negeri I Jiken, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas masih rendah, dengan keadaan yang seperti itu maka peneliti ingin memberikan tindakan dalam rangka peningkatan hasil belajar kepada keterampilan menyimak berita. Dari tindakan yang hendak dilakukan, peneliti memberikan target kepada peserta didik yaitu nilai rata-rata yang diperoleh mencapai nilai 70.

3.3.2 Variabel Metode Drill melalui Media Audio-visual Kedua variabel ini mempunyai hubungan yang sangat erat yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Sifat dari hubungan tersebut adalah saling melengkapi. Keterampilan tidak akan dikuasai tanpa adanya suatu latihan (metode drill) dan latihan tidak akan berhasil dengan baik dan optimal tanpa adanya pembelajaran yang menarik (media audio-visual). Metode drill adalah sebagai suatu metode yang lebih mementingkan pemberian latihan-latihan kepada peserta didik supaya peserta didik memiliki keterampilan dan ketangkasan dalam penguasaan keterampilan menyimak, maka metode ini merupakan suatu alternatif pemecahan masalah penggunaan metode

85

Selain terdapat keunggulan dalam penggunaan metode drill yaitu dengan adanya latihan yang dapat mendorong peserta didik kepada penguasan keterampilan menyimak berita. Kelemahan dari metode ini adalah dengan adanya suatu latihan yang terus-menerus. 86 . Kehadiran VCD dalam suatu pembelajaran akan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bermakna. karena sifat dari VCD ini adalah menjadikan suatu pembelajaran lebih menarik perhatian peserta didik. Dan dengan adanya VCD. sehingga peserta didik tidak bosan.86 ceramah yang digunakan dalam pembelajaran menyimak. Dan dengan metode ini maka guru dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan suatu kegiatan belajar. Sesuatu yang dapat menetralisir permasalahan tersebut yaitu adanya media audio-visual (VCD). tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. maka metode mengajar akan lebih bervariasi. sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Dalam pembelajaran menyimak dengan metode drill melalui media audio visual ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak pada umumnya dan dapat merubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik dalam proses pembelajaran keterampilan menyimak. metode ini pun terdapat kelemahannya. Dengan latihan itu juga mampu menyadarkan peserta didik akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang atau pun di masa yang akan datang. Dengan kondisi yang seperti ini maka diperlukan sesuatu hal yang dapat menetralisirnya. maka hal tersebut bisa menyebabkan peserta didik bosan terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Untuk memperoleh gambaran umum tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. foto 3.4.1 Instrumen Tes Instrumen tes yang diberikan berupa perintah kepada peserta didik untuk menyimak berita melalui media audio-visual dan mengerjakan soal isian singkat yang meliputi unsur 5W + 1 H yaitu berisi pokok dari berita. Tabel I Tabel Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Data Kemampuan awal peserta didik dan keadaan awal peserta didik Kinerja peserta didik saat melakukan latihan (drill) dalam mengisi soal isian singkat yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H setelah melakukan kegiatan menyimak Kemampuan peserta didik dalam menuliskan pokok-pokok berita yang terdiri dari unsur 5 W + 1 H menjadi 5 kalimat Perilaku peserta didik saat proses pembelajaran Subjek Instrumen Peserta didik kelas VIII Tes awal A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes isian singkat A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Tes tulis essai A SMP N I Jiken Peserta didik kelas VIII Lembar observasi. dan dokumentasi.4 Instrumen Penelitian Instrumen pada penelitian tindakan kelas ini. peneliti menggunakan instrumen tes yang berisi soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik pada akhir kegiatan menyimak berita dan instrumen nontes yang berupa lembar observasi. peneliti menjelaskannya pada tabel kisi-kisi instrumen di bawah ini. siapa yang ada dalam kejadian yang ditampilkan. jurnal A SMP N I Jiken siswa dan guru.87 3. di mana peristiwa itu terjadi. pedoman jurnal guru dan siswa. mengapa peristiwa 87 . pedoman wawancara.

1 Tes Unjuk Kerja Kriteria penilaian tes unjuk kerja peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual menggunakan rubrik penilaian. maka akan diketahui masing-masing kemampuan peserta didik. Dari penilaian yang dilakukan guru. Tujuan dari instrumen tes ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap hasil simakan.4. Soal yang diberikan pada peserta didik berjumlah 6 soal isian singkat dan 1 soal essai. Di bawah ini akan diuraikan kategori nilai untuk mengkategorikan kemampuan peserta didik. Penilaian untuk instrumen tes berdasarkan pemahaman peserta didik terhadap isi berita melalui menjawab soal isian singkat dan soal essai yang dilakukan secara berkelompok kemudian individu. Tabel 2 Tabel Kategori Nilai Peserta Didik No 1 2 3 4 5 Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang 3. dan bagaimana kronologis peristiwa yang ada dalam berita dan soal essai yang berupa menuliskan kembali pokokpokok berita ke dalam 5 kalimat. kapan peristiwa itu terjadi.1. Indikator keberhasilannya adalah peserta didik mampu menemukan 88 . Hasil penilaian tersebut dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan skor dari masing-masing aspek penilaian. Sebelumnya soal tes tersebut dikonsultasikan kepada guru pengampu dan dosen pembimbing. Skor yang akan di peroleh peserta didik maksimal 100.88 itu bisa terjadi.

Pada tabel di bawah ini akan diuraikan skor penilaian tiap-tiap aspek.89 pokok-pokok berita yang meliputi unsur 5 W + 1 H. Tabel 3 Skor Penilaian pada Instrumen Tes No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Skor maksimum 60 40 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa peserta didik akan mendapatkan skor maksimum 100 apabila kedua bentuk tes di atas dikerjakan dengan benar oleh peserta didik dan penskoran tersebut telah memenuhi syarat atau kriteria penilaian maksimum seperti yang ada dalam pedoman penskoran di RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). peserta didik dinilai berdasarkan ketepatannya dalam menemukan unsur-unsur pokok berita dan kemampuannya menuliskan pokok-pokok berita tersebut dengan benar. dan mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Pedoman penskoran yang dimaksud adalah: Tabel 4 Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur what Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur who Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur where Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur when Peserta didik menjawab dengan benar soal dengan unsur why Peserta didik mampu dengan benar soal dengan unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 89 . Artinya. Hal-hal lain yang dinilai meliputi keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan guru dan kerjasama antar anggota kelompok.

90 Tabel 5 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Tabel 6 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita ke dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang 90 .

peneliti dapat mengetahui hasil tes peserta didik dalam menyimak berita.91 4 Diksi 5 4 3 2 1 Terdapat 0-1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 Melalui pedoman penskoran tersebut. Karena prinsip dasar penelitian ini adalah memberikan drill dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak. maka tes ini diberikan dua kali dalam tiap siklus. 91 . baik untuk indikator menemukan pokokpokok berita atau pun menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.

3.92 3.4. 3) peserta didik aktif bertanya.2 Instrumen Nontes Instrumen nontes yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data kualitatif adalah lembar observasi. 92 . lembar jurnal. antara lain meliputi: 1. 4) peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting. 1) peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. pedoman wawancara.1 Lembar Observasi Instrumen nontes yang berupa lembar observasi dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui perilaku-perilaku peserta didik melalui pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung. keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi Pada bagian ini. hal-hal yang menjadi perhatian peneliti adalah. 1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil. keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Hal-hal yang diperhatikan peneliti selama proses pembelajaran menyimak adalah.4. dan dokumentasi.2. 2) ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru. 2. Pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. berkomentar tentang materi yang diberikan.

4. 5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat. yaitu berupa jurnal peneliti atau guru dan jurnal siswa yang diperoleh pada akhir pembelajaran. 2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4) keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6) fenomena-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 93 .2 Lembar Jurnal Jurnal digunakan dalam rangka untuk mendapatkan data kualitatif. 1. 3. Jurnal peneliti atau guru berisi tentang: 1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru.93 2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.2. 3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan.

3 Pedoman Wawancara Pedoman wawancara dibuat oleh peneliti dan ditujukan kepada peserta didik yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Wawancara dilakukan secara terstruktur.2. Jurnal siswa berisi pertanyaan-pertanyaan seputar: 1) apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2) apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3) bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4) apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5) berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 3. Wawancara tidak dilakukan terhadap semua peserta didik.4. tetapi terhadap peserta didik yang mendapat nilai yang baik dan yang tidak baik. apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 94 .94 2. Hal-hal yang diungkap dalam wawancara adalah: 1. apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2.

apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4. hanya berupa dokumentasi foto. menurut Anda.4. yaitu pada awal kegiatan pembelajaran. dan pada akhir pembelajaran. saat pembelajaran berlangsung. Dokumentasi bertujuan untuk merekam semua kegiatan dalam proses pembelajaran. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8. apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6. apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5.95 3. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini. karena dengan dokumantasi semua proses penelitian dapat terekam dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.4 Dokumentasi Dokumentasi merupakan instrumen nontes yang penting dalam penelitian tindakan kelas. saat guru menyampaikan materi 95 . dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 3. yaitu pada saat pembelajaran siklus I dan siklus II.2. menurut Anda. Yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1.

dan pedoman wawancara yang diisi oleh guru dan peserta didik. 3. lembar jurnal. sehingga pengambilan foto dapat terlaksana dengan baik.96 2. adalah tes dan nontes untuk mengukur peningkatan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik yang dipergunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini.5 Uji Instrumen Instrumen yang akan diuji dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan instrumen nontes. 96 . kegiatan peserta didik dalam kelompoknya ketika mengerjakan drill (latihan) dalam pembelajaran menyimak berita 4. Instrumen tes adalah instrumen yang berupa perintah untuk menjawab soal isian singkat yang berisi pokok-pokok berita dan soal essai yang berisi perintah untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. kegiatan peserta didik dalam mengerjakan drill (latihan) secara individu 5. kegiatan peserta didik ketika menyimak VCD berita 3. kegiatan peserta didik dalam keaktifannya mengisi lembar jurnal siswa Dalam pengambilan foto untuk penelitian ini. Sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi. peneliti akan dibantu oleh seorang teman dengan kondisi peserta didik maupun peneliti dengan sewajarnya tidak dibuat-buat.

dan dokumentasi.6. Observasi atau pengamatan dilakukan oleh peneliti. yang pada akhirnya setelah dianalisis. 3.6. Pada hasil tes siklus I dianalisis. Observasi dipergunakan untuk memperoleh data tentang perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung pada siklus I dan siklus II. yang selanjutnya sebagai dasar untuk menghadapi tes pada siklus II. hasil tes siklus II dapat diketahui peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. dari hasil analisis akan diketahui kelemahan peserta didik dalam kegiatan menyimak berita. dibantu oleh guru mata 97 . 3.1 Teknik Tes Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan tes.1 Teknik Observasi Teknik observasi dilakukan oleh peneliti pada saat pembelajaran berlangsung dengan membuat catatan khusus mengenai perilaku peserta didik dalam kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.97 3.2 Teknik Nontes Teknik nontes dalam penelitian adalah observasi.6. jurnal. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. wawancara. Peneliti sebelumnya mempersiapkan lembar observasi untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan data.

peneliti membawa walkman untuk merekam pada waktu wawancara berlangsung. 3. 98 . Dalam melakukan wawancara. Observasi juga dilakukan terhadap peneliti maupun peserta didik itu sendiri.98 pelajaran atau teman sejawat. Proses wawancara dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I. dan pendapat peserta didik terhadap pembelajaran keterampilan menyimak. Wawancara dilakukan di luar jam pelajaran terhadap peserta didik yang mempunyai nilai rendah dan peserta didik yang mempunyai nilai tinggi dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah dipersiapkan oleh peneliti.2. Data yang diambil mengenai kesan. Dalam observasi ini ketiga orang ini mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran berlangsung dengan mencatat semua kejadian-kejadian selama pembelajaran berlangsung.6. pesan.2 Teknik Wawancara Teknik wawancara dipergunakan untuk memperoleh data secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Proses observasi dan pengamatan segera mungkin direkam dalam benak peneliti dengan teliti dengan membuat catatan-catatan khusus mengenai perilaku-perilaku yang terjadi selama pembelajaran berlangsung atau dengan memberikan check list pada lembar observasi yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. jika masih terdapat hambatan atau kekurangan pada kegiatan menyimak maka kekurangan ini akan diperbaiki pada pembelajaran siklus II.

6. yaitu cara peneliti menyampaikan materi. Yang perlu dijadikan dokumentasi dalam penelitian ini yaitu pada inti kegiatan menyimak berita.6.99 3. peserta didik diminta untuk memberi tanggapan. keaktifan peserta didik pada saat pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung.2. Jurnal guru berisi catatancatatan mengenai perilaku peserta didik. Hal ini dimaksudkan sebagai bukti bahwa penelitian peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual benar-benar dan nyata dilakukan oleh peneliti. yaitu jurnal siswa dan jurnal guru. respons peserta didik. Jurnal siswa ini diberikan pada peserta didik setelah pembelajaran siklus I berakhir. Untuk jurnal siswa. kritikan terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.3 Teknik Jurnal Teknik jurnal dalam penelitian ini ada dua. 3. dan kegiatan-kegiatan yang dianggap perlu untuk dijadikan sebagai data. pada saat peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh peneliti.2. 99 . kesan.4 Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data nontes yang berupa foto yang diambil peneliti ketika proses pembelajaran siklus 1 dan siklus II berlangsung. media yang digunakan. Hal ini sangat dibutuhkan oleh peneliti untuk mengevaluasi dan merefleksi. Dengan demikian akan terungkap kekurangan dan kelebihan pada saat pembelajaran berlangsung. bahan simakan.

1 Teknik Kuantitatif Analisis data tes secara kuantitatif dihitung dengan persentasi melalui langkah-langkah: (1) merekap nilai yang diperoleh peserta didik. (2) menghitung nilai kumulatif. dan (4) menghitung persentasi. maka dapat diketahui mengenai peningkatan keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.7 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari perbandingan tersebut.7. Rumus nilai persentasinya adalah: NP = NK x 100% R Keterangan: NP: Nilai Presentasi NK: Nilai Komulatif R : Jumlah Responden Hasil perhitungan persentasi keterampilan menyimak berita dari hasil tes siklus I dan siklus II dibandingkan. 3. (3) menghitung nilai rata-rata.100 3. 100 .

dan dokumentasi.7.101 3. Data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II dibandingkan dengan cara melihat hasil tes dan nontes. jurnal. sehingga akan dapat diketahui adanya perubahan perilaku peserta didik dan peningkatan dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. 101 .2 Teknik Kualitatif Teknik kualitatif untuk memberi gambaran perubahan perilaku peserta didik dalam pembelajaran keterampilan menyimak berita dengan metode drill melelui media audio-visual dengan mengacu pada data nontes yang berupa observasi. wawancara.

Tes prasiklus yang dilakukan berupa peserta didik diminta untuk mengisi lembar soal secara individu yang berisi 6 soal isian singkat dan 1 soal essai yang diberikan guru setelah peserta didik melihat tayangan berita dengan topik “Gizi Buruk” melalui VCD. Hasil tes prasiklus dapat dilihat pada tabel 7 berikut. dapat diketahui bahwa keterampilan peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita masih kurang atau rendah dengan skor rata-rata hanya mencapai 56.64. Tabel 7 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita Tahap Prasiklus No Kategori 1 2 3 4 5 Rentang nilai Sangat baik 85-100 Baik 70-84 Cukup 60-69 Kurang 50-59 Sangat kurang <50 Jumlah Frekuensi 0 4 10 7 12 33 Bobot skor 0 312 626 402 529 1869 Persen (%) 0% 17% 33% 22% 28% 100% Rata-rata 1869 = 56.64 33 Dari data tabel 7 tersebut. Hasil tes prasiklus dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal kemampuan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri 1 Jiken.102 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Rincian data tersebut 102 . hal tersebut atas permintaan peserta didik. Pada tahap prasiklus ini.1 Hasil Tes Prasiklus Hasil prasiklus berupa keterampilan menyimak berita. guru memutarkan berita tersebut sebanyak 2 kali. sebelum dilakukan tindakan penelitian.

baik itu faktor internal atau pun eksternal. Dengan jumlah 33 peserta didik yang dapat mengikuti kegiatan ini. cara penulisan ketika menjawab soal essai masih jauh dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD). 12 peserta didik atau 28% termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai <50. faktor eksternal juga berpengaruh. sehingga peserta didik dalam 103 . Dari jumlah keseluruhan 39 peserta didik tetapi yang dapat hadir pada tahap prasiklus hanya 33 peserta didik. pada kategori nilai baik dengan nilai 70-84 terdapat 17% atau 4 peserta didik. Selain faktor internal. kekurangan yang terlihat yaitu kurang jelasnya guru dalam memberikan penjelasan dan petunjuk pengisian soal. Faktor internal yang mempengaruhi kurang berhasilnya penguasaan keterampilan menyimak berita pada saat prasiklus. yaitu kurangnya konsentrasi dan perhatian peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan guru. Sedangkan faktor eksternalnya berasal dari guru. jawaban yang diberikan peserta didik kurang lengkap dan rinci. Hal itu bisa terjadi karena terdapat 2 peserta didik yang sakit dan 4 lainnya mengikuti latihan gamelan dalam rangka kegiatan perpisahan kelas IX. Faktor internal ini berasal dari peserta didik. 33% atau 10 peserta didik mencapai nilai cukup yaitu dengan kategori nilai 60-69. Faktor eksternal itu bisa datang dari guru.103 dijelaskan sebagai berikut. Kategori kurang dengan nilai 50-59 dicapai oleh 7 peserta didik atau mencapai 22%. dan kepaduan antar kalimat masih kurang diperhatikan juga. Sedangkan untuk kategori sangat baik dengan nilai 85-100 pada tahap prasiklus ini belum bisa dicapai peserta didik atau masih dalam persentase 0%. media dan lingkungan sekitar laboratorium bahasa. Rendahnya keterampilan peserta didik dalam menyimak berita ini disebabkan beberapa faktor yang melingkupinya.

Karena kebetulan saat itu. Dari sisi penggunaan media. mereka merasa bingung karena soal yang akan dijawab tidak sesuai dengan berita yang ditayangkan. Dalam tahap ini peserta didik meminta memutarkan ulang tayangan beritanya. karena dengan pemutaran satu kali mereka belum bisa memahami beritanya. guru meminta peserta didik untuk tenang kembali dan menutup kembali soal yang telah diberikan. mempengaruhi konsentrasi peserta didik ketika proses pembelajaran.104 mengerjakan soal melenceng dari perintah yang dimaksudkan oleh guru. peserta didik yang menjadi anggota ekstra kurikuler gamelan sedang berlatih dalam rangka persiapan perpisahan kelas IX. Pada tahap prasiklus. Keadaan laboratorium bahasa yang dekat dengan ruang gamelan dan masih disatukan dengan perpustakaan. Untuk lebih jelasnya hasil tes keterampilan menyimak berita pada tahap prasiklus pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken dapat dilihat pada grafik berikut. Lalu untuk melanjutkan kegiatan saat itu. 104 . terjadi kesalahan teknik perihal pemutaran tayangan berita. jadi secara tidak langsung terdengar suara lain selain suara pembacaaan berita. meminta mereka untuk berkonsentrasi lagi dan guru memutarkan VCD yang sesuai dengan soal yang diterima peserta didik. sehingga ketika peserta didik hendak mengerjakan soal yang diberikan guru. juga mempengaruhi dalam penguasaan keterampilan menyimak berita pada peserta didik. dan hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi konsentrasi peserta didik dalam kegiatan menyimak berita. Tayangan berita yang diputarkan salah.

Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 10 peserta didik atau sebesar 30.105 Grafik I Hasil Penelitian Prasiklus Keterampilan Menyimak Berita Series2 100 80 60 40 20 0 J u m la h S k o r 82 81 60 60 45 45 48 45 49 62 59 61 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Subjek Penelitian Grafik di atas menunjukkan pemerolehan skor pada masing-masing peserta didik pada tahap prasiklus ini. Jumlah peserta didik yang mendapat nilai rendah pada kategori kurang sebanyak 11 peserta didik atau sebesar 33. Dari grafik tersebut terdapat 7 peserta didik atau sebesar 21. Dari situ dapat dijelaskan terdapat beberapa peserta didik yang mendapat nilai rendah dengan kategori sangat kurang pada jumlah skor <50. Untuk melihat peserta didik yang masuk pada kategori tersebut lihatlah pada hasil jumlah skor yang berada di atas skor 60. Untuk melihat secara jelas peserta didik yang masuk pada kategori sangat kurang lihatlah pada titik-titik yang berada di bawah jumlah skor 60.3%. Untuk kategori sangat baik pada tahap prasiklus ini belum didapatkan oleh peserta didik atau masih 0%. Hasil jelasnya lihatlah nilai yang berada di atas skor 70. Begitu pun pada kategori kurang dengan rentang nilai 50-59.30%.12%. 105 .21% yang masuk pada kategori kurang. Selanjutnya pada kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 4 peserta didik atau sebesar 12.

106 4.2. sehingga pembelajaran yang akan dilakukan di kelas dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita adalah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual.2 Hasil Penelitian Siklus I Siklus I ini merupakan tindakan awal penelitian yang dilakukan setelah mengetahui hasil tes pada tahap prasiklus yang ternyata memerlukan tindak lanjut dan perbaikan atas segala permasalahan yang muncul dalam rangka peningkatan keterampilan menyimak berita. (2) menjawab dengan benar soal dengan unsur who. (4) menjawab dengan benar soal yang dengan unsur when.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus I ini merupakan data awal setelah dilakukannya tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audiovisual. Kriteria penilaian pada siklus I ini masih tetap sama seperti pada tes prasiklus yang meliputi dua aspek penilaian yaitu aspek penilaian pada bentuk tes isian singkat yang meliputi enam aspek penilaian. yaitu : (1) menjawab dengan benar soal dengan unsur what. peneliti menggunakan metode pembelajaran baru yang belum pernah dilakukan oleh guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran menyimak berita terdiri atas tes dan nontes. Hasil kedua data tersebut diuraikan secara rinci sebagai berikut. (5) menjawab dengan benar soal dengan 106 . 4. Pada siklus I ini. Metode baru yang digunakan peneliti adalah metode drill dan dilengkapi dengan penggunaan media yaitu media audio visual. (3) menjawab dengan benar soal dengan unsur where.

Tabel 8 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel. Hasil penilaian pada tahap siklus I ini akan dijabarkan seperti di bawah ini. Pada tahap siklus I ini peserta didik yang dapat hadir sejumlah 34 peserta didik.62 58. NK NI 0. (3) penyusunan kalimat. 0 1 10 9 14 7 0 8 10 9 34 34 Bobot Skor Glob.5 0 85 9.5 734.5 657 214 386. yaitu (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. dan (6) menjawab dengan benar soal dengan unsur how.08 59. Tes yang dilakukan pada tahap siklus I ini diberikan dalam dua bentuk yaitu tes kelompok dan tes individu. Sehingga hasil tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken juga terdiri dari dua aspek nilai yaitu nilai kelompok dan nilai individu yang masing-masing diberikan bobot yang sama.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global 107 .5 436 338 34 NG 42. Ind.5 792 677 10. (2) jumlah kalimat.107 unsur why.5 2095 1975 2035 61. dan (6) ejaan dan tanda baca. Dan aspek penilaian pada bentuk tes essai yang meliputi enam aspek penilaian.5 867 447 4 0 428 9. (5) diksi. karena 5 lainnya mengikuti latihan gamelan dan pemilihan peserta didik teladan sekabupaten.

08 sehingga nilai rata-rata keseluruhan 59.108 Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan dari perolehan skor tes isian singkat dan tes essai pada masingmasing aspeknya.48 4.62 dan nilai rata-rata individu sebesar 58.41 2.29 2.97 7.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35.62 4.32 61.85. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian secara umum.76 9.62 dan nilai rata-rata individu 58. Dari hasil perhitungan maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 61.44 7.33 2.59 32.85.5 5 156 138 147 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 79 88 83.08 8.09 8.35 4. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada masing-masing aspek siklus I.85 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 61.35 33.62 8. 108 .59 58.5 Jumlah 2095 1975 2034.08. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus I ini adalah 59. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.5 dengan pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 320 282 301 4 Penyusunan kalimat 89 80 84.46 59.85 2.06 2. Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut.59 2. Tabel 9 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1210 1100 1155 2 Kesesuaian isi kalimat 240 287 263.

Hasil tes tersebut juga merupakan penjumlahan dari aspek penilaian soal isian singkat dan aspek penilaian soal essai dari keterampilan menyimak berita yang diujikan. Penilaian ini dilakukan karena dengan adanya latihan soal yang pengerjaannya secara kelompok. masing-masing peserta didik bisa saling melengkapi sehingga diperolehlah suatu hasil yang baik. Karena dengan pengerjaan secara kelompok.62 34 Pada tes kelompok hanya 10 peserta didik atau 38% yang mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 792.2.1 Hasil Tes Kelompok Hasil tes kelompok ini merupakan bagian dari penilaian pada siklus I ini. 109 . dan 10 peserta didik atau sebesar 21% yang masih mendapat nilai sangat kurang dengan jumlah skor 435. 14 peserta didik atau sebesar 41% yang berhasil meraih predikat cukup dengan jumlah skor 867. yang masing-masing terdiri dari 6 aspek penilaian soal isian singkat dan 6 aspek penilaian soal essai yang sudah dijelaskan sebelumnya. maka dapat membimbing peserta didik menuju pemahaman konsep pembelajaran dengan lebih mudah.1. Berikut ini hasil penilaian secara kelompok pada siklus I. Tabel 10 Hasil Nilai Kelompok Tes Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi 0 10 14 0 10 34 Bobot skor 0 792 867 0 436 2095 Persen (%) 0% 38% 41% 0% 21% 100% Rata-rata 2095 = 61.109 4.

03 61. Tabel 12 Hasil Tes Menyimak Berita yang Mengandung Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi 34 24 29 5 19 10 121 Bobot skor 340 240 290 50 190 100 1210 Persen (%) 28% 20% 24% 4% 16% 8% 100% Rata-rata 1210 = 35.59 34 110 .2.1.1.59 26. Tabel 11 Hasil Nilai Kelompok Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Jumlah Bobot Skor 1210 885 2095 Rata-rata 35. serta rincian penilaian pada masing-masing aspeknya. Hasil penilaian tersebut dapat dilihat pada tabel 12.110 Berikut ini rincian hasil penilaian tes isian singkat dan tes essai. 4.62 Dari hasil tersebut. Setiap jawaban yang benar akan mendapatkan skor 10 dan bila salah mendapat skor 0. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya. masing-masing dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas awal mula pemerolehan nilai tersebut.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Penilaian pada soal isian singkat yang terdiri dari 6 soal ini difokuskan pada benar-salahnya jawaban peserta didik dengan pertanyaan yang mengandung unsur 5W + 1H.

24 peserta didik atau 20% mampu menjawab unsur who (siapa).241 pokok berita 2 Jumlah kalimat 320 3 Penyusunan kalimat 89 4 156 diksi 5 Ejaan dan tanda baca 79 Jumlah 885 Rata-rata 7. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.111 Data pada tabel 12 menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita pada siklus I ini sudah cukup baik. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut.59 2.09 9.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 13 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya.1. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 5 peserta didik atau 4%.62 4.2. Hal itu terlihat dari hasil ratarata yang diperoleh yaitu 35. sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 16% dan 10 peserta didik atau 8%.35 26.03 yang masuk pada kategori cukup.41 2.1.59.03 Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 26. 111 . 24% atau 29 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana). Sebanyak 34 peserta didik atau seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa). 4.

Dengan hasil yang seperti itu dan nilai rata-rata 7.09 yang masuk pada kategori cukup dalam penilaiannya. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 14. Tabel 14 Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi Bobot skor 0 0 115 10 80 10 41 9 5 5 34 241 Persen (%) 0% 48% 33% 17% 2% 100% Rata-rata 241 = 7.09 34 Dari data pada tabel di atas menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori cukup karena nilai rata-ratanya yaitu 7.112 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan.09 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik cukup paham dengan pokok-pokok berita yang tedapat pada berita ditayangkan. Kategori kurang sebesar 17% atau 9 peserta didik. Untuk kategori baik pada aspek ini ada 10 peserta didik atau sebesar 48%. Dan kategori sangat kurang diperoleh oleh 5 peserta didik atau 2%. Kategori cukup dicapai oleh 10 peserta didik juga atau sebesar 33%. 112 . Dari tabel itu juga dapat dijabarkan bahwa belum terdapat peserta didik yang masuk dalam kategori sangat baik atau sebesar 0%.

hanya dua kategori yang diperoleh peserta didik. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat yang dipergunakan peserta didik dalam rangka bentuk pemahaman terhadap isi berita dapat dilihat pada tabel 15. atau pikirannya dalam bentuk tulisan. Jadi setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. Kategori tersebut adalah kategori sangat baik dan kategori cukup.41 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu 113 . Aspek ini dimaksudkan untuk melatih peserta didik dalam upaya mengungkapkan gagasan. Dengan rata-rata 9. dan sangat kurang tidak diperoleh peserta didik. ide. Tabel 15 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi Bobot skor 290 29 0 0 30 5 0 0 0 0 34 320 Persen (%) 91% 0% 9% 0% 0% 100% Rata-rata 320 = 9. diperoleh rata-rata yaitu 9. dan kategori cukup baik dengan skor 6 diperoleh oleh 5 peserta didik atau sebesar 9%. Untuk kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 29 peserta didik atau sebesar 91%.113 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf. kurang baik.41 34 Data pada tabel 15 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat. Sedangkan kategori lainnya seperti baik.41.

114 . Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 16 berikut ini.62. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan kurang baik. kategori cukup sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 17%.114 dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat terhadap pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 16%.62 34 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 16 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 2. Tabel 16 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 0 0 60 15 15 5 0 0 14 14 34 89 Persen (%) 0% 67% 17% 0% 16% 100% Rata-rata 89 = 2. Peserta didik yang masuk pada kategori baik sebanyak 15 atau sebesar 67%. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada perpaduan dan hubungan antara kalimat dalam suatu paragraf. sedangkan kategori sangat baik dan kurang 0%. Pemerolehan skor rata-rata tersebut. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut.

sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. Dari rincian dan perhitungan skor tersebut maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4. Tabel 17 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi Bobot skor 100 20 56 14 0 0 0 0 0 0 34 156 Persen (%) 64% 36% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 156 = 4. Dengan rata-rata yang seperti itu. dan 36% sisanya diperoleh oleh 14 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4. Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 17. Skor yang terisi hanya pada kategori sangat baik dan baik.59.115 4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi atau pilihan kata difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam pembentukan kalimat sehingga akan membentuk suatu kalimat yang mudah dipahami dan baku.59 34 Data pada tabel 17 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 20 peserta didik atau sebesar 64%. maka peserta didik sudah sangat mampu memilih kata dan mampu menggunakannya dalam suatu kalimat. 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan 115 .

dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca. karena hal ini merupakan modal dasar untuk kita bisa menulis dengan baik dan benar. dan kategori sangat kurang ada 14 peserta didik atau sebesar 18%. kategori kurang ada 5 peserta didik atau sebesar 13%. 116 . masuk dalam kategori kurang. Untuk kategori sangat baik. Kondisi yang seperti inilah yang perlu diberikan perhatian khusus dan penanganan khusus dalam upaya peningkatan hasil belajar. khususnya aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Pada kategori baik dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 50%.32. pada aspek ini belum bisa dicapai oleh peserta didik atau masih 0%. Hasil dari penilaian pada aspek ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam kalimat dapat dilihat pada tabel 18. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kurang menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 2.116 dan tanda baca. Penggunaan ejaan dan tanda baca merupakan aspek yang sangat penting. Dengan perhitungan seperti itu. Tabel 18 Hasil Essai Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 10 5 5 14 34 Bobot skor 0 40 15 10 14 79 Persen (%) 0% 50% 19% 13% 18% 100% Rata-rata 79 = 2. 5 peserta didik atau sebesar 19% pada kategori cukup.32 34 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 18.

Tes individu ini diberikan untuk melihat kemampuan masing-masing peserta didik dalam menyimak berita. 9 peserta didik mendapatkan nilai baik dengan jumlah skor 677 atau sebesar 34%. Kemudian masih juga terdapat 9 peserta didik yang masuk dalam kategori sangat kurang dengan jumlah nilai 338 atau sebesar 17%. Tabel 19 Hasil Tes Individu Keterampilan Menyimak Berita Siklus I No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 85 1 677 9 447 7 428 8 338 9 34 1975 Persen (%) 4% 34% 23% 22% 17% 100% Rata-rata 1975 = 58. pada siklus I ini juga terdapat tes individu. Hasil penilaian tes individu pada siklus I ini dapat dilihat pada tabel 19 berikut ini.2. keduanya digabungkan dengan cara menjumlahkan rata-rata masing-masing nilai sehingga akan dihasilkan nilai keseluruhan pada tahap siklus I. terdapat 1 peserta didik atau sebesar 4% yang sudah masuk pada kategori sangat baik dengan jumlah skor 85. Selanjutnya terdapat 8 peserta didik atau 22% yang masuk dalam kategori kurang dengan jumlah skor 428.117 4. Tes individu ini diberikan setelah peserta didik melakukan tes kelompok. Dengan keterangan tersebut maka diperoleh nilai rata-rata siklus I adalah sebesar 59.08 34 Pada tes individu. dengan jumlah skor 447 terdapat 7 peserta didik atau 23% yang masuk dalam kategori cukup. Dari hasil nilai kelompok dan nilai individu.1.84.2 Hasil Tes Individu Selain terdapat tes kelompok. 117 .

seperti sudah disebutkan pada tes kelompok. disebabkan oleh masih kurang konsentrasinya peserta didik terhadap tayangan berita yang diputarkan peneliti. Hasil tes individu yang diperoleh pada siklus I ini juga merupakan penjumlahan dari bentuk soal isian singkat dan soal essai yang semuanya tergabung dalam 6 aspek penilaian. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I.118 Dari hasil perhitungan di atas dan berdasarkan tabel menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken mencapai nilai rata-rata 59.73 58.84 yang masuk dalam kategori kurang.20. Tabel 20 Hasil Tes Isian Singkat dan Tes Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 34 34 Bobot Skor 1100 875 1975 Rata-rata 32. Selain hal itu. Masih rendahnya keterampilan menyimak berita pada peserta didik. Skor rata-rata pada siklus I tersebut mengalami peningkatan dari tahap prasiklus. pembelajaran yang dilakukan guru dirasakan masih baru bagi peserta didik.08 118 . sehingga pemahaman yang didapatkan masih kurang dan juga masih kurang memperhatikannya peserta didik dengan kaidah EYD dalam penulisan dan juga aspek kepaduan kalimat. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik. Peningkatan itu sebesar 3. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. sehingga cara pembelajaran baru merupakan proses awal bagi peserta didik untuk menyesuaikan diri dalam pembelajaran. Hasil nilai individu seperti terlihat pada tabel 20 berikut ini.35 25.

1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 21 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 340 34 270 27 50 5 60 6 250 25 130 13 110 1100 Persen Rata-rata (%) 31% 24. terdapat 6 peserta didik atau 5% yang mampu menjawab unsur when (kapan). Hasil rata-rata kelompok yaitu 35.35 4. Berikut ini penjabaran pada masing-masing aspeknya. masing-masing dapat dijabarkan per aspeknya sehingga diketahui dengan jelas perhitungan penilaian tersebut secara jelas dan rinci. maka dapat diperoleh rata-rata 119 .5% 1100 = 32. Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 32. unsur why (mengapa) dijawab oleh 25 peserta didik atau 23%.5%.5% 34 5% 23% 12% 100% Dari tabel 21 dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik yang mengikuti pembelajaran mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 31%.58 dan rata-rata individu 32.2.5% atau 5 peserta didik menjawab unsur where (dimana).2. dan 13 peserta didik atau sebesar 12% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana). 4.35. 4. terdapat 27 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 24. Dari situ dapat disimpulkan bahwa peserta didik cukup memahami isi berita yang ditayangkan.1.119 Dari hasil tersebut.35.

120

keseluruhan 33,96. Itulah rata-rata keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu. Rata-rata 33,96 dapat diartikan bahwa walaupun secara kerjasama kelompok atau pun individu, para peserta didik sudah cukup mampu memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan guru.

4.2.1.2.2 Hasil Essai Individu Tes Menyimak Berita Siklus I Tabel 22 Hasil Essai Tes Menyimak Berita

No 1

Aspek Jumlah skor Kesesuaian isi kalimat dengan pokok287 pokok berita 2 Jumlah kalimat 282 3 Penyusunan kalimat 80 4 138 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca 88 Jumlah 875

Rata-rata 8,44 8,29 2,35 4,06 2,59 25,73

Dari hasil perhitungan pada bentuk tes essai tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh adalah 25,73. Nilai tersebut diperoleh dari masing-masing perhitungan per aspeknya. Rincian per aspeknya dijelaskan sebagai berikut.

1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita

Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada tes kelompok. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 23.

120

121

Tabel 23 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3

Frekuensi Bobot skor 56 4 131 11 54 8 45 10 1 1 34 287

Persen (%) 19,5% 45,6% 18,8% 15,7% 0,4% 100%

Rata-rata

287 = 8,44 34

Data pada tabel 23 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8,44. Rata-rata ini mengalami peningkatan dari hasil pekerjaan kelompok yang nilai rata-ratanya 7,08. Peningkatan yang terjadi sebesar 1,36. Dengan adanya peningkatan ini, menjadikan suatu bukti bahwa terjadi proses perbaikan pada peserta didik, setelah dilakukannya tindakan-tindakan perbaikan oleh guru. Rincian nilai pada tabel 17 dapat dijelaskan seperti ini, 19,5% atau 4 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15, 11 peserta didik atau 45,6% memperoleh predikat baik dengan rentang skor 10-12, kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 8 peserta didik atau sebesar 18,8%. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 10 peserta didik atau sebesar 15,7%, dan kategori sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 0,4%. Rata-rata 8,4 bermakna, peserta didik sudah baik dalam rangka penguasaan aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Jadi peserta didik sudah mampu memahami berita yang ditayangkan, hal itu didasari dengan sudah mampunya mereka menuliskan pokok-pokok berita ke dalam suatu kalimat dengan baik. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek

121

122

kesesuaian isi kalimat dari hasil kelompok dan individu pada siklus I ini adalah 7,77.

2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat

Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 24.
Tabel 24 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 10 8 6 4 2

Frekuensi Bobot skor 180 18 64 8 24 4 12 3 2 1 34 282

Persen (%) 63,8% 22,7% 8,5% 4,3% 0,7% 100%

Rata-rata

282 = 8,29 34

Data tabel 24 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8,29 dalam kategori baik. Jumlah kalimat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai 18 peserta didik atau sebesar 63,8%. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 8 peserta didik atau 22,7%. Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 8,5%. Kategori kurang dengan skor 4 ada 3 peserta didik atau 4,3%, dan kategori sangat kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 0,7%. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik pada aspek jumlah kalimat yang disesuaikan dengan isi berita. Banyak sedikitnya kalimat yang dibuat oleh peserta didik dapat mencerminkan seberapa pandaikah mereka dalam mengembangkan pemahaman mereka atau menerangkan 122

123

pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat. Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus I yaitu 8,85. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik, yaitu pada skor 8,85 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat.

3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat

Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya. Semakin padu kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf, maka dapat dikatakan paragraf atau kalimat itu baik. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 25.
Tabel 25 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat

No 1 2 3 4 5

Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah

Skor 5 4 3 2 1

Frekuensi 4 4 6 6 14 34

Bobot skor 20 16 18 12 14 80

Persen (%) 25% 20% 22,5% 15% 17,5% 100%

Rata-rata

80 = 2,35 34

Berdasarkan tabel 25 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat hanya mencapai nilai rata-rata 2,49. Pemerolehan skor rata-rata tersebut dikategorikan kurang. Secara jelas dapat

123

124

diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat masih kurang dan itu perlu ditingkatkan sampai pada kategori baik. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 4 peserta didik atau 25%. Kategori baik dengan skor 4 dicapai 4 peserta didik atau 20%. 6 peserta didik atau 22,5% pada kategori cukup dengan skor 3, sedangakan 6 peserta didik lainnya atau sebesar 15% masuk pada kategori kurang dengan skor 2, dan peserta didik yang mendapat skor 1 sebanyak 14 peserta didik atau 17,5% masuk pada kategori sangat kurang. Dari hasil rata-rata pada hasil tes individu yaitu 2,35 dan rata-rata tes kelompok 2,62 maka dapat diperoleh nilai rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus I yaitu 2,49. Dengan hasil rata-rata pada siklus I 2,49 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah cukup baik dalam penguasaan aspek penyusunan kalimat.

4) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Diksi

Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata antara yang baku dan tidak baku dalam penggunaannya. Dalam lingkungan formal kita harus lebih menitik beratkan pada penggunaan kata-kata baku, jika dibandingkan pada situasi non formal atau pergaulan. Selain kebakuan, kesesuaian penggunaan pilihan kata dalam suatu kalimat juga perlu diperhatikan, sehingga tidak menimbulkan makna kalimat yang rancu dan ambigu. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 26.

124

sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik.06. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 23 peserta didik atau 67%. Kategori kurang dengan skor 2 ada 2 peserta didik atau 1%. kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 7 peserta didik atau 25%. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata hasil kelompok 4.33 pada kategori baik. 125 . Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4.125 Tabel 26 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 23 3 1 0 34 Bobot skor 35 92 9 2 0 138 Persen (%) 25% 67% 7% 1% 0% 100% Rata-rata 138 = 4. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik sudah mampu memilih dan memilah penggunaan kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya. sehingga dikatakan secara keseluruhan peserta didik sudah mampu menggunakan diksi dalam pembuatan kalimatnya. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini.06 lalu dibagi dua sehingga diperoleh rata-rata keseluruhan 4.06 masuk pada kategori baik.59 dan hasil individu 4. Rata-rata 4.06 34 Data pada tabel 26 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi. Dengan rata-rata 4. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini.33. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 3 peserta didik atau 7%.

Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 27. Kali ini nilai rata-ratanya adalah 2.32. Kategori cukup dengan skor 3 sebesar 24% atau 7 peserta didik juga.59. Kategori baik dengan skor 4 ada 7 peserta didik atau sebesar 32%. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 7 peserta didik atau 16%. Jadi disimpulkan bahwa secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan kaidah EYD dan peserta didik juga sudah cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya. Tabel 27 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 7 7 7 10 34 Bobot skor 15 28 21 14 20 88 Persen (%) 17% 32% 24% 16% 11% 100% Rata-rata 88 = 2.59.59 34 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 27 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 3 peserta didik atau 17% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5. Hasil 126 . peserta dinyatakan kurang mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup.126 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 2. tetapi secara individu. Dan kategori sangat kurang dengan skor 1 masih dicapai sebanyak 10 peserta didik atau sebesar 11%. Secara kelompok.

41% dan 8 peserta didik atau sebesar 23.65%.5 57. tetapi hasil tersebut sudah merupakan hasil yang cukup bagus atau merupakan awal yang baik.5 72 71 72.5 47 39 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian Grafik 2 di atas menunjukkan bahwa peserta didik yang berada pada kategori sangat baik dengan nilai 85-100 adalah 0%.5 69.5 1 7 70. 127 .5 47 47 42.46. Dengan hasil itu. Kategori cukup dengan nilai 60-69 dicapai oleh 6 peserta didik atau sebesar 17.5 65 60. Pada siklus I ini dicapai nilai rata-rata 59.85 yang masuk pada kategori cukup.5 72.53% menempati kategori sangat kurang dengan nilai <50.127 rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 2.41%.5 47.5 65. Meskipun belum mencapai target yang diinginkan yaitu nilai 70 pada kategori baik. skor 70 berada diantara skor tersebut.5 48. maka pada siklus I peserta didik kurang mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca. Sedangkan kategori kurang dengan nilai 50-59 yang bearada diantara skor 60 dan 40 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29. peserta didik pada kategori baik dengan nilai 70-84 dicapai oleh 10 peserta didik atau sebesar 29.5 70 69 68.5 59.5 7 5 57 51 52 54 51 51 48. untuk lebih jelasnya lihat pada grafik untuk nilai di atas skor 60 dan di bawah 80.5 57. Hasil tes menyimak berita pada siklus I dapat dilihat pada grafik 2 di bawah ini. Nilai dengan kategori cukup berada di atas skor 60. Grafik 2 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus 1 80 60 40 20 0 Series2 J u m la h S k o r 76 75 72.

2. Adapun hal-hal yang diamati meliputi dua jenis perilaku.1 Hasil Observasi Pengambilan data observasi dilakukan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken.128 4. Hasil selengkapnya dijelaskan pada uraian berikut. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk melihat respons peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.2. dan (4) kesediaan peserta didik membuat catatan-catatan mengenai hal-hal penting dari penjelasan guru. (2) perhatian peserta didik ketika mendengarkan penjelasan guru. 4.2 Hasil Nontes Hasil penelitian nontes pada siklus I ini didapatkan dari hasil observasi. jurnal.2. Perilaku pertama yaitu keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dibagi menjadi beberapa aspek. dengan jumlah 34 pada siklus I ini. dan dokumentasi. Perilaku 128 . Dari kedua jenis perilaku tersebut. Hal yang diamati adalah perilaku yang positif ataupun negatif yang muncul saat pembelajaran berlangsung. Objek sasaran yang diamati dalam observasi adalah peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Aspek-aspek tersebut antara lain: (1) semangat dan kesungguhan peserta didik dalam mengikuti penjelasan guru. yaitu: (1) keaktifan peserta didik mendengarkan penjelasan guru/apersepsi dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. (3) keaktifan peserta didik untuk bertanya dan memberi komentar pada materi yang diberikan. wawancara. masing-masing dijabarkan sebagai berikut.

berkomentar 4 30 tentang materi yang diberikan. dan (5) peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat. aspek-aspek tersebut antara lain: (1) peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatancatatan kecil. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. Dari beberapa aspek tersebut dan berdasarkan hasil pengamatan. 4. (4) peserta didik melakukan latihan (drill) dengan mengerjakan tugas-tugas dari guru. 4.129 kedua dijabarkan menjadi lima aspek. (3) peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 2 34 34 32 0 0 Aspek 34 0 129 . peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 5. maka diperoleh hasil observasi seperti pada tabel di bawah ini. (2) peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. Tabel 28 Hasil Observasi Siklus I No 1 Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apersepsi 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita Respons Positif Negatif 1. 28 6 2. peserta didik aktif bertanya. 3. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. peserta didik semangat dan bersungguh34 0 sungguh mengikuti penjelasan guru. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya. peserta didik mau membuat catatan 34 0 mengenai hal-hal yang penting 34 0 1. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 2.

mereka cenderung lebih suka berbicara sendiri dengan teman sebangkunya atau teman di depan dan di belakangnya. Hal itu dilakukan khususnya oleh peserta didik laki-laki yang berada pada barisan belakang. bersunguh-sungguh. hal tersebut tidak menjadikan penghambat berlangsungnya proses belajar. Mereka cukup aktif dalam bertanya dan berkomentar tentang materi yang diberikan dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. tidak semua peserta didik mengikuti pembelajaran dengan baik. Dari hasil pengamatan. peserta didik 130 . Namun. tetapi dengan cara ditunjuk oleh guru dan mereka menjawabnya secara serempak.130 Pada siklus I ini. begitupun dalam hal membuat catatan-catatan penting dari penjelasan guru. Pada siklus I ini. Walaupun cara menjawabnya tidak berani dengan tunjuk jari. Selama melakukan kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. dan berkonsentrasi dalam mengikuti penjelasan guru. persentase tingkat keaktifan peserta didik adalah sebesar 12% atau sebanyak 4 peserta didik. melalui kegiatan observasi dapat dideskripsikan beberapa perilaku peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Terdapat 6 peserta didik atau sebesar 18% peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Mereka bersungguh-sungguh dalam mencatat hal-hal penting yang dijelaskan oleh guru. Berdasarkan data yang ada dapat diketahui bahwa pada kegiatan awal ataupun inti pembelajaran sebagian besar peserta didik semangat. Meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang memperhatikan guru. 82% lainnya sudah memperhatikan guru.

kurang tertarik/senang. Pada kegiatan inti pembelajaran. Tetapi dengan sudah adanya beberapa peserta didik yang bertanya. yang sifatnya untuk dijadikan latihan dalam rangka penguasaan keterampilan menyimak berita. Setelah peserta didik menyimak berita. grogi/tidak berani. bisa diartikan mereka sudah paham atau benar-benar tidak memahami berita yang ditayangkan. Masalah ini merupakan suatu tugas bagi peneliti untuk memperbaiki pada siklus selanjutnya. Kondisi yang seperti ini tentunya harus dicarikan solusi pemecahannya.89% saja yang bertanya dan lainnya hanya diam saja. guru memberikan soal pada peserta didik. Sikap diam saja tersebut. Setelah kegiatan menyimak selesai. Karena dengan berkonsentrasi mereka dapat memahami isi berita secara baik. hal itu merupakan awal yang baik.131 masih cenderung agak pasif. Tetapi hanya ada 2 peserta didik atau sebesar 5. Sebagian besar dari mereka memilih diam daripada bertanya. Sebagian besar dari mereka sudah berkonsentrasi dalam menyimak berita dan sudah terlihat membuat catatan-catatan kecil. Hal ini dimungkinkan karena peserta didik masih malu. agar peserta didik secara merata aktif bertanya ataupun berpendapat tanpa harus ragu ataupun malu. guru memutarkan VCD berita dan guru meminta kepada peserta didik agar mereka berkonsentrasi penuh selama pemutaran VCD dan membuat catatan-catatan kecil tentang pokok-pokok beritanya. Latihan-latihan yang diberikan berupa latihan soal isian singkat dan soal essai tentang pokok-pokok berita dan menuliskan pokok- 131 . dan juga mereka tidak mempunyai ide pertanyaan. guru memberikan kesempatan pada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahaminya dalam tayangan berita tersebut.

132 . Rencana pembelajaran pada siklus berikutnya tentunya harus lebih dimatangkan lagi. Selain itu kesalahan teknis dalam penggunaan media dan kurang jelasnya peneliti dalam memberikan penjelasan juga memberikan peran serta. yang masih menonjol dari peserta didik. Setelah latihan kelompok. Dalam pengerjaan tugas yang sifatnya individu. meskipun tidak dipungkiri masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang bekerja sama di dalam kelompoknya. Kekurangan itu disebabkan oleh perilaku belajar yang negatif atau kurang kondusif. sehingga proses pembelajaran pada tahap selanjutnya lebih baik. mereka terlihat sudah bersungguh-sungguh dalam menegerjakan tugasnya.132 pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat yang padu dalam sebuah paragraf. agar perilaku belajar yang negatif tergeser menjadi perilaku belajar yang positif dan kekurangan-kekurangan yang terjadi tidak terulang lagi. yang dapat mengganggu berlangsungnya proses pembelajaran. Peserta didik belum dapat menyesuaikan pola pembelajaran yang diterapkan oleh guru. peserta didik diberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan yang terjadi. Ketika mengerjakan latihan yang sifatnya kerja kelompok. Berdasarkan hasil pengamatan secara keseluruhan. Keadaan ini merupakan masalah besar yang harus dipecahkan peneliti. mereka cenderung lebih berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya.

Jurnal guru yang berwenang mengisi adalah guru yang mengamati peneliti dalam memberikan pembelajaran pada peserta didik dan jurnal siswa yang harus diisi peserta didik. sehingga sebagian besar guru yang menguasai kegiatan pembelajaran. respons yang diberikan peserta didik sudah cukup baik walaupun ada beberapa dari peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh guru.2. para peserta didik sudah bersungguh-sungguh.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi tentang sikap. Kebanyakan dari peserta didik masih kurang aktif bertanya. (4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomena-fenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual berlangsung. Dari lembar jurnal guru hal-hal yang dijadikan perhatian adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. mereka cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran meskipun tetap masih ada peserta didik yang terlihat acuh pada 133 . bahwa selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka dapat diperoleh suatu hasil pengamatan. perilaku dan respons peserta didik terhadap pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual adalah jurnal guru dan jurnal siswa. Dari hal-hal tersebut.133 4. Dalam mengerjakan latihan yang diberikan.2. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru.

(4) pengaruh pembelajaran 134 . Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. Jurnal siswa ini harus diisi oleh peserta didik. Ditemukan fenomena lain yang terjadi ketika proses pembelajaran yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru. serta pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran.134 pembelajaran yang diberikan guru. masih terdapat jurnal siswa yang dapat dijadikan pedoman untuk mengukur respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Peserta didik cukup memahami konsep pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal-hal yang harus diisi oleh peserta didik pada jurnal siswa ini adalah (1) perasaan peserta didik ketika mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. guru terlebih dahulu menjelaskan konsep pembelajaran ini. karena pada awal pertemuan. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran dan untuk mengungkap pendapat peserta didik mengenai kemudahan dan kesulitan yang mereka alami. Selain jurnal guru.

135 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual terhadap cara belajar peserta didik. Pada siklus I ini. dan (5) pesan dan kesan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Tabel 29 Hasil Jurnal Siswa Siklus I No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Jumlah Respons Peserta Didik Positif Negatif 33 1 2 33 1 3 32 2 4 33 1 5 28 6 159 11 Hampir seluruh peserta didik senang dan tertarik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. peserta didik yang dapat hadir 34 peserta didik. 06% yang mengaku senang dan tertarik dengan pembelajaran karena 135 . Kesemuanya mendapatkan dan mengisinya dengan antusias dan situasi tenang . Terdapat 33 peserta didik atau sebesar 97. Dan berikut ini hasil jurnal siswa pada siklus I. guru membagikan jurnal siswa ini. Setelah proses pembelajaran berakhir. Hal itu tampak pada jawaban-jawaban mereka pada lembar jurnal.

Masukan mereka (1) dengan cara pembelajaran seperti itu terus apakah peserta didik tidak akan bosan?. tetapi tetap terdapat kesulitan-kesulitan dan masukan-masukan dari peserta didik dalam rangka perbaikan selanjutnya. Bagi peserta didik yang menyukai pembelajaran ini. Walaupun respons peserta didik terlihat sangat baik dalam menerima pembelajaran menyimak berita. 34 peserta didik lainnya berpendapat bahwa peneliti dalam mengajar santai. (2) kalau ada yang ramai dihukum saja. (3) tayangan yang diberikan harus cepat dan jelas. pembelajaran yang dilakukan dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran sebelumnya dilakukan dengan memberikan catan-catatan dan masih menggunakan metode ceramah. pembelajaran mereka rasakan lebih terasa cepat daripada mencatat. dia tidak memahami dan menguasai metode drill yang dilatihkan peneliti. Dari jawaban itu. menyenangkan dan sudah jelas dalam menjelaskan materi. (2) 136 .04% atau 1 peserta didik mengaku kurang tertarik dan senang dengan pembelajaran ini. dapat terlihat bahwa. pendapat mereka terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat meningkatkan mutu belajar dan membuat mereka menjadi lebih rajin. para peserta didik lebih cepat memahami materi. Pembelajaran seperti itu mereka rasakan tidak menyenangkan. tidak membosankan. dan lebih membosankan. Selain itu. mereka berpendapat bahwa dengan penggunaan media VCD. kesulitankesulitan mereka adalah dalam hal (1) menyusun kalimat yang padu dan utuh. Sedangkan 0. tidak efektif. Dan berdasarkan hasil analisis.136 pembelajaran yang dilakukan oleh guru tidak membuat jenuh. Hal itu disebabkan oleh.

Peserta didik merasa senang dan suka dengan pembelajaran yang dilakukan guru dan cara pembelajarannya.2. (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik. (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik. Peserta didik 137 .137 pemilihan kata yang baku dan baik.2. 4. Perasaan senang dilontarkan oleh kedua peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi. dan terendah. dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik. dan (4) kurang konsentrasi dalam menyimak berita. (3) penggunaan ejaan dan tanda baca. (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.3 Hasil Wawancara Pada siklus I sasaran wawancara difokuskan pada peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan nilai terendah pada hasil tes menyimak berita. Wawancara ini mengungkap 8 pertanyaan sebagai berikut : (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Hasil wawancara diambil dari 2 orang peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi dan nilai terendah. (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

Peserta didik pada umumnya menerima dan merespons positif terhadap pembelajaran yang diberikan guru. dalam menyampaikan materi sudah bagus dan jelas. Kesulitan-kesulitan atau kendala dalam pembelajaran yang dialami peserta didik memang selalu ada. Keadaan ini merupakan suatu bentuk perilaku positif peserta didik pada siklus I. peserta didik terlihat senang. menambah semangat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Perubahan strategi pembelajaran yang dilakukan guru ternyata memberikan manfaat bagi peserta didik. Kenyataan ini sangat relevan dengan respons yang diberikan peserta didik terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru. menikmati pembelajaran yang diberikan oleh guru. karena kapasitas dalam menerima pembelajaran masing-masing berbeda. Mereka mengatakan cara guru mengajar lebih santai dan menyenangkan. seperti yang diungkapkan kedua responden. sebagian besar lainnya tampak senang dan menikmati pembelajaran menyimak berita. menyatakan bahwa dia belum memahami dan menguasai metode pembelajaran yang dilatihkan. Peserta didik yang mendapat prestasi tes menyimak berita rendah. Selain itu. Pembelajaran yang dilakukan dengan penggunaan media VCD dan diberikannya suatu latihan-latihan dengan tujuan penguasaan suatu keterampilan.138 mengalami perasaan senang karena mereka mendapatkan cara pembelajaran yang baru dalam pembelajaran menyimak berita. Walaupun ada sebagian kecil peserta didik yang ramai dan tidak peduli. Tidak semua peserta didik dapat menyerap materi pembelajaran dengan mudah. Mereka mengatakan ada perubahan cara mengajar guru. dia mengatakan bahwa dia lebih suka 138 .

Peserta didik yang mendapatkan nilai tinggi menyatakan dapat memahami isi berita yang ditayangkan oleh guru. sehingga dia merasa lebih mudah memahami materi dan pembelajaran menjadi terasa cepat. VCD berita yang ditayangkan dapat dipahami oleh peserta didik tersebut. peserta didik yang mendapatkan nilai rendah menyatakan bahwa dia kurang 139 . Mereka menyatakan tidak mengalami kesulitan terhadap pemahaman isi berita. seperti di laboratorium. jawabannya kurang rinci dan lengkap.139 pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas daripada pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Secara keseluruhan mereka mengatakan memahami isi berita. pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih nyata atau informasi yang didapat lebih langsung bukan dari penjelasan yang diberikan guru. dan pada akhirnya dia bisa menuliskan pokok-pokok isi berita dan menuliskannya menjadi kalimat yang padu dan utuh. Pengakuannya dengan adanya media yaitu VCD. sehingga ketika memberikan jawaban dari soal yang diberikan guru. tetapi kekurangan yang masih terlihat adalah mereka kurang jeli dan teliti terhadap bahan simakan. dia mengatakan tidak suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dan menggunakan media. Berbeda dengan peserta didik yang mendapatkan nilai rendah. Hal inilah yang mungkin menyebabkan dia mendapatkan prestasi tes menyimak berita yang rendah. Dari hasil wawancara diperoleh jawaban yang berbeda. Peserta didik yang mendapatkan nilai tertinggi mengatakan bahwa dia merasa senang dengan adanya media yang digunakan guru. Selanjutnya. Pernyataan tersebut juga terdapat dalam jurnal yang pernah ditulis oleh peserta didik yang mendapat nilai tertinggi.

Metode baru yang diterapkan guru dalam pembelajaran bisa digunakan untuk metode pembelajaran bahasa selanjutnya. Dari beberapa jawaban peserta didik. Kegiatan tersebut berupa kegiatan ketika guru menjelaskan materi pada peserta didik. dokumentasi foto yang diambil difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran.140 memahami tayangan berita yang diberikan guru sehingga kurang bisa menentukan pokok-pokok berita dan kurang bisa menuliskannya menjadi suatu kalimat yang padu dan utuh. dengan penggunaan metode baru dan penggunaan media mereka menjadi lebih senang dalam mengikuti pembelajaran dan akan lebih rajin belajar. karena pembelajaran yang dilakukan lebih memberikan informasi yang faktual dan pengetahuan. kegiatan pembelajaran dengan penggunaan media.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus I ini. pembelajaran yang diberikan oleh guru sudah menarik minat mereka. santai. Mereka sangat menyukainya. kesimpulan yang didapat adalah mereka suka dengan cara pembelajaran baru yang diberikan guru.2. karena metode tersebut sangat mudah diikuti dan membuat peserta didik lebih rajin dalam belajar. kegiatan pembelajaran ketika peserta didik mengerjakan latihan-latihan 140 . Menurut kedua responden.2. Berhubungan dengan materi. tidak menegangkan. tidak galak dan sabar. 4. gurunya jelas dalam menyampikan materi. kedua responden menyatakan materi yang disampaikan sudah cocok untuk kelas VIII dan latihan yang diberikan mudah dikerjakan dan diikuti.

Gambar I Kegiatan Awal Pembelajaran Gambar tersebut merupakan kegiatan awal sebelum kegiatan inti dilakukan. Kegiatan tersebut berupa guru mengkondisikan peserta didik terlebih dahulu. Tidak lupa pula guru menjelaskan metode pembelajaran baru yang akan diberikan oleh guru. sesudahnya guru menjelaskan sedikit materi pembelajaran. 141 . Setelah peserta didik mendapatkan gambaran tentang pembelajaran yang akan dilakukan dan sudah mengetahui kegiatan-kegiatan yang akan mereka lalui. dan menjelaskan tentang cara menyimak yang baik. menjelaskan teknik pembelajaran 5W + 1H. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. dan guru sudah yakin bahwa peserta didik sudah siap dan berkonsentrasi. guru memutarkan VCD berita.141 dan kegiatan pengisian jurnal. melakukan apersepsi lalu menjelaskan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Deskripsi gambar pada siklus I selengkapnya dipaparkan sebagai berikut.

guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahaminya terkait dengan berita yang telah ditayangkan. Setelah tayangan berita selesai. Gambar 2 Peserta Didik Menyimak Tayangan Berita Gambar tersebut merupakan kegiatan inti pembelajaran setelah dilaksanakannya kegiatan pendahuluan. Selama kegiatan menyimak tersebut. Latihan-latihan tersebut diberikan 142 . dengan tujuan supaya mereka mampu memahami isi berita dengan baik. peserta didik juga diperbolehkan membuat catatan-catatan kecil tentang hal-hal yang berkaitan dengan pokok-pokok berita. Tetapi pada kesempatan itu. tidak ada peserta didik yang bertanya.142 Kegiatan peserta didik dalam menyimak berita dengan penuh konsentrasi lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Mereka kelihatan sudah mampu memahami berita yang ditayangkan. Kegiatan selanjutnya guru memberikan latihan-latihan pada peserta didik. Kegiatan tersebut berupa peserta didik menyimak berita dengan penuh konsentrasi.

dan buruk. Berikut ini gambar peserta didik yang melakukan latihan secara berkelompok. dengan tujuan untuk pemahaman konsep terlebih dahulu. Peserta didik yang kurang memahami tentang hal tertentu bisa bertanya pada teman kelompoknya yang lebih paham. Gambar 3 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Tahap pertama dalam mengerjakan latihan yang diberikan adalah dengan cara berkelompok. Sehingga pada tahap ini akan terlihat suatu cerminan kehidupan masyarakat Indonesia yang saling membantu dan tolong menolong. Setelah semua peserta didik sudah 143 . cukup. Latihan yang diberikan berbentuk latihan kelompok dan latihan individu. sehingga jika terdapat kesulitan-kesulitan pada tahap ini peran kerjasama antar kelompok diperlukan.143 dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta didik terhadap berita yang ditayangkan. sehingga akan terlihat kelompok peserta didik yang memiliki daya simak yang baik.

guru meminta kepada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman kelompok yang lain. Setelah semua selesai dikoreksi.144 menyelesaiakan soalnya. Selanjutnya guru meminta salah satu perwakilan kelompok yang mendapat skor tertingi untuk maju ke depan kelas dan menuliskan hasil pekerjaan soal essai yang berupa membuat paragraf yang terdiri maksimal 5 kalimat. Selesai menuliskan pekerjaannya di papan tulis. Untuk memperjelas kegiatan tersebut dapat diamati pada gambar berikut ini. Dari situ akan terlihat kekurangan dan kesalahan yang terjadi pada diri peserta didik dalam pengerjaan latihan. setelah selesai menyimak guru memberikan latihan yang sifat pengerjaannya individu. Guru memutarkan VCD berita lagi. peserta didik diajak belajar untuk menilai pekerjaan teman lain. Setelah peserta didik sudah memahami kekurangan mereka. tidak ada yang merubah hasil pekerjaan temannya. Disinilah keterbukaan cara penilaian yang diberikan guru terlihat. Guru memberikan penguatan dan memberikan penjelasan sedikit tentang kekurangan tersebut. dengan cara yang sama peserta didik menyimak berita. guru memberikan latihan selanjutnya. 144 . Mereka harus sportif. guru melihat sepintas hasil pekerjaan peserta didik. Guru membacakan jawaban yang benar dan mereka tinggal memberikan tanda benar dan salah. guru bersama peserta didik mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penulisan kalimat tersebut dan sekaligus memberikan pembenarannya.

dan rendah. sesudahnya guru membahas pekerjaan soal essai. Setelah semua peserta didik mengerjakan latihan. Dan juga akan diketahui daya simak yang tinggi. cukup. guru meminta pada mereka untuk menukarkan hasil pekerjaannya dengan teman sebangkunya. 145 . Dengan cara ini guru akan mengetahui jumlah peserta didik yang mempunyai pemahaman yang baik. Mereka tampak sungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan yang diberikan guru. dan kurang.145 Gambar 4 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu. cukup. terlihat pada gambar 5. Guru bersama peserta didik mengoreksi soal isian singkat. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan pengisian jurnal siswa. Latihan yang sifatnya individu ini diberikan oleh guru dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan menyimak dan tingkat pemahaman berita masing-masing peserta didik. Kali ini pun mereka harus berlaku sportif.

Berita yang harus mereka lihat adalah berita ”Seputar Indonesia” yang ditayangkan di stasiun TV RCTI setiap hari pukul 17. 4.146 Gambar 5 Peserta Didik Mengisi Jurnal Gambar tersebut merupakan aktivitas peserta didik ketika sedang mengisi jurnal siswa yang diberikan guru setelah kegiatan pembelajaran selesai.2.3 Tugas Terstruktur bagi Peserta Didik Setelah selesai pengisian jurnal peserta didik mendapatkan tugas terstruktur dari guru untuk melihat berita di televisi selama 4 hari dan setiap harinya melihat 2 topik berita. Tujuan diberikannya tugas terstruktur ini adalah untuk penjembatan atau latihan-latihan dalam upaya penguasaan keterampilan 146 . Tampak sekali peserta didik bersungguh-sungguh dalam mengisi jurnal. Guru meminta peserta didik untuk mengisi jurnal siswa dengan sejujurnya.30. Peserta didik harus mencatat pokok-pokok beritanya yang memuat unsur 5W + 1H lalu menuliskannya ke dalam 5 kalimat.

Dan tugas terstruktur yang diberikan ini sebenarnya pencerminan dari metode pembelajaran yang digunakan guru yaitu metode drill yang prinsip dasarnya pemberian latihan yang berulang-ulang sehingga suatu keterampilan dapat dikuasai peserta didik. sehingga sangat mempengaruhi hasil nilai 147 . Hal itu berarti mereka sudah memahami kaidah metode drill dan unsur 5W + 1H. sehingga terbentuk suatu paragraf yang padu. Peneliti memberikan waktu khusus dalam rangka pengecekan dan pengoreksian tugas terstruktur tersebut.4 Refleksi Siklus I Pembelajaran menyimak berita pada siklus I ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada prasiklus.2. Peserta didik tidak memperhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan dan tanda baca dalam pembuatan kalimatnya. Permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan pembelajaran menyimak berita pada prasiklus yaitu peserta didik belum mampu menuliskan pokok-pokok berita menjadi suatu kalimat yang baik. Jadi antara siklus I dan siklus II ada tenggang waktu sekitar 1 minggu. Mereka sudah mampu memahami soal yang diberikan guru dan sudah ada peningkatan tentang cara mengerjakan soal dan pemahaman dari berita yang mereka simak. diketahui bahwa peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. Dari hari ke hari hasil tugas mereka semakin bagus dan hasil yang diperoleh semakin baik pula.147 menyimak berita. Waktu satu hari diadakan pertemuan antara peneliti dan peserta didik untuk membahas hasil tugas terstruktur tersebut. Dari hasil pertemuan itu. 4. Dan tenggang waktu itu diisi dengan tugas terstruktur tersebut.

Selain itu peserta didik kurang konsentrasi dalam menyimak dan kurang rinci dalam menjawab pada masing-masing unsur 5W + 1H. peneliti menggunakan metode drill dengan media audio-visual. Adapun aspek-aspek yang dinilai antara lain: (1) kesesuaian jawaban isian singkat dengan unsur 5W + 1H. Penentuan kelompok terbaik tersebut berdasarkan keaktifan mereka dalam bekerja sama dan keberanian mereka mengemukakan hasil pekerjaannya. Pada siklus I. (3) jumlah kalimat. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus I. Meskipun masih masuk pada 148 . peneliti juga memberikan penghargaan/hadiah kepada kelompok terbaik. Tujuan dilakukannya teknik pembelajaran ini adalah untuk mengantarkan peserta didik dalam penguasaan keterampilan menyimak berita. Pengambilan data dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini ada dua yaitu data tes dan nontes.148 mereka. dan (6) penggunaan ejaan dan tanda baca. mencapai nilai rata-rata 59. (5) diksi (pilihan kata). Penghargaan yang diberikan ini bertujuan memotivasi peserta didik agar lebih aktif dan penampilan selanjutnya dapat tampil lebih baik daripada penampilan sebelumnya. (4) penyusunan kalimat. sehingga hasil yang didapat tidak maksimal. hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Sebagai upaya perbaikan dari prasiklus ke siklus I ini. Aspek-aspek yang dinilai pada siklus I sama dengan aspek penilaian yang digunakan pada prasiklus. (2) kesesuiaan isi kalimat pada essai dengan pokok-pokok berita.85 yang masuk dalam kategori kurang.

Berkaitan dengan penggunaan media VCD. Mereka merasa lebih senang dan tertarik dengan pembelajaran yang baru ini karena pembelajaran yang dilakukan menyenangkan. karena target yang ingin dicapai peneliti pada pembelajaran keterampilan menyimak berita ini adalah 70 atau pada kategori nilai baik. materi menjadi mudah diingat. Menurut mereka dengan adanya metode drill mereka menjadi lebih rajin. Selain penggunaan VCD. Pembelajaran menyimak berita yang diterapkan peneliti 149 . peserta didik berpendapat bahwa dengan adanya tayangan berita secara langsung mereka dapat memperoleh informasi secara langsung tanpa mendengarkan ceramah guru.149 kategori yang sama seperti tahap parsiklus. tidak membuat peserta didik jenuh dan bosan. Ketika mengadakan refleksi ini. dan teknik pembelajaran yang baru sangat mudah untuk diikuti. dan mereka dapat menambah pengetahuan. Materi menyimak berita ini sebelumnya pernah disampaikan oleh guru mata pelajaran mereka. peserta didik merasa senang dengan teknik pembelajaran yang diterapkan guru. peneliti merasa belum puas dan belum berhasil dalam upaya peningkatan keterampilan menyimak berita pada siklus I. tetapi pada siklus I ini hasil rata-rata yang diperoleh mengalami sedikit peningkatan. pada pembelajaran ini tidak dilupakan pula kehadiran metode drill. Secara umum. peserta didik menjadi semakin tahu keadaan sekitarnya. pembelajaran terasa cepat. Dengan hasil yang masih jauh dari kategori nilai baik. peneliti menanyakan perasaan peserta didik ketika diberikan teknik pembelajaran yang baru. tetapi teknik yang diterapkan berbeda dengan teknik yang digunakan peneliti.

maka hasil penelitian yang berupa nilai tes keterampilan peserta didik meningkat dari kategori cukup meningkat ke kategori baik. Diharapkan pada siklus II. Refleksi tersebut dijadikan acuan untuk melakukan perbaikan dalam pembelajaran menyimak berita ini. tindakan siklus II dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi hasil yang diperoleh pada siklus I ini kurang memuaskan. Peneliti akan mengadakan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan. Meningkatnya nilai tes ini didikuti pula dengan peningkatan perilaku peserta didik yang lebih aktif.3 Hasil Penelitian Siklus II Tindakan siklus II dilaksanakan karena pada siklus I keterampilan menyimak berita pada peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken masih dalam kategori kurang dan belum memenuhi target maksimal pencapaian nilai rata-rata kelas yang telah ditentukan. dan lebih 150 . Dengan demikian. Pada siklus II pembelajaran dilaksanakan dengan rencana dan persiapan yang lebih matang daripada siklus I. Selain itu perubahan tingkah laku dalam pembelajaran menyimak berita masih tergolong normal. 4. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pembelajaran yang mengarah pada peningkatan hasil belajar tanpa mengesampingkan proses pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. hasil yang diperoleh peserta didik menjadi lebih baik. belum tampak perubahan berarti.150 merupakan hal yang baru bagi mereka sehingga dalam pelaksanaanya tidak semua peserta didik mampu mengikutinya karena tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan peserta didik berbeda-beda. kreatif.

dan (5) penggunaan ejaan dan tanda baca. namun masih menggunakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Hal itu disebabkan oleh terdapat 2 peserta didik yang menjadi perwakilan siswa teladan antar kabupaten. Tes isian singkat.151 terbuka dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.1 Hasil Tes Hasil tes menyimak berita pada siklus II ini merupakan data kedua setelah diberlakukannya perbaikan tindakan pembelajaran pada siklus I. Kriteria penilaian pada siklus II ini masih tetap sama seperti pada siklus I.3. 4. Begitu pun dengan tes essai. Pada siklus II ini. 2 peserta didik mengikuti latihan model dalam rangka menyambut acara peragaaan busana acara perpisahan kelas IX dan 4 lainnya mengikuti latihan karawitan dalam rangka menyambut acara perpisahan juga. yang meliputi dua penilaian yaitu tes isian singkat dan tes essai yang masing-masing masih dibagi-bagi lagi per aspeknya. (4) diksi atau pilihan kata. aspek di dalamnya masih sama seperti pada siklus I yaitu meliputi penilaian yang terdiri dari 6 unsur yaitu unsur 5W + 1H. Bentuk pengerjaan tes juga masih sama yaitu dengan cara berkelompok dan selanjutnya individu. aspek yang menjadi penilaian masih terdiri dari 5 aspek penilaian yang meliputi : (1) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Hasil selengkapnya mengenai hasil tes dan nontes siklus II diuraikan secara rinci sebagai berikut. yang skor penilaiannya juga masih sama. Hasil nilai keterampilan 151 . peserta didik yang dapat hadir hanya sejumlah 31 peserta didik dari jumlah 39. (2) jumlah kalimat. (3) penyusunan kalimat.

5 270 139 1. maka diperoleh nilai rata-rata kelompok sebesar 69.23 72.5 515.02. 5 5 17 10 4 13 5 0 0 3 31 31 Bobot Skor Glob.02 : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Kel Ind : Kelompok : Individu Glob : Global Hasil nilai keterampilan menyimak berita di atas diperoleh dengan penjumlahan pada masing-masing bentuk tes dan penjumlahan pada tiap aspeknya.5 0 31 NG 429 1052.5 800 1305 782 8.5 249 0 2. Berikut ini rincian perolehan nilai tersebut. Tabel 30 Hasil Nilai Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah Rata-rata Keterangan : NK NI NG Rentang Nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Kel. NK NI 425 5 433 13. 152 .81. Dari hasil nilai rata-rata kelompok dan individu tersebut maka diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus II ini adalah 71. penilaian individu dan juga penjumlahan pada masing-masing aspeknya. Dari penilaian bentuk tes kelompok. Ind.5 69.152 menyimak berita umum dan hasil penilaian aspek tes keterampilan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dapat dilihat pada tabel berikut.81 71.5 135 69.23 dan nilai rata-rata individu sebesar 72.5 2146 2257 2201.

81 dan nilai rata-rata keseluruhan 71.68 4.81 8.153 Tabel 31 Hasil Nilai Aspek Keterampilan Menyimak Berita Siklus II No Bobot Skor NK NI NG 1 Unsur 5W + 1H 1110 1410 1260 2 Kesesuaian isi kalimat dengan 363 253 310. nilai rata-rata individu 72.60 3. 4.5 pokok-pokok berita 3 Jumlah kalimat 292 258 275 4 Penyusunan kalimat 120 108 114 5 150 135 142.35 3.00 72.02 Keterangan : NK NI NG : Nilai Kelompok : Nilai Individu : Nilai Global Dari hasil perhitungan per aspek juga diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok 69. Tujuan diadakannya tes kelompok adalah untuk mendidik peserta didik berjiwa kerja sama dan tolong menolong.16 9.32 3.5 Aspek Nilai rata-rata NK NI NG 35.48 4. Berikut ini uraian dan rincian pemerolehan penilaian pada siklus II. Uraian ini dimaksudkan untuk memperjelasnya.65 11. Dengan sudah sesuainya hasil rata-rata nilai dan hasil rata-rata per aspek maka penilaian yang dilakukan sudah valid.81 45.87 3.02. Dengan 153 .1 Hasil Tes Kelompok Pada siklus II pun diberlakukan penilaian secara kelompok dan individu.3.1.29 71.93 9.5 Diksi 6 Ejaan dan tanda baca 111 93 102 Jumlah 2146 2257 2201.71 8. Tes kelompok ini merupakan suatu cara yang dilakukan untuk pemahaman konsep pembelajaran yang dilakukan guru.23 8. Hasil tersebut sudah sesuai dengan hasil penilaian.42 3.84 3.23.58 69.87 4.49 40.

Nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penjumlahan rata-rata tes isian singkat dan tes essai harus sesuai dengan hasil nilai tes.42. Berikut ini hasil penilaian secara umum tes isian singkat dan tes essainya. Penilain pada bentuk tes kelompok juga diperoleh dari tes isian singkat dan tes essai.42 69. pada tes kelompok nilai rata-rata yang diperoleh pada tes isian singkat adalah 35.23 31 Data tabel 33 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak peserta didik VIII A SMP Negeri I Jiken dalam menyimak berita cukup baik.81 33.23. dengan rata-rata mencapai 69. Kevalidan nilai ini didapat karena sudah sesuainya hasil rata-rata nilai tes dengan hasil 154 . Tabel 33 Hasil Tes Keterampilan Menyimak Berita pada Siklus II No Kategori 1 2 3 4 5 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 425 5 800 10 782 13 0 0 139 3 31 2146 Persen (%) 20% 37% 37% 0% 6% 100% Rata-rata 2146 = 69.154 cara kelompok peserta didik bisa saling bertanya dengan temannya mengenai halhal yang belum dipahaminya. Hal ini membuktikan bahwa nilai ini sudah valid.23.81 dan nilai rata-rata tes essai adalah sebesar 33.23 Tabel 32 di atas menjelaskan bahwa. Dari hasil kedua nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai ratarata kelompoknya adalah 69. Berikut ini hasil perhitungan nilai tes berkelompok. Tabel 32 Hasil Tes Isian Singkat dan Essai No Bentuk Tes 1 Isian singkat 2 Essai Jumlah Frekuensi 31 31 Bobot Skor 1110 1036 2146 Rata-rata 35.

155 . Perolehan nilai rata-rata tersebut merupakan penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai. 4. 10 peserta didik diantaranya atau sebanyak 37% termasuk dalam kategori baik dengan rentang nilai 70-84. bentuk tes yang digunakan berupa tes yang dikerjakan secara kelompok dan secara individu. pemerolehan nilai tes secara umum adalah hasil penjumlahan dari nilai tes isian singkat dan tes essai. Dari jumlah keseluruhan 31 peserta didik.1. where. seperti yang dijelaskan berikut ini.155 penjumlahan rata-rata nilai tes isian singkat dan tes essai. who.1. Karena hakikatnya. Tujuannya adalah supaya peserta didik benar-benar mampu menguasai keterampilan menyimak dan mempunyai pemahaman yang baik tentang berbagai macam berita yang disimaknya. Masing-masing penilaian tersebut dijabarkan menjadi subsub aspek. dan 3 peserta didik lainnya atau sebanyak 6% mendapat nilai sangat kurang dengan rentang nilai <50. 13 peserta didik lainnya atau sebanyak 37% menempati kategori cukup dengan rentang nilai 60-69.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Penilaian aspek unsur 5W + 1H pada siklus II ini fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu pada benar-tidaknya jawaban dengan unsur-unsur what. Masih sama seperti siklus I juga.3. Tayangan berita yang diberikan berbeda dengan tayangan berita yang diberikan pada siklus I. dan how. Hasil penilaian tes isian singkat dapat dilihat pada tabel 34 berikut ini. why. Setiap jawaban yang benar akan memperoleh skor 10 dan jawaban yang salah mendapat skor 0. when. 5 peserta didik atau sebesar 20% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100.

Sebanyak 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 28% mampu mengerjakan pertanyaan yang mengandung unsur what (apa). 4. 21% atau 23 peserta didik mampu menjawab unsur where (dimana).42 3.58 33.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Siklus II Tabel 35 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah 156 Jumlah skor 363 292 120 150 111 1036 Rata-rata 11. 5 peserta didik atau 4% mampu menjawab unsur who (siapa). sedangkan unsur why (mengapa) dan how (bagaimana) bisa dijawab oleh 19 peserta didik atau 17% dan 23 peserta didik atau 21%.156 Tabel 34 Hasil Tes Isian Singkat Aspek Unsur 5W +1H No 1 2 3 4 5 6 Unsur What Who Where When Why How Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Frekuensi Bobot skor 31 5 23 10 19 23 186 310 50 230 100 190 230 1110 Persentase (%) 28% 4% 21% 9% 17% 21% 100% Rata-rata 1110 = 35.87 4.42 .81 yang masuk pada kategori cukup baik.1. unsur when (kapan) hanya bisa dijawab oleh 10 peserta didik atau 9%. Rincian per bagian unsur dapat dijelaskan sebagai berikut.71 9.3.1.84 3.81 31 Secara kelompok hasil rata-rata pada soal isian singkat adalah 35.

Tabel 36 Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 0 31 0 0 0 31 Bobot skor 0 363 0 0 0 363 Persen (%) 0% 100% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 363 = 11.84 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rata-rata yang diperoleh 3.42. Hasil penilaian ini dapat dilihat pada tabel 36.87.58. Nilai rata-rata masingmasing aspek tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan nilai rata-rata tes essai kelompok sebesar 33. 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita difokuskan pada isi kalimat yang dibuat. aspek jumlah kalimat nilai rataratanya 9. Berikut ini rincian penilaian pada masing-masing aspeknya.71 31 157 .157 Tabel 35 di atas menjelaskan tentang penilaian pada masing-masing aspek tes essai.42. aspek penyusunan kalimat 3.71. aspek diksi sebesar 4. Sesuai atau tidaknya isi kalimat dengan pokokpokok berita menjadi pertimbangan pertama dalam hal penilaian. Dari hasil perhitungan pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokokpokok berita memperoleh nilai rata-rata 11.

Dengan nilai rata-rata 11.08 sedangkan pada siklus II ini rata-rata yang diperoleh 11. dengan nilai rata-ratanya yaitu 11.62. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat ditekankan pada jumlah kalimat yang ditulis dalam pembuatan paragraf. Dari tabel itu juga terlihat bahwa seluruh peserta didik atau sebesar 100% mencapai kategori nilai baik dengan jumlah skor 363. menunjukkan bahwa ada perubahan cara belajar peserta didik dan perubahan itu menuju ke arah yang baik. Hasil penilaian tes essai pada aspek jumlah kalimat dapat dilihat pada tabel 37. Tabel 37 Hasil Tes Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 22 9 0 0 0 31 Bobot skor 220 72 0 0 0 292 Persen (%) 75% 25% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 292 = 9.71. Dengan adanya peningkatan ini. Hasil ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I.4 2 31 158 . sedangkan untuk kategori lainnya tidak didapatkan peserta didik. Dengan adanya perubahan ke arah positif ini berarti guru sudah berhasil dalam proses pembelajarannya. Peningkatan yang terjadi sebanyak 4.71 maka dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah paham dengan pokok-pokok berita yang terdapat pada berita ditayangkan.158 Data pada tabel 36 menunjukkan bahwa keterampilan menyimak berita pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita masuk dalam kategori baik. Pada siklus I rata-rata yang diperoleh adalah 7.71.

pemahaman peserta didik pada aspek ini sudah sangat bagus karena sudah dapat mempertahankan nilai rata-rata yang memuaskan tersebut.42 dapat dikatakan bahwa peserta didik sudah sangat mampu dalam menuangkan pikirannya menjadi suatu kalimat. Meskipun tidak ada peningkatan. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian pada aspek penyusunan kalimat difokuskan pada koherensi dan kekohesifan antara kalimat dalam suatu paragraf. dan kategori baik dengan skor 8 diperoleh oleh 9 peserta didik atau sebesar 25%. berdasarkan pemahaman yang didapat dari tayangan suatu berita. Dengan rata-rata 9. Tabel 38 Hasil Tes pada Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 19 8 0 0 31 Bobot skor 20 76 24 0 0 120 Persen (%) 17% 63% 20% 0% 0% 100% Rata-rata 120 = 3.159 Data pada tabel 37 menunjukkan bahwa pada tes essai aspek jumlah kalimat kategori sangat baik dengan skor 10 dicapai oleh 22 peserta didik atau sebesar 75%. Nilai rata-rata tersebut sifatnya stabil dari siklus I dan siklus II. Setelah dilakukan perhitungan rata-rata skor peserta didik pada aspek jumlah kalimat yang digunakan dalam pembuatan paragraf adalah 9.42.87 31 159 . dan sangat kurang tidak dicapai peserta didik. kurang baik. Tidak ada peningkatan ataupun penurunan hasil rata-rata pada aspek ini. Sedangkan tiga kategori lainnya seperti cukup. Hasil penilaian tes essai pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dilihat pada tabel 38 berikut ini.

4) Hasil Tes Essai Terbuka Menyimak Berita Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) difokuskan pada ketepatan pemilihan dan penggunaan kata-kata dalam suatu kalimat sehingga akan membentuk suatu 160 . Hal ini bisa dijadikan modal pada masa yang akan datang jika peserta didik mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis. dapat mengantarkan peserta didik pada hasil belajar yang memuaskan.87. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut. Pemerolehan skor rata-rata tersebut. sedangkan kategori kurang dan sangat kurang pada siklus II ini. dapat membuktikan bahwa setelah diadakannya tindakan perbaikan dari kekurangan-kekurangan pada siklus I. sehingga didapatkan suatu kalimat atau wacana yang jelas konteksnya dan mudah dipahami oleh pembaca.87 yang bisa dibulatkan menjadi 4. Ternyata benar.61 dan siklus II dengan nilai rata-rata 3.26 dari hasil siklus I dengan rata-rata 2. tidak ada yang memperoleh. Peningkatan yang terjadi pada aspek ini. Peserta didik yang masuk pada kategori sangat baik sebanyak 4 atau sebesar 17%. terjadi peningkatan sebesar 1. Peserta didik semakin mampu membuat suatu kalimat yang koheren dan kohesif. Dengan kosongnya kedua kategori tersebut bisa diprediksikan pasti mengalamai peningkatan pada aspek ini. kategori cukup ada 8 peserta didik atau sebesar 24%. kategori baik sejumlah 19 peserta didik atau sebesar 63%.160 Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel 38 dapat diketahui bahwa rata-rata yang diperoleh yaitu 3. Dari hasil rata-rata tersebut dapat dijelaskan bahwa penguasaan peserta didik pada aspek penyusunan kalimat dalam paragraf dapat dikategorikan baik.

Hasil penilaian tes aspek diksi dapat dilihat pada tabel 39. 161 .84 31 Data pada tabel 39 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi atau pilihan kata dapat dirinci sebagai berikut.161 kalimat yang mudah dipahami dan baku. Tabel 39 Hasil Tes Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 26 5 0 0 0 31 Bobot skor 130 20 0 0 0 150 Persen (%) 87% 13% 0% 0% 0% 100% Rata-rata 150 = 4. 5) Hasil Tes Menyimak Berita Aspek Ejaan dan Tanda Baca Penilaian terhadap aspek ejaan dan tanda baca yang diterapkan dalam pembuatan kalimat difokuskan pada kebakuan dan ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca. sedangkan skor lainnya tidak diperoleh oleh peserta didik. Skor yang terisi hanya ada pada kategori sangat baik dan baik. maka peserta didik sudah mampu memilih kata dan menggunakannya dalam suatu kalimat. Pemerolehan skor dengan kategori sangat baik dengan skor 5 diperoleh oleh 26 peserta didik atau sebesar 87%. dan 13% sisanya diperoleh oleh 5 peserta didik dengan kategori baik pada skor 4. Dengan rata-rata yang seperti itu.84. Hasil dari penilaiannya dapat dilihat pada tabel 40. Dari rincian dan perhitungan skor maka diperoleh skor rata-rata yaitu 4.

kurang dan sangat kurang pada aspek ini tidak diperoleh oleh peserta didik atau masih 0%.162 Tabel 40 Hasil Tes Aspek Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 0 18 13 0 0 31 Bobot skor 0 72 39 0 0 111 Persen (%) 0% 65% 35% 0% 0% 100% Rata-rata 111 = 3. Jadi peserta didik pada siklus II ini sudah mampu menguasai aspek penggunaan ejaan dan tanda baca.2 Hasil Tes Individu Sama seperti pada siklus I. yaitu yang pada siklus I aspek ini pada kategori kurang dan pada siklus II sudah masuk pada kategori baik. Pada kategori baik dicapai oleh 18 peserta didik atau sebesar 65%. Hasil penilaian pada tes individu bisa dilihat pada tabel 41 di bawah ini. 4. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan pada aspek ini.3. pada siklus II ini juga tetap menggunakan tes individu. 162 . 13 peserta didik atau sebesar 35% pada kategori cukup dan untuk kategori sangat baik.1.58 31 Dari hasil perhitungan dan sudah dijelaskan pada tabel 37. dapat diketahui rincian nilai yang diperoleh peserta didik dalam aspek ejaan dan tanda baca.58 dalam kategori baik. diperoleh rata-rata yaitu sebesar 3. Dengan perhitungan seperti itu.

Secara individupun. 5 peserta didik atau sebesar 19% termasuk dalam kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Dari hasil rata-rata nilai kelompok 69. Dan yang lainnya masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 5 peserta didik atau sebesar 12 % dengan rentang nilai 50-59. Dengan hasil rata-rata itu. Dari 31 peserta didik. peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan 163 . sudah tidak didapat oleh peserta didik.81. sedangkan pada kategori sangat kurang dengan rentang nilai sebesar <50. Hasil tersebut secara rinci dapat dijabarkan seperti ini. Jadi secara keseluruhan pada siklus II ini nilai rata-rata yang diperoleh 71. akan diperoleh nilai rata-rata keseluruhan 71. hasil tes menyimak berita mengalami peningkatan dari hasil tes siklus I dengan siklus II. Kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh sebanyak 17 peserta didik atau sebesar 58%. yang masuk pada kategori baik.163 Tabel 41 Hasil Tes Individu Menyimak Berita Siklus II No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang nilai 85-100 70-84 60-69 50-59 <50 Frekuensi Bobot skor 433 5 1305 17 249 4 270 5 0 0 31 2257 Persen (%) 19% 58% 11% 12% 0% 100% Rata-rata 2257 = 72.81.02.02. Dengan rata-rata itu maka dapat dikatakan peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang ditayangkan dan sudah masuk dalam kategori baik. Kategori cukup dengan rentang nilai 60-69 terdapat 4 peserta didik atau sebesar 11%.81 31 Dari tabel 41 dapat diketahui bahwa secara individu nilai rata-rata yang diperoleh adalah 72.23 dan rata-rata nilai individu 72.

Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. Secara keseluruhan pula. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. Hal ini dapat dibuktikan 164 . Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya. jumlah kalimat. peserta didik sudah dianggap mampu dalam memahami isi berita dan sudah mampu menguasai keterampilan menyimak berita. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. penyusunan kalimat yang padu dan utuh. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan. melalui pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat.164 target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. pilihan kata. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual. karena keterampilan menyimak berita di dapat dari latihan bukan dari bawaan lahir.

81 dan rata-rata individu 45. Itulah rata-rata 165 . Dari situ dapat disimpulkan bahwa. unsur why (mengapa) dijawab oleh 31 peserta didik atau seluruh peserta didik atau sebesar 22%.49.65. Hasil rata-rata kelompok yaitu 35. terdapat 19 peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan unsur who (siapa) atau 13%.1. Dengan rincian yang seperti itu dan berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh skor rata-rata 45. terdapat 9 peserta didik atau 14% yang mampu menjawab unsur when (kapan).165 dengan hasil pencapaian skor peserta didik yang mengalami peningkatan pada tiap aspek penilaian menyimak berita di bawah ini. 4. 17% atau 24 peserta didik menjawab unsur where (dimana).2.1 Hasil Isian Singkat Tes Menyimak Berita Aspek Unsur 5W + 1H Tabel 42 Hasil Isian Singkat Unsur 5W + 1H No Unsur 1 2 3 4 5 6 Apa (what) Siapa (who) Dimana (where) Kapan (when) Mengapa (why) Bagaimana (how) Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 Frekuensi Bobot skor 270 27 190 19 240 24 190 9 310 31 210 21 186 1410 Persen (%) 19% 13% 17% 14% 22% 15% 100% Rata-rata 1410 = 45.49 31 Dari tabel 42 dapat diketahui bahwa 27 peserta didik yang mengikuti pembelajaran. mampu menjawab pertanyaan dengan unsur what (apa) atau sebesar 19%. peserta didik sudah mampu memahami isi berita yang ditayangkan dengan baik.49.3. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan 40. dan 21 peserta didik atau sebesar 15% mampu menjawab pertanyaan dengan unsur how (bagaimana). Hasil penilaian pada tes individu ini merupakan penjumlahan dari masing-masing aspek di bawah ini.

Pemerolehan nilai rata-rata pada tiap aspek tersebut. 4.32 Tabel 43 menjelaskan bahwa secara individu.65 pada siklus ini. dijabarkan secara rinci pada bagian berikut ini. Rata-rata keseluruhan ini mengalami peningkatan dari rata-rata keseluruhan pada siklus I yang hanya 33. Ini berarti peserta didik telah mengalami perubahan dalam belajar dan guru sukses dalam upaya peningkatan hasil belajar peserta didik.65 dapat diartikan bahwa.16 8.00 27. hasil rata-rata tes essai aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita adalah 8.32 3.32. aspek penyusunan kalimat nilai rata-ratanya sebesar 3. nilai rata-rata aspek jumlah kalimat sebesar 8. Dari masing-masing nilai rata-rata tersebut maka diperoleh nilai rata-rata pada tes essai individu keterampilan menyimak berita sebesar 27.16. 166 .36 dan aspek ejaan dan tanda baca nilai rataratanya sebesar 3.48 4.1.36 3.48.3. Rata-rata 40. aspek diksi sebesar 4.96 menjadi 40. secara keseluruhan peserta didik sudah mampu dengan baik memahami isi berita melalui kegiatan menyimak berita yang ditayangkan.32.166 keseluruhan yang diperoleh peserta didik dari hasil pengerjaan secara kelompok atau pun individu.2 Hasil Essai Tes Menyimak Berita Individu Tabel 43 Hasil Essai Tes Menyimak Berita No 1 2 3 4 5 Aspek Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Jumlah skor 253 258 108 135 93 847 Rata-rata 8.2.

16. Hal itu disebabkan oleh. 46% atau 9 peserta didik menempati kategori sangat baik dengan rentang skor antara 13-15. hasil rata-rata yang diperoleh masih pada kategori baik.28. Rata-rata ini mengalami penurunan dari hasil siklus I yaitu sebesar 0.16 13% 31 7% 100% Data pada tabel 44 menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada aspek ini adalah 8. Rincian nilai pada tabel 32 dapat dijelaskan seperti ini. Untuk kategori kurang dengan rentang skor 4-6 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 13%. Hasil penilaian pada aspek ini dapat dilihat pada tabel 44. dan kategori 167 . Meskipun mengalami sedikit penurunan. Tabel 44 Hasil Essai Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-Pokok Berita No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Rentang skor 13-15 10-12 7-9 4-6 1-3 Frekuensi 9 0 10 6 6 31 Bobot skor 115 0 87 34 17 253 Persen Rata-rata (%) 46% 0% 34% 253 = 8. Jadi peserta didik masih dapat dikatakan mampu memahami isi berita. hal itu tidak begitu berpengaruh pada penguasaan keterampilan peserta didik pada aspek ini.167 1) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Kesesuaian Isi Kalimat dengan Pokok-pokok Berita Penilaian soal tes essai secara individu pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita fokusnya masih sama seperti pada siklus I yaitu sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita yang ditayangkan. kategori cukup dengan rentang skor 7-9 ditempati oleh 10 peserta didik atau sebesar 34%.

32 dalam kategori baik. Jumlah kalimat yang dibuat melebihi perintah yang diberikan mendapat skor 10 atau skor maksimal yang dicapai oleh 12 peserta didik atau sebesar 47%.94. Hasil penilaian tes aspek jumlah kalimat yang dilakukan secara individu dapat terlihat pada tabel 45. Sehingga dapat dikatakan secara keseluruhan peserta didik juga sudah mampu dalam menemukan pokok-pokok berita dengan pemahaman yang mereka miliki.168 sangat kurang dengan skor 1-3 diperoleh oleh 6 peserta didik atau sebesar 7%. Kategori cukup dengan skor 6 dicapai 4 peserta didik atau 9%. Secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dari hasil kelompok dan individu pada siklus II ini adalah sebesar 9. Kategori baik dengan skor 8 dicapai oleh 14 peserta didik atau 43%. Untuk kategori baik. dan kategori sangat kurang 168 . kali ini tidak diperoleh oleh siapapun. Tabel 45 Hasil Essai Aspek Jumlah Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 10 8 6 4 2 Frekuensi 12 14 4 0 1 31 Bobot skor 120 112 24 0 2 258 Persen (%) 47% 43% 9% 0% 1% 100% Rata-rata 258 = 8.3 2 31 Data tabel 45 menunjukkan bahwa hasil tes keterampilan menyimak berita peserta didik pada aspek jumlah kalimat mencapai rata-rata 8. 2) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Jumlah Kalimat Penilaian aspek jumlah kalimat pada tes individu ini fokusnya juga masih sama dengan tes dalam bentuk kelompok.

Pada tahap ini tidak ada peningkatan. rata-rata yang diperoleh stabil dari hasil tes individu siklus I dengan siklus II.87 dalam penguasaan aspek jumlah kalimat. Jadi secara keseluruhan peserta didik sudah masuk dalam kategori sangat baik yaitu pada skor 8. Dengan perhitungan yang seperti itu maka akan diperoleh suatu nilai rata-rata aspek jumlah kalimat siklus II yaitu 8. Hasil rata-rata keseluruhan pada aspek ini terdapat sedikit peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu 0. 169 . pada siklus II ini tidak diperoleh peserta didik atau 0%. 3) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penyusunan Kalimat Penilaian aspek penyusunan kalimat difokuskan pada kepaduan antar kalimat yang dibuat dalam suatu paragraf sehingga menjadikan suatu paragraf yang utuh dan mudah dipahami maknanya.169 pada skor 2 ada 1 peserta didik atau 1%. Untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta didik secara keseluruhan pada aspek jumlah kalimat dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai kelompok dengan nilai individu pada aspek ini lalu membaginya. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan bahwa peserta didik sudah baik dalam pembuatan jumlah kalimat yang disesuaikan dengan pokok-pokok berita.02. Untuk kategori kurang dengan skor 4. Penilaian aspek penyusunan kalimat dapat dilihat pada tabel 46.87.

Dengan hasil rata-rata pada siklus II ini adalah 3. Hasil perhitungan itu dapat diuraikan sebagai berikut.67 berarti mengalami peningkatan sebesar 1. Peserta didik yang mencapai kategori sangat baik dengan skor 5 ada 7 peserta didik atau 32%. Kategori baik skor 4 dicapai 8 peserta didik atau 30%. dan kategori sangat kurang pada siklus II ini sudah tidak diperoleh oleh peserta didik. Dari hasil ratarata pada hasil tes individu yaitu 3.19 dari hasil rata-rata keseluruhan pada siklus I yaitu 2.48. Secara jelas dapat diketahui bahwa kemampuan peserta didik dalam meyusun kalimat pada siklus II ini sudah baik jika dibandingkan pada siklus II. sedangakan 7 peserta didik lainnya atau sebesar 13% masuk pada kategori kurang dengan skor 2.48. 170 . yang masih masuk pada kategori kurang.48 31 Berdasarkan tabel 46 tersebut dapat dijelaskan bahwa skor peserta didik dalam menyimak berita pada aspek penyusunan kalimat mencapai rata-rata 3.87. Pemerolehan skor rata-rata tersebut masuk pada kategori baik.48 dan rata-rata tes kelompok 3. maka dapat diperoleh rata-rata keseluruhan aspek penyusunan kalimat pada siklus II yaitu 3.67. 9 peserta didik atau 25% pada kategori cukup dengan skor 3.170 Tabel 46 Hasil Essai Aspek Penyusunan Kalimat No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 8 9 7 0 31 Bobot skor 35 32 27 14 0 108 Persen (%) 32% 30% 25% 13% 0% 100% Rata-rata 108 = 3.

5%. Kategori kurang dengan skor 2 ada 1 peserta didik atau 1.5%.4%. Tabel 47 Hasil Essai Aspek Diksi No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 15 13 2 1 0 31 Bobot skor 75 52 6 2 0 135 Persen (%) 55. Sehingga dapat disimpulkan peserta didik memang sejak awal sudah mampu memilih dan memilah kata yang tepat dan baku yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Pemerolehan skor 4 dengan kategori baik dicapai oleh 13 peserta didik atau 38. Nilai rata-rata secara keseluruhan pada aspek ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai rata-rata 171 . Dan hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil pada siklus I. Dari hasil kelompok dan hasil individu yang sudah baik pada aspek ini.35. Hasil penilaian tes menyimak berita aspek diksi (pilihan kata) dapat dilihat pada tabel 47.171 4) Hasil Essai Tes Aspek Diksi Penilaian aspek diksi (pilihan kata) pada suatu kalimat difokuskan pada pemilihan kata yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Dari perhitungan tersebut maka diperoleh rata-rata 4. Skor 3 dengan kategori cukup diperoleh oleh 2 peserta didik atau 4.35 31 Data pada tabel 47 menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik pada aspek diksi kategori sangat baik dengan skor 5 dicapai 15 peserta didik atau 55. Rata-rata 4.4% 0% 100% Rata-rata 135 = 4.35 masuk pada kategori baik.5% 38.5% 4. maka akan kita lihat secara keseluruhan nilai rata-rata pada aspek ini. sedangkan kategori sangat kurang tidak diperoleh oleh peserta didik.4% 1.4%.

Kategori cukup skor 3 sebesar 35.9% 4.4% 12.3%.60. Maka akan diperoleh rata-rata 4.3% 100% Rata-rata 93 =3 31 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 48 di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 peserta didik atau 21. Hasil akhirnya adalah 4. 5) Hasil Essai Tes Menyimak Berita Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Penilaian aspek ini difokuskan pada ketepatan peserta didik dalam penggunaan ejaan yang disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan dan ketepatan penggunaan tanda baca. Hasil rata-rata 172 .4% atau 11 peserta didik. Pada siklus II ini nilai rataratanya adalah 3. Dan kategori sangat kurang skor 1 masih dicapai sebanyak 4 peserta didik atau sebesar 4.5% 25. Kategori baik skor 4 ada 6 peserta didik atau sebesar 25.8%. Hasil tes ini dapat dilihat pada tabel 48.5% yang menduduki kategori sangat baik dengan skor 5.172 hasil kelompok dan hasil individu lalu dibagi dua.9%. Tabel 48 Hasil Essai Aspek Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca No 1 2 3 4 5 Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Jumlah Skor 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 6 11 6 4 31 Bobot skor 20 24 33 12 4 93 Persen (%) 21.60 dan hasil tersebut masuk pada kategori baik dan dapat dikatakan peserta didik sudah mampu menggunakan pilihan kata dalam pembuatan suatu kalimat.8% 35. Kategori kurang pada skor 2 dicapai 6 peserta didik atau 12. Rata-rata itu dikategorikan pada kategori cukup.

565 70.5 72.58 dan secara individu. Hasil tes menyimak berita pada siklus II dapat dilihat pada grafik 3 di bawah ini. peserta didik dinyatakan sudah cukup mampu dalam penggunan tanda baca dengan nilai rata-rata 3.5 69.173 tersebut mengalami peningkatan sebesar 0.58.568. peserta didik sudah mampu dalam penggunaan ejaan dan tanda baca dan masuk pada kategori baik. Ternyata hasil rata-rata keseluruhan adalah 3.29.5 66 65.5 49 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian Grafik 3 di atas menunjukkan bahwa sebanyak 1 peserta didik atau sebesar 3.571 72.5 83.5 65.577.572.29. kategori baik dengan rentang nilai 70-84 diperoleh oleh 18 peserta didik atau 173 .5 58 55.5 65. Secara kelompok. Hasil rata-rata keseluruhan penguasaan peserta didik pada aspek ini adalah 3.5 72 71. Dengan hasil itu. maka pada siklus II.5 70 68.42 dari hasil siklus I yang 2.5 81 80.5 78. peserta didik dinyatakan mampu dalam pengguanaan ejaan dan tanda baca dengan nilai rata-rata 3. Jadi disimpulkan bahwa pada siklus II ini secara individu peserta didik sudah cukup baik dalam penggunaan ejaan yang sesuai dengan kaidah EYD dan cukup baik dalam penggunaan tanda bacanya.580.566 70.23% masuk pada kategori sangat baik dengan rentang nilai 85-100. Grafik 3 Hasil Tes Menyimak Berita Siklus II Series2 J u m la h S k o r 100 72 50 0 85 84 83.

4.45%.174 sebesar 58. 174 . Nilai tersebut didapat dari penjumlahan nilai rata-rata individu dan nilai rata-rata kelompok pada siklus II yang penilaiannya sudah sesuai dengan aspek-aspek yang telah ditetapkan dan pedoman penilaian yang sudah disepakati.81 dengan kategori baik. hasil persentase secara keseluruhan yang diperoleh merupakan penjumlahan dari hasil persentase dari nilai tes kelompok dan nilai tes individu.03% masuk pada kategori cukup dengan nilai 60-69.06%. kategori kurang dengan rentang nilai 50-59 dicapai oleh 2 peserta didik atau sebesar 6. Tetapi hasil yang didapat pada siklus II ini sedikit melebihi target yang ditentukan dan itu merupakan hasil yang sangat memuaskan. Sedangkan kategori sangat kurang dengan nilai <50 diperoleh oleh 1 peserta didik atau sebesar 3. wawancara. Setelah keduanya dijumlahkan hasilnya dibagi rata sehingga diperolehlah hasil persentase yang sudah tampak dan dijelaskan di atas. Hasil perhitungan akhir yang diperoleh adalah 71. Hasil yang diperoleh ini sudah memenuhi target yang dibuat peneliti yaitu secara keseluruhan nilai rata-rata peserta didik masuk pada kategori baik yaitu 70.23%.2 Hasil Nontes Hasil penilaian nontes pada siklus II ini didapatkan dari data observasi. Berikut ini akan diuraikan keempat hasil penilaian nontes tersebut. Pada siklus II ini dicapai nilai rata-rata 72. dan dokumentasi. Pada siklus II ini. 9 peserta didik 29. jurnal.3.02.

Perubahan pada diri mereka tersebut meruapakan hal yang menggembirakan.visual. Observasi pada peserta didik ini dilakukan oleh peneliti sekaligus sebagai guru. Objek sasaran observasi dalam pembelajaran tersebut terbagi dalam dua aspek yaitu: (1) keaktifan peserta didik dalam mendengarkan penjelasan guru dan (2) keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran menyimak berita. Selama melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. pada siklus II ini peserta didik sudah mulai mengikuti pembelajaran dan menikmati pembelajaran yang diterapkan guru. Pada siklus II.3. Bukti ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai tes mereka yang awalnya jelek menjadi baik pada siklus II ini. Pengambilan data observasi ini bertujuan untuk memotret perilaku peserta didik dalam menerima pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio. Ada 9 objek sasaran observasi pada pembelajaran tersebut. Peserta didik yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. terdapat beberapa perilaku peserta didik yang bisa dideskripsikan melalui kegiatan observasi. dengan hal itu berarti peserta didik sudah mulai menyesuaikan diri dengan pembelajaran yang menggunakan metode drill melalui media audio- 175 .2. yang meliputi perilaku positif dan perilaku negatif.1 Hasil Observasi Kegiatan observasi pada siklus II dilaksanakan selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual di kelas VIII A SMP Negeri I Jiken berlangsung. Objek sasaran dan cara pelaksanaan observasi pada siklus II ini masih tetap sama denga siklus I. guru merasakan ada perubahan perilaku peserta didik.175 4.

peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting 31 0 2 Keaktifan selama proses pembelajaran menyimak berita 5. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 2. Pada siklus II ini jumlah peserta didik yang dapat hadir adalah 31 peserta didik. Dan berikut ini data hasil observasi pada siklus II. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. 29 2 Aspek 5 26 4. berkomentar tentang materi yang diberikan. peserta didik semangat dan 31 0 bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat 176 31 0 5 31 31 26 0 0 31 0 . peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.176 visual. 8. Tabel 49 Hasil Observasi Siklus II No Jenis Perilaku 1 Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi Respons Respons Respons Positif Negatif 1. sehingga peserta didik tidak menjadi bosan. 7. karena pembelajaran ini dimaksudkan agar peserta didik tidak hanya memahami materi yang digunakan tetapi juga memahami materi yang diajarkan dan mereka dapat memaknai pembelajaran itu sendiri. peserta didik aktif bertanya. Guru berusaha membelajarkan metode ini dengan cara yang menyenangkan.

13% atau 5 peserta didik. dapat diketahui bahwa seluruh peserta didik memberikan respons positif dan perhatian terhadap hal-hal yang disampaikan oleh guru. sebagian besar peserta didik sudah bersungguh-sungguh dalam menerima pembelajaran dan mengikuti penjelasan guru. mereka asyik berbicara sendiri dengan temannya. para peserta didik dengan antusias bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahaminya dari berita yang ditayangkan. Peserta didik ini cenderung aktif menjawab dibandingkan dengan peserta didik lainnya yang cenderung pasif tidak mau menjawab pertanyaan. Setelah tayangan berita selesai ditayangkan.45% yang kurang merespon penjelasan guru.177 Berdasarkan data yang diketahui. yang semula pada 177 .13%. Pada kegiatan inti pembelajaran. guru memutarkan VCD berita yang topiknya berbeda dengan berita-berita yang sudah ditayangkan sebelumnya. Dari hasil pengamatan seluruh peserta didik atau 31 peserta didik sudah berkonsentarsi dan bersungguh-sungguh dalam mengamati berita yang ditayangkan dan terlihat mereka sibuk membuat catatan-catatan kecil selama proses menyimak berlangsung. Pada siklus II ini peserta didik yang aktif bertanya pada kegiatan apersepsi sejumlah 5 peserta didik atau sebesar 16. peserta didik dengan antusias dan bersungguhsungguh membuat catatan-catatan kecil mengenai hal-hal penting yang mereka temukan. Melalui kegiatan ini. tetapi tetap ada 2 peserta didik atau sebesar 6. Beberapa peserta didik yang memperhatikan guru banyak yang menanggapi pertanyaan yang diberikan guru dalam kegiatan apersepsi. Ketika mendengarkan penjelasan guru. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. Keaktifan pada kegiatan inti sebesar 16.

Kegiatan selanjutnya yang berupa pemberian latihan soalsoal yang ditujukan untuk mengetahui hasil akhir kemampuan mereka. Pada kegiatan menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat.2 Hasil Jurnal Jurnal yang digunakan dalam penelitian siklus II masih sama seperti pada siklus I. Rencana pembelajaran pada siklus II ini dilakukan dengan perencanaan matang serta melalui tahapan perbaikan tindakan yang sekiranya dapat diikuti oleh peserta didik. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. secara keseluruhan peserta didik mengerjakan tugasnya dengan penuh percaya diri tanpa menoleh pada peserta didik lainnya. Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. Jurnal tersebut terdiri dari jurnal guru dan jurnal siswa. 4. Sedangkan 178 .178 siklus I hanya 5. pada siklus II ini.88%. latihanlatihan yang diberikan mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh.3.2. Namun. Jurnal guru diisi oleh guru pamong ataupun teman sejawat tentang hasil pengamatannya ketika proses pembelajaran yang berlangsung dan respons peserta didik. Berdasarkan pengamatan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perilaku negatif sudah tergeser dan tergantikan dengan perilaku positif. mereka sudah mengerjakannya dengan benar dan kualitas kalimatnya sudah baik.

Setelah mereka terbiasa dan beradaptasi dengan cara pembelajaran yang diberikan guru maka mereka merasa aman dan 179 . Pada siklus II ini. pesan dan kesan dari perasaan peserta didik dan guru selama pembelajaran menyimak berita. tanggapan. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru.179 jurnal siswa berisi ungkapan perasaan. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. hal-hal yang dijadikan perhatian ketika pengisian jurnal guru adalah (1) respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (2) keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. (3) keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru. Pada siklus II ini. (4) pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual dan (6) fenomenafenomena lain yang dimungkinkan muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik.

karena pengisian jurnal ini sudah pernah dilakukan peserta didik pada siklus I. Pada saat 180 . (2) apakah peserta didik tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. pada siklus II ini juga masih tetap menggunakan jurnal siswa yang harus diisi oleh semua peserta didik. (3) bagaimana tanggapan peserta didik tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio visual. yaitu: (1) apakah peserta didik merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Tujuan diadakannya jurnal siswa ini untuk mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada saat berlangsungnya pembelajaran untuk mengungkap kesulitan-kesulitan peserta didik yang meliputi 5 pertanyaan.180 nyaman dalam mengungkapakan gagasannya. dan (5) pesan dan kesan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pengisian jurnal tersebut dilakukan pada akhir pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kegiatan pengisian jurnal ini merupakan hal yang tidak baru lagi. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik sehingga peserta didik merasa senang dan menikmati pembelajaran yang diberikan peneliti. Selain jurnal guru. (4) apakah peserta didik akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan.

181

pengisian jurnal ini peserta didik tampak antusias dalam mengisinya. Setelah semua peserta didik mengisi jurnal tersebut, hasil jurnal yang telah dianalisis selengkapnya diuraikan seperti ini.
Tabel 50 Hasil Jurnal Siswa Siklus II

No 1

Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan!

Respons Peserta Didik Positif Negatif 31 -

2

30

1

3

29

2

4

29

2

5

30

1

Jumlah

149

6

Pada dasarnya tanggapan mereka hampir sama dengan tanggapan mereka pada siklus I, sebagian besar dari mereka menanggapi bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual yang diberikan oleh peneliti sangat baik. Karena dengan tayangan berita mereka dapat menambah ilmu pengetahuan dan informasi. Sejumlah 30 peserta didik merasa sangat tertarik dan senang terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru dan terdapat 1 peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran yang diberikan guru. Meskipun alasannya tidak ada, tetapi pendapatnya tentang pertanyaan kedua adalah

181

182

”mungkin”. Dari jawaban tersebut, dapat diketahui bahwa dia kurang tertarik dengan pembelajaran ini. Dengan penerapan metode drill dapat mempermudah mereka dalam memahami isi berita dan metode itu, menurut mereka sangat bagus dalam upaya penguasaan keterampilan menyimak berita. Selain itu, mereka juga berpendapat dengan penggunaan media audio-visual mereka dapat menangkap secara langsung informasi penting yang disampaikan, bukan berupa penjelasan dari guru. Dan dengan adanya media audio-visual atau pembelajaran di laboratorium dapat menghilangkan kejenuhan mereka terhadap pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas yang sudah sering mereka lakukan. Dari hasil jurnal siswa juga didapatkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, dapat meningkatkan semangat belajar mereka, meskipun tidak dipungkiri terdapat 2 peserta didik yang

menjawab dia ”mungkin” akan lebih rajin setelah diberikannya pembelajaran ini. Di lain sisi, peserta didik menjadi mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan sehari-hari dan pembelajaran itu lebih dirasa mudah dibandingkan dengan pembelajaran yang lain. Mereka juga berpendapat bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual juga dapat membantu mereka menjadi lebih rajin, karena pelaksanaan pembelajaran ini disertai dengan tugas terstruktur di rumah, sehingga secara tidak sadar memaksa mereka untuk belajar di rumah. Selain itu, mereka juga mengaku dengan pembelajaran yang seperti ini, materi yang disampaikan tidak mudah hilang. Tanggapan mereka tentang cara peneliti mengajar adalah 29 peserta didik berpendapat, dalam menyampaikan materi peneliti sudah bagus, jelas, santai dan menyenangkan,

182

183

namun 2 peserta didik lainnya mengaku dalam mengajar peneliti terlalu sabar dan suaranya kurang jelas. Dengan adanya tanggapan dari 2 peserta didik tersebut, bisa dijadikan kritikan membangun bagi peneliti dalam langkah selanjutnya. Selain itu, terdapat 1 peserta didik yang berpendapat ”dengan pembelajaran yang
begitu secara terus menerus kurang baik, karena dia tidak bisa berimajinasi”.

Pendapat ini masih menjadi tanda tanya peneliti, apa yang dimaksud dengan berimajinasi. Meskipun terdapat beberapa respons negatif dari peserta didik, sebagian besar peserta didik sudah menyukai pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual. Suatu tanggapan yang sangat menunjukkan bahwa pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual ini memang benar membawa perubahan pada diri peserta didik adalah tanggapan salah satu peserta didik yang mengaku semula tidak bisa pada keterampilan menyimak, setelah diberlakukannya pembelajaran ini dia menjadi bisa. Dia juga berpendapat ternyata pembelajaran menyimak berita lebih mudah dan tidak sesulit yang dia bayangkan. Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sangat mudah ditangkap dan sangat bermanfaat bagi mereka.

4.3.2.3 Hasil Wawancara

Wawancara yang dilakukan pada siklus II ini dilakukan kepada 2 orang peserta didik yang mendapat nilai tertinggi dan terendah. Tujuan dilakukannya wawancara pada siklus II ini untuk mengetahui sejauh mana sikap-sikap peserta didik terhadap proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

183

184

media audio-visual. Teknik wawancara siklus II ini masih sama dengan siklus I, peserta didik menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan guru. Pertanyaanpertanyaan yang digunakan guru kepada peserta didik masih tetap sama dengan siklus I. Adapun pertanyaan yang diajukan ke peserta didik meliputi: (1) apakah yang dirasakan peserta didik setelah melakukan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (2) apakah peserta didik menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (3) apakah yang menjadi kendala dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (4) bagaimana pendapat peserta didik tentang cara mengajar guru dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual, (5) apakah pembelajaran yang diberikan dapat menarik minat peserta didik, (6) apakah materi yang disampaikan peneliti tadi sesuai dan cocok diberikan kepada peserta didik, (7) apakah latihan yang diberikan pada peserta didik terlalu sulit dan memberatkan peserta didik, dan (8) dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain. Pertanyaan yang diajukan guru dijawab oleh kedua peserta didik tersebut. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pembelajaran dengan metode drill dan media audio-visual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru, bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. Menurut mereka

184

185

pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Peserta didik berpendapat lebih suka pembelajaran yang dilakukan ke luar kelas salah satunya seperti di laboratorium. Jadi metode yang dipilih guru dalam pembelajaran memang sudah tepat karena mereka memang menyukai cara pembelajaran yang seperti itu. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik, mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Dalam menyampikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. Pada siklus II ini, juga masih terdapat kendala yaitu masih adanya peserta didik yang bercanda dengan teman sebangkunya, sehingga dapat mengganggu konsentrasi teman lain. Berdasarkan hasil pengamatan, sikap peserta didik yang bercanda tersebut bukan karena mereka tidak menyukai pembelajaran yang dilakukan peneliti karena hasil yang diperoleh mereka juga bagus. Dimungkinkan sikap mereka itu hanya suatu bentuk sikap yang ingin diperhatikan oleh teman atau guru. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa kedua peserta didik tersebut senang, tertarik, dan mengalami kemudahan dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Mereka juga sudah memahami tentang teknik-teknik untuk dapat memahami berita dengan mudah dan mereka sudah mengerti arti pentingnya berita bagi kehidupan mereka. Dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui

185

Gambar 6 Kegiatan Awal Pembelajaran (Apersepsi) 186 . dan penutup atau refleksi yang berupa pengisian jurnal. Dokumentasi berupa gambar ini digunakan sebagai bukti visual kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung. kegiatan inti (peserta didik menyimak berita dan mengerjakan latihan).2.4 Hasil Dokumentasi Foto Pada siklus II ini.186 media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Pengambilan foto difokuskan pada kegiatan selama proses pembelajaran. berupa kegiatan apersepsi. Deskripsi gambar pada siklus II akan dipaparkan sebagai berikut ini. 4.3. dokumentasi foto yang diambil masih sama dengan foto pada siklus I.

Untuk proses selanjutnya yaitu pada kegiatan inti pembelajaran yang berupa kegiatan menyimak berita dan mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru. Pada foto tersebut tampak peneliti berada di depan kelas untuk melakukan kegiatan apersepsi dan menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dan terlihat peserta didik penuh dengan perhatian dan bersungguh-sungguh dalam mendengarkan penjelasan guru. Kegiatan apersepsi berupa kegiatan tanya jawab kepada peserta didik tentang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Gambar 7 Peserta Didik Menyimak Berita 187 .187 Gambar di atas merupakan kegiatan awal pembelajaran yang berupa kegiatan apersepesi. Kegiatan inti tersebut bisa dilihat pada gambar 7 berikut ini. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali peserta didik tentang materi yang sudah mereka dapat dan untuk mengetahui pengalaman peserta didik tentang keterampilan menyimak berita.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang perpustakaan. terlihat bahwa peserta didik mengerjakan latihan secara kelompok. Kegiatan tersebut dilakukan diperpustakaan karena media CD yang diperlukan berada di perpustakaan. 188 . Mereka mengerjakan latihan dengan kelompok masing-masing yang pembagian kelompoknya disesuaikan dengan teman bangku dibelakangnya.188 Pada gambar 7 tersebut menjelaskan kegiatan inti yaitu pada saat peserta didik menyimak berita dari media VCD yang digunakan guru. Kegiatan selanjutnya setelah peserta didik menyimak tayangan berita adalah mengerjakan latihan yang diberikan guru yang dilakukan secara kelompok dan kemudian baru secara individu. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 8 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Berkelompok Dari gambar 8 tersebut. Gambar ini diambil dari arah samping dan dari situ terlihat bahwa peserta didik dengan penuh perhatian dan konsentrasi menyaksikan tayangan berita yang diputarkan guru.

maka kelompok itulah yang berhak menerima hadiah tersebut. Setelah kegiatan kelompok selesai mereka lakukan dan untuk mengetahui masing-masing kamampuan menyimak berita dan keberhasilan proses pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Kegiatan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini. maka diberikan latihan yang sifat pengerjaannya secara individu. Itu adalah salah satu reward untuk menyemangati mereka dalam mengerjakan latihan.189 Tanpa protes mereka menyetujui pembentukan kelompok yang dilakukan peneliti. Dan juga terlihat adanya bungkusan kecil di atas meja. Reward yang diberikan peneliti adalah berupa hadiah bagi kelompok yang selesai mengerjakan terlebih dahulu dan berani menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis. Gambar 9 Peserta Didik Mengerjakan Latihan secara Individu 189 . Reward itu juga dimaksudkan untuk lebih mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dari gambar tersebut terlihat mereka saling bekerja sama dan bersungguhsungguh dalam mengerjakan soal.

peneliti mengawasi mereka sehingga diyakinkan bahwa tidak ada peserta didik yang menyontek pekerjaan temannya. guru secara halus menegur mereka. Setiap ada peserta didik yang tengok ke arah teman lain. Selesai mengerjakan latihan secara individu dilanjutkan dengan kegiatan pengisian jurnal siswa yang bertujuan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Keseriusan mereka dalam mengerjakan latihan dapat dijadikan suatu bukti bahwa mereka ingin mendapatkan nilai yang baik dan benar-benar ingin mengetahui kemampuan menyimak mereka yang sebenarnya. Proses pengisian lembar jurnal siswa dapat dilihat pada gambar 10 berikut ini.190 Gambar tersebut menunjukkan bahwa peserta didik mengerjakan latihan dengan serius dan sungguh-sungguh. Gambar 10 Peserta Didik Mengisi Lembar Jurnal Siswa 190 . Pada saat peserta didik mengerjakan latihan.

Mereka merasa senang dan bersungguh-sungguh dalam mengisi lembar jurnal tersebut. Dengan hasil rata-rata itu peneliti sudah merasa puas karena sudah sesuai dengan target yang diharapkan yaitu pada kategori baik dengan nilai 70. Dengan latihan menyimak berita yang terus menerus akan berdampak pada kemampuan peserta didik semakin meningkat. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini sangat tinggi. Faktor tersebut berupa faktor internal dan eksternal. Dengan adanya perbaikan-perbaikan pada siklus II maka hasil rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini meningkat. Peningkatan yang terjadi pada siklus II ini dikarenakan beberapa faktor yang melingkupinya. nilai rata-rata yang diperoleh masuk pada kategori baik. melalui pembelajaran 191 .17 sehingga pada siklus II ini.4 Refleksi Siklus II Pembelajaran menyimak berita pada siklus II ini merupakan upaya untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapi pada siklus I.191 Pada gambar 10 tersebut terlihat peserta didik mengisi lembar siswa dalam kondisi yang tenang. Dapat dikatakan begitu karena dari hasil siklus I 59. Faktor eksternal yang tak kalah penting adalah strategi yang digunakan guru. Faktor internal dapat dilihat pada kemampuan peserta didik yang semakin meningkat setelah diberikannya latihan yang terus menerus dari kegiatan latihan dari tugas terstruktur dan peserta didik mulai paham dengan metode pembelajaran yang diajarkan guru.02. dan hasilnya adalah 71. 4.85 dengan kategori kurang tetapi pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 11.

Perilaku negatif yang terjadi pada siklus I mengalami penurunan pada siklus II ini. dengan memperhatikan pokok-pokok beritanya yang meliputi unsur 5W + 1H. Hasil rata-rata yang telah dicapai sangat memuaskan.192 menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual peneliti berhasil meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap tayangan berita. dan mampu menuliskannya dengan memperhatikan kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. penyusunan kalimat yang padu dan utuh. jumlah kalimat. Sekarang peserta didik sudah mampu menyimak berita dengan baik. Peningkatan perilaku peserta didik dari perilaku negatif ke perilaku positif merupakan hal yang memang sangat diharapkan. Dengan menggunakan metode drill melalui media audio-visual guru dapat mengatasi permasalahan yang melingkupi peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken. Para peserta didik pada akhirnya mampu memahami hakikat pembelajaran yang sebenarnya. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I masih banyak dijumpai perilakuperilaku negatif yang menghambat jalannya pembelajaran. karena guru sudah berusaha secara maksimal merubah pola pembelajaran. dan penggunaan ejaan dan tanda baca. perubahan pola pembelajaran itu tentunya masih dalam konteks pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio- 192 . pilihan kata. Namun. ini merupakan keberhasilan guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran. Tetapi setelah dilakukannya tindakan perbaikan dari guru dan peserta didik maka perilaku negatif yang masih tampak pada siklus I sudah tergeser dan tergantikan pada perilaku positif pada siklus II ini.

dan (6) ejaan dan tanda baca. siklus I. Aspek-aspek yang dinilai dalam keterampilan menyimak berita meliputi 6 aspek yaitu: (1) kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. Pembahasan hasil tes penelitian mengacu pada pemerolehan skor rata-rata yang dicapai peserta didik dalam uji keterampilan menyimak berita yang berbeda pada tiap siklusnya. dan (4) dokumentasi. dan siklus II. (3) jumlah kalimat. Pembahasan hasil penelitian tersebut meliputi hasil tes dan nontes. Pembahasan hasil nontes berpedoman pada 4 instrumen yaitu: (1) lembar observasi. Meskipun tidak dapat dihindari bahwa masih terdapat beberapa peserta didik yang masih berperilaku negatif pada tahap siklus II ini.5 Pembahasan Pembahasan penelitian ini didasarkan pada peningkatan keterampilan menyimak berita dan juga perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik dari hasil prasiklus. Perilaku negatif yang masih muncul tersebut merupakan hal yang wajar karena pada dasarnya peserta didik adalah individu yang unik dan bervariasi. 4. Peningkatan keterampilan menyimak berita didasarkan pada hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui dua tahapan yaitu siklus I dan siklus II.193 visual. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan dan peningkatan hasil pembelajaran nontes. namun hal itu sudah mengalami penurunan dibandingkan pada siklus I. (5) diksi (pilihan kata). (2) kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita. (3) pedoman wawancara. (2) jurnal. 193 . Meskipun masih terdapat respons negatif pada siklus II ini. (4) penyusunan kalimat.

21 0.94 Diksi (pilihan kata) 5 86.77 4.61 24. Berikut ini rincian hasil tes pada tahap prasiklus. 4.2 22.17 Berdasarkan rekapitulasi data hasil tes keterampilan menyimak berita dari prasiklus.02 11.194 Setelah dilakukan penilaian pada masing-masing siklus dan sudah diberikannya tindakan dari kekurangan-kekurangan yang terjadi pada prasiklus dan siklus I maka diperoleh peningkatan hasil tes pada siklus II.68 -8.48 84.65 Jumlah kalimat 84.1 426. Siklus I.58 45.64 59. sebagaimana tersaji dalam tabel di atas dapat dijelaskan bahwa keterampilan menyimak berita peserta didik pada setiap aspek 194 .03 4 20.59 15.02 Aspek penilaian Peningkatan (%) Siklus I 5.31 Siklus II 10.1 Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Tabel 51 Hasil Tes Keterampiln Menyimak Berita Prasiklus.41 -2.58 82. sampai siklus II.54 dengan pokok-pokok berita 3 94.14 tanda baca Jumlah 339.35 6 61.85 71.13 dengan unsur 5W + 1H 2 Kesesuaian isi kalimat 61.75 Penyusunan kalimat 68.34 Penggunaan ejaan dan 26.61 -11.01 19.62 47. dan Siklus II No Persentase rata-rata kelas per skala sama (%) PraSiklus I Siklus II siklus 1 Kesesuaian jawaban 50 52. siklus I dan siklus II. Dan juga peningkatan hasil tes keterampilan menyimak berita pada masing-masing aspek dan siklusnya.84 359.39 67. siklus I.5.26 3.58 45.75 63.85 61.75 87.61 18.12 Rata-rata 56.39 13.

Jumlah persentase tersebut merupakan hasil penjumlahan dari persentase skor rata-rata pada tiap-tiap aspeknya.62%. Hal itu dapat dikatahui dari hasil persentase tertinggi yang diperoleh pada aspek jumlah kalimat dan persentase terendah pada aspek penyusunan kalimat.84%.58%. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa pada tahap prasiklus. Hasil yang diperoleh pada tahap prasiklus dijadikan pedoman untuk perbaikan pada tahap siklus I. pada aspek penyusunan kalimat persentasenya sebesar 20.58%. Pada aspek penilaian unsur 5W + 195 .1%. pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.195 penilaian menyimak berita dan berdasarkan hasil perhitungan dengan skala sama maka diperoleh rata-rata secara keseluruhan mengalami peningkatan. persentase yang diperoleh sebesar 86. Pada aspek kesesuaian jawaban dengan unsur 5W + 1H. persentase yang diperoleh adalah 50%.64. persentase yang diperoleh 61. Berdasarkan tabel. persentase yang diperoleh sebesar 26. pada aspek jumlah kalimat persentasenya 94. sehingga diperoleh rata-rata kelas 56. pada aspek diksi (pilihan kata). sehingga diperoleh rata-rata kelas 59. Hasil prasiklus persentase skor rata-rata kelas sejumlah 339. sedangkan pada aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. berikut ini hasil perhitungan dari hasil penilaian pada tahap siklus I. Persentase tersebut diakumulasikan dari beberapa aspek penilaian.58%. Hasil tes siklus I menyimak berita dengan rata-rata keseluruhan mencapai 359.48%.85. Uraian tabel tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut. aspek yang paling dikuasai peserta didik adalah aspek jumlah kalimat dan aspek yang menjadi momok mereka adalah pada aspek penyusunan kalimat.

sedikit demi sedikit peserta didik sudah mulai paham dan mengerti tentang masing-masing aspek tersebut. Aspek diksi (pilihan kata) persentasenya 82. Dan aspek ejaan dan tanda baca persentasenya 45.13% dan mengalami peningkatan sebesar 13.75%. aspek penyusunan kalimat dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Hasil yang diperoleh sudah baik dan memuaskan. Pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita skornya mencapai 47.02.26% atau sebesar 3.21.65%. hal itu dimungkinkan dari faktor peserta didik yang kurang memperhatikan aspek-aspek tersebut dalam pengerjaan latihan.196 1H persentasenya mencapai 52.85%. Hal itu terlihat dari masih rendahnya persentase yang diperoleh. Dengan demikian. Pada aspek unsur 5W + 1H mencapai persentase skor 63. Aspek jumlah kalimat persentasenya sebesar 84. Pada aspek unsur 5W + 1H. pada masing-masing aspek. Meskipun terdapat beberapa aspek yang tidak mengalami peningkatan. Sedangkan pada aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita.68% dari persentase skor rata-rata siklus I. aspek jumlah kalimat. Aspek penyusunan kalimat persentasenya 45. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam menyimak berita sudah mengalami peningkatan sebesar 19.35%. Hasil tes menyimak berita sikus II didapat persentase skor rata-rata kelas yaitu sebesar 426. dan aspek diksi hampir keseluruhan peserta didik tidak kesulitan memahaminya. Persentase skor masing-masing aspek pada siklus II diuraikan sebagai berikut. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik semakin paham dalam menyesuaikan isi kalimat dengan unsur 5W + 1 H.75%.12% maka diperoleh rata-rata kelas sebesar 71. 196 . para peserta didik masih mengalami kesulitan.75 %.

Untuk kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 10. Perbandingan peningkatan 5. aspek jumlah kalimat persentase skor rata-rata yang diperoleh 84.26% atau sebesar 3. hampir semua peserta didik sudah mulai paham tentang aspek-aspek yang ada dalam berita.21 dan pada siklus II sebesar 67. Pada tabel terlihat bahwa terjadi peningkatan pada siklus I sebesar 19. Dari pencapaian persentase skor rata-rata tersebut terdapat peningkatan.02% atau diperoleh rata-rata sebesar 11.17.68%.197 Aspek kesesuian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata mencapai 61.59%.13%.54% dan mengalami peningkatan 13.39%.2%.61%.03% dan mengalami peningkatan sebesar 0.77%. Dan aspek penggunaan ejaan dan tanda baca persentase skor rata-ratanya adalah 61. dan siklus II masing-masing aspek dapat disimpulkan sebagai berikut. Peningkatan tersebut sangat memuaskan karena peserta didik sudah mulai paham dalam menemukan unsur 5W + 1H dari berita yang disimak. Aspek penggunaan diksi (pilihan kata) persentase skor rata-rata 87. Pada aspek unsur 5W + 1H pada kegiatan prasiklus persentasenya mencapai 50%.39% pada aspek unsur 5W + 1H ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. siklus I mencapai 52. 197 .61% dengan 10. Untuk aspek penyusunan kalimat persentase skor rata-rata mencapai 68. Hal ini terbukti dengan peningkatan yang terjadi pada semua aspeknya.39%. siklus I.34% dan mengalami peningkatan 4. aspek unsur 5W + 1H mengalami peningkatan sebesar 5. Secara keseluruhan kegiatan prasiklus.14% dan mengalami peningkatan sebesar 15.75% dan siklus II mencapai 63. Untuk prasiklus ke siklus I.94% dan mengalami peningkatan sebesar 22. Untuk siklus II ini.

39% yang didapat dari kegiatan siklus I ke siklus II ini dikarenakan. Kemudian pada siklus I persentase skor rata-rata yang dicapai 47. Kemudian peningkatan sebesar 10. dan siklus II berbeda-beda. Faktor yang menyebabkan peserta didik sudah menguasai aspek ini karena mereka sudah mulai memahami tentang hakikat pokok-pokok berita. dalam membuat kalimat peserta didik sudah menyesuaikannya dengan pokok-pokok berita yang ada dan pokok-pokok berita tersebut diperoleh dari hasil identifikasi dengan menggunakan prinsip 5W + 1H.85 % dan pada siklus II persentase skor rata-rata yang diperoleh sebesar 61.61% ini dipengaruhi oleh ketertarikan peserta didik terhadap teknik pembelajaran yang baru. Dari pencapaian skor yang ada dari kegiatan siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 13. Pada kegiatan menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. peserta didik sudah bisa memahami prinsip pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual yang diterapkan guru.62%. Dengan sudah sesuainya isi kalimat dengan pokok-pokok berita maka peserta didik sudah mampu dalam memahami berita yang mereka simak. Pada siklus I peserta didik cukup suka dengan pembelajaran yang menggunakan media audio-visual dan metode drill. siklus I.54%. Untuk prasiklus aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 61. Pencapaian persentase skor rata-rata pada aspek kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita dalam kegiatan prasiklus. pembelajaran yang 198 . dan hasilnya mengalami peningkatan.198 Untuk peningkatan sebesar 5.68%.

Peningkatan aspek penyusunan kalimat pada prasiklus ke siklus I sebesar 24.48%. dan siklus II juga mengalami peningkatan. siklus I. materi tentang penyusunan kalimat. Untuk prasiklus persentase skor rata-rata yang diperoleh adalah 94. Dari data yang ada.58% dengan kategori sangat kurang dan siklus I persentase skor rata-rata sebesar 45. Peningkatan pada siklus II ini disebabkan oleh peserta didik sudah mampu membuat kalimat dan menuangkan ide-idenya dalam suatu kalimat.03% dengan kategori baik. serta pengawasan guru. Siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 22.75% dengan kategori kurang. Peningkatan terjadi dari siklus I ke siklus II.65% dan siklus II persentase skor rata-rata yang dicapai sebesar 84. dengan persentase skor rata-rata prasiklus sebesar 20. peningkatan pada aspek jumlah kalimat terjadi dari siklus I ke siklus II sebesar 0. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan pada masingmasing siklus diantaranya disebabkan oleh perbaikan pada rencana pembelajaran. guru hanya menyampaikan seperlunya saja berdasarkan rencana pembelajaran siklus I yang ada. Siklus I persentase skor ratarata yang dicapai sebesar 84.199 dilakukan dengan penggunaan media audio-visual dan metode drill sangat membantu mereka dalam memahami berita yang ditayangkan. Guru 199 .94%.77%.41%.2%. usaha perbaikan yang dilakukan guru dan peserta didik. Aspek jumlah kalimat dari prasiklus. meskipun belum dilakukan tindakan pada aspek ini peserta didik sudah mampu dan sangat menguasai aspek jumlah kalimat ini sehingga pada tahap awalpun hasil persentase rata-rata yang diperoleh sudah sangat memuaskan. Pada siklus I. Jumlah persentase skor rata-rata pada siklus II aspek penyusunan kalimat mencapai 68.

Pilihan kata yang digunakan disesuaikan dengan lingkungan dan situasi yang melingkupinya.58% dengan kategori sangat kurang. prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 86. dan siklus II persentase skor rata-rata mencapai 61.35% dengan kategori kurang.14% dengan kategori baik. siklus I mencapai persentase skor rata-rata 82. Peningkatan terjadi pada prasiklus ke siklus I sebesar 18.01%. Oleh karena itu pada siklus II rencana pembelajaran sedikit diubah. peserta didik sudah mampu memahami penggunaannya dan pemilihannya. Kemudian pada siklus I dengan jumlah kelompok yang banyak menjadikan kurang terawasi. Untuk penilaian aspek diksi (pilihan kata). pada prasiklus persentase skor rata-rata mencapai 26.200 memberikan penjelasan berdasarkan kekurangan-kekurangan yang didapat dari hasil identifikasi prasiklus. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 4.34% dengan kategori sangat baik. siklus I persentase skor rata-rata mencapai 45. Untuk aspek pilihan kata (diksi).59%. karena dalam membuat suatu kalimat pilihan kata sangat diperlukan demi terbentuknya suatu konteks kalimat yang jelas sehingga didapatkan suatu kalimat yang mudah dipahami.75% dengan kategori baik dan siklus II mencapai persentase skor ratarata 87.58% dengan kategori sangat baik. guru lebih memberikan pengawasan yang ekstra pada setiap kegiatan yang dilakukan berkelompok sehingga proses pembelajaran lebih kondusif. yaitu guru memberikan penjelasan lebih tentang cara penyusunan kalimat yang baik. padu dan utuh jika dibandingkan siklus I. Sedangkan penilaian aspek penggunaan ejaan dan tanda baca. Peningkatan ini cukup baik 200 . Selain itu pada siklus II.

Kehadiran media audio-visual dan metode drill sebagai komponen utama dalam pembelajaran menyimak berita peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken terbukti mampu membantu kelancaran. efektifitas. kemudian setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan metode drill melalui media audio-visual kemampuan menyimak berita peserta didik dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. produktifitas. Peningkatan keterampilan menyimak berita pada peserta didik ini patut dibanggakan. dan efektifitas pembelajaran peserta didik dalam menyimak berita. Dan pada siklus II peningkatan yang terjadi dari siklus I sebesar 15. Sebelum dilakukan tindakan siklus I maupun siklus II kemampuan peserta didik masih sangat kurang.201 karena setidaknya ada perubahan cara belajar peserta didik sehingga diperoleh suatu perubahan. Aspek penggunaan ejaan dan tanda baca sangat penting dan sangat diperlukan karena sampai kapanpun dalam dunia tulis menulis aspek ini sangat dibutuhkan. Materi pembelajaran yang disampaikan dalam bentuk visual menjadikan peserta didik belajar secara langsung tanpa mendengar ceramah dari 201 .39%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan merode drill melalui media audio-visual terbukti mampu membantu peserta didik dalam penguasaan kemampuan menyimak berita dan meningkatkan kualitas. Faktor-faktor yang menyebabkan pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat memuaskan karena guru berusaha memberikan penjelasan tentang kelemahan-kelemahan peserta didik pada aspek ini dan guru juga menekankan pada usaha perbaikan sehingga peserta didik menjadi tahu kelemahan dan cara perbaikannya. dan efisiensi pembelajaran.

Selain peningkatan keterampilan menyimak berita.2. sehingga menciptakan suatu suasana yang lebih menyenangkan dan sudah tentu pembelajaran menjadi lebih bermakna.202 guru. Berikut ini masing-masing penjelasannya. 4. hasil pembahasan juga dipandang dari sudut perubahan perilaku peserta didik mulai dari tahap prasiklus. Untuk lebih jelasnya mengenai perubahan perilaku tersebut dapat diketahui pada hasil observasi. Dikatakan lebih bermakna karena pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. tidak semata-mata berupa komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. 202 . Perubahan Perilaku Peserta Didik Kelas VIII A SMP Negeri I Jiken Berdasarkan dari analisis. siklus I. dan siklus II. memberikan keterampilan pada peserta didik untuk membiasakan diri dapat menguasai fakta dasar sebagai bekal dalam mengikuti pembelajaran berikutnya dan dengan penggunaan media menjadikan pembelajaran lebih menarik dan bahan pengajaran lebih jelas maknanya karena bahan pengajaran langsung didapatkan dari tayangan yang mereka simak. Berikut ini hasil pembahasan perubahan perilaku peserta didik kelas VIII A SMP Negeri I Jiken setelah dilakukannya proses tindakan pada masing-masing siklusnya. jurnal dan wawancara.5. diketahui bahwa perilaku peserta didik dalam pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.

peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. Pada siklus II peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan guru semakin berkurang. peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Siklus I (%) 100 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 0 2 18 7 11 3 12 16 4 4 5 100 100 100 100 0 0 6 7 8 6 100 100 16 100 100 10 0 0 9 100 100 0 Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada peserta didik. Perubahan perilaku yang positif juga terjadi pada aspek 3 dan 6 tentang keaktifan peserta didik. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok berita dengan membuat catatan-catatan kecil peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum dipahaminya.203 1) Hasil Observasi Tabel 52 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No Aspek Observasi 1 peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. berkomentar tentang materi yang diberikan. ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru peserta didik aktif bertanya. Peningkatan yang terjadi sebesar 11%. Pada aspek ke-3 perubahan positif yang terjadi 203 . Perubahan perilaku positif tersebut terjadi pada aspek ke-2 tentang peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru. Jadi dapat diartikan bahwa mengalami perubahan ke arah yang baik dari siklus I ke siklus II.

204 . Pada siklus II ini. Peserta didik yang semula kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menjadi lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat.204 sebesar 4% dan aspek ke-6 sebesar 10%. Dengan adanya perubahan tersebut. pada siklus II ini sudah memberikan perhatian dan antusias yang sangat baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. pada bagian ini juga dibahas perubahan hasil pada jurnal guru dan siswa. Mereka yang awalnya memberikan respons yang cukup terhadap penjelasan yang diberikan guru. Dengan mereka sudah memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. maka mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. perubahan yang terjadi berdasarkan lembar jurnal guru respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik. para peserta didik sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah lebih memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual daripada pada siklus I. pada siklus II peserta didik semakin aktif bertanya mengenai hal-hal yang tidak diketahuinya. 2) Hasil Jurnal Guru dan Siswa Selain pembahasan perubahan hasil observasi. Keaktifan mereka juga tampak ketika mereka mengerjakan latihan-latihan yang diberikan guru.

Pada aspek pertanyaan pertama perubahan yang terjadi sebesar 3%. tetapi pada siklus II. Peningkatan yang terjadi sebesar 3%. Perubahan positif tersebut terjadi pada aspek pertanyaan pertama.205 Tabel 53 Perubahan Perilaku Positif Peserta Didik No 1 Aspek Pertanyaan Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual diberikan? Jelaskan! Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! Siklus I (%) 97 Siklus II (%) 100 Peningkatan (%) 3 2 97 97 0 3 94 94 0 4 97 100 3 5 82 97 15 Dari tabel 53 dapat diketahui bahwa berdasarkan hasil jurnal siswa terdapat perubahan perilaku positif yang terjadi pada diri peserta didik. Dengan adanya 205 . keempat. Perubahan perilaku positif tersebut disebabkan oleh adanya tugas tersetruktur yang diberikan peneliti. 100% peserta didik sudah merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Peningkatan juga terjadi pada pertanyaan keempat. dan kelima. Pada siklus I awalnya terdapat 97% peserta didik yang merasa senang dengan pembelajaran yang diberikan peneliti.

Dari pesan dan kesan tersebut dapat diketahui respons peserta didik diakhir penelitian. sehingga dia bisa menemukan pokok-pokok 206 . yang awalnya menganggap pembelajaran menyimak itu gampang-gampang susah karena dalam menyimak diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Peningkatannya sebesar 15%.206 tugas tersebut bisa mengarahkan peserta didik untuk rajin menyimak. Pada dasarnya kedua responden menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Lalu perubahan pada aspek pertanyaan kelima. pada siklus II ini dia mengaku bahwa ternyata pembelajaran menyimak adalah mudah. maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik semakin terkesan dengan pembelajaran yang dilakukan dan mereka memberikan pesan positif yang sifatnya membangun. Pada akhir penelitian banyak peserta didik yang memberikan pesan dan kesan yang bagus. ternyata pembelajaran menyimak mudah ya!”. Menurut peserta didik yang mendapat nilai terendah. namun setelah dilakukan beberapa tindakan dia menjadi mengatakan ”Oh. bukan berupa penjelasan-penjelasan dari guru dan mereka bisa belajar bersama-sama dengan teman. dia lebih mudah memahami isi berita. Sehingga pada siklus II ini. Pada pertanyaan kelima perubahan yang terjadi sangat tinggi. Yang awalnya dia mengatakan sangat sulit. 3) Hasil Wawancara Perubahan ke arah positif juga terjadi pada hasil wawancara. Pembelajaran dengan metode drill dan media audiovisual sangat menarik karena mereka dapat melihat secara langsung informasi yang ingin disampaikan guru. Dengan meningkatnya hasil jurnal.

Pembelajaran menyimak berita memang sudah cocok diberikan pada kelas VIII dan metode drill dengan media audio-visual bisa dijadikan metode pembelajaran yang baru. pembelajaran yang dilakukan di laboratorium lebih menyenangkan karena mereka bisa belajar bekerja sama dan mendapatkan situasi yang baru.207 berita dan mampu menuliskannya ke dalam suatu kalimat. Untuk soal atau latihan-latihan yang diberikan kepada peserta didik. mereka menyatakan latihan yang diberikan mudah untuk dilakukan sehingga hasil yang diperoleh menjadi baik. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual sudah berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita. Dalam menyampaikan materi guru sudah baik dan tidak mudah emosi. Menurutnya. 207 .

2) Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sebagai salah satu cara pembelajaran baru dalam menyimak berita sangat positif.85 juga dengan kategori kurang. Peningkatan nilai rata-rata peserta didik sebelum diberi tindakan. Hasil hipotesis tindakan ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dalam menyimak berita.64 dengan kategori kurang. jika dipresentasekan adalah setelah siklus I 3. Peningkatan nilai yang terjadi adalah berkaitan dengan keterampilan peserta didik dalam menyimak berita.208 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. Perilaku 208 . Nilai rata-rata setelah tindakan siklus I adalah 59. nilai rata-rata peserta didik adalah 56. Nilai rata-rata peserta didik setelah tindakan siklus II adalah 71.1 Simpulan 1) Pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual mempunyai pengaruh yang berarti terhadap peserta didik dalam meningkatkan keterampilan menyimak berita.17% dari rata-rata siklus I. Peningkatan yang sangat berarti dan memuaskan terjadi pada siklus II. setelah siklus I.12% dari rata-rata sebelumnya dan setelah siklus II peningkatannya 11. dan setelah siklus II. Hasil ini terlihat pada hasil sebelum peserta didik diberi tindakan.02 dengan kategori baik. Peserta didik mengalami perubahan perilaku dalam pembelajaran ke arah positif.

sehingga pembelajaran menyimak akan menjadi menyenangkan dan menjadi pembelajaran yang tidak sulit. peserta didik lebih aktif bertanya mengenai hal-hal yang belum dimengertinya dan aktif menjawab pertanyaan guru. Guru bahasa Indonesia sebaiknya menggunakan cara mengajar yang mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. 1. 5. 2.2. 3. Saran Berdasarkan simpulan hasil penelitian di atas. 209 . Peserta didik hendaknya sering berlatih menyimak agar dapat terampil menyimak dengan baik. sehingga tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai. yaitu mempunyai kemampuan menyimak berita yang baik. penulis menyampaikan saran sabagai berikut ini.209 tersebut yaitu peserta didik lebih antusias mengikuti pembelajaran pada siklus II. Peserta didik hendaknya dalam mengikuti pembelajaran menyimak dengan semangat dan perilaku positif. peserta didik sangat memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran.

Strategi Belajar Mengajar. Keraf. Gorys. 1998. Jakarta: Depdikbud. Burhan. Y. 2002. Suyitno. Tata Bahasa Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Henry Guntur. 1995.210 DAFTAR PUSTAKA Suleiman. Djuraid. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. 1986. Penerangan dan Penyuluhan. Amin. Pendidikan Bahasa Indonesia I. 1994. Media Pengajaran. K. Bandung: Angkasa. K. 1991. 2001. Komposisi Sebagai Pengantar Kemahiran Berbahasa. 1981. 2001. Bandung: Sinar Baru Algresindo. Djago. Tarigan. Sudjana. N. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Nurgiyantoro. Amir Hamzah. Tarigan. Nana dan Ahmad Rivai. Semarang: Depdikbud. Semarang : IKIP Semarang Press. Bandung: Angkasa. 2004. dkk. Panduan Menulis Berita. 2001. Menyimak. Nurhadi. Yogyakarta: BPPE-Yogyakarta. Jakarta : Nusa Indah. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. 210 . Malang : UMM Press. Semarang: Unnes. Roestiyah. Husnun N. Jakarta: Gramedia. 2006. Media Audio-Visual untuk Pengajaran. Ice Sutari. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matemetika I.

Skripsi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2003. Peningkatan Kemampuan Menyimak Berbahasa Jawa dengan Teknik Wacana Rumpang Siswa Kelas VII SMP PGRI 2 Ajibarang. Peningkatan Keterampilan Menyimak Berita Melalui Media Audio Visual dengan Pendekatan Kontekstual Komponen Inquiry pada Siswa Kelas VII A SMPN I Tarub Kabupaten Tegal. Parjinah. Setyojatmoko. Jurnalistik TV Menjadi Reporter Profesional. 211 . Universitas Negeri Semarang. 2006. Universitas Negeri Semarang. Universitas Negeri Semarang. Skripsi. Riyadi. Peningkatan Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas II SLTP 2 Kaliwungu Kudus. Meningkatkan Ketuntasan Belajar Matematika Siswa Kelas I SLTP NU 02 Al Hidayah Kendal Tahun Pelajaran 2002/2003 Melalui Metode Drill. Universitas Negeri Semarang. 2006. Skripsi. Kemampuan Siswa Menyimak yang Diajarkan dengan Teknik Dengar-Tulis dan Teknik Dengar-Murni. Skripsi. Suratno. 2005. 2001. 2003. Universitas Negeri Semarang. Peningkatan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media Audio pada Siswa Kelas VII SMP Cinde Semarang. Skripsi. Dermawan. Skripsi. 2000. Universitas Negeri Semarang. Wulandari. Deddy Iskandar. 2003.211 Muda. Skripsi. Lutfiyah. Universitas Negeri Semarang. Keterampilan Menyimak dengan Menggunakan Wacana Cloze pada SLTP Negeri I Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun Pendidikan 2002/2003.

mengapa. di mana.212 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : 9. siapa. di mana. kapan. Indikator : 1. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami isi berita dari televisi : 9. mengapa. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi. METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1. Penugasan 212 . Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. Diskusi 4. kapan. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. kapan. Inkuiri 3.2. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. siapa. di mana. Identifikasi 2. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. mengapa. siapa. dan 2. Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. Menemukan pokok-pokok berita (apa. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B.

d. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis.213 D. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Sungai Asahan Meluap Ratusan Rumah Tenggelam” e. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. d. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. Setelah VCD berita selesai diputarkan. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. i. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. Apersepsi. Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. Guru menjelaskan hakikat menyimak dan teknik menyimak b. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Kegiatan Awal (10 menit) a. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang pengalamannya dalam menyimak berita c. 213 . LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. b.

Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan pengerjaan yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. Peserta didik mendapat tugas terstruktur untuk melihat berita dari televisi selama 4 hari dan setiap hari melihat 2 topik berita. guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. Kegiatan Akhir (5 menit) a. Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik c. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. guru membahas jawaban soal essai h.214 j. Secara individu. setelah itu menuliskan 214 . Guru menjelaskan sedikit tentang kesalahan yang masih dilakukan peserta didik dan menjelaskan kemajuan yang telah dilakukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Bayi Kembar Tiga dari Pasangan Miskin” b. peserta didik diberikan oleh guru f. Setelah selesai mengoreksi.

Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Soal essai 1. Tuliskan pokok-pokok berita yang Anda dengarkan ke dalam 5 kalimat! Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 215 . SUMBER BELAJAR 1. PENILAIAN 1. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia F. VCD berita 2. Teknik : tes tertulis 2.30 WIB) E.215 pokok-pokok beritanya dan menuliskannya ke dalam 5 kalimat (Berita Seputar Indonesia di RCTI. setiap hari pukul 17.

216 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 Sangat unsur (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat unsur kurang Peserta didik menulis ≥ 5 Sangat kalimat baik Peserta didik menulis 4 Baik kalimat Peserta didik menulis 3 Cukup kalimat baik Peserta didik menulis 2 Kurang kalimat baik Peserta didik menulis Sangat 1kalimat kurang Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat sangat jelas baik Perpaduan dan hubungan Baik antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan Cukup antar kalimat cukup jelas baik Perpaduan dan hubungan Kurang antar kalimat kurang jelas baik Perpaduan dan hubungan Sangat antar kalimat tidak jelas kurang Terdapat 1 kesalahan Sangat penggunaan pilihan kata baik Terdapat 2-5 kesalahan Baik penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan Cukup penggunaan pilihan kata baik Terdapat 11-15 kesalahan Kurang penggunaan pilihan kata baik Terdapat lebih dari 15 Sangat kesalahan penggunaan kurang pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan Sangat 216 .

kemudian. 1. Catatlah pokok-pokok beritanya! 2. Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! Buatlah tugas rumahmu dengan bentuk seperti kolom di bawah ini! NAMA PESERTA DIDIK : Nama acara Sumber berita : : Tanggal penyiaran : Waktu Judul berita 1) Apa 2) Siapa 3) Di mana 4) Kapan : : : : : : 5) Mengapa : 6) Bagaimana : 7) Tuliskan pokok-pokok berita tersebut ke dalam beberapa kalimat! ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 217 . pada pukul 17.30 WIB.217 4 3 2 1 dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Tugas di rumah! Dengarkanlah berita selama 4 hari dan setiap harinya lihatlah 2 topik berita di RCTI dengan nama acaranya “Seputar Indonesia”.

Guru Mata Pelajaran Blora.218 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui. S. Pd. Mei 2007 Peneliti Mursam. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 218 .

siapa. Menemukan pokok-pokok berita (apa. Peserta didik mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. di mana. Mampu menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat Alokasi waktu : 2 x 40 menit A. menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat C. dan bagaimana) yang didengar dan atau ditonton melalui radio/televisi. kapan. di mana. kapan. mengapa. siapa. Identifikasi 2. Memahami isi berita dari televisi : 9. Mampu menemukan pokok-pokok berita (apa. Peserta didik mampu menuliskan isi berita yang didengar ke dalam beberapa kalimat B. kapan. Inkuiri 3. Penugasan 219 . METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN 1.219 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Komptensi Kompetensi Dasar : SMP N I JIKEN : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII/2 : 9. siapa. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2.2. MATERI AJAR Berita dari televisi 1. mengapa. Diskusi 4. mengapa. dan bagaimana) yang disampaikan melalui televisi 2. Indikator : 1. mendata pokok-pokok berita yang disimak 2. di mana.

b. Guru bersama peserta didik menyocokkan soal isian singkat. Guru menjelaskan teknik menyimak b. Peserta didik menyimak berita pertama yang ditayangkan dan membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok berita yang disimaknya f. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan hasil pekerjaan soal essai di papan tulis. Setelah VCD berita selesai diputarkan. dan manfaatnya bila peserta didik mampu menguasainya. d. guru memberikan soal isian singkat seputar pokok-pokok berita dan soal essai untuk menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat dan dalam kelompoknya peserta didik mengerjakan soal dari guru g. Guru memutarkan VCD berita yang pertama dengan topik “Korban DBD Terus Berjatuhan” e. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran hari itu. Guru mengkondisikan peserta didik dan meminta peserta didik untuk berkonsentrasi dalam menyimak berita yang akan ditayangkan. d. Kegiatan Awal (10 menit) a. Guru bersama peserta didik yang lain membahas hasil pekerjaan kelompok yang telah maju. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Guru mengkondisikan peserta didik supaya siap mengikuti pembelajaran dan menanyakan keadannya. i.220 D. Kegiatan Inti (65 menit) Putaran VCD yang Pertama a. dengan peserta didik sebelumnya menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok yang lain h. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan saat pembelajaran 2. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok c. yaitu guru bertanya jawab dengan peserta didik tentang materi yang sudah diperoleh pada pertemuan sebelumnya c. 220 . Apersepsi.

Guru memberikan jurnal siswa kepada peserta didik E. Guru menjelaskan sekilas tentang kesalahan-kesalahan yang masih terjadi dalam pengerjaan tugas yang dilakukan peserta didik Putaran VCD Berita yang Kedua a. Peserta didik diperbolehkan menanyakan hal-hal yang belum dipahami dari isi berita k. Peserta didik diperbolehkan membuat catan-catatan kecil tentang pokokpokok berita d. Guru bersama peserta didik mengoreksi hasil pekerjaan soal isian singkat. Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang berani menuliskan hasil pekerjaannya pertama kali dengan tujuan untuk memotivasi l. VCD berita 2. guru membagikan soal isian singkat tentang pokok-pokok isi berita dan soal essai tentang perintah menuliskan pokok-pokok berita ke dalam beberapa kalimat e. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi b. peserta didik diberikan oleh guru f. Setelah VCD berita selesai ditayangkan. SUMBER BELAJAR 1. Guru meminta kepada peserta didik untuk lebih berkonsentrasi dalam menyimak berita yang ditayangkan c. Kegiatan Akhir (5 menit) a. Secara individu. Buku pelajaran bahasa dan sastra Indonesia 221 . dengan sebelumnya peserta didik menukarkan hasil pekerjaannya dengan peserta didik yang lain g. guru membahas jawaban soal essai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 3. Guru memutarkan VCD berita yang kedua dengan topik “Sapi Berkaki Enam dengan Kelamin Ganda” b. Setelah selesai mengoreksi.221 j.

Bentuk Instrumen : tes isian singkat dan tes essai Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No Unsur penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita 2 Jumlah kalimat 3 Penyusunan kalimat 4 Diksi 5 Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek penilaian menulis kembali isi berita ke dalam 5 kalimat No Unsur Penilaian Skor Kriteria Kategori 1 Kesesuaian isi kalimat 15-13 Isi kalimat meliputi 6 Sangat dengan pokok-pokok berita unsur (5 W + 1 H) baik 12-10 Isi kalimat meliputi 5 Baik unsur 9-7 Isi kalimat meliputi 4 Cukup unsur baik 6-4 Isi kalimat meliputi 3 Kurang unsur baik Isi kalimat meliputi 1-2 Sangat 3-1 222 . Teknik : tes tertulis 2.222 F. PENILAIAN 1.

223 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 kesalahan ejaan dan tanda baca kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 223 .

Pd. S. Guru Mata Pelajaran Blora. NIP Anik Suyani NIM 2101403057 224 .224 Perhitungan Nilai Akhir : Nilai Akhir = PerolehanSkor × SkorIdeal (100) = …………… SkorMaksimum Mengetahui. Peneliti Mei 2007 Mursam.

Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika 225 Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan . Edi Saputra Moh.225 Lampiran 7 DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

Lampiran 8 226 DAFTAR HASIL PENILAIAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.64 226 . Edi Saputra Moh. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56.

62 227 .227 Lampiran 9 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 44 60 78 62 43 62 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 44 64 64 2095 61. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh.

Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh. Edi Saputra Moh.08 228 .228 Lampiran 10 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS I KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 53 81 72 53 34 76 71 70 42 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 52 73 66 1975 58.

Edi Saputra Moh. Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 79 46 60 60 80 60 80 80 59 84 44 59 84 59 59 79 79 59 84 59 79 45 84 59 84 79 79 59 79 59 59 2146 69. Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.23 229 .229 Lampiran 11 DAFTAR HASIL PENILAIAN KELOMPOK MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh.

Irham Rifai Muslianto Nawi Nita wati Nurul Rizkiyati Fatonah Prihatiningsih Santosa Seliana Sinta Ayu Puspita Dewi Siska Piyana Suharni Sumarianto Supardi Supriyono Sunsanto Yuanita Nurtias Arh Yani Yulia Dewi Prastika Jumlah Rata-rata Nilai 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.230 Lampiran 12 DAFTAR HASIL PENILAIAN INDIVIDU MENYIMAK BERITA SIKLUS II KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama Peserta Didik Abdul Kholiq Achmad Mabruk Adeskia Tri Puji Wahyu Utami Aditya Dheby Ayu Kusumaningtyas Aditya Eko Cahyono Affiyanto Agus Sri Astutik Ahmad Solikin Anissatin Nisa’ Diyantikasari Edi Riyanto Edi Susanto Eka Ari Noviyanto Eka Dahlia Wati Esty Retno Andani Evna De Viga Ika Retno Sari Imam Pujianto Indah Lusmiyana Liyanik Septi Ariyani Moh. Edi Saputra Moh.81 230 . Arga Nugraha Santosa Mucklas Afianto Moh.

51 Jumlah Akhir 60 60 45 55 48 45 49 62 59 61 82 81 47 46 39 71 41 43 65 58 66 78 46 61 57 69 61 57 31 61 49 57 59 1869 56.51 6 1 1 1 1 1 2 2 1 2 2 4 1 2 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 4 1 1 1 3 2 50 1.231 Lampiran 13 HASIL TES ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PRASIKLUS No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 007 6 008 7 009 8 010 9 011 10 013 11 014 12 015 13 016 14 017 15 018 16 019 17 022 18 024 19 025 20 026 21 027 22 028 23 029 24 030 25 031 26 032 27 033 28 034 29 035 30 036 31 037 32 038 33 039 Jumlah Rata-rata 1 30 30 20 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 990 30 2 14 14 8 8 11 4 11 5 11 14 8 14 7 8 12 14 4 5 8 11 8 11 8 14 10 11 14 11 5 14 13 5 11 316 9.21 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 5 3 149 4.64 231 .60 Aspek Penilaian 3 4 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 8 3 10 1 10 5 10 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 2 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 6 1 10 1 10 1 10 1 10 3 10 3 324 9.81 40 1.

62 232 .59 6 2 1 4 1 3 1 2 2 4 4 1 4 1 1 4 1 1 3 2 1 1 4 1 1 3 4 1 1 2 1 3 3 4 4 79 2.32 Jumlah Akhir 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.59 2 7 11 6 4 1 4 7 7 6 9 11 6 9 2 5 4 11 9 4 4 12 9 11 1 6 12 11 12 7 1 11 1 9 9 241 7.41 89 2.232 Lampiran 14 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 20 30 50 40 30 20 20 20 40 30 30 50 50 20 20 20 40 20 20 40 30 40 50 20 30 30 40 30 30 10 30 20 30 30 1210 35.09 Aspek Penilaian 3 4 4 4 10 1 10 4 10 1 10 3 10 1 4 4 4 4 10 4 10 4 10 1 10 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 1 10 3 4 4 10 1 10 1 10 4 10 1 10 3 10 4 10 1 10 1 10 1 4 4 10 3 10 1 10 3 10 4 10 4 320 9.62 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 156 4.

59 Jumlah Akhir 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.44 Aspek Penilaian 3 4 6 2 10 1 10 2 10 2 6 2 10 5 10 3 8 3 8 3 4 4 8 1 10 5 8 4 10 1 10 1 4 2 8 1 8 4 10 3 10 1 10 1 10 5 10 1 6 1 10 3 10 1 6 5 10 1 2 1 10 2 6 1 8 1 10 3 8 4 282 80 8.35 5 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 5 4 138 4.233 Lampiran 15 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No Subjek Penelitian 1 002 2 003 3 004 4 005 5 008 6 009 7 010 8 011 9 013 10 014 11 015 12 016 13 017 14 018 15 019 16 021 17 022 18 023 19 024 20 025 21 026 22 027 23 028 24 029 25 030 26 031 27 032 28 033 29 034 30 035 31 036 32 037 33 038 34 039 Jumlah Rata-rata 1 30 50 40 30 10 40 40 40 10 40 40 40 10 30 0 30 20 30 30 10 40 40 60 30 10 40 30 40 30 20 30 30 40 30 1100 32.08 233 .06 6 2 1 1 1 4 4 2 2 4 5 1 3 3 1 2 4 2 1 4 3 1 4 3 4 3 4 5 1 3 1 2 3 3 5 88 2.29 2.35 2 8 14 14 4 7 12 11 11 11 8 9 11 8 11 4 7 1 11 8 4 8 11 5 5 11 5 11 4 11 5 4 4 11 14 287 8.

23 234 .71 Aspek Penilaian 3 4 10 3 10 3 8 4 8 4 10 4 8 4 10 3 10 3 10 5 10 4 10 3 10 3 10 4 8 4 8 4 10 4 10 3 8 4 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 3 10 4 8 4 10 4 10 5 10 5 292 9.81 2 11 12 12 12 12 12 11 11 12 12 12 12 12 12 11 12 11 12 12 11 12 12 12 11 12 11 12 11 12 12 12 363 11.84 6 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 111 3.234 Lampiran 16 HASIL TES KELOMPOK ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 50 20 30 30 50 30 50 50 20 50 20 20 50 30 50 50 50 30 50 30 50 20 50 30 50 50 50 30 50 20 20 1110 35.42 120 3.58 Jumlah Akhir 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 46 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.87 5 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 150 4.

16 Aspek Penilaian 3 4 8 3 8 4 8 5 10 3 6 2 10 4 8 3 8 4 10 4 8 5 10 6 6 2 6 5 8 4 2 2 8 5 6 3 8 3 10 3 18 4 8 3 10 3 10 5 8 5 8 4 2 2 8 4 10 2 8 2 10 8 10 5 258 8.48 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 3 4 3 2 4 5 135 4.49 2 3 3 12 6 3 9 9 12 6 12 12 9 5 8 3 5 15 3 9 9 8 8 9 14 6 6 12 2 6 12 14 253 8.35 6 4 2 1 3 5 3 3 3 5 4 2 4 5 2 1 4 2 3 3 4 4 4 4 3 4 5 3 1 2 3 2 93 3.235 Lampiran 17 HASIL TES INDIVIDU ASPEK KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No Subjek Penelitian 1 002 2 004 3 005 4 006 5 007 6 008 7 009 8 010 9 014 10 015 11 016 12 017 13 018 14 021 15 022 16 023 17 024 18 025 19 026 20 028 21 029 22 030 23 031 24 032 25 033 26 034 27 035 28 036 29 037 30 038 31 039 Jumlah Rata-rata 1 40 30 50 50 30 50 50 50 40 50 50 40 40 30 50 40 60 50 40 50 60 40 50 50 50 40 50 30 40 50 50 1410 45.00 Jumlah Akhir 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.81 235 .32 108 3.

5 51 52 47.85 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 236 .5 72.5 76 51 69 51 57 48.5 71 72.5 39 69.5 54 47 68.5 71 47 42.62 NI 53 81 72 53 34 76 71 70 43 67 65 74 39 58 22 52 37 59 60 33 65 76 84 51 41 62 85 62 50 42 48 51 73 66 1975 58.08 NG 48.5 70 72 47 59.5 57 60.5 75 57.5 59.5 57.236 Lampiran 18 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Subjek Penelitian 002 003 004 005 008 009 010 011 013 014 015 016 017 018 019 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 44 60 78 62 43 63 44 44 78 64 80 78 63 80 80 62 60 43 44 62 80 64 60 43 78 80 60 80 44 43 60 43 64 64 2095 61.5 72.5 65.5 65 2034.5 70.

5 77.5 66 70.5 65 70.5 85 65.5 72.5 78.5 71 84 58 83.5 80.5 81 69.5 66 65.23 NI 64 52 80 77 52 81 77 81 71 82 85 71 60 57 70 61 90 71 70 82 88 70 82 85 77 59 81 50 64 82 85 2257 72.81 NG 72 49 70 68.02 Keterangan : NK : Nilai Kelompok NI : Nilai Individu NG : Nilai Global 237 .5 80.5 65.5 72.5 55.5 2201.5 68.237 Lampiran 19 HASIL TES KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA SIKLUS II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Subjek Penelitian 002 004 005 006 007 008 009 010 014 015 016 017 018 021 022 023 024 025 026 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 038 039 Jumlah Rata-rata NK 80 46 60 60 80 60 80 80 60 85 47 60 85 60 60 80 80 60 85 60 80 46 85 60 85 80 80 61 80 61 60 2146 69.5 71.5 72 71.5 72.5 83.

238 Lampiran 20 FORMAT PENILAIAN SIKLUS I DAN SIKLUS II KETERAMPILAN MENYIMAK BERITA PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII A SMP NEGERI I JIKEN Pedoman Penskoran Soal Isian Singkat No Soal 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur what Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal yang mengandung unsur who Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur where Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur when Peserta didik bisa menjawab dengan benar soal soal yang mengandung unsur why Peserta didik bisa mampu dengan benar soal soal yang mengandung unsur how Jumlah Skor 10 10 10 10 10 10 60 Pedoman Penskoran Soal Essai No 1 2 3 4 5 Unsur penilaian Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Jumlah kalimat Penyusunan kalimat Diksi Ejaan dan tanda baca Jumlah Skor maksimal 15 10 5 5 5 40 Aspek Penilaian Menulis Kembali Isi Berita Ke Dalam 5 Kalimat No Unsur Penilaian 1 Kesesuaian isi kalimat dengan pokok-pokok berita Skor 15-13 12-10 9-7 Kriteria Kategori Isi kalimat meliputi 6 unsur Sangat (5 W + 1 H) baik Isi kalimat meliputi 5 unsur Baik Isi kalimat meliputi 4 unsur Cukup baik 238 .

239 6-4 3-1 2 Jumlah kalimat 10 8 6 4 2 3 Penyusunan kalimat 5 4 3 2 1 4 Diksi Isi kalimat meliputi 3 unsur Isi kalimat meliputi 1-2 unsur Peserta didik menulis ≥ 5 kalimat Peserta didik menulis 4 kalimat Peserta didik menulis 3 kalimat Peserta didik menulis 2 kalimat Peserta didik menulis 1kalimat Perpaduan dan hubungan antar kalimat sangat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat cukup jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat kurang jelas Perpaduan dan hubungan antar kalimat tidak jelas Terdapat 1 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 2-5 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 6-10 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 11-15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat lebih dari 15 kesalahan penggunaan pilihan kata Terdapat 1 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 2-4 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 5-7 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat 8-10 kesalahan ejaan dan tanda baca Terdapat lebih dari 10 ke salahan ejaan dan tanda baca Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang 5 4 3 2 1 5 Ejaan dan tanda baca 5 4 3 2 1 239 .

240 Lampiran 21 Pedoman Observasi Peserta Didik Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas Hari/tgl : VIII.A : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 240 .

ada peserta didik yang berbicara sendiri/kurang memperhatikan penjelasan guru 3. berkomentar tentang materi yang diberikan. 7. peserta didik mengamati berita dan mencari pokok-pokok proses pembelajaran berita dengan membuat catatan-catatan kecil 6. peserta didik mau membuat catatan mengenai hal-hal yang penting. peserta didik semangat dan bersungguh-sungguh mengikuti penjelasan guru. peserta didik aktif bertanya tentang isi berita yang belum menyimak berita dipahaminya. 2. peserta didik menyimak berita yang diperdengarkan. 8. peserta didik menulis berita ke dalam beberapa kalimat Jenis Perilaku Keaktifan mendengarkan penjelasan guru/apresepsi 2 241 . peserta didik melakukan latihan (drill) dengan cara mengerjakan tugas-tugas dari guru 9. Keaktifan selama 5.241 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 JUMLAH Keterangan : No 1 Aspek 1. 4. peserta didik aktif bertanya.

242 Lampiran 22 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus I : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 033 034 035 036 037 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x x x v x x v v x x x v x x x x v x x v x v x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x 242 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x v x x x x x v x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl .

= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 243 .243 38 038 39 039 Jumlah v v 34 0 x x 6 28 x 4 30 v v 34 0 v v 34 0 x x 2 32 v v 34 0 v v 34 0 v v 34 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .

244 Lampiran 23 Hasil Observasi Peserta Didik Siklus II Mata Pelajaran Kelas/smstr Hari/tgl : Bahasa dan Sastra Indonesia : VIII A/2 : No Subjek ASPEK Penelitian Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017 018 019 020 021 022 023 024 025 026 027 028 029 030 031 032 v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x x x x x x x x x v x x x x x x v x x x x x x x x x v x x v x v x x x x x x x v x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v x x x x x v v x x x x v x x x x x x x x x x x x v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v v 244 .

= peserta didik tidak masuk x = peserta didik tidak melaksanakan 245 .245 33 033 34 034 35 035 36 036 37 037 38 038 39 039 Jumlah respons positif Jumlah respons negatif v v v v v v v 31 0 x x x x x x x 2 29 x x x x x x x 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 x x x x x v v 5 26 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 v v v v v v v 31 0 Keterangan: v = peserta didik melaksanakan .

Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru 4. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual. Pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 6. 2. Keantusiasan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 5. fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung 246 . Keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual 3.246 Lampiran 24 LEMBAR JURNAL GURU SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Isilah pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1.

dan sudah mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Kepasifan mereka juga terlihat ketika guru memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami dari tayangan berita yang sudah diputarkan. Sebagian besar dari mereka terlihat diam saja. 247 . Kebanyakan peserta didik masih kurang aktif selama pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual dilaksanakan. Ketika kegiatan apersepsi hanya terdapat beberapa peserta didik yang menanggapi penjelasan dari guru. Respons peserta didik terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual pada siklus I ini sudah cukup baik. 2.247 Lampiran 25 Hasil Jurnal Guru Siklus I Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Hasil jurnal guru ini merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat terhadap beberapa pernyataan di bawah ini : 1. Walaupun tidak dipungkiri masih ada peserta didik yang kurang memperhatikan pembelajaran yang disampaikan guru. Beberapa peserta didik masih terlihat bercanda dengan teman sebangkunya ketika proses pembelajaran sudah dimulai. Sebagian besar peserta didik sudah memperhatikan penjelasan dari guru.

Pada siklus I ini. 6. Sehingga hasil yang diperoleh pada siklus ini masih rendah. Keantusiasan tersebut terlihat dari tepat waktunya mereka ketika masuk di ruang laboratorium dan terpancar dari semangat mereka ketika kegiatan perkenalan yang dilakukan guru. 5. 4. Peserta didik cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Fenomene-fenomena lain yang muncul ketika pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual berlangsung yaitu terdapat peserta didik yang bandel dan kurang menghormati guru sehingga dalam mengikuti pembelajaran dan megerjakan tugas. Mereka belum bisa memahami seutuhnya prinsip dasar pembelajarn ini. Semuanya terfokus pada soal yang telah diberikan guru.248 3. peserta didik kurang memahami hakikat pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual yang baru saja diperkenalkan oleh peneliti. 248 . dilakukan semaunya sendiri dan hal itu memaksa guru untuk memberikan peringatan pada peserta didik tersebut. Selama proses mengerjakan latihan seluruh peserta didik sudah terlihat aktif dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan latihan yang diberikan guru.

3. Dengan kondisi yang seperti itu maka peserta didik tidak merasa canggung dan malu lagi dalam mengemukakan gagasannya. para peserta didik lebih aktif jika dibandingkan pada siklus I. Berdasarkan lembar jurnal guru yang telah diisi oleh teman sejawat terhadap hasil pengamatannya. Peserta didik lebih aktif dalam memberikan jawaban yang diberikan guru. 2. Keaktifan itu bisa timbul karena dimungkinkan peserta didik sudah merasa terbiasa dengan peneliti dan sudah mampu menyesuaiakan dengan cara pembelajaran yang diberikan guru dan cara mengajarnya. Keaktifan peserta didik juga tampak ketika mereka mengerjakan latihanlatihan yang diberikan guru. Respons yang diberikan peserta didik pada siklus II ini terhadap pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual sudah sangat baik.249 Lampiran 26 Hasil Jurnal Guru Siklus II Sekolah Kelas/Semester : SMP Negeri I Jiken : VIII A/ 2 Tanggal Pembelajaran : Pedoman yang digunakan pada jurnal guru pada siklus II ini masih sama dengan siklus I. mereka sudah memperhatikan kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. Mereka sudah memberikan perhatian dan antusias yang baik terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Dalam mengerjakan latihan. diperoleh pernyataan-pernyataan berikut ini: 1. 249 . Pada siklus II ini.

Pembelajaran berlangsung dengan kondusif dan tertib. 5. Dengan menyimak berita mereka dapat memperoleh informasiinformasi penting. 6. Hal ini bisa terjadi karena mereka sudah bisa beradaptasi dengan cara mengajar peneliti dan sudah memahami prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.250 4. Hal itu disebabkan oleh kesadaran mereka akan pentingnya keterampilan menyimak berita. 250 . Tidak dijumpai fenomena-fenimena negatif pada siklus II ini. sehingga mereka menjadi lancar dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik semakin antusias dalam mengikuti pembelajaran menyimak berita dari televisi dengan metode drill melalui media audio-visual. Peserta didik sudah lebih memahami tentang prinsip dasar pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual.

Bagaimana tanggapan Anda tentang cara peneliti menyampaikan materi selama proses pembelajaran? 4. Apakah Anda tertarik belajar menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Apakah Anda akan menjadi lebih rajin dalam berlatih menyimak berita setelah pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual diberikan? Jelaskan! 5. Berikan pesan dan kesan Anda terhadap pembelajaran yang baru saja dilakukan! 251 .251 Lampiran 27 LEMBAR JURNAL SISWA SIKLUS I DAN II Nama siswa Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : Jawablah pertanyaan ini dengan benar! 1. Apakah Anda merasa senang dengan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? Mengapa? 2.

dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan! 252 . Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita? 6.252 Lampiran 28 PEDOMAN WAWANCARA SIKLUS I DAN II Nama Sekolah Kelas/semester Tanggal : : : : 1. Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda? 7. Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran tadi? 2. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda! 8. Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 4. Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 5. Menurut Anda. Apakah anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual? 3. Menurut Anda.

Responden : Liyanik Septi Ariyani Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.253 Lampiran 29 Hasil Wawancara Siklus I 1. menyenangkan.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” : 22 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran 253 .” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Kurang suka.l” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Saya belum memahami teknik pembelajaran dril. tetapi terlalu sabar.

apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.”” 2. Tetapi saya kurang suka dengan pembelajaran yang dilakukan di laboratorium.” 254 .” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : ”Menurut Anda.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kelasnya terlalu ramai.254 Responden : “ Sudah. saya lebih suka pembelajaran di dalam kelas. Responden : Siska Piyana Nilai Kelas : 85 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang.

apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Mudah. dan sudah jelas.” 255 .255 Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Baik.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah.” Peneliti : ”Menurut Anda. Karena metode ini membuat kita menjadi rajin. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : ”Menurut Anda. santai.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya.

” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Sulit memahami isi berita. menyenangkan. tetapi suaranya kurang jelas.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya. Responden : Supriyono Nilai Kelas Peneliti tadi?” Responden : “Senang.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Santai.” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” 256 : 50 (terendah) : VIII A : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran .256 Lampiran 30 Hasil Wawancara Siklus II 1. dapat.

” Peneliti : “Apakah Anda menyukai pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” Responden : “Suka. dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : “Apa yang menjadi kendala Anda dalam kegiatan pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audiovisual?” Responden : “Kurang teliti dalam menjawab soal latihan.257 Responden : “ Sudah.” Peneliti : “Bagaimana pendapat Anda tentang cara mengajar guru dalam pembelajaran menyimak berita dengan metode drill melalui media audio-visual?” 257 .” Peneliti : ”Menurut Anda. Responden : Muslianto Nilai Kelas : 90 (tertinggi) : VIII A Peneliti tadi?” : “Apakah yang Anda rasakan setelah melakukan pembelajaran Responden : “Senang dan bisa menambah pengetahuan. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Tidak.” 2.” Peneliti : ”Menurut Anda.

258 Responden : “Sudah bagus dan jelas.” Peneliti : ”Menurut Anda.” 258 . dapatkah pembelajaran tadi dijadikan salah satu metode dalam pembelajaran yang lain?Jelaskan!” Responden : ” Bisa.” Peneliti : “Apakah pembelajaran tadi dapat menarik minat Anda terhadap pembelajaran menyimak berita?” Responden : “Ya. Karena metode ini membuat kita bisa belajar bersamasama.” Peneliti : “Apakah materi yang disampaikan tadi sesuai dan cocok diberikan kepada Anda?” Responden : “ Sudah. apakah latihan (soal) yang diberikan kepada Anda terlalu sulit dan memberatkan Anda!” Responden : ” Gampang-gampang susah.” Peneliti : ”Menurut Anda.

Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara berkelompok 4. Kegiatan peserta didik dalam melakukan drill (latihan) secara individu 5. Kegiatan peserta didik dalam menyimak tayangan berita 3. Kegiatan awal pembelajaran yang berupa guru memberikan apersepsi 2. Kegiatan peserta didik mengisi lembar jurnal siswa 259 .259 Lampiran 31 PEDOMAN DOKUMENTASI SIKLUS I DAN SIKLUS II Hal-hal yang didokumentasikan dalam penelitian ini adalah: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful