PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING

Disusun Oleh :

BAB I PENDAHULUAN

Landasan relegius bimbingan dan konseling pada dasarnya ingin menetapkan klien sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliannya menjadi focus sentral upaya bimbingan dan konseling (Prayitno dan Erman Amti,2003).

Pendekatan bimbingan dan konseling yang terintegrasi didalam dimensi agama,ternyata sangat disenangi oleh masyarakat Amerika dewasa ini.Ini didasarkan pada hasil polling Gallup pada tahun 1992 yang menunjukkan: 1. sebanyak 66% masyarakat menyenangi konselor yang professional,yang memiliki nilai-nilai keyakinan dan spiritual. 2. Sebanyak 81% masyarakat menyenangi proses konseling yang memperhatikan nilai-nilai keyakinan (agama)

Terkait dengan perlunya pengintegrasian nilai-nilai agama dalam konseleing, Marsha Wiggins Frame (2003) mengemukakan bahwa agama sepatutnya mendapat tempat dalam praktek-praktek konseling atau psikoterapi. Pemikiran ini didasarkan kepada beberapa alas an (kasus di Amerika). 1. Mayoritas orang mereka meyakini Tuhan, dan mereka banyak yang aktif di gereja, sinagog, masjid, atau tempat lainnya. 2. Terdapat tumpang tindih dalam nilai dan tujuan antara konseling dengan agama, seperti menyangkut upaya membntu individu agar dapat mengelola berbagai kesuliatn hidupnya. 3. banyak bukti empiric yang menunjukkan bahwa keyakinan beragama teleh berkontribusi secara positif terhadap kesehatan mental.

2

3 .4. 5. Kebutuhan yang serius untuk mempertimbangkan konteks dan latar belakang budaya klien. mengimplikasikan bahwa konselor harus memperhatikan secara sungguh-sungguh tentang peranan agama dalam budaya. Agama sudah patut diintegrasikan ke dalam konseling dalam upaya mengubah pola berfikir yang berkembang di akhir abad-20.

yaitu beriman dan beraqmal shaleh. atau pembunuhan. agama berfungsi sebagai berikut. agama mengharamkan atau melarang manusia melakukan penganiayaan. berarti di telah memelihara fitrahnya. Memelihara Jiwa Agama sangat menghargai harkat dan martabat. atau bertaqwa kepada Allah. Memelihara Fitrah Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). a. dan juga ada pihak luar yang senantiasa menggoda atau menyelewengkan manusia dari kebenaran. atau melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sebagai petunjuk hidup bagi manusia dalam mencapai mentalnya yang sehat. baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. manusia sering terjerumus melakukan perbuatan dosa. Dalam memelihara kemuliaan jiwa manusia. panyiksaan. termasuk pembinaan dan pengembangan mental (rohani) yang sehat. atau kemuliaan manusia. Apabila manusia telah bertaqwa kepada Tuhan.BAB II PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING Agama sebagai pedoman hidup bagi manusia telah memberikan petunjuk (hudan) tentang berbagai aspek kehidupan. 4 . b. Namun manusia mempunyai hawa nafsu (naluri atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan). maka manusia harus beragama. yaitu setan. Agar terhindar dan dapat mengendalikan hawa nafsu dari godaan setan (sehingga dirinya tetap suci). dan juga berarti dia termasuk orang yang akan memperoleh rahmat Allah.

c. d. yaitu akal. atau memahami dan menerima nilai-nilai agama. maka agama memberi petunjuk kepada manusia untuk mengembangkan dan memeliharanya. Karena pentingnya peran akal ini. Perniakhan ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah (tentram. Pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi orang dari kejatuhan kepada gangguan jiwa dan dapat pula mengembalikan kesehatan jiwa bagi orang yang gelisah. yang wajib ditempuh oleh sepasang suami istri. atau mengembangkan kebudayaan. Memelihara Keturunan Agama mengajarkan kepada manusia tentang cara memelihara keturunan atau system regenerasi yang suci. semakin banyak ibadahnya.dan halhal lain yang dapat merusak fungsi akal yang sehat. seprti minum miniman keras (miras). dan (b) mengembangkan ilmu dan teknologi. Dengan akalnya inilah. Semakin dekat seseorang kepada Tuhan.dengan cara memenfaatkan seoptimal mungkin untuk berfikir. yaitu hendaknya manusia (a) mensyukuri nikmat akal itu. manusia memeiliki (a) kemampuan membedakan yang baik dan buruk. 5 . dan (b) menjauhkan diri dari perbuatan yang merusak akal. Aturan atau norma agama untuk untuk memelihara keturunan itu dengan pernikahan. Pernikahn merupakan upacara agama yang sakral (suci). Memelihara Akal Allah telah memberikan karunia kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain. mawaddah (cinta kasih). menggunakaan narkoba (naza). nyaman). menggunakan obat-obatan terlarang. dan rahmah (mendapat curahan karunia dari Allah). Menurut Zakiah Darajat (1982) salah satu peranan agama adalah sebagai terapi (penyembuhan) bagi ganguan kejiwaan. belajar. atau mencari ilmu.

tujuan. serta praktik-praktik kehidupan politik dan ekonomi yang tidak berlandaskan moral agama telah menyebabkan berkembangnya gaya hidup tersebut adalah merebaknya dekadensi moral atau pelecehan nilai-nilai agama. baik di kalangan orang dewasa. Hal ini diakui oleh ahli klinis. remaja. Kehidupan yang efektif menuntut adanya tuntunan hidup yang mutlak. Pemberian layanan bimbingan semakin diyakini kepentingannya bagi anak dan siswa. dan ketegangan lainnya. serta semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran dalam hidup. Agama memberikan suasana psikologis tertentu dalam mengurangi konflik. Agama merupakan sumber nilai. khususnya dikalangan remaja. frustasi. kepercayaan dan pola-pola tingkah laku yang akan memberiakn tuntunan bagi arti. Demikian pula sebaliknya. 6 . Sholat dan doa merupakan medium dalam agama untuk menuju ke arah kehidupan yang berarti. dan konseloar bahwa agam adalah faktor penting dalam memelihara dan memperbaiki kesehatan mental.maka akan semakin tentram jiwanya. dan memberi akan suasana yang damai dan tenang. psikiater. maupun anak-anak. semakin jauh orangitu dari agama akan semakin susahlah mencari ketentraman batin. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. pendeta. mengingat dinamika kehidupan masyarakat dewasa ini cenderung lebih kompleks. Surya (1977) mengemukakan bahwa agama memegang peranan sebagai penentu dalam proses penyesuaian diri. Mengapa dekadensi moral (delinquency). dan kestabilan hidup umat manusia. itu semakin marak? Dalam hal ini Zakiah Darajat (1973: 12) mengemukakan bahwa masalah itu disebabkan oleh beberapa faktor. M.

dan kesenian yang tidak mengindahkan dasar dan tuntunan moral. Tidak diragukan lagi bahwa terapi yang terbaik bagi keresahan adalah keimanan kepada Tuhan. 6. 3. dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral. Keimanan kepada Tuhan merupakan salah satu kekuatan yang harus terpenuhi untuk menopang seseorangdalam hidup ini. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang. 8. social. Dan tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan konseling (konseling) bagi anak-anak dan pemuda. Keadaan masyarakat yang kurang stabil. Pendidikan moral tidak terlaksana dengan mestinya. Suasana rumah tangga yang kurang baik.Faktor-faktor yang Menyebabkan Perilaku Menyimpang 1. c. siaran. 7. dan alat-alat anti hamil. 1) William James (seorang filosof dan ahli ilmu jiwa Amerika) berpendapat sebagai berikut. 2. b. Diperkenalkan secara popular obat-obat. 4. baik dari segi ekonomi. sekolah. Banyaknya tulisan. Kurang tertanamkan jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat. maupun politik. maupun masyarakat. 7 . 5. Berikut akan dikemukakan pendapat para ahli tentang pengaruh agama terhadap kesehatan mental. gambar. baik dirumah tangga. Antara kita dengan Tuhan terdapat suatu ikatan yang tidak terputus apabila kita menundukkan diri di bawah pengarahan-Nya. a.

A. Briel (psikoanalisis) mengatakan bahwa. ketenangannya tidak akan terkeruhkan oleh gejolak superficial yang sementara sifatnya. sama sekali tidak membuat keruh ketenangan relung hati yang dalam dan tidak membuatnya resah. tidak ada seorang pun di antara mereka yang menjadi sembuh kecuali setelah ia kembali pada wawasan agama tentang kehidupan. a. pribadi-pribadi dari berbagai bangsa di dunia telah mengadakan konseling denganku dan aku pun telah banyak menyembuhkan pasien. “individu yang benar-benar religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa.d. 3) A. 2) Carl G.” 8 . dan selalu siap untuk menghadapi segalai malapetaka yang terjadi. Sebab individu yang benar-benar religius akan terlindung dari keresahan. Dapat kukatakan bahwa masing-masing mereka telah bukan kebutuhan akan wawasan agama tentang menjadi mangsa penyakit. b. yakni dari 35 tahun yang problem esensialnya kehidupan. Sungguh. Gelombang lautan yang menggelora. sebab mereka telah kehilangan sesuatu yang telah diberikan oleh agama-agama yang ada di setiap masa. tidak kudapatkan seorang pasien pun di antara yang telah di antara yang telah ada pada penggal kedua umur mereka. Demikian halnya dengan individu yang keimanannya mendalam. Jung (ahli psikoanalisasis dari Jerman) menemukan sebagai berikut. selalu terjaga keseimbangannya. Selama tiga puluh tahun yang lalu.

dan (3) komitmen agama mempunyai hubungan signifikan dan positif dengan clinical benefit. bahwa dari sejumlah penelitian para ahli bias disimpulkan (1) komitmen agama dapat mencegah dan melindungi seseorang dari pnyakit. (2) agama lebih bersifat protektif daripada problem producing.religious commitment is a force to consider. ia mendapatkan bahwa pribadi-pribadi yang religius dan sering mendatangi tempat ibadah menikmati kepribadian yang lebih kuat dan baik ketimbang pribadi-pribadi yang tidak beragama yang sama sekali tidak menjalankan suatu ibadah.” 9 . 6) Dadang Hawari Idries (psikiater) mengemukakan. meningkatan kemampuan mengatasi penyakit. 7) Larson berpendapat bahwa: “…in navigating the complexities of human health and relationship. tentram. maka komitmen terhadap agama merupakan suatu kekuatan yang patut diperhatikan. 5) Arnold Toynbee (sejarahan Inggris) mengemukakan bahwa krisis yang diderita orang-orang Eropa pada zaman modern ini satu-satunya bagi penderita yang sedang mereka alami ialah kembali kepada agama.4) Henry Link (ahli ilmu jiwa Amerika) mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya yang dalam menerapkan percobaan-percobaan kejiwaan atas kaum buruh dalam proses pemulihan dan pengarahan profesi. tetapi agama adalah kebutuhan jiwa yang perlu dipenuhi. bahagia dan dapat membahagiakan orang lain. 8) Zakiah Darajat (1982: 58) mengemukakan bahwa “apabila manusia ingin terhindar dari kegelisahan.” (Untuk mengemudikan atau mengendalikan kompleksitas hubungan dan kesehatan manusia. maka hendaklah manusia percaya kepada Tuhan dan hidup mengamalkan ajaran agama. Agama bukanlah dogma. kecemasan. dan ketegangan jiwa serta ingin hidup tenag. dan mempercepat pemulihan penyakit.

” Berdasarkan pendapat-pendapat diatas.9) Carrel Aulia.20) mengemukan bahwa “Apabila do’a itu dibiasakan dan bersungguh-sungguh. dapat disimpulkan bahwa agama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental individu. 1980:19. Ia merupakan semacam perubahan kejiwaan dan kebadanan. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa individu tidak akan mencapai atau memiliki mental yang sehat tanpa agama. 10 . Ketentraman ditimbulkan oleh do’a itu merupakan pertolongan yang besar pada pengobatan. maka pengaruhnya menjadi sangat jelas.

dan menghormati agama klien yang berbeda dengan agama yang dianutnya. 11 . Sebagai khalifah. maka dalam semua kegiatan kehidupan manusia harus merujuk kepada nilai-nilai agama. Bertitik tolak dari hal ini. maka pengintegrasian atau penerapan nilai-nilai agama dalam layanan bimbingan dan konseling merupakn suatu keniscayaan yang harus ditumbuh kembangkan. maka konselor dipersyaratkan untuk memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang dianutnya. 4. yang berfungsi sebagai hamba dan khalifah-Nya. homo religius. manusia mempunyai tugas suci untuk beribadah kepada-Nya. Agama merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat kelak. 3. yang berpotensi untuk dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama. manusia mempnyai kewajiban atau amanah untuk menciptakan dan menata kehidupan yang bermakna bagi kesejahteraan hidup bersama (rahmatan lil’alamiin). 2. Berdasarkan pendapat para ahli dan temuan-temuan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa agama sangat berperan terhadap pencerahan diri dan kesehatan mental individu. 5. Karena agama sebagai pedoman hidup. Sebagai hamba.BAB III PENUTUP (KESIMPULAN) 1. Manusia adalah makhluk yang mempunyai fitrah beragama. Agar penerapan nilai-niali agama dalam layanan bimbingan dan konseling berlangsung secara baik. Hakikat manusia adalah makhluk Allah.

tapi rasab acuh tak acuh itu berkembang menjadisebuah kesadaran untuk memotifasi kami membuat suatu makalah yang sangat urgen ini.karena kami menganggap diri kami sebagai kaum intelektual muslim yang masih tahap belajar sering mendapat suatu pertanyaan-pertayaan” dimnakah peranan agama dan nilai budaya (Moral) dalam pengembangan anak?”. Dan diri kami tersentuh dan bertanya tiada henti.teori yang banyak dikembangkan di buku. Bagaimanakah peran agama dalam bimbingan dan konseling? 2.Peran Agama Dalam Bimbingan Konseling BAB I PENDAHULUAN A. Dalam hal ini adalah kenakalan remaja. karena kita mengetahui suatu hal yang paling urgen dampaknya. Rumusan Masalah 1. Latar Belakang Di dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan agama islam pastilah terdapat berbagai macam problem baik secara langsung maupun tidak langsung. pertamanya kami acuh tak acuh terhadap pokok bahasan ini karena teori. Mengetahui sejauh mana peran agama dalam bimbingan dan konseling? 2. sesuai dengan referensi yang kami dapatkan dan bermanfaat untuk kami kembangkan. Oleh karena itulah kelompok kami akan membahas dan mengupas peranan agama dan psikologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Dalam hal ini sangatlah memerlukan perhatian khusus dari guru agama. karena guru agama dianggap sebagai kunci sentral dalam membendung dan memfilter pengaruh negatif dari luar. Bagaimanakah pendekatan agama dalam bimbingan dan konseling? C. Oleh karena itu kami merumuskan beberapa masalah diantaranya adalah B. Tujuan 1.buku bimbingan dan konseling adalah teori barat yang sangat minim sekali pada peribahan bimbingan dan konseling dalam sudut pandang islam. ketika seorang remaja muslim sudah tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam dirinya dan menghianati apa yang telah ia pelajari mulai awal tentang agama norma tersebut. Mengetahui kedekatan agama dalam bimbingan konseling? 12 .

Nabi Muhammad SAW. kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan. menyuruh manusia muslim untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam yang diketahuinya. dan membimbing orang yang bertobat kepadaNya. 13 .ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs? ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ “Demi masa. Seperti tertuang dalam ayat berikut ini : ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd. ãAqà)tƒur tûïÏ%©!$# (#rã ヘ xÿx. baik atau buruk.BAB II PEMBAHASAN A. khususnya Agama Islam. tergantung kepada manusia yang memilikinya. Sungguh manusia dalam kerugian. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya. Proses pendidikan dan pengajaran agama tersebut dapat dikatakan sebagai “bimbingan” dalam bahasa psikologi. walaupun satu ayat saja yang dipahaminya. Hal ini tidak terlepas dari tugas para Nabi yang membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikan yang hakiki dan juga para Nabi sebagai figure konselor yang sangat mumpuni dalam memecahkan permasalahan (problem solving) yang berkaitan dengan jiwa manusia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat agama itu ibarat bimbingan (guidance) dalam pandangan psikologi.” (Ar-Ra’d :27) Dari ayat-ayat diatas sehingga dapat dipahami bahwa ada jiwa yang menjadi fasik dan adapula jiwa yang menjadi takwa. (Al-Ashr :1-3) Dengan kata lain manusia diharapkan saling memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas manusia itu sendiri. saling menasehati supaya mengikuti kebenaran dan saling menasehati supaya mengamalkan kesabaran”. Ajaran Islam Yang Berkaitan Dengan Bimbingan Konseling Bebicara tentang agama terhadap kehidupan manusia memang cukup menarik. Ayat ini menunjukan agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain. Iwöqs9 tAÌ“Ré& Ïmø‹n=tã ×ptƒ#uä `ÏiB ¾ÏmÎn/§‘ 3 ö@è% žcÎ) ©!$# ‘@ÅÒム`tB âä!$t±o„ ü“ωöku‰ur Ïmø‹s9Î) ô`tB z>$tRr& ÇËÐÈ “Berkata orang-orang tiada beriman:”Mengapa tiada diturunkan kepadanya (Muhammad) sebuah mukjizat dari Tuhannya?” Jawablah :”Allah membiarkan sesat siapa yang Ia kehendaki. agar manusia keluar dari tipu daya syaiton. dengan kata lain membimbing kearah mana seseorang itu akan menjadi.

ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan-keturunan anak-anak Adam dari tulang sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : Betul (Engkau Tuhan kami. (An Nahl:125) 14 . menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Kami lakukan yang demikian itu agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan :”Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.Dalam hal ini Islam memberi perhatian pada proses bimbingan.. seperti yang tertuang pada ayat-ayat berikut : ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷ŠyŠu‘ Ÿ@xÿó™r& tû. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalann-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. (Ali Imran:104) äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.Î#Ïÿ»xî ÇÊÐËÈ “Dan ingatlah. merekalah orang-orang yang beruntung”. (Al-A’Raf :172) ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽö ヘ sƒø:$# tbrã ヘ ãBù‘tƒur` Å$rã ヘ÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ì ヘ s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9‘ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan.Î#Ïÿ»y™ ÇÎÈ “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh. kami menjadi saksi).`ÏB ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä `ÏB óOÏdÍ‘qßgàß öNåktJƒÍh‘èŒ öNèdy ‰pkôr&ur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& àMó¡s9r& öNä3În/t ヘ Î/ ( (#qä9$s% 4’n?t/ ¡ ! $tRô‰Îgx© ¡ cr& (#qä9qà)s? tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $¯RÎ) $¨Zà2 ô`tã #x‹»yd tû. Allah menunjukan adanya bimbingan. nasihat atau petunjuk bagi manusia yang beriman dalam melakukan perbuatan terpuji. maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya” (At-Tiin :4-5) øŒÎ)ur x‹s{r& y7•/u‘ .

dan sebagainya. sehingga menjadi pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan dijadikan kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. Konseling fasilitatif. khusus konseling sekolah adalah adanya kebutuhan nyata dan kebutuhan potensial para siswa pada beberapa jenjang pendidikan. Konseling krisis. pengembangan diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat disitimewakan. pilihan karir. 3. Dengan demikian. Konseling developmental. pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR$ $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y ‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdt ヘ tBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâ ミ sD÷sムÇÏÈ “Hai orang-orang yang beriman. percaya diri. kebutuhan akan hubungan bantuan (helping relationship). dalam menopang kelancaran perkembangan individual siswa seperti pengembangan kemandirian. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. Manusia yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Konseling preventif. 15 . citra diri. akademik. terutama konseling. pada dasarnya timbul dari diri dan luar individu yang melahirkan seperangkat pertanyaan mengenai apakah yang harus diperbuat individu. perkembangan karir dan perkembangan akademik. (At Tahrim:6) ö‘É‹Rr&ur y7s?uŽ ヘ ϱtã šúüÎ/t ヘ ø%F{$# ÇËÊÍÈ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (AsSyu’ara:214) Selanjutnya yang berkaitan dengan perkembangan konseling.Ada beberapa ayat yang lebih khusus menerangkan tugas seseorang dalam pembinaan agama bagi keluarganya. dan penyalahgunaan zat adiktif. dalam mencegah sedapat mungkin kesulitan yang dapat dihadapi dalam pergaulan atau sexual. 2. dalam menghadapi saat-saat krisis yang dapat terjadi misalnya akibat kegagalan sekolah. yang keras. Dalam konsep Islam. yaitu meliputi beberapa tipe konseling berikut ini : 1. 4. dan pergaulan social. dalam menghadapi kesulitan dan kemungkinan kesulitan pemahaman diri dan lingkungan untuk arah diri dan pengambilan keputusan dalam karir. kegagalan pergaulan atau pacaran. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

kecerdasan. karena akan menghasilkan kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ) yang sangat tinggi (Akhlakul Karimah). Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Selalu memiliki Prinsip Pembelajaran. Memiliki Prinsip Kepercayaan.sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râ“à±S$# (#râ“à±S$$sù Æìsùö ヘ tƒ ª!$# tûïÏ%©!$## ) (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# . dan seterusnya yang berkaitan dengan klien dan konselor. 3. Pertama. Prinsip dan langkah tersebut penting bagi pembimbing dan konselor muslim. yaitu beriman kepada “Hari Kemudian” Memiliki Prinsip Keteraturan. Memiliki Prinsip Masa Depan. pribadi muslim tersebut memiliki ketangguhan pribadi tentunya dengan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. yaitu berprinsip kepada Al-Qur’an Al Karim. selanjutnya dalam pelaksanaannya pembimbing dan konselor perlu memiliki tiga langkah untuk menuju pada kesuksesan bimbingan dan konseling. namun nilai bekerja baginya adalah untuk melaksanakan tugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya. kedua memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus symbol kehidupan yaitu “Shalat lima waktu”. Bagi pribadi muslim yang berpijak pada pondasi tauhid pastilah seorang pekerja keras. 6. 2. 16 . yaitu beriman kepada Malaikat. 5. ini baginya adalah ibadah. memiliki mission statement yang jelas yaitu “Dua Kalimat Syahadat”. yaitu beriman kepada “Ketentuan Allah” Jika konselor memiliki prinsip tersebut (Rukun Iman) maka pelaksanaan bimbingan dan konseling tentu akan mengarahkan counselee kearah kebenaran. (QS Al-Mujadalah 58:11) B. Pendekatan Islami Dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling Pendekatan Islami dapat dikaitkan dengan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling yang meliputi pribadi. 4. Selalu memiliki Prinsip Landasan dan Prinsip Dasar yaitu hanya beriman kepada Allah SWT. Sehingga pada pelaksanaan bimbingan konseling. sikap. yaitu beriman kepada Nabi dan Rasulnya. perasaan. dan ketiga. Memiliki Prinsip Kepemimpinan. memiliki kemampuan pengendalian diri yang dilatih dan disimbolkan dengan “puasa”. Dengan mengamalkan hal tersebut akan memberi keyakinan dan kepercayaan bagi counselee yang melakukan bimbingan dan konseling.M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎ ヘ Î7yz ÇÊÊÈ “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

dan bagi konselor sendiri akan mendapat nilai tersendiri dari Allah SWT. sesuai dengan firman Allah SWT : óOÏ%r’sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $Zÿ‹ÏZym 4 |Nt ヘ ôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# t ヘ sÜsù } ¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏ‰ö7s? È. tidak ada perubahan pada naluri dari Allah itu. diketahui bahwa manusia memerlukan bantuan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya dan muncullah berbagai bentuk pelayanan kejiwaaan. manusia disebut “homo divians” yaitu mahluk yang berke-Tuhan-an.ù=yÜÏ9 «!$# 4 š チ Ï9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$# ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah (tetaplah atas) fitrah (naluri) Allah yang telah menciptakan manusia menurut naluri itu. Hal demikian oleh agama-agama besar di dunia dipertegas bahwa manusia adalah mahluk yang disebut mahluk beragama (homo religious). Merekalah orang yang mencapai kejayaan. dengan demikian pembimbing dan konselor dapat mengarahkan individu (counselee) kearah agamanya. Proses pelaksanaan bimbingan. sehingga berkembanglah psikologi yang memiliki cabang-cabang terapan. tentunya membawa kepada peningkatan iman. diantaranya bimbingan. Selanjutnya ditemukan bahwa agama. oleh karena itu memiliki naluri agama (instink religious). serta melarang yang mungkar. dari yang paling ringan (bimbingan). dan menyuruh orang melakukan yang benar. yang sedang (konseling) dan yang paling berat (terapi). konseling dan terapi. Itulah agama yang lurus. terutama Agama Islam mempunyai fungsifungsi pelayanan bimbingan. dalam hal ini Agama Islam. berarti manusia dalam sepanjang sejarahnya senantiasa memiliki kepercayaan terhadap Tuhan atau hal-hal gaib yang menggetarkan hatinya atau hal-hal gaib yang mempunyai daya tarik kepadanya.” (Ali Imran : 104) Pada ayat tersebut memberi kejelasan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling akan mengarahkan seseorang pada kesuksesan dan kebijakan. konseling dan terapi dimana filosopinya didasarkan atas ayat-ayat Alquran dan Sunnah Rosul. 17 . sehingga untuk mengatasi masalah dapat dikaitkan dengan agama.ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) Ύösƒø:$# tbrããBù’tƒur` Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9′ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu suatu umat yang menyeru berbuat kebaikan.” (Ar-Rum : 30) Pada diri counselee juga ada benih-benih agama. ibadah dan jalan hidup yang di ridai Allah SWT. Dengan berkembangnya ilmu jiwa (psikologi). konseling dan psikoterapi dalam Islam. akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Para pembimbing dan konselor perlu mengetahui pandangan filsafat Ketuhanan (Theologie).

Sebagaimana seperti ayat-ayat di bawah ini : ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷ŠyŠu‘ Ÿ@xÿó™r& tû. kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh. (An Nahl:125) 18 . Agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain. maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya” (At-Tiin :4-5) ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽö ヘ sƒø:$# tbrã ヘ ãBù‘tƒur` Å$rã ヘ÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ì ヘ s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9‘ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan. Kesimpulan Dari paparan dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa : seorang manusia diharapkan saling memberi bimbingan satu sama lain sesuai dengan kemampuan dan keahlian manusia itu sendiri. walaupun satu ayat yang dipahaminya.BAB III PENUTUP A. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalann-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. merekalah orang-orang yang beruntung”. (Ali Imran:104) äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. dan membimbing manusia kearah yang baik.Î#Ïÿ»y™ ÇÎÈ “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi masalah yang ada di depan mata kita. Menyuruh manusia untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam sesuai dengan apa yang diketahui.

Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja. Jakarta : Toko Gunung Agung. Jakarta : Kencana. 2001. 2002. Zakiah Daradjat. Psikoterapi Islami. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual– ESQ. Jakarta : Bulan Bintang 19 . Pengantar Konseling dan Psikoterapi. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. Kesehatan Mental. 2002. Zakiah Daradjat. Sahilun A. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. (At Tahrim:6) ö‘É‹Rr&ur y7s?uŽ ヘ ϱtã šúüÎ/t ヘ ø%F{$# ÇËÊÍÈ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (AsSyu’ara:214) DAFTAR PUSTAKA Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab. 2001. Andi Mappiare AT. yang keras. Jakarta :Kalam Mulia. 2002. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Ary Ginanjar Agustian. 2004. Nasir. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Jakarta : Raja Grafindo Persada.Jakarta : Penerbit Arga.pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR$ $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y ‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdt ヘ tBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâ ミ sD÷sムÇÏÈ “Hai orang-orang yang beriman.

1 Perkembangan Hidup Pada Anak Tingkat Sekolah Dasar.masa peka terhadap penidikan agama. apalagi bilamana praktek ibadah selalu di berikan kepada mereka. Oleh karena itu tugas pengamatan yang pertama-tama harus di lakukan oleh guru Agama saebagai kounselor ialah pengamatan langsung pada situasi dan sikap Agama pada keluarga serta lingkungan hidup anak bimbing yang selanjutnya dijadikan bahan dasar pengartian di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan metode mana yang hendak dipakai dalam proses bimbingan dan konselingagama itu. Pada usia 6 tahun penertiannya terhadap Agama menjadi makin kuat. hubungan dengan tuhan sangat bersifat pribadi atau personal mereka. oleh karenanya sangat mudah untuk di pengaruhi oleh guru Agama. Perkembangan Kejiwaan Pada Anak Guru Agama dalam menjalankan tugasnya sebagai konselor/ pembimbing Agama disamping perlu menyadari langkah-langkahnya dengan sumber ajaran Agama juga dalam proses kounseling perlu memperhatikan perkembangan jiwa keagamaan pada anak bimbing. 1. b. Oleh sementara ahli didik. 20 . Usia 7 sampai 10 tahun mereka mulai memperoleh sikap yang lebih matang terhadap aghama. senang berdoa dengan sepenuh hati. Mereka lebih ingin mengetahui tentang tuhan dan banyak mengajukan pertanyaan tentang hal tersebut. a. periode usia inilah duianggap merupan masa.peranan agama dan psikologi dalam BK 1.

ai terbentuk dalam pribadinya. yang mampu memberikan pengarahan positif dalam perkembangan hidup selanjutnya. Usia 10 sampai 12 tahun anak telah benar-benar dapat menghayati cerita serta peristiwa. Perasaan itu perlu dikembangkan melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti sembahyang berjamah. Masa pubertas tersebut dialami oleh mereka sebagai permulaan timbulnya kegoncangan batin yang sangat memerlukan tempat perlindungan jiwa. dan konflik 21 . Dalam periode inilah guru agama sebagai konselor dapat melakukan bimbingan dan konseling melalui pendekatan situasional (kematian . Anak pada tingkat pendidikan sltp telah memasuki masa pubertas yang oleh para ahli psikologi di anggap masa usia dimana peasaamn keagamaan mul. 1.nilai keagamaan yang di bimbing oleh konselor yang me3njadikan dirinya sebagai pelindung atau penyelamat baginya.3.2. Perkembangn Hidup Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTP.c. Kekosongan batin dalam kegoncangan jiwa sangat terbuka kepada pengaruh nilai. bencana alam dll).peristiwa yang mengandung kegiatan (spiritual) seperti kematian dsb. Perkembangan Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTA Demikian pula pada anak tingkat pendidikan SLTA sering terjadi konflik batin yang tidak mereka ketahui jalan keluarnya. 1. panitia hari besar agama serta organisasi dan kegiatan.kegiatan keagamaan lainnya.

Willam E. Metode Bimbingan Dan Konseling Yang Dapat Diterapkan Dalam Keagamaan Para pembimbing keagamaan memerlukan beberapa metode yang dapat menghampiri sasaran tugasnya antara lain: 2. diskusi kelompok. seni budaya dan organisasi yang terkendalikan. Hulme metode ini sangat cocok di gunakan oleh penyuluh Agama.2 Metode kelompok Yaitu metode yang diakukan diluar kelas atau jam pelajaran yangmeliputi karya wisata. Dr. osis. 2.1 Metoe Interview (wawancara) Interview adalah suatu metode untuk mendapatkan data dengan mengadakan wawancara secara langsung.demekian memerlukan bantuan pencerahan atau penyelesaian dari konselor yang meletakkan dirinya sebagai petunjuk jalan keluar. dan sosio drama. karena kondelor akan lebih memahami kenyataan 22 . pembimbing dapat menggembangkan sikap sosial (relasi sosial) 2. Dengan menggunakan kelompok. 2.3 Metode Non Directif (Tidak Mengarahkan) Dalam metode ini terdapat dasar pandangan bahwa klient sebagai mahluk yang bulat yang memilii kemampuan berkembang sendiri dan sebagai pencari kemantapan diri sendiri. Penyaluran nafsu-nafsu yang berejolak dalam pribadi mereka perlu diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat sublimatif sepeti kegiatan olahraga.

5 Metode educatif (pencerahan) Metode educatif adalah pemberian pencerahan terhadap unsurunsur kejiwaan yang menjadi sumber konflik seseorrang dan selanjutnya koonselor menganaliisa fakta kejiwaan klient untuk penyembuuan.4 Metode directive conseling Directive conseling merupakan bentuk psikoterapi yang paling sederhana. konflik kejiwaan dan gangguan jiwa lainya. maka bertakwalah kepada Allah. Kemudian apabbila kamu telah membulatkan tekad. 2. Dalam hubungan dengan penggunaan metode tersebut di atas guru agama sebagai orang yang hrus melakukan bimbingan dan konseling dalam agama perlun juga menjiwai langkah. Karena itu maafkan mereka dan bermusyawarqahlah dengan mereka dalam urusan itu. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu..eh klient disadari menjadi sumber kecemasannya. 2. karena counselor dapat secara langsung memberikan jawaban terhadap problem yang o. ( Qs Ali imron 159)” 23 .langkahnya dengan sumber – sumber petunjuk aghama misalnya : “Maka di sebabkan Rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.penderitaaan klient yang biasanya bersumber pada perasaan dosa yang banyak menimbulkan perasaan cemas. Sesungguhnya Allaah menyukai mereka bertawakkal kepadanya.

Disamping itu prinsip pendekatan yang telah diajarkan nabi kepada Abbu musa Al. Pada umumnya para ahli memandang bahwa konselor agama menempuh berbagai jalan atau cara yang lebih sulit dari pada menjadi konselor dibidang lain yang non agama. 3. Menurut beberapa ahli bahwa bimbingan dan pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam proses. terutama yang berkegiatan dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Guru Agama Sebagai Pendidik Dan Pembimbing Tugas dan fungsi guru dalam proses kependidikan disekolah (Madrasah) tidak hanya sebagai pengajar ilmu pengetahuan semata-mata melainkan juga betugas sebagai pendidik dan pembimbing atau konselor. Di lihat dari segi missioner.Asyaary dan Muadz bin–Jabal ketika hendak beerangkat ke Yaman untuk menunaikan misi khusus : “‘Permudahlah jangan mempersukar dan gembiralah ( bbbesarkan jiwanya) dan jangaan melakukan tindakan yang menyebbabbbkan mereka lari pada-Mu” (Al Haditst). jabatan guru agama dapat dikatakan sebagai reeping (panggilan tuhan) untuk berbakti kepada tuhan dengan 24 . baik dilingkungan sekolah naupun diluar sekolah. antara lain kematangan jiwa dan keimanan yang tangguh serta berkemampuan menjadi uswatun hasanah (contoh teladan) sesuai norma-norma ajaran agamanya. karena konselor agama harus memiliki beberapa persyaratan khusus.

pemberi. Sebagaimana halnya fungsi nabi Muhammad SAW yang di utus menjadi mu’allim (guru) dan pendidik akhlak al-karimah.1 Kenakalan Remaja Sebagai Suatu Problema. juga di pandang oleh para pengikutnya. Perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak dibawah usia 10 tahun dan diatas 18 25 . juru penghibur hati duka. Dalam melihat masslah ini kita perlu membedakan manakah yang kita kategorikan kenakalan dengan bukan kenakalan. serta muballig yang perilaku sehari-harinya mencerminkan uswatun hasanah di tengah ummatnya. petunjuk jalan arah kebenaran. seseorang iman atau ulama secara builtin (melekat). juru pengingat. Kenakalan remaja adalah tingkah laku atau perbuatan yang berlawanan dengan hokum-hukum yang berlaku yang dilakukan oleh anak-anak dari antara umur 10 tahun sampai dengan 18 tahun. Program Khusus Bimbingan Agama Bagi Penanggulangan Kenakalan Remaja 2.fungsinya yang amat penting bagi pembinaan iman melalui proses kependidikan individual manusia. Dalam pandangan islam.4. Sebagaimana sabda beliau yang artinya: “aku diutus untuk menjadi guru” dan sabdanya lagi:”‘ saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mullia” 4. selain sebagai guru agama dan pendidik juga sebagai penyuluh atau konselor agama yang tugasnya menjadi guru penerang.

Penilaian yang tidak tepat kepada diri sendiri dan orang lain (buta moral) 4. dalam hubungannya dengan kkenakalan remaja yang telah di uraikan diatas maka pendidik agama sebagai konselor di samping perlu memahami berbagai faktor penyebabnya perlu pula mengambil langkah- 26 . Keretakan hidup keluarga 4.faktor yang Mengakibatkan Kenakalan Remaja a. Praktek mengasuh anak 5. Mengangu tertib sosial dan hokum b.4. Masa daerah peralihan 3. Dorongan nafsu 3. Menggangu jalanya perkembangan sosial paedegogis. Pengaruh teman sebaya 6. Pandangan terhadap diri sendiri yang negatif.tahun dengan sendirinya tidak di kategorikan dalam apa yang kita sebut “kenakalan” Tingkah laku anak remaja yang dipandang kenakalan karena a. dan kebudayaan dan sebagainya 2. Merugikan perkembangan generasi muda itu sendiri c. Pengaruh pelaksanaan hokum (kurang dapat di pertanggung jawabkan) b.2 Faktor. Faktor lingkungan 1. Faktor Kepribadian 1. Penyakit syraf 2. Keadaan ekonomi masyrakat 2. ekonomi.

Hendaknya mempolakan rencana program pencegahan dilingkungan sekolah dengan kegiatan diskusi. 7. 4. 5. Berusaha membina hubungan kkerja sama dengan orang tua murid yang sebaik-baiknya. Dalam rangka pencegahan. 6. hendaknya konselor agama berusaha mengisi acaara koonseling di pusat-pusat kegiatan remaja. maka berusahalah melakukan pendekatan kepada remaja yang bersangkutan. dan pejabat peradilan anak atau kepolisian bidang pengawasan anak. Di lingkungan sekolah hendaknya bekerja sama dengan guru d bidang lain 2. Missal: majalah porno. Berusaha menghindarkan remaja dari pengaruh mass media yang mengandung unsur mmerusak moral.langkkah prreventif (mencegah) dan kuratif (mengobati) yang meliiputi prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. sebagaimana dilukiskan oleh allah dalam firmannya tentang pemuda al-kahfi: Artinya: “Sesungguhnya meereka adalah kaum remaja yang teguh beriman dan aku tambah kepada mereka petunjuk. Misal: karang taruna dalam organisasi remaja. Bila mana terjadi kenakalan didalam limgkungan tanggung jawabnya. (QS Al-kahfi:13) 27 . Berusaha membina kerjasama dengan Biro konsultasi remaja yang ada. Akan tetapi yang penting perlu diingat konselor agama senantiasa menanamkan pengeertian kepada remaja bahhwa kaum reemajapun dapat beriman yang teguh dan beraagama yang taat. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful