P. 1
ASUHAN KEBIDANAN

ASUHAN KEBIDANAN

|Views: 132|Likes:
Published by Dian Napitupulu

More info:

Published by: Dian Napitupulu on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2015

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “A” KALA I-IV DENGAN PERSALINAN NORMAL DI BPS NY HARTINING. S,Amd.

Keb PLOSO-JOMBANG

Oleh: NURUL LAIFA 7209033

PRODI D3-KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM JOMBANG 2011
KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT Karen dengan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan yang berjudul ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “A” KALA I-IV DENGAN PERSALINAN NORMAL DI BPS NY HARTINING. S,Amd.Keb PLOSO-JOMBANG. Laporan ini disusun sebagai salah satu persyaratan akademik dalam rangka menyelesaikan program praktek akademik kebidanan Darul Ulum-Jombang.

Terselesainya penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan semua pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Hj. Sabrina Dwi Prihartini, Skm. Selaku ketua prodi DIII Kebidanan Darul ‘UlumJombang 2. Hartining, S,Amd. Keb. Selaku pembimbing ruangan 3. Murfi Hidamansyah, SST selaku dosen pembimbing 4. dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini Dengan terselesainya laporan ini penulis mennyadari bahwa banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penyusun berharap semoga laporan asuhan kebidanan ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca. Jombang, 26 Mei 2011 Penulis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dari sudut praktis, memimpin persalinan adalah suatu seni, walaupun memerlukan ilmu obsteri yang harus diketahui penolong. Oleh karena itu dukun beranak masih mempunyai peranan penting dan memerlukan pendidikan dan latihan, terutama dinegara-negara berkembang. Pertanyaan yang sering diajukan pada ibu hamil adalah bolehkah bersalin di rumah atau di rumah sakit? Walaupun 85% persalinan berjalan normal, namun 15 %-nya dijumpai komplikasi yang memerlukan penanganan khusus. Antenatal care yang baik dapat mencegah komplikasi dan mencoba menjawab pertanyaan diatas. Masalah dinegara berkembang adalah tentang fasilitas rumah sakit, ketengan, sosio-budaya da sosio-medis masih memegang peranan dibandingkan dengan Negara-negara maju. (Sinopsis Obstetri 1998:101) Dari fenomena diatas penulis tertarik untuk memberikan asuhan kebidanan secara cepat dan tepat karena jika ibu bersalin tidak mendapatkan asuhan persalinan normal, maka ditakutkan akan terjadi komplikasi dalam persalinan baik pada ibu maupun bayi. B. Tujuan 1. Tujuan Umum Mahasiswa mampu menerapkan varney sesuai dengan kasus ibu bersalin normal serta mendapatkan pengalaman dalam menangani masalah. 2. Tujuan khusus Setelah melakukan asuhan kebidanan mahasiswa dapat : 1) Memahami teori persalinan 2) Melaksanakan pengkajian pada kasus persalinan normal 3) Mengidentifikasi diagnosa/ masalah kebidanan berdasarkan data subjektif dan data objektif

plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Pengertian a. Persalinan anjuran Beberapa istilah yang berkaitan dengan umur kehamilan dan berat janin yang dilahirkan sebagai berikut: a. . Bentuk Persalinan Bentuk persalinan berdasarkan definisi adalah sebagai berikut : a. Hartining. c.499gr c. Persalinan buatan Bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar. Persalinan aterm . Konsep Dasar Teori Persalinan I. . II. (Asuhan Persalinan Normal 2008 : 37) c.Persalinan sebelum umur 28 sampai 36 minggu. . Persalinan spoontan Bila persalinan sepenuhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri. Persalinan prematuritas . Persalinan adalah proses pengeluaran konsepsi (janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau malalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).berat janin kurang dari 2.terhentinya dan dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup diluar kanduangan. plasenta dan selaput ketuban) keluar dari uterus ibu.4) Menentukan masalah potensial yang mungkin terjadi 5) Menentukan kebutuhan segera 6) Menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk menangani kasus persalinan normal 7) Melaksanakan perencanaan yang telah dilakukan Mendokumentasikan secara benar C. Batasan Masalah Masalah yang penulis ambil adalah asuhan kebidanan pada Ny “A” Kala I-IV dengan persalinan normal di BPS Ny. (Manuaba 1998 : 157 ) d. Abortus .Umur hamil sebelum 28 minggu. Persalinan adalah proses dimana bayi.Berat janin kurang dari 1000gr b. Ploso-Jombang BAB II TINJAUAN TEORI A. persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin+uri) yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain (Sinopsis Obstetri 1998 : 91 ) b. Jadi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (bayi. b.

Permulaan Terjadinya Persalinan Dengan penurunan hormone progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi. (Sinopsis Obstetri. Prini gravid adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama. Primipara adalah seorang wanita yang pernah mekahirkan bayi hidup untuk pertama kali. Para adalah seseorang wanita yang pernah melahirkan bayi viable. e. b. Kontraksi otot rahim menyebabkan: .Persalinan melampaui umur hamil 42 minggu. Sebab-Sebab Yang Menimbulkan Persalinan a. e.Berat janin diatas 2.Persalinan antara umur hamil 37 sampai 42 minggu . Induksi partus (induction of labour). Persalinan serotinus . f. c. Teori penurunan hormon. Progesterone bekerja sebagai penegang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul His bila kadar kolesteron turun. Partus dapat pula ditimbukan dengan jalan: • Gagang laminaria: beberapa laminaria dimasukan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang fleksus frans ken hauser. Teori distensi rahim : raahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskemia otot-otot rahim. d.500gr d. • Amniotomi: pemecahan ketuban • Oksitosin drips pemberian oksitosin menurut tetesan per infus (Sinopsis Obstetri 1998:92) IV. Multipara atau pleuripara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi viable beberapa kali (sampai 5 kali) g. c. Nullipara adalah seseorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi viable. Teori plasenta menjadi tua : akan menyebabkan turunnya kadar-kadar esterogen dan progesterone yang menyebabkan kekejang pembuluh darah hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim. ½ minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormone esterogen dan progesteron. . Persalinan presipitatus Persalinan berlangsung cepat kurang dari 3jam (Manuaba 1998 : 157) f. Teori iritasai mekanik dibelakang serviks terletak gangguan servikale (flexus franken hauser) bila gangguan ini digeser dan ditekan misalnya oleh kepala janin akan timbul kontraksi uterus e. Grandemultipara adalah wanita yang pernah melahirkan bayi 6 kali atau lebih hidup atau mati (Sinopsis Obstetri 1998 : 92) III.Pada janin terdapat tanda maturitas. sehingga mengganggu sirkulasi utero plasenter d. Gravida adalah seseorang wanita yang sedang hamil b. 1998:92) Gravida dan Para a.. Persalinan partus imaturus Penghentian kehamilan sebelum janin viable atau berat janin kurang dari 1000gr atau kehamilan dibawah 28 minggu.

Umpamanya kepala. 3.2 dan 3 terletak setinggi os koksigis. Terjadi perlunakan serviks karena terdapat kontraksi otot rahim 5. dalam persalinan.Bidang hodge 1 : ialah bidang yang sejajar dengan Bidang hodge 1 dan Bidang hodge 2 terletak setinggi spina isciadika kanan dan kiri. serviks tertarik dan terbuka (penipisan dan pembukaan).pengeluaran lendir . Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek. • His paling tinggi di fundus uteri yang lapisan ototnya paling tebal dan puncak kontraksi terjadi simultan diseluruh bagian uterus. • Bidang hodge. .Bidang hodge 2 : ialah bidang sejajar dengan Bidang hodge 1 terletak dibagian bawah sympisis . Otot-otot korpus uteri menjadi lebih pendek dari pada sebelumnya yang disebut sebagai refraksi.1. . terutama pada primigravida minggu ke 36 dapat menimbulkan sesak dibagian bawah diatas simpisis pubis dan sering ingin kencing atau susah kencing karena kandung kemih tertekan kepala. Sesudah tiap his. Bidanng-bidang hodege ini dipelajari untuk menentukan sampai dimanakah bagian terendah janin turun dalam panggul. (Ilmu Kebidanan 2008:105) 2.Bidang hodge 4 : ialah bidang yang sejajar dengan Bidang hodge 1. (Ilmu Kebidanan 2008:290) 2. Terjadi pengeluaran lendir dimana lendir penutup seviks dilepaskan (Manuaba 1998:160) V. .false labour) 4. Tanda Persalinan Gejala persalinan sebagai berikut: 1. Turunnya kepala masuk pintu atas panggul. yaitu : . Oleh karena serviks kurang mengandung otot. Perut lebih melebar karena fundus uteri turun.Bidang hodge 1 : ialah bidang datar yang melalui bagian atau sympisis dan promontorium bidang ini dibentuk pada lingkaran pintu atas panggul. Terjadi perasaan sakit didaerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya pleksun frankenhouser yang terletak sekitar serviks (tanda persalinan palsu.lendir bercampur darah . lebih-lebih jika ada tekanan oleh bagian janin yang keras.

Pada pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks.Penurunan kepala dimulai Serviks membuka lengkap (10 cm) .jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang.his (kontraksi oto rahim) .Penurunan kepala berlanjut . 3. Pasanger . plasenta 3.terjadi pembukaan serviks (Manuaba 1998:160) Factor-faktor penting dalam persalinan adalah: 1.Bagian terbawah telah mencapai dasar panggul .Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum 2.Kecepatan pembukaan 1 cm atau lebih perjam .Belum ada keinganan untuk menekan Serviks membuka lengkap (10 cm) .3. Kala II : Kala pengeluaran janin janin.Ibu meneran Persalinan palsu/belum inpartu 1 1 11 11 Laten Aktif Awal (non ekspulsif) Akhir (ekspulsif) . . Dapat disertai ketuban pecah 4.kontraksi otot dinding perut . Mekanisme Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : 1. Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran 4. 2. . waktu uterus dengan kekuatan his tambah. Passage .janin. Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam (Sinopsis Obstetri 1998:94) Diagnosis kala dan fase persalinan Gejala dan tanda Kala Fase Serviks belum berdilatasi Seviks berdilatasi kurang dari 4 cm Seviks berdilatasi 4-9 cm . Power .Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan ………….Pelunakan serviks .pendataran serviks . (Manuaba 1998:160) VI. Kala I : Waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm.

.Dimulai sejak awal berkontrasksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap. yaitu fase laten dan fase aktif a. menipis (thinned out).(Maternal Neonatal. . b. . obblitrasi (obblitrated) mendatar dan tertarik keatas(effaced and taken up) dan membuka (dillatation). Fase laten . akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam (nuli para atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm (multipara). proses membukanya serviks disebut dengan berbagai istilah: melembek (softening).Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm.Kontraksi mulai teratur tetapi lamanya masih diantara 20-30 detik. fase laten berlangsung hamper atau hingga 8 jam.Dan pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengkap atau 10 cm. 1998:95)  Frekuensi minimal penilaian dan intervensi dalam persalinan normal Parameter Tekanan darah Suhu badan Nadi Frekuensi pada fase laten Setiap 4 jam Setiap 4 jam Setiap 30-60 menit Frekuensi pada fase aktif Setiap 4 jam Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Denyut jantung janin Setiap 1 jam . 2008:38) Dalam buku-buku. . Fase aktif .Pada umumnya.Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara bertahap (kontraksi di anggap adekuat / memadai jika terjadi tiga kali atau lebih dalam waktu 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih).Terjadi penurunan bagian terbawah janin (Asuhan Persalinan Normal. Kala I Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatan) hingga serviks membuka lengkap (10 cm) kala satu persalinan terdiri atau dua fase. . 2002:N-7) 1. Fase-fase yang dikemukakan diatas menjumpai pada primigravida bedanya dengan multigravida: Primi Multi Serviks mendatar (effacement) dulu Mendatar dan membuka bisa bersamaan baru dilatasi Berlangsung 13-14 jam Berlangsung 6-7 jam (Sinopsis Obstetri.

Dilatasi serviks . akan lahirlah kepala dengan diikuti badan rahim (Sinopsis Obstertri 1998:95) . bagian = 4/5 H= I-II terbesar kepala belum masuk kedalam panggul Bagian terbesar kepala = 3/5 H=II-III balum masuk panggul Bagian terbesar kepala = 2/5 H=III+ sudah masuk panggul =1/5 H=III-IV Kepala didasar panggul =0/5 H=IV D1 Prerinium (Maternal Neonatal. Dengan his mengedan yang terpimpin. catatlah hal-hal sebagai berikut: . Kepala janin telah turun masuk ke ruang panggul. Kala II Pada kala pengeluaran janin. Pada tahap ini jika serviks terasa tipis dan terbuka maka wanita tersebut dalam keadaan inpartu.Warna cairan amnion .Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan Setiap 1 jam Setiap 4 jam Setiap 4 jam Setiap 30 menit Setiap 4 jam Setiap 4 jam  Pemeriksaan dalam • Pada setiap pemeriksaan dalam. • Pada kala II persalinan lakukan pemeriksaan dalam setiap jam. sehingga terjadilah tekanan pasa otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris yang menimbulkan masa mengedan karena tekanan pada rectum. kuat. his terkoordinir. ibu seperti merasa mau buang air besar.Penurunan kepala (yang dapat dicocokan dengan periksa luar) • Jika serviks belum membuka pada pemeriksaan dalam pertama. 2007:N-9) 2. periksa ulang wanita tersebut setelah 4 jam. kepala janin mulai kelihatan. jika tidek terdapat perubahan. mungkin diagnosis inpartu belum dapat ditegakkan. maka diagnosisnya adalah persalinan palsu.Jika terdapt kontraksi yang menetap. Vulva membuka dan perineum meregang. dengan terasa tanda anus membuaka pada waktu his. . Kirakira 2-5 menit sekali.  Penurunan kepala janin menurut system persalinan Perikasa dalam Keterangan Kepala diatas PAP mudah = 5/5 digerakan Sulit digerakan. cepat dan lebih lama. untuk melihat perubahan pada serviks.

uterus menjadi bundar . Konsep Dasar Asuhan Kebidanan I. 1998:97) B.tali pusat bertambah panjang .3. kehamilan dan persalinan. karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim . Kala III Setelah kala II kontraksi uterus berhenti sekitar 5 sampai 10 menit dengan lahirnnya bayi. Lepasnya plasenta sudah diperkirakan dengan memperhatikan tanda-tanda dibawah ini: .terjadi perdarahan Melahirkan plasenta dilakukan dengan dorongan ringan secara creede pada fundus uteri 4. sudah melepaskan plasenta. (Asuhan Persalinan Normal 2008:38) Tanyakan pada ibu • Nama. Data Subjektif Tujuan: mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan. nadi. pernafasan • Kontraksi uterus • Terjadinya perdarahan Perdarahan dianggap normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc.uterus terdorong keatas. Pengkajian 1. umur dan alamat • Gravida dan para • Hari pertama haid terakhir • Kapan bayi akan lahir (menurut taksiran ibu) • Riwayat alergi obat-obatan tertentu • Riwayat kehamilan sekarang . Informasi ini digunakan dalam proses membuat keputusan klinik untuk menentukan diagnosis untuk mengembangkan rencana asuhan atau perawatan yang sesuai. (Manuaba 1998:166) Lamanya perdarahan pada primi dan multi adalah Kala Primi Multi I 13 jam 7 jam II 1 jam ½ jam III ½ jam ¼ jam Lama Persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam (Sinopsis Obstetri. Kala IV Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan post partum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. Observasi yang dilakukan: • Tingkat kesadaran penderita • Pemeriksaan tanda-tanda vital: tekanan darah.

Berapa berat badan bayi yang paling besar pernah ibu lahirkan? . hipertensi yang diinduksi oleh kehamilannya. preeklampsi/eklampsia.Apakah selaput ketuban sudah peceh? Jika ya apa warna cairan ketuban? Apakah kental atau encer? Kapan saat selaput ketuban pecah? (periksa perinium ibu untuk memeriksa cairan ketuban di pakaiannya) . pusing atau nyeri epigastrium bagian atas).Kapan mulai kontraksi teratur? Seberapa sering terjadi kontraksi? . Hal ini dapat dicegah dengan menghindari makanan yang dapat menimbulkan obstipasi c. (Soetyningsih.Pernahkah ibu mendapat masalah selama kehamilannya (misalnya perdarahan. dll) • Masalah medis saat ini (sakit kepala. Jika ada periksa tekanan darahnya dan protein dalam urine ibu • Pertanyaan tentang hal-hal yang belum jelas atau berbagai bentuk kekhawatiran lainnya. umur/lama perkawinan.Apakah ibu mengalami kesulitan untuk berkemih? • Riwayat kehamilan sebelumnya . persalinan dengan ekstraksi vakum atau vorseps.Apakah ibu pernah melakukan pemeriksaan antenatal? Jika ya periksa kartu antenatalnya (jika mungkin) . hipertensi. 1995:96) • Pola kebiasaan sehari-hari a. perdarahan pasca persalinan)? . Semua ini akan menyebabkan kebanyakan wanita di negara berkembang mempunyai TB yang pendek. yaitu sekitar usia menarche resiko melahirkan BBLR sekitar 2 kali lipat dalam 2 tahun setelah menarche disamping itu akan terjadi kompetisi makanan antara janin dan ibunya sendiri yang masih dalam masa pertumbuhan dan adanya perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan.Apakah ibu mempunyai bayi bermasalah pada kehamilan/ persalinan sebelumnya? • Riwayat medis lainnya (masalah pernafasan. jaral perkawinan dengan kehamilan.Apakah ibu masih terasa gerakan bayi? . (Asuhan Persalinan Normal 2008:39) • Riwayat perkawinan Ditanyakan kawin berapa kali.Apakah da masalah selama persalinan atau kelahiran sebelumnya (bedah caesar. Eliminasi Karena adanya perubahan pada alat perencanaan maka ada kemungkinan untuk menimbulkan obstipasi. berkemih. Nutrisi Ditanyakan apa yang ibu konsumsi selama inpartu b. gangguan penglihatan. . Istirahat/tidur Waktu istirahat harus lebih lama dari pada keadaan biasa bagi wanita hamil membutuhkan 10-11 jam. gangguan jantung.. induksi oksitosin. perkawinan pada masyarakat pedesaan sering terjadi pada usia muda. hipertensi)? .Kapankah ibu terakhir kali makan atau minum? .

darah dan feses (Obstetri Fisiologi. Perut . Dada . cynose. .Adanya pantangan wanita hamil tentang makanan tertentu dapat mengakibatkan kekurangan gizi pada ibu hamil .Pemeriksaan laborat. warna konjungtiva. • Data psikologis Wanita hamil diharapkan selalu disertai perasaan aman dan tenang dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya yang akan datang.Apakah air susu pada ibu sudah keluar? . perubahan 30 sistole dan 15 diastole diatas tensi sebelum hamil menekankan toxemia gravidarum. Data Objektif 1 Pemeriksaan umum . DepKes RI: hal 81) • Latar belakang sosial budaya .Menentukan tinggi fundus uteri .Tanda-tanda vital Tidak boleh mencapai 140/90 mmHg.Apakah puting susu menonjol? d. warna pada sklera mata. Fak Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung:157) 2 Pemeriksaan khusus Inspeksi a.Pada wanita hamil dari golongan sosial ekonomi rendah pada umumnya tergolong kategori resiko besar . keadaan gizi. 1995:96) 2.Payudara menjadi lebih besar . kesadaran. Leher Apakah ada pembesaran kelenjar tyroid bila ibu menderita hypertiroidisme maka dapat mempengaruhi kehamilan yaitu kehamilan berakhir dengan keguguran. menjaga kebersihan sangat penting agar kesehatan ibu tetap terpelihara. Suhu dalam batas normal 36. Pakaian dan lingkungan. Pernafasan normal ± 80-90 x/menit. loterus atau dypnoe . wanita mempunyai status yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.5oc. ( Manuaba 1998:283) c. (Soetyningsih.Bagaimana keadaan umum penderita.Keadaan jantung dan paru-paru . terutama kala pengusiran.537.Adanya anemia. b.Berat badan .d.Reflek terutama lutut . (Perawatan Ibu di Puskesmas. persalinan prematur dapat terjadi kompensasio kordir. sehingga kurang energi protein (KEP) pada wanita lebih tinggi dengan akibat tingginya angka kematian bayi. Kepala Meliputi keadaan rambut. meliputi air kencing. kelainan bentuk badan. Kebersihan Kebersihan meliputi kebersihan tubuh.Pada masyarakat tradisional. .

kala II. dan kala IV) dasar (data subjektif. Payudara : apakah ada benjolan abnormal. Kebutuhan (sesuai dengan diagnosa/masalah yang ditemukan) III.Bagian terdahulu . Diagnosa (dibedakan antara kala I.Pengeluaran pada vulva .. letak punggung janin Leopold III : untuk menentukan bagian terbawah janin apakah sudah masuk PAP Leopold IV : untuk menentukan bagian terbawah janin seberapa jauh sudah masuk PAP.Apakah ketuban sudah pecah atau belum .Hodge Palpasi a. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial Mengidentifikasi masalah potensial sesuai dengan masalah atau diagnosa yang sudah diidentifikasi IV.Menentukan presentasi . kala III. Genetalia Dilakukan vagina toucher meliputi: . Terbawah janin (Asuhan Persalinan Normal 2008:40) e.Menentukan penurunan bag.Bagian terkecil janin .Memantau denyut jantung janin . Abdomen : raba kontraksi uterus dan frekuensinya dalam 10 menit Leopold I : untuk menentukan TFU dan bagian janin dalam fundus Leopold II : untuk menentukan batas samping rahim kanan/kiri. V. Identifikasi Kebutuhan Segera Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk di konsultasikan tau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi pasien. Pendidikan kesehatan . objektif) b. II. Masalah c.Effecement . Interpretasi Data/diagnosa a.Pembukaan . Leher : apakah ada pembesaran kelenjar tyroid atau vena jugularis b.Begian terendah pada janin . Terapi dan asuhan 2.Memantau kontraksi uterus . Merencanakan Asuhan Menyeluruh Menyusun rencana yang menyeluruh dengan rasional meliputi: 1. colostrum keluar atau tidak c.

00 tanggal 9 mei 2011. Keb PLOSO-JOMBANG Tanggal pengkajian : 9 mei 2011 Jam : 14:00 Wib I.Alamat : Klagen. Konseling 4. S. PENGKAJIAN A. Kolaborasi (bila diperlukan) 5. Implementasi Melakukan rencana asuhan menyeluruh yang telah diuraikan pada langkah V VII. HARITINING. Data Subjektif 1. Tindak lanjut VI.3.00 wib tanggal 9 mei 2011 dibagian perutnya. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa kenceng-kenceng sejak pukul 12.Subjektif : data yang diambil dari pasien .Assesment : merupakan diagnosa dari pemeriksaan subjektif dan objektif . Anamnesa a. Rujukan (bila diperlukan) 6. . Evaluasi Dilakukan evaluasi dari keefektifan dari asuhan yang diberikan . Identitas Klien Nama : Ny “A” Nama Suami : Tn “S” Umur : 29 th Umur : 35 th Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Agama : Islam Agama : Islam Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP Pekarjaan : Tidak bekerja Pekerjaan : Swasta Alamat : Klagen pandaan. serta mengeluarkan darah bercampur lendir.Tanggal/jam .Planning : menentukan rencana tindakan selanjutnya BAB III ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “A” KALA I-IV DENGAN PERSALINAN NORMAL DI BPS NY. lalu dibawa kebidan jam 14.Objektif : hasil pengkajian dari petugas kesehatan . Amd.Pandaan Jombang 2.

Trimester II : etabion (1×1). 2.b.Trimester III : Tidak ada keluhan Terapi yang diberikan . Riwayat kehamilan sekarang . calcimega (1×1). suami maupun keluarga. c.Trimester I : Mual dan muntah .00 wib d. Perasaan Ibu mengatakan merasa cemas dalam menghadapi proses persalinan nanti. nifas yang lalu.tanda persalinan Kontraksi : ada Frekuensi : 4x dalam 10 menit Kekuatan : 20-40 menit Lokasi ketidak nyamanan : perut samapai kepinggang Sejak tanggal : 9 mei 2011 jam 12. diminum habis .Trimester I : etabion (1×1). Pengeluaran pervaginam Darah lendir : ada Air ketuban : utuh Darah : ada Jumlah : 25 cc Warna : merah e. 10 th 1 hari 40 34 perempuan Laki-laki BPS RS bayi prematur PB/BB 49/3000 40/1700 Bayi keadaan Baik meninggal Nifas Laktasi + Keadaan Baik baik - Hamil ini . diminum habis g. 3. No Umur UK (mgg) Jenis kelamin tempat komplikasi ibu 1. calcimega (1×1) diminum habis . Riwayat kehamilan.Selama hamil periksa ke bidan . Tanda.Trimester II : Tidak ada keluhan . karena kelahiran anak ketiga ini sangat dinanti-nantikan oleh ibu.Mulai periksa pertama kali= tanggal 10-09-2010 (trimester sejak usia kandungan 1 bulan) Frekuensi : TM I : 1X TM II : 3X TM III : 9X HPHT : 11-08-2011 TP : 18-05-2011 Imunisasi TT : 5 kali Keluhan : . Masalah-masalah khusus tidak ada f.Trimester III : Neurodex (2×1). persalinan.

satu gelas susu/hari Saat inpartu : makan : nasi. Hipertensi. satu gelas susu. bau khas BAB: 1x /hari warna kuning. Riwayat kesehatan yang lalu ibu menyatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC.h.00-04. ikan Minum : 7-8 gelas dengan air putih Saat hamil : makan : 3X/ hari dengan nasi. bau khas Saat hami : BAK: 6-7x/hari warna kuning.00 (± 1 jam / hari) Tidur malam jam 21.00-13. buah Minum : 8 gelas air putih. 28 hari selama 7 hari . banyaknya. sayur. konsistensi lunak.30 (1-2 jam/ hari) Tidur malam jam 21. keramas 2x/ minggu dan gosok gigi 2x/ hari Saat hamil : mandi 3x/ hari. Minum : satu gelas teh. 5-7 1 kotex/hari . segelas air putih 2) Pola eleminasi Sebelum hamil : BAK: lancar 5x/ hari.30 (7-8 jam/ hari) Saat inpartu : Ibu belum tidur sama sekali 4) Pola kebiasaan diri Sebelum hamil : mandi 2x/hari. Pola kebiasaan sehari-hari 1) Pola nutrisi Sebelum hamil : makan : 2-3X/ hari dengan nasi. bau khas Saat inpartu : BAK: 1x/ hari warna kuning. hipertensi dan penyakit menurun seperti asma.Flour albus :tidak ada i. Riwayat menstruasi . Riwayat kesehatan keluarga ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular seperti TBC.Menarche : 12 tahun . sayur. lauk.00-04. bau khas BAB : 1x/ hari warna kuning.Banyaknya : hari ke 1-4 2 kotex/ hari. j. sayur. hanya saja ibu membersihkan daerah yang terkena urine dan darah. konsistensi lunak. k. ± 250cc 3) Pola istirahat dan tidur Sebelum hamil : Tidur siang jam 12. ikan.Dismenorhoe : kadang-kadang sebelum haid . dan penyakit jantung. warna kuning. asma. bau khas. hepatitis dan penyakit menurun seperti DM.Siklus : teratur. 5) Pola aktivitas .00-13. hepatitis dan penyakit menurun seperti DM. keramas 3x/ minggu dan gosok gigi 2x/ hari Saat inpartu : ibu belum mandi.00 (7-8 jam/hari) Saat hamil : Tidur siang jam 12.

mencuci dan memasak. puting susu menonjol. hiperpigmentasi areola. tidak pucat. tidak ada polip dan pernafasan cuping hidung. terdapat colostrum. Saat inpartu : ibu biasa ke kemar mandi sendiri untuk urine dan membersihkan darahnya. konjungtiva merah muda.5 Pernafasan : 20x/ menit Berat badan : 58 Kg Tinggi badan : 150 cm 3. tidak ada stomatitis Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kel Tyroid Payudara : simetris. Saat hamil : ibu biasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri tetapi tidak terlalu berat. l. Inspeksi Kepala : rambut bersih agak bergelombang. Pengkajian spiritual ibu mudah dituntun untuk mengingat sang pencipta dan melantunkan lafadzlafadz Allah SWT B. bersih. Telinga : simetris. Pengkajian psikologi keadaan cukup baik yang didukung kehadiran keluarganya m. kulit kepala bersih Muka : tidak ada oedem Mata : simetris. sclera putih. Saat inpartu : ibu belum pernah melakukan aktifitas seksualnya. Pemeriksaan Umum Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Composmentis Status emosional : Terkoordinasi 2. 6) Pola seksualitas Sebelum hamil : frekuensi 2x/ minggu Saat hamil : frekuensi 1x/ minggu dan ibu mengurangi frekuensinya saat kehamilan menginjak 17 bulan keatas. tidak berketombe. Data Objektif 1. . pergerakan bola mata normal Hidung : tidak ada secret. Pengkajian social ibu mengatakan hubungan dengan suami. tidak tampak lecy Mulut : mukosa bibir lembab.tanda vital Tensi : 120/80 mmtlg Nadi : 80x/ menit Suhu : 36.Sebelum hamil : ibu biasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri seperti menyapu. hitam. keluarga dan tetangga cukup baik n. Tanda. tidak ada serumen.

INTEPRETASI DATA DASAR Diagnosa (Dx) : Ny “A” kala I-IV dengan persalinan normal Ds : Ibu mengatakan ini kehamilan yang ketiga mulai jam 12.Perut : pembesaran sesuai umur kehamilan. 5. terdapat striae gravidarum ( striae albican). Leopold II : teraba keras memanjang seperti papan dibagian kanan dan dibagian kiri teraba bagian kecil janin. Palpasi Leher : tidak teraba pembesaran vena jugularis dank kel tyroid Payudara : tidak teraba benjolan abnormal pada payudara. Donald TFU : 34cm TBBJ: (TFU-11) x 155 = (34-11) x 155 = 3465 gr 6. lunak tidak melenting dibagian fundus. Pemeriksaan leopold : Lepold I : TFU : 3 jari bawah px (34 cm). . tidak ada oedema tidak oedema tidak sindaktil dan polydactyl. tidak ada gangguan pergerakan. Pemeriksaan dalam (vagina toucher) Tanggal 9 mei 2011 jam : 14. keras melenting (kepala) kepala sudah masuk PAP (divergen).Golongan darah = 0 II. Leopold III: bagian bawah janin teraba bulat.Teori Mc. teraba bulat. tidak ada oedema tidak ada sindaktil dan polydactil. Auskultasi DJJ : 140x/ menit : 5 detik 12 x 5 detik tidak 5 detik 11 x 5 detik tidak 5 detik 12 x 5 detik tidak 35×4 = 140x/ menit Puntum maksimum terletak sebelah kanan perut dibawah pusat . Perkusi Reflek patella kanan dan kiri +/+ 7. tidak ada ganguan pergerakan. Pemeriksaan penunjang .HB = 11 gr/dl . 4. Ekstremitas bawah: simetris. varices (-) dan oedema (-) ada darah + lendir Anus : tidak terdapat hemoroid Ekstremitas atas: simetris. Genetalia : warna kebiru-biruan (tanda chadwick) tidak terdapat luka partut. serta keluar darah bercampur lendir dari kemaluannya.00 Vulva : mengeluarkan lendir bercampur darah Pembukaan : 5 cm bagian terdahulu : UUK Ketuban : utuh bagian terkecil : tidak ada Effecemen : 50% bagian terendah : kepala Hodge : II 8. terdapat linea nigra dan tidak ada bekas luka jaitan/ operasi.00 WIB tanggal 9 mei 2011 merasa kenceng-kenceng pada perutnya.

karena kelahiran anak ketiga ini sangat dinanti-nantikan. Kriteria Hasil : TTV : TD : 120/80 mmHg N : 80-100 x/mnt . IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Diagnosa potensial : tidak ada Diagnose potensial : tidak ada IV. Leopold II : Teraba keras memanjang seperti papan di bagian kanan.posisi nyaman .cairan dan nutrisi . janin teraba bulat. teraba bulat.Do : TTV: TD : 120/80 mmHg N : 80x/menit S : 36.5 RR : 20x/ menit VT : Vagina : mengeluarkan darah bercampur lendir Pembukaan : 5 cm bagian terkecil : tidak ada Ketuban : utuh bagian terendah: kepala Effecemen : 50% hodge : 2 Bagian terdahulu: UUK depan DJJ : 140x/menit 5 detik 12x 5 detik tidak 5 detik 11x 5 detik tidak 5 detik 12x 5 detik tidak 35 x 4 = 140x/ menit TBBJ : (TFU-11) x 155= (34. INTERVENSI (Merencanakan Asuhan Yang Menyeluruh) Dx : Ny “A” kala I-IV dengan persalinan normal Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan persalinan dapat terjadi secara dan tidak melewati garis waspada.eliminasi III.11 ) x 155 = 3465 gr Leopold I : TFU = 3 jari bawah px (34cm). Kebutuhan : .pendekatan dan dukungan emosional . Leopold III : Bagian bawah. keras melenting(kepala). dan dibagian kiri teraba bagian kecil janin.pencegahan infeksi . IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA Tidak ada V. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP (3/5) Masalah : ibu merasa cemas dalam proses persalinan nanti. kepala sudah masuk PAP(divergen).observasi TVV .

Lakukan observasi TTV R/ deteksi dini adanya komplikasi pada ibu dan janin 6. IMPLEMENTASI Tanggal/jam Percobaan dan Hasil TTD 9 Mei 2011 14.00 wib 1. penurunan kepala tiap 4 jam. Berikan dukungan emosional dan pendekatan terapiutik R/ memberikan dukungan dan pendekatan yang baik akan terjalin kerjasama serta kepercayaan pasien terhadap petugas kesehatan 2.37. Berikan cairan dan nutrisi R/ dehidrasi bisa menyebabkan melemahnya tenaga untuk mengejan karena cairan dan nutrisi ibu sendiri diolah oleh tubuh dan diprodujsi sebagai bahan energi 7. memberikan dukungan emosional dan pendekatan terapiutik dengan cara menjelaskan mengenai keasaan pasien untuk tenang. Berikan posisi yang nyaman dan relaks R/ kondisi tubuh yang nyaman dan tenang akan membantu meringankan kecemasan pasien dalam menghadapi proses persalinan juga akan mempermudah persalinan 3. Lakukan observasi CHPB (contonen tiap ½ jam. Lakukan pemantauan eliminasi R/ penurunan kepala dapat terhambat karena penuhnya kandung kemih VI. berdoa serta memberikan dukungan . his tiap 10 menit. Lakukan tindakan dengan tekhnik antiseptic R/ mencegah terjadinya infeksi 8.5 . bandle bila ada indikasi) C: contonen (DJJ) R/ DJJ sangat perlu dilakukan untuk mengetahui keadaan perkembangan janin H: His (kontraksi uterus) R/mengetahui kekuatan uterus. Bombing ibu bagaimana cara mengejan yang benar R/ sikap kooperatif ibu dapat menciptakan kerjasama yang baik antara ibu dan petugas kesehatan sehingga mempermudah persalinan 4.4 RR : 16-24 x/menit HIS : 4×10 menit > 40 detik Pembukaan : 10 cm Penurunan kepala : 0/5 bagian Effacement : 100% Perdarahan Normal : kurang dari 500 cc Lama kala I multi : 6-7 jam DJJ : 120-160x/menit • Intervensi 1. mendeteksi dini adanya komplikasi P: penurunan bagian terbawah ke dalam panggul R/ penurunan kepala memantau kemajuan persalinan B: bandle (tanda adanya rupture uteri imminent dengan adanya bundaran berbatas tegas diatas sympysis) R/ mendeteksi adanya rupture uteri iminent 5.S : 36.

Terdahulu: UUK  bag terkecil: tidak ada  bag terendah: kepala  hodge: II His: 5x dalam 10 menit selama 45 detik 14.5oc N : 80 x/menit RR: 20 x/menit VT:  vulva : mengeluarkan lendir bercampur darah  pembukaan : 5 cm  ketuban : utuh  effacement : 50%  bag. seperti mencuci tangan 13 langkah. dengan memberikan air putih pada pasien. 4. sebanyak 250 cc 7. mulut terbuka tanpa suara. susu dan teh manis. 5. miring kanan dan mengajarkan relaksasi dan nafas penjang dihirup melalui hidung dan dihembuskan melalui mulut. melakukan observasi (HPB. Serta memakai hanscoon bila aka melakukan pemeriksaan dalam dan akan menolong persalinan. BAB = tidak BAK = ya. 6. 3. membimbing ibu bagaimana mengejan yang baik dan benar yaitu dagu ditempatkan di dada. salah datunya dengan posisi miring kiri. makanan ringan. melakukan segala tindakan dengan mengunakan technik anti septic.30 . memantau sudahkan ibu BAB dan BAK dengan memeriksa kandung kemihnya.bahwa dengan kondisi yang tenang akan mempermudah dan mempercepat proses persalinan 2. memberikan makan dan minuman selama dan akan menghadapi proses persalinan. mengejan saat ada his/ perut kenceng. memberikan posisi yang nyaman bagi klien. VT dan TTV) C (contonen)= 140x/menit 5 detik 12x 5 detik tidak 5 detik 11x 5detik tidak 5 detik 12x 5detik tidak 35 x 4 = 140x/menit H (His): 5x dalam 10 menit selama 20-40 detik P (penurunan): 3/5 B (Bandle): tidak ada TD: 120/80 mmHg S: 36.

kesadaran : composmentis TD: 120/80 mmHg S: 36.5oc N : 80 x/menit RR: 20 x/menit VT:  vulva : mengeluarkan lendir bercampur darah  pembukaan : 10 cm  ketuban : jernih  effacement : 100%  bag.30 wib S : ibu merasa perutnya lebih sering mules dan sakit O : K/U: baik.00 15. Terdahulu: UUK  bag terkecil: tidak ada  bag terendah: kepala  hodge: III VII.5oc N : 80 x/menit RR: 20 x/menit VT:  vulva : mengeluarkan lendir bercampur darah  pembukaan : 10 cm  ketuban : jernih  effacement : 100%  bag. TTV C (contonen): 140x/menit H (His): 5x dalam 10 menit selama 45 detik P (penurunan) : 1/5 B (bandle): tidak ada TD: 120/80 mmHg S: 36. VT. EVALUASI Tanggal: 9 Mei 2011 Jam: 15.DJJ: 140x/menit N: 88x/menit His: 5x dalam 10 menit selama 45 detik DJJ: 140x/menit N: 88x/menit Observasi CHPB.30 . Terdahulu: UUK  bag terkecil: tidak ada  bag terendah: kepala  hodge: III 15.

kesadaran composmentis Ada tanda gejala kala II:  ada dorongan kuat untuk meneran  ada tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan vagina  perineum tampak menonjol  vulva dan sfingter ani membuka A : Ny ‘A’ dengan kala II P : berikan dukungan emosional pada ibu Beri ibu nutrisi (minum/makan) sedikit demi sedikit Asuhan persalinan normal KALA II 1. 12. Periksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi atau saat relaksasi uterus = DJJ= 12. Dekontaminasi sarung tangan dan cairan clorin 0. 3. Membersihkan vulva dan perineum dari depan kebelakang dengan kapas. perjol.A : Ny ‘A’ G3P11001 UK 38-40 minggu janin tunggal hidup intra uteri letak kepala. Memeriksa kelengkapan alat dan mematahkan ampul oksitosin serta memasukan spuit kedalam partus set. cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan tangan dengan tissue atau handuk pribadi. 9. Memberi tahu ibu bahwa pembukaan lengakap keadaan 12. 8. Memakai sarung tangan DTT pada tangan kanan yang akan digunakan untuk pemeriksaan dalam.11= 140x/ menit • Menyiapkan Ibu Dan Keluarkan Untuk Membantu Proses Persalinan. Melakukan bimbingan meneran pada saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran 14. Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. Memakai clemek plastic 4. 11. Masukan oksitosin kedalam tabung suntik. Minta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran 13. 6.35 wib S : ibu merasa ada dorongan kuat dan meneran Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rectum dan vagina O : K/U baik. untuk memastikan pembukaan lengkap. Mendengar dan melihat adanya tanda persalinan kala II (doran. inpartu kala I fase aktif dengan keadaan ibu dan janin baik P : berikan dukungan emosional pada ibu Beri ibu nutrisi (minum/makan) sedikit demi sedikit Lihat tanda gejala kala II KALA II Tanggal: 9 Mei 2011 jam: 15. berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman jika ibu merasa belum ada dorongan kuat untuk meneran • Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi . 7. Melakukan pemeriksaan dalam.5 % 10. vulka) 2. teknus. 5. Menganjurkan ibu untuk berjalan.

Periksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus (hamil tunggal) 28. keringkan. Setelah melakukan putaran paksi luar. pegang kedua mata kaki. Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka lindungi perineum dengan 1 tangan yang dilapisi dengan kain bersih dan kering. atur posisi. Tanggal 9 Mei 2011. tungkai dan kaki. Tangan lain menahan kepala bayi untuk menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala. Setelah tubuh dan lengan lahir. Meletakkan handuk bersih di perut ibu jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm 16. Jam 16. Meletakkan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian di bawah bokong ibu 17. Penilaian Apgar Score: Criteria 1 menit 5 menit Frekuensi jantung/nadi 1 2 Berusaha nafas 1 1 Tonus otot 1 1 Menangis kuat 1 1 Kulit 0 2 Jumlah 4 7  Bayi asfiksia ringan. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir. di 1/3 paha bagian atas bagian distal lateral . kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. • Penanganan Bayi Baru Lahir 25. • Lahirnya Badan dan Tungkai 23. isap lendir. geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyangga kepala. Mulai dari muka. pegang secara biparietal. tarik cunam bawah untuk melahirkan bahu depan dan tarik cunam atas untuk melahirkan bahu belakang. Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan 18. Setelah kedua bahu lahir. Keringkan tubuh bayi. Pakai sarung tangan DTT pada kedua tangan 19. dilakukan tindakan HAIKAP 2 menit kemudian bayi menangis (hangatkan. lengan dan siku sebelah bawah. bokong.00 wib. penelusuran tangan atas berlanjut ke punggung. Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan • Lahirnya Bahu 22. atur posisi. Bayi lahir spontan belakang kepala. penilaian) 26. Jenis kelamin perempuan A-S: 4-7. dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika itu terjadi. biarkan bayi diatas perut ibu. Lakukan penilaian (selintas). 21. 27. Ganti handuk basah dengan handuk atau kain yang kering. Beritahu ibu bahwa akan disuntik oksitosin agar uterus berkontraksi baik 29. Anjurkan ibu untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal 20. suntikkan oksitosin 10 IU IM. 24.15. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.

Letakkan 1 tangan diatas kain pada perut ibu. lakukan pengguntingan tali pusat diantara kedua klem.30.Tali pusat semakin memanjang . 37. tangan lain menegang tali pusat 36. 39. Lakukan masase uterus. Jika plasenta tidak lahir dalam 30-40 menit. atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu. S : ibu mengatakan lega atas bayi yang baru saja dilahirkan meskipun ada sedikit hambatan pada bayi O : K/U baik. Ikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi. kesadaran composmentis Ada tanda-tanda lepasnya plasenta: . Setelah 2 menit pasca persalinan. kemudian lahirkan dan tempatkan pada wadah yang telah disediakan. Lakukan penegangan dorso cranial hingga plasenta terlepas. Setelah uterus berkontraksi. Letakkan bayi tengkurap di dada ibu. Letakan telapak tangan di fundus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi. mintalah ibu meneran sambil menolong menarik tali pusar dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas mengikuti poros jalan lahir. Usahakan kepala bayi diantara kedua payaudara ibu. Hentikan peregangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas. KALA IV Tanggal 9 Mei 2011 Jam: 23. 33.10 wib S : ibu mengatakan lega karena ari-arinya sudah lahir dengan normal O : plasenta lahir : lengkap Kotiledon : lengkap Selaput Plasenta : lengkap Berat plasenta : ± 500 gr Panjang tali pusat : ±48 cm . letak uterus bertambah tinggi) . Mendorong isi tali pusat kearah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm dari klem pertama 31. Letakkan bayi gar ada kontak kulit ibu ke kulit bayi.Perubahan bentuk dan tinggi fundus (uterus berkontraksi. tegangkan tali pusat diarah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus kearah belakang atas (dorso-kranial) secara hati-hati. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir. suami. • Jika uterus tidak segera berkontraksi. lepaskan klem dan masukkan pada wadah yang disediakan 32. 38. lahirkan plasenta dengan dua tangan pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin. Selimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi di kepala.Semburan darah mendadak ±75 cc A : Ny ‘A’ dengan kala III P : penatalaksanaan aktif persalinan kala III • Penatalaksanaan Aktif Persalinan Kala III 34. mintalah ibu. Saat plasenta muncul di introitus vagina. jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi. di tepi atas sympisis untuk mendeteksi. Dengan 1 tangan pegang tali pusat yang telah di klem. Pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva 35.

Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.Kelainan : tidak ada Perdarahan : 150 cc A : Ny ‘A’ P21002 post partum kala IV dengan keadaan umum baik P : penatalaksanaan kala IV 40. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi 52.1 mg im dip aha kiri anterolateral. 23kali dalam 10 menit pertama. tanggal 9 Mei 2011.5oc. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. S: 36. paling sedikit satu jam. Biarkan bayi tetap melakukan kontak kulit kekulit didada ibu. RR: 20x/menit. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai . Setelah 1 jam pemberian vitK. PB=49 cm. Setiap 30 menit selama 2 jam pertama. • Prosedur Pasca Persalinan 42. Tempatkan peralatan bekas pakai dalam larutan clorin 0.5% untuk dekontaminasi 10 menit. ∑ perdarahan 20 cc. a. pengukuran bayi. UC: baik(keras). Ajarkan ibu dan keluarga cara masase uterus dan menilai kontraksi 48. Lingkar kepala= SOB= 32 cm. menendang. Evaluasi jumlah perdarahan 49. lida=34 cm. segera lakukan penjaitan. Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan. FO= 34 cm. Periksa kembali bayi untuk memastikan bayi bernafas dengan baik 51. Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi (mengeluarkan air liur. lila=10cm 45. setiap 15 menit pada 1 jam pertama. • Memeriksa temperature tubuh ibu sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan. Setelah satu jam lakukan penimbangan. masukan plasenta kedalam kantong plastic atau tempat khusus. 43. Biarkan bayi berada di dada ibu selama 1 jam walaupun bayi sudah berhasil menyusu 44. setiap 30 menit pada jam kedua 47. berikan suntikan imunisasi Hb uniject dip aha kanan anterolateral 46. dan lakukan penjaitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. N: 80x/menit.15 wib TD: 110/70 mmHg. bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. MO= 35 cm. Lanjutkan pemantauan ontraksi uterus dan mencegah perdarahan pervaginam. Periksa kedua sisi plasenta baik bagaian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. 41. mencari puting susu) menyusui dini dalam waktu 30-60 menit menyusu pertama biasanya berlangsung 10-15 menit bayi cukup menyusu dari 1 payudara b. 50. Jam: 16. bari salep mata antibiotic profilaksis dan vit K 0. BB= 3000 gr.

CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal : 10 Mei 2011 jam : 06. Anjurkan untuk memberikan minum dan makanan yang diinginkan. ganti kasa tali pusat. tinggi fundus. Bantu ibu memakai pakaian bersih dan kering 54. sayur mayur. biarkan tali pusat tetap kering tanpa diberi alcohol atau obat-obatan) 3.00 wib S : ibu ibu merasakan lega dan senang telah melahirkan dengan proses persalinan normal dan lancar O : K/U : baik TD : 120/80 mmHg N : 88x/menit S : 36. perdarahan. hipotermi atau tidak) . Celupkan sarung tangan kotor dalam larutan clorin selama 10 menit balik bagian dalam ke luar dan rendam dalam larutan clorin selama 10 menit 57.Observasi nifas (meliputi TTV. Bersihkan sisa cairan ketuban. Ajarkan ibu cara merawat BBL (memandikan bayi dengan air hangat. Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna (nasi. Beritahu ibu untuk memberikan ASI sampai bayi berumur 6 bulan tanpa diberi makanan tambahan apapun (ASI ekslusif) .00 wib. Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. ikhterus atau tidak. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir 58. Kontraksi uterus) . 55. Dekontaminasi tempar bersalin dengan larutan clorin 56. Bantu ibu memberikan ASI. lochea.53. lendir dan darah.Ajarkan ibu dan keluarga cara masase fundus (letakkan tangan diatas fundus. lauk-pauk. Pastikan ibu merasa nyaman. Beritahu ibu untuk membersihkan alat kelamin (vulva) dan sesering mungkin mengganti softek 4. pernafasan. Lengkapi partograf (halaman depan dan belakang) periksa tanda vital dan asuhan kala IV. buah. tanggal 9 Mei 2011 BB : 3000 gr PB : 49 cm Jenis kelamin : perempuan A : Ny ‘A’ P21002 post partum spontan belakang kepala hari pertama dengan keadaan umum baik P : .Penyuluhan: 1.5oc RR : 24x/menit ∑ perdarahan : 2 kotek TFU : 2 jari dibawah pusat UC : baik Lochea : Rubra Bayi lahir spontan belakang kepala jam: 16. susu) dan ibu tidak boleh tarak (gizi seimbang) 2. lakukan pemijatan memutar searah jarum jam) .Observasi bayi (meliputi keadaan tali pusat.

Beritahu ibu untuk menjaga kebersihan dirinya dan merawat kebersihan payudaranya 8. b. Saran 1. Jakarta: YPB SP . Mahasiswa a. 2008. Agar mahasiswa dapat menggali ilmu lebih dalam lagi dalam memahami teori sehingga dapat diterapkan di lahan praktek. Azrul. Kesimpulan setelah menyelesaikan pembahasan dengan mengembangkan tinjauan kasus dengan tinjauan pada Ny “A” kala I-IV dengan Persalinan Normal. Jakarta: JNPK-KR Prawiharjo. Sarankan ibu untuk menggunakan KB yang sesuai untuk ibu menyusui agar produksi ASI tidak terganggu 6. dkk. Pada tahap ini penulis menarik kesimpulan sebagai berikut: 1.Kunjungan nifas 6-8 jam . Sarwono. Agar lebih sabar serta telaten dalam membimbing peserta praktek. (Sinopsis Obstetri 1998: 91) 2. Supaya mahasiswa lebih disiplin serta mengefisienkan waktu dalam menjalankan tugasnya. Asuhan Persalinan Normal dan Inisiasi Menyusui Dini. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin+uri) yang dapat hidup ke dunia luar. Ilmu kebidanan. Kontrol 5 hari atau jika ada keluhan BAB IV PENUTUP A.Nutrisi seimbang . Ibu dipulangkan dengan keadaan baik dan telah memperoleh asuhan: . jam 08. Kesamaan teori dan praktek sangatlah penting sehingga dapat diterapkan intervensi dan dapat di implementasikan 3. DAFTAR PUSTAKA Azwar. 3. b.5. Sarankan ibu untuk istirahan cukup 7. 2008. Bagi klien Klien hendaknya lebih memperhatikan kesehatan dirinya serta melakukan asuhan yang diberikan.00 wib.Persalinan normal . Bagi petugas kesehatan a.Konseling ibu dan bayi B. dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. Dapat menerapkan teori dengan lapangan/lahan praktek sesuai dengan standart kesehatan 2. Pada tanggal 10 Mei 2011.

Jakarta: EGC Mochtar. Jakarta: EGC Saifuddin. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan.Manuaba. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. . 2002. Rustam. Ida Bagus Gde. 1996. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. 1998. Abdul Bari. Ilmu Kebidanan. Sinopsis Obstetri Jilid 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->