TUGAS KLIPING IPS KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA MASA PRA-AKSA RA

DIBUAT OLEH : AMANDA SOFI IA

NAMA KELAS MAPEL

: AMANDA SOFI IA : 7 -6 : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Pada masa ini. kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Trinil. mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat. Sangiran. Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Tingginya kira-kira 165-180 cm. Jenis-jenis manusia purba di 1. alatalat kehidupan. Sambungmacan. dan Ngandong. dan fosil tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup dan berkembang pada masa itu.5 sampai 2. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan mereka yang berupa fosil. . Kedungtrubus. Manusia yang diperkirakan hidup pada masa pra aksara adalah manusia purba.KEHIDUPAN MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA MASA PRA-AKSARA Pengetian Pra –aksara Masa pra aksara atau biasa disebut masa prasejarah adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. yaitu di Mojokerto. - 2. Bentuk tubuh Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Fosil Pithecanthropus Erectus saat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera.25 juta tahun yang lalu. PITECHANTROPUS (PITHECANTROPUS ERECTUS) Fosil Pithecanthropus adalah fosil manusia yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2. Maka Pithecan thropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak. PITHECANTROPUS MOJOKERTENSIS Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh Von Koenigswald di desa Perning. Pithecanthropus Mojokertensis berbadan tegap. Lembah Bengawan Solo Mojokerto.

Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald. Mereka hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) makanan mereka utamanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buahbuahan. Sebagian ahli menganggap bahwa Meganthropus sebenarnya merupakan Pithecanthropus dengan badan yang besar. lembah Bengawan Solo pada tahun 1936-941. Meganthropus Paleojavanicus Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran. . 4. Blora.000 tahun yang lalu.000 sampai 300. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.1941. Homo Mojokertensis Kaum Homo Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto) Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 . Eropa. PITHECANTROPUS SOLOENSIS Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis.3. Oleh sebagian ahli. Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia. Volume otaknya mencapai 1300 cc. Oppenoorth. Sragen.. dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas. 1. di Sangiran dan Sambung Macan. Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Meganthropus memiliki badan yang tegap dan rahang yang besar dan kuat. MEGANTROPUS DAN HOMO 1. oleh Ter Haar.

demikian nama yang diberikan oleh para peneliti. penemuan ini mengubah teori yang berlaku selama ini mengenai asal usul manusia. Menurut ilmuwan. 20 meter dan beratnya 50 kilogram. Ethiopia.2.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald. Manusia ini tingginya 1. Bentuk tangan. dan badan menunjukkan bahwa ia merangkak dan memanjat pohon. para ilmuwan menyimpulkan cara hidup Ardi tidaklah agresif. Homo Sapiens jenis aum homo yang ini telah memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang dan juga memiliki sifat seperti manusia sekarang tetapi masih memiliki Kehidupan yang sangat sederhana. 'Ardi'. Dari bentuk rahang.. dan tentunya hidup mengembara(nomaden) - JENIS-JENIS MANUSIA PURBA DILUAR INDONESIA Ardipithecus ras manusia yang hidup enam juta tahun lalu di kawasan Afar. 3. Homo Robustus arti dari Robustus itu sendiri adalah manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo. tapi juga terkadang berjalan di atas kedua kaki. . dikumpulkan dari berbagai tulang manusia yang ditemukan di wilayah itu selama lima belas tahun terakhir. kaki.

Tembikar juga sudah dikenal. tidak diasah atau dipolis. Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. kapak lonjong.Homo antecessor hidup sebelum manusia Neanderthals dan Homo Sapiens. Dolmen. dan λίθος lithos berarti batu. Punden Berundak . melainkan suatu hasil budaya yang timbul pada zaman Neolitikum dan berkembang pesat pada zaman logam. Waruga. Zaman Megalitikum (Zaman batu besar) Megalit adalah batu besar yang digunakan untuk membangun struktur atau monumen. diduga datang ke gua-gua Atapurca setelah mengalami migrasi dari Afrika dan melewati Timur Tengah. Kebudayaan Megalitikum bukanlah suatu zaman yang berkembang tersendiri. 2. A. 3. Menhir . Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang). Kubur batu. Contohnya hasil kebudayaan zaman megalitikum: kapak persegi. 4. Zaman Mesolitikum (Zaman batu modya) Pada Zaman batu tengah (mesolitikum). Periode ini disebut masa bercocok tanam. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Sarkofagus. Megalit berasal dari kata dalam bahasa Yunani μέγας megas berarti besar. yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas). Zaman Batu 1. Zaman Paleotikum (zaman batu tua) Zaman batu tua (palaeolitikum). Zaman Neolitikum (Zaman batu muda) Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Setiap bangunan yang diciptakan oleh masyarakat tentu memiliki fungsi. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas). Italia utara dan kemudian Prancis. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri. alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Megalitik adalah struktur yang dibuat oleh batu besar.

3. Inggris. Zaman Besi Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga. Mega dalam bahasa Yunani artinya besar dan lith berarti batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam. mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. . Spanyol dan Italia. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam. ditemukan pada zaman sejarah. yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu. Zaman Tembaga Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja.B. - Alat Peninggalan Budaya pada masa Megalitikum 1. Istilah menhir diambil dari bahasa Keltik dari kata men (batu) dan hir (panjang). bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam. Batu-batu ini dinamakan juga megalith (batu besar) dikarenakan ukurannya. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi. Para arkeolog mempercayai bahwa situs ini digunakan untuk tujuan religius dan memiliki makna simbolis sebagai sarana penyembahan arwah nenek moyang. yakni simbol kesuburan untuk bumi. yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya. Zaman logam ini dibagi atas: 1. merupakan batuan dari periode Neolitikum yang umum ditemukan di Perancis. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. 2. sebab kebanyakan alat-alat besi. Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas tanah. Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum. Diperkirakan benda prasejarah ini didirikan oleh manusia prasejarah untuk melambangkan phallus. Zaman Logam Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Menhir Menhir adalah batu tunggal (monolith) yang berasal dari periode Neolitikum (6000/4000 SM-2000 SM) yang berdiri tegak di atas tanah. yaitu ±3500 °C. Menhir adalah batu yang serupa dengan dolmen dan cromlech. Irlandia. Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Zaman Perunggu Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.

Dolmen Dolmen adalah meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. yaitu meringkuk atau disebut foetal position. tinggi 115 cm ini disangga oleh beberapa batu besar dan kecil. Hasil penggalian tidak menunjukkan adanya sisa-sisa penguburan. dewa-dewa maupun atap rumah. Sarkofagus Sarkofagus adalah suatu tempat untuk menyimpan jenazah.2. Benda-benda yang ditemukan di antaranya adalah manik-manik dan gerabah. Lampung Barat. Kata "sarkofaus" berasal dari bahasa Yunani σάρξ (sarx. Di Mesir kuno. orang wafat harus ‘dipulangkan' ke alam baka sebagaimana posisinya dalam rahim. . Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri. Dolmen yang mempunyai panjang 325 cm. Sumberjaya. Pada bagian atapnya dipahat aneka ragam hias yang menggambarkan wajah pria. Di bawah dolmen biasanya sering ditemukan kubur batu. Sarkofagus umumnya dibuat dari batu. sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah. sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster Sarkofagus . dihias dan dibuat dengan teliti. lebar 145 cm. dengan ketinggian berkisar 150 cm di atas tanah. Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir. tapi dibuat dalam kondisi seperti janin. "daging") dan φαγεῖνειν (phagein. dengan demikian sarkofagus bermakna "memakan daging". Hingga mereka tidak berbaring telentang. tapi diletakkan di atas tanah lapang.kadang-kadang dari logam atau batu kapur – juga digunakan oleh orang Romawi kuno sampai datangnya agama Kristen yang mengharuskan mayat untuk dikubur di dalam tanah 4. pada umumnya dolmen banyak ditemukan di Jawa Timur dan Sumatera Selatan 3. Bentuknya bisa persegi panjang atau kubus. Menurut kepercayaan setempat di masa itu. Dolmen yang merupakan tempat pemujaan misalnya ditemukan di Telagamukmin."memakan"). Kubur batu Berupa peti-peti kubur yang terbuat dari batu dan tidak ditanam dalam tanah.

angin rebut. yang merujuk kepada citra yang menggambarkan Roh atau Jiwa Ketuhanan (murta). pada lapisan ke empat disusun sebanyak lima buah dan seterusnya. Arca Arca adalah patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan dalam memuja tuhan atau dewadewinya. yang berfungsi sebagai sarana dan sasaran konsentrasi kepada Tuhan dalam pemujaan. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruang. atau murthi. atribut. kayu. arca adalah sama dengan Murti (Dewanagari):. Satu buah balok batu berukuran 40 x 40 cm. atau proporsinya harus mengacu kepada tradisi keagamaan yang bersangkutan . Dengan tujuan untuk menolak bahaya atau semacam bencana seperti gempa bumi. Dan juga bisa sebagai meminta rahmat dari sang ESA. Pada lapisan kedua disusun pula balok batu sebanyak tujuh buah.5. Perwujudan dewa atau dewi.Dalam agama Hindu. biasanya terbuat dari batu. minta kesuburan tanah dan sebagainya 7. Arca berbeda dengan patung pada umumnya. Oleh karena itu. penyakit menular dan sebagainya. murti adalah perwujudan aspek ketuhanan (dewa-dewi). atau logam. Pada lapisan bawah disusunlah balok sebanyak delapan buah. Hingga pada puncaknya diletakkan sebuah balok. Seperti minta hujan. yang merupakan hasil seni yang dimaksudkan sebagai sebuah keindahan. Waruga Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian. Berarti "penubuhan". pada lapisan ketiga disusun enam buah. murti pantas dipuja sebagai fokus pemujaan kepada Tuhan setelah roh suci dipanggil dan bersemayam didalamnya dengan tujuan memberikan persembahan atau sesaji. Punden berundak-undak berfungsi sebagai tempat mengadakan saji-sajian bagi masyarakat purba yang masih beragama animisme dan dinamisme. Panjangnya sekitara enam meter. baik sikap tubuh. 6. Menurut kepercayaan Hindu. membuat sebuah arca tidaklah sesederhana membuat sebuah patung. Punden Berundak-undak Punden berundak-undak adalah beberapa balok batu yang disusun secara berundak-undak.

yaitu teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanaminya. mereka tinggal di sekitar huma tersebut.000 tahun. Pada perkembangannya mulai menetapkan kehidupan bercocok tanam pada tanah-tanah persawahan. dengan cara bercocok tanam dan memelihara hewan-hewan jenis tertentu. oleh karena itu di buat peraturan. Dengan hidup menetap. meskipun mereka masih sering berpindah-pindah tempat tinggal. ☼ Muncul kegiatan kehidupan perkampungan. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang. laut. kuat. b. ☼ Dengan hidup menetap. Masa Berburu dan Mengumpulkan makanan terjadi pada masa Paleolithikum (zaman batu tua). . Masa berburu dan mengumpulkan makanan berlangsung selama 600. Usia rata-rata manusia masa ini 35 tahun. akal pikiran manusia mulai berkembang dan mengerti akan perubahan-perubahan hidup yang terjadi. ☼ Populasi penduduk meningkat. yang berbarengan dengan kala Pleistosen yang terjadi sejak 2 juta tahun yang lalu. ☼ Telah tinggal menetap di suatu tempat. Setelah tanah tidak subur maka mereka akan berpindah ke tempat lain yang masih subur dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. dan saling berinteraksi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. ☼ Diangkat seorang pemimpin yang berwibawa. danau. sehingga mereka saling melengkapi. dan hutan-hutan yang ada di sekitar tempat bermukim mereka pada saat itu). Masa bercocok tanam dan Bertenak (food Producing) Kehidupan bercocok tanamnya dikenal dengan berhuma. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah hidup menetap Hal ini juga menunjukkan bahwa manusia telah dapat menguasai alam lingkungan.- Corak Kehidupan pada Masa Pra-aksara a. saling membantu. dan disegani untuk mengatur para anggotanya. merupakan titik awal dan perkembangan kehidupan manusia untuk mencapai kemajuan. untuk menjaga ketertiban kehidupan masyarakat. ☼ Jumlah anggota kelompoknya semakin besar sehingga membuat kelompokkelompok perkampungan. Masa berburu dan mengumpulkan makanan (Food Gathering) Masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering and hunting period) adalah masa dimana cara manusia purba mengumpulkan makanan-makanan yang dibutuhkan mereka untuk bertahan hidup adalah dengan berburu dan mengumpulkan makanan yang tersedia dari alam (sungai. ☼ Mereka hidup bergotong royong.

o Mereka memiliki pengetahuan tentang gejala alam dan musim. Masa Perundagian (Masa Kemahiran teknik) Kehidupan Sosial o Jumlah penduduk semakin bertambah. . mereka memiliki pengalaman dalam bertani dan berternak mereka mengenal cara bercocok tanam yang sederhana. maupun benda logam.c. mereka mulai dapat memperkirakan peristiwa alam dan memperhitungkan musim tanam dan musim panen. kehidupan masyarakat zaman ini semakin teratur. o Dengan diterapkan sistem persawahan maka pembagian waktu dan kerja semakin diketatkan. pertanian dan peternakan semakin maju. o Dalam masyarakat muncul golongan undagi. mereka merupakan golongan yang terampil untuk melakukan perkerjaan seperti pembuatan rumah kayu. Contohnya : ada pembagian kerja yang baik berdasarkan kemampuan yang dimiliki masingmasing individu. o Dari segi sosial. gerobak. Pertanian tetap menjadi usaha utama masyarakat. Kepadatan penduduk bertambah. o Pembagian kerja semakin komplek dimana perempuan tidak hanya bekerja di rumah tetapi juga berdagang di pasar.