Materi Pelatihan

Kesehatan

Organisasi Pelayanan

67

ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN
WAKTU : 1 sesi @ 90 menit

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Peserta memahami tentang organisasi pelayanan kesehatan, serta dapat berperan aktif dan mengikuti perubahan yang terjadi dalam organisasi tempat mereka bekerja.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Meningkatnya pengetahuan peserta tentang : 1. 2. 3. Pengertian dan ciri-ciri organisasi Prinsip-prinsip dan jenis-jenis organisasi Perubahan yang terjadi dalam organisasi pelayanan kesehatan

MATERI
1. Pengertian Organisasi 2. Ciri-ciri Organisasi 3. Prinsip-prinsip Organisasi 4. Jenis-jenis Organisasi 5. Perubahan Organisasi Pelayanan Kesehatan

METODA
1. Kuliah singkat 2. Interaksi 3. Kerja Kelompok
Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003

WHO

SEA – NURS – 429, 1N O OSD 001/1.2.

Materi Pelatihan Kesehatan 4.2. 1N O OSD 001/1. Presentasi – Diskusi Pleno Organisasi Pelayanan 68 RENCANA PEMBELAJARAN : Bagian A Topik : Organisasi Pelayanan Kesehatan Metode : Kuliah Singkat Waktu : 20 menit Bagian B Topik : Antisipasi kecenderungan (Trends anticipation) Metode : Kerja Kelompok (Diskusi kelompok) Waktu : 30 menit Bagian C Metode : Pleno Waktu : 30 menit Bagian D Topik Waktu : Evaluasi pembelajaran : 10 menit Metode : Tanya Jawab MATERI WHO SEA – NURS – 429. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 .

c. Kerjasama. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons) b.Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 69 MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN PENGERTIAN Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. b. WHO SEA – NURS – 429. 1N O OSD 001/1. yaitu : a. Chester I. organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority.2. Dari beberapa pengertian organisasi di atas. James D. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli. Tujuan yang ingin dicapai. koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan). dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar. coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan. tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama) c. Orang-orang (sekumpulan orang). Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Menurut Dimock. dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut : a.

Adanya kewenangan.Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 70 Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama. dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. tenaga. 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. Ciri-Ciri Organisasi Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. . 1N O OSD 001/1. 8) Prinsip Fungsional. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965). e.2. dan lain-lain.M. b. bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi : 1) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. pemikiran. WHO Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 SEA – NURS – 429. Prinsip-Prinsip Organisasi Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli. Adanya kegiatan yang berbeda-beda. d. Adanya tujuan yang ingin dicapai. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa. Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal. 9) Prinsip Pemisahan. dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. c. tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan. salah satunya A. 3) Prinsip Kesatuan Perintah. 10) Prinsip Keseimbangan. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. 2) Prinsip Skala Hirarkhi. koordinasi dan pengawasan.

Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan. dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. dan Dalam pendelegasian. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai.Materi Pelatihan Kesehatan 11) Prinsip Fleksibilitas. wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan. memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . pembantu pimpinan sampai pelaksana. sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Misalnya. Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain. organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi. sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban. lain. 3) Prinsip Kesatuan Perintah. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. melakukan hubungan dengan orang mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi. 2) Prinsip Skala Hirarkhi. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. 1N O OSD 001/1.2. 12) Prinsip Kepemimpinan. Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya. Organisasi Pelayanan 71 1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam hal ini. WHO SEA – NURS – 429.

1N O OSD 001/1. atau Surabaya. 9) Prinsip Pemisahan. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas. Organisasi Pelayanan 72 Suatu organisasi. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. pertanggungjawaban. untuk mencapai tujuannya. hubungan kerja. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. Bandung. serta tanggung jawab dari pekerjaannya.Materi Pelatihan Kesehatan 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak. semakin kompleks rentang pengendaliannya.2. melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masingmasing pegawai. Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’. struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta. 11) Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya WHO Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 SEA – NURS – 429. kegiatannya. Dalam hal ini. penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. 8) Prinsip Fungsional. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang. . 10) Prinsip Keseimbangan.

atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. (2) organisasi informal. yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang. sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. dll. semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang. Berdasarkan lalu lintas kekuasaan. organisasi yang berbadan hukum antara lain kesamaan minat atau hobby. (2) bentuk lini dan staff. (1) organisasi formal. dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal. adalah organisasi yang diatur secara resmi. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 .Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 73 pengaruh di luar organisasi (external factor). (1) bentuk tunggal. 3. bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsifungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya. (2) bentuk komisi. (3) bentuk fungsional. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan. adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi. pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang. dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi. semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.2. kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit dalam organisasi. yaitu . (1) organisasi lini atau bentuk lurus. WHO SEA – NURS – 429. 12) Prinsip Kepemimpinan. 2. 1N O OSD 001/1. Berdasarkan sifat hubungan personal. Jenis-Jenis Organisasi Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : 1. Bentuk organisasi ini meliputi. Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan. seperti : organisasi pemerintahan.

seperti koperasi. seperti perusahaan-perusahaan. Berdasarkan tujuan. WHO SEA – NURS – 429. (2) organisasi kesehatan. (3) Business Organization. contohnya rumah sakit. dan lain lain. (2) Service organization. yaitu . Puskesmas. misalnya partai politik (3) Organisasi yang bersifat integratif. 7. (2) Organisasi berorientasi pada politik.2. (3) organisasi pertanian. Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat. yaitu : (1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’ dan (2) organisasi sosial atau ‘non profit oriented ‘ 5. (1) Mutual benefit organization. misalnya organisasi produk makanan. yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya. Organisasi pelayanan kesehatan merupakan suatu organisasi yang aktivitas pokoknya melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu atau berkualitas. organisasi yang bergerak dalam dunia usaha. misalnya serikat pekerja (4) Organisasi pemelihara. Berdasarkan pihak yang memakai manfaat. Organisasi Pelayanan 74 Organisasi ini dapat dibedakan. yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan. bahwa organisasi pelayanan kesehatan. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Organisasi ini meliputi. 1N O OSD 001/1. yaitu : (1) Organisasi produksi. misalnya bank. adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum. seperti Rumah Sakit dan Puskesmas merupakan salah satu jenis organisasi yang sangat dirasakan oleh masyarakat umum. dll Perubahan Organisasi Pelayanan Kesehatan Seperti telah diuraikan di atas.Materi Pelatihan Kesehatan 4. (4) Commonwealth organization. misalnya organisasi peduli lingkungan. Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani. dan lain lain. 6. (1) organisasi pendidikan. seperti organisasi pelayanan kesehatan.

falsafah dan paradigma yang mempertimbangkan ancaman dan peluang maupun perkembangan zaman yang harus dihadapi oleh bangsa’ Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ciri reformasi adalah : 1. Dengan paradigma baru ini. 3. WHO SEA – NURS – 429. yaitu terjadinya perubahan paradigma pembangunan kesehatan menjadi ‘Paradigma Sehat’. Mengapa reformasi tersebut mempengaruhi semua dimensi kehidupan ? Sebagaimana yang disampaikan oleh Poeng P. 1N O OSD 001/1. Terjadinya perubahan konsep. norma. budaya. dengan memanfaatkan peluang yang ada.2. strategi dan kebijakan. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya kuratif dan rehabilitatif. menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan kuratif tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif. strategi atau kebijakan yang berkaitan dengan berbagai dimensi dari kehidupan bangsa dan negara. yang mengacu kepada tata nilai. ancaman. mendorong terjadinya perubahan konsep yang sangat mendasar dalam pembangunan kesehatan. pilah Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah(fragmente ) berubah menjadi kegiatan yang terpadu (integrated). Poerwanto dalam bukunya ‘Reformation : The Renewal of Thinking Pattern” bahwa : Reformasi adalah suatu perubahan atau restrukturisasi terhadap konsep. antara lain : a. 2. artinya organisasi senantiasa dinamis sesuai dengan dinamika yang ada dalam organisasi dan juga harus memperhatikan perubahan dari luar organisasi. Perubahan yang terjadi didasarkan pada tata nilai. norma. budaya dan Munculnya paradigma baru sebagai upaya mengantisipasi berbagai falsafah kehidupan masyarakat. b. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 .Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 75 Salah satu prinsip organisasi adalah fleksibilitas. Perubahan yang mendasar dalam sektor kesehatan. Salah satu pendorong terjadinya perubahan yang mendasar dalam semua organisasi di Indonesia adalah terjadinya reformasi nasional pada tahun 1998 yang lalu.

Materi Pelatihan Kesehatan c. Untuk itu. menjadi investasi. Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up seiring dengan era desentralisasi. Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan kosumtif Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh semula fee for service menjadi pembayaran secara pra-upaya. Organisasi Pelayanan 76 Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari pembiayaan kesehatan lebih banyak dari pemerintah. 1N O OSD 001/1.2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . g. agar organisasi pelayanan kesehatan dalam hal ini rumah sakit dan puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal. berubah menjadi masyarakat d. menjadi otonomi daerah (decentralization ). perlu melakukan perubahan atau reformasi. yaitu : 1) Masa depan akan sangat berbeda dengan masa kini 2) Perlu adanya visi yang dapat memberikan pedoman bagi segala upaya di masa depan 3) Perlu perubahan tata nilai yang akan dianut oleh organisasi di masa depan 4) Perlu strategi yang konkret untuk mewujudkan perubahan 5) Perlu bentuk dan struktur baru organisasi di masa depan 1) Masa depan yang sangat berbeda. h. pemerintah. e. peka terhadap kecenderungan perubahan yang mungkin terjadi WHO SEA – NURS – 429. f. Organisasi yang memiliki kreatifitas yang tinggi dan muncul dari dalam organisasi itu sendiri (orisinil). akan bergeser lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai “mitra” pemerintah (partnership). Soedarmono Soejitno (2001) mengemukakan bahwa terdapat lima hal penting yang perlu diantisipasi dalam melakukan perubahan. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat (centralization).

keadilan. akan menjadi pemenang dalam kompetisi. kejujuran. peningkatan teknologi. Kelompok pelanggan kebutuhannya ? d. Apa yang harus kita kerjakan sekarang ? b. Dorongan tersebut merupakan visi yang akan memberi arah bagi organisasi. Satu-satunya cara bagi organisasi untuk memperoleh keunggulan di masa depan adalah melalui dorongan untuk melakukan inovasi dan peningkatan. Untuk meningkatkan mutu organisasi bukan hanya bertumpu pada. baik karena dinamika dalam organisasi sendiri maupun karena dorongan di luar organisasi. Dalam menentukan strategi secara konkrit. Dalam lingkungan yang terus menerus berubah. yaitu. struktur organisasi tidak bisa bersifat kaku. integritas dan saling percaya. Dalam hal ini organisasi menempatkan manusia sebagai asset dan investasi paling penting dan berharga. 3) Perubahan tata nilai.Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 77 di masa depan dengan visi yang jelas. sistem dan proses. 4) Strategi yang konkrit. yaitu : a. Organisasi yang berorientasi nilai-nilai tersebut pada saat sulit akan termotivasi untuk berkonsolidasi secara saling mendukung (synergists) bukan menjadi terpecah belah. Peranan pimpinan. tetapi harus mampu melakukan adaptasi terhadap tuntutan perubahan. WHO Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 baru mana yang harus mulai dipahami SEA – NURS – 429. . Strategi merupakan upaya untuk mewujudkan visi menjadi kenyataan. manajer dan pegawai. melainkan lebih memfokuskan kepada pengembangan nilai. 2) Perlu adanya visi. 1N O OSD 001/1. struktur. Kemampuan baru apa yang harus kita kembangkan ? c. ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan : a.2. Jalur distribusi atau jaringan kerja baru mana yang harus mulai digarap ? 5) Bentuk dan struktur baru organisasi. Ada dua hal penting dalam menentukan bentuk dan struktur baru organisasi.

misalnya perawat dan bidan yang ada di rumah sakit/puskesmas yang sehari hari berhadapan dengan pasen (pelanggan) harus mampu melihat dalam jangka waktu beberapa jam s/d beberapa hari untuk dapat memuaskan pasen (pelanggan). artinya kemampuan seseorang yang menduduki jabatan atau tugas/pekerjaan mampu melihat seberapa jauh ke masa depan. dengan luasnya wawasan seseorang akan memberikan kemampuan untuk melihat kemungkinan dampak yang lebih jauh dari suatu keputusan yang diambil. efektivitas organisasi. Seorang Kepala Ruangan/Kasi Perawatan maupun seorang Kepala Puskesmas bertanggung jawab terhadap proses yang membantu perawat dan bidan dalam memuaskan pasen tersebut. WHO SEA – NURS – 429. 1N O OSD 001/1. dan juga perubahan strukur yang mendukung tujuan dan visi organisasi. Dalam hal ini. melihat dampak organisasi terhadap masyarakat luas. (2) orientasi kepada kelompok kerja. memiliki visi dan misi yang jelas sebagai pedoman dalam kegiatan ke masa depan.2. Pola hirarkhi dalam organisasi.Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 78 Salah satu hal penting kaitannya dengan peranan ini adalah. kriteria dalam menentukan prestasi seseorang pegawai didasarkan pada. (4) orientasi kepada kemampuan nyata yang dimiliki dan peningkatan ketrampilan yang menunjang tugas/pekerjaan b. seorang pegawai. dan merumuskan pokok-pokok kebijakan yang mendukungnya. (1) luasnya wawasan. menetapkan strategi yang konkrit. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . sedangkan Direktur RS atau Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota harus mampu melihat kedepan dalam jangka waktu 3 –10 tahun untuk membenahi fungsi-fungsi organisasi. Meliputi . apabila ingin tetap mampu menjalankan fungsinya secara optimal perlu melakukan perubahan dalam organisasi tersebut. terutama perubahan tata nilai yang dapat menciptakan suasana organisasi yang kondusif. (3) fokus kepada pelanggan. Semakin jelas bahwa rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi pelayanan kesehatan. (2) cakrawala waktu. (1) orientasi kepada inovasi.

berdasarkan lalu lintas kekuasaan.  Upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi terjadinya reformasi adalah. berdasarkan sifat hubungan personal. fungsional. Beberapa perubahan dengan digulirkannya paradigma baru tersebut antara lain. keseimbangan. WHO SEA – NURS – 429. melakukan perubahan nilainilai dalam organisasi dan perlu memunculkan paradigma baru.Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 79 KESIMPULAN  Ciri-ciri dari organisasi adalah. flexibilitas.2. tujuan yang jelas. berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani. adanya . dan pola perencanaan mengarah kepada bottom up planning. kesatuan pemerintah. adanya desentralisasi dalam pelayanan kesehatan. berdasarkan tujuan. adanya tujuan. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . strategi dan kebijakan. perlu melakukan perubahan secara internal. setiap orang memiliki kontribusi terhadap organisasi. skala hirarkhi. pelaksanaan upaya kesehatan lebih diintegrasikan. pendelegasian wewenang. berdasarkan kehidupan masyarakat. kesehatan dipandang sebagai investasi. ada kegiatan yang berbeda-beda. koordinasi dan pengawasan.  Prinsip-prinsip organisasi. berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan. 1N O OSD 001/1. rentang pengendalian.. dan kepemimpinan  Jenis-jenis organisasi.kewenangan.  Rumah Sakit dan Puskesmas sebagai organisasi pelayanan kesehatan apabila ingin exist dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal. berdasarkan pihak yang memakai manfaat. pemisahan. pembagian pekerjan. organisasi harus melakukan perubahan konsep. pelayanan kesehatan lebih difokuskan pada upaya promotif dan preventif.  Paradigma Sehat merupakan salah satu bentuk antisipasi dalam pembangunan kesehatan. masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan kesehatan. ada sekelompok orang yang saling mengenal.

2. 1N O OSD 001/1. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Willms (1965).Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 80 TUGAS KELOMPOK 1. Organization of Canadian Government Administration. Bagaimana keadaan organisasi tempat saudara bekerja saat ini ? Langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya perubahan Bagaimana peranan profesi perawat dan bidan dalam perubahan yang organisasi.2. Ottawa WHO SEA – NURS – 429. 3. apa yang prinsip dari kejadian perubahan REFERENSI 1. dengan tugas kelompok : a) Tiap kelompok membahas tentang. Topik yang dibahas dalam diskusi kelompok adalah antisipasi kecenderungan. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Pengelompokan dapat berdasarkan institusi tempat bekerja atau dengan cara mengitung (tiap kelompok beranggotakan 6-8 orang) 2. AM. atau reformasi ? 5. Upaya apa yang harus dilakukan oleh RS dan Puskesmas agar tetap exsits atau mampu menjalankan fungsinya secara optimal ? Apa ciri-ciri dari organisasi ? Jelaskan beberapa prinsip penting dari organisasi ? Sebutkan beberapa pengelompokan organisasi ? jelaskan Menurut saudara. 4. terjadi dalam organisasi ? b) Membuat laporan hasil diskusi untuk siap disajikan dalam pleno EVALUASI 1.

Perilaku Organisasi.Materi Pelatihan Kesehatan Organisasi Pelayanan 81 2. Jakarta. ADB 4. Reformation : The renewal of thinking pattern. Poeng P. Bandung Yayat Hayati Djatmiko (2002). Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . Poerwanto (2000). York 6. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010. Akselerasi Reformasi Kesehatan. New Soedarmono Soejitno (2001). Jakarta 3. AlfabetaRichard L. WHO SEA – NURS – 429. Jakarta 5. 1N O OSD 001/1.2. Depkes (1999). Daft (1986). Organizational Theory and Design.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.