P. 1
Desain Penelitian Kuantitatif

Desain Penelitian Kuantitatif

|Views: 2,796|Likes:
Published by O' Beb Hoetaoeroek

More info:

Published by: O' Beb Hoetaoeroek on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

Desain Penelitian Kuantitatif Desain penelitian kuantitatif beragam, diantara ragam desain penelitian social itu ada dua

varian desain deskriptif kauntitatif dan desain kuantitatif eksplansi. Pada rancangan desain penelitian kuantitatif dimulai dengan secara teknis membicarakan masing-masing bagian kanstruksi desain penelitian seperti : 1. Judul penelitian Judul penelitian berbeda dengan topik penelitian, namun tidak jarang topic penelitian langsung diangkat menjadi judul penelitian. Dalam hal mendesain judul penelitian maka perlu diperhatikan bahwa judul penelitian harus operasional dan merupakan potret sosok penelitian yang sesungguhnya. Judul penelitian yang layak adalah formuladi yang ekspresif serta menyatakan dengan jelas, padat berisi tentang permasalahan yang diteliti serta ruang penelitian bersangkutan. Judul penelitian adalah jendela laporan penelitian dan dengan kalimat pendek dapat menggambarkan seluruh kegiatan penelitian yang dilakukan. 2. Latar belakang masalah Untuk membuat latar belakang masalah peneliti harus tahu dari mana dia memulai penelitiannya. Kalau penelitian ditujukan umtuk mengembangkan ilmu pengetahuan atau mengkritisi kondep kebijakan maupun perundang-undangan tertentu, maka peneliti biasanya menemukan motif penelitian dari kejanggalan-kejanggalan teoritis sehingga peneliti memulai menjelaskan motifasi penelitian itu dari theoytical problem yang sementara ia temukan. Tetapi seandainya penelitian diperuntukkan bagi kesempurnaan atau kepentingan lainnya dari suatu implementasi dan evaluasi kebijakan yang ada atau yang akan dating, maka motivasi penelitian dimulai dari kejanggalan implementasi sampai dengan evaluasinya yang pernah dilakukan selama ini, sehingga kejanggalan i9ni dirumuskan sebagai empirical problem. Dalam memahami topik yang akan diteliti, peneliti dibantu oleh acuan pustaka yang relevan dengan topik tersebut. 3. Rumusan masalah Pada bagian rumusan masalah, peneliti diharapkan mampu menginventarisir masalahmasalah yang sudah jelas merupakan masalah yang akan diteliti. Masalah penelitian yang diajukan, umumnya dirumuskan dengan kalimat bertanya dan diformulasikan dalam kalimat-kalimat yang jelas dan tidak bertele-tele. Rumusan masalah juga diajukan sejelas mungkin agar variable-variabel penelitian ataupun hubungan antara variable itu terlihat dengan mudah dan kemudian tidak menimbulkan interpretasi lain terhadap rumusan tersebut. 4. Tujuan penelitian Ketika rumusan masalah sudah dibuat dengan baik maka formulasi tujuan penelitian mudah pula dirumuskan. Hal ini karena formulasi tujuan penelitian hanya mengikuti

Hipotesis penelitian Hipotesis penelitian adalah pernyataan sementara terhadap hasil penelitian. Oleh karenanya hipotesis adalah ramalan terhadap hasil penelitian nanti. Tinjauan pustaka Tinjauan pustaka sering juga disebut dengan landasan teori dan merupakan uraian tentang teori-teori yang digunakan untuk menjelaskan masalah penelitian sekaligus juga menjadi landasan teori dalam penelitian ini. Manfaat penelitian Pada bagian ini peneliti menjelaskan secara tegas. Mapping hasil penelitian diteruskan dengan mapping teori. 8. kalua pada rumusan masalah dirumuskan kalimat “apa ada hubungan produktifitas kerja dan motifasi kerja”. Hipotesis hanyalah kesimpulan sementara sedangkan data dari lapangan adalah finalisasi kesimpulan penelitian.”ingin mengetahui hubungan antara prosuktifitas kerja dan motifasi kerja”. yaitu teori-teori apa yang sesuai dengan masalah penelitian sampai pada keputusan teori apa yang akan digunakan dalam penelitian ini. Konsep penelitian Variable penelitian yang terdapat pada judul atau masalah penelitian perlu dibatasi pengertiannya untuk menghindari salah maksud dalam penafsiran konsep tersebut antara peneliti dan pembaca hasil penelitiannya. Landasan teori dimulai dari mapping hasil penelitian terdahulu yaitu menelusuru penelitian-penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan penelitian kali ini. serta untuk membatasi penelitian itu sendiri. 6. Bisa juga hipotesis dikonstruksi dengan formulasi “ tidak ada hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektifitas kerja karyawan”. apabila rumusan masalah penelitian berbunyi “ apakah ada hubungan antara gaya kepemimpinan dengan efektifitas kerja karyawan. Pada penelitian kuantitatif. Sifat hipotesis yang hanya meramal itu menyebabkan hipotesis kadang-kadang sesuai dengan hasil penelitian dan kadang-kadang meleset dari hasil penelitian. Pembatasan konsep tidak saja untuk menghindari salah maksud dalam . Hal ini dimaksud untuk mengukur originalitas penelitian dan untuk menempatkan posisi penelitian yang akan dilakukan dalam khazanah ilmu penelitian secara keseluruhan terhadap masalah yang akan diteliti ini. 7.” maka hipotesisnya berbunyi “ada hubungannya antara gaya kepemimpinan dan efektifitas kerja karyawan”. 5. pentingnya penelitian dinyatakan bahwa temuan-temuan penelitian yang dilakukan akan dapat dimanfaatkan oelh pribadi. Secara umum. apa manfaat toeritis maupun praktis dari penelitian itu.rumusan masalah dengan kalimat yang sedikit diubah menjadi kalimat pertanyaan atau bentuk kalimat berita. hipotesis diajukan dalam bentuk pernyataan yaitu sebagai suatu statement terhadap hasil penelitian. untuk apa penelitian itu dilakukan. maka pada tujuan penelitian dirumuskan kalimat. Contohnya. Contohnya. lembaga maupun masyarakat serta dalam rangka memperbanyak khazanah ilmu pengetahuan.

dijelaskan pula mengenai populasi dan sample penelitian. Pengukuran Pengukuran dalam penelitian kuantitatif dimaksud untuk menentukan data apa yang ingin diperoleh dari indikator variable yang telah ditentukan.” Digunakan indicator dokter. tetapi perlu diingat bahwa indikator hanya muncul dari konsep variable penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Konsep penelitian adalah penjelasan umum tentang yang dimaksud variable penelitian. Salah satu contoh. Tanpa batasan konsep penelitian yang jelas. pengacara. rasio. peneliti paling tidak harus melihat kembali konsep. polisi. tetapi juga untuk penjabaran variable penelitian maupun indikator variable. yaitu pengukuran nominal. Penentuan metode pengumpulan data harus relevan dengan masalah penelitian dan . Intinya. peneliti harus menjelaskan dimana data penelitian dapat diperoleh. Penentuan variable dan indikator variable Variable penelitian adalah gejala variable yang bervariasi yaitu faktor-faktor yang dapat berubah-ubah ataupun dapat diubah untuk tujuan penelitian. indicator variable berfungsi sepenuhnya untuk mendeteksi variable yang akan diukur. 10. bagaimana pertimbangan-pertimbangan pengambilan sample tersebut dan teknik sampling apa yang digunakan. dalam mengukur “ variable profesi yang disukai masyarakat. konsultan. berkisar pada variable bebas. Agar tidak keliru. 11. Dalam menentukan sumber data. Indicator variable yaitu bagaimana menentukan parameter untuk mengukur variable. pertama diterntukan dulu indicator variable. variable dan indikator variable serta pengukuran yang telah dirumuskan sebelumnya. dosen. Pada populasi ditunjukkan wilayah mana yang dijadikan populasi penelitian dan bagaimana representasi sample penelitian. 9. Variable penelitian perlu ditentukan dan dijelaskan agar alur hubungan dua atau lebih variable dalam penelitian dapat dicari dan dianalisis. Beberapa bentuk pengukuran yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif. variable tergantung maupun variable control. dan lainnya. Untuk mengukur variable. Sumber data Untuk menentukan sumber data. sedangkan konsep operasional penelitian adalah penjelasan tentang indikator variable yang menjadi ukuran-ukuran variable. notaries. variabel penelitian dan indicator variable tidak dapat diformulasi secara terperinci. 12. Metode pengumpulan data Peneliti menentukan metode apa yang akan digunakan dalam merekam data penelitian. Pengukuran berarti bagaimana peneliti mengukur indikator variable. Apabila salah dalam menentukan sumber data maka peneliti harus melakukan pengumpulan data ulang terhadap sumber data yang sebenarnya. Pada penelitian kuantitatif ada dua konsep yaitu konsep penelitian dan konsep operasional penelitian.memahami konsep penelitian dan membatasi penelitian. dan interval. hakim. Penentuan variable dalam penelitian. ordinal.

dan metode analisis data Beberapa hal penting yang perlu dijelaskan pada rancangan analisis dan metode analisis data yaitu : a.karakteristrik sumber data serta bagaimana alas an-alasan rasional mengapa metode pengumpulan data itu digunakan. Rancangan analisis. Deskripsi model rancangan analisis ( apabila menggunakan analisis regresi dan semacamnya ). Bagaimana hasil penelitian diorganisasikan sehingga siap diinterpretasikan atau diuji. Jadi yang perlu dijelaskan dalam strategi analisis data adalah apa yang mau diuji. yang akna melahirkan kjesimpulan-kesimpulan yang mantap. d. c. Apa teknik analisanya terhadap data yang telah diorganisasikan. Deskripsi tentang hal apa yang akan disimpulkan b. Apa yang mau disimpulkan dan bagaimana caranya agar peneliti sampai pada kesimpulan yang benar dan jitu dalam hasil penelitian. 13. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->