Kliping Tugas Ekonomi Bab I-Uang,Kebijakan Pemerintah Untuk Mengendalikan Jumlah Uang Beredar

Oleh: Irvan Wijaya Ludianto Sovia Dumiyanti Syenni Linggar Thoby Tommy Veronica Natasya 9e-18 9e-26 9e-28 9e-29 9e-30 9e-32

Smp Waringin Jl.Kebonjati no.209 Bandung

baik secara langsung.Akhir kata. Kami.kami mohon maaf sebesar-besarnya.Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.Apibila ada isi yang kurang berkenan pada anda sekalian.Semoga saja kliping ini dapat membantu.bagi yang kebetulan mencari informasi tentang kebijakan pemerintah untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di pasaran.Sekali lagi.Para penyusun Bandung.2 Agustus 2011 .proses penyusunan dan pengumpulan data untuk kliping ini berjalna lancar dan sesuai jadwal.maupun tidak langsung.kami meminta saran dan komentar dari anda sekalian.maaf dan terima kasih atas perhatiannya.Kata Pengantar Puji dan syukur kepada Tuhan.

............... :....................Halaman Penilaian Kliping tugas ekonomi.............. Penilaian dilaksanakan pada: Hari... =.....................Halaman Judul 2..................................Kata Pengantar 3........... =...........................................Isi Kliping 9e-18 __________ 9e-26__________ 9e-28__________ 9e-29__________ 9e-30__________ 9e-32__________ =.......Tanggal Guru Mata Pelajaran _____________________ .............. =.................Pendahuluan 4.....tentang: Kebijakan Pemerintah Untuk Mengendalikan Jumlah Uang Beredar Irvan Wijaya Ludianto Sovia Dumiyanti Syenni Linggar Thoby Tommy Veronica Natasya Unsur Penilaian 1..........

batas maksimum pemberian kredit. Pada keadaan ekonomi stabil. Melalui instrumen-instrumen tersebut akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar. Sedangkan kebijakan artinya kepandaian atau kemahiran. Kalau harga cenderung naik secara terus-menerus. c. Jika secara rinci. pertumbuhan arus uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia. Meningkatkan kesempatan kerja Jika jumlah uang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa. atau selalu menggunakan akal budi. maka perekonomian akan stabil. tujuan kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ekonomi yang ditandai dengan bergairahnya dunia usaha dan meningkatnya kesempatan kerja. Menjaga stabilitas harga Kebijakan moneter selalu dihubungkan dengan jumlah uang beredar dan jumlah barang dan jasa. Ada kalanya harga itu naik turun tidak beraturan sehingga perubahan harga dapat memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Keberhasilan kebijakan moneter biasanya diukur dari peningkatan kesempatan kerja. mahir. rasio cadangan minimum. Artinya. dan moral suasion. seperti operasi pasar terbuka. pengusaha akan . menurut arti katanya kebijakan moneter adalah kepandaian mengenai keuangan. kebijakan diskonto. dan berkesinambungan. Jadi. Kebijakan moneter adalah langkah-langkah yang diambil penguasa moneter (Bank Sentral atau Bank Indonesia) untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar dan daya beli uang. Bijak artinya pandai. Moneter artinya keuangan atau mengenali keuangan. Secara garis besar. maka orang akan membelanjakan semua uangnya yang justru mengakibatkan gejala ekonomi yang disebut inflasi. terkendali. b. Instrumen Serta Penjelasannya Kebijakan berasal dari kata bijak ditambah dengan imbuhanke-an. Perubahan jumlah uang ini pada akhirnya akan memengaruhi kestabilan moneter agar lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menjaga stabilitas ekonomi Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan perekonomian yang berjalan sesuai dengan harapan. Caranya adalah dengan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan moneter. tujuan kebijakan moneter adalah sebagai berikut. Interaksi jumlah uang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga.Pendahuluan Definisi/Pengertian Kebijakan Moneter Dan Kebijakan Fiskal. a. dan perbaikan kualitas kerja. perbaikan neraca pembayaran.

Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran Kebijakan moneter dapat memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran. dan kelonggaran pemberian kredit. Kebijakan Cadangan kas (Cash Ratio Policy) . 3. 2. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan suku bunga. ditunjukkan untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal diskontonya atau discount rate policy (tingkat bunga yang dikenakan pada bank umum atas pinjaman dana yang diberikan). Jika negara mendevaluasi mata uang rupiah ke mata uang asing maka harga-harga barang ekspor akan menjadi lebih murah sehingga memperkuat daya saing dan meningkatkan jumlah ekspor. Ada dua jenis kebijakan moneter. begitu sebaliknya. yaitu tight money policy dan easy money policy. d. Perangkat/Sarana/Instrumen Kebijakan Moneter 1. Easy money policy (kebijakan uang longgar) adalah kebijakan yang di ambil bank sentral untuk menambah jumlah uang beredar. Peningkatan jumlah ekspor akan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.  Tight money policy (kebijakan uang ketat) adalah kebijakan bank sentral untuk  mengurangi jumlah uang beredar. Investasi akan memungkinkan adanya lapangan pekerjaan baru. Adanya lapangan pekerjaan baru atau perluasan usaha berarti meningkatkan kesempatan kerja. Kebijakan Diskonto (Discount Policy) Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan suku bunga pada saat inflasi dan menurunkan pada saat deflasi. Kebijakan Pasar Terbuka (Open Market Policy) Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menjual surat-surat berharga pada saat inflasi dan membeli/ menarik surat-surat berhaga pada saat deflasi.mengadakan investasi. Bank Indonesia dalam kebijakan pasar terbuka dengan menngeluarkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Sertifikat Pasar Uang. menaikkan cadangan kas. Apabila pemerintah menghendaki menurunkan jumlah uang yang beredar. pembelian surat-surat berharga (kebijakan pasar terbuka). menjual SBI. Kebijakan uang longgar ini dapat berupa penurunan tingkat suku bunga (kebijakan diskonto). maka jumlah uang yang beredar cenderumg berkurang. dan membatasi pemberian kredit. penurunan cadangan kas (kebijakan cash ratio). pemerintah harus menjual obligasi di pasar bebas.

Kebijakan Sanering Yaitu kebijakan memotong nilai nominal pada saat inflasi. kredit boleh diberikan asal memenuhi syarat 5C. Kebijakan Dorongan Moral (Moral Suasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. tetapi pada saat deflasi syarat dapat dipelonggar. dengan tujuan mendorong ekspor dan menghambat impor. capital. Kebijakan Kredit Ketat Yaitu kebijakan pemerintah dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit. 5. Bila pemerintah menurunkan minimum kas rasio. Bank sentral (Bank Indonesia) berusaha mempengaruhi bank-bank umum dalam hal memberikan kredit kepada nasabah melalui berbagai macam peraturan kredit. maka dengan uang tunai yang sama bank dapt menciptakan uang lebuih banyak dari jumlah sebelumnya. dan Condition of economy. Bank sentral pada umumnya menentukan anka banding minimum antara uang tunai dengan kewajiban giral bank. misalnya Rp 1. collateral. . 6. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. atau bisa juga menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yan mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.00 7. Cara baru untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat yaitu dengan car amengubah-ubah minimum kas rasio. Kebijakan revaluasi Yaitu kebijakan menaikkan nilai mata uang sendiri terhadap nilai mata uang asing. 4.00 menjadi Rp 1.Yaitu kebijakan pemerintah dengan jalan menaikkan cadangan kas pada saat inflasi dan menurunkan cadangan kas pada saat deflasi. Character. Capability.Kebijakan Devaluasi Yaitu menurunkan nilai mata uang asing. 8. Angka banding tersebut biasa disebut minimum cash ratio.000.

otoritas moneter harus memahami komplet soal bagaimana sektor perbankan akan bereaksi terhadap perubahan dalam kebijakan moneter. yaitu pengumpul dana masyarakat yang sekaligus merangkap sebagai penyalur kredit. Agar dapat mencapai sasaran. terutama dalam penyaluran kredit. Definisi ini hanya mengukur uang dari sisi transactional demand dan spending powerpara penabung. Towards a New Paradigm in Monetary Economics.untuk Indonesia. dan deposito (time deposit). sudah terlalu banyak kesalahan dalam kebijakan moneter yang kita buat di masa yang lalu akibat kita tidak cukup memahami mengenai peran bank dan pasar kredit dalam perekonomian. Dalam ilmu ekonomi moneter konvensional. giro. peran bank hanya diperhitungkan dari sisi kewajibannya. Yang perlu diperhatikan hampir seluruh mekanisme transmisi kebijakan moneter harus melewati sektor perbankan. Stiglitz dan Greenwald (2003) coba menghapus dikotomi ini. Konsep ini jelas meniadakan peran bank sebagai lembaga intermediasi keuangan. Dalam buku terbarunya. tabungan (saving deposit). Broad money (M2) didefinisikan sebagai penjumlahan uang kartal. Argumen utama mereka adalah efektivitas kebijakan moneter sangat bergantung pada kondisi dari dunia perbankan. .

2. (iii) SBN outright jual. bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. Salah satu indikatornya adalah suku bunga PUAB yang naik tajam. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Namun. maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. 2. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. .Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Kebijakan Operasi Pasar Terbuka 1. Instrumen yang digunakan dalam OPT injeksi ini adalah (i) Repo. (ii) SBN outright beli serta (iii) sterilisasi valas dengan membeli USD/IDR ataupun melakukan swap beli USD/IDR. Operasi Pasar Terbuka (OPT) merupakan bagian dari kegiatan Operasi Moneter (OM) yang berfungsi untuk mengurangi (smoothing) volatilitas suku bunga di PUAB. Namun. (ii) Term Deposit. pasar uang diperkirakan mengalami kelebihan likuiditas. Salah satu indikatornya adalah suku bunga PUAB yang turun tajam. Operasi Moneter : Operasi Pasar Terbuka(berdasarkan website Bank Indonesia) 3. 1. pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. OPT Injeksi OPT injeksi dilakukan apabila dari perkiraan perhitungan likuiditas maupun dari indikator suku bunga di PUAB. OPT Absorpsi OPT absorpsi dilakukan apabila dari perkiraan perhitungan likuiditas maupun dari indikator suku bunga di PUAB. bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang. (iv) Reverse Repo SBN serta (v) sterilisasi valas dengan menjual USD/IDR ataupun melakukan swap jual USD/IDR. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). OPT terdiri dari 2 jenis. pasar uang diperkirakan mengalami kekurangan likuiditas. yaitu: 1. Instrumen yang digunakan dalam OPT absorpsi ini adalah (i) Lelang SBI.

3. Ketiga bentuk kebijakan pemerintah tersebut perlu dilakukan secara serentak untuk meningkatkan keefektifannya. Efektivitas berbagai kebijakan Secara kontinu kebijakan pemerintah di perlukan untik menjaga kestabilan harga dan mengurangi tingkat pengangguaran pada tingkat yang sangat rendah. Kebijakan Moneter : mengurangi.2. pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral. Kebijakan Fiskal : menambah pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. mengurangi/menurunkan suku bunga dan menyediakan kredit khusus untuk mendorong sector atau kegiatan tertentu. kebijakan segi penawaran. Untuk mengatasi inflasi : 1. Kebijakan Segi Penawaran : melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi biaya produksi dan menstabilakan harga seperti mengurang pajak impor dan pajak keatas bahan mentah. menggalakan pertambahan produksi dan menggalakan perkembangan teknologi . member subsidi dan mengurangkan pajak perusahaaan dan individu. serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. menaikan suku bunga dan mengatasi kredit. melakukan penetapan harga. 2. Bentuk masing-masing kebijakan pemerintah tersebut untuk mengatasi maslah pengangguran dan inflasi adalah sebagai berikut : Untuk mengatasi pengangguran : 1. kebijakan moneter. mengembangkan infrastuktur.Kebijakan pemerintah tersebur dapat dibedakan kepada tiga bentuk yaitu : kebijakan fiscal. Kebijakan Moneter : menambah penawaran uang. meningkatakan efisiensi adminitrasi-adminitrasi pemerintah. Kebijakan segi penawaran Kebijakan Segi Penawaran : langkah pemerintah yang bertujuan untuk memperngaruhi penawaran agregat. Untuk membuat jumlah uang bertambah. Kebijakan Fiskal : dengan mengurangi pajak dan menambah pengeluaran pemerintah. 2. 3. Kebijakan Segi Penawaran : mendorong lebih banyak investasi.

Kebijakan fiskal Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. yang bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Atau dengan kata lain. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter. Dari semua unsure APBN hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:    Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi Pola persebaran sumber daya Distribusi pendapatan Arti dan Tujuan Kebijakan Fiskal Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. . jumlah transfer pemerntah (Tr). Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Contoh kebijakan fiscal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi.4. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G). kebijakan fiscal adalah kebjakan pemerintah yang berkaitan dengan penerimaan atau pengeluaran Negara. Cara demikian disebut dengan pengelolaan anggaran.pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).

(2) Besarnya Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah 20% (dua puluh persen) dari diskonto SPN.Contoh PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS DISKONTO SURAT PERBENDAHARAAN NEGARA Pasal 2 (1) Atas penghasilan tertentu dari Wajib Pajak berupa Diskonto SPN dikenakan pemungutan Pajak Penghasilan yang bersifat final. .

Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. [4] Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen. Dalam pelaksanaannya. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. Untuk mencapai tujuan tersebut. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah. sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing. .Penutup Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu. Oleh karenanya. Secara operasional. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. penetapan cadangan wajib minimum. dan pengaturan kredit atau pembiayaan. penetapan tingkat diskonto.

com/social-sciences/1997514-arti-dan-tujuan-kebijakan-fiskal/#ixzz1TsTTdozc http://organisasi.id/pages/search?q=kebijakan+fiskal&mode=0&mod=topic|produkhukum&kirim=go&submit=go .org/definisi-pengertian-kebijakan-moneter-dan-kebijakan-fiskal-instrumen-sertapenjelasannya http://www.go.shvoong.ekon.go.bi.id/web/id/Moneter/Operasi+Moneter/Operasi+Pasar+Terbuka/ http://www.Referensi: http://id.

Kebijakan Pemerintah Untuk Mengendalikan Jumlah Uang Beredar Irvan Wijaya Ludianto 9e-18 Sovia Dumiyanti 9e-26 Syenni Linggar Tommy 9e-28 9e-30 Thoby 9e-29 Veronica Natasya 9e-33 9e-33 Smp Waringin Jl.209 Bandung .Kliping Tugas Ekonomi Bab I-Uang.Kebonjati no.

:.:5:320.5 -0&$.38.9.#.

7.073203980.8.3.:7908 .9.3 203:.9 $:7.709 507.:202-08:7.9..7 &.7%07-:.9 -07..3 2..9.7.3$!&.7.3./.3-070/.#    507.3.9.7./.!.2-.. ./.7.7.7.3.2:3 -.85..943  507.:83.7907-:.7 5020739.7...:2.3  .20303/./.33/4308.:83.3-070/. 4.7 $0791.7..907. 5020739.3-070/...9-07...3/.8.39.9.3/.8!..33:2.5020739.39. 33203.9-07.2.:.3202-08:7.3:.8:7.$..9..8.8..7/03.8$:7.9-07.5020739. 503.05.5020739. 5020739.9.7-07:7.3203:.:.

.7.-.:.35020739.9:.393.8/84394.3:.393.4:39#.3.203.3803. /.9-:3.89..35.-.4393:0-..20-. &39: 202-:.3:39: 2025073.380397.20:7.3:2.9.3 0-.380397..:.9  109.3 203.3...-.°   ¯ °f¯ f½ °fff°f°– ¯ °–f°–$¯ °°f°¾ °–f f°¯ ° ff° ¾¾°¯ ° °–¾ nff –ff°  °    ©ff° –9 °fff° ¯ ° °–  f°f° ¾f¾ ¯ °– ¯ f°–f° °€f¾ ¯ °°–fff° €¾ °¾f ¯°f¾ f ¯°f¾½ ¯ °f ¯ ¯  ¾ ¾  f°¯ °–f°–f°½f©f½ ¾ffff° f°°    D°¯ °–ff¾°€f¾    ©ff°¾f ¯ °f¯ f½f©f f°¯ °–f°–½ °– ff°½ ¯ °f    ©ff°.7..7:503.9:7.9.7/03.3203:7.3:2:2 .3.80-..7.7.89.. 5020739.5./.3. .9:2.7:82023./.9-:3.38.2-.3./..503.5020739.3.3:.3.3.3./02202-:./.7./507:.9-:3.70.7-07:7.203:7:3.3 -070/.93.7.3-079::.3 80397. 8079.0-..3.3:39203.3  0-.3 $0.884394 8.089.9 ° f  ©ff° ½ ¯ °f ¾  f½f  ff° ½f f–f °f  ©ff°€¾nf   ©ff°¯°    ©ff°¾ –½ °fff°  –f ° ©ff°½ ¯ °f  ¾ ½  ff°¾ nff¾  °f°¯ °°–ff° € €f°°f  ° ¯f¾°– ¯f¾°– ©ff°½ ¯ °f ¾ °¯ °–ff¾¯f¾f½ °–f°––f° f°°€f¾f ff¾ f–f   D°¯ °–ff¾½ °–f°––f°    ©ff°¾f  °–f°¯ °–f°–½f©f f°¯ °f¯ f½ °– ff° ½ ¯ °f    ©ff°.3$0!03...3-079.9503.393.380503.3-070/.3 202.-..°   ¯ °–f°– ¯ °ff°¾ °–f f°¯ °–ff¾     ©ff° –9 °fff° ¯ ff°f°–f f°–ff°– f½f¯ °–f°– ff½ ¾ f°¯ °¾f ff°f–f¾ ½ ¯ °–f°–½f©f¯½ f°½f©f  ff¾ ff°¯ °f ¯ ff°½ ° f½f°f–f ¯ °––fff°½ f¯ ff° ½ ¾ f°¯ °––fff°½  ¯ f°–f° °– ..393.3:2:2907.8-07-.90  .

7...:5030:./.3..203..7802:..318..393.3/9025:405020739. 3/.7.3502-./.3/80-:9/03.7.7..33.9203:7.9/. ..7 3897:203:9. 0-..7.5030:..3203 89..7.2 31..:.8.933.7:. % ...9/.-....3.9.502-0.95020739.3/03.:5030:.59.32.2034397493.7.:203.3:2.9.3:3.7.350304.38.5.33.0-..350704342.7/. 0-./.502-0.:39:202503.3.3 93..30. 0-.3.3.3.8 5020739..2025070.3 79/.7:93..3.7.35.9..3.908025./.3.35020739.9.30.9.35...843.5.3.34254885.5.20.50704342./. 897-:8503/.318.. %7 /.3 043428:. /.318.  /..20./.3/.7907.3/./.  :2.3.9:7405020739.        .3 -070/.9....3.318.35.7.9/03.318.7..3-07./.3428:28 5020739..9503/.3  %::.50704342.97.30-..:38:70!.3 93.3.:/03..2.3.:.  .  0-..3.3503072./02.38:2-07/.3 0-.9.  5020739./03.....90780-:9/./..9-:3.:.:39:203.3.38.3..5.3503/.9202503.5....0-.3/.30-.5.381075020739.3507239.7..3.3 .9.3405020739..3/..-0 .70.5..9/.5./03.318.50780-.3 .35020739.318..3 /03.7.5.0-.9.8.30-..3/..3. !07:-.3./...3.3/.7: .3 -07:5.843.3..9./.-.920203..9.3..5.7..3/-:.9:30.3202507-08.8..803.3 0.3/9072.30-.7.9.3 .089.3/03.-07-0/./.207::5..32025070. 5020739.5.5030:./.3  9..32430907 .0-.804342 !4.-0-07:9 O O O !07239..307.7.3..30-./.3%::.27.27.-.7...3:2.3-079::.:39: 202-0.7.  43940-.35030:.318.:5030:.7.. 203/.300-.3/.3/.

   08..7....3502:3:9.3!.8.913./2.7/84394$!                 .8.8./.8:/5.!03.8503.-!.8.3.84394$! /03.  /:..3.380-./.!. 4394 !#%&#!#%#!& $   #%&  %% !!$%$$ % $&#% !### !..!03.73.39079039:/..-07:5.5::507803 /.  9.3-0781.2.9  ..

            .2047 /03.20307./.:.3 2430907/03. .203.5.8.3/2../ 5.5.3 -:.:8::-:3.3:39:203..3.3 0-.5.-./..:3 5.:3 .3 .7.83.5.8.7:39:203:7..3:9889023.7.9.203.:31...3 907.5.7.3.7.9:.33.33.950393/..9:..7..:502-..2&&4 9. 9::.50303/.3 8.3!7385$.703.2029::.3.33897:203 3897:203 .390780-:9 80.5.3../.33/4308. 9:.9:..:5:3.-.307..-9.32430907-07/.3.2203.7:5.2-.8.7.880-.8://03.3 .8.39:2/..3-070-.7 .4507.83 50309.3 .2.85.3243090720. :.3089.7.202003.8.32430907 31.3089..32430907 805079:.:50309.8.30-.33.7...:./.39.3380-..9/84394 50309..920.7.3 8..78.9.3/.7.8.:9..370/9.3.7.32430907 90780-:9203:3... !03:9:5 .3-.7.7.33.-.9:7.0-.9:.7:5.-.33/4308.3:9.3. 7:5.33/4308.9..8..32020.99.3:39: 203.089. $0.2.33..38..09079039:  .8. .8.3.8.7. ( .7.843.089..3:39:20./..33/4308.33/4308.2.8.3907..3 40!020739.3 889020:.907. .3503.-232:2 /..7907-:.7. %::.5.33/4308.250.9039.34507.3.3.3.3-070/.393.3.943%.3.3.5.7:.7.7./.3203.5.33.331.8.75.3 170014. .93  !07.3:9.3/909.2.31.4.39.3203.0.8.5..-...8. /03.8.7093 7.0-./.07235.7.39::.:./. 50303/.7.7.89.38.3.8 &39:203.3  0.

°  $½ f¾+9f¾f+@  f$ ½ $$ ° –  $½f– ¾$¾ fn"  ©ff°+€¾f ¯  ¯ ½n$½  ¯ ¯ – ¾ ¯ –                      .°  $½ f¾+. #0107038 ½ $$ ¾°– n¯$¾nf ¾n °n ¾$ f f° ©f°  ©ff° €¾f$@¾@@ n ½ $$–f°¾f¾ –$ €°¾ ½ °– f°  ©ff° ¯°   f°  ©ff° €¾f °¾¯ ° ¾ f ½ °© f¾f°°f ½ $$  –  $ $ $.

..- &.7   0    %422     0    %4-     0    0  '0743.3/:3 ..8.   0    $25. 53%:.&.8  4342    ..3070/.394 0    $4.934   ..733   0-43.3 0-.7    7.&39:  0303/.39    $0333.9.3  !020739.:2.:/..3  :2..3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful