BAB I PENGENALAN BAJA

1. Sejarah Struktur Baja Penggunaan logam sebagai bahan struktural diawali dengan besi tuang untuk bentang lengkungan (arch) sepanjang 100 ft (30 m) yang dibangun di Inggris pada tahun 1777 – 1779. Dalam kurun waktu 1780 – 1820,. Dibangun lagi sejumlah jembatan dari besi tuang, kebanyakan berbentuk lengkungan dengan balok – balok utama dari potongan – potongan besi tuang indivudual yang membentuk batang – batang atau kerangka (truss) konstruksi. Besi tuang juga digunakan sebagai rantai penghubung pada jembatan – jembatan suspensi sampai sekitar tahun 1840. Setelah tahun 1840, besi tempa mulai mengganti besi tuang dengan contoh pertamanya yang penting adalah Brittania Bridge diatas selat Menai di Wales yang dibangun pada 1846 – 1850. Jembatan ini menggunakan gelagar –gelagar tubular yang membentang sepanjang 230 – 460 – 460 – 230 ft (70 – 140 – 140 – 70 m) dari pelat dan profil siku besi tempa. Proses canai (rolling) dari berbagai profil mulai berkembang pada saat besi tuang dan besi tempa telah semakin banyak digunakan. Batang – batang mulai dicanai pada skala industrial sekitar tahun 1780. Perencanaan rel dimulai sekitar 1820 dan diperluas sampai pada bentuk – I menjelang tahun 1870-an. Perkembangan proses Bessemer (1855) dan pengenalan alur dasar pada konverter Bessemer (1870) serta tungku siemens-martin semakin memperluas penggunaan produk – produk besi sebagai bahan bangunan. Sejak tahun 1890, baja telah mengganti kedudukan besi tempa sebagai bahan bangunan logam yang terutama. Dewasa ini (1990-an), baja telah memiliki tegangan leleh dari24 000 sampai dengan 100 000 pounds per square inch, psi (165 sampai 690 MPa), dan telah tersedia untuk berbagai keperluan struktural.

1|Pembuatan Baja

Berikut ini adalah awal mula ditemukannya Baja.   Besi ditemukan digunakan pertama kali pada sekitar 1500 SM Tahun 1100 SM, Bangsa hittites yang merahasiakan pembuatan tersebut selama 400 tahun dikuasai oleh bangsa asia barat, pada tahun tersebbut proses peleburan besi mulai diketahui secara luas.         Tahun 1000 SM, bangsa yunani, mesir, jews, roma, carhaginians dan asiria juga mempelajari peleburan dan menggunakan besi dalam kehidupannya. Tahun 800 SM, India berhasil membuat besi setelah di invansi oleh bangsa arya. Tahun 700 – 600 SM, Cina belajar membuat besi. Tahun 400 – 500 SM, baja sudah ditemukan penggunaannya di eropa. Tahun 250 SM bangsa India menemukan cara membuat baja Tahun 1000 M, baja dengan campuran unsur lain ditemukan pertama kali pada 1000 M pada kekaisaran fatim yang disebut dengan baja damascus. 1300 M, rahasia pembuatan baja damaskus hilang. 1700 M, baja kembali diteliti penggunaan dan pembuatannya di eropa.

2. Material baja 2.1 Jenis – jenis Baja Dengan baja dimaksudkan suatu bahan dengan keserbasamaan yang besar, yang terutama terdiri atas ferrum (Fe) dalam bentuk hablur dan 0,04 @ 1,6% zat arang (C); zat arang itu didapat dengan jalan membersihkan bahan pada temperatur yang sangat tinggi, dengan menggunakan proses – proses yang akan disebut sebagian besar dari besi kasar, yang dihasilkan oleh dapur – dapur tinggi. Semua jenis – jenis baja sedikit banyak dapat ditempa dan dapat disepuh, sedangkan untuk baja lunak pada tegangan yang jauh dibawah kekuatan tarik atau batas patah TB, yaitu apa yang dinamakan batas lumer atau tegangan lumer Tv, terjadi suatu keadaan yang aneh, dimana perubahan bentuk berjalan terus beberapa waktu, dengan tidak memperbesar beban yang ada.

2|Pembuatan Baja

Sifat – sifat baja bergantung sekali kepada kadar zat arang, semakin bertambah kadar ini, semakin naik tegangan patah dan regangan menurut prosen, yang terjadi pada sebuah batang percobaan yang dibebani dengan tarikan, yaitu regangan patah menjadi lebih kecil. Persentase yang sangat kecil dari unsur – unsur lainnya, dapat mempengaruhi sifat – sifat baja dengan kuat sekali, secar baik atau jelek. Guna membedakannya, jenis – jenis baja diberi nomor yang sesuai dengan tegangan patah yang dijamin dan yang terendah pada percobaan tarik yang normal, tetapi untuk setiap jenis baja juga ditentukan suatu TBmaks. Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu :
 

Baja karbon (Carbon steel) Baja paduan (Alloy steel)

1. Baja Karbon (carbon steel) Baja karbon dapat terdiri atas : a. Baja karbon rendah (low carbon steel) Machine, machinery dan mild steel (0,05 % – 0,30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin
  

kandungan karbonnya < 0,3%C tidak responsif terhadap perlakuan panas yang bertujuan membentuk martensit metode penguatannya dengan “Cold Working” ìstruktur mikronya terdiri ferit dan perlit

   

relatif lunak dan lemah ìulet dan tangguh mampu mesin dan mampu lasnya baik murah aplikasi : bodi mobil,bentuk struktur (profil I, L, C, H), pipa saluran Penggunaannya:

-

0,05 % – 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails. 0,20 % – 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings

3|Pembuatan Baja

drills. crankshafts.3 – 0. roda gigi.6%C dapat dinaikkan sifat mekaniknya melalui perlakuan panas austenitizing. dilas dan dipotong. dan tempering     banyak dipakai dalam kondisi hasil tempering sehingga struktur mikronya martensit paling keras.50 % C Penggunaan : screw drivers.50 % – 0. crankshaft Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah. screws. tools for turning hard metals. fine cutters   kandungan karbonnya: 0. kawat kekuatan tinggi. paling kuat. boilers. quenching.30 % – 0. Baja karbon tinggi (high carbon steel) Sifatnya sulit dibengkokkan.60 % C : hammers dan sledges c. Sifatnya sulit untuk dibengkokkan. crank pins. rel kereta api.7 dapat dinaikkan sifat mekaniknya melalui perlakuan panas austenitizing. 0. reamers. dies 4|Pembuatan Baja . blacksmiths hummers. axles. screwdrivers. saws for cutting steel.50 % C : car axles. dan tempering      banyak dipakai dalam kondisi hasil tempering sehingga struktur mikronya martensit lebih kuat dari baja karbon rendah aplikasi :poros. Baja karbon menengah (medium carbon steel )   kandungan karbonnya: 0. dipotong. wire drawing dies. dilas. hammers.perkakas potong.b. knives. vise jaws. auger bits. pisau cukur. tables knives. Kandungan 0. tools for turning brass and wood.60 % – 1. rails.40 % C : connecting rods. paling getas di antara baja karbon lainnya tahan aus aplikasi :pegas. quenching. 0.6 < % C ≤ 1.40 % – 0. Penggunaan:    0.

kuat dan ulet bila dibandingka terhadap baja karbon (carbon steel). jika elemen paduannya 2. jika elemen paduannya ≤ 2.50 %. reamers. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka baja paduan tersebut akan merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih keras. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills. countersinks.  Baja Paduan Khusus (special alloy steel) Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel.5 – 10 % High alloy steel.2. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel. kekuatan tarik dan sebagainya)    Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi) Untuk membuat sifat-sifat spesial Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:    Low alloy steel. Baja Paduan (Alloy steel) Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:  Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan.70 % – 1.5 % Medium alloy steel. Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel 5|Pembuatan Baja . jika elemen paduannya > 10 % Baja paduan juga dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special alloy steel) &high speed steel. manganese. keliatan.  High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel Kandungan karbon : 0. chromium. lathe tool bits dan milling cutters. molybdenum. tungsten dan vanadium.

Jenis Lainnya : Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus:         Baja tahan garam (acid-resisting steel) Baja tahan panas (heat resistant steel) Baja tanpa sisik (non scaling steel) Electric steel Magnetic steel Non magnetic steel Baja tahan pakai (wear resisting steel) Baja tahan karat/korosi Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima kelompok baja yaitu:      Baja karbon konstruksi (carbon structural steel) Baja karbon perkakas (carbon tool steel) Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel) Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel) Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel) 3. Sifat Baja • Baja tahan garam (acid-resisting steel) • Baja tahan panas (heat resistant steel) • Baja tanpa sisik (non scaling steel) • Electric steel • Magnetic steel • Non magnetic steel • Baja tahan pakai (wear resisting steel) • Baja tahan karat/korosi 6|Pembuatan Baja .

Bangunan – bangunan industrial dan bangunan – bangunan sau lantai tertentu. bangunan tersebut dapat diperlakukan sebagai serangkaian rangka (frame) bidang. kerangka ruang. b) Struktur tipe cangkang (shell type structure). dan batang – batang yang mendapatkan beban lentur kombinasi dan beban aksial. balok. seperti balok dan gelagar pelat atau kerangka yang biasanya menerus. pada umumnya menggunakan struktur rangka baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian saja. Jembatan pun kebanyakan merupakan struktur rangka. Meskipun suatu bangunan berlantai banyak bersifat tiga dimensional. seperti gereja. c) Struktur tipe suspensi (suspension type structure). dimana tegangan aksial lebih dominan. rangka tersebut harus diperlakukan sebagai rangka ruang tiga dimensi. dan gelanggang.4. baik yang terhubungkan secara rigid atau hanya terhubung sederhana dengan penopang diagonal untuk menjaga stabilitas. sebuah kubah atau mungkin pula bagian dari suatu rangka datar atau rangka kaku satu lantai dengan pelana. bila perangkaan sedemikian rupa sehingga perilaku batang – batangnya pada salah satu bidang cukup mempengaruhi perilaku pada bidang lainnya. dimana tarikan aksial lebih mendominasi sistem pendukung utamanya. a) Struktur Rangka Kebanyakan konstruksi bangnan tipikal termasuk dalam kategori ini. 7|Pembuatan Baja . Khususnya sistem atap yang mungkin terdiri dari serangkaian kerangka datar. Dengan demikian. Struktur Baja Struktur dapat dibagi menjadi tiga kategori umum : a) Struktur rangka (framed structure). Meskipun demikian. sekolah. dimana elemen – elemennya kemungkinan terdiri dari batang – batang tarik. Bangunan berlantai banyak biasanya terdiri dari balok dan kolom. namun biasanya bangunan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga lebih kaku pada salah satu arah ketimbang arah lainnya.

kubah juga bertindak sebagai penahan beban. Karena elemen tarik ini terbukti paling efisien dalam menahan beban. sementara berfungsi bersama dengan sebuah kerangka kerja.b) Struktur Tipe Cangkang Dalam tipe struktur ini. selain melayani fungi bangunan. Meskipun demikian. Biasanya subsistem dari struktur ini terdiri dari struktur kerangka. seperti misalnya rangka pengaku pada jembatan gantung. c) Struktur Tipe Suspensi Pada struktur dengan tipe suspensi. Telah dibangun pula banyak struktur khusus dengan berbagai kombinasi dari tipe rangka. elemen – elemen “kulit”nya dapat bersifat tekan. dapat digunakan pula suatu struktur rangka yang dikombinasikan dengan cangkang. 8|Pembuatan Baja . seorang desainer spesialis dalam tipe struktur cangkang ini pun pada dasarnya harus juga memahami desain dan perilaku struktur rangka. Bejana penyimpanan. Pada banyak struktur dengan tipe cangkang. cangkang. kabel tarikmerupakan elemen – elemen utama. struktur dengan konsep ini semakin banyak dipergunakan. Salah satu tipe yang umum dimana tegangan utamanya berupa tarikan adalah bejana yang digunakan untuk menyimpan cairan (baik untuk temperatur tinggi maupun rendah). diantaranya yang paling terkenal adalah tanki air. Conto pada badan pesawat terbang. tanki dan badan kapal merupakan contoh – contoh lainnya. Pada dinding – dinding dan atap datar. Struktur tipe cangkang biasanya didesain oleh seorang spesialis. dan suspensi.

2. 4. Jumlah tenaga kerja minimum. Dalam desain apapun. tampaklah bahwa penentuan kriteria – kriteria yang terukur dengan jelas pun (seperti berat dan biaya) untuk mencapai suatu optimum kerap kali terbukti tidak mudah. Untuk sebuah struktur. Berat yang minimum. mekanika bahan dan analisis struktur. Dengan memperhatikan kriteria yang mungkin seperti diatas. untuk menciptakan suatu struktur yang aman dan ekonomis sehingga dapat berfungsi seperti yang diharapkan. yang mengkombinasikan perasaan intuitif seorang insinyur yang berpengalaman mengenai perilaku struktur dengan pengetahuan yang mendalam mengenai prinsip – prinsip statika. Waktu konstruksi yang minimum. 3. kriteria – kriteria tersebut dpat berupa : 1. b. 6. 5. penilaian hanya dapat dilakukan secara kualitatif. Biaya minimum.5. Efisiensi pengoperasian yang maksimum bagi pemilik. Biaya pembuatan produk – produk pemilik yang minimum. harus ditentukan sejumlah kriteria untuk menilai apakah yang optimum tersebut telah tercapai atau belum. bahkan mustahil dilakukan. Prinsip – prinsip Desain Desain merupakan suatu proses untuk mendapatkan penyelesaian yang optimum. Desain Struktur Desain struktur dapat didefinisikan sebagai suatu paduan dari sains dan seni. Desain a. Biasanya dilibatkan beberapa kriteria yang masing – masing perlu diberi bobot nilai. Dalam kebanyakan situasi praktis. dinamika. 9|Pembuatan Baja .

namun hendaknya kita tidak melupakan kriteria subyektif lainnya. desain fungsional dan deain kerangka kerja struktural. Estetika. 10 | P e m b u a t a n B a j a . Fasilitas – fasilitas transfortasi yang memadai. Area kerja yang lapang dan mencukupi. dan derek atau alat –alat untuk menangani bahan – bahan. Prosedur Desain Prosedur desain dapat dianggap terdiri dari dua bagian. Secara gari besar. b. d. dapat digunakan teknik – teknik optimasi. seperti lift. Penentuan fungsi – fungsi yang akan dilayani oleh struktur yang bersangkutan. sehingga beban – beban layanan bekerja dengan aman. untuk memperoleh titik maksimum dan minimum dari fungsi objektif yang bersangkutan. tangga. c. prosedur desain secara iteratif dapat digambarkan sebagai berikut : 1) Perencanaan. e. c. Desain kerangka kerja struktural berarti pemilihan susunan serta ukuran elemen – elemen struktur yang tepat. Tentukan kriteria – kriteria untuk mengukur apakah desain yang dihasilkan telah mencapai optimum. Pencahayaan yang cukup. Desain fungsional menjamin tercapainya hasil – hasil yang dikehendaki seperti : a. misalnya berat dan biaya.Apabila suatu kriteria tertentu dapat diwujudkan secara matematis. Ventilasi atau pengkondisian udara yang tepat. 2) Konfigurasi struktur pendahuluan. Susunan dari elemen – elemen yang akan melayani fungsi – fungsi pada langkah 1 3) Penentuan beban – beban yang harus dipikul. walaupun pengintegrasian dai prinsip – prinsip perilaku dengan desain elemen – elemen baja struktur hanya berdasarkan kriteria – kriteria objektif yang sderhana saja.

Langkah – langkah tersebut merupakan suatu proses iteratif. Sebagai hasil dari evaluasi. 6) Evaluasi. Pemilihan ukuran batang yang memenuhi kriteria objektif. 11 | P e m b u a t a n B a j a .4) Pemilihan batang pendahuluan. Analisis struktur dengan membuat model beban – beban dan kerangka kerja struktural untuk mendapatkan gaya – gaya internal dan defleksi yang dikehendaki. seperti berat atau biaya minimum dilakukan berdasarkan keputusan dari langkah 1. 7) Redesain.2 dan 3. 5) Analisis. Apakah semua persyaratan kekuatan dan kemampuan kerja telah terpenuhi dan apakah hasilnya sudah optimum? Bandingkan dengan kriteria – kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. diperlukan pengulangan bagian mana saja dai urutan 1 sampai dengan 6. Namun dengan mengingat bahwa konfigurasi struktur dan pembebanan luar telah ditentukan sebelumnya.

BAB II PROSES PEMBUATAN BAJA 1. Standar Baja Standar yang digunakan dalam pembuatan baja di Indonesia a. Standard AISI dan SAE 12 | P e m b u a t a n B a j a .

b. Standard : JIS G3101 | Grade : JIS | Country : Japan | Publication Date : 1995 13 | P e m b u a t a n B a j a .

sehingga dapat dirol menjadi bentuk bulat.2.1 Pembuatan Besi Kasar Besi kasar adalah hasil pengolahan dari bijih besi dengan melalui beberapa proses. banyak proses yang dilakukan. sehingga membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dipakai dalam berbagai keperluan. 2. Ditemukan buat pertama kali oleh orang Mesir lebih dari 4000 tahun yang lalu untuk perhiasan dan alat rumah tangga yang kemudian berkembang menjadi bahan berharga dan dimanfaatkan orang setiap hari saat ini. Tahap Awal Pembuatan baja Proses pembuatan Logam Baja Baja merupakan salah satu bahan yang sangat banyak dipakai di seluruh dunia untuk keperluan kehidupan manusia. khususnya di dunia industri. Dapur tinggi mempunyai konstruksi yang cukup besar dengan ketinggian mencapai 100 meter. kokas dan batu kapur. Kokas adalah batu bara yang telah diproses (disuling kering) 14 | P e m b u a t a n B a j a . Untuk menjadikan baja. Dibentuk menjadi “pellet” (bulatan-bulatan kecil) dengan diameter + 14 mm. Untuk memudahkan dalam pembentukan “pellet” maka ditambahkan tanah liat. yaitu bijih besi. sehingga partikel besi dapat dipisahkan dari bahan yang tidak diperlukan dengan menggunakan magnit. maka bijih besi diproses pada dapur tinggi. Pada bagian atas dapur tinggi terdapat corong untuk memasukkan bahan baku. Proses awal adalah dengan mengurangi senyawa-senyawa dan zat-zat lain yang terkandung dalam bijih besi dengan tahap sebagai berikut :    Dibersihkan Dipecah-pecah dan digiling sampai menjadi halus. Dinding luar terbuat dari baja dan bagian dalam dilapisi batu tahan api yang mampu menahan temperatur tinggi. Setelah proses awal dilakukan.

Proses Pembuatan Baja Besi kasar dari hasil proses dapur tinggi. (± 1/8 dari volume konvertor) Kembali ditegakkan. Batu kapur berfungsi untuk mengikat bahanbahan yang tidak diperlukan. kemudian diproses lanjut untuk dijadikan berbagai jenis baja. Cairan besi dan terak akan turun ke dasar dapur tinggi secara perlahan-lahan dan selanjutnya dituang ke kereta khusus. Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja.5 – 2 atm dihembuskan dari kompresor.sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. yang kemudian dapat diproses lebih lanjut menjadi baja. Hasil ini disebut besi kasar. Sistem kerja      Dipanaskan dengan kokas sampai ± 1500 0C. Proses pada dapur tinggi adalah dengan meniupkan udara panas ke dalam dapur tinggi untuk membakar kokas dengan temperatur + 2000oC. 15 | P e m b u a t a n B a j a . Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengelaurkan hasilnya. Udara dengan tekanan 1. 3. Proses Konvertor Terdiri dari satu tabung yang berbentuk bulat lonjong dengan menghadap kesamping. Ada beberapa proses yang dilakukan untuk merubah besi kasar menjadi baja : 1.

yang mengeluarkan paten pada tahun 1855. Proses itu independen ditemukan pada 1851 oleh William Kelly. tetapi tidak pada skala industri. Proses ini juga telah digunakan di luar Eropa selama ratusan tahun.2. Henry Bessemer . Dapur Baja Oksigen (Proses Bassemer) Proses Bessemer adalah proses untuk produksi massa baja dari cair pig iron. Dibagian atas konverter merupakan 16 | P e m b u a t a n B a j a . Prinsip utama adalah menghilangkan kotoran dari besi dengan oksidasi dengan udara yang ditiup melalui besi cair. Oksidasi juga meningkatkan suhu massa besi dan menyimpannya cair. Proses ini dinamai penemunya. Kapasitas sebuah konverter 8-30 ton besi cair dengan muatan yang biasa berada di sekitar 15 ton. Converter Bessemer Proses ini dilakukan dalam kontainer baja bulat telur besar dilapisi dengan tanah liat atau dolomit disebut konverter Bessemer.

berbalik tegak selama konversi dan kemudian diputar lagi untuk menuangkan baja cair di akhir. Dalam rangka memberikan baja sifat yang diinginkan. dimana besi diperkenalkan dan produk jadi dihapus. mangan dan karbon sebagai oksida yang akan membentuk gas ataupun terak padat. 17 | P e m b u a t a n B a j a . Konverter ini diputar pada trunnions sehingga dapat diputar untuk menerima tuduhan. biasanya miring ke sisi relatif terhadap tubuh kapal. Mengelola proses Ketika baja yang diperlukan sudah terbentuk.pembukaan. Bagian bawah ini berlubang dengan sejumlah saluran yang disebut tuyères melalui udara dipaksa menjadi konverter. logam cair recarburized ke titik yang dikehendaki dan bahan paduan lainnya ditambahkan. Selama periode ini kemajuan oksidasi kotoran dapat dilihat atau dinilai oleh penampilan dari api yang keluar dari mulut konverter. zat lainnya dapat ditambahkan ke baja cair saat konversi selesai adalah spiegeleisen (karbonmangan paduan besi). Penggunaan metode modern fotolistrik pencatatan karakteristik nyala api telah sangat membantu blower dalam pengendalian kualitas akhir produk. Dolomit digunakan ketika kandungan fosfor tinggi di dasar Bessemer (kapur atau magnesit pelapis juga kadang-kadang digunakan sebagai pengganti dolomit). dimana ada rendah fosfor dalam bahan baku. itu dicurahkan ke dalam ladle dan kemudian ditransfer ke dalam cetakan dan terak ringan yang tertinggal. Setelah pukulan. Oksidasi Proses oksidasi menghilangkan pengotor seperti silikon. Lapisan tahan panas konverter juga memainkan peran dalam lapisan tanah liat yang konversinya menggunakan dalam asam Bessemer. Proses konversi yang disebut "pukulan" dilakukan dalam waktu sekitar dua puluh menit. tergantung pada produk yang diinginkan.

Proses Siemens Martin Sama halnya dengan Dapur Baja Oksigen. Kelham Island Museum. Dapur ini dapat menampung baja cair lebih dari 100 ton dengan proses mencapai temperatur + 1600oC. 18 | P e m b u a t a n B a j a . wadah besar serta berdinding yang sangat kuat dan landai. maka dapur baja terbuka (Siemens Martin) juga merupakan dapur yang digunakan untuk memproses besi kasar menjadi baja. maka tutup atas dibuka dan cairan baja disalurkan untuk proses selanjutnya untuk dijadikan bermacam-macam jenis baja. England 3. Apabila selesai tiap proses.Bessemer converter. Oksigen langsung disalurkan kedalam cairan logam melalui tutup atas. Sheffield. Proses pembuatan dengan dapur ini adalah proses oksidasi kotoran yang terdapat pada bijih besi sehingga menjadi terak yang mengapung pada permukaan baja cair.

Pada basic open-hearth furnace. Proses pembuatan baja dengan cara Open-Hearth ini meliputi 3 periode yaitu : a. Bagian bawah untuk tempat logam cair dan terak dari bahan magnesite brick atau dolomite harus diganti setiap kali peleburan selesai.) fungsi dari regenerator adalah: 1. Bagian bawah dinding dapur harus diganti setiap kali peleburan selesai. Periode memasukkan dan mencairkan bahan isian.50 % CaO. Periode mendidihkan cairan logam isian. b. Pada proses basic ataupun acid dapat menggunakan bahan isian padat ataupun cair. Terak basa yang dihasilkan + 40 . Periode membersihkan/memurnikan (refining) dan deoksidasi d. menghemat pemakaian tempat Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih. sebagai Fundamen/ landasan dapur 3.Menggunakan sistem regenerator (± 3000 0C. Proses pembuatan baja dengan cara Open-Hearth furnace ini dapat dalam keadaan basa atau asam (basic or acid open-hearth). dinding bagaian dalam dapur dilapisi dengan magnesite brick. besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3) Pada proses Open-Hearth ( dapur Siemens Martin ) digunakan campuran besi mentah (pig iron) padat atau cair dengan baja bekas (steel scrap) sebagai bahan isian (charge). memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur 2. Pada acid open-hearth furnace. dinding bagian dalam dapur dilapisi dengan dinas-brick. c. Bahan isian : besi mentah dan baja bekas beserta bahan tambah ditaruh dalam heart lewat puntu pengisian. Bahan bakar yang dipakai adalah: campuran blast furnace gas dan cokes oven gas. Pada proses ini temperatur yang dihasilkan oleh nyala api dapat mencapai 1800oC.   Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2).55 % SiO2. Terak yang dihasilkan mengandung silica yang cukup tinggi yaitu 50 . Bahan bakar (fuel) dan udara sebelum dimasukkan ke dalam dapur terlebih dahulu dipanaskan dalam “Cheekerwork” dari renegarator. 19 | P e m b u a t a n B a j a .

biasanya dengan menambahkan Alumunium ke dalam kowi tempat menampung/mengetap baja cair yang dihasilkan agar kadar silicon dapat dibatasi. Pertama-tama baja bekas dan batu kapur dimasukkan ke dalam dapur. sebagian Phospor (P) yang terdapat dalam besi mentah akan berubah menjadi terak “ Untuk menjaga agar terak tidak masuk/berekasi kembali dengan logam cair. mula-mula ke dalam dapur dimasukkan baja bekas (scarap steel) yang ringan kemudian baja bekas yang berat. baja bekas (Scrap steel) dan sedikit bijih besi (iron ore). Kemudian dipanaskan sampai temperatur yang cukup. 20 | P e m b u a t a n B a j a . Proses Basic Open-Hearth Pada proses basic open-hearth ini. lalu bahan isian cair dimasukkan lewat pintu pemasukan. nikel dan sebagainya. Reaksi kimia terjadi serupa dengan di atas. chrome. Cara ini biasa dikerjakan pada perusahaan dapur tinggi (blast furnace) dimana besi mentah cair dari dapur tinggi tersebut langsung diproses pada open-hearth furnace. 1. Pada akhir proses peleburan. maka kirakira 40% . Proses yang mengggunakan besi mentah cair terdiri dari besi mentah cari + 60 % dan baja bekas kira-kira 40 % dan sedikit bijih besi dan bahan tambah.Proses yang menggunakan isian padat biasa disebut “Scarp and pig process” yaitu proses yang isian padatnya terdiri dari besi mentah (pig iron). Untuk deoxidasi terakhir.50% terak tersebut lekas dikeluarkan dan juga perlu ditambahkan batu kapur untuk membentuk terak yang baru. yaitu dengan menambahkan bahan paduan yang dikehendaki seperti : tembaga. Macam-macam baja paduan dapat dihasilkan dalam open-hearth furncae. Setelah itu ditambahkan bahan tambah (batu kapaur) dan bijih besi yang diperlukan untuk membentuk terak pertama. Sebagian Sulfur (S) dapat dikeluarkan dari logam dengan reaksi : Reaksi ini diikuti dengan kenaikan temperatur yang tinggi dan terak CaS yang terjadi berupa terak basa.

3. antara lain : a.2. Kandungan Silicon dipertahankan < 0. Komposisi bahan isian (charge) b. Pemakaian bahan bakar setiap berat baja cair tergantung pada banyak faktor. Proses ini biasanya memakai bahan isian padat dengan 30 .03%. Efisiensi Ekonomis Operasi Open-Hearth Furnace Faktor-faktor ekonomis yang utama pada operasi Open-hearth furnace adalah : Pemakaian bahan bakar setiap ton berat baja yang dihasilkan. kandungan Silicon akan naik. biji besi tidak boleh ditambahkan pada bahan isian. Untuk keperluan ini biasa digunakan bahan bakar + 10 -25 % dari berat baja yang dihasilkan. Silicon dan Mn dioksidasi dan bersatu dengan bahan tambah dan membentuk terak pertama (+ 40% SiO2). dimana hal itu dapat menimbulkan reaksi dengan Silica pada bagian tungku berupa 2FeO. Thermal capacity dari dapur. Cara untuk menaikkan efisiensi ekonomis adalah dengan cara menggunakan udara yang banyak mengandung Oksigen untuk membakar bahan bakar. Dengan cara ini. Proses Acid Open-Hearth Proses acid open-hearth membutuhkan bahan isian berkualitas lebih baik dengan kadar Phospor P < 0. Pada prakteknya diperlukan panas 700 . Setelah pengisian dan pemanasan. besi. temperatur 21 | P e m b u a t a n B a j a . setiap m2 luas tungku dalam tiap 24 jam. Pada proses ini.1400 Kcal untuk setiap kg baja. Produksi baja dalam ton berat.03% dan kadar Sulphur S < 0. kandungan Silicon ini perlu dipertahankan dalam kadar yang rendah sebab pada akhir periode pemanasan. Produksi baja dalam ton tiap m2 luasan tungku dihitung berdasarkan produksi out put dapur dalam ton berat dibagi luasan tungku Q/m2.SiO2.6%.50 % berat baja bekas. Untuk bahan isian cair akan memerlukan bahan bakar yang sedikit dibandingkan dengan bila bahan isian padat.

nyala api (flame) dapat naik sehingga radiasi dari nyala api dapat bertambah dan pembakaran dapat lebih sempurna. umur lapisan dalam (9%). Dengan memakai “Auotmatic control”. Dengan penambah Oksigen ini akan dapat pula mengurangi kadar Carbon ( C ) dalam baja. 22 | P e m b u a t a n B a j a . Dengan cara ini produksi dapat naik + 25 .30 %. akan menaikan efisiensi bb (5%). output (8%).

BOF) menggunakan besi kasar (65 – 85 %) yang dihasilkan oleh tanur tinggi sebagai bahan dasar utama dicampur dengan besi bekas dan batu kapur. Gagasan ini dicetuskan oleh Bessemer sekitar tahun 1800.  ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S. Tidak perlu tuyer di bagian bawah Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon Biaya operasi murah Proses Pembuatan Baja dengan Tanur Oksigen Basa (Basic Oxygen Furnace) 23 | P e m b u a t a n B a j a .   logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu ditegakkan) Oksigen (± 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar dengan kecepatan tinggi.5 %O2) tiap satu ton muatan) dengan tekanan 1400 kN/m2. Panas ditimbulkan oleh reaksi dengan oksigen. Keuntungan dari BOF adalah:      BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen Proses hanya lebih-kurang 50 menit.4. (55 m3 (99. Proses Basic Oxygen Furnace Proses tanur oksigen basa ( Basix Oxygen Furnace.

Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. 24 | P e m b u a t a n B a j a . sehingga proses dengan dapur baja listrik merupakan salah satu proses yang terbaik untuk menghasilkan baja berkualitas tinggi dan baja tahan karat (stainless steel). 5. Unsur-unsur karbon. Temperatur tinggi dengan menggunkan busur cahaya electrode dan induksi listrik. Penggunaan arus listrik untuk pemanasan tidak akan mempengaruhi atau mengkontaminasi cairan logam. Proses Dapur Listrik Disebut juga Electical Arc Furnace . Batu kapur dan kalsium fluor ditambahkan untuk mengikat kotoran-kotoran seperti fosfor dan belerang dan membentuk terak. Panas yang dibutuhkan untuk pencairan baja adalah berasal arus listrik yang disalurkan dengan tiga buah elektroda karbon dan dimasukkan/diturunkan mendekati dasar dapur. mangan dan silicon akan teroksidasi. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair.

Setelah bahan-bahan dimasukkan. Keuntungan :     Mudah mencapai temperatur tinggi dalam waktu singkat Temperatur dapat diatur Efisiensi termis dapur tinggi Cairan besi terlindungi dari kotoran dan pengaruh lingkungan sehingga kualitasnya baik  Kerugian akibat penguapan sangat kecil 25 | P e m b u a t a n B a j a . bahan-bahan yang dimasukkan adalah bahan-bahan yang benar-benar diperlukan dan besi bekas. sehingga besi bekas dan bahan-bahan lain yang dimasukkan dengan cepat dapat mencair. maka elektrodaelektroda listrik akan memanaskan bahan dengan panas yang sangat tinggi (+ 7000oC).Dalam proses pembuatan. Adapun campuran-campuran lain (misalnya untuk membuat baja tahan karat) dimasukkan setelah bahan-bahan menjadi cair dan siap untuk dituang.

26 | P e m b u a t a n B a j a . panasnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit mesin-mesin lain.6. kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas mencapai 700 – 800 mm dari dasar tungku. Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama ± 15 jam. 15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran. Proses Dapur Kopel Mengolah besi kasar kelabu dan besi bekas menjadi baja atau besi tuang. Proses    pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair.   Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar P dan S ditambahkan batu kapur (CaCO3) . besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 – 15 % ton/jam dimasukkan. Gas CO yang dikeluarkan melalui cerobong.

1 % < c < 2.7. Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan muatan dalam cawan akan mencair.   kemudian dapur ditutup rapat. Proses Bessemer converter dan Open-Herath furnace secara basa. Proses Dapur Cawan  Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar dalam cawan.0 % 8. 27 | P e m b u a t a n B a j a . Proses Pembuatan Baja secara Duplex Proses duplex adalah proses yang menggunakan kombiansi dari dua macam cara/metode pembuatan baja yang dapat berupa :    Proses Open-Hearth furnace secara asam dan basa. Proses Open-Hearth secara basa dan electric furnace secara basa.  Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan menambahkan unsur-unsur paduan yang diperlukan Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon & Baja paduan 0.

(b) Proses open-hearth furnace secara basa dan electric furnace secara basa. Mula-mula bahan isian diproses pada open-hearth secara basa. misalnya : baja hasil proses Bessemer dapat dikurangi unsur-unsur yang kurang baik terhadap sifat-sifat baja yaitu S dan P dan berlebihan N sehingga hasil dari proses duplex akan didapatkan kualitas yang baik. Mula-mula bahan isian diproses dahulu dalam open-hearth secara basa kemudian baja cair hasil proses open-hearth secara basa diproses lagi dalam electric furnace basa sampai selesai. barulah baja yang dihasilkan dituang. (c) Proses Bessemer Converter dan Open-Hearth furnace secara basa Mula-mula bahan isian diproses dalam Bessemer Converter dan hasil Bessemer Converter ini diproses lagi dalam Open-Hearth furnace secara basa sampai selesai 28 | P e m b u a t a n B a j a .Dengan proses duplex ini. kemudian baja cair dari proses open-hearth secara basa diproses lagi pada open-hearth furnace secara asam sampai selesai. Cara kerjanya : (a) Proses open-hearth furnace secara basa dan asam. kejelekan-kejelekan dari masing-masing proses dapat dikurangi.

4. Diagram Alir Pembuatan Baja (Flow Chart Steel Making) 29 | P e m b u a t a n B a j a .

30 | P e m b u a t a n B a j a .

1300oC menggunakan bahan bakar gas atau minyak. batangan menjadi bentuk lembaran. besi konstruksi (profil). Proses Pengerolan Awal. Baja yang telah cair dan ditambah dengan campuran lain (sesuai dengan kebutuhan/sifat-sifat baja yang diinginkan) dituang ke dalam cetakan yang berlubang dan didinginkan sehingga menjadi padat.BAB III PROSES PEMBENTUKAN DAN BENTUK-BENTUK PRODUK BAJA Pembentukan baja adalah tahap lanjutan dari proses pengolahan baja dengan berbagai jenis dapur baja. kanal ataupun rel. 2. Proses pengerolan awal ini dimaksudkan agar struktur logam (baja) menjadi merata. strip dan profil Pengerolan bentuk (pelat) 31 | P e m b u a t a n B a j a . lebih kuat dan liat. batangan (billet) atau pelat (slab). Proses ini adalah dengan cara melewatkan baja batangan diantara rol-rol yang berputar sehingga baja batangan tersebut menjadi lebih tipis dan memanjang. disamping membentuk sesuai ukuran yang diinginkan. Ada tiga jenis pengerolan lanjut :    Pengerolan bentuk struktur/konstruksi Pengerolan bentuk besi beton. Proses Pengerolan Lanjut Proses ini adalah untuk merubah bentuk dasar pelat tebal. Proses pembentukan produk baja dilakukan dengan beberapa tahapan: 1. Batangan baja yang masih panas dan berwarna merah dikeluarkan dari cetakan untuk disimpan sementara dalam dapur bentuk kotak serta dijaga panasnya dengan temperatur 1100oC . Penyimpanan tersebut adalah untuk meratakan suhu sebelum dilakukan proses pembentukan atau pengerolan. seperti pelat tebal (bloom).

b. yaitu : penampang bulat. strip atau siku dan lain-lain sebagainya sesuai dengan disain rolnya. Bentuk Strip. bujur sangkar. Bentuk Lembaran (Pelat) Pengerolan bentuk pelat akan menghasilkan baja lembaran tipis dengan cara memanaskan terlebih dahulu baja batangan kemudian didorong untuk melewati beberapa tingkat rol sampai ukuran yang diinginkan tercapai. kemudian dirol secara terus menerus dengan beberapa tingkatan rol dalam satu arah. 32 | P e m b u a t a n B a j a . Besi Beton dan Profil Proses pembentukan ini tidak dilakukan langsung dari pelat tebal. segi-6. tetapi harus dibentuk dulu menjadi batangan. Adapun hasil pengerolan adalah berbagai bentuk. c. Bentuk Struktur Pengerolan bentuk struktur/profiil adalah lanjutan pengerjaan dari pelat lembaran tebal (hasil pengerolan awal) yang kemudian secara paksa melewati beberapa tingkat pengerolan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang diperlukan.a.

Galvalume. dikembangkan sejak 1985. harus diberikan lapisan pelindung (coating) secara memadai. 6% aluminium. JIS G3302. Baja G550 berarti baja memiliki kuat tarik 550 MPa (Mega Pascal). Berbagai metode untuk memberikan lapisan pelindung guna mencegah korosi pada baja mutu tinggi telah dikembangkan. Baja ringan memiliki tegangan tarik tinggi (G550). Baja ringan adalah Baja High Tensile G-550 (Minimum Yeild Strength 5500 kg/m2) dengan standar bahan ASTM A792. atau sering juga disebut sebagai zincalume dan sebuah produsen mengeluarkan produk baja ringan dengan menambahkan magnesium yang kemudian dikenal dengan ZAM.BAB IV BAJA RINGAN Baja Ringan Baja ringan adalah baja canai dingin dengan kualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis namun kekuatannya tidak kalah dengan baja konvensional. menggunakan lapisan pelindung yang terdiri dari: 96% zinc. dan 3% magnesium. SGC 570. 33 | P e m b u a t a n B a j a . Untuk melindungi material baja mutu tinggi dari korosi. Jenis coating pada baja ringan yang beredar dipasaran adalah Galvanized.

sistem rangkanya yang berbentuk jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafon. Tidak bisa dimakan rayap Pemasangannya relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu. Kekurangan :  Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu. jadi tidak berubah karena panas dan dingin (menurut aplikator).Kelebihan dan kekurangan baja ringan : Kelebihan:  Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu. beban yang harus ditanggung oleh struktur di bawahnya lebih rendah     Baja ringan bersifat tidak membesarkan api (non-combustible). maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan  Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil 34 | P e m b u a t a n B a j a .  Karena strukturnya yang seperti jaring ini maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya maksudnya jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat keamanan. Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai dan susut.

oke.com/ss/06/04/nucor/source/3. Sejarah Struktur Baja.wordpress. Iqbal Haqi.18 http://yanartana.com/photos/album/8/Diagram_Alir_pembuatan_Baja_FLow_Cha rt_Steel_Making http://www.com/ http://www.ac.php?t=1249728 http://images.kaskus.DAFTAR PUSTAKA Ahmad Hasnan S.id/books Muh.com/doc/3024023/Sejarah-baja Imelda Akmal. Sejarah Baja. http://rathocivil02.us/showthread.polsri.scribd.gudangmateri.htm 35 | P e m b u a t a n B a j a .wordpress..php?news.com/2008/06/25/sejarah-strukturbaja/ Sonicwitcha. http://sonicwitcha. Baja Ringan. Hardening Pada Baja Karbon Tinggi.com/2008/03/rangka-atap-baja-ringan-sahabat-alam/ http://yefrichan. Sejarah Baja.html Rato.co. http://www.id/print.multiply.google.html http://www.com/ http://shinqueena.blogspot.google.com/2010/10/26/proses-pembuatan-baja-dengan-tanur-oksigenbasa-basic-oxygen-furnace/ http://www.steelindonesia.com/2009/02/sejarah-baja.com/2009/06/07/baja-dan-proses-pembuatannya/ http://sonicwitcha. http://books. Mengenal Baja.com/2011/01/proses-pembuatan-baja-secara-duplex.wordpress.com/photos/album/7/Sejarah_Baja/ http://sipil.or. http://chemistry161.multiply.com/ http://www.id/?file_id=22 Yuli.ilmusipil.businessweek.

http://www.48.php?id=electric_arc_furnace_eaf http://www.html http://t1.org/wiki/Henry_Bessemer http://awalterang.com/images?q=tbn:ANd9GcT3JQBT3oPnI2xtta_rfh6U_kddyLyFVcv7REFZrIcZUZDV7Kw0BI-igNWjA 36 | P e m b u a t a n B a j a .or.cakrasteel.gstatic.blogspot.com/dokuwiki/doku.wikipedia.com/2010/01/pembuatan-besi-baja.aspx http://www.com/2010/12/proses-bessemer.php http://en.id/production_process.steel.html http://www.jp/chapter_2/2f_1.jfe-21st-cf.210.substech.asp?highmain=2&highsub=1&highsubsub=3 http://adrianusaja.blogspot.org/en/Making%20Steel/How%20Its%20Made/Processes/Processes%20Info /Electric%20Arc%20Furnace%20Steelmaking.co.207/english/research_and_technology/manufacturing_processes/iron_and_ steel_making.html http://195.