JENIS-JENIS DAN PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR

JENIS-JENIS DAN PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR Gizha Ardizha Efendi Nasution Jurusan Teknik Industri, Universitas Gunadarma, Jakarta Email : Giya_kumeh@yahoo.com Abstraksi: Paper ini berkaitan dengan jenis-jenis transformator. Jenis-jenis transformator disini menjelaskan step-up, step-down, autotransformator, autotransformator variabel, transformator isolasi, dan transformator pulsa. Penggunaan transformator yang digunakan untuk pengiriman tenaga listrik yang terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang diisolasi (terpisah) secara listrik dan lilitan pada inti besi lunak. Arus induksi pada transformator mengalir melalui rangkaian sekunder ketika saklar pada rangkaian primer ditutup atau dibuka. Prinsip kerja pada transformator, apabila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan (sumber), maka akan mengalir arus bolak-balik pada kumparan tersebut. Oleh karena itu kumparan mempunyai inti, arus yang menimbulkan fluks magnet yang juga berubah-ubah, akibatnya pada kumparan primer akan timbul GGL induksi ep. Kata Kunci : transformator, jenis-jenis transformator, prinsip kerja transformator

I. Pendahuluan Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energy listrik satu atau lebih rangkaian listrik satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gendeng magnet berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Transformator adalah alat yang digunakan untuk mengubah tegangan bolak balik (ac) dari suatu nilai tertentu ke nilai yang kita inginkan terdiri dari kumparan primer dan sekunder.

Gambar 1. Transformator Perkembangan dan penerapan system transformator pada perumahan, perkantoran maupun pada kendaran yaitu mobil dewasa ini mengalami peningkatan yang pesat. Buktinya adalah banyak industry, perkantoran maupun kendaran dilengkapi dengan penggunaan transformator yang bertujuan untuk mengetahui informasi dan dapat menambah pengetahuan. System pesawat telepon yang paling sederhana memiliki komponen utama yaitu ISDN EXCHANGE, ISDN PRA, ISDN BRA, ISDN PHONE, ISDN PBX dan ISDN DATA TERMINAL. II. Jenis-jenis Transformator Berkaitan dengan topic yang dikaji yakni kegunaan transformator adalah alat untuk mengubah tegangan arus bolak balik menjadi lebih tinggi atau rendah. Transformator terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang diisolasi (terpisah) secara listrik dan dililitkan pada inti besi lunak. Inti besi lunak dibuat dari pelat yang berlapis-lapis untuk mengurangi daya yang hilang karena arus pusar. Kumparan primer dan sekunder dililitkan pada kaki inti besi yang terpisah. Bagian fluks magnetic bocor tampak bahwa pada pasangan kumparan terdapat fluks magnetic bocor disisi primer dan sekunder. Secara lebih lengkap bisa dicermati pada gambar 2.[1]

Gambar 2. Bagan fluks magnetic bocor pada pasangan kumparan Hasil diatas untuk mengurangi fluks magnet bocor pada pasangan kumparan digunakan pasangan kumparan seperti gambar diatas. Kumparan sekunder dililitkan pada kaki inti besi yang sama (kaki yang tengah), dengan lilitan kumparan sekunder terletak diatas lilitan kumparan primer, ditunjukkan pada fluks magnet bocornya, maka dapat dicermati pada gambar dibawah ini.

Gambar 3. Hubungan primer dan sekunder Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah[2]: δΦ = Є x δt (1) Dan untuk rumus GGL induksi yang terjadi dililitan sekunder adalah Є = N δΦ/δt (2) Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka δΦ/δt = Vp/Np = Vs/Ns (3) Dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat Vp/Np = Vs/Ns (4) Sedemikian sehingga Vp.Ip = Vs.Is (5) Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Skema transformator step-down Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. 2. Step-down Gambar 5. Selain itu. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui. dengan sadapan tengah. sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer. Autotransformator Gambar 6. sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. Skema transformator Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik. sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Dalam transformator ini.5 kali). 3. Autotransformator Variabel . Lambang transformator step-up Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer.Jenis-jenis transformator adalah [3]: 1. 4. Step-Up Gambar 4. terutama dalam adaptor AC-DC. autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1.

Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet.Gambar 7. fluks magnet berhenti berubah. 6. Untuk penerapan audio. memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah. Prinsip Kerja Transformator Komponen Transformator (trafo) Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.[4] . Skema Autotransformator Variabel Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah. transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. III. Transformator Isolasi Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer. 7. kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output. Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah. transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh. Tetapi pada beberapa desain. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ). 5. sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input. gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator Tiga Fasa Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu. Transformator Pulsa Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa.

Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder.[5] Gambar 10. Lambang Transformator Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut.Gambar 8. ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah . Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Bagian-Bagian Transformator Gambar 9. Skema transformator kumparan primer dan kumparan sekunder terhadap medan magnet Pada skema transformator diatas.

2. tegangan sekunder. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns). Gambar 11. jumlah lilitan primer. jumlah lilitan primer. Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah: 1. 3. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi. dan jumlah lilitan sekunder. dapat dinyatakan dalam persamaan[6]: Vp/Vs = Np/Ns (6) Vp = tegangan primer (volt) Vs = tegangan sekunder (volt) Np = jumlah lilitan primer Ns = jumlah lilitan sekunder Simbol Transformator Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu[7]: 1. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).polaritasnya. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). Vs ~ 1/Np (7) Sehingga dapat dituliskan: Vs = Ns/Np x Vp (8) Penggunaan transformator . 2. tegangan sekunder. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns). Hubungan antara tegangan primer. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer. dan jumlah lilitan sekunder Hubungan antara tegangan primer.

Referensi [2. [1. . Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV. step-down. Transformator terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang diisolasi (terpisah) secara listrik. gardu listrik dan sebagainya. [4. Kesimpulan Kesimpulan dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa energy dipindahkan dari kumparan primer ke kumparan sekunder oleh magnetisasi dalam inti. Edukasi. maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Jakarta. 5. mesin foto kopi.net.[8] IV. Jakarta. transformator isolasi. sehingga terjadi perubahan arus listrik pada kumparan primer yang menimbulkan medan magnet berubah. Prinsip kerja transformator. transformator pulsa. dan jumlah lilitan sekunder. Erlangga. Rumus yang digunakan yaitu fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer. dan Jenis-jenis transformator. komputer. Jakarta.Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. 1994.net. jumlah lilitan primer. Rumus yang digunakan. Jenis-jenis transformator adalah step-up. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt. Penggunaan transformator pada kehidupan sehari-hari adalah transformator yang dapat mengubah tegangan listrik bolak-balik yang dari 220volt menjadi 120volt. 8] edukasi. autotransformator variabel. 6] Kanginan. Kegunaan transformator adalah suatu alat yang berguna untuk mengubah tegangan arus bolak balik menjadi lebih tinggi atau rendah. 7. Marthen. NOTASI Vı tegangan primer (ggl induksi V2 tegangan sekunder (ggl induksi) Nı jumlah lilitan primer N2 jumlah lilitan sekunder V. 3] wiki. Wikipedia. autotransformator. Fisika 2B. Prinsip kerja transformator adalah kumparan primer yang dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik. Mejelaskanp persamaan hubungan antara tegangan primer. dan transformator tiga fasa. dan Penggunaan transformator. tegangan sekunder.

Transformator step-down Adaptor AC-DC merupakan piranti yang menggunakan transformator step-down . ensiklopedia bebas Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain.Transformator Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

5 Transformator isolasi o 5. Tegangan masukan bolakbalik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder.4 Autotransformator variabel o 5.2 Step-Down o 5. Hubungan Primer-Sekunder .7 Transformator tiga fasa 6 Lihat pula Prinsip kerja Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.1 Step-Up o 5. Jika efisiensi sempurna. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.Daftar isi [sembunyikan]       1 Prinsip kerja 2 Hubungan Primer-Sekunder 3 Kerugian dalam transformator 4 Efisiensi 5 Jenis-jenis transformator o 5.6 Transformator pulsa o 5. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder.3 Autotransformator o 5.

2. . Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder. kerugian tembaga. Kerugian kapasitas liar. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semiacak (bank winding) 4. Kerugian kopling. sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. 3. maka dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat sedemikian hingga . tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu: 1. Kerugian dalam transformator Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian. Dengan kata lain.Fluks pada transformator Rumus untuk fluks magnet yang ditimbulkan lilitan primer adalah untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder adalah . Kerugian histeresis. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitanlilitan transformator. dan rumus Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna.

Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor.5. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa. yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Maka efisiensi transformator tidak dapat mencapai 100%. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik. Kerugian arus eddy (arus olak). Jenis-jenis transformator Step-Up lambang transformator step-up Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. Step-Down . efisiensi bisa mencapai 98%. Kerugian efek kulit. Untuk transformator daya frekuensi rendah. terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan. 6. Efisiensi Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus Karena adanya kerugian pada transformator.

terutama dalam adaptor AC-DC. Dalam transformator ini. Autotransformator skema autotransformator Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik. autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1. sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui. Autotransformator variabel skema autotransformator variabel Autotransformator variabel sebenarnya adalah autotransformator biasa yang sadapan tengahnya bisa diubah-ubah. Transformator isolasi .skema transformator step-down Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. memberikan perbandingan lilitan primer-sekunder yang berubah-ubah. sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer. dengan sadapan tengah.5 kali). Selain itu.

Tetapi pada beberapa desain.Transformator isolasi memiliki lilitan sekunder yang berjumlah sama dengan lilitan primer. . Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu. Lilitan primer biasanya dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta (Δ). Transformator tiga fasa Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang dihubungkan secara khusus satu sama lain. fluks magnet berhenti berubah. transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. Untuk penerapan audio. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet. sehingga tegangan sekunder sama dengan tegangan primer. gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian. Transformator pulsa Transformator pulsa adalah transformator yang didesain khusus untuk memberikan keluaran gelombang pulsa. transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh.

Tegangan masukan bolakbalik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Step-Down Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. Prinsip kerja Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Jenis-jenis transformator Step-Up Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer.Jenis jenis Transformator / Trafo Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder. terutama dalam adaptor AC-DC. Jika efisiensi sempurna. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. . Transformator jenis ini sangat mudah ditemui. sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan.

Klasifikasi Transformator tenaga dapat di klasifikasikan menurut: • Pasangan: . trafo-trafo tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan/proteksi. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan.Transformator Daya dan Cara Pengujiannya Home Halaman Muka Sajian Utama Sajian Khusus Komunikasi Elektronika Harmonisa Transformator (dan Penanganannya) Mengenal Proses Kerja dan Jenis-Jenis PLTN Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan). sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV. dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. Dalam operasi umumnya.

Inti besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi. Kumparan tertier sering dipergunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone. . Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan isolasi padat seperti karton. Trafo sedang. Bila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menginduksikan tegangan. pertinax dan lain-lain. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus. Untuk kedua keperluan tersebut. Cara Kerja dan Fungsi Tiap-tiap Bagian Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing: • Bagian utama . untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh “Eddy Current”. kumparan tertier selalu dihubungkan delta. .  Pasangan dalam Pasanga luar • Pendinginan Menurut cara pendinginannya dapat dibedakan sebagai berikut: (lihat Tabel 1) • Fungsi/Pemakaian    Transformator mesin Transformator Gardu Induk Transformato r Distribusi • Kapasitas dan Tegangan Untuk mempermudah pengawasan dalam operasi trafo dapat dibagi menjadi: Trafo besar. . Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Trafo kecil.Kumparan trafo Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan.Kumparan tertier Kumparan tertier diperlukan untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi. bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan ini. yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan.

Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan.Minyak trafo Sebagian besar trafo tenaga kumparan-kumparan dan intinya direndam dalam minyak-trafo. maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut trafo perlu dilengkapi dengan sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar trafo. tangki dilengkapi dengan konservator. namun demikian tidak semua trafo daya mempunyai kumparan tertier.Tangki dan Konservator Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo berada (ditempatkan) dalam tangki. .Pendingin Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga.Bushing Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah busing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator. Pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara : . sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan menjadi lebih baik titik nyala yang tinggi. tidak mudah menguap yang dapat membahayakan tidak merusak bahan isolasi padat sifat kimia y ang stabil. yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut denga tangki trafo. terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar. Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa: Udara/gas. karena minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan bersifat pula sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. . Untuk itu minyak trafo harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:       kekuatan isolasi tinggi penyalur panas yang baikberat jenis yang kecil. akan merusak isolasi di dalam trafo. minyak dan air. • Peralatan Bantu . Untuk menampung pemuaian minyak trafo.kapasitor shunt dan reactor shunt. .

Tap Changer (perubah tap) Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah. minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki. . • Peralatan Proteksi . pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroskopis. maka suhu minyakpun akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. . Gas yang timbul diakibatkan oleh: . . maka untuk mencegah hal tersebut. Kedua proses di atas disebut pernapasan trafo.Rele Bucholz Rele Bucholz adalah rele alat/rele untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo yang menimbulkan gas. Bila suhu minyak tinggi. tergantung jenisnya. Macam-macam dan sistem pendingin trafo berdasarkan media dan cara pengalirannya dapat diklasifikasikan seperti pada Tabel 1. maka perlu adanya indicator pada trafo sebagai berikut:      indikator suhu minyak indikator permukaan minyak indikator sistem pendingin indikator kedudukan tap dan sebagainya. sebaliknya bila suhu minyak turun.  Alamiah (natural) Tekanan/paksaan (forced).Indikator Untuk mengawasi selama trafo beroperasi. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load).Alat pernapasan Karena pengaruh naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar. Permukaan minyak trafo akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus minyak trafo.

. yakni mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo. Hubung singkat antar phasa c.T.Rele tekanan lebih Rele ini berfungsi hampir sama seperti rele Bucholz.Rele Tangki tanah Berfungsi untuk mengamankan trafo bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada trafo.a. Busur api listrik antar laminasi e.Rele Termis Berfungsi untuk mencegah/mengamankan trafo dari kerusakan isolasi kumparan. . akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. Besaran yang diukur di dalam rele ini adalah kenaikan temperatur. . .Rele Hubung tanah Berfungsi untuk mengamankan trafo bila terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah. Hubung singkat antar phasa ke tanah d. plastik. Pengujian Transformator . Hubung singkat antar lilitan pada/dalam phasa b. Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. . Bedanya rele ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan P.Pengaman tekanan lebih Alat ini berupa membran yang dibuat dari kaca.Rele Diferensial Berfungsi mengamankan trafo dari gangguan di dalam trafo antara lain flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan. . tembaga atau katup berpegas. .Rele Arus lebih Befungsi mengamankan trafo arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari trafo terseut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. berfungsi sebagai pengaman tangki trafo terhadap kenaikan tekan gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah dari kakuatan tangi trafo.M.

dilaksanakan atas persetujuan pabrik denga pmbeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih trafo dari sejumlah trafo yang dipesan dalam suatu kontrak.Pengujian jenis Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah trafo yang mewakili trafo lainnya yang sejenis. guna menunjukkan bahwa semua trafo jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput oleh pengujian rutin.Pengujian khusus Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis. . • Pengujian Rutin . yaitu : .Pengujian Rutin Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator.Pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-1982 dengan melalui tiga macam pengujian. meliputi:        pengujian tahanan isolasi pengujian tahanan kumparan pengujian perbandingan belitan Pengujian vector group pengujian rugi besi dan arus beban kosong pengujian rugi tembaga dan impedansi pengujian tegangan terapan (Withstand Test) pengujian tegangan induksi (Induce Test). Pengujian jenis meliputi:   pengujian kenaikan suhu pengujian impedansi .Pengukuran tahanan isolasi . sebagaimana diuraikan juga dalam IEC 76 (1976). Pengujian khusus meliputi :       pengujian dielektrik pengujian impedansi urutan nol pada trafo tiga phasa pengujian hubung singkat pengujian harmonik pada arus beban kosong pengujian tingkat bunyi akuistik pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak.

sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double Bridge.Groud X1/X2-X3/X4 (trafo 1 fasa) X1-X2 dan X3-X4 )trafo 1 fasa yang dilengkapi dengan circuit breaker. yaitu antara terminal: Untuk terminal tegangan tinggi: a. pengukuran dilakukan antara:      sisi HV .fasa B . Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 ohm adalah Wheatstone Bridge. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger.fasa A . Harga tahanan isolasi ini digunakan untuk kriteria kering tidaknya trafo.Pengukuran tahanan kumparan Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus.fasa A b.fasa C .fasa B . juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian yang terhubung singkat. lebih baik yang menggunakan baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil.fasa C .Ground sisi LV.Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi trafo. .LV sisi HV . Pada saat melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang diusahakan sama dengan suhu udara sekitar. Trafo 3 fasa . untuk menghindari kegagalan yang fatal dan pengujian selanjutnya.terminal H1-Ground untuk trafo single bushing Untuk sisi tegangan rendah .terminal H1-H2 untuk trafo double bushing . Trafi 1 fasa . Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga trafo. oleh karenanya diusahakan arus pengukuran kecil. Pengukuran dilakukan pada setiap fasa trafo.

Pengukuran perbandingan belitan Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping.55005 atau Cat. 0. No. Standar dari notasi yang dipakai adalah ADDITIVE dan SUBTRACTIVE.fasa a . sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh trafo sesuai dengan yang dikehendaki. Rangkaian pengukuran seperti Gambar 2.fasa c . Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Pada keadaan seimbang berlaku rumus: Rx adalah hagra tahanan belitan yang diukur = factor pengali.fasa b . Trafo 3 fasa . . .fasa b . Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR).5 % dari rasio tegangan atau b. pengujian kedua ini bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap trafo telah terpasang secara benar dan juga untuk pemeriksaan vector group trafo. Pengukuran dengan Precition double bridge digunakan untuk tahanan yang lebih kecil dar 1 ohm.Pemeriksaan Vector Group Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal trafo positif atau negatif. . Pengukuran dengan Wheatstone bridge digunakan untuk tahanan di atas 1 ohm. Trafo 1 fasa .fasa a b.Pengukuran rugi dan arus beban kosong Pengukuran ini untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi histerisis dan eddy current dari inti besi (core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian tersebut. misalnya merk Jemes G.a.terminal X1-X4 dengan X2-X3 dihubung singkat.fasa c . toleransi yang diijinkan adalah: a. Tahanan yang diukur Rx dapat dihitung dengan menggunakan rumus: . 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal. Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu setelah coil trafo di assembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang. 550100-47. Biddle Co Cat. Rangkaian pengukuran dapat dilihat pada Gambar 1. No.

• Pengujian Jenis (Type Test) . Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekwensi yang digunakan harus dinaikkan sesuai denga kebutuhan.Pengujian kebocoran tangki Pengujian kebocoran tangki dilakukan setelah semua komponen trafo terpasang. sehingga trafo seolah-olah dibebani penuh. .Pengujian tegangan induksi Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari tiaptiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan trafo. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. dimana pada waktu pengukuran tahanan belitan (R). . Lama pengujian tergantung pada besarnya frekwensi pengujian berdasarkan rumus: waktu pengujian maksimum adalah 60 detik.sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan . dimana factor koreksi (a) adalah : .Pengukuran rugi tembaga dan impedansi Pengukuran ini bertujuan untum mengetahui besarnya daya yang hilang pada saat trafo beroperasi akibat dari tembaga (Wcu) dan strey loss (Ws) trafo yang digunakan. Wcu dan Iz dilakukan pada saat suhu rendah (udara sekitar (t)). . maka Wcu dan Iz perlu dikoreksi terhadap suhu acuan 75ºC. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi paking dan las trafo. Pengujian dilakukan sekitar 3 jam apakah terjadi penurunan tekanan. Pengukuran dilakukan dengan memberi arus nominal pada salah satu sisi dan pada sisi yang lain dihubung-singkat.. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan nitrogen (N2) sebesar kurang lebih 5 psi dan dilakukan pengamatan pada bagian-bagian las dan paking dengan memberikan cairan sabun pada bagian tersebut. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai denga standar uji dan dilakukan pada: .sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan. dengan demikian akan terbangkit juga arus nominal pada sisi tersebut.Pengujian tegangan terapan (Withstand Test) Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body tangki.waktu pengujian 60 detik. Perhitungan rugi beban penuh (Wcu) dan impedansi (Iz).Pengujian kenaikan suhu .

Pengujian tegangan impulse Pengujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem isolasi trafo terhadap tegangan surja petir.Pengujian tegangan tembus oli Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik oli. Bila trafo mengalami tegangan lebih. Suhu kumparan dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut: t adalah suhu sekitar pada saat akhir pengujian.antar lilitan trafo . pengujian dilakukan dengan memberikan arus trafo sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi trafo.5 mm sebelum purifying . Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh. . maka tegangan tersebut hampir didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada : .antara coil denga ground.antar layer trafo .> = 30 KV/2. . .ambil contoh/sample oli yang akan diuji. Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai denga standart SPLN 49 . Cara pengujian: . Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk gelombang tertentu.> = 50 KV/2. Hal ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari trafo. usahakan pada saat pengambilan sample oli tidak tersentuh tangan atau terlalu lama terkena udara luar karena oli ini sanga sensitive. pada trafo dengan tapping maksimum 5% pengujian dilakukan pada tapping nominal. oli juga berfungsi sebagai isolasi.5 mm setelah purifying Peralatan yang dapat digunakan misalnya merk Hipotronics type EP600CD.1 : 1982.bersihkan tempat sample oli dari kotoran dengan mencucinya dengan oli sampai bersih. . Pada trafo dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada tappng tegangan terendah (arus tertinggi). Pengujian ini juga bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas trafo sudah cukup effisien atau belum.Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan kumparan trafo yang disebabkan oleh rugi-rugi trafo apabila trafo dibebani. yaitu rugi beban penuh dan rugi beban kosong. IEC 158 dan IEC 296 yaitu: .

tempatkan sample oli padaalat tetes.hasil pengujian tegangan tembus diambil rata-ratanya setelah dilakukan 5 (lima) kali dengan selang waktu 2 menit. sangat ditentukan oleh cara pemeliharaannya.nyalakan power alat tetes. sehingga jadwal waktu pemeliharaan perlu dikaji lebih lanjut. Kesimpulan 1. Setelah counter berhenti dan tombol reset menyala. tekan tombol reset untuk mengembalikan ke posisi semula..tekan tombol start dan counter akan mencatat secara otomatis sejauh mana kemampuan dielektrik oli tersebut. . . Keandalan transformator selama masa operasi. q . Ketelitian dari proses pengujian transformator daya sangan dipengaruhi oleh temperatur ruang serta ketepatan waktu pelaksanaannya. 2. . Kelayakan operasi dari suatu transformator daya dapat ditetapkan setelah melalui tahapantahapan pengujian berdasarkan standar yang berlaku. 3.

Jenis-Jenis Transformator Gambar 1. Transformator Daya Transformator daya adalah terminologi umum yang digunakan untuk menunjuk pada transformator yang melengkapi sistem transmisi pada gardu induk baik pada stasiun pembangkitan atau pada gardu-gardu pembagi beban transmisi .

. lalu sisi lilitan sekunder diumpankan pada satu ampermeter atau digunakan untuk keperluan proteksi. Lilitan primer dari suatu current transformer biasanya berupa suatu bushing stem atau satu kabel yang berasal dari suatu alat objek yang hendak di-indera oleh current transformer. Transformator Distribusi Transformator distribusi adalah istilah umum untuk transformator dengan daya di bawah 1 MVA dengan tegangan keluaran adalah tegangan jejaring (Indonesia 220 V – 240 V ac). Current Transformer Current transformer sebenarnya adalah suatu toroida. Transformator jenis ini biasa di pasang di atas tiang distribusi daya listrik atau di bawah dekat tiang distribusi daya listrik.Gambar 2.