P. 1
makalah sumber hukum islam full

makalah sumber hukum islam full

|Views: 13,614|Likes:

More info:

Published by: O Jelaimtyf-Ms Xemiq on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2015

pdf

text

original

Dari rumusan diatas dapat dijelaskan beberapa rukun qiyas sebagai berikut :

a. Kejadian adalah peristiwa, perbuatan, tindakan yang

tidak ada hukumnya atau belum jelas hukumnya baik di dalam Al-

Qur'an maupun As-Sunnah. Dalam ilmu Ushul Fiqih hal ini

disebut "Far'un" Suatu peristiwa dapat disebut far'un

apabila : adanya kemudian, ada kesamaan illat dengan peristiwa

yang akan disamainya.

b. Kejadian yang telah ada ketentuan hukumnya baik di dalam Al-

Qur'an maupun sunnah disebut ashal atau disebut juga

"maqiis'alaih" yaitu sesuatu yang akan diqiyaskan

kepadanya, atau "musyabbah bih" yaitu sesuatu yang

akan diserupakan dengannya.

Suatu kejadian dapat disebut ashl apabila :

1) Hukumnya adalah hukum syari'ah amali dan berdasar nash.

2) illat hukumnya dapat Diketahui secara aqli

3) Hukumnya bukan merupakan cabang (far'un) dari ashal

mansukh

4) Nash hukum ashal tidak meliputi hukum far'un.

5) Hukum ashal adalah hukum yang disepakati dan tidak mansukh

6) Hukum pada ashal tidak mempunyai qiyas rangkap.

c. Illat yaitu suatu sifat yang menjadi dasar hukum pada ashal.

Sifat ini pula yang harus ada pada “far'un". Haramnya minum

khamr adalah ashal karena ada nash yang menyatakan itu, yaitu

firman Allah SWT :

(maka jauhilah) karena sifatnya yang memabukkan.

Perasan anggur adalah "far'un" yang tidak disebutkan

hukumnya tetapi sifatnya saja yaitu memabukkan. Karena

sifatnya sama maka rasa anggur dan semua makanan dan

minuman yang memiliki sifat memabukkan hukumnya disamakan

dengan khamar yaitu haram.

Kata „illah : penggunaannya sering tumpang tindih dengan sebab

dalam hukum wadh'i sebab biasanya berhubungan dengan suatu

asalan yang tidak bisa dipahami akal. Jadi, setiap sabab pastilah

'illah, tetapi tidak semua 'illah merupakan sabab.

d. Hukum ashal yaitu hukum suatu kejadian yang sudah

disebutkan dan akan ditetapkan bagi far'un karena sama sifatnya

(illatnya). Suatu sifat dapat dijadikan sebagai illat, apabila : jelas

atau dzonni (dapat dibuktikan), dapat dibatasi secara pasti

sama antara ashal dengan far'un serta munasabah

yaitu dugaan kuat bahwa sifat tersebut merupakan alasan hukum

pada ashal, sehingga adanya menyebabkan adanya hukum dan

tidak adanya mengakibatkan tidak adanya hukum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->