Makalah : Filsafat Pendidikan

D I S U S U N OLEH : KELOMPOK 2
ABIZAR MUNAWWARAH

INSTIT
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AR-RANIRY SURIEN-BANDA ACEH 2011
Copyright Ariefabdulghafur.wordpress.com

ISLAM
1

yang dengan perjuangan beliaulah kita dapat hidup di alam yang berilmu pengetahuan. penghulu segala Nabi. serta saran yang membangun sangat saya harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. oleh karena itu masukan. Selanjutnya. Darussalam. berkat Rahmat dan Karunia.Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang sederhana ini.com 2 . Terima kasih kami ucapkan kepada dosen yang telah membimbing saya dalam pembuatan makalah yang berjudul ”Hubungan filsafat dan Pendidikan” dan juga kepada teman-teman yang telah membantu.wordpress. kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan penambahan khazanah ilmu bagi kita dalam mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik dimasa yang akan datang. maret 2011 Penyusun Copyright Ariefabdulghafur. bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. baik dari segi materil maupun moril sehingga makalah ini dapat terselesaikan. kritik.KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji dan syukur kepada Allah SWT. Salawat beriring salam saya senandungkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Saya sadar.

..................... Hubungan Filsafat dan Pendidikan ............. Latar Belakang Masalah ................................................................. DAFTAR ISI ............ Kritik dan Saran .............. Realita Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan ................................................................................................................................................... b..................... BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... a......................................................... Tujuan Pembahasan ..................................................................................................    Hubungan Filsafat dengan Ilmu............................. Kesimpulan ...................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... B............... BAB II HUBUNGAN FILSAFAT DAN PENDIDIKAN ............. Titik Temu Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan .............................................................. Kedudukan Filsafat sebagai Satu Disiplin Ilmu ........................................... A.. C......................... 3 ............................................................ B........................ Rumusan Masalah ..................... A.................................. c........ Perbedaan Prinsipil filsafat sebagai Satu Disiplin Ilmu ............................. BAB III PENUTUP ..........

filsafat dan agama. maka itu berarti bahwa ia masih di atas jalan menjadi seorang filsuf. Ibarat satu garis lurus. 4 . Setiap orang yang ingin mengejar pengertian hidup dan kehidupan itu. yang bermuara kepada filsafat sedangkan kebenaran ilmu pengetahuan dan filsafat kenisbian yang bermuara kepada agama. untuk lebih memanusiakan dirinya. perumusannya sangat sulit dilaksanakan. Manusia sebagai makhluk pencari kebenaran dalam perenungannya menemukan tiga bentuk eksistensi kebenaran yaitu: ilmu pengetahuan. Latar belakang masalah Fisafat sebagai “Mater-Scientiarum” (induk ilmu pengetahuan). Bahkan justru filsafatlah yang jadi motor penggerak kehidupan kita sehari-hari baik sebagai manusia pribadi maupun sebagai manusia kolektif dalam bentuk suatu masyarakat atau bangsa.BAB I PENDAHULUAN a. dalam perenungan kita tentang bentuk pengetahuan filsafat dan eksistensinya dalam hidup dan kehidupan manusia di jagat raya ini tidak dapat melepaskan diri dari pembahasan dan kaitannya kepada ilmu pengetahuan dan agama. Sebab berfilsafat tiada lain adalah hidup berpikir dan pemikiran sedalam-dalamnya tentang hidup dan kehidupan itu. sebagai kebenaran yang mutlak (absolut) karena bersumber dari Yang Maha Mutlak dan Maha Benar. Filsafat disebutkan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang bersifat eksistensial artinya sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. sebab nilai filsafat itu hanyalah dapat dimanifestasikan oleh seseorang sebagai filsuf yang otentik. Oleh karena itu. maka kebenaran ilmu pengetahuan mengandung kenisbian (elativitas).

Untuk memahami realita hubungan filsafat dengan ilmu pengetahuan 2. Untuk mengetahui hubungan filsafat dengan ilmu 3. Untuk mengetahui titik temu filsafat dengan ilmu pengetahuan 4. yaitu: 1. Rumusan masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Bagaimana realita hubungan filsafat dengan ilmu pengetahuan ? 2. Untuk mengetahui perbedan prinsipil filsafat dengan ilmu pengetahuan 5.b. Tujuan pembahasan Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. Bagaimana kedudukan filsafat pendidikan sebagai satu disiplin ilmu ? c. Untuk mengetahui hubungan filsafat dan pendidikan 6. Bagaimana hubungan filsafat dengan ilmu ? 3. 5 . Bagaimana hubungan filsafat dan pendidikan ? 6. Dimanakah titik temu filsafat dengan ilmu pengetahuan ? 4. Untuk mengetahui kedudukan filsafat pendidikan sebagai satu disiplin ilmu . Apa saja perbedaan prinsipil filsafat dengan ilmu pengetahuan ? 5.

Menekankan fakta-fakta untuk melukiskan objeknya. memeriksa semua gejala melalui unsur terkecilnya untuk memperoleh gambaran senyatanya menurut bagianya. sedangkan dilihat dari segi prosesnya. melainkan untuk saling mengisi. 6 . a. bahwa keduanya merupakan kegiatan manusia. Perbedaan antara kedua kegiatan manusia itu. dengan menggunakan metode-metode atau prosedur-prosedur tertentu secara sistematis dan kritis. Filsafat dan ilmu memiliki hubungan saling melengkapi satu sama lainnya. Maka dalam hal ini perlu membandingkan antara filsafat dan ilmu. Realita Hubungan Filsafat Dengan Ilmu Pengetahuan Kita berusaha melihat realita hubungannya.BAB II HUBUNGAN FILSAFAT DAN PENDIDIKAN A. berdasarkan suatu asumsi. karena pada hakikatnya. filsafat dan ilmu menunjukkan suatu kegiatan yang berusaha untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan manusia (untuk memperoleh kebenaran dan pengetahuan ). 2. yang menyangkut perbedaanperbedaan maupun titik temu antara keduanya. Analitis. saling melengkapi. perbedaan itu terjadi disebabkan cara pendekatan yang berbeda. bukan untuk dipertentangkan. 3. Hubungan filsafat dengan ilmu Henderson. Dilihat dari hasilnya. Anak filsafat. memberikan gambaran hubungan (dalam hal ini perbedaan )antara filsafat dan ilmu sebagai berikut:  Ilmu (Science) 1. Kegiatan manusia dapat diartikan dalam prosesnya dan juga dalam hasilnya.filsafat dan ilmu merupakan hasil dari pada berpikir manusia secara sadar.

7 . menguji sesuatu dengan menggunakan penginderaan. menguji sesuatu berdasarkan pengalaman dengan memakai pikiran. Sinoptis. b.  Filsafat 1. yaitu: 1. 4. Filsafat dan ilmu pengetahuan keduanya menggunakan metode-metode reflective thinking didalam menghadapi fakta-fakta dunia dan hidup ini. Menggunakan metode eksperimen yang terkontrol sebagai cara kerja dan sifat terpenting. Induk ilmu. 3. menafsirkannya dan memahaminya secara keseluruhan. yang menjadikan bermacam-macam ilmu dan berbeda-beda. dan menyusun bahan-bahan tersebut kedalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebih menyeluruh dan terpadu. 3. Menggunakan semua penemuan ilmu pengetahuan. melaikan juga bagaimana seharusnya objek itu. 2. Titik temu filsafat dengan ilmu pengetahuan Ada beberapa titik pertemuan antara filsafat dan ilmu. 2. 4. Bukan saja menekankan keadaan sebenarnya dari objek. Ilmu pengetahuan mengoreksi filsafat dengan jalan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan yang ilmiah. Manusia dan nilai merupakan faktor penting. dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran. Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong-potong. memandang dunia dan alam semesta sebagai keseluruhan.4. Filsafat dan ilmu pengetahuan keduanya menunjukkan sikap kritis dan terbuka. untuk dapat menerangkannya.

Seorang filosof sebaliknya yakin bahwa misalnya pencernaan atau peredaran darah itu tidak habis diterangkan dengan menunjukkan kelenjar-kelenjar. Maka ia akan menyelidiki semua pertanyaanpertanyaan hidup dari tumbuh-tumbuhan. pencernaan. sehingga kesimpulannya itu tidak benar lagi. binatang dan dari manusia pula untuk diterangkan kemudian. Karena hal ini tidak menjadi lapangan penyelidikannya dan objek materialnya. Tetapi harus pula saling menghormati dan mengakui batas-batas dan sifat-sifatnya masing-masing. c. Penjelasan yang terakhir Seorang ahli ilmu hayat misalnya mempelajari gejala-gejala “hidup”objeknya ialah makhluk-makhluk yang hidup. Perbedaan prinsipil filsafat dengan ilmu pengetahuan Dalam mengupas masalah perbedaan prinsipil antara filsafat dengan ilmu pengetahuan disini dikemukakan tiga buah alasan perbedaan yaitu: 1. organ-organ dan sebagainya serta mencoba menunjukkan semua faktorfaktor yang mempengaruhi hidup itu. Maka ia mencari pengetahuan tentang peredaran darah. Ini sering dilupakan.Filsafat dan ilmu pengetahuan keduanya sangat penting serta saling melengkapi. alat-alat dan sebagainya. Maka ia bertanya terus apakah masalah bergerak dan mengapakah barang hidup itu bergerak dan barang mati itu tidak bergerak? 8 . Dan apabila ia mencoba memperoleh pengertian tentang hidup itu sampai pada kesimpulan bahwa hidup itu bersifat “dapat menggerakkan dirinya sendiri” atau swagerak. Misalnya seorang dokter mengatakan: “waktu saya mengoperasi seorang pasien belum pernah saya melihat jiwanya”. maka ia menginjak lapangan lain. melainkan terletak dalam adanya makhluk itu hidup. meloncat dari lapangannya sendiri ke dalam lapangan filsafat. lalu menimbulkan bermacam-macam kesukaran dan persoalan yang seharusnya dapat dihindari asal saja orang insyaf akan perbedaan antara kedua ilmu pengetahuan tersebut. Akan tetapi pembuktian bahwa makhluk hidup yang dipelajarinya itu “hidup” diterimanya tanpa pembuktian lebih lanjut.

hal itu tidak menjadi persoalan bagi mereka dan berpangkalan pada pengertian dan 9 . terlalu terbagi-bagi pula. terhadap diri sendiri serta terhadap Tuhan pula. Apabila seorang ahli alam menyelidiki benda-benda mati. Seperti telah dikatakan tadi. Keinginan akan syntesis (akan pandangan yang meliputi keseluruhan) Ilmu pengetahuan itu bermacam-macam. Dan dalam penghkususan itu masih terus mengadakan spesialisasi lebih lanjut. Sedang dasarnya yang lebih dalam lagi ialah: bagi seluruh dunia. ilmu hayat misalnya tanpa pembuktian menerima adanya makhluk-makhluk hidup. malahan ilmu pengetahuan itu sendiri menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan itu sendiri. manusialah yang menjadi pusat dan puncaknya. Didorong oleh keinginan untuk mengerti dengan lengkap dan mendalam. serta sesuai dengan harkat dan martabat manusia artinya dengan sadar bebas merdeka dan harus menentukan jalannya. Sambil hidup didunia ini haruslah mencari tujuan hidupnya. Ilmu pengetahuan itu bagi jiwa manusia masih terlalu terbatas adanya. dan dengan mana ia dapat menempatkan dirinya sendiri didalam keseluruhannya itu. 3.maka ia harus menerima adanya benda-benda hidup. Pengetahuan inilah yang disebut “filsafat”. karena kenyataan memang beranekaragam. pandangan yang meliputi seluruh lapangan ilmu pengetahuan.2. banyak. meliputi semua lapangan kehidupannya. maka orang membagi-bagi lapangan ilmu pengetahuan menjadi berbagai macam yang masing-masing mempelajari satu lapangan yang khusus. Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari ilmu pengetahuan itu sendiri Lain daripada itu ilmu pengetahuan itu tidak dapat menjawab semua pertanyaanpertanyaan yang timbul bagi seseorang manusia. Maka diatas hasil-hasil penyelidikan ilmu pengetahuan itu ia memerlukan suatu pengetahuan lagi yang lebih luas. Ia harus menentukan sikap dan kedudukannya terhadap sesama manusia . Yang dikehendaki oleh akal budi manusia adalah kesatuan didalam kebanyakragaam itu. Akan tetapi spesialisasi dalam lapangan ilmu pengetahuan khusus itu orang merasakan bahwa bagian-bagian hanya dapat dimengerti jika dipandang dalam keseluruhannya.

Apakah sebab itu? d. Ahli sejarah tidak bertanya mengenai: siapakah sebetulnya pada hakikatnya manusia itu?. Ini diterima sebagai kenyataan. Apakah pikiran itu? e. Memberikan kenyataan-kenyataan yang “terakhir” b. mengapaia hidup di dalam waktu?. begitu juga dengan ahli kimia dan ahli sejarah. maka dipersoalkan apa arti “ada” itu dalam setiap tingkatan itu dalam barang-barang mati.kejadian-kejadian yang oleh ilmu pengetahuan itu dianggap sudah pasti. Akan tetapi sementara itu teranglah bahwa ini tidak seterang seperti anggapan mereka. filsafatlah yang bertugas dalam hal : a. Apakah yang disebut “ada” itu? b. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari ilmu pengetahuan Semua ilmu pengetahuan tentu berdasarkan anggapan bahwa barang-barang yang dipandangnya sebagai objek itu tentu ada. dalam tumbuh10 . Apakah mengerti itu? Apabila ternyata bahwa “ada” itu ada tingkatannya. Dan ilmu pengetahuan itu tidak lain adalah “filsafat”. tidak memerlukan pembuktian ataupun penyelidikan lagi. Seorang ahli kimia tidak bertanya: “apakah benda itu” dan mengapa justru benda itu ada?. Maka jelaslah bahwa kita sebagai manusia disamping ilmu-ilmu pengetahuan khusus masih memerlukan suatu ilmu pengetahuan lain lagi. Memberikan syntesis yang diinginkan c. suatu ilmu yang khusus mempelajari soal-soal seperti tersebut diatas. dll. Akan tetapi pertanyaan pertanyaan seperti ini akan timbul: “seorang dokter menunjukkan hubungan sebab akibat antara dua gejala yang diperiksanya. Ini semuanya tidaklah dipersoalkan atau perlu dibuktikan terlebih dahulu. misalnya antara makan dan matinya seseorang pasien itu tadi. Apakah hidup itu? c. akan tetapi ilmu-ilmu pengetahuan itu tidak mengatakan sepatah kata pun tentang: a. Bahwa mengenai hal ini ada persoalanpersoalan juga.

apakah dan mengapakah ia perlu atau mungkin dididik . akan dapat menghasilkan pandangan-pandangan tertentu mengenai masalah-masalah kependidikan tersebut. Sementara itu dengan filsafat. Hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Maka jika misalnya ilmu mendidik dibangun atas keyakinan bahwa manusia memang dapat dididik. Dan apabila ternyata bahwa manusia itu sendiri belumlah merupakan penjelasan yang terakhir dari kesemuanya itu. dalam binatang-binatang dan dalam manusia. sebagai 11 . B. Dengan demikian terdapat hubungan fungsional antara filsafat dengan teori pendidikan. dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori-teori pendidikan. Banyak di antara masalah-masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaan-pertanyaan filosofis. maka diteruskanlah penyelidikannya hingga sampailah ia pada tuhan. yang tentunya juga akan memperkaya teori-teori pendidikan. dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikannya. Hubungan filsafat dan pendidikan Sebagaimaan telah dikemukakan bahwa tidak semua masalah kependidikan dapat dipecahkan dengan menggunakan metode ilmiah semata-mata. Analisa filsafat terhadap masalah-masalah kependidikan tersebut.tumbuhan. Filsafat. Disamping itu jawaban-jawaban yang telah dikemukakan oleh jenis dan aliran filsafat tertentu sepanjang sejarah terhadap problematika pendidikan yangdihadapinya menunjukan pandangan-pandangan tertentu. dengan berbagai cara pendekatannya. disamping menggunakan metode-metode ilmiah lainnya. filsafatlah yang membicarakan apakah manusia itu sesungguhnya. yang memerlukan pendekatan filosofis pula dalam pemecahannya. sebab pertama dan tujuannya terakhir dari dunia dan manusia.

2. realisme. Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan. yaitu: a. tentu berdasarkan dan bercorak serta diwarnai oleh pandangan dan aliran filsafat yang dianutnya. b. sebagai berikut: “Filsafat pendidikan sebagai suatu lapangan studi mengarahkan pusat perhatiannya dan memusatkan kegiatannya pada dua fungsi tugas normatif ilmiah. dan tujuan-tujuan pendidikan. sebagaimana dikemukakan oleh Ali Saifullah dalam bukunya: “ Antara Filsafat dan Pendidikan”. misalnya filsafat idealisme. dan sebagainya. akan mewarnai pula pandangan ahli pendidikan tersebut dalam teori-teori pendidikan yang dikembangkannya.pandangan tertentu terhadap sesuatu objek. yang berdasarkan dan menurut pandangan dan lairan filsafat tertentu. konsep tentang sifat hakiki manusia. Aliran filsafat tertentu akan mempengaruhi dan memberikan bentuk serta corak tertentu terhadap teori-teori yang dikembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut. antara filsafat dan pendidikan mempunyai hubungan yang bersifat suplementer. Definisi di atas merangkum dua cabang ilmu pendidikan. yaitu: filsafat pendidikan dan sistem atau teori pendidikan dan hubungan antara keduanya adalah 12 . kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan dan metodologi pendidikan dan pengajaran. materialisme. serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya. teori-teori dan pandangan –pandangan filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh seorang filosof. Dengan kata lain. juga berfungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya. Filsafat . Kegiatan merumuskan dasar-dasar. artinya mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat Di samping hubungan fungsional tersebut. mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata.

1 C. Akan tetapi meskipun lambat laun banyak ilmu pengetahuan yang melepaskan diri tidaklah berarti ilmu pengetahuan itu sama sekali tidak membutuhkan bantuan dari filsafat. Namun para ahli atom kadang-kadang tidak memperhatikan apa yang dilakukan manusia. 1 Ali saifullah h. melainkan juga ingin memperhatikan hal-hal yang khusus. Lambat laun sesuai dengan sifatnya. Jika penyelidikan ini telah mencapai tingkat yang tinggi.yang satu suplemen terhadap yang lain dan keduanya diperlukan oleh setiap guru sebagai pendidik dan bukan hanya sebagai pengajar bidang studi tertentu”. Karena atom untuk kepentingan perang yang dapat membawa malapetaka kepada manusia. Adapun yang pertama kali melepaskan diri dari filsafat adalah ilmu pasti. kemudian disusul oleh ilmu pengetahuan lainnya. filsafat mempunyai kedudukan sentral. Kedudukan filsafat pendidikan sebagai satu disiplin ilmu Dalam ilmu pengetahuan. asal. yang berati filsafat akan memberikan alternatif mana yang paling baik untuk dijadikan pegangan manusia. manusia tidak pernah merasa puas dengan dengan meninjau sesuatu hal dari sudut yang umum. Seorang ahli atom berusaha menemukan fakta kemudian menciptakan teknik-teknik yang diperlukan.maka cabang penyelidikan itu melepaskan diri dari filsafat sebagai cabang ilmu pengetahuan yang baru dan berdiri sendiri. Maka kemudian timbullah penyelidikan mengenai hal-hal yang khusus yang sebelumnya masuk dalam lingkungan filsafat. Surabaya. atau pokok.. 1983 13 . Karena filsafatlah yang mula-mula merupakan satu-satunya usaha manusia dibidang kerohanian untuk mencapai kebenaran atau pengetahuan. Hal ini menjadi tugas dari filsafat karena menyangkut masalah nilai. baru mulai nampak bila dihubungkan dengan perabadan.A. Antara filsafat dan pendidikan . Semuanya itu dilakukan dengan pengatahuan tentang atom yang semakin meluas dan mendalam. Usaha Nasional. Misalnya makna pengetahuan tentang atom.

yang ditandai adanya kegiatan berpikir dengan mulai menggunakan tanggapan(disebut logika fungsional). Fase Sensorimotor. yaitu fase-fase berpikir dan pikiran manusia dengan mengambil contoh perkembangan akan mulai dari tahun pertama usia anak hingga dewasa sebagaimana diuraikan oleh Halford sebagai berikut: Jasa utama dari piaget adalah uraiannya mengenai perkembangan anak dalam hal tingkah laku yang terdiri atas 4 fase. Filsafat juga memberikan dasar-dasar yang umum itu dirumuskan keadaan dari ilmu pengetahuan itu 14 . Fase operasional yang Kongkret. Anak telah mulai berpikir abstrak. yaitu: 1. dengan rincian antara lain: 1. 2. yaitu kegiatan berpikir untuk memecahkan persoalan secara konkret dan terhadap benda-benda yang konkret pula. sehingga saat sedikit terjadi peristiwa berpikir yang sebenarnya . berlangsung antara umur 0 tahun sampai usia dimana cara berpkir anak masih sangat ditentukan oleh kemampuan pengalaman sensorinya. Dari uraian dan contoh tadi dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan itu menerima dasarnya dari filsafat. dimana tangapan tidak berperan sama sekali dalam proses berpikir dan pikiran anak. Ia tidak menyebut dengan berpikir berdasar hubungan sebab akibat. pada usia kira-kira antara 5-8 tahun. 4. seperti pendapat para ahli psikologi perkembangan. Fase Operasional Formal. Setiap ilmu pengetahuan itu mempunyai objek dan problem 2. 3. Fase Pra-operasional. dengan menggunakan konsep-konsep yang umum dengan menggunakan hipotesa serta memprosesnya secara sistematis dalam rangka menyelesaikan problema walaupun si anak belum mampu membayangkan kemungkinan-kemungkinan bagaimana realisasinya.Kemudian pembahasan tentang kedudukan atau hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan atau berpikir filosofis dan berpikir ilmiah akan dilengkapi uraian ini dengan Piaget tentang epostemologi genetis. pada anak dimulai usia 11 tahun.

Dasar yang diberikan oleh filsafat yaitu mengenai sifat-sifat ilmu dari semua ilmu pengetahuan. 15 .Dengan perkatan lain: filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu pengetahuan. Jadi filsafat hanya menggunakan budi murni. tingkatan pengetahuan (level of thought) tersendiri. maka dipergunakan suatu ilmu pengetahuan lain lagi. Alat yang digunakan dalam penyelidikan itu ialah akal budi. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat juga memberikan metode atau cara kepada tiap ilmu pengetahuan. pikiran manusia sendiri (by natural light of the human intellect). yaitu filsafat. Tentang hubungan antara filsafat dengan Ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. artinya bahwa gejala-gejala itu memang seharusnya demikian adanya. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan. tetapi objeknya tidak terbatas. merupakan bentuk pengetahuan yang tersendiri. Pada waktu sekarang dengan tegas dibedakan lapangannya masing-masing antara filsafat dan ilmu pengetahuan Sifat khusus dari filsafat ialah bahwa filsafat hendak menunjukkan hubungan antara gejala-gejala. Tentang hubungan antara filsafat dengan ilmu-ilmu pengetahuan itu telah menimbulkan persoalan yang hangat. Artinya tidak mungkin tiap ilmu itu meninggalkan dirinya sebagai ilmu pengetahuan dengan meninggalkan syarat yang telah ditentukan oleh filsafat 5. Di samping itu filsafat juga memberikan dasar-dasar yang khusus yang digunakan dalam taip-tiap ilmu pengetahuan 4. merupakan bentuk pengetahuan yang tersendiri.3. BAB III PENUTUP a. Kesimpulan Disamping ilmu-ilmu pengetahuan. yang bersifat keharusan. untuk mencapai sebab-sebab yang terdalam itu. Ilmu pengetahuan memperoleh sifat ilmu itu kalau menepati syarat-syarat yang telah ditentukan oleh filsafat.

melainkan berdasarkan kekuatannya sendiri. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa: objek filsafat adalah segala sesuatu yang ada. Maka dari itu. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Kritik dan saran Dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan kekhilafan. b. sudut pandangannya adalah sebab-sebab yang terdalam. sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat yang setiap saat berubah dan berkembang dalam konteks akselerasi dan medernisasi. hanya dengan pertolongan pancaindera dan analisa-analisa lainnya. Tetapi agama atau theologi memberikan jawabannya berpangkal pada tuhan. Kedua ilmu universal ini mengenai keseluruhan yang ada. meliputi seluruh hidup manusia. Jadikanlah filsafat sebagai penentuan terhadap penentuan hidup dan pegangan fundamental dalam memecahkan masalah politik. pendidikan. Dengan pandangan hidup filsafat pancasila kita tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan berusaha membuktikan kepada dunia luar akan kesaktian filsafat hidup kita 16 .tidak berdasarkan pertolongan istimewadari wahyu Allah atau syarat-syarat yang melampoi kodrat budi murni kita. Semoga dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai modal dalam mempelajafi filsafat. ekonomi. Inilah yang membedakan filsafat dari “ilmu universal” yang lainnya ialah agama dan theologi. sifat filsafat adalah sifat-sifat ilmu pengetahuan dan jalannya filsafat dalam usaha mencari jawaban-jawaban adalah dengan berdasarkan kekuatan pikiran manusia atau budi murni dan tidak berdasarkan wahyu Allah atau pertolongan istimewa dari agama atau Tuhan.

2002 Poedjawijatna. 2010 Copyright Ariefabdulghafur. 1991 Mudyahardjo Redja. 2005 Prasetya. Filsafat Ilmu Pendidikan. 2006 Semiawan Conny R. dkk. Indeks. Jakarta: PT. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.wordpress. Rineka Cipta. Filsafat Pendidikan. Bumi Aksara.com 17 . Pengantar Filsafat. jakarta: PT. Bandung: PT. Spirit Inovasi dalam Filsafat Ilmu. Bandung: Pustaka Setia. Tahu dan Pengetahuan Pengantar ke Ilmu dan Filsafat.DAFTAR PUSTAKA Salam Burhanuddi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful