P. 1
Analisis Teks Media Iklan

Analisis Teks Media Iklan

|Views: 332|Likes:
Published by orangpintar
Sosiologi Komunikasi (SOSKOM)
Sosiologi Komunikasi (SOSKOM)

More info:

Published by: orangpintar on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

Tugas Ujian Tengah Semester III

Analisis Teks Media

Disusun oleh:

Achmad Philip NIM. 08250017

MAGISTER SOSIOLOGI KOMUNIKASI
1

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Nopember 2009
Tugas UTS Analisis Teks Media Disusun oleh: Achmad Philip NIM: 08250017

Tugas UTS MK Analisis Teks Media: Cari dua contoh teks yang cacat lalu analisis dengan pendekatan semiotik. Pilih dua dari jenis-jenis keretakan teks berikut ini: teks sbg representasi, teks sbg ideologi, teks sbg topeng, teks sbg proyek lupa.

Text 1:

Sinetron ‘Cinta Fitri Season 3 ’
A. Definisi Teks yang Retak Teks yang retak, atau retak teks, dapat diartikan sebagai teks yang dapat dinilai mengandung cacat. Dalam arti bukan cacat secara fisik, tetapi cacat secara moral (sosial politik atau cultural). Banyak sekali teks yang secara fisik tampak sehat (normal) namun jika dicermati dengan kacamata tertentu menjadi nampak bahwa sebuah teks di balik permukaannya terdapat cacat-cacat yang, bisa jadi, luar biasa parah. Sebaliknya, sebuah teks yang secara fisik retak-retak alias cacat namun secara moral (politik maupun cultural) biasa-biasa saja, tidak penting dipermasalahkan. Oleh sebab itu diperlukan kacamata tertentu, dalam rangka pencermatan awal, untuk menilai sebuah teks pantas dipersoalkan atau tidak. Bagaimana sebuah teks dapat dinilai mengandung cacat moral? Teks yang secara moral dianggap cacat bisa diartikan sebagai teks yang secara potensial dapat mencederai atau mencelakai orang-orang tak bersalah, terlebih lagi bila orang-orang tersebut dalam struktur sosial berada dalam posisi tertindas, tak berdaya, terpinggirkan baik secara politik, ekonomi atau budaya.

2

Dalam memenuhi tugas UTS Analisis Teks Media penulis mencoba menganalisis Teks Film yang ditayangkan setiap hari dari Senin sampai dengan Minggu di SCTV pukul 20.03 WIB yaitu ‘Sinetron Cinta Fitri Seoson 3’ yang diproduksi oleh MD Entertainment yang dipimpin oleh Manoj Punjabi. Menurut hemat penulis bahwa teks film ini bersifat distortif atau telah terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam tayangannya sehingga layak untuk dianalisis dengan pendekatan Semiotika. Teks ini termasuk Teks Representasi dari kehidupan di masyarakat walaupun hampir tidak pernah terjadi. B. Analisis Berikut ini akan penulis paparkan sekilas tentang sinetron Cinta Fitri secara umum. Cinta Fitri adalah salah satu Sinetron yang ditayangkan oleh SCTV. Sejauh ini, Cinta Fitri berhasil menjadi sinetron Indonesia yang menduduki terlama tayang di televisi, dengan 4 Season dan ± 600 episode (masih berlanjut), mengalahkan Tersanjung (1998-2005) produksi Multivision Plus dengan 7 season dan 370 Episode. Mulai Mei 2009, SCTV menayangkan kembali Cinta Fitri Season 3 (rerun) setiap hari mulai pukul 10.00 WIB selama 2 jam penuh, namun baru berjalan lebih kurang 1-2 minggu, acara ini dihentikan. Cinta Fitri season 4 (disebut juga season Ramadhan) semula direncanakan untuk tayang mulai tanggal 9 Juli 2009, namun karena salah satu pemeran utama, Dinda Kanyadewi, mengalami kecelakaan, season terbaru ini diundur selama 2 minggu dan mulai tayang pada tanggal 20 Juli 2009 pukul 20.00 WIB.

1. Pemeran Utama
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Shireen Sungkar sebagai Fitri Teuku Wisnu sebagai Farrel Adly Fairuz sebagai Aldo Donita sebagai Moza Dinda Kanyadewi sebagai Mischa Verlita Evelyn sebagai Maya Iqbal Pakula sebagai Bram Sandy Syarief sebagai Faiz (mulai pertengahan season 3) Irene Librawati sebagai Bu Lia Kusumah sebagai Oma
3

10. Ida

11. Nuri 12. Lian 13. Boy

Maulida sebagai Kayla (yang baru, mulai pertengahan season 2) Firman sebagai Hadi (mulai pertengahan season 2) Tirayoh sebagai Pak Hutama (season 1 - pertengahan season 3) Pangalila sebagai Tristan (awal - pertengahan season 1, pertengahan Ghassani sebagai Kayla (season 1 - pertengahan season 2) Herman sebagai Bu Doli (pertengahan season 4)

14. Randy

season 3 - awal season 4)
15. Fanny 16. Rizky

Hanggono sebagai Firman (awal season 1)

17. Silvana

2. Pemeran Pendukung
• • •

Bemby Putuanda sebagai Norman Anbo Ontocheno sebagai Yuga Meidiana Hutomo sebagai Bu Lik (season 1 - awal season 2, kembali mulai akhir season 3) Arthur Tobing sebagai Pak Iman Debby Cynthia Dewi sebagai Bu Asih (season 1 - awal season 4) Teuku Ryan sebagai Pak Hartawan (mulai awal season 4) Angelia Quartiana sebagai Abel (mulai pertengahan season 2) Chilla Irawan sebagai Nadine (season 1 - season 3) Metha Yunatria sebagai Nabila (season 1) Elsye Virgita sebagai Salsa (season 2 - pertengahan season 3) Marizcha Fayn sebagai Jamilah (pertengahan season 3)

• • • • • • • •

3. Sinopsis Season 3 Di season ini, Bram yang tadinya dikira sudah meninggal oleh semua orang, akhirnya kembali lagi menampakkan diri. Bram bekerja sama dengan Misca untuk menghancurkan keluarga Hutama. Namun segala usaha mereka sia-sia karena Fitri selalu berhasil menggagalkan rencana busuk mereka, dengan bantuan oma juga yang selalu mengerjai Mischa. Berbagai rencana dilakukan Mischa untuk menggugurkan kandungan Fitri, tapi rencana Mischa selalu gagal, dan dia pura-pura keguguran untuk mengakhiri sandiwara pura pura hamilnya. Mischa akhirnya diusir karena ketahuan mencuri hadiah yang diberikan Farrel ke Fitri. dan agar dia kembali ke keluarga Hutama, akhirnya dia menyuruh orang lain untuk mengaku sebagai anak dari Pak Hutama.
4

Sebelumnya, Mischa meminta Dinita, istri dari Jaya, mantan sopir keluarga Hutama, untuk mengaku bahwa Farrel ditukar dengan anaknya yang bernama Faiz. Bahkan untuk menutupi kejahatannya, Mischa menukar rambut Faiz dengan rambut Farrel (rambut adalah sebagai alat tes DNA), sehingga yang diambil rambut Farrel. Pak Hutama, Bu Lia, dan Oma yang melihat hasil tes DNA kaget dan terharu. Akhirnya Faiz masuk ke keluarga Hutama dan di keluarganya, Pak Hutama dan Bu Lia berbeda pendapat, Pak Hutama memihak Faiz, sedangkan Bu Lia memihak Farrel. Dan kejahatan Mischa yang pura-pura hamil dan membuat perut palsu pun ketahuan. Pak Hutama akhirnya membongkar misteri keluarga ini, dan Farrel kemudian mulai mengubah sikapnya. Farrel berusaha berbuat keji sehingga dibenci orang tuanya. Akhirnya Farrel keluar dari rumah. Mischa pun menikah dengan Faiz. Setelah itu, Pak Hutama ternyata berhasil mengetahui kebohongan Mischa selama ini. Pak hutama juga tahu kalau Fais bukan anak kandungnya. Sakit jantung Pak Hutama kambuh. Saat hendak mengmbil obat, Mischa mengambilnya. Mischa dan Fais pergi tanpa bertanggung jawab. Farel datang dan menemui Papinya sudah tergeletak di bawah lantai. Pak Hutama memberi amanah kepada Farrel yaitu menjaga Mami. Farel langsung menelpon Bu Lia untuk datang kekantor. Bu Lia marah besar pada Farel yang dikira sudah membunuh Pak Hutama. Akhirnya, Pak Hutama meninggal dunia Selanjutnya, surat harta warisan dibacakan. Seluruh harta warisan jatuh ke tangan Farrel. Semua kaget. Bagaimanapun juga, Farrel mengikuti amanat dari surat tersebut dan terus menjaga keluarga. Sementara itu, Moza mendapat teror dari Tristan yang kembali lagi. Aldo tidak hanya diam saja. Akhirnya Aldo berhasil, namun Tristan yang licik memukul Aldo sampai pingsan. Di sisi lain, Norman yang sudah berubah ingin kuliah. Ia meminta uang dari Aldo, membawanya, tapi diambil orang. Saat mau mengejar, Norman tertabrak motor. Kembali ke keluarga Hutama, Fitri yang sudah mau melahirkan disiksa oleh Mischa. Farrel yang mengetahuinya segera menolong Fitri dan menyiksa Mischa. Di sisi lain, Faiz semakin menjadi-jadi. Ia semakin gila harta. Bu Lia semakin terbuka mata hatinya untuk menerima Farrel sebagai anaknya. Fitri segera dibawa ke rumah sakit bersama Farrel. Bu Lia dan Oma yang tahu dari warga setempat juga ke sana. Bu Lik-nya Fitri yang dari Wonogiri juga segera ke
5

sana. Fitri pun segera dibawa ke ruang persalinan, dan Farrel, Bu Lia, Oma, dan Bu Lik, semua berdoa untuk keselamatannya. Dari sinopsis diatas dapat diperoleh gambaran bahwa bagi saya menonton sinetron bukan hanya sekedar menikmati acaranya tetapi juga berusaha mencari dan menemukan pelajaran dari tayangan itu. Saya yakin sipembuat sinetron bukan hanya mencari keuntungan materi semata tetapi juga mencoba membuat cermin kehidupan. Kesimpulan akhir dari sebuah cerita, film atau sinetron umumnya sama yaitu “kebatilan akan dikalahkan oleh kebenaran”.Tetapi proses menuju ke akhir cerita pasti ada pelajaran-pelajaran extra yang bisa diambil manfaatnya. Setelah Cintra Fitri 3 berakhir saya tidak akan membuat review yang panjang lebar tetapi hanya satu yang ingin saya sampaikan yaitu ” Sinetron Cinta Fitri 3 adalah sinetron yang” ramah tamparan”. Benar, walaupun Cinta Fitri 3 bukan sinetron laga namun menurut catatan saya, dilingkungan keluarga pak Hutama-keluarga terpandang dan cukup kaya itu berkembang aksi tampar-menampar diantara mereka. Inilah beberapa tokoh dalam sinetron CF3 yang punya keahlian menampar.
1. Tokoh Oma yang diperankan oleh Ade Kusuma yang dandanannya selalu rapi-

jali ini gemar sekali menampar anak-cucunya. Tentu Mischalah yang paling banyak mendapat hadiah tamparan dari Oma karena kelakuannya yang menyebalkan bak setan atau ular berbisa itu. Lidia (sang anak), Maya dan Faiz (cucu Oma), juga pernah merasakan tamparan Oma. Sedangkan Hutama, Bram, Farel dan Fitri belum pernah mendapat ganjaran dari sang Oma.
2.

Tokoh Hutama yang diperankan oleh Boy Tirayoh juga ahli menampar.Sifat

Hutama yang berubah-ubah dari cinta menjadi benci dan bahkan sangat benci pernah menampar Farel,Maya dan Mischa karena dianggap bersalah oleh Hutama. Walaupun tidak pernah menampar Fitri namun Hutama pernah sangat membenci Farel dan Fitri setelah Faiz hadir ditengah keluarga Hutama.
3.

Tokoh Lia (diperankan oleh Elsye Virgita) juga pernah melakukan adegan

menampar terhadap Farel,Maya dan Mischa.Tabiat Lidia juga berubah-ubah, kadang mencintai dan kadang membenci Farel,Fitri dan Mischa.Namun menjelang berakhirnya Cintra Fitri 3 Lidia berbalik arah,merasa menyesal dan akhirnya bergabung dengan Farel dan Fitri.
6

4.

Tokoh Maya (diperankan oleh Verlita Evelyn) pernah menampar Fitri dan

Mischa. Fitri dianggap membela Farel yang dituduh membunuh Bram.Sedangkan tamparan kepada Mischa dilakukan oleh Maya karena Mischa dianggap sebagai tukang hasut wal adu domba. Dari adegan seluruh tayangan CF 3 tersebut diatas diperoleh gambaran bahwa adegan tamparan tersebut menunjukkan bahwa dalam hal ini ada sisi social yang kurang baik yaitu adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan mengingat film ini ditonton tidak hanya orang dewasa tapi juga anak-anak maka adegan tampar menampar ini akan berpengaruh secara psikologis terhadap perkembangan anak-anak. Dalam hal ini peran orang tua sangat diperlukan agar mendampingi putra putrinya saat nonton CF3. Dari penjelasan diatas bisa dipastikan bahwa sutradara ingin mencoba menguak sisi kehidupan dimasyarakat yang mana kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi bumbu-bumbu kehidaupan yang menyakitkan. Sebagaimana disebutkan dalam setiap akhir tayangannya, cerita dalam sinetron ini hanyalah fiktif belaka. Namun demikian agak mengherankan mengapa dalam sinetron ini begitu mudahnya mereka melayangkan tangan mereka kewajah orang lain. Seharusnya penulis sinetron mempertimbangkan beberapa tokoh yang sering mengucapkan “Astaghfirullah” itu sebaiknya tidak menampar ketika sedang marah. Maka dari itu dari beberapa gambaran diatas dapat diambil kesimpulan dari kacamata analisis semiotika sinetron bahwa:
1.

Judul Sinetron ‘Cinta Fitri’ mestinya menggambarkan tentang kisah kasih sosok manusia namun kenyataannya kekerasan yang dimunculkan, tidak hanya cinta fitri terhadap farel saja tapi juga cinta kasih semua pemeran dalam film tersebut.

2.

Adegan sinetron dapat dipahami dari gambar dan dialog pemeran yang selalu menunjukkan adegan kekerasan sehingga munculnya ‘tamparan’. Pelajaran moral yang dapat kita ambil dari tayangan tersebut adalah masih adanya sisi gelap yang lepas dari pantauan masyarakat umumnya. Dalam hal ini sang sutradara mengajak kita agar kita tidak terjebak pada KDRT dalam kehidupan kita sehari.hari.

3.

7

Teks 2.

Analisa Semiotik: Iklan Rokok Nidji
A. Pendahuluan Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan si pemasang iklan. Sedangkan menurut Paul Copley, advertising is by and large seen as an art – the art of persuasion – and can be defined as any paid for communication designed to inform and/ or persuade. Dimana iklan adalah sebuah seni dari persuasi dan dapat didefinisikan sebagai desain komunikasi yang dibiayai untuk meninformasikan dan atau membujuk. Dari beberapa pengertian diatas, pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada publik, khususnya pelanggannya melalui suatu media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa yang ada di iklan tersebut, dapat berupa aktivitas mengkonsumsi produk dan jasa yang ditawarkan. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa iklan bisa ditayangkan melalui media cetak atau elektronik seperti Televisi. Seluruh lapisan masyarakat Indonesia pasti sudah melihat atau menonton iklan rokok group band Nidji. Iklan rokok Jarum Coklat. Iklan ini menuai kontroversi. Kak Seto menyayangkan iklan ini. Bagi Kak Seto group Nidji bisa menjadi model panutan yang baik bagi anak-anak. Kita semua tahu lagu Laskar Pelangi kan? Lagu ini sangat bagus, lagunya ceria khas dunia anak dan liriknya benar-benar hebat. Penuh inspirasi. Sejak beberapa tahun lalu pemerintah telah mengatur jam tayang iklan rokok serta materi iklan rokok di televisi. Iklan rokok harus tayang di atas jam sembilan malam dan tidak boleh ditampilkan gambar orang sedang merokok dalam iklan rokok. Barangkali benar Nidji bersikap profesional. Diminta bikin soundtrack film Laskar Pelangi ia kerjakan. Diminta nyanyi dalam iklan rokok ia juga kerjakan. Apa yang salah?
8

Yang salah adalah tidak ada yang mengharuskan Nidji untuk menerima tawaran iklan rokok tersebut. Pilihan untuk menerima atau menolak ada di tangan personel Nidji. Ini adalah pilihan moral. Pilihan antara yang baik atau buruk. Sikap profesionaal tanpa didasari komitmen moral yang kuat hanya akan melahirkan pribadi-pribadi pragmatis, tidak konsisten, tidak punya integritas. Lagu Laskar Pelangi dan iklan Jarum Coklat Nidji adalah gambaran sikap tidak konsisten tersebut. Yang satu memiliki pesan yang amat baik untuk anak-anak, yang satunya lagi memiliki pesan yang amat buruk bagi anak-anak. B. Analisa Semiotik Tayangan iklan rokok di televisi yang dibintangi group band Nidji sempat luput dari perhatian publik. Maklum, mungkin kita termakan hingar bingar politik 2009 yang semakin ramai dan penuh kekonyolan itu. Untungnya, Seto Mulyadi, dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, sempat menaruh perhatian, dengan melayangkan surat protes yang terpublikasikan media. Intinya, menolak tayangan iklan tersebut. Pasalnya, dengan iklan tersebut, sama saja mengajak anak-anak muda kita untuk akrab dengan rokok. Padahal, sudah jelas dalam dunia medis, rokok amat buruk bagi kesehatan. Setidaknya mengandung 4000 zat kimia berbahaya. Beberapa di antaranya menyebabkan kanker. Saya akur dengan surat protes tersebut. Saya kira tayangan iklan tersebut memang layak dipersoalkan karena berpotensi punya dampak buruk bagi publik. Dalam dunia bisnis, mungkin iklan tersebut wajar adanya. Bahkan dari pihak group band Nidji pun mengaku bahwa iklan tersebut semata-mata hanya bermotif mencari uang. Tidak ada maksud lain. Karena ada surat protes, mereka mengaku akan memikirkan ulang kemunculan iklan tersebut. Dari sini kita tahu, hanya dua pihak yang diuntungkan, dari pihak Nidji dan produsen rokok. Sementara, publik hanya dijadikan target, sasaran dan korban saja. Dari penjelasan diatas dalam analisa teks semiotik maka teks ini termasuk teks sebagai topeng. Dimana Orang atau pemilik iklan menggunakan teks sebagai topeng dalam rangka menutupi cacat-cacatnya tentang bahaya merokok sebagaimana yang telah dilansir berbagai media tentang bahaya merokok. Apalagi sasaran utama iklan yang menggunakan Grup Band NIDJI yang banyak digandrungi para pemuda ini adalah anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa. Apa jadinya bangsa ini bila generasi kita sudah diracuni secara pelahan oleh rokok.
9

Lantas, bagaimana dengan iklan rokok Nidji itu? Sudah jelas, kemunculan Iklan rokok Nidji berbahaya secara kultural. Ia dengan gesit menyelinap disela-sela program tayangan televisi. Seolah tak berpengaruh apa-apa. Tapi jangan salah, tetap saja berpotensi merasuk dalam benak khalayak. Merujuk pada buku “Kleppner’s Advertising Procedure” karya Otto Kleppner (1990) kata iklan berasal dari bahasa Latin advertere yaitu “mengalihkan pikiran”. Nah, iklan tersebut mencoba untuk mencuri perhatian khalayak. Karena bintangnya Nidji, jelas sudah kaum muda menjadi sasaran iklan itu. Dan ini menjadi problem tersendiri. Teks jenis ini adalah yang berbahaya yang sering diproduksi oleh produsen rokok antara lain teks yang muatannya dikonstruksi sedemikian rupa sehingga masyarakat lupa bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh rokok tersebut. Logika yang dipakai dalam proyek ini bertolak dari “teori lupa”, yang menganggap bahwa “lupa” itu artinya “ingat yang lain”. Agar orang lupa “sesuatu”, maka ia selalu diingatkan “yang lainnya”. Sehingga teks jenis ini berisi apa saja yang bisa menarik perhatian, asal bukan tentang “bahaya-bahaya” tadi. Teks jenis ini biasa disebut teks sebagai proyek lupa. Tidak hanya rezim pemerintah yang berkepentingan memproduksi teks semacam ini tapi juga produsen rokok. Saya kira, dari kasus ini kita bisa belajar akan bahaya kultural dari iklan rokok, apalagi dibintangi oleh group band yang menjadi idola anak-anak muda. Dalam kesepakatan internasional industri rokok dunia, bahkan sudah melarang menggunakan artis atau selebritis sebagai bintang iklan demi membatasi sosialisasi untuk mengkonsumsi rokok. Di Indonesia, saya kira perlu juga diterapkan aturan serupa. Fakta-fakta tentang rokok yang dikutip diatas sudah cukup menjadi alasan bagi kita untuk ikut peduli terhadap aturan dan tata kelola peredaran rokok. Singkatnya, iklan rokok versi Nidji perlu dihentikan. Mungkin terlalu menyakitkan pihak Nidji dan produsen rokok, tapi apa boleh buat. Melindungi anak-anak muda dari racun tembakau adalah lebih utama. Sebuah pilihan tegas yang secara sadar perlu kita ambil.

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->