P. 1
Sistem Organisasi Masyarakat Sunda

Sistem Organisasi Masyarakat Sunda

|Views: 759|Likes:
Published by Zhael Oizen

More info:

Published by: Zhael Oizen on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

Sistem Organisasi Masyarakat Sunda (Potret Kehidupan Urang Sunda

)
By Dian Kurnia

Rate This

Oleh Dian Kurnia Sistem merupakan kumpulan dari beberapa subsistem yang terakumulasi kedalam sebuah kesepakatan bersama yang bersifat abstrak. Sistem tersebut mengandung nilai dan kebutuhan yang kooperatif. Masyarakat adalah kelompok manusia sebagai individu yang hidup bersama di satu wilayah strategis berdasarkan pada nilai-nilai bersama untuk mencapai tujuan bersama. Sistem organisasi masyarakat Sunda berarti kesepakatan abstrak yang dimiliki oleh masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda terdiri atas kelompok-kelompok kecil (individu). Pengorganisasian masyarakat Sunda ditentukan oleh sistem yang mengatur masyarakat Sunda itu. Secara natural, ia lahir sebagai makhluk yang tanpa daya upaya. Oleh karena itu, sangatlah penting sebuah sistem dalam pergumulan kehidupan sosial umat manusia. Dalam hal ini, masyarakat Sunda telah membuat sistem organisasi kemasyarakatannya secara bersama, dan diakui serta dijalankan secara sukarela. Akal, rasa, dan karsa yang merupakan unsur kekuatan jiwa manusia dapat mnciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri. Oleh karenanya, manusia hidup dalam kelompok yang menggunakan pola pengaturan yang sistematis (sistem kemasyarakat). Orang Sunda mengenal pengelompokan status dalam masyarakat berdasarkan materi. Ada orang kaya dan orang miskin. Orang miskin biasanya bekerja sebagai petani, buruh, pedagang asongan, dll. Sekalipun secara vertical terdapat hubungan yang bersifat supersuboordinasi, tetapi secara horizontal menunjukan hubungan kooperatif-inferior. Kenyataan bahwa hamper seluruh masyarakat Sunda yang hidup di pedesaan adalah berprofesi sebagai petani. Mereka menggunakan tanah sebagai pusat penghidupan seharihari. Tanah menjadi sebuah basis sentral dalam menjalankan misi dan visi kehidupan mereka. Berdasarkan kepemilikan tanah dalam sistem masyarakat Sunda, dibagi menjadi dua, pemilik tanah dan penggarap tanah. Berdasarkan umur seseorang dalam masyarakat Sunda, dikenal kelompok orang dewasa dan kelompok orang tua yang berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosialnya. Kelompok tua lebih berperan sebagai pembimbing. Terdapat etika dan adab yang dijalankan oleh setiap individu pada masyarakat Sunda tanpa pemaksaan. Disini kita akan melihat betapa luhur dan

Kehidupan bersama dalam balutan gotong royong tampak terasa dalam kebiasaan nguyang. yaitu memberikan sesuatu (biasanya palawija) kepada orang lain dengan mengharap balasan yang lebih besar. Berdasarkan pengelompokan rumah-rumah dan sarana lainnya dihubungkan dengan jalan raya. masih ada peran pemuda yang memporsikan lebih dari perang orang tua. dalam beberapa kasus. suami biasa panggil salaki dan istri dipanggil pamajikan. 3. 2. Menyangkut masalah internal keluarga. Misalnya. Biasanya batas ini ditandai dengan gapura dan patok vertikal dari beton yang terdapat tulisan nama desa tersebut. Pada masyarakat Baduy dan beberapa kelompok masyarakat di daerah Banten dan Sukabumi Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai peladang (ngahuma) terdapat paling sedikit dua macam pola organisasi tempat tinggal. pasar. Kampong bukanlah satu-satunya tempat tinggal masyarakat Sunda di desa. biasanya penyediaan fasilitas desa terpusat di sekitar bale desa. maka pola desa di Jawa Barat (Sunda) dapat dibagi menjadi: 1. ayah biasa dipanggil abah dan ibu dipanggil ema. Namun. Desa radial. etika dalam sistem organisasi kemasyarakat Sunda merupapak potret ideal dalam menjalani kehidupan yang lebih dinamis. Penerapan tenggang rasa dapat kita rasakan ketika melihat realitas di atas. kepentingan individu adalah kepentingan bersama dan kepentingan kelompok juga merupakan kepentingan individu (perseorangan). Dalam pola desa yang menyebar. kampung desa yang berkelompok memanjang mengikuti alur jalan desa. kampung desa yang berkelompok pada persimpangan jalan. sehingga hidup bertetangga agak terbatas pada rumah yang saling berdekatan. Pola kampung seperti ini lebih diperlukan untukmenjaga tanaman pekarangan dari gangguan binatang. Kakek dipangil aki dan nenek dipanggil nini. dalam masyarakt Sunda. hal ini terkait adat dan kebiasaan masyarakat Sunda. pantai sebagai indikator. Kurang baik apabila kelompok muda lebih berpartisipasi aktif melampaui perang kelompok tua. Seorang anak (kelompok dewasa) yang bertingkah mencampuri urusan orang tua (kelompok tua) disebut kokolot begog. yang letaknya tersebar. desa atau puskesmas. pola ini dianggap imitasi dalam bentuk kecil dari kota kabupaten atau kota kecamatan. begitu juga pekarangannya. sungai dan lembah.agungnya budaya Sunda dalam aspek etika pergaulan di masyarakat. masjid. Artinya. Adik ayah dan ibu yang laki-laki dipanggil amang sedangkan adik ayah dan ibu yang perempuan dipanggil bibi. walaupun kapabilitas seorang pemuda lebih tinggi dari seorang tua. Di daerah datar. Desa tersebar dalam satu area tertentu dengan memiliki batas desa atau batas secara historis dan administratif disetujui oleh bersama. jarak antara rumah makin besar. Desa linier. Selain itu. Desa di sekitar alun-alun atau lapangan terbuka. Hal ini mengakibatkan warga desa memerlukan waktu yang cukup lama bila akan pergi ke sekolah. Hubungan dalam masyarakat Sunda sifatnya subjektif. . Di Jawa Barat sebenarnya hampir tidak ada desa yang perumahannya terkonsentrir di bangunan dan rumahrumah yang terkumpul dan berkelompok pada satu tempat saja. Dalam perkawinan. biasanya letak rumah penduduk berjauhan. yaitu saung huma (dangau ladang) dan kampung. Terlepas dari hal ini. seorang anak menjadi penanggungjawab keutuhan dan kebutuhan hidup keluarga dengan bekerja lebih dari pekerjaan orang tua.

Tempat bermukim yang terkecil ialah rumah dan yang terbesar adalah alam luar. Umpi atau rumah tangga merujuk pada suatu keluarga inti. Anak-anak yang sudah berkeluarga kemudian akan membentuk umpi baru yang dalam bahasa Sunda disebut bumen-bumen atau imah sorangan. Rumah dalam bahasa Sunda disebut imah. dan anak-anaknya yang belum menikah. dan nu di imah berarti istri yang memiliki wewenang sebagai pengelola rumah. istri.Baik kampong ataupun desa adalah suatu pemukiman yang mencakup sejumlah rumah dan bangunan-bangunan lainnya sebagai pelengkap dengan fungsi tertentu bagi kehidupan masyarakat dalam permukiman. Itulah gambaran umum mengenai sistem organisasi kemasyarakatan pada masyarakat Sunda. rarabi atau kurenan jika kemudian pasangan tersebut beranak. *** Wallahu’alam KEBUDAYAAN SUKU SUNDA . terdiri atas suami.

rasa. Begitu pula sebaliknya tidak akan ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat. Tiap suku bangsa inilah yang kemudian mempunyai ciri kahas kebudayaan yang berbeda.beda.Disusun sebagai Tugas Mata Kuliah Komputer Disusun Oleh : Yekti Sriwulan 063413241016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. suku Sunda memiliki kharakteristik yang membedakannya dengan suku lain. Suku Sunda merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Jawa. kesenian dan lain sebagainya. RUMUSAN MASALAH Untuk memudahkan dalam pembahasan masalah maka penulis membatasi pada Seperti apakah kebudayaan suku Sunda ? Bagaimana masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda ? Bagaimana sistem interaksi dalam masyarakat Sunda ? Bagaimana stratifikasi masyarakat Sunda ? TUJUAN MAKALAH . Melihat realita bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural maka akan terlihat pula adanya berbagai suku bangsa di Indonesia. Suku Sunda dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari dalam bidang kajian mata kuliah Pluralitas dan Integritas Nasional yang pada akhirnya akan menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi kita. mata pencaharian. Keunikan kharakteristik suku Sunda ini tercermin dari kebudayaan yang mereka miliki baik dari segi agama. karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta. Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia. Tidak ada satu masyarakat pun yang tidak memiliki kebudayaan. Ini berarti begitu besar kaitan antara kebudayaan dengan masyarakat.

Ini mungkin bisa menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka. Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda. Sementara itu Orang Tionghoa banyak dijumpai hampir di seluruh daerah Jawa Barat. dan Depok. Mengetahui akan stratifikasi suku Sunda. adalah lakon pantun Lutung Kasarung. BAB II PEMBAHASAN Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa. Kebudayaankebudayaan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut : SISTEM KEPERCAYAAN Hampir semua orang Sunda beragama Islam.Adapun tujuan dari makalah ini yaitu : Mengetahui kebudayaan suku Sunda. Budha. Praktek-praktek sinkretisme dan mistik masih dilakukan. seperti Bandung. MATA PENCAHARIAN Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal) yang menitiskan sebagian kecil diriNya ke dalam dunia untuk memelihara kehidupan manusia (titisan Allah ini disebut Dewata). Menelaah sistem interaksi dalam kehidupan keseharian suku Sunda. Kristen. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta. sebagian DKI Jakarta. KEBUDAYAAN SUKU SUNDA Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. Kebanyakan tidak suka merantau atau hidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Hanya sebagian kecil yang tidak beragama Islam. Suku lainnya adalah Suku Jawa yang banyak dijumpai di daerah bagian utara Jawa Barat. Suku Betawi banyak mendiami daerah bagian barat yang bersempadan dengan Jakarta. dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah administrasi propinsi Jawa Barat. Bekasi. dan sebagian Jawa Tengah. Hindu. Kebutuhan orang Sunda terutama . Keseimbangan magis dipertahankan dengan upacara-upacara adat. Kerana letaknya yang berdekatan dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. Cimahi. salah satu tokoh budaya mereka. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini. Suku Minang dan Suku Batak banyak mendiami Kota-kota besar di Jawa Barat. Bogor. Banten.Selatan. diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada yang beragama Katolik. Indonesia. Memahami salah satu bentuk masalah sosial yang ada dalam masyarakat Sunda. sedangkan keseimbangan sosial dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong).

pembinaan. yang berupa arak-arakan yang pernah digelar pada saat Hari Jadi ke-6 Kota Cimahi. dll. Seperti yang diikuti ratusan orang dari perwakilan seluruh kelurahan di Cimahi.adalah hal meningkatkan taraf hidup. KESENIAN KIRAB HELARAN Kirap helaran atau yang disebut sisingaan adalah suatu jenis kesenian tradisional atau seni pertunjukan rakyat yang dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk helaran. Pertunjukannya biasa ditampilkan pada acara khitanan atau acara-acara khusus seperti . menyambut tamu. Menurut data dari Bappenas (kliping Desember 1993) di Jawa Barat terdapat 75% desa miskin. Secara umum kemiskinan di Jawa Barat disebabkan oleh kelangkaan sumber daya manusia. kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan harihari besar lainnya. Kirap ini yang bertolak dari Alun-alun Kota Cimahi menuju kawasan . Maka yang dibutuhkan adalah pengembangan sumber daya manusia yang berupa pendidikan. hiburan peresmian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->