P. 1
Zaman Tersier

Zaman Tersier

|Views: 3,969|Likes:
Published by Vanesya Ika Rosyami

More info:

Published by: Vanesya Ika Rosyami on Oct 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2013

pdf

text

original

Zaman Tersier (65 - 1,7 juta tahun lalu) Terbagi menjadi 2 zaman : Paleogen dan Neogen.

*Paleogen terdiri dari Paleocene, Eocene, Oligocene. *Neogen terdiri dari Miocene, Pliocene Pada zaman tersier ditandai dengan mulai berkurangnya hewan-hewan besar. Tetapi terjadi perkembangan jenis kehidupan baru yaitu munculnya primata (berbagai jenis binatang menyusui, diantaranya kera dan monyet) dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang.Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput. Zaman ini merupakan zaman perkembangan mamalia di tambah
ZAMAN NEOGEN Neogen adalah suatu periode bagian dari era Kenozoikum pada skala waktu geologi yang dimulai sejak 23.03 ± 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen. Berdasarkan proposal terakhir dari International Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen dan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen (formal) dan Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada periode ini. Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan burung berevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya Amerika Utara dan Selatan pada akhir Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi kontinental pada sub-era Kuarter (atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala waktu). Pada jaman Neogen konfigurasi bumi sudah mirip dengan sekarang, termasuk Indonesia 1. 2. 3. 4. Ciri-ciri endapannya, diantaranya : berkembangnya terumbu-terumbu karbonat yang masif pada Miosen Atas yang hampir ekivalen secara umur dengan karbonat Parigi akibat pembukaan dan penenggelaman cekungan-cekungan terendapkan sesudah Regresi transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping kadar abu dan belerang yang rendah KALA PLIOCENE *Pada akhir Pliocene bumi mengalami pendinginan, sehingga terjadi sejumlah es. - no , di + KALA MIOSEN *Pra Miocene tengah banyak menghasilkan gamping. *Batuan Pra Miocene dengan Miocene Tengah ada yang selaras dan ada yang tidak selaras. Di +

ZAMAN PALEOGEN Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian pertama dari era Kenozoikum dan berlangsung selama 42 juta tahun antara 65,5 ± 0,3 hingga 23,03 ± 0,05 juta tahun yang lalu. Periode ini terdiri dari kala Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen. Paleogen merupakan saat pertama berkembangnya mamalia dari jumlah yang sedikit dan bentuk yang sederhana, hingga membengkak menjadi beragam jenis pada akhir kepunahan massal yang mengakhiri periode Kapur (era Mesozoikum) sebelumnya. Beberapa mamalia ini akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih besar yang mendominasi daratan, dan ada pula yang berevolusi menjadi mampu hidup di lingkungan lautan, daratan khusus, dan bahkan di udara. Burung juga berkembang pesat pada periode ini menjadi kurang lebih bentuk modern yang dikenal saat ini. Cabang kehidupan lain di bumi bertahan relatif tidak berubah dibandingkan dengan perubahan yang dialami burung dan mamalia pada periode ini. Iklim menjadi lebih dingin sepanjang Paleogen dan batas laut menyurut di Amerika Utara di awal periode ini. Ciri – cirri endapannya, diantaranya :

diendapkan sedimen-sedimen regresif cekungan sedang mengalami pengangkatan dan inversi. di + KALA EOSEN *Pada Eocene muncul golongan kuda dan mulai muncul bunga-bunga yang spesifik antara lain bunga mawar. 4. 8. dan tipe volkanik). 3. Implikasinya : cuaca makin dingin.Tersingkap banyak paparan benua sedimen yag terbentuk setelah exposed tersebut dicirikan oleh sedimen-sedimen klastik yang sangat tebal. *Muncul golongan Nummulites yang berasosiasi dengan terumbu. sehingga terjadi ketidakselarasan. Di+ Selanjutnya antara zaman Tersier dan Kuarter. *Terjadi proses genag laut kembali sehingga shelf yang tadinya terbentuk menjadi tergenang kembali. 6.Pada saat tersebut di Indonesia masih terbentuk subdaksi. 2. sehingga terbentuk deretan pegunungan yang mengalami erosi.sangat kasar. batupasir kasar . debris flow. terjadi kemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global . *awal Eocene terdapat pengendapan klastik yang besar (tipe turbidit. Di + KALA PALEOSEN Paleocene muncul primata (hampir bersamaan dengan munculnya nannoplakton jenis Discoaster).1. 5. serta konglomerat. 7. Penyebaran terbatas (oleh graben) Pengendapan bersamaan dengan aktivitas tektonik Ketebalan bervariasi dan banyak lapisan Selalu berkaitan dengan busur vulkanik Hampir semua Autochton Endapan tersusun oleh matriks lempung dan bongkah-bongkah batugamping numulit. Pengendapan sebelum transgresi KALA OLIGOSEN *menjelang akhir Oligocene terjadi susut laut yang sangat besar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->