P. 1
Makalah Peranan Agama Dalam Bp2

Makalah Peranan Agama Dalam Bp2

|Views: 1,076|Likes:
Published by Muhammad Ropia

More info:

Published by: Muhammad Ropia on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING

Disusun Oleh :

BAB I PENDAHULUAN

Landasan relegius bimbingan dan konseling pada dasarnya ingin menetapkan klien sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliannya menjadi focus sentral upaya bimbingan dan konseling (Prayitno dan Erman Amti,2003).

Pendekatan bimbingan dan konseling yang terintegrasi didalam dimensi agama,ternyata sangat disenangi oleh masyarakat Amerika dewasa ini.Ini didasarkan pada hasil polling Gallup pada tahun 1992 yang menunjukkan: 1. sebanyak 66% masyarakat menyenangi konselor yang professional,yang memiliki nilai-nilai keyakinan dan spiritual. 2. Sebanyak 81% masyarakat menyenangi proses konseling yang memperhatikan nilai-nilai keyakinan (agama)

Terkait dengan perlunya pengintegrasian nilai-nilai agama dalam konseleing, Marsha Wiggins Frame (2003) mengemukakan bahwa agama sepatutnya mendapat tempat dalam praktek-praktek konseling atau psikoterapi. Pemikiran ini didasarkan kepada beberapa alas an (kasus di Amerika). 1. Mayoritas orang mereka meyakini Tuhan, dan mereka banyak yang aktif di gereja, sinagog, masjid, atau tempat lainnya. 2. Terdapat tumpang tindih dalam nilai dan tujuan antara konseling dengan agama, seperti menyangkut upaya membntu individu agar dapat mengelola berbagai kesuliatn hidupnya. 3. banyak bukti empiric yang menunjukkan bahwa keyakinan beragama teleh berkontribusi secara positif terhadap kesehatan mental.

2

3 . Kebutuhan yang serius untuk mempertimbangkan konteks dan latar belakang budaya klien. 5.4. mengimplikasikan bahwa konselor harus memperhatikan secara sungguh-sungguh tentang peranan agama dalam budaya. Agama sudah patut diintegrasikan ke dalam konseling dalam upaya mengubah pola berfikir yang berkembang di akhir abad-20.

yaitu beriman dan beraqmal shaleh.BAB II PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING Agama sebagai pedoman hidup bagi manusia telah memberikan petunjuk (hudan) tentang berbagai aspek kehidupan. Sebagai petunjuk hidup bagi manusia dalam mencapai mentalnya yang sehat. agama mengharamkan atau melarang manusia melakukan penganiayaan. maka manusia harus beragama. Memelihara Jiwa Agama sangat menghargai harkat dan martabat. dan juga ada pihak luar yang senantiasa menggoda atau menyelewengkan manusia dari kebenaran. panyiksaan. manusia sering terjerumus melakukan perbuatan dosa. agama berfungsi sebagai berikut. Dalam memelihara kemuliaan jiwa manusia. atau melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. berarti di telah memelihara fitrahnya. atau bertaqwa kepada Allah. Memelihara Fitrah Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). yaitu setan. baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. b. dan juga berarti dia termasuk orang yang akan memperoleh rahmat Allah. a. Apabila manusia telah bertaqwa kepada Tuhan. Agar terhindar dan dapat mengendalikan hawa nafsu dari godaan setan (sehingga dirinya tetap suci). 4 . atau kemuliaan manusia. termasuk pembinaan dan pengembangan mental (rohani) yang sehat. Namun manusia mempunyai hawa nafsu (naluri atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan). atau pembunuhan.

dan rahmah (mendapat curahan karunia dari Allah). atau mencari ilmu. yang wajib ditempuh oleh sepasang suami istri. Aturan atau norma agama untuk untuk memelihara keturunan itu dengan pernikahan. seprti minum miniman keras (miras). dan (b) mengembangkan ilmu dan teknologi. mawaddah (cinta kasih). d. dan (b) menjauhkan diri dari perbuatan yang merusak akal. yaitu hendaknya manusia (a) mensyukuri nikmat akal itu.dan halhal lain yang dapat merusak fungsi akal yang sehat. atau memahami dan menerima nilai-nilai agama. maka agama memberi petunjuk kepada manusia untuk mengembangkan dan memeliharanya. Dengan akalnya inilah. belajar. Pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi orang dari kejatuhan kepada gangguan jiwa dan dapat pula mengembalikan kesehatan jiwa bagi orang yang gelisah. semakin banyak ibadahnya. Memelihara Akal Allah telah memberikan karunia kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Karena pentingnya peran akal ini. menggunakan obat-obatan terlarang. 5 . Pernikahn merupakan upacara agama yang sakral (suci). yaitu akal. nyaman). Semakin dekat seseorang kepada Tuhan. Perniakhan ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah (tentram. manusia memeiliki (a) kemampuan membedakan yang baik dan buruk.c. Memelihara Keturunan Agama mengajarkan kepada manusia tentang cara memelihara keturunan atau system regenerasi yang suci. menggunakaan narkoba (naza). Menurut Zakiah Darajat (1982) salah satu peranan agama adalah sebagai terapi (penyembuhan) bagi ganguan kejiwaan. atau mengembangkan kebudayaan.dengan cara memenfaatkan seoptimal mungkin untuk berfikir.

Agama merupakan sumber nilai. Mengapa dekadensi moral (delinquency). baik di kalangan orang dewasa. Sholat dan doa merupakan medium dalam agama untuk menuju ke arah kehidupan yang berarti. Pemberian layanan bimbingan semakin diyakini kepentingannya bagi anak dan siswa. dan kestabilan hidup umat manusia. pendeta. dan memberi akan suasana yang damai dan tenang. 6 . semakin jauh orangitu dari agama akan semakin susahlah mencari ketentraman batin. maupun anak-anak. psikiater. M. Kehidupan yang efektif menuntut adanya tuntunan hidup yang mutlak. serta semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran dalam hidup. mengingat dinamika kehidupan masyarakat dewasa ini cenderung lebih kompleks. dan ketegangan lainnya. Surya (1977) mengemukakan bahwa agama memegang peranan sebagai penentu dalam proses penyesuaian diri. serta praktik-praktik kehidupan politik dan ekonomi yang tidak berlandaskan moral agama telah menyebabkan berkembangnya gaya hidup tersebut adalah merebaknya dekadensi moral atau pelecehan nilai-nilai agama.maka akan semakin tentram jiwanya. Demikian pula sebaliknya. dan konseloar bahwa agam adalah faktor penting dalam memelihara dan memperbaiki kesehatan mental. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. frustasi. kepercayaan dan pola-pola tingkah laku yang akan memberiakn tuntunan bagi arti. itu semakin marak? Dalam hal ini Zakiah Darajat (1973: 12) mengemukakan bahwa masalah itu disebabkan oleh beberapa faktor. Hal ini diakui oleh ahli klinis. tujuan. remaja. Agama memberikan suasana psikologis tertentu dalam mengurangi konflik. khususnya dikalangan remaja.

dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral. baik dari segi ekonomi. 7 . dan alat-alat anti hamil. gambar. 1) William James (seorang filosof dan ahli ilmu jiwa Amerika) berpendapat sebagai berikut. social. Kurang tertanamkan jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat. Antara kita dengan Tuhan terdapat suatu ikatan yang tidak terputus apabila kita menundukkan diri di bawah pengarahan-Nya.Faktor-faktor yang Menyebabkan Perilaku Menyimpang 1. dan kesenian yang tidak mengindahkan dasar dan tuntunan moral. 2. Pendidikan moral tidak terlaksana dengan mestinya. Keimanan kepada Tuhan merupakan salah satu kekuatan yang harus terpenuhi untuk menopang seseorangdalam hidup ini. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang. c. 4. 5. Tidak diragukan lagi bahwa terapi yang terbaik bagi keresahan adalah keimanan kepada Tuhan. maupun politik. baik dirumah tangga. Berikut akan dikemukakan pendapat para ahli tentang pengaruh agama terhadap kesehatan mental. 7. siaran. Banyaknya tulisan. maupun masyarakat. 8. 3. a. Diperkenalkan secara popular obat-obat. Keadaan masyarakat yang kurang stabil. Suasana rumah tangga yang kurang baik. 6. b. sekolah. Dan tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan konseling (konseling) bagi anak-anak dan pemuda.

A. b. a. Briel (psikoanalisis) mengatakan bahwa. sebab mereka telah kehilangan sesuatu yang telah diberikan oleh agama-agama yang ada di setiap masa. tidak kudapatkan seorang pasien pun di antara yang telah di antara yang telah ada pada penggal kedua umur mereka. sama sekali tidak membuat keruh ketenangan relung hati yang dalam dan tidak membuatnya resah. Gelombang lautan yang menggelora. Jung (ahli psikoanalisasis dari Jerman) menemukan sebagai berikut. Sebab individu yang benar-benar religius akan terlindung dari keresahan.” 8 . “individu yang benar-benar religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa. ketenangannya tidak akan terkeruhkan oleh gejolak superficial yang sementara sifatnya. Sungguh. selalu terjaga keseimbangannya. Selama tiga puluh tahun yang lalu. Demikian halnya dengan individu yang keimanannya mendalam. 3) A.d. Dapat kukatakan bahwa masing-masing mereka telah bukan kebutuhan akan wawasan agama tentang menjadi mangsa penyakit. pribadi-pribadi dari berbagai bangsa di dunia telah mengadakan konseling denganku dan aku pun telah banyak menyembuhkan pasien. yakni dari 35 tahun yang problem esensialnya kehidupan. 2) Carl G. dan selalu siap untuk menghadapi segalai malapetaka yang terjadi. tidak ada seorang pun di antara mereka yang menjadi sembuh kecuali setelah ia kembali pada wawasan agama tentang kehidupan.

religious commitment is a force to consider. dan ketegangan jiwa serta ingin hidup tenag. dan (3) komitmen agama mempunyai hubungan signifikan dan positif dengan clinical benefit. 6) Dadang Hawari Idries (psikiater) mengemukakan. 5) Arnold Toynbee (sejarahan Inggris) mengemukakan bahwa krisis yang diderita orang-orang Eropa pada zaman modern ini satu-satunya bagi penderita yang sedang mereka alami ialah kembali kepada agama. 8) Zakiah Darajat (1982: 58) mengemukakan bahwa “apabila manusia ingin terhindar dari kegelisahan. dan mempercepat pemulihan penyakit. kecemasan. maka hendaklah manusia percaya kepada Tuhan dan hidup mengamalkan ajaran agama. 7) Larson berpendapat bahwa: “…in navigating the complexities of human health and relationship. Agama bukanlah dogma. maka komitmen terhadap agama merupakan suatu kekuatan yang patut diperhatikan.” (Untuk mengemudikan atau mengendalikan kompleksitas hubungan dan kesehatan manusia. (2) agama lebih bersifat protektif daripada problem producing. tentram.4) Henry Link (ahli ilmu jiwa Amerika) mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya yang dalam menerapkan percobaan-percobaan kejiwaan atas kaum buruh dalam proses pemulihan dan pengarahan profesi. meningkatan kemampuan mengatasi penyakit.” 9 . bahagia dan dapat membahagiakan orang lain. ia mendapatkan bahwa pribadi-pribadi yang religius dan sering mendatangi tempat ibadah menikmati kepribadian yang lebih kuat dan baik ketimbang pribadi-pribadi yang tidak beragama yang sama sekali tidak menjalankan suatu ibadah. tetapi agama adalah kebutuhan jiwa yang perlu dipenuhi. bahwa dari sejumlah penelitian para ahli bias disimpulkan (1) komitmen agama dapat mencegah dan melindungi seseorang dari pnyakit.

maka pengaruhnya menjadi sangat jelas.” Berdasarkan pendapat-pendapat diatas. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa individu tidak akan mencapai atau memiliki mental yang sehat tanpa agama.20) mengemukan bahwa “Apabila do’a itu dibiasakan dan bersungguh-sungguh. dapat disimpulkan bahwa agama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental individu. 10 . 1980:19. Ia merupakan semacam perubahan kejiwaan dan kebadanan.9) Carrel Aulia. Ketentraman ditimbulkan oleh do’a itu merupakan pertolongan yang besar pada pengobatan.

Agama merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat kelak. manusia mempunyai tugas suci untuk beribadah kepada-Nya. dan menghormati agama klien yang berbeda dengan agama yang dianutnya. Agar penerapan nilai-niali agama dalam layanan bimbingan dan konseling berlangsung secara baik. maka dalam semua kegiatan kehidupan manusia harus merujuk kepada nilai-nilai agama. maka pengintegrasian atau penerapan nilai-nilai agama dalam layanan bimbingan dan konseling merupakn suatu keniscayaan yang harus ditumbuh kembangkan. Hakikat manusia adalah makhluk Allah. 5. Sebagai khalifah. homo religius. yang berfungsi sebagai hamba dan khalifah-Nya. Berdasarkan pendapat para ahli dan temuan-temuan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa agama sangat berperan terhadap pencerahan diri dan kesehatan mental individu. 2.BAB III PENUTUP (KESIMPULAN) 1. 3. maka konselor dipersyaratkan untuk memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang dianutnya. manusia mempnyai kewajiban atau amanah untuk menciptakan dan menata kehidupan yang bermakna bagi kesejahteraan hidup bersama (rahmatan lil’alamiin). Karena agama sebagai pedoman hidup. Sebagai hamba. Bertitik tolak dari hal ini. 4. yang berpotensi untuk dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama. Manusia adalah makhluk yang mempunyai fitrah beragama. 11 .

Peran Agama Dalam Bimbingan Konseling BAB I PENDAHULUAN A. Dalam hal ini adalah kenakalan remaja. ketika seorang remaja muslim sudah tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam dirinya dan menghianati apa yang telah ia pelajari mulai awal tentang agama norma tersebut. Dalam hal ini sangatlah memerlukan perhatian khusus dari guru agama. karena kita mengetahui suatu hal yang paling urgen dampaknya. Dan diri kami tersentuh dan bertanya tiada henti. Bagaimanakah pendekatan agama dalam bimbingan dan konseling? C. pertamanya kami acuh tak acuh terhadap pokok bahasan ini karena teori. sesuai dengan referensi yang kami dapatkan dan bermanfaat untuk kami kembangkan.buku bimbingan dan konseling adalah teori barat yang sangat minim sekali pada peribahan bimbingan dan konseling dalam sudut pandang islam.teori yang banyak dikembangkan di buku. Oleh karena itulah kelompok kami akan membahas dan mengupas peranan agama dan psikologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Mengetahui sejauh mana peran agama dalam bimbingan dan konseling? 2.tapi rasab acuh tak acuh itu berkembang menjadisebuah kesadaran untuk memotifasi kami membuat suatu makalah yang sangat urgen ini. Latar Belakang Di dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan agama islam pastilah terdapat berbagai macam problem baik secara langsung maupun tidak langsung. Mengetahui kedekatan agama dalam bimbingan konseling? 12 .karena kami menganggap diri kami sebagai kaum intelektual muslim yang masih tahap belajar sering mendapat suatu pertanyaan-pertayaan” dimnakah peranan agama dan nilai budaya (Moral) dalam pengembangan anak?”. karena guru agama dianggap sebagai kunci sentral dalam membendung dan memfilter pengaruh negatif dari luar. Rumusan Masalah 1. Oleh karena itu kami merumuskan beberapa masalah diantaranya adalah B. Bagaimanakah peran agama dalam bimbingan dan konseling? 2. Tujuan 1.

” (Ar-Ra’d :27) Dari ayat-ayat diatas sehingga dapat dipahami bahwa ada jiwa yang menjadi fasik dan adapula jiwa yang menjadi takwa. khususnya Agama Islam. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya. kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat agama itu ibarat bimbingan (guidance) dalam pandangan psikologi. 13 . walaupun satu ayat saja yang dipahaminya. Seperti tertuang dalam ayat berikut ini : ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd. baik atau buruk. dengan kata lain membimbing kearah mana seseorang itu akan menjadi. tergantung kepada manusia yang memilikinya. Hal ini tidak terlepas dari tugas para Nabi yang membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikan yang hakiki dan juga para Nabi sebagai figure konselor yang sangat mumpuni dalam memecahkan permasalahan (problem solving) yang berkaitan dengan jiwa manusia. Ayat ini menunjukan agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain. Proses pendidikan dan pengajaran agama tersebut dapat dikatakan sebagai “bimbingan” dalam bahasa psikologi. Nabi Muhammad SAW.ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs? ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ “Demi masa. Sungguh manusia dalam kerugian. ãAqà)tƒur tûïÏ%©!$# (#rã ヘ xÿx. (Al-Ashr :1-3) Dengan kata lain manusia diharapkan saling memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas manusia itu sendiri. agar manusia keluar dari tipu daya syaiton. menyuruh manusia muslim untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam yang diketahuinya. saling menasehati supaya mengikuti kebenaran dan saling menasehati supaya mengamalkan kesabaran”. Iwöqs9 tAÌ“Ré& Ïmø‹n=tã ×ptƒ#uä `ÏiB ¾ÏmÎn/§‘ 3 ö@è% žcÎ) ©!$# ‘@ÅÒム`tB âä!$t±o„ ü“ωöku‰ur Ïmø‹s9Î) ô`tB z>$tRr& ÇËÐÈ “Berkata orang-orang tiada beriman:”Mengapa tiada diturunkan kepadanya (Muhammad) sebuah mukjizat dari Tuhannya?” Jawablah :”Allah membiarkan sesat siapa yang Ia kehendaki. Ajaran Islam Yang Berkaitan Dengan Bimbingan Konseling Bebicara tentang agama terhadap kehidupan manusia memang cukup menarik.BAB II PEMBAHASAN A. dan membimbing orang yang bertobat kepadaNya.

. merekalah orang-orang yang beruntung”. Kami lakukan yang demikian itu agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan :”Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (Al-A’Raf :172) ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽö ヘ sƒø:$# tbrã ヘ ãBù‘tƒur` Å$rã ヘ÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ì ヘ s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9‘ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh.`ÏB ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä `ÏB óOÏdÍ‘qßgàß öNåktJƒÍh‘èŒ öNèdy ‰pkôr&ur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& àMó¡s9r& öNä3În/t ヘ Î/ ( (#qä9$s% 4’n?t/ ¡ ! $tRô‰Îgx© ¡ cr& (#qä9qà)s? tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $¯RÎ) $¨Zà2 ô`tã #x‹»yd tû. maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya” (At-Tiin :4-5) øŒÎ)ur x‹s{r& y7•/u‘ . seperti yang tertuang pada ayat-ayat berikut : ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷ŠyŠu‘ Ÿ@xÿó™r& tû. kami menjadi saksi). kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Allah menunjukan adanya bimbingan.Î#Ïÿ»xî ÇÊÐËÈ “Dan ingatlah. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan-keturunan anak-anak Adam dari tulang sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : Betul (Engkau Tuhan kami. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalann-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (Ali Imran:104) äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An Nahl:125) 14 .Î#Ïÿ»y™ ÇÎÈ “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. nasihat atau petunjuk bagi manusia yang beriman dalam melakukan perbuatan terpuji.Dalam hal ini Islam memberi perhatian pada proses bimbingan.

dalam mencegah sedapat mungkin kesulitan yang dapat dihadapi dalam pergaulan atau sexual. yang keras. Konseling developmental. pilihan karir. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Dengan demikian. pengembangan diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat disitimewakan. yaitu meliputi beberapa tipe konseling berikut ini : 1. pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR$ $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y ‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdt ヘ tBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâ ミ sD÷sムÇÏÈ “Hai orang-orang yang beriman. dan penyalahgunaan zat adiktif. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. citra diri. Konseling fasilitatif.Ada beberapa ayat yang lebih khusus menerangkan tugas seseorang dalam pembinaan agama bagi keluarganya. 4. dan pergaulan social. 15 . kebutuhan akan hubungan bantuan (helping relationship). dan sebagainya. pada dasarnya timbul dari diri dan luar individu yang melahirkan seperangkat pertanyaan mengenai apakah yang harus diperbuat individu. 2. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. khusus konseling sekolah adalah adanya kebutuhan nyata dan kebutuhan potensial para siswa pada beberapa jenjang pendidikan. dalam menghadapi kesulitan dan kemungkinan kesulitan pemahaman diri dan lingkungan untuk arah diri dan pengambilan keputusan dalam karir. terutama konseling. 3. percaya diri. sehingga menjadi pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan dijadikan kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. kegagalan pergaulan atau pacaran. (At Tahrim:6) ö‘É‹Rr&ur y7s?uŽ ヘ ϱtã šúüÎ/t ヘ ø%F{$# ÇËÊÍÈ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (AsSyu’ara:214) Selanjutnya yang berkaitan dengan perkembangan konseling. dalam menghadapi saat-saat krisis yang dapat terjadi misalnya akibat kegagalan sekolah. Konseling preventif. perkembangan karir dan perkembangan akademik. Konseling krisis. akademik. dalam menopang kelancaran perkembangan individual siswa seperti pengembangan kemandirian. Dalam konsep Islam. Manusia yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya.

ini baginya adalah ibadah. dan seterusnya yang berkaitan dengan klien dan konselor. selanjutnya dalam pelaksanaannya pembimbing dan konselor perlu memiliki tiga langkah untuk menuju pada kesuksesan bimbingan dan konseling. 3. 2. yaitu berprinsip kepada Al-Qur’an Al Karim. Memiliki Prinsip Masa Depan. Prinsip dan langkah tersebut penting bagi pembimbing dan konselor muslim. (QS Al-Mujadalah 58:11) B. 6. memiliki kemampuan pengendalian diri yang dilatih dan disimbolkan dengan “puasa”. pribadi muslim tersebut memiliki ketangguhan pribadi tentunya dengan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1.sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râ“à±S$# (#râ“à±S$$sù Æìsùö ヘ tƒ ª!$# tûïÏ%©!$## ) (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# . Pendekatan Islami Dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling Pendekatan Islami dapat dikaitkan dengan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling yang meliputi pribadi. 5. Dengan mengamalkan hal tersebut akan memberi keyakinan dan kepercayaan bagi counselee yang melakukan bimbingan dan konseling. 16 . Memiliki Prinsip Kepercayaan. Selalu memiliki Prinsip Landasan dan Prinsip Dasar yaitu hanya beriman kepada Allah SWT. Bagi pribadi muslim yang berpijak pada pondasi tauhid pastilah seorang pekerja keras. yaitu beriman kepada Nabi dan Rasulnya. yaitu beriman kepada “Hari Kemudian” Memiliki Prinsip Keteraturan.M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎ ヘ Î7yz ÇÊÊÈ “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. yaitu beriman kepada Malaikat. Selalu memiliki Prinsip Pembelajaran. perasaan. Pertama. 4. dan ketiga. kedua memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus symbol kehidupan yaitu “Shalat lima waktu”. memiliki mission statement yang jelas yaitu “Dua Kalimat Syahadat”. kecerdasan. karena akan menghasilkan kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ) yang sangat tinggi (Akhlakul Karimah). sikap. yaitu beriman kepada “Ketentuan Allah” Jika konselor memiliki prinsip tersebut (Rukun Iman) maka pelaksanaan bimbingan dan konseling tentu akan mengarahkan counselee kearah kebenaran. Sehingga pada pelaksanaan bimbingan konseling. Memiliki Prinsip Kepemimpinan. namun nilai bekerja baginya adalah untuk melaksanakan tugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya.

akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. serta melarang yang mungkar. sehingga berkembanglah psikologi yang memiliki cabang-cabang terapan. Hal demikian oleh agama-agama besar di dunia dipertegas bahwa manusia adalah mahluk yang disebut mahluk beragama (homo religious). diketahui bahwa manusia memerlukan bantuan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya dan muncullah berbagai bentuk pelayanan kejiwaaan. oleh karena itu memiliki naluri agama (instink religious). Proses pelaksanaan bimbingan. ibadah dan jalan hidup yang di ridai Allah SWT. konseling dan terapi dimana filosopinya didasarkan atas ayat-ayat Alquran dan Sunnah Rosul.” (Ali Imran : 104) Pada ayat tersebut memberi kejelasan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling akan mengarahkan seseorang pada kesuksesan dan kebijakan.” (Ar-Rum : 30) Pada diri counselee juga ada benih-benih agama. Selanjutnya ditemukan bahwa agama. sehingga untuk mengatasi masalah dapat dikaitkan dengan agama. terutama Agama Islam mempunyai fungsifungsi pelayanan bimbingan. konseling dan psikoterapi dalam Islam. dari yang paling ringan (bimbingan). dan menyuruh orang melakukan yang benar. tentunya membawa kepada peningkatan iman. dalam hal ini Agama Islam. tidak ada perubahan pada naluri dari Allah itu. 17 . Itulah agama yang lurus.ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) Ύösƒø:$# tbrããBù’tƒur` Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9′ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu suatu umat yang menyeru berbuat kebaikan. dengan demikian pembimbing dan konselor dapat mengarahkan individu (counselee) kearah agamanya. Para pembimbing dan konselor perlu mengetahui pandangan filsafat Ketuhanan (Theologie). Dengan berkembangnya ilmu jiwa (psikologi). berarti manusia dalam sepanjang sejarahnya senantiasa memiliki kepercayaan terhadap Tuhan atau hal-hal gaib yang menggetarkan hatinya atau hal-hal gaib yang mempunyai daya tarik kepadanya. dan bagi konselor sendiri akan mendapat nilai tersendiri dari Allah SWT. yang sedang (konseling) dan yang paling berat (terapi).ù=yÜÏ9 «!$# 4 š チ Ï9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$# ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah (tetaplah atas) fitrah (naluri) Allah yang telah menciptakan manusia menurut naluri itu. diantaranya bimbingan. manusia disebut “homo divians” yaitu mahluk yang berke-Tuhan-an. sesuai dengan firman Allah SWT : óOÏ%r’sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $Zÿ‹ÏZym 4 |Nt ヘ ôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# t ヘ sÜsù } ¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏ‰ö7s? È. Merekalah orang yang mencapai kejayaan. konseling dan terapi.

walaupun satu ayat yang dipahaminya.Î#Ïÿ»y™ ÇÎÈ “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. (An Nahl:125) 18 . Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalann-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi masalah yang ada di depan mata kita. kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Sebagaimana seperti ayat-ayat di bawah ini : ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷ŠyŠu‘ Ÿ@xÿó™r& tû. Agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain. Menyuruh manusia untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam sesuai dengan apa yang diketahui. dan membimbing manusia kearah yang baik. maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya” (At-Tiin :4-5) ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽö ヘ sƒø:$# tbrã ヘ ãBù‘tƒur` Å$rã ヘ÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ì ヘ s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9‘ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan. merekalah orang-orang yang beruntung”. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh. (Ali Imran:104) äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Kesimpulan Dari paparan dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa : seorang manusia diharapkan saling memberi bimbingan satu sama lain sesuai dengan kemampuan dan keahlian manusia itu sendiri.BAB III PENUTUP A.

2002. 2001. yang keras. Jakarta :Kalam Mulia. 2001. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2004. Jakarta : Bulan Bintang 19 . Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Zakiah Daradjat. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual– ESQ. Psikoterapi Islami. Nasir. (At Tahrim:6) ö‘É‹Rr&ur y7s?uŽ ヘ ϱtã šúüÎ/t ヘ ø%F{$# ÇËÊÍÈ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (AsSyu’ara:214) DAFTAR PUSTAKA Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab. Sahilun A. Kesehatan Mental. Ary Ginanjar Agustian. Zakiah Daradjat. 2002. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR$ $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y ‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdt ヘ tBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâ ミ sD÷sムÇÏÈ “Hai orang-orang yang beriman.Jakarta : Penerbit Arga. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Andi Mappiare AT. Jakarta : Toko Gunung Agung. Jakarta : Kencana. 2002. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja.

Oleh sementara ahli didik. b. hubungan dengan tuhan sangat bersifat pribadi atau personal mereka.peranan agama dan psikologi dalam BK 1. Perkembangan Kejiwaan Pada Anak Guru Agama dalam menjalankan tugasnya sebagai konselor/ pembimbing Agama disamping perlu menyadari langkah-langkahnya dengan sumber ajaran Agama juga dalam proses kounseling perlu memperhatikan perkembangan jiwa keagamaan pada anak bimbing. oleh karenanya sangat mudah untuk di pengaruhi oleh guru Agama. periode usia inilah duianggap merupan masa. a. Oleh karena itu tugas pengamatan yang pertama-tama harus di lakukan oleh guru Agama saebagai kounselor ialah pengamatan langsung pada situasi dan sikap Agama pada keluarga serta lingkungan hidup anak bimbing yang selanjutnya dijadikan bahan dasar pengartian di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan metode mana yang hendak dipakai dalam proses bimbingan dan konselingagama itu.1 Perkembangan Hidup Pada Anak Tingkat Sekolah Dasar. 1. Pada usia 6 tahun penertiannya terhadap Agama menjadi makin kuat. senang berdoa dengan sepenuh hati. Mereka lebih ingin mengetahui tentang tuhan dan banyak mengajukan pertanyaan tentang hal tersebut. Usia 7 sampai 10 tahun mereka mulai memperoleh sikap yang lebih matang terhadap aghama.masa peka terhadap penidikan agama. apalagi bilamana praktek ibadah selalu di berikan kepada mereka. 20 .

dan konflik 21 . Perkembangan Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTA Demikian pula pada anak tingkat pendidikan SLTA sering terjadi konflik batin yang tidak mereka ketahui jalan keluarnya.kegiatan keagamaan lainnya. bencana alam dll). Dalam periode inilah guru agama sebagai konselor dapat melakukan bimbingan dan konseling melalui pendekatan situasional (kematian . Anak pada tingkat pendidikan sltp telah memasuki masa pubertas yang oleh para ahli psikologi di anggap masa usia dimana peasaamn keagamaan mul. 1. Perasaan itu perlu dikembangkan melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti sembahyang berjamah.ai terbentuk dalam pribadinya.nilai keagamaan yang di bimbing oleh konselor yang me3njadikan dirinya sebagai pelindung atau penyelamat baginya. Masa pubertas tersebut dialami oleh mereka sebagai permulaan timbulnya kegoncangan batin yang sangat memerlukan tempat perlindungan jiwa.c.3. Usia 10 sampai 12 tahun anak telah benar-benar dapat menghayati cerita serta peristiwa.2. Kekosongan batin dalam kegoncangan jiwa sangat terbuka kepada pengaruh nilai. panitia hari besar agama serta organisasi dan kegiatan.peristiwa yang mengandung kegiatan (spiritual) seperti kematian dsb. Perkembangn Hidup Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTP. 1. yang mampu memberikan pengarahan positif dalam perkembangan hidup selanjutnya.

diskusi kelompok. seni budaya dan organisasi yang terkendalikan. Penyaluran nafsu-nafsu yang berejolak dalam pribadi mereka perlu diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat sublimatif sepeti kegiatan olahraga. Willam E. osis. dan sosio drama. Metode Bimbingan Dan Konseling Yang Dapat Diterapkan Dalam Keagamaan Para pembimbing keagamaan memerlukan beberapa metode yang dapat menghampiri sasaran tugasnya antara lain: 2. Hulme metode ini sangat cocok di gunakan oleh penyuluh Agama. pembimbing dapat menggembangkan sikap sosial (relasi sosial) 2. 2. 2.1 Metoe Interview (wawancara) Interview adalah suatu metode untuk mendapatkan data dengan mengadakan wawancara secara langsung. karena kondelor akan lebih memahami kenyataan 22 .3 Metode Non Directif (Tidak Mengarahkan) Dalam metode ini terdapat dasar pandangan bahwa klient sebagai mahluk yang bulat yang memilii kemampuan berkembang sendiri dan sebagai pencari kemantapan diri sendiri.demekian memerlukan bantuan pencerahan atau penyelesaian dari konselor yang meletakkan dirinya sebagai petunjuk jalan keluar.2 Metode kelompok Yaitu metode yang diakukan diluar kelas atau jam pelajaran yangmeliputi karya wisata. Dr. Dengan menggunakan kelompok.

4 Metode directive conseling Directive conseling merupakan bentuk psikoterapi yang paling sederhana.eh klient disadari menjadi sumber kecemasannya.. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena counselor dapat secara langsung memberikan jawaban terhadap problem yang o.5 Metode educatif (pencerahan) Metode educatif adalah pemberian pencerahan terhadap unsurunsur kejiwaan yang menjadi sumber konflik seseorrang dan selanjutnya koonselor menganaliisa fakta kejiwaan klient untuk penyembuuan. ( Qs Ali imron 159)” 23 . konflik kejiwaan dan gangguan jiwa lainya. 2. Sesungguhnya Allaah menyukai mereka bertawakkal kepadanya. Dalam hubungan dengan penggunaan metode tersebut di atas guru agama sebagai orang yang hrus melakukan bimbingan dan konseling dalam agama perlun juga menjiwai langkah.penderitaaan klient yang biasanya bersumber pada perasaan dosa yang banyak menimbulkan perasaan cemas. maka bertakwalah kepada Allah. 2.langkahnya dengan sumber – sumber petunjuk aghama misalnya : “Maka di sebabkan Rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Karena itu maafkan mereka dan bermusyawarqahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabbila kamu telah membulatkan tekad.

antara lain kematangan jiwa dan keimanan yang tangguh serta berkemampuan menjadi uswatun hasanah (contoh teladan) sesuai norma-norma ajaran agamanya. Di lihat dari segi missioner. Pada umumnya para ahli memandang bahwa konselor agama menempuh berbagai jalan atau cara yang lebih sulit dari pada menjadi konselor dibidang lain yang non agama. jabatan guru agama dapat dikatakan sebagai reeping (panggilan tuhan) untuk berbakti kepada tuhan dengan 24 . 3.Asyaary dan Muadz bin–Jabal ketika hendak beerangkat ke Yaman untuk menunaikan misi khusus : “‘Permudahlah jangan mempersukar dan gembiralah ( bbbesarkan jiwanya) dan jangaan melakukan tindakan yang menyebbabbbkan mereka lari pada-Mu” (Al Haditst). Guru Agama Sebagai Pendidik Dan Pembimbing Tugas dan fungsi guru dalam proses kependidikan disekolah (Madrasah) tidak hanya sebagai pengajar ilmu pengetahuan semata-mata melainkan juga betugas sebagai pendidik dan pembimbing atau konselor. baik dilingkungan sekolah naupun diluar sekolah. terutama yang berkegiatan dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Menurut beberapa ahli bahwa bimbingan dan pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam proses. karena konselor agama harus memiliki beberapa persyaratan khusus.Disamping itu prinsip pendekatan yang telah diajarkan nabi kepada Abbu musa Al.

juga di pandang oleh para pengikutnya. juru penghibur hati duka. seseorang iman atau ulama secara builtin (melekat). Sebagaimana sabda beliau yang artinya: “aku diutus untuk menjadi guru” dan sabdanya lagi:”‘ saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mullia” 4.1 Kenakalan Remaja Sebagai Suatu Problema. Kenakalan remaja adalah tingkah laku atau perbuatan yang berlawanan dengan hokum-hukum yang berlaku yang dilakukan oleh anak-anak dari antara umur 10 tahun sampai dengan 18 tahun. pemberi.fungsinya yang amat penting bagi pembinaan iman melalui proses kependidikan individual manusia. Dalam pandangan islam. selain sebagai guru agama dan pendidik juga sebagai penyuluh atau konselor agama yang tugasnya menjadi guru penerang. Program Khusus Bimbingan Agama Bagi Penanggulangan Kenakalan Remaja 2. Dalam melihat masslah ini kita perlu membedakan manakah yang kita kategorikan kenakalan dengan bukan kenakalan. juru pengingat. petunjuk jalan arah kebenaran. Sebagaimana halnya fungsi nabi Muhammad SAW yang di utus menjadi mu’allim (guru) dan pendidik akhlak al-karimah. serta muballig yang perilaku sehari-harinya mencerminkan uswatun hasanah di tengah ummatnya. Perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak dibawah usia 10 tahun dan diatas 18 25 .4.

Pengaruh teman sebaya 6. dalam hubungannya dengan kkenakalan remaja yang telah di uraikan diatas maka pendidik agama sebagai konselor di samping perlu memahami berbagai faktor penyebabnya perlu pula mengambil langkah- 26 . Pandangan terhadap diri sendiri yang negatif. Menggangu jalanya perkembangan sosial paedegogis.faktor yang Mengakibatkan Kenakalan Remaja a. Faktor Kepribadian 1. Penilaian yang tidak tepat kepada diri sendiri dan orang lain (buta moral) 4.4. Pengaruh pelaksanaan hokum (kurang dapat di pertanggung jawabkan) b. Mengangu tertib sosial dan hokum b. Dorongan nafsu 3. Keretakan hidup keluarga 4.2 Faktor. Masa daerah peralihan 3. Merugikan perkembangan generasi muda itu sendiri c. dan kebudayaan dan sebagainya 2. ekonomi. Praktek mengasuh anak 5. Penyakit syraf 2. Keadaan ekonomi masyrakat 2. Faktor lingkungan 1.tahun dengan sendirinya tidak di kategorikan dalam apa yang kita sebut “kenakalan” Tingkah laku anak remaja yang dipandang kenakalan karena a.

maka berusahalah melakukan pendekatan kepada remaja yang bersangkutan. 3. Di lingkungan sekolah hendaknya bekerja sama dengan guru d bidang lain 2. 4. Hendaknya mempolakan rencana program pencegahan dilingkungan sekolah dengan kegiatan diskusi. Dalam rangka pencegahan. Misal: karang taruna dalam organisasi remaja. sebagaimana dilukiskan oleh allah dalam firmannya tentang pemuda al-kahfi: Artinya: “Sesungguhnya meereka adalah kaum remaja yang teguh beriman dan aku tambah kepada mereka petunjuk. Berusaha menghindarkan remaja dari pengaruh mass media yang mengandung unsur mmerusak moral. (QS Al-kahfi:13) 27 . Bila mana terjadi kenakalan didalam limgkungan tanggung jawabnya. Berusaha membina hubungan kkerja sama dengan orang tua murid yang sebaik-baiknya. Berusaha membina kerjasama dengan Biro konsultasi remaja yang ada. 6.langkkah prreventif (mencegah) dan kuratif (mengobati) yang meliiputi prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Missal: majalah porno. 7. Akan tetapi yang penting perlu diingat konselor agama senantiasa menanamkan pengeertian kepada remaja bahhwa kaum reemajapun dapat beriman yang teguh dan beraagama yang taat. dan pejabat peradilan anak atau kepolisian bidang pengawasan anak. 5. hendaknya konselor agama berusaha mengisi acaara koonseling di pusat-pusat kegiatan remaja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->