Nama Nim

: Moh. Ali F. Seknun : 12029

No. Peserta : 27

BIOSINTESIS ASAM LEMAK TAK JENUH

Asam lemak merupakan senyawa potensil dari sejumlah besar kelas lipid di alam. Sementara dalam sistem biologi umumnya asam lemak kebanyakan terdapat menyatu dalam kompleks lipid. Asam lemak yang menyatu terdapat berupa ester, gliserol, sterol dan berbagai senyawa lainnya. Rantai hidrokarbon dari asam lemak dapat juga berikatan dengan phospogliserol melalui ikatan ether dan vinyl ether. Secara kimiawi, senyawa lemak serupa dengan senyawa minyak. Keduanya terdiri dari asam lemak berantai panjang yang teresterifikasi oleh gugus karboksil tunggalnya menjadi hiroksil dari alkohol tiga karbon gliserol. Dengan tiga molekul asam lemak yang teresterifikasi maka lemak dan minyak sering disebut trigliserida. Sifat lemak umumnya ditentukan oleh jenis asam lemak yang dikandung-nya. Asamasam lemak yang membentuk lemak biasanya berbeda, dan kadang dua di antaranya sama. Panjang rantai ketiga asam lemak hampir selalu sama dengan jumlah atom karbon genap sebanyak 16 dan 18. Jumlah atom karbon asam lemak biasanya paling rendah 12 dan paling banyak 20. Beberapa asam lemak termasuk asam lemak tidak jenuh karena mengandung ikatan rangkap.

Kedua. Ketiga. asam lemak merupakan unit penyusun fosfolipid dan glikolipid. Sedangkan lemak dengan titik leleh yang relatip lebih tinggi pada umumnya berbentuk padat pada suhu kamar karena memiliki asam lemak jenuh. Asam lemak memiliki empat peranan utama.Titik leleh lemak dan minyak tergantung pada jumlah ikatan rangkap yang terkandung dalam tiap asam lemak. Asam lemak disimpan dalam bentuk triasilgliserol. Pertama. asam lemak merupakan molekul bahan bakar. yang menempatkan protein-protein tersebut ke lokasilokasinya pada membran . Asam lemak merupakan sekelompok senyawa hidrokarbon yang berantai panjang dengan gugus karboksilat pada ujungnya. . banyak protein dimodifikasi oleh ikatan kovalen asam lemak. Pada setiap asam lemak minyak terdapat satu sampai tiga ikatan rangkap sehingga minyak dengan titik leleh yang cukup rendah membuatnya cair pada suhu kamar. yang merupakan ester gliserol yang tidak bermuatan. Molekul-molekul amfipatik ini merupakan komponen penting bagi membran biologi.

derivat asam lemak berperan sebagai hormon dan cakra intrasel. . diperoleh dari hidrolisis suatu lemak atau minyak. minyak kelapa. Jenis lipid ini terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak tersusun dari komponen hidrofobik berupa rantai hidrokarbon dan komponen hidrofilik berupa gugus karboksil. biji sayuran. Asam lemak tak jenuh ini masih dibedakan lagi menjadi dua kelompok besar yaitu Monounsaturated fatty acids (MUFAs). Keempat. dimana ikatan ikatan rangkapnya hanya satu.Triasilgliserol disebut juga lemak netral atau trigliserida. Golongan asam lemak ini disebut lemak esensial. Asam lemak disebut juga asam karboksilat. Sedangkan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids) yang mempunyai lebih dari dua ikatan rangkap seperti linoleat tidak dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi. PUFAs dibedakan lagi menjadi dua bagian besar yaitu : asam lemak Omega-6 Cis dan asam lemak Omega-3 Cis (berdasarkan letak ikatan rangkapnya pada ikatan karbon nomor berapa dilihat dari gugus omega ). Golongan asam lemak ini disebut asam lemak nonesensial. dan minyak hewan. Organisme tingkat tinggi seperti mamalia tidak dapat hidup tanpa asam lemak tak jenuh. Umunya asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh dengan satu ikatan rangkap seperti asam oleat dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi dari karbohidrat.Sumber asam lemak esensial banyak terdapat pada lemak mentega. dan Polyunsaturated fatty acids (PUFAs) dimana ikatan rangkapnya lebih dari satu.

1995) Pada reaksi sintesa asam lemak. Sumber lain asetil CoA pada kloroplas beberapa tumbuhan adalah asetat bebas dari mikotondria. Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA yang terdapat pada sitoplasma.biotin – enzim + ADP + Pi CO2--. (Salisbury dan Ross. seperti ditunjukkan pada reaksi berikut. Asetil CoA yang digunakan untuk membentuk lemak di kloroplas sering dihasilkan oleh piruvat dehidrogenase dengan menggunakan piruvat yang dibentuk pada glikolisis di sitosol. untuk digunakan membentuk asam lemak dan lipid lainnya. Asetat ini diserap oleh plastid dan diubah menjadi asetil CoA.↔ CO2. Enzim-enzim ini berperan membentuk rantai asam lemak dengan menggabungkan secara bertahap satu gugus asetil turunan dari asetat dalam bentuk asetil CoA dengan sebanyak n gugus malonil turunan dari malonat dalam bentuk malonil CoA. enzim CoA dan protein pembawa asil (ACP) mempunyai peranan penting. Biotin karboksilase adalah enzim yang bekerja sebagai katalis dalam reaksi karboksilasi . Reaksi pembentukan koenzim A sebenarnya terdiri atas dua reaksi sebagai berikut : Biotin – enzim + ATP + HCO3.-.dan energi dari ATP. Reaksi ini melibatkan HCO3.Anabolisme Asam Lemak Pengubahan karbohidrat menjadi lemak memerlukan produksi asam lemak dan gliserol sebagai rangka sehingga asam teresterifikasi. Asam lemak dibentuk oleh kondensasi berganda unit asetat dari asetil CoA.biotin– malonil KoA + biotin – Biotin terikat pada suatu protein yang disebut protein pengengkutan karboksilbiotin. Sebagian besar reaksi sintetis asam lemak terjadi hanya di kloroplas daun serta di proplastid biji dan akar. Reaksi awal adalah korboksilasi asetil koenzim A menjadi malonil koenzim A. Asam lemak yang disintesis di kedua organel ini terutama adalah asam palmitat dan asam oleat.

palmitoleat(9-C16:1). 15-C18:3). asam nervonat (15-C24:). asam lemak ini terbentuk dari 4 macam asam lemak tak jenuh. linoleat (9. oleat (9-C18-:1). Dalam jaringan hewan. 12. 11-C20:3). Hewan dan tumbuhan tinggi mengandung banyak asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap banyak (asam polienoat). yaitu pengankuta elektron dari NADPH ke sitokrom.biotin. Linoleat dan linolenat adalah dua asam lemak yang tidak dapat disintesis oleh hewan mamalia dan harus didapatkan dari tumbuhan. Reaksi kedua ialah pemindahan gugs karboksilat kepada asetil koenzim A. . Metabolisme Asam Lemak. asam palmitat dan asam stearat dipakai sebagai senyawa sumber untuk biosintesis asam lemak tak jenuh. dibantu oleh adanya sistem rantai pengangkutan elektron dalam mikrosom. terutama asam palmitoleat (C16:1) dan asam oleat (C18:1). Pada umumnya di dalam jaringan hewan. Beberapa asam lemak tak jenuh berantai panjang yang terbentuk dari asam palmitat dalam jaringan sel hewan adalah asam cis-vasenat (11-C18:1). dan asam likosatrienoat (5. sehingga disebut asam lemak esensial. Ikatan rangkap yang terjadi selalu pada posisi berbentuk cis. Sumber : Rusdiana. 8. 2010. Universitas Sumatera Utara. Katalis dalam reaksi ini adalah transkarboksilase. Reaksi pengawajenuhan ini dikatalisis oleh enzim mono-oksigenase yang terdapat di dalam retikulum endoplasma jaringan sel hati dan sel lemak.