PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING

Disusun Oleh :

BAB I PENDAHULUAN

Landasan relegius bimbingan dan konseling pada dasarnya ingin menetapkan klien sebagai makhluk Tuhan dengan segenap kemuliannya menjadi focus sentral upaya bimbingan dan konseling (Prayitno dan Erman Amti,2003).

Pendekatan bimbingan dan konseling yang terintegrasi didalam dimensi agama,ternyata sangat disenangi oleh masyarakat Amerika dewasa ini.Ini didasarkan pada hasil polling Gallup pada tahun 1992 yang menunjukkan: 1. sebanyak 66% masyarakat menyenangi konselor yang professional,yang memiliki nilai-nilai keyakinan dan spiritual. 2. Sebanyak 81% masyarakat menyenangi proses konseling yang memperhatikan nilai-nilai keyakinan (agama)

Terkait dengan perlunya pengintegrasian nilai-nilai agama dalam konseleing, Marsha Wiggins Frame (2003) mengemukakan bahwa agama sepatutnya mendapat tempat dalam praktek-praktek konseling atau psikoterapi. Pemikiran ini didasarkan kepada beberapa alas an (kasus di Amerika). 1. Mayoritas orang mereka meyakini Tuhan, dan mereka banyak yang aktif di gereja, sinagog, masjid, atau tempat lainnya. 2. Terdapat tumpang tindih dalam nilai dan tujuan antara konseling dengan agama, seperti menyangkut upaya membntu individu agar dapat mengelola berbagai kesuliatn hidupnya. 3. banyak bukti empiric yang menunjukkan bahwa keyakinan beragama teleh berkontribusi secara positif terhadap kesehatan mental.

2

4. mengimplikasikan bahwa konselor harus memperhatikan secara sungguh-sungguh tentang peranan agama dalam budaya. Agama sudah patut diintegrasikan ke dalam konseling dalam upaya mengubah pola berfikir yang berkembang di akhir abad-20. 5. Kebutuhan yang serius untuk mempertimbangkan konteks dan latar belakang budaya klien. 3 .

atau kemuliaan manusia. b. yaitu setan. Memelihara Fitrah Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). agama berfungsi sebagai berikut. a. manusia sering terjerumus melakukan perbuatan dosa. agama mengharamkan atau melarang manusia melakukan penganiayaan. Namun manusia mempunyai hawa nafsu (naluri atau dorongan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan). 4 . atau pembunuhan. maka manusia harus beragama. atau bertaqwa kepada Allah.BAB II PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING Agama sebagai pedoman hidup bagi manusia telah memberikan petunjuk (hudan) tentang berbagai aspek kehidupan. yaitu beriman dan beraqmal shaleh. dan juga ada pihak luar yang senantiasa menggoda atau menyelewengkan manusia dari kebenaran. Memelihara Jiwa Agama sangat menghargai harkat dan martabat. termasuk pembinaan dan pengembangan mental (rohani) yang sehat. berarti di telah memelihara fitrahnya. atau melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. panyiksaan. Sebagai petunjuk hidup bagi manusia dalam mencapai mentalnya yang sehat. Apabila manusia telah bertaqwa kepada Tuhan. dan juga berarti dia termasuk orang yang akan memperoleh rahmat Allah. Dalam memelihara kemuliaan jiwa manusia. Agar terhindar dan dapat mengendalikan hawa nafsu dari godaan setan (sehingga dirinya tetap suci). baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.

dan (b) mengembangkan ilmu dan teknologi. yang wajib ditempuh oleh sepasang suami istri. menggunakaan narkoba (naza).dengan cara memenfaatkan seoptimal mungkin untuk berfikir. Karena pentingnya peran akal ini. 5 . Memelihara Akal Allah telah memberikan karunia kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain. seprti minum miniman keras (miras). yaitu hendaknya manusia (a) mensyukuri nikmat akal itu. Pernikahn merupakan upacara agama yang sakral (suci). Aturan atau norma agama untuk untuk memelihara keturunan itu dengan pernikahan. atau mencari ilmu. yaitu akal. menggunakan obat-obatan terlarang. Dengan akalnya inilah. dan (b) menjauhkan diri dari perbuatan yang merusak akal. belajar. atau mengembangkan kebudayaan.dan halhal lain yang dapat merusak fungsi akal yang sehat. Memelihara Keturunan Agama mengajarkan kepada manusia tentang cara memelihara keturunan atau system regenerasi yang suci. d. nyaman).c. mawaddah (cinta kasih). semakin banyak ibadahnya. maka agama memberi petunjuk kepada manusia untuk mengembangkan dan memeliharanya. Pengamalan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi orang dari kejatuhan kepada gangguan jiwa dan dapat pula mengembalikan kesehatan jiwa bagi orang yang gelisah. Perniakhan ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah (tentram. Menurut Zakiah Darajat (1982) salah satu peranan agama adalah sebagai terapi (penyembuhan) bagi ganguan kejiwaan. dan rahmah (mendapat curahan karunia dari Allah). Semakin dekat seseorang kepada Tuhan. manusia memeiliki (a) kemampuan membedakan yang baik dan buruk. atau memahami dan menerima nilai-nilai agama.

frustasi. pendeta. tujuan. dan konseloar bahwa agam adalah faktor penting dalam memelihara dan memperbaiki kesehatan mental. remaja. maupun anak-anak. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agama memberikan suasana psikologis tertentu dalam mengurangi konflik. mengingat dinamika kehidupan masyarakat dewasa ini cenderung lebih kompleks. Surya (1977) mengemukakan bahwa agama memegang peranan sebagai penentu dalam proses penyesuaian diri. Agama merupakan sumber nilai. Mengapa dekadensi moral (delinquency). dan kestabilan hidup umat manusia. khususnya dikalangan remaja. M. Hal ini diakui oleh ahli klinis. Kehidupan yang efektif menuntut adanya tuntunan hidup yang mutlak. dan memberi akan suasana yang damai dan tenang.maka akan semakin tentram jiwanya. dan ketegangan lainnya. itu semakin marak? Dalam hal ini Zakiah Darajat (1973: 12) mengemukakan bahwa masalah itu disebabkan oleh beberapa faktor. Sholat dan doa merupakan medium dalam agama untuk menuju ke arah kehidupan yang berarti. Pemberian layanan bimbingan semakin diyakini kepentingannya bagi anak dan siswa. Demikian pula sebaliknya. kepercayaan dan pola-pola tingkah laku yang akan memberiakn tuntunan bagi arti. serta praktik-praktik kehidupan politik dan ekonomi yang tidak berlandaskan moral agama telah menyebabkan berkembangnya gaya hidup tersebut adalah merebaknya dekadensi moral atau pelecehan nilai-nilai agama. 6 . psikiater. semakin jauh orangitu dari agama akan semakin susahlah mencari ketentraman batin. baik di kalangan orang dewasa. serta semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran dalam hidup.

baik dari segi ekonomi. 4. Berikut akan dikemukakan pendapat para ahli tentang pengaruh agama terhadap kesehatan mental. siaran. 7 . Pendidikan moral tidak terlaksana dengan mestinya. maupun masyarakat. 8. a. 7. Keadaan masyarakat yang kurang stabil. b. 6. Dan tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan konseling (konseling) bagi anak-anak dan pemuda. Diperkenalkan secara popular obat-obat. Tidak diragukan lagi bahwa terapi yang terbaik bagi keresahan adalah keimanan kepada Tuhan. 1) William James (seorang filosof dan ahli ilmu jiwa Amerika) berpendapat sebagai berikut. dan kesenian yang tidak mengindahkan dasar dan tuntunan moral. Kurang tertanamkan jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat. maupun politik. gambar. baik dirumah tangga. social. dan alat-alat anti hamil.Faktor-faktor yang Menyebabkan Perilaku Menyimpang 1. 5. c. 2. Suasana rumah tangga yang kurang baik. Banyaknya tulisan. 3. dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral. sekolah. Antara kita dengan Tuhan terdapat suatu ikatan yang tidak terputus apabila kita menundukkan diri di bawah pengarahan-Nya. Keimanan kepada Tuhan merupakan salah satu kekuatan yang harus terpenuhi untuk menopang seseorangdalam hidup ini. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang.

dan selalu siap untuk menghadapi segalai malapetaka yang terjadi. a. “individu yang benar-benar religius tidak akan pernah menderita sakit jiwa. tidak ada seorang pun di antara mereka yang menjadi sembuh kecuali setelah ia kembali pada wawasan agama tentang kehidupan. Demikian halnya dengan individu yang keimanannya mendalam. sama sekali tidak membuat keruh ketenangan relung hati yang dalam dan tidak membuatnya resah.” 8 . sebab mereka telah kehilangan sesuatu yang telah diberikan oleh agama-agama yang ada di setiap masa. selalu terjaga keseimbangannya. tidak kudapatkan seorang pasien pun di antara yang telah di antara yang telah ada pada penggal kedua umur mereka. ketenangannya tidak akan terkeruhkan oleh gejolak superficial yang sementara sifatnya.d. Sungguh. Sebab individu yang benar-benar religius akan terlindung dari keresahan. yakni dari 35 tahun yang problem esensialnya kehidupan.A. 3) A. Dapat kukatakan bahwa masing-masing mereka telah bukan kebutuhan akan wawasan agama tentang menjadi mangsa penyakit. b. 2) Carl G. Gelombang lautan yang menggelora. Selama tiga puluh tahun yang lalu. pribadi-pribadi dari berbagai bangsa di dunia telah mengadakan konseling denganku dan aku pun telah banyak menyembuhkan pasien. Briel (psikoanalisis) mengatakan bahwa. Jung (ahli psikoanalisasis dari Jerman) menemukan sebagai berikut.

6) Dadang Hawari Idries (psikiater) mengemukakan.” (Untuk mengemudikan atau mengendalikan kompleksitas hubungan dan kesehatan manusia. 5) Arnold Toynbee (sejarahan Inggris) mengemukakan bahwa krisis yang diderita orang-orang Eropa pada zaman modern ini satu-satunya bagi penderita yang sedang mereka alami ialah kembali kepada agama. maka hendaklah manusia percaya kepada Tuhan dan hidup mengamalkan ajaran agama. dan ketegangan jiwa serta ingin hidup tenag.4) Henry Link (ahli ilmu jiwa Amerika) mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya yang dalam menerapkan percobaan-percobaan kejiwaan atas kaum buruh dalam proses pemulihan dan pengarahan profesi. bahagia dan dapat membahagiakan orang lain. tetapi agama adalah kebutuhan jiwa yang perlu dipenuhi. Agama bukanlah dogma. dan (3) komitmen agama mempunyai hubungan signifikan dan positif dengan clinical benefit.religious commitment is a force to consider. 7) Larson berpendapat bahwa: “…in navigating the complexities of human health and relationship. dan mempercepat pemulihan penyakit. tentram. bahwa dari sejumlah penelitian para ahli bias disimpulkan (1) komitmen agama dapat mencegah dan melindungi seseorang dari pnyakit. meningkatan kemampuan mengatasi penyakit. (2) agama lebih bersifat protektif daripada problem producing.” 9 . 8) Zakiah Darajat (1982: 58) mengemukakan bahwa “apabila manusia ingin terhindar dari kegelisahan. maka komitmen terhadap agama merupakan suatu kekuatan yang patut diperhatikan. kecemasan. ia mendapatkan bahwa pribadi-pribadi yang religius dan sering mendatangi tempat ibadah menikmati kepribadian yang lebih kuat dan baik ketimbang pribadi-pribadi yang tidak beragama yang sama sekali tidak menjalankan suatu ibadah.

maka pengaruhnya menjadi sangat jelas. Ia merupakan semacam perubahan kejiwaan dan kebadanan. 1980:19. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa individu tidak akan mencapai atau memiliki mental yang sehat tanpa agama.” Berdasarkan pendapat-pendapat diatas. dapat disimpulkan bahwa agama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental individu. 10 . Ketentraman ditimbulkan oleh do’a itu merupakan pertolongan yang besar pada pengobatan.9) Carrel Aulia.20) mengemukan bahwa “Apabila do’a itu dibiasakan dan bersungguh-sungguh.

yang berpotensi untuk dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama. Agama merupakan pedoman hidup bagi manusia dalam rangka mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat kelak. manusia mempunyai tugas suci untuk beribadah kepada-Nya. Berdasarkan pendapat para ahli dan temuan-temuan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa agama sangat berperan terhadap pencerahan diri dan kesehatan mental individu. Hakikat manusia adalah makhluk Allah. maka konselor dipersyaratkan untuk memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang dianutnya. homo religius. 11 . maka dalam semua kegiatan kehidupan manusia harus merujuk kepada nilai-nilai agama. 3. 5. 2. Bertitik tolak dari hal ini. Karena agama sebagai pedoman hidup.BAB III PENUTUP (KESIMPULAN) 1. Agar penerapan nilai-niali agama dalam layanan bimbingan dan konseling berlangsung secara baik. Sebagai hamba. 4. manusia mempnyai kewajiban atau amanah untuk menciptakan dan menata kehidupan yang bermakna bagi kesejahteraan hidup bersama (rahmatan lil’alamiin). dan menghormati agama klien yang berbeda dengan agama yang dianutnya. Manusia adalah makhluk yang mempunyai fitrah beragama. yang berfungsi sebagai hamba dan khalifah-Nya. maka pengintegrasian atau penerapan nilai-nilai agama dalam layanan bimbingan dan konseling merupakn suatu keniscayaan yang harus ditumbuh kembangkan. Sebagai khalifah.

sesuai dengan referensi yang kami dapatkan dan bermanfaat untuk kami kembangkan. Tujuan 1. Dalam hal ini adalah kenakalan remaja. Rumusan Masalah 1. Dan diri kami tersentuh dan bertanya tiada henti. Latar Belakang Di dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan agama islam pastilah terdapat berbagai macam problem baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itulah kelompok kami akan membahas dan mengupas peranan agama dan psikologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. karena guru agama dianggap sebagai kunci sentral dalam membendung dan memfilter pengaruh negatif dari luar. karena kita mengetahui suatu hal yang paling urgen dampaknya.teori yang banyak dikembangkan di buku. Dalam hal ini sangatlah memerlukan perhatian khusus dari guru agama. Mengetahui sejauh mana peran agama dalam bimbingan dan konseling? 2. pertamanya kami acuh tak acuh terhadap pokok bahasan ini karena teori. Bagaimanakah pendekatan agama dalam bimbingan dan konseling? C. Bagaimanakah peran agama dalam bimbingan dan konseling? 2.Peran Agama Dalam Bimbingan Konseling BAB I PENDAHULUAN A.tapi rasab acuh tak acuh itu berkembang menjadisebuah kesadaran untuk memotifasi kami membuat suatu makalah yang sangat urgen ini. Mengetahui kedekatan agama dalam bimbingan konseling? 12 . ketika seorang remaja muslim sudah tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam dirinya dan menghianati apa yang telah ia pelajari mulai awal tentang agama norma tersebut.buku bimbingan dan konseling adalah teori barat yang sangat minim sekali pada peribahan bimbingan dan konseling dalam sudut pandang islam. Oleh karena itu kami merumuskan beberapa masalah diantaranya adalah B.karena kami menganggap diri kami sebagai kaum intelektual muslim yang masih tahap belajar sering mendapat suatu pertanyaan-pertayaan” dimnakah peranan agama dan nilai budaya (Moral) dalam pengembangan anak?”.

khususnya Agama Islam.” (Ar-Ra’d :27) Dari ayat-ayat diatas sehingga dapat dipahami bahwa ada jiwa yang menjadi fasik dan adapula jiwa yang menjadi takwa. menyuruh manusia muslim untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam yang diketahuinya. Iwöqs9 tAÌ“Ré& Ïmø‹n=tã ×ptƒ#uä `ÏiB ¾ÏmÎn/§‘ 3 ö@è% žcÎ) ©!$# ‘@ÅÒム`tB âä!$t±o„ ü“ωöku‰ur Ïmø‹s9Î) ô`tB z>$tRr& ÇËÐÈ “Berkata orang-orang tiada beriman:”Mengapa tiada diturunkan kepadanya (Muhammad) sebuah mukjizat dari Tuhannya?” Jawablah :”Allah membiarkan sesat siapa yang Ia kehendaki. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang sebenarnya. saling menasehati supaya mengikuti kebenaran dan saling menasehati supaya mengamalkan kesabaran”. tergantung kepada manusia yang memilikinya. (Al-Ashr :1-3) Dengan kata lain manusia diharapkan saling memberi bimbingan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas manusia itu sendiri. dan membimbing orang yang bertobat kepadaNya. Sungguh manusia dalam kerugian.ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs? ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ “Demi masa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat agama itu ibarat bimbingan (guidance) dalam pandangan psikologi. kecuali mereka yang beriman dan melakukan amal kebaikan. Proses pendidikan dan pengajaran agama tersebut dapat dikatakan sebagai “bimbingan” dalam bahasa psikologi. Hal ini tidak terlepas dari tugas para Nabi yang membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikan yang hakiki dan juga para Nabi sebagai figure konselor yang sangat mumpuni dalam memecahkan permasalahan (problem solving) yang berkaitan dengan jiwa manusia.BAB II PEMBAHASAN A. Ajaran Islam Yang Berkaitan Dengan Bimbingan Konseling Bebicara tentang agama terhadap kehidupan manusia memang cukup menarik. Seperti tertuang dalam ayat berikut ini : ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd. dengan kata lain membimbing kearah mana seseorang itu akan menjadi. baik atau buruk. walaupun satu ayat saja yang dipahaminya. 13 . agar manusia keluar dari tipu daya syaiton. Nabi Muhammad SAW. ãAqà)tƒur tûïÏ%©!$# (#rã ヘ xÿx. Ayat ini menunjukan agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain.

nasihat atau petunjuk bagi manusia yang beriman dalam melakukan perbuatan terpuji. Allah menunjukan adanya bimbingan. seperti yang tertuang pada ayat-ayat berikut : ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷ŠyŠu‘ Ÿ@xÿó™r& tû.Î#Ïÿ»y™ ÇÎÈ “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalann-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.`ÏB ûÓÍ_t/ tPyŠ#uä `ÏB óOÏdÍ‘qßgàß öNåktJƒÍh‘èŒ öNèdy ‰pkôr&ur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& àMó¡s9r& öNä3În/t ヘ Î/ ( (#qä9$s% 4’n?t/ ¡ ! $tRô‰Îgx© ¡ cr& (#qä9qà)s? tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $¯RÎ) $¨Zà2 ô`tã #x‹»yd tû.Î#Ïÿ»xî ÇÊÐËÈ “Dan ingatlah. kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya.Dalam hal ini Islam memberi perhatian pada proses bimbingan. (An Nahl:125) 14 . (Al-A’Raf :172) ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽö ヘ sƒø:$# tbrã ヘ ãBù‘tƒur` Å$rã ヘ÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ì ヘ s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9‘ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan. (Ali Imran:104) äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh. maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya” (At-Tiin :4-5) øŒÎ)ur x‹s{r& y7•/u‘ . merekalah orang-orang yang beruntung”. Kami lakukan yang demikian itu agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan :”Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan-keturunan anak-anak Adam dari tulang sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab : Betul (Engkau Tuhan kami. kami menjadi saksi). menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar..

terutama konseling. pada dasarnya timbul dari diri dan luar individu yang melahirkan seperangkat pertanyaan mengenai apakah yang harus diperbuat individu. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. pilihan karir. Dalam konsep Islam. Manusia yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. citra diri. yang keras. percaya diri. akademik. dan penyalahgunaan zat adiktif. dalam menghadapi kesulitan dan kemungkinan kesulitan pemahaman diri dan lingkungan untuk arah diri dan pengambilan keputusan dalam karir. dalam mencegah sedapat mungkin kesulitan yang dapat dihadapi dalam pergaulan atau sexual. pengembangan diri merupakan sikap dan perilaku yang sangat disitimewakan. dan pergaulan social. Konseling preventif.Ada beberapa ayat yang lebih khusus menerangkan tugas seseorang dalam pembinaan agama bagi keluarganya. pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR$ $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y ‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdt ヘ tBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâ ミ sD÷sムÇÏÈ “Hai orang-orang yang beriman. 4. sehingga menjadi pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan dijadikan kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. 15 . dalam menghadapi saat-saat krisis yang dapat terjadi misalnya akibat kegagalan sekolah. Konseling krisis. Dengan demikian. dan sebagainya. kegagalan pergaulan atau pacaran. kebutuhan akan hubungan bantuan (helping relationship). dalam menopang kelancaran perkembangan individual siswa seperti pengembangan kemandirian. perkembangan karir dan perkembangan akademik. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. yaitu meliputi beberapa tipe konseling berikut ini : 1. khusus konseling sekolah adalah adanya kebutuhan nyata dan kebutuhan potensial para siswa pada beberapa jenjang pendidikan. 3. 2. Konseling fasilitatif. Konseling developmental. (At Tahrim:6) ö‘É‹Rr&ur y7s?uŽ ヘ ϱtã šúüÎ/t ヘ ø%F{$# ÇËÊÍÈ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (AsSyu’ara:214) Selanjutnya yang berkaitan dengan perkembangan konseling.

ini baginya adalah ibadah. Selalu memiliki Prinsip Pembelajaran. 6. (QS Al-Mujadalah 58:11) B. kecerdasan. Prinsip dan langkah tersebut penting bagi pembimbing dan konselor muslim. Selalu memiliki Prinsip Landasan dan Prinsip Dasar yaitu hanya beriman kepada Allah SWT. Bagi pribadi muslim yang berpijak pada pondasi tauhid pastilah seorang pekerja keras.sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râ“à±S$# (#râ“à±S$$sù Æìsùö ヘ tƒ ª!$# tûïÏ%©!$## ) (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# . Memiliki Prinsip Kepemimpinan. yaitu beriman kepada Malaikat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. memiliki kemampuan pengendalian diri yang dilatih dan disimbolkan dengan “puasa”. Pertama. Memiliki Prinsip Masa Depan. yaitu berprinsip kepada Al-Qur’an Al Karim. Sehingga pada pelaksanaan bimbingan konseling. kedua memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus symbol kehidupan yaitu “Shalat lima waktu”. memiliki mission statement yang jelas yaitu “Dua Kalimat Syahadat”. pribadi muslim tersebut memiliki ketangguhan pribadi tentunya dengan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. Pendekatan Islami Dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling Pendekatan Islami dapat dikaitkan dengan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling yang meliputi pribadi.M»y_u‘yŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎ ヘ Î7yz ÇÊÊÈ “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. perasaan. sikap. 4. Dengan mengamalkan hal tersebut akan memberi keyakinan dan kepercayaan bagi counselee yang melakukan bimbingan dan konseling. 16 . 3. dan seterusnya yang berkaitan dengan klien dan konselor. Memiliki Prinsip Kepercayaan. karena akan menghasilkan kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ) yang sangat tinggi (Akhlakul Karimah). yaitu beriman kepada “Hari Kemudian” Memiliki Prinsip Keteraturan. dan ketiga. namun nilai bekerja baginya adalah untuk melaksanakan tugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya. 5. yaitu beriman kepada Nabi dan Rasulnya. selanjutnya dalam pelaksanaannya pembimbing dan konselor perlu memiliki tiga langkah untuk menuju pada kesuksesan bimbingan dan konseling. 2. yaitu beriman kepada “Ketentuan Allah” Jika konselor memiliki prinsip tersebut (Rukun Iman) maka pelaksanaan bimbingan dan konseling tentu akan mengarahkan counselee kearah kebenaran.

dari yang paling ringan (bimbingan). sesuai dengan firman Allah SWT : óOÏ%r’sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $Zÿ‹ÏZym 4 |Nt ヘ ôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# t ヘ sÜsù } ¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏ‰ö7s? È. akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. sehingga berkembanglah psikologi yang memiliki cabang-cabang terapan. konseling dan psikoterapi dalam Islam. berarti manusia dalam sepanjang sejarahnya senantiasa memiliki kepercayaan terhadap Tuhan atau hal-hal gaib yang menggetarkan hatinya atau hal-hal gaib yang mempunyai daya tarik kepadanya. Proses pelaksanaan bimbingan. dalam hal ini Agama Islam.” (Ali Imran : 104) Pada ayat tersebut memberi kejelasan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling akan mengarahkan seseorang pada kesuksesan dan kebijakan. konseling dan terapi. dan bagi konselor sendiri akan mendapat nilai tersendiri dari Allah SWT. yang sedang (konseling) dan yang paling berat (terapi). sehingga untuk mengatasi masalah dapat dikaitkan dengan agama. dengan demikian pembimbing dan konselor dapat mengarahkan individu (counselee) kearah agamanya. konseling dan terapi dimana filosopinya didasarkan atas ayat-ayat Alquran dan Sunnah Rosul.ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) Ύösƒø:$# tbrããBù’tƒur` Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9′ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu suatu umat yang menyeru berbuat kebaikan. tidak ada perubahan pada naluri dari Allah itu. terutama Agama Islam mempunyai fungsifungsi pelayanan bimbingan. serta melarang yang mungkar. tentunya membawa kepada peningkatan iman. Selanjutnya ditemukan bahwa agama. Dengan berkembangnya ilmu jiwa (psikologi). oleh karena itu memiliki naluri agama (instink religious). ibadah dan jalan hidup yang di ridai Allah SWT. diantaranya bimbingan. Merekalah orang yang mencapai kejayaan. Para pembimbing dan konselor perlu mengetahui pandangan filsafat Ketuhanan (Theologie). dan menyuruh orang melakukan yang benar. manusia disebut “homo divians” yaitu mahluk yang berke-Tuhan-an. diketahui bahwa manusia memerlukan bantuan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya dan muncullah berbagai bentuk pelayanan kejiwaaan.ù=yÜÏ9 «!$# 4 š チ Ï9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$# ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah (tetaplah atas) fitrah (naluri) Allah yang telah menciptakan manusia menurut naluri itu. Itulah agama yang lurus.” (Ar-Rum : 30) Pada diri counselee juga ada benih-benih agama. 17 . Hal demikian oleh agama-agama besar di dunia dipertegas bahwa manusia adalah mahluk yang disebut mahluk beragama (homo religious).

Sebagaimana seperti ayat-ayat di bawah ini : ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ ¢OèO çm»tR÷ŠyŠu‘ Ÿ@xÿó™r& tû. Menyuruh manusia untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaran Agama Islam sesuai dengan apa yang diketahui. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalann-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya” (At-Tiin :4-5) ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããô‰tƒ ’n<Î) ÎŽö ヘ sƒø:$# tbrã ヘ ãBù‘tƒur` Å$rã ヘ÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã Ì ヘ s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9‘ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebajikan.Î#Ïÿ»y™ ÇÎÈ “Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya. merekalah orang-orang yang beruntung”. sekaligus memberi konseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi masalah yang ada di depan mata kita.BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari paparan dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa : seorang manusia diharapkan saling memberi bimbingan satu sama lain sesuai dengan kemampuan dan keahlian manusia itu sendiri. (An Nahl:125) 18 . kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh. kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya. walaupun satu ayat yang dipahaminya. dan membimbing manusia kearah yang baik. Agar manusia selalu mendidik diri sendiri maupun orang lain. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. (Ali Imran:104) äí÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja. Jakarta : Toko Gunung Agung. 2001. penjaganya malaikatmalaikat yang kasar. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual– ESQ. 2002. Sahilun A. (At Tahrim:6) ö‘É‹Rr&ur y7s?uŽ ヘ ϱtã šúüÎ/t ヘ ø%F{$# ÇËÊÍÈ “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (AsSyu’ara:214) DAFTAR PUSTAKA Abdul Rahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab. 2002. Zakiah Daradjat. Jakarta :Kalam Mulia. Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Nasir.Jakarta : Penerbit Arga. Zakiah Daradjat. yang keras. Andi Mappiare AT. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam. Kesehatan Mental. 2002. Psikoterapi Islami. Ary Ginanjar Agustian. Jakarta : Kencana. Jakarta : Bulan Bintang 19 . 2004.pkš‰r’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqè% ö/ä3|¡àÿRr& ö/ä3‹Î=÷dr&ur #Y‘$tR$ $ydߊqè%ur â¨$¨Z9$# äou‘$yfÏtø:$#ur $pköŽn=tæ îps3Í´¯»n=tB ÔâŸxÏî ׊#y ‰Ï© žw tbqÝÁ÷ètƒ ©!$# !$tB öNèdt ヘ tBr& tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrâ ミ sD÷sムÇÏÈ “Hai orang-orang yang beriman. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2001.

a. Usia 7 sampai 10 tahun mereka mulai memperoleh sikap yang lebih matang terhadap aghama. Pada usia 6 tahun penertiannya terhadap Agama menjadi makin kuat. hubungan dengan tuhan sangat bersifat pribadi atau personal mereka. b. Perkembangan Kejiwaan Pada Anak Guru Agama dalam menjalankan tugasnya sebagai konselor/ pembimbing Agama disamping perlu menyadari langkah-langkahnya dengan sumber ajaran Agama juga dalam proses kounseling perlu memperhatikan perkembangan jiwa keagamaan pada anak bimbing. periode usia inilah duianggap merupan masa. 1. oleh karenanya sangat mudah untuk di pengaruhi oleh guru Agama. senang berdoa dengan sepenuh hati. Mereka lebih ingin mengetahui tentang tuhan dan banyak mengajukan pertanyaan tentang hal tersebut.peranan agama dan psikologi dalam BK 1. Oleh sementara ahli didik. 20 . Oleh karena itu tugas pengamatan yang pertama-tama harus di lakukan oleh guru Agama saebagai kounselor ialah pengamatan langsung pada situasi dan sikap Agama pada keluarga serta lingkungan hidup anak bimbing yang selanjutnya dijadikan bahan dasar pengartian di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan metode mana yang hendak dipakai dalam proses bimbingan dan konselingagama itu.masa peka terhadap penidikan agama.1 Perkembangan Hidup Pada Anak Tingkat Sekolah Dasar. apalagi bilamana praktek ibadah selalu di berikan kepada mereka.

c.kegiatan keagamaan lainnya.ai terbentuk dalam pribadinya. Kekosongan batin dalam kegoncangan jiwa sangat terbuka kepada pengaruh nilai.2.nilai keagamaan yang di bimbing oleh konselor yang me3njadikan dirinya sebagai pelindung atau penyelamat baginya.3.peristiwa yang mengandung kegiatan (spiritual) seperti kematian dsb. Usia 10 sampai 12 tahun anak telah benar-benar dapat menghayati cerita serta peristiwa. 1. dan konflik 21 . Anak pada tingkat pendidikan sltp telah memasuki masa pubertas yang oleh para ahli psikologi di anggap masa usia dimana peasaamn keagamaan mul. bencana alam dll). Perasaan itu perlu dikembangkan melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti sembahyang berjamah. Perkembangan Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTA Demikian pula pada anak tingkat pendidikan SLTA sering terjadi konflik batin yang tidak mereka ketahui jalan keluarnya. Perkembangn Hidup Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTP. yang mampu memberikan pengarahan positif dalam perkembangan hidup selanjutnya. Masa pubertas tersebut dialami oleh mereka sebagai permulaan timbulnya kegoncangan batin yang sangat memerlukan tempat perlindungan jiwa. panitia hari besar agama serta organisasi dan kegiatan. 1. Dalam periode inilah guru agama sebagai konselor dapat melakukan bimbingan dan konseling melalui pendekatan situasional (kematian .

1 Metoe Interview (wawancara) Interview adalah suatu metode untuk mendapatkan data dengan mengadakan wawancara secara langsung. dan sosio drama. Penyaluran nafsu-nafsu yang berejolak dalam pribadi mereka perlu diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat sublimatif sepeti kegiatan olahraga. Hulme metode ini sangat cocok di gunakan oleh penyuluh Agama. 2.2 Metode kelompok Yaitu metode yang diakukan diluar kelas atau jam pelajaran yangmeliputi karya wisata.3 Metode Non Directif (Tidak Mengarahkan) Dalam metode ini terdapat dasar pandangan bahwa klient sebagai mahluk yang bulat yang memilii kemampuan berkembang sendiri dan sebagai pencari kemantapan diri sendiri. diskusi kelompok. karena kondelor akan lebih memahami kenyataan 22 . seni budaya dan organisasi yang terkendalikan. Metode Bimbingan Dan Konseling Yang Dapat Diterapkan Dalam Keagamaan Para pembimbing keagamaan memerlukan beberapa metode yang dapat menghampiri sasaran tugasnya antara lain: 2. Dengan menggunakan kelompok. pembimbing dapat menggembangkan sikap sosial (relasi sosial) 2. osis.demekian memerlukan bantuan pencerahan atau penyelesaian dari konselor yang meletakkan dirinya sebagai petunjuk jalan keluar. Dr. 2. Willam E.

karena counselor dapat secara langsung memberikan jawaban terhadap problem yang o. Dalam hubungan dengan penggunaan metode tersebut di atas guru agama sebagai orang yang hrus melakukan bimbingan dan konseling dalam agama perlun juga menjiwai langkah. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. 2. konflik kejiwaan dan gangguan jiwa lainya. maka bertakwalah kepada Allah.langkahnya dengan sumber – sumber petunjuk aghama misalnya : “Maka di sebabkan Rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Karena itu maafkan mereka dan bermusyawarqahlah dengan mereka dalam urusan itu.4 Metode directive conseling Directive conseling merupakan bentuk psikoterapi yang paling sederhana. Sesungguhnya Allaah menyukai mereka bertawakkal kepadanya.eh klient disadari menjadi sumber kecemasannya. Kemudian apabbila kamu telah membulatkan tekad. 2..5 Metode educatif (pencerahan) Metode educatif adalah pemberian pencerahan terhadap unsurunsur kejiwaan yang menjadi sumber konflik seseorrang dan selanjutnya koonselor menganaliisa fakta kejiwaan klient untuk penyembuuan. ( Qs Ali imron 159)” 23 .penderitaaan klient yang biasanya bersumber pada perasaan dosa yang banyak menimbulkan perasaan cemas.

antara lain kematangan jiwa dan keimanan yang tangguh serta berkemampuan menjadi uswatun hasanah (contoh teladan) sesuai norma-norma ajaran agamanya. Pada umumnya para ahli memandang bahwa konselor agama menempuh berbagai jalan atau cara yang lebih sulit dari pada menjadi konselor dibidang lain yang non agama. jabatan guru agama dapat dikatakan sebagai reeping (panggilan tuhan) untuk berbakti kepada tuhan dengan 24 . baik dilingkungan sekolah naupun diluar sekolah.Asyaary dan Muadz bin–Jabal ketika hendak beerangkat ke Yaman untuk menunaikan misi khusus : “‘Permudahlah jangan mempersukar dan gembiralah ( bbbesarkan jiwanya) dan jangaan melakukan tindakan yang menyebbabbbkan mereka lari pada-Mu” (Al Haditst). 3. karena konselor agama harus memiliki beberapa persyaratan khusus. terutama yang berkegiatan dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Guru Agama Sebagai Pendidik Dan Pembimbing Tugas dan fungsi guru dalam proses kependidikan disekolah (Madrasah) tidak hanya sebagai pengajar ilmu pengetahuan semata-mata melainkan juga betugas sebagai pendidik dan pembimbing atau konselor. Menurut beberapa ahli bahwa bimbingan dan pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam proses.Disamping itu prinsip pendekatan yang telah diajarkan nabi kepada Abbu musa Al. Di lihat dari segi missioner.

Program Khusus Bimbingan Agama Bagi Penanggulangan Kenakalan Remaja 2. juru penghibur hati duka. Perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak dibawah usia 10 tahun dan diatas 18 25 .fungsinya yang amat penting bagi pembinaan iman melalui proses kependidikan individual manusia. juru pengingat. Dalam melihat masslah ini kita perlu membedakan manakah yang kita kategorikan kenakalan dengan bukan kenakalan. seseorang iman atau ulama secara builtin (melekat). petunjuk jalan arah kebenaran. Kenakalan remaja adalah tingkah laku atau perbuatan yang berlawanan dengan hokum-hukum yang berlaku yang dilakukan oleh anak-anak dari antara umur 10 tahun sampai dengan 18 tahun. serta muballig yang perilaku sehari-harinya mencerminkan uswatun hasanah di tengah ummatnya. Sebagaimana sabda beliau yang artinya: “aku diutus untuk menjadi guru” dan sabdanya lagi:”‘ saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mullia” 4. juga di pandang oleh para pengikutnya. pemberi. selain sebagai guru agama dan pendidik juga sebagai penyuluh atau konselor agama yang tugasnya menjadi guru penerang. Dalam pandangan islam.4. Sebagaimana halnya fungsi nabi Muhammad SAW yang di utus menjadi mu’allim (guru) dan pendidik akhlak al-karimah.1 Kenakalan Remaja Sebagai Suatu Problema.

faktor yang Mengakibatkan Kenakalan Remaja a. Pengaruh teman sebaya 6. Mengangu tertib sosial dan hokum b. dalam hubungannya dengan kkenakalan remaja yang telah di uraikan diatas maka pendidik agama sebagai konselor di samping perlu memahami berbagai faktor penyebabnya perlu pula mengambil langkah- 26 . Penyakit syraf 2. Pengaruh pelaksanaan hokum (kurang dapat di pertanggung jawabkan) b. Menggangu jalanya perkembangan sosial paedegogis. ekonomi. Keretakan hidup keluarga 4. Keadaan ekonomi masyrakat 2. dan kebudayaan dan sebagainya 2. Faktor Kepribadian 1. Faktor lingkungan 1.tahun dengan sendirinya tidak di kategorikan dalam apa yang kita sebut “kenakalan” Tingkah laku anak remaja yang dipandang kenakalan karena a. Penilaian yang tidak tepat kepada diri sendiri dan orang lain (buta moral) 4. Merugikan perkembangan generasi muda itu sendiri c.4. Dorongan nafsu 3.2 Faktor. Pandangan terhadap diri sendiri yang negatif. Praktek mengasuh anak 5. Masa daerah peralihan 3.

Dalam rangka pencegahan. Misal: karang taruna dalam organisasi remaja. Akan tetapi yang penting perlu diingat konselor agama senantiasa menanamkan pengeertian kepada remaja bahhwa kaum reemajapun dapat beriman yang teguh dan beraagama yang taat. Hendaknya mempolakan rencana program pencegahan dilingkungan sekolah dengan kegiatan diskusi. 7. 4. Berusaha menghindarkan remaja dari pengaruh mass media yang mengandung unsur mmerusak moral. 5. Bila mana terjadi kenakalan didalam limgkungan tanggung jawabnya. hendaknya konselor agama berusaha mengisi acaara koonseling di pusat-pusat kegiatan remaja. Berusaha membina kerjasama dengan Biro konsultasi remaja yang ada. 3. maka berusahalah melakukan pendekatan kepada remaja yang bersangkutan.langkkah prreventif (mencegah) dan kuratif (mengobati) yang meliiputi prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. 6. Berusaha membina hubungan kkerja sama dengan orang tua murid yang sebaik-baiknya. sebagaimana dilukiskan oleh allah dalam firmannya tentang pemuda al-kahfi: Artinya: “Sesungguhnya meereka adalah kaum remaja yang teguh beriman dan aku tambah kepada mereka petunjuk. (QS Al-kahfi:13) 27 . dan pejabat peradilan anak atau kepolisian bidang pengawasan anak. Missal: majalah porno. Di lingkungan sekolah hendaknya bekerja sama dengan guru d bidang lain 2.