P. 1
Reaksi Redoks

Reaksi Redoks

|Views: 528|Likes:

More info:

Published by: Achmad Aburizal Bakhri on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

REAKSI REDOKS

A Aburizal Bakhri Achmad Joddy C A Adelina Kurnia R Andreas Jeffreyaldi S XII IPA2

SMAN 1 MALANG

Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:   Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul. dan Al dapat digunakan sebagai reduktor.TEORI DASAR Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya. ia juga disebut sebagai penerima elektron. reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik[1][2]. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida. klorin. atom. namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen). sehingga ia sendiri teroksidasi. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain. Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi (seperti H2O2. Dalam prakteknya. Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. misalnya NaBH4 dan LiAlH4). Unsur-unsur logam seperti Li. ia juga disebut sebagai penderma elektron. Oleh karena ia "menerima" elektron. fluorin. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Na. penjelasan di atas tidaklah persis benar. Reduktor jenus lainnya adalah reagen transfer hidrida. Cr2O72−. Logam-logam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi. Fe. Zn. atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4). MnO4−. dan bromin). atau ion Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul. Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan. sehingga dirinya sendiri tereduksi. ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit. sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnya oksigen. Mg. atom. Oksidator dan Reduktor Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. terutama dalam reduksi 2 . Istilah redoks berasal dari dua konsep. atau ion. Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis. CrO3. OsO4) atau senyawa-senyawa yang sangat elektronegatif. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi. Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen reduksi. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain. yaitu reduksi dan oksidasi.

jumlah elektron yang berlebihan pada reaksi oksidasi haruslah sama dengan jumlah yang dikonsumsi pada reaksi reduksi. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium. atau nikel. oksidasi berarti dilepaskannya elektron oleh atom. sering kali memiliki bilangan oksidasi nol. dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1. molekul. atau ion. reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. elektron-elektron yang terlibat akan saling mengurangi: Dan ion-ion akan bergabung membentuk hidrogen fluorida: Sel Volta adalah penataan bahan kimia dan penghantar listrik yang memberikan aliran elektron lewat rangkaian luar dari suatu zat kimia yang teroksidasi ke zat kimia yang direduksi. reduktor melepaskan elektron dan teroksidasi. Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah.senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks. Karena tidak terdapat perbuahan total muatan selama reaksi redoks. platinum. Pada reaksi di atas. Sehingga dalam reaksi. sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1. Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon. Dalam sel Volta . Sedangkan reduksi berarti diperolehnya elektron oleh partikel-partikel ini. Ketika reaksi oksidasi dan reduksi digabungkan. Unsur-unsur. bahkan dalam bentuk molekul. 3 . Contoh Reaksi Redoks Salah satu contoh reaksi redoks adalah antara hidrogen dan fluorin: Kita dapat menulis keseluruhan reaksi ini sebagai dua reaksi setengah: reaksi oksidasi dan reaksi reduksi Penganalisaan masing-masing reaksi setengah akan menjadikan keseluruhan proses kimia lebih jelas.

perhatikan reaksi seng dengan tembaga berikut. lembaran seng melarut. kalium klorida. Sebagai contoh adalah kalium sulfat. seperti seng sulfat dan membenamkan sepotong tembaga ke dalam suatu larutan tembaga sulfat. Elektron itu diberikan langsung dari atom-atom seng ke ion-ion tembaga. natrium klorida. Jembatan garam diisi dengan larutan elektrolit dari garam yang tidak berubah secara kimia dalam proses tersebut. Salah satu metode yang memungkinkan untuk difusi ion-ion adalah dengan membenamkan lembaran seng ke dalam suatu larutan garam seng. Reaksi tersebut dapat dituliskan dalam bentuk persamaan ion sebagai berikut.Contoh oksidasi dan reduksi spontan yang sederhana. dan kalium nitrat 4 . dan dibebaskan energi panas. namun aliran elektron tak dapat dideteksi jika seng bersentuhan langsung dengan larutan tembaga sulfat. natrium sulfat. Larutan seng sulfat dihubungkan dengan larutan tembaga sulfat oleh jembatan garam. yang memungkinkan terjadinya difusi ion-ion. Oksidasi : Zn(s) Zn2+(aq) + 2e Reduksi : Cu2+(aq) + 2e Cu(s) Meskipun gejala ini sifat dasarnya adalah listrik. Zn(s) + CuSO4(aq) ZnSO4(aq) + Cu(s) Reaksi spontan ion tembaga berubah menjadi logam tembaga akan menyepuh (melapisi) lembaran seng. Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s) Tiap atom seng kehilangan dua elektron untuk menjadi sebuah ion seng dan tiap ion tembaga akan memperoleh dua elektron menjadi sebuah atom tembaga.

PERCOBAAN A. Aduk campuran itu dengan mengguncangkan tabung.1 M ke dalam sebuah tabung reaksi. Tetesi larutan itu dengan larutan NH3 1M tetes demi tetes sampai endapan yang mula mula terbentuk larut kembali. Alat dan Bahan Alat dan Bahan Tabung reaksi/rak tabung Pipet tetes Larutan KMnO4 Larutan asam oksalat Larutan formaldehid Larutan Na2S2O3 Laturan I2 Larutan AgNO3 Larutan ammonia Larutan H2SO4 Ukuran/Satuan panjang 0.1 M 0.1 M 0. Tunggu sampai terjadi perubahan warna. Aduk campuran dengan mengguncangkan tabung kemudian diamkan. Catat pengamatan anda. tambahkan kira-kira 3 mL H2SO4 4M. Masukkan kira-kira 3 mL larutan AgNO3 0.1 M ke dalam sebuah tabung reaksi. Lanjutkan penetesan larutan KMnO4 sampai tidak terjadi lagi perubahan warna. kemudian tambahkan lagi 1 tetes larutan KMnO4. 2. Masukkan kira-kira 3 mL larutan asam oksalat (H2C2O4) 0. Kemudian tambahkan kira-kira 1mL larutan formaldehid 5%. 5 .1 M 5% 0.1 M 1M 4M Jumlah 7/1 8 3 mL 3 mL 3 mL 3 mL 3 mL 3 mL 3 mL 3 mL Langkah Kerja  Reaksi Redoks 1.1 M 0. Kemudian tambahkan 1 tetes larutan KMnO4.

masing masing 2 potong. Warna larutan AgNO3 = bening Larutan AgNO3 ditetesi larutan NH3 = bening Larutan AgNO3 + larutan NH3 setelah dicampur dengan larutan formaldehid = silver 3. Catat pengamatan anda 1. 4. 3.  Reaksi Redoks 2 Amplaslah lempeng logam seng dan tembaga hingga bersih. Masukkan kira-kira 3mL larutan Na2S2O3 0. Siapkan 4 tabung reaksi yang bersih dan beri nomor 1 sampai 4. Warna larutan H2C2O4 + larutan H2SO4 = jernih Warna larutan KMnO4 = ungu Warna larutan H2C2O4 + H2SO4.5 x 2 cm. kemudian tetesi dengan larutan iodin tetes demi tetes hingga campuran berwarna biru-ungu (warna biru-ungu menunjukkan bahwa Na2S2O3 telah habis bereaksi. kemudian guntinglah menjadi ukuran 0.1 M ke dalam tabung reaksi. Tambahkan lempeng logam seng ke dalam tabung 1 dan 3. ANALISIS DATA Reaksi Redoks 1 1.3. setelah ditetesi larutan KMnO4 = kuning jernih (8 tetes) 2. 2. Warna larutan Na2S2O3 = bening Larutan Na2S2O3 + larutan kanji setelah ditetesi dengan larutan I2 = biru ungu (18 tetes) Reaksi Redoks 2 Tabung 1 6 Tabung 2 Tabung 3 Tabung 4 . sedangkan lempeng logam tembaga ke dalam tabung 2 dan 4. Isilah keempat tabung itu sebagai berikut:  Tabung 1 dengan larutan CuSO4 kira-kira 3 mL  Tabung 2 dengan larutan ZnSO4 kira-kira 3 mL  Tabung 3 dan 4 dengan larutan HCl masing-masing kira-kira 3 mL. Tambahkan 2 tetes larutan kanji.

Reaksi tersebut ditandai dengan adanya gelembung gelembung gas. karna Cu tak mampu mendesak H untuk bereaksi dengan nya. Dalam reaksi redoks kedua AgNO3 yang awalnya bening menjadi berwarna silver pekat setelah penambahan formaldehid. penambahan Zn dan CuSO4 bereaksi secara spontan. Pada percobaan kedua merupakan reaksi redoks dengan suasana basa. sehingga terjadilah reaksi. Pada tabung 3 Zn mampu mendesak HCl. karena Cu tak mampu mendesak Zn. kita akan memeperhatikan reaksi redoks spontan dan tidak spontan. Pada tabung 1. basa dan netral. Analisa data Reaksi Redoks 2 Pada percobaan redoks yang ke 2 ini. 7 . hasil oksidasi tersebut diperlihatkan dengan rontoknya Zn pada percobaan. Pada tabung 4 tidak terjadi reaksi. dapat diperhatikan bahwasannya zat yang mulanya berwarna jenih dan ungu (KMnO4) pada waktu dicampurkan lama kelamaan menjadi bening kembali. yakni asam. sehingga Zn mengoksidasi. atau bisa di instilahkan dengan bereaksi dan tidak bereaksi. karena dalam deret volta kedudukan Zn berada di sebelah kiri Cu. ini menandakan bahwa seluruh zat sudah tereaksi. Pada percobaan ketiga. kita mengamati reaksi redoks pada 3 suasana. dimana penambahan Na2S2O3 dan larutan kanji akan bereaksi dengan iodin. Diketahui dari adanya NH3 yang merupakan senyawa basa. merupakan reaksi redoks dengan suasana netral. sebab pada deret volta kedudukan H berada di sebelah kanan Zn. sehingga reaksi pun tak terjadi. Pada percobaan pertama kita mengamati redoks dengan suasana asam.Larutan yang diisikan Warna larutan Logam yang ditambahkan Perubahan CuSO4 Biru Zn Rontok ZnSO4 Bening Cu Tetap HCl Bening Zn Timbul gas HCl Bening Cu Tetap Analisa data Reaksi Redoks 1 Pada percobaan redoks pertama. yaitu dengan reaksi redoks. Pada tabung 2 tidak terjadi reaksi spontan.

basa dan netral terjadi sedemikian rupa dan memiliki keunikan tersendiri. Pada tabung manakah terjadi reaksi redoks spontan dan pada tabung yang mana tidak terjadi reaksi ? 8 . Pertanyaan 1. Dan tidak akan terjadi reaksi redoks apabila logam berada di sebelah kanan ion logam yang didesak pada deret volta. Bahwa reaksi redoks yang terjadi pada suasana asam.PENUTUP Kesimpulan 1. Reaksi spontan akan terjadi apabila logam berada di sebelah kiri ion logam yang didesak pada deret volta. 2.

2. yang tidak terjadi reaksi pada tabung 2 dan 4. Tulislah persamaan reaksi setara untuk reaksi yang berlangsung spontan ! Jawaban 1. Yang terjadi reaksi redoks spontan pada tabung 1 dan 3. Zn + CuSO4 -> ZnSO4 + Cu2+ Zn+ 2HCl -> ZnCl2 + 2H+ 9 .2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->