P. 1
Konstitusi

Konstitusi

|Views: 250|Likes:
Published by Dhinata Musicalis

More info:

Published by: Dhinata Musicalis on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

pdf

text

original

Konstitusi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Konstitusi (bahasa Latin: constitutio) dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara - biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis - Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara. Untuk melihat konstitusi pemerintahan negara tertentu, lihat daftar konstitusi nasional. Dalam bentukan organisasi konstitusi menjelaskan bentuk, struktur, aktivitas, karakter, dan aturan dasar organisasi tersebut. Jenis organisasi yang menggunakan konsep Konstitusi termasuk:

    

Organisasi pemerintahan (transnasional, nasional atau regional) organisasi sukarela persatuan dagang partai politik perusahaan
Daftar isi
[sembunyikan]

   

1 Pengertian 2 Lihat pula 3 Referensi 4 Pranala luar

o o

4.1 Beberapa konstitusi nasional 4.2 Konstitusi lainnya

[sunting]Pengertian
Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum

pengambilan keputusan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakata negara A. kebijakan dan distibusi maupun alokasi [1] . kekuasaan. tujuan konstitusi yaitu: 1) Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa. negara. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan – ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundangundangan. 2) Herman heller.constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya.j Van Apeldoorn. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang. o Konstitusi sebagai bentuk negara o Konstitusi sebagai faktor integrasi o Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi di dalam negara b) Konstitusi dalam artoi relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu konstitusi sebagai tuntyutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitrusi dapat berupa terttulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya) c) konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik yang tertinggi sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan kenegaraan d) konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya jaminan atas hak asasi serta perlindungannya B. o Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di dalam negara. istilah konstitusi sering di identikkan dengan suatu kodifikasi atas dokumen yang tertulis dan di Inggris memiliki konstitusi tidak dalam bentuk kodifikasi akan tetapi berdasarkan pada yurisprudensi dalam ketatanegaraan negara Inggris dan mana pula juga Konstitusi Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio. konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara. konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak 2) Melindungi Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan .maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik. partai politik dsb 4) L. C. Wheare. terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi [2] Dewasa ini. konstitusi mempunyai arti luas daripada UUD. pengertian konstitusi menurut para ahli 1) K. konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis 5) Koernimanto soetopawiro. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tetapi juga sosiologis dan politis 3) Lasalle. 6) Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu: a) Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu. istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri.

Macam – macam konstitusi 1) Menurut CF. 2) Tidak bertentangan dengan UUD 1945 3) Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945. demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara. Kedudukan konstitusi (UUD) Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan / ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan . rumusan filosofis negara. Secara . tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. C. sistem sosial. dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu. Syarat terjadinya konstitusi yaitu: Agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat. 3) Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh. Dalam memobilisasi kekuasaan. hubungan rakyat dengan pemerintah.hukum dalam hal melaksanakan haknya. 2) Rigid / kaku apabila konstitusi / undang undang dasar jika sulit untuk diubah. hubuyngan antar lembaga negara. sistem ekonomi. Strong konstitusi terdiri dari: E. bangunan negara dan tata negara. b) Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – cita sosial bangsa. tetrapi tidak sempurna. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku.norma dalam penyelenggaraan negara. perubahan konstitusi / UUD yaitu: Secara revolusi. Melinmdungi asas demokrasi Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar negara Menentukan suatu hukum yang bersifat adil F. pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang – kadang membuat sesuatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan rakyat. 3) bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu: 1) Flexible / luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan. c) Menurut koerniatmanto soetopawiro. konstitusi berisi tentang: 1) Pernyataan ideologis 2) Pembagian kekuasaan negara 3) Jaminan HAM (hak asasi manusia) 4) Perubahan konstitusi 5) Larangan perubahan konstitusi Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writen constitution) adalah aturan – aturan pokok dasar negara . Konstitusi tidak tertulis / konvensi(nondokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul. Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal). 4) unsur /substansi sebuah konstitusi yaitu: a) Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu: 1) Jaminan terhadap Ham dan warga negara 2) Susunan ketatanegaraan yang bersdifat fundamental 3) Pembagian dan poembatasan tugas ketatanegaraan b) Menurut Miriam budiarjo. konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi. Nilai konstitusi yaitu: 1. Sebagai hukum dasar Sebagai hukum yang tertinggi G. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara. D. 2. 3. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik. 2) secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi: a) konstitusi politik adalah berisi tentang norma. Adapun syarat – syarat konvensi adalah: 1) Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktik penyelenggaraan negara.

4) unsur /substansi sebuah konstitusi yaitu: a) Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu: 1) Jaminan terhadap Ham dan warga negara 2) Susunan ketatanegaraan yang bersdifat fundamental 3) Pembagian dan poembatasan tugas ketatanegaraan b) Menurut Miriam budiarjo. kekuasaan. Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu: Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak ter tulis sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya.evolusi. 2) secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi: a) konstitusi politik adalah berisi tentang norma. sistem sosial. Syarat terjadinya konstitusi yaitu: . Adapun syarat – syarat konvensi adalah: 1) Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktik penyelenggaraan negara. secara otomatis UUD yang sama tidak berlaku lagi. pengambilan keputusan. keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu: keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar. 2) Rigid / kaku apabila konstitusi / undang undang dasar jika sulit untuk diubah. hubungan rakyat dengan pemerintah.norma dalam penyelenggaraan negara. namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik. cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu. c) Menurut koerniatmanto soetopawiro. sistem ekonomi. konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). H. konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan [sunting]Lihat  pula Daftar konstitusi nasional Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara. konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi. negara. namun dalam pengertian ini. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara I. 2) Tidak bertentangan dengan UUD 1945 3) Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945. b) Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – cita sosial bangsa. hubuyngan antar lembaga negara. kebijakan dan distibusi maupun alokasi [1]. terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi [2] Dewasa ini. 3) bedasarkan sifat dari konstitusi yaitu: 1) Flexible / luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan. rumusan filosofis negara. konstitusi berisi tentang: 1) Pernyataan ideologis 2) Pembagian kekuasaan negara 3) Jaminan HAM (hak asasi manusia) 4) Perubahan konstitusi 5) Larangan perubahan konstitusi E. UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD. istilah konstitusi sering di identikkan dengan suatu kodifikasi atas dokumen yang tertulis dan di Inggris memiliki konstitusi tidak dalam bentuk kodifikasi akan tetapi berdasarkan pada yurisprudensi dalam ketat Konstitusi tidak tertulis / konvensi(nondokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul. Uud memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik.

Agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat. secara otomatis UUD yang sama tidak berlaku lagi. Konstitusi tertulis (dokumentary constiutution / writen constitution) adalah aturan – aturan pokok dasar negara .undangan. Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu: Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak ter tulis sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tettapi juga sosiologis dan politis 3) Lasalle. Kedudukan konstitusi (UUD) Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan / ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan . partai politik dsb 4) L. 2) Herman heller. o Konstitusi sebagai bentuk negara o Konstitusi sebagai faktor integrasi o Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi di dalam negara b) Konstitusi dalam artoi relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu konstitusi sebagai tuntyutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan konstitusi sebagai . konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang. pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang – kadang membuat sesuatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan rakyat. C. 6) Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu: a) Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu. konstitusi menyangkut cara suatu pemeritahan diselenggarakan.constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahsa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. o Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di dalam negara. Sebagai hukum dasar Sebagai hukum yang tertinggi G. istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara I. perubahan konstitusi / UUD yaitu: Secara revolusi. anegaraan negara Inggris dan mana pula juga Konstitusi Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio. H. Secara evolusi. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan – ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang. konstitusi mempunyai arti luas daripada uud. demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakata negara A. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu: keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar. bangunan negara dan tata negara. Uud memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik. konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis 5) Koernimanto soetopawiro. konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang mmbentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara.j Van Apeldoorn. Melinmdungi asas demokrasi Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar negara Menentukan suatu hukum yang bersifat adil F. Wheare. UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD. pengertian konstitusi menurut para ahli 1) K.

3. 3) Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh. Strong konstitusi terdiri dari: . 2. konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak 2) Melindungi Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya. Macam – macam konstitusi 1) Menurut CF. tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. D. tetrapi tidak sempurna. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku.sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitrusi dapat berupa terttulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya) c) konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik yang tertinggi sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan kenegaraan d) konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya jaminan atas hak asasi serta perlindungannya B. tujuan konstitusi yaitu: 1) Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa. Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal). Dalam memobilisasi kekuasaan. penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik. C. Nilai konstitusi yaitu: 1.

Oleh karena itu. Harus ada keyakinan bersama bahwa apapun yang hendak dilakukan dalam konteks penyelenggaraan Negara haruslah didasarkan atas „rule of the game‟. Kesepakatan tentang ‘the rule of law’ sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan Negara (the basis of government). Di Indonesia. di suatu masyarakat untuk menjamin kebersamaan dalam kerangka kehidupan bernegara. „constitutional monarchy’. Basis pokoknya adalah kesepakatan umum atau persetujuan (consensus) di antara mayoritas rakyat mengenai bangunan yang diidealkan berkenaan dengan Negara. Friedrich. yaitu basis pemerintahan berdasarkan aturan hukum dan konstitusi.2. ataupun di Indonesia pada tahun 1965 dan 1998. kesepakatan kedua. dan pada gilirannya perang saudara (civil war) atau revolusi dapat terjadi. Kesepakatan pertama. tercermin dalam tiga peristiwa besar dalam sejarah umat manusia revolusi penting yang terjadi di Perancis tahun 1789. Konstitusi dan Konstitusionalisme Keseluruhan prinsip negara hukum haruslah dirumuskan dalam konstitusi. Di samping itu. Kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi dan prosedur-prosedur ketatanegaraan (the form of institutions and procedures’). dan di Rusia pada tahun 1917. Paham konstitusional ini dalam sejarah pemikiran hukum tata negara biasa disebut dengan konstitusionalisme yang di zaman sekarang ini dianggap sebagai satu konsep yang niscaya bagi setiap negara modern. regularized restraints upon governmental action”. Dicey. juga sangat prinsipil. Bahkan di Amerika Serikat istilah ini dikembangkan . di Amerika pada tahun 1776. seorang sarjana Inggeris kenamaan. maka runtuh pula legitimasi kekuasaan Negara yang bersangkutan. Istilah yang biasa digunakan untuk itu adalah ‘the rule of law’ yang dipelopori oleh A. “constitutionalism is an institutionalized system of effective. yaitu[2]: 1. Jika kesepakatan umum itu runtuh. dasar-dasar filosofis yang dimaksudkan itulah yang biasa disebut sebagai Pancasila yang berarti lima sila atau prinsip dasar. misalnya.3.J. Organisasi Negara itu diperlukan oleh warga masyarakat politik agar kepentingan mereka bersama dapat dilindungi atau dipromosikan melalui pembentukan dan penggunaan mekanisme yang disebut Negara. Karena cita-cita bersama itulah yang pada puncak abstraksinya paling mungkin mencerminkan kesamaankesamaan kepentingan di antara sesama warga masyarakat yang dalam kenyataannya harus hidup di tengah pluralisme atau kemajemukan. Konsensus yang menjamin tegaknya konstitutionalisme di zaman modern pada umumnya dipahami bersandar pada tiga elemen kesepakatan.NEGARA KONSTITUSIONAL NEGARA KONSTITUSIONAL (Constitutional State) 1. Hal ini. yaitu berkenaan dengan cita-cita bersama sangat menentukan tegaknya konstitusi dan konstitusionalisme di suatu Negara. diperlukan adalah perumusan tentang tujuan-tujuan atau cita-cita bersama yang biasa juga disebut sebagai falsafah kenegaraan atau „staatsidee‟ (cita negara) yang berfungsi sebagai „filosofische grondslag’ dan ‘common platforms’ atau “kalimatun sawa’” di antara sesama warga masyarakat dalam konteks kehidupan bernegara.[1] Kata kuncinya adalah consensus atau ‟general agreement’.V. Kesepakatan tentang tujuan atau cita-cita bersama (the general goals of society or general acceptance of the same philosophy of government). Seperti dikatakan oleh C. baik dalam arti tertulis dalam satu naskah UUD ataupun dalam arti tidak tertulis dalam satu naskah seperti Kerajaan Inggeris yang meskipun tidak memiliki naskah UUD tetap disebut sebagai „constitutional state’.

Konstitutionalisme dapat dikatakan mengatur dua hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Istilah “The Rule of Law” jelas berbeda dari istilah “The Rule by Law”. yaitu “The Rule of Man by Law”. “Under constitutionalism. menurut William G. Kesepakatan tentang ini sangat pentinf agar konstitusi itu sendiri dapat dijadikan pegangan tertinggi dalam memutuskan segala sesuatu yang harus didasarkan atas hukum.menjadi jargon: “the rule of law. 2. Andrews [4]: “The constitution imposes restraints on government as a function of constitutionalism. Fungsi Konstitusi sebagai Kepala Negara Republik Di samping itu. Konstitusi juga tidak boleh disakralkan dari kemungkinan perubahan seperti yang terjadi di masa Orde Baru. Sudah tentu. Seperti dikatakan oleh William G. hubungan antara lembaga pemerintahan yang satu dengan lembaga pemerintahan yang lain. Oleh karena itu. bukan manusia atau orang. sedangkan kepemimpinan tetap berada di tangan orang atau manusia. serta hubungan organ-organ Negara itu dengan warga negara. but it also legitimizes the power of the government. isi konstitusi dimaksudkan untuk mengatur mengenai tiga hal penting. Karena itulah mekanisme perubahan UUD memang sudah seharusnya tidak diubah semudah mengubah undang-undang. It is the documentary instrument for the transfer of authority from the residual holders – the people under democracy. Keseluruhan kesepakatan tersebut di atas. Kesepakatankesepakatan itulah yang pada pokoknya dirumuskan dalam dokumen konstitusi yang diharapkan dijadikan pegangan bersama untuk kurun waktu yang cukup lama. (b) mengatur hubungan antara lembaga-lembaga negara yang satu dengan yang lain. two types of limitations impinge on government. prinsip konstitusionalisme modern sebenarnya memang menyangkut prinsip pembatasan kekuasaan atau yang lazim disebut sebagai prinsip „limited government’. pada intinya. kedudukan hukum (law) digambarkan hanya sekedar bersifat ‘instrumentalis’ atau „alat‟. karena ia akan sekedar berfungsi sebagai kertas dokumen yang „mati‟. Karena itu. Dengan adanya kesepakatan itu. Konstitusi di satu pihak (a) menentukan pembatasan terhadap kekuasaan sebagai satu fungsi konstitusionalisme. Para perancang dan perumus konstitusi tidak seharusnya membayangkan bahkan naskah konstitusi itu akan sering diubah dalam waktu dekat. konstitusi tidak akan berguna. ‘Power proscribe and procedures prescribed’”[3]. Kesepakatan ketiga adalah berkenaan dengan bangunan organ Negara dan prosedur-prosedur yang mengatur kekuasaannya. Konstitusi tidak sama dengan undang-undang yang dapat lebih mudah diubah. dan (c) mengatur hubungan kekuasaan antara lembaga-lembaga negara dengan warganegara. Dalam istilah terakhir ini. yaitu: (a) menentukan pembatasan kekuasaan organ-organ Negara. dan Kedua. dapat pula dirumuskan beberapa fungsi konstitusi yang sangat penting baik secara akademis maupun dalam praktek. tidak mudahnya mekanisme perubahan undang-undang dasar tidak boleh menyebabkan undang-undang dasar itu menjadi terlalu kaku karena tidak dapat diubah. menyangkut prinsip pengaturan dan pembatasan kekuasaan. tetapi di pihak lain (b) memberikan legitimasi terhadap kekuasaan . hubunganhubungan antar organ Negara itu satu sama lain. and not of man” untuk menggambarkan pengertian bahwa hukumlah yang sesungguhnya memerintah atau memimpin dalam suatu Negara. Kekuasaan melarang dan prosedur ditentukan. Pada pokoknya. the king under monarchy – to the organs of State power”. Tanpa ada consensus semacam itu. hanya bernilai semantic dan tidak berfungsi karena tidak difungsikan sebagaimana mestinya. yaitu: Pertama. hubungan antara pemerintahan dengan warga Negara. biasanya. Andrews. maka isi konstitusi dapat dengan mudah dirumuskan karena benar-benar mencerminkan keinginan bersama berkenaan dengan institusi kenegaraan dan mekanisme ketatanegaraan yang hendak dikembangkan dalam kerangka kehidupan bernegara yang berkonstitusi (constitutional state).

Untuk menandai perubahan status seseorang ke dalam suatu jabatan kenegaraan. Untuk menandai suatu wilayah tertentu masuk atau keluar dari territorial suatu Negara. sebagai puncak atau pusat upacara. Jika konstitusi disebut. bukan pribadi manusia yang kebetulan menduduki jabatan sebagai kepala Negara. Sementara itu. kepala Negara yang sesungguhnya adalah konstitusi. juga ditandai dengan konstitusi. Karena itu. pembedaan istilah kepala Negara dan kepala pemerintahan itu sendiri sudah seharusnya dipahami sebagai sesuatu yang hanya relevan dalam lingkungan sistem pemerintahan parlementer dengan latar belakang sejarah kerajaan (monarki). “It may serve instead of the king in that ceremonial function of exemplifying the unity and majesty of the nation. Istilah ‘kepala negara simbolik’ dipakai sejalan dengan pengertian ‘the Rule of Law’ yang menegaskan bahwa yang sesungguhnya memimpin dalam suatu Negara. Tetapi. seperti di Amerika Serikat. mencakup dan meliputi. konstitusi juga mempunyai arti yang penting dalam aneka kegiatan upacara. (ii) lambang identitas dan keagungan nasional suatu bangsa (majesty of the nation). Dalam fungsinya sebagai kepala Negara simbolik. jelas dipisahkan antara Raja atau Ratu sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. ungkapan identitas dan keagungan kebangsaan (identity of nation) dan pusat upacara kenegaraan (center of ceremony). apalagi yang menganut sistem pemerintahan presidential seperti di Indonesia. Konstitusi berfungsi (i) sebagai dokumen pengendali (tool of political. Menurut Tom Paine[6]. maka konstitusi sangat mungkin dijadikan pegangan bersama yang bersifat mempersatukan seluruh bangsa. dikatakan bahwa konstitusi juga mempunyai fungsi sebagai “a national symbol”. Dengan demikian. and economic control). Konstitusi berfungsi sebagai: (i) sebagai simbol persatuan (symbol of unity). dan (ii) sebagai dokumen perekayasaan dan bahkan pembaruan ke arah masa depan (tool of political. Lagi pula. Sebagai dokumen yang mengungkapkan cita-cita kolektif seluruh bangsa yang bersifat sangat umum. social and economic engineering and reform). fungsi konstitusi dapat pula ditambah dengan fungsi-fungsi lain (d) sebagai „kepala negara simbolik’ dan (e) sebagai kitab suci simbolik dari suatu „agama civil’ atau „syari‟at negara‟ (civil religion). sama seperti bendera kebangsaan. Dengan demikian. kedudukan Raja itulah yang digantikan oleh konstitusi. konstitusi sebagai kepala Negara simbolik itu memiliki fungsi-fungsi sebagai simbol pemersatu (symbol of unity). Or it may exist alongside the monarch. tidak perlu dikembangkan adanya pengertian mengenai kedudukan kepala Negara. embodying capacity that Constitutions are trundled about the country in shiny aluminium railroad trains under armed guard and exhibited to all comers”. konstitusi juga dapat berfungsi sebagai ungkapan identitas seluruh bangsa. Konstitusi dapat berfungsi sebagai pengganti raja dalam kaitannya dengan fungsi-fungsi yang bersifat ‘ceremonial’dan fungsi pemersatu bangsa seperti yang biasanya dikaitkan dengan fungsi kepala Negara. social. dan/atau (iii) puncak atau pusat kekhidmatan upacara (center of ceremony). Karena sistem republik. selain ketiga fungsi tersebut di atas. dalam fungsinya sebagai . Dalam monarki konstitusional yang menganut system parlementer. dalam fungsinya sebagai dokumen kitab suci simbolik (symbolic civil religion). Dalam hubungan dengan itulah maka. maka ia diharuskan bersumpah setia kepada konstitusi. Bahkan oleh Thomas Paine dalam bukunya “Common Sense” [5]. Dalam sistem republik.pemerintahan. Terkait dengan itu. ia menjadi sumber identitas kolektif. Konstitusi juga (c) berfungsi sebagai instrumen documenter untuk mengalihkan kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat dalam sistem demokrasi atau Raja dalam sistem Monarki) kepada organ-organ kekuasaan Negara. karena fungsi kepala Negara itu sendiri secara simbolik terlembagakan dalam Undang-Undang Dasar sebagai naskah konstitusi yang bersifat tertulis. bukanlah orang melainkan hukum itu sendiri.

Fungsi pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara dengan warga negara.3.6. Fungsi penyalur atau pengalih kewenangan dari sumber kekuasaan yang asli kepada organ negara. Tetapi. memang dapat dikemukakan adanya dua aliran pemikiran mengenai konstitusi. Konstitusi di lingkungan Negara-negara yang menganut paham sosialis atau dipengaruhi oleh aliran sosialisme. dan karena itu tidak perlu diatur dalam konstitusi. dalam sistem pemerintahan presidential. biasa memuat ketentuan mengenai hal ini dalam rumusan konstitusi.10. Fungsi simbolik sebagai rujukan identitas dan keagungan kebangsaan (identity of nation). baik dalam arti sempit hanya di bidang politik maupun dalam arti luas mencakup bidang social dan ekonomi. Fungsi sebagai sarana pengendalian masyarakat.dokumen „civil religion’[7]. konstitusi dapat difungsikan sebagai sarana pengendalian atau sarana perekayasaan dan pembaruan.9. dan. yaitu bahwa soal-soal yang berkenaan dengan perekonomian tidaklah menyangkut urusan kenegaraan. sosial dan/atau ekonomi menuju masa depan. konstitusi Amerika Serikat tidak memuat sama sekali ketentuan mengenai cita-cita ekonomi ataupun ketentuan mengenai sistem ekonomi dan kegiatan ekonomi. dan sebagai sarana perekayasaan politik. Fungsi sebagai sarana perekayasaan dan pembaruan masyarakat. Demikian pula urusan orang kaya dan orang miskin bukanlah termasuk persoalan Negara. banyak juga konstitusi yang bersifat ‘prospective’ dengan mengartikulasikan cita-cita atau keinginan-keinginan ideal masyarakat yang dilayani. Sebagai contoh. dapat dikatakan bahwa konstitusi dapat pula difungsikan sebagai sarana kontrol politik. Dalam „welfare state’ Negara bertanggungjawab untuk mengurusi orang miskin. Hal inilah yang saya sebut sebagai „economic constitution’ dan „social constitution’ dalam buku “Gagasan Kedaulatan Rakyat dalam Konstitusi dan Pelaksanaannya di Indonesia”[8]. Fungsi pemberi legitimasi terhadap kekuasaan negara. Alasannya jelas. Dengan demikian.7. Kebanyakan konstitusi memang dimaksudkan untuk mendeskripsikan kenyataan-kenyataan normative yang ada ketika konstitusi itu dirumuskan (to describe present reality). Fungsi penentu dan pembatas kekuasaan organorgan negara. konstitusi juga berfungsi sebagai . Karena ekonomi adalah urusan pasar. Pandangan demikian jelas sangat berbeda dari apa yang dianut dalam system sosialisme yang mengembangkan pengertian „welfare state’. di samping itu.2. UUD 1945 mengadopsikan perumusan Pasal 34 yang aslinya menentukan bahwa: “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Fungsi simbolik sebagai pemersatu (symbol of unity).5. sosial dan/atau ekonomi di masa sekarang.8. baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. fungsi-fungsi konstitusi dapat dirinci sebagai berikut:1. Dari uraian terakhir di atas. Fungsi simbolik sebagai pusat upacara (center of ceremony). yaitu aliran pertama memfungsikan konstitusi hanya sebagai dokumen yang memuat norma-norma yang hidup dalam kenyataan. Karena itulah. Konstitusi-konstitusi jenis demikian sangat berbeda dari konstitusi yang ditulis menurut tradisi paham demokrasi liberal atau ‘libertarian constitution’. Dalam praktek. Fungsi pengatur hubungan kekuasaan antar organorgan negara.11. melainkan termasuk ke dalam wilayah urusan pasar yang mempunyai mekanismenya tersendiri sesuai dengan prinsip ‘free market liberalism’ yang dianggap sebagai pilar penting dalam system kapitalisme.4. Banyak konstitusi negaranegara modern yang juga merumuskan tujuan-tujuan social dan ekonomi yang belum dapat diwujudkan atau dicapai dalam masyarakat menjadi materi muatan konstitusi. maka ketentuan mengenai hal itu tidak seharusnya dicantumkan ke dalam naskah konstitusi.

Dalam penyusunan suatu konstitusi tertulis. sedangkan Presiden hanya bertindak sebagai kepala pemerintahan saja. dan historis perumusan juridis suatu ketentuan Undang-Undang Dasar perlu dipahami dengan seksama untuk dapat mengerti dengan sebaik-baiknya ketentuan yang terdapat dalam pasal-pasal UUD. 2001 sampai tahun 2002 merupakan satu kesatuan rangkaian perumusan hukum dasar Indonesia di masa depan. Karena itu. tetapi tidak memiliki satu naskah UUD sebagai konstitusi tertulis. 2000. sehingga UUD tidak menjadi alat kekuasaan yang ditentukan secara sepihak oleh pihak manapun juga. Untuk sungguh-sungguh mengerti. diperlukan pula adanya PokokPokok Pemikiran konseptual yang mendasari setiap perumusan pasal-pasal UUD serta keterkaitannya secara langsung atau tidak langsung terhadap semangat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. UUD tidak dapat dipahami hanya melalui teksnya saja. nilai-nilai dan norma dasar yang hidup dalam masyarakat dan dalam praktek penyelenggaraan negara turut mempengaruhi perumusan suatu norma ke dalam naskah UUD Dasar.kepala negara dalam arti simbolik. UUD 1945 sebagaimana terakhir diubah pada tahun 1999. memerlukan rujukan standar yang dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. menyertai penyusunan dan perumusan naskah UUD. banyak orang tidak setuju dengan istilah ini. dan di masa yang akan datang. masa kini. hal ini penting untuk membuat orang mengerti bahwa dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia di bawah Undang-Undang Dasar 1945. yang perlu mendapat penekanan khusus ialah fungsi yang terakhir. setiap kurun waktu dalam sejarah. UUD sebagai konstitusi tertulis beserta nilai-nilai dan norma hukum dasar yang tidak tertulis yang hidup sebagai konvensi ketatanegaraan dalam praktek penyelenggaraan negara sehari-hari. Dari kesebelas fungsi tersebut di atas. yaitu fungsi sebagai „kepala negara simbolik’. Sangat boleh jadi. Karena itu. dan bahkan sosioekonomis yang mempengaruhi perumusannya. Tidak semua negara memiliki konstitusi tertulis atau UUD. 3. suasana kebatinan (geistichenhentergrund) yang menjadi latar belakang filosofis. di samping karena adanya negara yang dikenal sebagai negara konstitusional tetapi tidak memiliki konstitusi tertulis. Kerajaan Inggeris biasa disebut sebagai negara konstitusional. nilai-nilai dan norma-norma yang hidup dalam praktek penyelenggaraan negara juga diakui sebagai hukum dasar. politis. Untuk itulah. Kedudukan sebagai kepala negara yang sebenarnya adalah adalah pada konstitusi atau UUD. Isinya mencakup dasar-dasar normatif yang berfungsi sebagai sarana pengendali (tool of social and political control) terhadap penyimpangan dan penyelewengan dalam dinamika perkembangan zaman dan sekaligus sarana pembaruan masyarakat (tool of social and political reform) serta sarana perekayaan (tool of social and . sosio-juridis. Konstitusi dapat berupa hukum dasar yang tertulis yang lazim disebut UUD. sosio-historis. Oleh sebab itu. penafsiran terhadap UUD di masa lalu. tetapi menurut saya. Di samping itu. sosio-politis. Konstitusi dan Hukum Dasar Konstitusi juga merupakan hukum dasar yang harus dijadikan pegangan bersama dalam rangka penyelenggaraan suatu negara. dan dapat pula tidak tertulis. tidak perlu lagi dibedakan antara kedudukan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. kita harus memahami konteks filosofis. termasuk ke dalam pengertian konstitusi atau hukum dasar (droit constitusionnel) suatu negara. dan tercakup pula dalam pengertian konstitusi dalam arti yang luas. sehingga proses pemahaman terhadap suatu ketentuan UUD dapat terus berkembang dalam praktek di kemudian hari. sosiologis. memberikan pula kondisi-kondisi kehidupan yang membentuk dan mempengaruhi kerangka pemikiran (frame of reference) dan medan pengalaman (field of experience) dengan muatan kepentingan yang berbeda. Karena itu.

sehingga UUD tidak lekas ketinggalan zaman (verounderd). maka pasal yang jelas menentukan adanya demokrasi itu tidak akan terwujud dalam praktek. Pasal-pasal dan ayatnya dirumuskan dalam tingkat abstraksi yang sesuai dengan hakikatnya sebagai hukum dasar. dengan tetap memelihara tingkat abstraksi perumusannya sebagai hukum dasar (rechtsidee). Belajar dari kekurangan sistem demokrasi politik di berbagai negara di dunia. konstitusi ekonomi dan sekaligus konstitusi sosial yang mencerminkan cita-cita kolektif bangsa. Oleh karena itu. meskipun perumusan UUD ini bersifat garis besar. Karena itu. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. perumusan isinya disusun secara sistematis mulai dari prinsip-prinsip yang bersifat umum dan mendasar. dilanjutkan dengan perumusan prinsip-prinsip kekuasaan dalam setiap cabangnya yang disusun secara berurutan. jika para penyelenggara negara tidak berjiwa demokrasi dan tidak mempunyai tekad dan komitmen untuk mewujudkan demokrasi itu dalam kenyataan atau hanya menjadikan demokrasi hanya sebagai retorika semata. maka UUD ini juga berisi dasar-dasar pikiran mengenai demokrasi ekonomi dan demokrasi sosial. haruslah disadari jangan sampai ketentuan yang diaturnya bermakna ganda atau dapat ditafsirkan secara sewenang-wenang oleh pihak yang berkuasa. UUD ini dapat disebut sebagai konstitusi politik. dengan kesadaran bahwa pengaturan yang bersifat rinci akan ditentukan lebih lanjut dalam UU. makin terbuka kemungkinannya untuk menampung dinamika perkembangan zaman. Sebaliknya. maka kekurangan dalam perumusan pasal UUD tidak akan merintangi jalannya penyelenggaraan negara dengan sebaik-baiknya menuju terwujudnya cita-cita bangsa berdasarkan kelima sila Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 . Sebagai hukum dasar.political engineering) ke arah cita-cita kolektif bangsa. tetapi semangat para penyelenggara negara bersih dan tulus dalam menjalankan konstitusi. Namun demikian. baik di bidang politik dan ekonomi maupun sosial-budaya. yang terpenting adalah semangat dan kemauan politik (political will) para penyelenggara negara. Makin elastis suatu aturan. meskipun perumusan UUD tidak sempurna. Meskipun dirumuskan dengan jelas bahwa Undang-Undang Dasar menganut asas kedaulatan rakyat atau demokrasi. yang menjadikan UUD hanya sebagai konstitusi politik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->