P. 1
Koran Padang Ekspres | Minggu, 23 Oktober 2011

Koran Padang Ekspres | Minggu, 23 Oktober 2011

|Views: 1,179|Likes:
Published by All Faceminang
uploaded by faceminang.com
uploaded by faceminang.com

More info:

Published by: All Faceminang on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

REDAKSI 0751-778886 IKLAN 0751-778882 KORAN 0751-778884

MINGGU
Kronologis:

23 OKTOBER 2011

18 DZULQAIDAH 1432 H

www.padangekspres.co.id

redaksi@padangekspres.co.id

Rp

3.000

Luar Kota + Ongkos Kirim

Pelajar SMPN 30 Padang Hanyut

36 Jam Pencarian, Pelajar Hanyut Ditemukan
Padang, Padek—36 jam pencarian, akhirnya tim SAR dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, BPBD Padang dan masyarakat, akhirnya menemukan jasad Fauzi, 12, pelajar kelas I SMPN 30 Padang di kawasan Banjir Kanal, Purus, Padang pukul 22.30 WIB. Sebelumnya, Fauzi dilaporkan hanyut di kawasan Batang Marapalam, Jumat (21/ 10) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terapung di dalam sungai yang biasa dipakai untuk iven Dragon Boat itu. Usai ditemukan, jasad Fauzi langsung dibawa ke RSUP M Djamil. Sebelumnya, Kepala SMPN 30 Padang, Ilmaizar melaporkan siswanya hilang atas nama Fauzi, 12, ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sabtu (22/ 10) pagi. Ilmaizar menyebutkan Fauzi hilang setelah terseret arus di Batang Air Marapalam. “Saat itu, korban mengikuti latihan silat, tapi karena hujan lebat, latihan dibatalkan. Seluruh siswa diperintahkan untuk pulang. Kemungkinan, saat pulang, korban terseret arus Batang Air Marapalam, karena saat itu arus deras,” ujar Kepala SMPN 30 Padang, Ilmarizal kepada Padang Ekspres, kemarin (22/10). Diungkapkan Ilmarizal, diketahuinya korban terseret arus setelah guru yang mengajar silat menanyakan kepada salah seorang teman korban. Dari pengakuan teman korban, saat itu korban dan dirinya berjalan di pinggir Batang Air Marapalam sambil melihat orang menangkap ikan. Setelah itu, teman korban mengajak korban pulang. Tapi korban tidak mau dan terus melihat beberapa warga yang menangkap ikan itu. “Dugaan sementara, korban terseret arus Batang Air Marapalam,

GRAFIS: ORTA

Baca 36 jam...Hal 7

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS Al Hijr : 22)

Fadel Tantang Sudi Silalahi
Soal Alasan Reshuffle Kabinet
TERSENYUM:
Umar Patek (kanan), pembuat bom untuk kelompok militan Jemaah Islamiyah dan tersangka utama dalam pemboman Bali tahun 2002, tersenyum kepada seorang polisi yang bertindak sebagai pembuatan bom Dulmatin ahli di stasiun bus Tirtonadi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/10).
Jakarta, Padek—Keputusan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II masih berbuntut. Salah seorang menteri yang terkena reshuffle, Fadel Muhammad, tetap tidak menerima pencopotan dirinya dari jabatan menteri kelautan dan perikanan. Fadel mempermasalahkan pernyataan Mensesneg Sudi Silalahi. Sebelumnya, Sudi menyebut Fadel masuk menteri bermasalah sehingga presiden memutuskan untuk mereshuffle menteri yang pernah menjadi gubernur Gorontalo itu. ’’Pak Sudi seharusnya menyampaikan secara transparan apa masalah yang beliau maksudkan,’’ ujar Fadel saat konferensi pers di kediamannya, kemarin (22/10). Menurut dia, dengan membeber semua secara terbuka kepada masyarakat, publik tidak akan bingung. ’’Setidaknya masyarakat bisa mengetahui apa masalah yang

SUBUH ........ 04.53 ZUHUR ........ 12.14 ASHAR ........ 15.16 MAGHRIB .... 18.18 ISYA ............. 19.26

Koreksi Waktu: Alahanpanjang -1 menit, Air Bangis + 4 menit, Balai Selasa -1 menit, Batusangkar -1 menit, Dharmasraya –3 menit, Muara Labuh -2 menit, Painan -1 menit, Sijunjung -2 menit, Sawahlunto -1 menit, Simp Empat +2 menit, Solok -1 menit, Sei Limau + 1 menit

Fadel Muhammad
dimaksudkan Mensesneg tersebut yang menjadi dasar pertimbangan pergantian menteri kelautan dan perikanan,’’ imbuh Fadel. Pernyataan Sudi tersebut terlontar saat rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Jumat (21/10). Saat itu Sudi menegaskan tidak ada penzaliman terkait pencopotan Fadel. Menurut Sudi, presiden memutuskan Fadel dibebaskan dari posisinya sebagai menteri karena politikus Golkar tersebut dianggap bermasalah. Fadel meyakini, selama dua tahun dirinya menjabat menteri, tidak ada satu pun perma-

NASHRIAN BAHZEIN

WARTAWAN PADANG EKSPRES

Titip Doa untuk Indonesia
“OH YA, kamu mau didoakan apa di Mekkah nanti?” tanya salah seorang jamaah calon haji kepada sanak familinya yang mengantarnya di Asrama Haji Padang. “Saya minta doakan supaya cepat dapat jodoh. Ya, dapat jodoh yang baik, shaleha, kaya lagi,” jawab salah seorang pemuda dalam rombongan itu. “Kalau kamu?” sela calon haji itu lagi. “Saya minta doakan usaha saya lancar, cepat kaya hehehe,” sergah pria lainnya sambil cengengesan. “Saya juga, minta didoain sukses karir saya. Naik jabatan,” celetuk yang lainnya. Yang lain menimpali minta didoakan dapat anak, keluarga sakinah, mudah rezeki, dan begitu seterusnya… *** Percakapan itu jamak terdengar setiap kali musim haji. Sejak dari syukuran di rumah si calon haji, sampai pelepasan para tamu Allah itu di bandara, titip menitip doa menghiasi ritual tahunan itu. Pada musim haji kali ini, saya pun mendapat tawaran dari orang-orang dekat seputar request doa itu. Saya yakin, Anda pun demikian. Tidak ada yang salah dengan tradisi itu. Apalagi, doa hamba Allah yang menunaikan ibadah haji di tanah suci, terbukti mustajab. Karena itu pula, jika saja semua jamaah haji asal Indonesia berdoa untuk kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia, sangat mungkin kusut masai persoalan di negeri ini cepat terurai. Makanya, ketika mendapat tawaran doa, saya hanya minta didoakan Indonesia bebas dari korupsi, aman dan sejahtera. Terdengar klise memang, sehingga calon haji teman saya itu, menganggap hanya sebuah guyonan. Itu saja? “Hmm, ya,” jawab saya. Dalam suatu kesempatan, Mario Teguh melontarkan pertanyaan pada audiensnya di salah satu televisi swasta, apakah yang kamu minta jika doamu dijamin akan dikabulkan Tuhan. Mudah ditebak, jawabannya persis sama dengan titipan doa pada seorang calon haji tadi. Ya kalau tidak minta harta, takhta, ya wanita. Intinya, kesenangan dan kenikmatan pribadi. Kira-kira begitulah cara Indonesia berdoa. Sambil berguyon teman saya berkata, kalau ada mendengar orang berdoa melulu minta kaya, jabatan, jodoh, berarti itu orang Indonesia.

Baca Fadel...Hal 7

Pelajar Sekarang Sudah Mulai Kritis
REUTERS

Remaja Tewas dalam Pesawat
Diduga Idap Penyakit Otak
Padang, Padek—Holida, 18, penumpang Lion Air JakartaPadang diketahui meninggal dunia ketika Lion Air mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sabtu (22/10) sekitar pukul 08.05 WIB. Kepastian meninggal Holida diketahui kakaknya, Nopal, 20, yang duduk di sebelah Holida.

Padang, Padek—Unjuk rasa atau demonstrasi kini, tak lagi marak dilakukan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi masyarakat (ormas), organisasi sosial (orsos), partai politik (parpol) dan lainnya. Kini, pelajar mulai dari SMA hingga SD, juga telah berani menyampaikan aspirasi mereka dengan cara unjuk rasa. Pendidikan yang seharusnya mampu mencetak anak didik untuk hidup berkeseimbangan, kini malah direduksi ke arah pencetakan peserta didik untuk menjadi manusia politik.

Baca juga Hal 5

Baca Pelajar...Hal 7
GRAFIS: ORTA

Unjuk Rasa Kini tak lagi Milik Mahasiswa
ADVERTORIAL

Baca Remaja...Hal 7

Payakumbuh Gelap Dua Jam
Payakumbuh, Padek— Pemadaman listrik kembali terjadi di Kota Payakumbuh, Sumbar. Kemarin, Sabtu (22/10), listrik padam selama hampir 2,5 jam, mulai dari pukul 17.33 WIB sampai pukul 20.01 WIB. Dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.01 WIB, Payakumbuh gelap gulita. Pemadaman terjadi hampir merata, mulai dari Labuahbasilang, Sawahpadang, Auakuniang, Padangkarambia, Limokampuang, Limbukan, Balaipanjang, Koto Nan Ompek, sampai Lamposi Tigo Nagari. Manajer Ranting PLN Payakumbuh Eko Prihandana mengatakan, pemadaman listrik tidak di-

Sakit di Pinggang Itu tak Kambuh-jambuh Lagi
Barangkali, tak ada yang membantah bila dikatakan kedelai merupakan bahan pangan yang sangat kaya dengan kandungan gizi. Dan oleh karena itu, merutinkan diri mengonsumsinya amat banyak manfaatnya bagi pemelihataan kesehatan. Baca Sakit...Hal 7

Baca Titip..Hal 7

Baca Payakumbuh...Hal 7

Hermansyah

Potensi Kreatif yang Menjanjikan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 dan 8 Padang memamerkan sejumlah karya seni rupa di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Sumbar. Karyakarya mereka menawarkan kekuatan tersendiri. Berbagai kalangan, menyambut positif kehadiran karya-karya perupa sekolahan ini. Diharapkan, ini kelak juga bakal menjadi bagian dari penguatan industri kreatif.
ini secara resmi, mengatakan, potensi dua sekolah ini patut dihargai. Karya-karya mereka, patut mendapat apresiasi. Bahkan, setelah melihat karyakarya siswa, Dian justru mengharapkan, tahun depan sekolah ini bisa menyuplai batik untuk seragam sekolah. Jika beberapa sekolah terpenuhi kebutuhan seragam batiknya oleh SMK 8 (dulu Sekolah Menengah Industri dan Kerajinan), ini artinya, sudah berkontribusi secara kreatif. Begitu juga halnya, di sisi lain, karyakarya dari SMK 4, seperti karya lukis dan patung, siap menjawab tantangan dunia industri. Di Galeri Seni Rupa Taman Budaya, 17-23 Oktober 2011, dipamerkan sejumlah karyakarya dari dua sekolah tersebut. Di ruang pameran, terdapat karya-karya berupa sketsa, lukisan, patung, keramik, disain grafis, seni logam, kayu dan batik. Menurut Efiyarti, Kepala Taman Budaya Sumatra Barat, pameran ini bagian dari pembinaan seni dan budaya. Sejauh mana, lembaga pendidikan formal, berkontribusi, menuangkan ide dan karya kreatif untuk bisa diapresiasi. Guru di SMK tersebut dan juga pelukis, Dra Minda Sari MPd, pameran ini menampilkan karya-karya terbaik siswa,

Pameran Seni Rupa SMK 4 dan SMK 8 Padang

GUSRIYONO—Padang
KEPALA Dinas Pendidikan Kota Padang, Dian Wijaya, seusai membuka pameran

GUSRIYONO/PADEK

PAMERAN: Kepala Taman Budaya Sumbar, Efiyarti bersama Kadisdik Padang, Dian Wijaya membicarakan lukisan karya siswa SMK 4 Padang di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Sumbar, Senin (17/10) lalu.

Baca Potensi...Hal 7

2
Karyawan Optik Ketangkap Mesum
Padang, Padek—Karyawan Optik International, Yossi, 26 dan Dewi, 23 digerebek warga saat mesum di dalam toko optik tersebut di Jalan Belakang Olo, Sabtu (22/10) siang. Setelah menangkap, warga menyerahkannya ke Polsek Padang Barat. Saksi mata, Fadhil, 27, mengatakan, sebelum digerebek warga, ia sudah menaruh curiga dengan kedua karyawan tersebut. Sebab, biasanya di tempat itu, yang tidur hanya karyawan perempuan. Namun beberapa hari belakangan, ada karyawan laki-laki masuk ke dalam. “Sebelum saya dan warga melakukan penggerebekan, kami lebih dahulu mengintip gerakgerik pasangan itu dari lubang pintu. Saat itu, pasangan tersebut terlihat tidak berpakaian. Saya memberitahukan kepada warga,” ujar Fadhil. Saat pintu didobrak, keduanya cepat-cepat mengenakan pakaian. Di hadapan penyidik Polsek Padang Barat, ia membantah telah melakukan perbuatan layaknya suami istri. Mereka hanya duduk sambil bercerita biasa. “Setelah ditangkap, saya diperintahkan warga untuk memegang teman wanita saya, tapi saya tidak mau. Setelah itu, baru saya dijemput aparat,” ungkap Yossi. Kanit Reskrim Polsek Padang Barat, Ipda Khalidin mengatakan, saat ini saksi tengah diminta keterangan. “Keduanya masih diperiksa penyidik,” ungkapnya. Terpisah, Kepala Regional Optik Internasional untuk kawasan Sumatera, Abdul Ajis mengakui, dirinya telah mendapatkan informasi kejadian tersebut. Kini, pihaknya masih menunggu proses hukum di kepolisian. Keduanya telah diputuskan untuk diberhentikan. (kd)

UTAMA
Padang, Padek—Pameran Explore Malaysia di Basko Grand Mall, (21-23/10) tidak hanya memperkenalkan wisata alam atau budaya Malaysia. Pameran tersebut juga memperkenalkan wisata kesehatan melalui stand salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Malaysia, Sime Darby Healtcare Medical Center di Subang, Malaysia. Marketing Respresentative wilayah Sumatera, Ade Nusriwan menjelaskan, rumah sakit swasta tertua di Malaysia ini memiliki berbagai peralatan kesehatan untuk seluruh jenis penyakit. Sime Darby Healtcare memiliki pengobatan kanker dan radio bedah, seperti tranfusi ginjal, jantung dan otak. Ade menambahkan, untuk pasien lokal, dalam satu hari rumah sakit ini melayani1.500 hingga 2.000 pasien, sedangkan uuntuk pasien Internasional sudah mencapai ratusan pasien. Untuk peralatan medis, Sime Darby mengacu standar Internasional. Rumah sakit ini juga memberikan layanan lebih kepada pasien luar Malaysia. Seperti pengaturan transportasi antar jemput bandara ke rumah sakit, membantu dalam perencanaan perjalanan seperti surat-surat, rujukan medis dan janji konsultasi dengan dokter, bahkan layanan penerjemah. Ade menambahkan, bagi pasien Sumbar yang ingin berobat atau memeriksa kesehatan bisa menghubungi kantor perwakilan Sime Darby, Jalan Jhoni Anwar 6A Ulakkarang, Padang. Bagi yang memiliki perkumpulan atau organisasi bisa mengajukan kerjasama dengan Sime Darby dan akan diberikan banyak kemudahan seperti diskon. “Bagi anggota organisasi atau perkumpulan yang telah bekerja sama dengan kami, akan diberikan diskon pengobatan atau medical check up, 5-10 persen,” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menggandeng empat travel agent ternama yang aktif menjual paket wisata Malaysia; Zanzi Travel, Glorie Travel, Bravo Travel dan Raun Travel Bukittinggi. Pameran ini juga didukung Air Asia, Telkom Speedy, Sime Derby Hospital Malaysia serta Harian Pagi Padang Ekspres. Explore Malaysia juga menawarkan paket wisata, seperti paket yang ditawarkan Zanzi Tours. Agen perjalanan ini memiliki paket menarik bagi wisatawan dengan paket Rp2,4 juta per orang untuk empat hari tiga malam. Pimpinan Zanzi, Rikhi Zakri menjelaskan paket tersebut sudah

MINGGU

23 OKTOBER 2011

Malaysia Kenalkan Wisata Medis

WISATA MEDIS: Karyawan Zanzi Tours Travel menjelaskan paket perjalanan wisata Malaysia dalam acara Pameran Explore Malaysia di Basko Grand Mall, kemarin (22/10).
termasuk perjalanan ke beberapa objek wisata seperti Genting Highlands, city Tour Kuala LumThe New Golf TSI.

SY.RIDWAN/PADEK

pur dan penginapan di Hotel First World Hotel Genting. Agen travel ini juga agen perjalanan yang

telah bekerjasama dengan Sime Darby dan sebagai pusat informasi berobat di Malaysia tersebut. (e)

Maximum Power, minimum consumption
Volkswagen. Das Auto

Mesin Twincharger TSI, Pengabungan Supercharger & Turbocharger Terbukti Menghasilkan Tenaga yang Besar namum Irit Bahan Bakar

Mobil Polisi Dikupak Maling

The Best in its Class for Safety

Padang, Padek—Mobil salah seorang anggota polisi, Eldy Fernady, 40, dikupak maling, Jumat (21/10), sekitar pukul 17.30 WIB di depan Toko Ayu, Jalan M Thamrin, Padang. Di hadapan polisi, korban menyebutkan, kejadian berawal Kami Perusahaan yang bergerak ketika ia memarkir mobilnya di di AIR MINUM membutuhkan depan Toko Ayu Jalan M beberapa tenaga Administrasi Thamrin. Saat itu, dia belanja di salah satu konter handpSyarat : hone. “Setelah selesai berbe1. Pria & Wanita lanja, saya kemudian naik ke 2. Pendidikan SMU dan D3 mobil dan seterusnya melan3. K e m a m p u a n d a n jutkan perjalanan ke rumah,” ujarnya. Menjalin Hubungan yang Sesampai di rumah, di kaBaik wasan Aspol Jati, Kelurahan 4. Berpenampilan Menarik Jati Baru, Padang Timur, korban mengemasi barang-barang Pelamar datang langsung miliknya di dalam mobil. Koruntuk Interview, membawa CV ban tersentak. Laptop merk Topada hari Senin s/d Jum'at shiba, satu unit HP Nokia, lima ( 24 S/D 28 Oktober 2011 ) unit flashdisc yang tersimpan Temui Langsung dalam tas, ternyata tidak ada lagi. Bapak FIRDAUS Dicari ke semua bagian mobil, tak ditemukan. Korban PT LUXINDO RAYA kemudian melapor ke Polresta Jalan A . Yani No 90 Padang. Dan kini sedang di( Depan RM GON RAYA ) proses lebih lanjut. (kd) Bukittinggi

SAFETY :

7

AIR BAGS

Electronic Stability Programme (ESP)
Transmissions Matic 7 Speed & TIPTRONIC

LOWONGAN KERJA

Minim Suara, Minim Getaran, Temui Kenyamanan Berkendara bersama
Authorized Dealer Sales - Service - Sparepart Jl. Veteran No. 45 Padang Telp. (0751) 39000, 39111, 33275, Fax. (0751) 810551

The New Golf TSI,

di dalam Kelasnya

VW TOSHIO MOTOR

BRAKE : ABS dilengkapi dengan
- Electronic Brake Force Distribution ( EBD ) - Traction Control System ( TCS ) - Engine Braking Control ( EBC ) - Electronic Differential Lock ( EDL )

ADAN BADAN TERASA SEGAR, BEBAS KENDALA BEBAS KENDALA DIABETES
“Sudah 4 tahun terakhir ini saya mengidap diabetes. Rasanya benarbenar mengganggu Kaki saya seringkali terasa kram, sakit seperti terkena cabai. Jika ditanya penyebabnya, mungkin karena faktor keturunan.” Terang Kasmiar membuka percakapan Walau belum dapat dipastikan penyebab utama resistensi insulin pada penderita diabetes, namun obesitas, diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, kurang gerak badan (olahraga), dan faktor keturunan adalah beberapa faktor yang memiliki peran penting terjadinya hal tersebut. Diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif atau resistensi reseptor insulin. Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Untuk mengatasi keluhannya tersebut, ibu rumah tangga ini menceritakan sudah melakukan upaya agar gula darahnya terkontrol, namun belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sampai akhirnya, dari informasi sebuah harian lokal, ia mengetahui tentang Gentong Mas yang salah satu manfaatnya untuk menormalisir gula darah. Tak diragukan, Indonesia kaya akan sumber daya hayati dan merupakan salah satu negara megabiodiversity terbesar di dunia. Indonesia juga dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat (herbal) sehingga mendapat julukan live laboratory. Kini, Gentong Mas hadir sebagai minuman herbal alami dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) yang terstandar, yakni sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan manfaatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi. “Setelah saya minum Gentong Mas selama 2 bulan secara teratur, saya benar-benar merasakan manfaatnya. Badan sekarang terasa sehat dan segar.” Ungkap warga jln. St. Sahrir, Payakumbuh, Sumatera Barat ini dengan bahagia. Di akhir percakapannya, wanita berusia 50 tahun ini berujar, “Mudahmudahan pengalaman saya dengan Gentong Mas ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harapnya. Habbatussauda dalam Gentong Mas dipercaya dapat meningkatkan fungsi insulin dan mengurangi resistensi reseptor insulin, sedangkan Gula Aren berperan dalam optimalisasi kerja reseptor insulin. Gentong Mas juga mengandung Chromium yang efektif memperlancar metabolisme gula darah dan mengatur kepekaan sel terhadap insulin sehingga meringankan kerja pankreas. Selain itu, indeks glisemik dalam Guran Aren yang sangat aman bagi kesehatan yaitu hanya 35 (aman jika indeks glisemik dibawah 50), mampu menjaga dan merawat pankreas agar tetap berfungsi dengan baik. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil maksimal, disarankan untuk mengatur pola makan, olahraga, pengaturan berat badan seideal mungkin, diet rendah lemak, kontrol stress, dan menghindari rokok serta alkohol. Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang meng-konsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Padang: 081283307337/ 07519879924,082173008999 Bukittinggi/Agam :081266649000 , Pasaman Timur : 085263468003, Apt. Saiyo Farma, Toko Obat Mira Ps. Lubuk Sikaping Payakumbuh: 085274663871. Sawahlunto: 081374119996. Solok: 085274751679. Painan: 081266944088.Pariaman: 087820250088. Batusangkar: 085274740505, Pasaman Barat: 082170517000. Padangpanjang: 085272954400. Limapuluh Kota : 085216048020, Solok Selatan : 082174562792 Depkes:PIRT: 812320501114.

LOWONGAN KERJA
PT. BPR Syariah Ampek Angkek Candung membutuhkan karyawan untuk ditempatkan di Simpang Ampek-Pasaman Barat pada posisi: 1. Marketing 2. CS/ Teller 3. Accounting 4. Legal Persyaratan dan Kualifikasi : 1. Pendidikan minimal S1 2. Pria, memiliki sepeda motor dan SIM C (1) 3. Semua jurusan (1, 2) 4. Sarjana Ekonomi (3) 5. Sarjana Hukum (4) 6. Mampu bekerja dengan target 7. Tulis Posisi yang diinginkan pada sudut kanan amplop Kirim lamaran lengkap dengan surat lamaran, foto copy ijazah dan transkrip nilai yang berlegalisir, foto copy identitas diri, daftar riwayat hidup dan foto terakhir, ditujukan ke :

BAGIAN HRD PT. BPR Syariah AMPEK ANGKEK CANDUNG Jl. Raya Bukittinggi-Payakumbuh KM 4 Simpang Parit Putus, Kec. Ampek Angkek, Kab. Agam
Surat Lamaran kami terima selambatlambatnya tanggal 11 November 2011. PT. BPR SYARIAH AMPEK ANGKEK Ttd

TX TRAVEL
= Ticket

= Hotel = Tour = Cruise

Penerbangan Tujuan

Jadwal

Penerbangan Tujuan Jadwal

Penerbangan Tujuan

Jadwal

Penerbangan Tujuan

Jadwal Tujuan

Jadwal Penerbangan Tujuan

Jadwal Penerbangan Tujuan
PDG - CGK

Jadwal
17.55 - 19.40

Penerbangan

Tujuan

Jadwal

PDG-KUL
Air Asia

08.30-10.40 15.35-17.45 07.50-08.00 15.00-15.10
Batavia Air

PDG-JKT

09.15 - 10.55 13.05 - 14.45 18.10 - 19.50

08.45 - 10.30 PDG - JKT 12.40 - 14.25 17.45 - 19.30 Garuda Lion Air 06.30 - 08.10 JKT - PDG 10.20 - 12.05 15.30 - 17.10

06.00 - 07.40 13.25-14.30 10.05 - 11.45 PDG - MES 17.35 - 19.20 13.05-14.45 PDG - JKT 15.35-17.15 MES - PDG 08.35-0940 18.55-20.35 07.45 - 09.25 12.30 - 14.00 JKT - PDG 16.35 - 18.15 19.00 - 20.40

PDG - BTH 17.45-18.20 BTH - PDG 12.30 - 13.35
Mandala

KUL-PDG

JKT-PDG

07.00 - 08.40 10.50 - 12.30 15.55 - 17.35

PDG - BTH

10.15-11.15

PDG - MES 14.05 - 15.10 MES - PDG 15.40 - 16.45

PDG - CGK 17.55 - 19.40 16.10 - 17.50 19.05 - 20.50 CGK - PDG 06.50 - 08.30 13.45 - 15.20 14.00 - 15.40 Sriwijaya CGK - PDG 15.50 - 17.25 Kartika PDG - BTH 16.25 - 17.20 14.30 - 15.25 PDG - MES 13.45 - 14.50 PDG - MES 09.00 - 10.00

Semua Airlines - Online Semua
Sementara Kami Beroperasi di Jl. Kampung Nias No.1 (Hau's Tea D' Junction) TX Andalas HP : ( 0751 ) 9732 199 Telp : ( 0751 ) 890066 , ( 0751 ) 891199 Fax : ( 0751 ) 34708 Dan Telah Hadir Di Bukittinggi Jl. A Yani No. 70 , Kampung China Bukittinggi (Hau's Tea Bukittinggi) Telp : (0752) 33199 , (0752) 35799

TERBANG HEMAT

BTH-PDG

11.50-12.50

MES - PDG

16.00 - 17.05

MES - PDG 10.30 - 11.30 * Jadwal dapat berubah sewaktu - waktu

Padang Ekspres
www.padangekspres.co.id Terbit Sejak 25 Januari 1999 Badan Penerbit: PT Padang Intermedia Pers Jawa Pos Media Group Chairman: H. Rida K Liamsi Presiden Komisaris: H. Makmur Kasim Wakil Presiden Komisaris: H. Wiztian Yoetri Komisaris: H. Darmawi Kahar Direktur Utama: H. Sutan Zaili Asril Wakil Direktur Utama: H. Marah Suryanto Direktur: H. Jayusdi Effendi Wakil Direktur: Rita Arianti, Montosori Pemimpin Umum/Penanggung Jawab: H. Marah Suryanto Wakil Pemimpin Umum Bidang Redaksi: Montosori Wakil Pemimpin Umum Bidang Usaha: Two Effly Pemimpin Redaksi: Montosori Pemimpin Perusahaan: Two Efly Wapemred Bidang Produksi: Nashrian Bahzein Wapemred Bidang Liputan: Heri Sugiarto Dewan Redaksi: H. Sutan Zaili Asril (Ketua), H. Marah Suryanto, H. Jayusdi Effendi, H. Wiztian Yoetri, Rahmat Wartira, Montosori, Nashrian Bahzein, Heri Sugiarto, Suryani, Hendri Parjiga. Ombudsman: Rahmat Wartira

Redaktur Pelaksana: Suryani; Penjab Minggu: Hendri Parjiga; Koordinator Liputan: Rommy Delfiano (Pj). Ass Koord Liputan: Hendri Parjiga Redaktur: Zetrizal, Fajril Mubarak, Sanny Ardhy, Arzil, S Metron Masdison. Asisten Redaktur: Gebril Daulai, Zikriniati ZN; Liputan Padang: Gusti Ayu Gayatri, Heldi Satria, Syamsu Ridwan (Fotografer). Perwakilan Daerah: Bukittinggi-Agam: Nasrul Tanjung, Edison Janis; Payakumbuh-Limapuluh Kota: Jonres Marianto (Kepala), Fajar Rillah Vesky; Pesisir Selatan: Yoni Syafrizal, Pasaman & Pasaman Barat: Ahmad Zubeir (Kepala), Eri Mardinal, Sawahlunto: Herry, Sijunjung: Ganda Cipta, Dharmasraya: Zulfia Anita, Kota Solok: Rijal Islamy, Kabupaten Solok: Ilham Safutra; Solok Selatan: Nenengsih, Pariaman & Padangpariaman: Yurisman Malalak, Adiansyah Lubis; Padangpanjang: Jayusman; Tanahdatar: Mustafa Akmal, Jakarta: Zulfasli ZB; Manajer IT/ Pracetak: Yonaldi. Manager Keuangan: Ivo Fitriyana; Manager HRD dan General Affair: Nurhelwarni; Manajer Iklan: Mukhtisar: Manager Pemasaran: Sarbidin; Ass. Manager Adm & Piutang Iklan: Fitra. Manajer Iklan Area Jakarta: M.Iqbal, Alamat: Gedung Graha Pena Lt 6 Ruang 601 Jl. Kebayoran Lama No 12 Jakarta Selatan Telepon (021) 53699560, Fax (021) 5333048, E-mail, Padangekspresjakarta@Yahoo.co.id Website: padangekspres.co.id, Edisi Digital: epaper.padangekspres.co.id

DIVISI PRODUKSI

Tarif Iklan: Iklan Display Halaman Pertama: Rp20.250/mmk (BW), Rp27.500/mmk (SC), Rp 40.500/mmk (FC). Display Halaman Depan: Rp24.300/mmk (BW), Rp32.400/ mmk (SC), Rp40.500/mmk (FC); Display Halaman Belakang: Rp14.850/mmk (BW), Rp18.900/mmk (SC), Rp27.000/mmk (FC); Iklan Sosial: Rp6.000/mmk; Iklan Jitu: Rp20.000/muat. Harga iklan ditambah pajak 10 persen. Harga Langganan: Rp75.000/ bulan (Padang dan sekitarnya), luar kota tambah ongkos kirim. Kantor Perwakilan Iklan Jakarta: Liliek Ediyono, Gedung Graha Pena Lt. 6 Ruang 601 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 12 Jakarta Selatan Telepon: (021) 53699560 Fax: (021) 5333048 Jakarta Selatan. PT Padang Graindo Mediatama; Direktur Utama: Suryanto, General Manager: Syukron Putra; Isi di luar tanggung jawab percetakan. Alamat: Jl. Adinegoro No. 17 A Lubukbuaya, Padang. Sumatera Barat. Telepon/fax, (0751) 481222 Redaksi menerima tulisan karya asli, terjemahan atau saduran (dengan sumber asli bagi karya terjemahan dan saduran). Panjang tulisan 3 hingga 5 halaman, diketik spasi rangkap, sertakan identitas diri. Naskah yang dimuat akan diberi imbalan. Redaksi berhak menyunting selagi tidak mengubah maksud tulisan.

LAYANAN IKLAN DAN PELANGGAN

DIVISI USAHA

PERCETAKAN:

KANTOR IKLAN JAKARTA:

ALAMAT
Redaksi/Usaha: Jl. By Pass KM. 7 No. 2 Padang, Sumatra Barat, Telepon: (0751) 778882 - Fax: (0751) 778883; E-mail: redaksi@padangekspres.co.id

Wartawan Harian Pagi Padang Ekspres dibekali identitas (kartu pers), dan tidak menerima pemberian berbentuk uang atau apa pun yang berhubungan dengan profesinya

98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 1 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 98765432121098765432109876543210987654321210987654321098765432109876543212109876543210987654321098765432121098765432109876543210987654321 9

DALAM rangka memeriahkan ulang tahun SMAN 3 Padang ke-33, Senin (24/10), Organisasi Siswa Intra Sekolah SMAN 3 Padang (OSIS Smantri Padang) mengadakan turnamen futsal bertajuk ”Smantri Futsal League I “. Turnamen futsal ini digelar di lapangan futsal SMAN 3 Padang, kemarin (22/ 10). Iven ini diikuti 9 SMP dan 20 SMA se-Kota Padang. Tidak hanya itu, enam tim dari majelis guru tingkat SMA/SMK juga tampil dalam turnamen futsal Smantri. Yakni SMAN 3 Padang, SMAN 9 Padang, SMAAdabiah, SMK 3 Padang, SMAN 4 Padang dan MAN 2

RANGKAIAN ULTAH: Kepala SMAN 3 Padang, Monalisa menyampaikan kata sambutan dalam pembukaan turnamen ”Smantri Futsal League I" di lapangan futsal SMAN 3 Padang, kemarin (22/10).

Smantri Futsal League I Ditabuh
SOCIETY SMAN 3 PADANG

Padang. Kepala SMAN 3 Padang, Monalisa mengatakan, rangkaian upacara ini merupakan satu dari peringatan ulang tahun SMAN 3 yang diselenggarakan OSIS. ”Kita harapkan dalam iven ini akan terjalin silaturahmi sekolahsekolah yang ada di Kota Padang. Selain itu, anak-anak juga dapat belajar dalam mengelola suatu iven seperti turnamen futsal ini,” ujarnya usai membuka Smantri Futsal League I. Sementara itu, ketua pelaksana, Nurhadi Hanif, mengatakan digelarnya pertandingan futsal karena olahraga futsal saat ini sangat digandrungi oleh semua lapisan umur, baik

yang tua dan muda. ”Maka dari itu, kami juga melibatkan guruguru,“ ujar siswa kelas II IPA ini. Pada laga pembuka yang mempertandingkan lima pertandingan, SMAN 3 Padang (B) unggul tipis (2-1) atas SMAN 5 Padang. SMA 4 Padang sukses menekuk SMAN 12 dengan skor 3-0. SMA 1 Padang unggul 3-1 atas SMA Kartika. Sedangkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), SMP 30 taklukkan SMP 31 dengan skor 3-1. Sedangkan pertandingan antar guru-guru, tuan rumah SMAN 3 Padang berhasil mengalahkan SMAN 9 Padang dengan skor tipis 2-1. (h)

Padang, Padek—Astra Honda Motor (AHM) memang penuh kejutan. Kali ini, AHM memanjakan konsumennya dengan produk terbaru Honda Supra X 125 Helm in. Produk ini di-launching CV Hayati, maindealer sepeda motor Honda Sumbar di Plasa Andalas, hari ini (23/10). Untuk pasar motor bebek, Supra X 125 diklaim masih mendominasi pasar dengan capaian penjualan 400.000 unit atau 62 persen sepanjang tahun 2011. Kepercayaan konsumen inilah yang membuat Honda selalu memanjakan konsumen dengan produk-produk terbarunya. “Honda Supra X sudah menemani masyarakat In-

Supra X 125 Helm in Diluncurkan
Padang, Padek—Toyota Auto 2000 kembali mengenalkan model terbaru dari New Dyna Turbo Intercooler di penghujung tahun ini. Mengambil tempat di Pangeran Beach hotel Padang, Jumat (21/10) malam, New Dyna dengan long whellbase akan menjadi tamu baru di dunia truk di akhir tahun ini. “Lebih panjang dari yang sebelumnya,” kata Doni Agustra, Sales Development Toyota Auto 2000 kepada Padang Ekspres di sela-sela peluncuran. Mobil ini katanya khusus ditargetkan untuk perusahaan yang memerlukan kubikasi. “Keunggulannya di kubikasi, karena dibuat lebih panjang,” jelasnya. Dyna Turbo terbaru dibuat dengan panjang 3,205 milimeter (mm) dari panjang sebelumnya yang hanya 2,530 mm. Meski lebih panjang dan otomatis menambah volume muatan, hal itu tidak berpengaruh terhadap tonase, karena Dyna dibekali mesin 130 XT yang sangat bertenaga. Sehingga tidak akan menyulitkan dalam membawa barang. Pengendara akan merasakan perfoma New Dyna yang makin tangguh dalam segala kondisi jalan, baik lurus, berbukit-bukit maupun dalam akselerasi yang cepat. Karena kerangka chasis Dyna yang kuat dan kokoh tanpa sambungan yang dilengkapi dengan keeling penguat mampu memberikan efektivitas bagi pelanggan melalui kapasitas angkut yang lebih banyak saat membawa muatan. New Dyna memakai mesin die-

Unggul dalam Kubikasi

MINGGU

Hemat BBM dan Bagasi Lapang
23 OKTOBER 2011

New Dyna Turbo Intercooler

donesia selama 14 tahun. Sejak diperkenalkan pertama kali tahun 1997 melalui Honda Supra 100 cc, saat ini Supra X telah mendominasi pasar sepeda motor bebek segmen atas dengan jumlah pemakai lebih 11 juta,” ungkap Direktur CV Hayati, Jefri Ali. Tahun 2005, AHM memperkenalkan Honda Supra X 125 dengan desain dan mesin baru, termasuk varian PGM-FI (Programmed Fuel Injection) sebagai motor berteknologi injeksi pertama di Indonesia. Pada 2007, AHM merilis Honda New Supra X 125 dengan perubahan desain bodi baru yang lebih sporty. Di samping kemampuannya menjadi sepeda motor yang bertenaga, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan, Supra X 125 juga menyuguhkan kemudahan serta kenyamanan berkendara yang optimal melalui posisi berkendara yang ergonomis. Hal inilah yang mengantarkan Honda Supra X 125 menjadi Raja Motor Bebek kelas 125 cc ke atas. Honda Supra varian terbaru ini, lanjut Jefri, juga dilengkapi fitur Helm in, yaitu bagasi serbaguna dengan kapasitas 19,5 liter, pertama di dunia. Kapasitas tangki BBMnya sel 4 Stroke, Inline, 4.009 cc dengan tenaga maksimum 130 ps/2.500 rpm dan torsi maksimum 37 Kgm/1.800 rpm. Sehingga mobil ini tidak terpengaruh medan apapun. Semua tipe Dyna dilengkapi intercooler, sebuah alat yang terletak di antara turbo charger dan silinder yang berfungsi untuk mendinginkan

PRODUK TERBARU: Toyota Auto 2000 mengenalkan model terbaru dari New Dyna Turbo Intercooler di Pangeran Beach hotel Padang, Jumat (21/10) malam.

OTOMOTIF

mampu memuat 5,6 liter dengan kemampuan jarak hingga 287 kilometer. “Bagasinya yang lapang dengan kemampuan memuat satu helm full face dan kapasitas tangki bensin yang mampu menempuh perjalanan jauh, akan memberikan manfaat besar dalam menunjang aktivitas pengendara,” ujar Jefri. Honda Supra X 125 Helm in dipasarkan dengan harga Rp15.600.000. Tersedia dalam empat pilihan warna, Legacy Green, Royal Blue, Luxurious Gray, dan Majestic Red. Jelajah Supra X Helm In Pada kesempatan itu, CV Hayati melakukan tantangan Jelajah Supra X Helm In yang diikuti wartawan dan komunitas dengan rute Jambi-Padang. Tak hanya itu, juga digelar pameran produk Honda dan berbagai perlombaan di Plasa Andalas. “Ini untuk membuktikan keiritan Supra X Helm I kepada konsumen bahwa Supra X Helm In irit. Sebab, setiap motor hanya akan sekali melakukan pengisian bensin dengan kapasitas 5,6 liter dan akan menempuh jarak lebih dari 400 kilometer,” kata Jefri Ali. (mg11) udara masuk. Sampai kemarin, sudah 29 nama terdaftar untuk mendapatkan produk tersebut. Doni menyebut mereka akan terus melakukan berbagai inovasi memuaskan kebutuhan otomotif di Indonesia dan khususnya Sumatera Barat. Apalagi untuk jenios truck masih akan terus dibutuhkan. (mg8)
SY. RIDWAN/PADEK

3

4

WAJAH
Drs Dian Wijaya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang

MINGGU

23 OKTOBER 2011

Mari Berikan Pendidikan Bermartabat dan Berkualitas
BERBAGAI permasalahan menerpa wajah Pendidikan Kota Padang. Mulai dari seringnya siswa tawuran, siswa demonstrasi, hingga belum maksimalnya hasil Ujian Nasional. Di tengah banyaknya permasalahan tersebut, Wali Kota Fauzi Bahar melantik Dian Wijaya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang yang baru. Apa langkah yang akan ditempuh mantan Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan ini untuk membenahi dunia Pendidikan di Padang? Berikut Petikan wawancara wartawan Padang Ekspres Hijrah Adi Sukrial dengan Dian Wijaya. Selamat, atas dipercayanya Anda menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota padang. Sekarang, tentu saja tugas berat menanti Anda. Apa permasalahan mendasar dunia pendidikan Kota Padang? Tidak ada permasalahan di dunia pendidikan Kota Padang. Lihatlah, di kota ini banyak guru-guru berkualitas, tidak sedikit guru kita lulusan S2. Akses kita untuk meningkatkan kualitas guru juga sangat banyak. Kita bisa sharing langsung dengan UNP, FKIP UBH, STKIP PGRI, LPMP, dan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan lainnya. Kemudian, infrastruktur kita juga sangat memadai. Pasca gempa, sekolah dibangun jadi lebih baik dari sebelumnya. Sekolah juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti pustaka, komputer, internet, dan lainnya. Penyebaran sekolah juga bagus, disertai penyebaran guru yang merata. Jadi, tidak ada alasan pendidikan di sini (Padang, red) tidak bisa berkembang. Tinggal bagaimana pengelolaan semua potensi yang sudah bagus tadi, bagaimana bisa bekerja secara maksimal dan tepat sasaran, sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal juga. Saya sangat geregetan melihat luar biasanya potensi yang ada di Padang. Apa yang akan Anda lakukan agar potensi yang besar ini bisa memberikan hasil yang maksimal? Saya akan coba memajukan pendidikan dengan slogan 3T+M. Yaitu, Tertib Fisik, Tertib Personil, Tertib Administrasi dan Keuangan, ditambah Mutu. Tentu saja semuanya bisa dicapai dengan bantuan semua pihak. Termasuk staf, guru, orangtua siswa, dan siswa itu sendiri. Dengan bantuan semua pihak, saya yakin pendidikan di Kota Padang akan lebih maju dibanding saat ini. Mohon dijelaskan pengertian Tertib Fisik, Tertib Personil, Tertib Administrasi dan Keuangan, serta Mutu yang Anda sebutkan tadi! Tertib Fisik berarti, situasi sekolah yang membuat siswa nyaman belajar. Misalnya, kelas yang pencahayaannya bagus, pustaka yang selalu buka dan dilengkapi buku bagus, kemudian toilet yang bersih dan wangi, kantin yang sehat dan bersih, serta sarana pendukung lainnya. Tertib Personil, artinya semua potensi tenaga pendidik yang ada di Padang ini semuanya harus memenuhi standar dan bekerja sesuai standar. Kita harap nantinya tidak ada lagi guru yang masuk kelas tanpa persiapan dan bahan ajar. Selain itu, juga harus ada evaluasi yang sesuai dengan yang diajarkan. Dalam tertib personil ini juga dibarengi dengan disiplin yang tinggi. Tidak ada lagi guru yang datang terlambat dan pulang cepat. Begitu juga staf Dinas Pendidikan. Sedangkan Tertib Administrasi keuangan artinya, pengelolaam dana yang transparan. Pada hakikatnya, dana yang kita kelola itu adalah dana umat. Ada dana BOS, dana komite, dan dana lainnya di sekolah. Sehingga kita harus bisa meniru manajemen Masjid. Semua pemasukan dan pengeluaran terpampang dengan jelas. Tidak ada yang ditutupi. Sedangkan mutu lebih kepada pola pendidikan yang dipakai guru dalam kelas. Mutu adalah rohnya pendidikan. Di kelas, guru tidak hanya cukup mengajar, namun juga mendidik. Dan, semuanya harus memperbarui pola pikir, bahwa dalam mengajar dan melayani siswa tidak ada perbedaan. Mindset itu sama dengan niat, artinya semuanya harus memperbarui niat. Setidaknya, tanamkan

RISWAN INDRA/PADEK

DIAN WIJAYA bersama salah satu koleksi karya lukisnya di Galeri Lukisan miliknya, Jalan S Parman Padang, kemarin (22/10).
keikhlasan dalam diri, kemudian, camkan bahwa siswa bukan objek, tetapi subjek. Menurut Anda, Apa langkah konkrit yang harus dilakukan pihak sekolah. Sehingga tidak ada lagi siswa tawuran, siswa demo, bahkan siswa berbuat mesum, dan membuat video porno? Tawuran, dan hal-hal negatif lainnya terjadi karena energi siswa tidak tersalurkan secara tuntas pada hal positif di sekolah. Coba kalau energi siswa terkuras habis di sekolah, maka pulang sekolah mereka akan langsung pulang ke rumah dan istirahat. Selain itu, saya yakin, jika siswa guru lembut pada siswa, maka tawuran akan berkurang. Misalnya, cobalah kita panggil mereka dengan nama masing-masing, atau bahkan dengan panggilan ananda. Semuanya harus memberi contoh pada yang lain. Kepala Dinas Pendidikan memberi contoh pada staf, kepala sekolah, dan guru. Kepala sekolah memberi contoh pada guru, dan guru memberi contoh yang baik pada siswa. Begitu juga dengan orangtua di rumah. Sedangkan secara teknis, paguyuban guru akan segera berkoordinasi dengan Pol PP dan Kepolisian. Di sana akan dibahas untuk menertibkan siswa yang keluyuran jam sekolah dan tidak langsung pulang ketika pelajaran telah usai. Setidaknya dengan bentuk operasi simpati, yaitu menegur dan membubarkan ada yang berkumpul-kumpul, karena itu yang memicu tawuran. Kemudian, kita maksimalkan peran guru piket. Kalau ada siswa yang keluar pada jam belajar harus izin guru piket. Kalau tidak ada surat izinnya, berarti cabut dan bisa ditertibkan. Bagaimana dengan siswa yang demonstrasi? Ya, seperti yang saya sebutkan di atas. Demo terjadi karena siswa ingin diperlakukan sebagai anak. Ada transparansi, komunikasi, demokrasi. Jangan sampai ada perbedaan dalam memperlakukan mereka. Saya yakin berat untuk merubah yang sudah ada selama ini. namun, saya haqqul yakin bisa. Jika tahun pertama ini ada 25 persen guru yang haqqul yakin bahwa pendidikan di Padang bisa maju, maka kemajuannya akan pesat sekali. Kemudian, diikuti 25 persen lagi tahun kedua. Dalam 4 tahun, Padang bisa menjadi yang terbaik. Apa harapan dan imbauan Anda untuk kemajuan Kota Padang, terutama dalam memajukan pendidikan? Mari bersama kita berkomitmen bekerja memajukan pendidikan dengan hati yang ikhlas dan haqqul yakin kita mampu menjadi yang terbaik. Mari bersama kita memberikan pendidikan yang bermartabat dan berkualitas. Pessel saja dengan SDM dan infrastruktur yang tidak sebaik Padang, bisa menjadi yang terbaik. Kenapa Padang tidak bisa? Bagi saya, ada dua yang tidak boleh terjadi di dunia pendidikan. Pertama, anak miskin ditolak dan tidak mendapatkan pendidikan. Kedua, anak berkebutuhan khusus ditolak di sekolah. Kalau itu terjadi, laporkan pada saya. Berhasil atau tidaknya Dinas Pendidikan seringkali dinilai dari hasil Ujian Nasional. Apa target Anda untuk UN tahun 2012? Intinya, tuntaskan pembelajaran di kelas, berikan gizi yang cukup pada anak. Kemudian, murid harus jujur, guru harus jujur, semuanya harus jujur. Hanya itu keinginan saya untuk UN tahun 2012 nanti. Yang penting proses membentuk kepribadian bekerja keras, jujur, mandiri. Jika itu tercapai, itu lebih baik dari hasil UN nomor satu tapi hasil contekan. (***)

IST

PEGANG AMANAH: Dian Wijaya bersama mertua H Nizar Abbas usai pelatikan menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, beberapa waktu lalu.

Melihat Kebesaran Allah dalam Lukisan
Selain dikenal sebagai praktisi di bidang pendidikan, Dian Wijaya juga dikenal sebagai pemerhati seni rupa. Kolektor karya seni rupa, dan penikmat seni. Dia memiliki beberapa karya dari maestro lukis Indonesia, seperti Basuki Abdullah, Maria Tjui, Zirwen, dan pelukis lainnya. Seperti apa kecintaan dan pandangannya pada dunia seni rupa? jatuh cinta pada dunia seni rupa sejak 15 tahun yang lalu. Awalnya hanya karena suka melihat yang indah-indah, kemudian berkembang menjadi peluang bisnis dan akhirnya menjadi cinta. Memang, di mata bapak empat anak ini, lukisan bukan sekedar karya yang indah untuk dipandang. “Lukisan adalah investasi yang tak bernilai, sama seperti emas. Karena, jika lukisan itu punya nilai, maka suatu saat ketika dijual, harganya bisa melonjak tinggi,” kata mantan guru STM Negeri 2 Padang ini. Pemikiran bahwa lukisan yang memiliki nilai jual tinggi semakin disadarinya ketika dia mendirikan galeri lukisan beberapa tahun yang lalu. Ketika itu, ada seseorang datang berkunjung ke galeri yang dibangunnya di kawasan Ulakkarang itu. Saat itu, seseorang bertanya harga salah satu lukisannya. Dia menjawab asal-asalan karena tidak yakin orang yang menawar lukisan itu mampu dan mau membeli lukisan dengan harga yang ditawarkannya. “Saya beli lukisan itu dengan harga yang mungkin termasuk murah. Lalu seseorang datang dan menawarnya. Saya menawarkan seharga sebuah mobil. Bapak itu berlalu, dan saya berpikiran tidak akan ada orang yang mau membeli lukisan itu dengan harga yang saya tawarkan. Ternyata tidak sampai satu jam setelah itu, bapak tadi kembali dan menyerahkan uang untuk membeli lukisan itu. Saya jadi sadar, bahwa lukisan itu tidak bisa diterka harganya. Penilaian orang berbeda-beda pada setiap karya,” kata mantan wartawan ini. Walaupun begitu, bukan berarti semua lukisan dinilai dengan uang oleh suami Yenni Anita ini. Ada kalanya, lukisan itu memiliki arti penting bagi Dian Wijaya. Jika sudah berarti dan dicintainya, tidak sedikitpun tergiur untuk menjualnya. Bahkan ditawar dengan harga berapa pun dia tidak bersedia menjualnya. “Saya bahkan menjual SMK Elektro Pratama dan Nusa Tama hanya untuk membeli lukisan,” bebernya. Katanya, menjadi kolektor karya seni adalah pekerjaan intelektual dan mempunyai prospek yang cerah. Tanpa kolektor maka tidak akan ada orang yang menghargai dan memberi penghasilan pada seniman. Selain itu, untuk menentukan suatu lukisan itu bernilai atau tidak diperlukan analisa yang tajam. “Melihat karya seni itu bagus dan bernilai dibutuhkan mata hati. Bahkan kita bisa melihat kebesaran Allah dalam lukisan itu,” ujar mantan pengawas sekolah itu. Walaupun cinta dan ingin menuangkan waktu sepenuhnya pada karya seni, namun semenjak menjadi birokrat dia mengaku tidak bisa maksimal lagi untuk berburu lukisan. Pasalnya, dia tidak ingin amanah yang diberikan padanya disia-siakan dan tidak dijalankan dengan baik. Dalam berburu lukisan, berbagai pengalaman berkesan sering dialami pria kelahiran Padang 12 Agustus 1962 ini. Tapi yang paling sering dialaminya adalah saat mengikuti

Laporan
Hijrah Adi S—Padang

KELUARGA: Dian Wijaya bersama istri Dra Yenni Anita dan anakanaknya, M Aulia Wijaya, M Fadel Wijaya, M Iqbal Wijaya dan Putri Andam Sori.
IST

“LUKISAN itu adalah jiwa pembuatnya. Melalui lukisan saya bisa melihat kebesaran Allah, hati juga jadi tenang. Kalau tidak percaya cobalah letakkan lukisan di ruang kerja, atau di ruang belajar, pikiran akan jadi lebih lapang dan jiwa pasti akan lebih baik,” kata pendiri SMK Elektro Pratama ini ketika ditanya kecintaannya pada dunia seni rupa. Alumni FPTK IKIP Padang Jurusan Elektro ini mengaku

lelang dia sering kalah karena orang lain memiliki lebih banyak uang darinya. Namun, dia tidak habis akal. Katanya, jika jeli melihat karya pelukis baru yang bagus, maka 5-10 tahun yang akan datang, karya tersebut akan naik harganya mencapai sepuluh kali lipat bahkan lebih. Hal itu dimanfaatkannya, berbekal analisa dia beli karya pelukis pemula yang berpotensi. Akhirnya beberapa tahun kemudian, lukisan itu nilainya melonjak

tajam dan bisa dia pakai hasil penjualannya untuk membeli karya maestro yang mahalmahal itu. “Di Padang ini saya belajar banyak dari bapak Sifately Kurniawan yang akrab saya panggil Koko Pat. Menurut saya dia adalah pecinta dan kolektor terbaik Sumbar saat ini. Dia mengajari saya trik-trik untuk membaca dan menilai suatu lukisan,” kata Dian. Di sisi lain, Dian beruntung memiliki istri yang pengertian akan kecintaannya pada dunia

lukisan. Sehingga walaupun menghabiskan uang untuk membeli lukisan, namun tidak terjadi permasalahan karena itu. Hal itu disebabkan, sejak awal dia telah menyampaikan untung-ruginya membeli dan menjual lukisan, sehingga istri tidak protes. “Nanti ruangan kerja di Disdik akan saya perbanyak lukisan. Mudah-mudahan pikiran akan jadi lebih lapang, sehingga bisa melayani orang

MINGGU

23 OKTOBER 2011

NAN PADEK

5

Tak Pantas Dilakukan Pelajar
DEMO yang dilakukan pelajar di dua sekolah Kota Padang dalam sebulan terakhir, seharusnya tidak terjadi. Ini tak pantas dilakukan pelajar. Sebagai masyararakat yang berbudaya tinggi dan berpendidikan, seharusnya mereka memiliki sikap hormat pada guru, karena guru itu adalah orangtua. Banyak cara yang bisa dilakukan pelajar untuk mengkritik atau mengatakan kebenaran kepada guru atau kepala sekolah. Salah satunya melalui komite sekolah. “Jika ada dugaan kecurangan yang dilakukan sekolah, kan bisa menghubungi komite, karena komite tersebut bagian dari pendidikan di sekolah,” ungMukhaiyar kap pengamat pendidikan dari UNP, Mukhaiyar. Cara lainnya, bisa melaporkan permasalahan ini kepada pengawas sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan. Kalau pengawas tidak merespons, bisa juga melalui wadah perwakilan siswa, OSIS, meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk mengusut kecurigaan pelajar dengan cara mengirim surat resmi. “Bukan berarti membatasi kebebasan atau keberanian siswa dalam mengatakan kebenaran, tapi sebagai anak yang dididik untuk bersikap sopan, tentu banyak cara menyampaikannya. Tidak dengan berdemo, apalagi mengata-ngatai guru,” ujar Direktur Pascasarjana UNP itu. Dengan adanya demo ini, kami berharap Kadisdik mengevaluasi program sekolah dan kepala sekolahnya. Sebab, hal itu menunjukkan ada permasalahan di sekolah tersebut, sehingga siswa berani melakukan aksi demo tersebut. Jika tidak segera dilakukan evaluasi, ditakutkan akan banyak siswa lain dari berbagai sekolah akan melakukan hal serupa. Ini tentu saja akan mencoreng dunia pendidikan Sumbar, khususnya Kota Padang. “Kadisdik harus bersikap tegas dan menindak jika terbukti ada kesalahan. Dan harus mengevaluasi setiap sekolah dengan meningkatkan kinerja pengawas sekolah,” tuturnya. (eka rianto)

PELAJAR SMK Negeri 4 Padang, lakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu. Mereka menuntut kepala sekolah transparan dalam mengelola keuangan sekolah. Unjuk rasa seperti ini, sinyal bagi pemimpin dan pejabat, bahwasanya masyarakat dari berbagai lapisan, mulai kritis dengan kondisi yang mereka rasakan.

SY RIDWAN/PADEK

Kuncinya, Komunikasi Terarah dan Dua Arah
MASA SMA adalah masa-masa peralihan bagi siswa. Di usia ini, mereka dalam taraf labil untuk semua hal. Jangan heran kalau akhirnya siswa cenderung kritis dan mengarah pada emosional tinggi, jika permasalahan yang mereka hadapi tidak menemukan muaranya. Unjuk rasa adalah bentuk pencarian jati diri pelajar untuk menunjukkan mereka mampu. Di samping itu, aksi demikian dilatarbelakangi juga oleh kendornya kontrol di masyarakat terhadap tontonan serta informasi yang didapat pelajar. Ketika ada permasalahan di sekolah, dan Yuni Ushi Johan jalan keluar itu tidak mereka temukan, unjuk rasa menjadi pilihan pada akhirnya. “Untuk itu perlu komunikasi terarah dan dua arah antara majelis guru dan siswa. Siswa hendaknya menanyakan secara baik, masalah yang dihadapi. Bisa melalui guru bimbingan konseling (BK) atau guru yang dianggap dekat dengan siswa, untuk kemudian disampaikan kepada atasannya lagi,” terang Psikolog, Yuni Ushi Johan. Misalnya, di sekolah ada pungutan untuk pembelian baju seragam. Jika siswa merasa kemahalan, tanyakan dengan baik-baik kepada guru yang bersangkutan. Begitu juga guru harus mampu menjelaskan secara terbuka kepada siswa. Guru mesti bisa membangun ikatan emosional dengan siswanya. Jadi ketika ke sekolah untuk mengajar tidak sebatas masuk kelas dan mengajar saja. Tanyakan kabar siswa, ketahui siapa dan apa yang dikerjakan siswanya. Karena usia SMA adalah usia peralihan yang penuh dengan berbagai konflik. Sehingga perlu perhatian khusus dari lingkungannya. (heri faisal)

Unjuk Rasa Kini tak lagi Milik Mahasiswa
TREN unjuk rasa kini tidak lagi dimiliki mahasiswa, LSM, anggota dan pengurus parpol atau masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Kini, pelajar mulai dari SMA hingga SD, juga telah berani menyampaikan aspirasi mereka dengan cara unjuk rasa. Di satu sisi, ini bisa menjadi sinyal bagi pemimpin di negeri ini. Bahwa masyarakat, tak terkecuali pelajar yang baru berusia belasan tahun, telah mengerti dan perduli terhadap hak-hak mereka. Serta, kritis terhadap kinerja pemimpinnya. Di Kota Padang dalam bulan ini saja, sudah dua kali terjadi unjuk rasa dilakukan para pelajar di SMA 9 Padang dan SMK 4 Padang. Caranya, mulai dari aksi mogok belajar, berorasi di halaman sekolah, mendatangi kantor pemerintahan, hingga menggelar berbagai atribut yang berisi berbagai tulisan terkait apa yang ingin mereka sampaikan. Karena itu, para pemimpin dituntut untuk bekerja sesuai dengan apa yang diamanahkan. Memperlihatkan hasil kerja yang baik, daripada hanya sekadar berjanjijanji manis saja. Dan yang lebih penting adalah transparan terhadap apa yang dikerjakan, tidak memanfaatkan jabatan yang diemban untuk keuntungan pribadi. Sebagaimana diberitakan Padang Ekspres sebelumnya, ratusan siswa dan siswi SMAN 9 Padang berunjuk rasa, menuntut janji kepala sekolah. Seperti, seragam batik yang sudah empat bulan belum juga direalisasikan. Juga janji terhadap pembangunan lapangan olahraga. Para pelajar juga mempertanyakan kelengkapan dari atribut seragam putih abu-abu, seperti lambang sekolah, papan nama, dan topi sekolah. Padahal mereka membayar penuh untuk itu. Bahkan sikap kepala sekolah yang tidak pernah senyum pun jadi bahan kritikan generasi muda penerus bangsa ini. Kekecewaan dan protes yang hampir senada juga disampaikan para siswa dan siswi SMKN 4 Padang. Bahkan mereka menduga, sekolah mengambil untung dari uang seragam batik dan olahraga yang dibayarkan sekolah. Siswa membayar seragam batik Rp80 ribu dan olahraga Rp85 ribu. Tapi, kualitas kain yang dari seragam tersebut lebih rendah dari harga yang mereka bayar. Siswa menilai, baju seragam yang diberikan sekolah, dasar kainnya terlalu tipis, transparan, dan dasarnya panas. Sedangkan seragam olahraga tidak ada yang berukuran besar dan kainnya mudah robek. Dan siswa menuntut transparansi pengelolaan uang sekolah mereka yang dibayar setiap bulan dan pada awal masuk sekolah, yang selama mereka bersekolah tak jelas dan tak tampak sedikit juga, apa gunanya bagi mereka. Takut Nilai Terancam, tak Semua Ikut Serta Namun demikian, ada yang menarik dari unjuk rasa para pelajar tersebut. Tidak seluruh pelajar ikut serta dalam aksi yang mengatasnamakan seluruh siswa dan siswi. Yang serta pun, terkesan banyak yang hanya ikut-ikutan. Mereka yang demikian, terlihat berdiri di barisan belakang rombongan unjuk rasa. Lebih banyak bercengkrama antara satu dengan yang lainnya, atau asik mengutak-atik handphone, dari pada menunjukkan simpati atau dukungan kepada teman mereka yang sedang berorasi. Seperti pantauan Padang Ekspres di SMAN 9 Padang. Seorang siswi, Dina Prisca, beserta teman-temannya, mengaku tidak ingin terlihat begitu aktif, karena takut nanti nilai rapornynya jadi buruk. Menurutnya, pasti ada guru-guru yang tidak suka dengan aksi unjuk rasa tersebut. “Nanti nilai kita kena,” ujarnya diamini siswa lainnya. Bagi dia, aksi unjuk rasa tersebut sebuah dilema. Satu sisi, dia mendukung aksi itu, karena menilai sekolah benar-benar telah mengecewakan siswa dengan tidak adanya kejelasan terhadap hak mereka. Di sisi lain, dia juga takut kalau nanti akan didendami guru. Meskipun tidak ada yang memaksa, dia hanya menonton dari jauh saja. Jika temannya menanyakan kenapa tidak mendekat, dia beserta teman lainya punya banyak alasan. Seperti panas, tadi sudah dan sekarang capek, serta segudang alasan lainnya. Hal senada diungkapkan Putri. Ketika siswa SMAN 9 Padang ini mendatangi Dinas Pendidkan Padang, dia memilih tidak terlalu bergabung dengan rombongan besar unjuk rasa. Sebenarnya, Putri tidak mau ikut sampai mendatangi Disdik segala, dia merasa hal ini sudah berlebihan. Meskipun tidak ada yang memaksanya datang, tapi melihat teman-temanya ikut, dia jadi ikutan dan tidak mau terlalu aktif. Demikian pula dengan siswa SMKN 4 Padang. Dari 829 siswa di sekolah tersebut, tidak terlihat sebanyak itu yang berkumpul di tengah lapangan sekolah. Mungkin ratusan juga yang berada atau memilih duduk berteduh di bawah pohon dan mushala yang berada di pinggir lapangan sekolah. Ketika ditanya, rata-rata para pelajar menjawab, malas mengikuti orasi. Nanda contohnya, dia takut kalau guru yang mengajar di sekolah menandai dirinya dan mencap jelek dengan cara memberikan nilai rendah meskipun nilainya tinggi. Tapi di sisi lain, dia juga kecewa dengan sikap sekolah yang seenak hatinya saja memberikan dasar kain ini. Terpisah, Kepala Dinas Pendidkan Padang, Dian Wijaya menjelaskan, unjuk rasa yang dilakukan siswa itu karena tersendatnya komunikasi antara siswa, kepala sekolah, dan guru. “Kuncinya komunikasi, saya nilai ada komunikasi yang tidak berjalan lancar. Tapi saya akan perbaiki itu dengan turun langsung untuk mengusut masalah ini apalagi masalah baju tersebut,” imbuhnya. Dian mengakui dengan adanya dua demo di sekolah yang berbeda dalam kurun waktu berdekatan, menandakan ada permasalahan di lingkungan pendidikan. Untuk itu, dia akan meningkatkan kinerja pengawas sekolah yang saat ini berjumlah sekitar 40 0rang. Pengawas sekolah harus memantau di sekolah-sekolah setiap hari. Nantinya, permasalahan sekolah bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat. Siswa bisa melaporkan permasalahan ini pada pengawas tanpa harus takut diintimidasi. Untuk pemberian hukuman bagi guru atau kepala sekolah yang melakukan kesalahan, Dian akan menindak dengan cara mendidik sesuai aturan yang ada. (eka rianto)

Kepsek Harus Transparan
AKSI-aksi demo yang marak dilakukan pelajar beberapa sekolah di Kota Padang, secara umum menunjukkan gagalnya sistem pendidikan. Kalau sistem yang dijalankan, bagus aksi semacam itu tidak akan muncul sampai keluar. Seperti permasalahan baju batik yang terjadi di salah satu sekolah, mestinya tidak akan sampai menjurus aksi demo semacam itu jika bisa dikomunikasikan dengan baik. “Permasalahannya kepala sekolah tidak terbuka dengan bawahannya dan dengan siswa-siswanya,” ujar pengamat sosial dari Universitas Negeri PaAzwar Ananda dang, Azwar Ananda. Hal demikian sudah marak di Kota Padang. Kepala sekolah sering mengambil keputusan sendiri yang tidak dibicarakan dulu dengan guruguru atau pihak komite sekolah. Guru pun terlalu takut dengan kepala sekolah. “Saya melihat aksiaksi itu juga bentuk protes guru terhadap kepala sekolah. Siswa bergerak pasti ada yang mendorong, siapa lagi kalau bukan guru yang merasa dirugikan,” terangnya. Mestinya, akuntabilitas terjadi ke atas, ke samping dan ke bawah. Maksudnya, kepala sekolah harus transparan kepada Dinas Pendidikan di atasnya, komite sekolah di sampingnya, dan guru serta siswa di bawahnya. Kalau keputusan diambil terbuka dan transparan, kejadian semacam itu tak kan terjadi. (heri faisal)

”Jika Keluar Satu, Keluar Semuanya”
Pendidikan yang seharusnya mampu mencetak anak didik untuk hidup berkeseimbangan, kini malah direduksi ke arah pencetakan peserta didik untuk menjadi manusia politik. Unjuk rasa atau demonstrasi kini, tak lagi marak dilakukan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi masyarakat (ormas), organisasi sosial (orsos), partai politik (parpol) dan lainnya.
KINI, hal serupa juga telah marak dilakukan siswa SMA, SMP dan Sekolah Dasar (SD). Pelajar yang seharusnya masih dalam proses sosialisasi dan internalisasi di lingkungan belajar dan bermain, justru diseret (cenderung) ke ranah aktivitas politik praktis, yakni mendesak para pemegang otoritas untuk merevisi kebijakan yang telah diambilnya. Salah seorang siswa kelas XII jurusan IPS di SMAN 9 Padang, yang tak mau disebutkan namanya, mengaku unjuk rasa tersebut dilakukan karena SISWA menganggap kepala sekolah tidak mampu memimpin sekolah dan tidak memiliki perhatian kepada siswa. ”Realisasi seragam batik yang sudah dibayar siswa baru, belum juga dilakukan. Padahal sudah empat bulan lamanya. Dan ini telah melampaui batas saja pihak sekolah tidak suka dan mengeluarkannya dari sekolah. Namun ketakutan menjadi hilang ketika teman-teman lainnya telah membuat kesepakatan. “Jika keluar satu, keluar semuanya. Inilah yang membuat saya berani melakukan aksi tersebut bersama teman lainnya. Ini jadi komitmen kami bersama,” ujarnya. Menurutnya, unjuk rasa tersebut didukung seluruh siswa di SMAN 9. Buktinya, hampir seluruh kelas kompak ikut unjuk rasa. Padahal dapat dikatakan mereka tidak saling kenal, khususnya terhadap siswa kelas IX yang notabene siswa baru. “Bahkan ada sebagian dari teman-teman yang menciptakan yel-yel dalam unjuk rasa itu,” katanya. Namun bagi siswa lainnya, ada yang mengaku, hanya sekadar ikut-ikutan dan tidak mengerti dengan persoalan yang dituntut sebagian palajar. Takut, kalau tidak ikut, akan dikucilkan teman-teman. Dari siswa yang tidak ikut atau sekedar ikut-ikutan saja, ada yang berpendapat, hal itu bukan pekerjaan seorang pelajar sekolah. Unjuk rasa, apalagi dengan mogok belajar membuat sebagian mata pelajaran akan tertinggal. Irderiati, selaku Pembina OSIS, mengatakan, aksi yang dilakukan siswanya tersebut memang tidak ada konfirmasi dengannya. Ia menyayangkan sikap siswanya, bertindak tanpa ada pemberitahuan kepadanya. (willy)

Siswa SMAN 9 Padang Angkat Bicara Soal Unjuk Rasa

LENGANG: Salah satu kondisi belajar mengajar di SMA Negeri 9 Padang, saat sejumlah pelajar berunjuk rasa.
waktunya,” katanya kepada Padang Ekspres, kemarin (20/10). Sebelum melakukan aksi, dia dan teman-temannya terlebih dahulu bersepakat untuk menghimpun adik-adik kelasnya, yang juga merasa tidak puas dengan kepemimpinan kepala sekolah mereka. ”Jika tidak beramai-ramai melakukan aksi unjuk rasa, kami tidak berani. Takut nantinya diberi sangsi oleh sekolah. Apalagi jika sampai dikeluarkan. Tapi jika disuarakan bersama-sama, kami merasa mempunyai kekuatan lebih untuk berani berbicara. Rasa takut, cemas, dan sebagainya, yang mampu membuat mental menjadi jatuh, tidak dirasakan lagi dengan berunjuk rasa. Semua perasan jadi hilang terbawa dengan sorak-sorak yang dilontarkan,” tuturnya. Hal ini juga dibenarkan salah seorang pengurus OSIS SMAN 9 yang juga tak mau disebutkan namanya itu. Unjuk rasa murni berasal dari keinginan siswa. Tidak ada disuruh guru atau pihak luar lainnya. Bahkan pembina OSIS sendiri, tak tahu dengan rencana tersebut. Sama seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya pengurus OSIS juga takut melakukan aksi tersebut. Sebab bisa-bisa

SY RIDWAN/PADEK

6

KISAH
Agung Fainendo, Mahasiswa Tuna Netra IAIN Imam Bonjol Padang
riah tempat intensif Bahasa Arabnya, masjid kampus IAIN dan beberapa lokasi lainnya di sekitar kampus. Penglihatan mahasiswa berusia 19 tahun ini memang tidak sepenuhnya buruk. Ia masih bisa melihat cahaya dan benda. Hanya saja benda yang dilihatnya berupa bayangan dengan wujud samar-samar. Kacamata yang dipasang di wajahnya tidak membantu pandangan. Itu merupakan alat bantu yang digunakan untuk melindungi matanya dari debu dan bendabenda lainnya. Menjalani kuliah dengan kondisi demikian, tentu saja terasa berat bagi Agung. Karena hanya mengandalkan pendengaran, ia pernah mencoba merekam perkataan dosen. Sayangnya suara dosen terkalahkan oleh suara temantemannya yang mayoritas. “Malahan pernah berniat meletakkan alat perekam di meja dosen. Tapi dosen mengajarkan terkadang suka berjalan. Tidak mungkin dosen berjalan di depan kelas sambil memegang alat perekam seperti reporter,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara ini. Selain saat menerima perkuliahan yang terasa sulit, Agung juga kesulitan untuk mengerjakan tugas-tugas perkuliahan. Tidak ada dispensasi baginya untuk tugas-tugas. Sama seperti mahasiswa lainnya, ia juga harus mengerjakan resume, makalah dan tugastugas lainnya. “Teman-teman yang lain masih enak bisa cari referensi di internet dan buku di perpustakaan. Sementara saya harus melakukan tiga kali kerja untuk membuat sebuah resume. Buku yang ada, saya minta teman untuk membacakannya, baru saya akan membuat ringkasannya dengan tulisan acakacakan. Setelah itu baru minta bantuan teman untuk merapikannya. Terkadang waktu yang seminggu tidak cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas. Alhamdulillah, dengan kerja keras, semua itu bisa teratasi,” jelas remaja kelahiran Payakumbuh, 15 September 1992 ini. Namun, jika ada tugas yang dikerjakan dengan bantuan komputer, Agung tidak begitu kewalahan. Pasalnya, Agung bisa mengoperasikan komputer dengan bantuan komputer bicara. Jika ia menekan keyboard “A” maka komputer akan berbicara “A” dengan bahasa Inggris. Begitu juga dengan berkomunikasi. Agung juga bisa mengunakan handphone. Ia bisa mengetik dengan baik Short Message Service (SMS) dan mengirimnya karena sudah menghapal bagaimana mengirim SMS ini. Hanya saja, yang menjadi kendala Agung adalah ketika penerima pesan itu membalas SMS nya, maka Agung akan minta bantuan orang di sekitarnya untuk membacakan pesan singkat itu. Setelah itu, Agung kembali membalas pesan singkat itu dengan cepat. Yang menjadi ketakutan Agung saat kuliah adalah masalah ujian. Ia takut jika pihak kampus tidak memberikan keringanan ketika ujian. Soalnya Agung mau, jika ujian dilaksanakan dengan sistem lisan. Dengan cara itu, akan membutuhkan waktu yang cepat dibanding ketika ia harus menuliskan jawabannya. Sebab Agung memang sulit menulis jawaban dengan huruf biasa. Memang Agung tahu bentuk huruf Alfabet, hanya saja dia tidak bisa menuliskannya secara rapi. Siswa Inklusi Sebelum mengenyam pendidikan dengan anak-anak normal lainnya, mahasiswa yang tinggal di kos Tiga Ruang ini, sempat bersekolah di salah satu SLB di Kota Payakumbuh. Tapi itu hanya berlangsung empat tahunan. Sebab, di kelas 4 SD ia mendapatkan rekomendasi bersekolah di sekolah biasa. Program ini disebut sebagai program inklusi. Di SLB Tuna Netra Pakan Sinayan, tempat sekolahnya dulu ia merupakan siswa pertama yang mendapat program inklusi. Menurut Agung, pindah ke sekolah biasa, memang agak sulit baginya. Sebab, ia hanya mengandalkan pendengarannya. Sedangkan tulisan-tulisan yang tertera di papan tulis, sama sekali tak terbaca olehnya. Namun, di SDN 02 Pakan Sinayan, Payakumbuh, Agung mendapatkan kemudahan dengan bantuan seorang guru bimbingan. Begitu juga ketika ia masuk Tsanawiyah. Ia juga mengalami kesulitan ketika berdaptasi dengan teman-teman baru dan guru baru. Di MTsN Koto Nan Ampek Payakumbuh, Agung tidak lagi mendapatkan guru bantu. Ia harus menaklukkan pelajaran sendiri sampai sekarang. Namun demikian, tak ada kata keterbatasan dalam kamus prestasinya. Buktinya dari Tsanawiyah hingga MAN, ia selalu mendapat peringkat kelas. Juara satu pun sering diborongnya tiap semester. Di MAN 2 Payakumbuh, ia juga berhasil duduk di kelas Program Ilmu Agama Islam (IAI), progam yang juga sulit diraih siswa Madrasah Aliyah kebanyakan. Selain itu, di bidang seni, Agung juga terlihat menonjol. Sekitar 50 penghargaan dan juara lomba menyanyi dimenanginya sejak 1997. Agung memang suka bernyanyi. Bakat bernyanyi ini sudah diketahui sejak ia berumur empat tahun. Malahan ia juga mempunyai dua buah album. Yang pertama ketika ia menduduki kelas 4 SD dengan Album Tembang Minang Spesial Agung dengan hits “Umua Tabangkalai.” Album kedua yang dirilisnya tahun 2004, album kompilasi religi anak dengan judul “Doa” bersama Irsyad Idola Cilik. “Saya memang suka menyanyi. Paling suka menyanyi lagu Minang. Saya juga suka menciptakan lagu. Terakhir waktu April, sebuah lagu saya ciptakan bersama teman. Nada dan iramanya saya yang buat, soalnya saya juga bisa main alat musik,” sebut mahasiswa semester I ini. Bukan Cari Pekerjaan Nama Agung Fainendo terdaftar sebagai mahasiswa PMDK di IAIN Imam Bonjol. Hebatnya lagi, ia boleh memilih jurusan yang ia mau. Sebenarnya, Agung memilih Jurusan Tafsir Hadits sebagai pilihannya. Namun, setelah menimbang-nimbang, ia membatalkan niatnya untuk kuliah di jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin itu. Alasannya sederhana, Jurusan Tafsir Hadits memiliki pengetahuan yang lebih, baik berupa hafalan hadits dan ilmu-ilmu lainnya. Sementara Agung menyadari keterbatasanya untuk membaca huruf biasa. Pertimbangan selanjutnya jatuh ke jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Alasannya, jurusan tersebut bidangnya adalah masyarakat. Agung senang bersosialisasi dengan orang banyak. Namun, jika ditanya tentang cita-cita, ia juga bingung. Baginya, kuliah bukanlah tempat mencari pekerjaan. Ia hanya ingin menambah ilmu sebanyak-banyaknya. “Jika ditanya cita-cita, saya juga belum tahu. Saya jalani saja kuliah ini dulu. Masalah jadi apa nantinya, itu urusan belakangan,” tutur putera pasangan Faisal Buchari, MH dan Nin Patri Enati, MP ini. (*)

MINGGU

23 OKTOBER 2011

Tetap Ukir Prestasi dalam Keterbatasan
Keterbatasan penglihatan tidak menjadi alasan bagi Agung Fainendo untuk mengukir prestasi. 71 prestasi berhasil diraihnya sejak 1997 hingga 2011. 50 di antaranya, prestasi di bidang menyanyi. Sisanya, prestasi di bidang baca AlQuran, cerdas cermat, memainkan alat musik dan sebagainya. Beberapa di antaranya, prestasi menyanyi di tingkat nasional. Di bidang akademik, ia juga menonjol. Di samping mendapat tiga besar di kelas, ia juga menjadi mahasiswa undangan di IAIN Imam Bonjol Padang dengan bebas memilih jurusan. Laporan:

Fresti Aldi – Padang
SEBUAH kacamata melekat di wajahnya. Terlihat bola matanya berwarna putih. Ia berjalan menuju kampus dengan seorang teman yang memegang pundaknya. Tangan kanannya memegang tongkat, sementara tangan kirinya memegang map kuning yang berisi tugas kuliah dan bahan kuliah lainnya. Agung Fainendo, begitulah namanya. Mahasiswa Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) ini terlihat berbeda dengan mahasiswa lainnya. Penyakit low lision atau keterbatasan penglihatan yang dideritanya sejak lahir membuatnya berbeda dengan mahasiswa lainnya. Namun, ia pantang menyerah untuk berkuliah. Semangatnya berkuliah melebihi mahasiswa biasa. Tiap hari ia selalu mendatangi kampus untuk mengikuti perkuliahan. Ia hanya mengandalkan pendengaran untuk menangkap kuliah yang diterangkan dosen. Sementara, daya ingat dibutuhkannya untuk menyimpan materi perkuliahan yang dihantarkan oleh dosen di lingkungan Fakultas Dakwah, IAIN Imam Bonjol Padang. Sudah hampir dua bulan Agung kuliah di IAIN Imam Bonjol. Ia sudah hapal dengan beberapa lokasi di lingkungan kampus. Di antaranya gedung Fakultas Dakwah, tempat kuliahnya, Gedung Fakultas Sya-

PANTANG MENYERAH: Agung Feinando berpose di Gedung Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang , tempat seharihari ia menuntut ilmu. Keterbatasan penglihatan tidak menjadi alasan bagi Agung Fainendo untuk mengukir prestasi. 71 prestasi berhasil diraihnya sejak 1997 hingga 2011.
FRESTI ALDI/PADEK

DIBUTUHKAN SEGERA
PT.Andalan Mitra Prestasi Membutuhkan segera
Karyawan Tetap untuk ditempatkan di Kota Padang dengan posisi:

1. Staff Finance & Accounting 2. Marketing Supervisor 3. Administrasi
Persyaratan Umum 1. Pria Usia Min. 23 Tahun (1,3) Min. 27 (2) 2. Pendidikan Min D3 Jurusan Akuntansi atau Keuangan (1), D3 semua jurusan (2,3) 3. Berpenampilan menarik dan komunikatif 4. Berpengalaman Di Bidang (Finance, Accounting, Perpajakan, dan bisa membuat Laporan Keuangan). (1) 5. Berpengalaman di bidang Marketing Minimal 1 Tahun (2) 6. Berpengalaman di Bidang Administrasi Min. 1 Tahun (3) 7. Mampu mengoperasikan Komputer (Min. Ms. Office + Internet) 8. Tidak memiliki catatan pelanggaran pada perusahaan sebelumnya 9. Foto Copy KTP yang Masih Berlaku 10. Pas Photo Berwarna 3x4 = 4 Lembar (Digital) 11. Melampirkan Curiculum Vitae dan referensi lainnya. 12. Melampirkan Sim C dan Sim A. (2)

Lamaran di Terima Paling Lambat Tgl 27Oktober 2011 di,

PT.Andalan Mitra Prestasi
JL.S. Parman No. 80 - 82 B Lolong Padang Telp. 0751-7059045

MINGGU
CMYK

23 OKTOBER 2011 2011

SAMBUNGAN
lakukan pembalakan liar di Kabupaten Padangpariaman, hingga kini belum diproses Polda Sumbar. Ini dikarenakan, keberadaan tiga tersangka belum berada di Mapolda Sumdan martabatnya,’’ sesalnya kembali. Apakah berniat melapor ke kepolisian atas pernyataan Sudi tersebut, Fadel menegaskan tidak memiliki niat hingga sejauh itu. ’’Saya, Fadel Muhammad, tidak akan lapor polisi. Tapi, saya akan lapor kepada Allah dan Rasul-Nya,’’ katanya. Selain itu, lanjut Fadel, dirinya sudah sangat jelas menyampaikan bahwa dirinya sudah berbesar hati dicopot sebagai menteri. Sebab, kewenangan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. ’’Kalaupun awal-awal saya kecewa, saya akui karena saya ini juga manusia biasa. Diganti tanpa alasan jelas tentu ada kekecewaan,’’ tandasnya. (dyn/c4/agm) bar. “Saat ini, tersangka DS (oknum), dan dua orang anak dari H Edison bernama Doni dan Nasril yang diamankan Jumat (21/10) lalu, masih dititipkan tim gabungan di polsek setempat,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Kawedar saat dihubungi Padang Ekspres, tadi malam. Jika tersangka telah berada di Polda Sumbar, kata Kawedar, yang akan melakukan proses adalah Reskrim Khusus Polda Sumbar. Ketiga tersangka telah melanggar UU Kehutanan Nomor 41 Tahun 99, jika nantinya terbukti bersalah, ketiganya diganjar hukuman lima tahun penjara. “Saat ini yang baru masuk memang ada satu kasus illegal logging, tapi lokasinya berada di Payakumbuh. Kalau kasus itu, tersangkanya telah berada di Polda Sumbar dan tengah

7
diproses Reskrim Khusus. Yang kami tahan itu adalah orang sipil, dan berkas kasus itu dalam waktu dekat akan diserahkan ke pihak kejaksaan,” jelasnya. Dihubungi terpisah, Kapolsek Sektor Sicincin, AKP Jonianto mengatakan, saat ini yang berada di kantor Mapolsek hanya barang bukti (BB) kayu yang berhasil diamankan TKPHT. (kd)

Tiga Tersangka Ilog belum Diproses
Padang, Padek—Oknum aparat dan dua orang warga yang digaruk Tim Koordinasi Penanggulangan Hutan Terpadu (TKPHT) BKSDA Sumbar, karena kedapatan me-

Fadel Tantang Sudi Silalahi
Sambungan dari hal. 1
salahan hukum yang berkaitan langsung dengan tugas kementeriannya. ’’Buktinya, laporan keuangan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) pada 2010 telah naik peringkat menjadi WTP (wajar tanpa pengecualian) yang pada tahun-tahun sebelumnya disclaimer,’’ ungkapnya, membela diri. Karena hal itulah, dia merasa substansi pernyataan Sudi tentang alasan presiden mengganti karena dirinya masuk menteri bermasalah sangat kabur. ’’Hingga terkesan mengadaada, bahkan cenderung bisa menjadi fitnah. Seharusnya Mensesneg bisa menjaga etika

Payakumbuh Gelap Dua Jam
Sambungan dari hal. 1
sengaja, tapi disebabkan adanya sejumlah gangguan. Awalnya menurut Eko, gangguan disebabkan pohon kelapa yang tumbang di kawasan Sicincin, Payakumbuh Timur. “Tadi, selepas hujan, ada pohon kelapa tumbang sekaligus menimpa kabel listrik, sehingga terjadi pemadaman. Sekarang, temanteman sedang membersihkan,” kata Eko Prihandana. Akibat pemadaman ini, sejumlah warga kembali mengeluhkan kinerja PLN sebagai perusahaan yang dipercayakan memenuhi kebutuhan listrik di Kota Payakumbuh. “Duh, malam minggu, mati lampu. Gelap-gelapan dong jadinya,” kata Dia, 28, cewek manis di Payolansek, Payakumbuh Barat yang sedang menunggu kekasihnya. Tetangga Dia bernama Lucky juga terlihat kesal. “Belum semingu Dahlan Iskan tinggalkan PLN, kok pemadaman listrik sudah kambuh lagi. Bisa rusak peralatan elektronik saya, akibat listrik sering padam,” katanya. Eko Prihandana menambahkan, listrik padam bukan hanya disebabkan tumbangnya pohon kelapa tumbang. Tapi juga disebabkan terjadinya gangguan pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM) bawah tanah. “Ada kabel jabel JTM di bawah tanah yang mengalami gangguan. Perbaikannya, mungkin tidak bisa dilakukan dalam waktu semalam. Untuk memenuhi pasokan listrik, distribusi kita gilirkan,” ucap Eko Prihandana. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tidak terduga ini. Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Payakumbuh memang cukup buruk. Selain sering hujan, angin juga bertiup kencang di sejumlah kawasan. Sehingga rawan menumbangkan pohon kayu. (frv)

36 Jam Pencarian, Pelajar Hanyut Ditemukan
Sambungan dari hal. 1
telah dibentuk untuk melakukan pencarian Fauzi dan pegawai klinik AMC, yang juga terbawa arus, Jumat (21/10). “Pencarian terhadap kedua korban dilakukan di tiga titik. Yakni kawasan Muaro, Seberangpalinggam dan banjir kanal Purus,” ungkap Budhi Erwanto. Dikatakan Budi, penyisiran masih dilakukan, dari titik awal dimana korban pertama kali terseret arus. Untuk penyisiran dari tempat awal itu dilakukan dengan berjalan kaki. “Khusus boat difokuskan melakukan pencarian di pintu-pintu air keluar,” tukasnya. Sebelumnya, dua warga tenggelam terseret arus sungai, Jumat (21/10). Dalam kejadian itu, seorang perempuan meninggal. Korban meninggal bernama Welya, 44. Pegawai Klinik AMC Gadut ini hanyut ter-

setelah kami dan pihak keluarga mencoba menyisiri Batang Air Marapalam sampai ke jembatan Marapalam. Di jembatan Marapalam, kami menemukan tas yang dibawa korban saat latihan silat,” jelasnya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Padang, Budhi Erwanto mengatakan, saat ini tim

Remaja Tewas dalam Pesawat
sung dibawa ke ruang kesehatan BIM. Berdasarkan informasi sementara, kematian Holida diduga akibat penyakit Schizophrenia yang dia idap. Kendati demikian, pihak kepolisian masih menunggu laporan dari pihak kesehatan bandara dan akan terus menyelidiki peristiwa tersebut, kata Kapolsek BIM, Ipda Adi Jais. Dalam situs wikipedia.com disebutkan, Schizophrenia atau Skizofrenia adalah penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Skizofrenia sendiri, sebentuk gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Sekitar 75 persen penderita skizofrenia, diderita usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi terkena penyakit ini. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. Setelah jenazah Holida dijemput pihak keluarga, ia langsung dibawa ke kampung halamannya, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Terpisah, Kepala Operasional BIM, Hidayat Saputra didampingi Kapolsek BIM, Ipda Adi Jais mengatakan Holida sebe-

bawa arus Batang Gadut di Kecamatan Lubukkilangan, sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga tadi malam, korban belum ditemukan. Korban selamat bernama Ihsan, 14, warga Griya Indah Marapalam Nomor 16 A. Remaja ini tenggelam di Batang Marapalam pukul 18.00 WIB. Dia berhasil diselamatkan setelah dirawat di Klinik Cicik, Marapalam. (kd/ mg6)

Sambungan dari hal. 1
Keterangan yang dihimpun Padang Ekspres dari Polsek BIM, Holida dan Nopal bermaksud ke Padang untuk berobat, karena Holida menderita sakit. Mereka berangkat dari Jakarta menuju Padang menggunakan pesawat Lion Air sekitar pukul 07.00 WIB. Selama di perjalanan, sejak mulai lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Holida terlihat tidur di dalam pesawat. Nopal tak sedikitpun menaruh curiga. Barulah setelah pesawat mendarat di BIM, ketika hendak membangunkan Holida, Nopal kaget bukan kepalang. Holida ditemukan sudah tidak lagi bernyawa. Jenazah Holida lang-

Potensi Kreatif yang Menjanjikan
desain komunikasi visual, tekstil, logam kayu dan keramik serta lainnya. Secara umum, pameran ini cukup menarik. Karya-karya yang dihadirkan, memang telah melalui proses kurasi sekolah, yang intinya, yang terpilih yang ditampilkan ke khalayak. Secara tersirat, sekolah ini tempat remaja pelajar mengembangkan potensi seni dan kreatifitasnya. Namun, sangat disayangkan, umumnya karya yang ditampilkan atau dipajang, tidak diberi judul dan nama perupa. Padahal, sebagaimana celetukan seorang pengunjung, Rizal, warga Gurun Laweh, Nanggalo, Padang, seorang seniman, kreator atau perupa, memerlukan apresiasi dan penghargaan. Penghargaan itu, dengan mencantumkan nama pada karya. Celakanya, kata Rizal, pada katalog pun tidak terdapat judul karya, nama yang punya karya serta spesifikasi karya. Padahal, mestinya, pihak sekolah, katakanlah penyelenggara, mesti arif dan bijaksana dalam hal demikian. Payahpayah mereka berkarya, susah payah diseleksi, toh pengakuan terhadap identitas, eksistensi mereka, nyaris tercederai oleh nila yang setitik itu. Pengunjung pameran pun bingung, membedakan, mana yang karya guru dan karya siswa. Tentu, kecerobohan ini— jika bisa dikatakan kecerobohan—menimbulkan asumsi negatif, dimana penyebutan nama sebagai sebuah pengakuan kreatif, terabaikan. Kontribusi Estetik Bicara dunia seni rupa, khusus SMK 4 (dulu SSRI/SMSR) Padang, sekolah ini cukup memberi kontribusi estetik di tanah

lumnya, dikabarkan sudah sakit selama dua hari. Ia bermaksud pulang ke kampong untuk berobat. Sebelum terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, ia sempat diperiksa petugas kesehatan bandara setempat. Dari hasil pemeriksaan dokter, menyebutkan kesehatan Holida baik-baik saja. Distrik Manajer Lion Air Area Padang, Jeremias ketika dihubungi melalui ponselnya, tidak mau berkomentar banyak. Ia membenarkan melalui pesan singkatnya, jika Holida meninggal dunia dalam perjalanan. Namun Jeremias tak merinci lebih jauh kronologisnya. “Tolong tanyakan perwakilan Padang,” katanya seperti yang ditulis melalui SMS kepada Padang Ekspres. (bis)

Pelajar Sekarang Sudah Mulai...
Sambungan dari hal. 1
Pelajar yang seharusnya masih dalam proses sosialisasi dan internalisasi di lingkungan belajar dan bermain, justru diseret (cenderung) ke ranah aktivitas politik praktis, yakni mendesak para pemegang otoritas untuk merevisi kebijakan yang telah diambilnya. Di satu sisi, ini bisa menjadi sinyal bagi pemimpin di negeri ini. Bahwa masyarakat, tak terkecuali pelajar yang baru berusia belasan tahun, telah mengerti dan perduli terhadap hak-hak mereka. Serta, kritis terhadap kinerja pemimpinnya. Di Kota Padang dalam bulan ini saja, sudah dua kali terjadi unjuk rasa dilakukan para pelajar di SMA 9 Padang dan SMK 4 Padang. Caranya, mulai dari aksi mogok belajar, berorasi di halaman sekolah, mendatangi kantor pemerintahan, hingga menggelar berbagai atribut yang berisi berbagai tulisan terkait apa yang ingin mereka sampaikan. Karena itu, para pemimpin dituntut untuk bekerja sesuai dengan apa yang diamanahkan. Memperlihatkan hasil kerja yang baik, daripada hanya sekadar berjanji-janji manis saja. Dan yang lebih penting adalah transparan terhadap apa yang dikerjakan, tidak memanfaatkan jabatan yang diemban untuk keuntungan pribadi. Psikolog, Yuni Ushi Johan mengatakan, masa SMA adalah masa-masa peralihan bagi siswa. Di usia ini, mereka dalam taraf labil untuk semua hal. Jangan heran kalau akhirnya siswa cenderung kritis dan mengarah pada emosional tinggi, jika permasalahan yang mereka hadapi tidak menemukan muaranya. "Unjuk rasa adalah bentuk pencarian jati diri pelajar untuk menunjukkan mereka mampu. Di samping itu, aksi demikian dilatarbelakangi juga oleh kendornya kontrol di masyarakat terhadap tontonan serta informasi yang didapat pelajar. Ketika ada permasalahan di sekolah, dan jalan keluar itu tidak mereka temukan, unjuk rasa menjadi pilihan,” terang Yuni Ushi Johan. Terpisah, pengamat sosial dari UNP, Azwar Ananda mengatakan aksi-aksi demo yang marak dilakukan pelajar beberapa sekolah di Kota Padang, secara umum menunjukkan gagalnya sistem pendidikan. Kalau sistem yang dijalankan, bagus aksi semacam itu tidak akan muncul sampai keluar. "Seperti permasalahan baju batik yang terjadi di salah satu sekolah, mestinya tidak akan sampai menjurus aksi demo semacam itu jika bisa dikomunikasikan dengan baik. “Permasalahannya kepala sekolah tidak terbuka dengan bawahannya dan dengan siswasiswanya,” ujarnya. Hal demikian sudah marak di Kota Padang, tambah Azwar. Kepala sekolah sering mengambil keputusan sendiri yang tidak dibicarakan dulu dengan guruguru atau pihak komite sekolah. Guru pun terlalu takut dengan kepala sekolah. “Saya melihat aksi-aksi itu juga bentuk protes guru terhadap kepala sekolah. Siswa bergerak pasti ada yang mendorong, siapa lagi kalau bukan guru yang merasa dirugikan,” terangnya. (san)

Sambungan dari hal. 1
dan beberapa karya guru. Menurut Minda, pameran ini diharapkan akan menambah khasanah serta pengalaman siswa dalam menampilkan karya-karyanya ke tengah masyarakat. Di sisi lain untuk meningkatkan motivasi dan menghasilkan karya terbaik di masa datang. Karya tanpa Nama Memasuki ruang pameran, kemudian mengamati karyakarya yang dipajang, penikmat karya seni, sesungguhnya relatif mendapatkan suasana. Ada karya-karya sketsa dengan goresan yang lentur dan pasti, objek yang hidup, cukup menunjukkan potensi sekolah ini memang patut diapresiasi. Hal ini tentu diberikan juga atas pengalaman menikmati lukisan, desain grafis,

air. Jebolan sekolah ini, banyak menjadi perupa terkemuka, dan merupakan nama penting dalam seni rupa Indonesia, bahkan Asia. Pameran ini, juga merupakan cermin, produk kreatif sebagai sebuah karya seni cukup menjanjikan. Apalagi saat ini, karya seni bisa menjadi produk dari industri kreatif, yang pengelolaannya dengan semangat kewirausahaan. Sebagaimana dikatakan Dian Wijaya yang juga kolektor lukisan, karya-karya seni saat ini sudah punya pasar yang bagus. Tentu, tetap menghadapi persaingan yang mengandalkan mutu dan manajemen yang baik. Setidaknya, dua sekolah ini, bisa mempelopori selalu lahirnya karya-karya seni bermutu, produk-produk industri yang kreatif dan memiliki daya pikat tersendiri. (*)

Sakit Pinggang di Punggung...
Sambungan dari hal. 1 Kedelai yang kita kenal sekarang berasal dari kedelai liar Glycine soya dari daerah Manchuria, Cina bagian utara. Penanamannya dimulai tahun 664 Sebelum Masehi, pada masa pemerintahan Dinasti Chou. Dari Cina kedelai merambah ke Jepang dan Eropa. Di Indonesia tanaman ini dibudidayakan untuk pangan dan pupuk hijau sejak abad ke-17. Kedelai mengandung sumber protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang baik. Proteinnya terbukti yang paling baik dibandingkan kacang-kacangan yang lain. Kedelai mengandung semua asam amino esensial dan setra dengan protein hewani (daging, susu, dan telur). Kedelai juga tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh. Ia banyak mengandung asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3) yang merupakan asam lemak tak jenuh esensial yang dapat menghambat dan mengurangi risiko penyakit jantung, pengerasan pembuluh darah, penggumpalan darah, dan diabetes. Lesitin kedelai dapat membantu menjaga kesehatan kardiovaskuler karena memiliki sifat emulsifyer terhadap lemak. Ia dapat menetralkan dan menormalkan lemak darah dalam waktu singkat. Isoflavon yang terserap dalam protein kedelai dapat menurunkan kolesterol. Maka, tak heran jika Food and Drug Administration menyatakan bahwa konsumsi 25 g protein kedelai sehari merupakan bagian dari diet rendah lemak dan kolesterol yang berperan menurunkan risiko penyakit jantung. Tapi, manfaat kedelai jelas tak hanya itu. Serealia ini juga bermanfaat untuk melancarkan kembali metabolisme tubuh yang pernah terganggu, meningkatkan sistem imun tubuh, mempercepat recovery alias perbaikan jaringan yang rusak, dan sebagainya. Apa yang dirasakan penduduk Jalan Gunung Semeru, Kelurahan Kampung Singaraja, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, ini mungkin merupakan salah satu contoh saja. Saat ditemui di Singaraja, 27 Mei 2011 lalu, ayah satu anak ini mengatakan bahwa dulu ia bekerja sebagai kuli bangunan, dan dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai kuli angkat barang. Dua tahun sebelum wawancara ini berlangsung, pinggangnya sakit setiap hari. Dan itu mulai terjadi sehabis ia mengangkat suatu barang yang cukup berat. Tiga bulan diobati dengan cara diurut, lelaki 39 tahun ini tak juga mendapatkan hasilnya. Karena sering menonton iklan New Mandala 525 di televisi, ia ingin mencoba. Ia pun membelinya. Dan setelah ia coba rutin meminum kedelai bubuk instan itu, seperti diakuinya sendiri, dua bulan berselang sakit di pinggangnya itu pun menghilang. Dan, “Sampai sekarang tidak kambuhkambuh lagi,” ucap pria yang bernama Hermansyah ini. Saat ini sangat banyak kedelai bubuk beredar, namun, sebagai perintis keberadaan kedelai bubuk komersial di Indonesia, New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya nyata dan produknya diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga, yang tersedia di apotek dan toko-toko obat terkemuka di wilayah Anda. Untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut, kunjungi purwati-s@centrin.net.id atau telepon (021) 70288540 dan............ Distributor Sumatera Barat 0751-785443 DINKES: PIRT No. 815320503590

Titip Doa untuk Indonesia
Sambungan dari hal. 1
Dari cara berdoanya, sudah kelihatan Indonesia banget. Orang-orang Indonesia itu egois, hanya mementingkan diri sendiri. Isi otaknya; perut, perut dan perut. Masih untung, tidak disebut otak udang. Mau tinggi sekalipun sekolahnya, kalau sudah berada di lingkungan sosial, yang dipikirkan bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya. Sudah guru besar, sekolah jauh-jauh ke luar negeri, kehebatannya hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Tengok saja profesor di sini, ada juga yang masih memburu “proyek dan kekuasaan”. Kepakarannya hanya sekadar bagaimana cara memperkaya diri dan meluaskan pengaruh, mengejar jabatan. Kasihan betul kita dengan profesor semacam itu. Keprofesorannya tidak maksimal dimanfaatkan untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara. Sungguh mubazir. Jika profesor saja asyik dengan diri sendiri, apalagi politisi? Terlebih politikus yang menjadi pejabat publik, lebih sering bikin sakit hati rakyat daripada membanggakan rakyatnya. Bila orang kampus saja permisif dengan nasib bangsa dan negaranya, apalagi mereka yang di luar kampus. Jangan berharap dari mulut seorang tukang sapu prihatin dengan negaranya. Di antara profesor yang hanya memikirkan pribadi dan kelompok, tentu ada juga profesor yang selalu gelisah dan marah melihat penguasanya yang korup. Di antara politisi yang busuk-busuk itu, pasti ada yang harum-harum. Di antara rakyat badarai, seperti tukang sapu tadi, yang tidak mau tahu dengan perangai para pemimpinnya, pasti ada yang dalam setiap doanya bermohon untuk kemajuan Indonesia. Sayangnya, para profesor, pejabat, politisi dan pengusaha yang mementingkan pribadi dan kelompok itu, jago-jago menguasai panggung. Piawai membangun jaringan. Santiang baminyak muko. Mulut mereka lebih lebar, lantang dan keras dibanding kelompok yang bersih-bersih itu. Lihat saja, ada kecenderungan saat ini orang-orang baik malah dihujat, diserang hingga bahkan dikriminalisasi. Para “kelompok zombie”, seperti istilah budayawan Arswendo Atmowiloto, bersekutu menghancurkan “kelompok malaikat”. Dengan keunggulan sumber daya dan power dimiliki, mereka menyusun skenario busuk menghabisi figur-figur bersih di depan publik. Susah benar menjadi orang baik di negeri ini. Alih-alih berharap orang jahat menjadi baik, orang baik saja bisa jadi jahat. Ingin bukti? Berapa banyak mantan aktivis dan akademisi yang dulunya bersih dan vokal melawan kebobrokan, begitu mendapat jabatan berkubang lumpur kekuasaan. Ketika di kampus atau lembaga swadaya masyarakat, lagaknya bak malaikat. Eh giliran diberi kesempatan, terkadang lebih rakus dari orang yang dulu dikritik. Manusia seperti itu ada di sekitar kita. Mereka mungkin duduk di eksekutif, legislatif, yudikatif dan komisi-komisi negara. Kalau begini siklusnya, kapan Republik ini mau maju? Setiap zaman selalu dikuasai mereka berwatak zombie. Kelompok yang mementingkan pribadi dan kroni-kroninya, selalu lebih hebat mengorganisir diri. Kelompok orang-orang baik yang ingin daerah dan negaranya bersih, hampir-hampir dibikin frustrasi. Ketika kepercayaan publik mulai tumbuh terhadap kinerja kejaksaan memberantas korupsi, tiba-tiba masyarakat Sumbar tersentak dua jaksa makan bareng dengan terdakwa Djufri, mantan wali kota Bukittinggi. Di saat pimpinan polisi di Sumbar menyatakan komitmen memberantas kejahatan, ternyata muncul berita oknum polisi main kayu dan main tembak. Tatkala harapan publik membesar dengan hadirnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Padang, tersiar kabar para terdakwa koruptor mendapat perlakuan khusus di pengadilan dan hanya mendapat hukuman ringan. *** Bola salju kesadaran masyarakat terhadap nasib negerinya ini, sebenarnya makin membesar. Kesadaran itu mulai berubah menjadi kemarahan karena muak dipermainkan pengurus negeri ini. Gelombang kepedulian itu semakin terasa mulai dari kelas tukang sapu hingga profesor terhadap masa depan bangsanya. Hanya saja, kelompok orang yang menginginkan Sumbar dan Indonesia bersih, belum terorganisir dengan baik layaknya kelompok mafia. Gerakannya masih terserak alias berjalan sendiri-sendiri, sehingga mudah dibungkam. Selain aktivis gerakan, di Sumbar juga mulai bermunculan kelompok-kelompok karitatif, pemberdayaan masyarakat dan kemanusiaan. Organisasi-organisasi mahasiswa yang sebelumnya meranggas, kini mulai mekar kembali. Andai saja kelompok-kelompok berhati malaikat itu bersatu, mungkin para iblis lari terbirit-birit lalu terpanggang setelah dibacakan doa oleh para ustad, seperti di film-film horor. Andai saja semua calon haji Indonesia di tanah suci khusyuk mendoakan untuk kemakmuran negeri ini, imajinasi kita tentang Sumbar bersih dan Indonesia bersih di masa depan, insya Allah tidak lama lagi terwujud. Agar doa itu dikabulkan, tentu saja mereka yang naik haji tahun ini, tidak berasal dari uang haram. (*)

CMYK

8

CUCU MAGEK DIRIH Jarak Antara Rakyat dan Pemimpin
MINGGU
ka yang hidup miskin itu sudah ikhlas menerima kemiskinannya. Ada istilah lagi new needy atau orang miskin baru yang semula tidak termasuk kategori miskin, tapi, manakala ada situasi tak menguntungkan (by accident) dan atau karena kesalahan pemimpin dalam membuat kebijakan dan bertindak, mereka terlempar ke lembah menjadi orang miskin — mereka tidak ikhlas menerima menjadi miskin dan memanggul dendam sosial terhadap pemimpin yang mereka tahu karena pemimpin, mereka jatuh miskin! Ada pula istilah “orang kaya baru” mungkin karena ia menang lotere atau mendadak terpilih menjadi politisi atau pejabat naik pangkat, atau karena politisi/pejabat tadi korupsi. Sedang pemimpin pula — bersama para pengikut/cecungguk (orang yang jadi pemimpin karena mengekor pada pemimpin) di sekitarnya, ratik tonjong pula di atas pentas kekuasaannya, mabuk tidak terkira-kira karena meminum air dari gelas berisi mantera kekuasaan yang over dosis, ia asyik tertawa dan cengengesan sendirian, merasa apa yang tengah berlaku “and every thing was okay”, dan bahkan merasa heran kenapa semua mereka yang mengeritik begitu usil dan syirik kepadanya? Kenapa orang-orang yang mengeritik pemimpin itu begitu kere/ begitu tidak berharga. Karena itu apa yang dikemukakan sebagai kritik akan dianggap sebagai angin lalu atau mereka hanya karena meniru anjing yang menggonggong, yang bilamana diberi sepotong daging, mereka tak hanya akan diam, tapi akan manut pada yang memberinya tadi. Kalau jarak antara pemimpin dengan rakyat, mungkin bisa saja seperti dalam petatah-petitih Minang: daulu salangkah/tinggi sarantiang. Artinya, kalau pemimpin tersalah masih dalam jamba/ jangkauan rakyatnya dan dapat ditarik kembali ke pangkal jalan/on the right track — diingatkan kalau pemimpin itu keliru. Kalau pula jarak sudah agak jauh, maka timbul kesulitan, suara rakyat sudah tidak akan kendengaran lagi oleh pemimpin — yang kedengaran hanya suara orangorang di sekitar pemimpin itu. Kalau rakyat berada pada jarak atau di antara jurang yang buruk karena agak jauh jarak, pemimpin itu tak hanya tidak akan pernah mengetahui persis apa yang ada di seberang jurang di mana rakyatnya berada!? Kalau jarak antara pemimpin dengan rakyat semakin jauh — jauh tinggi di angkasa, di atas awang-awang, dan diatas awan putih, maka pemimpin totally tidak melihat/tidak mengetahui rakyatnya. Bahkan, mungkin pemimpin merasa, rakyat itu “tidak ada” — seperti pembicaraan jarak dalam filosofi Shinto tentang “ma”. Dalam pandangan Barat, misalnya, dalam satu antara dua, tak ada sesuatu atau yang ada kosong. Filsafat Shinto menyebutnya sebagai ada: yang ada adalah tidak ada atau “ma” (kosong). Bagaimana pula membayangkan kalau pemimpin berjarak sangat jauh dengan rakyatnya, hatta ia menganggap “rakyat tidak ada” atau apa pun yang akan diputuskannya/apa pun yang akan dibuatnya, rakyat harus terima. PEMIMPIN itu, Yuang! Katakanlah ada seorang penghulu kaum, seorang datuk kepala suku. Sama ada ia menjadi datuk/pemimpin karena gilirannya dan atau karena proses yang memilihnya menjadi kepala suku atau datuk atau penghulu kaumnya, maka ia tetaplah berada di tengah sukunya, di tengah kaumnya — di dalam bukan di luar! Karena itu dalam filsafat/adatbudaya Minangkabau pemimpin bukan penguasa tapi, karena didaulat. Karena kaum yang memberinya kuasa, dan kalau pun disebut berkuasa juga, maka ia itu berkuasa atas nama yang memberinya kuasa: kaumnya atau sukunya! Kalau pemimpin berada di tengah suku atau kaumnya, maka penghulu/pemimpin itu akan mengetahui dengan saksama: darah/detak jantungnya dari suku atau kaumnya; takdirnya sebagai pemimpin adalah mengetahui suara hatinurani dan apa yang menjadi masalah serta apa beban yang menghimpit kaumnya — ia akan mendengarkan apa bisikan nurani kaumnya; bersama-sama kaumnya ia akan memecahkan masalah yang dihadapi kaumnya; dan bersama-sama dengan kaumnya akan meringankan beban yang menghimpit rakyatnya itu. Lalu, bagaimana, Nyiak? Kalau penghulu suku tidak berada di tengah kaumnya — merasa pun ia tidak!? Inyiak Magek Dirih agak terhenyak ditanya cucunya demikian. Berulang-ulang ia menarik nafas dalam dan panjang. Yang pasti, Yuang, hal itu tidaklah lazim. Sepanjang sejarah filsafat dan adat-budaya Minangkabau, tidak pernah ada penghulu kaum yang merasa berada di luar kaumnya. Yang ada, kini mulai mewabah, banyak penghulu berada di luar wilayah adat kaumnya — secara fisik (entah secara pangana). Kepala suku atau datuk berada di kota, atau di rantau, tapi, ia seorang penghulu! Itu karena, sekarang, warga suku memilih penghulu kaumnya dari siapa yang populer, yang pintar menampilkan diri dan membangun citra diri — sedang calon penghulu suku sesungguhnya tidak layak/tidak memenuhi kriteria — ia sama sekali tidak mampu! “Bagaimanalah, Yuang. Rakyat itu sebetulnya masih bodoh — pemimpin pandai memanfaatkan situasi rakyat bodoh itu dan yang penting baginya ia terpilih secara demokratis!” kata Inyiak Magek Dirih. DALAM situasi kehidupan berbangsa/bernegara/berpemerintah yang berkembang dalam kehdupan yang demokratis yang amat dinamis dan fluktuatif, pemimpin dipilih oleh rakyat. Kata tingkat “populeritas” dan “pencitraan”, rupanya lebih penting dari melayani/meningkatkan kejahteraan dan menaikkan atau meninggikan harkat-martabat bangsa. Sekarang, hal itu menjadi konsekuensi logis dan risiko dari pilihan berdemokrasi berdasarkan suara terbanyak — no point return/nasi sudah jadi bubur/tak mungkin kita menarik jarum jam ke belakang/qa fata man fata wa la ya’udu manfata. Lalu apa yang kita nak buat? Ya, berbagai distorsi/deviasi yang terjadi dari berdemokrasi Barat yang kita lalui, harus kita benahi dan perbaiki, serta rapikan, sebagai bagian dari kita belajar berdemokrasi Barat! Karena pemilih menentukan pemimpinnya melalui mekanisme pemilihan umum yang demokratis — memenangkan calon yang memperoleh suara tertinggi, maka kita sesungguhnya kita sudah membuat kontrak politik/ membuat keterikatan dengan pemimpin itu untuk selama masa jabatannya lima tahun!). Sesungguhnya, kita mungkin baru menyadari telah salah pilih. Ketika memilih kita silau pada wajahnya yang menyenangkan dan tampak santun —mungkin juga karena kumis calon itu yang lebat, kita terpesona pada pidatonya yang melenakan karena penuh dengan kata-kata/janji indah, dan karena kampanye pencitraannya yang hebat. Ketika pemimpin yang kita pilih ternyata/terbukti tidak memuaskan, ternyata/terbukti tidak mampu, ternyata/terbukti hanya pandai bicara dan tidak bertemu dalam kenyataan — karena ternyata hanya retorika tanpa ada agenda kongkret untuk melaksanakannya. Jadi, ternyata, yang berubah hanya sistem/cara menentukan pemimpin, sedang orangnya masih yang itu juga — bahkan para pemimpin ikutan/pejabat bawahan ternyata/terbukti kemudian hanya jadi beban pemimpin saja, mereka ibarat janggut yang berurat ke dagu/atasannya dan sama sekali bukanlah abdi rakyat yang membantu pemimpin mengumpulkan bahan-informasi jadi dasar pengambilan kebijakan, yang berusaha menjelaskan latar belakang kebijakan itu diambil, menggambarkan apa kebijakan dan apa langkah serta tindakan dari kebijakan, apa yang hendak dituju, serta dimana posisi rakyat dapat berpartisipasi. Bahkan, ketika kehidupan berbangsa/bernegara/berpemerintah yang demokratis — termasuk dan apalagi dalam perkembangan merealisasikan otonomi daerah dalam melayani kebutuhan rakyat/dalam melakukan perubahan/dalam mendorong penggalian potensi dan investasi/dalam mengambil prakarsa agar pembangunan lebih aspiratif dan dipercepat (diakselerasi) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ternyata/terbukti, pejabat bawahan (menteri/pimpinan lembaga setingkat menteri dan atau sekretaris daerah/asisten atau kepala dinas/ badan/kantor, misalnya) lebih berpikir bagaimana mereka di mata bos, bukannya membantu bos merealisasikan janji politiknya. MUNGKIN karena Cucu Magek Dirih seorang agak sedikit paham komunikasi dan public relation (PR), salah satu kondisi terburuk kepemimpinan nasional (pemerintah pusat) dan kepemimpinan daerah (provinsi/kabupaten/ kota) adalah pada ketakprofesionalan pejabat bawahan dan ketiadaan integritas/dignitas dan moralitas yang kuat

23 OKTOBER 2011

H. Sutan Zaili Asril

SERINGKALI terjadi, ada jarak atau jurang (sama ada sempit, menengah, dan atau sangat lebar) antara rakyat dengan pemimpinya. Bahkan, pemimpin yang berjarak dekat dengan rakyatnya — apa pula pemimpin yang terlalu jauh di atas anjung peranginan (baca: di atas awang-awang atau di atas awan— CMD). Lalu, apa yang terjadi, bilamana ada jarak/jurang antara pemimpin dengan rakyatnya dan atau sebaliknya?

YANG akan terjadi, rakyat ratik-tonjong bersama problemanya, pahit-getir kehidupannya, dan berbagai kesulitan yang menghimpitnya — sampai mereka tak tahu harus berbuat apa dan berharap pada siapa. Ilmuwan mengintroduksi satu kata aneh: Kemiskinan struktural. Yaitu, mere-

pejabat bawahan — sangat menyedihkan karena para pejabat bawahan tidak merasa ada yang salah atau kekurangan sesuatu apa. Bagaimana mungkin pejabat bawahan dikonotasikan sebagai pejabat teknis: menyusun strategi dan program merealisasikan kebijakan bos (presiden bagi menteri/kepala lembaga setingkat menteri) dan menyusun strategi program sebagai langkah merealisasikan kebijakan bosnya (gubernur/bupati/walikota). Kenapa semua memberatkan bos — mereka bersembunyi di ketiak bosnya!? Bukan pemimpin akan menjadi sasaran langsung/tanpa pelindung!? Kenapa kehumasan dan ke-PR-an pemerintah pusat (menteri/lembaga setingkat menteri)/pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) begitu buruknya sampai presiden (pemerintah pusat) dan sampai gubernur/ bupati/ walikota (untuk pemerintah daerah) — para menteri atau kepala dinas/kantor/badan dan terutama pejabat hubungan masyarakat hanya pandai mengekor saja kemana bosnya pergi!? Bukannya, mampu menjelas-jelaskan apa pemikiran (wawasan dan perspektif) pemimpin, bagaimana jalan pemkiran/proses dilalui sampai satu kebijakan diambil pemimpin, seperti apa gambaran kebijakan itu, dan apa hendak dituju dari pelaksanaan kebijakan — serta bagaimana kebijakan direalisasikan sehingga ada sebagian rakyat terkena atau dapat ikut serta dan apa indikator keberhasilannya sehingga rakyat pun dapat ikut mengawasi dan menilai dengan ukuran yang sama yang digunakan oleh pemimpin! Wahai pemimpin, janganlah rakyat masih dianggap bodoh — lalu juga membuat kebijakan dengan mengasumsikan rakyat masih bodoh!? Wallahu ‘alam..*** H. Sutan Zaili Asril

Iklan Baris 1 Hari

Rp. 25.000,per 4 baris

PADEK JITU
Onde........Capek Lakunyo!!!
OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Iklan Baris 1 Hari

Rp. 25.000,-/4 baris
POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

email iklan : padek_iklan@yahoo.com

COUNTER IKLAN

KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

TOYOTA
DIJUAL : Avanza '09, type G, wrn silver, mulus terawat, asesoris, Jl. Alai Timur I No 3C. Hub : 082170094009, 08126768000 DIJUAL : Avanza G Th '04 Akhir, Hitam Tampilan 2008, Full Accesories, LCD Kondisi Mulus, Harga 116 Jt, Nego Hub : 081363251174 DIJUAL : Mobil Kijang Grand 1.8 Th 96 Hrg 76 Jt Wrn Abu2 Met, Hub : 085374725775 DIJUAL : *Kijang G Th '96 Long, warna Hijau Komplit , *Tyt Avanza Th '05 Akhir Wrn Hitam, *Kijang LGX Th '02 Akhir Wrn Silver, *Xenia Th 2004 Tipe Li Wrn Silver, *L300 Box th '97 akhir, *Carry 1,0 Box almanium th '96, Hub : 7844785, 081363335855.
DIJUAL Kijang Pic Up 95 achir, BA, Mls, Hrg net 45 jt. Over kredit Grand Max '09 sisa 24 x c 2,4 jt plg DP 25 jt. Corolla DX 80, BA, Harga 10 jt. Hub: 081374636175

TOYOTA
DIJUAL : Avanza tipe S wrn silver, plat nomor 3 angka, Th '08 akhir, pemakaian '09, hrg nego. Hub : 081374812899 DIJUAL : Avanza type G Th '10 wrn hitam, KM 11 Rb, H 139 Jt nego, kondisi prima. Hub : 0812 9022 9460, 0813 6331 8779

SUZUKI
DIJUAL : Jimmy 4x4 th 83. cakram ban savero comodo ukuran 31, sudah dipotong tinggi, siap pakai Hub : 081374 32 0087 DIJUAL : Jimny 4x4 off road Th '82, wrn merah, ban baru, double gardan, sdh dimodifikasi. Berminat hub : 081363990663

LOWONGAN
DIBUTUHKAN 1 orang tenaga kerja, minimal d1 ekonomi, umur max 24 tahun, jujur, tanggung jawab, berjilbab, belum menikah, hub toko muda jaya jl. raya tigo baleh bkt. tlpn (0752) 7835523 / 7834135

TANAH
DIJUAL TANAH : Luas 12.200m2, ada rumah walet, isi + 200 Kpg Sarang Putih, lokasi 1km, dari Simpang Arah Jl. Baru ke Solok Kel. Air Dingin Lb. Minturun Koto Tangah Padang. Hub : 0751-7714715

RUMAH
DIJUAL RUMAH : Jl. Kesehatan I/18 Komplek 10i Lapai Padang, LT 399m2, LB +400m2, 6KT, 5KM, garase, bath up, AC, water heater, PDAM, PLN 2200 W, telp, nego ditempat
DIJUAL RUMAH Permanen di Jln Pinang No. 2 Komp. Dangau Teduh LT 400m2, LB + 300m2, 5 KT, 3 KM,2 WC, RT, Luas + R. Sholat, RK, RM, Dpr, Garase, Kmr Paviluin, Hub : 0751-71280, 085278223882, TP.

KEHILANGAN
KEHILANGAN : STNK BA 5591 SJ a/n Ivone Setiady. Jl. Pulau Karam No. 169 RT 003/VII Kp. Pondok Pdg Barat. Bg yg mnmkn hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 2963 AA a/n Adi Hermanto + SIM C, Kartu BRI + KTP. Hilang Jl. Raya Padang - Solok. Bg yg mnmkn hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 2951 BC a/n Mawardi Egein. Hilang Ps. Raya Jati. Bagi yg menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 5685 WB a/n Erjuin. Hilang dari Simpang Anduring mnj Ps. Raya Padang. Bagi yg menemukn hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 5125 WZ a/n Yusron. Hilang dari Tabing menuju Aie Pacah. Bagi yg menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 5556 WN a/n Marlis. Hilang Cendana menuju Ganting. Bagi yg menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 5309 EJ a/n Amril Zai. Hilang di kos pelapor Marapalam Indah Lubeg. Bagi yg menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 3967 BY an drg syofni khoiriyah, hilang antara simp tinju sd gng pangilun tgl 16 sept. Bg yg Menemukan Hrp Hub Pos Polisi terdekat. KEHILANGAN : STNK BA 5935 SW AN. Tati Susilawati, Hlg dri Ps. Raya ke Banuaran Pdg, Bg yg Menemukan Hrp Hub Pos Polisi terdekat.

HONDA
DIJUAL : Honda Accord '85 pmakaian '86, Tape, AC, PW, PS, VR, BK Plat 2 angka, Ban 90%, Biru, Masih Orisinil, Terawat, Sangat Istimewa, Pembeli dijamin puas, harga nego.Hub: 081363830700.

FORD
DIJUAL : Ford Ranger DC Th '04, wrn biru, BA, kondisi OK. Hub : 0852 7887 0807 DIJUAL Mobil Ford Telstar thn'95.warna merah marun.interior msh Original,sound pioner+cd changer,velg 18.dijual 46jt (bs nego).hub :08126600525

DICARI : Sales Marketing, memiliki kendaraan sendiri. Lamaran diantar langsung ke Jl. Veteran No. 36C Padang PERUSAHAAN HERBAL membutuhkan Administrasi, tamatan D1/ S1 Komputer, Mess, Insentive, Gaji Pokok, makan, ditanggung perusahaan . Hub : 0751- 4401707 OBAT HERBAL DIABETES MELITUS (SAKIT GULA) MUTU DAN KUALITAS DIJAMIN HUB : AGRIN, 081363397999

DIJUAL TANAH : Seluas 400m Jl. Mutiara (Tunggul Hitam) Kel. Air Tawar Timur, SHM, milik sndr, cck utk Perum. Berminat hub : 08197527166 DIJUAL : Sebidang Tanah Luas 499 m2, SHM, Lok. Samping Polyguna Jl. Nurtabio, Hub: Hj. Suwarni, 081374285456, (TP).
DIJUAL : Tanah & Bagunan Jl. Koto Marapak No. 22 Kelurahan Koto Marapak - Kec. Padang Barat SHM, Tanah 993m2, Bagunan 314 m2, 2 Unit Ruko, 2 Lantai Jl. Banda Olo No. 37 Hub : 082142877174, 08123031834

DIJUAL HONDA STREAM TH 2004. WARNA SILVER, BA, KONDISI MULUS. SUZUKI JIMNY TH 83. WARNA PUTIH, 4 X 4. LOKASI BUKITTINGGI. HUB 085766132553

DIJUAL RUMAH: Komplek Rindang Alam RT 2/3 No 17 LT 297 m 2, LB 168 m2 KT 3 (Besar 2, 4x6), KM 2, dapur 2, Grase, listrik, PDAM, hub; 075171618, 08121440173, 08126755882. DIJUAL : Rumah Baru Minimalis hanya 3 Unit , Lokasi : Komp. Griya Mawar Sembada G II Belakang SPBU Gunung Pangilun Type 125, LT 200M2. Hub : 08126768885
DIJUAL : 2 unit rmh baru siap huni, type 60/108 & 60/132 di Bariang indah 3 , kec. Kuranji - Padang. Fas: kt 3, km 2 + car port. Harga murah & bersaing. Hub: Yon 08126791131 & Aciek 081363809284.

DIJUAL : Honda Freed Th 2010, wrn polis metal, pajak bln 7. Hub : 07517898335, 085274826669

SERBA-SERBI
"INGIN TURUN/NAIK BERAT BADAN 0-30 kg dalam waktu 90 hari ke depan" HUBUNGI : 081267342485.
PELUANG USAHA : Anda Mau Gabung di BISNIS FOREX Profit 5%/hari ke Rekening anda. Cocok u/ PNS, Peg. Swasta, Dll (Tanpa Merekrut) Klik www.startexas.com / STO 255 atau SMS " Minat " HP 081905109444

RUKO & TOKO
DIJUAL CEPAT (BU) : Ruko 4 petak 2 lantai, masing2,panjang 9 m, lebar 4 m, lokasi belakang pasar siteba dekat mesjid peminat serius langsung nego ditempat, hubungi bapak ujang/ hp. 0812 677 8219/ 0812 67 49 655 harga nego

DIJUAL : T.kijang super th 90 short nch v.rec ac dingin power sound tampilan grand biru metalik sangat mulus kond.bagus hub 085278596527, 07527010262
DIJUAL TOYOTA AVANZA TIPE G THN 2006 SILVER BA KONDISI MULUS ATAS NAMA SENDIRI 120JT PYK ( HERMAN ) NO HP 085363781199

MOTOR
DIJUAL CEPAT : Kawasaki Ninja 250 R wrn hijau SE Th 2010, terawat, full accesories, bagus & terawat. Hub : 0812 67 969 999, 0812 67 54 235 DIJUAL CEPAT : Kawasaki Trail DTracker 250 cc Th 2010, wrn orange, terawat, kondisi standar. Hub : 0812 67 969 999, 0812 67 54 235

HYUNDAI
DIJUAL CEPAT : Hyundai Getz Th '05, wrn hitam, kondisi siap pakai, asli cat. Hub : 0812 672 2423
DIJUAL : *Hyundai Accent merah Maroon Th 99 Akhir, *Hyundai Getz Th '05 Biru Muda, *Hyundai Verna Silver Th '02, *Hyundai Cakra Th 97 Silver, Hub : 085375372188

DIJUAL CEPAT ruko jalan kampung batu no 43 a, seberang padang, lt 620 m2 lb 3 lantai x 210 m2, parkir luas, cocok untuk gudang, hotel, hub 081993634254

DIJUAL TANAH : Luas 320m2, SHM, blkg Kntr Perindustrian Kota Madya/ Gapensi Kh. Sulaiman. Hub : 081266217028 (Nong) DIJUAL TANAH : Luas 277m2, lokasi Jati Timur Pariaman, jalan ke lokasi sudah di aspal. Yg berminat hub : 081363428789 DIJUAL : Kavling Kosong siap bangun, uk + 200m, lokasi Perum. Taman Citra Berlindo thp II Kel. Bt. Kabung Ganting plus IMB. Hub : 0811663936 DIJUAL TANAH : Kel. Seberang Padang, luas + 405m2, SHM. Hub : 081266070874 DIJUAL TANAH / RUMAH : Luas 310/ 36m2, Lokasi Komp. Unand Ulu Gadut Blok B/06/05. Hub : 085271150551, 0751 - 7898995

DIJUAL : Innova G th 2005 pajak panjang,terawat,BA,Harga 146Jt, Komp. UNP, Jl.melati no. 6 padang Hub : 085263685144
DIJUAL : Kijang Innova G Diesel thn. 2007 bln Sept. BA Pdg wrn. Hitam met. KM. Rendah, VR Cobra, Ban 27 x 8.50. Konds full orisinil dan sgt terawat. Harga Nego Hub. 08126730424 aurduri Pdg.

RUMAH
DIJUAL : Rumah ukuran 15x8m2, 3 KT, 2 KM, Listrik 900W, Air PDAM, Keramik Luar Dalam (Full Keramik). Harga 350jt (nego). Lokasi : Pondok Citra Banuaran Padang. Bagi yang berminat hub : 0813 6374 3436 / TP.
DIJUAL RUMAH : Alamat Graha Indah Lestari Blok C No. 11 Lapai Nanggalo Pdg, rumah di hook, LT 226m2, LB 150m2, 3KT + 1 kmr pembantu, 3KM, hak milik, jual dg isi (perabot). Hub : 0813 895 198 65, 0818 081 75 264

DIJUAL RUMAH : Komp. Tarok Indah Permai Blok B No. 29 Balai Baru, 3KT, 2KM, full keramik, garase bisa 2 mobil, telp, PDAM. Hub : 0811665363 DIJUAL RUMAH BARU : Kompek The Green Mutiara Blok B No. 1, LT 260m2, LB 220, Jl. Raya Bandar Buat Kec. Lubuk Kilangan Padang. Hub : 0751-9870000
DIJUAL RUMAH : Di Komplek Pola Mas 1 Andalas, LT 11x11.50m, LB lt 1 = 79.88m, lt II=83.06m, lt III (Shelter)= + 50m, 3KT + AC, 4KM (1 kmr+air panas) menghadap ke timur, air PDAM + bak air + 6000 ltr, listrik 2200 W + genset + 4000W, garase mobil, hrg nego. Hub : 081947459501

DAIHATSU
DIJUAL CEPAT : Gran Max PU 1300cc Th 2010, wrn hitam, hrg 28 Jt, sdh jln 14x, sisa 34x, angsuran 2,2 Jt, jrg pakai. Hub : 085274610627, 0751-8234755 TP DIJUAL : Daihatsu Espass Th '97, biru, AC, tape, BA 2259 JN, kondisi istimewa. Hub : 082169628071, 085274246234

MITSUBISHI
DIJUAL : Mitsubishi Lancer Evo IV Th '97 akhir, silver model SEi, orisinil, hrg 85 Jt. Hub : 081266424428 TP DIJUAL MITSUBISHI LANCER EVO.5 TH.02 SEI BA. HARGA. 112.JT NEGO HUB.081374152759.TP

DIJUAL : KIJANG KRISTA TH 2000 1.8 EFI, BA,W.BIRU MET.HUB : 082171884789, 081266095678 DIJUAL starlet kapsul th 95, BA, merah muda. P.Window, P.Steering, mesin bagus, AC dingin, Pajak Baru, hrga nego. HUB 081363 314683 tanpa perantara

RUMAH
DIJUAL RUMAH : Cash/Kredit, LB 45, LT 261m2, 2KT, 1KM, lokasi Perumahan Bayamas Blok E-8 Gn. Pangilun Padang. Hub : 8503510

NISSAN
DIJUAL : Grand Livina Akhir 2010 STNK 2011 warna grey, jok murano, knds bagus, jln 9 bln Angs. 4.376.000, Plg Dp 50 Jt nego & Grand Livina 2011 wrn Hitam Jok MB Tech knds bagus, Plg DP 45 Jt nett, Hub : Feri. 081363184888, 0751-9714888

DIJUAL RUMAH & TANAH : Lok Payakumbuh, pinggir jalan, Stasiun KA, LT 535m. Hub : Fatma Samsoe, telp. 0752 774090

DIJUAL CASH/KREDIT : Rumah Baru, 3KT, 2KM, model minimalis, lokasi Perumahan Pelangi Regency Blok E-2 blkg RS. Ibnu Sina Gn Pangilun Padang. Hub : 8503510, 081266531555

HADIR NON STOP
Koran anda tidak sampai hubungi agen, loper atau Pemasaran Padang Ekspres Kantor Winda Hasral Sarbidin Jhon Edi : 0751 - 778884 : 0751 - 9939020 : 081363245107 : 081363403524 : 081266586780

MINGGU

23 OKTOBER 2011

BUKU

9

Mengurai Sejarah Keroncong dari Kampung Tugu
Penulis buku ini yakin, keroncong asli Indonesia. Tetapi, keroncong memiliki unsur musik Portugis abad ke-16 yang dipengaruhi budaya Islami bangsa Moor di Afrika Utara. Kami tinggal dalam satoe kampong jang ketjil jang terseboet Toegoe, dan ada dalam bilangan district Beccasie Afdeeling Meester Cornelis. Kampong Toegoe itu ada dekat pinggir laoet dan hawa oedara di sana ada panas. Aer boewat minoem itoe soesah sebab seomoer-seomoer banjak jang aernja asin. (Schurchardt,1892)
PERDEBATAN ”genetika” asal muasal lahirnya keroncong masih diwarnai tiga kubu. Pertama, kubu yang pro-Portugis sebagai peng impor keroncong. Kedua, pro-In donesia. Ketiga, campuran keduanya (hibrida). Mana yang benar? Victor Ganap, penulis buku Kron tjong Toegoe (BP ISI Jogjakarta, 2011), yakin bahwa keroncong tulen Indonesia yang sama sekali berbeda dari musik-musik dari Portugis. Bahkan, di Portugal (nama sekarang Portugis) tidak ditemukan musik keroncong seperti yang kita kenal di Indonesia. Adalah dari Komunitas Tugu (Toegoe dalam ejaan lama) asal muasal sejarah itu. Kampung Tugu terletak di kawasan pantai utara Jakarta, sebelah timur wilayah Tanjung Priok yang sejak 1883 ditetapkan sebagai bandar pelabuhan Kota Jakarta untuk menggantikan pelabuhan Sunda Kelapa atau Jayakarta. Kampung Tugu merupakan wilayah yang paling tua di Jakarta, yang diperkirakan mulai dihuni ribuan tahun lalu (hal 23). Tidak mengherankan, sebagai wilayah tertua dan memiliki peninggalan historis-musikal yang kental, Toegoe, menurut Andre Juan Michiels, yang kini pemimpin kelompok Keroncong Toegoe, selalu menjadi objek empuk bagi para peneliti kebudayaan dan musik khususnya. Kita akan menemukan banyak informasi menarik dalam buku setebal 281 halaman ini. Buku yang

JUDUL: Krontjong Toegoe PENULIS: Victor Ganap PENERBIT: Badan Penelitian Isi Jogjakarta TAHUN TERBIT: 2011 TEBAL: XX + 281 HLM RESENSIATOR: Eri Setiawan

berangkat dari disertasi Victor Ganap ini disertai data-data yang komprehensif, dengan riset yang dilakukan sejak 1998. Nama Krontjong Toegoe dalam khazanah musik Indonesia telah memperoleh jati dirinya tersendiri sebagai jenis musik keroncong yang dilahirkan dari komunitas Kampung Tugu. Sejauh ini tidak terdapat data pasti kapan Krontjong Toegoe dilahirkan, kecuali mengacu pada

periode sejarah tahun 1661, ketika Kampung Tugu kali pertama dihuni 23 keluarga asal Goa dan Pulau Banda berdasar politik permukiman VOC terhadap mereka (hal 98). Dalam perspektif musikologis, sejarah keroncong bisa dilacak dari musik tradisional maupun lagutarian Portugis yang ada dan dimainkan pada abad ke-17. Misalnya, Fado de Coimbra, musik tradisional Coimbra, kota terbesar setelah Lisabon,

ibu kota Portugal. Ada juga Camélias, yang merupakan tarian rakyat. Selain tentu Lagu Moresco dan Kr (Keroncong) Moresco sebagai bukti kuat turunan sejarah kesenian bangsa Moor. Lagu Kr. Moresco pun terkenal di kalangan pemusik keroncong masa kini dan populer sebagai bentuk keroncong asli. Adalah sang maestro Kusbini yang memperkenalkan lagu Moresco ke khalayak. Kesimpulan yang disampaikan Victor Ganap: musik keroncong asli Indonesia, tapi memiliki unsur musik Portugis abad ke16 yang dipengaruhi budaya islami bangsa Moor dari Afrika Utara yang masuk dan berkembang di negeri tetangga Spanyol itu. Para laskar Portugis asal Goa yang bertugas di Pulau Banda-lah yang membawa musik keroncong ke kampung Tugu. Mereka, yang beristri warga asli Banda, merupakan orang-orang pelarian dari Banda ketika pulau itu diserbu VOC pada 1620-an. Dalam pelarian itu kapal mereka rusak dan karam di Pantai Cilincing. Mereka ditangkap VOC, lalu dibebaskan setelah berpindah agama sesuai dengan perjanjian. Mereka menjadi orang merdeka dan dibuang ke Kampung Tugu. Mereka adalah pemukim pertama yang mendiami Kampung Tugu (hal 238). Yang Khas dari Krontjong Toegoe Apa yang menarik dari Krontjong Toegoe? Selain regenerasi ratusan tahun, Krontjong Toegoe memiliki kekhasan pola permainan (gaya Jakarta) yang berbeda dari

gaya permainan Solo-Jogjakarta. Dua kota yang terakhir disebut adalah kota ikon pertumbuhan keroncong terbesar saat ini di Indonesia. Berdasar data 2009, sedikitnya ada 90 grup keroncong di Jogjakarta dan sekitar 120 di Solo. Penulis berkesempatan untuk mendapat CD album Krontjong Toegoe yang berjudul Oud BataviaCafrinho. CD itu di berikan secara langsung oleh Andre Juan Michiels, pimpinan Krontjong Toegoe saat ini. Apabila kita mendengar 12 lagu yang terekam di dalamnya, ada keunikan tersendiri dalam pola tabuh alat-alat keroncong, seperti selo dan ukulele. Lagu yang termaktub dalam album tersebut berbahasa Indonesia, Belanda, dan Portugis. Album itu dirilis pada 2010 dan tidak dijual umum kecuali sebagai souvenir. Buku yang dibagi menjadi lima bab ini, meski komprehensif karena memuat data-data ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan, masih memiliki banyak kekurangan. Terutama dalam hal layout atau penataan paragraf. Di banyak tempat, paragraf disusun terlalu panjang tanpa pemenggalan. Untuk membaca buku ini mungkin bisa cepat lelah. Apa pun kelemahannya, buku ini tetap menjadi referensi wajib bagi para sejarawan maupun peneliti yang membahas keroncong. Kita juga bisa melihat informasi lebih jauh tentang Krontjong Toegoe dengan mengunjungi situs www.krontjongtoegoe.com. Musik keroncong tetap asli Indonesia! (*)

TA M A N A S R I
Jl. Siteba - By Pass, Padang

Perumahan

Hunian Ekslusive & Elegan

Tersedia Ready Stock

Minimalis Style
Tersedia 2 Type : = 36/100 = 45/100

Peta Lokasi

CV. INDONUSA MANDIRI DEVELOPER-KONTRAKTOR-PERDAGANGAN UMUM JL BY PASS Km14 SUNGAI SAPIH - PADANG Wit : 0852 7465 7541 - 0852 7465 7541 - (0751) 9925 706

TOTAL SPORT
DERBY Manchester malam nanti memiliki arti penting bagi Chris Smalling. Itu karena defender Manchester United tersebut mengusung misi revans kepada striker Manchester City Sergio Aguero. Smalling rupanya belum bisa melupakan sakit hati dalam final Europa League di Hamburg tahun lalu. Kala itu, Smalling masih pemain Fulham, sedangkan Aguero membela Atletico Madrid. Laga di Stadion HSH Nordbank Arena itu dimenangi Atletico dengan skor 2-1 melalui babak tambahan waktu. “Saya tidak berada dalam skuad (Fulham) di final, tapi saya bisa merasakan kesedihan mendalam dari rekan setim saya,” ujar Smalling kepada The Sun. “Dia (Aguero) benar-benar menyulitkan kami bersama dengan (Diego) Forlan. Dia sangat tajam. Setelah itu, saya menebak dia akan pindah klub dengan banyak uang dan itu memang benar-benar terjadi,” sambung pemain 21 tahun itu. Seiring posisi masing-masing dan apabila diturunkan tentunya, keduanya bakal kerap terlibat gesekan di lapangan. Sebagai catatan, keduanya belum sempat berhadapan di Community Shield (7/8). Ketika Smalling menyumbang

MINGGU

23 OKTOBER 2011

10

Smalling Ingin Balas Aguero
satu gol dari kemenangan 3-2 United, Aguero malah tidak turun sekalipun duduk di bench. “Sejak bergabung City, dia produktif dan mencetak beberapa gol hebat maupun gol penting. Kami harus waspada dengannya sekalipun tidak hanya dia pemain lawan yang berbahaya,” tutur Smalling. “Saya berharap kali ini sayalah yang akan berselebrasi di akhir laga karena itu akan menjadi sebuah pembalasan indah,” imbuh pemain yang bisa beroperasi baik sebagai bek kanan maupun bek tengah itu. (dns)

SERGIO AGUERO

MAN UNITED

V

MAN CITY

MINGGU (23/10/2011)

MEMBARA
Manchester, Padek— Inilah derby yang paling dinantikan di Premier League musim ini. Inilah derby yang belakangan diklaim sebagai terbesar di dunia, baik dari sisi kualitas pemain kedua tim maupun sisi finansial. Derby Manchester edisi ke-161 di Old Trafford malam nanti (siaran langsung MNCTV pukul 19.30 WIB) pun berlangsung di momen tepat. Ya, Manchester United dan Manchester City kini bersaing di puncak klasemen. Baru pekan lalu City mengudeta United dengan keunggulan dua angka (22-20) setelah menjalani delapan laga. Praktis, meraih hasil absolut di Old Trafford sangat penting bagi kedua tim. City akan memperlebar gap lima angka apabila sukses mempermalukan United. Kali terakhir The Citizens -sebutan City- melakukannya pada 10 Februari 2008 dengan skor 21. Itu merupakan kemenangan pertama City di Old Trafford setelah 37 tahun. Sedangkan United tentu tidak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya. Kemenangan tidak hanya mengembalikan tahta Setan Merah (sebutan United), melainkan juga menggenapkan victory home beruntun mereka di liga pada angka ke-20. Entah upaya mengurangi tekanan atau psywar, pelatih United Sir Alex Ferguson tidak terlalu khawatir dengan hasil derby. Ferguson mengatakan, kalaupun keok malam nanti, United masih memiliki kesempatan mengejar City dalam 29 laga berikutnya. “Dengan catatan kami di paro kedua musim lalu, Anda boleh berharap bahwa kami akan bangkit dan mungkin lebih baik,” ucapnya sebagaimana dilansir Tribalfootball. Pertemuan terakhir kedua tim di ajang Community Shield (7/8) sepertinya menginspirasi pernyataan Ferguson. United yang tertinggal dua gol di babak pertama, berhasil membalikkan keadaan di babak kedua untuk mengakhiri laga dengan 3-2. Hasil Community Shield pula yang memberi pelajaran berharga bagi City, khususnya pelatih Roberto Mancini. Pelatih asal Italia itu bahkan menyebut Ferguson sebagai gurunya. “Dalam dua bulan terakhir, kami bekerja keras mereduksi gap dengan United. Saya pikir, gap itu semakin dekat. Jika sebelum kompetisi dua yard, kini hanya satu yard !,” ucap Mancini seperti dilansir Sky Sports. “Satu yang belum kami miliki dari United adalah mampu memenangkan laga sekalipun bermain buruk. Saya menonton langsung laga United melawan Norwich. Sekalipun tidak bermain bagus, United masih mampu menang. Faktor itulah yang sangat penting dimiliki sebuah tim top,” papar pelatih yang akan menjalani laga ke-100 bersama City itu. Mancini juga mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai menit terakhir karena City memiliki pengalaman buruk di derby Manchester. Dari lima kekalahan terakhir, empat di antaranya terjadi gara-gara United mencetak gol di menit ke-90 ke atas. Ketika United menang 2-0 atas Otelul Galati di Rumania dalam ajang Liga Champions midweek lalu (18/10), salah

LIMA BENTROK TERAKHIR 7/8/2011 Man City v Man United 2-3 (Community Shield) 16/4/2011Man City v Man United 1-0 (Piala FA) 12/2/2011Man United v Man City 2-1 (Premier League) 10/11/2010 Man City v Man United 0-0 (Premier League) 17/4/2010 Man City v Man United 0-1 (Premier League) TENTANG DERBY MANCHESTER
Duel pertama : 12 Nov 1881 Pertemuan : 160 kali (United menang 67, City menang 43, seri 50) Tampil Terbanyak : Ryan Giggs (34 kali) Laga Terakhir : 7/8/2011 United v City 3-2 (Community Shield) KEMENANGAN TERBESAR 23/1/1926 United v City 1-6 12/2/1955 United v City 0-5 10/11/1994 United v City 5-0

satu gol lahir di pengujung laga via eksekusi penalti Wayne Rooney. Di sisi lain, kemenangan 2-1 City atas Villarreal di ajang dan waktu yang sama juga lahir di menit-menit akhir melalui Sergio Aguero. (dns/ jpnn)

MINGGU

23 OKTOBER 2011

OLAHRAGA

11

Bumikan Silat di Kota Padang
Padang, Padek—Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi membuka secara resmi Festival Pencak Silat Tradisional di halaman SMPN 14 Pauh, Sabtu (22/10). Festival selama dua hari (22-23 Oktober 2011) ini diikuti sejumlah sasaran perguruan silat sekolah di Kota Padang. Festival ini memperebutkan piala Walikota Padang dan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Padang. Festival ini, salah satu iven tahunan IPSI Padang. “Dari sekian banyak sekolah yang menawarkan, SMP 14 lah yang paling siap. Iven berikutnya, kejuaraan atau sirkuit laga. Saat ini, kita fokus untuk kembali membumikan silat di Kota Padang, khususnya untuk pelajar. Sedari dini, kita harus mempersiapkan generasi berkualitas, yang menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujar Ketua IPSI Padang, Adib Alfikri. Nilai sportivitas, kata Adib, ada di olahraga silat. Plusnya lagi, silat dapat digunakan untuk pagar diri. “Festival ini juga bertujuan untuk mencari bibit atlet yang akan kita persiapkan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2012 mendatang. Porprov kemarin, kita juara umum, hanya beda perak dengan Kabupaten Agam. Tentunya kita harus gigih berlatih mulai kini,” tutur Ketua KNPI Sumbar itu. Di tempat yang sama, Wawako Mahyeldi mengatakan pemko nantinya akan mema-

IST

PIALA BERGILIR: Wawako Mahyeldi bersama Ketua IPSI Padang, Adib Alfikri memperlihatkan piala bergilir usai pembukaan Festival Pencak Silat, Sabtu (22/10).
sukkan ekskul silat di setiap sekolah. “Pemko inginnya, di setiap sekolah, ada prestasi khusus di bidang olahraga. Misalnya, jika bicara olahraga gulat, gudangnya ada di SMPN 36. Jika bicara silat, gudangnya ada di SMP 14,” ulasnya. Dalam kesempatan itu, Mahyeldi meminta Kepala Dispora Kota Padang, Bambang Sutrisno untuk bisa mensinergikan olahraga dengan pendidikan. “Pak Bambang dulu kan pernah jadi Kadis Pendidikan. Saya pikir, bisalah Pak Bambang,” tambah Mahyeldi didampingi Kepala SMPN 14 Padang, Yunaldi. Turut hadir, Sekko Emzalmi dan sejumlah tuo silek. (a)

PS Garuda Menang 9-1
Padang,Padek—PS.Garuda Padang menggulung PS Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman dengan skor 91dalam pertandingan persahabatan di lapangan Imam Bonjol Padang, kemarin (22/10). Pemain PS Garuda, Endi mencetak empat gol, Erik dua gol, sedangkan tiga gol lainya masing-masing dicetak Ivan, Alam dan Kanil. Manejer PS Garuda, Fauzi Sikumbang yang dihubungi Padang Ekspres kemarin, mengatakan pertandingan ini dilaksanakan untuk menjalin hubungan silaturrahmi antara kedua tim. Selain itu, dengan banyaknya pemain muda dilibatkan dalam pertandingan, diharapkan akan bermunculan bibitbibit baru dalam dunia sepakbola Sumbar. “Dengan hasil yang memuaskan diraih PS Garuda Padang ini, saya mengharapkan agar anak-anak mampu mempertahankan permainannya,” tandasnya.(mg6)

harga mulai
COUNTER IKLAN
KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

Simpang By Pass Pisang Padang KM 7
BUKITTINGGI

email : padek_iklan@yahoo.com
PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

ata Bukti Ny
- 0,4 STANDAR - 0,5 STANDAR - 0,6 STANDAR UKIR - 0.8 STANDAR SUPER - 0,3 CAT OVEN

CV.JATI TEKNIK
INDUSTRI FOLDING GATE HARGA PABRIK
- 0,4 CAT OVEN - 0,5 CAT OVEN - 0,6 CAT OVEN (SUPER) - 0,8 CAT OVEN (SUPER) RP380.000,-/M2 RP400.000,-/M2 RP420.000,-/M2 RP490.000,-/M2

PINTU PANEL BESITEBAL PLAT 2,1 M2 RP.975.000,-/M2
JL.BY PASS BATO KOTA PARIAMAN TLP.(0751)91538. HP. 081363846132 ESIA. 08286680425. HP. 081363818001 FAX: (0751) 91538

Rp.370.000,- /M2 Rp.380.000,-/M2 Rp.400.000,-/M2 Rp.470.000,-/M2 RP370.000,-/M2

IS TAS FITNESS NIKE

GRAT

PENGIRIMAN PAKET, DOKUMEN, CARGO & PACKING ???

Express
Pengiriman Intrakota, Lokal dan Domestik (Seluruh Nusantara) Darat, Laut & Udara

ATAKA

BURUAN DAFTAR
Hubungi : PLANET FITNESS & AEROBIC Telp : 0751 28878
Jl. Batang Arau Blok C/1 (dekat jembatan Siti Nurbaya)

Sekarang

Lebih Cepat Lebih Baik ZATAKA EXPRESS
DIVISI PAKET DAN DOKUMEN Jl. Teknologi Raya No. 104 Siteba Padang Telp. 0751 - 7871716 HP. 081374001716 Email : zataka_ku@yahoo.com Klik kami di http://www.zatakagroup.com

Prabu Siliwangi Group
Untuk nilai sebuah keindahan
Landscape Solution Padang

Konsultan Pertamanan
· · · · · TAMAN & AREA PARKIR Kolam Hias, SWIMMING POOL SPORT CENTRE, REST AREA Drainase & Jaringan Pengairan Penghijauan & Tata Lingkungan

Hotline : 0812 666 1972
CALL CENTRE

442111

Jl. Pramuka No. 20 C Padang Kota Khatib Sulaiman, Padang 25000 Sumbar email : prabu_siliwangi_group@yahoo.co.id website : www.prabusiliwangi.com

AUTHORIZED DIALER MULTI OPERATOR

SUPER PULSA

Kembali Membuka Pendaftaran MASTER DIALER
UNTUK SEMUA DAERAH DI SUMATERA BARAT

Amankan Aset Anda

SEKOLAH MENGEMUDI
SaloN
Bisa ONLINE ke BLACKBERRY & PC
Satu-satunya KURSUS STIR MOBIL SUMBAR, RIAU & JAMBI yang mempunyai PROGRAM BIMBINGAN MENTAL DAN KEBERANIAN

TELKOMSEL 5 = 5180 10 = 10180 20 = 20045 Stok XL SUMBAR - AXIS - ISAT, dll (Harga HPP)
* Master Dialer = Harga SESUAI IKLAN, Buktikan...!! HARGA RELATIF TETAP = SESUAI HPP BERLAKU

SISTEM SALDO SUPER PULSA DI BACKUP 4 SERVER SESUAI AREA CLUSTER BUKITTINGGI - SOLOK - PADANG - DHARMASRAYA UNTUK KENYAMANAN BERTRANSAKSI DI SELURUH KABUPATEN & KOTA DI SUMBAR STOK XL - TSEL - AXIS - ISAT, DLL = DIJAMIN AMAN
HARGA MASIH TETAP YANG TERMURAH AKSES CEPAT > ONLINE 24 JAM NON STOP KOMPLAIN VIA SMS & CALL CENTRE 12 LINE SMS CENTRE = BEBAS PENDING

CCTV CAMERA

Dengan Memakai

MENERIMA PENGURUSAN SIM

4 Kamera + DVR

CCTV

Promo
Hanya

Spesialis :

KIOS
MASTER HYBRID

SUPER PULSA MELAYANI PENDAFTARAN CHIP MKIOS UNTUK SEMUA AREA CLUSTER DAPATKAN HARGA ISTIMEWA UNTUK DAFTAR SALDO DAN MKIOS (HYBRID)
SYATAR DAN KETENTUAN BERLAKU

4,5
Gratis Instal Network (Bisa Kontrol Jarak Jauh) Garansi 1 Tahun Alarm Setting DVR Spare Part Teknisi Berpengalaman

MAKE UP PENGANTEN MAKE UP WISUDA/PESTA PERAWATAN RAMBUT
Ditangani oleh Stylish Profesional

CALL CENTER

085274736009

0811760092

in Dijam a Bis

Jt

Jl. Dr. Sutomo No. 29 Padang-Sumbar

Menyediakan - Jl. Pendaftaran : Perintis Kemerdekaan No. 25 B RENTAL MOBIL (Depan RS. M. Djamil Padang) PENGANTEN - JL. BY PASS KM 8 DEPAN TOSERBA ONE

PLUS PEMASANGAN
(Masih Bisa Nego)

5 = 5050 5 = 5100

10 = 10075 10 = 10150

20 = 19875 20 = 19950

DAFTAR SEBAGAI MASTER DI SUPER PULSA BONUS SPESIAL HARGA UNTUK MASTER MKIOS CHIP MKIOS CLUSTER PDG & BKT TERBATAS

COUNTER IKLAN
Kepada Pelanggan, Pembaca, dan Relasi Harian Pagi Padang Ekspres yang ingin memasang iklan Kami siap Melayani anda di :

INFO & PENDAFTARAN HUB : SUPER PULSA : Jl. Hamka Gang Lubuk Sebaris No. 36 B Pakan Kurai - Bukittinggi Telp. 0752-35881 / HP : 081363420241 - 085263566848
IN-DHIE PULSA (PDG) HP : 0813 63 320106 TENGGANG JAYA MUSIK (BTS) HP : 0852 74 055115 AFZ PULSA (PASBAR) HP : 0878 96 09300 WIDYA CELL (PASBAR) HP : 081362539999 UCHI NET & COM (PYK) HP : 085263906419 RAJA EMAS CELL (PYK) HP : 0812 66 554421 RITA CELL (LB. BASUNG) HP : 083181765609 SHIVA CELL (M.LABUH) HP : 0852 7209 5620 Dan semua AGEN RESMI SUPER PULSA Lainnya.....

PONDOK ELEKTRONIK

PENDAFTARAN DISTRIBUTOR - AGEN & RESELLER HUB :

CCTV Kamera sangat cocok digunakan pada Mini Market - SPBU - ATM - KANTOR GUDANG - HOTEL - PABRIK - TOKO PERUMAHAN dan lain-lain

Kantor Padang Today / M LINK
Jln. Proklamasi No. 52 D (Samping padang TV)
buka pukul 08.00 - 16.30 WIB

DIBUTUHKAN SEGERA
KOORDINATOR EDUKATIF
Syarat: - Pria/wanita max. 26th - Tamatan D1/D3/S1 - Punya motor - Komunikatif, Disiplin, Suka tantangan, suka kerja lapangan, jujur,amanah, - Bersedia ditempatkan dikota Kab Wil Sumbar, Riau, Jambi,

Customer Service Kami Siap Membantu anda
Untuk Informasi Temui / Hubungi Mita :

0751 - 9927799
Pastikan hanya sebagai Media Promosi yang TEPAT bagi Anda

TERBIT NON STOP

Kirim segera lamaran serta biodata lengkap ke: BINTA College Jl. Ujung Belakang Olo No.3 Padang atau ke email: binta.college@yahoo.co.id (lmrn plg lambat diterima tgl 1 nov 2011)

Padang Ekspres MINGGU 23 OKTOBER 2011

Cantik dengan Tutu Sytle
PERANCANG busana desainer Oyong Reza mengeluarkan koleksi terbarunya. Kali ini koleksi Oyong Reza lebih fokus pada baju pesta bagi anak- anak. Dalam karya rancangannya, desainer Oyong Reza mendesain gaun malam dengan model busana bak putriputri raja. Dimana gaun yang dikenakan identik mengembang di bagian kaki dan menyapu lantai. Karya rancangannya ini akan membuat si pemakainya seperti putri kecil yang cantik dan anggun. Misalnya saja gaun malam dengan warna merah yang dikombinasikan dengan warna hijau. Pada bagian dada dan pinggang dihiasi payet yang bertabur bebatuan alam. Hiasan bunga pada dada dan bagian tengah gaun malam yang dirancanngnya membuat busana rancanganya terlihat menarik. Apalagi pada bagian tengah diikat Obi. Dalam karya rancangannya, ia mengkombinasikan busana kerajaan Eropa dengan pakaian khas Jepang. Oyong Reza membuat gaun malam dengan desain dilipat dan dikerutkan sedemikian rupa di bagian bawah, sehingga bentuknya mengembang dan bertumpuk–tumpuk menyerupai tutu style. Tutu memberikan efek mengembang, membesarkan, sehingga akan menambah volume pada siluet si pemakai. Bukan berarti, mereka yang bertubuh gemuk dan pendek tidak dapat bermain–main dengan tutu, tapi memang diperlukan trik tertentu untuk membuat tutu terlihat manis pada mereka yang tidak bertubuh ramping dan tinggi. Pilihan tutu yang paling netral adalah yang tidak terlalu mengembang dan yang panjangnya mencapai lutut. Tidak terlalu bertumpuk, namun tetap terlihat bersusun dan sedikit mengembang. Keindahan karya rancangan Oyong Reza, tidak hanya terlihat pada busana gaun malam berwarna merah, namun juga terlihat pada busana-busana pesta lain yang telah dirancangnya. Dengan karya rancangannya ini, Oyong Reza ingin mewujudkan impian putri Anda untuk bisa tampil bak putri raja di hari istimewa mereka. Dengan tutu style, putri Anda akan tampil sangat menarik. Selamat mencoba .(ayu)

Thanks To :
Model Busana Lokasi Payakumbuh Fotografer : Indah, FIZA. Diny, Zia dan Aqila ( Djuragan Modelling) : Desainer Oyong Reza : Jl Jenderal Sudirman No 47 Kel Balaibaru, : Syamsu Ridwan

REDAKSI Bagi Pembaca Padang Ekspres yang berminat ingin menampilkan koleksi busananya di halaman Anggun, dapat dikirim melalui email: gustiayu61@yahoo.co.id atau ke HP: 081267670082

Cermat Memilih Baju Pesta Anak
TAK hanya orang dewasa yang ingin tampil cantik di hari istimewa. Anak-anak juga ingin tampil menarik di hari istimewa mereka. Untuk busana pesta bagi anak-anak, tak ada salahnya menggunakan dress atau gaun. Tentunya, pengunaan busana pesta bagi si kecil harus disesuaikan dengan usia mereka. Jangan sampai busana yang dikenakan anak, tidak sesuai dengan umur mereka. Pesta selalu berhubungan dengan keceriaan dan kegembiraan. Jadi sudah sewajarnya bila menghadiri atau mendapatkan undangan pesta, maka baju pesta harus mampu menimbulkan kesan yang riang dan ceria. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan busana pesta bagi si kecil antara lain: Jenis bahan busana. Carilah baju yang berbahan kain katun atau bahan kaos yang lembut. Kedua bahan ini lebih ringan dipakai, tidak panas dan mudah menyerap keringat. Katun adalah jenis kain yang paling tepat untuk busana anak, karena dapat menyerap keringat. Untuk busana pesta, walaupun bagian luar menggunakan bahan bahan sintetis, seperti organdi atau chiffon, namun lapisan dalam harus tetap menggunakan bahan katun. Warna dan potongan. Warna yang paling tepat untuk anak-anak adalah warna-warna cerah dan lembut, tapi anak pun boleh saja menggunakan warna yang lebih tua dan berani, asalkan potongan dan modelnya tetap anak-anak. Kedua faktor ini, warna dan potongan, harus diseimbangkan. Kerut dan renda. Kerut atau rimpel dan renda boleh digunakan asalkan hanya berupa hiasan di bagian luar busana dan tidak bersentuhan langsung dengan kulit balita. Renda dan lipit-lipit yang terlalu banyak akan membuat kulit balita gatal jika bersentuhan dengan kulit, sehingga balita tidak akan nyaman. Tetap innocent. Sesuai dengan perkembangan tren mode sekarang, tak jarang pula anak ingin berbusana seperti orang dewasa. Bagaimana pun anakanak adalah peniru, terutama gaya sang Bunda. Untuk inilah peranan orangtua dalam mengarahkan gaya busana anak sangat diperlukan. Sehingga gaya tampilan anak, sesuai dengan usia mereka. Aksesoris. Untuk aksesoris lebih baik menggunakan yang berbahan plastik yang dipoles sehingga tidak ada bagian tajam dan proses pemolesan akan membuat material aksesoris terlihat berkilau. Jika ingin menggunakan payet, gunakan yang berbahan resin. Hindari asesoris yang terlalu besar berupa chunky atau manik-manik dalam potongan besar dan yang terlalu gemerlap, misalnya material yang mirip berlian Swarovsky. Selain karena asesoris tersebut tidak menonjolkan sisi innocent anakanak. ( dari berbagai sumber/ayu)

14
Padang Ekspres bekerja sama
Asosiasi Pers Mahasiswa (Aspem) Sumbar mengisi halaman Kampus. Edisi kali ini, diisi oleh Galang STIE Dharma Andalas

KAMPUS
Mimbar Bebas

MINGGU

23 OKTOBER 2011

ESPN STAIN
Bukittinggi

The Magic Of Money
Efi Salinda
DI TENGAH kompleksnya persoalan sosial saat ini, masalah perekonomian agaknya sering menjadi isu sentral dari berbagai persoalan tersebut. Ketika kita berbicara tentang ekonomi, maka secara tidak langsung kita membicarakan uang. Karena uang adalah nama lain dari ekonomi. Seperti benda yang mempunyai kekuatan sihir, kertakertas itu dapat membuat orang melakukan apapun untuk mendapatkannya. Bahkan hal-hal yang tidak pernah terfikirkan sekalipun. Sebut saja sederetan catatan kriminal seperti pencurian yang sering dilakukan mulai dari rakyat kecil sampai para pejabat berdasi yang terlihat elegan. Namun dibungkus dengan nama yang berbeda. Ironisnya, diakui atau tidak, jiwa matrealialistis sejatinya ada dalam diri setiap orang. Hanya kadar dan cara masing-masing individu dalam mengendalikannya yang berbeda. Menjadikan yang satu terlihat tamak dan rakus sementara yang lain terkesan lebih arif dalam menyikapi nafsu. Kalau pelakunya berasal dari kalangan rakyat pribumi, maka namanya adalah kasus pencurian, penjambretan atau perampokan. Tapi kalau dilakukan tikus berdasi, maka namanya menjadi korupsi. Apapun namanya, substansinya tetap sama. Mengambil sesuatu yang bukan haknya. Yang pertama sering dilakukan karena kebutuhan hidup yang mendesak, sedangkan yang kedua lebih dikarenakan kerakusan dan rasa tamak yang telah menggerogoti hati sehingga kehilangan rasa kepedulian. Kertas yang memiliki sejumlah angka disudut atas itu juga bisa menghipnotis seseorang untuk menjual harga diri dengan murah. Lihat saja para PSK yang menjajakan tubuhnya untuk dinikmati oleh siapa saja yang sanggup membayar dengan beberapa lembar kertas itu, dengan dalih keterpurukan ekonomi, uang menghalalkan yang haram. Tak peduli dari kalangan apa orang yang datang kepadanya atau latar belakang pendidikannya, selama ia menjanjikan benda yang bernama uang, mereka bersedia menjadi budak nafsu. Kekuatan uang nyaris tanpa batas. Semua orang tunduk padanya. Tingkat pendidikan dan status sosial tak berkutik di hadapannya. Bahkan ia dapat mengatur status dan pendidikan seseorang. Orang yang memiliki gunungan lembaran kertas tersebut, akan menjadi konglomerat yang disegani. Dengannya pula seorang pelajar dapat melanjutkan pendidikan dengan mudah ke lembaga pendidikan manapun yang ia mau. Dengan embel-embel gelar pendidikan yang memperpanjang namanya, seseorang akan ditempatkan dalam strata tertinggi dalam sebuah sistem sosial. Para karyawan “menjilat” atasan agar dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi dan gaji yang lebih besar. Para pelajar mati-matian menghafal agar lulus dalam ujian dan mendapatkan pekerjaan yang layak dan gaji yang lebih dari cukup. Para kuli bekerja sepanjang hari agar mendapatkan upah untuk menyambung hidup. Ratusan orang rela mati menuntut penguasanya agar meninggalkan singgasana kekuasaan, dan berharap perbaikan ekonomi yang lebih baik di tangan pemimpin yang akan datang. Mesir telah sukses dan Indonesia telah lebih dulu mencetak sejarah. Sedangkan Libya menumpahkan darah untuk menggulingkan Khadafi. Semuanya berharap untuk sesuatu yang lebih baik. Dan semuanya berakar pada uang. Wajar saja jika semua orang ingin menjadi kaya. Karena Islam pun mengajarkan umatnya untuk menjadi orang kaya. Karena untuk memberikan zakat seseorang harus memiliki kelebihan harta. Kelebihan, berarti jumlah yang kita miliki melebihi dari yang kita butuhkan. Dan kaya berarti memiliki sejumlah kelebihan harta. Sedekah, infaq dan hibah semuanya dapat dilakukan jika seseorang memiliki kelebihan harta. Uang diciptakan dengan tujuan mempermudah proses jual beli dari cara barter. Tapi seiring perjalanan waktu, uang justru menjadi lambang sebuah kehormatan dan standar kemewahan serta kekayaan. Uang menentukan masa depan. Uang menjadi tolak ukur sebuah keberhasilan. Tidak ada kekayaan tanpa uang. Semuanya bermula dari satu paradigma. Paradigma bahwa uang adalah segalanya. Ia adalah simbol kejayaan, kekuasaan dan penghormatan. Semua celah yang dapat mendatangkan uang akan disikat langsung tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk mendapatkannya. Ibarat jin Aladin yang mampu mengabulkan permintaan majikannya, uang pun dapat mewujudkan semua mimpi, tidak hanya tiga, tapi semua yang dinginkan. (*)

Go Green,
ISTILAH Global warming atau pemanasan global sudah tak asing lagi. Istilah ini ini sudah lekat di ingatan kita. Jika berbicara tentang global warming, ingatan kita pasti akan dijemput kepada aktifitas bumi yang mulai tidak menentu. Salah satunya panas bumi yang semakin menjadi. Masalah global warming tidak saja menjadi masalah Indonesia. Masalah ini sudah menjadi masalah dunia. Hingga sekarang, pemanasan global makin hari mencapai puncaknya. Segala upaya pun dilakukan dunia agar global warming dapat berkurang. Salah satunya juga dilakukan STIE Dharma Andalas dengan program go green (penghijauan) karena kampus ini pun turut prihatin terhadap masalah tersebut. “Sudah seharusnya ada penghijauan di setiap kampus, terutama STIE Dharma Andalas ini. Sebab, tumbuhan merupakan penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan manusia. Dengan adanya hubungan mutualisme antara manusia dengan tumbuhan, maka kelangsungan hidup manusia akan terbantu,” ujar Ketua Yayasan STIE Dharma Andalas, Prof Satni Eka Putra yang ikut menghadiri acara tersebut. “Saya sangat bersyukur dengan ini kampus akan terlihat lebih sejuk daripada sebelumnya. Aktifitas belajar mengajar lebih nyaman dari sebelumnya” ujar Albirandi, Presiden BEM STIE Dharma Andalas Mengingat pepatah Minang “Mambangkik Batang Tarandam” inilah yang dilakukan STIE Dharma Andalas. Alasan itu juga diperkuat bencana yang menimpa kota Padang, STIE Dharma Andalas pun ikut menjadi korban. Bangunan yang baru berdiri empat bulan roboh begitu saja. Sekarang, STIE Dharma Andalas sudah membangun kembali bangunan yang lebih bagus dari sebelumnya. Namun, STIE Dharma Andalas terlihat gersang dan panas karena kurang me-

Kurangi Global Warming

TIM GALANG

TANAM POHON: Mahasiswa baru STIE Dharma Andalas sedang menanam pohon di lingkungan kampusnya. Beberapa waktu lalu, kampus ini menggalakan program Go Green.
miliki tumbuhan hijau atau pepohonan. Atas alasan itu pula, Panitia Polbinmaru tahun akademik 2011/2012 mengadakan acara Go Green Maru (Mahasiswa Baru) dengan menanam beberapa bibit pohon yang dibawa langsung mahasiswa baru. Setelah itu, mahasiswa akan menamamnya di lingkungan kampus. Dinas Pariwisata Kota Padang juga ikut serta dalam menyumbang bibit pohon tersebut. Penyerahan bibit pohon tersebut diberikan seorang staf Dinas Pariwisata Padang. “Dengan adanya penghijauan, setidaknya telah mengurangi global warming yang terjadi di Indonesia. Dengan cara ini kami dapat membantu dunia dalam mencegah pemanasan global. Selain itu, kami juga ingin membantu kampus-kampus lainnya menjadi lebih asri dan mahasiswanya juga bisa nyaman berada di lingkungan kampus,” ungkapnya. (tim galang)

Berprestasi di Akademis dan Organisasi
ARI HIDAYAT, begitu nama lengkapnya. Mahasiswa berumur 22 tahun adalah salah satu mahasiswa berprestasi yang dimiliki STIE Dharma Andalas. Selain prestasi di bidang akademik dengan Indeks Prestasi (IP) yang baik, mahasiswa D3 Akutansi ini juga langganan mendapatkan beasiswa selama ia menyelesaikan pendidikannya. Tidak hanya di lingkungan kampus, Ari juga memiliki prestasi di luar kampus, salah satunya menjabat sebagai Dewan Pengawas Simpul (DPS) pada organisasi Ikatan Mahasiswa Akuntansi Indonesia (IMAI). “Dengan mengikuti organisasi, saya mendapatkan banyak pengetahuan. Baik itu secara organisasi maupun di bidang lainnya. Malahan saya juga mendapatkan pengetahuan dari mahasiswa-mahasiswa dari universitas lainnya. Ada juga pengalaman organisasi nasional yang didapat,” ujarnya. Selain prestasi akademik dan organisasi, Ari juga merintis salah satu wirausaha. Budidaya buah naga dijadikan salah satu usaha untuknya mengantongi rupiah. Ini dilakoninya bersama teman-temannya yang lain, teman satu kampusnya. “Kegiatan ini sepenuhnya mendapat dukungan dari pihak kampus dan juga Kopertis X yang telah memberi dukungan berupa beasiswa wirausaha. Untuk mendapatkannya, kami harus bersaing dengan ratusan kelompok lainnya dari berbagai universitas di provinsi lain yang berada dalam naungan Kopertis X,” jelasnya. Kendatipun memiliki banyak kelebihan, baik itu di bidang akademik dan non akademik tidak menjadikan Ari sebagai mahasiswa yang sombong. Sebab, Ari mempunyai prinsip ibarat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Di samping itu, ia juga menaruh harapan besar di ujung perjuangannya ketika akan mencapai proses wisuda. Ari ingin menjadi wisudawan terbaik agar dapat membuat bangga kedua orangtuanya. “Semoga dengan IPK 3,66 ini dan prestasi yang pernah saya raih dapat membuat keinginan saya terwujud. Yang jelas, saya sekarang sedang menunggu jadwal ujian kompre dan wisuda, mudah-mudahan semunya baik-baik saja,” ungkapnya. Ari juga menuturkan bahwa ia menjadi berprestasi karena memiliki semangat yang besar dan tidak pandang gengsi. “Jangan jadikan gengsi sebagai alasan kita mundur, yang penting apa yang kita lakukan adalah hal positif dan halal. Jadi jangan pernah malu untuk berbuat kebaikan, selagi ada kesempatan gunakanlah dengan sebaik-baiknya sebelum semuanya hilang,” tutupnya. (tim galang)

Kisah Taman di Puncak Gunung Padang
TEMPAT wisata adalah salah satu lokasi yang diminati banyak orang. Berkunjung ke tempat wisata, tentunya akan menyegarkan pandangan dan me-refresh otak. Begitu juga dengan sebuah tempat wisata yang terkenal dengan legenda Siti Nurbaya. Ya, Gunung Padang menyimpan keindahan tersendiri. Tepat di puncak Gunung Padang, terdapat sebuah taman yang belum tertata dengan baik. Sebelum memasuki kawasan taman, pengunjung akan merasakan banyaknya nilai historis di dalamnya, seperti meriam tua, benteng pertahanan peninggalan tentara jepang dan juga jalan setapak yang mengandung cerita sebagai tanda pengenalan sejarah. Semua dilakukan tentara Jepang untuk menghalangi musuh (penduduk pribumi) yang akan masuk ke tepian muara Pantai Padang. Di gunung ini juga tersimpan kisah, yaitu pernah adanya jasad Siti Nurbaya yang merupakan cerita yang legendaris di Sumatera Barat. Sebagai taman yang masih asri yang terjadi melalui reduksi alam sepatutnya dapat taman tersebut Bu Slamet dan isinya tidak mendapatkan upah yang seberapa. “Gaji yang diberikan pemerintah pun atas pekerjaan Bapak sangatlah minim per bulannya. Itu pun harus dipotong dengan biaya koperasi, sehingga gaji bersih yang diterima pun berkurang. Selain gaji pokok yang diharapkan, Ibu juga membantu bapak dalam menambah biaya untuk kebutuhan sehari-hari.kalau tunggu gaji saja mungkin tidak mencukupi,” ujarnya. “Kadang omzet yang didapat dari pengunjung yang datang ke taman pun tidak menentu, tergantung banyaknya pengunjung yang datang,” tegasnya. Mereka sangat berharap adanya perubahan yang berarti, yaitu dapat menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi, dicari dan diminati wisatawan. Tentunya untuk mencapai harapan itu dibutuhkan uluran tangan semua pihak seperti pemerintah dan masyarakat. Selain itu, dibutuhkan juga orang yang benarbenar mengerti tentang penataan untuk mempercantik taman tersebut. (tim galang)

KOMENTAR

Selfi Fauzia
WALAPUN kota kita sudah cukup banyak pepohonan, tetap saja masih terasa panas. Mungkin saja jumlah pohon yang ada tidak sebanding dengan jumlah bangunan dan penduduknya. Andai kalau kita sadar efek global warming. Setidaknya kita menanam satu pohon saja untuk masingmasing orang. Untungnya, kota kita hijau, sejuk alami dan bersih. (*)

Nisa Kurniati
SEBAGAI manusia yang bertanggung jawab dengan alamnya, kita harus bisa menjaga keutuhan alam jagat raya ini, termasuk peduli dengan apa yang namanya global warming atau disebut dengan pemanasan global. Salah satu cara untuk mengurangi pemanasan itu yaitu kita harus slalu menggalakkan penghijauan, mengurangi penebangan hutan secara berlebihan dan mengurangi pemakaian parfum. Sebab, parfum itu salah satu zat yang membuat lapisan ozon di udara menjadi tipis. (*)

TIM GALANG

dilestarikan serta menjadi suatu sumber perekonomian bagi daerah Sumatera Barat. Dengan begitu akan dapat meningkatkan pendapatan daerah sehingga meningkat juga taraf kesejahteraan masyarakat se-

kitar. Selain bernilai ekonomi, juga menyimpan berbagai sejarah yang perlu ditelusuri, dikembangkan dan dijaga keasliannya. Bu Slamet, istri penjaga taman menjelaskan, lebih ku-

rang sepuluh tahun dia dan suaminya menjadi penjaga dan bersih-bersih taman di Gunung Padang dan sampai sekarang taman ini masih belum ada perubahan yang lebih berarti. Bahkan, untuk biaya penjagaan

MINGGU

23 OKTOBER 2011

REMAJA
Sajak Pahit
Karya : Ega Romilia
AmiEy FaNcha AnXers bHsA INdOnSia berpeRn PeNtG tUk Kt beRkMunIksI aNtar daEraH laEN,, kRN baHsa InI baHsa KeStUaN bGsa InDOneSia. Abank Oemar klo menrt sy brbhs indonesia pentng slalu ditanamkn krn bhs indo adlh bhsa nasional kt yg wajb kt tau.. sedngkn bhs gaul sbnrny gk da salhny sh kt tau.. tp jng smpe salh persepsi dunk Wery A Cengel Bahasa indonesia memliki peranan sjaln dgn kedu2k bhsa indonesia it sbg bhasa nasi0nal dan sebgai bhasa negara. Rahman Mubarak menurut aqu sih,, bhs indonsia saat ini hanya di gunakan untuk acara formal saja. Sementara law untuk berhbgan dg teman lbh akrab bhs gaul, aplagi bg klangan remaja Rahmatul Cekidoong Peran bahasa indonesia adalah sbgai bukti lambang negara bgi kita. . Untk dri itu bnggalah dng bhsa indonesia yg kita mliki

15
(Mahasiswa IAIN IB Padang) Datanglah menjengukku, tempuh jejalanan tua dalam rimbun ilalang itu Kayuh sepedamu lebih kencang, bawakan seluruh udara kebebasan, untukku yang mendekam di jeruji besi kesepian aku kalah bertarung, tewasku tertembak di persimpangan jalan aku dikuliti waktu, terdampar dalam sisa kelam, datanglah, jenguk ku dan semestinya kau tahu kaulah penyebab kekalahanku dan kemenangan besi nan memisahkan kau dan aku ini sajak pahit ini kulemparkan, datanglah bersama aroma ilalang... silaut, juni 2011

Marleni Zairanis Nazara bahasa Indonesia, tetap akan menjadi bahasa pemersatu bagi masyrakat Indonesia yg mempunyai beragam suku. Dan juga, tetap menjadi citra Indonesia itu sendiri.

Gunakan Bahasa Indonesia yang Benar
BAHASA adalah alat pemersatu bangsa. Memang benar, apalagi di Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa dan masing-masingnya memiki bahasa daerah masing-masing. Rakyat Indonesia tidak disatukan oleh warna kulit, karena warna kulit kita berbeda-beda. Tidak pula oleh agama, karena di Indonesia ada lima agama berbeda. Akan tetapi, kita disatukan oleh bahasa Indonesia. Di Indonesia, tidak hanya kebudayaan dan pariwisata saja yang memiliki duta. Pun bahasa Indonesia, memiliki duta. Pada tanggal 23-28 Oktober mendatang, akan dihelat pemilihan Duta Bahasa Indonesia. Acara tersebut akan digelar di Jakarta, tentu masing-masing provinsi di Indonesia akan mengirimkan dutanya masingmasing. Lantas, siapa yang mewakili Sumatera Barat? Perkenalkan, Oki Satrial Sy. Cowok kelahiran 1 Oktober 1989 ini terpilih sebagai Duta Bahasa Sumatera Barat. Pada acara yang diselenggarakan Balai Bahasa Padang, 7-8 Oktober kemarin, Oki berhasil mengalahkan 40 peserta lainnya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat. Oki terpilih sebagai Duta Bahasa untuk kategori putra, sedangkan kategori putri diraih Liyana Ruhanisa, mahasiswi Universitas Andalas. Bagi Oki, kemenangannya lebih dari sekadar kebanggaan. Ini menjadi kado istimewa pada ulang tahunnya yang ke-22 di tanggal 1 Oktober kemarin. Apalagi perjuangan Oki tidaklah gampang dan instan. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Bung Hatta ini harus melalui beberapa tes. Di antaranya, Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI), membuat makalah dalam waktu 90 menit dan mempersentasikannya 10 menit di depan juri dan peserta lainnya. Pun, mengikuti wawancara dalam bahasa Inggris dan bahasa Minang. Dengan terpilihnya Oki menjadi duta bahasa, dia memiliki misi untuk membiasakan masyarakat menggunakan ejaan yang benar dalam berbahasa Indonesia. “Tugas saya untuk mengkampanyekan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selama ini, ada beberapa pengucapan yang salah yang digunakan masyarakat. Apotik,

Oki Satrial Sy, Duta Bahasa Sumbar

Mawar Merah Bata
Karya : Ega Romilia
(Mahasiswa IAIN IB Padang) Tiba musim baumu menari, tangkaimu digenggam lelaki lapuk Darah berdarah jarinya, kau tusuk duri indahmu Aku berlari, bawakan kabar tertuju sang lelaki Kabarku padanya, Wanitamu hampir mati, ia sekarat di ujung hulu sungai Lelaki lapuk, berlari mengejar arus. Teriakkan nama wanitanya Mawar merah bata, kuganti merah darah saja, aku menguntit dalam bau amis Lelaki dan wanita, kacau dalam sungai dan mawar merah bata, berdarah... Sarang gagak, September 2011

BIODATA
Nama : Oki Satrial Sy TTL : Bukittingi, 01 Oktober 1989 Alamat : Jl. Mustika, Pagambiran, Lubuk Begalung ORANGTUA Syafril (Ayah) Erniza Naumar (Ibu) PENDIDIKAN SD Negeri 31 Agam (1995-2001) MTsN Kec. Kamang Magek, Agam (2001-2004) MAN 1 Model Bukittingi (2004-2007) Mahasiswa Sastra Indonesia UBH (2008-Sekarang) PRESTASI Juara I Duta Bahasa Sumatra Barat (2011) Juara III Mahasiswa berbakat Fakul Ilmu Budaya (2011) Juara II Bintang Kampus Univ. Bung Hatta, Padang (2010) Juara Berbakat “ Singer “, Sumbar Talent Search, Padang (2010) Top 4 of Ad’News Star, Singing Contest, Padang (2009) The Best Broadcaster of Sushi FM, Padang (Andiko of the month) (2009) Uda Duta Padang TV, Pemilihan Duta Wisata Uda Uni Kota Padang (2009) 10 Besar Pemilihan Duta Wisata Uda Uni Kota Padang (2009) Juara 1 DJ Kamu, Bimantara FM, Bukittinggi (2005)

yang benar adalah apotek,” ujar cowok bersuku Jambak ini. Menurut cowok bergolongan darah “O” ini, bahasa Indonesia dilihat dari sisi internal merupakan alat pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia sangat penting bagi Indonesia yang memiliki puluhan bahasa daerah yang masing-masingnya memiliki beragam logat pula. Dari sisi eksternal Oki menjelaskan, bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa. Pencitraan bahasa Indonesia secara global menggambarkan kekuatan bangsa Indonesia sebagai negara majemuk tapi mempunyai satu bahasa kebangsaan. Ditanyai pendapatnya mengenai bahasa gaul, Oki menjawab dengan bijak. Menurutnya, antara bahasa Indonesia dan bahasa gaul, berbeda. “Bahasa gaul, tempatnya dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa Indonesia digunakan dalam situasi formal. Itulah yang dinamakan berbahasa Indonesia yang baik, menyesuaikan dengan kondisi dan situasi. Tidak ada kalah dan menang. Bahasa Indonesia tidak dikalahkan oleh bahasa gaul. Ia masih melekat dalam jati diri bangsa Indonesia.” Terpilih sebagai Duta Bahasa bukanlah prestasi Oki yang pertama. Cowok ini juga pernah menorehkan prestasi di bidang yang lainnya. Pada tahun 2009, ia berhasil masuk 10 besar pemilihan Duta Wisata, Uda Uni Kota Padang, Uda Duta Padang TV, Juara Dua Bintang Kampus Universitas Bung Hatta tahun 2010, Mahasiswa Berbakat Fakultas Ilmu Budaya UBH, 2011 dan sederatan prestasi lainnya. Selain kuliah, cowok ganteng ini juga menjadi penyiar radio Sushi FM. Suaranya mulai mengudara sejak tahun 2008 hingga kini. Bahkan, sebelumnya, cowok yang memiliki berat badan 65 kg ini memang sering menjadi penyiar radio, seperti di kota Padangpanjang, Bukittinggi. Selain itu, ia juga menjadi pembawa acara untuk berbagai acara, baik itu acara formal maupun non formal. Untuk kompetisi pemilihan duta bahasa tingkat nasional, Oki berharap dapat menjadi yang terbaik. “Bukan sekadar menjadi pemenang, saya ingin menambah pengalaman dan ilmu. Di sana, saya nantinya ingin bertukar pikiran dengan teman-teman yang berasal dari berbeda daerah dan budaya itu. Tentu saya juga ingin memperkenalkan Sumbar lewat iven ini,” tutupnya. (iwan/fresti)

Dalam Peradaban
Karya : Siti Rohani
Siswa Madrasah Tsanawiah Negeri Simpang Babeko

Dalam keadaan, masih ada rasa rindu Tentang bulan, tentang bayang pada sebuah peradaban Aku bukan sang petualang yang rela berkorban Demi cinta serta sayang Ataukah demi peluang ketika peradaban mulai usang Sebab, tiada lagi namanya kenangan. Dalam kenangan, masih terbayang Tentang luka, Luka Angin sehabis musim bayang Itu sebab kah, engkau tetap memaksa Untuk menemukan masa tiada peradaban. Muara Bungo, 12;12;2010

Katak dalam Tempurung
Karya : Siti Rohani
Siswa Madrasah Tsanawiah Negeri Simpang Babeko

Mungkin engkau lupa, Mungkin engkau terbiasa, Hidup dalam keterbatasan Melihat apa yang engkau mampu lihat Bukan melihat apa yang sanggup engkau jangkau Aku bukan katak dalam tempurung Tempurung terbuka, dunia terasa aneh Lupa di mana tempat, dimana harus melompat Sebab dunia tak sebatas lompatan Mungkin lebih baik dalam tempurung daripada Melompat pada lempung. Muara Bungo, 12;12;2010

Nasib Bujang di Rantau
Oleh : Muhammad Noli Hendra
BEGINI rasanya hidup di rantau, kota metropolitan di Jakarta ini. Terkatung-katung bagaikan hidup di atas air. Terkadang makan, terkadang tidak. Ingin rasanya bercerita tentang apa yang saya rasakan saat ini, tetapi kepada siapa. Saya hanya hidup sendiri di rantau, tidak ada sanak saudara. Sebenarnya saya sudah memiliki pekerjaan, yaitu di pabrik beras. Namun, gaji saya tidak dibayar oleh bos saya. Dikarenakan harga beras turun, jadi bos saya itu mengalami kerugian. Sebagai gantinya, gaji para pekerjanya tidak dikeluarkan. Nasib ini kadang kala membuat saya jadi putus asa, hati ini terus berkata, “Kenapa orang lain bisa kaya, kenapa saya masih seperti ini?” mau cari jalan pintas, nanti jadi tidak pantas. Ujung-ujungnya masuk penjara, hukumannya bisa jadi dunia akhirat. Urusannya di meja pengadilan pak hakim, itu untuk di dunia dan di akhirat pengadilan Allah. Nampaknya, jadi kaya di jalan pintas, sangat berbahaya. Urusanya dunia akhirat. Walaupun saya hanya membawa ijazah Pondok Pasantren, mungkin ini yang membuat saya sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Pernah saya mencoba mencari perkejaan yang agak bergensi, yaitu di hotel berbintang lima. Saya sudah mengajukan lamaran, di dalamnya saya cantumkan persyaratan-persyaratan yang diminta. Sebagai pelayan hotel. Tetapi setelah ditunggu pengumumannya, saya diterima sih, tapi sebagai Office Boy. Lain yang didaftarkan, lain yang diterima. Tetapi pekerjaan itu saya terima, dibandingkan bekerja di pabrik beras. Hari demi hari saya lalui di hotel berbintang lima itu, sebagai seorang OB. Namanya pekerjaan, tentu ada suka dukanya. Di pabrik beras, lain pula sukanya, dan di hotel lain pula sukanya. Sedangkan di pabrik dukanya, gaji yang tidak dibayar. Kalau di hotel, ada istilah gaji potongan. Kata bos di hotel itu, kerja saya kurang memuaskan. Dikarenakan saya lamban dalam menyedikan manimunan dan hotel kelihatan tidak bersih. Padahal yang OB tidak hanya saya saja di hotel itu. Mungkin saya anak baru kali ya? Akhirnya saya mengundurkan diri sebagai OB di hotel berbintang lima itu. Kini saatnya saya memutar arah kapal saya, menuju sebuah tempat yang mana ada kehidupan yang layak untuk saya. Dalam perjalanan mencari pekerjaan yang bisa membantu kehidupan di rantau. Tiba-tiba Bujang teringat kedua orang tuanya yang di kampung. “Pasti amak dan abak sangat berharap saya menjadi anak yang sukses, kelak bisa membantu mereka di hari tua nantinya. Sementara saya masih seperti ini di kampung orang. Apa saya bisa membangkik batang tarandam?” Bujang menjadi tidak optimis, dengan apa yang sedang ia hadapi. Mengingat sulitnya mendapatkan pekerjaan yang bisa membantunya. Kini si Bujang, mencoba menenangkan pikiran buruknya dengan melaksanakan shalat Zuhur disalah satu masjid kota Jakarta. Si Bujang pun mengakhiri shalatnya dengan berdoa kepada Allah. “Ya Allah… Ya Rabbi… hamba memohon pertolongan kepadamu ya Allah. Tunjukilah jalan yang penuh rezeki itu kepadaku. Biar hamba bisa membantu kedua orang tua hamba yang dikampung, karena sangat sayang pada mereka ya Allah. Amin.” Si Bujang pun mengakhiri do’anya dengan tidur di dalam masjid itu. *** “Ayo kesini adik-adik… ada yang mau kado nggak? Kalau

mau, mari sini.” Yeeeee… suara anak-anak yang datang berhamburan menghampiri Si Bujang, karena Bujang ingin berbagi rezeki kepada anak-anak yatim piatu itu. Melihat keadaan seperti itu, Bujang merasa sangat bahagia dan senang sekali. Namun, ada suatu ketika, datang seorang anak yang berpakaian serba putih kepada Bujang. Lalu anak itu bertanya, “Apakah Uda bahagia dengan semua yang Uda miliki dan apa yang telah Uda lakukan ini?” Bujang terpana dan terkejut dengan pertanyaan anak itu, “Kenapa kamu bertanya begitu wahai adik ku, apa yang ku miliki ini hanya ku berikan kepada orang yang patut menerimanya, dan aku merasa sangat senang, karena sudah bisa membantu dan telah membagi kebahagiaan.” Anak yang berpakaian serba putih itu tersenyum, hanya ada dua kata yang terucap, “Terima kasih.” Anak itu lalu pergi dan menghilang entah kemana. “Ah… “ Bujang tersentak dari bangunnya, “Ternyata hanya mimpi, tapi apa maksud dari mimpin itu ya?” bujang pun duduk lalu berdiri, ia pun menemui Ustadz yang ada di masjid itu. “Assalamu’alaikum Ustadz…” Bujang pun mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Ustadz yang sedang duduk di saf depan. “Waalaikumsalam Warahamatullahhi Wabarakatu…” Ustadz itu tersemyum, dan mempersilakan Bujang duduk di hadapannya.

“Duduklah disini, kelihatannya kamu habis menemui seseorang yang belum kenal.” Bujang pun kaget, dengan pernyataan Ustadz tersebut. “Kenapa Ustadz bisa tahu? Memang saya ada bertemu dengan seseorang yang belum ku kenal, dengan menggunakan pakaian yang serba putih. Tetapi dia ada bertanya suatu hal kepada saya Ustadz, tapi itu hanya dalam mimpi.” Bujang pun mulai menceritakan mimpinya kepada Ustadz itu. Namun, sebelum Bujang menceritakan mimpinya, Bujang memperkenalkan dirinya kepada Ustadz yang duduk itu. “Nama saya Bujang Ustadz, saya bukan asli dari penduduk Jakarta ini, saya dari tanah Minangkabau Padang. Saya kesini mengadu nasib Ustadz, saya ingin membantu kedua orang tua saya, makanya saya merantau ke kota Jakarta ini. Namun, kurang lebih lima bulan saya tinggal di Jakarta, sampai sekarang saya belum dapat pekerjaan yang tetap. Tadi saya tertidur setelah melaksanakan shalat zuhur Ustadz, saya bermimpi sedang membagikan hadiah buat anak yatim piatu, dan waktu yang bersamaan, saya dihampiri oleh seorang anak yang berpakaian serba putih, ia menemui saya, lalu bertanya kepada saya. “Apakah Uda bahagia dengan semua yang Uda miliki dan apa yang telah Uda lakukan ini?” itu yang ia tanyakan kepada saua Ustadz, dan sayapun menjawab dari apa yang ditanyakan anak tersebut,

“Kenapa kamu bertanya begitu wahai adik ku, apa yang ku miliki ini hanya ku berikan kepada orang yang patut menerimanya, dan aku merasa sangat senang, karena sudah bisa membantu dan telah membagi kebahagiaan.” Lalu ia pergi dan wajah tersenyum, menurut Ustadz, apa maksud dari mimpi itu?” Sambil menarik satu persatu buah kasabahnya, Ustadz yang sedang berzikir itu tersenyum, dan mengucapkan. “Subhanallah.” Bujang jadi penasaran, kenapa hanya katakata itu yang terucap ya? Ustadz pun mulai menanggapi atas mimpi dari Si Bujang. “Mimpi hanyalah bunga tidur, namun segala sesuatu mimpi itu terkadang ada yang membawa petunjuk bagi orang yang mengalami tersebut. Menurut saya, jika kamu memang benar menggunakan rezeki yang diberikan Allah, kepada jalan yang benar. Maka rezeki itu akan didatangkan kepadamu Bujang, anak kecil yang datang itu, sebagai ujian untuk mu, apa kamu sungguh-sungguh beribadah karena lillahi ta’ala.” Bujang merasa sangat senang, dengan jawaban Ustdaz itu. Namun, Bujang berpikir lain, ingin meminta kepada Ustadz, agar ia diizinkan menjadi garin di masjid itu. Bujang ingin tinggak di masjid. Karena menurut hatu Bujang, disinilah jalan pembuka pintu rezeki itu. Dan Ustadz itu Mengizinkan bujang untuk tinggal di masjid.

Selama Bujang di tinggal di masjid, tentu tidak menjadi hal yang rumit. Karena Bujang adalah alumni dari sekolah agama. Namun, lama-kelamaan Bujang merasa tidak betah berada hidup sebagai garin di masjid itu. Kerjanya hanya, menjadi muadzin, imam, dan terkadang membersihkan masjid. Dalam kesendiriannya, ketika Bujang selesai melaksanakan shlat isya. Bujang mencoba membaringkan tubuhnya untuk beristirahat. Disana bujang berfikir, atas apa yang telah ia lakukan selama tinggal di masjid. Setelah mengkedipkan matanya, menerawang dalam pikirannya, Bujang menimbulkan secuil cahaya di atas kepalannya. Ternyata Bujang mendapatkan ide, bagaimana Bujang memiliki pekerjaan, supaya Bujang bisa mendapatkan penghasilan. Dalam pikirannya, Bujang ingin menjadi pedagang. Ia ingin menjual kecil-kecilan, seperti jual sarung, jual kopiyah, jual tasbih, dan menjual ikraq serta kitab suci al-Qur’an. Karena Bujang tidak memilki tempat tinggal, jadi ia berdagang dekat masjid saja. (*)
Catatan: Untuk rubrik ini, redaksi menerima cerpen dengan panjang maksimal 1-2 halaman, satu spasi. Redaksi berhak mengedit karya tanpa bermaksud mengubah isi.

remajasanggar@yahoo.com

Kirim artikel/esei/cerpen/ puisi ke email:

16
Pastikan Iklan Anda Terbit di

PADEK IKLAN
Harian Pagi Padang Ekspres
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

MINGGU

23 OKTOBER 2011

N

Simpang By Pass Pisang (Samping Rili Swalayan)
0751 - 778882, Fax : 778883
e-mail Iklan : padek_iklan@yahoo.com

COUNTER IKLAN

KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

KLIN KAR

WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

AHLI Mengatasi SALURAN TERSUMBAT
Hubungi : 08126710186 Tanpa Bongkar 0751 - 8530057 (Simpan nomor ini !!)

SAN JASA
Juga Melayani : I Sedot WC, I Pemasangan Instalasi Air dan Listrik

ACTING & MODELING Umur 4 - 35 Tahun
Kirim ke YOUNG’S MANAGEMENT
HP. 081 331 292999, (021) 84305550 - (021) 84305551

KESEMPATAN JADI BINTANG SINETRON
PO BOX 2000 JKT 13000

WALLPAPER
Menjual & Menerima Pemasangan WALLPAPER dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau
JL. RANAH BINUANG NO. 14 (Samping H. Symon)

PEMASANGAN

DISTRIBUTOR
GENERATOR

Foto, Biodata, Alamat, No. Tlp/HP Lengkap

KULKAS AC

RANGKA ATAP BAJA RINGAN
Hub : (0751) 38555, 38573, 495411, 495412, 499262, 497403 Jl. Andalas No. 7 Petak 1 Simp. Haru Padang

RANGKA BAJA RINGAN JAYA BERSAMA TRUSS
Jl. Veteran No. 36 C Padang

Menyediakan Pemasangan :
- Rangka Baja Ringan - Plafond - Atap zinc alume - Dinding Partisi

MUARA KARYA

Hubungi :

(0751) 812547 (0751) 7872535 (0751) 35667

(0751) 8234755, 0852 7461 0627

HARGA G BERSAIN

0751 - 7977999 0811613078

Mau Jadi Artis..??
MAU BIKIN ALBUM LAGU - LAGU MINANG.??

Lagu Melayu, Dangdut, Pop Indonesia, Dll
Fasilitas ; Record/musik, Hak Cipta, Shooting, Label, Tayang Di Tv Lokal, VCD 3000 Copy

MEMBUAT : RUMAH, RUKO, RENOVASI : RUMAH, RUKO, PENGECATAN, PAS, BATU ALAM, PROFIL BETON, BUAT TAMAN, PERAWATAN TAMAN, KOLAM RENANG, KOLAM HIAS, PAVING BOX, BAJA RINGAN, DLL.

DEX’S AC
Terima Service : - AC Rumah - AC kantor - Swalayan - Mesin Cuci - Kulkas

TERIMA JUAL BELI AC BARU & BEKAS
Hub : 081947777190, 0751-7841882, 081267806090, 081267326666

Hub : MUSIX PRODUCTION
Jln. Dr. Sutomo No. 16 Padang Hp. 0898 2699 000 Jln. Jhoni Anwar No. 2 Lapai

HUB :

085375401399 0751-9964999 0 7 51 - 9 8 9 41 9 2

ZT
PADANG

SPESIALIS AIR CONDITIONER (AC)
Menerima : Alamat : Ø Penjualan Baru Ø Pemasangan Baru Maransi Indah 7 No. 33 Siteba Padang Ø Bongkar Pasang Ø Service Semua Merk Ø Reparasi (Perbaikan), dll

ZAHRA TEKNIK
081363568833

HADIR NON STOP
Koran anda tidak sampai hubungi agen, loper atau Pemasaran Padang Ekspres Kantor Winda Hasral Sarbidin Jhon Edi : : : : : 0751 - 778884 0751 - 9939020 081363245107 081363403524 081266586780

JITU PADEK
COUNTER IKLAN
KANTOR PADANG TV
Jln. Proklamasi No. 52 D buka pukul 08.00 - 16.30 WIB
Telp. 0751 - 9927799

otomotif
BUKITTINGGI
DIGITAL PRINTING • ADVERTISING

INGIN JUAL KENDARAAN ANDA..?? DISINI TEMPATNYA
KLIN KAR
WARNET 99 POS
Jl. Sudirman Bukittinggi Telp. (0752) 626241, Fax. (0752) 62642

OPTIK MANDIRI
Jl. M. Yamin No. 136 Padang Telp. 0751-30199

Jl. Mandiangin No. 83 Telp. (0752) 628 477 email : abangadek_bkt@yahoo.co.id

STAR CELL

POSKO IKLAN
Jl. Gajah Mada K13 No. 42 (samping MAN 2 )

PADANG
Jl. Jhoni Anwar No. 3A Telp. (0751) 447 337 email : abangadek_adv@yahoo.co.id

PAYAKUMBUH
Jl. Sudirman No. 24 Telp. (0752) 92577 email : abangadek_pyk@yahoo.co.id

Jl. Khatib Sulaiman No. 83 Padang Jln. Dt. Perpatih Nan Sabatang (Samping Honda Gajah Motor) No. 287 Air Mati - Kota Solok, Telp. 081363622225, 085274777666 Ph : 0751-446291 Hp. 085274732286

PHOTOCOPY HAMKAMUDA CV. IWAN MANDIRI PRAGA GAMA TEKNOLOGI Komp. GOR Sibinuang
Muaro Sijunjung HP. 0812 6768 154 E-mail : alzam_derisip@yahoo.co.id

Garansi
Untuk Informasi Segera Hubungi :

Seperti : I WC, I air mandi, I bak cuci piring

0751 - 778882, FAX. 778883
GARIS ARTA
Jl. Alai Timur HP 08126609848

0816352488

Jl. Apel Raya No. 84E Belimbing Telp. 0751-495752

Jl. S. Parman No. 254 Ulak Karang Telp. 0751-7056550

DAIHATSU
dapatkan!!
CASH BACK & FULL SERVICE Untuk 20Rb/1 Th

Avanza 20 Jt an Yaris 30 Jt an

PROTON
*EXORA-MPV *GEN 2 *SAVVY *NEO *PERSONA *SAGA

READY STOCK !!!

Xenia Terios All New Sirion Luxio Gran Max MB Gran Max PU

TDP TDP TDP TDP TDP TDP

16 Jt an 20 Jt an 20 Jt an 14 Jt an 13 Jt an 9 Jt an

MAU PUNYA KENDARAAN NYAMAN

NAYA Punya solusinya
dengan DP Rendah dan cicilan RINGAN

G R AT I S

semua bisa punya TOYOTA
Hubungi :

Hub : DONI

TERSEDIA TANPA INDENT
Hub

085274500998 / 0751-8274909
Intercom

NAYA

085376177227
SUZUKI
* * GRATIS * ANGSUR AN * PERTAMA * - Proses Cepat, * - Data Bisa * dijemput, * - Menerima * PICK UP REALVAN KARIMUN SPLASH APV ARENA SWIFT SX 4 GRAND VITARA MEGA CARRY
Way Of Life !

proses mudah/ ANGSURAN PERTAMA mobil langsung BISA Tukar Tambah keluar

GRATIS

ROHANDA

081266022119 085274100757 087895074840

HONDA GAJAH MOTOR

DAIHATSU
Xenia 1.0 Xenia 1.3 Terios Luxio Grandmax PU Grandmax MB Sirion DP 15 Jt an DP 18 Jt an DP 21 Jt an DP 20 Jt an DP 9 Jt an DP 14 Jt an DP 17 Jt an

Honda Freed
TDP 24 JT Angs/bln 8,1 Jt an

Honda Civic
TDP 35 JT Angs/bln 10,1 Jt an
Hub :

IKRAR

* * * * * *

READY STOCK : * Avanza Bunga

Flexi: 7861997 081374359920, 081947429930

AYU

Innova Fortuner Rush New Dapatkan !!! Yaris DISCOUNT Altis & HADIAH menarik Vios 08126760495 08116610561 0751-7857849

0,3%

Hub :

Tukar Tambah

ANTON
Xenia Terios All New Sirion Luxio GranMax PU GranMax MB

(0751) 8501393 0812 67 776 689

TDP TDP TDP TDP TDP TDP TDP TDP TDP

8 13 14 19 9 14 21 23 10

Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt

an an an an an an an an an

Hub :

/ Angs 2.760.000,READY / Angs 3.250.000,STOCK* / Angs 3.530.000,/ Angs 3.545.000,CASH BACK / Angs 2.415.000,d Jt* / Angs 3.035.000,- s/ / Angs 4.008.000,-

DAIHATSU
Xenia 1.0 DLX Xenia 1.3 DLX Terios Luxio D GM Minibus GM Pick Up DP DP DP DP DP DP 16.261.000 17.419.000 19.600.000 22.370.000 19.510.000 11.880.500 Angs Angs Angs Angs Angs Angs 3.368.000 3.606.000 4.199.000 3.812.000 3.231.000 2.201.000

ROBY MARTHA

08126721277 085274522299

20

Hub :

MUKHLIS 0751 - 8200228
SUZUKI
* * * * * * * * Pick Up Realvan Karimun Splash APV Arena Swift SX 4 Grand Vitara 6 13 7 12 9 15 18 25
Way Of Life !

081266115060

* AVANZA E * AVANZA G * INNOVA G * RUSH G * FORTUNER DIESEL

TDP 32.726.300 TDP 36.397.500 TDP 55.414.700 TDP 46.407.800 TDP 87.041.700

ANGS 3.289.600/47x ANGS 3.667.600/47x ANGS 5.625.800/47x ANGS 4.698.400/47x ANGS 8.882.500/47x

PAKET ASTRA DAIHATSU
TDP 14 Jt an TDP 20 Jt an TDP 20 Jt an TDP 14 Jt an TDP 9 Jt an TDP 12 Jt an
DAPATKAN CASH BACK & GRATIS FULL SERVICE Selama 1 Th

DP
Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt Jt

an an SYARAT MUDAH an PROSES CEPAT an DATA BISA an DIJEMPUT an an an 1 s / d 5 T h

MENERIMA TUKAR TAMBAH

angsuran
pertama

GRATIS

VITA 0751 - 7806068 082170803322

Hub : ANDI ASTRA 085263371818 / 0751-9889305

DP MULAI DARI

10 % 081267799651 ICHA 085274099799

Hub :

Jl. Sisingamangaraja No. 81 A Pdg, Telp. 0751 - 9933036, 8223346 Jual Beli, Tukar Tambah, Cash & Credit * Honda New CRV * Hyundai Getz ‘04 (Hitam) Matic '07 (Hitam) * Hyundai Getz ‘05 (Biru) * Honda Jazz ‘04 (Biru) * Hyundai Verna ‘01 (Hitam) * Hyundai Verna ‘03 (Hitam) * Hyundai Getz ‘05 (Silver) * Honda Jazz ‘04 (Hitam) * Honda Jazz ‘04 (Biru Muda)
ASTRA

Qi - eL MOBIL

F FIESTA O NEW RANGER DP Mulai dari BUNGA mulai FOCUS R EVERET 10 % 0% D ESCAPE Proses CEPAT, Syarat RINGAN
Untuk informasi lebih lanjut : Hub : JHON FORD

085265962022

XENIA TDP 15 JUTAAN TERIOS TDP 20 JUTAAN BERHADIAH PICK UP TDP 10 JUTAAN MINIBUS TDP 11 JUTAAN TERIOS, XENIA, TDP 15 JUTAAN LUXIO SCOOPY, DLL TDP 25 JUTAAN SIRION Info & Pemesanan : T E M P A T I N D E N T D A I H A T S U

DAIHATSU

1 Milyar

T D P

JUKE TANPA DP
Informasi dan pemesanan

NISSAN

5 NISSAN MARCH
JT

DAUS

085274116304

EKA NISSAN 081993487171

0852 743 43455

PROMO PAKET MURAH
Total DP 22 Jt an 36 Jt an 43 Jt an 46 Jt an 80 Jt an 46 Jt an 46 Jt an
ANGS 3,8 Jt an 3,3 Jt an 4,5 Jt an 5,3 Jt an 8,3 Jt an 4,3 Jt an 4,2 Jt an

Khusus untuk Anda !

Paket Bunga Murah ...
Beli / Ganti Mobil ? Butuh Dana Tunai ? Mulai Tahun 1985

4,9

%*
PUSKOPPABRI
SUMATERA BARAT
UNIT SIMPAN PINJAM - SOETOMO
Badan Hukum : No. 1199 / BH - XVII Tgl. 29-11-1979

Avanza E Avanza G Innova E Innova G Fortuner G Rush G Yaris E
BUNGA

"PASTIKAN PEMBELIAN MOBIL BARU TOYOTA ANDA DI DEALER RESMI "TOYOTA"
SEGERA HUBUNGI

DANIL
(0751) 8228333 085295026688

0,3
Jl. Dr. Sutomo No. 12 Lt. 3 Padang Telp (0751) 890928 Fax. (0751) 890927

%

AVANZA
READY STOCK

CASH BACK BONUS DISCOUNT TUKAR TAMBAH

*Jaminan BPKB Mobil Proses Cepat, Syarat Mudah BPKB Aman !

Info Kredit MOBIL : 0751-811951,

8205941, 081266027218

BUTUH DANA
Jaminkan

CEPAT Dapatkan ?
- OUTLET SITEBA - OUTLET TABING - OUTLET MARAPALAM

PINJAM UANG
PROSES MUDAH & CEPAT
PROGRAM PINJAMAN
1. Pinjaman Bunga Menurun ( 6 bulan) Cukup bayar bunganya saja tiap bulan dan mengembalikan Pokok nya pada saat jatuh tempo 2. Pinjaman Sistem Angsuran (10, 12, 18, 24 bulan) Fasilitas Pinjaman dengan pengembalian secara mengangsur tiap bulannya pokok dan bunga sehingga akan terasa ringan dan mudah

BPKB Motor
Anda !

Bunga Super Ringan 1,58 % / bulan
Info Kredit MOTOR :
: 446500 : 482454 : 811552

Jaminan BPKB ASLI Mobil / Sepeda Motor * PERSYARATAN PINJAMAN - Fotocopy BPKB - Fotocopy KTP Suami Istri - Fotocopy STNK - Fotocopy Kartu Keluarga

HADIR NON STOP
Koran anda tidak sampai hubungi agen, loper atau Pemasaran Padang Ekspres Kantor Winda Hasral Sarbidin Jhon Edi : : : : : 0751 - 778884 0751 - 9939020 081363245107 081363403524 081266586780

HELM*
* Syarat & ketentuan berlaku

BONUS

Mulai Tahun 2000

pinjam uang langsung cair

SAJAK
Mahatma Muhammad

CERPEN
PertemuanSajak-sa

18 18 19

SENI BUDAYA
MINGGU 23 OKTOBER 2011

Terperangkap ”Penjara Kesepian”

17

A Nan Takana
Trend Futsal
Nyaris, kota-kota besar tidak punya banyak lapangan sepakbola lagi. Olah raga sepak kaki makin digemari, tapi tidak diiringi pertambahan lapangannya. Malah ada yang berkurang, karena tanah yang diperlukan seluas 80 x 100 meter itu lebih diserobot untuk pembangunan perumahan atau perkantoran. Padahal bila 22 orang tingkat dunia mewakili dua negara memperebutkan si kulit bundar itu, ditonton oleh jutaan pasangan mata lewat Marthias Pandoe layar televisi. Kesebelasan WA RTAWA N S E N I O R yang menang, sertamerta mengangkat martabat negaranya. . Kota Padang yang berpenduduk sekitar 800.000 jiwa berangkali punya lapangan sepakbola kurang dari lima. Dipo dulu punya dua lapangan sepak bola (kembar) kini telah berdiri berselingkitpingkit komplek Taman Budaya Padang. Dulu walikota Dr. Rasjidin membuat pemukiman baru di Padang Pasir disertai sebuah lapangan tapi kini sudah lenyap. Di atasnya dibangun masjid Sahara yang megah dan lainnya bangunan sekolah umum. Masih ada sebuah lapangan sepakbola di Cangkeh, Lubuk Begalung, tapi kurang terpelihara. Janganjangan kelak nasibnya sama dengan lapangan Dipo. Pabrik Semen Padang punya lapangan yang terpelihara di Indarung. Di komplek Imam Bonjol dulu juga ada lapangan sepakbola yang dikenal sebagai Lapangan Banteng, tapi kini diciptakan jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dekat penjara Muara, lapangan lenyap kena abrasi ombak Karena kekurangan lapangan sepakbola, kalangan orang partikelir Jakarta kini cenderung (trend) membangun lapangan futsal. Permainan di lapangan sepakbola, diikuti 11 lawan 11 orang. Sedang futsal dengan ukuran lapangan 17 x 25 meter, dimainkan lima lawan lima. Sewa lapangan jika main pagi Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) atau Rp.5.000,-/orang, tiap satu jam.Main siang sampai sore Rp.75.000.- dan main malam Rp.100.000,- atau Rp.10.000,-/orang. Peminatnya melimpahruah,. Setiap hari full house !.

HParangai
URANG bahape ko, kalau dikana-kana, diingek-ingek gaya jo parangainyo, yo banyak nan lawak. Banyak nan mambuek galak awak jadi pencong kadang-kadang gawik-gawik kapalo. Acok awak, basuo jo urang, kutiko hapenyo babunyi, jaweknyo jo suaro nan ramah salam nan elok. “Assalamu’alaikum. Apo kaba Uda. Atau, apo kaba diak?” Sudah tu, nyo maota di hape, agak lamo. Indak taburu-buru. Lamak awak mandanganyo. Kudian, ota ditutuik, jo salam nan labiah ramah. “Itu se? Okelah. Kalau ado paralu, kontak se ambo baliak. Jan sagan-sagan.” Mandanga dialog atau caro komunikasi mode tu, awak sanang mandanganyo. Alangkah sopannyo, terdidiknyo paja ko mangecek di hape.

Ide/Naskah : Yusrizal KW Gambar : Cornelis

RAMAH INDAKNYO, TAGANTUANG JO SIA INYO MANGECEK
Tapi, penilaian positif ko bisa hilang tibo-tibo, kutiko hapenyo babunyi baliak. Inyo langsuang maangkek, manjawek, “Yup. Itu se nyo. Yo, bekolah kok lai capek pulang! Lah?” Lalu hapenyo dimatian. Serba takaja. Bantuak indak sanang ditalepon. Tantu, kalau mode ko. awak bisa takok, mungkin itu dari bininyo. Paliang indak, bininyo bakirim mambalian samba kalau pulang. Atau, manyuruh capek pulang karano atok rumah boco. Atau minta antakan ka supermarket bali hape baru. Banyak kamungkinan. Tanyato, sia nan mangontak, bapangaruh jo caro manjawek. Urang awak ko, makin indak kenal, makin tinggi pangkeknyo, makin beda pulo elok caronyo mangecek. Makin kenal, makin dakek, kadang makin indak bataratik nyo manarimo hape. Apo lai nan manalepon ko kawan nan bansaik, indak bapangkek, biaso-biaso se nyo. “Lah, itu se. Den sibuk a. Alah yo. Beko den kontak ang liak.” Kalau nan mangontak ko urang kayo, cewek rancak, atau urang nan raso-raso ka maagiah proyek ratusan juta ka awak, jaweknyo minta ampun ramahnyo. “Apo kaba kini tu…. Siap selalu. Aman tu. Kito akan bantu. Jan sagan-sagan minta tolong ka kito. Iduik ko kan iyo mah, saling manolong. Indak, indak marepotkan gai doh. Hehehe, iyo, iyo…. Awak urangnyo lapang hati. Aman tu. Siap. Okelah. Jan sagansagan kontak ambo. Hape ko iduik 24 jam….” Mode itu pulo. Nan bini, kadang manalepon lakinyo jo caro nan indak lamak pulo. Baru talepon ko diangkek dek lakinyo, indak pakai salam, indak tanyo ba a kaadaan uda, indak amuh tau alah makan atau alun laki ko, langsuang sajo kalimat pertama tu mode ko, “Jam bara uda sabananyo pulang ko. Lamo bana. Lah barangik urang manunggu di rumah. Capeklah yo da. Jan lupo bali samba ndak. Denai indak masak doh. Panek.” Kalau inyo manalepon atau ditalepon induak samang, ondeh, ampun. Elok hati ko bana ha. Indak basuo sakali pun di kutiko nyo mangecek di hape ka laki atau ka bini. Kalau ka induak samang, di lua jam kantua atau indak takaik dinas pun, mangecek bantuak urang tamaik sikola kepribadian ko. “Assalamualaikum. Salamaik siang Pak. Apo tu Pak. Lai sehat-sehat sajo, Pak. Jadi Pak. Ambo kerjakan. Itu sajo, Pak. Titip salam ka ibuk yo, Pak.” Sabananyo, nan tacaritoan di ateh baru sabagian ketek. Kalau ditulih, panjang bana ko ha. Sanak pambaco, pasti ado pulo manyimpan kesan jo caro urang manarimo jo mangecek di hape. Nan jaleh, tulisan ko untuak sero-sero sajo. Maingek an, eloknyo, jo sia sajo awak mangecek di hape ko, gaya standar. Indak bakalabihan indak pula sumbarangan. Caro awak, manunjuak an sia awak. Aratinyo, di hadapan hape, manusia tu samo kehormatannyo hahaha. Jan dek beda status, pangkek, kekayaan, tu beda pulo caro mangecek awak. Cukuik ciek caro elok, untuk mangecek jo banyak urang. Iyo baitu? Kok indak picayo, hapelah urang hebat tu dulu.

Oleh:

KOMIK NYO DEK SI EKO

Galeri

REUTERS/CHRIS HELGREN

PETUGAS pameran Amy Concannon (kanan) dan desainer Eric Pearson (kiri) memasang label di sebelah lukisan cat minyak karya seniman Kanada, Lawren Harris, berjudul Mt Lefroy, pinjaman dari Koleksi Seni McMichael Kanada, di Galeri Gambar Dulwich, London, 14 Oktober 2011 .

Khazanah Pantun Minangkabau

HINGGAP DI DAHAN KAMI GETAH
395.Usah ditahan tabiang runtuah, Kalau ditahan ditimponyo, Usah ditahan hati rusuah, Kalau ditahan digilonyo. 396.Dibahan tidak tabahan, Balam nan tidak talimbuangkan, Ditahan tidak tatahan, Malam nan tidak tatiduakan. 397.Binaso pandan dek api, Api nan tidak tapadami, Binaso badan dek hati, Hati nan tidak tatahani. 398.Pacah balah batu di gunuang, Angku Kapalo bajalan malam, Aduhai Allah tidak tatangguang, Raso tidak dikanduang alam. 399.Dirajah dicancang talang, Daun limau aku ruruik’i, Kok santano bak alang tabang, Ka langik ijau aku turuik’i. 400.Parapati batalua ijau, Manateh di tapak tangan, Siki tabang ka langik ijau, Ujuang tali di tapak tangan. 401.Tandikek kayu tandikek, Jangan tatakiak kayu bagatah, Tabang ka langik kanai pikek, Inggok ka dahan kami gatah. Bait 394 telah menjawab pertanyaan kiasan di ujung bait edisi yang lalu (no.50, 16-10-2011). Awan putih yang bergelombang memang ibarat putihnya bunga cengkeh yang sedang mekar. Senang hati dan sejuk mata melihatnya. Putihnya awan atau bunga cengkeh tentu dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Keluh kesah menahan hati terefleksi lagi dalam bait 395 - 397. Jelas sekali bahwa penyebabnya bukan pertama-tama oleh faktor ekonomi, tapi lagi-lagi oleh masalah cinta. Ini terefleksi dari baris isi bait 397: ‘binasa badan oleh hati’. Tampaknya keinginan si aku lirik untuk bertemu dengan orang yang dirindukannya terhalang oleh sesuatu. Mungkin halangan itu datang dari pihak keluarga salah satu pihak atau dari pihak lain. Yang jelas, ada rindu yang tak terlepaskan. Siapa yang mengalaminya tentu merasakan dunia ini seolah akan terban. Bait 398 merefleksikan penderitaan berat yang dialami oleh seseorang. Konsteksnya bisa soal cinta, bisa juga bisa soal ekonomi. Tapi mungkin lebih menarik menghubungkannya dengan yang terakhir, di tengah carut-marut pengelolaan negara yang tidak berkeruncingan ini. Pantun yang disampaikan dalam hiperbol yang bagus ini sudah sering kita dengar. Namun demikian, masih saja kurang jelas bagaimanakah rasanya ‘bagai tidak dikandung alam’? Mungkin kaki tidak merasa berjejak di bumi, semangat terasa terbang ke langit hijau. Begitu berat penderitaan dan begitu besar penanggungan si aku lirik. Tak ada lagi orang yang bisa dimintai pertolongan. Dunsanak sudah menjadi orang asing. Negara pun sudah berlepas tangan. Rezim reformasi yang bertopeng demokrasi lebih uedhan lagi dari rezim otoriter Orde Baru. Maka, makin sempurnalah nasib mereka yang ridak berpunya di negeri ini. Bait 399 sangat manis hiperbolnya: ‘Seandainya aku bisa terbang bagai elang, ke langit hijau akan aku turuti’. Suatu ungkapan yang merefleksikan kesetiaan yang sejati dan tekad yang besar. Namun, tampaknya si aku lirik tidak memiliki cukup syarat untuk mewujudkannya. Rupanya ia masih berandaiandai: ‘kok santano...’. Bait 400 mengilatkan seorang yang sudah tak mungkin lagi lari dari Anda karena Anda sudah memegang tali kalawan-nya. Ibarat yang digunakan di sini adalah orang melepas layangan: layangan membubung ke langit hijau, tapi ujung tali untuk mengendalikannya ada di tangan Anda. Jelasnya, ini sebuah kiasan yang bagus yang menggambarkan kesetiaan hubungan cinta antara suami-istri atau kekasih. Tapi pada masa lampau kiasan seperti ini sering juga dihubungkan dengan pemberian pekasih oleh seseorang kepada pasangannya. Tak tahu saya apakah kini masih ada orang di Minangkabau ini yang memberikan cirik barandang kepada suaminya. Sudah tidak mode euy, Piak! Bait terakhir sungguh pekat hiperbolnya. Bait ini menggambarkan situasi seseorang yang tidak dapat mengelak lagi, sudah kena fait accompli; ibarat jerat, makin digarik makin santuang. Kata ‘burung terbang’ yang terefleksi pada bait ini jelas menghubungkan pikiran pembaca dengan gadis atau perempuan. Jadi, bait ini merefleksikan cinta atau pinangan yang tak mungkin ditolak lagi. Kalau sudah begitu, lah di sinan jodoh Anda tumah. Terima sajalah, siapa tahu itu awal sebuah kebahagiaan seumur hidup. Banyak yang kawin pacaran, tapi akhirnya cerai juga. (bersambung minggu depan)

AFP PHOTO /FRANCOIS GUILLOT

SEORANG pengunjung melihat lukisan berjudul "Poème d'adieu au monde" karya seniman Prancis, Fabienne Verdier, pada pembukaan Pameran Seni Internasional Kontemporer (International Contemporary Art Fair) 19 Oktober 2011 di Grand Palais, Paris. Pameran edisi 2011, yang berlangsung 20-23 Oktober di Grand Palais dan Museum Louvre memamerkan karya dari 168 galeri yang dikerjakan lebih dari 2.800 seniman kontemporer.

Diasuh oleh: Suryadi
KRITIKUS DAN PENELITI SASTRA

[Leiden University, Belanda]

MASYARAKAT Minangkabau sekarang mestinya masih bersyukur bahwa khazanah pantun masih lagi dihidupkan oleh para tukang bagurau, tukang rabab Pariaman, pencipta lagu-lagu pop Minang, dan lain sebagainya. Kadang-kadang kita melihat bahwa telah muncul penggunaannya pada konteks yang baru. Namu itu wajar mengingat zaman beralih musim bertukar. Di nomor ini kami sajikan lagi baitbait pantun klasik Minangkabau yang merekam semangat zamannya.
REUTERS/DENIS SINYAKOV

SEORANG pengunjung melihat lukisan "Gadis Bali" karya seniman Rusia, Nicolai Fechin, Russian Academy of Arts di Moskow, 19 Oktober lalu, sebelum lelang seni Sotheby. Pelelangan akan diadakan di New York dan London sepanjang November mendatang.

394.Pacah cawan ditimpo cawan, Pacah ditimpo limau kapeh, Patamukan awan samo awan, Itu banamo bungo cangkeh.

18
fragmen bujang
;pada muhammad ibrahim ilyas bilamana waktu masih saja merangkak pada rona usia seperti dirimu mengunyah cerita perkenankan aku merangkai sandiwara sendiri pada panggungku sangat sulit kiranya menjelma peran sempurna karena di rapuh punggungmu, aku masih belajar mengecap manis dan asin yang benar benar meracun segala sebelum engkau bosan membimbingku dengan cara mengeja bermacam fiksi dunia – menelan peristiwa sudah tidak lagi aku tertarik sebagai pria dewasa aku, belum mau surut dari pola kanak kanak pa!

SASTRA
Sajak-sajak: Mahatma Muhammad
yakinlah, anak bujangmu, melempar isu baru pada dunia yakinlah, sekalipun ia bergerak lambat menarik, memuncak, menurun, bahkan cenderung membosankan ia mencoba menghindar sejajar dengan batu ;durhaka anak bujangmu, lahir dari segumpal doa yang lambat keluar dari rahim tempurung ibunya menyusu keadaan, untuk kemudian di tinggal zaman anak bujangmu. timang timanglah atau kepalkan tinju supaya sampai pada panggungmu walau tak cukup berperan banyak tapi setidak-tidaknya tampak jogja- padang, 2004-2011

MINGGU

23 OKTOBER 2011

bunga mimpi
jangan sesekali merusak mimpi kemarin ada pijar yang rindu ada sinar yang damba memetakan kita pada kotakkotak keteduhan mengawang bayang kemudian bunga mimpi kita jadikan semacam kubah melindungi sebahagian ruh ku dan sebahagian yang lain ruh mu geli menggauli diri seperti mati menyiksa hati kita tersua juga pada rongga mimpi menyusun silsilah keluarga sebelum terjaga, kusiapkan sebuah alun-alun tempat kita mengurai jarak pada kedalaman waktu meramu harap dari sekian ribu yang mengambang padang 2011

gelisah semakin dekat
di beranda malam mencekam dingin, kuhitung suarasuara angin tak ada yang melepas ingin: memutus bising, menghembus air mata bulan sengaja muram, menjemput tembang dan kidung penantian gelisah semakin dekat, gelisah semakin dekat, Tuhanku tengadah aku melihat Engkau memilin senyum pagi matahari tak merubah cuaca, membekulah siang menghantarku dan segala dosa pada rahasia senja padang 2011

dendam
buat apa menangis sedang hujan tak kunjung henti tak perlu keris karena dendam ku bawa mati padang 2011

TELAH muncul kembali bulan bulat keemasan tertonggok bersih di dinding langit atas kepalaku. Pertanda seratus purnama telah kulalui mencari Bundo dan Puti Bungsu selepas dandang kami menghantam karang. Sehingga kami terpisah dan 1kaba pun benar-benar terputus. Sejak itu aku mulai mencari mereka karena menyadari memang tak mungkin melalui kehidupan ini tanpa seorang Bundo dan Puti Bungsu. Begitulah, kabar demi kabar membawaku hingga sampai di Negeri Sipit ini. Disini kudengar mereka telah melewati satu tiang penujuman selepas meminum air kelapa gading kedua yang mereka petik dari langit tengah malam. Sementara itu aku hanya menutupi berita tersebut dengan batukbatuk dan keluh-kesah. Namun begitu, dalam hati tetap aku sesali semua perkara. Dan ketika aku benar-benar merasa tidak mampu mencari mereka seorang diri, maka terlintaslah sebuah wajah dalam benakku. Yaitu seseorang yang selalu menjadi andalan dalam menyelesaikan semua tugas-tugasku sebagai seorang Putra Mahkota Pagaruyuang. Wajah itu tak lain adalah Cindua Mato, yang sekarang sedang tersekap dalam pelampiasan nafsu birahi Tiang Bungkuk yang tidak normal. “Kemanakah kau akan pergi, Rumanduang?” tanya seorang pengelana yang menyandang bundelan di punggungnya ketika kami berselisih di perempatan jalan. “Menemui Cindua Mato yang tengah kesepian dalam cengkraman birahi Tiang Bungkuk”. “Untuk apa?” “Menyandarkan lelahku seusai menerima maafnya yang bijaksana. Dan setelah itu aku akan mengajaknya serta merta mencari Bundo dan Puti Bungsu agar kami dapat membangun kembali kaba di tanah Pagaruyuang Baru”. Lalu aku tak pernah lagi menerima pertanyaan serupa. Kupikir semua itu karena pengertian mereka atas aib yang menimpa Rumah Gadang Bundo, terutama tentang kaba kepengecutanku sebagai seorang Putra Mahkota dan hancurnya keperkasaan Cindua Mato dalam perang melawan Tiang Bungkuk. *** Di kaki gunung Miing, telah kubeli sebuah caping lebar yang selalu digunakan pendekar berambut setengah kepala untuk mengembara dalam mencari kebenaran sejati dengan Wushu. Setelah membayarnya, saudagar yang mengenakan piyama bermotif bunga teratai berwarna merah hati dan berambut panjang berjalin itu mengatakan, “Semoga keberuntungan menjadi milikmu”. Kemudian aku jawab, “semoga”. Lalu melanjutkan lagi perjalanan dengan harapan Tuhan akan mendengar doa saudagar itu. Dan ketika melintasi halaman Kuil Sheen dengan langkah semakin letih, tiba-tiba seorang Biksu Tua berkumis, berjenggot dan beralis panjang, menyapaku dengan suara berat. “Berjalanlah dengan dada lapang, Rumanduang. Maka kau akan menemukan inginmu di alam semesta luas tak berbatas. Perjalanan ke tempat Cindua Mato berada sangat membutuhkan tenaga luar biasa hebat. Apalagi untuk mengajaknya mencari Bundo dan Puti Bungsu. Maka itu, jadilah bagian dari alam semesta ciptaan Yang Maha Besar ini agar kau jadi tak terasing di dalamnya”. “Bagaimana Biksu bisa mengetahui maksud perjalananku?” “Alam memberitahukannya kepadaku”. “Bagaimana caranya menjadi bagian dari alam semesta ini?” Maka dia membawaku ke gua di sebelah kuil dan mengajakku

PERTEMUAN
Cerpen: Yudhistira
melakukan pertapaan bersama. “Ini adalah jalan untuk memasuki inti alam semesta”. “Seperti apa inti alam semesta itu?” “Pejamkan seluruh mata di dirimu dan satukan detak jantung pada irama alam. Dengan begitu kau dapat melebur bersama alam semesta milik-Nya sehingga kau dapat melihat inti alam tersebut.” Entah untuk berapa lama pertapaan itu selesai. Yang aku tahu hanyalah ketika mencerminkan diri ke air, kudapati sebuah wajah yang dipenuhi rambut panjang dan ditumbuhi bulu-bulu di sekitar bibir dan daguku. Namun begitu ketenangan aku dapatkan cukup membantu untuk memahami setiap kejadian di masa lalu dalam menuju masa depan. Akhirnya perjalanan demi perjalan pun aku lakukan lagi menemui Cindua Mato setelah berpisah dengan Biksu Tua dari Kuil Sheen yang tidak mau menerima ketika aku nobatkan menjadi guru seorang Putra Mahkota Pagaruyuang. Dan sekarang aku telah berada di gerbang kerajaan tempat Cindua Mato tersekap. Dari kedai ke kedai aku tanyakan tentang keberadaannya. Namun tetap saja jawaban mengelak aku dapati. “Begitu takutkah penduduk kerajaan ini kepada Tiang Bungkuk?” Ketika aku tak tahan lagi untuk diam dan menanyakan pertanyaan itu pada pemilik kedai terakhir yang aku singgahi. “Ya, begitulah. Disini angin dapat mengabarkan buah mulut siapa saja pada telinga Tiang Bungkuk. Bukankah tiang penujuman sangat menakutkan bagi rakyat biasa? Maka itu, lepaskanlah kami dari kaba yang telah terputus karena pelarianmu ke atas langit. Makan dan bertahan hidup lebih penting bagi kami dari pada mengurus hal-hal tersebut”. Tentu saja pasrah pada situasi adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan mereka dari tiang penujuman. Namun begitu, pasrah jugakah aku pada tanggung jawab yang sudah seharusnya menjadi kewajibanku sebagai seorang Putra Mahkota Pagaruyuang demi membangun kembali Pagaruyuang Baru? Ketika menginjakkan kaki di pintu istana Tiang Bungkuk, langsung aku dihadang oleh penjaga gerbang. “Ada keperluan apakah hingga kau menginjakkan kakimu di istana kerajaan Tiang Bungkuk, Rumanduang?” “Aku hanya ingin menemui Cindua Mato”. Jawabku kepada dua orang penjaga gerbang istana yang menyilangkan tombaknya di depan dadaku “Setelah pelarianmu bersama Bundo dan Puti Bungsu, masih berkeinginankah kau untuk mencari Cindua Mato?” “Aku hanya ingin meminta maaf kepadanya”. “Lalu setelah itu kau akan menyandarkan tanggung jawab Pagaruyuang di pundaknya?” “Bukankah itu sudah menjadi kewajiban Cindua Mato sebagai seorang Panglima Pagaruyuang?” “Benar. Benar sekali jika dahulu kau tidak menodainya dengan kepengecutanmu”. “Bisakah aku temui Cindua Mato sekarang?” “Cindua Mato tidak akan sudi menerimamu lagi”. “Dia akan menerimaku apa adanya seperti layaknya seorang saudara. Atau pun sebagai seorang Panglima kepada Rajanya”. “Kau bukan raja, Rumanduang. Baju kebesaran itu tidak pantas kau kenakan dengan kepengecutanmu”. “Cindua Mato akan memaafkan aku”. “Dia tidak akan memaafkanmu seperti dia tidak akan memaafkan Tiang Bungkuk ketika menodai keberaniannya di ranjang kehancuran”. “Tapi aku harus menemui Cindua Mato demi keberlangsungan kaba yang terputus pada mihrab kami. Sudah sepantasnya kami kembali

mendirikan Pagaruyuang Baru”. “Kau memang tak punya malu, Rumanduang. Bahkan untuk memohon kembali kepada Cindua Mato demi hasratmu menjadi seorang penguasa”. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, penjaga gerbang istana Tiang Bungkuk itu memberikan ruang padaku untuk memasuki lambung istana dimana Cindua Mato berada. Segera aku berjalan cepat menujunya. *** Disinilah tempat kami, aku dan Cindua Mato, bertemu kembali setelah sekian lama terpisah karena tragedi penyerangan Tiang Bungkuk ke Pagaruyuang. Ketika aku tatap matanya yang kosong, segera aku melihat penderitaan yang dalam dan bahkan mungkin jauh lebih dalam dari penderitaanku selama ini mencari Bundo dan Puti Bungsu demi mewujudkan keinginan untuk membangun kembali Pagaruyuang Baru. “Apa kabarmu saudaraku, Cindua Mato, Panglima tangguh Pagaruyuang?” Begitulah pertanyaanku ketika kami saling berangkul dalam rindu atau entah karena dorongan diri yang lemah dan tidak mampu keluar dari persoalan membelenggu. “Suatu kabar yang tidak perlu aku ceritakan kepadamu, Rumanduang, saudaraku. Bukankah mengetahui kabarku merupakan suatu pukulan yang akan menambah runtuhnya Pagaruyuang?” “Jika begitu tidak usah engkau ceritakan kepadaku. Aku mengerti dengan keadaan yang begitu menyakitkan bagi seorang Panglima Pagaruyuang yang gagah berani.” “Untuk keperluan apakah kau menemuiku, Rumanduang?” “Aku ingin meminta maaf atas kejadian dulu kepadamu.” “Aku rasa tidak ada yang perlu dimaafkan dari kejadian yang telah menimpa keluarga kita. Bukankah kita sudah melakukan segala sesuatu dengan semestinya. Tugasmu sebagai seorang Putra Mahkota dan aku sebagai seorang Panglima Pagaruyuang. Bundo telah mengaturnya dengan sebijaksana mungkin.” “Tapi tugas kita belum selesai, Cindua Mato. Perjuangan ini masih panjang dan kita tidak boleh berhenti disini”. “Apalagi yang bisa aku lakukan dengan aib yang membuatku tidak mampu melangkahkan kaki di tengah 2balai?” “Kita akan bangun kembali Pagaruyuang Baru. Dimana tidak akan ada lagi ruang bagi Tiang Bungkuk untuk menyerang kedua kalinya”. “Pagaruyuang seperti apa yang kau maksudkan itu?” “Pagaruyuang Baru dengan satu penghuni yang memiliki satu Bundo Kanduang, satu Rumanduang, satu Cindua Mato dan satu Puti Bungsu. Dengan begitu, kita bisa lebih memvertikalisasi kehidupan kita”. Tanpa bertanya lagi, Cindua Mato segera masuk ke dalam istana dengan sebilah 3karih ditangannya dan mata yang berapi-api menuju Tiang Bungkuk. Sejak itu, ia tidak pernah keluar lagi. Tinggal aku sendiri kesepian menuju Pagaruyuang Baru dengan satu penghuni yang memiliki satu Bundo Kanduang, satu Rumanduang, satu Cindua Mato dan satu Puti Bungsu. Kayutanam, 14 Agustus 2011 Keterangan: 1. Kaba = sastra lisan rakyat Minangkabau yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat disuatu tempat 2 Balai = sebuah arena tempat masyarakat berkumpul 3. Karih = semacam senjata berbentuk keris

bakambang kato
Oleh A.S. Patimarajo

Ambek Lalang, Buto Sambilan jo Karanjang Bolong
MAA tau ado urang nan mangecek sarupo kato-kato di bawah ko. Jan heran pulu dunsanak tantang arati katokato nantun. Sangek jauah tu mukasuiknyo. Ndak alang ka palang, kok tibo di tipak dek awak, tantulah ka sirah pangka talingo. Untuang-untuang jan ado nan basinggungan jo kito kato-kato nan tun andaknyo. Cubo kito simak!

Ungkapan Minangnya: Ambek Lalang Ungkapan Indonesianya: Hambat Ilalang Arti Ungkapan: Seseorang yang mencoba membatalkan suatu peristiwa dengan kekuatan tak berdaya. Seumpama dia menggugat sebuah hasil musyawarah mufakat dengan pendapat pribadi. Sementara suara mayoritas sudah memutuskan suatu pilihan. Akan tetapi, entah mengapa dia yang tidak punya kekuatan itu, meminta juga keadilan kepada penentu perkara. Itulah yang terjadi pada hambat ilalang. Konon, kabarnya, orang yang berani tampil beda seperti ini, disebabkan dua hal. Pertama karena ingin terkenal. Kedua, karena mendapat tekanan.... Arti lainnya: Tersebut di kampung-kampung istilah, terhambat peluru oleh ilalang sehalai. Karenanya itu jelas tidak mungkin. Ungkapan ini keluar saat ada peristiwa kecil yang terjadi sewaktu menggelar sebuah rencana besar. Seperti, dalam mengadakan acara berkhawul, do'a bersama. Tak mungkin pula helat ini terhalang tersebab tidak bertemunya sebuah pisau untuk mencincang daging. Seumpama orang menembak burung, tak mungkin peluru terhambat oleh sehelai daun ilalang yang kecil tipis. Entah pula kalau ada unsur sengaja. Dicari alasan supaya tembak tak beralamat. *** Ungkapan Minangnya: Buto Sambilan Ungkapan Indonesianya: Buta Sembilan Arti Ungkapan Seseorang yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, tapi karena status sosialnya tinggi oleh uang, maka dia dijadikan petinggi dalam satu perkumpulan. Seperti, umpama, dia seorang pedagang, hanya pandai mencari duit. Lalu kemudian dia menjadi orang kaya. Selanjutnya dalam satu perkumpulan diangkat sebagai penasehat. Entah nasehat apa yang dia berikan. Tapi yang perlu bagi organisator bagaimana dia bisa menyantuni dengan kekayaannya. Sebaliknya, ada pula orang yang tidak berduit, tapi karena dia pandai, berilmu dan berpengalaman, dia manfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan... Arti Lainnya: Buta sembilan, orang yang tidak dapat dihandalkan soal kemampuan di tempat yang baru. Dia diangkat ke tempat yang bukan dia kuasai. Maka akhirnya, banyak hal yang dia tidak tahu. Hanya ikut saja saran yang sampai kepadanya. Konon kabarnya ada cerita, di masa lalu banyak orang yang terlibat organisasi terlarang, karena tidak tahu alamat yang dituju. Nama dicatat, pembagian diterima, maka lekatlah dia sebagai golongan C. Padahal dia tidak tahu sama sekali. Hanya sekedar ikut-ikutan saja. Tapi apa boleh buat. Semua sudah terjadi... *** Ungkapan Minangnya: Karanjang Pasuak Ungkapan Indonesianya: Keranjang Bolong Arti Ungkapan: Seorang ibu rumah tangga yang tak bisa berhemat. Dia selalu menghabiskan duit yang diberikan suaminya. Jika dia pergi ke pasar maka dia akan berbelanja apa yang dia suka. Dia tak bisa membedakan mana yang perlu dengan apa yang ketuju. Sehingganya ketika ke pasar membawa belanja sepuluh, justru dia bisa belanja lima belas. Kalau perlu dia pinjam uang temannya di pasar, karena dia tak mampu mengendalikan hasrat hawa nafsu belanjanya. Susah... Arti lainnya: Keranjang yang bahagian bawahnya sudah bolong, apa pun yang dimasukkan ke dalamnya akan tetap saja lepas keluar. Kalau orang yang arif sejak dini, mengerti, jika keranjang yang dia punyai sedang bolong. Upayanya tentulah dia akan memperbaikinya sesegera mungkin. Bagi orang tidak tahu, bahwa keranjang yang disandangnya bolong, maka dia akan kecewa suatu ketika. Begitu juga dengan istri, selaku pemegang kas di rumah tangga. Jika istri diketahui tidak pandai berhemat, saat itulah suami mesti pegang pundi. Jika tidak pasti menyesal. Percayalah.

Kirim cerpen dan puisi Anda ke email: cerpen_puisi@yahoo.com

MINGGU

23 OKTOBER 2011

SENI-BUDAYA
Oleh: Muharyadi

19

DALAM suatu kesempatan pelukis Courbet kelahiran Perancis, pernah berujar, “Menciptakan hasil seni yang nyata dan menggambarkan apa-apa yang betulbetul ada dan kasat mata adalah merupakan pelukis-pelukis obyektif. Kemudian dari apa yang dilihatnya itu akan dilukis seperti adanya, tanpa idealisasi, distorsi maupun pengolahan-pengolahan lainnya. Malah kalangan realisme dunia memandang dunia ini tanpa ilusi yang menggunakan penghayatannya untuk menemukan dunia apa adanya. Terobsesi dan terinspirasi falsafah Courbet dalam bahasa rupa kerja lukis-melukis, pelukis Zirwen Hazry kelahiran Taratak Payakumbuh, 21 Maret 1968 yang telah malang melintang berpameran, berkarya dan berpameran dalam skala nasional sejak lebih 20 (dua puluh) tahun silam kini melalui pameran tunggalnya di galeri Vivi Yip, Jakarta Selatan (1 s.d 12 Oktober 2011) menawarkan gagasannya kepada publik seni tentang gambaran makna dan nilai-nilai apa adanya dipermukaan kanvas dalam kemasan realis-simbolik dipayungi nilai-nilai estetis. Dari sisi realis-simbolis, Zirwen bertutur tentang ritme persoalan yang melingkari kehidupan di alam sekitarnya. Dalam konsepsional karya-karya yang ditampilkan Zirwen bertutur, bahwa seringkali terjadi dan kita mudah terkecoh oleh hiruk pikuk keramaian, artinya jika kita tidak hati-hati, waspada bahkan cermat maka kita akan terperangkap pada gelombang massa dan kehebohan yang melelahkan yang berujung terperangkap kedalam penjara kesepian yang luar biasa di tengah keriuhan”. Kelelahan dan kesepian sering didapatkan. Untuk keluar dari persoalan ini bukan merupakan persoalan sederhana karena diperlukan pengalaman melatih diri hingga memiliki kecermatan dalam menghadapi kenyataan yang berlapis-lapis terlebih bila suatu saat mengalami benturan, tutur Zirwen menceritakan kekaryaannya. Lihat 6 (enam) lukisan Zirwen Hazry mayoritas dibuat dalam ukuran besar mencitrakan hakikat makna dan kehidupan di era moderenisasi ini apa adanya. Melihat

Pelukis Zirwen Hazry
145x200 cm/2011 adalah si gadis kecil memberi simbol melalui kode tekis budaya dengan melukiskan telunjuk kanan sebagai penutup mulut kepada boneka cantik yang menatap serius gadis kecil dengan rambut dikucir “Dilarang ribut atau berkata-kata”. Menarik memang, lukisan yang digarap realis simbolik ini dikerjakan secara detail sebagai refleksi dari keadaan yang ada di sekitar tempat pelukis bermukim dan berkarya. Lukisan lain yang tidak kalah menarik lainnya adalah “Menyingkap Alam 2”/akrilik/145x200 cm/ 2011 paling tidak merupakan identitas Zirwen Hazry selama ini. Karya yang berobjek dua sosok anak (lelaki dan perempuan) ini terlihat membuka tabir kain menyingkap alam nan indah dan asri dengan sawah yang terbentang luas dan padi menghijau ditengahtengah terdapat sungai mengalir tenang. Lukisan ini bukan saja digarap apik tapi juga mengagumkan, anatomis dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui lukisan juga tersirat kode-kode budaya sebagai suatu komunikasi bahwa betapa alam yang indah dan asri ini perlu dijaga dan dipelihara sejak usia dini, sebagai penjelajahan Zirwen Hazry. ***

SALAH satu lukisan Zirwen Hazry berjudul “Menyingkap Alam 2”, akrilik di kanvas 145 x 200 cm/2011 (kiri) yang digelar dalam pameran tunggalnya di galeri Vivi Yip, Jakarta Selatan 1 s.d 12 Oktober 2011 lalu. – Foto/dok : Muharyadi —
ke dalam diri sendiri untuk kemudian melihat ke dunia luar dari bagian kehidupan ini adalah lambang koreksi diri yang sejati dan kini hampir luput dari kehidupan manusia. Lukisan berjudul “Melihat Ke Dalam 1”/ Akrilik/145x145 cm/2010 sebuah contoh menarik tentang koreksi diri, dimana sosok lelaki separuh baya yang sedang mengerutkan kening merobek sendiri wajah yang ada. Sobekan wajah terlihat sangat transparan, ini artinya melihat ke dalam dan koreksi diri dilakukan melihat ada apa dibalik sobekan. Tematik ini tentu harus dilihat secara tersirat yang sekaligus simbol atau tanda keterbukaan sebagai perlambang perlunya koreksi diri dan melihat ke dalam. Berbeda dengan lukisan berjudul “Melihat Kedalam 2”/akrilik/145x145 cm/2011 dengan visualisasi berobyek tengkorak manusia yang masih bisa tersenyum dalam ketidakberdayaannya. Sementara tulang-tulang dada masih dipertontonkan dengan tulang-tulang tangan menarik busana memperlihat betapa masih utuhnya tengkorak dadaku, inilah aku sesungguhnya, tulang yang benar-benar telanjang dalam bahasa semiotik sebagai tanda atau penanda. Dua lukisan lain juga mengambil obyek tengkorak manusia masing-masing berjudul “Ingin Hidup Seribu tahun Lagi”/ akrilik/145x200 cm/2011 dan “Tanpa Suara Tanpa Kata-kata 3”/akrilik/145x200 cm/2011 kepada kita mencitrakan tanda atau simbol empirik dan indrawi sebagai struktur alur berupa lelucon atau permainan yakni tengkorak manusia menembak kepalanya sendiri dan tengkorak kepala menusia berkaca mata hitam dan mengenakan topi bertuliskan “wanted” mencoba menghibur diri sendiri dengan tertawa lebar. Diluar simbol, tanda atau kode dua lukisan tengkorak kepala manusia ini secara teknis digarap apik dan sempurna. Sosok Anak yang Mengagumkan Pelukis Zirwen Hazry, Alumni SMSR Negeri Padang (1988) — sekarang SMKN 4 – juga jurusan seni rupa UNP Padang (1996) yang kini menjadi pendidik di almamaternya adalah sosok yang kerap menggarap obyek anak dipermukan kanvas sebagai kerja lukis melukis. Tapi tidak jarang pula pelukis yang telah puluhan kali berpameran di dalam dan luar negeri ini juga mendalami realisme yang menghubungkan sesuatu yang fantastis, imajinatif bahkan kadang kengerian menghadapi hidup ini. Sesuatu yang terasa menggelitik bahkan naïf pada lukisan “Tanpa Suara Tanpa Kata-kata 2”/akrilik/

Muharyadi, Pendidikan, Alumni SMSR (81), Kurator dan Penggiat Seni Rupa tinggal di Padang

Dari Atas Odong-odong Kepenyairan
Oleh: Deddy Arsya
MENJELANG akhir tahun 1963. Agam Wispi, penyair Lekra itu, berujar: “Semakin waktu kita semakin tambah sukar menulis sajak”. Ketika itu, PKI memang sedang berada di atas angin. Masyumi dihancurkan. PSI terjungkang. Soekarno semakin bisa dipegang. Nyaris tak ada lawan politik yang lebih kuat dari angkatan bersenjata yang ternyata juga tidak satu suara. Di tengah masa-masa jaya revolusi sosialis itu, sajak-sajak penyair Indonesia (terutama yang tergabung dalam Lekra) tidak bisa lain harus mengikuti arus. Tak ada sajak dengan suara berbeda boleh mendapat tempat. Nyaris yang terdengar hanya sajak-sajak yang berbicara tentang Ketua Aidit dengan mata berkaca-kaca penuh takjub, ode untuk Mao yang perkasa menjungkangkan daulat setan-setan kota, puji-pujian terhadap Rusia dengan kota Stalinrad yang terkenal itu, atau kongreskongres partai yang membicarakan rakyat yang lapar dengan berapiapi. Bacalah, misalnya, Partai dalam Puisi, sebuah kumpulan sajak yang sengaja diterbitkan dalam menyambut HUT Partai Komunis setahun sebelumnya. Tak ada hal yang remeh-temeh seperti cinta atau asmaraloka seperti yang ditulis penyair zaman kita, yang ada hanya api ideologi yang seperti hendak membumi hanguskan seluruh dunia. Barangkali di sinilah letak simpulnya kenapa kemudian Agam Wispi berujar dengan datar saja, seperti putus asa pada sajak-sajaknya sendiri. “Kadang,” katanya, seperti dikutip Goenawan Mohamad dalam sebuah esai, “kita harus mencari-cari bentuk baru untuk menghindarkan ‘pemamah-biakan’, dan sementara itu pula kita harus memperdalam mutu isi secara ideologis.” Huh, ‘mutu isi secara ideologis’, itulah yang tampaknya menjadi karakteristik, titik klimaks yang hendak dicapai, dan menjadi uran keberhasilan kepenyairan penyair-penyair komunis dalam sajak-sajak mereka. Semakin keras sebuah sajak mengutuk kesewenang-wenangan tuan tanah, misalnya, semakin berhasil sajak itu dinilai. Semakin tajam kata-kata yang dipakai dalam mengutuk dunia lama, dan semakin berbusa-busa diksi yang dipilih untuk menggambarkan heroisme kamerad-kamerad komunis dalam Revolusi Bolsevik mencipta dunia baru, semakin berharga sajak itu dianggap. Bentuk-bentuk baru, jika pun diinginkan, ia haruslah segaris ‘secara ideologis. Setiap elit komunis memang dimotivasi untuk harus menulis sajak, sebab Ketua Mao adalah juga penyair. Puisi dipopulerkan, tetapi di saat yang sama juga dipepat daya jelajah eksploratifnya terus-menerus. Carilah yang baru, tapi tidak di luar garis ideologis. Di tengah suasana perpuisian seperti itu, tidak usah heran jika ada penyair yang merasa, seperti Agam Wispi (penyair dalam lingkaran partai komunis sendiri), kalau pilihan tema dalam menulis sajak menjadi sedikit, ruang ekplorasi bertambah sempit, dan tak ada lagi yang mesti ditulis selain yang sudah pernah ditulis odong. Kita yang di atasnya seperti terus berjalan-maju, padahal sebetulnya diam-terpaku. Kutu busuk yang berjalan di tepi kain sarung, penyair yang naik odong-odong. Kondisi itu mulai terasa lagi di dunia kita sekarang. Kalimat-kalimat dengan substansi yang sama yang dikeluarkan Agam Wispi dulu mungkin bisa kita ajukan lagi kini: Sajak-sajak apa lagi yang harus ditulis? Sajak-sajak telah tergantikan oleh hiruk-pikuk perkembangan media-media elektronik maupun media cetak. Wilayah penyair semakin sempit, semakin terdesak oleh televisi. Apa yang kata Afrizal Malna (2011) disebut sebagai “epidemi pendeknya usia makna” terasa mendapat pembenarannya. Sajak-sajak ditulis untuk memperlama kekinian, tapi kekinian itu bisa menjadi masa lalu hanya dengan menekan tombol pada remote, maka chanel-chanel dari kekinian kita akan berubah sesuai apa yang kita inginkan dengan begitu saja. Peristiwa hari ini hanya berusia tak lebih dari sehari di dalam koran-koran, di terbitan hari berikutnya peristiwa itu sama sekali telah menjadi masa lalu, dan tak ada koran-koran yang menginginkan dirinya disebut pewarta yang memberitakan peristiwa basi. Begitu pun dalam sajak, sajak-sajak tampil setiap minggu, dan usianya akan tak lebih dari kedatangan sajak lain dari penyair lain pada minggu berikutnya. Tak ada yang bertahan lama dari kekinian kita. Afrizal menyebutnya sebagai “sesuatu yang terus berlalu”. Apalagi yang semestinya ditulis oleh penyair? Apalagi yang harus ditulis sebagai sajak? Lalu beberapa penyair menulis sajak tentang gerombolan sepeda, menghidupkan tiang listrik, dan memberi nyawa benda-benda yang dikira orang mati. Kadang mereka menulis sajak tentang peristiwa keseharian yang paling personal dan paling remeh-temeh yang dikira steril dari jajahan media lain. Tapi apa yang tidak diberitakan koran dan televisi? Tidak saja semua yang tampak, bahkan yang terselubung pun telah dimasuki. Pakaian dalam terbaru hingga yang paling klasik pun hadir di ruang hidup kita hanya dengan menekan tombol, bagaimana debar-debar pengantin baru di malam pertama pun bisa kita akses sekali klik. Hampir setiap peristiwa puitik telah dirampas dari manusia dan kemanusiaan penyair. Ini yang kemudian membuat penulis sajak dituntut harus lihai mencari alternatif di tengah pilihan yang semakin sedikit; harus lebih ‘pintar’ mencari ‘peluang puitik’ untuk bisa menulis sajak jika tidak ingin jatuh ke dalam jurang ‘memamah-biak’. Jika Agam Wispi hidup di dunia kita sekarang, mungkinkah dia masih akan berkata seperti kita sekarang mulai merasa-rasa harus berkata: “tambah sukar menulis sajak”?

yang hendak ditulis lagi. Tidak aneh jika kemudian pemamah-biakan dengan telanjang dimaafkan. Demi partai, repetisi, epigonistis, dan keseragaman-ucap dipermisifkan. Tidak heran pula akibatnya beberapa penyair menulis beberapa topik yang sama, dengan bahasa ungkap yang hampir seragam. Kita hanya mengulang-ulang mengunyah apa yang telah kita keluarkan. Nyaris tak berguna rumput segar atau sagu yang lebih baru. Di sinilah sekali lagi letak kontradiksinya realisme sosialis: hendak menciptakan sastra baru (sebagaimana komunis sosialis mencita-citakan masyarakat baru)

tapi dengan garis kesastraan yang menghampang jalan ke arah ekplorasi. Bisakah kreatifitas lahir dari kepala yang dibentengi seperangkat aturan? Akibatnya pula, perkembangan kepenyairan seperti seekor kutu busuk yang tengah berjalan di tepi kain sarung, sejauh apa pun dan sekencang apa pun ia berlari, tetap saja ia berada di garis kain serung yang itu-itu juga. Atau, dalam analogi lain, seorang penyair seperti berada di atas odongodong, yang bergerak naik-turun, kencang atau pelan, tapi tak beranjak sejengkal pun dari tempat dia diparkir si tukang odong-

Padang, 2011-10-11 Deddy Arsya, alumnus Sejarah Islam, IAIN Imam Bonjol Padang

20
BUNDO KANDUANG

LANGKAN
PENGERTIAN palaminan menurut akar katanya adalah lamin. Lamin dalam bahasa Melayu lama maksudnya hiasan. Juga dalam pengertian lain, kata lamin merupakan akar dari kata kelamin. Maksudnya jenis laki-laki dan perempuan. Karenanya palaminan bisa berarti dua; hiasan dan tempat pertemuan dua jenis manusia (laki-laki dan perempuan) dalam suatu ikatan perkawinan. Palaminan dalam pengertian yang luas dan umum adalah; seperangkat (satu unit kesatuan) hiasan dalam (interior) sebuah rumah gadang milik suatu kaum dalam serangkaian upacara perkawinan. Diletakkan pada bagian tertentu dalam rumah gadang; dalam rumah gadang pangulu, palaminan biasanya diletakkan di bagian tengah menghadap ke arah pintu masuk. Sedangkan dalam rumah gadang rajo, palaminan menyatu dengan singgasana yang terletak di bagian ujung (anjung) rumah gadang. Oleh karena itu pula, banyak anggapan bahwa palaminan adalah juga sebuah singgasana raja dan raja yang berada di singgasana itu adalah rajo sahari (raja sehari). Secara umum, palaminan adalah merupakan hiasan dari bagian depan pintu kamar anak daro. Untuk tidak menimbulkan pengertian yang tumpang tindih terhadap pengertian kata palaminan atau singgasana, maka orang Minangkabau telah menetapkan di dalam adatnya perbedaan antara palaminan dengan kadudukan. Palaminan diartikan sebagai tempat duduk basandiangnya anak daro dan marapulai. Kedudukan diartikan bagian rumah gadang yang juga diberi hiasan untuk tempat duduk penghulu kaum yang bersangkutan atau raja. Oleh karena itu ada istilah yang dikenal dengan sebutan; tampek

MINGGU

23 OKTOBER 2011

Ketentuan Umum Palaminan Minangkabau
Pengasuh: Puti Reno Raudha Thaib Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat
kadudukan pangulu, atau tampek kadudukan rajo. Masing-masing kadudukan ini jauh berbeda dengan palaminan, baik dari tatanan hiasannya, aksesoris dan peralatan lainnya. Sebagai contoh; sebuah kadudukan harus memakai kasua pandak untuk alas duduk penghulu atau raja. Kasua pandak bagi kedudukan pangulu dan kedudukan raja dibedakan dengan berapa lapis kasua pandak itu disusun. Biasanya (terutama di daerah Tanahdatar, kasua pandak untuk raja tujuh tingkat (lapis), untuk pangulu tiga lapis, untuk ninik mamak yang hadir dan yang diundang satu lapis. (*)

APOTIK HIDUP

Jadilah Sahabat bagi Anak
Tren gaya pergaulan muda-mudi dewasa ini, telah tergerus perkembangan zaman. Jika pada dekade di bawah 1980-an, gaya pacaran remaja masih mengedepankan batas kesopanan, kini gaya pergaulan muda-mudi telah menjurus pada pergaulan bebas. Bahkan gaya pergaulan para pelajar yang masih beseragam putih-birupun telah seperti suami istri. Berangkulan bahkan lebih dari perbuatan tersebut, banyak dilakukan generasi muda di depan umum, kini hal tersebut telah menjadi tren tersendiri bagi generasi muda.
GAYA pergaulan muda-mudi saat ini kerap membuat orangtua ketar-ketir. Pesatnya perkembangan arus informasi dan teknologi, membuat gaya pergaulan remajapun mulai berubah arus. Berbagai upaya dilakukan orangtua agar putra-putri kesayangan mereka tidak terjerumus pada perbuatan yang dapat merusak masa depan mereka. Mulai dari membatasi teman bergaulan bagi putra–putri mereka, membuat aturan yang ketat terhadap putraputri mereka sampai berperan sebagai sahabat bagi putra–putri mereka. Safitri, warga Padang Selatan menuturkan gaya pergaulan remaja saat ini telah mulai bergeser. Era tahun 1980-an, gaya pergaulan remaja masih mengedepankan kesopanan, namun saat ini gaya pergaulan remaja sudah mengarah pada pergaulan bebas. Ini dapat dilihat dari gaya berpacaran generasi muda yang sudah tak terkontrol dan cendrung melanggar ajaran agama Islam. Agar anaknya tak terpengaruh dengan gaya pergaulan muda-mudi yang bebas tersebut, ia melakukan aturan yang ketat untuk putri kesayangannya. “Saya merasa miris saja melihat gaya pergaulan generasi muda saat ini. Anak-anak yang masih berseragam abuabu saja, gaya pacaran mereka sudah seperti suami istri. Seperti amplop dan perangko saja. Sudah dipelototi mata ke mereka, eh merekanya cuek saja. Kalau semasa saya dulu, mana ada generasi muda yang seperti itu,” ujarnya. Agar anaknya tak terjerumus dalam pergaulan bebas, ia memberikan aturan yang ketat pada putrinya. Ia tak membolehkan putrinya keluar malam lewat pukul 19.00 WIB. Ia membolehkan putrinya untuk bergaulan dengan teman laki-lakinya, namun tak boleh pulang ke rumah dari jadwal yang telah ia tetapkan. “Saya tak membolehkan anak gadis saya keluar malam. Sebelum Maghrib, ia harus sudah sampai di rumah. Boleh ia keluar rumah, tapi dari pagi sampai sore hari. Saya lakukan kebijakan itu, untuk melindungi anak saya dari pengaruh negatif serta untuk menjaga keselamatannya dari aksi kejahatan,” ucapnya. Sedari kecil, ia berusaha untuk menanamkan pada putrinya agar bisa menghargai dirinya sendiri. Ia juga selalu mengingatkan bahwa seorang wanita harus pandai menjaga kehormatan, sebab satu kali wanita tercela, maka seumur hidup hal tersebut akan diingat orang. “Tak masalah bagi saya dibilang orangtua kolot, saya tak ingin putri saya masa depannya rusak hanya karena salah bergaul. Saya selalu ingatkan bahwa sebagai perempuan, putri saya harus bisa menempatkan diri dan dapat menjaga kehormatan dirinya,” ucapnya. Jika putrinya harus keluar malam untuk mengerjakan tugas kampusnya, ia tidak membolehkan anaknya untuk keluar malam sendiri. Namun, ia meminta orang lain untuk menemani anaknya. Dengan begitu, keselamatan anaknya terjamin dan anaknya tidak keluyuran malam. “Saya tak membolehkan dia keluar malam seperti itu. Karena itu akan membahayakan, saya minta saudara sepupunya untuk menemaninya,” ucapnya. Senada dengan itu, warga RT 01 RW 07 No 97 Kelurahan Pasarambacang, Rosmaniar menuturkan ia juga memberikan aturan yang ketat bagi anaknya. Ia tak membolehkan ada temanteman anaknya tetap bertamu di rumahnya lewat pukul 21.00 WIB. Katanya, jika tamu anaknya masih belum pulang, ia secara halus akan menyuruh tamu tersebut untuk segera pulang ke rumah. Ia tak membolehkan putrinya untuk keluar larut malam. Putrinya sebelum pukul 19.00 WIB, sudah harus berada di rumah. “Saya tidak menghalanginya untuk bergaul dengan siapa saja. Namun saya tak mau, anak saya salah bergaul. Jika ia punya teman dekat, saya akan minta mengenalkan teman dekatnya pada saya. Dengan begitu, anak saya tak salah mencari teman bergaul,” sebutnya. Ibu empat anak ini mengatakan akses informasi dan teknologi yang sangat pesat membuat ia harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap buah hatinya. Ia tak ingin dalam pergaulan muda-mudi saat ini, anaknya akan terjerumus pada perbuatan yang dapat merusak masa depannya. “Saya tak mau anak saya salah bergaul dan merusak masa depannya. Untuk mengantisipasi hal itu, saya harus mengenal latar belakang teman bergaulnya. Dengan begitu, saya bisa melindungi anak saya dari pengaruh buruk pergeseran gaya pergaulan remaja saat ini. Meskipun saya menerapkan aturan yang ketat, saya selalu seperti sahabat untuk anak-anak saya. Dengan menjadi sahabat anak, maka anak-anak akan lebih terbuka dengan apa yang ia rasakan. Dengan begitu orangtua akan lebih mudah menasehati anak,” katanya. Jika orangtua dapat menjadi sahabat bagi mereka, anak akan lebih terbuka terhadap persoalan yang dihadapi. Dengan begitu, anak tidak mencari tempat bertanya atau pelarian yang salah dari persoalan hidup yang ia alami. “Anak remaja kalau terlalu dikekang, maka ia akan melawan. Biarkan saja mereka mencari jati diri mereka, namun orangtua tetap harus menuntun mereka mencari jati diri mereka. Jadilah sahabat untuk anak. Dengan begitu, anak tidak akan terkontaminasi pengaruh buruk pergaulan remaja saat ini,” ucapnya. Terpisah, Bundo Kanduang Rauda Thaib menuturkan pergeseran nilai budaya dikarenakan muda-mudi mengabaikan nilai adat dan agama. Nilai-nilai itu tidak dipegang erat oleh mudamudi zaman sekarang. Sehingga muda-mudi salah jalan, seperti yang banyak terjadi saat ini. Banyak muda-mudi yang tidak berjalan sesuai aturan nilai adat dan agama yang ada. Harusnya mudamudi itu patuh dan menjunjung tinggi nilai adat dan agama. Hal yang paling penting dilakukan untuk menghindari pergeseran nilai adalah peranan orangtua, masyarakat dan ninik mamak. “Peranan ninik mamak dalam pergaulan muda-mudi sangat penting. Tiga element tadi yakni orangtua, masyarakat dan ninik mamak harus saling bahu membahu membentuk kepribadian generasi muda yang positif. Saat ini, banyak muda-mudi yang telah salah dalam pergaulan karena pengaruh dari kemajuan informasi dan teknologi. Karenanya, dibutuhkan peranan semua pihak agar pergeseran nilai budaya tidak terus terjadi,” ucapnya. (ayu/mg10)

Ceremei dapat Atasi Sembelit
TUMBUHAN Ceremei ini berasal dari India, dapat tumbuh pada tanah ringan sampai berat dan tahan akan kekurangan atau kelebihan air. Ceremai banyak tanam orang di halaman, di ladang dan tempat lain sampai ketinggian 1.000 mdpl. Pohon kecil dengan ketinggian sampai 10 meter ini ternyata memiliki banyak kasiat untuk pengobatan. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda bisa dimasak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena memberi rasa asam. Jelita Fitri, warga RT 01 RW07 Kelurahan Pasar Ambacang menuturkan pernah memanfaatkan tumbuhan ceremai untuk mengatasi sembelit. Caranya biji ceremai sebanyak 1 sendok teh dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan air panas. Agar rasanya lebih enak, ditambah dengan madu. Setelah itu, aduk sampai merata. Lalu, seduhan tumbuhan Ceremei dapat diminum. Untuk mengatasi sembelit, minuman seduhan daun ceremei ini sebanyak dua kali sehari. Katanya, selain dapat mengatasi penyakit sembelit tanaman Ceremai juga dipercaya mengatasi asma. Caranya siapkan biji ceremai sebanyak enam biji, bawang merah 2 butir, akarkara (Dolichos lablab) 1/4 genggam, buah lengkeng 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya. Sehari 2 kali, masing-masing 3/4 gelas. “Saya baca resep itu dari setelah baca dari artikel kesehatan. Awalnya, saya tidak tahu kalau tumbuhan ceremei bisa dijadikan sebagai tanaman obat. Saya tahunya tanaman ceremei untuk sayuran saja. Setelah saja baca di artikel kesehatan, saya jadi tahu manfaat lain dari tumbuhan ceremei,” ujarnya. Katanya dari artikel kesehatan yang pernah dibacanya, tumbuhan ceremai juga dipercaya dapat mengatasi penyakit kanker. Caranya siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak 1/4 genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas 1/2 jari, gadung cina ½ jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotongpotong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan tiga gelas air bersih sampai tertinggal kira-kira 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari tiga kali, masing-masing cukup 3/4 gelas. “Jangan mengkonsumsi cairan akar dari tumbuhan ceremei. Sebab cairan akar beracun. Sehingga membahayakan jika dikonsumsi. Untuk dapat mengatasi penyakit kanker, saya belum pernah membuktikan khasiat tumbuhan ceremei ini. Namun berdasarkan artikel kesehatan yang pernah saya baca, khasiat tumbuhan ceremai memang dapat mengobati kanker. Namun untuk penyakit kanker, akan lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter,” sebutnya. (ayu)

JADI SAHABAT: Orangtua harus mampu menjadi sahabat bagi anaknya. Menjadi pendengar yang baik sekaligus tempat curhat bagi anaknya.

99 DWT

Antar Jemput Alamat

DIPO

Wisata Transport

Armada PANTHER & TOYOTA KIJANG Melayani : PADANG - PEKANBARU (PP) Jam : 10.00 - 14.00 - 20.00
PADANG
Jl. Khatib Sulaiman No.9 Telp. (0751) 7876186, 40149 (Depan STMIK Indonesia) Padang PEKANBARU Jl. Durian No.5 Telp. (0761) 862243, 7032600

Carteran Sesuai Dengan Selera Anda Mengutamakan Keselamatan & Kenyamanan Anda

MINGGU

23 OKTOBER 2011

KONSULTASI
KONSULTAN HUKUM
(BAP) keterangan tersangka menurut ketentuan pasal 189 ayat (2) KUHAP yaitu: Keterangan terdakwa yang diberikan diluar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang, asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang didakwakan kepadanya. Jadi pada dasarnya BAP tersangka yang mengakui perbuatannya tersebut dapat dijadikan petunjuk guna menemukan bukti di persidangan, dengan catatan harus didukung oleh alat bukti yang sah. Bahwa kami tegaskan tidak ada kesepakatan damai dalam hukum pidana artinya apabila ada kesepakatan damai antara para pihak, akan tetapi proses hukum pidananya akan tetap jalan selama pihak korban (suami) tidak mencabut tuntutan hukum sebagaimana diatur dalam pasal 75 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Terhadap permasalahan gugat cerai istri terhadap suami, maka si istri berhak untuk tetap meneruskan gugat cerainya karena itu di luar konteks permasalahan pidana atas pengaduan suami bahwa istrinya telah berzina. Sekian David, semoga jawaban ini bermaanfaat. Wassalam........

21

Gugatan Cerai
Assalamualaikum WR WB Pak Pengacara...Bagaimanakah bila seseorang yang dituntut oleh suaminya telah melakukan zina tanpa adanya barang bukti, tetapi telah membuat pengakuan di dalam BAP (tanpa adanya sumpah). Kemudian, apabila statusnya telah bercerai, tetapi si suami belum mencabut tuntutannya. Apakah tuntutan tersebut dapat diteruskan atau tidak, mengingat statusnya telah cerai. Apakah BAP tersebut dapat dijadikan barang bukti? Padahal pada saat itu ada kesepakatan damai (dijanjikan damai oleh polisi yang memeriksa), makanya adanya pengakuan di BAP tersebut. Setelah adanya pengakuan tersebut memang terjadi kesepakatan damai. Tetapi sebulan kemudian si suami tidak terima karena tidak puas dan ingin membuka kembali kasus tersebut. Kemudian setelah ada pembicaran, si suami mau damai lagi asalkan si istri mau mencabut gugatan cerai terhadap dirinya. Tetapi si istri tidak mau.

Yudo Hernando

Mukti Ali Kusmayadi P

Konsultasi Hukum Diasuh Mukti Ali Kusmayadi Putra, SH dan Yudo Hernando, SH (Kantor Hukum Liberty Padang, Jalan Sebrang Padang Utara I/14) Bagi pembaca yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan kirim email ke: hijrahadisukrial776@gmail.com
Bagaimanakah posisi si istri? apakah dia dapat meneruskan gugatan cerainya? David, Pisang Bypass, Padang Jawaban Bila istri dituntut oleh suaminya telah melakukan zina tanpa adanya barang bukti, tetapi istri saat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah melakukan pengakuan atas tuntutan suaminya, maka tuntutan tersebut tetap akan ditindaklanjuti walaupun status mereka telah bercerai dan mantan suami tersebut tidak mencabut tuntutannya karena secara konteks hukum pidana terhadap tuntutan tersebut hanya dapat dicabut oleh korban (suami) yang mana sesuai dengan aturan KUHP Pasal 75 menyatakan bahwa orang yang mengajukan pengaduan, berhak menarik kembali dalam waktu tiga bulan setelah pengaduan diajukan. Berita Acara Pemeriksaan

“Apa Itu Disleksia...?”
Assalamualaikum Wr. Wb Bu Yuni, salam kenal dari saya, saya Ani (46 tahun) seorang ibu dengan dua orang anak yang masih balita. Saya pernah mendengar tentang disleksia, apa yang dimaksud dengan disleksia? Mengapa orang bisa terkena disleksia? Bagaimana cara mengatasinya buk? Terima kasih atas jawabannya buk. Wassalam. -Ani, PadangWaalaikumsalam, wr.wb Ibu Ani, salam kenal kembali dari saya. Mendengar kata disleksia memang membuat kita penasaran dan ingin mengetahuinya lebih jauh. Ibu Ani, disleksia adalah ketidakmampuan belajar yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk membaca, untuk menulis suatu kata, bahkan mengganggu kemampuan seseorang dalam berbicara. Secara awam, disleksia adalah merupakan salah satu gangguan belajar membaca pada anak, dimana anak kesulitan dalam mengeja huruf dan merangkai kata yang menjadi sebuah manifestasi akibat gangguan pada fungsi otak. Ada empat kelompok karakteristik kesulitan dalam belajar membaca yaitu kebiasaan membaca, kekeliruan dalam mengenal kata kekeliruan dalam memahami sesuatu dan gejala lain. Dalam kebiasaan membaca anak yang mengalami kesulitan belajar sering kita lihat hal-hal yang tidak wajar. Dimana ia sering menampakkan ketegangannya seperti mengeryitkan kening, gelisah, irama suara yang meninggi, atau menggigit bibir. Anak juga merasakan perasaan tidak aman dalam dirinya yang ditandai dengan perilaku menolak membaca, sering menangis atau melawan guru. Pada saat anak membaca sering kali ia nampak kehilangan jejak sehingga sering terjadi pengulangan atau ada baris yang terlompat tidak terbaca. Kekeliruan dalam mengenal kata, mencakup penghilangan, penyisipan, penggantian, pembalikan, salah ucap, perubahan tempat, tidak mengenal kata dan tersentak-sentak ketika membaca. Kekeliruan memahami bacaan tampak pada banyaknya kekeliruan dalam menjawab pertanyaan yang terkait dengan bacaan, tidak mampu mengurutkan cerita yang dibaca dan tidak mampu memahami tema bacaan yang telah dibaca. Gejala yang lain tampak seperti membaca kata demi kata, membaca dengan penuh ketegangan dan membaca dengan penekanan yang tidak tepat. Disleksia disebabkan oleh beberapa hal: 1. Faktor neurologi 2. Faktor keturunan 3.Gangguan pendengaran sejak dini 4. Kombinasi dari beberapa faktor. Seandainya anak kita terdiagnosa mengalami disleksia (gangguan kesulitan belajar lainnya). Maka kita harus - Selalu memberikan dukungan emosional pada anak dengan cara menunjukkan empati. - Komunikasikan dengan anak tentang apa yang dialaminya. - Ciptakan suasana rumah yang kondusif untuk ketenangannya. - Lakukan remedial yang kontinu pada setiap tugas yang ia terima. - Berikan reward pada anak terhadap perkembangan positif terkecil sekalipun yang anak lakukan. - Bekerja sama dengan psikolog, terapis dan anggota keluarga yang lain serta guru untuk membantu perkembangan anak. Oke Mbak Ani semoga jawaban saya dapat membuat anda puas. Kalau belum puas silahkan kirim surat kembali kekantor kami. Wassalam.

KONSULTAN PSIKOLOGI

Oleh :

Yuni Ushi Johan, SPsi, Psikolog
Konsultasi, seleksi karyawan, pengukuran produktivitas kerja, promosi jabatan, penyesuaian jabatan, pelatihan, seminar, manajemen stress, pengembangan kepribadian, psikoterapi, bimbingan belajar, penjurusan bakat minat, test IQ-EQ, tumbuh kembang anak, dll). Kirimkan masalah anda melalui surat ke Jalan Raya IndarungTanjung Sabar No. 15 Padang, Jl. S. Parman No 97 C Lt.II Padang, atau ke Jln. Veteran No. 98 Padang atau kontak ke 081374035580/0751-7894173/ 0751-74875, E-mail lembagapsikologi_lp2r @yahoo.com)

22

HIBURAN
Benci Eksak, Jadi Guru Fisika
PERAN menjadi guru fisika dalam film Semesta Mendukung merupakan suatu tantangan baru bagi bintang film cantik Revalina S. Temat. Sebab, tokoh yang akan diperankannya kali ini sangat jauh berbeda daripada tokoh-tokoh yang biasa dia perankan sebelumnya. Karakter menjadi guru ini merupakan pengalaman pertama bagi aktris yang pernah berperan dalam film Tanda Tanya tersebut. Apalagi dalam filmnya, dia berperan sebagai seorang guru fisika di Madura, Tari Hayat. Selama sekolah, pelajaran ilmu eksak, terutama Fisika, merupakan pelajaran yang paling dibencinya. ”Dulu pas sekolah aku seperti pelajar lain pada umumnya. Dalam pelajaran tertentu, aku masih memperhatikan dengan baik. Namun, kalau pelajaran Matematika, Fisika dan Kimia, aku nggak merhatiin. Kadang-kadang malah mengobrol sama teman. Ini jadi tantangan tersendiri buat aku,” ujar Revalina. Membenci pelajaran Fisika membuat Revalina harus belajar Fisika sebelum syuting. Untung saja, peran Revalina tidak lebih memfokuskan ke teori Fisika, namun cenderung membahas praktik Fisika dalam kehidupan sehari-hari. Selain belajar Fisika, Revalina mempunyai trik agar bisa lebih mendalami karakter sebagai guru Fisika. Yakni, dengan selalu mengingat peran guru Fisikanya di sekolah dahulu. Terutama, perlakuan guru tersebut saat dia dan teman-temannya mulai cuek dengan bahan pelajarannya. (jpnn)

MINGGU

23 OKTOBER 2011

Meretas Mimpi dari Pulau Garam
Dalam Hidup, Tak Ada Yang Tak Mungkin

SETELAH sejumlah daerah dengan segala eksotismenya diangkat ke layar lebar, kini giliran Madura. Daerah yang dulu terkenal sebagai penghasil garam nomor wahid di negeri ini menjadi sorotan utama

film Semesta Mendukung. Film itu merupakan film ketujuh dari Mizan Production. Film besutan sutradara John De Rantau tersebut juga bekerja sama dengan Frans X.R. Paat. Tidak hanya itu, untuk memotret kehidupan masyarakat lokal lengkap dengan tradisi karapan sapi, lanskap padang garam, hingga pemandangan Jembatan Suramadu, John mengajak director of photography H German G Mintapradja. Semesta Mendukung menceritakan Muhammad Arief (Sayef Muhammad Billah), seorang anak dari sebuah keluarga miskin di Sumenep, Madura, yang sangat menggemari sains, khususnya Fisika. Walau tinggal di sebuah dusun di Pamekasan, Madura, yang jauh dari gemerlap kota dan minimnya fasilitas belajar, Arief tetap menekuni Fisika. Diceritakan, Arief

tinggal bersama ayahnya, Muslat (Lukman Sardi), mantan petani garam yang beralih profesi menjadi sopir truk serabutan karena ladang garam sedang dilanda paceklik. Lantaran kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan itu, ibu Arief, Salmah (Helmalia Putri), terpaksa bekerja sebagai TKW di Singapura. Setelah bertahun-tahun, ibunya belum juga kembali, bahkan tidak pernah memberikan kabar. Arief pun sangat merindukannya. Arief bekerja di bengkel sepulang sekolah dengan citacita mengumpulkan uang untuk mencari ibunya. Arief pun dibantu Cak Alul (Sudjiwo Tedjo). Ibu Tari Hayat (Revalina S Temat), seorang guru Fisika, melihat bakat besar yang dimiliki Arief. Berkat dorongan Ibu Tari, Arief ikut seleksi olimpiade Sains yang diadakan di Singapura. Namun, sesungguhnya Arief memiliki agenda tersembunyi, yakni menemukan ibunya di sana. Seleksi olimpiade sains dilakukan Pak Tio Yohanes (Ferry Salim) di Jakarta, yang dibantu Deborah Sinaga (Febby Febiola). Para peserta bersaing untuk lolos sekaligus menjalin persahabatan di sana. Arief bersahabat dengan Muhammad Thamrin (Angga Putra) dan Clara Annabela (Dinda Hauw). Perseteruan pun dihadirkan di film tersebut antara Arief dan Bima Wangsa (Rangga Raditya) serta Erwin Manik (Rendy Ahmad). Di lain scene, Arief juga berkenalan dengan Cak Kumis (Indro Warkop), penjual ketoprak keliling asal Madura yang memberinya ilmu kehidupan. Pak Tio senantiasa menyemangati Arief dan peserta lain dengan mengajarkan sebuah keyakinan yang disebutnya ”Mestakung” atau semesta mendukung. Inti ajaran itu adalah apabila seseorang yakin, fokus, dan berusaha keras untuk mencapai sesuatu, dia pasti meraihnya karena seluruh semesta akan mendukung. Semesta Mendukung juga

Padang Ekspres
MINGGU 23 OKTOBER 2011

23

EleMMent Palazzo, Motormansion Termahal di Dunia
Patung di Atas Kepala
SPIDERMAN-kah yang menggelantung di jendela Museum Louvre, Paris, kemarin (21/10) itu? Tentu bukan. Itu adalah patung karya instalasi yang menjadi bagian dari International Contemporary Art Fair yang berlangsung di ibu kota Prancis tersebut. Orang-orang yang berlalu lalang di depan museum tersebut sama sekali tak menyadari kehadiran ”sosok” dalam posisi siap jatuh itu. Lebih baik demikian. Sebab, kalau sampai mereka semua sadar dan kaget, itu berarti patung tersebut sudah jatuh menimpa seseorang… (Rtr/ttg) perti di wilayah paling eksklusif di Kota London, Hampstead. Namun, Marchi Mobile justru membuat semua orang gemas. Mereka menyatakan bahwa harga tersebut adalah yang termurah. Sumber di kalangan dalam perusahaan itu menyebut bahwa tidak ada batasan harga untuk kendaraan mewah tersebut. Jika ada permintaan, mereka akan dengan senang hati menghiasi mobil itu dengan dengan berlian. Rumah mobil sudah lama menjadi gaya hidup di negaranegara maju, khususnya Eropa dan AS. Konsepnya adalah mengombinasikan akomodasi hidup dan mesin kendaraan. Istilah motorhome juga lazim digunakan di Inggris, AS, dan Kanada. Biasanya sebuah rumah mobil diisi dua hingga delapan orang. Kamar tidur di dalamnya biasa disebut berth. Setiap kamar dibuat permanen atau dimodifikasi dari bagian mobil yang ada. Bagian penting yang lainnya adalah dapur. Di tempat ini, bisa ditemukan peralatan masak, seperti oven, alat pemanggang, kompor gas, dan tempat mencuci piring. Model lebih mewah dilengkapi dengan microwave dan lemari es. (DailyMail/cak/dwi)

Badut Perdamaian
SEKITAR 300 badut berkumpul pada Konvensi Internasional Badut di Meksiko City, Rabu (19/10). Mereka bertemu dalam ajang tahunan bertema badut untuk perdamaian, sebuah dunia tanpa kekerasan. Saat foto bersama, para badut tersebut bebas tertawa dan berpose apa saja. Mereka tampaknya ingin menunjukkan bahwa dunia penuh lelucon bisa meredam nafsu untuk berbuat kekerasan. (AP/agm)

BAGI para pecinta petualangan sekaligus kemewahan, ada kendaraan yang bisa dijadikan pilihan. Kendaraan berupa van itu, bahkan, lebih menyerupai rumah motor atau mansion (rumah mewah) yang bergerak alias motormansion. Perusahaan Austria Marchi Mobile, selaku pembuatnya, menawarkan rumah mewah bergerak tersebut seharga GBP 1,9 juta (Rp 26,6 miliar). Seperti dilaporkan Daily Mail edisi kemarin (19/10), itu merupakan mobil van termahal di dunia. EleMMent Palazzo, nama kendaraan itu, adalah sebuah ”istana” yang memiliki panjang 12 meter dan bergerak di atas enam roda. Kendaraan tersebut memiliki teras atap yang bisa terbuka otomatis dengan luas 65 meter persegi. Selain itu, lantainya dilengkapi adaptor udara dingin dan panas serta sebuah bar. Kendaraan masa depan itu juga dilengkapi kamar tidur luas dengan televisi ukuran 40 inci. Di dalam kamar mandi, terdapat shower dan toilet secara terpisah. Ada pula ruang santai, dan

ruang sopir lengkap dengan tempat tidur susun. EleMMent juga terkoneksi dengan jaringan internet bergerak, video streaming pengintai, dan TV satelit. Untuk keamanan saat bergerak di malam hari, terdapat perangkat yang bisa membuatnya bersinar dan berkilau. Yang paling mengagumkan adalah mesin ”ruang santai” yang dapat terbuka hanya dengan satu sentuhan. Marchi Mobile menyatakan bahwa kendaraan tersebut dilengkapi mesin bertenaga 510 bhp sehingga mampu menghasilkan kecepatan maksimal 150 kilometer perjam. Kerat kendaraan mencapai sekitar 20 ton. Konsumsi bahan bakarnya mencapai 5,5 kilometer per liter. Cukup irit untuk kendaraan seberat itu. Hal itu, antara lain, disebabkan oleh rancangan aerodinamikanya. Pemilik mobil bisa memperluas ruangan hingga 40 meter persegi. Harga yang ditawarkan GBP 1,9 juta (Rp 26,6 miliar). Dengan banderol tersebut, harga mobil itu dua kali lipat lebih mahal dibandingkan harga pro-

Hewan Langka Hiu Albino Mata Satu
SEORANG nelayan menemukan hiu bermata satu di tengah wajahnya di pantai Meksiko. Bayi hiu albino yang dijuluki cyclops itu diambil dari dalam perut induknya yang sedang hamil di Teluk California. Hiu mata satu itu dipuja sejak kelompok penghobi olah raga memancing Pisces Fleet Sportfishing memublikasikan fotonya di internet pada Juli lalu. Sebagian orang justru menganggap foto tersebut sebagai rekayasa digital. Malah ada pula yang menganggapnya sebagai berita bohong. Namun, seperti dilaporkan Daily Mail (18/10), para peneliti yang mempelajari hiu sepanjang 56 sentimeter tersebut menyatakan bahwa foto-foto itu asli. Begitu pula kondisi sang ikan. Meski begitu, mereka meramal bahwa bayi hiu tersebut tidak akan mampu bertahan hidup setelah dilahirkan. penelitiannya dan mengkaji penelitian kasus cyclopedia lainnya untuk memastikan penemuan tersebut. Kondisi yang dialami hiu itu dikenal sebagai cyclopia. Yakni, cacat lahir akibat kegagalan porsi bagian depan otak untuk memisahkan dengan tepat cekungan mata menjadi dua bagian. Cyclopia merupakan cacat yang terjadi dalam spektrum otak dan wajah yang dikenal sebagai holoprosencephaly. Kasus seperti itu juga pernah ditemukan pada hewan lain. Pada 2005, seorang bayi kucing dilahirkan dengan satu mata dan tanpa hidung. Kucing yang dikenal dengan nama Cy, kependekan dari Cyclops, tersebut mati setelah berumur satu hari. Seperti bayi hiu tersebut, kucing mata satu itu juga dianggap sebagai binatang keramat. (Daily Mail/cak/dwi)

Goyangan Shahrukh Khan
NAMANYA juga bintang film India, bernyanyi dan bergoyang tentu menjadi ciri khas. Itu pula yang dilakukan superstar Bollywood Shahrukh Khan saat mempromosikan film terbarunya, “Ra-One” di Ludhiana, India, kemarin ini (20/10). Dia pun bergoyang di atas panggung. Tangannya meliuk bebas, termasuk mengarah ke “wanita” di sampingnya itu. Ah, kalau saja itu bukan cuma poster… (AFP/ttg)

Sebelumnya, seorang nelayan bernama Enrique Lucero León menangkap seekor induk hiu hitam di dekat Pulau Cerralvo di Teluk California. Saat León membelah perut induk hiu tersebut, dia menemukan bayi hiu jantan yang aneh di antara sembilan saudaranya yang normal. ”(Temuan) ini benar-benar

luar biasa,” komentar Felipe Galván-Magaña, ahli biologi dari Interdisciplinary Center of Marine Sciences di La Paz, Meksiko. Dia menegaskan bahwa bayi ikan itu termasuk langka. ”Sejauh yang saya tahu, hanya tercatat kurang dari 50 kasus ketidaknormalan yang seperti ini,” katanya.

Ahli hiu Galván-Magaña dan koleganya, Marcela BejaranoÁlvarez, mendengar penemuan itu yang diunggah dalam situs jejaring sosial Facebook. Keduanya, bersama tim peneliti, telah minta ijzn kepada Leon untuk meminjam hiu tersebut untuk diteliti. Lantas, para ahli menggunakan sinar X dalam

24

Padang Ekspres
MINGGU 23 OKTOBER 2011

M Juan Atha Ghanim
Salam kenal teman-teman Ceria. Apa kabar neh semuanya, semoga baik-baik saja ya. Kenalkan namaku, M Juan Atha Ghanim temen-temen cukup memanggilku Atha. Satu tahun delapan bulan, empat bulan lagi usiaku genap dua tahun, lo temen-temen. Tepatnya Atha lahir di Bukittingi, 20 Februari 2010. Jangan lupa ya kasih kado ya..!!!. Atha lahir dari pasangan papi Ary Andre JR dan mami Yuannike Anjela. Mereka sangat menyayangi Atha lho. Setiap hari mereka selalu menemani Atha bermain, menyanyi, nonton film kartun, atau main mobil-mobilan. Padahal orangtua Atha sibuk, tapi buat Atha selalu ada waktu. Makanya Atha juga sayang sama mereka. Atha sering ditinggal Papi dan Mami, sebab mereka kerja. Atha hanya ditinggal sama Amak. Oh ya temen-temen, Atha suka main mobil-mobilan dan kuda-kudaan lho. Atha mainnya sama teman-teman di tempat tinggal Atha. Kalau sudah besar Atha mau jadi polisi sekaligus pengusaha kayak papa Atha. Biar bisa menumpas kejahatan dan membela keadilan dan bisa menyantuni orangorang tidak mampu. Atha mau kirim salam buat tante Fifii Andriani JR, dan nenek Rosniar di kampung Papa, Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo, Tanahdatar .Semoga keluarga besar Atha sehat wal’afiat semuanya. Amin. Sekian dulu ya tementemen. (**)

Hadiah Untuk Ibu
HARI ini Agung pulang lebih cepat dari biasanya, dan berlari menuju rumah sambil bernyanyi ceria. Sesampai di rumah, Agung mengganti pakaian, lalu mengambil nasi untuk ibunya yang hampir dua minggu terbaring sakit di tempat tidur. Setelah menyuapi ibunya, Agung juga makan. Selesai makan Agung berpamitan kepada ibu sambil membawa gitar kesayangannya. Waktu telah menunjukan pukul 11.00 siang. walaupun keringat mengucur deras dikeningnya, Agung tetap semangat dan berlari ke persimpangan jalan yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Agung memanfaatkan hari ini dengan sebaikbaiknya, untuk mencari uang dengan cara mengamen. Beberapa hari sebelumnya Agung telah mengumpulkan uang untuk membelikan sesuatu untuk ibunya. Tapi hari ini harus lebih banyak, karena Agung datang lebih awal.

Oleh : Fajri BN

Dengan semangat, Agung menghibur pengendara yang berhenti saat lampu merah di persimpangan. Mataharipun tepat di puncak ubun. Agung memilih untuk istirahat sejenak sambil menghitung berapa uang yang didapatkan, “Lumayan” kata Agung sambil bersandar di sebuah batang kayu rindang di dekat persimpangan. Setelah matahari mulai tergelincir, Agung kembali bernyanyi dengan suara merdu. Keringat yang menetes di keningnya tidak dihiraukan, Agung tetap semangat tanpa mengenal takut bahkan malu. Dalam hati Agung mengumpulkan uang dengan kerja keras dan halal. Agung memang anak yang baik dan patuh. Setelah sore, Agung kembali duduk dekat pohon, sambil menghitung kembali uang dan

mengelap keringatnya dengan senyum yang merekah di wajahnya. Sejenak setelah istirahat Agung langsung berlari ke sebuah toko pakaian wanita. Agung ingin sekali membelikan sebuah kerudung untuk ibunya. Agung ingin membuat ibunya bahagia. Setelah ayahnya meninggal ketika Agung masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar. Agung hanya tinggal berdua dengan ibunya. Ibulah yang sepenuhnya menanggung semua kehidupan mereka. Tapi Agung selalu tegar menjalani hari-hari dengan semangat, walau sesekali dia menangis melihat temantemannya, setiap hari libur pergi bermain dengan kedua orangtuanya. Agung pun masuk ke toko pakaian untuk membeli kerudung. Seperti yang pernah diharapkan ibunya, sewaktu le-

wat depan toko itu berdua dengannya. Agung menawar kerudung merah muda itu. Uang yang dikumpulkan Agung dari beberapa hari yang lalu, ditambah dengan hari ini, cukup untuk membeli kerudung itu. Setelah membeli kerudung, Agung pulang, berlari secepat mungkin. Wajahnya sangat senang dan ceria, ditambah lagi Agung berlari sambil menyanyi dengan lantang, seperti lagi mengamen. Sesampai di rumah, Agung melihat ibunya yang sudah bisa duduk, dia langsung memeluk ibunya sambil menangis. Betapa indahnya hari ini buat Agung. “Ibu sudah sembuh?” tanya Agung. Ibu menganggukkan kepalanya. “Apa yang kamu bawa nak?” tanya ibu pada Agung sambil menghapus air mata yang membasahi wajah polos Agung. “Selamat ulang tahun Bu. ini hadiah untuk Ibu!” jawab Agung. Perlahan ibu membuka kotak yang dibungkus dengan kertas kado berwarna merah muda. Ibu menangis melihat kerudung cantik yang diinginkannya. Betapa senang dan terharunya hati ibu melihat anak yang tak henti-henti membuatnya senang. Ibu memeluk erat Agung yang juga menangis bahagia. “Agung memang anak Ibu, anak yang berbakti, terima kasih ya anakku sayang” kata ibu. Padang, 6 Oktober 2011

Annisa
HALLO teman-teman. Salam kenal sobat Ceria. Kenalkan namaku Annisa. Aku lahir tanggal 22 Oktober 2009. Papaku Zulbakhri dan mamaku Rini Mulyati. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara. Aku lahir di Pariaman dan di sana banyak tinggal keluarga Annisa. Saudara-saudara Annisa sangat sayaing sama Annisa. Oh ya , jika sudah besar nanti, Annisa ingin jadi dokter. Jika mama dan papa sakit, Annisa bisa mengobatinya. Annisa juga mainkan alat-alat kedokteran lho. Annisa sering main dokterdokteran dengan saudara Annisa dan boneka kesayangan Annisa. Kalau Annisa sakit, Annisa tak takut minum obat, kan Annisa mau jadi dokter. Massa dokter takut minum obat. Ya kan teman-teman. Annisa sering diajak jalan-jalan sama papa dan mama. Jika papa dan mama tidak sibuk kerja, mereka ajak Annisa jalan-jalan, Annisa bisa bermain sepuasnya di arena permainan anak dan di pantai bersama mama dan papa. Pulang jalan-jalan, papa dan mama mengajak Annisa makan dengan menu favorit Annisa. Sebelum Annisa lupa, Annisa mau titip salam nich untuk Bang Putra di Sijunjung, Kak Nifa, Apuk dan Bang Nabil di Pariaman. Annisa kangen sama kakak dan abang semua. Annisa tunggu di rumah Annisa ya, biar kita bisa bermain lagi. Oh ya, temanteman juga boleh main ke rumah Annisa. Mama dan Papa tidak akan marah kalau teman-teman main ke rumah Annisa. Sudah dulu ya temanteman, Annisa mau tidur dulu, habisnya dah ngantuk nich. *

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->